P. 1
kincir angin untuk stasiun pengisian listrik

kincir angin untuk stasiun pengisian listrik

4.73

|Views: 11,781|Likes:
Published by saiful
kendaraan listrik telah banyak dikembangkan, namun masih dianggap kurangnya stasiun pengisian energi listrik. stasiun ini digunakan untuk mencharger accu kendaraan listrik
kendaraan listrik telah banyak dikembangkan, namun masih dianggap kurangnya stasiun pengisian energi listrik. stasiun ini digunakan untuk mencharger accu kendaraan listrik

More info:

Published by: saiful on Aug 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

Untuk mendesain sebuah kincir angin, ada banyak hal
yang harus diperhatikan. Hal pertama yang harus
dipertimbangkan yaitu berapa besar daya yang kita butuhkan,
kemudian kecepatan angin, setelah itu yang tidak kalah penting
yaitu berapa jumlah blade yang harus digunakan, dan masih
banyak hal teknis lainnya. Hal pertama yang diperhatikan dalam
desain kincir angin yaitu TSR (Tip Speed Ratio) atau
perbandingan kecepatan di tip kincir angin (ujung) dan kecepatan
angin yang didapat oleh kincir.
Menghitung TSR (λ) dapat menggunakan persamaan :

v

RRotor

ω

=

λ

Dimana :

ω = Rotasi putaran kincir angin (Rad/s)
RRotor = Radius rotor kincir angin (m)
Torsi dari sebuah kincir angin dapat dihitung

menggunakan persamaan:

2

3

2

R

V

TORQUE

λ

=

TSR mempengaruhi kecepatan putaran kincir (rpm).
Hubungan TSR dengan kecepatan yaitu :

8

Shaft speed = 60λv/(πD) rpm

Dimana :

D = Diameter rotor (m)
Diameter suatu rotor kincir angin dapat pula diperoleh
melalui sebuah perhitungan. Persamaan untuk menghitung
Diameter suatu rotor kincir angin yaitu :
D = (Power x (47λ x RPM)^3)^0.2

Dimana :

Power = Daya output generator (watt)
RPM = Kecepatan putar generator (rpm)
Untuk menentukan jumlah blade yang digunakan, dapat

digunakan persamaan :

2

80

B

λ

=

Setelah menentukan diameter dan jumlah blade untuk
kincir angin menentukan sudut blade (β). Perhatikan gambar
berikut ini.

Gambar 2.1: Radius kincir angin dan sudut φpada kincir angin.

9

Persamaan untuk menghitung sudut blade (β ) yaitu :

φ

λ

=

β

)

r

3

/

R

2

(

ATAN

Pada sebuah blade ada gaya angkat (Lift) dan daya dorong
(Drag). Untuk tipe kincir angin yang horizontal harus dibuat agar
gaya Lift lebih besar dari gaya Drag. Gaya inilah yang
menyebabkan proses perputaran kincir.

2

a

D

2

a

L

AV

)

2

/

(

C

Drag

dan

AV

)

2

/

(

C

Lift

ρ

=

ρ

=

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->