Mengenai tempat asal dan kapan datangnya Islam ke Nusantara, sedikitnya ada lima teori besar.

Di bawah ini dijelaskan secara singkat seputar teori-teori yang berkaitan dengan masuknya Islam di Nusantara : Teori Arab Pertama, teori yang menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab, atau tepatnya Hadramaut. Teori ini dikemukakan Crawfurd (1820), Keyzer (1859), Niemann (1861), De Hollander (1861), dan Veth (1878).[2] Crawfurd menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab, meskipun ia menyebut adanya hubungan dengan orang-orang Mohameddan di India Timur. Keyzer beranggapan bahwa Islam datang dari Mesir yang bermadzhab Syafii, sama seperti yang dianut kaum muslimin nusantara umumnya. Teori ini juga dipegang oleh Niemann dan de Hollander, tetapi dengan menyebut Hadramaut, bukan Mesir, sebagai sumber datangnya Islam, sebab muslim Hadaramaut adalah pengikut madzhab Syafii seperti juga kaum muslimin nusantara. Sedangkan Veth hanya menyebut orang-orang Arab, tanpa menunjuk asal mereka di Timur Tengah maupun kaitannya dengan Hadramaut, Mesir atau India.[3] Teori yang sama juga diajukan oleh Hamka dalam seminar ‘Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia’ pada tahun 1962. Menurutnya, Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab (Makkah), bukan dari India.[4] Menurut Arnold, bahwa untuk menetapkan masuknya agama Islam ke Indonesia dengan tepat tidaklah mungkin. Ada kemungkinan dibawa ke Indonesia oleh pedagang-pedagang Arab pada permulaan abad tahun hijriah, lama sebelum ada tulisan-tulisan sejarah tentang perkembangan Islam itu.[5] Pendapat yang demikian itu berdasarkan pengertian kita tentang ramainya perdagangan dengan dunia Timur yang sejak dahulu dilakukan oleh orang Arab. Pada abad ke 2 sebelum masehi perdagangan dengan Ceylon seluruhnya ada di tangan mereka. Pada permulaan abad ke 7, perdagangan dengan Tiongkok melalui Ceylon sangat ramai sehingga pada pertengahan abad ke 8 banyak kita jumpai pedagang Arab di Canton, sedang antara abad 10 dan 15 sampai datangnya orang Portugis, mereka telah menguasai perdagangan di Timur. Diperkirakan bahwa mereka sejak lama telah mendirikan tempat-tempat perdagangan pada beberapa kepulauan di Indonesia, sebagaimana halnya pada tempat-tempat lainnya, meskipun tentang kepulauan itu tidak disebut-sebut oleh ahli ilmu bumi Arab sebelum abad ke 9, menurut berita Tiongkok tahun 674 masehi ada kabar tentang seorang pembesar Arab yang menjadi kepala daerah pendudukan bangsa Arab di pantai Barat Sumatera.[6] Sebagian besar dari pedagang Arab yang berlayar ke kawasan Indonesia datang dari Yaman, Hadramaut dan Oman di bagian Selatan dan Tenggara semenanjung tanah Arab. Kawasan Yaman telah memeluk Islam semenjak tahun 630-631 hijriyah tepatnya pada zaman Ali bin Abi Thalib. Pengislaman Yaman ini mempunyai implikasi yang besar terhadap proses Islamisasi Asia Tenggara karena pelaut dan pedagang Yaman menyebarkan agama Islam di sekitar pelabuhan tempat mereka singgah di Asia Tenggara.[7] Sedangkan Sayed Alwi bin Tahir al-Haddad, mufti kerajaan Johor Malaysia berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia dalam abad ke 7 masehi atau dengan kata lain agama Islam masuk ke pulau Sumatera pada tahun 650 masehi. Alasannya adalah karena Sulaiman as-Sirafi, pedagang dari pelabuhan Siraf di teluk Persia yang pernah mengunjungi Timur jauh berkata bahwa di Sala (Sulawesi) terdapat orang-orang Islam pada waktu itu yaitu kira-kira pada akhir abad ke 2 hijriyah. Hal ini dapat dipastikan dan tidak perlu dijelaskan lagi karena pedagang rempah dan wangi-wangian yang terdapat di Maluku sangat menarik pedagang-pedagang muslimin untuk berkunjung ke Maluku dan tempat-tempat yang berdekatan dengan kepulauan itu.[8] Teori Gujarat. Teori yang mengatakan bahwa Islam di nusantara datang dari India pertama kali dikemukakan oleh Pijnapel tahun 1872. Berdasarkan terjemahan Prancis tentang catatan perjalanan Sulaiman, Marcopolo, dan Ibnu Batutah, ia menyimpulkan bahwa orang-orang Arab yang bermadzhab Syafii dari Gujarat dan Malabar di India yang membawa Islam ke Asia Tenggara. Dia mendukung teorinya ini dengan menyatakan bahwa, melalui perdagangan, amat memungkinkan terselenggaranya hubungan antara kedua wilayah ini, ditambah lagi dengan umumnya istilahistilah Persia yang dibawa dari India, digunakan oleh masyarakat kota-kota pelabuhan Nusantara. Teori ini lebih lanjut dikembangkan oleh Snouk Hurgronye yang melihat para pedagang kota pelabuhan Dakka di India Selatan sebagai pembawa Islam ke wilayah nusantara.[9] Teori Snock

Dalam hal ini teori Persia mempunyai kesamaan mutlak dengan teori Gujarat. tidak berlanjut dihubungkan dengan pusat madzhab Syafii di Makkah. Fokus pandangan teori ini tentang masukkanya agama Islam ke nusantara berbeda dengan teori India dan Arab. pengakuan umat Islam Indonesia terhadap madzhab Syafii sebagai madzhab yang paling utama di daerah Malabar. Keempat.[10] Teori Benggali. Ia beralasan bahwa doktrin Islam di semenanjung lebih sama dengan Islam di Phanrang. Teori ketiga yang dikembangkan Fatimi menyatakan bahwa Islam datang dari Benggali (Bangladesh). sekalipun mempunyai kesamaan masalah Gujaratnya. Di Minangkabau bulan Muharram disebut bulan Hasan-Husain. melalui Kanton. dhammah ditulis p’es-py’es. ia menyatakan dari sanalah Islam dating ke nusantara. Ketiga. terutama karena penafsirannya atas prasasti yang ada dinilai merupakan perkiraan liar belaka. sedangkan sin bergigi berasal dari Arab. bukan madzhab Syafii seperti di semenanjung dan nusantara secara keseluruhan. Teori keempat tentang kedatangan Islam di nusantara adalah teori Persia. disebut bulat Tabut. sehingga memungkinkan syaikh Siti Jenar yang hidup pada abad ke-16 dapat mempelajarinya. penggunaan istilah bahasa Iran dalam mengeja huruf Arab. Keranda tersebut disebut tabut diambil dari bahasa Arab. Dalam bahasa Persi Fathah ditulis jabar-zabar. peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syiah atas kematian syahidnya Husain. tetapi berbeda dengan teori Makkah yang dikemukakan oleh Hamka. Leran. Pembangun teori ini di Indonesia adalah Hoesein Djayadiningrat. Di Sumatera Tengah sebelah Barat.[12] Kelima. Ia menunjuk pantai Koromandel sebagai pelabuhan tempat bertolaknya para pedagang muslim dalam pelayaran mereka menuju nusantara. Islam muncul pertama kali di semenanjung Malaya dari arah pantai Timur. pada abad ke-11. Phanrang (Vietnam). untuk tanda-tanda bunyi harakat dalam pengajian al-quran tingkat awal. bukan dari Barat (Malaka). . Teori Persia lebih menitikberatkan tinjauannya kepada kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan mempunyai persamaan dengan Persia. menyatakan bahwa teori Fatimi ini tidak bisa diterima. Lagi pula madzhab yang dominan di Benggali adalah madzhab Hanafi. Dalam masalah madzhab Syafii. tetapi dalam memandang madzhab Syafii terhenti ke Malabar. Teori Persia. Teori Cina. Huruf sin yang tidak bergigi berasal dari Persia. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura. Kedua. tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk puisi.[13] Beliau mendasarkan torinya ini kepada perpindahan orang-orang Islam dari Canton ke Asia tenggara sekitar tahun 876 . Dia mengutip keterangan Tome Pures yang mengungkapkan bahwa kebanyakan orang terkemuka di Pasai adalah orang Benggali atau keturunan mereka. Islam disebarkan dari Cina telah dibahas oleh SQ Fatimi.[11] Kesamaan kebudayaan ini dapat dilihat pada masyarakat Islam Indonesia antara lain : Pertama. nisan pada makam Malikus Saleh (1297) dan makam Malik Ibrahim (1419) di Gresik dipesan dari Gujarat. Dengan menunjuk tempat yang pasti di India. elemen-elemen prasasti di Trengganu juga lebih mirip dengan prasasti yang ditemukan di Leran. adanya kesamaan ajaran antara ajaran syaikh Siti Jenar dengan ajaran sufi al-Hallaj. Drewes. Dan. Tetapi sangat berbeda jauh dengan pandangan CE Morisson. yang mempertahankan teori Snouck. dan Trengganu. sekalipun al-Hallaj telah meninggal pada 310 H/922 M. serta Madzhab Syafii-nya. Hoesein Djayadiningrat mempunyai kesamaan dengan GE Morrison. dan diperingati dengan mengarak keranda Husain untuk dilemparkan ke sungai atau ke dalam perariran lainnya. Hoesein Djayadiningrat di satu pihak melihat salah satu budaya Islam Indonesia kemudian dikaitkan dengan kebudayaan Persia. kasrah ditulis jer-zeer.Hurgronye ini lebih lanjut dikembangkan oleh Morrison pada 1951.

batu isan di pecan Pahang bertahun 1028 M.[14] Hijrahnya mereka ke Asia Tenggaran telah membantu perkembangan Islam di kawasan ini. JMBRAS. 1200 .000 muslim. Brunei. 1963) h. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di daerah pesisir Sumatra Utara. [6] Arnold. (Medan. 363. Readings on Islam in Southeast Asia. [14] Syed Nagib Alatas. Kedah bertarikh 903 M. [9] Azra. 32 [11] GWJ Drewes. [4] Hamka. compiled by Ahmad Ibrahim.CE. tumpuan mereka adalah ke Kedah dan Palembang. batu nisan puteri Islam Brunei bertahun 1048 M. The Preaching of Islam. 91. The Coming of Islam to East Indies. pesisir timir tanah melayu (Patani.BHD. compiled by Ahmad Ibrahim. 1985) h. [8] Sayed Alwi bin Thahir al-Haddad. The Preaching of Islam. Panitia Seminar Sedjarah Masuknya Islam ke Indonesia. (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. 32 [10] Azra. Islam Comes to Malaysia. Menurut Syed Naguib Alatas. 11. Renaisans Islam Asia Tenggara. [3] Azyumardi Azra. [12] Morrisson. (Jakarta: Prenada Media. batu bersurat Trengganu bertahun 1303 M dan batu nisan Fathimah binti Maimun di Jawa Timur bertarik 1082 M.24. Sharon Siddique & Yasmin Hussain. (Singapore: Institue of Southeast Asia Studies. [13] Fatimi SQ. Walaupun dari kelima teori ini tidak terdapat titik temu. 21. Yahya & Ahmad Jelani Halimi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. (Singapore: Malaysian Sociological Reseach Institude. 2005) h. (Jakarta: Maktab al-Daimi. Ltd. Sharon Siddique & Yasmin Hussain. (Pulau Penang: Fajar Bakti SDN. 559. 1985) h. GWJ Drewes. [1] Ricklefs. Sejarah Islam. A History of Modern Indonesia Since c. 7-19. Sejarah Perkembangan Islam di Timur Jauh. 363-364. 1999) h. Terengganu dan Pahang) serta Jawa Timur. h. Readings on Islam in Southeast Asia. 1935) h. Renaisans Islam Asia Tenggara Sejarah Wacana & Kekuasaan. Renaisans Islam Asia Tenggara. Dan Islam tidak mengenal adanya missi sebagaimana yang dijalankan oleh kalangan Kristen atau Katolik. (Singapore: Institue of Southeast Asia Studies. 3 [2] Azyumardi Azra. dalam Risalah Seminar Sedjarah Masuknya Islam ke Indonesia. namun mempunyai persamaan pandangan yakni Islam sebagai agama yang dikembangkan di Nusantara melalui jalan damai. [7] Mahayudin Hj. (California: Stanford University Press. h. 1969) h. [5] TW Arnold. 2001) h. New Light on the Coming of Islam in Indonesia.Perpindahan ini dikarenakan adanya pemberontakan yang mengorbankan hingga 150. 7. PROSES PERCAMPURAN BUDAYA . sebagian mereka juga menetap di Campa. Preliminary Statement on a General Theory of the Islamization of MalayIndonesian Archipelago. New Light on the Coming of Islam in Indonesia. 1963). h. Selain Palembang dan Kedah. A History of the Propogation of the Muslim Faith. Kelantan. 1993) h. 7-19. batu bertulis Phan-rang di Kamboja bertahun 1025 M. (London: Luzac & Company. 31. 1957) h. Bukti-bukti yang menunjukan bahwa penyebaran Islam dimulai dari Cina adalah ditemukannya : batu nisan syekh Abdul Kadir bin Husin syah Alam di Langgar.

2. 2. sejarawan. seperti : gerilyawan.2. pakan. dan lain-lain. tetapi terutama sebagai proses di mana unsur kebudayaan dibawa oleh individu dari suatu kebudayaan. agamis. Berbagai kontak budaya yang terjadi dalam masyarakat. yaitu : 1. Tanpa kita sadari. AKULTURASI 2. Kereta Singo Barong (Cirebon) . Contoh-contoh Akulturasi 1.1. Pancasilais. Difusiintern yaitu timbulnya hubungan timbal balik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa (seperti masuknya kata lugas. DIFUSI 2. pangan dll) atau dengan bahasa Sunda (kata-kata nyeri. ilmuwan. Sunda. Difusiekstern yaitu penyerapan kosakata asing oleh Bahasa Indonesia yang mengubah Bahasa Indonesia ke arah yang lebih modern. yang memadukan berbagai unsur bahasa asing sehingga menjelma menjadi bentuk kata-kata baru.1. seperti Bahasa Jawa. sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. terutama sub-ilmu antropologi diakronik. Pengertian Difusi Proses difusi (diffusion) adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan ke seluruh dunia. Berbagai kata dalam Bahasa Indonesia merupakan hasil serapan dari bahasa asing dan bahasa-bahasa daerah.1. Difusi merupakan salah satu objek ilmu penelitian antropologi. Pengertian Akulturasi Akulturasi (acculturation atau culture contact) adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa. busana. menyebabkan terjadinya difusi dalam struktur Bahasa Indonesia. dan harus diterima oleh individu-individu dari kebudayaan lain. Bahasa Indonesia sendiri merupakan contoh hasil dari proses difusi yang terjadi dalam masyarakat. Proses difusi yang menyebabkan munculnya kosakata baru dalam Bahasa Indonesia terbagi dalam 2 proses. tahap. Proses difusi tidak hanya dilihat dari sudut bergeraknya unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi saja.1. Secara singkat. langka) mengenai penyerapan kosakata.2. 2. Dampak dari difusiekstern ini terlihat dari kreativitas orangorang Indonesia. dan lain-lain. Contoh-contoh difusi Contoh difusi yang terjadi dalam masyarakat Indonesia adalah berbagai kata yang ada dalam Bahasa Indonesia.

sinkretisme berasal dari kata syin dan kretiozein atau kerannynai. Munculnya Islam Sinkretik dalam Masyarakat Jawa[5] Ketika Islam masuk ke pulau Jawa ada dua hal yang perlu dicatat. Hindu. dan Hindu-Budaha. “proses sinkretisme menjadi tak terelakkan ketika terjadi perjumpaan dua atau lebih kebudayaan/tradisi yang berlainan”[3] Dalam menerangkan keberagaman masyarakat Jawa. dan unsur-unsurnya masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. Di bidang pemikiran.3. yang tentu saja berbeda antara satu dengan yang lainnya.Namun demikian. dan lain sebagainya.golongan manusia dengan latar belakangan kebudayaan yang berbeda-beda yang saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama. mulai dari gaya Eropa. Mandailing-Melayu. 2. dan tersingkirnya Dinasti Al Ahmar di Andalusia (Spanyol) oleh gabungan tentara Aragon dan Castella pada 1492M. misalnya Jawa-Melayu. Hal ini terlihat dari banyaknya transmigran yang menghasilkan budaya baru. antara lain ditandai dengan jatuhnya Dinasti Abbasiyah oleh serangan Mongol pada 1258M. gajah dengan belalainya. dan dijadikannya sebagai satu aliran. Oleh karena itu. para pemeluk Islam santri juga masih terpengaruh oleh animisme. Pertama.1. pada waktu itu hampir secara keseluruhan dunia Islam dalam keadaan mundur. Arab.[2] Menurut Sumanto al-Qurtubi. Salah satu contoh proses asimilasi adalah program transmigrasi yang dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru. maupun budaya lokal yang sudah ada sebelumnya. teologi. sehingga kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas. dan sains. Pengertian Asimilasi Asimilasi atauassimilation adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan. yaitu agama Islam Jawa dan agama Islam Santri. sekte.[4] B. yang dibuat pada tahun 1549. dan Islam. sedangkan yang kedua lebih taat dalam menjalankan ajaran agama Islam dan bersifat puritan. dinamisme. filsafat. meski tidak sekental pengikut agama Islam Jawa dalam keberagamaan. bermahkotakan naga dan bertubuh hewan burak 2. Yang pertama kurang taat kepada syariat dan bersikap sinkretis yang menyatukan unsur-unsur pra-Hindu. Simuh menambahkan bahwa sinkretisme dalam beragama adalah suatu sikap atau pandangan yang tidak mempersoalkan murni atau tidaknya suatu agama. dan bahkan agama. tasauf. yang berarti mencampurkan elemen-elemen yang saling bertentangan. Pengertian Sinkretisme Secara etimologis. merupakan refleksi dari persahabatan Cirebon dengan bangsa-bangsa lain. yaitu Hindu dan Jawa. pada masa-masa ini pemikiran-pemikiran tersebut telah . ASIMILASI 2. kuncaraningrat membagi mereka menjadi dua. Adapun pengertiannya adalah suatu gerakan di bidang filsafat dan teologi untuk menghadirkan sikap kompromi pada hal yang agak berbeda dan bertentangan. terutama di wilayah Riau. Program transmigrasi ini tidak hanya berhasil meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia. Semua elemen atau unsur budaya di atas melebur pada bangunan Keraton Kasepuhan tersebut.3. kalau pada masa-masa sebelumnya telah muncul ulama-ulama besar di bidang hukum. mereka berusaha memadukan unsur-unsur yang baik dari berbagai agama. Dalam bidang politik. Wajah kereta ini merupakan perwujudan tiga binatang yang digabung menjadi satu. Cina. Keraton Kasepuhan Cirebon Bangunan arsitektur dan interior Keraton Kasepuhan menggambarkan berbagai macam pengaruh.Kereta Singa Barong. tetapi program transmigrasi ini juga mengakibatkan terjadinya asimilasi.

C. ajaran tersebut telah memudahkan pihak Islam pesantren untuk mengenal dan memahami pemikiran budaya Jawa. Praktek-praktek Sinkretisme dalam Masyarakat Jawa[6] Untuk lebih mengkongkritkan pengertian dan pemahaman tentang masalah sinkretisme. Walupun mitemite tersebut berbeda. muncul dua kelompok dalam menerima Islam. yaitu sinkretisasi dan pencampuadukkan antara Islam di satu sisi dengan kepercayaan-kepercayaan lama di pihak lain. Penggabungan antara Dua Agama/Aliran atau Lebih Menggabungkan dua agama atau lebih dimaksudkan untuk membentuk suatu aliran baru. dan ajaran Hindu dengan menyebut nama Brahma dan Wisnu dalam penciptaan alam dan manusia. dan kepercayaan asliyang berdasarkan animisme dan dinamisme telah beruratakar di kalangan masyarakat Jawa. Islam yang berkembang di Indonesia mula-mula adalah Islam shufi (mistik). ajaran yang disinkretisasi tersebut telah menjadi jembatan yang memudahkan bagi masyarakat Jawa untuk menerima Islam sebagai agama mereka yang baru. sadarlah Wisnu bahwa seorang manusia Adam saja belum memadai untuk mengisi dunia ini. b. tetapi di dalamnya terdapat satu persaman. Brahma berusaha menciptakan manusia. Namun aspek positifnya. . agama Hindu. yang basanya merupakan sinkretisasi antara kepercayan (lokal Jawa) dengan ajaran agama Islam dan agama lainnya. setelah berusaha tiga kali dan gagal. yang berasal dari Madiun. sedangkan Wisnu adalah pencipa manusia. hanya saja kemudian diwarnai dan diisi dengan ajaran Islam. berikut ini dinukilkan bebrapa contoh. ajaran Ilmu Sejati diasaskan pada kesucian yang dihimpun dari ajaran Islam. a. dengan datangnya Islam terjadi pergumulan antara Islam di satu pihak. Menurut pengakuannya. dengan kepercayaankepercayaan yang ada sebelumnya di pihak lain. sebelum kedatangan Islam di Jawa. Dan kedua. Sikap toleran dan akomodatif terhadap kepercayaan dan kebudayaan setempat. Pada masa ini telah semakin berkembang pendapat bahwa pintu ijtihad telah tertutup dan kelompok-kelompok tarekat sesat semakin berkembang di kalangan umat Islm. Sebagai contoh dari langkah ini adalah ajaran Ilmu Sejati yang diciptakan oleh Raden Sujono alias Prawirosudarso. Setelah manusia dan nabi pertama tercipta. ketika Wisnu melihat setangkai teratai di atas kolam. Dan Kedua. Oleh karena itu. semuanya menyebutkan Adam sebagai manusia dan nabi pertama. kemudian menjelmalah ia menjadi perempuan cantik yang diberi nama Kana (Hawa). Akibatnya. ia menyuruh Wisnu untuk meneruskan usahanya yang gagal. Pertama. Namun. Setelah berhasil menciptakan bumi. tetapi belum dapat menerima ajaran lama. Dan sebaliknya. Dalam Masalah Kepercayaan 1. adalah mereka yang menerima Islam. Sebagaimana telah disebutkan di atas. sehingga sulit dibedakan mana yang benar-benar ajaran Islam dan mana yang berasal dari tradisi. oleh karena itu. Kristen. Salah satu mite menyebutkan bahwa Brahma adalah pencipta bumi. Konsep mengenai Kosmogoni dan Kosmologi Dalam masyarakat Jawa telah beredar mite tentang penciptaan alam dan manusia. Dari uraian di atas terlihat bahwa mite ini berusaha untuk mengkompromoikan ajaran Islam dengan penyebutan Adam dan Hawa. yang salah satu ciri khasnya adalah sifatnya yang toleran dan akomodatif terhadap kebudayaan dan kepercayaan setempat.mengalami stagnasi. Kemudian terpikirlah oleh Wisnu untuk mencarikan Adam seorang teman. di satu sisi memang dianggap membawa dampak negatif. Budha. Oleh karena itu. yang menerima Islam secara total dengan tanpa mengingat pada kepercayaan-kepercayaan lama. maka ia meminta untuk menjelma menjadi seorang perempuan sebagai teman adam. mereka mencampuradukan antara kebudayaan dan ajaran Islam dengan kepercayaan-kepercayaan lama. yang dibiarkannya eksissebagaimana semula. dan Budha.

terutama terlihat dari segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan terhadap dewa-dewa alam. terlihat dengan adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung merpati. sehingga menjadi wujud sebuah candi. Di samping itu. Seni rupa/Seni lukis Unsur seni rupa dan seni lukis India telah masuk ke Indonesia.PERWUJUDAN AKULTURASI KEBUDAYAAN INDONESIA DENGAN KEBUDAYAAN HINDU BUDHA. Contohnya. Kutai. Lukisan-lukisan tersebut merupakan lukisan asli Indonesia. seperti yang ditemukan di Kalimantan Timur. Relief pada Candi Borobudur pada umumnya lebih menunjukan suasana alam Indonesia. karena tidak pernah ditemukan pada candi-candi yang terdapat di India. kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja. Seni sastra Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia. seperti Candi Borobudur. dimana perpaduan antara dua kebudayaan itu tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut. dengan ditemukannya relief-relief ceritera Sang Budha Gautama. Kepercayaan dan Filsafat Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha tidak meninggalkan kepercayaan asli bangsa Indonesia. Punden berundak-undak ini mendapat pengaruh Hindu-Budha. Oleh karena itu. Pengertian Akulturasi Kebudayaan Akuturasi adalah perpaduan antara kebudayaan yang berbeda yang berlangsung dengan damai dan serasi. Bangsa Indonesia memiliki apa yang disebut dengan istilah local genius. Jawa Barat. yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun Saka di Indonesia. Kalender Diadopsinya sistem kalender atau penanggalan India di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi. perpaduan kebudayaan antara Hindu-Budha dengan kebudayaan Indonesia. Prasasti itu ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Juga relief pada Candi Prambanan yang memuat cerita Ramayana.hal ini terbukti dengan ditemukannya patung Budha berlanggam Gandara di kota Bangun. dan Jawa Tengah. juga terdapat hiasan perahu bercadik. yaitu bangunan punden berundak-undak. Sriwijaya. yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan mengolah unsur-unsur tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Kecakapan istimewa. . sehingga masuknya kebudayaan asing ke Indonesia menambah perbendaharaan kebudayaan Indonesia. Pada Candi Borobudur tampak adanya seni rupa India. Di samping itu. Juga patung Budha berlanggam Amarawati ditemukan di Sikendeng (Sulawesi Selatan). Contoh tahun Candra Sangkala adalah “Sirna Ilang Kertaning Bumi” sama dengan 1400 (tahun saka) dan sama dengan 1478 Masehi. juga ditemukan Candra Sangkala atau konogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Candra Sangkala adala angka huruf berupa susunan kalimat atau gambar kata. Hal ini disebabkan: • Masyarakat Indonesia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi. • Seni Bangunan Dasar bangunan candi itu merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum.

salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka.2 dengan tahun saka prasasti peninggalan Sriwijaya berikut ini . Anda dapat melanjutkan pada uraian materi wujud akulturasi berikutnya. Apakah Anda sebelumnya mengenal kasta? Kalau Anda pernah mengetahui tentang kasta. Setelah Anda menuliskan kasta-kasta tersebut. yaitu pembagian lapisan masyarakat berdasarkan sistem kasta. hal ini dapat dibuktikan dengan adanya raja-raja yang memerintah di Singosari seperti Kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R Wijaya Raja Majapahit diwujudkan sebagai Harhari (dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu). maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun. silahkan Anda isi tabel 1. tata pemerintahan disesuaikan dengan sistem kepala pemerintahan yang berkembang di India. Desakan Budaya Desakan suatu budaya pada budaya lain disebut dominasi. untuk mengetahui kebenarannya. karena di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan. apakah Anda sudah memahami? kalau Anda sudah paham. Seorang kepala pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku.Wujud akulturasi di samping terlihat dalam sistem pemerintahan juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan. Organisasi Sosial Kemasyarakatan Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India. melainkan seorang raja. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654. sedangkan di Indonesia tidak demikian. sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut. Sistem Pengetahuan Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan. pada waktu pengangkatan Wikramawardana. Bangsawan). maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M Dari penjelasan di atas. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Aborigin dan Irian. kasta Ksatria (golongan Prajurit. Kasta-kasta tersebut juga berlaku atau dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tetapi tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Contohnya masyarakat Betawi. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit. tahun dalam kepercayaan Hindu. Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat. yang memerintah wilayah kerajaannya secara turun temurun. Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut. Demikianlah contoh wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan untuk selanjutnya kalau Anda sudah memahaminya.1 berikut ini. Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana (golongan Pendeta). simaklah uraian materi berikut ini.Pemerintahan Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha. cobalah tuliskan empat kasta menurut kepercayaan agama Hindu. seperti yang Anda ketahui pada tabel 1. kasta Waisya (golongan pedagang) dan kasta Sudra (golongan rakyat jelata).

1. 775 M ………. Dengan demikian fungsi candi Hindu di Indonesia adalah untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang atau dihubungkan dengan raja yang sudah meninggal.2 No. Hal ini terlihat dari adanya lambang jasmaniah raja sedangkan fungsi candi di India adalah untuk tempat pemujaan terhadap dewa. karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi perbuatannya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan bangunan. . Dari uraian di atas. Di samping adanya pengetahuan tentang kalender Saka. sehingga candi merupakan bangunan untuk memuliakan orang yang telah wafat khususnya rajaraja dan orang-orang terkemuka. Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar istilah Candrasangkala? Candrasangkala adalah susunan kalimat atau gambar yang dapat dibaca sebagai angka. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candicandi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India.Tabel 1. apakah Anda sudah paham? Kalau sudah paham simak kembali wujud akulturasi berikutnya! Peralatan Hidup dan Teknologi Salah satu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi. Sedangkan fungsi bangunan candi itu sendiri di Indonesia sesuai dengan asal kata candi tersebut. Candrasangkala banyak ditemukan dalam prasasti yang ditemukan di pulau Jawa. ilang = 0. contohnya seperti candi-candi yang terdapat di kota Benares merupakan tempat pemujaan terhadap dewa Syiwa. Untuk itu yang dikuburkan didalam candi bukanlah mayat atau abu jenazah melainkan berbagai macam benda yang menyangkut lambang jasmaniah raja yang disimpan dalam Pripih. Perkataan candi berasal dari kata Candika yang merupakan salah satu nama dewi Durga atau dewi maut. yang merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Megalithikum yang berfungsi sebagai tempat pemujaan. Bentuk dasar bangunan candi di Indonesia adalah punden berundak-undak. dalam bahasa kawi candi berasal dari kata Cinandi artinya yang dikuburkan. kertaning = 4 dan bhumi = 1. Untuk itu dilihat dari bentuk dasar maupun fungsi candi tersebut terdapat perbedaan. nanti akan Anda temukan pada uraian materi kegiatan belajar 2 dalam modul ini. 2. Nama Prasastai Kedukan Bukit Ligor Tahun Masehi Tahun Saka 683 M ………. juga ditemukan perhitungan tahun Saka dengan menggunakan Candrasangkala. dan menggunakan kalimat bahasa Jawa salah satu contohnya yaitu kalimat Sirna ilang kertaning bhumi apabila diartikan sirna = 0. Di samping itu. maka kalimat tersebut diartikan dan belakang sama dengan tahun 1400 saka atau sama dengan 1478 M yang merupakan tahun runtuhnya Majapahit . Untuk mengetahui kebenaran perhitungan Anda.

Prasasti Ritihang. Tujuan pembuatan prasasti adalah untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan. dan cucu Kudungga. Prasasti Klurak (dekat Prambanan). Contoh prasasti pada awal perkembangan kebudayaan Hindu-Budha. berangka tahun 700 Saka (778 M). d. Mengenal tulisan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebuah bangsa. Prasasti Kerajaan Syailendra Prasasti Kalasan. berhuruf Pallawa. 1. menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Prasasti Kota Kapur (berisi permohonan kepada dewa untuk menjaga Sriwijaya dan menghukum para penghianat Sriwijaya). seperti batu. Prasasti Kebon Kopi (pahatan telapak kaki gajah dan tulisan). dan berbahasa Sansekerta. a. Contohnya: Prasasti Ciaruteun (pahatan telapak kaki dan tulisan).Kls X REKAMAN TERTULIS dalam TRADISI SEJARAH Zaman sejarah di Indonesia diawali sejak abad ke-5 M setelah masuknya pengaruh India (Hindu-Budha). logam. Prasasti Tugu (berita tentang penggalian saluran Sungai Gomati). berbahasa Sansekerta. Prasasti biasanya dibuat atas perintah raja yang berkuasa. berisi tentang raja-raja yang memerintah sebelum Dyah Balitung. PRASASTI Prasasti adalah peninggalan tertulis yang dipahatkan dan dilukiskan pada bahan yang tidak mudah musnah. Prasasti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Pada umumnya prasasti menuliskan suatu peristiwa yang cukup penting pada masa lampau. Isinya. Putra Aswawarman. Prasasti Matyasih (prasasti Kedu) (829 Saka/907 M). peringatan upacara kurban agama Hindu yang diperintahkan oleh Raja Mulawarman. dan ditulis dengan huruf Pra-Nagari. mengenai pendirian sebuah lingga atas perintah Raja Sanjaya di atas bukit Kunjarakunja. Prasasti Telaga Batu (berisi kutukan kepada siapa saja yang tidak setia pada raja). sehingga mereka dapat memahami dan menafsirkan kehidupan generasi terdahulu dan memperkuat akar dan jati diri masyarakat yang bersangkutan. Bukti-bukti tertulis yang ditinggalkan sehingga dapat dibaca dan dipelajari oleh generasi selanjutnya. Prasasti Muara Cianten. Prasasti Kutai di Kalimantan Timur Prasasti berupa tujuh buah yupa(tugu batu) yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M. . nilai. karya-karya sastra dan sebagainya. e. kitab-kitab agama. kepercayaan. Prasasti Talang tuo (perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk). dan budayanya kepada masyarakat di sekitarnya maupun generasi penerus. berangka tahun 704 Saka (782 M). Prasasti Kerajaan Mataram Kuno Prasasti Canggal (654 Saka/732 M). Prasasti Cidang Hiang. Contohnya: Prasasti Kedukan Bukit (Dapunta Hyang menaklukkan beberapa daerah). Hal ini dikarenakan dengan tulisan mereka dapat mencatat berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya sehingga dapat menyebarkan dan mewariskan berbagai macam tradisi. ditulis dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pra-Nagari. Prasasti Pasir Awi (memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman). Mengenai pembuatan arca Manjusri. Di antara bukti-bukti tertulis itu terdapat prasasti. berbahasa Jawa Kuno ditulis dengan huruf Pallawa berangka tahun 863 Saka/ 914 M. dan gading. Prasasti Jambu (pujian terhadap Purnawarman). Prasasti Kerajaan Sriwijaya Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. b. c.

Diantara kitabkitab yang terkenal pada masa kerajaan Hindu-Budha: 1. raja pertama Singosari hingga Hayam Wuruk. Memuat riwayat Kresna semasa kecil. Perang Bubad. • Baratayudha Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Pengarangnya sampai sekarang belum diketahui.Ditulis pada zaman Raja Jayabaya. Dalam kitab ini terdapat kata Bhinneka tunggal ika. Bagian pertama berisi riwayat Ken Arok sampai raja-raja Sigasari. 3) Pada zaman Majapahit II • Pararaton Pararaton berisi dongeng dan mitos. putra raja yang kemudian mendalami agama Budha. dan daftar raja sesudah Hayam Wuruk. • Tantu Panggelaran • Calon Arang • Sundayana • Paman Canggah • Usana Bali • Cerita Parahiyangan • Bubhuksah dan Gagang Aking Pada masa Islam muncul banyak karya sastra seperti: . Kitab mengisahkan raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana. Para pujangga biasanya menulis atas perintah raja. dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca. Terdiri atas 2 bagian. yang digubah pada zaman Raja Jayabaya. Isinya meriwayatkan Arjuna yang bertapa untuk mendapatkan senjata guna keperluan perang melawan Kurawa.) Pada zaman Kediri dihasilkan kitab: • Arjunawiwaha Merupakan karya Mpu Kanwa pada tahun 1030 M. • Kresnayana Karya Mpu Triguna. putra Arjuna. • Kutaramanawa Ditulis oleh Gajah Mada. dan kemudian disesuaikan dengan hukum adat pada waktu itu. Mengisahkan hilangnya suami istri Dewa Kama dan Dewi Ratih karena api yang keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa. • Gatotkacasraya Karangan Mpu Panuluh. Jayanegara.2. pemberontakan Ronggolawe dan Sora. Menceritakan Sutasoma. KITAB Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengungkap suatu peristiwa di masa lampau. Cerita yang mirip dengan Kresnayana adalah cerita dalam kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh. Kata bhinneka tunggal ika inilah yang kemudian menjadi semboyan persatuan kita. pada masa pemerintahan Airlangga. • Arjunawijaya Karangan Mpu Tantular. menceritakan perkawinan Abimanyu. • Sutasoma Karangan Mpu Tantular. dan berisi kisah perkawinan Kresna dengan Dewi Rukhimi. Disusun berdasarkan kitab hukum Kutarasastra dan kitab hukum Munawasastra. putra Bima. Bagian kedua mengisahkan Kerajaan Majapahit mulai dari Raden Wijaya.tan hana dharma mangrwa. Isinya tentang peperangan 18 hari antara keluarga Pandawa dan Kurawa. Itulah sebabnya isi tulisannya banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yang bersangkutan. Mengenai kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok. 2) Pada zaman Majapahit I • Negarakertagama Ditulis pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk oleh Mpu Prapanca. • Smaradahana Karya Mpu Dharmaja pada masa Sri Kameswara.

Dokumen-dokumen tersebut harus didokumentasikan. ditulis oleh Nuruddin ar-Raniri dari Aceh. Kitab yang ditulis oleh para pujangga dari kerajaan Islam di Indonesia diantaranya: a) Kitab Bustanu’Issalatin. Syair Panji Sumirang. . Sedangkan Dokumentasi itu sendiri adalah pengumpulan. pemilihan. Dokumen merupakan sesuatu yang sangat berharga baik itu bagi pemakainya maupun pembuatnya. berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan YME. Hikayat Cekal Wenengpati. o Suluk Wujil. Dokumen Dokumen adalah surat berharga yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. ditulis oleh Sultan Agung dari Mataram. Hikayat Panji Kuda Sumirang. dan Astabrata yang bersumber pada kitab Ramayana. Berisi tentang hukum-hukum perniagaan bagi kerajaan Makasar. dan pemberian makna terhadap suatu kejadian) seperti: o Suluk Sukrasa. berisi wejanagan Sunan Bonang kepada Wujil. Berisi tentang ajaran-ajaran filsafat. Cerita Wayang Kinundang. Hikayat Sri Rama. 3.Hikayat Pandawa Lima. c) Kitab Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahi’e oleh Amanna Gappa dari Makasar. Hikayat Pancatantra. Selain kitab ada pula cerita panji seperti: Syair Ken Tambunan. Nitisastra. Dapat berupa pengumpulan bukti-bukti atau keterangan seperti gambar. Hikayat Maharaja Rahwana. pengolahan. dan penyimpanan informasi dari berbagai bidang. Lelakon Mahesa Kuitir. menceritakan Ki Sukrasa yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan. Hikayat Perang Pandawa Jaya. bekas abdi Raja Majapahit. Hikayat Panji Wilakusuma.Berisi mengenai adat-istiadat Aceh dan ajaran agama Islam b) Kitab Sastra Gending. berisi ramalan. dsb. Berisi tentang tabiat baik. bahan referensi. Serta kitab Nitisruti. Selain itu terdapat pula kitab suluk (kitab yang bercorak magis. o Suluk Malang Sumirang. penentuan hari baik dan buruk. kutipan. guntingan koran.