Mengenai tempat asal dan kapan datangnya Islam ke Nusantara, sedikitnya ada lima teori besar.

Di bawah ini dijelaskan secara singkat seputar teori-teori yang berkaitan dengan masuknya Islam di Nusantara : Teori Arab Pertama, teori yang menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab, atau tepatnya Hadramaut. Teori ini dikemukakan Crawfurd (1820), Keyzer (1859), Niemann (1861), De Hollander (1861), dan Veth (1878).[2] Crawfurd menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab, meskipun ia menyebut adanya hubungan dengan orang-orang Mohameddan di India Timur. Keyzer beranggapan bahwa Islam datang dari Mesir yang bermadzhab Syafii, sama seperti yang dianut kaum muslimin nusantara umumnya. Teori ini juga dipegang oleh Niemann dan de Hollander, tetapi dengan menyebut Hadramaut, bukan Mesir, sebagai sumber datangnya Islam, sebab muslim Hadaramaut adalah pengikut madzhab Syafii seperti juga kaum muslimin nusantara. Sedangkan Veth hanya menyebut orang-orang Arab, tanpa menunjuk asal mereka di Timur Tengah maupun kaitannya dengan Hadramaut, Mesir atau India.[3] Teori yang sama juga diajukan oleh Hamka dalam seminar ‘Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia’ pada tahun 1962. Menurutnya, Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab (Makkah), bukan dari India.[4] Menurut Arnold, bahwa untuk menetapkan masuknya agama Islam ke Indonesia dengan tepat tidaklah mungkin. Ada kemungkinan dibawa ke Indonesia oleh pedagang-pedagang Arab pada permulaan abad tahun hijriah, lama sebelum ada tulisan-tulisan sejarah tentang perkembangan Islam itu.[5] Pendapat yang demikian itu berdasarkan pengertian kita tentang ramainya perdagangan dengan dunia Timur yang sejak dahulu dilakukan oleh orang Arab. Pada abad ke 2 sebelum masehi perdagangan dengan Ceylon seluruhnya ada di tangan mereka. Pada permulaan abad ke 7, perdagangan dengan Tiongkok melalui Ceylon sangat ramai sehingga pada pertengahan abad ke 8 banyak kita jumpai pedagang Arab di Canton, sedang antara abad 10 dan 15 sampai datangnya orang Portugis, mereka telah menguasai perdagangan di Timur. Diperkirakan bahwa mereka sejak lama telah mendirikan tempat-tempat perdagangan pada beberapa kepulauan di Indonesia, sebagaimana halnya pada tempat-tempat lainnya, meskipun tentang kepulauan itu tidak disebut-sebut oleh ahli ilmu bumi Arab sebelum abad ke 9, menurut berita Tiongkok tahun 674 masehi ada kabar tentang seorang pembesar Arab yang menjadi kepala daerah pendudukan bangsa Arab di pantai Barat Sumatera.[6] Sebagian besar dari pedagang Arab yang berlayar ke kawasan Indonesia datang dari Yaman, Hadramaut dan Oman di bagian Selatan dan Tenggara semenanjung tanah Arab. Kawasan Yaman telah memeluk Islam semenjak tahun 630-631 hijriyah tepatnya pada zaman Ali bin Abi Thalib. Pengislaman Yaman ini mempunyai implikasi yang besar terhadap proses Islamisasi Asia Tenggara karena pelaut dan pedagang Yaman menyebarkan agama Islam di sekitar pelabuhan tempat mereka singgah di Asia Tenggara.[7] Sedangkan Sayed Alwi bin Tahir al-Haddad, mufti kerajaan Johor Malaysia berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia dalam abad ke 7 masehi atau dengan kata lain agama Islam masuk ke pulau Sumatera pada tahun 650 masehi. Alasannya adalah karena Sulaiman as-Sirafi, pedagang dari pelabuhan Siraf di teluk Persia yang pernah mengunjungi Timur jauh berkata bahwa di Sala (Sulawesi) terdapat orang-orang Islam pada waktu itu yaitu kira-kira pada akhir abad ke 2 hijriyah. Hal ini dapat dipastikan dan tidak perlu dijelaskan lagi karena pedagang rempah dan wangi-wangian yang terdapat di Maluku sangat menarik pedagang-pedagang muslimin untuk berkunjung ke Maluku dan tempat-tempat yang berdekatan dengan kepulauan itu.[8] Teori Gujarat. Teori yang mengatakan bahwa Islam di nusantara datang dari India pertama kali dikemukakan oleh Pijnapel tahun 1872. Berdasarkan terjemahan Prancis tentang catatan perjalanan Sulaiman, Marcopolo, dan Ibnu Batutah, ia menyimpulkan bahwa orang-orang Arab yang bermadzhab Syafii dari Gujarat dan Malabar di India yang membawa Islam ke Asia Tenggara. Dia mendukung teorinya ini dengan menyatakan bahwa, melalui perdagangan, amat memungkinkan terselenggaranya hubungan antara kedua wilayah ini, ditambah lagi dengan umumnya istilahistilah Persia yang dibawa dari India, digunakan oleh masyarakat kota-kota pelabuhan Nusantara. Teori ini lebih lanjut dikembangkan oleh Snouk Hurgronye yang melihat para pedagang kota pelabuhan Dakka di India Selatan sebagai pembawa Islam ke wilayah nusantara.[9] Teori Snock

Dan. Hoesein Djayadiningrat mempunyai kesamaan dengan GE Morrison. dan Trengganu.[13] Beliau mendasarkan torinya ini kepada perpindahan orang-orang Islam dari Canton ke Asia tenggara sekitar tahun 876 . Ia beralasan bahwa doktrin Islam di semenanjung lebih sama dengan Islam di Phanrang. Islam disebarkan dari Cina telah dibahas oleh SQ Fatimi. ia menyatakan dari sanalah Islam dating ke nusantara. Di Sumatera Tengah sebelah Barat.[11] Kesamaan kebudayaan ini dapat dilihat pada masyarakat Islam Indonesia antara lain : Pertama. Dalam hal ini teori Persia mempunyai kesamaan mutlak dengan teori Gujarat. Keranda tersebut disebut tabut diambil dari bahasa Arab. Tetapi sangat berbeda jauh dengan pandangan CE Morisson.[12] Kelima. Lagi pula madzhab yang dominan di Benggali adalah madzhab Hanafi. Leran. Fokus pandangan teori ini tentang masukkanya agama Islam ke nusantara berbeda dengan teori India dan Arab. Hoesein Djayadiningrat di satu pihak melihat salah satu budaya Islam Indonesia kemudian dikaitkan dengan kebudayaan Persia. elemen-elemen prasasti di Trengganu juga lebih mirip dengan prasasti yang ditemukan di Leran. Keempat.Hurgronye ini lebih lanjut dikembangkan oleh Morrison pada 1951. Ketiga. nisan pada makam Malikus Saleh (1297) dan makam Malik Ibrahim (1419) di Gresik dipesan dari Gujarat. melalui Kanton. Teori Persia. bukan dari Barat (Malaka). Drewes. Teori Persia lebih menitikberatkan tinjauannya kepada kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan mempunyai persamaan dengan Persia. sekalipun al-Hallaj telah meninggal pada 310 H/922 M. Huruf sin yang tidak bergigi berasal dari Persia. Islam muncul pertama kali di semenanjung Malaya dari arah pantai Timur. dan diperingati dengan mengarak keranda Husain untuk dilemparkan ke sungai atau ke dalam perariran lainnya. tetapi berbeda dengan teori Makkah yang dikemukakan oleh Hamka. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura. dhammah ditulis p’es-py’es. Dalam bahasa Persi Fathah ditulis jabar-zabar. pengakuan umat Islam Indonesia terhadap madzhab Syafii sebagai madzhab yang paling utama di daerah Malabar. Teori keempat tentang kedatangan Islam di nusantara adalah teori Persia. sehingga memungkinkan syaikh Siti Jenar yang hidup pada abad ke-16 dapat mempelajarinya. tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk puisi. Teori Cina. pada abad ke-11. serta Madzhab Syafii-nya. Dia mengutip keterangan Tome Pures yang mengungkapkan bahwa kebanyakan orang terkemuka di Pasai adalah orang Benggali atau keturunan mereka. penggunaan istilah bahasa Iran dalam mengeja huruf Arab. sedangkan sin bergigi berasal dari Arab. kasrah ditulis jer-zeer. . menyatakan bahwa teori Fatimi ini tidak bisa diterima. tetapi dalam memandang madzhab Syafii terhenti ke Malabar. Kedua. bukan madzhab Syafii seperti di semenanjung dan nusantara secara keseluruhan. Teori ketiga yang dikembangkan Fatimi menyatakan bahwa Islam datang dari Benggali (Bangladesh). disebut bulat Tabut. yang mempertahankan teori Snouck. Dalam masalah madzhab Syafii. peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syiah atas kematian syahidnya Husain. Pembangun teori ini di Indonesia adalah Hoesein Djayadiningrat. Ia menunjuk pantai Koromandel sebagai pelabuhan tempat bertolaknya para pedagang muslim dalam pelayaran mereka menuju nusantara. untuk tanda-tanda bunyi harakat dalam pengajian al-quran tingkat awal. Phanrang (Vietnam). adanya kesamaan ajaran antara ajaran syaikh Siti Jenar dengan ajaran sufi al-Hallaj.[10] Teori Benggali. terutama karena penafsirannya atas prasasti yang ada dinilai merupakan perkiraan liar belaka. sekalipun mempunyai kesamaan masalah Gujaratnya. tidak berlanjut dihubungkan dengan pusat madzhab Syafii di Makkah. Di Minangkabau bulan Muharram disebut bulan Hasan-Husain. Dengan menunjuk tempat yang pasti di India.

dalam Risalah Seminar Sedjarah Masuknya Islam ke Indonesia. Renaisans Islam Asia Tenggara. [13] Fatimi SQ. Sejarah Islam. h. pesisir timir tanah melayu (Patani. 7-19. 1963) h. 31. (Singapore: Institue of Southeast Asia Studies. JMBRAS. 363-364.24. [6] Arnold. 11. 3 [2] Azyumardi Azra.BHD. batu bertulis Phan-rang di Kamboja bertahun 1025 M. compiled by Ahmad Ibrahim. Yahya & Ahmad Jelani Halimi. Islam Comes to Malaysia. 91. compiled by Ahmad Ibrahim. Sejarah Perkembangan Islam di Timur Jauh. [3] Azyumardi Azra. Preliminary Statement on a General Theory of the Islamization of MalayIndonesian Archipelago. [12] Morrisson. sebagian mereka juga menetap di Campa. tumpuan mereka adalah ke Kedah dan Palembang. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. [5] TW Arnold. 1999) h. Panitia Seminar Sedjarah Masuknya Islam ke Indonesia. PROSES PERCAMPURAN BUDAYA . New Light on the Coming of Islam in Indonesia. batu bersurat Trengganu bertahun 1303 M dan batu nisan Fathimah binti Maimun di Jawa Timur bertarik 1082 M. namun mempunyai persamaan pandangan yakni Islam sebagai agama yang dikembangkan di Nusantara melalui jalan damai. (Pulau Penang: Fajar Bakti SDN. Brunei. (Singapore: Malaysian Sociological Reseach Institude. 559. Readings on Islam in Southeast Asia. Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di daerah pesisir Sumatra Utara. GWJ Drewes. The Coming of Islam to East Indies. Kelantan. batu nisan puteri Islam Brunei bertahun 1048 M. 1963). [7] Mahayudin Hj.CE. [4] Hamka. h. 32 [10] Azra. 1993) h. [14] Syed Nagib Alatas. Readings on Islam in Southeast Asia. h.[14] Hijrahnya mereka ke Asia Tenggaran telah membantu perkembangan Islam di kawasan ini. (Medan. Kedah bertarikh 903 M. Ltd. 363. Selain Palembang dan Kedah. [8] Sayed Alwi bin Thahir al-Haddad. New Light on the Coming of Islam in Indonesia. Menurut Syed Naguib Alatas. [9] Azra. Sharon Siddique & Yasmin Hussain. (California: Stanford University Press. Walaupun dari kelima teori ini tidak terdapat titik temu. 7-19. Sharon Siddique & Yasmin Hussain. Renaisans Islam Asia Tenggara Sejarah Wacana & Kekuasaan. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. 7. The Preaching of Islam. Bukti-bukti yang menunjukan bahwa penyebaran Islam dimulai dari Cina adalah ditemukannya : batu nisan syekh Abdul Kadir bin Husin syah Alam di Langgar.Perpindahan ini dikarenakan adanya pemberontakan yang mengorbankan hingga 150. 2005) h. 1985) h. 32 [11] GWJ Drewes. 1957) h. A History of the Propogation of the Muslim Faith.000 muslim. 21. Dan Islam tidak mengenal adanya missi sebagaimana yang dijalankan oleh kalangan Kristen atau Katolik. Terengganu dan Pahang) serta Jawa Timur. Renaisans Islam Asia Tenggara. (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. (Jakarta: Prenada Media. 1985) h. A History of Modern Indonesia Since c. The Preaching of Islam. (Singapore: Institue of Southeast Asia Studies. 1200 . (London: Luzac & Company. [1] Ricklefs. (Jakarta: Maktab al-Daimi. 1969) h. batu isan di pecan Pahang bertahun 1028 M. 1935) h. 2001) h.

sejarawan. Difusiintern yaitu timbulnya hubungan timbal balik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa (seperti masuknya kata lugas. menyebabkan terjadinya difusi dalam struktur Bahasa Indonesia. dan harus diterima oleh individu-individu dari kebudayaan lain. terutama sub-ilmu antropologi diakronik. Bahasa Indonesia sendiri merupakan contoh hasil dari proses difusi yang terjadi dalam masyarakat. akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.1. agamis. tahap. Contoh-contoh difusi Contoh difusi yang terjadi dalam masyarakat Indonesia adalah berbagai kata yang ada dalam Bahasa Indonesia. DIFUSI 2. pangan dll) atau dengan bahasa Sunda (kata-kata nyeri. Sunda. Pancasilais. Contoh-contoh Akulturasi 1. langka) mengenai penyerapan kosakata.2. Dampak dari difusiekstern ini terlihat dari kreativitas orangorang Indonesia. AKULTURASI 2. Secara singkat. yang memadukan berbagai unsur bahasa asing sehingga menjelma menjadi bentuk kata-kata baru. Kereta Singo Barong (Cirebon) . dan lain-lain.2. Proses difusi yang menyebabkan munculnya kosakata baru dalam Bahasa Indonesia terbagi dalam 2 proses.1. Pengertian Akulturasi Akulturasi (acculturation atau culture contact) adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa. busana. 2. Difusi merupakan salah satu objek ilmu penelitian antropologi. Proses difusi tidak hanya dilihat dari sudut bergeraknya unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi saja. tetapi terutama sebagai proses di mana unsur kebudayaan dibawa oleh individu dari suatu kebudayaan. pakan. yaitu : 1. Berbagai kata dalam Bahasa Indonesia merupakan hasil serapan dari bahasa asing dan bahasa-bahasa daerah. dan lain-lain.1. Pengertian Difusi Proses difusi (diffusion) adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan ke seluruh dunia. seperti : gerilyawan. Berbagai kontak budaya yang terjadi dalam masyarakat. sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. ilmuwan. 2.2. Tanpa kita sadari. Difusiekstern yaitu penyerapan kosakata asing oleh Bahasa Indonesia yang mengubah Bahasa Indonesia ke arah yang lebih modern. seperti Bahasa Jawa.1.

2. yaitu agama Islam Jawa dan agama Islam Santri. Dalam bidang politik. Program transmigrasi ini tidak hanya berhasil meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia. Adapun pengertiannya adalah suatu gerakan di bidang filsafat dan teologi untuk menghadirkan sikap kompromi pada hal yang agak berbeda dan bertentangan. ASIMILASI 2. Arab.1. gajah dengan belalainya. dinamisme. dan unsur-unsurnya masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. bermahkotakan naga dan bertubuh hewan burak 2. antara lain ditandai dengan jatuhnya Dinasti Abbasiyah oleh serangan Mongol pada 1258M.golongan manusia dengan latar belakangan kebudayaan yang berbeda-beda yang saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama. sinkretisme berasal dari kata syin dan kretiozein atau kerannynai. misalnya Jawa-Melayu. kalau pada masa-masa sebelumnya telah muncul ulama-ulama besar di bidang hukum. mulai dari gaya Eropa. mereka berusaha memadukan unsur-unsur yang baik dari berbagai agama. sedangkan yang kedua lebih taat dalam menjalankan ajaran agama Islam dan bersifat puritan. Simuh menambahkan bahwa sinkretisme dalam beragama adalah suatu sikap atau pandangan yang tidak mempersoalkan murni atau tidaknya suatu agama. dan sains. dan bahkan agama. merupakan refleksi dari persahabatan Cirebon dengan bangsa-bangsa lain. para pemeluk Islam santri juga masih terpengaruh oleh animisme. kuncaraningrat membagi mereka menjadi dua. Salah satu contoh proses asimilasi adalah program transmigrasi yang dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru. Hal ini terlihat dari banyaknya transmigran yang menghasilkan budaya baru. Wajah kereta ini merupakan perwujudan tiga binatang yang digabung menjadi satu. Munculnya Islam Sinkretik dalam Masyarakat Jawa[5] Ketika Islam masuk ke pulau Jawa ada dua hal yang perlu dicatat. pada waktu itu hampir secara keseluruhan dunia Islam dalam keadaan mundur. dan Islam.[2] Menurut Sumanto al-Qurtubi. Pertama. Pengertian Asimilasi Asimilasi atauassimilation adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan. tetapi program transmigrasi ini juga mengakibatkan terjadinya asimilasi. tasauf. Keraton Kasepuhan Cirebon Bangunan arsitektur dan interior Keraton Kasepuhan menggambarkan berbagai macam pengaruh.3. terutama di wilayah Riau. Mandailing-Melayu. meski tidak sekental pengikut agama Islam Jawa dalam keberagamaan.[4] B. Hindu. filsafat.Namun demikian. Cina. “proses sinkretisme menjadi tak terelakkan ketika terjadi perjumpaan dua atau lebih kebudayaan/tradisi yang berlainan”[3] Dalam menerangkan keberagaman masyarakat Jawa. dan dijadikannya sebagai satu aliran. sehingga kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas. Yang pertama kurang taat kepada syariat dan bersikap sinkretis yang menyatukan unsur-unsur pra-Hindu. yaitu Hindu dan Jawa. yang dibuat pada tahun 1549. Semua elemen atau unsur budaya di atas melebur pada bangunan Keraton Kasepuhan tersebut. maupun budaya lokal yang sudah ada sebelumnya. dan tersingkirnya Dinasti Al Ahmar di Andalusia (Spanyol) oleh gabungan tentara Aragon dan Castella pada 1492M. yang tentu saja berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pengertian Sinkretisme Secara etimologis.3. Oleh karena itu. sekte. dan Hindu-Budaha. yang berarti mencampurkan elemen-elemen yang saling bertentangan. dan lain sebagainya. pada masa-masa ini pemikiran-pemikiran tersebut telah . teologi. Di bidang pemikiran.Kereta Singa Barong.

di satu sisi memang dianggap membawa dampak negatif. yang dibiarkannya eksissebagaimana semula. semuanya menyebutkan Adam sebagai manusia dan nabi pertama. ajaran yang disinkretisasi tersebut telah menjadi jembatan yang memudahkan bagi masyarakat Jawa untuk menerima Islam sebagai agama mereka yang baru. adalah mereka yang menerima Islam. ajaran tersebut telah memudahkan pihak Islam pesantren untuk mengenal dan memahami pemikiran budaya Jawa. Sebagai contoh dari langkah ini adalah ajaran Ilmu Sejati yang diciptakan oleh Raden Sujono alias Prawirosudarso. sebelum kedatangan Islam di Jawa. muncul dua kelompok dalam menerima Islam. ajaran Ilmu Sejati diasaskan pada kesucian yang dihimpun dari ajaran Islam. Brahma berusaha menciptakan manusia. . yang basanya merupakan sinkretisasi antara kepercayan (lokal Jawa) dengan ajaran agama Islam dan agama lainnya. Pada masa ini telah semakin berkembang pendapat bahwa pintu ijtihad telah tertutup dan kelompok-kelompok tarekat sesat semakin berkembang di kalangan umat Islm. Setelah berhasil menciptakan bumi. yang salah satu ciri khasnya adalah sifatnya yang toleran dan akomodatif terhadap kebudayaan dan kepercayaan setempat. Islam yang berkembang di Indonesia mula-mula adalah Islam shufi (mistik). b. Setelah manusia dan nabi pertama tercipta. dengan datangnya Islam terjadi pergumulan antara Islam di satu pihak. Namun. setelah berusaha tiga kali dan gagal. berikut ini dinukilkan bebrapa contoh. Dan Kedua. Oleh karena itu. Budha. Akibatnya. C. kemudian menjelmalah ia menjadi perempuan cantik yang diberi nama Kana (Hawa). maka ia meminta untuk menjelma menjadi seorang perempuan sebagai teman adam.mengalami stagnasi. a. Oleh karena itu. Menurut pengakuannya. dengan kepercayaankepercayaan yang ada sebelumnya di pihak lain. Namun aspek positifnya. sehingga sulit dibedakan mana yang benar-benar ajaran Islam dan mana yang berasal dari tradisi. hanya saja kemudian diwarnai dan diisi dengan ajaran Islam. agama Hindu. yang menerima Islam secara total dengan tanpa mengingat pada kepercayaan-kepercayaan lama. Sebagaimana telah disebutkan di atas. tetapi belum dapat menerima ajaran lama. Dan sebaliknya. yang berasal dari Madiun. Sikap toleran dan akomodatif terhadap kepercayaan dan kebudayaan setempat. Walupun mitemite tersebut berbeda. dan ajaran Hindu dengan menyebut nama Brahma dan Wisnu dalam penciptaan alam dan manusia. dan Budha. Praktek-praktek Sinkretisme dalam Masyarakat Jawa[6] Untuk lebih mengkongkritkan pengertian dan pemahaman tentang masalah sinkretisme. sadarlah Wisnu bahwa seorang manusia Adam saja belum memadai untuk mengisi dunia ini. Dari uraian di atas terlihat bahwa mite ini berusaha untuk mengkompromoikan ajaran Islam dengan penyebutan Adam dan Hawa. ia menyuruh Wisnu untuk meneruskan usahanya yang gagal. Konsep mengenai Kosmogoni dan Kosmologi Dalam masyarakat Jawa telah beredar mite tentang penciptaan alam dan manusia. Penggabungan antara Dua Agama/Aliran atau Lebih Menggabungkan dua agama atau lebih dimaksudkan untuk membentuk suatu aliran baru. dan kepercayaan asliyang berdasarkan animisme dan dinamisme telah beruratakar di kalangan masyarakat Jawa. yaitu sinkretisasi dan pencampuadukkan antara Islam di satu sisi dengan kepercayaan-kepercayaan lama di pihak lain. sedangkan Wisnu adalah pencipa manusia. oleh karena itu. Pertama. mereka mencampuradukan antara kebudayaan dan ajaran Islam dengan kepercayaan-kepercayaan lama. tetapi di dalamnya terdapat satu persaman. Dan kedua. Salah satu mite menyebutkan bahwa Brahma adalah pencipta bumi. Dalam Masalah Kepercayaan 1. Kemudian terpikirlah oleh Wisnu untuk mencarikan Adam seorang teman. ketika Wisnu melihat setangkai teratai di atas kolam. Kristen.

Juga relief pada Candi Prambanan yang memuat cerita Ramayana.PERWUJUDAN AKULTURASI KEBUDAYAAN INDONESIA DENGAN KEBUDAYAAN HINDU BUDHA. Jawa Barat. seperti Candi Borobudur. Lukisan-lukisan tersebut merupakan lukisan asli Indonesia. Contoh tahun Candra Sangkala adalah “Sirna Ilang Kertaning Bumi” sama dengan 1400 (tahun saka) dan sama dengan 1478 Masehi. terlihat dengan adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung merpati. Kecakapan istimewa. seperti yang ditemukan di Kalimantan Timur. yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun Saka di Indonesia. dan Jawa Tengah. sehingga menjadi wujud sebuah candi. Kepercayaan dan Filsafat Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha tidak meninggalkan kepercayaan asli bangsa Indonesia. juga ditemukan Candra Sangkala atau konogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka.hal ini terbukti dengan ditemukannya patung Budha berlanggam Gandara di kota Bangun. karena tidak pernah ditemukan pada candi-candi yang terdapat di India. Prasasti itu ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Pada Candi Borobudur tampak adanya seni rupa India. . kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja. Oleh karena itu. Kutai. Kalender Diadopsinya sistem kalender atau penanggalan India di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi. sehingga masuknya kebudayaan asing ke Indonesia menambah perbendaharaan kebudayaan Indonesia. Candra Sangkala adala angka huruf berupa susunan kalimat atau gambar kata. dengan ditemukannya relief-relief ceritera Sang Budha Gautama. terutama terlihat dari segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan terhadap dewa-dewa alam. Seni sastra Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia. Relief pada Candi Borobudur pada umumnya lebih menunjukan suasana alam Indonesia. Di samping itu. perpaduan kebudayaan antara Hindu-Budha dengan kebudayaan Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki apa yang disebut dengan istilah local genius. Hal ini disebabkan: • Masyarakat Indonesia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi. Juga patung Budha berlanggam Amarawati ditemukan di Sikendeng (Sulawesi Selatan). yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan mengolah unsur-unsur tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Di samping itu. yaitu bangunan punden berundak-undak. Contohnya. Pengertian Akulturasi Kebudayaan Akuturasi adalah perpaduan antara kebudayaan yang berbeda yang berlangsung dengan damai dan serasi. Sriwijaya. Punden berundak-undak ini mendapat pengaruh Hindu-Budha. Seni rupa/Seni lukis Unsur seni rupa dan seni lukis India telah masuk ke Indonesia. • Seni Bangunan Dasar bangunan candi itu merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum. juga terdapat hiasan perahu bercadik. dimana perpaduan antara dua kebudayaan itu tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut.

Contohnya masyarakat Betawi. maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M Dari penjelasan di atas. Kasta-kasta tersebut juga berlaku atau dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tetapi tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. yang memerintah wilayah kerajaannya secara turun temurun. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654. hal ini dapat dibuktikan dengan adanya raja-raja yang memerintah di Singosari seperti Kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R Wijaya Raja Majapahit diwujudkan sebagai Harhari (dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu). tahun dalam kepercayaan Hindu. Apakah Anda sebelumnya mengenal kasta? Kalau Anda pernah mengetahui tentang kasta. Demikianlah contoh wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan untuk selanjutnya kalau Anda sudah memahaminya. melainkan seorang raja. karena di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.Wujud akulturasi di samping terlihat dalam sistem pemerintahan juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan. Seorang kepala pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku. Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana (golongan Pendeta). Organisasi Sosial Kemasyarakatan Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India. maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit. apakah Anda sudah memahami? kalau Anda sudah paham. Bangsawan). pada waktu pengangkatan Wikramawardana. Anda dapat melanjutkan pada uraian materi wujud akulturasi berikutnya. Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat. cobalah tuliskan empat kasta menurut kepercayaan agama Hindu. Sistem Pengetahuan Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan.Pemerintahan Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha. Desakan Budaya Desakan suatu budaya pada budaya lain disebut dominasi. salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka. untuk mengetahui kebenarannya. sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut. yaitu pembagian lapisan masyarakat berdasarkan sistem kasta. sedangkan di Indonesia tidak demikian. silahkan Anda isi tabel 1. simaklah uraian materi berikut ini. Setelah Anda menuliskan kasta-kasta tersebut.2 dengan tahun saka prasasti peninggalan Sriwijaya berikut ini . tata pemerintahan disesuaikan dengan sistem kepala pemerintahan yang berkembang di India. Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut. Aborigin dan Irian.1 berikut ini. seperti yang Anda ketahui pada tabel 1. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. kasta Waisya (golongan pedagang) dan kasta Sudra (golongan rakyat jelata). kasta Ksatria (golongan Prajurit.

Dengan demikian fungsi candi Hindu di Indonesia adalah untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang atau dihubungkan dengan raja yang sudah meninggal. apakah Anda sudah paham? Kalau sudah paham simak kembali wujud akulturasi berikutnya! Peralatan Hidup dan Teknologi Salah satu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi.Tabel 1. Nama Prasastai Kedukan Bukit Ligor Tahun Masehi Tahun Saka 683 M ………. juga ditemukan perhitungan tahun Saka dengan menggunakan Candrasangkala. nanti akan Anda temukan pada uraian materi kegiatan belajar 2 dalam modul ini. Hal ini terlihat dari adanya lambang jasmaniah raja sedangkan fungsi candi di India adalah untuk tempat pemujaan terhadap dewa. yang merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Megalithikum yang berfungsi sebagai tempat pemujaan. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candicandi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India. Di samping adanya pengetahuan tentang kalender Saka. Bentuk dasar bangunan candi di Indonesia adalah punden berundak-undak. maka kalimat tersebut diartikan dan belakang sama dengan tahun 1400 saka atau sama dengan 1478 M yang merupakan tahun runtuhnya Majapahit . dan menggunakan kalimat bahasa Jawa salah satu contohnya yaitu kalimat Sirna ilang kertaning bhumi apabila diartikan sirna = 0. Di samping itu. ilang = 0. 2. sehingga candi merupakan bangunan untuk memuliakan orang yang telah wafat khususnya rajaraja dan orang-orang terkemuka. Untuk itu yang dikuburkan didalam candi bukanlah mayat atau abu jenazah melainkan berbagai macam benda yang menyangkut lambang jasmaniah raja yang disimpan dalam Pripih. karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi perbuatannya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan bangunan. Sedangkan fungsi bangunan candi itu sendiri di Indonesia sesuai dengan asal kata candi tersebut. kertaning = 4 dan bhumi = 1.2 No. Candrasangkala banyak ditemukan dalam prasasti yang ditemukan di pulau Jawa. contohnya seperti candi-candi yang terdapat di kota Benares merupakan tempat pemujaan terhadap dewa Syiwa. Dari uraian di atas. Untuk mengetahui kebenaran perhitungan Anda. Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar istilah Candrasangkala? Candrasangkala adalah susunan kalimat atau gambar yang dapat dibaca sebagai angka. 775 M ………. dalam bahasa kawi candi berasal dari kata Cinandi artinya yang dikuburkan. . 1. Untuk itu dilihat dari bentuk dasar maupun fungsi candi tersebut terdapat perbedaan. Perkataan candi berasal dari kata Candika yang merupakan salah satu nama dewi Durga atau dewi maut.

PRASASTI Prasasti adalah peninggalan tertulis yang dipahatkan dan dilukiskan pada bahan yang tidak mudah musnah. Prasasti Kerajaan Syailendra Prasasti Kalasan. Mengenal tulisan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebuah bangsa. dan berbahasa Sansekerta. e. Tujuan pembuatan prasasti adalah untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan. Prasasti Jambu (pujian terhadap Purnawarman). a. Prasasti Tugu (berita tentang penggalian saluran Sungai Gomati). logam. Prasasti Kerajaan Mataram Kuno Prasasti Canggal (654 Saka/732 M). Hal ini dikarenakan dengan tulisan mereka dapat mencatat berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya sehingga dapat menyebarkan dan mewariskan berbagai macam tradisi. Prasasti Ritihang. berbahasa Jawa Kuno ditulis dengan huruf Pallawa berangka tahun 863 Saka/ 914 M. kepercayaan. dan budayanya kepada masyarakat di sekitarnya maupun generasi penerus. Pada umumnya prasasti menuliskan suatu peristiwa yang cukup penting pada masa lampau. menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Prasasti Kebon Kopi (pahatan telapak kaki gajah dan tulisan). Contohnya: Prasasti Kedukan Bukit (Dapunta Hyang menaklukkan beberapa daerah). Prasasti Matyasih (prasasti Kedu) (829 Saka/907 M). Prasasti Telaga Batu (berisi kutukan kepada siapa saja yang tidak setia pada raja). seperti batu. d. Prasasti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. ditulis dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pra-Nagari. dan ditulis dengan huruf Pra-Nagari. dan gading. Prasasti Muara Cianten.Kls X REKAMAN TERTULIS dalam TRADISI SEJARAH Zaman sejarah di Indonesia diawali sejak abad ke-5 M setelah masuknya pengaruh India (Hindu-Budha). c. Isinya. berisi tentang raja-raja yang memerintah sebelum Dyah Balitung. berangka tahun 700 Saka (778 M). b. karya-karya sastra dan sebagainya. berangka tahun 704 Saka (782 M). Prasasti Klurak (dekat Prambanan). Prasasti Kerajaan Sriwijaya Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Prasasti Kota Kapur (berisi permohonan kepada dewa untuk menjaga Sriwijaya dan menghukum para penghianat Sriwijaya). Prasasti Pasir Awi (memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman). Bukti-bukti tertulis yang ditinggalkan sehingga dapat dibaca dan dipelajari oleh generasi selanjutnya. kitab-kitab agama. Prasasti Kutai di Kalimantan Timur Prasasti berupa tujuh buah yupa(tugu batu) yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M. Putra Aswawarman. Di antara bukti-bukti tertulis itu terdapat prasasti. Mengenai pembuatan arca Manjusri. Contoh prasasti pada awal perkembangan kebudayaan Hindu-Budha. nilai. Prasasti Cidang Hiang. Prasasti Talang tuo (perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk). mengenai pendirian sebuah lingga atas perintah Raja Sanjaya di atas bukit Kunjarakunja. Contohnya: Prasasti Ciaruteun (pahatan telapak kaki dan tulisan). berbahasa Sansekerta. dan cucu Kudungga. 1. berhuruf Pallawa. peringatan upacara kurban agama Hindu yang diperintahkan oleh Raja Mulawarman. Prasasti biasanya dibuat atas perintah raja yang berkuasa. . sehingga mereka dapat memahami dan menafsirkan kehidupan generasi terdahulu dan memperkuat akar dan jati diri masyarakat yang bersangkutan.

putra Bima. Bagian pertama berisi riwayat Ken Arok sampai raja-raja Sigasari. raja pertama Singosari hingga Hayam Wuruk. putra raja yang kemudian mendalami agama Budha. pemberontakan Ronggolawe dan Sora. Mengisahkan hilangnya suami istri Dewa Kama dan Dewi Ratih karena api yang keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa.tan hana dharma mangrwa. Memuat riwayat Kresna semasa kecil.) Pada zaman Kediri dihasilkan kitab: • Arjunawiwaha Merupakan karya Mpu Kanwa pada tahun 1030 M. Dalam kitab ini terdapat kata Bhinneka tunggal ika.2. • Sutasoma Karangan Mpu Tantular. Pengarangnya sampai sekarang belum diketahui. Kitab mengisahkan raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana. menceritakan perkawinan Abimanyu. Para pujangga biasanya menulis atas perintah raja. • Smaradahana Karya Mpu Dharmaja pada masa Sri Kameswara. Isinya meriwayatkan Arjuna yang bertapa untuk mendapatkan senjata guna keperluan perang melawan Kurawa. dan kemudian disesuaikan dengan hukum adat pada waktu itu. • Kresnayana Karya Mpu Triguna. Terdiri atas 2 bagian. Jayanegara. Perang Bubad. dan daftar raja sesudah Hayam Wuruk. pada masa pemerintahan Airlangga. dan berisi kisah perkawinan Kresna dengan Dewi Rukhimi. • Baratayudha Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Diantara kitabkitab yang terkenal pada masa kerajaan Hindu-Budha: 1. Disusun berdasarkan kitab hukum Kutarasastra dan kitab hukum Munawasastra. Menceritakan Sutasoma. 3) Pada zaman Majapahit II • Pararaton Pararaton berisi dongeng dan mitos. Kata bhinneka tunggal ika inilah yang kemudian menjadi semboyan persatuan kita. Cerita yang mirip dengan Kresnayana adalah cerita dalam kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh. Bagian kedua mengisahkan Kerajaan Majapahit mulai dari Raden Wijaya. putra Arjuna. Itulah sebabnya isi tulisannya banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yang bersangkutan. dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca. • Tantu Panggelaran • Calon Arang • Sundayana • Paman Canggah • Usana Bali • Cerita Parahiyangan • Bubhuksah dan Gagang Aking Pada masa Islam muncul banyak karya sastra seperti: . • Gatotkacasraya Karangan Mpu Panuluh. • Kutaramanawa Ditulis oleh Gajah Mada. yang digubah pada zaman Raja Jayabaya.Ditulis pada zaman Raja Jayabaya. 2) Pada zaman Majapahit I • Negarakertagama Ditulis pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk oleh Mpu Prapanca. Mengenai kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok. • Arjunawijaya Karangan Mpu Tantular. Isinya tentang peperangan 18 hari antara keluarga Pandawa dan Kurawa. KITAB Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengungkap suatu peristiwa di masa lampau.

dan penyimpanan informasi dari berbagai bidang. Hikayat Maharaja Rahwana. Hikayat Panji Wilakusuma. bahan referensi. bekas abdi Raja Majapahit. dan pemberian makna terhadap suatu kejadian) seperti: o Suluk Sukrasa. berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan YME. Dokumen-dokumen tersebut harus didokumentasikan. Syair Panji Sumirang. Kitab yang ditulis oleh para pujangga dari kerajaan Islam di Indonesia diantaranya: a) Kitab Bustanu’Issalatin. Lelakon Mahesa Kuitir. ditulis oleh Sultan Agung dari Mataram.Hikayat Pandawa Lima. Dapat berupa pengumpulan bukti-bukti atau keterangan seperti gambar.Berisi mengenai adat-istiadat Aceh dan ajaran agama Islam b) Kitab Sastra Gending. c) Kitab Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahi’e oleh Amanna Gappa dari Makasar. 3. berisi ramalan. Hikayat Perang Pandawa Jaya. Hikayat Sri Rama. . Sedangkan Dokumentasi itu sendiri adalah pengumpulan. dan Astabrata yang bersumber pada kitab Ramayana. Serta kitab Nitisruti. Dokumen merupakan sesuatu yang sangat berharga baik itu bagi pemakainya maupun pembuatnya. Hikayat Pancatantra. kutipan. Nitisastra. ditulis oleh Nuruddin ar-Raniri dari Aceh. Berisi tentang tabiat baik. Dokumen Dokumen adalah surat berharga yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. Berisi tentang ajaran-ajaran filsafat. Berisi tentang hukum-hukum perniagaan bagi kerajaan Makasar. guntingan koran. menceritakan Ki Sukrasa yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan. berisi wejanagan Sunan Bonang kepada Wujil. o Suluk Wujil. penentuan hari baik dan buruk. Hikayat Cekal Wenengpati. pengolahan. Hikayat Panji Kuda Sumirang. o Suluk Malang Sumirang. Selain kitab ada pula cerita panji seperti: Syair Ken Tambunan. Cerita Wayang Kinundang. dsb. pemilihan. Selain itu terdapat pula kitab suluk (kitab yang bercorak magis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful