P. 1
Kompetensi Teknisi Laboratorium Biologi

Kompetensi Teknisi Laboratorium Biologi

|Views: 11,141|Likes:
Published by elletzaman

More info:

Published by: elletzaman on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2015

pdf

text

original

Sections

Tabel A4. Jadwal rencana program dan kegiatan pengembangan

Program
Pengemban
gan

Kegiatan

Target Biaya
(Rp)

Sumber
Biaya

Tahun I

Thn
II

Thn III

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Peningkatan
Profesionalis
me Teknisi
dan laboran

1. Studi lanjut untuk teknisi

1 org

-

Diknas

2. Studi lanjut untuk laboran

1 org

-

Pemda

3. Magang laboran di perguruan
tinggi untuk pemeliharaan
tanaman, mencit, dan

Drosophila

1 org

-

Kerjasa
ma
dengan
UNJ

4. Pelatihan teknik aseptik dalam
mikrobiologi untuk teknisi

1 org

5 juta

Komite
sekolah

Peningkatan
kualitas
Praktikum

1. Pengkajian teknik baru untuk
penyesuaian kualitas praktikum 2 keg. 1 juta

Rutin

2. Penerapan teknik baru dalam
praktikum

2 keg. 1 Juta

Rutin

3. Usulan Pengadaan bahan dan
alat

2 usul 20 Juta

Rutin

4. Penyusunan ulang jadwal
praktikum

1 kali

-

-

12

C. Latihan
Gunakanlah kondisi sekolah saudara untuk melakukan evaluasi diri komponen
sarana prasarana sampai penyusunan rencana program dan kegiatan
pengembangan melalui tahapan berikut.
Tahap 1. Mengidentifikasi komponen proses pelaksanaan praktikum dan
masukan data kondisi komponen (Format A1).
Tahap 2.Lakukan penilaian terhadap kondisi tersebut berdasarkan
kesesuaiannya dengan standar kurikulum atau RPS atau kompetensi
yang ditetapkan.
Tahap 3. Masukan komponen tersebut dalam sel kekuatan (S) atau sel
kelemahan (W) menurut penilaian yang diberikan pada Format A2.
Tahap 4. Identifikasi data dan informasi dari luar laboratorium yang bisa
menjadi peluang (O) dan ancaman (T) dan masukan dalam dalam sel
yang tepat.
Tahap 5. Rumuskan strategi pemecahan masalah.
Tahap 6. Masukan strategi yang dipilih dalam kolom penyelesaian (Format A3)
dan kelompokan strategi tersebut berdasarkan komponen yang
menjadi kelemahan atau ancaman dalam kolom akar permasalahan
pada Tabel C, lalu tentukan kegiatan yang akan dilakukan.
Tahap 7. Pilih kegiatan yang layak akan dilakukan, masukan ke dalam kolom
kegiatan pada Format A4. Beberapa kegiatan dapat dikelompokan
dalam satu judul program pengembangan suatu komponen.

D. Umpan Balik
Setelah melakukan latihan, semua langkah dan format dalam menyusun
rencana pengembangan laboratorium diharapkan dapat dikuasai. Kegiatan
berikutnya adalah melakukan evalusi diri untuk semua komponen yang
mempengaruhi kapasitas laboratorium untuk memenuhi standar kurikulum atau
RPS atau kompetensi yang ditetapkan dalam pelaksanaan praktikum biologi.
Komponen tersebut diantaranya adalah tenaga laboratorium, sarana dan
prasarana laboratorium, sumber dana dan biaya, guru pembimbing praktikum,
siswa, pengelolaan praktikum, proses pelaksanaan praktikum, dan luaran
praktikum. Selanjutnya lakukan berbagai tahapan proses sampai kepada
penyusunan pengembangan program dan kegiatan. Kemampuan saudara dalam

13

menyusun pengembangan untuk semua komponen menunjukan tingkat
kemampuan dalam menguasai pelajaran dalam kegiatan belajar 1.

14

KEGIATAN BELAJAR 2
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI
LABORATORIUM BIOLOGI

A. Konsep

Kegiatan laboratorium biologi melibatkan banyak hal yang meliputi
tenaga laboratorium, keuangan, bahan dan alat laboratorium serta fasilitas
lainnya. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar
tujuan tercapai sesuai dengan mutu yang dikehendaki karenanya diperlukan
pengelolaan. Pengelolaan laboratorium, selain memerlukan perencanaan, juga
melibatkan, penataan, penggunaan, pemeliharaan ruang, alat dan bahan
praktikum, pengamanan, pengawasan, dan evaluasi serta perbaikan. Dalam
pengelolaan tersebut haruslah ada petunjuk yang mengatur hal-hal terkait
seperti siapa yang bekerja, apa yang dikerjakan, kapan dikerjakan, dan
bagaimana pencatatannya atau dokumentasinya. Semua kegiatan tersebut
dilakukan dengan suatu prosedur operasi standar dan sistem administrasi
laboratorium. Untuk itu kepala laboratorium biologi perlu merencanakan
pengelolaan dengan melakukan pengembangan prosedur operasi standar (POS)
kerja laboratorium dan sistem administrasi yang terdokumentasi. Kegiatan
belajar ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan belajar 3 pada modul 2.
Prosedur operasi standar merupakan dokumen level 2 dan bagian sistem
manajemen laboratorium yang melibatkan dan mengatur beberapa orang untuk
melakukan suatu pengelolaan dalam laboratorium. Dalam POS dinyatakan
siapa mengerjakan apa, apa yang dikerjakan, bagaimana hubungan antar
pelaksana, dan kapan dikerjakan, serta sumberdaya apa yang digunakan.
Dokumen POS haruslah ditulis dalam format yang konsisten, contoh format POS
disajikan pada Lampiran 5, dan berisi beberapa hal berikut
1. Identitas dokumen berupa nama sekolah/laboratorium, logo sekolah,
judul SOP, dan nomor dokumen yang spesifik. Penomoran hendaknya
sistematis, menunjukan pengelompokan, membedakan jenis
dokumen, dan konsisten.
2. Nomor terbitan, nomor revisi, tanggal penerbitan dan tanggal revisi.
Nomor terbitan menunjukan urutan penerbitan SOP dalam
laboratorium dan tanggal penerbitan menunjukan tanggal

15

diedarkannya POS tersebut secara resmi untuk diketahui atau
dipelajari dan dilaksanakan oleh fihak terkait. Nomor dan tanggal
revisi menunjukan jumlah dan waktu terakhir terjadinya perubahan
pada POS tersebut.
3. Nama penyusun, pemeriksa, dan yang mengesahkan. Kepala
laboratorium yang bertindak sebagai manajer haruslah menjadi
penyusun POS dan dokumen lainnya seperti instruksi kerja dan
formulir atau rekaman. Pemeriksa dan yang mengesahkan bisa wakil
kepala sekolah dan kepala sekolah, tergantung kebijakan sekolah.
4. Tujuan; menjelaskan alasan disusunnya atau dilaksanakannya
prosedur ini.
5. Ruang lingkup; menjelaskan garis besar prosedur, fungsi, bidang atau
personel yang terkait dengan penggunaan prosedur ini.
6. Acuan; merinci dokumen yang berisi informasi yang diperlukan
sebagai dasar prosedur ini (biasanya diambil dari Panduan Mutu
terkait jika sekolah memilikinya atau surat keputusan atau peraturan
yang berlaku).
7. Tanggung jawab; merinci tanggung jawab fungsi atau personel yang
terkait dengan penggunaan prosedur ini.
8. Definisi/istilah; mendefinisikan istilah-istilah khas yang perlu
diketahui oleh pengguna prosedur ini.
9. Pelaksanaan; menguraikan tindakan personel/bidang yang terkait
dalam suatu kegiatan, siapa melakukan apa, di mana, bilamana, dan
bagaimana. Dalam uraian tindakan ini perlu disebutkan nomor
instruksi kerja yang mendukung kegiatan.
10. Dokumen terkait; merinci dokumen yang terkait dengan prosedur ini
seperti instruksi kerja (IK) atau form
Prosedur operasi standar dapat mencakup berbagai tugas/kerja,
misalnya koordinasi kegiatan praktikum, penyusunan jadwal, penataan alat
atau bahan, penggunaan dan pengamanan alat dan bahan. Prosedur operasi
standar (POS tidaklah terlalu rinci. Pengaturan yang lebih rinci dan umumnya
hanya melibatkan satu orang pelaksana untuk suatu kerja, biasanya diatur
dengan instruksi kerja (IK).

16

Instruksi kerja menjelaskan langkah/tahapan pekerjaan yang lebih rinci
mengenai cara yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu
yang biasanya terkait dengan dokumen yang levelnya lebih tinggi, yakni
prosedur. Instruksi kerja merupakan dokumen level 3 yang biasanya berisi
tujuan, ruang lingkup, isi instruksi kerja, dan daftar dokumen terkait. Contoh
format instruksi kerja disajikan pada Lampiran 6. Acuan dan dokumen terkait
pada contoh format tersebut merujuk kepada prosedur yang menjadi dasar
dibikinnya instruksi kerja tersebut. Selain itu dokumen terkait lainnya juga
bisa merujuk kepada form yang terkait dengan instruksi kerja tersebut.
Instruksi kerja dapat berupa petunjuk pengoperasian alat tertentu, petunjuk
cara pengisian suatu form, atau petunjuk identifikasi kerusakan alat. Dalam
instruksi kerja suatu alat bisa dimasukan tindakan pemeliharaan terhadap alat
tersebut.

Form adalah formulir atau rekaman yang tergolong dalam dokumen level
4 dan digunakan untuk mencatat hasil suatu kegiatan atau keadaan/kondisi
sesuatu sesuai instruksi kerja serta barang-barang bukti yang diperoleh
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Form dapat berupa beberapa
jenis misalnya form permintaan praktikum, data ruangan, daftar alat
laboratorium, rekaman data pelatihan, kartu riwayat alat, program kegiatan,
dan denah atau bagan. Format form adalah beragam tergantung dari jenis
form dan kebutuhan laboratorium. Namun form setidaknya mempunyai nama
laboratorium dan sekolah serta logo, dan nomor form yang menunjukan
keterkaitannya dengan IK atau prosedur (Lampiran 7). Form ditandatangani
oleh pembuat/pengisi form dan diketahui atau disetujui oleh atasan langsung
misalnya kepala laboratorium atau kepala sekolah, hal ini tergantung pada
pentingnya form tersebut.

Dengan memahami penyusunan POS dan dokumen terkait, kepala
laboratorium biologi dapat merencanakan pengelolaan laboratorium sekaligus
mengembangkan administrasi laboratorium. Tabel 1 adalah komponen
pengelolaan yang ada di dalam laboratorium biologi yang disesuaikan dengan
Permendiknas No. 26 Tahun 2008 untuk kompetensi manajerial bagi kepala
laboratorium. Kepala laboratorium dapat menggunakan tabel tersebut sebagai
guideline dalam penyusunan dokumen untuk pengelolaan dan sistem

17

administrasi laboratorium. Perlu diperhatikan bahwa suatu komponen tidak
selalu memiliki ketiga level dokumen, tergantung dari keperluan pengelolaan.
Beberapa komponen tidak masuk dalam tabel tersebut misalnya pendanaan
yang tergantung pada kebijakan sekolah masing-masing. Semua dokumen yang
telah selesai dan diterbitkan dimuat dalam Daftar Dokumen Pengelolaan yang
memuat jenis dokumen, nomor, judul, tanggal terbit dan tanggal berlaku.

18

Tabel 1. Komponen dan dokumen pengelolaan laboratorium biologi yang perlu
disusun oleh kepala laboratorium biologi

Komponen
Pengelolaan

Dokumen

Prosedur

Instruksi Kerja

Form

1. Organisasi

a. Struktur

-

-

a. Denah struktur
organisasi
laboratorium

2. Ketenagaan

a.Kualifikasi dan
Kompetensi
Tenaga
Laboratorium

Identifikasi,
pelaksanaan dan
evaluasi pelatihan
tenaga
laboratorium

Petunjuk evaluasi
pelatihan

a.Rekaman kualifikasi
tenaga
laboratorium
b. Daftar identifikasi
pelatihan
c.Tabel jadwal,
materi, dan tempat
pelatihan
d.Rekaman evaluasi
dan laporan
pelatihan

b.Deskripsi ,
jadwal kerja

Pembuatan jadwal
kerja teknisi dan
laboran

-

a. Daftar rincian
tugas
b. Tabel jadwal
tugas

c. Supervisi

Supervisi kegiatan
teknisi dan laboran

-

a. Rekaman
supervisi
b. Laporan supervisi

d.

Evaluasi

kinerja

Evaluasi kinerja dan
kerja teknisi dan
laboran

a. Petunjuk
pembuatan
laporan kinerja
b. Petunjuk
Penilaian

a. Laporan kinerja

b. Form penilaian
kinerja

3. Ruang dan
bangunan
laboratorium

a.Penataan dan
Inventarisasi
ruangan

Penataan dan
inventarisasi
ruangan

a. Inventarisasi
ruangan
b. Tata letak
fasilitas ruangan

a.Denah tata ruang;
denah jaringan
listrik, air, dan
gas
b.Daftar Inventaris
Ruangan

b.Pemantauan
Kondisi,
Keamanan, dan
Pemanfaatan

Pemantauan
kondisi, keamanan,
dan pemanfaatan
ruang dan bangunan

a. Pengecekan
listrik
b. Pengecekan gas
c. Pengecekan air
d. Kebersihan dan
keamanan ruang
laboratorium

a.Rekaman
pemantauan
b.Rekaman
pemanfaatan
c. Daftar usulan
perbaikan
ruang/bangunan
b. Laporan bulanan
c. Laporan tahunan

19

Tabel 1. Lanjutan

4. Alat

laboratorium

a. Penataan dan
Inventarisasi

Penataan,
penyimpanan dan
inventarisasi alat
laboratorium

a. Inventarisasi alat
b. Tata letak dan
penyimpan alat
lab
c. Tata letak dan
penyimpanan
suku cadang dan
perkakas untuk
perawatan dan
perbaikan

a. Daftar inventaris
alat laboratorium
b. Daftar suku
cadang dan
perkakas untuk
perbaikan

b. Penggunaan
dan
pemeliharaan
alat

a. Tatacara
penggunaan alat

b. Tatacara
perencanaan
kebutuhan alat
dan suku cadang

a. Petunjuk
Penggunaan alat
b. Petunjuk
Pemeliharaan
alat

a. Kartu alat
b. Form
peminjaman alat
c. Laporan
penggunaan alat
c. Daftar kebutuhan
alat dan suku
cadang
d. Daftar bahan dan
perkakas untuk
perbaikan
peralatan
e. Daftar usulan
alat
laboratorium,
suku cadang,
bahan dan
perkakas
perbaikan
f. Daftar
penerimaan alat
laboratorium,
suku cadang,
bahan dan
perkakas
perbaikan
g. Tabel jadwal
perawatan dan
usulan perbaikan
alat

c. Pemantauan
kondisi dan
keamanan
alat serta
perbaikan
alat

a. Pemantauan
kondisi dan
keamanan alat

b. Tatacara
perawatan dan
perbaikan

a. Identifikasi
kerusakan alat

b. Perawatan dan
perbaikan alat

a. Rekaman
pemantauan
b. Rekaman
identifikasi
kerusakan
c. Rekaman
perawatan dan
perbaikan
d. Daftar usulan
perbaikan alat

20

Tabel 1. Lanjutan

5. Bahan
Laboratorium

a. Penataan dan
Inventarisasi

Penataan,
penyimpanan dan
inventarisasi bahan
laboratorium

a. Inventarisasi
bahan
b. Tata letak dan
penyimpan bahan
lab

a. Daftar inventaris
bahan
laboratorium

b. Penggunaan
dan
pemeliharaan

a. Tatacara
penggunaan
bahan

b. Tatacara
perencanaan
kebutuhan bahan

a. Petunjuk
Penggunaan
bahan
b. Petunjuk
Pemeliharaan
bahan

a. Kartu bahan
b. Laporan
penggunaan
bahan
c. Daftar kebutuhan
bahan
d. Daftar usulan
bahan
e. Daftar
penerimaan
bahan

c. Pemantauan
kondisi dan
keamanan
bahan

a. Pemantauan
kondisi dan
keamanan bahan

a. Identifikasi
kerusakan bahan
b. Perlakuan dan
tindakan
terhadap bahan
rusak

a. Rekaman
pemantauan dan
identifikasi
kerusakan
b. Rekaman
perlakuan dan
tindakan

6. Kegiatan
Laboratorium

a. Persiapan dan
pelaksanaan
praktikum

Pelaksanaan
praktikum

-

a. Form Undangan
b. Form Koordinasi
c. Jadwal
Praktikum
d. Formulir
permohonan
praktikum
e. Formulir
pemakaian alat
dan bahan
f. Daftar Hadir

b. Pasca Praktikum Evaluasi Praktikum
dan Pembuatan
Laporan

g. Form evaluasi
praktikum
h. Laporan
pelaksanaan
praktikum

c. Pelaksanaan
kegiatan ilmiah
lainnya

Pelaksanaan
kegiatan ilmiah

-

a. Form
permohonan
kegiatan
b. Form pemakaian
alat dan bahan
c. Laporan Kegiatan

21

Tabel 1. Lanjutan

d. Pemantauan dan
Evaluasi kegiatan
laboratorium

a. Pemantauan
kegiatan
laboratorium

b. Evaluasi
kegiatan
laboratorium

-

a. Rekaman
pemantauan
praktikum
b.Rekaman evaluasi
kegiatan
laboratorium
c. Laporan kegiatan
laboratorium

7. Kesehatan dan
Keselamatan
Laboratorium

a. Kesehatan dan
keselamatan

a) Menjaga
kesehatan dan
keselamatan di
laboratorium

b) Pelatihan
mengatasi
kecelakaan kerja

c) Pelaporan
kecelakaan kerja

a. Petunjuk
menjaga
keselamatan dan
kesehatan

a. Pedoman
keselamatan
laboratorium
b.Pedoman
penggunaan
peralatan
keselamatan
kerja
c. Pedoman
penanganan
material biologi
dan bahan kimia
berbahaya
d. Rekaman
pelatihan
e. Form laporan
kecelakaan kerja

b. Penanganan
limbah

Penanganan limbah
biologi dan kimia

Pedoman
penanganan limbah
biologi dan kimia

8. Evaluasi dan
Perbaikan
Program
Laboratorium

Evaluasi dan
perbaikan
program
laboratorium

Evalusi dan
Perbaikan program
laboratorium

a. Penilaian
kegiatan
laboratorium

a. Rekaman
penilaian
kegiatan
b. Laporan evaluasi
dan perbaikan.

22

B. Contoh

Berikut ini adalah contoh prosedur, instruksi kerja, dan form yang
digunakan dalam proses identifikasi, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan
tenaga laboratorium untuk komponen pengelolaan kualifikasi dan kompetensi
tenaga laboratorium pada Tabel 1. Contoh prosedur, instruksi kerja dan form
dibikin secara berangkai sehingga memudahkan untuk memahami ketelusuran
proses dan keterkaitan dokumen, sebagai contoh cara penomoran untuk
prosedur, IK, dan form serta komponen pengelolaan menunjukan adanya
hubungan satu sama lain.

23

Format B1. Contoh prosedur identifikasi, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan
tenaga laboratorium

SMA-BZ

PROSEDUR

No.Bagian : 01/PR-2-LBIO-
SMA/2010

Edisi/Revisi : 1/0
Tanggal Penerbitan : 5 Mei
2010
Tanggal Revisi : -
Tgl berlaku : 5 Jun 2010

IDENTIFIKASI, PELAKSANAAN, DAN
EVALUASI PELATIHAN TENAGA
LABORATORIUM BIOLOGI

Halaman : 1 dari 2
halaman

1. Tujuan

Untuk meningkatkan kemampuan unjuk kerja personil laboratorium agar sesuai
dengan standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah.

2. Ruang lingkup

Prosedur ini untuk menentukan pelatihan bagi tenaga laboratorium di
laboratorium biologi SMA-BZ

3. Acuan

Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008
Kurikulum SMA-BZ

4. Tanggung jawab

1. Kepala laboratorium menginventaris latar belakang pendidikan dan
merumuskan kebutuhan pelatihan, mengusulkan jadwal, materi dan tempat
latihan, serta mengevaluasi hasil pelatihan.
2. Wakil kepala sekolah (Wakasek) memeriksa kelayakan usulan.
3. Kepala sekolah mempertimbangkan usulan

5. Definisi/istilah

Wakasek adalah singkatan dari wakil kepala sekolah.

6. Pelaksanaan

1. Kepala laboratorium mengiventarisasi latar belakang pendidikan dan
pelatihan personil yang pernah diikuti disusun dalam form 01/FR-01/LBIO-
SMA/2010.
2. Kepala laboratorium merumuskan kebutuhan pelatihan dengan berdasarkan
satu atau lebih hal berikut :
a. Kompetensi yang dipersyaratkan berdasarkan Permendiknas Nomor 26

24

Tahun 2008 dan kurikulum
b. Evaluasi kinerja dan kerja teknisi dan laboran
c. Supervisi
d. Survei pengguna laboratorium
3. Kepala laboratorium berdasarkan form 01/FR-01/LBIO-SMA/2010 dan butir
no. 2 di atas mengidentifikasi tenaga laboratorium yang memerlukan
pelatihan serta menentukan tujuan dan jenis pelatihan ditulis dalam form
02/FR-01/LBIO-SMA/2010.
4. Kepala laboratorium mengusulkan jadwal, materi, dan tempat pelatihan
personil serta pendanaan (form 03/FR-01/LBIO-SMA/2010) kepada wakasek
untuk diperiksa kelayakannya selanjutnya dipertimbangkan oleh kepala
sekolah untuk disetujui.
5. Tenaga laboratorium melaksanakan pelatihan
6. Kepala laboratorium menilai efektivitas hasil pelatihan berdasarkan instruksi
kerja No : 01/IK-01/ 01/LBIO-SMA/2010.
7.Kepala laboratorium membuat laporan hasil evalusi pelatihan (form 04/FR-
01/LBIO-SMA/2010) yang diketahui oleh wakasek untuk diarsipkan dan
diserahka kepada kepala sekolah
8.Kepala laboratorium memperbaharui rekaman kualifikasi tenaga laboratorium
yang bersangkutan (01/Form-01/LBIO-SMA/2010).

7. Dokumen terkait

1. 01/FR-01/2/LBIO-SMA/2010 : Rekaman kualifikasi tenaga laboratorium
2. 02/FR-01/2/LBIO-SMA/2010 : Daftar identifikasi pelatihan
3. 03/FR-01/2/LBIO-SMA/2010 : Tabel jadwal, materi, dan tempat pelatihan
4. 04/FR-01/2/LBIO-SMA/2010 : Rekaman evaluasi dan laporan pelatihan

Disusun oleh:
Kepala Laboratorium

.................................

Diperiksa oleh:
Wakasek bidang kurikulum

.................................

Disetujui oleh:
Kepala Sekolah

..........................

25

Format B.2. Contoh instruksi kerja petunjuk evaluasi pelatihan

LABORATORIUM BIOLOGI – SMA BZ
INSTRUKSI KERJA
Petunjuk Evaluasi Pelatihan

Nomor : 01/IK-01/2/LBIO-
SMA/2010.
Terbitan/Revisi : 01/ 00
Tanggal Terbit : 5 Mei 2010
Tanggal Berlaku : 5 Juni 2010

Halaman : 1 dari 1
halaman

1. Tujuan

Untuk mengetahui efektivitas hasil pelatihan tenaga laboratorium

2. Ruang Lingkup

Instruksi kerja ini digunakan untuk tenaga laboratorium biologi SMA

3. Acuan

Prosedur No : 01/PR-2-LBIO-SMA/2010

4. Instruksi Kerja

1. Kepala laboratorium merekam, mengevaluasi dan memberikan penilaian
dalam form no 04/FR-01/LBIO-SMA/2010.
2. Kepala laboratorium mempelajari kesesuaian sertifikat atau surat
keterangan, laporan kegiatan atau bentuk produk pelatihan lainnya
dengan tujuan pratikum.
3. Kepala laboratorium meminta teknisi atau laboran untuk
mendemontrasikan unjuk-kerja hasil pelatihan.
4. Kepala laboratorium melihat penerapan hasil pelatihan di praktikum atau
kegiatan ilmiah lainnya di laboratorium atau di dalam pengelolaan
laboratorium

5. Daftar DokumenTerkait

D. Form No. : 04/FR-01/2/LBIO-SMA/2010 : Rekaman evaluasi dan
laporan pelatihan

Disusun oleh:
Kepala Laboratorium

.................................

Diperiksa oleh:
Wakasek Bidang Kurikulum

.................................

Disetujui oleh:
Kepala Sekolah

............................

26

Format B3. Contoh form rekaman evaluasi dan laporan pelatihan

LABORATORIUM BIOLOGI – SMA BZ

Rekaman Evaluasi dan Laporan Pelatihan

A. Identitas dan Tujuan Kegiatan
Judul Pelatihan

: Teknik aseptik dan penyiapan media bakteri dan fungi

Pelaksana

: AZ, A.Md.

Jabatan

: Teknisi Laboratorium Biologi SMA BZ

Tempat Pelatihan : Universitas CZ
Waktu

: 3 hari ( 5 – 7 Januari 2010)
Tujuan Pelatihan : Peningkatan kompetensi teknisi untuk praktikum bidang
mikrobiologi

B. Evaluasi Pelaksanaan
1. Sertifikat/Surat Keterangan

: Ada Tidak

2. Laporan Kegiatan

: Ada Tidak

3. Produk Kegiatan

: Ada Tidak

4. Kesesuaian dengan tujuan

: Sesuai /kurang sesuai /tidak sesuai

C. Demonstrasi unjuk kerja
1. Tanggal

: .../...../20..........
2. Kemampuan yang ditampilkan :...............................................
..........................................................................................
3. Hasil unjuk kerja

: Mampu/kurang mampu/tidak mampu

D. Implementasi

: Sudah Belum

1. Tanggal

: ..............................................

2. Dalam kegiatan

: ..............................................
..............................................

D. Kesimpulan

: ..............................................
...…...................................................................................
..........................................................................................

Mengetahui,
Wakasek,

....................................

..............., 5 Juni 2010
Kepala Laboratorium Biologi

....................................

No. Form : 04/FR-01/2/LBIO-SMA/2010
IK terkait : 01/IK-01/2/LBIO-SMA/2010

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->