P. 1
Kompetensi Teknisi Laboratorium Biologi

Kompetensi Teknisi Laboratorium Biologi

|Views: 11,143|Likes:
Published by elletzaman

More info:

Published by: elletzaman on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2015

pdf

text

original

A. Konsep

Laboratorium biologi sekolah menengah atas atau madrasah biasanya
lebih banyak melayani kegiatan praktikum daripada kegiatan ilmiah lainnya
seperti karya ilmiah siswa atau penelitian guru. Kegiatan praktikum dalam satu
semester melibatkan kelas yang berbeda-beda dan beberapa guru pembimbing
serta materi praktikum yang beragam. Praktikum biologi di sekolah juga
menggunakan berbagai peralatan seperti alat bedah, alat gelas, mikroskop, dan
lain-lain serta berbagai bahan kimia misalnya untuk percobaan enzim dan
bahan makanan. Namun ruangan laboratorium, tenaga laboratorium, serta
bahan dan alat praktikum adalah terbatas. Karena itu ketersediaan
sumberdaya seperti jumlah pengguna laboratorium dan waktu yang tersedia
bagi pengguna perlu dikelola sedemikian rupa agar kegiatan laboratorium
mencapai sasaran kualitas yang diinginkan sesuai dengan kurikulum yang
digunakan. Untuk memudahkan, pengelolaan antara kegiatan praktikum dan
kegiatan ilmiahnya diatur dengan prosedur yang berbeda (Tabel 1, Kegiatan
Belajar 2).

Pengelolaan kegiatan praktikum agar mencapai sasarannya seperti yang
dimaksudkan di atas setidaknya terdiri atas tiga bagian yakni persiapan,
pelaksanaan dan pemantauan, dan evaluasi serta pelaporan kegiatan
laboratorium. Persiapan praktikum adalah sangat penting yang melibatkan
beberapa hal berikut
1. Koordinasi dengan guru pembimbing praktikum. Dalam kegiatan ini
beberapa informasi penting dapat diperoleh guru pembimbing seperti
a) kelas pengguna, nama dan jumlah praktikan, dan waktu yang
diusulkan untuk praktikum,
b) jenis percobaan dalam praktikum termasuk kebutuhan akan jumlah
dan jenis bahan serta alat yang diperlukan, dan
c) indikator percobaan sebagaimana yang dikehendaki dalam kurikulum
yang digunakan.
Informasi yang diberikan oleh fihak laboratorium biologi setidaknya adalah

29

a) data ketesediaan alat dan bahan percobaan, termasuk kebun sekolah
atau ruang untuk menempatkan pot percobaan atau memelihara
hewan uji,
b) kapasitas laboratorium,
c) ketersediaan dan kemutakhiran penuntun praktikum atau
kesesuaiannya dengan kurikulum, jika kurikulum mengalami
perubahan, dan
d) kemampuan teknisi atau laboran, terutama jika teknisi atau laboran
memiliki keahlian yang baru di dapat, misalnya dari pelatihan.
Kegiatan ini dikoordinasi oleh kepala laboratorium dengan mengundang
semua guru pembimbing yang terlibat dalam praktikum serta teknisi dan
laboran (Form Undangan), dan sebaiknya dilaksanakan beberapa minggu
sebelum praktikum dimulai. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan
informasi dalam penyiapan praktikum seperti jadwal praktikum, jenis
percobaan, perkiraan jenis dan jumlah bahan dan alat, serta penuntun
yang digunakan (Form Koordinasi).
2. Penyusunan jadwal praktikum. Kepala laboratorium berkewajiban atas
tersedianya jadwal praktikum. Penyusunan jadwal hendaknya
memperhatikan adanya selang waktu yang cukup antar praktikum bagi
teknisi dan laboran untuk membersihkan laboratorium dan mempersiapkan
alat serta bahan untuk praktikum selanjutnya. Jadwal yang sudah disusun
didistribusikan ke guru pembimbing, praktikan, dan wakil kepala sekolah
bidang kurikulum.
3. Teknisi memperhitungkan perbedaan jumlah antara bahan dan alat yang
tersedia sebagaimana tercatat dalam Daftar Inventaris Alat dan Daftar
Inventaris Bahan dengan perkiraan keperluan. Teknisi membuat Form
Daftar Usulan Bahan atau Form Daftar Usulan Alat jika diketahui adanya
kekurangan bahan atau alat yang akan digunakan.
4. Teknisi dan laboran bekerja mempersiapkan praktikum sesuai dengan
deskripsi kerja yang ditetapklan oleh kepala laboaratorium biologi (Kegiatan
Belajar 4). Teknisi dan laboran memeriksa kesiapan alat dan bahan serta
teknisi memperbaiki alat yang rusak jika ada. Persiapan lainnya yang perlu
adalah pot tanaman, kandang hewan kecil baik untuk tikus atau kelinci,

30

stoples bekas selai untuk pembiakan lalat buah oleh laboran sedangkan
biakan bakteri dan jamur oleh teknisi. Waktu persiapan bahan-bahan
tersebut perlu diperhitungkan dengan tepat agar bisa digunakan pada
waktunya, misalnya umur dan jumlah sel bakteri dalam biakan menentukan
keberhasilan percobaan.
5. Teknisi menyiapkan instruksi kerja (IK) petunjuk penggunaan alat dan
penuntun praktikum.
6. Laboran mempersiapkan form-form yang digunakan dalam kegiatan
praktikum lihat form dalam komponen pengelolaan 6, Tabel 1, Kegiatan
Pembelajaran 2.
Semua langkah persiapan tersebut sebaiknya diselesaikan dengan jangka waktu
paling lambat dua minggu sebelum awal masa praktikum suatu semester
dimulai.

Pelaksanaan praktikum dimulai setelah guru pembimbing mengajukan
Formulir Permohon Praktikum untuk satu mata praktikum. Pelaksanaan
praktikum dilayani oleh teknisi dan laboran dengan tugas seperti berikut
1) teknisi menyiapkan paket bahan siap pakai seperti larutan dengan
konsentrasi tertentu atau media biakan mikroba atau menyiapkan rangkaian
peralatan seperti respirometer yang sesuai dengan penuntun praktikum,
2) laboran menyiapkan bahan dan peralatan sesuai dengan kebutuhan menurut
penuntun praktikum.
Selama praktikum berlangsung laboran melayani guru dan praktikan, selain itu
laboran mengisi Formulir Pemakaian Bahan dan Formulir Pemakaian Alat yang
diketahui oleh guru pembimbing praktikum.
Kegiatan mulai dari persiapan dan selama masa praktikum berlangsung
dalam satu semester harus dipantau oleh kepala laboratorium biologi.
Pemantauan bisa dilakukan secara periodik atau tak terduga untuk memastikan
bahwa pelaksanaan praktikum sesuai dengan rencana dan mencarikan
pemecahan masalah jika ditemui dalam pelaksanaan tersebut. Untuk itu,
kepala laboratorium menyusun prosedur pemantauan yang sedikitnya
menyangkut kapan, apa, bagaimana, dan siapa yang dipantau serta apa
penyelesaian yang akan dilakukan jika ditemukan adanya masalah selama
pelaksanaan praktikum. Item yang dipantau adalah input yang berasal dari

31

laboratorium, yakni alat, bahan, penuntun, prasarana, dan tenaga
laboratorium, serta forms Hasil pemantauan disusun dalam Rekaman
Pemantauan Praktikum (Lampiran 8) yang bentuk dan cara merekam
pemantauan dapat disesuaikan dengan keadaan.
Untuk melihat keberhasilan pelaksanaan kegiatan laboratorium maka
perlu meninjau balik antara pencapaian yang diraih dengan tujuan dan target
kegiatan laboratorium yang direncanakan. Untuk itu kepala laboratorium
biologi perlu melakukan evaluasi setiap masa praktikum berakhir (akhir
semester). Evaluasi dilakukan dengan menilai pencapaian dan juga meninjau
keadaan faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian tersebut seperti input
dari laboratorium sebagaimana diperoleh dari proses pemantauan sehingga bisa
digunakan untuk melakukan perbaikan. Beberapa indikator (item) yang bisa
digunakan dalam memperkirakan nilai pencapaian kegiatan laboratorium
diantaranya adalah persentase percobaan yang bisa dilaksanakan, persentase
indikator percobaan yang tercapai, serta kepuasan guru pembimbing dan siswa
terhadap layanan laboratorium. Evaluasi bisa dilakukan dengan cara survei
kepada guru pembimbing dan sejumlah praktikan yang diambil secara acak.
Kepala laboratorium perlu membuat prosedur evaluasi yang mencakup
penyiapan angket survei, pengolahan data, dan penilaian hasil pengolahan data
serta memberikan analisis antara hasil capaian dengan target capaian yang
diinginkan dalam program laboratorium dan RPS. Hasil evaluasi dapat diringkas
dalam tabel hasil yang disajikan dengan ringkas dan jelas misalnya seperti yang
disajikan pada Lampiran 9.

Hasil evaluasi dibahas bersama dengan guru pembimbing praktikum,
teknisi, dan laboran kemudian dilaporkan kepada kepada atasan, sejawat, atau
fihak terkait lainnya. Laporan ini diperlukan tidak hanya sebagai sekedar
informasi namun bisa menjadi bahan evaluasi dan juga sebagai acuan atau
baseline untuk penyusunan program laboratorium atau RPS akan datang. Selain
itu, dengan berbagi informasi perkembangan kepada rekan sejawat, misalnya
guru pembimbing praktikum disekolah dapat menciptakan suasana akademik
yang menunjang perkembangan laboratorium.

32

Laporan kegiatan laboratorium umumnya berisi informasi yang

mencakup
1) jumlah dan jenis kegiatan yang dilaksanakan
2) jumlah murid, kelas dan guru pengguna
3) jenis dan jumlah bahan percobaan,
4) jumlah, jenis dan lamanya alat yang digunakan,
5) lamanya pemakaian laboratorium dan fasilitas lainnya
6) keterlibatan tenaga laboratorium
Format laporan setidaknya ada bagian pendahuluan, isi laporan,dan ulasan
ringkas berisi permasalahan yang ditemui dan penanggulangannya. Selain itu,
ulasan sebaiknya juga penilaian terhadap pelaksanaan dengan cara
membandingkan dengan kegiatan sebelumnya serta merujuk kepada hasil
pemantauan dan evaluasi. Laporan bisa disajikan dalam bentuk angka-angka
dalam tabel atau dalam bentuk grafik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->