P. 1
Kompetensi Teknisi Laboratorium Biologi

Kompetensi Teknisi Laboratorium Biologi

|Views: 11,144|Likes:
Published by elletzaman

More info:

Published by: elletzaman on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2015

pdf

text

original

A. Konsep

Laboratorium biologi atau laboratorium lainnya di SMA diperkirakan
akan mengalami perkembangan yang pesat sesuai dengan tuntutan kualitas
pendidikan yang diinginkan. Misalnya, perubahan dari Kurikulum Nasional 2006
(KTSP) ke kurikulum yang diadaptasikan dengan kurikulum berstandar
internasional, seperti kurikulum Cambridge, sudah tentu akan membawa
perubahan tuntutan terhadap laboratorium. Perkembangan ini membawa
implikasi semakin banyaknya pekerjaan laboratorium yang akan ditangani oleh
kepala laboratorium, teknisi, dan laboran. Karena itu kepala laboratorium
diharapkan mampu melakukan pengorganisasian terhadap tenaga laboratorium,
waktu, dan fasilitas atau alat yang diperlukan dalam bekerja. Dalam
pengorganisasian ini kepala laboratorium perlu menempatkan tenaga
laboratorium pada posisi yang kompetensi dan minatnya sesuai dengan orang
tersebut. Kepala laboratorium haruslah mengenal persyaratan kompetensi
untuk posisi tersebut dan tugas yang harus dilakukan oleh tenaga laboratorium
tersebut. Untuk itu kepala laboratorium biologi mampu merumuskan tugas
teknisi dan laboran.

A.1. Rincian Tugas Teknisi dan Laboran
Teknisi dan laboran laboratorium diharapkan mempunyai kemampuan
teknis dan administrasi dengan mutu kerja paling tidak setara dengan kualitas
yang dituntut untuk mendukung pembelajaran biologi yang sesuai dengan
kurikulum. Kemampuan teknis seorang teknisi adalah melakukan tugasnya
secara mandiri dengan benar dalam menggunakan alat, atau melakukan
pengukuran atau analisis yang memerlukan keakuratan dan ketepatan tinggi.
Misalnya seorang teknisi laboratorium biologi setidaknya mampu membuat
media dan menumbuhkan mikroba yang diinginkan tanpa adanya kontaminasi
atau mampu mengukur absorbansi suatu zat dengan spektrofotometer, misalnya
absorbansi klorofil dengan akurat dan tepat. Selain kemampuan analitik,
seorang teknisi biologi juga setidaknya dituntut mampu memperbaiki kerusakan
alat seperti petunjuk dalam trouble shooting alat tersebut. Seorang teknisi

35

biologi juga diharapkan mempunyai kemampuan administrasi sampai bisa
menyusun instruksi kerja (IK) pengunaan alat, misalnya menyusun petunjuk
penggunaan mikroskop cahaya dengan sumber arus listrik. Berbeda dengan
tingkat kemampuan teknisi, seorang laboran setidaknya mampu melakukan
suatu pengukuran atau mengerjakan kegiatann laboratorium dengan benar
namun dengan keakuratan dan ketepatannya yang tidak tinggi, misalnya
mengukur pH dengan pH meter atau mengukur panjang sel dengan mikrometer
objek. Selain itu, seorang laboran dalam melaksanakan tugas rutinnya masih
perlu bimbingan baik dari kepala laboratorium atau teknisi. Kemampuan
administrasi seorang laboran diharapkan mampu mengisi form dan
mengarsipkannya sesuai dengan klasifikasi form.
Dengan memperhatikan kemampuan yang diharapkan dari teknisi dan
laboran serta kompetensinya yang dipersyaratkan dalam Permendiknas No. 26
Tahun 2008, kepala laboratorium biologi dapat merumuskan tugas teknisi dan
laboran di laboratorium yang dapat dikelompokan dalam tugas teknis atau
profesi dan tugas administrasi. Untuk memudahkan perumusan, kedua
kelompok tugas tersebut dapat dimasukan ke dalam masing-masing komponen
pengelolaan (Tabel 1, Kegiatan Belajar 2) karena dalam prosedur dan instruksi
kerja diketahui siapa mengerjakan apa dan Tabel 1 tersebut disusun dengan
memperhatikan Permendiknas di atas. Perlu diingat bahwa pada tabel itu
jumlah dan jenis komponen atau subkomponen pengelolaan bisa berubah
tergantung dari perkembangan organisasi laboratorium dan tuntutan kapabilitas
laboratorium sehingga rincian tugas bisa berubah. Bentuk rincian tugas tersebut
dapat disusun seperti Format D1 (Lampiran 10). Beberapa tugas bisa saja tidak
termasuk dalam kelompok komponen pengelolaan tertentu, tugas tersebut bisa
golongkan dalam kelompok Lain-lain. Selain itu, teknisi dan laboran bisa tidak
mempunyai tugas pada komponen tertentu, seperti pada komponen organisasi
serta evaluasi dan perbaikan program laboratorium.
Tugas teknisi dan laboran laboratorium biologi pada dasarnya serupa
dengan tugas teknisi dan laboran laboratorium lainnya seperti kimia, namun
perbedaan utama terletak pada beberapa objek yang ditangani teknisi dan
laboran adalah makhluk hidup dan beberapa peralatan khusus seperti alat
bedah. Beberapa tugas spesifik bagi laboran adalah merawat tanaman dan

36

memelihara hewan percobaan seperti mencit dan lalat buah. Tugas bagi teknisi
adalah membuat peralatan percobaan sederhana, misalnya respirometer yang
terbuat dari botol selai, sumbat gabus, dan pipa kaca atau selang kateter kecil.
Tugas teknisi dan laboran yang dirinci pada Format D1 adalah relatif
banyak dan beberapa diantaranya ada yang tumpang tindih. Pengaturan
diperlukan agar tidak terjadi aktivitas yang berbenturan dan berakibat pada
tidak efisiennya kerja teknisi dan laboran. Selain itu, pengaturan jadwal kerja
yang terformat dalam bentuk tabel dapat digunakan untuk melihat peta
pembagian tugas. Penentuan jadwal kerja teknisi dan laboran sebaiknya
mengacu kepada tugas mereka yang dirumuskan dalam Format D1. Dalam
format tersebut bisa diketahui bahwa tugas yang mereka kerjakan ada yang
bersifat periodik dan rutin. Periode kegiatan yang melibatkan teknisi dan
laboran pada Format D1 adalah sekitar 1 semester atau 6 bulan sedangkan
periode kegiatan kepala laboratorium bisa 1 tahun seperti kegiatan evaluasi
dan perbaikan program laboratorium, meskipun periode ini bisa diubah menjadi
6 bulanan yang tergantung pada kebijakan pengelolaan. Karena itu jadwal
kerja dapat dibuat dalam dua tabel yakni jadwal periodik 6 bulanan dan
jadwal harian untuk satu bulan. Jadwal periodik dapat disusun dalam kelompok
komponen pengelolaan (Lampiran 11). Dari jadwal tadi dapat diturunkan
jadwal untuk periodik yang lebih singkat misalnya bulanan atau mingguan
tergantung dari kegiatan komponen pengelolaan. Jadwal untuk komponen
kegiatan laboratorium dapat dibuat menjadi periode mingguan disaat masa
kegiatan praktikum dilakukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->