BAB 2 BEBAN POKOK PRODUKSI PESANAN (JOB ORDER COSTING

)
Penentuan Biaya Berdasarkan Pesanan dan Penentuan Biaya Berdasarkan Proses Sistem Akuntansi Biaya Perpetual Penerapan Job Order Costing di Departemen

45

BEBAN POKOK PRODUKSI PESANAN (JOB ORDER COSTING)

Tujuan
Tujuan bab ini adalah untuk menerangkan bagaimana biaya pabrikasi dapat dikendalikan dan dilaporkan dengan penggunaan sistem akuntansi biaya job order, sebuah sistem yang menggunakan metode perpetual untuk akuntansi persediaan. Dalam mempelajari sistem akuntansi biaya menurut job order, saudara perhatikan pada ketiga pertanyaan di bawah ini. 1. Apakah perbedaan pabrikasi yang meliputi produksi masal dan produksi yang dilakukan berdasarkan pesanan tersendiri? 2. Apakah struktur suatu sistem akuntansi biaya? 3. Ayat jurnal harian dan pencatatan apa yang tersangkut dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan/ job order?

46

Penentuan Biaya Berdasarkan Pesanan dan Penentuan Biaya Berdasarkan Proses
Apakah perbedaan antara pabrikasi yang meliputi produksi masal dengan produksi yang dilakukan berdasarkan pesanan tertentu? Saudara telah mempelajari akuntansi pabrikasi di mana digunakan pelaporan persediaan secara periodik. Menurut sistem tersebut, pada akhir suatu jangka waktu operasi, penghitungan persediaan secara fisik harus dilakukan atas bahan baku, persediaan dalam proses, dan persediaan barang jadi. Kemudian, juga pada akhir periode, dibuat kalkulasi biaya barang yang dihasilkan (laporan beban pokok produksi). Berikutnya, harga pokok barang yang dijual dihitung untuk pembuatan ikhtisar Laba Rugi. Metode periodik ini mempunyai satu kelemahan utama. Kelemahan tersebut adalah bahwa biaya pabrikasi tidak dapat dilaporkan dengan mudah selama jangka waktu operasi. Biaya ditentukan secara periodik (pada akhir periode), tidak dilakukan terus menerus, yang mungkin diperlukan untuk pengendalian sehari-hari. Sistem perpetual untuk mengendalikan biaya pabrikasi lebih banyak dipakai daripada metode periodik karena pengendalian biaya sehari-hari dapat dilakukan dengan sistem perpetual. Ada dua sistem akuntansi biaya perpetual, yaitu sistem akuntansi job order dan sistem akuntansi biaya berdasarkan proses. Sistem job order dirancang untuk mengawasi biaya perusahaan dalam menghasilkan atau mengerjakan masing-masing pekerjaan/ pesanan. Misalnya, sebuah cetakan berdasarkan pesanan mungkin akan menggunakan sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan. Sebuah cetakan berdasarkan pesanan mungkin akan menggunakan sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan. Sebuah perusahaan yang membuat perahu pesiar berdasarkan pesanan juga akan menggunakan sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan. Dalam sistem seperti itu catatan biaya tertentu dibuat untuk masing-masing pekerjaan. Catatan tersebut dengan demikian mengumpulkan informasi mengenai biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik untuk setiap pekerjaan. Harga jual pesanan dapat dibandingkan dengan total biaya pesanan tersebut; dan ketiga unsur biaya pesanan tersebut (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik) dapat dianalisa untuk keperluan pengawasan dan dapat dipergunakan sebagai dasar untuk menentukan harga pekerjaan yang sama dimasa datang. Sistem akuntansi biaya berdasarkan proses dirancang untuk mengawasi biaya bagi perusahaan yang menghasilkan barang secara massal. Misalnya, industri pengolahan makanan dapat menghasilkan ribuah kaleng makanan dalam sehari. Tekanan pengawasan dalam pabrik ini bukanlah pada unit atau pekerjaan satu per satu (kaleng makanan) tapi tekanan diarahkan pada pengawasan proses operasi dalam pabrik. Sebuah pabrik yang menghasilkan komponen mobil secara massal,

47

air minum. kantor akun-tan. petrokimia dll Kapan biaya produksi Pada saat pesanan selesai dihitung Harga pokok dihitung Harga pokok pesanan tertentu dengan dibagi Jumlah produk pesanan Contoh Percetakan. tekstil. konsultan. semen. karakteristik Penentuan harga pokok pesanan dan proses. karoseri dan lain-lain 48 . Ketiga unsur biaya (bahan baku. dan departemen pengecatan. departemen trimming. dan biaya overhead pabrik) dapat dianalisa dan dikendalikan untuk setiap departemen. masing-masing metode tersebut dapat ditunjukkan sebagai berikut: Metode Kalkulasi Harga Pokok (Cost Accumulation Method) Biaya Pesanan (Job Order Costing) Biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan/kontrak/jasa secara terpisah dan setiap pesanan/kontrak/ jasa dapat di-pisahkan identitasnya Pesanan langganan Melayani pesanan Intermiten Biaya Proses (Process Costing) Biaya dikumpulkan untuk setiap/satuan waktu tertentu Harga Pokok Dasar kegiatan Tujuan Produksi Sifat produksi Bentuk produksi Budged produksi/skedul produksi Persediaan yang akan dijual Kontinyu Biaya produksi dikumpulkan Tergantung spesifikasi Homogen/standar pemesan dan dapat dipisahkan identitasnya Setiap pesanan (sesuai Setiap satuan waktu dengan biaya yang dinikmati) Pada akhir periode/satuan waktu Harga pokok pada persentase tertentu dibagi jumlah produk pada periode ybs. dapat dibagi menjadi empat departemen: departemen pemotongan. kontraktor me-bel. Dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan proses.sebagai contoh. tenaga kerja langsung. Kertas. botol. departemen perakitan. Perbedaan secara umum. catatan biaya dibuat menurut departemen (dan bukannya menurut masing-masing pesanan).

Buku pembantu seperti itu biasanya dinamakan buku pembantu bahan baku atau buku gudang. kalau kartu tersebut menunjukkan bahwa pesediaan telah mencapai suatu tingkat tertentu (titik pemesanan kembali). Kedua. Sebagai buku pembantu. Dengan menggunakan berbagai contoh. buku gudang dapat dipakai untuk beberapa tujuan. Akuntansi untuk bahan baku. Transaksi Perusahaan dan Pencatatannya Ayat jurnal harian dan pencatatan apa yang tersangkut dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan/job order? Bagian ini menerangkan secara terinci berbagai akuntansi biaya berdasarkan pesanan. kartu tersebut berisi catatan kuantitas setiap bahan baku yang masih ada dalam pesediaan. Perkiraan asset lancar ini biasanya mempunyai saldo debit pada awal dan akhir setiap masa pembukuan. barang dalam proses. Ilustrasi JO-1 pada halaman berikut menunjukkan suatu sistem akuntansi biaya yang menggunakan persediaan perpetual. Pertama. Buku besar sebuah perusahaan manufaktur mencakup sebuah perkiraan persediaan yang dinamakan persediaan bahan baku dan penolong (perhatikanlah Ilustrasi JO-1). prosedur dasar tertentu untuk pengumpulan biaya adalah sama dalam kedua sistem tersebut. 49 . kita akan membahas ayat jurnal harian dan pembukuan yang terdapat dalam sistem ini. sejumlah buku pembantu dapat dibuatu memberikan rincian perkiraan buku besar. buku gudang ini memberikan bukti tertulis bahwa semua bahan baku yang dibeli benar-benar dipergunakan dalam produksi. Kalau sebuah perusahaan menggunakan berbagai jenis bahan aku dan penolong. Perhatikan hubungan dari ketiga persediaan perpetual (bahan baku dan penolong. prosedur atau sistem akuntansi biaya berdasarkan proses. Contoh buku gudang yang umum terdapat pada Ilustrasi JO-2.Ilustrasi Sistem Akuntansi Biaya Perpetual Apakah struktur suatu sistem akuntansi biaya? Apakah perusahaan menggunakan sistem akunansi biaya menurut pesanan atau sistem akuntansi biaya berdasarkan proses. Pelajarilah dengan cermat diagram ini dan lihatlah kembali diagram ini pada saat saudara membaca sisa bagian ini. dan barang jadi) dan perkiraan lain yang tersangkut dalam sistem dasar ini. Dan ketiga. suatu pesanan dapat dilakukan untuk mengisi persediaan.

tenaga kerja langsung. penghapusan asuransi. dan biaya overhead pabrik . dll) PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN PENOLONG Biaya tenaga kerja langsung yang dipergunakan dalam produksi Bahan tenaga kerja tidak langsung Total biaya gaji pabrik termasuk biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja tidak langsung Biaya prasarana lainnya (tenaga listrik.Bahan Penolong Bahan penolong yang dipakai Biaya overhead yang dibebankan pada produksi Biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produksi Bahan baku yang digunakan dalam produksi Saldo awal barang dalam proses Biaya Biaya 50 ILUSTRASI SISTEM AKUNTING BIAYA YANG MENGGUNAKAN PERSEDIAAN PERPETUAL OVERHEAD PABRIK (Suatu Perkiraan Sementara) PERSEDIAAN BARANG DALAM PROSES (Suatu Perkiraan asset lancar) PERSEDIAAN BARANG JADI (Suatu Perkiraan asset lancar) Persediaan awal barang jadi Harga pokok barang yang diselesaikan Harga pokok barang yang dijual PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN PENOLONG Bahan Awal Baku dan Penolong Bahan baku dan penolong yang dipindahkan ke produksi Pembelian bahan baku penolong Bahan penolong yang dipakai dalam pabrik HARGA BARANG POKOKYANG DIJUAL (Suatu Perkiraan biaya) Harga pokok barang yang dijual Biaya prasarana lainnya (tenaga listrik. penghapusan asuransi Total biaya barang jadi (termasuk bahan baku.

. .400 2. . . . . . . Tanggal Referensi Jumlah unit Diterima Harga per unit Total harga Jumlah unit Batas pemesanan kembali. . . . Jumlah pemesanan kembali. . . . . .000 dan bon permintaan barang 905 Rp 400. buku pembantu (kartu barang) yang besangkutan juga bertambah. . . . 51 . .800 akan dibukukan pada kartu barang untuk komponen 435 seperti itu juga. . . . n/30. Perkiraan persediaan bahan baku dan penolong didebit untuk pembelian tersebut sehingga saldo perkiraan tersebut dapat terus diikuti.000 terdiri atas Rp 200 komponen 123 dan Rp 1. . . . . Setiap kali perkiraan ini bertambah. 30 Persediaan barang dalam pengerjaan Biaya overhead pabrik Bahan baku dan pembantu Pemakaian bahan baku dan penolong untuk produksi: Bon permintaan barang 904 sebesar Rp 1. .000 2. . . . . 1. Nama barang. . 2007 Agustus 30 Pesediaan bahan baku dan penolong Utang Dibeli bahan baku dan pembantu dari Star Corporation. maka Rp 200 akan dibukukan pada kartu barang 123 sebagian suatu penambahan (dalam kolom ”diterima”) dan Rp 1. . kalau pembelian sebesar Rp 2. Dikeluarkan Harga per unit Total harga Jumlah unit Saldo Harga per unit Total harga Buat harian serba-serbi berikut ini menunjukkan dua ayat yang berkaitan dengan bahan baku dan bahan penolong. .000 Ayat jurnal pertama menunjukkan pembelian bahan baku dan pembantu secara kredit. . Lokasi dalam gudang. . . . . . suatu dokumen sumber yang dinamakan bon permintaan bahan dibuat untuk memberikan wewenang pada petugas gudang untuk memindahkan bahan ke pabrik. . Bon permintaan barang yang umum terlihat pada Ilustrasi JO-3 Ilustrasi JO-2 KARTU GUDANG Stoc account no. syarat 2/10. . .000 400 1. . Misalnya.800 komponen 435. . .Kalau pabrik memerlukan bahan baku. .

. .400 ke pabrik dari gudang. . (tanda tangan) Nomor kartu barang Nama barang Bon permintaan barang no. . Ilustrasi JO4 menunjukkan suatu kartu biaya yang umum. .000 diserahkan untuk pekerjaan produksi. . . Ayat tersebut menunjukkan bahwa bahan baku sebesar Rp 1. Jumlah unit Harga per unit Total harga Ayat jurnal harian kedua menunjukkan pengeluaran bahan baku dan penolong sebesar Rp 1. . . . Kalau bahan tidak langsung dan pembantu (bahan yang tidak langsung dipergunakan dalam pembuatan produk) dikeluarkan. . (tanda tangan) Diberikan oleh. Bon permintaan bahan merupakan dokumen sumber untuk mendukung ayat jurnal ini. Buku pembantu untuk persediaan dalam proses adalah kartu biaya pekerjaan atau buku pembantu biaya pekerjaan/Job cost card/Job cost sheet–kartu biaya pekerjaan.Setiap saat. Ilustrasi JO-3 BON PERMINTAAN BARANG Diminta oleh. . . . . . Perhatikan bahwa perkiraan overhead pabrik merupakan suatu perkiraan sementara. . . Sebuah kartu dibuat untuk setiap pekerjaan. . perkiraan persediaan barang dalam proses didebit sejumlah itu. Dibebankan pada pekerjaan no. . . . Setiap kali persediaan dalam proses di debiet untuk bahan. . . . . . total semua saldo kartu gudang sama dengan saldo perkiraan persediaan bahan baku dan penolong di buku besar. . . . perkiraan overhead pabrik didebit. . Oleh karena itu. . . Saudara dapat menelusuri pengeluaran ini pada ilustrasi JO-1. . . Buku pembantu juga harus dibuat untuk perkiraan persediaan barang dalam proses. . . kartu biaya pekerjaan yang bersangkutan dipakai untuk mencatat pemakaian bahan. . . perkiraan persediaan dalam proses didebit dan perkiraan persediaan bahan baku dan penolong dikredit (seperti diperlihatkan dalam contoh di atas). . . . . Pada saat bahan baku diminta dan dipindahkan dari gudang untuk dipergunakan pada pekerjaan. saldonya akhirnya menjadi bagian dari persediaan barang dalam proses. Buku pembantu untuk persediaan dalam proses. . . Pasangan kolom yang 52 .

biasanya nomor bon permintaan bahan. . : 14/5/…. . Ilustrasi JO-4 BON PERMINTAAN BARANG Pekerjaan no. . . . 53 . . . . . . selesai diperkirakan tanggal . : 20/5/. . . . . . . Nama pekerjaan. .. . . . . . selesai tanggal. . . . .. .. . : 22/5/. . . Bahan Baku Referensi Jumlah Tenaga kerja langsung Referensi Jumlah Overhead pabrik Referensi Jumlah Total biaya pekerjaan: Harga jual pekerjaan Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Komentar: Contoh lain bentuk kartu job order dengan kolom-kolom yang telah terisi ditampakkan pada Ilustrasi JO-5 pada halaman berikut ini: Ilustrasi JO-5 KARTU BIAYA PEKERJAAN/PESANAN PT Usaha dengan Pabrik Sendiri Job Order No 534 Malang Untuk Produk Spesifikasi Banyaknya : : : : SMKN 1 Alengka Kaos olahraga Sablon plastic 2 koli Tgl Pesan Tgl Mulai Tgl Minta Tgl Selesai : 10/5/…. . . ..pertama pada kartu biaya pekerjaan menunjukkan jumlah rupiah bahan yang dipakai dan referensi. . . . . . . . . . . Tanggal dimulai. . . . .. . ..

. 18/5/..000 Akuntansi untuk tenaga kerja langsung.000 620. 19/5/. ..000 300.440. ... Unsur biaya yang kedua. pemasaran Biy.500... 20/5/.. Prod. . . 4. .600.. . .600.000 14. 17/5/.050.. ayat berikut ini dibuat: 2007 Agustus 25 Upah pabrik Pajak upah yang ditahan Utang gaji 5.090..000 1.. Oleh karena itu upah pabrik selanjutnya dianalisa dan diklasifikasikan menjadi dua kategori tenaga kerja.Bahan Baku Tanggal 14/5/.000 54 .. Ayat jurnal yang dibuat: 2007 Agustus 25 Persediaan barang dalam pengerjaan Overhead pabrik Upah pabrik Untuk memindahkan saldo upah pabrik pada kartu pekerjaan (untuk biaya tenaga kerja langsung) dan pada overhead pabirk. Laba . tenaga kerja langsung ditampang untuk sementara dalam suatu perkiraan yang dinamakan upah pabrik.000 560.000 2.400.000 Bahan Baku Upah Langsung Biaya Overhead Jumlah Rp 5.440.000 1... 19/5/..000 Tenaga kerja langsung Tanggal 14/5/. Jumlah 3.090.000 4.000 5.. . Jumlah Jumlah 780..200. Adm & Um.000 Harga jual Biaya pabrik Biy.000 780.050.. .760.000 560.000 Jumlah 3..000 240..000 Rp 18. . . .000 2. Ketika upah pabrik dipersiapkan..050. 11.000 Jumlah 5. Perhatikanlah kembali Ilustrasi JO-1.000 400 4.100.. . Jumlah 4. 20/5/.600 Perkiraan upah pabrik mencakup biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung (gaji pengawas yang berkaitan dengan semua pekerjaan dan karena itu dianggap biaya overhead pabrik). & Penj..000 11. Biy.250.000 1.000 Overhead pabrik Tanggal 20/5/.000 3... ..

Setiap kali persediaan overhead pabrik pada buku besar didebit.Perkiraan sementara. dikurangi menjadi nol dengan ayat tersebut. 2.000 dipergunakan sebagai berikut: Rp 1. Perhatikanlah Ilustrasi JO-1 bahwa perkiraan overhead pabrik dikredit dan perkiraan persediaan barang dalam proses didebit untuk memindahkan biaya overhead pabrik ke barang dalam proses. asuransi pabrik dan lain-lain. Akuntansi untuk overhead pabrik. Rp 500 untuk pekerjaan 244.500 untuk pekerjaan 600.000 untuk pekerjaan 241. Misalnya. Suatu ayat buku harian dibuat untuk membukukan pemindahan ini seperti berikut: 2007 Agustus 25 Persediaan barang dalam proses Biaya overhead pabrik Untuk membebankan overhead pabrik pada pekerjaan yang bersangkutan 3.000. dalam hal ini setiap jumlah harus dipindahkan pada kartu pekerjaan yang bersangkutan. biaya tenaga kerja langsung ditentukan sebesar Rp 4. dan Rp 2. perkiraan pembantu yang bersangkutan juga didebit untuk membuat catatan yang terinci mengenai komposisi biaya overhead. upah pabrik. Kartu biaya 55 . Kebanyakan perusahaan juga membuat perkiraan pembantu untuk overhead juga membuat perkiraan pembantu untuk overhead pabrik. oleh karena itu jumlah ini jumlah ini didebitkan langsung pada perkiraan persediaan barang dalam proses. Biaya tenaga kerja langsung dipindahbukukan ke kartu biaya pekerjaan untuk pekerjaan yang bersangkutan. 3. perkiraan overhead pabrik adalah suatu perkiraan sementara yang dipergunakan untuk mengumpulkan biaya overhead sebelum biaya ini menjadi bagian dari persediaan barang dalam proses. Setiap kali perkiraan persediaan barang dalam proses didebit untuk tenaga kerja langsung. Seperti terlihat pada Ilustrasi JO-1.000 3. Pada waktu biaya overhead pabrik lainnya menjadi beban. utang. Semua biaya tenaga kerja tidak langsung. Perkiraan pembantu ini mempunyai satu kartu untuk setiap jenis overhead. andaikan bahwa biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 4.000 Proses pemindahan biaya overhead pada barang dalam proses biasanya dilakukan berdasarkan taksiran karena manajemen tidak dapat menunggu sampai akhir periode ketika semua biaya overhead telah terjadi dan dibukukan. kartu biaya pekerjaan pendukungnya harus diperbarui. cadangan penghapusan atau perkiraan lainnya yang bersangkutan dikredit. yang akhirnya akan menjadi bagian dari persediaan barang dalam proses. Perkiraan overhead pabrik didebit untuk: 1. perkiraan overhead pabrik didebit dan perkiraan kas. Semua bahan tidak langsung yang dipergunakan dalam pabrik. tergantung pada keadaan. Biaya overhead pabrik lainnya seperti tenaga listrik. penghapusan pabrik dan mesin-mesin.

Pada akhir masa pembukuan.000 dalam jangka waktu yang sama.000). kalau biaya tenaga kerja langsung untuk satu hari berjumlah Rp 1000. sisi debit perkiraan overhead pabrik akan berjumlah Rp 40. Unit berikutnya akan menjelaskan pengaruh akuntansi dari setiap saldo perkiraan biaya overhead pabrik yang tersisa pada akhir masa pembukuan. Angka ini merupakan perkiraan terbaik yang dapat dibuat oleh manajemen. diandaikan bahwa perusahaan memperkirakan akan mengeluarkan biaya overhead apbrik sebesar Rp 40. diperkirakan biaya overhead akan sebesar 80 rupiah. Banyak perusahaan juga menghitung biaya tenaga kerja langsung untuk pekerjaan setiap hari sehingga angka biaya yang paling akhir dapat dipergunakan untuk pengawasan. maka dapat disimpulkan bahwa: untuk setiap rupiah tenaga kerja langsung. Perkiraan ini didasarkan pada informasi yang tersedia mengenai pekerjaan yang akan dikerjakan dan biaya tenaga kerja langsung. angka ini juga merupakan perkiraan terbaik yang dapat dibuat oleh manajemen. biaya overhead pabrik yang benar-benar terjadi. Misalnya. beberapa pekerjaan mungkin diselesaikan dalam pabrik setiap hari. Salah satu cara yang umum memperkirakan biaya overhead yang dibebankan pada pekerjaan dapat dijelaskan dengan contoh ini.000 (dihitung 80% dari biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 50. perkiraan yang dibuat akan berbeda sedikit dari waktu ke waktu. Dalam bentuk persamaan: Tarip biaya overhead = = Perkiraan biaya overhead Pabrik Perkiraan biaya tenaga kerja langsung Rp 40. jika perkiraan yang dibuat benar. Akuntansi untuk barang yang 56 .000 dalam melakukan pekerjaannya pada masa pembukuan yang akan datang. Jika perkiraan ini wajar. Tentu saja.000 = 80% Tarip biaya overhead dapat dipergunakan sebagai dasar untuk memindahkan biaya overhead pabrik kepekerjaan dalam proses dan pada kartu biaya pekerjaan. dan sisi kredit perkiraan biaya overhead pabrik juga akan berjumlah Rp 40. Misalkan bahwa sebuah perusahaan memperkirakan akan mengeluarakan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 50. Misalnya. maka biaya overhead pabrik adalah diperkirakan berjumlah Rp 800 (80% dari Rp 1000). misalnya). Selanjutnya. Artinya. Total biaya untuk setiap pekerjaan ini harus dihitung sebelum semua biaya overhead dibukukan untuk bulan yang bersangkutan (biaya tenaga listrik.pekerjaan harus dibukukan setiap hari supaya total dapat diawasi secara efektif. biaya overhead pabrik diharapkan berjumlah 80% dari biaya tenaga kerja langsung. Ayat debit akan dimasukan pada perkiraan persediaan barang dalam proses (dan juga ke kartu biaya pekerjaan) sebesar Rp 800 dan kredit pada perkiraan overhead pabrik.000.000 Rp50.

Akuntansi untuk penjualan pesanan. Misalnya.218 Kartu biaya pekerjaan (No.000 4. Buku pembantu barang jadi akan dibuat untuk mendukung perkiraan persediaan barang jadi.000 4. dan overhead pabrik.telah selesai. Kalau suatu pekerjaan telah selesai.218 3. seharga Rp 4.218 RINGKASAN : Prosedur Akuntansi Biaya Job Order Costing. ayat berikut akan dibuat: 2007 September 1 Beban pokok penjualan barang Persediaan barang jadi Piutang Penjualan Dijual pekerjaan 484. kartu biaya pekerjaan tersebut menunjukkan total biaya pekerjaan tersebut.218.218 3. Ayat jurnal yang perlu dibuat dalam jurnal umum dengan menggunakan metode buku adalah sebagai berikut: 1. ayat jurnal untuk menujukkan penyelesaian pekerjaan adalah: 2007 Agustus 30 Persediaan barang dalam proses Persediaan barang dalam proses Penyelesaian pekerjaan 484 3. 484 dijual dengan harga Rp 4. Bahan Baku: a. tenaga kerja langsung. harga pokok Rp 3. Jika pekerjaan No.00 3.000. meliputi bahan baku. Pemakaian Bahan Baku: Persediaan Barang Dalam Proses XX Persediaan Bahan Baku XX 57 . andaikan bahwa pekerjaan 484 telah selesai dengan total biaya sebesar Rp 3. Pekerjaan tersebut sekarang merupakan bagian dari barang jadi dan siap untuk dijual.218.484) akan dipindahkan dari buku pembantu yang menunjang persediaan barang dalam proses dan disimpan untuk keperluan di masa datang. Kartu biaya pekerjaan yang telah selesai dapat dipergunakan untuk ini. Pembelian Bahan Baku : Persediaan Bahan Baku XX Hutang Dagang XX b.

Tarip biaya overhead yang dibebankan pada setiap pesanan ditentukan untuk setiap departemen 3. 58 . Harga pokok pesanan yang sudah selesai penuh ditransfer ke persediaan barang jadi (finished goods). Overhead Pabrik: Penentuan Tarif dan Prosedur Akuntansi Overhead Pabrik: 1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik dan Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik ke masing-masing pesanan. biaya overhead yang dibebankan. 2. Menghitung tarif overhead pabrik dengan: Tarif Biaya Overhead Pabrik = Total Anggaran Biaya Overhead Anggaran Kapasitas yg digunakan 3. Mencatat selisih pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan di muka Penerapan Job Order Costing di Departemen Prosedur akuntansi biayanya sebagai berikut: 1. Biaya produksi dikelompokkan untuk setiap departemen di mana pesanan diolah atau diproses. selisih biaya overhead harus diselenggarakan untuk setiap departemen. Harga pokok pesanan yang sudah selesai dikerjakan pada departemen tertentu ditransfer ke departemen berikutnya di mana pesanan diolah 4. Tenaga kerja Hutang Gaji XX XX XX XX 3. Tenaga Kerja Langsung Biaya Gaji Hutang pajak karyawan Hutang asrns. biaya produksi setiap departemen tersebut digolongkan untuk setiap elemen biaya. Rekening buku besar biaya sesungguhnya. Mencatat pembebanan overhead ke masing-masing pesanan 4.2. Mencatat overhead sesungguhnya dan menutup rekening overhead sesungguhnya 5. 2.

Suatu perkiraan sementara yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya untuk menampung semua biaya overhead pabrik. kartu biaya pekerjaan juga dinamakan buku pembantu barang dalam proses. di mana dibuat catatan tertentu untuk masing-masing pekerjaan atau pesanan yang dibuat pada pabrik tersebut. dan biaya tidak langsung lainnya. biaya overhead pabrik yang benar-benar terjadi tidak dipindahkan pada perkiraan barang dalam proses ini tidak dilakukan karena jumlah yang sebenarnya tidak diketahui dengan pasti selama periode operasi. meliputi tenaga kerja tidak langsung. Suatu sistem akuntansi yang mempergunakan persediaan perpetual untuk biaya pabrik. bahan tidak langsung dan bahan penolong.ISTILAH BARU (Glosari) Factory overhead – overhead pabrik. Job cost card – kartu biaya pekerjaan. biaya tenaga kerja langsung dipindahkan pada perkiraan persediaan barang dalam proses dan biaya tenaga kerja tidak langsung menjadi bagian dari biaya overhead pabrik. Otorisasi tertulis untuk memindahkan bahan dari gudang ke pabrik. 59 . tarip ini dipergunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik pada pekerjaan. lihat ilustrasi dalam unit ini. Factory overhead rate – tarip biaya overhead pabrik. saldo perkiraan terdiri atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung. dokumen sumber ini memberikan suatu catatan mengenai semua pemindahan bahan baku dan bahan penolong dari gudang (bahan baku dan perkiraan persediaan) ke pabrik (perkiraan barang dalam proses atau perkiraan overhead pabrik). yang selanjutnya menjadi bagian dari barang dalam proses. saldo perkiraan ini dipindahkan setiap periode ke perkiraan persediaan barang dalam proses. Factory payroll – upah pabrik. Job order cost accounting – akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan. Sering dinyatakan dalam bentuk perrupiahtase sehingga biaya overhead pabrik yang diperkirakan merupakan taksiran dari biaya tenaga kerja langsung. Sebuah perkiraan sementara yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya untuk menampung semua biaya upah operasi manufaktur. Material requisition – bon permintaan barang. Buku pembantu yang dipergunakan untuk mendukung perkiraan persediaan barang dalam proses dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pekerjaan. Persediaan barang dalam proses didebit dan perkiraan overhead pabrik dikredit untuk memindahkan biaya overhead pada masingmasing pekerjaan dan pada perkiraan persediaan barang dalam proses.

pesanan no. 1. 03 Overhead sesungguhnya: .Process cost accounting – akuntansi biaya berdasarkan proses.Rp. 1. Mencatat pembebanan overhead ke masing-masing pesanan 4.75.Rp.penyusutan mesin pabrik .000 jkl 3.280.Dari contoh di atas Penentuan Tarif dan Prosedur Akuntansi Overhead Pabrik adalah sebagai berikut.223.200.200.500 jkl 2. Budget overhead ditaksir untuk 1 tahun Taksiran kapasitas langsung Kapasitas sesunguhnya adalah 1. 02 3.RP. Mencatat overhead sesungguhnya dan menutup rekening sesungguhnya 60 .360. 41. Menghitung tarif overhead pabrik dengan: Tarif Biaya Overhead Pabrik = Total Anggaran Biaya Overhead Anggaran Kapasitas yg digunakan overhead = = = = = = Rp.biaya asuransi Rp. 1. 320.Rp. Stores ladger – kartu gudang. Buku pembantu untuk mendukung perkiraan bahan baku dan bahan penolong. 13. cocok untuk operasi dengan produksi massal.000. pesanan no.500 jkl 1. pesanan no. Suatu sistem akuntansi persediaan perpetual.000 jam kerja langsung yang terdiri dari: 2.000. di mana biaya ditampung dan catatan dibuat menurut departemen atau proses yang dilakukan dalam pabrik.560. 480.pajak atas gaji dan upah .000 jam kerja 6. 2.bahan baku tdk langsung . 54. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik dan memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik ke masing-masing pesanan. Contoh soal dan penyelesaiannya.Rp. 01 2.tenaga kerja tdk langsung .000. 327.

167.056.3.= Rp. 03 Rp.000.Barang dalam proses pesanan no.3) Mencatat Biaya Overhead Sesungguhnya Biaya Overhead Sesungguhnya Bahan baku tdk langsung Tenaga kerja tdk langsung Pajak atas gaji dan upah Penyusutan mesin pabrik Biaya asuransi 4) Menutup rekening overhead sesungguhnya: Biaya Overhead (yang dibebankan) Biaya Overhead Sesungguhnya 5) Mencatat selisih pembebanan overhead Selisih Biaya Overhead Rp. 167. 440. 176.Biaya Overhead sesungguhnya Rp.200. 320. 176.200.. 1.Barang dalam proses pesanan no.000.-/ Jkl 2) Mencatat pembebanan biaya Overhead pabrik untuk ma-sing-masing pesanan: 1.- 61 . 176.Rp.200.000. pesanan no. 1.Rp.75.000 Jkl = Rp.200.Rp.5.= Rp.Barang dalam proses pesanan no.500 jkl x Rp. pesanan no.000.= Rp.000. 01 = 2.Rp. 352.2.360.000.Rp. 440.500 jkl x Rp. 1. 176.000.000.Rp. pesanan no.Rp..000. 02 Rp. 1.Biaya Overhead (yang dibebankan) Rp. 41.000.000 jkl x Rp.223.056.000.Rp.280. 1. 327. 54.056. 352. 02 = 1. 264.560.000.000. 480. Mencatat selisih pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan di muka Dari prosedur di atas dapat dihitung tarif biaya overhead dan pencatatannya sebagai berikut: 1) Tarif Biaya Overhead Pabrik = = Total Anggaran Biaya Overhead Anggaran Kapasitas yg digunakan 13.056..Rp. 03 = 2. 01 Rp. 264.

800 Jam Mesin 35. Hitung Tarip overhead yang ditentukan di muka untuk setiap departemen b.Departemen II 20.000.000 Biaya TK Langsung 720.48 per JM 62 .400.Biaya Overhead 240.167. 167.000 = 4.Selisih Biaya Overhead Rp.000. Tarif Overhead per Departemen sbb: Dept.000 Jam Mesin 10.11 selama bulan Mei tahun 200A sbb: Departemen I Departemen II Jam Kerja Langsung 125 50 Jam Mesin 10 205 Biaya BB Langsung 1. PT “ Aji Jaya Mulya “ menggunakan Tarip overhead yang ditentukan di muka dalam membebankan biaya overhead.I berdasarkan Jam Kerja Langsung = Biaya Overhead yang diestimasikan 240.200.156.2. Overhead dibebankan berdasarkan jam kerja langsung di departement I dan berdasarkan jam mesin di departemen II. Pada awal bulan Mei tahun 200A diestimasikan : Departemen I Jam Kerja Langsung 100.800.Biaya TK Langsung 900.DIMINTA: a. Jawaban Soal no: 2.000 35. a.320.2.000 Jam Kerja Langsung 100.6) Menutup selisih overhead ke C G S/ Beban pokok penjualan Beban pokok penjualan/CGS Rp.4 per JKL Dept I berdasarkan Jam Mesin = Biaya Overhead Yang diestimasikan 156.000 = 2.000 152.200. Hitung total harga pokok untuk pesanan no: 11 dan harga pokok per unit jika pesanan no: 11 sebanyak 50 unit.000.288.- Dari catatan akuntansi PT. data yg dilaporkan untuk pesanan No.

000. 0001 0002 0003 Jumlah Departemen I Rp.000 3.000.000 5. sbb: 1.000. 0003 Pesanan No. Transaksi keuangan dari PT “Surya Dunia Abadi“ bulan Desember 200A. 3.000 6.000.000 24.400 320 918.000 2.000.I 1.218.000.688 1.000.000 2.000.000 2.000 8. 0002.4 = 300 ** 205 x 4.000 12.000 6.000 Jumlah Rp.220 1. Bahan baku untuk mengolah: 1.4 Total Biaya 3.000 2.638.000 Jumlah Rp.528 2.000.4 DEPT.000 Departemen II Rp. 200 per jam Rp.000. 4.000.126.000 16. 0001.4 Harga Pokok per unit pesanan no.000 3.000.4** 3. 2.000 Departemen II Rp. 0001 0002 0003 Jumlah Departemen I Rp.000. 9. 4.000 1.000 Departemen II Rp.000 3. 200 unit pesanan No.000 8.000.000.000 16.000 22.000.000.II 2.000.000.b. 4.126.288 900 300* 2.000 4.000. Biaya overhead dibebankan ke pesanan atas dasar tarip yang dihitung pada awal Desember: Departemen I II III Dasar Jam mesin Jam mesin BTKL Tarip Satuan Rp.000.488 DEPT. 400 per jam 50% dari BTKL 63 .4 50 = 122. Biaya tenaga kerja langsung yang terjadi pada periode tersebut Order No.000 10. 6. 11 = 6.4 6.000 unit pesanan No.000. dan 100 unit pesanan No.000.000. Total biaya untuk pesanan no: 11 Biaya BBLangsung Biaya TK Langsung Biaya Overhead Total Biaya * 125 x 2.48 = 918.000.

000. II Overhead Dept.Rp.000 Rp. BDP – Overhead Dept.000.000 jam 10. 7. 8.000.800. II Gaji dan Upah 3.000 5. 10.4.000. Pemakaian jam mesin di departemen I dan II Pesanan no I II III Departemen I 15.Rp.Rp. II BDP – Overhead Dept.Rp.000. 0001 dan 0002 telah selesai dan langsung diserahkan kepada pemesan.000.000.000. I BDP . 0003 telah selesai di departemen II dan sudah ditransfer ke departemen III .000 jam 20.000 jam 6.000. III Overhead Dept.000.Rp.000. JAWABAN: 1.000.000. 6. I BDP – Overhead Dept. 6. I Overhead Dept.000.000 Rp.000. 16. 10. 24.000. 8.Rp.000 25.000 jam 5.000 jam Departemen II 9. BDP . 22.000.Rp.000. 8.Rp.Bahan Baku Dept.000. BDP .Rp.100.- 64 . Pesanan No. Diminta: Buat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut dan buatlah Job Cost Card/Job Cost Sheetnya. II Bahan Baku 2.000.950.000.000 jam 6.TKLangsung Dept. 2.Rp. Jam Mesin dan biaya sesungguhnya pada setiap departemen sbb: Departemen I II III Jam Mesin 40.Rp. I BDP . 10.000.Bahan Baku Dept.TKLangsung Dept. Pesanan No.000. 3. 3. III Rp.000 Overhead Sesunguhnya Rp.000.

3.800.900. Rp. 3.6 5.900. Overhead dibebankan Dept.4. 8. I Selisih Overhead Dept.4 Total 16 10 8 34 6 8 10 24 6 3 9 67 65 .50.000.- 5.000.000. Rp.1 002 10 4 4 18 6 5 4 15 3 1.Rp. Overhead Sesungguhnya Dept.000. 4.Overhead Sesungguhnya Dept. I Rp.000. Rp.4 8. 3.5 4.000. I BB Langsung TK Lansung Overhead Dept.000. II Rp. I Overhead Sesungguhnya Dept. 50.Rp.000.5 37. 10.000.6.000.- Rp.Overhead dibebankan Dept.000. 200.000. Overhead Sesungguhnya Dept.100. 8.Rp.5 Rp. I Rp.000. III Rp.000. 200. 7.000. III Rp.6 3 1.4 3. III Selisih Overhead Dept.000.Rp. II Overhead Sesungguhnya Dept.Overhead dibebankan Dept. 10.000. III Bermacam-macam Kredit Rp. II Selisih Overhead Dept.000. 4.150.000.6. Selisih Overhead LR/ BDP/ CGS ) Dept.850. II Overhead Sesungguhnya Dept.150.Overhead Sesungguhnya Dept. Dept. III 7. I Overhead Sesungguhnya Dept. 3.000.3.000.000.000.003 2 2 1 5 1 2. Rp. 16.000. II BB Langsung TK Lansung Overhead Dept.Rp.5 4.000.Overhead Sesungguhnya Dept. III BB Langsung TK Lansung Overhead Total 001 4 4 3 11 2 3.5 21. II Rp.

Jelaskanlah fungsi setiap dokumen berikut yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan: a. b. Ayat apa yang dibuat dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan kalau bahan baku dibeli? Kalau bahan baku dipergunakan untuk pekerjaan? 3. c. Bagaimanakah cara pembukuan dan distribusi upah pabrik? 4. tunjukkan nama buku pembantu yang dipergunakan untuk mengumpulkan informasi terinci mengenai perkiraan tersebut: a. Ayat buku harian apakah yang berkaitan dengan prasrana pabrik dalam suatu sistem pesanan pekerjaan? 5. Bon permintaan barang. Kartu gudang. 2. 66 . Kartu biaya pekerjaan. Persediaan barang dalam proses. 6.Bahan Untuk Tugas Pertanyaan 1. Bandingkan akuntansi biaya berdasarkan proses dan yang berdasarkan pesanan. Untuk setiap perkiraan buku besar dalam sistem pesanan pekerjaan yang terdapat di bawah ini. b. Persediaan barang jadi. Overhead pabrik. c. Persediaan bahan baku dan bahan penolong. d.

100 tunai. a. Pergunakanlah tarip tersebut yang telah saudara hitung pada pertanyaan a untuk menghitung dan membukukan biaya overhead pabrik.LATIHAN 1. Misalkan bahwa sebuah perusahaan memperkirakan biaya prasrana pabrik sebesar Rp 75.000 biaya tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan sistem pembukuan biaya menurut pesanan pekerjaan. 67 . d. Bukukanlah transaksi berikut. 201.000 tunai. Dibeli 1000 unit bahan baku seharga Rp 13. Pergunakanlah sistem perpetual. Pekerjaan 600 dijual dengan harga Rp 7. Dikeluarkan 250 unit bahan baku untuk pesanan pekerjaan seharga Rp 2. Perusahaan menggunakan sistem pembukuan biaya menurut pesanan pekerjaan.000 selama periode tersebut dan Rp 100. Dibeli bahan baku seharga Rp 5. 3. Biaya tenaga kerja langsung untuk sehari berjumlah Rp 2. d.000. Andaikan bahwa pekerjaan 600 telah selesai dengan seluruh biaya berjumlah Rp 7.000 bon permintaan barang no. b.110. e.200. c. Perusahaan menggunakan sistem pembukuan biaya menurut pesanan pekerjaan. Hitunglah tarip biaya overhead. Buatlah ayat jurnal harian untuk membukukan transaksi berikut ini. bon permintaan barang no. c. Pindahkan saldo perkiraan upah pabrik.500. Pajak Pendapatan yang dipotongkan Rp 200.500). Upah pabrik berjumlah Rp 10.000 (upah tenaga kerja langsung berjumlah Rp 7. a. Buatlah ayat pembukuan dalam bentuk buku harian serba-serbi untuk membukukan transaksi berikut ini. Diserahkan bahan pembantu seharga Rp 700 untuk pemakaian dalam pabrik. kredit. a. b. 2.

Dipindahkan saldo upah pabrik: 90% upah pabrik merupakan biaya tenaga kerja langsung.500 e. Pajak Pendapatan yang dipotongkan Rp 1. a. dan pajak pendapatan Rp 4. Dijual pekerjaan tersebut seharga Rp 2. Buatlah ayat jurnal harian untuk membukukan transaksi berikut ini. e. Tarip biaya overhead yang dipakai adalah 75% dari biaya tenaga kerja langsung. Upah pabrik bejumlah Rp 38. Bebankan biaya overhead pabrik pada barang dalam pengerjaan. Dibeli 131. d. Dikeluarkan bahan pembantu Rp 500 untuk pemakaian di pabrik.b. Dibayarkan upah sebesar Rp 20. g.000 (biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp 11.630. Dikeluarkan bahan baku untuk pekerjaan pabrik Rp 2. Biaya bahan baku berjumlah Rp 300 dan biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp 500. f.990.000. dan sisanya merupakan biaya tenaga kerja tidak langsung.000 untuk minggu tersebut. Narno Corporation menggunakan sistem pembukuan biaya menurut pesanan pekerjaan.500 unit bahan baku A dari Star Company. Pindahkan saldo perkiraan upah pabrik.260. n/30. d.000 1. dengan syarat 2/10. c. 4.500 dengan syarat 2/15. Pekerjaan yang telah selesai. Pajak Pendapatan yang dipotongkan Rp 200. seharga Rp 30.000). Dikeluarkan bahan untuk paham produksi sebagai berikut: 141 Bahan baku A untuk pekerjaan 216 142 Bahan baku B untuk pekerjaan 201 a 143 Bahan pembantu a 143 Bahan permintaan barang a a 2. n/60. 68 . b. pindahkanlah pekerjaan tersebut ke barang jadi.600 4. h. Tarip overhead adalah 62% dari biaya tenaga kerja langsung. c.

000 h. Lihat h. dan overhead pabrik.000 Biaya overhead dibebankan pada semua pekerjaan dengan tarip 62%. 69 . b. SOAL (KELOMPOK A) 1. d.900.000 Tenaga kerja langsung 12.400 dipotongkan. n/30. Bebankan biaya overhead pabrik pada pekerjaan dalam proses.000. c. Dipindahkan saldo upah pabrik: tenaga kerja langsung Rp 7. bahan baku. n/30 seharga Rp 4.000 dan biaya tenaga kerja tidak langsung Rp 1000. 1040. a. Dijual pekerjaan 214 seharga Rp 24. Dikeluarkan bahan baku dan penolong sebagai berikut: (1) Bahan baku X untuk dipergunakan pada pekerjaan 241. e. i. Diselesaikan pesanan/ pekerjaan 211. Pajak pendapatan Rp 1. Dibeli 10. (2) Bahan pembantu untuk dipergunakan bagi perkiraan umum Rp 141. Buatlah ayat pembukuan dalam buku harian serba-serbi untuk transaksi berikut ini. harga Rp 1. Kartu biaya pesanan/ pekerjaan 214 menunjukkan total biaya Rp 16. Upah pabrik berjumlah Rp 8. Ayat pesanan pekerjaan.000 dengan syarat 1/10. g.320.000 tunai. Tarip biaya overhead adalah 70% dari biaya tenaga kerja langsung. j. Dijual pekerjaan 211 seharga Rp 40. Dibayar tagihan bulanan keperluan pabrik Rp 1. meliputi tenaga kerja langsung.f. Kartu biaya pekerjaan untuk nomor 211 menunjukkan total biaya sebagai berikut: Bahanbaku Rp 10.000.072. Bon permintaan bahan 1041.000 unit bahan baku X dari ABC Company dengan syarat 2/10. Perusahaan menggunakan sistem pembukuan biaya menurut pesanan /pekerjaan. bon permintaan bahan no. Dibayar biaya asuransi untuk pabrik Rp 1.

Neraca Dista Company. 2.000. h. buku pembantu. Tarip overhead adalah 70%.000 Rp139. Dibayar biaya penjualan Rp 5.900 11.900 KEWAJIBAN Utang MODAL Saham biasa Laba yang ditahan 80. Diselesaikan pekerjaan tersebut Rp 300 dan biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp 900.900 Rp6. Ayat jurnal pesanan pekerjaan. Dibayarkan tagihan listrik untuk pabrik Rp 700 g. kredit.000 4.000 53.000 9.000 8.f. Dibeli bahan baku seharga Rp 13.300 tunai. Pindahkan pekerjaan tersebut ke barang jadi.000 b. sebuah perusahaan pembuat mainan anak-anak berdasarkan pesanan terlihat di bawah ini: Dista Company NERACA 1 Januari 2007 ASET Kas Piutang (netto) Persediaan bahan baku Persediaan barang dalam proses (Mainan) Barang jadi – mainan Investasi Rp87. 70 .900 Rp139. Dijual pesanan 456 seharga Rp 2.000 20.000 Sebagian transaksi untuk bulan Januari 1978 telihat di bawah ini: a.

000 --80% Rp 3.000 Rp 1. Penghitungan biaya pesanan/pekerjaan.000 tunai.000 Rp 9.000 70% Rp 3.000 Rp 2.400.543 ----------- ------Rp 9.506 4.496 2.000 Rp 10. g.000 71 . f.150 3. e. i.000 --Rp 30. Tabel berikut berisi data mengenai beberapa kasus yang berdiri sendiri.c. tenaga kerja tidak langsung Rp 4.000. Upah pabrik berjumlah Rp 13.000 Rp 25. Sebutkanlah sebanyak mungkin buku pembantu yang saudara ketahui untuk mendukung perkiraan yang terdapat pada neraca. Bukukanlah transaksi tersebut dalam buku serba serbi. Total biaya mainan yang telah selesai (termasuk bahan baku.000 --Rp 2.000 seharga Rp50.000 dibayar tunai.000 dibayar tunai. Biaya umum sebesar Rp 1. Biaya overhead sebesar Rp 7.000 --75% 25% Total biaya Total biaya overhead pesanan pesanan Harga penjualan pesanan Laba kotor yang diperoleh atas pesanan 1. Biaya overhead dibebankan pada pekerjaan dengan tarip 65% dari biaya tenaga kerja langsung. tenaga kerja langsung dan biaya overhead yang dibebankan) berjumlah Rp 25.500 --60% --Rp 5.111 6. Diselesaikan mainan dan dipindahkan ke gudang barang jadi. DIMINTA: A.000 --- Rp 5. Pesanan No.000. h. Total biaya Total biaya Tarip bahan tenaga overhead baku kerja pabrik langsung langsung didasarkan pesanan pesanan pada biaya tenaga kerja langsung Rp 1. B. d. 3.400.000 Rp 2. Dijual mainan yang harga pokoknya Rp 30. Dipindahkan upah pabrik: Tenaga kerja langsung Rp 9.

d. 5. 388. Dikeluarkan 2. b. Upah Rp 3.300. Pajak pendapatan yang dipotongkan Rp 995. c. f. bon permintaan barang no.500.000 unit bahan baku 17 untuk dipergunakan pada pekerjaan 18 seharga Rp 1000. sisanya tenaga kerja tidak langsung. Upah Rp 19. Dibeli 15. Bon permintaan barang no. Tunjukkan perhitungan saudara. Dijual pekerjaan 500 seharga Rp 900 dengan syarat 2/15. e. 72 . Dipindahkan saldo perkiraan upah pabrik. Buatlah ayat jurnal untuk membukukan transaksi berikut ini.000. b. h. Biaya bahan baku untuk pesanan ersebut berjumlah Rp 100 dan tenaga kerja langsung Rp 300. Dikeluarkan bahan pembantu Rp 400 untuk pabrik.DIMINTA: Hitunglah angka yang tidak ada. Bululawang Corporaton menggunakan sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan.000 unit bahan baku 17 dari Ace Supplier seharga Rp7. Ayat jurnal pesanan.130. Diselesaikan pesanan no. 500. a. Dipindahkan saldo perkiraan upah pabrik: 90% tenaga kerja langsung. Buatlah ayat dalam buku harian serbaserbi untuk membukukan transaksi berikut: a. 387.000. g. Pajak pendapatan Rp 210. Ayat jurnal pesanan. Biaya overhead ibebankan dengan tarip 75% dari biaya tenaga kerja langsung. n/60. Perusahaan memakai sistem akuntansi biaya pesanan pekerjaan. Upah langsung Rp 2. Pekerjaan tersebut dipindahkan ke barang jadi. SOAL (KELOMPOK B) 4. Pajak pendapatan Rp 2.

000 dengan syarat 1/10. 211. dengan syarat 2/10. Dibayar biaya asuransi pabrik Rp 500 h. Kartu biaya untuk pekerjaan 214 menunjukkan total biaya sebesar Rp 8. Dibayar utilitas Rp 536. i. Tiap overhead adalah 62% biaya tenaga kerja langsung. hubungan perkiraan.315. Kartu biaya pekerjaan untuk No. Dijual pekerjaan 214 seharga Rp 12. termasuk tenaga kerja langsung. lihat h.000 Rp 88. Analisa perkiraan “T”. tapi saudara dapat mengumpulkan data dari pembukuan operasi tahun lalu.000 73 . f.c. Bebankan overhead pabrik barang dalam proses. Andaikan bahwa saudara baru membeli kepentingan dalam suatu operasi manufaktur.141. d. dan overhead pabrik.500 unit bahan baku A dari Sardo Company. g.000 Rp 2. Saldo awal bahan baku dan bahan pembantu Bahan pembantu yang dipergunakan dalam pabrik Pembelian bahan baku dan penolong Biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produksi Biaya tenaga kerja langsung Total upah pabrik Rp 10. Diselesaikan pekerjaan No.450.000 Rp 150. n/30 seharga Rp 15.000 Rp 90. Dibeli 131.000 Rp 15. Dikeluarkan bahan untuk produksi sebagai berikut (no. j.000 Tenaga kerja langsung 6.211 menunjukkan total biaya sebagai berikut: Bahan baku Rp 5. 6. n/30.000 tunai. 142 dan 143 adalah nomor permintaan barang): 141 Bahan A untuk 216 142 Bahan B untuk 201 143 Bahan penolong Rp1.000 Biaya overhead dibebankan pada semua pekerjaan dengan tarip 62%. Pembukuan lengkap tidak ada.000 750 e.300 2. pesanan pekerjaan. bahan baku. Pesanan 211 dijual Rp 20.

dan lihatlah apakah saudara dapat menentukan angka yang tidak ada tersebut.000 74 .000 Satu angka penting yang tidak ada adalah persediaan akhir bahan baku dan bahan pembantu.000 Rp 57. Angka ini diperlukan sebelum ikhtisar Laba Rugi untuk periode yang bersangkutan dapat diselesaikan. SOAL ULANGAN KUMULATIF 7.000 60. PETUNJUK Buatlah perkiraan “T” sama seperti yang terdapat pada Ilustrasi JO-1. Dari informasi yang ada. Buku besar Sardo Corporation untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 menunjukkan perkiraan dan saldo berikut: Kas Biaya umum dan administrasi Surat berharga Piutang Cadangan piutang ragu-ragu Persediaan bahan baku Persediaan barang dalam proses Persediaan barang jadi Asuransi dibayar di muka Investasi jangka panjang Pabrik dan mesin-mesin Cadangan penghapusan Utang Utang biaya Utang pajak pendapatan Obligasi bayar Wesel bayar jangka panjang 18.000 62. tentukan jumlah persediaan akhir bahan baku dan bahan penolong.000 16.000 600.000 2.000 200.000 Rp 233.000 30.000 180. Masukkan informasi yang diketahui.000 4.000 30.000 36.000 Rp 100.Pesediaan awal barang dalam proses Total barang yang selesai dan dipindahkan ke barang jadi Persediaan akhir barang dalam proses Harga pokok barang yang dijual Persediaan akhir barang jadi Rp 100. manufaktur).000 4. perkiraan overhead pabrik dan perkiraan upah pabrik mepunyai saldo nol.000 Rp 117. Soal ulangan kumulatif (periodik.000 40.000 260.000 68.000 200. Pada akhir periode.

Buatlah ikhtisar Laba Rugi.000 80. Assuransi Rp 2. Listrik Rp 2. 75 .000.000 10.000 Buku pembantu biaya overhead pabrik menunjukkan saldo berikut:’ Tenaga kerja tidak langsung Rp 20.000 100.000 90. b. Bahan pembantu Rp 60.000 300. Buatlah skedul overhead pabrik.000.000 lembar saham biasa yang beredar.000 50. Penghitungan persediaan secara fisik pada tanggal 31 Desember menunjukkan saldo berikut: Persediaan bahan baku Persediaan barang jadi Persediaan barang dalam proses Rp 24.000 176.000 8. administrasi dan lainnya Informasi tambahan: 120. Biaya overhead lainnya Rp 15.000 60. Periksalah apakah total skedul tersebut cocok dengan perkiraan biaya overhead pabrik yang terdapat pada buku besar.000 22.000.000 Dalam tahun tersebut ada 20.000 62. Buatlah laporan beban pokok produksi dalam bentuk yang baik.Saham biasa Laba yang ditahan Dividen Penjualan Penjualan retur dan potongan Potongan penjualan Pendapatan sewa Pembelian bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Biaya penjualan Biaya umum.000 780. c. Penghapusan Rp 22.400. DIMINTA: a.000 120.000.

Soal ulangan kumulatif (pesanan /pekerjaan).dan mengestimasikan jam mesin yang diperlukan sebanyak 6. Pada bulan Mei 2007 mempunyai data-data sbb: 76 .000. Dipindahkan saldo upah pabrik: Tenaga kerja langsung Rp 14. Buatlah neraca dalam bentuk yang baik. Pesanan 456 dijual dengan harga Rp 4. Diselesaikan pesanan 456. Bon permintaan barang no..000 dan tenaga kerja tidak langsung Rp 2.400 jam.680. Buatlah ayat jurnal untuk membukukan transaksi berikut. c. f. Dibayar rekening listrik untuk pabrik Rp 1. Sebelum operasi pada awal bulan Mei 2007. dengan syarat 2/10. d. 8. n/30.400.000 unit bahan baku X dari SinarTerang Company.1040. tunai. Jangan lupa memasukkan persediaan akhir dalam neraca.1041. Pesanan tersebut dipindahkan ke barang jadi. Dibeli 10.000 Pajak pendapatan yang dipotongkan Rp 2. Tarip yang dipakai adalah 70% dari biaya tenaga kerja langsung. Dibebankan biaya overhead pabrik ke barang dalam proses. Perusahaan menggunakan sistem akuntansi biaya pesanan pekerjaan. Bahan baku berjumlah Rp 600. Total pembelian Rp 8. a. Dikeluarkan bahan baku dan penolong untuk dipakai di pabrik sebagai berikut: (1) Dikeluarkan bahan X untuk dipakai pada pekerjaan 241 seharga Rp 2. h.000. 9. Laba yang ditahan untuk akhir periode harus dihitung dari saldo awal ditambah laba bersih dikurangi dengan dividen. Biaya overhead telah dibebankan dengan tarip 70%. Upah Rp 16.600. 71. b. Bon permintaan barang no.d.640.800. g. manajemen perusahaan memprediksikan biaya overhead sebesar Rp. PT “ MIA “ menggunakan sistem harga pokok pesanan.800. dan tenaga kerja langsung berjumlah Rp 1. (2) Bahan penolong untuk pemeliharaan Rp 282. e.

2.030. 1.080. 2. 1.RP.Rp. Hitung total Biaya untuk masing-masing pesanan. Overhead dibebankan berdasarkan jam mesin (tarip satuan = Rp 160 per jam) di departement I dan berdasarkan machine haours (tarip satuan = Rp320 per jam) di departemen II.A Rp.562. Buat ayat jurnal yang diperlukan dan tutuplah rekening selisih overhead ke Beban pokok penjualan..70 jam BB Lansung TK Langsung Jam Mesin DIMINTA: a. A. Rp.421.- BB Langsung TK Langsung Overhead Jumlah b. 798.- b. 504.470. 665. Job.428. Selama bulan Mei 2007 telah dikeluarkan biaya : BB Langsung TK Langsung Overhead Rp. 280. 5.Rp.Rp. Barang dalam proses ( WIP ) untuk masing-masing pesanan pada awal bulan Mei 2007 pada rekening buku besar adalah sbb: Job.202 jam Job.590. PT “Aji Jaya Mulya” menggunakan “tarif overhead yang telah ditentukan” dalam membebankan biaya overhead. 6. 483.Rp. 77 . B dan Job. 392.Rp. C seluruhnya telah diselesaikan.607. 1. 315.C Rp. Hitung overhead yang dibebankan ke seluruh pesanan selama bulan Mei 2007 b. c. 2.Job.650. 840. 3. 3. Pada akhir bulan Mei pesanan Job.B Job.400.Rp.B Rp.a.Rp. A Rp.242. 10.100. dan berdasarkan biaya tenaga kerja langsung (tarip = 50% biaya tenaga kerja langsung). 1.Rp. 1.Rp. dan masing-masing Job cost sheet menunjukkan sbb: Job.Rp.Rp.Rp.230 jam Job.C Rp. 630.Rp.

Dan masing-masing Job cost sheet menunjukkan sbb: Departement.400.880.000 unit pesanan A.000 Depart.000 6.600.000 jam Rp 1. III : BB Langsung TK Lansung Overhead Pesanan A Rp 3.800.000 jam Rp 2.000 50 % BTKL Rp 4. I: BB Langsung TK Lansung Overhead Dept.000 Rp 3.000 Rp2.000 Biaya BB Langsung Biaya TK Langsung Overhead Actual c.800.200. sedangkan pesanan C telah selesai di departemen II dan sudah ditransfer ke departemen III. I Rp 4.000 Depart.a.000 jam - DIMINTA: a.600.000 jam Pesanan C Rp 1.200.000 50 % BTKL Rp 800.000.000 20. b. III Rp4.000 10. I Rp 12.000.000 5. Hitung overhead yang dibebankan untuk seluruh pesanan selama bulan Oktober 2007.236.000 Rp 8. 200 unit pesanan B dan 100 unit pesanan C.000 9.000 Rp 3. Pada akhir bulan Oktober pesanan A. Pada awal bulan Oktober tahun 2007 “AJM“ memproduksi 1. pesanan B telah diselesaikan.000 Rp 1.800.000 jam Pesanan B Rp 8..000 Rp 4.400.000 jam Rp 2.200. Dept.240.600.400.800.000.000 Rp 4. II : BB Langsung TK Lansung Overhead Dept.000 Rp 6.000 15.000 Rp 6. Selama bulan Oktober 2006 telah dikeluarkan biaya : Depart. Jelaskan over/underapplied (overhead yang lebih/kurang dibebankan) serta favorable/unfavorable (selisih yang menguntungkan/tidak menguntungkan) 78 .

c. Buat jurnal yang diperlukan dan tutuplah rekening overhead variance (selisih) ke Cost of Goods Sold (beban pokok penjualan).b. Hitung total maupun cost per unit untuk masing-masing pesanan dengan menunjukkan Job Cost Sheet. 79 .

80 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful