P. 1
Buku an Mutu Stikes

Buku an Mutu Stikes

|Views: 3,145|Likes:
Published by adnyanegara

More info:

Published by: adnyanegara on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR GAMBAR
  • 1.1. Latar Belakang
  • 2.3. Landasan hukum Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada
  • 2.8. Organisasi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada
  • 3.1. Pengertian Standar Mutu Stikes Dian Husada
  • 4.1. PENDAHULUAN
  • 4.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA
  • 4.3. STANDAR IDENTITAS MINIMUM STIKES DIAN HUSADA
  • 4.4. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA
  • 4.5. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA
  • Checklist Penetapan Standar Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto
  • Tabel 2. Checklist Penetapan Standar Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto
  • 5.1. PENDAHULUAN
  • 5.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR ISI STIKES DIAN HUSADA
  • Tabel 3. Kandungan dalam Kurikulum Stikes Dian Husada Mojokerto
  • Tabel 4. Anatomi Standar Isi Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP
  • 5.3. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR ISI
  • 5.4. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR ISI STIKES DIAN HUSADA
  • Tabel 6. Mekanisme manajemen pengendalian standar isi
  • 6.1. PENDAHULUAN
  • 6.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA
  • 6.3. STANDAR PROSES PEMBELAJARAN DISTIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO
  • 6.4. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA
  • 6.5. PEMENUHAN STANDAR PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA
  • 6.6. PEMENUHAN STANDAR PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA
  • 7.1. PENDAHULUAN
  • 7.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA
  • 7.3. MERUMUSKAN STANDAR STIKES DIAN HUSADA
  • 7.4. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA
  • 7.5. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA
  • 8.1. PENDAHULUAN
  • 8.3. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
  • 9.1. PENDAHULUAN
  • 9.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA
  • Gambar 6. Metode penilaian di Stikes Dian Husada Mojokerto
  • 9.3. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA
  • 9.4. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA
  • 10.1. PENDAHULUAN
  • 10.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA STIKES DIAN HUSADA
  • 11.1. PENDAHULUAN
  • Gambar 9. Proses Utama Pendidikan di Stikes Dian Husada
  • Gambar 10. Prinsip Dasar Manajemen Stikes Dian Husada
  • 11.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA
  • Gambar 11. Manajemen Kelembagaan Pendidikan Tinggi Stikes Dian Husada
  • 11.3. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA
  • 11.4. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA
  • 12.2. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PEMBIAYAAN STIKES DIAN HUSADA
  • 12.3. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR KEUANGAN STIKES DIAN HUSADA
  • Gambar 12. Diagram hubungan antara Renstra dan RKAT
  • 12.4. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PEMBIAYAAN STIKES DIAN HUSADA

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

BUKU PEDOMAN PENJAMINAN MUTU (QUALITY ASSURANCE)

Edisi 2010

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO
Pedoman Penjaminan Mutu 1

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Alloh SWT. atas segala rahmat, taufiq dan hidayahnya sehingga penyusunan buku pedoman penjaminan mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada Mojokerto dapat terselesaikan. Sholawat dan salam atas Rosululloh dan keluarganya. Serta ucapan terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Merujuk pada Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 - 1010, dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Sehingga penjaminan mutu perguruan tinggi (Quality Assurance) sesuatu yang tidak dapat diabaikan lagi oleh perguruan tinggi. Buku ini memberikan pedoman kepada semua unit kerja dilingkungan Stikes Dian Husada dalam menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan posisinya. Karena didalamnya memuat ketentuan umum tentang standar baik penjaminan mutu pada delapan standar minimal yang dijalankan oleh Stikes Dian husada dan tiga standar tambahan (standar baik identitas, pengabdian masyarakat, penelitian dan kemahasiswaan). “Tiada gading yang tak retak”, memberikan ibarat bahwa dalam penyusunan buku pedoman ini tentunya masih banyak ditemukan kekurangan disana – sini, sehingga masukan berupa kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesempurnaan buku pedoman ini dimasa yang akan datang. Terimakasih, semoga bermanfaat Kepala Badan Penjaminan Mutu Stikes Dian Husada Mojokerto

Amin Zakaria
Pedoman Penjaminan Mutu 2

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) DIAN HUSADA MOJOKERTO Nomor : 122/SK/IV.a/II/2010 Tentang Pedoman Penjaminan Mutu Stikes Dian Husada Mojokerto

Menimbang

:

1. Sebagai upaya memastikan bahwa sistem, proses dan prosedur sesuai dengan standar/harapan/rencana/yang dijanjikan maka dibentuk sistem penjamin mutu atau Quality Assurance (QA). 2. Bahwa agar pelaksanaan sistem penjamin mutu atau Quality Assurance (QA) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada berjalan dengan baik perlu dibentuk buku pedoman Penjaminan Mutu atau Quality Assurance (QA) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan. 1. Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 21, Pasal 35 ayat 1, Pasal 50 ayat 2, Pasal 51 ayat 2. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidkan Pasal 91 ayat 1,2,3 dan Pasal 96 ayat 1. 3. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 124/D/O/2006 tentang Ijin Operasional Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto. Rapat Ketua dan Kepala Penjaminan Mutu (QA) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada tanggal 16 Pebruari 2010.

Mengingat

:

Memperhatikan :

Pedoman Penjaminan Mutu

3

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto MEMUTUSKAN Menetapkan : 1. Ners. 2. Ditetapkan di Pada tanggal : Mojokerto : 18 Pebruari 2010 Ketua. S. Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan. Menetapkan buku Pedoman Penjaminan Mutu Stikes Dian Husada Mojokerto sebagai acuan untuk melaksanakan dan mengevaluasi hasil sistem penjaminan mutu atau QA di Stikes Dian Husada Mojokerto. Yulianto. M. Kep.045 Pedoman Penjaminan Mutu 4 .02. akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. MKes NPP 10.

..............................................................................13 Visi Badan Penjaminan Mutu (quality assurance) ............5...............................................Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto DAFTAR ISI Halaman Sampul Kata Pengantar .........2 Keputusan Ketua Stikes Dian Husada Mojokerto ................14 Organisasi Badan Penjaminan Mutu (quality assurance) ... 2.................. 2.............. 4......................................................................................................2......................1.............23 Penetapan Standar Stikes Dian Husada .........................................................2....................................................3...................................................1.....9 BAB 1........................... 4..............15 Mekanisme Sistem Penjaminan Mutu Internal ...................... 1............. 4............................................................11 Tujuan ......................................................................1........12 II KETENTUAN UMUM Pengertian Sistem Penjaminan Mutu Internal ...................................8....13 Misi Badan Penjaminan Mutu (quality assurance) .4..........................29 Mekanisme Pengendalian Standar Identitas Stikes Dian Husada .................................13 Badan Penjaminan Mutu (quality assurance) ........13 Tugas Badan Penjaminan Mutu (quality assurance).......................29 5 Pedoman Penjaminan Mutu ..........7...................3 Daftar Isi. 2.............................12 Sasaran ........... 2.... 4....3............................2.................................................................6........................................1........................ I PENDAHULUAN Latar Belakang ................4................5.............................................5 Daftar Tabel ..............................................................27 Mekanisme Penetapan Standar Identitas Stikes Dian Husada .......... 3........................... BAB 3............ 2.................................. 1.......17 III STANDAR MUTU Pengertian standar Mutu Stikes Dian Husada ......... BAB 4............................13 Landasan Hukum Badan Penjaminan Mutu (quality assurance) ................. 2.................. BAB 2......................................9.............................................................................. 3....3................................2.. 2...3...............................8 Daftar Gambar .......24 IV STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA Pendahuluan .. 2......27 Standar Identitas Minimum Stikes Dian Husada.....................................................14 Fungsi Badan Penjaminan Mutu (quality assurance) ......................................................................................................................28 Mekanisme Pemenuhan Standar Identitas Stikes Dian Husada ........23 Jumlah Standar Mutu Stikes Dian Husada .

.......... 5..65 VIII STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA Pendahuluan .............................1......... 6.................53 Mekanisme Pengendalian Standar Proses Pembelajaran Stikes Dian Husada ...................41 VI STANDAR PROSES PEMBELAJARAN Pendahuluan ....91 9............. 6. Mekanisme Pemenuhan Standar Dosen Dan Tenaga Kependidikan .................4........................... BAB 6.....1...........3...............................98 9........... Mekanisme Pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan Stikes Dian Husada .1..................1.......4....................7.. 8..............................75 8.......................... Mekanisme Pengendalian Standar Penilaian Pendidikan Stikes Dian Husada ................ 7....2.............................................................6..................................48 Mekanisme Pemenuhan Standar Proses Pembelajaran Stikes Dian Husada ............. V STANDAR ISI STIKES DIAN HUSADA Pendahuluan .......................52 Pemenuhan Standar Pengawasan Proses Pembelajaran Stikes Dian Husada .............44 Standar Proses Pembelajaran Distikes Dian Husada Mojokerto ........33 Mekanisme Penetapan Standar Isi Stikes Dian Husada ......................102 10............................................................ 6...59 Merumuskan Standar Stikes Dian Husada ....62 Mekanisme Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan Stikes Dian Husada .........3........................51 Pemenuhan Standar Pelaksanaan Proses Pembelajaran Stikes Dian Husada ........................ 7...................... Pendahuluan .................100 BAB X STANDAR PRASARANA DAN SARANA STIKES DIAN HUSADA 10.......... 6.....................................58 Mekanisme Penetapan Standar Kompetensi Lulusan Stikes Dian Husada ........................................Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB 5...........1....85 BAB IX STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA 9............2......................... BAB 7................1...34 Mekanisme Pemenuhan Standar Isi ............................ BAB 8.......... Mekanisme Pengendalian Standar Dosen Dan Tenaga Kependidikan Stikes Dian Husada ........3.84 8....................... 7.................74 Mekanisme Penetapan Standar Dosen Dan Tenaga Kependidikan Stikes Dian Husada ............................4.......3.......2...........39 Mekanisme Pengendalian Standar Isi Stikes Dian Husada ......................................... Mekanisme Penetapan Standar Sarana Dan Prasarana Stikes Dian Husada .............5....................................... Pendahuluan .............. Mekanisme Penetapan Standar Penilaian Pendidikan Stikes Dian Husada . 5........2.3.........4........103 Pedoman Penjaminan Mutu 6 ........... 7..... 6.............................2.63 Mekanisme Pengendalian Standar Kompetensi Lulusan Stikes Dian Husada .43 Mekanisme Penetapan Standar Proses Pembelajaran Stikes Dian Husada ...90 9........54 VII STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA Pendahuluan ..... 5............................................. 6.................5.....................4............................2......................

...................2............................... 11.112 Mekanisme Penetapan Standar Pengelolaan Stikes Dian Husada ..3.............135 DAFTAR PUSTAKA UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN LAINNYA Pedoman Penjaminan Mutu 7 ...........................132 Mekanisme Pengendalian Standar Pembiayaan Stikes Dian Husada ................... Mekanisme Pemenuhan Standar Prasarana Dan Sarana Stikes Dian Husada .................121 Mekanisme Pengendalian Standar Pengelolaan Stikes Dian Husada ... 11....... BAB 12......124 XII STANDAR PEMBIAYAAN STIKES DIAN HUSADA Pendahuluan ...........127 Mekanisme Pemenuhan Standar Keuangan Stikes Dian Husada .........3......115 Mekanisme Pemenuhan Standar Pengelolaan Stikes Dian Husada .111 XI STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA Pendahuluan ..... 12..........3.................2..... 10....................1..126 Mekanisme Penetapan Standar Pembiayaan Stikes Dian Husada ..................................................107 Mekanisme Pengendalian Standart Prasarana Dan Sarana Stikes Dian Husada .............. 11.4...........1.......... 12.........................4.............4.......... BAB 11. 12..Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 10.....................

.. Tabel 4.................................................................. 30 Checklist Penetapan Standar Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto ........... Tabel Mekanisme Penetapan Hingga Pengendalian Standart Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto ............................... Tabel 5.... 34 Anatomi Standart Isi Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP ......... Tabel 6................................................................. 41 Pemenuhan standar dosen dan tenaga kependidikan Stikes Dian Husada Mojokerto ..................................... 36 Standar isi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan SNP dan melampaui SNP ..... 31 Kandungan dalam Kurikulum Stikes Dian Husada Mojokerto ................. 85 Tabel 2........................................................... Tabel 7.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto DAFTAR TABEL Tabel 1.......................... Tabel 3.... 37 Mekanisme manajemen pengendalian standart isi .... Pedoman Penjaminan Mutu 8 ...........

............. Gambar 3....................... Struktur Oranisasi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto ....Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto DAFTAR GAMBAR Gambar 1................117 Gambar 12....................................114 Gambar 11................................... Gambar 10... Manajemen Kelembagaan Pendidikan Tinggi Stikes Dian Husada ..................................... 40 Metode penilaian di Stikes Dian Husada Mojokerto.................133 Pedoman Penjaminan Mutu 9 .......................................................... 16 Manajemen Kendali Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto ......... 95 Metode penilaian komprehensif di Stikes Dian Husada Mojokerto ................................... 96 Mekanisme Pengendalian standar Penilaian Pendidikan Stikes Dian Husada Mojokerto .................................................................. Gambar 5.............................................................................................................. Gambar 6.......................... Gambar 4........... 19 Diagram Alir Kegiatan Peninjauan Kurikulum Stikes Dian Husada Mojokerto ....................113 Gambar 2... 18 Bagan Manajemen Kendali Mutu Dalam SPMI Stikes Dian Husada Mojokerto ............................ Diagram hubungan antara Renstra dan RKAT ....................................................... Gambar 7.............................................................. Prinsip Dasar Manajemen Stikes Dian Husada Mojokerto ..........101 Proses Utama Pendidikan di stikes Dian Husada .......... Gambar 9...... Gambar 8....... 17 Skema Peningkatan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto ...................

.............................................................. Contoh tata alir praktek baik dalam pengelolaan keuangan perguruan Tinggi .................................................................................................139 Pedoman Penjaminan Mutu 10 .135 Gambar 14. Tahapan dalam pengelolaan perguruan tinggi untuk memenuhi akuntabilitas kinerja institusi .................Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Gambar 13..

budaya persaingan . politik. Dengan demikian. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan pendidikan tinggi yang antara lain : (1) pengaruh intervensi global dan liberalisasi pendidikan . dan professional . dan Peraturan Pemerintah No. Begitu pula dalam peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dijelaskan bahwa penetapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.1010. (4) menghasilkan lulusan berkualitas Pedoman Penjaminan Mutu 11 . rasionalisasi berpikir. (5) rendahnya daya saing lulusan dalam tingkat nasional/internasional .Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB I PENDAHULUAN 1. Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 . budaya dan agama dibidang kesehatan . (3) membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui ilmu pengetahuan. penetapan manajemen mutu pada pendidikan tiinggi merupakan suatu keharusan. Visi Stikes Dian Husada adalah menjadi sekolah tinggi ilmu kesehatan yang mandiri dan kreatif dalam mengembangkan ilmu dan teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat baik ditingkat nasional maupun internasional. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. baik terhadap program maupun terhadap institusi pendidikan secara berkelanjutan. Misi adalah (1) menyelenggarakan pendidikan akademik. Sehubungan dengan persoalan tersebut. (2) permasalahan makro nasional seperti : ekonomi. Undang – undang Sisdiknas nomor 20 Tahun 2003 mengaskan : pengendalian dan evaluasi mutu pendidikan harus dilakukan. (2) menyelenggaraan penelitian dasar dan terapan yang inovatif untukmenunjang ilmu kesehatan . keterbukaan. dan sebagainya. Latar Belakang Merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. etika. demokrasi. Sehingga penjaminan mutu perguruan tinggi (Quality Assurance) sesuatu yang tidak dapat diabaikan lagi oleh perguruan tinggi.1. (4) peran perguruan tinggi membentuk masyarakat madani . pemerintah telah mngeluarkan berbabi peraturan perundang – undangan yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan diIndonesia. moral dan budaya . norma. vokasional. (3) globalisasi.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto yang mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. SPM-PT secara sinergi dilaksanakan oleh lembaga internal. pemerintah dosen tenaga penunjang serta pihak lain yang berkepentingan ) memperoleh kepuasan. Sasaran Semua unit kerja dilingkungan Stikes Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 12 . 1. dievaluasi.2. Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada perlu membuatkan buku pedoman system penjaminan mutu. dimonitor. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas. dunia kerja. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-PT) adalah proses peyang menetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholders (mahasiswa. dan dikembangkan guna mewujudkan institusi yang bermutu.3. orang tua. Visi dan Misi merupakan suatu cita – cita Stikes Dian Husada yang harus dicapai oleh semua komponen yang ada. 1. Tujuan Buku Pedoman SPM-Stikes Dian Husada menjadikan landasan bagi pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal pendidikan di Stikes Dian Husada Mojokerto. Visi dan Misi menggambarkan tujuan bersama yang harus dilaksanakan.

untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan (continuous improvement).1. Misi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada 1. 2.4. Memberdayakan semua unit untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu 2. 3. Mengembangkan dan menerapkan sistem monitoring dan audit eksternal Pedoman Penjaminan Mutu 13 .Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB II KETENTUAN UMUM 2. Pengertian Sistem Penjaminan Mutu Internal Stikes Dian Husada Kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi diperguruan tinggi oleh perguruan tinggi (internally driven).5. Mengembangkan dan menerapkan sistem monitoring dan audit internal. yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Stikes. Landasan hukum Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada Surat Keputusan Ketua Stikes Dian Husada … 2.3. Visi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada Mutu sebagai budaya bagi setiap unit kerja di Stikes Dian Husada Mojokerto 2. D alam arti bahwa SPM-Stikes Dian Husada dilaksanakan dan diawasi secara mandiri oleh semua unit/komponen kerja yang ada di Stikes Dian Husada melalui Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance.2. Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada Bagian unit kerja didalam institusi Stikes Dian Husada Mojokerto. 2.

3. mengaudit dan mengevaluasi pelaksanaan SPM-Stikes Dian Husada Mojokerto Melakukan kajian . 5. pendampingan dan kerjasama dalam bidang penjaminan mutu perguruan tinggi. 4.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 2. Pedoman Penjaminan Mutu 14 . 4. Memberikan informasi dan konsultasi terkait kegiatan pada unit kerja diStikes Dian Husada mojokerto Badan Penjaminan Mutu bertanggungjawab menyelenggarakan sistem penjaminan mutu secara keseluruhan diStikes Dian Husada Mojokerto dan mencapai indikator indikator kinerja sesuai target yang telah ditetapkan. menilai. 5. melaksanakan dan mengembangkan SPM-Stikes Dian Husada Mojokerto Menyusun dokumen-dokumen mutu dan perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan SPM-Stikes Dian Husada Mojokerto Melakukan koordinasi pelaksanaan SPM-Stikes Dian Husada Mojokerto Memantau. 2.7. maupun penilaian penjaminan mutu (auditor internal) diStikes Dian Husada Mojokerto 7. 2. Menyiapkan data dari semua unit kerja yang ada di Stikes Dian Husada Merencanakan. 2. Fungsi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada 1. Tugas Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada 1. Mengembangkan sistem informasi penjaminan mutu yang adaptif dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. 3.6.kajian terhadap pelaksanaan penjaminan mutu pada unit kerja dan menyampaikan hasil kajiannya kepada ketua Stikes. Mengembangkan system penjaminan mutu yang berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) diStikes Dian Husada Mojokerto Memberikan layanan konsultasi. 6. dengan tembusan sebagai masukan untuk Senat Stikes Dian Husada Mojokerto Menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten melaksanakan penjaminan mutu.

8. dengan diketuai oleh Kepala unit kerja yang bersangkutan. Bertugas penyelenggaraan sistem penjaminan mutu di Stikes Dian Husada Mojokerto. Mekanisme serupa berlaku pula untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Stikes Dian Husada. Pada tingkatan Prodi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 2. 4.dosen yang ditunjuk dari setiap Program Studi. guna mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan untuk kurun waktu tertentu. serta berkoordinasi dengan para Pembantu Ketua dan pimpinan unit-unit kerja dalam pelaksanaan penjaminan mutu Stikes Dian Husada Mojokerto. Unit pelaksana pangkalan data Unit pelaksana penjaminan mutu akademik Unit pengembangan SDM Unit pengelola sistem informasi dan pengkajian . Unit pengelola alumni 6. Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Stikes untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat diangkat kembali untuk maksimal 2 (dua) kali masa jabatan berikutnya. Organisasi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Stikes Dian Husada Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) adalah Suatu lembaga didalam institusi Stikes Dian Husada Mojokerto. Pedoman Penjaminan Mutu 15 . Badan Penjaminan Mutu/Quality Assurance Stikes Dian Husada dilengkapi dengan unit – unit penunjang antara lain : 1. Sistem penjaminan mutu dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Stikes .penerapan soft skill bagi dosen dan mahasiswa 5. yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Stikes. 2. 3. Unit sarana dan prasarana Pada tingkat Stikes dipimpin oleh seorang Kepala Badan dengan dibantu oleh seorang Sekretaris. Prodi dan Unit Penunjang (perpustakaan. dengan dibantu oleh Sekprodi dan dosen . laboratorium). serta Unit Tugas Badan Penjaminan Mutu yaitu suatu tim yang dibentuk oleh Kepala Badan untuk suatu penugasan tertentu (Struktur Organisasi Lihat Gambar 1). Kepala Badan Penjaminan Mutu bertanggung jawab langsung kepada Ketua. organ yang terlibat dalam penjaminan mutu adalah Ketua program Studi diimplementasikan sebagai bagian dari tupoksi Kaprodi.

S. S. S.Ns Unit Pengembangan SDM Dr. ST Gambar 1. Ners SEKRETARIS EKO AGUS C.Kep.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENJAMINAN MUTU (QUALITY ASSURANCE) STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO KETUA AMIN ZAKARIA. S.Kep.KM Unit Sarana dan Prasarana MARDIONO KRISTANTO. Struktur Organisasi Badan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 16 .Ns LUTFIAH NUR’AINI. S.Kep. FAJAR PURWANTO Unit Pangkalan Data NINIK MURTIYANI.Kep.Ns Unit Pengelola Alumni ARIS HARTONO. SH Unit Penjaminan Mutu Akademik Unit Sistem Informasi dan Sofskill Akademik ARIS HARTONO.

Check. S a la h s at u m o del m a n ajem e n ke nd al i m ut u y an g d ap at digunakan adalah model PDCA (Plan. Model manajemen kendali mutu berbasis PDCA.9.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 2. Action). Mekanisme Sistem Penjaminan Mutu Internal Stikes Dian Husada 2.1. Manajemen Kendali Mutu Berbasis PDCA Pedoman Penjaminan Mutu 17 . Do. Sistem Penjaminan Mutu Berkelanjutan Stikes Dian Husada Upaya peningkatan mutu secara terus menerus yang dilakukan di Stikes Dian Husada diharapkan akan menumbuhkan budaya mutu sehingga akan tercapai peningkatan standar yang berkelanjutan (continous quality improvement).9. dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2. yang menghasilkan pengembangan yang berkelanjutan (continuous improvement) atau kaizen mutu perguruan tinggi.

bukan berdasarkan pada asumsi atau rekayasa  Upstream management Setiap pengambilan keputusan / kebijakan dalam proses pendidikan pada PT seyogianya dilakukan secara partisipatif dan kolegial. bukan otoritatif Sedangkan untuk proses peningkatan mutu secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Kebijakan & standar Pelaksanaan kerja Monitoring oleh unit Standar Baru Rumusan Koreksi Audit oleh UPTJM Evaluasi diri oleh unit kerja Peningkatan mutu Gambar 3.  Speak with data Setiap pengambilan keputusan/ kebijakan dalam proses pendidikan pada PT seyogianya didasarkan pada analisis data. Skema Peningkatan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 18 .Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Beberapa prinsip yang harus melandasi pola pikir dan pola tindak semua pelaku manajemen kendali mutu berbasis PDCA adalah :  Quality first Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus memrioritaskan mutu  Stakeholder-in Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus ditujukan pada kepuasan para pemangku kepentingan (internal dan eksternal)  The next process is our stakeholders Setiap orang yang menjalankan tugasnya dalam proses pendidikan pada PT harus menganggap orang lain yang menggunakan hasil pelaksanaan tugasnya tersebut sebagai pemangku kepentingan yang harus dipuaskan.

2. Bagan Manajemen Kendali Mutu dalam SPMI-Stikes Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 19 . Manajemen Kendali Mutu dalam SPMI-Stikes Dian Husada Mojokerto PENENTUAN STANDAR MUTU AUDIT BUTIR MUTU KESENJANGAN STANDAR MUTU DAN HASIL AUDIT YA IDENTIFIKASI ACTION UNTUK MEMENUHI STANDAR MUTU MELAKSANAKAN ACTION TIDAK GABUNGAN PADA PROSES PDCA BERIKUTNYA EVALUASI STANDAR MUTU/KAIZEN Gambar 4.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 2.9.

Standar proses 3.3.Stikes Dian Husada Mojokerto adalah penjaminan mutu yang dilakukan oleh Stikes Dian Husada Mojokerto (internally driven). Menuju Pemenuhan Penjaminan Mutu Stikes Dian Husada Mojokerto SPM-Stikes Dian Husada Mojokerto dilakukan atas dasar Penjaminan Mutu Internal (PMI). dan dikaitkan dengan izin penyelenggaraan program studi. Lembaga akreditasi mewakili masyarakat sehingga sifatnya mandiri. menjalankan Delapan macam standar minimal wajib meliputi : 1. maka di samping Senat Akademik dalam badan penjaminan mutu Stikes Dian Husada terdapat Senat Akademik dan Unit Jaminan Mutu. EPSBED adalah bentuk pengawasan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah.4. Penjaminan Mutu Eksternal (PME). Sasaran Penjaminan Mutu Internal Stikes Dian Husada Sasaran Penjaminan Mutu Internal Stikes Dian Husada. Sistem beserta parameter dan metoda yang dilakukan untuk mengukur hasil ditetapkan oleh Stikes Dian Husada Mojokerto dengan mengacu pada visi dan misi Stikes Dian Husada Mojokerto dan berdasarkan pada pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.9. Sejalan dengan perkembangannya dan sesuai dengan harapan dari pemerintah. dan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) yang dikaitkan dengan perijinan penyelenggaraan program studi. Dokumen ini terutama menuju pada Pemenuhan Penjaminan Mutu Internal. Standar pendidik dan tenaga kependidikan Pedoman Penjaminan Mutu 20 . Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). 2. Standar isi 2.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 2.9. Stikes Dian Husada yang sejak dari awal berdirinya komit pada mutu. Penjaminan mutu eksternal ini yang menghasilkan akreditasi wajib dilakukan oleh program studi seperti yang diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas. sesuai dengan amanah UndangUndang Sisdiknas. melekatkan tugas ini pada tugas struktural. Pasal 2 : (1) Lingkup SNP. Standar kompetensi lulusan 4. PMI. PME-Stikes Dian Husada Mojokerto adalah penjaminan mutu yang dilakukan oleh badan akreditasi seperti BAN-PT atau lembaga lain dengan cara yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi yang melakukan.

8. 6. Kebijakan c.6. misalnya : 1. Audit h. dan tujuan b. 7. Sedangkan melampaui secara kuantitatif berarti Stikes Dian Husada menambahkan sejumlah standar selain delapan standar minimal yang dijabarkan dalam visi Stikes Dian Husada. Perangkat Sistem Penjaminan Mutu Stikes Dian Husada a.5. 5. 2.9. Renstra d. Stikes Dian Husada mengatur melalui tahap-tahap sebagai berikut : Pedoman Penjaminan Mutu 21 . misi. Rumusan Koreksi 2. Standar sarana dan prasarana Standar pengelolaan Standar pembiayaan Standar penilaian pendidikan. 7. Proses Penjaminan Mutu Stikes Dian Husada Untuk menjamin bahwa pelaksanaan kegiatan akademik dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. 4. 6.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 5. Laporan g.9. Standar identitas Standar penelittian Standar pengabdian kepada masyarakat Standar sistem informasi Standar kerjasama Standar kesejahteraan Standar kebersihan Standar lainnya 2. 3. 8. Visi. Peraturan dan Prosedur ( SOP) f. Renop dan Anggaran e.

3. Penyusunan renstra dilakukan melalui pembahasan pimpinan Stikes Dian Husada dengan pimpinan Program Studi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 1. UPT terkait. Pengesahan renstra dilakukan oleh Senat Stikes Dian Husada dan Pengurus Yayasan. berdasarkan renop yang telah disahkan oleh Senat Stikes Dian Husada dan Pengurus Yayasan. UPT terkait. Laporan hasil audit oleh UPT-JM akan diserahkan ke Ketua Stikes dengan tembusan pimpinan Program Studi. UPT terkait menyusun standar operasional kegiatan akademik. UPT terkait. berdasarkan visi. Pengesahan renop dan anggaran bidang akademik dilakukan oleh Senat pimpinan Program Studi. Tahap keenam. berdasarkan renstra yang telah disahkan oleh Senat Stikes Dian Husada dan Pengurus Yayasan. Ketua Stikes melakukan evaluasi dengan meminta UPT Penjaminan Mutu (UPT-JM) melakukan audit. Tahap ketujuh. pimpinan Program Studi. berdasarkan renop dan standar operasional yang telah disahkan. UPT terkait dan Pengurus Yayasan. senat menetapkan kebijakan dan standar. Pimpinan Stikes Dian Husada bersama Pimpinan Program Studi. 4. membuat laporan pelaksanaan kegiatan akademik beserta realisasi anggarannya. Pedoman Penjaminan Mutu 22 . Pengesahan standar akademik ini dilakukan oleh Ketua Stikes Dian Husada 5. berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh pimpinan Program Studi. 7. secara periodik ( minimal setiap semester ) Pimpinan Program Studi. Tahap pertama. Laporan hasil audit dan rekomendasi UPT-JM akan dijadikan dasar oleh Ketua Stikes dengan tembusan pimpinan Program Studi. Tahap kedua. misi dan tujuan yang telah ditetapkan Stikes Dian Husada tersebut diatas. dan peraturan/SOP dimasa mendatang. 6. Tahap kelima. UPT terkait melakukan tindak lanjut penyelesaian atau untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan. menyusun ketentuan dan peraturan akademik serta Standard Operating Procedure (SOP) agar dapat menjadi pedoman pelaksanaan di Program Studi. Unit Pelayanan Teknis (UPT) terkait. UPT terkait. berdasarkan kebijakan dan standar yang telah ditetapkan. standar. 2. pimpinan Stikes Dian Husada menyusun renstra yang berisi rencana kerja untuk kurun waktu 3 tahun. Stikes Dian Husada dengan pimpinan Program Studi. Tahap ketiga. UPT terkait. Tahap keempat. UPT terkait menyusun renop dan anggaran yang berisi rencana kerja secara lebih rinci untuk kurun waktu 1 tahun.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

BAB III STANDAR MUTU
3.1. Pengertian Standar Mutu Stikes Dian Husada Standar Mutu adalah : Pernyataan berisi kriteria untuk menetapkan dan/atau mengevaluasi mutu dari suatu hal (mis: mutu program studi, mutu dosen, mutu lulusan). Pernyataan berisi jabaran/rincian karakteristik dari suatu hal (mis: kompetensi lulusan dan kualifikasi dosen). Pernyataan berisi perintah untuk melakukan sesuatu. Pernyataan tentang sesuatu yang harus terjadi atau cita-cita atau ide Standar Mutu Stikes Dian Husada Mojokerto adalah Pernyataan berisi kriteria untuk menetapkan dan/atau mengevaluasi mutu dari suatu hal (mis: mutu program studi, mutu dosen, mutu lulusan) di Stikes Dian Husada Mojokerto. Contoh :  Paling lambat pada tahun 2015 tercapai rasio dosen dan mahasiswa sebesar 1:20  Setiap dosen pada perguruan tinggi X paling lambat pada tahun 2015 harus telah memiliki :  Setiap dosen gelar minimal magister  Setiap dosen jabatan akademik minimal asisten ahli  Setiap dosen memiliki sertifikat dosen 3.2. Jumlah Standar Mutu Stikes Dian Husada Mojokerto Tidak ada jumlah ideal standar mutu dalam SPMI, SPMI- Stikes Dian Husada Mojokerto, berlandaskan pada PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 (delapan) standar mutu yang wajib, yaitu : 1. 2. 3. Standar isi Standar proses Standar kompetensi lulusan
23

Pedoman Penjaminan Mutu

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

4. 5. 6. 7. 8.

Standar pendidik dan tenaga kependidikan Standar sarana dan prasarana Standar pengelolaan Standar pembiayaan Standar penilaian pendidikan

Stikes Dian Husada Mojokerto menambah jumlah standar minimum dengan cara :   Menambah jumlah standar secara horizontal sehingga 8 menjadi 12 atau 15 atau lebih. Misal standar penelitian ilmiah, kesejahteraan, kerjasama, sistem informasi Menambah jumlah standar secara vertikal yaitu 8 standar di atas dielaborasi lebih rinci menjadi beberapa standar turunan. Misal standar sarana dan prasarana dijabarkan menjadi standar kebersihan dan standar pemeliharaan

Sedangkan melampaui secara kuantitatif berarti Stikes Dian Husada Mojokerto menambahkan sejumlah standar selain delapan standar minimal yang dijabarkan dad visi perguruan tinggi, misalnya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Standar identitas Standar penelittian Standar pengabdian kepada masyarakat Standar sistem informasi Standar kerjasama Standar kesejahteraan Standar kebersihan Standar lainnya

3.3. Penetapan Standar Stikes Dian Husada Mojokerto Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan standar, yaitu:  Standar adalah penjabaran visi, misi, dan tujuan perguruan tinggi  Kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang relevan dengan bidang pendidikan tinggi
Pedoman Penjaminan Mutu 24

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Kesesuaian standar dengan kebutuhan, tuntutan atau harapan pemangku kepentingan. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan studi pelacakan (tracer study)

3.3.1. Teknik Perumusan Standar  Perumusan standar menggunakan kata kerja yang dapat diukur, contoh menetapkan, membuat, menyusun, merancang, dan hindari kata kerja yang tidak dapat diukur, contoh memahami, merasakan Rumusan standar harus memenuhi unsur : 1. AUDIENCE 2. BEHAVIOR 3. COMPETENCE 4. DEGREE

Contoh Perumusan Standar Standar Pimpinan perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan sesuai kewenangan masing-masing harus melakukan rekrutasi, pembinaan, dan pengembangan dosen tetap agar paling lambat pada tahun 2015 tercapai rasio dosen dan mahasiswa sebesar 1:25. Contoh Perumusan Standar Anatomi Standar  Audience (subjek yang harus melakukan sesuatu): Pimpinan perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan sesuai dengan kewenangan masing masing  Behavior (apa yang harus dilakukan/dicapai): harus melakukan rekrutasi, pembinaan dan pengambangan dosen tetap  Competence (kriteria, target, cita-cita): tercapai rasio dosen mahasiswa sebesar 1:20  Degree (tingkat/level/periode/frekuensi dari behavior): paling lambat tahun 2015

Pedoman Penjaminan Mutu

25

Alternatif standar dianalisis dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perguruan tinggi dibandingkan dengan standar yang telah ada. 5. ataupun benchmarking. Sebelum disahkan. 2. petunjuk operasional (SOP).3. Tim dibentuk sesuai dengan jenis standar yang akan disusun beranggota antara lain unsur pimpinan. 4. yang disetujui oleh perguruan tinggi Analisis kebutuhan standar dilakukan oleh Tim. SPMI). Dokumen/formulir dapat berupa berbagai bentuk dan jenis formulir. Analisis bermanfaat untuk menentukan ruang lingkup. Tahap Penetapan Standar 1. dan hasil studi pelacakan (kalau diperlukan). catatan tertulis dari pengguna standar maupun pengelola SPMI (auditor) Pedoman Penjaminan Mutu 26 .3. Formulir 1. dirancang bersamaan dengan perumusan standar mutu. 3.3. tenaga kependidikan. buku laporan. hasil evaluasi diri tentang kinerja yang sedang berjalan. 6.2. dan eksternal stakeholders. Untuk perguruan tinggi yang telah memiliki standar. 3. umpan balik (apabila ada) dan perumusan ulang oleh tim Standar perlu disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing masing perguruan tinggi. 2. Dokumen/formulir (sebagai dokumen yang dibutuhkan dalam rangka penerapan. jenis dan jumlah standar yang dibutuhkan. masukan dari stakeholders. unsur dosen. konsep standar disosialisasikan kepada seluruh sivitas akademika. analisis kebutuhan dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas hasil evaluasi penerapan standar.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 3. Standar ditetapkan dengan meramu visi dengan kebutuhan stakeholders. Standar dirumuskan berdasarkan peraturan perudang-undangan terkait.

Sehingga identitas Stikes Dian Husada dapat dilihat dari nama. 4. Melakukan studi terlebih dahulu terhadap seluruh ketentuan normative berupa peraturan perundang – undangan yang mengatur tentang identitas perguruan tinggi. standar identitas dari Stikes Dian Husada sebenarnya dapat menjadi payung bagi beragam mutu lainnya yaitu menjadi dasar dan arah bagi seluruh unit kerja didalam lingkungan dari Stikes Dian Husada untuk meningkatkan mutunya secara utuh.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB IV STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA 4. tujuan. Melakukan evaluasi diri dengan menerapkan analisis SWOT dan atau studi pelacakan untuk merumuskan isi standar. menyeluruh dan berkelanjutan. Untuk Stikes Dian Husada. logo. identitas tidak lain adalah karakteristik esensial dan khas yang melekat pada Stikes Dian Husada sehingga mampu mencitrakan dan membedakannya dengan institusi serupa yang lain. alamat. Karakteristik identitas yang harus dipenuhi adalah (a) bersifat administrative : nama. Identitas atau identity sebagai sebuah kata benda yang diambil dari kamus adalah identitas : ingin jadi siapa atau seperti apa . alamat (b) bersifat substansial : nilai – nilai dasar. misi. Pedoman Penjaminan Mutu 27 . misi institusi. visi. kondisi dimana ingin menjadi sama dengan sesuatu gambaran atau memiliki karakter yang diinginkan.1. misi. visi. logo/lambang. MEKANISME PENETAPAN STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA Untuk menetapkan isi dari standar identitas Stikes Dian Husada ditempuh langkah – langkah utama sebagai berikut : 1. khusus bila akan merumuskan pernyataan visi.2. Berbeda dengan standar mutu lainnya. Singkatnya. 2. identitas menunjuk pada tampilan (look) dari Stikes Dian Husada. dst. bidang kajian dari Stikes Dian Husada. PENDAHULUAN Identitas atau identity secara sederhana dapat diartikan sebagai jati diri atau sekumpulan unsur yang secara bersamaan mampu mencitrakan tentang siapa dan atau apa Stikes Dian Husada.

Pasal 2 dan Kepmendiknas No. Kesesuaian visi. misi.Stikes Dian Husada. pilihan kata dan struktur kalimatnya lugas. Dapat disimpUlkan bahwa pemerintah telah menetapkan standar minimum yang harus dipenuhi oleh sebuah Stikes Dian Husada agar dapat disebut sebagai sebuah institusi perguruan tinggi yang memiliki identitas : 1). dsb…. Memiliki misi 3. Pasal 5. logikanya adalah jika semua standar mutu di dalam SPM. Memiliki keterangan : Nama. 4.misi dan tujuan. 118. Memiliki anggaran dasar 4). tujuan dalam tingkatan Stikes. 4. Memiliki tujuan 2). 234/U/2000. 60 Tahun 1999. Catatan : 1. Memiliki statuta 3). cap stempel. 3. Bila perlu sampai pada tataran indicator keberhasilan.3. Prodi dan UPT yang ada.Stikes Dian Husada dengan mengacu visi. misi rumusanya jelas dan ringkas tidak lebih dari satu paragraf. Memiliki rencana induk pengembangan 5). Pedoman Penjaminan Mutu 28 . motto. misi dan tujuan menjadi acuan utama bagi seluruh standar mutu didalam SPM. 2. Melakukan uji public. yang bersifat esensial dan perlu ditambahkan adalah : 1. apa bila perlu terhadap rancangan isi standar dengan mengandung perwakilan dari unsure – unsure pemangku kepentingan (stake holders) perguruan tinggi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 3. kartu nama (Id Card). Memiliki visi 2. lambang /logo. Pernyataan visi. Memiliki kode etik civitas akademika Elemen lain yang tidak tersebut dalam aturan normative. STANDAR IDENTITAS MINIMUM STIKES DIAN HUSADA Berdasarkan PP No. misi dan tujuan Stikes Dian Husada tersebut telah tercapai. Pernyataan visi. emblem. maka ketika seluruh standar tersebut dapat diupayakan pemenuhannya hal ini berarti visi. jelas dan komunikatif.

bila mana perlu pimpinan unit kerja segera mengambil langkah koreksi bila didapatkan penyimpangan atau kesalahan. dan tindakan korektif yang diambil.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 4. mahasiswa. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA Pada prinsipnya pada tahap ini setiap unit kerja pada Stikes Dian Husada haruslah secara konsisten melalui kebijakan – kebijakan tersetruktur berupaya memenuhi untuk memenuhi atau mencapai isi dari standar identitas yang telah ditetapkan. Kemudian untuk kepentingan pengembangan standar pada siklus penjaminan mutu Stikes Dian Husada berikutnya dievaluasi secara berkala yaitu 5 tahunan. Pedoman Penjaminan Mutu 29 . Untuk itu sebaiknya pengelola standar identitas membuat catatan tertulis yang memuat semua data dan informasi tentang pencapaian substansi standar. Hal ini berarti pimpinan dari unit tersebut harus secara sadar menjadikan standar ini sebagai tolak ukur bagi unit masing – masing dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dengan kata lain pimpinan unit kerja selalu melihat kondisi faktual.4. potensi sumber daya. 4. Rumusan visi. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR IDENTITAS STIKES DIAN HUSADA Pada tahap ini pimpinan unit kerja Stikes Dian Husada senantiasa mengontrol/memantau bagi terlaksananya standar identitas. serta gairah dan atau yang dapat memotivasi semua unsur didalam program studi. bila perlu orang tua/wali dan alumni. misi dan tujuan prodi harus bersifat strategis dan mampu menuunjukan kekhasan prodi yang sesuai dengan lokalitas. 4.5. Pada tahap ini perlunya bagi pimpinan unit kerja melakukan sosialisasi standar isi kepada seluruh pemangku kepentingan: dosen. penyebab terjadinya ketidaksesuaian antara pencapaian dengan substansi standar.

unit penunjang teknis. penyediaan sarana dan prasarana. perencanaan anggaran. dengan cara menggunakan analisi SWOT. dst. Pimpinan unit kerja harus mengisi borang /formulir checklist pernyataan visi yang telah disediakan dan juga menuliskan pernyataan visi tersebut pada formulir visi c. Semua pimpinan unit kerja Stikes Dian Husada membuat pernyataan visi.misi. d. Pimpinan unit membuat catatan atas semua upayanya untuk memenuhi isi standar tersebut. misi dan tujuan unit kerja.dan tujuan Stikes Dian Husada c. dst. Checklist pernyataan visi dan misi b. Caranya tentu saja dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran. Singkat jelas dan komunikatif Borang/formulir yang butuhkan adalah : a. pembinaan dosen. 30 Mekanisme Penetapan Standar Pedoman Penjaminan Mutu . studi pelacakan. penelitian. b. Tidak bertentangan dengan visi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Ilustrasi Mekanisme Penetapan Hingga Pengendalian Standar Identitas Tabel 1. Catatan bisa berupa apa saja yang telah dilakukan dan belumdilakukan. misi dan tujuan sesuai dengan isi standar identitas Stikes. dan studi terhadap peraturan perundang – undangan yang relevan. Formulir yang berisi visi dan misi Pemenuhan Standar a. Mencerminkan nilai – nilai dasar Stikes Dian Husada b. strategi mengatasi. Pimpinan unit kerja bertanggung jawab untuk melakukan berbagai upaya agar visi bernar – benar terpenuhi. penyusunan kurikulum dan kompetensi lulusan. yang rumusannya harus memenuhi kreteria antara lain : a. Tabel Mekanisme Penetapan Hingga Pengendalian Standar Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto Proses Pengendalian Pimpinan unit kerja dengan melibatkan pemangku kepentingan prodi harus menetapkan visi. hambatan – hambatan.

. 7. 5. Checklist Penetapan Standar Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto PERNYATAAN Apakah Isi Standar Mutu Visi Unit Kerja Stikes Dian Husada Tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang relevan ?. c. Pimpinan unit kerja mencatat semua temua dilapangan yang tidak sesuai dengan isi standar. 3. 4.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Mekanisme Proses Pengendalian Pengendalian a. 6. 8. YA YA YA YA YA TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK 31 Pedoman Penjaminan Mutu .. Pimpinan unit kerja harus memeriksa apakah fakta dilapangan Standar benar – benar telah sesuaidengan apa yang dituliskan distandar identitas b. atau hal – hal lain yang berkaiitan dengan upaya pengendalian isi standar pada formulir yang telah disediakan. 2. Pimpinan unit segera mengambil langkah koreksi apabila ditemukan ada suatu kesalahan / ketidaksesuaiann antara apa yang terjadi dilapangan dengan isi standar.. Checklist Penetapan Standar Identitas Stikes Dian Husada Mojokerto Tabel 2. Telah mencerminkan nilai – nilai dasar Stikes Dian Husada Berupa pernyataan tentang sesuatu yang diharapkan akan terjadi dalam hitungan jangka waktu 15 – 20 tahun kedepan Memuat tentang sesuatu yang dapat diukur Telah dirumuskan secara singkat dan jelas Telah menggunakan bahasa dan style yang komunikatif Telah dirumuskan dengan menerapkan analisis SWOT Telah dirumuskan dengan menetapkan studi pelacakan JAWABAN (TANDAI SALAH SATU) YA YA YA TIDAK TIDAK TIDAK NO 1.

14. 19... 12. checklist. 16.. PERNYATAAN Apakah Isi Standar Mutu Visi Unit Kerja Stikes Dian Husada Telah ditetapkan dengan melibatkan STAKEHOLDER Telah disosialisasikan kepada stake holder Telah dilengkapi dengan instrument tertulis seperti formulir/Borang. table dan sebagainya Apakah Isi Stadart Mutu Misi Unit Kerja Stikes Dian Husada Tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang relevan ?. Telah mencerminkan nilai – nilai dasar Stikes Dian Husada Telah sejalan dengan visi Stikes Dian Husada Telah menyebutkan karakteristik jenis jasa pendidikan yang yang ditawarkan oleh Stikes Dian Husada Telah menyebutkan dengan jelas dan rinci prioritas Stikes Dian Husada Telah menyebutkan target pasar yang dituju JAWABAN (TANDAI SALAH SATU) YA YA YA YA YA YA YA YA TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK YA YA TIDAK TIDAK Pedoman Penjaminan Mutu 32 . 11. 15. 18. 10. 17.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto NO 9.

Stikes Dian Husada.1. maka dapat dicatat beberapa kata kunci yang sama terkandung dalam kegiatan tersebut. seyogjanya terlebih dahulu memahami peraturan perundang-undangan yang mengatur. PP No. Pelaksanaan 3. namun sebaiknya perlu disusun kerangka waktu yang jelas untuk pelaksanaannya atau perlu disusun Blue Print. PENDAHULUAN Buku tentang Standar Isi Stikes Dian Husada ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi Stikes Dian Husada dalam melaksanakan SPMI. perlu bertahap sesuai dengan kesiapan Stikes Dian Husada. 19 tahun 2005 tentang SNP.15.Stikes Dian Husada. khususnya Pasal 5. 17 ayat (4).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB V STANDAR ISI STIKES DIAN HUSADA 5. dan 18. Penetapan standar 2. dan mengendalikan Standar Isi. tetapi apabila dicermati lebih dalam. Standar Isi. Dalam konteks ini. 9. dan (c). peraturan tersebut adalah (a). Monitoring dan Evaluasi 4. (b). Peningkatan kualitas dan benchmarking Pada prinsipnya. Stikes Dian Husada apabila akan merumuskan dan menetapkan substansi dari berbagai standar mutu dalam SPMI nya. dan khusus dalam hal ini tentang Standar Isi. pelaksanaan pemenuhan berbagai standar dalam SPMI. Tentunya. Keputusan Mendiknas No. termasuk Standar Isi. melaksanakan. yaitu : 1. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. atau yang relevan dengan. Berdasarkan Buku Panduan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (2006) ada beberapa formulasi SPMI. Evaluasi Kolega Ekstemal (Audit Mutu Akademik Internal) 5. khususnya dalam hal menetapkan. Keputusan Mendiknas No. Pedoman Penjaminan Mutu 33 . 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

dan Standar Kompetensi Lulusan. dan standar ini akan berkaitan dengan standar mutu lain di dalam SPMI. dapat dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan Standar Isi dalam SNP adalah dokumen kurikulum (curriculum plan) suatu program studi.Stikes Dian Husada yaitu Standar Proses Pembelajaran. MEKANISME PENETAPAN STANDAR ISI STIKES DIAN HUSADA Standar Isi Stikes Dian Husada adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi lulusan. Untuk memperjelas posisi Standar Isi dalam kurikulum suatu program studi dan kaitannya dengan Standar Proses dan Standar Penilaian Pendidikan dapat dilihat skema kurikulum pada Tabel 3. Kegiatan nyata kurikulum (actual curriculum) yaitu proses pembelajaran dan penciptaan suasana pembelajaran sama dengan standar proses dalam SNP dan proses evaluasi (assessment) sama dengan standar penilaian pendidikan dalam SNP. Hal ini berarti bahwa substansi Standar Isi tidak lain adalah tentang kurikulum. dan keterampilan yang tercakup dalam kurikulum tersebut dinyatakan dalam standar kompetensi lulusan dalam SNP. Adapun kualifikasi kemampuan lulusan pendidikan tinggi yang mencakup sikap. Kandungan dalam Kurikulum Stikes Dian Husada Mojokerto KURIKULUM KEGIATAN NYATA (Actual Curriculum) PROSES PEMBELAJARAN PROSES EVALUASI PENCIPTAAN SUASANA PEMBELAJARAN DOKUMEN (Curriculum Plan) SERANGKAI MATA KULIAH SILABUS PROGRAM PEMBELAJARAN Berdasarkan Tabel.2. Karena Standar Isi merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan kurikulum maka untuk memperjelas maksud Standar Isi dalam bab ini dituliskan definisi kurikulum. pengetahuan. Berdasarkan informasi ini dapat dinyatakan bahwa kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam suatu program studi karena menyangkut 4 butir standar dalam SNP. Standar Penilaian pendidikan. kompetensi bahan kajian. kompetensi mata kuliah. Untuk itu peningkatan mutu kurikulum merupakan keniscayaan bagi suatu perguruan tinggi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 5. Kurikulum adalah seperangkat rencana clan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan Pedoman Penjaminan Mutu 34 . dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh mahasiswa pada Stikes Dian Husada.

Penetapan standar mutu di tingkat yang lebih rendah perlu mengacu kebijakan standar mutu ditingkat yang lebih tinggi dan menyempurnakannya. Standar lsi perguruan tinggi secara deduKif merupakan penjabaran visi perguruan tinggidan secara induktif merupakan pemenuhan kebutuhan stakehalders dari perguruan tinggi tersebut. Penetapan standar mutu ditingkat yang lebih rendah perlu mengacu kebijakan standar mutu ditingkat yang lebih tinggi dan menyempumakannya. 232/U/2000 Ps. sehingga standar mutu tersebut menjadi sesuai untuk masingmasing institusi. Kurikulum tersusun atas dua hal yaitu : 1. dan kompetensi lain. kemudian dan tingkat program studi. Standar Isi Stikes Dian Husada secara deduktif merupakan penjabaran visi Stikes Dian Husada dan secara induktif merupakan pemenuhan kebutuhan stakeholders dari Stikes Dian Husada tersebut. 1 butir 6). komplementer dengan Kurikulum Inti. kompetensi pendukung. Kurikulum Inti yang mencirikan kompetensi utama Kurikulum Institusional yang merupakan bagian dari kurikulum Stikes Dian Husada.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto pelajaran serta cara penyampaiannya dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar diperguruan tinggi (SK Mendiknas No. sehingga standar mutu tersebut menjadi sesuai untuk masing-masing unit kerja . Proses penetapan Standar Isi perlu dilakukan secara berjenjang dimulai di tingkat Stikes Dian Husada dan tingkat program studi. Pedoman Penjaminan Mutu 35 . Proses penetapan Standar lsi perlu dilakukan secara berjenjang dimulai ditingkat Stikes. disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Stikes Dian Husada yang bersangkutan (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Psl. Kurikulum disusun berdasarkan atas elemen – elemen kompentensi yang dapat menghantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. Kurikulum dipahami sebagai dokumen dan sebagai kegiatan nyata pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi. 2. 7).

15. Anatomi Standar Isi Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP Apa substansi (atau kriteria) dari Standar lsi yang perlu dirumuskan dan ditetapkan oleh Stikes Dian Husada agar dapat dikatakan memenuhi kriteria dari SNP? Jawabannya adalah dengan mempelajari isi dari Pasal 5. 9. 19 tahun 2005 Pedoman Penjaminan Mutu 36 . dan 18 dari PP No.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Tabel 4. 17 ayat (4).

Stikes Dian Husada perlu memetakan dan merum uskan secaia lebih detil substansi dari Standar lsi. Pedoman Penjaminan Mutu 37 . kebudayaan serta mata kuliah Statistika. baik yang secara minimal telah diatur oleh Pemerintah melalui SNp seperti disebut di atas. Substansi Standar Isi yang telah ditetapkan oleh Permendiknas: 1.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto sebagaimana telah dikutip di atas. Kalender akademik untuk perguruan tinggi diatur lebih lanjut dengan Permen (perlu mengacu permen yang akan ada). Hal ini dapat disikapidengan suatu pemikiran yang positif bahwa pemerintah memberi keleluasaan terhadap Stikes Dian Husada untuk berkembang sesuai dengan kondisi. Hal ini dimaksudkan agar perguruan tinggi dapat memenuhi SNP bahkan selanjutnya dapal melampaui SNP baik dalam jumlah maupun level dari substansi (kriteria) standar tersebut. dan budaya masing-masing. No. ataupun substansi Standar lsi yang melebihi standar minimal menurut SNP itu. dan/atau Matematika b. Beban sks minimal dan maksimal program pendidikan pada pendidikan tinggi dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Permen (perlu mengacu permen yang akan ada). pada program sarjana dan diploma. kemampuan. Dalam proses penetapan Standar lsi. Pendidikan Kewarganegaraan. tim atau satuan tugas SPMl. Substansi Standar Isi yang telah ditetapkan oleh PP. 2. Dalam Tabel l terlihat ada substansi dari Standar lsi yang telah ditetapkan oleh PP. 19/2005: 1. Suatu perguruan tinggiwajib menetapkan dan melaksanakan secara konsisten'dan bekelanjutan kandungan Standar lsitersebut. 19/2005 dan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Bahasa Indonesia. 2. No. dan berikut ini diulang kembali dalam bentuk Tabel l. tetapi ada juga yang perlu ditetapkan oleh Stikes Dian Husada. Substansi Standar Isi minimum berdasarkan SNP : a. 19/2005 dan Permendiknas. Kurikulum tingkat pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah Pendidikan Agama. dan Bahasa Inggris. Jumlah substansi standar yang perlu ditetapkan oleh Stikes Dian Husada relatif lebih banyak dari pada yang telah ditetapkan oleh PP. No. Kurikulum tingkat pendidikan tinggi program sarjana dan diploma wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian. Berikut ini contoh dari pemetaan tersebut.

5. Stikes Dian Husada perlu melibatkan asosiasi profesi. 3. Substansi Standar Isi yang perlu ditetapkan oleh Stikes Dian Husada : 1. Tabel 5.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto c. Beban sks efektif diatur oleh Stikes Dian Husada. instansi pemerintah terkait. 2. dan kelompok ahli yang relevan. Kurikulum tingkat pendidikan untuk setiap program studi di Stikes Dian Husada dikembangkan dan ditetapkan oleh Stikes Dian Husada dengan mengacu SNP Substansi Standar Isi yang melampaui SNP Salah satu cara sederhana dan praktis dalam perumusan substansi Standar Isi yang melampaui SNP dapat dilakukan dengan Cara memperhatikan dua aspek tersebut dan merujuk pada Standar Penjaminan Mutu Eksternal (akreditasi atau sertifikasi) yang dicita citakan. Kerangka dasar dan struktur kurikulum Stikes Dian Husada dikembangkan oleh Stikes Dian Husada untuk setiap program studi. Tim yang ditunjuk melakukan pencermatan substansi yang sesuai dengan visi dan kebutuhan stakeholders dan yang ada dalam Standar yang diacu tersebut tetapi belum ada dalam SNP. Penetapan Standar Isi seyogyanya secara bertahap sesuai dengan kemampuan Stikes Dian Husada tersebut tetapi terprogram dengan baik. Standar isi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan SNP dan melampaui SNP Standar Isi Suatu Prodi diluar SNP No Sub Kriteria 1 Kesesuaian kurikulum dengan visi dan misi program studi 2 Ketersediaan peta kurikulum 1 2 Standar Isi Suatu Prodi sesuai dengan SNP Sub Kriteria Struktur kurikulum Cakupan kurikulum Pedoman Penjaminan Mutu 38 . 4. Dalam mengembangkan kerangka dasar dan struktur kurikulum. Kurikulum tingkat Stikes Dian Husada dan kedalaman muatannya diatur oleh Stikes Dian Husada.

Pemenuhan standar isi dapat dinyatakan dalam tahapan kegiatan mulai dari penyusunan. penyempurnaan atau peninjauan kurikulum oleh Stikes Dian Husada yang menghasilkan dokumen kurikulum.3.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 3 4 Standar Isi Suatu Prodi sesuai dengan SNP Sub Kriteria Relevansi kurikulum Deban kredit kurikulum Standar Isi Suatu Prodi diluar SNP No Sub Kriteria 3 Urutan (sequence) mata kuliah di dalam peta kurikulum 4 Urutan (sequence) pelaksanaan mata kuliah di dalam kurikulum dibandingkan peta kurikulum Kesesuaian keahlian dosen dengan matakuliah yang diajarkan Relevansi peninjauan kurikulum Fleksibilitas mata kuliah pilihan Kesesuaian keahlian dosen dengan matakuliah yang diajarkan Kesesuaian praktikum 5 Integrasi kurikulum 5 6 Fleksibilitas 6 7 8 9 10 Kecukupan modal praktikum 5. Pedoman Penjaminan Mutu 39 . MEKANISME PEMENUHAN STANDAR ISI Mekanisme Pemenuhan Standar Isi oleh Stikes Dian Husada dapat dikatakan sebagai serangkaian kegiatan untuk mendapatkan standar isi sebagai mana yang diharapkan oleh Stikes Dian Husada.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Gambar 5. Diagram Alir Kegiatan Peninjauan Kurikulum Stikes Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 40 .

Mekanisme manajemen pengendalian standar isi Penanggung Jawab Ket. dll Pedoman Penjaminan Mutu Pembantu Pengurus Jurusan 3 41 . Untuk itu. proses evaluasi dan penciptaan suasana pembelajaran) (3) evaluasi penyempurnaan kurikulum yang dilaksanakan secara terus menerus setiap akhir semester dan (4). Jurusan / Sek. career workshop. Jurusan / Ka prodi dan disyahkan rapat jurusan. Tabel 6. Oleh karena itu dalam tahap ini dilaksanakan kegiatan evaluasi terhadap implementasi Standar Isi (Proses pembelajaran. Proses evaluasi dan menciptakan suasana pembelajaran) yang selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut dilakukan usaha peningkatan yang berkelanjutan (Continous Quality Improvement/CQI). Evaluasi peninjauan kurikulum dilaksanakan setiap 4 – 5 tahun sekali. Jurusan / Ka. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR ISI STIKES DIAN HUSADA Manejemen pengendalian standar isi mengandung dua makna yaitu : EVALUASI DAN USAHA PENINGKATAN STANDAR.4. Secara umum kegiatan evaluasi pemenuhan standar isi bertujuan mengetahui kesesuaian dan ketercapaian pelaksanaan standar isi dibandingkan dengan standar isi yang telah ditetapkan. Prodi / Sek. Penelitian dan pengabdian masyarakat Kegiatan co-kurikuler : Success skill training. Serta Kurikulum Pemenuhan Standar Kegiatan Akademik dan Penunjang Kegiatan Perkuliahan. dan Kompetensi Lulusan. Bila diperlukan dibentuk tim perumus Ket.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 5. Prodi Sek. Jurusan / Sek. Spesifikasi Prodi. dan tugas Akhir Kegiatan Kerjasama. kegiatan evaluasi harus didasarkan atas : (1) implementasi dokumen kurikulum. Kerja Praktek. (2) kalender akademik (proses pembelajaran. personal development programs. Prodi / Pembantu Pengurus Jurusan 1 (PPJ 1) Pembantu Pengurus Jurusan 2 Kegiatan Perumusan Standar Mutu Prodi : Misi dan Visi Prodi. Penelitian Mahasiswa.

Prodi / PPJ 1 / Dosen / Mahasiswa Badan penasehat. Mahasiswa Pedoman Penjaminan Mutu 42 . Pengguna.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Kegiatan Pengendalian standar Evaluasi penyempurnaan kurikulum Pengendalian Standar Penanggung Jawab Sek. Alumni. Jurusan / Sek. Penguji dari luar.

yang disebut ranah kognitif. kreativitas. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. partisipasi. diperlukan standar mutu proses pemberajaran yang disusun berdasarkan peraturan perundangan. ranah kooperatif. Dilingkungan pendidikan tinggi. Dalam interaksi yang berpusat pada mahasiswa (student Centered Learning) tersebut terjadi proses perubahan yang dialami mahasiswa dalam empat ranah. sesuai dengan Pasal 1 butir 6 Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Pasal 21 (1) SNP menyatakan bahwa.1. mahasiswa. tujuan pembelajaran.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB VI STANDAR PROSES PEMBELAJARAN 6. ranah afektif yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan. pelaksanaan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (3) harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik perkelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. penentuan sikap ranah psikomotorik yaitu kemampuan yang mengutamakan keterampilan jasmani. yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan. terdapat berbagai komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterrelasi. metode atau strategi pembelajaran. emosi.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan reaksi . visi dan misi perguruan tinggi serta dengan memperhatikan kompetensi lulusan yang dibutuhkan stakeholders. PENDAHULUAN Di dalam Pasal 1 Butir 20 UU. misalnya persepsi. Pedoman Penjaminan Mutu 43 . misalnya penerimaan. Komponen – komponen tersebut adalah dosen. Agar proses pembelajaran dapat rnenghasilkan perubahan pada mahasiswa dalam empat ranah seperti dikemukakan di atas dan bermutu (memenuhi standar kompetensi lulusan). yaitu kemampuan untuk bekerjasama. interaksi tersebut terjadi antara mahasiswa dengan dosen. dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik.No. dinyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber berajar pada suatu lingkungan belajar.reaksi yang berbeda berdasarkan penalaran. penalaran atau pikiran. Dalam suatu proses pembelajaran. materi pembelajaran.

Melakukan studi lapangan untuk mengetahui kebutuhan stakeholders tentang kompetensi lulusan. secara utuh. 2. nilai – nilai dasar.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Komponen-komponen yang mempengaruhi kebesaran proses pembejaran seperti dikemukakan di atas. afektif. tujuan dan sasaran Stikes Dian Husada. tentukan standar yang rnenggambarkan sesuatu (dapat berupa keadaan. serla keterkaitan antar standar.2. dilaksanakan dikendalikan oleh perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelusuran tersebut. misi. 6. psikomotorik. Untuk itulah diperlukan standar mutu untuk berbagai komponen tersebut. menyeluruh.dan Degree (ABCD). Competence. dan berkelanjutan di Stikes Dian Husada. Rumuskan standar dengan menggunakan rumus atau prinsip Audience. 4. Tujuan standar ini adalah menjamin pemenuhan mutu seluruh proses pembelajaran di dalam lingkungan belajar yang kondusif. dengan memperhatikan acuan normatif yaitu perundang – undangan yang relevan. harus pula diperhatikan visi dan misi STIKES DIAN HUSADA sebagai landasan sekaligus tujuan dalam menentukan isi standar proses pembelajaran. dan kooperatif.. perlu dikelola dengan baik agar menghasilkan mutu pembelajaran yang baik pula. proses ) yang diharapkan akan lerjadi atau yang seharusnya terjadi. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA Standar Proses Pembelajaran Stikes Dian Husada adalah keseluruhan tolok ukur pencapaian Minimal pada suatu siklus penjaminan mutu tentang seluruh proses kegiatan pembelajaran pada setiap program studi yang diselenggarakan oleh Stikes Dian Husada. Melakukan evaluasi diri dengan menerapkan SWOT analysis. Behaviour. Untuk menetapkan Standar Proses Pembelajaran diStikes Dian Husada. Pedoman Penjaminan Mutu 44 . Selain ketentuan normatif. serta pengembangannya secara berkelanjutan. dapat dilakukan melalui langkah – langkah sebagai berikut : 1. Melakukan studi pendahuluan penelusuran terhadap ketentuan normatif yaitu peraturan perundangan yang mengatur tentang proses pembelajaran. (yang ditetapkan. visi. inspiratif. kreatif yang mampu memotivasi dan meningkatkan kemampuan aspek kognitif. 3.

Pendidik memberikan keteladanan. Pasal 35 ayat (1) UU No. dan kompetisi antar bangsa dalam peradaban dunia. d. Pasal 19 PP No.dan penilaian hasil belajar. e. bahwa tugas keprofesionalan dosen adalah merencanakan. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. 2. Pasal 21 PP No. 3. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. metode pengajaran. 19/2005 tentang Standar Nasional pendidikan : Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. menantang. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keunggulan lokal. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. penilaian hasil pembelajaran. 20/2O03 tentang Sistem Pendidikan Nasional. f. Pasal 20 PP No. yang intinya bahwa standar proses harus ditingkatkar secara berencana dan berkara. dan kemandirian sesuai dengan bakat minat.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Penjelasan : 1. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Proses pembelajaran diserenggarakan secara interaktif. dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik. yang intinya: 1. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. kreativitas. 19/2005 tentang Standar Nasional pendidikan : Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik perkelas dan beban mengajar maksimal perpendidik. Studi Pendahuluan Penelusuran Terhadap Ketentuan Normatif a. Pasal 60 huruf b UU No. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Pasal 1 butir 20 UU No. c. materi ajar. Pedoman Penjaminan Mutu 45 . kepentingan nasional. pelaksanaan proses pembelajaran. inspiratif. sumber belajar.19/2005 tentang standar Nasional pendidikan. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. keadilan. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. b. menyenangkan. melaksanakan proses pembelajaran.

kelemahan. Evaluasi Diri Dengan Menerapkan SWOT Analysis Setelah perumus standar mutu dalam SPMl. misalnya perkembangan teknologi informasi. untuk merumuskan substansi standar Perencanaan Proses Pembelajaran. pelaksanaan. 3. evaluasi. Pasal 23 PP No. seperti misalnya jumlah dosen. supervisi. apportunities. weaknesses. pelaksanaan dan pengawasan proses pembelajaran oleh Prodi diStikes Dian Husada. Sedangkan untuk aspek Opportunities dan Threaths yang harus menjadi fokus analisis adalah berbagai hal yang merupakan peluang dan ancaman bagi Stikes Dian Husada yang bersangkutan. kualifikasi dosen. dan ancaman yang Pedoman Penjaminan Mutu 46 . Standar Perencanaan Proses Pembelajaran oleh Stikes Dian Husada 2. sedangkan untuk aspek weaknesses. Standar Pelaksanaan Proses Pembelajaran oleh Stikes Dian Husada. analisis terhadap kedua aspek ini lebih berupa analisis terhadap faktor intemal Stikes Dian Husada. Seluruh proses pembelajaran tersebut perlu ditetapkan standar mutunya. Dengan demikian. Untuk aspek Strengths. yang harus menjadi fokus analisis adalah berbagai hal yang menjadi kekuatan/ keunggulan dari Stikes Dian Husada. Jadi. yang harus dianalisis adalah berbagai hal yang menjadi kelemahan/ kekurangan Stikes Dian Husada tersebut. 19/2005 tentang standar Nasional pendidikan : Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan. and Threats) dengan dukungan studi pelacakan.Stikes Dian Husada menetapkan komponen atau unsure – unsure apa saja yang sebaiknya ditetapkan di dalam standa mutu tentang perencanaan. maka langkah berikutnya adalah melakukan analisis swot (strengths. dan pengawasan proses pembelajaran sesuai peraturan perundangan sebagaimana dipaparkan di atas. peraturan Perundangan dll. kesempatan. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan Mekanisme penetapan standar proses pembelajaran adalah tentang tindakan apa saja yang harus dilakukan dalam perencanaan. analisis terhadap kedua aspek terakhir harus diarahkan pada faktor eksternal Stikes Dian Husada. yaitu: 1. pelaporan. ketersediaan ruangan dll. Dengan demikian. Pelaksanaan Proses Pembelajaran. dan Pengawasan Proses Pembelajaran.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto g. harus mengetahui lebih dahulu kekuatan. Standar Pengawasan Proses Pembelajaran oleh Stikes Dian Husada B.

D. Tentukan periode atau satuan waktu. 2. Contoh perumusan standar dengan rumus tersebut: 1. terarah sesuai cita-cita bersama. Uji publik untuk mengetahui kebutuhan stakeholders Setelah isi standar proses telah berhasil dirumuskan. Siapa yang bertugas untuk menjalankan atau menjamin terpenuhinya isi standar (Audience). lebih dahulu disosialisasikan kepada publik. Tujuannya antara lain untuk memperkenalkan dan/atau menguji sejauh mana tingkat akses Stikes Dian Husada. Apa sasaran/ target tugas yang harus dicap ai (Competence). kemudian diramu dengan visi dan misi Stikes Dian Husada sehingga menghasilkan rumusan substansi standar proses dari Stikes Dian Husada. jadwal ujian. standar mutu adalah sebagai berikut : a.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto dihadapi Stikes Dian Husada melalui analisis SWOT. (Behaviour). ruang kuliah. Setiap awal semester Dekan menentukan dan mempersiapkan jadwal perkuliahan. dan melibatkan segenap potensi yang ada. maka sebelum standar tersebut resmi ditetapkan. maka analisis SWOT dapat mengidentifikasi arah pengembangan Stikes Dian Husada yang minimal dengan tingkat akurasi yang sangat baik Hasil analisis SWOT yang didukung dengan hasil kajian normative peraturan perundangan yang relevan. Pedoman Penjaminan Mutu 47 . dan dosen pengampu matakuliah. khususnya ke pada perwakilan dari unsur pemangku hepentingan Stikes Dian Husada. yang disebut (Degree). c. d. Dekan masing-masing fakultas menyelenggarakan rapat dosen lengkap untuk menentukan matakuliah yang akan diselenggarakan dan dosen pengajamya. Setiap dosen wajib menyusun bahan ajar yang dibagikan kepada mahasiswa pada awal perkuliahan. b. 3. Merumuskan standar dengan rumus ABCD Penjabaran rumus ABCD ke dalam perumusan. Kondisi tersebut sifatnya harus terukur. C. Setiap awal tahun akademik. Jika dilakukan secara cermat. Kondisi atau keadaan atau proses yang diharapkan terjadi. bahasa.

misi program studi yang diturunkan dari visi – misi Stikes Dian Husada b.3. Standar Perencanaan Proses Pembelajaran oleh Prodi di Stikes Dian Husada Standar mutu tentang perencanaan proses pembelajaran yang sekurang-kurangnya mengatur berbagai hal berikut ini: a. dan untuk memperoleh usulan – usulan yang konstruktif. Waktu dan Tatap muka perkuliahan. Jadwal dan tempat perkuliahan g. Penunjukan PJMK c. STANDAR PROSES PEMBELAJARAN DISTIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO 1. Penetapan kalender perkuliahan f. Standar silabus. metode pengajaran. standar perwalian akademik. jumlah SKS dalam distribusi (Ceramah-Diskusi. Demikian pula halnya dengan dosen. Substansi matakuliah. dan penilaian hasil belajar. Untuk menetapkan standar mutu perencanaan proses pembelajaran Stikes Dian Husada.Klinik). kebutuhan stakeholders. Dari hasil uji coba ini. e. Penetapan matakuliah yang dilaksanakan pada semester tersebut b. beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan : a. standar pembelajaran. Dan ditambahkan Kode matakuliah. Jadwal pendaftaran matakuliah (Kartu Rencana Studi) oleh mahasiswa. Diskripsi matakuliah. standar penilaian harus mengacu pada visi . Menetapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan stakeholders c. Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. standar Kartu Rencana Studi. 6. bila perlu isi standar dapat disempurnakan. Pedoman Penjaminan Mutu 48 . materi ajar. yang sesuai dengan visi dan misi program studi. dan keunggulan lokal. program studi). PJMK.Praktika/Lab. Jadwal perwalian akademik d.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto abilitas dan akurasi dari isi standar tsb menurut penilaian mereka. sumber belajar. harus merencanakan proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan proses pembelajaran yang telah ditetapkan oleh Stikes Dian Husada (cq.

Pelaksanaan proses pembelajaran yang sekurang – kurangnya mengatur perihal : a. Kemampuan memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan f.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto d. e. Penguasaan Materi Kuliah oleh dosen/pengajar b. Meja-Kursi dosen-pengajar. Prasarana dan sarana perkuliahan : Kursi mahasiswa. Kejelasan kompetensi yang akan diperoleh setelah mengikuti kuliah j. Rasio jumlah mahasiswa untuk setiap dosen tetap : 1 : 20 d. pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Kemampuan Membangkitkan minat belajar bagi mahasiswa e. LCD projector. perlu dirumuskan tujuan yang jelas dan dapat diukur keberhasilannya. Beban megajar seorang dosen 8 SKS / equivalen 112 Jam / Semester. Jumlah ± 40 mahasiswa/kelas b. Kejelasan rangkaian matakuliah ini de g a n matakuliah lainnya k. Pelaksanaan perkuliahan : a. AC. yaitu untuk merealisasikan strategi pembelajaran yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap silabus i. sebelum menentukan strategi. Dengan demikian. Tugas yang diberikan sesuai dengan beba n kuliah l. Sistematika menjelaskan kuliah d. Strategi pemberajaran yang sesuai. yang lain menyesuaikan kebijakan institusi c. penyusunan langkah – langkah pembelajaran. Sound System. Metode pengajaran. Kesediaan membantu mahasiswa diluar jam kuliah h. 2. Standar pelaksanaan proses pembelajaran stikes dian husada. Manfaat kuliah bagi mahasiswa m. agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam satu strategi pembelajaran dapat digunakan beberapa metode. Pemanfaatan sarana/fasilitas pendukung perkuliahan Pedoman Penjaminan Mutu 49 . Oleh karena itu. karena itu dosen harus dapat menerapkan metode pengajaran yang efektif dan efisien. kedisiplinan (Kehadiran dan ketepatan waktu) g. White board-Spidolnya. Kemampuan Menjelaskan Materi Kuliah c.

Kaprodi dan Ketua dalam pelaksanaan proses pembelajaran b.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 3. maka perlu ada mekanisme untuk mengawasinya dan mekanisme pengawasan ini perlu dibuatkan standar mutunya. Ujian Perbaikan). Tugas Presensi Standar pelaksanaan dan soal ujian : Ujian boleh dilaksanakan bila jumlah tatap muka perkuliahan mencapai 60 % dari rencana Menetapkan jadual ujian satu minggu sebelum ujian dilaksanakan Menetapkan penjaga dan tempat ujian satu minggu sebelum ujian dilaksanakan Adanya tempat pengamanan soal ujian Melengkapi berita acara dan daftar hadir mahaiswa dalam ujian PJMK diperkenankan memberikan kisi – kisi soal PJMK diharuskan menyerahkan soal maksimal satu minggu sebelum ujian dilaksanakan Pembuatan soal disesuaikan dengan tujuan pembelajaran Menilai (menentukan katagori kemampuan mahasiswa) Penilaian PAP atau PAN Nilai diserahkan maksimal dua minggu setelah ujian dilaksanakan Pedoman Penjaminan Mutu 50 . Evaluasi Kegiatan untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran dalam ranah kognitif. Supervisi Adanya suatu kegiatan pengawasan secara berkala oleh Sekprodi. Standar kegiatan mengukur : Ujian (UTS dan UAS. terutama oleh dosen. Standar mutu pengawasan proses pembelajaran. Pemantauan Adanya suatu kegiatan pengawasan secara terus menerus oleh PJMK. Evaluasi meliputi kegiatan mengukur dan menilai. Sekprodi. Standar pengawasan proses pembelajaran stikes dian husada Agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. meliputi : a. Kaprodi dan Ketua dalam pelaksanaan proses pembelajaran c. afektif dan psikomotor.

pimpinan unit perlu melakukan sosialisasi isi Standar Proses Pembelajaran kepada para pemangku kepentingan internal. Dalam tahap ini. 6. agar upaya pemenuhan isi standar tidak melanggar peraturan perundangan. pimpinan unit mulai bekerja untuk memenuhi atau melaksanakan isi standar tersebut. tabel atau instrumen lain yang relevan dengan isi standar ini Untuk memudahkan administrasi pelaksanaannya. Pelaporan Adanya suatu system informasi dan solusi terkait dengan pelanggaran standar dari proses pembelajaran oleh PJMK. Kaprodi Ketua I dan Ketua Stikes. bagan checklist. yang dapat dilakukan melalui : Pedoman Penjaminan Mutu 51 . Sekprodi. Pengambilan tindak lanjut yang diperlukan dalam konteks pengawasan ini. pimpinan juga harus rnemperhatikan semua ketentuan normatif yang relevan (bila ada). e. Program studi sesuai dengan kewenangan masing – masing mempersiapkan administrasi kegiatan pendukung proses pembelajaran. termasuk juga administrasi kegiatan pendukung proses pembelajaran dilakukan secara transparan dan akuntabel. pengelola standar harus pula menyiapkan perangkat dokumen tertulis seperti formulir borang. Pada tahap ini. khususnya dosen dan tenaga kependidikan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto d. Beberapa contoh dikemukakan di bawah ini. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA Pemenuhan standar pada prinsipnya menuntut setiap program studi danatau dosen sesuai dengan tugas dan kewenangan masing – masing berdasarkan struktur organisasi Stikes Dian Husada yang bersangkutan secara konsisten memenuhi atau melaksanakan Standar Proses Pembelajaran yang telah ditetapkan. Setelah upaya ini dilakukan. maka semua instrument Tertulis tersebut harus diberi nama dan kode numerasi tertentu. sebagai bagian dari mekanisme pemenuhan standar Proses Pembelajaran. Dengan demikian pejabat atau pimpinan unit atau dosen harus menjadikan standar ini sebagai tolok ukur dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing – masing.4. Pemenuhan standar perencanaan proses pembelajaran.

untuk memantau kelengkapan pemberian dan pentahapan materi pembelajaran. Manajemen kelas h. d. Jumlah tatap muka rata-rata persemester.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Penyelenggaraan rapat dosen lengkap dengan acara : 1. tugas yang telah diberikan kepada mahasiswa. e. antara lain: a. Penetapan standar administrasi kegiatan pendukung proses pembelajaran. Jika semester sebelumnya mencapai 80 %. Jumlah kelulusan dalam suatu mata kuliah.rata 90 %.5. Pedoman Penjaminan Mutu 52 . satuan acara perkuliahan (SAP) yang dibagikan kepada seluruh mahasiswa peserta suatu mata kuliah. maka pada semester berjalan ditargetkan 95 % dengan parameter yang sama dengan semester sebelumnya. dll 6. maka pada semester berjalan ditargetkan dorninasi nilai akhir B dengan parameter yang sama dengan semester sebelumnya. Koordinasi metode evaluasi proses pembelajaran. jika pada semester sebelumnya rata-rata dominan pada nilai akhir c. Pengembangan metode pengajaran (bila ada) g. jika semester sebelumnya mencapai 50 % dari tugas yang seharusnya diberikan. c. jika semester sebelumnya mencapai rata . Jumlah penugasan kepada mahasiwra rata . Berita acara tatap muka perkuliahan yang berisi data dan informasi tentang materi pembelajaran. b. penggunaan alat bantu pembelajaran. Kualitas kelulusan mahasiswa dari suatu mata kuliah. termasuk evaluasi SAP f. PEMENUHAN STANDAR PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA Penyelenggraan proses pebelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka yang diselenggarakan selama 16 minggu termasuk UTS dan UAS atau kegiatan lain yang setara dan bahkan lebih baik dan alat bantu berupa : a. Koordinasi materi perkuliahan. maka pada semester berjalan ditargetkan meningkat menjadi 85 %' b. Memahami kembali visi dan misi program studi 2.rata persemester. maka pada semester berjalan ditargetkan 60 %.

6.6. PEMENUHAN STANDAR PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA a. untuk memantau tingkat penyerapan materi kuliah oleh mahasiswa. Pedoman Penjaminan Mutu 53 . penelitian. Pemberian tugas kepada mahasisrva untuk menunjang keberhasilan kegiatan tatap muka. Prodi menyiapkan berita acara tatap muka/ perkuliahan yang berisi data dan informasi tentang materi pembelajaran. tugas yang telah diberikan kepada mahasiswa. dan pengawasan proses pembelajaran) harus dilakukan oleh Stikes Dian Husada yang dalam hal ini dilakukan oleh pejabat yang berwenang (misalnya. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN STIKES DIAN HUSADA Pengendalian Standar Proses Pembelajaran (tentang perencanaan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto c. dan lain – lain sesuai dengan kebutuhan mata kuliah terkait. misalnya sebanyak 90 % dari 14 minggu tatap muka dalam satu semester. dan/atau memperbaiki pemberian materi pembelajaran yang belum kurang/tidak dapat diserap oleh mahasiswa hingga Tujuan lnstruksional Khusus (TlK) yang dicantumkan dalam SAP dapat dicapai. e. presensi (daftar kehadiran) mahasiswa dan dosen untuk memantau standar minimal kehadiran mahasiswa dan dosen. 6.7. Pemberian test formatif (test penyerapan) kepada mahasiswa. Jadi setiap unit akademik (Prodi) yang bersangkutan selalu melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa standar telah terpenuhi atau telah ditaati. Ketua dan Program Studi). Prodi menyiapkan presensi (daftar kehadiran) mahasiswa dan dosen untuk memantau standar minimal kehadiran mahasiswa dan dosen. Bilamana perlu pejabat tersebut segera mengambil tindakan korektif apabila ditemukan adanya penyimpangan atau kesalahan. pelaksanaan. yang dapat terdiri atas penyusunan makalah. workshop. kuliah kerja. praktek di laboratorium. Tujuannya adalah untuk nemantau penerapan standar secara konsisten pada kondisi Prodi. Hasil test formatif digunakan oleh dosen untuk menguatkan materi pembelajaran yang telah berhasil diserap oleh mahasiswa. d. b.

yang dicerminkan dalam penguasaan teori. b. Dosen memperhatikan mutu pembelajaran dengan mengikut sertakan secara aktif mahasiswa (student centered).elajaran berlangsung dengan tujuan life long learning menjamin bahwa mahasiswa aktif selama proses pernbelajaran. Dosen memenuhi standar kualitas pembelajaran. pengisian Berita Acara Perkuliahan. Konsep pembelajaran berfungsi untuk memfasiliiasi pembelajaran berdasarkan standar yang telah ditetakan. dengan: mendorong mahasiswa belajar mandiri dan dapat memilih sendiri pengembangan lebih lanjut model belajar untuknya mendorong pengembangan kualitas pribadinya memberi kemungkinan proses pemt-. c.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pengendalian Standar Perencanaan Proses Pembelajaran yang dilakukan terhadap dosen: a. peralatan Up to date yang siap digunakan. Pengendalian standar Pelaksanaan Proses pembelajaran yang dilakukan terhadap dosen : Pengendalian oleh ketua/program studi dilakukan dengan pengisian daftar hadir dosen dan mahasiswa. Prodi mengecek pada dosen coordinator mata kuliah sebelum suatu semester dimulai. pengalaman dan pengenalan problem nyata. Prodi mengecek pada Dosen apakah sudah mempersiapkan diktat perkuliahan atau power point sebagai bahan ajar. Dosen menciptakan lingkungan yang mendorong pembelajaran kolaboratif (colaborative learning). Pengendalian oleh dosen: a. b. dan memiliki wawasan yang luas Pedoman Penjaminan Mutu 54 . penyiapan bahan ajar dan teknologi informasi . apakah sudah menyerahkan SAP mata kuliah yang dibinanya agar dapat dibagikan kepada mahasiswa sebelum kuliah pada awal semester dimulai.

baik sekali 3. 2. 16. 9. 11. 7. 15. 2. cukup Pernyataan Penguasaan Materi Kuliah Kemampuan Menjelaskan Materi Kuliah Sistematika menjelaskan kuliah Kemampuan Membangkitkan minat belajar bagi mahasiswa Kemampuan memberi jawaban atas pertanyaan ya ng diajukan kedisiplinan (Kehadiran dan ketepatan waktu) Kesediaan membantu mahasiswa diluar jam kuliah Kepatuhan terhadap silabus Kejeelasan silabus kuliah Kejelasan kompetensi yang akan diperoleh setelah mengikuti kuliah Tatacara penilaian Kejelasan rangkaian matakuliah ini de g a n matakuliah lainnya Tugas yang diberikan sesuai dengan beb a n kuliah Soal ujian sesuai dengan keadaan kuliah Manfaat kuliah bagi mahasiswa Sarana/fasilitas pendukung perkuliahan 1 2 3 4 5 Pedoman Penjaminan Mutu 55 . 12. 5. 1. 14. Jawab an obyektif ands akan membantu Juru san dan dosen memberikan yang terbaik untuk proses pembelajaran di Prodi S 1 Keperawatan Kriteria penilaian 1. kurang 5.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Contoh Formulir Checklist evaluasi pelaksanaan kuliah oleh mahasiswa Mata kuliah Semester Tahun ajaran : : Ganjil / Genap : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih angka 1 (satu) sampai 5(lima). kurang sekali 4. 4. 10. 13. Tand ai dengan V atau X p ad s kolom y an g sesu ai. 6. 3. baik No. 8.

4. 6. : : : Silabus Kesesuaian prasyarat mata kuliah Kesesuaian materi dengan ketersediaan waktu Pokok bahasan yang perlu ditambahkan Pokok bahasan yang perlu dihilangkan Inovasi pembelajaran yang dilakukan System penilaian yang digunakan Lain . 1. 5.Lain Komentar Dosen Pengampu Pedoman Penjaminan Mutu 56 .Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Contoh Formulir Checklist evaluasi penyempurnaan silabus oleh Dosen Mata kuliah Jumlah SKS Dosen Pengampu No. 3. 2.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Contoh Formulir Checklist evaluasi Proses Pembelajaran oleh Dosen Tahun Akademik Semester Dosen Pengampu : : : Jumlah Tatap Muka Evaluasi Pelaksanaa n Komentar. masukan Mata Kuliah (SKS) Rencana Terlaksana Materi yang diselesaikan (%) Pedoman Penjaminan Mutu 57 .

(2). Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. profesi. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi untuk seluruh mala pelajaran atau kelompok mata pelajaran dan mata kuliah atau kelompok mata kuliah. dan sikap unluk menemukan. serta menerapkan ilmu. (4). (3). untuk jenjang pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik. yang bermanfaat bagi kemanusiaan'. Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Pedoman Penjaminan Mutu 58 .1. keberadaan standar ini menjadi sangat mutlak dan strategis sifatnya. menyebulkan bahwa "Standar KompetensiLulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. pengetahuan. dan keterampilan. Pasal 1 butir 4 Peraturan Pemerintah (PP) No.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB VII STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA 7." Pasal 26 ayat (4) disebutkan bahwa "Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia. kemandirian. keterampilan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan seni. maupun vokasi. Kriteria kelulusan mahasiswa dari suatu prodi lazimnya dirumuskan dalam bentuk standar Kompetensi Lulusan. Kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) mencakup sikap. Pasal 25 ayat 1 sampai dengan 4 dari peraturan yang sama disebutkan bahwa : (1). dan keterampilan". mengembangkan. teknologi. pengetahuan. PENDAHULUAN Tujuan utama dari penyelenggaraan program studi (selanjutnya disebut prodi) yang terdapat pada Stikes Dian Husada adalah menghasilkan lulusan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Stikes sebagai pengelola prodi itu. memiliki pengetahuan.

Ayat 2 pada pasal yang sama hanya menyebutkan bahwa elemen kompetensi terdiri atas : (a) landasan kepribadian. (e) pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. sebagaimana dikutip di atas. dapatlah dikatakan bahwa Stikes Dian Husada perlu mengidentifikasi terlebih dahulu jenis atau ragam kompetensi lulusannya sesuai dengan 3 (tiga) kategori kompetensi yang disebut di dalam Keputusan Mendiknas tersebut sebelum menyusun atau merumuskan isi dari Standar Kompetensi Lulusan. maka Stikes Dian Husada memiliki kebebasan untuk membuat kriteria tersebut yang tentunya harus sesuai atau sejalan dengan : Pedoman Penjaminan Mutu 59 . Pasal 27 ayat (2) menegaskan bahwa "Standar Kompetensi lulusan pendidikan tinggi ditetapkan oleh Stikes Dian Husada". kompetensi utama (b). Kompetensi utama adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan suatu prodi yang membedakan dengan lulusan prodi lainnya. kompetensi pendukung. MEKANISME PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA Berdasarkan Keputusan Mendiknas tahun 2002 tentang Kurikulum lnti Pendidikan Tinggi. (C) kompetensi lain yangg bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Terakhir. 045/U12002 tentang Kurikulum lnti Pendidikan Tinggi. (b) penguasaan ilmu dan keterampilan. penuh tanggung – jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu". Sementara itu Pasal 1 Keputusan Mendiknas No. Pasal 2 ayat (1) menyebut bahwa "Kompetensi hasildidik suatu program studilerdiri atas: (a). Oleh karena peraturan perundang – undangan tersebut tidak menyebutkan kriteria tentang masing – masing kategori kompetensi (kecuali kompetensi utama yang disebut sebagai kompetensi yang membedakan lulusan dari setiap prodi). Pada bagian penjelasannya diketahui bahwa "Standar kompetensi lulusan pendidikan tinggi dikembangkan oleh Stikes Dian Husada sesuaidengan karakteristik progmm studi akademik. 7. menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi adalah "seperangkat tindakan cerdas. (c) kemampuan berkarya. dan profesi". (d) sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat kehalian berdasaarkan ilmu dan keterampilan dikuasai. Kemudian.2. vokasi.

Kompetensi yang sifatnya lebih umum ini dapat diturunkan atau diolah dari nilai-nilai dasar (basic values) yang menjiwai penyelenggaraan suatu Stikes Dian Husada. memiliki kemahiran untuk membatu persalinan normal c.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto a. dan b. dan tujuan dari Stikes Dian Husada. misi. Tentunya dapat dipahami mengapa kompetensi berupa : kecakapan berbahasa lnggris menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan Stikes Dian Husada apapun asal prodinya. visi. Sedangkan contoh kompetensi lulusan yang sifatnya khusus / khas prodi (atau kompetensi utama menurut Keputusan Menteri di atas) adalah sebagai berikut: "setiap lulusan program studi llmu Kebidanan Stikes Dian Husada Mojokerto harus: a. demokratis. Contoh lain misalnya kompetensi yang menyangkut sikap atau perilaku yang terbuka (inklusif. dan toleran). lulusan dari Stikes Dian Husada tersebut harus memiliki kompetensi yang khas atau sesuai dengan prodinya. Demikian juga kompetensi berupa sikap dan perilaku yang peduli pada mereka yang tersisih tidak cukup hanya disyaratkan bagi lulusan prodi tertentu melainkan untuk lulusan semua prodi dari Stikes Dian Husada tersebut. misi. Sebagai contoh kompetensi lulusan yang sifatnya umum adalah sebagai berikut: "Setiap lulusan program Strata 1 diStikes Dian Husada harus memiliki kecakapan berbahasa lnggris yang ditentukan berdasarkan nilai minimum TOEFL 550". prodi DIII Keperawatan berbeda dengan prodi S1Keperawatan. Oleh karena itu. dstnya walaupun semuanya adalah lulusan dari Stikes Dian Husada. memiliki kemahiran untuk pelayanan antenatal care b. memiliki kemahiran untuk pelayanan setelah melahirkan d. visi. kompetensi utama lulusan dari prodi llmu kebidanan pasti akan berbeda dengan kompetensi utama lulusan dari prodi Keperawatan. Lebih lanjut. Dengan demikian. dan kompetensi yang lebih umum sifatnya yang juga dimiliki oleh rekannya lulusan dari prodi lain. dan tujuan dari setiap program studi yang diselenggarakan oleh Stikes Dian Husada tersebut. memiliki kemahiran untuk merawat bayi baru lahir Pedoman Penjaminan Mutu 60 . terbuka juga kemungkinan bahwa Stikes Dian Husada menetapkan pula kompetensi lulusan yang sifatnya lebih umum yang harus dimiliki oleh para lulusan terlepas dari apapun prodinya.

apa yang menjadi visi dan misi Stikes Dian Husada anda? apa yang menjadi visi dan misi fakultas / jurusan / program studi anda? apa nilai-nilai dasar yang diyakini oleh Stikes Dian Husada / fakultas / jurusan/ prodi anda? sudahkah fakultas / jurusan / program studi anda mengidentifikasi kategori kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusannya? sudahkah fakultas / jurusan I program studi anda memperhatikan keselarasan antara visidan misi Stikes Dian Husada. Kompetensi lulusan tentunya juga menyesuaikan dengan visi. Sehingga bisa dirumuskan beberapa pertanyaan sebelum menetapkan standar kompetensi lulusan : a. c. dsbnya) Layak dikategorikan? …. e. memiliki pengalaman sebagai mahasiswa magang pada pusat pelayanan ibu dan anak selama 3 bulan f. d. f. namun semuanya tidak boleh saling bertentangan atau tumpang tindih. g. b. bersikap toleran dan terbuka. Apakah masuk ke dalam kategori kompetensi pendukung atau kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi ulama? Jawabannya : terserah pada masing-masing prodi dari setiap Stikes Dian Husada untuk menatanya sendiri dengan memperhatikan masukan dari masyarakat profesi dan dunia kerja sebagai pengguna lulusan. maka ke dalam kategori kompetensi apa rumusan kompetensi umum di atas (misal kemampuan berbahasa asing.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto e. 045/U/2002. Perlu diingat bahwa walaupun terdapat berbagai kategori kompetensilulusan. penataan atau penjabaran jenis kompetensi ke dalam beberapa kategori/ kelompok inidapat dilakukan bersamaan misalnya dengan penataan kurikulum prodi termaksud. dst… Sampai pada contoh ini memang dapat muncul pertanyaan : bila mengacu pada Keputusan Mendiknas No. fakultas/ jurusan / prodidengan kategori kompetensiyang harus dimiliki oleh lulusan? apakah Stikes Dian Husada anda juga mensyaratkan kompetensi yang sifatnya umum yang tidak hanya harus dimiliki oleh lulusan dari prodi anda? bagaimana seluruh kompetensi lulusan tersebut mendapat tempat di dalam isi kurikulum fakultas / jurusan / prodi anda? 61 Pedoman Penjaminan Mutu . nilai dasar Stikes Dian Husada. misi.

dekan. seperti obyek dalam struktur sebuah kalimat lengkap. Standar berupa pemyataan yang menggambarkan sesuatu hal (dapat berupa kondisi. maka audience ini menunjuk pada subyek kalimat. Bagian ini mirip dengan kata keterangan dalam struktur sebuah kalimat. Artinya. Behaviour. Berikut ini beberapa contoh rumusan isi Standar Kompetensi Lulusan yang memenuhi unsur ABCD tersebut : Pedoman Penjaminan Mutu 62 . dan bagaimana caranya? 7. atau lainnya) yang diharapkan akan terjadi atau yang seharusnya terjadi (what should be) 2. Dalam struktur kalimat lengkap. c. isi sebuah standar idealnya : a. ketua prodi. ketua jurusan. atau lainnya? siapa pemangku kepentingan (stakeholders) yang harus dilibatkan dalam upaya menetapkan kompetensi lulusan. Agar standar tersebut dapat dilaksanakan atau diupayakan pemenuhannya. j.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto h. bagian ini dapat disamakan dengan predikat. Competence. MERUMUSKAN STANDAR STIKES DIAN HUSADA Agar memudahkan pelaksanaan atau pemenuhan isi Standar Kompetensi Lulusan. Bagian ini disebut Competence d. Bila dibandingkan dengan struktursebuah kalimat lengkap. apakah dosen. Menyebutkan siapa pengelolanya atau siapa yang ditugasi untuk menjalankan atau menjamin terpenuhinya isi standar (Audience). Hal yang dapat diukur ini lazimnya akan berupa perilaku (Behaviour).3. dan Degree (ABCD). b. Memuat kondisi/keadaan yang bersifat 'should be' yang selalu harus dapat diukur. sudahkah kurikulum fakultas / jurusan / prodi anda diramu sedemikian rupa sehingga mendukung proses pembelajaran agar lulusannya dapat menguasai seluruh kompetensi lersebut? siapa saja yang bertanggungjawab untuk memenuhi isistandarersebut (audiences). maka sebaiknya dalam merumuskan isi standar perlu diperhatikan bahwa: 1. Memuat target I sasaran / tugas / materi / obyek . Memuat tingkatan / satuan waktu / periode yang disebut Degree. keadaan. maka rumusan standar sebaiknya mengikuti rumus atau prinsip Audience. i.

Setiap dosen adalah Audience. "Ketua program studi menetapkan kualifikasi kompetensi rumusan yang meliputi pengetahuan. Dalam rumusan ini Audience nya adalah ketua prodi. c. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA Pada prinsipnya. "Setiap dosen pada setiap awal semester harus membuat satuan Acara Perkuliahan untuk mata kuliah yang diasuhnya dengan memenuhi kriteria sebagai berikut: a. 4. competence nya adarah kualifikasi kompetensi rurusan. keterampilan. Tentang siapa yang harus memenuhi isi Standar Kompelensi Lulusan dapat diketahui dengan melihat pada siapa Audience dari standar tersebut. keterampilan. Hal ini berarti pimpinan unit atas harus secara sadar menjadikan standar ini sebagai tolok ukur bagi unitnya dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing . Behaviournya adalah menetapkan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 1. competencenya kedua syarat tersebut 3. mengidentifikasi jenis kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai mahasiswa melalui mata kuliah tersebut. menyebut metode pembelajarannya. dsbnya". dan sikap. "Ketua menetapkan kompetensi utama yang harus dimiriki oleh lulusan dari prodi ilmu Teknik Sipil dengan syarat sebagai berikut: a.'. Pedoman Penjaminan Mutu 63 . harus membuat SAP adalah Behaviour.masing. Behaviournya berkonsultasi. harus meliputi kompetensi daram ranah kognitif. dan Degree nya pengetahuan. b. 7. Audiencenya adalah Ketua program Studi. dan psikomotorik.4. b. Ketua program Studi berkonsultasi dengan organisasi profesi". Audiencenya adalah Dekan Fakultas. 2. dan setiap awal semester adalah Degree. dan sikap. Behaviournya menetapkan kompetensi utama rumusan. afektif. perbandingan bobot masing-masing kelompok kompetensi pada butir “a” harus proporsional. competencenya untuk menentukan kompetensi utama lulusan. seperangkat kriteria sebuah SAP adalah competence. inti dari tahap ini adalah setiap prodi sesuai dengan kewenangan dan tugas masing – masing haruslah secara konsisten melalui kebijakan – kebijakan yang terstruktur haruslah berupaya memenuhi atau mencapai isi dari standar kompetensi lulusan yang ditetapkan. "Untuk menentukan kompetensi utama lulusan dari prodi ilmu keperawatan. ltu sebabnya mengapa unsure ABCD seperti diuraikan pada bagian 2 di atas menjadi sangat penting dan mutlak ada di dalam rumusan standar mutu.

maka mulailah pimpinan unit bekerja untuk mencapai/ memenuhi isi standar itu. Dekan. dan juga visi serta misi Stikes Dian Husada dan/atau fakultas(Jurusan/prodi). Dosen. Misalnya. harus telah menguasai kemampuan berbahasa inggris yang dibuktikan dengan Toefl minimal 500. maka akan lebih mudah bagi pengelola standar (Audience) untuk memenuhi isi Standar tersebut. misalnya dosen dan tenaga kependidikan. isi standar Kompetensi Lulusan Universitas Andromeda menyebutkan bahwa pimpinan Fakultas dan/atau prodi harus memastikan bahwa setiap mahasiswa pada setiap prodi. maka dalam tahap inipun tetap perlu diperhatikan semua ketentuan normatif yang relevan (bila ada).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Dengan terpenuhinya rumus ABCD dalam rumusan setiap standar. dalam tahap ini pengelola standar itu (Rektor. Setelah upaya ini dilakukan. Berikut ini contoh konkrit tentang pemenuhan isi Standar Kompetensi Lulusan. pihak-pihak di dalam lingkungan Stikes Dian Husada yang diserahi tanggung jawab untuk memenuhi isi Standar Kompetensi Lulusan juga harus memperhatikan keterkaitan standar ini dengan pemenuhan isi standar lain didalam SPMI-Stikes Dian Husada. Tujuannya adalah agar upaya pemenuhan isi beberapa standar yang substansinya saling berkaitan itu dapat berjalan secara bersinergis. Ketika isi standar mutu ini diterapkan maka Kaprodi harus mengambil langkah – langkah sebagai berikut : Pedoman Penjaminan Mutu 64 . Kepala Jurusan. Kecuali itu. dsbnya) akan dapat segera mengelahui apa yang menjadi tugas utamanya setelah membaca rumusan isi standar. Pembelajaran. Standar proses. serta tidak melanggar rambu-rambu hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui peraturan perundang-undangan yang relevan. Dengan demikian. mahasiswa. Akibal berikutnya. bahkan bila perlu dengan orang tua atau wali dan alumni. dan standar penilaian pendidikan. paling lambat pada semester terakhir dari masa studinya. seperti misalnya Standar lsi/ Kurikulum. Hal ini dirnaksudkan agar berbagai upaya pemenuhan isi Standar Kompetensi Lulusan teiap sejalan dengan visi dan misi institusi. akan lebih mudah bagi pengawas (misalnya Dekan sebagai pengawas terhadap kinerja Kepala Jurusan) untuk memantau apakah bawahannya telah benar melakukan tugas sesuai dengan isi standar tersebut agar mutu lulusan dapat terjamin. Termasuk ke dalam tahap pemenuhan standar ini adalah perlunya pimpinan unit akademik yaitu fakultas/jurusan/program studi melakukan sosialisasi isi standar kepada seluruh pemangku kepentingan. Sama seperti dalam tahap penetapan standar.

Dengan kata lain. bagan . mekanisme pengendalian standar ini harus mengacu pada aturan normatif (bila ada). Menyelenggarakan kelas terstruktur atau kursus reguler Bahasa lnggris serta test TOEFL secara berkala 2. Sebagai bagian dari mekanisme pemenuhan standar Kompetensi Lulusan. 7. Kemudian. Mewajibkan dosen wali setiap mahasiswa untuk memantau pencapaian akademik mahasiswa yang berada dibawah perwaliannya agar persyaratan kompetensi Bahasa rnggris tersebut benar – benar tercapai. maka semua instrumen tertulis tersebut harus dinamai dan diberi kode numerasi tertentu. pesan utama dalam mekanisme ini adalah agar unit yang bersangkutan selalu melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa standar telah terpenuhi atau telah ditaati. visi dan misi Stikes Dian Husada dan/atau fakultas/jurusan/prodi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 1. Menyatakan kelulusan mahasiswa dari prodi yang bersangkutan hanya bila mahasiswa tersebut telah lulus mata kurlah Bahasa rnggris (kelas terstruktur) atau dinyatakan telah lulus test TOEFL dengan nilai minimal 500 oleh unit penyelenggara kursus Bahasa lnggris pada perguruan linggi tersebut. Untuk memudahkan administrasi pelaksanaannya. 3. bilamana perlu pimpinan unit tersebut segera mengambil tindakan korektif apa bila ditemukan adanya penyimpangan atau kesalahan. tabel. atau instrumen lain apapun bentuknya. 4. pengelola standar harus pula menyiapkan perangkat dokurnen terturis seperti formulir/borang.5. serta keterkaitannya dengan isi standar lain yang relevan di dalam SPMI. Untuk kepentingan pengembangan isi standar pada siklus penjaminan mutu Pedoman Penjaminan Mutu 65 . MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STIKES DIAN HUSADA Mekanisme pengendalian Standar Kompetensi Lulusan mensyaratkan agar setiap unit didalam lingkungan Stikes Dian Husada harus mampu mengontrol dan memantau penerapan standar secara konsisten di lapangan atau pada kondisi faktual. Sebagai pedoman.Stikes Dian Husada. Menempatkan rnata kuliah Bahasa rnggris sebagai mata kuriah waijb dalam kurikulum setiap prodi. sepanjang instrumen tersebur rerevan dengan isi standar ini. checklist.

atau (b).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto berikutnya (misalnya bila SPMI-Stikes Dian Husada tersebut dievaluasi berkala setiap 5 tahun). dan sekaligus menjadi langkah awal dari siklus berikutnya Sebagai penutup. jumlah kelas terstruktur untuk matakuliah Bahasa lnggris terlalu sedikit dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang harus mengambil matakuliah tersebut. Tahap inilah yang disebut sebagai langkah akhir dari satu siklus penjaminan mutu secara utuh. kualifikasi pengajar Bahasa inggris temyata belum memenuhi standar (unqualified). dan menjajagi kemungkinan untuk meningkatkan isi standar agar terjadi peningkatan mutu secara bertahap dan berkelanjutan. metode penyelenggaraan kursus Bahasa lnggris ternyata tidak tepat / tidak sesuai dengan pola test TOEFL. dan tindakan korektif yang diambil. dalam penerapannya temyata menghadapi kendala atau bahkan gagal dicapai sebab terbukti misalnya hanya 40% dari jumlah lulusan keseluruhan setiap tahun yang mampu meraih nilai tersebut. pejabat atau para pengelola standar mutu Kompetensi Lulusan tersebut menemukan bahwa penyebab kegagalan adalah (a). Tujuan dari mekanisme pengembangan standar ini adalah untuk mengevaluasi sejauh-mana pencapaian isistandar oleh para pengelola standar. maka sebaiknya pengelola Standar Kompetensi Lulusan membuat catatan tertulis yang memuat semua data dan informasi tentang pencapaian substansi standar. Apabila hal ini lerjadi maka Dekan Fakultas dan/atau Kepata Prodi serta Pimpinan Universitas harus mampu mencari penyebab kegagalan pencapaian isi standar mutu tersebut dan kemudian mengambil tindakan korektif dengan tepat sambil mencatat semua penemuan itu untuk kepentingan penyempumaan standar mutu pada siklus berikutnya. atau mungkin juga (d). atau (c). misalnya 5 atau 7 tahun. dsbnya. Pada akhirnya. dapatditambahkan bahwa setiap Stikes Dian Husada dapat memperluas isi dari Standar Kompetensi Lulusan dengan misalnya memasukkan unsur-unsur lain yang tetap berkaitan erat dengan kompetensi lulusan. penyebab terjadinya ketidaksesuaian antara tingkat pencapaian dengan substansi standar. isi Standar Kompetensi Lulusan yang mewajibkan penguasaan kemampuan berbahasa lnggris setiap mahasiswa ekuivalen dengan nilai TOEFL minimal 500. Mungkin saja. Sebagai contoh. misalnya dapat ditetapkan standar Pedoman Penjaminan Mutu 66 . mutu mahasiswanya yang temyata jauh di bawah standar karena sistem rekruitasi calon mahasiswa sejak awal yang tidak baik. mekanisme pengendalian Standar Kompetensi Lulusan kemudian akan diikuti dengan mekanisme pengembangan Standar Kompetensi Lulusan setelah terlewatinya jangka waktu tertentu. Sebagai contoh konkrit.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto mutu tentang peningkatan kemampuan para lulusan seperti penyediaan informasi bagi para lulusan baru (fresh graduates) untuk meniti karir. Dengan kata lain. Pedoman Penjaminan Mutu 67 . melainkan juga ditujukan untuk para alumni Stikes Dian Husada yang bersangkutan. isi standar mutu Kompetensi Lulusan tidak hanya berhenti pada upaya peningkatan mulu para calon lulusan saja. dan penyediaan kursus/pelatihan/pendidikan berkela njutan dalam upaya meningkatkan kompetensi lulusan.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 68 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 69 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 70 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 71 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 72 .

2. 3. Psikomotorik Uraian kandungan ranah kompetensi (Uraikan singkat tentang “Deskripsi Mata Kuliah”). 5.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto CHECKLIST EVALUASI STANDAR RANAH KOMPETENSI DARI SETIAP MATA KULIAH STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO TAHUN 2009 NO. 4. KETERANGAN Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak 6. Afektif c. TOPIK Nama dan Kode Mata Kuliah Status dan Bobot Kredit Mata Kuliah Nama dan NIP Dosen Pembina Semester dan Tahun Akademik Ranah Kompetensi a. Kognitif b. Pedoman Penjaminan Mutu 73 . 1.

serta sebutan lainnya yang sesuai dengan kekhususannya. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. yaitu kriteria Pedoman Penjaminan Mutu 74 . dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Jadi. pengelolaan. tampak ada sedikit inkonsistensi : di satu sisi Tenaga Kependidikan seolah mempunyai arti yang luas sebab mencakup Pendidik.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB VIII STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA 8. pamong penbelajaran. sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi seperti guru. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan Nasional (UU sisdiknas) menyebutkan bahwa Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyerenggaraan pendidikan. menilai hasil pembelajaran. PENDAHULUAN Mengawali uraian tentang praktik baik yang telah dilakukan oleh perguruan Tinggi (Stikes Dian Husada) dalam menetapkan. instruktur. dan mengendalikan standar pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai bagian dari sistem penjaminan Mutu Internal . 19 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP SNP) walaupun ditemukan definisi dari Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. serta berpartisipasi dalam menyerenggarakan pendidikan. fasilitator. Namun kemudian. Sementara itu. tutor. akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian darisebutan pendidik dan tenaga kependidikan dalam bab ini. sehingga Pendidik terkesan 'dikeluarkan' dari pengertian itu. melaksanakan (memenuhi). dalam PP No. namun di sisi lain Tenaga Kependidikan diartikan hanyalah sebagai pelaksana administratif dan teknis uniuk menunjang proses pendidikan. dalam pasal 39 disebutkan bahwa Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. dosen.1. pengawasan. pengembangan. widya iswara. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Ketentuan umum dalam Undang – Undang Republik Indonesia No. konselor. merakukan pembimbingan dan pelatihan.Sedangkan pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.

Melakukan evaluasi diri dengan menerapkan SWOT analysis. visi dan misi adalah hal dasar yang perlu diperhatikan di dalam penetapan sebuah standar. Di dalam bab ini diuraikan praktik baik yang berlaku pada Stikes Dian Husadatentang bagaimana menetapkan. hingga pekarya. yaitu pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. dan pengabdian kepacia masyarakat (Pasal 1). dan seni melalui pendidikan. penelitian. Pedoman Penjaminan Mutu 75 . dalam bab ini digunakan istilah Dosen dan Tenaga Kependidikan. 2. dan mengendalikan standar Dosen dan Tenaga Kependidikan sebagai bagian dalam SPMl-Stikes Dian Husada. dengan catatan bahwa yang terakhir ini meliputi pula laboran. Oleh sebab itu. teknisi. Melakukan studi terlebih dahulu terhadap seluruh ketentuan normative berupa peratura n perundang-undangan yang mengatur lentang dosen dan nondosen. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan dapat pula disebut Standar Sumberdaya Manusia sebagaimana disebutkan di dalam lnstrumen Akreditasi lnstitusi Badan Akreditasi Nasional perguruan Tinggi (BAN-PT). pegawai adminisirasi.2. melaksanakan. merupakan salah satu standar dari delapan standar yang terdapat di dalarn PP tentanq SNP. serta pendidikan dalam jabatan. maka untuk nenetapkan standar Dosen dan Tenaga Kependidikan ini sebaiknya ditempuh langkah – langkah sebagai berikut: 1.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto pendidikan prajabaian dan kelayakan fisik maupun mental. UU No. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Lebih lanjut. 8. tetapi tidak ditemukan definisi dari sebutan Pendidik dan Tenaga Kependidikan itu sendiri. Perlu diingat bahwa standar yang diberlakukan di suatu Stikes Dian Husada belum tentu cocok apabila diterapkan pada Stikes Dian Husada lain karena. sopir. bagaimanapun. Melakukan uji publik. 14 tahun 2005 tentang Guru cjan Dosen dengan tegas menggunakan istilah Dosen untuk merujuk pada pengertian Pendidik pada jenjang pendidikan tinggi. mengembangkan. pustakawan. terhadap rancangan isi standar dengan mengundang penvakilan dari unsur-unsur para pemangku ke pentingan (stakeholders) Stikes Dian Husada. teknologi. MEKANISME PENETAPAN STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA Seperti penetapan seluruh standar di dalam SPMl-Stikes Dian Husada. 3. apabila perlu.

yaitu: a.Studi Pendahuluan Terhadap Ketentuan Normatif Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui apakah pemerintah melalui perundangundangan telah menetapkan standar minimum nasional tentang Dosen dan Tenaga Kependidikan. Apabila standar minimum nasional itu temyata telah ada. Berikut ini uraian detil tentang perundangundangan tersebut : 8. Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas d.1. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai b. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja c. Pedoman Penjaminan Mutu 76 . Hak – Hak normatif Dosen dan Tenaga Kependidikan Setiap Stikes Dian Husada dalam menetapkan standar mutu Dosen dan Tenaga Kependidikan harus menjamin terpenuhinya semua hak mereka sebagaimana diatur dalam Pasal 40 UU Sisdiknas. maka setiap Stikes Dian Husada harus terlebih dahulu memenuhi standar nasional tersebut.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Uraian rinci setiap langkah tersebut adalah sebagai berikut : 8. Dengan demikian setiap Stikes Dian Husada akan taat asas dan patuh pada aturan nonnatif yang berlaku. b) Memiliki kebebasan akademik. akses sumber belajar. mimbar akademik. dan otonomi keilmuan. Pasal 51 UU Guru dan Dosen menambahkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. informasi. Khusus Dosen. dan d) Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi/organisasi profesi keilmu an. c) Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan menentukan kelulusan peserta didik. kesempatan untuk menggunakan sarana.1. dosen berhak : a) Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. prasarana.2. dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.1. serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. sarana dan prasarana pembelajaran. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual e.2.

8. kreatif.2. misalnya. Dalam hal ini. apabila hal ini memang sesuaidengan visi dan misi Stikes Dian Husada tersebut.3. ras. wajib untuk : a) Melaksanakan pendidikan. memberi perhatian lebih pada masyarakat tersisih. sebagai berikut : a) Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. penelitian. dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. hukum. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran c) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkeranjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. UU Guru dan Dosen menambahkan bahwa Dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.1. kondisi fisik tertentu. sehat jasmani dan rohani. menyenangkan. teknologi. Lebih jauh. melaksanakan proses pembelajaran. serta nilainilai agama dan etika.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 8. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. agama. dan pengabdian kepada masyarakat b) Merencanakan.2. dan seni d) Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. profesi. dinamis. dan kode etik. atau latar belakang sosio-ekonomi peserta didik dalam pembelajaran e) Menjunjung tinggi peraturan perundang_undangan. suku. Kewajiban normatif Dosen dan Tenaga Kependidikan Setiap Stikes Dian Husada dalam menetapkan standar mutu bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan harus pula memperhatikan kewajiban normatif mereka sebagaimana secara minimum diatur oleh pasar 40 UU Sisdiknas. yang Pedoman Penjaminan Mutu 77 .1. b) Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan c) Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Dapat saja Stikes Dian Husada menambahkan kewajiban bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan untuk.2. Kualifikasi Akademik Dosen Pasal 28 PP tentang SNP menyatakan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. dan dialogis.

Dengan demikian. Kondisi ideal. dan c) lulusan program doktor (S3) untuk program magister (S2) dan program doktor (S3). Pedoman Penjaminan Mutu 78 . juga harus mempunyai sertifikat kompetensi yang sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang diajarkan atau dihasilkan oleh Stikes Dian Husada. b) lulusan program magister (S2) untuk program sarjana (Sl). Kualifikasi akademik dosen tersebut diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian Standar rninimum kualifikasi akademik dosen menurut UU ini adalah a) lulusan program rnagister untuk program diploma atau program sarjana b) lulusan program doktor untuk program pascasarjana. sebagaimana tercantum di daram lnstrumen Akreditasi institusi BAN-PT. Dosen yang bertugas di Program Vokasi atau Program Profesi selain mempunyai ijazah. magisler dan doktor yang dimiliki oleh dosen harus sama/sesuai dengan program studi/ jurusan yang menjadi tempat bertugas dosen tersebut (Pasal 8 Keputusan tersebut). dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. Perlu diingat pula bahwa gelar sarjana. yaitu lebih dari 80% dosen tetap bergelar minimal magister dan lebih dari 35% dosen tetap bergelar doktor. Kualifikasi pendidikan minimum menurut PP tersebut adalah : a) lulusan diploma empat (D-lV) atau sarjana (S1) untuk program diPloma. Pasal 45 dan 46 UU tentang Guru dan Dosen. jumlah dan kualifikasi dosen tetap untuk setiap program studi jenjang sarjana di Stikes Dian Husada sekarang minimal adalah 6 dosen tetap bergelar magister (bukan lagi 2 magister dan 4 sarjana seperti diatur dalam Keputusan Mendiknas Nomor 234 N1206 Tentang Pedoman Pendirian Stikes Dian Husada). STIKES Dian Husada yang menyelenggarakan program studi jenjang pascasarjana tentu harus mempunyai dosen tetap bergelar doktor lebih banyak. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto dimaksud dengan kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yarg belaku.bersertifikat pendidik. menetapkan ketentuan yang agak lebih tinggi yaitu dosen wajib memiliki kualifikasi akademiK kompetensi. merupakan contoh praktik baik di perguruan tinggi yang mempunyai program pascasarjana. sehat jasmani dan rohani.

justru terdapat di dalam pasal 28 PP tentang SNP. Keempat ranah kompetensi ini dapat saja diterapkan pada dosen.2. adalah seperangkat pengetahuan. dan kompetensi sosial. bukan anak –anak (siswa). namun dengan penyesuaian: kompetensi pedagogik yang perlu diubah rnenjadi kompelensi andragogik karena yang mengalami proses pembelajaran adalah manusia dewasa (mahasiswa). kompetensi kepribadian.2. lektor kepala.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 8. 8. Sertifikasi Dosen Pasal 3 UU tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesionar pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundangan. melainkan sertifikasi yang diperoleh melalui program sertifikasi dosen yang diselenggarakan oleh PT yang penyelenggara sertifikasi Dosen. dan dikuasai oreh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. dihayati.6.1. Kemudian ayat 4 menyebutkan bahwa STIKES DIAN HUSADAdapat mengatur kewenangan jenjang jabatan akademik dan dosen tidak – tetap sesuai dengan peraturan perUUan. khususnya untuk guru. Perlu dicatat bahwa sertifikat pendidik yang dimaksud disini bukanlah sertifikat kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen yang bertugas di program vokasi atau program profesi. Kompetensi Dosen Kompetensi. dan profesor.2.4. lektor. kompetensi profesional. keterampilan. Kewenangan untuk masing-masing jenjang jabatan akademik yang masih berlaku dapat dilihat di dalam Pedoman Penjaminan Mutu 79 .5. dan perilaku yang harus dimiliki. menurut pasal 1 UU tentang Guru dan Dosen.1. yaitu kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: kompetensi pedagogik. Jabatan Akademik Dosen Tentang jabatan akademik dosen diatur dalam pasal 48 Ayat 2 UU tentang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa jeniang jabatan akademik dosen tetap terdiri atas asisten ahli. pengakuan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional tersebut dibuktikan dengan sertifikat pendidik. 8.1. Uraian lebih rinci tentang kompetensi.

8. serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. satuan kredit semester. misalnya untuk mencapai jabatan akademik lektor kepala. rnelaksanakan proses pembelajaran. perlu ada. persentase ideal yang terdapat didalam Instrumen Akreditasi Institusi BAN-Stikes Dian Husada dapat digunakan. yang dimaksud dengan dosen tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap pada satuan pendidikan tinggi tertentu. kualifikasi akademik dan kompetensi dosen perlu dibina dan dikembangkan oleh : Pemerintah (untuk STIKES PT/BHMN).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto a) Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomon 3B/Kep/Mk. Agar pembinaan dan pengembangan dosen dapat dilakukan dengan baik. membimbjng dan melatih. Jabatan akademik tertinggi. melakukan tugas tambahan. Beban Tugas Dosen Sesuai ketentuan pasal 72 UU tentang Guru dan Dosen. Stikes Dian Husada dapat saja menerapkan standar lebih tinggi dari itu. yang besarnya diatur oleh setiap Pedoman Penjaminan Mutu 80 . hanya dapat dicapai oleh dosen dengan gelar akademik doktor. melakukan penelitian. sebagaimana dinyatakan di dalam Pasal 48 UU tentang Guru dan Dosen. yaitu profesor. atau sekolah tinggi) dan dosen tetap berjabatan akademik lektor kepala lebih dari 50 % (untuk politeknik dan akademi). institut.1. melakukan evaluasi pembelajaran. Sebagai pedoman. Beban kerja tersebut sekurang – kurangnya sepadan dengan 12 (dua beras) satuan kredit semester dan sebanyakbanyaknya 16 (enam belas. seorang dosen harus mempunyai gelar akademik doktor. beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran. Keseruruhan kegiatan dosen tersebut dapat dirangkum menjadi kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada dan kegiatan penunjangnya. Sebagaimana ditetapkan di dalam Pasal 71 UU tentang Guru dan Dosen. Bergantung pada visi dan misinya.7. dan Perguruan Tinggi (Stikes Dian Husada).2.Waspan/8/1999 Tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya dan b) Keputusan Menteri Pendidikan NasionaI Nomor: 36/D/O/2001 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen Perlu diperhatikan bahwa sesuai penjelasan Pasal48. peta distribusi dosen di STIKES DIAN HUSADAmaupun di tingkat program studi. yaitu dosen tetap berjabatan akademik profesor lebih dari 20% (untuk universitas.

9. b) kelompok bidang ilmu pengetahuan alam 1 : 20. harus memadai. Pasal 50 mengamanatkan bahwa Stikes Dian Husada.8.2. Stikes Dian Husada harus menggunakan kualifikasi akademik.2. Stikes Dian Husada yang Pedoman Penjaminan Mutu 81 . jenis kelamin. sejauh hal ini sesuai dengan kebutuhan Stakeholders dan sesuai visi dan misi Stikes Dian Husada tersebut. dengan pola pembelajaran jarak jauh (e-learning) mungkin saja rasio dosen tetap dibanding mahasiswa 1 : 100. apabila visi dan misinya memang kearah tersebut. Stikes Dian Husada perlu memerhatikan pola pembelajaran yang dilaksanakannya. Ketentuan tentang rasio ini terdapat di dalam Keputusan Mendiknas Tentang Pedoman Pendirian Stikes Dian Husada. yaitu: a) kelompok bidang ilmu pengetahuan sosial 1 : 30. dan golongan tidak dapat digunakan sebagai dasar di dalam rekrutasi dosen. atau lebih dari itu. Sejumlah Stikes Dian Husada yang melengkapi formulir penugasan dosen (yang diisi disetiap awal semester) dengan formulir kinerja dosen (yang diisi di setiap akhir semester) merupakan contoh praktik baik penjaminan mutu dosen. agama. harus melakukan proses rekrutasi dosen dengan prinsip tanpa diskriminasi. dapat saja digunakan sebagai standar mutu Stikes Dian Husada.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto satuan pendidikan tinggi sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Perlu diperhatikan bahwa didalam menetapkan rasio ini. dan pengalaman sebagai dasar rekrutasi dosen. 8. Stikes Dian Husada dapat saja mengatur penugasan dosen dengan titik berat pada dharma penelitian. bukan hanya kualifikasi dosen yang harus memadai jumlah dosen.1. Indikator yang bisa digunakan adalah rasio antara jumlah dosen tetap dan jumlah mahasisrva. Rasio jumlah dosen ietap dan jumlah mahasiswa yang ideal menurut lnstrumen Akreditasi lnstitusi BAN-PT sebesar 1 : 15. Komposisi penugasan dosen didalam masing – masing kegiatan sebaiknya diatur sesuai visi dan misi Stikes Dian Husada. Sebagai contoh. Rasio Dosen Tetap : Mahasiswa Agar seluruh proses pelaksanaan Tridharma Stikes Dian Husada dapat terlaksana dengan baik.1. terutama dosen tetap. kompetensi. ras. 8. Artinya. Rekrutasi Dosen UU tentang Guru dan Dosen. suku.

sertifikasi. sebagaimana disebutkan didalam lnstrumen Akreditasi lnstitusi BAN-PT. Tenaga Kependidikan PP tentang SNP dalam Pasal 36 menetapkan bahwa tenaga kependidikan pada pendidikan tinggi harus memiliki kualifikasi. dan pengalaman tenaga kependidikan. Stikes Dian Husada perlu melakukan pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan. dari studi terhadap ketentuan perundang – undangan sebagaimana diuraikan di atas menunjukkan bahwa Pemerintah telah menetapkan berbagai tolak ukur minimum yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh Stikes Dian Husadadalam menjalankan SPMI khususnya ketika Stikes Dian Husada tersebut menetapkan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan. Kecuali itu. dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. ketentuan yang ada di dalam Keputusan Mendiknas tentang Pedoman Pendirian STIKES DIAN HUSADAsebagaimana ditunjukkan didalam Tabel 4 dapat digunakan sebagai standar minimum. misalnya pengembang sistem informasi perguruan tinggi. Apabila Stikes Dian Husada menghendaki substansi standar yang lebih tinggi dari ketentuan minimum tersebut tentu saja hal itu akan lebih baik. teknisi. misalnya. seperti pada standar Dosen. Untuk peningkatan kompetensi tenaga kependidikan. pustakawan. Kualifikasi.1. harus mengikuti pelatihan kepustakaan. kompetensi. rekrutasi yang tidak diskriminatif juga harus ada di dalam standar Tenaga Kependidikan. Semakin tinggi kriteria/ukuran/tolok ukur sebuah standar maka tentunya mutunya akan lebih tinggi. dan sertifikasi tersebut dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. terutama apabila gelar sarjana yang diperolehnya bukan sarjana perpustakaan. kompetensi. Sementara Peraturan Menteri dimaksud belum ada. Dengan demikian. 2. bidang tugas tenaga kependidikan tertentu mungkin membutuhkan lulusan minimal magister. adalah lebih dari 70 % tenaga kependidikan (khususnya laboran. Kondisi ideal.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto telah sangat maju dengan misi research university dapat saja mensyaratkan kualifikasi akademik berupa gelar akademik doktor di dalam proses rekrutasinya. dengan Pedoman Penjaminan Mutu 82 . pustakawan. Sertifikasi yang sesuai dengan bidang tugas tenaga kependidikan merupakan amanat PP tentang SNP. Stikes Dian Husada juga dapat menambah jumlah standar mutu yang tergabung dalam kelompok Dosen dan Tenaga Kependidikan ini. kompetensi. Rekrutasi ini harus memerhatikan kualifikasi. Bahkan.10.

yang harus dianalisis adalah berbagai hal yang menjadi kekuatan dan kelemahan institusi tersebut. seperti dijelaskan di atas). barulah substansi standar Dosen dan Tenaga Kependidikan dapat disusun. perjalanan dinas dosen. Dengan cara demikian. Opportunities. and Threats) dengan dukungan data. perubahan peraturan perundang-undangan. maka mulailah melakukan analisis SWOT (Strengths. dan sebagainya.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto misalnya. faktor fungsional dari unit-unit dalam institusi. sebagai ilustrasi. dan sebagainya Untuk aspek opportunities dan Threats Stikes Dian Husada. dan sebagainya. Weaknesses. sarana. yang berarti analisis ini berfokus pada factor internal institusi. untuk aspek Strengths dan Weaknesses suatu Stikes Dian Husada.2. dan sebagainya.2. misalnya keadaan perkembangan Stikes Dian Husada lain. dan sebagainya. yang berarti analisis ini berfokus pada faktor ekstemal institusi tersebut. menetapkan standar mutu tentang kinerja dosen dan tenaga kependidikan. seperti misalnya ketersediaan dana. pembinaan karir dosen dan tenaga kependidikan. 8. serta prasarana. perkembangan teknologi informasi. Untuk merumuskan isi Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan dengan menggunakan analisis SWOT dibutuhkan adanya kerjasama antara Stikes Dian Husada dengan para pemangku kepentingan (stakehoLders) internal rnaupun eksternal. suatu Stikes Dian Husada tidak akan menetapkan suatu standar yang secara nyata tidak dapat dipenuhinya. Kompetensi. tidak mungkin sebuah Stikes Dian Husada dapat mempunyai standar 80 % dosen-tetap bergelar doktor''. Evaluasi Diri Menqgunakan SWOT Analysis Setelah perumus standar mutu di dalam SPMI-Stikes Dian Husada menetapkan substansi atau butir-butir standar mutu apa saja yang masuk ke dalam lingkup Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan peraturan perundang – undangan (seperti Kualifikasi. pemetaan gelar akademik dosen tetap. Setelah melakukan analisis SWOT. kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan. tanpa melakukan analisis terlebih dahulu pada ketersediaan dana di Stikes Dian Husada tersebut. tersedianya peluang mendapatkan beasiswa studi lanjut doktor. Sebagaimana diketahui. Pedoman Penjaminan Mutu 83 . yang harus dianalisis adalah berbagai hal yang menjadi peluang dan ancaman institusi tersebut. Rekrutasi.

dan untuk memperoleh usulan – usulan yang konstruktif. atau siap untuk dipindahkan ke bidang tugas lain yang sesuai.2. Tujuannya antara lain adalah untuk memperkenalkan dan/atau menguji sejauh mana tingkat akseStikes Dian Husadaabilitas dan akurasi dari isi standar tersebut menurut penilaian mereka. maka pustakawan yang belum mencapai standar ini harus siap untuk studi lanjut di bidang Perpustakaan. serta upaya pencapaian pemenuhan standar secara konsisten. apabila standar tentang tenaga kependidikan pustakawan mensyaratkan pendidikan minimal Magister di bidang perpustakaan. Pedoman Penjaminan Mutu 84 . unit pelaksana teknis). formulir penugasan dosen. sosialisasi substansi standar. fakultas) sedangkan tenaga kependidikan ada yang bekerja di unit akademik dan ada pula yang bekerja di unit penunjang (biro. 8. harus melakukan langkah – langkah untuk pemenuhan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 8.3. sesuai dengan tugas dan fungsinya masing – masing didalam struktur organisasi Stikes Dian Husada tersebut. maka apapun kemungkinan yang terjadi diharapkan tidak akan menimbulkan gejolak di semua unsur pemangku kepentingan. misalnya. Uji Publik Dengan Para pemangku Kepentingan Apabila substansi/isi standar Dosen dan Tenaga Kependidikan telah dirumuskan. atau kemungkinan terburuk berupa pemutusan hubungan kerja pensiun dini. Dari hasil uji publik ini bila perlu isi standar dapat lebih disempurnakan. khususnya dari unsure pemangku kepentingan Stikes Dian Husada. persemester dapat dilihat di dalam Lampiran 1 Bab ini. persiapan administrative dan keuangan. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Dosen pada umumnya bekerja diunit akademik (urusan. Keseluruhan unit tersebut. Dengan demikian diharapkan pada akhimya seluruh isi standar didalam SPMl-Stikes Dian Husada dapat diterima sebagai standar oleh seluruh unsur pemangku kepentingan Stikes Dian Husada tersebut sebagai ilustrasi.3. dalam hal ini dosen tetap. Apabila sosialisasi telah dijalankan dengan baik. maka sebelum standar itu resmi dilaksanakan sebaiknya disosialisasikan terlebih dahulu kepada publik. sebagaicontoh praktik baik. pada Tabel 5 ditunjukkan formulir/dokumen yang diperlukan untuk mengukur pemenuhan Standar Dosen yang tentu saja dapat diubah atau ditambah sesuai dengan kebutuhan suatu Stikes Dian Husada. Sebagai ilustrasi.

Bila sebuah standar belum terpenuhi. sesuai dengan tugas dan fungsinya masing – masing dalam sruktur organisasidi perguruan tinggi. Apabila setelah dilakukan pemantauan di Stikes Dian Husada Pedoman Penjaminan Mutu 85 . Pemenuhan standar dosen dan tenaga kependidikan Stikes Dian Husada Mojokerto Contoh formulir / dokumen yang dibutuhkan Ijazah.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Tabel 7. soal seleksi dosen.4. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA Maksud dari pengendalian standar. adalah setiap unit di Stikes Dian Husada harus mampu memonitor dan mengevaluasi pemenuhan standar secara konsisten dan oStikes Dian Husadaimal pada kondisi faktual. Hal terpenting adalah setiap unit. transkrip akademik setiap dosen Formulir rekam jejak kompetensi dosen Daftar dosen yang sudah dan belum mempunyai sertifikat dosen Formulir pengusulan jabatan akademik dosen. misalkan standar Kualifi kasi Akademik Dosen menetapkan bahwa Dosen yang mengajar disuatu program sarjana sebuah Stikes Dian Husada minimal bergelar akademik magister. Peta komposisi mahasiswa di setiap program studi dan di perguruan tinggi Formulir penilaian wawancara dosen. keputusan pihak berwenang tentang jabatan akademik setiap dosen Formulir penugasan dosen Peta komposisi dosen berdasarkan gelar akademik dan jabatan akademik di tingkat program studi dan di tingkat perguruan tinggi. harus selalu melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa standar telah terpenuhi atau telah ditaati. Sebagai contoh. untuk selanjutnya mengambil tindakan korektif apabila ditemukan adanya penyimpangan atau kesalahan. dalam hal ini standar Dosen dan Tenaga kependidikan. misalnya test potensi akademik dan bahasa inggris Standar Kualifikasi akademik dosen Kompetensi dosen Sertifikasi dosen Jabatan akademik dosen Beban kerja dosen Rasio dosen tetap : mahasiswa Rekruitasi Dosen 8. perlu dicari apa penyebabnya dan dapat segera diketahui upaya untuk memenuhi standar tersebut.

misalnya. sertifikat penggunaan suatu alat uji serta pemeliharaannya. dibutuhkan formulir pengendalian standar. bergantung pada tingkat urgensi pemenuhan standarersebut. yang mencakup administrasi. sertifikat kemampuan menggunakan pengolah kata. 30% dosen yang mengajar di program sarjana minimal bergelar akademik doktor dan sisanya bergelar akademik magisler. mungkin dibutuhkan di suatu Stikes Dian Husada. misalnya rekrutasi dosen tetap baru bergelar minimal magister dengan yang mempunyai bidang keahlian A. Pencatatan / pendokumentasian adalah bagian penting didalam pengendalian standar. maka Stikes Dian Husada dapat meningkatkan standarnya menjadi. misalnya. Cara lain adalah dengan menggunakan formulir yang sekaligus dapat dipakai untuk kedua langkah tersebut. atau (e) memagangkan dosen tetap yang telah bergelar magister kedosen tidak tetap dengan bidang keahlian A tersebut. Pedoman Penjaminan Mutu 86 . yang tentu saja tidak sama dengan formulir pengendalian yang digunakan pada tenaga administrasi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Tersebut. namun bergelar magister. Altematif mana yang dipilih. Sebagai contoh. apabila setelah dievaIuasi temyata seluruh program sarjana di Stikes Dian Husada tersebut telah memenuhi standar Kualifikasi Dosen sebagaimana disebutkan di atas. Untuk administrasi. misalnya. Apabila peyebabnya adalah tidak ada dosen tetap yang mempunyai bidang keahlian sama dengan dosen tidak tetap tersebut (sebut saja bidang keahlian A). di dalam formulir penugasan dosen di suatu semester dapat dilengkapi dengan kolom atau bagian yang menunjukkan proses monitor dan evaluasi atas pelaksanaan tugas dosen tersebut. Peningkatan standar secara berkelanjutan seperti ini dikenal dengan continuous improvement atau kaizen. Untuk laboran. UntukTenaga Kependidikan. maka beberapa alternatif upaya pemenuhan standar tersebut adalah: (a) nencari dosen tidak tetap lain yang mepunyai bidang keahlian A. masing-masing untuk pemenuhan Standar dan pengendalian standar. maka perlu dicari penyebabnya. dan pustakawan. Stikes Dian Husada dapat merancang dua formulir. teknisi. ternyata di salah satu program sarjana ternyata ada dosen tidak tetap yang belum bergelar magister. diperlukan di suatu laboratorium. laboran. formulir/dokumen yang dibutuhkan untuk pemenuhan standar dan pengendalian standar dapat berbeda-beda untuk masing-masing bidang tugas tersebut. (b) melakukan pengembangan. Hal inilah yang diharapkan terjadi didalam sistem penjaminan mutu Stikes Dian Husada. dan pengolahan basis data. Untuk memastikan apakah penggunaan dan pemeliharaan alat tersebut sesuai dengan standar yang ada.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto CHECKLIST EVALUASI STANDAR PENUGASAN DOSEN TETAP STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO TAHUN 2009

Semester _______________ Tahun Akademik Prodi : _______________ Nama : _______________ Gelar Akademik Tertinggi : _______________ Jabatan Akademik : _______________ NO. A PENDIDIKAN JENIS KEGIATAN

: _________/______________

Bidang Keahlian : ____________________ Sejak : ____________________ JUMLAH SKS CATATAN KINERJA

Mengajar Mata Kuliah : 1. _______________________ Jenjang _________________ 2. _______________________ Jenjang _________________ 3. _______________________ Jenjang _________________ 4. _______________________ Jenjang _________________ Membimbing Skripsi, Nama Mahasiswa : 1. _______________________ 7. __________________ 2. _______________________ 8. __________________ 3. _______________________ 9. __________________ 4. _______________________ 10. _________________ 5. _______________________ 11. _________________ 6. _______________________ 12. _________________ Perwalian Mahasiswa : _______ Jumlah Mahasiswa Menguji Ujian Akhir, Skripsi : _______ Jumlah Mahasiswa Lainnya : 1. _______________________ 2. _______________________

Pedoman Penjaminan Mutu

87

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto NO. JENIS KEGIATAN JUMLAH A B PENELITIAN Judul Penelitian : _____________________________________ ____________________________________________________ Besar Biaya : Rp. _________________________ Sumber Biaya : ____________________________ Penulisan artikel ilmiah pada journal : _______________________ _______________________________________________________ Lain – Lain : ________________________________________ ______________________________________________________ JUMLAH B C PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Memberikan : 1. Pendidikan kesehatan : 1. __________________________ 2. _____________________________________________ 2. Konseling : ____________________________________ 3. Pelatihan : ____________________________________ 4. Lain – lain : ____________________________________ Besar Biaya Sumber Biaya D : Rp. _________________________ : ____________________________ JUMLAH SKS CATATAN KINERJA

KEGIATAN PENUNJANG TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI 1. Jabatan : _______________________________________ 2. Bimbingan kegiatan kemahasiswaan : ________________ _______________________________________________ 3. Kepanitiaan : ____________________________________

Pedoman Penjaminan Mutu

88

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto NO. JENIS KEGIATAN _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ JUMLAH SKS CATATAN KINERJA

4. Lain –lain : _______________________________________________ _______________________________________________

Dosen Tanggal : _____________

Ka.Prodi Tanggal : _____________

Ketua Tanggal : _____________

( ____________________)

( ____________________)

( ____________________)

Pedoman Penjaminan Mutu

89

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB IX STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA 9. Oleh karena itu. antara lain : Undang undang Sistem Pendidikan Nasional No. mulai dari kualitas masukan mahasiswa sampai penjaminan kualitas lulusan yang dihasilkan. pedoman dan standar praktik baik dalam penjaminan mutu difokuskan hanya pada penilaian pendidikan yang dilakukan oleh Dosen dan oleh PT sebagai inslitusi penyelenggara pendidikan tinggi. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) telah memberikan wacana kepada Perguruan Tinggi (PT) tentang pentingnya peningkatan mutu yang berkelanjutan. prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik (mahasiswa). 2. kemajuan dan perbaikan hasil dlm berbagai bentuk tuga tes ujian. Dalam PP tentang SNP. Dalam kesempatan ini. 20 tahun 2003 (Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah No. PENDAHULUAN Paradigma baru dalam ststem pendidikan tinggi yang dituangkan dalam HELTS 2003 2010 dan kemudian dijabarkan dalam beberapa peraturan perundangan. Adapun yang dimaksud dengan Standar Penilaian Pendidikan adalah standar yang berkaitan dengan mekanisme. Penilaian hasil belajar oleh pendidik (dosen) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi Penilaian hasil belajar oleh pendidik (dosen) dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Sedangkan penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua matakuliah lebih lanjut. proses penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas : 1. Seyogyanya penerapan sistem penjaminan mutu (Quality Assurance System) melingkupi semua proses di dalam sistem pendidikan. PT memiliki otonomi dalam menetapkan sistem dan standar mutu dalam penilaian pendidikan. Dengan demikian.1. PP tersebut juga menetapkan bahwa sistem penilaian dan penjaminan standar mutu ditetapkan oleh masing – masing PT dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang – undangan yang berlaku. diharapkan Pedoman Penjaminan Mutu 90 .

Tujuannya adalah untuk menjamin konsistensi antara visi. 9. Pedoman Penjaminan Mutu 91 . Jangan yang mengatur tentang sistem penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA Sebagaimana disebutkan di atas. Tujuannya adalah agar substansi atau isi standar tersebut tidak bertentangan dengan peraturan normatif yang berlaku secara nasional. hendaknya dipahami terlebih dahulu seluruh peraturan perundang – udangan. Peraturan perundang – undangan tersebut dapat berupaya Undang Undang. Kedua. standar penilaian pendidikan oleh Dosen. tindakan ini adalah untuk memastikan dipatuhinya ketentuan hukum oleh Stikes Dian Husada. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika hendak menetapkan Standar Penilaian Pendidikan.2.1. misi dan tujuan dari Stikes Dian Husada.1. Akan menjadi buruk apabila standar penilaian pendidikan yang akan ditetapkan ternyata bertentangan dan/atau tak ada titik pertautannya dengan apa yang menjadi visi. maka dalam uraian tentang mekanisme penetapan standar penilaian pendidikan ini masing – masing standar turunan tersebut akan dipaparkan secara berurutan setelah sebelumnya akan diuraikan terlebih dahulu beberapa hal penting yang bersifat umum yang perlu diperhatikan oleh Stikes Dian Husada khususnya mereka yang ditugasi untuk membuat standar ini. Dengan kata lain. standar penilaian pendidikan oleh Stikes Dian Husada. misi. Standar Penilaian Pendidikan pada intinya terdiri dari 2 (dua) standar turunan. Stikes Dian Husada juga harus memastikan bahwa substansi standar benar-benar selaras dengan visi. dan tujuan Stikes Dian Husada dengan sistem penilaian pendidikan yang akan diterapkan tersebut. ataupun Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. dan tujuan prtersebut. dan (b). Peraturan Pemerintah. Pertama. yaitu (a). Sehubungan dengan hal itu.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto uraian tentang pedoman dan praktik baik dalam bab ini dapat memberikan inspirasi dan menambah wawasan bagi PT dalam mengembangkan standar mutu penilaian pendidikan. misi. Kedua standar turunan didalam kelompok Standar Penilaian Pendidikan ini bertujuan untuk menetapkan tolok ukur rninimum penilaian atas hasil dari proses pembelajaran terhadap mahasiswa. 9.

Kepada para stakeholders ini Stikes Dian Husada dapat pula melakukan uji publik terlebih dahulu tentang substansi dari sandar penilaian pendidikan sebelum standar tersebut resmi diterapkan. sehingga dari mereka dapat diharapkan adanya saran atau pemikiran tentang bagaimana sebaiknya sistem penilaian pendidikan pada Stikes Dian Husada ditingkatkan mutunya. yaitu: a. beberapa pihak dari stakehotders tersebut umumnya adalah para pihak yang mempekerjakan lulusan dari pr. Perubahan pendekatan dari "teacher-centered learning" menuju "studentcentered learning" membawa konsekuensi pada perlunya perbaikan sistem penilaian pendidikan yang dapat mencerminkan mutu kompetensi lulusan sesuai dengan tuntutan pengguna (market deman. Stikes Dian Husada juga seyogjanya mencari dan memperhatikan masukan/ kontribusi pemikiran dari para stakeholders termasuk alumni. Metode dan mekanisme penilaian b. Prosedur penilaian c. Alasannya. penetapan standar penilaian pendidikan menjadi otonomi Stikes Dian Husada. dan/atau dari asosiasi profesi. Validitas isi dan konsep penilaian pendidikan yang sesuai dengan tujuan penilaian b. "lf we wishta discoverthe truth abotft an educational Pedoman Penjaminan Mutu 92 . Reliabilitas informasi dan konsistensi hasil c. dll ). Keempat. yaitu: a. khususnya pada improving quality of education syslem. namun tidak ada salahnya apabila dalam bab ini disarankan agar Stikes Dian Husada dalam menetapkan substansi standar penilaian khususnya penilaian oleh Dosen.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Ketiga. dalam proses penetapan Standar penilaian pendidikan terdapat empat aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Memberikan efek terhadap sistem pendidikan secara keseluruhan. ada pergeseran pada aspek "method of delives' atau "transfer of knowledge" dalam proses pembelajaran. mengutamakan terlebih dahulu 3 (tiga) aspek yang perlu ditetapkan standar mutu. lnstrumen penilaian Sejalan dengan perubahan paradigma dalam sistem pembelajaran di PT yang mengacu pada pengembangan dan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kepraktisan prosedurdalammelakukan penilaian d. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika hendak menetapkan standar turunan yaitu Standar penilaian Pendidikan Oleh Dosen maupun menurut PP tentang SNP.

psikomotorik atau afektif? c.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto system. patung. Sedangkan pengertian "Penilaian" yaitu proses pengambilan keputusan dalam pemberian nilai kualitas suatu obyek. misalnya. maka harus segera masuk ruang lCU. maket. kognitif. Kemudian. Beberapa sumber pustaka menyatakan bahwa pengertian 'Tes' adalah proses untuk mencari/mengumpuIkan informasi kemampuan suatu obyek. misalnya : pasien melakukan tes jantung. denyut nadi pasien . antara lain : a. Apakah yang dimaksud penilaian adalah pemberian angka pada hasil belajar mahasiswa? b. misalnya. Dalam contoh kasus di atas.X" : 80 kali/menit. Apakah teknik penilaian yang diterapkan sudah tepat sesuai kemampuan mahasiswa secara nyata dan benar? d. syair. apakah menggunakan cara yang sama? e. Ranah kemampuan apa yang akan dinilai dari mahasiswa. karena kondisi pasien gawat. di mana letak perbedaan antara tes". masih banyak pertanyaan yang muncul dalam proses penilaian pendidikan. Pedoman Penjaminan Mutu 93 . pernyataan tersebut memiliki arti yang cukup mendalam terkait dengan arti pentingnya dan peran suatu proses penilaian dalam sistem pendidikan. "penilaian" adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil pembelajaran mahasiswa (lerning objectives). Bagaimana cara menilai paper/karangan. 'pengukuran" dan "peni laian"? … Kadang-kadang kita sulit dibedakan dan sering dicampur adukkan ketiga istilah tersebut. Berikutnya. baik dalam bentuk nominal maupun skala. Dalam arti umum. Di lain pihak. Tujuannya adalah untuk mencari informasi terkait seberapa tingkat kemampuan kerja fungsi jantung pada tubuh pasien X'. "Pengukuran" adalah pemberian angka pada formula/parameter tertentu. yaitu tes dan pengukuran. ujian tulis. Apakah tes dan ujian tulis merupakan satu-satunya cara yang tepat untuk melihat kemampuan mahasiswa? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. keputusan yang diambil merupakan akumulasi/rangkaian dad hasil proses sebelumnya. perlu mempersamakan persepsi tentang apa yang dimaksud dengan "penilaian" dan lingkup batasannya pada pendidikan. we must look into its assessment procedures". matematika.

kurikulum f. Pada umumnya yang dijadikan dasar pengembangan model penilaian adalah tujuan yang hendak dicapai dalam melakukan proses tersebut. bimbingan dan konseling e. Mengetahui hingga sejauh mana mahasiswa telah mendaya gunakan kapasitas kognitif. e. Mengetahui posisi atau kedudukan seorang mahasiswa dalam kelompol c. d. proses dan hasil pembelajaran b. penilaian kelembagaan. apa yang akan kita nilai ? …. b. Pedoman Penjaminan Mutu 94 . diagnosis dan usaha – usaha perbaikan yang berkelanjutan c. placement test dan seleksi d. Mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh mahasis:wa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu. afektif dan psikomotorik (ranah kompetensi).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Berikut tentang tujuan penilaian hasil pembelajaran mahasiswa. Ada beberapa model atau metode penilaian hasil pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan. Mengetahui tingkat usaha yang dilakukan mahasisrya dalam belajar. yaitu antara lain : a. Mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode yang telah digunakan dosen dalam proses pembelajaran Sedangkan kegunaan lebih lanjut dari hasil penilaian tersebut dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan : a.

yaitu : Bagaimana penilaian kompetensi seorang mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ? …. lPK. ada tiga ranah penyusun kompetensi yaitu (1) kognitif (kemampuan berfikir intetektuat). Metode penilaian di Stikes Dian Husada Mojokerto Gambar 6 memperlihatkan proses penilaian yang biasa dilakukan. dll. penilaian hasil belajar. (2) psikomotor (kemampuan motorik yang berhubungan dengan anggota badan) dan (3) afektif (kemampuan bersikap / Pedoman Penjaminan Mutu 95 . sampai diputuskan bahwa mahasiswa tersebut lulus atau tidak lulus. Didalam konsep kurikulum berbasis kompetensi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Metode penilaian yang lazim dilakukan adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini : Gambar 6. pelaksanaan tes/ujian.jumlah SKS minimum. keputusan akhir didasarkan pada persyaratan – persyaratan yang telah ditetapkan untuk kelulusan. timbul pertanyaan selanjutnya. Dalam model ini. misalnya. mulai dari kegiatan perkuliahan (interaksi dan komunikasi antara dosen mahasiswa). Sehingga penilaian suatu mata kuliah akan memberikan kontribusi parsial terhadap keseluruhan dari proses penilaian kemampuan mahasiswa. Dengan mencermati model penilaian di atas (Gambar 5).

dan sebagai kesimpulannya adalah mahasiswa berkompeten atau tidak. model penilaian yang digunakan harus dapat memberikan keputusan yang menggambarkan tingkat kemampuan / kompetensi secara utuh (integrasi 3 ranah) dari mahasiswa. antara tain : tugas.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto menggunakan perasaan. sistem nilai dan sikap). presentasi. Gambar 7. dan dengan pertanyaan yang sama. emosi. Dengan mendasarkan hal tersebut. Metode penilaian komprehensif di Stikes Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 96 . Kemudian. Gambar di bawah ini mengilustrasikan secara sederhana proses penilaian terintegrasi (comprehensive assessment) yang ditujukan untuk dapat menilai tingkat kompetensi mahasiswa/lulusan. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menilai kemampuan kognitif ? …. pemodelan dengan tujuan dapat menilai tiga ranah kompetensi secara terintegrasi dalam proses pembelajaran. apakah dengan praktikum atau praktek lapangan. dapat dilakukan penilaian terhadap tingkat kemampuan psikomotor ? …. bagaimana melakukan penilaian terhadap ke mampuan afektif ? …. Apakah cukup dengan ujian turis ? …. Model penilaian komprehensif menggabungkan beberapa metode penilaian (assesment. seminar.

setiap semester. termasuk disini antara lain menetapkan tentang jenis – jenis komponen penilaian. Sebagai contoh. bobot persentase nilai untuk masing – masing kom ponen kegiatan sesuai dengan karakteristik mata kuliah.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 9.1. Kemudian sistem penilaian untuk masing-masing jenjang pendidikan tersebut perlu dijabarkan lagi menjadi penilaian hasil belajar mahasiswa pada setiap matakuliah. berupa hasil belajar setiap matakuliah. Magister. maka standar penilaian yang diterapkan oleh para Dosen itu juga harus sama.00 maka standar lPK 3.00 yang dipakai untuk prodi llmu kebidanan ini harus sama dengan yang dipakai untuk menilai IPK lulusan dari prodi lain dalam perguruan tinggi yang sama. dstnya) Pedoman Penjaminan Mutu 97 . apabila seorang lulusan dari prodi llmu kebidanan dinyatakan lulus dengan IPK 3. A. setiap mata kuliah. yaitu jenjang pendidikan Diploma. seyogyanya mencantumkan atau rnengatur hal – hal berikut ini: a. tidak dimungkinkan terjadinya perbedaan ukuran penilaian dari setiap program studi. Hal yang sama juga berlaku unluk standar atau tolok ukur penilaian setiap mata kuliah dari setiap Dosen. standar ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa setiap lulusan dari masing – masing program studi memperoleh nilai akhir sesuai dengan standar institusi yang satu atau seragam. standar nilai A yang dipakai oleh Dosen pengajar mata kuliah X seharusnya juga sama dengan yang dipakai oleh Dosen pengajar mata kuliah B. yakni standar penilaian yang ditetapkan oleh perguruan tinggi oleh sebab itu. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika hendak menetapkan standar turunan yaitu Standar Penilaian Pendidikan Oleh Stikes Dian Husada standar mutu penilaian pendidikan oleh Stikes Dian Husada diartikan sebagai tolok ukur rninimum yang ditetapkan oleh Stikes Dian Husada untuk mengukur hasil belajar mahasiswa. Dengan kata lain. Misalnya. komponen kegiatan yang dinilai. dan pada setiap tahap studi hingga tahap studi terakhir yaitu kelulusan mahasiswa dari program studi yang bersangkutan. yang berlaku untuk semua fakultas/jurusan/program studi.B. khususnya apabila mata kuliah tersebut diajarkan oleh beberapa Dosen dalam kelas parallel. Sistem penilaian pendidikan yang disesuaikan dengan jenjangnya. ataupun dari setiap dosen. Z dstnya. dan Doktor. C.2. b. dan kriteria nilai akhir (misal. Sarjana. PT dalam menetapkan substansi standar penilaian pendidikan oleh lnstitusi atau PT ini. metode penilaian yang digunakan. atau bila matakuliah yang sama diajar oleh Dosen kelas parallel yang berbeda.

Berikut ini pedoman dan sekaligus contoh tentang bagaimana standar penilaian pendidikan. seperti kriteria untuk sebutan lulus dengan memuaskan. Berapa lama administrasi harus mengolah seluruh komponen nilai hasil ujian / belajar mahasiswa sampai waktu pengumuman nilai. dan bahkan juga pegawai administrasi sebagai tenaga administratif penunjang pendidikan) harus menerapkan melaksanakan demi terpenuhinya atau tercapainya substansi standar tersebut. 9. dsbnya. Administrasi pengolahan nilai hasil belajar mahasiswa. maka para pihak yang berwenang (misalnya Rektor. Wakil Rektor. Berapa lama Dosen harus menyeresaikan koreksi hasir ujian dan/atau koreksi terhadap tugastugas mahasiswa dan menyerahkan nilai ke administrasi. termasuk di sini misalnya standarentang penghitungan lndeks Prestasi Semester (lPS). Pedoman Penjaminan Mutu 98 . dan jumlah maksimal Satuan Kredit Semester (SKS) yang dapat diambil/ditempuh oleh mahasiswa untuk semester berikutnya berdasarkan IPS yang dicapainya pada semester sebelumnya. khususnya oleh Dosen. c.3. Kepala program Studi. Penilaian hasil belaiar mahasiswa pada tahap pertama masa studi untuk menentukan apakah yang bersangkutan dapat melanjutkan ketahap berikutnya atau sebaliknya harus berhenti (drop out). Yudisium atau sebutan kelulusan bagi mahasiswa yang telah berhasil melewati masa studi tahap akhir. Dekan. sangat memuaskan. Penilaian hasil belajar mahasiswa pada tahap kedua masa studi untuk menentukan apakah yang bersangkutan dapat melanjutkan ke tahap akhir atau tahap kelulusan. misalnya : Berapa lama administrasi fakultas/jurusan harus terah menyerahkan berkas hasil ujian mahasiswa kepada Dosen untuk dikoreksi dan dinilai. d.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Penilaian hasil belajar mahasiswa pada setiap semester. Dalam konteks ini yang perlu ditetapkan standar mutunya adalah jumlah minimal SKS dan lndeks Prestasi (lP) yang harus dicapai mahasiswa untuk dapat dinyatakan berhak melanjutkan studi ke tahap berikutnya sesuai dengan kurikulum dan karakteristik program studi masing – masing. sebaiknya ditetapkan dalam rangka pemenuhan pencapaian substansinya. Penilaian hasil belajar mahasisra pada tahap akhir / tahap kelulusan. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA Setelah substansi standar penilaian pendidikan selesai ditetapkan dan dinyatakan berlaku. hingga Dosen. Ketua Jurusan.

antara lain: a. sehingga dapat mengukur tingkat kemampuan kompetensi mahasiswa). Pedoman Penjaminan Mutu 99 . lnstrumen penilaian harus mampu untuk menangkap (capturing) pengalaman pembelajaran mahasiswa. Metode penilaian yang dipilih diusahakan mampu memberikan feed-back kepada mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dibandingkan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Perlu melakukan penyelarasan antara tujuan penilaian yang telah ditetapkan dari awaI dengan tujuan pembelajaran (learning objectives) yang terkait dengan kompetensi ya ng diharapkan. beberapa hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut. b. Menyusun kompleksitas dan taraf kesukaran soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah disusun. psikomotor dan afeklif). Perlu melakukan cek ulang (chek & recheck) terhadap cakupan ranah kompetensi yang diukur (kognitif. Prosedur Penilaian Untuk melakukan pemenuhan standar pada butir mutu prosedur penilaian. Perlu adanya perencanaan penilaian yang setara. c. Bila dimungkinkan dapat menggunakan lebih dari satu metode penilaian untuk mengukur suatu tujuan pembelaiaran. lnstrumen Penilaian Beberapa hal yang berkaitan dengan tahapan pemenuhan butir standar mutu untuk pemilihan/ penetapan instrumen penilaian yang harus dilakukan. b. Perlu dilakukan penyusunan kisi-kisi penilaian yang merujuk pada tujuan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto a. Penetapan instrumen penilaian harus sesuai dengan tujuan pembelajaran (learning obiectives. Perlu melakukan pemilihan metode penilaian yang sesuai dan dapai menjawab tujuan dari proses penilaian tersebut. Metode penilaian yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. c. dan cakupan penilaian. Perlu menetapkan tujuan penilaian yang akan dilakukan sebagai dasar rujukan dalam menetapkan tahapan penilaian secara keseluruhan. serta hasilnya dapat memberikan gambaran tentang capaian learning objectives. proporsional dengan mengacu pada tahapan sebelumnya. Metode dan Mekanisme penilaian Tujuan pembelajaran harus disebutkan dengan jelas semakin jelas tujuan pembelajaran yang akan dicapai semakin mudah untuk memilih metode penilaian yang sesuai. Pemilihan instrumen penilaian harus dikaitkan dengan apa dan siapa yang menjadi sasaran Penilaian.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto d. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STIKES DIAN HUSADA Mekanisme pengendalian standar dapat dijabarkan sebagai usaha untuk melakukan proses monitoring dan evaluasi sistem secara periodik dan menjaga keberlanjutan kualitas. baik dari aspek akademik maupun nonakademik. e. lnstrumen penilaian harus mempertimbangkan karakteristik alat penilaian yang ada.sehingga dapat mengukur tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang ada. 9. Mekanisme pengendalian Standar Penilaian Pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan secara kontinyu proses monitoring dan evaluasi system pembelajaran yang ada di PT. Kedua kegiatan utama ini sejalan dengan prinsip CQl. Penetapan instrumen harus dapat mengakomodasi lingkup materi pembelajaran. Lingkup Matakuliah (course levef) Evaluasi mata kuliah Persentase “class time spent” dalampembelajaran (active learning) Jumlah “student hours spent” pada aktivitas akademik yang terkait dengan perkuliahan b. Berikut dijabarkan beberapa contoh implementasi proses monitoring dan evaluasi sesuai dengan tingkatan (level) sistem penilaian. yang selalu diikuti dengan peningkatan nilai (value) standar mutu. g. a. f. lnstrumen penilaian harus dapat mengakomodasi keragaman karakteristik mahasiswa. Dalam menetapkan instrumen penilaian harus mempertimbangkan ketersediaan media pembelajaran yang ada.4. Siklus manajemen pengendalian standar secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut (Gambar 16). Lingkup program studi Informasi jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Survei “tracer study dan “market signal” Survei persepsi mahasiswa Pedoman Penjaminan Mutu 100 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto c. Mekanisme Pengendalian Standar Penilaian Pendidikan Stikes Dian Husada Pedoman Penjaminan Mutu 101 . Lingkup institusi (institusi level) Laporan hasil pembelajaran Laporan tahunan institusi (institutional benchmarking dan laju kelulusan) Gambar 8.

1. ditetapkan persyaratan minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia pada setiap PT di lndonesia. Untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi diperlukan (1) tujuan yang jelas. Khusus tentang sarana dan prasarana ini. maka sangatlah wajar apabila salah satu standar mutu tersebut adalah tentang Sarana dan prasarana.234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi (PT). didalam SPMI-PT perlu dibuat standar mutu prasarana dan sarana sesuai dengan kemampuan setiap PT sepanjang standar minimum yang berlaku secara nasional dipenuhi oreh PT yang bersangkutan. namun di sisi lain PT memiliki otonomi yang luas untuk meningkatkan / meninggikan / memperluas substansi standar itu. Sesuaidengan prinsip di dalam Sistem Penjaminan Mutu lnternal Perguruan Tinggi (SPMlPT) yaitu bahwa setiap PT di lndonesia hendaknya memiliki seperangkat standar mutu yang sangat esensial dan diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Memang. didalam PP tersebut disebutkan bahwa standar nasional untuk sarana dan prasarana masih harus ditetapkanpemerintah (menteri) namun demikian peraturan yang rama hingga saat ini masih berlaku yaitu Keputusan Mendiknas No. (6) prasarana dan sarana. Dengan demikian. pemanfaatan. pemeriharaan. (5) sumberdaya. Didalam peraturan ini misalnya (pada bagian Lampiran). PENDAHULUAN Penjaminan mutu pendidikan tinggi sangat penting agar lulusan pendidikan tinggi dapat menyelesaikan permasalahan individu dan bangsa.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB X STANDAR PRASARANA DAN SARANA STIKES DIAN HUSADA 10. 19 tahun 2005 tentang Slandar Nasionar pendidikan (SNP) menyatakan perlu adanya standar mutu sebagai tolok ukur minimal untuk menilai tingkat mutu penyediaan. Semakin tinggi Pedoman Penjaminan Mutu 102 . Prasarana dan sarana adalah salah satu bagian input ( sedangkan input merupakan salah satu subsistem dari sistem penjaminan mutu internal PT. Substansi atau isi dari standar mutu tersebut minimal sama dengan standar minimal yang berlaku secara nasional. (2) rencana mutu keluaran dan perkiraan out comes. (3) proses pendidikan. peraturan pemerintah (PP) No. (4) input. dan pengembangan sarana dan prasarana yang tersedia pada setiap perguruan Tinggi.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto tolok ukur yang dipakai untuk menilai tingkat mutu. laboratorium. tetapi penyelenggara PTwajib melakukan yang terbaik dalam keterbatasan yang ada. Bab ini menguraikan praktik baik yang berlaku di banyak PT dalam melakukan penjaminan mutu khusus di bidang sarana dan prasarana. baik yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. pengabdian kepada masyarakat. bengkel kerja. perpuslakaan. Artinya prasarana dan sarana yang diperlukan tergantung situasi dan kondisi terlentu. Standar mutu ini harus ditingkatkan secara berkelanjutan agar tercapai peningkatan mutu berkelanjutan. yaitu : a. 10. setelah itu apabila PT yang bersangkutan memang benar-benar sangat mampu maka dapatlah dibuat standar dengan substansi yang melebihi standar minimal nasional. tempat bermain. maka dalam bab ini definisi tenlang Standar Sarana dan Prasarana yang dipakai adalah definisi di dalam PP tentang SNP. maka berarti semakin tinggi pula mutu institusi itu.undangan. substansi standar tersebut minimaI harus memenuhi terlebih dahulu ketentuan yang telah diatur dalam perundang . serta sumber belajar lain. bahwa kebijakan di bidang prasarana dan sarana merupakan open ended solution. MEKANISME PENETAPAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA STIKES DIAN HUSADA Dalam menetapkan Standar Sarana dan Prasarana perlu diperhatikan beberapa hal penting berikut ini. tempat berkreasi dan berekreasi. tempat beribadah. Substansi atau isi dari Standar Sarana dan Prasarana harus sesuai atau tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang relevan dengan bidang sarana dan prasarana untuk PT. Uraian ini dimaksudkan untuk memberikan inspirasi kepada penyelenggara PT. tempat berolah raga. Pedoman Penjaminan Mutu 103 . yaitu standar pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. dan kegiatan lain yang menunjang seluruh tridharma PT. Konkritnya. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Agar terjadi persamaan persepsi.2.

dan tujuan dari unit – unit di dalarn lingkungan PT seperti Prodi. kesehatan lingkungan. wajib mempunyai standar Mutu Sarana dan Prasarana. maka perlu dipahami terlebih dahulu aturan tersebut yang antara lain terdapat dalam PP tentang SNP dan Keputusan Mendiknas tentang Pedoman Pendirian PT. Letak lahan bangunan PT juga harus memperhatikan. antara lain.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto b. dosen. dan lahan pertamanan. Pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala dan berkesinambungan. c. b. masukan atau saran dari para stakeholders PT Agar substansi Standar Sarana dan Prasarana yang akan ditetapkan olehPT didalam SPMI nya tidak bertentangan dengan ketentuan normatif yang berlaku secara nasional. Pedoman Penjaminan Mutu 104 . misi. dan tujuan dari PT yang bersangkutan dan bila perlu juga harus selaras dengan visi. Jenis dan jumlah sumber belajar lainnya yang dinyatakan dalam rasio jumlah minimal sumber belajar tersebui permahasiswa. Jenis dan jumlah buku perpustakaan khususnya buku teks yang dinyatakan dalam rasio rninimal jumlah buku teks pelajaran untuk setiap mata kuliah permahasiswa d. Sarana dan prasarana apa saja yang minimal harus dipunyai oleh setiap Perguruan Tinggi (PT). 19 lahun 2005 tentang SNP menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan. j. dan tenaga non-dosen yang memerlukan layanan khusus karena keterbatasan fisik mereka (kaum difabel). e. dan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui mahasiswa untuk menjangkau bangunan tersebut. sebagaimana disebut pada bagian Pendahuluan. g. Substansl standar tersebut juga harus selaras dengan visi. Rasio luas ruang kuliah per mahasiswa. Lahan untuk bangunan PT. Substansi standar tersebut juga harus sedapal mungkin selaras dengan keinginan. lahan praktik. jurusan. yang mengalur tenlang : a. misi. i. lahan untuk prasarana penunjang. dan program studi c. yang dinyatakan dalam rasio luas lahan permahasiswa. h. Fasilitas khusus untuk mahasiswa. f. dalam konteks pendidikan tinggi adalah PT. Pasal 42 hinqga 47 PP No. pertimbangan keamanan. kenyamanan. Kualitas bangunan minimal yaitu kelas A dan/atau bangunan tersebut harus tahan gempa khususnya apabila terletak didaerah yang rawan gempa. Jenis dan jumlah peralatan minimal laboratorium yang harus tersedia yang dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan permahasiswa.

dan dengan memperhatikan pertumbuhan akademik. sesuai dengan jenis laboratorium masing – masing program studi. pengoperasian. kebutuhan stakeholders. Pedoman Penjaminan Mutu 105 . Standar Prasarana dan Sarana sumber belajar (leaming resources) 3. serta urgensi dan kemampuan program studi yang bersangkutan standar PS sumber belaiar (leaming resources) antara lain terdiri atas peralatan. kesehatan dan ketenangan lingkungan substansi standar ini mencakup infrastruktur perguruan tinggi. perlengkapan minimum yang harus tersedia pada setiap laboratorium di dalam lingkungan PT yang bersangkutan (3). rasio luas ruang kuliah untuk tiap mahasiswa (4). Standar pengadaan. Standar Prasarana dan Sarana (PS) bangunan. Jadi. harus memenuhi persyaratan teknis dan peraturan bangunan. perawatan dan perbaikan alat 4. dan teknologi informasi. kesehatan serta ketenangan lingkungan 2. misalnya saja harus dapat ditetapkan standar mutu yang menetapkan lolok ukur minimum yang berlaku pada suatu PT tentang : (1). Dalam praktek baik. bahan. Rasio buku teks untuk setiap matakuliah untuk setiap mahasiswa yang harus tersedia di perpustakaan PT dan seterusnya. Standar Prasarana dan Sarana bangunan. jumlah butir standar dalam setiap jenis standar ditetapkan olehprogram studi. hingga standar tentang bagairnana PT tersebut harus memelihara seluruh sarana dan prasarana yang tersedia secara berkala dan berkelanjutan. standar PS fasilitas pembelajaran mencakup ruang kelas lengkap dengan sarana dan cukup untuk melaksanakan kurikulum. sesuai dengan visi. jenis sarana dan prasarana apa saja yang harus disediakan oleh penyelenggara PT yang bersangkutan (2). listrik' dan telefon Ad 1. Standar prasarana umum berupa air. Serta kesehatan lingkungan yang berlaku untuk daerah tersebut. Standar PS laboratorium mencakup peralatan laboratorium.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Dari kutipan PP di atas tampak bahwa substansi Standar Sarana dan Prasarana yang harus dimiliki oleh setiap PT sekurang – kurangnya harus : mengatur atau menetapkan berbagai hal sebagaimana tercantum dalam butir “a” hingga ” j” di alas. Sebagai contoh berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa standar mutu yang terdapat di dalam kelompok Standar Sarana dan Prasarana berdasarkan praktek baik pada beberapa PT : 1.

Penyusunan Standar dilakukan oleh suatu tim ad hoc yang diangkat oleh pimpinan PT. Hanya saja tiap PT dapat menentukart butir mutu yang akan diprioritaskan untuk dilaksanakan. Untuk menghindari tim yang terlalu besar. Standar Prasarana dan Sarana (PS) umum Standar mutu tentang penyediaan dan ketersediaan air. listrik. dan telefon merupakan bagian penting dalam kegiatan perguruan tinggi. Proses penyusunan standar PS tidak berdiri sendiri. dipilah. dan perbaikan alat Standar mutu ini sangat diperlukan agar peralatan dapat dioperasikan dengan baik dan sesuai fungsinya. Ad 4. majalah.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Ad 2. Tim terdiri atas wakil-wakil tingkat perguruan tinggi dan Prodi. jumal. CDROM' dan citra satelit. perawatan. Untuk itu diperlukan tata kelola yang jelas dan pasti sehingga penyediaan prasaransarana umum terselenggara secara baik dengan keandalan tinggi. laboratorium. Standar Prasarana dan Sarana (PS) Sumber belajar utama Substansi standar ini terdiri atas buku – buku teks (perpustakaan/lainnya). Dalam pembuatan standar PS perlu dlpertimbangkan standar PS untuk gedung. karena itu perlu dikelola dengan baik. tetapi dilaksanakan bersama . Untuk itu diperlukan pemeriksaan dan perawatan dan apa bila terjadi kerusakan dapat diperbaiki dengan cepat sehingga mengurangi waktu mati (down time) atau out of work dari peralatan tertentu tersebut. Standar pengadaan. dan disinkronkan dengan tujuan Pembelajaran. pengoperasian. intemet dan intranet.sama dengan penyusunan standar akademik secara keseluruhan dan lengkap. serta kesehatan lingkungan yang ditentukan oleh perguruan tinggi dan departemen teknis terkait. maka anggota tim tidak diambil dari semua Prodi. tetapi diambil Dari wakil cluster atau kelompok bidang ilmu. Perlu Pedoman Penjaminan Mutu 106 . Tim seperti ini terkadang dirasa terlalu besar. Standar PS gedung harus memenuhi persyaralan teknis dan peraturan bangunan. sehingga dapat menurunkan efisiensi kerja dan penyebabkan perlu waktu lama untuk menghasilkan standar. Sumber belajar harus diseleksi. lembar informasi. Ad 3.

dikoreksi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto juga diperhatikan keamanan dan kenyamanan mahasiswa di dalam ruang kuliah. gedung. dan di laboratorium. sebelum dikirim untuk dibahas di Senat Akademik untuk diolah dan disahkan menjadi standar mutu Sarana dan Prasarana Stikes Dian Husada.Pemenuhan Standar PS Bangunan Serta Kesehatan Lingkungan lnfrastruktur perguruan tinggi harus memenuhi persyaratan teknis dan peraturan bangunan. Yang harus diperhatikan dalam penyusunan standar PS adalah agar PS dapat digunakan secara optimal dan harus dirawat dengan baik. Perlu dikemukakan bahwa penyusunan standar tidak sama dengan penyusunan daftar pengadaan barang.3.3. yang meliputi gedung dan laboratorium. selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademis. Pedoman Penjaminan Mutu 107 . serta kesehatan lingkungan yang berlaku untuk daerah tersebut. Dalam penyusunan standar. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh Stikes Dian Husada bekerja sama dengan organisasi penjaminan mutu yang terdapat ditingkat Stikes Dian Husada dan program studi 10. diperpustakaan. Hasil kaji ulang ini dipakai oleh panitia untuk menyusun draff akhir standar. 10.1 . langkah pertama adalah sosialisasi standar PS pada seluruh sivitas akademika. air. Dalam arti yang lebih luas prasarana dan sarana mencakup semua aset perguruan tinggi seperti lahan. sehingga PS dapat dipakai secara efektif dengan selalu memperhatikan keamanan penggunanya Draf standar PS yang telah disusun oleh panitia ad hoc Stikes Dian Husada dapat dikirim ke Prodi untuk dikaji ulang. lnfrastuktur harus direncanakan secara sistematis. Draff akhir dikirim ke eksekutif yang akan mempelajari dan menyempurnakannya lagi. panitia meminta masukan dari Prodi. tetapi berupa patokan. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PRASARANA DAN SARANA STIKES DIAN HUSADA Dalam usaha pemenuhan standar PS yang telah ditetapkan. Penyusunan standar tidak menghasilkan daftar yang sangat rinci. Pengembangan infra struktur fasilitas harus dituangkan dalam rencana induk (master plan). lembaga laboratorium. terutama pihak pengurus yayasan (bagi Stikes Dian Husada) dan program studi yang berkaitan dengan prasarana dan sarana. dan unit akademik lain dilingkungan Stikes Dian Husada. dan disempurnakan.

sehingga cukup membuat modifikasi dan memasukkan dalam SILB. agar dapat optimum dalam mendukung pelaksanaan proses pembelajaran. sehingga data lahan dan bangunan dikelola dalam basis data spasial dan basis data atribut. telefon. brosur. poster lembar informasi. foto udara. Teknologi informasi harus diadakan/terpasang. tetapi berupa patokan. Pemenuhan Standar PS Sumber Belajar (Learning Resources) Sumber belajar mencakup buku teks. Bahwa penyusunan standar tidak sama dengan penyusunan daftar pengadaan barang. Praktek baik ini meliputi : a.3. SILB biasanya memuat data seperti data dasar lahan yang berisi informasi tentang data yuridis/legal. Yang harus diperhatikan dalam penyusunan standar PS adalah agar PS dapat digunakan Pedoman Penjaminan Mutu 108 .Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto listrik. majalah. sehingga pengadaannya tidak akan dibahas dalam bab ini. Sistem informasi lahan dan bangunan dapat d i kembangkan dengan pendekatan Geographic Information system (G/s). Perpustakaan harus mempunyai rekaman elektronik tentang penelitian dan materi acuan dalam bentuk basis data flexi dalam CD-ROM. peta. citra satelit dll. data ruang (kegunaan dan frekuensi penggunaannya. intranet. Format sistem informasi ini dapat didasarkan pada keterkaitan lahan dan bangunan dengan unsur lokasi atau unsur yang menunjukkan letak objek terhadap suatu referensi spasial tertentu. Penyusunan standar tidak menghasilkan daftar yang sangat rinci. Sistem lnformasi ini penting dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan oleh eksekutif dalam pengembangan perguruan tinggi. yang semuanya sudah dimiliki oleh perguruan tinggi. data bangunan (kondisi fisik dan penggunaan). Pemanfaalan lingkungan luar ruang/kelas Penting untuk pengembangan mutu dan efisiensi perguruan tinggi adalah bila dibuat sistem lnformasi Lahan dan Bangunan (SILB). CD-ROM. dll) Perguruan tinggi pada umumnya telah mempunyaidata ini. intemet.2. jurnal ilmiah. 10. lnventarisasi gedung beserta semua ruang dan kegunaan ruang c. lnventarisasi lahan b. data penggunaan lahan. Sumber belajar harus terseleksi dan sinkron dengan tujuan pembelajaran Perpustakaan digital harus diadakan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Yang penting mengenai aset ini adalah perlunya praktek baik dalam mengelola aset tersebut.

yang meliputi gedung dan laboratorium. Mekanisme Pemenuhan Standar Prasarana Dan Sarana Dalam usaha pemenuhan standar PS yang telah ditetapkan. terutama pihak pengurus yayasan (bagi PTS). jurusan. dan program studi 3. selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademis. setiap kesempatan atau bila tersedia biaya. Draff akhir dikirim keeksekutif yang akan mempelajari dan menyempurnakannya lagi. Banyak manfaat yang diperoleh bila pelatihan dilaksanakan secara periodik. Prodi. sehingga kualitas teknisi dalam mengelola alat dapat terus meningkat. sebelum dikirim untuk dibahas di Senat Akademik untuk diolah dan disahkan menjadi standar mutu Sarana dan Prasarana Stikes Dian Husada. dan perawatan terencana (planned maintenance). perguruan tinggi. gedung.3.3. perlu diadakan penataran teknisi laboratorium. sehingga dapat mengetahui sistem Pedoman Penjaminan Mutu 109 . 10. dikoreksi. lnfrastuktur harus direncanakan secara sistematis. Hal penting yang perul diperhatikan dalam praktek baik pengoperasian alat adalah peningkatan pemanfaatan alat laboratorium. Penataran dilaksanakan sehubngan dengan pengelolaan laboratorium. sehingga PS dapat dipakaisecara efektif dengan selalu memperhatikan keamanan penggunanya Drafr standar PS yang telah disusun oleh panitia ad hoc Stikes Dian Husada dapat dikirim ke Prodi – Prodi untuk dikaji ulang. Teknisi laboratorium perlu juga dilatih dalam inventarisasi peralatan. Prodi. keamanan pekerjaan laboratorium. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh PT bekerjasama dengan organisasi penjaminan mutu yang terdapat ditingkat PT. air.1 . Pembudayaan pengoperasian dan pengelolaan alat laboratorium merupakan proses yang terus menerus. Hasil kaji ulang ini dipakai oleh panitia untuk menyusun draff akhir standar. Pengembangan infrastruktur fasilitas harus dituangkan dalam rencana induk (master plan). erawatan atau kebersihan laboratorium. serta kesehatan lingkungan yang berlaku untuk daerah tersebut. langkah pertama adalah sosialisasi standar PS pada seluruh sivitas akademika. peralatan canggih ini relatif makin baik kualitas proses pembelajaran.Pemenuhan Standar PS Bangunan Serta Kesehatan Lingkungan lnfrastruktur perguruan tinggi harus memenuhi persyaratan teknis dan peraturan bangunan. dan disempurnakan. dan program studi yang berkaitan dengan prasarana dan sarana. Dalam arti yang lebih luas prasarana dan sarana mencakup semua aset perguruan tinggi sepert lahan. jurusan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto secara optimal dan harus dirawat dengan baik.

2. ristrik. Prodi. Praktek baik dalam perawatan dan perbaikan alat pada umumnya adalah : a. Praktek baik dalam perawatan alat adalah disusunnya sistem perawatan alat untuk peralalan yang dipakaidalam proses pembelajaran dan peralalan yang dipakai untuk pelatihan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto inventarisasi dan dapat mengoperasikan perangkat lunak inventarisasi. Unit pelaksana akademik (UPA) perlu mengimplementasikan komputerisasi peraIatan Iaboratorium sehingga pengelolaan Iaboratorium dapat terlaksana secara efisien. 10. dan telepon Sarana prasarana air. Perawatan alat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan alat. Ketrampilan teknisi laboratorium ditingkatkan dengan pelatihan dalam perawat dan memperbaiki alat. Untuk meningkatkan pemakaian peralatan laboratorium maka perlu peningkatan ketrampilan (sk/f pekerja laboratorium. d. c. Dibentuk organisasi pada tingkat perguruan tinggi. Dalam rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) dianggarkan dana untuk perawatan dan perbaikan alat. Pedoman Penjaminan Mutu 110 . sehingga beban yang harus dibayar untuk pemakaiannya tersebar secara merata sesuai dengan frekuensi pemakaian setiap Unit pelaksana Akademik (UPA). oleh karena itu perlu dikelola dengan baik dan tersedia tata kelola yang jelas dan pasti. peralatan senantiasa dapat digunakan bila diperlukan (equipment availability). dan jurusan yang bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan alat b. masa pemakaian alat bertambah sehingga merupakan penghematan karena mengurangi anggaran untuk perbaikan maupun pemberian alat baru yang merupakan investasi yang besar. maka keandalan sistem distribusi air dan ristrik. juga perlu peningkatan kesejahteraan pekerja dengan insentif yang cukup dan pengembangan karir yang menarik dan jelas. Disusun tatalaksana (standard operating procedure.3. dan telefon merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan perguruan tinggi. Listrik. Manfaat dari sistem perawatan alat adalah sebagai berikut. Standar prasarana Umum Berupa Air. serta kontinuitas layanan terefon dapat diharapkan oleh seluruh pengguna di kampus. manual prosedur) perawatan dan Perbaikan alat. Dengan tatakelola yang baik.

dan kesepakatan menyangkut kata – kata kunci berikut ini : Pada tingkat perguruan tinggil/Prodi jurusan. standar PS dinyatakan dalam spesifikasi prasarana dan sarana yang lebih spesifik. setiap tahun Cilakukan perbaikan standar dan penjaminan dalam SPMB-PS sebagai bagian SPMB keseluruhan. dengan keyakinan terjadinya peningkatan pada setiap tahun (rentang waktu tertentu) dapat dijamin. Pedoman Penjaminan Mutu 111 . telefon. dan distribusi air sesuai kebutuhan pengguna di kampus. Pengelolaan dan pengembangan lelepon b. Pada tingkat program studi. untuk proses pembelajaran dapat dikembangkan peraturan. Pengelolaan dan pengembangan jaringan ristrik dan pengelolaan air bersih. Betapapun kecilnya peningkatan apa bila selalu ada pada setiap tahun (rentang waktu tertentu). serta tersedia organisasidan tata kerja (OTS) dalam pemakaiannya. 10. standar PS dinyatakan dalam daftar prasarana dan sarana. Sebagai satu ilustrasi. SPMB-PS akan berlangsung baik. Kebutuhan harus sudah diantisipasi dan pengelolaannya dilaksanakan oleh unit – unit di perguruan tinggi yang bertanggung jawab dalam : a. pengaturan. Berdasar hasil evaluasi dengan siklus tahunan. Suatu siklus SPMB-PS wajib dirancang terintegrasi dengan SPMB keseluruhan. Dalam hal ini perlu diatur satu siklusSPMB-PS.4. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PRASARANA DAN SARANA STIKES DIAN HUSADA Manajemen pengendalian standar pada dasarnya diarahkan untuk mengoptimalkan berlangsungnya proses peningkatan kualitas secara berkelanjutan. terkait dengan implementasi Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) Evaluasi dilakukan lerhadap utility factor dan unjuk hasil kinerja pemakaian prasarana dan sarana.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Praktek baik perawatan dan pengembangan jaringan listrik.

Di samping melaksanakan fungsi tersebut di atas. Dengan memperhatikan karakter pendidikan tinggi dan tuntutan masyarakat atas peran strategis Stikes Dian Husada. PENDAHULUAN 11.1.1. daya saing.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB XI STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA 11. menjaga nilai-nilai moral dan kemanusiaan. mengkaji dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Peran Stikes Dian Husada yang demikian penting tersebut harus didukung dengan upaya – upaya untuk selalu meningkatkan mutu. pencitraan publik. serta menjaga pemerataan dan perluasan akses atas layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat. dan pengabdian kepada masyarakat. 1. Stikes Dian Husada juga menjadi salah satu pilar dalam upaya menegakkan demokrasi. serta menjunjung tinggi rasa keadilan bagi masyarakat. relevansi. tata kelola baik. maka proses utama pendidikan tinggi dapat ditunjukkan dengan diagram sebagai berikut : Pedoman Penjaminan Mutu 112 . Layanan akademik lembaga pendidikan tinggi dicakup dalam istilah tridarma Stikes Dian Husada yaitu pendidikan. serta menerapkan keunggulan iptek tersebut untuk kemanfaatan bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. penelitian. akuntabilitas. Proses utama Pendidikan Tinggi Stikes Dian Husada merupakan lembaga yang memiliki fungsi dan kompetensi dalam menjalankan dan mengembangkan proses pendidikan tinggi.

bahan. dan karya pengabdian kepada masyarakat. mahasiswa. maka penghargaan masyarakat terhadap Stikes Dian Husada tersebut akan semakin baik dan berdampak pada input yang semakin baik pula.1. Output kegiatan tridarma adalah lulusan. Ada suatu keyakinan bahwa semakin baik output suatu Stikes Dian Husada. Penggunaan outp ut kegiatan tridarma adalah kalangan pemerintah maupun swasta. Proses Utama Pendidikan di Stikes Dian Husada Untuk melaksanakan tridarma Stikes Dian Husada diperlukan serangkaian input yang mencakup kurikulum. karya penelitian. dan potensi besar).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Gambar 9. peralatan. informasi. dan keuangan. Kegiatan manajemen mencakup Pedoman Penjaminan Mutu 113 . fasilitas fisik. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk mengelola keseluruhan proses dan berbagai faktor input dan ouput diperlukan suatu manajemen kelembagaan yang tepat. modal. 11. metode kerja.2. Manajemen Kelembagaan Manajemen merupakan langkah dinamis dan sistematis menuju pencapaian tujuan dengan menggunakan dukungan sumber daya yang tersedia sumberdaya manusia.

11. Dengan cara demikian diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan tinggi secara berkelanjutan dengan rasa aman dan kepercayaan tinggi. dan evaluasi. GOAL SCOPE OF MANAGEMENT PLANNING DIRECTING CONTROLLING EVALUATING RESOURCE MAN MATERIAL MACHINERY METHOD MONEY MARKET Gambar 10. Prinsip Dasar Manajemen Stikes Dian Husada Manajemen kelembagaan diharapkan dapat menghasilkan layanan tridarma Stikes Dian Husada yang terwadahi oleh organisasi formal yang memiliki kekuatan hukum. pemantauan. Tujuan dalam manajemen pendidikan tinggi memiliki target yang bergerak (moving target) yang ditetapkan dengan melihat tuntutan kebutuhan internal dan eksternal serta kesiapan sumber raya yang dimiliki. pengembangan manajemen perlu disertai dengan upaya penguatan terus-menerus sumberdaya yang dimiliki sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan secara berkelanjutan. Selanjutnya dalam kerangka hukum formal berbagai bentuk kesepakatan antar pihak perlu dituangkan dalam perjanjian yang bersifat tertulis sehingga mempunyai kekuatan hukum formal.20/Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) Pedoman Penjaminan Mutu 114 . Dasar Hukum dan Kebijakan tentang Manajemen Kelembagaan Prinsip manajemen kelembagaan pendidikan tinggi diatur dalam UU No. pengorganisasian.1.3. Sehubungan dengan hal itu.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto perencanaan.

dan wadah kelembagaannya. misi. Hurnan Resources. Relevansi. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA Standar disusun dengan rnemperhatikan proses utama pendidikan tinggi.2010 o Pokok Pikiran pertama : Nation Competitiveness o Pokok Pikiran Kedua : University Autonomy o Pokok Pikiran Ketiga : Organizational Health Pokok pikiran ketiga dalam HELTS 2003 .2010 tersebut menetapkan organization Health dengan beberapa point penting antara lain : University Governance. dan pencitraan publik Higher Education LongTerm Strategy (HELTS) 2003 . Misi.2. Financial performance. sesuai prinsip otonomi dan akuntabilitas tersebut setiap Stikes Dian Husada diharapkan dapat merumuskan visi dan misi yang diemban. 11. capacity Building.2025 Pilar pertama : pemerataan dan perluasan Akses Pilar kedua : peningkatan mutu. dan Daya Saing PilarKetiga : penguatan Tata Kerola. Akuntabilitas. Perumusan alasan dan maksud tersebut perlu dituangkan ke dalam visi. 11. Rencana Strategis pendidikan Nasional 2007 . nilai – nilai dan strategi pengembangan Stikes Dian Husada.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pasal 51 ayat 2 : “Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan atas prinsip otonomi. Dokumen-dokumen yang memuat pokok pemikiran Pedoman Penjaminan Mutu 115 . Strategi dan Program yang Jelas Dalam mendirikan Stikes Dian Husada para pendiri yang dapat berasal dari pemerintah maupun masyarakat tentu memiliki alasan dan maksud yang kuat. akuntabilitas. jaminan mutu dan evaluasi yang transparan". proses utama pendidikan yang diselenggarakan.2. dan Quality Assurance sebagai pikiran dasar tentang manajemen kelembagaan di Stikes Dian Husada. Penetapan Visi.1. prinsip – prinsip manajemen kelembagaan dan peraturan-peraturan yang berlaku serta kebijakan manajemen Stikes Dian Husada.

tujuan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto dasar manajemen kelembagaan adalah STATUTA bagi Stikes Dian Husada serta Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran. renstra dan renop diperlukan lembaga – lembaga atau unit – unit dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang saling mendukung dan melengkapi.2.2. Penetapan pimpinan Stikes Dian Husada akan diikuti oleh penetapan pimpinan lembaga/unit lain di lingkungan Stikes Dian Husada.2. Penetapan Mekanisme Kepemimpinan yang Efektif Stikes Dian Husada harus memiliki mekanisme kepemimpinan untuk melaksanakan ketentuan – ketentuan yang ditetapkan dalam dokumen statuta.3. renstra. Pemimpin Stikes Dian Husada dipilih melalui suatu mekanisme yang ditetapkan oleh peraturan perundangan yang berlaku. 11. Pedoman Penjaminan Mutu 116 . Pembentukan Kelembagaan yang Efektif dan Efisien Untuk melaksanakan statuta. Kedua dokumen itu menjadi dasar pelaksanaan program kerja oleh para pimpinan dan seluruh stakeholders Stikes Dian Husada. dan sasaran.Rumah Tangga (ART) bagi Stikes Dian Husada Konsep dasar pendirian Stikes Dian Husada selanjutnya perlu dijabarkan kedalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan dijabarkan lebih lanjut pada tataran operasional ke dalam dokumen Rencana Operasional (Renop) yang memuat sasaransasaran baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. 11. dan renop tersebut. Mekanisme penetapan kepemimpinan tersebut menjadi dasar legitimasi seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang dimiliki Stikes Dian Husada dalam menjalankan strategi dan program untuk mencapai visi. Mekanisme kepemimpinan harus diselenggarakan secara transparan dengan melibatkan sivitas akademika Stikes Dian Husada. Bentuk lembaga/unit tersebut harus mempertimbangkan hubungan kerja vertikal ke atas dan ke bawah dan hubungan horisontal dengan lembaga di sampingnya untuk menjaga fungsi koordinasi dan komunikasi antar lembaga di dalam maupun di luar organisasi. Besar atau kecilnya lembaga/unit disesuaikan dengan tupoksi dan pertimbangan efisiensi serta efektifitas kinerja lembaga/unit tersebut. misi.

Keputusan Dirjen. Manajemen Kelembagaan Pendidikan Tinggi Stikes Dian Husada Lembaga – lembaga dan unit – unit di lingkungan Stikes Dian Husada mengatur penggunaan sumber daya dalam rnenunjang proses utama untuk menghasilkan output. Keputusan Menteri. Gambaran umum tentang peran masing-masing tupoksi dan kelembagaan dalam menunjang proses utama pendidikan tinggi dapat dilihat pada gambar di bawah ini SUMBER DAYA MANAJEMEN AKADEMIK MANAJEMEN KEMAHASISWAAN MANAJEMEN FASILITAS / INFRASTRUKTUR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MANAJEMEN KEMAHASISWAAN MANAJEMEN SISTEM INFORMASI VISI/ MISI LEMBAGA PELAKSANA INTERNAL AUDIT SUMBER DAYA MEKANISME KEPEMIMPINAN KOORDINASI / MONITORING STRATEGI / PROGRAM PENJAMINAN MUTU SUMBER DAYA PROSES PENDIDIKAN PROSES PENELITIAN PROSES PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI Gambar 11. misal: Undang – Undang. yaitu alumni dan karya – karya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keputusan Presiden. dll. Pedoman Penjaminan Mutu 117 . Peraturan Pemerintah.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pembentukan kelembagaan harus didasarkan pada suatu bentuk keputusan yang berkekuatan hukum formal dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundangan yang berada di atasnya.

pendaftaran.3.3. sehingga sistem administrasi perlu dilaksanakan dengan rapih dan didukung dengan sistem informasi yang memadai. sarana kesehatan dll. penalaran dan kesejahteraan mahasiwa. dan penjaminan mutu proses pembelajaran. dil).2. berbagai toko yang menyediakan kebutuhan mahasiswa. UPT Perpustakaan. kantin. studio dan perpustakaan) serta berbagai kegiatan penunjang kemahasiswaan seperti : kegiatan minat dan bakat. fasilitas olahraga. Kepala Bagian Akademik. Kegiatan kemahasiswaan antara lain terdiri atas : pengembangan minat dan bakat. layanan sarana penunjang proses pembelajaran. pembayaran SPP dan pengisian KRS. pusat pengkajian dan Pengembangan Akitifitas Instruksional (P3AT). pembelajaran di kelas dan di luar kelas (laboratorium. 11. UPT Pusat Komputer. Pusat Penjaminan mutu (PPM). Keseluruhan proses ini disusun dan dievaluasi dalam kerangka acuan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. organisasi pengelola fasilitas tersebut perlu dibentuk khusus dan dalam melaksanakan tugasnya harus berupaya untuk dapat menampung berbagai aspirasi mahasisara yang sangat beragam. UPT penerbita. dan berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk penunjang kegiatan akademik (seperti: UPT Multi Media. Manajemen Akademik Unsur utama manajemen akademik yaitu perencanaan proses pembelajaran.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 2.2. pengembangan kegiatan penalaran dan pengembangan fasilitas kesejahteraan untuk mahasiswa.1. Kegiatan – kegiatan tersebut perlu didukung dengan berbagai fasilitas penunjang dan organisasi yang mengelolanya. Kebijakan manajemen akademik ditetapkan oleh pimpinan Stikes Dian Husada dan operasionarisasinya diraksanakan oreh beberapa lembaga/unit yang relevan seperti : Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK). Pengembangan manajemen akademik tersebut akan semakin kompleks dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang tercatat dalam Stikes Dian Husada. Fasilitas tersebut dapat berupa: asrama mahasiswa. workshop. pelaksanaan proses pembelajaran. Pedoman Penjaminan Mutu 118 . Proses utama manajemen akademik meriputi : seleksi calon mahasiswa baru. Manajemen Kemahasiswaan Stikes Dian Husada perlu mengembangkan berbagai layanan yang melengkapi kegiatan mahasiswa selain proses – proses pembelajaran di kelas dan laboratorium.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Manajemen kemahasiswaan tersebut secara kebijakan di bawah pimpinan universitas dan secara operasional dilaksanakan oleh beberapa lembaga yang relevan seperti : Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Kepala Bagian Kemahasiswaan, dan berbagai Unit pelaksana Teknis (UPT) untuk penunjang kegiatan kemahasiswaan (seperti: UPT Asrama, UPT Fasilitas Olah raga, UPT Medical Centre, UPT SAC dit). 11.2.3.3. Manajemen Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Salah satu keluaran Stikes Dian Husada adalah karya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Karya tersebut merupakan hasil dari proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tenaga pendidik dan kependidikan beserta mahasiswa, sebagai respon atas kebutuhan yang berkembang dimasyarakat dan tuntutan untuk SelaIu mengembangkan iptek, Kegiatan tersebut memerlukan dukungan sumber daya Stikes Dian Husada yang harus dikelola secara profesional. Manajemen penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut Secara kebijakan di bawah pimpinan Stikes Dian Husada dan secara operasional dilaksanakan oleh beberapa lembaga yang relevan seperti : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan berbagai unit untuk penunjang kegiatan penelitian danpengabdian kepada masyarakat (seperti ; UPT Laboratorium Terpadu, Laboratorium ditingkat jurusan, dll). 11.2.3.4. Manajemen Fasilitas dan lnfrastruktur Untuk menunjang proses utama pendidikan tinggi maka diperlukan sejumlah fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang meliputi : ruang kelas, laboratorium, studio, workshop, perpustakaan, ruang dosen dan administrasi dan berbagai penunjang lainnya, seperti : asrama, fasilitas olah rag, kantin, dll. Fasilitas dan infra struktur tersebut perlu dikelola dengan baik, dengan beberapa tahap pelaksanaan seperti : proses pengadaan, inventarisasi operasi dan pemeliharaan, perbaikan, penghapusan (bila telah rusak berat) serta administrasi pembukuan yang rapih agar dapat diketahui nilai aset yang dimiliki Pada setiap saat. Manajemen fasilitas dan infrastruktur secara kebijakan di bawah pimpinan universitas dan secara operasional dikelola oleh Biro Administrasi umurn dan Kepegawaian, dan
Pedoman Penjaminan Mutu 119

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

ditingkat fakultas dibawah Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas dan di tingkat unit dibantu oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan, UPT. Asrama, UPT Fasum dll' 11.2.3.5. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk menunjang proses utama pendidikan tinggi, maka sumber daya manusia yang meliputi tenaga pendidik dan kependidikan merupakan faktor yang penting. Manajemen sumber daya manusia meliputi tahapan : rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baru, penempatanpada tugas dan jabatan yang sesuai, penyusunan jenjang karir, pelatihan dan penguatan kapasitas diri, penegakan disiplin dan pemberian penghargaan serta persiapan pensiun. Pengembangan sumber daya manusia tersebut perlu didukung oleh sistem administrasi yang rapi yang memungkinkan semua pihak untuk memperoleh akses informasi yang terkait dengan rencana pengembangan karir masing-masing. Manajemen Sumber Daya Manusia tersebut secara kebijakan di bawah pimpinan pergu ruan tinggi dan secara operasional dilaksanakan oleh beberapa lembaga yang relevan seperti: Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas, serta berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk penunjang kegiatan sumberdaya manusia (seperti:UPT Medical Centre, Koperasi Pegawai, dll). 11.2.3.6. Manajemen Keuangan Untuk menunjang proses utama pendidikan tinggi, maka pembiayaan menjadi faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan program dan layanan kepada masyarakat. Kemampuan untuk merencanakan potensi penerimaan dan rencana pengeluaran yang berimbang dapat mendorong dinamika lembaga dan pertumbuhan menuju pencapaian visi dan misi Stikes Dian Husada. Manajemen keuangan lersebut perlu didukung oleh kerapihan administrasi khususnya terkait dengan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan perundangan yang berlaku serta akuntabililas publik yang dituntut masyarakat. Manajemen keuangan tersebut secara kebijakan di bawah tanggung jawab pimpinan Stikes Dian Husada dan secara operasional dikelola oleh Biro Administrasi Umum dan Kepegawalan, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas dan unsur pelaksana di tingkat jurusan.
Pedoman Penjaminan Mutu 120

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

11.2.3.7. Manajemen Sistem lnformasi Sebagai konsekuensi dari suatu lembaga pendidikan tinggi yang memberikan layanan kepada ribuan mahasiwa, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak sedikit, banyaknya fasilitas dan infrastruktur serta jumlah uang yang beredar cukup besar, maka manajemen sistem informasi menjadi suatu keharusan, Manajemen sistem informasi ini meliputi : penyediaan sarana dan prasarana sistem informasi dan backbone jaringan telekomunikasi yang memungkinkan informasi proses Utama pendidikan tinggi tersebut dapat diakses dengan cepat, akurat dan terpercaya. Model sistem informasi tersebut luga harus memberikan jaminan bahwa layanan informasi kepada masyarakat tidak terhenti karena kerusakan jaringan telekomunikasi ataupun kesalahan dalam perangkat lunak sistem informasi Manajemen sistem informasi secara kebijakan di bawah pimpinan Stikes Dian Husada dan secara operasional dilaksanakan oleh UPT Pusat Komputer tiap unit pelaksatra akademik seyogyanya menriliki unsur pelaksana sistem informasi. 11.2.4. Penempatan Personel yang Tepat Dengan terbentuknya suatu lembaga yang mampu menjabarkan visi' misi' strategi dalam tataran rencana strategis dan operasional' maka tahap selanjutnya adalah perlunya untuk mencari personel dengan kualifikasi yang tepat pada setiap posisi jabatan untuk menjalankan roda organisasi. Pemilihan personel tersebutd apat dilakukan melalui serangkaian tahap seleksi yang terdiri atas: (1)seleksi administrasi berupa rekam jejak kualifikasi pendidikan dan pengalaman' (2) seleksi kompetensi dan kesesuaian teknis dengan jabatan yang ditawarkan, dan (iii) seleksi sikap dan attitude dalam bentuk model wawan cara dan psikotes untuk kepatutan dan kePantasan. 11.3. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA Untuk melaksanakan manajemen kelembagaan tersebut diatas diperlukan beberapa langkah utama sebagai berikut :

Pedoman Penjaminan Mutu

121

Pemenuhan Mekanisme Kepemimpinan Peran kepemimpinan menjadi sangat penting dalam menerjemahkan visi dan misi tersebut dalam bentuk suatu program kerja yang konkret. 11.1. Renop. realistis. Penetapan standar operasi dan prosedur (SOP) baik internal kelembagaan maupun antar lembaga dengan sasaran utama memberikan layanan yang efisien dan efeklif.3. 11. Pembakuan mekanisme kerja kelembagaan dan mengupayakan suatu proses seitifikasi ekstemal yang dapat memberikan pengakuan bahwa lembaga tersebut telah mampu bekerja dan berkinerja yang optimal. 2. dan program Untuk mencapai manajemen kelembagaan yang baik. maka perangkat kelembagaan tersebut perlu dilengkapi dengan beberapa instrumen organisasi seperti : 1. Misi. Pemenuhan Visi. Seorang pemimpin juga diharapkan mampu mernbangun motivasi kerja dan lingkungan kerja yang dinamis agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan dengan suasana kerja yang kondusif.3. dan mampu dicapai oleh perangkat kelembagaan yang ada. visi dan misi lersebut menjadi tujuan dan sasaran pengembangan ke depan dan memberikan gambaran atas bagaimana bentuk ideal Stikes Dian Husada dimasa yang akan datang.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 11. seperti Statuta. penetapan ini dapat dirangkum dalam ketentuan Organisasidan Tata Kerja (OTK). Strategi.3. Pedoman Penjaminan Mutu 122 . Penetapan dasar hukum/aturan dan perundangan yang ditetapkan pemerintah dan dokumen-dokumen acuan kerja yang sah. Penguatan Kelembagaan Setelah suatu lembaga dibentuk sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan visi/misi Stikes Dian Husada. pada tahap awal diperlukan kejelasan visi dan misi dengan memperhatikan aspirasi seluruh stakeholders Stikes Dian Husada.3.2. Penetapan deskripsi jabatan dan spesifikasi/ kuatifikasi jabatan yang dapat pelaksanakan tupoksi tersebur. 3. Renstra. 4.

monitoring dan evaluasi program dapat menghasilkan rasa ikut memiliki dan bertanggung jawab atas keberhasilan pelaksanaan program kerja. yang merupakan tahap pengenalan organisasi dan pendekatan terhadap Suasana kerja baru dan sistem/mekanis medalam organisasi.5. Tahap pembentukan dan penguatan lembaga baru merupakan tahap pembekalan kepada pejabat lama/ baru terhadap perubahan / perluasan / penguatan tupoksi suatu jabatan tertentu terkait dengan perkembangan ke butuhan dan tuntutan masyarakat 11. membangunkesadaran atas peran masing – masing jabatan daIam organisasi. 2. membangun kesadaran untuk mengikuti sistem dan mekanisme yang telahditetapkan.3. Membangun kepatuhan tehadap peraturan dan perundangan yang menjadi Pedoman Penjaminan Mutu 123 . pelaksanaan. serta membangun kesadaran atas perlunya team-work dan komitmen bersama untuk mencapai visi dan misi tersebut. Penguatan Suasana Kerja Pada tahap implementasi suatu pelaksanaan manajemen kelembagaan yang baik dapat menghasilkan suasana kerja yang kondusif yang melibatkan selu ru h stake holders yang terkait dengan pelaksanaan tugas kelembagaan serta secara dinamis mengikuti perkembangan dan tuntutan masyarakat sebagai pengguna layanan.4. Keterlibatan setiap anggota organisasi dalam proses perencanaan.masing jabatan tersebut. sebagai berikut.3. yang merupakan tahap pembekalan pada setiap pejabat yang akan mulai bertugas terkait dengan tupoksi masing – masing jabatan dan bagaimana harapan dari pimpinan Stikes Dian Husada terhadap kinerja masing . Pelatihan dan Sosialisasi Untuk membangun suatu manajemen kelembagaan yang kuat maka program pelatihan dan sosialisasi yang dilaksanakaan Secara terus menerus mutlak diperlukan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 11. Tahap sebelum menduduki jabatan baru. Program pelatihan dan sosialisasi tersebut dapat dilakukan Secara berjenjang.: 1. Sasaran program ini antara lain untuk membangun kesadaran stakeholders internal untuk mencapai visi dan misi Stikes Dian Husada. 3. Peguruan tinggi memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat secara luas dan pemerintah. Tahap rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan baru.

Hasil pemeriksaan audit intemal tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan pimpinan Pedoman Penjaminan Mutu 124 . Kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku 3. Hasil capaian kinerja suatu unit relatif terhadap perencanaan yang telah disusun 2. Dokumen tersebut dikirimkan secara rutin kepada setiap untuk diisi dan menjadi dasar dalam pemeriksaan lapangan. dan akuntabilitas publik. Kerapian manajemen dalam proses pengadaan barang dan jasa 4. yaitu: pengawasan secara internal.1. Manajemen kelembagaan yang baik tetap mempunyai tanggung jawab terhadap peraturan perundangan yang berlaku dengan mendorong perilaku kepatuhan dan ketaatan dalam bentuk kesadaran internal yang mengakar pada setiap individu dan organisasi. dan pelaporan hasil capaian program dalam satu kurun waktu terteniu dengan butir-butir pengawasan sebagai berikut : 1. Kerapian manajemen dalam pengelolaan keuangan Keempat kerangka acuan tersebut dituangkan dalam suatu borang pemeriksaan yang berisi keseluruhan informasi yang terkait dengan dokumen perencanaan. pelaksanaan pekerjaan. 11. proses pelaksanaan dan hasil capaian pada kurun waktu tertentu. MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PENGELOLAAN STIKES DIAN HUSADA Proses pengawasan dalam pelaksanaan program kerja di suatu kelembagaan pendidikan tinggi terbagi menjadi 3 (tiga) proses utama. 4.4. pengawasan secara eksternal. Pengawasan lnternal Pengawasan internal dilaksanakan oleh suatu unit independen di bawah pimpinan Stikes Dian Husada yang di beberapa Stikes Dian Husada sering disebut sebagai lnternal Audit (lA) atau Satuan Audit lnternal (SAl) atau Satuan Pengawas lnternal (SPl).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto dasar hukum dalam proses pendidikan tinggi merupakan suatu keharusan. Fungsi utama unit ini adalah untuk mendampingi semua unit di lingkungan Stikes Dian Husada dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan visi dan misi Stikes Dian Husada serta ketentuan yang berlaku. Ruang lingkup tugas unit audit internal ini dimulai pada saat penyusunan rencana keqa tahunan.

maka pengguna layanan diletakkan pada tempat tertinggi dalam mernahami apa kebutuhan atas layanan pendidikan tinggi yang baik. 11. kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan perundangan serta sebagai upaya pencegahan terhadap setiap penyimpangan baik yang dilakukan instansi secara prosedural maupun perseorangan yang berindikasi pada tindak pidana korupsi Mekanisme kerja satuan pengawasan eksternal ditetapkan oleh masing – masing instansi tersebut berdasar peraturan perundangan yang terkait dengan mekanisme audit instansi Pemerintah 11. kinerja organisasi. BPKP dan BPK yang merupakan suatu instansi pengawasan baik ditingkat departemen pemerintah maupun lembaga tinggi negara Program pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga tersebut merupakan suatu bentuk pengawasan.2.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto universitas dalam menentukan kebijakan perbaikan dan pengembangan program pada kurun waktu berikutnYa. Pengawasan Eksternal Pengawasaneksternal dilakukan oleh lnspektorat Jenderal. Tingkat kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction lndex') menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan sebuah program.4. Akuntabilitas Publik pada prinsip tata kelola dan akuntabilitas publik.4.3. Pedoman Penjaminan Mutu 125 .

akuntabel dan bermutu. Pasal 1 butir 10. menyebutkan bahwa Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan tujuan Stikes Dian Husada transparan. Pembiayaan pada Stikes Dian Husada tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan pembelajaran saja melainkan juga untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Tridharma Stikes Dian Husada. sehingga dapat berkembang dan berkelanjutan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa masalah pengelolaan pembiayaan dalam Stikes Dian Husada masuk menjadi salah satu komponen dari Sistem Penjaminan Mutu lnternal Stikes Dian Husada (SPMI.Stikes Dian Husada).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto BAB XII STANDAR PEMBIAYAAN STIKES DIAN HUSADA 12. Semakin tinggi standar yang Pedoman Penjaminan Mutu 126 . 1. Untuk mengukur keberhasilan dan bermutu atau tidaknya pembiayaan Stikes Dian Husada diperlukan adanya standar mutu yang selanjutnya akan diberi nama Standar Pembiayaan. standar mutu pembiayaan sebagai salah satu komponen dalam SPMI-PT. bertujuan untuk meningkatkan mutu pembiayaan. misi. oleh karena itu. PENDAHULUAN Dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi. Peraturan Pemerintah No. Tenaga Kependidikan.Stikes Dian Husada. unsur pembiayaan merupakan salah satu unsur utama demi kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan tinggi tersebut. Pembiayaan penyelenggaraan pendidikan tinggi pada setiap satuan pendidikan tinggi yakni Stikes Dian Husada membutuhkan tolok ukur minimum atau standar agar pembiayaan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. sesuai dengan visi. serta untuk kesejahteraan Dosen. dan Mahasiswa juga. Pembiayaan yang berhasil baik dan bermutu pada Stikes Dian Husada itulah yang menjadi sasaran atau tujuan dari SPMI. dan meningkatkan relevansi kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada dengan rencana pembiayaan yang telah ditetapkan. Standar ini harus ditingkatkan secara terus menerus dari waktu ke waktu. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Tentang kata mutu ini. dan (e) semua karakterislik produk dan layanan yang memenuhi persyaratan dan harapan. Selanjutnya pengertian mutu sesuai dengan yang dijanjikan adalah pengertian umum untuk menunjukkan. sesuai dengan standar keuangan yang berlaku. 12. Pembiayaan pada Stikes Dian Husada disebut bermutu jika pembiayaan itu. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PEMBIAYAAN STIKES DIAN HUSADA Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan oleh Stikes Dian Husada apabila hendak menetapkan substansi atau isi dari Standar Pembiayaan adalah : Pedoman Penjaminan Mutu 127 . khususnya tentang aspek pengelolaannya. pelanggan dapat diberi batasan sebagai sumber dana.2. yang dimaksud dengan Janji adalah perencanaan anggaran. Selain indicator lain yaitu hasil pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran. yang dalam terminologi lain sering disebut dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT). baik berasal dari Pemerintah. RKAT inilah yang menjadi salah satu indicator keberhasilan pembiayaan pada Stikes Dian Husada.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto digunakan dalam pembiayaan Stikes Dian Husada. tetapi mencakup pihak-pihak yang lebih luas termasuk mahasiswa. Pemerintah Daerah. bahwa setiap program harus didahului dengan suatu perencanaan. maupun masyarakat. dan perencanaan itu hakikatnya berisi Janji yang harus dipenuhi dalam implementasinya. pegawai. diharapkan akan semakin bermutu pula hasil kegiatan yang dibiayai. Didalam pembiayaan Stikes Dian Husada. Bila kelima arti tersebut diaplikasikan untuk pembiayaan Stikes Dian Husada maka hasilnya adalah sebagai berikut. kiranya dapat diartikan sebagai (a) sesuai dengan standar (b) sesuai dengan harapan pelanggan (c) sesuai dengan harapan 'pihak – pihak terkait (stakeholders) (d) sesuai dengan yang 'dijanjikan. Pengertian mutu sesuai dengan harapan pelanggan adalah jika apa yang dihasilkan sudah sesuai dengan harapan pelanggan pada saat melakukan'transaksi' dengan penyelenggara/pengelola. Didalam pembiayaan Stikes Dian Husada. Bermutu dalam pengertian sesuai dengan harapan pihak-pihak terkait mirip dengan pelanggan. serta outcome atau dampak yang ditimbulkan dari kegiatan dan anggaran yang dikeluarkan /dilaksanakan. dan pimpinan unit kerja. misalnya saja standar akuntansi.

dan biaya Personal. Luas lingkup ketiga jenis biaya yang masuk sebagai susbtansi atau isi dari Standar Pembiayaan dapat dilihat dari definisi dalam Pasal 62 PP tentang SNP di atas. konsumsi. 4. dan lain sebagainya. Biaya personal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. Ketika merumuskan substansi standar ini pun terbuka kemungkinan bagi Stikes Dian Husada untuk mencari dan menerima masukan / kontribusi pemikiran dari para stakeholders dan/atau pihak-pihak lain di luar lingkungan Stikes Dian Husada apabila memang dipandang perlu. pajak. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. Tentang luas lingkup dari biaya investasi dan biaya operasi. Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. diketahui bahwa substansi Standar Pembiayaan pada setiap Stikes Dian Husada setidaknya mengatur atau menetapkan butir-butir mutu tentang : 1. pengembangan sumberdaya manusia. air. 2. asuransi. transportasi. misalnya.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto (a). dan modal kerja tetap 3. pemeliharaan sarana dan prasarana. merumuskan substansi atau isi standar mutu sedemikian rupa agar tetap konsisten atau selaras dengan visi. dan biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. lazimnya dalam praktik penyelenggaraan PT disebut sebagai pengelolaan keuangan PT. Apabila melihat pada Pasal 62 PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). uang lembur. telekomuniKasi. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. meneliti terlebih dahulu peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang persoalan pembiayaan pada Stikes Dian Husada (b). Standar Pembiayaan pada Stikes Dian Husada diharapkan berisi tentang tolok ukur atau kriteria minimum tentang biaya investasi. misi dan tujuan Stikes Dian Husada yang bersangkutan. yang umumnya terdlri atas komponen – komponen sbb : Pedoman Penjaminan Mutu 128 . biaya operasi. Jadi. dan biaya personal. biaya operasi. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat Pada gaji b.

7. Standar ditetapkan dengan mengacu pada visi dan misi Stikes Dian Husada dan kebutuhan stakeholders dalam setiap satuan kegiatan dalam Tridharma Stikes Dian Husada. taat hukum. dan akuntabel. responsif. 3. Pengajuan Persekot Kerja (PQ. Stikes Dian Husada dapat merumuskan substansi standar sesuai dengan situasi lingkungan internal dan eksternal. yaitu misalnya : a. keselaraan. Standar pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Standar mutu kegiatan pengelolaan keuangan disusun berdasarkan RKAT. akuntabel. Standar arah kebijakan pengelolaan keuangan. 2.1. Evaluasi terhadap kesesuaian antara RKAT.2. efisien dan efektif. Standar Arah Kebijakan Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan rnerupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam mewujudkan good governance dalam sebuah institusi tak terkecuali institusi Stikes Dian Husada. dan bervisi strategis. Dengan demikian. 4.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 1. 6. dan SPJ Auditing atau Penilaian. transparan. efisien dan efektif. dari semua karakteristrk di atas yang paling utama adalah partisipatif. 5. dengan mengacu kepada sasaran yang ingin dicapai oleh setiap kegiatan itu. b. yang secara singkat dapat digambarkan melalui analisis lingkungan strategis (Renstra & Renop) sebagai bahan untuk penyusunan RKAT setiap kegiatan Tridhanna Stikes Dian Husada 12. Standar proses pengelolaan keuangan. Proposal Rencana Kegiatan danAnggaran Tahunan (RKAT). Penetapan standar arah kebijakan pengelolaan keuangan harus mengacu pada unsur-unsur utama Pedoman Penjaminan Mutu 129 . Persekot Kerja. orientasi pada konsensus. Good governance ini mernpunyai karakteristik antara lain partisipatif taat hukum. dan c. Dalam hal pengelolaan keuangan. Realisasi Dana. contoh penetapan Standar Pembiayaan pada Stikes Dian Husada dapat dimulai dengan membuat beberapa standar turunannya. Pembahasan RKAT. transparan. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Laporan Keuangan.

Sumber – sumber pemasukan keuangan tersebut antara lain dapat berupa donatur. Penggunaan dana harus melalui suatu perencanaan dengan mematuhi tahapan dan aturan yang telah ditetapkan oleh institusi. Efektivitas penggunaan dana dicapai dengan perencanaan yang didasarkan atas rencana stratejik dan rencana operasional yang disusun dalam rangka mencapai visi yang ditetapkan. Transparansi artinya dibangun atas dasar kebebasan arus informasi semua informasi tentang pengelolaan keuangan harus secara langsung dapat diterima oleh siapapun yang memerlukan. melainkan juga bertanggung jawab kepada publik maupun seluruh stakeholders. khususnya dalam hal penggalian dana untuk menunjang kegiatan pendidikan untuk mencapai standar mutu yang telah ditetapkan Taat hukum artinya seluruh aktivitas yang berkenaan dengan pengelolaan keuangan dilakukan dengan mematuhi semua aturan yang disepakati dan peraturan perundang – undangan yang berlaku. Efisien dan efektif adinya penggunaan dana atau penganggaran yang efisien dapat dilakukan melalui tahapan perencanaan yang baik. Perencanaan harus dikoordinasikan dengan seluruh unit di Stikes Dian Husada agar duplikasi kegiatan maupun anggaran tidak terjadi. Aktivilas yang bersifat strategis sebagai sumber pendapatan (evenue) diciStikes Dian Husadaakan dan dijalankan mengikuti rambu-rambu hukum maupun peraturan intemal. Standar Proses Pengelolaan Keuangan Setelah RKAT disusun. 12. Penggunaan dana diarahkan pada pembiayaan kegiatan dalam rangka pencapaian mutu kademik yang dicita – citakan.2. diperoleh jumlah anggaran yang diperlukan untuk membiayai seluruh kegiatan yang direncanakan tersebut. Akuntabilitas artinya pembuat keputusan yang berhubungan dengan masalah keuangan tidak hanya bertanggung jawab secara internal. lnformasi harus dapat dipahami dan dipantau.2. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilakukan inventarisasi sumber – sumber pemasukan keuangan beserta besaran dananya. SPP Pedoman Penjaminan Mutu 130 . Sejauh mana ketersediaan dana yang dapat dianggarkan untuk melaksanakan RKAT. seluruh penggunaan dana dipertanggung jawabkan melalui standar pelaporan pertanggung jawaban yang telah ditetapkan institusi.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto tersebut partisipatif artinya bahwa seluruh stake hotders bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan dengan turut serta memikirkan partisipasi masing-masing.

atau Stikes Dian Husada akan sumber pemasukan baru.2. menerapkan manajemen aset untuk menurunkan pemborosan atau meningkatkan efisiensi. kegiatan usaha. kontrak penelitian. Perlu ditetapkan tentang apa yang sebaiknya dilakukan jika estimasi pemasukan keuangan dari sumber – sumber pendapatan yang sudah pasti. Rencana penerimaan keuangan ini sangat penting karena menentukan keberhasilan implementasi RKAT. Terdapat dua kemungkinan yang dapat dilakukan yaitu merevisi RKAT. modifikasi dan pelaporan Pedoman Penjaminan Mutu 131 . Hal ini perlu dilakukan karena selain dapat memperlancar audit atau penilaian. Stikes Dian Husada akan sumber pemasukan baru tidak terbatas pada mencari kontrak penelitian. dana rutin pemerintah. sehingga dengan cepat dapat diketahui kesesuaian dan perubahannya. 12. Audit internal dilaksanakan dalam rangka penyesuaian perencanaan anggaran dan pelaksanaannya. karena pilihan ini akan berdampak pada penurunan capaian sasamn dan tujuan yang telah digariskan dalam rencana strategis. SPMA mahasiswa baru. dapat pula menjamin ketercapaian mutu dalam pengelolaan keuangan. Standar Pertanggung jawaban Pengelolaan Keuangan Pertanggung jawaban pengelolaan keuangan ditetapkan berdasarkan standar atau sistem akuntansi yang berlaku. Merevisi RKAT dengan menyesuaikan kegiatan terhadap dana yang tersedia sebaiknya menjadi pilihan terakhir.3. temyata jumlahnya lebih kecil dari anggaran untuk melaksanakan RKAT.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto mahasiswa. pinjaman bank dan lain-lain. Sedangkan ketidak sesuaian atau perubahan diperlukan penjelasan agar dapat diketahui kendala pelaksanaan sebagai dalam penyusunan perencanaan keuangan periode berikutnya Standar akuntasi yang dimaksud antara lain meliputi penyusunan neraca danpenjelasannya. pinjaman bank yang baru tetapi dapat juga melalui kebijakan – kebijakan baru seperti melakukan investasi dengan return yang cepat dengan resiko kecil. Kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan dapat menjamin mutu ketercapaian program kegiatan. penulisan satuan alokasi anggaran. menerapkan manajemen energi untuk menghemat pengeluaran pembiayaan. kegiatan usaha. baik secara internal maupun eksternal.

disusunlah rencana strategik berupa tindakan. Standar Proses Pengelolaan Keuangan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan pada hakikatnya adalah panduan bagi semua pihak dalam setiap pelaksanaan kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada. Tujuan yang bersifat umum dituangkan lagi ke dalam bentuk sasaran yang diprediksikan akan dapat dicapai dalam kurun waktu satu tahun sasaran – sasaran tersebut akan dicapai melalui program – program kegiatan. misalnya satuan Pengawas lnternal (SPl) atau satuan Audit lntemal (SAl) atau nama-nama lain di Stikes Dian Husada yang mencakup ranah keuangan.3. langkah atau cara untuk mencapainya. Standar Arah Kebijakan Pengelolaan Keuangan Sebagai upaya untuk menjamin arah pengelolaan keuangan agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan. dan bidang – bidang lain sesuai dengan kebutuhan Stikes Dian Husada yang bersangkutan. langkah atau Cara tersebut mempunyai satu atau lebih tujuan yang dijadwalkan akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. dalam mengalokasikan dana untuk setiap kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada.1. Dengan RKAT diharapkan setiap kegiatan dapat diikuti dan dilacak kesesuaiannya dengan perencanaan. Masing-masing tindakan. Tahapan penyusunan RKAT dapat diuraikan sebagai berikut. dan pengabdian kepada masyarakat serta bidang kemahasiswaan. Dengan perkataan lain. 12.3. Komitmen terhadap perencanaan anggaran keuangan juga harus dipegang teguh oleh penentu kebijakan Stikes Dian Husada. kerjasama.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 12. Sebagai langkah pengendali. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR KEUANGAN STIKES DIAN HUSADA 12. Rencana strategik tersebut dinyatakan dalam kebijakan – kebijakan yang meliputi bidang pendidikan.3. setiap kegiatan dapat dipertanggung jawabkan sejak dari perencanaan. penelitian. setiap kegiatan yang didasarkan atas RKAT dapat dijamin akuntabilitasnya setiap kegiatan sebagai pelaksanaan Tridharma Stikes Dian Husada dalam jenjang dan unit manapun harus dilaksanakan berdasarkan RKAT Dengan demikian. setelah disusun RKAT lebih baik disertai Pedoman Penjaminan Mutu 132 . Berdasar visi dan misi Stikes Dian Husada.2. maka Stikes Dian Husada harus membentuk badan pengawas internal. pelaksanaan. dan pelaporannya .

Rencana Kinerja Tahunan (RKT).Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto dengan Rencana Kinerja yang berskala tahunan (RKT). Rencana Operasional (Renop). sehingga dapat diketahui secara terukur target sasaran dalam setiap kegiatan. Rencana Kegiatan Angaran Tahunan (RKAT). Secara ringkas unsurnya terdiri atas Rencana Strategik (Renstra). yang dikeluarkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). HaI ini sesuai dengan tata alur yang diberlakukan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja lnstan Pemerintah (LAKIP). serta menggamabarkan pencapaian hasil Dibatasi pada hal-hal yang vital dan penting bagi pengamblian keputusan Diutamakan pada hal – hal yang perlu mendapatkan priioritas Terkait dengan sistern pertanggung jawaban yang memperihatkan hasil dari kegiatan. Gambar 12. Diagram hubungan antara Renstra dan RKAT lndikator kinerja mempunyai karakteristik antara lain Terkait pada tujuan dan program. terutama mengenai pertanggungjawaban keuangan. Pedoman Penjaminan Mutu 133 . dan diakhiri dengan Laporan Pertanggung jawaban dalam bentuk Laporan Kinerja. Beberapa Stikes Dian Husada di lndonesia telah menciptakan sendiri tata alir dalam pengelolaan kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada.

Realisasi Kegiatan dan Anggaran Tahunan Salah satu aktivitas paling krusial dalam setiap pelaksanaan kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada adalah sistem dan mekanisme realisasi anggaran. diperlukan panduan pelaksanaan pencairan dana atau realisasi anggaian dalam bentuk bagan alir yang sederhana. analisis. dan evaluasi kinerja Sebuah program tidak harus mengacu pada satu tujuan ajau sasaran tertentu saja.sangat dimungkinkan sebuah program yang diiaksanakan dapat sekaligus mencapai lebih dari satu tujuan atau sasaran yang telah ditentukan. mudah dipahami diketahui Semua pihak. 12.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Indikator kineria mempunyai fungsi : Memperjelas apa.3. dan diiaati oleh semua yang terlibat didalamnya. Hal ini dapat dikemas dalam bentuk buku Manual Prosedur yang berisi tahapan – tahapan yang harus dilalui berikut institusi personel penangung jawab tiap tahapannya Pedoman Penjaminan Mutu 134 . Oleh karena itu agar kegiatan tidak terhambat oleh penetapan sistem yang berlaku.3. berapa dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan Menciptakan konsesus untuk menghindari kesalahan intepretasi Sebagai dasar pengukuran.

MEKANISME PENGENDALIAN STANDAR PEMBIAYAAN STIKES DIAN HUSADA 12. dan melibatkan alokasi anggaran dalam satuan anggaran tertentu sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan.1.Evaluasi Kegiatan dan Anggaran Tahunan Tahap akhir dalam pelaksanaan kegiatan Tridharma Stikes Dian Husada berdasarkan RKAT adalah evaluasi kegiatan" Evaluasi dilakukan sebagai pengendalian atas pelaksaaan kegiatan yang telah didasarkan atas RKAT. Contoh tata alir praktek baik dalam pengelolaan keuangan perguruan tinggi 12.4.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Gambar 13. Evaluasi dilakukan Pedoman Penjaminan Mutu 135 .4.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto terhadap kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang mendukung kegiatan itu. Standar Pelaporan Keuangan Pada tingkat Stikes Dian Husada/program studi. Perlu dijadwalkan monitorirtg dan evaluasi untuk mengetahui apakah standar yang ditetapkan telah dipenuhi dan perlu ditingkatkan lagi. misalnya dariTCL ke SCL. Pengendalian standar dilakukan melalui evaluasi yang dilakukan sesuai dengan siklus penjaminan. Perubahan seperti ini diperlukan penjelasan yang rasional tentang jenis kegiatan yang berubah dalam pelaksanaannya. agar dapat dipertanggung jawabkan prosedur pengelolaan keuangan mengharuskan adanya keterlibatan Asistensi Pengendalian Mutu Jurnal (pendampingan pengelola keuangan).2. tanpa mempengaruhi jumlah nominal anggaran yang ditetapkan dalam RKAT. 2. Pedoman Penjaminan Mutu 136 . Laporan pertanggungjawaban keuangan tentang evaluasi pelaksanaan kegiatan dan laporan akuntabilitasnya . Penerapan pendidikan didukung oleh kebijakan peninjauan silabi matakuliah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Evaluasi pelaksanaan anggaran biaya dalam setiap kegiatan sesuaidengan rencana yang telah ditetapkan dalam RKAT. Praktik baik penerapan anggaran tahunan dalam kegiatan pengembangan pendidikan antara lain dapat berujud : 1. 2.mutu di masing – masing Stikes Dian Husada (dapat semesteran atau tahunan). Peningkatan kuatitas metode pembelajaran di Stikes Dian Husada. Perubahan jenis kegiatan dimungkinkan sesuai dengan kondisi setempat. yang secara terus menerus membina kualitas publikasi dan pengelolaan jumal menggunakan pedoman tersebut diatas. Beberapa aspek penting dalam pengelolaan keuangan termasuk indicator kinerja seperti yang tercantum dalam Lampiran 1 dievaluasi sebagai berikut : 1. 12. standar dinyatakan dalam kebijakan pengelolaan keuangan dan standar keuangan.4.

Evaluasi atas Akuntabilitas Keuangan Evaluasi akuntabilitas keuangan dilakukan pada tahapan – tahapan yang dimulai dari perumusan perencanaan keuangan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Penqendalian standar melalui auditing keuangan a. Meneliti kelengkapan anggaran yang diajukan mencakup sumber pembiayaan dan jenisnya. Peneliti apakah dari jumlah anggaran yang disetujui telah dilakukan penyesuaian yang diperlukan dalam tingkatan kinerja yang diinginkan. 2. rencana investasi. 4. Meneliti kewajaran standar kinerja keuangan yang dibuat apakah telah mencantumkan rasio kehematan efisiensi. Anggaran menyediakan informasi mengenai standar kinerja keuangan Berdasarkan pada prinsip-prinsip tersebut. 2. pelaksanaan kegiatan evaluasi atas kinerja keuangan dan pelaksanaan pelaporannya (Anonim.1.3. 12. Jumlah dan kualitas pencapaian anggaran sesuai dengan RKAT berdasarkan indikator yang telah ciitetapkan. Anggaran harus dibuat realistik dengan memperhatikan tingkat capaian kinerja yang diinginkan pada tahun yang bersangkutan. 3.4. 3. dan lain-lain. maka langkah – langkah yang dilakukan dalam melakukan evaluasi adalah: 1. Meneriti apakah semua kegiatan yang direncanakan telah diakomodasi pembiayaannya dalam anggaran keuangan yang diajukan. 5. rencana pinjaman. 2000) a) Evaluasi atas proses penganggaran Evaluasi yang dilakukan berdasarkan pada prinsip bahwa : 1. penerimaan dari Negara. Meneliti kesesuaian angaran yang dibuat dengan prinsip – prinsip di atas.3. Evaluasi atas Akuntabilitas Keuangan dan Ketaatan pada Hukum 12. Evaluasi kualitas kinerja keuangan oleh tim pendamping keuangan b. efektivitas pelaksanaan kegiatan Pedoman Penjaminan Mutu 137 . Anggaran yang dibuat oleh perguruan ringgi harus didasarkan pada rencana strategik organisasi.4.

perlu dilakukan evaluasi mengenai pelaksanan pelaporan keuangan yang mencangkup langkah sebagai berikut: 1. Meneliti kemungkinan terdapat data lain yang dapat digunakan untuk menilai tingkat capaian yang belum dimanfaatkan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto b) Evaluasi atas pelaksanaan pembiayaan kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan perlu difahami peraturan yang mengatur tentang pelaksanan penerimaan' penyimpangan' penyetoran' dan pengeluaran uang untuk pembiayaan kegiatan' Langkah-langka'r evaluasi Yang dilakukan adalah 1. Meneliti mengenai pelaksanaan pelaporan keuangan apakah telah di laksanakan semestinya dan tidak ditemukan hambatan dalam pelaksanaannya 2. Meneliti apakah telah dilakukan evaluasi atas pelaksanaan pelaporan yang dilakukan Pedoman Penjaminan Mutu 138 . d) Evaluasi atas pelaporan keuangan. 2. Meneliti kewajaran perhitungan capaian kinerja keuangan termasuk tingkat akurasi data yang dihasilkan data pembanding dan data lain yang berkaitan 2. Oleh sebab itu. 3. Pelaporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akuntabilitas keuangan. Melakukan analisis apakah evaluasi pencapai dan kinerja yang dilakukan. apakah telah mencakup seluruh masalah yang berkaitan dan memiliki alasan yang dapat diterima kewajarannya. Meneliti hasil evaluasi atas capaian kinerja. 3. Meneliti apakah terdapat hambatan dalam pelaksanaan Pembiayaan kegiatan. Meneliti hal – hal seperti masalah ekonomi makro atau masalah ekonomi pada umumnya yang menimbulkan masalah dalam pencapaian tingkat kinerja keuangan 4. Meneliti sebab terjadi hambatan tersebut. menggunakan standard yang telah ditetapkan tedebih dahulu atau standar lain yang mungkin dapat digunakan 4. Melakukan analisis atas hasil evaluasi di atas' c) Evaluasi atas kinerja keuangan Dalam melakukan evaluasi atas capaian kinerja keuangan perlu dilakukan langkah – langkah berikut: 1.

semua hal yang menyangkut ketaatan dan ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang ada c.2.4.3. Tahapan dalam pengelolaan perguruan tinggi untuk memenuhi akuntabilitas kinerja institusi Pedoman Penjaminan Mutu 139 . termasuk ketentuan mengenai pengelolaan keuangan dan sumberdaya lainnya b. Meneliti peraturan perundang – undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Stikes Dian Husada. Meneliti apakah laporan akuntabilitas yang ada telah mengungkapkan dengan jelas dan cukup. Melakukan analisis mengenai sebab dan alasan yang dikemukakan apabila terdapat pengungkapan ketidaktaatan terhadap peraturan perundang – undangan tertentu. dan lain-lain. 12. Melakukan analisis yang mencakup kewajaran frekuensi pelaporan. Gambar 13. kebenaran isi laporan.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto 3. Evaluasiatas ketaatan pada hukum Pelaksanaan eval uasi atas ketaatan pada peraturan perundang-u ndanga n mencangkup langkah sebagai berikut : a.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 140 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 141 .

______________. 2003. ______________. Admintstrator Development (AHEAD). Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. A Course Guide A Advanced Higner Education. Annual Report. ______________.1999. Dire ktorat Jendel Pendidikan Tinggi. ______________. Buku I Proses Pembelajaran. Buku "Tanya Jawab Seputar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Perguruan Tinggi". Panduan Pelaksanaan Sistem penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPMPT) Bidang Akademik. Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada. Pedoman Penjaminan Mutu 142 . 2000.2005. Praktek Baik (Good Practices) Penjaminan Mutu Kurikulum. ______________. Proposal Manajemen Sarana . SEAMEO-SEARCA. Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi. ______________. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen pendidikan Nasional. Depdiknas. Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Praktek Baik dalam penjaminan Mutu pendidikan Tinggi. York.Prasarana 2000. 2002.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto DAFTAR PUSTAKA Accreditation Board for Engineering and Technology (ABEI). ________________. Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi VI. Tim Pengembangan Proposal Otonomi Perguruan Tinggi Gadjah Mada – Bidang Manajemen Saranaprasarana. New _____________________________. 2005. ______________. Program Studi Perguruan Tinggi. (2006). 2006. ______________. Buku Pedoman Evaruasi Diri. ______________. Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pedoman Pengelolaan Standar Mutu Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Ditjen Dikti. Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional. 2004. 2002. ______________. Direktorat pembinaan penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. lnstrumen Akredilasi Institusi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada yogyakarta. 2008. ______________.

Gilman J. Leadership and Strategic Management in Education. J. Bush T & M. The Lecturers Guide to Quality and Standards in Corleges and Universities. at All..The Falmer press. 2000. 8 th ed. 2008 Strategi Membangun Kerjasama Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah. December. Pedoman Penjaminan Mutu 143 . 2006.Thailand.SEAMEO-SEARCA. Direktorat Pendidikan Tinggi dan Departement Pendidikan Nasional. Managing Quatity in Higher Education. com. Jiawei Han and Micheline Kamber. The Quest for Quality. http://Sultenq.. et. NewYork Grayson Lawrence. 2010. SRHE and Open University press Buckingham.al. Directorate General of Higher Education.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto ______________. Oxford: Pergamon Press.A. 1999. Center for Exellence. Van Nostrand Reinhold. 2007 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik lndonesia No. 2000. Modern Data Base Management. Goedegebuure. Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 . lnc.J. Coleman. 2006. Jeffrey A. Quality Assurance Manual. AuQS 2000.9 Agustus 2009... Report to UNESCO of the lnternational Commission on Education for The 21th Century.2007. On a Methodology for Curriculum Design.SAGE. Brennan.. 285 . Amsterdam: Elsevier Inc. ______________. Learning : The Treasure Within. Higher Education Long Term Strategy (HETL). Pearson Education. Data Mining: Concepts and Techniques. Higher Education Policy : An lnternational and Comparative Perspective.. Rencana Strategis Pendidikan Nasional. Engineering Education. Ables H. J. and Shah... Buckingham. 1978.. T.2010. tanpa tahun. 2001 . Abduh S. New Jersey. OECD. S.295. 1992.2003. 1993: Goodlad. SRHE and Open University Press. Departemen Pendidikan nasional. lnventivity: The Art and Science of Research Managemenf. London Delors. Ashcroft K. 1995. 1995. London Assumption University . The Academic Executive. 26 Tahun 2007 Tentang Kerjasama Perguruan Tinggi diIndonesia dengan Perguruan Tinggi atau Lembaga Lain di Luar Negeri ______________.

System Strategy and Tools". 2004. 1 Agustus 2000. Raghu Ramakrishnan and Johannes Gehrke..w. Tampubolon.2002. tgl 1 Desember 1999 di Jakarta. Volume 1.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Kolarik. New York : ASCE Press. Mc. Jakarta. Quality Management in lUniversities. Sritomo.2004 Mc. and Wanen Thomthwaitee. lnc. Graw Hill lnternational Publishing. New York : John & Sons. Neur York: McGraw-Hill lnternational Editions. Database Management system. Kogan page Limited. Martin J.. 2nd ed. Perguruan Tinggi Bermutu Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Tinggi Menghadapi rantangan Abad k+. Laura Reeves.Campbell. Canbena Ralph Kimball dan Margy Ross. Pedoman Penjaminan Mutu 144 .P. M. 1 993. London. Slamet. Marqaret Y. Australian Govt. 2"d ed. 1996. The Successful Engineer : Personal and Personal Skills : a Source book. Jumal Seni Rupa dan Desain. Bahan Diskusi Tim EPSBED di Ht Papandayan Bandung (21-22Mei20A7 Popon sjarif arifin. 1993. Kogan page Limited. Piper D. Blissful Data. 2001. Ralph Kimball. Sallis. Gramedia Pustaka Utama. Penerbit pusat Penelitian dan pengembangan masyarakat-sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain. Badan Kejuruan Mesin – Persatuan lnsinyur lndonesia. J.Cuen. London. Service. The Data Warehouse: Lifecycle Toolkit. Inc.21 . D. and Jones.Creating Quality : Concept. Filosofi Mutu Kinerja dan pengertian Tentang Manajemen Mutu Terpadu. 1993. Margy Ross. William. Richard H. New York: John Wiley & Sons. Mohammad FaisalAmir. Etika Profesi Sebagai Pengajar : Puatu Pemikiran Kearah Pengembangan Profesionalisme Staf Pengajar (dosen) Seni Rupa.20O2. lnc.. Etika Profesional : Pengamalan & Permasalahan.2006. 2000. Total Quality Management in Educarion. Newyork: John & Sons. publ.. The Elements of Academic Research.G. Wignjosoebroto. EPSBED. New York: Amacom . Sa/lrg E. PDPT dan SNP: Evaluasi Kecukupan dan Kualitas. 1995. The Data Ware House Toolkit. E-. Paper disampaikan dalam acara Diskusi "perspektif pembangunan Daya Saing Global Tenaga Kerja Profesional". Chu. Knowledge Management in Education.. Bandung.

20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Pedoman Penjaminan Mutu 145 . 61 Tahun 1999 Tentang Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional pendidikan. Pengembangan dan Penerapan llmu Pengetahuan dan Teknologi.waspan/8/1999 Tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik lndonesia Nomor 234/u/2000 Tentang pedoman pendirian Perguruan Tinggi Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 38/Kep/Mk. Tentang Perguruan Tinggi dan No. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Menteri pendidikan Nasional Republik lndonesia Nomor 42 tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen. 60 Tahun 1999.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN LAINNYA Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 36/D/O/2001 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen. Undang-Undang Republik Indonesia No. Undang-Undang Nomor 1B Tahun 2002 Tentang Sistem Nasional Penelitian.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 146 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 147 .

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Pedoman Penjaminan Mutu 148 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->