Laporan Kerja Praktek PT. Antam.

Tbk

BAB II TEORI DASAR PENGOLAHAN BIJIH EMAS
Secara umum proses pengolahan emas dapat dilihat dari diagram alir berikut:

Gambar 2.1 Diagram Alir Proses Pengolahan Bijih Emas

Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri, UPN ³Veteran´ Yogyakarta 6

Laporan Kerja Praktek PT. Antam.Tbk

2.1 KOMINUSI Kominusi adalah proses untuk mereduksi ukuran bijih dengan tujuan untuk membebaskan logam berharga dari bijihnya dan atau memperluas permukaan bijih agar dalam proses pelindian dapat berlangsung dengan cepat. Faktor-faktor yang mengendalikan kominusi diantaranya sifat fisik dari bijih, seperti tingkat homogenitas, kekerasan, kandungan air. Bijih yang heterogen, porous, dan brittle mudah dikecilkan. Sedangkan bijih yang homogen, kompak dan liat sulit untuk dikecilkan. Agar partikel bijih dapat remuk harus ada tekanan yang cukup besar dan melebihi kuat remuk bijih. Usaha untuk meremukan bijih tergantung pada sifat material dan gaya yang dilakukan terhadap partikel bijih. Terdapat 3 (tiga) cara/mekanisme meremuk partikel, yaitu : 1. Compression (Tekanan) yaitu peremukan yang dilakukan di antara dua permukaan di mana kerja dilakukan pada salah satu atau kedua permukaan tersebut. Alat yang menerapkan cara ini adalah jaw crusher, gryratory crusher, roll crusher. Partikel yang dihasilkan berukuran besar. 2. Impact (Benturan) yaitu benturan suatu bijih dengan bijih lainnya atau dengan alat. Alat yang menerapkan cara ini adalah hammer mill, impactor. Parikel remuk yang dihasilkan bervariasi mulai dari berukuran besar sampai berukuran kecil. 3. Abrasion yaitu gesekan pada permukaan bijih. Partikel remuk yang dihasilkan ada dua ukuran yaitu berukuran besar dan halus. Alat yang menerapkan cara ini adalah Ballmill, Rod Mill.

Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri, UPN ³Veteran´ Yogyakarta 7

Laporan Kerja Praktek PT. Antam.Tbk

Gambar 2.2 Mekanisme peremukan dan distribusi ukuran produk hasil peremukan. Dalam proses kominusi, variable yang biasa di ukur adalah Derajat Liberasi (DL): DL = 7 Butiran Logam Terbebas x 100% 7 Butiran yang Mengandung Logam

Kominusi terdiri dari dua tahap yaitu crushing (peremukan) dan grinding (penggerusan).

2.1.1 Crushing Crushing merupakan suatu proses peremukan ore (bijih) dari hasil penambangan melalui perlakuan mekanis. Batuan dari tambang yang memiliki ukuran besar dijadikan lebih kecil melalui mekanisme peremukan. Biasanya ada 2 tahap dalam proses peremukan yaitu primary crushing dan secondary crushing, namun hal itu disesuaikan dengan kebutuhan parameter yang diinginkan.

Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri, UPN ³Veteran´ Yogyakarta 8

Laporan Kerja Praktek PT. Antam.Tbk

2.1.1.1 Primary Crusher Primary crusher adalah peremuk yang digunakan untuk mengecilkan ukuran bijih yang datang dari tambang pada tahap pertama dan dioperasikan secara terbuka. Jenis-jenis primary crusher adalah Jaw Crusher, Gyratory Crusher, Impact Crusher. Masing-masing alat mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satu jenis Primary crusher yang paling banyak digunakan adalah Jaw Crusher, mekanisme kerja Jaw Crusher adalah dua plat yang dapat membuka dan menutup seperti rahang. Salah satu dari rahang diam, dan yang lainnya bergerak maju mundur. Jaw crusher meremuk material dengan kompresi di dalam rongga remuk. Material yang masuk rongga remuk akan segera mendapat kompresi oleh jaw yang bergerak kemudian material turun hingga mendapat jepitan baru. Jaw Crusher termasuk dalam arrested crushing karena peremukan material hanya disebabkan oleh kerja alat terhadap material, sedangkan peremukan yang disebabkan oleh kerja alat juga materialnya yang saling meremuk disebut choke crushing. Choke crushing menghasilkan material halus yang banyak dan bila tidak dikendalikan dapat merusak alat. Jenis jaw crusher baik digunakan jika bijih dari ROM sifatnya keras dan kompak. Ukuran dari partikel hasil peremukan tergantung pada pengaturan dari mulut pengeluaran (setting) yaitu bukaan maksimum dari mulut. Setting terdiri dari bukaan maksimum (open setting) dan bukaan minimum (closed setting). Ukuran maksimum yang dapat masuk alat adalah 85% dari gape (lebar mulut alat) sedangkan produk peremukan umumnya berukuran lebih kecil dari 85% ukuran bukaan maksium. Tipe jaw crusher terdiri dari Blake Crusher dan Dodge Crusher. Blake Crusher dibedakan menjadi single toggle dan double toggle. Tipe-tipe jaw crusher dapat dilihat pada lampiran 2.
Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri, UPN ³Veteran´ Yogyakarta 9

Laporan Kerja Praktek PT. Antam.Tbk

Jenis primary crusher yang lain adalah Gyratory Crusher. Pada alat ini terdapat sebuah sumbu tegak yang merupakan tempat dipasangnya alat peremuk yang disebut mantle atau head. Sumbu tegak dipasang pada suatu bagian alat yang disebut spider. Sumbu tegak diputar secara eksentrik dari bagian bawah yang menghasilkan suatu gerak gyratory. Mantle berada dalam shell berbentuk kerucut yang membesar ke atas sehingga terbentuk rongga remuk antara shell dan mantle. Mantle yang bergerak bersama sumbu tegak memberikan kompresi ke arah shell. Aksi kompresi ini menyebabkan material yang berada dalam rongga remuk akan remuk. Pada ukuran gape dan setting yang sama, gyratory crusher mampu meremuk material 2-3 kali dibandingkan jaw crusher. Tipetipe gyratory crusher dapat dilihat pada lampiran 2 sedangkan sketsa gambar dapat dilihat pada gambar 2.3.

Gambar 2.3 Gyratory Crusher Seperti halnya jaw crusher, gyratory crusher juga merupakan arrested crusher, material turun setelah mendapat kompresi. Gyratory Crusher meremuk material selama siklus putarannya atau secara terus menerus, sedangkan pada jaw crusher hanya pada saat jaw bergerak maju. Gyratory
Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri, UPN ³Veteran´ Yogyakarta 10

jaw crusher lebih baik.Tbk Crusher digunakan bila diperlukan alat yang berkapasitas besar. Material yang masuk ke dalam alat ini akan mengalami impact yaitu pukulan berkecepatan tinggi terhadap material yang masuk alat.Laporan Kerja Praktek PT. Bagian yang bergerak ini memindahkan energi kinetic ke material yang diremuk. Tipetipe impact cruher dapat dilihat pada lampiran 2 sedangkan sketsa gambar dapat dilihat pada gambar 2. Jenis lain dari primary crusher yaitu Impact Crusher. Hammer mill umumnya digunakan untuk menghancur material yang brittle. agak lunak dan tidak mengandung material sangat halus karena akan menyebabkan lengket. karena bagian-bagian yang telah dilepas sangat berat. jaw crusher memerlukan pengumpan (feed) yang mampu mengumpan bijih sesuai kapsitasnya. Ditinjau dari segi ongkos modal dan biaya perawatan. sehingga tidak begitu masalah jika dibawa ke daerah terpencil yang memiliki jalan dan jembatan yang tidak begitu baik. Komponen jaw crusher dapat dilepas menjadi beberapa bagian.4. Pada gambar 2.untuk meremuk material yang masuk. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 11 . Di bagian bawah terdapat grate di mana partikel masih dihancurkan dengan cara abrasion. Tetapi bila yang dipentingkan hanya gape maka lebih baik digunakan jaw crusher. Contoh impact cruher adalah hammer mill. Gyratory Crusher jauh lebih efisien dibandingkan dengan jaw crusher karena ia full time. sedangkan jaw crusher half time dalam operasinya. Sedangkan gyratory crusher tidak memerlukan feed karena bijih dapat ditumpuk di dalam rongga remuk. Sedangkan gyratory crusher membutuhkan jalan dan jembatan yang kokoh untuk dibawa ke daerah terpencil. Hammer dipasang pada rotor yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. sehingga material itu akan terlempar dan membentur plat bentur. Dalam hal kemampuan kerja. digunakan suatu alat pemukul yang disebut hammer. Antam.5 diperlihatkan bagaimana hammer bekerja.

1. Meskipun cone crusher merupakan modifikasi dari gyratory crusher. Ukuran material yang diremukan oleh alat ini umumnya berukuran kurang lebih 20 cm. sedangkan pada gyratory crusher dengan cara menaik turunkan sumbu tegak.Tbk Gambar 2. tetapi memiliki perbedaan yaitu sumbu tegak cone crusher tidak dipasang pada spider tapi ditunjang di bawah kepala remuk (mantle) atau cone. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 12 . Perbedaan lain antara kedua alat tersebut yaitu pada settingnya. Setting pada cone crusher diatur dengan menaik turunkan bowl.Laporan Kerja Praktek PT.4 Hammer Mill 2. Ciri lain dari cone crusher adalah bowl yang dapat bergerak ke arah luar bila Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Salah satu contoh yang umum digunakan sebagai secondary crusher adalah type cone crusher.2 Secondary Crusher Secondary Crusher merupakan alat untuk meremuk material yang telah diremukan oleh primary crusher. Ukuran alat cone crusher dinyatakan dengan diameter mulut tempat masuk umpan yang kira-kira sama dengan 2 kali gape. Alat ini digunakan jika material yang telah diremukan oleh primary crusher tidak lolos discreen. Antam.1. Sedangkan pada gyratory crusher ukuran mulut dinyatakan dengan gape dikalikan diameter mantle. Alat ini merupakan modifikasi dari gyratory crusher dan cara kerjanya sama.

5 merupakan sketsa dari cone crusher dan bentuk linernya Gambar 2.2 Grinding Grinding atau penggerusan merupakan lanjutan dari crushing dan merupakan tahapan akhir dari kominusi. 2.Laporan Kerja Praktek PT.Tbk ada material sangat keras yang masuk ke dalam alat.1. Jenis-jenis secondary crusher yang lainnya dapat dilihat pada lampiran 2. Antam. yaitu untuk mendapatkan ukuran Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Rongga remuk standard cone crusher bertangga dan membesar ke arah umpan masuk. Gambar 2. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 13 . Perbedaan dari kedua jenis ini terletak pada rongga remuk.5 Cone Crusher dan linernya Cone crusher dapat dibedakan menjadi standard cone crusher dan short head cone crusher. sehingga material yang dapat diremuk standard cone crushe lebih besar dibandingkan dengan short head cone crusher. Sedangkan short head cone crusher memiliki rongga remuk dan mulut yang lebih sempit.

dan rongga di antara media gerus. compression. tipe sirkuit dan sifat bijih. 2.1 Mekanisme Penggerusan Pada tahap grinding partikel diperkecil ukurannya dengan kombinasi dari impact. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 14 . Antam. Penggerusan dengan cara basah memerlukan energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan cara kering karena tidak memerlukan pengeringan.Laporan Kerja Praktek PT. tinggal sebentar di dalam mill kemudian keluar pada ujung lainnya.1. Penggerusan adalah proses kontinu di mana umpan yang masuk dalam laju yang terkendali. antar lain : 1. Pengendalian ukuran produk diatur dengan memilih jenis media gerus. macam gerakan. Penggerusan cara basah tidak memerlukan alat penangkap debu. Penggerusan di dalam mill dipengaruhi oleh ukuran. penggerusan (grinding) tergantung pada peluang dari partikel untuk digerus.Tbk butiran yang sesuai sehingga pada tahap selanjutnya bisa dilakukan pelindian. 2.2. abrasion. Berbeda dengan peremukan (crushing) yang terjadi di antara dua permukaan. Pada proses penggerusan sebagian besar energi kinetic dari muatan di dalam mill akan diubah menjadi panas. 2. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. banyaknya putaran mill.2 Cara Penggerusan Grinding dapat dilakukan dengan cara kering atau basah. dan suara sehingga hanya sebagian kecil energi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran.1. banyaknya.2. Gaya-gaya ini mengubah bentuk partikel sampai melewati batas tingkat elastisitasnya dan menyebabkan remuk. Ada beberapa keuntungan penggerusan dengan cara basah dibandingkan dengan cara kering. dan shear.

media gerus naik sepanjang sisi dari mill sampai posisi dinamik yaitu ketika berat muatan mill seimbang dengan gaya sentrifugal. Pada lampiran 3 dapat dilihat gerakan muatan di dalam mill yang dipengaruhi oleh jenis liner. Putaran dari mill sangat penting karena menentukan ukuran produk dan keausan dari media gerus dan liner. Antam.2. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Putaran dengan kecepatan tinggi akan menimbulkan gerakan cataracting yang menyebabkan hasil gerusan berukuran kasar. Gerakan di dalam mill dipengruhi juga oleh jenis pelapis (liner).Laporan Kerja Praktek PT. Penggerusan cara basah konsumsi media gerus dan pelapis lebih banyak karena terjadi korosi 2.1.Tbk 3. yaitu muatan menggelinding di atas muatan lain yang sedang bergerak ke atas atau dengan cara cataracting (jatuh bebas ke dasar ball mill). Hal ini harus dihindari karena di samping membutuhkan banyak energi juga mempengaruhi proses konsentrasi. Setelah mencapai posisi ini muatan akan menggelincir ke bawah dengan cara cascading. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 15 .3 Gerakan Muatan Di Dalam Mill Akibat dari putaran mill dan adanya liner. Sedangkan putaran yang lambat menimbulkan gerakan cascading yang menyebabkan hasil gerusan berukuran sangat halus yang disebut overgrinding. Putaran seperti ini disebut putaran kritis. yaitu putaran mill di mana muatan mulai menempal pada dinding mill dan ikut berputar bersama mill. Putaran dengan kecepatan tinggi akan menghasilkan ukuran yang kasar karena pada putaran ini muatan di dalam mill akan menempel pada liner sehingga tidak terjadi penggerusan.

Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Liner terbuat dari karet yang sangat keras. dilekatkan pada shell bagian dalam dan harus mampu menahan impact. Kombinasi drum-scoop feeder. material diambil sendiri dari tumpukannya dengan menggunakan sekop (scoop) terus masuk ke dalam drum kemudian masuk ke dalam mill. yaitu plat baja yang membentuk bagian silinder dari mill yang dirancang untuk menahan impact dan beban yang berat. Antam. drum feeder. beban berat. 2. yaitu tempat masuknya umpan berupa bijih.Tbk 2. Mill feeder (pengumpan). Macam-macam bentuk feeder dapat dilihat pada gambar 2. 3. Liner dibuat bergelombang dalam berbagai bentuk yang fungsinya mengangkat media gerus agar mengikuti putaran mill. Pelapis (liner). Umpan yang masuk melalui Chute feeder dipengaruhi oleh gravitasi. Umpan yang masuk melalui drum feeder sebelumnya dimasukan terlebih dahulu ke dalam drum kemudian akan bergerak sendiri ke dalam mill.6. dan abrasi. Feeder jenis ini berbentuk corong yang terbuat dari pipa.2. Jenis-jenis feeder yaitu chute feeder.4 Bagian-bagian Penting Dari Mill Bagian penting dari mill adalah : 1.Laporan Kerja Praktek PT. dan kombinasi drum-scoop feeder. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 16 .1. Shell. Jenis-jenis liner dapat dilihat pada lampiran 3.

Tbk Drum-scoop feeder drum feeder chute feeder Gambar 2.6 Mill Feeder 2. Pada tipe discharge mill produk dapat keluar dengan bebas. tetapi bila keluar melalui saringan yang dipasang pada ujung pengeluaran produk disebut discharge mill. Berdasarkan media gerusnya. Bila produk keluar dengan sendirinya disebut Overflow Mill.2.7 Discharge Mill Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. alat gerus dapat dibedakan menjadi : a.5 Jenis-jenis Alat Gerus (Mill) 1. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 17 .1. (media gerusnya bola) Ball mill dibedakan menurut cara mengeluarkan produknya (discharge). permukaan minimum. Antam. material di dalam ball mill lebih rendah dibandingkan dengan jenis overflow mill dan overgrinding Gambar 2. Ball mill.Laporan Kerja Praktek PT. Alat gerus berupa silinder yang berputar pada sumbu horisontalnya yang disebut mill dengan media gerus di dalamnya.

UPN ³Veteran´ Yogyakarta 18 . Diameter batang silinder itu antar 25 mm dan 150 mm.Tbk b. Antam. Rod mill (media gerusnya berbentuk silinder) Media gerus rod mill berupa batang silinder masif (pejal) yang panjangnya hampir sama dengan panjang mill. umpan dimasukkan pada kedua ujung mill dan produk keluar dari bagian tengah shell. dan Overflow Mill. Pada jenis Centre Peripeheral Discharge Mill. Rod mill diklasifikasikan berdasarkan cara mengeluarkan produknya.Laporan Kerja Praktek PT. Penggerusan dapat dilakukan dengan cara kering atau basah dan produk gerusan relatif kasar. Bila diinginkan produk yang kasar digunakan yang berukuran besar. Terdapat tiga jenis rod mill yaitu Centre Peripeheral Discharge Mill. sedangkan ila diinginkan produk yang halus gunakan silinder yang diameternya kecil.8 Centre Peripeheral Discharge Mill Pada End Peripeheral Discharge Mill. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Gambar 2. Alat ini umumnya digunakan untuk penggerusan cara kering. dan disusun sejajar dalam mill. End Peripeheral Discharge Mill. umpan masuk melalui salah satu ujung mill dan produk keluar pada ujung lainnya melalui shell.

2. Pada alat ini umpan dimasukan melalui salah satu ujung mill dan produk keluar melalui ujung lainnya. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 19 . Antam. Alat ini disebut Tower Mill atau Stirred Mill.10 Overflow Mill c. Alat gerus berbentuk silinder tegak atau horizontal yang diam.Tbk Gambar 2. jika media gerusnya batuan yang sangat keras. Pebble mill. Gambar 2. d.Laporan Kerja Praktek PT. jika media gerusnya bijih itu sendiri. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Autogenous mill berkembang karena dapat menghemat pemakaian media gerus. Media dan bijih di dalamnya diputar oleh pengaduk. Autogenous mill.9 End Peripeheral Discharge Mill Jenis yang paling banyak dipakai untuk penggerusan cara basah adalah Overflow Mill.

2. rod deck surface). Pemisahan dilakukan di atas ayakan berupa batang-batang sejajar (grizzly) atau plat berlubang atau anyaman kawat yang dapat meloloskan material. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 20 . Pelat berlubang (punched plate) yaitu pelat baja yang diberi lubang dengan bentuk tertentu. Mencegah masuknya undersize ke proses komunusi sehingga meningkatkan kapasitas dan efisiensi alat peremuk atau penggerus.2 PENGAYAKAN (SCREENING) Pengayakan adalah pemisahan partikel-partikel secara mekanis berdasarkan ukuran.Tbk 2.1 Tipe-tipe Ayakan (Screen) Ada tiga tipe ayakan yang dipakai : 1. plat karet keras. Material yang tidak lolos atau tinggal di atas ayakan disebut oversize atau material plus sedangkan yang lolos disebut material minus atau undersize. Menghasilkan produk dalam kelompok-kelompok ukuran tertentu. Batang sejajar (grizzly. Di dalam industri mineral. atau plat plastik banyak digunakan terutama untuk material yang abrasive. misalnya pada industri pasir dan batu. sehingga menghasilkan lubang-lubang dengan bentuk tertentu. Mempersiapkan umpan yang berselang ukuran kecil pada operasi konsentrasi 4. 2. Grizzly adalah contoh ayakan diam.Laporan Kerja Praktek PT. dan hanya dapat dilakukan pada partikel yang relatif berukuran kasar.2. Antam. 3. Mencegah oversize masuk ke tahap berikutnya pada operasi sirkuit tertutup pada peremukan dan penggerusan sehingga alat peremuk atau penggerus lebih awet. di samping pelat baja. 2. Ini adalah permukaan ayakan yang terbuat batang atau rel yang disusun sejajar dengan jarak tertentu Ayakan dapat bergerak atau diam. tujuan pengayakan ialah : 1. Anyaman kawat yaitu kawat dari metal dianyam sedemikian rupa. 3. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.

Ada laju pengumpanan tertentu dimana Gambar 2. Stratifikasi. Proses dimana partikel besar naik ke atas dari lapis material yang bergetar. stroke.Laporan Kerja Praktek PT.11 Stratifikasi dan pemisahan di atas ayakan Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. arah gerakan dan frekuensi. Gambar 2. 11 menunjukan hubungan antara laju pengumpanan dan efisiensi pengayakan. Kandungan air.2. hal ini ditentukan oleh panjang stroke. Antam. efisiensinya maksimum. Karakteristik stroke. Ada 4 faktor yang mempengaruhi stratifikasi : a. d.2 Mekanisme Pengayakan Ada 2 proses yang berperan pada pengayakan : 1. 2. sedangkan partikel kecil rongga melalui turun ke bagian bawah lapisan. hal ini merupakan fungsi dari tebal lapisan. Laju gerakan partikel di atas ayakan. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 21 . frekuensi. dan kemiringan deck. bersama material halus menimbulkan sifat lengket sehingga material akan merusak stratifikasi.Tbk Gerakan ayakan pada ayakan yang bergerak ditimbulkan oleh penggetar atau vibrator. Total lapisan yang dipengaruhi oleh laju pengumpanan dan kemiringan ayakan. c. b.

Bagian-bagian penting dari mechanical classifier yaitu : a. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 22 . Alat untuk melakukan klasifikasi disebut classifier. Kolam pengendapan yang berupa tanki berbentuk mangkok atau saluran. Peluang untuk dipisahkan. Antam. b. efesiensi rendah disebabkan oleh karena partikel di atas ayakan melonjak-lonjak berlebihan. c. kemungkinan lolos berkurang. kemungkinan lolos juga berkurang karena stratifikasi kurang baik dan ayakan kurang luas. 3. Alat ini berbentuk rake (sikat) atau spiral. 1. sedangkan overflow akan keluar melalui bibir overflow yang dapat diatur tingginya. Mengeluarkan material yang ukurannya sudah memenuhi syarat sebagai overflow. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Classifier dapat dibedakan menjadi dua yaitu classifier yang memanfaatkan gaya gravitasi dan classifier yang memanfaatkan gaya sentrifugal. 2. Tapi di industri pengolahan bahan galian biasanya digunakan air. Bila laju pengumpanan terlalu besar.Laporan Kerja Praktek PT. Contohnya adalah thickener dan spiral classifier. Rake atau spiral menarik produk endapan dari kolam pengendapan. Mengembalikan material yang masih kasar untuk digerus kembali. Mencegah terjadinya overgrinding (penggerusan yang berlebihan). Alat yang berfungsi untuk mengeluarkan produk underflow.3 KLASIFIKASI Klasifikasi adalah proses pemisahan antara ukuran partikel yang diinginkan dan yang tidak diinginkan. 2. Pemisahan partikel tergantung pada kesempatan dari setiap partikel untuk mencapai lobang dalam berbagai posisi. Pemisahan ini biasanya dilakukan di dalam fluida (gas dan air).Tbk Pada laju rendah. Secara lebih khusus fungsi classifier yaitu : 1. 2. Classifier yang memanfaatkan gaya gravitasi disebut juga mechanical classifier.

yaitu gaya sentrifugal yang mengarah keluar dan gaya drag yang mengarah ke dalam.1 Metode Ekstraksi (Leaching) Leaching adalah proses pelarutan selektif dimana hanya logamlogam tertentu yang dapat larut. Secara hidrometalurgi terdapat beberapa jenis leaching. Classifier yang memanfaatkan sentrifugal gaya sentrifugal untuk contohnya adalah laju hydrocyclone. mengikuti arus spiral mengarah ke bawah dan keluar melalui lubang apex sebagai underflow. yaitu : Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Pemilihan metode pelindian tergantung pada kandungan logam berharga dalam bijih dan karakteristik bijih khususnya mudah tidaknya bijih dilindi oleh reagen kimia tertentu. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 23 . Sebaliknya. Gambar 2.Laporan Kerja Praktek PT. Gaya berfungsi mempercepat Setiap partikel yang berada di dalam hydrocyclone akan mengalami dua gaya yang saling berlawanan. Partikel besar akan mengalami gaya sentrifugal lebih besar dibandingkan dengan gaya drag. terlempar ke arah dinding.4. pengendapan.4 PROSES EKSTRAKSI Au-Ag DARI BIJIHNYA 2. Antam.12 Hydrocyclone 2. partikel kecil. gaya centrifugal tidak cukup untuk mendorongnya ke arah luar bergerak di spiral dalam yang bergerak ke atas dan bergerak keluar sebagai overflow.Tbk 2.

konsumsi bahan pelindi minimal b. Tempat penumpukan untuk heap leaching adalah pada tanah dengan kemiringan tertentu dan alasnya dilapisi oleh lapisan permeabel. beton. Heap Leaching Dalam heap leaching terdapat proses preparasi dan pengangkutan ke tempat penumpukan setelah diremuk. Leaching in Place (In-situ Leaching) Leaching yang dilakukan di tempat bijih ditemukan atau di tempat penyimpamnan bijih. misalnya : aspal.Tbk 1. Leaching pada metode ini dilakukan 2 cara yaitu penyemprotan reagen pelindi ke dalam endapan bijih (spraying technique) dan penginjeksian reagen ke pada endapan bijih (injection technique). Vat Leaching /Percolation Leaching Penggunaan vat leaching terbatas pada leaching untuk material yang tidak biasa yaitu material yang tidak bisa diproses dengan heap leching tetapi tidak memerlukan grinding untuk pemisahan emasnya. Spraying technique digunakan pada open pit mining yang bijihnya terhampar di atas permukaan. Waktu yang diperlukan untuk melindi cukup lama. dapat menghasilkan larutan kadar relatif tinggi c. Antam. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 24 . reagen pelindi disemprotkan dari puncak tumpukan sehingga larutan kaya dapat terkumpul dalam saluran-saluran di ujung bagian bawah tumpukan. Setelah material ditumpuk. mengurangi cost karena tidak perlu filter atau thickener Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Keuntungan dari vat leaching ini adalah : a. 3. Metode ini digunakan untuk bijih kadar rendah atau bijih yang sebelumnya tidak masuk kategori layak olah.Laporan Kerja Praktek PT. Sedangkan injection technique digunakan pada underground mining. Pada metode ini tidak ada proses transportasi. heap leaching cocok untuk bijih kadar rendah. 2. atau plastik.

Meningkatkan kontak antara logam dalam bijih dengan reagen pelindi b. Tujuan pengadukan ini ialah untuk : a. Pneumatik 1) Digunakan udara yang dikompresi atau uap bertekanan tinggi 2) Biaya perawatan rendah c. Autoclaving a. Antam. Mekanik 1) Menggunakan impeler yang digerakan oleh motor 2) Biaya perawatan tinggi b.Laporan Kerja Praktek PT. yaitu : a. Thiosulfat (S2O3)22. Meningkatkan laju pelindian Metode pengadukan ada tiga. dan lain-lain Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Kombinasi mekanik dan pneumatik Umumnya digunakan untuk pelindian skala besar 5. bijih kadar tinggi yang bersifat refraktori yaitu sulit dilarutkan pada kondisi normal Dilakukan dalam suatu alat yang disebut autoclave Proses autoclave pada umumnya dilakukan dalam dua kondisi : a. Sianida (NaCN) 4.CS. Agitation Leaching Cocok untuk bijih dengan kadar medium hingga tinggi.Tbk 4. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 25 . Thiourea (NH2. Dilakukan dalam tangki khusus pelindian yang dilengkapi dengan agitator (pengaduk). pelindian pada temperatur dan tekanan tinggi b. dengan udara Ada beberapa reagen yang bisa digunakan untuk pelindian emas: 1. tanpa udara b.NH2) 3.

1% atau 1000 ppm tidak memberikan pengaruh yang sangat berarti. Tetapi penambahan NaCN lebih dari 0. 2. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 26 .Laporan Kerja Praktek PT. Reaksi pelindian menurut teori Elsner adalah : 4 Au + 8 NaCN + O2 + 2 H2O 4 Ag + 8 NaCN + O2 + 2 H2O 4 NaAu(CN)2 + 4 NaOH 4 NaAg(CN)2 + 4 NaOH Adapun faktor-faktor lain yang mempengaruhi laju reaksi sianidasi adalah 1. Dalam konsentrasi tertentu.13. Konsentrasi sianida Sianida yang digunakan dalam proses leaching berasal dari KCN atau NaCN. Antam.Tbk Dari ketiga reagent di atas yang paling banyak digunakan sampai saat ini masih sianida. Ukuran butiran Semakin halus ukuran butiran. Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh McLaureen (1893) dan Barski (1934) dalam Habashi (1968) seperti ditunjukkan pada gambar 2. maka derajat liberasi (kebebasan mineral/unsur dalam bijih) dan luas permukaan efektif semakin besar sehingga makin besar kesempatan/kontak antara permukaan butiran dengan larutan. makin besar kelarutan Au & Ag serta jumlah pengotor (impurities) lainnya sehingga akan sedikit menghambat. makin besar konsentrasi sianida (CN-) dari larutan. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.

pH larutan Variable pH larutan berfungsi untuk menjaga kestabilan sianida. CaO). UPN ³Veteran´ Yogyakarta 27 .Tbk Gambar 2. Pengaturan pH larutan dilakukan dengan penambahan kapur (lime. Antam.Laporan Kerja Praktek PT. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.13 Kurva pengaruh konsentrasi sianida terhadap recovery 3. Pada pH kurang dari 9 larutan sianida tidak stabil dan cenderung terhidrolisa membentuk gas HCN melalui persamaan reaksi: CN¯ + H2O HCN(g) + OH¯ Penguapan CN¯ dalam jumlah yang banyak dapat menurunkan recovery karena CN¯ berkurang.

Laporan Kerja Praktek PT. Selain itu persen solid yang tinggi menyebabkan turunnya DO (dissolved Oxygen) yang menyebabkan laju reaksi berkurang.14 Kurva pengaruh pH terhadap % HCN 4. Hal ini berkaitan dengan mobilitas (gerakan) atom atau ion yang terbatas. Katalisator [Pb(NO3)2] Katalisator berfungsi untuk membantu mempercepat reaksi terutama untuk mengubah perak sulfida menjadi perak oksida yang mudah larut. 5. Persen solid Persen solid merupakan perbandingan antara berat padatan dengan berat total. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 28 . berarti makin banyak jumlah padatan. sehingga kesempatan untuk bereaksi antara emas dan perak dengan larutan akan semakin kecil. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. berarti jumlah padatan lebih kecil sehingga berpengaruh terhadap kapasitas pabrik meskipun Au dan Ag terlarut lebih banyak. Sedangkan untuk persen solid yang rendah.Tbk Gambar 2. Antam. Makin besar persen solid.

Laporan Kerja Praktek PT. Sebagai contoh. Jenis bijih tertentu memerlukan proses pelarutan secara tertentu pula. bijih oksida dengan sulfida mempunyai cara penanganan proses yang berbeda.15. Hal itu disebabkan kandungan oksigen di dalam larutannya kecil atau menurun. jika bijih sulfida ingin diolah dengan cara pelindian sianida sebaiknya diubah menjadi oksida lebih dahulu dengan cara roasting. 8. Gambar 2. Bijih oksida lebih mudah larut dalam sianida dibandingkan dengan bijih sulfida. Waktu Reaksi. Maka dari itu. Temperatur dan kecepatan pengadukan Semakin tinggi temperatur leaching maka recovery akan meningkat sampai pada batas tertentu. Makin lama waktu reaksi. Jika temperatur dinaikkan lagi maka kemungkinannya recovery akan menurun. Antam. Pada temperatur 850C akan diperoleh recovery yang maksimum seperti yang ditunjukkan gambar 2. 7. Jenis Bijih.15 Kurva pengaruh temperatur terhadap recovery Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. maka makin banyak kesempatan untuk terjadinya reaksi sehingga logam yang terlarut akan semakin banyak.Tbk 6. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 29 .

... Untuk meningkatkan konsentrasi oksigen diberikan udara bertekanan jika O2 berasal dari udara bebas. Sedangkan jika merupakan oksigen murni maka yang berpengaruh adalah flowrate... Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri..... jika O2 berasal dari udara bebas maka yang berpengaruh adalah tekanan... Antam. Jika O2 murni maka debit oksigen yang dimasukan harus besar.. menurut teori Henry aktivitas O2 sama dengan tekanan O2 sehigga persamaan di atas menjadi : ( ( o T ln a[O2 ] p(O2 ) .. (2) Berdasarkan persamaan (2)....16 Kurva Pengaruh Kecepatan Pengadukan Terhadap Kecepatan Pelarutan Emas 9. Konsentrasi oksigen Pada reaksi : (O2) = [O2] (G = (G o + RT ln a[O2 ] a(O2 ) .Tbk Gambar 2.... (1) Jika O2 diperoleh dari udara bebas..Laporan Kerja Praktek PT.. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 30 .

sedangkan pada konsentrasi sianida yang tinggi laju pelarutan tergantung pada konsentrasi oksigen.17 Kurva pengaruh konsentrasi oksigen terhadap kecepatan pelarutan emas Pada konsentrasi sianida rendah laju pelarutan hanya tergantung pada konsentrasi sianida. contohnya adalah presipitasi seng dan alumunium. Antam.Laporan Kerja Praktek PT. Presipitasi yang menggunakan media pereduksi berupa zat padat (logam) disebut sementasi. cair atau gas. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.Tbk Gambar 2. 2.1 Presipitasi Presipitasi adalah proses pengendapan logam-logam yang ada di dalam larutan dengan menggunakan media pereduksi yang berupa padat.5 PROSES PENGAMBILAN EMAS DARI SENYAWA KOMPLEKS DALAM LARUTAN 2.5. Konsentrasi oksigen yang meningkat pada konsentrasi NaCN yang tinggi akan mempercepat laju reaksi pelindian (leaching) dan meningkatkan recovery. Presipitasi untuk emas diperkenalkan pertama kali secara komersial pada tahun 1890. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 31 .

1.5.5 % emas. Antam. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Reaksi yang terjadi pada proses dari presipitasi seng adalah: 1.+ 2eFaktor-faktor yang mempengaruhi dalam presipitasi seng adalah : 1. Presipitasi seng digunakan sebagai alternatif dari proses elektrowinning. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 32 . 3.= Zn(CN)4]22. Sehingga konsentrasi sianida tidak diinginkan jika nilainya di atas nilai minimum itu. 2.+ e = Au + 2CN Reaksi secara keseluruhan yaitu : [Au(CN)2].+ [Zn(CN)4]2. Reaksi katoda dalam larutan sianida [Au(CN)2].+ Zn + 4CN.Laporan Kerja Praktek PT. yang berhasil menaikan efisiensi recovery hingga 99.1 Sementasi Seng Presipitasi atau sedimentasi emas-perak dengan menggunakan seng diperkenalkan secara komersial pada tahun 1890 untuk mengolah larutan cyanide leach. Reaksi anoda dalam larutan sianida : Zn2+ + 4CN.= Au + 2CN. Konsentrasi seng Laju presipitasi akan lebih kecil dengan konsentrasi seng yang besar.Tbk 2. Konsentrasi emas Laju presipitasi emas akan lebih besar dengan konsentrasi emas yang besar dalam larutan emas terlarut. Konsentrasi sianida Konsentrasi sianida hanya akan mempengaruhi laju presipitasi jika jumlahnya di bawah nilai minimum tertentu. Proses ini biasanya disebut juga dengan presipitasi merrilll crowe.

UPN ³Veteran´ Yogyakarta 33 . Reaksi keseluruhan presipitasi emas yang terjadi adalah : 3Au(CN)2. diantaranya untuk : 1. Bijih dengan kandungan perak tinggi Bijih yang mengandung spesies yang berlawanan dengan adsorpsi karbon. 6. Recovery langsung dari larutan encer dengan presipitasi seng masih sering digunakan untuk mengolah bijih. 2. Ukuran partikel 5. tetapi penggunaan presipitasi alumunium belum banyak digunakan karena presipitasi seng lebih ekonomis. material organik 2. 7. Semakin kecil ukuran partikel maka laju presipitasi akan semakin besar karena luas permukaan semakin besar maka kontaknya semakin besar.Tbk 4.+ AlO2. Antam. seperti lempung.= 3Au + 6CN. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. walaupun mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan presipitasi seng. Nilai pH pH semakin kecil maka laju presipitasi semakin besar karena seng akan semakin mudah larut pada pH asam daripada basa.5.1.Laporan Kerja Praktek PT.2 Sementasi Alumunium Penggunaan alumunium untuk presipitasi emas dari larutan alkalin sianida diajukan dan dipatenkan oleh Moldenhauer tahun 1893.+ Al + 4OH. Temperatur Semakin tinggi temperatur maka laju presipitasi akan semakin besar karena lapis difusinya semakin kecil sehingga lebih mudah bereaksi.+ 2H2O Kondisi reaksi diatas harus dijaga pada pH di atas 12 untuk menghindari pasivasi permukaan alumunium oleh pembentukan hidroxide layer.

18 Kurva pengaruh temperatur terhadap adsorpsi 2.18. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 34 . prosesnya disebut Carbon In Leach (CIL). Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan karbon yaitu : 1. 2..5. dan antimony. Temperatur Semakin tinggi temperatur maka laju penyerapan semakin menurun. Ekstrakan yang memakai karbon aktif.2 Adsorpsi Larutan emas hasil ekstraksi di serap oleh ekstraktan yang berupa karbon aktif atau ion exchange resin sintetic.Tbk Proses de-aerasi larutan sangat diperlukan selama proses presipitasi karena alumunium sangat mudah teroksidasi. Konsentrasi emas dalam larutan Semakin tinggi konsentrasi emas dalam larutan semakin tinggi pula kecepatan adsorpsi emas 3. Selain itu. alumunium lebih sedikit terpengaruh oleh ion-ion yang mengganggu seperti sulphide. daripada seng. Gambar 2. arsenic.Laporan Kerja Praktek PT. pH larutan Agar laju adsorpsi dapat dilakukan dengan maksimal. pH dijaga sekitar 911. Antam. seperti yang ditunjukan pada gambar 2. Pada pH di bawah 9 kemampuan adsorpsi meningkat tetapi berpengaruh Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.

Kekuatan ion Semakin tinggi kekuatan ion.19 Kurva pengaruh pH terhadap adsorpsi 4. Antam. T tinggi maka v (Kecepatan Reaksi) semakin besar.Laporan Kerja Praktek PT.6 ELUTION Elution adalah proses desorbsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi desorbsi yaitu .19 Gambar 2.14. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. yaitu pelepasan kembali [Au(CN)2]. Sedangkan pada pH di atas 11 kemampuan adsorpsi semakin menurun.Tbk pada kestabilan sianida seperti yang ditunjukan pada gambar 2. maka kapasitas adsorpsi untuk emas menurun 5. seperti yang ditunjukan pada gambar 2. Temperatur dan Tekanan Semakin tinggi temperatur (T) maka kecepatan reaksi semakin tinggi. maka kemampuan dan kapasitas adsorpsi meningkat 2. 1. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 35 .dari karbon aktif dengan cara pemutusan ikatan antara keduanya. agar air tidak menjadi uap pada temperatur >100oC maka tekanan (P) harus dinaikkan. Konsentrasi logam lain Semakin banyak jumlah metal logam lain larutan.

dari karbon. Maka dari itu sistem elution dapt dibagi menjadi 2. Kekuatan Ion (I) Kekuatan ion mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kecepatan proses desorbsi dibandingkan dengan konsentrasi sianida. Pengaruh kekuatan ion dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 2.pada gambar 2). Meningkatnya konsentrasi sianida. Beberapa prosedur telah dikembangkan dengan menggunakan Cyanide pre-soak diikuti dengan deionized water elution.Laporan Kerja Praktek PT.pada karbon. yaitu: a.20 Kurva pengaruh kekuatan ion (I) terhadap desorpsi Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 36 . dan akan membantu dalam pertukaran tempat species Au(CN)2. Pemberian CN. Antam. Konsentrasi Sianida [CN-] Semakin tinggi konsentrasi sianida maka kecepatan reaksi desorbsi juga akan meningkat.bebas berlebih terhadap proses desorpsi bukanlah satu jalan terbaik untuk menghasilkan proses yang efektif (seperti diilustrasikan oleh garis OH. Menggunakan Sianida hanya selama pre-soak 3. meskipun dengan menggunakan sianida berlebih peningkatan kecepatan reaksi tidak begitu signifikan pengaruhnya. meningkatkan kompetisi penyerapan ion sianida dengan Au(CN)2 .Tbk 2. Menggunakan Sianida sampai proses selesai b.

dan Glycol yang bisa mempercapat reaksi. Pembersihan Pengotor Inorganik Pengotor Inorganik terutama berbagai macam garam dapat mengganggu proses desorbsi. tapi perlu diingat bahwa tidak semua larutan organik mempercepat proses desorbsi. 6. pH yang harus dijaga sekitar 12 atau 12. pH pH hanya berpengaruh untuk menjaga agar [CN-] tidak menjadi gas HCN akibat proses hidrolisis. sebagian malah mengganggu. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 37 . Garam sodium dan magnesium Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.Laporan Kerja Praktek PT.14. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan asam baik HCl maupun HNO3. 4. Hal itu disebabkan karena OHmempunyai sifat yang sama dengan CN. Larutan Organik Adanya larutan organik dapat mempercepat proses desorpsi. Tetapi OH.Tbk I semakin kecil maka v semakin tinggi. Antam. Garam kalsium. terutama karbonat tetapi juga sedikit sulfat dan species yang lain b.5 dan dapat dilihat pada gambar 2. Hanya larutan organik tertentu seperti Alkohol. Pencucian asam (Acid Wash) dilakukan untuk menghilangkan berbagai macam inorganic fouling. Sebaiknya digunakan air murni agar I kecil.yang dihasilkan dengan penambahan NaOH mempunyai pengaruh terhadap kecepatan proses desorbsi.sehingga digunakan bersama karena sinergis. Bentuk paling penting dari inorganic fouling adalah: a. OHsemakin besar maka v semakin meningkat. Garam yang paling mengganggu berbentuk karbonat terutama yang sering dijumpai adalah Kalsium Karbonat (CaCO3). 5.

Flokulan dan reagen lain yang mempunyai permukaan aktif. Dekomposisi Bakteri/Tumbuh-tumbuhan c. Minyak Pelumas. Partikel besi yang halus sebagai hasil dari media penggerus e.Laporan Kerja Praktek PT. seperti berikut: 2CN . kompleks silikats dan aluminates d. Beberapa pertambangan menggunakan HN bahwa reagen tersebut lebih bisa menghindari korosi daripada menggunakan HCl serta bisa melarutkan perak yang ada pada karbon. Pembersihan Pengotor rganik Karbon aktif mempunyai sifat relatif non-polar dan hidrofobik sehingga cepat bisa menyerap berbagai senyawa organik dari larutan. Kemungkinan ion karbonat dibentuk oleh oksidasi sianida pada permukaan karbon. tetapi kendala yang dihadapi dengan penggunaan HN harus dikontrol penggunaannya. Antam. 3 dapat dihilangkan dengan menggunakan asam. yang ditambahkan pada slurry untuk mengontrol pH. Cara Penghilangan Pengotor rganik: 3 adalah banyaknya oksidasi karbon serta deaktivasi permukaan karbon. Mineral bijih yang halus. Presipitasi logam dasar dari larutan lindi Sumber paling besar ion kalsium adalah lime (CaO). Secara umum HCl sering digunakan meski Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Reagen Flotasi seperti Frothers dan Kolektor d. Grease b. 7. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 38 . baik HCl dengan alasan Pemilihan dan penggunaan kedua reagen ini harus dikontrol 3 dengan baik.+ O 2 + 4H 2O = 2CO 32  + 2NH 4 Ca 2   C 23 CaC 3 Presipitasi CaC maupun HN 3. Solar. seperti silica.Tbk c. Beberapa senyawa organik yang bisa dan sering mengganggu proses desorbsi: a.

(Kekerasan turun disebabkan oleh meningkatnya struktur pori-pori karbon). Kinerja kiln juga Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.Tbk a. Karbon seharusnya didewatering terlebih dahulu agas konsumsi energi untuk aktivasi berkurang. Waktu tinggal dalam kiln d. Kandungan moisture awal karbon e. Steam sering digunakan untuk alasan seperti di atas. Species Organik yang sulit menguap dengan pemanasan biasa dapat dihilangkan dengan menggunakan Steam pada temperatur 650oC (C)N + nH2O (Steam) nCO + nH2 Perlu diingat bahwa proses ini memungkinkan untuk kehilangan karbon dari karbon aktif. Maka dari itu sebaiknya jangan sampai ada larutan organik pengotor yang masuk tangki CIL. Antam. Beberapa operasi menggunakan air hangat untuk quenching untuk menghindari adanya thermal shock pada karbon. Penambahan steam c. Kandungan mineral dalam karbon f. Species Organik yang mudah menguap bisa dihilangkan dengan mudah melalui pemanasan pada temperatur normal kiln(500-800oC) b. Karbon yang sudah dipakai dapat diregenerasi dengan pemanasan sekitar 650-750oC dalam non-oxidized atmosfer (Udara yang tidak mengoksidasi).Laporan Kerja Praktek PT. Regenerasi karbon hendaknya dilakukan pendinginan cepat (Quenching) dalam air agar tidak banyak berhubungan dengan oksigen di udara. variable yang paling penting selama pemanasan untuk reaktivasi adalah: a. Peralatan reaktivasi Jika temperatur dan waktu tinggal terlalu rendah maka pembersihan karbon aktif dari pengotor organic tidak sempurna. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 39 . jika temperatur terlalu tinggi maka aktivasi karbon berlebih sehingga banyak karbon yang hilang dan menurunkan kekerasan. Temperatur b.

dengan banyak metode lama yang masih digunakan untuk saat ini. Jumlah reagen dan energi yang digunakan dapat berkurang ketika metode yang lebih mahal terbatas untuk pengolahan konsentrasi gravitasi.bermanfaat pada cash flow Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.1 Gravity Concentration Gravity concentration telah digunakan selama berabad-abad untuk memisahkan mineral. Pengurangan lock-up . dan tidak adanya lapisan kimia yang dapat mengganggu proses lebih lanjut.7 GEKKO SYSTEMS 2. Meningkatkan total recovery 2. Pemisahan mineral secara gravitasi pada ukuran lebih kasar.inventory emas . tetapi akan lebih baik jika sudah hilang saat pencucian asam. relatif lebih mudah dari proses gravitasi. Karena pemisahan gravitasi tidak memerlukan penggunaan bahan kimia.Laporan Kerja Praktek PT. plastik. Jika diperlukan maka sebaiknya dipisah dahulu dengan jig atau shaking table. Dengan munculnya proses flotasi selama abad terakhir. kabel dll. teknik ini menawarkan keuntungan yang signifikan dari metode lain konsentrasi mineral dalam memenuhi persyaratan lingkungan. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 40 . Dalam banyak situasi sebagian besar mineral berharga setidaknya bisa menjadi pra-konsentrasi secara efektif dari diterimanya sistem gravitasi secara ekonomis dan ramah lingkungan. dewatering lebih efisien. 2. Baru-baru ini konsentrasi gravitasi dipilih lagi karena meningkatnya biaya bahan kimia untuk flotasi. dapat membanggakan keuntungan yang signifikan untuk tahap pengolahan akhir menurun karena luas permukaan.Tbk dipengaruhi oleh partikel kasar seperti potongan/serbuk kayu.7. segera setelah pembebasan tercapai. Manfaat Gold Gravity Sirkuit 1. pentingnya gravitasi konsentrasi di "modern" pabrik pengolahan mineral menyusut. Antam. dan kenyataan bahwa konsentrasi gravitasi menciptakan lingkungan berkurang polusi secara signifikan.

Semua limbah padat dan cair produk bisa dipompa kembali ke sirkuit penggiling atau dihilangkan jika ditemukan pengotor baja atau lainnya (nasties). Pengurangan dynamic lock-up .Laporan Kerja Praktek PT.2 Inline Leach Reactor (ILR) The Inline Leach Reactor telah dikembangkan oleh Gekko Systems untuk tujuan mengoptimalkan recovery emas yang memiliki konsentrat.underflow siklon lebih rendah nilai pengamanan canggih 10. Peningkatan pengambilan sampel dan rekonsiliasi 2. Unit ini dirancang atas dasar yang berbeda dengan sistem kontrol terpadu. Pengurangan waktu tinggal 6. Sehingga. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 41 . Meminimalkan emas berukuran besar di wilayah yang dapat diakses seperti sumps / pompa . Antam. Dimensi ILR dirancang kecil untuk ditempatkan di posisi yang nyaman dekat dengan pembuangan gravitasi konsentrat. memiliki risiko keamanan yang signifikan dan tingkat recovery yang sangat rendah. Mengurangi kadar emas kasar di sirkuit leach 9. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.Tbk 3. Pengurangan penanganan karbon 7.meningkatkan keamanan 4.7. Mengurangi tingkat memakai karbon 8. Mengurangi reagen / konsumsi sianida 5. tempat konstruksi minimal. sisa solution dari sel electrowining dikembalikan ke recirculated umpan Reaktor. Saat upgradenya dalam menggunakan tabel atau perangkat gravitasi lain yang padat karya. ILR dirancang untuk beroperasi dalam hubungannya dengan Distribusi Control System (DCS) atau sebagai unit yang berdiri sendiri dengan sedikit operator. Pregnant solution dipompa ke gold room.

Laporan Kerja Praktek PT.2. Underflow dari cone menginformasikan ke umpan reaktor sementara overflow dari cone dikembalikan ke sirkuit. Feed dapat bersifat kontinyu atau batch. Sistem ini umumnya rumit dengan screening. 2. Setiap tahap dalam peningkatan konsentrat juga meningkatkan potensi kerugian (entrained emas di kemaknitan. Antam. Drum horizontal yang berputar dengan kecepatan rendah dengan satu rangkaian design spesial yang dirancang khusus dan sistem aerasi maksimal untuk kinerja leach. Barren solid dicuci dan dilepas dari rangkaian melalui dewatering cone dan dewatering screen. dll). konsentrat sekunder table tails dan pemisahan magnetik untuk mencapai recovery yang tinggi. Larutan pregnant dipompa ke Solids SettlingVessel (SSV). tangki ini memiliki overflow permanen yang akan melaksanakan kelebihan Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Sisa solution dari discharge electrowining dikembalikan ke reaktor feed. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 42 . Pregnant solution dipompa ke electrowining Au sel untuk recovery.7. Waktu tinggal diperkirakan di laboratorium dan dikendalikan oleh volume Reaktor. Leach Inline Reaktor yang bekerja pada prinsip botol roll laboratorium untuk menjaga solid dalam kontak dengan larutan. sisa slimes mengendap di bawah dan retikular ke solid dischagre sump. Sistem feed akan terus ke reaktor pada tingkat lebih rendah daripada tingkat feed maksimum yang disarankan.1 Teori Operasi Konsentrat dari perangkat recovery utama memberikan informasi ke kerucut untuk proses dewatering. Laporan umpan solid ke sump discharge solid reaktor dikosongkan untuk dicuci lebih lanjut jika diperlukan.Tbk Pergerakan dari gravitasi multi tahap tidak efisien sehingga perawatan konsentrat sudah lambat.

7. Drum horizontal yang berputar dengan kecepatan rendah dengan satu set baffle yang dirancang khusus dan sistem aerasi maksimal kinerja leach. dihasilkan dengan menggunakan sel electrowining berjalan dengan solusi ambient. Selama solusi pencucian terus recirculated melalui padatan dari tangki penyimpanan solusi untuk menjamin pasokan baru reagen.5.7. pregnant solution dipisahkan kemudian dipompa ke rangkaian electrowinning. 2. 2. Kadar oksigen terlarut tinggi (+20 ppm dissolved Oxygen) dalam menghabiskan eluate. Leach accelerant (seperti ProLeach) sekitar 0. Tingkat laju aliran eluate dari kontrol SSV diresirkulasi larutan dalam sistem. solid disimpan dalam feed cone sampai dimulainya setiap siklus leach. ILR Batch bekerja pada prinsip botol roll laboratorium untuk menjaga kontak solid dengan larutan. dengan air yang mengalir dan kembali ke sirkuit pabrik.2 Penambahan Reagen Reagen ditambahkan ke umpan Reaktor melalui sebuah dosing pump. Waktu tinggal diperkirakan di laboratorium dan dikendalikan oleh leach siklus waktu.2.3 ILR Batch Konsentrat dari perangkat recovery utama menginformasikan ke feed cone untuk de-watering. Grade solution yang dianjurkan di sekitar 2% sianida pada pH 13. yang menginformasikan ke umpan reaktor. Leach meningkatkan secara signifikan dan memungkinkan partikel besar akan kehabisan dengan waktu retensi sangat rendah.Laporan Kerja Praktek PT.Tbk larutan ke solid dischagre sump yang akan kembali ke sirkuit mill. Barren solid dikosongkan dengan Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Antam. termasuk oksigen. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 43 .2.5% mungkin juga akan ditambahkan jika diperlukan. Pada akhir siklus leach. selalu tersedia untuk leaching.

1 drum. Digunakan untuk mencegah presipitasi pada pabrik emas scats 3. 4. 5. Diperuntukan menghasilkan solution yang bersih untuk electrowinning 7. Menangkap dan melindi emas halus dan kasar. 8. Biaya operasi rendah tanpa persyaratan bagi agen leach kimia mahal 5. Pregnant solution dipompa ke sirkuit electrowinning yang terdapat sel electrowinning atau dicampur dengan solusi elution utama.Laporan Kerja Praktek PT. 2 tank 4. 2. 6. 1 tangki penampung. 9. Mengisi konsentrat ke Reaktor Drum. 3. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 44 . Mengalirkan air yang tersisake mill. Barren solutin dari electrowinning ini kemudian dipompa ke rangkaian CIL (opsional ke ILR) untuk menggunakan kembali sisa sianida. 7. pecucian solid dengan air. Meniriskan dan air cuciannya ke tangki penyimpanan solution. 1 pompa. 2. Drain drum dan floc pregnant solution penyimpanan.Tbk membalik drum rotasi dan dipompa ke rangkaian mill. Antam. Daya terpasang rendah kurang dari 10kW 6. mentransfer solution untuk rangkaian electrowinning Keunggulan spesifik dari ILRBatch : 1. Pregnant solusi sangat cocok untuk direcovery oleh electrowinning memompa ke tangki Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Mengatur volume larutan awal dan menambahkan reagen. ILR batch malakukan sirkulasi dengan langkah-langkah terpisah: 1. Sistem sederhana dengan menghitung komponen rendah. Leach dengan mengulangi sirkulasi yang melalui reaktor drum. Padatan kering dari Reaktor Drum dan ditransfer ke mill.

2. Feed cone dikontrol dengan menggunakan load sel dan pinch valve digabungkan dalam satu PID timer loop.Laporan Kerja Praktek PT.21. Antam. Padatan diperbolehkan untuk membentuk bed di cone sampai bed mencapai waktu yang telah ditetapkan ketika timer controller memungkinkan sirkuit untuk membuka dan menutup katup feed Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.7. Cone mengambil padatan dan overflow ke tailing sump ILR. Feed slurry menghubungkan ke feed cone kemudian di de-watering.Tbk Gambar 2.4 ILR Continous ILR Continous dirancang untuk menerima dilute. Load Sel mengukur beban di cone. Emas direcovery dari solution dengan cara teknologi electrowinning. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 45 . bermutu tinggi konsentrat emas dalam rangka untuk recovery emas dalam larutan. ILR Batch 2.

Drum diputar cukup cepat untuk memastikan fersh solution dicampur dengan solid.Laporan Kerja Praktek PT. Setiap underflow padat dari dewateringscreen dikembalikan ke dua bagian pertama dari pregnant solution sump. Solution yang pada tingkat yang terkendali. Massa padatan disimpan dalam drum untuk menentukan waktu tinggal. Sump ini dibagi menjadi tiga bagian yang saling berhubungan. Bagian pertama memungkinkan padat dan solusi dari tail reaktor untuk menginformasikan ke pompa recirculation feed solid. yang menyelesaikan mengentalkan larutan. Overflow dari lapisan tipis manginformasikan ke pregnant solution Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Drum berputar di sekitar sumbu horizontal. Bagian ketiga dari pregnant solution sump menggabungkan satu set lapisan tipis. Solid dan solution reaktor drum dan akan ke pregnant solution sump. Antam. Pompa ini mentransfer semua feed solid untuk menyelesaikan tailling cone. Tingkat solution dan padatan berbeda satu sama lain. Padatan ter dewatered > 83% b / b dan dijatuhkan dari ujung screen ke tailings discharge sump. Padatan mengendap di dasar cone dan mengental. Overflow dari tailing cone menghubungkan ke bagian kedua pregnant solution sump. Satu set baffle internal memungkinkan pergerakan umpan padat melalui drum tetapi menghambat arus pendek dan membantu untuk menahan partikel emas yang sangat kasar kembali. Fresh reagen dan barren solusi yang kembali dari rangkaian electrowinning ditambahkan pada feed. Padatan ini ke inline dewatering screen. Benda padat yang teraduk hanya cukup untuk menjaga massa bergerak dari feed ke stopkontak.Tbk Umpan yang menebal menginformasikan ke reaktor drum feed. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 46 yang rendah akan dicapai. Drum inlet dan outlet ditetapkan untuk menciptakan sudut rendah dan waktu tinggal di drum. Pelindian densitas rendah memungkinkan kelebihan fresh reagen yang akan ditambahkan melalui . Hal ini mungkin setara dengan densitas pelindian padatan.

2. ILR Continous Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. yang akan memompa solution ke tangki pengendapan. Diperuntukan pada bijih kompleks serta bijih oksida. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 47 . zinc precipitation dan resin absorption. Antam. termasuk electrowinning. Recovery reagen bervariasi. untuk mengurangi penggunaan dan biaya reagen 4. Keunggulan spesifik dari ILR Continous: 1. Ditujukan untuk menangani aliran sulfida dengan voleme besar yang bebas dari emas. Flocculent digunakan untuk meningkatkan kinerja pengendapan jika diperlukan. Gambar 2.Laporan Kerja Praktek PT. Tangki pengendap adalah perangkap untuk memastikan feed padat minimal mencapai electrowinning sel. 3.Tbk pompa.22. Aliran kontinyu memungkinkan untuk instant dan langsung mengambil emas 5. karbon kolom. Bahn kimia tambahan jika diperlukan.

Fitur komponen layar rotasi layar otomatis titik potong yang memungkinkan lebih halus dan operasi non blinding.Tbk 2. solusi hemat biaya untuk persiapan pakan.7. Suatu penelitian telah menunjukkan manfaat yang signifikan yang terkait dengan recovery mengeluarkan logam berat sebelum pemisahan gravitasi.3 Mag Screen The Gekko Mag-Screen adalah produk berkualitas tinggi yang menggabungkan magnet dan layar di dua dalam satu unit.Laporan Kerja Praktek PT. The Gekko Mag-Screen hampir seluruhnya terbuat bukan dari bahan stainless steel. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 48 . mengakibatkan kepala rendah tinggi. Unit ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan gravitasi pemisahan akhir oleh mengklasifikasikan feed dan menghapus kemaknitan dalam satu langkah. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. memiliki konsumsi air nol dan menawarkan tapered bolak-balik yang unik dirancang untuk meminimalkan magnet emas entrainment dan menyediakan pemulihan kemaknitan terbersih. Antam.

Tbk Gambar. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 49 .Laporan Kerja Praktek PT. Feed mengalir ke atas drum dan diarahkan ke satu daerah dari drum.3.7. Unsur magnetik adalah tetap di dalam drum dan diadakan statis sementara drum berputar di sekeliling magnet. Magnet tetap dibuat sedemikian rupa untuk memiliki daya maksimum (Gauss) di mana mengaalir langsung ke drum (bagian pemulihan).1 Teori Operasi Mag-Screen yang menggabungkan bertenaga tinggi tetap basah drum pemisah magnetik dengan saringan lengkung otomatis. Feed mengalir ke distributor di bagian atas magnet. Antam. yang menyebar di lebar drum. Mag-Screen yang menghasilkan tiga produk yang bisa semua akan tetap terpisah.2. Hal ini segera Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Saringan lengkung adalah saringan kapasitas tinggi yang mampu mengklasifikasi feed padat ke ukuran kecil.23 The Gekko Mag-Screen 2. Unit ini telah dirancang khusus untuk aplikasi dalam setiap sirkuit di mana produk kemaknitan dan kasar digabungkan dalam satu aliran (seperti cyclone penggilingan underflow dalam rangkaian).

Untuk menghilangkan.Laporan Kerja Praktek PT. Menggabungkan feed screen dengan mekanisme yang pengalihan feed ke fraksi kasar untuk dicuci. Unit ini juga dilengkapi dengan sistem lockout keselamatan lengkap sewaktu di modus pemeliharaan. di mana polaritas medan magnet swap 4 kali untuk "film".Tbk memastikan kemaknitan yang melekat pada drum dalam film tipis situasi di mana ketebalan bed terbatas dan hambatan pada partikel magnetis diminimalkan. dan screen dihilangkan oleh mengubah 4 wedges. sedangkan dalam modus pemeliharaan. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. poly atau karet. Magnet dirancang dengan bagian lain di bawah bagian pemulihan. Panel screen dapat dibuat dari kawat wedge. Unit screen secara otomatis untuk merotasi screen secara teratur. Materi yang telah lolos drum magnetik mengalir ke layar pada kecepatan relatif tinggi sejalan dengan praktek terbaik dalam teknologi saringan lengkung. Setelah partikel tetap untuk drum ada kemungkinan bahwa non-material magnet dapat entrained di fraksi magnet. Hal ini pada gilirannya mengurangi blinding dan memaksimalkan umur screen. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 50 . dan mengubah panel belakang screen hanya dibuka secara otomatis. Frame screen kemudian diputar yang kemudian dibalikkan arah aliran pada panel screen. Antam. Bahan-bahan di atas dan melepaskan non-magnet dari permukaan drum sementara mempertahankan magnet. Selanjutnya unit menutup ke bawah dan sepasang rams pneumatik membuka panel belakang screen yang mendorong frame. Screen unit dengan kapasitas yang tinggi dan dibuat lengkung mampu mengolah beban sangat tinggi untuk setiap luas screen dengan padatan feed yang tinggi (hingga 80% padatan). Screen yang baru dipasang dan menekan tombol start untuk unit untuk kembali ke operasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses elektrowining larutan sianida: 1. Arus yang digunakan Semakin tinggi arus (di atas batas yang ditetapkan) yang digunakan maka akan meningkatkan kecepatan proses elektrowining. Sedangkan oksidasi adalah proses sebaliknya yaitu meningkatkan bilangan oksidasi dari logam atau unsur lain akibat kehilangan elektron. Reaksi reduksi akan terjadi di katoda dan reaksi oksidasi akan terjadi di Anoda. Reaksi tersebut yang secara teori hanya reduksi air menjadi hidrogen. kedua reaksi tersebut akan terjadi bersamaan. Antam.+ 2e.8 ELECTROWINING Elektrowinning adalah proses penangkapan logam-logam yang ada dalam air kaya dengan prinsip elektrolisa (reaksi reduksi-oksidasi).Laporan Kerja Praktek PT.membentuk gas HCN.= 2Au + O2 + H2 + 4 CNDalam mempelajari elektrowining maka yang perlu diketahui adalah prinsip elektrokimia (reduksi dan oksidasi/Redoks). Reduksi adalah menurunkan bilangan oksida (Biloks) dari logam dengan menambahkan elektron. maka sebagian akan dioksidasi menjadi CNOnamun kemungkinan besar NaCN stabil dalam larutan sehingga yang dioksidasi adalah air. meskipun ada pengaruh terhadap reaksi sampingan. tetapi kemungkinan juga meningkatkan reduksi logam lain serta reduksi oksigen yang tidak diinginkan. Dalam proses elektrowining. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.= 2Au + O2 + H2 + 4 CNOverall : 2Au(CN)2. Jika pH rendah maka H+ bisa bereaksi dengan CN. Persamaan reaksi : Anoda : 2OH. gas ini sangat berbahaya serta bersifat korosif sehingga harus dihindari proses dengan pH rendah.= O2 + 2H2O + 4eFe = Fe2+ + 2e.Tbk 2.+ 2OH. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 51 .(tidak dominan) Katoda : 2Au(CN)2. Jika proses pada pH tinggi.

Jumlah dan luas permukaan katoda Luas efektif permukaan katoda sangat mempengaruhi kecepatan pengendapan. Meningkatnya evolusi hidrogen akibat reduksi air dan oksigen bisa meningkatkan penurunan potensial pada katoda yang bisa menyebabkan sebagian elektroda tidak bisa mengendapkan emas.Laporan Kerja Praktek PT. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 52 . semakin tinggi konsentrasi emas maka arus yang digunakan juga harus meningkat. Konsentrasi sianida Semakin tinggi sianida maka voltage yang harus dipakai akan semakin tinggi demikian juga dengan arus yang dipakai. 8.Tbk 2. Hidrodinamika elektrolit Derajat pengadukan berpengaruh besar terhadap transport massa dari species di larutan sehingga kecepatan pengendapan juga meningkat. 3. kondisi hidrodinamik dapat diperoleh dengan mengalirkan larutan pada kecepatan tertentu. Antam. Konsentrasi Emas Konsentrasi emas berpengaruh terhadap kecepatan pengendapan. 6. voltage juga mempunyai kelakuan yang sama. Temperatur Peningkatan temperatur sangat menguntungkan dalam proses elektrowining karena: Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Dalam elektrowining cell tidak ada pengadukan mekanik. 4. semakin luas permukaan katoda maka pengendapan semakin cepat. tetapi reduksi air dan oksigen pada katoda juga meningkat. Konduktivitas larutan Semakin tinggi kondukstivitas larutan maka akan semakin efisien karena kehilangan listrik (Arus) dapat dikurangi. Peningkatan konduktivitas larutan ini dapat dilakukan dengan penambahan NaOH dalam larutan. Voltage yang digunakan Sebagaimana arus. 7. 5.

Pada awalnya pembuangan tailing dilakukan di sekitar danau atau sungai. kendala ini dapat diatasi dengan pemilihan material yang digunakan sebagai anoda. maka metode-metode pengelolaan tailing semakin berkembang. sehingga reduksi oksigen di katoda menurun dan efisiensi arus juga meningkat 9. Konduktivitas larutan meningkat sehingga meningkatkan efisiensi arus c. jika elektrowining larutan sianida beroperasi pada pH <12. 2. terutama sianida. yaitu metode fisika dan metode kimia. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 53 . pH pH mempunyai pengaruh penting terhadap kestabilan elektroda. 2. Namun seiring dengan kebutuhan untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Korosi ini akan semakin tinggi jika konsentrasi species kromium dan besi dalam larutan meningkat. Secara garis besar terdapat dua metode perusakan zat-zat buangan berbahaya.5 kemungkinan kendala korosi pada anoda akan meningkat. di samping itu juga bisa menurunkan titik lebur. Kelarutan oksigen menurun. Fungsi flux adalah untuk mengikat slag agar terpisah dengan baik dari logam berharganya.Laporan Kerja Praktek PT. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Koefisien difusi Au(CN)2- meningkat sehingga kecepatan pengendapan meningkat b.Tbk a.9 SMELTING Peleburan bertujuan untuk mengambil logam Au-Ag dari cake dengan cara memisahkan logam berharga dengan slagnya pada suhu tinggi (titik leburnya) dengan bantuan penambahan flux.10 PENGOLAHAN LIMBAH Pengelolaan limbah adalah salah satu tugas utama dalam industri pertambangan dan pengolahan mineral. Antam.

Proses Alkaline Clorination 2.1 Metode Degussa atau proses Hidrogen Peroksida ± Copper Sulfat Reaksi-reaksi yang terjadi pada metode ini adalah Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Selain itu. Antam. pengenceran dari air sekitar. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 54 .Laporan Kerja Praktek PT.2 Metode Kimia Proses perusakan sianida dengan metode kimia dilakukan dengan menambahkan bahan kimia. misalnya air hujan b. Metode Ferro sulfat e. Perusakan di tailing dam merupakan perusakan dengan metode fisika dalam waktu yang cukup lama. tiupan angin. yaitu bijih yang sudah diambil emasnya. Metode Inco atau proses Sulfur dioksida dan udara proses c. dll 2. Faktor alami yang digunakan pada metode fisika adalah : a.2.Tbk 2.10. yaitu : a. Terdapat beberapa metode kimia yang digunakan untuk proses perusakan sianida. Metode Degussa atau proses Hidrogen Peroksida ± Copper Sulfat b. Jika prosesnya menggunakan proses leaching dengan sianida.10. Metode Carro-Acid d. perubahan tekanan e. tailing dam juga berfungsi sebagai tempat perusakan zat-zat berbahaya buangan dari proses. pembangunan tailing dam menjadi pilihan utama sebagai tempat pembuangan akhir tailing. perubahan keasaman (pH) larutan d. perubahan temperatur c.1 Metode Fisika Perusakan zat-zat berbahaya dengan metode fisika biasanya menggunakan faktor alami.10. maka zat berbahaya yang dirusak di tailing dam adalah sianida.

Reaksi yang terjadi yaitu : CN. 2.+ 2H2O = NH4. Reaksi dapat mengubah senyawa cyanide bebas CNf membentuk cyanate (SCN-).2. dimana pada metode ini digunakan hydrogen peroxide (H2O2) dan asam sulfat (H2SO4) sebagai pengganti CuSO4.10.+ SO2 + O2 + H2O = CNO.+ CO32Proses degussa kurang begitu efektif untuk mengurai senyawa thiosianate (SCN-).3 Metode Carro-Acid Metode ini merupakan penyempurnaan dari metode degussa. Reaksi yang terjadi : CN.2. udara bertekanan dan ion copper (Cu2+) dipakai sebagai sumber katalis untuk mempercepat reaksi. Hanya sebagian kecil Cnwad terurasi menjadi cyanate dan sebagian ion logam akan terendapkan sebagai senyawa logam hydroksida.5H2O.+ H2O2 = CNO.+ H2O Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri.Laporan Kerja Praktek PT.10.+ H2O2 = CNO.2 Metode INCO atau proses Sulfur dioksida dan udara proses Proses INCO banyak digunakan untuk merusak limbah cyanide sebelum dibuang ke lingkungan (perusakan langsung). Bahan kimia yng dipakai adalah sodium metabisulphide (Na2S2O5). UPN ³Veteran´ Yogyakarta 55 .+ H2O CNO. Antam.+ H2SO4 Proses INCO relatif lebih efektif untuk mengolah cyanide bebas dan cyanide wad pada konsentrasi yang cukup tinggi. 2. CNwad dan sianide kuat (CNsad) seperti ferrocyanide.Tbk CN.

sehingga penambahan bahan kimia dapat diinjeksikan ke dalam sump sebelum dipompa ke tailing dam.+ 2 OHSCN.Tbk 2. Agus Tejo Dwiyono Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. reaksi yang terjadi : CN. UPN ³Veteran´ Yogyakarta 56 . CNf akan dibentuk menjadi senyawa cyanate (CNO-) kompleks yang relatif stabil.10. atau CNsad. thyocyanat. thiosianate (SCN-).4 Metode Ferro sulfat Metode ini relatif bisa dipakai untuk mereduksi cyanide bebas (CNf) dan kurang efektif untuk mengubah CNwad. Antam.2.Laporan Kerja Praktek PT.5 Metode Alkaline Clorination Proses ini menggunakan NaClO4 untuk merusak limbah cyanide bebas (CNf).10. 2. Reaksi yang terjadi relatif cepat.+ Cl2 = CNCl(g) + Cl.= CNCl(g) + 2 OHCN. Reaksi yang terjadi cukup singkat sehingga reagen ferrous sulphate dapat langsung dimasukan ke dalam sum untuk dipompa ke tailing dam.dan ion logam akan membentuk senyawa cyanate dan metalhydroxide yang relatif stabil. dan senyawa Cnwad.2.+ H2O + ClO.