P. 1
perbaikan disertasi 17-8-06

perbaikan disertasi 17-8-06

|Views: 354|Likes:
Published by Achas

More info:

Published by: Achas on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah untuk

mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram tertib dan dinamis. Untuk itu segala usaha yang dilaksanakan dalam kegiatan pembangunan kemanusiaan, harus bagi dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya rakyat dan bagi bagi

peningkatan

kesejahteraan

pengembangan tiap warga sebagai manusia yang utuh. Salah satu masalah pokok yang dihadapi Indonesia dalam melaksanakan pembangunannya adalah kepadatan penduduk, di mana 59 persen penduduk tinggal di pulau Jawa. Dari jumlah tersebut 17 persen penduduk tinggal di Provinsi Jawa Barat, 15 persen di Jawa Tengah dan 17 persen di Jawa Timur. Sementara luas pulau Jwa secara keseluruhan hanya sekitar 7 persen dari seluruh wilayah daratan Indonesia (BPS, Jakarta Indonesia 2002 ; hal 32). Dilain pihak pembangunan pertanian dan non pertanian di luar pulau Jawa terhambat karena kekurangan sumber daya manusia (Nitisastro dan Keyfitz, 1954; Muthalib 1980 dalam Saleh 1982 hal 1). Untuk mengatasi masalah tersebut telah ditempuh sistem

transmigrasi, yang pada prinsipnya sudah berlangsung sejak zaman Hindia Belanda sampai zaman Indonesia merdeka. Program perpindahan

2

penduduk di Indonesia secara resmi dimulai sejak tahun 1905, oleh pemerintah kolonial Belanda. Ketika itu sebanyak 155 KK penduduk dari daerah Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Karesidenan Kedu Jawa Tengah dipindahkan Ke Gedong Tataan Lampung. Kegiatan pemindahan penduduk yang ketika itu disebut “kolonisasi” merupakan salah satu keputusan politik “balas budi” Belanda terhadap jajahannya yang dikenal sebagai Politik Etis (Edukasi, Irigasi dan Emigrasi) Dalam catatan sejarah, program pemindahan penduduk tersebut selain untuk memenuhi

kebutuhan tenaga kerja atas proyek-proyek pemerintah Belanda di luar Jawa juga berkembang kecemasan tentang kelebihan penduduk pulau Jawa, lebih-lebih setelah sering terjadi bahaya kelaparan di beberapa daerah misalnya di Grobogan. Jadi secara historis, ketidak seimbangan penduduk Jawa – luar Jawa telah menjadi dikotomi yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah kolonial. Mulai saat itu penduduk pulau Jawa mulai disebar kewilayah lain di Indonesia secara parsiel sampai awal tahun menjelang kemerdekaan. Lima tahun setelah Indonesia merdeka , tepatnya taggal 12 Desember 1950, sebanyak 23 KK (77 Jiwa ) warga desa Bagelen Kresidenan Kedu Jawa Tengah diberangkatkan menuju Sukadana Lampung Selatan,

sebutan untuk program ini berubah menjadi “Transmigrasi” istilah ini diambil setelah melalui tukar pendapat dari berbagai kalangan (Anonim 1998 ; 6).

3

Proses pelaksanaan transmigrasi terus berlangsung dari tahun ke tahun dan dalam tahun 1972 telah ditetapkan kebijaksanaan baru tentang transmigrasi yang tertuang dalam Undang-Undang nomer 3 tahun 1972 dan diperkuat dengan Peraturan pemerintah No.2 Tahun 1999 Tentang penyelenggaraan Transmigrasi dengan tujuan : 1. Untuk meningkatkan Kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, diwujudkan melalui penyediaan kesempatan kerja dan peluang usaha, pemberian hak milik atas tanah, pemberian bantuan permodalan dan atau prasarana/sarana produksi,

menfasilitasi pengurusan administrasi dengan badan usaha, peningkatan pendapatan, pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan, pemantapan ideologi, mental spiritual, sosial dan budaya. 2. Pemerataan dan pembangunan daerah diwujudkan melalui

pembangunan pusat pertumbuhan wilayah baru atau mendukung pusat pertumbuhan wilayah yang sudah ada atau yang sedang berkembang. 3. Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, diwujudkan melalui pengelolaan temu budaya, tata nilai dan perilaku transmigran dan masyarakat sekitarnya untuk pemantapan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. (Anonim 1999 No. 2). Untuk menanggulangi persebaran penduduk yang tidak merata ini

4

dalam

upaya

meningkatkan

pendapatan

dan

tingkat

kesejahteraan, maka pemerintah telah memprogramkan perpindahan penduduk dari daerah yang padat ataupun yang kurang subur di Jawa, Bali, dan N. T. B. Ke luar daerah yang masih kurang penduduknya dan mempunyai tanah yang subur. Dengan adanya perpindahan penduduk atas bantuan pemerintah, maka diharapkan sedikit demi sedikit akan dapat dicapai persebaran penduduk yang merata antar daerah. Transmigrasi adalah bentuk pembangunan demokratis yang menempatkan HAM sebagai landasan pelaksanaannya. Sedangkan dalam operasionalisasinya, transmigrasi adalah pemberdayaan

masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam secara optimal. Oleh karena itu ada beberapa issu penting sebagai nilai dasar operasional untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan dan sasaran penyelenggaraan transmirasi yaitu : Asas kepeloporan, bahwa penyelenggaraan transmigrasi harus

didasarkan pada jiwa kepeloporan, keperintisan, dan semangat juang para penyelenggara, pelaksana, transmigran, dan semua pihak terkait. Asas kesukarelaan, bahwa penyelenggaraan transmigrasi harus

didasarkan pada jiwa dan semangat demokrasi dalam arti bahwa keputusan seseorang untuk ikut serta dalam proses transmigrasi harus dilandasi oleh kesadaran hati nurani tanpa adanya unsur pemaksaan dari pihak manapun.

5

Asas kemandirian, bahwa para penyelenggara dan transmigran harus mempertebal komitmen pada upaya pemberdayaan dan pengembangan diri tanpa menggantungkan bantuan dari pihak lain. Asas kekeluargaan, bahwa dalam melaksanakan kegiatan usaha dan kehidupan masyarakat harus didasarkan pada semangat dan jiwa kebersamaan dan gotong royong. Asas keterpaduan, bahwa penyelenggaraan transmigrasi harus

didasarkan pada semangat dan jiwa keterpaduan, sehingga semua kegiatan diberbagai tingkatan harus dilaksanakan secara terkordinasi, terintegrasi mengarah pada singkronisasi antar sektor pembangunan, instansi, swasta, dan masyarakat. Asas wawasan lingkungan, bahwa penyelenggaraan trnsmigrasi harus didasarkan pada wawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek pendayagunaan dan kelestarian fungsi lingkungan (Anonim; 1998). Sulawesi tengah yang merupakan salah satu Provinsi penerima transmigran, telah merasakan dampak positifnya. Tanah yang subur telah mulai dimanfaatkan untuk pencetakan sawah-sawah baru yang hasilnya telah dapat mencukupi kebutuhan pangan daerah sekitarnya. Dengan makin baiknya sarana perhubungan darat telah membuka daerah-daerah yang selama ini masih terisolir. Sebagai salah satu daerah transmigrasi yang sangat potensial di Sulawesi Tengah, Daerah Kabupaten Parigi Moutong telah menempatkan sebanyak 15.288 Kepala Keluarga (KK) atau 63. 836 jiwa transmigran

6

sejak pra Pelita sampai Pelita VI. Jumlah tersebut terdiri dari 8.067 KK (32.740 Jiwa) transmigran umum dan 7.211 KK (31.060 Jiwa) transmigran swakarsa (Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka .2002 ; 67). Jenis-jenis transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam peraturan

pemerintah Nomor 42 Tahun 1973 pada Bab III, Pasal 4, terdapat dua jenis transmigrasi yaitu : 1. Transmigrasi Umum, adalah Transmigrasi yang biaya

pelaksanaannya ditanggung oleh pemerintah. Yang termasuk transmigrasi umum adalah apabila transmigrasi itu sejak mulai dari kegiatan persiapan dan penyiapan lokasi pemukiman, pengerahan dan penempatan serta pembinaan dan pengembangan

transmigran sampai pada tahap terakhir yaitu penyerahan lokasi pemukiman transmigran kepada Departemen dalam negeri dimana biaya keseluruhannya menjadi beban pemerintah. 2. Transmigrasi Swakarsa, adalah transmigrasi yang biaya

pelaksanaannya ditanggung oleh transmigran yang bersangkutan atau pihak lain bukan pemerintah (Anonim;1985 ; 18). Standar pemerintah mengenai transmigrasi setelah 5 tahun di lokasi transmigran, karena pada saat tersebut transmigran dapat

menunjukkan kesungguhannya dalam mengusahakan tanah dan modal yang diberikan untuk dimanfaatkan menjadi transmigran mandiri. Setelah reformasi dan berlaku Otonomi daerah yang

mengharuskan pemerintah daerah untuk mengatur daerahnya sendiri,

7

menyebabkan pemerintah daerah enggan menerima transmigran, dengan anggapan bahwa transmigrasi umum merupakan beban daerah. Yang diinginkan pemerintah adalah transmigrasi swakarsa yang biaya

pelaksanaannya ditanggung oleh transmigran atau badan usaha lain yang menanggungnya. Selama berada di daerah transmigran diarahkan dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan yang dipengaruhi oleh perilaku transmigran itu sendiri di dalam hal berproduksi, berkonsumsi dan memasarkan hasil produksi yang dihasilkannya. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi dapat diartikan sebagai usaha dalam menentukan berbagai jenis kebutuhan dan cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perilaku ekonomi yang menyangkut

pemenuhan kebutuhan dengan menghasilkan barang dan jasa yang dapat mendatangkan daya guna adalah merupakan suatu kegiatan produktif, yakni kegiatan yang dilakukan masyarakat transmigrasi dalam fungsinya sebagai produsen, sedangkan perilaku ekonomi yang menyangkut penggunaan berbagai jenis barang dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi adalah kegiatan konsumtif yang merupakan kegiatan

masyarakat transmigrasi dalam fungsinya sebagai konsumen. Selain kegiatan untuk memenuhi kebutuhan perorangan maupun kebutuhan keluarga, dan ada pula kegiatan yang bersifat kemasyarakatan ialah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan bersama dilaksanakan secara bersama-sama atau gotong royong.

8

Kegiatan produksi masyarakat transmigrasi pada umumnya dalam bentuk usaha tani keluarga. Keberhasilan mereka adalah merupakan tanggung jawab semua anggota keluarga. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi sebagai pengelola dan penggerak sumber daya lainnya dalam proses kegiatan produksi. Keterbatasan sumber daya akan

dijadikan sebagai faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Keterbatasan inilah yang mengharuskan masyarakat transmigrasi baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen untuk mengambil keputusan, diantara berbagai pilihan yang ada untuk memperoleh manfaat, dengan senantiasa memperhatikan keadaan dan kelestarian lingkungan. Keterbatasan dapat membawa masyarakat untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat berhasil guna dan berdaya guna, serta kegiatan yang mendatangkan kesejahteraan bagi keluarganya. Penggunaan sumber daya secara efisien dalam kegiatan ekonomi rumah tangga akan memberikan hasil yang optimal bagi rumah tangga dan masyarakat transmigrasi. Output yang dihasilkan dapat ditingkatkan melaluli perluasan pasar baik pasar faktor produksi maupun pasar barang dan jasa, karena hal itu dapat menyebabkan perluasan pasar dan akan meningkatkan permintaan barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat transmigrasi. Kesejahteraan kehidupan ekonomi merupakan sasaran akhir dari perilaku ekonomi masyarakat yang tidak saja ditentukan oleh pendapatan

9

yang diperoleh sekarang, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan kepala rumah tangga, kekayaan yang dimiliki dan keadaan kesehatan anggota rumah tangga. Ketiga kompenen tersebut saling terkait sehubungan dengan itu disertasi ini mengangkat “Perilaku Ekonomi Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong” Provinsi Sulawesi Tengah. B. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari tujuan utama transmigrasi yaitu peningkatan pendapatan masyarakat transmigrasi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor : 1. Apakah tingkat efisiensi penggunan faktor-faktor produksi oleh masyarakat transmigrasi sudah efisien. 2. Apakah terdapat perbedaan besarnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga transmigrasi asal bali dan Jawa 3. Apakah masyarakat untuk transmigrasi memenuhi pakaian, dalam kebutuhan pendidikan, mengalokasikan konsumsi kesehatan bagi dan

pendapatannya keperluan

makanan,

kebutuhan lainnya dapat terpenuhi. 4. Faktor - Faktor apa yang mempengaruhi kesejahteraan kehidupan ekonomi masyarakat transmigrasi asal Bali dan Jawa di Kabupaten Parigi Moutong.

10

C. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, baik dia selaku produsen maupun konsumen, dan untuk mengetahui tingkat pendapatan rumah tangga transmigran. Dari tujuan tersebut dapat ditunjukkan sebagai berikut : 1. Untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunan faktor-faktor produksi oleh masyarakat transmigrasi. 2. Untuk mengetahui perbedaan besarnya porsi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga transmigrasi bali dan Jawa 3. Untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat transmigrasi dan perubahan konsumsi apabila terjadi perubahan pendapatan. 4. Untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian adalah : 1. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah Kabupaten Parigi

Moutong Provinsi Sulawesi Tengah maupun pemerintah pusat yang berkaitan dengan pelaksanaan transmigrasi agar pelaksanaannya menjadi lebih baik, bukan menjadi beban daerah tujuan, malah menjadi kebutuhan untuk pengembangan wilayah.

11

2. Diharapkan pula dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan terutama masalah penyebaran penduduk yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang bertransmigrasi dan masyarakat sekitarnya. 3. Diharapkan pula dapat bermanfaat bahwa teori yang dikemukakan juga dapat diterapkan terutama mengenai penggunaan faktor-faktor produksi yang efisien dan perilaku konsumen untuk melihat bagaimana masyarakat transmigrasi melakukan konsumsi apabila pendapatannya meningkat.

12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perilaku Ekonomi dan Kegiatan Produksi Ilmu ekonomi (economics) pada dasarnya adalah studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang selalu terbatas atau langka. Disebagian masyarakat sumber-sumber daya bukan dialokasikan oleh sebuah pelaku perencana tunggal, melainkan oleh jutaan unit atau pelaku ekonomi yang terdiri dari sekian banyak rumah tangga dan perusahaan. (Mankiw,1998;3). Menurut Samuelson (1985 :5) Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih menggunakan sumber daya yang langka dan yang memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian menyalurkannya – baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan berbagai kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Dengan demikian para ekonom mempelajari bagaimana orang membuat keputusan, mulai dari seberapa banyak harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya, apa saja yang mereka harus beli , bagaimana mereka dapat menabung dan seberapa banyak tabungan yang harus disisihkan untuk investasi serta bagaimana mereka harus berinteraksi satu dengan yang lainnya. Ide teori ekonomi perilaku (behavioural economics) sebagian besar datang dari Daniel Kahneman dalam Hamid (2003 :2), psikolog yang

13

tahun lalu memperoleh Nobel dalam bidang ekonomi. Berbeda dengan ajaran Neo-Klasik, ekonomi perilaku ini menganggap bahwa manusia tidak selalu bertindak rasional. Orang mengabaikan risiko, dan

mengambil langkah untung-untungan. Manusia mungkin tidak tahu bagaimana mengalokasikan uangnya untuk mencapai kepuasan

maksimum. Lebih dari itu manusia tidak melulu mementingkan diri sendiri atau serakah (selfish). Orang tua rela berkorban untuk anaknya dan orang menyumbang untuk kegiatan sosial atau keagamaan tanpa

mengharapkan keuntungan apapun. Anggapan manusia yang “selfish” telah menjadikan ilmu ekonomi mengajarkan manusia untuk selalu “berperang” (kompetisi) satu dengan lainnya mengajarkan “keserakahan” yang diperhalus dengan kata kemakmuran. Kenyataannya manusia tidak selalu demikian. Manusia bisa bekerja sama (co-operation) keadilan untuk memenuhi efisiensi, atau kebutuhannya, memasukkan

mengedepankan

ketimbang

pertimbangan moral dan etika dalam mengambil keputusan ekonomi. Karenanya ilmu ekonomi pun seharusnya bisa mengajarkan tentang konsep kerja sama untuk mencapai kemakmuran bersama bukan keserakahan individual. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi diidentifikasi melalui perilaku ekonomi rumah tangga yang termasuk anggota transmigrasi. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi adalah totalitas dari perilaku ekonomi rumah tangga yang ada pada kelompok transmigrasi tersebut.

14

Perilaku ekonomi rumah tangga dibedakan menurut fungsinya , yaitu sebagai produsen dan sebagai konsumen. Sebagai produsen mereka menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa dan sebagai konsumen mengkonsumsi barang-barang dan jasa-jasa. Schumacher (1979 : 48) mengemukakan pandangannya mengenai perilaku ekonomi dalam kegiatan produksi bahwa manusia itu sebenarnya bukanlah produsen, melainkan hanya perubah wujud. Schumacher membedakan antara barang karunia Tuhan dan barang buatan manusia. Barang pertama dibagi atas barang yang tidak dapat dipulihkan (nonrenewable) dan barang yang dapat dipulihkan (renewable). Barang kedua dibagi atas barang buatan pabrik dan jasa. Bertambahnya kecakapan manusia untuk menghasilkan barang ke-dua tidak ada gunanya kalau tidak didahului kecakapan manusia untuk menggali barang pertama dari bumi dia memerlukan barang pertama setiap kali membuat barang kedua. Randall (1981 ; 24) dalam hubungan perilaku ekonomi dan produksi yang banyak memperhatikan ekonomi sumber daya, lebih menekankan pengertian produksi dan konsumsi sebagai kegiatan dalam bentuk transformasi dan pada penciptaan dan penguasaan atau penghancuran pada pemakaian barang. Sedangkan konsep ekonomi untuk konsumsi dianggap cukup luas untuk mencakup penggunaan barang-barang, jasa-jasa dan kesenangan atau kenikmatan (aminities). Yang dimaksud kenikmatan konsumsi disini ialah daya guna atau manfaat

15

yang diperoleh dari keadaan alam atau lingkungan yang indah dan lestari, umpamanya kesenangan atau ketenangan yang diperoleh pada suatu tempat peristirahatan ditepi danau yang indah di daerah pegunungan. Barang ini digolongkan ke dalam barang-barang yang pemakaiannya tidak dapat dibagi-bagi (indivisible goods) dan dikonsumsi tanpa bersaingan. Keputusan yang telah diberikan kepada seseorang tidak mengurangi kemampuannya untuk memberikan kepuasan kepada orang lain. Hal ini erat hubungannya dengan manfaat lingkungan hidup di pedesaan yang aman, dan tenteram, indah dan nyaman, yang dapat mendatangkan kesenangan bagi semua orang. Menurut Veblen perilaku pengusaha Amerika dimasanya telah banyak mengalami perubahan. Dahulu para pengusaha menghasilkan barang-barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan melalui kerja keras. Investasi ke dalam apa yang disebutnya production for use. Tetapi pada masa sekarang laba dan keuntungan sebagian tidak lagi diperoleh melalui kerja keras dengan menciptakan barang-barang yang disukai konsumen, tetapi lewat “trik-trik bisnis” Produksi seperti ini disebutnya production for profit (Veblen, 1997 ;134) B. Kegiatan usaha tani keluarga Perilaku ekonomi yang khas dari rumah tangga di pedesaan yang berorientasi pada kemampuan merupakan akibat dari kenyataan bahwa, berbeda dari satu perusahaan kapitalis, ia sekaligus merupakan satu unit konsumsi dan unit produksi. Agar bisa bertahan sebagai satu unit, maka

16

keluarga itu pertama-tama harus memenuhi kebutuhannya sebagai konsumen yang boleh dikatakan tak dapat dikurangi lagi dan tergantung kepada besar kecilnya keluarga itu. Memilih kebutuhan-kebutuhan manusiawi yang minimum itu dengan cara yang dapat diandalkan dan mantap merupakan kriterium sentral yang menjalin soal-soal seperti memilih bibit, teknik bercocok tanam, penentuan waktu dan rotasi tanam. Bagi mereka yang hidup dekat dengan batas untuk pemenuhan kebutuhan hidup, akibat dari suatu kegagalan adalah begitu rupa , sehingga mereka lebih mengutamakan apa yang dianggap aman dan dapat diandalkan dari pada keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka panjang. Banyak hal yang kelihatannya ganjil dalam perilaku ekonomi petani bersumber pada kenyataan bahwa perjuangan untuk memperoleh hasil yeng minimum bagi masyarakat berlangsung dalam kekurangan tanah, modal, dan lapangan kerja di luar. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh A. V. Chayanov dalam Scott (1989:19) dalam studinya yang klasik tentang petani-petani kecil di Rusia, konteks yang terbatas itu kadang-kadang memaksa petani untuk melakukan pilihan yang tak masuk akal jika dilihat dari segi ketentuan-ketentuan pembukuan yang lazim

Keluarga-keluarga petani yang harus hidup dari hasil lahan-lahan yang kecil di daerah-daerah yang terlalu padat penduduknya akan bekerja keras dan lama secara tak terbayangkan untuk memperoleh tambahan yang bagaimanapun kecilnya dari produksi mereka – jauh melampaui titik di mana seorang kapitalis yang hati-hati tidak akan bersedia melangkah

17

lehih lanjut. Chayanov menamakan hal itu “self-exploitation” atau swapacal. Oleh karena tenaga kerja sering kali merupakan satu-satunya faktor produksi yang dimiliki petani secara relatif melimpah, maka ia akan terpaksa melakukan kegiatan-kegiatan yang melakukan banyak kerja dengan hasil yang sangat kecil, sampai kebutuhan-kebutuhan

subsistensinya terpenuhi. Hal itu bisa berupa perubahan tanaman atau teknik atau pemanfaatan waktu senggang dengan membuat barangbarang kerajian tangan, menjadi tukang, atau berjualan di pasar, yang mendatangkan hasil yang kecil sekali, akan tetapi boleh dikatakan hanya dengan cara cara itulah mereka dapat memanfaatkan kelebihan tenaga kerja. Ghayanov dalam Scott (1989 : 20) menunjukkan bagaimana, pada satu keluarga yang jumlah anggotanya tidak berubah, proporsi waktu dalam satu tahun yang digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan tangan dan untuk bekerja sebagai tukang semakin besar, apabila lahan yang tersedia untuk keluarga itu semakin berkurang. Kuatnya peranan tradisional dari pekerjaan kerajian tangan dan pertukangan di daerah-daerah yang kekurangan tanah seperti Burma Hulu, Annam, dan Tonkin, serta adanya pola berjualan secara kecilkecilan dikalangan petani Jawa, adalah sesuai dengan tata hubungan itu. Untuk menjamin bagi diri mereka satu subsistensi pokok, satu orientasi yang harus memusatkan segenap perhatian terhadap kebutuhan

18

hari ini saja tanpa memikirkan hari esok, maka petani kadang-kadang terpaksa harus menggadaikan masa depannya sendiri, satu panen yang gagal dapat memaksa mereka untuk menjual seluruh atau sebagian dari tanah mereka yang sudah kecil itu atau hewan penarik bajak mereka. Apabila kegagalan mereka itu meliputi daerah yang luas, mereka harus menjual dalam suasana panik dan dengan harga yang sangat rendah. Akibatnya bisa tragis dan sekaligus tak masuk akal. Studi Moerman dalam Scott (1999, 34) tentang pertanian pedesaan disebuah desa di Muanthai Utara memberikan salah satu bukti yang paling meyakinkan bahwa petani lebih mengutamakan subsistensi daripada keuntungan. Penduduk desa Ban Ping merupakan semacam kasus dari buku pelajaran, oleh karena kehidupan mereka untuk sebagian besar terbagi antara dua bidang sawah, yang satu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan subsistensi, sedangkan yang satu lagi “didominasi oleh hasrat memperoleh keuntungan.” Sawah besar dekat desa khusus ditanami padi untuk dimakan. Beras ketan yang disukai penduduk desa disebut “beras pangan” dan disawa besar itu tiap keluarga mendapat jatah sebidang lahan yang dalam keadaan normal menghasilkan padi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sepanjang tahun. Di sawah besar hanya digunakan teknik membajak yang tradisional dan ini berarti biaya tanam cukup rendah untuk dapat dipikul oleh tiap keluarga. Menurut Chayanov,(1991 ; 22) agaknya sekitar lima puluh tahun yang lalu sifat-sifat khas dari perilaku ekonomi petani itu telah membantah

19

kebenaran asumsi-asumsi ilmu ekonomi klasik tentang perilaku rasional. Namun sekarang, perilaku ekonomi petani yang sedemikian itu telah dapat dipahami secara lebih baik sebagai satu kasus khusus dari apa yang dapat diramalkan oleh teori mikroekonomi yang baku. Bahwa orang tetap menggunakan tenaga kerjanya di bidang pertanian dan kerajinan tangan , umpamanya merupakan akibat dari opportunity cost atau tingkat kesempatan tenaga kerja yang rendah bagi petani (artinya sedikit sekali kesempatan kerja di luar) dan marginal utility atau guna batas yang tinggi dari penghasilan bagi orang-orang yang hidup dekat tingkat batas subsistensi. C. Kegiatan Produksi Produsen adalah orang yang melakukan produksi, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diputuskan oleh seorang produsen. Pertama-tama produsen harus memutuskan berapa jumlah output yang akan di produksi. Akibatnya dia juga harus memutuskan berapa jumlah input yang akan dipakai dan bagaimana kombinasi input yang dipergunakan dalam berproduksi. Tujuan seseorang pengusaha memproduksi output ada bermacammacam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Namun tujuan pengusaha yang dibahas adalah dengan anggapan untuk memaksimumkan keuntungan.

20

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain, seperti halnya suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan fungsi ini dinamakan produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang

maksimum, meskipun tidak semua produsen akan berusaha mendapatkan keuntungan mendirikan maksimum. perusahaan Misalkan hanya ada seorang prestise, pengusaha jadi dia yang kurang

untuk

memperhatikan masalah efisiensi. Atau seorang jutawan yang ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangganya (Adiningsih, 1999 ; 3-4). Dalam pembahasan ini kita mengamati hal-hal yang berkaitan dengan produksi yang berkaitan dengan perilaku produsen, karena produsen harus membuat banyak keputusan. Di antaranya keputusan tentang berapa jumlah output yang akan diproduksi dan berapa jumlah input yang dan bagaimana kombinasi input yang akan dipakai. Hal pertama yang kita harus perhatikan apabila kita ingin

mempelajari perilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasan-

21

keterbatasan yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lain-lain. Menurut Adiningsih (1999 : 5) input suatu proses produksi dapat terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagai masukan suatu proses produksi. Sedangkan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Output dari suatu pabrik pada umumnya berujud barang namun output dari suatu cold storage beujud jasa. Ekonom menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis dari suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan hubungan fisik antara input dan output yang dapat dituliskan sebagai berikut : Ymax = f (input) Ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar kecilnya input. Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input adalah sebagai berikut : Ymax = f (input)

22

Ymax

=

f (x1 , x2 , x3 .......... , xn )

(2. 1)

Dimana Xn adalah jumlah input yang digunakan oleh tiap jenis input. Dari hasil penelitian empiris Sulham (2003), Aidawati (2004) dan Madukallang (1999) telah menggunakan model fungsi Produksi cobbDouglas dibangun atas asumsi bahwa parameter (elastisitas produksi) bersikap tetap (constant elasticity), teknologi yang digunakan adalah sama dalam proses produksi, interaksi antara faktor produksi yang digunakan dan tidak adanya pengaruh waktu serta berlaku untuk kelompok usahatani yang sama. D. Perilaku Ekonomi dan Pola Konsumsi Perilaku Konsumen (consumer behavior) didefinisikan sebagai studi tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan barang, jasa,

pengalaman serta ide-ide. Definisi yang sederhana ini mengandung sejumlah konsep penting. Deliarnov (1997; 131-133) menjelaskan pola perilaku orang terikat dengan masyarakat sekeliling, dan orang dalam tingkah lakunya berusaha ikut menunjang terhadap perkembangan masyarakat. Orang berusaha menghindari perbuatan yang akan merugikan orang banyak. Tetapi apa yang dilihatnya sekarang dalam masyarakat kapitalis finansil di Amerika ialah orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri saja, dan tiidak terlalu tertarik dengan kepentingan masyarakat banyak.

23

Berarti hal yang diperhatikan sekarang hanya uang, orang tidak peduli apakah perilaku ekonominya merugikan orang lain atau tidak. Orang berlomba-lomba mencari dan memperebutkan harta tanpa peduli akan cara. Hal ini disebabkan anggapan bahwa hanya harta yang mampu menaikkan status, harga diri atau gensi seseorang dalam masyarakat. Jika harta telah terkumpul, orang yang punya banyak waktu untuk bersenang-senang (leisure). Dengan demikian pada masa sekarang kemampuan untuk hidup bersenang-senang juga dijadikan sebagai alat untuk memperlihatkan derajat atau status seseorang. Makin mampu ia tidak bekerja dalam pekerjaan-pekerjaan produktif (leisure), makin tinggi derajat dalam masyarakat. Penyakit seperti ini banyak menghinggapi kaum wanita, dimana mereka memakai gaun mode mutakhir hanya sekedar untuk mengumumkan pada orang-orang bahwa ia absen dari pekerjaan produktif. Penyakit suka pamer ini menurut Veblen cepat berjangkit dalam masyarakat. Dalam hal ini ia memberi contoh, kalau seorang boss berlibur selama sebulan menggunakan yacht pribadi ke Bermuda, maka sekertarisnya dengan segala upaya (mungkin dengan menghabiskan seluruh tabungannya selama setahun) berusaha agar dapat berlayar selama seminggu ke Karibia. Kecendrungan perilaku konsumsi seperti ini disebut Veblen dengan istilah Conspicious consumption, yaitu konsumsi barang-barang dan jasa-jasa yang bersifat ostentatious (pamer, melagak), yang dimaksudkan membuat orang kagum. Sebagaimana diungkapkan

24

oleh Veblen : “Conspicious consumption of value goods is a means of reputability to the gentlement of leisure”. Yang jadi incaran konsumsi bagi masyarakat leisure ini terutama barang-barang sangat mahal, tidak peduli apakah barang itu tidak berguna bagi kehidupan sehari-hari atau tidak. Manfaat yang diperoleh dari pengkonsumsian barang-barang mahal tersebut memang tidak diperoleh dari barang itu sendiri, tetapi lewat dampaknya melalui orang lain. Apa yang dikatakan Veblen tentang perilaku konsumsi bermewahmewahan di atas, yang faedahnya tidak diperoleh langsung dari konsumsi barang itu sendiri, melainkan dari dampaknya terhadap orang lain, Duesenberry mengembangkan lebih lanjut yang dikenal dengan istilah demonstrations effects. Bagi Veblen gambaran di atas sungguh terbalik dengan tesis kaum Klasik dan Neo-Klasik yang mengatakan bahwa orang akan selalu memilih alternatif konsumsi terbaik untuk memperoleh kepuasan sebesarbesarnya.. Perilaku tersebut juga bertentangan dengan anggapan kaum Klasik bahwa tiap keputusan konsumen didasarkan pada rasio, bukan emosi. Menurut pandangan Veblen orang yang membeli sesuatu barang yang melebihi proporsi yang wajar jelas tidak rasional, dan yang lebih para lagi, kadang-kadang tingkah laku konsumsi mereka seperti orang “norak” Hal seperti ini sering terjadi pada golongan nouve riche, atau di Indonesia dikenal dengan istilah Orang Kaya Baru (OKB). Golongan ini umumnya

25

berasal dari orang miskin yang kemudian berhasil meningkatkan status finansilnya, karena kurang terbiasa dengan pola hidup orang-orang kaya, maka perilaku konsumsinya menjadi seperti tidak wajar. Veblen melihat bahwa perilaku conspicous consumption, dan

pecuniary emulation semakin menggejala dalam masyarakat kapitalis finansil liberal Amerika. Aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam

memahami perilaku konsumen menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1995 ;3) sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang karena pelbagai alasan, berhasrat mempengaruhi atau mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang kepentingan utamanya adalah pemasaran, pendidikan dan perlindungan konsumen, serta kebijaksanaan umum. Schiffman dan Kanuk (1994 ; 7) “The term consumer behavior refers to the behavior that consumers display in searching for,

purchasing, using, evaluating, and disposing of products and services that they expect will satisfy their needs”. Istilah perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

26

Sedangkan

Engel,

Blackwell

dan

Miniard

(1993

;

4)

mengartikannya sebagai “We

define consumer behavior as those

activities directly involved in obtaining, consuming, and disposing, of products and services, including the decision processes that precede and follow these action”.” Kami mendifinisikan perilaku konsumen sebagai suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan,

mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.” Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami “why

consumers do what they do”. Perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, proses membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan yang mengevaluasi.

Studi perilaku konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumberdaya yang tersedia (waktu, uang, usaha, dan energi). Secara sederhana , studi perilaku konsumen meliputi hal-hal sebagai berikut: Apa yang dibeli konsumen ?(what they buy ?), mengapa konsumen membelinya? (why they buy it ?), kapan mereka membelinya? (when they buy it ?), di mana mereka membelinya ? (where they buy it ?), berapa sering mereka membelinya ? (how aften they buy it?), dan berapa sering mereka menggunakannya ? (how often they use it ?). Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu ; (a)

27

kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya, (b) faktor perbedaan individu konsumen (c) faktor lingkungan konsumen. Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif pembelian, dan keputusan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang

mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi

pemasaran yang lebih baik (Sumarwan. 2003 ; 32 –33). Ketika anda lapar atau haus, maka anda akan segera mencari makanan atau minuman untuk menghilangkan rasa lapar dan haus tersebut. Rasa lapar dan haus mendorong seseorang untuk mencari makanan dan minuman. Dorongan tersebut disebut motivasi. Schifman dan Kanut (2000 ;63) mendefinisak motivasi “Motivation can be described as driving force within individuals that impels them to action. This driving force is produced by state of tension, which exists as tehe rresult of an unfulfilled needs” Solomon (1999 ; 104) mendefinisikan “Mitivation refers to the processes that cause people to behave as they do, It occurs whwn a need is aroused that the consumer wishes to satisfy. Once a need has been activated, a state of tension exists that drives the consumer to attempt to reduce or elminate the need”. Mowen dan Minor (1998 ; 160) mendifinisikan “Motivation refers to an activated statate within a person that leads to goal-directed behavior, It consists of the drives, urges, wishes, or desires that initeate the sequence of events leading to a behavior”. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidak

28

nyamanan (state of tension), antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut, inilan yang disebut motivasi (Sumarwan 2000 ; 35) Bagaimana motivasi terbentuk bisa dilihat pada gambarr 1. Stimulus atau ransangan (misalnya rasa lapar) akan menyebabkan pengenalan kebutuhan (need recognation). Ransangan tersebut bisa

datang dari dalam diri seseorang (kondisi fisiologis). Ransangan terjadi karena adanya gap seharusnya antara apa yang dirasakan dengan apa yang Gap inilah yang mengakibatkan adanya

dirasakan.

pengenalan kebutuhan akan makanan dan minuman (need recornation : unfulfilled needs, wants, and desires).

29

Belajar

Dan k terpenuhi

Kebutuhan dan KeinginanTekanan yang tidak Terpenuhi

Dorongan

Perilaku

Tujuan Memenuhi Kebutuhan

Proses Kohnitif

Tekanan Berkurang Gambar : 2. 1 Model Motivasi Shiffman dan Kanuk Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan tekanan (tension) kepada konsumen sehingga adanya dorongan pada dirinya (drive state) untuk melakukan tindakan yang bertujuan (goal-directed behavior). Tindakan tersebut bisa berbagai macam. Pertama, konsumen akan mencari informasi mengenai produk, merek atau toko. Kedua konsumen mungkin akan berbicara kepada teman atau saudara atau mendatangi toko. Ketiga konsumen mungkin membeli produk, atau jasa untuk

memenuhi kebutuhan tersebut. Tindakan tersebut akan menyebabkan tercapainya tujuan konsumen atau terpenuhinyakebutuhan konsumen (goal or fulfillent) atau konsumen memperoleh insentif (incentive objects atau consumer incentives). Insentif bisa berbentuk produk, jasa, informasi

30

yang dipandang bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Gambar 1 memperliharkan bagaimana proses motivasi terjadi. Kebutuhan yang dirasakan konsumen (felt need) bisa dimunculkan oleh faktor diri konsumen sendiri (fisiologis), misalnya rasa lapar, haus. Kebutuhan juga bisa dimunculkan oleh faktor luar konsumen, misalnya aroma makanan yang datang dari restoran sehingga konsumen teransang ingin makan. Iklan dan komunikasi pemmasaran lainnya bisa

membangkitkan kebutuhan yang dirasakan konsumen. Kebutuhan yang datang dari diri seseorang disebut sebagai kebutuhan fisiologis atau

biologis. Misalnya kebutuhan akan makanan air, udara, pakaian rumah. Kebutuhan tersebut biasa disebut kebutuhan primer. Produk tersebut dibutuhkan konsumen untuk mempertahankan hidupnya. Selain kebutuhan primer ada juga kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder diciptakan adalah kebutuhan yang muncul sebagai reaksi

konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Kebutuhan tersebut biasanya bersifat fsiologis karena berasal dari lingkungan konsumen . Kebutuhan yang dirasakan sering kali dibedakan berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian dan penggunaan produk. Pertama adalah kebutuhan ultilitarian (ultilitarian needs), yang mendorong konsumen membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objektif dari produk tersebut. Kedua adalah kebutuhan ekspresive atau hedonik (expressive needs atau hedonic needs), yaitu kebutuhan yang bersifat psikologis seperti rasa puas, gengsi, emosi, dan perasaan

31

subjektif lainnya. Kebutuhan ini sering kali muncul untuk memenuhi kebutuhan sosial dan estetika. Seorang konsumen selalu memakai dasi ketika berada di kantor. Dasi mungkin tidak memberikan manfaat fungsional bagi tubuh konsumen. Dasi memberikan manfaat estetika dan tuntutan sosial. Perilaku (tindakan) adalah berorientasi tujuan (goal-oriented behavior). Artinya untuk memenuhi kebutuhannya, seorang konsumen harus memiliki tujuan akan tindakannya. Tujuan adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan ada karena adanya kebutuhan. Tujuan dibedakan kedalam tujuan generik (generic goals), yaitu kategori umum dari tujuan yang dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan. Seorang konsumen mengatakan bahwa ia ingin memiliki rumah, maka ia telah manyatakan tujuan generiknya. Rumah akan memberikan perlindungan fisik dan khusus phikis kepada konsumen, yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kedua tujuan produk khusus (spesific produc goals), yaitu produk atau jasa dengan merek tertentu yang dipilih oleh konsumen sebagai tujuannya. Ketika konsumen menyatakan ingin membeli rumahdi komplek Villa Duta Bogor, maka konsumen telah menyatakan spesific product goals. Para pemasar harus memahami tujuan generik dari seorang konsumen, kemudian mengarahkannya ke spesific product goals. Misalnya konsumen haus ia mencari minuman (tujuan generik), maka produk minuman harus mengarahkan konsumen dengan mengatakan jika

32

anda haus, maka minumlah teh sosro. Dengan pernyataan seperti ini, maka pemasar telah mengarahkan konsumen kepada product sfesific goals (Sumarwan, 2003 ;37 –38). Maslow dalam Sumarwan mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentigannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan biologis (physiological or biogenic needs) sampai paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik (psyhogenic needs). Menurut teori Maslow manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Konsumen yang telah bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi biasanya muncul dan begitulah seterusnya. Model hirarki kebutuhn Maslow dapat dilihat pada gambar 2 berikut ;

33

Aktualisasi diri (sukses,Kuasa) Kebutuhan Ego (Status, Percaya Diri, Harga)

Kebutuhan Sosial (Dihormati, Berteman, Rasa Memiliki)

Kebutuhan Rasa aman dan Keamanan Perlindungan, Peraturan, dan Undang-Undang

Kebutuhan Fisiologis (Makanan, Air, Udara, Sex)

Gambar : 2.2 Model Hirarki Kebutuhan Maslow

1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs) Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan tersebut meliputi makanan,air, udara, rumah, pakaian, dan seks. Seorang ekonom yang bernama Engel membuat suatu teori yang terkenal dengan teori Engel, yang menyatakan bahwa semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil persentase pendapatannya untuk membeli makanan.

34

Dari data survei susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional, 1999) diketahui bahwa persentase pengeluaran rata-rata perkapita sebulan untuk makanan adalah 63 %, sedangkan untuk bukan makanan adalah 37 %. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia masih bergelut untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, yaitu makanan. Pengeluaran bukan makananpun sebenarnya sebagian untuk memenuhi kebutuhan fisiologis manusia. Jika angka untuk pengeluaran pakaian dan rumah dijumlahkan kepada pengeluaran makanan, maka angka persentasenya semakin besar. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen Indonesia masih belum sejahtera.

2. Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs) Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan tingkat kedua setelah kebutuhan dasar. Ini merupakan kebutuhan perlindungan bagi fisik manusia. Manusia membutuhkan perlindungan dari gangguan kriminalitas, sehingga ia bisa hidup dengan aman dan nyaman ketika berada di rumah maupun ketika bepergian. Keamanan secara fisik akan menyebabkan diperolehnya rasa aman secara psikis, karena konsumen tidak merasa was-was dan khawatir serta terancam jiwanya di mana saja dia berada.

3. Kebutuhan Sosial (Social Needs) Kebutuhan dasar dan rasa aman terpenuhi, manusia membutuhkan rasa cinta dari orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, serta diterima oleh

35

orang-orang sekelilingnya. Inilah kebutuhan tIngkat ketiga dari Maslow, yaitu kebutuhan sosial. Kebutuhan tersebut berdasarkan kepada perlunya manusia berhubungan satu dengan yang lainnya. Pernikahan dan keluarga adalah cermin kebutuhan sosial yang diperaktikkan oleh manusia. Keluarga adalah lembaga sosial yang mengikat anggotaanggotanya secara fisik dan emosional. Sesama anggota saling membutuhkan, saling menyayangi, saling melindungi, dan saling

mendukung. Keluarga yang satu akan berhubungan dengan keluarga lain sehingga membentuk hubungan sosial yang lebih luas, karena sesama keluarga saling membutuhkan agar bisa diterima dan berkomunikasi. Sesama individu juga saling membutuhkan untuk berhubungan karena karena mereka perlu berteman dan bersahabat.

4. Kebutuhan Ego (Egoistic or Esteem Needs) Kebutuhan ego atau esteem adalah kebutuhan tingkat keempat, yaitu kebutuhan untuk berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Manusia tidak hanya puas dengan telah terpenuhinya kebutuhan dasar, rasa aman dan sosial. Manusia memiliki ego yang kuat untuk bisa mencapai prestasi kerja dan karier yang lebih baik untuk dirinya maupun lebih baik dari orang lain. Manusia berusaha mencapai prestis, reputasi dan status yang lebih baik. Bahkan seorang individu ingin dikenal sebagai orang yang berprestasi maupun sukses.

36

5. Kebutuhan Aktualisasi diri (Needs for Self-Actualization) Derajat tertinggi dari kebutuhan adalah keinginan dari seorang individu untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Seorang individu yang ingin mengekspressikan dirinya dalam suatu aktivitas untuk membuktikan dirinya bahwa ia mampu melakukan hal tersebut. Seorang yang berbakat menjadi olah ragawan akan terdorong untuk meraih prestasi tertinggi

dalam bidang olah raga, untuk menjadi juara pada berbagai pesta olah raga yang bergensi seperti kejuaraan nasional, olimpiade. Kebutuhan aktualisasi diri juga menggambarkan keinginan seseorang untuk

mengetahui, memahami dan membentuk suatu sistem nilai, sehingga ia bisa mempengaruhi orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri adalah keinginan untuk bisa menyampaikan ide, gagasam dan sistem nilai yang diyakininya kepada orang lain. 6. Teori Motivasi McClelland David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi yang disebut sebagai McClelland’s Theory of learned Needs. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku, yaitu (1) Kebutuhan untuk sukses (Needs for Achivement), (2) kebutuhan untuk afiliasi (Needs for Affiliations), dan (3) kebutuhan kekuasaan (Needs for Power). Kebutuhan Sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi, dan karier yang baik. Seseorang yang memiliki

37

kebutuhan sukses akan bekerja keras, tekun dan tabah untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya. Ia akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu menghadapi segala tantangan dan masalah demi mewujudkan cita-citanya. Kebutuhan sukses memiliki kesamaan dengan kebutuhan ego dan kebutuhan aktualisasi diri dari teori Maslow. Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang sekelilingnya, dan ingin memiliki orangorang yang bisa menerimanya. Seseorang yang memiliki kebutuhan afiliasi akan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ia akan memilih produk dan jasa yang disenangi atau disetujui oleh teman dan kerabat dekatnya. Kebutuhan afiliasi memiliki kesamaan dengan kebutuhan sosial dari Maslow. Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, Tujuannya termasuk adalah mempengaruhi ia bisa orang-orang

disekelilingnya.

agar

mempengaruhi,

mengarahkan, dan mengatur orang lain (Sumarwan, 2003 ; 34 – 42). Budaya menurut Syafar (2001 : 99-100) merupakan suatu pola kepercayaan dan harapan yang dimiliki bersama oleh para anggota organisasi. Kepercayaan dan harapan tersebut menghasilkan peraturan tentang perilaku normal yang secara kuat membentuk perilaku peribadi dan kelompok organisasi.

38

Definisi tersebut dapat dilihat bahwa budaya pada dasarnya membentuk perilaku seseorang baik dalam pergaulan masyarakat maupun dalam kelompok yang lebih kecil (organisasi). Budaya juga merupakan motivator yang menggerakkan seseorang atau kelompok tertentu untuk berkarya atau bekerja bersungguh-sungguh menciptakan sesuatu (teknologi). Karena itu karsa dan karya manusia merupakan salah satu wujud kebudayaan. Selanjutnya Koentjaraningrat (1985 : 99104) dalam Syafar membagi wujud kebudayaan dalam tiga dimensi yaitu (a) wujud sebagai suatu kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia, (b) wujud sebagai suatu kompleks aktivitas, dan (c) wujud sebagai benda. Dimensi wujud pertama bersifat abstrak karena ia berada dalam alam pikiran penganutnya. Model kebudayaan ini disebut oleh para antropolog dan sosiolog sebagai sistem budaya (culture system). Sebagai sistem budaya, ia mengatur dan mengendalikan perilaku penganutnya. Karena itu konsep dalam wujud ini bermakna bahwa perilaku seseorang merupakan pengejawantahan nilai budaya yang dianutnya. Wujud kedua, kebudayaan sebagai kompleks aktivitas yang

bersifat lebih kongkrit dalam mana kebudayaan dapat diamati melalui interaksi manusia. Dimensi ini disebut oleh para pakar antropologi dan sosiologi sistem sosial (social system). Sebagai suatu sistem sosial,

maka interaksi manusia tidak muncul begitu saja, akan tetapi merupakan kegiatan yang lahir dan dikendalikan oleh gagasan atau ide-ide. Interaksi

39

ini memungkinkan munculnya ide-ide baru yang sebagian dari itu berproses menjadi akar budaya dari sistem yang bersangkutan. Kebudayaan fisik yang berwujud sebagai benda-benda, pada dasarnya merupakan hasil kegiatan interaksi antar manusia di dalam suatu sistem budaya tertentu. Karena ini menghasilkan suatu karya nyata berupa benda-benda, maka kebudayaan model ini sangat konkrit sering disebut sebagai “material culture”. Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa ketiga wujud kebudayaan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ide sebagai konsep yang abstrak akan melahirkan karya dalam bentuk benda-benda melalui interaksi manusia dalam suatu sistem sosial tertentu. Sistem nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat telah menjadi pedoman ideal dalam menyikapi obyek tertentu, tidak terkecuali terhadap pembangunan ekonomi, pembangunan politik, sebagaimana Koencara ningrat (1991) mengatakan bahwa nilai budaya menentukan sikap seseorang trhadap objek tertentu. Dimana sistem nilai budaya terdiri dari konsep-konsep yang hidup dalam pikiran mayoritas warga masyarakat. Berarti sistem nilai budaya dalam masyarakat merupakan ciri khas serta menjadi aturan sakral bagi perilaku setip orang dalam masyarakat yang menyebabkan nilai budaya tersebut melekat serta sangat sukar mengalami perubahan dan

40

Sayogyo (1992) menguraikan pandangan umumnya tentang nilai budaya bahwa faktor-faktor mental itu adalah pengetahuan mengenai sistem nilai budaya atar cultural value sistem dan mengenai sikap atau attitudes. Kedua hal itu menyebebkan timbulnya pola-pola cara berfikir tertentu pada warga suatu masyarakat dan sebaliknya pola-pola cara berfikir cara inilah yang mempengaruhi tindakan-tindakan dan kelakuan mereka maupun dalam hal membuat keputusan-keputusan yang penting dalam hidup. Sejalan dengan pengertian tersebut, maka sistem nilai budaya bukan hanya berfungsi sebagai pedoman, tetapi juga sebagai pendorong kelakuan manusia dalam melakukan aktivitas hidup termasuk dalam melakukan suatu kegiatan usaha, serta berfungsi sebagai sistem tata kelakuan yang tertinggi antara lain, seperti hukum, hukum adat, aturan sopan santun dan sebagainya. Oleh karena itu, meskipun nilai budaya merupakan konsepsi abstrak namun dapat mempengaruhi tindakan manusia secara langsung dan menyebabkan timbulnya pola cara berfikir tertentu pada individu yang bersangkutan. Misalnya, ada nilai budaya yang menganggap penting suatu konsepsi bahwa dalam kehidupan masyarakat itu orang yang sangat tergantung terhadap sesamanya. Nilai budaya seperti itu menyebabkan bahwa

dalam tindakan-tindakan ia selalu memberi kunjungan makan kepada tetangga atau kenalan-kenalannya, kalau dia mempunyai hajat atau selalu memberi oleh-oleh kepada mereka kalau dia kembali dari suatu perjalanan jauh. Tindakan seperti itu meskipun kadang-kadang dilakukan

41

dengan pengeluaran-pengeluaran tambahan

yang sebenarnya di luar

batas kemampuannya, toh dirasionalisasikan sebagai suatu cara berfikir yang menganggap bahwa apa yang telah dikeluarkan itu merupakan suatu harapan bahwa suatu saat mereka mendapat balasan berupa kemauan baik dari orang yang diberikan, seperti pertolongan mereka mendapat balasan berupa kemauan baik dari orang yang diberikan,

seperti pertolongan mereka berada dalam kesusahan. Hal ini dipertegas oleh Sayogyo (1992) dengan menggambarkan bahwa baik nilai budaya maupun sikap dapat mempengaruhi tindakan manusia. Secara historis gagasan mengenai Utility (kepuasan) di dalam ilmu ekonomi, pertama kali di perkenalkan oleh Jeremy Bentham (1748-1832). Sumbangan utama Bentham adalah mengembangkan gagasan kepuasan dan membawa pertimbangan vaksinasi kepuasan ke dalam analisis ekonomi. Kemudian Bentham mendefinisikan prinsip kepuasan sebagai suatu prinsip moral untuk memaksimalkan kesenangan atau kesenangan total minus kesedihan total. Bentham berpendapat bahwa semua kesenangan adalah sama, terlepas dari sember-sumbernya. Kesenangan yang diperoleh orang miskin adalah sama dengan kesenangan yang dinikmati oleh orang yang sangat kaya. Walaupun doktrin Utiilitarianisme ini keraguan sebagai petunjuk moral dan alat kebijaksanaan, namun menimbulkan pula masalah-masalah yang akan membingunkan banyak ahli ekonomi generasi selanjutnya, yaitu :

42

Pertama, meskipun Bentham berjuang untuk mewujudkan gagasan kepuasan secara konkret, tetap tidak jelas bagaimana

seseorang dalam praktik, dapat mengulur gagasan yang sulit di pahami ini. Juga tidak jelas bagaimana kita dapat, dalam praktik, membandingkan atau menjumlahkan kesenangan dan kesedihan yang dialami oleh orang yang berbeda-beda. Kedua, banyak orang telah mengkritik Utilitarianisme yang menjadi

doktrin yang tak bermoral, karna mengabaikan pandangan keadilan atau kejujuran dalam menilai tindakan pemerintah dan individu. Misalnya, dibawah Utilitarianisme, diskriminasi akan dibenarkan jika bisa menghasilkan kebahagiaan maksimum dalam negara. Terakhir, ada dugaan terjadi komplik antara pandangan Bentham tentang Sifat manusia dengan pandanganya tentang moralitas. Terlepas dari kelemahan-kelemahan teorinya ini namun Bentham di juluki sebagai bapak Utilitarianisme dan juga menjadi pemandu Filosofis bagi banyak generasi ahli ekonomi yang mengikutinya.(Pressman .2000 : 37 – 42). Leon Walras (1834-1910) bersama dengan William Stanley Jevons (18351882), Carl Menger (1840-1921) dan Jonh Bates Clark (1847-1938) adalah beberapa penemuan independen dari gagasan kepuasan marginal (marginal utility). William Stanley Jevons terkenal karena usahanya untuk membawa analisis kepuasan ke dalam ilmu ekonomi. Jevons, JB. Clark dan Menger

43

secara terpisah, menemukan gagasan kepuasan subyektif dan prinsip,dari kepuasan marginal yang menurun (diminishing marginal utility).

Penemuan prinsip kepuasan marginal yang menurun tampaknya telah terjadi pada akhir 1850 an ketika Jevons sedang bekerja di Australia. Dan beberapa tahun kemudian Jevons (1871) mengemukakan dengan lebih tepat perbedaan penting antara kepuasan total dan kepuasan marginal. Perbedaan ini menghasilkan perkembangan dari teori perilaku konsumen modern. Jevons mengatakan bahwa ketika orang-orang mengkonsumsi barang yang semakin lama semakin banyak, kepuasan total yang mereka peroleh dari konsumsi barang tersebut pada umumnya meningkat. Tetapi ketika konsumsi orang-orang bertambah banyak, kepuasan yang mereka dapatkan dari sertiap kuantitas tambahan dari barang tersebut akan menurun, Jevons melangkah lebih jauh lagi dengan mengatakan bahwa setiap konsumen berada dalam keseimbangan apabila penambahan dalam pengeluaranya tidak dapat meningkatkan kepuasan

totalnya.selanjunya, Jevons menerapkan gagasan kepuasan kepada tenaga kerja. Dengan penerapan ini, dia membantu menunjukkan begaimana upah ditentukan dan bagaimana para tenaga kerja beroperasi. Jevons mengasumsikan bahwa pekerjaan itu tidak menyenangkan dan karenanya para buruh mengalami kepuasan negatif atau ketidak puasan. Di pihak lain pekerjaan juga memberikan kepuasan positif karena para buruh dibayar untuk pekerjaan mereka dan buruh dapat menggunakan pendapatannya ini untuk memberi barang. Karena itu individu-individu ini

44

terus mengembangkan antara ketidak puasan dalam pekerjaan dengan kepuasan dari penggunaan barang yang dapat mereka beli dengan uang hasil kerjanya tersebut. Sepanjang kepuasan konsumsi melebihi ketidak puasan bekerja, maka orang-orang akan terus bekerja. Pada titik dimana ketidak puasan kerja melebihi kepuasan konsumsi orang-orang akan berhenti bekerja dan menikmati waktu luangnya. Aplikasi analisis kepuasan untuk pasar tenaga kerja ini mempunyai beberapa konsekwansi penting, antara lain : Pertama, perbedaan antara tenaga kerja yang produktif dan tidak, yang pertama kali dikemukakan Francoisonesnay (1694-1774),

tampak menjadi tidak tepat. Semua tenaga kerja adalah produktif dalam pengertian bahwa pekerjaan ini menghasilkan kepuasan bagi para individu pekrja, yang dapat mengambil cek

pembayaran mereka dan membeli barang dengan uang tersebut. Kedua, dengan masuknya teori kepuasan kedalam studi tenaga kerja menimbulkan keragu-raguan terhadap teori upah klasik, manusia tidak berada dalam kenyamanan dengan upah subsistensi ; penawaran tenaga kerja tergantung kepada upah yang berlaku. Jika upah telalau rendah, pekerja akan mengundurkan diri dari pasar dan menikmati kesenangan. Ketiga, bertentangan dengan David Ricardo (1772-1823) dan Karl Marx (1818-1883), bagi Javons tidak ada pertentangan antara tenaga kerja dan modal. Tenaga kerja membuat keputusanya sendiri

45

apakah

ia

mau

bekerja keuntungan

atau dan

tidak, kerugian

dengan dari

cermat

menyeimbangkan

pekerjaan.

Kapitalis juga membuat keputusan serupa ketika memutuskan apakah ia akan berinvestasi dan mempekerjakan lebih banyak pekerja atau tidak. (Pressman. 2000 : 82 – 87). CarlL Menger (1840-1921) adalah salah seorang dari ahli ekonomi pertama yang menemukan teori keputusan marginal dari nilai dan perinsip kepuasan marginal yang semakin berkurang. Bertentangan dengan ahli ekonomi klasik Inggeris, Menger berpendapat bahwa nilai lebih ditentukan oleh factor subyektif (kepuasan atau permintaan) ketimbang factor obyektif (biaya produksi atau persediaan). Menurut Menger, nilai berasal dari kepuasan kebutuhan manusia. Manusia perlu menciptakan

permintaan akan barang-barang, mereka menjadi kekuatan penggerak dari pertukaran ekonomi dan membantu menentukan harga. Lebih jauh Menger berpendapat , karena kebutuhan manusia lebih besar dari pada barang yang tersedia untuk memuaskan kebutuhan ini orang-orang akan memilih secara rasional diantara semua barang alternatif yang tersedia untuk mereka. Menger juga mengakui bahwa ketika semakin banyak jumlah barang yang dibeli seseorang, setiap urutan kuantitas yang dibeli akan mengurangi kepuasan konsumen. Yaitu, orang akan mengalami kepuasan marginal yang menurun ketika mereka semakin banyak mengkonsumsi barang. Sayangnya Menger hanya memberikan sedikit contoh dari barang-barang konsumsi tersebut, dan juga tidak

46

menjelaskanmengenai apa yang sebenarnya yang diukur (keinginan atau kepuasan relatif yang diterima dari konsumsi barang-barang) (Pressman, 2000; 87-92). Pendekatan kedua untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam upaya mencapai maksimisasi kepuasan (utility maximization) adalah pendekatan ordinal atau pendekatan kurve indiferens. Pendekatan kurve indiferens ini pertama kali ditemukan oleh Francis Ysidro Edgeworth. Sumbangan penting dari Francis Ysidro Edgworth (1845 – 1926) adalah gagasan tentang kepuasan yang semakin bertambah. Edgeworth memindahkan focus perhatian ahli ekonomi dari kepuasan pokok (cardinal) menuju kepada kepuasan ordinal, yang menyangkut pengurutan preferensi konsumen berdasarkan kepuasan yang diperoleh dari masingmasing barang. Kepuasan ordinal tidak terlalu sulit dibandingkan dengan kepuasan cardinal, karena kepuasan ordinal mensyaratkan konsumen cukup mengetahui bahwa mereka lebih menyukai barang A dari pada barang B, atau sebaliknya, atau bahwa mereka tidak tertarik dengan kedua barang tersebut. Edgeworth kemudian menggunakan pandangan kepuasan ordinal untuk mengembangkan gagasankurve indiferens. Kurve ini adalah serangkaian titik yang merepresentasikan kombinasi dari dua barang yang memberi jumlah yang sama dari kepuasan untuk individu tertentu. Edgeworth mengasumsikan bahwa kurve indiferens tidak akan berbentuk garis lurus namun berbentuk garis cekung dari titik origin. Hal ini disebabkab adanya kepuasan marginal yang menurun (diminishing

47

marginal

utility)

Edgeworth

kemudian

mengaplikasikan

alat

jurve

indiferens ini untuk menganalisis pertukaran antara dua orang (batter), dan kemudian dikembangkan lagi oleh para ahli ekonomi kontenporer untuk menganalisis perdagangan antar dua negara (Pressman, 2000; 99 – 105). Senada dengan Edgeworth, Vilredo Pareto (1848 – 1923) juga mengubah focus ahli-ahli ekonomi dari kepuasan kardinal (pokok) menjadi kepuasan ordinal. Pareto berpendapat bahwa kepuasan ordinal

seharusnya membentuk basis analisis ekonomi ketimbang kepuasan pokok. Dengan mengukur dalam konteks kepuasan ordinal, konsumen individudiasumsikan mengetahui bahwa barang A lebih disukai ketimbang barang B, dan juga mengetahui berapa banyak barang A yang lebih disukai ketimbang barang B . Karena itu menurut Pareto, dengan memindahkan focus kepada kepuasan ordinal dapat menggunakan ilmu ekonomi lebih realistis dalam menggambarkan perilaku manusia. Dan juga dengan memindahkan kepuasan ordinal kita tidak perlu lagi risau tentang bagaimana kepuasan diukur atau bagaimana agar dapat membandingkan kepuasan dari orang yang berbeda (Pressmann,2000;111-116). Hasil penelitian Saleh (1984; 374) bahwa proporsi pendapatan rumah tangga yang dikonsumsi makin mengecil searah dengan makin sempitnya tanah sawah yang dimiliki oleh rumah tangga tersebut. Dan sebaliknya rata-rata pengeluaran konsumsi perkapita makin membesar searah dengan makin luasnya sawah yang dimiliki oleh rumah tangga.

48

Selain itu ada kecendrungan pada setiap rumah tangga desa bahwa proporsi pengeluaran perkapita untuk beras makin mengecil, dan dilain pihak pengeluaran perkapita untuk makanan non beras makin membesar dengan makin besarnya jumlah pengeluaran rumah tangga perbulan. Bentuk dan kondisi rumah di pedesaan tampaknya semakin membaik. Perubahan bentuk dan kondisi rumah terjadi terutama pada golongan petani bertanah luas dan golongan pedagang atau pengusaha. Di desa-desa contoh terlihat adanya hubungan positif antara pemilik sepeda motor, mobil, dan televisi dengan rata-rata pendapatan perkapita. Engel menyimpulkan bahwa untuk rumah tangga miskin sebagian besar pengeluarannya untuk makanan, berbeda hanya dengan rumah tangga yang tergolong kaya. Hal ini juga berlaku baik rumah tangga besar maupun rumah tangga kecil untuk tingkat pengeluaran yang yang sama. Hal ini menandakan bahwa besarnya proporsi yang dikeluarkan untuk makanan dapat dijadikan indikator indikator tidak langsung terhadap kesejahteraan. Dengan demikian, maka dua rumah tangga yang mempunyai proporsi pengeluaran yang sama besar untuk makanan seharusnya mempunyai pendapatan riel yang sama pula tanpa menghiraukan banyaknya anggota keluarga (Deaton,1983 :193) dan (Philips, 1974 : 100 – 105).

E. Pendapatan Rumah Tangga

49

Melalui berbagai kebijakan, setiap pemerintah menginginkan peningkatan pendapatan yang lebih tinggi bagi seluruh penduduknya, sekaligus menghendaki agar distribusi pendapatan yang diperoleh lebih merata atau lebih adil. Sebagian kebijakan pemerintah, seperti pengadaan sistem kesejahteraan (negara berperan langsung membantu

penduduknya yang kurang beruntung) dan asuransi pengangguran, secara khusus ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan dengan secara langsung membantu penduduk yang kurang mampu (Mankiw, 2000; 5).

F. Kesejahteraan Kehidupan Ekonomi
Tujuan dari perilaku ekonomi Rumah Tangga masyarakat Transmigrasi adalah bagaimana mencapai kesejahteraan kehidupan ekonomi.

Kesejahteraan kehidupan ekonomi bersifat subyektif yang ditentukan oleh berbagai variabel. Dalam penelitian ini Variabel-variabel yang mempunyai hubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi, dapat dibatasi mulai dari variabel pendapatan rumah tangga, kekayaan rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, keadaan kesehatan seluruh anggota rumah tangga. 1. Variabel pendapatan rumah tangga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga. Pendapatan mempunyai hubungan kesejahteraan ekonomi rumah tangga. langsung dengan

50

2. Variabel kekayaan rumah tangga mempunyai hubungan tidak langsung dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga melalui variabel pendapatan. 3. Variabel tingkat pendidikan kepala rumah tangga mempunyai hubungan langsung dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga, diduga pula mempunyai hubungan tidak langsung dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga melalui variabel pendapatan rumah tangga. 4. Variabel kesehatan anggota rumah tangga mempunyai hubungan langsung dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga dan juga mempunyai hubungan tidak langsung dengan

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga melalui variabel pendapatan. Hubungan kausal tersebut dapat dijelaskan dengan

menggunakan model analisis jalur (path analysis) seperti pada gambar berikut :

51

E1
1

X1

Y1

X2

X3

Y2
1

E2

Gambar 2. 13 Model analisis jalur kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Penjelasan : X1 = Tingkat pendidikan formal kepala rumah tangga (skor) X2 = Kekayaan rumah tangga (Rp.) X3 = Keadaan kesehatan anggota rumah tangga (skor) Y1 = Pendapatan rumah tangga dalam waktu 1 tahun (Rp.)

52

Y2 = Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga. Variabel X1, X2, X3, adalah peubah eksogen yang variabilitasnya

diasumsikan terjadi disebabkan karena peubah-peubah diluar model kausal. Oleh sebab itu tidak ada tujuan untuk menjelaskan variablitas peubah eksogen tersebut. Variabel-variabel Y1 dan Y2 adalah peubah endogenus yang variasinya dapat dijelaskan oleh peubah eksogenus ataupun peubah endogenus dalam sistem yang ada. Variabel Y1 merupakan peubah tidak bebas dari variabel-variabel X1, X2 dan X3, selanjutnya merupakan variabel bebas dari variabel Y2. Variabel Y2 merupakan variabel tidak bebas dari variabelvaribel X1, X2 , X3 dan Y1. Model ini merupakan model rekusif, karena arus kausal dalam model bersifat empat arah, oleh karena tidak mungkin mendapatkan semua peubah untuk variabel-variabel Y1 (pendapatan rumah tangga

transmigrasi) dan Y1 (kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga), variabel-variabel tersebut dilengkapi dengan peubah residual, yaitu masing-masing e1 untuk variabel Y1, e2 untuk variabel Y2. Peubah residual ini merupakan efek dari peubah-peubah model. Asumsi yang melandasi analisis path adalah : 1. Di dalam model analisis path,hubungan antar variabel adalah linier dan aditif. yang tidak termasuk dalam

53

2. Hanya model rekursif yang dapat dipertimbangkan, yaitu hanya sistem aliran causal kesatu arah, sedangkan pada model yang mengandung causal resiprokal tidak dapat dilakukan analisis path. 3. Variabel endogen miimal dalam skala interval. 4. Observasi variabel diukur tanpa kesalahan (instrumen pengukuran valid dan reliabel). 5. Model yang dianalisis dispesifikasikan (diidentifikasi dengan benar berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep yang relevan (Solimun 2002 ; 53). Pada gambar 13 dapat dilihat koefisien-koefisien jalur Koefisien – koefisien jalur dapat dihitung kalau dinyatakan dalam koefisien korelasi rx1 xj (di sederhanakan menjadi rij), di mana berlaku rumus : rij = 1/n Σ Zi Zj Koefisien jalur dari peubah residual e1, e2 adalah : E1 = E2 = (1 – R2y1x1x2x3) (1 – R2y2x1x2x3y1)

dimana R2 xn xi . . . xn-1 adalah koefisien determinasi multipel dari variabel endogenus xn dengan semua variabel yang mempengaruhinya. Dari koefisien-koefisien jalur tersebut dapat dihitung besarnya efek langsung dan efek tidak langsung antar variabel, demikian juga efek langsung dan efek tidak langsung yang mempengaruhi kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong. H. Penelitian Terdahulu

54

Hasil penelitian Nurland (1993; 151) menjelaskan mengenai alokasi waktu dan pengeluaran rumah tangga etnis Bugis, Makassar dan Mandar dalam masyarakat nelayan di Sulawesi Selatan, bahwa perilaku konsumen tiap keluarga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu besarnya pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, banyaknya anggota keluarga yang mencari nafkah, tingkat pendidikan, siapa yang

menentukan dalam melaksanakan pekerjaan, status rumah tangga dan etnis. Hasil penelitian Levang (2003; 156-157) di Tolai pengembangan UPT pada tahun 1970 bertepatan waktunya dengan Revolusi Hijau. Dengan memiliki 2,5 hektare lahan subur, orang Bali di Tolai mengerjakan sawa tidak seintensif di Untoro. Taraf penggunaan sarana produksi masih rendah, jarang melebihi 100 kg pupuk perhektare dibanding 56 kg di Untoro. Pada tahun 1984 meskipun mengalami kerusakan besar yang disebabkan oleh tikus, pada sampel yang diteliti seluruhnya

berpenghasilan rata-rata 3.390 kg padi perhektare. Penghasilan rata-rata sebuah keluarga di Tolai 2,5 kali lebih tinggi dari pada sebuah keluarga di Untoro. Kegunaan surplus agak berbeda dari desa lain terutama karena usia UPT yang masih muda. Kedatangan sejumlah besar transmigran belum lama ini telah mengakibatkan harga tanah meningkat. Penduduk setempat yang memiliki cadangan tanah dalam jumlah besar sangat tergoda untuk memecah-mecah petak lahan yang tidak dapat dibudidayakan secara

55

teratur. Harga lahan wanabera atau lahan terbuka masih sangat menarik bagi orang Bali. Investasi jelas menguntungkan sebab mengubal lahan tersebut menjadi sawah dapat melipatgandakan harga tanah. Di Tolai 36 % dari transmigran membeli tanah bagi dirinya sendiri atau bagi anggota keluarganya. Lima belas tahun setelah kedatangannya, transmigran ratarata memiliki 3,2 hektare. Sejumlah besar uang digunakan untuk perbaikan tempat tinggal (100 % dari rumah mereka terbuat dari tembok atau setengah tembok), untuk pendidikan (20 % dari keluarga itu yang tidak menyekolahkan seorang anaknya di ibu kota propinsi); untuk kebutuhan konsumsi (17 % untuk televisi, dan 34 % untuk sepeda motor),dan untuk bepergian (60 % keluarga, satu atau lebih anggota keluarga naik pesawat udara untuk menengok keluarganya yang tinggal di Bali. Keluarga di Tolai sangat maju bila dibanding dengan keluarga Indonesia ditempat lain. Sebesar 86 % dari keluarga tersebut menggunakan jasa pengemudi traktor untuk menggarap sawahnya. Sebanyak 30 % dari keluarga petani memiliki traktor kecil sebagai milik pribadi atau milik bersama. Hasil penelitian Madukallang (1999; 200) menjelaskan temuan-temuan utama sebagai berikut : 1. Alokasi penggunaan sumberdaya usaha tani baik di Desa Dombu maupun di Desa Maranata belum efisien, kecuali penggunaan lahan usaha tani di Desa Maranata sudah efisien. Penggunaan lahan usaha tani di Desa Dombu belum efisien karena rasio nilai

56

produksi marginal dengan “opportunity cost” lahan usaha tani mempunyai uji statistik yang berbeda nyata dengan satu (1.6729) atau lebih besar dari satu (sig. = 0.01). Ini berarti bahwa usaha tani di Desa Dombu masih kurang, sehingga masih perlu diadakan penambahan lahan usaha tani. Hal yang sama juga terjadi untuk faktor modal, baik di Desa Dombu maupun di Desa Maranata. Rasio nilai produk marginal dengan “opportunity cost” modal usaha tani mempunyai uji statistik yang berbeda nyata dengan satu atau lebih besar dari satu (sig. =0.01). Ini memberi gambaran mengenai perlunya penambahan modal untuk usaha tani pada kedua desa. Keadaan berbeda terjadi pada penyediaan tenaga kerja. Rasio nilai produk mariginal dengan “oppourtunity cost” tenaga kerja pada kedua desa jauh lebih kecil dari satu (sig.=0.01). Ini berarti penggunaan tenaga kerja pada kegiatan usaha tani sudah berlebihan. Menurut hasil perhitungan Efisiensi teknik usaha tani Desa Maranata = 0.64, efisiensi ekonomi = 0.45 dan efisiensi harga = 0.70. diperkirakan bahwa keadaan yang hampir sama juga terjadi di Desa Dombu 2. pola konsumsi Desa Dombu: pengeluaran untuk bahan makanan dengan elastisitas yang lebih besar dari satu (1.0908) dengan uji t yang sangat nyata (sig.=0.0000) menandakan bahwa bahan makanan bagi masyarakat Desa

57

Dombu merupakan barang superior. Pengeluaran untuk pakaian dengan elastisitas 0.7276 (sig.=0.0000) dan

kesehatan

dengan

elastisitas

0.5935

(sig.=0.0004),

keduanya merupakan barang normal bagi masyarakat Desa Dombu. Pola konsumsi Desa Maranata : pengeluaran bahan makanan dengan elastisitas 0.6972(sig. = 0.0000) menandakan bahwa bahan makanan bagi masyrakat Desa Maranata merupakan barang normal. Pengeluaran untuk pakaian dengan elastisitas 0.6787 (sig.= 0.0015), perumahan dengan elastisitas 0.8358 (sig.=0.0244), dan kesehatan dengan elastisitas 0.6405 (sig.=0.0274), ketiganya adalah pengeluaran untuk barang normal bagi masyarakat Desa Dombu. Pengeluaran untuk pendidikan dengan elastisitas 1.1208 (sig.= 0.0065) dan pengeluaran lainnya dengan elastisitas1.5342 (sig.=0.0000) merupakan pengeluaran untuk barang superior bagi masyarakat Desa Maranata. 3. Variabel-variabel pendidikan kepala rumah tangga,

kekayaan rumah tangga, kesehatan anggota rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan harapan kehidupan ekonomi rumah tangga yang lebih baik, yang diduga mempunyai hubungan dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi

masyarakat Desa Dombu, semuanya mempunyai hubungan baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan

58

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga, dengan pengertian (bi ⊃ SEi ). Tetapi yang mempunyai hubungan nyata secara statistik ialah: variabel pendidikan kepala rumah tangga dan variabel kekayaan terhadap variabel pendapatan masing-masing (sig.=0.07) dan (0.00), variabel pendapatan terhadap variabel harapan hidup yang lebih baik (sig.=0.01), dan variabel harapan hidup yang lebih baik terhadap variabel kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (sig.=0.00). Dengan demikian maka dapat

disimpulkan bahwa secara nyata peningkatan pendidikan kepala rumah tangga dan kekayaan rumah tangga akan menyebabkan peningkatan pendapatan. Peningkatan

pendapatan akan meningkatkan harapan untuk memperoleh kehidupan ekonomi yang lebih baik dan selanjutnya harapan untuk memperoleh kehidupan ekonomi yang lebih baik akan meningkatkan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga. Hasil penelitian Aidawati (2004; 246), menjelaskan mengenai Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Ekonomi Transmigrasi Lokal di Sulawesi Selatan. 1. pemanfaatan sumberdaya ekonomi yang dimiliki transmigrasi lokal seperti lahan, belum optimal. Hasil pendugaan produksi menunjukkan adanya pengaruh positif yang sangat nyata dari

59

sumberdaya tersebut terhadap tingkat produksi usahatani transmigran lokal dengan skala produksi keempat UPT local berada pada kenaikan hasil yang berkurang. Dengan demikian adanya kemungkinan untuk menerapkan prinsip ekonomi agar mendapatkan keuntungan maksimum dengan tingkat

penggunaan sumberdaya yang optimum sehingga perlu mempertimbangkan konsep efisiensi ekonomi. Penggunaan sumberdaya yang dominan belum optimal (efisien) untuk usahatani padi,jagung,kacang tanah,jambu mente,dan kakao di UPT lokal adalah pupuk urea,pupuk TSP,pupuk

KCI,pestisida,benih, dan peralatan. 2. Untuk usahatani tanaman pertanian dan perkebunan akan optimum pada kondisi optimal (1) apabila menggunakan 0,33 Ha tanaman Padi, 0,51 Ha tanaman jagung dan 0,72 Ha tanaman kakao pada UPT Lombok I,II,III dengan keuntungan maksimum sejumlah Rp 1.585.197. Dengan adanya

peningkatan harga output dalam batas AI-OCR (optimal (2)) yang tidak merubah solusi optimum, luas lahan dan nilai slack tidak merubah namun Rp akan meningkat keuntungan ini

transmigran

sejumlah

3.093.784.

keuntungan

meningkatkan 95 % dari kondisi sekarang (optimal(1)). Selanjutnya apabila dinaikkan harga input dan output masingmasing 15 % tanpa memperhatikan batas-batas AI-OCR dan

60

tidak merubah solusi optimum maka diperoleh keuntungan sejumlah Rp 1.822.976 meningkat 14,9 %. 3. untuk usahatani tanaman pertanian dan perkebunan akan optimum pada kondisi optimal (1) apabila menggunakan 0,04 Ha tanaman padi, 0,05 Ha tanaman kacang tanah dan 1,47 Ha tanaman kakao pada UPT Bulukatoang dengan

keuntungan maksimum sejumlah Rp 1.490.885. Dengan adanya peningkatan harga output dalam batas AI-COR (optimal(2)) yang tidak merubah solusi optimum, luas lahan dan nilai slack tidak berubah namun akan meningkatkan keuntungan transmigran sejumlah Rp 1.826.591. Keuntungan ini meningkat 22,5 % dari kondisi sekarang (optimal(1)). Selanjutnya apabila dinaikkan harga input dan output masingmasing 15 % tanpa memperhatikan batasan AI-COR dan

tidak merubah solusi optimum maka diperoleh keuntungan sejumlah Rp 1.714.517 meningkat 15 %. 4. usahatani tanaman pertanian dan perkebunan yang optimum (optimal(1)) pada UPT Timusu jika menggunakan 0,47 Ha tanaman padi,0,45 Ha tanaman kacang tanah dan 0,85 Ha tanaman kakao dengan keuntungan maksimum sejumlah Rp 1.503.897. Dengan adanya peningkatan harga output dalam batas AI-OCR (optimal(2)) yang tidak merubah solusi

optimum, luas lahan dan nilai slack tidak berubah namun akan

61

meningkatkan

keuntungan

transmigran

sejumlah

Rp

2.927.318. Keuntungan ini meningkat 94,6% dari kondisi sekarang (optimal(1)). Selanjutnya apabila dinaikkan harga input dan output masing-masing 15% tanpa memperhatikan batasan AI-COR dan tidak merubah solusi optimum maka diperoleh keuntungan sejumlah Rp 1.792.928 naik 19,2%. 5. faktor-faktor yang mempengaruhi produksi (pendapatan) usahatani tanaman pertanian dan perkebunan pada UPT Lombok I,II,III adalah pendidikan, jumlah keluarga,

perkembangan harga sarana produksi,perkembangan harga hasil produksi, penyuluhan lapangan, ongkos angkutan dan modal, dengan korelasinya sebesar 90,05%, nilai koefisien determinasi yang disesuaikan sebesar 81,1%, sehingga faktor yang dominan mempengaruhi pendapatan transmigran di UPT Lombok I,II,III adalah modal, penyuluhan lapangan,dan perkembangan harga hasil produksi. Khusus studi di Sulsel yang terkait dengan pemanfaatan waktu luang rumah tangga (petani) dengan menggunakan dasar model household dilakukan oleh Halide (1979) pada petani di DAS Jeneberang. Halide (1979) mengungkapkan bahwa petani belum menunjukkan kurva supply tenaga kerja yang backward bending,sejak anggota keluarga petani (usia kerja) selalu ikut bekerja pada kegiatan produktif untuk memperoleh pendapatan tambahan bagi keluarga, dimana ditemukan bahwa tingkat

62

waktu kerja di desa hulu adalah hanya 0,26 dan desa bawah sebesar 0,46.

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
A. Kerangka Konseptual Merujuk sebelumnya pada tinjauan yang pustaka dan hasil-hasil bab penelitian maka

seperti

diuraikan

pada

terdahulu,

dibangunlah suatu kerangka pemikiran yang akan menjadi acuan guna mengkaji dan memberikan solusi tentang permasalahan yang diajukan pada penelitian ini. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh perilaku ekonomi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Shiffman dan Kanuk (2000 : 63) yang mengatakan bagaimana motivasi terbentuk dari stimulus atau ransangan (misalnya rasa lapar) akan

63

menyebabkan pengenalan kebutuhan (need recornation). Ransangan tersebut bisa datang dari dalam diri seseorang (kondisi fisiologis). Ransangan terjadi karena adanya gap antara apa yang dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan. Gap inilah yang mengakibatkan adanya pengenalan kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud selain kebutuhan primer ada juga kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya.

Kebutuhan yang dirasakan sering kali dibedakan berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian dan penggunaan produk. Perilaku (tindakan) berorientasi tujuan (goal orientied behavior)i. Artinya untuk memenuhi kebutuhannya seseorang harus memiliki tujuan akan tindakannya. Tujuan tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan. Dipadukan dengan teori Maslow yang mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan biologis (physiological or biogenic needs) sampai paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik (psyhogenic needs). Menurut teori Maslow manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Konsumen yang bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi biasanya muncul dan begitulah seterusnya. David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi yang disebut sebagai McClelland’s Theory of learned Needs. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang

64

individu untuk berperilaku, yaitu (1) Kebutuhan untuk sukses (Needs for Achivement), (2) kebutuhan untuk afiliasi (Needs for Affiliations), dan (3) kebutuhan kekuasaan (Needs for Power). Kebutuhan Sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi, dan karier yang baik. Seseorang yang memiliki kebutuhan sukses akan bekerja keras, tekun dan tabah untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya. Ia akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu menghadapi segala tantangan dan masalah demi mewujudkan cita-citanya. Kebutuhan sukses memiliki kesamaan dengan kebutuhan ego dan kebutuhan aktualisasi diri dari teori Maslow. Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang sekelilingnya, dan ingin memiliki orangorang yang bisa menerimanya. Seseorang yang memiliki kebutuhan afiliasi akan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ia akan memilih produk dan jasa yang disenangi atau disetujui oleh teman dan kerabat dekatnya. Kebutuhan afiliasi memiliki kesamaan dengan kebutuhan sosial dari Maslow. Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, Tujuannya termasuk adalah mempengaruhi ia bisa orang-orang

disekelilingnya.

agar

mempengaruhi,

mengarahkan, dan mengatur orang lain (Sumarwan, 2003 ; 34 – 42).

65

Tujuan seseorang pengusaha memproduksi output ada bermacammacam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Namun tujuan pengusaha yang dibahas adalah dengan anggapan untuk memaksimumkan keuntungan. Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain, seperti halnya suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan fungsi ini dinamakan produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimu, meskipun keuntungan mendirikan tidak semua produsen Misalkan hanya akan ada berusaha mendapatkan yang kurang

maksimum. perusahaan

seorang prestise,

pengusaha jadi dia

untuk

memperhatikan masalah efisiensi. Atau seorang jutawan yang ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangganya (Adiningsih, 1999 ; 3-4). Dalam pembahasan ini kita mengamati hal-hal yang berkaitan dengan produksi yang berkaitan dengan perilaku produsen, karena

66

produsen harus membuat banyak keputusan. Di antaranya keputusan tentang berapa jumlah output yang akan diproduksi dan berapa jumlah input yang dan bagaimana kombinasi input yang akan dipakai. Hal pertama yang kita harus perhatikan apabila kita ingin

mempelajari prilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasanketerbatasan yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lain-lain. Menurut Adiningsih (1999 : 5) input suatu proses produksi dapat terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagaimasukan suatu proses produksi. Sedangkan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Output dari suatu pabrik pada umumnya berujud barang namun output dari suatu cold storage beujud jasa. Ekonom menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis dari suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan hubungan fisik antara input dan output yang dapat dituliskan sebagai berikut :

67

Ymax = f (input) Ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar kecilnya input. Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input adalah sebagai berikut : Ymax = f (input) Ymax
=

f (x1 , x2 , x3 .......... , xn )

Dimana Xn adalah jumlah input yang digunakan oleh tiap jenis input. Engel menyimpulkan bahwa untuk rumah tangga miskin sebagian besar pengeluarannya untuk makanan, berbeda halnya dengan rumah tangga yang tergolong kaya. Hal ini juga berlaku baik rumah tangga besar maupun rumah tangga kecil untuk tingkat pengeluaran yang sama. Hal ini menandakan bahwa besarnya proporsi yang dikeluarkan untuk makanan dapat dijadikan indikator tidak langsung terhadap kesejahteraan. Dengan demikian, maka dua rumah tangga yang mempunyai proporsi pengeluaran yang sama besar untuk makanan seharusnya mempunyai pendapatan riel yang sama pula tanpa menghiraukan banyaknya anggota keluarga (Deaton,1983 :193) dan (Philips, 1974 : 100 – 105).

68

B. Kerangka Pemikiran

KEBIJAKAN PEMERINTAH U.U. KETRANSMIGRASIAN

FUNGSI PRODUKSI  LUAS LAHAN  TENAGA KERJA  MODAL

KONDISI AWAL TRANS
LUAS LAHAN  LATA BELAKANG PENDIDIKAN BUDAYA INTERAKSI

B. POLA KONSUMSI
 PENDAPATAN  JUMLAH ANGGOTA RT.  KONSUMSI RT. 1.Makanan 2. Pakaian 3. Pendidikan 4. Kesehatan 5. Pengeluaran lainnya

PENDAPATAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI

69

Kesejahteraan Masyarakat Transmigrasi

MASYARAKAT TRANSMIGRASI MANDIRI

Gambar 3.1 Skema Kerangka Pikir Penelitian

C. Hipotesis Mengacu pada tinjauan pustaka, kerangka pemikiran dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka disusunlah hipotesis sebagai berikut : 1. Penggunaan faktor-faktor produksi yang tersedia

untuk usaha tani masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong belum dimanfaatkan secara efisien. 2. Ada perbedaan besarnya proporsi pengeluaran

untuk konsumsi rumah tangga transmigrasi asal Bali dengan Jawa.

70

3. pola konsumsi

Perubahan pendapatan menyebabkan perubahan rumah rendah tangga. Rumah tangga yang tingkat dalam

pendapatannya

mengkonsumsi

bahan

makanan

proporsi yang lebih besar dari allokasi pendapatan, dibanding dengan rumah tangga transmigrasi tingkat pendapatannya lebih tinggi. 4. Faktor- Faktor yang mempengaruhi hubungan

kausal antara tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga transmigran dengan tingkat pendidikan kepala rumah tangga,

besarnya kekayaan yang dimiliki, keadaan kesehatan anggota rumah tangga dan tingkat pendapatan masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong.

BAB IV METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu dipilih secara purposif dua Kecamatan yang mempunyai penduduk masyarakat transmigran yang lamanya tinggal di wilayah di Kecamatan tersebut paling rendah lima tahun.

71

B. Jenis, Sumber dan Metode Penarikan Sampel Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh langsung dari transmigran dan data sekunder bersumber dari instansi terkait. Untuk penarikan sampel dari Kabupaten, kecamatan, desa dan tingkat rumah tangga transmigran. Data tingkat Kabupaten, kecamatan dan desa meliputi : Keadaan penduduk, wilayah dan keadaan lembaga sosial ekonomi masyarakat transmigran. Data rumah tangga meliputi : kegiatan ekonomi menyangkut kegiatan produksi dan pemasaran hasil produksi rumah tangga , kegiatan ekonomi meliputi konsumsi, konsumsi rumah tangga transmigran dan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga transmigran. C. Penarikan Sampel Untuk mengetahui perilaku ekonomi masyarakat Transmigrasi, maka perlu digunakan bantuan metode statistik. Metode statistika sangat membantu dalam pengambilan sampel, pengumpulan data, penyajian data, sampai pada pengambilan keputusan yang disebabkan karena telah mempunyai aturan-aturan yang sudah baku dan telah berlaku umum. Namun demikian perlu disadari bahwa penggunaan metode statistik yang tidak pada tempatnya dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat dan demikian pula pengambilan keputusan yang kemungkinan kurang bermanfaat, bahkan dapat menimbulkan banyak kerugian. Oleh sebab itu model-model statistik yang digunakan dalam penelitian ini

72

peneliti berusaha untuk dapat mengemukakan dengan jelas baik asumsiasumsi, maupun kecocokannya. Rencana penelitian ini berdasarkan metode statistik inferensial, sedangkan metode statistik diskreptif yang dimulai dari keadaan yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan pada metode deskriptif tidak diragukan

kebenarannya.

Berbeda halnya dengan metode inferensial masih

diragukan kebenarannya, disebabkan keadaan populasi didekati melalui generalisasi keadaan sampel yang berarti bahwa metode inferensial banyak dipakai dalam penelitian, karena dapat dipergunakan untuk meneliti populasi yang relatif besar dengan penggunaan biaya, tenaga dan waktu yang relatif sedikit, dibanding dengan penelitian yang menyeluruh dari suatu keadaan populasi. Metode statistik imprensial memberikan petunjuk yang berlaku umum untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode tersebut, mulai dari cara penarikan sampel yang representatif mewakili populasi, hingga pada penentuan tingkat kepercayaan (comfidence interval) yang dapat diberikan pada penarikan suatu kesimpulan. Penentuan sampel dilakukan secara random sampling, yang berarti semua populasi mempunyai peluang yang sama mewakili sampel lainnya. Dari enam kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, hanya dua kecamatan yang mempunyai transmigran Umum yang berasal dari Bali dan Pulau Jawa. Maka penentuan sampel dilakukan secara purposive

73

pada Kecamatan Moutong. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dan proporsional 5 % dari populasi yang ada di

Kecamatan tersebut. Penentuan sampel menurut Suparmoko (1995 ; 42), apabila sama sekali tidak ada pengetahuan tentang besarnya variance dari populasi. Cara terbaik adalah cukup dengan mengambil persentase tertentu, 5 %, 10 % atau 50 % dari seluruh jumlah populasi. Beberapa hal yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan besarnya persentase yaitu : 1. Bila populasi N besar, persentase yang kecil saja sudah dapat 2. Besarnya sampel hendaknya jangan kurang dari 30. 3. Sampel sayogyanya sebesar mungkin selama dana dan waktu masih dapat menjangkau. Untuk pengambilan sampel di kecamatan yang terpilih adalah dari 2922 KK x 5 % = 146 KK terdiri dari masing – masing : Desa Petuna Sugi Desa Margapura 711 KK x 5 % Jumlah sampel adalah = 36 KK = 146 KK

2211 KK x 5 % = 110 KK

PETA WILAYAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

74

Keterangan Kec. Tinombo Kecamatan Moutong Kec. Tomini Kec. Parigi / Ampibabo Kec. Sausu

D. Metode Analisis Untuk menguji hipotesis pertama digunakan analisis Cobb-douglas Jawaban yang diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel yang

75

telah ditetapkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Analisis diskreptif diikuti analisis produksi dengan Fungsi produksi Cobb-Douglas. Untuk membuktikan hipotesis penelitian pertama digunakan

analisis fungsi produksi cobb-Douglas yaitu suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel; vriabel yang satu disebut variabel dependen, yang dijelaskan (Y) dan yang lain variabel independen, yang menjelaskan, (X). Penjelasan hubungan antara Y dan X biasanya dengan cara regresi, yaitu variasi dari Y akan dipengaruhi oleh variasi dari X. Dengan demikian, kaidah-kaidah pada garis regresi juga berlaku dalam penyelesaian fungsi Cobb-Douglas. Secara matematik fungsi produksi, fungsi Cobb-Douglas dapat dituliskan sebagai berikut: b1 b2 bi bn Y = a X1 X2 . . . Xi . . . . Xn еu bi u = a Π Xi e Bila fungsi produksi Cobb-Douglas dinyatakan oleh hubungan Y dan X, maka: Y = f ( X1, X2, . . . . Xi , . . . Xn ) Y = variabel yang dijelaskan, X = variabel yang menjelaskan, a,b = besaran yang akan diduga, U = kesalahan (disturbance term), dan e = logaritma natural, e = 2,718.

76

Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan tersebut diubah menjadi bentuk linier berganda dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut menjadi: Log Y = log a + b1 log X1 + b2 log X2 + v; Di mana: Y* = log Y X* = log X v* = log v a* = log a (Soekartawi; 1990; 160 -161) Ada tiga alasan pokok fungsi Cobb-Douglas digunakan, yaitu : 1. Penyelesaian fungsi Cobb-Douglas relatif lebih mudah

dibandingkan dengan fungsi yang lain, misalnya pada fungsi kuadratik, maka fungsi cobb-Douglas dengan mudah ditransfer kebentuk linear. 2. Hasil pendugaan garis melalui fungsi Cobb-Douglas akan

menghasilkan koefisien regresi yang sekaligus juga menunjukkan elastisitas. Jadi besaran b dari variabel masukan produksi yang bersangkutan. 3. Besaran elastisitas tersebut sekaligus menunjukkan tingkat

besaran return to scale.

1. Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi

77

Kegiatan

ekonomi

masyarakat

yang

bertujuan

untuk

meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang semakin baik, maka usaha tersebut tidak terlepas dari efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Masyarakat memiliki sumber daya yang terbatas sebagai faktor produksi, hal ini menyebakan sumber daya yang digunakan harus secara efisien. Efisiensi diartikan sebagai penggunaan sumber daya yang paling baik dari apa yang tersedia untuk mencapai hasil yang memuaskan. Definisi yang lengkap mengenai efisiensi berasal dari Vilfredo Pareto (1848-1923). Pareto melihat efisiensi secara global, yang dikenal sebagai Pareto Optimality yaitu apabila suatu keadaan terjadi pada organisasi sosial di mana tidak ada perubahan yang dapat dilakukan untuk membuat seseorang lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk keadaannya. Efisiensi yang dibahas dalam penelitian ini seperti efisiensi yang dikemukakan pada hipotesis pertama ialah efisiensi penggunaan faktor produksi, luas lahan, tenaga kerja dan modal dengan mempergunakan metode analisis Average production function (APF) dan Frontier production function (FPF) dari fungsi produksi CobbDouglas. a. Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi dengan APF Untuk mengetahui pengalokasian faktor-faktor produksi yang digunakan transmigrasi sudah efisien dapat didekati dengan

membandingkan antara produk marginal dan faktor biaya. Model yang

78

digunakan untuk mengestimasi produk marginal adalah fungsi produksi Cobb-Douglas seperti berikut : ^ b1 b2 bn

Y = b0 X1 X2 . . . . . . . . Xn
Dimana : ^ Y = produksi Xi = faktor-faktor produksi sampel i b0 = intercept bn = elastisitas produksi terhadap faktor produksi i Produk marginal dari faktor produksi X1 adalah : ∧ ∂Y ∂x1 ^ ∂Y ∂X1 ^ ∂Y1 ∂X1 . ^ ∂Yj ∂X1 b1 ( Y*) = X* b1 ( Y ) = X1 . b1 b 1 ( b 0 X1 = X1 b2 bn X2 . . . X n ) b1 – 1 = b 0 b 1 X1 b2 bn X2j . . . Xn

dan seterusnya untuk faktor produksi lainnya. Y* adalah produksi rata-rata geometrik dan X*1 adalah rata-rata geometrik dari jumlah faktor produksi i (Fattah M, 199 ;52 – 53).

79

Penggunaan faktor produksi tersebut dikatakan efisien bilamana nilai produk marginal sama dengan harga faktor produksi. Secara matematik dapat ditulis : p( bi Y* / X*i ) = Ci Di mana p adalah harga produksi perunit dan Ci adalah harga faktor produksi i per unit. bi Y* / Xi* = Ci /p atau (bi Y* / X*i) ( p/Ci ) = 1 Untuk menguji apakah secara statistik nilai (bi Y* / X*i)(p/Ci) = 1 Digunakan uji t (bi Y* / X*i)(p/Cj) - 1 thit. = {Var (bi)(Y* / Xi*)2(P/Cj)2}0,5 b. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi FPF Fungsi produksi frontier adalah fungsi produksi yang dipakai untuk mengukur bagaimana fungsi produksi sebenarnya terhadap posisi prontiernya. Karena fungsi produksi adalah hubungan fisik antara faktor produksi dan produksi, maka fungsi produksi prontier adalah hubungan fisik faktor produksi dan produksi pada prontier yang posisisinya terletak pada garis isokuan. Garis isokuan ini adalah tempat kedudukan titik-titik yang menunjukkan titik kombinasi penggunaan masukan produksi yang optimal; lihat gambar 1 (Soekartawi, 1990; 215 – 222 ). X2/Y U’ Efisiensi teknik (ET) = OB/OC ≤ 1

80

P’ A

.C .B . . . . . ·D . . . . U

Efisiensi ekonomi (EE) = OA/OC ≤ 1 Efisiensi harga (EH)= OA/OB

0 Gambar 3.2

P

X1/Y

Ukuran Efisiensi Menurut Farrel

Garis lengkung UU’ adalah garis isokuan yang menggambarkan tempat kedudukan titik-titik kombinasi penggunaan input X1 dan X2 terhadap produksi Y. Titik C dan titik-tik lain yang posisinya dibagian luar dari garis UU’ adalah tingkat teknologi dari masing-masing individu pengamatan. Konsep berikutnya adalah stochastic frontier. Dikatakan demikian karena nilai variabel X (dan mungkin juga nilai Y) adalah berubah-ubah yang disebabkan karena faktor lain yang

mempengaruhinya. Secara matematik hal ini dapat dituliskan seperti persamaan. Y = f(X) exp (v-u) Di mana f(X) exp (V) adalah stochastic production frontier. Menurut Forsun, dkk., (1980) v harus menyebar mengikuti sebaran atau distribusi yang simetrik sehingga dapat “menangkap” kesalahan (error) dan variabel lain yang ikut mempengaruhi nilai Y dan X. Sedangkan nilai exp (u) adalah menunjukkan technical in-effisiency, di mana u > 0.

81

a. Garis UU’ adalah garis isokuan dan berbagai kombinasi input X1 dan X2 untuk mendapatkan sejumlah Y tertentu yang oftimal. Garis ini sekaligus menunjukkan garis frontier dari fungsi produksi Cobb-Douglas. b. Garis PP’ adalah garis biaya yang merupakan tempat kedudukan titik-titik kombinasi dari biaya berapa dapat dialokasikan untuk mendapatkan sejumlah input X1 dan X2 sehingga mendapatkan biaya yang optimal. c. Gris OC yang menggambarkan “jarak” sampai seberapa teknologi dari suatu usaha pertanian atau non-pertanian. Karena UU’ adalah garis isokuan, maka semua titik yang terletak di garis tersebut adalah titik yang menunjukkan bahwa di titik tersebut terdapat produksi yang maksimum. Dengan demikian, bila titik tersebut berada di bagian luar dari garis isokuan, misalnya di titik C, maka dapat dikatakan bahwa teknologi produksi belum mencapai titik maksimum yang ada di garis isokuan. Di lain pihak karena garis PP’ adalah garis biaya, maka setiap titik yang berada di garis tersebut adalah menunjukkan biaya optimal yang dapat digunakan untuk membeli input X1 dan X2 untuk mendapatkan produksi yang optimum. Kalau produksi dikalikan dengan harga dan dikurangi dengan biaya-biaya, maka akan diperoleh besarnya keuntungan. Berarti dengan demikian besarnya efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga sudah dapat dihitung.

82

Untuk menghitung Produksi maksimum digunakan formulasi berikut : Maksimukan: Dengan kendala : Dengan cara lagrangian: ∂L ∂x1 ^ ∂Y ∂x1 ^ b1 b2 Y = b0 X1 X2 b3 X3

B = P1X1 + P2X2 + P3X3 L = λ ( B – P1 X1 – P2 X2 – P3 X3)

1.

=

- λ P1 = 0

∧ ∂L ∂x1 2. ∂L ∂x2 ∂Lj ∂x2 ∂L ∂x3 ∂L ∂x3 ∂L ∂λ ∧

b 1 – 1 b2 b3 = b 0 b 1 x1 x2 x3 - λ P1 = 0…(1) ^ ∂Y ∂x2 b1 b2-1 b3 = b0 b2 x1 x2 x3 - λ P2= 0… ^ ∂Y ∂x3 b1 = b 0 b 3 x1 x2 b2 b3-1 x3 - λ P1 = 0 …(3) (2)

=

- λ P2 = 0

3.

=

- λ P3 = 0

4.

= B - P1X1 – P2X2 – P3X3 = 0

83

∂L

b 1 – 1 b2 b3 = b 0 b 1 x1 x2 x3 - λ P1 = 0…(4)

∂x1 Dari persamaan (1) diperoleh: b1 – 1 b2 b3 b0 b1 x1 x2 x3 - λ P1 = 0 b1-1 b2 b3 b0 b1 x1 x2 x3 λ = P1 Dari persamaan (2) diperoleh: b1 b2-1 b3 b0 b2 x1 x2 x 3 - λ P2 = 0 b1 b0 b2 x1 λ = P2 Dari persamaan (3) diperoleh: b1 b0 b3 x1 x2 b2 b3-1 x3 - λ P 1 = 0 b1 b0 b3 x1 λ = P3 Subtitusikan persmaan (5) ke (6) diperoleh: b1-1 b2 b3 b0 b1 x1 x2 x3 P1 b1-1 b2 b3 x2 x3 = b1 b2 -1 b3 b0 b2 x1 x2 x3 b0 b1 x1 -1 b1x1 = -1 b2x2 P2 P1 P1 P2 b1 b2 -1 b3 = b0 b2 x1 x2 x3 P2 x2 b2 b3 -1 x3 …… (7) x2 b2 -1 b3 x3 …… (6)

….. (5)

84

b1 b2 b1x2

1 x1 = 1 x2 P1 = P2

P1 P2

b2x1 x2 =

x1 b 2 P1 . . . . . . . . . . . .(8) b 1 P2 Subtitusi persamaan (5) ke (7) diperolreh: b0 b1 x1 b1-1 b2 b3 x2 x3 = P1 b1-1 b2 b3 b0 b1 x1 x2 x3 = b1 b0 b3 x1 b1x1-1 = b3x3-1 1 b1 x1 b3 b1x3 = b3x1 x3 = b 1 P3 P3 x1 b 3 P1 . . . . . . . . . . (9) 1 x3 P1 P3 P1 = P3 b2 b3 -1 x2 x3 P1 P3 P1 P3 b1 b2 b3 -1 b0 b3 x1 x2 x3

85

Subtitusi persamaan (8) dan (9) ke persamaan (4) diperoleh: B - P1X1 – P2X2 – P3X3 = 0 X1b2 P1 B - P1X1 – P2 - P3 b 1 P2 X1b2 P1 B - P1X1 – b1 X1b2 P1 P1X1 + b1 b 2 P1 X 1 P1 + X1 b1 b1 b 3 P1 = B = B X1b3 P1 = 0 b 1 P3

X 1b 3 P1 = 0 b1 X 1b 2 P1 = B

+ b1 b1 b1 P1 + b2P1+b3 P1

B X1 = b1 P1 + b2P1+b3 P1 b1 b1 B X1 = b1 P1 + b2P1+b3 P1 Jadi X1 = b1 B

86

P1 (b1 + b2 + b3 ) Dari persamaan (8) diperoleh: X1b2P1 X2 = b1P2 b1 B P1(b1+b2+b3 X2 = b 1P2 b2 B Jadi X2 = P2 (b1+b2+b3) Dari persamaan (9) diperoleh: X 1 b 3 P1 X3 = b1P3 b1 B P1(b1+b2+b3) X3 = b 1P3 b3 B Jadi X3 = P3 (b1+b2+b3) dapat diperoleh: b1-1 b2 b3 b0 b1 x1 x2 x3 λ = P1 = P2 b1 b2 -1 b3 b0b2 x1 x2 x3 = P3 b1 b2 b3 -1 b0 b3 x1 x2 x3 b 3P1 b 2P1

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat diukur nilai efisiensi berikut : a. efisiensi teknik (ET); b. efisiensi ekonomi (EE); dan

87

c. efisiensi harga (EH); Efisiensi teknik adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara produksi sebenarnya dengan produksi maksimum. Efisiensi ekonomi adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum. Secara matematik hubungan antara ET, EE dan EH adalah sebagai berikut : EE = ET - EH Besaran ET ≤ 1 ; EE ≤ 1; dan besaran EH tidak selalu harus

kurang atau sama dengan satu. Selanjutnya garis isokuan UU’ diduga dengan fungsi produksi Cobb-Douglas dengan mengestimasi FPF yang dipelopori oleh Farrel M.J. terus dikembangkan oleh Timmer (1970,1971 dengan menggunakan teknik a probabilistic frontier Cobb-Douglas Production Function.

2. Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Untuk menguji hipotesis dua digunakan analisis regresi linear dalam teori ekonomi ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang konsumsi ialah harga barang itu sendiri, harga barang lain, selera konsumen, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, umur anggota keluarga, pendapatan sekarang dan pendapatan yang diperkirakan pada masa yang akan datang. Namun yang paling besar pengaruhnya adalah pendapatan yang diperoleh

88

keluarga. Pola pengeluaran untuk konsumsi yang bersifat umum dapat dibuat. Hukum inilah yang dikenal dengan hukum Engel, sesuai dengan nama penemunya yaitu Christian Lorenz Ernst Engel seorang statistisian jerman abad 19 yang mencoba melihat hubungan antara tingkat pendapatan dengan tingkat konsumsi rumah tangga. Engel menyimpulkan bahwa untuk rumah tangga miskin sebagian besar pengeluarannya untuk makanan, berbeda halnya dengan rumah tangga yang tergolong kaya. Hal ini menandakan bahwa besarnya porsi yang dikeluarkan untuk makanan dapat menjadi indikator terhadap tingkat kesejahteraan suatu masyarakat. Hipotesis Pendapatan Absolut dikembangkan oleh Keynes yang

menyatakan bahwa terdapat hubungan yang apriori antara konsumsi dan pendapatan.Untuk itu Keynes mengemukakan tiga proposisi pokok yaitu : 1. Konsumsi riil adalah merupakan fungsi dari pendapatan riil 2. Marginal propensiti to consume (MPC) bersifat positif tetapi nilainya lebih rendah dari satu. 0 < MPC < 1

3. Marginal propensity to consume lebih kecil dari average propensity to consume (APC) yang bermakna bahwa APC menurun waktu pendapatan (Y) naik tetapi MPC tetap tidak berubah apabila pendapatan naik. C C = a + bY

89

O

Y

Gambar 3.3 Fungsi Konsumsi C = a + bY C APC = Y a = Y dAPC =dY Y2 dC MPC = dY Sebagai illustrasi baiklah dikemukakan contoh fungsi konsumsi dan perubahan-perubahannya. Misalnya mula-mula fungsi konsumsi adalah : C = 100 + 0,8 Y = b a < 0 + b

APC berbanding terbalik dengan tingkat pendapatan

MPC = 0,8 Jika Y = 600, maka C = 580, APC = 0,97, MPC = 0,8 Jika Y = 700, maka C = 660, APC = 0,94, MPC = 0,8 Jika Y = 800, maka C = 740, APC = 0,92, MPC = 0,8 Kesimpulan : Pada waktu Y naik, APC menurun dan MPC tidak berubah.

90

3. Untuk menguji Hipotesis tiga digunakan analisis cross tabulations antara proporsi konsumsi masyarakat transmigrasi dengan

pendapatan masyarakat transmigrasi. 4. Untuk menguji hipotesis empat digunakan analisis path (path Analysis) E. Definisi Operasional Batasan-batasan operasional yang digunakan dalam penelitian mencakup pengertian-pengertian untuk menjelaskan beberapa istilah yang digunakan sebagai berikut : 1. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela, untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di wilayah

pengembangan transmigrasi, atau lokasi pemukiman transmigrasi. 2. Transmigrasi umum adalah Transmigrasi yang biaya

pelaksanaannya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. dengan petunjuk, bimbingan dari pemerintah. 3. Budaya adalah norma-norma dan nilai-nilai budaya yang dimiliki dan mempengaruhi perilaku masyarakat transmigran dalam

kegiatan produksi dan konsumsi. 4. Motivasi adalah dorongan seorang individu untuk berperilaku. 5. Pendidikan adalah tingkat pendidikan yang ditammatkan melalui institusi formal. 6. Latihan adalah kegiatan yang dilakukan transmigran melalui kursus-kursus

91

7. Perilaku ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan transmigran melalui usaha produksi dan konsumsi rumah tangga transmigran di Kabupaten Parigi Moutong. 8. Pemukiman Transmigrasi dengan Usaha Pokok Tanaman Pangan Adalah pemukiman transmigrasi yang sejak awal dirancang untuk sebagian besar transmigrannya berusaha dan memperoleh pendapatan usahatani tanaman pangan secara bekesinambungan. 9. Tanaman Pangan adalah tanaman yang terdiri dari padi-padian, palawija, dan tanaman hortikultura. 10. Produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah produksi usaha tani rumah tangga transmigran dinilai dengan rupiah. 11. Input yang digunakan dalam produksi usaha tani dikelompokkan ke dalam tiga bagian yaitu lahan pertanian, Tenaga kerja, dan modal dalam mengelola usaha tani. 12. Lahan pertanian yang merupakan input kegiatan produksi dihitung menurut luasnya dalam Ha. 13. Tenaga kerja yang merupakan input dalan kegiatan produksi dihitung dalam satuan hari Orang kerja (HOK), tenaga kerja

wanita, anak-anak dan hewan pekerja dikompersi kedalam hari kerja orang dewasa. 14. Modal dalam usaha tani adalah sarana produksi dan biaya-biaya yang terlibat dalam proses-proses produksi dalam satu musim tanam.

92

15. Tingkat pendidikan Kepala rumah tangga adalah variabel kualitatif yang dapat dikuantifikasi dengan memberikan skor berdasarkan tingkat pendidikannya. 16. Tingkat pendapatan rumah tangga dinyatakan dalam rupiah untuk jangka waktu satu tahun. 17. Jumlah anggota rumah tangga adalah termasuk semua orang yang menetap dalam sebuah rumah tangga dimana kehidupan

ekonominya diatur oleh kepala rumah tangga. 18. Jenis pekerjaan pokok kepala rumah tangga yakni pekerjaan yang pendapatan bersihnya paling besar dan merupakan pekerjaan pokok. Terdiri dari : pekerjaan pertanian usaha dagang dan usaha jasa

19. Pengeluaran untuk konsumsi adalah jumlah uang yang merupakan bagian pendapatan rumah tangga untuk membeli barang-barang konsumsi keperluan rumah tangga. 20. Kekayaan rumah tangga transmigran dinyatakan dalam rupiah dengan perhitungan seluruh barang-barang tidak bergerak yang dimiliki kepala rumah tangga, termasuk di dalamnya uang, rumah, lahan pertanian, dan barang-barang bergerak termasuk kendaraan dan peralatan produksi dan sejumlah surat-surat berharga yang telah dimiliki oleh kepala rumah tangga.

93

21. Kesejahteran kehidupan ekonomi rumah tangga adalah kepuasan yang diperoleh dari berbagai hasil kegiatan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh rumah tangga. Kesejahteraan kehidupan

ekonomi bersifat sangat subyektif. Walaupun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga dapat diperkirakan, seperti pendapatan rumah tangga, kekayaan rumah tangga, kesehatan rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, keadaan lingkungan yang memberikan harapan untuk memperoleh kesempatan untuk hidup lebih baik pada masa yang akan datang, tetapi yang paling berhak memberikan penilaian mengenai kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga ialah kepala rumah tangga itu sendiri. Dengan demikian, maka kepala rumah tangga sendiri yang akan diberi kesempatan untuk memberikan skor mengenai keadaan

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangganya. Penentuan skor dengan “gambar tangga” dimulai dengan

menyediakan gambar tangga seperti pada gambar berikut :

10 9 8 7 6 5

10 9 8 7 6 5

94

4 3 2 1

4 3 2 1

Gambar 3. 4 Gambar Tangga Gambar tangga mempunyai sepuluh jenjang yang diberi nomor mulai dari bawah ke atas dari angka 1 sampai dengan angka 10. Gambar tangga ini dimuat pada daftar pernyataan penelitian, dan diperlihatkan kepada responden waktu diadakan wawancara. Pertama-tama dijelaskan kepada responden bahwa ini adalah “gambar tangga”dengan 10 buah anak tangga yang diberi nomor dimulai dari paling bawah nomor 1,di atas nomor 2, diatasnya lagi nomor 3, sampai dengan nomor 10. “Kalau sekiranya kemungkinan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga bapak yang paling jelek berada pada anak tangga paling bawah, dan kemungkinan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga bapak yang paling baik berada pada anak tangga paling atas (sambil menunjuk gambar) , kira-kira dijenjang manakah keadaan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga bapak sekarang ini?” Kalau responden masih ragu-ragu memberikan jawaban,maka perlu diberikan penjelasan lebih banyak lagi mengenai hal ini. Kalau responden menunjuk anak tangga ke 6, maka skor keejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga tersebut diberi skor dengan angka 6. Kemudian dilanjutkan.

95

“Keadaan kesejahteraan kehidupan ekoomi rumah tangga pada waktu yang akan datang memang sulit diperkirakan, bisa lebih baik tetapi bisa pula menjadi lebih jelek atau tetap saja bila dibandingkan dengan keadaan sekarang. Menurut perkiraan bapak kira-kira dijenjang mana (Apakah lebih baik, lebih jelek atau saa saja) kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga bapak dua tahun yang akan datang?” Kalau responden masih ragu-ragu memberikan jawaban, maka perlu diberikan penjelasan lebih banyak lagi mengenai hal ini. Kalau responden menunjuk anak tangga ke 7, maka skor peluang kehidupan ekonomi pada masa yang akan datang diberi skor dengan angka 7. Kesehatan anggota rumah tangga dalam hubungannya dengan kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga akan dinilai dengan angka skor. Karena tanggung jawab terhadap kesejahteraan rumah tangga berbeda, Bapak sebagai kepala rumah tangga yang keadaan kesehatannya sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan kehidupan rumah tangga diberi bobot 5, isteri kepala rumah tangga diberi bobot 2 dan masing-masing anggota rumah tangga lainnya diberi bobot 1. Jenis penyakit juga diberi bobot. Penyakit yang dianggap keras atau sampai menyebabkan kematian diberi bobot 10, penyakit sedang diberi bobot 5 dan penyakit ringan deberi bobot 1. Skor kesehatan rumah tangga dihitung dengan rumus {100 – Σ(Ri x Pj)}, Ri adalah bobot anggota rumah tangga ke-i,Pj adalah keadaan penyakit ke-j. Dengan demikian maka rumah tangga yang tidak pernah mengalami gangguan kesehatan selama

96

penelitian diberi skor 100, dari {100 – (0 x 0)}. Kalau kepala rumah tangga sakit keras, isteri kepala rumah tangga sakit sedang dan seorang anak sakit ringan, maka skor untuk kesehatan rumah tangga adalah {100 – (5 x 10) – (2 x 5) – (1x1)} = 39. Penentuan penyakit berat, sedang dan ringan di samping memperhatikan jenis penyakit, juga mempertimbangkan lamanya penyakit tersebut diderita oleh anggota rumah tangga

(Fattah;2000;).

BAB V GAMBARAN UMUM DAERAH PANELITIAN Kabupaten Parigi Moutong mempunyai luas wilayah 6.231,85 kilometer persegi, Batas wilayah administrasi Kabupaten Parigi Moutong, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buol, Kabupaten Toli – Toli dan Propinsi Gorontalo. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Propinsi Sulawesi Selatan. Sebelah barat berbatasan dengan Kota Palu dan Kabupaten Donggala serta sebelah timur berbatasan dengan Teluk Tomini. Keadaan Geologi Kabupaten Parigi Moutong secara umum tidak sama untuk setiap kecamatan yang terdiri dari batuan gunung berapi dan

97

batuan terobosan yang tidak membeku (Inncous intrusiverooks). Selain itu pula batu-batuan metamorfosis sedimen. Dataran-dataran yang

diperkirakan cocok untuk pertanian intensif adalah :  Dataran Tomini-Moutong, tekstur tanah kemungkinan sedang yang diselingi tekstur kasar dengan drainase yang umumnya baik. Topograpi dataran ini adalah datar sampai berombak-ombak dengan sedikit bagian yang berbukit. Luas dataran ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu dua buah dtaran rendah yang dipisahkan oleh dataran tinggi.  Dataran Parigi, seperti halnya dilembah Palu maka dataran Parigi juga terdiri dari metamorfosis yang telah membeku. Tanahnya ratarata bertekstur sedang dengan drainase yang agak baik. Topograpi mulai dari datar sampai berombak lembut.  Dataran Ampibabo-Donggulu, mempunyai geologi tanah yang berasal dari alluvial dan sedimen laut yang lebih tua, tanahnya bertekstur sedang dengan drainase yang agak baik. Topograpi mulai dari datar sampai berombak.  Dataran Tambarana terbagi dua daerah yaitu dataran yang termasuk daerah administratif Kabupaten Parigi Moutong seluas dua pertiga bagian dan yang lainnya di Kabupaten Poso. Tanahnya bertekstur sedang dengan drainase mulai dari lambat sampai agak baik, topografi datar sampai berombak kasar. A. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk

98

Tabel 1. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Kabuapaten Parigi Moutong Menurut Kecamatan Tahun 2003.
Kecamatan Luas Wilayah (km2) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan (Jiwa/km2) Jumlah Rumah Tangga (RT)

1. Sausu 2. Parigi 3. Ampibabo 4. Tinombo 5. Tomini 6. Moutong

1.060,73 565,06 895,68 984,02 995,56 1.730,80 6.231,85

49.789 56.788 55.962 50.293 52.932 85.200 350.964

47 101 62 51 53 49 56

10.784 11.947 15.276 11.022 12.958 17.638 79.625

Jarak antara ibu kota Kabupaten Parigi Moutong dengan ibu kota kecamatan dapat ditempuh melalui jalan darat: adalah sebagai berikut : Parigi – Sausu jaraknya 52 km, Parigi – Ampibabo jaraknya 15 km. Parigi – Tinombo jaraknya 132 km. Parigi – Tomini jaraknya 149 km. Parigi – Moutong jaraknya 258 km. Masyarakat transmigrasi yang menjadi obyek penelitian di

Kecamatang Moutong ditempuh perjalanan kurang lebih 8 jam. B. Iklim 1. Suhu dan Kelembaman Udara Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Parigi Moutong memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan.

99

Musim panas terjadi antara bulan April – September, sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober – Maret. Hasil pencatatan suhu udara pada stasium udara Mutiara Palu Tahun 2003 bahwa suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada bulan Oktober (35,9oC)dan suhu udara maksimum terendah terjadi pada bulan Juni (31,1oC). Sementara itu suhu udara minimum tertinggi juga terjadi

pada bulan Oktober 24,3o C, sedang suhu udara minimum terendah terjadi pada bulan April dan Mei yang mencapai 22,6o C. Kelembaban udara yang dicatat pada stasiun yang sama berkisar antara 66 – 82 persen. Kelembaban udara rata-rata tertinggi terjadi pada bulan juni yang mencapai 82 persen, sedangkan kelembaban udara ratarata terendah terjadi pada bulan Oktober yaitu 66 persen. 2. Curah Hujan dan Keadaan Angin Curah hujan tertinggi yang tercatat pada Stasiun Mutiara Palu Tahun 2003 terjadi pada bulan April yaitu 125 mm3, dan diikuti pada bulan Nopember 115 mm3, sedang curah hujan terendah terjadi pada bulan juli dan Oktober yaitu 2mm3. Sementara itu kecepatan angin rata-rata berkisar antara 5 – 7 knots dan kecepatan angin maksimum mencapai 15 hingga 21 knots. Arah angin terbanyak pada tahun 2003 berada pada posisi 315o. C. Karakteristik Responden Usahatani merupakan mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong. Dalam

100

pelaksanaannya, usahatani yang dijalankan beragam mengikuti kondisi wilayah, musim tanam dan latar belakang individu masyarakat

transmigran. Kondisi wilayah dan musin tanam menentukan pola tanam dan pemilihan komoditas, sedangkan latar belakang masyarakat

transmigran terkait dengan aspek pengelolaan usahatani yang sedang dilakukan. Karakteristik masyarakat transmigran yang terkait dengan kegiatan usahatani antara lain meliputi produksi, Luas lahan, tenaga kerja dan penggunaan modal yang digunakan petani dan tingkat umur petani, pengalaman berusaha tani kepala keluarga, jumlah tanggungan keluarga. Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga masyarakat transmigrasi
Lingkungan luar transmigran

Barang dan Jasa
UANG

Barang dan Jasa Pasar Brang dan Jasa
UANG

Masyarakat transmigrasi sebagai Konsumen

Masyarakat transmigrasi sebagai produsen

UANG
FAKTOR PRODUKSI

Pasar Factor Produksi

UANG
FAKTOR PRODUKSI

101

Lingkungan luar transmigran

Gambar 5.1 Alur kegiatan ekonomi rumah tangga transigrasi dan masyarakat sekitar Alur bagian atasmemperlihatkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen, dari alur tersebut dapat dilihat bahwa konsumen dapat mempergunakan produksi yang dihasilkan oleh rumah tangganya sendiri atau membeli dari pasarbarang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Pembelian barang-barang dan jasa-jasa yang dibeli konsumen di pasar barang dan jasa, maka dengan demikian terjadilah aliran uang dari konsumen ke pada produsen. Ada dua kegiatan yang terjadi pada perilaku ekonomi menurut gambar di atas yaitu proses kegiatan produksi dan proses kegitan konsumsi. Kedua kegiatan tersebut dihubungkan oleh aliran faktor-faktor produksi dari konsumen sebagai pemilik sumberdaya kepada produsen, diimbangi dengan aliran barang-barang dan jasa-jasa dari prodysen kepada konsumen. Aliran faktor-faktor produksi maupun aliran barangbarang dan jasa-jasa tersebut diimbangi dengan aliran balik dalam bentuk uang sebagai balas jasa dari faktor produksi dan harga dari barang dan jasa. Dengan adanya hubungan kepasar, maka terbukalah jalan bagi rumah tangga transmigrasi untuk memanfaatkan kesempatan spesialisasi dan efisiensi. Terbukanya masyarakat transmigrasi terhadap dunia luar

menyebabkan terbukanya kesempatan masyarakat berusaha lebih giat

102

untuk

memenuhi

kebutuhannya

yang

semakin

meningkat

karena

perubahan pola konsumsi yang disebabkan oleh masuknya barangbarang dan jasa-jasa dari luar masyarakat transmigrasi. Dalam keadaan yang demikian, masyarakat transmigrasi telah mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan ekonominya. Kalau perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi dilihat dari kegiatan produksi, maka dapat dilihat bahwa pada kegiatan produksi ini terjadi suatu proses dimana faktor-faktor produksi yang berasal dari sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan sumber daya modal diolah untuk menghasilkan berbagai jenis barang-barang dan jasa-jasa. Jumlah dan mutu sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi juga menentukan jumlah dan kualitas barang-barang dan jasa-jasa yang di produksi. Kalau sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi sudah tertentu jumlahnya, maka partisipasi tenaga kerja yneg lebih besar dan alokasi sumberdaya yang lebih baik sangat menentukan jumlah produksi yang dihasilkan. Dari 146 responden luas lahan yang digunakan minimal 0,75 ha dan maksimal 5 ha. Tenaga kerja minimal 60 Hok dan maksimum 330 Hok. Modal usaha tani minimal Rp. 3.262.000,- dan maksimum Rp. 16.254.500,- . Sedangkan produksi yang paling rendah adalah sebesar Rp. 3.400.000,- dan paling tinggi sebesar Rp. 34.400.000,- setiap tahunnya.

103

Untuk penggunaan modal rata-rata sejumlah Rp. 8.142.017,- yang paling rendah Rp. 3.262.000,- sedangkan yang paling banyak penggunaan modalnya adalah sejumlah Rp. 16.254,.500,Karakteristik konsumsi rumah tangga transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong dari 146 rumah tangga konsumsi untuk makanan paling rendah antara Rp.1.620.000,- sampai Rp. 2.988.000,- sebanyak 18 rumah tangga atau 12,3 persen dan kategori sedang antara Rp. 3.000.000,sampai 5.000.000,- sebanyak 71 atau 48,6 persen, termasuk kategori pengeluaran untuk makanan tinggi antara Rp. 5.016.000,-sampai Rp. 9.900.000,- sebanyak 57 rumah tangga atau 39 persen. Untuk jelasnya dapat dilihat pada kurva berikut :

Kategori Pengeluaran Makanan
80 71 60 57

Frequency

40

20 18

0 Pengeluaran Rendah Pengeluaran Sedang Pengeluaran Tinggi

Kategori Pengeluaran Makanan

Gambar 5. 1. Kategori Pengeluaran Makanan Transmigrasi

104

Pengeluaran untuk pakaian dari 146 rumah tangga yang paling rendah Rp. 34.000,- sampai Rp. 490.000,- sebanyak 109 rumah tagga atau 74,7 persen dan termasuk kategori sedang antara Rp. 491.000,- sampai Rp. 789.000,- sebanyak 32 rumah tangga atau 21,9 persen, pengeluaran untuk pakaian kategori paling tinggi Rp. 790.000,- sampai Rp. 4.000.000.sebanyak 5 rumah tangga atau 3,4 persen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kurva berikut :

Kategori Pengeluaran Pakaian
120
109

100

80

Frequency

60

40
32

20 0 Pengeluaran Rendah Pengeluaran Sedang Pengeluaran Tinggi

Kategori Pengeluaran Pakaian

Gambar 5. 2 Kategori Pengeluaran untuk pakaian Pengeluaran untuk pendidikan dari 146 rumah tangga transmigrasi, pengeluaran untuk biaya pendidikan kategori paling rendah adalah antara Rp. 30.000 sampai Rp. 946.000,- sebanyak 56 rumah tangga atau 38,4 persen, termasuk kategori biaya pendidikan sedang antara Rp. 947.000,-

105

sampai 5.000.000,- sebanyak 86 rumah tangga dan yang termasuk kategori pengeluaran pendidikan paling tinggi adalah sebesar Rp. 5.100.000,- sampai Rp.10.560.000,- sebanyak 4 rumah tangga atau 2,7 persen. Untuk mengetahui dengan jelas dapat dilihat pada kurva berikut :

Kategori Pengeluaran Pendidikan
100

80

86

Frequency

60 56 40

20

0 Pengeluaran Rendah Pengeluaran Sedang Pengeluaran Tinggi

Kategori Pengeluaran Pendidikan

Gambar 5, 3 Kategori Pengeluaran untuk Pendidikan Pengeluaran untuk biaya kesehatan rumah tangga transmigrasi dari 146 rumah tangga yang biaya kesehatannya termasuk kategori rendah adalah sebesar Rp. 64.000,- sampai Rp. 300.000,- sebanyak 33 rumah tangga atau 22,6 persen, dan pengeluaran kesehatan kategori sedang adalah antara Rp. 310.000,- sampai Rp. 1.190.000,- sebanyak 102 rumah tangga atau 69,9 persen, yang termasuk kategori pengeluaran kesehatan tinggi antara Rp. 1.200.000,- sampai Rp. 2.400.000,-

106

sebanyak 11 rumah tangga atau 7,5 persen. Untuk jelasnya dapat dilihat pada kurva berikut :

Kategori Pengeluaran Kesehatan
120 100

102

80

Frequency

60

40 33 20 0 Pengeluaran Rendah Pengeluaran Sedang 11 Pengeluaran Tinggi

Kategori Pengeluaran Kesehatan

Gambar 5. 4 Kategori Pengeluaran untuk kesehatan Untuk pengeluaran lainnya dari 146 rumah tangga pengeluaran yang

termasuk kategori rendah adalah Rp. 90.000,- sampai Rp. 300.000,sebanyak 17 rumah tangga atau 11,6 persen, dan pengeluaran lainnya yang termasuk kategori sedang antara Rp. 310.000,- sampai Rp. 1.000.000,-sebanyak 37 rumah tangga atau 25,3 persen, dan yang termasuk kategori pengeluaran tinggi antara Rp.1.040.000.- sampai Rp. 3.624.000,- sebanyak 92. rumah tangga atau 63 persen. Dari jumlah tersebut dapat dilihat pada kurva berikut :

107

Kategori Pengeluaran Lainnya
100 92 80

Frequency

60

40 37 20 17 0 Pengeluaran Rendah Pengeluaran Sedang Pengeluaran Tinggi

Kategori Pengeluaran Lainnya

Gambar 5.5 Kategori Pengeluaran Lainnya Dari 146 rumah tangga trnsmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong pengeluaran untuk konsumsi secara keseluruhan yang termasuk kategori rendah antara Rp. 2.995.000,- sampai Rp. 4.900.000,- sebanyak 19 rumah tangga atau 13 persen, dan termasuk kategori pengeluaran sedang atara Rp. 4.901.000,- sampai Rp. 7.000.000,- sebanyak 66 rumah tangga atau 45,2 persen, yang termasuk kategori pengeluaran tinggi adalah antara Rp. 7.010.000,- sampai 19. 175.000,- sebanyak 105 atau 71, 9 persen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kurva berikut :

108

Kategori Konsumsi
120 100 105

80

Frequency

60

40 31

20 0 10 Pengeluaran Sedang

Pengeluaran Tinggi Pengeluaran Sedang

Kategori Konsumsi

Gambar 5. 6. Kategori Pengeluaran untuk konsumsi Untuk pendapatan Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong dari 146 rumah tangga transmigran dibedakan menjadi tiga kategori pendapatan selama 1 tahun yaitu; (1). kategori pendapatan rendah dari Rp. 4.000.000,- sampai Rp. 8.000.000 sebanyak 35 rumah tangga atau 24 persen, (2). Kategori pendapatan sedang lebih dari Rp. 8.000.000,sampai Rp. 12.000.000.- sebanyak 81 rumah tangga atau 55,5 persen, (3) Kategori pendapatan tinggi lebih dari Rp. 12.000.000,- sebanyak 30

rumah tangga atau 20,5 persen. Dari kategori tersebut dapat dijelaskan melalui kurva berikut :

109

90

80

81

70

Count

60

50

40 35 30

30 20

Pendapatan Rendah Pendapatan Sedang

Pendapatan Tinggi

Kategori Pendapatan

Gambar 5. 7. Kategori Pendapatan Transmigrasi Dari 146 rumah tangga transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, tiap rumah tangga mempunyai anggota rumah tangga dari jumlah tersebut juga dikategorikan menjadi 3 (tiga) yaitu: (1) kategori sedikit terdiri dari 1 – 3 anggota keluarga, bapak, ibu dan 1 orang anak sebanyak 64 rumah tangga atau 43,8 persen, (2) kategori sedang jumlah anggota rumah tangganya adalah antara 4 – 5, terdiri dari Bapak, Ibu dan 3 (tiga) orang anak sebanyak 44 rumah tangga atau 30,1 persen, (3) kategori banyak antara 6 – 8 orang anggota rumah tangganya sebanyak 38 rumah tangga atau 26 persen. Untuk jelasnya dapat dilihat pada kurva berikut :

110

Kategori Jumlah ART
70 60 50 64

Frequency

40 30 20 10 0 Jumlah ART Sedikit

44 38

Jumlah ART Sedang

Jumlah ART Banyak

Kategori Jumlah ART

Gambar 5. 8. Kategori Jumlah anggota Rumah Tangga Mengenai pendidikan masyarakat transmigrasi dari 146 rumah tangga dikategorikan menjadi tiga yaitu: (1) Sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas enam dikategorikan pendidikan rendah sebanyak 100 rumah tangga atau 66,5 persen, (2) Sekolah Menengah Pertama dari kelas 1 sampai kelas tiga kategori pendidikan sedang sebanyak 31 rumah tangga atau 21,2 persen, (3) Sekolah Menengah atas sampai sarjana Muda kategori pendidikan tinggi, sebanyak 15 rumah tangga atau 10,3 persen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam kurva berikut :’

111

Kategori Pendidikan Formal
120

100

100

80

Frequency

60

40 31 20 15 0 Pendidikan Rendah Pendidikan Sedang Pendidikan Tinggi

Kategori Pendidikan Formal

Gambar 5 .9. Kategori pendidikan formal Transmigrasi Berdasarkan Kategori pendidikan formal tersebut menunjukkan bahwa transmigrasi asal bali 46 responden berpendidikan hanya sampai pada tingkat sekolah dasar, 18 responden berpendidikan sekolah menengah pertama, dan 9 responden berpendidikan sekolah lanjutan atas hingga sarjana muda. Sedangkan transmigrasi asal Jawa 54 responden perpendidikan rendah yaitu tingkat sekolah dasar, 13 responden berpendidikan sedang setingkat sekolah lanjutan pertama, dan 16 responden berpendidikan sekolah lanjutan atas hingga sarjana Muda.

112

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN 6.1. EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI Efisiensi mempunyai pengertian yang berbagai macam, mulai dari pengertian yang sempit dimana efisiensi diartikan “sekedar mengerjakan sesuatu dengan baik”, sampai kepengertian yang sangat luas yaitu “efisiensi global” atau “Efisiensi - Pareto”. Efisiensi yang akan dibahas pada kesempatan ini dibatasi pada efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usaha tani seperti lahan pertanian, tenaga kerja dan peralatan modal dengan mempergunakan metode analisis “average production function (APF)” dan “frontier production function (FPF)” dari fungsi produksi Cobb-Douglas. Metode analisis APF akan dipergunakan untuk menganalisis efisiensi alokatif, untuk melihat apakah suatu usaha sudah efisien dalam mengalokasikan faktor-faktor dengan faktor biaya sedangkan metode analisis FPF akan dipergunakan untuk menganalisis efisiensi kegunaan faktor-faktor produksi dengan melihatnya dari tiga sudut pandang, yaitu : a. Efisiensi teknik, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara produksi yang sebenarnya dengan produksi maksimum. b. Efisiensi ekonomi, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum. c. Efisiensi harga, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara keuntungan optimal dengan alokasi penggunaan sumber daya.

113

Pembahasan akan dimulai dari tinjauan mengenai keadaan sumber daya dan tingkat produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong , disusul dengan pembahasan mengenai efisiensi alokatif, baru kemudian

pembahasan mengenai efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga. A. Tingkat Produksi Padi Usaha Tani Transmigrasi asal Jawa Hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi dapat dijelaskan dengan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas berikut ini (lihat lampiran 1.1) 1. Model fungsi produksi usaha tani: ∧ 0.5445 0.2548 0.6585 Y = 6,6085. 1031 X1 X2 X3 Tabel 6.1.Hasil analisis fungsi produksi padi petani transmigrasi asal Jawa
Koefisien Regresi 73.2685 0.5445 0.2548 0.6585 Signifikansi 0.0009 0.0000 0.0000 0.0000 0.7127 0.5550 0.6715 0.5079 0.3080 0.4509 = 0.1194 = 2.0968 1.3230 1.9179 2.0379 Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Collinearity Statistics (VIF)

Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal

Std. Error 1.2399 0.0645 0.0460 0.0875

R Squared = 0,8873 R = 0,9420 ; n = 73

Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Test

Sumber: Hasil analisis data

114

2.

Interpretasi Hasil Analisis Untuk mengetahui tingkat perkembangan usaha tani transmigrasi

asal jawa, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi (b1+b2 + b3 = 0,5445 + 0,2548 + 0,6548) = 1,4541 dinyatakan dalam scale“, yang berarti bahwa penambahan “increasing return to produksi akan

faktor

menghasilkan tambahan produksi yang porsinya sedikit lebih besar. Bila penambahan faktor produksi 10 persen, akan menyebabkan pertambahan produksi rata-rata sekitar 14,54 persen. Hasil analisis pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi padi (Y) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 6.1, menghasilkan nilai koefisien determinasi (R Squared = R2) = 0,8873. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X 1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan dapat mejelaskan 88,73% variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi (Y) transmigrasi asal jawa, selebihnya (11,27%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model fungsi produksi yang digunakan. Hubungan simultan penggunaan luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) dengan hasil produksi (Y) seperti ditunjukkan oleh koefisien korelasi (Multiple R) = 0,9420, mengindikasikan tingkat hubungan yang sangat kuat.

115

Tabel 6. 2. Hasil analisis varians Sources Regression Residual Total Sum of Squares 7.7530 0.9844 8.7374 df 3 69 72 Mean Square 2.5843 0.0143 F 181.1452 Sig. 0.0000

Sumber: Hasil analisis data

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi padi (Y), dilakukan uji-Fisher (uji-F). Hasil analisis sebagaimana disajikan pada Tabel 6. 2 memberikan nilai FHitung = 181,14 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X 1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh signifikan

terhadap hasil produksi padi (Y) transmigrasi asal jawa. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh lahan (X1) terhadap hasil produksi dari hasil analisis

fungsi produksi pada Tabel 6.1, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5445 dengan signifikansi 0,000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan (X 1) signifikan terhadap hasil berpengaruh

produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi lahan

116

(X1) sebesar 10 persen akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,445 persen sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,445 persen pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry1.232) sebesar 0,5079, menjelaskan

bahwa kontribusi faktor produksi luas lahan (X1) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi sebesar 50,79 persen, selebihnya (49,21%) ditentukan oleh variabel lainnya. Pengaruh tenaga kerja (X2) terhadap hasil produksi dari hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 1, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 0,2548 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) 10persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 2,548 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 2,548 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan.

117

Koefisien

determinasi

(ry2.132)

sebesar

0,3080,

menunjukkan

bahwa kontribusi faktor produksi tenaga kerja (X2) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi sebesar 30,80 persen, selebihnya (69,20 persen) ditentukan oleh variabel lainnya. Pengaruh modal (X3) terhadap hasil produksi dari hasil analisis

fungsi produksi pada Tabel 6.1, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi Penggunaan modal (X3) sebesar 0,6585 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi modal (X3) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi modal (X3) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 6,585persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi modal (X3) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 6,585 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry3.122) sebesar 0,4509, menjelaskan

bahwa kontribusi faktor produksi Penggunan modal (X3) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi sebesar 45,09 persen, selebihnya (54,91 persen) ditentukan oleh variabel lainnya.

118

B. Tingkat Produksi padi Transmigrasi asal Bali

Hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi dapat dijelaskan dengan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas berikut ini (lihat lampiran 2.1)

1. Model fungsi produksi usaha tani: ∧ 0.5087 0.4833 0.4488 Y = 684.028 X1 X2 X3 Tabel 6.3.Hasil analisis fungsi produksi padi transmigrasi asal Bali
Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal R Squared R = 0.9330; n = 73 Koefisien Regresi 6.5280 0.5087 0.4833 0.4488 = Std. Error 0.9188 0.0732 0.0631 0.0688 0.8704 Signifikansi 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.6416 0.6780 0.6177 0.4117 0.4597 0.3815 = = 1.2673 1.6607 1.9281 0.1637 2.2345 Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Collinearity Statistics (VIF)

Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Test

Sumber: Hasil analisis data

2. Interpretasi Hasil Analisis

Untuk mengetahui tingkat perkembangan usaha tani transmigrasi asal bali, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi + 0,4833 + 0,4488) = 1,4408 dinyatakan dalam scale“, yang berarti bahwa penambahan (b1+b2 + b3 = 0,5087 “increasing return to produksi akan

faktor

119

menghasilkan tambahan produksi yang porsinya sedikit lebih besar. Bila penambahan faktor produksi 10 persen, akan menyebabkan pertambahan produksi rata-rata sekitar 14, 408 persen. Hasil analisis pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi padi(Y) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 6.3, menghasilkan nilai koefisien determinasi (R Squared = R2) = 0,8704. Ini berarti bahwa faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan dapat menjelaskan 87,04 persen variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi (Y) transmigrasi asal bali, selebihnya (12,96 persen) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model fungsi produksi yang digunakan. Hubungan simultan luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) dengan hasil produksi padi (Y) seperti ditunjukkan oleh koefisien korelasi (Multiple R) = 0,9330, mengindikasikan tingkat hubungan yang sangat kuat.

Tabel 6. 4.Hasil analisis varians Sources Regression Residual Total Sum of Squares 12.4182 1.8489 14.2670 df 3 69 72 Mean Square 4.1394 0.0268 F 154.4814 Sig. 0.0000

Sumber: Hasil analisis data Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi

120

padi (Y) transmigrasi asal bali, dilakukan uji-Fisher (uji-F). Hasil analisis sebagaimana disajikan pada Tabel 6.4 memberikan nilai F Hitung = 154,48 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan (X1) terhadap hasil produksi dari hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 3, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5087 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa

setiap kenaikan penggunaan faktor produksi lahan (X1) sebesar 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,087 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 10 peren, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,087 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry1.232) sebesar 0,4172, mengindikasikan bahwa kontribusi faktor produksi lahan (X1) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi sebesar 41,72 persen, selebihnya (58,83 persen) ditentukan oleh variabel lainnya.

121

Pengaruh tenaga kerja (X2) terhadap hasil produksi dari hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 3, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 0,4833 dengan signifikansi 0,00. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja (X 2) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi (Y). Koefisien regresi

tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) 10 %, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 4,833 %; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 10 %, akan menurunkan hasil produksi (Y) sebesar 4,833%; pada taraf signifikansi 0,00, dengan asumsi faktorfaktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry2.132) sebesar 0,4597, mengindikasikan bahwa kontribusi faktor produksi tenaga kerja (X2) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi sebesar 45,97%, selebihnya (54,03%)

ditentukan oleh variabel lainnya. Pengaruh modal (X3) terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 1, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi modal (X3) sebesar 0,4488 dengan signifikansi 0,00. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi terhadap hasil modal (X3) berpengaruh signifikan

produksi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan

bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi penggunaan modal (X3) 10 %, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 4,48 %; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi modal(X3)

122

sebesar 10 %, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 4,488%; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry3.122) sebesar 0,3815, mengindikasikan bahwa kontribusi faktor produksi modal (X3) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi sebesar 38,15%, selebihnya (61,85%) ditentukan oleh variabel lainnya. Untuk mengetahui tingkat perkembangan produksi padi usaha tani transmigrasi asal Bali, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi dari semua faktor yang ikut dalam proses prosduksi. Koefisien regresi (b 1+ b2 + b3 = 0,5087 + 0,4833 + 0,4488) = 1,4408 dinyatakan dalam keadaan increasing return to scale yang berarti bahwa proporsi peningkatan produksi padi lebih besar dari pada proporsi penambahan faktor produksi. Bila penambahan faktor produksi sebesar 10%, menyebabkan

peningkatan produksi padi sebesar 14,408 %.

C. Tingkat Produksi Padi Usaha Tani Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong

1. Model fungsi produksi: ∧ 0.5051 0.3536 Y = 307,969 X1 X2 0.5390 X3

123

Tabel 6.5.Hasil analisis fungsi produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong
Koefisien Regresi 5.7304 0.5051 0.3536 0.5390 = 0.8673 Signifikansi 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.6459 0.6250 0.6650 0.4172 0.3907 0.4422 = = 1.2800 1.6097 1.7577 0.1470 2.0816 Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Collinearity Statistics (VIF)

Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal R Squared

Std. Error 0.7085 0.0501 0.0371 0.0508

Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Test

R = 0.9313; n = 146

Sumber: Hasil analisis data

2. Interpretasi Hasil Analisis Hasil analisis pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi padi (Y) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 6. 5, menghasilkan nilai koefisien determinasi (R Squared = R2) = 0,8673. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X 1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan dapat mejelaskan 86,73 persen variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi (Y) di kabupaten Parigi Moutong, selebihnya (13,27%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model fungsi produksi yang digunakan. Hubungan simultan lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) dengan hasil produksi padi (Y) seperti ditunjukkan oleh koefisien korelasi (Multiple R) = 0,9313, mengindikasikan tingkat hubungan yang sangat kuat.

124

Tabel 6.6 Hasil analisis varians Sources Regression Residual Total Sum of Squares 20.0479 3.0683 23.1162 df 3 142 145 Mean Square 6.6826 0.0216 F 309.2745 Sig. 0.0000

Sumber: Hasil analisis data

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi (Y), dilakukan uji-Fisher (uji-F). Hasil analisis sebagaimana disajikan pada Tabel 6. 6 menunjukkan nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y) di Kabupaten Parigi Moutong. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan (X1) terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 5, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5051 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar

125

5,051 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi lahan (X1) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksipadi (Y) sebesar 5,051 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry1.232) sebesar 0,4172, mengindikasikan bahwa kontribusi faktor produksi luas lahan (X1) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi sebesar 41,72 %, selebihnya (58,28 %) ditentukan oleh variabel lainnya. Pengaruh tenaga kerja (X2) terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 5 memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 0,3536 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 10 persen akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 3,536 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi (Y) sebesar 3,536 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry2.132) sebesar 0,3907, mengindikasikan bahwa kontribusi faktor produksi tenaga kerja (X2) terhadap variasi tinggi

126

rendahnya hasil produksi padi sebesar 39,07 persen, selebihnya (60,93 persen) ditentukan oleh variabel lainnya. Penggunaan modal (X3) terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 5, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi penggunaan modal (X3) sebesar 0,5390 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi modal (X 3) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi modal (X3) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,390 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi penggunaan modal(X3) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,390 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry3.122) sebesar 0,4422, mengindikasikan bahwa kontribusi faktor produksi penggunaan modal (X3) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi sebesar 44,22 persen, selebihnya (55,78 persen) ditentukan oleh variabel lainnya. Untuk mengetahui tingkat perkembangan produksi padi usaha tani transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi dari semua faktor produksi yang ikut dalam proses prosduksi. Koefisien regresi (b1+ b2 + b3 = 0,5051 + 0,3536 + 0,5390) = 1,3977 dinyatakan dalam keadaan increasing return to scale yang berarti

127

bahwa proporsi peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong lebih besar dari pada proporsi penambahan faktor produksi. Bila penambahan faktor produksi sebesar 10 persen, akan menyebabkan peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 13,977 persen.

D. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani Untuk menguji hipotesis satu digunakan perhitungan pemanfaatan sumber daya efisiensi

usaha tani dengan menggunakan analisis

average production function (APF) dari fungsi produksi Cobb-Douglas. Untuk mengetahui efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga dipergunakan prontier production function (FPF).

Fungsi produksi prontier adalah fungsi produksi yang digunakan untuk mengukur bagaimana fungsi produksi sebenarnya terhadap posisi prontiernya yang terletak pada garis isoquan. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 2.1 menunjukkan bahwa:

Fungsi produksi usaha tani masyarakat transmigrasi asal Jawa, jumlah koefisien regresi 1,4541 dinyatakan dalam keadaan increasing retun to scale. Artinya proporsi peningkatan produksi masih lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi penambahan faktor produksi.

Fungsi produksi usaha tani masyarakat transmigrasi asal Bali, jumlah koefisien regresi 1,4408 menunjukkan berada dalam keadaan increasing

128

return

to

scale,

berarti

usaha

tani

yang

dikelola

masih

dapat

dikembangkan.

Fungsi produksi usaha tani masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong mempunyai jumlah koefisien regresi sebesar 1,398 dalam keadaan increasing return to scale artinya proporsi peningkatan produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong masih lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi penambahan faktor produksi dengan uji F (sig = 0,000) sangat signifikan , jadi untuk pengembangan usaha tani masih memungkinkan di masa mendatang.

Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan produksi adalah modal dengan koefisien (Beta = 0,430) sig = 0,000 kemudin tenaga kerja dengan koefisien (Beta = 0,370) sig = 0,000 diikuti luas lahan dengan koefisien (Beta = 0,349) sig = 0,000 berarti sangat signifikan. Penyelesaian “frontier regression” adalah sebagai berikut:
Coefficients Standard t Stat P-value Lower Upper Lower Upper Error 95% 95% 95.0% 95.0% 5.69597975 0.70796 8.04568 3.0844E-13 4.29649 7.09547 4.2965 7.095 0.5075138 0.05037 10.0762 2.3889E-18 0.40795 0.60708 0.4079 0.607 0.35304153 0.03708 9.52154 6.3145E-17 0.27974 0.42634 0.2797 0.426 0.54119107 0.05076 SUMMARY OUTPUT Regression Statistics 10.661 7.3482E-20 0.44084 0.64154 0.4408 0.642

Intercept X Variable 1 X Variable 2 X Variable 3

Multiple R R Square Adjusted R Square Standard Error Observations

0.93 0.87 0.86 0.15 146.00

129

ANOVA df Regression Residual Total 3.00 142.00 145.00 SS 20.08 3.07 23.15 MS 6.69 0.02 F Significance F 309.43 0.00

Persamaan regresi dalam bentuk persamaan linier : Ln Y = ln 5,6959 + ln 0,5075 + ln 0,3530 + ln 0,5411 Dikembalikan ke bentuk semula : 0,5075 0,3530 0,5412 Y = 297,5 X1 X2 X3 Untuk menghitung biaya produksi: B = Sewa Lahan (LL)+ Gaji (HOK) + Bunga (Modal) Jenis biaya 1. Sewa lahan 2. Gaji 3. Bunga Biaya Total (B) b1 * B Luas Lahan (X1) = P1(b1+b2+b3) b2 * B Tenaga Kerja (X2) = P2(b1+b2+b3) b3 * B Modal (X3) = P3(b1+b2+b3) Konstanta = Anti ln a = 297,50 = 6.955.825 = 227 = 1,74 Biaya/unit Rp. 1500.000,Rp. 8.000,0,4 Rp. 3.000.000,Rp. 1.072.000,Rp. 3.138.400,Rp. 7.210.400,-

130

Persamaan Produksi Frontier : Y = 297,50 * LL ^ 0,508 * TK ^0,353 * Mdl^0,541 Dari hasil perhitungan efisiensi tehnik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga (lampiran 6) sebagai dasar perhitungan pada responden 1 asal Jawa untuk mencapai produksi maksimum petani harus mengolah lahan seluas 1,74 ha, tenaga kerja 227,42 Hok dan modal sejumlah Rp. 6.955.825,- baru dapat mencapai efisiensi teknik (ET = 1,09); efisiensi ekonomi ( EE = 1,07 ), dan efisiensi harga (EH = 0,98). Untuk efisiensi rata-rata yang dapat dicapai petani transmigrasi asal Jawa dan Bali di Kabupaten Parigi Moutong adalah efisiensi teknik (ET) = 1,01 efisiensi ekonomi (EE) = 0,90 dan efisiensi harga (EH) = 0,86. Ternyata usaha tani transmigrasi jawa dan Bali di Kabupaten Parigi Moutong masih mempunyai peluang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan usaha taninya. Pengolahan lahan yang diperoleh dari pemerintah telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga hasil yang diperoleh dapat mencukupi kebutuhan masyarakat transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong, bahkan dapat dijual di Kabupaten Lainnya seperti di Palu. Berbeda halnya dengan temuan Madukallang Fattah (2000; 117) bahwa Desa Maranata yang menjadi obyek penelitian memperoleh Efisiensi Teknik = 0,64; Efisiensi Ekonomi (EE) = 0,44 dan Efisiensi Harga (EH) = 0,63. dan salah satu faktor produksi tidak signifikan yaitu faktor produksi tenaga kerja, yang menyebabkan di dalam perhitungan produksi frontier faktor tenaga kerja tidak dilibatkan.

131

Tingkat produksi dari hubungan antara pemakaian luas lahan dan modal dapat dinyatakan dengan isokuant dari fungsi produksi frontier yaitu

masing-masing I1 = Rp. 1 000.000,- ; I2 = Rp. 2.000.000,- I3 = Rp. 3.000.000,- dan I4 = Rp. 4.000.000,-. Untuk menentukan satu titik pada isokuant I1 = Rp. 1. 000.000,- maka terlebih dahulu ditentukan luas

lahannya atau besar modalnya, kalau luas lahan 0,5 ha, maka diperoleh persamaan produksi frontier : 1000.000 = 297,50 * 0,5 ^0,508 * X3 ^0,541 X3 = 6.326.740 Dengan cara perhitungan yang sama, diperoleh empat titik lainnya ( luas lahan 1,0 ha, 1,5 ha, 2,0 ha, 2,5 ha dan 3,0 ha untuk membuat isokuant I1= 1.000.000,- isokuant I2 = 2.000.000,- I3 = 3.000.000,- dan I4= 4.000.000,- dapat dibuat dengan perhitungan berikut : I1 = 1.000.000 ; X1 = 0,5 X1 = 1,0 X1 = 1,5 X1 = 2,0 X1= 2,5 X1= 3,0 X3 = 6.326.740 X3 = 3.299.987 X3 = 2.255.081 X3 = 1.721.252 X3 = 1.395.873 X3 = 1.176.236

Kalau digambar dalam bentuk isokuan maka tampak seperti berikut :

1000000
7,000,000

0.5, 6,326,740 6,000,000

132

5,000,000

4,000,000

1, 3,299,987 3,000,000

1.5, 2,255,081 2,000,000 2, 1,721,252 2.5, 1,395,873 3, 1,176,236 1,000,000

0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Gambar 6.1 Isokuant Fungsi Produksi Frontier !1 = 1000.000 I2 = 2.000.000 ; X1 = 0,5 X1 = 1,0 X1 = 1,5 X1 = 2,0 X1= 2,5 X1= 3,0 X3 = 22.783.082 X3 = 11.883.511 X3 = 8.120.724 X3 = 6.198.363 X3 = 5.026.674 X3 = 4.235.718

Kalau digambar dalam bentuk isokuan maka tampak seperti berikut :

133

Isoquant 200000
25,000,000 0.5, 22,783,082 20,000,000

15,000,000

1, 11,883,511 10,000,000 1.5, 8,120,724 2, 6,198,363 2.5, 5,026,647 3, 4,235,718

5,000,000

0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Gambar 6.2 Isokuant Fungsi Produksi Frontier !2 = 2000.000 I3 = 3.000.000 ; X1 = 0,5 X1 = 1,0 X1 = 1,5 X1 = 2,0 X1= 2,5 X1= 3,0 X3 = 48.206.394 X3 = 25.144.148 X3 = 17.182.522 X3 = 13.115.027 X3 = 10.635.809 X3 = 8.962.2948

Kalau digambar dalam bentuk isokuan maka tampak seperti berikut :

134

Isoquant 300000
60,000,000

50,000,000 0.5, 48,206,394

40,000,000

30,000,000

1, 25,144,148

20,000,000 1.5, 17,182,522 2, 13,115,027 10,000,000 2.5, 10,635,809 3, 8,962,294

0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Gambar 6.3 Isokuant Fungsi Produksi Frontier !3 = 3000.000 I4 =4.000.000 ; X1 = 0,5 X1 = 1,0 X1 = 1,5 X1 = 2,0 X1= 2,5 X1= 3,0 X3 = 82.043.656 X3 = 42.793.448 X3 = 29.243.360 X3 = 22.320.790 X3 = 18.101.346 X3 = 15.253.150

Kalau digambar dalam bentuk isokuan maka tampak seperti berikut :

135

Isoquant 4000000
90000000 80000000 70000000 60000000 50000000 40000000 30000000 20000000 10000000 0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
1, 42793448.33 0.5, 82043656.2

1.5, 29243359.68 2, 22320789.99 2.5, 18101346.42 3, 15253150.09

Gambar 6.4 Isokuant Fungsi Produksi Frontier !4 = 4000.000 Tiap isokuant menggambarkan tempat kedudukan titik-titik kombinasi penggunaan luas lahan dan modal untuk tingkat produksi tertentu. Lereng dari isokuant mencerminkan Laju substitusi teknik marginal atau “marginal rate of technical substitution (MRS)”. Substitusi marginal antara lahan usaha tani dan modal adalah produk marginal lahan (MP L) di bagi dengan produk marginal modal (PMM). Makin produktif faktor modal, makin besar kemampuannya untuk mengantikan lahan. Demikian pula sebaliknya, makin produktif lahan, makin besar kemampuannya untuk menggantikan modal.

136

Menurut Dillon dan Goldstein (1984:290), kalau terjadi heteroscedastisity akan menimbulkan konsekwensi berikut : “1. Thougth the usual OLS estimators are still unbiased and consistent, they are no longer minimum variance estimators. 2. Statistical tests of the significance of individual regression confficience are less powerfull. 3. The usual OLS estimator of s is biased. 4. In general, because of the adverse effect on t-values and confidence in tervals, misleading conclusions are likely unless correction methods are untilized.” Untuk hal itu perlu ditelusuri kemungkinan terjadinya heteroscedastisity pada kedua model tersebut dengan mempergunakan nilai absolut dari residual Ei , sesuai dengan test dari Park-Glejser (Pindyck, 1981:151). ^  E i = a + b X i + w i Bukan itu saja ada lagi beberapa kelemahan lain yang perlu diwaspadai pada penelitian ini, khususnya dalam pemakaian fungsi produksi CobbDouglas pada pengelolaan usaha tani. a. Terjadinya salah spesifikasi, karena diduga selain dari

variabel luas lahan pemakaian tenaga kerja dan penggunaan modal masih ada beberapa variabel lain lagi yang dapat mempengaruhi tingkat produksi tetapi belum dimasukkan sebagai variabel bebas. Hal ini dapat dilihat dari nilai R square atau koefisien determinasi R2 = 0,8673 dan R2 = 0,864.Ini berarti bahwa untuk Transmigrasi ,variasi dari variabel produksi padi di kabupaten Parigi Moutong hanya dapat dijelaskan oleh variabel luas lahan tenaga kerja dan modal sebesar

137

86,4 persen, sisanya (13,6 %) dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. b. Adanya faktor ketidak pastian (uncertainty) dan risiko. Ini

berarti bahwa semua pendugaan yang dilakukan pada kegiatan usaha tani selalu dibayang-bayangi oleh ketidak pastian karena adanya risiko umpamanya karena iklim atau hama penyakit. c. Kemungkinan terjadinya bias pada penentuan harga atau

nilai suatu barang. Karena pasar yang terbatas, maka penentuan harga yang dilakukan berdasarkan “opportunity cost” berbeda dengan harga yang sebenarnya. d. Pendugaan menunjukkan gambaran rata-rata dari

pengamatan, jadi hanya dapat mendekati keadaan yang sebenarnya. e. Adanya perbedaan teknologi yang dipergunakan oleh

responden dalam kegiatan produksi, sehingga tidak memenuhi persyaratan bahwa teknologi harus netral. Ini merupakan suatu hal yang sangat penting tetapi biasa diabaikan dalam penelitian. Pada analisis data ”time series” hal ini tidak menimbulkan persoalan, karena dapat langsung dihitung berapa peningkatan produksi akibat

penambahan satu orang tenaga kerja musim tanam ini dibandingkan dengan musim tanam yang lalu (ceteris paribus). Pada analisis data “cross section” yang dibandingkan adalah keadaan responden. Kalau responden Z menggunakan 2 ha lahan, 2 orang tenaga kerja dengan produksi 6 ton padi, dibandingkan dengan responden W menggunakan

138

2 ha lahan 3 orang tenaga kerja dengan produksi 8 ton padi (ceteris paribus), maka dapat disimpulkan bahwa penambahan tenaga kerja meningkatkan produksi.Tetapi kalau resdonden W tidak menghasilkan 8 ton tetapi hanya 4 ton (karena perbedaan teknologi yang dipergunakan oleh responden Z dengan responden W) maka akan menghasilkan tingkat produksi yang lebih rendah (ceteris paribus). Keadaan yang demikian ini dapat menyebabkan koefisien regresi tenaga kerja menjadi negatif. Dapat dikatakan bahwa jarang sekali suatu penelitian yang menggunakan analisis regresi maupun prosedur statistik lainnya yang sama sekali tidak melanggar asumsi. Namun demikian tidaklah

dibenarkan jika menyampingkan sama sekali asumsi-asumsi yang dapat menimbulkan pelanggaran yang serius karena dapat menghasilkan interpretasi yang salah dalam pengambilan keputusan. Tanpa mengabaikan kelemahan-kelemahannya, maka sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa model analisis yang telah dikemukakan yaitu model persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas diaggab Valid, kuat dan sah untuk menganalisis hubungan antara input dan output usaha tani Masyarakat Transmigrasi Di Kabupaten Parigi Moutong, karena telah memenuhi hampir semua asumsi yang diperlukan oleh suatu penaksir para meter yang baik, “best linear unbiased estimator (BLUE)”, sehingga untuk itu tidak perlu diadakan penyesuaian model lagi.

139

6.2, Pola Konsumsi Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Untuk menguji hipotesis dua dan tiga digunakan analisis regresi double logaritmic dan analisis persentase. Pola konsumsi rumah tangga berhubungan erat dengan besarnya pendapatan yang dipergunakan

untuk memenuhi kebutuhan terhadap barang maupun jasa. Dari pola konsumsi masyarakat dapat diperkirakan keterlibatannya dalam kegiatan pasar. Rumah tangga dengan pendapatan rendah, pertama-tama berusaha memenuhi kebutuhan primernya, seperti kebutuhan perumahan, kebutuhan bahan makanan, kebutuhan pakaian, sesudah itu baru berusaha memenuhi kebutuhan sekunder dan kebutuhan lainnya. Seperti yang dikemukakan oleh Maslow yaitu kebutuhan fisiologis (Physiological needs) adalah kebutuhan dasar manusia untuk mempertahankan hidup, kebutuhan tersebut meliputi makanan, air, udara, rumah pakaian dan seks. Seorang ekonom yang bernama Engel membuat suatu teori yang terkenal dengan teori Engel yang menyatakan bahwa semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil persentase pendapatannya untuk membeli makanan. Diperkirakan bahwa untuk rumah tangga Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, sebagian besar dari pengeluarannya adalah untuk bahan makanan. Sebaliknnya dengan rumah tangga kaya, sebagian besar pendapatannya dibelanjakan untuk membeli berbagai jenis barang mewah.

140

Pendapatan 146 rumah tangga Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong adalah sebesar Rp. 1 525. 011 000, terdiri dari 73 responden asal Bali dengan jumlah anggota rumah tangga 326 orang dan 73 responden asal Jawa dengan jumlah anggota rumah tangga 369 orang. Jumlah pendapatan untuk transmigrasi asal Bali adalah Rp. 758.042.000,. Dengan demikian, maka untuk transmigrasi asal Bali, ratarata anggota keluarga untuk setiap rumah tangga 4,47 = 4 orang, rata-rata pendapatan rumah tangga Rp. 10.384.137,- dan pendapatan perkapita Rp 2.325.282,21. Sedangkan untuk Transmigrasi asal Jawa pendapatan 73 rumah tangga responden yang terdiri dari 369 orang, maka rata-rata jumlah anggota rumah tangga setiap kepala keluarga 5,05 = 5 orang, jumlah pendapatan transmigrasi asal Jawa adalah Rp. 766.969.000,-. Dengan demikian untuk pendapatan rumah tangga Rp. 10.506.424,66 dan pendapatan perkapita Rp. 2.078.506,78 Sebagai pembanding, Pendapatan domestik Bruto (PDB) per kapita Sulawesi Tengah Tahun 2004 menurut harga berlaku sebesar Rp. 5.893.679,- dan harga konstan sebesar Rp. 1.289.679,- Kalau pendapatan perkapita Transmigrasi asal Bali dan Jawa di daerah penelitian, maka pendapatan perkapita asal Bali 2,53 kali baru sama dengan pendapatan perkapita masyarakat Sulawesi Tengah berdasarkan harga berlaku, tetapi jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita Sulawesi Tengah berdasarkan harga kontan tahun 1993 yaitu sebesar Rp. 1.289.679,berarti transmigrasi asal bali pendapatan perkapitanya lebih tinggi sebesar

141

1,8 kali, sedangkan pendapatan perkapita Transmigrasi asal Jawa 2,83 kali baru dapat menyamai pendapatan perkapita Sulawesi Tengah berdasarkan harga berlaku tahun 2004. Jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita sulawesi Tengah berdasarkan harga konstan, maka pendapatan perkapita transmigrasi asal Jawa lebih tinggi sebanyak 1,61 kali pendapatan perkpita Sulawesi Tengah. Dengan harga beras rata-rata Rp. 2.500,- per kg pada waktu diadakan penelitian, maka konversi beras atas pendapatan rumah tangga transmigrasi asal Bali 4.153,65 kg dan pendapatan perkapita 930,11 kg beras. Demikian juga Transmigrasi asal Jawa, dengan harga beras ratarata Rp. 2500 per kg, maka konversi beras atas pendapatan rumah tangga 4.202,57 kg, dan pendapatan perkapita 831,40 kg beras. Kalau dibanding dengan garis kemiskinan Sajogyo untuk desa 240 kg ekuivalen nilai tukar beras/orang/tahun dan untuk kota 360 kg beras/orang/tahun, maka pendapatan masyarakat Transmigrasi asal Bali dan asal Jawa sudah berada di atas garis kemiskinan (Sajogyo, 1990:189). Namun demikian angka perkapita dalam bentuk rata-rata pendapatan, perlu diwaspadai, sebab biasanya diatasnya dalam jumlah yang sedikit, tetapi lebih banyak lagi yang berada di bawahnya. Untuk mengetahui hubungan antara perubahan tingkat pendapatan dengan pola konsumsi rumah tangga, dipergunakan pendekatan yang bertolak dari kurva Engel yang diteruskan oleh Prais dan Houthakker dengan mempergunakan fungsi non linier “double-logarithmic.” Dengan

142

model ini dihitung besarnya elastistisitas pengeluaran untuk makanan, pakaian, pendidikan, kesehatan dan pengeluaran lainnya terhadap perubahan pendapatan atau pengeluaran secara keseluruhan (Lampiran . 4.1). Hasil perhitungan besarnya elastisitas pengeluaran untuk bahan makanan, pakaian, pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran lainnya terhadap perubahan pendapatan atau pengeluaran rumah tangga secara keseluruhan (Y) dengan mempergunakan fungsi non linier “doublelogarithmic”, adalah sebagai berikut (Lampiran 4.1) Log Y = log a + log 0,676 X1 + log 0.006 D (1) Makanan 0.676 0,006 Y = 93,325 X1 D

R2 = 0,571; F = 95,039 ; Sig=0,000 t1 = 13,746 Sig = 0,000; td = 0,423; sig = 0,673 (2) Pakaian Y = 174,984 X2 0,490 0,022 D

R2 = 0.088; F = 6,894; Sig = 0,001 t2 = 3,638; Sig=0,000; td = 0,577 ; Sig = 0,565 (3) Pendidikan 2,735 - 0,114 Y = 1,300. 10-13 X3 D

R2 = 0.516; F = 76,081; Sig=0,000 t3 = 0,12,271; Sig = 0,000; td = - 1,825; Sig = 0,07 0,490 (4) Kesehatan Y = 0,350 X4 0,022 D

R2 = 0.088; F = 6,894; Sig = 0,001

143

t4 = 3,638; Sig=0,000; td = 0,577; Sig = 0,565 1,506 - 0,016 (5) Peng. Lainnya Y = 4,425 X5 D R2=0.305; F = 31,430; Sig = 0,000 t5 = 7,928; Sig = 0,000; td = - 0,310; Sig = 0,757 Persamaan-persamaan tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas, mengenai pola konsumsi masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong. Proporsi pengeluaran yang paling besar ialah untuk makanan (53,41 %) elastisitas 0,676 + 0,006 = 0,682; t 1= 13,746; Sig = 0,000 td = 0,423; Sig = 0,673; R2 = 0,571. Berarti bahwa pengeluaran untuk bahan makananmempunyai hubungan yang sangat nyata dengan tingkat pendapatan (Sig = 0,000). Dengan demikian bahan makanan untuk transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong adalah barang normal. Kalau pendapatan (pengeluaran) bertambah, maka pengeluaran untuk bahan makanan juga bertambah tetapi dengan proporsi yang lebih kecil. Kalau digunakan variabel dummy , ternyata tidak signifikan berarti pola konsumsi masyarakat transmigrasi asal Jawa dan Bali tidak berbeda secara signifikan. Pengeluaran yang porsinya lebih kecil adalah pengeluaran lainnya (17,69 %) elastisitas 1,506 – 0.016 = 1,490 ; t5 = 7,928; Sig =0,000; td = -0,310; Sig = 0,757. Kemudian menyusul pengeluaran untuk pendidikan (17,6 %) dengan elastisitas 2,735 – 0,114 = 2,621; t3 = 0,12,271; Sig = 0,000; td = - 1,825; Sig = 0,07 . Berati pengeluaran untuk pendidikan dan pengeluaran lainnya merupakan barang superior bagi masyarakat

144

transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong baik transmigrasi asal Jawa maupun Bali, karena elastisitasnya lebih besar dari satu yang

menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan pendapatan, akan menyebabkan perubahan pengeluaran untuk pendidikan dan pengeluaran lainnya proporsinya lebih besar dari proporsi peningkatan pendapatan. Pengeluaran untuk kesehatan (5,9 %) elastisitas 0,490 + 0,022 = 0,512; t4 = 3,638; Sig=0,000; td = 0,577; Sig = 0,565 yang terakhir adalah pengeluaran untuk pakaian (5,4 %) elastisitas 0,490 + 0,022 = 0,512; t4 = 3,638; Sig=0,000; td = 0,577; Sig = 0,565 berarti pengeluaran untuk kesehatan dan pakaian meupakan barang normal bagi masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong baik transmigrasi asal Jawa maupun transmigrasi Bali, karena dengan menggunakan variabel dummy perbedaannya tidak signifikan. Barang normal (normal good) menurut Mankiw adalah sebuah barang yang jika pendapatan meningkat akan mendorong peningkatan tehadap permintaan barang tersebut, dengan menganggap hal lainnya tetap. (Mankiw.1998;79). Fungsi konsumsi Masyarakat Transmigrasi asal Jawa, ditunjukkan oleh persamaan yang dikemukakan oleh Keynes C = a + bY C = 248846,04 + 0,817 Y dimana MPC = 0,817 MPS = 1 – MPC = 1 – 0,817 = 0,183 Misalkan : Pendapatan responden 1 Rp. 8.500.000 pertahun C = 248846,04 + 0,817 (8.500.000 ) = 248846,04 +6.944.500

145

C C

= 7.193.346,04 C = 248846,04 + 0,817 Y

0

Y

Gambar 6.5 Fungsi konsumsi Transmigrasi asal Jawa Fungsi konsumsi Masyarakat transmigrasi asal bali, ditunjukkan oleh persamaan yang dikemukakan oleh Keynes C = a + bY C = 1155422 + 0,712 Y dimana MPC = 0,712 MPS = 1 – MPC = 1 – 0,712 = 0,288 Misalkan : Pendapatan responden 1 Rp. 6.800.000 pertahun C = 1155422 + 0,712 Y (6.800.000 ) = 1155422 + 4.841.600 C C C =1155422 + 0,712 Y = 5.997.022

0

Y

Gambar 6.6 Fungsi konsumsi Transmigrasi asal Bali

146

Fungsi konsumsi Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong ditunjukkan oleh persamaan yang dikemukakan oleh Keynes C = a + bY C = 678445,4 + 0,767 Y dimana MPC = 0,767 MPS = 1 – MPC = 1 – 0,767 = 0,233 Misalkan : Pendapatan responden 1 Rp. 7.200.000 pertahun C = 678445,4 + 0,767 (7.200.000 ) = 678445,4 + 5522400 C = 6.200.845,40

C

C = 678.445,40 + 0,767 Y

0

Y

Gambar 6.3 Fungsi konsumsi Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong

6.3. Kesejahteraan Kehidupan Ekonomi Untuk menguji hipotesis empat digunakan analisis jalur ( path Analysis). Setelah selesai membahas masalah produksi yang

menyangkut, efisiensi penggunaan sumber daya, masalah konsumsi yang menyangkut pola konsumsi masyarakat tramsmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, akhirnya akan dibahas masalah kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi

147

Moutong. Masalah ini dianggap sangat penting, karena kesejahteraan kehidupan ekonomi dianggap sebagai motivator yang menggerakkan

perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi. Mereka melakukan kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi menuju suatu tujuan utama, yaitu kesejahteraan kehidupan ekonomi keluarga. Menurut Spencer dalam Madukallang (1977:515): “The concept cannot be precisely defined, and therefore it is impossible to measure. As a result, we cannot assert objectively that any particular economic situation represents higher or lower welfare for society than another. One of the main reasons for this difficulty is that we cannot make interpersonal comparisons of utility or satisfactions; that is, the welfare of one person cannot be compared with that of another”. Dengan demikian maka sudah jelas bahwa tidak semuda itu untuk menentukan tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi masyarakat. Yang paling representatif dan paling berhak menentukannya ialah masyarakat itu sendiri. Kalau anggota masyarakat sudah dapat menentukan tingkat kesejahteraan (yang diperkirakan akan bervariasi antara satu dengan lainnya), maka secara teoritis variabel – variabel yang menentukan tingkat kesejahteraan tersebut dapat diidentifikasi. Untuk menentukan indikator – indikator yang secara umum mempengaruhi tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat. Secara teoritis dikemukakan bahwa ada hubungan kausal antara tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga dengan: a. tingkat pendidikan kepala rumah tangga, b. besarnya kekayaan rumah tangga, c. keadaan kesehatan anggota rumah tangga,

148

d. besarnya pendapatan rumah tangga, Menyangkut kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi, tidak terkandung maksud untuk mengelompokkan

masyarakat transmigrasi dalam suatu kondisi “sejahtera” atau “pra – sejahtera” atau istilah lainnya, berdasarkan suatu kriteria tertentu. Tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga ditentukan sendiri oleh responden berdasarkan keadaan kehidupan ekonominya dalam bentuk skor yang berjenjang antara 1 sampai dengan 10. Variabel ini langsung ditanyakan kepada responden karena merekalah yang dianggap paling mengetahui mengenai masalah – masalah eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi perilaku ekonominya. Memang disadari bahwa ukuran variabel untuk

menggunakan jenjang tangga bukanlah ukuran yang baku yang nilainya dan kualitasnya sama untuk semua keluarga. Namun demikian, pengakuan langsung dari responden mengenai posisi dan keadaan kehidupan ekonomi keluarganya kalau didekati dengan baik boleh dikatakan sangat realistis, bahkan mungkin lebih realistis bila

dibandingkan dengan penilaian berdasarkan ukuran baku yang mungkin belum sesuai dengan keadaan kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Variabel “pendapatan rumah tangga” diperoleh dari hasil

perhitungan besarnya produksi dikurangi biaya usaha rumah tangga, di tambah dengan pendapatan lainnya. Variabel lain yang dianggap dapat mempengaruhi kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga baik

149

secara langsung maupun tidak langsung ialah “pendidikan kepala rumah tangga”, besarnya kekayaan rumah tangga dan keadaan kesehatan anggota rumah tangga. Semua variabel yang telah disebutkan telah dikumpulkan dalam bentuk data, baik untuk transmigrasi yang berasal dari jawa maupun transmigrasi yang berasal dari bali. 1. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Kehidupan Ekonomi Rumah Tangga Transmigrasi asal Jawa Bentuk hubungan antara variabel independent Pendidikan (X1), Kekayaan (X2) dan Kesehatan (X3) dengan variabel dependent Pendapatan (Y1) dan Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga transmigrasi asal Jawa (Y2), seperti yang digambarkan pada diagram jalur (path diagram) sebagai berikut:

150

E1
1

X1

Y1

X2

E2
1

X3

Y2

Gambar 7.3 Diagram Jalur (path Diagram) Penjelasan : EKONOMI MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI KAB. PARIMO DI SUL-TENG PERILAKU X1 = Pendidikan kepala rumah tangga (skor) X2 = Kekayaan rumah tangga (rupiah) X3 = Keadaan kesehatan anggota rumah tangga (skor) Y1 = Pendapatan rumah tangga (rupiah) Y2 = Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (skor). Variabel – variabel X1, X2, dan X3 adalah peubah eksogen yang variabilitasnya diasumsikan terjadi oleh karena peubah – peubah di luar model kausal. Oleh karena itu maka tidak ada maksud untuk menjelaskan variabilitas peubah eksogen tersebut.

151

Variabel – variabel Y1, dan Y2 adalah peubah endogenus yaitu peubah yang variasinya dijelaskan oleh peubah eksogenus ataupun peubah endogenus dalam sistem. Variabel Y1 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, dan X3, selanjutnya merupakan peubah bebas dari variabel Y2. Variabel Y2 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, X3, dan Y1. Model ini merupakan model analisis jalur, karena arus kausal dalam model bersifat searah. Oleh

karena tidak mendapatkan semua peubah untuk variabel-variabel Y1 (pendapatan), Y2 (kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga) peubah residual, yaitu masing-masing e1 untuk variabel Y1, e2 untuk variabel Y2 peubah-peubah yang tidak termasuk dalam model. Asumsi yang diperlukan untuk analisis jalur ialah: 1. Hubungan antara peubah-peubah dalam model adalah linier, aditif dan kausal. 2. Peubah-peubah residual tidak berkorelasi dengan peubah-peubah yang mendahuluinya dan tidak pula berkorelasi satu sama lain. 3. Dalam sistem hanya terjadi arus kausal searah. 4. Peubah-peubah diukur oleh skala interval. Berdasar pada diagram jalur tersebut, maka disusun Model Persamaan Struktural sebagai berikut: Y1 = b1X1 + b2X2 + b3X3 + e1 Y2 = b4X1 + b5X2 + b6X3 + b7Y1 + e2

152

Adapun perhitungan Koefisien Struktural dapat dilakukan sebagai berikut: Pengaruh langsung (Direct Effects): • Pengaruh langsung Pendidikan (X1) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b1X1 • Pengaruh langsung Kekayaan (X2) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b2X2 • Pengaruh langsung Kesehatan (X3) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b3X3 • Pengaruh langsung Pendidikan (X1) terhadap Kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga Transmigrasi asal Bali (Y2) (Y2) = b4X1 • Pengaruh langsung Kekayaan (X2) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi (Y2): Y2 = b5X2 + e2 • Pengaruh langsung Kesehatan (X3) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi (Y2) adalah; Y2 = b6X3 • Pengaruh langsung Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi(Y2) adalah; Y2 = b7Y1 Pengaruh tidak Langsung (Indirect Effects): • Pengaruh tidak langsung Pendidikan (X1) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b1X1 * b7Y1

153

Pengaruh tidak langsung Kekayaan (X2) ) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b2X2 * b7Y1 • Pengaruh tidak langsung Kesehatan (X3) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b3X3 * b7Y1 Dengan demikian Total Pengaruh (Total Effects) adalah sebagai berikut: Y1 = b1X1 + b2X2 + b3X3 Y2 = {(b1X1 * b7Y1) + b4X1} + {(b2X2 * b7Y1) + b5X2} + {( b3X3 * b7Y1) + b6X3} + b7Y1 Untuk kesejahteraan mengetahui kehidupan variabel-variabel ekonomi rumah yang mempengaruhi mesyarakat

tangga

Transmigrasi asal Jawa sebagaimana yang telah dikemukakan, maka perlu diadakan perhitungan dengan path analysis untuk mengetahui besarnya koefisien jalur dari variabel-variabel bebas terhadap

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi asal Jawa.

154

E1
.07 .17

X1

Y 1

.37

.15 -.02

.15

X2

-.01

.02

.10

.42 .17

X3

-.04

Y 2

E2

Gambar 7.4 . Diagram Analysis jalur kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga yang berasal dari Jawa. Apakah model ini telah memenuhi asumsi dan ketentuan – ketentuan yang diperlukan supaya dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan? Asumsi mengenai hubungan antara variabel-variabel yang linier, aditif dan

155

kausal, rupanya sudah dipenuhi, karena modelnya memang sudah dibuat demikian. Mengenai residual variabe-variabel yang tidak berkorelasi antara satu sama lain, juga dianggap sudah dipenuhi.. Mengenai persyaratan bahwa dalam sistem hanya terjadi arus kausal searah, kiranya juga sudah dipenuhi, dengan anggapan bahwa tingkat pendidikan, kekayaan dan kesehatan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan dan selanjutnya mempengaruhi tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga, dan bukan arus pengaruh sebaliknya. Hasil perhitungan yang menggunakan path analisis (lampiran 7.) menunjukkan bahwa: Pengaruh langsung pendidikan (X1) terhadap pendapatan

(Y1) Transmigrasi asal Jawa sebesar 0,166 tidak signifikan dengan nilai t = 1,342. dan (P.Velue = 0.179), hal ini menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat transmigrasi Jawa kecil sekali pengaruhnya terhadap pendapatan disebabkan karena tingkat pendidikan yang tidak disertai dengan penyediaan kesempatan kerja tidak akan banyak manfaatnya bagi transmigrasi asal Jawa. Pengaruh langsung kekayaan (X2) terhadap pendapatan

(Y1) sebesar 0,149 tidak signifikan dengan nilai t = 1,213. dan (P.Velue = 0.225), artinya ada pengaruh langsung kekayaan terhadap pendapatan masyarakat transmigrasi asal Jawa dan pengaruhnya tidak signifikan.

156

-

Pengaruh langsung kesehatan (X3) terhadap pendapatan

(Y1) transmigrasi asal Jawa sebesar -0,006 tidak signifikan dengan nilai t = -0,049. (P.Velue = 0.961), artinya kesehatan masyarakat transmigrasi asal Jawa berpengaruh langsung terhadap

pendapatan walaupun sangat kecil dan negatif, tetapi tidak signifikan. Pengaruh langsung pendidikan (X1) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) sebesar -0,016 tidak signifikan dengan nilai t = -0,135. (P.Velue = 0.893), artinya ada pengaruh langsung pendidikan terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi masyarakat transmigrasi asal Jawa, namun pengaruh itu sangat kecil dan tidak signifikan. Pengaruh langsung kekayaan (X2) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) masyarakat transmigrasi asal Jawai sebesar 0,421 dengan nilai t = 3,612 signifikan dan (P.Velue = 0.000). artinya kekayaan yang dimiliki disertai dengan pembukaan kesempatan kerja berpengaruh langsung terhadap

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat Transmigrasi asal Jawa dan sangat signifikan. Pengaruh langsung kesehatan (X3) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) masyarakat transmigrasi asal Jawa sebesar -0,038 dengan nilai t = -0,349 (P.Velue = 0.727), artinya ada pengaruh langsung kesehatan terhadap kesejahteraan

157

kehidupan ekonomi, namun pengaruhnya sangat kecil dan tidak signifikan. Hal ini disebabkan karena mereka lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari daripada harus berobat ke puskesmas. Pengaruh langsung pendapatan (Y1) terhadap

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) transmigrasi asal Jawa sebesar 0,019 dengan nilai t = 0,172 dan tidak signifikan. dengan (P.Velue = 0.863), artinya pendapatan berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi asal Jawa, namun pengaruhnya sangat kecil dan tidak signifikan. Hubungan (korelasi) timbal balik antara pendidikan (X1)

terhadap kesehatan (X2) sebesar 0,373. besarnya keeratan hubungan antara pendidikan masyarakat transmigrasi asal Jawa terhadap kekayaan, nilai t = 2,964 dan P value = 0,003. artinya makin kaya seseorang makin besar peluang untuk meningkatkan pendidikannya dan sangat signifikan. Hubungan (korelasi) timbal balik pendidikan (X1) terhadap

kesehatan responden (X3) sebesar 0,148 dengan nilai t = 1,246 P value = 0,0213. Artinya ada hubungan timbal balik antara pendidikan responden dan kesehatan responden dan keeratan hubungan itu adalah signifikan.

158

-

Hubungan (korelasi) timbal balik kekayaan (X2) terhadap

kesehatan (X3) sebesar 0,098 dengan nilai t = 0,825 P value = - , 409. Artinya ada hubungan timbal balik antara kekayaan dengan kesehatan masyarakat transmigrasi asal Jawa dan hubungan itu adalah negatif dan tidak signifikan.
2.

Tingkat kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat Transmigrasi yang berasal dari Bali Bentuk hubungan antara variabel independent Pendidikan (X1),

Kekayaan (X2) dan Kesehatan (X3) dengan veriabel dependent Pendapatan (Y1) dan Kesejahteraan kehidupan ekonomi (Y2), seperti yang digambarkan pada diagram jalur (path diagram) sebagai berikut:
E1
1

X1

Y1

X2

E2
1

X3

Y2

PERILAKU EKONOMI MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI KAB. PARIMO DI SUL-TENG

159

Gambar 7.1 Diagram Jalur (path Diagram) Transmigrasi asal Bali Penjelasan : X1 = Pendidikan kepala rumah tangga (skor) X2 = Kekayaan rumah tangga (rupiah) X3 = Keadaan kesehatan anggota rumah tangga (skor) Y1 = Pendapatan rumah tangga (rupiah) Y2 = Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (skor). Variabel – variabel X1, X2, dan X3 adalah peubah eksogen yang variabilitasnya diasumsikan terjadi oleh karena peubah – peubah di luar model kausal. Oleh karena itu maka tidak ada maksud untuk menjelaskan variabilitas peubah eksogen tersebut. Variabel – variabel Y1, dan Y2 adalah peubah endogen yaitu peubah yang variasinya dijelaskan oleh peubah eksogen ataupun peubah endogen dalam sistem. Variabel Y1 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, dan X3, merupakan peubah bebas dari variabel Y1. Variabel Y2 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, X3, dan Y1. Model ini merupakan model analisis jalur, karena arus kausal dalam

model bersifat searah. Oleh karena tidak mendapatkan semua peubah untuk variabel-variabel Y1 (pendapatan), Y2 (kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga) peubah residual, yaitu masing-masing e1 untuk variabel Y1, e2 untuk variabel Y2 peubah-peubah yang tidak termasuk dalam model.

160

Asumsi yang diperlukan untuk analisis jalur ini ialah: (1) Hubungan antara peubah-peubah dalam model adalah linier, aditif dan kausal. (2) Peubah-peubah residual tidak berkolerasi dengan peubahpeubah yang mendahuluinya dan tidak pula berkolerasi satu sama lain. (3) (4) Dalam sistem hanya terjadi arus kausal searah. Peubah-peubah diukur oleh skala interval.

Dillon dan Goldstein (1984:444-447) menyatakan bahwa ada empat macam efek yang dihasilkan oleh korelasi antara variabel ,(1) “direct effects “= D, adalah efek langsung yang dinyatakan dengan koefisien jalur, (2) “indirect e ffects”=I,adalah efek tidak langsung yang menyatakan keadaan dimana variabel bebas mempengaruhi variabel tidak bebas melalui variabel ketiga, yang selanjutnya secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi variabel tidak bebas, (3) ”spurious effects”= S, adalah efek palsu yang timbul dari korelasi dua variabel yang mendahului variabel lainnya, (4) “unanalyzed effets” = U, mengenai komponen yang timbul dari korelasi antara variabel-variabel eksogen. Berdasar pada diagram jalur tersebut, maka disusun Model Persamaan Struktural sebagai berikut: Y1 = b1X1 + b2X2 + b3X3 + e1 Y2 = b4X1 + b5X2 + b6X3 + b7Y1 + e2

161

Adapun perhitungan Koefisien Struktural dapat dilakukan sebagai berikut: Pengaruh langsung (Direct Effects): • Pengaruh langsung Pendidikan (X1) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b1X1 • Pengaruh langsung Kekayaan (X2) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b2X2 • Pengaruh langsung Kesehatan (X3) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b3X3 • Pengaruh langsung Pendidikan (X1) terhadap Kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga Transmigrasi asal Bali (Y2) (Y2) = b4X1 • Pengaruh langsung Kekayaan (X2) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi (Y2): Y2 = b5X2 + e2 • Pengaruh langsung Kesehatan (X3) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) adalah; Y2 = b6X3 • Pengaruh langsung Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) adalah; Y2 = b7Y1 Pengaruh tidak Langsung (Indirect Effects): • Pengaruh tidak langsung Pendidikan (X1) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b1X1 * b7Y1

162

Pengaruh tidak langsung Kekayaan (X2) ) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b2X2 * b7Y1 • Pengaruh tidak langsung Kesehatan (X3) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b3X3 * b7Y1 Dengan demikian Total Pengaruh (Total Effects) adalah sebagai berikut: Y1 = b1X1 + b2X2 + b3X3 Y2 = {(b1X1 * b7Y1) + b4X1} + {(b2X2 * b7Y1) + b5X2} + {( b3X3 * b7Y1) + b6X3} + b7Y1
E1
.07

X1

Y1
.21

.44 .15

.17

X2

-.03

.01

.19

-.05

.40

E2 X3
.09

Y2
.28

PERILAKU EKONOMI MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI KAB. PARIMO DI SUL-TENG

163

Gambar 7. 2. Diagram Analisis Jalur (path Analysis) Transmigrasi asal Bali Hasil perhitungan yang menggunakan path analisis (lampiran 12. 5) menunjukkan bahwa: Pengaruh langsung pendidikan (X1) terhadap pendapatan

(Y1) Transmigrasi asal Bali sebesar 0,075 tidak signifikan dengan nilai t = 0,883. dan (P.Velue = 0.377), hal ini menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat transmigrasi asal Bali kecil sekali

pengaruhnya terhadap pendapatan disebabkan karena tingkat pendidikan yang tidak diikuti dengan penyediaan kesempatan kerja, tidak akan banyak artinya bagi masyarakat transmigrasi asal Bali. Pengaruh langsung kekayaan (X2) terhadap pendapatan

(Y1) sebesar 0,701 signifikan dengan nilai t = 8,176. dan (P.Velue = 0.000), artinya ada pengaruh langsung kekayaan terhadap pendapatan masyarakat transmigrasi asal Bali dan pengaruhnya sangat signifikan berarti kekayaan yang dimiliki diarahkan untuk peningkatan pendapatan. Pengaruh langsung kesehatan (X3) terhadap pendapatan

(Y1) transmigrasi asal Bali sebesar 0,006 tidak signifikan dengan nilai t = 0,074. (P.Velue = 0.941), artinya kesehatan anggota rumah tagga masyarakat transmigrasi asal Bali tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan, dan tidak signifikan. Pengaruh langsung pendidikan (X1) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga transmigrasi asal Bali (Y2)

164

sebesar 0,005 tidak signifikan dengan nilai t = 0,062. (P.Velue = 0.950), artinya ada pengaruh langsung pendidikan terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi asal bali, namun pengaruh itu sangat kecil dan tidak signifikan. Pengaruh langsung kekayaan (X2) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) masyarakat transmigrasi asal Bali sebesar 0,170 dengan nilai t = 1,387 tidak signifikan dan (P.Velue = 0.165). artinya kekayaan yang dimiliki berpengaruh langsung sangat kecil terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat Transmigrasi asal Bali dan tidak signifikan. Pengaruh langsung kesehatan (X3) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) masyarakat transmigrasi asal Bali sebesar 0,138 dengan nilai t = 1,554 (P.Velue = 0.120), artinya ada pengaruh langsung kesehatan keluarga transmigrasi terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga, namun pengaruhnya sangat kecil dan tidak signifikan karena mereka mau berobat jika penyakit yang dideritanya menyebabkan mereka tidak dapat bekerja. Pengaruh langsung pendapatan (Y1) terhadap

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) transmigrasi asal Bali sebesar 0,551 dengan nilai t = 4,531 signifikan. dengan

165

(P.Velue = 0.000), artinya pendapatan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi asal Bali dan sangat signifikan. Hubungan (korelasi) timbal balik antara pendidikan (X1)

terhadap kesehatan (X2) sebesar -0,056. kecil sekali keeratan hubungan antara pendidikan asyarakat transmigrasi asal Bali terhadap kekayaan dan hubungannya negatif, nilai t = -0,472 dan P value = 0,637. dan tidak signifikan. Hubungan (korelasi) timbal balik antara pendidikan (X1)

terhadap kesehatan (X3) masyarakat transmigrasi asal Bali sebesar 0,123 dengan nilai t = 1,035 dan P value = 0,301. Artinya ada hubungan timbal balik antara pendidikan dan kesehatan transmigrasi dan keeratan hubungan itu tidak signifikan. Hubungan (korelasi) timbal balik kekayaan (X2) terhadap

kesehatan (X3) sebesar -0,186 dengan nilai t = -1,551 dan P value = - 0,121. Artinya ada hubungan timbal balik antara kekayaan dengan kesehatan masyarakat transmigrasi dan hubungan itu adalah negatif dan tidak signifikan. 3. Tingkat Kesejahteraan Kehidupan Ekonomi Rumah Tangga Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Bentuk hubungan antara variabel-variabel independent Pendidikan (X1), Kekayaan (X2) dan Kesehatan (X3) dengan veriabel dependent

166

Pendapatan (Y1) dan Kesejahteraan (Y2), seperti yang digambarkan pada diagram jalur (path diagram) sebagai berikut:

E1
1

X1

Y1

X2

X3

Y2
1

E2

Gambar 7.5 Diagram Jalur (path Diagram) Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong. Penjelasan : X1 = Pendidikan kepala rumah tangga (skor) X2 = Kekayaan rumah tangga (rupiah)

167

X3 = Keadaan kesehatan anggota rumah tangga (skor) Y1 = Pendapatan rumah tangga (rupiah) Y2 = Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (skor). Variabel – variabel X1, X2, dan X3 adalah peubah eksogen yang variabilitasnya diasumsikan terjadi oleh karena peubah – peubah di luar model kausal. Oleh karena itu maka tidak ada maksud untuk menjelaskan variabilitas peubah oksigen tersebut. Variabel – variabel Y1, dan Y2 adalah peubah endogenus yaitu peubah yang variasinya dijelaskan oleh peubah eksogenus ataupun peubah endogenus dalam sistem. Variabel Y1 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, dan X3, selanjutnya merupakan peubah bebas dari variabel Y1. Variabel Y2 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, X3, dan Y1, selanjutnya merupakan peubah bebas dari variabel Y2. Variabel Y2 merupakan peubah tidak bebas dari variabel – variabel X1, X2, X3, dan Y1. Model ini merupakan model analisis jalur, karena arus kausal dalam model bersifat searah. Oleh karena tidak mendapatkan semua peubah untuk variabel-variabel Y1 (pendapatan), Y2 (kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga) peubah residual, yaitu masing-masing e1 untuk variabel Y1, e2 untuk variabel Y2 termasuk dalam model. Asumsi yang diperlukan untuk analisis jalur ini ialah: peubah-peubah yang tidak

168

(1)

Hubungan

antara

peubah-peubah

dalam

model

adalah linier, aditif dan kausal. (2) Peubah-peubah residual tidak berkolerasi dengan peubah-peubah yang mendahuluinya dan tidak pula berkolerasi satu sama lain. (3) (4) Dalam sistem hanya terjadi arus kausal searah. Peubah-peubah diukur oleh skala interval.

Berdasar pada diagram jalur tersebut, maka disusun Model Persamaan Struktural sebagai berikut: Y1 = b1X1 + b2X2 + b3X3 + e1 Y2 = b4X1 + b5X2 + b6X3 + b7Y1 + e2 Adapun perhitungan Koefisien Struktural dapat dilakukan sebagai berikut: Pengaruh langsung (Direct Effects): • Pengaruh langsung Pendidikan (X1) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b1X1 • Pengaruh langsung Kekayaan (X2) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b2X2 • Pengaruh langsung Kesehatan (X3) terhadap Pendapatan (Y1) adalah; b3X3 • Pengaruh langsung Pendidikan (X1) terhadap Kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga Transmigrasi asal Bali (Y2) (Y2) = b4X1

169

Pengaruh langsung Kekayaan (X2) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi (Y2): Y2 = b2X2 + e2

Pengaruh langsung Kesehatan (X3) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) adalah; Y2 = b6X3

Pengaruh langsung Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) adalah; Y2 = b7Y1 Pengaruh tidak Langsung (Indirect Effects): • Pengaruh tidak langsung Pendidikan (X1) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b1X1 * b7Y1 • Pengaruh tidak langsung Kekayaan (X2) ) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b2X2 * b7Y1 • Pengaruh tidak langsung Kesehatan (X3) melalui

Pendapatan (Y1) terhadap Kesejahteraan (Y2) adalah; Y2 = b3X3 * b7Y1 Dengan demikian Total Pengaruh (Total Effects) adalah sebagai berikut: Y1 = b1X1 + b2X2 + b3X3 Y2 = {(b1X1 * b7Y1) + b4X1} + {(b2X2 * b7Y1) + b5X2} + {( b3X3 * b7Y1) + b6X3} + b7Y1

170

E1
.21

X1

.07

Y1

.15

.44

.17

X2

-.03

.01

.19

-.05

.40 .28 .09

X3

Y 2

E2

Gambar 7.6. Diagram Jalur Kesjahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat Transmigrasi di Kab. Parigi Moutong Hasil perhitungan yang menggunakan path analisis menunjukkan bahwa: Pengaruh langsung pendidikan (X1) terhadap pendapatan sebesar 0,074

(Y1) Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong

171

tidak signifikan dengan nilai t = 0,973. dan (P.Velue = 0.331), hal ini menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat transmigrasi di Kabupaten ParigiMoutong kecil sekali pengaruhnya terhadap pendapatan disebabkan karena tingkat pendidikan tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja tidak banyak artinya bagi

Kesejahteraan ekonomi rumah tangga di Kabupaten Parigi Moutong. Pengaruh langsung kekayaan (X2) terhadap pendapatan

(Y1) sebesar 0,438 signifikan dengan nilai t = 5,836. dan (P.Velue = 0.000), artinya kekayaan yang diarahkan untuk peningkatan pendapatan mempunyai pengaruh langsung terhadap pendapatan masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong dan pengaruhnya sangat signifikan. Pengaruh langsung kesehatan (X3) terhadap pendapatan

(Y1) transmigrasi di Kabuapten Parigi Moutong sebesar -0,027 tidak signifikan dengan nilai t = -0,363. (P.Velue = 0.716), artinya kesehatan masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong berpengaruh langsung terhadap pendapatan walaupun sangat kecil dan negatif, tetapi tidak signifikan. Pengaruh langsung pendidikan (X1) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) sebesar 0,015 tidak signifikan dengan nilai t = 0,201. (P.Velue = 0.841), artinya ada pengaruh langsung pendidikan terhadap kesejahteraan masyarakat

172

transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, namun pengruh itu sangat kecil dan tidak signifikan. Pengaruh langsung kekayaan (X2) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) masyarakat transmigrasi sebesar 0,404 dengan nilai t = 5,068 signifikan dan (P.Velue = 0.000). artinya kekayaan yang dimiliki berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi masyarakat

Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong dan sangat signifikan. Pengaruh langsung kesehatan (X3) terhadap kesejahteraan

kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 0,086 dengan nilai t = 1,191 (P.Velue = 0.234), artinya ada pengaruh langsung kesehatan terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi, namun pengaruhnya sangat kecil dan tidak signifikan, karena mereka mau berobat jika penyakit yang dideritanya menyebabkan mereka tidak dapat bekerja atau pergi sekolah. Pengaruh langsung pendapatan (Y1) terhadap

kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga (Y2) transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 0,193 dengan nilai t = 2,425 signifikan. dengan (P.Velue = 0.015), artinya pendapatan

berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong dan pengaruhnya signifikan.

173

-

Hubungan (korelasi) timbal balik antara pendidikan (X1)

terhadap kesehatan (X2) sebesar 0,149. kecil sekali keeratan hubungan antara pendidikan responden terhadap kekayaan, nilai t = 1,772 dan P value = 0,076. artinya tidak signifikan pada 5 %, tetapi signifikan pada 10 %. Hubungan (korelasi) timbal balik pendidikan (X1) terhadap

kesehatan (X3) masyarakat transigrasi di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 0,165 dengan nilai t = 1,963 P value = 0,0550. Artinya ada hubungan timbal balik antara pendidikan masyarakat transmigrasi dan kesehatan masyarakat transmigrasi dan keeratan hubungan itu adalah signifikan. Hubungan (korelasi) timbal balik kekayaan (X2) terhadap

kesehatan (X3) sebesar -0,049 dengan nilai t = -0,588 P value = 0,557. Artinya ada hubungan timbal balik antara kekayaan dengan kesehatan transmigrasi dan hubungan itu adalah negatif dan tidak signifikan.

174

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Dari hasil perhitungan efisiensi tehnik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga, ternyata pengelolaan usaha tani efisien untuk efisiensi teknik namun belum efisiensi untuk efisiensi ekonomi dan efisiensi harga, berarti Masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong masih mempunyai peluang untuk meningkatkan efisiensi usaha taninya, karena elastisitas fungsi produksi masih dalam keadaan increasing return to scale, baik transmigrasi asal Jawa maupun asal Bali. 2. Terdapat perbedaan proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan bagi masyarakat transmigrasi asal Jawa dan Bali di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 53,41 %,untuk pakaian 5,4%, untuk pendidikan 17,6%, untuk kesehatan 5,9% dan pengeluaran lainnya 17,69%. 3. MPC Transmigrasi asal Jawa lebih besar yaitu 0,817 dibanding MPC transmigrasi asal Bali 0,712 sehingga kemampuan untuk menabung juga berbeda. 4. Kesejahteraan kehidupan ekonomi rumah tangga trnsmigrasi asal Jawa dan Bali dipengaruhi oleh variabel pendidikan kepala rumah tangga, kekayaan, kesehatan dan pendapatan anggota rumah tangga. Dari ke empat variabel tersebut di atas yang mempunyai

175

pengaruh signifikan adalah kekayaan rumah tangga, artinya secara signifikan kekayaan rumah tangga apabila disrtai dengan penyediaan lapangan kerja, akan menyebabkan peningkatan pendapatan rumah tangga sehingga mempunyai pengaruh rumah langsung tangga dengan

kesejahteraan

kehidupan

ekonomi

masyarakat

transmigrasi di kabupten Parigi Moutong.

B.

Saran

Bertolak dari kesimpulan seperti yang terlihat di atas, maka berikut ini dikemukakan beberapa saran sebagai berikut : 1. Bagi Transmigrasi asal Jawa dan bali masih mempunyai peluang untuk melakukan efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga melalui penggunaan faktor-faktor produksi secara optial yang dibarengi dengan bimbingan berusaha tani. 2. Transmigrasi Jawa dan Bali perlu melakukan penghematan sehingga peluang untuk menabung menjadi lebih besar. 3. Untuk meningkatkan kesejahteraan Rumah Tangga masyarakat transmigrasi asal Jawa dan Bali perlu membelanjakan

pendapatannya untuk asset yang dapat menambah kekayaan mereka, sehingga menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan Rumah Tangga.

176

DAFTAR PUSTAKA Adiningsih Sri. 1999. Ekonomi Mikro. Penerbit BPFE Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Anonim, 1991. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Transmigrasi. Penerbit Departemen Transmigrasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Transmigrasi Jakarta. ..........., 1996. Strategi Pembinaan Usha Ekonomi Daerah Transmigrasi Melalui Kerja sama Dunia Usaha Dalam Rangka Peningktan Kesejahteraan Transmigran. Penerbit Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Jakarta. 1996. Pembangunan Keluarga Sejahtera Dalam Rangka Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan, Kantor Menteri Negara Kependudukan/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Jakarta.

..........,

Arbuckle, J, L., 1999. Amos Users’ Guide, Version 3. 6. Chicago : Smallwaters Corporation. Arief Sritua, 1996. Teori Ekonomi Mikro dan Makro Lanjutan. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. Basri, Hasan. 1999. Pembangunan Ekonomi Rakyat di Pedesaan Sebagai Strategi Penanggulangan Kemiskinan. Penerbit Bina Rena Pariwara.Jakarta.

Banoewidjojo Moeljadi. 1983. Pembangunan Pertanian. Penerbit Usaha Nasional Surabaya. Beattie Bruce R. & Robert Taylor. 1996. Ekonomi Produksi (Terjemaha). Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta BPS. 2000. Sulawesi Tengah Dalam Angka.Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengan. ...........2002. Sulawesi Tengah Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah.

...........2004, Sulawesi Tengah Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah.

177

...........2002. Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. .......,2004. Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. ........2004 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kota Menurut lapangan Usaha di Sulawesi tengah. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. Deliarnov,1997. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Edisi Revisi. Penerbit Raja Grapindo Persada.Jakarta. Departemen Transmigrasi dan PPH. 1997. Proyek Dukungan Teknis Perencanaan Pemukiman dan Prasarana Transmigrasi Pusat. Laporan akhir. PT. Saran Widya Sempurna. Jakarta. Engel James F. Blackwell Roger D. Miniard Paul W. 1994. Perilaku Konsumen jilid I (Terjemahan). Penerbit Binarupa Aksara Jakarta. Deaton A. J. Muellbaner. 1984. Economics and Consumer Behaviour. Cambridge University Press, London. Nurland, F., 1993. Alokasi Waktu dan Pengeluaran Rumah Tangga Etnit Bugis, Makassar dan Mandar dalam Masyarakat Nelayan di Sulawesi Selatan. Disertasi Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin Ujung Pandang. Fattah, M.. 1999. Perilaku Ekonomi Masyarakat Pedesaan Studi kasus Dua Tipe Desa Masyarakat Suku Tolare Di Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Disertasi S3 pada Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar. Fatmawati, 1998. Perilaku Petani dalam pemanfaatan Lahan Sawah, Suatu analisis Antropologis di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Universitas Hasanuddin, Tesis tidak dipublikasikan. Ferdinand, Augusty, 2002. Structural Equation Modeling Dalam Penelitian Manajemen :Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister & Disertasi Doktor, BP UNDIP Semarang.

178

Gujarati Damodar. 1993. Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga. Jakarta. Hamid Edy Suandi. 2003. Asumsi Homo Ekonomikus dan Manusia Rasional Dipertanyakan Sumber utama tulisan ini dari “Biviourist at the gates” dalam the Economict. Penerbit Pusat Studi ekonomi Pancasila Universitas Gajah mada. Hanson.A.J. 1981. Transmigrasi dan Pengembangan Marginal.Yayasan Obor Indonesia. Gramedia Jakarta. Wilayah

Hair, J.F. Anderson, R. E. Tatham, R. L. And Black W. C. 1992. Multivariate Data Analisys. New York: McMillan Publishing Company. Hartono, Jogiyanto. 1999. Teori Ekonomi Mikro Analisis Matematis. Penerbit Andi Yogyakarta. Hayami Yujiro dan Kikuchi Masao, 1987. Dilema Ekonomi Desa Suatu Pendekatan Ekonomi Terhadap Perbahan Kelembagaan di Asia. Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta. Ibrahim Indrawijaya,1989. Perilaku Organisasi. Penerbit Sinar Baru Bandung. Jogianto Hartono. 1999. Teori Ekonomi Mikro, Analisis Matematis. Edisi pertama Yogyakarta. Kasryno. Faisal. 1984. Prospek Pembanguna Ekonomi Pedesaan Indonesia. Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta. Kerlinger, Fred N. 2000. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Koentjaraningrat, 1991. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. _____________, 2002. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Komite Penanggulangan Kemiskinan. 2002. Pedoman Penanggulangan Kemiskinan. Sekretariat penanggulangan Kemiskinan Jakarta. Komite Komite

179

Koutsoyiannis A. 1979. Modern Microeconomics second edition. Macmillan Education ltd, Printed in Hongkong. Levang Patrice. 2003. Ayo Ketanah Sabrang Transmigrasi di Indonesia (Terjemahan). Penerbit Gramedia Jakarta. Madukallang,1999. Perilaku Ekonomi Masyarakat Pedesaan (Studi kasus pada du tipe desa Masyarakat suku Tolare) di Kabupaten Donggala. Disertasi S3 pada Fakultas Pascasarjana Unhas, Makassar. Mankiw, N. Gregory.2000.. Principles of economics (terjemahan). Penerbit Erlangga. Meier Gerald M. 1976. Leading Issues in Economic Development third edition. Penerbit On Ford University Press. New York. Mowen, John C. / Minor Michael. (Terjemahan). Penerbit Erlangga. 2001. Perilaku Konsumen

Nangoi Ronald. 1993. Transmigrasi IndusriDimensi baru Berpotensi. PT. Rajgrafindo Persada. Jakarta. Philips, L. 1974. Applied Consumption Analysis. North-Holland Publishing Company, Amsterdam-Oxford. Pressman, Steven. 2000. Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia. Penerbit Raja grapindo Persada. Jakarta. P. Robins Stephen, 2001. Perilaku Organisasi jilid 1 Edisi Kedelapan. Penerbit Prenhallindo Jakarta. Pusat Pembinaan Sumberdaya Manusia. 1980. Pemantapan Usaha Pembangunan di Daerah Transmigrasi. Penerbit YTKI friedrich Eberto Stiftung. Jakarta Selatan Saleh, Chaerul. 1984. Pola Pengeluaran Rumah Tangga dan Penguasaan Modal bukan Tanah, hal. 357-376. Dalam Kasryno F. ed. ”Prospek Pembangunan Ekonomi Pedesaan Indonesia”. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta. Saleh, A. Karim. 1982. Peranan Transmigrasi dalam Pembangunan Kabupaten Luwu Propinsi Sulawesi Selatan (Studi kasus penggunaan model input-output). Disertasi S3 pada Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

180

Sajogyo, 1982. Bunga Rampai Perekonomian Desa. Penerbit Yayasan Obor Indonesia dan Institut Pertanian Bogor. Saefudin AM. 1983. Pengkajian pemasaran komoditi pertanian. Pascasarjana IPB. Bogor. Schumacher E.F. 1979. Kecil Itu Indah Ilmu ekonomi mementingkan rakyat kecil. Penerbit LP3ES. Jakarta. yang

Scott. James C. 1989. Moral Ekonomi Petani (Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara). Penerbit LP3ES. S. Mulyadi. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Penerbit PT. Raja Grapindo Persada. Jakarta. Suparmoko M. 1996. Metode Penelitian Praktis Edisi ke-3. Penerbit BPFE Universitas Gajah mada Yogyakarta. Supranto J. 1984. Ekonometrik buku dua. Penerbit Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. ............... 2001. Statistik Teori dan Aplikasi jilid 2 edisi keenam. Penerbit. Erlangga Jakarta. Soekartawi. 1994. Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. Penerbit Rajagrapindo Persada Jakarta. Soekartawi, A.Soeharjo, John L. Dillon, J. Brian Hardaker, 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. Penerbit. Universitas Indonesia. …………1995. Analisis Usaha Tani. Penerbit Universitas Indonesia UI Press Jakarta. ………..1987. Perinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasinya. Edisi Pertama. Penerbit CV. Rajawali. Jakarta. Soemitro Remi Sutyastie dan Tjiptoherianto Prijono. 2002 Kemiskinan dan Ketidak merataan di Indonesia. Edisi Indonesia Inggeris. Penerbit Rineka Cipta Jakarta. Syafar Abdul Wahid, 1995. Studi Empirik Faktor-Faktor Kultural Dalam Gaya Kepemimpinan Dikalangan Ponggawa-Sawi Bugis Makassar, Disertasi Doktor Institut Teknologi Bandung.

181

............................., 2001. Kepemimpinan Teori, Gaya dan Analisis Perspektif Budaya. Universitas Tadulako Press. Palu. Saragih Bungaran. 2001. Suara Dari Bogor Membangun Sistim Agribisnis. Penerbit Pustaka Wirausaha Muda (Edisi kedua). Swasono Sri-Edi, Dan Singarimbun Masri, 1985, Sepuluh Windu Transmigrasi di Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia. Sumarwan Ujang. 2003. Perilaku Konsumen (Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran). Penerbit Ghalia Indonesia. Sumodiningrat Gunawan. 2000. Pembangunan EkonomiMelalui Pengembangan Pertanian, Penerbit PT. Bina Rena pariwara. Jakarta. ……….. 2001 Menuju Swasembada Pangan Revolusi Hijau II Introduksi Manajemen dalam Pertanian. Penerbit RBI Jakarta. Tjiptoherianto, Prijono. 1997. Prospek Perekonomian Indonesia Dalam Rangka Globalisasi. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Winardi. 1991. Marketing Dan Perilaku Konsumen. Penerbit Mandar Maju Bandung. Yudohusodo Siswono. 1998. Transmigrasi Kebutuhan Negara Kepulauan Berpenduduk Heterogen Dengan Persebaran Yang Timpang. Penerbit Aksara Grafika Jakarta.

182

Lampiran 1. Data Produksi Padi Transmigrasi asal Jawa

Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 13,900,000 14,650,000 6,750,000 16,886,000 15,843,750 15,800,000 16,860,000 27,600,000 11,420,000 15,625,000 24,650,000 12,700,000 17,382,500 13,475,000 18,675,000 13,680,000 11,800,000 7,800,000 25,150,000 15,340,000 4,800,000 8,800,000 18,000,000 14,237,500 14,490,000 15,440,000 22,780,000 10,200,000 9,040,000 9,950,000 8,000,000 21,175,000 12,200,000 14,850,000 15,585,000 14,900,000 10,000,000 16,031,250

X1 2.00 2.00 1.25 2.40 2.00 2.25 2.25 5.00 2.00 2.25 2.45 2.25 2.25 2.50 2.50 2.00 2.00 1.63 5.00 2.25 1.25 2.00 2.50 2.50 2.25 2.50 3.00 2.00 2.95 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.50 3.00 1.75 2.00

X2

X3

ln Y 16.45 16.50 15.73 16.64 16.58 16.58 16.64 17.13 16.25 16.56 17.02 16.36 16.67 16.42 16.74 16.43 16.28 15.87 17.04 16.55 15.38 15.99 16.71 16.47 16.49 16.55 16.94 16.14 16.02 16.11 15.89 16.87 16.32 16.51 16.56 16.52 16.12 16.59

ln X1 0.69 0.69 0.22 0.88 0.69 0.81 0.81 1.61 0.69 0.81 0.90 0.81 0.81 0.92 0.92 0.69 0.69 0.49 1.61 0.81 0.22 0.69 0.92 0.92 0.81 0.92 1.10 0.69 1.08 0.69 0.69 1.10 0.69 0.69 0.92 1.10 0.56 0.69

lnX2 4.90 5.10 4.55 5.56 5.55 5.52 5.65 5.30 4.98 5.52 5.68 4.68 5.67 4.73 5.62 4.80 5.00 4.43 5.42 5.41 4.45 4.52 5.42 4.39 4.78 5.35 5.73 4.76 4.62 4.73 4.57 5.69 4.96 4.88 5.41 4.64 4.94 5.60

ln X3 15.88 16.00 15.65 16.00 16.00 15.92 15.92 16.11 15.66 16.01 15.91 15.82 15.98 15.69 16.10 15.72 15.66 15.19 16.11 16.01 15.17 15.47 15.92 15.95 15.83 15.99 16.13 15.68 15.00 15.60 15.67 16.04 15.70 15.96 15.95 15.75 15.69 16.05

134 7,846,000 164 8,908,500 95 6,277,500 261 8,884,000 257 8,891,000 250 8,209,000 284 8,209,000 200 9,938,000 146 6,296,500 249 9,013,000 293 8,152,500 108 7,455,500 291 8,734,500 113 6,494,500 276 9,841,000 121 6,702,500 148 6,296,500 84 3,952,000 225 9,929,000 223 8,977,500 86 3,884,500 92 5,229,000 227 8,209,000 81 8,413,000 119 7,472,000 210 8,837,500 307 10,096,000 117 6,443,500 102 3,262,000 113 5,982,000 97 6,362,500 297 9,249,000 143 6,604,000 131 8,547,500 223 8,494,500 104 6,955,000 140 6,492,000 271 9,350,000

183

39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 Min Max Rata

17,111,000 9,100,000 17,062,500 13,725,000 23,900,000 14,615,000 20,317,500 18,517,500 19,250,000 20,175,000 34,400,000 17,515,000 12,300,000 17,580,000 15,000,000 9,800,000 20,400,000 16,531,250 17,350,000 16,480,000 15,450,000 13,565,000 14,950,000 13,740,000 11,950,000 12,400,000 18,112,500 20,500,000 32,400,000 16,450,000 17,368,000 11,000,000 18,975,000 11,400,000 28,900,000 4,800,000 34,400,000 15,955,565

2.40 1.75 2.25 2.00 3.00 2.50 2.50 2.70 4.25 2.50 3.00 2.50 2.00 2.50 4.25 2.25 2.00 2.25 3.25 2.25 2.50 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 2.45 2.00 2.50 2.00 4.00 1.25 5.00 2.44

266 8,180,500 140 6,080,500 277 8,127,000 117 8,254,500 320 9,117,000 115 6,897,500 296 8,471,000 217 6,771,000 150 8,664,500 296 9,856,000 325 12,405,000 256 8,597,000 120 7,405,500 235 8,365,500 175 8,180,500 103 5,237,000 294 8,894,000 287 8,221,000 267 8,240,500 266 9,883,500 217 8,035,500 112 8,030,000 130 8,630,500 126 8,098,500 128 6,815,500 160 6,767,500 268 8,334,000 248 9,650,500 272 11,955,000 238 8,082,500 290 6,702,500 136 6,199,500 121 8,666,000 131 8,424,000 300 9,064,000 81 3,262,000 325 12,405,000 194 7,920,486

16.66 16.02 16.65 16.43 16.99 16.50 16.83 16.73 16.77 16.82 17.35 16.68 16.33 16.68 16.52 16.10 16.83 16.62 16.67 16.62 16.55 16.42 16.52 16.44 16.30 16.33 16.71 16.84 17.29 16.62 16.67 16.21 16.76 16.25 17.18 15.38 17.35 16.53

0.88 0.56 0.81 0.69 1.10 0.92 0.92 0.99 1.45 0.92 1.10 0.92 0.69 0.92 1.45 0.81 0.69 0.81 1.18 0.81 0.92 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 0.90 0.69 0.92 0.69 1.39 0.22 1.61 0.86

5.58 4.94 5.62 4.76 5.77 4.74 5.69 5.38 5.01 5.69 5.78 5.55 4.79 5.46 5.16 4.63 5.68 5.66 5.59 5.58 5.38 4.72 4.87 4.84 4.85 5.08 5.59 5.51 5.61 5.47 5.67 4.91 4.80 4.88 5.70 4.39 5.78 5.18

15.92 15.62 15.91 15.93 16.03 15.75 15.95 15.73 15.97 16.10 16.33 15.97 15.82 15.94 15.92 15.47 16.00 15.92 15.92 16.11 15.90 15.90 15.97 15.91 15.73 15.73 15.94 16.08 16.30 15.91 15.72 15.64 15.97 15.95 16.02 15.00 16.33 15.86

Lampiran 1.1. Hasil Perhitungan Regresi Produksi Padi Transmigrasi asal Jawa

184

Regression

: Fungsi Produksi - Jawa Descriptive Statistics Mean Std. Deviation 16.5275 0.8599 5.1842 15.8612 Correlations Produksi Lahan TenagaKerja Modal 0.7298 1.0000 0.4220 0.4759 0.0000 0.0001. 0.0000 73 73 73 73 0.0000. 73 73 73 73 0.7722 0.4220 1.0000 0.6830 0.0000 0.0001 0.8327 0.4759 0.6830 1.0000 0.0000 0.0000 0.0000 73 73 73 73 0.3484 0.2509 0.4239 0.2297 N 73 73 73 73

Produksi Lahan TenagaKerja Modal

Pearson Correlation

Produksi Lahan TenagaKerja

1.0000 0.7298 0.7722 0.8327 . 0.0000. 0.0000 0.0000 73 73 73 73

Modal Sig. (1-tailed) Produksi Lahan TenagaKerja N Modal Produksi Lahan TenagaKerja Modal

Variables Entered/Removed(b)

185

Model 1

Variables Entered

Variables Method Removed Enter

Modal, Lahan, . TenagaKerja(a)

aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary(b) Model 1 Std. Error Durbinof the Watson Estimate 0.9420 0.8873 0.8824 0.1194 2.0968 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi R R Square Adjusted R Square ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 7.7530 df 3 Mean Square F Sig. 0.0000

2.5843 181.1452

Residual 0.9844 69 0.0143 Total 8.7374 72 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi ANOVA(b) Correlations Zero-order 0.7298 0.7722 0.8327 Partial Part Collinearity Statistics Tolerance 0.7559 0.5214 0.4907 VIF 1.3230 1.9179 2.0379

0.7127 0.3410 0.5550 0.2239 0.6715 0.3042

Collinearity Diagnostics(a)

186

Model

Dimension Eigenvalue

Condition Variance Index Proportions (Constant) Lahan TenagaKerja Modal 0.0036 0.8078 0.1048 0.0838 0.0002 0.0028 0.6812 0.3158 0.0000 0.0002 0.0029 0.9969

1

1 3.9420 1.0000 2 0.0544 8.5131 3 0.0035 33.5564 4 0.0001 264.3194 aDependent Variable: Produksi Casewise Diagnostics(a)

0.0000 0.0003 0.0071 0.9926

Case Number Std. Residual Produksi 53 -3.0257 16.52 a.Dependent Variable: Produksi Residuals Statistics(a) Minimum Maximum Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual 15.5368 17.1599 -0.3614 -3.0191 0.3122 1.9271 Mean 16.5275 0.0000 0.0000 Std. Deviation 0.3281 0.1169 1.0000 0.9789 N 73 73 73 73

-3.0257 2.6135 0.0000 aDependent Variable: Produksi : Heteroskedastisitas Kelompok I

Regression

Variables Entered/Removed(b) Variables Entered Variables Method Removed

Model

187

1

Modal, Lahan, . TenagaKerja(a)

Enter

aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

0.9057 0.8203 0.8034 0.1176 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja ANOVA(b)

Model 1 Regression

Sum of Squares 2.0197

df 3

Mean Square 0.6732

F 48.6850

Sig. 0.0000

Residual 0.4425 32 0.0138 Total 2.4622 35 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model 1 (Constant) Lahan TenagaKerja Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 4.6155 1.3973 0.5579 0.0965 0.4562 0.1025 0.1030 0.0898 0.6081 t Sig.

3.3031 0.0024 5.7818 0.0000 0.9948 0.3273 6.7357 0.0000

Modal 0.6836 0.1015 aDependent Variable: Produksi Regression : Heteroskedastisitas Kelompok II

188

Variables Entered/Removed(b) Variables Entered Variables Method Removed

Model

1

Modal, Tenaga . Enter Kerja, Lahan(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary

Model 1

R

R Square

Adjusted R Std. Error of the Square Estimate

0.8217 0.6752 0.6448 0.1238 Predictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, a Lahan ANOVA(b)

Model 1 Regression

Sum of Squares 1.0202

df 3

Mean Square 0.3401

F 22.1750

Sig. 0.0000

Residual 0.4907 32 0.0153 Total 1.5109 35 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a) Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta t Sig.

189

1

(Constant) Lahan TenagaKerja

3.5678 0.5218 0.2668

2.8944 0.1019 0.1157

0.5787 0.2510 0.4089

1.2326 0.2267 5.1215 0.0000 2.3066 0.0277 3.6920 0.0008

Modal 0.7018 0.1901 aDependent Variable: Produksi Koefisien Regresi 73.2685 0.5445 0.2548 0.6585 = = 0.8873 Std. Error 1.2399 0.0645 0.0460 0.0875 Signifikansi 0.0009 0.0000 0.0000 0.0000

Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal R Squared R

Collinearity Koefisien Koefisien Statistics Korelasi Determinasi (VIF) 0.7127 0.5550 0.6715 0.5079 0.3080 0.4509 1.3230 1.9179 2.0379 = 0.1194

Std. Error of the Estimate

0.9420 Durbin-Watson Test = 2.0968

Coefficients(a) Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients (Constant) Lahan TenagaKerja B Std. Error 4.2941 1.2399 0.5445 0.0645 0.2548 0.0460 Beta 0.3922 0.3101 0.4342 3.4633 0.0009 8.4387 0.0000 5.5421 0.0000 7.5279 0.0000 t Sig.

1

Modal 0.6585 0.0875 aDependent Variable: Produksi

Lampiran 2. Data Produksi Padi Transmigrasi asal Bali

Y 1

X1

X2 225

X3 9,832,000

ln Y 16.58

ln X1 0.69

lnX2

ln X3

15,820,000 2.00

5.42 16.10

190

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

14,400,000 27,200,000 27,787,500 15,900,000 10,150,000 18,700,000 14,500,000 12,800,000 11,825,000 30,400,000 7,400,000 11,900,000 13,250,000 18,150,000 21,200,000 24,750,000 16,580,000 4,400,000 28,050,000 12,400,000 12,580,000 16,400,000 11,800,000 14,250,000 14,840,000 3,400,000 10,400,000 26,400,000 9,600,000 20,000,000 11,400,000 25,800,000 11,800,000 15,200,000 13,750,000 12,400,000 7,400,000 33,000,000 9,300,000 28,600,000 11,400,000

2.75 4.00 4.50 2.00 2.00 2.25 2.00 1.63 2.00 5.00 1.25 2.00 2.00 2.75 3.60 4.00 2.50 0.75 1.75 2.23 2.50 2.00 2.00 2.00 2.25 1.25 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.25 2.00 1.75 2.00 2.00 2.95 4.00 2.00

146 310 227 172 103 128 187 131 116 240 60 132 121 106 325 220 126 172 272 113 106 150 186 160 131 64 113 320 136 244 104 300 139 240 130 121 96 300 75 204 164

8,866,000 12,883,500 10,664,500 8,824,500 4,636,500 11,073,000 8,941,500 5,035,500 8,322,000 12,180,500 3,552,000 6,204,000 8,863,000 9,815,500 9,821,000 10,838,000 9,954,500 3,862,000 14,955,000 7,530,000 8,887,500 10,298,500 6,008,000 8,508,500 8,864,500 5,816,000 4,829,000 10,199,500 4,106,500 8,494,000 7,524,000 13,462,000 5,005,500 10,406,500 8,732,000 7,284,000 4,818,000 15,096,000 4,243,500 13,750,000 5,896,500

16.48 17.12 17.14 16.58 16.13 16.74 16.49 16.36 16.29 17.23 15.82 16.29 16.40 16.71 16.87 17.02 16.62 15.30 17.15 16.33 16.35 16.61 16.28 16.47 16.51 15.04 16.16 17.09 16.08 16.81 16.25 17.07 16.28 16.54 16.44 16.33 15.82 17.31 16.05 17.17 16.25

1.01 1.39 1.50 0.69 0.69 0.81 0.69 0.49 0.69 1.61 0.22 0.69 0.69 1.01 1.28 1.39 0.92 -0.29 0.56 0.80 0.92 0.69 0.69 0.69 0.81 0.22 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.22 0.69 0.56 0.69 0.69 1.08 1.39 0.69

4.98 5.74 5.42 5.15 4.63 4.85 5.23 4.88 4.75 5.48 4.09 4.88 4.80 4.66 5.78 5.39 4.84 5.15 5.61 4.73 4.66 5.01 5.23 5.08 4.88 4.16 4.73 5.77 4.91 5.50 4.64 5.70 4.93 5.48 4.87 4.80 4.56 5.70 4.32 5.32 5.10

16.00 16.37 16.18 15.99 15.35 16.22 16.01 15.43 15.93 16.32 15.08 15.64 16.00 16.10 16.10 16.20 16.11 15.17 16.52 15.83 16.00 16.15 15.61 15.96 16.00 15.58 15.39 16.14 15.23 15.95 15.83 16.42 15.43 16.16 15.98 15.80 15.39 16.53 15.26 16.44 15.59

191

43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 Min Max Rata

32,725,000 9,000,000 10,000,000 9,000,000 12,000,000 12,400,000 15,500,000 10,000,000 8,640,000 10,400,000 19,000,000 11,400,000 12,800,000 13,700,000 11,000,000 16,400,000 24,500,000 10,400,000 27,500,000 12,800,000 13,450,000 16,750,000 8,000,000 26,400,000 10,400,000 14,200,000 29,500,000 13,150,000 21,700,000 9,800,000 14,920,000 3,400,000 33,000,000 15,681,062

2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 3.25 2.00 3.00 2.50 2.00 3.50 2.00 2.50 2.50 1.75 3.00 2.00 2.50 1 5 2

246 107 120 110 106 140 123 112 98 132 280 166 140 103 112 140 232 89 224 140 98 150 98 178 122 116 330 199 184 138 119 60 330 161

16,254,500 5,231,000 7,141,500 3,763,500 8,359,000 6,705,000 10,157,500 6,864,000 5,877,500 4,326,500 9,905,000 5,258,500 6,711,000 8,019,500 4,111,500 7,142,000 13,520,000 4,737,000 14,362,000 6,711,000 8,405,000 9,209,000 5,328,000 8,492,000 4,577,500 8,080,500 9,125,500 8,916,500 12,846,000 5,535,000 15,982,000 3,552,000 16,254,500 8,363,548

17.30 16.01 16.12 16.01 16.30 16.33 16.56 16.12 15.97 16.16 16.76 16.25 16.36 16.43 16.21 16.61 17.01 16.16 17.13 16.36 16.41 16.63 15.89 17.09 16.16 16.47 17.20 16.39 16.89 16.10 16.52 15 17 16

0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 1.18 0.69 1.10 0.92 0.69 1.25 0.69 0.92 0.92 0.56 1.10 0.69 0.92 0 2 1

5.51 4.67 4.79 4.70 4.66 4.94 4.81 4.72 4.58 4.88 5.63 5.11 4.94 4.63 4.72 4.94 5.45 4.49 5.41 4.94 4.58 5.01 4.58 5.18 4.80 4.75 5.80 5.29 5.21 4.93 4.78 4 6 5

16.60 15.47 15.78 15.14 15.94 15.72 16.13 15.74 15.59 15.28 16.11 15.48 15.72 15.90 15.23 15.78 16.42 15.37 16.48 15.72 15.94 16.04 15.49 15.95 15.34 15.90 16.03 16.00 16.37 15.53 16.59 15 17 16

Regression: Fungsi Produksi - Bali

Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N

192

Produksi Lahan TenagaKerja Modal

16.4722 0.7955 5.0033 15.8667

0.4451 0.2967 0.3942 0.3894 Correlations Produksi Lahan 0.6432 1.0000 0.2896 0.4593 0.0000 0.0000. 0.0000 0.0000 73 73 73 73 0.0065. 0.0000 73 73 73 73

73 73 73 73

Tenaga Kerja 0.7737 0.2896 1.0000 0.6307 0.0000 0.0065

Modal 0.8182 0.4593 0.6307 1.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Pearson Correlation

Produksi Lahan Tenaga Kerja Modal

1.0000 0.6432 0.7737 0.8182 .

Sig. (1-tailed) Produksi Lahan Tenaga Kerja N Modal Produksi Lahan Tenaga Kerja Modal

0.0000. 73 73 73 73

73 73 73 73

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed Method Enter

Modal, Lahan, Tenaga . Kerja(a) aAll requested variables entered.

193

bDependent Variable: Produksi Model Summary(b) Model 1 R R Adjusted R Std. Error of the Square Square Estimate DurbinWatson

0.9330 0.8704 0.8648 0.1637 2.2345 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, Tenaga Kerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a)

Model

Unstandardized Coefficients B Std. Error 0.9188 0.0732 0.0631 0.0688

Standardized Coefficients Beta 0.3390 0.4279 0.3926

t

Sig.

1

(Constant) 6.5280 Lahan 0.5087 Tenaga Kerja 0.4833 Modal 0.4488 aDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Correlations

7.1050 6.9484 7.6625 6.5243

0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Collinearity Statistics Part 0.3011 0.3321 0.2827 Tolerance 0.7891 0.6022 0.5186 VIF 1.2673 1.6607 1.9281

Zero-order 0.6432 0.7737 0.8182

Partial 0.6416 0.6780 0.6177

Collinearity Diagnostics(a) ModelDimensionEigenvalue Condition Variance Index Proportions (Constant) Lahan TenagaKerja Modal 1 1 2 3.9088 0.0877 1.0000 6.6778 0.00000.0058 0.00050.8252 0.0002 0.0000 0.0027 0.0003

194

3 0.0033 34.2367 4 0.0002 146.8852 aDependent Variable: Produksi Casewise Diagnostics(a) Case Number 27 Std. Residual Produksi

0.03210.0289 0.96740.1401

0.7342 0.0078 0.2629 0.9919

-3.6851 15.04 Dependent Variable: a Produksi Residuals Statistics(a) Minimum Maximum Mean 16.4722 0.0000 0.0000 0.0000 Std. Deviation 0.4153 0.1602 1.0000 0.9789 N 73 73 73 73

Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual

15.3850 17.3565 -0.6032 -2.6179 -3.6851 0.4350 2.1294 2.6576

aDependent Variable: Produksi

Regression: Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Modal, Lahan, TenagaKerja(a) . Variables Removed Method Enter

195

aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary Model Adjusted R Std. Error of Square the Estimate 1 0.8234 0.6780 0.6478 0.1690 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan R R Square ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 1.9235 df 3 Mean Square F Sig.

0.6412 22.4565 0.0000

Residual 0.9136 32 0.0286 Total 2.8371 35 a Predictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model 1 (Constant) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 9.6556 1.7235 Lahan 0.7672 0.1313 TenagaKerja 0.4669 0.1139 Modal 0.2405 0.1157 Dependent Variable: Produksi t Sig.

5.6022 0.0000 0.6080 5.8451 0.0000 0.4262 4.0985 0.0003 0.2221 2.0793 0.0457

a

Regression: Heteroskedastisitas Kelompok II

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Modal, TenagaKerja, Lahan(a) . Variables Removed Method Enter

196

aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary Model 1 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0.8893 0.7908 0.7712 0.1399 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja R R Square ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 2.3674 df Mean Square 3 0.7891 F Sig.

40.3236 0.0000

Residual 0.6263 32 0.0196 Total 2.9937 35 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.6936 1.8132 Lahan 0.3415 0.0792 0.3545 TenagaKerja 0.4515 0.0724 0.5532 Modal 0.4598 0.1200 0.3429 aDependent Variable: Produksi Koefisien Regresi 6.5280 0.5087 0.4833 0.4488

t 3.6915 4.3135 6.2373 3.8315

Sig. 0.0008 0.0001 0.0000 0.0006

Variabel (Constant) Lahan Tenaga Kerja Modal

Collinearity Std. Signifi- Koefisien Koefisien Statistics Error kansi Korelasi Determinasi (VIF) 0.91880.0000 0.07320.0000 0.06310.0000 0.06880.0000 0.6416 0.6780 0.6177 0.4117 0.4597 0.3815 1.2673 1.6607 1.9281

197

R Squared R = 0.9330

= 0.8704

Std. Error of the Estimate = 0.1637 Durbin-Watson Test = 2.2345

Lampiran 3. Data Produksi padi Transmigrasi Jawa-Bali

Y 1 2 3 4 5 6 13,900,000 14,650,000 6,750,000 16,886,000 15,843,750 15,800,000

X1 2.00 2.00 1.25 2.40 2.00 2.25

X2 134 164 95 261 257 250

X3 7,846,000 8,908,500 6,277,500 8,884,000 8,891,000 8,209,000

ln Y 16.45 16.50 15.73 16.64 16.58 16.58

ln X1 lnX2 0.69 0.69 0.22 0.88 0.69 0.81 4.90 5.10 4.55 5.56 5.55 5.52

ln X3 15.88 16.00 15.65 16.00 16.00 15.92

198

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

16,860,000 27,600,000 11,420,000 15,625,000 24,650,000 12,700,000 17,382,500 13,475,000 18,675,000 13,680,000 11,800,000 7,800,000 25,150,000 15,340,000 4,800,000 8,800,000 18,000,000 14,237,500 14,490,000 15,440,000 22,780,000 10,200,000 9,040,000 9,950,000 8,000,000 21,175,000 12,200,000 14,850,000 15,585,000 14,900,000 10,000,000 16,031,250 17,111,000 9,100,000 17,062,500 13,725,000 23,900,000 14,615,000 20,317,500 18,517,500 19,250,000

2.25 5.00 2.00 2.25 2.45 2.25 2.25 2.50 2.50 2.00 2.00 1.63 5.00 2.25 1.25 2.00 2.50 2.50 2.25 2.50 3.00 2.00 2.95 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.50 3.00 1.75 2.00 2.40 1.75 2.25 2.00 3.00 2.50 2.50 2.70 4.25

284 8,209,000 16.64 200 9,938,000 17.13 146 6,296,500 16.25 249 9,013,000 16.56 293 8,152,500 17.02 108 7,455,500 16.36 291 8,734,500 16.67 113 6,494,500 16.42 276 9,841,000 16.74 121 6,702,500 16.43 148 6,296,500 16.28 84 3,952,000 15.87 225 9,929,000 17.04 223 8,977,500 16.55 86 3,884,500 15.38 92 5,229,000 15.99 227 8,209,000 16.71 81 8,413,000 16.47 119 7,472,000 16.49 210 8,837,500 16.55 307 10,096,000 16.94 117 6,443,500 16.14 102 3,262,000 16.02 113 5,982,000 16.11 97 6,362,500 15.89 297 9,249,000 16.87 143 6,604,000 16.32 131 8,547,500 16.51 223 8,494,500 16.56 104 6,955,000 16.52 140 6,492,000 16.12 271 9,350,000 16.59 266 8,180,500 16.66 140 6,080,500 16.02 277 8,127,000 16.65 117 8,254,500 16.43 320 9,117,000 16.99 115 6,897,500 16.50 296 8,471,000 16.83 217 6,771,000 16.73 150 8,664,500 16.77

0.81 1.61 0.69 0.81 0.90 0.81 0.81 0.92 0.92 0.69 0.69 0.49 1.61 0.81 0.22 0.69 0.92 0.92 0.81 0.92 1.10 0.69 1.08 0.69 0.69 1.10 0.69 0.69 0.92 1.10 0.56 0.69 0.88 0.56 0.81 0.69 1.10 0.92 0.92 0.99 1.45

5.65 5.30 4.98 5.52 5.68 4.68 5.67 4.73 5.62 4.80 5.00 4.43 5.42 5.41 4.45 4.52 5.42 4.39 4.78 5.35 5.73 4.76 4.62 4.73 4.57 5.69 4.96 4.88 5.41 4.64 4.94 5.60 5.58 4.94 5.62 4.76 5.77 4.74 5.69 5.38 5.01

15.92 16.11 15.66 16.01 15.91 15.82 15.98 15.69 16.10 15.72 15.66 15.19 16.11 16.01 15.17 15.47 15.92 15.95 15.83 15.99 16.13 15.68 15.00 15.60 15.67 16.04 15.70 15.96 15.95 15.75 15.69 16.05 15.92 15.62 15.91 15.93 16.03 15.75 15.95 15.73 15.97

199

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73

20,175,000 34,400,000 17,515,000 12,300,000 17,580,000 15,000,000 9,800,000 20,400,000 16,531,250 17,350,000 16,480,000 15,450,000 13,565,000 14,950,000 13,740,000 11,950,000 12,400,000 18,112,500 20,500,000 32,400,000 16,450,000 17,368,000 11,000,000 18,975,000 11,400,000 28,900,000

2.50 3.00 2.50 2.00 2.50 4.25 2.25 2.00 2.25 3.25 2.25 2.50 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 2.45 2.00 2.50 2.00 4.00

296 9,856,000 16.82 325 12,405,000 17.35 256 8,597,000 16.68 120 7,405,500 16.33 235 8,365,500 16.68 175 8,180,500 16.52 103 5,237,000 16.10 294 8,894,000 16.83 287 8,221,000 16.62 267 8,240,500 16.67 266 9,883,500 16.62 217 8,035,500 16.55 112 8,030,000 16.42 130 8,630,500 16.52 126 8,098,500 16.44 128 6,815,500 16.30 160 6,767,500 16.33 268 8,334,000 16.71 248 9,650,500 16.84 272 11,955,000 17.29 238 8,082,500 16.62 290 6,702,500 16.67 136 6,199,500 16.21 121 8,666,000 16.76 131 8,424,000 16.25 300 9,064,000 17.18

0.92 1.10 0.92 0.69 0.92 1.45 0.81 0.69 0.81 1.18 0.81 0.92 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 0.90 0.69 0.92 0.69 1.39

5.69 5.78 5.55 4.79 5.46 5.16 4.63 5.68 5.66 5.59 5.58 5.38 4.72 4.87 4.84 4.85 5.08 5.59 5.51 5.61 5.47 5.67 4.91 4.80 4.88 5.70

16.10 16.33 15.97 15.82 15.94 15.92 15.47 16.00 15.92 15.92 16.11 15.90 15.90 15.97 15.91 15.73 15.73 15.94 16.08 16.30 15.91 15.72 15.64 15.97 15.95 16.02

74 75 76 77 78 79 80 81 82

15,820,000 14,400,000 27,200,000 27,787,500 15,900,000 10,150,000 18,700,000 14,500,000 12,800,000

2.00 2.75 4.00 4.50 2.00 2.00 2.25 2.00 1.63

225 9,832,000 146 8,866,000 310 12,883,500 227 10,664,500 172 8,824,500 103 4,636,500 128 11,073,000 187 8,941,500 131 5,035,500

16.58 16.48 17.12 17.14 16.58 16.13 16.74 16.49 16.36

0.69 1.01 1.39 1.50 0.69 0.69 0.81 0.69 0.49

5.42 4.98 5.74 5.42 5.15 4.63 4.85 5.23 4.88

16.10 16.00 16.37 16.18 15.99 15.35 16.22 16.01 15.43

200

83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124

11,825,000 30,400,000 7,400,000 11,900,000 13,250,000 18,150,000 21,200,000 24,750,000 16,580,000 4,400,000 28,050,000 12,400,000 12,580,000 16,400,000 11,800,000 14,250,000 14,840,000 3,400,000 10,400,000 26,400,000 9,600,000 20,000,000 11,400,000 25,800,000 11,800,000 15,200,000 13,750,000 12,400,000 7,400,000 33,000,000 9,300,000 28,600,000 11,400,000 32,725,000 9,000,000 10,000,000 9,000,000 12,000,000 12,400,000 15,500,000 10,000,000 8,640,000

2.00 5.00 1.25 2.00 2.00 2.75 3.60 4.00 2.50 0.75 1.75 2.23 2.50 2.00 2.00 2.00 2.25 1.25 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.25 2.00 1.75 2.00 2.00 2.95 4.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 2.00

116 240 60 132 121 106 325 220 126 172 272 113 106 150 186 160 131 64 113 320 136 244 104 300 139 240 130 121 96 300 75 204 164 246 107 120 110 106 140 123 112 98

8,322,000 12,180,500 3,552,000 6,204,000 8,863,000 9,815,500 9,821,000 10,838,000 9,954,500 3,862,000 14,955,000 7,530,000 8,887,500 10,298,500 6,008,000 8,508,500 8,864,500 5,816,000 4,829,000 10,199,500 4,106,500 8,494,000 7,524,000 13,462,000 5,005,500 10,406,500 8,732,000 7,284,000 4,818,000 15,096,000 4,243,500 13,750,000 5,896,500 16,254,500 5,231,000 7,141,500 3,763,500 8,359,000 6,705,000 10,157,500 6,864,000 5,877,500

16.29 17.23 15.82 16.29 16.40 16.71 16.87 17.02 16.62 15.30 17.15 16.33 16.35 16.61 16.28 16.47 16.51 15.04 16.16 17.09 16.08 16.81 16.25 17.07 16.28 16.54 16.44 16.33 15.82 17.31 16.05 17.17 16.25 17.30 16.01 16.12 16.01 16.30 16.33 16.56 16.12 15.97

0.69 1.61 0.22 0.69 0.69 1.01 1.28 1.39 0.92 -0.29 0.56 0.80 0.92 0.69 0.69 0.69 0.81 0.22 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.22 0.69 0.56 0.69 0.69 1.08 1.39 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 0.69

4.75 5.48 4.09 4.88 4.80 4.66 5.78 5.39 4.84 5.15 5.61 4.73 4.66 5.01 5.23 5.08 4.88 4.16 4.73 5.77 4.91 5.50 4.64 5.70 4.93 5.48 4.87 4.80 4.56 5.70 4.32 5.32 5.10 5.51 4.67 4.79 4.70 4.66 4.94 4.81 4.72 4.58

15.93 16.32 15.08 15.64 16.00 16.10 16.10 16.20 16.11 15.17 16.52 15.83 16.00 16.15 15.61 15.96 16.00 15.58 15.39 16.14 15.23 15.95 15.83 16.42 15.43 16.16 15.98 15.80 15.39 16.53 15.26 16.44 15.59 16.60 15.47 15.78 15.14 15.94 15.72 16.13 15.74 15.59

201

125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146

10,400,000 19,000,000 11,400,000 12,800,000 13,700,000 11,000,000 16,400,000 24,500,000 10,400,000 27,500,000 12,800,000 13,450,000 16,750,000 8,000,000 26,400,000 10,400,000 14,200,000 29,500,000 13,150,000 21,700,000 9,800,000 14,920,000

2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 3.25 2.00 3.00 2.50 2.00 3.50 2.00 2.50 2.50 1.75 3.00 2.00 2.50

132 280 166 140 103 112 140 232 89 224 140 98 150 98 178 122 116 330 199 184 138 119

4,326,500 9,905,000 5,258,500 6,711,000 8,019,500 4,111,500 7,142,000 13,520,000 4,737,000 14,362,000 6,711,000 8,405,000 9,209,000 5,328,000 8,492,000 4,577,500 8,080,500 9,125,500 8,916,500 12,846,000 5,535,000 15,982,000

16.16 16.76 16.25 16.36 16.43 16.21 16.61 17.01 16.16 17.13 16.36 16.41 16.63 15.89 17.09 16.16 16.47 17.20 16.39 16.89 16.10 16.52

0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 1.18 0.69 1.10 0.92 0.69 1.25 0.69 0.92 0.92 0.56 1.10 0.69 0.92

4.88 5.63 5.11 4.94 4.63 4.72 4.94 5.45 4.49 5.41 4.94 4.58 5.01 4.58 5.18 4.80 4.75 5.80 5.29 5.21 4.93 4.78

15.28 16.11 15.48 15.72 15.90 15.23 15.78 16.42 15.37 16.48 15.72 15.94 16.04 15.49 15.95 15.34 15.90 16.03 16.00 16.37 15.53 16.59

Lampiran 3.1 Regression : Fungsi Produksi - Jawa-Bali

Descriptive Statistics Mean Produksi Lahan Tenaga Kerja Modal 16.4999 0.8277 5.0938 15.8640 Std. Deviation 0.3993 0.2757 0.4179 0.3186 N 146 146 146 146

202

Descriptive Statistics Mean Produksi Lahan TenagaKerja Modal 16.4999 0.8277 5.0938 15.8640 Std. Deviation 0.3993 0.2757 0.4179 0.3186 N 146 146 146 146

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Variables Method Entered Removed Modal, Lahan, . Enter TenagaKerja(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary(b) Model 1 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0.9313 0.8673 0.8645 0.1470 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi R R Square DurbinWatson 2.0816

ANOVA(b) Model Sum of Df Mean Square F Sig. Squares 1Regression 20.0479 3 6.6826 309.27450.0000 Residual 3.0683 142 0.0216 Total 23.1162 145 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

203

B 1 (Constant) 5.7304 Lahan 0.5051 Tenaga Kerja 0.3536 Modal 0.5390 aDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Correlations Zero-order 0.6791 0.7585 0.8131 Partial 0.6459 0.6250 0.6650 Part 0.3083 0.2917 0.3244

Std. Error 0.7085 0.0501 0.0371 0.0508

Beta 8.08790.0000 0.3488 10.08310.0000 0.3701 9.54130.0000 0.4301 10.60970.0000

Collinearity Statistics Tolerance 0.7813 0.6212 0.5689 VIF 1.2800 1.6097 1.7577

Collinearity Diagnostics(a) Condition Variance Model Dimension Eigenvalue Index Proportions (Constant) Lahan TenagaKerja Modal 1 1 3.9254 1.0000 0.0000 0.0048 0.0003 0.0000 2 0.0708 7.4457 0.0004 0.8276 0.0032 0.0003 3 0.0036 32.8968 0.0173 0.0650 0.7799 0.0062 4 0.0001 174.3880 0.9822 0.1027 0.2167 0.9935 aDependent Variable: Produksi Casewise Diagnostics(a) Case Number 100 A Dependent Variable: Produksi Std. Residual -4.5557 Produksi 15.04

Residuals Statistics(a) MinimumMaximum Predicted Value Residual Std. Predicted 15.4154 17.2852 -0.6697 -2.9164 0.4046 2.1119 Mean 16.4999 0.0000 0.0000 Std. Deviation 0.3718 0.1455 1.0000 N 146 146 146

204

Value Std. Residual

-4.5557

2.7523

0.0000

0.9896

146

aDependent Variable: Produksi Regression : Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Variables Method Entered Removed Modal, Lahan, . Enter TenagaKerja(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary Std. Error Model R of the Estimate 1 0.8638 0.7462 0.7351 0.1418 Predictors: (Constant), Modal, Lahan, a TenagaKerja Adjusted R R Square Square

ANOVA(b) Model 1 Sum of Mean Df F Sig. Squares Square Regression 4.0757 3 1.3586 67.6081 0.0000 Residual 1.3865 69 0.0201 Total 5.4622 72 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. ErrorBeta t Sig.

205

1

(Constant) 7.5432 Lahan 0.7311 TenagaKerja 0.4096 Modal 0.3958 aDependent Variable: Produksi

1.0156 0.0855 0.0773 0.0700

7.4275 0.5424 8.5468 0.3418 5.2967 0.3792 5.6537

0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Regression : Heteroskedastisitas Kelompok II

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed Method Enter

Modal, TenagaKerja, . Lahan(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi

Model Summary Adjusted R Model R R Square Std. Error of the Estimate Square 1 0.8246 0.6799 0.6660 0.1420 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan ANOVA(b) Model 1 Sum of Mean Df F Sig. Squares Square Regression 2.9546 3 0.9849 48.8572 0.0000 Residual 1.3909 69 0.0202 Total 4.3455 72 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model 1 Unstandardized Standardized t Sig. Coefficients Coefficients B Std. ErrorBeta (Constant) 4.1408 1.3670 3.0291 0.0034 Lahan 0.3811 0.0625 0.4172 6.0958 0.0000 TenagaKerja 0.3199 0.0538 0.4065 5.9459 0.0000

206

Modal 0.6568 0.0847 aDependent Variable: Produksi Koefisien Std. Regresi Error 5.7304 0.5051 0.3536 0.5390 0.7085 0.0501 0.0371 0.0508 Signifikansi 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

0.5317 7.7531 0.0000

Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal

Collinearity Koefisien Koefisien Statistics Korelasi Determinasi (VIF) 0.6459 0.6250 0.6650 0.4172 0.3907 0.4422 1.2800 1.6097 1.7577

R Squared = 0.8673 R = 0.9313

Std. Error of the Estimate=0.1470 Durbin-Watson Test = 2.0816

Lampiran 4 Data Produksi padi Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 13,900,000 14,650,000 6,750,000 16,886,000 15,843,750 15,800,000 16,860,000 27,600,000 11,420,000 15,625,000 24,650,000 12,700,000 17,382,500 13,475,000 18,675,000 13,680,000 X1 2.00 2.00 1.25 2.40 2.00 2.25 2.25 5.00 2.00 2.25 2.45 2.25 2.25 2.50 2.50 2.00 X2 134 164 95 261 257 250 284 200 146 249 293 108 291 113 276 121 X3 7,846,000 8,908,500 6,277,500 8,884,000 8,891,000 8,209,000 8,209,000 9,938,000 6,296,500 9,013,000 8,152,500 7,455,500 8,734,500 6,494,500 9,841,000 6,702,500 ln Y 16.45 16.50 15.73 16.64 16.58 16.58 16.64 17.13 16.25 16.56 17.02 16.36 16.67 16.42 16.74 16.43 ln X1 0.69 0.69 0.22 0.88 0.69 0.81 0.81 1.61 0.69 0.81 0.90 0.81 0.81 0.92 0.92 0.69 lnX2 ln X3 4.90 5.10 4.55 5.56 5.55 5.52 5.65 5.30 4.98 5.52 5.68 4.68 5.67 4.73 5.62 4.80 15.88 16.00 15.65 16.00 16.00 15.92 15.92 16.11 15.66 16.01 15.91 15.82 15.98 15.69 16.10 15.72

207

17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57

11,800,000 7,800,000 25,150,000 15,340,000 4,800,000 8,800,000 18,000,000 14,237,500 14,490,000 15,440,000 22,780,000 10,200,000 9,040,000 9,950,000 8,000,000 21,175,000 12,200,000 14,850,000 15,585,000 14,900,000 10,000,000 16,031,250 17,111,000 9,100,000 17,062,500 13,725,000 23,900,000 14,615,000 20,317,500 18,517,500 19,250,000 20,175,000 34,400,000 17,515,000 12,300,000 17,580,000 15,000,000 9,800,000 20,400,000 16,531,250 17,350,000

2.00 1.63 5.00 2.25 1.25 2.00 2.50 2.50 2.25 2.50 3.00 2.00 2.95 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.50 3.00 1.75 2.00 2.40 1.75 2.25 2.00 3.00 2.50 2.50 2.70 4.25 2.50 3.00 2.50 2.00 2.50 4.25 2.25 2.00 2.25 3.25

148 6,296,500 16.28 84 3,952,000 15.87 225 9,929,000 17.04 223 8,977,500 16.55 86 3,884,500 15.38 92 5,229,000 15.99 227 8,209,000 16.71 81 8,413,000 16.47 119 7,472,000 16.49 210 8,837,500 16.55 307 10,096,000 16.94 117 6,443,500 16.14 102 3,262,000 16.02 113 5,982,000 16.11 97 6,362,500 15.89 297 9,249,000 16.87 143 6,604,000 16.32 131 8,547,500 16.51 223 8,494,500 16.56 104 6,955,000 16.52 140 6,492,000 16.12 271 9,350,000 16.59 266 8,180,500 16.66 140 6,080,500 16.02 277 8,127,000 16.65 117 8,254,500 16.43 320 9,117,000 16.99 115 6,897,500 16.50 296 8,471,000 16.83 217 6,771,000 16.73 150 8,664,500 16.77 296 9,856,000 16.82 325 12,405,000 17.35 256 8,597,000 16.68 120 7,405,500 16.33 235 8,365,500 16.68 175 8,180,500 16.52 103 5,237,000 16.10 294 8,894,000 16.83 287 8,221,000 16.62 267 8,240,500 16.67

0.69 0.49 1.61 0.81 0.22 0.69 0.92 0.92 0.81 0.92 1.10 0.69 1.08 0.69 0.69 1.10 0.69 0.69 0.92 1.10 0.56 0.69 0.88 0.56 0.81 0.69 1.10 0.92 0.92 0.99 1.45 0.92 1.10 0.92 0.69 0.92 1.45 0.81 0.69 0.81 1.18

5.00 4.43 5.42 5.41 4.45 4.52 5.42 4.39 4.78 5.35 5.73 4.76 4.62 4.73 4.57 5.69 4.96 4.88 5.41 4.64 4.94 5.60 5.58 4.94 5.62 4.76 5.77 4.74 5.69 5.38 5.01 5.69 5.78 5.55 4.79 5.46 5.16 4.63 5.68 5.66 5.59

15.66 15.19 16.11 16.01 15.17 15.47 15.92 15.95 15.83 15.99 16.13 15.68 15.00 15.60 15.67 16.04 15.70 15.96 15.95 15.75 15.69 16.05 15.92 15.62 15.91 15.93 16.03 15.75 15.95 15.73 15.97 16.10 16.33 15.97 15.82 15.94 15.92 15.47 16.00 15.92 15.92

208

58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99

16,480,000 15,450,000 13,565,000 14,950,000 13,740,000 11,950,000 12,400,000 18,112,500 20,500,000 32,400,000 16,450,000 17,368,000 11,000,000 18,975,000 11,400,000 28,900,000 15,820,000 14,400,000 27,200,000 27,787,500 15,900,000 10,150,000 18,700,000 14,500,000 12,800,000 11,825,000 30,400,000 7,400,000 11,900,000 13,250,000 18,150,000 21,200,000 24,750,000 16,580,000 4,400,000 28,050,000 12,400,000 12,580,000 16,400,000 11,800,000 14,250,000 14,840,000

2.25 2.50 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 2.45 2.00 2.50 2.00 4.00 2.00 2.75 4.00 4.50 2.00 2.00 2.25 2.00 1.63 2.00 5.00 1.25 2.00 2.00 2.75 3.60 4.00 2.50 0.75 1.75 2.23 2.50 2.00 2.00 2.00 2.25

266 217 112 130 126 128 160 268 248 272 238 290 136 121 131 300 225 146 310 227 172 103 128 187 131 116 240 60 132 121 106 325 220 126 172 272 113 106 150 186 160 131

9,883,500 8,035,500 8,030,000 8,630,500 8,098,500 6,815,500 6,767,500 8,334,000 9,650,500 11,955,000 8,082,500 6,702,500 6,199,500 8,666,000 8,424,000 9,064,000 9,832,000 8,866,000 12,883,500 10,664,500 8,824,500 4,636,500 11,073,000 8,941,500 5,035,500 8,322,000 12,180,500 3,552,000 6,204,000 8,863,000 9,815,500 9,821,000 10,838,000 9,954,500 3,862,000 14,955,000 7,530,000 8,887,500 10,298,500 6,008,000 8,508,500 8,864,500

16.62 16.55 16.42 16.52 16.44 16.30 16.33 16.71 16.84 17.29 16.62 16.67 16.21 16.76 16.25 17.18 16.58 16.48 17.12 17.14 16.58 16.13 16.74 16.49 16.36 16.29 17.23 15.82 16.29 16.40 16.71 16.87 17.02 16.62 15.30 17.15 16.33 16.35 16.61 16.28 16.47 16.51

0.81 0.92 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 0.90 0.69 0.92 0.69 1.39 0.69 1.01 1.39 1.50 0.69 0.69 0.81 0.69 0.49 0.69 1.61 0.22 0.69 0.69 1.01 1.28 1.39 0.92 -0.29 0.56 0.80 0.92 0.69 0.69 0.69 0.81

5.58 5.38 4.72 4.87 4.84 4.85 5.08 5.59 5.51 5.61 5.47 5.67 4.91 4.80 4.88 5.70 5.42 4.98 5.74 5.42 5.15 4.63 4.85 5.23 4.88 4.75 5.48 4.09 4.88 4.80 4.66 5.78 5.39 4.84 5.15 5.61 4.73 4.66 5.01 5.23 5.08 4.88

16.11 15.90 15.90 15.97 15.91 15.73 15.73 15.94 16.08 16.30 15.91 15.72 15.64 15.97 15.95 16.02 16.10 16.00 16.37 16.18 15.99 15.35 16.22 16.01 15.43 15.93 16.32 15.08 15.64 16.00 16.10 16.10 16.20 16.11 15.17 16.52 15.83 16.00 16.15 15.61 15.96 16.00

209

100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141

3,400,000 10,400,000 26,400,000 9,600,000 20,000,000 11,400,000 25,800,000 11,800,000 15,200,000 13,750,000 12,400,000 7,400,000 33,000,000 9,300,000 28,600,000 11,400,000 32,725,000 9,000,000 10,000,000 9,000,000 12,000,000 12,400,000 15,500,000 10,000,000 8,640,000 10,400,000 19,000,000 11,400,000 12,800,000 13,700,000 11,000,000 16,400,000 24,500,000 10,400,000 27,500,000 12,800,000 13,450,000 16,750,000 8,000,000 26,400,000 10,400,000 14,200,000

1.25 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.25 2.00 1.75 2.00 2.00 2.95 4.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 3.25 2.00 3.00 2.50 2.00 3.50 2.00 2.50

64 113 320 136 244 104 300 139 240 130 121 96 300 75 204 164 246 107 120 110 106 140 123 112 98 132 280 166 140 103 112 140 232 89 224 140 98 150 98 178 122 116

5,816,000 4,829,000 10,199,500 4,106,500 8,494,000 7,524,000 13,462,000 5,005,500 10,406,500 8,732,000 7,284,000 4,818,000 15,096,000 4,243,500 13,750,000 5,896,500 16,254,500 5,231,000 7,141,500 3,763,500 8,359,000 6,705,000 10,157,500 6,864,000 5,877,500 4,326,500 9,905,000 5,258,500 6,711,000 8,019,500 4,111,500 7,142,000 13,520,000 4,737,000 14,362,000 6,711,000 8,405,000 9,209,000 5,328,000 8,492,000 4,577,500 8,080,500

15.04 16.16 17.09 16.08 16.81 16.25 17.07 16.28 16.54 16.44 16.33 15.82 17.31 16.05 17.17 16.25 17.30 16.01 16.12 16.01 16.30 16.33 16.56 16.12 15.97 16.16 16.76 16.25 16.36 16.43 16.21 16.61 17.01 16.16 17.13 16.36 16.41 16.63 15.89 17.09 16.16 16.47

0.22 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.22 0.69 0.56 0.69 0.69 1.08 1.39 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 1.18 0.69 1.10 0.92 0.69 1.25 0.69 0.92

4.16 4.73 5.77 4.91 5.50 4.64 5.70 4.93 5.48 4.87 4.80 4.56 5.70 4.32 5.32 5.10 5.51 4.67 4.79 4.70 4.66 4.94 4.81 4.72 4.58 4.88 5.63 5.11 4.94 4.63 4.72 4.94 5.45 4.49 5.41 4.94 4.58 5.01 4.58 5.18 4.80 4.75

15.58 15.39 16.14 15.23 15.95 15.83 16.42 15.43 16.16 15.98 15.80 15.39 16.53 15.26 16.44 15.59 16.60 15.47 15.78 15.14 15.94 15.72 16.13 15.74 15.59 15.28 16.11 15.48 15.72 15.90 15.23 15.78 16.42 15.37 16.48 15.72 15.94 16.04 15.49 15.95 15.34 15.90

210

142 143 144 145 146 Min Max Rata

29,500,000 13,150,000 21,700,000 9,800,000 14,920,000 3,400,000 34,400,000 15,818,313

2.50 1.75 3.00 2.00 2.50 0.75 5.00 2.38

330 9,125,500 17.20 199 8,916,500 16.39 184 12,846,000 16.89 138 5,535,000 16.10 119 15,982,000 16.52 60 3,262,000 15.04 330 16,254,500 17.35 178 8,142,017 16.50

0.92 0.56 1.10 0.69 0.92 -0.29 1.61 0.83

5.80 5.29 5.21 4.93 4.78 4.09 5.80 5.09

16.03 16.00 16.37 15.53 16.59 15.00 16.60 15.86

Lampiran 4.1 Produksi Frontier
No Y (Produksi Observasi) 1 13900000 2 14650000 3 6750000 4 16886000 5 15843750 6 15800000 7 16860000 8 27600000 9 11420000 10 15625000 11 24650000 12 12700000 13 17382500 14 13475000 15 18675000 16 13680000 17 11800000 18 7800000 19 25150000 20 15340000 Y (Produksi Frontier) 12,802,089 14,726,254 7,915,060 19,006,560 17,238,394 17,357,911 18,157,080 26,690,947 11,714,867 18,232,083 19,098,262 12,251,863 18,939,025 12,188,839 20,917,681 11,340,324 11,771,266 6,751,880 27,810,446 17,498,559 X1 1.74 1.90 1.24 2.23 2.08 2.09 2.16 3.16 1.62 2.17 2.24 1.74 2.22 1.75 2.39 1.61 1.62 1.13 3.21 2.11 X2 X3

227 6,955,825 248 7,597,346 162 4,964,312 291 8,915,310 271 8,308,325 273 8,352,893 281 8,615,290 412 12,613,558 210 6,450,518 282 8,655,421 292 8,952,354 227 6,966,243 289 8,872,091 228 6,995,763 311 9,545,061 209 6,414,246 211 6,465,953 148 4,531,936 418 12,803,024 275 8,441,066

211

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70

4800000 8800000 18000000 14237500 14490000 15440000 22780000 10200000 9040000 9950000 8000000 21175000 12200000 14850000 15585000 14900000 10000000 16031250 17111000 9100000 17062500 13725000 23900000 14615000 20317500 18517500 19250000 20175000 34400000 17515000 12300000 17580000 15000000 9800000 20400000 16531250 17350000 16480000 15450000 13565000 14950000 13740000 11950000 12400000 18112500 20500000 32400000 16450000 17368000 11000000

5,894,180 9,000,978 17,698,912 12,466,141 12,693,782 17,920,331 24,158,342 10,970,152 8,810,187 10,409,233 10,197,675 22,772,084 11,933,212 13,302,395 17,916,517 13,475,907 10,965,493 18,049,092 18,299,082 10,583,823 17,900,338 12,543,174 23,198,523 12,670,593 19,770,472 16,321,916 20,615,122 21,458,356 27,554,539 18,933,408 11,934,055 18,100,621 21,101,474 9,952,881 18,079,910 18,238,963 21,459,074 19,616,591 17,219,505 12,168,392 14,936,741 12,743,414 11,672,812 12,581,261 18,921,333 21,864,793 25,364,110 16,916,383 17,115,984 11,329,541

0.99 1.41 2.14 1.88 1.77 2.17 2.66 1.57 1.58 1.52 1.53 2.55 1.64 1.80 2.16 1.96 1.53 2.15 2.17 1.49 2.14 1.75 2.59 1.79 2.30 2.05 2.67 2.43 2.91 2.23 1.67 2.17 2.67 1.52 2.15 2.16 2.49 2.28 2.10 1.72 1.99 1.75 1.63 1.69 2.23 2.50 2.77 2.06 2.10 1.59

130 183 279 244 230 282 346 205 206 198 199 333 214 235 281 255 200 280 283 194 278 228 337 234 299 267 347 317 380 291 218 283 348 198 280 282 324 298 274 224 259 228 212 220 290 326 361 268 273 207

3,971,449 5,621,847 8,537,150 7,489,107 7,057,503 8,648,475 10,606,224 6,283,433 6,314,689 6,074,481 6,097,826 10,202,210 6,546,023 7,203,365 8,616,448 7,827,521 6,117,892 8,593,488 8,682,433 5,959,103 8,529,625 6,982,257 10,328,778 7,166,706 9,170,760 8,194,491 10,650,986 9,705,200 11,636,131 8,910,679 6,677,800 8,659,280 10,657,160 6,071,587 8,595,031 8,643,073 9,943,287 9,122,526 8,393,025 6,857,040 7,951,195 6,991,518 6,511,873 6,740,312 8,901,804 9,978,980 11,053,456 8,211,469 8,369,679 6,335,913

212

71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120

18975000 11400000 28900000 15820000 14400000 27200000 27787500 15900000 10150000 18700000 14500000 12800000 11825000 30400000 7400000 11900000 13250000 18150000 21200000 24750000 16580000 4400000 28050000 12400000 12580000 16400000 11800000 14250000 14840000 3400000 10400000 26400000 9600000 20000000 11400000 25800000 11800000 15200000 13750000 12400000 7400000 33000000 9300000 28600000 11400000 32725000 9000000 10000000 9000000 12000000

14,595,586 13,198,067 26,161,656 17,367,920 16,573,077 32,011,819 27,485,888 14,899,374 8,777,050 16,113,365 15,455,435 9,004,881 12,560,444 31,777,596 4,932,062 11,215,178 13,190,843 15,639,522 26,640,208 25,829,384 15,958,708 5,789,259 21,772,610 12,459,670 14,120,860 15,434,020 12,440,536 14,240,097 14,403,609 6,606,303 9,270,679 20,061,677 9,066,415 16,512,258 11,444,048 22,786,636 10,169,355 14,430,839 13,420,622 11,084,436 8,741,396 24,243,549 9,112,759 28,605,699 11,779,843 26,349,673 9,495,874 11,701,976 8,024,444 12,196,257

1.98 1.79 2.90 2.11 2.14 3.29 3.10 1.91 1.37 2.13 1.95 1.33 1.75 3.45 0.91 1.58 1.81 2.15 2.88 2.92 2.11 0.98 2.60 1.75 1.97 2.01 1.66 1.86 1.92 1.14 1.41 2.33 1.38 2.02 1.65 2.61 1.48 1.92 1.82 1.57 1.38 2.76 1.62 3.17 1.61 2.95 1.44 1.65 1.30 1.74

258 233 378 275 278 429 404 249 179 278 254 173 228 450 119 206 236 280 375 381 275 127 339 229 257 262 217 242 251 148 184 303 180 263 215 339 192 250 237 205 179 360 212 413 210 385 187 215 169 226

7,895,436 7,155,709 11,601,016 8,424,474 8,527,310 13,152,050 12,378,751 7,626,672 5,478,107 8,516,505 7,787,583 5,312,759 7,000,586 13,787,590 3,638,939 6,306,779 7,247,934 8,584,999 11,507,248 11,668,158 8,431,226 3,902,956 10,402,288 7,004,638 7,865,144 8,025,669 6,647,894 7,412,124 7,687,448 4,546,985 5,629,564 9,299,450 5,528,271 8,054,803 6,600,046 10,404,024 5,898,328 7,676,643 7,266,842 6,276,873 5,494,121 11,034,548 6,485,054 12,668,352 6,435,083 11,788,359 5,738,382 6,575,928 5,195,259 6,937,688

213

121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146

12400000 15500000 10000000 8640000 10400000 19000000 11400000 12800000 13700000 11000000 16400000 24500000 10400000 27500000 12800000 13450000 16750000 8000000 26400000 10400000 14200000 29500000 13150000 21700000 9800000 14920000 15,818,313

11,941,890 14,282,897 12,519,895 9,804,922 9,228,278 18,837,019 11,119,687 11,947,670 11,805,472 9,488,259 15,183,161 25,629,382 8,953,145 27,240,335 11,947,670 14,619,758 16,271,874 9,297,842 19,627,460 9,253,224 13,845,740 21,388,124 14,740,035 22,971,355 10,710,557 20,205,561 15,617,985

1.64 1.94 1.79 1.48 1.40 2.22 1.55 1.64 1.70 1.52 2.05 2.84 1.44 3.00 1.64 2.09 2.09 1.43 2.43 1.40 1.91 2.43 1.88 2.68 1.53 2.68 2

214 253 233 193 182 290 202 214 221 198 267 370 188 391 214 272 272 186 317 183 249 316 245 350 199 349 260

6,561,844 7,762,887 7,130,627 5,918,393 5,582,294 8,877,108 6,204,328 6,564,159 6,783,530 6,068,500 8,177,512 11,348,652 5,770,602 11,973,580 6,564,159 8,340,738 8,328,776 5,706,354 9,715,233 5,601,974 7,630,917 9,685,714 7,508,787 10,718,128 6,094,932 10,703,079 7,956,467

214

Y (Produksi Maksimum) Est Anggaran 13,466,247 7,210,400 15,239,186 7,875,400 8,392,052 5,146,000 19,070,631 9,241,600 17,275,541 8,612,400 17,405,608 8,658,600 18,177,000 8,930,600 31,020,452 13,075,200 12,115,056 6,686,600 18,295,819 8,972,200 19,181,820 9,280,000 13,494,534 7,221,200 18,941,146 9,196,800 13,574,773 7,251,800 20,985,705 9,894,400 12,019,653 6,649,000 12,155,719 6,702,600 7,385,564 4,697,800 31,675,683 13,271,600 17,663,747 8,750,000 6,137,625 4,116,800 9,990,889 5,827,600 17,946,282 8,849,600 14,935,670 7,763,200 13,743,034 7,315,800

Π Semula Π Maksimum 6,689,600 6,255,847 6,774,600 7,363,786 1,604,000 3,246,052 7,644,400 9,829,031 7,231,350 8,663,141 7,141,400 8,747,008 7,929,400 9,246,400 14,524,800 17,945,252 4,733,400 5,428,456 6,652,800 9,323,619 15,370,000 9,901,820 5,478,800 6,273,334 8,185,700 9,744,346 6,223,200 6,322,973 8,780,600 11,091,305 7,031,000 5,370,653 5,097,400 5,453,119 3,102,200 2,687,764 11,878,400 18,404,083 6,590,000 8,913,747 683,200 2,020,825 2,972,400 4,163,289 9,150,400 9,096,682 6,474,300 7,172,470 7,174,200 6,427,234

ET 1.09 0.99 0.85 0.89 0.92 0.91 0.93 1.03 0.97 0.86 1.29 1.04 0.92 1.11 0.89 1.21 1.00 1.16 0.90 0.88 0.81 0.98 1.02 1.14 1.14

EE 1.07 0.92 0.49 0.78 0.83 0.82 0.86 0.81 0.87 0.71 1.55 0.87 0.84 0.98 0.79 1.31 0.93 1.15 0.65 0.74 0.34 0.71 1.01 0.90 1.12

EH 0.98 0.92 0.58 0.88 0.91 0.90 0.92 0.78 0.89 0.83 1.20 0.84 0.92 0.89 0.89 1.09 0.93 1.00 0.71 0.84 0.42 0.73 0.99 0.79 0.98

215

18,275,239 24,328,203 11,677,396 11,758,916 11,136,626 11,196,679 23,038,976 12,367,282 14,142,899 18,180,424 15,890,407 11,248,368 18,112,542 18,375,919 10,841,202 17,924,109 13,538,045 23,440,692 14,042,095 19,841,116 16,944,611 24,472,273 21,480,982 27,703,678 19,056,746 12,717,737 18,307,256 24,492,164 11,129,188 18,117,103 18,259,236 22,223,416 19,694,963 17,522,963 13,198,890 16,243,516 13,563,227 12,276,921 12,884,963 19,030,140 22,335,342 25,778,527 16,993,853 17,454,666 11,814,362 16,084,038 14,011,894 27,586,539 17,615,086 17,917,289

8,965,000 10,994,400 6,513,400 6,545,800 6,296,800 6,321,000 10,575,600 6,785,600 7,467,000 8,931,800 8,114,000 6,341,800 8,908,000 9,000,200 6,177,200 8,841,800 7,237,800 10,706,800 7,429,000 9,506,400 8,494,400 11,040,800 10,060,400 12,062,000 9,236,800 6,922,200 8,976,200 11,047,200 6,293,800 8,909,600 8,959,400 10,307,200 9,456,400 8,700,200 7,108,000 8,242,200 7,247,400 6,750,200 6,987,000 9,227,600 10,344,200 11,458,000 8,512,000 8,676,000 6,567,800 8,184,400 7,417,600 12,025,600 8,732,800 8,839,400

6,475,000 11,785,600 3,686,600 2,494,200 3,653,200 1,679,000 10,599,400 5,414,400 7,383,000 6,653,200 6,786,000 3,658,200 7,123,250 8,110,800 2,922,800 8,220,700 6,487,200 13,193,200 7,186,000 10,811,100 10,023,100 8,209,200 10,114,600 22,338,000 8,278,200 5,377,800 8,603,800 3,952,800 3,506,200 11,490,400 7,571,850 7,042,800 7,023,600 6,749,800 6,457,000 6,707,800 6,492,600 5,199,800 5,413,000 8,884,900 10,155,800 20,942,000 7,938,000 8,692,000 4,432,200 10,790,600 3,982,400 16,874,400 7,087,200 5,560,600

9,310,239 13,333,803 5,163,996 5,213,116 4,839,826 4,875,679 12,463,376 5,581,682 6,675,899 9,248,624 7,776,407 4,906,568 9,204,542 9,375,719 4,664,002 9,082,309 6,300,245 12,733,892 6,613,095 10,334,716 8,450,211 13,431,473 11,420,582 15,641,678 9,819,946 5,795,537 9,331,056 13,444,964 4,835,388 9,207,503 9,299,836 11,916,216 10,238,563 8,822,763 6,090,890 8,001,316 6,315,827 5,526,721 5,897,963 9,802,540 11,991,142 14,320,527 8,481,853 8,778,666 5,246,562 7,899,638 6,594,294 15,560,939 8,882,286 9,077,889

0.86 0.94 0.93 1.03 0.96 0.78 0.93 1.02 1.12 0.87 1.11 0.91 0.89 0.94 0.86 0.95 1.09 1.03 1.15 1.03 1.13 0.93 0.94 1.25 0.93 1.03 0.97 0.71 0.98 1.13 0.91 0.81 0.84 0.90 1.11 1.00 1.08 1.02 0.99 0.96 0.94 1.28 0.97 1.01 0.97 1.30 0.86 1.10 0.91 0.87

0.70 0.88 0.71 0.48 0.75 0.34 0.85 0.97 1.11 0.72 0.87 0.75 0.77 0.87 0.63 0.91 1.03 1.04 1.09 1.05 1.19 0.61 0.89 1.43 0.84 0.93 0.92 0.29 0.73 1.25 0.81 0.59 0.69 0.77 1.06 0.84 1.03 0.94 0.92 0.91 0.85 1.46 0.94 0.99 0.84 1.37 0.60 1.08 0.80 0.61

0.81 0.94 0.77 0.47 0.79 0.44 0.91 0.95 0.99 0.83 0.79 0.82 0.87 0.93 0.73 0.95 0.94 1.01 0.94 1.02 1.05 0.65 0.94 1.14 0.91 0.90 0.95 0.41 0.74 1.11 0.90 0.73 0.82 0.85 0.95 0.84 0.95 0.92 0.93 0.95 0.90 1.14 0.96 0.98 0.87 1.05 0.70 0.98 0.88 0.70

216

32,892,933 30,213,896 15,321,722 9,634,603 17,885,468 15,776,853 9,229,381 13,587,897 35,142,808 5,429,507 11,738,269 14,265,734 18,087,461 27,274,436 27,810,644 17,634,885 5,989,737 23,674,917 13,598,924 15,997,591 16,457,222 12,637,959 14,720,870 15,493,175 7,419,971 10,010,123 20,232,563 9,758,523 16,541,040 12,510,614 23,680,458 10,686,506 15,462,655 14,317,938 11,660,307 9,674,112 25,716,725 12,206,093 31,209,544 12,074,433 28,213,139 10,282,449 12,446,568 8,944,481 13,417,047 12,409,209 15,706,753 13,943,084 10,737,510 9,892,481

13,633,400 12,831,800 7,905,800 5,678,600 8,828,200 8,072,600 5,507,200 7,256,800 14,292,200 3,772,120 6,537,600 7,513,200 8,899,200 11,928,400 12,095,200 8,739,800 4,045,800 10,783,000 7,261,000 8,153,000 8,319,400 6,891,200 7,683,400 7,968,800 4,713,400 5,835,600 9,639,800 5,730,600 8,349,600 6,841,600 10,784,800 6,114,200 7,957,600 7,532,800 6,506,600 5,695,200 11,438,400 6,722,400 13,132,000 6,670,600 12,219,800 5,948,400 6,816,600 5,385,400 7,191,600 6,802,000 8,047,000 7,391,600 6,135,000 5,786,600

13,566,600 14,955,700 7,994,200 4,471,400 9,871,800 6,427,400 7,292,800 4,568,200 16,107,800 3,627,880 5,362,400 5,736,800 9,250,800 9,271,600 12,654,800 7,840,200 354,200 17,267,000 5,139,000 4,427,000 8,080,600 4,908,800 6,566,600 6,871,200 -1,313,400 4,564,400 16,760,200 3,869,400 11,650,400 4,558,400 15,015,200 5,685,800 7,242,400 6,217,200 5,893,400 1,704,800 21,561,600 2,577,600 15,468,000 4,729,400 20,505,200 3,051,600 3,183,400 3,614,600 4,808,400 5,598,000 7,453,000 2,608,400 2,505,000 4,613,400

19,259,533 17,382,096 7,415,922 3,956,003 9,057,268 7,704,253 3,722,181 6,331,097 20,850,608 1,657,387 5,200,669 6,752,534 9,188,261 15,346,036 15,715,444 8,895,085 1,943,937 12,891,917 6,337,924 7,844,591 8,137,822 5,746,759 7,037,470 7,524,375 2,706,571 4,174,523 10,592,763 4,027,923 8,191,440 5,669,014 12,895,658 4,572,306 7,505,055 6,785,138 5,153,707 3,978,912 14,278,325 5,483,693 18,077,544 5,403,833 15,993,339 4,334,049 5,629,968 3,559,081 6,225,447 5,607,209 7,659,753 6,551,484 4,602,510 4,105,881

0.85 1.01 1.07 1.16 1.16 0.94 1.42 0.94 0.96 1.50 1.06 1.00 1.16 0.80 0.96 1.04 0.76 1.29 1.00 0.89 1.06 0.95 1.00 1.03 0.51 1.12 1.32 1.06 1.21 1.00 1.13 1.16 1.05 1.02 1.12 0.85 1.36 1.02 1.00 0.97 1.24 0.95 0.85 1.12 0.98 1.04 1.09 0.80 0.88 1.13

0.70 0.86 1.08 1.13 1.09 0.83 1.96 0.72 0.77 2.19 1.03 0.85 1.01 0.60 0.81 0.88 0.18 1.34 0.81 0.56 0.99 0.85 0.93 0.91 -0.49 1.09 1.58 0.96 1.42 0.80 1.16 1.24 0.97 0.92 1.14 0.43 1.51 0.47 0.86 0.88 1.28 0.70 0.57 1.02 0.77 1.00 0.97 0.40 0.54 1.12

0.83 0.85 1.01 0.98 0.94 0.89 1.38 0.77 0.81 1.46 0.97 0.85 0.87 0.76 0.84 0.85 0.24 1.04 0.81 0.63 0.93 0.90 0.93 0.89 -0.94 0.97 1.20 0.91 1.17 0.81 1.03 1.07 0.92 0.89 1.02 0.51 1.11 0.46 0.86 0.90 1.03 0.74 0.66 0.91 0.79 0.96 0.90 0.50 0.62 1.00

217

18,956,163 11,471,808 12,415,348 13,000,941 11,121,256 16,895,409 26,748,884 10,363,486 28,836,589 12,415,348 17,370,107 17,335,191 10,202,079 21,512,121 9,941,410 15,333,679 21,420,536 14,990,724 24,688,834 11,189,229 24,640,247 16,555,197

9,202,000 6,431,400 6,804,400 7,031,800 6,290,600 8,476,800 11,764,000 5,981,800 12,411,800 6,804,400 8,646,000 8,633,600 5,915,200 10,070,800 5,807,000 7,910,200 10,040,200 7,783,600 11,110,400 6,318,000 11,094,800 8,247,665

9,798,000 4,968,600 5,995,600 6,668,200 4,709,400 7,923,200 12,736,000 4,418,200 15,088,200 5,995,600 4,804,000 8,116,400 2,084,800 16,329,200 4,593,000 6,289,800 19,459,800 5,366,400 10,589,600 3,482,000 3,825,200 7,570,648

9,754,163 5,040,408 5,610,948 5,969,141 4,830,656 8,418,609 14,984,884 4,381,686 16,424,789 5,610,948 8,724,107 8,701,591 4,286,879 11,441,321 4,134,410 7,423,479 11,380,336 7,207,124 13,578,434 4,871,229 13,545,447 8,307,532

1.01 1.03 1.07 1.16 1.16 1.08 0.96 1.16 1.01 1.07 0.92 1.03 0.86 1.35 1.12 1.03 1.38 0.89 0.94 0.91 0.74 1.01

1.00 0.99 1.07 1.12 0.97 0.94 0.85 1.01 0.92 1.07 0.55 0.93 0.49 1.43 1.11 0.85 1.71 0.74 0.78 0.71 0.28 0.90

1.00 0.96 1.00 0.96 0.84 0.87 0.89 0.87 0.91 1.00 0.60 0.91 0.57 1.06 0.99 0.83 1.24 0.83 0.83 0.78 0.38 0.86

Lampiran 5 Data Konsumsi Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong
X1= Makanan; X2= Pakaian; X5 =Pengeluaran lain No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. X1 4176000 5490000 5580000 4086000 4608000 5130000 5130000 4680000 5040000 4590000 5532000 3480000 3384000 5388000 4230000 3924000 7800000 5040000 5112000 8736000 5040000 4968000 X3= Pendidikan; X2 430000 460000 415000 325000 355000 340000 445000 370000 390000 270000 360000 335000 390000 450000 330000 395000 590000 450000 550000 730000 395000 395000 540000 1176000 420000 1704000 360000 864000 372000 660000 1080000 420000 240000 624000 60000 1504000 1980000 1140000 2400000 10560000 2424000 1950000 1200000 1740000 X3 X4=Kesehatan; X4 440000 460000 600000 360000 620000 3500 420000 90000 64000 180000 484000 180000 600000 144000 360000 1980000 360000 1980000 360000 180000 1200000 900000 360000 384000 300000 300000 450000 240000 140000 480000 480000 300000 480000 360000 720000 2405000 670000 1860000 620000 3060000 2400000 695000 620000 2315000 X5

218

23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77.

2510000 5040000 3252000 4896000 5040000 4860000 5040000 5400000 4662000 5040000 2880000 3060000 3060000 4932000 5562000 4788000 4788000 3510000 2808000 2760000 4410000 2988000 2808000 2988000 3888000 4410000 4788000 3960000 3636000 4788000 4860000 4338000 4338000 4410000 4860000 4865000 2808000 3438000 3864000 5640000 6660000 5064000 4758000 5478000 5460000 4860000 3060000 7524000 3438000 2808000 6828000 3528000 4932000 4608000 1620000

530000 450000 470000 405000 470000 460000 390000 580000 460000 460000 260000 390000 350000 400000 610000 440000 540000 440000 380000 320000 450000 320000 320000 380000 390000 380000 440000 330000 550000 450000 460000 390000 380000 380000 440000 450000 320000 380000 390000 360000 455000 970000 570000 410000 465000 4000000 335000 520000 380000 320000 400000 815000 450000 375000 425000

3600000 1056000 1680000 744000 3108000 744000 1368000 3420000 2484000 1860000 60000 744000 1740000 744000 2484000 1368000 2484000 1368000 744000 804000 1860000 804000 768000 2484000 1368000 1360000 1368000 760000 2052000 1992000 60000 60000 60000 2676000 1860000 1860000 804000 744000 2400000 2172000 1200000 3108000 1380000 1740000 120000 2484000 744000 1560000 744000 804000 1860000 120000 1200000 624000 96000

720000 2510000 620000 810000 670000 770000 520000 765000 620000 710000 520000 700000 620000 1920000 460000 2560000 560000 2380000 340000 2260000 520000 1580000 310000 2130000 670000 2870000 620000 2380000 560000 2970000 340000 680000 300000 1040000 440000 1690000 290000 620000 420000 1340000 620000 1650000 420000 1155000 400000 570000 440000 1430000 500000 1440000 600000 2060000 520000 800000 340000 2010000 420000 1660000 340000 1560000 340000 1660000 240000 780000 340000 620000 340000 2240000 340000 2180000 320000 2370000 220000 2180000 420000 1050000 300000 3624000 420000 3120000 500000 2240000 300000 2180000 420000 2660000 210000 3040000 420000 2660000 210000 3020000 420000 2320000 500000 2780000 420000 1050000 220000 2180000 320000 2300000 480000 2070000 500000 2360000 480000 510000 480000 2280000

219

78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114. 115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132.

2340000 2340000 2728000 4328000 4350000 3408000 5040000 5833000 3060000 5580000 3060000 4164000 4920000 3672000 4680000 2900000 5720000 5400000 4608000 5328000 2692000 3528000 5016000 9900000 4848000 5352000 5328000 3636000 3888000 3888000 4500000 4608000 4884000 5532000 2880000 3780000 4224000 3480000 6120000 4470000 4320000 6096000 4488000 5280000 2736000 6768000 5760000 3660000 2700000 5580000 5280000 5160000 5280000 7650000 5760000

285000 125000 435000 725000 520000 670000 335000 570000 290000 790000 420000 415000 460000 565000 610000 435000 905000 510000 580000 550000 270000 335000 295000 570000 605000 645000 735000 435000 335000 560000 515000 455000 635000 585000 470000 345000 375000 415000 480000 550000 295000 450000 565000 330000 285000 435000 680000 285000 205000 485000 390000 355000 425000 475000 34000

30000 30000 120000 480000 900000 684000 2400000 1950000 120000 3420000 1860000 7680000 1128000 1200000 120000 1080000 2202000 1740000 60000 2220000 30000 1260000 1116000 5100000 120000 1200000 480000 720000 1740000 1860000 1680000 1608000 1800000 2916000 360000 946000 2364000 1080000 1440000 2400000 30000 6816000 120000 2160000 1620000 792000 700000 1740000 30000 1080000 1080000 1800000 3900000 3250000 900000

300000 300000 200000 300000 500000 360000 350000 1740000 600000 2316000 195000 420000 200000 560000 560000 2640000 360000 1860000 560000 1900000 480000 1260000 360000 245000 148000 240000 250000 1480000 400000 1820000 410000 1860000 1200000 970000 400000 360000 300000 600000 200000 1800000 320000 1200000 200000 360000 300000 240000 750000 2660000 200000 2160000 1000000 1260000 100000 1440000 300000 1200000 780000 1800000 480000 2080000 660000 300000 720000 600000 600000 790000 2000000 3600000 420000 120000 560000 1920000 600000 360000 200000 1980000 840000 300000 600000 420000 720000 240000 2040000 2460000 1440000 2040000 420000 360000 1200000 1980000 720000 480000 500000 2790000 420000 1860000 1200000 480000 1200000 1935000 1200000 630000 1200000 1260000 540000 785000 480000 2520000 300000 1860000

220

133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141. 142. 143. 144. 145. 146.

5964000 3864000 5640000 6660000 5064000 4758000 5478000 5460000 4860000 3060000 7524000 5640000 6660000 6828000

490000 390000 360000 455000 470000 570000 410000 465000 400000 335000 520000 455000 470000 400000

2280000 2400000 2172000 1200000 3108000 3180000 1740000 120000 2484000 744000 1560000 2172000 3108000 120000

540000 560000 300000 3384000 420000 3120000 500000 2240000 300000 2180000 420000 2660000 210000 2820000 210000 2660000 210000 3020000 420000 2320000 500000 2780000 500000 3120000 360000 2108000 180000 2300000

Lampiran 5.1. Hubungan antara Pengeluaran Makanan dgn Total Pengeluaran Rumah Tangga
Variables Entered/Removed(b)

Model 1

Variables Entered Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi(a)

Variables Removed .

Method Enter

a All requested variables entered. b Dependent Variable: Log Pengeluaran Makanan Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of R R Square Square the Estimate .755(a) .571 .565 .08313 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Makanan Model 1 ANOVA(b) Sum of Squares Regressio n Residual 1.313 .988

Durbin-Watson 1.859

Model 1

df 2 143

Mean Square .657 .007

F 95.039

Sig. .000(a)

221

2.302 145 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Makanan Coefficients(a) Unstandardized Coefficients B 1.970 .676 Std. Error .340 .049 Standardized Coefficients Beta 5.796 .754 .023 13.746 .423 .000 .000 .673

Total

Model

t

Sig.

1

(Constant) Log Total Konsumsi

Wilayah .006 .014 Penelitan a Dependent Variable: Log Pengeluaran Makanan

Lampiran 5.2. Hubungan antara Pengeluaran Pakaian dgn Total Konsumsi Rt
Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi(a) Variables Removed . Method Enter

a All requested variables entered. b Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of R R Square Square the Estimate .297(a) .088 .075 .22773 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan Model 1 ANOVA(b) Sum of Squares .715 7.416

Durbin-Watson 1.500

Model 1

df 2 143

Regression Residual Total

Mean Square .358 .052

F 6.894

Sig. .001(a)

8.131 145 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan

222

Coefficients(a) Model 1 Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta 2.410 .291 .046 3.638 .577 .017 .000 .565 t Sig.

B Std. Error (Constant) 2.243 .931 Log Total .490 .135 Konsumsi Wilayah .022 .038 Penelitan a Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan

Lampiran 5.3 Hubungan antara Pengeluaran Pendidikan dgn Total Pengeluaran Rt
Variables Entered/Removed(b) Variables Removed .

Model 1

Variables Entered Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi(a)

Method Enter

a All requested variables entered. b Dependent Variable: Log Pengeluaran Pendidikan Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of R R Square Square the Estimate .718(a) .516 .509 .37673 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Pendidikan Model 1 ANOVA(b) Sum of Squares Regressio n Residual Total 21.596 20.295

Durbin-Watson 1.801

Model 1

df 2 143

Mean Square 10.798 .142

F 76.081

Sig. .000(a)

41.891 145 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Pendidikan Coefficients(a)

223

Model 1

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients Beta

t -8.367

Sig. .000 .000 .070

B Std. Error (Constant) -12.886 1.540 Log Total 2.735 .223 Konsumsi Wilayah -.114 .062 Penelitan a Dependent Variable: Log Pengeluaran Pendidikan

.715 -.106

12.271 -1.825

Lampiran 5.4 Hubungan antara Pengeluaran Kesehatan dgn Total Konsumsi Rt
Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi(a) Variables Removed . Method Enter

a All requested variables entered. b Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of R R Square Square the Estimate .297(a) .088 .075 .22773 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan Model 1 ANOVA(b) Sum of Squares Regressio n Residual Total .715 7.416

Durbin-Watson 1.500

Model 1

df 2 143

Mean Square .358 .052

F 6.894

Sig. .001(a)

8.131 145 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan Coefficients(a)

224

Model

(Constant) Log Total .490 .135 Konsumsi Wilayah .022 .038 Penelitan a Dependent Variable: Log Pengeluaran Kesehatan

1

Unstandardized Coefficients Std. B Error 2.243 .931

Standardized Coefficients Beta

t

Sig.

2.410 .291 .046 3.638 .577

.017 .000 .565

Lampiran 5.5 Hubungan antara Pengeluaran Lainnya dgn Total Konsumsi Rt
Variables Entered/Removed(b) Variables Removed .

Model 1

Variables Entered Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi(a)

Method Enter

a All requested variables entered. b Dependent Variable: Log Pengeluaran Lainnya Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of R R Square Square the Estimate .553(a) .305 .296 .32121 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Lainnya Model 1 ANOVA(b) Sum of Squares Regressio n Residual Total 6.486 14.754

Durbin-Watson 1.349

Model 1

df 2 143

Mean Square 3.243 .103

F 31.430

Sig. .000(a)

21.240 145 a Predictors: (Constant), Wilayah Penelitan, Log Total Konsumsi b Dependent Variable: Log Pengeluaran Lainnya Coefficients(a)

225

Model

Unstandardized Coefficients Std. Error 1.313

Standardized Coefficients Beta

t

Sig.

B (Constant) -4.354 Log Total 1.506 .190 Konsumsi Wilayah -.016 .053 Penelitan a Dependent Variable: Log Pengeluaran Lainnya 1

-3.316 .553 -.022 7.928 -.310

.001 .000 .757

Case Processing Summary Cases Valid N Kategori Proporsi Pengeluaran Makanan * Kategori Pendapatan 146 Percent 100.0% N 0 Missing Percent .0% N 146 Total Percent 100.0%

Kategori Proporsi Pengeluaran Makanan * Kategori Pendapatan Crosstabulation

Kategori Pendapatan Pendapat an Pendapata Pendapat Rendah n Sedang an Tinggi Kategori Proporsi Pengeluaran Makanan <0.50 Count 21 Expected Count % within Kategori Proporsi Pengeluaran Makanan 24.2 20.8% 57 56.0 56.4% 23 20.8 22.8%

Total

101 101.0 100.0%

% within Kategori Pendapatan >=0.50 Count Expected Count

60.0% 14 10.8

70.4% 24 25.0

76.7% 7 9.2

69.2% 45 45.0

226

% within Kategori Proporsi Pengeluaran Makanan

31.1%

53.3%

15.6%

100.0%

% within Kategori Pendapatan Total Count Expected Count % within Kategori Proporsi Pengeluaran Makanan

40.0% 35 35.0 24.0%

29.6% 81 81.0 55.5%

23.3% 30 30.0 20.5%

30.8% 146 146.0 100.0%

% within Kategori Pendapatan

100.0%

100.0%

100.0%

100.0%

Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2-sided) .329 .332 .143

Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases

Value 2.226(a) 2.206 2.141 146

df 2 2 1

a 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 9.25.

227

Lampiran 6.1 Regression fungsi konsumsi Masyarakat transmigrasi asal Jawa
Variables Entered/Removed(b) Variable s Variables Remove Model Entered d 1 Pendapatan(a) . a All requested variables entered. b Dependent Variable: Total Konsumsi

Method Enter

Model Summary Adjusted R Square .988 Std. Error of the Estimate 320202.958

R R Square .994(a) .989 a Predictors: (Constant), Pendapatan

Model 1

ANOVA(b)

Sum of Squares 633025655685633.0 00 7279625328065.240 Total 640305281013698.0 00 a Predictors: (Constant), Pendapatan Regressio n Residual

Model 1

df 1 71 72

Mean Square 633025655685633. 000 102529934198.102

F 6174.057

Sig. .000(a)

228

b Dependent Variable: Total Konsumsi Coefficients(a) Model 1 (Constant) Unstandardized Coefficients Std. Error 115480.579 .010 .994 Standardized Coefficients Beta 2.155 78.575 .035 .000 t Sig.

B 248846.04 1 Pendapatan .817 a Dependent Variable: Total Konsumsi

Lampiran 6.2. Regression fungsi konsumsi Masyarakat transmigrasi asal Bali
Variables Entered/Removed(b) Variables Variables Entered Removed Pendapatan(a) . a All requested variables entered. b Dependent Variable: Total Konsumsi Model 1 Model Summary Adjusted R Square .882 Std. Error of the Estimate 908600.430

Method Enter

R R Square .940(a) .883 a Predictors: (Constant), Pendapatan

Model 1

ANOVA(b) Sum of Squares Regression 443771553541 571.000 Residual 586143866776 07.200 Total 502385940219 178.000 a Predictors: (Constant), Pendapatan b Dependent Variable: Total Konsumsi Model 1

df 1 71 72

Mean Square 44377155354157 1.000 825554741938.1 30

F 537.543

Sig. .000(a)

Coefficients(a)

229

Model 1 (Constant) Pendapatan

Unstandardized Coefficients Std. Error 336260.717 .031

Standardized Coefficients Beta .940

t 3.436 23.185

Sig. .001 .000

B 1155422.434 .712 a Dependent Variable: Total Konsumsi

Lampiran 6.4
Hubungan pengeluaran rumah tangga dan pendapatan rumah tangga Masyarakat transmigrasi asal bali
b Variables Entered/Removed

Model 1

Variables Entered a Pendapatan

Variables Removed .

Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Total Konsumsi
b Model Summary

Model 1

R R Square .940 a .883

Adjusted R Square .882

Std. Error of the Estimate 908600.430

Durbin-W atson 2.184

a. Predictors: (Constant), Pendapatan b. Dependent Variable: Total Konsumsi

230

b ANOVA

Model 1

Regression Residual Total

Sum of Squares 4.44E+14 5.86E+13 5.02E+14

df 1 71 72

Mean Square 4.4E+14 8.3E+11

F 537.54

Sig. .000 a

a. Predictors: (Constant), Pendapatan b. Dependent Variable: Total Konsumsi
a Coefficients

Model 1

(Constant) Pendapatan

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1155422 336260.7 .712 .031

Standardized Coefficients Beta .940

t 3.436 23.185

Sig. .001 .000

a. Dependent Variable: Total Konsumsi

Lampiran 7. Path Anlysis Transmigrasi asal Bali di kabupaten parigi Moutong

231

E1
.49

X1

.07

Y1

-.06

.70

.12

X2

.01

.01

.55

-.19

.17 .46

X3

.14

Y2

E2

Lampiran 8 Path Analysis Transmigrasi asal Bali di Kabupaten Parigi Moutong

232

Regression Weights Estimate Y1 <-X1 Y1 <-X2 Y1 <-X3 Y2 <-X1 Y2 <-X2 Y2 <-X3 Y2 <-Y1

S.E. 0.269 0.151 0.004 0.003 0.006 0.013 0.085

C.R. 0.304 0.018 0.054 0.049 0.004 0.009 0.019

P 0.883 8.176 0.074 0.062 1.387 1.554 4.531

Label 0.377 0.000 0.941 0.950 0.165 0.120 0.000

par-1 par-2 par-3 par-4 par-5 par-6 par-7

Standardized Regression Weights Estimate Y1 <-X1 0.075 Y1 <-X2 0.701 Y1 <-X3 0.006 Y2 <-X1 0.005 Y2 <-X2 0.170 Y2 <-X3 0.138 Y2 <-Y1 0.551 Covariances X1 X1 X2 <--> <--> <--> X2 X3 X3 Estimate -4.948 3.724 -93.959 Estimate -0.056 0.123 -0.186 Estimate 5.327 1480.728 172.424 34.904 0.888 S.E. 0.888 246.788 28.737 5.817 0.148 C.R. 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 P 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Label par-11 par-12 par-13 par-14 par-15 S.E. 10.483 3.599 60.569 C.R. -0.472 1.035 -1.551 P 0.637 0.301 0.121 Label par-8 par-9 par-10

Correlations X1 X1 X2 <--> <--> <--> X2 X3 X3

Variances X1 X2 X3 E1 E2

Squared Multiple Correlations Estimate Y1 0.490 Y2 0.456

233

E1
.07 .17

X1

Y1

.37

.15 -.02

.15

X2

-.01

.02

.10

.42 .17

X3

-.04

Y2

E2

Lampiran 9. Path Analysis Transmigrasi asal Jawa di Kabupaten Parigi Moutong Regression Weights

234

Estimate Y1 <-Y1 <-Y1 <-Y2 <-Y2 <-Y2 <-Y2 <--

X1 X2 X3 X1 X2 X3 Y1

S.E. 0.675 0.047 -0.004 -0.007 0.014 -0.003 0.002

C.R. 0.503 0.039 0.091 0.049 0.004 0.009 0.011

P 1.342 1.213 -0.049 -0.135 3.612 -0.349 0.172

Label 0.179 0.225 0.961 0.893 0.000 0.727 0.863

par-1 par-2 par-3 par-4 par-5 par-6 par-7

Standardized Regression Weights Estimate Y1 <-X1 0.166 Y1 <-X2 0.149 Y1 <-X3 -0.006 Y2 <-X1 -0.016 Y2 <-X2 0.421 Y2 <-X3 -0.038 Y2 <-Y1 0.019 Covariances Estimate S.E. X1 <--> X2 27.521 9.286 X1 <--> X3 4.403 3.534 X2 <--> X3 37.293 45.213 Correlations X1 X1 X2 <--> <--> <--> X2 X3 X3 Estimate 0.373 0.148 0.098 Estimate 5.735 950.504 153.382 88.656 0.829 S.E. 0.956 158.417 25.564 14.776 0.138

C.R. 2.964 1.246 0.825

P 0.003 0.213 0.409

Label par-8 par-9 par-10

Variances X1 X2 X3 E1 E2 C.R. 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 P 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Label par-11 par-12 par-13 par-14 par-15

Squared Multiple Correlations Estimate Y1 0.068 Y2 0.175

235

E1
.21

X1
.15

.07

Y1

.44

.17

X2

-.03

.01

.19

-.05

.40 .28 .09

X3

Y2

E2

Lampiran 10

236

Path Analysis Transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong Regression Weights Estimate S.E. C.R. P Y1 <-X1 0.279 0.287 0.973 Y1 <-X2 0.113 0.019 5.836 Y1 <-X3 -0.019 0.052 -0.363 Y2 <-X1 0.007 0.036 0.201 Y2 <-X2 0.014 0.003 5.068 Y2 <-X3 0.008 0.006 1.191 Y2 <-Y1 0.025 0.010 2.425 Standardized Regression Weights Estimate Y1 <-X1 0.074 Y1 <-X2 0.438 Y1 <-X3 -0.027 Y2 <-X1 0.015 Y2 <-X2 0.404 Y2 <-X3 0.086 Y2 <-Y1 0.193 Covariances X1 <--> X2 X1 <--> X3 X2 <--> X3 Correlations X1 X1 X2 <--> <--> <--> X2 X3 X3 Estimate 12.458 5.138 -22.172 Estimate 0.149 0.165 -0.049 Estimate 5.735 1222.334 168.552 64.760 0.995 S.E. 0.674 143.556 19.795 7.606 0.117 C.R. 8.515 8.515 8.515 8.515 8.515 S.E. 7.030 2.617 37.739 C.R. 1.772 1.963 -0.588

Label 0.331 0.000 0.716 0.841 0.000 0.234 0.015

par-1 par-2 par-3 par-4 par-5 par-6 par-7

P 0.076 0.050 0.557

Label par-8 par-9 par-10

Variances X1 X2 X3 E1 E2 P 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Label par-11 par-12 par-13 par-14 par-15

Squared Multiple Correlations Estimate Y1 0.208 Y2 0.276

237

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->