KETENTUAN PERUDANG-UNDANGAN TENTANG ZAKAT DAN CONTOH PENERAPAN KETENTUAN ZAKAT

(UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN FIKIH DIBIMBING OLEH BAPAK BASRUN S.Ag)

DISUSUN OLEH KELOMPOK II :

DANANG WIJIASMARA SYAHLAL TRINUARI IKRA ADIPUTRA DEWI RETNO EVA SULAWATI A FAR’IA

MADRASAH ALIAH NEGERI I KENDARI KENDARI

1

...............................6 A.........................................13 .................... PENDAHULUAN A..15 ... Saran DAFTAR PUSTAKA ........ Perhitungan untuk perusahaan jasa E... PENUTUP A........16 BAB III.... Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat B........ Kesimpulan B.............2 ...........15 ............................17 ...............3 .........14 C.................................... Contoh Penerapan Ketentuan Zakat ............17 ................................2010 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I......... Perhitungan Zakat Menurut UndangD.....1 .... Ketentuan zakat perdagangan undang ......... PEMBAHASAN .... Tujuan BAB II...... Latar Belakang B...18 2 ......6 ..................................

Dengan terselesainya penyusunan makalah ini di harapkan mampu menambah wawasan bagi pembaca pada umumnya dan bagi kami selaku penulis pada khususnya.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Adapun tema yang diambil untuk penyusunan makalah ini yaitu tentang Ketentuan Perundangundangan Tentang Zakat. karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan apapun. Oleh karena itu. Penulis 3 . kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya. Ucapan terimakasih tak lupa kami ucapkan pada Bapak Basrun sebagai guru mata pelajaran FIKIH yang selama ini telah meluangkan waktunya untuk memberikan materi dengan penuh kesabaran semoga apa yang telah diberikan dapat bermanfaat. Penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas Mata pelajaran FIKIH. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Amin.

Untuk maksud tersebut. zakat merupakan sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat.BAB I Pendahuluan A. antara lain dengan menggali dan memanfaatkan dana melalui zakat. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan. Guna mencapai tujuan tersebut. terwujudnya kerukunan hidup umat beragama yang dinamis sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa. dan pelayanan kepada muzzaki. meningkatnya akhlak mulia. perlu adanya undang-undang tentang pengelolaan zakat yang berasaskan keimanan dan takwa dalam rangka 4 . perlu dilakukan berbagai upaya. perlu adanya pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah. Latar Belakang Memajukan kesejahteraan umum merupakan salah satu tujuan nasional negara Republik Indonesia yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. dan pengelola zakat. pembinaan. bangsa Indonesia senantiasa melaksanakan pembangunan yang bersifat fisik materiil dan mental spiritual. Agar sumber dana yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial. Dengan pengelolaan yang baik. mustahiq. antara lain melalui pembangunan di bidang agama yang mencakup terciptanya suasana kehidupan beragama yang penuh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Zakat sebagai rukun Islam merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. dan meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut.

Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri. shadaqah. c. mencakup hasil perniagaan. baik perorangan maupun badan hukum dan/atau badan usaha Untuk menjamin pengelolaan zakat sebagai amanah agama dalam undang-undang ini ditentukan adanya unsur pertimbangan dan unsur pengawas yang terdiri atas ulama .5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan. 2. Undang-undang tentang Pengelolaan zakat juga mencakup pengelolaan infaq. pelaksanaan. Besar Zakat ini setara dengan 2. zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. serta meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat. dan kepastian hukum sebagai pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. pertanian. hasil laut. pengorganisasian. emas dan perak. hibah. Zakat Fitrah. memperoleh informasi tentang pengelolaan zakat yang dikelola oleh badan amil zakat dan lembaga amil zakat. harta temuan. waris. Zakat terbagi atas dua jenis yakni 1. meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. wasiat. dan pengawasan agar menjadi pedoman bagi muzzaki dan mustahiq. memberikan laporan atas terjadinya penyimpangan pengelolaan zakat.mewujudkan keadilan sosial. Tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkannya kesadaran masyarakat dalam penunaian dan dalam pelayanan ibadah zakat. kemaslahatan. pertambangan. Zakat Maal (Zakat Harta). hasil ternak. 5 . dan kafarat dengan perencanaan. b. keterbukaan.5 kilogram/3. Peran serta masyarakat diwujudkan dalam bentuk: a. menyampaikan saran dan pendapat kepada badan amil zakat dan lembaga amil zakat.

dan meningkatnya keprofesionalan pengelola zakat. 6 . masyarakat. yang semuanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. mengangkat derajat mustahiq. B.kaum cendekia. dan pemerintah serta adanya sanksi hukum terhadap pengelola Dengan dibentukknya Udang-undang tentang Pengelolaan Zakat . diharapkan dapat ditngkatkan kesadaran muzzaki untuk menunaikan kewajiban zakat dalam rangka menyucikan diri terhadap harta yang dimilikinya. Tujuan Tujuan utama adalah untuk mengetahui dan memahami tentang ketentuan perudang-undangan tentang zakat dan contoh-contoh penerapan ketentuan zakat di lingkungan masyarakat.

pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). c. bahwa berdasarkan hal-hal tersebut pada butir a. Adapun undang-undang yang mengatur tentang zakat. bahwa upaya penyempurnaan sistem pengelolaan zakat perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan zakat lebih berhasil guna dan berdaya guna serta dapat dipertanggungjawabkan. Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat Pada tanggal 23 September 1999. dan d. pemerintah telah mengeluarkan undang-undang tentang pengelolaan zakat. e. d. yaitu : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a.b.c. Berdasarkan undang-undang tersebut. bahwa negara Republik Indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agamanya masing-masing. perlu 7 . bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban umat Islam Indonesia yang mampu dan hasil pengumpulan zakat merupakan sumber dana yang potensial bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. b. bahwa zakat merupakan pranata keagamaan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu.BAB II PEMBAHASAN A.

3. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara. Menteri adalah menteri yang ruang tanggungjawabnya meliputi bidang agama. pelaksanaan. 2. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT BAB KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. dan Pasal 34 UndangUndang Dasar 1945. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839). 4. 5. Pasal 5 ayat (1). Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3400). Agama adalah agama Islam. Mustahiq adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat. pengorganisasian. 4. 3. Pasal 29. 1.Mengingat: dibentuk Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat. Muzakki adalah orang atau badan yang dimiliki oleh orang muslim yang berkewajiban menunaikan zakat. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60. Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan. Pasal 20 ayat (1). 8 lingkup tugas dan 1 . Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. 2. dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat. 6.

Badan amil zakat di semua tingkatan memiliki hubungan kerja yang bersifat koordinatif. unsur pengawas. 2. keterbukaan. III 9 . BAB ORGANISASI PENGELOLAAN ZAKAT Pasal 6 1. 3. nasional oleh Presiden atas usul Menteri. Pasal 5 Pengelolaan zakat bertujuan: 1. dan informatif. Organisasi badan amil zakat terdiri atas unsur pertimbangan. meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntunan agama. Pembentukan badan amil zakat: a. kecamatan oleh camat atas usul kepala kantor urusan agama kecematan. pembinaan dan pelayanan kepada muzzaki. meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat. dan unsur pelaksana. konsultatif. Pengelolaan zakat dilakukan oleh badan amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. 4. daerah propinsi oleh gubernur atas usul kepala kantor wilayah departemen agama propinsi. 3.Pasal 2 Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. mustahiq. meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 4 Pengelolaan zakat berasaskan iman dan takwa. daerah kabupaten atau daerah kota oleh bupati atau wali kota atas usul kepala kantor departemen agama kabupaten atau kota. Pengurus badan amil zakat terdiri atas unsur masyarakat dan pemerintah yang memenuhi persyaratan tertentu 5. d. dan amil zakat. c. Pasal 3 Pemerintahan berkewajiban memberikan perlindungan. 2. b. dan kepastian hukum sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan yang diatur lebih lanjut oleh Menteri. dan kafarat. Harta yang dikenai zakat adalah: a. Lembaga amil zakat dikukuhkan. Zakat terdiri atas zakat mal dan zakat fitrah. Pasal 13 Badan amil zakat dapat menerima harta selain zakat.Pasal 7 1. Penghitungan zakat mal menurut nishab. Pengumpulan zakat dilakukan oleh badan amil zakat dengan cara menerima atau mengambil dari muzzaki atas dasar pemberitahuan muzzaki. hasil pertanian. Pasal 12 1. hasil peternakan. 10 IV . dan hasil perikanan. Pasal 8 Badan amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 mempunyai tugas pokok mengumpulkan. hibah. 2. seperti infaq. 2. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugasnya. hasil perkebunan. waris. dibina dan dilindungi oleh pemerintah. dan waktunya ditetapkan berdasarkan hukum agama. rikaz 3. Pasal 10 Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan organisasi dan tata kerja badan amil zakat ditetapkan dengan keputusan menteri. Badan amil zakat dapat bekerja sama dengan bank dalam pengumpulan zakat harta muzzaki yang berada di bank atas permintaan muzzaki. c. hasil pertambangan. BAB IV PENGUMPULAN ZAKAT BAB Pasal 11 1. emas. shadaqah. e. 2. g. badan amil zakat dan lembaga amil zakat bertanggung jawab kepada pemerintah sesuai dengan tingkatannya.perak. wasiat. kadar. perdagangan dan perusahaan. dan uang. d. f. b. dan mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama. mendistribusikan. hasil pendapatan dan jasa.

Pasal 14 1. Dalam hal tidak dapat menghitung sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) muzzaki dapat meminta bantuan kepada badan amil zakat atau badan amil zakat memberikan bantuan kepada muzzaki untuk menghitungnya. Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai dengan ketentuan agama. 2. Persyaratan dan prosedur pendayagunaan hasil pengumpulan zakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan keputusan menteri. dan kafarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 didayagunakan terutama untuk usaha yang produktif BAB VI PENGAWASAN Pasal 18 1. unsur pengawas dapat emminta bantuan akuntan publik. 3. Pengawasan terhadap pelaksanaan tugas badan amil zakat dilakukan oleh unsur pengawas sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 6 ayat (5). 4. Pasal 15 Lingkup kewenangan pengumpulan zakat oleh badan amil zakat ditetapkan dengan keputusan menteri. hibah. BAB V PENDAYAGUNAAN ZAKAT Pasal 16 1. 3. 11 . waris. Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat berdasarkan skala prioritas kebutuhan mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang produktif. shadaqa. Pimpinan unsur pengawas dipilih langsung oleh anggota 3. wasiat. Pasal 17 Hasil penerimaan infaq. 2. Zakat yang telah dibayarkan kepada badan amil zakat ata lembaga amil zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Muzzaki melakukan penghitungan sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya berdasarkan hukum agama 2. Dalam melakukan pemeriksaan keuangan badan amil zakat. Unsur pengawas berkedudukan di semua tingkatan badan amil zakat.

shadaqah. waris. wasiat. Pasal 20 Masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan badan amil zakat dan lembaga amil zakat. 3. 2. BAB VIII KETENTUAN-KETENTUAN LAIN Pasal 22 Dalam hal muzzaki berada atau menetap di luar negeri. pemerintah wajib membantu biaya operasional badan amil zakat. yang selanjutnya diteruskan kepada badan amil zakat Nasional.Pasal 19 badan amil zakat memberikan laporan tahunan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia atau kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sesuai dengan tingkatannya.000.(tiga puluh juta rupiah). BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 24 1. 2.000. Tindak pidana yang dimaksud pada ayat (1) di atas merupakan pelanggaran. Setiap petugas badan amil zakat dan petugas lembaga amil zakat yang melakukan tindak pidana kejahatan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat atau mencatat dengan tidak benar harta zakat. Pasal 23 Dalam menunjang pelaksanaan tugas badan amil zakat sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 8.. VII BAB SANKSI Pasal 21 1.30. pengumpulan zakatnya dilakukan oleh unit pengumpul zakat pada perwakilan Repulik Indonesia. Semua peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan zakat masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan Undangundang ini. Selambat-lambatnya dua tahn sejak diundangkannya undang-undang ini. dan Pasal 13 dalam undang-undang ini diancam dengan hukuman kurunngan selama-lamanya tiga bulan dan/atau denda sebanyak-banyanya Rp. setiap organisasi pengelola zakat yang telah ada wajib 12 . infaq. Pasal 12. dan kafarat sabagimana dimaksudkan dalam Pasal 8. hibah.

Ketentuan zakat perdagangan 13 .menyesuaikan menurut ketentuan Undang-undang ini. BAB PENUTUP Pasal 25 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya. X Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 September 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd MULADI Disahkan di Jakarta pada tanggal 23 September 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 164 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala biro Peraturan Perundang-undangan II B. memerintahkan pengundang Undangundang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

6. Yayasan. baik yang bergerak di bidang perdagangan. Tetapi jika anggota serikat terdapat orang yang non muslim.000. Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (asumsi jika per-gram Rp 75. maka jika semua anggota serikat tersebut beragama Islam. Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya. Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu senilai 85 gr emas 3. Kadarnya zakat sebesar 2. maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota serikat muslim saja (apabila jumlahnya lebih dari nisab). Berjalan 1 tahun ( haul ).000. industri. agroindustri. CV.000 14 . Pada badan usaha yang berbentuk serikat (kerjasama).. Perhitungan Zakat Menurut Undang-undang Perhitungan besaran zakat perniagaan dalam rumus sederhana adalah sebagai berikut: Besar Zakat = [(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) (hutang + kerugian)] x 2.000.Berikut adalah ketentuan terkait tipe zakat ini : 1.-). Dll) nisabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni).= Rp 6. C. zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang berserikat.375.5 % 4. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan. maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2. dikelola secara individu maupun badan usaha (seperti PT.5 % Contoh : Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb : • Sofa atau Mebel belum terjual 5 set Rp 10. Dapat dibayar dengan uang atau barang 5. Koperasi. 2.5 % Harta perniagaan. ataupun jasa.

seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung. termasuk barang (harta) penghasil jasa. hotel. Abu Dawud ) 15 .000.000 Utang & Pajak Rp 7. penyewaan mobil. seperti taksi. dll. kapal laut.5 % x Rp 20. pesawat udara.000.000. Zakat Perdagangan atau Zakat Perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan harta yang diperuntukkan untuk jual-beli. Hadits yang mendasari kewajiban menunaikan zakat ini adalah : "Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang. • Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku). Perhitungan untuk perusahaan jasa Untuk usaha yang bergerak dibidang jasa.000. seperti perhotelan. Koperasi dan sebagainya). kemudian keluarkan zakatnya 2. tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang).000 Besar zakat = 2. Zakat ini dikenakan kepada perniagaan yang diusahakan baik secara perorangan maupun perserikatan (CV.- Pada harta perniagaan. kapal.• • • • • • Uang tunai Rp 15.000 Jumlah Rp 27. hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun. taksi. dll. etalase pada toko. dll. D." ( HR. tidak dihitung harga tanahnya.000. dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya.. penyewaan apartemen.000 Piutang Rp 2.000. PT.000.000.= Rp 500. kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. terdapat dua cara perhitungan zakat: • Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku). bus/truk. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian. modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari.000 Saldo Rp 20.5 %.

harta zakat dapat diberikan pada perwakilan Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di daerah tersebut.E. jika kalian berada di sebuah wilayah kecamatan. Sebagai contoh. 16 . Contoh Penerapan Ketentuan Zakat Contoh penerapan zakat yang sesuai dengan ketentuan diatas adalah para muzaki dapat menyerahkan secara langsung harta wajib zakat ke Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di berbagai perwakilan daerah.

17 ..BAB III PENUTUP A. Saran Islam menyadarkan kepada manusia bahwa apa pun kekayaan yang dimiiki manusia pada dasarnya merupakan titipan Allah swt. yang di dalamnya terdapat hak orang lain jadi setiap umat muslim wajib untuk membayar zakat. Kesimpulan Dari apa yang telah dituliskan pada pembahasan di atas jelaslah bahwa aturanaturan yang berupa undang-undang yang dibuat oleh pemerintah di Indonesia tentang zakat ditujukan agar memberikan informasi yang jelas tentang pembagian zakat bagi mereka yang berhak menerimannya serta memberikan keringanan dalam melakukan zakat-zakat sesuai ketentuan agama Islam B.

com/20%contoh/20%makalah www.id www.Daftar Pustaka www. Muhammad.badanamilzakat.co. Tiga Serangkai 18 . 2009. Pengamalan FIKIH.com Rizal Qosim.wikipedia.com/uuzakat www.e-net. Yogyakarta: PT.google.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful