KETENTUAN PERUDANG-UNDANGAN TENTANG ZAKAT DAN CONTOH PENERAPAN KETENTUAN ZAKAT

(UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN FIKIH DIBIMBING OLEH BAPAK BASRUN S.Ag)

DISUSUN OLEH KELOMPOK II :

DANANG WIJIASMARA SYAHLAL TRINUARI IKRA ADIPUTRA DEWI RETNO EVA SULAWATI A FAR’IA

MADRASAH ALIAH NEGERI I KENDARI KENDARI

1

..............17 ......6 ...6 A....14 C.. Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat B..............................13 .... Perhitungan untuk perusahaan jasa E.2010 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I..1 ............................. PENUTUP A......15 .......3 .............................. PENDAHULUAN A....18 2 .. PEMBAHASAN ......... Kesimpulan B.......2 ..................15 ......................................................17 ................... Ketentuan zakat perdagangan undang ...... Saran DAFTAR PUSTAKA .... Tujuan BAB II................................ Latar Belakang B................ Contoh Penerapan Ketentuan Zakat .............................16 BAB III..... Perhitungan Zakat Menurut UndangD.....................

Penulis 3 . Penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas Mata pelajaran FIKIH. Adapun tema yang diambil untuk penyusunan makalah ini yaitu tentang Ketentuan Perundangundangan Tentang Zakat. Dengan terselesainya penyusunan makalah ini di harapkan mampu menambah wawasan bagi pembaca pada umumnya dan bagi kami selaku penulis pada khususnya. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya. Ucapan terimakasih tak lupa kami ucapkan pada Bapak Basrun sebagai guru mata pelajaran FIKIH yang selama ini telah meluangkan waktunya untuk memberikan materi dengan penuh kesabaran semoga apa yang telah diberikan dapat bermanfaat.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan apapun. Amin. Oleh karena itu. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini.

BAB I Pendahuluan A. antara lain dengan menggali dan memanfaatkan dana melalui zakat. antara lain melalui pembangunan di bidang agama yang mencakup terciptanya suasana kehidupan beragama yang penuh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan. Latar Belakang Memajukan kesejahteraan umum merupakan salah satu tujuan nasional negara Republik Indonesia yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. pembinaan. terwujudnya kerukunan hidup umat beragama yang dinamis sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa. dan pengelola zakat. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut. dan meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional. perlu adanya undang-undang tentang pengelolaan zakat yang berasaskan keimanan dan takwa dalam rangka 4 . Untuk maksud tersebut. Zakat sebagai rukun Islam merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. Dengan pengelolaan yang baik. Agar sumber dana yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial. bangsa Indonesia senantiasa melaksanakan pembangunan yang bersifat fisik materiil dan mental spiritual. meningkatnya akhlak mulia. Guna mencapai tujuan tersebut. perlu dilakukan berbagai upaya. dan pelayanan kepada muzzaki. perlu adanya pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah. zakat merupakan sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat. mustahiq.

Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri. meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Zakat Fitrah. pertanian.5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan. 2. 5 .5 kilogram/3. harta temuan. dan kepastian hukum sebagai pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dan kafarat dengan perencanaan. mencakup hasil perniagaan. wasiat. kemaslahatan. c. menyampaikan saran dan pendapat kepada badan amil zakat dan lembaga amil zakat. Besar Zakat ini setara dengan 2. baik perorangan maupun badan hukum dan/atau badan usaha Untuk menjamin pengelolaan zakat sebagai amanah agama dalam undang-undang ini ditentukan adanya unsur pertimbangan dan unsur pengawas yang terdiri atas ulama . Tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkannya kesadaran masyarakat dalam penunaian dan dalam pelayanan ibadah zakat. keterbukaan. serta meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat. Peran serta masyarakat diwujudkan dalam bentuk: a. hasil laut. zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. emas dan perak. shadaqah. memberikan laporan atas terjadinya penyimpangan pengelolaan zakat. Zakat Maal (Zakat Harta). pelaksanaan. dan pengawasan agar menjadi pedoman bagi muzzaki dan mustahiq. waris. memperoleh informasi tentang pengelolaan zakat yang dikelola oleh badan amil zakat dan lembaga amil zakat. Zakat terbagi atas dua jenis yakni 1. pertambangan.mewujudkan keadilan sosial. hasil ternak. Undang-undang tentang Pengelolaan zakat juga mencakup pengelolaan infaq. b. hibah. pengorganisasian.

dan pemerintah serta adanya sanksi hukum terhadap pengelola Dengan dibentukknya Udang-undang tentang Pengelolaan Zakat . 6 . Tujuan Tujuan utama adalah untuk mengetahui dan memahami tentang ketentuan perudang-undangan tentang zakat dan contoh-contoh penerapan ketentuan zakat di lingkungan masyarakat. mengangkat derajat mustahiq. diharapkan dapat ditngkatkan kesadaran muzzaki untuk menunaikan kewajiban zakat dalam rangka menyucikan diri terhadap harta yang dimilikinya. dan meningkatnya keprofesionalan pengelola zakat. B. masyarakat. yang semuanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.kaum cendekia.

Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat Pada tanggal 23 September 1999. Berdasarkan undang-undang tersebut. bahwa berdasarkan hal-hal tersebut pada butir a. dan d. Adapun undang-undang yang mengatur tentang zakat. d. b. perlu 7 . e.BAB II PEMBAHASAN A. bahwa upaya penyempurnaan sistem pengelolaan zakat perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan zakat lebih berhasil guna dan berdaya guna serta dapat dipertanggungjawabkan. bahwa negara Republik Indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agamanya masing-masing. yaitu : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. pemerintah telah mengeluarkan undang-undang tentang pengelolaan zakat.b. bahwa zakat merupakan pranata keagamaan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu. bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban umat Islam Indonesia yang mampu dan hasil pengumpulan zakat merupakan sumber dana yang potensial bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. c.c. pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49. 2. Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan. 1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara. 6. pengorganisasian. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3400). 3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60. 3. 2. Agama adalah agama Islam. 8 lingkup tugas dan 1 . dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839).Mengingat: dibentuk Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat. dan Pasal 34 UndangUndang Dasar 1945. Pasal 29. Pasal 5 ayat (1). Pasal 20 ayat (1). Menteri adalah menteri yang ruang tanggungjawabnya meliputi bidang agama. 4. 4. Mustahiq adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat. Muzakki adalah orang atau badan yang dimiliki oleh orang muslim yang berkewajiban menunaikan zakat. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT BAB KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. 5. pelaksanaan.

dan unsur pelaksana. dan kepastian hukum sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pengelolaan zakat dilakukan oleh badan amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. 2. III 9 . mustahiq. c. Pengurus badan amil zakat terdiri atas unsur masyarakat dan pemerintah yang memenuhi persyaratan tertentu 5. Badan amil zakat di semua tingkatan memiliki hubungan kerja yang bersifat koordinatif. 3. Pasal 5 Pengelolaan zakat bertujuan: 1. meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat. unsur pengawas. meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntunan agama. b. meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. konsultatif. nasional oleh Presiden atas usul Menteri. 4. dan informatif. dan amil zakat. keterbukaan. d. daerah kabupaten atau daerah kota oleh bupati atau wali kota atas usul kepala kantor departemen agama kabupaten atau kota. daerah propinsi oleh gubernur atas usul kepala kantor wilayah departemen agama propinsi. Pasal 3 Pemerintahan berkewajiban memberikan perlindungan. 3. BAB ORGANISASI PENGELOLAAN ZAKAT Pasal 6 1. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 4 Pengelolaan zakat berasaskan iman dan takwa. kecamatan oleh camat atas usul kepala kantor urusan agama kecematan.Pasal 2 Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. Organisasi badan amil zakat terdiri atas unsur pertimbangan. Pembentukan badan amil zakat: a. pembinaan dan pelayanan kepada muzzaki. 2.

Badan amil zakat dapat bekerja sama dengan bank dalam pengumpulan zakat harta muzzaki yang berada di bank atas permintaan muzzaki. g. dan kafarat. f. kadar. Pasal 13 Badan amil zakat dapat menerima harta selain zakat. 2. b. hasil peternakan. badan amil zakat dan lembaga amil zakat bertanggung jawab kepada pemerintah sesuai dengan tingkatannya. dan hasil perikanan. 2. perdagangan dan perusahaan. Pengumpulan zakat dilakukan oleh badan amil zakat dengan cara menerima atau mengambil dari muzzaki atas dasar pemberitahuan muzzaki. hibah. hasil pendapatan dan jasa. Zakat terdiri atas zakat mal dan zakat fitrah. mendistribusikan. emas.perak. waris. dibina dan dilindungi oleh pemerintah. seperti infaq. hasil pertambangan. Pasal 8 Badan amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 mempunyai tugas pokok mengumpulkan. dan uang. e. d. rikaz 3. Pasal 12 1.Pasal 7 1. Lembaga amil zakat dikukuhkan. wasiat. Penghitungan zakat mal menurut nishab. hasil pertanian. 10 IV . dan mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama. c. Harta yang dikenai zakat adalah: a. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugasnya. dan waktunya ditetapkan berdasarkan hukum agama. shadaqah. Lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan yang diatur lebih lanjut oleh Menteri. Pasal 10 Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan organisasi dan tata kerja badan amil zakat ditetapkan dengan keputusan menteri. 2. hasil perkebunan. BAB IV PENGUMPULAN ZAKAT BAB Pasal 11 1.

dan kafarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 didayagunakan terutama untuk usaha yang produktif BAB VI PENGAWASAN Pasal 18 1. Unsur pengawas berkedudukan di semua tingkatan badan amil zakat. Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai dengan ketentuan agama. Pengawasan terhadap pelaksanaan tugas badan amil zakat dilakukan oleh unsur pengawas sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 6 ayat (5). Dalam melakukan pemeriksaan keuangan badan amil zakat. 2. Muzzaki melakukan penghitungan sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya berdasarkan hukum agama 2. Pasal 15 Lingkup kewenangan pengumpulan zakat oleh badan amil zakat ditetapkan dengan keputusan menteri. wasiat.Pasal 14 1. BAB V PENDAYAGUNAAN ZAKAT Pasal 16 1. shadaqa. 2. Pasal 17 Hasil penerimaan infaq. hibah. Persyaratan dan prosedur pendayagunaan hasil pengumpulan zakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan keputusan menteri. Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat berdasarkan skala prioritas kebutuhan mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang produktif. waris. Dalam hal tidak dapat menghitung sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) muzzaki dapat meminta bantuan kepada badan amil zakat atau badan amil zakat memberikan bantuan kepada muzzaki untuk menghitungnya. 3. 3. Zakat yang telah dibayarkan kepada badan amil zakat ata lembaga amil zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. unsur pengawas dapat emminta bantuan akuntan publik. 4. Pimpinan unsur pengawas dipilih langsung oleh anggota 3. 11 .

2. Setiap petugas badan amil zakat dan petugas lembaga amil zakat yang melakukan tindak pidana kejahatan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(tiga puluh juta rupiah).000. BAB VIII KETENTUAN-KETENTUAN LAIN Pasal 22 Dalam hal muzzaki berada atau menetap di luar negeri. pemerintah wajib membantu biaya operasional badan amil zakat. waris. dan kafarat sabagimana dimaksudkan dalam Pasal 8. shadaqah. wasiat. Pasal 23 Dalam menunjang pelaksanaan tugas badan amil zakat sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 8.30. Pasal 12. Selambat-lambatnya dua tahn sejak diundangkannya undang-undang ini. pengumpulan zakatnya dilakukan oleh unit pengumpul zakat pada perwakilan Repulik Indonesia. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 24 1. 3.. Pasal 20 Masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan badan amil zakat dan lembaga amil zakat. hibah. Semua peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan zakat masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan Undangundang ini. dan Pasal 13 dalam undang-undang ini diancam dengan hukuman kurunngan selama-lamanya tiga bulan dan/atau denda sebanyak-banyanya Rp. VII BAB SANKSI Pasal 21 1. yang selanjutnya diteruskan kepada badan amil zakat Nasional. infaq.Pasal 19 badan amil zakat memberikan laporan tahunan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia atau kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sesuai dengan tingkatannya. setiap organisasi pengelola zakat yang telah ada wajib 12 . Setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat atau mencatat dengan tidak benar harta zakat.000. Tindak pidana yang dimaksud pada ayat (1) di atas merupakan pelanggaran. 2.

BAB PENUTUP Pasal 25 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya. X Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 September 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd MULADI Disahkan di Jakarta pada tanggal 23 September 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 164 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala biro Peraturan Perundang-undangan II B. Ketentuan zakat perdagangan 13 . memerintahkan pengundang Undangundang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.menyesuaikan menurut ketentuan Undang-undang ini.

2.375. baik yang bergerak di bidang perdagangan.5 % 4. zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang berserikat.. dikelola secara individu maupun badan usaha (seperti PT. industri.000. Pada badan usaha yang berbentuk serikat (kerjasama). Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya.000. Tetapi jika anggota serikat terdapat orang yang non muslim.= Rp 6. Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (asumsi jika per-gram Rp 75.5 % Harta perniagaan. C. 6.000.-).000 14 . Koperasi. Berjalan 1 tahun ( haul ). Perhitungan Zakat Menurut Undang-undang Perhitungan besaran zakat perniagaan dalam rumus sederhana adalah sebagai berikut: Besar Zakat = [(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) (hutang + kerugian)] x 2. agroindustri. Yayasan. CV. Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu senilai 85 gr emas 3. maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2. maka jika semua anggota serikat tersebut beragama Islam. maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota serikat muslim saja (apabila jumlahnya lebih dari nisab). ataupun jasa. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan.5 % Contoh : Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb : • Sofa atau Mebel belum terjual 5 set Rp 10. Dapat dibayar dengan uang atau barang 5. Dll) nisabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni). Kadarnya zakat sebesar 2.Berikut adalah ketentuan terkait tipe zakat ini : 1.

pesawat udara. D. kapal laut. modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari. hotel. dll.000.000. Abu Dawud ) 15 . kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. terdapat dua cara perhitungan zakat: • Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku). termasuk barang (harta) penghasil jasa.000. PT. penyewaan apartemen. tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang). kemudian keluarkan zakatnya 2. Koperasi dan sebagainya). Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian.5 % x Rp 20. seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung.000 Jumlah Rp 27.000. taksi.000..• • • • • • Uang tunai Rp 15.000 Saldo Rp 20. • Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku). kapal.000.000 Besar zakat = 2. hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun. Zakat ini dikenakan kepada perniagaan yang diusahakan baik secara perorangan maupun perserikatan (CV. seperti taksi. Perhitungan untuk perusahaan jasa Untuk usaha yang bergerak dibidang jasa.000 Piutang Rp 2.000. etalase pada toko. tidak dihitung harga tanahnya. dll.- Pada harta perniagaan." ( HR. dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya. seperti perhotelan.5 %. penyewaan mobil. dll.000 Utang & Pajak Rp 7.= Rp 500. bus/truk. Zakat Perdagangan atau Zakat Perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan harta yang diperuntukkan untuk jual-beli.000. Hadits yang mendasari kewajiban menunaikan zakat ini adalah : "Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang.

Contoh Penerapan Ketentuan Zakat Contoh penerapan zakat yang sesuai dengan ketentuan diatas adalah para muzaki dapat menyerahkan secara langsung harta wajib zakat ke Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di berbagai perwakilan daerah. jika kalian berada di sebuah wilayah kecamatan. harta zakat dapat diberikan pada perwakilan Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di daerah tersebut. Sebagai contoh. 16 .E.

BAB III PENUTUP A. Saran Islam menyadarkan kepada manusia bahwa apa pun kekayaan yang dimiiki manusia pada dasarnya merupakan titipan Allah swt. Kesimpulan Dari apa yang telah dituliskan pada pembahasan di atas jelaslah bahwa aturanaturan yang berupa undang-undang yang dibuat oleh pemerintah di Indonesia tentang zakat ditujukan agar memberikan informasi yang jelas tentang pembagian zakat bagi mereka yang berhak menerimannya serta memberikan keringanan dalam melakukan zakat-zakat sesuai ketentuan agama Islam B.. 17 . yang di dalamnya terdapat hak orang lain jadi setiap umat muslim wajib untuk membayar zakat.

Pengamalan FIKIH.wikipedia.co. Tiga Serangkai 18 .Daftar Pustaka www.id www.google.com/uuzakat www. Yogyakarta: PT. 2009.com/20%contoh/20%makalah www. Muhammad.com Rizal Qosim.e-net.badanamilzakat.