KETENTUAN PERUDANG-UNDANGAN TENTANG ZAKAT DAN CONTOH PENERAPAN KETENTUAN ZAKAT

(UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN FIKIH DIBIMBING OLEH BAPAK BASRUN S.Ag)

DISUSUN OLEH KELOMPOK II :

DANANG WIJIASMARA SYAHLAL TRINUARI IKRA ADIPUTRA DEWI RETNO EVA SULAWATI A FAR’IA

MADRASAH ALIAH NEGERI I KENDARI KENDARI

1

...............................16 BAB III........... Kesimpulan B............ Perhitungan untuk perusahaan jasa E...............18 2 .2010 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I. Ketentuan zakat perdagangan undang ..................17 ........ Saran DAFTAR PUSTAKA . PEMBAHASAN ...................2 ......................6 A.....13 ..................... PENUTUP A.. Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat B.....15 ..........14 C.............................. Latar Belakang B........15 ....... Contoh Penerapan Ketentuan Zakat ..............17 ......... PENDAHULUAN A.....................1 .....6 .......... Tujuan BAB II.................................3 ...................... Perhitungan Zakat Menurut UndangD.......................

Adapun tema yang diambil untuk penyusunan makalah ini yaitu tentang Ketentuan Perundangundangan Tentang Zakat. Amin. karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan apapun. Penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas Mata pelajaran FIKIH. Dengan terselesainya penyusunan makalah ini di harapkan mampu menambah wawasan bagi pembaca pada umumnya dan bagi kami selaku penulis pada khususnya. Penulis 3 . kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya. Ucapan terimakasih tak lupa kami ucapkan pada Bapak Basrun sebagai guru mata pelajaran FIKIH yang selama ini telah meluangkan waktunya untuk memberikan materi dengan penuh kesabaran semoga apa yang telah diberikan dapat bermanfaat. Oleh karena itu.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini.

Guna mencapai tujuan tersebut. dan pelayanan kepada muzzaki. Zakat sebagai rukun Islam merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. perlu dilakukan berbagai upaya. Latar Belakang Memajukan kesejahteraan umum merupakan salah satu tujuan nasional negara Republik Indonesia yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. zakat merupakan sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat. Agar sumber dana yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial.BAB I Pendahuluan A. terwujudnya kerukunan hidup umat beragama yang dinamis sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan pengelolaan yang baik. dan pengelola zakat. pembinaan. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan. bangsa Indonesia senantiasa melaksanakan pembangunan yang bersifat fisik materiil dan mental spiritual. dan meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional. meningkatnya akhlak mulia. perlu adanya undang-undang tentang pengelolaan zakat yang berasaskan keimanan dan takwa dalam rangka 4 . perlu adanya pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah. antara lain dengan menggali dan memanfaatkan dana melalui zakat. mustahiq. Untuk maksud tersebut. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut. antara lain melalui pembangunan di bidang agama yang mencakup terciptanya suasana kehidupan beragama yang penuh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Undang-undang tentang Pengelolaan zakat juga mencakup pengelolaan infaq. menyampaikan saran dan pendapat kepada badan amil zakat dan lembaga amil zakat. dan kepastian hukum sebagai pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. baik perorangan maupun badan hukum dan/atau badan usaha Untuk menjamin pengelolaan zakat sebagai amanah agama dalam undang-undang ini ditentukan adanya unsur pertimbangan dan unsur pengawas yang terdiri atas ulama .5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan. harta temuan. Zakat Fitrah. b. pengorganisasian. hibah. 2. pelaksanaan. pertambangan. mencakup hasil perniagaan. serta meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat. dan kafarat dengan perencanaan. pertanian. c. Zakat Maal (Zakat Harta). shadaqah. hasil laut. memberikan laporan atas terjadinya penyimpangan pengelolaan zakat. zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. memperoleh informasi tentang pengelolaan zakat yang dikelola oleh badan amil zakat dan lembaga amil zakat. meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Besar Zakat ini setara dengan 2. emas dan perak. Peran serta masyarakat diwujudkan dalam bentuk: a. waris.5 kilogram/3. keterbukaan.mewujudkan keadilan sosial. wasiat. Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri. Zakat terbagi atas dua jenis yakni 1. 5 . hasil ternak. kemaslahatan. dan pengawasan agar menjadi pedoman bagi muzzaki dan mustahiq. Tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkannya kesadaran masyarakat dalam penunaian dan dalam pelayanan ibadah zakat.

dan pemerintah serta adanya sanksi hukum terhadap pengelola Dengan dibentukknya Udang-undang tentang Pengelolaan Zakat .kaum cendekia. mengangkat derajat mustahiq. diharapkan dapat ditngkatkan kesadaran muzzaki untuk menunaikan kewajiban zakat dalam rangka menyucikan diri terhadap harta yang dimilikinya. Tujuan Tujuan utama adalah untuk mengetahui dan memahami tentang ketentuan perudang-undangan tentang zakat dan contoh-contoh penerapan ketentuan zakat di lingkungan masyarakat. B. dan meningkatnya keprofesionalan pengelola zakat. yang semuanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. masyarakat. 6 .

pemerintah telah mengeluarkan undang-undang tentang pengelolaan zakat. bahwa berdasarkan hal-hal tersebut pada butir a. e. bahwa upaya penyempurnaan sistem pengelolaan zakat perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan zakat lebih berhasil guna dan berdaya guna serta dapat dipertanggungjawabkan. bahwa zakat merupakan pranata keagamaan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu. bahwa negara Republik Indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agamanya masing-masing. dan d. pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Berdasarkan undang-undang tersebut. b.BAB II PEMBAHASAN A.b. Adapun undang-undang yang mengatur tentang zakat. bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban umat Islam Indonesia yang mampu dan hasil pengumpulan zakat merupakan sumber dana yang potensial bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. perlu 7 . Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat Pada tanggal 23 September 1999. c. d. yaitu : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a.c.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3400).Mengingat: dibentuk Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat. Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. 2. Mustahiq adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60. 3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49. 5. Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT BAB KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. 2. 8 lingkup tugas dan 1 . 3. 4. Agama adalah agama Islam. pelaksanaan. Pasal 20 ayat (1). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839). Pasal 29. dan Pasal 34 UndangUndang Dasar 1945. dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat. 4. 6. 1. pengorganisasian. Pasal 5 ayat (1). Muzakki adalah orang atau badan yang dimiliki oleh orang muslim yang berkewajiban menunaikan zakat. Menteri adalah menteri yang ruang tanggungjawabnya meliputi bidang agama.

BAB ORGANISASI PENGELOLAAN ZAKAT Pasal 6 1. 3. konsultatif. Organisasi badan amil zakat terdiri atas unsur pertimbangan. Badan amil zakat di semua tingkatan memiliki hubungan kerja yang bersifat koordinatif. kecamatan oleh camat atas usul kepala kantor urusan agama kecematan. Pasal 3 Pemerintahan berkewajiban memberikan perlindungan. nasional oleh Presiden atas usul Menteri. meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat. 4. pembinaan dan pelayanan kepada muzzaki. dan unsur pelaksana. dan informatif. daerah propinsi oleh gubernur atas usul kepala kantor wilayah departemen agama propinsi. dan kepastian hukum sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. keterbukaan. b. Pengurus badan amil zakat terdiri atas unsur masyarakat dan pemerintah yang memenuhi persyaratan tertentu 5. unsur pengawas. 2.Pasal 2 Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. daerah kabupaten atau daerah kota oleh bupati atau wali kota atas usul kepala kantor departemen agama kabupaten atau kota. III 9 . 3. Pasal 5 Pengelolaan zakat bertujuan: 1. Pengelolaan zakat dilakukan oleh badan amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. mustahiq. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 4 Pengelolaan zakat berasaskan iman dan takwa. meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntunan agama. 2. dan amil zakat. Pembentukan badan amil zakat: a. d. meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. c.

hasil pertanian. BAB IV PENGUMPULAN ZAKAT BAB Pasal 11 1. Pasal 13 Badan amil zakat dapat menerima harta selain zakat. shadaqah. Lembaga amil zakat dikukuhkan. dan kafarat. 2.perak. hasil peternakan. wasiat. hasil perkebunan. Pengumpulan zakat dilakukan oleh badan amil zakat dengan cara menerima atau mengambil dari muzzaki atas dasar pemberitahuan muzzaki. dan waktunya ditetapkan berdasarkan hukum agama. Zakat terdiri atas zakat mal dan zakat fitrah. waris. mendistribusikan. hibah. kadar. g. Lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan yang diatur lebih lanjut oleh Menteri. Pasal 12 1. f. b. emas. c. 2. badan amil zakat dan lembaga amil zakat bertanggung jawab kepada pemerintah sesuai dengan tingkatannya. rikaz 3. dibina dan dilindungi oleh pemerintah. dan uang. perdagangan dan perusahaan. Pasal 10 Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan organisasi dan tata kerja badan amil zakat ditetapkan dengan keputusan menteri. dan mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama. Harta yang dikenai zakat adalah: a. hasil pendapatan dan jasa. dan hasil perikanan.Pasal 7 1. e. seperti infaq. d. 2. hasil pertambangan. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugasnya. Penghitungan zakat mal menurut nishab. Pasal 8 Badan amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan lembaga amil zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 mempunyai tugas pokok mengumpulkan. 10 IV . Badan amil zakat dapat bekerja sama dengan bank dalam pengumpulan zakat harta muzzaki yang berada di bank atas permintaan muzzaki.

Zakat yang telah dibayarkan kepada badan amil zakat ata lembaga amil zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 2. BAB V PENDAYAGUNAAN ZAKAT Pasal 16 1. 4. Persyaratan dan prosedur pendayagunaan hasil pengumpulan zakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan keputusan menteri. Unsur pengawas berkedudukan di semua tingkatan badan amil zakat. waris. Dalam hal tidak dapat menghitung sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) muzzaki dapat meminta bantuan kepada badan amil zakat atau badan amil zakat memberikan bantuan kepada muzzaki untuk menghitungnya. Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat berdasarkan skala prioritas kebutuhan mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang produktif. shadaqa. 3. Muzzaki melakukan penghitungan sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya berdasarkan hukum agama 2. Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai dengan ketentuan agama. Pengawasan terhadap pelaksanaan tugas badan amil zakat dilakukan oleh unsur pengawas sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 6 ayat (5). 3. wasiat. Pimpinan unsur pengawas dipilih langsung oleh anggota 3. hibah. Pasal 17 Hasil penerimaan infaq. Pasal 15 Lingkup kewenangan pengumpulan zakat oleh badan amil zakat ditetapkan dengan keputusan menteri. 11 . Dalam melakukan pemeriksaan keuangan badan amil zakat. 2. dan kafarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 didayagunakan terutama untuk usaha yang produktif BAB VI PENGAWASAN Pasal 18 1. unsur pengawas dapat emminta bantuan akuntan publik.Pasal 14 1.

Tindak pidana yang dimaksud pada ayat (1) di atas merupakan pelanggaran. Setiap petugas badan amil zakat dan petugas lembaga amil zakat yang melakukan tindak pidana kejahatan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kafarat sabagimana dimaksudkan dalam Pasal 8. Pasal 20 Masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan badan amil zakat dan lembaga amil zakat. setiap organisasi pengelola zakat yang telah ada wajib 12 . Pasal 23 Dalam menunjang pelaksanaan tugas badan amil zakat sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 8. pengumpulan zakatnya dilakukan oleh unit pengumpul zakat pada perwakilan Repulik Indonesia. Semua peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan zakat masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan Undangundang ini.000.30. Setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat atau mencatat dengan tidak benar harta zakat. wasiat. infaq. 2. Pasal 12. dan Pasal 13 dalam undang-undang ini diancam dengan hukuman kurunngan selama-lamanya tiga bulan dan/atau denda sebanyak-banyanya Rp.(tiga puluh juta rupiah). yang selanjutnya diteruskan kepada badan amil zakat Nasional. 2. Selambat-lambatnya dua tahn sejak diundangkannya undang-undang ini. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 24 1.000. waris. VII BAB SANKSI Pasal 21 1.Pasal 19 badan amil zakat memberikan laporan tahunan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia atau kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sesuai dengan tingkatannya.. 3. hibah. shadaqah. BAB VIII KETENTUAN-KETENTUAN LAIN Pasal 22 Dalam hal muzzaki berada atau menetap di luar negeri. pemerintah wajib membantu biaya operasional badan amil zakat.

X Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 September 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd MULADI Disahkan di Jakarta pada tanggal 23 September 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 164 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala biro Peraturan Perundang-undangan II B.menyesuaikan menurut ketentuan Undang-undang ini. BAB PENUTUP Pasal 25 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya. Ketentuan zakat perdagangan 13 . memerintahkan pengundang Undangundang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

-). Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu senilai 85 gr emas 3.000. agroindustri. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan. industri. Dll) nisabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni). Kadarnya zakat sebesar 2. Perhitungan Zakat Menurut Undang-undang Perhitungan besaran zakat perniagaan dalam rumus sederhana adalah sebagai berikut: Besar Zakat = [(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) (hutang + kerugian)] x 2. 2. 6. Dapat dibayar dengan uang atau barang 5.= Rp 6.375. Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya. maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2. Berjalan 1 tahun ( haul ). dikelola secara individu maupun badan usaha (seperti PT. baik yang bergerak di bidang perdagangan. zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang berserikat. maka jika semua anggota serikat tersebut beragama Islam.000. Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (asumsi jika per-gram Rp 75. maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota serikat muslim saja (apabila jumlahnya lebih dari nisab). Yayasan. C.000 14 . CV.5 % 4.Berikut adalah ketentuan terkait tipe zakat ini : 1.5 % Harta perniagaan. Tetapi jika anggota serikat terdapat orang yang non muslim.000. ataupun jasa. Pada badan usaha yang berbentuk serikat (kerjasama). Koperasi.5 % Contoh : Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb : • Sofa atau Mebel belum terjual 5 set Rp 10..

kemudian keluarkan zakatnya 2.• • • • • • Uang tunai Rp 15.. Zakat ini dikenakan kepada perniagaan yang diusahakan baik secara perorangan maupun perserikatan (CV. • Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku). tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang). dll. seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung.000 Jumlah Rp 27. kapal laut. etalase pada toko.000. PT. dll. Hadits yang mendasari kewajiban menunaikan zakat ini adalah : "Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang. D.- Pada harta perniagaan.000. bus/truk. Abu Dawud ) 15 .000.000. modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari. hotel. pesawat udara.000. penyewaan mobil.000 Piutang Rp 2. hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun.000 Utang & Pajak Rp 7. penyewaan apartemen.= Rp 500. tidak dihitung harga tanahnya.000. taksi.000 Besar zakat = 2. kemudian zakatnya dikeluarkan 10%." ( HR. terdapat dua cara perhitungan zakat: • Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku). termasuk barang (harta) penghasil jasa.000. Koperasi dan sebagainya). Perhitungan untuk perusahaan jasa Untuk usaha yang bergerak dibidang jasa. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian.000 Saldo Rp 20. dll.000. seperti perhotelan.5 %. seperti taksi.5 % x Rp 20. kapal. dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya. Zakat Perdagangan atau Zakat Perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan harta yang diperuntukkan untuk jual-beli.

jika kalian berada di sebuah wilayah kecamatan. harta zakat dapat diberikan pada perwakilan Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di daerah tersebut. 16 .E. Sebagai contoh. Contoh Penerapan Ketentuan Zakat Contoh penerapan zakat yang sesuai dengan ketentuan diatas adalah para muzaki dapat menyerahkan secara langsung harta wajib zakat ke Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di berbagai perwakilan daerah.

yang di dalamnya terdapat hak orang lain jadi setiap umat muslim wajib untuk membayar zakat. Saran Islam menyadarkan kepada manusia bahwa apa pun kekayaan yang dimiiki manusia pada dasarnya merupakan titipan Allah swt..BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari apa yang telah dituliskan pada pembahasan di atas jelaslah bahwa aturanaturan yang berupa undang-undang yang dibuat oleh pemerintah di Indonesia tentang zakat ditujukan agar memberikan informasi yang jelas tentang pembagian zakat bagi mereka yang berhak menerimannya serta memberikan keringanan dalam melakukan zakat-zakat sesuai ketentuan agama Islam B. 17 .

2009. Yogyakarta: PT.badanamilzakat. Muhammad.Daftar Pustaka www.wikipedia.co.com Rizal Qosim.google.com/20%contoh/20%makalah www.com/uuzakat www.id www. Pengamalan FIKIH.e-net. Tiga Serangkai 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful