P. 1
Fungsi Dan Kedudukan Bahasa

Fungsi Dan Kedudukan Bahasa

|Views: 439|Likes:
Published by ryryndud

More info:

Published by: ryryndud on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia (RI) dimana tercantum dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang tertulis bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”. Bahasa Indonesia juga disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pada bagian ketiga yang berbunyi “KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA”. Sejak awal kemerdekaan, bahasa Indonesia telah mengalami pekembangan karena didorong oleh bebeapa faktor, seperti saya kutip dari buku “sejarah nasional Indonesia” faktor pertama yaitu bangkitnya semangat kebangsaan Indonesia yang telah mengatasi kedaerahan dan kesukuan. Faktor kedua karena telah terbitnya kitab “logat melayu” pada tahun 1901 karangan Van Ophuyzen, yang digunakan di sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa melayu. Faktor ketiga adalah didirikannya Commissie voor de Volkslecture pada tahun 1908, yang kemudian menjadi Balai Pustaka. Hal ini mendorong perkembangan dibidang bahasa dan sastra, terutama dengan lahirnya kelompok “Pujangga baru”. Faktor-faktor diatas medasari terpenuhinya fungsi bahasa tersebut sebagai bahasa baku yang telah memperkuat sikap masyarakat Indonesia terhadapnya. Jika melihat dari kedudukannya, Bahasa Indonesia ialah status relatif bahasa Indonesia sebagai lambang nilai budaya Indonesia yang dirumuskan atas dasar nilai sosial Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai : 1. Bahasa resmi kenegaraan dimana kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. 2. Bahasa pengantar resmi di dalam dunia pendidikan. 3. Alat penghubung resmi pada tingkat nasional. Namun jika melihat dari kondisi negara Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan bahasa, wajarlah penerapan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari menjadi sulit dikarenakan keanekaragaman bahasa daerah itu sendiri. Masyarakat Indonesia lebih terbiasa menggunakan bahasa daerahnya sendiri ketimbang menggunakan Bahasa Indonesia yang merupaka bahasa kenegaraan. http://azizturn.wordpress.com/2009/09/12/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/ walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi. Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa sebagai bahasa negara apabila (1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu, (2) secara geografis, bahasa tersebut lebih menyeluruh

28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara. Ketig faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara. Bahkan. sebab minimal empat fungsi itulah memang sebagai ciri penanda bahwa suatu bahasa dapat dikatakan berkedudukan sebagai bahasa negara. Pemakaian pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaran ialah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945.d. Filipina. dan India tidak mempunyai ketiga faktor di atas. kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar ini. Oleh sebab itu. Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya sebagai bahasa nasional. Tidak demikian halnya dengan negara Indonesia. Keputusan-keputusan. bahasa Indonesia befungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. terutama faktor yang nomor (3). Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s. Sehubungan dengan ini kita patut bangga terhadap presiden kita. Dengan demikian. dokumen-dokumen. Mereka saling menolak untuk menerima bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan. Bagaimana dengan kita? . (2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. tidak hanya itu.penyebarannya. (3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. bagi kita tidak merupakan persoalan. Pidato-pidato atas nama pemerintah atau dalam rangka menuanaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia. Singapura. bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Keempat fungsi itu harus dilaksanakan. dan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di dalam bahasa Indonesia. Soeharto yang selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam situsi apa dan kapan pun selama beliau mengatasnamakan kepala negara atau pemerintah. hal yang dianggap berat bagi negara-negara lain. Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. dan (4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis. peristiwa. dan (3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu.

Sebagai fungsinya di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Agar jangkauan pemakaiannya lebih luas. ilmu. sebagai fungsi pengembangan kebudayaan nasional. Hanya saja untuk kepraktisan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Apakah mungkin guru tari Bali mengajarkan menari Bali kepada orang Jawa. Apabila hal ini dilakukan. bahasa Indonesia dipakai sebagai bhasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. beberapa lembaga pendidikan rendah yang anak didiknya hanya menguasai bahasa ibunya (bahasa daerah) menggunakan bahasa pengantar bahasa daerah anak didik yang bersangkutan. khususnya di perguruan tinggi. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh orang kedua (baca: masyarakat). Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Hal ini dilakukan sampai kelas tiga Sekolah Dasar. Perbedaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi Perbedaan dari Segi Ujudnya Apabila kita mendengarkan pidato sambutan Menteri Sosial dalm rangka peringatan Hari Hak-hak Asasi Manusia dan pidato sambutan Menteri Muda Usaha . sangatlah membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek). bahasa Indonesia terasa sekali manfaatnya. Akhirnya. rasanya tidaklah mungkin dapat disebarluaskan kepada dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia dengan bahasa lain selain bahasa Indonesia. Sunda. majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain.Sebagai bahasa resmi. baik melalui buku-buku pelajaran. buku-buku populer. penyebaran ilmu dan teknologi. dan teknologi. hendaknya menggunakn bahasa Indonesia. dan Bugis dengan bahasa Bali? Tidak mungkin! Hal ini juga berlaku dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan. maka materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Kebudayaan nasional yang beragam itu. Sebagai konsekuensi pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan tersebut. Mungkin pada saat mendatang bahasa Indonesia berkembang sebagai bahasa iptek yang sejajar dengan bahasa Inggris.

‘bikin bersih’ (untukme mbe r sihk an). ‘bilang’ (untukme ngatak an). Yang menjadi masalah sekarang ialah apakah ada perbedan ujud antara bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi sebagaimana yang kita dengar dan kita baca pada contoh di atas. dan kata-kata lain yang dianggap kurang atau tidak baku. secara umum terdapat kesamaan. Dalam lapangan politik diperlukan kosakata tertentu yang berbeda dengan kosakata yang diperlukan dalam lapangan administrasi. ‘kesusu’ dan ‘mblayu’? Apabila kita menginginkan tercapainya tujuan komunikasi. dan sebagainya). misalnya. Anda. bukan? Kalau kagak tau yang kebacut. Adanya kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional didorong oleh rasa persatuan bangsa Indonesia pada waktu itu. struktur kata ‘kasih tahu’ (untukme mbe r itahuk an). Akan tetapi. Sudah kita pahami pada uraian terdahulu bahwa latar belakang timbulnya kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara jelas-jelas berbeda. Semuanya menggunakan bahasa yang berciri baku. dan kata ‘situ’ (untuk Saudara. sebagai bahasa negara dan nasional. Sampeyan tentunya udah tau. pernahkah kita memakai kata-kata seperti ‘kepingin’. Putra-putra Indonesia sadar bahwa persatuan merupakan sesuatu yang mutlk untuk mewujudkan suatu kekuatan. dan peraturan-peraturan pemerintah. Kita juga tidak akan menggunakan struktur-struktur kalimat yang membuat mereka kurang memahami maksudnya. Hal ini disebabkan oleh lapangan pembicaraannya berbeda. Kalimat yang semacam itu juga tidak pernah kita jumpai pada waktu kita membaca surat-surat dinas. gitu aja”. sebenarnya sudah terlihat di dalam uraian pada butir 1. ‘nggak’ (untuktidak). Semboyan “Bersatu kita teguh bercerai kta runtuh” benar-benar diresapi oleh mereka. Akan tetapi. sosial. “Sodara-sodara! Ini hari adalah hari yang bersejarah. Di sisi lain. dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.wanita dalam rangka peringatan Hari Ibu. ‘dia punya harga’ (untukhar ganya). pada waktu kita berkenalan dengan seseorang yang berasal dari daerah atau suku yang berbeda. ‘gini’ (untuk begini). Mereka juga sadar bahwa . dokumen-dokumen resmi.2 dan 1. untuk mempertajamnya dapat ditelaah hal berikut. sebagaimana yang pernah juga kita lakukan pada saat berkenalan dengan seeorang lain daerah atau lain suku? Perbedaan secara khusus memang ada. ‘kenapa’ (untukme ngapa). perbedaan dilihat dari proses terbentuknya antara kedua kedudukan bahasa Indonesia. dan yang lain-lain. kita tidak akan menggunakan kata-kata yang tidak akan dimengerti oleh lawan bicara kita sebagaimana contoh di atas. misalnya. Perbedaan dari Proses Terbentuknya Secara implisit. ‘paling banter’. Dalam lapangan dan situasi di atas tidak pernah digunakan. ‘dia orang’ (untukme re k a). Begitu juga dalam lapangan ekonomi. misalnya penggunaan kosakata dan istilah. tentunya kita tidak menjumpai kalimat-kalimat yang semacam ini.3.

Berbeda halnya dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi. Walaupun Ton Sin Hwan keturunan Cina. dia tidak mempunyai tanggung jawab moral untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai fungsi tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa dualisme kedudukan bahasa Indonesia tersebut dilatarbelakangi oleh proses pembentukan yang berbeda. Perbedaan dari Segi Fungsinya Setelah kita menelaah uraian terdahulu. apabila ada orang yang berbangsa lain yang menetap di wilayah Indonesia dan mahir berbahasa Indonesia. Terbentuknya bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi dilatarbelakangi oleh kondisi bahasa Indonesia itu sendiri yang secara geografis menyebar pemakiannya ke hampir seluruh wilayah Indonesia dan dikuasai oleh sebagian besar penduduknya. kiranya sudah kita ketahui. Lain halnya dengan contoh berikut ini. Dengan pertimbangan kesejarahan dan kondisi bahasa Indonesia yang lingua franca itu. sehingga pada saat ditentukannya sebagai bahasa negara/resmi. yang tidak kalah pentingnya adalah srana komunikasi yang disebut bahasa. Kita menggunakan sebagai bahasa negara/resmi dipakai sebagai alat penghubung antarsuku. maka ditentukanlah ia sebagai bahasa nasional. seluruh pemakai bahasa Indonesia yang sekaligus sebagai penduduk Indonesia itu menerimanya dengan suara bulat. maka pada saat dia memberikan penataran kepada . Sehubungan dengan itu. Yang menjadi masalah kita adalah perbedaan sehubungan dengn tanggung jawab kita terhadp pemakaian fungsi-fungsi itu. Kapan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi dipakai. Perbedan itu terlihat pada wilayah pemakaian dan tanggung jawab kita terhadap pemakaian fungsi itu. kita mengetahui bahwa fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berbeda sekali dengan fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Dari sekian sarana penentu. terdapat kaitan apa dengan kita? Kita berperan sebagai apa sehingga kita berkewajiban moralmenggunakan bahasa Indonesia sebagai fungsi tertentu? Jawaban atas pertanyaan itulah yng membedakan tanggung jawab kita terhadap pemakaian fungsi-fungsi bahasa Indonesia baik dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara/resmi. misalnya.untuk mewujudkan persatuan perlu adanya saran yang menunjangnya. pada saat itu bahasa Indonesia telah disepakati oleh pemakainya sebagai bahasa pemersatu bangsa. Apabila kita menggunakan bahasa Indonesia sebagai fungsi tertentu. tetapi karena dia warga negara Indonesia dan secara kebetulan menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum. Di samping itu. karena kita sebagai bangsa Indonesia yang hidup di wilayah tanah air Indonesia.

Tidak perduli apakah dia lancar berbahasa Indonesia atau tidak.anggotnyan berkewajiban moral untuk menggunakan bahasa Indonesia.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. 2. Tidak Menjamakkan Subjek Contoh: Tomi pergi ke kampus. kemudian ke perpustakaan (efektif) 2. Contoh: Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT). Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif). Pengertian.Kesepadanan Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S). kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif) Tomi pergi ke kampus. Ciri-Ciri Kalimat Efektif 1.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda). Jadi seseorang menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghubung antarsuku. dan Penggunaan Kalimat Efektif Filed Under : Catatan Kuliah 02 Pebruari 2009 Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. predikat (P).secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa. keterangan (K). sedangkan seseorang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. karena dia sebagai warga negara Indonesia yang menjalankan tugas-tugas ‘pembangunan’ Indonesia. . karena dia berbangsa Indonesia yang menetap di wilayah Indonesia. Tidak perduli apakah semua pengikutnya keturunan Cina yang berwarga negara Indonesia ataukah tidak. Ciri. objek (O). Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut: 1.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat. kami teruskan acara ini. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. frasa. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. (tidak efektif) Untuk menghemat waktu.Kehematan Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata. d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Contoh: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif) Dia sudah menunggumu sejak pagi. Contoh: Untuk mempersingkat waktu. (efektif) 5. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. Untuk itu. dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.Kesatuan atau Kepaduan Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu. (efektif) Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. c. Menghilangkan pengulangan subjek. yaitu: a. yaitu: a. tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. (tidak efektif) Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan.Kelogisan Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. (efektif) 4. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Contoh: Karena ia tidak diajak.Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif). c. kami teruskan acara ini. b. 3. (efektif) . penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. (tidak efektif) Karena tidak diajak. b. Hal ini dikarenakan. sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan.

Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. (efektif) 6. seribu. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Contoh: Bukan seribu.Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif) Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Contoh: Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain. (efektif) Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan) Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Contoh: Anak itu bodoh. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat. Melakukan pengulangan kata (repetisi). atau sejuta. (benar) c. Contoh: Cerita itu begitu menarik. maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me. Membuat urutan kata yang bertahap.Keparalelan atau Kesajajaran Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. (efektif) 7. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). tetapi berjuta-juta rupiah.Ketegasan Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Pada kesempatan lain. tetapi pintar. sejuta. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. cerita itu sangat mengharukan. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. yaitu: a. . (efektif) Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-. (ketegasan) b. tetapi berjuta-juta rupiah. (tidak efektif) Makalah ini membahas teknologi fiber optik. atau seratus. (tidak efektif) Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.juga. (salah) Bukan seratus. d. ada beberapa cara. Jika pertama menggunakan verba.

Kesimpulan Contoh : Budi seorang lulusan STM yang kini memiliki bengkel besar ia mengatakan ia berasal dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki modal. Menyusun Karangan Ilmiah April 19. Paragraf Campuran (deduktif-induktif) adalah kalimat utama diawal ditegaskan lagi diakhir. Pendapat 4. Supaya produksi semakin meningkat tidak berhenti. wacana. 3. Pendapat Contoh : Masalah yang kita hadapi sebenarnya adalah penyaluran dan pemasaran produksi beras. Definisi b. Pernyataan c. mudah-mudahan bermanfaat . Sekarang yang melakukan dan pemasaran adalah bulog. menerima dan member pengetahuan kepada sesamanya.com/2009/02/02/pengertian-ciri-dan-penggunaan-kalimatefektif/ Dalam menulis karangan. Contoh: Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku? Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.blogsome. Pernyataan 3. Paragraf induktif adalah kalimat utama diakhir Cirri-ciri paragraph induktif 1. Dengan demikian jelaslah bahwa bahasa merupakan sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa itu pula manusia mewarisi dan mewariskan. Contoh : Bagi manusia bahasa merupakan alat komunikasi yang sungguh penting. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi hati kepada sesamanya. Bahkan dengan bahasa pula manusia dapat mengekspresikan jiwa seninya. artikel atau apapun yang berkaitan dengan tulis menulis maka kita harus mengetahui jenis-jenis paragraph antara lain : 1. seperti: partikel –lah. Paragraf deduktif adalah kalimat utama di awal (umum-khusus) Cirri-ciri paragraph deduktif adalah a.e. -pun. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). 2. Definisi 2. Ternyata kuncu sukses bukan karena banyaknya modal tetapi karena keuletan. berikut gw copas cara menulis karangan ilmiah. 2009 by petitevirus Nih. dan – kah. http://adegustiann. penyaluran dan pemasaran harus tetap dilaksanakan.

Usahakanlah kalimat-kalimat yang pendek Panjang rata-rata kalimat dalam suatu karangan merupakan sebuah tolok ukur yang penting bagi keterbacaan. Clear News Writing. Prefer the simple to the complex 3. bahasa yang sederhana lebih meningkatkan keterbacaan suatu karangan.PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH 1. Write to express not impress 1. yang menunjukkan gerak akan membuat suatu karangan hidup dan bertenaga untuk menyampaikan pesan/warta yang dimaksud. Avoid unnecessary words 5. Berikut ini adalah sepuluh asas mengarang secara jelas yang dikemukakannya. Prefer the familiar word 4. 3. 2. yang mengandung tindakan. sebuah badan usaha yang memberikan Penyuluhan Keterbacaan (Readability counseling) dan kursus/latihan dalam penulisan yang jelas (clear writing) kepada berbagai penerbit dan surat kabar. Kata-kata yang tak perlu hanya melelahkan pembaca dan melenyapkan perhatiannya. Hindari kata-kata yang tidak perlu Setiap perkataan harus mempunyai peranan dalam kalimat dan karangan. Use terms you reader can picture 8. 5. kalimat yang sederhana. Berilah tindakan dalam kata-kata kerja Anda Kata kerja yang aktif. Write like you talk 7. Penulisan kalimat yang panjang harus diimbangi dengan kalimat-kalimat yang pendek sehingga meningkatkan kejelasan karangan. Pendirinya Robert Gunning kemudian mengarang buku-buku berjudul Principles of Clear Writing. Put action in your verbs 6. Pilihlah yang sederhana daripada yang rumit Kata-kata yang sederhana. Tie in with your reader’s experience 9. Kalimat-kalimat harus selang-seling antara panjang dan pendek. Keep sentences short 2. 1. The Technique of Clear Writing. Kalimat ‘Bola itu menjebol gawang lawan’ lebih bertenaga dari “Gawang lawan kemasukan bola itu” . Make full use of variety 10. Asas-asas Mengarang Secara Jelas Di Amerika Serikat dalam tahun 1944 didirikan Robert Gunning Associates. Pilihlah kata yang umum dikenal Dalam mengarang pakailah kata-kata yang telah dikenal masyarakat umum sehingga ide yang diungkapkan dapat secara mudah dan jelas ditangkap pembaca 4.

The Technique of Clear Writing. Dalam menggunakan kata dan frase 1. “factory town” (kota dengan banyak pabrik) lebih mudah ditangkap maksudnya daripada istilah “industrial community” (masyarakat industri). 2. sebaiknya dipedomani kelaziman dan ketentuan ejaan Sumber : W. frase. 5. 8. hendaknya kata-kata sinonim dipakai secara cermat pula karena kata-kata sinonim tidak selamanya sama benar arti pemakaiannya. 1979 . untuk memperkecil banyaknya kata kembar dan kata bersaingan. Mengaranglah untuk mengungkapkan. atau kehebatan diri penulisnya. tetapi licin untuk berkomunikasi karena terbuka bagi macam-macam penafsiran. karangan menjadi lebih jelas. Part Two). Kata Disraelli.( Widyamartaya. Manfaatkan sepenuhnya keanekaragaman Karangan tidak boleh senada. jangan menggunakan kata asing hanya karena terdorong untuk bermegah dan berbahasa tinggi 7. Penggunaan Bahasa Tulis I. Dengan mengungkapkan gagasan seperti halnya bercakap-cakap. kecuali bila sudah menjadiperkataan umum. Pakailah istilah-istilah yang pembaca Anda dapat menggambarkannya Perkataan yang konkret lebih jelas bagi pembaca daripada perkataan yang abstrak. dan bukannya menimbulkan kesan pada pihak pembaca mengenai kepandaian. Karangan yang jelas ialah bilamana dapat dibaca dan dipahami pembaca sesuai dengan latar belakang pengalamannya. Kaitkan dengan pengalaman pembaca Anda Istilah-istilah yang abstrak memang berguna untuk proses pemikiran. sesuai dengan suasana dan tempatnya. hendaknya istilah-istilah yang sangat asing bagi umum tidak dipakai dalam karangan umum 6. cetakan ke-2. sepi sehingga membosankan pembaca. kalimat maupun ungkapan lainnya. 9. hendaknya dihindari pemakaian kata asing atau kata daerah bila dalam bahasa Indonesia sudah ada katanya. Harus ada variasi dalam kata. hendaknya kata atau frase yang bernilai rasa digunakan secara cermat. dan untuk menghindari beban atau pemberat yang tidak perlu dalam pemakaian bahasa. bukan untuk mengesankan Maksud utama mengarang ialah mengungkapkan gagasan. 1997: 87) (Disarikan dari buku Robert Gunning. 4.6. hendaknya dihindarkan pemakaian kata atau frase yang telah usang atau mati 3. datar. 7. Sebagai contoh. kebolehan. Menulislah seperti Anda bercakap-cakap Perkataan tertulis hanyalah pengganti perkataan yang diucapkan lisan. J. Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang. 1952. S Poerwadarminta. hendaknya dihindari pemakaian kata atau frase tutur dan kata atau frase setempat. “Keanekaragaman dalam karangan adalah sumber kesenangan dalam pembacaan” 10.

Menentukan suatu tesis percobaan (tentative) atau garis besar acuan sementara yang menjadi arah umum dan tujuan yang hendak dicapai e. dan bagian yang masih perlu ditambah dengan bahan yang lain. minat pembaca. Mengumpulkan/meminkjam buku-buku dan bacaan yang lain yang akan dipakai sebagai sumber. outline). Dalam menyusun kalimat 1./catatan akhir dan daftar pustaka/daftar acuan kelak. Membaca buku-buku/bacaan-bacaan sumber dengan membuat catatan-catatan. fasilitas. working bibliography masih akan dipilihuntuk menyusun final bibliography. gunakan bahasa biasa yang mudah dipahami orang 3. f. Mencari di perpustakaan judul-judul buku dan artikel yang membicarakan topik yang telah dipilih dan dibatasi. cetakan ke-3. l. baru . Rosihan Anwar. Setelah bahan-bahan itu ditata. akan terlihat bagian yang sudah cukup bahannya. 1984 Langkah-langkah Pembuatan Langkah-langkah pokok pembuatan karangan ilmiah adalah sebagai berikut : a. Pengantar (introduksi) tidak selalu yang pertama kali disusun. Kartu-kartu bibliografi ini diperlukan untuk menyusun catatan kaki. j. Setelah itu. yaitu sejumlah buku sumber yang sungguh-sungguh akan dipakai untuk menulis karangan ilmiah g. dan kesempatan b. Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan agar pengumpulan data. informasi. Anda harus membaca buku-buku lain lagi serta mengadakan pengamatan. Mencari sumber yang autoratif c. Menata bahan-bahan yang terkumpul berupa catatan-catatan menjadi suatu garis besar (kerangka karangan. bagian yang belum cukup bahannnya. bukan bahasa negatif Sumber : H. Memilih sebuah pokok soal (topik) yang dapat ditulis sesuai dengan minat Anda. kemudian penutupnya berupa ringkasan atau kesimpulan. misalnya catatan dengan sistem kartu. dan fakta serta pengolahannya terfokus dan agar karangan dapat dikembangkan secara memadai. sitiran. yaitu pernyataan-pernyataan pendirian didukung dengan hal-hal yang konkret dan spesifik d. Catatan ini dapat berupa kutipan. gunakan bahasa padat dan kuat 7. gunakanlah kalimat-kalimat pendek 2. bukan kalimat pasif 6. gunakan bahasa positif. Menulis draft pertama karangan (karangan sementara). Mungkin saja batang tubuh karangan ditulis terlebih dahulu. gunakan bahasa sederhana dan jernih pengutaraannya 4. arti penting topik. i. Menyusun kerangka karangan yang final. gunakan bahasa tanpa kalimat majemuk 5. ringkasan atau komentar pribadi. h. Mencatat tiap judul buku/bacaan pada sebuah kartu bibliography. Merumuskan tesis final k. gunakan bahasa dengan kalimat aktif. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. wawancara dan sebagainya. Dalam hal terakhir ini.II. Pertama-tama kumpulkan semua bacaan/buku yang diperkirakan dapat menjadi sumber (working bibliography). lengkap dengan data tentang nama pengarang dan publokasinya.

Apakah paragraf-paragrafnya bertautan? 4. tepat dan lengkapnya kesimpulan setiap satuan dan keseluruhan analisis data 5. kurang tepat. harus merasakan adanya daya lukis. 4. konsisten. kata-kata dan susunan kalimat sederhana. dan lengkapnya analisis data 4. kutipan. catatan kaki atau catatan akhir hendaknya diletakkan pada tempatnya dan ditulis dengan jelas dan setepat-tepatnya. Membaca kembali segala sesuatu yang telah dituliskan. daya kupas. mudah dipahami dan tidak berbelit? 8. Apakah cara penulisan kata. Apakah gagasan-gagasan orang lain diakui demikian dengan sistem catatan yang jelas? Apakah karangan bersih dari plagiarisme? 7. konsisten. Apakah tesis dijabarkan dengan pikiran-pikiran utama yang jelas dan apakah tiap pikiran utama didukung dengan bukti yang konkret? 5. tepat dan jelasnya kesimpulan menjawab masalah penelitian/tujuan penulisan karya tulis. kemampuan deskripsi data memberikan “isyarat” ke tahap berikutnya. Logikanya ialah bahwa setelah mengetahui kemana pembaca harus diantar. dan tanda baca sesuai dengan EYD? 10. tepat. dan daya tafsir yang memadai atas setiap satuan dan keseluruhan uraian. tepat dan mengenanya implikasi yang dikemukakan serta saran-saran yang diberikan . Menggunakan pernyataan-pernyataan positif (afirmatif).disusun pengantarnya. melainkan apa yang benar. Apakah konsistensi dalam segala hal dijaga? 9. Apakah karangan ditulis dengan mengikuti kerangkanya? 3. Merivisi karangan sementara dengan memperhatikan hal-hal berikut 1. perhatikanlah petunjuk berikut ini 1. Menggunakan tanda baca dan cara penulisan menurut ejaan yang resmi dan berlaku. 3. baik dan disarankan. Apakah penutup cukup menarik? PENYAJIAN KARYA ILMIAH Penyajian karya ilmiah harus enak dan nyaman untuk dinikmati. 5. 6. Jangan mengatakan apa yang tidak benar dan tidak disarankan. Tiap kata digunakan dengan sadar akan arti dan maknanya (denotasi dan konotasinya). pertautan dan harkat m. 7. dan pembicaraan dari butir ke butir mudah diikuti. Apakah pengantar (introduksi) cukup kuat dan menyatakan tesis dengan jelas? 2. pemakaian huruf. Dalam menulis karangan sementara ini. dan memperbaiki rumusanrumusan yang kurang jelas. tepat. Selalu mengusahakan dan dipenuhinya asas-asas kesatu-paduan. hipotesis yang diajukan. 2. Selalu berpegang teguh pada topik (kerangka acuan). dengan mudah kita menuliskan pengantarnya. Terlalu banyakkah kutipan yang dipakai? 6. atau yang boros kata. Pembaca karya ilmiah. 6. Apakah daftar pustaka tersusun secara cermat dan konsisten? 11. dan lengkapnya deskripsi data 2. 3. Baris-baris karangan sementaraini sebaiknya cukup longgar untuk memberi tempat kepada koreksi-koreksi perbaikan. Apakah bahasanya sederhana. Dalam membuat draft pertama. seperti : 1.

penulisan laporan penelitian. data yang diolah disajikan sekurang-kurangnya dengan tatanan sebagai berikut : a. tables. and graphs) e. 1. Corbett Edward P. perumusan hipotesis dan uji kebenarannya d. studi literature dan pengamatan kenyataan c. perumusan masalah b. dan grafik (a table of illustrations. dengan penyajian sebagai berikut : 1. daftar saran (a list of recommendations) j. Slamet Soeseno memberikan langkah-langkah penyusunan naskah ilmiah. atau penerapan praktis pada pemecahan masalah dan penentuan kebijakan. Bagian Teks dan Bagian Akhir. batang tubuh laporan (the body of the report) h. J. judul/halaman judul b. lampiran-lampiran (appendices) k. lampiran (kalau ada) f. yakni terdiri atas tiga bagian : Bagian Awal. charts. daftar kesimpulan (a list of conclusions) i. halaman judul ( a title page) c. kerangka makalah c. Dapat juga diberikan saran untuk penelitian lanjutan dan pengembangan ilmu dan peningkatan pembinaan). bagan. daftar pustaka 2. catatan akhir (bila dipakai system ini) e. isi. abstract atau sari (inti sari tulisan hasil penelitian yang hendak disajikan) . daftar isi (a table of contents) d. daftar bacaan atau daftar acuan (bibliography or list of references). pengantar laporan (an introduction to the report) g. l. Namun bentuk-bentuk organisasi itu pada dasarnya sama. Saran hendaknya bersifat operasional. Ada berbagai bentuk organisasi laporan penelitian dan sejenisnya. daftar ilustrasi. Laporan Penelitian Menurut Slamet Soeseno Dalam bukunya yang berjudul Teknik Penulisan Ilmiah Populer. dan sifat-sifat penanganan penulisan yang bersungguh-sungguh. J. tertatanya segala sesuatu (asas organisasi). Corbett menyarankan bentuk penyajian laporan resmi sebagai berikut : a. judul (berikut nama penulis dan tempat tugas pekerjaannya) 2. Makalah Mahasiswa Dalam makalah mahasiswa. surat penyerahan (a letter of transmittal) b. Laporan Resmi Menurut Edward P. terdiri dari (1) pernyataan tesis (gagasan pokok) makalah pada pengantar (2) penjabaran gagasan pokok makalah pada batang tubuh (3) kesimpulan dan pernyataan ulang gagasan pokok makalah pada penutup d. sari laporan (an abstract of the report) f. Indeks (index) 3. seperti : a. 7. table. bertanggung jawab dan kolaboratif.(implikasi merupakan dampak teoritis terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.

Laporan penelitian Menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Untuk laporan penelitian. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa mengemukakan bentuk penyajiannya sebagai berikut : a. Papers. daftar pustaka k. pelaksana. uraian pelaksanaan dan tafsiran maupun rekaannya 5. berisi a. pendahuluan (informasi latar belakang dan identifikasi masalah yang membawa kepada pembicaraan tentang masalah dan pemecahannya) 4. menyiapkan produk akhir (preparing the final product). referensi atau acuan (daftar acuan) e. tubuh utama (batang tubuh). pengkajian kebenaran dalam seminar 4. menganalisis masalah (analyzing the problem) b. abstrak f. mengecek laporan (checking the results) g. mengubah/membenahi produk (modifying the product) h. Riebel Dalam bukunya How to Write Reports. merancang produk (designing the product) e. penutup. bahan dan metode penelitian yang dipakai b. Penyusunan Laporan Menurut John P. berisi a. penerima laporan b. kata pengantar c. Menganalisis Masalah (1) Siapa yang akan membaca laporan? (2) Apakah tujuan laporan? (3) Tindakan apa yang diinginkan perusahaan? (4) Bagaimana ruang lingkup/cakupan laporan (5) Apakah yang telah diminta secara khusus? (6) Dalam berapa lama laporan harus diselesaikan? (7) Manakah petunjuk-petunjuk atau perintah khusus yang harus dipertimbangkan? . daftar isi d. hasil penelitian dan pembahasan. bab pendahuluan g. menyelidiki masalah (investigating the problem) d. Penjelasan a. John P. Theses. Riebel memberikan langkah-langkah penyusunan laporan sebagai berikut : a.3. daftar table e. kesimpulan dan saran b. bab hambatan dan saran j. judul. bab pengolahan data h. ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu terlaksananya penelitian 6. lampiran 5. merencanakan penanganan masalah (planning the treatment of the problem) c. Articles (1978). menyusun produk (constructing the product) f. bab kesimpulan i.

indeks atau ringkasan (7) Untuk kejelasan maksud. atau gabungan semua itu? (2) Apa yang telah diketahui. tujuan dan ruang lingkup? (6) Apakah kerumitan maslah memerlukan daftar isi. detail-detail dan ilustrasiilustrasi manakah yang diperlukan? (8) Fakta-fakta yang ahrus ditafsirkan? (9) Manakah bagian-bagian yang harus ditekankan? e. ejaan. kesimpulan. laporan dapat diperpendek kelak f. apa yang tidak diketahui? (3) Manakah unsur-unsur yang lebih penting dan yang kurang penting? (4) Manakah studi atau laporan-laporan sebelumnya yang dapat membantu? (5) Siapa yang dapat membantu? (6) Manakah urutan sementara yang akan diikuti untuk penyelidikan? c. informasi. ataukah kesimpulan? (8) Apakah sifat laporan memerlukan bahwa semua tahap disajikan dengan terperinci? d. apa saja harus dimasukkan : fakta. Menyusun Produk (1) Ikutilah penataan yang sudah ditentukan (2) Janganlah menyia-nyiakan waktu untuk bagaimana mulai. Merancang Produk (1) Bagaimana penataannya sehingga tujuan laporan akan terpenuhi dengan sebaikbaiknya? (2) Seberapa jauh pembaca dapat memahami kata-kata teknis (3) Bagaimanakah penataan bahan yang sebaik-baiknya agar laporan berguna berguna sebesarnya dan menghemat waktu pembaca sebanyak-banyaknya? (4) Manakah bentuk khusus yang akan mendukung dengan sebaik-baiknya penggunaan laporan kelak? (5) Apakah diperlukan suatu pernyataan pelimpahan (penugasan). saran. data spesifik.b. Merencanakan Penanganan Masalah (1) Informasi. contoh-contoh. hasil. hasil-hasil. kembali ke permulaan kelak (3) Menulislah dengan secepat-cepatnya tanpa terlalu memusingkan pemakaian kata setepat-tepatnya dan pemakaian ejaan dan tanda baca secermat-cermatnya. Pilihlah kata. dan tanda baca dicek kemudian hari (4) Bekerjalah bertahap jika laporannya panjang dan kompleks (5) Masukkanlah segala sesuatu yang penting. metode. Menyelidiki Masalah (1) Apakah datanya teliti (cermat)? (2) Apakah datanya lengkap? (3) Apakah ada cukup data untuk tulisan yang dimaksud? (4) Apakah semua tahap yang penting telah diliput? (5) Manakah fakta-fakta dan hasil-hasil yang paling penting? (6) Apakah kesimpulan sunguh-sunngu muncul dari data? (7) Apakah yang harus ditekankan: data. Mengecek Laporan .

wordpress. ejaan. Apakah perlu daftar isi. Apakah bentuk laporan sudah selesai dengan koordinasi dan subordinasi bahanbahannya? d. jika perlu. http://petitevirus. Apakah kesimpulan memberikan pandangan yang diinginkan pembaca? 2. jika perlu. Apakah perlu lebih banyak contoh . indeks dan ringkasan? 4.com/2009/04/19/menyusun-karangan-ilmiah/ . penataan laporan Ubahlah. Apakah ada hubungan tahap yang satu dengan tahap yang lain jelas? e. Apakah arti yang setepatnya terungkapkan/tersampaikan? c. jika perlu bentuknya i. Isi a. Gaya Tulis a. tanda baca. Penataan atau tatanan a. Apakah kalimat-klaimatnya langsung dan berhasil guna? f. Apakah pokok-pokok yang utama sudah cukup ditekankan? 3. Bentuk a. Mengubah/Membenahi Produk • • • • Adakah perubahan. atau ilustrasi? c. perincian kata. Apakah ada pemborosan ruang pada permulaan laporan? c. Apakah gaya tulisnya memudahkan pembacaan yang cepat? b. Apakah bahannya cukup lengkap untuk memenuhi tujuan laporan? b. dan gaya tulisnya Ubahlah. Apakah topiknya jelas sejak permulaan? b. penambahan. atau penghapusan yang perlu dalam isi laporan Ubahlah. Apakah ejaan dan tanda baca betul? g. Apakah ada kata-kata usang yang harus dihilangkan? e. Menyiapkan Produk Akhir (1) Gunakanlah bahan-bahan kertas yang baku (2) Siapkanlah laporan yang rapi dan teliti bentuknya (3) Hanya perubahan-perubahan kecil saja diperbolehkan pada naskah jadi. Apakah laporan jelas untuk rujukan di kemudian hari? d. Apakah awal dan akhir tiap paragrap ditunjukkan dengan menggunakan judul dan spasi secukupnya? c.1. Apakah fakta-fakta perlu interpretasi lebih banyak? d. Apakah topiknya dikemukakan bertahap secara jelas? d. Apakah bentuk laporan memudahkan bagian-bagiannya dicapai? b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->