DAMPAK KRISIS GLOBAL TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA

(Pada Sektor Nilai Tukar Rupiah, Perbankan, dan Properti)

Latar Belakang
KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT Amerika Serikat dianggap kiblat perekonomian di dunia, namun pada saat ini mengalami krisis moneter. Lehman Brothers, Bear Stearns, Merrill Lynch, AIG, Freddie Mac dan Fannie Mae, sebagai lembaga finansial raksasa AS, selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”, akibat krisis keuangan AS pada 1929. Namun, mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Artinya, terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. Dari uraian di atas, kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi seperti krisis moneter yang telah melanda Asia pada tahun 1997/1998.

investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. dan zona Eropa 37%. Sejak awal 2008. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. Namun. termasuk Indonesia. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program . kekurangan modal. Akibatnya. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. dan enggan meminjamkan dolarnya. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Sementara pasar surat utang terpuruk. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. India 52%. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk . Mereka ramairamai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas.KRISIS GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menimbulkan dampak luar biasa secara global.TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Di AS. bursa saham China anjlok 57%.

memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali . Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). Masalah rumit yang terjadi sekarang. Jadi. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan.5%. bukan anjloknya pasar saham.investasinya (untuk impor mesin. Akibatnya. bahan baku. Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. Pertama. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. . Terjadi di tahun 2008 ini. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. Menurut para ahli ekonomi.5%. kalaupun bisa dapat pinjaman.dan bank bisa memberi kredit lagi. Suku bunga bank sentral bisa rendah. European Central Bank. termasuk di Indonesia. dan sebagainya). melonjak tajam. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. Akhirnya. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi.

. Artinya. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1. bisa juga gagal. dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi . bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan.Kedua. Ketiga. Kebijakan di atas bisa berhasil. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun.karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. sebelum pulih pada 2010. Selain itu. Kalau berhasil. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. 2009. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya. turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak). resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. yang lebih penting. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa.

DAMPAK KRISIS GLOBAL DI INDONESIA Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. Seperti pada tahun 2001/2002. namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit yaitu sector perbankan dan properti. misalnya Hong Kong. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. dan Indonesia. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat yang menyebabkan krisis global yang berdampak terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun. dan Malaysia. India. Namun demikian. atau terakhir kali AS mengalami resesi. karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. Singapura. Untuk ekonomi Indonesia. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia. . ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat.

aliran gelombang krisis yang keras ternyata sampai di kawasan Asia. Eropa.166 point merupakan nilai yang sama di tahun 2000. Otoritas Bursa terpaksa mensuspensi perdagangan saham pada sesi pertama.1.96% atau turun sebesar 48. Merosotnya IHSG yang mencapai angka 6. Di Indonesia kejatuhan IHSG yang pada penutupan 27/10/2008 mencapai 6. Namun. Kebijakan penarikan dana semakin agresif seiring dengan keringnya likuiditas negara-negara investor. .96 point dengan total IHSG sebesar 1.96% adalah penurunan tertinggi untuk kawasan Asia. Selain itu bursa regional seperti Han Seng. Nilai Tukar Rupiah Kemorosotan yang tajam atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kecuali Bursa Filipina yang mencapai 12%. dan negara-negara yang bergabung di Uni Eropa. Pada awalnya krisis hanya sebatas melanda negara Amerika Serikat. Penarikan dana dengan denominasi mata uang asing oleh investor di beberapa negara kawasan Asia tujuannya adalah menutupi kerugian keuangan yang tengah melanda melanda negaranegara investor tersebut. Para investor yang menanamkan modalnya pada sektor non riil mulai menarik kembali dana-dana mereka yang tertanam di lantai bursa. Perilaku ini bisa kita cermati dengan meroketnya bunga pasar uang antar bank. Juga anjloknya nilai tukar Rupiah atas beberapa mata uang regional dan internasional.

Seoul. Gejolak penarikan dana oleh investor asing terlihat pada Surat Utang Negara. Mereka lebih memfokuskan diri kepada restrukturisasi keuangan internal. Tercatat sedikitnya Rp 2.Nikkei.1 triliun dana berdenominasi asing yang tertanam di SUN telah keluar. Derasnya penarikan dana oleh investor berimbas kepada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap beberapa mata uang asing. . Namun. Kospi. tentu saja dengan kekuatan yang seharusnya sudah terkalkulasi. Terlebih lagi semakin sulitnya mendapat kucuran kredit dari perbankan dalam negeri. Tentu saja pemerintah lewat beberapa kebijakan serta kemudahan-kemudahan berinvestasi mengajak para investor untuk menanamkan uangnya pada sektor riil. Pesanan-pesanan dari pembeli yang berkedudukan di luar negeri terpaksa dibatalkan. dan Strait Times Singapore turun rata-rata sekitar 3%-5%. Lantas sejauh mana pengaruh krisis keuangan global yang mengakibatkan anjloknya IHSG dan merosotnya nilai tukar rupiah kepada sektor rill? Pada beberapa komoditas yang bersentuhan langsung dengan petani kecil atau pengusaha kecil dan menengah yang berorientasi ekspor sangat dirasakan sekali dampak terjadinya krisis keuangan global ini. Pemerintah lewat Bank Indonesia mencoba untuk menahan laju pelemahan rupiah lewat intervensi pasar.

2 Milliar.Begitu juga yang dialami beberapa petani yang menggarap komoditas-komoditas seperti kelapa sawit.dan dapat membayar kembali semua deposannya. karet. serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan para debitur tanpa terjadi penangguhan. 2. menjadi maksimum Rp. Akibat penurunan yang tajam tersebut membuat petani tidak mampu lagi melakukan produksi dikarenakan hasil penjualan yang diterima masih di bawah ongkos produksi secara total keseluruhan. Perbankan Likuiditas adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban hutang-hutangnya. Saat ini Perbankan nasional memberlakukan diperketat. Ditambah dengan besarnya uang pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI) membuat likuiditas perbankan sangat ketat sehingga suku bunga ikut naik pula. dan kopra. prosedur penyaluran kredit investasi yang Industri Perbankan menyambut positif langkah Pemerintah menaikkan nilai penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pada saat ini akibat krisis keuangan global. naik 20 kali lipat dari maksimum Rp 100 Juta. Ketiga komoditas tersebut di lapangan terjadi penurunan harga jual yang mencapai 60%-70%. perbankan nasional mengalami imbasnya terutama ketatnya likuiditas di perbankan nasional.50%. Payung hukumnya berupa Perppu tentang Perubahan atas UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Lembaga . Tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang sekarang berada pada posisi 9.

Perbankan sepertinya menyetop sementara untuk pemberian kredit sektor properti.5% akan menambah cost of fund dari pengembang jika sumber dana berasal dari pinjaman. Pertumbuhan industri properti dalam negeri yang lamban ditandai dengan adanya penjadwalan kembali atas rencana proyek yang sudah ditetapkan. utamanya dalam memasarkan perumahan mereka.50 persen diakui telah membebani pengembang saat ini. Bagi industri properti pendanaan dari perbankan merupakan kebutuhan dana yang vital di samping mereka mengalokasikan dana internal.Penjamin Simpanan (LPS) yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. salah satunya pengembang mulai menahan dana (wait dan see) untuk berinvestasi. 3. Dengan ditetapkannya suku bunga acuan atau BI rate yang baru sebesar 9. Dampak dari pengaruh krisis keuangan global mulai mengganggu sektor properti. Properti Sektor properti yang sangat terasa menerima imbasan dari krisis ini. Mungkin yang sangat dirasa adalah kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah. . Kenaikan ini memberatkan sisi konsumen yang akan menanggung kisaran bunga kredit kepemilikan sebesar 13%-16%. Tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang sekarang berada pada posisi 9.

dari sebelum krisis global ini terjadi sekitar 20-30%. belum lagi pengetatan yang diterapkan oleh perbankan kepada user. membuat uang muka yang diberlakukan oleh perbankan naik sampai 50% dari harga rumah. Ia mengatakan. mereka berharap untuk bisa keluar dari kesulitan ekonomi ini. Jamaluddin menambahkan. termasuk target pemenuhan rumah oleh REI dipastikan akan terkoreksi dan sulit dicapai dengan kondisi perekonomian tidak stabil. mereka sangat terbebani karena ada bank yang menerapkan pembayaran uang muka ini sampai 50% dari harga rumah. "Sekarang pembeli atau user itu tetap ada." ungkapnya. Pengetatan perbankan mengeluarkan kredit investasi. menyebabkan sektor properti semakin kesulitan untuk bertahan. Senin (10/11). sektor properti ini dipastikan akan seret bila pemerintah dan perbankan tidak segera memberi stimulan. namun kendala kita ketika user ini berhubungan dengan perbankan.Ketua DPD Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan. . bila kondisi perekonomian masih seperti ini. perbankan bisa memberikan "stimulan" dengan menurunkan BI rate 8. katanya. Ir H Jamaluddin Jafar di Makassar. Mengatakan bahwa mereka belum bisa berharap banyak pasar properti dalam waktu dekat bisa bergairah kembali.50% sampai 9% sebagai instrumen penting untuk mendorong bisnis properti ini bergairah kembali. dampak dari pengetatan yang diberlakukan oleh perbankan.

baja. pembangunan sebuah gedung akan menyerap produksi industri semen.8 triliun adalah kredit konstruksi dan 14. Konsumen semakin pandai memilih proyek-proyek properti yang akan dibelinya dengan menyeleksi pengembang yang sudah teruji lolos dari krisis. saat ini pengembang lebih banyak mengandalkan equity (modal) daripada loan (pinjaman).9% atau senilai Rp 40. Untuk itu properti harus tetap tumbuh. untuk proyek besar masih pakai loan atau pinjaman.3 triliun.22% atau Rp 26. Ekspansi bisnis properti pascakrisis tahun 2003 hingga 2008. kredit properti yang dipakai pengembang mencapai Rp 186. Sementara kredit konstruksi dan kredit real estat hanya mencapai 36%. tetapi juga tenaga kerja di berbagai sektor penunjang lainnya.5 triliun adalah kredit real estat. misalkan lahan milik orang lain. (lihat tabel) sebagian besar atau 64 persen senilai Rp 119 triliun adalah kredit pemilikan rumah (KPR). maka akan banyak tenaga kerja yang terlibat. kayu dan seng. paku. masing-masing 21. Struktur pembiayaan di sektor properti sekarang ini berbeda dari 1998-an.Pertumbuhan sektor properti berarti juga menumbuhkan industri yang lain. kita yang bangun. Sebagai contoh. Tapi. Namun. Bukan hanya pekerja di sektor properti saja. Dari berbagai sektor industri yang tumbuh itu. kawat. Sekarang lebih banyak pengembang yang menggunakan kerjasama equity. Mereka semakin pintar untuk memilah . pengembang memang banyak melakukan pinjaman ke bank untuk membangun properti. Saat itu.

Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sepuluh arahan. Berikut ini merupakan sepuluh (10) arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mengatasi hal itu. dan bersinergi menghadapi krisis keuangan. Tetap pertahankan nilai pertumbuhan 6% yang ditargetkan tahun ini.” kata Presiden. 2. ujar Presiden adalah komponen permintaan.” Kita tidak seharusnya panik. CARA MENGHADAPI KRISIS GLOBAL Maraknya kasus krisis keuangan Amerika Serikat menyebabkan masalah global keuangan dunia.pengembang yang kredibel dan memilih proyek yang sesuai dengan kemampuan ekonominya. untuk memelihara momentum pertumbuhan dan mengelola serta mengatasi dampak krisis itu. konsumsi . Yang perlu dijaga. pembelanjaan pemerintah. Insya Allah kita bisa atasi. Mereka membeli sesuai dengan kebutuhannya. investasi. Oleh karena itu Beliau menyuruh kita untuk “Don’t Worry Be Happy”. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat.. dengan melihat bagaimana track record pengembangnya. Mereka juga lebih berhati-hati dalam memilih proyek properti. Semua kalangan tetap optimis. Tidak banyak konsumen yang menebar uang di banyak proyek properti sebagai ajang spekulasi. ekspor dan impor “Mari kita manfaatkan perekonomian domestik dan mengambil . yaitu: 1. dan Susilo Bambang Yudhoyono tetap optimis “Ekonomi Asia akan tetap Oke”.

”Pajak dan penerimaan negara tetap terjaga supaya pengangguran tidak bertambah. Galakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat. tetap mencari peluang dan share the hardshift. alokasi penanganan kemiskinan. pertanian.pelajaran dari krisis tahun 1998 dimana sabuk pengaman perekonomian domestik adalah sektor UMKM. “Menteri berikan insentif dan disinsentif agar kita tetap gunakan produksi dalam negeri. Dunia usaha khususnya sektor riil harus tetap bergerak meskipun ekspansi bisa berkurang akibat krisis ini.” kata dia. pasar di AS dan Eropa akan lebih tertutup dan melemah untuk ekspor. Cegah . ujar Presiden adalah mengembangkan kebijakan agar kredit dan likuiditas tersedia agar sektor riil bergerak.” kata Presiden. Semua pihak agar cerdas menangkap peluang untuk melakukan persaingan dan kerjasama ekonomi dengan negara sahabat. Kewajiban pemerintah mengeluarkan kebijakan regulasi iklim dan insentif agar sektor riil tetap bergerak. “Ekonomi asia akan tetap oke. Bikin produk indonesia lebih kompetif. 6. ketersediaan listrik serta pangan dan BBM. 3.” ujar dia. “Kewajiban swasta lebih adaptif dan terus mempertahankan kinerja. Kewajiban BI dengan jajaran perbankan. 4. Optimalisasi APBN 2009 untuk memacu pertumbuhan dan membangun social safety net dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur.” ujarnya 5. dan sektor informal.

. “Saya tidak bisa terima kalau tidak ada solusi dan jalan keluar.” kata Presiden. Jajaran pemerintah khususnya memperkokoh sinergi dan kemitraan atau partnership dengan jajaran perbankan dan swasta. Tingkatkan sikap profesionalisme. Betapapun penting dan kuatnya tidak akan bisa berjalan sendiri.” ujar Presiden.” tegas Presiden.dumping barang luar negeri belok ke pasar dalam negeri. dont wory be happy. “Cegah dan hilangkan buruk sangka atau kecurigaan. Tetap ajak cegah rakyat waspada. Semua kalangan diminta menghindari sikap egosektoral dan memandang remeh masalah yang dihadapi.” kata Presiden. Berkaitan dengan pada 2008 dan 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu. Kerja Sama dalam menghadapi masalah. 8. 10. Tidak melakukan langkah non partisan. Semua pihak diminta melakukan komunikasi dengan tepat dan bijak kepada rakyat. Komunikasi yang bijak.” Untuk kepentingan rakyat duntuk atasi masalah ini. Kalau ada masalah selesaikan dengan baik. Semua berperan semua penting.” Jangan beri angin sorga.” kata dia. 7. 9. namun Presiden meminta semua kalangan tak melakukan langkah non partisan.