Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD

PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. Artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsure-unsur bawaan maupun unsure-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan ank tersebut. Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di SD.pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang siapa anak SD dan bagaiamana mereka berkembang, yang mencakup tentang karakteristik perkembangan anak usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis, kognitif, bahasa, dan psikososial. Selain itu diperlukan adanya pemahaman tentang prinsip-prinsip belajar anak, proses-proses psikologis yang terjadi dalam belajar anak serta peran motivasi dalam belajar anak. Dengan bekal pemahaman konstektual tersebut, guru diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD. 1.2. RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar ? 1.3. TUJUAN PENULISAN Untuk mengetahui perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar. PEMBAHASAN

2.1 PERKEMBANGAN ANAK SEKOLAH DASAR

1. A.

PERKEMBANGAN SECARA FISIK

Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh, pertumbuhan tulang, gigi, otot, dan lemak. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain, yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain. ü Pertumbuhan Tinggi

Pertumbuhan tinggi badan setiap anak berbeda-beda, tapi mengikuti pola yang sama. 1. Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun. 1. Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm, masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja. Pada akhir usia SD dan anak masuk masa puber, pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan. Namun setelah itu, pertumbuhan laki-laki lebih cepat. ü Perkembangan Berat Tubuh Peserta Didik. 1. Anak usia 5 tahun : berat 5x setelah dilahirkan. 2. Anak masa anak : berat 35-40 kg. 3. Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja):
y y y y y

Anak mengalami periode lemak. Mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormone. Nafsu makan anak semakin besar. Pertumbuhan tubuh yang cepat. Penumpukan lemak pada perut, pinggul,pangkal paha, dada, sekitar rahang, leher dan pipi.

Berdasarkan tipologi Sheldon (Hurlock, 1980) ada tiga kemungkinan bentuk primer anak SD, yaitu: 1. Bentuk tubuh endomorph: yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. 2. Bentuk tubuh mesomorf: kelihatannya kokoh, kuat, dan lebih kekar. 3. Berat tubuh ektomorf: tampak jangkung, dada pipih, lemah dan seperti tak berotot. ü Pertumbuhan Tulang, Gigi, Otot dan Lemak.

Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak. perubahan minat/aktivitas bermain.Eropa.1. Pengaruh keluarga ü Faktor keturunan Membuat anak menjadi gemuk dari pada anak lainnya. kecuali pada usia 12-15 tahun. . Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar. Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja. Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak.n: 1. terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan. Jenis Kelamin Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan anak perempuan. Perbedaan ras suku bangsa (orang Amerika. 1. berat badan. Kematangan kelenjar dan hormone yang berkaitan engan pertumbuhan seksual. ü Faktor lingkungan Akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan anak tersebut. 4. Mengalami ketidakseimbangan. 2. 2. dsb. Jadwal waktu pertumbuhan fisik tiap anak tidak sama. proporsi tubuh. terlalu memperhatikan perubahan fisik. Lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh. sedang atau lambat. 7. v Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik Pertumbuhan fisik peserta didik usia SD/MI lebih lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa sebelumnya (masa bayi dan TK awal) dan sesudahnya (masa puber dan remaja). gizi dan zat mineral yang dikonsumsi. bersikap negative/menentang. 5. 3. kurang PD. Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda. Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja. 1. Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber. dan Australia cenderung lebih tinggi dari pada orang Asia). menarik diri dari pergaulan. 6. tergantung pada hormone. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak a. y y y Masa ini terjadi perubahan fisik yang sangat pesat dalam ukuran tinggi. ada yang berlangsung cepat.

simbol. reaksi yang diperlihatkan orang lain terutama oleh teman-teman sebayanya terhadap ukuran dan proporsi tubuhnya mempunyai makna penting. penalaran. maka memungkinkan terjadinya kecerdasan ganda (multiple intelligence). akibatnya anak mengalami keterlambatan perkembangan memasuki masa puber. struktur pengetahuan juga menjelaskan tentang tingkat kecerdasan peserta didik pada usia SD. 3. sehingga perlu diadakannya semacam tes untuk mengetahui tingkat intelegensi tiap individu yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotient). 5. Bagi anak usia SD atau MI. PERKEMBANGAN INTELEK v Struktur pengetahuan Pengertian kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu. gizi dan pemeliharan kesehatan serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan anak. ingatan. Perkembangan kognitif merupakan proses dan hasil individu dengan lingkungannya. Gangguan Emosional Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenalin yang berlebihan. 2003): . Dengan berpegang pada satuan ukuran IQ. 4. Status sosial dan ekonomi y y Fisik anak dari kelompok ekonomi rendah cenderung lebih kecil dibandingkan dengan keluarga ekonomi cukup atau tinggi. 1. tidak mampu dan rendah diri. 1.1. IQ merupakan hasil bagi usia mental dengan usia kronologis atau kalender dikalikan seratus. pikiran. Dengan adanya beberapa kecerdasan tiap individu. Apabila ukuranukuran dan proporsi tubuh anak berbeda jauh dengan teman sebayanya anak akan merasa kelainan. 1. Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon pertumbuhan pada kelenjar pituitary. Anak yang sehat dan jarang sakit biasanya mempunyai tubuh sehat dan lebih berat dibanding dengan anak yang sering sakit. Gizi dan kesehatan y y Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya lebih tinggitubuhnya dan relatif lebih cepat mencapai masa puber dibandingkan dengan anak yang bergizi kurang. maka kecerdasan dikategorikan dalam tabel berikut (Sukmadinata. Keadaan status ekonomi mempengaruhi peran keluarga dalam memberi makan. Selain itu. dan pemecahan persoalan. B. dan dalamnya terdapat aspek: persepsi.

mereka mengalami tahap ketiga dan keempat dari 4 tahap. Negasi sebagai kemampuan anak dalam mengerti proses yang terjadi di antara kegiatan dan memahami hubungan antara keduanya. Resiprokasi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan timbal balik. dan membuat perkiraan di masa depan. mampu mengkonservasi angka. Jadi. y Tahap 4 : Formal Operasional (11 ± 12 tahun) Pada fase ini.IQ 140-«« 130-139 120-129 110-119 90-109 80-89 70-79 50-69 25-49 ««. yaitu: y Tahap 3: Konkret Operasional (7-11 tahun) Pada masa ini anak sudah bisa melakukan berbagai macam tugas. Identitas dalam mengenali benda-benda yang ada. pada tahap ini anak sudah mampu berfikir konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya. memahami. Dengan mengetahui tahap perkembangan kognitif tersebut. serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. anak sudah dapat berfikir abstrak. Dengan demikian.. bernalar berdasarkan hipotesis. menggabungkan sejumlah informasi secara sistematis. . 3.-25 Kategori Genius Sangat cerdas Cerdas Di atas normal Normal Di bawah normal Bodoh Debil Imbecil Idiot vTahap perkembangan kogntif Pada anak usia SD. menkonservasi angka melalui 3 macam proses operasi. 2. pada tahap ini anak sudah mampu meninjau masalah dari berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan alternatif dalam memecahkan masalah. diharapkan orang tua dan guru dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan intelektual anak dengan tepat sesuai dengan usia perkembangan kognitifnya. hipotesis dan sistematis mengenai sesuatu yang abstrak dan memikirkan hal-hal yang akan dan mungkin terjadi. yaitu: 1. menggunakan rasio dan logika dalam abstraksi.

selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. di antaranya : 1. Hal ini biasanya berkenaan dengan konsep diri dan sosial yang bisa membingungkan anak. Kelambanan perkembangan otak yang dapat mempengaruhi kemampuan bermain dan belajar di sekolah serta penyesuaian diri dan social anak. serta salah menafsirkan arti.0 -1. 1. Kesulitan dalam membenarkan konsep yang salah dan tidak relistik. a. Kepribadian pada anak dalam memandang kehidupan dan menggunakan suatu kerangka acuan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. penalaran yang keliru. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0. Tipe pengalaman yang didapat anak secara langsung akan berbeda jika anak mendapat pengalaman seara tidak langsung dari orang lain atau informasi dari buku. yang dikarenakan oleh tingkat kecerdasan di bawah normal dan kurangnya mendapat kesempatan memperoleh pengalaman. 2. Konsep yang salah yang disebabkan oleh informasi yang salah. 1. diajak main dan bicara.0). 2. 3. PERKEMBANGAN AFEKTIF Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. Kesempatan belajar yang diperoleh anak. mudah percaya. Jenis kelamin karena pembentukan konsep anak laki-laki atau perempuan telah dilatih sejak kecil dengan cara yang sesuai dengan jenis kelamin. Intelegensi mempengaruhi kemampuan anak untuk mengerti dan memahami sesuatu. Yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. dapat juga terjadi kendala dan berbahaya yang mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. tidak memadai sebagaimana mestinya. pemikiran tidak realistis. Dalam perkembangan intelek. C. 6. antara lain: 1. pengalaman terbatas. dan imajinasi yang sangat berperan. Kondisi organ penginderaan sebagai saluran yang dilalui pesan indera dalam perjalanannya ke otak (kesadaran). akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya. keresahannya segera terhapus. 5.v Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek peserta didik usia SD atau MI. Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap . 4. 3.

0 ± 11 . Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak nnluk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah: sense of industry. c. melakukan dan mengerjakan dengan benda-benda yang praktis. malu-malu dan ragu-ragu. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu. Pengalaman-pengalaman sekolah anak mempengaruhi industry dan inferiority anak. dorong-dorongannya. maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya. 1. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat ptrkembanpan berikutnya. menutup-membuka menjatuhkan. d. memegang dan melepaskan. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh perisliwa-peristiwa di masa selanjutnya.0) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya.menolak. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan di mana perlu diberi hadiah. sendiri. tetapi juga memanjat. memotong. Jika anak. 1. Pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan meneakup juga lembaga-iembaga lain yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu.00) Anak mulai mampu berpikir deduktif. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya. Orang tua yang terlalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua member! respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan. b.in yang mendasar terhadap dunie sekelilingnya dan terhadap orang-orang di sekitarnya.0 ± 5. menarik dan mendorong. Ini dapat . kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lianya bereaksi atnu nienirn anak-anak lain. dapat lari. Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan. Industry vs litferioriry/Produkttvltns (6. memukul. 1.0 ± 3.0) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat. Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3. Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sek¶olah yang kurang memuaskan walaupun sifat indtistri dipupuk dan dikembangkan di ruitiah. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. la dapat mengendarai sepeda roda tiga. berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendir hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya. serta mengendalikan diri dan lingkungannya. maka akan tumbuh pada anak itu rasa. akan turnbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidak-percaya. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya. Sebaliknya anak yang dapal melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri. Pada saat ini bukan hanya berjalan.

1.menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak´ mampu). agama. 1. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan.0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri. Pada masa ini siswa harus dapat µmengirtegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan. Generativily ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu). berinisiatif. e. teman. tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak itu 1. dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. dan masyarakat. siswa. Integrity vs Despair/Integritas (45. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan. anggota pramuka. yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri.0) Pada tahap ini usaha-tisaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan cucu-cucu. la mulai mengrrti tentang keluarga yang ideal. h. f. g. Orang yang tidak berhasil mencapai gereralivily berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanyr memutuskart perhatian kepada kebutuhan-kebutuhan dan kesenang¶an pribadinya saja.0 ± 25.0 ± 18. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan. dengan penuh kepercayaan. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25. . la berpikir puh apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. mempunyai autonomy. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19. la mempunyai perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahan-perubahan itubuhnya. Jika anak mencapii masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. maka pada masa ini pengaruhnya tidak langsung.0) Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. menurut Erikson. akan terdapat apa yang disebut isolation. Identity vs Role Confusion/Identitas (12. pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 ‡±>‡ role confusion. 1. tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ifi liidnp. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain. Menurut Erikson.0 ± 45. Keseimbangan industry dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya. memiliki sifat-sifat industry.

intensif. D. berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut. Aspek afektif. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah. nampak pada rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut. . Jadi dapat diartikan bahwa minat adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan. Sinambela (1993) mengartikan minat adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap suatu aktivitas tertentu. Lilawati (1988) mengartikan minat adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri.Sedangkan kebalikannya adalah despair. 1. sikap. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. dan teman sebaya). dan kebutuhan psikologi). Faktor instusional. dan cenderung senang terhadap suatu aktivitas sehingga mereka mau melakukan aktivitas tersebut dengan kemauannya sendiri. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. guru. Minat terdiri dari dua aspek. Minat pada anak dipengaruhi oleh dua faktor : 1. 2. merupakan faktor-faktor di luar diri anak (melalui pengaruh orang tua. yaitu guru. Faktor personal. yaitu : 1. merupakan faktor-faktor yang ada pada diri anak itu (meliputi usia. Secara operasional. kebutuhan dan perkembangan mereka. intelegensi. dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. Aspek kognitif. jenis. 2. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingknt kelas perlu memahami dan menyadari sikap. Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya. kelamin. PERKEMBANGAN MINAT ANAK SD Meichati (1975) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat. Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. merasa tertarik.

dan diskusi. Anak sekolah dasar kurang begitu tertarik kepada hal-hal yang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. kalau dia tidak mempunyai keinginan yang tinggi terhadap kegiatan tersebut dia tidak akan melakukan kegiatan tersebut) 2. perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama. menulis surat. perintah. mendeskripsikan benda. drama. kami dapat menyimpulkan bahwa minat pada anak SD pada pada sesuatu umumnya tergantung pada beberapa hal. yaitu : 1. yaitu bahasa lisan. 4. denah.pengenalan benda. mengarang. dongeng. Karakter masing-masing anak. 2. perasaan. dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. Pada dasarnya mereka lebih mempunyai minat yang tinggi kepada suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka dan yang memberi kesenangan pada mereka. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan. dan bahasa isyarat. bahasa dapat dibedakan menjadi 3. 3. v Pola Perkembangan Bahasa Anak . pendapat. misalnya orang tua.Dari segi materi dan pengamatan lapangan. keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa. Keterampilan mendengarkan Keterampilan berbicara Keterampilan membaca Keterampilan menulis Di sekolah dasar. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup. pendapat/saran. beruta. percakapan. deklamasi. dikte. bahasa tulis. Suasana hati / keinginan hati (mood) Minat anak SD terhadap suatu kegiatan lebih tergantung pada pengaruh teman sebayanya. E. 1. pengumuman. petunjuk. 4. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran. Kemauan anak terhadap kegiatan tersebut (meskipun ada dorongan yang besar dari orang-orang tertentu. dan konsep materi pelajaran. fungsi anggota tubuh. undangan. tegur sapa. PERKEMBANGAN BAHASA Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. dan ringkasan paragraf. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. memberi tanggapan. 3. yaitu: 1. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. 2. kegiatan bertanya. 3. Mereka lebih cenderung ³ikut-ikutan³ dalam melakukan suatu kegiatan (pengaruh lingkungan). berita. 1.

Keluarga . namun tetapada perbedaan individual. kata sifat. Jenis kelamin Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki. baik dalam pengucapan. 3. Anak selalu bertanya mengenai segala yang dilihat dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. dan kata popular yang digunakan kelompok anak atau teman sebaya. kata merangkai/pengganti dari apa saja yang dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari khususnya mengenai warna. Sehingga anak mampu melibatkan diri dengan kegiatan social dan mampu berkomunikasi. dimulai dengan kalimat sederhana menjadi kalimat lengkap. akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbicara. Kesehatan Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. Pada saat anak mulai masuk sekolah merupakan masa yang paling baik untuk belajar bahasa. kata keterangan. kata kerja. Selanjutnya perkembangan bahasa dengan pembentukan kalimat. Anak type ini cenderung menyesuaikan isi dan cara berbicaranya dengan orang yang sedang berinteraksi dengannya.Anak type ini lebih banyak berbicara tentang hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan cenderung mendominasi pembicaraan sehingga kurang berminat dan sulit mendekatkan atau menerima pendapat orang lain. Kecerdasan Anak yang memiliki kecerdasan tinggi. waktu. 2. Anak mulai membangun kosakata yang biasanya merupakan kata benda. 4. yaitu: 1. 2. kosa kata maupun keseringan berbahasa. meskipun anak itu sedang berada dalam kelompok. 1. Kegiatan berbicara yang berpusat pada diri sendiri (eosentrik). 1. 1. uang.berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut: 1. Kegiatan bicara yang berpusat pada orang lain (sosialisasi). Isi pembicaraan anak pada umumnya dibedakan menjadi 2. v Faktor Kendala dalam Mempelajari Ketrampilan Berbahasa Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama. Seiring dengan pertambahan usia. 1.Anak dikatakan siap atau matang berbicara dan belajar bahasa apabila aspek motorik bicara (koordinasi otot bicara) dan aspek mental bicara (kemampuan berpikir) anak sudah mulai berfungsi dengan baik. kemampuan berbicara atau berbahasa anak semakin baik.

4. asosial. Pengalaman sosial awal memegang peranan penting bagi perkembangan dan perilaku sosial selanjutnya. Anak yang mempunyai pengalaman sosial awal yang baik cenderung lebih aktif dalam kegiatan kelompok social begitu juga sebaliknya. Sebab pengalaman sosial awal cenderung menetap. . Tuntutan sosial pada perilaku sosial anak tergantung dari perbedaan harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat tempat anak tumbuh kembangkan tugas perkembangannya. dan anti sosial. 2. Kesempatan dan waktu untuk bersosialisai dengan orang lain. yaitu: 1. Perkembangan sikap social. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa. Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi. Selain itu. Kepribadian Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri. 1. Keinginan dan Dorongan Komunikasi Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman sebaya. Belajar berperilaku yang dapat diterima social. Dalam belajar hidup bermasyarakat diperlukan tiga proses dalam bersosialisasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik melakukan sosialisasi adalah sebagai berikut: 1. Metode belajar efisien dan bimbingan bersosialisasi. 6. F. Jadi mudah atau sulitnya perkembangan sosial anak selanjutnya tergantung pada baik buruknya si anak mempelajari sikap dan perilaku sosial. 1. Jika peserta didik tidak mampu melakukan 3 proses sosialisasi diatas maka peserta didik tersebut berkembang menjadi orang yang nonsosial. 1.Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. Memainkan peran social yang dapat diterima 3. 2. pengalaman sosial awal juga berpengaruh terhadap partisipasi sosial anak. Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa lain. PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. 3. akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa. 5.

Melalui permainan atau bermain. Mereka melakukan beberapa aktivitas seperti bermain. maka kelompok yang terbentuk pada masa anak akhir mempunyai struktur yang lebih tegas dan formal. minat dan hoby. Kelompok pada masa anak akhir merupakan usaha anak untuk menciptakan suatu masyarakat yang sesuai bagi pemenuhan kebutuhannya. Membantu anak bergaul dengan teman sebaya dan berperilaku yang dapat diterima secara social dan kelompoknya. Pada masa ini seorang peserta didik mengalami perubahan fisik sensual yang pesat. Sedangkan peserta didik kelas 5 atau 6 kadang-kadang sudah mengalami masa puber. Permainan atau bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan. v Penyesuaian Sosial . v Peranan Kelompok dan Permainan Pada masa anak akhir. 2. Permainan atau bermain mempunyai empat manfaat yaitu : 1. kelompok atau geng anak memegang peranan penting dalam perkembangan social. Ada yang menjadi pemimpin dan pengikut. 3. Sehingga seorang anak cenderung menarik diri dari kelompoknya. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. anak dapat belajar bekerjasama dan saling tolong menolong dalam bermain. Membantu kemandirian anak dengan cara memberikan kepuasan emosional melalui persahabatan dengan teman-teman sebaya. kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Mengukur kemampuan terutama untuk permainan yang dilombakan. Menempa emusi/sikap melalui kegiatan untuk mentaati aturan permainan dan bersikap sportif. 4. 4. Mempelajari sikap social yang pantas melalui pengalamannya dalam menyukai orang an cara menikmati kehidupan serta aktivitas kelompok. bahkan kadang mencoba menggangu orang lain. 2. Latihan fungsi baik fungsi motorik maupun kognitif. anak tidak hanya memperoleh kesenangan tetapi mereka juga dapat mempelajari sesuatu. Juga terjadi kemunduran minat untuk bermain dan melakukan aktifitas kelompok serta cenderung bersikap antisocial. Membantu anak mengembangkan kesadaran yang rasional dan skala nilai untuk melengkapi atau mengganti nilai orang tua yang sebelumnya cenderung diterima anak sebagai kata hati yang otoriter. 3.Para peserta didik usia SD atau MI yang berada pada posisi anak akhir akan mulai membentuk kelompok bermain yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok belajar dan melakukan aktifitas pada masa anak. dilakukan dengan sukarela tanpa ada paksaan/tekanan dari luar apalagi kewajiban. Pengaruh kelompok terhadap sosialisasi anak dilakukan dalam hal : 1. informal dan sementara. hiburan. Jika pada masa anak awal terbentuk kelompok bermain yang terbentuk secara spontan. Sarana sosialisasi.

Umumnya teman dekat ini adalah kelompok sebayanya.Penyesuaian sosial berarti keberhasilan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompok paa khusunya. Penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok. nilai-nilai dan kedekatan geografis/lokasi. meminta nasehat dan berani mengkritik. mobilitas social. 1. Kepuasan pribadi Karena anak dapat bersosialisasi dengan baik dan dapat berperan dalam kelompok. 3. anak dapat belajar hal-hal yang penting dalam perkembangan sosial. tetapi seiring bertambah usia maka jumlah temanpun semakin banyak. 2. Jika mempunyai teman berperilaku sesuai tuntutan masyarakat. anak menunjukkan perilaku sesuai aturan-aturan sosial yang ditentukan. dan teman akrab yang memungkinkan anak dapat berkomunikasi melalui pertukaran ide. 1. di mana anak cenderung meniru perilaku kelompoknya. Melalui pergantian teman. 1. v Penyesuaian Diri Pada Anak Sekolah Dasar Penyesuaian diri pada anak sekolah dasar terlihat dalam proses sosialisasi. Teman sebaya sangat berperan dan berpengaruh terhadap kemampuan penyesuaian sosial peserta didik usia SD. Yaitu teman sebagai orang yang dapat membantu jika dibutuhkan. Sikap social Anak menunjukkan sikap yang menyenangkan terhadap orang lain serta ikut berpartisipasi dan berperan dalam kelompok serta kegiatan social. Jumlah teman peserta didik usia SD sangat bervariasi. 1. teman bermain yang dapat melakukan aktivitas bermain bersama-sama. Ketrampilan nyata Perilaku social anak sesuai dengan standar kelompok dan memenuhi harapan kelompok. Pada masa anak akhir. Pergantian teman dapat terjadi karena perubahan minat. Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mempelajari berbagai ketrampilan seperti kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. 1. Berbagai karakteristik dari kelompok sebaya menunjukkan bahwa kelompok sebaya memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak . tetapi juga dengan kelompok lainnya. rasa percaya. anak pun akan mengikutinya. konsep diri. atau perpindahan likasi tempat tinggal. Pemilihan teman biasanya terjadi karena adanya kesamaan sifat. dan kepribadiannya. 4. maka anak akan merasa kepuasan tersendiri. ada teman biasa yang hanya memenuhi kebutuhan anak untuk berada dalam kelompoknya. Di bawah ini adalah beberapa criteria penyesuaian social yang baik. Kelompok sebaya dapat sebagai model dalam berperilaku. Anak dapat menyesuaikan diri bukan hanya dalam kelompoknya sendiri. Anak pun mulai membutuhkan teman dekat. minat. Penerimaan atau penolakan teman kelompok akan berdampak pada perkembangan aspek-aspek lainnya seperti emosi.

namun peran guru maupun orang tua tetap diperlukan dalam menanamkan norma yang sesuai dengan tuntutan lingkungan agar apa yang dituntut oleh kelompok seimbang dengan apa yang dituntut oleh lingkungan Dalam menyesuaikan diri dengan kelompoknya.dijumpai di kelompok yang lain. Hal ini pula yang membuat anak sebagai anggota kelompok dapat mempelajari pola-pola perilaku anggota kelompoknya. 3. teman sebaya. sementara seorang wanita menekuni karirnya di bidang keteknikan. Memberikan motivasi kepada individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok social pada usia tertentu sepanjang kehidupannya. anak pun belajar tentang peran jender. harapan serta nilai ± nilai ideal pada kehidupan individu yang sedang berkembang. Proses perkembangan jender dalam diri seseorang sebenarnya bisa dikarenakan faktor biologis. 2) Kematangan fisik. 1. Adanya peran yang berbeda. membuat adanya aturan bagi anak laki-laki dan perempuan. dan lain-lain yang paling berperan dalam perkembangan jender. pengaruh dari guru. norma hidup. situasi. Mendapatkan petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada periode usia ± usia tertentu 2. faktor ± faktor itu antara lain: 1) Faktor tuntutan kebudayaan yang berbentuk kekuatan. di samping kondisi kesehatan dan kecacatan. Namun dari kesemuanya itu justru lingkungan sosiallah misalnya bagaimana interaksi dan pengalaman anak dengan orang tua. kemampuan kognitif dan sosial. merupakan salah satu faktor penentu munculnya tugas ± tugas perkembangan pada periode usia ± usia tertentu. namun sebagai orang tua maupun guru hendaknya dapat mengajarkan pada anak bahwa peran tersebut dapat berganti karena semua itu sangat tergantung dari kebutuhan. pelajaran. Menunjukkan kepada individu tentang apa yang akan dihadapi dan tindakan apa yang diharapkan kalau sampai pada tingkat perkembangan berikutnya Selain itu ada Faktor ± faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. Tujuan mempelajari tugas perkembangan ialah: 1. Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa peran jender tidak bisa diabaikan di lingkungan masyarakat. Meskipun kelompok sebaya merupakan hal yang diutamakan dalam perkembangan seorang anak. . minat dan keterampilan yang dimiliki. media masa. TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK USIA SD Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst adalah ³tugas ± tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu menjadi berbahagia´. G. Itulah sebabnya kadangkala dijumpai seorang pria yang menekuni karirnya di bidang seni tari. Yang perlu ditanamkan adalah bahwa kita harus menghargai apa yang dilakukan anak. bukan karena anak itu laki-laki atau perempuan. dan lain-lain.

Dilihat dari karakteristik yang ada. Hakikat tugas perkembangan ini adalah belajar mengembangkan sikap kebiasaan untuk hidup sehat. bebas dari pengaruh orang tua atau orang lain. 5. menulis dan berhitung. Dorongan untuk ke luar dari rumah dan masuk ke dalam kelompok anak ± anak sebaya. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluq yang sedang tumbuh. 3. maka untuk tugas perkembangan pada anak usia Sekolah Dasar antara lain: 1. 2. yakni antara lain: 1. serta mengembangkan pemahaman dan sikap moral terhadap peraturan dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan anak. sifat dan karakter. pengertian moral.3) Kepribadian seseorang. . Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan moral yang bersifat batiniah yaitu hati nurani. Berikut akan dijelaskan mengenai karakteristik perkembangan pada periode anak usia Sekolah Dasar. Dorongan yang bersifat kejasmanian untuk memasuki dunia permainan anak yang menuntut keterampilan tertentu. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak harus mempelajari berbagai konsep agar dapat berpikir efektif mengenai permasalahan sosial di sekitar kehidupan sehari ± hari. 9. simbol dan komunikasi. antara lain intelegensi. dan belajar membina persahabatan dengan teman sebaya. Mengembangkan sikap terhadap kelompok ± kelompok sosial dan lembaga ± lembaga. Hakikat dari tugas perkembangan ini adalah mempelajari keterampilan ± keterampilan yang bersifat fisik/jasmani untuk dapat melakukan permainan. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar mengembangkan tiga keterampilan dasar yaitu membaca. 8. 2. Mengembangkan pengertian ± pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari ± hari. minat. 6. Belajar menyesuaikan diri dengan teman ± teman seusianya. sikap. Mencapai kebebasan. Setelah mengetahui tujuan dan faktor perkembangan. 3. Mengembangkan hati nurani. dalam arti dapat membuat rencana untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan sikap sosial yang demokratis dan menghargai orang lain. menulis dan berhitung yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Dorongan untuk memasuki dunia orang dewasa yang yaitu dunia konsep ± konsep logika. termasuk juga bergaul dengan musuhnya. serta tata dan tingkatan nilai. 7. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar dan bertindak sesuai dengan peran seksnya yaitu sebagai anak laki ± laki atau anak perempuan. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar memberi dan menerima dalam kehidupan sosial antar teman sebaya. serta kegiatan mental lainnya. Mengembangkan keterampilan ± keterampilan dasar untuk membaca. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan ± permainan yang umum. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak menjadi individu yang otonom atau bebas. 4. kecenderungan sosial emosional.

Sebaliknya. Secara umum. maka hasilnya akan kurang maksimal. dan berat. 1. Dengan demikian anak akan dapat membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya. lebar. Menurutnya. Pada rentang usia sekolah dasar tersebut. sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru. Menurut Piaget (1950). dan mempergunakan hubungan sebab akibat. 5.2. cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap. Cara belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. A. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan akomodasi. . jika cara belajar anak tidak dipahami. 3. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata. memproses. 4. Memahami konsep substansi. Mulai berpikir secara operasional. Mulai memandang dunia secara objektif. anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: 1. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. B. PENGERTIAN CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. Kedua proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Berdasarkan hal tersebut. dan mengingat suatu informasi. 2. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran. Schemata adalah sistem konsep yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak. mengungkapkan. setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. luas. Demikianlah ³Cara Belajar Anak Sekolah Dasar´. panjang. Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. TAHAPAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret.2 CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR 1. prinsip ilmiah sederhana. mengerti. volume zat cair.

Melalui indra pendengaran/ auditorial 2. keadaan yang alami. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. umumnya ada satu cara yang lebih disukai (preferred style of learning). cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari halhal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. MACAM-MACAM CARA PENERIMAAN INFORMASI ANAK SEKOLAH DASAR Ada tiga cara seseorang anak menerima sebuah informasi : 1. Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat. keterkaitan antar materi. VISUAL ± belajar melalui penglihatan . anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi. diraba. 1. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. 1. 1. Melalui indra penglihatan/ visual 1. lebih faktual. Sehubungan dengan hal tersebut. yaitu: 1.Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar. dan diotak atik. dibaui. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. Konkret. Melalui indra peraba/ kinestetik Walaupun ketiga indra tersebut selalu digunakan bersamaan dalam menerima sebuah informasi. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. C. 1. lebih bermakna. didengar. 1. sehingga lebih nyata.

Anak-anak ini lebih senang duduk di depan supaya pandangannya tidak terhalang. Ciri-ciri anak auditorial : y y y Senang mendengar musik/irama.) karena pada saat itu mereka sedang fokus mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh pembicara. 2. Bisa mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung walaupun terlihat tidak memperhatikan. intonasi. video presentasi dan flipchart yang berwarna. kecepatan berbicara. (menutup mata. Mereka memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan sintesis informasi. Ciri-ciri anak visual : y y y y y y y Senang bereksperimen dengan warna Senang menonton Sering melamun terutama saat kegiatan verbal Lebih banyak mengamati daripada berbicara Lebih mudah mengingat dengan melihat gambar Umumnya rapi dan bisa memadukan warna Sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan indra penglihatan. tinggi rendahnya nada. Informasi tertulis mungkin tidak terlalu berarti sampai mereka mendengar informasi tersebut melalui suara. AUDITORIAL ± belajar melalui pendengaran Anak-anak auditorial menggunakan bahasa secara efektif untuk menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. yang perlu kita lakukan adalah menggunakan cerita atau pengalaman pribadi untuk menjelaskan suatu poin. Sensitif terhadap keributan atau suara yang keras. misalnya ´Kelihatannya «´ 1. transparansi. Seringkali anak-anak auditorial tidak melihat kepada pembicara. misalnya oleh kepala teman. Agar anak-anak auditorial lebih tertarik untuk belajar. termasuk melihat bagaimana sesuatu hal dikerjakan. Anak-anak visual berpikir dalam bentuk visual dan lebih cepat mengerti jika melihat tampilan gambar misalnya diagram. membandingkan kata-kata. dsb. Fokus mereka adalah pada perkataan dan suara. menunduk. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bunyi. penjelasan dalam bentuk narasi. Cara belajar orang-orang visual sering disebut sebagai ´Tunjukkan Caranya/ Show Me´. Anak-anak auditorial menginterpretasikan arti yang tersirat dari suatu perkataan dengan mendengarkan nada suara. buku bergambar.Anak-anak visual umumnya senang dengan hal-hal yang dapat dilihat. . Mereka senang melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka guru untuk mengerti isi suatu pelajaran.

3. Gunakan flash card untuk belajar warna. Menghias : ajak anak anda memilih hiasan rumah. PENGEFEKTIFAN CARA BELAJAR ANAK SD Agar proses pembelajaran efektif. Mau mencoba hal baru. Membuat kliping dari majalah bekas. ¶Mencari¶ sesuatu barang dengan ¶meraba¶. membuat latihan dimana mereka membuat dan melakukannya sendiri. 4. bukan warna yang sesuai. bentuk. 2. Ciri-ciri anak kinestetik : y y y y y y y Senang bergerak dan tidak bisa duduk diam di dalam kelas. ´Rasanya«´. artinya pengajar harus mampu memberikan pelajaran yang menggunakan semua indera tersebut di atas untuk bisa menjangkau semua murid. pola. Sering menggunakan kata-kata berdasarkan perasaan. diam. hadiah atau hiasan apa saja. Tangannya tidak bisa diam dan selalu mencoba untuk ¶memegang¶ sesuatu. dan meraba Anak-anak yang cenderung kinestetik adalah anak-anak yang perlu terlibat secara fisik dalam sebuah proses.´ 1. Sensitif terhadap lingkungan yang terlalu panas atau dingin.y y Senang dengan peralatan yang bisa mengeluarkan bunyi. Menonton video dan melihat foto. 3. namun bukan buku komik. 5. dan dengar´. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa dari sebuah proses yang isinya cuma ´duduk. Mewarnai. menggambar dan membuat kolase. C. ´ Kedengarannya «. KINESTETIK ± belajar melalui bergerak. kebun. huruf dan angka. Agar anak-anak kinestetik tertarik. Misalnya. Pilihkan buku dengan gambar yang berwarna-warni. 6. misalnya MP3 player atau iPod. melakukan. Sering menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan indra pendengaran. Yang dapat dilakukan: Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung visual dapat belajar dengan lebih baik : 1. Lebih memilih pakaian berdasarkan bahan yang nyaman. yang perlu kita lakukan adalah membuat aktivitas yang memaksa mereka bergerak. . Anak-anak kinestetik senang bergerak. 1. Pembelajaran dari pengalaman adalah cara paling efektif untuk menarik perhatian mereka. Misalnya.

. menempel. Pekerjaan tangan (art & craft) : menggunting. Anak-anak auditorial membedakan guru mereka dari nada dan tinggi rendahnya suara para guru. Jangan paksa anak anda untuk belajar disaat ia (dan juga anda) sedang kelelahan. Lebih baik mengulang hal sedikit-sedikit daripada sekaligus banyak. Berceritalah dalam mengajarkan sesuatu dan gunakan nada yang berbeda untuk menekankan topik tersebut. Usahakan agar suasana belajar menyenangkan dan tidak terlalu berlarut-larut. 4. Gunakan metode ¶hands-on¶ dimana anak harus mecoba melakukan sesuatu sendiri dan bukan hanya menyaksikan demo. 4. 3. Yang Perlu Diingat: 1. 5. akan membuat ia tertarik. mereka akan jauh lebih tertarik untuk mempelajarinya. membuat sesuatu dengan ¶play dough¶. Mendengarkan musik. Tetapi jika anda membantu mereka untuk mengatur anggaran untuk membeli mainan. Jangan lupa untuk mengulang hal yang sudah dipelajari. Contohnya. Bicaralah dengan nada tenang dan teratur. mereka akan lebih cepat mengerti. Cari tahu musik apa yang mereka sukai dan gunakan musik untuk mengatur suasana hati mereka sebelum. 3. 4. Mereka akan lebih cepat menyerap pelajaran tersebut. saat (sebagai latar belakang) dan sesudah (sebagai hadiah/reward) belajar. mereka tidak suka pelajaran matematika dan merasa belajar matematka tidak ada gunanya. 2.Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung auditorial dapat belajar dengan lebih baik : 1. jangan berasumsi apa yang menarik untuk anda. misalnya irama tertentu untuk mengingat suatu pelajaran. 3. 2. Jika anda bisa mengaitkan suatu informasi baru dengan apa yang sudah pernah dipelajarinya. menghitung. Apapun cara belajar anak anda. finger painting. Pilih topik yang menarik baginya. membaca sambil mengaduk sesuatu. Buatlah informasi baru tersebut relevan dengan situasiu anak-anak. Menari : gunakan lagu dengan irama yang menyenangkan. Memasak : biarkan mereka berkreasi dan belajar mengukur. Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung kinestetik dapat belajar dengan lebih baik: 1. pastikan suasana yang mendukung. Masukkan musik ke dalam topik yang sedang dipelajari. 2. Kaitkan pembelajaran tersebut dengan sesuatu yang disukai si anak. menggambar.

Anak belajar secara kontinyu (terus-menerus). Fakta ini menunjukkan pentingnya penggunaan bermacam-macam bahan bantuan untuk mengajar. boleh jadi mereka ³belajar´ bahwa saat doa adalah waktu yang baik untuk mengganggu teman yang duduk di sampingnya karena guru sedang menutup mata. 1. iii. mereka melihat. vi. Mereka belajar: i. Bahkan mereka mungkin mempelajari beberapa hal sekaligus. Jika penelitian Alkitab tidak membangkitkan minat. Panca indera itu merupakan pintu masuk ke dalam kesadarannya. yakni melalui panca inderanya. 70 persen dari apa yang mereka katakan sementara . Dengan mengetahui bahwa para murid kita belajar secara kontinyu. iv. 3. 20 persen dari apa yang mereka dengar. Anak hanya mempunyai satu cara belajar. mereka melakukannya. v. padahal kita tidak pernah bermaksud mengajarkan hal tersebut kepada mereka. Kalau pengajaran kita tidak menantang mereka. Namun demikian anak-anak mungkin akan mempelajarinya. mungkin akan menolong kita untuk lebih berhati-hati mengenai apa yang kita ajarkan secara tidak langsung melalui suasana kelas. Anak senantiasa belajar. Anak belajar melalui kegiatan. 1. Jika mereka secara pribadi tidak terlibat dalam bagian doa dan penyembahan. Tak pernah mereka berhenti belajar. Kita sekali-kali tidak akan sengaja mengajarkan hal-hal ini. boleh jadi mereka ³belajar´ bahwa Sekolah Minggu sangat membosankan dan tidak menarik. 50 persen dari apa yang mereka lihat dan dengar. ii. 30 persen dari apa yang mereka lihat. D. 2.1. 80 persen dari apa yang mereka katakan sementara 1 persen dari apa yang mereka baca. CARA BELAJAR ANAK 1. boleh jadi mereka ³belajar´ bahwa Alkitab adalah buku kuno yang menjemukan dan tidak ada hubungannya dengan masa sekarang. Anak belajar melalui panca inderanya. 1.

Sungguh penting bagi kaum remaja dan orang dewasa menginsafi bahwa ajaran Alkitab dapat dipraktekkan bagi keperluan hidup mereka. khayalannya digiatkan. secara batin. Beberapa contoh dari dorongan sejenis ini ialah ganjaran. Anak akan paling cepat belajar bila hal itu dijadikan sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan. mereka harus disiapkan untuk menerima kebenaran Alkitab. Anak akan belajar paling baik bila mereka sudah siap untuk belajar. Anak belajar dengan jalan meniru. Perasaannya dapat dibangkitkan. secara lahir. Anak akan belajar sebaik-baiknya bila ia mempunyai dorongan atau alasan untuk belajar. Atau melalui lukisan-lukisan cerita ia bisa terlibat. diskusi dan drama. Dorongan inilah yang bekerja bila anak itu dipimpin untuk memahami bagaimana kebutuhannya dipenuhi melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupannya.´ . Yang pertama adalah dorongan dari luar. melainkan adalah sesuatu yang dilakukan oleh anak itu. hadiah. baik dengan perbuatan dan sikap maupun dengan perkataan atau gagasan. tetapi jangan sampai merupakan dorongan satu-satunya. Ini berarti pengajar harus mengetahui taraf pengertian murid-muridnya dalam hal-hal rohani. para murid siap untuk belajar bila mereka dapat melihat hubungan bagian-bagian pelajaran itu dengan keseluruhan pengajaran tersebut. Ia bisa belajar secara langsung dalam kegiatan-kegiatan. Anak dapat terlibat dalam proses belajar melalui beberapa cara. 4. dorongan hati pribadi adalah contoh-contoh dorongan sejenis ini. Juga. Keinginan. 6. Hal belajar bukanlah sesuatu yang sekedar terjadi pada anak itu. Dalam hal terlibat kebutuhan dan kepentingan yang dirasakannya. Dalam arti yang sesungguhnya. kita ini adalah ³surat « yang dapat dibaca oleh semua orang. Segala sesuatu mengenai diri kita mengajarkan sesuatu. 1. hasrat. 1. misalnya mengerjakan proyek-proyek. 5. Belajar bukanlah pengalaman yang pasif. Mungkin sebelumnya pengajar harus memberi uraian pendahuluan tentang seri pelajaran yang baru dan menghubungkan pelajaran-pelajaran yang dahulu dengan keseluruhannya melalui ulangan secara berkala. Fakta ini sekali menunjukkan pentingnya kehidupan pengajar. dan pujian. Dalam mengajar di Sekolah Minggu ada tempat bagi dorongan sejenis ini. emosinya digerakkan. Suatu prinsip belajar lainnya yang terpaut di sini adalah bahwa para murid belajar hal-hal yang belum diketahuinya berdasarkan hal-hal yang sudah diketahuinya.Inilah prinsip yang terpenting tentang cara belajar para murid. secara tidak langsung karena menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Dalam proses belajar ada dua macam dorongan. Kita mengajar. Kita harus mengetahui apa yang sudah diketahui para murid kita. pekerjaan tangan. penghargaan. 1. Anak dapat mengingat paling banyak dari sesuatu yang dipelajarinya dengan cara mengatakan dan melakukan. Dorongan yang kedua adalah dari dalam. Ini berarti bahwa sebelum pengajar menarik perhatian anak dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka.

wordpress. Tanpa tahun. (Online). Pahami Cara Belajar Anak.go.samarinda.html.id/node/9613. Anonim.org/2009/05/cara-belajar-anak/. (http://mitanggel. diakses tanggal 13 Februari 2010). (http://pembelajaranguru.blogspot. 2007. (Online).DAFTAR RUJUKAN Anonim.com/2008/05/20/ciri-kecenderungan-belajar-dan-carabelajar-anak-sd-dan-mi/. (http://beingmom. Putra. (Online). 2006. Ciri Cara Belajar Anak SD. News Aggregator. (http://www. Anonim. Cara Belajar Anak. diakses tanggal 13 Februari 2010). diakses tanggal 13 Februari 2010). 200 . diakses tanggal 13 Februari 2010). (Online). 2008.wordpress.com/2009/03/05/ciri-cara-belajar-anak-sd/. Tahapan Cara Belajar Anak. Ciri Kecenderungan Belajar dan Cara Belajar Anak SD dan MI. 2009. diakses tanggal 13 Februari 2010). (Online). Anonim.com/2009/08/tahapan-cara-belajar-anak. Winata Udin S. (http://eduyuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful