EDISI LENGKAP TAJDID GERAKAN DAKWAH DAN PERADABAN Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran .

Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah 1426 H – 2005 M DAFTAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syari’ah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I FIQH MUDAWALATIZ ZAMAN Bab I Prinsip Pergiliran Zaman Arahan Allah – Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan Islam Sumberdaya Manusia Sumberdaya Alam Warisan Sejarah Bab II Arahan Pembaharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis Ummat Islam Krisis Perasaan Terhadap Keagungan Islam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pertolongan Tuhan Bab III Solusi Atas Berbagai Krisis (Hillul Azamat) Memahami Islam Secara Detail Keimanan Yang Kuat Membangun Jamaah Bab IV Tahapan Turunnya Wahyu Sebagai Jawaban (Ar-Ruju’ ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen Orisinalitas Tekstual Argumen Kontektual PAKET II RISALATU AL-‘AQIDAH Bab I Prinsip Akidah (Risalatu al-‘Aqidah) “Membaca” sebagai Pilar Pembangunan Peradaban “Membaca” dalam Tinjauan Al-Qur’an Ilmu Dalam Perspektif Islam

Membangun Tradisi Ilmiyah Bacalah Dengan Asma Allah Bab II Ma’rifatur Rabb (Mengenal Rabb) Fakta Sejarah Fakta Fithrah Fakta Indra Fakta Logika Fakta Tekstual Bab III Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia) Definisi al-‘alaq Secara Bahasa Definisi Al ‘Alaq Secara Keilmuan Kesan Yang Dumunculkan Bab IV Ma’rifatul ‘Alam (Mengenal Alam Semesta) Asal Kejadian Alam Sunnatullah Pada Alam Bab V Proses Lahirnya Syahadat Pada Surat Al ‘Alaq (Asy Syahadat fii dhoui surat Al ‘Alaq) Fiqh Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal-pembatal Syahadat Loyalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALATU ASY-SYARI’AH Bab I Prinsip Syariat Surat al-Qalam 1-7 Definisi kebahasaan qalam Mendalami qalamullah & karamullah Bab II Karakteristik Syariat Allah Rabbani (berketuhanan) Akhlaqiyah (membentuk moral) Insaniyah (manusiawi) Tanasuq (teratur) Syumul (universal) Bab III Jaminan Allah bagi yang Ber-Qur’an Tidak gila Memperoleh pahala yang tidak terputus Memiliki akhlaq yang agung Bab IV Akibat Mengabaikan Konsep Allah Gila dunia, tahta dan wanita

Balasan yang tidak abadi (temporal) Berperangai hina Bab V Profil Generasi Qurani PAKET IV RISALATU AL-AKHLAQ Bab I Risalah Al Akhlaq (Prinsip Akhlaq) Surat Al Muzzammil 1-9 Menjaga Stamina Ruhiyah -Shalat Malam -Membaca Al Quran -Mengingat Allah -Berserah Diri Kepada Allah -Tahan Uji -Hijrah Bab II Lulusan Madrasah Al Muzzammil (Khirriiju Madrasati Al Muzzammil) PAKET V RISALATU AD-DA’WAH WAL HARAKAH Bab I Prinsip Dakwah dan Harakah Tafsir Surat Al Muddatsir 1-7 Qum Fa Andzir Tahapan Peringatan Mengagungkan Rabb Membangun Citra Diri -Kebersihan Jiwa -Kebersihan Moral -Kebersihan Harta -Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di Jalan Dakwah Bab II Tabiat Jalan Dakwah (Thabi’atuth Thariq) Bab III Metodologi Dakwah (Uslub Ad Dakwah) Bab IV Wawasan Seorang da’i (Tsaqofatud Da’i) PAKET VI RISALATU AL-JAMA’AH Bab I Risalah Jama’ah (Prinsip Jama’ah) Makna Global Surat Al Fatihah

al.Bab II Membangun Masyarakat Islam Dengan Spirit Al Fatihah (Binaul Mujtama’ Al Islami Fii Dhou’i Surat Al Fatihah) Bab III Unsur-unsur Masyarakat Islam (Anashir Al Mujtama’ Al Islami) -Kawasan (Al Quro. berkat doa Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam untuknya sejak ia di ayunan ibunya. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. yaitu : al-‘Alaq. “Ya Allah. Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu. Prinsip dasar gerakan dakwah ini merujuk kepada wahyu secara tekstual dan kontekstual. Al Bi-ah) -Al Ummah (Penduduk. menghayati dan mengamalkan muatan al-Fatihah secara otomatis telah menjiwai seluruh isi alQuran. al-Qalam. tanpa mengurangi hormat kepada ahli tafsir yang lain. karena secara ilmiyah ia dikenal faqih dalam tafsir melebihi generasi sahabat yang lebih tua. keluarga. karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an). faqih-kanlah dia dalam urusan agama dan ajarilah dia ta’wil”. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat. Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah. al-Muddatsir dan alFatihah. merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau maraji’ (referensi) Islam. didukung oleh sejarah perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan realitas kebang-kitan kesadaran beragama ummat Islam hari ini. karakter dan tindakan seseorang agar berfikir.Muzzammil. Ditutup dengan surat al-Fatihah. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. dipilih pendapat Ibnu Abbas. Dalam metodo-logi urut-urutan wahyu. Mereka yang memiliki kesiapan memahami. Al Imarah) -Tugas Kepemimpinan (Wazhifah Al Imamah) Bab IV Paket Al Fatihah (Qism Al Fatihah) Tafsir Al Fatihah Kultur Masyarakat Al Fatihah Karakteristik Masyarakat Islam Sinopsis Operasional Tahapan Turunnya Wahyu Dalam Gerakan SAMBUTAN Sekretaris Dewan Syari’ah Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. Menata ulang pemikiran. Cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual (tadrijiyan). masyarakat secara mendasar dan terarah. Al Qanun) -Kepemimpinan (Al Imamah. Program utamanya berupaya mewujudkan agenda perubahan dalam skala kehidupan individu. Dari Ibnu . Ahl) -Aturan (Asy Syariah. Ibnu Abbas.

Juga sebagai sarang laba-laba (bait al-‘ankabut) yang difungsikan sebagai pagar pembibitan da’i yang ingin diorbitkan ke tengah-tengah masyarakat. “Saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi dari apa yang kamu katakan. itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad. Gelora (thumuhat) yang menyemangati seluruh aktifis Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah. Ali Imran : 110). Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren. Kejadian pengucilan dan fitnah yang dilancarkan oleh oknum tertentu kepada da’i adalah pemandangan yang rutin. program unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis. “Tidak. Hidayatullah menerapkan strategi dan perencanaan (takhthith) dakwah yang sistematis. Termasuk menimpa (alm) Ustadz Abdullah Said muda di kota minyak itu.” Kemudian Umar radhiya-llahu ‘anhu berkata. pantang menyerah. menyuruh kepada yang ma’ruf. padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Umar menjawab. tabligh.Abbas radhiya-llahu ‘anhu: Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari orang tua. karena pesantren telah menyatu dengan jiwa bangsa Indonesia. (apabila telah datang pertolongan dari Allah). Kemudian Umar berkata. merujuk surat Ali Imran: “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” (HR al-Bukhari). “kuntum khaira ummatin” (kamu adalah ummat yang terbaik). Para sahabat yang lain terdiam. kemudian Umar bertanya kepada saya. 1 . Memilih model pendidikan non-formal ini. “Allah memberitahu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kematian beliau. Dalam suhu kehidupan perpolitikan yang cenderung represif saat itu. maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya karena Dialah Zat Yang Maha Penerima taubat. dalam setiap momentum dan kesempatan adalah. lebih-lebih mencermati kondisi politik saat pesantren mengawali kiprahnya. seakan-akan saya disejajarkan dengan mereka. “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita. Bertolak dari mabda’ asasi (prinsip dasar) diatas. Yaitu Allah berfirman : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h. “Lalu bagaimana pendapatmu?” Saya menjawab. dan mencegah dari yang munkar. adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka. dan beriman kepada Allah. Sebelum kelahirannya. “Apakah pendapatmu juga seperti itu. oleh pendiri lembaga Islam kelahiran kota Makassar itu.” (QS. Firman Allah yang senantiasa diintrodusir secara rutin. yang kurang menguntungkan aspirasi ummat Islam. kemudian ada seseorang yang bertanya. adalah aktifitas dakwah yang bersifat spesifik. “Itu pendapat kalian?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu. “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan”. Gerakan pemurnian ajaran Islam yang diusung oleh para da’i dan tokoh Islam disalahpahami oleh penguasa.” Umar bertanya lagi. wahai Ibnu Abbas?” Saya menjawab. “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h?” Salah seorang diantara mereka menjawab.

Terbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas. Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballigh. sebagai wujud dakwah di kalangan internal warga. Disamping di-backing oleh pengikut yang setia. untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh Indonesia. Di Muhammadiyah. Almarhum selalu memfokuskan aktifitas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan. Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan . kehidupan keseharian didominasi dengan jadwal shalat. memperluas teritorial dan jaringan dakwah. Gerakan dakwah akan disambut oleh pendukung utama. Kita akan gagal sebagai “wakil Tuhan”. yang memiliki karakter seperti Abu Bakar. Asma binti Abu Bakar. Beliau mentransfer nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke jalan yang diridhai oleh Allah pasti ada yang memberikan respon yang li kulli da’watin mujiib (setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut). dan musuh eksternal dakwah seperti Abu Lahab dan Abu Jahal serta para pengikutnya. melalui proses yang unik. Langkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan. karena melihat kenyataan di lapangan. Demikian pula akan didukung oleh simpatisan dakwah seperti Abu Thalib & Waraqah bin Naufal. serta kuliah-kuliah calon muballigh. kursuskursus. Beliau menyadari langkanya penerus perjuangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas-luasnya secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. Sumayyah dan shahabiyat yang lain. Yang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya mencetak kader-kader da’i yang memiliki kecerdasan otak dan batin. Kampus seluas 200 hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan secara kongkrit suasana kehidupan ‘alamiyah. sunnatullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar. Sejak usia muda keinginan pendiri untuk men-setting kader-kader dakwah (rijalud da’wah). mahasiswa. dan dakwah dimanfaatkan untuk melakukan pela-tihan-pelatihan (daurah) dakwah.Di kampus Pesantren. Dan sebagai khalifah. seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah. tempat beliau aktif merintis karir sebagai da’i sejak remaja. Karena santri didoktrin sebagai hamba Allah. Keterlibat-an Almarhum dalam berbagai organisasi kader pelajar. Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak-kehendak Allah. sedikitnya muballigh yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk terjun dalam totalitas kehidupannya di medan dakwah. maka Lihat juga. surah Ali Imran : 104. Umar bin Khathab. Utsman bin Affan dan Ali. jika diatur oleh jadwal pekerjaan dan kesibukan kita. ‘ilmiyah dan Islamiyah. Berdirilah 150 cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadijah. selalu memenuhi kecapi batinnya. setiap menjelang waktu shalat petugas ta’mir memberikan warning untuk persiapan shalat. harakah da’wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan anak cucunya. Jadi.

Ia juga aktif dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan judi Lotto di Sulawesi Selatan. dan tahapan-tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan. dan di antara mereka ada yang pertengahan. Fathir : 32). Pada umur 12 tahun ia sudah membawakan khutbah di masjid ternama di Makasar. sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang. Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas.intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami. Momen-tum keterbukaan ini menuntut aktifis Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh (al-fahm asy-syamil) dan komitmen yang teguh (al-iltizam al-kamil) dalam pengembang-an konsep dan program dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan. Apakah program dakwah berhenti dengan kematian penggagasnya? Sama sekali tidak.” (QS. tenaga-tenaga lulusan pendidikan agama tidak tertarik menggeluti proyek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu. “Kemudian Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Idealisme ini muncul sejak Almarhum remaja. Umumnya. Ketika itu beliau juga aktif berkeliling (jaulah) ke masjid-masjid untuk mengisi halaqahhalaqoah ta’lim dan pengajian umum. dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba-lomba berbuat kebajikan dengan izin Allah. agenda-agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya. lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri sendiri. Maka perlu disusun materi dakwah yang sistematis. Msi . Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. dengan harapan eksistensi gerakan pencerahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah – bersama lembaga ke-Islam-an yang lain – mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tranformasi kehidupan yang sejuk dan beradab sesuai dengan cita-cita awalnya. Idealisme dakwah akan terus dinyalakan. Pada era reformasi saat ini dan pasca perubahan struktur organisasi Hidayatullah dari Orsos menjadi Ormas. Dari sinilah keberhasilan dakwah diuji pada dataran konsep dan realitas untuk menjawab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat Islam. Jakarta. Sampai suatu saat kelak Islam ini dikembalikan ke fungsi dan peranan utamanya untuk kaffatan lin-naas dan rahmatan lil ‘alamin (universal). Idealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung. akhirnya para da’i-nya disebar terus hingga kini. Hamim Thohari. tiadalah keinginan bagi saya kecuali perbaikan sesuai dengan kemampuanku. Shalawat dan salam . mengamalkan dan memperjuang-kan tegaknya dienul Islam. Rabi’ul Awwal 1426 H Ust. SAMBUTAN Ketua Departeman Dakwah DPP Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. Tiadalah taufiq dianugerahkan kepadaku kecuali dari Allah. Masa-masa penting yang penuh dengan gelora pemuda dilalui dengan schedule kegiatan dakwah yang padat. hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang Islam.

H. Risalah al-Imamah wal Jama’ah (Prinsip Jama’ah).semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.H.H. J.H. Pakat Keempat.. Metode menyimak secara langsung inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. komitmen dan kesadaran baru. . skema. Materi merujuk referensi utama al-Quran dan alHadits. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. atau diperoleh dengan manhaj at-talaqqi (metode penerimaan dengan menghadap instruktur) dengan penjelasan secara ijmal (global) dan di-tashhih. “Barangsiapa yang mengamalkan yang diketahuinya maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Buku ini berisi 6 paket materi (sittu mawad). . H.H. Materi-materi pembinaan (mawad tarbawiyah) dalam buku ini adalah wasilah tarbiyah (media pendidikan). Paket Kedua. J. Paket Kelima.K.. Paket Ketiga. materi tarbiyah disini bersifat infitahiyah (inklusif)..H. di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh (pendiri dan pembina) Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentransfer ilmu dan nilai kepada para mutarabbi (anak didik). Risalah al-Akhlaq (Prinsip Akhlaq).K.H. akan melahirkan kader dakwah (rijalud da’wah) yang memiliki wawasan. Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersifat qath’i (pasti).J.” (HR.. Penyunting memformat semua materi dalam bentuk rasmul bayan (mind mapping. tazkiyah (penyucian) dan tarqiyah (peningkatan kualitas) bagi aktifis Hidayatullah secara mikro dan masyarakat yang memerlukannya secara umum. Risalah asy-Syari’ah (Prinsip Syari’ah).H. H. sedangkan ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada yang . Paket Pertama.H. P.K. Melalui wasilah bayan tafshili (media penjelasan secara detail) diharapkan tema-tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma’nawiyah (spirit) yang membangkitkan ghirah keIslaman aktifis Hidayatullah. Risalah al-‘Aqidah (Prinsip Aqidah)... Risalah ad-Da’wah wal Harakah (Prinsip Dakwah & Harakah). Untuk menangkap ruh tarbiyah dan da’wah ini... Ia adalah hasil ijtihad (kesungguhan berfikir) para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq (kebenaran).) J. Kekayaan materi yang kita belanjakan akan habis (mafqudah). Tiada pembelajaran yang lebih efektif melebihi mengamalkan-nya dan mengajarkannya kepada orang lain.. peta pikiran) berbahasa Arab dan diterjemahkan secara singkat disertai dalilul nash (argumentasi tekstual) dari al-Quran dan al-Hadits serta Sirah Nabi pada masing-masing skema. dengan maksud agar pembaca lebih mudah dan akseleratif dalam menangkap subtansi tema (maahiyatul maudhu’). Paket Keenam. Semakin sering dikaji dan diperdalam (ad-dirasah wa al isti’ab). mutarabbi (obyek didik) bisa mempelajarinya secara otodidak. .H. P. Masing-masing paket merujuk kepada al-mashdar al-wahid (referensi utama) al-Quran..H. Sesuai dengan karakteristik ajaran Islam itu sendiri..J. al-Hadits dan argumentasi kontekstual. Abu Syaikh). Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya : (. Fiqh Mudawalatiz Zaman (Memahami Prinsip Pergiliran Zaman).

.............. ... .. . Saran dan kritik yang konstruktif (at-taujih wal iqtirahat) dari para ahli.. ...memerlukan akan berbuah.. ... Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah bekerja maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan.. .... ..... .. . Amin.. Rabi’ul Awwal 1426 H Drs. itulah yang bermanfaat... . Besar harapan kita konsep-konsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan zamannya.... dan ilmu sekedar di ujung lidah.. ..... . .... .. ........ Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau yang dengan ikhlash memfasilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini.... .. maka itu akan menjadi saksi yang memberatkan (menggugat) manusia”....... Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan balasan yang terbaik.. ....... Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan kerjasama berbagai pihak. . .... ya rabbal ‘alamin. . Tasyrif Amin PAKET I .. . “Ilmu itu ada dua macam.. dalam memberikan pemahaman yang utuh dan komitmen yang kuat dalam berIslam kepada generasi yang akan datang... Memahami Prinsip Pergiliran Zaman $ .. untuk menyongsong pergiliran dan pergantian zaman......... Akhirnya semoga dengan materi tarbiyah ini memberikan manfaat yang berkesinambungan (istimrar). dan untuk itu diucapkan terima kasih.. Jakarta. . .. alim ‘ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa-masa mendatang.... .. .... .. ... tanpa salah alamat.. ... ilmu di dalam dada.. .. Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya. karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat Islam (al-mustaqbal lil muslimin)......

...... . ... ...... . ........ .. ................ .............. . .. ....... . . . .. ..... .. .. ... ........... ....... ...u... ........... .. .. ...... . ...... . ...... .. . ...... ...... ..... . MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN ilaf(lit) BlBlt j(il) tih ilii jigit iktatGll IslSistIslfj tial & Itial ( ) imilit IljTujiIsliliI ik laflih Dii teli tSistIsliilafKhah Formaasok Timur & ok BaraKeraaan operasonaGedung PuJahyah dAbad XX Fase Raa yang MenggFase Dor obaGerakan am em am Fase Khilaah ala ManhaNubuwah Sarana MaermaerSDM dan SDAyang dki umaslam Pengaaman Searah uh Abad ........ ...u......

J.K. N. H. H. J.J..H.K.P. H. . J.J.J.H.P.. yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama..J.. .H.H.P.J.J.K.P.K. J. serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini... .J. J. P. J. 29 ( “Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman).K..P.H.J... P. Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam.S.P.K.. J..H..K.P. .H. : .H. Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan. H.K..J.K.J. P. H.J. .J.K.H. J. musibah demi musibah datang silih berganti. N.J.J.H. . P. Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir.) P. N. Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah).. .J.” (QS Ali Imran : 139-140.K.P.140 ( “Janganlah kamu merasa hina. K.H.H.H.J.H. 139 .. H..K.. H.H.J.K. K.P.P. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam).H. Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat.. J.. K. Lihat juga ayat 104). kesabaran. Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa.H.H.J.H..H. jika kamu orang yang beriman.J. . : . J. Namun.” (QS al-Fath : 29).H.J. intelektual. Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan. J.K.P.H. keteguhan (tsabat).K. H..P..H.H.J.P.H. .Kabar Gembra Kemenangan am Fiqh Pergran Zaman ARAHAN ALLAH ARAHAN NABKurun TerbaSaus ShamensKeadanan DimensSisem yang Diikuti em am Fase Kenaban Fase Khah yang Lurus BAB I .K.J. H. K.K..H...H. PRINSIP PERGILIRAN ZAMAN Arahan Allah (taujih rabbani) . H.H..P.J.P..H.J.H.K.J. K.J.J. K.. H.P.H.P.J.N. H.J. .J. . H..H.. P.J..PK. P.H.) H. .. Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama. S.H.J. dan jangan (pula) bersedih hati.K.N.P. karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). Usaha mereka hanya sia-sia belaka. kaum perkotaan semakin menggeliat. H. cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas.H.S. ..H.J. ...P.K.P.H.P...

. 32 . ..K. saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan. . .H.P.H. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita. Lihat juga : ashShaff : 8-9.H. terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup.m .J. . dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar.H..KH. Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan.l .P.H.H.s .33 ( “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.チ.H.J.J .J.” (QS At-Taubat : 32-33. ... ).J.H..l .J.P .P.P.” (QS Ali Imran : 118)..J.H.P. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.K .J.K.P.J. walaupn orang-orang kafir tidak menyukai.H..J..J.J. H...J. J. restu kepada selain Allah.P.H. pergaulan.K.H.J. Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir... .) H..: .K.i . . mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya. ..K. Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali...JH.K. kebiasaan yang berbeda-beda. Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan.H.K. .. Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah.K. Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme).K..KH.N .N.P.N.H....J..H (140 .H.K.H.... al-Fath : 28)...H.J “Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka. persepsi.: . H.H.チ .P.P.2 Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani). bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka.

menampakkan cahaya kebenaran.P. peradaban yang menyatukan iman dan ilmu. melampaui keadilan.. dari satu tangan ke tangan lain..―H. materi dan spiritual. Terkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya. Sementara kejayaan yang kita peroleh adalah kemenangan sejati. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.H. Fiqh pergiliran dan pergantian zaman adalah sebuah kenyataan sejarah kehidupan manusia yang patut kita jadikan renungan secara mendalam.P. Merupakan kewajaran bila obor peradaban harus berpindah ke tangan lain. Kalaupun orang lain tidak tahan.H.J. dan kaum kafir berjaya di dunia ini. bimbingan dan petunjuk dari Allah. Tentu kejayaan yang diraih selain kita adalah kejayaan yang palsu. lahir dan batin. berpindah lagi ke Timur lewat peradaban Arab-Islam.J.J . melalui peradaban Fir’aun. Kemenangan yang mencerahkan.J.K. Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara-negara Timur.4 Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar (mabda’ asasi) ini harus melekat dalam totalitas kepribadian kita sebagai sosok muslim. kemudian ke Barat melalui peradaban Yunani dengan filsafatnya yang terkenal. secara de jure dan de facto (secara syar’i dan kauni). kata Hasan al-Banna. Babylonia.N. Phoenisia. Timbul 2 al-Islamu Hadharatul Ghaad (Islam Peradaban Masa Depan). Yusuf alQardhawi. bukan melawan kita..H.3 Barat memegang kendali kepemimpinan dunia. Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat-ummat sepanjang sejarah maka ia akan mendapatkan pelajaran bahwa obor peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain.. . . lalu tenggelam dan melupakan risalahnya. Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke jalan lain selain jalan Allah. memetingkan kekuatan dari kebenaran.H. kurang teguh menapaki tabiat .P. materi atas ruhani. Asyuriah.H. benda atas manusia.H “Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran)..H . Bahkan mengalami kebangkrutan norma. tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesifik di mata Allah subhanahu wa ta’ala. Persia. India dan China. tidak sabar. sosok yang memposisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah (min ‘anashirit taghyir). karya Dr.K. Tidak sedetik pun kita berfikir untuk memilih alternatif lain selain solusi dari Allah. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Akan tetapi ia tidak amanah. sedangkan kejayaan ummat Islam memperoleh restu dari Allah. Sesungguhnya perputaran (saat) ini adalah milik kita.N. Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benarbenar beriman dan Dia mengambil sebagian komunitas itu sebagai syuhada’. Sebab kejayaan orang kafir itu tidak mendapat arahan. Kejayaan kaum muslimin terjadi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini.” (QS Ali Imran : 140). Adakalanya jatuh terpuruk.H.H. Chaldea. Menempati posisi penting dan strategis.

Ia mencabut masa kejayaan itu. .K.―.H.H. alam sekitar dan diri mereka sendiri. panglima para mujahid (qa-idul mujahidin). 4 Hal Satasquthu Amrika Kamaa Saqathath al-Ittihadu as-Sufyieti (Apakah Amerika akan Runtuh Seperti Uni Soviet?). H.H.H. Yusuf al-Qardhawi.J. P.J.p . Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah.P.J. J.K.H.P. Sejak sebelum berfikir tentang format kepemimpinan sampai menjadi pemimpin yang disegani di Jazirah Arab.H.. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. karya Mahmud az-Zuby.H.H.H.H.P..H. J. “Adalah (fase kepemimpinan) nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi.H. kegoncangan (fatrah al-idhthirab) di Mekah sampai jaya di Madinah. terbukti dalam sejarah memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia (ustadziyatul ‘alam). Kemudian Allah mengangkatnya manakala .H.K.H..H.H.P.H. . . Beralalulah masa keemasan itu (‘ashrudz dzahab) selama 23 tahun.H.H.P.P. intelijennya Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam.P.― . Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad.H.K. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki mengang-katnya.J..H.J.H.J.H. Inilah periode awal perjalanan sejarah ummat Islam. yaitu Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Allah menghendaki.P. ) .H.H.H.. . J.J.P. N.H.H “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu.H.P.H. ..P.H.P.H. pemimpin orangorang yang bertaqwa (imamul muttaqin).P. .H .H.H.p . H..K. Sejak sebelum berfikir tentang perang sampai berkali-kali terjun di medan laga. P.. P.H.H..N .P. Manusia penunggang onta yang tertata ulang persepsi (tashawwur) dan mata hati (bashirah) mereka tentang Tuhan.J . tidak mengurangi stamina fisik dan ma’nawiyah (spirit) kita. Mereka langsung dipandu oleh figur teladan (uswatun hasanah) sejak masa kesulitan.J.J.J.H. .H.N. karya Dr.J..” 3 al-Mubasysyirat bi Intisharil Islam (Berita-berita Gembira tentang Kemenangan Islam).K.H.s .P. Saat itu ummat Islam dipimpin langsung oleh manusia paripurna (insan kamil).. H..H.³.P.l ..perjalanan dakwah ini..

. .H.³. .チ. .. Umar... .H.. Sebab.... .. Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah pada masa khulafaur rasyidin: Abu Bakar. .J.H...P.KP... .K. .. .H.H.H.. . Masa ini fase khalifah yang lurus.H. .J..H.J.K.H .K.H.. Utsman dan Ali.” Inilah fase kedua perjalanan sejarah ummat Islam..K. ..J.H.PK. .. .P. .チ.. .J ..³ . ... .... ..チ....H..Dia menghendaki untuk mengangkatnya. teladanilah para sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..H. ..J. mereka itulah yang paling ......J ..K.チ...J. ....N....H. .H.... .H. .N. ... ..J.K. jujur dan adil.H.. . .P.K .チ.S ... .H. . .H. . .. . .(.......チ. チ .. “Barangsiapa hendak menjadikan teladan.H. ...J .J. . . . Artinya periode pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan rujukan (referensi) ummat Islam.H..N.. .チ.....H..N. .. Umar bin Abdul Aziz. ..K.. ... ... . ..H... Ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima.P...J...H.P.J..J ... ....P.J.チ.P. .J..P.K..... . Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam koridor minhajin nubuwah (metode kenabian)..H.. .. . .K... チチ.チ.H. ...チ.. ..P .H.H.H.. ....H ...H.

ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan biologis perlu nikah. tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah. Zaman bisa berubah. . Yang berbeda hanya produk materialnya saja. meminjam istilah Sayid Quthub dalam muqaddimah karyanya. . maka akan menjadi bulan-bulanan. Karena di belahan dunia manapun belum terwujud prototipe negara yang menegakkan syariat secara formal dan komperhensif. tatanan resmi yang Islami dalam kehidupan bernegara baru terjadi pada tahapan penegakan Khilafah Islam internasional (iqomatul khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah) nanti. bahwa tahapan perjuangan ummat setelah pembebasan negeri dari penjajahan asing (tahrirul wathan) adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar kondusif dalam penegakan tatanan ilahi (ishlahul hukumah). Ketika kaum kafir internasional menghadapi kaum muslimin pada skala global. bahkan dikhawatirkan terjadi disintegrasi bangsa. tetapi memiliki daya kendali capaian teknologi. paling lurus petunjuknya. Mungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas. itu adalah sesuatu yang wajar. paling dalam ilmunya. Ketika merasa lapar membutuhkan makan. Ahmad dari Ibnu Masud). Manusia pada masa jahiliyah dahulu dengan zaman jahiliyah sekarang (jahiliyah fil qarnil ‘isyrin) adalah sama. dan paling baik keadaannya. Tepat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al-Banna. Membutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar menonjolkan daya cipta material. Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Itu ‘kan terjadi pada 15 abad yang silam. Maka kita dituntut meyakinkan diri kita dan orang lain akan kebenaran dan orisinalitas ‘aqidah dan manhajul hayah ini. paling sedikit takalluf-nya (sedikit mengada-ada). Manusia sekarang berada di jurang kehancuran.” (HR. dll. Kita memerlukan sebuah pola kepemimpinan yang menghargai capaian teknologi dan mendayagunakan secara maksimal untuk mewujudkan kehendak-kehendak Allah. maka akan ditemukan catatan-catatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan. Kepemimpinan yang dirindukan manusia modern adalah yang bisa menawarkan ‘aqidah (iman) dan manhaj (pola kehidupan Islami). maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan secara lokal. Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan Qur’ani pada level eksekutif dan legislatif disalahartikan. Jika penerapan tatanan ilahi di kepingan-kepingan bumi yang sempit di era globalisasi saat ini tanpa direstui oleh kekuatan internasional kuffar. Pakistan. Ma’alim fith Thariq (Rambu-rambu di Sepanjang Jalan Perjuangan). Karena itu hendaklah kalian mengenal keutamaan jasajasa mereka dan ikutilah jejak mereka. Adapun yang terkait dengan format politik Islam. Sebut saja Iran. tentu berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini oleh pemiliknya. Karena inovasi teknologi sekarang hanyalah pengembangan dari komponen teknologi yang ada. sebab mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus.baik hatinya. Sudan yang berusaha menerapkan syariat Islam.

.P. .H.K.HH .H.P.H.5 Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan. P.. tetapi hampir-hampir lepas.J..H.H. .P.H. Sebelum tahun 1924. Namun.J.H.PH. Dunia Islam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga-bunga yang indah.H.³ .PP . maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. . beliau singgah untuk belajar di Akademi Militer di Turki.H. P. .J.P.K..J. .·.H. .H.H.H..J.N .H .J. karena secara formal menjabat khalifah tetapi pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan.³..H.H.P. J. Dalam dokumen sejarah dicatat. tetapi tanpa pagar pelindung dan penjaga kebun yang bertanggung jawab. kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924.H .” Fase kehidupan ummat Islam yang ketiga ini dikuasai oleh raja yang menggigit. ..J .H. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya.P.P. Yang paling awal adalah Dinasti Umaiyah. N.. sekalipun kendali kekuasaan dipegang oleh “raja yang menggigit”.H.. “Kamu sekalian akan dijarah beramai-ramai oleh ummat-ummat manusia seperti halnya santapan yang dikerumuni orang-orang lapar.H. anak keturunannya. Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul.H. Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan penjajah Portugis.PH. Kondisi ini sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam. para ulama’ yang istiqamah menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki). Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan ‘adhdhan).PH .P. Dan pada akhirnya lepas juga pada tahun 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal Attaturk (Bapak Bangsa Turki). .H.. H.J.H. Karena kamu semuanya ibarat buih.. para penguasa negeri-negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan korespondensi dengan pusat kekuasaan di Turki. tetapi ummat Islam masih memiliki payung dan pusat komando (al-imamah al-‘uzhma) di Turki.N .J.PH. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam meneruskan sabdanya : .H. P. Pada masa ini para khalifah disebut raja. J.J “Kemudian akan ada raja yang menggigit.J.H. .K.. . ..PH.H .H.H .H. panglima Fatahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah haji. Lalu.J. H. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.. Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam. jumlahnya banyak tetapi tidak berkualitas”.H..·.H.H.H.H.J . N. H. . Pada akhir abad ke-20.P.

Setelah tahun 1990. memperbaharui komitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana. Kanada dan Rusia. Italia. dengan fenomena Papua dan Aceh. Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk memecah keutuhan bangsa. dendam. Yaitu pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman. dan didukung oleh kronikroninya yang tergabung dalam negara G7 : Inggris. namimah. Hegemoni raja diktator internasional mulai menampakkan eksistensinya. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. Tetapi.“Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan yang diktator. Energi mereka habis untuk ghibah. Kebatilan. Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar. Daud Rasyid.” Masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. Ternyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini. menurut pakar hadits Dr. Mereka mayoritas. Setelah tahun 1924. Kehadirannya tidak 5 Al-Khilafah wal Muluk (Kekhilafahan dan Kerajaan). Tidak ada pemimpin yang mangkat (baca: naik ke tampuk kekuasaan) di belahan dunia ini selain dalam hegemoni raja diktator dunia. Jerman. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. sekalipun . bangkit. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas. menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. bermarkas di Gedung Putih (al-bait al-abyadh). Prinsip pergantian zaman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada. karya Abul A’la al-Maududi. aliran keagamaan dan kepentingan. Mereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktator dunia akan berjalan tertatih-tatih. Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun. madzhab. Mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki di semua kepingan bumi ini. Jepang. Karena kita yakin bahwa kepemimpinan raja diktator ada masa akhirnya. Pada periode ini. Pihak-pihak yang masih getol mempertahankan keutuhan NKRI disingkirkan oleh orang nomer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan. tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan global. kecuali yang dirahmati oleh Allah. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit. Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah. Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. makna lain dari gutsaa’ (buih). dunia memasuki perang dunia I. Perancis. hasud. Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. tetapi mereka laksana sampah. Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat SIM (Surat Izin Mangkat) dari hegemoni malikun jabbar. II dan Perang Dingin antara Blok Timur versus Blok Barat (syarqiyyah wa gharbiyyah). penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Saatnya kita bangun untuk menyongsong masa terakhir dari perjalanan sejarah ummat Islam yaitu masa khilafah ‘ala manhajin nubuwwah. Marilah kita bangun. terhadap kawannya sendiri. jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah. rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan jabariyyan (raja diktator) berskala global.

Persoalan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan terjadinya khilafah atas metode kenabian itu.H. .. P.P.P.H.P.K. H.H... fenomena kebangkitan ummat Islam itu pasti terwujud. H. .H. .J.J.J. atau pemimpin dan penguasa mereka.H.K.N.H..H. ..K. K.N..H.” (HR Ahmad. . Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan terjadi.H. melaksanaan syariat (tathbiqusy syari’ah).J.J.H.S.H. Berita gembira kemenangan Islam 1) Janji Allah kepada orang beriman ..J.H. K. J.. J.H. H.³. Menurut Ibnu Katsir.K. ³...H.H.H. memperbaiki akidah (ishlahul ‘aqidah). H.H.P. melaksanakan dakwah dan harakah (‘amalu ad-da’wah wal harakah) serta memperbaiki kualitas jama’ah (binaul jama’ah). .P.H..P.³.J.H.J. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. Hadits ini adalah prediksi nubuwwah. J.H.H. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih.N.H.J. . Sekalipun kita tidak sadar. K.. Agar kita aman dan lulus dari Mahkamah Ilahi kelak. bahwa Allah akan menjadikan ummatnya para pemimpin bumi.P.K. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.H.H.P.K.J. H. . istiqamah. H.N.H. P...J. Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar menjadi batu bata dakwah (asy-sya’bu qawaa-idud da’wah).K. maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.K.H. H. H.H.H.J.P. memperbaiki akhlak (ishlahul akhlaq).. Dengan cara konsisten.. dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. J. Lebih-lebih saat ini mereka mengadakan konspirasi global untuk menghancur-kan pusat syiar-syiar Islam...J.K.N.―.H.K.. H.) K.P. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.. J.. H. mudawamah wal istimrar (berkesinambungan) melaksanakan tahapan amal Islami (maratibul ‘amal Islami) merujuk tahapan turunnya wahyu Al Quran.J. J.K. Dia sendiri yang akan menjaganya dari tangan-tangan jahil.J. Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pencabut sang diktator dunia. .H.. J.P.K. : .) H..K.H. tidak bangun.J.H..K. J. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.P. tidak bergerak. Dengan mereka negara akan menjadi aman. bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.S.H.P.P. H.H.H. J.H. Sebab..H. P.H.. Yaitu.H. J.J. J.K..J. ..H.K.N... ini adalah janji Allah pada Rasul-Nya shalla-llahu 'alaihi wa sallam.J.H.K..” (QS anNuur : 55). masa itu akan terjadi pada masa kita atau kemungkinan pada zaman keturunan kita.K.J.J. J. J.H.P. K.dipagari oleh kekuasaan yang kokoh akan segera hilang.H.H.P.J..J.H. ..J. . (..K.. . Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewujudkan agenda-agenda penting dakwah diatas. Sesungguhnya mercusuar Islam (baca: Tanah Suci Makkah) itu adalah milik-Nya.H. N..H. Abu Dawud dan at-Tirmudzi).K.P. P.H. .K... “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian). N.J. bukan ramalan ahli nujum dan para normal.J.H.K.. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. K. P.P.

Kishra dihinakan.P. “Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan barat bumi. Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat.. kajian dan menyatukan ummat untuk memelihara al-Quran. Kemudian mengirim tentara kedua.K. Mereka menegakkan agama dalam jiwa mereka sebagai ikatan yang kuat – bahkan ikatan cinta – antara mereka dengan Tuhan mereka.H.H.H. Pada zaman ini seluruh Syam. di bawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu menuju Syam. Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. dan ikatan perjuangan dan jihad terhadap orang yang berbuat munkar.H.J.H.H.J.. Berkat bacaannya.. orang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al-Faruq ini.J.H. Bashrah.. Kishra terbunuh dan kerajaannya habis riwayatnya.H.H.H. dan mampu membebaskan daerah itu. Khurasan dan Ahwaz dapat ditundukkan.P. memungut upeti dari Majusi Hajara. dan lainlain dibebaskan.H.J..H.. dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka. Kemudian disempurnakan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.H. .H.” 2) Allah akan mendatangkan kaum yang Dia cintai Berita gembira disebutkan dalam surat al-Maidah. kekuasaan Caesar di negeri Syam direbut. Kota-kota Irak..J.H.H.H.P. Mereka tidak akan mengganggu agama Allah. Mesir. dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat ini. sehingga kharaj (pajak tanah) dari penjuru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khalifah Utsman. ikatan kasih sayang sesama saudara seiman.N. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda : . Ia menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam. Allah telah membebaskan Makkah. Semua ini . seluruh Yaman.PJ.J. K. ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir.H.H.K. Kemudian usaha mulia itu diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.P.K. Dalam hadits shahih.J. Dan Allah akan menggantikan ketakutan mereka menjadi perasaan damai. Terbukti ketika Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam masih hidup. yang membasmi kekafiran. Negeri-negeri Maghrib dapat dibebaskan hingga Cina. Syam. seluruh Jazirah Arab.H.. Bahrain.K. dan dari beberapa daerah Syam.H. raja-raja Oman.H .H. Tiada dalam sejarah setelah Nabi-nabi. dan Najasyi (Negus) raja Abbyssinia (yang nantinya dikuasai oleh sahabat-sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam). Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Pada masa itu.dan manusia tunduk kepada mereka. mengancam orang-orang murtad yang keluar dari agama.H.H. Heraclius raja Romawi memberikan hadiah. K. demikian juga Muqauqis penguasa Mesir dan Iskandariah. sebagian Parsi dibebaskan.H. dan ketiga dibawah komando ‘Amru bin ‘Ash radhiyallhu ‘anhu menuju Mesir. Kemudian ia menginfakkan harta Kishra dan Caesar untuk sabilillah. Khaibar.N. Pada zaman Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu kekuasaan Islam telah sampai ke penjuru timur dan barat dunia.J.

K.P. : . K.J.K.”6 3) Kabar gembira dari Sunnah Nabi . J. H.H.H.H. J.J.H.J. H.H. N. J.J. “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela.H.... dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).H.P. 54 ( “Hai orang-orang yang beriman. H.) H.J....H. H. J.K.J. J.H.K.J.P.³.H. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.J..adalah sifat-sifat pokok yang dijelaskan dalam al-Quran untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman..N.N.H. m.J..H.K.H.H.P. “Rasulullah menyuruhku mengatakan kebenaran meskipun itu pahit.H.H.J.H.P..P. dan menyuruhku agar tidak takut terhadap cercaan orang yang mencerca.K.H.H..) 19 .P.P. K.H. K..H.J.J. ..J..K.H.K.J.K.H.H.H.H.J.K..J.H. H.H. J.H.P.H.K.H.H.J..K.H. H...J.H. dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (QS Al Maidah : 54).K.H.H. “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar. memerangi musuh Allah. . J.H. niscaya Dia membinasakan kamu dan menggantikanmu dengan makhluq yang baru.J. . 133 ( “Jika Allah menghendaki..J.N.H. dan mengancam orang-orang murtad..H.P. S.” (QS Ibrahim : 19-20).H. lebih kuat.P..” Ibnu Katsir berkata.K.. : . dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. tidak terpengaruh dan terhalangi oleh siapapun.H. “Kekasihku – Rasulullah – menyuruhku untuk menjalankan tujuh hal.. H..K.J.H. .20 ( “Jika Allah menghendaki. m. barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya.H...K.H.H.K.H. P.J. niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia. : .P.H.H. dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). K.P. J.J.H.. Mereka tidak gulana atas kecaman yang mereka dapatkan dari orang-orang yang bodoh. H. Ibnu Katsir berkata. .J.H. . .. pelaksanaan hudud. N. H.J..K..K. J.K.P.J.H.” Ibnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu.H.H.P.H.. H. H.K. .K.P.K.J.J.―.. Ketika menafsirkan ayat. J.” (QS an-Nisa’ : 133).H..H.) J. m.K.H. K.J. H.H. J.H. yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang beriman. : .H. ..J.J. K.J. . m. dan amar ma’ruf nahi munkar.P. teguh pendirian”..K.J.P.H. N.H.H.―.J.) m.H. H. 38 ( “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain. H.P.H.” Kemudian beliau menyebutkan antara lain.J.P.N.P.―.H.K... H.J. “Maksudnya ketaatan kepada Allah..H.. H..J.. P. lebih lurus.K. K.J.K. J.” (QS Muhammad : 38).H.P.K. J. maka Dia akan menggantikan mereka dengan orangorang yang lebih baik dari mereka.H.K.J.. m. K.H.J. K.H.J.N..N.H.J.. Barangsiapa yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya.. yang diriwayatkan Imam Ahmad.―.H. yang berjihad di jalan Allah. K.. K. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya. J. .

.H.P..K... m.” (HR. Majusi Persia. P. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. P.H. . K. H..J.J...N. 67-68.J.) H.K.H.. P. H. dsb.. ..J. tetapi jumlah penduduknya – secara global – tidak pernah berkurang. turunnya al-Masih.N..H.. .J. . S..P...P.P. H.. datangnya pembaharu setiap abad. Tetapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri. kembalinya khilafah atas manhaj nubuwwah. berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal Islam..P. hal. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya. K.H... N.7 Pengertian lafazh “liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi” ialah dominasinya atas semua agama. Akan tetapi.P.J..K. H.. S.H.K. ―. P.H.H. sampai mencapai jumlah dimana musuh kesulitan menghancurkannya.J.H. m.J. senantiasa mencari tempat yang rendah untuk mengalir.P.P. Apabila jumlah jamaah shalat fardhu sepadan dengan jumlah shalat Jum’ah adalah diantara tanda-tanda kebangkitan ummat.S... Tersebar di lima benua. Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran. Ia adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ekonomi atau peradaban.J....H. bertahannya kelompok kebenaran.J.J. Sesungguhnya jumlah yang besar adalah nikmat... H..S. H.H. P. dan sebagian agama-agama Asia-Afrika. . K. .J. kemudian fenomena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi pusat kekufuran.. .. S..H.. 33 ( “Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk (alQuran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya diatas segala agama.” (QS at-Taubah : 33).H..P..H..H. N. J. ..K. (. Islam ibarat air.H. Islam mengungguli Yahudi.H. : .P.K. . dan populasi ummat Islam yang semakin bertambah.. ·.. Hal ini dapat dilihat pada jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun yang terus bertambah.J.H.P.K. 6 Tafsir Ibnu Katsir.K. K..P.K.H.) H. juz 2. Dengan memuliakan oarng yang mulia atau menghinakan orang yang hina.J. ash-Shaff : 9 Sumber daya manusia (al-wasa’il ghairul maddiyah ‘indal muslimin) Saat ini jumlah ummat Islam di dunia berkisar 1/4 milyar penduduk.J.. .. paganisme Arab. Maksud sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam.H. sebagaimana siang dan malam menutupinya.H.H.P. K. Meskipun gelombang politik Islam bersifat fluktuatif.K.. Nasrani.. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya.H.. Islam belum menang atas semua agama.K.K.P. .P.J.H. yaitu tersebarnya Islam ke seluruh permukaan bumi. K.. dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan. J. . pandangan orang yang mengatakan.K. P.·.. P.K. Ahmad dalam Musnad). Benar.H. . yang lebih penting adalah kualitas.H.K.J.H.N.J..H.H. “Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam.J. J.J.H.H.J.H.K. datangnya al-Mahdi. Kita masih menunggu berita gembira ini. 7 Lihat juga: al-Fath : 28.J.. ―. Pada abad-abad pertama. ..H.J. H.. . .K..H.H.S.

Sumber-sumber kekayaan alam itu berada di kawasan Teluk...s . Kita memiliki bukit-bukit.. Letak geografis kita memiliki nilai penting...: . teluk...J . Nasrani dan Islam. Tanah kita subur dengan daratan rendah dan oaseoase. gunung-gunung. lautan. . Warisan sejarah (khubratun min at-tarikh) Islam pada masa lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad. sekaligus memadamkan berbagai pemberontakan terhadap Islam di berbagai penjuru dunia.. bahkan di wilayahwilayah muslim bekas Uni Soviet dan yang masuk ke dalam RRC.J. ..” (QS al-A’raf : 86). sumber-sumber mata air..P.K. Brunei Darussalam.. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang lebih 450 tahun.H. Tempat pertemuan benua-benua.. sungai-sungai besar.J. bahasa. bi-idznillah. Kita memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.H.. Aljazair. .. Jika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban.. Memang Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin. Jumlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri..Bangsa-bangsa di dunia berusaha keras mengurangi populasi kaum muslimin. Sumber daya alam (al-wasa’il al-maddiyah ‘indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan.J . sumber-sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah-risalah langit. .. (86 .P.. Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi Islam..J.... Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain..H. df ... ... ditemukan sumber-sumber minyak..P.J. Mereka membuat blok-blok (persekutuan) di antara mereka. cadangan penyimpanan air tanah dan tambang-tambang yang penting yang dibutuhkan oleh dunia. membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya.N. agama dan sejarah. sumur-sumur. tentu bisa juga untuk mengendalikan masa depan.H.KH. Ini adalah kekuatan ekonomi. Indonesia.J “Dan ingatlah ketika kalian sedikit lalu Allah membanyakkan (jumlah) kalian. ). walaupun terdapat perbedaan yang tajam dalam ras. .Θ . Yahudi... Itupun telah terjadi krisis akhlak dan material.P.

sangat menderita.. tiada ketenangan maupun kelapangan dada....9 Berkata Ibnu Katsir.. Krisis kebanggaan beragama . ......... barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum-hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba-sulit (ma’isyatan dhonkaa) di dunia. ... .. ......... bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun secara lahiriyah makmur. Memahami Islam scr detil . maka baginya kehidupan yang sempit di dunia (ma’isyatan dhonkaa).... jahili).... Krisis perasaan akan keagungan Islam . . . .... ARAHAN PEMBAHARU Akar krisis ummat Islam (al-asbab ar-ra’isi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya. ..... makan... Kehilangan harapan thd pertolongan Allah .. yang dimulai sejak format ketatanegaraan berbentuk khilafah (Islami) berubah menjadi format muluk (kerajaan.. ...... krisis keimanan dengan ........ .. bingung dan diliputi keragu-raguan. AKAR KRISIS UMAT ISLAM . Mewujudkan solidaritas kokoh BAB II .10 Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih..u. ...... Tetapi jiwanya goncang..8 Makna ayat ini. Dalam hadits riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa penyebab terjadinya berbagai krisis... “Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya........ adalah diawali oleh krisis kepribadian (basic of knowing) dengan mudah mengobral janji. bertempat tinggal sesuka hatinya.... sekalipun secara lahiriyah sejahtera... bisa berpakaian....... Membangun iman mendalam . .. Al-Quran menjelaskan secara global bahwa krisis multidimensi itu terjadi karena berpaling dari ketentuan Allah...... .. .. .....

keselamatan. ummat Islam lebih mendahulukan akal daripada hati. 16 Imam ath-Thabari17 ketika menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa godaan “dari muka” adalah godaan tentang persepsi dunia. Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang zhalim. diawali dari kesempitan batin (azmat al-masya’ir). akhirnya menjadi hamba materi bukan hamba Allah. Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh syariat sekalipun baru pada tataran wacana cenderung disalahpahami. dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hedonistik. 250. terjadi bencana alam di mana-mana. hal. seraya menyombongkan diri dengan cara membanggakan asal-usul. 15 Pasca suksesi di surga.18 Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk menghadapi dua godaan terakhir. 14 Dalam berinteraksi dengan Islam. agar manusia menjadi serakah. musibah kemiskinan struktural. Para pembaharu mengidentifikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut. Mereka masih ragu bahwa Islam adalah ketetapan dari Allah Yang Maha ‘Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik.11 yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan jiwa. Pertama. 12 Imam Qatadah mengatakan. kemudian menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya secara fundamental dan menyeluruh. Dia enggan mentaati-Nya. perkosaan.menolak ber-tahkim dengan hukum Allah. kejujuran. Arah “bawah” dan “atas” ini tidak bisa dimasuki oleh syetan. agar melupakannya. agar manusia ragu-ragu kepadanya. kesucian di dunia dan akhirat13 dan menjamin kebahagiaan hidup di akhirat. Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah. . penyakit AIDS mewabah. harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. Ummat Islam sekarang tidak meyakini secara bulat (100%) bahwa Islam adalah solusi mendasar dalam mengantisipasi persoalan individu. syetan memohon izin kepada Allah untuk menggoda anak cucu Adam dari arah belakang. ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak logis. kanan dan kiri. Godaan “dari arah kiri” berupa godaan kebatilan agar manusia cenderung kepadanya. pornografi. manusia menjadi individualis. krisis perasaan terhadap keagungan Islam (azmat al-masya’ir ‘an ‘azhamatil Islam). hanya berorientasi ke bawah (sujud) dan atas (Allah). sehingga manusia menjadi makhluk yang tidak pandai bersyukur. keluarga dan 8 QS Thaha : 124. yaitu ajakan kepada al-Quran yang mengadung kehidupan. 10 Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir II. pergaulan bebas. muka. mencari dunia dengan menghalalkan segala cara. meghalalkan segala cara ketika memperoleh kekayaan serta keengganan untuk berzakat. 9 Shafwatut Tafasir II. kecuali hamba-Nya yang masih ikhlas. tekstual (literal) dan normatif. masyarakat. Godaan “dari sebelah kanan” adalah godaan terhadap kebenaran. Yakni yang memberi gairah dan arti hidup. hal. Godaan “dari belakang” adalah godaan tentang kehidupan akhirat. Persis sikap Iblis ketika memperoleh perintah dari Allah untuk memberi hormat kepada Adam. praktek aborsi. 497. kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan. krisis moral ditandai dengan merajalelanya praktek perzinaan.

H.J.. . hal. J. dan sosialisme yang membuahkan kedengkian.J.H.H.H. . 17 Tafsir ath-Thabari. 12 Shafwatut Tafasir I..J. 15 QS al-A’raf : 11.H.H.H. H.” (HR Ibnu Asakir dari Ibnu Masud.H. kapitalisme yang melahirkan keserakahan.H.J.H.H. 16 QS al-A’raf : 17.H.J. dan berilah (kekuatan) kepada kami untuk menjauhinya” Persepsi ummat Islam terhadap Islam telah terkontaminasi oleh paham feodalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kesombongan.N. H..H.H... J. . ketaatan (obedience). H. karena sesungguhnya Adam ‘alaihis salam terbawa sifat alhirsh sehingga makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.H. tunjukkanlah kepada kami al haq itu yang benar dan karuniakanlah kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya.H.K.H. H.H.·.H.....p . 18 QS al-Hijr : 40.P.P. (.K. hal. N.K H.. . .H. 14 QS Yunus : 64.K.H.H. karena sesungguhnya Iblis terbawa sifat al-kibr sehingga menolak perintah Allah subhanahu wa ta’ala agar bersujud (menghormati) kepada Adam ‘alaihis salam.P. . 11 QS al-Anfal : 24. H.. P. 500.K. Waspada serta jauhi al-hasad (dengki).H.J.N.H. N.... . H. .H.. ketika berinteraksi dengan firman Allah maka sikap yang menonjol adalah tashdiq (membenarkan) dan taslim (berserah diri). dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan. 446. Lihat: Shafwatut Tafasir II.J. .J.H.K..P..H. Sangat kontradiktif dengan sikap para salafus shalih. H.H.J.H.K.H... P.H.H. ...H.P.. karena sesungguhnya kedua putra Adam ‘alaihis salam salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad.. 468.K.H. S. hal. N.H.K. H.H..P.K. ...H.P. dalam Mukhtaru al-Ahadits)..H.P. H. .19 .K...K.H. N. H. .H. P.H.J.K.J.H.. kepatuhan (submission).. Ketiga sifat tercela itulah asal segala kesalahan (di dunia ini). J. P.H.P.P.H.....J. . .J.N. Waspada dan jauhi alhirsh (serakah).H.H.H. juz 13.H.J. “Waspada dan jauhi al-kibr (sombong).J.J.P “Ya Allah.H.. 110.K .P..³. hal.H. Shaad : 76. P.JH. .HS. N.K.J..H.) m.P.³.K..K..H.K.m .H. .... 13 Tafsir ath-Thabari.H.N.J...H. . J.N..J.. .J.H. .J. H.J. juz 5..H.

Mereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi. masyarakat. Sedang kalimat ‘harb’ bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama-sama aktif bergerak. ditandai dengan gencarnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin. apalagi berinteraksi dengan ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya). 25 . Prinsip-prinsip Islam. al-Anfal : 2. 23 Dahulu. tidak mengajarkan hal-hal yang tak bisa dicapai manusia. tetapi ajaran yang aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan. kaum muslimin Indonesia rela kehilangan nyawa. Kedua. ditambah dengan semakin gencarnya peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri). bahkan kemudian cenderung mengalami pembelokan makna. 20 Abul A’la al-Maududi.24 Mereka tenggelam. Lihat : Sayid Quthb.20 Mereka laksana prajurit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya.Mereka memahami bahwa Islam adalah manhaj al-hayat. budaya. adat istiadat. yang semula inhern dengan simbol ke-Islaman berangsur-angsur hilang. Di tengah keberagaman simbol. lebih-lebih yang mutasyabihat. telah terjadi tasykik (proses peraguan). Lihat: al-‘Aqaid. Islam bukan ajaran yang teoritis yang memadati pikiran. lainnya pasif. bernegara dan hubungan intenasional. keluarga. Mereka kurang percaya diri. Kaum muslimin sedang dijangkiti virus wahn (cinta dunia dan takut menghadapi kematian). Lihat: Hamudah Abdalati. Mencakup kehidupan individu. 21 QS al-Baqarah : 285. Misalnya di Indonesia saja kosa kata sirri (Makassar) dari kata sarirah (jati diri). carok (Madura) dari kata ghirah (cemburu). Tidak ada sikap yang didahulukan kecuali sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami siap mematuhinya). tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang bisa digapai. Ma’alim fith-Thariq. malu menunjukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah. aliran pemikiran dan isme di era globalisasi saat ini. peperangan pemikiran. tajhil (pembodohan) pada diri muslim terhadap dien-nya sendiri. taghrib (pembaratan). Hasan al-Banna. Islam in Focus. 22 QS Ali Imran : 7. diterbitkan oleh WAMY. Pemakaian kalimat ‘ghazw’ disini menunjukkan salah satu pihak yang aktif. sekarang dihinggapi penyakit dayatsah.22 Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigma berfikir yang dikembangkan oleh kalangan tertentu. Islam tidak sekedar landasan etis. dimana ayat yang muhkamat saja perlu ditafsirkan supaya lebih kontekstual. seseorang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan oleh keluarganya dengan orang lain. Jatidiri Islami yang telah mengakar dalam jiwa kaum muslimin mengalami degradasi. dan merasa bangga karena membela kehormatan diri (‘iffah) sekali pun beresiko. Alghazw al-fikri. an-Nuur : 51. krisis kebanggaan dalam ber-Islam (‘azmatu al-i'tizaz bid-diin). banci – meminjam sabda Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam – yaitu. acuan dan kerangka tata kehidupan.21 Dalam menyikapi ayat-ayat yang mutasyabihat (belum jelas maknanya) saja mereka menyerahkan penafsirannya kepada Allah. terpesona dengan kebesaran negeri-negeri Eropa dengan paham materialismenya. 19 QS al-Hujurat : 14-15. nilainilai di hadapan Allah dari bangsa lain. Nabi-Nya dan orang beriman.

H.27 Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka..H.J.H.J. J. peralatan perang seadanya. .. K. Kini. J. K. baru terbukti perkembangan sains dan teknologi yang merupakan produk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia modern menuju hidup bahagia.. management. Hamka.28 Berbeda jauh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain.K.J. tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mendominasi kehidupan ini.K.N. planning.J. J. terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput.J. kehilangan harapan akan datangnya pertolongan Allah (‘adamu alamal bi-ta’yidillah). Ya Allah sekiranya pasukan ini hancur terkalahkan.P.. umat beliau.H. tersulut amarahnya kepada komunitas Islam yang sedang dirintis oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Ghirah dan Tantangan Islam. khuthbah murtajalah).J.H. Semua itu baik. Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak-haknya yang dirampas oleh orang kafir. Paham materialisme begitu cepat berkembang.K.H. K. semua elemen masyarakat Quraisy. manajemen Ilahi. N.H.. J. kabulkanlah doaku. efficiency..P.H. Allah subhanahu wa ta’ala pun berkenan menolong kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang.H.H. kekuatan material dua pasukan yang saling berkonfrontasi itu tidak sepadan. Allah pasti akan menolong dan mengabulkan doa Anda”. N.H. 26 Al-Islam Hadharatul Ghaad.H. 26 Tanpa keyakinan dan kebanggaan. Dengan kelebihan yang melekat pada dari tokoh kafir Makah itu. wahai Rasulullah.J. dan teknologi modern. J. Kaum muslimin dalam posisi lemah. P.P. 25 QS Ali Imran :139. P. yaitu intervensi Tuhan (tadakhul rabbani). 24 QS al-Munafiqun : 28.K. hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau. Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan 4 kali lipat dari jumlah pasukan Islam.Sejarah mencatat bahwa dunia ini didominasi oleh mereka yang memiliki keyakinan. seperti terlukis dalam doa yang beliau panjatkan: .P.J. “Demi Allah. Ketika itu ..H. niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi setelah hari ini”. karya Dr.N. .H. lapar (berpuasa Ramadhan).K. karya Muhammad Quthb. Ketiga.P. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam terus berdoa hingga selendangnya terjatuh dari pundaknya. Ketika terjadi Perang Badar antara muslim dan kafir. Yusuf al-Qardhawi. J. Seringkali kaum muslimin dalam memecahkan persoalan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek organisasi.J.H. muslim modern (al-muslim al-mu’ashir) akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi merespon tantangan eksternal.J. yakni orator (pandai berceramah tanpa teks. karena pembawa ideologi itu yakin akan keistimewaannya. setelah pulang dari kafilah dagang. Tetapi Abu Sufyan memilih jalan lain menuju ke Makkah dan memprovokasi kabilah Quraisy untuk berperang melawan kaum muslimin. Dr. 23 Prof. dan harapan akan jaminan masa depan. “Ya Allah. Lihat: Ru’yatun Islamiyah li Ahwaali al-‘Alami al-Mu’ashir.

Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan seseorang mampu mengidentifikasi permasalahan kehidupan ummat dan mencari solusi alternatif.30 27 Fiqh as-Sirah.P. J.) J. SOLUSI ATAS BERBAGAI KRISIS Mengantisipasi krisis psikologis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu’ (tema) ini.P. : . karena interaksinya dengan ilmu.. Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat Islam pada Perang Uhud.H. bashar dan fuad-nya.H. J.H.32 Allah mencela orang yang menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggali potensi-potensi sama’. Begitu kepercayaan diri tertanam secara berlebihan.P.J.29 Thalut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air. Pertama.H. terbukti memiliki kekuatan mental untuk melanjutkan peperangan. .H.H.H. termasuk malaikat.N.J. Jalut dan pasukannya berhasil dipukul mundur. J. memahami syariat Islam secara terperinci (al-ma’rifah ad-daqiq ‘an syari’atil Islam) Dengan mengilmui syariat Islam. . H. J. bashar dan fuad-nya secara maksimal.J. dan dengan izin-Nya..34 ..K.P. . 28 QS Ali Imran : 123.K.. .P..H.H.N. Syekh Muhammad al-Ghazali. ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’.. sekedar untuk melepas dahaga. 165 ( “Dan mengapa ketika kamu ditimpa (pada peperangan Uhud). K.P..K. 29 QS at-Taubah : 25.31 Posisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu.mereka membanggakan SDM unggul dan peralatan perang.H. .J. df BAB III .K... .H.P.33 Ibnu Taimiyah mengatakan kebodohan adalah musibah kematian sebelum meninggal. u. Kebanggaan material terbukti tidak berhasil menolong dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim.J.H.. ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah.. Sedangkan prajuritnya yang minum air sungai secara berlebihan hingga kekenyangan.. ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpesona dengan kekayaan dunia. hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan telak.J.H. Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia atas penggunaan sama’. 30 QS al-Baqarah : 249.J.H. Allah akan memberikan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh melalui usaha yang tekun) dan ‘ilmu ladunni (ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah).” (QS Ali Imran : 165)..P. perlu diambil langkah-langkah diagnosis berikut.H.J. Karena peperangan dikomando langsung oleh Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam diikuti oleh para Sahabat senior. ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang.P.H. J.K. padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata. J.

Kedua. Ada dua komponen penting sebagai pilar dalam bergaul (rukn al-mukhalathah). keindahan dan sifat-sifat utama yang lain. Setelah mengikrarkan syahadat. Iman akan melahirkan kesadaran untuk hidup Islami secara total dan menyeluruh. Iman yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama jeleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman. 38 Iman yang benar akan melahirkan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami tunduk) pada ketentuan Allah. dengki. Karena Islam adalah untuk semua manusia (kaffatan lin-naas) 41 dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil-‘alamin). kedisiplinan. membangun solidaritas dan soliditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) Terapi yang ketiga adalah terampil dalam menjalin hubungan interpersonal dan intrapersonal (shidqun fil mu’amalah). demikian kata Al-Maududi. keadilan.36 Bangsa-bangsa yang memiliki komitmen peningkatan SDM. tetapi kemenangan kemanusiaan atas kezaliman.Doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah pada awal-awal perlangkahan Islam adalah doa agar dianugerahi SDM unggul. konsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat.” Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah. minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka. alias sangat diwajibkan.43 Bertolak dari shidqun fil mu’amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah. maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan. Kemenangan iman bukan hadiah ummat Islam semata. 34 QS al-Isra’ : 36. . tak terjebak pada parsialisasi Islam (juz’iyyatul Islam).35 dan akan menyimpulkan bahwa semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia. kedamaian. ideologi. 35 QS Fathir : 28. Pertama. Ketiga. 39 Mukmin sejati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur oleh Allah dengan suka rela. membangun iman secara mendalam (al-iman al-‘amiiq) 31 QS al-Mujadilah : 11. 40 Dengan iman akan melahirkan loyalitas pada kebenaran mutlak. 36 QS Ali Imran : 191. “Kalian bebas berbuat apa saja asal tidak melanggar batas-batas kebebasan kami. al-‘Alaq : 5. jayakanlah Islam ini dengan masuk Islamnya salah satu dari dua Umar. Berbeda dengan paham barat yang mengatakan. atau ber-Islam karena dorongan intres pribadi. 42 Syariat shalat merupakan penye-garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat.37 menerima Islam sebagai minhajul hayat (sistem hidup). Kedua. dimana “ta’ marbuthah” dalam kata ini mempunyai arti superlatif (mubalaghah). dll. benci kepada sudara muslim. sosial.” Islam mengajarkan sejauh mana Anda mengorbankan kebebasan Anda untuk kepentingan orang lain. ketidakadilan hukum dan ekonomi dan sikap represif lainnya. maksimal kita mampu menunjukkan sikap itsar (mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri). keamanan. ekonomi. politik. 32 QS al-Baqarah : 31. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perintah mencari ilmu menggunakan kalimat faridhatun. kejujuran. 33 QS al-A’raf : 178. “Ya Allah.

J..K.H.J.H.K. .H. P. Kesan (atsar) yang diperoleh lewat media pendekatan (‘ibadah mahdhah) ini akan mendapat curahan 1% dari 100% salah satu sifat-Nya yang baik (al-asma’ al-husna).. J.H.J.K.P. semuanya. P.J.H.H..J. P.H. Syari’ah dan Imamah-Jamaah. P.H..H. .P.H.H.H. K.H. 39 QS an-Nuur : 51. N.J.H.P... TAHAPAN TURUNNYA WAHYU SEBAGAI JAWABAN Argumentasi orisinalitas tekstual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya program dasar Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia adalah.H....N... N. P.N.K. H. diuji secara shahih pada realitas kehidupan ummat. .H. . H. 14. pertama. J..J. 43 QS al-Hasyr : 9.J..K. .H.J..H. J.. berilmu dan dirakit dalam bangunan organisasi yang kokoh maka akan men-zhahir-kan Islam diatas agama-agama yang lain.K..J.K.H. : N. : .H.J..K. H.P. .J.. .J.H.H. Lihat: Nahnu wal Hadharah al-Gharbiyyah..H.H. . K.H. J.....K. ibu bisa mengasihi anaknya.H. Abul A’la alMaududi.H.H. insya-Allah berbagai krisis yang bersifat konsepsional dan teknis akan segera berakhir.H.H. BAB IV .N.H. 44 Ketiga solusi mendasar diatas – menurut kajian Sistematika Nuzulnya Wahyu – dinamakan Prinsip Dasar Aqidah.K.K..P.J. 37 QS al-Baqarah : 208.H.K.H.H.K.H... mH. 40 QS an-Nisa’ : 65. diantaranya sifat ar-Rahman ar-Rahim. .J. df 44 QS ash-Shaff : 9.J. J.H. Satu rahmat saja bumi dan seisinya berjalan dengan harmonis.K.K. S. H.K. H..J..P..” (al-hadits) ―. N. .H. .H. P. Dengan sumber daya manusia yang beriman. . J.H.J.K...J.K. P. . K. . N.H..H. H.K. H.. 41 QS al-Anbiya’ : 107.H.K...H. .N.H.J.³.H..J. K. K.H.J. K.. al-Hajj : 11.. seluruh makhluk hidup dengan damai. niscaya ia masuk surga.³.K...H. K.K.H..³. H. H.H.K. langkah pertama dan utama seorang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). P.H.” (QS adz-Dzariyat : 56). . Maka. J..H. N.J..H. “Berakhlaklah dengan akhlak Allah subhanahu wa ta’ala barangsiapa yang berakhlak dengan salah satu akhlak-Nya. K.H.. .u.H.. ..H.H.P..) K.K.J. binatang-binatang buas tak berebutan dalam satu lokasi minuman.K.38 QS al-Baqarah : 85..K.³.K.. .K. sebagai hamba-Nya.Sejarah menunjukkan bahwa dengan jalinan ukhuwah yang solid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan.H..K.P.H.H. 42 QS Thaha : 12..H. 56 ( “Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka (ujungujungnya) beribadah kepada-Ku.J.H.H. P.H. : .J. mH. . Jika ketiga diagnosa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini.J.. K.

P.J.H.. P. Jika ia mendekat-Ku satu hasta.K.H.K.H.H J...H. untuk membantu 1% dari tugas-tugas-Nya dalam mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Barangsiapa memusuhi wali-Ku.K. Ketika seorang hamba mendekat Allah subhanahu wa ta’ala dan telah terbangun cinta secara timbal balik antara dia dengan Allah. J.J.K.H.J.K..H.H.H...J.H.H.H.H J.. Aku akan mendekatinya sehasta.J.K. H... J.H. yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khilafah-Nya di muka bumi ini.H. K.H. K.K. hamba-Nya (‘abduhu) atau Rasul-Nya (rasuluhu).K.H.K. N. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki.H. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal.³.. m. P.J.H.K.J.J....P.J. J.H. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah sehingga Aku mencintainya.H. .K..H.. P.H.·.N.H. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya. (.H.H.J.H. J.H.J.K. .K. K..” (HR al-Bukhari dan Muslim).P. untuk mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin).J. H.K.H.N.H.J. H.H. P. P.N.P. ..K.K. .K.H.H.K. P.J.N.H...K.P.H. manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah-Nya). P. K.J. J. K.P.N. maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu.H.H.H. Jika Aku mencintainya.J. P.K. P. maka Allah akan menjadikannya sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu)..J.P.H. J.K.H. H.H. dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum.H. .H.H....H.H. .H. dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku.H.H.P.H.H.H. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. .. . Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku.H.J. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi.K.J. : . 61 ( “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu .. K.H.H.N.H.K.H..N.J.H. P. : H.) . .H. maka Kuizinkan ia (yang memusuhi itu) diperangi.J...H. J.K. P. P.K.H.H.H.K.³..P.. .N. Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda.H.H.H.K. P.” (HR alBukhari). .H.P. J.J.H.H.. Aku akan mendekatinya sedepa. N.K.H.H.J.H. J.J. K.K. maka Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.) ³.H.HP.H. . H.H. .. ..J. “Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : ‘Aku dalam sangkaan hamba-Ku. P.J..H.N.J. J. .K.K. K.H. Maka tugas yang kedua. J.H. ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang menjadi urusan orang lain.H. J.K.(. P.H. .P. N. H.K. J.H. P. H. N. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya.H..N.N... aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.H.H.J.J.H.) P. . J.H..H.H..K. sebagai tangan yang ia memukul dengannya.K. sehingga semua aktifitas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak-Nya.H. J..J.J. ada makhluk yang memiliki potensi untuk mengurus dirinya dan mengelola alam.J..H.H. .H.. K.K.H...H. P. Dalam usaha memakmurkan alam ini (i’mara). : .N.K. Orang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikategorikan oleh hadits sebagai penggembala (ra’in). menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.J. N.J..

H.H..H.―. H.H. Proses pemenangan agama Islam ini adalah dengan pencerahan.P.N..K. .H... .. Jika Allah sebagai Pencipta sementara makhluk-Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi-Nya.. Apabila kedua tugas itu tidak berjalan secara sinergis.J. Sosok yang baik untuk dirinya sendiri (shalih li nafsihi).” Penegakan aturan (iqamtud dien) adalah dharurah basyariah (kebutuhan primer) dan hajah syar’iah (tuntutan keagamaan). . Menampakkan cahaya (nuur).. dan mendatangi tanpa membawa bala tentara). Engkau adalah cahaya di atas cahaya. 30 ( “Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. J.H. K.J.K. Tugas kehambaan dan kekhalifahan ini harus berjalan secara seimbang.H..K. : . Demi kesembuhan tubuh.J.K.H. J. Tujuan (al-hadaf) penegakan aturan ini agar diunggulkan-Nya atas agama yang lain..H. Aturan itu disebut diinul haq (dien yang benar). Engkau adalah lampu (penerang) hati.. maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi.S.. Dan manusia model ini termasuk pendusta agama.J.pemakmurnya...) .J.H. sehingga kegelapan-kegelapan (zhulumat) sirna dengan sendirinya. H.H.S. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.J.S. Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung jawab sosial.H... minum obat yang pahit alternatif yang .H. pastilah akan terjadi chaos (fitnah). Menang tanpa ngasorake lan nglurug tanpa bala (menang tidak menghinakan pihak yang kalah.H. Di satu aspek kuat dalam potensialisasi diri. ...K.J.H.. tetapi menghilangkan berbagai hambatan (‘awa’iq) yang menghalangi sampainya rahmat Islam ini kepada yang berhak menerimanya.P.J..J.P.J.H. K. tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri.J.H.J.J..J.” (QS al-Anbiya : 22). K.) H.J. . sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman. Engkau adalah bulan purnama... Untuk menghindari kekacauan ini.H. maka dalam diri manusia akan terjadi perkembangan yang tidak utuh (split personality). H.H.P. Karena Allah adalah pencipta (al-Khaliq). Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhalifahan.H.. Shalih secara ritual tetapi tidak shalih sosial.” (QS al-Baqarah : 30).” (QS Huud : 61).J.H. : ..K.K. Allah subhanahu wa ta’ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak. tidak shalih bagi orang lain.. untuk mencegah penularannya ke seluruh tubuh.P. .H. * .. K..P. P.. P : . Ibarat tubuh yang tertimpa penyakit akut. . J.P.. maka pastilah keduanya binasa.( “Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama.チ. K. H.J..H.K.K.H. H...H.H. 32 ....K.H..K.. P...J.K. J.33 . * K. N.H.) ³.J.J. ..H. H.H.” (QS at-Taubah : 32-33).J. S.P. Perang bukan berarti merusak..H.K. H.J. bumi adalah ciptaan-Nya dan manusia adalah makhluk-Nya.H. K. . Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. H. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.J. maka dijamin sukses dalam menjalankan fungsi sebagai wakil-Nya. terkadang harus memilih alternatif perang.. ..P.H.J. “Engkau adalah matahari.

H.J.N..H. J.. P.....H.P.H.K.K.H. .J. .H.K.J. agama.H.H.J.H. K.H.J. N..H.J. H. Yang menjadi stressing ayat ini bukan saja penduduknya (ahl).. J.H.H.” (QS an-Nisa’ : 97).³... K. .―..P.K...J. Na’udzu billah min dzalik. .P.J. .. sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam.K.. J.... K.J.H. kaum munafik dan kafir diberi kebebasan untuk melaksanakan kepercayaannya.K. N.H.H.H.. P. H. チ. . Kita wajib mengupayakan terwujudnya kawasan yang Islami (al-bi’ah alIslamiyah).J.K.P.P. J.H.H. asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama. .P...N.H..K.H.N.J.H. ..H.H. 137..H.チ.. H.H.P.N.H. hal.K. K. Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al-Qur’an ini bukan untuk manusia saja.K. . Yang dimaksud ayat ini ialah orang-orang muslim Mekah yang tidak mau berhijrah bersama Nabi sedangkan mereka mampu.P.N.J..K...P..K.H.P.H. . .H.J.harus dipilih... J. J. insya-Allah alam semesta akan kecipratan rahmat (rahmatan lil ‘alamin).チ...J.. J.H.. Sekalipun secara geografis mempriha-tinkan.N..H. .45 45 Al-Qur’an dan Terjemahnya.J... . ‘Bukankah bumi Allah itu luas.K P...J. dan sebagai wasitnya (wasathan) adalah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. J.” (QS al-A’raf : 96).P.K.P.. (kepada mereka) malaikat bertanya. m.H..H.. ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’. .J.H.H..P. membuat orang menangis (bakkah)...H.H. .J. dan akan masuk neraka. . ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab. Seorang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak Islami. dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali. semua etnis.H.H.H..H.H.K..J.P. suku.H.J..H.P.J.H.H.J. sementara dia tidak mengupayakan penerapannya.J.H.P. K.J.K.” Jika aturan dari Allah (dienul haq) dilaksanakan secara kaffah.. Di Madinah. J..H.J... Jika di tempat pertama kurang .J. Para malaikat berkata. “Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan jadilah ketaatan semuanya (dikembalikan) milik Allah. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar.J. J..P.H.. karena tandus dan gersang. .. maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri. H. H.J. Demikianlah sebagian filosofi perang dalam Islam. akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu...P..J.チ...K..J.H. H.J.. J. tetapi sekaligus kawasannya (al-qura)..H. ... J.P. : ..P. Depag RI. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri. .. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. N.H. tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar kondusif tegaknya nilainilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan. K.H.S.H.P.P.H. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi..H. ³..) H. . maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya..H. H. J . チ.. 96 ( “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa.

carilah ke tempat lain. kalau seandainya saya mendapati hal yang demikian?’ Jawab Nabi.H..’ Saya bertanya.J.P.: .H “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah. Dari Huzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata. pasti timbul malapetaka.N .H.H.J.P.S.PH. ‘Ya’.. ‘Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka berbicara dengan bahasa kita’.. Saya bertanya.J..’ Saya bertanya. Siapa yang memperkenankan panggilannya. Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh. tapi ada yang merusaknya. Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Yunus : 32).. maka tiada sesudah kebenaran itu. ‘Ya. Adakah sesudah kebaikan itu akan terjadi keburukan?’ Jawab Nabi..KH.H. Selain dinul haq adalah menyesatkan.H. .P..H.’ (Muttafaq ‘alaih). tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan (bahaya).P . lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan.³ . ( (122 ( 87 . Sebagaimana yang diperagakan oleh Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail. ‘Adakah sesudah keburukan ada kebaikan?’ Jawab Nabi.menguntungkan.” (QS an-Nisa’ : 122).H.J )..K.J. Jika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala tak dilaksanakan. ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu dalam masa jahiliyah dan keburukan. ‘Ya Rasulullah.N.N.P.H “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang haq (sebenarnya).H.K.H. . Saya bertanya. Saya bertanya.J. . Luth.P.H. .H.. terangkanlah kepada kami keadaan mereka!’ Jawab Nabi. karena takut menimpa saya.’ Saya bertanya. ‘Jauhilah semua kelompok sekalipun karena itu engkau sampai menggigit (mengunyah) urat-urat kayu. ‘Apakah perusak itu?’ Jawab Nabi. Musa dan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. ‘Ya.. ‘Sekumpulan orang yang memimpin bukan menurut jalan yang benar. sehingga engkau meninggal dalam keadaan demikian. Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa nafsu dan persangkaan jahiliyah.H. Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala penjuru. .K.. Orang-orang yang memanggil di pintu neraka.: .K ).. ‘Hendaklah engkau tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan mengikuti imam mereka.―.P.P.H. “Orang banyak biasanya menanyakan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan.―. .’ Saya bertanya. ‘Bagaimana kalau tidak mempunyai jamaah dan imam?’ Jawab Nabi.H.J.H.J. ‘Apakah yang engkau perintahkan kepada saya. ‘Apakah sesudah kebaikan itu terjadi lagi keburukan?’ Jawab Nabi.H. Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan ada yang tidak. mereka dilemparkannya ke dalam neraka.. melainkan kesesatan...

3 ( “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan. H.. .H. N. N.H..H. murahiq (pemuda).H.H. K. P.H.H. : .J.J. Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam. menghormati tamu mendatangkan rizki dan mengurangi dosa.K.K.H.) K. Kebenaran dari Allah itu mencakup ayat-ayat tanziliyah (ayat quliyah).. ‘Dia (Muhammad) mengada-adakannya’..J. di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat.H.K ..J.J. ―.P.K.J.H.J. .H..P.J.H.. 30 ( “Demikianlah.P.” (QS Yunus : 64)..H.H.H.. N.... H...H..H.. J.. shabiy (bayi). H.. adalah fenomena penciptaan yang direncanakan Tuhan pasti terjadi.P.³.H... K. Contoh perbuatan zina memperpendek umur.H.H. silaturrahim bisa memperpanjang umur. J. Proses kejadian manusia dari janin (embrio).H..H.P.. H. 62)..H.J. : ... 191 ( “Wahai Rabb kami..P. dll..P.J.: .H.J.H.. manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam (sunnatullah).” (QS ar-Ruum : 30). 64 ( “Tiada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah.K. H. Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu..K. H.H.. J. H.J.. sedekah bisa menolak bencana.H.J.J. Sekalipun secara verbal bisa menolak.H.. . : .K. . Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum .” (QS as-Sajdah : 3)..) H. N..H.....H. H.J..H.) ³.H.. H.N. K.J... J..” (QS Luqman : 30).P. tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. : . Aturan firman Allah dikenal dengan qadha’ tasyri’i dan aturan ciptaan Allah disebut qadha’ takwini...K.K..K.J.J “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah.J.H.). Secara fisik.H. .) P.P.K. H.H..H. . 147 ( “Kebenaran itu berasal dari Rabbmu maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang ragu-ragu.. .H. : ... H.H. : . 30 ( “Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah..J. N.. Demikian pula kebenaran itu mencakup ayat-ayat kauniyah (alam semesta).S... ―. kuhulah (dewasa) dan syaikh (lanjut usia)..P. thifl (anak-anak).H.K. ..H.” (QS Ali Imran : 191)...H.H.·.N.. . karena sesungguhnya Allah. Tiada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu kecuali mempelajari dan mengikutinya.K....K..J. karena sesungguhnya Allah.” (QS alHajj : 6.K. H.” (QS an-Nisa’ :87). Dia lah yang haqq..) K..J. Tiada yang bisa menghalangi proses itu sedikitpun.J. J.P. ―. “Yang demikian itu..” (QS al-Baqarah : 147). H.K.J.P “Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran itu kebenaran dan karuniakanlah kepada kami (agar) mengikutinya.J.) H..H.J.S. .H. .H. . Dia-lah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil.K.K. H.” Ketika mempelajari kalimat Allah (ayat qauliyah) dan mengkaji khalqillah (ciptaan Allah. ayat kauniyah).

” Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah.” (QS asy-Syura : 17). maka akan kupotong tangannya.K.P. Thumaninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiq (kecemasan). ...K.N. J. H.H.K.N.H.. baik antara kata dengan padanannya.J. dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum. Aturan yang diberlakukan tanpa merujuk firman Allah dinamakan hukum jahiliyah (bodoh.H.J.J.. berkaitan dengan sanksi had dari beberapa hukum Allah swt.. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.. adalah pilihan Tuhan sendiri. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjukkan dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali..H. uslub (susunan kalimat).. mereka memotong tangannya.H.K..H. beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha : . mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah.K. Kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali. J. Akhirat terulang 115 kali sebanyak dunia.. .J... juga sejumlah .” (HR Ahmad.N.P.J.J.H.J.H.) K.J. .H.H..H.H. Dia menggunakan kata-kata yang halus.H.J.J.H.K..J. J.. namun dia mengingkarinya. Dalam aturan ini.H. H.K.N.. Dia menggunakan kata-kata yang secara makhraj berat diucapkan. Hayat terulang sebanyak lawan katanya maut.K.H. J.H... H.. H.J.H.H.J. Kebenaran firman Allah ini didukung oleh argumentasi tekstual (nash). P.K.. . S. m.K. Seimbang jumlah kata-katanya. P.H.N. H. Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan.. J. masing-masing 145 kali. dan jika ingin mengajak melakukan pekerjaan berat.H. Panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin. P. Lalu Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong tangan wanita itu. J.P.K. Muslim dan Nasa’i)..P.K.. .J. Dahulu ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan. Kata syahr (bulan) terulang 12 kali. P. sejumlah hari dalam setahun. aku tidak memberi dispensasi kepadamu. Lalu Usamah membicarakannya kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. mereka membiarkannya.H. P...H. (. tidak tahu diri)..H.K.P.H.J.H. Maka dipotonglah tangan wanita Makhzumiyah itu..H..H. H.P. lawan katanya dan dampaknya.H.K. J. “Hai Usamah. Jika ingin menyentuh hati manusia.H.H.J. P. bukan menetapkan aturan (mutsbitul hukm).N.. Kata yaum (hari) terulang sebanyak 365. masing-masing 32 kali.K. J..K.H. kata-katanya. .. H.H. P..K.. andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri. Dan apabila yang mencuri pada mereka adalah orang-orang yang lemah.K.H.H. “Sesungguhnya hancurnya generasi sebelum kalian adalah manakala orang terhormat mencuri.) K.N. .Allah subhanahu wa ta’ala.H.H.H.K. P..K.N. : .H. P.H. tugas manusia hanya sebatas menampakkan-nya dalam kehidupan (muzh-hirul hukm). K.. Seketika itu keluarganya pun datang kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma. 17 ( “Allah menurunkan kitab al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan.H. Selanjutnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Usamah.J..H.H.H.J. .H.K. Malaikat terulang sebanyak 88 kali sebanyak kata syetan.H.K... P. Zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah. Hurufhurufnya.

..J.. チ..H. .J...J.P..H.H. al- . .. ..H “Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah?” ..H.J..³.......H.J. al-Qalam 1-7..N..J. P... .チ.N... Jika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang sok tahu (jahiliyah).P.K..K.. P. J. P.J.J.. manhaj).K. .J. H.H..) ³ 32 ( “Berkatalah orang-orang kafir.) H 105 ( “Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu) dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran... al-Muzzammil 1-10.. sedang inzal hanya turun dalam arti umum. : ......H.J.H.K. P.P.N.. H. . J..” (QS al-Ahqaf : 9).K.” (QS alFurqan : 32).H. Jadi melaksanakan wahyu secara bertahap adalah intruksi dan acuan langsung dari Allah.H. Rahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus. . .P. Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan secara kontekstual (pola penerapannya. .. 9 ( “Katakanlah : Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.J.H....H. : ...P.J .K...J.K. . J... Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku... : .H. チ... K.H. P... H. ..H.. ..P...H.J... K...... ..K.. J.H...H.H.bulan-bulan dalam setahun. Ibnu Abbas.P... .” (QS al-Isra’ : 105)... チ... sama sekali tidak membuat-buat sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya. Tahapan turunnya wahyu disini menurut pakar tafsir dari kalangan sahabat. Ungkapan “menurunkan” dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil..J.P..P. ..J.. J... Tanzil berarti turun secara bertahap..J..H...J. agar kamu dapat membacakannya kepada manusia secara berangsur-angsur..K.H.H.H.H..P.. P. H..H.. bukannya anzalayunziluinzaalan.H. yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan.. m 106 ( “Dan al-Qur’an itu Kami bagi-bagi.H. ..J.) ³.P.. . ³. ....H.H..K...P ...... bertahap)..” (QS al-Isra’ : 106). .P. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsurangsur.H. Pola penerapan ini dikenal dengan metode tadriji (gradual.. ³....H.H. : ... ..J.チ. H.” (QS al-Baqarah : 216).. dan Kami turunkan ia dengan turun yang sempurna. H.K.. yaitu : QS al-‘Alaq 1-5....―.) N....H.H...³.K. Ulama bahasa membedakan dua kalimat tersebut. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam hanya mengikutinya (ittiba’) tanpa merevisi sedikitpun.P....H..チ.J.H...s ..J..K.P.H “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.K. .J.J.H. ‘Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok.J.J..H. N.H..H.

Muddatstsir 1-7. Sa’ad bin Abi Waqqash. Umar bin al-Khaththab. Jika kita mengkaji perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dalam membumikan al-Qur’an. Ali bin Abi Thalib.. Bahkan.P Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu muncul puluhan entrepreneur ulung seperti Abu Bakar. Zaid bin Tsabit.. dll.P. Ibnu Umar. Ustman bin Affan. atau keluarga ‘Ammar bin Yasir. . Dari sinilah awal perubahan besar itu terjadi. ( 216 ). Dari masyarakat yang nomaden (badawah). Yang memahami dan melaksanakan alFatihah otomatis menjiwai seluruh al-Qur’an. Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid.000 orang.. Bidang hukum (Ali bin Abi Thalib. misalnya Usamah bin Zaid. dibuktikan dengan perilaku pemeluknya. ‘Amr bin al-‘Ash. Ubay bin Ka’ab. Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam percaturan peradaban dunia saat itu. Pemimpin negara seperti Abu Bakar. Abdurrahman bin Auf.. Ibnu Abbas.H. diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya (alQur’anu yahtaaju ila rajulin Qur’ani). lahir dari kalangan grass root yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat seperti Bilal bin Rabah. steril dari campur tangan manusia. Manusia yang telah tertata ulang persepsi (tashawwur) dan bashirah-nya (mata hati) tentang dirinya. Ali bin Abi Thalib. Diakhiri dengan surat alFatihah karena ia induk al-Qur’an. Shuhaib bin Sinan ar-Rumi. Ibnu Mas’ud. atau aspek bahasa seperti Zaid bin Tsabit. Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.. Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang menjadi panglima perang. Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga adalah pebisnis. Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya. lahirlah pemikir dan ilmuwan besar seperti Umar bin al-Khaththab. pandangan terhadap alam sekitarnya. gurun Jazirah Arab terbukti dipadati manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia. Dari masyarakat yang buta budaya itu muncul kelompok profesional dalam berbagai bidang. Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah pemimpin-pemimpin besar. Argumentasi kontekstual (hujjah al-kayfiyyah aw al-manhaj) Standar kebenaran konsep di samping orisinil.: . wawasan tentang Tuhannya dan misi kehadirannya di dunia. Nilai-nilai al-Qur’an yang ideal harus membumi. Utsman bin Affan. dimana sekitar 100 sampai 110 orang diantara mereka adalah ulama. Abu Ubaidah al-Jarrah. menurut catatan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. administrasi (Abu Ubaidah).J .. jumlah sahabat yang ditinggalkan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam saat beliau wafat berjumlah 16. Syuraih al-Qadhi). dalam jangka waktu 23 tahun. dan ditutup dengan al-Fatihah 1-7. sekalipun secara ekonomi mereka kekurangan. al-Mutsanna bin al-Haritsah. intelijen (shahibus sirr) seperti Hudzaifah bin alYaman dan al-Abbas.

.. karena komitmen perjuangannya”...³..H..J......K...... Prinsip Akidah $ .J.. . ..Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya.P. “Sungguh kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud di surga kelak..H.S..” (QS al-Hasyr : 21). . ...³. ...K.H.H. PENGALAMAN ...J.. Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan fisik Ibnu Mas’ud yang kurus.. Bagaimanakah langkah metodologis supaya menjadi manusia muslim ideal? Hanya konsep orisinil dan diterapkan secara sistematis dari alQur’an yang bisa menjawabnya.. Demikianlah profil generasi pertama kaum muslimin...... )....H..J... . ..H....... .. Rasulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal. Wallahu a’lam bish-shawab.. – ........ .....H.. Tinta emas sejarah tidak pernah kering dari sosok manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya.....J. INKLUSIF – RESPONSIF THD PERUBAHAN . ..... BACALAH . . kedewasaannya melampaui masanya. ..... .....P. Kualitas seorang dari mereka melebihi 1000 orang biasa.. .. . .. ... PERADABAN . ... Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya.H.J... .. .. .Hm..J..... PENGETAHUAN ..... ..K..... .. df $ PAKET II ....... H...... ... . Sejarah menceritakan kepada kita tentang kemampuan al-Qur’an untuk melahirkan orang-orang besar.. . memerlukan kehadiran model manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya...... Rajulun ka-alfin.J. ..H.K..H. Sungguh.. suara Abu Thalhah al-Anshari lebih baik daripada sekelompok orang (lashawtu Abi Thalhata khairun min fi-atin).H..H. kehadirannya menggoncangkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan jujur. : . . .. .H.....H..: (21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung...H..H.. pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. ..P.H.....H....... .

. Ali bin Abi Thalib krw................ Berbaring . Taat kepada Allah. BUTA BUDAYA & AKSARA X ... Duduk .. Menuju Allah .... Gerak dan diam karena Allah . NOMADEN .. TAHU TULISAN & BACAAN ... .. Rasul dan Ulil Amri sekaligus........ Bersumber dari Allah .. .. Menuju Allah Iqra’ bismi rabbik : ikhlas karena Allah (bukan mengatasnamakan Allah). .... Pendidikan .....berkata : Saya adalah budak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf... Dari Allah ........... Pendidikan ... ...... ..... Dengan cara Allah ........ baik dalam rububiyah.. PERADABAN .. Meneladani sifat rububiyah Allah ..... ........... .. .... . .. Dengan jalan Allah ...... mulkiyah dan uluhiyah (ibadah). jika mau ia (bebas ) menjual saya atau ... Berdiri .... Peningkatan ............... . ......... Bacalah dgn Nama Tuhanmu .

ORANG BODOH KUADRAT – TOLAK DIA .... .... ..memerdekakan saya. Amal shalih/taat hukum .. Hukum syariat ............ BACALAH .. ORANG LALAI – TINGGALKAN DIA ....... ... ... . ..... ...... Penglihatan ............ . ... Sarana kehidupan ..... Pendengaran . ...... ... ........... . . LEVEL MUTU BACAAN .. Firman Allah . ... Membacan dalam Perspektif al-Qur’an ....... ..... Pedoman hidup ...... ........ ................. KISAH NABI MUSA DAN ... Ilmu ladunni . Hukum Allah di alam ........ Ciptaan Allah ... Kemurahan Allah .... ORANG BODOH – BIMBINGLAH DIA ...... – .. . . ORANG ALIM – IKUTILAH DIA ..... Hati .... Alat pena ...... .. ..... Ilmu kasbi . .......

K.. J..... J.” (HR alBukhari). PRINSIP AKIDAH .K..H. J. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan qalam......H.H.H. “Secara kebetulan”. .H.H.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita. Waraqah kemudian berkata. “Wahai Muhammad.H. .J. Dalam pertemuan tersebut terjadilah dialog.J.―. beliau mendapati seluruh penjuru telah dipenuhi oleh cahaya yang gemerlapan dan hal ini mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa beliau kembali menemui istri tercintanya...H.H. Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya. K. “Dari mana engkau mendengar suara tersebut?” tanya Waraqah. Setiap mimpi beliau selalu terbukti (kebenarannya) secara nyata. . H. Khadijah lalu menyarankan menemui Waraqah bin Naufal.... yaitu dengan datangnya malaikat yang menyampaikan Iqra’ dan seterusnya.N.J. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. ... H.J....... J....ᅭ .H. J...K.. H. Setelah itu beliau terdorong untuk ber-khalwat di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam dan kembali lagi kepada keluarganya untuk mengambil bekal menyendiri berikutnya. J.. seorang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama-agama terdahulu. .J.. .J.. Dan ketika beliau mengarahkan pandangan mencari sumber suara itu. Muham-mad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata. . “Dari atas.HAIDHIR . .J.. .H...K.. .. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Kebenaran Mutlak.. tidak pula dari arah bawah (tempat menundukkan kening . . . H.... . Hingga suatu ketika datang kepada beliau ‘al-Haqq’.H. karena setan tidak akan mampu datang dari arah atas (simbol ketinggian Tuhan)..... menurut Nabi Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari. m...S. H... “Maka Tuhanmu ingin kelak jika mereka berdua sudah dewasa” BAB I . ..J. Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama.K..H. adalah 1/46 bagian wahyu kenabian.N.H. “Yang pertama sekali mendahului kedatangan wahyu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi-mimpi yang benar..K..J.K. ..N.N..J.” jawab Nabi..H.. sesungguhnya engkau ada-lah utusan Allah yang benar”.ᅭ . “Yakinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan.. . H... waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya Iqra’ merupakan 1/46 dari masa kenabian Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam yang berlangsung selama 23 tahun itu..K.K...H. H..J..H.H.H. Mimpi yang benar.H. Bacalah. P. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.H. .. “Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantinya” .. ..H. “Maka aku ingin merusakkannya” .H.. . seterang cahaya di pagi hari.

Sementara peradaban Islam yang gemilang dipicu oleh daya kekuatan yang tumbuh dari al-Qur’an. masyarakat. Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (maf’ul). mengetahui ciri-cirinya. antara lain menyampaikan. Bisa juga berarti menghimpun informasi sebanyak mungkin. Ilmu. tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk aktif (amr takwini). Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun (informasi). Buya Malik Ahmad mengatakan bahwa membaca menghendaki adanya gerakan yang dinamis. Mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Muhammad Abduh mengatakan bahwa iqra’ bukan perintah yang membebani (amr taklifi) yang membutuhkan obyek. Tetapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah. Perintah membaca disini tidak disebutkan obyeknya. firman Tuhan. produktif dan kreatif. menelaah. dari mana saja sumbernya. sejarah. Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah Tuhan pada surat al-‘Alaq. ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra’. justru dimulai dari satu kitab (bacaan). membaca. Dalam kamus-kamus bahasa. maupun ‘ilmu ladunni (abad. Membaca dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi serta syarat utama membangun peradaban.untuk bersujud). berarti menghimpun. surat al-A’raf : 17. Ia berakhir dengan hadirnya kitab Perjanjian Baru (New Testament). meneliti. maka jadilah ia). suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang membaca dalam keadaan suci. Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi. Kun fa yakun (jadilah engkau wahai Muhammad orang yang dapat membaca. majalah. yang berarti . dll. maka obyek yang dimaksud bersifat umum. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). Membaca : pilar pembangunan peradaban (al-qira’ah ruknu bina-il hadharah) Kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun. perennial). diri sendiri. Suara itu adalah suara dari malaikat. mendalami. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. Bukan sebatas mengeja. Jadi iqra’ bisa bermakna membaca teks dan sesuatu yang tidak tertulis (malhuzh). koran. Membaca alam raya. Oleh karenanya obyek dari perintah membaca (iqra’) disini menjangkau bacaan suci yang bersumber dari Tuhan (ayat tanziliyah) maupun ayat kauniyah.” Hal ini sejalan dengan al-Quran. Baik yang tertulis. bisa dilafalkan (malfuzh) maupun yang tidak tertulis (malhuzh). Apabila Anda merangkai huruf-huruf dan kata lalu mengucapkannya. baik yang diperoleh dengan usaha manusia. Semua peradaban yang berhasil bertahan lama. ‘ilmu kasbi (acquired knowledge) sesuai dengan perintah membaca pada ayat pertama. Sejalan dengan pendapat terakhir diatas. Makna ini menunjukkan bahwa iqra’ (bacalah) tidak mengharuskan adanya teks tertulis (malfuzh) yang dibaca.

H. Pertanyaan itu muncul sebagai wujud respon dari apa yang dilihat..K.H.” (QS as-Sajdah : 9). Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut. Sekalipun manusia tidak diperintah untuk membaca.. Semakin luas pembacaan. diamati..H.P. makin tinggi peradaban dan sebaliknya..J. Anak kecil saja sering mengajukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terpojok. P. Tidak berlebihan pada suatu ketika manusia akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’.K.K..K.P. . Perintah membaca adalah usaha mengaktifkan instrumen pendengaran... . .P... H. dibaca dan yang disaksikan. Ayat alQur’an yang dibaca oleh generasi terdahulu. Demikian pula sebelum menyuruh membaca. Membaca dalam tinjauan al-Qur’an (al-qira’ah fi dhaw’il Qur’an) Membaca pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran fitrah manusia. Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan : K.... K. Jadi ayat diatas dapat dipahami bahwa aktifitas mendengar. “Pada kasus-kasus tertentu. K.H.H. penglihatan dan hati. Jika manusia secara fisik berwujud.J.. penglihatan dan hati.. maka adanya sesuatu itu adalah wajib... dengan sendirinya memiliki bawaan bisa membaca. kegiatan “membaca” alam raya ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam.K...K. “Sesuatu yang menjadikan kewajiban tidak dapat terlaksana.. ... N.J..H. K.. Sungguh.H.J. H. karena ia adalah jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna (yarf’ul insana ila arqaa madarijiha). J..N.H...P. walaupun obyek bacaannya sama..K.. diraba. P.” Untuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhalifahan..K... melihat dan hati adalah kegiatan ruhani..K..bacaan yang sempurna. tetapi ketiga potensi .P. bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama membangun peradaban. Kegiatan membaca ayat al-Qur’an melahirkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada. agar berfungsi secara proporsional dan maksimal.H. Demikian juga.H.. : ..H. terlebih dahulu telah disiapkan sarana-sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah (amr)..H. N.. dan alam raya yang mereka huni adalah sama.K.H.J. H. Beralasan.J. K. suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi yang telah ada seperti ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’.K.) 9( “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh (ciptaan-Nya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran.. penglihatan dan hati. P. Sebelum Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan sesuatu.. Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu. P.. . ―. namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang..H. Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran. perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia..J.H. sarana-prasarana itu sama pentingnya dengan tujuan”..H..H..H.

J.H.J. H. Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir..J.N.. . J.N. P.J... benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. .H.H.P. ..J.J... J..H.P. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya..H.H..P.J.J... H. J.N.K..H... H..H. .” (QS ash-Shaffat :102).. H.J.H..チ. : .H.J. dabbara. ..H. H.J..H.K.³. .J.J..K..59 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. . H. . K. H.H.J.H. J..N... : .K. H..H.N. J. P.J..H. K. .P.H.. fikr.P. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.. .H..K. P.. . J..H. H..H.. ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami Kehendaki...J.K..N.H.K. bukan karena tubuh jasmanimu.J.. H.P.K.K.H.H.J. P.J.P. .P.P. .K.) H. ...チ..H...H. J..J. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.H. J. H.H. : ... .J. insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’. P. J.P.K..H.P.N.H. H.H.H...J...K..J. Perhatikan jiwamu.H..P.65 ( “Maka terangkanlah kepadaku apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya.K..H.K.H..J. Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini. .H.J.H.H. * K. J.H.J.K. ..H.J.J.H. H. J. K.P.J..H. . P.J..J.H.H. 58 .H.K.. .H. H..H.H.H.J..K. K. J.K.J.P.J..H.P.H... . Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar..J.J. .H.K. * ..K..P. H.H.H. maka jadilah kamu heran tercengang. N. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu..H.N.H..P...H.J.J.H. J...H.J.. P.. P.. K.P.H..J..H.) H. K..J. J.K.P.J.J. 102 ( “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim berkata. J.チ.S. . .J.S.J.H.H. ‘Hai bapakku.K.. : .H. P.チ. atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS al-Waqi’ah : 58-59).. H..H..K.J..K.H.K.J.J..J..H.P. J. ‘Hai anakku.. H. J.J.J.P.J.. ..H.H.H. J. H..H..H.H. .H. J.. 63 . K.H.P. P.H.K.H. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?” チ.J.J.K. H. Kamukah yang menciptakannya.H.J.P. Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan.) H..P. H.P.” (QS al-Waqi’ah : 71-73).P.J. H.tersebut tidak diaktifkan maka ia bagaikan bangkai yang berjalan.H.H. .P.H.H..K.P.. H.³. P. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi.P.” (QS al-Waqi’ah : 63-65).J.H.H.N.H.N..H.. P.J. P. J. K..K.J.H...H... Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya.J.H.H.J..N.H..K. K.H..73 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokangosokan kayu)..H.H. K.. J.H.. H.J.S. Maka fikirkanlah pendapatmu!’ Ia menjawab.K.J. ...H. P... Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu membaca dengan redaksi ra-aa. ..チ..H..J.H.. .H. sebab kamu disebut manusia dengan jiwa... J.J.K..K.H..P.P.H.H.H.H. H.K...P.H.... J.H.H.. J.H.H.J.. チ.K....) H.P.H.K.H.. Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu. H..H. P. .J.K.P.J.K.N.H. 71 ..H.J.P..K.P.

J.H.P. ke gunung bagaimana ia ditancapkan.H. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan.H. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan.P.J. .H. Karena hatinya tertutup dari hidayah. H.H. .J.K. : ..H. . Manusia yang enggan mengaktifkan institusi pendengaran..P.J..H. “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah . J.. Amal yang benar merujuk pada kelengkapan referensi yang utuh (ittiba’)..J.H. Mereka itulah orang-orang yang lalai..J.J.K.J.P.H.. H. “Bacalah dan beramallah”.. .H. m.P. Membaca menuntut adanya aksi.. bahkan lebih sesat.H.H.H.J. ―. iradah (daya mau).J.) J. K. J. Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan menjadi saksi yang memberatkan pemiliknya (hujjatun ‘alaihi) kelak di depan Mahkamah Ilahi. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang bisa memuaskan otak pemikir.H. Amal yang tak berdasarkan bacaan (taqlid) adalah salah..H..J. Dalam ilmu hukum seseorang yang melihat bahaya..K.H.H.J.P.H.H.H.. J. kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu (diam). . Membaca tidak sekedar untuk memadati otak sehingga hanya menjadi pengetahuan (daya tahu) yang bersifat teoritis. bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itu sebagai binatang ternak. H.H. S.H..H. K.. mereka mempunyai hati.H.H.H.H.H. .H. Ajakan yang dimulai dengan pendekatan. Kebenaran membaca sangat mempengaruhi keabsahan amal.N. .H.P.P.H. 24 ( “Maka apakah mereka tidak men-tadabburi al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci. . .K.チ... H. H.P.J..H.K. Perintah membaca ini mencakup dengan akal.P.H.K. H..P. Ibnu Mas’ud mengatakan.J. penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak..J.K. memperbaiki akhlak yang keras hati.H.チ.H. Kualitas bacaan berbanding lurus dengan mutu amal. 17 .H. H.J. atau dikatagorikan dengan bid’ah (membuat amal ibadah tanpa contoh sebelumnya).J. P.K.P. : .K.P. Disini korelasi yang menunjukkan makna iqra’ yang menuntut adanya gerakan (aksi).チ.J. H.J..H. J...20 ( “Tidakkah mereka melihat kepada onta bagaimana diciptakan.K..K.) H. emosi dan hati nurani.H. mempertajam perasaan para sufi.. H..H.H.H.J. tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda kekuasaan Allah).P.H.H. J.J.H.P.” (QS Muhammad :24).K. Ibnu Taimiyah mengatakan manusia yang pasif laksana telah mati sebelum meninggal.H..H.H. J.J.H.H.J. H.. .N.. Perintah yang diawali dengan komunikasi dua arah yang efektif melahirkan sikap ketaatan yang tinggi..P.K. : . H... . 179 ( “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia.J. . .³.P.P.” (QS al-A’raf : 179).) .H. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).H.. H.J. J.P. J. sekedar sebagai penonton dan tidak segera beraksi maka ia akan menjadi tertuduh. H. Perbedaan kesimpulan bacaan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal. H. K.J. H.J.P.P.J.” (QS al-Ghasyiyah : 17-20). akan memunculkan militansi. H.K.H.K. menghidupkan rasa keindahan bagi pecinta seni.

H.H. dan jika tidak sanggup juga maka dengan hatinya. .P. Dalam kacamata al-Qur’an.HJ. seorang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah orang yang ‘alim.H.dengan tangannya. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam memberikan gelar orang Islam yang enjoy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan ‘ayaithanun akhrash’ (syetan yang bisu).H.J.H. Coba anda bayangkan.K.P. : .P.K.H.H..P.N.H. J.H.P Kedua.H.J.H..P.J.P.J.” (QS al-Baqarah : 216).H.H.H.J.J.J.H..H. bimbinglah dia.K.P .K.J.H. Fenomena ini terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Haidhir.P.H.J. H. Marilah kita ceritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi Musa tampak ketidakadilan semata-mata.J .) H.J. jika membaca sesuatu hanya dari kacamata lahiriyah saja..K. sedangkan kamu tidak mengetahui. . J.H.J..P . Dari kejauhan kita melihat air.N.H.H.H.H.H.. H.H. setelah didatangi ternyata fatamorgana. Karena pendalamannya terhadap obyek bacaan dangkal.H.P. dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.H.H.s . .P..J.K.H.H..K. ikutilah dia.J. .H.J.K. Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat tajam kualitas bacaan masing-masing. padahal bergerak.H.H.H.J.. Ketiga. Σ.H.P.J.” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu).H.H..J. Blessing in disguis (disana ada berkah terselubung).H. Padahal betapa sering kita memperoleh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit. .J.K.. seorang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu.H.H.P.K..P .J.J.P. Allah mengetahui.K.H.P..P.P. Kita mengira bayangan kita tetap...H.J. . .H. .K.N. . tolaklah dia. seorang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia bodoh kwadrat.H.H.³.H. Itu adalah selemah-lemah iman. ... H.H.J.K.J.J..P. maka seseorang mudah berburuk sangka terhadap Tuhan.H.H.H.P Keempat.N.J...H Pertama.H. J. .H.H.J.J.H.H.K..P.H.PJ..H. P.J..H.P.J. J. 216 ( “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.H.N.H.H.J.J.K. seorang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah orang yang bodoh. maka ia termasuk orang yang lalai.N.H..H.H.H. Imam al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok. .H. Nabi Musa dan gurunya naik .J.J.³.K.J. .H.P. Bukankah kita seringkali tertipu oleh panca indra kita sendiri. Sehingga melahirkan kualitas amal (sikap) yang bertolak belakang pula.H. J.H..P..K. . jika tidak sanggup maka dengan lisannya.J.P...H. Dalam memberikan standar membaca ini.H.H.J.H. tinggalkan dia.J.H.K.K. .J.―.

H.H.³. .J..H.³.N..P. H.―.K. .K.. J.H..J..P.H.P.H.K.. Keduanya berjumpa dengan seorang anak laki-laki yang masih dibawah umur.J. . . seolah-olah Haidhir bisa membaca atas kemurahan Allah (al-Akram) berupa ilham.H..H. J..H. H.. Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama-sama terlibat dalam aktifitas.H. .H.H.H..H.H.P.. ..H.H. K..H.H.P. . J.. Tetapi anak laki-laki itu dibunuh oleh guru nabi Musa.J.H.H. .H. m. beliau lupa akan perjanjian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau mengajukan protes keras..H.. dll). tetapi dilobanginya perahu itu sampai karam.J. Tapi apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu itu? Bukan balas budi. .H. . チ.N. P..J...P. Dan aku hendak merusaknya karena di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil tiap-tiap perahu tanpa ganti rugi.H.H. Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantikan anak itu dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih berbakti.J. H. P.H.J. K.K.J.J. H.H.J.K. P. . K.H. Ini sejalan dengan perintah iqra’ (bacalah) pada ayat pertama surat al-‘Alaq.H.sebuah perahu kepunyaan orang-orang miskin yang konon keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi Musa (Haidhir).H. : .J.H. .H..H.H.H. J. lalu dinding itu diperbaiki oleh guru Nabi Musa dan ditegakkannya kembali. maka kedua orang tuanya adalah orang yang beriman.J.K.H.J. J.K.P.. : . .P.H..H.. ..H. 80 ( “Adapun anak laki-laki itu. H..N.P.H. Lalu kedua orang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir roboh.H.H. .” (QS al-Kahfi : 80).K. P. H.N. apalagi hukuman mati..P.H.K. . H.H.H.J. P. Tidakkah wajar protes Nabi Musa seperti yang disebutkan dalam cerita itu? Kejadian yang ketiga tidak kurang ganjilnya.H..H.H. ..J. P.J.K..H. . . tapi penduduk negeri itu begitu teganya menolak memberikan jamuan.P. K.H. .J..³.P..H..P.H.) .K.H. .H.J..J. . maka kami khawatir bahwa anak itu akan mendorong kedua orang tuanya itu pada kesesatan dan kekufuran.. K....J. 79 ( “Adapun perahu itu.H. tampak oleh beliau ketidakadilan.J.H.P.³.S.H. ³..J..H.H...K. jiwa beliau memberontak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya.H.³. H..H.P.H.H.J.J.N.” (QS alKahfi : 79) Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih menonjol kecerdasan rasionalnya.H. H.H.P. .. .K. maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di lautan itu. .J. Kecerdasan intlektual menghasilkan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh karena usaha manusia. Merusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri – dengan redaksi ayat – fa-aradtu an a’iibaha.J. .H.. J.P.H.³.H.K. .K. . mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit. Lalu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi Musa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar ? Karena peristiwa-peristiwa tadi dibaca Musa hanya dari segi lahiriyah saja.H.K.P.H..H.H... ..H..K. P. menggunakan teori ilmiah.P.H.. .H. .H.P.H. ³.K.H.H.H. .H.J. .H. belum patut mendapat hukuman. Nabi Musa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal.P. J.J..H. .K.) . N.. intuisi (feeling).J. P.J.H.J.J.P..J.H..H. . Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa (kami ingin)..... penelitian eksperimen.

.. P.. Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu secara global (ijmal). H. bahwa anak laki-laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan menjadi anak yang durhaka yang akan menjerumuskan kedua orang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan kekufuran. . dengan redaksi ayat fa araada rabbuka (maka Tuhanmu berkehendak).. H. J. bahwa perahu yang dilobangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas oleh raja yang lalim. J.H. H.. Pada ayat ini Haidhir memiliki kecerdasan yang paling tinggi (kecerdasan supra-rasional). maka keadaan berbalik menjadi 180 derajat.H. penglihatan dan hati. Ya.K.H..³.H.H. tapi tidak melihat.H.) .J.P. sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu cabang ilmu .H.J.K. tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu.H.J. sehingga ia beramal hanya mengikuti dorongan hawa nafsunya. チ. Mengatakan tahu padahal tidak tahu. sedang bapaknya dahulu adalah orang shalih... mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar. mengatakan melihat..H.H. Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah)... .P. K.P. 36 ( “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa..J. semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.H. Karena aktifitas sama’.J. Dari rentetan kejadian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda jauh dengan mutu penglihatan Nabi Musa.. sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dikompromikan... Setelah Nabi Musa dijelaskan rahasia di balik kejadian-kejadian yang semula dirasakan tidak adil..ᅭ H. Kini bukan saja Nabi Musa menganggap kejadian itu seadil-adilnya. maka itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu. H. 82 ( “Adapun dinding itu.. Ilmu dalam perspektif Islam (al-‘ilmu fi miizanil Islam) Ilmu menurut bahasa artinya kejelasan atas sesuatu atau pengetahuan. Demikianlah arti perbuatan-perbuatan yang anda tidak mampu bersabar terhadapnya.H. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai kepada kedewasaan mereka dan mengeluarkan harta simpanan mereka itu sebagai rahmat dari Tuhanmu.J.K.. Islam mengecam seseorang yang berbuat tanpa kelengkapan informasi (ilmu).” (QS al-Kahfi : 82). bahwa dinding itu bukanlah milik orang-orang yang tidak bersedia menjamu mereka. Dan tidaklah aku melakukannya menurut kehendakku sendiri..H.H.K. seakan-akan Haidhir bisa membaca keinginan Tuhan..H. Dengan definisi ini jelaslah perbedaan ilmu dengan tsaqafah... : .K.J. : . Sungguh pendengaran.” (QS al-Isra’ : 36).. bashar.J.H. H. dan dibawahnya ada harta simpanan bagi keduanya. lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak yang lebih suci dan berbakti.J. H. .. ..H. .J.. H. ―.. mengatakan faham tetapi tidak faham.. atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki..P. tetapi didalamnya mengandung kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana.J.. N. dan af-idah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan..K. Setelah dijelaskan semua peristiwa-peristiwa itu bagi Nabi Musa. P...H..K.H.) ³....J.H.チ..J.J.J. . H.N. K.H.H.

P.H..H.H. : .J..H.N. H..H.H. Dengan melihat Kitabullah dan Sunah Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam kita akan menemukan contoh dalam teksnya dengan jelas.J.K.H.H. tingkat perhatian yang tidak dijumpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun..” (QS ar-Ra’du : 43)...J...J. H. : .K.K.J.J.K..P. P.H.J. 28 ( “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.H.H.H.H. H.K. H.J...H..P. H.K. J. P.K.K.H. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian).N. .H.J.H.H.P.. Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui oleh para ulama’.N.J..K. : ..K.H.K. H..) H.J. : . .H... : .K.. P..³.K.H.K.K.. 80 ( .. 9 ( “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9).K.H. . K.H. H.J..H.K..J. Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. K.J..J. 40 ( “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab Allah.N.³.” (QS alMujadalah : 11).J. J.J..P. Ahli ilmu adalah orang yang menjadi saksi atas orang-orang yang berbuat durhaka. Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan.K.P.” (QS Ali Imran : 18). 43 ( “Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu dan antara orang) yang mempunyai ilmu al-Kitab.) H.K.H..H. 11 ( “(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.J. P.P.H.H.. H..” (QS Fathir : 28).H. N. 18 ( “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.P. P..) m.P. baik yang terdahulu maupun yang akan datang.N. Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan dicapai oleh para ulama’.P. ..H. : . H. N.H..H..K.H.H.H.” (QS anNaml : 40).) H.K.K.H. .N.K.J... ..K. J.K.K.H. H. J.H.J. .H. Yang menegakkan keadilan. H. H.H.H. H.. H.K.K..J..) K.N... H.P.H. H..J.H.H.H.J...P..J.H.H. J..H.dari berbagai jenis ilmu lainnya.. J.K.N.H..J..H..K. J..J.J. Orang-orang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada orang-orang mukmin yang tidak berpengetahuan.H.³. : .. Al-Qur’an mensejajarkan antara ikrar dan persaksian orang-orang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat.. K.J.. maka Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya. J.P.K.H. ..) P.H. H. J.J. . .. H.P. .J.N.K. .J.K.J. J.K.H. H.P. Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum. H.J.J..H. .K. J. H.. .H. P..K. K.J.. K.P..J.N.... .P.P.K. K.J.H.H. P.H.J. N.J.H.H. Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan.H. P.H.... J... H.H.H...J.J.J.J.K.P. .H.H..) K.

bahwa Dia menjelaskannya berdasarkan kepada ilmu.P.J.H .H.H.P .H. dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. kecuali orang-orang yang sabar.m . “Maka sesungguhnya akan Kami habarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat).H..: .H.P.m.m “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab suci (al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.K. pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.K .” (QS al-Ankabut : 43).H.H... ) .. . ).H.N.H.: . .. .. Allah menciptakan manusia dan Dia mengajari mereka pandai berbicara.K..N.J.H.H. (43 (52 (7 .J.J.N.“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu. Kecelakaan besarlah bagimu.H.: (4-3 .H.K.H.J.PK.J. Kisah-kisah yang dipaparkan dalam ayat-ayat al-Qur’an juga bersumber kepada ilmu. .J. ..J. ..H).J..H.J . )..P.H..J... Allah menyifati kitab suci-Nya..H.” (QS al-Qashash : 80).K.J.H “Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia.H .” (QS al-A’raf : 52)...H..P.H.H...H .J.H.K..J..H..K.J.H.K.H.s ..P. .J..” (QS al-A’raf : 7).K..H.P.H..H.K.H. dan Kami sekali-kali jauh (dari mereka). .K.K.N.K.K.N.H.N.H.J .H ..m. sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka).H..H..K.H.H. Tiada yang mengetahui hakikat segala sesuatu kecuali para ‘ulama.J.. ..J .N . dan tidak diperoleh pahala itu.: .

dan mengetahui hak dan kewajibannya.H. H.H. H. Ilmu yang diperintahkan dalam Islam bersifat mutlak. dan pertimbangan pribadi.N. H. . 1) Mencela taklid . ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya’. K..J.P..H. “Barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu.K.J.K.H.K.H.J.H.N. J.P.H.H..” (Muttafaq ‘Alaih) 3) Menolak emosi. N.N.” (HR al-Bukhari dan Muslim).K. H. H.K.H.K. J. mewujudkan kemaslahatan bagi mereka. murid..H.J...H. sarana dan prasarana (QS al-‘Alaq : 1-5).J. J.J..” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).” (QS anNajm : 28). Mereka menjawab.³.. mendekatkan mereka kepada kebaikan. .J..J.P.. K. J.H.J.H. H. . J.P.N. 28 ( “Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pengetahuan pun tentang itu. atau menghindarkan mereka dari bahaya..P.H...H.H.H.H.. 2) Menolak persangkaan : .P.J.H.H.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).H. J.. Dia akan memahamkannya dalam urusan agama.J.H. menetapkan prinsip netral dan obyektif .H. Asas-asas pengetahuan ada lima yaitu : guru. N.H.J.N...“Dia (Allah) telah menciptakan manusia. H.H.H.J.K...J..H.J. ..P.P.H. H. Mengajarnya pandai berbicara.K.H.K.K.H.P.H. H.J..N.P. H. 50 ( .) .H. “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. .J.H. “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya.P.) K. ilmu. m. .H. .P. .H..J. Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-bi’ah al-‘ilmiyyah) Islam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai cara.H.. J.J. J.H.) H.H. K. Keutamaan ilmu bertingkat-tingkat sesuai dengan obyek dan bidang bahasannya.J.H. 104 ( “Dan apabila dikatakan kepada mereka.H. ―.P.H.H.³. . : .H. hawa nafsu.. padahal sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. J.P..H. .J.P. H. Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama. “Jauhilah persangkaan karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan.K.P.K..J.N.K. Marilah mengikuti (apa yang diturunkan) Allah dan (marilah mengikuti) Rasul.H. H..K.J.H. Dan (apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka) walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS al-Maidah : 104). J.H..J. J. H. P.H.H. . J.H.N.. .J. H. .H.K..H. maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menuju kebenaran. S. N...H.H. H. dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhannya.H.K.H. N. metode.. menyingkap jalan hidupnya. Banyak pula hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu.K.. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan.” (QS ar-Rahman : 3-4). : .H.K.H..H.³.H.H.H.

H.H.J.H. ..J.N.H. 5) Memerangi buta huruf .H.K. Dia mengajari manusia apa yang tak diketahuinya. : ..H....K. K..) J.K. K. Bacalah.K.H. lalu perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul).N. Mereka pun menghitung sampai 1500.H.) .S.J.H. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.H.J..K. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.H..H.S.. J.H..H.J. H.J..J.H..J.. . P.. J.P. J. H.) m. H. J. H. 10) Memperhatikan pendapat orang-orang banyak dan berilmu : .H.H.K...H.J. J.H.P..J..”(QS al-‘Alaq : 1-5).H. K.. ..J.. bahasa orang-orang Yahudi.. .H. J.H.. J.H..H. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. K.” (QS Ali Imran : 137).. : .J. J.N.P. dan atTirmidzi...N.H..H..H.J.. Maka tidakkah kalian perhatikan.K.H.. P.J..P.H..P. H. berpikir..H.. K..H.J.H.. 7) Menganjurkan penggunaan statistik “Hitunglah untukku berapa orang yang melafadzkan kata-kata Islam. H. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah..K.K.) J. dan perenungan .P. J.K.K.” (HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha). : 185 ( “Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah.J.P... .J.H..H. P. .H. K.K.H. 59 ( .P..K.P..J.J.. .H. ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka).J. .H.J. ..P..H. .J. .H.H. K.K.) H.P.H.K. karena itu berjalanlah kamu di muka bumi. .. H.5 ( “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. 4) Memberikan perhatian kepada pengamatan..“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu). J. H.” (QS adzDzariyat : 21).. 21 ( “Dan (juga) pada dirimu sendiri.” (QS al-A’raf : 185).H..H.. Abu Daud..H.J.. H.H.J.J.P. K. J. .K..P.H.. Romawi. P. . J.. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari.N. m..J.” (QS al-Qashash : 50).H.) 137 ( “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah.J.J.J.H.. ..J. J.” (alHadits).J.H.H.J.. J.H.―.. 9) Mengakui logika eksperimen dalam urusan duniawi (. H. K.H. : ..K. .H.. .P.H.H.H..H.H. 1 . ..H. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 6) Menganjurkan untuk mempelajari berbagai bahasa Sehingga di antara sahabat-sahabat Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi. H.P.J.P.J.H.. H..K. H.J. dan Habsyi.H.P. 8) Menggunakan prinsip perencanaan Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan proyek perencanaan ekonomi dan pertaniannya yang termaktub dalam al-Qur’an merupakan dalil dan bukti yang sangat jelas tentang hal ini..³.J. Rasulullah telahg menyuruh Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Suryani.P.

“Maka tanyakanlah ia pada Dzat Yang Mahatahu.” (QS al-Furqan : 59). : ....) m.J.K.H. P.J.K. H.P.S.H.P. H.H. 14 ( “Dan tidak akan bisa bercerita kepadamu seperti (yang dilakukan) oleh Yang Mahatahu.” (QS Fathir : 14). 11)Mengizinkan untuk mengambil semua ilmu duniawi yang bermanfaat dari sumber manapun meski dari non-Muslim sekali pun (infitahiyah). “Kata hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun dia menemukannya, maka dialah yang paling berhak untuk mengambilnya.” (HR at-Tirmidzi). 12) Melarang dengan keras dan memarangi khurafat, khayalan, sulap, sihir, dan sejenisnya. Bacalah dengan nama Rabb-mu Perintah membaca dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al-‘Alaq diteruskan dengan “bismi rabbik” yang bermakna ‘dengan nama Tuhanmu’. Bi disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan, ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah (penyertaan), berarti “bacalah disertai dengan Nama Tuhanmu!” Bismi rabbik adalah satu ungkapan. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab sejak zaman dahulu hingga kini mengaitkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesan (atsar) yang baik atau katakanlah memberikan “berkat” (tambahan kebaikan material dan immaterial) untuk pekerjaan itu. Juga untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tadi dilakukan semata-mata demi ‘dia’ yang disebut namanya itu. Kebiasaan orang-orang Arab, ketua parlemen membuka sidang-sidang resmi dengan mengucapkan “bismillah wa bismi asy-sya’b” (atas nama Allah dan atas nama rakyat). Demikian pula anak lahir diberi nama tokoh tertentu, agar anak kelak memiliki harapan dan mencontoh sifat-sifat terpuji dari tokoh itu. Mengaitkan pekerjaan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena-Nya. Agar amalnya menghasilkan keabadian. Tanpa ketulusan semua amal akan punah. : .......) .³.J.P.J.H. ³..H.H. P..H.J.H.H.H. m.H.H. J.K. .J.P.K.H. .H. H..K. .H.J.K.H.H. 23 ( “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS al-Furqan : 23). ..N... P.H.J.H. .H. .N.H.H. ³..H.P. P.H.J.H.H. P.H.N... .N.H.H. H.K..H.J..H. N.H.J.. P.. P.K.J.H. H.K.H.H. : .....) K.J.H.J. K.. P.P.J.H.H. 17 ( “Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (QS ar-Ra’du : 17). Menyertakan pekerjaan dengan nama Allah akan berbekas sepanjang zaman. Sebagaimana manusia yang dididik oleh Rasulullah dengan nama Allah, metode Allah, dan karena Allah melahirkan proses pertumbuhan yang menjengkalkan hati orang-orang kafir. .³. N.P. J. P..H.H. J. P.H.J.H. H..H.H.P. K..N.P.J.. .H.H. P..N.K.H. P. H.H. H.J.K.N..H. K..

P.J.P.H. ..N.H.P. .J.P.―... K.H.H. J.K. J.K.K.J.P.P. K.. J.P..H.J.K. .³..H.J.K.H. K.. H.K. ³.J.H. H.J.P.H.J.H. .³.N.P. K.J.K.J.K.J. K.. J.P.P.H.H.H. K..H.J.N... K.. J.P.P.H.H. H.K.H. ............ チ......... チ....... ........ ........ .....チ.... チ..... .......... ......... チ.....チ. ......チ. ..... .......... : .....) 29 ( “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS al-Fath : 29). Menurut Abdul Halim Mahmud (mantan Syaikh Al Azhar) dalam bukunya, AlQur’an fi Syahri al-Quran mengatakan : Dengan kalimat iqra bismi rabbik, al-Qur’an tidak sekedar memerintahkan membaca, tetapi ‘membaca’ adalah simbol dari segala yang dilakukan manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu”, “bergeraklah demi Tuhanmu”, “bekerjalah demi Tuhanmu”. Demikian pula, apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan aktifitas, maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika. Ayat tersebut akhirnya berarti “Jadikanlah seluruh kehidupanmu (duduk, berdiri dan berbaring), wujudmu, dalam cara dan tujuanmu, demi Allah”. Pada surat al-‘Alaq ini Allah memperkenalkan perbuatan-Nya dengan redaksi ‘rabb’. Padahal Allah memiliki sifat yang berkaitan dengan Dzat-Nya dan perbuatan-Nya (fi’il). Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan-Nya terlebih dahulu. Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan zat yang tidak berbekas – secara langsung – pada makhluk-makhluk-Nya. Ia tidak bisa ditularkan dan diberikan. Dengan sifat Tuhan yang berbentuk perbuatan (fi’li), seperti ‘rabb’, maka perintah membaca disini dengan nama Tuhan yang bersifat mendidik, memelihara, mengembangkan, meningkatkan dan memperbaiki makhluk-Nya, memberikan jejak secara otomatis untuk diikuti. Dan, Rabb yang menciptakan (al-Khaliq), mendidik, merawat, mengembangkan, meningkatkan, memperbaiki makhluk-Nya, wajar jika Dia yang berhak memilikinya (al-Malik). Fenomena rububiyyatullah, khalqiyyatullah dan mulkiyyatullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. df u.... ..... (MENGENAL RABB) ᅭ ........ ...... (FAKTA SEJARAH) ᅭ ...... ......

(FAKTA FIRTRAH) ᅭ .... ...... .ᅭ (FAKTA INDRAWI) ᅭ ...... ...... (FAKTA LOGIKA) ...... ...... (FAKTA SEJARAH) BAB II ... ......£ MENGENAL “RABB” Dalam al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa manusia itu ateis (mulhid). Karena keberadaan Tuhan begitu jelas, tidak perlu dibuktikan. Berikut dijelaskan hujjah eksistensi Tuhan. Fakta sejarah (ad-dalil at-tarikhi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia mempercayai kekuatan di balik alam ini (Tuhan). Hanya saja ungkapan wujud Tuhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia. Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan) : bintang adalah tuhan (dewa), Venus adalah Dewa Kecantikan, Mars adalah Dewa Peperangan, Minerva adalah Dewa Kekayaan, sedangkan Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari. Orang-orang Hindu mempunyai banyak dewa, yang diyakini sebagai tuhantuhan. Keyakinan itu tercermin antara lain dalam Hikayat Mahabarata. Masyarakat Mesir, tidak terkecuali. Mereka meyakini adanya Dewa Isis, Dewi Osiris, dan yang tertinggi Ra’. Masyarakat Persia pun demikian, mereka percaya bahwa ada Tuhan Gelap dan Tuhan Terang. Para ahli filsafat setelah menerawang, berfikir, merenung, membanding, mengukur, menjangka, pendeknya memfilosofi, sampailah ia di ujung perjalanan. Yakinlah ada sesuatu Yang Maha Mutlak, Dialah ‘puncak ideal’ (kata Plato). Dialah ‘Tao’, yang tak dapat diberi nama (kata Lao Tze). Maka insaflah kelemahan dirinya. Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab, walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi mereka menjawab, “Allah”. Tetapi dalam waktu yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala al-Lata, al-Uzza, dan Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping ratusan berhala lainnya. Definisi Allah bagi kaum jahiliyah berbeda dengan Allah menurut al-Qur’an. Al-Qur’an datang untuk meluruskan keyakinan itu, dengan membawa ajaran tauhid. Berbicara tentang Allah versi Allah saja terulang sebanyak 2697 kali. Fakta fitrah (ad-dalil al-fithri) Jangankan al-Qur’an, Kitab Taurat dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menjelaskan wujud Tuhan. Karena keberadaan-Nya sedemikian jelas dan terasa. Sehingga tidak perlu dijelaskan. Kehadiran Tuhan merupakan bawaan (fithrah) manusia sejak asal kejadiannya. .. K.J.H.K. H.J.K.J.H. H. .H.J.H.H. H..N... H.H.H. J.K.N.. K.. H.H.J.K. .³.J.K.H. K.J.S..K. H.H.J.H. J.K.H.H.

Dan betapa Maha Kuasa dan Perkasa Dia Yang Maha Agung itu.P.J.J.H.) . J. H. (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu.H.K. Sekalipun seringkali – karena kesibukan dan dosa-dosa – ia terabaikan dan tertutup..” (QS ar-Rum : 30).J. bahkan menolak kehadiran-Nya. H.H. Setiap orang dengan berbagai kedudukannya memiliki fithrah itu..H. P. J..K... Fir’aun. Memang ada saat-saat dalam hidup ini – singkat atau panjang – dimana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya (QS al-Jatsiyah : 24). J.H. ar-Ra’d : 28).K.) H.P. keraguan itu akan beralih menjadi kegelisahan. Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir’aun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari jasadnya. Apabila kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup.S.K..H.S. 30 ( “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah).” (QS Al-A’raf: 172). Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan.H.H.. J. terdengarlah suara dhamir (hati).K. J. P. Tiada tempat bergantung.J. Tiada perubahan pada fithrah Allah. H. dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman). sementara mengingkari Tuhan bersifat temporal.H.K.. kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa. Al-Qur’an menjelaskan sikap Fir’aun yang ketika itu kembali ke fithrah.K. Suara itu adalah suara hati nurani.J. N. J. Ini dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Namrud (QS al.J.H. P.K.K. tiada pula kuasa untuk menolak madharrat.H.H. termenung seorang diri. H. Akan tetapi. mengajak kita berdialog untuk mengajak menyatu dengan totalitas wujud Yang Maha Mutlak. menitipkan harapan.H.H.H.H.K. Jadi kebutuhan ber-Tuhan permanen.J.J. J. maka hilanglah semua unsur-unsur ketergantungan lain kecuali kepada Allah. kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung (laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhim).H.N. J.P.Baqarah :258)..N.H.J.H.. Beralasan. H.H.H. J.J.K. K. H.H. .. “Siapa tuhan semesta alam itu?” (QS asy-Syu’ara’ : 23).. P. J.―.H..H..H. H..H..H.H. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab. H. khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah (QS Yunus : 22).P.K.H.H.N.P.H.P. Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram.. Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi. N.K. Fithrah yang terbawa sejak kelahirannya.J. (Itulah) agama yang lurus.H. P..H. J. tetapi terlambat.: .S. . Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya.K. H.J.. J.H.K.K.H..H. .P. .J.H. H.H.J. kami menyaksikan’.H. .. ketika berhadapan dengan Musa ‘alaihis salam bertanya. tempat mengabdi kecuali Allah.N.S..H.H. tiada pula rasa sedih yang akan mencekam (QS Fushshilat : 30..H.J. Tiada daya untuk mendatangkan manfaat.K. P. : .H.H. . jika dikatakan bahwa mereka yang tak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang keras kepala. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.P.K.K. 172 ( “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka.H. N.H.P. H. ‘Betul (Engkau tuhan kami). .J.P.H..H.

sehingga Tuhan berfirman sebagai jawaban permohonanya.H.H.H. K. P.J. Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. H.. P. sesuatu yang dilihat terlalu kecil apalagi dalam kegelapan.H. P.. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).J.P..J. K. .P. Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari.J.H. Fakta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian orang menuntut bukti wujud Tuhan dengan pembuktian material. K. P.H.. H.J.J. .H.H.P.P.H. .J.H.J.J. karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat.H..H. Pertama.J. Kejadian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihatNya – paling tidak – dalam kehidupan di dunia ini.K. H. dengan mudah ia dapat melihat. bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan..H.) H.P.J. K.H.H. . Agaknya kenyataan seharihari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya.P. 90 .P. dan aku orang yang pertama (dari kelompok) yang beriman’. J. Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat saja.: ..H.H..―. : H..H.J. 143 ( “Engkau sekali-kali tidak dapat melihat-Ku.. P. Zi’lib al-Yamani.H. H. P.K.J.N.” (QS al-A’raf : 143). ..H.H.H. Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan seseorang.H.J.H.H.P..” (QS Yunus : 90-91).K. P. niscaya kamu dapat melihatKu.. jika ia tetap di tempatnya (seperti keadaannya semula).H.K. P.J.P.91 ( “Hingga saat Fir’aun telah hampir tenggelam. P.N..J..H. Nabi Musa ‘alaihis salam suatu ketika pernah bermohon agar Tuhan menampakkan diri-Nya kepadanya.J.H. “Apakah anda pernah melihat Tuhan?” Beliau menjawab.K... K.K.K.J.N.H.K. P.P. : H.H.J... Maka setelah Musa sadar kembali.H.N.H. H.K. J.H.³.J..H.J..H.P.P.K. H.J.P. “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?” Ditanyakan lagi.H..H. : H.K. Kedua.H.H.P.H. .H. Tetapi lihatlah ke bukit itu.J.K.H. H.H. J. H.K.H..H..K.H.H. H. H. dia berkata.H. P. H.H.H.·.H. H.J. kejadian tersebut menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.H.J. . ‘Mahasuci Engkau. . K. ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.H.H. . Mereka ingin segera melihat-Nya secara langsung. ..K..H. Ada beberapa faktor yang menjadikan makhluk tak bisa melihat sesuatu. H. H. .H..J.P. berkatalah dia. H. Namun bukan berarti pasir tidak ada. J..) H. J. .H... Tetapi bila malam tiba.J.J.K.. H. sesuatu itu sangat terang.K.J. aku bertobat kepada-Mu.H. hanya dengan merasakan atau melihat bekas-bekasnya? Bukankah kita mengakui adanya “nyawa” bukan saja tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya.H. Tatkala Tuhannya tampak bagi gunung itu. N.H.K.H. Bukankah kita mengakui adanya angin.H.J. : H. J.K.H. H.J.H. Ditanyakan.H.H.H.H.J.J. H. J..K. Kalau demikian wajar jika mata kepalanya Tuhan Pencipta matahari.H. Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang sahabatnya. N..J.K.H.J.P..N..K. : .H.H.H.H. .P.H.H.H.J.K. K.K.H.K.H.K.P.

Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil..H.) H..K. Karena jika masingmasing pencipta menghendaki sesuatu yang tidak disetujui olah yang lain..H. . H. P..“Bagaimana anda melihatnya?” Imam Ali menjawab. “Dia tak dapat dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat. karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum..K.H. maka kalau keduanya berkuasa. Bandingkan dengan seorang budak lain yang hanya milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami dan kontradiksi. H. Bukankan mata kita sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai.H.K.P.H.H.H.H. ³.H.H.. bayangan kita lihat tetap. Seandainya ada dua pencipta. Alangkah bingungnya dia.. Majikan yang satu memerintahkan satu hal. Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut.J.J. P. . ³.. Binatang yang besar terlihat kecil dari kejauhan.H.H.. . 29 ( “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai mereka).P. Begitulah seterusnya. maka pastilah keduanya binasa. Kalau salah satu mengalahkan yang lain. Fenomena keteraturan. keinginan.H.H...H.J. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat kepada sekian banyak orang yang memilikinya.H. J.. dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang raja. ide – dalam arti dia kosong sama sekali dari keyakinan tertentu – dan keadaan demikian mencabut dari hakikat kemanusiaannya. maka yang kalah bukan Tuhan. tetapi pemilik-pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya..K. Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah..H.J. pasti dalam hidupnya dilandasi oleh keyakinan tertentu atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu.. moral.H...K. K. Fakta logika (ad-dalil al-‘aqli) Banyak ayat-ayat yang menjelaskan argumen logika tentang keesaan Tuhan.K P. ketetapan. ³ .J. H.J.. tapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan”. sehingga keduanya bukan Tuhan. belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau mengintruksikan hal yang berbeda.H.チ.K. m. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.H.P. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan..H.K. yakni bahwa manusia ingin hidup bebas.H.H. sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya.H. . ternyata fatamorgana.J.H.” (QS az-Zumar : 29)..H.J.K. N. P. Dari kejauhan kita melihat air. Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia.H. J.P. Dan apabila keduanya bersepakat.³.. H. : . bertentangan dengan kemanusiaannya.P. di alam raya ini adalah bukti keesaan Tuhan.J.H..” (QS al-Anbiya : 22).P. maka akan kacau ciptaannya. Orang yang liberal. itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka. padahal bergerak. petunjuk. tujuan. ciptaan pun akan kacau atau tidak akan terwujud. Mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata. K.P.H. J.) .H.H.. . J. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu. rezeki. Manusia harus .. ³ : . kasih sayang..H.チ.

. J.K. J. J.K. sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya melebihi AlQur’an. karena memiliki banyak keyakinan yang kontradiktif.K.H.J.P. namun semuanya mengandung kebenaran. ―.J. terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya.H. ³.H.K.. musim. Berikut rangkaian pertanyaan yang menunjukkan akan kebutuh-an asasi itu : “Siapa yang menjamin bila Anda melontar ke depan.P..J. diperhalus ucapannya.J.H.H.³.H.³. J.H.J.J. S. K.H.S. Tiada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya . dimana tempat yang terlarang atau boleh. Wajar. budak (seseorang yang dimiliki oleh pihak lain). Orang yang semacam ini didominasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit kejiwaan kepribadian terbelah (split personality). Tiada bacaan yang dipelajari sedemikian serius.K.K. mana yang dipendekkan.K.J. K. J.H. .H.K.H.H.K. maka batu itu tidak mengarah ke belakang? Apa yang menjamin bahwa air selalu mencari tempat yang rendah? Siapa yang menjamin bahwa sekali waktu api itu tak membakar?” Fakta tekstual (ad-dalil an-naqli) Al-Qur’an secara harfiyah bermakna “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang tepat.H. baik dari segi masa.P. kandungannya yang tersurat. J.H. ..S.. berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka.K.P.K. m.J.H. dan saat turunnya. Tiada bacaan yang diatur tatacara membacanya.menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu (ide yang ada dalam hatinya).H. bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya. K. .J.H.K. jika al-Qur’an pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti rajulan.N.K.K.J. remaja dan anak-anak melebihi Al-Qur’an.. Senandung Al-Qur’an “Kalamun” berikut yang dibaca para ulama’ usai ta’lim atau tadarrus Al-Qur’an secara bersamasama.K. (Allah dalam Kehidupan Manusia. Al-Qur’an adalah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. .K. .H.K. K. J. J. m. S.H. tetapi ayat demi ayat.H.J. dan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa.H.J.J.P.H. J.J.H.J.J. Akidah tauhid adalah kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh kepastian hidup.H.H. bacaan sempurna lagi mulia itu.J. J .H. H.H.H. karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al Karim.P.K.K.H.H..N. H.H.P.J.H.. K.H. yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya.H.H.H. P. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu.H. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku. Tiada bacaan yang memiliki perhatian sedemikian rupa.H. . m. K. S.K.K. sampai kepada etika membacanya.H. J.P.H.P. J..H. . . atau harus memulai dan berhenti.K. . J.H.J.K.J.H. melebihi Al-Qur’an. Keadaan ruwet yang dilukiskan oleh ayat diatas. bahkan diatur lagu dan iramanya. dari generasi demi generasi.K. H. dipanjangkan. bukan saja sejarahnya secara umum. dipertebal. K.K. karya Murtadha Muthahhari). S.K.

. MAKHLUK SOSIAL .H.J.J.J. tentramkan rasa takutku di dalam kubur. ilmu.K..J..K..J.... berikanlah kepadaku kenikmatan (kegembiraan) karena rahasia (misteri) huruf-hurufnya.J. K..H. nurani.. SPERMA & OVUM .. DINAMIS .K.... dengannya..P.... H.K..³. Ya Rabbi.K.H. 88 ( “Katakanlah. Terangilah dengan Al-Qur’an pendengaran. : ..H....” Adakah bacaan ciptaan makhluk yang seagung itu? Al-Qur’an menantang : . J.H..H...J.J. .P.P. dan hikmah...H. Anugerahkan kepadaku dengannya keterbukaan hati. mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya.. .. dan niat.. J.. .H.J.. SEGUMPAL DARAH ..H. H.ᅭ . PERIODIK ..H. Dan. P.” (QS al-Isra’ : 88)..J.ᅭ ... J. Dia suci (unggul atau tidak mungkin terdiri) dari segala ucapan.H. perbuatan...P..... J.K.K. MELEKAT . K. .H..H..J.K.H.... K.. .H..H. “Suatu firman yang qadim yang tidak ada bosan mendengarnya (yakni Kitab Suci Al-Qur’an)...K. K.P. ya Rabbi. Cahayanya merupakan petunjuk bagiku dalam gulita dan gulana hati.H. MENGENAL MANUSIA .) .H. Dengan Al-Qur’an kami minta kesembuhan dari segala penyakit. JINAK . ―. Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini.. BERGANTUN . ...J. dan ucapakanku..K.H. .H.. walaupun mereka bekerja sama.. m.J.K.J. Masihkah kita meragukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia? df .. ..J...J.. LUPA ... . H...P.. .

.P... ..P.. K. J.P...J. H.) m... .J.K.H..P.J.H.P. ³.” (QS at-Tiin : 4).. . H.. senang dan harmonis).J..H.H.H. . Makhluk Berbentuk Lain BAB III .H.K. ³.J.K.J.H.H. K.H.H. ..H. H.H.ᅭ .H.H.H. H.H.J.J.K..P. Ayat kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut.H.H.H.H..J..H.K..K.H. m.H. kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika...J.. tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110).. .H. memperkenalkan jatidirinya. .³..J. .H.. Atau terambil dari akar katanya “naus” yaitu pergerakan atau dinamika.J. MENGENAL MANUSIA Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya “khalaqal insana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah).H.. ..H.J..H.14 ( . Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia.H. bahkan seluruh totalitas manusia..ᅭ . DAGING TAK . tetapi juga kepada kesadaran batin dan intuisinya... m. . m.K. .J.H... P..J.H. Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan manusia.H.. m. ..H. 4 ( “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya.J...J.J. kemudian diperkuat oleh ayat yang lain berikut.H. Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu al-Khaliq (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah.H.J..H. . .) H. Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya..K. P.H.³..J.H. lupa.. jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain. antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya.H. J.. DAGING ... P.J.....J.P.H..K...H..J... N.H. ...H.K. .H..H.H. makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang.―.. Kata “al-insan” yang berarti manusia terambil dari akar kata “uns” (jinak.. : ..H..H.H. Al-Qur’an mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah. Tetapi pada ayat berikut mencakup fisik dan psikis.H.H. J. Makna-makna diatas memberikan gambaran tentang potensi yang dimilikinya.J..J.J. DAGING . H. P.J.. K. . 12 ..H.H. TULANG .H.K.H.H. H.J.H..H.H.H. atau ia terambil dari akar kata “nis-yun” yang berarti lupa. N.. : . . ³..H. J.J.H...

..P. Kemudian saripati itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim).. berdempet serta masuk ke dinding rahim. ruh). melekat. (4) ‘izham (tulang).H . Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang berbolakbalik. Yang menarik. Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang.“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. .P.J .H. dalam Al-Qur’an. Akan tetapi.H (39-36 ..H ... Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik.P. .PH.m . Melalui ikatan ini.J. Allah selalu menyebut zygot yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq... kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah. zygot bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya.J .l .³.P.” (QS al-Mu’minun :12-14). ).. Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan sifatnya.H.p . Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging.s .Ϊ . (3) mudhghah (segumpal daging). (5) lahm (daging)..H.P. Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) nuthfah (pertemuan sperma dan ovum). Kata ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel. terbentuklah bahan dasar calon bayi.³.J. Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah.H..H.. sebaik-baik Pencipta. yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat alHajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak sempurna). yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai zygot.. zygot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa.H.H. akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ (mudhghah).P.: . Sel tunggal ini...H.J.. (2) ‘alaqah..K.H.K.J . Zygot melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka. . Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan) Ketika spermatozoa laki-laki menyatu dengan ovum (sel telur) perempuan.J . Mahasucilah Allah.H.J.H .H.K.

mani itu menjadi ‘alaqah.H.H.H.m . Omong kosong sajalah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan.J.H..P. Disamping itu.. Informasi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya. lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya.i .H.J. makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.H. Makna Arab untuk kata ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’.N. al-Mu’minun : 12-14. al-Infithar : 6-8). lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.” (QS al-Qiyamah : 36-39).H.. Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik (ad-diinu al-mua’amalah).H..K..J “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian. zygot itu mulai tumbuh.P.m. .H.H.H. seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”..H.J. Kata ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia. Sementara itu.l . rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot. Al insanu makhlukun madaniyyun (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain).H.P.K .H.N.J.. .H..H.J.P. Kata ini secara harfiah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah. . mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya.m. .m .. Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zygot yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ.PJ. . Kesan yang dimunculkan Kesan ayat “khalaqal insana min ‘alaq” tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk social. Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai akhir perjalanan hidupnya.H. kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).J.: (21-20 “Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina.H.m. Fakta ini terungkap dalam Al-Qur’an..J. Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim..J. Corak terpenting cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar.” (QS al-Mursalat : 20-21.H. Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zygot.H. )..N..H.H.H.J. .H.J. Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak . kata sosilolog muslim Ibnu Khaldun.H..K.K.

P. (19 .. ). .H.J.. mereka itulah orangorang yang fasiq. maka yang pertama kali dia beri ucapan terima kasih adalah pemandu itu.P. Teori ini dikenal dengan sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi ledakan..K . Al-Qur’an memberikan pesan penting ini. demikian jugalah benda-benda angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas. .. dunianya.. lingkungan dan Sang Khaliq.P. alam semesta dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan.” (QS al-Hasyr : 19).H.J.J.J.P. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya.yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya.H..H.: ...JH .J..J. df BAB IV . MENGENAL ALAM Asal kejadian alam raya (ashlu nasy’atil kauni) Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20.N. pola pikir (tashawwur) manusia menuju pengenalan diri.H P.H. Ada bukti kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat.. .H..K.H “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan.H.H .H. Dalam hal ini mari kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an yang relevan dengan teori diatas. Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya.J. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan. tiba-tiba datang seorang pemandu.. . kemudian tersesat. Pengenalan (ma’rifat) tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar..P.K...P.H.H..P..P. Manusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya. Ini pula yang membuka pintu pikiran (wijhah) dan mata batinnya (bashirah). dan bukti yang signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit. orientasi (ittijah).H. bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq).. ternyata alam semesta ini ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada.H .J. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang digelembungkan. . Ketika seseorang berjalan menelusuri padang sahara.J. dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini. maka Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.P. . Untuk memahaminya dengan lebih baik.

P. H..H. H. P. Kini.K. . P..H.” (QS adz-Dzariyaat : 47). hal. kita lihat bahwa bintik yang disebut ‘telur kosmik’ itu mengandung semua bahan alam semesta. bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun.K.. .. . K.P.. telur kosmik ini meledak..K. S.H.P.H..H. N.N.H.. H. Sungguh.H.J.8 ( “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). .S.” (QS ar-Rahman : 7-8). .H..H.H..K.N. Pada ayat lain tentang langit.H..K. Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing-masing.J.H... juz II.P..P..J.N.H.H.J.. Maksudnya..) K. yakni : (1) gila.J.H.H. .. 59).. Maksudnya ayat ini.. K.J. “Istri boleh dikembalikan (diceraikan) karena 5 hal. S. K.H.H. : .N.H..H.P.K.H. : m. H. terkandung dalam bintik ini dalam keadaan ‘ratq’. sehingga menghambat jalinan keharmonisan keluarga. jika ternyata calon istri kita ‘rataq’ boleh dibatalkan karena fungsi bilogisnya tertutup oleh tulang.J. ..H.. alangkah sombongnya kita.....J..H..H. m. Pernyataan “pisahkan” adalah kata kerja “fatq” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan ratq.H. kemudian Kami pisahkan antara keduanya. K. kita di bagian alam yang kecil ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah.J.H.J... kata asal ratq yang diterjemahkan ‘terpadu’ dalam ayat ini berarti “sesuatu yang tertutup.J.H.. .P..H.P.H.H. mari kita melihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan ‘ratq’ lalu keduanya diartikan ‘dipisahkan’ dalam kata kerja ‘fatq’.P.K. dari air.. bila kita mengingat peristiwa pertama Ledakan Dahsyat.J.H.) H. . . padat.P.P. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.” (Kifaayatul Akhyaar.J..H.J. Dan.H...J. . Yang terang alam semesta berjalan menurut aturan yang pasti.J.) H..H..J.J.H.H..K.. langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.J.. .H.H.. .H.H.. Yang menarik temuan-temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke-20.H.K.H.H. ..H.H.. K.N. (3) berpenyakit sopak.H. kemudian semua zat menjadi ‘fatq’.H..K.H.H.. H... K.H. m..J. dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas.J... 47 ( “Dan. (4) alat kelamin tertutup tulang. bergabung menjadi satu dalam massa yang berat”.H. m.J.J.H.H.H. Kami menjadikan segala sesutatu yang hidup.J.P. 104 ( “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran ..H..H. Ϊ.J.J.H.H.H.K.H.K. H.K. H.) H.K. Allah berfirman : .H.H.H. K.H.N..: .J.K. : ...H.³. K. penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata kerja ini..H.H.H.. . apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu.. .J.K.J.H. ―. Sedangkan.K..H.J. yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. Maka.J.H.J.” (QS al-Anbiya’ : 30). Menurut kamus-kamus Arab..P. mengapakah mereka tiada yang beriman.P..J.J.H. H.J.P. (2) berpenyakit kusta. kedap.N..H.H...H. N.P. H..J. J.J. 30 ( “Dan.K. 7 . H.. Sebagai misal. . : .H. .H..J. N.H. Menurut terminologi fiqh Islam. Sesudah itu. . H.N.H. Segala sesuatu...P.N.J. dan (5) alat kelamin tersumbat daging.H.

.H.. matahari beredar di tempat peredarannya.H. beliau datang menemui mereka.J. . .J.K..H.J.N. . K.K.H. : .H.H..H.H.H.K.H. Ketika tiba waktu yang disepakati.P.P. K.P..K.K. P.J.J.J.K.H.H. J.KH. lalu dibakar dengannya dahi mereka. . H. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.J. Tetapi aku tertahan lama di pinggir sungai Tigris.H.J. Imam Abu Hanifah terlambat.P.kertas.J.K. : .H. khusus untuk berdebat dengannya.P. maka akan mendatangkan bencana. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. J. N. . Beberapa saat kemudian.K.) K.H. K.N.J.H.H..P. J. menyeberangi sungai. H. J.H.H.K. Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.J.P. Σ. setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya.H. Mereka menyalahkan Imam Abu Hanifah karena keterlambatannya.J. Jika kita salah dalam mengelola alam raya ini.H...J.K.J.J.P..J.K. Ϊ.H.J. tentang Tuhan. lalu masing-masing papan itu bergabung menjadi satu.P.J. sehingga jadi sebuah perahu indah di hadapanku.H. K.” (QS al-Anbiya’ : 104). .P. J..P. aku melihat beberapa potong papan yang datang sendiri. 35 ( “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam. J. K. P. Dan kini. H.P.H.H. .H.H..P. .H.J.K.J.P. Sebagaimana Kami telah memulai pertama begitulah Kami akan mengulanginya. K. J.J. H.J.P.J.H. Ketika aku telah putus asa.H.H.H.P.P. Maka.K. 38 ( “Dan. jika kalian tidak percaya bahwa . K. H.H. “Apakah engkau hendak memperolok-olokkan kami? Apakah mungkin papan papan itu datang sendiri menjadi perahu?” Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.” Orang-orang zindiq berkata kepada Imam Abu Hanifah.J.K.³.H.P.H. J... . H.J. P.) .H.H.P.P.H. bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. J..K.P..H.J. H.H. .P..J.J..P. H.” (QS Yasin : 38).H.H.P.K J.P.J.H.P. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui...H.H. Aku lalu menaiki perahu itu. J..P.H. 180 ( “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka.K. .J. .N.H.H. Namun. “Inilah yang membuat kalian berkumpul untuk berdebat denganku..K.H.H... mencari pemilik perahu yang akan membawa menyeberangi sungai.H. sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. P.J.H. sambil meminta maaf.J. .H..K.H.H. : .H.J.H.H. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.H. H.J.P.H.P.” (QS Ali Imran : 180). K.H..” (QS atTaubah : 35).. “Aku telah datang menemui kalian pada waktu yang telah ditentukan.J.H.P.. aku sudah berada di hadapan kalian.H. H.. ..K.J. . dan bermaksud pulang.. H.H. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.H.N.P.) H.J.N. aku tidak menemukannya. Sunnatullah pada alam (qadha’ takwini fil kauni) Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum zindiq meminta waktu kepada Abu Hanifah.K. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.J..

perahu bisa membuat dirinya sendiri. maka sesungguhnya jutaan meteor yang terbakar setiap hari di luar angkasa. yang bisa menghanyutkan gunung-gunung. Tentu saja kehidupan ini takkan pernah ada. setiap tumbuhan di bumi akan membeku. niscaya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi oleh kebusukan dan penderitaan. akan mengenai seluruh bagian kulit bumi. dan musim dingin yang berkepanjangan di wilayah lain. . c) Seandainya matahari kita memberikan setengah dari cahaya panasnya sekarang ini. niscaya matahari musim panas akan membakar tumbuhtumbuhan kita di siang hari. tanpa Sang Pencipta Yang Agung?” Kaum zindiq terpojok. a) Seandainya lapisan bumi ini tebal.000 mil dari bumi. e) Seandainya malam kita sepuluh kali lebih panjang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui. atau orang yang keras kepala. Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan. yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya. niscaya tubuh kita akan membeku. tetapi ia justru menolaknya. Sedangkan di malam hari. Dan. bagaimana mungkin kalian ingin aku percaya bahwa alam yang sempurna dan menakjubkan ini telah mengalami peristiwa-peristiwa perubahannya dengan sendirinya. serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar. Akhirnya mereka menyatakan ke-Islaman di hadapan Imam Abu Hanifah. tentu akan terjadi musim panas yang berkepanjangan di suatu wilayah. sejak percikan api pertama. maka setiap benda yang bisa terbakar akan menjadi daerah nyala api. Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial. berjarak 20. niscaya takkan ada garam dan selanjutnya takkan ada kehidupan. h) Seandainya tidak ada hukum daya tarik (gravitasi). hanyalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang bodoh. niscaya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi oleh air yang sangat deras setiap harinya. Seandainya cahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang. niscaya kita akan menjadi abu. Berikut contoh-contoh detail sistem alam yang meruntuhkan teori kebetulan. d) Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini. diteliti dan diatur secara kebetulan atau serampangan. Teori kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan valid. niscaya ia akan menghisap oksigen dan karbondioksida. g) Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis. dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi. maka dari mana akan bertemu dan kawinnya atom dan partikel-partikelnya? i) Seandainya poros bumi konstan. f) Seandainya jumlah oksigen di udara mencapai 50% atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas normal (21%) yang tersedia. Mereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasional itu. seandainya tidak terjadi persenyawaan kalori dengan yodium. b) Seandainya atmosfir lebih rendah daripada yang sekarang ini.

.. . .. . ...... . Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya. Wahai Tuhan kami............ PEMBATAL-PEMBATAL SYAHADAT .. .... tiadalah Engkau menciptakan alam raya ini dengan sia-sia.. df ..........ᅭ ... ...... Maha Suci Engkau.. niscaya tidak ada seorang pun yang hidup.... ... KEIKHLASAN YANG MENIADAKAN SYIRIK .. MENYEKUTUKAN ALLAH .ᅭ . JAHIL AKAN MAKNA SYAHADAT ... YAKIN YANG MENIADAKAN KERAGUAN ᅭ ....... tidak akan ada kehidupan........... ..... ..... . .... .......... . PENERIMAAN YANG MENIADAKAN PENOLAKAN ...... KECINTAAN YANG MENIADAKAN KEBENCIAN ... . ..................j) Seandainya bumi seperti bintang Mercuri yang tak beredar kecuali menuju satu arah.... ..... teori kebetulan tentang alam ini tertolak dengan sendirinya...... Allah Yang Maha Pencipta... Dengan demikian. ............ karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang. ...... ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN ᅭ .. KEJUJURAN YANG MENIADAKAN KEDUSTAAN ... .......... .... maka jauhkanlah kami dari siksa neraka . SYARAT DITERIMANYA SYAHADAT .. .. MERAGUKAN SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN MAKNANYA .. NIFAQ (KEIMANAN YANG DUSTA) .. Demikianlah. yaitu matahari... ᅭ .. KETUNDUKAN YANG MENIADAKAN KEENGGANAN .. .... ..

. . Membela ......... ᅭ ...... ....... Membangun (22:41.. Membenci . .... Menaati .... ......... Pengingkaran ..... Mendekat .. . Monoloyalitas (98:11... ........ TUHAN . 24:55) ....... Penolakan (16:36) ..78.14) .... Memusuhi ............ Memisahkan diri .. TIADA ........... Yang menolak (4:48.. .. . .. MENOLAK MAKNANYA .. . Mengingkari ....... Mencintai ...... Penghancuran (21:57-58) ..116) . MEMBENCI MAKNA & KONSEKUENSINYA ........ MENINGGALKAN MAKNANYA .......... ...

. Kebahagiaan di dunia ... Me Krisis perasaan akan ....... ......... Tali yang kuat ... Benteng yang kokoh . Mengutamakan saudara .. Loyalitas & Pengingkaran .. Loyalitas ... ........73) .. Menolak rayuan syahwat ..... ........ .. Akhlak – Moralitas ... .... . ......................... RABB .. ...... Jalan bertaqarrub kpd Allah . .. PENCIPTA ......... Peneguhan (7:59) . MAKNA SYAHADAT .............. ..... ALLAH . .... MAHA MULIA .............. . Asas khidupan Islami ....... Kekuatan jiwa ... .KECUALI . . . ........ Jalan menuju akhirat ......... Yang dikecualikan (7:65.. .... Patriotisme . ..

. MANUSIA .. . . Dengan kajian ini tidak saja membangun dasa-dasar ilmu pengetahuan (the bacic of knowledge). ........ ..... BAB V ..... sungguh kita akan memperoleh pelajaran yang fundamental.. .. ......... .. . ... Intisari studi (dirasah) surah al-‘Alaq : 1-5 adalah penempatan posisi Rabb dan kedudukan al-insan secara proporsional.. .. BERTAHKIM . Kajian akidah yang diajarkan oleh para Rasul setiap masa. MAHA TAHU .. Dari Segumpal Darah ... .. BACALAH ............... .......... Maha Pandai) dan manusia sebagai obyek. ISLAMIYAH .. PASRAH . ..... ...... JAHILIYAH .... .. TAUHID ULUHIYAH ......... CIPTAAN ... ...... ........ .. pula membangun dasar-dasar kepribadian (the basic of knowing)... PROSES LAHIRNYA SYAHADAT DALAM SURAH AL-‘ALAQ Sebagai abdi (‘ibadah) Jika men-tadabburi kandungan surat al-‘Alaq : 1-5.... ABDI ... .... Mengagungkan ...... .... Maha Mulia....... TIDAK TAHU ....... ..... . Allah adalah sebagai subyek (pencipta.. ...... SYAHADAT ........ Awal sebuah .... ......... TAUHID RUBUBIYAH ...

Sifat tersebut bersumber dari induk sifat Tuhan. sifat dasarnya akan menonjol yaitu al-uns (cenderung harmonis). Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk thagha’ (sikap melampaui batas). yang kalah bersedia untuk hidup menderita. Yang menang siap menindas yang kalah. penglihatan. Allah memiliki 100 % sifat rahmat. Jika kita menengok kehidupan masa lalu. ekonomi. Dinosaurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam merespon perkembangan di luar dirinya. tetapi lewat instrumen yang telah disediakan oleh Allah kepada manusia (pendengaran. sehingga memudahkan untuk membangun kerjasama (ta’awun) dengan pihak manapun dan terhadap siapapun. merawat memperhatikan. Sehingga ketika muncul gejolak dirinya. cenderung menerapkan hukum rimba. maka tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. Tidak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebiji sawi sifat sombong (al-Hadits). jahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara. Sehingga ia lemah dalam merespon setiap perubahan. hasil karyanya ditempel di dinding Ka’bah. Proses pengenalannya tidak dipaksakan. Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai ancaman. dipinjami kekuasaan. dibandingkan dengan ilmu sosiologi. politik. Jadi. Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa Rabb itu sesungguhnya. hati) agar diaktifkan. Ketika manusia (al-insan) lupa diri (nis-yan). meminjam istilah Imam al-Ghazali. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (menutupi fitrahnya sendiri). Jahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. perkembangan yang terjadi (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). Puncak kerusakan kepercayaan adalah syirk (selingkuh) dan puncak kerusakan akhlak adalah sombong. menutup diri) dari perkembangan sekitarnya. nenek moyang kita dahulu juga disibukkan oleh persoalan di luar dirinya. Syirik identik dengan selingkuh dan sombong adalah sikap menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan orang lain (ghamthun naas). dll. Masyarakat jahiliyah dahulu dikenal pakar sastra. mengusir binatang buas. thagha’. buta budaya (ummi). dan mengembangkan menuju kesempurnaan (al-‘inayah war ri’ayah wat tarqiyah). dan yang berhasil memperoleh juara.kerusakan (chaos) terjadi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai obyek. antropologi. Hanya memiliki ilmu sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi ila qalilan). menolak aturan Tuhan Yang Maha Mengetahui (al-‘Alim) dan Maha Mulia (al-Akram). ketika itu ia meng-cover diri (kafir. dan pakar pidato murtajal (tanpa teks). masih memerlukan pujian dan sanjungan. Secara bahasa Rabb berarti mendidik (at-tarbiyah). ar-Rahman arRahim. Makhluk memposisikan diri seperti al-Khaliq. Manusia yang tak tahu diri dan tak tahu Tuhan dikategorikan jahiliyah. Di dalam surat pertama Al-Qur’an ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb. kehidupan berpindah-pindah (nomaden). bahkan memposisikan dirinya sebagai subyek. Kelemahan apapun yang dimiliki oleh manusia. Dan satu persen darinya dicurahkan . menaklukkan alam. kecuali jika dalam dirinya ada sebiji sawi sifat sombong. bukan anugerah. Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia (ilmu psikologi) terlambat ditemukan. Hina tetapi merasa diri mulia.

J. Sedangkan kata la’alla mengandung arti lit-tarajji (harapan. .P.J.K.³.N.: .) P.³. P.. P.³.J.H.H.H. . Bukti kesyukuran kita pada orangtua ialah sikap yang mengun-dang ridhanya. J.H. J. H. H.J.J.H.H.J.H.P. . Dalam terminologi Bahasa Arab kata laita memiliki makna lit-tamanni (anganangan.H. .P. : .H.J..H.J.P.N.J . dikarunia kenikmatan.H. .H. sekiranya masa muda itu terulang hari ini..J.. m. akan mengantarkan sikap mencari (siapa yang menghadirkan diri di dunia). N. .P.H. H.SH. . tidak tahu balas budi. J.” . Ubun-ubun kita berada dalam genggaman-Nya (nashiyati bi-yadihi).K. kemudian Dia . bhs Jawa).KH.J.KH.K..N..KH. P.H..H. ).. m.P.K. Air susu di balas dengan air tuba. J. merindukannya (yarju liqa-a rabbihi) dan siap menjadi abdinya (‘ibadah).J.N..J. Seseorang yang dipelihara sejak kecil. Jika kita ingin mengenal perbuatan Rabb. aku akan mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang yang telah beruban dan pikun.P..H.H. .J.H.H.. maka ingatlah kasih sayang orang tua kepada anaknya.J.H..kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain..J.P. Seperti yang sering kita doakan.H.J. Menyerahkan diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan-Nya yang kedua yaitu al-Khaliq (Pencipta).H.H.H “Hendaklah engkau bersyukur kepada-KU dan kepada orang tuamu.. 54 ( “Allah. ³. H... meninggalkan sikap yang dibencinya. K. P. J..H.. mustahil).P.H.K.P. Demikian pula wujud syukur kita pada Allah. H Duhai.H..J..K..J.J. Kesadaran akan kedalaman rububiyyatullah yang ditransfer 1% pada ibu. P.K.H. diselamatkan dari berbagai petaka.K.J.K.P.. realistis). tetapi itu hanya sebuah angan-angan (mustahil terjadi). kemudian tidak bisa berterima kasih.P.” (QS Luqman : 13). P. “Wahai Rabb kami.H..K. maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai (ghofil).H..H.H. Berbuat yang disenanginya.K .H.. H. * .K...J .J. ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya merawatku sejak kecil. H.H... (13 . . .J .. P.H.. P.H.H. ... N.J.J.KH.N. ³.H.K.K. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah.P.H.. Semua makhluk tidak bisa menolak fenomena penciptaan ini (zhahiratul khilqah).H.. Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan orang tua yang ingin kembali kepada masa muda. J. Ditolong malah menjerumuskan (ditulung menthung.

..H.N.H.J.” (QS Nuuh :14) Seorang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir.K.H.P. H.³.H.H..K.P.” (QS al-Baqarah : 28).H.J. .J. J.P.. K. H.J. K.H. adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita jalani.H.. Alangkah sombongnya jika kita makhluk kecil di bagian alam ini menolak aturan-Nya? Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah (taslim) kepada Dzat Yang Mengatur dan Mengendalikan alam ini.J.J.K..P.P.H.) 28 ( “Bagaimana kamu mengingkai kepada Allah..H..K.H.J. K. . manusia akan melewati lima fase kehidupan.J.H.J.J.H.P. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.” (QS ar-Rum : 54). J..P. N.H. Kelima. : .N.H.P.H.J.. J. N. Pertama. ingatlah (suatu saat) engkau akan di ma’zulkan. J. fenomena penciptaan Allah berjalan secara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya.) .H.P. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa..H.J. Jadi kehidupan kita sekarang ini belum final.. H.H.H.H. Sekalipun mulut kita menolak...K.H.K..H...P.K. ³. J..J.N.H. kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.H. padahal kepada-Nya berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi.H.H. H.H.J..K.H.J.K.P.³. . di alam barzakh.” (QS Thaha : 55)..P.J. .J.H.H.H.H.H.H. di alam dunia..P. K.H.K. 83 ( “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah. 14 ( “Yang menciptakan kamu secara periodik. .P.J.J.P.K. K.J.J. Jika engkau membawa jenazah ke kuburan.P.. 47 ( “Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. N. J.) .H.J. . .) .J.P.” (QS al-Kahfi : 47) : .K. Keempat.P. 55 ( “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu.J. kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.J.H.) . .H.H.K.H.H.K.K.P. Kedua. dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.K.” (QS Ali Imran : 83). .H.P. .H.J.J.menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat.H. J.J. J. baik dengan suka maupun terpaksa.P..P. J.H. J. : ...P.H. .J.J. .J. J.J. m..³.H.P. H.. . J..J.H. lalu Allah menghidupkan kamu.P.H. Mengagungkan Allah (ta’zhim) . Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah (sunnatullah).P.J.. K. Jadi secara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah (aslam).J.H. Dari ayat diatas.H.H.K.H.H.P.H.J.H. meninggal.J.. Dan jika engkau diserahi urusan kaum. Ketiga.H.H.P. H. J.H. .H.. Sedikitpun kita tidak bisa menolak rencana besar Allah tersebut. Secara fisik. J. : . Jadi masa kecil yang masih lemah.P.J.J. J.P. padahal kamu tadinya mati.H.H. .H. .J.H.H..³.J. : . dan kembali lemah pada masa tua. P.J..P. ingatlah (suatu saat) engkau akan digotong.P.. .P. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah. masa muda yang kuat.³.H.N.H.H..H. di alam akhirat. di alam kiamat..H. K. H. H.P..J. di alam ruh.

Jawa).K. Segala yang terbentuk dari akar kata ‘ilm mempunyai ciri yang menonjol ‘kejelasan’. K.J. pemahaman dan beragam wawasan.H.” (QS Ali Imran : 29)... 19 ( “Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim.J. mengagungkan dan memuliakan-Nya.” (QS .H. Ayat pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca (dalam segala pengertiannya).J. 77 .. K. : . ―. berbentuk superlatif (bentuk mubalaghah. kotoran lubang belakang (dubur).H.H.H.) K.P. H.H. tempatnya salah dan lupa (mahallul khatha’ wan nis-yan).H.P. .J..H.) ..J.P. yaitu membaca demi Allah. Allah tidak dinamakam a’rif tetapi ‘alim.H.J. menjijikkan... penyangatan)... sekalipun obyek bacaannya itu-itu saja. Sedang ayat satunya menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan dan pengulangannya. K.J. Dengan bacaan yang ikhlas. 19 ( “Allah mengetahui kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada..K. tidak ada harganya. 235..” (QS al-Baqarah : 77.H. K. K.” (QS an-Najm : 19). 284 ( “Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan.. .” (QS al-Hajj : 70).P.J. 29 ( “Allah mengetahui apa yang ada dalam dirimu.H.) P.. setia dan sifat kebangsawanan. : .H..H. ‘alamat (alamat). kotoran.) K.) J. ora ana ajine (Bhs.. karena manusia tebuat dari segumpal darah (min ‘alaq).―.... a’lam (gunung-gunung). 70 ( “Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi.K.. . Berikut ini adalah diantara obyek-obyek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al-Qur’an. sedangkan manusia makhluk..H. ‘ulmat (bibir sumbing). Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Misalnya ‘alam (bendera).H. : . Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan.. bernilai tinggi.P.) H.H. dll. .. : . Sedangkan manusia ‘min ‘alaq’ (dari segumpal darah). Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan. .―..H.J...H..H... kotoran hidung.K. kotoran telinga.. hina..P..J. . .H.J.K.. P. P. Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya.H. Maka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan at-ta’zhim. lubang muka (qubul). Jika topeng yang menutupi kita. .H. . 9 ( “Allah mengetahui apa yang di kandung oleh setiap wanita. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan.. :ᅭ . P.J.J. Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang kotoran.H. 235 . K. mulia.H. Ada perbedaan dalam perintah “membaca” pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga. : .Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan sifat fi’li-Nya yang Maha Mulia (al-akram).H... Kata ‘ilm dari segi bahasa berarti kejelasan... Jika kembali ke akar kata “karama” yang menurut kamuskamus bahasa Arab antara lain berarti : memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih.” (QS ar-Ra’d : 9).P. Berhukum dengan ilmu-Nya Allah memperkenalkan sifat-Nya yang terakhir adalah al-‘Alim (Maha Pandai).. Kata al-akram biasa diterjemahkan dengan “Yang Maha Pemurah” atau “Semulia-mulia”. 284). Kotoran lubang mata. yang berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui).J. terbuka alangkah hinanya fisik kita. terhormat.N.

H..J.J.. .H.H. .K. akan tetapi dimunculkan dengan menggerakkan pendengaran. Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan. Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan.J. P.H ).P..H. Tiada Tuhan yang disembah.P. Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa-apa.P. .J.J .H.H.P.K.i .” (QS an-Najm : 23). H.. . menyembah).H . dan tunduk kepada hukum-Nya (tahkim) disebut dengan Tauhid Uluhiyah.. tetapi lewat perintah iqra’. dan Dia memberi kamu pendengaran. kecuali berhukum dengan aturan-Nya (ber-tahkim).P.J (78 ..J.) .J..H.K. Syahadat pada surat pertama ini secara eksplisit tidak terlihat. 7 ( “Yang mengetahui yang lahir dan tersembunyi..H.H.H. .S.. . Inilah makna syahadat (persaksian)..H.P.H.HH..J.J .H.H .H.H.P.H. Sikap Tuhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah. .P.H.P. diagungkan.J. Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah (ihsan).K.H.N..H.: .N.H . penglihatan. .J..H. penglihatan dan hati. Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan (ibadah.N .H.H.H.J..J .. Tiada sikap yang patut bagi makhluk yang bodoh terhadap Tuhan Yang Maha ‘Alim.H)..P.H..J.J.P.P.N .H.H..P.al-Mu’min : 19) : .N.H.K. .l . dan hati.H. Syahadat adalah pintu pertama memasuki Islam.P.³.H. mengagungkan (ta’zhim).J (23 “Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan saja dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.P.H.J .: . .K.K.H.H..” (QS an-Nahl : 78).J.H.H. Sedangkan petunjuk telah datang dari Tuhan mereka.N.s .J.H..H.K..H..J.J “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun..J.J.” (QS al-A’laa : 7). dipatuhi hukumnya kecuali Allah.J.K.

.H.P. pendidikan. J.. syahadat kebenaran.J.J. H.H....H.N.H. Iqra’ adalah melihat.P..K. sekalipun genting-gentingnya bagus.J. K. : . ...H.H.H.J.H..H.H.H..K..P. H.H... J.H. .J. . militer dan juga sistem akhlak..H.J.K. Itulah gelora keimanan.J.) 256 ( “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (Tuhan selain Allah).J. : . ia akan teguh dalam menghadapi fluktuasi kehidupan. Sistem ekonomi.H. .K....J.J.P. berfikir (ijtihad).. .J.J. menimbang.K. J. Itulah keyakinan secara total (al-yaqinu kulluhu).J.J. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Mendalami makna syahadat (fiqh asy-syahadah) Syahadat adalah landasan ke-Islam-an seseorang.P.J. H.. P.H. K.P. J.” (HR Muslim). Sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah sarang laba-laba.P.P.. Akhirnya sampailah di ujung perjalanan.J .. tentang diri.H. dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk pencarian itu (jihad).J. merenung. menerawang. Ibarat sebuah bangunan rumah.H.P.J.K.J.H. K.J.J. guyuran air hujan dan terpaan badai. dan alam raya.N.H.H.J. tetapi lahir dari motivasi dirinya sendiri (motivati intristik). J. J..H.K.H.. sosial. maka rumah itu akan mudah roboh oleh teriknya panas. syahadat adalah pondasi.H.N.J..H.H. politik. K.P.H. H.H.H.J.J. Itulah dia...H. 41 ( “Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.H. .J.H. K.H. K. yakinlah bahwa Dia melihatmu (muraqabatullah).(.) H. Rumah yang tidak memiliki pondasi yang kuat. membanding (muqaranah).. Keputusan ini bukan diperoleh karena tekanan eksternal dirinya...” (QS Al-Ankabut : 41).J.. Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir.H. lewat iqra’. K.N..H . K.N.K.K.P . . Jika engkau tidak mampu melihat-Nya. mengukur. Jika kembali pada aurat al-‘Alaq. Syahadat laksana hishnun matin (benteng yang kokoh) atau al-‘urwah al-wutsqa (tali yang kuat).P. Rabb.J.H. Dan sesungguhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (kebenaran.P. “Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. melatih diri dengan latihan ruhani (mujahadah).H.J.H.H.P.J.H.H.J.N.H.H.H.. N. Membangun di atas permukaan balon.K.H.H.H..J...” (QS al-Baqarah : 256)..P.H.. H. syahadat).H.H. H.H. K.³.P. maka syahadat adalah sebuah keputusan final. Diatas pondasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan Islami.. ) Orang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala konsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu (kalimah thayyibah).J. K.P.K...H. P.H.

P. J.K.H . Iman yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewajiban dan sunnah.: . . Bertolak dari sini akan menimbulkan cinta timbal balik antara makhluk dan al-Khaliq. tetapi ia tidak menemukan apa-apa. H. . Iman yang bisa menemani harta. Dunia tanpa disinari oleh cahaya iman akan membuat pemburunya kecewa. tanpa landasan kebenaran terasa hampa. wanita.H.. namun setelah ditemuinya hanya berupa fatamorgana.K. menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat.J.K. dan tidak kekhusyu’an pada hati nurani”.J. Dan ketentraman jiwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya yang beriman. Yang diburu hanyalah bayangan semu (QS an-Nuur : 39). Tokoh Islam. Jika ia memanggil-Nya dengan seruan. yaitu menyembah Allah dan membuatnya mencintai ibadah. Dikira air oleh orang yang kering kerongkongannya. Kehidupan sekarang memerlukan injeksi yang membangunkan hati (yaqzhah). Dia menyambutnya. gelora jiwa (thumuhat). N. manusia modern berkarakter primitif. lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya.. dan jika ia meminta-Nya. Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah.. J.. .H.P.K .K. menjadi tangannya yang dengannya ia memukul. Betapa banyak sesuatu yang pesonanya menggiurkan. Hidup dalam kesepian di tengah keramaian.K. 86 ( “akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini (nya). Tidak mengherankan jika aspek terpenting dalam kehidupan. S. dan menggerakkan cita rasa. pendidikan misalnya. Dalam kehidupan yang lebih luas menjadi kering.. hingga mengabdi menjadi sesuatu yang menyenangkan.H..K.P. Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin.) H. “Pengajaran dan pendidikan modern tak mengajarkan air mata pada mata.H. tahta.H. Mentransformasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan. . Manusia yang secara fisik sehat.. Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman.P.H.J. Iman adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia. Mohammad Iqbal.” (QS az-Zukhruf : 86). tetapi batinnya kesakitan. Allah menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar. segala aspek kehidupan menjadi bermakna. karena kehausan. Masyarkat sipil berwatak militer. Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia.J. Dia mengabulkannya. Kita tidak akan mampu menuju surga yang dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci (huffat bil makarih) tanpa iman.P. Imanlah yang memfungsikan tujuan dihadirkannya manusia di dunia. mengomentari kondisi pendidikan sekarang.l . Iman adalah jembatan menuju akhirat.

N.J. H.H.K.K . sedangkan iman melahirkan minhajul hayat (pedoman kehidupan).H.K.H.JJ.K.P. N.H.H.J (28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah. serta membenci kefasikan.P.N. Kadang-kadang dengan uang dan harta orang memperoleh kelezatan duniawi (mata’).H.: .H. sebagaimana kekuatan iman Yusuf ‘alaihis salam dalam menghindari godaan para wanita selebritis. ). Hanya dengan menekan tombol.P. .H. Tujuan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman...K.H.. J.H.HJ.J. 33 ( “Ya Tuhanku.K. .H.PP. .H.H.H. sekiranya para raja itu mengetahui kebahagiaan ini. Iman yang mendorong jasmani menuju ke tingkat rohani yang lebih tinggi di sisi Allah.H.H. Bisa memenuhi apa saja yang bisa dibeli dengan uang.H. Untuk apa ia harus hadir di muka bumi ini? Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan apa yang disebut wasilatul hayat (sarana kehidupan). ketenangan itu muncul dari dalam jiwa.K.J.H.K. H.J.J.H..J . Iman yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesucian.PP. pastilah mereka menguliti kami karena dengki. sehingga lebih memilih penjara daripada takluk melawan gejolak dirinya. besi keras menjadi lunak. . N.H.K .. tidak pula dapat dibeli dengan uang. penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.N.H. ―.J ...K. .N. manusia di ujung timur bisa saling kontak dengan manusia di ujung barat. Sekalipun ilmu menjanjikan sarana material kehidupan.. Sebab kebahagiaan.H.H..J.J.H. .P.H.” (QS ar-Ra’du : 28).K . K.) H..K. S.H. J.P.K. . . Dengan kemajuan IPTEK. Kebahagiaan sejati adalah seperti yang dirasakan oleh Ibrahim bin Adham pada penghujung tahajjud-nya.H. Iman yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari gejolak nafsu biologis....H. kebahagiaan sejati (ni’mat) tidak dijajakan di mall dan super market. N..J. ..J.J..³..H. : .H.K. benda yang bergerak menjadi diam.H..K . .J. J. Bukankah dengan meningat Allah hati menjadi tenang.S.―H.J.PH.J. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka.J.―H.. manusia bisa hidup dalam dunia yang serba otomatis.. Tetapi. atau diperoleh dengan pengaruh dan jabatan.S.P .H.H Kami hidup bahagia.J..J. J.J.J.H.H. P.K.K .H..K.PP. Tetapi ilmu pengetahuan tidak mampu menjamin kebahagiaan.m.K.H. tetapi tidak memandu bagi tujuan dan tugas hidup itu sendiri.. Bukan suatu wujud barang yang dapat diambil di tempat tertentu.H.

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33). Iman yang mendidik manusia memiliki sikap berkorban, seperti pengorbanan Ismail ‘alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah Tuhan (QS ash-Shaffat : 102). Iman merobah sikap individualis, egois menjadi jiwa patriotisme dalam sejarah klasik dan modren (QS Thaha : 112; az-Zilzalah : 7; an-Nisa’ : 40). Fenomena isytisyhad (bom syahid) yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini, membuktikan bahwa ajaran klasik iman masih relevan untuk memberikan pelajaran nyata dan pukulan telak kepada simbol dikatator internasional (malikun jabbar). Iman yang bisa melahirkan akhlak terpuji. Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri, kata Ali bin Abi Thalib. Bangsa yang tidak bermoral laksana bangunan tanpa pondasi. Kata sastra Arab, “Bila moral bangsa itu terkena musibah, maka adakanlah upacara ta’ziyah”. Sebab morallah nyawa mereka, jika ia tiada maka wujud mereka pun tiada. .J.P.H.H. J.P.P.H.J.H. J.H.H.H. P.P. J.K.H. * J.H.K.H. .H. P.H.J.H.J. P.H.P.J. .H.N.K.H. Suatu ummat hanya berdiri tegak, selama akhlaknya bermutu tinggi. Ia akan runtuh, apabila akhlaknya menghilang. Selama pembuat kebijakan berusaha menerapkan aturan kehidupan hanya dengan undang-undang dan surat-surat keputusan, tapi lupa bahwa manusia itu hanya bisa dikendalikan realitas yang ada pada dirinya bukan dari pengaruh eksternal maka surat-surat keputusan itu tidak bermanfaat. Egoisme, hawa nafsu, tetap mengungguli kebaikan. Kejahatan jadi tak terkendali. Seorang pakar hukum Inggris mengatakan, “Tanpa undang-undang masyarakat tidak stabil, tanpa moral undang-undang tidak berlaku, dan tanpa iman moral tidak berjalan”. Iman yang berhasil membangun kekuatan jiwa untuk mengha-dapi problem yang selalu dicemaskan oleh kebanyakan manu-sia. Musibah, kesempitan rezeki, jodoh dan ajal. Mukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah, tanpa diku-rangi dan ditambah. Seandainya seluruh manusia bekerjasama untuk mendatangkan manfaat dan kecelakaan pada seseorang, mereka tidak akan mampu mewujudkannya sedikitpun kecuali yang telah dituliskan-Nya. Iman yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan cinta kasih. Jika belakangan ini timbul konflik yang bermuara pada perbedaan ras, warna kulit, bahasa, etnis, daerah, strata sosial, keturunan, kekayaan, maka iman menyingkirkan perbedaan itu. Kemudian menjadikan ikatan iman menjadi ikatan yang mendarah daging. Sehingga mukmin mencintai saudaranya seiman melebihi kecintaan kepada sudara kandung, bahkan anak kandungnya sendiri (QS Hud : 46; al-Hujurat : 10). Dalam naungan ukhuwah iman, akan lenyap pertentangan, kecemburuan sosial, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Iman tak hanya menjaga kesucian jiwa dari dengki (ukhuwah paling rendah), melainkan memberi muatan hati dengan cinta kasih yang diserap dari sifat suci cinta kasih Allah (mahabbatullah). Yaitu cinta yang ditanam dalam hati orang yang loyal kepada-Nya. Cinta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menuju realitas yang Maha Tinggi. Dicerminkan dalam komunitas yang tidak

ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan orang lain lebih dari dirinya (itsaar). Sekalipun dirinya dalam kondisi kekurangan. Ia rela menjadikan dirinya sebagai sasaran senjata musuh untuk memagari saudaranya seiman (QS al-Hasyr : 9). Syarat diterimanya syahadat (syuruthu qabuuli asy-syahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwujud. Jadi, syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka sya-hadat dianggap tidak sah; yang pertamakali diucapkan Allah, malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan. Orang yang tak memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah, takkan bisa bersyahadat. .H.K.H..P.H.N.P.H.K.H.H.K.N..P.H..J.H.H.K.H.P.PH..PJ. ...J.K.J.K.H..K.³..K..J.K.J.m Syarat sahnya syahadat itu ada tujuh. Pertama, mengetahui (al-‘ilmu) makna syahadat dengan dua dimensinya, penafian (laa) dan penetapan (illaa). Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat syahadat, yang dalam hal ini adalah penafian semua sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata. : ....) P.. N.K. H.H.K. H. P.N.H. J.H.J..H. 19 ( “Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad : 19). Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan (al-jahl) akan makna syahadat. Kedua, keyakinan (al-yaqin), yakni tahu secara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun. Jadi, imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati. . K.K..H.J.H.K. .J.P.H..H.H. .J.P..H.J.H. J. H. N. P. K.K.J.P. H.H. K..K. .J.P.H.. H. J.K.N.. H. J.P.K.J.P.J.. .H. N.K. : .......) H.J.P.K..N... P.P. H.K.H.J.P. K.. K.J.K.H. K.. J.K.K.P.J.H.H. 15 ( “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS alHujurat : 15). Lawan keyakinan adalah keraguan (asy-syakk). Ketiga, keikhlasan. Kata ini diambil dari kata susu murni (al-laban al-khalish), yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian & kejernihannya. Ikhlas berarti membersih-kan hati dari segala yang kontradiktif dengan makna syahadat. : ..ᅭ ....) H..H.H.P. H..S... P.H. H.J.K.K.J.P. H.. ..P.P.J.H.K. N.K. .J.P.K.P. .H.H. 5 ( “Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah : 5). Keikhlasan adalah lawan syirik (asy-syirk). Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain, dan syirik adalah perselingkuhan. Keempat, kejujuran (ash-shidq), yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara doa dan usahanya, antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga. Maka tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. : ......) H.J.P.H.J.P. J.P.H. P.J.H.J. P.P.H. H.K.H.J.P. m.J.P.K. J.P.H..H.J.K. .J.P.K.J.H. J.H.H.

.J.P.H.. H.J.K.N..H. 82 ( “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya.” (QS alAn’am : 82). .P.J.K. H. P.H.J.H. .H.H. J.H. J.P.J.K.H. K.J.H.H. H.. ..P.H..H. .H. .J.P.H.H. ...H.K. H.J.K.K.J.P.J.. H.K. : ......) ³.J.K.J.H. .J.P.N.H. .H.H. P.K.H.J.H. J.H. 23 ( “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak berubah (janjinya).” (QS al-Ahzab : 23). Rasulullah Saw juga bersabda : .. .... .. ....... ....) H.N.H.J.. H.H.H. K.K.J.H. J.K. .³.K..H. P.. N.K. H.H.K. H. H..H. J.H. (... .. ... ... “Siapa yang mengucapkan : Tiada tuhan selain Allah dengan jujur dalam hatinya, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Lawan kejujuran adalah an-nifaq, yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya. Kelima, cinta (al-mahabbah), yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal, serta mencintai orangorang yang beriman. : ......) K.K .·.P. ―.H.H. .J.P.H.. H.J.K.N..H. 165 ( “Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS alBaqarah : 165). : .......) P.H.J.―.K.P.H. J.P.―.K.P. 54 ( “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS al-Maidah : 54). : ..... ..) P.. P.P.J.K.J.P. K..J.P.K.N..H. H.. H.J.―.K.P. J.P.J.P. J.K. J.P. 3 ( “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” (QS Ali Imran : 3). Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : .N.K. K.J.H.K. N.H.H. P.P.J.P.H.H. P.. H.J.P.H. J.H. : K..H.J.K.J. H.H.H.H. H.H.H. K.J.K. N.P. J.H. ..H.H. .. ... .. ..... ....... ....) ... K.K N.K. P.―.K.P. H. H.J.H.J.. N.K.P. J.H.H. .H.P..H.K. (... .. ... .... “Ada tiga hal yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya semata karena Allah, ……” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Cinta itu disamping rela berkorban untuk yang dicintai, ia adalah amanah. Yaitu

K..P.H. H..K. K. P. J. penerimaan (al-qabul)...K.H.H. N.H.H.” Lawan dari cinta adalah benci (al-karahah) terhadap semua kata dan orang yang menyalahi Allah dan Rasul-Nya serta Islam.H.) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. N.J.J.H...H.N. . yaitu berpaling dan membangkang dari ajaran-ajaran Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dengan hatinya.. P.H. .H.N. K... K.H. . yaitu tunduk dan menyerah-kan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. J.J.J...P. atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa ajaran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa.N.J. : . (.K.H.H... K.H. Ketujuh. . . P. .H. .K.P..H. .J.H. K..J. dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran Islam.―.H.J.J.H.J..H.N. H.H.P.....” (QS Fushshilat : 30.J.) K.. “Dan bahwa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadanya.H. .P...H. . artinya “yang merusak”. N.H.J.P.kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat..” (HR ath-Thabrani dari Ikrimah dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum) Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu.H.J. K.J.P. ketundukan (al-inqiyad).H.H. . P. sama seperti ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka.H.K.H. .H..P.. ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah.P. ―.. P.J. J. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Pembatal-pembatal syahadat (nawaqidhu asy-syahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk jamak dari asal kata naqidh.K.H.J... 30 ( .P. Perbedaan antara ketundukan (al-inqiyad) dan penerimaan (al-qabul) adalah bahwa ketundukan itu pekerjaan fisik..K.ᅭ ..J.. P.K. . H.H.. sedang penerimaan itu adalah pekerjaan hati.P.H. J.H. .H. P.H.J. J.J.J.. Lawannya adalah penolakan atau ketidakmauan (al-imtina’). ..H.J...N...H.J..J. yakni kerendahan.J. J.....H. P..ᅭ H.. Lawan dari penerimaan adalah pembangkangan dan penolakan (ar-radd). P. “Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan marah karena Allah.P. P.J.K. an-Nuur : 63... .P.J. mengucapkan dan ..H.J. H.. alAhzab : 36). K. H.H.H.J.. .H. sehingga ia tidak ridha dan tak menerima ajaranajaran tersebut. Keenam.. ..K.J.H. Maka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat. dimana meyakini.P.H..P.H.P.H.. .

Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan-batasannya..H.P. yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn kekufuran.H.J. 26 .H. Kedua. : ..P.. mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak bermanfaat baginya... Keempat. . tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku. J.. Ini bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya sejak awal. kedustaan dalam akidah (nifaq).. Lawan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid.P..K. . memusuhi orang-orang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya. H.J.J. serta bebas dari semua yang menyalahi Islam.³.K. Pertama.J.H.J.K. karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku... keraguan (syakk) akan sebagian atau seluruh makna syahadat.N. sedang hatinya jujur dengan apa yang diucapkan oleh lisannya.28 ( “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu sembah..” (QS al-Fath : 11). mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. hal itu tetap membutuhkan keyakinan.. Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain.P.P.. J.. Sehingga apabila salah satu dari hal-hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri seseorang.H.―.H.H.H.H. maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim.K.. : . K.J.K.H.K. ketidaktahuan (jahl) akan makna syahadat. .H.P.H.K.H.K. H.K.H..P. : .H. J. K.H. membenci terhadap syahadat dengan segala maknanya.. menerimanya dengan hatinya.H. 11 ( “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.K.H.K. serta mendukung dan mencintai para penyeru tersebut dan menjadikan mereka sebagai sekutu selain Allah.H.K.J. .N.N. meninggalkan makna dan lafazh syahadat serta tidak mau .P. N. Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap kebolehan dan ketidakbolehannya sama saja.P. J. serta berusaha menjauhkan manusia darinya dengan jalan menyeru kepada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat itu. mengucapakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya.H.. Keenam.N.) K..H. H.H.P..H.H.J. P. S.H.” (QS al-Baqarah : 165.J. Kelima. K.K.H. J. K.K. Ketiga.K...N. at-Taubah : 21). Dengan demikian.H. J.. ³.J. K. . 165 ( “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah.K.N.mengamalkan makna syahadat tidak secara otomatis membuat ia disebut muslim. K. Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya.H.J. agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya. K.. .” (QS az-Zukhruf : 26-28).. ³.P..H.) J. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. J.K.K.K. .P. .H.K.J. melaksanakan semua kewajiban yang menjadi konsekensinya. mempersatukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Dia.N.) H. P.K.H. J.H.J.J.K.K. melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada orang-orang kafir atau musyrik.H. Tetapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk Islam.H.

H. H. Dr.H. Rasul-Nya.) K. H.K.J.N. H..P.. H. menolak makna dan lafazh syahadat serta keyakinan akan kebenarannya....K.K.K..J. tetapi menolaknya dan tidak menyukainya. .N. al-Maidah : 80-81. : J. bersedih dengan musibah yang mereka hadapi.H. dan mereka berkata.K. .J.N.K.P. : .P.H.K. Tujuannya agar manusia memurnikan loyalitasnya kepada Allah.J.J..H. . kaum munafik. H. kaum sekuler. K.J. dimana ia tidak melaksanakan rukun Islam dan perbuatan Islami. . m..H.H. K.J.K.―.H.. .H.K.P. P..J. H.H. . . m.J.H.H. H.H.H..H.K. Loyalitas dan pengingkaran (al-wala’ wal bara’) Termasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari loyalitas kepada selain Allah. J.H..H.. J..J. J.. mendoakan kebaikan bagi mereka.J. K.H.K. serta penganut ajaran-ajaran atau isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam.” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). hanya mendukung penganut kebenaran dan iman.P.H.K. H. .J.. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al Buraikan).P.J. J.―.” (QS Ali Imran : 28..K. Karena itu diantara tanda orang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien Muhammad shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya.H.. 36 ( “Apabila dikatakan kepada mereka ‘laa ilaaha illallah’ (tiada tuhan selain Allah) mereka menyombongkan diri.J.J.K.K. ... serta bersikap bara’ (lepas diri) dari selain mereka.K. kaum Nasrani.K. (..J. . (Lihat: al-Madkhalu li Dirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘alaa Madzhabi Ahlissunnah wal Jama’ah..P.P.. kaum Yahudi.K..N. ...H.P. J.K. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-Nya..H.melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah menjadi konsekuensinya.H. di pertarungan apapun yang terjadi antara al-haqq dan al-bathil. K. (diantara mereka) adalah : dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dengan mana mereka berkumpul dan berpisah. N.J.H.H. : .. P. K. .K.J.H.” (QS ash-Shaffat : 36).P. seperti loyalitas kepada thaghut.J.H.. . K. K.P.J. .N. . H.H.H.J. J.) m.H.H. . P.H.H. kaum musyrikin. Hatinya terpenuhi oleh perasaan ini. sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami. N.H.K. K.ᅭ . H. bergembira dengan kemenangan mereka.. . P. .J.H.K.. al-Mujadalah : 22. Barangsiapa berbuat demikian.H.J.K. J.H. Ketujuh. P.J..H...P.H..K.J. meyakini dan mencintai maknanya. ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila’.H.H.J.K. serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memlihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka..) ³.J. H. dan orang-orang mukmin. N. H. baik secara umum maupun parsial..J... N.P.P.H.. P..K.. .J..K.J.. H.H..H.J..P.H.K.S.H. H. 149. 28 ( “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir manjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat. Sedangkan di antara tanda-tanda munafik ialah gembira terhadap kekalahan dien Islam dan bergembira karena kemenangannya.H.. .J.P. an-Nahl : 30). . K.K.H.P..J.H.K.

Ia riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya..K ).N..H. Jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah.Dari sini terlihat bahwa orang-orang munafiq tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehancuran menimpa orang-orang mukmin.J..J.J.H ..H. Demikianlah orang munafik bersikap mendua dan menipu. Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemunafikan. mereka bantu dan dukung.J. ia ungkapkan dengan terang-terangan atau terselubung. apakah menang atau kalah. ia ungkapkan dengan pemberitaan yang menjengkelkan.K. jika melihat orang-orang kafir menang. . Jika ia berada diantara sesamanya.J.H. ‘Bukankah kami turut memenangkan kamu.P.H. Karena.l .H.J .H.J.H.J. Apabila ia seorang politikus. Namun. bahkan Dasamuka (berwajah sepuluh).J.H.K.J. Kadang kala ia juga mengucapkan perkataan yang bisa .. teranglah apa yang ditutup-tutupi. .H.J...J. loyalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin. dan membela kamu dari orangorang mukmin?” (QS An-Nisa’ : 141).H.P..H (141 “(Yaitu) orang-orang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin).H.P.H.H .J.H.P.K.: (77 . . saling berbagi rasa dengannya.P.J.. Jika ia seorang jurnalis..H.H.H..H. Ini harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan ajaran dien yang dengannya Allah disembah.J.K .H.N.J.P. mengharapkan kemenangan untuknya. .P.J. Sebab.H. mereka balik berkata. Jika melihat kemenangan milik orang-orang mukmin.J.H.J.P.P. bimbang dalam memberikan wala’ (loyalitas) itu merupakan tanda kemunafikan.H.H..H.J.J. Maka.H.m .m .H.. mendoakan kebaikan baginya. Ia mengungkapkan perasaan-perasaan ini dengan cara-caranya yang khas.P. .K. ..KH.H. Juga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran.J.K .K.J. mereka berkata.H. mereka akan menolong mereka. wajib seorang muslim mencintai muslim lainnya yang beratuhid. dan memberikan pembelaan untuknya.H. .H.J.J .H .K.J.K. ‘Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?’ Dan jika orangorang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan).K..

..” (QS al-Qashash : 17).J.. supaya sama-sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang. .K.P. Berkebalikan dengan janji Musa ‘alaihis salam. . “Tidak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat yang lebih banyak setelah ayat-ayat tentang uluhiyah melebihi ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan wala’ dan bara’.H.(Hakadza ‘Allamal Anbiya Laa Ilaaha Illallah. .J... Mereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler. aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa. .H..J. Mereka menampakkan taring-taringnya.. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mengaku Islam belum merealisasikan tauhid dengan benar. Wallahu ‘alam bish-shawab. Bahkan.K . Kebalikan dari sikap para Nabi. df . Na’dzu billah.. Mereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk menolong orang-orang musyrik.. Ilmuwan berkata.K.. .K.H.H “Ya Rabb-ku.memuaskan kedua pihak. aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka (kaum musyrikin) dalam menghancurkan orang-orang mukmin”. mereka justru berkata.³. lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang musyrik dan sekuler... . demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dalam jiwa mereka belum menancap bara’ kepada orang-orang musyrik dan sekuler. mereka cenderung atau sudah tampak jelas membantu musyrik untuk menyerang muslim.H.H.H..H.: . Inilah bentuk nifaq i’tiqadi (kemunafikan dalam akidah) yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah. ...J.N.H. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.. “Wahai Rabb-ku.H. ). Jika kita melihat apa yang menimpa umat Islam.J..H. PAKET III . khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka. sebagaimana yang diucapkan Musa ‘alaihis salam.H. .... Sesungguhnya wala’ dan bara’ (loyalitas dan permusuhan) adalah perkara fundamental.H. kita akan melihat kepala-kepala munafik muncul.H .SH.J.J.J. karya Syekh Salman bin Fahd al-‘Audah). .K... Prinsip Syariat $ . .P.

......... Mendapat petunjuk .... ................. Sengsara ... .... ..... ..... Surga .. Akhlak yang rendah . .. Konsep Allah . ...... Kehidupan sempit .......... .... .................. Sesat ... .. sementara ..ᅭ . Pahala tak terputus ......... .. PRINSIP SYARIAH BAB I ..... . ......... . ........... Bahagia ... .... .. . – .. .. . ... .. . Kehidupan mulia ...... Orang gila ................. .... ... ..... .. ... Bukan orang gila .. – . .... .... .. ... .......... ... .. .... .... . ...... Akhlak yang agung ......... – . Neraka ............ Konsep manusia .... Pahala terputus....

J.H.P..H.J.J.J.J..K. . .H.. Maka.J.K....H.J. Tidaklah engkau. Demikian pula ditemukan dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ bermakna ‘pena’ pada firman Allah berikut.H.J. dengan nikmat Tuhanmu. “Nun.” Definisi kebahasaan ‘qalam’ (lughatan) Dari segi bahasa.K.J. .K.K. K.H. ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya).H. Dan suatu kata atau ayat yang singkat boleh jadi ditemukan rincian artinya dalam ayat yang lain (tafsir al-ayat bil ayat). P.J. kata ‘qalama’ berarti memotong ujung sesuatu.H.H. P.H.H.P. K..J.H. .ᅭ . (QS Luqman : 27).H. P... apalagi surat al-Qalam turun setelah akhir ayat kelima surah al-‘Alaq. P.H.H.P..―. K.H.H. Al-Quran secara umum menjelaskan bahwa ‘qalam’ adalah alat yang digunakan untuk menulis.ᅭ .H.H.K....H. yakni “tulisan”.K. m. J.P.S.J. Siapa di antara kamu yang terganggu fikiran. N.H.K.J.H.P.H. H.. J.H.H. .) H. ..チ. H.H.H. . Dalam surat al-Qalam.K..P.H. menurut beberapa riwayat.. m. P. sebagaimana firman-Nya : H..H.J. H. Maka engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat kelak.H.J. niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”.J. ..P. Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang .P.H. .K. . yakni alat tulis apapun – termasuk komputer yang tercanggih. Dialah yang lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia pun lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk. arti qalam pada surat al-‘Alaq dengan surat al-Qalam saling berkaitan.S.J.H.P.H.K. .H.K.H.K.H.K.K.” (QS Ali Imran : 44).J. J 44 ( “Padahal kamu tidak beserta mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang memelihara Maryam.) K.H. m. : . Tombak yang dipotong ujungnya sehingga meruncing dinamai maqaliim. H..J. Sungguh Tuhanmu. H. J. J...P. H.J.P.H.―. 27 ( “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena-pena dan laut (menjadi tinta). P. P.J. .H.H. J... J.P.. P..H. Demikian pula ‘qalam’ adalah alat untuk mengundi. Dalam sebuah hadits yang menjelaskan ‘sunnah-sunnah fithriyah’ disebutkan diantaranya taqlimu al-azhafir (memotong ujung kuku).P..K.J. qalam adalah alat.P. m.H. : . .J.H.P.J.K.H..H. K.H.P.N..PRINSIP SYARIAT Surat al-Qalam ayat 1-7 . demi pena dan apa yang mereka tulis. H.³. Dan sesungguhnya untukmu pahala yang tiada putusputusnya.H..J. .P.H.H.K..H.P. K.. Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti “alat” atau “penyebab” dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu. . Anak panah yang runcing ujungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam.H. . J.K.H.K. N.H. P.H.P.J.J. .. N.K. P. J.H.H.H. J.K. H.H..J. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut.. K. Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budipekerti yang agung. . seorang gila. .H.H. m. H.J..J.H. . m.H.H H.J.J.J.J.P.J... .J. ...N.H.J. ΄.H..P. H.H.

keduanya dari satu sumber. yaitu Allah. karena beban berat yang dipikul.J. Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau dasar usaha manusia (‘ilmu kasbi). Cara kedua dengan mengajar tanpa alat atau tanpa usaha manusia (‘ilmu laduni.. intuisi. semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek. Walaupun berbeda. para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua periode. Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan.K. Dengan tulisan.H. setelah itu tidak pernah lupa. ilham. Ada yang berpendapat Al-Qur’an.: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa.. dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya. yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya. yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. atau apa yang disebut kebetulan. tetapi tak kunjung diturunkan. Wahyu. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah (kemurahan Allah). Bahkan beliau pernah hampir saja menjatuhkan dirinya dari atas gunung. Seringkali Rasulullah menghendaki turunnya wahyu. Mengenal tulisan (qalamullah) dan kemurahan Allah (karamullah) Kalau merujuk arti qalam dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 27. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an. ‘ilmu khafi). firasat.. Setelah dibacakan Allah. Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek.” (QS al-A’laa : 6). muncul terakhir tahun 1986.).H.P.J. Kadang langsung masuk ke dalam dadanya. Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam.. tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Konsep Allah adalah syariat (syara’a) Allah yang diperuntukkan hamba-hamba-Nya. yang dialami ilmuwan yang tekun. Periode pra-peradaban (prehostoric) dan periode peradaban (historic). Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek. satu generasi dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut. walaupun para astrologi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya. Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya.H. sementara wahyu yang ditunggu tidak turun. sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri.terbesar. Pada kasus ini. yang dimaksudkan adalah ‘ilmullah (ilmu Allah). .H.H.P. Dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu. karena wahyu turun bukan atas usaha beliau.H. Abu Hurairah lebih banyak memperoleh ‘ilmu khafi (ilmu tersembunyi). as-Sunnah dan al-Islam. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. sehingga manusia tidak terus-menerus mulai dari nol. (6 .

.. dan Dia Maha Halus lagi Maha Awas.. Lebih tepatnya. df .....K. bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislatif dengan aparatnya.H... J. Buku Manhaj Tarbiyah Islamiyah. Maha Mengetahui. MEMBENTUK MORAL ... perasaan dan pertimbangan kemanusiaan. . UNIVERSAL BAB II .. M. paling adil.K.... Pengatur semesta alam ini......H... .” (QS al-Mulk : 14). TERATUR . disusun setelah mengalami stagnasi kejiwaan (Lihat: Wawasan Al-Qur’an... H. yaitu bersifat rabbaniyyah. rabbaniyyatul mashdar dan rabbaniyyatul ghayah (bersumber dari Allah dan tujuan akhir karena Allah)...) P. paling mampu mewujudkan kebajikan dan menolak berbagai macam .. Menciptakan manusia. terpengaruh oleh hawa nafsu. BERKETUHANAN ..Kitab Ihya Ulumuddin.J. terbungkus oleh kesucian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa cinta dan hormat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan.. oleh Muhammad Quthb.H. REALISTIS . Dr... Kaum muslimin meyakini bahwa konsep Allah paling sempurna...P. P. keluhuran dan kemuliaannya. Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan apa-apa yang maslahat serta yang bisa memperbaiki. MANUSIAWI .. : . karya Imam al-Ghazali diperoleh justru ketika meninggalkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajarinya selama ini..H.... (Allah Yang Mencipta). .H.J.J.. P. Konsep Allah bercelupkan keagamaan.. syamil.N.. .. tempat.H.H.. H. KARAKTERISTIK KONSEP . 14 ( “Ingatlah. .J. dan waktu.. MA).... Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Mencipta dan Memiliki semua makhluk.. Konsep itu bukan produk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh oleh kondisi.. Prof... KARAKTERISTIK KONSEP ALLAH Rabbani Konsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undangundang lain buatan manusia.. Quraisy Syihab. H.H..

J.·. konsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang tercakup di dalamnya.H. . maka ia harus menjaganya sesuai dengan penjagaannya terhadap hak-haknya atas orang lain. .. jika kita melihat konsep Allah. hukum syara’ adalah kalamullah yang berkaitan dengan pekerjaan mukallaf (yang dikenai beban dan tugas). Seorang muslim juga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah menjalankan konsep ini atau pada saat ia meninggalkannya.H.S.H. Tugas dan kewajiban ini ialah hak-hak orang lain yang harus dipenuhi.KPJ. Mengangkat mereka ke derajat kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilainilai . . J.J. Dan seorang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan kebajikannya. sedang dalam pandangan konsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung jawab (mas’uliyah) karena ia makhluk yang diberi taklif. . .. Konsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan mencabut mafsadat ke akar-akarnya.H. ) . P. Disini terlihat perbedaan antara konsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tujuannya...K.K.. H..H.H.H. : .H.K “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlaq. Dengan demikian. Akhlaqiyah (membentuk moral) Konsep Allah memiliki keunggulan membentuk moral dalam seluruh aspeknya..J.” (QS az-Zalzalah : 7-8).. Selanjutnya. ia psti akan melihatnya..(.H.) P.J.H. Tetapi.K. hatta walau pun kandungannya – bisa jadi –menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama. Adapun dari segi tujuan. J.H. sebagai buah dari sifat rabbaniyah-nya..J.H...H.P.H.H.H.N.J.J.H.. yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersifat material serta menegakkan disiplin. Inilah yang diciptakan oleh para pembuat qanun.N.. J. ia memiliki hak dan kewajiban. Dan barangsiapa yang beramal kejahatan sebesar zarrah pun.H. J.H. sementara konsep Allah mencakup sekumpulan taklif (tugas). Selain itu. Dan.K.P . .H.H.keburukan. Dia meyakini bahwa Allah mencatat perbuatannya itu untuk di-hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya.H. juga mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia. maka tujuannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya.³.. diperintah dan dilarang.” (HR alHakim). sedangkan konsep Allah melihat manusia dari segi kewajibannya. Qanun memandang manusia dari segi hak-haknya. 7 8( “Maka barangsiapa yang beramal kebajikan sebobot zarrah pun... H. manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut. Ia tidak diciptakan untuk main-main.H.H. Kandungan undang-undang buatan manusia adalah serangkaian hak-hak pribadi dan perorangan.H. m. qanun punya tujuan yang bermanfaat dan terbatas. pasti ia akan menemuinya.H.N.K. siasia atau dibiarkan saja. m.

.) .H. Karakteristik ini bisa juga dinamakan dengan .H..P.) H. Juga tidak terbang di awangawang dan di angkasa.. maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya.H.H.H. .H. : .H. . . baik raga. Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi sejalan dan seirama.H. Untuk itu..H.H.H. yang Menjadikannya khalifah di muka bumi dan yang Menyuruh malaikat bersujud kepadanya serta yang telah Mengabadikan kemuliaan itu dalam kitab-Nya.H.akhlak dan ruhani yang tinggi.H.J. jiwa maupun pikirannya.J.H. Insaniyah (manusiawi) Konsep Allah bersifat insaniyah dan ‘alamiyah. 70 ( “Dan sungguh Kami telah memuliakan bani Adam (manusia). .J..H.” (QS al-Isra’ : 70). Dan seperti apa yang menjadi utopia ajaran komunisme tentang masyarakat yang kehilangan hak milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah.H.J. dengan rasa cinta yang melambung dan naluri yang merendah. Yakni semua bagian-bagiannya masing-masing bekerja teratur. Mendiagnosis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya.N..J. Konsep Allah juga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pencipta. minum dan nikah.. Konsep Allah tidak berdayung di lautan khayal. . Teratur (tanasuq) Ciri konsep Allah lainnya adalah teratur.K. keamanan dan penjara. Konsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya. Konsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan kejadiannya. Realistis (waqi’iy) Ciri-ciri lain dari konsep Allah ialah bersifat realistis. Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wujud seperti yang diperbuat Plato dengan Republic-nya. .H. yang Allah ciptakan dengan fisik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit.H.8 ( “Dan.H..H. Makna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. J.. tetapi ia juga ruh yang luhur yang menempati raga itu.H. Allah mengakui dorongan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam jiwa mereka.P.. Dengan demikian manusia bukan semata-mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan..N.. Maka Dia mengilhaminya akan kedurhakaannya dan ketaqwaannya. kompak dan seimbang dalam rangka mencapai satu tujuan bersama.H. m.” (QS Asy-Syams : 7-8). membimbing dan memelihara sifat-sifat humanistik-nya serta menjaga dari kedurjanaan sifat hewani agar tidak mengalahkan sifat kemanusiaannya.H. dimana perhatiannya terhadap nilai-nilai luhur akhlaq tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada. demi jiwa dan apa-apa yang meluruskannya. Konsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewajibkan pemelihara-annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah. J. 7 .H. hukum pertahanan. : . teratur dan rapi.

mencambuk peminum minuman keras dan orang yang menuduh orang lain berzina. persaksian. dasar kewajiban mengangkat pemimpin dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. mengatur rumah tangga. Universal (syumul) Konsep Allah mencakup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan Rabbnya. hubungannya dengan dengan rakyat. Masalah ini dijelaskan oleh fiqh ibadah yang terdiri dari bab thaharah. menimbun harta. dll. yang disebut dalam fiqh dengan hukuman ta’zir (dera). nafkah. Juga mencakup segi mu’amalah. memakan harta orang dengan cara batil. tampak pada setiap makhluq-Nya. putusan. udh-hiyyah (berkorban). hajji. fai’. Mencakup pula hukum kerumahtanggaan (nizhamul usrah). Ia juga mencakup bidang ekonomi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan BaitulMaal. sumpah dan lainnya yang bertujuan menegakkan keadilan antar-umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum Acara. hak dan kewajibannya. Inilah yang dikenal undang-undang kejahatan dan Hukum Pidana (jinayat). dakwaan. Konsep Allah juga mencakup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash. para qadhi atau hakim. shalat. Ini termasuk ke dalam “Undang-undang Dasar”. luqathah (barang temuan). serta bagaimana menghadapi pembangkang (oposisi) dan sejenisnya. utangpiutang. masalah ‘iddah. Mencakup aspek undang-undang kepemimpinan. seperti nikah. cara pemilihannya.takamul (komperhensip). ayman (sumpah) dan halhal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun. serta hal-hal yang diharamkan Allah seperti riba. iqrar (pengakuan). yang bertujuan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. thalaq. join dalam usaha (syirkah). dan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga Islami dan segala upaya mempertahankannya. transaksi seperti jual beli. mencambuk atau merajam pezina. Mencakup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara . dan hukuman-hukuman lain seperti potong tangan bagi pencuri. dsb. tentang pemasukan dan pengeluaran zakat. pajak. hibah. wasiat. waris. gadai. hukum mentaatinya. Keteraturan dan keserasian dalam fenomena alam (khalqiyah) dan konsep Allah (kalimatullah) sebagai suatu keseimbangan (tawazun). Atau sanksi-sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri. Juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hukum. shaum. kita temui sebagai suatu gejala yang tampak pada setiap apa-apa yang disyariatkan Allah. nadzar. harta ghanimah. dan sejenisnya yang bertujuan mengatur hubungan antarindividu dalam menggunakan harta dan menjaga hak masing-masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil. Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi (al-ahwal asy-syakhshiyah).

J.. K. yang artinya menutupi. P. J. P. . H.H. dan sekarang ini semua tercakup ke dalam apa yang dinamakan Hukum Internasional..H. terbebas dari berbagai kontaminasi virus hati (amraadhul qalb)..J. Oleh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya. terbuka. Jika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah. Jika kata majnun (gila) dikaitkan dengan kata janna pada surat al-An’am : 72.K. kriteria umum (khariqul ‘adah). Jika semua sifat tidak terkumpul pada satu orang. .J..H.J.J. sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu.K..H. Jika agama tidak dijadikan alternatif pilihan. maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama. Dengan Al-Qur’an hati manusia menjadi lapang. Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran. kera (qird) dan himar (keledai).. kedua tanganmu berdebu (mengerjakan pekerjaan yang hina)..Islam dengan negara-negara lain yang non-muslim. J..H.H. P. K.. ukuran.H.H.. Jika merujuk kepada hadits.H.H.. Postur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti anjing (kalb). keturunannya.H.H. maka di tengah-tengahnya akan mengeluarkan air.. kecantikannya. karena instrumen kemanusiaannya tertutup..H. . Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang menjelaskan kriteria wanita yang harus dijadikan calon istri meliputi hartanya. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu mengusirnya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. H.H.J. Tidak pantas dilakukan oleh makhluk yang berakal. baik dalam kondisi perang maupun damai.H.P... Maksud ayat “ma anta bi ni’mati rabbika bi majnun” adalah bahwa dengan nikmat Islam ini maka kamu tidak akan melakukan pekerjaan hina.H. P.. : . Memperoleh pahala yang tak terputus Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain..J.. Orang Yahudi jarang sekali yang masuk Islam karena hatinya keras (qaswatul qalb).H. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.. H. J. Masalah yang berkaitan dengan penduduk non-muslim di negara Islam. maka sakit gila menjadikan seseorang dalam dunia ini sia-sia.H. Taribat dari kata turab artinya debu. J.J..P. JAMINAN ALLAH BAGI YANG BERQUR’AN Tidak gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan. K.J. utamanya Al-Qur’an.K.) J.. 176 ( “Dan kalau Kami menghendaki. yadaaka artinya kedua tanganmu (usaha yang kamu lakukan).J.K.H.J.J.H. K.H. Orang gila tidak dikenai taklif karena akalnya tidak normal. Karena dia tidak dikenai tugas dan kewajiban (taklif).N.H.. Hatinya bersih.H.H.H.J.H. . Sekeras-keras batu jika dipecahkan. . Ini dibahas dalam fiqih Islam.K.” (QS al-A’raf : 176). . df BAB III .K.H..H.H. taribat yadaaka (‘agar kedua tanganmu tidak berdebu’).H...H. . P.N. diterangkan bahwa diantara orang yang tidak dikenai dan bebas dari taklif (beban tugas) menjalankan syariat diantaranya adalah ‘anil jununi hatta ya’qila (orang gila sampai akalnya berfungsi).H.H.

H.P.H. . . .... P.H.H.P. Karena semakin banyak ilmu seseorang semakin kuat dorongannya untuk melaksanakan kebaikan.K. . . Maka. P. raufun rahiim..K.akan menjadi pembela pemiliknya di akhirat kelak (hujjatun lahu).H. H. Muslim).. .J.J.H..H.J. . Kata khuluqin ‘azhim pada surat al-Qalam dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul. dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu).H....H.K. ³.H.H.J. sekali pun secara fisik kematian telah memisahkan kita.H.P. Yang menjadikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang panjang-panjang..P. J.. K.H.H.K..P.H.. H.H. K. Jangan mencerca orang yang berilmu. (.H. . J. .³. “Barangsiapa yang menciptakan kebiasaan baik dalam Islam.H K.. H..J.J.H.K.K. J. ..) K.J. K.P.J.H.. . Sesuai dengan karakteristik Islam itu sendiri yang terus berkembang.K.H. Orang yang mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid. sungguh bila Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena (usaha) kamu. P. N. Tetapi.H. J.N.” (HR al-Bukhari.H. J.―. P.P.” (HR. tetapi nama baiknya tetap terngiang-ngiang di telinga orang-orang yang ditinggalkan....J.. J. “Maka demi Allah.. J.J.. Murid tersebut ragu-ragu apakah acara ini diteruskan.J. H.J.. kata ‘akhlak’ diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dialah satu-satu Rasul yang dijuluki dengan asmaul husna (nama-nama Tuhan yang baik) secara dobel. Memiliki akhlaq yang agung Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Harta yang diifakkan akan habis.H.. Setelah dikonsultasikan kepada gurunya. . . Makna yang lain.K.J.K. . Lebih-lebih dari murid pertama juga aktif mengajarkannya kepada orang lain..H. . Mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada orang lain pahalanya akan abadi. dalam majlis itu yang hadir hanya seorang.J. karena darahnya akan beracun (menimbulkan bahaya).K.P. J. Maka mesin pahala tidak akan berhenti berputar..J...K. H.J.K. (. .. K...H.J.P. K... .H. tanpa mengurangi jatah pahala mereka sedikitpun. J.H.H.H..P. J.H. .. itu lebih baik bagi kamu dari pada unta-unta merah (kendaraan kebanggaan orang-orang Arab). Kata akhlaq adalah jama’.H. Rata-rata umur umat Muhammad antara 60 tahun sampai 70 tahun. Maksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan jasadnya. yang bentuk tunggalnya khuluq.H.K.H. .J.N. ³. ³.P.H. J. Pada suatu hari ada seorang ulama’ mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu’tamar (komferensi).H.K.J..K.H.H.H. dijawab sesungguhnya jika anda bisa menyadarkan seorang yang hadir ini lebih baik daripada satu forum.K.P.K.H. maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya.K. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam berdoa tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi mohon kepada Allah agar ditambahi ilmu. Ibarat air akan mencari dataran rendah untuk dialiri.) . karena semangat dalam mengembangkan Islam ini. Tinta ulama laksana darah para syuhada.K..H.J. .P. sedangkan ilmu yang diajarkan akan bertambah.

: H..H... .H. Akhlaq Rasulullah yang menonjol disini adalah muhsin (tetap berbuat baik kepada yang bersikap jelek kepadanya) (QS Ali Imran : 134).H.K. ..H. P..J.H.J.K.H. K. . lalu diucapkan dengan bahasa yang terpilih. Awalnya latihan terus menerus (mujahadah) akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk...H. .J. J.J.H. .·. dan sambunglah hubungan terhadap orang yang selama ini memutuskan hubungan denganmu”.N. “Maafkanlah orang yang menzhalimimu. .H.P. J. N.J.H. “Ya Allah.H.. (. K.) Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.P... J.. ampuni kaumku.H.J..H.. Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima celaan semena-mena dari orang yang bodoh (safih).H.H.K. : P.K. disapunya darah yang mengalir di wajahnya itu lalu berdoa.” (QS at-Taubah : 128).N.S.. H.K.. Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain.. P.P.J.K.H.H.J.H. Bahasa adalah lambang sebuah peradaban.J. . K.H.K.P..P. berat terasa olehnya penderitaanmu.H. J.H.H.H.. Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin.H.. karakter atau perangai..P.J. makna yang terkandung dalam hati. K.K.J.H.P..H.H..) . yaitu memaafkan dan mendoakan.H.K.. J.J. Keteguhan Nabi. J.H.P.H. Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhlaq yang agung. ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya.J. tapi “ummati… ummati…” (umatku.P. umatku). Budi pekerti yang amat agung. sengat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Akhlaq adalah sikap hidup. J. P. Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa.J. . K. P. H. yang ditanyakan oleh Rasulullah bukan anaknya.. . J. Oleh karena itu..J. . Yang dimaksud rahim disini sayang kepada orang beriman dan ra-uf disini belas kasih kepada umatnya yang berdosa (asy-syafaqatu ‘alal mudznibin)..H.H. dia dipukul oleh kaumnya sampai berdarah-darah.. ketika naza’ (hampir dicabut nyawanya).J.J.” (HR al-Bukhari dan Muslim). : .H. Lalu terbiasa condong/memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk..J. karena sesungguhnya mereka tidak tahu..K. J. Disini kebaikan menjadi sikap hidup.. K.J..H. Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya. “Sesungguhnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi . m.H.ᅭ H.H.. Ungkapan seseorang menunjukkan isi hatinya.H. berilah orang yang mengharamkan pemberian denganmu. Budi yang halus (adab) adalah sikap batin.P.H.. . K.J.H..H. P. N. H. .K.H.P.H.. H. Setelah kebaikan dilakukan secara berkesinambungan (istimrar) menjadi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya.P. P.J. Disini maksudnya budi jadi isi jiwa.J.. . J. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu’min. dia berkata : “Seakan-akan aku lihat kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan salah seorang Nabi dari Nabi-nabi yang banyak itu. pekerti yang halus adalah sikap hidup. H..H. 128 ( “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri..K. K. P.H. P.

J “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya. saat itulah beliau baru membalas.J. harta dan tahta. amanah dalam bermuamalah..... keinginan (‘azam) yang kuat untuk melakukan kebaikan. dermawan. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Urwah bin Zubair. kecuali memukul dalam perang fi sabilillah.J. .K..K . menahan marah. seolah-olah suara yang didengar dari jarak yang jauh. berkata.³. ihsan dalam berbuat. menjaga kebersihan. gila harta dan gila tahta..(.K. adil dalam menetapkan hukum.H.H . Selain Al-Qur’an tidak akan mampu menolak godaan wanita. Mengendalikan jiwa. asal jangan dosa. Sehingga hatinya kafir (terkover.J.J.J.P. dan tidak pernah memukul perempuan. ketika pertama kali kita kenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita takut kepadanya.J . kecuali kalau aturan Allah dilanggar orang.K..H. pemaaf.P..³.KH. berani.. Dan orang terhitung orang baik-baik ialah yang bersikap baik terhadap isterinya. .H..H.J. dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. berkata jujur.H.K.. menghormati peraturan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Gila wanita.K.. Pendeknya semua budi yang indah.P..H. ) ..P. malu. telah menjadi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau...m ... menyuruh kepada kebaikan.. Kalau aturan Allah dilanggar. Bagi orang kafir ketiga kekayaan itu yang dijadikan tujuan akhir hidupnya. bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah”.. Akhlaq di sini mencakup dimensi yang lebih dalam dan luas. tertutup) dari petunjuk Allah. . Perintah AlQur’an dikerjakan. . Dan kalau beliau memilih dua hal. Sehingga seruan Allah.H.J. pasti beliau pilih mana yang paling mudah.. BAB IV .H.wa sallam melaksanakan Al-Qur’an. .P. berani berpandapat..P.. larangannya ditinggalkan.J . Ada sahabat yang mengatakan.. KEHINAAN PEMBELA IDEOLOGI MANUSIA Gila (majnun) Orang yang jauh dari Al-Qur’an akan menjadi gila. . .. Dan tidaklah beliau membalas dendam.” (HR at-Tirmidzi).. bahkan tidaklah menjadi kesukaannya memukul.. berpegang teguh dengan kebenaran. mencegah kemungkaran. .. Semuanya dihiasi oleh budi pekerti yang agung. “Tidak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memukul khadam. setelah lama kita bergaul dengannya kita mencintainya. baik perintahnya maupun larangannya.H..

H. Seorang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani. Kata Abu Bakar.K.H.H..P.P.P. .” (QS Fushshilat : 44).H.. . Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya. sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak menerangi mereka)..J.K. J. . J.H.J..K.K..K.P. Sementara orang yang berQur’an mampu bersikap zuhud (membatasi konsumsi) setelah mengumpulkannya. Kreatif dalam mengelola karunia Allah.. P..H. Oleh karena itu seorang yang jauh dari Al-Qur’an akan merasakan kehidupan yang serba sulit (ma’isyatan dhankan).K..H.J. 39 ( “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar. .) “Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.H.H. pada saat yang sama memiliki daya kendali material.K.H.H.H.J.J.J. H. tetapi pada akhirnya ia pemimpin sejati..suara apa itu ?. H.J. .J..H. : .H.J.P..H. Memperoleh balasan sesaat (mu-aqqatan) Yang diperoleh bagi orang berpaling dari Al-Qur’an hanyalah mata’ (kepuasan sementara).. . Segala aktifitas orang kafir hanya akan menutup (raana) hatinya sendiri. Berperangai hina . H. Mukmin adalah petarung sejati.J.P. Orang kaya. . J.) 65 ( “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu..H. itu.J. 44 ( . P.K.K.P. P. tetapi mampu membuat rakyat sejahtera setelah berkuasa.P.H.H. J. P. J. Dan mereka menjadi pemburu yang kecewa. karena yang diburunya tidak ditemukan. P. H. : .N. H. ³. N.K. K.. K. menurut Islam. J.J.H. J.J.H. P.J.H...P.N. .H.H.” Orang Islam semangat dalam mengumpulkan karunia-Nya.H.H. P.N.. .” .H. Orang yang tidak ber-Qur’an tidak bisa zuhud. “Jadikanlah harta itu pada genggaman tanganmu dan janganlah engkau masukkan dalam hatimu..N. tetapi hatinya terpenjara oleh nafsunya..H..H. pebisnis sejati.H.J..H.H. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. tapi tidak kikir dalam membelanjakan kebaikankebaikannnya. H.³. bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati. : . H.K. P. .K.H.J. J.J..J. Dikumpulkannya sebanyak mungkin.³.H.P.K.H.K. maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang hina.. seakan-akan minum air laut semakin di minum semakin haus.. J.H.. bertempat tinggal sesuka hatinya. . m..J. H.J. K. ³.N.J. kemudian dia tinggalkan untuk Allah.) . H..K.H.J. Lelaki Qur’ani memiliki daya cipta material.H.H. Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.K.P. P.H.H.H..K. Secara lahiriyah bisa makan ini.H.ᅭ m. m.” (QS an-Nuur : 39). K.J.K. Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia menjadi pebisnis sejati. ..J.K.H.

Tetapi tidak sadar sesungguhnya mereka dijauhi oleh orang yang baik.H. Karena hati nuraninya dinodai dengan akan noktah hitam.P..PP. . PROFIL GENERASI QUR’ANI . inilah bentuk kehinaan... tidak difungsikan. Peristiwa ini terjadi di danau Thabaria...(QS al-Baqarah : 65)..... AL-Qur’an sebagai sumber utama . Ya Allah.. orang yang berbuat menyalahi suara batinnya. Ya Allah.. Yang dibenci Tuhan dan manusia adalah seorang yang memiliki kesamaan sifat dengan binatang. tetapi mereka memasang alat penangkap ikan (kail) pada Jum’at malam.. Jika keledai berkarakter keledai. .. yang abadi adalah kepentingan itu sendiri.H.P.” Wajar.. lalu diambil pada hari Ahad.. – . sama perangainya dengan makhluq yang tidak berakal. df . “Yang disumpah Tuhan sehingga menjadi kera atau monyet adalah hati mereka... . kata para ahli. asalkan tujuan tercapai (al-ghayatu tubarrirul wasa-il).H. ampuni dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. ampuni dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan”. Madyan.H... .. Sehingga mereka mendapat kutukan Tuhan menjadi kera yang hina. ampunil dosa-dosaku yang mendatangkan bencana... Mereka bangga dengan memperoleh keuntungan duniawi. Pola penerimaan – Berinteraksi dengan al- . ‘Laksana keledai memikul kitab’. . Ya Allah.H.. ampuni dosadosaku yang merusak karunia. Menurut Ibnu Mundzir.... Alia.. Tetapi perangainya berubah menjadi perangai binatang. .. Kemurnian dan keutuhan sumber asasi . Ia akan dihantui perasaan bersalah (inhizamun nafsi). Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji Bani Israil dengan Tuhan...J.. dikhususkan untuk beribadat kepada Tuhan. Memiliki akal. Tidak ada kawan abadi. Ya Allah... Jika direnungkan ayat ini. . bukan berarti mereka berubah bentuk... keledai. bukan badan mereka.H. Imam Ali bin Abi Thalib menyimpulkan akibat buruk dosa... mereka terima dari Mujahid. Yaa Allah. ampuni dosa-dosaku yang menahan doa. Peristiwa ini adalah majaz (kiasan) seperti pada surat al-Jumu’ah ayat 5.. . Sekalipun dilarang mencari ikan pada hari Sabtu.s “Siapa yang jelek akhlaqnya.. ampuni dosa-dosaku yang menurunkan bala. Mereka berdiam di tepi pantai.... akan tersiksa. Tidak akan merasakan kepuasan batiniyah. .. tidak mengherankan.. dari Ibnu Abil Hatim. Manusia berperangai seperti keledai.... Lebih memuliakan ikan daripada seruan Tuhan.... Tetapi mereka pandai mempermainkan hukum Tuhan.. Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya... Menghalalkan segala cara.. Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari bekerja. ia menyiksa dirinya sendiri..H. dalam doanya : “Ya Allah.N. ...........J.” . Sebagian ahli tafsir berpendapat : mereka menjadi babi...

dalam bukunya Ma’alim fii ath-Thariq mencoba mengamati profil masyarakat sahabat..000 orang. Bahkan. . niscaya Allah tidak akan menjadikan dakwah Islam ini kaffatan linnas wa rahmatan lil ‘alamin. selain dari generasi Sahabat. Kecuali pribadi Rasulullah yang telah meninggalkan kita.). yakni generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum. Akan tetapi Islam tidak demikian.. .Qur’an untuk dilaksanakan . sekalipun beliau tiada. sumber utama (al-Qur’an manba-un wahiid) Generasi sahabat mempersepsikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan kehidupan. Dan itu yang akan dibaca oleh generasi sesudah kita nanti sampai akhir zaman. . Pertama. Gejala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men-setting generasi... Seandainya keberadaan Rasulullah yang menjadi rahasianya. Lalu apakah ini yang menjadi penyebab? Jawabannya bukan. Allah menjamin keutuhan dan kemurnian Al-Qur’an.. semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami. beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir zaman.. ilmu. “Budi pekertinya adalah Al-Qur’an”. Setelah itu boleh dikata.... al-Qur’an. utuh.. sekalipun ada beberapa figur yang muncul (mujaddid).. Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama. dia menjawab. Dakwah ini akan berlangsung secara kontinyu. Demikin pula hadits Rasulullah.. beliau mengemukakan tiga faktor yang menjadi karakteristik generasi Qur’ani yang pertama itu.. tolak ukur keberhasilan dakwah di mana saja dan kapan saja.. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang perilaku Rasulullah.. Isolasi total dengan pola jahiliyah sebelumnya BAB V ... Sayyid Quthb. generasi terbaik dalam sepanjang sejarah Islam dan kemanusiaan. adalah Al-Qur’an di tangan kita sekarang. dan murni. Gejala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah Islam. tetapi belum pernah lahir dalam bentuk society (160. Al-Qur’an yang tetap asli. tidak pernah terulang lagi munculnya generasi sekualitas itu. peny... Peradaban Romawi kala itu sudah mencapai tingkat kemajuannya di bidang budaya. dan hukum. Adapun hadits adalah tafsir operasional dari sumber utama itu.... Demikian pula kebudayaan . Dari hasil pengamatannya. bagi yang terjun di medan dakwah. Kehilangan pribadi Rasulullah bukan menjadi faktor utama dalam dakwah ini.. Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan mereka? Kemurnian dan keutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al-Qur’an yang dikaji oleh para sahabat Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan yang menjadi asas perjuangan mereka dalam kehidupan.. sekalipun Rasulullah telah wafat. Dan Islam bukan risalah terakhir diturunkan oleh Allah. yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara sebagai sistem hukum. PROFIL GENERASI QURANI Ada fenomena yang unik dalam sejarah Islam yang patut dijadikan rujukan. yang bagi sahabat dahulu dijadikan sebagai pedoman kerja...

Yunani yang terkenal dengan logika dan filsafatnya. Kebudayaan Persia, India, dan China tercatat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu. Dua peradaban Romawi dan Persia mendominasi Jazirah Arab dari utara dan selatan. Tetapi, fokus generasi sahabat kepada Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan acuan, mempunyai sasaran khusus. Rasulullah ingin mencetak generasi yang spesifik, di mana hati, akal, wawasan, ideologi, dan orientasi (ittijah) mereka terpelihara orisinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manhaj Al-Qur’an. Generasi inilah yang dicatat sejarah sebagai generasi yang unik, sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terkontaminasi berbagai polutan dalam memahami sumber utama. Seperti filsafat dan logika Yunani yang banyak mencemari pemikiran pemikir Islam, israiliyat Yahudi dan teologi Nasrani, serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing, yang turut mencampuri penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mengurangi kadar kejernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al-Qur’an. Kedua, metode penerimaan al-Qur’an (manhaj at-talaqqi) Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya cenderung mengalami perbedaan dalam aspek pola penerimaan Al-Qur’an. Generasi awal ketika membaca Al-Qur’an tidak bertujuan membongkar rahasia alam, sains, pengayaan materi-materi ilmiah. Akan tetapi menerima Al-Qur’an seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan secara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Persis seperti seorang prajurit menerima perintah dari komandannya untuk dilaksanakan secara spontan. Sahabat mencukupkan sepuluh ayat untuk dihafal dan diamalkan muatannya. Metode penerimaan yang aplikatif – justru menyingkap ufuk ilmu dan keindahan, pesan-pesan inti – yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode pertama dapat mempraktiskan kerja, meringankan beban, menterjemahkan teori-teori ilmiah yang mandeg ke dalam kerja nyata yang dinamis. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak menerima metode apapun selain dari metode penerimaan yang praktis dan aplikatif. Karena Al-Qur’an bukan buku seni, ilmu, sejarah, sekalipun semuanya terkandung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Karena itu Allah menurunkannya secara bertahap. (106 ..... ).: .J.³ .H.J.K .K.H.J.H.H.P.H.H..P.J.m.H.H.N.J.H..P .H.H.J.H..s .³. .PH...l “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS al-Isra’ :106). Allah menurunkan Al-Qur’an tidak sekaligus. Tetapi berdasarkan kebutuhankebutuhan

dan perkembangan yang kontinyu dalam ideologi dan konsepsi, juga berdasarkan problem alamiah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupannya. Terakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan kondisi khusus, serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi kejadian itu, dan memperbaiki kesalahan mereka, dengan begitu terasa keterikatan jiwa dengan Allah sebagai Pencipta. Dari metode penerimaan yang praktis ini para sahabat muncul sebagai generasi yang terbaik. Ketiga, isolasi (mufashalah) dari persepsi lama Apabila seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika jahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa jahiliyah; merasakan hidup yang lalu itu penuh noda dan kotoran yang hanya bisa terhapus dengan Islam. Dengan sikap pasrah seperti ini, ia menerima petunjuk Islam yang baru. Maka setiap kali tidak mampu menunaikan kewajiban yang dibebaankan Islam kepadanya, ketika itu ia merasakan bersalah dan berdosa. Akhirnya, jalan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur’an. Isolasi perasaan secara mutlak ini antara masa lalu yang jahiliyah dan masa sekarang yang Islami, jelas terlihat dalam hubungan sosial dengan masyarakat jahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan jahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang Islami, sekalipun hubungan dagang dan harian masih terjadi. Yang jelas, perubahan total terjadi dalam lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, serta pergaulan yang baru telah bertolak dari tauhid. Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh generasi berikutnya, sehingga tidak bertahannya nilai-nilai ke-Islam-an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka. Untuk mengembalikan ma’nawiyah (spirit) ber-Qur’an ini, perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus. Yaitu pemberdayaan ruhani kita secara lebih intensif (tarbiyah ruhiyah), agar Qur’an bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita. Karena Al-Qur’an berasal dari Dzat yang Maha Suci, dikirimkan melalui makhluk yang suci, dan diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya (ishthafaahu), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Wallahu ‘alam bish-shwab. df $ PAKET IV . ..... ..... Prinsip Akhlak $ .... ...... ..... .... Qiyamul Lail .....

...... Baca Qur’an .. ... Ingat Allah ...... Tawakkal ..... Sabar ...... Hijrah ... ... Langkah lbh teguh ... .... Bacaan lbh berkesan .... ... Ucapan berbobot .... .... Produktif .... ... Pandangan sejuk ...... ..... Posisi terpuji ... .... Tempat masuk yang benar .... ... ..... Sebab masuk ...... .... Tanda iman ...... ..... Penghapus dosa ..... 3:138 – Penjelasan .... 2:147 – Kebenaran ...... 10:57 – Obat .... 17:82 – Rahmat ..... 2:2,128 – Petunjuk ....... 25:1 – Pembeda ..... 5:15-16 – Cahaya ....... 3:138, 54:17,22 –

... . J. N.. ³. J. .H.H.J.K. ³...J. Bangunlah (untuk shalat). Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadatlah kepada-Nya .. .. .K. Manusia paling mulia . “Wahai orang yang berselimut (Muhammad).K. ..J..K.. Kebiasaan orang shalih . ..K. ..... ..H..H.K..H...H. PRINSIP AKHLAQ Surat al-Muzzammil ayat 1-9 . . K.J..H.. P. H. H.H.. P..H..S. .P.K. P.... H.. ..H. .H..H.N..K. .J..―.H.J. Terangkat derajatnya . J... ...K.K..K...P.K. ―.J.. H.H. Boleh iri padanya .P....H. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.. ..H..H. ³..H.K.K.H...J.H.K.P.K...J. ³.K.. K. K.K..J. Menjaga stamina ruhani . .P.H.H.J... ...N. . di malam hari kecuali sedikit (daripadanya).H.H.H. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat..H. .... H. ...H. ³.. . K. H. ³.H... H.. .. ³..J.....J..H. ³.H.J. K..H.S..K. Siapa yang ingin raih kemuliaan.H.J.J.P. . .J. .H. . 15:19 – Pengingat ..H. K... K.J.K..H.S. P.J.H.H.J. 42:42..... .J. H. J. (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua sedikit...... K. H..J... K.. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan...J.. Prinsip Akhlaq BAB I .. Atau lebih dari seperdua itu. .. N.K.K..K.H.. 40:15 – Ruh .N..N.N.. .. . K. H..J..P..J.H.N..³.K..Nasihat ....... N.J. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).H.³. . N..J.J.H..... ... H. Shalat yang palig utama setelah shalat fardhu ... J...H. ³.J.N..J..J.H.J. dia bangun malam . . ..J..

Mereka mengetahui sejak dini dan sekaligus melawannya gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa.N.³. sukses. Sebaikbaik amal adalah yang pungkasan. maka ambillah Dia sebagai pelindung”. kegalauan. menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka terusik bahkan tergoda oleh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari perjuangan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah. di balik kelembutan mereka. Itulah vitalitas. sehingga membuat takut. H. kegelisahan. Syauqi. dan menghalau keputusasaan. dan tidak mungkin memenangkan pertarungan? Para mujahid adalah manusia biasa. sedih. Selalu ada gelora yang bertalu-talu di balik lubuk hati mereka. Semua gejala jiwa yang dirasakan manusia juga dirasakan oleh mujahid.H.K. H. cemas.P.. Itulah yang membuat sorot mata mujahid selalu tajam. P. dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah.J.P.. Ahli sastra Mesir. Di saat yang lain mereka harus gagal.H. Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah jalan ketakutan.H. Bahkan. mengatakan : H. semangat hidup.. terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur). tiada Tuhan melainkan Dia. gembira. gundah-gulana.H. Kemampuan mengelola gejolak internal diri menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil. Ada saat dimana ia naik. Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul khatimah.J.H. cemas. . Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunnatullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah.H.dengan penuh ketekunan. P. Yang membedakan para mujahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas.―. kehidupan mujahid pun fluktuatif (naik-turun). Menjaga stamina ruhaniah (ri’ayatu al-ma’nawiyah) Mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya. Sebagaimana layaknya manusia. di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain.J. Dan sebaik-baik umur adalah yang terakhir.H.. Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu jauh dalam kegagalan dan keberhasilan.H. melawan ketakutanketakutan. kegalauan. (Dialah) Tuhan timur dan barat.J. . Itulah yang membuat mereka memiliki harapan.H. kecemasan.

“Dan barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari.N. Jika Aku telah mencintainya. Vitalitas. J.J... Rasulullah bersabda. Sehingga pendengaran.J.” (Al-Hadits).H. Dan proses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik. ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku. dzikir.H. menemui dari takbir pertama.H.J. menjadi tangan yang ia memukul dengannya.H. “Barangsiapa yang melaksanakan shalat sunat rawatib 12 rokaat secara berkesinambungan.H. muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah (tadakhul rabbani) secara langsung. membaca alQur’an. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya …” (HR al-Bukhari). .) H. H.H.” (Al-Hadits). pembebasan dari penyakit nifaq (ragu-ragu) dan pembebasan dari neraka. (. . “Bahwa Allah berfirman..H. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah hingga Aku mencintainya. J.. Inilah yang menjadikan Ibrahim bin al-Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya. H..J. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. berkesinambungan. penglihatan.H. maka Kuizinkan ia diperangi. “Kami dalam kelezatan (spiritual) sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagiaan itu ada disini mereka akan menguliti kami. masuk surga. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. dukungan.H. H. maka ditulis oleh Allah dua pembebasan. keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan-keyakinan terhadap alam ghaib. karena iri”.Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekitarmu tertawa.H. Menangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang suci tidak sederhana.H. shalat lail.. Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang konstan..H. dan pertolongan-Nya pada saat yang diperlukan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda.H. Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi kekasih Allah (waliyullah). langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. Dan orang di sekitar kita gembira (termasuk ibu yang baru saja melahirkan) karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan.. Sebagai kekasih Allah. akan memperoleh pembelaan. Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.H. ³.

tentang rahasia kekuatannya. “Bergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah”. Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. Tapi. “Ini adalah buah dari ma’tsurat (al-kalimatut thayibah) yang secara rutin saya baca di pagi hari setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dari ufuk timur. maka engkau ridha dengan sesuatu yang menimpa diri yang tidak kamu sukai. sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi proses terjadinya kreatifitas dan dinamika.“Jika engkau ingin masuk surga. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang kurang produktif. Allah memiliki cara sendiri bahwa gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). Dalam perang Yarmuk. baik berupa materi maupun immateri. Manusia adalah produk sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). Akhirnya mereka menemukannya. Dalam suatu peperangan. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini. Beliau menjawab. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap selesai melakukan wirid harian itu. Barakah artinya tambahan kebaikan (ziyadatul khair). Tekanan kehidupan secara psikologis. Khalid pun merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. musibah.” (Al-Hadits). Diantara stimulan jiwa adalah tekanan hidup. Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. jika suatu saat saya tidak melakukannya. Seorang ahli hikmah mengatakan. . kaum muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”. dll. kesempitan. Mereka pun menanyakan ulama’ yang tetap membujang hingga wafatnya itu. “Di balik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah Shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi yang dicarinya tidak ditemukan. Bukan situasinya yang kita persoalkan. melainkan pasti saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenangan bagi saya”. kualitas atau kuantitas.

Beliau hafal al-Qur’an dan ribuan hadits. Abu Huzaifah. “Bangunlah. Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu. Ketika Ali karramallahu wajhahu sedang ada masalah dengan keluarganya (Fatimah radhiyallahu ‘anha). Ibnu Abas mengatakan. bukan saja menantang Israel.Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan. maka ia memanggil dengan julukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu. sehingga tetap memiliki ketenangan. Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II. Orang Arab jika ingin memanggil seseorang. dengan redaksi . Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz merebut takdirnya menjadi ulama’ besar. Al-Muzzammil adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika memanggil kepada intelijennya. Tugas untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan. beliau membangunkannya dengan. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syaikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini. yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya. Rasulullah memanggil dengan panggilan keakraban. Shalat lail Al-Muzzammil yang menjadi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan. menyempurnakan syarat dan rukunnya. adab-adabnya. memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari Kerajaan Saudi Arabia. Kemudian di-nasakh kewajiban itu menjadi sunnah. sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Ketulian tidak mencegat Mushtafa Shadiq ar-Rifa’iy menuju puncak. Mengerjakan shalat lail dengan sungguh-sungguh. Ia selalu menemukan celah dibalik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan. dan dengan kesadaran penuh. “Berdirilah. Kecacatan istrinya (bermata juling) sama sekali bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh Utsman an-Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai tokoh publik dan membangun keluarga sakinah. wahai penidur”. Rasulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum. tetapi bahkan menantang dunia. mawaddah wa rahmah. “Semula shalat lail ini diwajibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila. harapan. yang tertidur pada malam perang Khandaq. musibah. dan semangat. wahai Aba Turab (yang penuh debu)”. dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru. Pada surat al-Muzzammil. ia tertidur di masjid.

.P. ...) K..P.H. .K.. J....H...H.. ..チ.H...J.N.H. J.H.J..... H 64 ( “Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam. dengan firman-Nya : .. .K.P.H.J.17 ( “Lambung mereka jauh dari tempat tidur. ..K..H. H. . H. H. .... yang lebih beruntung).J..H.P.J.K. 16 .H..H.H.. K.P.H.. .P.H.. ataukah orangorang yang dalam keadaan sujud dan berdiri dengan penuh ketundukan pada waktu malam hari karena mengkhawatirkan (keselamatan) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya. ³.H..H.J..K.H.. .. 79 ( “Dan bertahajjudlah pada sebagian malam sebagai tambahan bagimu (Muhammad).H..K. H..” Shalat lail merupakan karakteristik hamba Allah Yang Maha Rahman.. . ³.. wahai orang-orang musyrik.J.³.N..H.H..J. J.K. H.” (QS Az-Zumar : 9).H. P. .H. .K.K.) H.P.” (QS al-Furqan : 64) Ketika menyebutkan ciri orang-orang yang bertaqwa. K.H.H..P.H.N.J.J.K.H.P. H. Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh harap dan cemas.P... m. : ..” (QS adz-Dzariyat : 17-18)..J.P.³..H..H. K. H.チ...H.J.... H. . .³...H. J. ..” (QS .H..H.u. J....H. .. ..H.. ‘Sebab itu bacalah mana yang mudah dari Al Quran’.J...H.N. Allah juga menceritakan ciri orang yang memiliki iman yang sempurna.K..H.. ...J..H. : .H.H. .J...K.P.J.H.H.J.. : ..H..J.J..J......H.S.P.H.H..H.J.. .J. . .N. J.P.H. : .J...チ.H. .³.. H 17 18 ( “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.P...P. J.) H. : ... J.K... . H..H...P.S..チ...H..J.. チ. Allah mendeskripsikan orang-orang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu.N.J.. K.” (QS Ali Imran : 17).³.H. H.H.ayat 20.H..” (QS Ali Imran : 113).N.H..K. P.” (QS as-Sajdah : 16-17)..H.J.J.H.. .H.J. H.H.. . H.³.K..³..K. . : .. K.) K..) .. : ..K.P..K.. Allah berfirman : ..H. Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yang terpuji kepadamu..H.J.P. .J.) .. dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.H..H. 9 ( “(Apakah kalian..H... Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya..H..N..P.J..J.J. 17 ( “Dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur. J... J.J.. 113 ( “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat.. .....H.J.H..チ.チ.H. Seorang pun tidak mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan terhadap amal yang dahulu mereka lakukan... dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka.H..K.P.H. .―.J.H.. H.P.K..J...³. K.P.J.) H..H.H.... .J.

dan kedua.J. : .K.J. : .J.P.J.. orang yang diberi harta oleh Allah lalu harta tersebut dia infakkan sepanjang malam dan siang.H.H. sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam. melahirkan langkah-langkah strategis.N.J. orang-orang yang diberi karunia oleh Allah berupa Al Quran lalu dia amalkan di sepanjang malam dan siang.. Allah juga telah bersumpah dengan ciptaan-Nya.J. Rasulullah menyatakan.J..H.N. demi waktu malam).. Allah akan memberikan perkataan yang berbobot (QS al-Muzzammil : 5).. sambunglah kekerabatan.P.K.. serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.J. ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian. seperti dalam hadits. “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian..P.H. bahwa pada sepertiga malam Tuhan turun . sebarkan salam.K. .N.. Boleh iri terhadap orang yang rajin shalat malam.H. “Tidak boleh dengki kecuali terhadap dua kelompok orang.H.. ³.H.” (QS ath-Thur : 49).J.P. .H. Shalat malam merupakan faktor utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga. Kemudian sosialisasi program pencerahan secara berkesinambungan. J. maka ia akan ditempatkan pada posisi yang tinggi (maqaman mahmuda) di hati mereka. dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya kamu masuk surga.K. Di waktu malam gangguan berkurang. Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa..H..K.H. “Wahai sekalian manusia. Pertama. berilah makan. K. “Sesungguhnya anda dikaruniai rizki dan di tolong oleh orang-orang yang lemah diantara kamu.S. Dengan ide dasar (qaulan tsaqilan). sujudlah kepada-Nya dan mahasucikanlah Dia pada sebagian besar waktu malammu.” (HR Ibnu Majah).) ³.―.H.J.H... H.J.K.P. H. dalam artian mengharap agar bisa menirunya. Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik. P...J. P. 26 ( “Dan pada sebagian malam..” (QS al-Insan : 26). P. kampung keselamtan. 49 ( “Dan pada sebagian malam..J. Apabila Allah bersumpah dengan makhluq-Nya sendiri itu menunjukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya. tak kenal henti..” (HR atTirmidzi).” (HR al-Bukhari).) K.H. H. H.H.S.. Jika potensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat (iradah atau ‘azmun qawiy). Dalam suatu Hadits Qudsi Allah berfirman... mahasucikanlah Dia dan pada saat fajar setelah bintang-bintang terbenam. .” (Al-Hadits). K.P.H. H..J.P.H. suasana hening.alIsra’ : 79).P.H. Keheningan malam berpengaruh kepada fikiran dan hati.K. yaitu waktu malam (wal-laili.H..

H.H.J.K. menerima taubat oarng yang bertaubat dan permohonan orang yang mohon ampun. hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.J.H.J.H.H.) P.H.P.” (HR al-Baihaqi).J. H.. P.. apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab..ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh. H.H.J.H. : H.. N.N..P. sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya.H.H... K.H. J.J.H..J. . Al-Khazin mengatakan. dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya.H. K.. Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah. Kemudian. . . dia akan takut dan penuh harap...K.. (.H. Dan bacaan al-Qur’an ketika itu lebih berkesan di hati.H.H.J. maka ether di waktu malam itu memperdekat hubungan.J. “Wahai Rasulullah.J. K. . sehingga memungkinkan orang yang shalat dengan menghadirkan hati. Ketika menyebut janji dan ancaman. P.H.P.H. Maksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat.K.H. .. .H.. P.H. J. .H. H. Tartil al-Qur’an Membaca Al Quran dengan tartil artinya membaca dengan menghadirkan hati (alqira’atu ma’a hudhuri al-qalbi).) K.P.H.J.J.H. Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil al-Quran’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”. Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan..K.J.H.P.S.H. was-was. Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.. P.. .H.K.. : H.” Maka ditanyakan kepada beliau.J. P.. Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi oleh ether. P.H.H. H.H..H. dia mengambil pelajarannya..P. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas.19 ( “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya.K. “Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi.J. ..H.P.H.19).K.H.H. Ketika sampai pada mengingat Allah. : . Mengingat Allah (dzikrullah) Dzikrullah akan menyelamatkan seseorang dari badai keraguan.P.K.H.J..P. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. ..K.K. .H. H. “Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an..H.K. P.K.J..H. N. “Membaca alQur’an dan mengingat mati.H.J. 16 .. hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya. P. .. H. N. . Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya.H..H.H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam membaca al-Qur’an dengan perlahanlahan. tafakur terhadap hakikat dan makna ayat.” (QS al-Qiyamah : 16 . Maka.J. .H.H.H.K.J.

H. Al Baqarah/2 : 152).J. ketentraman.” (QS..K. ―..H..P.) J. N.J.. “Orang-orang beriman dan tenteram hatinya karena mengingat Allah.H.. Yang .H.H.J.H.H.H.H.J.P. .K.H. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar.H.J.J.J..P.H. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. H..H.J.H.H.J.J.J. H.. Mereka tidak disentuh oleh bahaya apapun karena mereka mencari ridha Allah.H..K.P.H.J.” (QS asy-Syu’ara : 61-62). N. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah.K. hati menjadi tentram. H. ..J.P.J.H.K.) 61 .H. 152 ( “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu.H.H.. sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi.H.H. .J. dan semangat juang. dan Ia sebaik-baik penjaga’. ... . Ketika Musa dihadapkan oleh kepanikan kaumnya karena akan tersusul oleh pasukan Fir’aun.P. sesungguhnya Tuhanku bersamaku.H.. P.H.N..J. kelak Dia akan memberi petujuk kepadaku. Kesadaran ini selanjutnya akan melahirkan potensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan. Dzikrullah dapat mendatangkan ketenangan.. (perkataan) itu justru menambah iman mereka berkata.H. H.J. karena itu takutlah kepada mereka.N.K.J.K.H..’ Maka.K.P. kegoncangan dan segenap penyakit jiwa lainnya. ‘Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kamu.H.H. K.H. berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah. karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya.62 ( “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat. H.J.J. H. J.H.H..N. . Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar..K.kecemasan..J. “Orang-orang yang apabila diancam orang lain dengan mengatakan.K.J. K. keteguhan.” (QS ar-Ra’du : 28). H.. K. J..P.. ‘Allah cukup bagi kami. Dengan selalu mengingat Allah hati seorang menjadi hidup.P.. Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan tersusul. : .J.H. . J.. “Kemanakah kita akan lari?” .H.H.H. J. keyakinan dan kedamaian di dalam jiwa..S.H.. H. . Dzikrullah juga dapat membangkitkan keberanian. m. : .

Berarti ia sabar menerima ketetapan-ketetapan Tuhan. dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya. “Pergilah. Bisikan jiwa ini jika ditahan. Seorang yang menghadapi rintangan dalam pekerjaannya. tanah yang gersang. ditekan. Wanita tersebut menjawab. yakni menjamin.demikian itu. dll. Dari contoh yang kedua ini. pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung jawab. (Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu . Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan kokoh. dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. Sabar disini bermakna tabah. diantaranya shabara bihi. manusia. menggerutu kepada Tuhan. tidak lain hanyalah syetan yang hendak menakut-nakuti pengikutnya. Sabar Dalam kamus-kamus bahasa. baik dalam pengertian material seperti menahan orang dalam tahanan. “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. dengan terus melanjutkan usaha. Sastra Arab mengatakan. jangan ikut campur urusanku. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. maupun non-material seperti menahan jiwa dari keinginannya. Tetapi bila ia menahan. pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya. tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu orang-orang beriman. Engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku”. Ulama etika mendefinisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan demi mencapai sesuatu yang lebih baik. bahwa suatu ketika Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam menemukan seorang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur. awan diatas awan lainnya. Dari akar kata shabr diperoleh sekian bentuk kata dengan beragam arti. ini berarti perwujudan dari hakikat sabar. Seseorang yang dirundung duka. Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit. ia akan meronta. Nabi kemudian bersabda kepadanya. berat. kata shabr berarti menahan. terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum tercapai. jika mengikuti nafsunya. “Shabar itu awalnya pahit melebihi empedu dan berakhir dengan manis melebihi madu”.” (QS Ali Imran 173-175).

(. Beliau tidak memiliki penjaga-penjaga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata. “Hakikat kesebaran dinilai pada saat-saat pertama dari kedatangan musibah.N.N.J.m .. ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak konteks: 1) Dalam menanti keputusan Allah (QS Yunus : 109). Tawakkal (berserah diri kepada Allah) Rasulullah Saw bersabda : Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa.H. .H.H.K .J ).” (maksudnya. Thaha : 132).H.. . tidak membakar .J....H.H.K .H..P..... dan dalam peperangan.H. Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba’saa’. ......H.H.P. .. .H.H.J.. .J.J.H...P.H.... .H.H.....H.H. bukan setelah berlalu sekian waktu).. ...S. “Aku tidak mengenalmu”. 6) Dalam menghadapi malapetaka (QS Luqman : 17).PN...K. Kemudian ia mengunjungi Nabi di rumah beliau).J.. ia sadar dan menyesal. sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba’si. .H. . 2) Menanti datangnya janji Allah dan kemenangan (QS ar-Ruum : 60)...P.PJ.K..H.” Dalam al-Qur’an. Nabi menjawab. 7) Dalam usaha memperoleh apa-apa yang dibutuhkan (QS al-Baqarah : 153)..H.... Ahli Tafsir ar-Raghib al-Asfahani menjadikan ayat 177 surat al-Baqarah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al-Qur’an.H “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta dibuatkan mantera.... penderitaan..H.P.adalah Rasulullah.J .. “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan.J.H.H.N. 3) Menghadapi ejekan dan gangguan orang-orang yang tidak percaya (QS Thaha : 130).. 4) Menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal (QS an-Nahl : 127). sabar dalam menghadapi musibah dicakup dengan kata adh-dharra’. 5) Dalam melaksanakan ibadah (QS Maryam : 65.

. Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas.H. 6) Ketika beliau dikejar.J .H. Bukan bertawakkal pada persiapannya itu.. tidak tathayyur (pesimis yang membuatnya tidak berbuat apa-apa). memilih lokasi perang. sebagai bentuk tawakkal. faktor-faktor pendukung kemenangan.K. Setelah merampungkan persiapan yang matang.N . Bekerja cerdas dan berdoa keras. 5) Mengelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan tempat tidurnya. hingga dijuluki Dzatun nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). juga timing (pengaturan waktunya). 2) Menyiapkan logistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar.H.” (Muttafaq ‘Alaih) Tawakkal berbeda dengan ittikal. Ia membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya.K. 3) Menyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam perjalanan yang sulit dan panjang.. Tawakkal adalah memaksimalkan ikhtiyar dan ketentuan akhir adalah hak prerogatif Allah.P . dan bertawakkal kepada Allah. dan melakukan penyerangan dengan rencana yang . 4) Menyertakan seorang penunjuk jalan yang menguasai rute perjalanan yang akan dilalui. .H . beliau dan temannya bersembunyi di Gua Tsur. mengatur barisan tentara-tentaranya. Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial. lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah.K . kecuali setelah suasananya menjadi dingin. beliau mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah. Rasulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang cukup.(mengecos) dirinya dengan besi. sedangkan ittikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah secara pasif. Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab (mengambil faktor-faktor menuju sukses). Langkah-langkah yang disusun Rasulullah Saw untuk keberhasilan hijrah ke Madinah sebagai berikut : 1) Memilih sahabat pilihan yang bisa menemani perjalanan. Abu Bakar ashShiddiq. matang.

.) P.. Di rahim mana benih itu ditanam. kemudian pulang pada sore hari harinya dalam keadaan kenyang.. lingkungan harus dipersiapkan dengan baik. K. “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya.H..” (HR alBukhari dan Muslim)..J. Menanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur.J. Bhs.. “Bagaimana dugaanmu terhadap dua orang. df . “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya.K. Hijrah Sejak awal perkembangan dakwah.p . K. Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang kondusif (kawasan yang didesain Islami) di Madinah.K. H. dll.K..H..(. dan menangkan kami atas mereka.K.N..P..H.H.” Rasulullah bersabda. bahwa pihak ketiga adalah Allah.... J. menang tanpa ngasorake.K...J...J.. dan mengalahkan pasukan sekutu.J.H. .. Selama tigabelas tahun Rasulullah berdakwah di Makah. lingkungan yang kondusif menjadi prioritas.K.K.. wahai Rasulullah. ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong.J).J.H.K...H.. kondisi ruhani ketika menanam.J..” Beliau bersabda..H.. Jawa).. mereka pasti melihat kita. wahai Abu Bakar. J. “Ya Allah yang menurunkan Al Kitab.H.J.” (HR at-Tirmidzi).H.K. P.H.K.. maka kalian pasti diberi rizki sebagaimana burung diberi rizki.H.P.K. menjalankan awan.J.H.J. Dalam waktu 10 tahun beliau membawa pasukan obor berjumlah 10.000 orang untuk memasuki Makah dengan cara damai (nglurug tanpa bala. “Seseorang itu diperbudak oleh kebiasaan dan lingkungannya”.H.7) Ketika Abu Bakar mengatakan.K. Manusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan (ibnul bi-ah).H.P.. tetapi yang menjadi pendukung beliau tidak sampai ratusan orang. .H.P.H. .J.P. . J....H.” (HR Abu Dawud dan atTirmidzi). Dalam pendidikan anak saja. . .H. (. .P.. hancurkan musuh-musuh itu.P.J.H.... Ahli sastra Arab mengatakan. “Seseorang itu mengikuti agama kawannya. .P. maka hendaklah kalian melihat salah seorang diantara kamu dengan siapa ia berteman.P.N.J.J.

syhawat dan syubhat. doa dan usaha. Luas wawasan berfikir . paten). .. Kemurnian akidah . ........ Manusia yang bertaqwa (inna akramakum ‘indallahi atqaakum)...u. memiliki daya cipta material dan daya kendalinya.. Setiap individu muslim dituntut memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah..... .. LULUSAN MADRASAH AL-MUZZAMMIL Tujuan tarbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh (takwin al-muslim al-mutakamil).. atau penyesuaian..... 3) Matin al-Khuluq (kokohnya akhlaq)... .... Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntunan syariat. mujahadah dan mujahid. sehingga akan melahirkan potensi maksimal. ... ...... atau tauqifi. Kuatnya fisik ..... fikriyah. Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu... Memperhatikan waktu .. ..... Bermanfaat bagi orang lain BAB II .. spiritual dan material...... .... dengan kondisi dan kemajuan zaman (ghairu ma’qulil ma’na.. dunia dan akhirat. pikir dan zikir... Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan secara sinergis dan optimal. Sosok muslim mujtahid. Menurut Syekh Hasan al-Banna. Teratur urusannya ... .... .. pendidikan Islam mencakup seluruh aspek. ‘aqliyah (intelektual)..... pengurangan.. Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan.. Lurusnya ibadah . . 2) Shahih al-Ibadah (lurusnya ibadah)... khuluqiyah (moral)... 4) Qadir ‘ala al-Kasb (mampu mencari penghidupan). meminjam istilah Muhammad Quthb......u. Setiap individu dituntut . .. Bisa mencari penghidupan .. .. . sebagaimana berikut : 1) Salim al-‘aqidah (bersihnya aqidah).... baik segi ruhiyah (spiritual).. LULUSAN SEKOLAH ALMUZZAMMIL .u.. dan ‘amaliyah (operasional). .... Kokohnya akhlaq .. jasadiyah (fisik).. ... Sosok muslim yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan batin)..

.... 6) Qawy al-Jism (kuat fisiknya). 5) Mutsaqaf al-Fikr (luas wawasan berfikirnya). sekaligus mujahid (pejuang)......... tergambarkan sosok muslim yang ideal. agungkanlah! .. Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri. 8) Munazham fii Syu’unih (teratur urusannya)... . . beri peringatan! . Wallahu a’lam bish-shawab. Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih. bukan bagian dari persoalan.. df $ PAKET V . 7) Mujahid li Nafsihi (pejuang diri sendiri)... Muslim sejati ikut memecahkan persoalan.. Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam...... Sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain... atau mushlih. Pakaianmu.... .. Dosa.... Prinsip Dakwah & Harakah $ .. ... Sosok mujtahid.. bakat dan kapasitasnya... sufi (mujahadah). Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mendorong perbaikan untuk orang lain. .... . Setiap individu muslim dituntut memiliki keluasan wawasan.untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup. . . tinggalkanlah! . Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan Islam.. Setiap individu muslim mampu menumbuhkembangkan berbagai potensi. Mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain tidak produktif.... ...... 10) Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain)... sehingga menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.. .. Dari kesepuluh komponen diatas. . Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian (taqshir). Shalih linafsihi dan shalih lighoirihi. Bisa berjihad melawan tipudaya setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan. .. Rabbmu... 9) Haaris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya)... bersihkanlah! . Bangkit. Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan.

... PRINSIP DAKWAH & HARAKAH BAB I .. Bersabarlah! .. ... ... ...... – .......................Tulus dalam memberi ..... .. Perbaikan keluarga – Sakinah.. – ... ...... . .. Memerdekakan tanah air – Negeri yang aman ...... ....... . Tujuan akhir – Meraih ridha Allah ......... – .. Penegakan khilafah Islamiyah global – Kaffatan lin-naas ... . – ......... .. ..... ........ . Kebersihan moral .... ................. ..... Kebersihan jabatan ................. ...... Tahap peringatan .... Kebersihan diri ...... mawaddah wa rahmah .. Penghulu dunia – Rahmatan lil ‘alamin ...... ....... – ........ – ........ – . .... Kebersihan harta ..... ...... Penegakan Imamah Mikro .... ..... ... ................ Penegakan Imamah Makro ...... Memperbaiki pemerintah – Negeri makmur . Perbaikan diri – Kehidupan yang mulia .... .... Membimbing masyarakat – Desa yang diberkati .. . – .... ... ........ ...... .. PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH .. ........ ... ...... ..

agungkanlah.K. agar ia merasakan kelembutan dari Rabbnya. Aktifitas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan sosial.H.J. Kalau pada surat al-Muzzammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk potensialisasi dari (tazkiyah. “Hai orang yang berselimut. Pola pengembangan sebagai ‘abdullah dan khalifatullah yang berjalan secara tidak terpadu.P. Seperti para ahli sufi yang menikmati kepuasan aktifitas ruhaniyah secara infiradi. bersabarlah. H.H..P.....N.. .” (bangunlah hai si penidur). Al-Qurthubi mengatakan. Bangunlah. “Hai orang yang berselimut.K.K.S.H.N. azam yang bulat terpatri dalam jiwa. Manusia idealis yang tidak mengakar di bumi. maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran vertikal. ya . tidak akan turun ke bumi. J.H. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. H. “Panggilan ini menonjolkan sikap lembut kepada yang dipanggil.S.Surah al-Muddatstsir ayat 1-6 ..N. bersihkanlah. P. . lalu berilah peringatan. yakni menyerunya dengan sifatnya. Jika menonjolkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka merespon perubahan sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). .H. Pada surat al-Muddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri (dakwah).. .―.J. Dan pakaianmu. . . “qum yaa nauman..” Wahai orang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat. . Proses potensialisasi diri dan aktualisasi diri (‘abdullah dan khalifatullah) ini harus berjalan secara sinergis. Dipanggil dengan ungkapan ‘ Al Muddatstsir’ sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya Nabi hanya menikmati kelezatan spiritual isra’-mi’raj.H. .. . karena lari dari tanggungjawab kehidupan sosial.J.H.J..H. .H.J. P.H.H. P. Sebagai konsekuensi logis jabatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini. Sebaliknya jika mobilitas dakwah tanpa diimbangi oleh kemapanan spiritual.H.H. Tidak bisa melahirkan ruhul jihad.J. J. H.K. J. dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah jika mereka tidak beriman..P. lalu berilah peringatan. tarbiyah dan tarqiyatu nafs). Bangunlah. Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang membaja...J.P.H. H.. . J. ‘Aisyah jika sedang dalam kondisi stabil jiwanya memanggil Nabi Muhammad. akan melahirkan kepribadian yang pecah (split personality). Akan terjangkiti kehampaan spiritual. tidak menangkap spirit (ruh). J.S. Seperti sabda Rasulullah kepada Hudzaifah bin al-Yamani pada perang Khandaq.. Pola kehidupan sekularistik.S.H. J. Tetapi selimut disini juga bermakna tugas nubuwah yang berat secara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu.. tidak dengan namanya.J.H.H. Dan Tuhanmu.H.” Qum fa andzir (bangkitlah dan berilah peringatan) J.H.P.K. Muhammad. tashfiyah. tawazun.J.H.―.H. Secara terminologis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan.H.K.S... dari yang mulia kepada kekasih.H.H. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu. Alur kehidupan yang memarjinalkan campur tangan Tuhan (tadakhul rabbani). .

H. .H.H..H.J.H.S. K.H. seperti dijelaskan hadits berikut : . K.J.J.P.. ya Muhammad. K. dan yang munkar (perbuatan yang dibenci) menjadi merajalela.H. J. .J.H. H. tetapi permohonanmu itu tidak dikabulkan-Nya lagi.J..” Ummat Islam bukan penonton Jika aktifitas dakwah berhenti. Setelah itu kamupun berdoa memohon kepada-Nya. “Perumpamaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orang yang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut : ada yang berada diatas dan ada yang berada dibawah.J.H.H.H. Akhirnya Allah menurunkan azab secara merata.. Sekalipun di dalamnya ada orang-orang yang menjaga kebaikan dirinya. umat akan sakit batinnya.P.J.J.P.. H. .K.H.. Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan (istimrar) merubah masyarakat dari kebodohan (jahalah) menuju pengetahuan (ma’rifah).K.J.J.K.H. K.H.H.H. Jika mereka dicegah.. . dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu).H.K.H.J. K.H. “Demi Tuhan yang diriku ini adalah dalam tanganNya.H.J. dari pengetahuan menuju konsep (fikrah).H.P.H. H..H.J.. K.H. .J. m. . . K.H.P.H.H. dari fikrah menuju gerakan (harakah) dan dari harakah menuju hasil akhir dakwah (natijah) yaitu kemenangan Islam atas agama-agama yang lain. .J.P. J.―.H.H..H.. J.. P. Aku berlindung kepada Allah dari kekejaman orang yang jahat dan lemahnya orang tsiqah (secara moral baik).P.H.H.H.H..H. K.³. ..J. .H.H. : . dan jika sedang marah memanggilnya dengan namanya.N.H.H. P.J. puasa.K.H.K. syetan-syetan akan bertepuk tangan..H. Para penumpang yang berada dibawah harus mengambil keperluan air minum dari atas.H.P.J. tegur sapa (dakwah).H. J. K.J. .K.K. . .H..H.J.. tetapi mengabaikan tanggungjawab sosial. yakni ridha Allah.P.P. .H.P. . J. J.K. ...P.H. Yang dimaksud bencana..H...K.H. J.J. H.H.H.H. .H.H.H. dzikir.H.K.H.J. K..H. . K.H. hendaklah kamu menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan kamu mencegah dengan sungguh-sungguh yang mungkar.H.J.H.H.H.H. . K... Rasulullah menegaskan.H.H.J. . J. J.J. api syubhat (salah paham terhadap Islam) dan nafsu syahwat memanas. P.H.H. . dan dari natijah menuju tujuan akhir (ghayah).J.K.H. “ Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada dibagian atas”. Doa-doa yang kita panjatkan tidak didengar dan tak dikabulkan.J. J. m.H.K.H. K. .” (HR atTirmidzi.H. .J.H. .H. Kemudian mereka berkata .P.H.K. K.K. J.J.J.H. . niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada di dalamnya.H.H. saking gembiranya (al-Hadits).J. K.H. Orang-orang jahat menduduki posisi penting di-backing mafia dan pemodal.J.J.K.N.J.H. .P.H.H. Umar bin al-Khaththab mengkhawatirkan bencana ini dalam munajat-nya : K. rajin shalat.P.J. .H. atau dipastikan bahwa Allah akan menimpakan bencana-Nya ke atas kamu. J..J.H.³.J. (.³.K.Rasulallah. Yang ma’ruf (kebaikan yang dikenal) menjadi asing..H.. Jika tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya.P.K.H.H.J.H..” (HR al-Bukhari) Jika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri. J.) .

..³. H.H.N..K. (2) munafiq yang membencinya. .H. .H.K. H. J..H.J. K...J.... P. tikungan tajam.J. P.P. .P. ..H... 14 ( “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya.P.J. . lalu ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya).K. : . . . ketika ia pergi dalam keadaan marah. P. H.J.H.N. tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. .H.H.K.H.N..H.N.. J. .H.H.H.H.P.J.H.N.H.J.J.J.H...H.H. di dasar laut dan di malam hari) : Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. . (4) syetan yang menyesatkannya.H. .K.H. : H.P. J.P.J..H.K.. padahal belum nyata .K.J.J.H.K.³.H.J.. . H.H.H.) . 1 -3( “Alif Lam Mim.H.H.H.P.J..J.H. maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap (gelap di perut ikan. J. J.J.J.J..J. J..K.. . maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun (satu milenium kurang lima puluh tahun)” (QS al-Ankabut : 14)..K.P.H.P. .H.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu.K.” (QS al-Anbiya’ : 87).H. Tentu hal ini merupakan pekerjaan berat yang melelahkan phisik dan jiwa.J...P.H. H.. J.K.K.H.K..H..J.H.H.N. . . dan (5) nafsu yang melawannya.H.. K. P.H. P.H.K. membutuhkan waktu yang panjang (QS at-Taubah : 43). H. dengan begitu adalah cita-cita dakwah kita.N. H.N. J.H.. J.J.J.H.N. .H.H. (3) kafir yang memeranginya..P. H.) 142 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.K. J.―.H. P..H.K. .³.K.P.H.H.H.H.. H.N. H. J.K.P.³.H.K.P.K.K.J.J. H.H.H.. J.K.J..H..K.H.. ..” (QS at-Taubah : 42)..J. : .J.J.H. “Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat : (1) mukmin yang mendengkinya.³.H..J. di dalam Makarim al-Akhlaq).J.H..J. melampaui umur individu dan umur generasi.J.K.K.H. H. Dan akan melewati jalan yang terjal...J. 42 ( “Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang yang tidak seberapa jauh.P.H.H..H. pastilah mereka mengikutimu.P..K.K.H. N.” (QS al-Ankabut : 1-3) .H...) H.Membangun kehidupan yang Islami.K...H.H...P. H.H.H. “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus).P.³.P. maka sesungguhnya mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.K.H. H..―. ..H.J.P...J.J...P.H.P. curam.H. N. J.H. J. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunnatullah dalam dakwah : .H. : . .N.H.H. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman.) P.H.K.H.J.H. ...H. P. K. m. N. Maka Suci Engkau.H. dan batu karang.H..H.K. P. licin.P.H.P.P.J.J. .P. . mendaki.P. sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim...J.H.H.H.J.H.H.J. : ..J. sedangkan mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. .P.J.

J.K.H.J...K.N.H. N.H.H. beraqidah dengan benar.J..J.H.. P..J.P.N. P.J. J.J. K.N. . dan barangsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya. “Orang yang paling berat tertimpa cobaan adalah para Nabi dan begitulah yang utama dan terutama. P.) “Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum..K.J.P.J.. K.J.N. K. semakin kuat agamanya semakin besar pula cobaannya.J. K.H.N.K.K.H.H. 2) Ishlahu al-baiti (memperbaiki rumah tangga) Mendidik semua anggota keluarga untuk menghormati fikrah-nya. P. ..J.H. seorang diberi cobaan menurut kekuatan agama yang dimilikinya.K.H. J...H.H.J. P.J. K...K. Ahmad dan at-Tirmidzi).J.P.P. .H. J..H. wawasan luas.K.H.K. .... .K..P. H.H.N.. : .H.H.H.H.K.H. P.H.K.K. K.N... K. J....H..H.K.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)..H.J.H. J. J.H.P.H. H.H. menjaga ..N.H. .K.H.P.J.H.H.... Target dari tahapan pertama ini agar seorang muslim bisa mencapai kehidupan yang mulia (hayatan thayyibah).H.K.N.H. K.H.J.H. K. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan.K..H.. N.H.H. N.J.H. sehingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata. K.P.N.J.. .P..... mampu mengatur kegiatannya dan bermanfaat bagi orang lain.H.N.K.H.H.J. K.P. P. P.H. . .N. ujian berjalan seiring dengan kadar agamanya.” (QS Ali Imran : 142) . ³.. K.K. J..K. H. K.P..³. H. .P..J..N.. (.H. P.. P. K..J. menjaga waktunya.) .J.H.. P.H. H.J.H...J.. P.H. . Barangsiapa yang rela (dengan cobaan itu) maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.H. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga.H. J....N.N.J.H..H..K.H.J.K. “Jalan surga itu dipenuhi oleh berbagai kesusahan.P.H.J. H. P.H. .” (HR al-Bukhari..H..H...H.J.H.K.K.H. H.” (HR at-Tirmidzi).J. K.J. (. H..J.H. K.K....H...H.H. . (.P. ―.J.H..H. K..K.. N.H.H. H.³..P.J.bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu.K.J.H. N..H. akhlaq mulia. dan cobaan itu tidak akan meninggalkan hamba tersebut sehingga ia berjalan dengan keadaan bersih dari segala dosa.. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.. J. P.) K. .J. 1) Ishlahu an-nafsi (memperbaiki diri) Memperbaiki diri ini agar memiliki fisik yang kuat. H. berjuang dengan jiwanya..J. . Tahapan peringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus menjadi cita-cita yang menggelorakan jiwa (thumuhat) sebagai seorang muslim.H. P. . ..H. . dan jalan neraka itu dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat.P..H.P.... H. P..H.K.H.H. .. dan belum nyata orangorang yang sabar..H.J.H.K. P.K. .J.. mampu bekerja. .J.. H.H... N.J.H.N. ³.J.J. H. .J. ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah.H.H.. pasti Dia menguji mereka..J.H. J..H..N.) . P.H.H.” (QS al-Baqarah : 214).J..P..P.H. N.H.J.H.H.H.H.H.H..K.H.K.H.H.J.

Perjuangan ini dilakukan agar mencapai negeri yang aman (baladan amina). pandai dalam mendidik anak dan pembantu. Allah tidak menghendaki kecuali tetap menyempurnakan cahaya-Nya. memerangi kejahatan dan kemungkaran. dengan cara membebaskannya dari kekuasaan asing – non Islam – baik dalam aspek politik. dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makro (iqamatu alimamah al-kubra). mengembalikan kegemilangannya. mengajari hak dan kewajibannya. Tahapan kelima ini agar tercapai negeri makmur penuh ampunan Tuhan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). memilih istri yang baik. 5) Ishlahu al-hukumah (memperbaiki pemerintahan yang ada) Mereformasi pemerintah. sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicitacitakan. Namun. dan mewujudkan persatuannya. Tiga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikro (iqamatu al-imamah as-shughra). Oleh karena itu dakwah dalam surat al-Muddatstsir ini mengarahkan obyek . atau spiritual. kemusyrikan) dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata. 7) Ustadziyat al-‘alam (menjadi guru bagi dunia) Tahapan terakhir ini dilakukan dengan cara menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia sehingga tidak ada lagi fitnah (kekacauan. memurnikan kebudayaannya. membesarkan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam. tidak melakukan maksiat secara terang-terangan dan menjalankan hukum dan ajaran Islam. 4) Tahriru al-balad (berjuang melepaskan negeri dari penjajahan asing) Berjuang untuk kemerdekaan negeri. mawaddah wa rahmah. mendukung nilai-nilai kebaikan. 6) Iqamatu al-khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah (menegakkan kepemimpinan dunia Islam) Mengembalikan eksistensi umat Islam dalam skala global. Membangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah. Agar Islam ini menjelajah ke seluruh umat manusia (kaffatan lin-naas). membentuk opini umum untuk mendukung fikrah Islam dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Hal ini dilakukan agar rahmat Islam tidak terhalangi oleh hambatan apapun (rahmatan lil ‘alamin). memprakarsai kebaikan. 3) Irsyad al-mujtama’ (membimbing masyarakat) Membimbing masyarakat ini dengan cara menganjurkan kebajikan. empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwujud tanpa dukungan kepemimpinan Islam yang kokoh (al-imamah wal jama’ah). ekonomi. Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas orang-orang muslim yang komitmen dengan kewajiban-kewajiban Islam. Fase ini bertujuan tercapainya desa yang diberkahi (qaryah mubarakah). dengan cara memerdekakan negaranya.adab-adab Islam dalam seluruh sisi kehidupan. agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar-benar Islami sehingga dapat menjalankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan berjuang untuk mewujudkan kebaikannya.

Setiap individu muslim adalah bagian dari jamaah Islam. J.J.. H.H. .K. mawaddah wa rahmah.J.H. .H.J.J. Kaffatan lin-naas Ustadziyat al-‘alam .J.H.H..H. Rahmatan lil alamin..J. Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simbol kebesaran. Baladan amina Ishlahu al-kukumah .H.P. .J.P.K..H.. S. . .S..H. syetan dan para prajuritnya dengan berbaju teknologi komunikasi menampilkan berbagai tandingan Tuhan yang terpaksa kita agungkan.J.H. (. menikahi wanita-wanita cantik dengan segala ragamnya.K.K.. anda akan memeras dan menyengsarakan orang yang lemah.J. Di era globalisasi ini secara halus dan perlahan.K. H.K.H.H.K.H.H.N. bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita. H.. H..K. H.J.P.―.S.J..H. .H. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur Iqamat al-khilafah .H. menjenguk orang yang sakit.P..K.K. H.H. J. K.J. P.H.. Hayatan thayyiban. Kita meng-akbar-kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa saja untuk medapatkannya.H.. H. Ringkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.H.P.H.J. Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu.H.P..H.J.K.H.H..H.J..K. Mengagungkan Rabb J.J. H. kekayaan dan kekuasaan. H.H.J.H.P. J. Ishlahu al-bait .H.P.P. H.H. .J.J.P.. “Dan Tuhanmu. H. .H.) J.H.H.H.H.J. Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim. J. . .H.H. “Akan datang sesudahmu kaum yang memakan kemewahan dunia dengan segala ragamnya. J.H.H.P.. K.H. anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi.H.J.N.P.J. J..J.P.J. tanpa menghiraukan ancaman Allah.H.H.H. jangan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan orang lain.J.H.dakwah (tarbiyah dan da’wah Islam) menuju tarbiyah jama’iyah.H.J.H. H.. K. tanpa harus memperdulikan halal dan haram..H.K.K.―. Qaryah mubarakah Tahrir al-balad .·.K.. Dengan ucapan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilahilah dalam diri kita yang menandingi Allah Yang Maha Akbar.J.J..H.J.H. P.H.H.J. . . mengendarai kendaraan yang bagus dengan segala ragamnya.H..N.K.H. Irsyad al-mujtama .K.J..H.H.K. Ketika Allah mengatakan dalam firman-Nya. .H.H. Sakinah.J.K.K. H.H.H.P. kekayaan dan diri kita sendiri. Karena terpesona dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita.N..J.H.H.P. kekuasaan. J.H. H.K..J.H. K.H. J.P.S. ³.P.K.. P.J.P.P. H.. Ishlahu an-nafsi .H. .H. agungkanlah” Mustahil seorang da’i sukses mensucikan diri dari niatan yang mengotori keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah takbir dengan benar. memakai ... H. H. H.H.K.H. tidak sempat lagi mengunjungi masjid yang berdekatan dengan rumah kita secara rutin. J.. .P. H. J. .H.H.H.H. .

P.P. Mereka adalah sejelek-jelek ummatku. Bila orang sudah salah kaprah dalam menyikapi kekuasaan. seperti kata .J. malah digunakan untuk melindungi yang kuat.J. Kita senang mendengarkan orang-orang yang memuja dan membesarkan kita.H. bukankah mereka menumpahkan darah dengan cara yang haram.J). kita bersenang-senang diatas kesengsaraan saudara kita. kekuasaan kita besarkan.P.: “Tetapi.. dan kamu putuskan persaudaraan. “Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah. Kita menganggap paling benar sekalipun jauh dari kebenaran. Kekuasaan berbalik menjadi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa. dan durhaka kepada Yang Maha Penyayang?” (Shafwatut Tafasir III.K.J . tidak kelihatan..H.. tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita. Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan.H. mungil.N. kamu pasti menimbulkan kerusakan di bumi..J. sekalipun tidak benar.J. memutuskan tali silaturrahim. Tidak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan lezat. dan membela yang teraniaya. Thabrani).P.P.K. Kita menganggap lawan terhadap orang yang menasehati kita dengan tulus. mengayomi yang dirundung derita.HH. Allah pun menjadi kecil.J .K. ilmu.. Bila dunia. pagi dan sore harinya mengejar dunia sebagai tuhan dan pengatur mereka.H.H.” (QS Muhammad : 22) Qatadah mengatakan. dan nafsu yang tidak puas dengan yang banyak.J . .H.J. hal. Mereka mempunyai perut yang tidak kenyang dengan yang sedikit.J. bukan saja ancaman Allah yang menjadi kecil. membela yang menganiaya dan mendukung para koruptor berdasi dan para penghisap kekayaan negara. kebenaran menjadi kabur.J.K .pakaian yang seindah-indahnya dengan segala ragamnya. .J . kita berubah menjadi orang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan. Karena penglihatan batin (bashirah) kita buta.” (HR. jika kamu berkuasa. Ada bayi-bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah majikannya. (22 . . mengayomi yang zhalim. di tempat lain ada seonggok tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan-lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit. tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang. Bila kita gila jabatan. Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkannya di hari kiamat.H.J.J. maka bukan saja Allah tampak kere. Bahkan sesuatu yang terlihat dengan jelas kebenarannya menjadi kecil. dikritik. kurus dan kurimen. sehingga Dia kita anggap tidak berdaya.H.J. akhirnya menganggap diri kita besar. Mereka menundukkan diri kepada dunia. Mereka mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya. 210).H.P. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah.H.H.H. Kita acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain.

H.” (QS an-Nazi’at : 24).H..H..H. Dan maknanya sucikanlah hatimu dari dosa dan masiat”.J.J.―.. “Si Fulan itu pakaiannya bersih yakni suci”. Ibnu Abbas berkata. patuh.....H. ungkapan ini mencakup untuk memperbaiki akhlaq. yang dengan sifat itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang tercela.H. maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya”.J.P..H. “Tuhan-tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya. Al Hajj : 32).J. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. bersihkanlah.” Allah berfirman.) K. Seakan-akan Allah berfirman : tinggalkanlah kebodohan. H. “Si Fulan pakaiannya kotor.S.H. tinggalkanlah” Yakni. kekayaan. tinggalkanlah”. dan mengharumkan..H.” maksudnya berhias dengan akhlaq yang tercela. dan janganlah berperilaku dengan akhklaq orang-orang musyrik. jauhilah penyembahan terhadap berhala dan arca dan jangan sekali-kali menghampirinya. “Maka jauhilah olehmu rijs dan autsan (berhala). kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi. tunduk. Kekayaan.H. Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih baik dari aturan Allah.H.. Membangun citra diri J.J. Ibnu Zaid mengatakan. . Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah. persepsi secara total.J. J. Orang Arab berkata.H. :ᅭ .H.P. “Orang-orang musyrik dahulu tidak bersuci. dan totalitas potensi yang kita miliki kita pandang menjadi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri.H ).P. Ketika kekayaan. maka takbir akan menghunjam di hati.H. J. ilmu sudah ada di genggaman kita..P. “Ar-rijz artinya sebutan untuk sesutu yang kotor seperti ar-rijs. “Sebab kebaikan julukan ini. lacut.H. “Dianalogikan pakaian itu dengan hati. semua kejelekan. “Pakaiannya bagus artinya dia bisa menjaga harga dirinya dalam sarungnya”. Ar-Razi mengatakan.K. Ibnu Zaid berkata.. Bila hanya Allah saja yang kita yakini Maha Besar.. Allah memerintahkannya untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi”. membesarkan asma Allah.Fir’aun : . Kita menjadi takabbur.H “Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi.K. J... kekuasaan.P.K. Imam al-Fakhr mengatakan. kemewahan. karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada seseorang. H. Karena seorang mukmin itu baik dan suci. Ada yang berpendapat. H. 32 ( “Demikianlah (perintah Allah).. Ada isolasi perasaan.H. ilmu.H. oleh karena itu mereka menyebut pakaian untuk menjuluki manusia”. tidak patut untuk membawa sesuatu yang kotor. kekuasaan.H.S. Segala atribut kebesaran.P.. akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri. K.N.” (QS.―. “Dan pakaianmu.H.J.: (24 . ..” “Dan perbuatan dosa. Mereka mengatakan. J. “Dan perbuatan dosa.” Yakni sucikanlah pakaianmu dari hal-hal yang najis dan kotoran.K. . .

³. Yang kuat selalu benar.. pemelihara. yang dijadikan fokus pembahasan adalah dai.H. Ia lahir dari keluarga yang shaleh.K.. Orang-orang yang pandai dibonsai potensinya (tsallajatul ulama’).J.H. kesewenangwenangan yang kaya terhadap yang miskin. tetapi miskin dalam aplikasi.P.H. Agama mereka kaya dengan seremonial.P. Agama yang membonsai pikiran dan hati nurani. dan penjaga al-Baitul Atiq (rumah Allah yang suci).P.J.K.H . Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang kotor. perbudakan sesama dan pemujaan terhadap hawa nafsu.J.S.H.P. Semua buku-buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah.K... Yang lemah selalu kalah dan salah.. Itulah sebabnya perintah dalam surat alMuddatsir adalah membersihkan diri da’i dari cacat moral sebelum berdakwah.l .s .J . .: . dan keserakahan the have kepada yang kurus.J.m.P.H..J.N.PJ.J.Yang dimaksud al-hajru disini adalah perintah untuk menjauhinya secara terus menerus.H.K.SH. Yang tidak memiliki posisi secara formal terisolir dan tersudut. . Program inti Sikap orang lain terhadap kita dibentuk oleh ketrampilan kita membangun citra diri. .J.P.l .K.l .K..J.K. tazkiyatun nafs.P.P. Kepercayaan kepada Allah (‘aqidah) mereka telah terkontaminasi oleh pemujaan berhala (ashnam) dan benda-benda alam yang dianggap bertuah. mudah memperoleh akses ekonomi dan kekuasaan..H. Hukum mereka adalah peradilan rimba. Pertama.P.K.. (2 .J..i . pengurus. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Allah membangkitkan hamba yang dipilih-Nya..” maksudnya tetapkanlah kami dalam petunjuk ini.H. Karena kepribadian da’i lebih fashih dari materi dakwah.H.K.S .K . Mereka juga menyambut tamu-tamu Allah (dhuyufur Rahman) pada musim haji.i . bukan obyek dakwah. kere dan kurimen. Ada beberapa program berikut yang perlu menjadi perhatian khusus. ). Sebagaimana doa yang diucapkan orang muslim dalam surat alFatihah.J. Ia sendiri orang yang suci (musthafa) dan dipercaya (al-amin). Ekonomi masyarakat (iqtishad) telah tercemari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah.J.w .l . Kebudayaan mereka ternodai dengan kerendahan akhlaq penghinaan kepada wanita.H . Muhammad bin Abdullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.

dipukuli.) .P. H. . K..J. H.H.―..H.H. H. Tetapi.K. H... Ia memaksa Sumayyah mengucapkan kata-kata kufur.J.. J.H. Yang ini. K... H.H. J.H. Celakalah orang yang mencemarinya.H.. .H. . .H.H. : . m.H.H. .H.J. tidak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata-kata kufur. H. walaupun sebelumnya mereka dalam kesesatan.J. menyucikan mereka.H.H. Rasulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah.K. berbahagialah orang yang mensucikan dirinya. K.H.J.J.P..H.H.N.10 ( “Sungguh. Ia menyatakan dirinya sebagai pelanjut para pejuang kemanusiaan sepanjang sejarah.K.H.H. J.H.. Abu Jahal marah dan menusukkan tombaknya pada rahim Sumayyah.J.N. Sumayyah bersama suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan. .J.J.S.H. P. Ia mati karena kehabisan darah.J.H.P.J.. N.―..H. .H.. Ia mengajak kembali mengingat nama Allah dan memuja-Nya. H.H. sungguh ada pada suhuf terdahulu suhuf Ibrahim dan Musa..J. Dan jadilah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam.K.S.H.J.H. N.P.K.P.H. : . Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah (kaanat ‘ajuzan kabiratan dha’ifatan). .H.P.N. . Sekeluarga memeluk Islam. H. air mata dan nyawa.K.J.H. J..K.J.J.H.H. Rasulullah mengizinkan untuk mengucapkan kalimat kufur asal hati tetap beriman.P.N.J.H.K.J.J.P. . J.H..J.J.H. S. Ia dianiaya.H. K. Pewaris perjuangan Nabi Ibrahim dan Musa ‘alaihimas salam.H.H.K. J.H..19 ( “Sungguh bahagia orang yang mensucikan dirinya lalu mengingat Tuhannya dan memuji-Nya. dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. K.P . . Muhammad memulai mengajak masyarakatnya yang tidak terstruktur (nomaden) dan kotor itu dengan meniupkan angin kesucian.J.H.) 14 ..K. H.H.P. H. J.H. P.KH.J. H...N. Sampaikan salamku pada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah sucikan hatinya dengan iman. .H. syuhada’.P.H.H. Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.H.H.H.J. J.H.H. K.H. .. J. 9 .J.H.J.H.P.H..H..H.” (QS asy-Syams : 9-10). .. . Penerus para anbiya’.H.K.J.K. K.H. H.N.K. P.H. H. Secara bertahap berubahlah bangsa Arab. Sumayyah bertahan dengan keimanannya.N. K. Abu Jahal datang dengan tombak di tangan.K.K. H..” (QS alJumu’ah : 2). J.N..H.J. ...H.J.N.K. .H. J..H. J. dijemur di tengah padang pasir yang membakar. H.H. Ia mengingatkan bahwa manusia bisa tercemar citra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan melupakan hari esok yang pasti terjadi.” (QS al-A’la : 14-17). .H.. J.. H...H.H. . shalihin.H.H.H. J.H.P. H..H.H.H.K. J.. .m “Ia bangkitkan di tengah bangsa nan ummi seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat-Nya. H. Ia lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya. apa jawab Sumayyah? . Mereka memilih kesucian sekali pun harus bersimbah darah. .H.H.J.H..

H. tazkiyatul maal.J.H.P.J. ia memaki wanita itu.H.H. Rasulullah pun murka. sudah aku sapih. Khalid. tidak tenang.H.H.H. ia datang kembali dengan bayi dan sekerat roti.” kata Rasullah. Rasulullah menolaknya dan menyuruhnya datang keesokan harinya.H.H.³. Ketika darahnya membersit dan mengenai wajah Khalid. Hari pertama Fatimah menyelesaikan sepertiga pekerjaan. Ketika melaksanakan nadzarnya.H. penyucian kehormatan. penyucian diri.H.J . .K. susuilah anakmu sampai engkau sapih.P. Ia memaksanya dan membuat lima potong roti..J.H.S.J Ya Rasulullah.” Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggendong bayi merah yang dibungkus dengan kain.H.. .H. .K.P... Berilah makanan .J. Ia menemui Rasulullah dan berkata : .K. aku ini orang Islam yang miskin. Ia memilih menyucikan dirinya dengan hukum rajam.P. dan ia memperoleh satu sha’ gandum..H.P.J.J. Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya.H. atau dinodai seorang pria)..H.H. Ia memilih tubat. meyakinkan Rasul bahwa ia telah hamil. Ketika mau berbuka.H.J. “Pulanglah.H.J.H. Ia meminta Rasulullah menghukumnya dengan hukuman mati (rajam). di rumah Fatimah tidak ada makanan untuk berbuka. wanita itu telah taubat dengan suatu taubat (yang suci) sehingga sekiranya ada pendosa besar dengan taubatnya Allah akan mengampuni dosanya.³.H.K. .H.K. dan ia sudah makan makanan.. Ali mengambil bulu domba dari seorang Yahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha’ gandum. Beliau menetapkan hukum rajam.H .H. . Esoknya ia datang lagi.H .K.H. Ketika Hasan dan Husain jatuh sakit.K.H.Hm. . merasa bersalah.H.H.H.J. Rasul mulia menolaknya. menjalani kehidupan ini dengan memikul dosa.H. “sampai engkau melahirkan anakmu. “Pulanglah. penyucian moral.PK. “Wahai keluarga Muhammad.J.K.” Setelah dua tahun.. maka sucikanlah aku.H “Celaka kau.PJ. .” Kedua. Inilah tazkiyatul farj. Ketiga.J. .H.H. .H. seorang miskin berdiri di depan pintu rumah.N. Buraidah radhiyallhu ‘anhu – dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud – menceritakan peristiwa taubatnya seorang wanita yang pernah berzina.J. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam lalu menyuruh seorang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu.H.J.. ibunya Fatimah dan suaminya bernadzar untuk puasa tiga hari.” Ia tidak sanggup.H.H.N.K. tazkiyatu farj.H Ini ya Rasulullah.H.“Inilah buah tazkiyatun nafs.J. aku telah berzina (Jawa: disembranani tiang jaler.

. ..H. Tetapi betapa pun cintanya ia memiliki harta itu.K. . .P Pada hari kedua dan ketiga terjadi peristiwa serupa.N.H. .H.P.H.J.J.H.P.H. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. P. N. “Hai Aba Hasan.J. J.. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. ³.K. Marilah kita temui istrimu Fatimah. .P.. S. P.H.³.J. “aku sedih sekali melihat kalian. penyucian harta. N..K.H.P.K. .H.³..J. . ia belanjakan buat yang menderita.K.H.J.³.H. ..H.N.H. Keempat.H. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin.H.H.H..J. H.” Fatimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar. . P.K.H.J.K.P. .H.H. H. tolonglah keluarga Muhammad yang hampir kelaparan ini.H. tazkiyatus sulthan..H. .H. . Harta diperoleh dengan kerja keras yang halal. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. ―.J. H.H.” Fatimah masih dalam mihrabnya.J.) ..³..H.H. P.H. Saat Ali membawa kedua anaknya menemui Rasulullah. K. tangisan orang lain. .P. Demi kesucian. K. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. : . K.H.K.K.K.N.H.H..H. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.H. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum. .padaku.H.J.H.J. “Ya Allah. J.H. .P.H. . P.P.H. beliau melihat kedua cucunya gemetar karena lapar.H.P.H. J.J.K. H.K..J. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.J.K.J.³.N.P. Hanya kali ini yang muncul meminta tolong adalah tawanan muslimin dan anak yatim. J.P. J.³. .H. .P..H.J.N. H.P.H. .³.P. keluarga nabi itu (ahlul bait) tidak sanggup makan di tengah penderitaan.P. .H.J.J.H..H. .K.P. P.³. . J.J. ..H.J.P.H. K.³. .P.K. m.K.. melarat dan sengsara.K. . 5 .J. P.K.H. J. . H.J. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu.H..P.H.12 ( Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.. H. .” kata Rasulullah.H.N.³.P.K .P. K.K.J . laksana dua ekor burung kecil yang kedinginan.H.J.H.S. .J. . H. J.. semoga Allah menjamu kalian dengan hidangan di surga. .H.J.H.³. . kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.P.H.J.³. H. H.J.H.. . K.J.P.” Maka turunlah firman Allah surat al-Insan ayat 5-12.H.S.H. J.P.H.³.K. Inilah tazkiyatul mal. .H..³.J. K. . ..H.H.K.K.H. Nabi segera memeluk putrinya. J. .J. J. anak yatim dan orang yang ditawan.H..J.. .J. .K. . P.H. P.H.J. ³. H.

Orang Islam tidak anti kekuasaan.” Malam itu Aqil itu datang. Saudaranya ‘Aqil pernah meminta lebih dari haknya karena anakanaknya sedang menderita. keluarga dan golongan. Bahkan kekuasaan yang diperoleh merupakan hadiah dari Allah bagi orang yang beriman. Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi. Ali memilih hidup sederhana.J. Ia membagikan harta Baitul Maal hanya kepada yang berhak. Ali berkata. awal terjadinya bencana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti oleh penyimpangan dalam pemerataan ekonomi. Bagaimana kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai jahannam?” Inilah tazkiyatus sulthan. Dengan tenang Ali berkata. Sebagai penguasa. keluarga. Marilah kita ber-muhasabah secara radikal dan komperhensif. sudah sejauh mana upaya kita dalam mewujudkan latihan kesucian kita? Sumayyah memilih ditusuk tombak daripada mencemari lidahnya dengan kalimat kufur. tidakkah kita mudah mengobral makian.H.H. Demi kesucian dirinya. Padahal dalam sejarah kehidupan manusia. Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan mengorbankan kepentingan orang banyak. tetapi perlu ditopang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Sufyan ketika jahiliyah. prasangka jelek? Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan cara mengotori kehormatan kita. Karena orang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam jumlah yang banyak. menggunjing kejelekan orang lain? Tidakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama. Kata kemunafikan dan kekuasaan dalam Al-Qur’an sama banyaknya (al-munafiqu wa as-sulthan).H. Rupanya ia memegang besi yang menyala.J.H. Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural (da’wah dan tarbiyah). menyebarkan fitnah. keluarga. kelompok sesuai tuntunan Allah.” Aqil segera menjulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali.” Yakni janganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu. Tiba-tiba ia menjerit. kelompok dan golongan. Mensucikan kekuasaan itu berarti mendahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dari kepentingan individu. Fatimah memilih lapar daripada membiarkan orang lain lapar.H. Periksalah lidah kita. “Datanglah lagi nanti malam.P. Ketulusan . mengkafirkan yang tidak sepaham? Bukankah kefasihan bacaan al-Qur’an sebanding dengan kefasihan kita dalam mencaci saudara kita? Periksalah diri kita.J. takabur. “Hanya ini saja untukmu. iri hati. Penyucian kekuasaan dari pencemaran kepentingan pribadi.K. karena ia menyadari bahwa mayoritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana.J. bukankah kita sering menyimpan dengki.” kata Ali. “engkau akan aku beri sesuatu. Ketika Ali menjadi khalifah. “Itu besi yang dibakar api dunia. Berilah dengan . meraung seperti sapi dibantai.s “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Ini berarti kekuasaan itu cenderung menyimpang dan korup.

H.J. H.K..K.. 18 ( “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka.H.” (QS al-Baqarah : 264).P. H..K. J.J. H. Mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja..H. P.H.K.J. J. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan..K.N. .P.J.J. m. K.J.H.P.H.P.H..H. ―.. H. kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu. S..K. “Janganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya.H.. H.H.P.J.K. . H.K. J.H. . N. K. J. J..P..” (QS al-Hujurat : 18).H.. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir..P.H.J.K.H.N.H.P. J. : .K.K.J. J.K. K. H. aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku.H. H.. . P.” (QS Huud : 29).J. Ketulusan dalam terminologi sufistik identik dengan kemurnian dari berbagai campuran kotoran (al-khulushu min al-mustaqdzirat).. K.H.H..H.K.H. P..H.K.K.H. ..K. Ibarat emas murni.H. .K. . . m.P.H.J. ³.K. .J. 10 ( “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapakan keridhaan Allah.H. J.K.P.J. 264 ( “Hai orang-orang beriman. P. Rahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk menjaga harga diri dan kesempurnaan akhlaq.H. H.H.P. H.H. : .H.P.P.H.P.H..J. N..J. “Janganlah engkau memberikan nubuwah (tugas kenabian) kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya.J. . tanpa kontaminasi. J.) H.) K.. .H.K. ..J.―.K.H.³.H.” Ibnu Zaid mengatakan..J.H.. Ia laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya secara .N. H.J.N. Katakanlah : Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.J. . seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.J.H.H.H. m. .H. P.P. J..J.H.P.H.” Ada yang berpendapat. J.H.J.H.K.H. lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah).. K.H. Efek ketulusan : .) .H.. “Janganlah engkau memberikan sesuatu untuk mencari sesuatu yang lebih baik.P. . K. 29 ( “Dan (dia berkata) : Hai kaumku. .H.” (QS al-Insan : 10).K.J.H.) H.H. J.J.H. J.. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat..J.K.P.H.H.H. H.H.” .H.H.H.P. P.K.J.H. P.J.³..H.H....H. J.P.H.suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa kefakiran. J.J.K. ―.P. .J. H. H.P... ³.. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.J. Abbas mengatakan.H.. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedeqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)..H.H.H.H. tendensi.H.P.. K.J. H. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah.H. J. K.J.... K. sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. : .J.J.. H.K.P.H..N.H.H.H. pretensi.H. maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi (tiruan).P. Nabi memerintahkan dengan semulia-mulia adab dan semulia-mulia budi pekerti..P.K.H. K.J.H.H. K. J.K.K.H.H.H.P. H.P.J.―.J.J. P..P. Upahku hanyalah dari Allah. K.H. .. .

m.H. pangkat. kuning.P.H. Ia bening adanya.” Kebahagiaan.J. Kebahagiaan diperoleh dari Tuhan kepada pemilik hati yang komunikatif dengan-Nya. Secara diam-diam ia mampu bertelur dari 500 sampai 3000 butir.m.H. dll.m. egoisme. Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharmonisan keluarga.H. persis ia merahasiakan kekurangan.P. menurut sebuah hadits. ia bebas dari warna merah. tempat wisata.³. melukiskan kondisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan. warnawarna yang menyimbolkan nafsu amarah.P.K. .P. ayam baru bertelur satu buah saja.H.J. Bening bisa diwarnai apa saja.K.S.K.. ambisius itu menjadi tidak sederhana. Menanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga. pub. Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di ujung amalnya yang tulus.H.. nafsu ingin mengambil ini dan itu. Ya.S. memang bukan berbentuk barang yang diperoleh di tempat tertentu. nafsu ingin mempertahankan status quo.S.N.P.³. sederhana dari berbagai virus ananiyah. sisi hitam. sampai nafsu yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri. pengganti (dari apa yang ia infaqkan itu).N. nafsu kepemilikan. tetapi ia juga bisa menghadirkan semua warna dan ornamen seperti adanya.H. atau jabatan. Ikhlas laksana binatang penyu. atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri.m.P. dan betapa banyak amal perbuatan besar dikecilkan oleh niatnya. Bahkan. Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa. Kehadiran ketulusan dalam hati. Ketulusan itu tersimpan rapat-rapat oleh pelakunya.s Betapa banyak amal perbuatan kecil dibesarkan oleh niat ikhlasnya.. .spontan. Mungkin seorang akan bahagia dengan memiliki uang. Dari sudut pandang para salik (penempuh jalan menuju Allah).H. Seorang ahli sufi mengatakan.H. dan bahkan putih.N.J. Khalafan (pengganti) disini menggunakan kalimat yang bersifat umum. Ketulusan adalah kekayaan yang abadi.P. siklus . Yaitu orang yang berhati sehat (qalbun salim).P..N. Tetapi Tuhan Maha Adil. Wujudnya menjadi bermakna. bahagia karena uang. “Keikhlasan sesaat adalah keselamatan sepanjang masa (alikhlashu saa’atan najaatul abad). Sebaliknya. mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai. “khalafan” (pengganti) yang tak terhingga. justru sikap bersahaja. hati yang terhindar dari virus ruhani.H.P. ketulusan juga menjadi dambaan jiwa yang kering. atau kedudukan itu baru kemungkinan. anak yang taat.J. di mall.P.P. nafsu kepada lawan jenis. jingga. K.. Tetapi.H. individualis. Seorang ulama salaf mengatakan : .H. Bahagia karena ketulusan adalah kepastian. supermarket. Seperti halnya air bening yang selalu menjadi tumpuhan harapan dahaga yang telak.. N. Allah berikanlah orang yang berinfaq dengan tulus. dan bau tidak sedap dalam dirinya. hedonisme. bar. pangkat. dua malaikat Allah akan mendoakan orang yang melaksanakan infaq harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah. ia berteriakteriak ke kanan dan kekiri.N.S. Ikhlas tidak berwarna. dan abadi dalam ingatan. kedamaian. berbekas.

H. P.K..P.H. J.K.pergaulan yang menyejukkan.H. apapun yang dilakukan orang lain terhadap dirinya.. K. Ketulusan pantang dipuji dan disakiti.. “Keikhlasan akan menghasilkan sikap mental baja. H.P... J. K..K.N.P.J.J.S. K. P..H.. J.J. N. H.P.H.P.H.H.P.H. J. tidak membuatnya berubah orientasi. K.. Baiknya amal karena baiknya hati dan baiknya hati karena baiknya niat. K. .H.P.K.H..J. J.H.H.J.J.J.. setan ora doyan.J.K. J. . Sesungguhnya berbagai keluhan itu muncul karena kerusakan sejak permulaan. Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula. K. J. K. P.K. Jadilah kamu orang yang benar dalam rahasiamu niscaya engkau menjadi orang yang fasih ditengah keramaian.P.S. P.H.P.P.H.P.P.J.H.K.J.J. orang beriman akan hancur kecuali orang ‘alim. S.H...H.P.. J. . .H.J... .J. Bentuk dan macam “pengganti” itu sepenuhnya hak prerogatif (mutlak) Allah.. H.J.. semua orang muslim akan hancur kecuali orang beriman. dan orang yang alim akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya. .H. K.N.J.H.H.K. Ibu Sudalmiyah. M.H.P. H .N. P. .H.K.H.H.H. . ... . P.K.J.K.J.J. N.K..J. H.m. P. dan diakrabi.H.K. K.H.J. J.H.H.K. .H.H.P.J.J.J.H.H.P.” (al-Hadits). Ketulusan yang dia lakukan.H. Manusia yang tulus jiwanya mudah dikenali. K. K.K. niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya. H .H. N..H.H. H .. .H. J.N.H.H.H. N. dicokot dadi otot.H. K.N. kebahagiaan. J..H. H.N.N. K. H .H.. K.J. .H.H.J.N.H. K. hanya bersenjatakan ketulusaan niat.H.P.K.H. P. .H.H.. P.H. “Dijiwit dadi kulit. H.P.. jalan keluar dari beragam kesulitan.S. dan barangsiapa yang keruh niatnya akan keruh pula hasilnya.K.H.K.K.J.H.” Yakni. H.³...P...H.H.H.J. .J.H.H.H.H.P. .K. H.K.P. J. Dan akan berefek kepada pemiliknya. J.. Seorang ‘abid pada zaman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan.H.K.H.P.H.H.K. H.J..J.J. Karena memandang .” Kata orang Jawa.H.H. akan dimonitor Tuhan.H..K. ―.J.N.J. Barangsiapa yang benar permulaannya maka benar pula kesudahannya dan barangsiapa yang salah permulaannya maka bisa jadi dia binasa.H.H. K.K. J. Orientasi tertingginya hanya keridhaan Allah Yang Maha Adil. K.J.H.H. dan orang yang beramal akan hancur kecuali yang tulus.K.. K.H.J.H.H.N.P.K.. kepuasan batin.K. H..H.H.H. K.H. Rasulullah pernah bersabda : . J.J.P...J. Amien Rais pernah berujar.H.P.H.P.. Dr.J.J.K..K.P. Barangsiapa yang tulus dalam niatnya maka hasilnya akan mulus. P.H. ibunda dari Prof. Barangsiapa yang tidak benar permulaan kehendaknya.H.³.H.H.H.H.H. dhemit ora ndulit.J.P..K.K.H.H. .H. “Semua manusia akan hancur kecuali orang yang berserah diri kepada Allah (muslim).J.. J. tidak salah alamat..P.H.K. Dan orang yang tulus dalam bahaya.J.H..K.K.H. ―. .. Kelesuan sesudah kesungguhan timbul karena adanya kerusakan pada langkah awalnya (niat). .P.H...H. J.H. K.J.H.. K. dll.H..J.K.K.

. .H.J. Orang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat-rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya..K..P .H..J..H.J. Tidak ada keyakinan (iman) jika sifat sabar ini belum tumbuh dalam diri kita. lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan.J . TABIAT JALAN DAKWAH .J. .S.·. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka.H.J. bersabarlah Yakni.i .H.N. “Surga itu berhak bagi orang yang patuh sekalipun dari suku Habsyi (berkulit hitam kelam) dan Neraka itu berhak bagi yang durhaka betapapun berasal dari kabilah Quraisy.H. Jawa)... Ibrahim an-Nakha’i mengatakan : bersabarlah dalam pemberianmu (sedekahmu) itu hanya karena mengharap ridha Allah semata..³.orang lain sebagai anugerah....H.N. . Manusia munafiq itu sosok yang bertopeng sepuluh (dasamuka.H . untuk meraih ridha Allah.. Efek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung (kulla sha-ihatin ‘alaihim) keragu-raguan (raybah)..H. Orang yang ikhlas itu. Adapun kabilah Quraisy yang durhaka tetap memperoleh azab dari Allah. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS as-Sajdah : 24). Tetapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi (itsar).H.H.. Ibnul Jauzi mengatakan : Ayat ini peringatan untuk suku Quraisy sesungguhnya kalian jika taat dan beriman kepada-Ku. Ash-shabru qarinul yaqin (sabar itu temannya keyakinan).H.H . bhs. H.K. Aku jadikan diantara kamu sebagai pemimpin.PK.. df BAB II .K.... Keikhlasan menimbulkan jiwa yang tenang (thuma’ninah).·. Ini termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa Quraisy yang memiliki komitmen terhadap kebenaran..K. .H.H.” (al-Hadits). kebimbangan (idza ra-aita tu’jibuka ajsaamuhum).J.H. Berbeda dengan orang munafiq.K .K. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.H .H. bersabarlah atas gangguan kaummu. . . .K.J. sebanyak mungkin. Sabar di jalan dakwah J...P. .N .³. bukan ancaman. tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari orang lain.H.H..

H.J.P. Kaum beriman sesudah mereka juga mengalami ujian yang sama (QS al-Buruj : 4-8).. Ibnu Abas berkata : Ayat ini peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan ujian dan cobaan.H.N.P. J.. doa seseorang ada kemungkinannya ditunda bahkan ditolak.. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman.K.J.J.. kekurangan harta dan jiwa.K. Cobaan adalah sunnatullah bagi kehidupan orang-orang beriman.H. H.H. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya : Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah.N. intimidasi.H. H.K.H...H.H. yang dikenal dengan Perang Khandaq (parit) atau Perang Ahzab (pasukan sekutu). P.H. untuk membersihkan mereka supaya menjadi shafwatullah (pilihan Allah).K.J. H.H.H. ratapan seseorang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus dosa. Nabi Zakariya yang sudah setua itu digergaji kepalanya. .”) QS al-Baqarah : 214). dibunuh oleh kaumnya sendiri. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. Keluhan.. . Nyaris Madinah dikuasai musuh.P.J.H.P. H. . Bahkan Allah menjanjikan kepadanya shalawat. rayuan. karena cobaan itu datangnya di luar perencanaanya.. dll. fitnah.J.H.P.H.P. penjara.N. N...J.K. Nabi-nabi bani Israil berjumlah 70 orang. J.J. . al-Buruj : 4-8). P. Penganut tauhid di Arab Selatan (ashhabul ukhdud) digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya.J. kelaparan. . . Ali Imron : 142. Yahudi Bani Quraizhah dan kabilah-kabilah Arab mengepung Madinah... sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.K. at-Taubah : 24. K..J. P.J.. Lihat juga: QS al-Ankabut : 2. P. Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri.K. serta disiram dengan minyak dan dibakar.. kematian orang yang dicintainya.N.. yaitu ketakutan. Selain kondisi sakit.P.P.J. .H.N.J.. Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar.N. J.H. teror secara fisik dan mental dari musuh.N. seorang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disengaja..J.J.J.H. pembunuhan. Ibrahim dibuatkan tempat pembakaran khusus oleh kaum paganisme.J.P.K.P. Menurut riwayat dari Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir dan Abdurrazaq.Dalam kacamata al-Qur’an (fi dhaw’il Qur’an).H. J. H. Surat alAhzab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu. J. Para Nabi juga mengalami ujian yang tidak kalah beratnya.H.. .H. J.J.) .H.K. N.H.J. yaitu memilih jalan Islam yang secara sunnatullah akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.H. kekurangan buah-buahan.. menghadapi masa-masa sulit (fatratu al-idhthihad).H. Dan musibah lain yang diakibatkan oleh sesuatu yang sengaja dipilih dan pahalanya lebih besar.H.. H.P.. rahmat dan petunjuk menuju jalan kebahagiaan (QS al-Baqarah : 155-157).H. : . tekanan secara psikis dari keluarga.H. K.N. bahwa Qatadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum kafir Quraisy. P. konspirasi jahat. dan dijamin terkabul apa yang menjadi permohonannya (al-Hadits).

.H..H...... P. Ujian itu mengenai orang yang menapaki jalan iman. Maka.H...P..H..J. K.. tetapi tetap pada pendiriannya.. Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum...) Rasulullah pernah bersabda..K..H.... syetan yang menyesatkannya.K..H. P.” Semua orang menyebut nama Allah. dan anak itu terbunuh.P.. K. .. DEBAT OBYEKTIF-ARGUMENTATIF ..H..P.. .H.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Anas bin Malik... K. “Orang mukmin itu senantiasa berada di antara lima ancaman berat : Mukmin yang mendengkinya..J.. .. ... . pasti Dia menguji mereka.N.H...J.H.P..K..―..P.H. . jalan menuju surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci (makarih) dan neraka itu diliputi oleh sesuatu yang membangkitakan nafsu syahwat. ... nafsu yang melawannya.H.H...J..H.H..N. kafir yang memeranginya..P.. “Orang yang paling berat cobaanya adalah para Nabi. P.P.H...P. ...H...J. NASIHAT YANG BAIK ..K... K.. hanya karena mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah saja.H. maka sebelum melepaskan anak panah ke tubuh saya sebutlah nama Allah..H.. di dalam Makarim al-Akhlaq). .. P..J.. .H.K. munafiq yang membencinya.J. “Akan datang suatu masa seorang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti memegang bara api...H. Nabi juga pernah menceritakan seorang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati raja yang zhalim.H.J.N...P.. K. . kemudian orang yang paling baik sesudahnya.H.. .. .P.S.H. Setelah itu ia disiksa dengan berbagai macam siksaan.J. ..P.J... P. .H...J... .. : H. Metodologi dakwah penting dibanding muatannya . “Tuan-tuan bisa membunuh saya hanya dengan anak panah ini. tetapi pulang dengan selamat. P. Tuhan anak ini (bismillah wa rabbil ghulam)... baik secara individu maupun secara kolektif... Berbicaralah dengan manusia sesuai kadar .H... P..N... kemudian orang yang paling baik sesudahnya. . berimanlah seluruh rakyat di negeri itu.. (..J.K.H.H.P.” (al-Hadits) df .K... Akhirnya dia berkata. METODOLOGI DAKWAH . . K... BIJAKSANA . K. nyawanya dikorbankan untuk mengIslam-kan mereka.... .K. P.” (HR Ahmad).H. .. H..H...K.H.K.J.H.K...J. dan barngsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya.K.N.H..K..ᅭ . ..H... Jadi.P..K.K. Seorang anak yang berjiwa tauhid..... : ..Sebabnya. . . Barangsiapa yang rela (dengan cobaan) itu maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya...J..J.. yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya menjadi mangsa binatang buas.. ..J.P.H. .. K.P.

. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.J... K. H.H.J.H.H.H. .H. dengan harapan bisa memberikan input sesuai dengan sasaran yang dituju.J.H.³. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun.K.H. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami. di samping seorang da’i membekali diri dengan stabilitas psikologis yang mantap dan ilmu yang luas. bukan dengan cara yang keras dan kasar (Lihat: Shafwatut Tafasir II : 148). Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan kekafiran (zhulumatul kufri) agar mereka kembali kepada cahaya iman (nurul iman). H. Metodologi berdakwah (uslubud da’wah) merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. : . . J.H.H.H. sesungguhnya Aku bersama kamu berdua...H. H. .H. . P.H. P. menapaki jalan yang lurus.H.J.H. J.P. .H. .K.H.J.H.J.H. K.H. P.H.N. .H.K. .H...K.H..) 125 ( “Serulah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik..H. sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. H.H.K.K. disampaikan pada momentum yang tepat. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir. H.J.P. Maksud ayat diatas adalah : Serulah manusia. H.H. .J.H. yaitu dienul haqq. .H. Sekalipun materi dakwah cukup baik.J.H.P. K..J.” (khaathibun naasa ‘alaa qadri ‘uquulihim).J. . J.P..H. hai Muhammad. H. acuan praktis metodologi dalam berdakwah.K.H.H. yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signifikan kepada mereka (bimaa yu-atstsiru fiihim wa yanja’u).H.H.H.H.J.K. J.) H. P. P.K. Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah-lembut yang diperagakan oleh Musa dan Harun ketika mengajak raja Fir’aun ke jalan Islam. P. Aku mendengar dan melihat.J.H.K. . 42 .S.H.H. P. K.H.K.H. H.H. yang lebih penting adalah memahami heteroginitas dan latar belakang serta kondisi riil bidang garapan dakwahnya (dirasah maidaniyah). J.H.K..H.K.J. . tetapi mengabaikan metodologi yang benar mustahil akan mencapai target akhir dakwah yang diprogramkan.K.46 ( “Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku.H.J.K.K.P. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. ..K. Sehingga fitrah manusia terlindungi dari berbagai kontaminasi ideologi.H.S..N. sesungguhnya dia telah melampaui batas.N.H. halus dan lembut. agama yang benar...N.K.H.H. ³. ..H.H. J.H. Oleh karenanya.H. kepada dinullah (agama Allah) dan syariat-Nya yang suci dengan uslub (gaya) yang bijaksana..H. METODOLOGI DAKWAH .H..pikiran mereka BAB III . “Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka..K. H.H.J.H.J.J.. H.N. H.J. H.. semoga ia ingat atau takut. J.” (QS an-Nahl : 125)..N. . . J.J.” (QS Thaha : 42-46). J.H.H.J.H.J. : . K..H. Ayat diatas mengandung tuntunan.H.K.H. P..H. H.K.H.. informasi yang selaras dengan kebutuhan fitrahnya.K.J..N.

budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola sikap yang tidak Islami. Dalam melakukan tugas dakwah (wazhifatud da’wah) diajarkan oleh al-Qur’an menggunakan tiga metode Pertama, al-hikmah. Yaitu, dengan pendekatan yang bijaksana. Mengedepankan akal budi yang mulia, dada yang lapang (insyirahush shadri), hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain-lain. Dengan metodologi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri (magnet power) manusia menuju kepada inti (jauhar) ajaran Islam, yakni tauhidullah (mengesakan Allah). Hikmah terkadang dimaknai sebagian orang dengan filsafat. Padahal hikmah itu inti filsafat, lebih halus dari filsafat. Filsafat hanya dijangkau oleh orang yang terlatih kecerdasannya dan lebih tinggi cara berfikir dan berlogika. Sedangkan hikmah bisa dipahami oleh orang yang belum maju cara berfikirnya, namun tak bisa dibantah oleh orang yang wawasannya lebih luas. Hikmah tidak sebatas ucapan verbal, tetapi jelmaan dari tindakan dan sikap hidup. Kedua, al-mau’izhatul hasanah. Bermakna pengajaran atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan sebagai nasehat. Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua. Pertama, nasihat yang selalu berbicara, yaitu al-Qur’an; dan nasihat yang senantiasa diam, yakni kematian (al-maut). Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri. Nasihat orang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga sejak kecil – sebelum si anak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang lain – akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya, kelak di kemudian hari. Sebab, contoh beragama sejak usia dini akan membekas ketika kelak menjadi dewasa. Ketiga, jadilhum bil-latii hiya ahsan. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Kalau ditemukan bantahan dan tukar fikiran (polemik), maka perlu ditempuh jalan yang sebaik-baiknya. Membicarakan persoalan yang diperdebatkan dengan berfikir obyektif dan hati yang jernih. Menghindari ucapan yang menyakitkan dan melukai perasaannya. Tetapi ditunjukkan bukti-bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal fikiran dan perasaannya, sehingga mereka melihat hujjah (alasan) yang tak terbantahkan. “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (QS alAnkabut : 46). Yakni jangan menyeru Ahli Kitab kepada Islam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama kecuali dengan pendekatan yang baik seperti megajak merenungkan ayat-ayat Allah, dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan-alasan dan penjelasan-penjelasan-Nya (Lihat: Shafwatut Tafasir II, hal. 462). Imam Al-Fahkr mengatakan : Sesungguhnya orang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras, dengan mamatikan pemikirannya secara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap Islam. Adapun terhadap Ahli Kitab,

karena mereka beriman dengan turunnya kitab-kitab dan diutusnya para Rasul, mengakui kenabian Muhammad, maka berdebat dengan mereka dengan cara yang lebih santun dan sejuk kecuali orang-orang yang zhalim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah, dan pernyataan mereka tentang Trinitas, maka mereka harus diajak berdialog dan berdebat dengan pendekatan yang lebih jelek, mematahkan pendapat mereka dan mengungkap kejahilan mereka (Shafwatut Tafasir II, hal. 464). Ketiga metodologi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa. Karena dakwah itu ajakan dan seruan membawa manusia menuju jalan yang lurus (shiratal mustaqiim), bukan propaganda (di’ayah), sekalipun propaganda itu terkadang menjadi alat dakwah. Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan, sedangkan propaganda lebih cenderung memaksakan kehendak. Dakwah dengan cara paksaan akan melahirkan ketaatan semu (kemunafikan). Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh potensi dasar yang dimiliki, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Karena membangun komitmen dan kesadaran beragama itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak (QS al-Baqarah : 256). Kebenaran dan kesesatan itu telah jelas perbedaannya. Urusan memberi petunjuk dan menyesatkan seseorang adalah wewenang Allah semata. Seorang da’i sebatas penyampai pesan (muballigh), pembuka pintu hidayah, bukan pemutus perkara benar dan salah (hakim). Inilah pedoman, tuntunan dakwah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berdakwah di tengah-tengah berbagai aliran pemikiran, upaya peragu-raguan (tasykik), pembaratan (taghrib), peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri), usaha-usaha menjauhkan pemeluk Islam dari agamanya (tab’id), dan menawarkan kehidupan skuler (laa-diniyyah), memerlukan format dakwah yang lebih menarik, sesuai dengan tingkat kebutuhan sejarah dan zamannya. Dakwah dengan cara konvensional tentu tidak menarik di kalangan masyarakat modern, yang lebih maju cara berfikirnya. Tetapi kita harus yakin sesungguhnya setiap ajakan yang luhur pasti akan ada yang merespon (likulli da’watin mujiib). (........ .... .... .... ....) K.K.K..H. K.J.H. P.J.K. P.H.H. m.J.H. .H.H. N.H. J.H. “Siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi). Ketiga metodologi dakwah yang Qur’ani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan zaman dan pemikiran manusia, karena pada dasarnya metode dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, bantahan yang logis akan selalu memperoleh tempat yang layak di benak publik. df ...... ..... WAWASAN DA’I ...... ...... AL-QURA’NUL KARIM ...... ...... HADITS-HADITS NABI SAW ....... ...... SEJARAH HIDUP NABI SAW

....... ... – ....... ..... ........ MENGENAL MEDAN – SENI & BUDAYA ....... ... ILMU SEJARAH ..... ... ILMU JIWA – PSIKOLOGI ......... ... GEOGRAFI – ILMU BUMI ..... ... ILMU AKHLAQ ....... ... SOSIOLOGI – ILMU KEMASYARAKATAN ....... ... ILMU POLITIK ..... ... BAHASA DAERAH – LOKAL ...... ...... ... ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAB IV ...... ..... WAWASAN SEORANG DA’I Ada ungkapan yang mengatakan : .J.K.J.P. H. K.J.N... P.K..H. Yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu. Seorang da’i yang lemah spirit dan kurang wawasannya, disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya, lebih berat lagi memberikan pencerahan pada tataran obyek dakwah (mad’u). Seorang da’i/da’iyah yang adalah diterjunkan untuk manusia (ukhrijat linnas), maka ia dituntut memiliki bekal ilmu (zaadul ilmi) yang membantunya dalam memahami seluk-beluk, karakter dasar manusia dari masa ke masa. “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.” (al-Hadits). Orang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita, tergantung kepada strategi pencitraan kita. Jika kita berhasil meyakinkan orang dengan citra diri kita, maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa. Inilah kendala yang terbesar dalam dakwah. Jika kita meneliti semua referensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang dijadikan fokus perhatian dalam garapan dakwah adalah da’i itu sendiri, bukan massa yang akan direkrutnya. Kepribadian da’i memiliki magnit (daya tarik) dan atsarun fa’aal (pengaruh yang signifikan) dalam mempengaruhi orang lain. Dukungan vertikal dan horizontal (akar rumput) kepada da’i tergantung kualitas hubungan (ittishal) da’i kepada keduanya. Jika kita dekat kepada Allah, Dia akan menolong kita dan meneguhkan langkah-langkah kita. Demikian pula jika kita berhasil menanamkan kebaikan, birr, ma’ruf di benak publik, mereka akan mendukung kita minimal lewat do’anya. “Sesungguhnya kalian ditolong oleh orang-orang lemah diantara kamu” (al-Hadits). Orang tidak sekedar melihat idealisme kita, tetapi sejauhmana kualitas cara-cara kerja Islam kita (amal

adalah generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in. Minangkabau. al-Aswad al-‘Ansi. Ini dalam dakwah dikenal dengan ilmu etnologi. yaitu al-Quran dan al Hadits. Ketika timbul pemberontakan di mana-mana. Wawasan Abu Bakar tentang etnologi (ilmu etnis) suku-suku Arab itu yang mendukungnya. Semuanya mengetahui bahwa sahabat senior yang menemani Nabi di Gua Tsur itu memahami secara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab. Orang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka. akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. sekalipun Umar bin al-Khaththab yang dikenal pemberani itu masih majumundur. Mengapa suatu bangsa itu maju berkembang. Setelah para sahabat meninggal. Seorang da’i harus mengetahui secara global sumber ilmu sejarah. Disini mencakup iklim. Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa. Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu. Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala (tribulasi) yang ditemukan di medan dakwah. pendidikan mereka. dll. Seperti perumpamaan kita sekarang. dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal Rasulullah. Bugis. diplomasi dan gertak sambal. tetapi memahami perbedaan perangai mereka secara mendetail. pengalaman. Sunda. kemudian . mengetahui sejarah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk dijadikan contoh (lit-ta’assi). Ketiga. Umar. dalam Tafsir al-Manaar. tetapi pada akhirnya semua golongan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash-Shiddiq itu. kebiasaan.Islami) kita dalam realitas kehidupan. mengetahui watak orang Batak. Ia harus faqih terhadap buku induk dakwah. Jawa. adat istiadat yang mengotori kecerdasan berfikir setiap bangsa. setelah itu para fuqaha’. Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pemberontakan itu. al-Hadits & Sirah Nabi. Kedua. Abu Bakar tidak sekedar hafal nama-nama mereka. sehingga beberapa orang daerah yang jauh menyatakan lepas dari komando pusat pemerintahan. memahami sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya yang utama (Abu Bakar. Sajjah binti al-Harits dan Malik bin Nuwairah. Dari mana munculnya kerusakan akhlaq. ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima. al-Quran. dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum). memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al-Quran. Menurut Muhammad Abduh. Ketika Rasulullah meninggal. Utsman. ada 11 bidang ilmu pengetahuan (tsaqafah) yang perlu dikuasai oleh seorang da’i dalam melaksanakan tugas dakwah. Seorang da’i dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa. Ilmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan obyek dakwah (mad’u). sehingga berhasil meredam gejolak itu dengan sukses. Ilmu Ethnologi. Setelah dua hari mengadakan rapat secara maraton. Jika fuqaha’ tidak ada maka kita mencontoh ulama’ ‘amilun (para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syari’at). Kemudian. Ilmu Sejarah. Pertama. Banjar. mengetahui sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. yaitu Musailamah al-Kadzdzab. para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau (khalifah).

adat istiadat. sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan menjadi garapan dan lahan dakwanya. bagaimana tabiat dan iklimnya.” Kelima. Dengan mengetahui heterogenitas obyek dakwah. Seorang professor di Perguruan Tinggi belum tentu berhasil mengajar orang yang buta budaya dan buta aksara. Itulah sebabnya dikatakan. Oleh karena itu. Keenam. Ilmu Sosiologi. Ilmu sosiologi berkaitan erat dengan ilmu sejarah dan akhlaq. pendapat umum (public’s opinion) mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak boleh salah. kemudian layu sebelum berbuah. bijaksana. Ilmu Bumi. Sekalipun ilmu seorang da’i sundhul langit (setinggi langit).tenggelam ditelan oleh zaman. Ilmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis. ilmu itu akan menjadi bumerang baginya (hujjatun ‘alaihi). Orang-orang dahulu bisa jaya karena komitmen dengan nilai-nilai moral. Imam Syafi’i berubah fatwanya setelah pindah dari Baghdad ke Mesir. Ia mungkin wawasannya luas. Keteladan da’i lebih banyak menolong keberhasilannya dari pada wawasannya. Sekali lancung ke ujian. tetapi belum tentu mengetahui kondisi pendengarnya. Sebab. Seorang da’i akan merintis dakwah di lokasi tertentu. Banyak da’i yang gagal karena persoalan budi pekerti. Ada yang mengatakan bahwa sejarah itu akan berulang. dan jatuh karena mengabaikan nilai . seorang da’i akan menyampaikan misi dan visinya dengan tepat. Seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain hanya menonjolkan ilmu tanpa mendalami kejiwaannya akan menemui kegagalan. Tetapi akhlaq ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan. Ilmu akhlaq ini mengupas tentang perbuatan yang tercela dan terpuji. “Ceramailah manusia sesuai dengan kadar pemikirannya. Keempat. Ilmu Akhlaq. timbul tenggelamnya masyarakat dari masa nomaden (badawi) sampai menjadi masyarakat yang berbudaya (madani). Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri (futuhatul bilad). mengapa masyarakat berkembang. mengetahui mana sungai dan pegunungannya. Ketujuh. padang pasir. Ilmu Jiwa. Sebab. meminjam pepatah Bahasa Indonesia. Pengaruh sungai. Yakni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang. keadaan di Irak berbeda dengan kondisi di Mesir. karena perbedaan kondisi secara keseluruhan kedua negeri itu. Ilmu ini penting untuk menghadapi kondisi kejiwaan seseorang atau kelompok. Ia harus mengetahui secara garis besar tata kota medan dakwah yang akan diterjuni. Al-Qur’an sering mengungkapkan sejarah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita. bahkan bersumber dari keduanya. sehingga fatwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru. Da’i harus lebih baik dari pada mud’unya. beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim (fatwa lama) dan Qaul Jadid (fatwa baru). selamanya orang tidak akan percaya lagi. Sebab ia mengkaji dan menyelidiki sebab-sebab kemajuan dan kemunduran suatu bangsa. tetapi tidak dibarengi dengan akhlaq yang baik.

Akhirnya. Sehingga hanya persoalan sepele menjadi problem yang serius. Jika persoalan ini tidak dikuasai bisa saja ia menjadi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena persoalan yang tidak prinsip. suku. Islam itu tidak dimonopoli satu madzhab dan satu ummat saja. agar wawasan da’i itu berkembang. Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lancar. . Lughatul Qaum (bahasa obyek dakwah). niscaya ia terlepas dari makar-nya. Dalam Islam dikenal dengan fase Makiyah dan fase Madaniyah. untuk mengetahui di zaman apa dia hidup. bisa jadi menjadi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka. Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan da’i dalam melaksanakan tugas di medan dakwah. Ilmu Kesenian dan Kebudayaan. Ilmu Politik. Rasulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab. tetapi orang yang berbeda dengan kita juga merupakan lahan dakwah yang strategis. Mengetahui pokok-pokok perbedaan agama-agama di dunia ini penting. aliran. Pengetahuan akan seni dan budaya obyek dakwah akan membekali seorang da’i untuk tidak bersikap isti’jal (gegabah) dalam menentukan hukum seni dan budaya. Ketidaktahuan da’i dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat secara mendalam. Orang Arab mengatakan. setelah beliau memimpin proyek renovasi Ka’bah karena serangan banjir. Kehadirannya diterima oleh semua unsur dan golongan di masyarakat. bangsa. maka seorang da’i harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi oleh Islam untuk mengajak ke semua lapisan etnis. Kesembilan. Dengan bekal ilmu tersebut seorang da’i akan luas pergaulannya. da’i itu akan sukses bergaul tidak saja di masyarakat homogen. karena sejak masa pemudanya mereka memberikan gelar kehormatan kepadanya al-Amin (dapat dipercaya). “Barangsiapa yang mengetahui bahasa kaum. Bagaimanapun ‘alimnya seseorang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan orang yang bisu. Menguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk jiwa yang mempunyai bahasa tersebut. Ilmu siyasah (politik) ini penting dikuasai seorang dai. Bapak sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. tetapi pemandu manusia semuanya menuju jalan yang diridhai oleh Allah. Kesebelas. Sesuai dengan karakteristik Islam yang kaffatan lin-nas dan rahmatan lil-’alamin.idealisme itu.” Kesepuluh. Jika da’i buta politik. tidak eksklusif. tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heterogen dan pluralistik. Ilmu Muqaranatu al-Adyan (illmu perbandingan agama). Da’i tidak sekedar pemimpin ummat Islam. Kedelapan. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab dengan jelas dan tuntas. Syekh Abdul Qadir al-Jailani bisa menaklukkan hati penduduk yang mayoritas bromocorah karena keluasan ilmunya. Ia akhirnya mempunyai sikap politik terhadap sistem pemerintahan yang ada. akan menjadi korban politik dari para politikus. Oleh karena itu materi dakwah yang disampaikan Rasulullah di Makkah berbeda dengan di Madinah.

J.K...J.H.J...J.H. .. K..H.. .S.J...J.J..K.H... Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Jawaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka...H.H.... ...H.. .. Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami mohon pertolongan.....N.. Segala puji bagi Allah.. .H.K....J. K. .K..N.J. .P......J...K... H..H. H.. ......H..K.J.......... P.J.. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.P.. P.. K.H...J.. H. Tuhan semesta alam.K..H.. K.....J.. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau .J...J. .. K... PRINSIP JAMAAH Surat al-Fatihah ayat 1-7 .K..H. ..K....H.J..... S.H. H.. ...K..J...J. IBADAH . H...H.N.P.K P. Kepemimpinan . .J....S...J.N. J.K. PRINSIP IMAMAH & JAMA’AH BAB I ..N. .. .N. .Tunjukilah kami jalan yang lurus.S.. Umat – Penduduk – Prajurit yang patuh . ....J. df $ PAKET VI .K. K. H.H. Prinsip Jamaah $ .H.N.. .. K...H. SISTEM KEHIDUPAN ..J. Wallahu a’lam bish-shawab...H.. .. – .....H.... – ....... K.H... ... AQIDAH . – .. H.J. ..K...H.J.J. Syari’ah – Aturan main . Yang menguasai hari pembalasan.H..H. H... K.. Kawasan yang Islami . K.N... .K.. .......J...... K.... ...J...K... J.

Bertolak dari sini. mempunyai tema manhaj hayah. berbekas. Ihdina adalah penjelasan dari permintaan ma’unah (pertolongan). Surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut Dzat yang berhak menerima pujian. dan shiraatha al-ladziina an’amta ‘alaihim ghairi al-maghdhuubi ‘alaihim wa laadh-dhaallin. rahmat. Asas aqidah adalah iman kepada Allah (rabbul ‘alamin) dan hari akhir (maaliki yaumi ad-diin). ibadah. ini kami menyembah dan meminta pertolongan. tema aqidah bukan semata-mata konsumsi otak. itu berarti segala kandungan dan makna al-Qur’an telah terangkum di dalamnya. Kata ganti iyyaka dikedepankan atas kerja. memperbesar peluang adanya pengabulan (ijabah). ar-rahmanir-rahim. bertemakan ibadah. Al-Fatihah juga secara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan. yaitu iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.” Makna umum surat al-Fatihah Jika al-Fatihah adalah pembuka kitab al-Qur’an (fatihatul Kitab). Dalam surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut tema aqidah. maaliki yaumid-diin. Dalam al-Fatihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang secara berurutan sekaligus. fi’il. beribadah kepada-Nya. bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat. meminta pertolongan. diwujudkan dengan melaksanakan kewajiban. yang berhak dipuji. serta penyifatan diri-Nya dengan sifat-sifat yang agung. Surat ini juga memperkenalkan Allah dan sifat rububiyah-Nya sekaligus menunjukkan posisi kita. al-Qur’an mengajak kepada aqidah. dan manhaj hayah ‘sistem kehidupan’. Seakan-akan . adalah teladan yang baik yang telah dicontohkan para Nabi. Selanjutnya yang kedua. tentunya memberi konotasi hanya itu. shiddiqin. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pendidik alam) dan Malik (pemilik). Ketika mengenal Allah memiliki sifat rububiyah. dimintai pertolongan dalam segala persoalan. wahai Pemilik segala sifat mulia. meminta hidayah agar selalu di atas jalan lurus. surat al-Fatihah dimulai dengan pujian kemudian mengajarkan ibadah. lalu ibadah dan selanjutnya minhaj hayah. al-Mu’in (penolong) dan alHadi (pemberi hidayah). Pertama. Poros gerak ibadah itu ialah memuji Allah al-hamdulillah. teladan jahat orangorang sesat. Allah adalah pemilik segala urusan yang agung. tetapi harus melahirkan hasil. Dalam ajaran Islam. inhiraf. Tema ibadah didahulukan atas isti’anah (memint tolong) karena mendahulukan wasilah (ibadah) sebelum masuk wilayah isti’anah. Dan asas berjalan menuju Allah (thariq ilallah). ditaati. yaitu beribadah kepada-Nya. Inti ajaran Islam itu adalah ma’rifatullah. maka semua itu mengharuskan untuk beramal. dan segenap orang shalih.anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. meminta pertolongan dan memohon agar konsisten berjalan di atas sistem yang digariskan-Nya. yaitu al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. syuhada’. Serta ketiga. Kemudian asas ibadah adalah (iyyaka na’budu). hisab. Tema utama al-Qur’an berkisar pada masalah aqidah. Kata isti’anah mencakup seluruh bentuk pertolongan yang diinginkan Allah. yaitu ihdina ash-shiraathaa al-mustaqim. Dzat yang khusus itu diajak dialog dengan sifat-sifat terpuji dengan menyebut iyyaka ‘hanya kepada-Mu’ lah.

H.N..H. Nama Allah telah mencakup nama Dzat-Nya dan perbuatan-Nya. : .K.H . shiddiqin.K...) .³..H. yaitu jalan yang lurus.. K.J.³.H.H. df BAB II MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT ALFATIHAH Kalau pada surat-surat sebelumnya.HH.J.. Jika merasakan goncangan membaca iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Al-Fatihah menyebutkan dengan ungkapan jama’. ..J .S H.. para syuhada dan orang-orang shalih.H. Jalan orang yang diberi nikmat dan jalan yang dimurkahi Allah dan tersesat..K.P..H. ..H.H.K.” (QS ash-Shaffat : 158).S. Allah disini meluruskan “Allah” yang diyakini masyarakat Jahiliyah.N..H.J.manusia meminta hakikat pertolongan yang diinginkannya. mengenalkan sifat dan perbuatan-Nya.J.H..J.H. .J.H.H.J.P.H.H..H.H..ᅭ . 158 ( “Dan mereka adakan (hubungan) keturunan antara Allah dan antara jin. Tiada ibadah tanpa ma’rifah.H.K. yaitu “Allah”.K.H. J.: “Maka mereka itu akan tinggal bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.H.H..K.K. .. K. P.K.i ).H.K. Allah telah menjelaskan orangorang yang telah diberi nikmat.K.H.” (QS alIsra’ : 40)..N.J. Realisasi dari permohonan itu bisa didapatkan dengan ibadah.J.P.. Jalan yang lurus mustahil dapat terwujud tanpa pertolongan Allah. 40 ( “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat.J..H.H.K. J...i . H.K. Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan Jin.J... H. yang terdiri dari golongan Nabi. maka pada surat Al-Fatihah ini Allah mengenalkan diri-Nya dengan jelas.P.... H. . Allah mengenalkan diri-Nya dengan “Rabb”.J.J.N (69 .m .. Bila seorang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah.K.H. Dan surat al-Fatihah ini menjelaskan dua jalan. Ma’rifah yang tidak berorientasi pada penujuan segala pujian kepada Allah adalah ma’rifah yang pincang.H.) .H. H.” (QS an-Nisa’ :69).J..P.S. Mereka juga beranggapan bahwa Allah memiliki anak-anak wanita.―.H..H. : .H.J.H. ini menegaskan prinsip seorang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah kaum muslimin dan bahwa tarbiyah Islamiyah dan dakwah Islamiyah (pada surat alMuddatsir) harus berbentuk tarbiyah jama’iyah. . “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” serta “ihdina ash-shirath al-mustaqim”.―...J..H.N.

J.H. juga perlu diwujudkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan (al-qaryah).. N.Mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi langsung kepada-Nya sehingga para malaikat dan berhala-berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah.K. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang melaksanakan Islam. Masyarakat jahili adalah masyarakat yang menjadikan Allah tidak berdaulat di bumi.K. . (40 ) .P.N..: 84 ( . sekalipun secara ritual disembah secara rutin.. Inilah yang disebut dengan lingkungan yang Islami (al-bi’ah al-Islamiyah).. budaya. H..K. secara syariat dan sistem. .H. Masyarakat Islami tidak sekedar komunitas yang menamakan dirinya Islam sedangkan syariat Islam tidak merupakan hukum di dalamnya.N.H.J.P. Bismillahirahmanirrahim. adalah bentuk lain masyarakat jahili.J.K. secara budi pekerti dan tingkah laku.P.H. Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhalifahan ini...” (QS az-Zumar : 3). sekalipun ia shalat..H.P. berpuasa.J.. H.J.H.J. politik.K.P.P. K.. dan keamanan.J.J.N. 3( “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.K.P. manusia sebagai hasil tarbiyah dan da’wah diarahkan oleh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan-pesan langit pada realitas kehidupan. Aspek sosial. K. Sehingga bumi ini dihuni oleh hamba yang menjadikan Allah sebagai Tuhan. zakat dan melakukan ibadah haji. Bukan pula yang menciptakan suatu jenis Islam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah Yang Maha Suci dan diterjemahkan oleh sunnah Nabi..K.K.K .H.) ...S.K ..N..H.. pertahanan. . H.H. secara aqidah dan ibadah..J. ekonomi.H. Jadi posisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama (asma) dan sifat (simah) Allah.K .P. Karena yang ditekankan al-Qur’an bahwa disamping manusia tercelup (tershibghah) dengan al-Qur’an (ahl).P.H.H .J. : . sosial.H . .H. J. ).K . . Jika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang nota-bene milik-Nya.K. Kebalikannya adalah masyarakat jahili.K..J.. .H.. Pada surat al-Fatihah ini Allah secara jelas mendelegasikan sebagian tugas-Nya kepada manusia sebagai wakil-Nya untuk mengelola alam raya (rabbul ‘alamin).H.

). .H “Hukum itu hanyalah kepnyaan Tuhan.. wilayah.J .P.J...KH.K ...K.J.. Itulah agam yang lurus.N. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia..l ...” (QS Ali Imran : 104).P.H..J.” (QS Yusuf : 40). . .K.. ummat (al-ummah.H. ahl)..J.H.N ..J.H.. .” (QS an-Nisa’ : 97).H. N.K .P .H.H.P. dan mencegah dari yang munkar..J. . Pertama.H . teritorial yang kondusif (al-bi’ah. Kedua..: (97 .P. kemudian kalian berhijrah di dalamnya.J.P.P.J.K.N.H.P .m .H. .. ..H.H. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung terlaksananya ajaran Islam.J.H.K.S.P. ..J .KJ.H. kawasan.K. .J “Bukankah bumi Allah itu luas.P.: P. “Hendaklah diantara kamu segolongan yang mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran...K.ᅭ H. . Ia telah memerintahkan kepada kamu agar jangan menyembah orang lain selain Ia sendiri.J..” (QS Ali Imran : 110) (143 (18 (105 .S.P. al-qura). df BAB III UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ISLAMI Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami. ). menyuruh kepada yang ma’ruf.” (QS az-Zukhruf : 84) K.“Dialah (Allah) yang menjadi Tuhan di langit dan bumi.P..P..N K.: .J.³ .HH.P.

.K.H. .J.H. .K. syariat (asy-syari’ah.H.. aturan).J.H...J.J.” (QS al-Jatsiyah : 18) ..).P . .H “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.H .H.J.H..: P.J.H.H.K.H.K .P.: .H.P.H.K ).J.HH.H.P..J.. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu...H..H.JH.. maka ikutilah dia.” (QS al-Baqarah : 143) Ketiga.H.P .H.J.H ..K.. .K.K.K.. ..H.J.J.H.J. ..J.: .H.H.J.J.K.K...H.J.K ..H.H.H.H.J. .: N.J.H. . .. ..J.H..H.K.K.H.J.P.S ..H.J.J.(104 .KH.NJ.H... .K .P.J.P.H..m (110 P. umat yang adil dan pilihan.H.H...P.J.J P.H.H.P.K.N.J .H. .H..P.K.HN. .m...K.H..H.H .K.H.J...P.NH.. .H. ).J.JN.H.J .H. ..” (QS an-Nisa’ : 105) .H.H.K .P).J.H “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama)..K. .K.J.J.H. .N.J.³.J.P.H.P.J.J.H.³ “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan (umat Islam)...H.J.HJ..H.K. .

H. Salah dalam penempatan struktur ini akan terjadi fitnah (chaos). bertugas mewujudkan kerajaan Allah (mulkiyatullah) di bumi secara efektif dan efisien. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.H. : . J. J.K.H.J.K.J.H.H.K.N. Dalam intitusi masyarakat yang paling kecil.P.. Jika tidak dilaksanakan akan terjadi kekacauan. . dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka. K..J.H..J.” (QS an-Nuur : 55).H...H.J.N.P. .K. Dengan kultur yang baik.J. H.H. Allah telah membuat model struktur yang Islami.K. P.H.J. munafik.N.K.N. kepemimpinan (al-imamah). maka tugas penegakan nilai-nilai Islami dalam keluarga akan mengalami hambatan.H.H. Menegakkan qadha’ syar’i dan qadha’ kauni adalah amanah dan taklif (tugas) kekhalifahan dari Allah.K.J.. akan masuk pada perangkap sekulerisme..H. dilakukan secara kolektif merupakan media yang fashih untuk perbaikan masyarakat secara keseluruhan..H.P. K. . H. Amanah kekhalifahan ini dijelaskan dalam firman Allah : . memelihara agama (hirasatud din) Dua tugas yang bersifat keagamaan (diniyah) dan sekaligus keduniaan (dunyawiyah).J.P. Kepemimpinan mikro seharusnya melahirkan kepemimpian makro.K.K.P.H.P. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.K. J. : . P. dan diarahkan oleh sebuah kepemimpinan.P.J. J. .J. Tugas Kepemimpinan Islam a) Memakmurkan (i’mara) dan mengatur urusan keduniaan (siyasatud dunya) b) Melaksanakan syariat. Suami adalah qawwam (pemimpin) dan anggota keluarga adalah sebagai makmumnya. .. H.H.) K.P. J. Ini adalah kebutuhan primer kemanusian (dharurah basyariyah).H. Keduanya harus sama-sama diprioritaskan.K.H.H.. H. N.S. Jika keduanya dipisahkan.H. J.J. H. Ummat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikelola.H.) .J. chaos (fitnah). J. dan tuntutan keagamaan (hajah syar’iyah).K..J.H.³.. dipandu.H.J.P.” (QS alAn’am : 165). sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. .H. J. menuju kepemimpinan yang bersifat makro (al-imamah al-kubra).J.H.H. H. Di dalamnya akan dihuni oleh manusia hipokrit (split personality).J.H.H.J.P.. Struktur yang baik dan berfungsi secara benar akan mewujudkan kultur masyarakat yang baik.J. Tidak boleh dipisahkan..J. K.J. J..K.N.N. H..H.K. Manusia yang rajin beribadah mahdhah. P. Diawali dari kepemimpinan yang bersifat mikro (al-imamah ash-shughra). J.K.K. J.³. jika pola kepemimpinan di dalamnya tidak berfungsi dengan baik.K.N.H.H.P..H.K.J. J..H. tapi di luar masjid melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi doanya.P.S.H.. H.K.H.J.H. 165 ( “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.Keempat.H. J.H. .H. H.H.P.H.P.P. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka..H.H.. Untuk membumikan amanah kekhalifahan..

.K. .K.. ..K.H..H...H.J..P....K. Menjadi rakyat tanpa melalui seleksi. KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM .H... .. .....K. K..J.H. Menaati ulil amri . .. tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk dijadikan wasit (penengah)..J.... ... P. . K.N.P....J.. P......P. ..... . Disini harus diisi oleh orang yang ‘alim pada bidangnya masing...H. Seperti dalam struktur shalat jama’ah.... Agama rakyat tergantung kepada kualitas keagamaan rajanya. karena kita otomatis menjadi rakyat.P....Orang-orang yang mendampingi ulil amri adalah orang yang ahli dalam memilah-memilih persoalan dan mencarikan solusinya.H.J..N.. . maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya..... Ibnu Khaldun mengatakan : K. ... Mengembalikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri ......... K. Musyawarah .K.....J... Ada ungkapan yang mengatakan : K. Sebaliknya seorang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan oleh sebuah komunitas tertentu. Melaksanakan hukum Allah ..K.N. K....K.. Perubahan moralitas bangsa berbanding lurus dengan kesiapan untuk berubah (menuju kebaikan) di kalangan elit.P.. . Jika dalam sebuah kelompok seseorang memiliki kualitas yang lebih.... .... .K.. Ukhuwah sesama muslim . ..J. . di belakang imam adalah orang yang pandai (ulin nuha). Jika sewaktuwaktu imam batal karena udzur syar’i..... ...H. .... . .. df ALLAH SWT Al-Qur’an RASULULLAH SAW As-Sunnah ULIL AMRI – ULAMA’ – AHLUL HALLI WAL ‘AQDI Ad-Dustur – Al-Qanun DIWAN AL-‘IMARAH Dewan Tanfidziyah – Dewan Pelaksana SIYASATUD DUN-YA WA HIRASATUD DIEN Mengelola Dunia & Memelihara Agama AL-UMMAH Masyarakat . K.

. An’amta ‘alaihim. . ...... untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi.. ‘diatas manhaj jahili’. Berorientasi pada akhirat .. shiddiqun...... ... ‘para Nabi.... Bersifat universal ..... Membuat perjanjian mengatur antara muslim & non-muslim . .. didukung oleh ummat yang taat (al-jundiyah al-muthi’ah. .. shalihun diatas manhaj rabbani’.... Shirat al-mustaqim. al-imamah). Mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT .... . . .. ... .. . Beraktifitas dengan penuh keikhlasan .. Terbangunnya struktur kekuatan mengantisipasi ancaman KULTUR MASYARAKAT AL-FATIHAH ..... ..... agar rahmat Islam menyebar kepada semua yang berhak (kaffatan linnaasi wa rahmatan lil ‘alamin)...... Menghindari murka Allah SWT ............ ‘al-manhaj ar-rabbani yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasul’.. ... . syuhada’... Rabbul ‘alamin dan Maliki yaumiddin........ Membawa nama Allah – Harus yang terbaik BAB IV PAKET AL-FATIHAH Mayarakat Islami adalah komunitas yang tergambar dalam sebuah kawasan (al-qura..... . Mengharap bantuan hanya dari Allah SWT ... Al-magdhub ‘alaihim dan adh-dhaallin.... Meneladani figur publik yang baik . ... Berpedoman pada Manhaj Islami ... ‘dengan membawa nama Allah’... ‘menegakkan amanah kekhalifahan untuk mengelola dunia dan menjaga agama’.. .... .. .... dipandu oleh kepemimpinan (al-qiyadah..Saling menasihati dengan kebenaran & kesabaran . Menebarkan kasih sayang ..... al-bi’ah).... dengan aturan main dari al-Qur’an.. ..... Bismillah...... Menghindari kesesatan . .. ahlu)...............

‘mohon pertolongan Allah’. al-Qur’an. billah. ilallah (dari Allah. Ar-Rahman. Al-hamdulillah – Beraktifitas dengan penuh keikhlasan. dengan cara Allah. Wallahu a’lam bish-shawab. Ghoiril maghdhubi ‘alaihim – Menjauhi murka Allah Wala adh-Dhaallin – Menjauhi kesesatan. Shirat almustaqim. yakni al-Islam. 5.’ Karakteristik masyarakat Islami 1. Otoritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah (al-hukmu bima anzalallaahu) (QS al-Maidah : 49). Otoritas kekuasaan Ulil Amri dari orang-orang beriman (tha’atu ulil amri). Ihdinash shirat al-mustaqim. 2. Membuat perjanjian yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim (al-mu’ahadah bainal muslimin wal kuffar) (QS al-Fath : 29. bimbingan’. Iyyaka nasta’in. shalihin. Shiratha alladzina an’amta ‘alaihim – Meneladani orang-orang yang baik. Ghoir al-maghdhubi ‘alaihim wa laa adh-dhaallin. Lembaga kepemimpinan memutuskan masalah kontroversial (raddul ikhtilaf ilaa ulil amri) (QS an-Nisa’ : 83). dituntut beramal yang memiliki kualitas excellent. 6. df . Malik. al-Hadits atau al-Manhaj al-Islami’. Al-hamdulillah. shiddiqun. minallah. Rabbul ‘alamin – Bersifat universal. 8. arahan. ‘al-ibadah. Ihdinash shirathal mustaqim – Berpedoman pada manhaj ilahi. 3. Iyyaka nasta’in – Mengharap bantuan Allah. berada pada manhaj Islami’. ‘kasih kepada seluruh makhluq’.Tafsir al-Fatihah Bismillah. mendidik. Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar (at-tawashi bil haqqi wa bi ash-shabr) (QS al-‘Ashr : 3) 7. mengembangkan. Terbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman (i’dadul quwwah) (QS al-Anfal :60) Kultur (budaya) masyarakat Al-Fatihah Bismillah – Membawa nama Allah. (QS an-Nisaa’ : 59). tidak ada penyimpangan syubhat dan syahwat di dalamya. 4. Nasrani. Yaumuddin. Bermusyawarah dalam memecahkan persoalan (asy-syura fii al-umur) (QS asy-Syura : 38). ‘petunjuk. syuhada’. ‘jalan yang lurus. ‘sayang kepada orang-orang mukmin’. ‘Yahudi. pembalasan’. ‘ketulusan niat’. Rabb. Terjalinnya ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim (al-ukhuwwatu bainal muslimin) (QS al-Hujurat : 15). menuju Allah). ‘hak menghalalkan dan mengharamkan’. semua aktifitas lahir dan batin yang diridhai dan dicintai Allah’. Ar-Rahman ar-Rahim – Menebarkan rahmat dan kasih sayang. Iyyaka na’budu – Mengabdikan diri hanya kepada Allah. alMaidah : 54). meningkatkan kualitasnya’. Ar-Rahim. Nabi. Maliki yaumiddin – Berorientasi pada akhirat. ‘Hari kiamat. Shirat alladzina an’amta ‘alaihim. ‘dengan asma Allah’. ‘merawat. Iyyaka na’budu. berada pada manhaj jahili.

. evaluasi gerakan harakah) pemerintahan yang ada) (riqobat al-‘amal)... ‘Aqidatu Al-Muslim.. intelijen. Al-Ghazali. Al-Maktabah Al-Faishaliyah. Darul Kutub Al Islamiyah.. Beirut.. Gresik. . Al-Ghazali. sab-han thawilan Merapikan shaf (tauhid ash-Penataan (tanzhim) Dari tazkiyah menuju harakah AlMuddatsir shaff). Jakarta... politikus.. ... tazwidul ‘ulum wa atstsaqafah) Tabligh (at-tabligh) Dari kebodohan menuju ma’rifat (minal jahalati ila al-ma’rifah) Al-‘Alaq Ishlahun nafsi (memperbaiki diri) Pembekalan Manhaj Qurani At-ta’lim (pengajaran) Dari ma’rifat menuju Fikrah Qur’ani Al-Qolam (tarbiyah Qur’aniyah) (minal ma’rifah ila alfikrah al-Qur’ani) Ishlahu al-bait (memperbaiki rumah tangga) Menggerakkan ibadah secara Pembentukan (screening) kader Dari fikrah menuju pemberdayaan Al Muzzamil istiqomah (at-tahridh ‘ala (takwinur rijal) ruhani (minal fikrah ila at-tarbiyah arIrsyadul mujtama’ (membimbing al-‘ibadah al-mustamirrah) ruhiyah) ummat). dll. mu’tamar. .. . Darul Fikr... Jeddah. wawasan (al-i’laam. al-mujtama’ al-Islami). mengatur kinerja (tansiq dakwah (minat tazkiyah ila al-Ishlahul hukumah (memperbaiki al-amal).. lewat syura... DAFTAR PUSTAKA Ash-Shabuni.. Jaddid Hayatak. Ahjad. Ustadz Najih. zu’ama (menjadi anggota legislatif) infra strukturnya.. Shafwatut Tafasir.. . Dr. Dar Nurul Maktabah. Adab Thalibil ‘Ilmi. Syekh Muhammad... Ponpes Maskumambang. Syekh Muhammad. Memulai program surat pendidik. Tanpa tahun. kepada kekuasaan yang ada adh-Dhuha dan kelengkapan ulama.. intervensi kerajaan Allah di bumi) al-hayat). Dari gerakan dakwah menuju Al Fatihah dalam segala aspeknya (tanfidzu munculnya ahli pada bidang masyarakat Islami (min al-harakati ila Iqomatu ad-daulah (menegakkan al-hayat al-Islamiyah fi nawaahi masing-masing. .. ekonom. ..... sehingga kelak menegara.. Muhammad Ali. Pelaksanaan kehidupan Islami Pelaksanaan (tanfidz)...... Ahmad Karzun. Anis.SINOPSIS TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN DALAM GERAKAN Tujuan Perubahan Tahapan Perubahan Langkah Perubahan Nama Surat ... . At-Tibyan Fi Al-Ahkam Al-‘Amaliyah. Sosialisai & pembekalan ilmu..

Mansyurat Al-‘Ashr AlHadits. Al-Qardhawi. Moralitas Al-Quran Solusi Atas Segala Persoalan Umat Manusia. Darul Fikr. Jakarta. Harun. Libanon. Mengenal Allah Lewat Akal. Muhammad Ali. Sayid. ‘Abdullah bin Qasim. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Dewan Eksekutif Hidayatullah. Darul Fikr. Fathurrahman Li Thalibi Ayat Al-Qur’an. Yahya. Darul Fikr. Al-Madkhal Li Dirasati Al-‘Aqidah Al-Islamiyah ‘ala Madzhabi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Hal Satasquthu Amrika Kama Saqathat As Suviyeti. Syekh Abu Bakar Jabir. Yusuf. Yusuf. Dr. Harun. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Maktabah Wahbah. Membongkar Jahiliah Meraih Sukses Berdakwah. Pustaka Panjimas. Yakan. Era Intermedia. Era Intermedia. Mukhtashar Tafsir ath-Thabari. Rabbani Press. Fathi. Team Penulis. Lc. Jakarta. Sya’ban 1424 H. Shalih Tak Berdayaguna. HAMKA. Yusuf. Isa Al-Babi Al-Halabi wa syirkaahu. Al-Jazairi. Beirut. Sayyid. Al-Hasani. Dr. Pelajaran Agama Islam. Dr. Minhajul Muslim. Ibrahim. Prof. Solo. Panduan BerIslam. df . Beirut Shihab. Manna’ Khalil. Mahmud. Gema Insani Press. Dr. Darul Fikr. Quthub. Tafsir Al-Mishbah. Yahya. Darul Fikr. Dr. Jakarta. Rasyid. Bulan Bintang. Yahya. Libanon Tahmid. Oktober 2003. Madkhal Li Dirasati Asy-Syari’ati Al-Islamiyyah. Bin Muhammad Al-Buraikan Abdullah Al Buraikan. Al-Mubasysyirat Bi-ntishari Al-Muslimin. Rabbani Press. Beirut. Rabbani Press. Prof. Islam Dalam Berbagai Dimensi. Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran. MA. Al-Wasyli. Syekh Abu Bakar Jabir. Fiqh As-Sunnah. Ash-Shabuni. Beirut. At-Tafsiru Al-Hadits. Jakarta. Az-Zubi. Izzah Darwazah. Sabiq. Rabbani Press. Menuju Jama’atul Muslimin. Darul Fikr. Maktabah Dahlan. Thanthawi. Muhammad. HAMKA. Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jama’ah Al-Ikhwan AlMuslimun. Dr. Syekh Ali. Beirut. Beirut. Solo. Darul Ihya Lil Kutubi Al-‘Arabiyyah. ‘Aqidatul Mukmin. Robbani Press. Kairo. Syekh Dr. Indonesia. Beirut. Muhammad Quraish. Suar. Menyelami Samudera 20 Prinsip Hasan Al-Banna. Tafsir Al-Azhar. Jakarta. Al-Qardhawi. Qardhawi. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir. Marwan bin Nuruddin.Al-Jazairi. Rabbani Press. Al-Maqdisi. Ta’rif ‘Am Bid Din Al-Islam. Assuwaru Murattabah Hasban Nuzul. Daud. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme. Jakarta. Syarah Ushul ‘Isyrin. Jakarta. Ma’alim Fi Ath-Thariq. Al-Qaththan. Penerbit Lentera Hati. Departemen Dakwah. Harun. Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam. Bin Hasan bin ‘Aqil bin ‘Aqil Syarif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful