P. 1
Panduan_Dakwah

Panduan_Dakwah

|Views: 355|Likes:

More info:

Published by: Poernomo Wong Sragentina on Jan 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

EDISI LENGKAP TAJDID GERAKAN DAKWAH DAN PERADABAN Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran .

Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah 1426 H – 2005 M DAFTAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syari’ah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I FIQH MUDAWALATIZ ZAMAN Bab I Prinsip Pergiliran Zaman Arahan Allah – Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan Islam Sumberdaya Manusia Sumberdaya Alam Warisan Sejarah Bab II Arahan Pembaharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis Ummat Islam Krisis Perasaan Terhadap Keagungan Islam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pertolongan Tuhan Bab III Solusi Atas Berbagai Krisis (Hillul Azamat) Memahami Islam Secara Detail Keimanan Yang Kuat Membangun Jamaah Bab IV Tahapan Turunnya Wahyu Sebagai Jawaban (Ar-Ruju’ ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen Orisinalitas Tekstual Argumen Kontektual PAKET II RISALATU AL-‘AQIDAH Bab I Prinsip Akidah (Risalatu al-‘Aqidah) “Membaca” sebagai Pilar Pembangunan Peradaban “Membaca” dalam Tinjauan Al-Qur’an Ilmu Dalam Perspektif Islam

Membangun Tradisi Ilmiyah Bacalah Dengan Asma Allah Bab II Ma’rifatur Rabb (Mengenal Rabb) Fakta Sejarah Fakta Fithrah Fakta Indra Fakta Logika Fakta Tekstual Bab III Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia) Definisi al-‘alaq Secara Bahasa Definisi Al ‘Alaq Secara Keilmuan Kesan Yang Dumunculkan Bab IV Ma’rifatul ‘Alam (Mengenal Alam Semesta) Asal Kejadian Alam Sunnatullah Pada Alam Bab V Proses Lahirnya Syahadat Pada Surat Al ‘Alaq (Asy Syahadat fii dhoui surat Al ‘Alaq) Fiqh Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal-pembatal Syahadat Loyalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALATU ASY-SYARI’AH Bab I Prinsip Syariat Surat al-Qalam 1-7 Definisi kebahasaan qalam Mendalami qalamullah & karamullah Bab II Karakteristik Syariat Allah Rabbani (berketuhanan) Akhlaqiyah (membentuk moral) Insaniyah (manusiawi) Tanasuq (teratur) Syumul (universal) Bab III Jaminan Allah bagi yang Ber-Qur’an Tidak gila Memperoleh pahala yang tidak terputus Memiliki akhlaq yang agung Bab IV Akibat Mengabaikan Konsep Allah Gila dunia, tahta dan wanita

Balasan yang tidak abadi (temporal) Berperangai hina Bab V Profil Generasi Qurani PAKET IV RISALATU AL-AKHLAQ Bab I Risalah Al Akhlaq (Prinsip Akhlaq) Surat Al Muzzammil 1-9 Menjaga Stamina Ruhiyah -Shalat Malam -Membaca Al Quran -Mengingat Allah -Berserah Diri Kepada Allah -Tahan Uji -Hijrah Bab II Lulusan Madrasah Al Muzzammil (Khirriiju Madrasati Al Muzzammil) PAKET V RISALATU AD-DA’WAH WAL HARAKAH Bab I Prinsip Dakwah dan Harakah Tafsir Surat Al Muddatsir 1-7 Qum Fa Andzir Tahapan Peringatan Mengagungkan Rabb Membangun Citra Diri -Kebersihan Jiwa -Kebersihan Moral -Kebersihan Harta -Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di Jalan Dakwah Bab II Tabiat Jalan Dakwah (Thabi’atuth Thariq) Bab III Metodologi Dakwah (Uslub Ad Dakwah) Bab IV Wawasan Seorang da’i (Tsaqofatud Da’i) PAKET VI RISALATU AL-JAMA’AH Bab I Risalah Jama’ah (Prinsip Jama’ah) Makna Global Surat Al Fatihah

karakter dan tindakan seseorang agar berfikir. Al Bi-ah) -Al Ummah (Penduduk. didukung oleh sejarah perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan realitas kebang-kitan kesadaran beragama ummat Islam hari ini. “Ya Allah. merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau maraji’ (referensi) Islam. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an). Prinsip dasar gerakan dakwah ini merujuk kepada wahyu secara tekstual dan kontekstual. Ahl) -Aturan (Asy Syariah. keluarga. al. Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu.Muzzammil. Dari Ibnu . Menata ulang pemikiran. tanpa mengurangi hormat kepada ahli tafsir yang lain. dipilih pendapat Ibnu Abbas. Ibnu Abbas. Al Imarah) -Tugas Kepemimpinan (Wazhifah Al Imamah) Bab IV Paket Al Fatihah (Qism Al Fatihah) Tafsir Al Fatihah Kultur Masyarakat Al Fatihah Karakteristik Masyarakat Islam Sinopsis Operasional Tahapan Turunnya Wahyu Dalam Gerakan SAMBUTAN Sekretaris Dewan Syari’ah Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah.Bab II Membangun Masyarakat Islam Dengan Spirit Al Fatihah (Binaul Mujtama’ Al Islami Fii Dhou’i Surat Al Fatihah) Bab III Unsur-unsur Masyarakat Islam (Anashir Al Mujtama’ Al Islami) -Kawasan (Al Quro. karena secara ilmiyah ia dikenal faqih dalam tafsir melebihi generasi sahabat yang lebih tua. Cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual (tadrijiyan). Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat. yaitu : al-‘Alaq. Dalam metodo-logi urut-urutan wahyu. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. menghayati dan mengamalkan muatan al-Fatihah secara otomatis telah menjiwai seluruh isi alQuran. al-Qalam. berkat doa Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam untuknya sejak ia di ayunan ibunya. al-Muddatsir dan alFatihah. Al Qanun) -Kepemimpinan (Al Imamah. Program utamanya berupaya mewujudkan agenda perubahan dalam skala kehidupan individu. faqih-kanlah dia dalam urusan agama dan ajarilah dia ta’wil”. Mereka yang memiliki kesiapan memahami. Ditutup dengan surat al-Fatihah. masyarakat secara mendasar dan terarah.

menyuruh kepada yang ma’ruf. “Itu pendapat kalian?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu. padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Umar menjawab. Firman Allah yang senantiasa diintrodusir secara rutin. kemudian Umar bertanya kepada saya. Sebelum kelahirannya. (apabila telah datang pertolongan dari Allah). Kejadian pengucilan dan fitnah yang dilancarkan oleh oknum tertentu kepada da’i adalah pemandangan yang rutin. Dalam suhu kehidupan perpolitikan yang cenderung represif saat itu. Gelora (thumuhat) yang menyemangati seluruh aktifis Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah. merujuk surat Ali Imran: “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. “Saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi dari apa yang kamu katakan. adalah aktifitas dakwah yang bersifat spesifik. Para sahabat yang lain terdiam. “Tidak. Memilih model pendidikan non-formal ini. kemudian ada seseorang yang bertanya.Abbas radhiya-llahu ‘anhu: Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari orang tua.” (HR al-Bukhari). oleh pendiri lembaga Islam kelahiran kota Makassar itu. “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan”. Kemudian Umar berkata. yang kurang menguntungkan aspirasi ummat Islam. maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya karena Dialah Zat Yang Maha Penerima taubat. Gerakan pemurnian ajaran Islam yang diusung oleh para da’i dan tokoh Islam disalahpahami oleh penguasa.” Umar bertanya lagi. Juga sebagai sarang laba-laba (bait al-‘ankabut) yang difungsikan sebagai pagar pembibitan da’i yang ingin diorbitkan ke tengah-tengah masyarakat. Termasuk menimpa (alm) Ustadz Abdullah Said muda di kota minyak itu. program unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis. itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad. “Allah memberitahu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kematian beliau. lebih-lebih mencermati kondisi politik saat pesantren mengawali kiprahnya.” (QS. dalam setiap momentum dan kesempatan adalah. “Lalu bagaimana pendapatmu?” Saya menjawab. adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka. Bertolak dari mabda’ asasi (prinsip dasar) diatas. 1 . Yaitu Allah berfirman : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h.” Kemudian Umar radhiya-llahu ‘anhu berkata. Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren. dan mencegah dari yang munkar. wahai Ibnu Abbas?” Saya menjawab. karena pesantren telah menyatu dengan jiwa bangsa Indonesia. seakan-akan saya disejajarkan dengan mereka. Ali Imran : 110). “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h?” Salah seorang diantara mereka menjawab. dan beriman kepada Allah. “kuntum khaira ummatin” (kamu adalah ummat yang terbaik). pantang menyerah. Hidayatullah menerapkan strategi dan perencanaan (takhthith) dakwah yang sistematis. tabligh. “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita. “Apakah pendapatmu juga seperti itu.

Di Muhammadiyah. Asma binti Abu Bakar. Almarhum selalu memfokuskan aktifitas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan. melalui proses yang unik. setiap menjelang waktu shalat petugas ta’mir memberikan warning untuk persiapan shalat. ‘ilmiyah dan Islamiyah. Sumayyah dan shahabiyat yang lain. harakah da’wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan anak cucunya. Berdirilah 150 cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. Umar bin Khathab. Disamping di-backing oleh pengikut yang setia. dan dakwah dimanfaatkan untuk melakukan pela-tihan-pelatihan (daurah) dakwah. Kampus seluas 200 hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan secara kongkrit suasana kehidupan ‘alamiyah. maka Lihat juga. sunnatullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar. sedikitnya muballigh yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk terjun dalam totalitas kehidupannya di medan dakwah. Demikian pula akan didukung oleh simpatisan dakwah seperti Abu Thalib & Waraqah bin Naufal. Terbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas. Beliau menyadari langkanya penerus perjuangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas-luasnya secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh Indonesia.Di kampus Pesantren. Yang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya mencetak kader-kader da’i yang memiliki kecerdasan otak dan batin. dan musuh eksternal dakwah seperti Abu Lahab dan Abu Jahal serta para pengikutnya. Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan . serta kuliah-kuliah calon muballigh. Karena santri didoktrin sebagai hamba Allah. Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballigh. selalu memenuhi kecapi batinnya. sebagai wujud dakwah di kalangan internal warga. Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak-kehendak Allah. Beliau mentransfer nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke jalan yang diridhai oleh Allah pasti ada yang memberikan respon yang li kulli da’watin mujiib (setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut). kursuskursus. Keterlibat-an Almarhum dalam berbagai organisasi kader pelajar. kehidupan keseharian didominasi dengan jadwal shalat. seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah. Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadijah. memperluas teritorial dan jaringan dakwah. Jadi. Kita akan gagal sebagai “wakil Tuhan”. surah Ali Imran : 104. Utsman bin Affan dan Ali. jika diatur oleh jadwal pekerjaan dan kesibukan kita. mahasiswa. Sejak usia muda keinginan pendiri untuk men-setting kader-kader dakwah (rijalud da’wah). Gerakan dakwah akan disambut oleh pendukung utama. Langkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan. Dan sebagai khalifah. karena melihat kenyataan di lapangan. tempat beliau aktif merintis karir sebagai da’i sejak remaja. yang memiliki karakter seperti Abu Bakar.

Maka perlu disusun materi dakwah yang sistematis. Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas. tenaga-tenaga lulusan pendidikan agama tidak tertarik menggeluti proyek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu. Idealisme dakwah akan terus dinyalakan. Msi . dan di antara mereka ada yang pertengahan. Jakarta. Tiadalah taufiq dianugerahkan kepadaku kecuali dari Allah. Apakah program dakwah berhenti dengan kematian penggagasnya? Sama sekali tidak. Sampai suatu saat kelak Islam ini dikembalikan ke fungsi dan peranan utamanya untuk kaffatan lin-naas dan rahmatan lil ‘alamin (universal). Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. mengamalkan dan memperjuang-kan tegaknya dienul Islam. Masa-masa penting yang penuh dengan gelora pemuda dilalui dengan schedule kegiatan dakwah yang padat. Pada umur 12 tahun ia sudah membawakan khutbah di masjid ternama di Makasar.intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami. dan tahapan-tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan. agenda-agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya. Idealisme ini muncul sejak Almarhum remaja. akhirnya para da’i-nya disebar terus hingga kini. “Kemudian Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Ketika itu beliau juga aktif berkeliling (jaulah) ke masjid-masjid untuk mengisi halaqahhalaqoah ta’lim dan pengajian umum. SAMBUTAN Ketua Departeman Dakwah DPP Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang. dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba-lomba berbuat kebajikan dengan izin Allah. Idealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung. lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri sendiri. Ia juga aktif dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan judi Lotto di Sulawesi Selatan. Hamim Thohari. Shalawat dan salam . Momen-tum keterbukaan ini menuntut aktifis Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh (al-fahm asy-syamil) dan komitmen yang teguh (al-iltizam al-kamil) dalam pengembang-an konsep dan program dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan. dengan harapan eksistensi gerakan pencerahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah – bersama lembaga ke-Islam-an yang lain – mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tranformasi kehidupan yang sejuk dan beradab sesuai dengan cita-cita awalnya. hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang Islam. Umumnya.” (QS. Pada era reformasi saat ini dan pasca perubahan struktur organisasi Hidayatullah dari Orsos menjadi Ormas. tiadalah keinginan bagi saya kecuali perbaikan sesuai dengan kemampuanku. Rabi’ul Awwal 1426 H Ust. Fathir : 32). Dari sinilah keberhasilan dakwah diuji pada dataran konsep dan realitas untuk menjawab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat Islam.

di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh (pendiri dan pembina) Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentransfer ilmu dan nilai kepada para mutarabbi (anak didik).H. Risalah al-Imamah wal Jama’ah (Prinsip Jama’ah).H.H.. Risalah al-Akhlaq (Prinsip Akhlaq). . Semakin sering dikaji dan diperdalam (ad-dirasah wa al isti’ab). Metode menyimak secara langsung inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. P.. Abu Syaikh). komitmen dan kesadaran baru.H.K. Risalah asy-Syari’ah (Prinsip Syari’ah). Paket Kedua.semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.H. al-Hadits dan argumentasi kontekstual. Risalah al-‘Aqidah (Prinsip Aqidah). Risalah ad-Da’wah wal Harakah (Prinsip Dakwah & Harakah)..” (HR.H.. Sesuai dengan karakteristik ajaran Islam itu sendiri. Materi-materi pembinaan (mawad tarbawiyah) dalam buku ini adalah wasilah tarbiyah (media pendidikan)..J. H. J. .H. J. Paket Ketiga. Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersifat qath’i (pasti). atau diperoleh dengan manhaj at-talaqqi (metode penerimaan dengan menghadap instruktur) dengan penjelasan secara ijmal (global) dan di-tashhih. Pakat Keempat. Paket Kelima. akan melahirkan kader dakwah (rijalud da’wah) yang memiliki wawasan.K. dengan maksud agar pembaca lebih mudah dan akseleratif dalam menangkap subtansi tema (maahiyatul maudhu’). mutarabbi (obyek didik) bisa mempelajarinya secara otodidak. Tiada pembelajaran yang lebih efektif melebihi mengamalkan-nya dan mengajarkannya kepada orang lain. “Barangsiapa yang mengamalkan yang diketahuinya maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Penyunting memformat semua materi dalam bentuk rasmul bayan (mind mapping. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya : (.. Masing-masing paket merujuk kepada al-mashdar al-wahid (referensi utama) al-Quran.H.J.K. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. sedangkan ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada yang .. peta pikiran) berbahasa Arab dan diterjemahkan secara singkat disertai dalilul nash (argumentasi tekstual) dari al-Quran dan al-Hadits serta Sirah Nabi pada masing-masing skema. H. Untuk menangkap ruh tarbiyah dan da’wah ini.. Materi merujuk referensi utama al-Quran dan alHadits. Paket Keenam. tazkiyah (penyucian) dan tarqiyah (peningkatan kualitas) bagi aktifis Hidayatullah secara mikro dan masyarakat yang memerlukannya secara umum...H. Fiqh Mudawalatiz Zaman (Memahami Prinsip Pergiliran Zaman). Kekayaan materi yang kita belanjakan akan habis (mafqudah)..H. Ia adalah hasil ijtihad (kesungguhan berfikir) para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq (kebenaran). Paket Pertama. . P. materi tarbiyah disini bersifat infitahiyah (inklusif).) J. Melalui wasilah bayan tafshili (media penjelasan secara detail) diharapkan tema-tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma’nawiyah (spirit) yang membangkitkan ghirah keIslaman aktifis Hidayatullah.H. Buku ini berisi 6 paket materi (sittu mawad). skema.

...... dalam memberikan pemahaman yang utuh dan komitmen yang kuat dalam berIslam kepada generasi yang akan datang..... .. .... .... tanpa salah alamat. .. Besar harapan kita konsep-konsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan zamannya. .... . Saran dan kritik yang konstruktif (at-taujih wal iqtirahat) dari para ahli....... .. ..... . itulah yang bermanfaat. . ... ya rabbal ‘alamin..... Memahami Prinsip Pergiliran Zaman $ . .. .... ilmu di dalam dada... Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan balasan yang terbaik. . Rabi’ul Awwal 1426 H Drs... .. Jakarta.. dan untuk itu diucapkan terima kasih.... karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat Islam (al-mustaqbal lil muslimin)........ .. dan ilmu sekedar di ujung lidah.... Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya.... .. .. Amin. .. .memerlukan akan berbuah...... ... Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau yang dengan ikhlash memfasilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini.. . .. maka itu akan menjadi saksi yang memberatkan (menggugat) manusia”........ . .... “Ilmu itu ada dua macam.. alim ‘ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa-masa mendatang..... ... Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan kerjasama berbagai pihak... Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah bekerja maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan..... .. .. Akhirnya semoga dengan materi tarbiyah ini memberikan manfaat yang berkesinambungan (istimrar)..... Tasyrif Amin PAKET I .. untuk menyongsong pergiliran dan pergantian zaman. ...

...... ... . .. . .. ... . ....... ... .. .... .u.. . ............. .. .... .. . .. ...... . . ... ........ ...... ... ........ ........ ......... .......... ....u..... ..... . MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN ilaf(lit) BlBlt j(il) tih ilii jigit iktatGll IslSistIslfj tial & Itial ( ) imilit IljTujiIsliliI ik laflih Dii teli tSistIsliilafKhah Formaasok Timur & ok BaraKeraaan operasonaGedung PuJahyah dAbad XX Fase Raa yang MenggFase Dor obaGerakan am em am Fase Khilaah ala ManhaNubuwah Sarana MaermaerSDM dan SDAyang dki umaslam Pengaaman Searah uh Abad ........ .......... .... ...... ............

P..H.H...J.J.H. J.J. : . J.P.H.H. Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir. intelektual.J..H...K.K. PRINSIP PERGILIRAN ZAMAN Arahan Allah (taujih rabbani) .J...H.H.K.K.K.H..H.J. .J.H.K. J.P. P.P.K. Usaha mereka hanya sia-sia belaka.J.PK. 29 ( “Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman)... . Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah).H. J. P.N. K. S.P. H.H.H.P. . Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan.J.S.. musibah demi musibah datang silih berganti. P. H.. . H.. H. H. K.K.H.K.. Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama.H. J.J. dan jangan (pula) bersedih hati..J.J.K. Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa.H.J.P.P.H. J. Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat. .. H.K.J. J. keteguhan (tsabat).H.P. H.K.K.J.. K.J.J.K. .H.. Lihat juga ayat 104). H..) P.N..H. jika kamu orang yang beriman.P. .J..H.H.H.P.P. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam).H. P. .H.J. H.H.) H. J.J.” (QS al-Fath : 29). kaum perkotaan semakin menggeliat.H.J. 139 .J.J.. H.J..140 ( “Janganlah kamu merasa hina. cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas.H..K.H.J. P.J.. N.K.S.K. K.K. P. serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini.. . J..H.J.H.. kesabaran.J.J. H..H.P.P..J..K.P. H...K. H.H. yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama. . : .J. karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan.H. J.P.H. Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam.. . K. N.P.P. N. .P.Kabar Gembra Kemenangan am Fiqh Pergran Zaman ARAHAN ALLAH ARAHAN NABKurun TerbaSaus ShamensKeadanan DimensSisem yang Diikuti em am Fase Kenaban Fase Khah yang Lurus BAB I . H.J.” (QS Ali Imran : 139-140.P.P. . .J.H. Namun.J.. K..

.K.P.J. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. walaupn orang-orang kafir tidak menyukai. .P.P.) H.J.P.P. 32 . .. Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan.K.K.H.. kebiasaan yang berbeda-beda..K..H. .P.H... . ).P .チ . J.l . . dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya..JH.P.” (QS Ali Imran : 118). Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir. dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar. Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan.J. restu kepada selain Allah.m . Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme).H.H. al-Fath : 28).H.KH.N..KH.J.: .H...s .J.K.H.. . Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali. bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita.H.N .P..... pergaulan...J. Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama.H.H.. mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar.H.J.K. ..H...J . Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah.J..2 Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani). terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup.K.J. persepsi.K.N..H. H..チ.H.l .J.: ..K ..” (QS At-Taubat : 32-33.H.J “Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka.K.33 ( “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. Lihat juga : ashShaff : 8-9.H (140 .J. saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan.K. .J.J..i .H. H.J.H. .P.P.

India dan China. melampaui keadilan. karya Dr. secara de jure dan de facto (secara syar’i dan kauni). menampakkan cahaya kebenaran.H. materi atas ruhani. kemudian ke Barat melalui peradaban Yunani dengan filsafatnya yang terkenal..N. sedangkan kejayaan ummat Islam memperoleh restu dari Allah. Terkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya.P.K. Menempati posisi penting dan strategis.H. . Merupakan kewajaran bila obor peradaban harus berpindah ke tangan lain. Babylonia. Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benarbenar beriman dan Dia mengambil sebagian komunitas itu sebagai syuhada’. Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara-negara Timur. Bahkan mengalami kebangkrutan norma.K.P.P. Chaldea. lahir dan batin. . Phoenisia.J. tidak sabar. Tidak sedetik pun kita berfikir untuk memilih alternatif lain selain solusi dari Allah. Tentu kejayaan yang diraih selain kita adalah kejayaan yang palsu...H. Akan tetapi ia tidak amanah. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim. Asyuriah. Fiqh pergiliran dan pergantian zaman adalah sebuah kenyataan sejarah kehidupan manusia yang patut kita jadikan renungan secara mendalam. dan kaum kafir berjaya di dunia ini.3 Barat memegang kendali kepemimpinan dunia.4 Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar (mabda’ asasi) ini harus melekat dalam totalitas kepribadian kita sebagai sosok muslim.J . Kalaupun orang lain tidak tahan. berpindah lagi ke Timur lewat peradaban Arab-Islam.J. materi dan spiritual.H.H . memetingkan kekuatan dari kebenaran.H. bimbingan dan petunjuk dari Allah.H. Sebab kejayaan orang kafir itu tidak mendapat arahan. bukan melawan kita. Kemenangan yang mencerahkan. Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat-ummat sepanjang sejarah maka ia akan mendapatkan pelajaran bahwa obor peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain. benda atas manusia. Yusuf alQardhawi. melalui peradaban Fir’aun. Kejayaan kaum muslimin terjadi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini. peradaban yang menyatukan iman dan ilmu.. Sesungguhnya perputaran (saat) ini adalah milik kita. sosok yang memposisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah (min ‘anashirit taghyir). Adakalanya jatuh terpuruk. kurang teguh menapaki tabiat . Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke jalan lain selain jalan Allah. tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesifik di mata Allah subhanahu wa ta’ala.J. kata Hasan al-Banna.―H.” (QS Ali Imran : 140). Timbul 2 al-Islamu Hadharatul Ghaad (Islam Peradaban Masa Depan). Persia. Sementara kejayaan yang kita peroleh adalah kemenangan sejati.H.N. dari satu tangan ke tangan lain.. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. lalu tenggelam dan melupakan risalahnya.H “Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran).

H.H.p .H. Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah.perjalanan dakwah ini.H.H.l . .H. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi..H.P..J. Sejak sebelum berfikir tentang perang sampai berkali-kali terjun di medan laga.J .” 3 al-Mubasysyirat bi Intisharil Islam (Berita-berita Gembira tentang Kemenangan Islam). Mereka langsung dipandu oleh figur teladan (uswatun hasanah) sejak masa kesulitan.H.J. Ia mencabut masa kejayaan itu.H.H..H.J.H.H.H.. .H.p .H. Ketika Allah menghendaki. J.H.J. alam sekitar dan diri mereka sendiri. .H.P. H.P.P.P.P. P.P.J.H..H.K..³. P.H.H. J.J.H..H . N.H..H.N .H. Inilah periode awal perjalanan sejarah ummat Islam. “Adalah (fase kepemimpinan) nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi.H. H..P. .H.J.P.H. . tidak mengurangi stamina fisik dan ma’nawiyah (spirit) kita.P.H.H. terbukti dalam sejarah memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia (ustadziyatul ‘alam).P.K.J. H.P.H. J.―. Sejak sebelum berfikir tentang format kepemimpinan sampai menjadi pemimpin yang disegani di Jazirah Arab.P.J. 4 Hal Satasquthu Amrika Kamaa Saqathath al-Ittihadu as-Sufyieti (Apakah Amerika akan Runtuh Seperti Uni Soviet?).H “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu. Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad.J.H.J. .― .s . Beralalulah masa keemasan itu (‘ashrudz dzahab) selama 23 tahun. panglima para mujahid (qa-idul mujahidin)..H.K. kegoncangan (fatrah al-idhthirab) di Mekah sampai jaya di Madinah. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki mengang-katnya..K. P.H.. intelijennya Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam.H.P.K.H.P. yaitu Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Manusia penunggang onta yang tertata ulang persepsi (tashawwur) dan mata hati (bashirah) mereka tentang Tuhan. Kemudian Allah mengangkatnya manakala . .H.N.P. pemimpin orangorang yang bertaqwa (imamul muttaqin). ) .K.. karya Dr. Yusuf al-Qardhawi. Saat itu ummat Islam dipimpin langsung oleh manusia paripurna (insan kamil). karya Mahmud az-Zuby.H..

. .H.J.H. Ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima. .H.チ.J .P ...チ..... . .....H.H . . .K..H .. .チ... ... .³ ...J...P.H..J ...Dia menghendaki untuk mengangkatnya.K .H.H. Artinya periode pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan rujukan (referensi) ummat Islam.J...... ....K..K.. ....J .. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam koridor minhajin nubuwah (metode kenabian). . ...チ.....” Inilah fase kedua perjalanan sejarah ummat Islam.. .チ.P..チ... “Barangsiapa hendak menjadikan teladan.J. . .PK.J.... .J . Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah pada masa khulafaur rasyidin: Abu Bakar.H.... Masa ini fase khalifah yang lurus.. . ...J.K. ... jujur dan adil. . . .H.H.H..H.. .³. .P. ..J.K.S .K.N. .K...J. mereka itulah yang paling .. ...H..H. ..H.... ..J. Umar bin Abdul Aziz.J.J. ...P. .. Umar. .. Utsman dan Ali..H....チ.. . Sebab.N.. ..H.. .. . .チ.H.H.K.. ...N.P...P.H.. ..H..P..KP...K.. ...H. ...H. teladanilah para sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..P.. . .チ. . . .H.. チ .H. .(. .チ. ..H...H.H.J. .H..N.. ... . チチ. .. ..

maka akan ditemukan catatan-catatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan. Karena inovasi teknologi sekarang hanyalah pengembangan dari komponen teknologi yang ada. sebab mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus. Jika penerapan tatanan ilahi di kepingan-kepingan bumi yang sempit di era globalisasi saat ini tanpa direstui oleh kekuatan internasional kuffar. Ketika kaum kafir internasional menghadapi kaum muslimin pada skala global. Membutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar menonjolkan daya cipta material. tetapi memiliki daya kendali capaian teknologi. tatanan resmi yang Islami dalam kehidupan bernegara baru terjadi pada tahapan penegakan Khilafah Islam internasional (iqomatul khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah) nanti. Manusia sekarang berada di jurang kehancuran. maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan secara lokal. bahkan dikhawatirkan terjadi disintegrasi bangsa. Itu ‘kan terjadi pada 15 abad yang silam. Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Karena di belahan dunia manapun belum terwujud prototipe negara yang menegakkan syariat secara formal dan komperhensif. tentu berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Ahmad dari Ibnu Masud). Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini oleh pemiliknya. Pakistan. Kepemimpinan yang dirindukan manusia modern adalah yang bisa menawarkan ‘aqidah (iman) dan manhaj (pola kehidupan Islami).baik hatinya. paling sedikit takalluf-nya (sedikit mengada-ada). paling dalam ilmunya. meminjam istilah Sayid Quthub dalam muqaddimah karyanya. Mungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas. Karena itu hendaklah kalian mengenal keutamaan jasajasa mereka dan ikutilah jejak mereka. Kita memerlukan sebuah pola kepemimpinan yang menghargai capaian teknologi dan mendayagunakan secara maksimal untuk mewujudkan kehendak-kehendak Allah. Ketika merasa lapar membutuhkan makan. tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah. dan paling baik keadaannya. Tepat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al-Banna. Yang berbeda hanya produk materialnya saja. Ma’alim fith Thariq (Rambu-rambu di Sepanjang Jalan Perjuangan). ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan biologis perlu nikah. bahwa tahapan perjuangan ummat setelah pembebasan negeri dari penjajahan asing (tahrirul wathan) adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar kondusif dalam penegakan tatanan ilahi (ishlahul hukumah). Zaman bisa berubah. Sudan yang berusaha menerapkan syariat Islam. Sebut saja Iran. . itu adalah sesuatu yang wajar. Maka kita dituntut meyakinkan diri kita dan orang lain akan kebenaran dan orisinalitas ‘aqidah dan manhajul hayah ini. Adapun yang terkait dengan format politik Islam. paling lurus petunjuknya. dll. Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan Qur’ani pada level eksekutif dan legislatif disalahartikan.” (HR. . Manusia pada masa jahiliyah dahulu dengan zaman jahiliyah sekarang (jahiliyah fil qarnil ‘isyrin) adalah sama. maka akan menjadi bulan-bulanan.

P.P.. N.. jumlahnya banyak tetapi tidak berkualitas”.H. karena secara formal menjabat khalifah tetapi pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan. P. beliau singgah untuk belajar di Akademi Militer di Turki.H.K.J. tetapi hampir-hampir lepas.J “Kemudian akan ada raja yang menggigit.5 Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan.. Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul.H. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.P. .H.H..H. .P. anak keturunannya.H. H.. Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan ‘adhdhan).PH.H. P.J . Lalu. Dan pada akhirnya lepas juga pada tahun 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal Attaturk (Bapak Bangsa Turki)..PH. .K.H. sekalipun kendali kekuasaan dipegang oleh “raja yang menggigit”.H. para penguasa negeri-negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan korespondensi dengan pusat kekuasaan di Turki. .H..J.PH. kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924.·.P.P.H.·. tetapi ummat Islam masih memiliki payung dan pusat komando (al-imamah al-‘uzhma) di Turki. para ulama’ yang istiqamah menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki).J.H. Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan penjajah Portugis.³ ..P..PP .P.³.HH .J . Karena kamu semuanya ibarat buih.H . Namun.H.J. .PH .. N.N .N .H.J.” Fase kehidupan ummat Islam yang ketiga ini dikuasai oleh raja yang menggigit. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam meneruskan sabdanya : .H . Dalam dokumen sejarah dicatat. Pada masa ini para khalifah disebut raja.H .J.H. panglima Fatahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah haji.H.P. . . “Kamu sekalian akan dijarah beramai-ramai oleh ummat-ummat manusia seperti halnya santapan yang dikerumuni orang-orang lapar.H. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi.H. . tetapi tanpa pagar pelindung dan penjaga kebun yang bertanggung jawab. .H.J. .J. ..H. Sebelum tahun 1924.K. Dunia Islam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga-bunga yang indah.J.H.H.. Pada akhir abad ke-20.P.H . J.H.PH. Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam.H.J.. H. H.H. Kondisi ini sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.H. Yang paling awal adalah Dinasti Umaiyah. J.H. ..H.H.. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya.

Mereka mayoritas. bangkit. Italia. dan didukung oleh kronikroninya yang tergabung dalam negara G7 : Inggris. Mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki di semua kepingan bumi ini. menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. Tetapi. Kehadirannya tidak 5 Al-Khilafah wal Muluk (Kekhilafahan dan Kerajaan). dunia memasuki perang dunia I. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. namimah. Kanada dan Rusia. aliran keagamaan dan kepentingan. tetapi mereka laksana sampah. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Energi mereka habis untuk ghibah. jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah. Saatnya kita bangun untuk menyongsong masa terakhir dari perjalanan sejarah ummat Islam yaitu masa khilafah ‘ala manhajin nubuwwah. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). kecuali yang dirahmati oleh Allah. Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk memecah keutuhan bangsa. Perancis. Tidak ada pemimpin yang mangkat (baca: naik ke tampuk kekuasaan) di belahan dunia ini selain dalam hegemoni raja diktator dunia. Jepang. makna lain dari gutsaa’ (buih). Marilah kita bangun. Yaitu pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman. Daud Rasyid. dengan fenomena Papua dan Aceh. penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Pada periode ini. Pihak-pihak yang masih getol mempertahankan keutuhan NKRI disingkirkan oleh orang nomer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan. II dan Perang Dingin antara Blok Timur versus Blok Barat (syarqiyyah wa gharbiyyah). Setelah tahun 1990. Mereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktator dunia akan berjalan tertatih-tatih. hasud. Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun. memperbaharui komitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana. Prinsip pergantian zaman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada. sekalipun . Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar. Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat SIM (Surat Izin Mangkat) dari hegemoni malikun jabbar. Hegemoni raja diktator internasional mulai menampakkan eksistensinya.” Masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan global. dendam. bermarkas di Gedung Putih (al-bait al-abyadh). Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. Setelah tahun 1924. Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah. karya Abul A’la al-Maududi. rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan jabariyyan (raja diktator) berskala global. menurut pakar hadits Dr. Kebatilan. tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit. Jerman.“Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan yang diktator. madzhab. terhadap kawannya sendiri. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas. Karena kita yakin bahwa kepemimpinan raja diktator ada masa akhirnya. Ternyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini.

H. P.P. bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.H. K.) H.H..P.J. “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian).H..H. mudawamah wal istimrar (berkesinambungan) melaksanakan tahapan amal Islami (maratibul ‘amal Islami) merujuk tahapan turunnya wahyu Al Quran. H.. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.J.³..H. N. K.K. Dengan mereka negara akan menjadi aman.K.P. . memperbaiki akidah (ishlahul ‘aqidah).H. Yaitu. P.H. J. bahwa Allah akan menjadikan ummatnya para pemimpin bumi. Agar kita aman dan lulus dari Mahkamah Ilahi kelak.H.K..J.J.H. Sekalipun kita tidak sadar. (.P.K.H. J. Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pencabut sang diktator dunia. bukan ramalan ahli nujum dan para normal. J. Hadits ini adalah prediksi nubuwwah...J. Menurut Ibnu Katsir.P. . J.H. istiqamah.K.N.dipagari oleh kekuasaan yang kokoh akan segera hilang. J. N.J. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.N.H.J.H. J..K.H.P.J. Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewujudkan agenda-agenda penting dakwah diatas.J. ..K.J.P.H. Abu Dawud dan at-Tirmudzi). Dia sendiri yang akan menjaganya dari tangan-tangan jahil.J.S.. .H. maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.H..J.P. K. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.P.J.P.N.J. J.J.H. . Sebab.P..K.H.N. tidak bergerak. J. Persoalan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan terjadinya khilafah atas metode kenabian itu.H.P.... ³.. dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala..H.J. J. fenomena kebangkitan ummat Islam itu pasti terwujud.. J.. H. .H..K.K..P.H.H.H.N. Dengan cara konsisten.J.. : .H. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih.H..K.H...K.J. .K..K. J. H. P.H.³.H.K..H.P.H. .H.H.J. Sesungguhnya mercusuar Islam (baca: Tanah Suci Makkah) itu adalah milik-Nya.K. H..H. atau pemimpin dan penguasa mereka.H. Lebih-lebih saat ini mereka mengadakan konspirasi global untuk menghancur-kan pusat syiar-syiar Islam.H.H.H. H.. H.P. H.. . memperbaiki akhlak (ishlahul akhlaq).H.) K. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.S.H. Berita gembira kemenangan Islam 1) Janji Allah kepada orang beriman .. melaksanakan dakwah dan harakah (‘amalu ad-da’wah wal harakah) serta memperbaiki kualitas jama’ah (binaul jama’ah). K.K.H.K. H... .H.J.J.K.J.―. . Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.J. melaksanaan syariat (tathbiqusy syari’ah)... Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar menjadi batu bata dakwah (asy-sya’bu qawaa-idud da’wah).H. tidak bangun. .K. J.K..” (HR Ahmad. J.P..J.N.H.P.H. P.J. ini adalah janji Allah pada Rasul-Nya shalla-llahu 'alaihi wa sallam. Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan terjadi.” (QS anNuur : 55).H.K.. .P.. P. masa itu akan terjadi pada masa kita atau kemungkinan pada zaman keturunan kita. K. H. H. H.J.H. .

sehingga kharaj (pajak tanah) dari penjuru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khalifah Utsman.P. dan ketiga dibawah komando ‘Amru bin ‘Ash radhiyallhu ‘anhu menuju Mesir.dan manusia tunduk kepada mereka. Mereka menegakkan agama dalam jiwa mereka sebagai ikatan yang kuat – bahkan ikatan cinta – antara mereka dengan Tuhan mereka.J. Syam.H.H.H. dan Najasyi (Negus) raja Abbyssinia (yang nantinya dikuasai oleh sahabat-sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam)..H. Kishra terbunuh dan kerajaannya habis riwayatnya. Terbukti ketika Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam masih hidup. dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat ini.P.H. raja-raja Oman. Negeri-negeri Maghrib dapat dibebaskan hingga Cina..H.J.H. Heraclius raja Romawi memberikan hadiah. orang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al-Faruq ini.H . dan ikatan perjuangan dan jihad terhadap orang yang berbuat munkar.PJ. Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat. seluruh Yaman.. kekuasaan Caesar di negeri Syam direbut. Kemudian mengirim tentara kedua. Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu.J. K. memungut upeti dari Majusi Hajara. Kemudian ia menginfakkan harta Kishra dan Caesar untuk sabilillah.K.H.H. kajian dan menyatukan ummat untuk memelihara al-Quran.. ikatan kasih sayang sesama saudara seiman.J.H. yang membasmi kekafiran. di bawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu menuju Syam.J. Dalam hadits shahih. Tiada dalam sejarah setelah Nabi-nabi. ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir.H.. “Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan barat bumi. Kemudian disempurnakan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.P. Pada zaman ini seluruh Syam. Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. dan lainlain dibebaskan. dan mampu membebaskan daerah itu. Mereka tidak akan mengganggu agama Allah.H. dan dari beberapa daerah Syam. Khaibar.K. seluruh Jazirah Arab. mengancam orang-orang murtad yang keluar dari agama. Kemudian usaha mulia itu diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.K. Kishra dihinakan.H.H. demikian juga Muqauqis penguasa Mesir dan Iskandariah. sebagian Parsi dibebaskan..H.H.N. Pada zaman Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu kekuasaan Islam telah sampai ke penjuru timur dan barat dunia.H. .H. Mesir. Bahrain. Bashrah.H.N. Berkat bacaannya. Dan Allah akan menggantikan ketakutan mereka menjadi perasaan damai. K.H.H. Allah telah membebaskan Makkah.” 2) Allah akan mendatangkan kaum yang Dia cintai Berita gembira disebutkan dalam surat al-Maidah..H. Semua ini .P.H.K.H. Ia menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam. Kota-kota Irak. dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka.H.J. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda : .J. Khurasan dan Ahwaz dapat ditundukkan. Pada masa itu..J.

K.K. J. H.K.J. : .H.J. Mereka tidak gulana atas kecaman yang mereka dapatkan dari orang-orang yang bodoh.” (QS Ibrahim : 19-20).J.”6 3) Kabar gembira dari Sunnah Nabi . H. Ibnu Katsir berkata.P. m.J. H.J.J.. J.P. “Kekasihku – Rasulullah – menyuruhku untuk menjalankan tujuh hal.N.P.. pelaksanaan hudud.. : .H. . .H. J. J.) J. H.H.H.H..J..J.J. “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar.H. J.P. . K.. barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya.J. J.) m.H..H.P.K.H.H.³. K.J.. . .K.H.H.H.K...H.H.H. dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu).J. niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia.H.. 38 ( “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.J.K. . H.. H.H.P.H.K.H.J.J.P. N.H.P. .H.H.J. H.” Kemudian beliau menyebutkan antara lain..P.K.P.H. yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang beriman.. “Rasulullah menyuruhku mengatakan kebenaran meskipun itu pahit. dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (QS Al Maidah : 54).K.P.K..adalah sifat-sifat pokok yang dijelaskan dalam al-Quran untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman..K.N.P.K...H.J..J. m.K. “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela.K. dan menyuruhku agar tidak takut terhadap cercaan orang yang mencerca..H.J. J.J.. K. K. . Ketika menafsirkan ayat.J..H.H.” Ibnu Katsir berkata.K.K.J.N.J.K.H. : .K. H.N. maka Dia akan menggantikan mereka dengan orangorang yang lebih baik dari mereka.” Ibnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu.―.H. K.. m..20 ( “Jika Allah menghendaki.H.H.H.. tidak terpengaruh dan terhalangi oleh siapapun..H. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya. H.H.J.) H.J.H.H.H.H.H.H. N. dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. .. K.K.H.J..H.K.. J. S.K.J. .P.―.K. H.H.. J. H.H. lebih kuat.. P.J.J..K.K.―. J.H.P. memerangi musuh Allah..―. J.K.P. H.J.H.P.P. K.J. . yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.H.K.H.J.K. Barangsiapa yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya. dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).J.K. teguh pendirian”.H..J.N.H.H.. m.H.H. J.H.H.H. P.H.H.J.H..K. m. K.” (QS an-Nisa’ : 133). : .K.. “Maksudnya ketaatan kepada Allah...H.. N.” (QS Muhammad : 38).J.H.J.H. J.H. niscaya Dia membinasakan kamu dan menggantikanmu dengan makhluq yang baru.P.J. H.H.J. H. K.) 19 . 54 ( “Hai orang-orang yang beriman. H...H.P. dan amar ma’ruf nahi munkar.H.H. dan mengancam orang-orang murtad. J..N. H.P. yang diriwayatkan Imam Ahmad.P.H. lebih lurus. yang berjihad di jalan Allah.J.J.H.. 133 ( “Jika Allah menghendaki.H.J. K.P...H.

dsb.J. m.H.H.J. paganisme Arab.H.H. Maksud sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam.J... 7 Lihat juga: al-Fath : 28. pandangan orang yang mengatakan.. K. .... P.K.K. dan sebagian agama-agama Asia-Afrika. ―.. P... ―..P. dan populasi ummat Islam yang semakin bertambah. Islam belum menang atas semua agama. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya.P. S.. ash-Shaff : 9 Sumber daya manusia (al-wasa’il ghairul maddiyah ‘indal muslimin) Saat ini jumlah ummat Islam di dunia berkisar 1/4 milyar penduduk.K.S..K.H. Pada abad-abad pertama.H.H.H.P. .J. Sesungguhnya jumlah yang besar adalah nikmat. P. J. Hal ini dapat dilihat pada jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun yang terus bertambah.J.J. .H. .S. N. J.J.. bertahannya kelompok kebenaran..H..S. .N. . Benar.K..P. yang lebih penting adalah kualitas. tetapi jumlah penduduknya – secara global – tidak pernah berkurang.H.H.. .. P.K..H. ·. K.) H.J. m.. N. 67-68.K. Meskipun gelombang politik Islam bersifat fluktuatif. dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan.K.P. “Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam.H.K... ... P.H. H.J.H.. 6 Tafsir Ibnu Katsir. K. Ahmad dalam Musnad).K. 33 ( “Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk (alQuran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya diatas segala agama. Apabila jumlah jamaah shalat fardhu sepadan dengan jumlah shalat Jum’ah adalah diantara tanda-tanda kebangkitan ummat. . . Majusi Persia.K. K.H.H.J. datangnya pembaharu setiap abad.....K.P.J.H.J. H.H. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.. S.J. .7 Pengertian lafazh “liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi” ialah dominasinya atas semua agama.J. H.. hal. kemudian fenomena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi pusat kekufuran.P.P.H.H.H. kembalinya khilafah atas manhaj nubuwwah.H.K..K. .H.J.. S.K. J.J...) H. Islam mengungguli Yahudi.N.J. Akan tetapi.K.P.H. K.J.H.J.... berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal Islam. senantiasa mencari tempat yang rendah untuk mengalir. H.. .P. H.. turunnya al-Masih.P.H.P.P...P.J.·.H. .H. Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya. : ..H.H.J.N. .H.H.J. sampai mencapai jumlah dimana musuh kesulitan menghancurkannya. Tersebar di lima benua.. Kita masih menunggu berita gembira ini.. H. juz 2.J.. Dengan memuliakan oarng yang mulia atau menghinakan orang yang hina.. yaitu tersebarnya Islam ke seluruh permukaan bumi.” (HR..K..P. (. P. Tetapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri. Islam ibarat air. sebagaimana siang dan malam menutupinya. datangnya al-Mahdi.H. H.. Nasrani. K. .” (QS at-Taubah : 33). P. .. Ia adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ekonomi atau peradaban.

. Sumber-sumber kekayaan alam itu berada di kawasan Teluk. Warisan sejarah (khubratun min at-tarikh) Islam pada masa lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad. tentu bisa juga untuk mengendalikan masa depan.. bi-idznillah.. Sumber daya alam (al-wasa’il al-maddiyah ‘indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan. Nasrani dan Islam.J. Jika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban. teluk.J .H.H.. . sumber-sumber mata air.s ...J “Dan ingatlah ketika kalian sedikit lalu Allah membanyakkan (jumlah) kalian..: .K. gunung-gunung..P. Tanah kita subur dengan daratan rendah dan oaseoase. Letak geografis kita memiliki nilai penting.. .J... Yahudi. . . bahkan di wilayahwilayah muslim bekas Uni Soviet dan yang masuk ke dalam RRC. Tempat pertemuan benua-benua. ).. Memang Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin..H. Aljazair. ...Bangsa-bangsa di dunia berusaha keras mengurangi populasi kaum muslimin. Kita memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. bahasa. df . Kita memiliki bukit-bukit.N.. agama dan sejarah. ditemukan sumber-sumber minyak.H. Jumlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri. sungai-sungai besar.. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang lebih 450 tahun.J. cadangan penyimpanan air tanah dan tambang-tambang yang penting yang dibutuhkan oleh dunia. membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya.J . Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain. Indonesia... Mereka membuat blok-blok (persekutuan) di antara mereka... sekaligus memadamkan berbagai pemberontakan terhadap Islam di berbagai penjuru dunia. walaupun terdapat perbedaan yang tajam dalam ras. Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi Islam. sumber-sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah-risalah langit.. Itupun telah terjadi krisis akhlak dan material.J.. . (86 .P.Θ ..KH..P.. sumur-sumur.” (QS al-A’raf : 86).. Brunei Darussalam...P. lautan.. Ini adalah kekuatan ekonomi.

8 Makna ayat ini. . Krisis perasaan akan keagungan Islam . AKAR KRISIS UMAT ISLAM ...... .10 Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih.. maka baginya kehidupan yang sempit di dunia (ma’isyatan dhonkaa).... barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum-hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba-sulit (ma’isyatan dhonkaa) di dunia... bisa berpakaian. sangat menderita. ... bingung dan diliputi keragu-raguan... .... ARAHAN PEMBAHARU Akar krisis ummat Islam (al-asbab ar-ra’isi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya... . .... tiada ketenangan maupun kelapangan dada........9 Berkata Ibnu Katsir........ Membangun iman mendalam .... Memahami Islam scr detil ........ Dalam hadits riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa penyebab terjadinya berbagai krisis.. Mewujudkan solidaritas kokoh BAB II . “Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya.u. Krisis kebanggaan beragama ... Al-Quran menjelaskan secara global bahwa krisis multidimensi itu terjadi karena berpaling dari ketentuan Allah.. . . . yang dimulai sejak format ketatanegaraan berbentuk khilafah (Islami) berubah menjadi format muluk (kerajaan......... sekalipun secara lahiriyah sejahtera. . bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun secara lahiriyah makmur............ . . ..... krisis keimanan dengan .... Tetapi jiwanya goncang..... bertempat tinggal sesuka hatinya... jahili)... adalah diawali oleh krisis kepribadian (basic of knowing) dengan mudah mengobral janji.. ... .. makan..... Kehilangan harapan thd pertolongan Allah .

250. ummat Islam lebih mendahulukan akal daripada hati. agar melupakannya. Yakni yang memberi gairah dan arti hidup. agar manusia menjadi serakah.menolak ber-tahkim dengan hukum Allah. 10 Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir II. Godaan “dari sebelah kanan” adalah godaan terhadap kebenaran. krisis perasaan terhadap keagungan Islam (azmat al-masya’ir ‘an ‘azhamatil Islam). Mereka masih ragu bahwa Islam adalah ketetapan dari Allah Yang Maha ‘Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik. diawali dari kesempitan batin (azmat al-masya’ir). Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang zhalim. hal. pergaulan bebas. praktek aborsi. akhirnya menjadi hamba materi bukan hamba Allah. Arah “bawah” dan “atas” ini tidak bisa dimasuki oleh syetan. Para pembaharu mengidentifikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut. terjadi bencana alam di mana-mana. 9 Shafwatut Tafasir II. kejujuran. 12 Imam Qatadah mengatakan. kemudian menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya secara fundamental dan menyeluruh. kanan dan kiri.18 Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk menghadapi dua godaan terakhir. 15 Pasca suksesi di surga. krisis moral ditandai dengan merajalelanya praktek perzinaan. Persis sikap Iblis ketika memperoleh perintah dari Allah untuk memberi hormat kepada Adam. masyarakat. kecuali hamba-Nya yang masih ikhlas. 16 Imam ath-Thabari17 ketika menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa godaan “dari muka” adalah godaan tentang persepsi dunia. ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak logis. sehingga manusia menjadi makhluk yang tidak pandai bersyukur. Godaan “dari arah kiri” berupa godaan kebatilan agar manusia cenderung kepadanya. perkosaan. harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi.11 yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan jiwa. 497. agar manusia ragu-ragu kepadanya. tekstual (literal) dan normatif. hanya berorientasi ke bawah (sujud) dan atas (Allah). seraya menyombongkan diri dengan cara membanggakan asal-usul. Pertama. kesucian di dunia dan akhirat13 dan menjamin kebahagiaan hidup di akhirat. musibah kemiskinan struktural. muka. keluarga dan 8 QS Thaha : 124. Godaan “dari belakang” adalah godaan tentang kehidupan akhirat. mencari dunia dengan menghalalkan segala cara. . pornografi. Dia enggan mentaati-Nya. Ummat Islam sekarang tidak meyakini secara bulat (100%) bahwa Islam adalah solusi mendasar dalam mengantisipasi persoalan individu. penyakit AIDS mewabah. keselamatan. manusia menjadi individualis. Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah. meghalalkan segala cara ketika memperoleh kekayaan serta keengganan untuk berzakat. Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh syariat sekalipun baru pada tataran wacana cenderung disalahpahami. yaitu ajakan kepada al-Quran yang mengadung kehidupan. hal. 14 Dalam berinteraksi dengan Islam. kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan. dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hedonistik. syetan memohon izin kepada Allah untuk menggoda anak cucu Adam dari arah belakang.

p .H.J...J.H.H. 13 Tafsir ath-Thabari. . N. Ketiga sifat tercela itulah asal segala kesalahan (di dunia ini). .H..H.K. H.H. H.H.H.H. N. .J.J.H..H. ketika berinteraksi dengan firman Allah maka sikap yang menonjol adalah tashdiq (membenarkan) dan taslim (berserah diri)..H.H. N.H. Waspada dan jauhi alhirsh (serakah).H.J.P.. 17 Tafsir ath-Thabari. .H. 500. 15 QS al-A’raf : 11.H.K.H.. “Waspada dan jauhi al-kibr (sombong).” (HR Ibnu Asakir dari Ibnu Masud. J..K.·.P.19 ...H..K.H..H..H.H.K. J. J.H.H.. N.H. 14 QS Yunus : 64..J. Shaad : 76. 11 QS al-Anfal : 24.H. P.K. H..H..H. juz 5.. H. 446. 468.P..P.H. P.J. dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan.J.. . H.J.H.. .K . H.. P. 18 QS al-Hijr : 40. hal.H. ..J.m .K.J.K H..H. dalam Mukhtaru al-Ahadits). 110.. juz 13. H.P.K.. hal.H..P “Ya Allah.) m.. ketaatan (obedience). J. .N.H. . (.J..N.H.H. H. N.K.. Waspada serta jauhi al-hasad (dengki).P. dan berilah (kekuatan) kepada kami untuk menjauhinya” Persepsi ummat Islam terhadap Islam telah terkontaminasi oleh paham feodalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kesombongan.HS. H.J. . Lihat: Shafwatut Tafasir II...H.H.J..H.P. .J... . hal.H.H.H.H.H. ...N.H.. 16 QS al-A’raf : 17. S. . karena sesungguhnya kedua putra Adam ‘alaihis salam salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad.JH.P. karena sesungguhnya Iblis terbawa sifat al-kibr sehingga menolak perintah Allah subhanahu wa ta’ala agar bersujud (menghormati) kepada Adam ‘alaihis salam.. . kepatuhan (submission). 12 Shafwatut Tafasir I. tunjukkanlah kepada kami al haq itu yang benar dan karuniakanlah kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya.N.H.P. . H.. hal. H.K. kapitalisme yang melahirkan keserakahan.J. karena sesungguhnya Adam ‘alaihis salam terbawa sifat alhirsh sehingga makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.J... .H.H.H.J.J.K.K.K..K. Sangat kontradiktif dengan sikap para salafus shalih.J.P..P.³.N.³. P.H.H.K.H.K.J. . .H..H.J. P... . dan sosialisme yang membuahkan kedengkian.H..P.H.

apalagi berinteraksi dengan ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya).Mereka memahami bahwa Islam adalah manhaj al-hayat. terpesona dengan kebesaran negeri-negeri Eropa dengan paham materialismenya. Mereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi. 20 Abul A’la al-Maududi. seseorang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan oleh keluarganya dengan orang lain. Prinsip-prinsip Islam. 22 QS Ali Imran : 7. Kedua. Lihat: Hamudah Abdalati. Di tengah keberagaman simbol. tidak mengajarkan hal-hal yang tak bisa dicapai manusia. Kaum muslimin sedang dijangkiti virus wahn (cinta dunia dan takut menghadapi kematian). Sedang kalimat ‘harb’ bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama-sama aktif bergerak. tajhil (pembodohan) pada diri muslim terhadap dien-nya sendiri. carok (Madura) dari kata ghirah (cemburu). 23 Dahulu. Ma’alim fith-Thariq. banci – meminjam sabda Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam – yaitu. Misalnya di Indonesia saja kosa kata sirri (Makassar) dari kata sarirah (jati diri). Tidak ada sikap yang didahulukan kecuali sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami siap mematuhinya).21 Dalam menyikapi ayat-ayat yang mutasyabihat (belum jelas maknanya) saja mereka menyerahkan penafsirannya kepada Allah. dimana ayat yang muhkamat saja perlu ditafsirkan supaya lebih kontekstual. Alghazw al-fikri. Lihat : Sayid Quthb. lebih-lebih yang mutasyabihat. kaum muslimin Indonesia rela kehilangan nyawa. Mereka kurang percaya diri. 21 QS al-Baqarah : 285. acuan dan kerangka tata kehidupan. bernegara dan hubungan intenasional. Islam bukan ajaran yang teoritis yang memadati pikiran. yang semula inhern dengan simbol ke-Islaman berangsur-angsur hilang. bahkan kemudian cenderung mengalami pembelokan makna.20 Mereka laksana prajurit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya. Islam tidak sekedar landasan etis. keluarga. sekarang dihinggapi penyakit dayatsah. Pemakaian kalimat ‘ghazw’ disini menunjukkan salah satu pihak yang aktif. Jatidiri Islami yang telah mengakar dalam jiwa kaum muslimin mengalami degradasi. budaya. al-Anfal : 2. Islam in Focus. lainnya pasif. diterbitkan oleh WAMY. 19 QS al-Hujurat : 14-15. nilainilai di hadapan Allah dari bangsa lain. tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang bisa digapai. masyarakat.22 Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigma berfikir yang dikembangkan oleh kalangan tertentu. dan merasa bangga karena membela kehormatan diri (‘iffah) sekali pun beresiko. taghrib (pembaratan). malu menunjukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah. peperangan pemikiran. Lihat: al-‘Aqaid. ditambah dengan semakin gencarnya peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri). tetapi ajaran yang aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan.24 Mereka tenggelam. aliran pemikiran dan isme di era globalisasi saat ini. telah terjadi tasykik (proses peraguan). Hasan al-Banna. Mencakup kehidupan individu. krisis kebanggaan dalam ber-Islam (‘azmatu al-i'tizaz bid-diin). 25 . adat istiadat. Nabi-Nya dan orang beriman. an-Nuur : 51. ditandai dengan gencarnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin.

Lihat: Ru’yatun Islamiyah li Ahwaali al-‘Alami al-Mu’ashir. Semua itu baik. dan teknologi modern.J. karya Muhammad Quthb. planning.P. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam terus berdoa hingga selendangnya terjatuh dari pundaknya.J.J. J. semua elemen masyarakat Quraisy. N.. umat beliau.28 Berbeda jauh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain. N. .K.H. tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mendominasi kehidupan ini.27 Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka.H. J. kabulkanlah doaku. Ketika itu . terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput.K.J. baru terbukti perkembangan sains dan teknologi yang merupakan produk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia modern menuju hidup bahagia. K.J. dan harapan akan jaminan masa depan.P.P.J.H. Allah subhanahu wa ta’ala pun berkenan menolong kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang. karya Dr. muslim modern (al-muslim al-mu’ashir) akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi merespon tantangan eksternal. kehilangan harapan akan datangnya pertolongan Allah (‘adamu alamal bi-ta’yidillah)..H. efficiency.Sejarah mencatat bahwa dunia ini didominasi oleh mereka yang memiliki keyakinan. K. Tetapi Abu Sufyan memilih jalan lain menuju ke Makkah dan memprovokasi kabilah Quraisy untuk berperang melawan kaum muslimin. manajemen Ilahi. J. tersulut amarahnya kepada komunitas Islam yang sedang dirintis oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.. management.N. Kini.H.J. Dr. 26 Al-Islam Hadharatul Ghaad.H...P.P. “Demi Allah.J. Yusuf al-Qardhawi. Ketika terjadi Perang Badar antara muslim dan kafir. hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau. Hamka.K. 26 Tanpa keyakinan dan kebanggaan. .H.K.H.N.H. 25 QS Ali Imran :139. karena pembawa ideologi itu yakin akan keistimewaannya. K.. Paham materialisme begitu cepat berkembang. Dengan kelebihan yang melekat pada dari tokoh kafir Makah itu. Kaum muslimin dalam posisi lemah. Allah pasti akan menolong dan mengabulkan doa Anda”.J. kekuatan material dua pasukan yang saling berkonfrontasi itu tidak sepadan. peralatan perang seadanya. P. Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak-haknya yang dirampas oleh orang kafir. seperti terlukis dalam doa yang beliau panjatkan: . J. Ya Allah sekiranya pasukan ini hancur terkalahkan. khuthbah murtajalah).H. yaitu intervensi Tuhan (tadakhul rabbani). 23 Prof. wahai Rasulullah. Ketiga.H. Ghirah dan Tantangan Islam.K. “Ya Allah.H.H. J.H. 24 QS al-Munafiqun : 28. setelah pulang dari kafilah dagang. P. Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan 4 kali lipat dari jumlah pasukan Islam.H. niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi setelah hari ini”. J.. yakni orator (pandai berceramah tanpa teks. Seringkali kaum muslimin dalam memecahkan persoalan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek organisasi. lapar (berpuasa Ramadhan).J.

H.P. : . memahami syariat Islam secara terperinci (al-ma’rifah ad-daqiq ‘an syari’atil Islam) Dengan mengilmui syariat Islam. Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan seseorang mampu mengidentifikasi permasalahan kehidupan ummat dan mencari solusi alternatif.. hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan telak.J. J.J. terbukti memiliki kekuatan mental untuk melanjutkan peperangan.H.K. Syekh Muhammad al-Ghazali. Karena peperangan dikomando langsung oleh Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam diikuti oleh para Sahabat senior. bashar dan fuad-nya secara maksimal.H. Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat Islam pada Perang Uhud. J.) J.P.P. .” (QS Ali Imran : 165). J..J.. sekedar untuk melepas dahaga.H. padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata.N.H.33 Ibnu Taimiyah mengatakan kebodohan adalah musibah kematian sebelum meninggal.H.H. J.. 28 QS Ali Imran : 123.H.. 29 QS at-Taubah : 25.H.P. Sedangkan prajuritnya yang minum air sungai secara berlebihan hingga kekenyangan.H.H. karena interaksinya dengan ilmu. termasuk malaikat.H.J.P. .J.mereka membanggakan SDM unggul dan peralatan perang. Jalut dan pasukannya berhasil dipukul mundur. ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpesona dengan kekayaan dunia. bashar dan fuad-nya.K. df BAB III .30 27 Fiqh as-Sirah.P. . Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia atas penggunaan sama’. .P. u..J.P. J. SOLUSI ATAS BERBAGAI KRISIS Mengantisipasi krisis psikologis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu’ (tema) ini..P.29 Thalut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air. Kebanggaan material terbukti tidak berhasil menolong dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim. ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang..32 Allah mencela orang yang menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggali potensi-potensi sama’...31 Posisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah.K. . J.34 .K. dan dengan izin-Nya. Begitu kepercayaan diri tertanam secara berlebihan. H.. K. 30 QS al-Baqarah : 249.N.H.J.J. 165 ( “Dan mengapa ketika kamu ditimpa (pada peperangan Uhud). Allah akan memberikan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh melalui usaha yang tekun) dan ‘ilmu ladunni (ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah).H.H. Pertama..H..K. perlu diambil langkah-langkah diagnosis berikut. ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’. .

39 Mukmin sejati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur oleh Allah dengan suka rela. Berbeda dengan paham barat yang mengatakan. alias sangat diwajibkan. politik. ekonomi. Kedua. 42 Syariat shalat merupakan penye-garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat.” Islam mengajarkan sejauh mana Anda mengorbankan kebebasan Anda untuk kepentingan orang lain. keadilan. konsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat. maksimal kita mampu menunjukkan sikap itsar (mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri). “Kalian bebas berbuat apa saja asal tidak melanggar batas-batas kebebasan kami.36 Bangsa-bangsa yang memiliki komitmen peningkatan SDM.Doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah pada awal-awal perlangkahan Islam adalah doa agar dianugerahi SDM unggul. sosial. kejujuran. dll. 34 QS al-Isra’ : 36.37 menerima Islam sebagai minhajul hayat (sistem hidup).35 dan akan menyimpulkan bahwa semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia. kedisiplinan. membangun iman secara mendalam (al-iman al-‘amiiq) 31 QS al-Mujadilah : 11. minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka. Pertama. jayakanlah Islam ini dengan masuk Islamnya salah satu dari dua Umar. demikian kata Al-Maududi. al-‘Alaq : 5. Iman yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama jeleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman. dimana “ta’ marbuthah” dalam kata ini mempunyai arti superlatif (mubalaghah). maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan. Iman akan melahirkan kesadaran untuk hidup Islami secara total dan menyeluruh. Setelah mengikrarkan syahadat. keindahan dan sifat-sifat utama yang lain.” Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah. benci kepada sudara muslim. Ada dua komponen penting sebagai pilar dalam bergaul (rukn al-mukhalathah). 38 Iman yang benar akan melahirkan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami tunduk) pada ketentuan Allah. 36 QS Ali Imran : 191. membangun solidaritas dan soliditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) Terapi yang ketiga adalah terampil dalam menjalin hubungan interpersonal dan intrapersonal (shidqun fil mu’amalah). tetapi kemenangan kemanusiaan atas kezaliman. 35 QS Fathir : 28.43 Bertolak dari shidqun fil mu’amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah. Karena Islam adalah untuk semua manusia (kaffatan lin-naas) 41 dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil-‘alamin). atau ber-Islam karena dorongan intres pribadi. tak terjebak pada parsialisasi Islam (juz’iyyatul Islam). ketidakadilan hukum dan ekonomi dan sikap represif lainnya. keamanan. 40 Dengan iman akan melahirkan loyalitas pada kebenaran mutlak. Kedua. Kemenangan iman bukan hadiah ummat Islam semata. 32 QS al-Baqarah : 31. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perintah mencari ilmu menggunakan kalimat faridhatun. 33 QS al-A’raf : 178. Ketiga. ideologi. “Ya Allah. dengki. . kedamaian.

J.. ..J..H.H. P.K.. K..H..³.H. N.H.K. 14. BAB IV .P. langkah pertama dan utama seorang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). . P. ibu bisa mengasihi anaknya.H.. diantaranya sifat ar-Rahman ar-Rahim.P.. insya-Allah berbagai krisis yang bersifat konsepsional dan teknis akan segera berakhir.K.K.Sejarah menunjukkan bahwa dengan jalinan ukhuwah yang solid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan.” (QS adz-Dzariyat : 56).H.) K.. ..K. H.H.. Abul A’la alMaududi. diuji secara shahih pada realitas kehidupan ummat.K. Kesan (atsar) yang diperoleh lewat media pendekatan (‘ibadah mahdhah) ini akan mendapat curahan 1% dari 100% salah satu sifat-Nya yang baik (al-asma’ al-husna).H. J... seluruh makhluk hidup dengan damai.K.J..H. : . sebagai hamba-Nya. Satu rahmat saja bumi dan seisinya berjalan dengan harmonis.J. N.H. niscaya ia masuk surga.H..P..J. P.u. K.H. J. .....K.J.K.J. Syari’ah dan Imamah-Jamaah. : N.H. Lihat: Nahnu wal Hadharah al-Gharbiyyah. .H.P. berilmu dan dirakit dalam bangunan organisasi yang kokoh maka akan men-zhahir-kan Islam diatas agama-agama yang lain.N. J... K. J.K..H..K. H. H..³.K. 56 ( “Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka (ujungujungnya) beribadah kepada-Ku. P. .H. P.H. K. “Berakhlaklah dengan akhlak Allah subhanahu wa ta’ala barangsiapa yang berakhlak dengan salah satu akhlak-Nya.H..H.38 QS al-Baqarah : 85..N.H. . H.³.J. .H. binatang-binatang buas tak berebutan dalam satu lokasi minuman.. Maka. semuanya. P. al-Hajj : 11.J. mH. .K.H.P..H.. P. .J. .H.P.” (al-hadits) ―.H. . 39 QS an-Nuur : 51. N. df 44 QS ash-Shaff : 9.. H.H...H.K... . K. : .H. H. J. . .J.. mH. H. N.H..H.H.H. pertama.H. H. J.N. K.H..H. P.K.K.. K. .H..J. 42 QS Thaha : 12.H.J.J. .H. Dengan sumber daya manusia yang beriman.K.J.³.K.H..H.P.K.K.H.J.H.N.H.K. 43 QS al-Hasyr : 9. S.H.H. .K. N.H.H...H..H.H. 44 Ketiga solusi mendasar diatas – menurut kajian Sistematika Nuzulnya Wahyu – dinamakan Prinsip Dasar Aqidah.H. TAHAPAN TURUNNYA WAHYU SEBAGAI JAWABAN Argumentasi orisinalitas tekstual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya program dasar Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia adalah.P.J.K. 37 QS al-Baqarah : 208.K.J.J. 40 QS an-Nisa’ : 65.H.J.H.H.H.K..K.J.H.K.. H. .H.K. J.J. Jika ketiga diagnosa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini.J. 41 QS al-Anbiya’ : 107.H.H.H. K.J.K. . K.J. P...J..H....J.H.

J. dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku. P. maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu..N.H.H. P.K. Ketika seorang hamba mendekat Allah subhanahu wa ta’ala dan telah terbangun cinta secara timbal balik antara dia dengan Allah.H.H.H..H.H.J.P. .H.N. maka Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.H.H..K..P.H. .H. P. N.H.N. P. K. P.H. N.H.H. J. J. Maka tugas yang kedua.J. untuk mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin). maka Allah akan menjadikannya sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu).J..K.H. H.P.J.J. .” (HR al-Bukhari dan Muslim). .H. Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda. P. Aku akan mendekatinya sehasta.·.J.H.K.H.H.P.H. P.H. J. N..K.K. .J. J.J.. P..H.J.H.H.J.H. .H.K. P..H.J.. P.(.J.H.. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal. Aku akan mendekatinya sedepa. J.H J.H.H.K.K. Dalam usaha memakmurkan alam ini (i’mara)..J.H. 61 ( “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu ... Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi.J.N.K.P..H. dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum.. Jika ia mendekat-Ku satu hasta.H.K. Jika Aku mencintainya. sebagai tangan yang ia memukul dengannya.. H.N.K.H.K.. J.. J. K. K. . J.H.H.J.HP. P.P.J. H.K.K.. ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang menjadi urusan orang lain.H. P.J. H.H.J.H.H.H. . K..K.K.H..N..K.. N.K. H.H.H J. H.K.P. J. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. K.H. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya. P.H.P.H..J. N.. H. .. P.K. sehingga semua aktifitas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak-Nya.H.H. : .K. (.H. ada makhluk yang memiliki potensi untuk mengurus dirinya dan mengelola alam.P.. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki. .) .N.H.H....H. “Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : ‘Aku dalam sangkaan hamba-Ku.H.J. m. J. K.H.P.” (HR alBukhari). Orang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikategorikan oleh hadits sebagai penggembala (ra’in)..H.K.H. .. yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khilafah-Nya di muka bumi ini.H.J.J. K. J.J.K.J.H.H.H.) P. P.H. K. P.K.H.J. : H.K. ..H.. J.H.H.H. P. hamba-Nya (‘abduhu) atau Rasul-Nya (rasuluhu).K.H. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.K.H.H. J.J. aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.H. K.H.J. .K. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Barangsiapa memusuhi wali-Ku. .J.K.H...J..H.K.K.H. : .H.N.J..H. Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. .H.H. maka Kuizinkan ia (yang memusuhi itu) diperangi..K.H.H.N.. P..H.H.H.J.K. untuk membantu 1% dari tugas-tugas-Nya dalam mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin).N.J.) ³.H.³.N.³.H.H.K.H. .H. J.J. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah sehingga Aku mencintainya.H...N..K. . J. manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah-Nya). .K.H.

..H.K.H..J.J.H.S. K. Menampakkan cahaya (nuur).H. Shalih secara ritual tetapi tidak shalih sosial.H.J.. Sosok yang baik untuk dirinya sendiri (shalih li nafsihi). H. . K.. Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhalifahan. sehingga kegelapan-kegelapan (zhulumat) sirna dengan sendirinya. Engkau adalah bulan purnama.H. “Engkau adalah matahari.H.K.S.J.K.P.. maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi. pastilah akan terjadi chaos (fitnah).S.K. H.H. J.P.K. H.) ³. Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.. Jika Allah sebagai Pencipta sementara makhluk-Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi-Nya.J. Dan manusia model ini termasuk pendusta agama. H.J. H. 32 ... .. N.N. K.. J.J.H.. H.J. tidak shalih bagi orang lain.H.J.P..H.J.. P..H. : .H.H. Allah subhanahu wa ta’ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak.H..J.H..K..K. H.H. : . * K.33 ..J.H.H..” (QS Huud : 61)... Karena Allah adalah pencipta (al-Khaliq).. dan mendatangi tanpa membawa bala tentara)..H..J.H.J. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. . K.” (QS al-Anbiya : 22). J. .H..H. maka dijamin sukses dalam menjalankan fungsi sebagai wakil-Nya..J. terkadang harus memilih alternatif perang. * ..J. Menang tanpa ngasorake lan nglurug tanpa bala (menang tidak menghinakan pihak yang kalah.. Engkau adalah cahaya di atas cahaya.P.H. Di satu aspek kuat dalam potensialisasi diri. Apabila kedua tugas itu tidak berjalan secara sinergis.P.P.” (QS at-Taubah : 32-33).. .. maka dalam diri manusia akan terjadi perkembangan yang tidak utuh (split personality). sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman.H. K. minum obat yang pahit alternatif yang .K.J. bumi adalah ciptaan-Nya dan manusia adalah makhluk-Nya.J. . . Ibarat tubuh yang tertimpa penyakit akut.J. .” Penegakan aturan (iqamtud dien) adalah dharurah basyariah (kebutuhan primer) dan hajah syar’iah (tuntutan keagamaan).K. Proses pemenangan agama Islam ini adalah dengan pencerahan. P.K.H.J.. P : .( “Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. maka pastilah keduanya binasa...) .H. untuk mencegah penularannya ke seluruh tubuh.K. J. Engkau adalah lampu (penerang) hati.) H.P..J. Tugas kehambaan dan kekhalifahan ini harus berjalan secara seimbang.H... 30 ( “Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Untuk menghindari kekacauan ini. Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung jawab sosial. Demi kesembuhan tubuh.” (QS al-Baqarah : 30). H.K.P.H. Aturan itu disebut diinul haq (dien yang benar). tetapi menghilangkan berbagai hambatan (‘awa’iq) yang menghalangi sampainya rahmat Islam ini kepada yang berhak menerimanya. K.J.H.J..H..H.pemakmurnya..―.J. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan..K.H. . tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri. Perang bukan berarti merusak. Tujuan (al-hadaf) penegakan aturan ini agar diunggulkan-Nya atas agama yang lain..P.チ. . S..

.チ.K. karena tandus dan gersang. Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al-Qur’an ini bukan untuk manusia saja.N. .45 45 Al-Qur’an dan Terjemahnya..P..H.P...K P.H. J..K..K.P. Jika di tempat pertama kurang . J. K. (kepada mereka) malaikat bertanya.P. dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali. J. H. tetapi sekaligus kawasannya (al-qura).H...” (QS al-A’raf : 96).H...H.H. H.P. dan akan masuk neraka.J. .H.K.チ. Yang menjadi stressing ayat ini bukan saja penduduknya (ahl). N.J.J.. Seorang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak Islami.H.J.H.J. . ³.N...N..H.P. . suku.P. H..J.K.J.H.J.H.H.H..H.P.J.H.P.J. H.P.. .H. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.J.H...K.H. H.P.H..H.P... “Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan jadilah ketaatan semuanya (dikembalikan) milik Allah. K. : .H.. m.N.H. ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab.H. J.. Demikianlah sebagian filosofi perang dalam Islam.P..P. .J..P.H..H..H.H.. Yang dimaksud ayat ini ialah orang-orang muslim Mekah yang tidak mau berhijrah bersama Nabi sedangkan mereka mampu.H..J.K..K. J.K.J. .H. J. . “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar.J.J.H. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.harus dipilih..H.. . .. .P..J.. .J.J.H.K...) H.. K.P. J. H. N. J. sementara dia tidak mengupayakan penerapannya.H.H. .K.P.H.H.P..³.H.. .J. J . sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam.H. P.N. 137. maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri. K. J.J. dan sebagai wasitnya (wasathan) adalah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H.H. semua etnis. Para malaikat berkata.. akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu. asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama..K.P. P..” Jika aturan dari Allah (dienul haq) dilaksanakan secara kaffah. .―. チ....J. Depag RI. agama. K..... J.N.J. membuat orang menangis (bakkah)..J. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.H..チ.H.J..P.J... .. insya-Allah alam semesta akan kecipratan rahmat (rahmatan lil ‘alamin).H.H.H.H..J.H. K.H.H.. チ.” (QS an-Nisa’ : 97). J.J. .K...J..H.H.. 96 ( “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa. Kita wajib mengupayakan terwujudnya kawasan yang Islami (al-bi’ah alIslamiyah).K.K.. Di Madinah. N. ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’.H.K. J.H... . kaum munafik dan kafir diberi kebebasan untuk melaksanakan kepercayaannya. ‘Bukankah bumi Allah itu luas.J..H.H.H. . Sekalipun secara geografis mempriha-tinkan.P. H.S.H. hal.J.. Na’udzu billah min dzalik. .... tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar kondusif tegaknya nilainilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan.

lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan. ‘Hendaklah engkau tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan mengikuti imam mereka. . ‘Ya.―. .H. Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala penjuru. carilah ke tempat lain. Luth.N .P. sehingga engkau meninggal dalam keadaan demikian.H.PH.’ (Muttafaq ‘alaih). ‘Adakah sesudah keburukan ada kebaikan?’ Jawab Nabi.. ‘Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka berbicara dengan bahasa kita’.―. Musa dan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..” (QS an-Nisa’ : 122).H..K. mereka dilemparkannya ke dalam neraka. Saya bertanya. ‘Bagaimana kalau tidak mempunyai jamaah dan imam?’ Jawab Nabi. ‘Apakah sesudah kebaikan itu terjadi lagi keburukan?’ Jawab Nabi.H.H.H. ‘Apakah perusak itu?’ Jawab Nabi. ‘Apakah yang engkau perintahkan kepada saya. Siapa yang memperkenankan panggilannya..’ Saya bertanya.: ..H. Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan ada yang tidak.K ). ‘Ya’.J. . pasti timbul malapetaka. maka tiada sesudah kebenaran itu. Dari Huzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata.P.J.P.³ . Orang-orang yang memanggil di pintu neraka.. ‘Sekumpulan orang yang memimpin bukan menurut jalan yang benar. tapi ada yang merusaknya. Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Yunus : 32).J.. ‘Jauhilah semua kelompok sekalipun karena itu engkau sampai menggigit (mengunyah) urat-urat kayu...J. . ‘Ya.H. Jika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala tak dilaksanakan. .. Saya bertanya. tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan (bahaya).P. ‘Ya Rasulullah.H.J ).H “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang haq (sebenarnya).H.’ Saya bertanya. Sebagaimana yang diperagakan oleh Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail..’ Saya bertanya.H.H. .: .H..K.H.J.K. ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu dalam masa jahiliyah dan keburukan.. Saya bertanya.J.H.P.’ Saya bertanya. terangkanlah kepada kami keadaan mereka!’ Jawab Nabi.P.S.J.menguntungkan. melainkan kesesatan.H “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah..KH.P. Adakah sesudah kebaikan itu akan terjadi keburukan?’ Jawab Nabi. “Orang banyak biasanya menanyakan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan.H. Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa nafsu dan persangkaan jahiliyah.P . karena takut menimpa saya. ( (122 ( 87 . Selain dinul haq adalah menyesatkan..N.N. kalau seandainya saya mendapati hal yang demikian?’ Jawab Nabi. Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh.

S.J. H. H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum .H. H. 191 ( “Wahai Rabb kami.H.J.H.P. ―.³.) H..K.P.K.” (QS Yunus : 64). . : .. H...H. Tiada yang bisa menghalangi proses itu sedikitpun. . N.K.J.J. H.H.·.S.).. ―.. 62). murahiq (pemuda). ayat kauniyah).: . di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat. Proses kejadian manusia dari janin (embrio). .K..K..H. kuhulah (dewasa) dan syaikh (lanjut usia).J. ..J...J..H. H.H. karena sesungguhnya Allah. H.) P.N.” (QS al-Baqarah : 147). thifl (anak-anak).H. N.... Contoh perbuatan zina memperpendek umur..) ³.K.H.J..P.K.H.H. ...” (QS alHajj : 6.J..K.J.J. 64 ( “Tiada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. J.H..J.P “Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran itu kebenaran dan karuniakanlah kepada kami (agar) mengikutinya.K. .. H. adalah fenomena penciptaan yang direncanakan Tuhan pasti terjadi....J. 3 ( “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan.P.J..H. ―.J. K. N.H. 30 ( “Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah.J..H.P.. H..P. . : .N.J. K.. 147 ( “Kebenaran itu berasal dari Rabbmu maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang ragu-ragu.J.K .P.K. Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu.K. H.H.K. karena sesungguhnya Allah. H.H. silaturrahim bisa memperpanjang umur.H.J. . Secara fisik.K...H.J. ...H.H..H. H. H...” (QS an-Nisa’ :87)... N. Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam. : .H..) K.. “Yang demikian itu..H. Dia lah yang haqq. dll. shabiy (bayi). K..P.H. J.” (QS ar-Ruum : 30). . Demikian pula kebenaran itu mencakup ayat-ayat kauniyah (alam semesta).J..H.H. .K..) H.J “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah. J.. Kebenaran dari Allah itu mencakup ayat-ayat tanziliyah (ayat quliyah).J. N. tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia.H.H. : .P.. 30 ( “Demikianlah.H...... Sekalipun secara verbal bisa menolak..K. P...H.H.H..H. ‘Dia (Muhammad) mengada-adakannya’.K...J. menghormati tamu mendatangkan rizki dan mengurangi dosa. J..” (QS as-Sajdah : 3). H.H..H.H.H.H. Aturan firman Allah dikenal dengan qadha’ tasyri’i dan aturan ciptaan Allah disebut qadha’ takwini.) K.H.. J. Dia-lah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil.H.H.K. : .. Tiada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu kecuali mempelajari dan mengikutinya... manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam (sunnatullah)..J..P..J.H.” (QS Luqman : 30).P. . sedekah bisa menolak bencana.” Ketika mempelajari kalimat Allah (ayat qauliyah) dan mengkaji khalqillah (ciptaan Allah.H. : .” (QS Ali Imran : 191).

K.H. P.H.H. P.. bukan menetapkan aturan (mutsbitul hukm).H..H. J.H. J. sejumlah hari dalam setahun.H. Malaikat terulang sebanyak 88 kali sebanyak kata syetan.H. dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum.H.J.H..N.H.. mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah. .) K.K.H. Seimbang jumlah kata-katanya.J.H.J.H.. . .H. .J.” (HR Ahmad.N. maka akan kupotong tangannya.. Panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin. P.H. H. Kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali.H.J.H. Aturan yang diberlakukan tanpa merujuk firman Allah dinamakan hukum jahiliyah (bodoh..K.K.K.K.K. (. ...H. Kata syahr (bulan) terulang 12 kali.J.N.K... J.K.. Kebenaran firman Allah ini didukung oleh argumentasi tekstual (nash).P.H.N. : ..H.J.H.J.. kata-katanya.K...N.” (QS asy-Syura : 17).P.J... Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.J.J.. namun dia mengingkarinya. Hurufhurufnya. Dia menggunakan kata-kata yang halus. Akhirat terulang 115 kali sebanyak dunia. m.H.Allah subhanahu wa ta’ala. .H.J..) K. J..” Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah.J.P.H. “Hai Usamah. Seketika itu keluarganya pun datang kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma. Lalu Usamah membicarakannya kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.K.H. dan jika ingin mengajak melakukan pekerjaan berat..K.. Muslim dan Nasa’i). tidak tahu diri).N. P. P. H.. H. .K.H.H.H. uslub (susunan kalimat).H.H. H.K.K. Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan. adalah pilihan Tuhan sendiri.K.H.K.. S..H.J.H..H. Kata yaum (hari) terulang sebanyak 365. 17 ( “Allah menurunkan kitab al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan.P. J. J.N. mereka membiarkannya.P.K. H. masing-masing 145 kali. tugas manusia hanya sebatas menampakkan-nya dalam kehidupan (muzh-hirul hukm)..H. lawan katanya dan dampaknya... juga sejumlah .H. Dia menggunakan kata-kata yang secara makhraj berat diucapkan. Hayat terulang sebanyak lawan katanya maut.J.K..J.. P... masing-masing 32 kali.H. H. P. J.H.H. berkaitan dengan sanksi had dari beberapa hukum Allah swt. P.K.K. Dan apabila yang mencuri pada mereka adalah orang-orang yang lemah. P. Lalu Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong tangan wanita itu. beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha : . K. andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri.. baik antara kata dengan padanannya. mereka memotong tangannya.H..P. J. P.N.H. Zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah. Maka dipotonglah tangan wanita Makhzumiyah itu. Selanjutnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Usamah. Dalam aturan ini.K. Jika ingin menyentuh hati manusia.H. Thumaninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiq (kecemasan).. H. “Sesungguhnya hancurnya generasi sebelum kalian adalah manakala orang terhormat mencuri.H.J. . aku tidak memberi dispensasi kepadamu.. Dahulu ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan.H.J. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjukkan dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali.H.

J.s ... . : .H..H. チ.J...J....H..J... Rahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus.J. Pola penerapan ini dikenal dengan metode tadriji (gradual.チ. P.³.J. .P.H.H..P. ......H..H..” (QS alFurqan : 32)..” (QS al-Isra’ : 105).K.P.H.. .J........H.J..P.J. .. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku..H.H.. Tanzil berarti turun secara bertahap.H.. al- .J.K... .H “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui...... P. P. m 106 ( “Dan al-Qur’an itu Kami bagi-bagi.H.H “Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah?” ... Tahapan turunnya wahyu disini menurut pakar tafsir dari kalangan sahabat. . agar kamu dapat membacakannya kepada manusia secara berangsur-angsur. bukannya anzalayunziluinzaalan..J.J.) ³ 32 ( “Berkatalah orang-orang kafir.. al-Muzzammil 1-10..J...K. yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan..N.J.... . H.P.. yaitu : QS al-‘Alaq 1-5..P.H...K..H. sama sekali tidak membuat-buat sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya. Ungkapan “menurunkan” dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil....K.H. H. ... . : . チ..K.J. ³... . dan Kami turunkan ia dengan turun yang sempurna...P. P. : .H.J.K.H... . bertahap)....J.H..J.H. K... .P.J. manhaj). : .H.H.K..” (QS al-Isra’ : 106)... N.P.. . ..P.N. ³..J..H.P. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam hanya mengikutinya (ittiba’) tanpa merevisi sedikitpun.³. H. .) N.J..J ..H.....J.K.bulan-bulan dalam setahun..K.P ... H... Jadi melaksanakan wahyu secara bertahap adalah intruksi dan acuan langsung dari Allah.. sedang inzal hanya turun dalam arti umum. K. J.H. H..H.. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsurangsur.H.. チ... . Ulama bahasa membedakan dua kalimat tersebut. P...J....H. Jika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang sok tahu (jahiliyah).H.P..K..H.. J...... ... Ibnu Abbas.H.P. 9 ( “Katakanlah : Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.H. al-Qalam 1-7....H.J. J.. Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan secara kontekstual (pola penerapannya.N.... .H.” (QS al-Baqarah : 216)...チ... ...H.K.K.―..J..) H 105 ( “Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu) dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran.) ³. ..H.. H. ‘Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok.K.H.H. J.” (QS al-Ahqaf : 9)..H.P. P..J.チ.H.

Sa’ad bin Abi Waqqash. Zaid bin Tsabit.: . dimana sekitar 100 sampai 110 orang diantara mereka adalah ulama.. .. dalam jangka waktu 23 tahun.000 orang. Ibnu Umar. Jika kita mengkaji perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dalam membumikan al-Qur’an.. Argumentasi kontekstual (hujjah al-kayfiyyah aw al-manhaj) Standar kebenaran konsep di samping orisinil. jumlah sahabat yang ditinggalkan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam saat beliau wafat berjumlah 16. Ali bin Abi Thalib.Muddatstsir 1-7. diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya (alQur’anu yahtaaju ila rajulin Qur’ani). atau keluarga ‘Ammar bin Yasir. dibuktikan dengan perilaku pemeluknya. lahir dari kalangan grass root yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat seperti Bilal bin Rabah. Yang memahami dan melaksanakan alFatihah otomatis menjiwai seluruh al-Qur’an. atau aspek bahasa seperti Zaid bin Tsabit. dan ditutup dengan al-Fatihah 1-7. Bidang hukum (Ali bin Abi Thalib.J . Dari sinilah awal perubahan besar itu terjadi. misalnya Usamah bin Zaid. Pemimpin negara seperti Abu Bakar. administrasi (Abu Ubaidah). pandangan terhadap alam sekitarnya.. al-Mutsanna bin al-Haritsah. Ibnu Mas’ud. Nilai-nilai al-Qur’an yang ideal harus membumi. gurun Jazirah Arab terbukti dipadati manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia. Umar bin al-Khaththab. Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang menjadi panglima perang. Manusia yang telah tertata ulang persepsi (tashawwur) dan bashirah-nya (mata hati) tentang dirinya. intelijen (shahibus sirr) seperti Hudzaifah bin alYaman dan al-Abbas.P Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu muncul puluhan entrepreneur ulung seperti Abu Bakar.P. ( 216 ). Abdurrahman bin Auf... Abu Ubaidah al-Jarrah. sekalipun secara ekonomi mereka kekurangan. Bahkan. Ustman bin Affan. steril dari campur tangan manusia. Diakhiri dengan surat alFatihah karena ia induk al-Qur’an. Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya. menurut catatan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Dari masyarakat yang nomaden (badawah). Ubay bin Ka’ab. Dari masyarakat yang buta budaya itu muncul kelompok profesional dalam berbagai bidang. Ali bin Abi Thalib. Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid. lahirlah pemikir dan ilmuwan besar seperti Umar bin al-Khaththab. Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah pemimpin-pemimpin besar.H. Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam percaturan peradaban dunia saat itu. Ibnu Abbas. Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga adalah pebisnis. Shuhaib bin Sinan ar-Rumi. Syuraih al-Qadhi). Utsman bin Affan. ‘Amr bin al-‘Ash. wawasan tentang Tuhannya dan misi kehadirannya di dunia. dll. Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.

K...H.. suara Abu Thalhah al-Anshari lebih baik daripada sekelompok orang (lashawtu Abi Thalhata khairun min fi-atin). .. Wallahu a’lam bish-shawab.. . .... . .. H.... .....” (QS al-Hasyr : 21).... Sejarah menceritakan kepada kita tentang kemampuan al-Qur’an untuk melahirkan orang-orang besar...H. . karena komitmen perjuangannya”......... : .. Rasulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal..H....... .J.J. .... kedewasaannya melampaui masanya. PENGALAMAN ... .H.K.. .. .. df $ PAKET II ... .. Prinsip Akidah $ .. ...H.³.. memerlukan kehadiran model manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya..Hm.... Tinta emas sejarah tidak pernah kering dari sosok manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya.K.H.. Demikianlah profil generasi pertama kaum muslimin... “Sungguh kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud di surga kelak.H.... Sungguh. ..... ...H..... – .. . .J..H... ..H. )...³..K.. PERADABAN ......Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya.. Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya..H...H..J. pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. . .J....... PENGETAHUAN . Rajulun ka-alfin....H..P.: (21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung.. BACALAH ..... .... . Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan fisik Ibnu Mas’ud yang kurus....H.H.... kehadirannya menggoncangkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan jujur.H.J..H. . .......P....J..S.. INKLUSIF – RESPONSIF THD PERUBAHAN . ... . . .. . ..... ...J.... Kualitas seorang dari mereka melebihi 1000 orang biasa.. ...P..... Bagaimanakah langkah metodologis supaya menjadi manusia muslim ideal? Hanya konsep orisinil dan diterapkan secara sistematis dari alQur’an yang bisa menjawabnya.H.

... jika mau ia (bebas ) menjual saya atau . PERADABAN ..... Menuju Allah ... Peningkatan ......... Dengan cara Allah . Berdiri ... Berbaring ............. mulkiyah dan uluhiyah (ibadah). .... . ....... Rasul dan Ulil Amri sekaligus....... Ali bin Abi Thalib krw. Bersumber dari Allah .... ....... Meneladani sifat rububiyah Allah .. ...... Pendidikan .... Menuju Allah Iqra’ bismi rabbik : ikhlas karena Allah (bukan mengatasnamakan Allah). Taat kepada Allah. TAHU TULISAN & BACAAN . .. Bacalah dgn Nama Tuhanmu ...... ... Pendidikan .....berkata : Saya adalah budak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf.......... ..... Gerak dan diam karena Allah .. . NOMADEN ... BUTA BUDAYA & AKSARA X .... .......... ..... baik dalam rububiyah.......... Duduk . ... . Dari Allah .. Dengan jalan Allah .....

... ...... ... . ... .. Kemurahan Allah .... . . LEVEL MUTU BACAAN ......... . ORANG ALIM – IKUTILAH DIA ... Pendengaran . Penglihatan . Ilmu ladunni .... Membacan dalam Perspektif al-Qur’an ...memerdekakan saya. .............. Ciptaan Allah . Alat pena . Hukum Allah di alam . ORANG BODOH KUADRAT – TOLAK DIA ....... .. .. Sarana kehidupan ... ........ KISAH NABI MUSA DAN .. .. ORANG BODOH – BIMBINGLAH DIA .. Amal shalih/taat hukum ........ ORANG LALAI – TINGGALKAN DIA ........... . Hukum syariat ............ ............... ..... ..... .... BACALAH .. ... Hati . Firman Allah . – ... Pedoman hidup .... ............. ............. .... Ilmu kasbi ... ....

.H. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan qalam. “Yang pertama sekali mendahului kedatangan wahyu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi-mimpi yang benar. J. Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama.K.H...K..N. beliau mendapati seluruh penjuru telah dipenuhi oleh cahaya yang gemerlapan dan hal ini mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa beliau kembali menemui istri tercintanya..H. J.H.. . “Yakinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan.―..” (HR alBukhari).H..S...N. Setelah itu beliau terdorong untuk ber-khalwat di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam dan kembali lagi kepada keluarganya untuk mengambil bekal menyendiri berikutnya. “Maka Tuhanmu ingin kelak jika mereka berdua sudah dewasa” BAB I . adalah 1/46 bagian wahyu kenabian.H.H. H. .. H. J. Waraqah kemudian berkata.. yaitu dengan datangnya malaikat yang menyampaikan Iqra’ dan seterusnya...K... . H.. Dalam pertemuan tersebut terjadilah dialog. P.HAIDHIR . H.. K.. ..” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita. m...H.. .. PRINSIP AKIDAH .N. . “Secara kebetulan”.... .K. .ᅭ .J.H. J. Muham-mad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata.H.. “Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantinya” . Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. .J. karena setan tidak akan mampu datang dari arah atas (simbol ketinggian Tuhan)....H. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan... Mimpi yang benar... .. . H.....J.J.H. . H.J.J.. K.H.. . “Maka aku ingin merusakkannya” .K......H.. .H. “Dari atas.H..J.H.H. .. menurut Nabi Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari. Hingga suatu ketika datang kepada beliau ‘al-Haqq’. Bacalah..H.K. Khadijah lalu menyarankan menemui Waraqah bin Naufal... sesungguhnya engkau ada-lah utusan Allah yang benar”.. “Dari mana engkau mendengar suara tersebut?” tanya Waraqah.N. seorang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama-agama terdahulu..J. seterang cahaya di pagi hari. Dan ketika beliau mengarahkan pandangan mencari sumber suara itu..K.....K...J.H.” jawab Nabi....J. . J. H.. tidak pula dari arah bawah (tempat menundukkan kening . .J.H.. . dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah.H. “Wahai Muhammad. Setiap mimpi beliau selalu terbukti (kebenarannya) secara nyata.ᅭ . Kebenaran Mutlak. waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya Iqra’ merupakan 1/46 dari masa kenabian Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam yang berlangsung selama 23 tahun itu.... Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.H.. J.

menelaah. Membaca : pilar pembangunan peradaban (al-qira’ah ruknu bina-il hadharah) Kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun. yang berarti . Perintah membaca disini tidak disebutkan obyeknya. ‘ilmu kasbi (acquired knowledge) sesuai dengan perintah membaca pada ayat pertama. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). mengetahui ciri-cirinya. maka jadilah ia). Suara itu adalah suara dari malaikat. Makna ini menunjukkan bahwa iqra’ (bacalah) tidak mengharuskan adanya teks tertulis (malfuzh) yang dibaca. majalah. Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah Tuhan pada surat al-‘Alaq. Sementara peradaban Islam yang gemilang dipicu oleh daya kekuatan yang tumbuh dari al-Qur’an. perennial). membaca. Sejalan dengan pendapat terakhir diatas. Bisa juga berarti menghimpun informasi sebanyak mungkin. Tetapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah. baik yang diperoleh dengan usaha manusia. ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra’. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. surat al-A’raf : 17. Baik yang tertulis. Membaca dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi serta syarat utama membangun peradaban. antara lain menyampaikan. maupun ‘ilmu ladunni (abad. produktif dan kreatif. Ia berakhir dengan hadirnya kitab Perjanjian Baru (New Testament). Jadi iqra’ bisa bermakna membaca teks dan sesuatu yang tidak tertulis (malhuzh). maka obyek yang dimaksud bersifat umum. Mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. bisa dilafalkan (malfuzh) maupun yang tidak tertulis (malhuzh). dll. Apabila Anda merangkai huruf-huruf dan kata lalu mengucapkannya. Bukan sebatas mengeja. diri sendiri. koran. Oleh karenanya obyek dari perintah membaca (iqra’) disini menjangkau bacaan suci yang bersumber dari Tuhan (ayat tanziliyah) maupun ayat kauniyah. justru dimulai dari satu kitab (bacaan).untuk bersujud). berarti menghimpun. Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun (informasi). Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi. dari mana saja sumbernya. Dalam kamus-kamus bahasa. meneliti. Muhammad Abduh mengatakan bahwa iqra’ bukan perintah yang membebani (amr taklifi) yang membutuhkan obyek. Kun fa yakun (jadilah engkau wahai Muhammad orang yang dapat membaca. tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk aktif (amr takwini). masyarakat. mendalami. Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (maf’ul). Ilmu. Membaca alam raya. Buya Malik Ahmad mengatakan bahwa membaca menghendaki adanya gerakan yang dinamis. firman Tuhan.” Hal ini sejalan dengan al-Quran. suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang membaca dalam keadaan suci. sejarah. Semua peradaban yang berhasil bertahan lama.

H.. J. dan alam raya yang mereka huni adalah sama. ―.P.K..P. Anak kecil saja sering mengajukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terpojok.K.. Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu. Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan : K. dibaca dan yang disaksikan.K. Semakin luas pembacaan. penglihatan dan hati. “Pada kasus-kasus tertentu.. maka adanya sesuatu itu adalah wajib. P.H.H.. sarana-prasarana itu sama pentingnya dengan tujuan”. Sebelum Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan sesuatu. K. Sekalipun manusia tidak diperintah untuk membaca.. karena ia adalah jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna (yarf’ul insana ila arqaa madarijiha). H.. N. terlebih dahulu telah disiapkan sarana-sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah (amr).. penglihatan dan hati.H.” (QS as-Sajdah : 9). Pertanyaan itu muncul sebagai wujud respon dari apa yang dilihat.H..H.. Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut.J. Demikian juga.. .J.. Perintah membaca adalah usaha mengaktifkan instrumen pendengaran. agar berfungsi secara proporsional dan maksimal. P. Sungguh..H. P.) 9( “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh (ciptaan-Nya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran.... K. dengan sendirinya memiliki bawaan bisa membaca... diamati. melihat dan hati adalah kegiatan ruhani...N.K.J.. penglihatan dan hati..H. : .. Jadi ayat diatas dapat dipahami bahwa aktifitas mendengar.. N. H. ...J....H..H. P.. Beralasan..H. Demikian pula sebelum menyuruh membaca. tetapi ketiga potensi . Ayat alQur’an yang dibaca oleh generasi terdahulu.K. suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi yang telah ada seperti ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’. perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia.K.. kegiatan “membaca” alam raya ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam.” Untuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhalifahan. Tidak berlebihan pada suatu ketika manusia akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’.. K.H...J.. .P.K.H.K.. makin tinggi peradaban dan sebaliknya.K...bacaan yang sempurna. Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran. diraba. namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.H. K.H. .H.. walaupun obyek bacaannya sama.H.. H. .J.K. Jika manusia secara fisik berwujud.K. “Sesuatu yang menjadikan kewajiban tidak dapat terlaksana.P.J.. H. Kegiatan membaca ayat al-Qur’an melahirkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada. bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama membangun peradaban. Membaca dalam tinjauan al-Qur’an (al-qira’ah fi dhaw’il Qur’an) Membaca pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran fitrah manusia...P.

73 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokangosokan kayu). J. Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.H.J.H.N.59 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.H..P...N.J. . * K....J.J. P. .H. 102 ( “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim berkata..H.H.H. H.J. J. H. K..H. fikr.....J.. J. Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu. .. J.....チ. H. H.H... K.H.チ.H.. P. J.K..H.H.. . .J. .H.J. .H.J.H..P. ..H..H.H.H.K.H..K.. H. H.. sebab kamu disebut manusia dengan jiwa.K.... J..H. J. P....P. . kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.H. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi.H.J.H. J. .H. J..H.P.H. .H.J.) H.P. ..K.J.. Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan..K.J. J.) H.H.. 58 .P.H..H..K.P.. J. J..P.P. . P.J.H. * . Kamukah yang menciptakannya. insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.J.H.J.K. K..H.J.J. J.H.P.S. J. H. .J.P.H. ..H..P..K.tersebut tidak diaktifkan maka ia bagaikan bangkai yang berjalan... J.K. K. P. 71 ..P.J.P.. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?” チ.. J.. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.N.H. ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami Kehendaki.チ. ‘Hai anakku..J.J.H..H.H..K..H.H.H.P. ...H.. P.K.” (QS ash-Shaffat :102).H.J.N.) H. H... H.. atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS al-Waqi’ah : 58-59). ..K.H..J.H.H.P.P.H.チ... J.K.N.³.N. .H.K.K.H...P.K. H.H.J. J. H.. H.S.H.P. H. H..J..J.P.H.K.J.P. H..H.P.. J. : .K.H.P. K.. Maka fikirkanlah pendapatmu!’ Ia menjawab. .. : .H. H.N.H. J. ...J. P.J...H.K.J.J. H. P.J.H.チ. .H.H..H..K..H.N...H..K.J..³. J.J.J. H.P.) H.. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya.J.N.H..H.N. ..H...H.H.H.N.H. P. ..H..P. H.S..J. P.J.J. K... : .J. J..H.H.. Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar. H. Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu membaca dengan redaksi ra-aa.H.H.J.H.H.H.J.J.65 ( “Maka terangkanlah kepadaku apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya.” (QS al-Waqi’ah : 71-73).K.K.H.J.J.J.H. K.J.J.P.P.H...H. H.H.J.H.H.K.P.J.H. : ..J..K.H. Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini. K. H..H.J.. H.J.. P.J...H.P.K.J. .P....K..J.H.H.J.H.H. .P.H.K. P. K.H.J. . J.J. Perhatikan jiwamu. H.H.J...H...K. P..K..H.P.. bukan karena tubuh jasmanimu.H..K.J. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. ... P. maka jadilah kamu heran tercengang.. J..H.. .P..H.H.K.K.H.P. チ.P. dabbara..K.H. ‘Hai bapakku.J.P.H.J.K.H.H.J. . N..J.H. ... sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya.H. K.J. 63 .” (QS al-Waqi’ah : 63-65). H.N.K..K.J. P.K..J.

Mereka itulah orang-orang yang lalai. Dalam ilmu hukum seseorang yang melihat bahaya.P.K.J. Perbedaan kesimpulan bacaan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal. bahkan mereka lebih sesat lagi.H.. Ajakan yang dimulai dengan pendekatan. Kualitas bacaan berbanding lurus dengan mutu amal. Manusia yang enggan mengaktifkan institusi pendengaran. Kebenaran membaca sangat mempengaruhi keabsahan amal.H..P.H. tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda kekuasaan Allah).. H. Mereka itu sebagai binatang ternak.J. J. ..H. J. K.H.H.H.H. J.J.J.P..H. Amal yang benar merujuk pada kelengkapan referensi yang utuh (ittiba’). ke gunung bagaimana ia ditancapkan. Ibnu Mas’ud mengatakan.H.K... H. . . H..K.H. menghidupkan rasa keindahan bagi pecinta seni.P. memperbaiki akhlak yang keras hati.P. H. J. Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan menjadi saksi yang memberatkan pemiliknya (hujjatun ‘alaihi) kelak di depan Mahkamah Ilahi..P.J. Perintah yang diawali dengan komunikasi dua arah yang efektif melahirkan sikap ketaatan yang tinggi.H.H.K. Ibnu Taimiyah mengatakan manusia yang pasif laksana telah mati sebelum meninggal.J.K.. J.P. H.P. . emosi dan hati nurani.H. akan memunculkan militansi.J.H. H.P. 17 .J.H. H. : . bahkan lebih sesat. H.H.H.J. : .. J.H. K.J.P. .J. Amal yang tak berdasarkan bacaan (taqlid) adalah salah.N.K..J.H.H.P. . “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah . 24 ( “Maka apakah mereka tidak men-tadabburi al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci..H.H. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang bisa memuaskan otak pemikir..K.J.K.K.K. P. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).H. mempertajam perasaan para sufi.H.P.K. atau dikatagorikan dengan bid’ah (membuat amal ibadah tanpa contoh sebelumnya). .P.H.H. H.³.J..J.. H.J.H.. S.H.J.K. . Disini korelasi yang menunjukkan makna iqra’ yang menuntut adanya gerakan (aksi).H..H. ..J..H.チ. .” (QS Muhammad :24).H.) H.H..J.. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan. H.H.J.P.H. H.J. Karena hatinya tertutup dari hidayah. H.H.J.J.P.H.H.J... J.チ.H... 179 ( “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. ―. penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak.) . K.J.H.H.... J. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan.” (QS al-Ghasyiyah : 17-20).H. . H. Membaca menuntut adanya aksi. .) J. “Bacalah dan beramallah”.H..K.H. H.H.H.P.K. Perintah membaca ini mencakup dengan akal. kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu (diam).. iradah (daya mau)..H. Membaca tidak sekedar untuk memadati otak sehingga hanya menjadi pengetahuan (daya tahu) yang bersifat teoritis.チ. H.P.P.P.” (QS al-A’raf : 179). : .P.P..H.N.J. mereka mempunyai hati.J.H.H.H.20 ( “Tidakkah mereka melihat kepada onta bagaimana diciptakan.J. .K. m. sekedar sebagai penonton dan tidak segera beraksi maka ia akan menjadi tertuduh.

H.H.H.” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)..H.N. dan jika tidak sanggup juga maka dengan hatinya.J. H. seorang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia bodoh kwadrat.P Keempat.J.. Itu adalah selemah-lemah iman.H.H.K.P.K.P.H.H.H.J.K.H.. Coba anda bayangkan.H..H.H. seorang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah orang yang bodoh. Marilah kita ceritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi Musa tampak ketidakadilan semata-mata.K.K.K..J.N.P.J.K.H.H.P Kedua.K.J.H. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam memberikan gelar orang Islam yang enjoy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan ‘ayaithanun akhrash’ (syetan yang bisu).P.” (QS al-Baqarah : 216). H.H.) H.H.J.HJ.H.H. : .. Blessing in disguis (disana ada berkah terselubung).H.J.H.H. tinggalkan dia. .H.H.J.K.. . Nabi Musa dan gurunya naik .H. Sehingga melahirkan kualitas amal (sikap) yang bertolak belakang pula..P .H.J. . ikutilah dia.H.H.J.P. .P. 216 ( “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.P.P. jika tidak sanggup maka dengan lisannya.H. P.P.J.PJ.J.J.P. . Kita mengira bayangan kita tetap.K.J.H..H.H. Karena pendalamannya terhadap obyek bacaan dangkal.H. sedangkan kamu tidak mengetahui.J .P .J.H. Padahal betapa sering kita memperoleh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit.J.P .H.J.dengan tangannya.J.³..P.H.H.H. maka seseorang mudah berburuk sangka terhadap Tuhan.―.. seorang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah orang yang ‘alim.P. J.H.K. H. ..H.H.H.K. Dari kejauhan kita melihat air.P..K. Imam al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok.J..H.N.H.P.N.K..N. Fenomena ini terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Haidhir. .J.H.H.J. tolaklah dia..N.J.H.H.H.H.J.H.H. Allah mengetahui.J.H.H. J.H.H.³. .H. .H.J.H. J. jika membaca sesuatu hanya dari kacamata lahiriyah saja.H.J.K.J.H.J. maka ia termasuk orang yang lalai.P...H.P.P..H.K.J. . . Ketiga. Σ.J.P.H. .K. J. J.J.K... Dalam kacamata al-Qur’an.. Dalam memberikan standar membaca ini..J.J.P.P.J. . . dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.H..s . seorang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu...P. Bukankah kita seringkali tertipu oleh panca indra kita sendiri.H.J.H.H.K. bimbinglah dia.. setelah didatangi ternyata fatamorgana.H. .H.H. padahal bergerak.J. Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat tajam kualitas bacaan masing-masing.H Pertama.J..H.H.

H.P..H.H. Kecerdasan intlektual menghasilkan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh karena usaha manusia..H.J.S. H.J. .K.. .H.K.H.P.H...K. J. apalagi hukuman mati.P.N. Nabi Musa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal.P.. P.H.K..H.J.H. lalu dinding itu diperbaiki oleh guru Nabi Musa dan ditegakkannya kembali.P.H.K..J.P.J.. jiwa beliau memberontak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya.J. Tetapi anak laki-laki itu dibunuh oleh guru nabi Musa.H.H.. maka kami khawatir bahwa anak itu akan mendorong kedua orang tuanya itu pada kesesatan dan kekufuran.K. H.H...J.) . . . .H..H. Dan aku hendak merusaknya karena di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil tiap-tiap perahu tanpa ganti rugi.H.³.. .H.. Lalu kedua orang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir roboh.³.P. N.H. Merusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri – dengan redaksi ayat – fa-aradtu an a’iibaha. H.J. seolah-olah Haidhir bisa membaca atas kemurahan Allah (al-Akram) berupa ilham.. tapi penduduk negeri itu begitu teganya menolak memberikan jamuan... .K. H..K.N.P.J.K. P. J.P.H.H.. .H. maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di lautan itu..H. J.H.K..H.. menggunakan teori ilmiah.H.H. Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama-sama terlibat dalam aktifitas.H.J. .J. Tidakkah wajar protes Nabi Musa seperti yang disebutkan dalam cerita itu? Kejadian yang ketiga tidak kurang ganjilnya. .H. H. m. . P. .H. ³..K.K.P. tetapi dilobanginya perahu itu sampai karam..” (QS alKahfi : 79) Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih menonjol kecerdasan rasionalnya.H.J.. H. .P.³.. 80 ( “Adapun anak laki-laki itu...H.P.J...J. . intuisi (feeling). .H. P.J.H.P.³.H.H.H. maka kedua orang tuanya adalah orang yang beriman. P..J. P. ..H.. K.H. .J.K.J. ..H..H. . P.H.H. Lalu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi Musa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar ? Karena peristiwa-peristiwa tadi dibaca Musa hanya dari segi lahiriyah saja.J.J.H.J.H. K. tampak oleh beliau ketidakadilan.J..P.H.H..P.P.―.H. チ. .H.K.J. ³.H. . H.. J.N..P.. .” (QS al-Kahfi : 80).H.K.J. . .J... .J. J. beliau lupa akan perjanjian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau mengajukan protes keras.. K..H..H.H.J. .H.. dll).J. : .H.. : .H. Ini sejalan dengan perintah iqra’ (bacalah) pada ayat pertama surat al-‘Alaq..H.H.sebuah perahu kepunyaan orang-orang miskin yang konon keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi Musa (Haidhir). penelitian eksperimen.J. . ..H.J. K.N.H.H.H.. . .K.J.H. .H.H.J.H. . K. .P.K. H.H.H. H.P.H.H. 79 ( “Adapun perahu itu..H.³.H.H. J.J. J.H.H.H.K.K.P. Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa (kami ingin).H. .H. belum patut mendapat hukuman...P.) .H. mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit.H..³. Keduanya berjumpa dengan seorang anak laki-laki yang masih dibawah umur. P.H.H.J.H..H.H..P. Tapi apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu itu? Bukan balas budi.N. . Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantikan anak itu dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih berbakti..H.

sedang bapaknya dahulu adalah orang shalih. Sungguh pendengaran. Dan tidaklah aku melakukannya menurut kehendakku sendiri.K.H..H. Demikianlah arti perbuatan-perbuatan yang anda tidak mampu bersabar terhadapnya.N. Islam mengecam seseorang yang berbuat tanpa kelengkapan informasi (ilmu). : . sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dikompromikan. Mengatakan tahu padahal tidak tahu. Setelah dijelaskan semua peristiwa-peristiwa itu bagi Nabi Musa.H.H.. Ya.H. sehingga ia beramal hanya mengikuti dorongan hawa nafsunya. ..H.ᅭ H.チ. H.J. H. maka itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu..J..H..J.) .H.. K..K. H. K..J.H. tapi tidak melihat.H.... maka keadaan berbalik menjadi 180 derajat.H.J. dan dibawahnya ada harta simpanan bagi keduanya.. dengan redaksi ayat fa araada rabbuka (maka Tuhanmu berkehendak)..H.J. mengatakan faham tetapi tidak faham.. tetapi didalamnya mengandung kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana. Kini bukan saja Nabi Musa menganggap kejadian itu seadil-adilnya.J. N.K. .. tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa. mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar..H.. 82 ( “Adapun dinding itu. bahwa dinding itu bukanlah milik orang-orang yang tidak bersedia menjamu mereka.J.K. 36 ( “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya..K. tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu. ―.J...H.J. . H.J. : .P. seakan-akan Haidhir bisa membaca keinginan Tuhan. mengatakan melihat.H.³.H. J.. Setelah Nabi Musa dijelaskan rahasia di balik kejadian-kejadian yang semula dirasakan tidak adil. Dengan definisi ini jelaslah perbedaan ilmu dengan tsaqafah. H. P.J. sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu cabang ilmu . チ. Pada ayat ini Haidhir memiliki kecerdasan yang paling tinggi (kecerdasan supra-rasional). .. penglihatan dan hati. .” (QS al-Isra’ : 36). Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah). lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak yang lebih suci dan berbakti. P..K. bashar... Dari rentetan kejadian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda jauh dengan mutu penglihatan Nabi Musa... H.... Ilmu dalam perspektif Islam (al-‘ilmu fi miizanil Islam) Ilmu menurut bahasa artinya kejelasan atas sesuatu atau pengetahuan. Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu secara global (ijmal)...K.. bahwa perahu yang dilobangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas oleh raja yang lalim. dan af-idah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan..H. atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki.P. semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.. H..H. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai kepada kedewasaan mereka dan mengeluarkan harta simpanan mereka itu sebagai rahmat dari Tuhanmu.J. .P. H. .P. J.H.” (QS al-Kahfi : 82). Karena aktifitas sama’. bahwa anak laki-laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan menjadi anak yang durhaka yang akan menjerumuskan kedua orang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan kekufuran.H.) ³.H.H.J.J.

J..H. . H.K.K..) m.H.) H.H.P.P..J. H.H. Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui oleh para ulama’.K.J.H.. 40 ( “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab Allah.P.” (QS ar-Ra’du : 43). H.J.K.. baik yang terdahulu maupun yang akan datang..) K.H.K.. Al-Qur’an mensejajarkan antara ikrar dan persaksian orang-orang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat. J. . J.H..J.K.J.H. .K.J.H.H. .P. N.J.H.J.H. .K.J.K.H.K... Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian). P.” (QS alMujadalah : 11).H. Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum.. K. : . .³.H..P.K..H. : ..K. J.H.P..K.H.. Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan dicapai oleh para ulama’.K...J.H..H.K.J.. K..” (QS Ali Imran : 18). N.P..J.H. : .K.H..H.J.. Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan.P.. : ..H. H.H.K. J. P.H. H.P.³. .) K. H.J..H..H.K.H.J.J.H.P.. Orang-orang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada orang-orang mukmin yang tidak berpengetahuan. J.. J.P.H.J. H.P. H. H. H.J.J.H..H. P.H.H.N. Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip..K.J. J. K. 18 ( “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.J.J. J.K. Ahli ilmu adalah orang yang menjadi saksi atas orang-orang yang berbuat durhaka.J. 80 ( .K.H...H.H. H.N. P..K.N..J.J.K.K. K.H.H.H.H.H... .K.N.H. H.J..J.K.. K.H.J. H..K.dari berbagai jenis ilmu lainnya. Dengan melihat Kitabullah dan Sunah Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam kita akan menemukan contoh dalam teksnya dengan jelas..K. H.N.H.K. H...H.K. J.H.. . 9 ( “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9). : . .. .K.K. ... .H...N.J.K. maka Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya. N. Yang menegakkan keadilan.P. 43 ( “Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu dan antara orang) yang mempunyai ilmu al-Kitab.J.” (QS Fathir : 28).J... H..J.J..H.K.J.J. . ..P. .” (QS anNaml : 40)..H.) P.N.. H.J..H.. H.) H.. H.H. P.K. P.. P. H. H.K. K. tingkat perhatian yang tidak dijumpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun.N....P.H.K.J.H.P.N..³. P..N.H.J.H.H..H. : .. J.J.H.J. : . J.P..H..K.H.H.H.J.. 11 ( “(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.H.P.H. H..J.P. 28 ( “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.) H.J. Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan.H.

...H..P.J. Tiada yang mengetahui hakikat segala sesuatu kecuali para ‘ulama.H.: .H.H.H.N.K.PK..J..H..“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu.m .J.K. sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka).P..H.N.” (QS al-Qashash : 80).H..J.J.. ).H. ) .K.J .K.H..H.H.. ..N.J.H.J.N .N..K. )..K..: .m.K.P..H.H.. .H.P..H. bahwa Dia menjelaskannya berdasarkan kepada ilmu. .” (QS al-A’raf : 52). pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.H. dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. .H. .: .H ..K.H.s .K.N. Kisah-kisah yang dipaparkan dalam ayat-ayat al-Qur’an juga bersumber kepada ilmu... Kecelakaan besarlah bagimu..K. Allah menciptakan manusia dan Dia mengajari mereka pandai berbicara.H.H.H.H.” (QS al-Ankabut : 43).H.J.H.K..J.m...H . .K.H. Allah menyifati kitab suci-Nya.N.K. “Maka sesungguhnya akan Kami habarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat).H “Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia..H.J.J . kecuali orang-orang yang sabar.H.J.P.K . .H..H .H.m “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab suci (al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.J .H..J...H).. .H.H.J. (43 (52 (7 .H .: (4-3 .J. dan Kami sekali-kali jauh (dari mereka).K.P .. dan tidak diperoleh pahala itu.P.J.J.” (QS al-A’raf : 7).

mewujudkan kemaslahatan bagi mereka. J.J.H.H.. P. K.H. H. Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama.J.P.H. “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. . H. m.H. atau menghindarkan mereka dari bahaya.J.H.H. dan mengetahui hak dan kewajibannya.N.H..... Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menuju kebenaran. N.J. maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.H. J. K..H.K. H..K. menetapkan prinsip netral dan obyektif .“Dia (Allah) telah menciptakan manusia.P.” (Muttafaq ‘Alaih) 3) Menolak emosi.J.. .³. Marilah mengikuti (apa yang diturunkan) Allah dan (marilah mengikuti) Rasul.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).. H.H. 50 ( . dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhannya.H.. ..H.J.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).H.J.N.P.H.H.H.J.K.H.P..” (QS anNajm : 28).H.N.H.J. sarana dan prasarana (QS al-‘Alaq : 1-5). .H.. H. 28 ( “Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pengetahuan pun tentang itu. ..N.J.P. . ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya’.H... J.H.K.H.H.J. K. S.H. 1) Mencela taklid .J.H.K.. J.J.³.J.K.P.H.J.H.. : . ―. N.P..P.H. H. . 2) Menolak persangkaan : .H. H. “Barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu.. mendekatkan mereka kepada kebaikan. N.H.J. ..P.P.J.H. Dia akan memahamkannya dalam urusan agama..J.H.H. ilmu. Mereka menjawab.H. J. “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya. dan pertimbangan pribadi. J. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan.H.. H.H.N.H. hawa nafsu.K. Dan (apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka) walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS al-Maidah : 104). murid. “Jauhilah persangkaan karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan.J. J.K. H.P. J.P.³. .H..) K.P.K. Banyak pula hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu. N. H.J.N. Asas-asas pengetahuan ada lima yaitu : guru... J.H.H.K.J... : . Ilmu yang diperintahkan dalam Islam bersifat mutlak.H. Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-bi’ah al-‘ilmiyyah) Islam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai cara. padahal sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.H.H.H.H.” (QS ar-Rahman : 3-4). J.H.K.P.J.N.H...K.. H.K.H. . 104 ( “Dan apabila dikatakan kepada mereka. .H.H.H.P.H.P. J.. J.K..N.H. H.H.J. H..H.. .) .K.K..K.H.J. menyingkap jalan hidupnya.K.H. Keutamaan ilmu bertingkat-tingkat sesuai dengan obyek dan bidang bahasannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).) H. H.H. Mengajarnya pandai berbicara.H. .H. metode. H.J.

.K. Abu Daud.. Romawi.H. J. Mereka pun menghitung sampai 1500.H..P.H. .N.J.H.K.. J.N..J.. H.K.J. dan Habsyi.K.J.H.) m.H. H.” (QS adzDzariyat : 21)..N.5 ( “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.. J. J.. H..K. P.P.J. .P.) H.) J. K..H.H. .H..J. 9) Mengakui logika eksperimen dalam urusan duniawi (.J.J..H.) . J.J. : .H..K.H.. : 185 ( “Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah.“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu).H.H. J.K.. 10) Memperhatikan pendapat orang-orang banyak dan berilmu : . J.H..K.K. K. . .P.J....H.J.H.H.H...J.H.K... J..J.H.J. H. H.P.H. dan atTirmidzi..J.J.N.. K. . 5) Memerangi buta huruf .... K...J..P.J. J..H.H..H.H..P.) J. m. 8) Menggunakan prinsip perencanaan Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan proyek perencanaan ekonomi dan pertaniannya yang termaktub dalam al-Qur’an merupakan dalil dan bukti yang sangat jelas tentang hal ini. .H.H. Maka tidakkah kalian perhatikan.. P. K.H.J.J.H.J.H..H.H.J.H.S.J. .H.H.H.P. P.J. J. H. K.H. P.P.. karena itu berjalanlah kamu di muka bumi.H.P.P.K.J. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.K...J. . . 6) Menganjurkan untuk mempelajari berbagai bahasa Sehingga di antara sahabat-sahabat Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi. J.H. J.. 1 .H.H.. K.H.J. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. J. H.” (QS Ali Imran : 137)...P.H.H. .H. Bacalah.. .. H.. 7) Menganjurkan penggunaan statistik “Hitunglah untukku berapa orang yang melafadzkan kata-kata Islam....H.H. K. .H.J..K.P.” (HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha).P.” (alHadits).H.H.J..H.. H.J. dan perenungan . Rasulullah telahg menyuruh Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Suryani.H. H. berpikir..K... ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka).. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari.K.H.. 59 ( .P.P. .H. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.K..S.J..―.J.” (QS al-Qashash : 50).. H. .” (QS al-A’raf : 185). J.J.. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. H.H. K.P.J.) 137 ( “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah.H. . : .H... lalu perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul).J.. H. 21 ( “Dan (juga) pada dirimu sendiri. Dia mengajari manusia apa yang tak diketahuinya. 4) Memberikan perhatian kepada pengamatan. : . .³.H.H. .H.H...K.”(QS al-‘Alaq : 1-5).P.J.K. bahasa orang-orang Yahudi.N.

“Maka tanyakanlah ia pada Dzat Yang Mahatahu.” (QS al-Furqan : 59). : ....) m.J.K.H. P.J.K. H.P.S.H.P. H.H. 14 ( “Dan tidak akan bisa bercerita kepadamu seperti (yang dilakukan) oleh Yang Mahatahu.” (QS Fathir : 14). 11)Mengizinkan untuk mengambil semua ilmu duniawi yang bermanfaat dari sumber manapun meski dari non-Muslim sekali pun (infitahiyah). “Kata hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun dia menemukannya, maka dialah yang paling berhak untuk mengambilnya.” (HR at-Tirmidzi). 12) Melarang dengan keras dan memarangi khurafat, khayalan, sulap, sihir, dan sejenisnya. Bacalah dengan nama Rabb-mu Perintah membaca dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al-‘Alaq diteruskan dengan “bismi rabbik” yang bermakna ‘dengan nama Tuhanmu’. Bi disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan, ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah (penyertaan), berarti “bacalah disertai dengan Nama Tuhanmu!” Bismi rabbik adalah satu ungkapan. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab sejak zaman dahulu hingga kini mengaitkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesan (atsar) yang baik atau katakanlah memberikan “berkat” (tambahan kebaikan material dan immaterial) untuk pekerjaan itu. Juga untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tadi dilakukan semata-mata demi ‘dia’ yang disebut namanya itu. Kebiasaan orang-orang Arab, ketua parlemen membuka sidang-sidang resmi dengan mengucapkan “bismillah wa bismi asy-sya’b” (atas nama Allah dan atas nama rakyat). Demikian pula anak lahir diberi nama tokoh tertentu, agar anak kelak memiliki harapan dan mencontoh sifat-sifat terpuji dari tokoh itu. Mengaitkan pekerjaan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena-Nya. Agar amalnya menghasilkan keabadian. Tanpa ketulusan semua amal akan punah. : .......) .³.J.P.J.H. ³..H.H. P..H.J.H.H.H. m.H.H. J.K. .J.P.K.H. .H. H..K. .H.J.K.H.H. 23 ( “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS al-Furqan : 23). ..N... P.H.J.H. .H. .N.H.H. ³..H.P. P.H.J.H.H. P.H.N... .N.H.H. H.K..H.J..H. N.H.J.. P.. P.K.J.H. H.K.H.H. : .....) K.J.H.J. K.. P.P.J.H.H. 17 ( “Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (QS ar-Ra’du : 17). Menyertakan pekerjaan dengan nama Allah akan berbekas sepanjang zaman. Sebagaimana manusia yang dididik oleh Rasulullah dengan nama Allah, metode Allah, dan karena Allah melahirkan proses pertumbuhan yang menjengkalkan hati orang-orang kafir. .³. N.P. J. P..H.H. J. P.H.J.H. H..H.H.P. K..N.P.J.. .H.H. P..N.K.H. P. H.H. H.J.K.N..H. K..

P.J.P.H. ..N.H.P. .J.P.―... K.H.H. J.K. J.K.K.J.P.P. K.. J.P..H.J.K. .³..H.J.K.H. K.. H.K. ³.J.H. H.J.P.H.J.H. .³.N.P. K.J.K.J.K.J. K.. J.P.P.H.H.H. K..H.J.N... K.. J.P.P.H.H. H.K.H. ............ チ......... チ....... ........ ........ .....チ.... チ..... .......... ......... チ.....チ. ......チ. ..... .......... : .....) 29 ( “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS al-Fath : 29). Menurut Abdul Halim Mahmud (mantan Syaikh Al Azhar) dalam bukunya, AlQur’an fi Syahri al-Quran mengatakan : Dengan kalimat iqra bismi rabbik, al-Qur’an tidak sekedar memerintahkan membaca, tetapi ‘membaca’ adalah simbol dari segala yang dilakukan manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu”, “bergeraklah demi Tuhanmu”, “bekerjalah demi Tuhanmu”. Demikian pula, apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan aktifitas, maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika. Ayat tersebut akhirnya berarti “Jadikanlah seluruh kehidupanmu (duduk, berdiri dan berbaring), wujudmu, dalam cara dan tujuanmu, demi Allah”. Pada surat al-‘Alaq ini Allah memperkenalkan perbuatan-Nya dengan redaksi ‘rabb’. Padahal Allah memiliki sifat yang berkaitan dengan Dzat-Nya dan perbuatan-Nya (fi’il). Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan-Nya terlebih dahulu. Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan zat yang tidak berbekas – secara langsung – pada makhluk-makhluk-Nya. Ia tidak bisa ditularkan dan diberikan. Dengan sifat Tuhan yang berbentuk perbuatan (fi’li), seperti ‘rabb’, maka perintah membaca disini dengan nama Tuhan yang bersifat mendidik, memelihara, mengembangkan, meningkatkan dan memperbaiki makhluk-Nya, memberikan jejak secara otomatis untuk diikuti. Dan, Rabb yang menciptakan (al-Khaliq), mendidik, merawat, mengembangkan, meningkatkan, memperbaiki makhluk-Nya, wajar jika Dia yang berhak memilikinya (al-Malik). Fenomena rububiyyatullah, khalqiyyatullah dan mulkiyyatullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. df u.... ..... (MENGENAL RABB) ᅭ ........ ...... (FAKTA SEJARAH) ᅭ ...... ......

(FAKTA FIRTRAH) ᅭ .... ...... .ᅭ (FAKTA INDRAWI) ᅭ ...... ...... (FAKTA LOGIKA) ...... ...... (FAKTA SEJARAH) BAB II ... ......£ MENGENAL “RABB” Dalam al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa manusia itu ateis (mulhid). Karena keberadaan Tuhan begitu jelas, tidak perlu dibuktikan. Berikut dijelaskan hujjah eksistensi Tuhan. Fakta sejarah (ad-dalil at-tarikhi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia mempercayai kekuatan di balik alam ini (Tuhan). Hanya saja ungkapan wujud Tuhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia. Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan) : bintang adalah tuhan (dewa), Venus adalah Dewa Kecantikan, Mars adalah Dewa Peperangan, Minerva adalah Dewa Kekayaan, sedangkan Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari. Orang-orang Hindu mempunyai banyak dewa, yang diyakini sebagai tuhantuhan. Keyakinan itu tercermin antara lain dalam Hikayat Mahabarata. Masyarakat Mesir, tidak terkecuali. Mereka meyakini adanya Dewa Isis, Dewi Osiris, dan yang tertinggi Ra’. Masyarakat Persia pun demikian, mereka percaya bahwa ada Tuhan Gelap dan Tuhan Terang. Para ahli filsafat setelah menerawang, berfikir, merenung, membanding, mengukur, menjangka, pendeknya memfilosofi, sampailah ia di ujung perjalanan. Yakinlah ada sesuatu Yang Maha Mutlak, Dialah ‘puncak ideal’ (kata Plato). Dialah ‘Tao’, yang tak dapat diberi nama (kata Lao Tze). Maka insaflah kelemahan dirinya. Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab, walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi mereka menjawab, “Allah”. Tetapi dalam waktu yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala al-Lata, al-Uzza, dan Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping ratusan berhala lainnya. Definisi Allah bagi kaum jahiliyah berbeda dengan Allah menurut al-Qur’an. Al-Qur’an datang untuk meluruskan keyakinan itu, dengan membawa ajaran tauhid. Berbicara tentang Allah versi Allah saja terulang sebanyak 2697 kali. Fakta fitrah (ad-dalil al-fithri) Jangankan al-Qur’an, Kitab Taurat dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menjelaskan wujud Tuhan. Karena keberadaan-Nya sedemikian jelas dan terasa. Sehingga tidak perlu dijelaskan. Kehadiran Tuhan merupakan bawaan (fithrah) manusia sejak asal kejadiannya. .. K.J.H.K. H.J.K.J.H. H. .H.J.H.H. H..N... H.H.H. J.K.N.. K.. H.H.J.K. .³.J.K.H. K.J.S..K. H.H.J.H. J.K.H.H.

J. sementara mengingkari Tuhan bersifat temporal. J.J.P.H. K.H.J.S..J.H..J. J..N.K. H.. J. bahkan menolak kehadiran-Nya.H.K.K. H. Beralasan.S.H.” (QS ar-Rum : 30).N.P.K.H. keraguan itu akan beralih menjadi kegelisahan.H.H.H.) H.H. J.K.H.K..H..J. Jadi kebutuhan ber-Tuhan permanen... maka hilanglah semua unsur-unsur ketergantungan lain kecuali kepada Allah. Dan betapa Maha Kuasa dan Perkasa Dia Yang Maha Agung itu.H. jika dikatakan bahwa mereka yang tak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang keras kepala..H.S.H.H. : .: . .K. .H.Baqarah :258).K. Al-Qur’an menjelaskan sikap Fir’aun yang ketika itu kembali ke fithrah. tempat mengabdi kecuali Allah. H.. Fir’aun.K.H.P...H. Sekalipun seringkali – karena kesibukan dan dosa-dosa – ia terabaikan dan tertutup.H. P.H.K.H. mengajak kita berdialog untuk mengajak menyatu dengan totalitas wujud Yang Maha Mutlak.H. ‘Betul (Engkau tuhan kami). Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya.H. menitipkan harapan.. J.H.P. tetapi terlambat.H. N.N.J.J. .J.H. termenung seorang diri. Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan. J.H.H.. khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah (QS Yunus : 22). P. tiada pula rasa sedih yang akan mencekam (QS Fushshilat : 30. J. . H. (Itulah) agama yang lurus. P.H.K.P. 30 ( “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu.H. ar-Ra’d : 28).S. P..H.K. Setiap orang dengan berbagai kedudukannya memiliki fithrah itu.J.P. J. J. N. H..N.H. Akan tetapi.P.K.K. Apabila kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup.H. N. .J. Tiada tempat bergantung.P. 172 ( “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka.H.H. . J.J..H.H.) .P. H. tiada pula kuasa untuk menolak madharrat.J.H. Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram. J. Tiada daya untuk mendatangkan manfaat. kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa..K.H. Ini dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Namrud (QS al.J. H. dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman). P.P. kami menyaksikan’.K.. ketika berhadapan dengan Musa ‘alaihis salam bertanya. “Siapa tuhan semesta alam itu?” (QS asy-Syu’ara’ : 23).J.K.J. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab.. Memang ada saat-saat dalam hidup ini – singkat atau panjang – dimana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya (QS al-Jatsiyah : 24).. H. .” (QS Al-A’raf: 172)..H. terdengarlah suara dhamir (hati)..H. Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir’aun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari jasadnya.H.K.H. Tiada perubahan pada fithrah Allah.H.―. P. Fithrah yang terbawa sejak kelahirannya.K. kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung (laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhim).J.H. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. H. Suara itu adalah suara hati nurani.. H. H.H.H. Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi.

.J..P.P.. H. : H.H.H.H.. Kedua. Tetapi bila malam tiba.J.K.H.H..K.P.H.H.H.H. Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan seseorang.H. berkatalah dia.H.” (QS Yunus : 90-91).H.H. . P..K.J.H. H. : .J. H.J. . P.N.H.H. K.K.H. ‘Mahasuci Engkau. P.P.P.J. J.N. . H. .P. H. H.. J.K.K.H.J.. H.H.H.J.P.H. K.P. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).H.K. .H.. Tetapi lihatlah ke bukit itu.K.K. .P. J. P.H.P.K.H.H.) H. J... H.H.J..H.J.P.H.K. H. H. P.H.H. . H.J.. Kalau demikian wajar jika mata kepalanya Tuhan Pencipta matahari.) H. Fakta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian orang menuntut bukti wujud Tuhan dengan pembuktian material. P. K..H. J..J.H.P. K.H...H.J. H.J.H. “Apakah anda pernah melihat Tuhan?” Beliau menjawab..H. .J.J.H....H. karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat.J.H.K.K. Kejadian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihatNya – paling tidak – dalam kehidupan di dunia ini. Namun bukan berarti pasir tidak ada.H.H. Ditanyakan.H.: .J.K.J.. . sehingga Tuhan berfirman sebagai jawaban permohonanya. Nabi Musa ‘alaihis salam suatu ketika pernah bermohon agar Tuhan menampakkan diri-Nya kepadanya.P. “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?” Ditanyakan lagi. Bukankah kita mengakui adanya angin.H. J.K.H. H.K. P. aku bertobat kepada-Mu. 90 .H.J. Pertama.K.H. dengan mudah ia dapat melihat.H. Tatkala Tuhannya tampak bagi gunung itu. : H.H.J..K.H. dan aku orang yang pertama (dari kelompok) yang beriman’.H.K.H. Maka setelah Musa sadar kembali.J. : H.H. niscaya kamu dapat melihatKu.H.J. . K. hanya dengan merasakan atau melihat bekas-bekasnya? Bukankah kita mengakui adanya “nyawa” bukan saja tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya.J.J..K.H. .·..H.. P. J.J. P.N.P.H. H. . K. Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat saja.P.H.91 ( “Hingga saat Fir’aun telah hampir tenggelam.K.J. ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.H.―. H.H.H.K.J. jika ia tetap di tempatnya (seperti keadaannya semula). kejadian tersebut menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.J. K. Mereka ingin segera melihat-Nya secara langsung.H.J. Zi’lib al-Yamani. Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang sahabatnya.P. dia berkata..N.P.H.H. 143 ( “Engkau sekali-kali tidak dapat melihat-Ku. H. Ada beberapa faktor yang menjadikan makhluk tak bisa melihat sesuatu. N. Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari.H. : H.K. sesuatu itu sangat terang.H.J.H.H.. H. ..H..J.H..H. Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.³.J.H.H. P.J.J. N. Agaknya kenyataan seharihari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya.H...K.H. P.N..H.H.J.H.H.K..” (QS al-A’raf : 143). bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan.P. H. sesuatu yang dilihat terlalu kecil apalagi dalam kegelapan.K.

: .H. .J. moral.K. ide – dalam arti dia kosong sama sekali dari keyakinan tertentu – dan keadaan demikian mencabut dari hakikat kemanusiaannya..H. Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia. .“Bagaimana anda melihatnya?” Imam Ali menjawab.H.. maka akan kacau ciptaannya.H. K. ³ . maka yang kalah bukan Tuhan. Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil. sehingga keduanya bukan Tuhan.チ. Orang yang liberal. m. K. J.H.P.J.H.K P..H. petunjuk. Binatang yang besar terlihat kecil dari kejauhan.P.H.H.H.J. itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka.. Majikan yang satu memerintahkan satu hal. Bandingkan dengan seorang budak lain yang hanya milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami dan kontradiksi. tetapi pemilik-pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya. N.H. Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut.. ciptaan pun akan kacau atau tidak akan terwujud.. H.H.K.. Seandainya ada dua pencipta.. maka kalau keduanya berkuasa.H. Alangkah bingungnya dia.. Dan apabila keduanya bersepakat.H. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat kepada sekian banyak orang yang memilikinya.K.J.J.K.” (QS az-Zumar : 29). tujuan. keinginan. J. “Dia tak dapat dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat..J. bayangan kita lihat tetap. dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang raja. ³.P. Manusia harus ..K. maka pastilah keduanya binasa.H.H.K. Begitulah seterusnya. H. Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah.K. Karena jika masingmasing pencipta menghendaki sesuatu yang tidak disetujui olah yang lain.H.H. . J. Mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata. P.H. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.H...H.J.. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu.. kasih sayang.H.. .P.J. di alam raya ini adalah bukti keesaan Tuhan.. 29 ( “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai mereka).P. rezeki. bertentangan dengan kemanusiaannya.) .. Fenomena keteraturan.P. tapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan”. ³. ketetapan.チ. ³ : ..H. ternyata fatamorgana.H.H. J.³. pasti dalam hidupnya dilandasi oleh keyakinan tertentu atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu. yakni bahwa manusia ingin hidup bebas. padahal bergerak.” (QS al-Anbiya : 22).. karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum. Bukankan mata kita sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai.P.. H..) H. sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya. H..H.H. Dari kejauhan kita melihat air.H.H..H.H.. Fakta logika (ad-dalil al-‘aqli) Banyak ayat-ayat yang menjelaskan argumen logika tentang keesaan Tuhan. . tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.K. belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau mengintruksikan hal yang berbeda. Kalau salah satu mengalahkan yang lain.J. P. P.H.

J. jika al-Qur’an pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti rajulan. K.K. Senandung Al-Qur’an “Kalamun” berikut yang dibaca para ulama’ usai ta’lim atau tadarrus Al-Qur’an secara bersamasama.H.K. J.S.K.H.H. S.J.J.H.H.H.P. baik dari segi masa.J. Tiada bacaan yang dipelajari sedemikian serius.H.H. .³.H. K. yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya. .P.H.K.J.J.P..K. J.H. dan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa. . dari generasi demi generasi. J.K.H.H.H. K. J.H..H. ³. m. S.J. J. Berikut rangkaian pertanyaan yang menunjukkan akan kebutuh-an asasi itu : “Siapa yang menjamin bila Anda melontar ke depan.K. . H.P. budak (seseorang yang dimiliki oleh pihak lain).H.H. (Allah dalam Kehidupan Manusia.K. karya Murtadha Muthahhari)..N.H. kandungannya yang tersurat. maka batu itu tidak mengarah ke belakang? Apa yang menjamin bahwa air selalu mencari tempat yang rendah? Siapa yang menjamin bahwa sekali waktu api itu tak membakar?” Fakta tekstual (ad-dalil an-naqli) Al-Qur’an secara harfiyah bermakna “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang tepat.H.K.J.P. J.P.J.H. S.H.K.H. remaja dan anak-anak melebihi Al-Qur’an. berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka. S. P.K.H..J. .K. J.H. .H.J..K. dipanjangkan.H.J. bahkan diatur lagu dan iramanya. K.K. . Keadaan ruwet yang dilukiskan oleh ayat diatas.K.³. K.J. Al-Qur’an adalah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing.H.J.menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu (ide yang ada dalam hatinya). atau harus memulai dan berhenti..H. dipertebal.J.K. . K. bacaan sempurna lagi mulia itu. Wajar.K. karena memiliki banyak keyakinan yang kontradiktif.N. namun semuanya mengandung kebenaran.K.P.. J.H. dimana tempat yang terlarang atau boleh.J.K. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku.H.K. karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al Karim. Tiada bacaan yang diatur tatacara membacanya.K. dan saat turunnya. sampai kepada etika membacanya. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu. melebihi Al-Qur’an. Akidah tauhid adalah kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh kepastian hidup. J .H.H. H. bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya. .S.H.H.K. Tiada bacaan yang memiliki perhatian sedemikian rupa.J.K.H. ―. musim.J. J.K. . J.H. J.P. bukan saja sejarahnya secara umum. diperhalus ucapannya.H.K.H.P.J.. mana yang dipendekkan. K. J. terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya.K.H. tetapi ayat demi ayat. sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya melebihi AlQur’an.H. m.H.H. Tiada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya . m.J. Orang yang semacam ini didominasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit kejiwaan kepribadian terbelah (split personality). H.

.. Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini. H.. dengannya.P. K.J. m. .K.... Dengan Al-Qur’an kami minta kesembuhan dari segala penyakit. ......H.³..K.J.. ... P.H. berikanlah kepadaku kenikmatan (kegembiraan) karena rahasia (misteri) huruf-hurufnya.H..H. tentramkan rasa takutku di dalam kubur..P. J. BERGANTUN .. Masihkah kita meragukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia? df . 88 ( “Katakanlah. H....ᅭ .J.J.P. K. .J. Dia suci (unggul atau tidak mungkin terdiri) dari segala ucapan..” (QS al-Isra’ : 88)..H...K..K.K. .. nurani.. perbuatan. dan hikmah.. K. J. DINAMIS ...J.K..ᅭ .K.J.J.. : . LUPA . J. Anugerahkan kepadaku dengannya keterbukaan hati.H.J.K.J... Cahayanya merupakan petunjuk bagiku dalam gulita dan gulana hati. walaupun mereka bekerja sama. SPERMA & OVUM .H. ....J..K..J.H.. ―.J. ya Rabbi.. MAKHLUK SOSIAL ..H...H... PERIODIK .J....” Adakah bacaan ciptaan makhluk yang seagung itu? Al-Qur’an menantang : .K.. dan ucapakanku.. MENGENAL MANUSIA .... J...H.P..) .H.J..H. “Suatu firman yang qadim yang tidak ada bosan mendengarnya (yakni Kitab Suci Al-Qur’an).. JINAK .H..H....P. dan niat..H. SEGUMPAL DARAH . .H.K... . Terangilah dengan Al-Qur’an pendengaran. MELEKAT . H.. mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya..P. Ya Rabbi.H.J. ilmu.H. .H. Dan. K.

H. Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu al-Khaliq (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah..H. P.H.H..P.H.H. Ayat kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut.K. Kata “al-insan” yang berarti manusia terambil dari akar kata “uns” (jinak..J..) H.H. kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika.. .J. antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya.J... J.H. Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya. .K.H.J.J.H.H. .H.H...J. P.H.J. Al-Qur’an mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah.J.J... .H.. atau ia terambil dari akar kata “nis-yun” yang berarti lupa.K.. ..H.H.. bahkan seluruh totalitas manusia.” (QS at-Tiin : 4). ..P.H. Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia.H. makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang. Makhluk Berbentuk Lain BAB III . lupa. H.J.H.H. . H. DAGING .J. .P.. N. tetapi juga kepada kesadaran batin dan intuisinya... . P. ³.ᅭ . m. K.. m..K.K.J.H.H..J.H... ³..P.H.H. H.. .. H. MENGENAL MANUSIA Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya “khalaqal insana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah).H..H. m.K....J.H.H..K. senang dan harmonis).K.H. TULANG . N..H.. H..H. DAGING ..H.14 ( ..H. : .J.H.H.H.H.―.J. m.. K. memperkenalkan jatidirinya. .H......H.. K.K.H..H.H. 12 .) m.J.³. .J.³. kemudian diperkuat oleh ayat yang lain berikut.P.K.H. Makna-makna diatas memberikan gambaran tentang potensi yang dimilikinya.H. .. ..H. P.K.J.J......H.H.J. .H. J.J.J.J. .J.P. Atau terambil dari akar katanya “naus” yaitu pergerakan atau dinamika.H.. 4 ( “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya.. Tetapi pada ayat berikut mencakup fisik dan psikis..J.H. H.H.H....H.J.H.H.H.H.ᅭ .H.P. .... : ... ³.. jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain.J. Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan manusia.H. DAGING TAK .... J..H. tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110). .J.. J.

(2) ‘alaqah. zygot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa. .P.P.H.H.³. Melalui ikatan ini.H.J . Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) nuthfah (pertemuan sperma dan ovum).J.p ... Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik.Ϊ .P.H.J ...l ..H.J. (5) lahm (daging).“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah.. melekat.H. Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan) Ketika spermatozoa laki-laki menyatu dengan ovum (sel telur) perempuan. terbentuklah bahan dasar calon bayi. Mahasucilah Allah.J.J .” (QS al-Mu’minun :12-14)... Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang berbolakbalik. (4) ‘izham (tulang).H . dalam Al-Qur’an. berdempet serta masuk ke dinding rahim.K. Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah.. yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat alHajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak sempurna).. Sel tunggal ini.H.H. kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah.H. . Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging.PH.H. ). Kemudian saripati itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim).K. Yang menarik...K. ruh)..³. Akan tetapi. akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ (mudhghah). (3) mudhghah (segumpal daging).. Allah selalu menyebut zygot yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq.H (39-36 . .H.H . Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang. yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai zygot.P. Kata ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel. Zygot melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka. sebaik-baik Pencipta.P.J.: .m . . zygot bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya.s .J ..P.H .. Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan sifatnya.

H.P. Kata ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia..m .H.H. lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.H.H. al-Infithar : 6-8).H.J. seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”.H.H.. ..P.PJ.J “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian..J. ).m.H.H. rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot.H.K.H.” (QS al-Mursalat : 20-21. Disamping itu.H. lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya. Corak terpenting cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar. Al insanu makhlukun madaniyyun (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain).J.H.K..P.J.. mani itu menjadi ‘alaqah. kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).J. .K .H. Omong kosong sajalah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan.l ..J.P.N. Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zygot yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ.J..m. Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak . mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya. makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.N.H. zygot itu mulai tumbuh.H.m.H. al-Mu’minun : 12-14.i .H..” (QS al-Qiyamah : 36-39). Makna Arab untuk kata ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’.H. kata sosilolog muslim Ibnu Khaldun. . Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik (ad-diinu al-mua’amalah)..N. . Kesan yang dimunculkan Kesan ayat “khalaqal insana min ‘alaq” tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk social. Kata ini secara harfiah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah.J.K.H. Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zygot.H. Sementara itu..J. Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim.. .: (21-20 “Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina. .H.m . Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai akhir perjalanan hidupnya. Informasi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya.J.H.. Fakta ini terungkap dalam Al-Qur’an.H..

..H.H.N. Ada bukti kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat.P. bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq).K ..H “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan. pola pikir (tashawwur) manusia menuju pengenalan diri.H.H..J.yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya. ...J. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan.H P... maka yang pertama kali dia beri ucapan terima kasih adalah pemandu itu.H.J. maka Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.H.P. df BAB IV . Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya.J. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang digelembungkan.. demikian jugalah benda-benda angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas.P. dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini. kemudian tersesat. ).H.: . mereka itulah orangorang yang fasiq. tiba-tiba datang seorang pemandu. Teori ini dikenal dengan sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi ledakan.P..J.J.K.P. Dalam hal ini mari kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an yang relevan dengan teori diatas. . lingkungan dan Sang Khaliq.. orientasi (ittijah)..H . alam semesta dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan.J.H. Pengenalan (ma’rifat) tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar. ternyata alam semesta ini ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada.. Ini pula yang membuka pintu pikiran (wijhah) dan mata batinnya (bashirah).P. dunianya.P. Ketika seseorang berjalan menelusuri padang sahara. MENGENAL ALAM Asal kejadian alam raya (ashlu nasy’atil kauni) Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20.” (QS al-Hasyr : 19).. dan bukti yang signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit.H.JH ..J.. . Al-Qur’an memberikan pesan penting ini.J. .K... Untuk memahaminya dengan lebih baik. (19 .H. .H .P.P. Manusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya.. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya.H.

.H. H. .. Pada ayat lain tentang langit. jika ternyata calon istri kita ‘rataq’ boleh dibatalkan karena fungsi bilogisnya tertutup oleh tulang.J.. .H.J. Kini.H..” (QS al-Anbiya’ : 30).. K. .H. Sungguh.K.H.. yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. Sesudah itu.H.J.J..J...H.J.. K..H..” (Kifaayatul Akhyaar.H.. Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing-masing.. kedap. kemudian semua zat menjadi ‘fatq’.J. ―. . Yang terang alam semesta berjalan menurut aturan yang pasti. S. N..H. bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun.H..P.K.. “Istri boleh dikembalikan (diceraikan) karena 5 hal.. H.. : .J.N.J.) K. H.. H.H.H.H.K..N.. mari kita melihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan ‘ratq’ lalu keduanya diartikan ‘dipisahkan’ dalam kata kerja ‘fatq’.H. . padat.J. K.H..J.. N.J... H. H.H.J.J.H..H.P.H...J. alangkah sombongnya kita. .H.H.J. mengapakah mereka tiada yang beriman.K. (2) berpenyakit kusta. Sedangkan. Maksudnya ayat ini.) H..P.J.J.J. Dan..H..H.P.K..H.H. terkandung dalam bintik ini dalam keadaan ‘ratq’.H.H.H. K. K.J. P....J.H. hal. . ... bergabung menjadi satu dalam massa yang berat”.) H.P..K. dari air.H. Menurut terminologi fiqh Islam.H.J.K.H.H.P. H. H..J..³. juz II.P. dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas..J.H.H.. . S.H. 104 ( “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran ..H.. bila kita mengingat peristiwa pertama Ledakan Dahsyat..H. ..J. H.H.K.” (QS ar-Rahman : 7-8).H.H.K. kata asal ratq yang diterjemahkan ‘terpadu’ dalam ayat ini berarti “sesuatu yang tertutup. 59). Kami menjadikan segala sesutatu yang hidup.J. 47 ( “Dan..H.: ..J.N. 30 ( “Dan. sehingga menghambat jalinan keharmonisan keluarga. : .S. .J.P.H.H. langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa..J.) H.H.P. yakni : (1) gila.H.K.J..J..H.H.P.H.H.. : . .H.H.J. (4) alat kelamin tertutup tulang. ..J. Sebagai misal. . . telur kosmik ini meledak. K.H.H.P. J.K. Allah berfirman : .P. m..H.J.H.J.P.. N.8 ( “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).” (QS adz-Dzariyaat : 47).. penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata kerja ini. Yang menarik temuan-temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke-20...J.K.N.H. . Maka. Ϊ.K. kita di bagian alam yang kecil ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah..H.H.N. (3) berpenyakit sopak.H.H. K..H.K. kemudian Kami pisahkan antara keduanya.P.K..P.H.N.H.K. : m. dan (5) alat kelamin tersumbat daging.K. m.J.. K.H. H. Maksudnya. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.H. H..H.H.H. Segala sesuatu.P. .N. Menurut kamus-kamus Arab...P..N. 7 ..H.H. kita lihat bahwa bintik yang disebut ‘telur kosmik’ itu mengandung semua bahan alam semesta.. . ..J.H. apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu.H.J...H.H. Pernyataan “pisahkan” adalah kata kerja “fatq” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan ratq.H. P.H. m.N.H.K.H.

H.J.H.P.J.H.J. H.K.H.K.K. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. .J.H. menyeberangi sungai. : ... .P.P. J.P. beliau datang menemui mereka. J. 180 ( “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka.. J. P. . bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.H. H. Beberapa saat kemudian.P. J.H. ..³.H.K.P.J. H. aku tidak menemukannya.P.J...J.P.P.” (QS al-Anbiya’ : 104).J. .J.K. matahari beredar di tempat peredarannya.J.N. Jika kita salah dalam mengelola alam raya ini. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. K.K.H.J. . P.J. . Tetapi aku tertahan lama di pinggir sungai Tigris. Sunnatullah pada alam (qadha’ takwini fil kauni) Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum zindiq meminta waktu kepada Abu Hanifah. . Maka.J.J. Ketika tiba waktu yang disepakati.K.” (QS Yasin : 38).H. H.. J.J.H.J.K.J.H. K.K.” (QS Ali Imran : 180)..H. H. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.H. Mereka menyalahkan Imam Abu Hanifah karena keterlambatannya.J. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Ketika aku telah putus asa.K.H.H.P. setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya. aku sudah berada di hadapan kalian.H.P.H.) H. K.H.H. . khusus untuk berdebat dengannya.N.J.P.J. Dan kini. N.P. “Aku telah datang menemui kalian pada waktu yang telah ditentukan.. mencari pemilik perahu yang akan membawa menyeberangi sungai.K. H.H. H.P..H.H.J. J..H. Aku lalu menaiki perahu itu. Ϊ.. tentang Tuhan.P.” (QS atTaubah : 35).” Orang-orang zindiq berkata kepada Imam Abu Hanifah.H..H.P.H..P.J.H. dan bermaksud pulang.N.K. sambil meminta maaf.J.H.P.P. .. aku melihat beberapa potong papan yang datang sendiri.P.K J. K.. H. H.H.H..P.J.H.J.H.H.K. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.H.N..J.N.H. .P.K. K. .H. lalu masing-masing papan itu bergabung menjadi satu.H.H.H..H.K. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.H.. maka akan mendatangkan bencana...J.. H. : .H.K. K. P.P. “Inilah yang membuat kalian berkumpul untuk berdebat denganku.. lalu dibakar dengannya dahi mereka.J. Σ.KH.P.H.P.K.K.J.J.H.. P. jika kalian tidak percaya bahwa .H. .K. J. Namun.H.H.H. K. Sebagaimana Kami telah memulai pertama begitulah Kami akan mengulanginya. K. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. : . .H.. . H.H.P.H.P.. 35 ( “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam.H. Imam Abu Hanifah terlambat.H.H.P.H.H. sehingga jadi sebuah perahu indah di hadapanku.H.kertas.H.H.P. Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.J. sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.H.J.) K. J.J.) . “Apakah engkau hendak memperolok-olokkan kami? Apakah mungkin papan papan itu datang sendiri menjadi perahu?” Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.P..K.H.. J.H..J..J. 38 ( “Dan.J.P.J.H.H.J. J.

maka setiap benda yang bisa terbakar akan menjadi daerah nyala api. d) Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini. niscaya matahari musim panas akan membakar tumbuhtumbuhan kita di siang hari. Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan. Sedangkan di malam hari. bagaimana mungkin kalian ingin aku percaya bahwa alam yang sempurna dan menakjubkan ini telah mengalami peristiwa-peristiwa perubahannya dengan sendirinya. Akhirnya mereka menyatakan ke-Islaman di hadapan Imam Abu Hanifah.perahu bisa membuat dirinya sendiri. h) Seandainya tidak ada hukum daya tarik (gravitasi). Seandainya cahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang. Tentu saja kehidupan ini takkan pernah ada. niscaya kita akan menjadi abu. Dan. setiap tumbuhan di bumi akan membeku. tentu akan terjadi musim panas yang berkepanjangan di suatu wilayah. akan mengenai seluruh bagian kulit bumi. hanyalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang bodoh. yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya. seandainya tidak terjadi persenyawaan kalori dengan yodium.000 mil dari bumi. a) Seandainya lapisan bumi ini tebal. Mereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasional itu. niscaya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi oleh air yang sangat deras setiap harinya. tanpa Sang Pencipta Yang Agung?” Kaum zindiq terpojok. c) Seandainya matahari kita memberikan setengah dari cahaya panasnya sekarang ini. Teori kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan valid. f) Seandainya jumlah oksigen di udara mencapai 50% atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas normal (21%) yang tersedia. atau orang yang keras kepala. niscaya ia akan menghisap oksigen dan karbondioksida. serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar. dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi. diteliti dan diatur secara kebetulan atau serampangan. tetapi ia justru menolaknya. . maka dari mana akan bertemu dan kawinnya atom dan partikel-partikelnya? i) Seandainya poros bumi konstan. yang bisa menghanyutkan gunung-gunung. niscaya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi oleh kebusukan dan penderitaan. sejak percikan api pertama. g) Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis. niscaya takkan ada garam dan selanjutnya takkan ada kehidupan. maka sesungguhnya jutaan meteor yang terbakar setiap hari di luar angkasa. berjarak 20. niscaya tubuh kita akan membeku. Berikut contoh-contoh detail sistem alam yang meruntuhkan teori kebetulan. e) Seandainya malam kita sepuluh kali lebih panjang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui. dan musim dingin yang berkepanjangan di wilayah lain. Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial. b) Seandainya atmosfir lebih rendah daripada yang sekarang ini.

. .. MENYEKUTUKAN ALLAH . ... .... tiadalah Engkau menciptakan alam raya ini dengan sia-sia..... Maha Suci Engkau... ᅭ ..... . Wahai Tuhan kami... KETUNDUKAN YANG MENIADAKAN KEENGGANAN ... yaitu matahari...... PENERIMAAN YANG MENIADAKAN PENOLAKAN ..ᅭ .... ...... .. PEMBATAL-PEMBATAL SYAHADAT . df ... KEJUJURAN YANG MENIADAKAN KEDUSTAAN . ... MERAGUKAN SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN MAKNANYA . . ..... niscaya tidak ada seorang pun yang hidup... ..... YAKIN YANG MENIADAKAN KERAGUAN ᅭ ..... . Dengan demikian.... .............. ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN ᅭ .. ........ . KECINTAAN YANG MENIADAKAN KEBENCIAN ......... NIFAQ (KEIMANAN YANG DUSTA) ...... tidak akan ada kehidupan. ........ ........ KEIKHLASAN YANG MENIADAKAN SYIRIK ...... .. ..... SYARAT DITERIMANYA SYAHADAT .......... teori kebetulan tentang alam ini tertolak dengan sendirinya............ . Demikianlah...... .j) Seandainya bumi seperti bintang Mercuri yang tak beredar kecuali menuju satu arah.. Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya.. ........ maka jauhkanlah kami dari siksa neraka . Allah Yang Maha Pencipta...ᅭ .. JAHIL AKAN MAKNA SYAHADAT ....... karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang..... ... ....

... Membenci ..... Menaati ... ..... ......116) ........ . Memisahkan diri ....78............... Yang menolak (4:48.. .... 24:55) . MENINGGALKAN MAKNANYA ..... ... ............ Mencintai .. Membangun (22:41.14) .... Mengingkari .. TUHAN ... ..... Monoloyalitas (98:11. Pengingkaran .. MENOLAK MAKNANYA .. TIADA ...... ............ Mendekat ... Penghancuran (21:57-58) .. MEMBENCI MAKNA & KONSEKUENSINYA .. ... Penolakan (16:36) . ᅭ ...... Memusuhi .. Membela . ............ .

...73) ..... ALLAH . .. Jalan bertaqarrub kpd Allah ........ MAKNA SYAHADAT ....... ... ....... Peneguhan (7:59) ... Asas khidupan Islami ... ..... .. PENCIPTA . Loyalitas & Pengingkaran ... .... Me Krisis perasaan akan ... .......... ....... .. Mengutamakan saudara .... ..... Patriotisme .. MAHA MULIA ........... ....... Jalan menuju akhirat ... Kekuatan jiwa ....... Yang dikecualikan (7:65.. Tali yang kuat ... .... Akhlak – Moralitas . ... RABB . .......... ........ Benteng yang kokoh ...KECUALI ..... ....... ... Kebahagiaan di dunia .... .......... Menolak rayuan syahwat . Loyalitas ......

.. . BACALAH ... BERTAHKIM . .......... ......... ......... Dari Segumpal Darah ..... Allah adalah sebagai subyek (pencipta... . PROSES LAHIRNYA SYAHADAT DALAM SURAH AL-‘ALAQ Sebagai abdi (‘ibadah) Jika men-tadabburi kandungan surat al-‘Alaq : 1-5........ Maha Pandai) dan manusia sebagai obyek... MAHA TAHU ... Maha Mulia. . sungguh kita akan memperoleh pelajaran yang fundamental... ......... .............. CIPTAAN ....... ISLAMIYAH ....... MANUSIA .. Dengan kajian ini tidak saja membangun dasa-dasar ilmu pengetahuan (the bacic of knowledge). ABDI ..... TAUHID ULUHIYAH . . .. .... . .. .. .. JAHILIYAH .. ... Kajian akidah yang diajarkan oleh para Rasul setiap masa.......... . ..... ........ pula membangun dasar-dasar kepribadian (the basic of knowing). BAB V . .. PASRAH ...... Awal sebuah ........... ... TAUHID RUBUBIYAH ....... . TIDAK TAHU ..... Mengagungkan .... ... Intisari studi (dirasah) surah al-‘Alaq : 1-5 adalah penempatan posisi Rabb dan kedudukan al-insan secara proporsional... ... SYAHADAT ....

dan mengembangkan menuju kesempurnaan (al-‘inayah war ri’ayah wat tarqiyah). menaklukkan alam. dan yang berhasil memperoleh juara. Allah memiliki 100 % sifat rahmat. politik. hasil karyanya ditempel di dinding Ka’bah. Dan satu persen darinya dicurahkan . Yang menang siap menindas yang kalah. Sehingga ketika muncul gejolak dirinya. buta budaya (ummi). Makhluk memposisikan diri seperti al-Khaliq. Puncak kerusakan kepercayaan adalah syirk (selingkuh) dan puncak kerusakan akhlak adalah sombong. ketika itu ia meng-cover diri (kafir. Tidak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebiji sawi sifat sombong (al-Hadits). nenek moyang kita dahulu juga disibukkan oleh persoalan di luar dirinya. perkembangan yang terjadi (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). bahkan memposisikan dirinya sebagai subyek. Proses pengenalannya tidak dipaksakan. Jika kita menengok kehidupan masa lalu. Secara bahasa Rabb berarti mendidik (at-tarbiyah). sifat dasarnya akan menonjol yaitu al-uns (cenderung harmonis). ekonomi. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (menutupi fitrahnya sendiri). hati) agar diaktifkan. dll. mengusir binatang buas. Sifat tersebut bersumber dari induk sifat Tuhan. Masyarakat jahiliyah dahulu dikenal pakar sastra. dipinjami kekuasaan. yang kalah bersedia untuk hidup menderita. Dinosaurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam merespon perkembangan di luar dirinya. Sehingga ia lemah dalam merespon setiap perubahan. jahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara. menolak aturan Tuhan Yang Maha Mengetahui (al-‘Alim) dan Maha Mulia (al-Akram). ar-Rahman arRahim. Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai ancaman. Manusia yang tak tahu diri dan tak tahu Tuhan dikategorikan jahiliyah. Jadi. Hina tetapi merasa diri mulia. Kelemahan apapun yang dimiliki oleh manusia. penglihatan. dibandingkan dengan ilmu sosiologi. merawat memperhatikan. sehingga memudahkan untuk membangun kerjasama (ta’awun) dengan pihak manapun dan terhadap siapapun. antropologi. Jahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa Rabb itu sesungguhnya. Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk thagha’ (sikap melampaui batas). Ketika manusia (al-insan) lupa diri (nis-yan). tetapi lewat instrumen yang telah disediakan oleh Allah kepada manusia (pendengaran. Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia (ilmu psikologi) terlambat ditemukan. thagha’. kehidupan berpindah-pindah (nomaden). Di dalam surat pertama Al-Qur’an ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb. dan pakar pidato murtajal (tanpa teks). masih memerlukan pujian dan sanjungan. meminjam istilah Imam al-Ghazali.kerusakan (chaos) terjadi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai obyek. kecuali jika dalam dirinya ada sebiji sawi sifat sombong. Syirik identik dengan selingkuh dan sombong adalah sikap menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan orang lain (ghamthun naas). menutup diri) dari perkembangan sekitarnya. bukan anugerah. Hanya memiliki ilmu sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi ila qalilan). maka tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. cenderung menerapkan hukum rimba.

Menyerahkan diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan-Nya yang kedua yaitu al-Khaliq (Pencipta).J... Demikian pula wujud syukur kita pada Allah.H.H.J. P. N.. .. Ubun-ubun kita berada dalam genggaman-Nya (nashiyati bi-yadihi).H.K. meninggalkan sikap yang dibencinya.KH.J.J. aku akan mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang yang telah beruban dan pikun.K.H.KH. tidak tahu balas budi. Jika kita ingin mengenal perbuatan Rabb. .P. N.. H. P. .. P..H. P.J. dikarunia kenikmatan.H.J..³.P.H. ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya merawatku sejak kecil..N.H..H.P... * . (13 .H. J.H..H.K. Air susu di balas dengan air tuba. H.K.H.J .H. realistis). kemudian tidak bisa berterima kasih. Ditolong malah menjerumuskan (ditulung menthung.P.J. ³.K.J.. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah...H.. J. . m.. .P.N.H.H. tetapi itu hanya sebuah angan-angan (mustahil terjadi). K. P..³.J.H... merindukannya (yarju liqa-a rabbihi) dan siap menjadi abdinya (‘ibadah).J. P.KH.H.K. . ³.H.H.kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain.P. diselamatkan dari berbagai petaka. H. “Wahai Rabb kami..J.J.P.: ..P. P. Semua makhluk tidak bisa menolak fenomena penciptaan ini (zhahiratul khilqah).J .J.H.. bhs Jawa). maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai (ghofil). : .J.H.SH. ).J.. .J..J...J.J. mustahil).H.H.J .KH...N. Seperti yang sering kita doakan.K.J. P.H.H.K. Sedangkan kata la’alla mengandung arti lit-tarajji (harapan.K . Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan orang tua yang ingin kembali kepada masa muda..H “Hendaklah engkau bersyukur kepada-KU dan kepada orang tuamu. Kesadaran akan kedalaman rububiyyatullah yang ditransfer 1% pada ibu.H. H Duhai. J. H.P.N.H. H. m.H.P.) P.P. J.H.K. Bukti kesyukuran kita pada orangtua ialah sikap yang mengun-dang ridhanya. Dalam terminologi Bahasa Arab kata laita memiliki makna lit-tamanni (anganangan.H.K. .N.H. H. Seseorang yang dipelihara sejak kecil.J. ..H..J.P.K.H.H.³. . maka ingatlah kasih sayang orang tua kepada anaknya.” (QS Luqman : 13). kemudian Dia . J. akan mengantarkan sikap mencari (siapa yang menghadirkan diri di dunia).H. J.. 54 ( “Allah. Berbuat yang disenanginya.K. .H.J. sekiranya masa muda itu terulang hari ini.” .P.H..K.

N.H.P.. di alam ruh.H.H.J. H. di alam kiamat.H.J.N.H.H. K.. . ingatlah (suatu saat) engkau akan digotong. : . Kedua. H.H..J. Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah (sunnatullah). 14 ( “Yang menciptakan kamu secara periodik.P.K. K.H. ..J.P.K. H.J. kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.P. ³.H.H. ... : .H..) .) .J.. N..H. N.J.H.J.) ..K.P. Jika engkau membawa jenazah ke kuburan.J.H.K. .K.P.) 28 ( “Bagaimana kamu mengingkai kepada Allah.J. m.H. .H. padahal kepada-Nya berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi.H. masa muda yang kuat. J.H.H.H.J..J. Jadi kehidupan kita sekarang ini belum final. adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita jalani.) ..H. padahal kamu tadinya mati..H..H.H.J.P.H. Pertama. J.P.. .H.H. 47 ( “Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.K. K. Sedikitpun kita tidak bisa menolak rencana besar Allah tersebut. .. . di alam dunia.J..J. .P.H.J.J.H.P.J.H... Ketiga.N.P. fenomena penciptaan Allah berjalan secara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya.H. H. N.H..J.J. J.P.J.K.H.H. meninggal.H.P.K. ingatlah (suatu saat) engkau akan di ma’zulkan.K. J. . H.J.J. kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.H.H. .J.H. manusia akan melewati lima fase kehidupan.H.H.P.H. Dan jika engkau diserahi urusan kaum. Sekalipun mulut kita menolak. Kelima.J.” (QS Thaha : 55).K..H.H. J.H.H.P..³. .H.” (QS ar-Rum : 54).H. Alangkah sombongnya jika kita makhluk kecil di bagian alam ini menolak aturan-Nya? Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah (taslim) kepada Dzat Yang Mengatur dan Mengendalikan alam ini.H.J. . J. Jadi masa kecil yang masih lemah.K..P.” (QS Nuuh :14) Seorang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir.K.J. K. J.H. K.K. J.J.H.H. P.K. Jadi secara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah (aslam).J.H... lalu Allah menghidupkan kamu.H.” (QS Ali Imran : 83).J.H. 55 ( “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu.H. .H.P. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.³.J. .J.P. .J..H. Secara fisik.. dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.K.J..H. baik dengan suka maupun terpaksa.J.P.H.P.H.J.. J.P.H. H. di alam akhirat.³.K..H.H.³.J.P..³.J. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.. Dari ayat diatas.P.P.H.H.H. J..H. di alam barzakh. . H.P.” (QS al-Baqarah : 28).H.J. J. J.H. J.H.P.” (QS al-Kahfi : 47) : . K. J. H.P.K.P.menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat..P.P. : . Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.J.J.. dan kembali lemah pada masa tua. J. : .P. Keempat.H.P.J. 83 ( “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah.P..P..J.N. Mengagungkan Allah (ta’zhim) . K.

.J.H. K.H... dll.H.H. terbuka alangkah hinanya fisik kita. P. Kata al-akram biasa diterjemahkan dengan “Yang Maha Pemurah” atau “Semulia-mulia”.J. ora ana ajine (Bhs. K. bernilai tinggi.. Maka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan at-ta’zhim. kotoran hidung.” (QS . P.―..H.. 19 ( “Allah mengetahui kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada.K. ‘ulmat (bibir sumbing). ..” (QS ar-Ra’d : 9).. Allah tidak dinamakam a’rif tetapi ‘alim. K.) K..J...H. .J. : .H. a’lam (gunung-gunung). kotoran. Kotoran lubang mata.H. ―.J... menjijikkan.” (QS Ali Imran : 29).H.―...P. : .H.P. 19 ( “Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim. K.. Jawa).J. . .H.. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan. . Segala yang terbentuk dari akar kata ‘ilm mempunyai ciri yang menonjol ‘kejelasan’. yang berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui). penyangatan). 70 ( “Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. tidak ada harganya..J.K.K.J.H.) . pemahaman dan beragam wawasan.. tempatnya salah dan lupa (mahallul khatha’ wan nis-yan). mulia.H..P.J.H.J. 235. : . 284). .. K.. setia dan sifat kebangsawanan. Berhukum dengan ilmu-Nya Allah memperkenalkan sifat-Nya yang terakhir adalah al-‘Alim (Maha Pandai). sekalipun obyek bacaannya itu-itu saja. yaitu membaca demi Allah.. mengagungkan dan memuliakan-Nya.. H..J.) J. 9 ( “Allah mengetahui apa yang di kandung oleh setiap wanita. Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya. Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan.P.H.H. Ada perbedaan dalam perintah “membaca” pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga. :ᅭ . Misalnya ‘alam (bendera).Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan sifat fi’li-Nya yang Maha Mulia (al-akram)....H.. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. 29 ( “Allah mengetahui apa yang ada dalam dirimu. 235 . Sedang ayat satunya menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan dan pengulangannya.P. K... . kotoran telinga. P. Jika topeng yang menutupi kita. Kata ‘ilm dari segi bahasa berarti kejelasan...” (QS al-Baqarah : 77.) K.K.. .) H..H..” (QS an-Najm : 19).P.H. : . kotoran lubang belakang (dubur).. Sedangkan manusia ‘min ‘alaq’ (dari segumpal darah). berbentuk superlatif (bentuk mubalaghah. Jika kembali ke akar kata “karama” yang menurut kamuskamus bahasa Arab antara lain berarti : memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih.H.H. : .H. Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan.) P.J. ‘alamat (alamat).J. sedangkan manusia makhluk. . Ayat pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca (dalam segala pengertiannya). lubang muka (qubul). Berikut ini adalah diantara obyek-obyek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al-Qur’an.” (QS al-Hajj : 70).K.H. Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang kotoran.H. hina. karena manusia tebuat dari segumpal darah (min ‘alaq). terhormat.P. 77 .H. 284 ( “Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan.J. Dengan bacaan yang ikhlas.N..

P.J .K.K..H.H. penglihatan. diagungkan. penglihatan dan hati.J .N. .) .H.J.H . menyembah). Tiada Tuhan yang disembah.J.³.J.H.al-Mu’min : 19) : .H.K.K.J. Sedangkan petunjuk telah datang dari Tuhan mereka. ..H.H.N.H.J.J....P.” (QS an-Najm : 23).s . akan tetapi dimunculkan dengan menggerakkan pendengaran.J...J.. dan Dia memberi kamu pendengaran.H.N.P.P. .H.J.P.J.K. .N .H. Inilah makna syahadat (persaksian). Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan.N. Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah (ihsan)..H.H.H.H.J (78 .H. Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa-apa. tetapi lewat perintah iqra’.H)..H .H.H.H. .” (QS al-A’laa : 7).H.H )..H..H .H.” (QS an-Nahl : 78).J.P. 7 ( “Yang mengetahui yang lahir dan tersembunyi.P.. dipatuhi hukumnya kecuali Allah. mengagungkan (ta’zhim).H.J (23 “Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan saja dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka. .P.H.P.J. .P.J .H.N .J “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.S. dan tunduk kepada hukum-Nya (tahkim) disebut dengan Tauhid Uluhiyah. . Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan. kecuali berhukum dengan aturan-Nya (ber-tahkim).H.J.J.. .H.J .P..P. Syahadat adalah pintu pertama memasuki Islam.H.: .H.K..K.H..J. Sikap Tuhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah. . Syahadat pada surat pertama ini secara eksplisit tidak terlihat.P.H.H..l .P.. Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan (ibadah.J. dan hati.K.: . H.H..P.H.J..HH.H.H.H.J..P.i ..K. Tiada sikap yang patut bagi makhluk yang bodoh terhadap Tuhan Yang Maha ‘Alim.

H. J.H.H. maka syahadat adalah sebuah keputusan final. J. Sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah sarang laba-laba.J. militer dan juga sistem akhlak. J.H. H. Itulah dia.P..H.H. H. Iqra’ adalah melihat.H.J.J.J. Itulah keyakinan secara total (al-yaqinu kulluhu).J.J..H..H..) 256 ( “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (Tuhan selain Allah).K. Jika kembali pada aurat al-‘Alaq. Rabb. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya.H.J.K. dan alam raya..P... ia akan teguh dalam menghadapi fluktuasi kehidupan.. melatih diri dengan latihan ruhani (mujahadah).(.. : ..K. Akhirnya sampailah di ujung perjalanan.H. J.N.H.P... .H.H.. guyuran air hujan dan terpaan badai.H. tentang diri.H.H. K. sekalipun genting-gentingnya bagus.J. K.K. H..H . K.J.H.H.H.H.H.P .H.H.K..N. membanding (muqaranah).P.J. mengukur. K. Itulah gelora keimanan.H. merenung... .H. sosial.H.P.. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. : . menimbang.H.J. K.H. .H..H.J.H.” (QS al-Baqarah : 256). P. “Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.J.H.. Membangun di atas permukaan balon..K.P.N... K.N.P.H.H.J..P.H..H. Rumah yang tidak memiliki pondasi yang kuat. Diatas pondasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan Islami.P. .H.H. K..H.P. H. K.H.P. maka rumah itu akan mudah roboh oleh teriknya panas.K. . 41 ( “Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. pendidikan.P.H. tetapi lahir dari motivasi dirinya sendiri (motivati intristik).J.N. Sistem ekonomi.³.K.J . Ibarat sebuah bangunan rumah.H. berfikir (ijtihad).J. N. J..J. . H.K.H.H..P. dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk pencarian itu (jihad). syahadat kebenaran. Keputusan ini bukan diperoleh karena tekanan eksternal dirinya. syahadat adalah pondasi.K.” (QS Al-Ankabut : 41)..P.. politik.J. Mendalami makna syahadat (fiqh asy-syahadah) Syahadat adalah landasan ke-Islam-an seseorang.H. K.J..J.” (HR Muslim). syahadat)..J. menerawang. P.H..J.H.P. Syahadat laksana hishnun matin (benteng yang kokoh) atau al-‘urwah al-wutsqa (tali yang kuat)..N.K. J.P.J.. K. ) Orang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala konsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu (kalimah thayyibah).J. Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir.J.H..H.) H.H.H.J.J.J.J. H.... .J. yakinlah bahwa Dia melihatmu (muraqabatullah).J. Dan sesungguhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (kebenaran. lewat iqra’..J.

” (QS az-Zukhruf : 86)... . Yang diburu hanyalah bayangan semu (QS an-Nuur : 39). Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin. dan tidak kekhusyu’an pada hati nurani”. Dalam kehidupan yang lebih luas menjadi kering.H. Tokoh Islam. yaitu menyembah Allah dan membuatnya mencintai ibadah.J. segala aspek kehidupan menjadi bermakna. karena kehausan. Bertolak dari sini akan menimbulkan cinta timbal balik antara makhluk dan al-Khaliq.H. Mohammad Iqbal. wanita. Imanlah yang memfungsikan tujuan dihadirkannya manusia di dunia.H. Iman yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewajiban dan sunnah.K . Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman.H. Dan ketentraman jiwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya yang beriman.P.K.J. mengomentari kondisi pendidikan sekarang.K. Dikira air oleh orang yang kering kerongkongannya.. J. Iman adalah jembatan menuju akhirat.P.. Allah menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar. S. Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia.K. manusia modern berkarakter primitif. .P.P.K. tetapi batinnya kesakitan. tetapi ia tidak menemukan apa-apa. Kehidupan sekarang memerlukan injeksi yang membangunkan hati (yaqzhah).) H. tanpa landasan kebenaran terasa hampa.l .H. Dia menyambutnya.K. . Masyarkat sipil berwatak militer. N. Manusia yang secara fisik sehat. Kita tidak akan mampu menuju surga yang dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci (huffat bil makarih) tanpa iman.P.J. Betapa banyak sesuatu yang pesonanya menggiurkan. “Pengajaran dan pendidikan modern tak mengajarkan air mata pada mata. Iman adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia. dan menggerakkan cita rasa.: . lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya.K. Iman yang bisa menemani harta... Tidak mengherankan jika aspek terpenting dalam kehidupan. Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah.. pendidikan misalnya. Dunia tanpa disinari oleh cahaya iman akan membuat pemburunya kecewa. dan jika ia meminta-Nya. menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat. Hidup dalam kesepian di tengah keramaian.H . Dia mengabulkannya. J.H. H. . menjadi tangannya yang dengannya ia memukul. Jika ia memanggil-Nya dengan seruan.J. 86 ( “akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini (nya). tahta. Mentransformasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan. namun setelah ditemuinya hanya berupa fatamorgana. hingga mengabdi menjadi sesuatu yang menyenangkan. gelora jiwa (thumuhat).

Iman yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari gejolak nafsu biologis. Hanya dengan menekan tombol. Tetapi.J.J. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka.J . manusia di ujung timur bisa saling kontak dengan manusia di ujung barat.H.J.H. : .H.PP... Kadang-kadang dengan uang dan harta orang memperoleh kelezatan duniawi (mata’)..P.K. Iman yang mendorong jasmani menuju ke tingkat rohani yang lebih tinggi di sisi Allah.H.J . benda yang bergerak menjadi diam.K.K .H.P.J.H.K .J. )..K.J.N.H. Tujuan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman. J. Dengan kemajuan IPTEK.H. Kebahagiaan sejati adalah seperti yang dirasakan oleh Ibrahim bin Adham pada penghujung tahajjud-nya. Sebab kebahagiaan. tidak pula dapat dibeli dengan uang.P.J.H. .J.H.PP. N.m.H. . Bisa memenuhi apa saja yang bisa dibeli dengan uang.. J.J.” (QS ar-Ra’du : 28).J.P.: . manusia bisa hidup dalam dunia yang serba otomatis.K. P.. sedangkan iman melahirkan minhajul hayat (pedoman kehidupan).H.. .H.K.J.K.P . .. serta membenci kefasikan.PH..S.K.J... sehingga lebih memilih penjara daripada takluk melawan gejolak dirinya.H Kami hidup bahagia.K..H.J. N.K. .. .J..H. J. Tetapi ilmu pengetahuan tidak mampu menjamin kebahagiaan.K. ketenangan itu muncul dari dalam jiwa..H. .H.K.N..) H.J.H.K .H.PP..H...H.K. N.H.―H.H.H.―H.³.K . 33 ( “Ya Tuhanku. H. . tetapi tidak memandu bagi tujuan dan tugas hidup itu sendiri.J..S.P.K .H.K. . Bukankah dengan meningat Allah hati menjadi tenang. S.H.J (28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah. .JJ.H. Bukan suatu wujud barang yang dapat diambil di tempat tertentu. penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. K.K. Untuk apa ia harus hadir di muka bumi ini? Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan apa yang disebut wasilatul hayat (sarana kehidupan).H. ―.H.. sebagaimana kekuatan iman Yusuf ‘alaihis salam dalam menghindari godaan para wanita selebritis. Sekalipun ilmu menjanjikan sarana material kehidupan.H.H.N..J. N. pastilah mereka menguliti kami karena dengki. Iman yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesucian.H.HJ. H.H.H. besi keras menjadi lunak. atau diperoleh dengan pengaruh dan jabatan.H.. kebahagiaan sejati (ni’mat) tidak dijajakan di mall dan super market.J.H. J. sekiranya para raja itu mengetahui kebahagiaan ini.H.

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33). Iman yang mendidik manusia memiliki sikap berkorban, seperti pengorbanan Ismail ‘alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah Tuhan (QS ash-Shaffat : 102). Iman merobah sikap individualis, egois menjadi jiwa patriotisme dalam sejarah klasik dan modren (QS Thaha : 112; az-Zilzalah : 7; an-Nisa’ : 40). Fenomena isytisyhad (bom syahid) yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini, membuktikan bahwa ajaran klasik iman masih relevan untuk memberikan pelajaran nyata dan pukulan telak kepada simbol dikatator internasional (malikun jabbar). Iman yang bisa melahirkan akhlak terpuji. Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri, kata Ali bin Abi Thalib. Bangsa yang tidak bermoral laksana bangunan tanpa pondasi. Kata sastra Arab, “Bila moral bangsa itu terkena musibah, maka adakanlah upacara ta’ziyah”. Sebab morallah nyawa mereka, jika ia tiada maka wujud mereka pun tiada. .J.P.H.H. J.P.P.H.J.H. J.H.H.H. P.P. J.K.H. * J.H.K.H. .H. P.H.J.H.J. P.H.P.J. .H.N.K.H. Suatu ummat hanya berdiri tegak, selama akhlaknya bermutu tinggi. Ia akan runtuh, apabila akhlaknya menghilang. Selama pembuat kebijakan berusaha menerapkan aturan kehidupan hanya dengan undang-undang dan surat-surat keputusan, tapi lupa bahwa manusia itu hanya bisa dikendalikan realitas yang ada pada dirinya bukan dari pengaruh eksternal maka surat-surat keputusan itu tidak bermanfaat. Egoisme, hawa nafsu, tetap mengungguli kebaikan. Kejahatan jadi tak terkendali. Seorang pakar hukum Inggris mengatakan, “Tanpa undang-undang masyarakat tidak stabil, tanpa moral undang-undang tidak berlaku, dan tanpa iman moral tidak berjalan”. Iman yang berhasil membangun kekuatan jiwa untuk mengha-dapi problem yang selalu dicemaskan oleh kebanyakan manu-sia. Musibah, kesempitan rezeki, jodoh dan ajal. Mukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah, tanpa diku-rangi dan ditambah. Seandainya seluruh manusia bekerjasama untuk mendatangkan manfaat dan kecelakaan pada seseorang, mereka tidak akan mampu mewujudkannya sedikitpun kecuali yang telah dituliskan-Nya. Iman yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan cinta kasih. Jika belakangan ini timbul konflik yang bermuara pada perbedaan ras, warna kulit, bahasa, etnis, daerah, strata sosial, keturunan, kekayaan, maka iman menyingkirkan perbedaan itu. Kemudian menjadikan ikatan iman menjadi ikatan yang mendarah daging. Sehingga mukmin mencintai saudaranya seiman melebihi kecintaan kepada sudara kandung, bahkan anak kandungnya sendiri (QS Hud : 46; al-Hujurat : 10). Dalam naungan ukhuwah iman, akan lenyap pertentangan, kecemburuan sosial, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Iman tak hanya menjaga kesucian jiwa dari dengki (ukhuwah paling rendah), melainkan memberi muatan hati dengan cinta kasih yang diserap dari sifat suci cinta kasih Allah (mahabbatullah). Yaitu cinta yang ditanam dalam hati orang yang loyal kepada-Nya. Cinta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menuju realitas yang Maha Tinggi. Dicerminkan dalam komunitas yang tidak

ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan orang lain lebih dari dirinya (itsaar). Sekalipun dirinya dalam kondisi kekurangan. Ia rela menjadikan dirinya sebagai sasaran senjata musuh untuk memagari saudaranya seiman (QS al-Hasyr : 9). Syarat diterimanya syahadat (syuruthu qabuuli asy-syahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwujud. Jadi, syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka sya-hadat dianggap tidak sah; yang pertamakali diucapkan Allah, malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan. Orang yang tak memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah, takkan bisa bersyahadat. .H.K.H..P.H.N.P.H.K.H.H.K.N..P.H..J.H.H.K.H.P.PH..PJ. ...J.K.J.K.H..K.³..K..J.K.J.m Syarat sahnya syahadat itu ada tujuh. Pertama, mengetahui (al-‘ilmu) makna syahadat dengan dua dimensinya, penafian (laa) dan penetapan (illaa). Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat syahadat, yang dalam hal ini adalah penafian semua sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata. : ....) P.. N.K. H.H.K. H. P.N.H. J.H.J..H. 19 ( “Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad : 19). Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan (al-jahl) akan makna syahadat. Kedua, keyakinan (al-yaqin), yakni tahu secara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun. Jadi, imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati. . K.K..H.J.H.K. .J.P.H..H.H. .J.P..H.J.H. J. H. N. P. K.K.J.P. H.H. K..K. .J.P.H.. H. J.K.N.. H. J.P.K.J.P.J.. .H. N.K. : .......) H.J.P.K..N... P.P. H.K.H.J.P. K.. K.J.K.H. K.. J.K.K.P.J.H.H. 15 ( “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS alHujurat : 15). Lawan keyakinan adalah keraguan (asy-syakk). Ketiga, keikhlasan. Kata ini diambil dari kata susu murni (al-laban al-khalish), yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian & kejernihannya. Ikhlas berarti membersih-kan hati dari segala yang kontradiktif dengan makna syahadat. : ..ᅭ ....) H..H.H.P. H..S... P.H. H.J.K.K.J.P. H.. ..P.P.J.H.K. N.K. .J.P.K.P. .H.H. 5 ( “Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah : 5). Keikhlasan adalah lawan syirik (asy-syirk). Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain, dan syirik adalah perselingkuhan. Keempat, kejujuran (ash-shidq), yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara doa dan usahanya, antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga. Maka tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. : ......) H.J.P.H.J.P. J.P.H. P.J.H.J. P.P.H. H.K.H.J.P. m.J.P.K. J.P.H..H.J.K. .J.P.K.J.H. J.H.H.

.J.P.H.. H.J.K.N..H. 82 ( “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya.” (QS alAn’am : 82). .P.J.K. H. P.H.J.H. .H.H. J.H. J.P.J.K.H. K.J.H.H. H.. ..P.H..H. .H. .J.P.H.H. ...H.K. H.J.K.K.J.P.J.. H.K. : ......) ³.J.K.J.H. .J.P.N.H. .H.H. P.K.H.J.H. J.H. 23 ( “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak berubah (janjinya).” (QS al-Ahzab : 23). Rasulullah Saw juga bersabda : .. .... .. ....... ....) H.N.H.J.. H.H.H. K.K.J.H. J.K. .³.K..H. P.. N.K. H.H.K. H. H..H. J.H. (... .. ... ... “Siapa yang mengucapkan : Tiada tuhan selain Allah dengan jujur dalam hatinya, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Lawan kejujuran adalah an-nifaq, yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya. Kelima, cinta (al-mahabbah), yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal, serta mencintai orangorang yang beriman. : ......) K.K .·.P. ―.H.H. .J.P.H.. H.J.K.N..H. 165 ( “Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS alBaqarah : 165). : .......) P.H.J.―.K.P.H. J.P.―.K.P. 54 ( “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS al-Maidah : 54). : ..... ..) P.. P.P.J.K.J.P. K..J.P.K.N..H. H.. H.J.―.K.P. J.P.J.P. J.K. J.P. 3 ( “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” (QS Ali Imran : 3). Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : .N.K. K.J.H.K. N.H.H. P.P.J.P.H.H. P.. H.J.P.H. J.H. : K..H.J.K.J. H.H.H.H. H.H.H. K.J.K. N.P. J.H. ..H.H. .. ... .. ..... ....... ....) ... K.K N.K. P.―.K.P. H. H.J.H.J.. N.K.P. J.H.H. .H.P..H.K. (... .. ... .... “Ada tiga hal yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya semata karena Allah, ……” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Cinta itu disamping rela berkorban untuk yang dicintai, ia adalah amanah. Yaitu

H.H..J. P.J.P.H.J..J..K.K.H.H....J. mengucapkan dan ..P.P. P.H.J.J.J.J. Pembatal-pembatal syahadat (nawaqidhu asy-syahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk jamak dari asal kata naqidh.H.H. ..H.H.J. H..H.N.... K. P...H.H...H.J.K.N.J. yaitu berpaling dan membangkang dari ajaran-ajaran Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dengan hatinya. N.) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. yaitu tunduk dan menyerah-kan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya.H. Lawan dari penerimaan adalah pembangkangan dan penolakan (ar-radd). .P. J.H. ketundukan (al-inqiyad).K.H.P.H.J. J. ..H. . . .H.K.P.K. H..H.N. P. “Dan bahwa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadanya. ―.H.H. Maka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat..J.P.H. Keenam.. . P.H. Lawannya adalah penolakan atau ketidakmauan (al-imtina’).” (QS Fushshilat : 30..J.N.H. atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa ajaran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa...kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat..―..H.P.. P.P....H. H..H. . . K. an-Nuur : 63.H.H.K..H.) K. K. ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah..J..H.J. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.J.J.. yakni kerendahan. 30 ( .H...K. “Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan marah karena Allah... Perbedaan antara ketundukan (al-inqiyad) dan penerimaan (al-qabul) adalah bahwa ketundukan itu pekerjaan fisik.P.H.J. Ketujuh. P.ᅭ .P. dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran Islam. K.. J..H. . dimana meyakini. K..” Lawan dari cinta adalah benci (al-karahah) terhadap semua kata dan orang yang menyalahi Allah dan Rasul-Nya serta Islam. (.J. N.H..H. : . sama seperti ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka.H. artinya “yang merusak”. . alAhzab : 36). K. . H.H.. J.J.P.” (HR ath-Thabrani dari Ikrimah dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum) Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu. .P.J.N.H.H.K.P.. . sedang penerimaan itu adalah pekerjaan hati...H. .. .K. . P.J. P. K. sehingga ia tidak ridha dan tak menerima ajaranajaran tersebut. J.. .H. N. penerimaan (al-qabul).H. K.H... P. J.ᅭ H..J.J.P. H.J....H. .P.J..J.

keraguan (syakk) akan sebagian atau seluruh makna syahadat....J.K.H.) K.³.K..) J. mempersatukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Dia.J.K. Sehingga apabila salah satu dari hal-hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri seseorang.H.K.K.J..H. . K. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.K.” (QS al-Fath : 11).H.H.H.K.H. serta berusaha menjauhkan manusia darinya dengan jalan menyeru kepada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat itu.. J.H. Kedua...H..K. Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan-batasannya. Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya. Kelima. Ini bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya sejak awal.K. Keenam.. menerimanya dengan hatinya.. mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak bermanfaat baginya. . maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim. mengucapakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya.N. 26 .K. serta mendukung dan mencintai para penyeru tersebut dan menjadikan mereka sebagai sekutu selain Allah. N.J. Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap kebolehan dan ketidakbolehannya sama saja.J.J.P.H.J.H.P.K. Tetapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk Islam.K. : . karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku..K.K. J.―. ³.P.K.K.H..J.” (QS al-Baqarah : 165.H. : .J. : .N. ketidaktahuan (jahl) akan makna syahadat.J. tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku. at-Taubah : 21).H.H. H. J.H. membenci terhadap syahadat dengan segala maknanya. J.J.K.H. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.N..K. meninggalkan makna dan lafazh syahadat serta tidak mau .H. Pertama.H. J.H.H. .P.K.K.P. Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain..28 ( “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu sembah.H.J. ³. Ketiga..N.H..K. J.H.P. J.. P.H.H. K. serta bebas dari semua yang menyalahi Islam..H. .H.H.H..P.J.” (QS az-Zukhruf : 26-28). ..N. .H. Dengan demikian.H.P.. P.. melaksanakan semua kewajiban yang menjadi konsekensinya.mengamalkan makna syahadat tidak secara otomatis membuat ia disebut muslim.P. Keempat. agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya. .. memusuhi orang-orang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya.H. kedustaan dalam akidah (nifaq). 11 ( “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. H.P.N.K.P.) H. K. melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada orang-orang kafir atau musyrik. sedang hatinya jujur dengan apa yang diucapkan oleh lisannya. 165 ( “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah.K. yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn kekufuran. K.J.P.N. .. H.H. Lawan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid. K. hal itu tetap membutuhkan keyakinan. K. S. J.. K.

.. seperti loyalitas kepada thaghut. H...P. K.K. P. ... K. bersedih dengan musibah yang mereka hadapi. Barangsiapa berbuat demikian.N.J. serta penganut ajaran-ajaran atau isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam. kaum Nasrani.J.K.S. menolak makna dan lafazh syahadat serta keyakinan akan kebenarannya.) K.J. kaum musyrikin. .H.J.H. bergembira dengan kemenangan mereka. dan orang-orang mukmin.H.K..P...K..K. . J.J. kaum sekuler. .. ..N. . ..J. J.J. H. K. ..H.. 149. sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami.. H.J. Tujuannya agar manusia memurnikan loyalitasnya kepada Allah..J. Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat.H.H. .” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)..H..H. Dr. P. al-Mujadalah : 22.H. . . an-Nahl : 30). K.P...J.H.H..J...P..H.K. (diantara mereka) adalah : dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dengan mana mereka berkumpul dan berpisah.K..P. : . K.H.H. .P. Loyalitas dan pengingkaran (al-wala’ wal bara’) Termasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari loyalitas kepada selain Allah.K..P.K. .H. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memlihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka. Sedangkan di antara tanda-tanda munafik ialah gembira terhadap kekalahan dien Islam dan bergembira karena kemenangannya.. J. .H. ..P. 36 ( “Apabila dikatakan kepada mereka ‘laa ilaaha illallah’ (tiada tuhan selain Allah) mereka menyombongkan diri...H.K. P..K.H..H.H.P.. meyakini dan mencintai maknanya. J.K. K.H. N.P.P.K.J.K.P.H. K.J.H.” (QS Ali Imran : 28. H. H.H.H. H.. 28 ( “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir manjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.J.J.J. P.J.J.N.) m. di pertarungan apapun yang terjadi antara al-haqq dan al-bathil.N.K..J.J. dimana ia tidak melaksanakan rukun Islam dan perbuatan Islami. J..H.. (. Karena itu diantara tanda orang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien Muhammad shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya.J.. mendoakan kebaikan bagi mereka.H. P.H.. kaum munafik. tetapi menolaknya dan tidak menyukainya.H.J. serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya. Ketujuh.. N.K.H.H.K. (Lihat: al-Madkhalu li Dirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘alaa Madzhabi Ahlissunnah wal Jama’ah.K.H.H...H. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al Buraikan). Hatinya terpenuhi oleh perasaan ini. H.P. baik secara umum maupun parsial.H.K.J.―.N.J.K.H.P.ᅭ . . .J.K. serta bersikap bara’ (lepas diri) dari selain mereka.H. : J. .―.H.H.H.J.K. K.P. m. H. H. H.J.H. H. K. J.K.. Rasul-Nya.J. .H.H.P.J. dan mereka berkata. : .) ³. . P.J.P.K.” (QS ash-Shaffat : 36).H.H..K. kaum Yahudi. H.K. J.. . N.melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah menjadi konsekuensinya.H.H. H. al-Maidah : 80-81. N. hanya mendukung penganut kebenaran dan iman..J.K.K.H. m. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-Nya.J.K..K. ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila’.H. H.J.

H .H. Jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah..J. Juga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran.H.P. Jika ia berada diantara sesamanya. mengharapkan kemenangan untuknya.H. bahkan Dasamuka (berwajah sepuluh). mereka balik berkata. ia ungkapkan dengan terang-terangan atau terselubung.H. .H.H. mereka berkata.H. ia ungkapkan dengan pemberitaan yang menjengkelkan.K .P. Jika melihat kemenangan milik orang-orang mukmin. ‘Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?’ Dan jika orangorang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan). dan memberikan pembelaan untuknya.K .H.J.H.J. Kadang kala ia juga mengucapkan perkataan yang bisa . dan membela kamu dari orangorang mukmin?” (QS An-Nisa’ : 141).P. ‘Bukankah kami turut memenangkan kamu..P.H. Karena.H. .H. .K.J. mendoakan kebaikan baginya.K..H.J.H.J.N.P.J.K.: (77 .J.P.H.KH. loyalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin.J.J. . Namun.J.H.N. saling berbagi rasa dengannya.J. .J . ..K.K.J.J. Sebab.H. Ia riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya. wajib seorang muslim mencintai muslim lainnya yang beratuhid.J.. Apabila ia seorang politikus.K ).m .H. Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemunafikan. Maka.J.H .J. Jika ia seorang jurnalis.J.H.J.. apakah menang atau kalah. jika melihat orang-orang kafir menang.H. Ini harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan ajaran dien yang dengannya Allah disembah. bimbang dalam memberikan wala’ (loyalitas) itu merupakan tanda kemunafikan.H.J.H (141 “(Yaitu) orang-orang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin)..H.P.P.. Demikianlah orang munafik bersikap mendua dan menipu..H. Ia mengungkapkan perasaan-perasaan ini dengan cara-caranya yang khas. teranglah apa yang ditutup-tutupi. mereka bantu dan dukung.H. .H..K.H .J.K.H.Dari sini terlihat bahwa orang-orang munafiq tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehancuran menimpa orang-orang mukmin...J.H. mereka akan menolong mereka.J.H.P.J ..P..l ..H.m .J.K.

J. Mereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler. Kebalikan dari sikap para Nabi. Mereka menampakkan taring-taringnya.. Prinsip Syariat $ .H. Sesungguhnya wala’ dan bara’ (loyalitas dan permusuhan) adalah perkara fundamental. “Tidak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat yang lebih banyak setelah ayat-ayat tentang uluhiyah melebihi ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan wala’ dan bara’. .H .. Bahkan. Jika kita melihat apa yang menimpa umat Islam....J.H... aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa. mereka justru berkata. . karya Syekh Salman bin Fahd al-‘Audah).H.J.K. mereka cenderung atau sudah tampak jelas membantu musyrik untuk menyerang muslim.P..H. Inilah bentuk nifaq i’tiqadi (kemunafikan dalam akidah) yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah. . Berkebalikan dengan janji Musa ‘alaihis salam. Na’dzu billah. PAKET III .. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.J.. ... .H..J. . Mereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk menolong orang-orang musyrik. lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang musyrik dan sekuler.H.K.J. ).. Ilmuwan berkata. kita akan melihat kepala-kepala munafik muncul. ...: . Dalam jiwa mereka belum menancap bara’ kepada orang-orang musyrik dan sekuler.K.J..K. Wallahu ‘alam bish-shawab.³.J..memuaskan kedua pihak.H. df .P. khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka.. sebagaimana yang diucapkan Musa ‘alaihis salam.N.H.H “Ya Rabb-ku..(Hakadza ‘Allamal Anbiya Laa Ilaaha Illallah. . “Wahai Rabb-ku. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mengaku Islam belum merealisasikan tauhid dengan benar.K . aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka (kaum musyrikin) dalam menghancurkan orang-orang mukmin”. .” (QS al-Qashash : 17).H..H.SH. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.. .H. supaya sama-sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang.H.

. Surga .. . – ....... ...... – ...... ...... .............. ... .... .......... Pahala terputus............... ..... .. ............ Sesat ......... Akhlak yang agung .. Kehidupan sempit .... Kehidupan mulia .. ...... PRINSIP SYARIAH BAB I .. . Konsep Allah ................. ....... .. ........ .ᅭ ... Neraka . ..... . sementara .. Pahala tak terputus .. .. ..... . .... ... ........ . Akhlak yang rendah ...... ..... – ........ . Mendapat petunjuk . Bukan orang gila ... ... . Bahagia .. ..... .... .... Orang gila ..... .. Sengsara ........ Konsep manusia . .... ........... . ......

Siapa di antara kamu yang terganggu fikiran.H.. J 44 ( “Padahal kamu tidak beserta mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang memelihara Maryam. Anak panah yang runcing ujungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam.H.H. K. qalam adalah alat.P.J.J. Al-Quran secara umum menjelaskan bahwa ‘qalam’ adalah alat yang digunakan untuk menulis. N.. Dalam sebuah hadits yang menjelaskan ‘sunnah-sunnah fithriyah’ disebutkan diantaranya taqlimu al-azhafir (memotong ujung kuku).K.H..P. Tombak yang dipotong ujungnya sehingga meruncing dinamai maqaliim.J..H.. Demikian pula ‘qalam’ adalah alat untuk mengundi..P. Dan suatu kata atau ayat yang singkat boleh jadi ditemukan rincian artinya dalam ayat yang lain (tafsir al-ayat bil ayat).H.H.K. Dialah yang lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia pun lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk.H.J.J. yakni alat tulis apapun – termasuk komputer yang tercanggih. ΄.. ..P..H. m.H..J.J.. .K.J.H.S. J. m.J.. ..J. . P..J.P.J. kata ‘qalama’ berarti memotong ujung sesuatu. K.H. Tidaklah engkau. .H.” (QS Ali Imran : 44)..H..H.H.J.H.H.H.. Maka.H.H.H. J.K.H..K. N. . H. P.H.H.K.” Definisi kebahasaan ‘qalam’ (lughatan) Dari segi bahasa.J. : .J.H.H..P.. .J. . K..H. . J.H.J. J.H. niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”.H.H.J.H.H.. K. H.K. . Maka engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat kelak. sebagaimana firman-Nya : H.J.H.K.J.J. Dalam surat al-Qalam.P.K...J.. J.H. H.PRINSIP SYARIAT Surat al-Qalam ayat 1-7 ..J.J.H. H.P.) K. m. .. m.S.H. (QS Luqman : 27).H.P.ᅭ . demi pena dan apa yang mereka tulis. . m..―.H.H. J. : ..³. Dan sesungguhnya untukmu pahala yang tiada putusputusnya.H..K. m. H..H. apalagi surat al-Qalam turun setelah akhir ayat kelima surah al-‘Alaq. menurut beberapa riwayat.N. H. P. .P. P.K. J.―.. Demikian pula ditemukan dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ bermakna ‘pena’ pada firman Allah berikut.J. .J. 27 ( “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena-pena dan laut (menjadi tinta).) H.K.H.J. P.P.J.K.J.K..H. H.H.H..K. J. K. .H..P.P..H.H.. N.H. P. P.J. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut.チ.H.K.P. seorang gila. P.P.H..P. ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya).P. Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti “alat” atau “penyebab” dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu.H.ᅭ . H. Sungguh Tuhanmu.J.P. K.K.H.J. . P.H H. ..H. Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budipekerti yang agung.H.H.K.H. Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang .K.J. .H.K.K.H.H. .K.J.N.P. H. H.. dengan nikmat Tuhanmu. .H. ..P.J. yakni “tulisan”.J.H. J.J. . “Nun.H.P. arti qalam pada surat al-‘Alaq dengan surat al-Qalam saling berkaitan. P.

walaupun para astrologi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya. ilham. Walaupun berbeda. Seringkali Rasulullah menghendaki turunnya wahyu. as-Sunnah dan al-Islam.H. yang dimaksudkan adalah ‘ilmullah (ilmu Allah). Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an..” (QS al-A’laa : 6).P.P. Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau dasar usaha manusia (‘ilmu kasbi).J. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya. Mengenal tulisan (qalamullah) dan kemurahan Allah (karamullah) Kalau merujuk arti qalam dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 27. dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya.H. Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya.. tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. sementara wahyu yang ditunggu tidak turun. firasat.K. Periode pra-peradaban (prehostoric) dan periode peradaban (historic). karena beban berat yang dipikul.H. Dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu.J. sehingga manusia tidak terus-menerus mulai dari nol. para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua periode.H.H. ‘ilmu khafi). Kadang langsung masuk ke dalam dadanya.. yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam. Dengan tulisan. tetapi tak kunjung diturunkan. Setelah dibacakan Allah.. muncul terakhir tahun 1986. atau apa yang disebut kebetulan. sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri. Bahkan beliau pernah hampir saja menjatuhkan dirinya dari atas gunung.terbesar. Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek. semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. yang dialami ilmuwan yang tekun.). .H. karena wahyu turun bukan atas usaha beliau. Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan. Wahyu. satu generasi dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut. Pada kasus ini. Ada yang berpendapat Al-Qur’an. intuisi. Cara kedua dengan mengajar tanpa alat atau tanpa usaha manusia (‘ilmu laduni. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah (kemurahan Allah). keduanya dari satu sumber. Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek.: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa. (6 . setelah itu tidak pernah lupa. Konsep Allah adalah syariat (syara’a) Allah yang diperuntukkan hamba-hamba-Nya. yaitu Allah. Abu Hurairah lebih banyak memperoleh ‘ilmu khafi (ilmu tersembunyi).

.... Pengatur semesta alam ini..H.... (Allah Yang Mencipta). 14 ( “Ingatlah. MA).P.J. MANUSIAWI .J. Dr. J.. KARAKTERISTIK KONSEP ALLAH Rabbani Konsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undangundang lain buatan manusia. oleh Muhammad Quthb.H. Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan apa-apa yang maslahat serta yang bisa memperbaiki. disusun setelah mengalami stagnasi kejiwaan (Lihat: Wawasan Al-Qur’an. syamil.. . Konsep Allah bercelupkan keagamaan. BERKETUHANAN .. Prof. yaitu bersifat rabbaniyyah.. REALISTIS . KARAKTERISTIK KONSEP . rabbaniyyatul mashdar dan rabbaniyyatul ghayah (bersumber dari Allah dan tujuan akhir karena Allah). Kaum muslimin meyakini bahwa konsep Allah paling sempurna.. P..... ....N.H.K. dan Dia Maha Halus lagi Maha Awas. MEMBENTUK MORAL .Kitab Ihya Ulumuddin. . P.. tempat. TERATUR .. Maha Mengetahui... bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislatif dengan aparatnya..” (QS al-Mulk : 14)... Menciptakan manusia.. Konsep itu bukan produk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh oleh kondisi. Quraisy Syihab. paling mampu mewujudkan kebajikan dan menolak berbagai macam .. terbungkus oleh kesucian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa cinta dan hormat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan.H. H. Buku Manhaj Tarbiyah Islamiyah.. : ..K. M. paling adil.. keluhuran dan kemuliaannya. . karya Imam al-Ghazali diperoleh justru ketika meninggalkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajarinya selama ini..J..H.. df . . H.. Lebih tepatnya. Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Mencipta dan Memiliki semua makhluk.H.......... terpengaruh oleh hawa nafsu. dan waktu. H..H..) P....J. perasaan dan pertimbangan kemanusiaan... UNIVERSAL BAB II .H..

. hatta walau pun kandungannya – bisa jadi –menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama. m. J. Dan barangsiapa yang beramal kejahatan sebesar zarrah pun. .K “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlaq.P .K.J.H.N.K. Tetapi. Ia tidak diciptakan untuk main-main.H.H. H. pasti ia akan menemuinya. jika kita melihat konsep Allah. Konsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan mencabut mafsadat ke akar-akarnya. .” (QS az-Zalzalah : 7-8).³.(.” (HR alHakim). J. .... Adapun dari segi tujuan.H. Selain itu. Seorang muslim juga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah menjalankan konsep ini atau pada saat ia meninggalkannya.P. J.H. m.K. Dan seorang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan kebajikannya.H.KPJ. J.J..N.H. .J. .H.. P.H. Dengan demikian. H.J.H. Inilah yang diciptakan oleh para pembuat qanun.keburukan..J.H. : . 7 8( “Maka barangsiapa yang beramal kebajikan sebobot zarrah pun. diperintah dan dilarang.J.H. Tugas dan kewajiban ini ialah hak-hak orang lain yang harus dipenuhi. Dia meyakini bahwa Allah mencatat perbuatannya itu untuk di-hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya. juga mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia..H.. sementara konsep Allah mencakup sekumpulan taklif (tugas).S..J.K. maka tujuannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya. maka ia harus menjaganya sesuai dengan penjagaannya terhadap hak-haknya atas orang lain.·.H. siasia atau dibiarkan saja. yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersifat material serta menegakkan disiplin. qanun punya tujuan yang bermanfaat dan terbatas. .H..H. ) . sedang dalam pandangan konsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung jawab (mas’uliyah) karena ia makhluk yang diberi taklif. Disini terlihat perbedaan antara konsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tujuannya..H.H.H.H. ia memiliki hak dan kewajiban. Qanun memandang manusia dari segi hak-haknya..H...H.H.H. Kandungan undang-undang buatan manusia adalah serangkaian hak-hak pribadi dan perorangan. manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut. ia psti akan melihatnya. konsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang tercakup di dalamnya. Dan. Mengangkat mereka ke derajat kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilainilai .H.H.. hukum syara’ adalah kalamullah yang berkaitan dengan pekerjaan mukallaf (yang dikenai beban dan tugas). Akhlaqiyah (membentuk moral) Konsep Allah memiliki keunggulan membentuk moral dalam seluruh aspeknya. sedangkan konsep Allah melihat manusia dari segi kewajibannya. Selanjutnya.N..) P. sebagai buah dari sifat rabbaniyah-nya.K.

hukum pertahanan. .H.P.N..H.H..H. . : . Yakni semua bagian-bagiannya masing-masing bekerja teratur.. Konsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan kejadiannya. minum dan nikah. yang Allah ciptakan dengan fisik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. m. : . J.P. Maka Dia mengilhaminya akan kedurhakaannya dan ketaqwaannya. Makna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia.H.H..J. Karakteristik ini bisa juga dinamakan dengan . teratur dan rapi.H.H. membimbing dan memelihara sifat-sifat humanistik-nya serta menjaga dari kedurjanaan sifat hewani agar tidak mengalahkan sifat kemanusiaannya.H. Konsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewajibkan pemelihara-annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah.H.H.H..J.H. Untuk itu.H.H. Konsep Allah tidak berdayung di lautan khayal.H. Dan seperti apa yang menjadi utopia ajaran komunisme tentang masyarakat yang kehilangan hak milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah.H. demi jiwa dan apa-apa yang meluruskannya.” (QS al-Isra’ : 70). Dengan demikian manusia bukan semata-mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan. Mendiagnosis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya.H. yang Menjadikannya khalifah di muka bumi dan yang Menyuruh malaikat bersujud kepadanya serta yang telah Mengabadikan kemuliaan itu dalam kitab-Nya. jiwa maupun pikirannya.) H. Teratur (tanasuq) Ciri konsep Allah lainnya adalah teratur..N. 70 ( “Dan sungguh Kami telah memuliakan bani Adam (manusia). .8 ( “Dan.. Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi sejalan dan seirama..H. J.H.J. . Realistis (waqi’iy) Ciri-ciri lain dari konsep Allah ialah bersifat realistis. . baik raga.H. Konsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya. tetapi ia juga ruh yang luhur yang menempati raga itu. 7 . Allah mengakui dorongan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam jiwa mereka.H.K. .) . Juga tidak terbang di awangawang dan di angkasa. Insaniyah (manusiawi) Konsep Allah bersifat insaniyah dan ‘alamiyah. kompak dan seimbang dalam rangka mencapai satu tujuan bersama.H. keamanan dan penjara.. maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya.” (QS Asy-Syams : 7-8).akhlak dan ruhani yang tinggi.. Konsep Allah juga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pencipta. dimana perhatiannya terhadap nilai-nilai luhur akhlaq tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada.J..H.J. Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wujud seperti yang diperbuat Plato dengan Republic-nya. dengan rasa cinta yang melambung dan naluri yang merendah..

Ini termasuk ke dalam “Undang-undang Dasar”. Atau sanksi-sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri. thalaq. hubungannya dengan dengan rakyat. Masalah ini dijelaskan oleh fiqh ibadah yang terdiri dari bab thaharah. Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi (al-ahwal asy-syakhshiyah). dsb. dan hukuman-hukuman lain seperti potong tangan bagi pencuri. mencambuk peminum minuman keras dan orang yang menuduh orang lain berzina. dasar kewajiban mengangkat pemimpin dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. yang disebut dalam fiqh dengan hukuman ta’zir (dera). nafkah. shaum. Konsep Allah juga mencakup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash. putusan. ayman (sumpah) dan halhal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun. mencambuk atau merajam pezina. sumpah dan lainnya yang bertujuan menegakkan keadilan antar-umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum Acara. yang bertujuan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. kita temui sebagai suatu gejala yang tampak pada setiap apa-apa yang disyariatkan Allah. join dalam usaha (syirkah). tampak pada setiap makhluq-Nya. fai’. Juga mencakup segi mu’amalah. gadai. seperti nikah. Keteraturan dan keserasian dalam fenomena alam (khalqiyah) dan konsep Allah (kalimatullah) sebagai suatu keseimbangan (tawazun). hibah. udh-hiyyah (berkorban). masalah ‘iddah. serta hal-hal yang diharamkan Allah seperti riba. transaksi seperti jual beli. hajji. dakwaan. Ia juga mencakup bidang ekonomi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan BaitulMaal. serta bagaimana menghadapi pembangkang (oposisi) dan sejenisnya. dan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga Islami dan segala upaya mempertahankannya. luqathah (barang temuan). para qadhi atau hakim. dan sejenisnya yang bertujuan mengatur hubungan antarindividu dalam menggunakan harta dan menjaga hak masing-masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil. mengatur rumah tangga. Inilah yang dikenal undang-undang kejahatan dan Hukum Pidana (jinayat). dll. utangpiutang. Mencakup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara . cara pemilihannya.takamul (komperhensip). Universal (syumul) Konsep Allah mencakup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan Rabbnya. persaksian. Mencakup aspek undang-undang kepemimpinan. shalat. iqrar (pengakuan). hukum mentaatinya. Juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hukum. waris. wasiat. nadzar. pajak. memakan harta orang dengan cara batil. tentang pemasukan dan pengeluaran zakat. hak dan kewajibannya. Mencakup pula hukum kerumahtanggaan (nizhamul usrah). menimbun harta. harta ghanimah.

baik dalam kondisi perang maupun damai. Masalah yang berkaitan dengan penduduk non-muslim di negara Islam. Hatinya bersih.K... 176 ( “Dan kalau Kami menghendaki. . K. Ini dibahas dalam fiqih Islam.H. Orang Yahudi jarang sekali yang masuk Islam karena hatinya keras (qaswatul qalb). sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu. . H.K. kecantikannya.J. Oleh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya. Jika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah.K.. Orang gila tidak dikenai taklif karena akalnya tidak normal.J..” (QS al-A’raf : 176).H. diterangkan bahwa diantara orang yang tidak dikenai dan bebas dari taklif (beban tugas) menjalankan syariat diantaranya adalah ‘anil jununi hatta ya’qila (orang gila sampai akalnya berfungsi).N..H. maka di tengah-tengahnya akan mengeluarkan air. kera (qird) dan himar (keledai).H. K.. keturunannya.J. K. Jika semua sifat tidak terkumpul pada satu orang.H.H.H. Postur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti anjing (kalb).H.H.H..K.J. utamanya Al-Qur’an.J. P. K. P. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu mengusirnya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga.H. maka sakit gila menjadikan seseorang dalam dunia ini sia-sia. karena instrumen kemanusiaannya tertutup..J.J.J. dan sekarang ini semua tercakup ke dalam apa yang dinamakan Hukum Internasional. H. Maksud ayat “ma anta bi ni’mati rabbika bi majnun” adalah bahwa dengan nikmat Islam ini maka kamu tidak akan melakukan pekerjaan hina. terbebas dari berbagai kontaminasi virus hati (amraadhul qalb).H.H. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.Islam dengan negara-negara lain yang non-muslim. df BAB III .N. .H. J.J.J. J. H. ..H.. J. yadaaka artinya kedua tanganmu (usaha yang kamu lakukan). taribat yadaaka (‘agar kedua tanganmu tidak berdebu’).... Tidak pantas dilakukan oleh makhluk yang berakal. J.H. Sekeras-keras batu jika dipecahkan. kedua tanganmu berdebu (mengerjakan pekerjaan yang hina)..H.H..H. : . P.. Jika merujuk kepada hadits.H. Karena dia tidak dikenai tugas dan kewajiban (taklif).H.H. Jika kata majnun (gila) dikaitkan dengan kata janna pada surat al-An’am : 72.H.H.P.. P.J. ukuran. maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama.K.H.H.H.H. terbuka.) J. .J. Memperoleh pahala yang tak terputus Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain. Dengan Al-Qur’an hati manusia menjadi lapang.H.H. Jika agama tidak dijadikan alternatif pilihan... .H.H. Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran. Taribat dari kata turab artinya debu. JAMINAN ALLAH BAGI YANG BERQUR’AN Tidak gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan.H.. yang artinya menutupi.... P..K. . Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang menjelaskan kriteria wanita yang harus dijadikan calon istri meliputi hartanya..P. kriteria umum (khariqul ‘adah).J.

.H K.H. yang bentuk tunggalnya khuluq. .H. Tetapi...H. ³.P..P. .J.H. karena semangat dalam mengembangkan Islam ini. Sesuai dengan karakteristik Islam itu sendiri yang terus berkembang. ... ³. Tinta ulama laksana darah para syuhada.. J.P....P.K. sungguh bila Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena (usaha) kamu. K.K.. Kata akhlaq adalah jama’..P.J.J.J.K.H. J. Dialah satu-satu Rasul yang dijuluki dengan asmaul husna (nama-nama Tuhan yang baik) secara dobel. Karena semakin banyak ilmu seseorang semakin kuat dorongannya untuk melaksanakan kebaikan. K... “Barangsiapa yang menciptakan kebiasaan baik dalam Islam. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam berdoa tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi mohon kepada Allah agar ditambahi ilmu. Muslim). . .H. “Maka demi Allah.H.³. Maka mesin pahala tidak akan berhenti berputar. dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu). ³.K. H. J.....H. K.H. maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya.K.K. Murid tersebut ragu-ragu apakah acara ini diteruskan. H. itu lebih baik bagi kamu dari pada unta-unta merah (kendaraan kebanggaan orang-orang Arab).H.H.K. J.K. sekali pun secara fisik kematian telah memisahkan kita.H.H.―.H.P.J.. .N.H.H.H.... J.N.J.K.J.. K.H. raufun rahiim. H.H.) K.J. J. karena darahnya akan beracun (menimbulkan bahaya).” (HR al-Bukhari. Kata khuluqin ‘azhim pada surat al-Qalam dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul.P. K.H.J. (. (. J..H. P. Lebih-lebih dari murid pertama juga aktif mengajarkannya kepada orang lain. H. . . . . tanpa mengurangi jatah pahala mereka sedikitpun..K.J. Jangan mencerca orang yang berilmu. Maksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan jasadnya.K. Maka.. H..J.P. .J.H.H.H.H. Makna yang lain. .J. P. tetapi nama baiknya tetap terngiang-ngiang di telinga orang-orang yang ditinggalkan..J. P.H.H. Rata-rata umur umat Muhammad antara 60 tahun sampai 70 tahun.J. .J.J. .H.H.. J.K.P.. dijawab sesungguhnya jika anda bisa menyadarkan seorang yang hadir ini lebih baik daripada satu forum.J. Setelah dikonsultasikan kepada gurunya.H. J.. P..H.K.. dalam majlis itu yang hadir hanya seorang.P. Ibarat air akan mencari dataran rendah untuk dialiri.J. Harta yang diifakkan akan habis..H.H.. Pada suatu hari ada seorang ulama’ mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu’tamar (komferensi).H.P.H.J.H. ..) .akan menjadi pembela pemiliknya di akhirat kelak (hujjatun lahu).P.H. Yang menjadikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang panjang-panjang.K.” (HR.K. . Memiliki akhlaq yang agung Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.K.H. sedangkan ilmu yang diajarkan akan bertambah. Mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada orang lain pahalanya akan abadi.. . kata ‘akhlak’ diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan.K.. J.H.K. .P.H.K. J. Orang yang mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid. . N..

P.. sengat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. 128 ( “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. ampuni kaumku.H.J. dia berkata : “Seakan-akan aku lihat kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan salah seorang Nabi dari Nabi-nabi yang banyak itu..J..H.. P.H.P.. yaitu memaafkan dan mendoakan. J. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu’min. J. K. ... .H.K.P. ..H.K. yang ditanyakan oleh Rasulullah bukan anaknya. Oleh karena itu..” (QS at-Taubah : 128).J.K.H.P.H. J.H.H.J.) .J. Disini kebaikan menjadi sikap hidup.N..K. J.J. Yang dimaksud rahim disini sayang kepada orang beriman dan ra-uf disini belas kasih kepada umatnya yang berdosa (asy-syafaqatu ‘alal mudznibin)..P. umatku). ketika naza’ (hampir dicabut nyawanya).H. Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima celaan semena-mena dari orang yang bodoh (safih). N.. karena sesungguhnya mereka tidak tahu. . ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya. makna yang terkandung dalam hati. Awalnya latihan terus menerus (mujahadah) akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk.. dia dipukul oleh kaumnya sampai berdarah-darah. H. K.K.P.J.ᅭ H.J.S. P. P...P. Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa.J. Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhlaq yang agung.H..H. J. .H. Ungkapan seseorang menunjukkan isi hatinya.H.P.H. (. Setelah kebaikan dilakukan secara berkesinambungan (istimrar) menjadi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya.H.J. J... H.H.J.K.H..H.H. . ..H. : P..P.H..H.P.J. berilah orang yang mengharamkan pemberian denganmu. “Ya Allah. J. dan sambunglah hubungan terhadap orang yang selama ini memutuskan hubungan denganmu”. disapunya darah yang mengalir di wajahnya itu lalu berdoa. K.J.K.H. . .P. Keteguhan Nabi.. : H.K.) Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu..H. P. berat terasa olehnya penderitaanmu. Bahasa adalah lambang sebuah peradaban.J.H.H.J...H. Akhlaq adalah sikap hidup.H. m.” (HR al-Bukhari dan Muslim). . J.H. lalu diucapkan dengan bahasa yang terpilih. Budi pekerti yang amat agung. K. J.P.K. .J.K. P.N. Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain.H. pekerti yang halus adalah sikap hidup. J. “Sesungguhnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi .J. P..H. P.J. karakter atau perangai.. Budi yang halus (adab) adalah sikap batin.H.H. tapi “ummati… ummati…” (umatku. K.H.J. N...K. H.J. : ..J.H. . P. . Disini maksudnya budi jadi isi jiwa. “Maafkanlah orang yang menzhalimimu.H.H. K. H.H. Akhlaq Rasulullah yang menonjol disini adalah muhsin (tetap berbuat baik kepada yang bersikap jelek kepadanya) (QS Ali Imran : 134).·.K.. Lalu terbiasa condong/memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk.H..H....H.. H. K. Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin.H..J.H. K.

. bahkan tidaklah menjadi kesukaannya memukul.m . berkata jujur.. dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.” (HR at-Tirmidzi).K ....J . kecuali memukul dalam perang fi sabilillah.P. ..J. Akhlaq di sini mencakup dimensi yang lebih dalam dan luas. telah menjadi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau. kecuali kalau aturan Allah dilanggar orang.H.K.J. adil dalam menetapkan hukum...J. ..H. menjaga kebersihan. menghormati peraturan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa... BAB IV . baik perintahnya maupun larangannya. . menyuruh kepada kebaikan.. harta dan tahta.P. Mengendalikan jiwa.P.J.H. setelah lama kita bergaul dengannya kita mencintainya. ihsan dalam berbuat. berkata. seolah-olah suara yang didengar dari jarak yang jauh. menahan marah. asal jangan dosa. berpegang teguh dengan kebenaran....K.. pasti beliau pilih mana yang paling mudah. Selain Al-Qur’an tidak akan mampu menolak godaan wanita. Pendeknya semua budi yang indah.J “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya.(. pemaaf.H.H. . ketika pertama kali kita kenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita takut kepadanya. malu.wa sallam melaksanakan Al-Qur’an.P.³. “Tidak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memukul khadam.H.H. tertutup) dari petunjuk Allah.P.J . gila harta dan gila tahta.³. dermawan. dan tidak pernah memukul perempuan. KEHINAAN PEMBELA IDEOLOGI MANUSIA Gila (majnun) Orang yang jauh dari Al-Qur’an akan menjadi gila.J. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Urwah bin Zubair. bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah”. . .. Gila wanita. Dan kalau beliau memilih dua hal. Semuanya dihiasi oleh budi pekerti yang agung. mencegah kemungkaran. Bagi orang kafir ketiga kekayaan itu yang dijadikan tujuan akhir hidupnya.H...J.K. saat itulah beliau baru membalas. Dan orang terhitung orang baik-baik ialah yang bersikap baik terhadap isterinya..KH. berani..P. Ada sahabat yang mengatakan..H . . Dan tidaklah beliau membalas dendam. . keinginan (‘azam) yang kuat untuk melakukan kebaikan.K.. ) . Perintah AlQur’an dikerjakan.. larangannya ditinggalkan. Kalau aturan Allah dilanggar. Sehingga seruan Allah.K.H....J.. berani berpandapat. amanah dalam bermuamalah. Sehingga hatinya kafir (terkover..

J.H.H. H.H.J.P. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.H.” (QS an-Nuur : 39).K.J. . Seorang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani..) 65 ( “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu. Memperoleh balasan sesaat (mu-aqqatan) Yang diperoleh bagi orang berpaling dari Al-Qur’an hanyalah mata’ (kepuasan sementara).ᅭ m. H.P..” Orang Islam semangat dalam mengumpulkan karunia-Nya.. H. menurut Islam. P. .N.H.P. Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya.) . . K. P.H. K. ..H..J.K. H. P. P.K.. Kreatif dalam mengelola karunia Allah. m..H. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga.. K. J.N. tetapi pada akhirnya ia pemimpin sejati.H. Segala aktifitas orang kafir hanya akan menutup (raana) hatinya sendiri.H.H.H.J. N.P.H.H. seakan-akan minum air laut semakin di minum semakin haus. .K.P. pebisnis sejati..J.H. H. tapi tidak kikir dalam membelanjakan kebaikankebaikannnya.K.H. J.J. Oleh karena itu seorang yang jauh dari Al-Qur’an akan merasakan kehidupan yang serba sulit (ma’isyatan dhankan).K. Mukmin adalah petarung sejati. Lelaki Qur’ani memiliki daya cipta material. tetapi hatinya terpenjara oleh nafsunya.H. J.K.K. ..K..suara apa itu ?. maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang hina.H.K..K. : . karena yang diburunya tidak ditemukan..H..H.K.H.N. P.J. 44 ( .J. m.H.H. H. Sementara orang yang berQur’an mampu bersikap zuhud (membatasi konsumsi) setelah mengumpulkannya. Secara lahiriyah bisa makan ini. J.H. “Jadikanlah harta itu pada genggaman tanganmu dan janganlah engkau masukkan dalam hatimu. J.H.H. J.H.. J. Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia menjadi pebisnis sejati..K.P. bertempat tinggal sesuka hatinya. H.” (QS Fushshilat : 44).P. P. .N. Dan mereka menjadi pemburu yang kecewa. sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak menerangi mereka).P.³. ³. .. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun..H.. pada saat yang sama memiliki daya kendali material.J. Berperangai hina ..H. tetapi mampu membuat rakyat sejahtera setelah berkuasa... J.H..H.J. .H.J.J..H. Orang yang tidak ber-Qur’an tidak bisa zuhud. bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati.H..J.J. kemudian dia tinggalkan untuk Allah.H.) “Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan. P. P.H. Orang kaya. 39 ( “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar.K. .P..J.K..P..H. Dikumpulkannya sebanyak mungkin.H.J..K.K.P. ³.J.K. itu.H.J..N.” .J.H. J. . H.³. : . .H.J.H. Kata Abu Bakar. K.K.H. H.J. : . P. Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya.J.J.

.. ampuni dosa-dosaku yang menurunkan bala.. Ya Allah... Ya Allah. Pola penerimaan – Berinteraksi dengan al- . yang abadi adalah kepentingan itu sendiri....” Wajar.... Mereka berdiam di tepi pantai. ampuni dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan”.. . Jika direnungkan ayat ini....H... bukan badan mereka.. Jika keledai berkarakter keledai. ..” .. bukan berarti mereka berubah bentuk. df . sama perangainya dengan makhluq yang tidak berakal. AL-Qur’an sebagai sumber utama . ia menyiksa dirinya sendiri. Peristiwa ini terjadi di danau Thabaria.PP.. dari Ibnu Abil Hatim.. Manusia berperangai seperti keledai.. Ya Allah. Memiliki akal. tetapi mereka memasang alat penangkap ikan (kail) pada Jum’at malam... Ya Allah. ampuni dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. lalu diambil pada hari Ahad.. Karena hati nuraninya dinodai dengan akan noktah hitam.H. akan tersiksa. Tetapi mereka pandai mempermainkan hukum Tuhan. .H.. Menurut Ibnu Mundzir.(QS al-Baqarah : 65). Imam Ali bin Abi Thalib menyimpulkan akibat buruk dosa.P.J.....H. Ia akan dihantui perasaan bersalah (inhizamun nafsi).... Mereka bangga dengan memperoleh keuntungan duniawi. Sebagian ahli tafsir berpendapat : mereka menjadi babi. Tidak akan merasakan kepuasan batiniyah.... “Yang disumpah Tuhan sehingga menjadi kera atau monyet adalah hati mereka. Alia..H. Madyan. ampuni dosadosaku yang merusak karunia. Lebih memuliakan ikan daripada seruan Tuhan. .. Kemurnian dan keutuhan sumber asasi ... ....J.H.. keledai. Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya. Tidak ada kawan abadi. ‘Laksana keledai memikul kitab’. ampuni dosa-dosaku yang menahan doa. Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari bekerja.. Peristiwa ini adalah majaz (kiasan) seperti pada surat al-Jumu’ah ayat 5. kata para ahli.. Yang dibenci Tuhan dan manusia adalah seorang yang memiliki kesamaan sifat dengan binatang....H....P. .. tidak mengherankan.s “Siapa yang jelek akhlaqnya.. dalam doanya : “Ya Allah. Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji Bani Israil dengan Tuhan... mereka terima dari Mujahid. Tetapi perangainya berubah menjadi perangai binatang.. PROFIL GENERASI QUR’ANI . dikhususkan untuk beribadat kepada Tuhan. Tetapi tidak sadar sesungguhnya mereka dijauhi oleh orang yang baik. . . Menghalalkan segala cara.. Yaa Allah.. . orang yang berbuat menyalahi suara batinnya. inilah bentuk kehinaan. – ... Sekalipun dilarang mencari ikan pada hari Sabtu.. Sehingga mereka mendapat kutukan Tuhan menjadi kera yang hina. asalkan tujuan tercapai (al-ghayatu tubarrirul wasa-il).. .. tidak difungsikan.. ampunil dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.N..

Pertama. yang bagi sahabat dahulu dijadikan sebagai pedoman kerja. . sekalipun Rasulullah telah wafat. Kehilangan pribadi Rasulullah bukan menjadi faktor utama dalam dakwah ini. yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara sebagai sistem hukum.. Lalu apakah ini yang menjadi penyebab? Jawabannya bukan. Gejala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men-setting generasi. tolak ukur keberhasilan dakwah di mana saja dan kapan saja. Setelah itu boleh dikata. beliau mengemukakan tiga faktor yang menjadi karakteristik generasi Qur’ani yang pertama itu.. Seandainya keberadaan Rasulullah yang menjadi rahasianya. generasi terbaik dalam sepanjang sejarah Islam dan kemanusiaan. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang perilaku Rasulullah. Sayyid Quthb.Qur’an untuk dilaksanakan . Dari hasil pengamatannya.. dia menjawab. Dan Islam bukan risalah terakhir diturunkan oleh Allah.. sumber utama (al-Qur’an manba-un wahiid) Generasi sahabat mempersepsikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan kehidupan. Kecuali pribadi Rasulullah yang telah meninggalkan kita. niscaya Allah tidak akan menjadikan dakwah Islam ini kaffatan linnas wa rahmatan lil ‘alamin.. Dan itu yang akan dibaca oleh generasi sesudah kita nanti sampai akhir zaman.. Adapun hadits adalah tafsir operasional dari sumber utama itu.... tidak pernah terulang lagi munculnya generasi sekualitas itu.).. PROFIL GENERASI QURANI Ada fenomena yang unik dalam sejarah Islam yang patut dijadikan rujukan... Isolasi total dengan pola jahiliyah sebelumnya BAB V . Al-Qur’an yang tetap asli. Demikin pula hadits Rasulullah. Peradaban Romawi kala itu sudah mencapai tingkat kemajuannya di bidang budaya. adalah Al-Qur’an di tangan kita sekarang. Allah menjamin keutuhan dan kemurnian Al-Qur’an.. Gejala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah Islam. Bahkan.. beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir zaman. Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama. Dakwah ini akan berlangsung secara kontinyu.000 orang.. semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami... dalam bukunya Ma’alim fii ath-Thariq mencoba mengamati profil masyarakat sahabat.. sekalipun ada beberapa figur yang muncul (mujaddid).. peny. dan hukum. . sekalipun beliau tiada. bagi yang terjun di medan dakwah. ilmu. . selain dari generasi Sahabat.... “Budi pekertinya adalah Al-Qur’an”. yakni generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum.. Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan mereka? Kemurnian dan keutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al-Qur’an yang dikaji oleh para sahabat Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan yang menjadi asas perjuangan mereka dalam kehidupan. tetapi belum pernah lahir dalam bentuk society (160. al-Qur’an... dan murni. Akan tetapi Islam tidak demikian. Demikian pula kebudayaan .. utuh.

Yunani yang terkenal dengan logika dan filsafatnya. Kebudayaan Persia, India, dan China tercatat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu. Dua peradaban Romawi dan Persia mendominasi Jazirah Arab dari utara dan selatan. Tetapi, fokus generasi sahabat kepada Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan acuan, mempunyai sasaran khusus. Rasulullah ingin mencetak generasi yang spesifik, di mana hati, akal, wawasan, ideologi, dan orientasi (ittijah) mereka terpelihara orisinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manhaj Al-Qur’an. Generasi inilah yang dicatat sejarah sebagai generasi yang unik, sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terkontaminasi berbagai polutan dalam memahami sumber utama. Seperti filsafat dan logika Yunani yang banyak mencemari pemikiran pemikir Islam, israiliyat Yahudi dan teologi Nasrani, serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing, yang turut mencampuri penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mengurangi kadar kejernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al-Qur’an. Kedua, metode penerimaan al-Qur’an (manhaj at-talaqqi) Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya cenderung mengalami perbedaan dalam aspek pola penerimaan Al-Qur’an. Generasi awal ketika membaca Al-Qur’an tidak bertujuan membongkar rahasia alam, sains, pengayaan materi-materi ilmiah. Akan tetapi menerima Al-Qur’an seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan secara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Persis seperti seorang prajurit menerima perintah dari komandannya untuk dilaksanakan secara spontan. Sahabat mencukupkan sepuluh ayat untuk dihafal dan diamalkan muatannya. Metode penerimaan yang aplikatif – justru menyingkap ufuk ilmu dan keindahan, pesan-pesan inti – yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode pertama dapat mempraktiskan kerja, meringankan beban, menterjemahkan teori-teori ilmiah yang mandeg ke dalam kerja nyata yang dinamis. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak menerima metode apapun selain dari metode penerimaan yang praktis dan aplikatif. Karena Al-Qur’an bukan buku seni, ilmu, sejarah, sekalipun semuanya terkandung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Karena itu Allah menurunkannya secara bertahap. (106 ..... ).: .J.³ .H.J.K .K.H.J.H.H.P.H.H..P.J.m.H.H.N.J.H..P .H.H.J.H..s .³. .PH...l “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS al-Isra’ :106). Allah menurunkan Al-Qur’an tidak sekaligus. Tetapi berdasarkan kebutuhankebutuhan

dan perkembangan yang kontinyu dalam ideologi dan konsepsi, juga berdasarkan problem alamiah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupannya. Terakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan kondisi khusus, serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi kejadian itu, dan memperbaiki kesalahan mereka, dengan begitu terasa keterikatan jiwa dengan Allah sebagai Pencipta. Dari metode penerimaan yang praktis ini para sahabat muncul sebagai generasi yang terbaik. Ketiga, isolasi (mufashalah) dari persepsi lama Apabila seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika jahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa jahiliyah; merasakan hidup yang lalu itu penuh noda dan kotoran yang hanya bisa terhapus dengan Islam. Dengan sikap pasrah seperti ini, ia menerima petunjuk Islam yang baru. Maka setiap kali tidak mampu menunaikan kewajiban yang dibebaankan Islam kepadanya, ketika itu ia merasakan bersalah dan berdosa. Akhirnya, jalan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur’an. Isolasi perasaan secara mutlak ini antara masa lalu yang jahiliyah dan masa sekarang yang Islami, jelas terlihat dalam hubungan sosial dengan masyarakat jahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan jahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang Islami, sekalipun hubungan dagang dan harian masih terjadi. Yang jelas, perubahan total terjadi dalam lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, serta pergaulan yang baru telah bertolak dari tauhid. Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh generasi berikutnya, sehingga tidak bertahannya nilai-nilai ke-Islam-an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka. Untuk mengembalikan ma’nawiyah (spirit) ber-Qur’an ini, perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus. Yaitu pemberdayaan ruhani kita secara lebih intensif (tarbiyah ruhiyah), agar Qur’an bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita. Karena Al-Qur’an berasal dari Dzat yang Maha Suci, dikirimkan melalui makhluk yang suci, dan diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya (ishthafaahu), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Wallahu ‘alam bish-shwab. df $ PAKET IV . ..... ..... Prinsip Akhlak $ .... ...... ..... .... Qiyamul Lail .....

...... Baca Qur’an .. ... Ingat Allah ...... Tawakkal ..... Sabar ...... Hijrah ... ... Langkah lbh teguh ... .... Bacaan lbh berkesan .... ... Ucapan berbobot .... .... Produktif .... ... Pandangan sejuk ...... ..... Posisi terpuji ... .... Tempat masuk yang benar .... ... ..... Sebab masuk ...... .... Tanda iman ...... ..... Penghapus dosa ..... 3:138 – Penjelasan .... 2:147 – Kebenaran ...... 10:57 – Obat .... 17:82 – Rahmat ..... 2:2,128 – Petunjuk ....... 25:1 – Pembeda ..... 5:15-16 – Cahaya ....... 3:138, 54:17,22 –

.H...... .S....H..... K...H. H. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).J. ..J.P... N. 15:19 – Pengingat ..H.K. . H.... ³. . .J. ³.K.―.. J.J.. ³.J.N.J...H..... Prinsip Akhlaq BAB I ..K.K.. (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua sedikit. . . ³..N....J..H. 42:42...K.K.H..H.N.H. K... K.Nasihat .H.J..H..J..S. N.. ³. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan..J. K.H.N..J.J...K.H.H..H. .H.. .H. .J. .K..P.J...P...H.. Atau lebih dari seperdua itu. .K. N.J. .J..H. K.... K. .H... ..K.....J..J.J. P. P. H. Menjaga stamina ruhani .. .. 40:15 – Ruh . K..H.. . .. H. Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadatlah kepada-Nya ..J...H.H. .. H....H.. Siapa yang ingin raih kemuliaan. P.K.J...H.H.K.³.. Shalat yang palig utama setelah shalat fardhu . .J...J.H. Bangunlah (untuk shalat)..H. PRINSIP AKHLAQ Surat al-Muzzammil ayat 1-9 .K.H.. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil. H... . K.J. ―.. . .H. J..K. H... . J..K.H.K. .. H. Boleh iri padanya . ³.. H.. “Wahai orang yang berselimut (Muhammad). K.N. .H. K...N.. N..H.J.K..J.P. di malam hari kecuali sedikit (daripadanya)... ... . H.N.P. ³. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat...K..H. H. P...K.. dia bangun malam . .K.H.J... . ³..H..H.. Terangkat derajatnya ..J. Kebiasaan orang shalih . J. Manusia paling mulia ..J.K.S.P. ..H.J. .J.J..H.H. ³.K.K.....³.. .K.P. .H.H.J.H. J...

di balik kelembutan mereka. Kemampuan mengelola gejolak internal diri menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil.J. . Ahli sastra Mesir. Syauqi..H.H. terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur)..³. kegelisahan. Itulah yang membuat sorot mata mujahid selalu tajam. kegalauan. kegalauan. sedih.P. . P. Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah jalan ketakutan. melawan ketakutanketakutan.N. menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka terusik bahkan tergoda oleh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari perjuangan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah. kehidupan mujahid pun fluktuatif (naik-turun). Sebaikbaik amal adalah yang pungkasan. H. dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah.dengan penuh ketekunan. Sebagaimana layaknya manusia. cemas. H.H.J.. maka ambillah Dia sebagai pelindung”.H. Di saat yang lain mereka harus gagal. Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu jauh dalam kegagalan dan keberhasilan. Bahkan. Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunnatullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah. Itulah vitalitas.H. cemas. tiada Tuhan melainkan Dia. P.J. Menjaga stamina ruhaniah (ri’ayatu al-ma’nawiyah) Mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya. Mereka mengetahui sejak dini dan sekaligus melawannya gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa. Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul khatimah. kecemasan. Ada saat dimana ia naik.H. Itulah yang membuat mereka memiliki harapan. mengatakan : H..J.H. sukses. gembira. (Dialah) Tuhan timur dan barat.K. dan menghalau keputusasaan. dan tidak mungkin memenangkan pertarungan? Para mujahid adalah manusia biasa. Dan sebaik-baik umur adalah yang terakhir.―.H. semangat hidup.H. di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. sehingga membuat takut. Yang membedakan para mujahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas. Semua gejala jiwa yang dirasakan manusia juga dirasakan oleh mujahid. Selalu ada gelora yang bertalu-talu di balik lubuk hati mereka. gundah-gulana.P.

. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. menjadi tangan yang ia memukul dengannya. Menangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang suci tidak sederhana. keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan-keyakinan terhadap alam ghaib.H.N.H. ³.. pembebasan dari penyakit nifaq (ragu-ragu) dan pembebasan dari neraka. masuk surga. Dan orang di sekitar kita gembira (termasuk ibu yang baru saja melahirkan) karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan. karena iri”.J. berkesinambungan.H. langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.H.H. H. H. dan pertolongan-Nya pada saat yang diperlukan.. Dan proses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik. penglihatan. “Barangsiapa yang melaksanakan shalat sunat rawatib 12 rokaat secara berkesinambungan.H. Rasulullah bersabda. “Kami dalam kelezatan (spiritual) sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagiaan itu ada disini mereka akan menguliti kami.. Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.. membaca alQur’an.J. J. Inilah yang menjadikan Ibrahim bin al-Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya. muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah (tadakhul rabbani) secara langsung. maka Kuizinkan ia diperangi.Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekitarmu tertawa.H. Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi kekasih Allah (waliyullah). shalat lail.” (Al-Hadits). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. menemui dari takbir pertama. H. Vitalitas.J.. Sebagai kekasih Allah.H. J. “Bahwa Allah berfirman.. dukungan. Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang konstan. “Dan barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari.) H. . akan memperoleh pembelaan. maka ditulis oleh Allah dua pembebasan. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya …” (HR al-Bukhari).H.” (Al-Hadits).. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah hingga Aku mencintainya.H. (. Sehingga pendengaran. ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku.H.. Jika Aku telah mencintainya.H. dzikir.H.H.J.

baik berupa materi maupun immateri.” (Al-Hadits). Mereka pun menanyakan ulama’ yang tetap membujang hingga wafatnya itu. kesempitan. “Ini adalah buah dari ma’tsurat (al-kalimatut thayibah) yang secara rutin saya baca di pagi hari setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dari ufuk timur. Seorang ahli hikmah mengatakan. Beliau menjawab. Tapi. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang kurang produktif. Bukan situasinya yang kita persoalkan. melainkan pasti saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenangan bagi saya”. Dalam suatu peperangan. Barakah artinya tambahan kebaikan (ziyadatul khair). Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap selesai melakukan wirid harian itu. Akhirnya mereka menemukannya.“Jika engkau ingin masuk surga. maka engkau ridha dengan sesuatu yang menimpa diri yang tidak kamu sukai. dll. Dalam perang Yarmuk. kualitas atau kuantitas. Manusia adalah produk sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). Tekanan kehidupan secara psikologis. Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. musibah. jika suatu saat saya tidak melakukannya. Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. “Di balik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah Shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi yang dicarinya tidak ditemukan. kaum muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. tentang rahasia kekuatannya. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini. sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi proses terjadinya kreatifitas dan dinamika. Allah memiliki cara sendiri bahwa gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). . Khalid pun merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”. Diantara stimulan jiwa adalah tekanan hidup. “Bergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah”.

bukan saja menantang Israel. Ia selalu menemukan celah dibalik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan. “Berdirilah. mawaddah wa rahmah. Kemudian di-nasakh kewajiban itu menjadi sunnah. wahai Aba Turab (yang penuh debu)”. tetapi bahkan menantang dunia. menyempurnakan syarat dan rukunnya. Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II. Ketulian tidak mencegat Mushtafa Shadiq ar-Rifa’iy menuju puncak. adab-adabnya. Rasulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum. maka ia memanggil dengan julukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu. Ketika Ali karramallahu wajhahu sedang ada masalah dengan keluarganya (Fatimah radhiyallahu ‘anha). memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari Kerajaan Saudi Arabia. Tugas untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan. dengan redaksi .Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan. “Bangunlah. dan dengan kesadaran penuh. musibah. Abu Huzaifah. ia tertidur di masjid. Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu. beliau membangunkannya dengan. Pada surat al-Muzzammil. dan semangat. Ketika memanggil kepada intelijennya. Kecacatan istrinya (bermata juling) sama sekali bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh Utsman an-Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai tokoh publik dan membangun keluarga sakinah. wahai penidur”. Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz merebut takdirnya menjadi ulama’ besar. Ibnu Abas mengatakan. sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Rasulullah memanggil dengan panggilan keakraban. Shalat lail Al-Muzzammil yang menjadi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan. “Semula shalat lail ini diwajibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila. Al-Muzzammil adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang tertidur pada malam perang Khandaq. Mengerjakan shalat lail dengan sungguh-sungguh. sehingga tetap memiliki ketenangan. Orang Arab jika ingin memanggil seseorang. yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya. dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syaikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini. Beliau hafal al-Qur’an dan ribuan hadits. harapan.

.K.u.J. .H.K. .) H.. : ..... K.J.H..J.H.” (QS Ali Imran : 17). wahai orang-orang musyrik.. 16 . ³..H. ataukah orangorang yang dalam keadaan sujud dan berdiri dengan penuh ketundukan pada waktu malam hari karena mengkhawatirkan (keselamatan) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya.H.H. 113 ( “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat.” (QS as-Sajdah : 16-17).³.H.P.K..H. Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yang terpuji kepadamu..H... .. J.....H. H.J. . 9 ( “(Apakah kalian.H....チ.J.H...P.H... K. H.H.K.K..P...H..K..P.N.. : .H..H. : ..H.H. H 17 18 ( “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.H... .P..³...H..J...K... P.P..H.. Allah mendeskripsikan orang-orang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu.. .H.H.K.H. dan pada waktu sahur mereka memohon ampun..N.P.J.) . dengan firman-Nya : .³.” (QS adz-Dzariyat : 17-18). .K.チ.H....チ.―...) K.J..H.H.” (QS al-Furqan : 64) Ketika menyebutkan ciri orang-orang yang bertaqwa...H. J.³..H. J.) H. 79 ( “Dan bertahajjudlah pada sebagian malam sebagai tambahan bagimu (Muhammad)..J.... H.H..H.K.. .. Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh harap dan cemas.³.” Shalat lail merupakan karakteristik hamba Allah Yang Maha Rahman. . : ...H.P..H.³. H.H.. .H.J. P..K. H.... . dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka.チ.N.H... H.H...³.. K.H.” (QS .J. H 64 ( “Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam.H.P..J.” (QS Az-Zumar : 9). .H.P.K. .P.K. J..H.J. ..J.H.N... .H. Allah berfirman : ..H.N.N.P. K. .J.チ..チ.J. ‘Sebab itu bacalah mana yang mudah dari Al Quran’..K.H.P. ..J. H.H..H. ...K. チ. J.J..P. J.J. ..H.J. H.J..J..J..H.P.H.H. .H. .H.J... .. : ..K...P....K.P.H..P.17 ( “Lambung mereka jauh dari tempat tidur. K.K..H.J. J..K...J...P... .H.J.. . .J.. .N.³. K..ayat 20. 17 ( “Dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur..P. Allah juga menceritakan ciri orang yang memiliki iman yang sempurna...J.. : .H. J.J..H.. ³.H...J..J.. yang lebih beruntung).H..) .S.. Seorang pun tidak mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan terhadap amal yang dahulu mereka lakukan. : .H.H.. Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya...H. m.. H. ..J. H.H.J.J.N.. .J.H..H. .H.) K.J. H.J..K.H.. .J..H. J.P.” (QS Ali Imran : 113). J. .. H..S...) H.P.. H.H.H.P...

Kemudian sosialisasi program pencerahan secara berkesinambungan.alIsra’ : 79). .. H. sambunglah kekerabatan.P. seperti dalam hadits.” (HR Ibnu Majah). berilah makan. “Tidak boleh dengki kecuali terhadap dua kelompok orang.” (QS ath-Thur : 49).J. tak kenal henti. H. ³.P.K.S. K. P. : . mahasucikanlah Dia dan pada saat fajar setelah bintang-bintang terbenam. 26 ( “Dan pada sebagian malam. Di waktu malam gangguan berkurang.P..H.) K. ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian.J. melahirkan langkah-langkah strategis. serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.H.... dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya kamu masuk surga.. maka ia akan ditempatkan pada posisi yang tinggi (maqaman mahmuda) di hati mereka.H.H.J. J.P.P.. sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam.H.P. orang yang diberi harta oleh Allah lalu harta tersebut dia infakkan sepanjang malam dan siang. Allah akan memberikan perkataan yang berbobot (QS al-Muzzammil : 5).J.K.H.K.. Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa.N. Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik. suasana hening.” (Al-Hadits). “Sesungguhnya anda dikaruniai rizki dan di tolong oleh orang-orang yang lemah diantara kamu. sujudlah kepada-Nya dan mahasucikanlah Dia pada sebagian besar waktu malammu.H. yaitu waktu malam (wal-laili. H...” (HR al-Bukhari). Pertama.. P. orang-orang yang diberi karunia oleh Allah berupa Al Quran lalu dia amalkan di sepanjang malam dan siang. Shalat malam merupakan faktor utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga. “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. K.H.J.H..N.H.H. demi waktu malam).J...H. Keheningan malam berpengaruh kepada fikiran dan hati.. kampung keselamtan. Apabila Allah bersumpah dengan makhluq-Nya sendiri itu menunjukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya. : ..N.S. Dengan ide dasar (qaulan tsaqilan).K.H. Jika potensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat (iradah atau ‘azmun qawiy)..H. dan kedua. 49 ( “Dan pada sebagian malam. “Wahai sekalian manusia..J.K. .” (HR atTirmidzi)..H. bahwa pada sepertiga malam Tuhan turun .P.K..J.H.―..J. P... H.” (QS al-Insan : 26). sebarkan salam.K. . H.J. dalam artian mengharap agar bisa menirunya.J.) ³.P.J.H. Allah juga telah bersumpah dengan ciptaan-Nya.J.J. Dalam suatu Hadits Qudsi Allah berfirman.H. Rasulullah menyatakan. Boleh iri terhadap orang yang rajin shalat malam.

J. .K.H.P.P.K.19).. Dan bacaan al-Qur’an ketika itu lebih berkesan di hati.H. Al-Khazin mengatakan. .K.. dia akan takut dan penuh harap..J. H.J.P. Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan.. P. H.. (..H.H. N. hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.J. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.J. menerima taubat oarng yang bertaubat dan permohonan orang yang mohon ampun. P... was-was.K. H. : H. . “Wahai Rasulullah..K. P..P. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas.P.J.H.H.19 ( “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya. Ketika sampai pada mengingat Allah.” Maka ditanyakan kepada beliau.. apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab.. . dia mengambil pelajarannya.J.J.. . .J.H.K.P.J. 16 .J.H.J..H. “Membaca alQur’an dan mengingat mati.H.S.H. maka ether di waktu malam itu memperdekat hubungan.P. .N. H. “Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam membaca al-Qur’an dengan perlahanlahan. .” (QS al-Qiyamah : 16 .H.H..H. Maksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat. : .H.. Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah.ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh. P. Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil al-Quran’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”.P.K. K. P.H.H. H. “Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi..H. . K. Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi oleh ether. Mengingat Allah (dzikrullah) Dzikrullah akan menyelamatkan seseorang dari badai keraguan.H.H. J.K. P..K. Maka.” (HR al-Baihaqi). Ketika menyebut janji dan ancaman. . : H. sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya. K.H.H.) K.) P. hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya.H.H..H.K. H.H.J.H.J.H.H.. Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.J.H..J.K.H. . P...K. .H...H.. Kemudian.J.H.H.H.H.H. Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya. Tartil al-Qur’an Membaca Al Quran dengan tartil artinya membaca dengan menghadirkan hati (alqira’atu ma’a hudhuri al-qalbi).J.P.. sehingga memungkinkan orang yang shalat dengan menghadirkan hati.J..K. N.J.H.H.H. . . dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya.H. J. tafakur terhadap hakikat dan makna ayat. N. P.H..H.H.H.

. 152 ( “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu.H. . N. J.K.K.J. . .H.P.H.H.H. .J. dan semangat juang. . Kesadaran ini selanjutnya akan melahirkan potensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan.H. J. (perkataan) itu justru menambah iman mereka berkata. Yang .J.J. Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan tersusul.J. H.. kegoncangan dan segenap penyakit jiwa lainnya.” (QS ar-Ra’du : 28).J.” (QS asy-Syu’ara : 61-62).K. H.J.J. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar.H.H... karena itu takutlah kepada mereka. N... : . .H.K.P. H.J. sesungguhnya Tuhanku bersamaku.. K. H.kecemasan.J. Ketika Musa dihadapkan oleh kepanikan kaumnya karena akan tersusul oleh pasukan Fir’aun.. “Kemanakah kita akan lari?” . Al Baqarah/2 : 152).H.H..P.H.. H.J.H..J..H.H.N..’ Maka. J.H. J.J.J.H..H. Mereka tidak disentuh oleh bahaya apapun karena mereka mencari ridha Allah. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah.H.H. sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi.H.H.. ‘Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kamu.P.J. “Orang-orang yang apabila diancam orang lain dengan mengatakan.J. .. m. ‘Allah cukup bagi kami. H..K. ketentraman. hati menjadi tentram. berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.J.H.J.P..P.K.H.H. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah lautan itu dengan tongkatmu..H. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.J. : . dan Ia sebaik-baik penjaga’. keyakinan dan kedamaian di dalam jiwa.N.H.62 ( “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat.H..N.S. karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya..H.K.K.H. H. “Orang-orang beriman dan tenteram hatinya karena mengingat Allah.H. K.P.H. P.. Dzikrullah dapat mendatangkan ketenangan. kelak Dia akan memberi petujuk kepadaku.H. Dengan selalu mengingat Allah hati seorang menjadi hidup.J.H.J. Dzikrullah juga dapat membangkitkan keberanian..” (QS.K.H. keteguhan.H. H.J. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah. K..) 61 ...K.J. ―.P.. H.P.) J. .

Dari contoh yang kedua ini. “Shabar itu awalnya pahit melebihi empedu dan berakhir dengan manis melebihi madu”. terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum tercapai. dengan terus melanjutkan usaha. jangan ikut campur urusanku. yakni menjamin. Sastra Arab mengatakan. ia akan meronta. menggerutu kepada Tuhan. tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu orang-orang beriman. “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. ini berarti perwujudan dari hakikat sabar. Sabar disini bermakna tabah. diantaranya shabara bihi. Wanita tersebut menjawab. pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung jawab. Engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku”. Ulama etika mendefinisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan demi mencapai sesuatu yang lebih baik. maupun non-material seperti menahan jiwa dari keinginannya. dll. Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit. Tetapi bila ia menahan. Nabi kemudian bersabda kepadanya. Berarti ia sabar menerima ketetapan-ketetapan Tuhan. bahwa suatu ketika Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam menemukan seorang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur. dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik.demikian itu. Dari akar kata shabr diperoleh sekian bentuk kata dengan beragam arti. kata shabr berarti menahan. Bisikan jiwa ini jika ditahan. tanah yang gersang. pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya. awan diatas awan lainnya. “Pergilah. Seorang yang menghadapi rintangan dalam pekerjaannya. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka.” (QS Ali Imran 173-175). ditekan. manusia. baik dalam pengertian material seperti menahan orang dalam tahanan. dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya. berat. Sabar Dalam kamus-kamus bahasa. jika mengikuti nafsunya. tidak lain hanyalah syetan yang hendak menakut-nakuti pengikutnya. (Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu . Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan kokoh. Seseorang yang dirundung duka.

H.H..J.H. ..adalah Rasulullah. tidak membakar .N..S.K . penderitaan..J.. Tawakkal (berserah diri kepada Allah) Rasulullah Saw bersabda : Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa.H. ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak konteks: 1) Dalam menanti keputusan Allah (QS Yunus : 109).P.... Kemudian ia mengunjungi Nabi di rumah beliau). dan dalam peperangan... . .H..K .J.H.K. 5) Dalam melaksanakan ibadah (QS Maryam : 65. Thaha : 132)..J.. 6) Dalam menghadapi malapetaka (QS Luqman : 17).K.m ..N.. Nabi menjawab..H. .H. bukan setelah berlalu sekian waktu).H “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta dibuatkan mantera.H. ..H..H...(.. .” Dalam al-Qur’an. sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba’si. ..H..H. “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan.H. “Hakikat kesebaran dinilai pada saat-saat pertama dari kedatangan musibah.. .H...H.N...H.. Beliau tidak memiliki penjaga-penjaga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata.J.. sabar dalam menghadapi musibah dicakup dengan kata adh-dharra’. .... ia sadar dan menyesal.PN. Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba’saa’.. 2) Menanti datangnya janji Allah dan kemenangan (QS ar-Ruum : 60)..J ...” (maksudnya.H.P.H. 7) Dalam usaha memperoleh apa-apa yang dibutuhkan (QS al-Baqarah : 153).H..H.H...H. Ahli Tafsir ar-Raghib al-Asfahani menjadikan ayat 177 surat al-Baqarah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al-Qur’an. .H.J. 4) Menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal (QS an-Nahl : 127).PJ. 3) Menghadapi ejekan dan gangguan orang-orang yang tidak percaya (QS Thaha : 130).P..P...P.J ).. “Aku tidak mengenalmu”..J.

H. tidak tathayyur (pesimis yang membuatnya tidak berbuat apa-apa). beliau dan temannya bersembunyi di Gua Tsur. 4) Menyertakan seorang penunjuk jalan yang menguasai rute perjalanan yang akan dilalui.H. Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas. lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah.K. Abu Bakar ashShiddiq. faktor-faktor pendukung kemenangan. Bekerja cerdas dan berdoa keras. .” (Muttafaq ‘Alaih) Tawakkal berbeda dengan ittikal.H . 3) Menyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam perjalanan yang sulit dan panjang. matang.J . Langkah-langkah yang disusun Rasulullah Saw untuk keberhasilan hijrah ke Madinah sebagai berikut : 1) Memilih sahabat pilihan yang bisa menemani perjalanan. dan melakukan penyerangan dengan rencana yang . Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab (mengambil faktor-faktor menuju sukses). sebagai bentuk tawakkal.P .K. beliau mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah. sedangkan ittikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah secara pasif.H. 5) Mengelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan tempat tidurnya. 2) Menyiapkan logistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar. Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial.(mengecos) dirinya dengan besi. Bukan bertawakkal pada persiapannya itu.N .. Rasulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang cukup. kecuali setelah suasananya menjadi dingin. . hingga dijuluki Dzatun nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang).. Ia membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya.K . Tawakkal adalah memaksimalkan ikhtiyar dan ketentuan akhir adalah hak prerogatif Allah. memilih lokasi perang. 6) Ketika beliau dikejar. juga timing (pengaturan waktunya). dan bertawakkal kepada Allah. mengatur barisan tentara-tentaranya. Setelah merampungkan persiapan yang matang.

tetapi yang menjadi pendukung beliau tidak sampai ratusan orang.K... .K.H.P..N...P.J).. bahwa pihak ketiga adalah Allah. . maka hendaklah kalian melihat salah seorang diantara kamu dengan siapa ia berteman..P. Menanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur.) P.N. . Dalam waktu 10 tahun beliau membawa pasukan obor berjumlah 10.P.. H.P..K.J..H. mereka pasti melihat kita.H.J...K. “Seseorang itu diperbudak oleh kebiasaan dan lingkungannya”.H. wahai Rasulullah.. Bhs.J..J.. K. . “Ya Allah yang menurunkan Al Kitab. J.J.K..J. .. Jawa)..H.” Beliau bersabda. dan mengalahkan pasukan sekutu..H.. Selama tigabelas tahun Rasulullah berdakwah di Makah..K.J.H.H.H.” (HR Abu Dawud dan atTirmidzi). “Seseorang itu mengikuti agama kawannya... Di rahim mana benih itu ditanam.000 orang untuk memasuki Makah dengan cara damai (nglurug tanpa bala.P.p . menjalankan awan..H..K. J. wahai Abu Bakar. lingkungan harus dipersiapkan dengan baik.P.J.. ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong. . Ahli sastra Arab mengatakan.K. Hijrah Sejak awal perkembangan dakwah.H.J. kemudian pulang pada sore hari harinya dalam keadaan kenyang.J. Dalam pendidikan anak saja. . .P.J.P. “Bagaimana dugaanmu terhadap dua orang.” (HR alBukhari dan Muslim).J.7) Ketika Abu Bakar mengatakan. menang tanpa ngasorake.K.” (HR at-Tirmidzi)..H.J..H. df .J. (. Manusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). maka kalian pasti diberi rizki sebagaimana burung diberi rizki. kondisi ruhani ketika menanam.H. K. lingkungan yang kondusif menjadi prioritas.H.H.. “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya.K.(..... Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang kondusif (kawasan yang didesain Islami) di Madinah. “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya.H. dan menangkan kami atas mereka.K.H.. J.. hancurkan musuh-musuh itu.” Rasulullah bersabda.H..K. dll.H. P.

...... pikir dan zikir... dengan kondisi dan kemajuan zaman (ghairu ma’qulil ma’na.. .. spiritual dan material. . Bisa mencari penghidupan .. . .. Manusia yang bertaqwa (inna akramakum ‘indallahi atqaakum)... . Setiap individu dituntut . . Lurusnya ibadah ... Menurut Syekh Hasan al-Banna. Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan... dan ‘amaliyah (operasional)......... pendidikan Islam mencakup seluruh aspek........ Memperhatikan waktu ... 2) Shahih al-Ibadah (lurusnya ibadah).... 4) Qadir ‘ala al-Kasb (mampu mencari penghidupan). Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan secara sinergis dan optimal. baik segi ruhiyah (spiritual). paten). ..u... ...... pengurangan. Kuatnya fisik .. 3) Matin al-Khuluq (kokohnya akhlaq). . fikriyah. sehingga akan melahirkan potensi maksimal... khuluqiyah (moral)..... Setiap individu muslim dituntut memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah. . LULUSAN MADRASAH AL-MUZZAMMIL Tujuan tarbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh (takwin al-muslim al-mutakamil).. Sosok muslim mujtahid... Sosok muslim yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan batin)..u. ... ‘aqliyah (intelektual)... Kokohnya akhlaq . mujahadah dan mujahid.. Luas wawasan berfikir . Teratur urusannya .. doa dan usaha.. sebagaimana berikut : 1) Salim al-‘aqidah (bersihnya aqidah). dunia dan akhirat....... .... meminjam istilah Muhammad Quthb.u..... Bermanfaat bagi orang lain BAB II ... .. ... . Kemurnian akidah ... . Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntunan syariat.... syhawat dan syubhat. LULUSAN SEKOLAH ALMUZZAMMIL ... jasadiyah (fisik).. memiliki daya cipta material dan daya kendalinya.. atau tauqifi. Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu.. atau penyesuaian..

. Bisa berjihad melawan tipudaya setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan. ... tergambarkan sosok muslim yang ideal. Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian (taqshir). tinggalkanlah! . Bangkit... . Dari kesepuluh komponen diatas. .. 9) Haaris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya)..... 5) Mutsaqaf al-Fikr (luas wawasan berfikirnya)... . ... .. 6) Qawy al-Jism (kuat fisiknya). 10) Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain). Setiap individu muslim mampu menumbuhkembangkan berbagai potensi... Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan.. Wallahu a’lam bish-shawab.. Dosa. . Sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain. Rabbmu.. Prinsip Dakwah & Harakah $ ... bakat dan kapasitasnya.. beri peringatan! . Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih... ..... . Muslim sejati ikut memecahkan persoalan. bersihkanlah! .... Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mendorong perbaikan untuk orang lain. .. Mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain tidak produktif. Sosok mujtahid. sehingga menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain..untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup. Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri. agungkanlah! .. Shalih linafsihi dan shalih lighoirihi.. . bukan bagian dari persoalan. 7) Mujahid li Nafsihi (pejuang diri sendiri)......... ... Setiap individu muslim dituntut memiliki keluasan wawasan.. sekaligus mujahid (pejuang). Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam... sufi (mujahadah).. Pakaianmu. df $ PAKET V ..... 8) Munazham fii Syu’unih (teratur urusannya). Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan Islam. atau mushlih.......

.. – .. ... Memerdekakan tanah air – Negeri yang aman ...... .... ... . .... Memperbaiki pemerintah – Negeri makmur .. Bersabarlah! ... ... .. Kebersihan moral .... mawaddah wa rahmah . . . Penghulu dunia – Rahmatan lil ‘alamin ........ ........ Tahap peringatan .... ....Tulus dalam memberi .... .... . Perbaikan diri – Kehidupan yang mulia ....... ........... – ... Penegakan Imamah Makro ........... Kebersihan diri .... – ... ... . ........... .................. PRINSIP DAKWAH & HARAKAH BAB I .... ........... Kebersihan harta .... PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH .. Penegakan Imamah Mikro ..... ..................... – . .... Perbaikan keluarga – Sakinah............................. ......... – .... .... . Penegakan khilafah Islamiyah global – Kaffatan lin-naas .................... . .... ....... .. ... – . Membimbing masyarakat – Desa yang diberkati ..... – .. – ...... .. .... . Kebersihan jabatan . .. . Tujuan akhir – Meraih ridha Allah .....

Dan Tuhanmu. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.H.H. bersabarlah. P. lalu berilah peringatan. Aktifitas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan sosial.. Jika menonjolkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka merespon perubahan sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat).H. H. Muhammad. yakni menyerunya dengan sifatnya. H.H. “Panggilan ini menonjolkan sikap lembut kepada yang dipanggil.. “Hai orang yang berselimut. akan melahirkan kepribadian yang pecah (split personality). . Akan terjangkiti kehampaan spiritual.Surah al-Muddatstsir ayat 1-6 .P. Bangunlah.S. Seandainya Nabi hanya menikmati kelezatan spiritual isra’-mi’raj.H.H.. tashfiyah. . .N.N. Tidak bisa melahirkan ruhul jihad. Seperti sabda Rasulullah kepada Hudzaifah bin al-Yamani pada perang Khandaq. maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran vertikal. .H. azam yang bulat terpatri dalam jiwa. J.K.K. . lalu berilah peringatan. J.H. Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang membaja.” Wahai orang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat. Alur kehidupan yang memarjinalkan campur tangan Tuhan (tadakhul rabbani).H.K.P. . ya .P.H. dari yang mulia kepada kekasih..H.. Pola pengembangan sebagai ‘abdullah dan khalifatullah yang berjalan secara tidak terpadu. P.K. .―. Dan pakaianmu.S.―.J. J.P. Pola kehidupan sekularistik. . J... tidak akan turun ke bumi. Al-Qurthubi mengatakan. Sebaliknya jika mobilitas dakwah tanpa diimbangi oleh kemapanan spiritual. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dipanggil dengan ungkapan ‘ Al Muddatstsir’ sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. agungkanlah.. ‘Aisyah jika sedang dalam kondisi stabil jiwanya memanggil Nabi Muhammad.J. tidak dengan namanya..H... Manusia idealis yang tidak mengakar di bumi.” Qum fa andzir (bangkitlah dan berilah peringatan) J...H... . H. karena lari dari tanggungjawab kehidupan sosial. J. . “Hai orang yang berselimut.H.H.H.J.S.P. Secara terminologis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan.” (bangunlah hai si penidur). bersihkanlah. tidak menangkap spirit (ruh).J. agar ia merasakan kelembutan dari Rabbnya.K.H.N.J. P.J. Proses potensialisasi diri dan aktualisasi diri (‘abdullah dan khalifatullah) ini harus berjalan secara sinergis. Tetapi selimut disini juga bermakna tugas nubuwah yang berat secara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu. Bangunlah. tawazun.H.H. Seperti para ahli sufi yang menikmati kepuasan aktifitas ruhaniyah secara infiradi.. H. .H. Pada surat al-Muddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri (dakwah). tarbiyah dan tarqiyatu nafs). . J..J.H. Sebagai konsekuensi logis jabatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini.J..S.K.H. Kalau pada surat al-Muzzammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk potensialisasi dari (tazkiyah..J.H. dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah jika mereka tidak beriman. “qum yaa nauman.S.H.

H.J.H.J.H.H. . tegur sapa (dakwah)..H.K.P..K..J.K. J. .H.K. K.K.K.. K.P.P.N.³.H.. dan dari natijah menuju tujuan akhir (ghayah).K.” (HR atTirmidzi.H. H. P. puasa.H.P.H. K.. P. .J.H. K.H..H..J. . K. . J..H.K. atau dipastikan bahwa Allah akan menimpakan bencana-Nya ke atas kamu.K. . .J.H.J. .J.H.P.H.J..P. Doa-doa yang kita panjatkan tidak didengar dan tak dikabulkan.H.H. Yang dimaksud bencana.K. . dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu). Setelah itu kamupun berdoa memohon kepada-Nya.K.S.H.J.J.H. J.P..J. H.H.K.H. J.Rasulallah.J. K. . .H.H. J. dan yang munkar (perbuatan yang dibenci) menjadi merajalela. ..H. Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan (istimrar) merubah masyarakat dari kebodohan (jahalah) menuju pengetahuan (ma’rifah).H. J.H.H. K. api syubhat (salah paham terhadap Islam) dan nafsu syahwat memanas.. syetan-syetan akan bertepuk tangan.H.H.H.H..K. “Perumpamaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orang yang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut : ada yang berada diatas dan ada yang berada dibawah. K.H. K.. saking gembiranya (al-Hadits)..J. K. .J. .J.H. yakni ridha Allah.. ..H.H...J.K. K. tetapi mengabaikan tanggungjawab sosial.H.³. . dari fikrah menuju gerakan (harakah) dan dari harakah menuju hasil akhir dakwah (natijah) yaitu kemenangan Islam atas agama-agama yang lain. tetapi permohonanmu itu tidak dikabulkan-Nya lagi. : .H. P. J.H. dzikir. m.J.H.H.P.H.H. K.H.H.J. .H. ya Muhammad.H. K.P.P. Akhirnya Allah menurunkan azab secara merata. hendaklah kamu menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan kamu mencegah dengan sungguh-sungguh yang mungkar.H.H. Kemudian mereka berkata . (. ..J. rajin shalat.H.H. Rasulullah menegaskan.H.J.H.P.H. “Demi Tuhan yang diriku ini adalah dalam tanganNya. seperti dijelaskan hadits berikut : . Jika mereka dicegah. .J.J.J.H.J..J. Yang ma’ruf (kebaikan yang dikenal) menjadi asing. dan jika sedang marah memanggilnya dengan namanya.J. K.H.J.) .H.H.H.H..J.H. .N. Jika tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya.” Ummat Islam bukan penonton Jika aktifitas dakwah berhenti.³.K. . Sekalipun di dalamnya ada orang-orang yang menjaga kebaikan dirinya.―.H.J.J. “ Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada dibagian atas”..J.H.H. Aku berlindung kepada Allah dari kekejaman orang yang jahat dan lemahnya orang tsiqah (secara moral baik).J. J.H.H. J.H.H.H. .P. Umar bin al-Khaththab mengkhawatirkan bencana ini dalam munajat-nya : K.H.H. umat akan sakit batinnya.H.H. K.P.H.J. . Orang-orang jahat menduduki posisi penting di-backing mafia dan pemodal. J. H..J.J.H.H.K.H. J..H. dari pengetahuan menuju konsep (fikrah).P. .H.H.P.K. H.H. J.H.J. ..H. m.. J.H. .P. niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada di dalamnya.H. Para penumpang yang berada dibawah harus mengambil keperluan air minum dari atas.H.K.” (HR al-Bukhari) Jika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri. .J.H..

. H...K.N.H.P..H..H.K. maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun (satu milenium kurang lima puluh tahun)” (QS al-Ankabut : 14). P..H.P. .. di dasar laut dan di malam hari) : Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.H. mendaki.H..H. .P.J.K..K.H.H.H.J. membutuhkan waktu yang panjang (QS at-Taubah : 43)..J. P..H.K.H.P.H.. J.K.J.P.. H.H.H.H.N.H.H. H. . m. J.H.H.³. . J.N. J.. . N.H. H.. sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.N.. ..J.H..” (QS at-Taubah : 42).. .³.K.H.H.P.) 142 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.H.J.P.H.H.J.. .K.P.K.H. P. .) ...H.N..K.H. H. H. Maka Suci Engkau.K. .H.J..H.H. H...H.H.H.J.H.H. N.P.J. . 1 -3( “Alif Lam Mim.H..N.J.J.. . tikungan tajam.P..H. J.P.H. ..H.H.J.―. H.J. maka sesungguhnya mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.N. H.H.H.J.J.H.H. J. . P.P. dan (5) nafsu yang melawannya.H.H. : H.H.H.. P.H..H.N.H.. .K.J..H.H. : .” (QS al-Ankabut : 1-3) ..H. .J.H. .P.J. .H..P.K.K. pastilah mereka mengikutimu.J. J.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu. “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus).K. J. J.H. J.K..K.J.K..H. curam. .H.P..P.J. .J.. melampaui umur individu dan umur generasi. (3) kafir yang memeranginya..³.K.H..H..H.P.N. H.H..) P...H.H.J. maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap (gelap di perut ikan.. (2) munafiq yang membencinya. . dengan begitu adalah cita-cita dakwah kita.J.K.P. N. sedangkan mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.P..J. : ..K. Tentu hal ini merupakan pekerjaan berat yang melelahkan phisik dan jiwa.Membangun kehidupan yang Islami.H.” (QS al-Anbiya’ : 87). tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. P.H..J. K. . H. J. lalu ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). K.H.) H.J.J.P. “Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat : (1) mukmin yang mendengkinya.J.J.J.K.J. P..H.J. H.J.K..H. .H.P.P.H. ketika ia pergi dalam keadaan marah.K.H.. padahal belum nyata .J..J..H. H.K.K.N.³. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman.―.P.P.P.J.H.J.J.K.J.. (4) syetan yang menyesatkannya.H.H... licin.K.P. . K.K.H.H.J.. J. . di dalam Makarim al-Akhlaq). Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunnatullah dalam dakwah : . dan batu karang..P. J. 14 ( “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. P. Dan akan melewati jalan yang terjal.³.H. 42 ( “Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang yang tidak seberapa jauh.J.³. : .K.J.J.N. J.H.H. : .H...H.P.K.H. H...H.H.K.

P. mampu bekerja. J. . K.P. P.K.. wawasan luas.. seorang diberi cobaan menurut kekuatan agama yang dimilikinya. J.. H.H.K.P. P. N.H..H. pasti Dia menguji mereka.J.” (HR at-Tirmidzi). P.K. .J.J.J.. berjuang dengan jiwanya. ujian berjalan seiring dengan kadar agamanya..K..H. K.J.J.. .) . H..J.H. K.H..H..H. . .H. .K.K.. “Orang yang paling berat tertimpa cobaan adalah para Nabi dan begitulah yang utama dan terutama... H. P. P.K.J.H. N. .. H.H. P.J. K.... dan barangsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya.J.H..³.H. H.J..” (QS al-Baqarah : 214).K.P.K..N. N. P.H.. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga.H..H..H.N.J.J.J.H.N. H.N.H.H.J.H. . dan belum nyata orangorang yang sabar.H.H. ..H.H...K.J. P.bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu. H.H. . .H.P.H.) “Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum. menjaga .K..H.J.P...) K..H. H..H.K.H.J..H. dan cobaan itu tidak akan meninggalkan hamba tersebut sehingga ia berjalan dengan keadaan bersih dari segala dosa.J..J.H. K. ..H.J...H. H..P.P.P.H.K.H.K. J...H.K.H.J.J.N.” (QS Ali Imran : 142) .P.H.. 2) Ishlahu al-baiti (memperbaiki rumah tangga) Mendidik semua anggota keluarga untuk menghormati fikrah-nya. P.H.J. N.P. .H.P.J..H..K.N.K.. J. K.J.H..N.H. Tahapan peringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus menjadi cita-cita yang menggelorakan jiwa (thumuhat) sebagai seorang muslim..H. .K...N.P.K.. (. ³... P.H..J.H.H. sehingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata..” (HR al-Bukhari..H. K. dan jalan neraka itu dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat.. (.K.H. J... H. P.H. P.H.H.H.J.P.H.H.H. J.K. P.H.H.J. J. J.K.H.J..H. mampu mengatur kegiatannya dan bermanfaat bagi orang lain. P. 1) Ishlahu an-nafsi (memperbaiki diri) Memperbaiki diri ini agar memiliki fisik yang kuat.. N.P.H.. ..H. .H... akhlaq mulia..H.K.P.H.J. K.J.. K. N. P.H. semakin kuat agamanya semakin besar pula cobaannya. N. ...H. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan itu) maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya. H.N.N.P. Ahmad dan at-Tirmidzi).J.N. H.. J.H. K. ³..J.H.N. (.H. .K.H.J.H.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)..J..H.H.P..J.N. menjaga waktunya.H.J..³.H. H.H. K.H..H.K.H.J.P.. K..J...H. beraqidah dengan benar...H. P.J. K.H. ―. Target dari tahapan pertama ini agar seorang muslim bisa mencapai kehidupan yang mulia (hayatan thayyibah).K. .H.J.K. .H.... padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan.J..J.N.H.H.N.H.H.H.P. “Jalan surga itu dipenuhi oleh berbagai kesusahan. P.H.J. K.J.. . sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.K.) . J..J.N..H.N.K...J.H.. : . K.J.K. K.K.H.H.K. ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah. .H. K.

Membangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah. membesarkan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas orang-orang muslim yang komitmen dengan kewajiban-kewajiban Islam. 6) Iqamatu al-khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah (menegakkan kepemimpinan dunia Islam) Mengembalikan eksistensi umat Islam dalam skala global. dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makro (iqamatu alimamah al-kubra). 4) Tahriru al-balad (berjuang melepaskan negeri dari penjajahan asing) Berjuang untuk kemerdekaan negeri. mendukung nilai-nilai kebaikan. Namun. 5) Ishlahu al-hukumah (memperbaiki pemerintahan yang ada) Mereformasi pemerintah. memilih istri yang baik. Perjuangan ini dilakukan agar mencapai negeri yang aman (baladan amina). kemusyrikan) dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata. Tahapan kelima ini agar tercapai negeri makmur penuh ampunan Tuhan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). membentuk opini umum untuk mendukung fikrah Islam dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. dengan cara membebaskannya dari kekuasaan asing – non Islam – baik dalam aspek politik. mawaddah wa rahmah. mengajari hak dan kewajibannya. memurnikan kebudayaannya.adab-adab Islam dalam seluruh sisi kehidupan. 7) Ustadziyat al-‘alam (menjadi guru bagi dunia) Tahapan terakhir ini dilakukan dengan cara menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia sehingga tidak ada lagi fitnah (kekacauan. ekonomi. atau spiritual. pandai dalam mendidik anak dan pembantu. mengembalikan kegemilangannya. 3) Irsyad al-mujtama’ (membimbing masyarakat) Membimbing masyarakat ini dengan cara menganjurkan kebajikan. dengan cara memerdekakan negaranya. memerangi kejahatan dan kemungkaran. memprakarsai kebaikan. Hal ini dilakukan agar rahmat Islam tidak terhalangi oleh hambatan apapun (rahmatan lil ‘alamin). dan mewujudkan persatuannya. agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar-benar Islami sehingga dapat menjalankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan berjuang untuk mewujudkan kebaikannya. Agar Islam ini menjelajah ke seluruh umat manusia (kaffatan lin-naas). tidak melakukan maksiat secara terang-terangan dan menjalankan hukum dan ajaran Islam. Fase ini bertujuan tercapainya desa yang diberkahi (qaryah mubarakah). Oleh karena itu dakwah dalam surat al-Muddatstsir ini mengarahkan obyek . Tiga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikro (iqamatu al-imamah as-shughra). sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicitacitakan. Allah tidak menghendaki kecuali tetap menyempurnakan cahaya-Nya. empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwujud tanpa dukungan kepemimpinan Islam yang kokoh (al-imamah wal jama’ah).

. H. “Dan Tuhanmu.H.H.H. ..K.J. Kita meng-akbar-kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa saja untuk medapatkannya.J. H.P.K.H... memakai . kekayaan dan kekuasaan. agungkanlah” Mustahil seorang da’i sukses mensucikan diri dari niatan yang mengotori keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah takbir dengan benar... H.H.H..H.H.J.H. jangan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan orang lain.H.J.J. .P.. Ringkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.H.H.J.K. Kaffatan lin-naas Ustadziyat al-‘alam ..J.J.P. H..H.H. H.H.H..―.K.H.P. . Sakinah. S.K. H.H.J.H. Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu.H.J.K.P.. J..H. Dengan ucapan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilahilah dalam diri kita yang menandingi Allah Yang Maha Akbar.H.H. Mengagungkan Rabb J.P.J.H.K.. Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simbol kebesaran. syetan dan para prajuritnya dengan berbaju teknologi komunikasi menampilkan berbagai tandingan Tuhan yang terpaksa kita agungkan.P.H.P.N.J.H. P. Ketika Allah mengatakan dalam firman-Nya.J. . .. J.H. P.J. ..H.H. Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim.J. H.H..J.H. H.. .H.H.K.H.N.H. J. menjenguk orang yang sakit.H. mengendarai kendaraan yang bagus dengan segala ragamnya.P. “Akan datang sesudahmu kaum yang memakan kemewahan dunia dengan segala ragamnya. ..H. . Rahmatan lil alamin..H.J.H.P.P.J.―.H.H. Hayatan thayyiban. H. kekayaan dan diri kita sendiri. kekuasaan.P.dakwah (tarbiyah dan da’wah Islam) menuju tarbiyah jama’iyah. K.H. H.K.H.P. Baladan amina Ishlahu al-kukumah .P.K.J.H.H. J.H..H. H. .K.P..K. H. tanpa harus memperdulikan halal dan haram. Ishlahu an-nafsi .. J. anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi. K.P.H.S. anda akan memeras dan menyengsarakan orang yang lemah. H.K.H..H.J.J.H.K. tidak sempat lagi mengunjungi masjid yang berdekatan dengan rumah kita secara rutin.N..H.J.P..H. J. J. (. H.K. . mawaddah wa rahmah.H.K. J.J. Ishlahu al-bait .J.K.. H. H.K.S.H.K.H.J. tanpa menghiraukan ancaman Allah.K. K.H. J.H.P. menikahi wanita-wanita cantik dengan segala ragamnya.H.H. H..J.H.S.H.H.) J..J. P.P. .H.H.H.H..J. Setiap individu muslim adalah bagian dari jamaah Islam. J. .J.H. Irsyad al-mujtama .J.H.K. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur Iqamat al-khilafah . H.N.J.J. K. ³.K. . Qaryah mubarakah Tahrir al-balad ..H. . H.K. .J. .H.H.J.P.·. bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita.H.H. Karena terpesona dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita..J. Di era globalisasi ini secara halus dan perlahan.

sekalipun tidak benar.H. “Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah. memutuskan tali silaturrahim. Kita acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain.H. Bila dunia.H.J. mengayomi yang dirundung derita.H.J .H.H. Mereka mempunyai perut yang tidak kenyang dengan yang sedikit. mungil. Allah pun menjadi kecil.P. tidak kelihatan. jika kamu berkuasa. seperti kata .J. . di tempat lain ada seonggok tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan-lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit..HH.J. dan nafsu yang tidak puas dengan yang banyak. Tidak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan lezat. Mereka mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya. Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkannya di hari kiamat. Mereka menundukkan diri kepada dunia. tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang. Kekuasaan berbalik menjadi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa.J .” (HR.J. malah digunakan untuk melindungi yang kuat. Kita senang mendengarkan orang-orang yang memuja dan membesarkan kita.” (QS Muhammad : 22) Qatadah mengatakan.pakaian yang seindah-indahnya dengan segala ragamnya. (22 .P. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah. Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan. sehingga Dia kita anggap tidak berdaya. dan kamu putuskan persaudaraan.J. kebenaran menjadi kabur. Bila orang sudah salah kaprah dalam menyikapi kekuasaan.H. membela yang menganiaya dan mendukung para koruptor berdasi dan para penghisap kekayaan negara.P. tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita.P. Karena penglihatan batin (bashirah) kita buta. maka bukan saja Allah tampak kere.K. Ada bayi-bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah majikannya. dan durhaka kepada Yang Maha Penyayang?” (Shafwatut Tafasir III.. ilmu.J. hal. akhirnya menganggap diri kita besar. kurus dan kurimen. kita bersenang-senang diatas kesengsaraan saudara kita.K. kamu pasti menimbulkan kerusakan di bumi. kita berubah menjadi orang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan.J .P.H. bukan saja ancaman Allah yang menjadi kecil.H. ..H.H. dikritik. . dan membela yang teraniaya. Bila kita gila jabatan. kekuasaan kita besarkan.K . 210).J.P.. Kita menganggap paling benar sekalipun jauh dari kebenaran. Thabrani). mengayomi yang zhalim.K.J..J .: “Tetapi. Kita menganggap lawan terhadap orang yang menasehati kita dengan tulus. bukankah mereka menumpahkan darah dengan cara yang haram. Mereka adalah sejelek-jelek ummatku.J.N.J.J).H. pagi dan sore harinya mengejar dunia sebagai tuhan dan pengatur mereka. Bahkan sesuatu yang terlihat dengan jelas kebenarannya menjadi kecil.

.” Allah berfirman. “Sebab kebaikan julukan ini. Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah..―. akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri. ungkapan ini mencakup untuk memperbaiki akhlaq. Segala atribut kebesaran. Membangun citra diri J.H.. Allah memerintahkannya untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi”. Ketika kekayaan. Ada isolasi perasaan. Orang Arab berkata.J.P.” maksudnya berhias dengan akhlaq yang tercela.H. “Dan perbuatan dosa. J..H.H.H.” (QS.P. Seakan-akan Allah berfirman : tinggalkanlah kebodohan.” “Dan perbuatan dosa. “Tuhan-tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya. Karena seorang mukmin itu baik dan suci.H. persepsi secara total. “Si Fulan pakaiannya kotor.. H.. tidak patut untuk membawa sesuatu yang kotor. patuh. “Orang-orang musyrik dahulu tidak bersuci.K. Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih baik dari aturan Allah. Ada yang berpendapat.H. Ibnu Zaid berkata.N. yang dengan sifat itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang tercela.H. oleh karena itu mereka menyebut pakaian untuk menjuluki manusia”. “Dianalogikan pakaian itu dengan hati.J.P.P. kekuasaan. lacut. H.H ).. kekuasaan... kemewahan. jauhilah penyembahan terhadap berhala dan arca dan jangan sekali-kali menghampirinya.H.K. Mereka mengatakan. Kita menjadi takabbur. J. “Ar-rijz artinya sebutan untuk sesutu yang kotor seperti ar-rijs. Kekayaan. maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya”.J. ilmu. kekayaan. tunduk. membesarkan asma Allah.: (24 . Ibnu Abbas berkata. semua kejelekan. “Si Fulan itu pakaiannya bersih yakni suci”. J. K.H..P..H “Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi. Ar-Razi mengatakan.H.S. :ᅭ ..) K. .K. kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi. Dan maknanya sucikanlah hatimu dari dosa dan masiat”. “Dan pakaianmu..H. Bila hanya Allah saja yang kita yakini Maha Besar. ilmu sudah ada di genggaman kita. . dan mengharumkan.. dan totalitas potensi yang kita miliki kita pandang menjadi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri. maka takbir akan menghunjam di hati.J. H.J.Fir’aun : . 32 ( “Demikianlah (perintah Allah).J. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. Ibnu Zaid mengatakan.H..―.. bersihkanlah.” (QS an-Nazi’at : 24). ..S. “Maka jauhilah olehmu rijs dan autsan (berhala)..K. karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada seseorang. tinggalkanlah”. tinggalkanlah” Yakni. Imam al-Fakhr mengatakan.H.J.H.H.H.” Yakni sucikanlah pakaianmu dari hal-hal yang najis dan kotoran. dan janganlah berperilaku dengan akhklaq orang-orang musyrik. Al Hajj : 32). J.H.H.. “Pakaiannya bagus artinya dia bisa menjaga harga dirinya dalam sarungnya”.P.

.S. pemelihara. Itulah sebabnya perintah dalam surat alMuddatsir adalah membersihkan diri da’i dari cacat moral sebelum berdakwah. Semua buku-buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah.K.³..SH.J.P. Program inti Sikap orang lain terhadap kita dibentuk oleh ketrampilan kita membangun citra diri.N.J.H .H.P.J. Allah membangkitkan hamba yang dipilih-Nya.. ). kere dan kurimen.K.J. .P.J.: .H ..PJ. Agama mereka kaya dengan seremonial.P.J. Ia lahir dari keluarga yang shaleh.l .J. Muhammad bin Abdullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. bukan obyek dakwah.i .. Hukum mereka adalah peradilan rimba. Yang kuat selalu benar.P.H. Ada beberapa program berikut yang perlu menjadi perhatian khusus.H. tazkiyatun nafs.w .H.J.K.H. tetapi miskin dalam aplikasi. Karena kepribadian da’i lebih fashih dari materi dakwah. Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang kotor. (2 .s .K..P.i ... Ia sendiri orang yang suci (musthafa) dan dipercaya (al-amin)..J. Pertama. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.H. Agama yang membonsai pikiran dan hati nurani.l . yang dijadikan fokus pembahasan adalah dai.Yang dimaksud al-hajru disini adalah perintah untuk menjauhinya secara terus menerus..K.K. .J . Sebagaimana doa yang diucapkan orang muslim dalam surat alFatihah.K. mudah memperoleh akses ekonomi dan kekuasaan.K.H.l . Kepercayaan kepada Allah (‘aqidah) mereka telah terkontaminasi oleh pemujaan berhala (ashnam) dan benda-benda alam yang dianggap bertuah.P.” maksudnya tetapkanlah kami dalam petunjuk ini.P. Ekonomi masyarakat (iqtishad) telah tercemari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah. .K . perbudakan sesama dan pemujaan terhadap hawa nafsu.l .H.K. Yang tidak memiliki posisi secara formal terisolir dan tersudut.J.J. Yang lemah selalu kalah dan salah. Mereka juga menyambut tamu-tamu Allah (dhuyufur Rahman) pada musim haji. kesewenangwenangan yang kaya terhadap yang miskin.. dan keserakahan the have kepada yang kurus. pengurus.P. Orang-orang yang pandai dibonsai potensinya (tsallajatul ulama’).m. dan penjaga al-Baitul Atiq (rumah Allah yang suci).S .H. Kebudayaan mereka ternodai dengan kerendahan akhlaq penghinaan kepada wanita.

N.K. H.H.N.K...P.H.H.S. H.H.H.H. H..19 ( “Sungguh bahagia orang yang mensucikan dirinya lalu mengingat Tuhannya dan memuji-Nya. . H. Sampaikan salamku pada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah sucikan hatinya dengan iman.K.H.H..H. . . shalihin.H.J. .J.H..H.H. H. J. K. Secara bertahap berubahlah bangsa Arab. menyucikan mereka.H..K. berbahagialah orang yang mensucikan dirinya. J.H.H. H.N.J.P.J.J..J. Sumayyah bersama suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan.H.K.N. : .P.H.” (QS asy-Syams : 9-10).H.K. K. Ia menyatakan dirinya sebagai pelanjut para pejuang kemanusiaan sepanjang sejarah.P.H.H...H. K. H. apa jawab Sumayyah? . .P .H. K.H.J.H.J. : .H.K.H. P.N. P.H.m “Ia bangkitkan di tengah bangsa nan ummi seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat-Nya.J.P. Abu Jahal marah dan menusukkan tombaknya pada rahim Sumayyah.H.J.. Tetapi. J. Ia lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya.H.N. .―. . H.H. Dan jadilah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam.. Yang ini.K. Ia mengingatkan bahwa manusia bisa tercemar citra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan melupakan hari esok yang pasti terjadi.H. Mereka memilih kesucian sekali pun harus bersimbah darah. .K.P. Rasulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah.H. H.K.J. . .J.J. H.H. dijemur di tengah padang pasir yang membakar. J.H.P. Ia dianiaya. ..K.) 14 .H..―.J.” (QS al-A’la : 14-17).J..H.H.KH. H...J. . sungguh ada pada suhuf terdahulu suhuf Ibrahim dan Musa. Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.H.. . m.J. J.. H. Sumayyah bertahan dengan keimanannya. H. J.K.H.H. Abu Jahal datang dengan tombak di tangan. H..K.H.P. J. 9 . tidak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata-kata kufur. J.H.H. H. P. . Penerus para anbiya’.H.J.. Celakalah orang yang mencemarinya. ..H. J. J. walaupun sebelumnya mereka dalam kesesatan.H. Sekeluarga memeluk Islam. J..H.J.H.H. H..H.H.H.P.H. Ia mengajak kembali mengingat nama Allah dan memuja-Nya.H.H.J.H. .K.. Muhammad memulai mengajak masyarakatnya yang tidak terstruktur (nomaden) dan kotor itu dengan meniupkan angin kesucian.H.P.P.S. N.K. K.J. .H...J.H.H.J.J.. K. Pewaris perjuangan Nabi Ibrahim dan Musa ‘alaihimas salam. dipukuli..J.H. J.J. J. Ia memaksa Sumayyah mengucapkan kata-kata kufur... J. K.N. Ia mati karena kehabisan darah.H.” (QS alJumu’ah : 2). J. H.H.K.J.H.P..H.K. .H..H. Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah (kaanat ‘ajuzan kabiratan dha’ifatan). K..10 ( “Sungguh.J. N..) . .N.H.H. . H...H.J.H.J. Rasulullah mengizinkan untuk mengucapkan kalimat kufur asal hati tetap beriman.H.H.H. .H.H. dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. syuhada’.H. S. air mata dan nyawa.N.

K.P. . aku telah berzina (Jawa: disembranani tiang jaler. aku ini orang Islam yang miskin. atau dinodai seorang pria). Berilah makanan .³.J. . Khalid.H.H.K.P. dan ia sudah makan makanan.. Ketika darahnya membersit dan mengenai wajah Khalid. Ia memilih menyucikan dirinya dengan hukum rajam.H. .Hm.J.H.K.H.K..³. Ketika melaksanakan nadzarnya.H. Buraidah radhiyallhu ‘anhu – dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud – menceritakan peristiwa taubatnya seorang wanita yang pernah berzina. “sampai engkau melahirkan anakmu.H “Celaka kau. . Hari pertama Fatimah menyelesaikan sepertiga pekerjaan.H.H.J. penyucian kehormatan.H.H. tidak tenang.P. Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya.H. .H. Rasulullah pun murka. Ia menemui Rasulullah dan berkata : .N. di rumah Fatimah tidak ada makanan untuk berbuka. Inilah tazkiyatul farj. penyucian moral.H. .H.K.H . ia datang kembali dengan bayi dan sekerat roti.H. Ia memilih tubat.PK.H..H.K. “Pulanglah. “Wahai keluarga Muhammad. maka sucikanlah aku. Rasulullah menolaknya dan menyuruhnya datang keesokan harinya...” Ia tidak sanggup. Ia memaksanya dan membuat lima potong roti.” kata Rasullah. meyakinkan Rasul bahwa ia telah hamil.H.” Setelah dua tahun.J..H. merasa bersalah. “Pulanglah.H.H. penyucian diri.J.H. Rasul mulia menolaknya.“Inilah buah tazkiyatun nafs.H.” Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggendong bayi merah yang dibungkus dengan kain.J Ya Rasulullah.K.H.H. Beliau menetapkan hukum rajam.H.H. Ketika mau berbuka.K.J. Ketiga..H .H Ini ya Rasulullah.J .S.H.J.H. Ketika Hasan dan Husain jatuh sakit.H.J. .P. Ali mengambil bulu domba dari seorang Yahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha’ gandum.J.H..P. seorang miskin berdiri di depan pintu rumah.PJ.H.K.H.N.J.J. tazkiyatu farj.H. Ia meminta Rasulullah menghukumnya dengan hukuman mati (rajam). ibunya Fatimah dan suaminya bernadzar untuk puasa tiga hari. sudah aku sapih. susuilah anakmu sampai engkau sapih. tazkiyatul maal. Esoknya ia datang lagi..J. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam lalu menyuruh seorang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu. .H.J. . wanita itu telah taubat dengan suatu taubat (yang suci) sehingga sekiranya ada pendosa besar dengan taubatnya Allah akan mengampuni dosanya. ia memaki wanita itu.” Kedua.J.H. menjalani kehidupan ini dengan memikul dosa. dan ia memperoleh satu sha’ gandum.H.

K. N.H. . “aku sedih sekali melihat kalian.J.K.K. P.P.H...H. .J.³. .P. laksana dua ekor burung kecil yang kedinginan.K.H.³... J. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.H. ..P.H.H.K.J. S. P.H.H.P.P. ³. K..H.K. K.J.. m.K. Saat Ali membawa kedua anaknya menemui Rasulullah.” Fatimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar. Nabi segera memeluk putrinya. .K. ³.J.) .³.P. H.H.H..³.P. .H..” Fatimah masih dalam mihrabnya.J.H.J.H.12 ( Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.J.K. “Ya Allah.H. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin.H..J.. .. anak yatim dan orang yang ditawan..³.J. .H.P.³.J. . .J. H.H.H.P. .” kata Rasulullah..J. tazkiyatus sulthan.P Pada hari kedua dan ketiga terjadi peristiwa serupa. P. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Keempat. H.H..P. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. . .H.N.H.K. .P.H. Marilah kita temui istrimu Fatimah. . Hanya kali ini yang muncul meminta tolong adalah tawanan muslimin dan anak yatim. : . .J.H.K.H. H.J.H. ―. tolonglah keluarga Muhammad yang hampir kelaparan ini.P. .P.N. . .H.H.. P.³.H. J. .J.J. H.H..K. K.H. H. H. .³. ia belanjakan buat yang menderita.” Maka turunlah firman Allah surat al-Insan ayat 5-12.J. . K. . . .J. .P. Inilah tazkiyatul mal. .H. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum. J.H.H.H.N.K.³.K.S.H.N.³. .H. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah.³. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.J.K. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.H.H.P.H.J.K.H. P.J. ..J.K.³.J.H. .H.H.H..K.H.H.J.S. semoga Allah menjamu kalian dengan hidangan di surga.N.K .K.H.J.K. J. “Hai Aba Hasan. H. Harta diperoleh dengan kerja keras yang halal. P.H. keluarga nabi itu (ahlul bait) tidak sanggup makan di tengah penderitaan. J.H. .H. P.K. J..J.P.K. H.H.K.H. N. beliau melihat kedua cucunya gemetar karena lapar. H.H.. H.H.H. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.N.. .P. .. . 5 . .³. tangisan orang lain.K.J. .P. . J.J. K.H. Demi kesucian.H.P. P.H.H. melarat dan sengsara. J. J.H.P.padaku. J.H. J.. penyucian harta.P.P.H.P. Tetapi betapa pun cintanya ia memiliki harta itu..J.P.J.J.J .H. K. . kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.H.J. .H.J. P.³.

menggunjing kejelekan orang lain? Tidakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama. Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural (da’wah dan tarbiyah). Saudaranya ‘Aqil pernah meminta lebih dari haknya karena anakanaknya sedang menderita.J. Karena orang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam jumlah yang banyak.” Aqil segera menjulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali. takabur. bukankah kita sering menyimpan dengki. Sebagai penguasa. keluarga dan golongan. “engkau akan aku beri sesuatu. Mensucikan kekuasaan itu berarti mendahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dari kepentingan individu. Ketulusan .H. Ia membagikan harta Baitul Maal hanya kepada yang berhak. Dengan tenang Ali berkata.H.s “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Kata kemunafikan dan kekuasaan dalam Al-Qur’an sama banyaknya (al-munafiqu wa as-sulthan).H. tetapi perlu ditopang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Sufyan ketika jahiliyah.J. Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi. tidakkah kita mudah mengobral makian. Ini berarti kekuasaan itu cenderung menyimpang dan korup. Ali berkata. Tiba-tiba ia menjerit.K. awal terjadinya bencana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti oleh penyimpangan dalam pemerataan ekonomi.” Yakni janganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu. Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan mengorbankan kepentingan orang banyak. keluarga. prasangka jelek? Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan cara mengotori kehormatan kita. sudah sejauh mana upaya kita dalam mewujudkan latihan kesucian kita? Sumayyah memilih ditusuk tombak daripada mencemari lidahnya dengan kalimat kufur. Fatimah memilih lapar daripada membiarkan orang lain lapar. Periksalah lidah kita. Bahkan kekuasaan yang diperoleh merupakan hadiah dari Allah bagi orang yang beriman. karena ia menyadari bahwa mayoritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana. Penyucian kekuasaan dari pencemaran kepentingan pribadi. Padahal dalam sejarah kehidupan manusia. Berilah dengan . iri hati. Ketika Ali menjadi khalifah. menyebarkan fitnah. “Datanglah lagi nanti malam. “Hanya ini saja untukmu. meraung seperti sapi dibantai.H. kelompok sesuai tuntunan Allah. Rupanya ia memegang besi yang menyala.J. Marilah kita ber-muhasabah secara radikal dan komperhensif. mengkafirkan yang tidak sepaham? Bukankah kefasihan bacaan al-Qur’an sebanding dengan kefasihan kita dalam mencaci saudara kita? Periksalah diri kita. Ali memilih hidup sederhana. keluarga. kelompok dan golongan. Bagaimana kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai jahannam?” Inilah tazkiyatus sulthan. Demi kesucian dirinya.H.” Malam itu Aqil itu datang. “Itu besi yang dibakar api dunia.” kata Ali.Orang Islam tidak anti kekuasaan.P.J.

H..H.H. tanpa kontaminasi.K.K.H.H.J. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. Ia laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya secara . H. P.J. “Janganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya.H..” . J.) .H. Upahku hanyalah dari Allah.J..P. J.J.H. .K.” Ada yang berpendapat.J.J.K. K.H.P..H.H.P.J. H. J.. J.K.K.H.J.H. P.H.J. P..P.. . pretensi.H. .” (QS Huud : 29)..H.H.P.H. K..K.K.J.P.. J.H. . . H.H.H.H..H.N. “Janganlah engkau memberikan sesuatu untuk mencari sesuatu yang lebih baik.H.. H. S.J. ―.P.H.. seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.K.H.P.) K. .J. .P.J. Rahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk menjaga harga diri dan kesempurnaan akhlaq. H. ―.K. ³.H.K.K..” (QS al-Hujurat : 18).N.P.J.H.P. 18 ( “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka...J. J.H. N. J. .H.. : .J..H. . 29 ( “Dan (dia berkata) : Hai kaumku. ³. 264 ( “Hai orang-orang beriman.H..P. K. K.J.J.P.H. Ibarat emas murni.J.H.K.H.H.H..H. m.H.. Efek ketulusan : .N. H.. P.K..P.H.H.H. J.H.H. . H. sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. J.K.J.H. H.H.. H.P.H.P. H.K.H.J. : .K. . H. : .H.H.H. J.. H. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. . maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi (tiruan). P.H... .. kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu. m..J. “Janganlah engkau memberikan nubuwah (tugas kenabian) kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya.J.P.K. .P. N.J.P.K. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan.) H.H.P. .P.K.N.J. P.H. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat.H.H.J.P..H. .H.H. . Abbas mengatakan.P. K. K.J. . tendensi.H.K.H.H. H..J. Nabi memerintahkan dengan semulia-mulia adab dan semulia-mulia budi pekerti.H. J.H.K..J.. H.―.H. K.H..H.K..J.H.H.. K.. J.P. Ketulusan dalam terminologi sufistik identik dengan kemurnian dari berbagai campuran kotoran (al-khulushu min al-mustaqdzirat).P.J.J.K..H.J.H...J..H..H. P.K. K.K.K.J. J.H.J. m.J..H.K. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedeqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).H.P. aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku.P. K.K.J. Katakanlah : Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. K.³.H.P. J.suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa kefakiran. . J..H. J.H. Mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja. P.J.H. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah. K. H.K. J.” (QS al-Baqarah : 264). 10 ( “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapakan keridhaan Allah..―..” (QS al-Insan : 10).” Ibnu Zaid mengatakan.N. lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah).H.P.³.. H.) H.H.

K. Allah berikanlah orang yang berinfaq dengan tulus. dua malaikat Allah akan mendoakan orang yang melaksanakan infaq harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah. ambisius itu menjadi tidak sederhana.H.N. pengganti (dari apa yang ia infaqkan itu). individualis. egoisme.m..m. Khalafan (pengganti) disini menggunakan kalimat yang bersifat umum.H. persis ia merahasiakan kekurangan.H.P.J.S.H. sederhana dari berbagai virus ananiyah. dan betapa banyak amal perbuatan besar dikecilkan oleh niatnya.S. Ikhlas tidak berwarna.N.. atau jabatan. Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di ujung amalnya yang tulus.P. melukiskan kondisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan. Yaitu orang yang berhati sehat (qalbun salim). hedonisme.S. Ya. Bahagia karena ketulusan adalah kepastian.m. warnawarna yang menyimbolkan nafsu amarah. bahagia karena uang. Kebahagiaan diperoleh dari Tuhan kepada pemilik hati yang komunikatif dengan-Nya. memang bukan berbentuk barang yang diperoleh di tempat tertentu. di mall. sisi hitam.N.P.K. Ikhlas laksana binatang penyu. Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa..S. nafsu ingin mengambil ini dan itu.spontan.P. tetapi ia juga bisa menghadirkan semua warna dan ornamen seperti adanya.H. ayam baru bertelur satu buah saja. Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharmonisan keluarga. Wujudnya menjadi bermakna. dan abadi dalam ingatan. justru sikap bersahaja. dan bau tidak sedap dalam dirinya.H. nafsu kepemilikan.P. Ketulusan adalah kekayaan yang abadi. pangkat. hati yang terhindar dari virus ruhani. supermarket.H.m. “khalafan” (pengganti) yang tak terhingga.J. ia bebas dari warna merah. Tetapi Tuhan Maha Adil. sampai nafsu yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri.. tempat wisata. Secara diam-diam ia mampu bertelur dari 500 sampai 3000 butir. Seperti halnya air bening yang selalu menjadi tumpuhan harapan dahaga yang telak. N.N. Mungkin seorang akan bahagia dengan memiliki uang.³. jingga. atau kedudukan itu baru kemungkinan..s Betapa banyak amal perbuatan kecil dibesarkan oleh niat ikhlasnya.P. Sebaliknya.” Kebahagiaan. Menanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga. kedamaian. “Keikhlasan sesaat adalah keselamatan sepanjang masa (alikhlashu saa’atan najaatul abad).H. anak yang taat.J. nafsu kepada lawan jenis. Ketulusan itu tersimpan rapat-rapat oleh pelakunya.H. Tetapi.H. dan bahkan putih. Kehadiran ketulusan dalam hati. ..³. Seorang ulama salaf mengatakan : .H. Ia bening adanya. kuning. atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri.P. Dari sudut pandang para salik (penempuh jalan menuju Allah). mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai. Bening bisa diwarnai apa saja. .P. Seorang ahli sufi mengatakan.P. bar. pangkat. ia berteriakteriak ke kanan dan kekiri.K.H.P. Bahkan. berbekas. nafsu ingin mempertahankan status quo.N.J. pub. ketulusan juga menjadi dambaan jiwa yang kering.K. siklus . dll. menurut sebuah hadits.P.

J.H.J..J.H..H. N.J.H.H. kepuasan batin. K.K.H.H.S.. J.. J.. P. .H. ―. Dan akan berefek kepada pemiliknya..H. .K.H..J.H.P.K..H.H. dan orang yang beramal akan hancur kecuali yang tulus. J.H.K.J.J. K. J.J.K. Baiknya amal karena baiknya hati dan baiknya hati karena baiknya niat.H. P..K. dll..H.H. J. K.P. H.K. J. J. N.H. “Semua manusia akan hancur kecuali orang yang berserah diri kepada Allah (muslim). Bentuk dan macam “pengganti” itu sepenuhnya hak prerogatif (mutlak) Allah. .H.K.P.H. H.J.P.H. K.J.S.H.K. H.H.J. dan diakrabi.H..J..P. P.K.H.J.. J.H.J.” Yakni. H..H.H..H. hanya bersenjatakan ketulusaan niat. H. K.K.N.K.. P..H.K. orang beriman akan hancur kecuali orang ‘alim...H.H.J. dan orang yang alim akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya.H.P.N.K.. tidak membuatnya berubah orientasi.. Ketulusan yang dia lakukan.H. .J. J.P. H ..J. K..J. .H.H.K.P.H. K. dhemit ora ndulit.” Kata orang Jawa.H.H. ..P.H. K.H. .K. Karena memandang .S..H.K. H.H. K.. semua orang muslim akan hancur kecuali orang beriman.P.H.³. . ―.H.H.P.J.K.K.. . ibunda dari Prof.H.P. . P. apapun yang dilakukan orang lain terhadap dirinya.P...H.K.J. H.H.H..H.K.J. J.J. Rasulullah pernah bersabda : . P.H.J.H..J..K.N.J. dan barangsiapa yang keruh niatnya akan keruh pula hasilnya.H.J.N. . “Keikhlasan akan menghasilkan sikap mental baja.P....K.J.H. .H.H. P.m.P. H .H.K.J.P.K.H. H .K.H.K. . N.H. K.K. J.K. niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya. Dan orang yang tulus dalam bahaya.H. K.J. K...H.. Seorang ‘abid pada zaman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan.N.J.H. .H.P.H.H.P.H. K.H. H. Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula..K.P.H. K.H.P.. K.K. akan dimonitor Tuhan.P...K.H.H. K.K. K. M.H.J. tidak salah alamat. Jadilah kamu orang yang benar dalam rahasiamu niscaya engkau menjadi orang yang fasih ditengah keramaian. H. Barangsiapa yang tidak benar permulaan kehendaknya.P. Orientasi tertingginya hanya keridhaan Allah Yang Maha Adil.P.. J.H.P. S.H.H.J.K. K..H.” (al-Hadits). J.J.J.H.H. J. Barangsiapa yang benar permulaannya maka benar pula kesudahannya dan barangsiapa yang salah permulaannya maka bisa jadi dia binasa.P. .N. . K.K. dicokot dadi otot. Amien Rais pernah berujar.P. H .N.J.H. jalan keluar dari beragam kesulitan. P.H.H. .P.³. Ibu Sudalmiyah. Manusia yang tulus jiwanya mudah dikenali. kebahagiaan.H.P.J. P. N. K. Kelesuan sesudah kesungguhan timbul karena adanya kerusakan pada langkah awalnya (niat).P.H..H.H.J.K. .J.H.H.J.J. H..H. H.N. Barangsiapa yang tulus dalam niatnya maka hasilnya akan mulus.J.P..H.. P.J. Dr..J.N.N.J. J. .J.K.H.H. setan ora doyan. K.H.H. “Dijiwit dadi kulit. Sesungguhnya berbagai keluhan itu muncul karena kerusakan sejak permulaan.H.H. J.H. Ketulusan pantang dipuji dan disakiti.pergaulan yang menyejukkan..H.

. .J. H. untuk meraih ridha Allah. .. Tidak ada keyakinan (iman) jika sifat sabar ini belum tumbuh dalam diri kita..J.·..” (QS as-Sajdah : 24). bersabarlah Yakni. Berbeda dengan orang munafiq. bhs.N.H.orang lain sebagai anugerah..J .. Ibrahim an-Nakha’i mengatakan : bersabarlah dalam pemberianmu (sedekahmu) itu hanya karena mengharap ridha Allah semata...J. Tetapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi (itsar). Adapun kabilah Quraisy yang durhaka tetap memperoleh azab dari Allah. ..H. kebimbangan (idza ra-aita tu’jibuka ajsaamuhum)..i . bukan ancaman. . lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan. .H. Orang yang ikhlas itu.J.H ..K.J.S.. Ini termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa Quraisy yang memiliki komitmen terhadap kebenaran.J.P .H.K.H... Aku jadikan diantara kamu sebagai pemimpin.N. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka.H.H..H.H. df BAB II . sebanyak mungkin.H.H . Orang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat-rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya. Manusia munafiq itu sosok yang bertopeng sepuluh (dasamuka.. Ash-shabru qarinul yaqin (sabar itu temannya keyakinan)...H. Sabar di jalan dakwah J.P.³.K. TABIAT JALAN DAKWAH .H.H. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. . Efek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung (kulla sha-ihatin ‘alaihim) keragu-raguan (raybah).K.PK.H.K. Keikhlasan menimbulkan jiwa yang tenang (thuma’ninah).” (al-Hadits)..H.K.H.·.. Ibnul Jauzi mengatakan : Ayat ini peringatan untuk suku Quraisy sesungguhnya kalian jika taat dan beriman kepada-Ku. tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari orang lain. Jawa).H .J. “Surga itu berhak bagi orang yang patuh sekalipun dari suku Habsyi (berkulit hitam kelam) dan Neraka itu berhak bagi yang durhaka betapapun berasal dari kabilah Quraisy.N .³... bersabarlah atas gangguan kaummu.K .H. .

.H.H.H. Keluhan.J.K. . sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Ibnu Abas berkata : Ayat ini peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan ujian dan cobaan. H. tekanan secara psikis dari keluarga.H. menghadapi masa-masa sulit (fatratu al-idhthihad).. .J. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman. J. Cobaan adalah sunnatullah bagi kehidupan orang-orang beriman..N. Ali Imron : 142.H. P. Ibrahim dibuatkan tempat pembakaran khusus oleh kaum paganisme.K.H. kelaparan.P.. .H.N. al-Buruj : 4-8). karena cobaan itu datangnya di luar perencanaanya. doa seseorang ada kemungkinannya ditunda bahkan ditolak. Bahkan Allah menjanjikan kepadanya shalawat. K.J. dibunuh oleh kaumnya sendiri.P.. rahmat dan petunjuk menuju jalan kebahagiaan (QS al-Baqarah : 155-157).J.J.H. P.H. . H. H.H... serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya : Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah..P.P.H... K.. Lihat juga: QS al-Ankabut : 2.J.H..N. : .J. rayuan.H..H. fitnah. P. .J. bahwa Qatadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum kafir Quraisy. kekurangan buah-buahan. H.H.P.. serta disiram dengan minyak dan dibakar. N. Surat alAhzab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu.K. P.K.H. J.K. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.H.P. Nabi-nabi bani Israil berjumlah 70 orang. Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri. .H. Para Nabi juga mengalami ujian yang tidak kalah beratnya. yaitu memilih jalan Islam yang secara sunnatullah akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan. Nyaris Madinah dikuasai musuh.J. seorang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disengaja. Dan musibah lain yang diakibatkan oleh sesuatu yang sengaja dipilih dan pahalanya lebih besar.J. Selain kondisi sakit. untuk membersihkan mereka supaya menjadi shafwatullah (pilihan Allah). 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. intimidasi. P.K. H. teror secara fisik dan mental dari musuh. J. Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar.J..H..P. Nabi Zakariya yang sudah setua itu digergaji kepalanya. penjara.K.J..N. konspirasi jahat. yang dikenal dengan Perang Khandaq (parit) atau Perang Ahzab (pasukan sekutu). Kaum beriman sesudah mereka juga mengalami ujian yang sama (QS al-Buruj : 4-8).) .J..H. J. .J.P. dll. Penganut tauhid di Arab Selatan (ashhabul ukhdud) digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya..K.. Menurut riwayat dari Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir dan Abdurrazaq.N.J. ratapan seseorang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus dosa.Dalam kacamata al-Qur’an (fi dhaw’il Qur’an). J. at-Taubah : 24.”) QS al-Baqarah : 214). pembunuhan.K.N..H.J.H. Yahudi Bani Quraizhah dan kabilah-kabilah Arab mengepung Madinah. H.H. dan dijamin terkabul apa yang menjadi permohonannya (al-Hadits)..J.N.H.P. N. kematian orang yang dicintainya.P.N.H. kekurangan harta dan jiwa.J.H. J.J.P. yaitu ketakutan. .H.

H.K... Berbicaralah dengan manusia sesuai kadar ..H... “Orang mukmin itu senantiasa berada di antara lima ancaman berat : Mukmin yang mendengkinya. “Akan datang suatu masa seorang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti memegang bara api... .J..H. . Barangsiapa yang rela (dengan cobaan) itu maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.H.P. : ... “Orang yang paling berat cobaanya adalah para Nabi. . .. . NASIHAT YANG BAIK ..P.. Maka.K.J.J.H.. Akhirnya dia berkata.H. K.. H.P.P.H.P..H.N.P. syetan yang menyesatkannya.P.J..J.N. BIJAKSANA .. Setelah itu ia disiksa dengan berbagai macam siksaan...K. kafir yang memeranginya.K.. P. .K. .H.J. . : H... Metodologi dakwah penting dibanding muatannya .H.P. maka sebelum melepaskan anak panah ke tubuh saya sebutlah nama Allah....H. dan barngsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya.... tetapi pulang dengan selamat.. .ᅭ ...J.H. K...P.J.H. METODOLOGI DAKWAH . pasti Dia menguji mereka..S..K.H. P.” (HR Ahmad).H. . . kemudian orang yang paling baik sesudahnya. nyawanya dikorbankan untuk mengIslam-kan mereka.H.. Jadi...H.... . . P...H. dan anak itu terbunuh.J. Nabi juga pernah menceritakan seorang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati raja yang zhalim.J..K... nafsu yang melawannya.N. K.... .H. berimanlah seluruh rakyat di negeri itu..J.. . ...... K. “Tuan-tuan bisa membunuh saya hanya dengan anak panah ini. K.K. K.... Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum. .―..K.” Semua orang menyebut nama Allah.H...K.H.” (al-Hadits) df .... tetapi tetap pada pendiriannya.Sebabnya. kemudian orang yang paling baik sesudahnya...) Rasulullah pernah bersabda.H..H.... P..K..J.P..J.. ... munafiq yang membencinya.. di dalam Makarim al-Akhlaq).K.H.J...H..P..J. .. DEBAT OBYEKTIF-ARGUMENTATIF ....P... ...H.. (..H.P..N..H. baik secara individu maupun secara kolektif.. hanya karena mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah saja... P. K.H.K.. P...H.P. P.....” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Anas bin Malik....H.H. yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya menjadi mangsa binatang buas. jalan menuju surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci (makarih) dan neraka itu diliputi oleh sesuatu yang membangkitakan nafsu syahwat..K.K..H.H. Ujian itu mengenai orang yang menapaki jalan iman. . Tuhan anak ini (bismillah wa rabbil ghulam). P.....N. .J.. . .H.. . Seorang anak yang berjiwa tauhid.. K.P..J.

J. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. H. yang lebih penting adalah memahami heteroginitas dan latar belakang serta kondisi riil bidang garapan dakwahnya (dirasah maidaniyah).H. Sehingga fitrah manusia terlindungi dari berbagai kontaminasi ideologi. H. 42 .H. Aku mendengar dan melihat.. H..H.K..J.J...H.P.K...K.H. J. H. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami.K.H.K.H..H. sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.K.H. acuan praktis metodologi dalam berdakwah. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. J.K.K. disampaikan pada momentum yang tepat.J..J.H.H.N.K. . P.J.J.J. Sekalipun materi dakwah cukup baik. . hai Muhammad.H.J.K.H..H.” (QS Thaha : 42-46).J. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir.J. P..N. Oleh karenanya. Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah-lembut yang diperagakan oleh Musa dan Harun ketika mengajak raja Fir’aun ke jalan Islam. .H.K. tetapi mengabaikan metodologi yang benar mustahil akan mencapai target akhir dakwah yang diprogramkan.H. . yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signifikan kepada mereka (bimaa yu-atstsiru fiihim wa yanja’u).H. . P. K.H.H. K.H..N. ..K. K. METODOLOGI DAKWAH .H.J. agama yang benar.J.H.J. .. J.46 ( “Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku. . H. .H.H.K. bukan dengan cara yang keras dan kasar (Lihat: Shafwatut Tafasir II : 148). P. kepada dinullah (agama Allah) dan syariat-Nya yang suci dengan uslub (gaya) yang bijaksana.N. H.P. P.S. . K.. halus dan lembut. di samping seorang da’i membekali diri dengan stabilitas psikologis yang mantap dan ilmu yang luas.P. H.H. yaitu dienul haqq. H.H.H. P. .” (khaathibun naasa ‘alaa qadri ‘uquulihim).H.H.H.H.H. .. . H. J.S. “Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka.H.H.. ³..K.H. H.J..³.J.H.H. J. menapaki jalan yang lurus. J.H. P.H.N. Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan kekafiran (zhulumatul kufri) agar mereka kembali kepada cahaya iman (nurul iman).H. H.K. J.H. H. .K.H.J.H. Ayat diatas mengandung tuntunan.H. sesungguhnya Aku bersama kamu berdua.H.J.H. .H.” (QS an-Nahl : 125).H.H.H. : .H.) H.H.K.H.J.K.H. Maksud ayat diatas adalah : Serulah manusia..pikiran mereka BAB III ..H.H.H.J.J.) 125 ( “Serulah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik. .P.H.K. . : .J.. sesungguhnya dia telah melampaui batas.H. dengan harapan bisa memberikan input sesuai dengan sasaran yang dituju.H. . semoga ia ingat atau takut.J.P.H..H. Metodologi berdakwah (uslubud da’wah) merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah. J. H.H.. informasi yang selaras dengan kebutuhan fitrahnya..K. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.K. P.N. J.H.H.K.H. K..N.

budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola sikap yang tidak Islami. Dalam melakukan tugas dakwah (wazhifatud da’wah) diajarkan oleh al-Qur’an menggunakan tiga metode Pertama, al-hikmah. Yaitu, dengan pendekatan yang bijaksana. Mengedepankan akal budi yang mulia, dada yang lapang (insyirahush shadri), hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain-lain. Dengan metodologi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri (magnet power) manusia menuju kepada inti (jauhar) ajaran Islam, yakni tauhidullah (mengesakan Allah). Hikmah terkadang dimaknai sebagian orang dengan filsafat. Padahal hikmah itu inti filsafat, lebih halus dari filsafat. Filsafat hanya dijangkau oleh orang yang terlatih kecerdasannya dan lebih tinggi cara berfikir dan berlogika. Sedangkan hikmah bisa dipahami oleh orang yang belum maju cara berfikirnya, namun tak bisa dibantah oleh orang yang wawasannya lebih luas. Hikmah tidak sebatas ucapan verbal, tetapi jelmaan dari tindakan dan sikap hidup. Kedua, al-mau’izhatul hasanah. Bermakna pengajaran atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan sebagai nasehat. Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua. Pertama, nasihat yang selalu berbicara, yaitu al-Qur’an; dan nasihat yang senantiasa diam, yakni kematian (al-maut). Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri. Nasihat orang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga sejak kecil – sebelum si anak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang lain – akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya, kelak di kemudian hari. Sebab, contoh beragama sejak usia dini akan membekas ketika kelak menjadi dewasa. Ketiga, jadilhum bil-latii hiya ahsan. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Kalau ditemukan bantahan dan tukar fikiran (polemik), maka perlu ditempuh jalan yang sebaik-baiknya. Membicarakan persoalan yang diperdebatkan dengan berfikir obyektif dan hati yang jernih. Menghindari ucapan yang menyakitkan dan melukai perasaannya. Tetapi ditunjukkan bukti-bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal fikiran dan perasaannya, sehingga mereka melihat hujjah (alasan) yang tak terbantahkan. “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (QS alAnkabut : 46). Yakni jangan menyeru Ahli Kitab kepada Islam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama kecuali dengan pendekatan yang baik seperti megajak merenungkan ayat-ayat Allah, dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan-alasan dan penjelasan-penjelasan-Nya (Lihat: Shafwatut Tafasir II, hal. 462). Imam Al-Fahkr mengatakan : Sesungguhnya orang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras, dengan mamatikan pemikirannya secara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap Islam. Adapun terhadap Ahli Kitab,

karena mereka beriman dengan turunnya kitab-kitab dan diutusnya para Rasul, mengakui kenabian Muhammad, maka berdebat dengan mereka dengan cara yang lebih santun dan sejuk kecuali orang-orang yang zhalim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah, dan pernyataan mereka tentang Trinitas, maka mereka harus diajak berdialog dan berdebat dengan pendekatan yang lebih jelek, mematahkan pendapat mereka dan mengungkap kejahilan mereka (Shafwatut Tafasir II, hal. 464). Ketiga metodologi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa. Karena dakwah itu ajakan dan seruan membawa manusia menuju jalan yang lurus (shiratal mustaqiim), bukan propaganda (di’ayah), sekalipun propaganda itu terkadang menjadi alat dakwah. Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan, sedangkan propaganda lebih cenderung memaksakan kehendak. Dakwah dengan cara paksaan akan melahirkan ketaatan semu (kemunafikan). Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh potensi dasar yang dimiliki, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Karena membangun komitmen dan kesadaran beragama itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak (QS al-Baqarah : 256). Kebenaran dan kesesatan itu telah jelas perbedaannya. Urusan memberi petunjuk dan menyesatkan seseorang adalah wewenang Allah semata. Seorang da’i sebatas penyampai pesan (muballigh), pembuka pintu hidayah, bukan pemutus perkara benar dan salah (hakim). Inilah pedoman, tuntunan dakwah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berdakwah di tengah-tengah berbagai aliran pemikiran, upaya peragu-raguan (tasykik), pembaratan (taghrib), peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri), usaha-usaha menjauhkan pemeluk Islam dari agamanya (tab’id), dan menawarkan kehidupan skuler (laa-diniyyah), memerlukan format dakwah yang lebih menarik, sesuai dengan tingkat kebutuhan sejarah dan zamannya. Dakwah dengan cara konvensional tentu tidak menarik di kalangan masyarakat modern, yang lebih maju cara berfikirnya. Tetapi kita harus yakin sesungguhnya setiap ajakan yang luhur pasti akan ada yang merespon (likulli da’watin mujiib). (........ .... .... .... ....) K.K.K..H. K.J.H. P.J.K. P.H.H. m.J.H. .H.H. N.H. J.H. “Siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi). Ketiga metodologi dakwah yang Qur’ani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan zaman dan pemikiran manusia, karena pada dasarnya metode dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, bantahan yang logis akan selalu memperoleh tempat yang layak di benak publik. df ...... ..... WAWASAN DA’I ...... ...... AL-QURA’NUL KARIM ...... ...... HADITS-HADITS NABI SAW ....... ...... SEJARAH HIDUP NABI SAW

....... ... – ....... ..... ........ MENGENAL MEDAN – SENI & BUDAYA ....... ... ILMU SEJARAH ..... ... ILMU JIWA – PSIKOLOGI ......... ... GEOGRAFI – ILMU BUMI ..... ... ILMU AKHLAQ ....... ... SOSIOLOGI – ILMU KEMASYARAKATAN ....... ... ILMU POLITIK ..... ... BAHASA DAERAH – LOKAL ...... ...... ... ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAB IV ...... ..... WAWASAN SEORANG DA’I Ada ungkapan yang mengatakan : .J.K.J.P. H. K.J.N... P.K..H. Yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu. Seorang da’i yang lemah spirit dan kurang wawasannya, disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya, lebih berat lagi memberikan pencerahan pada tataran obyek dakwah (mad’u). Seorang da’i/da’iyah yang adalah diterjunkan untuk manusia (ukhrijat linnas), maka ia dituntut memiliki bekal ilmu (zaadul ilmi) yang membantunya dalam memahami seluk-beluk, karakter dasar manusia dari masa ke masa. “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.” (al-Hadits). Orang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita, tergantung kepada strategi pencitraan kita. Jika kita berhasil meyakinkan orang dengan citra diri kita, maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa. Inilah kendala yang terbesar dalam dakwah. Jika kita meneliti semua referensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang dijadikan fokus perhatian dalam garapan dakwah adalah da’i itu sendiri, bukan massa yang akan direkrutnya. Kepribadian da’i memiliki magnit (daya tarik) dan atsarun fa’aal (pengaruh yang signifikan) dalam mempengaruhi orang lain. Dukungan vertikal dan horizontal (akar rumput) kepada da’i tergantung kualitas hubungan (ittishal) da’i kepada keduanya. Jika kita dekat kepada Allah, Dia akan menolong kita dan meneguhkan langkah-langkah kita. Demikian pula jika kita berhasil menanamkan kebaikan, birr, ma’ruf di benak publik, mereka akan mendukung kita minimal lewat do’anya. “Sesungguhnya kalian ditolong oleh orang-orang lemah diantara kamu” (al-Hadits). Orang tidak sekedar melihat idealisme kita, tetapi sejauhmana kualitas cara-cara kerja Islam kita (amal

Kedua. memahami sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya yang utama (Abu Bakar. adalah generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in. dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum). Orang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka. memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al-Quran. al-Quran. Ini dalam dakwah dikenal dengan ilmu etnologi. al-Hadits & Sirah Nabi. dll. Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa. Sajjah binti al-Harits dan Malik bin Nuwairah. pengalaman. ada 11 bidang ilmu pengetahuan (tsaqafah) yang perlu dikuasai oleh seorang da’i dalam melaksanakan tugas dakwah. mengetahui watak orang Batak. Seorang da’i harus mengetahui secara global sumber ilmu sejarah. Setelah para sahabat meninggal. Disini mencakup iklim. yaitu Musailamah al-Kadzdzab. Jawa. kebiasaan. Wawasan Abu Bakar tentang etnologi (ilmu etnis) suku-suku Arab itu yang mendukungnya. Ketika Rasulullah meninggal. Mengapa suatu bangsa itu maju berkembang. Dari mana munculnya kerusakan akhlaq. Umar. dalam Tafsir al-Manaar. pendidikan mereka. tetapi pada akhirnya semua golongan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash-Shiddiq itu. al-Aswad al-‘Ansi. Ilmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan obyek dakwah (mad’u). diplomasi dan gertak sambal. sehingga beberapa orang daerah yang jauh menyatakan lepas dari komando pusat pemerintahan. Seorang da’i dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa. Ketika timbul pemberontakan di mana-mana. Sunda. Abu Bakar tidak sekedar hafal nama-nama mereka. Kemudian. akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Seperti perumpamaan kita sekarang. adat istiadat yang mengotori kecerdasan berfikir setiap bangsa. Jika fuqaha’ tidak ada maka kita mencontoh ulama’ ‘amilun (para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syari’at). yaitu al-Quran dan al Hadits. Ia harus faqih terhadap buku induk dakwah. Ketiga. Pertama. Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala (tribulasi) yang ditemukan di medan dakwah. mengetahui sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau (khalifah). Menurut Muhammad Abduh. tetapi memahami perbedaan perangai mereka secara mendetail. Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu. dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal Rasulullah. Minangkabau. sehingga berhasil meredam gejolak itu dengan sukses. Utsman. Banjar. Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pemberontakan itu. sekalipun Umar bin al-Khaththab yang dikenal pemberani itu masih majumundur. mengetahui sejarah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk dijadikan contoh (lit-ta’assi).Islami) kita dalam realitas kehidupan. Ilmu Ethnologi. setelah itu para fuqaha’. Bugis. Ilmu Sejarah. Semuanya mengetahui bahwa sahabat senior yang menemani Nabi di Gua Tsur itu memahami secara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab. Setelah dua hari mengadakan rapat secara maraton. ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima. kemudian .

kemudian layu sebelum berbuah. keadaan di Irak berbeda dengan kondisi di Mesir. Al-Qur’an sering mengungkapkan sejarah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita. timbul tenggelamnya masyarakat dari masa nomaden (badawi) sampai menjadi masyarakat yang berbudaya (madani). Orang-orang dahulu bisa jaya karena komitmen dengan nilai-nilai moral. Yakni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang. Da’i harus lebih baik dari pada mud’unya. adat istiadat. Itulah sebabnya dikatakan. pendapat umum (public’s opinion) mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak boleh salah. seorang da’i akan menyampaikan misi dan visinya dengan tepat. Dengan mengetahui heterogenitas obyek dakwah.” Kelima. Keempat. karena perbedaan kondisi secara keseluruhan kedua negeri itu. Ia harus mengetahui secara garis besar tata kota medan dakwah yang akan diterjuni. Ketujuh. Pengaruh sungai. Ilmu sosiologi berkaitan erat dengan ilmu sejarah dan akhlaq. Keenam. mengetahui mana sungai dan pegunungannya. Sekali lancung ke ujian. Sekalipun ilmu seorang da’i sundhul langit (setinggi langit). Sebab. Ilmu Jiwa. Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri (futuhatul bilad). dan jatuh karena mengabaikan nilai . “Ceramailah manusia sesuai dengan kadar pemikirannya. Imam Syafi’i berubah fatwanya setelah pindah dari Baghdad ke Mesir. bijaksana. Seorang da’i akan merintis dakwah di lokasi tertentu. padang pasir. Ilmu ini penting untuk menghadapi kondisi kejiwaan seseorang atau kelompok. tetapi tidak dibarengi dengan akhlaq yang baik. Sebab ia mengkaji dan menyelidiki sebab-sebab kemajuan dan kemunduran suatu bangsa. selamanya orang tidak akan percaya lagi. Ada yang mengatakan bahwa sejarah itu akan berulang. meminjam pepatah Bahasa Indonesia. Ilmu akhlaq ini mengupas tentang perbuatan yang tercela dan terpuji. Ilmu Akhlaq. bagaimana tabiat dan iklimnya. Tetapi akhlaq ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan. bahkan bersumber dari keduanya. beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim (fatwa lama) dan Qaul Jadid (fatwa baru).tenggelam ditelan oleh zaman. Ia mungkin wawasannya luas. tetapi belum tentu mengetahui kondisi pendengarnya. ilmu itu akan menjadi bumerang baginya (hujjatun ‘alaihi). Sebab. mengapa masyarakat berkembang. Banyak da’i yang gagal karena persoalan budi pekerti. Seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain hanya menonjolkan ilmu tanpa mendalami kejiwaannya akan menemui kegagalan. Ilmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis. Ilmu Sosiologi. sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan menjadi garapan dan lahan dakwanya. Oleh karena itu. Keteladan da’i lebih banyak menolong keberhasilannya dari pada wawasannya. Seorang professor di Perguruan Tinggi belum tentu berhasil mengajar orang yang buta budaya dan buta aksara. Ilmu Bumi. sehingga fatwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru.

setelah beliau memimpin proyek renovasi Ka’bah karena serangan banjir. Akhirnya. tetapi pemandu manusia semuanya menuju jalan yang diridhai oleh Allah. Pengetahuan akan seni dan budaya obyek dakwah akan membekali seorang da’i untuk tidak bersikap isti’jal (gegabah) dalam menentukan hukum seni dan budaya. aliran. Bagaimanapun ‘alimnya seseorang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan orang yang bisu. Bapak sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. Ilmu Muqaranatu al-Adyan (illmu perbandingan agama). Ilmu Politik. da’i itu akan sukses bergaul tidak saja di masyarakat homogen. Rasulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab. Dengan bekal ilmu tersebut seorang da’i akan luas pergaulannya. Kesebelas. “Barangsiapa yang mengetahui bahasa kaum. Sesuai dengan karakteristik Islam yang kaffatan lin-nas dan rahmatan lil-’alamin. Da’i tidak sekedar pemimpin ummat Islam. karena sejak masa pemudanya mereka memberikan gelar kehormatan kepadanya al-Amin (dapat dipercaya).” Kesepuluh. untuk mengetahui di zaman apa dia hidup. Oleh karena itu materi dakwah yang disampaikan Rasulullah di Makkah berbeda dengan di Madinah. Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lancar. Jika da’i buta politik. Ilmu siyasah (politik) ini penting dikuasai seorang dai. Dalam Islam dikenal dengan fase Makiyah dan fase Madaniyah. Islam itu tidak dimonopoli satu madzhab dan satu ummat saja. tetapi orang yang berbeda dengan kita juga merupakan lahan dakwah yang strategis.idealisme itu. Kedelapan. akan menjadi korban politik dari para politikus. Ketidaktahuan da’i dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat secara mendalam. . tidak eksklusif. Mengetahui pokok-pokok perbedaan agama-agama di dunia ini penting. Ia akhirnya mempunyai sikap politik terhadap sistem pemerintahan yang ada. Menguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk jiwa yang mempunyai bahasa tersebut. Orang Arab mengatakan. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab dengan jelas dan tuntas. bangsa. suku. tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heterogen dan pluralistik. Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan da’i dalam melaksanakan tugas di medan dakwah. Sehingga hanya persoalan sepele menjadi problem yang serius. Kesembilan. Kehadirannya diterima oleh semua unsur dan golongan di masyarakat. Syekh Abdul Qadir al-Jailani bisa menaklukkan hati penduduk yang mayoritas bromocorah karena keluasan ilmunya. Jika persoalan ini tidak dikuasai bisa saja ia menjadi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena persoalan yang tidak prinsip. agar wawasan da’i itu berkembang. maka seorang da’i harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi oleh Islam untuk mengajak ke semua lapisan etnis. Lughatul Qaum (bahasa obyek dakwah). Ilmu Kesenian dan Kebudayaan. niscaya ia terlepas dari makar-nya. bisa jadi menjadi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka.

H. ....S..K P.H. .J.J....J. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau .. ..N...K...H...J..H...K.... ... H.H.. P...K...Tunjukilah kami jalan yang lurus. K..H.H. K.. H... K.. ...J. K.J..H. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.H.H.... ... K...... . PRINSIP JAMAAH Surat al-Fatihah ayat 1-7 ...J.N.... K.H. H.. .K.N...........K.. . PRINSIP IMAMAH & JAMA’AH BAB I .. Segala puji bagi Allah..H.. Kepemimpinan .H.K. J..J.N....H... Maha Pemurah lagi Maha Penyayang... AQIDAH . Tuhan semesta alam..S.. . ..... K.J..J..K.P..J.J.. df $ PAKET VI .H...J... H.....J. .K. .H.K.. Syari’ah – Aturan main ..H.....H...... Wallahu a’lam bish-shawab.. Kawasan yang Islami .....Jawaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka.J. K.J.. K. . .H. – ...H..H. .J.H...J.. . ..N.. K... – ...H.N. .K.P. H.. S.K.. H..H..K. P.. H. Umat – Penduduk – Prajurit yang patuh .H.K...J.. IBADAH .S...J..J.N. ....K....K.. – . SISTEM KEHIDUPAN ...J... K...J..... ... . Yang menguasai hari pembalasan....J. Prinsip Jamaah $ ......N.J.. Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami mohon pertolongan. . H.J.J.P. J.J.

hisab. fi’il. Pertama. Kata isti’anah mencakup seluruh bentuk pertolongan yang diinginkan Allah. rahmat. ar-rahmanir-rahim. Tema ibadah didahulukan atas isti’anah (memint tolong) karena mendahulukan wasilah (ibadah) sebelum masuk wilayah isti’anah. al-Mu’in (penolong) dan alHadi (pemberi hidayah). maka semua itu mengharuskan untuk beramal. Dalam ajaran Islam. Ketika mengenal Allah memiliki sifat rububiyah. tema aqidah bukan semata-mata konsumsi otak. meminta hidayah agar selalu di atas jalan lurus. adalah teladan yang baik yang telah dicontohkan para Nabi. syuhada’. wahai Pemilik segala sifat mulia. itu berarti segala kandungan dan makna al-Qur’an telah terangkum di dalamnya. beribadah kepada-Nya. Seakan-akan . dan manhaj hayah ‘sistem kehidupan’. al-Qur’an mengajak kepada aqidah. Inti ajaran Islam itu adalah ma’rifatullah. yaitu beribadah kepada-Nya. Dzat yang khusus itu diajak dialog dengan sifat-sifat terpuji dengan menyebut iyyaka ‘hanya kepada-Mu’ lah. serta penyifatan diri-Nya dengan sifat-sifat yang agung. maaliki yaumid-diin. Allah adalah pemilik segala urusan yang agung. berbekas. ini kami menyembah dan meminta pertolongan. memperbesar peluang adanya pengabulan (ijabah). bertemakan ibadah. Selanjutnya yang kedua. meminta pertolongan. Dalam surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut tema aqidah. Tema utama al-Qur’an berkisar pada masalah aqidah. ibadah. shiddiqin. Ihdina adalah penjelasan dari permintaan ma’unah (pertolongan). Surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut Dzat yang berhak menerima pujian. Al-Fatihah juga secara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan. dimintai pertolongan dalam segala persoalan. yang berhak dipuji.anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. yaitu iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Bertolak dari sini. dan segenap orang shalih. Dalam al-Fatihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang secara berurutan sekaligus. ditaati. teladan jahat orangorang sesat. Dan asas berjalan menuju Allah (thariq ilallah). surat al-Fatihah dimulai dengan pujian kemudian mengajarkan ibadah. meminta pertolongan dan memohon agar konsisten berjalan di atas sistem yang digariskan-Nya. Asas aqidah adalah iman kepada Allah (rabbul ‘alamin) dan hari akhir (maaliki yaumi ad-diin). Surat ini juga memperkenalkan Allah dan sifat rububiyah-Nya sekaligus menunjukkan posisi kita. Poros gerak ibadah itu ialah memuji Allah al-hamdulillah. mempunyai tema manhaj hayah. Serta ketiga. bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat. lalu ibadah dan selanjutnya minhaj hayah. dan shiraatha al-ladziina an’amta ‘alaihim ghairi al-maghdhuubi ‘alaihim wa laadh-dhaallin. yaitu al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. tentunya memberi konotasi hanya itu. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pendidik alam) dan Malik (pemilik). tetapi harus melahirkan hasil. Kata ganti iyyaka dikedepankan atas kerja. inhiraf. yaitu ihdina ash-shiraathaa al-mustaqim.” Makna umum surat al-Fatihah Jika al-Fatihah adalah pembuka kitab al-Qur’an (fatihatul Kitab). Kemudian asas ibadah adalah (iyyaka na’budu). diwujudkan dengan melaksanakan kewajiban.

J.” (QS ash-Shaffat : 158).H. Bila seorang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah.J.H. K.K.. ...H.H.” (QS alIsra’ : 40). yang terdiri dari golongan Nabi.―. Nama Allah telah mencakup nama Dzat-Nya dan perbuatan-Nya..H..H.H.P. ini menegaskan prinsip seorang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah kaum muslimin dan bahwa tarbiyah Islamiyah dan dakwah Islamiyah (pada surat alMuddatsir) harus berbentuk tarbiyah jama’iyah. Ma’rifah yang tidak berorientasi pada penujuan segala pujian kepada Allah adalah ma’rifah yang pincang.. .manusia meminta hakikat pertolongan yang diinginkannya..J.. Dan surat al-Fatihah ini menjelaskan dua jalan..S H.H.K. Allah telah menjelaskan orangorang yang telah diberi nikmat.H. Allah disini meluruskan “Allah” yang diyakini masyarakat Jahiliyah. “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” serta “ihdina ash-shirath al-mustaqim”.H.H.K.K.H... K. maka pada surat Al-Fatihah ini Allah mengenalkan diri-Nya dengan jelas.K.) .N. Jika merasakan goncangan membaca iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in.H. P.K.K.. J. H.H.P.) .: “Maka mereka itu akan tinggal bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. para syuhada dan orang-orang shalih. mengenalkan sifat dan perbuatan-Nya. Allah mengenalkan diri-Nya dengan “Rabb”.H.H.J. Al-Fatihah menyebutkan dengan ungkapan jama’.i .J.P.K. Jalan orang yang diberi nikmat dan jalan yang dimurkahi Allah dan tersesat.J.H.N.P.H ...N (69 .J .J. .H.H..³... : .HH.―.H.P.J...K.H.H. Jalan yang lurus mustahil dapat terwujud tanpa pertolongan Allah. yaitu jalan yang lurus. H.S.m .J..i ).K.J.H...H...H...ᅭ . df BAB II MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT ALFATIHAH Kalau pada surat-surat sebelumnya.K.³.S. Tiada ibadah tanpa ma’rifah.H. .H.J. Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan Jin.J.H.J.J.H.K.H.. .. 40 ( “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat.H.H. 158 ( “Dan mereka adakan (hubungan) keturunan antara Allah dan antara jin..K. . shiddiqin.J. H. J.N.H. H... Realisasi dari permohonan itu bisa didapatkan dengan ibadah.” (QS an-Nisa’ :69).H. yaitu “Allah”. : ..K.J.N. Mereka juga beranggapan bahwa Allah memiliki anak-anak wanita..

H.) .N.K. .H . Jadi posisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama (asma) dan sifat (simah) Allah.P. secara aqidah dan ibadah. .P.P.J. J. Masyarakat jahili adalah masyarakat yang menjadikan Allah tidak berdaulat di bumi.K.H. manusia sebagai hasil tarbiyah dan da’wah diarahkan oleh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan-pesan langit pada realitas kehidupan.J. H. ... budaya.K.. K. (40 ) . Jika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang nota-bene milik-Nya. Aspek sosial.P. : .” (QS az-Zumar : 3). Bukan pula yang menciptakan suatu jenis Islam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah Yang Maha Suci dan diterjemahkan oleh sunnah Nabi. J.P..J. politik. Karena yang ditekankan al-Qur’an bahwa disamping manusia tercelup (tershibghah) dengan al-Qur’an (ahl). secara syariat dan sistem.H. pertahanan.K.Mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi langsung kepada-Nya sehingga para malaikat dan berhala-berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah. N..K .H. berpuasa. .H.. 3( “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.H...H .K . .K .H.J. sosial.K . secara budi pekerti dan tingkah laku.J.. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang melaksanakan Islam.J..S.N.K. Masyarakat Islami tidak sekedar komunitas yang menamakan dirinya Islam sedangkan syariat Islam tidak merupakan hukum di dalamnya.. sekalipun secara ritual disembah secara rutin. ekonomi.K. sekalipun ia shalat.H.H.. .J. juga perlu diwujudkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan (al-qaryah). Sehingga bumi ini dihuni oleh hamba yang menjadikan Allah sebagai Tuhan. zakat dan melakukan ibadah haji.P.J.P... K. Kebalikannya adalah masyarakat jahili.J...K. ). dan keamanan.N..H. Bismillahirahmanirrahim.: 84 ( . adalah bentuk lain masyarakat jahili. Inilah yang disebut dengan lingkungan yang Islami (al-bi’ah al-Islamiyah). Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhalifahan ini.H..K.H. H.K.P.H..H.K..N.J.H.P. Pada surat al-Fatihah ini Allah secara jelas mendelegasikan sebagian tugas-Nya kepada manusia sebagai wakil-Nya untuk mengelola alam raya (rabbul ‘alamin).

K... menyuruh kepada yang ma’ruf.J.“Dialah (Allah) yang menjadi Tuhan di langit dan bumi..J . wilayah.J .J. N. ).P..HH.K.P..” (QS Ali Imran : 104)..P. “Hendaklah diantara kamu segolongan yang mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran.KJ.K...N ...S. teritorial yang kondusif (al-bi’ah. kawasan.P.H.J. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. .H..K .P..J “Bukankah bumi Allah itu luas..ᅭ H.J.” (QS az-Zukhruf : 84) K.H. Ia telah memerintahkan kepada kamu agar jangan menyembah orang lain selain Ia sendiri.” (QS an-Nisa’ : 97).H.P.J. ..” (QS Yusuf : 40).P.N K.J..P.³ .. . ..H.H.H .P. . .P.J. Kedua..N.J.P..H “Hukum itu hanyalah kepnyaan Tuhan.).: (97 .P .K.m .KH. Itulah agam yang lurus.H.” (QS Ali Imran : 110) (143 (18 (105 . .K. . df BAB III UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ISLAMI Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami..H.: P. ummat (al-ummah. . Pertama.l .. ahl).H.H.H.J. ..J.K ..P .S..: . kemudian kalian berhijrah di dalamnya. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung terlaksananya ajaran Islam. dan mencegah dari yang munkar.H.N.K. al-qura).P.H.J.

.K.J...).H.: P.J.H.H.J.J.J..: .H.K ).JN...P..H.. ... aturan).K.H.H.K..J P.(104 .H...J.H.J. maka ikutilah dia.K .” (QS al-Baqarah : 143) Ketiga.H..H. .H.H.P.H “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama).H.J.J.K .” (QS al-Jatsiyah : 18) .H.H .P. ..H.m (110 P.P. . supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu.K.K.H “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran..³ “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan (umat Islam).. . ..H.H..K.H.J.H.H. ).H.H.H.K.H.P.J.H.H. .P.H.J.NH.N..K.H.H.J.: .J.K . .J..J..K.H.HH..J.H.H. .P.HN...P.J.” (QS an-Nisa’ : 105) .NJ...J.J.H.H....m.H.JH.H.J .P... .H.K. ..H.K.K.J . . .KH..HJ.J..S .J.. .K.P).H .J.H.K .K.J.H.K.H. .J.K.P .N.H.H...J.: N.H . .³.J.K.P.H. umat yang adil dan pilihan.P.H. .H.K. syariat (asy-syari’ah. .J.H.J.J.H.P .J.H.J.J...H.P..J.

K. Dengan kultur yang baik. Kepemimpinan mikro seharusnya melahirkan kepemimpian makro. . jika pola kepemimpinan di dalamnya tidak berfungsi dengan baik.H.K.H.J. Dalam intitusi masyarakat yang paling kecil.H.H.P. Diawali dari kepemimpinan yang bersifat mikro (al-imamah ash-shughra).J..H. J. menuju kepemimpinan yang bersifat makro (al-imamah al-kubra).H.N. Tugas Kepemimpinan Islam a) Memakmurkan (i’mara) dan mengatur urusan keduniaan (siyasatud dunya) b) Melaksanakan syariat.P.J.P.J.H.H.H.S.H. H. . .P.H..K. J.H. P. P. J. J.K.Keempat..K.J. . Allah telah membuat model struktur yang Islami.. J.H..N. : . H.J. memelihara agama (hirasatud din) Dua tugas yang bersifat keagamaan (diniyah) dan sekaligus keduniaan (dunyawiyah).K. Salah dalam penempatan struktur ini akan terjadi fitnah (chaos).H. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.H.K.H.K.H.³.. kepemimpinan (al-imamah). : .S. Tidak boleh dipisahkan.J..J. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.J. N.H. H.. J.H.K. . J.J..) .. K.K.H.J. dipandu. Ini adalah kebutuhan primer kemanusian (dharurah basyariyah).K. akan masuk pada perangkap sekulerisme.J.J. J. dan diarahkan oleh sebuah kepemimpinan. K..H.P.H. dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka.H.J.P.K.K.K.J. K.H.N.N...N.P. J.) K. H.J.J.J.P.H.H.J. . Struktur yang baik dan berfungsi secara benar akan mewujudkan kultur masyarakat yang baik. H.H.K. maka tugas penegakan nilai-nilai Islami dalam keluarga akan mengalami hambatan.” (QS alAn’am : 165).” (QS an-Nuur : 55).K.H.N. Jika tidak dilaksanakan akan terjadi kekacauan.H.H.. Jika keduanya dipisahkan.H.. Untuk membumikan amanah kekhalifahan. H.P.H.H. Ummat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikelola.H. H. bertugas mewujudkan kerajaan Allah (mulkiyatullah) di bumi secara efektif dan efisien.N. J.H. 165 ( “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi..P.J.H.J.. dan tuntutan keagamaan (hajah syar’iyah).K.P. munafik. .K.. Suami adalah qawwam (pemimpin) dan anggota keluarga adalah sebagai makmumnya.³. P.P. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Keduanya harus sama-sama diprioritaskan. H.J.K. H. chaos (fitnah). J. Di dalamnya akan dihuni oleh manusia hipokrit (split personality).H. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.P.H.. dilakukan secara kolektif merupakan media yang fashih untuk perbaikan masyarakat secara keseluruhan.H..P.J. Manusia yang rajin beribadah mahdhah.. Amanah kekhalifahan ini dijelaskan dalam firman Allah : ..P.H.H. J. J.H.H. Menegakkan qadha’ syar’i dan qadha’ kauni adalah amanah dan taklif (tugas) kekhalifahan dari Allah. tapi di luar masjid melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi doanya.

.H..H.. P...... .K...K... K. .. Disini harus diisi oleh orang yang ‘alim pada bidangnya masing.Orang-orang yang mendampingi ulil amri adalah orang yang ahli dalam memilah-memilih persoalan dan mencarikan solusinya.. Menjadi rakyat tanpa melalui seleksi.P..P.K.. Melaksanakan hukum Allah .K.....J. Musyawarah .... .J..N..J.H........ df ALLAH SWT Al-Qur’an RASULULLAH SAW As-Sunnah ULIL AMRI – ULAMA’ – AHLUL HALLI WAL ‘AQDI Ad-Dustur – Al-Qanun DIWAN AL-‘IMARAH Dewan Tanfidziyah – Dewan Pelaksana SIYASATUD DUN-YA WA HIRASATUD DIEN Mengelola Dunia & Memelihara Agama AL-UMMAH Masyarakat .N.H.. tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk dijadikan wasit (penengah).... Sebaliknya seorang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan oleh sebuah komunitas tertentu. .....J.J. Jika dalam sebuah kelompok seseorang memiliki kualitas yang lebih. . ..K. .K... Jika sewaktuwaktu imam batal karena udzur syar’i. .. K... Menaati ulil amri .. ..N. Ibnu Khaldun mengatakan : K.K..H...H. Mengembalikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri ...P... .. ....K. KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM ..... di belakang imam adalah orang yang pandai (ulin nuha).J. . . . Perubahan moralitas bangsa berbanding lurus dengan kesiapan untuk berubah (menuju kebaikan) di kalangan elit. karena kita otomatis menjadi rakyat. .. Ada ungkapan yang mengatakan : K.. P.H... .P. maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya. K.. K...... K.......P.. ... Seperti dalam struktur shalat jama’ah. .. ..J..... Agama rakyat tergantung kepada kualitas keagamaan rajanya.. Ukhuwah sesama muslim ... .H..K.

.. al-bi’ah).... Menghindari kesesatan . ‘menegakkan amanah kekhalifahan untuk mengelola dunia dan menjaga agama’.... .. Al-magdhub ‘alaihim dan adh-dhaallin.. .... Membuat perjanjian mengatur antara muslim & non-muslim . . Bismillah. . untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi. .... ahlu). agar rahmat Islam menyebar kepada semua yang berhak (kaffatan linnaasi wa rahmatan lil ‘alamin).. Mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT .. shiddiqun.......... ... Mengharap bantuan hanya dari Allah SWT ........ Terbangunnya struktur kekuatan mengantisipasi ancaman KULTUR MASYARAKAT AL-FATIHAH . dengan aturan main dari al-Qur’an.. ... dipandu oleh kepemimpinan (al-qiyadah...... ‘al-manhaj ar-rabbani yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasul’. An’amta ‘alaihim... Meneladani figur publik yang baik . Berorientasi pada akhirat .Saling menasihati dengan kebenaran & kesabaran ........ Shirat al-mustaqim.. . Beraktifitas dengan penuh keikhlasan . . ... didukung oleh ummat yang taat (al-jundiyah al-muthi’ah... ... ...... Menghindari murka Allah SWT .... Berpedoman pada Manhaj Islami ......... . al-imamah)............. .... Rabbul ‘alamin dan Maliki yaumiddin. ... .. . ‘dengan membawa nama Allah’. syuhada’. Membawa nama Allah – Harus yang terbaik BAB IV PAKET AL-FATIHAH Mayarakat Islami adalah komunitas yang tergambar dalam sebuah kawasan (al-qura. ... ... ‘diatas manhaj jahili’....... Bersifat universal ................. Menebarkan kasih sayang .... ‘para Nabi. .. ... shalihun diatas manhaj rabbani’..

tidak ada penyimpangan syubhat dan syahwat di dalamya. ‘Yahudi. Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar (at-tawashi bil haqqi wa bi ash-shabr) (QS al-‘Ashr : 3) 7.’ Karakteristik masyarakat Islami 1. billah. ‘sayang kepada orang-orang mukmin’. ilallah (dari Allah. Ghoir al-maghdhubi ‘alaihim wa laa adh-dhaallin. ‘Hari kiamat. arahan. Nabi. ‘ketulusan niat’. (QS an-Nisaa’ : 59). bimbingan’. ‘mohon pertolongan Allah’. menuju Allah). ‘dengan asma Allah’. Lembaga kepemimpinan memutuskan masalah kontroversial (raddul ikhtilaf ilaa ulil amri) (QS an-Nisa’ : 83). 4. alMaidah : 54). Ar-Rahman ar-Rahim – Menebarkan rahmat dan kasih sayang. ‘hak menghalalkan dan mengharamkan’. Iyyaka nasta’in. Ar-Rahim. Bermusyawarah dalam memecahkan persoalan (asy-syura fii al-umur) (QS asy-Syura : 38). Terjalinnya ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim (al-ukhuwwatu bainal muslimin) (QS al-Hujurat : 15). 8. ‘kasih kepada seluruh makhluq’. ‘jalan yang lurus. pembalasan’. Wallahu a’lam bish-shawab. Shiratha alladzina an’amta ‘alaihim – Meneladani orang-orang yang baik. ‘petunjuk. 5. 3. syuhada’. Otoritas kekuasaan Ulil Amri dari orang-orang beriman (tha’atu ulil amri). meningkatkan kualitasnya’. Al-hamdulillah – Beraktifitas dengan penuh keikhlasan. al-Qur’an. Nasrani. Rabb. Shirat alladzina an’amta ‘alaihim. Otoritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah (al-hukmu bima anzalallaahu) (QS al-Maidah : 49). Malik. Rabbul ‘alamin – Bersifat universal. Iyyaka na’budu – Mengabdikan diri hanya kepada Allah.Tafsir al-Fatihah Bismillah. df . berada pada manhaj Islami’. al-Hadits atau al-Manhaj al-Islami’. mendidik. Yaumuddin. shalihin. yakni al-Islam. 2. dituntut beramal yang memiliki kualitas excellent. Shirat almustaqim. Iyyaka nasta’in – Mengharap bantuan Allah. Ghoiril maghdhubi ‘alaihim – Menjauhi murka Allah Wala adh-Dhaallin – Menjauhi kesesatan. ‘al-ibadah. Ihdinash shirat al-mustaqim. mengembangkan. berada pada manhaj jahili. dengan cara Allah. Ihdinash shirathal mustaqim – Berpedoman pada manhaj ilahi. Terbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman (i’dadul quwwah) (QS al-Anfal :60) Kultur (budaya) masyarakat Al-Fatihah Bismillah – Membawa nama Allah. 6. Membuat perjanjian yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim (al-mu’ahadah bainal muslimin wal kuffar) (QS al-Fath : 29. semua aktifitas lahir dan batin yang diridhai dan dicintai Allah’. Al-hamdulillah. Maliki yaumiddin – Berorientasi pada akhirat. ‘merawat. Iyyaka na’budu. minallah. Ar-Rahman. shiddiqun.

. ekonom. evaluasi gerakan harakah) pemerintahan yang ada) (riqobat al-‘amal)... DAFTAR PUSTAKA Ash-Shabuni. Gresik. .. . Darul Kutub Al Islamiyah. Beirut.... Dari gerakan dakwah menuju Al Fatihah dalam segala aspeknya (tanfidzu munculnya ahli pada bidang masyarakat Islami (min al-harakati ila Iqomatu ad-daulah (menegakkan al-hayat al-Islamiyah fi nawaahi masing-masing. Anis... Shafwatut Tafasir.. Jeddah. Muhammad Ali... dll. Al-Ghazali.. Jaddid Hayatak. Darul Fikr.. Dar Nurul Maktabah.. Al-Ghazali. Tanpa tahun.. sab-han thawilan Merapikan shaf (tauhid ash-Penataan (tanzhim) Dari tazkiyah menuju harakah AlMuddatsir shaff). Syekh Muhammad.. wawasan (al-i’laam. intervensi kerajaan Allah di bumi) al-hayat). .SINOPSIS TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN DALAM GERAKAN Tujuan Perubahan Tahapan Perubahan Langkah Perubahan Nama Surat .. politikus. al-mujtama’ al-Islami). Ahjad.. At-Tibyan Fi Al-Ahkam Al-‘Amaliyah........ . mengatur kinerja (tansiq dakwah (minat tazkiyah ila al-Ishlahul hukumah (memperbaiki al-amal).. Al-Maktabah Al-Faishaliyah. zu’ama (menjadi anggota legislatif) infra strukturnya. Pelaksanaan kehidupan Islami Pelaksanaan (tanfidz). ... . Adab Thalibil ‘Ilmi.. tazwidul ‘ulum wa atstsaqafah) Tabligh (at-tabligh) Dari kebodohan menuju ma’rifat (minal jahalati ila al-ma’rifah) Al-‘Alaq Ishlahun nafsi (memperbaiki diri) Pembekalan Manhaj Qurani At-ta’lim (pengajaran) Dari ma’rifat menuju Fikrah Qur’ani Al-Qolam (tarbiyah Qur’aniyah) (minal ma’rifah ila alfikrah al-Qur’ani) Ishlahu al-bait (memperbaiki rumah tangga) Menggerakkan ibadah secara Pembentukan (screening) kader Dari fikrah menuju pemberdayaan Al Muzzamil istiqomah (at-tahridh ‘ala (takwinur rijal) ruhani (minal fikrah ila at-tarbiyah arIrsyadul mujtama’ (membimbing al-‘ibadah al-mustamirrah) ruhiyah) ummat). Ustadz Najih. Memulai program surat pendidik.. Jakarta.. Sosialisai & pembekalan ilmu. Syekh Muhammad. Dr. kepada kekuasaan yang ada adh-Dhuha dan kelengkapan ulama. Ahmad Karzun. sehingga kelak menegara.... mu’tamar. Ponpes Maskumambang. lewat syura. ... ‘Aqidatu Al-Muslim. intelijen. .

Dewan Eksekutif Hidayatullah. Dr. Izzah Darwazah. Az-Zubi. Darul Fikr. Al-Qardhawi. Harun. Yusuf. Yahya. Maktabah Dahlan. Beirut. Rabbani Press. Isa Al-Babi Al-Halabi wa syirkaahu. Pelajaran Agama Islam. Al-Jazairi. Jakarta. Marwan bin Nuruddin. At-Tafsiru Al-Hadits. Tafsir Al-Mishbah. Ash-Shabuni. Yusuf. Mahmud. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir. Era Intermedia. Jakarta. Mansyurat Al-‘Ashr AlHadits. Jakarta. Moralitas Al-Quran Solusi Atas Segala Persoalan Umat Manusia. Dr. df . Bulan Bintang. HAMKA. Ta’rif ‘Am Bid Din Al-Islam. Penerbit Lentera Hati. Yahya. Menyelami Samudera 20 Prinsip Hasan Al-Banna. Tafsir Al-Azhar. Muhammad. Departemen Dakwah. Beirut. Syekh Ali. Darul Fikr. Al-Qaththan. Ma’alim Fi Ath-Thariq. Darul Ihya Lil Kutubi Al-‘Arabiyyah. Sya’ban 1424 H. MA. Jakarta. Hal Satasquthu Amrika Kama Saqathat As Suviyeti. Ibrahim. Prof. Fathi. Muhammad Ali. Quthub. Beirut. Oktober 2003. Islam Dalam Berbagai Dimensi. Menuju Jama’atul Muslimin. Pustaka Panjimas. Al-Qardhawi. Beirut. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Panduan BerIslam. ‘Abdullah bin Qasim. Rabbani Press. Membongkar Jahiliah Meraih Sukses Berdakwah. Al-Mubasysyirat Bi-ntishari Al-Muslimin. Sayyid. Era Intermedia. Lc. ‘Aqidatul Mukmin. Darul Fikr. Syekh Abu Bakar Jabir. Robbani Press. Al-Hasani. Sabiq. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Syekh Dr. Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran. Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam. Fiqh As-Sunnah. Darul Fikr. Prof. Rabbani Press. HAMKA.Al-Jazairi. Muhammad Quraish. Assuwaru Murattabah Hasban Nuzul. Mengenal Allah Lewat Akal. Libanon Tahmid. Bin Muhammad Al-Buraikan Abdullah Al Buraikan. Al-Madkhal Li Dirasati Al-‘Aqidah Al-Islamiyah ‘ala Madzhabi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Minhajul Muslim. Yakan. Maktabah Wahbah. Daud. Beirut. Beirut Shihab. Shalih Tak Berdayaguna. Dr. Darul Fikr. Dr. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme. Indonesia. Team Penulis. Darul Fikr. Solo. Al-Wasyli. Dr. Yahya. Thanthawi. Rabbani Press. Beirut. Solo. Madkhal Li Dirasati Asy-Syari’ati Al-Islamiyyah. Libanon. Jakarta. Jakarta. Sayid. Bin Hasan bin ‘Aqil bin ‘Aqil Syarif. Syekh Abu Bakar Jabir. Syarah Ushul ‘Isyrin. Harun. Dr. Fathurrahman Li Thalibi Ayat Al-Qur’an. Al-Maqdisi. Jakarta. Suar. Rabbani Press. Gema Insani Press. Mukhtashar Tafsir ath-Thabari. Yusuf. Manna’ Khalil. Qardhawi. Kairo. Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jama’ah Al-Ikhwan AlMuslimun. Harun. Rasyid.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->