EDISI LENGKAP TAJDID GERAKAN DAKWAH DAN PERADABAN Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran .

Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah 1426 H – 2005 M DAFTAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syari’ah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I FIQH MUDAWALATIZ ZAMAN Bab I Prinsip Pergiliran Zaman Arahan Allah – Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan Islam Sumberdaya Manusia Sumberdaya Alam Warisan Sejarah Bab II Arahan Pembaharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis Ummat Islam Krisis Perasaan Terhadap Keagungan Islam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pertolongan Tuhan Bab III Solusi Atas Berbagai Krisis (Hillul Azamat) Memahami Islam Secara Detail Keimanan Yang Kuat Membangun Jamaah Bab IV Tahapan Turunnya Wahyu Sebagai Jawaban (Ar-Ruju’ ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen Orisinalitas Tekstual Argumen Kontektual PAKET II RISALATU AL-‘AQIDAH Bab I Prinsip Akidah (Risalatu al-‘Aqidah) “Membaca” sebagai Pilar Pembangunan Peradaban “Membaca” dalam Tinjauan Al-Qur’an Ilmu Dalam Perspektif Islam

Membangun Tradisi Ilmiyah Bacalah Dengan Asma Allah Bab II Ma’rifatur Rabb (Mengenal Rabb) Fakta Sejarah Fakta Fithrah Fakta Indra Fakta Logika Fakta Tekstual Bab III Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia) Definisi al-‘alaq Secara Bahasa Definisi Al ‘Alaq Secara Keilmuan Kesan Yang Dumunculkan Bab IV Ma’rifatul ‘Alam (Mengenal Alam Semesta) Asal Kejadian Alam Sunnatullah Pada Alam Bab V Proses Lahirnya Syahadat Pada Surat Al ‘Alaq (Asy Syahadat fii dhoui surat Al ‘Alaq) Fiqh Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal-pembatal Syahadat Loyalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALATU ASY-SYARI’AH Bab I Prinsip Syariat Surat al-Qalam 1-7 Definisi kebahasaan qalam Mendalami qalamullah & karamullah Bab II Karakteristik Syariat Allah Rabbani (berketuhanan) Akhlaqiyah (membentuk moral) Insaniyah (manusiawi) Tanasuq (teratur) Syumul (universal) Bab III Jaminan Allah bagi yang Ber-Qur’an Tidak gila Memperoleh pahala yang tidak terputus Memiliki akhlaq yang agung Bab IV Akibat Mengabaikan Konsep Allah Gila dunia, tahta dan wanita

Balasan yang tidak abadi (temporal) Berperangai hina Bab V Profil Generasi Qurani PAKET IV RISALATU AL-AKHLAQ Bab I Risalah Al Akhlaq (Prinsip Akhlaq) Surat Al Muzzammil 1-9 Menjaga Stamina Ruhiyah -Shalat Malam -Membaca Al Quran -Mengingat Allah -Berserah Diri Kepada Allah -Tahan Uji -Hijrah Bab II Lulusan Madrasah Al Muzzammil (Khirriiju Madrasati Al Muzzammil) PAKET V RISALATU AD-DA’WAH WAL HARAKAH Bab I Prinsip Dakwah dan Harakah Tafsir Surat Al Muddatsir 1-7 Qum Fa Andzir Tahapan Peringatan Mengagungkan Rabb Membangun Citra Diri -Kebersihan Jiwa -Kebersihan Moral -Kebersihan Harta -Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di Jalan Dakwah Bab II Tabiat Jalan Dakwah (Thabi’atuth Thariq) Bab III Metodologi Dakwah (Uslub Ad Dakwah) Bab IV Wawasan Seorang da’i (Tsaqofatud Da’i) PAKET VI RISALATU AL-JAMA’AH Bab I Risalah Jama’ah (Prinsip Jama’ah) Makna Global Surat Al Fatihah

Ditutup dengan surat al-Fatihah. Dalam metodo-logi urut-urutan wahyu. Al Imarah) -Tugas Kepemimpinan (Wazhifah Al Imamah) Bab IV Paket Al Fatihah (Qism Al Fatihah) Tafsir Al Fatihah Kultur Masyarakat Al Fatihah Karakteristik Masyarakat Islam Sinopsis Operasional Tahapan Turunnya Wahyu Dalam Gerakan SAMBUTAN Sekretaris Dewan Syari’ah Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. berkat doa Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam untuknya sejak ia di ayunan ibunya. tanpa mengurangi hormat kepada ahli tafsir yang lain. Mereka yang memiliki kesiapan memahami. karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an). al-Muddatsir dan alFatihah. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Al Bi-ah) -Al Ummah (Penduduk. karena secara ilmiyah ia dikenal faqih dalam tafsir melebihi generasi sahabat yang lebih tua. Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah. karakter dan tindakan seseorang agar berfikir.Muzzammil. Ibnu Abbas. al-Qalam. Menata ulang pemikiran. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. Al Qanun) -Kepemimpinan (Al Imamah. Ahl) -Aturan (Asy Syariah. yaitu : al-‘Alaq. keluarga. faqih-kanlah dia dalam urusan agama dan ajarilah dia ta’wil”.Bab II Membangun Masyarakat Islam Dengan Spirit Al Fatihah (Binaul Mujtama’ Al Islami Fii Dhou’i Surat Al Fatihah) Bab III Unsur-unsur Masyarakat Islam (Anashir Al Mujtama’ Al Islami) -Kawasan (Al Quro. dipilih pendapat Ibnu Abbas. masyarakat secara mendasar dan terarah. Dari Ibnu . Prinsip dasar gerakan dakwah ini merujuk kepada wahyu secara tekstual dan kontekstual. al. menghayati dan mengamalkan muatan al-Fatihah secara otomatis telah menjiwai seluruh isi alQuran. didukung oleh sejarah perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan realitas kebang-kitan kesadaran beragama ummat Islam hari ini. Cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual (tadrijiyan). merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau maraji’ (referensi) Islam. Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu. Program utamanya berupaya mewujudkan agenda perubahan dalam skala kehidupan individu. “Ya Allah.

” (HR al-Bukhari).” Umar bertanya lagi. Dalam suhu kehidupan perpolitikan yang cenderung represif saat itu. “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita. dan beriman kepada Allah. 1 . “Lalu bagaimana pendapatmu?” Saya menjawab. oleh pendiri lembaga Islam kelahiran kota Makassar itu. adalah aktifitas dakwah yang bersifat spesifik. program unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis. seakan-akan saya disejajarkan dengan mereka. “Itu pendapat kalian?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu. “kuntum khaira ummatin” (kamu adalah ummat yang terbaik). maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya karena Dialah Zat Yang Maha Penerima taubat. Termasuk menimpa (alm) Ustadz Abdullah Said muda di kota minyak itu. kemudian Umar bertanya kepada saya.” Kemudian Umar radhiya-llahu ‘anhu berkata. merujuk surat Ali Imran: “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.Abbas radhiya-llahu ‘anhu: Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari orang tua. Sebelum kelahirannya. karena pesantren telah menyatu dengan jiwa bangsa Indonesia. adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka. “Allah memberitahu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kematian beliau. menyuruh kepada yang ma’ruf. “Apakah pendapatmu juga seperti itu. Yaitu Allah berfirman : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h. yang kurang menguntungkan aspirasi ummat Islam. Memilih model pendidikan non-formal ini. (apabila telah datang pertolongan dari Allah). “Tidak. padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Umar menjawab. Juga sebagai sarang laba-laba (bait al-‘ankabut) yang difungsikan sebagai pagar pembibitan da’i yang ingin diorbitkan ke tengah-tengah masyarakat. Hidayatullah menerapkan strategi dan perencanaan (takhthith) dakwah yang sistematis. Kejadian pengucilan dan fitnah yang dilancarkan oleh oknum tertentu kepada da’i adalah pemandangan yang rutin. Gelora (thumuhat) yang menyemangati seluruh aktifis Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah. Ali Imran : 110). Kemudian Umar berkata. tabligh. Bertolak dari mabda’ asasi (prinsip dasar) diatas. “Saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi dari apa yang kamu katakan. “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h?” Salah seorang diantara mereka menjawab. wahai Ibnu Abbas?” Saya menjawab. dan mencegah dari yang munkar. dalam setiap momentum dan kesempatan adalah. “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan”.” (QS. pantang menyerah. kemudian ada seseorang yang bertanya. Gerakan pemurnian ajaran Islam yang diusung oleh para da’i dan tokoh Islam disalahpahami oleh penguasa. Para sahabat yang lain terdiam. lebih-lebih mencermati kondisi politik saat pesantren mengawali kiprahnya. Firman Allah yang senantiasa diintrodusir secara rutin. itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad. Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren.

Disamping di-backing oleh pengikut yang setia. Dan sebagai khalifah. Kita akan gagal sebagai “wakil Tuhan”. sebagai wujud dakwah di kalangan internal warga. kursuskursus. karena melihat kenyataan di lapangan. Umar bin Khathab. Yang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya mencetak kader-kader da’i yang memiliki kecerdasan otak dan batin. Utsman bin Affan dan Ali. sunnatullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar. kehidupan keseharian didominasi dengan jadwal shalat. Gerakan dakwah akan disambut oleh pendukung utama. seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah. selalu memenuhi kecapi batinnya. Beliau mentransfer nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke jalan yang diridhai oleh Allah pasti ada yang memberikan respon yang li kulli da’watin mujiib (setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut). memperluas teritorial dan jaringan dakwah. dan dakwah dimanfaatkan untuk melakukan pela-tihan-pelatihan (daurah) dakwah. dan musuh eksternal dakwah seperti Abu Lahab dan Abu Jahal serta para pengikutnya. serta kuliah-kuliah calon muballigh. Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadijah. Terbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas. Almarhum selalu memfokuskan aktifitas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan. Jadi. Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan . Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballigh. Di Muhammadiyah. Asma binti Abu Bakar. Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak-kehendak Allah. Karena santri didoktrin sebagai hamba Allah. sedikitnya muballigh yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk terjun dalam totalitas kehidupannya di medan dakwah.Di kampus Pesantren. jika diatur oleh jadwal pekerjaan dan kesibukan kita. untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh Indonesia. yang memiliki karakter seperti Abu Bakar. Berdirilah 150 cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. harakah da’wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan anak cucunya. tempat beliau aktif merintis karir sebagai da’i sejak remaja. melalui proses yang unik. Beliau menyadari langkanya penerus perjuangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas-luasnya secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. maka Lihat juga. Sumayyah dan shahabiyat yang lain. ‘ilmiyah dan Islamiyah. Demikian pula akan didukung oleh simpatisan dakwah seperti Abu Thalib & Waraqah bin Naufal. mahasiswa. surah Ali Imran : 104. Langkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan. Kampus seluas 200 hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan secara kongkrit suasana kehidupan ‘alamiyah. setiap menjelang waktu shalat petugas ta’mir memberikan warning untuk persiapan shalat. Sejak usia muda keinginan pendiri untuk men-setting kader-kader dakwah (rijalud da’wah). Keterlibat-an Almarhum dalam berbagai organisasi kader pelajar.

lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri sendiri. Shalawat dan salam . agenda-agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya. Msi . mengamalkan dan memperjuang-kan tegaknya dienul Islam. dan di antara mereka ada yang pertengahan. sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang.” (QS. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Idealisme dakwah akan terus dinyalakan. Ia juga aktif dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan judi Lotto di Sulawesi Selatan.intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami. “Kemudian Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba-lomba berbuat kebajikan dengan izin Allah. dan tahapan-tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan. Hamim Thohari. Dari sinilah keberhasilan dakwah diuji pada dataran konsep dan realitas untuk menjawab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat Islam. Pada era reformasi saat ini dan pasca perubahan struktur organisasi Hidayatullah dari Orsos menjadi Ormas. dengan harapan eksistensi gerakan pencerahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah – bersama lembaga ke-Islam-an yang lain – mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tranformasi kehidupan yang sejuk dan beradab sesuai dengan cita-cita awalnya. Tiadalah taufiq dianugerahkan kepadaku kecuali dari Allah. Masa-masa penting yang penuh dengan gelora pemuda dilalui dengan schedule kegiatan dakwah yang padat. Momen-tum keterbukaan ini menuntut aktifis Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh (al-fahm asy-syamil) dan komitmen yang teguh (al-iltizam al-kamil) dalam pengembang-an konsep dan program dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan. Apakah program dakwah berhenti dengan kematian penggagasnya? Sama sekali tidak. Pada umur 12 tahun ia sudah membawakan khutbah di masjid ternama di Makasar. Rabi’ul Awwal 1426 H Ust. Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas. Sampai suatu saat kelak Islam ini dikembalikan ke fungsi dan peranan utamanya untuk kaffatan lin-naas dan rahmatan lil ‘alamin (universal). Ketika itu beliau juga aktif berkeliling (jaulah) ke masjid-masjid untuk mengisi halaqahhalaqoah ta’lim dan pengajian umum. Idealisme ini muncul sejak Almarhum remaja. Jakarta. Umumnya. Fathir : 32). SAMBUTAN Ketua Departeman Dakwah DPP Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. akhirnya para da’i-nya disebar terus hingga kini. hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang Islam. Maka perlu disusun materi dakwah yang sistematis. tiadalah keinginan bagi saya kecuali perbaikan sesuai dengan kemampuanku. tenaga-tenaga lulusan pendidikan agama tidak tertarik menggeluti proyek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu. Idealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung.

H. Paket Ketiga.H. P.. skema. J.” (HR. Ia adalah hasil ijtihad (kesungguhan berfikir) para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq (kebenaran). Paket Kelima. komitmen dan kesadaran baru. P. sedangkan ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada yang .. . Materi-materi pembinaan (mawad tarbawiyah) dalam buku ini adalah wasilah tarbiyah (media pendidikan). akan melahirkan kader dakwah (rijalud da’wah) yang memiliki wawasan. H. Risalah al-Akhlaq (Prinsip Akhlaq). tazkiyah (penyucian) dan tarqiyah (peningkatan kualitas) bagi aktifis Hidayatullah secara mikro dan masyarakat yang memerlukannya secara umum.J. peta pikiran) berbahasa Arab dan diterjemahkan secara singkat disertai dalilul nash (argumentasi tekstual) dari al-Quran dan al-Hadits serta Sirah Nabi pada masing-masing skema.H. Risalah asy-Syari’ah (Prinsip Syari’ah).H.H.J.. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman.K.H. al-Hadits dan argumentasi kontekstual. Paket Keenam. Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersifat qath’i (pasti).H. Risalah al-‘Aqidah (Prinsip Aqidah). Semakin sering dikaji dan diperdalam (ad-dirasah wa al isti’ab).. Melalui wasilah bayan tafshili (media penjelasan secara detail) diharapkan tema-tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma’nawiyah (spirit) yang membangkitkan ghirah keIslaman aktifis Hidayatullah. Abu Syaikh). Risalah ad-Da’wah wal Harakah (Prinsip Dakwah & Harakah). Untuk menangkap ruh tarbiyah dan da’wah ini. Pakat Keempat.) J. Sesuai dengan karakteristik ajaran Islam itu sendiri.. J.H. di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh (pendiri dan pembina) Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentransfer ilmu dan nilai kepada para mutarabbi (anak didik). Fiqh Mudawalatiz Zaman (Memahami Prinsip Pergiliran Zaman). Kekayaan materi yang kita belanjakan akan habis (mafqudah). “Barangsiapa yang mengamalkan yang diketahuinya maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Masing-masing paket merujuk kepada al-mashdar al-wahid (referensi utama) al-Quran.K.H. atau diperoleh dengan manhaj at-talaqqi (metode penerimaan dengan menghadap instruktur) dengan penjelasan secara ijmal (global) dan di-tashhih.. . H. mutarabbi (obyek didik) bisa mempelajarinya secara otodidak. Paket Kedua..K.. Buku ini berisi 6 paket materi (sittu mawad). Tiada pembelajaran yang lebih efektif melebihi mengamalkan-nya dan mengajarkannya kepada orang lain. Metode menyimak secara langsung inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Paket Pertama. Materi merujuk referensi utama al-Quran dan alHadits.. materi tarbiyah disini bersifat infitahiyah (inklusif). Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya : (.H. Penyunting memformat semua materi dalam bentuk rasmul bayan (mind mapping..H.semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam. Risalah al-Imamah wal Jama’ah (Prinsip Jama’ah). .. dengan maksud agar pembaca lebih mudah dan akseleratif dalam menangkap subtansi tema (maahiyatul maudhu’).

..... alim ‘ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa-masa mendatang....... .... .. . ... Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan kerjasama berbagai pihak. ...... .......memerlukan akan berbuah. . .. dan untuk itu diucapkan terima kasih.... . Saran dan kritik yang konstruktif (at-taujih wal iqtirahat) dari para ahli... .... . Memahami Prinsip Pergiliran Zaman $ . ... Besar harapan kita konsep-konsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan zamannya. Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya..... ..... maka itu akan menjadi saksi yang memberatkan (menggugat) manusia”.. .... Akhirnya semoga dengan materi tarbiyah ini memberikan manfaat yang berkesinambungan (istimrar)... “Ilmu itu ada dua macam. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan balasan yang terbaik... Amin.. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah bekerja maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan. Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau yang dengan ikhlash memfasilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini......... tanpa salah alamat.. . ... ya rabbal ‘alamin... untuk menyongsong pergiliran dan pergantian zaman. ...... ... itulah yang bermanfaat.. ........ ...... . ilmu di dalam dada. . .. karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat Islam (al-mustaqbal lil muslimin).. Rabi’ul Awwal 1426 H Drs. ........ . .. Tasyrif Amin PAKET I . Jakarta... dalam memberikan pemahaman yang utuh dan komitmen yang kuat dalam berIslam kepada generasi yang akan datang.. dan ilmu sekedar di ujung lidah. . ... ......

...... ............u.u.... ... . .... ... . ... .... ..... .... .. .... ....... ........... ..... .... ..... ........ . ... . ... ................. .. ....... . . ...... . .... ... .... .... .. MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN ilaf(lit) BlBlt j(il) tih ilii jigit iktatGll IslSistIslfj tial & Itial ( ) imilit IljTujiIsliliI ik laflih Dii teli tSistIsliilafKhah Formaasok Timur & ok BaraKeraaan operasonaGedung PuJahyah dAbad XX Fase Raa yang MenggFase Dor obaGerakan am em am Fase Khilaah ala ManhaNubuwah Sarana MaermaerSDM dan SDAyang dki umaslam Pengaaman Searah uh Abad ........ .... .......... ..

J.H.J.H.. P.140 ( “Janganlah kamu merasa hina.H. kaum perkotaan semakin menggeliat..J.. Lihat juga ayat 104).H.K. 139 ..K.H.. . H.S.H. H. J.P.) P. H. . PRINSIP PERGILIRAN ZAMAN Arahan Allah (taujih rabbani) .H..P.H.J.J..K.H.P.K.H. . . . J. : .J.J.. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam).K.J...J.H.K.J. yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama..K.K. kesabaran. . Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan...H. K. .J. J.. N. J.H.J.J.P.J. 29 ( “Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman).. dan jangan (pula) bersedih hati. J.. H.J. Namun.J.S. P.H.H.K.J. H.J. Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah).. musibah demi musibah datang silih berganti.J. J. P. Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat. .H.H..P..H. J.” (QS al-Fath : 29).K. H. cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas. .P.J. H.J.H.. serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini.H. H.Kabar Gembra Kemenangan am Fiqh Pergran Zaman ARAHAN ALLAH ARAHAN NABKurun TerbaSaus ShamensKeadanan DimensSisem yang Diikuti em am Fase Kenaban Fase Khah yang Lurus BAB I .. H. H. Usaha mereka hanya sia-sia belaka.. Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir.K.H.P.H.J.H.J.H. J. S...J. Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan.P...H.P. .H.H.H.P. . .J.P.K.. : .J. K.P.J.K..P. N..K.P.J.” (QS Ali Imran : 139-140.H.K. H. J. .K.J. Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama. K. intelektual. K.H.. P.. karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa. .P.K.P.N.PK. J..K.. N.J.P.J.H. K.P..H. H.H.J..H. jika kamu orang yang beriman. P. P.. keteguhan (tsabat). H.N.K.H.J.) H.K.J.P.H.H. Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam. K..P.P. H.

J.KH..H. .. restu kepada selain Allah.J.J.H.. ..J.K.H.J.J...J.K....N.J..P.m . walaupn orang-orang kafir tidak menyukai.” (QS At-Taubat : 32-33.. .P.l .KH.P.P.チ.H.P. Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah. Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama.H. .K.N. Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan. .H.) H. kebiasaan yang berbeda-beda.J.J.H. .H. al-Fath : 28).2 Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani).. .H..P. H. Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme).J “Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka..K .J .J.P.H.s . Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir. pergaulan.K.P. Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan.P .P.K.K.N .K.H...J.K.P.i ..K... persepsi. H. mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar. Lihat juga : ashShaff : 8-9..: . 32 .l . terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup. dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar.K.: . J.. bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka.. .” (QS Ali Imran : 118).JH. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita.H.チ ....H..J. saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan.H.H. ). walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.H.33 ( “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.H (140 . dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya.H.. .H..J. Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali.

Sementara kejayaan yang kita peroleh adalah kemenangan sejati. Kejayaan kaum muslimin terjadi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini. Sebab kejayaan orang kafir itu tidak mendapat arahan.N. Timbul 2 al-Islamu Hadharatul Ghaad (Islam Peradaban Masa Depan). memetingkan kekuatan dari kebenaran. India dan China. benda atas manusia. Babylonia.N. Terkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya. bimbingan dan petunjuk dari Allah. Tentu kejayaan yang diraih selain kita adalah kejayaan yang palsu.―H.K.H.H. secara de jure dan de facto (secara syar’i dan kauni). . sedangkan kejayaan ummat Islam memperoleh restu dari Allah. Kalaupun orang lain tidak tahan.. dan kaum kafir berjaya di dunia ini. bukan melawan kita. Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara-negara Timur. .J.H.J . Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke jalan lain selain jalan Allah. tidak sabar.4 Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar (mabda’ asasi) ini harus melekat dalam totalitas kepribadian kita sebagai sosok muslim. materi dan spiritual.P. Asyuriah. kurang teguh menapaki tabiat . Kemenangan yang mencerahkan. melalui peradaban Fir’aun.H. Persia. karya Dr.. Chaldea.J. Bahkan mengalami kebangkrutan norma. Merupakan kewajaran bila obor peradaban harus berpindah ke tangan lain. kata Hasan al-Banna. sosok yang memposisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah (min ‘anashirit taghyir).P. kemudian ke Barat melalui peradaban Yunani dengan filsafatnya yang terkenal. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Tidak sedetik pun kita berfikir untuk memilih alternatif lain selain solusi dari Allah.H. Menempati posisi penting dan strategis.H “Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran). Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim... peradaban yang menyatukan iman dan ilmu. Phoenisia. lahir dan batin. berpindah lagi ke Timur lewat peradaban Arab-Islam. lalu tenggelam dan melupakan risalahnya. tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesifik di mata Allah subhanahu wa ta’ala.K. Adakalanya jatuh terpuruk.J. dari satu tangan ke tangan lain.” (QS Ali Imran : 140). Akan tetapi ia tidak amanah.H.P. menampakkan cahaya kebenaran.H . melampaui keadilan. Fiqh pergiliran dan pergantian zaman adalah sebuah kenyataan sejarah kehidupan manusia yang patut kita jadikan renungan secara mendalam. materi atas ruhani. Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat-ummat sepanjang sejarah maka ia akan mendapatkan pelajaran bahwa obor peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain. Sesungguhnya perputaran (saat) ini adalah milik kita.. Yusuf alQardhawi.H. Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benarbenar beriman dan Dia mengambil sebagian komunitas itu sebagai syuhada’.3 Barat memegang kendali kepemimpinan dunia.

K.³.J.N. H.H. J. .H .H. 4 Hal Satasquthu Amrika Kamaa Saqathath al-Ittihadu as-Sufyieti (Apakah Amerika akan Runtuh Seperti Uni Soviet?).” 3 al-Mubasysyirat bi Intisharil Islam (Berita-berita Gembira tentang Kemenangan Islam). panglima para mujahid (qa-idul mujahidin).H.H.. . yaitu Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P. H.J..K. J.J. Ketika Allah menghendaki. N.H.H.H.H.J ..H.H “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu. Mereka langsung dipandu oleh figur teladan (uswatun hasanah) sejak masa kesulitan.H.K. Saat itu ummat Islam dipimpin langsung oleh manusia paripurna (insan kamil).H. Sejak sebelum berfikir tentang perang sampai berkali-kali terjun di medan laga. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. J. Yusuf al-Qardhawi.J.H. Inilah periode awal perjalanan sejarah ummat Islam.H.J. Manusia penunggang onta yang tertata ulang persepsi (tashawwur) dan mata hati (bashirah) mereka tentang Tuhan.P..H.― ..H.H.P.P. karya Mahmud az-Zuby.H.H. “Adalah (fase kepemimpinan) nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi. H.J.P.p .H.H.K.H.H.N .P.K.P.P.H.l . alam sekitar dan diri mereka sendiri. Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah..H.P. .K. tidak mengurangi stamina fisik dan ma’nawiyah (spirit) kita.H.―.. Beralalulah masa keemasan itu (‘ashrudz dzahab) selama 23 tahun. Ia mencabut masa kejayaan itu.H. pemimpin orangorang yang bertaqwa (imamul muttaqin). . kegoncangan (fatrah al-idhthirab) di Mekah sampai jaya di Madinah.P. ) .P..p .H.J. terbukti dalam sejarah memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia (ustadziyatul ‘alam).H.. Kemudian Allah mengangkatnya manakala .s .H.. .H. Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad.H.J.P. ..J.H.H.H.H.J.P.H. P.H. P. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki mengang-katnya..P.P.perjalanan dakwah ini. karya Dr.J.. P.H.P.. Sejak sebelum berfikir tentang format kepemimpinan sampai menjadi pemimpin yang disegani di Jazirah Arab. intelijennya Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam.H. .

チ.” Inilah fase kedua perjalanan sejarah ummat Islam..N.H.J .チ. .H. Masa ini fase khalifah yang lurus.....K.J.P ...K. .. . . .N... . ...H.K..チ. .J .J.K..H. ..H.³.. ....H..(. “Barangsiapa hendak menjadikan teladan. . .. . チ . .H. .チ.K.P. .H. ..H. .H..チ.K. Sebab.H... .J.N.H...P... . .H. . Artinya periode pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan rujukan (referensi) ummat Islam..H. Ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima. .H .K. .. . . .... mereka itulah yang paling ..J....P....H.チ. .. ...J .H...H.J .H..P.. . ..チ. . Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah pada masa khulafaur rasyidin: Abu Bakar.H..H. Umar.. . .チ..チ. .. .J....H.. . .チ. .H.... . チチ.J....J..J.PK. teladanilah para sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. ...H. ... .... .J.... .J.....J.. .H .... ....P.H.....P....H. Umar bin Abdul Aziz.. . .. ... jujur dan adil.H.P.K .. ....KP.³ ...S . ..P... Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam koridor minhajin nubuwah (metode kenabian)..H.... ....J.. Utsman dan Ali.K.N. .H..K.Dia menghendaki untuk mengangkatnya. .H.

paling lurus petunjuknya. Kepemimpinan yang dirindukan manusia modern adalah yang bisa menawarkan ‘aqidah (iman) dan manhaj (pola kehidupan Islami). tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah. Ketika merasa lapar membutuhkan makan. dan paling baik keadaannya. tetapi memiliki daya kendali capaian teknologi. paling dalam ilmunya. sebab mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus. Kita memerlukan sebuah pola kepemimpinan yang menghargai capaian teknologi dan mendayagunakan secara maksimal untuk mewujudkan kehendak-kehendak Allah. paling sedikit takalluf-nya (sedikit mengada-ada). bahkan dikhawatirkan terjadi disintegrasi bangsa. Karena itu hendaklah kalian mengenal keutamaan jasajasa mereka dan ikutilah jejak mereka. . Membutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar menonjolkan daya cipta material. Adapun yang terkait dengan format politik Islam. Itu ‘kan terjadi pada 15 abad yang silam. Sudan yang berusaha menerapkan syariat Islam. . Ma’alim fith Thariq (Rambu-rambu di Sepanjang Jalan Perjuangan). Zaman bisa berubah. maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan secara lokal. Tepat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al-Banna. tatanan resmi yang Islami dalam kehidupan bernegara baru terjadi pada tahapan penegakan Khilafah Islam internasional (iqomatul khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah) nanti.” (HR. ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan biologis perlu nikah. tentu berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Karena inovasi teknologi sekarang hanyalah pengembangan dari komponen teknologi yang ada. Ahmad dari Ibnu Masud). dll. maka akan menjadi bulan-bulanan. Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan Qur’ani pada level eksekutif dan legislatif disalahartikan. itu adalah sesuatu yang wajar. Ketika kaum kafir internasional menghadapi kaum muslimin pada skala global. Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini oleh pemiliknya. Jika penerapan tatanan ilahi di kepingan-kepingan bumi yang sempit di era globalisasi saat ini tanpa direstui oleh kekuatan internasional kuffar. Yang berbeda hanya produk materialnya saja. Manusia sekarang berada di jurang kehancuran. maka akan ditemukan catatan-catatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan. Manusia pada masa jahiliyah dahulu dengan zaman jahiliyah sekarang (jahiliyah fil qarnil ‘isyrin) adalah sama. Pakistan. bahwa tahapan perjuangan ummat setelah pembebasan negeri dari penjajahan asing (tahrirul wathan) adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar kondusif dalam penegakan tatanan ilahi (ishlahul hukumah). meminjam istilah Sayid Quthub dalam muqaddimah karyanya.baik hatinya. Mungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas. Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Sebut saja Iran. Maka kita dituntut meyakinkan diri kita dan orang lain akan kebenaran dan orisinalitas ‘aqidah dan manhajul hayah ini. Karena di belahan dunia manapun belum terwujud prototipe negara yang menegakkan syariat secara formal dan komperhensif.

N.J.H.H . P. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya. kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924.J... Dan pada akhirnya lepas juga pada tahun 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal Attaturk (Bapak Bangsa Turki). Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan penjajah Portugis. P.. . .H.H.H. para penguasa negeri-negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan korespondensi dengan pusat kekuasaan di Turki...H. “Kamu sekalian akan dijarah beramai-ramai oleh ummat-ummat manusia seperti halnya santapan yang dikerumuni orang-orang lapar.J.H .P. . . .H.H.5 Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan.K..J.” Fase kehidupan ummat Islam yang ketiga ini dikuasai oleh raja yang menggigit. H. Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan ‘adhdhan).H..J. ..N .N .H .H.P. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.H .H. Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam.H.H. Dalam dokumen sejarah dicatat. jumlahnya banyak tetapi tidak berkualitas”. P.³. tetapi tanpa pagar pelindung dan penjaga kebun yang bertanggung jawab.J. karena secara formal menjabat khalifah tetapi pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan..PH.P.H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam meneruskan sabdanya : .H.J “Kemudian akan ada raja yang menggigit.PH .PH. tetapi ummat Islam masih memiliki payung dan pusat komando (al-imamah al-‘uzhma) di Turki.H.. Karena kamu semuanya ibarat buih. . Sebelum tahun 1924.H.H. Pada akhir abad ke-20. sekalipun kendali kekuasaan dipegang oleh “raja yang menggigit”.K.H. . N.³ .J .·. J. beliau singgah untuk belajar di Akademi Militer di Turki.PH. ..K. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi.HH . tetapi hampir-hampir lepas.P. . H. para ulama’ yang istiqamah menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki).J.P. Lalu.P.H.P..P.H. Pada masa ini para khalifah disebut raja.H. Yang paling awal adalah Dinasti Umaiyah..PP . J..H.PH.J. Dunia Islam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga-bunga yang indah.H.H.H. Namun. .J.·.H.H. H. .J .. anak keturunannya.H.H. Kondisi ini sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.J.P. panglima Fatahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah haji.H. Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul.

Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. Energi mereka habis untuk ghibah. Jerman. II dan Perang Dingin antara Blok Timur versus Blok Barat (syarqiyyah wa gharbiyyah). Kebatilan. bangkit. Mereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktator dunia akan berjalan tertatih-tatih. bermarkas di Gedung Putih (al-bait al-abyadh). Hegemoni raja diktator internasional mulai menampakkan eksistensinya. Pada periode ini. Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya. dan didukung oleh kronikroninya yang tergabung dalam negara G7 : Inggris. memperbaharui komitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana. Marilah kita bangun. dunia memasuki perang dunia I. Setelah tahun 1990.” Masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. sekalipun . Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah. Daud Rasyid. Kanada dan Rusia. Setelah tahun 1924. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). madzhab. Prinsip pergantian zaman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada. rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan jabariyyan (raja diktator) berskala global. dendam. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas. aliran keagamaan dan kepentingan. Pihak-pihak yang masih getol mempertahankan keutuhan NKRI disingkirkan oleh orang nomer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan. Ternyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini. Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun. Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. menurut pakar hadits Dr. Tetapi. penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki di semua kepingan bumi ini. terhadap kawannya sendiri. makna lain dari gutsaa’ (buih). kecuali yang dirahmati oleh Allah. Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk memecah keutuhan bangsa. namimah. tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan global. Kehadirannya tidak 5 Al-Khilafah wal Muluk (Kekhilafahan dan Kerajaan). jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. hasud. Mereka mayoritas. dengan fenomena Papua dan Aceh.“Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan yang diktator. tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit. Jepang. karya Abul A’la al-Maududi. Italia. Yaitu pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman. Perancis. tetapi mereka laksana sampah. Karena kita yakin bahwa kepemimpinan raja diktator ada masa akhirnya. Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat SIM (Surat Izin Mangkat) dari hegemoni malikun jabbar. menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. Saatnya kita bangun untuk menyongsong masa terakhir dari perjalanan sejarah ummat Islam yaitu masa khilafah ‘ala manhajin nubuwwah. Tidak ada pemimpin yang mangkat (baca: naik ke tampuk kekuasaan) di belahan dunia ini selain dalam hegemoni raja diktator dunia.

. Menurut Ibnu Katsir.H.P.J.H..H. mudawamah wal istimrar (berkesinambungan) melaksanakan tahapan amal Islami (maratibul ‘amal Islami) merujuk tahapan turunnya wahyu Al Quran.P. K. Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pencabut sang diktator dunia... ..H. H. .K.P. J.K. . H..H. J.. .J. J.H.. “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian)..P.N.H.K. Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar menjadi batu bata dakwah (asy-sya’bu qawaa-idud da’wah). P.” (HR Ahmad.H..P. .N.J. K.H.) K. K. J.H.. Lebih-lebih saat ini mereka mengadakan konspirasi global untuk menghancur-kan pusat syiar-syiar Islam.J.K.―.K. masa itu akan terjadi pada masa kita atau kemungkinan pada zaman keturunan kita. .H.H. tidak bergerak. K. Abu Dawud dan at-Tirmudzi)..H.K.H. Hadits ini adalah prediksi nubuwwah. Dengan cara konsisten. .J.P.J.H. J. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. ini adalah janji Allah pada Rasul-Nya shalla-llahu 'alaihi wa sallam.P.J..H.K. H. . atau pemimpin dan penguasa mereka. .J. J.H. J. Sebab.J. J.P... maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.J. P.H. Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewujudkan agenda-agenda penting dakwah diatas.P.H. melaksanaan syariat (tathbiqusy syari’ah).K. Persoalan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan terjadinya khilafah atas metode kenabian itu..K.K..H.K. ³. Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan terjadi...³.P.K.K. H. dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. P. : .H..H.H. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.H. J.H.H.J.J..H. P.S. H.P. Agar kita aman dan lulus dari Mahkamah Ilahi kelak. .N. memperbaiki akhlak (ishlahul akhlaq). J.. . Dengan mereka negara akan menjadi aman.³.K.) H. H.J.. Dia sendiri yang akan menjaganya dari tangan-tangan jahil.H. Sesungguhnya mercusuar Islam (baca: Tanah Suci Makkah) itu adalah milik-Nya.....H..H.K.P.dipagari oleh kekuasaan yang kokoh akan segera hilang.P..H.H.. Berita gembira kemenangan Islam 1) Janji Allah kepada orang beriman . H.P.H.P. J. bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.K.. N.J..H. .N. bahwa Allah akan menjadikan ummatnya para pemimpin bumi.J.J.H.J..K.J. P.J..H.K.H. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih. fenomena kebangkitan ummat Islam itu pasti terwujud.S.H.H.J.H.K. (.N.H.P.K. N.K.H.H. J...J.H. bukan ramalan ahli nujum dan para normal.J.P. melaksanakan dakwah dan harakah (‘amalu ad-da’wah wal harakah) serta memperbaiki kualitas jama’ah (binaul jama’ah)..H. memperbaiki akidah (ishlahul ‘aqidah).J. H.H. istiqamah.H. . H.N. . tidak bangun.J.P. K.H.H. J..K. H.J. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (QS anNuur : 55).. Sekalipun kita tidak sadar.J. H. Yaitu.

H.P.J. orang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al-Faruq ini.H.J. Syam. Pada masa itu. dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka. Kishra dihinakan. Mereka menegakkan agama dalam jiwa mereka sebagai ikatan yang kuat – bahkan ikatan cinta – antara mereka dengan Tuhan mereka.J. yang membasmi kekafiran. dan mampu membebaskan daerah itu.H.K.H. dan ketiga dibawah komando ‘Amru bin ‘Ash radhiyallhu ‘anhu menuju Mesir. Heraclius raja Romawi memberikan hadiah. demikian juga Muqauqis penguasa Mesir dan Iskandariah. Bashrah.H.N. Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat. Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H. dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat ini.H. sehingga kharaj (pajak tanah) dari penjuru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khalifah Utsman.H.K. raja-raja Oman. K. mengancam orang-orang murtad yang keluar dari agama. Semua ini . memungut upeti dari Majusi Hajara. Negeri-negeri Maghrib dapat dibebaskan hingga Cina.H. ikatan kasih sayang sesama saudara seiman. Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu.P.H.P.H .H..J.J.P. Ia menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam.H.K. Pada zaman Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu kekuasaan Islam telah sampai ke penjuru timur dan barat dunia. Khurasan dan Ahwaz dapat ditundukkan. Kemudian disempurnakan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.H. dan ikatan perjuangan dan jihad terhadap orang yang berbuat munkar. Dan Allah akan menggantikan ketakutan mereka menjadi perasaan damai.H. Kishra terbunuh dan kerajaannya habis riwayatnya.H. Dalam hadits shahih. Mereka tidak akan mengganggu agama Allah. kajian dan menyatukan ummat untuk memelihara al-Quran. Terbukti ketika Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam masih hidup..H. seluruh Yaman. ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir.H.K. Kemudian usaha mulia itu diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.N.dan manusia tunduk kepada mereka.J. Kemudian ia menginfakkan harta Kishra dan Caesar untuk sabilillah. .H. Allah telah membebaskan Makkah.H. di bawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu menuju Syam. sebagian Parsi dibebaskan. Khaibar. Mesir. dan dari beberapa daerah Syam.H.J.J.H.H.. K.H. dan Najasyi (Negus) raja Abbyssinia (yang nantinya dikuasai oleh sahabat-sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam)... dan lainlain dibebaskan.H.” 2) Allah akan mendatangkan kaum yang Dia cintai Berita gembira disebutkan dalam surat al-Maidah. Bahrain. kekuasaan Caesar di negeri Syam direbut.H. Kota-kota Irak. “Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan barat bumi. Tiada dalam sejarah setelah Nabi-nabi. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ..PJ.. seluruh Jazirah Arab. Berkat bacaannya. Pada zaman ini seluruh Syam. Kemudian mengirim tentara kedua..

K.J.N. J.H.. K. dan amar ma’ruf nahi munkar.H..N.20 ( “Jika Allah menghendaki..H..H. 38 ( “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain. K. H.K. H. barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya. m.J.H.” Kemudian beliau menyebutkan antara lain. H.. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.. J.H.P. pelaksanaan hudud.J.J.J. ..H.. : .H. yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang beriman. m.H..H.K. J.K.H. J.. “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela.P.N. N.. . : .H. Ibnu Katsir berkata.H.K. K. N.H.³. .” Ibnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu.P. H.J.J.) J. tidak terpengaruh dan terhalangi oleh siapapun.H.K.P.K.H.H. dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).P.N. K..P. teguh pendirian”.J.K.J..K.J.J. lebih lurus. “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar.K.J.H. “Kekasihku – Rasulullah – menyuruhku untuk menjalankan tujuh hal.H.P.J.K. K.P... P.H.J.J.. . S.J.H..H.H.J. memerangi musuh Allah...H..H.J.adalah sifat-sifat pokok yang dijelaskan dalam al-Quran untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman.H. lebih kuat. m..J. : ..H.P.H. maka Dia akan menggantikan mereka dengan orangorang yang lebih baik dari mereka. 133 ( “Jika Allah menghendaki.P.J.J.J.J. J..K. niscaya Dia membinasakan kamu dan menggantikanmu dengan makhluq yang baru.H.J..H.. . dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah..H. H.H.K.K.J. J. H.J. .J. J. . yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. J.J.. .K. H. H.H.. J..P. H.. dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (QS Al Maidah : 54). J.K..―.H.P..H.H.H.H.P.H.) m.N. “Maksudnya ketaatan kepada Allah.H.P. yang berjihad di jalan Allah.J.K.K. H.N.J.H..K.J.H. . Barangsiapa yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya.J..” Ibnu Katsir berkata.H.H.―.H.H..H. m.H..J.―.H. . H.K.J. K.H.H.H.H.K.) H. H.H.H.H. “Rasulullah menyuruhku mengatakan kebenaran meskipun itu pahit.J. N.H.H. dan mengancam orang-orang murtad. K. H.P.K. H.H.K.H. K.P.) 19 . : .H.―.H.H. 54 ( “Hai orang-orang yang beriman. Ketika menafsirkan ayat.P.J.”6 3) Kabar gembira dari Sunnah Nabi . H..J.H.. yang diriwayatkan Imam Ahmad. J. K..H. dan menyuruhku agar tidak takut terhadap cercaan orang yang mencerca. P.K.. K.K.K.J.K.P.H.J..H.H.J.H.K.” (QS Muhammad : 38).” (QS Ibrahim : 19-20).P. dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). J. niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia.H.K. .H. m..P.. H.P.K. Mereka tidak gulana atas kecaman yang mereka dapatkan dari orang-orang yang bodoh.H.P.J.H.. K.” (QS an-Nisa’ : 133). J. J..J..

H.H.J. .S. m. ..J.P. hal. sebagaimana siang dan malam menutupinya.. Maksud sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam. ...H.. J. kembalinya khilafah atas manhaj nubuwwah.H... senantiasa mencari tempat yang rendah untuk mengalir.J.J.K.H.. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. dan populasi ummat Islam yang semakin bertambah. K.K. H. ―.K.J.H..” (HR. juz 2... datangnya pembaharu setiap abad..J.... Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya. Kita masih menunggu berita gembira ini.K.. H. . “Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. : . H. bertahannya kelompok kebenaran.S... Meskipun gelombang politik Islam bersifat fluktuatif..H.P. Islam ibarat air.K.H. Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran.J.J. . berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal Islam..K..H.H. ·.·. dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan.J.H.J. paganisme Arab. S. .P.P. Hal ini dapat dilihat pada jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun yang terus bertambah.. P.H. Pada abad-abad pertama. H.P... .J..J. J. Nasrani. 67-68. Akan tetapi.. K.H.N..K.. Ia adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ekonomi atau peradaban. Benar.K. P. ..P.H.H. Islam belum menang atas semua agama. N. pandangan orang yang mengatakan. .P.H. P.H. .. ash-Shaff : 9 Sumber daya manusia (al-wasa’il ghairul maddiyah ‘indal muslimin) Saat ini jumlah ummat Islam di dunia berkisar 1/4 milyar penduduk.J.P. J.H.H.H.” (QS at-Taubah : 33). dsb. N. ...K. . . H.J..J.P.J. K..P. 7 Lihat juga: al-Fath : 28.H.J.H.S.H.J. Ahmad dalam Musnad). P..K.J.H. . yang lebih penting adalah kualitas..H.K.N. Apabila jumlah jamaah shalat fardhu sepadan dengan jumlah shalat Jum’ah adalah diantara tanda-tanda kebangkitan ummat.. dan sebagian agama-agama Asia-Afrika. turunnya al-Masih..J. S. kemudian fenomena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi pusat kekufuran.7 Pengertian lafazh “liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi” ialah dominasinya atas semua agama.H. 33 ( “Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk (alQuran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya diatas segala agama. tetapi jumlah penduduknya – secara global – tidak pernah berkurang.P. m. S.K.. . sampai mencapai jumlah dimana musuh kesulitan menghancurkannya.. Islam mengungguli Yahudi.H.H. Sesungguhnya jumlah yang besar adalah nikmat. P. Dengan memuliakan oarng yang mulia atau menghinakan orang yang hina..N.P..H.H. H.) H..J.. . P. Majusi Persia.H.P..K. P.H.K..H.P.J.K. datangnya al-Mahdi. ―. .H.. yaitu tersebarnya Islam ke seluruh permukaan bumi. K.J. K. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya.P. H. Tetapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri.) H. (.K.. K. 6 Tafsir Ibnu Katsir. Tersebar di lima benua..K.H...

.. ). Tanah kita subur dengan daratan rendah dan oaseoase. Brunei Darussalam. gunung-gunung..Θ .. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang lebih 450 tahun...N.. . Jumlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri.P.. Mereka membuat blok-blok (persekutuan) di antara mereka..J. membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya. Itupun telah terjadi krisis akhlak dan material. sekaligus memadamkan berbagai pemberontakan terhadap Islam di berbagai penjuru dunia. df .. Letak geografis kita memiliki nilai penting. Memang Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin.J “Dan ingatlah ketika kalian sedikit lalu Allah membanyakkan (jumlah) kalian. . Kita memiliki bukit-bukit.. bahkan di wilayahwilayah muslim bekas Uni Soviet dan yang masuk ke dalam RRC..KH. Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain.H.H. bi-idznillah.J . . Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi Islam. (86 ..J.Bangsa-bangsa di dunia berusaha keras mengurangi populasi kaum muslimin..P..J ...H. bahasa.. Jika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban..P.. teluk. Sumber daya alam (al-wasa’il al-maddiyah ‘indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan. tentu bisa juga untuk mengendalikan masa depan. sumur-sumur. Yahudi..: . sumber-sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah-risalah langit.. walaupun terdapat perbedaan yang tajam dalam ras.H.J. sumber-sumber mata air.K... ... Sumber-sumber kekayaan alam itu berada di kawasan Teluk. . Ini adalah kekuatan ekonomi. Indonesia.J. Aljazair. Kita memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.” (QS al-A’raf : 86).. .P. lautan. Nasrani dan Islam..s . Tempat pertemuan benua-benua. agama dan sejarah.. Warisan sejarah (khubratun min at-tarikh) Islam pada masa lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad. sungai-sungai besar. cadangan penyimpanan air tanah dan tambang-tambang yang penting yang dibutuhkan oleh dunia.. ditemukan sumber-sumber minyak.

....... Mewujudkan solidaritas kokoh BAB II ... makan... Tetapi jiwanya goncang...9 Berkata Ibnu Katsir.... .... . Kehilangan harapan thd pertolongan Allah .. .. .... Krisis perasaan akan keagungan Islam . . “Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya..... sangat menderita... jahili).. ... Dalam hadits riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa penyebab terjadinya berbagai krisis....... sekalipun secara lahiriyah sejahtera. bingung dan diliputi keragu-raguan. maka baginya kehidupan yang sempit di dunia (ma’isyatan dhonkaa)..... ... Krisis kebanggaan beragama .... bisa berpakaian. yang dimulai sejak format ketatanegaraan berbentuk khilafah (Islami) berubah menjadi format muluk (kerajaan.... . AKAR KRISIS UMAT ISLAM .. Memahami Islam scr detil .. bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun secara lahiriyah makmur.10 Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih. ARAHAN PEMBAHARU Akar krisis ummat Islam (al-asbab ar-ra’isi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya..... barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum-hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba-sulit (ma’isyatan dhonkaa) di dunia. ........ ....8 Makna ayat ini. ..... krisis keimanan dengan . Membangun iman mendalam . tiada ketenangan maupun kelapangan dada. . ..... .... bertempat tinggal sesuka hatinya... ...... adalah diawali oleh krisis kepribadian (basic of knowing) dengan mudah mengobral janji.u. Al-Quran menjelaskan secara global bahwa krisis multidimensi itu terjadi karena berpaling dari ketentuan Allah.........

12 Imam Qatadah mengatakan. dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hedonistik. Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang zhalim. mencari dunia dengan menghalalkan segala cara. kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan. agar manusia ragu-ragu kepadanya. Persis sikap Iblis ketika memperoleh perintah dari Allah untuk memberi hormat kepada Adam. Yakni yang memberi gairah dan arti hidup. keselamatan. Godaan “dari sebelah kanan” adalah godaan terhadap kebenaran. ummat Islam lebih mendahulukan akal daripada hati. tekstual (literal) dan normatif. 15 Pasca suksesi di surga. praktek aborsi. hanya berorientasi ke bawah (sujud) dan atas (Allah). harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. manusia menjadi individualis. Ummat Islam sekarang tidak meyakini secara bulat (100%) bahwa Islam adalah solusi mendasar dalam mengantisipasi persoalan individu. pergaulan bebas. akhirnya menjadi hamba materi bukan hamba Allah. meghalalkan segala cara ketika memperoleh kekayaan serta keengganan untuk berzakat. kecuali hamba-Nya yang masih ikhlas. Arah “bawah” dan “atas” ini tidak bisa dimasuki oleh syetan. musibah kemiskinan struktural. muka. ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak logis. Godaan “dari belakang” adalah godaan tentang kehidupan akhirat. kemudian menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya secara fundamental dan menyeluruh. terjadi bencana alam di mana-mana.18 Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk menghadapi dua godaan terakhir. kanan dan kiri. keluarga dan 8 QS Thaha : 124. krisis moral ditandai dengan merajalelanya praktek perzinaan. sehingga manusia menjadi makhluk yang tidak pandai bersyukur. penyakit AIDS mewabah. pornografi. 9 Shafwatut Tafasir II. seraya menyombongkan diri dengan cara membanggakan asal-usul. kesucian di dunia dan akhirat13 dan menjamin kebahagiaan hidup di akhirat. Para pembaharu mengidentifikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut.menolak ber-tahkim dengan hukum Allah.11 yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan jiwa. hal. diawali dari kesempitan batin (azmat al-masya’ir). 10 Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir II. Pertama. 497. agar manusia menjadi serakah. 14 Dalam berinteraksi dengan Islam. hal. krisis perasaan terhadap keagungan Islam (azmat al-masya’ir ‘an ‘azhamatil Islam). 16 Imam ath-Thabari17 ketika menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa godaan “dari muka” adalah godaan tentang persepsi dunia. Mereka masih ragu bahwa Islam adalah ketetapan dari Allah Yang Maha ‘Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik. Dia enggan mentaati-Nya. masyarakat. 250. perkosaan. Godaan “dari arah kiri” berupa godaan kebatilan agar manusia cenderung kepadanya. Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah. kejujuran. agar melupakannya. . Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh syariat sekalipun baru pada tataran wacana cenderung disalahpahami. syetan memohon izin kepada Allah untuk menggoda anak cucu Adam dari arah belakang. yaitu ajakan kepada al-Quran yang mengadung kehidupan.

. H. ketaatan (obedience).K..N.H..K.H.J.H.H.H. “Waspada dan jauhi al-kibr (sombong).K.J.) m.H. S.K H.H.J. . kapitalisme yang melahirkan keserakahan. ketika berinteraksi dengan firman Allah maka sikap yang menonjol adalah tashdiq (membenarkan) dan taslim (berserah diri). Waspada dan jauhi alhirsh (serakah).. H.. N.H. dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan.P.H.H.P.J. .” (HR Ibnu Asakir dari Ibnu Masud. .. dan sosialisme yang membuahkan kedengkian.H. ...H.K.. juz 13. H.J.P. ..H..K.P. 12 Shafwatut Tafasir I. tunjukkanlah kepada kami al haq itu yang benar dan karuniakanlah kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya.H. N. hal.. 18 QS al-Hijr : 40.K. .H. H. H.H.19 . H. N.P. .H.³. .J. 500. P.J..H..H.N..J.K.H.. . Ketiga sifat tercela itulah asal segala kesalahan (di dunia ini).. (.K.m .H.H. hal. 468.H. hal. . J.N.H.H. .K.H..J.. H.H.J.. P.H. ..J.H.H.H.J. P.H.³. .HS.H. 14 QS Yunus : 64.J..H.H.K. hal..K..H. P.H. Shaad : 76. 17 Tafsir ath-Thabari. .J.H..·.H. N.J. 11 QS al-Anfal : 24.H... 15 QS al-A’raf : 11. J.H.K. karena sesungguhnya Iblis terbawa sifat al-kibr sehingga menolak perintah Allah subhanahu wa ta’ala agar bersujud (menghormati) kepada Adam ‘alaihis salam. 110. kepatuhan (submission).... P..H.H.J. Sangat kontradiktif dengan sikap para salafus shalih.H..H. 446...H.P.K.p .H. .H.... 13 Tafsir ath-Thabari.N. dalam Mukhtaru al-Ahadits).P.. karena sesungguhnya kedua putra Adam ‘alaihis salam salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad.J..H. J. H. .H..H.JH.P.P. juz 5.K.H.H. Waspada serta jauhi al-hasad (dengki).N.P “Ya Allah.. J. .. karena sesungguhnya Adam ‘alaihis salam terbawa sifat alhirsh sehingga makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.K.H.P. ..J.P. .K . 16 QS al-A’raf : 17. H.H.J..H.. dan berilah (kekuatan) kepada kami untuk menjauhinya” Persepsi ummat Islam terhadap Islam telah terkontaminasi oleh paham feodalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kesombongan.J.K.. H.. Lihat: Shafwatut Tafasir II..H.P.. H. N.J.J.

nilainilai di hadapan Allah dari bangsa lain.22 Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigma berfikir yang dikembangkan oleh kalangan tertentu. Kedua. Tidak ada sikap yang didahulukan kecuali sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami siap mematuhinya). Mencakup kehidupan individu. bernegara dan hubungan intenasional. krisis kebanggaan dalam ber-Islam (‘azmatu al-i'tizaz bid-diin). ditambah dengan semakin gencarnya peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri). lebih-lebih yang mutasyabihat. Nabi-Nya dan orang beriman. carok (Madura) dari kata ghirah (cemburu). diterbitkan oleh WAMY. dan merasa bangga karena membela kehormatan diri (‘iffah) sekali pun beresiko.Mereka memahami bahwa Islam adalah manhaj al-hayat. 22 QS Ali Imran : 7. al-Anfal : 2. tajhil (pembodohan) pada diri muslim terhadap dien-nya sendiri. tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang bisa digapai. Mereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi. seseorang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan oleh keluarganya dengan orang lain. Sedang kalimat ‘harb’ bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama-sama aktif bergerak. Di tengah keberagaman simbol. Lihat: Hamudah Abdalati. 25 . Jatidiri Islami yang telah mengakar dalam jiwa kaum muslimin mengalami degradasi. 20 Abul A’la al-Maududi. Kaum muslimin sedang dijangkiti virus wahn (cinta dunia dan takut menghadapi kematian). kaum muslimin Indonesia rela kehilangan nyawa. 23 Dahulu. tidak mengajarkan hal-hal yang tak bisa dicapai manusia. aliran pemikiran dan isme di era globalisasi saat ini. 21 QS al-Baqarah : 285. Lihat: al-‘Aqaid. adat istiadat. masyarakat. telah terjadi tasykik (proses peraguan). Mereka kurang percaya diri. Prinsip-prinsip Islam.21 Dalam menyikapi ayat-ayat yang mutasyabihat (belum jelas maknanya) saja mereka menyerahkan penafsirannya kepada Allah. Hasan al-Banna. Pemakaian kalimat ‘ghazw’ disini menunjukkan salah satu pihak yang aktif. budaya. Ma’alim fith-Thariq. taghrib (pembaratan). Alghazw al-fikri. Lihat : Sayid Quthb. peperangan pemikiran. Islam in Focus. Islam bukan ajaran yang teoritis yang memadati pikiran. apalagi berinteraksi dengan ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya). Islam tidak sekedar landasan etis. sekarang dihinggapi penyakit dayatsah. terpesona dengan kebesaran negeri-negeri Eropa dengan paham materialismenya. 19 QS al-Hujurat : 14-15. ditandai dengan gencarnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin. malu menunjukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah. tetapi ajaran yang aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan. keluarga. an-Nuur : 51. acuan dan kerangka tata kehidupan. yang semula inhern dengan simbol ke-Islaman berangsur-angsur hilang.24 Mereka tenggelam. banci – meminjam sabda Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam – yaitu.20 Mereka laksana prajurit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya. lainnya pasif. Misalnya di Indonesia saja kosa kata sirri (Makassar) dari kata sarirah (jati diri). bahkan kemudian cenderung mengalami pembelokan makna. dimana ayat yang muhkamat saja perlu ditafsirkan supaya lebih kontekstual.

Semua itu baik.H. 26 Tanpa keyakinan dan kebanggaan. “Ya Allah.27 Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka. dan harapan akan jaminan masa depan..Sejarah mencatat bahwa dunia ini didominasi oleh mereka yang memiliki keyakinan.J.N.K. N. tersulut amarahnya kepada komunitas Islam yang sedang dirintis oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.K. yakni orator (pandai berceramah tanpa teks. tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mendominasi kehidupan ini.H.28 Berbeda jauh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain. Ketika itu . Lihat: Ru’yatun Islamiyah li Ahwaali al-‘Alami al-Mu’ashir.P. .J. seperti terlukis dalam doa yang beliau panjatkan: .H. Ghirah dan Tantangan Islam. 23 Prof.H. J.J.. J. Yusuf al-Qardhawi. management. Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan 4 kali lipat dari jumlah pasukan Islam. semua elemen masyarakat Quraisy. yaitu intervensi Tuhan (tadakhul rabbani).J. karya Muhammad Quthb. niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi setelah hari ini”. dan teknologi modern. Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak-haknya yang dirampas oleh orang kafir. Tetapi Abu Sufyan memilih jalan lain menuju ke Makkah dan memprovokasi kabilah Quraisy untuk berperang melawan kaum muslimin.P. Hamka. karena pembawa ideologi itu yakin akan keistimewaannya.P.H. Kini. J.H. Ya Allah sekiranya pasukan ini hancur terkalahkan. K.. khuthbah murtajalah).H. umat beliau..J.H.H. Allah subhanahu wa ta’ala pun berkenan menolong kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang. J. wahai Rasulullah..H. 25 QS Ali Imran :139.P. peralatan perang seadanya.J. efficiency. Seringkali kaum muslimin dalam memecahkan persoalan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek organisasi. kabulkanlah doaku. Dr. K.H. kekuatan material dua pasukan yang saling berkonfrontasi itu tidak sepadan.J. K. J.H. J.J. P.J. P.K.H.J. Allah pasti akan menolong dan mengabulkan doa Anda”.. “Demi Allah. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam terus berdoa hingga selendangnya terjatuh dari pundaknya. lapar (berpuasa Ramadhan). terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput. 24 QS al-Munafiqun : 28. manajemen Ilahi. baru terbukti perkembangan sains dan teknologi yang merupakan produk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia modern menuju hidup bahagia. 26 Al-Islam Hadharatul Ghaad. Paham materialisme begitu cepat berkembang. hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau. muslim modern (al-muslim al-mu’ashir) akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi merespon tantangan eksternal. Ketiga. setelah pulang dari kafilah dagang. ..H. Kaum muslimin dalam posisi lemah.H. kehilangan harapan akan datangnya pertolongan Allah (‘adamu alamal bi-ta’yidillah). Ketika terjadi Perang Badar antara muslim dan kafir.K. karya Dr. N.P. planning.N. Dengan kelebihan yang melekat pada dari tokoh kafir Makah itu.K.

J. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu.. H. hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan telak. memahami syariat Islam secara terperinci (al-ma’rifah ad-daqiq ‘an syari’atil Islam) Dengan mengilmui syariat Islam..29 Thalut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air.J. . ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’. 165 ( “Dan mengapa ketika kamu ditimpa (pada peperangan Uhud)..H.H.P..J.P..H.. Jalut dan pasukannya berhasil dipukul mundur.H. J. J.P.K. J.K. Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia atas penggunaan sama’.J.H. : . perlu diambil langkah-langkah diagnosis berikut.34 .H.. Syekh Muhammad al-Ghazali. bashar dan fuad-nya secara maksimal.J.31 Posisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain. df BAB III .P. J. .P.) J. Kebanggaan material terbukti tidak berhasil menolong dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim.P.32 Allah mencela orang yang menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggali potensi-potensi sama’.K. termasuk malaikat. Begitu kepercayaan diri tertanam secara berlebihan.H.H.. Sedangkan prajuritnya yang minum air sungai secara berlebihan hingga kekenyangan. sekedar untuk melepas dahaga. J. . Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat Islam pada Perang Uhud.H.mereka membanggakan SDM unggul dan peralatan perang.K.J.H..H..30 27 Fiqh as-Sirah.H. ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpesona dengan kekayaan dunia. Pertama.K.H.P. .. dan dengan izin-Nya. Karena peperangan dikomando langsung oleh Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam diikuti oleh para Sahabat senior..N. terbukti memiliki kekuatan mental untuk melanjutkan peperangan.. bashar dan fuad-nya.N. Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan seseorang mampu mengidentifikasi permasalahan kehidupan ummat dan mencari solusi alternatif. padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata. ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang. Allah akan memberikan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh melalui usaha yang tekun) dan ‘ilmu ladunni (ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah). ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah.H.J. .H. 28 QS Ali Imran : 123. J. karena interaksinya dengan ilmu.J.P. .H. 29 QS at-Taubah : 25. 30 QS al-Baqarah : 249.33 Ibnu Taimiyah mengatakan kebodohan adalah musibah kematian sebelum meninggal. u. K.” (QS Ali Imran : 165).P. SOLUSI ATAS BERBAGAI KRISIS Mengantisipasi krisis psikologis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu’ (tema) ini.

dll.36 Bangsa-bangsa yang memiliki komitmen peningkatan SDM. Karena Islam adalah untuk semua manusia (kaffatan lin-naas) 41 dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil-‘alamin). dengki. membangun solidaritas dan soliditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) Terapi yang ketiga adalah terampil dalam menjalin hubungan interpersonal dan intrapersonal (shidqun fil mu’amalah). keamanan. politik. kedamaian. Kedua.37 menerima Islam sebagai minhajul hayat (sistem hidup). ideologi. minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka. sosial. jayakanlah Islam ini dengan masuk Islamnya salah satu dari dua Umar. maksimal kita mampu menunjukkan sikap itsar (mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri). keindahan dan sifat-sifat utama yang lain. ekonomi. maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan. 42 Syariat shalat merupakan penye-garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat. ketidakadilan hukum dan ekonomi dan sikap represif lainnya. Ada dua komponen penting sebagai pilar dalam bergaul (rukn al-mukhalathah).35 dan akan menyimpulkan bahwa semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia. 40 Dengan iman akan melahirkan loyalitas pada kebenaran mutlak. atau ber-Islam karena dorongan intres pribadi.43 Bertolak dari shidqun fil mu’amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah. Iman akan melahirkan kesadaran untuk hidup Islami secara total dan menyeluruh. tetapi kemenangan kemanusiaan atas kezaliman. 35 QS Fathir : 28. Kemenangan iman bukan hadiah ummat Islam semata. Kedua. benci kepada sudara muslim. 34 QS al-Isra’ : 36. alias sangat diwajibkan.Doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah pada awal-awal perlangkahan Islam adalah doa agar dianugerahi SDM unggul.” Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah. Iman yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama jeleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman. kejujuran. . 33 QS al-A’raf : 178. 32 QS al-Baqarah : 31.” Islam mengajarkan sejauh mana Anda mengorbankan kebebasan Anda untuk kepentingan orang lain. tak terjebak pada parsialisasi Islam (juz’iyyatul Islam). 38 Iman yang benar akan melahirkan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami tunduk) pada ketentuan Allah. membangun iman secara mendalam (al-iman al-‘amiiq) 31 QS al-Mujadilah : 11. Setelah mengikrarkan syahadat. dimana “ta’ marbuthah” dalam kata ini mempunyai arti superlatif (mubalaghah). Berbeda dengan paham barat yang mengatakan. “Kalian bebas berbuat apa saja asal tidak melanggar batas-batas kebebasan kami. Pertama. “Ya Allah. kedisiplinan. konsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat. Ketiga. demikian kata Al-Maududi. al-‘Alaq : 5. 36 QS Ali Imran : 191. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perintah mencari ilmu menggunakan kalimat faridhatun. keadilan. 39 Mukmin sejati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur oleh Allah dengan suka rela.

. binatang-binatang buas tak berebutan dalam satu lokasi minuman. Dengan sumber daya manusia yang beriman.J.K.³. “Berakhlaklah dengan akhlak Allah subhanahu wa ta’ala barangsiapa yang berakhlak dengan salah satu akhlak-Nya.P. . J.J... P.P.. niscaya ia masuk surga.H.H. BAB IV ...H. N. sebagai hamba-Nya. .. diuji secara shahih pada realitas kehidupan ummat. P. 39 QS an-Nuur : 51.N. N.H.H...H. ibu bisa mengasihi anaknya.K.H.J.H.H.J. semuanya.J.³. Syari’ah dan Imamah-Jamaah.H. P.H.H.H..J.H.H. . 43 QS al-Hasyr : 9. J.P. 42 QS Thaha : 12.J. H. Kesan (atsar) yang diperoleh lewat media pendekatan (‘ibadah mahdhah) ini akan mendapat curahan 1% dari 100% salah satu sifat-Nya yang baik (al-asma’ al-husna). insya-Allah berbagai krisis yang bersifat konsepsional dan teknis akan segera berakhir.H.H.H..N.P.K.38 QS al-Baqarah : 85...J. ..H. .J. .H.H.. P. K. Satu rahmat saja bumi dan seisinya berjalan dengan harmonis.H. 44 Ketiga solusi mendasar diatas – menurut kajian Sistematika Nuzulnya Wahyu – dinamakan Prinsip Dasar Aqidah. mH.H. K.H. .P.. . : . .K.H.J. df 44 QS ash-Shaff : 9. Maka. N...J...H. 37 QS al-Baqarah : 208. ...N.u. N.H. N.. .K. pertama.H.H..K.H. diantaranya sifat ar-Rahman ar-Rahim..K... J.H..K.. P.J.J. . Abul A’la alMaududi.H.K.J.H. seluruh makhluk hidup dengan damai.K..H.H..J. al-Hajj : 11. berilmu dan dirakit dalam bangunan organisasi yang kokoh maka akan men-zhahir-kan Islam diatas agama-agama yang lain. 41 QS al-Anbiya’ : 107.. . langkah pertama dan utama seorang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).K.K. 40 QS an-Nisa’ : 65.H..J..H. P. K.K. J. H.H. P.. H..H.K. H. 56 ( “Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka (ujungujungnya) beribadah kepada-Ku.³. .H.K.K. H..H.P.P.K. K. P. H...H. .. J. mH.H. H. .J.H.J. Lihat: Nahnu wal Hadharah al-Gharbiyyah. J. : N.. Jika ketiga diagnosa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini.K..H.K.H.J.J.K.J.J..H.N. S.H.P.. . K. J.” (al-hadits) ―....H. TAHAPAN TURUNNYA WAHYU SEBAGAI JAWABAN Argumentasi orisinalitas tekstual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya program dasar Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia adalah..J.” (QS adz-Dzariyat : 56). K.H.H.H.K.H..H. .K.) K.K.J.H.K.J. K.K.H.H.H. H.H..H. .J.K. K. P. : . 14..Sejarah menunjukkan bahwa dengan jalinan ukhuwah yang solid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan.H. H. .H.J. K.H..K.K.³.K.

P. N.J.K.H.H..N.H. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya..H.H.K.H.J.H. H.K. ..H.J.. m.J.. hamba-Nya (‘abduhu) atau Rasul-Nya (rasuluhu).H.J.H. H.P. .H.H.K. ada makhluk yang memiliki potensi untuk mengurus dirinya dan mengelola alam. K.H.H..H. maka Allah akan menjadikannya sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu).H. P.J.. “Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : ‘Aku dalam sangkaan hamba-Ku. . H. dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum.H.H.J.H. P.H.H. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya. P. P.H.H.H.H. H.J.. .P. P. J.K.H.K.H. J.N.. . Dalam usaha memakmurkan alam ini (i’mara).K.K.H. J.J. . K. ..H. yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khilafah-Nya di muka bumi ini.H.K..H.J. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal.K.H. .H.J. P. ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang menjadi urusan orang lain.K. J. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya.H..N. P.H.N.K. (.) ³. Aku akan mendekatinya sehasta. . P.·.H.P... maka Kuizinkan ia (yang memusuhi itu) diperangi.H. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi.H..H....H. : H.H J. P. : .H. P. . Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Barangsiapa memusuhi wali-Ku.K.. .K.³...K.. P..K.J.H.K.K.. K. .P..J.H.” (HR alBukhari). N. dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku..H.P.H.H. N.H J. manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah-Nya).J.H.K. K. .J..H.H.H.J. P.K.J.H. 61 ( “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu .H.H. ..... . Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah sehingga Aku mencintainya.H.J.K.K.K.H.H. H.H.H.K.P.N..J. Ketika seorang hamba mendekat Allah subhanahu wa ta’ala dan telah terbangun cinta secara timbal balik antara dia dengan Allah.H. untuk mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin).P.H.N.K.K.J. H.H.H.) P.N. Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda. sehingga semua aktifitas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak-Nya.J.H.H.H. K.J. P.H. aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.N.H.J.H.HP. J.. J.H.H.K.H. sebagai tangan yang ia memukul dengannya.H.K..H.H.J.. P. maka Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.J. J.P. J.K. P..H.K.K.P. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki.J. K.J. N.H.H.N. K. Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku.K.J. Aku akan mendekatinya sedepa. ..H.J... P. Jika ia mendekat-Ku satu hasta.J.H.³..H.H.K. Orang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikategorikan oleh hadits sebagai penggembala (ra’in). J. J.K.J. N. maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu. H.H..K.N.) .J. : . menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.H.H.P.. J.J. J.H.K. . J.. K. J. K.H. Jika Aku mencintainya.N.H. .H.N.H. untuk membantu 1% dari tugas-tugas-Nya dalam mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin). J..H.K.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Maka tugas yang kedua..H. P.(.J.H.

P.H. Jika Allah sebagai Pencipta sementara makhluk-Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi-Nya. . : .) ³. maka dijamin sukses dalam menjalankan fungsi sebagai wakil-Nya.. sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman. tidak shalih bagi orang lain.H..K.J. H.” (QS Huud : 61).―.K.H. H.K.K.H.P.” (QS al-Baqarah : 30).H.. dan mendatangi tanpa membawa bala tentara).” (QS at-Taubah : 32-33)..J. Shalih secara ritual tetapi tidak shalih sosial.K. Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Untuk menghindari kekacauan ini. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai... .” (QS al-Anbiya : 22). Menang tanpa ngasorake lan nglurug tanpa bala (menang tidak menghinakan pihak yang kalah.H.J...J.. Engkau adalah bulan purnama. K. * . Apabila kedua tugas itu tidak berjalan secara sinergis..チ.H..J..H.N. P : .H.. Allah subhanahu wa ta’ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak.J.K.J..K... J. “Engkau adalah matahari..K.P..J. Engkau adalah lampu (penerang) hati. J.H..pemakmurnya.H.. .H..H.P. ..H.. S..J. Dan manusia model ini termasuk pendusta agama.. P.J.K. K.. Di satu aspek kuat dalam potensialisasi diri.K.H. : . Tugas kehambaan dan kekhalifahan ini harus berjalan secara seimbang.P.J..H. Demi kesembuhan tubuh.J.H. Menampakkan cahaya (nuur).P. J.. K.K.J.. Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhalifahan. H.. P. maka dalam diri manusia akan terjadi perkembangan yang tidak utuh (split personality).. K. untuk mencegah penularannya ke seluruh tubuh. .J.. Perang bukan berarti merusak.H.J. K. Tujuan (al-hadaf) penegakan aturan ini agar diunggulkan-Nya atas agama yang lain..H. . .H. H.J.J. Karena Allah adalah pencipta (al-Khaliq). tetapi menghilangkan berbagai hambatan (‘awa’iq) yang menghalangi sampainya rahmat Islam ini kepada yang berhak menerimanya.H. Sosok yang baik untuk dirinya sendiri (shalih li nafsihi). Engkau adalah cahaya di atas cahaya.H.S. 32 . N.K.J.P.” Penegakan aturan (iqamtud dien) adalah dharurah basyariah (kebutuhan primer) dan hajah syar’iah (tuntutan keagamaan).) . Proses pemenangan agama Islam ini adalah dengan pencerahan.. Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung jawab sosial.S. .K. maka pastilah keduanya binasa.H.H. minum obat yang pahit alternatif yang .J. J.. * K.H.) H.J. H. terkadang harus memilih alternatif perang. K..H. tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri.H..33 .P.. pastilah akan terjadi chaos (fitnah).. maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi.S.( “Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. Ibarat tubuh yang tertimpa penyakit akut.J..H. H. sehingga kegelapan-kegelapan (zhulumat) sirna dengan sendirinya. . 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.P. H.H.H.J... 30 ( “Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. .J.H. H.H.H.J. Aturan itu disebut diinul haq (dien yang benar).. bumi adalah ciptaan-Nya dan manusia adalah makhluk-Nya.

.H..K. . Para malaikat berkata.H.J. P. kaum munafik dan kafir diberi kebebasan untuk melaksanakan kepercayaannya.P. J.H. P...J. ‘Bukankah bumi Allah itu luas. チ.P. J.H..N.. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu..H..―.P.K...P..H..H. . : .. J.K.J.” Jika aturan dari Allah (dienul haq) dilaksanakan secara kaffah.チ. sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam. .H. J..P. dan akan masuk neraka.J.H.J.. H.H. K.J. .J.K.H.P. . agama.P.P. semua etnis.P.H.J. H.P.. Depag RI.. insya-Allah alam semesta akan kecipratan rahmat (rahmatan lil ‘alamin).S.. チ...H.H.J. ³. H.K. Jika di tempat pertama kurang ..H. .. Demikianlah sebagian filosofi perang dalam Islam.H.H.H..H. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.H. tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar kondusif tegaknya nilainilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri.K.K...K. membuat orang menangis (bakkah).H. .H.” (QS an-Nisa’ : 97)..J.J.H...K.. H.H. .H..P. asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama. N. .H. K.J.H..H..K. .H.H.. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.P. Kita wajib mengupayakan terwujudnya kawasan yang Islami (al-bi’ah alIslamiyah). sementara dia tidak mengupayakan penerapannya.H.H. . K.P.H. karena tandus dan gersang.H. “Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan jadilah ketaatan semuanya (dikembalikan) milik Allah..³.J. J.J..H.J.H..P.P. .J.チ...P.H.harus dipilih. .J. ..P.J..J. J. Yang menjadi stressing ayat ini bukan saja penduduknya (ahl).K.....H.J..K P. .H. J. .H.... dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali.) H.. (kepada mereka) malaikat bertanya.H. . Yang dimaksud ayat ini ialah orang-orang muslim Mekah yang tidak mau berhijrah bersama Nabi sedangkan mereka mampu. Di Madinah. maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri..K.H.H. J.J. J... N.. J. m. Seorang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak Islami. J.N.J. dan sebagai wasitnya (wasathan) adalah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.J.J.P.... Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al-Qur’an ini bukan untuk manusia saja.N. K.. K.K.チ.. Sekalipun secara geografis mempriha-tinkan. H....H.H.H..K.. J .P.H.J. akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.P. ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab. H.P.45 45 Al-Qur’an dan Terjemahnya. Na’udzu billah min dzalik. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar.H.N.H.H.H.. hal.J. .. J. 137.K.J.H... N. . tetapi sekaligus kawasannya (al-qura).J.H.” (QS al-A’raf : 96).H.. 96 ( “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa.N.. H. .J. suku.H. ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’.H...P. K.J.N.K.H.J..H.

.J ).J. ‘Sekumpulan orang yang memimpin bukan menurut jalan yang benar.. ‘Ya.H.H.N.H.P.H. Saya bertanya..―...S.H “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah.P.P.J.P. ‘Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka berbicara dengan bahasa kita’. Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Yunus : 32). karena takut menimpa saya.” (QS an-Nisa’ : 122).: . ‘Ya Rasulullah. kalau seandainya saya mendapati hal yang demikian?’ Jawab Nabi. Saya bertanya.H. Orang-orang yang memanggil di pintu neraka.: .H. “Orang banyak biasanya menanyakan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan.H. Jika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala tak dilaksanakan.H.. ‘Apakah perusak itu?’ Jawab Nabi. .P.. . .H.’ Saya bertanya. Luth. carilah ke tempat lain.J.P.menguntungkan. Dari Huzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata. terangkanlah kepada kami keadaan mereka!’ Jawab Nabi.H.. Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh. ‘Adakah sesudah keburukan ada kebaikan?’ Jawab Nabi. melainkan kesesatan.H.. maka tiada sesudah kebenaran itu.P. .J. Saya bertanya. .K ).’ Saya bertanya.PH..J.―. Sebagaimana yang diperagakan oleh Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail.³ . ‘Hendaklah engkau tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan mengikuti imam mereka.K..K.H.J.H.KH.. ‘Apakah yang engkau perintahkan kepada saya.’ Saya bertanya. mereka dilemparkannya ke dalam neraka.’ (Muttafaq ‘alaih). lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan. ( (122 ( 87 .J. ‘Bagaimana kalau tidak mempunyai jamaah dan imam?’ Jawab Nabi.. Musa dan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H...H. Siapa yang memperkenankan panggilannya. pasti timbul malapetaka.N . sehingga engkau meninggal dalam keadaan demikian. Selain dinul haq adalah menyesatkan.H “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang haq (sebenarnya). . ‘Jauhilah semua kelompok sekalipun karena itu engkau sampai menggigit (mengunyah) urat-urat kayu. tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan (bahaya). tapi ada yang merusaknya. Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa nafsu dan persangkaan jahiliyah. ‘Ya. ‘Apakah sesudah kebaikan itu terjadi lagi keburukan?’ Jawab Nabi. ‘Ya’. Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala penjuru.K. Adakah sesudah kebaikan itu akan terjadi keburukan?’ Jawab Nabi.’ Saya bertanya. ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu dalam masa jahiliyah dan keburukan.P . Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan ada yang tidak.N.H.

H..H. shabiy (bayi). murahiq (pemuda).. karena sesungguhnya Allah. .S. .J. H.J..H. J.H.P.J.” (QS Ali Imran : 191)..K.H.P..H. di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat... : .) ³.J. kuhulah (dewasa) dan syaikh (lanjut usia).) K.H.K... K.H..P...J. Secara fisik.K...). J.K.” (QS ar-Ruum : 30).P..H. Sekalipun secara verbal bisa menolak.H.. J..H. H.” (QS an-Nisa’ :87). Tiada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu kecuali mempelajari dan mengikutinya.. sedekah bisa menolak bencana.P.J. . 3 ( “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan. : .J.) H.K. .K... .J.. K..J.P.H..” (QS al-Baqarah : 147). N.P...J...H. . : . J.... Contoh perbuatan zina memperpendek umur.H.H.. karena sesungguhnya Allah.J. H.H.H. H. 191 ( “Wahai Rabb kami.H.” (QS alHajj : 6. N. P. adalah fenomena penciptaan yang direncanakan Tuhan pasti terjadi.J.H. : .H.H.J. : ..H.. ..” (QS Yunus : 64). H. ayat kauniyah).H. tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia.H. Aturan firman Allah dikenal dengan qadha’ tasyri’i dan aturan ciptaan Allah disebut qadha’ takwini.J. ―.. Kebenaran dari Allah itu mencakup ayat-ayat tanziliyah (ayat quliyah). Proses kejadian manusia dari janin (embrio). H.” Ketika mempelajari kalimat Allah (ayat qauliyah) dan mengkaji khalqillah (ciptaan Allah.H.H.N.·.P.. 30 ( “Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah... menghormati tamu mendatangkan rizki dan mengurangi dosa. H. Tiada yang bisa menghalangi proses itu sedikitpun.K.H.. Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu.J. dll. 30 ( “Demikianlah..H. H.) H.J. Demikian pula kebenaran itu mencakup ayat-ayat kauniyah (alam semesta).H.H. .. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum ...K.K.. ―.S.H. N.H.J..: . manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam (sunnatullah).. Dia-lah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil.. 64 ( “Tiada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah.. J.J.P.K. .K.H. ―.. ‘Dia (Muhammad) mengada-adakannya’. H.J.J “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah. H.. 147 ( “Kebenaran itu berasal dari Rabbmu maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang ragu-ragu. “Yang demikian itu..” (QS Luqman : 30).K.) P.J.K.. silaturrahim bisa memperpanjang umur. H.” (QS as-Sajdah : 3).. 62).H..H.K. thifl (anak-anak). .³..P.J..H. : .K.... H...K.H. K. N.H.N.K . N.H.H.J. H. H.J.. Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam.. .J.J.H..P “Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran itu kebenaran dan karuniakanlah kepada kami (agar) mengikutinya.) K.. .H.H...P.K.H. Dia lah yang haqq.H.

P. P.. Muslim dan Nasa’i). J. Hayat terulang sebanyak lawan katanya maut.J.H.H.H. H.N.H.P.K.J.” Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah. Dahulu ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan. Dia menggunakan kata-kata yang secara makhraj berat diucapkan. Kata yaum (hari) terulang sebanyak 365.K. sejumlah hari dalam setahun... .H. P. dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum. .N. mereka membiarkannya. J.J. Lalu Usamah membicarakannya kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H..J. P..K. Hurufhurufnya.K.P. berkaitan dengan sanksi had dari beberapa hukum Allah swt. Maka dipotonglah tangan wanita Makhzumiyah itu.H.H. 17 ( “Allah menurunkan kitab al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan. dan jika ingin mengajak melakukan pekerjaan berat.P.H.. Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan. Kebenaran firman Allah ini didukung oleh argumentasi tekstual (nash)..H.H.K..H.J. lawan katanya dan dampaknya. H.N. P.J.J.. H....N..H.J. (. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjukkan dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali. masing-masing 145 kali. Kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali.H.H. : ..H.H.Allah subhanahu wa ta’ala.K..H.” (HR Ahmad.H. Dan apabila yang mencuri pada mereka adalah orang-orang yang lemah. H..” (QS asy-Syura : 17).H.) K.H.K. K. J.H. Jika ingin menyentuh hati manusia. ..H..K.H.H.. mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah...H. baik antara kata dengan padanannya. namun dia mengingkarinya.P.N.. “Sesungguhnya hancurnya generasi sebelum kalian adalah manakala orang terhormat mencuri..H.. Seimbang jumlah kata-katanya.H. tugas manusia hanya sebatas menampakkan-nya dalam kehidupan (muzh-hirul hukm).K.. masing-masing 32 kali..H... andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri. . J. beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha : . uslub (susunan kalimat). Selanjutnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Usamah.H.H.H.H.H.P.N..K. Aturan yang diberlakukan tanpa merujuk firman Allah dinamakan hukum jahiliyah (bodoh. . Dalam aturan ini. mereka memotong tangannya.K.H.K.H.J. juga sejumlah . kata-katanya. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.K.K. J.K.N. maka akan kupotong tangannya.J. Panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin.J. bukan menetapkan aturan (mutsbitul hukm).. H.H. Thumaninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiq (kecemasan). P.K..J.K.H. Akhirat terulang 115 kali sebanyak dunia.K. Zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah. Seketika itu keluarganya pun datang kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma.H. P.H. . tidak tahu diri). aku tidak memberi dispensasi kepadamu...H.J. P.H.H. S.K.K.. “Hai Usamah. Kata syahr (bulan) terulang 12 kali. Lalu Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong tangan wanita itu.H.. adalah pilihan Tuhan sendiri.J. m. .K. H.. J.) K. H. Malaikat terulang sebanyak 88 kali sebanyak kata syetan. P.. P.N.K.H. .P.J. J.. Dia menggunakan kata-kata yang halus.J. J.J.J.H.

P...P.” (QS al-Isra’ : 106)..J . ³.H...P. . J..H. Tahapan turunnya wahyu disini menurut pakar tafsir dari kalangan sahabat. .H..J.. ..J.. ...... Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsurangsur...K.H.H..J.J..J..... ..J.H. ....H.³.. sedang inzal hanya turun dalam arti umum.. H.H. P.H.―. チ.H.” (QS alFurqan : 32)..チ.. Ungkapan “menurunkan” dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil. H.H. H. N.P. H.H.. : ...H....H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam hanya mengikutinya (ittiba’) tanpa merevisi sedikitpun.H. J.P.. ..K. Rahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus.P..P..H.H.. . .K..P.. yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan. K. al-Muzzammil 1-10.. K... : ....H.” (QS al-Isra’ : 105)... yaitu : QS al-‘Alaq 1-5. al-Qalam 1-7. Tanzil berarti turun secara bertahap.チ. agar kamu dapat membacakannya kepada manusia secara berangsur-angsur.... Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan secara kontekstual (pola penerapannya..H.. manhaj). bertahap).H.K.. .P.. P. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku..J.P....³... H...) H 105 ( “Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu) dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran.H.J. Jadi melaksanakan wahyu secara bertahap adalah intruksi dan acuan langsung dari Allah.J. P. チ..H “Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah?” .. P. ..K.K......H.H..J..H.P...K.K..H.J..P.” (QS al-Baqarah : 216). P. sama sekali tidak membuat-buat sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya.. ³......チ.K. . Ibnu Abbas.. .H.. . J..H.H..J.H..H. ..H. Pola penerapan ini dikenal dengan metode tadriji (gradual.J.J..J.H...J..N.K... ....J..J..H. .s .H.. . m 106 ( “Dan al-Qur’an itu Kami bagi-bagi... J..J.) ³ 32 ( “Berkatalah orang-orang kafir. al- .. Ulama bahasa membedakan dua kalimat tersebut.J. 9 ( “Katakanlah : Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. bukannya anzalayunziluinzaalan.....J.H “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.. : .H.K.H.) N. dan Kami turunkan ia dengan turun yang sempurna.K.P..) ³.. : ..N...N.K. Jika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang sok tahu (jahiliyah)..J.” (QS al-Ahqaf : 9).. ‘Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok..P .J...bulan-bulan dalam setahun.H.H.. H. P.. .J...H.K.H.. . J. チ.... .J.P.

intelijen (shahibus sirr) seperti Hudzaifah bin alYaman dan al-Abbas. dalam jangka waktu 23 tahun...: . Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah pemimpin-pemimpin besar. lahirlah pemikir dan ilmuwan besar seperti Umar bin al-Khaththab.000 orang. atau aspek bahasa seperti Zaid bin Tsabit. Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam percaturan peradaban dunia saat itu. Abdurrahman bin Auf. Dari sinilah awal perubahan besar itu terjadi. Dari masyarakat yang buta budaya itu muncul kelompok profesional dalam berbagai bidang. lahir dari kalangan grass root yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat seperti Bilal bin Rabah. Ali bin Abi Thalib.. Manusia yang telah tertata ulang persepsi (tashawwur) dan bashirah-nya (mata hati) tentang dirinya. Ubay bin Ka’ab. Ustman bin Affan. Umar bin al-Khaththab. Sa’ad bin Abi Waqqash. dan ditutup dengan al-Fatihah 1-7. Shuhaib bin Sinan ar-Rumi. menurut catatan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Abu Ubaidah al-Jarrah. pandangan terhadap alam sekitarnya. ( 216 ). Ibnu Mas’ud. administrasi (Abu Ubaidah). steril dari campur tangan manusia. Yang memahami dan melaksanakan alFatihah otomatis menjiwai seluruh al-Qur’an. dibuktikan dengan perilaku pemeluknya.H. Dari masyarakat yang nomaden (badawah). Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid. Nilai-nilai al-Qur’an yang ideal harus membumi. Diakhiri dengan surat alFatihah karena ia induk al-Qur’an. sekalipun secara ekonomi mereka kekurangan. Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya. gurun Jazirah Arab terbukti dipadati manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia.J ... Zaid bin Tsabit.P Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu muncul puluhan entrepreneur ulung seperti Abu Bakar. misalnya Usamah bin Zaid. Ali bin Abi Thalib. Ibnu Abbas. al-Mutsanna bin al-Haritsah.. Bahkan.P.Muddatstsir 1-7. atau keluarga ‘Ammar bin Yasir. diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya (alQur’anu yahtaaju ila rajulin Qur’ani). Pemimpin negara seperti Abu Bakar. wawasan tentang Tuhannya dan misi kehadirannya di dunia. Jika kita mengkaji perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dalam membumikan al-Qur’an. ‘Amr bin al-‘Ash. Ibnu Umar. Bidang hukum (Ali bin Abi Thalib. Utsman bin Affan. . Syuraih al-Qadhi). Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga adalah pebisnis. jumlah sahabat yang ditinggalkan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam saat beliau wafat berjumlah 16. dll. dimana sekitar 100 sampai 110 orang diantara mereka adalah ulama. Argumentasi kontekstual (hujjah al-kayfiyyah aw al-manhaj) Standar kebenaran konsep di samping orisinil. Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang menjadi panglima perang.

. – . ....P.... . .. .... . PENGETAHUAN .... .. Bagaimanakah langkah metodologis supaya menjadi manusia muslim ideal? Hanya konsep orisinil dan diterapkan secara sistematis dari alQur’an yang bisa menjawabnya... df $ PAKET II ..H... H...... ..H.H.....J. ..H. Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan fisik Ibnu Mas’ud yang kurus.....³. .: (21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung.. : .Hm.H. “Sungguh kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud di surga kelak...... .K... Sungguh. . karena komitmen perjuangannya”.... Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya.. ..... . ..K... . .. . Rajulun ka-alfin.. .³.... .. .... .. Tinta emas sejarah tidak pernah kering dari sosok manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya... Wallahu a’lam bish-shawab.. PERADABAN ...H... pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.J..H.. kedewasaannya melampaui masanya.. INKLUSIF – RESPONSIF THD PERUBAHAN . suara Abu Thalhah al-Anshari lebih baik daripada sekelompok orang (lashawtu Abi Thalhata khairun min fi-atin).. .” (QS al-Hasyr : 21). kehadirannya menggoncangkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan jujur.. . Prinsip Akidah $ .... PENGALAMAN ..... . . .... ...S..... .... Rasulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal. Demikianlah profil generasi pertama kaum muslimin.P..J..J.J.......K..Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya...H....H.....J.H.. .H.... ). ..H....K..... memerlukan kehadiran model manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya.J.J. Kualitas seorang dari mereka melebihi 1000 orang biasa...H... .......P.. Sejarah menceritakan kepada kita tentang kemampuan al-Qur’an untuk melahirkan orang-orang besar. ... BACALAH . .H.H..H...H...H....

. jika mau ia (bebas ) menjual saya atau .. ... Meneladani sifat rububiyah Allah ... Menuju Allah Iqra’ bismi rabbik : ikhlas karena Allah (bukan mengatasnamakan Allah)... Pendidikan ... Dengan cara Allah ..... Berbaring . . ........ Menuju Allah . ........ ... Bacalah dgn Nama Tuhanmu .... Rasul dan Ulil Amri sekaligus.... Taat kepada Allah...... Gerak dan diam karena Allah .berkata : Saya adalah budak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf.... Peningkatan ...... Dengan jalan Allah . BUTA BUDAYA & AKSARA X .... Ali bin Abi Thalib krw.. ............. ..... Duduk . TAHU TULISAN & BACAAN .... . ........ PERADABAN .............. . ... Bersumber dari Allah . NOMADEN ............ .... ............ Berdiri . mulkiyah dan uluhiyah (ibadah).. Dari Allah .. baik dalam rububiyah. Pendidikan ....

......... ORANG LALAI – TINGGALKAN DIA ........ .... .... ORANG ALIM – IKUTILAH DIA ...... .. ... .. .... ........ KISAH NABI MUSA DAN . . Ilmu kasbi ......... Pedoman hidup .. BACALAH ... .. – . Ciptaan Allah .. Pendengaran ..... Amal shalih/taat hukum .. Ilmu ladunni ........ ............... ... . ....... Firman Allah . Penglihatan ....... ...... ...... .. Kemurahan Allah . ORANG BODOH KUADRAT – TOLAK DIA .. ..... ORANG BODOH – BIMBINGLAH DIA ..... Sarana kehidupan .. .. LEVEL MUTU BACAAN . ... Membacan dalam Perspektif al-Qur’an .. Hukum Allah di alam ..... ....... Hati ... ..memerdekakan saya... Hukum syariat ........... .... Alat pena . ...........

.. H.K. J.N.. seorang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama-agama terdahulu.. “Wahai Muhammad.N. H.. .. beliau mendapati seluruh penjuru telah dipenuhi oleh cahaya yang gemerlapan dan hal ini mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa beliau kembali menemui istri tercintanya.ᅭ .... waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya Iqra’ merupakan 1/46 dari masa kenabian Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam yang berlangsung selama 23 tahun itu.. .S.. J. J. Setiap mimpi beliau selalu terbukti (kebenarannya) secara nyata.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita...H. H.. J. “Maka aku ingin merusakkannya” . .. K.K.H.. “Dari atas. J.. “Yakinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan.H.J.. Waraqah kemudian berkata... .H. Kebenaran Mutlak..ᅭ ..H. . sesungguhnya engkau ada-lah utusan Allah yang benar”. tidak pula dari arah bawah (tempat menundukkan kening . .. H.J.. P..H.. Bacalah. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. .H.. “Maka Tuhanmu ingin kelak jika mereka berdua sudah dewasa” BAB I .K.H...J.. “Yang pertama sekali mendahului kedatangan wahyu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi-mimpi yang benar... dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. H. adalah 1/46 bagian wahyu kenabian.. .H.. . “Secara kebetulan”.. ..K. Mimpi yang benar.. “Dari mana engkau mendengar suara tersebut?” tanya Waraqah. .H. ..H... Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya..” (HR alBukhari)..J... karena setan tidak akan mampu datang dari arah atas (simbol ketinggian Tuhan).K... .H. Muham-mad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata..K....H....H. K. m. seterang cahaya di pagi hari.―. Setelah itu beliau terdorong untuk ber-khalwat di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam dan kembali lagi kepada keluarganya untuk mengambil bekal menyendiri berikutnya. PRINSIP AKIDAH .J.. .J. H. Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama.. . .. Hingga suatu ketika datang kepada beliau ‘al-Haqq’... yaitu dengan datangnya malaikat yang menyampaikan Iqra’ dan seterusnya.H....J.H.. “Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantinya” .HAIDHIR ...J. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.H.J.. .H.H. Dan ketika beliau mengarahkan pandangan mencari sumber suara itu.K.” jawab Nabi.H. Khadijah lalu menyarankan menemui Waraqah bin Naufal...H. Dalam pertemuan tersebut terjadilah dialog.N.J.J. . J.. . menurut Nabi Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari.H.. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan qalam.K.H.N. H..

‘ilmu kasbi (acquired knowledge) sesuai dengan perintah membaca pada ayat pertama. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. maka obyek yang dimaksud bersifat umum. Tetapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah. Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun (informasi). Jadi iqra’ bisa bermakna membaca teks dan sesuatu yang tidak tertulis (malhuzh). Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (maf’ul). sejarah. Suara itu adalah suara dari malaikat. Bukan sebatas mengeja. Makna ini menunjukkan bahwa iqra’ (bacalah) tidak mengharuskan adanya teks tertulis (malfuzh) yang dibaca. perennial). ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra’. membaca. justru dimulai dari satu kitab (bacaan). maupun ‘ilmu ladunni (abad. dll. yang berarti . diri sendiri. suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang membaca dalam keadaan suci. Perintah membaca disini tidak disebutkan obyeknya. Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah Tuhan pada surat al-‘Alaq. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). meneliti. Apabila Anda merangkai huruf-huruf dan kata lalu mengucapkannya. menelaah. mendalami. koran. Dalam kamus-kamus bahasa. Semua peradaban yang berhasil bertahan lama. baik yang diperoleh dengan usaha manusia. dari mana saja sumbernya. Oleh karenanya obyek dari perintah membaca (iqra’) disini menjangkau bacaan suci yang bersumber dari Tuhan (ayat tanziliyah) maupun ayat kauniyah. Sementara peradaban Islam yang gemilang dipicu oleh daya kekuatan yang tumbuh dari al-Qur’an. Muhammad Abduh mengatakan bahwa iqra’ bukan perintah yang membebani (amr taklifi) yang membutuhkan obyek. maka jadilah ia). Baik yang tertulis. Buya Malik Ahmad mengatakan bahwa membaca menghendaki adanya gerakan yang dinamis. majalah.untuk bersujud). Ia berakhir dengan hadirnya kitab Perjanjian Baru (New Testament). firman Tuhan. Kun fa yakun (jadilah engkau wahai Muhammad orang yang dapat membaca. surat al-A’raf : 17. Ilmu. masyarakat. Bisa juga berarti menghimpun informasi sebanyak mungkin.” Hal ini sejalan dengan al-Quran. mengetahui ciri-cirinya. berarti menghimpun. Membaca alam raya. Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi. bisa dilafalkan (malfuzh) maupun yang tidak tertulis (malhuzh). antara lain menyampaikan. produktif dan kreatif. Membaca : pilar pembangunan peradaban (al-qira’ah ruknu bina-il hadharah) Kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun. tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk aktif (amr takwini). Membaca dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi serta syarat utama membangun peradaban. Sejalan dengan pendapat terakhir diatas. Mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut.

.J. karena ia adalah jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna (yarf’ul insana ila arqaa madarijiha). P. Pertanyaan itu muncul sebagai wujud respon dari apa yang dilihat.. terlebih dahulu telah disiapkan sarana-sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah (amr). .K..K.K.. maka adanya sesuatu itu adalah wajib. diraba. : . diamati. ....H. H...” Untuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhalifahan. penglihatan dan hati... namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang..K.P...H.K.H.H. Sekalipun manusia tidak diperintah untuk membaca.. walaupun obyek bacaannya sama.H. penglihatan dan hati.H. penglihatan dan hati. “Sesuatu yang menjadikan kewajiban tidak dapat terlaksana.) 9( “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh (ciptaan-Nya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. melihat dan hati adalah kegiatan ruhani.H. dengan sendirinya memiliki bawaan bisa membaca.bacaan yang sempurna.H. P. Perintah membaca adalah usaha mengaktifkan instrumen pendengaran.P.. Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran.N..K. Anak kecil saja sering mengajukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terpojok.. Beralasan. K. Sungguh. K. suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi yang telah ada seperti ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’. ―. bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama membangun peradaban... Demikian juga.J.K.H. . Kegiatan membaca ayat al-Qur’an melahirkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada.H.. Tidak berlebihan pada suatu ketika manusia akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’. agar berfungsi secara proporsional dan maksimal.... K. “Pada kasus-kasus tertentu. Ayat alQur’an yang dibaca oleh generasi terdahulu. dan alam raya yang mereka huni adalah sama.. H..K. tetapi ketiga potensi .. kegiatan “membaca” alam raya ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam.. K.H. dibaca dan yang disaksikan. P. Jadi ayat diatas dapat dipahami bahwa aktifitas mendengar.. H.H. Sebelum Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan sesuatu....J..J. N..... Demikian pula sebelum menyuruh membaca.K.J.H. N..K.H.J.. H. Jika manusia secara fisik berwujud.H.... sarana-prasarana itu sama pentingnya dengan tujuan”..H. J.P. Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan : K.P.J. Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut. P.H.. perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia. Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu.P...K. Semakin luas pembacaan. makin tinggi peradaban dan sebaliknya. Membaca dalam tinjauan al-Qur’an (al-qira’ah fi dhaw’il Qur’an) Membaca pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran fitrah manusia. .” (QS as-Sajdah : 9).

K. Kamukah yang menciptakannya.P.H. H. P. Perhatikan jiwamu.K. P.H.H.P.N.H.H. N.H. P..H.H.J.J...) H.H. P. ..65 ( “Maka terangkanlah kepadaku apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya...H.J..H. J.. Maka fikirkanlah pendapatmu!’ Ia menjawab.J.H.H.. : ..J.H.J.H.H..J.K..P.J. .H.H.J. .N. .J. * ..K.” (QS ash-Shaffat :102).H.J.. J.) H.H. maka jadilah kamu heran tercengang..H.H.H. H. * K.N.P.H.... kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.K. H.K.H. チ..H.H. Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu..N.J.J.. H. : .H.H. P.チ.H....J.K.P. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. J. H.K. ..H...) H.H...” (QS al-Waqi’ah : 63-65). H.P. J.J..H. P. .K.K. H. .. Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan..J...J.H. ..H.P.J..H.J. J.K.N. insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.H...チ. atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS al-Waqi’ah : 58-59). H..P.H.P.H.J.K..H. K.H.. .P..H.J. K. bukan karena tubuh jasmanimu.H. J. H. . H.J.) H..H..H..J. J...H. J.P..K.J.J..P.N.K. 71 ...H..K.H. P.P.P..J..J. H.H. J.H.J.J..J.N.チ.H.H.P.H.J. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?” チ.J. . J.P.73 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokangosokan kayu). . : .. Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu membaca dengan redaksi ra-aa.H.H.K.H..... Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar.H.K... .H..K.チ. .. .H. 58 . H. Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini.N. K..P.P.H.³. P.. H. J..H..K. J.P.H..K. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi.P.P. H.J.J.N.. H..P.H.J..H... K....H..J. J.K. P.. .. P.J.J.H.P.K.K.J..K..J.H.K.. . Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. J..K.J.P.H. .H.J.H.K..H.P. J.. K.J. P.. .H.. K.H.H.N.N. .K... .P.J.H.S. H. H..P.H.J. 63 .K.K. J. J.J.H.K.P.. H.H.. ..H.H.H.H..K. 102 ( “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim berkata.H.H. . J.P. ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami Kehendaki.J.K..J. J.P.H..H...K..H.H.J..K..J. .. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.J.. J. H.K.J..J. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.J..H.H. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya.H..H..H..P.. .³.” (QS al-Waqi’ah : 71-73).H.. P.H.J. : . P. P.. .J..J. .H.J.P. K.H.K.. K.H. H.J.H.H.S. J.H. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya.H.K. H. sebab kamu disebut manusia dengan jiwa.59 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan...K.N.J. ‘Hai anakku.H.S..チ.. H.H.H..J. P.H.H.. .J.P.. J.P.H..H. .J.J..H..J.J..J. fikr. J. J.. H....K.J...tersebut tidak diaktifkan maka ia bagaikan bangkai yang berjalan.H. dabbara.H..J. ‘Hai bapakku. K.P.. ..P. H. H.H.

J.J..J. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang bisa memuaskan otak pemikir.H.H.J.) J. tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda kekuasaan Allah). emosi dan hati nurani.P. Disini korelasi yang menunjukkan makna iqra’ yang menuntut adanya gerakan (aksi).H.H. sekedar sebagai penonton dan tidak segera beraksi maka ia akan menjadi tertuduh. H.. .チ.J. H.H.P.H. Perintah membaca ini mencakup dengan akal.H.K.K..20 ( “Tidakkah mereka melihat kepada onta bagaimana diciptakan.K.K.H.H.H. Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan menjadi saksi yang memberatkan pemiliknya (hujjatun ‘alaihi) kelak di depan Mahkamah Ilahi.P. K.. kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu (diam).P. Membaca tidak sekedar untuk memadati otak sehingga hanya menjadi pengetahuan (daya tahu) yang bersifat teoritis. J. Karena hatinya tertutup dari hidayah. ...H.P.J.J...K.J. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan.P. 17 .K.” (QS al-A’raf : 179).J. J.. “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah . mempertajam perasaan para sufi.J. menghidupkan rasa keindahan bagi pecinta seni. H. H. J.H... H.P. bahkan lebih sesat. penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak.H.H.H.P.H.K.. H.. J.H. H.チ. J. .N. .J. H. : .J..P. ke gunung bagaimana ia ditancapkan.P.K..K.H..H.P. . Dalam ilmu hukum seseorang yang melihat bahaya.H.” (QS al-Ghasyiyah : 17-20). H. Membaca menuntut adanya aksi. J.H.K.P. Perintah yang diawali dengan komunikasi dua arah yang efektif melahirkan sikap ketaatan yang tinggi.H.P.J.) H..H.P. . .J.H. Kebenaran membaca sangat mempengaruhi keabsahan amal. 179 ( “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia..J.P. K... P. bahkan mereka lebih sesat lagi.H.P.H.H... S.N. H. ―.. Ibnu Mas’ud mengatakan. H. .P. . akan memunculkan militansi.H.H.H.H.. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan.. Mereka itu sebagai binatang ternak. Ajakan yang dimulai dengan pendekatan.K.H..J. : . m.H.P.J.J.J..³.” (QS Muhammad :24). mereka mempunyai hati. Ibnu Taimiyah mengatakan manusia yang pasif laksana telah mati sebelum meninggal.K.J.) .J..H.H. .H. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).H. J.H. Amal yang tak berdasarkan bacaan (taqlid) adalah salah. .P.K.H.H. “Bacalah dan beramallah”.チ.H. atau dikatagorikan dengan bid’ah (membuat amal ibadah tanpa contoh sebelumnya).J..H. iradah (daya mau). H.H. Mereka itulah orang-orang yang lalai.H. J.J. Perbedaan kesimpulan bacaan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal. Amal yang benar merujuk pada kelengkapan referensi yang utuh (ittiba’).J. .H..H.H. H.J.H.. K. Kualitas bacaan berbanding lurus dengan mutu amal.J. . memperbaiki akhlak yang keras hati.J. 24 ( “Maka apakah mereka tidak men-tadabburi al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci.H. H. H. H.P.H.K..P.J.K. Manusia yang enggan mengaktifkan institusi pendengaran.H.H.. : .

³..K. .H.K.J.K.H.H.. bimbinglah dia.P .J.H. Bukankah kita seringkali tertipu oleh panca indra kita sendiri. .K. J.P Keempat..K.J.―.J.H.H..H.P. jika membaca sesuatu hanya dari kacamata lahiriyah saja. sedangkan kamu tidak mengetahui. Marilah kita ceritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi Musa tampak ketidakadilan semata-mata..P.H.P. H. J..H.K.P.J. setelah didatangi ternyata fatamorgana.H.J.P.H. Dalam kacamata al-Qur’an.P. H.H. dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Karena pendalamannya terhadap obyek bacaan dangkal.H.H.K.K.K.P. Imam al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok. Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat tajam kualitas bacaan masing-masing.H. seorang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah orang yang ‘alim.H.H.. .P. Coba anda bayangkan.H.” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)..H.H.K.K..H.HJ.J.H..P Kedua.H..H.H.J. seorang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia bodoh kwadrat.H.K.J.H.J.J. Allah mengetahui. ..H.K.. 216 ( “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.P.J.J.P .H. jika tidak sanggup maka dengan lisannya.H.. .H. Dalam memberikan standar membaca ini.J..J. . Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam memberikan gelar orang Islam yang enjoy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan ‘ayaithanun akhrash’ (syetan yang bisu).H. .H.J.P.H. Fenomena ini terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Haidhir.J.N..J.H.P.” (QS al-Baqarah : 216).J.J.³. Padahal betapa sering kita memperoleh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit.s .. Blessing in disguis (disana ada berkah terselubung). .H. H. .H. J.J. tolaklah dia. maka ia termasuk orang yang lalai.H. seorang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah orang yang bodoh.H.H. .H..N. .H.J. Σ...K.P. .K.N. Itu adalah selemah-lemah iman. J...J.H.J.. seorang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu. tinggalkan dia.N..K.P.H.K.H.J.H.H.J..J.H.H.K.P.H. Nabi Musa dan gurunya naik .J.J ..H.H.H.J.J.H.H.dengan tangannya.H. .H. P. .P.PJ.H.J.H.P.J.P.P.J.H. Dari kejauhan kita melihat air. : .H. . padahal bergerak. dan jika tidak sanggup juga maka dengan hatinya.H.J.H.H.H.H. J.J.H Pertama. Ketiga. ikutilah dia.N.H.H.) H.P.N.H.P.J. Sehingga melahirkan kualitas amal (sikap) yang bertolak belakang pula.H.H.J.H.K.P ..J.P..H. maka seseorang mudah berburuk sangka terhadap Tuhan.H. Kita mengira bayangan kita tetap.

H..K.H..J. ... . . .H.” (QS al-Kahfi : 80). H. Tetapi anak laki-laki itu dibunuh oleh guru nabi Musa.H. intuisi (feeling). jiwa beliau memberontak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya.H.P. Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama-sama terlibat dalam aktifitas. . . N.³.K.K..H.P.J.H.. Lalu kedua orang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir roboh.H.H...N.P. P. . . . maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di lautan itu.H. beliau lupa akan perjanjian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau mengajukan protes keras.H. menggunakan teori ilmiah.K.H. ... Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa (kami ingin). belum patut mendapat hukuman..J.K. ..H. P.H.―. P.P. J. . maka kedua orang tuanya adalah orang yang beriman. .H.J.H.H.H.H.. Merusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri – dengan redaksi ayat – fa-aradtu an a’iibaha.P..J.J.J.J.S.H. . J. dll).H.P. Dan aku hendak merusaknya karena di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil tiap-tiap perahu tanpa ganti rugi.J.H.H.J.K. H..N. P..J.H.) ..H..J.J. J..K. Ini sejalan dengan perintah iqra’ (bacalah) pada ayat pertama surat al-‘Alaq...H.P.K..H.P.³.sebuah perahu kepunyaan orang-orang miskin yang konon keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi Musa (Haidhir).. ³.J.P. .P..J.K. ..P. H.³.N. .J.P.P. K.. .H. H.K.J. .H.P.³.) . . 79 ( “Adapun perahu itu.H.H.H. m.. 80 ( “Adapun anak laki-laki itu. K.H.H.H..P. .H.J.H.H.J. lalu dinding itu diperbaiki oleh guru Nabi Musa dan ditegakkannya kembali.” (QS alKahfi : 79) Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih menonjol kecerdasan rasionalnya. P.J. J.H.H.P. J..H..³.J..P. .H.H..K.H. tetapi dilobanginya perahu itu sampai karam.H..H. : . .H.H. .P.J.J. H.H.J. .H.H. . Nabi Musa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal. J.H.H.H.H.H..H...J. K.. apalagi hukuman mati. tampak oleh beliau ketidakadilan. Tapi apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu itu? Bukan balas budi.H.H.J.J.P... K..H.H...H. H.K. . H.H. ³. seolah-olah Haidhir bisa membaca atas kemurahan Allah (al-Akram) berupa ilham. .H.H..J..H.K. チ.H. Lalu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi Musa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar ? Karena peristiwa-peristiwa tadi dibaca Musa hanya dari segi lahiriyah saja..P.H. Tidakkah wajar protes Nabi Musa seperti yang disebutkan dalam cerita itu? Kejadian yang ketiga tidak kurang ganjilnya.K. P..H..H. H..H.H. H. P. Kecerdasan intlektual menghasilkan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh karena usaha manusia.H.H.J.K..³.. tapi penduduk negeri itu begitu teganya menolak memberikan jamuan... Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantikan anak itu dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih berbakti.H. Keduanya berjumpa dengan seorang anak laki-laki yang masih dibawah umur. maka kami khawatir bahwa anak itu akan mendorong kedua orang tuanya itu pada kesesatan dan kekufuran. .. . .H..N.P.N.P..H.H.J.K..H.H. P.J. K.K.H.J. . .H.J. .J.K..H.H. : .H. J. ..H. mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit. penelitian eksperimen.H.K.

P..H. H..K.H. . チ.J.P... K.J.H.H. sedang bapaknya dahulu adalah orang shalih.H. H.. dan dibawahnya ada harta simpanan bagi keduanya. Dengan definisi ini jelaslah perbedaan ilmu dengan tsaqafah. mengatakan melihat. seakan-akan Haidhir bisa membaca keinginan Tuhan.) . . ....J.. N.H. H. . J.N...H..H. bahwa anak laki-laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan menjadi anak yang durhaka yang akan menjerumuskan kedua orang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan kekufuran. sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu cabang ilmu .. ―.H.J. Sungguh pendengaran.” (QS al-Kahfi : 82).. H.J.” (QS al-Isra’ : 36). . K. bahwa dinding itu bukanlah milik orang-orang yang tidak bersedia menjamu mereka.. Islam mengecam seseorang yang berbuat tanpa kelengkapan informasi (ilmu). H.H. Karena aktifitas sama’.K.. penglihatan dan hati. Ya.. bashar.ᅭ H..J...P.H..J. Kini bukan saja Nabi Musa menganggap kejadian itu seadil-adilnya. mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar. sehingga ia beramal hanya mengikuti dorongan hawa nafsunya. H.J..H. : .J.P. Setelah dijelaskan semua peristiwa-peristiwa itu bagi Nabi Musa.K.. atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki.H.. .K. tapi tidak melihat. sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dikompromikan. maka itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai kepada kedewasaan mereka dan mengeluarkan harta simpanan mereka itu sebagai rahmat dari Tuhanmu.H. maka keadaan berbalik menjadi 180 derajat. dengan redaksi ayat fa araada rabbuka (maka Tuhanmu berkehendak). J. Pada ayat ini Haidhir memiliki kecerdasan yang paling tinggi (kecerdasan supra-rasional).K.H. Setelah Nabi Musa dijelaskan rahasia di balik kejadian-kejadian yang semula dirasakan tidak adil. Ilmu dalam perspektif Islam (al-‘ilmu fi miizanil Islam) Ilmu menurut bahasa artinya kejelasan atas sesuatu atau pengetahuan.P. Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu secara global (ijmal).H. tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu.チ...³. P. dan af-idah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. H.. Dari rentetan kejadian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda jauh dengan mutu penglihatan Nabi Musa. H. Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah).J.J..) ³. tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa. .. 36 ( “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. : ..J. mengatakan faham tetapi tidak faham.K.H.. Demikianlah arti perbuatan-perbuatan yang anda tidak mampu bersabar terhadapnya....K. semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.H.H..J. tetapi didalamnya mengandung kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana.H.J.. Mengatakan tahu padahal tidak tahu.H. bahwa perahu yang dilobangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas oleh raja yang lalim.J. lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak yang lebih suci dan berbakti.. 82 ( “Adapun dinding itu. Dan tidaklah aku melakukannya menurut kehendakku sendiri.H.

: .. Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan dicapai oleh para ulama’.K.K..K.H.) K.K. Dengan melihat Kitabullah dan Sunah Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam kita akan menemukan contoh dalam teksnya dengan jelas.K..K.P.J... .N. H. H.H. .H. H.K.K. H. K.H. P..H.P.P....K.K. H.N.H. H..K...H. J. .J.N.. P.J. : . .” (QS anNaml : 40)..H.. P.K. .J.³.J.H.) P. H. K..H..H.P.J. J. J..K.J. H.K. : ..H. 40 ( “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab Allah.H.H.K.H.P.J.K. . J.K....) H.. 9 ( “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9). H. 80 ( . .. 43 ( “Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu dan antara orang) yang mempunyai ilmu al-Kitab.. J.. ..J. P. 28 ( “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.J.dari berbagai jenis ilmu lainnya.J..J.H. K.J.H..N..) m. 18 ( “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.H.K.H.H.H....P. maka Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya. Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan.K..N. .H.. J. : .K..H.H.J.J.K. H.. : . J. H.H. H. Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan. .J.P.H.J. ..H.K... J.H. H.J.N.H. P..H.P.J.H.. N.J.J. Yang menegakkan keadilan.K.J.H.H.K..J.J. P.” (QS Ali Imran : 18).J.N.K.J.J. N.” (QS Fathir : 28). Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.H.J.H.J. .H.H.J.H.J. K.J. . . Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui oleh para ulama’. Ahli ilmu adalah orang yang menjadi saksi atas orang-orang yang berbuat durhaka.P.³. H.J.J.J.H.H.³.K.P. P.H. K...K.H.H.J.J.J.. H.) H.K.. K.K. H. : .P. 11 ( “(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.H.H.H.. Orang-orang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada orang-orang mukmin yang tidak berpengetahuan. J...H.H.) H.. H.H.H.. N.” (QS ar-Ra’du : 43). : .J..K.J.H. baik yang terdahulu maupun yang akan datang.N.J. P.K. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian).P.P.H.P... tingkat perhatian yang tidak dijumpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun.. Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum.K.K.H. J. .. Al-Qur’an mensejajarkan antara ikrar dan persaksian orang-orang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat.K.P..P..P.H.K.” (QS alMujadalah : 11).. H.H. . H.) K. J.J.P.H. H..J..H.N..H...H..P...K.H.. H...N. H.H.H..H.H.K.H.H. J.K.H.

: .. dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.K.J.H.” (QS al-A’raf : 7).J..N.” (QS al-Ankabut : 43).N... Allah menyifati kitab suci-Nya..H.H. .K.H .J .H.H..H .H. “Maka sesungguhnya akan Kami habarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat).K. ...H.H. Tiada yang mengetahui hakikat segala sesuatu kecuali para ‘ulama.P. ).N. Allah menciptakan manusia dan Dia mengajari mereka pandai berbicara.: .J...H.H. . sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka)..H “Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia.H..H.J.H.: (4-3 .m.K.. .P.J.H.“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu.H.H.J.H.H..H.J..H.J.N. .K.H .K.PK. . .m .” (QS al-Qashash : 80).m. Kecelakaan besarlah bagimu.H.” (QS al-A’raf : 52).H..H.H.P. kecuali orang-orang yang sabar.H.N..H.J.H..J.J. pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.N.H.P. bahwa Dia menjelaskannya berdasarkan kepada ilmu. dan Kami sekali-kali jauh (dari mereka)..H.K.P.J..K .H..H.H.K.J.: .H.K. ).K...J. (43 (52 (7 .H .s ..K.K. dan tidak diperoleh pahala itu.. ..m “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab suci (al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.J.P ....P...K.J .N .J.H. ) . .H).J .. Kisah-kisah yang dipaparkan dalam ayat-ayat al-Qur’an juga bersumber kepada ilmu.K.

H. menyingkap jalan hidupnya.P. mewujudkan kemaslahatan bagi mereka. J.H.H. K. : .P.H. Mengajarnya pandai berbicara... H.³.K. J.J.J.H.H. H. . P.J.H.H.H. H. Banyak pula hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu. N.N. H.K.J.P.K.H.K.” (QS anNajm : 28).N.P... J.J.H.J.H. Keutamaan ilmu bertingkat-tingkat sesuai dengan obyek dan bidang bahasannya.. Ilmu yang diperintahkan dalam Islam bersifat mutlak.H. N.P..H..“Dia (Allah) telah menciptakan manusia. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. .K.H.³.H..H.H.K. . “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.. J.H.H.P.K.. ..H. K. : . 28 ( “Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pengetahuan pun tentang itu.K. “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya.H.K. atau menghindarkan mereka dari bahaya.J.H.H.J.” (QS ar-Rahman : 3-4). H.J. 104 ( “Dan apabila dikatakan kepada mereka...J.J.H. dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhannya..” (HR al-Bukhari dan Muslim).H.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).J. K..P. N..P. N. H. Mereka menjawab..H.. ..K.K.J.P. menetapkan prinsip netral dan obyektif . mendekatkan mereka kepada kebaikan.H..P.H.K. H.N. H.H..P. .J.H.H.K. sarana dan prasarana (QS al-‘Alaq : 1-5).P. . 50 ( . Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menuju kebenaran.H.) K.H..J.P..H.K. dan mengetahui hak dan kewajibannya. J.H.H.H. “Barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu.. murid..) .H.K. H.J. H.H. Dia akan memahamkannya dalam urusan agama.) H.” (Muttafaq ‘Alaih) 3) Menolak emosi.H. ilmu..J.H. J.N.. J.P. Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama. hawa nafsu..H. H.H.³.J.N.H..J. Dan (apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka) walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS al-Maidah : 104).K.J.H. .N.K.H. J. “Jauhilah persangkaan karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan.J.H.H. .H. H. . Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-bi’ah al-‘ilmiyyah) Islam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai cara.J. . S. J. dan pertimbangan pribadi. ..P. metode.J.H.H.N.H..P.H.N. 1) Mencela taklid .J. m. J.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi). maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.H. ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya’.H.H.. padahal sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. Marilah mengikuti (apa yang diturunkan) Allah dan (marilah mengikuti) Rasul.H. J.H.J..H.K. 2) Menolak persangkaan : . Asas-asas pengetahuan ada lima yaitu : guru. ―.. H. H.H.H.. .. H. J.

H. H.J. K..J.. J.³.J.K.H. H.P... J. .H.N. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.K.H. H.H.P.H.) m.) H.K.H.H.J.J.H.H.) J.J.H.”(QS al-‘Alaq : 1-5).J.H.H.K...H.K. . . J.K. H.H...H.K. 21 ( “Dan (juga) pada dirimu sendiri. lalu perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). 1 . ..H.P.5 ( “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.J. bahasa orang-orang Yahudi.” (alHadits).J. H..H..H.P. P..J. . dan Habsyi.H.H. J.S.J. ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka).P..H....H. H. dan perenungan ..J. J. 7) Menganjurkan penggunaan statistik “Hitunglah untukku berapa orang yang melafadzkan kata-kata Islam.. .P.H.H..K.H.. 8) Menggunakan prinsip perencanaan Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan proyek perencanaan ekonomi dan pertaniannya yang termaktub dalam al-Qur’an merupakan dalil dan bukti yang sangat jelas tentang hal ini.H.H....H.J...P. Abu Daud.J. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. .H. K.K. Bacalah..J.H. K.“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu). J. H. H.J....J.K.K. . berpikir. .. : . . karena itu berjalanlah kamu di muka bumi.J.” (QS Ali Imran : 137).H.H.K.. dan atTirmidzi. Maka tidakkah kalian perhatikan..H.P.J.H.P..N.J. Mereka pun menghitung sampai 1500... J.. .H. ..P. . K. 10) Memperhatikan pendapat orang-orang banyak dan berilmu : . .P...H..H.J.J.K.S..N.. P.... K. ...H. H.H. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.K.H. K.J.” (QS adzDzariyat : 21).) 137 ( “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah.H.” (QS al-A’raf : 185).H. H.P.P.. . : 185 ( “Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah. P. Rasulullah telahg menyuruh Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Suryani.” (HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha).―..P.H..J. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. H.J. 59 ( . 6) Menganjurkan untuk mempelajari berbagai bahasa Sehingga di antara sahabat-sahabat Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi. Dia mengajari manusia apa yang tak diketahuinya.J. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.J.P.H. .J.” (QS al-Qashash : 50)..H. H.J.H..H. 4) Memberikan perhatian kepada pengamatan..J.P..H. P.J. J. K.K.H. 5) Memerangi buta huruf .) .K. J.H...H.N.H..H. K.H.H... sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari. J.H.K. : . .H. 9) Mengakui logika eksperimen dalam urusan duniawi (. Romawi..J. J... K.K.P.) J.. J.H.J..N. H.J.H... J.H. : . J.P..J.H.J. m..

“Maka tanyakanlah ia pada Dzat Yang Mahatahu.” (QS al-Furqan : 59). : ....) m.J.K.H. P.J.K. H.P.S.H.P. H.H. 14 ( “Dan tidak akan bisa bercerita kepadamu seperti (yang dilakukan) oleh Yang Mahatahu.” (QS Fathir : 14). 11)Mengizinkan untuk mengambil semua ilmu duniawi yang bermanfaat dari sumber manapun meski dari non-Muslim sekali pun (infitahiyah). “Kata hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun dia menemukannya, maka dialah yang paling berhak untuk mengambilnya.” (HR at-Tirmidzi). 12) Melarang dengan keras dan memarangi khurafat, khayalan, sulap, sihir, dan sejenisnya. Bacalah dengan nama Rabb-mu Perintah membaca dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al-‘Alaq diteruskan dengan “bismi rabbik” yang bermakna ‘dengan nama Tuhanmu’. Bi disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan, ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah (penyertaan), berarti “bacalah disertai dengan Nama Tuhanmu!” Bismi rabbik adalah satu ungkapan. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab sejak zaman dahulu hingga kini mengaitkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesan (atsar) yang baik atau katakanlah memberikan “berkat” (tambahan kebaikan material dan immaterial) untuk pekerjaan itu. Juga untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tadi dilakukan semata-mata demi ‘dia’ yang disebut namanya itu. Kebiasaan orang-orang Arab, ketua parlemen membuka sidang-sidang resmi dengan mengucapkan “bismillah wa bismi asy-sya’b” (atas nama Allah dan atas nama rakyat). Demikian pula anak lahir diberi nama tokoh tertentu, agar anak kelak memiliki harapan dan mencontoh sifat-sifat terpuji dari tokoh itu. Mengaitkan pekerjaan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena-Nya. Agar amalnya menghasilkan keabadian. Tanpa ketulusan semua amal akan punah. : .......) .³.J.P.J.H. ³..H.H. P..H.J.H.H.H. m.H.H. J.K. .J.P.K.H. .H. H..K. .H.J.K.H.H. 23 ( “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS al-Furqan : 23). ..N... P.H.J.H. .H. .N.H.H. ³..H.P. P.H.J.H.H. P.H.N... .N.H.H. H.K..H.J..H. N.H.J.. P.. P.K.J.H. H.K.H.H. : .....) K.J.H.J. K.. P.P.J.H.H. 17 ( “Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (QS ar-Ra’du : 17). Menyertakan pekerjaan dengan nama Allah akan berbekas sepanjang zaman. Sebagaimana manusia yang dididik oleh Rasulullah dengan nama Allah, metode Allah, dan karena Allah melahirkan proses pertumbuhan yang menjengkalkan hati orang-orang kafir. .³. N.P. J. P..H.H. J. P.H.J.H. H..H.H.P. K..N.P.J.. .H.H. P..N.K.H. P. H.H. H.J.K.N..H. K..

P.J.P.H. ..N.H.P. .J.P.―... K.H.H. J.K. J.K.K.J.P.P. K.. J.P..H.J.K. .³..H.J.K.H. K.. H.K. ³.J.H. H.J.P.H.J.H. .³.N.P. K.J.K.J.K.J. K.. J.P.P.H.H.H. K..H.J.N... K.. J.P.P.H.H. H.K.H. ............ チ......... チ....... ........ ........ .....チ.... チ..... .......... ......... チ.....チ. ......チ. ..... .......... : .....) 29 ( “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS al-Fath : 29). Menurut Abdul Halim Mahmud (mantan Syaikh Al Azhar) dalam bukunya, AlQur’an fi Syahri al-Quran mengatakan : Dengan kalimat iqra bismi rabbik, al-Qur’an tidak sekedar memerintahkan membaca, tetapi ‘membaca’ adalah simbol dari segala yang dilakukan manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu”, “bergeraklah demi Tuhanmu”, “bekerjalah demi Tuhanmu”. Demikian pula, apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan aktifitas, maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika. Ayat tersebut akhirnya berarti “Jadikanlah seluruh kehidupanmu (duduk, berdiri dan berbaring), wujudmu, dalam cara dan tujuanmu, demi Allah”. Pada surat al-‘Alaq ini Allah memperkenalkan perbuatan-Nya dengan redaksi ‘rabb’. Padahal Allah memiliki sifat yang berkaitan dengan Dzat-Nya dan perbuatan-Nya (fi’il). Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan-Nya terlebih dahulu. Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan zat yang tidak berbekas – secara langsung – pada makhluk-makhluk-Nya. Ia tidak bisa ditularkan dan diberikan. Dengan sifat Tuhan yang berbentuk perbuatan (fi’li), seperti ‘rabb’, maka perintah membaca disini dengan nama Tuhan yang bersifat mendidik, memelihara, mengembangkan, meningkatkan dan memperbaiki makhluk-Nya, memberikan jejak secara otomatis untuk diikuti. Dan, Rabb yang menciptakan (al-Khaliq), mendidik, merawat, mengembangkan, meningkatkan, memperbaiki makhluk-Nya, wajar jika Dia yang berhak memilikinya (al-Malik). Fenomena rububiyyatullah, khalqiyyatullah dan mulkiyyatullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. df u.... ..... (MENGENAL RABB) ᅭ ........ ...... (FAKTA SEJARAH) ᅭ ...... ......

(FAKTA FIRTRAH) ᅭ .... ...... .ᅭ (FAKTA INDRAWI) ᅭ ...... ...... (FAKTA LOGIKA) ...... ...... (FAKTA SEJARAH) BAB II ... ......£ MENGENAL “RABB” Dalam al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa manusia itu ateis (mulhid). Karena keberadaan Tuhan begitu jelas, tidak perlu dibuktikan. Berikut dijelaskan hujjah eksistensi Tuhan. Fakta sejarah (ad-dalil at-tarikhi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia mempercayai kekuatan di balik alam ini (Tuhan). Hanya saja ungkapan wujud Tuhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia. Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan) : bintang adalah tuhan (dewa), Venus adalah Dewa Kecantikan, Mars adalah Dewa Peperangan, Minerva adalah Dewa Kekayaan, sedangkan Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari. Orang-orang Hindu mempunyai banyak dewa, yang diyakini sebagai tuhantuhan. Keyakinan itu tercermin antara lain dalam Hikayat Mahabarata. Masyarakat Mesir, tidak terkecuali. Mereka meyakini adanya Dewa Isis, Dewi Osiris, dan yang tertinggi Ra’. Masyarakat Persia pun demikian, mereka percaya bahwa ada Tuhan Gelap dan Tuhan Terang. Para ahli filsafat setelah menerawang, berfikir, merenung, membanding, mengukur, menjangka, pendeknya memfilosofi, sampailah ia di ujung perjalanan. Yakinlah ada sesuatu Yang Maha Mutlak, Dialah ‘puncak ideal’ (kata Plato). Dialah ‘Tao’, yang tak dapat diberi nama (kata Lao Tze). Maka insaflah kelemahan dirinya. Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab, walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi mereka menjawab, “Allah”. Tetapi dalam waktu yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala al-Lata, al-Uzza, dan Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping ratusan berhala lainnya. Definisi Allah bagi kaum jahiliyah berbeda dengan Allah menurut al-Qur’an. Al-Qur’an datang untuk meluruskan keyakinan itu, dengan membawa ajaran tauhid. Berbicara tentang Allah versi Allah saja terulang sebanyak 2697 kali. Fakta fitrah (ad-dalil al-fithri) Jangankan al-Qur’an, Kitab Taurat dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menjelaskan wujud Tuhan. Karena keberadaan-Nya sedemikian jelas dan terasa. Sehingga tidak perlu dijelaskan. Kehadiran Tuhan merupakan bawaan (fithrah) manusia sejak asal kejadiannya. .. K.J.H.K. H.J.K.J.H. H. .H.J.H.H. H..N... H.H.H. J.K.N.. K.. H.H.J.K. .³.J.K.H. K.J.S..K. H.H.J.H. J.K.H.H.

Al-Qur’an menjelaskan sikap Fir’aun yang ketika itu kembali ke fithrah..N. dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman). H.H. kami menyaksikan’.H.H..H. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab.H.H.S..K.. H.) H. .J.P.K.J. .H.K. ‘Betul (Engkau tuhan kami).H. Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi. Memang ada saat-saat dalam hidup ini – singkat atau panjang – dimana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya (QS al-Jatsiyah : 24).K.P. maka hilanglah semua unsur-unsur ketergantungan lain kecuali kepada Allah. P. tempat mengabdi kecuali Allah. 30 ( “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). J.S. Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan.H.H. Tiada perubahan pada fithrah Allah.N.K.H. H.H.P.H. tiada pula kuasa untuk menolak madharrat. terdengarlah suara dhamir (hati).J.H. J. . : .H. (Itulah) agama yang lurus.H.” (QS ar-Rum : 30)..: . N.P.K.K. Fithrah yang terbawa sejak kelahirannya. H. P.K..H. termenung seorang diri. H.J. sementara mengingkari Tuhan bersifat temporal.K.H. J.H. Tiada daya untuk mendatangkan manfaat.H.S.J.P. .J. . J. .P.J.N. kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa.K.K.K.H.P. J. Tiada tempat bergantung. H. H.J. Beralasan. N.. “Siapa tuhan semesta alam itu?” (QS asy-Syu’ara’ : 23).J. P.H.J..K..―. tiada pula rasa sedih yang akan mencekam (QS Fushshilat : 30..K...S.H. Sekalipun seringkali – karena kesibukan dan dosa-dosa – ia terabaikan dan tertutup. P.H. Apabila kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup.H. Ini dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Namrud (QS al. J. P.K.. H. Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir’aun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari jasadnya.K.H.H.H.K. N. Akan tetapi..H.K. J.H.H. bahkan menolak kehadiran-Nya.P.J.” (QS Al-A’raf: 172). ar-Ra’d : 28). keraguan itu akan beralih menjadi kegelisahan.. J. khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah (QS Yunus : 22).H.. Dan betapa Maha Kuasa dan Perkasa Dia Yang Maha Agung itu... H.H. mengajak kita berdialog untuk mengajak menyatu dengan totalitas wujud Yang Maha Mutlak. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.H.H. P. H.H.H..J. J. Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya.P. Fir’aun..H. .P.Baqarah :258).H.H.H...J. kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung (laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhim).H.H..J.H. J. Setiap orang dengan berbagai kedudukannya memiliki fithrah itu. ketika berhadapan dengan Musa ‘alaihis salam bertanya.J.H. tetapi terlambat. H.. Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram. J.K. (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. menitipkan harapan.N.H.J. K.H. J.H. Suara itu adalah suara hati nurani. 172 ( “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka.) . Jadi kebutuhan ber-Tuhan permanen. jika dikatakan bahwa mereka yang tak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang keras kepala.

H. : H..N.H. .J.J.” (QS Yunus : 90-91). H.H.J. H.H.H.H.H. H.H.H.N.J. . “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?” Ditanyakan lagi.H. H.J.H..J.H..K.H.H. 143 ( “Engkau sekali-kali tidak dapat melihat-Ku.K. karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat.H.H.J.J.H.K. K.P.H.J..H.J.P. . P.. Zi’lib al-Yamani. P..J. K.H. Mereka ingin segera melihat-Nya secara langsung.J.K. 90 .. sesuatu yang dilihat terlalu kecil apalagi dalam kegelapan.K..P.H. H.. P. Tetapi bila malam tiba. P.H. N. P.H..K..H.H.P.K.K.J. .H.J.H..·.) H.K.H. ..K.P..J.H.H.H.. H.H.K. : .―.91 ( “Hingga saat Fir’aun telah hampir tenggelam. sehingga Tuhan berfirman sebagai jawaban permohonanya. Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat saja..H. hanya dengan merasakan atau melihat bekas-bekasnya? Bukankah kita mengakui adanya “nyawa” bukan saja tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya.K. bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan..H. J.P. Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan seseorang. Ada beberapa faktor yang menjadikan makhluk tak bisa melihat sesuatu.P. berkatalah dia.P. K.K.H. .H.P. jika ia tetap di tempatnya (seperti keadaannya semula). J.H. .J.H. Kejadian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihatNya – paling tidak – dalam kehidupan di dunia ini.J.H.J.N..H. niscaya kamu dapat melihatKu.H. Maka setelah Musa sadar kembali.H.H. “Apakah anda pernah melihat Tuhan?” Beliau menjawab.H..H. H.P.J. . : H. H.H.K. K. dan aku orang yang pertama (dari kelompok) yang beriman’.. Ditanyakan.K. dia berkata. .. Kalau demikian wajar jika mata kepalanya Tuhan Pencipta matahari. N.J. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).H.H. ‘Mahasuci Engkau..J.P.K. P. : H. H.H.. sesuatu itu sangat terang.J. aku bertobat kepada-Mu. Kedua.H.H.H. P.H. Fakta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian orang menuntut bukti wujud Tuhan dengan pembuktian material.H. P.J. J.J. Nabi Musa ‘alaihis salam suatu ketika pernah bermohon agar Tuhan menampakkan diri-Nya kepadanya. J.. H.K. Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari.N.K.J.: .H. H.J. ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil. . Tatkala Tuhannya tampak bagi gunung itu.P.” (QS al-A’raf : 143)..P. J.H.H.J. .) H. Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.H..J. Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang sahabatnya.H..³.K.H. Bukankah kita mengakui adanya angin... dengan mudah ia dapat melihat. P. H. Namun bukan berarti pasir tidak ada.K. Tetapi lihatlah ke bukit itu.H. .H.J. H.N. K.H. H.K.H..H. K.P.H.P. P. H. Pertama.H.J. kejadian tersebut menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.J.P.K.J.H. H.H. .K.H. Agaknya kenyataan seharihari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya.J.H.H.J.K.. H.H. J.H.H.P.K..H. : H.H.P.H. K.J.K.H...J. P. J.H..

. itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka. belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau mengintruksikan hal yang berbeda.K.チ.H.. maka kalau keduanya berkuasa.J. K. bertentangan dengan kemanusiaannya. H. 29 ( “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai mereka). .H. ³ : . . Binatang yang besar terlihat kecil dari kejauhan. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat kepada sekian banyak orang yang memilikinya. Mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata.H. ³ .. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu. Begitulah seterusnya.P.. ide – dalam arti dia kosong sama sekali dari keyakinan tertentu – dan keadaan demikian mencabut dari hakikat kemanusiaannya.H... tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.P.H. K. ³. kasih sayang. karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum. J. ternyata fatamorgana.J. Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia. Kalau salah satu mengalahkan yang lain.J..H. Seandainya ada dua pencipta.P.K P. padahal bergerak. Dari kejauhan kita melihat air. tujuan. “Dia tak dapat dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat.H.H.チ. H.J.K.J. Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil.) .H. ³.J. Majikan yang satu memerintahkan satu hal.J.H. tapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan”.K... Alangkah bingungnya dia. tetapi pemilik-pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya. P.H. ketetapan. yakni bahwa manusia ingin hidup bebas.. Fakta logika (ad-dalil al-‘aqli) Banyak ayat-ayat yang menjelaskan argumen logika tentang keesaan Tuhan.. J. Dan apabila keduanya bersepakat.. H.J. J. dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang raja.P.H. m.P. rezeki.. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.J. P.H.H.K. sehingga keduanya bukan Tuhan...P. Karena jika masingmasing pencipta menghendaki sesuatu yang tidak disetujui olah yang lain.H.K. . . petunjuk. maka yang kalah bukan Tuhan. : .H.K. pasti dalam hidupnya dilandasi oleh keyakinan tertentu atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu. ciptaan pun akan kacau atau tidak akan terwujud.H. H.“Bagaimana anda melihatnya?” Imam Ali menjawab. Fenomena keteraturan.. Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah...H.. maka pastilah keduanya binasa.H. Orang yang liberal.H.³..H.H. Bandingkan dengan seorang budak lain yang hanya milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami dan kontradiksi. maka akan kacau ciptaannya.. Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut. di alam raya ini adalah bukti keesaan Tuhan.P.H.H. J. Manusia harus .H..H.H. sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya. keinginan..H..H. bayangan kita lihat tetap. moral.” (QS az-Zumar : 29).” (QS al-Anbiya : 22).) H. Bukankan mata kita sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai. P.H.K.K. N.H. .H..

H.K.H.K..J.H.K.J.H. .K.J. S.menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu (ide yang ada dalam hatinya). S.H.H.K. K. diperhalus ucapannya. m.H.J. (Allah dalam Kehidupan Manusia. . yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya. H.H. K.J. ―. P. .J.J. karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al Karim. budak (seseorang yang dimiliki oleh pihak lain). bahkan diatur lagu dan iramanya. J. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku. J .K. J.P. terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya. J.J. Berikut rangkaian pertanyaan yang menunjukkan akan kebutuh-an asasi itu : “Siapa yang menjamin bila Anda melontar ke depan. H. bukan saja sejarahnya secara umum.H. berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka.H. tetapi ayat demi ayat.H.H.K..P..J.H.H. ³. Orang yang semacam ini didominasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit kejiwaan kepribadian terbelah (split personality). K.N.H.J. m. .K.J. dimana tempat yang terlarang atau boleh.H.P.K.³.³.H. dipanjangkan.H.H.H.H. J.H.H.H.P.P.H.H. musim. maka batu itu tidak mengarah ke belakang? Apa yang menjamin bahwa air selalu mencari tempat yang rendah? Siapa yang menjamin bahwa sekali waktu api itu tak membakar?” Fakta tekstual (ad-dalil an-naqli) Al-Qur’an secara harfiyah bermakna “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang tepat.H.J.H.J.H.J.H.K. J. karya Murtadha Muthahhari). baik dari segi masa.N. .K. K.J. dipertebal. H. Al-Qur’an adalah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. kandungannya yang tersurat.S. J.H.P..H. dari generasi demi generasi.H. K.. melebihi Al-Qur’an.S. Tiada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya . jika al-Qur’an pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti rajulan.K. .K. S. .K. bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya.H.K. .H. remaja dan anak-anak melebihi Al-Qur’an. Akidah tauhid adalah kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh kepastian hidup. K.J.P.K.K.K.J. J.H.. J. dan saat turunnya. bacaan sempurna lagi mulia itu. sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya melebihi AlQur’an.H. K.J. J.H.K.K.P.H. karena memiliki banyak keyakinan yang kontradiktif.. . atau harus memulai dan berhenti.K.J. Tiada bacaan yang dipelajari sedemikian serius. m. . J.H. mana yang dipendekkan. Tiada bacaan yang memiliki perhatian sedemikian rupa.K.K.K.H.H.H. S.K. dan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa. Senandung Al-Qur’an “Kalamun” berikut yang dibaca para ulama’ usai ta’lim atau tadarrus Al-Qur’an secara bersamasama. J. J..K. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu. sampai kepada etika membacanya. Tiada bacaan yang diatur tatacara membacanya. namun semuanya mengandung kebenaran.P.J. Wajar. Keadaan ruwet yang dilukiskan oleh ayat diatas.

J.H. J. . H... dan niat.” (QS al-Isra’ : 88)... “Suatu firman yang qadim yang tidak ada bosan mendengarnya (yakni Kitab Suci Al-Qur’an).. .J. Dan. P.. K. K. K. dengannya.J. ya Rabbi. BERGANTUN ..ᅭ .K..H.. Dengan Al-Qur’an kami minta kesembuhan dari segala penyakit. MENGENAL MANUSIA ...ᅭ . DINAMIS .. walaupun mereka bekerja sama.. nurani.H.. ―.. .K. Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini. Dia suci (unggul atau tidak mungkin terdiri) dari segala ucapan. tentramkan rasa takutku di dalam kubur..P.K.³. MAKHLUK SOSIAL . Ya Rabbi..J.H... : .K. . .H.. mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya. dan hikmah....H...J.K.. H. MELEKAT .H.... .. JINAK ...” Adakah bacaan ciptaan makhluk yang seagung itu? Al-Qur’an menantang : .J. PERIODIK ...J. H. K. ..H..J.. Cahayanya merupakan petunjuk bagiku dalam gulita dan gulana hati..J..H.....H..P. Anugerahkan kepadaku dengannya keterbukaan hati.K.J.K.. .P.H.H..J.K.. LUPA . berikanlah kepadaku kenikmatan (kegembiraan) karena rahasia (misteri) huruf-hurufnya.J.) .H. 88 ( “Katakanlah.H.J.P.J.H.P... J.K.H...... Masihkah kita meragukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia? df . SEGUMPAL DARAH .J.. J.P. ilmu....J.J.H.K. m.H. Terangilah dengan Al-Qur’an pendengaran... .H.H.... ... dan ucapakanku... SPERMA & OVUM .. perbuatan.K.

J.J.H.H..K..H..J. Makhluk Berbentuk Lain BAB III .J..P.H.. P.K. P..J.H. ..P.J.H. .H.K.H.P.J...ᅭ . .H.H.H.H.J.H. m...H.J. Ayat kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut. J....H.H..J.. tetapi juga kepada kesadaran batin dan intuisinya...J. . atau ia terambil dari akar kata “nis-yun” yang berarti lupa... 12 . makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang.H. kemudian diperkuat oleh ayat yang lain berikut.H. J.. Kata “al-insan” yang berarti manusia terambil dari akar kata “uns” (jinak. ..J. . lupa.³.P... Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan manusia... kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika.) m..H.H. N. 4 ( “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya..H.J. Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu al-Khaliq (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah.H.” (QS at-Tiin : 4).H. DAGING .) H..J. . .H..H. ³. K.K.H. .H.H. antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya. .H.J.H. Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia.J. J. N.H...H.H.. MENGENAL MANUSIA Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya “khalaqal insana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah). bahkan seluruh totalitas manusia.H.H. jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain.H.P.K.J..J. m.H. . DAGING TAK .K. DAGING .―.. TULANG . Atau terambil dari akar katanya “naus” yaitu pergerakan atau dinamika. .H. H..H.. Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya. Tetapi pada ayat berikut mencakup fisik dan psikis..H. . Makna-makna diatas memberikan gambaran tentang potensi yang dimilikinya.H.J.H.H... : ....K..J..... H.H.H.³.J...J.. ³..J.H. H..H. H.J...H.H. H. m... memperkenalkan jatidirinya..H. P.H. Al-Qur’an mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah.J.J.P.. K. senang dan harmonis).ᅭ .. H.H.J.H.14 ( . ³..H.H.. K.H.. .P.. .J.H.... tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110).. . .K. .H. m.J.J. : .H.K.H.K.. P.H.K.H.

H . Zygot melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka.“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah.H..H.p . Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang berbolakbalik. . Akan tetapi. (2) ‘alaqah.PH.” (QS al-Mu’minun :12-14). Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah.P....³. Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging.s . berdempet serta masuk ke dinding rahim. Yang menarik.P.H.H . akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ (mudhghah).P.J. Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan sifatnya.J . ..Ϊ .H.. dalam Al-Qur’an. Allah selalu menyebut zygot yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq. Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) nuthfah (pertemuan sperma dan ovum).P.. sebaik-baik Pencipta.H. (5) lahm (daging). terbentuklah bahan dasar calon bayi... zygot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa. yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat alHajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak sempurna).H.K. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik. Kata ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel. Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan) Ketika spermatozoa laki-laki menyatu dengan ovum (sel telur) perempuan.H..l .H. zygot bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya.K..J.. (3) mudhghah (segumpal daging). Sel tunggal ini..: .H.J .J . yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai zygot.K. melekat. kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah.H. Melalui ikatan ini. ).³.H. Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang. (4) ‘izham (tulang).m . Mahasucilah Allah. ruh).J.J..P.P.J .H . ... . Kemudian saripati itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim).H (39-36 .

m. Kata ini secara harfiah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah...H. kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).K .P.J.H.J.” (QS al-Qiyamah : 36-39). kata sosilolog muslim Ibnu Khaldun.J. Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai akhir perjalanan hidupnya.J. Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak .H. makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. mani itu menjadi ‘alaqah. .PJ. ).H. .H. lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan..P. Disamping itu.m . Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik (ad-diinu al-mua’amalah).H.H.H. Informasi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya. .H.H. rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot.H. Al insanu makhlukun madaniyyun (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain).H.N..i . . Kata ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia. Fakta ini terungkap dalam Al-Qur’an..K..H.. seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”.: (21-20 “Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina. Kesan yang dimunculkan Kesan ayat “khalaqal insana min ‘alaq” tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk social.H.H.H.H. Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zygot.N.l .J. Makna Arab untuk kata ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’. Corak terpenting cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar.N. zygot itu mulai tumbuh.H.H.K. Omong kosong sajalah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan.J “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian.H...H. al-Mu’minun : 12-14. Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zygot yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ.H..J.P.H.J.K. mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya..m . . lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya. Sementara itu.H....m.H.m.J. .J. Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim.” (QS al-Mursalat : 20-21.P. al-Infithar : 6-8).J.

Pengenalan (ma’rifat) tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar. Al-Qur’an memberikan pesan penting ini.J. Ketika seseorang berjalan menelusuri padang sahara.K.... MENGENAL ALAM Asal kejadian alam raya (ashlu nasy’atil kauni) Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20. .J..P.H “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan.. lingkungan dan Sang Khaliq. Manusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya. pola pikir (tashawwur) manusia menuju pengenalan diri. . Ini pula yang membuka pintu pikiran (wijhah) dan mata batinnya (bashirah).H.P.K. . .J.J.H.J.H .P.JH .. Untuk memahaminya dengan lebih baik.H .. Ada bukti kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat. . tiba-tiba datang seorang pemandu. dan bukti yang signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit...J.P. mereka itulah orangorang yang fasiq..H. Dalam hal ini mari kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an yang relevan dengan teori diatas.H. dunianya.P..J...” (QS al-Hasyr : 19). (19 . kemudian tersesat.N.yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya.H. orientasi (ittijah).. Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya. df BAB IV .K .H. ternyata alam semesta ini ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada.P.. demikian jugalah benda-benda angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas. dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini.P.H.. ). maka yang pertama kali dia beri ucapan terima kasih adalah pemandu itu.P..H. .H. bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq).H.J. Teori ini dikenal dengan sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi ledakan.P. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya.H P.J. alam semesta dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang digelembungkan. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan.: . maka Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri..H.

telur kosmik ini meledak.N. langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.H.J.P..P...H. sehingga menghambat jalinan keharmonisan keluarga. S. Sungguh. N. m. . N..H..H. 59). Allah berfirman : . . 47 ( “Dan. Sesudah itu.H.H.H.J. H..J.H. Sebagai misal.H.H. padat.P.. m. .H. Kami menjadikan segala sesutatu yang hidup.K.P..H.H.” (QS al-Anbiya’ : 30). J.S..H.. K. Menurut kamus-kamus Arab.K.K.H.H.H.H..H.N.H.H..K.H. Yang terang alam semesta berjalan menurut aturan yang pasti... H. (3) berpenyakit sopak.P. kata asal ratq yang diterjemahkan ‘terpadu’ dalam ayat ini berarti “sesuatu yang tertutup.J. .H.H.J.N.” (Kifaayatul Akhyaar.K...H.H.J..H.” (QS adz-Dzariyaat : 47).... H.H.8 ( “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).P... Ϊ..H. dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas.K..... . hal..K..J.) H.H.K..J.J. 104 ( “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran . : ...K. H.K.J..H.J.J.N.H. K. H. : .H. 7 . S. bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun.J..H.J. H.H. K. .. Maka. Segala sesuatu. K.P.J. P... .. juz II.H.J.J....J. terkandung dalam bintik ini dalam keadaan ‘ratq’. bergabung menjadi satu dalam massa yang berat”.H..H.H.H. Pada ayat lain tentang langit.H. kedap..H.K.K. apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu.P... alangkah sombongnya kita.H. jika ternyata calon istri kita ‘rataq’ boleh dibatalkan karena fungsi bilogisnya tertutup oleh tulang.H.P..H.J.J.J. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Kini. Sedangkan. (2) berpenyakit kusta.H.H.H.H.) H. H.P. ..K.J.J. Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing-masing.J.H. Menurut terminologi fiqh Islam. : .. penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata kerja ini.H. dan (5) alat kelamin tersumbat daging.H.H..H.K.J.: .H.K..H..H. H..P..J. Yang menarik temuan-temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke-20.H. kemudian semua zat menjadi ‘fatq’.P.H. Maksudnya ayat ini.P. Pernyataan “pisahkan” adalah kata kerja “fatq” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan ratq.H. : m. mengapakah mereka tiada yang beriman.. P..” (QS ar-Rahman : 7-8).H.K. kita lihat bahwa bintik yang disebut ‘telur kosmik’ itu mengandung semua bahan alam semesta. H. K.³.H. .H.P.J...) K.J. dari air.H....H.H. N..J. K. (4) alat kelamin tertutup tulang.P.H. yakni : (1) gila.H. .J.H.H.H. ..N.N.J..J. K..K. kemudian Kami pisahkan antara keduanya..H.H.P.. .H.P. yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. . .H.J. 30 ( “Dan.. mari kita melihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan ‘ratq’ lalu keduanya diartikan ‘dipisahkan’ dalam kata kerja ‘fatq’..N.J. Maksudnya.) H. . . “Istri boleh dikembalikan (diceraikan) karena 5 hal. ―. m.J. .N..H.J. .H.J.K. Dan.H. K.H.J. kita di bagian alam yang kecil ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah.. H.N. bila kita mengingat peristiwa pertama Ledakan Dahsyat...J. .H. H.

J.) H.K.J. H. .H.J.P. Sunnatullah pada alam (qadha’ takwini fil kauni) Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum zindiq meminta waktu kepada Abu Hanifah.. .J.K. setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya.. H.. dan bermaksud pulang. K.) . beliau datang menemui mereka. P. .. lalu masing-masing papan itu bergabung menjadi satu.H.H.. 38 ( “Dan. Mereka menyalahkan Imam Abu Hanifah karena keterlambatannya.H. aku sudah berada di hadapan kalian.H... J. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.J.J.. H.H. J.P. matahari beredar di tempat peredarannya.P.P.. K.P.J.H.. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati.P.J.J.J.H. Aku lalu menaiki perahu itu. Tetapi aku tertahan lama di pinggir sungai Tigris. K.K.H. K. K.H.J. H. H.H. K.. K.H.N.P.” (QS Yasin : 38).J.J.” Orang-orang zindiq berkata kepada Imam Abu Hanifah.P.) K.J.N.H. : .J.P.K.H. J. Imam Abu Hanifah terlambat.P.J.H. sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. .” (QS atTaubah : 35).K.P. .H.P.H. 180 ( “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka.K. 35 ( “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam.K. J.P.H.K.J.H.H.P. H. bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.H.H.H..H. H.H.P.J.H. Dan kini. H.J.J.H.J... Maka..J.H.H.J. . khusus untuk berdebat dengannya.P.H. . Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.H.J. aku tidak menemukannya.P. . Sebagaimana Kami telah memulai pertama begitulah Kami akan mengulanginya.H.H. maka akan mendatangkan bencana.P.P. H. J.. Ϊ. .H. . J.. jika kalian tidak percaya bahwa .J.H.P.P..J..H..J.K..H..J.H.H. H.K. “Apakah engkau hendak memperolok-olokkan kami? Apakah mungkin papan papan itu datang sendiri menjadi perahu?” Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.P. . N. P. K.P.H. “Aku telah datang menemui kalian pada waktu yang telah ditentukan.. “Inilah yang membuat kalian berkumpul untuk berdebat denganku.P.J.H.H.³.H. .H.J..H. J.K.H.K J. . Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.K. menyeberangi sungai.H.H.J.H. aku melihat beberapa potong papan yang datang sendiri.J. Jika kita salah dalam mengelola alam raya ini. sehingga jadi sebuah perahu indah di hadapanku.J. J.K. H.H.H. Ketika tiba waktu yang disepakati.N. Namun.H.P. P.K.H..K. : . J.K.” (QS al-Anbiya’ : 104).P. J.” (QS Ali Imran : 180).H.H.N.J.K.kertas.H.P.N. Σ.P...H. mencari pemilik perahu yang akan membawa menyeberangi sungai.P.H.K..P.J.H.K. lalu dibakar dengannya dahi mereka.. Beberapa saat kemudian.H.. sambil meminta maaf..J.H.KH.H. .J. . : . Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.P.H.H. Ketika aku telah putus asa. tentang Tuhan. P.J.H. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.K. Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.

g) Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis. niscaya takkan ada garam dan selanjutnya takkan ada kehidupan. dan musim dingin yang berkepanjangan di wilayah lain. akan mengenai seluruh bagian kulit bumi. niscaya kita akan menjadi abu. Dan. niscaya ia akan menghisap oksigen dan karbondioksida.000 mil dari bumi. bagaimana mungkin kalian ingin aku percaya bahwa alam yang sempurna dan menakjubkan ini telah mengalami peristiwa-peristiwa perubahannya dengan sendirinya. setiap tumbuhan di bumi akan membeku. f) Seandainya jumlah oksigen di udara mencapai 50% atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas normal (21%) yang tersedia. dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi. Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial. Mereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasional itu. tanpa Sang Pencipta Yang Agung?” Kaum zindiq terpojok. atau orang yang keras kepala. Sedangkan di malam hari. Tentu saja kehidupan ini takkan pernah ada. maka sesungguhnya jutaan meteor yang terbakar setiap hari di luar angkasa. yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya. h) Seandainya tidak ada hukum daya tarik (gravitasi). . yang bisa menghanyutkan gunung-gunung. e) Seandainya malam kita sepuluh kali lebih panjang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui. Berikut contoh-contoh detail sistem alam yang meruntuhkan teori kebetulan. tetapi ia justru menolaknya. niscaya matahari musim panas akan membakar tumbuhtumbuhan kita di siang hari. sejak percikan api pertama. berjarak 20. Seandainya cahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang. niscaya tubuh kita akan membeku. tentu akan terjadi musim panas yang berkepanjangan di suatu wilayah. Akhirnya mereka menyatakan ke-Islaman di hadapan Imam Abu Hanifah.perahu bisa membuat dirinya sendiri. maka dari mana akan bertemu dan kawinnya atom dan partikel-partikelnya? i) Seandainya poros bumi konstan. diteliti dan diatur secara kebetulan atau serampangan. c) Seandainya matahari kita memberikan setengah dari cahaya panasnya sekarang ini. maka setiap benda yang bisa terbakar akan menjadi daerah nyala api. hanyalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang bodoh. Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan. niscaya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi oleh air yang sangat deras setiap harinya. seandainya tidak terjadi persenyawaan kalori dengan yodium. d) Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini. a) Seandainya lapisan bumi ini tebal. Teori kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan valid. b) Seandainya atmosfir lebih rendah daripada yang sekarang ini. serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar. niscaya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi oleh kebusukan dan penderitaan.

....... .... YAKIN YANG MENIADAKAN KERAGUAN ᅭ ...... MENYEKUTUKAN ALLAH . . NIFAQ (KEIMANAN YANG DUSTA) . ... Allah Yang Maha Pencipta... Demikianlah... ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN ᅭ ... tiadalah Engkau menciptakan alam raya ini dengan sia-sia. KEJUJURAN YANG MENIADAKAN KEDUSTAAN . SYARAT DITERIMANYA SYAHADAT ..... ....... ..... .. ....ᅭ .... .... JAHIL AKAN MAKNA SYAHADAT ........ df .......... ... ... maka jauhkanlah kami dari siksa neraka .. ........ ᅭ . ....... teori kebetulan tentang alam ini tertolak dengan sendirinya. Dengan demikian.... .... yaitu matahari.. KEIKHLASAN YANG MENIADAKAN SYIRIK ........ ..ᅭ . .. karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang.... . . . tidak akan ada kehidupan... .j) Seandainya bumi seperti bintang Mercuri yang tak beredar kecuali menuju satu arah...... niscaya tidak ada seorang pun yang hidup.. PEMBATAL-PEMBATAL SYAHADAT . KETUNDUKAN YANG MENIADAKAN KEENGGANAN . ...... Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya... .............. .... Maha Suci Engkau...................... ....... Wahai Tuhan kami..... MERAGUKAN SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN MAKNANYA .. PENERIMAAN YANG MENIADAKAN PENOLAKAN .. ... KECINTAAN YANG MENIADAKAN KEBENCIAN .

Yang menolak (4:48.... ....... TUHAN ..... ....... .... .. Mengingkari ..78. 24:55) ..... Monoloyalitas (98:11... .116) . Membenci .... ... ................ . Penolakan (16:36) .......... ...... Mendekat .... Membela . Memusuhi .. Memisahkan diri .. MEMBENCI MAKNA & KONSEKUENSINYA ...... MENOLAK MAKNANYA . Penghancuran (21:57-58) . MENINGGALKAN MAKNANYA ... Pengingkaran ..... Membangun (22:41.. TIADA ........ .... ᅭ ... Menaati ........... .... Mencintai .....14) ......

... ..... .... Tali yang kuat .... ... Peneguhan (7:59) ............. MAHA MULIA . . ......... Kebahagiaan di dunia ... ALLAH .. Loyalitas & Pengingkaran . Benteng yang kokoh .. ....... Akhlak – Moralitas .. .. Patriotisme ...... ..... .......... .......KECUALI .. Jalan menuju akhirat ...... Asas khidupan Islami ......... Me Krisis perasaan akan . ........ Menolak rayuan syahwat . Kekuatan jiwa . MAKNA SYAHADAT ...... . Yang dikecualikan (7:65. RABB ......73) ... .... . .... ....... PENCIPTA . Loyalitas ............ ....... Mengutamakan saudara ....... Jalan bertaqarrub kpd Allah .... .......

. .... PASRAH . ......... .. Maha Mulia. .... .. Dengan kajian ini tidak saja membangun dasa-dasar ilmu pengetahuan (the bacic of knowledge)......... ISLAMIYAH .. BERTAHKIM ........ MAHA TAHU .. pula membangun dasar-dasar kepribadian (the basic of knowing)...... .. ....... BAB V . sungguh kita akan memperoleh pelajaran yang fundamental........ .......... TAUHID RUBUBIYAH ...... CIPTAAN .... .... .. TAUHID ULUHIYAH .. ... SYAHADAT . .... ...... Awal sebuah . ...... Allah adalah sebagai subyek (pencipta..... .. ... TIDAK TAHU .... Maha Pandai) dan manusia sebagai obyek... Dari Segumpal Darah .... .... Kajian akidah yang diajarkan oleh para Rasul setiap masa. MANUSIA .. ABDI .. .. Intisari studi (dirasah) surah al-‘Alaq : 1-5 adalah penempatan posisi Rabb dan kedudukan al-insan secara proporsional. .................. PROSES LAHIRNYA SYAHADAT DALAM SURAH AL-‘ALAQ Sebagai abdi (‘ibadah) Jika men-tadabburi kandungan surat al-‘Alaq : 1-5. . BACALAH ............ JAHILIYAH . Mengagungkan ..... ... ........ .... ..

Manusia yang tak tahu diri dan tak tahu Tuhan dikategorikan jahiliyah. Hanya memiliki ilmu sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi ila qalilan). Kelemahan apapun yang dimiliki oleh manusia. Dinosaurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam merespon perkembangan di luar dirinya. Jadi. ekonomi. Ketika manusia (al-insan) lupa diri (nis-yan). meminjam istilah Imam al-Ghazali. dan yang berhasil memperoleh juara. penglihatan. dibandingkan dengan ilmu sosiologi. Masyarakat jahiliyah dahulu dikenal pakar sastra. dan pakar pidato murtajal (tanpa teks). thagha’. masih memerlukan pujian dan sanjungan. nenek moyang kita dahulu juga disibukkan oleh persoalan di luar dirinya. jahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara. Syirik identik dengan selingkuh dan sombong adalah sikap menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan orang lain (ghamthun naas). Sifat tersebut bersumber dari induk sifat Tuhan. Makhluk memposisikan diri seperti al-Khaliq. Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa Rabb itu sesungguhnya. yang kalah bersedia untuk hidup menderita. menaklukkan alam. sifat dasarnya akan menonjol yaitu al-uns (cenderung harmonis). Tidak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebiji sawi sifat sombong (al-Hadits). Jahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. antropologi. ar-Rahman arRahim. perkembangan yang terjadi (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). buta budaya (ummi).kerusakan (chaos) terjadi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai obyek. menutup diri) dari perkembangan sekitarnya. Yang menang siap menindas yang kalah. Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk thagha’ (sikap melampaui batas). Jika kita menengok kehidupan masa lalu. Proses pengenalannya tidak dipaksakan. menolak aturan Tuhan Yang Maha Mengetahui (al-‘Alim) dan Maha Mulia (al-Akram). kehidupan berpindah-pindah (nomaden). tetapi lewat instrumen yang telah disediakan oleh Allah kepada manusia (pendengaran. Puncak kerusakan kepercayaan adalah syirk (selingkuh) dan puncak kerusakan akhlak adalah sombong. kecuali jika dalam dirinya ada sebiji sawi sifat sombong. mengusir binatang buas. maka tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia (ilmu psikologi) terlambat ditemukan. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (menutupi fitrahnya sendiri). Di dalam surat pertama Al-Qur’an ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb. ketika itu ia meng-cover diri (kafir. politik. dipinjami kekuasaan. bukan anugerah. Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai ancaman. dll. Dan satu persen darinya dicurahkan . hasil karyanya ditempel di dinding Ka’bah. Sehingga ketika muncul gejolak dirinya. bahkan memposisikan dirinya sebagai subyek. cenderung menerapkan hukum rimba. sehingga memudahkan untuk membangun kerjasama (ta’awun) dengan pihak manapun dan terhadap siapapun. merawat memperhatikan. Hina tetapi merasa diri mulia. hati) agar diaktifkan. dan mengembangkan menuju kesempurnaan (al-‘inayah war ri’ayah wat tarqiyah). Sehingga ia lemah dalam merespon setiap perubahan. Allah memiliki 100 % sifat rahmat. Secara bahasa Rabb berarti mendidik (at-tarbiyah).

K. m.H.H. H. J..J... . m.H. Seperti yang sering kita doakan. ...H. ³.³. tidak tahu balas budi. merindukannya (yarju liqa-a rabbihi) dan siap menjadi abdinya (‘ibadah).P.. Jika kita ingin mengenal perbuatan Rabb.K. P.K.. P. N..J.. P. kemudian Dia . (13 .N.J.H. .” (QS Luqman : 13). realistis). H..J..” .H.H. J.H. .H.H. Demikian pula wujud syukur kita pada Allah.J.H..J.J.H. .³. K. Kesadaran akan kedalaman rububiyyatullah yang ditransfer 1% pada ibu. .KH. J. .N.H.P. . sekiranya masa muda itu terulang hari ini.H.J . .H... J.H. Bukti kesyukuran kita pada orangtua ialah sikap yang mengun-dang ridhanya.N.P. Berbuat yang disenanginya..KH.K. “Wahai Rabb kami. meninggalkan sikap yang dibencinya.H. aku akan mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang yang telah beruban dan pikun. 54 ( “Allah. Sedangkan kata la’alla mengandung arti lit-tarajji (harapan..H. Seseorang yang dipelihara sejak kecil. * .J .J.K.H.J. H.P. maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai (ghofil).SH..N. H Duhai.P.KH. Ubun-ubun kita berada dalam genggaman-Nya (nashiyati bi-yadihi).H.K.H.) P.H.P.H.J.P..H.H.P.J.H.. .. P. P.H.K . akan mengantarkan sikap mencari (siapa yang menghadirkan diri di dunia). dikarunia kenikmatan. maka ingatlah kasih sayang orang tua kepada anaknya.H..H..J.. )..H. : .J .H. H. ³.: .. Semua makhluk tidak bisa menolak fenomena penciptaan ini (zhahiratul khilqah).J. H.H..N. kemudian tidak bisa berterima kasih.J. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. P.P.H.J. P.J. P.J.J..J.H.P. N.P.KH...K.K. Ditolong malah menjerumuskan (ditulung menthung.K.H. diselamatkan dari berbagai petaka..J.K. tetapi itu hanya sebuah angan-angan (mustahil terjadi).J. Menyerahkan diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan-Nya yang kedua yaitu al-Khaliq (Pencipta). J.K.. bhs Jawa). H. Air susu di balas dengan air tuba.P.³.H.K.J.K. . Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan orang tua yang ingin kembali kepada masa muda... ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya merawatku sejak kecil.H “Hendaklah engkau bersyukur kepada-KU dan kepada orang tuamu.P..H. J.H.kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain.. mustahil).J.H. Dalam terminologi Bahasa Arab kata laita memiliki makna lit-tamanni (anganangan.

.H..H.J.H.) .H. ³.H.H.) 28 ( “Bagaimana kamu mengingkai kepada Allah. : .H.J.P.J.P.P. meninggal.H. . kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.K.. K. Pertama.H.K.. di alam barzakh. Ketiga. dan kembali lemah pada masa tua.H.J.P.J..J..H. di alam akhirat.P.H.J. .K.H.K.P.J. 83 ( “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah. ..H. J.H. 55 ( “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu.P. Sedikitpun kita tidak bisa menolak rencana besar Allah tersebut. ingatlah (suatu saat) engkau akan di ma’zulkan.J. J.P. H. J.H.P. H. .. Sekalipun mulut kita menolak. : .P.H.J.J.H. H.K.H.J. J.P.H.P. Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah (sunnatullah).H..P.H.. P. 47 ( “Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.K. Jadi masa kecil yang masih lemah. J. K.J.P.J.H.H.H.J.P.J..H.K.N.H.H.P.H. ..H. masa muda yang kuat.N. m. N.P. J. K.H.H.P.H. Dan jika engkau diserahi urusan kaum.N.H.. ..J.J.H..J.H.K. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.J.” (QS al-Baqarah : 28).H. J. Kedua.H.P. K.. N.menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat.H. .J. padahal kepada-Nya berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi.. Alangkah sombongnya jika kita makhluk kecil di bagian alam ini menolak aturan-Nya? Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah (taslim) kepada Dzat Yang Mengatur dan Mengendalikan alam ini.” (QS Nuuh :14) Seorang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir.K.H.³.” (QS al-Kahfi : 47) : .K.H.J.P.J..K. adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita jalani.H.P. 14 ( “Yang menciptakan kamu secara periodik.J.P.H.³. : .) . J. Jika engkau membawa jenazah ke kuburan.. Jadi kehidupan kita sekarang ini belum final.P.P. dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.³. H.K. .H.H. baik dengan suka maupun terpaksa.H.K.. J.J.J. J. H.K.. J. H.P.P..³. kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.³.J. manusia akan melewati lima fase kehidupan.H..H.... J. padahal kamu tadinya mati.) . H. ingatlah (suatu saat) engkau akan digotong.J.P. .J.J. .H.H.P.H.” (QS Thaha : 55).P. di alam dunia.H.H.H. .K..J.H.J. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.P.H.H. K.H.) .J..H.” (QS ar-Rum : 54). J.H. K. . Kelima.K.P. . kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. .J.H. . . lalu Allah menghidupkan kamu.J.H.H.H. Mengagungkan Allah (ta’zhim) . J.K. K. : .P.J.J.J. Dari ayat diatas.. H..H. J. .H.H.H.J. di alam kiamat..J.. Secara fisik. di alam ruh.H..P. Keempat.P...” (QS Ali Imran : 83).. Jadi secara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah (aslam)..H. N.J.J. fenomena penciptaan Allah berjalan secara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya.N.H.J.

yaitu membaca demi Allah..” (QS al-Hajj : 70).H.H..K.” (QS .H.H. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu.H. : .N... Kotoran lubang mata. Dengan bacaan yang ikhlas.. K. 29 ( “Allah mengetahui apa yang ada dalam dirimu. tempatnya salah dan lupa (mahallul khatha’ wan nis-yan). Allah tidak dinamakam a’rif tetapi ‘alim.H... 77 .” (QS al-Baqarah : 77. P. terbuka alangkah hinanya fisik kita. : .―.J..J. Kata ‘ilm dari segi bahasa berarti kejelasan. .” (QS Ali Imran : 29).. Sedang ayat satunya menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan dan pengulangannya...J. 284 ( “Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan. Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan. pemahaman dan beragam wawasan..H. Kata al-akram biasa diterjemahkan dengan “Yang Maha Pemurah” atau “Semulia-mulia”. 235 .. K. .H. menjijikkan. 19 ( “Allah mengetahui kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada. penyangatan). mulia.J...H..) H.H. . setia dan sifat kebangsawanan..H.P. Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang kotoran. .P. Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya. Berikut ini adalah diantara obyek-obyek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al-Qur’an.H. Segala yang terbentuk dari akar kata ‘ilm mempunyai ciri yang menonjol ‘kejelasan’. mengagungkan dan memuliakan-Nya. : . .J..H. Jawa).) K. kotoran hidung..) P.P. Misalnya ‘alam (bendera). sedangkan manusia makhluk. H.J. P. kotoran telinga.) . 235.H... tidak ada harganya. 284)...H. lubang muka (qubul). ora ana ajine (Bhs. K. yang berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui). terhormat. kotoran.. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan.H. bernilai tinggi. ‘ulmat (bibir sumbing).P.K. ―.. 9 ( “Allah mengetahui apa yang di kandung oleh setiap wanita.H. dll..H.J.K. : .H. berbentuk superlatif (bentuk mubalaghah. :ᅭ . Ayat pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca (dalam segala pengertiannya)..J.H.J. Sedangkan manusia ‘min ‘alaq’ (dari segumpal darah). Ada perbedaan dalam perintah “membaca” pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga...” (QS ar-Ra’d : 9).P.J.H. K.H. K..... K. 19 ( “Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim. P.J. Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan.―.P. . Jika kembali ke akar kata “karama” yang menurut kamuskamus bahasa Arab antara lain berarti : memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih.) K. karena manusia tebuat dari segumpal darah (min ‘alaq).H.K. a’lam (gunung-gunung). Berhukum dengan ilmu-Nya Allah memperkenalkan sifat-Nya yang terakhir adalah al-‘Alim (Maha Pandai). : . kotoran lubang belakang (dubur). hina.. .P.K. sekalipun obyek bacaannya itu-itu saja.J.Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan sifat fi’li-Nya yang Maha Mulia (al-akram). . ‘alamat (alamat).. Jika topeng yang menutupi kita.) J.H..H.” (QS an-Najm : 19). 70 ( “Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. ... Maka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan at-ta’zhim.J.J.

.H.P..H.. Inilah makna syahadat (persaksian).H . Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa-apa.H.H.J.H ..J.H..P. Tiada Tuhan yang disembah.H.H. Tiada sikap yang patut bagi makhluk yang bodoh terhadap Tuhan Yang Maha ‘Alim.H.K..H. Syahadat adalah pintu pertama memasuki Islam.J.H. kecuali berhukum dengan aturan-Nya (ber-tahkim).K. Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah (ihsan). .HH. Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan.H.K.J . H.H.l .J.J.H.J.J..H.P.” (QS an-Nahl : 78).H..H).H.³..H.N.J.J.H .” (QS an-Najm : 23).H.H. .J.J (78 .P.K.H.J.H.: .H.P.” (QS al-A’laa : 7).N. Sikap Tuhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah.H.J..H.N . ..H.J . Sedangkan petunjuk telah datang dari Tuhan mereka.P.. Syahadat pada surat pertama ini secara eksplisit tidak terlihat. mengagungkan (ta’zhim). . . .P.J.P.S.al-Mu’min : 19) : . tetapi lewat perintah iqra’. . 7 ( “Yang mengetahui yang lahir dan tersembunyi..J “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.J..H.J.P.H.K.H.P.. Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan...H. Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan (ibadah. dan tunduk kepada hukum-Nya (tahkim) disebut dengan Tauhid Uluhiyah.J .J.. dipatuhi hukumnya kecuali Allah.N... diagungkan.P. .J. . .K.K.H ).H..H. menyembah).J .H.P.P..P.: .K. dan hati.i .H.H.) . P. dan Dia memberi kamu pendengaran.H..N.s .J.H. penglihatan dan hati.J (23 “Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan saja dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.P. penglihatan. akan tetapi dimunculkan dengan menggerakkan pendengaran.N .K.H.

K.H. Itulah gelora keimanan....J..H. Ibarat sebuah bangunan rumah. H. K..H.J. K. sekalipun genting-gentingnya bagus.H.N.K. Diatas pondasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan Islami.P. ia akan teguh dalam menghadapi fluktuasi kehidupan.J. yakinlah bahwa Dia melihatmu (muraqabatullah). Syahadat laksana hishnun matin (benteng yang kokoh) atau al-‘urwah al-wutsqa (tali yang kuat).H.H. Sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah sarang laba-laba.J.P. guyuran air hujan dan terpaan badai. maka syahadat adalah sebuah keputusan final.H.N.J. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya.J.. politik.H..N.H.H.H.P. ) Orang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala konsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu (kalimah thayyibah).P.J. Akhirnya sampailah di ujung perjalanan. lewat iqra’. K. sosial.J.J.) 256 ( “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (Tuhan selain Allah).K.K..H. melatih diri dengan latihan ruhani (mujahadah).P. syahadat). .P..H.H. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.. .K.H..H.P... K.” (QS Al-Ankabut : 41).P.J.H. 41 ( “Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (kebenaran. berfikir (ijtihad). tentang diri. menerawang.H .. Rabb. maka rumah itu akan mudah roboh oleh teriknya panas. Iqra’ adalah melihat. H.H..H. menimbang.J. Itulah keyakinan secara total (al-yaqinu kulluhu). Keputusan ini bukan diperoleh karena tekanan eksternal dirinya. H..H.P.) H.J.K.J.H. K.H.H.J. Jika kembali pada aurat al-‘Alaq.H. Sistem ekonomi.H.. Membangun di atas permukaan balon.J.H.³. membanding (muqaranah). merenung. Itulah dia..J. .J.K. .H..(. J.P. dan alam raya.H. P.H.H.P.H.H.H.H.H..J.P.J. N. J.H.H.” (QS al-Baqarah : 256).P.” (HR Muslim).J.. : .H.H.J... . K. Mendalami makna syahadat (fiqh asy-syahadah) Syahadat adalah landasan ke-Islam-an seseorang. H.N.J.J.K..K.J.H. . Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir.J.P.N. “Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. K. syahadat kebenaran.P. K.H.H...K. J. : .P.J ..J..K. K..J. militer dan juga sistem akhlak.H. syahadat adalah pondasi..H. J.H.H.P . .. J. K..J.J. P..H.H. dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk pencarian itu (jihad).H.. mengukur. tetapi lahir dari motivasi dirinya sendiri (motivati intristik).J. H.H.J...H. J.. H.N.. pendidikan..J..H. Rumah yang tidak memiliki pondasi yang kuat.

K. Tidak mengherankan jika aspek terpenting dalam kehidupan. tetapi ia tidak menemukan apa-apa.P. Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman. J. dan jika ia meminta-Nya. Kehidupan sekarang memerlukan injeksi yang membangunkan hati (yaqzhah). Iman adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia.H.P. Mohammad Iqbal.H.. Iman yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewajiban dan sunnah.. pendidikan misalnya. Iman adalah jembatan menuju akhirat. yaitu menyembah Allah dan membuatnya mencintai ibadah. tetapi batinnya kesakitan.K.J..K. Yang diburu hanyalah bayangan semu (QS an-Nuur : 39). Mentransformasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan. “Pengajaran dan pendidikan modern tak mengajarkan air mata pada mata. 86 ( “akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini (nya). Dia mengabulkannya. tanpa landasan kebenaran terasa hampa.H. tahta.. H. Tokoh Islam.l . karena kehausan. Hidup dalam kesepian di tengah keramaian.H . dan menggerakkan cita rasa. Imanlah yang memfungsikan tujuan dihadirkannya manusia di dunia. Dia menyambutnya.) H.: . Kita tidak akan mampu menuju surga yang dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci (huffat bil makarih) tanpa iman.J. Dan ketentraman jiwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya yang beriman. Betapa banyak sesuatu yang pesonanya menggiurkan. hingga mengabdi menjadi sesuatu yang menyenangkan. .H.K .J. N. Allah menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar.K. . lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya. gelora jiwa (thumuhat). Dikira air oleh orang yang kering kerongkongannya. .H. segala aspek kehidupan menjadi bermakna.P.. Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin.P. wanita... namun setelah ditemuinya hanya berupa fatamorgana. dan tidak kekhusyu’an pada hati nurani”. Bertolak dari sini akan menimbulkan cinta timbal balik antara makhluk dan al-Khaliq.J.” (QS az-Zukhruf : 86). menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat.K. menjadi tangannya yang dengannya ia memukul. Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia. Dalam kehidupan yang lebih luas menjadi kering. Iman yang bisa menemani harta. J. manusia modern berkarakter primitif. . Jika ia memanggil-Nya dengan seruan. mengomentari kondisi pendidikan sekarang. Dunia tanpa disinari oleh cahaya iman akan membuat pemburunya kecewa. Manusia yang secara fisik sehat.P.K. S.H. Masyarkat sipil berwatak militer. Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah.

J (28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah.H. ketenangan itu muncul dari dalam jiwa.PP. manusia bisa hidup dalam dunia yang serba otomatis. Sekalipun ilmu menjanjikan sarana material kehidupan..H.K .³. Iman yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari gejolak nafsu biologis. sedangkan iman melahirkan minhajul hayat (pedoman kehidupan). Iman yang mendorong jasmani menuju ke tingkat rohani yang lebih tinggi di sisi Allah. Tetapi ilmu pengetahuan tidak mampu menjamin kebahagiaan.H..P. .H.N. H. 33 ( “Ya Tuhanku. .H..H. J.J. K.K.P.J. Bisa memenuhi apa saja yang bisa dibeli dengan uang.K. Iman yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesucian..J. S.H.H...K ..P.H. J.K.H. Sebab kebahagiaan.PP. Hanya dengan menekan tombol.K..H. N.J.J.J. Bukan suatu wujud barang yang dapat diambil di tempat tertentu.J. pastilah mereka menguliti kami karena dengki. N.H. sebagaimana kekuatan iman Yusuf ‘alaihis salam dalam menghindari godaan para wanita selebritis. ―.JJ..―H.m.H.K.H.. Dengan kemajuan IPTEK.J. .H.H. )..H.K. N. serta membenci kefasikan.H.H. manusia di ujung timur bisa saling kontak dengan manusia di ujung barat.K. P.J. benda yang bergerak menjadi diam. Tujuan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman.J. Tetapi. N.K.H. sekiranya para raja itu mengetahui kebahagiaan ini.K.H.H.J.J. Kadang-kadang dengan uang dan harta orang memperoleh kelezatan duniawi (mata’)..K. Bukankah dengan meningat Allah hati menjadi tenang. penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.J.H.PP.H.: .H. Kebahagiaan sejati adalah seperti yang dirasakan oleh Ibrahim bin Adham pada penghujung tahajjud-nya.K. tidak pula dapat dibeli dengan uang.J.J ..K..―H. ..H.. .H.J. ..H.H. J.H. atau diperoleh dengan pengaruh dan jabatan.S.. sehingga lebih memilih penjara daripada takluk melawan gejolak dirinya.H. Untuk apa ia harus hadir di muka bumi ini? Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan apa yang disebut wasilatul hayat (sarana kehidupan).N.H.K .K .K.H.J.” (QS ar-Ra’du : 28). . : . . tetapi tidak memandu bagi tujuan dan tugas hidup itu sendiri. .PH. besi keras menjadi lunak. H. J.H Kami hidup bahagia.H.N.K.K .P .H.H... Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka.. kebahagiaan sejati (ni’mat) tidak dijajakan di mall dan super market...H.) H.P.J .P.J.S. .J.HJ.

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33). Iman yang mendidik manusia memiliki sikap berkorban, seperti pengorbanan Ismail ‘alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah Tuhan (QS ash-Shaffat : 102). Iman merobah sikap individualis, egois menjadi jiwa patriotisme dalam sejarah klasik dan modren (QS Thaha : 112; az-Zilzalah : 7; an-Nisa’ : 40). Fenomena isytisyhad (bom syahid) yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini, membuktikan bahwa ajaran klasik iman masih relevan untuk memberikan pelajaran nyata dan pukulan telak kepada simbol dikatator internasional (malikun jabbar). Iman yang bisa melahirkan akhlak terpuji. Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri, kata Ali bin Abi Thalib. Bangsa yang tidak bermoral laksana bangunan tanpa pondasi. Kata sastra Arab, “Bila moral bangsa itu terkena musibah, maka adakanlah upacara ta’ziyah”. Sebab morallah nyawa mereka, jika ia tiada maka wujud mereka pun tiada. .J.P.H.H. J.P.P.H.J.H. J.H.H.H. P.P. J.K.H. * J.H.K.H. .H. P.H.J.H.J. P.H.P.J. .H.N.K.H. Suatu ummat hanya berdiri tegak, selama akhlaknya bermutu tinggi. Ia akan runtuh, apabila akhlaknya menghilang. Selama pembuat kebijakan berusaha menerapkan aturan kehidupan hanya dengan undang-undang dan surat-surat keputusan, tapi lupa bahwa manusia itu hanya bisa dikendalikan realitas yang ada pada dirinya bukan dari pengaruh eksternal maka surat-surat keputusan itu tidak bermanfaat. Egoisme, hawa nafsu, tetap mengungguli kebaikan. Kejahatan jadi tak terkendali. Seorang pakar hukum Inggris mengatakan, “Tanpa undang-undang masyarakat tidak stabil, tanpa moral undang-undang tidak berlaku, dan tanpa iman moral tidak berjalan”. Iman yang berhasil membangun kekuatan jiwa untuk mengha-dapi problem yang selalu dicemaskan oleh kebanyakan manu-sia. Musibah, kesempitan rezeki, jodoh dan ajal. Mukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah, tanpa diku-rangi dan ditambah. Seandainya seluruh manusia bekerjasama untuk mendatangkan manfaat dan kecelakaan pada seseorang, mereka tidak akan mampu mewujudkannya sedikitpun kecuali yang telah dituliskan-Nya. Iman yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan cinta kasih. Jika belakangan ini timbul konflik yang bermuara pada perbedaan ras, warna kulit, bahasa, etnis, daerah, strata sosial, keturunan, kekayaan, maka iman menyingkirkan perbedaan itu. Kemudian menjadikan ikatan iman menjadi ikatan yang mendarah daging. Sehingga mukmin mencintai saudaranya seiman melebihi kecintaan kepada sudara kandung, bahkan anak kandungnya sendiri (QS Hud : 46; al-Hujurat : 10). Dalam naungan ukhuwah iman, akan lenyap pertentangan, kecemburuan sosial, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Iman tak hanya menjaga kesucian jiwa dari dengki (ukhuwah paling rendah), melainkan memberi muatan hati dengan cinta kasih yang diserap dari sifat suci cinta kasih Allah (mahabbatullah). Yaitu cinta yang ditanam dalam hati orang yang loyal kepada-Nya. Cinta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menuju realitas yang Maha Tinggi. Dicerminkan dalam komunitas yang tidak

ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan orang lain lebih dari dirinya (itsaar). Sekalipun dirinya dalam kondisi kekurangan. Ia rela menjadikan dirinya sebagai sasaran senjata musuh untuk memagari saudaranya seiman (QS al-Hasyr : 9). Syarat diterimanya syahadat (syuruthu qabuuli asy-syahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwujud. Jadi, syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka sya-hadat dianggap tidak sah; yang pertamakali diucapkan Allah, malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan. Orang yang tak memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah, takkan bisa bersyahadat. .H.K.H..P.H.N.P.H.K.H.H.K.N..P.H..J.H.H.K.H.P.PH..PJ. ...J.K.J.K.H..K.³..K..J.K.J.m Syarat sahnya syahadat itu ada tujuh. Pertama, mengetahui (al-‘ilmu) makna syahadat dengan dua dimensinya, penafian (laa) dan penetapan (illaa). Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat syahadat, yang dalam hal ini adalah penafian semua sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata. : ....) P.. N.K. H.H.K. H. P.N.H. J.H.J..H. 19 ( “Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad : 19). Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan (al-jahl) akan makna syahadat. Kedua, keyakinan (al-yaqin), yakni tahu secara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun. Jadi, imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati. . K.K..H.J.H.K. .J.P.H..H.H. .J.P..H.J.H. J. H. N. P. K.K.J.P. H.H. K..K. .J.P.H.. H. J.K.N.. H. J.P.K.J.P.J.. .H. N.K. : .......) H.J.P.K..N... P.P. H.K.H.J.P. K.. K.J.K.H. K.. J.K.K.P.J.H.H. 15 ( “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS alHujurat : 15). Lawan keyakinan adalah keraguan (asy-syakk). Ketiga, keikhlasan. Kata ini diambil dari kata susu murni (al-laban al-khalish), yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian & kejernihannya. Ikhlas berarti membersih-kan hati dari segala yang kontradiktif dengan makna syahadat. : ..ᅭ ....) H..H.H.P. H..S... P.H. H.J.K.K.J.P. H.. ..P.P.J.H.K. N.K. .J.P.K.P. .H.H. 5 ( “Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah : 5). Keikhlasan adalah lawan syirik (asy-syirk). Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain, dan syirik adalah perselingkuhan. Keempat, kejujuran (ash-shidq), yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara doa dan usahanya, antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga. Maka tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. : ......) H.J.P.H.J.P. J.P.H. P.J.H.J. P.P.H. H.K.H.J.P. m.J.P.K. J.P.H..H.J.K. .J.P.K.J.H. J.H.H.

.J.P.H.. H.J.K.N..H. 82 ( “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya.” (QS alAn’am : 82). .P.J.K. H. P.H.J.H. .H.H. J.H. J.P.J.K.H. K.J.H.H. H.. ..P.H..H. .H. .J.P.H.H. ...H.K. H.J.K.K.J.P.J.. H.K. : ......) ³.J.K.J.H. .J.P.N.H. .H.H. P.K.H.J.H. J.H. 23 ( “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak berubah (janjinya).” (QS al-Ahzab : 23). Rasulullah Saw juga bersabda : .. .... .. ....... ....) H.N.H.J.. H.H.H. K.K.J.H. J.K. .³.K..H. P.. N.K. H.H.K. H. H..H. J.H. (... .. ... ... “Siapa yang mengucapkan : Tiada tuhan selain Allah dengan jujur dalam hatinya, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Lawan kejujuran adalah an-nifaq, yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya. Kelima, cinta (al-mahabbah), yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal, serta mencintai orangorang yang beriman. : ......) K.K .·.P. ―.H.H. .J.P.H.. H.J.K.N..H. 165 ( “Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS alBaqarah : 165). : .......) P.H.J.―.K.P.H. J.P.―.K.P. 54 ( “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS al-Maidah : 54). : ..... ..) P.. P.P.J.K.J.P. K..J.P.K.N..H. H.. H.J.―.K.P. J.P.J.P. J.K. J.P. 3 ( “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” (QS Ali Imran : 3). Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : .N.K. K.J.H.K. N.H.H. P.P.J.P.H.H. P.. H.J.P.H. J.H. : K..H.J.K.J. H.H.H.H. H.H.H. K.J.K. N.P. J.H. ..H.H. .. ... .. ..... ....... ....) ... K.K N.K. P.―.K.P. H. H.J.H.J.. N.K.P. J.H.H. .H.P..H.K. (... .. ... .... “Ada tiga hal yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya semata karena Allah, ……” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Cinta itu disamping rela berkorban untuk yang dicintai, ia adalah amanah. Yaitu

H.H.J. P..H...N..P..J.. J.” (HR ath-Thabrani dari Ikrimah dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum) Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu. K. .K.J.H.J. Maka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat.P. P. K.H. atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa ajaran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa.K. Perbedaan antara ketundukan (al-inqiyad) dan penerimaan (al-qabul) adalah bahwa ketundukan itu pekerjaan fisik.H. K. K..H..J..” (QS Fushshilat : 30.J. .K.P. H.J. .H.H. .J. (.H. N.H.H.H. H.P. an-Nuur : 63..H.J.J..H.―. .H.H.K.H. dimana meyakini. P.J... .J.H.) K.J.H. sehingga ia tidak ridha dan tak menerima ajaranajaran tersebut...J.P. .J.P..H. alAhzab : 36). ..H.J.H...J. ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah.K..J. . J.P. .. K. J. P... H..J. Ketujuh. sedang penerimaan itu adalah pekerjaan hati.P.P.H.H. Lawannya adalah penolakan atau ketidakmauan (al-imtina’)... J..P. “Dan bahwa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadanya.H... P.J. N.. artinya “yang merusak”. .K.H. H.J. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.H.P.P.H. “Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan marah karena Allah. ―. K. yaitu berpaling dan membangkang dari ajaran-ajaran Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dengan hatinya.J. dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran Islam. . . ..H.ᅭ H. .H..J.J..J.H.. N. yakni kerendahan.H.” Lawan dari cinta adalah benci (al-karahah) terhadap semua kata dan orang yang menyalahi Allah dan Rasul-Nya serta Islam.. J..N.P.. . .. P.H.H. .P.J. Keenam... K.H.kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat. K...H.H.. ketundukan (al-inqiyad). mengucapkan dan .K. 30 ( .. : ...P.J..H.K.. P. H..H. Pembatal-pembatal syahadat (nawaqidhu asy-syahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk jamak dari asal kata naqidh.K.H.H. yaitu tunduk dan menyerah-kan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. penerimaan (al-qabul).H.J. P. Lawan dari penerimaan adalah pembangkangan dan penolakan (ar-radd).ᅭ ... ..N. P..P.H. P.H. J.N..H.) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.N.H.J. sama seperti ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka..K.

H. ..N.K.J.P. : .H.H..P..P..³.H. Sehingga apabila salah satu dari hal-hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri seseorang.H. kedustaan dalam akidah (nifaq).H. sedang hatinya jujur dengan apa yang diucapkan oleh lisannya.H.H.K.K.J. ³. K.P.K.H.P..P. : . Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan-batasannya. K.. Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap kebolehan dan ketidakbolehannya sama saja.P. J.K. Kelima.H. karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.. : .K.H.H.J. H.J. mengucapakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya.N..H..K.K.K.) H.H. Keenam.H. serta bebas dari semua yang menyalahi Islam.H.K..―.J.” (QS al-Baqarah : 165.. mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak bermanfaat baginya. J. J. 11 ( “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn kekufuran.N. K.P.H..H. .K.H..K.N.P.K. K. Kedua. J. Pertama. keraguan (syakk) akan sebagian atau seluruh makna syahadat. at-Taubah : 21)... .K. N. .H.N.J.P. Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya. tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku..J. Lawan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid.28 ( “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu sembah.H. J.H. agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya.. J..J. menerimanya dengan hatinya. Ini bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya sejak awal.P...H.K. K.mengamalkan makna syahadat tidak secara otomatis membuat ia disebut muslim.H.K. hal itu tetap membutuhkan keyakinan.K. S.H. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada orang-orang kafir atau musyrik.K. memusuhi orang-orang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya. Keempat.K.K. 26 .J. Ketiga. K..” (QS al-Fath : 11).N. meninggalkan makna dan lafazh syahadat serta tidak mau . ketidaktahuan (jahl) akan makna syahadat. 165 ( “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah. serta mendukung dan mencintai para penyeru tersebut dan menjadikan mereka sebagai sekutu selain Allah.H..H..H.J. Tetapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk Islam.” (QS az-Zukhruf : 26-28).) J. J.J. H.K. K. mempersatukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Dia. Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain. .N.H. serta berusaha menjauhkan manusia darinya dengan jalan menyeru kepada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat itu. P... H.J. melaksanakan semua kewajiban yang menjadi konsekensinya.H.H. J.H. P.J. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. . membenci terhadap syahadat dengan segala maknanya.K.K.J. maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim.) K. Dengan demikian.H.P.H.. ³. . .

J. an-Nahl : 30).J..J.H.J. H.. K.. N.K..P.―.. (..J.J. baik secara umum maupun parsial. : ..J. . P. H. .H.P..H. H.J.H.H. (diantara mereka) adalah : dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dengan mana mereka berkumpul dan berpisah.J.K. . “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-Nya. 149. Ketujuh. di pertarungan apapun yang terjadi antara al-haqq dan al-bathil.H.K. .H. .N. Rasul-Nya.H.P..H.K.J.... .J.N. . .K. Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat..―.H.H.P.K.K.J. Loyalitas dan pengingkaran (al-wala’ wal bara’) Termasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari loyalitas kepada selain Allah.) m.N.K..H. dan orang-orang mukmin. K. P.H. kaum Yahudi.P.J.H. Dr.K.K. serta bersikap bara’ (lepas diri) dari selain mereka.. ..H. .H.J.K.H.” (QS Ali Imran : 28.J.P. mendoakan kebaikan bagi mereka. J.. P.. P. kaum munafik..K...H.K.H..H. J.J. H. J. menolak makna dan lafazh syahadat serta keyakinan akan kebenarannya.H. P. H.H.. N.P.H. K. . . N.P. kaum musyrikin. .H.H. . J.K. ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila’.K.) ³..J. (Lihat: al-Madkhalu li Dirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘alaa Madzhabi Ahlissunnah wal Jama’ah. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al Buraikan). .K.S.K.H..P.N.H..” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).ᅭ . P. K.. kaum sekuler. H..P.H. H.K.H.K.. N. . Barangsiapa berbuat demikian.K..J.) K. Sedangkan di antara tanda-tanda munafik ialah gembira terhadap kekalahan dien Islam dan bergembira karena kemenangannya. bersedih dengan musibah yang mereka hadapi.P.J.H.H.J. hanya mendukung penganut kebenaran dan iman.H. K. .J.P.H. 28 ( “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir manjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. .H. serta penganut ajaran-ajaran atau isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam. al-Mujadalah : 22. al-Maidah : 80-81..K.J.H. K.H. .. Tujuannya agar manusia memurnikan loyalitasnya kepada Allah. m. H. kaum Nasrani.melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah menjadi konsekuensinya.J.H.. H. : J..P.. bergembira dengan kemenangan mereka.J. K.J. Hatinya terpenuhi oleh perasaan ini.H. m. seperti loyalitas kepada thaghut.J..H.. J. . tetapi menolaknya dan tidak menyukainya..H. sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami. dimana ia tidak melaksanakan rukun Islam dan perbuatan Islami.H.P..N.K..H.K.J.J..K. H.J.. K.. 36 ( “Apabila dikatakan kepada mereka ‘laa ilaaha illallah’ (tiada tuhan selain Allah) mereka menyombongkan diri. serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya.P. K.J.H.J. J.K. meyakini dan mencintai maknanya. : . J.K. H.P. H..H.H. . Karena itu diantara tanda orang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien Muhammad shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya.J.H. H... niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memlihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka.K.K. dan mereka berkata.K. H.P.K.H.H.H...J.” (QS ash-Shaffat : 36).

H ..H.J. Juga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran. . Karena. mereka akan menolong mereka. Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemunafikan.H .H. teranglah apa yang ditutup-tutupi.H.H..J...H..K.H. loyalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin.J. jika melihat orang-orang kafir menang. ia ungkapkan dengan terang-terangan atau terselubung.J.H. mendoakan kebaikan baginya. Jika melihat kemenangan milik orang-orang mukmin.P. .. ‘Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?’ Dan jika orangorang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan). . dan membela kamu dari orangorang mukmin?” (QS An-Nisa’ : 141). Maka..H.P.N.N. Jika ia berada diantara sesamanya.H.J.J. bahkan Dasamuka (berwajah sepuluh).: (77 .H.K.P..H.m . . Kadang kala ia juga mengucapkan perkataan yang bisa .H.J.H. mereka berkata.H.Dari sini terlihat bahwa orang-orang munafiq tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehancuran menimpa orang-orang mukmin.P.H.J..K.J.H.H (141 “(Yaitu) orang-orang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin)..J.J. mereka balik berkata. apakah menang atau kalah.K .K ..K.H.J.K. Namun. ia ungkapkan dengan pemberitaan yang menjengkelkan.H.J..J.H. Apabila ia seorang politikus. mereka bantu dan dukung.J.H.J.J.H . Ia riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya.H.J. Jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah.H.J.J.P.K ).P.P. Demikianlah orang munafik bersikap mendua dan menipu.K.H.H. bimbang dalam memberikan wala’ (loyalitas) itu merupakan tanda kemunafikan.KH. wajib seorang muslim mencintai muslim lainnya yang beratuhid.. ‘Bukankah kami turut memenangkan kamu. saling berbagi rasa dengannya.K.. .H.l . .P.J. mengharapkan kemenangan untuknya.P.H.J. dan memberikan pembelaan untuknya.H.m . Jika ia seorang jurnalis.P.H.J .K. Ia mengungkapkan perasaan-perasaan ini dengan cara-caranya yang khas. Ini harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan ajaran dien yang dengannya Allah disembah.J. Sebab.H. .J..J .

K. Na’dzu billah..H.K.H. ).. kita akan melihat kepala-kepala munafik muncul. Prinsip Syariat $ .N.H. Dalam jiwa mereka belum menancap bara’ kepada orang-orang musyrik dan sekuler. Ilmuwan berkata.H. sebagaimana yang diucapkan Musa ‘alaihis salam. “Wahai Rabb-ku.³. Inilah bentuk nifaq i’tiqadi (kemunafikan dalam akidah) yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah.J..H. ... . Sesungguhnya wala’ dan bara’ (loyalitas dan permusuhan) adalah perkara fundamental... Mereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk menolong orang-orang musyrik.J.H “Ya Rabb-ku. Bahkan.J..H .P.. Wallahu ‘alam bish-shawab..K .H. Berkebalikan dengan janji Musa ‘alaihis salam. .J...K.. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mengaku Islam belum merealisasikan tauhid dengan benar.J.H. aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.H. . mereka cenderung atau sudah tampak jelas membantu musyrik untuk menyerang muslim.H.(Hakadza ‘Allamal Anbiya Laa Ilaaha Illallah. .SH. PAKET III . Mereka menampakkan taring-taringnya.K.. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.” (QS al-Qashash : 17). “Tidak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat yang lebih banyak setelah ayat-ayat tentang uluhiyah melebihi ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan wala’ dan bara’. ... .H.. df .H.J.H.memuaskan kedua pihak.J. aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka (kaum musyrikin) dalam menghancurkan orang-orang mukmin”.P.: . Jika kita melihat apa yang menimpa umat Islam. . Kebalikan dari sikap para Nabi.. lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang musyrik dan sekuler.. supaya sama-sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang. mereka justru berkata.. Mereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler.. karya Syekh Salman bin Fahd al-‘Audah).J.. . . khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka.

...... Konsep manusia .. ..... .. . Pahala tak terputus ......... .... Konsep Allah ... .... ................. .. Kehidupan sempit .. . .. .. .. ....... – ............... Mendapat petunjuk .............. Sengsara .. .. .... Pahala terputus.............. ..... . ........ – ............ .. ..... ... . .. sementara .................. . Bahagia . – ...... Sesat . .. Kehidupan mulia ...... Surga .. Orang gila ... . Bukan orang gila ............ .. ... Akhlak yang agung .... .. ... ... . . Neraka . .................. ..... Akhlak yang rendah ... ...ᅭ .. . PRINSIP SYARIAH BAB I . .......

H. H.K. P.H. . . J. : .J.J.J. .J.H..ᅭ .P. ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya).H. Al-Quran secara umum menjelaskan bahwa ‘qalam’ adalah alat yang digunakan untuk menulis. H... Anak panah yang runcing ujungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam. kata ‘qalama’ berarti memotong ujung sesuatu.H.H. qalam adalah alat.H.. menurut beberapa riwayat.J. niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”.J.J. Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budipekerti yang agung. Dialah yang lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia pun lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk. .H.H.K. P.J.H.H. .K.J. m....H.H. m.J. K.J. H.PRINSIP SYARIAT Surat al-Qalam ayat 1-7 .. .J.. sebagaimana firman-Nya : H. H. Tombak yang dipotong ujungnya sehingga meruncing dinamai maqaliim..P.J.H.J.P.H..J.J..H. ΄. .H.. Demikian pula ‘qalam’ adalah alat untuk mengundi.K.H.. arti qalam pada surat al-‘Alaq dengan surat al-Qalam saling berkaitan.H.H.J. .P.H.K.J. J. K. P.P.H.J.H. Maka.” (QS Ali Imran : 44)..H.H.J.” Definisi kebahasaan ‘qalam’ (lughatan) Dari segi bahasa. J. H. m. Dalam sebuah hadits yang menjelaskan ‘sunnah-sunnah fithriyah’ disebutkan diantaranya taqlimu al-azhafir (memotong ujung kuku). P.J.J. Maka engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat kelak.. K.H. P. . K.P. K.N.. .H.H. J..P.P.J.J.H.H.H.K. . H. H.P.K.J.K. Siapa di antara kamu yang terganggu fikiran. Dan suatu kata atau ayat yang singkat boleh jadi ditemukan rincian artinya dalam ayat yang lain (tafsir al-ayat bil ayat).H.H. “Nun.H..K. Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti “alat” atau “penyebab” dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu.P.H.H.K.チ. dengan nikmat Tuhanmu.. .. Sungguh Tuhanmu. m..K. J. Demikian pula ditemukan dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ bermakna ‘pena’ pada firman Allah berikut.J.H. P.H. m.J. N.J.H.H.H. Dan sesungguhnya untukmu pahala yang tiada putusputusnya.J. J. P.. : .J. ..H.H. Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang .―.J.J.H.H. .H.H.H..K. m.. .H. J.P.J.H.J.. apalagi surat al-Qalam turun setelah akhir ayat kelima surah al-‘Alaq.H. K..J. demi pena dan apa yang mereka tulis. .H.P. Tidaklah engkau.H. ...P.K.K. (QS Luqman : 27). . J 44 ( “Padahal kamu tidak beserta mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang memelihara Maryam.K.H.H.H.J. yakni “tulisan”.H H. .K. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut.H..K.) H. H.H.H.J. . N.P.K.P.P.H. J. Dalam surat al-Qalam.P.N...H.. P.ᅭ . N.K.H.. seorang gila.³.) K.K..H.S. H... ..H.. J. H.H.K.P. P.S. 27 ( “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena-pena dan laut (menjadi tinta). yakni alat tulis apapun – termasuk komputer yang tercanggih.. .P.―. P.P.P.K.

terbesar. Dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu. Wahyu. karena beban berat yang dipikul. sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri. Cara kedua dengan mengajar tanpa alat atau tanpa usaha manusia (‘ilmu laduni. tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.H.J. tetapi tak kunjung diturunkan. sehingga manusia tidak terus-menerus mulai dari nol. Pada kasus ini. setelah itu tidak pernah lupa. Kadang langsung masuk ke dalam dadanya. Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam. (6 . as-Sunnah dan al-Islam. Ada yang berpendapat Al-Qur’an. satu generasi dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut. yang dialami ilmuwan yang tekun. walaupun para astrologi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an. Setelah dibacakan Allah. yaitu Allah.H. yang dimaksudkan adalah ‘ilmullah (ilmu Allah). Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah (kemurahan Allah). Seringkali Rasulullah menghendaki turunnya wahyu.. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek.K. semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas.H.P. sementara wahyu yang ditunggu tidak turun. muncul terakhir tahun 1986.. dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya. Dengan tulisan. Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek. Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan. Periode pra-peradaban (prehostoric) dan periode peradaban (historic). ‘ilmu khafi). . Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek. Konsep Allah adalah syariat (syara’a) Allah yang diperuntukkan hamba-hamba-Nya. keduanya dari satu sumber. atau apa yang disebut kebetulan..P. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. karena wahyu turun bukan atas usaha beliau. yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya. Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya.: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa.H.H. firasat.” (QS al-A’laa : 6). Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau dasar usaha manusia (‘ilmu kasbi). intuisi.. Abu Hurairah lebih banyak memperoleh ‘ilmu khafi (ilmu tersembunyi). ilham. para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua periode.). Bahkan beliau pernah hampir saja menjatuhkan dirinya dari atas gunung. Mengenal tulisan (qalamullah) dan kemurahan Allah (karamullah) Kalau merujuk arti qalam dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 27. Walaupun berbeda.H.J.

keluhuran dan kemuliaannya. . tempat. karya Imam al-Ghazali diperoleh justru ketika meninggalkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajarinya selama ini. 14 ( “Ingatlah.H.... paling mampu mewujudkan kebajikan dan menolak berbagai macam ... KARAKTERISTIK KONSEP .H.. Konsep itu bukan produk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh oleh kondisi. : .P... rabbaniyyatul mashdar dan rabbaniyyatul ghayah (bersumber dari Allah dan tujuan akhir karena Allah). terpengaruh oleh hawa nafsu. Prof. KARAKTERISTIK KONSEP ALLAH Rabbani Konsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undangundang lain buatan manusia. . bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislatif dengan aparatnya..Kitab Ihya Ulumuddin. paling adil.. P.” (QS al-Mulk : 14). (Allah Yang Mencipta).. REALISTIS ..K. Buku Manhaj Tarbiyah Islamiyah. UNIVERSAL BAB II .. Lebih tepatnya..H. Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan apa-apa yang maslahat serta yang bisa memperbaiki.J.) P. .J.H.. MANUSIAWI ... Kaum muslimin meyakini bahwa konsep Allah paling sempurna.J.. . Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Mencipta dan Memiliki semua makhluk......H..... MA). H. df .H.. perasaan dan pertimbangan kemanusiaan... yaitu bersifat rabbaniyyah. BERKETUHANAN . Quraisy Syihab. dan waktu. M...... Menciptakan manusia. ...N.K. disusun setelah mengalami stagnasi kejiwaan (Lihat: Wawasan Al-Qur’an. Konsep Allah bercelupkan keagamaan. P. syamil. Dr. Pengatur semesta alam ini.H. Maha Mengetahui.J.... MEMBENTUK MORAL ...... J... H.H... TERATUR . terbungkus oleh kesucian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa cinta dan hormat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan.... H. dan Dia Maha Halus lagi Maha Awas. oleh Muhammad Quthb..

manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut. siasia atau dibiarkan saja.” (QS az-Zalzalah : 7-8). Dan barangsiapa yang beramal kejahatan sebesar zarrah pun.J.H. Mengangkat mereka ke derajat kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilainilai . J. . sementara konsep Allah mencakup sekumpulan taklif (tugas).K. Dan.J.J. H.J.H.H.K “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlaq.. Tetapi. m.N. Dengan demikian. sedangkan konsep Allah melihat manusia dari segi kewajibannya. ia memiliki hak dan kewajiban.. Selain itu. Tugas dan kewajiban ini ialah hak-hak orang lain yang harus dipenuhi.H.H. m.J. P.H.. Inilah yang diciptakan oleh para pembuat qanun. Seorang muslim juga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah menjalankan konsep ini atau pada saat ia meninggalkannya.S. Disini terlihat perbedaan antara konsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tujuannya.H.H. Qanun memandang manusia dari segi hak-haknya.H.N..H. . Selanjutnya..H.H. hukum syara’ adalah kalamullah yang berkaitan dengan pekerjaan mukallaf (yang dikenai beban dan tugas)..H.KPJ. . sedang dalam pandangan konsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung jawab (mas’uliyah) karena ia makhluk yang diberi taklif.K.H. Akhlaqiyah (membentuk moral) Konsep Allah memiliki keunggulan membentuk moral dalam seluruh aspeknya.(.·.H. juga mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia. Adapun dari segi tujuan.keburukan. H.. jika kita melihat konsep Allah.H.K. pasti ia akan menemuinya.H.H. : ..H. Dan seorang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan kebajikannya.H.. J. J..H... sebagai buah dari sifat rabbaniyah-nya.) P. ia psti akan melihatnya.H. yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersifat material serta menegakkan disiplin...³. konsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang tercakup di dalamnya.P.H. .N. qanun punya tujuan yang bermanfaat dan terbatas.H. hatta walau pun kandungannya – bisa jadi –menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama. maka tujuannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya. Konsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan mencabut mafsadat ke akar-akarnya. . maka ia harus menjaganya sesuai dengan penjagaannya terhadap hak-haknya atas orang lain.J.. Ia tidak diciptakan untuk main-main.H. Dia meyakini bahwa Allah mencatat perbuatannya itu untuk di-hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya.” (HR alHakim).. J. diperintah dan dilarang.H. .K. ) .K.P .J.. Kandungan undang-undang buatan manusia adalah serangkaian hak-hak pribadi dan perorangan. 7 8( “Maka barangsiapa yang beramal kebajikan sebobot zarrah pun.

.J.H.H..H..P. m.. 7 .H.H.J.H.. baik raga.J..H.. Allah mengakui dorongan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam jiwa mereka.H.H. maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya. Konsep Allah tidak berdayung di lautan khayal. . Realistis (waqi’iy) Ciri-ciri lain dari konsep Allah ialah bersifat realistis. Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wujud seperti yang diperbuat Plato dengan Republic-nya.P.H. minum dan nikah.) .. Karakteristik ini bisa juga dinamakan dengan . : . Dengan demikian manusia bukan semata-mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan.H. Konsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewajibkan pemelihara-annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah.H.H. dengan rasa cinta yang melambung dan naluri yang merendah.H.H.J. Insaniyah (manusiawi) Konsep Allah bersifat insaniyah dan ‘alamiyah. dimana perhatiannya terhadap nilai-nilai luhur akhlaq tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada. . yang Allah ciptakan dengan fisik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit.) H.N. .H. Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi sejalan dan seirama.8 ( “Dan.H. Untuk itu. tetapi ia juga ruh yang luhur yang menempati raga itu. jiwa maupun pikirannya. Maka Dia mengilhaminya akan kedurhakaannya dan ketaqwaannya.” (QS Asy-Syams : 7-8).” (QS al-Isra’ : 70).H.H. Konsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan kejadiannya.H. Teratur (tanasuq) Ciri konsep Allah lainnya adalah teratur. Konsep Allah juga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pencipta. hukum pertahanan. Makna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. membimbing dan memelihara sifat-sifat humanistik-nya serta menjaga dari kedurjanaan sifat hewani agar tidak mengalahkan sifat kemanusiaannya. J. yang Menjadikannya khalifah di muka bumi dan yang Menyuruh malaikat bersujud kepadanya serta yang telah Mengabadikan kemuliaan itu dalam kitab-Nya..H. Mendiagnosis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya.H..K. : . . 70 ( “Dan sungguh Kami telah memuliakan bani Adam (manusia). Konsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya.N. keamanan dan penjara..akhlak dan ruhani yang tinggi. .H. Yakni semua bagian-bagiannya masing-masing bekerja teratur. demi jiwa dan apa-apa yang meluruskannya.H. .. teratur dan rapi.J. J. Juga tidak terbang di awangawang dan di angkasa. Dan seperti apa yang menjadi utopia ajaran komunisme tentang masyarakat yang kehilangan hak milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah. kompak dan seimbang dalam rangka mencapai satu tujuan bersama.

kita temui sebagai suatu gejala yang tampak pada setiap apa-apa yang disyariatkan Allah. Masalah ini dijelaskan oleh fiqh ibadah yang terdiri dari bab thaharah. Universal (syumul) Konsep Allah mencakup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan Rabbnya. dan hukuman-hukuman lain seperti potong tangan bagi pencuri. mengatur rumah tangga. nadzar. dasar kewajiban mengangkat pemimpin dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. Konsep Allah juga mencakup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash. mencambuk atau merajam pezina. serta hal-hal yang diharamkan Allah seperti riba. Inilah yang dikenal undang-undang kejahatan dan Hukum Pidana (jinayat). join dalam usaha (syirkah). fai’. harta ghanimah. hibah. hukum mentaatinya. cara pemilihannya. sumpah dan lainnya yang bertujuan menegakkan keadilan antar-umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum Acara. Mencakup pula hukum kerumahtanggaan (nizhamul usrah). para qadhi atau hakim. Mencakup aspek undang-undang kepemimpinan. seperti nikah. shaum. masalah ‘iddah. hajji. dsb. Atau sanksi-sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri. tentang pemasukan dan pengeluaran zakat. menimbun harta. memakan harta orang dengan cara batil. pajak. gadai. waris. persaksian. transaksi seperti jual beli. Ia juga mencakup bidang ekonomi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan BaitulMaal. dll. thalaq. utangpiutang. Juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hukum. wasiat. yang disebut dalam fiqh dengan hukuman ta’zir (dera). putusan. udh-hiyyah (berkorban). serta bagaimana menghadapi pembangkang (oposisi) dan sejenisnya. mencambuk peminum minuman keras dan orang yang menuduh orang lain berzina. ayman (sumpah) dan halhal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun. yang bertujuan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. Keteraturan dan keserasian dalam fenomena alam (khalqiyah) dan konsep Allah (kalimatullah) sebagai suatu keseimbangan (tawazun). luqathah (barang temuan). Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi (al-ahwal asy-syakhshiyah). Mencakup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara . iqrar (pengakuan). Juga mencakup segi mu’amalah. nafkah. tampak pada setiap makhluq-Nya. shalat. dan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga Islami dan segala upaya mempertahankannya.takamul (komperhensip). dan sejenisnya yang bertujuan mengatur hubungan antarindividu dalam menggunakan harta dan menjaga hak masing-masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil. hubungannya dengan dengan rakyat. hak dan kewajibannya. Ini termasuk ke dalam “Undang-undang Dasar”. dakwaan.

P. Jika agama tidak dijadikan alternatif pilihan. 176 ( “Dan kalau Kami menghendaki.J.J. baik dalam kondisi perang maupun damai. keturunannya. maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama..N.H.H.J.H. Masalah yang berkaitan dengan penduduk non-muslim di negara Islam. P.J. Oleh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya. Postur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti anjing (kalb).H.N.H. ukuran. .H.Islam dengan negara-negara lain yang non-muslim. kecantikannya..H.H. P.) J. Tidak pantas dilakukan oleh makhluk yang berakal..H. dan sekarang ini semua tercakup ke dalam apa yang dinamakan Hukum Internasional. kera (qird) dan himar (keledai).K.. Taribat dari kata turab artinya debu. terbuka. K. taribat yadaaka (‘agar kedua tanganmu tidak berdebu’). .H.K.H.J.H.K. J. H. terbebas dari berbagai kontaminasi virus hati (amraadhul qalb).J. kedua tanganmu berdebu (mengerjakan pekerjaan yang hina).H.H. utamanya Al-Qur’an. JAMINAN ALLAH BAGI YANG BERQUR’AN Tidak gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan. K.H.H..H.J. J.H. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. yadaaka artinya kedua tanganmu (usaha yang kamu lakukan).H. Memperoleh pahala yang tak terputus Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain.H.... diterangkan bahwa diantara orang yang tidak dikenai dan bebas dari taklif (beban tugas) menjalankan syariat diantaranya adalah ‘anil jununi hatta ya’qila (orang gila sampai akalnya berfungsi).J. df BAB III . sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu. Jika kata majnun (gila) dikaitkan dengan kata janna pada surat al-An’am : 72. Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang menjelaskan kriteria wanita yang harus dijadikan calon istri meliputi hartanya. . H. Jika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah. K. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu mengusirnya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga.H.J. kriteria umum (khariqul ‘adah). . Jika merujuk kepada hadits.J..” (QS al-A’raf : 176).. Maksud ayat “ma anta bi ni’mati rabbika bi majnun” adalah bahwa dengan nikmat Islam ini maka kamu tidak akan melakukan pekerjaan hina. P..H.P. Dengan Al-Qur’an hati manusia menjadi lapang.H. : .J...H....P.H.K. .H.H. P. J. .H.. Ini dibahas dalam fiqih Islam. Orang gila tidak dikenai taklif karena akalnya tidak normal. yang artinya menutupi.H.. K.. Hatinya bersih. Orang Yahudi jarang sekali yang masuk Islam karena hatinya keras (qaswatul qalb). Jika semua sifat tidak terkumpul pada satu orang.H.H.H. Sekeras-keras batu jika dipecahkan.K.... maka di tengah-tengahnya akan mengeluarkan air.H. karena instrumen kemanusiaannya tertutup.J. ..K. maka sakit gila menjadikan seseorang dalam dunia ini sia-sia. H.J. Karena dia tidak dikenai tugas dan kewajiban (taklif). J...

sekali pun secara fisik kematian telah memisahkan kita. H.J.K. P.H..P.J.J.H. H.K.P. Sesuai dengan karakteristik Islam itu sendiri yang terus berkembang.J.J.H.K. ..H. Muslim). Mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada orang lain pahalanya akan abadi. Rata-rata umur umat Muhammad antara 60 tahun sampai 70 tahun. .³. Maka.H.K.” (HR al-Bukhari. ...H.H. Maka mesin pahala tidak akan berhenti berputar.. ..K. Yang menjadikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang panjang-panjang.―.H.H. raufun rahiim. P. J. .J.H.P.J. K. . J.H. J. . Jangan mencerca orang yang berilmu..H.. yang bentuk tunggalnya khuluq. K.H. karena semangat dalam mengembangkan Islam ini. N.... Orang yang mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid. ³.K. J..N..H.. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam berdoa tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi mohon kepada Allah agar ditambahi ilmu.H. J.N.J. “Barangsiapa yang menciptakan kebiasaan baik dalam Islam. Maksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan jasadnya... tetapi nama baiknya tetap terngiang-ngiang di telinga orang-orang yang ditinggalkan. ..H.H. K.P. tanpa mengurangi jatah pahala mereka sedikitpun. Kata khuluqin ‘azhim pada surat al-Qalam dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul. Harta yang diifakkan akan habis. Setelah dikonsultasikan kepada gurunya.K. .H. H.H..H. Kata akhlaq adalah jama’.J. dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu).H. ³.H..J.P.P.H. Pada suatu hari ada seorang ulama’ mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu’tamar (komferensi).K.P.K.H. . Ibarat air akan mencari dataran rendah untuk dialiri..H K. P. H. P.J.H. (.H.K.) K. J.) .H. Karena semakin banyak ilmu seseorang semakin kuat dorongannya untuk melaksanakan kebaikan....H. sedangkan ilmu yang diajarkan akan bertambah.K.J. J.. J.K. . dalam majlis itu yang hadir hanya seorang. Tinta ulama laksana darah para syuhada. karena darahnya akan beracun (menimbulkan bahaya).. Murid tersebut ragu-ragu apakah acara ini diteruskan..J.H.H.H..H. ... . kata ‘akhlak’ diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. itu lebih baik bagi kamu dari pada unta-unta merah (kendaraan kebanggaan orang-orang Arab).J.J. maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya.K..P.H. .P. Makna yang lain..P. Memiliki akhlaq yang agung Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.” (HR.H.K.J... (.J. dijawab sesungguhnya jika anda bisa menyadarkan seorang yang hadir ini lebih baik daripada satu forum. “Maka demi Allah. Tetapi.K.H. H. J..K. .H.P.H.J.P.H. .K.J.H. . . Dialah satu-satu Rasul yang dijuluki dengan asmaul husna (nama-nama Tuhan yang baik) secara dobel.H. sungguh bila Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena (usaha) kamu. . J.. ... Lebih-lebih dari murid pertama juga aktif mengajarkannya kepada orang lain.. J.K.akan menjadi pembela pemiliknya di akhirat kelak (hujjatun lahu).K. K.J. ³. K.P.

J. P. .” (QS at-Taubah : 128). K. . umatku).H. Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain.H.. ... Oleh karena itu.K. Bahasa adalah lambang sebuah peradaban.H.K.H..H. Awalnya latihan terus menerus (mujahadah) akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk.. H.H. Budi pekerti yang amat agung. sengat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. .. . “Ya Allah. berilah orang yang mengharamkan pemberian denganmu.H. K. dan sambunglah hubungan terhadap orang yang selama ini memutuskan hubungan denganmu”. : H. Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa.K.P. J. .J.J...J.H..·. K.P.H. . Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya. “Sesungguhnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi .) .H. dia berkata : “Seakan-akan aku lihat kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan salah seorang Nabi dari Nabi-nabi yang banyak itu.H.H.. ketika naza’ (hampir dicabut nyawanya). H..H.H. Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhlaq yang agung. J. J.S..H. .J.H.J...ᅭ H. J. tapi “ummati… ummati…” (umatku.J.H. H.H.) Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.J.H. J.K.. Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima celaan semena-mena dari orang yang bodoh (safih). makna yang terkandung dalam hati. Disini maksudnya budi jadi isi jiwa.H.. ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya.H.H.H.K. P.H.H.. Ungkapan seseorang menunjukkan isi hatinya.. Akhlaq adalah sikap hidup. pekerti yang halus adalah sikap hidup. ampuni kaumku.K. J.P. “Maafkanlah orang yang menzhalimimu..J.J. P. J.H. yang ditanyakan oleh Rasulullah bukan anaknya... N. K. J. Lalu terbiasa condong/memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk.. P. H.J. H. K.. K. disapunya darah yang mengalir di wajahnya itu lalu berdoa.H.H. . lalu diucapkan dengan bahasa yang terpilih.P. K. K.H...J.K. berat terasa olehnya penderitaanmu.H.. yaitu memaafkan dan mendoakan.H. Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin.J. P.P.H.K.K. dia dipukul oleh kaumnya sampai berdarah-darah.H..N.H. Disini kebaikan menjadi sikap hidup. Akhlaq Rasulullah yang menonjol disini adalah muhsin (tetap berbuat baik kepada yang bersikap jelek kepadanya) (QS Ali Imran : 134). . : P.H.H..H..H.P.H.P.P. Yang dimaksud rahim disini sayang kepada orang beriman dan ra-uf disini belas kasih kepada umatnya yang berdosa (asy-syafaqatu ‘alal mudznibin). J.J. Keteguhan Nabi.J.J. J.H. Budi yang halus (adab) adalah sikap batin.P.J.... N. (.H. 128 ( “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri..P. m.K..” (HR al-Bukhari dan Muslim)..N. karakter atau perangai.. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu’min.H. .. karena sesungguhnya mereka tidak tahu.J.J. : . P.K.H. .P. P. .H.J.J.P.J. Setelah kebaikan dilakukan secara berkesinambungan (istimrar) menjadi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya. P..K.

baik perintahnya maupun larangannya.wa sallam melaksanakan Al-Qur’an... menyuruh kepada kebaikan. dan tidak pernah memukul perempuan. KEHINAAN PEMBELA IDEOLOGI MANUSIA Gila (majnun) Orang yang jauh dari Al-Qur’an akan menjadi gila. Dan kalau beliau memilih dua hal.. .. .H. keinginan (‘azam) yang kuat untuk melakukan kebaikan.K. amanah dalam bermuamalah.. kecuali memukul dalam perang fi sabilillah.P..J “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya.H.K.KH. Pendeknya semua budi yang indah...H. berpegang teguh dengan kebenaran.K.P.J ..H. setelah lama kita bergaul dengannya kita mencintainya. menahan marah.. “Tidak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memukul khadam.J. pasti beliau pilih mana yang paling mudah. .J. Semuanya dihiasi oleh budi pekerti yang agung.H. berkata. berani. menghormati peraturan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa...H. Selain Al-Qur’an tidak akan mampu menolak godaan wanita.J. telah menjadi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau. harta dan tahta.P. bahkan tidaklah menjadi kesukaannya memukul. Sehingga seruan Allah..K. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Urwah bin Zubair. mencegah kemungkaran.” (HR at-Tirmidzi). . Dan orang terhitung orang baik-baik ialah yang bersikap baik terhadap isterinya.P..J . menjaga kebersihan. Gila wanita..m . larangannya ditinggalkan. BAB IV .³. adil dalam menetapkan hukum. ) . seolah-olah suara yang didengar dari jarak yang jauh. asal jangan dosa.. berani berpandapat.J. ketika pertama kali kita kenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita takut kepadanya.(.. tertutup) dari petunjuk Allah. dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.H. bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah”. Mengendalikan jiwa. Sehingga hatinya kafir (terkover. Ada sahabat yang mengatakan. Kalau aturan Allah dilanggar....J. dermawan.³. malu.. .J.. ihsan dalam berbuat. .P.K..J.. Dan tidaklah beliau membalas dendam. Akhlaq di sini mencakup dimensi yang lebih dalam dan luas... . kecuali kalau aturan Allah dilanggar orang.H.H . saat itulah beliau baru membalas.H. Perintah AlQur’an dikerjakan. Bagi orang kafir ketiga kekayaan itu yang dijadikan tujuan akhir hidupnya.. gila harta dan gila tahta..P. pemaaf. berkata jujur..K . .

H. . H. J.J.P..H.J. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga..H.H. P.J. J.K.. kemudian dia tinggalkan untuk Allah. P. P. H. : . m. Mukmin adalah petarung sejati.P.J.J..H.. .K..H. H.K.) .N..K. sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak menerangi mereka). . Memperoleh balasan sesaat (mu-aqqatan) Yang diperoleh bagi orang berpaling dari Al-Qur’an hanyalah mata’ (kepuasan sementara).H.K. J. karena yang diburunya tidak ditemukan.J.. K. .H.P.H.J. Kreatif dalam mengelola karunia Allah.J.K. menurut Islam.” (QS an-Nuur : 39).P. H. P...” (QS Fushshilat : 44).H. H.H.P. pebisnis sejati.. P. H. seakan-akan minum air laut semakin di minum semakin haus. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh. .K.) 65 ( “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu. K.H.P...N. tetapi mampu membuat rakyat sejahtera setelah berkuasa.J. J. ³. pada saat yang sama memiliki daya kendali material.H. ...J. . bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati.K.P.J. J. Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya.J.H.N.K. : .K.. m.H. J.P. : .H.H. H.) “Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.H. J. H. Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya. “Jadikanlah harta itu pada genggaman tanganmu dan janganlah engkau masukkan dalam hatimu.K. K. 44 ( .P.K.K.H.H.J..H.H.. Secara lahiriyah bisa makan ini. Lelaki Qur’ani memiliki daya cipta material..K.H.K... K.H.N. .. Orang kaya. P.K. Segala aktifitas orang kafir hanya akan menutup (raana) hatinya sendiri.H. tetapi hatinya terpenjara oleh nafsunya.H.H.J. Kata Abu Bakar. . tapi tidak kikir dalam membelanjakan kebaikankebaikannnya. Orang yang tidak ber-Qur’an tidak bisa zuhud.J. Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia menjadi pebisnis sejati. tetapi pada akhirnya ia pemimpin sejati.J.ᅭ m. itu.H. J.³. Seorang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani.. Oleh karena itu seorang yang jauh dari Al-Qur’an akan merasakan kehidupan yang serba sulit (ma’isyatan dhankan). Sementara orang yang berQur’an mampu bersikap zuhud (membatasi konsumsi) setelah mengumpulkannya. . P. bertempat tinggal sesuka hatinya.. H. ³. Dikumpulkannya sebanyak mungkin. Dan mereka menjadi pemburu yang kecewa.J.J.³.H. P.H.H.J.H.suara apa itu ?.J..H.J. maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang hina.H.. 39 ( “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar.H.H.H.H. J.H. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.N.H.” .J. .H..K. ..K.P.” Orang Islam semangat dalam mengumpulkan karunia-Nya.P.J..H. P. N.K. Berperangai hina .H.J..

. Ya Allah. Pola penerimaan – Berinteraksi dengan al- . Alia. . Mereka bangga dengan memperoleh keuntungan duniawi.. orang yang berbuat menyalahi suara batinnya. Peristiwa ini adalah majaz (kiasan) seperti pada surat al-Jumu’ah ayat 5.. Manusia berperangai seperti keledai.H. Tidak akan merasakan kepuasan batiniyah. lalu diambil pada hari Ahad. Yaa Allah. . asalkan tujuan tercapai (al-ghayatu tubarrirul wasa-il). Menurut Ibnu Mundzir.... Ya Allah.H. Mereka berdiam di tepi pantai. Sehingga mereka mendapat kutukan Tuhan menjadi kera yang hina..... mereka terima dari Mujahid.. Kemurnian dan keutuhan sumber asasi . inilah bentuk kehinaan. tidak mengherankan.” . “Yang disumpah Tuhan sehingga menjadi kera atau monyet adalah hati mereka.. bukan berarti mereka berubah bentuk. dikhususkan untuk beribadat kepada Tuhan. yang abadi adalah kepentingan itu sendiri.. Yang dibenci Tuhan dan manusia adalah seorang yang memiliki kesamaan sifat dengan binatang... ampuni dosadosaku yang merusak karunia...... Tidak ada kawan abadi..PP.N...... Jika keledai berkarakter keledai.. Menghalalkan segala cara.. . Karena hati nuraninya dinodai dengan akan noktah hitam.H.(QS al-Baqarah : 65). Madyan.. ampuni dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan”.... PROFIL GENERASI QUR’ANI ..J. . dalam doanya : “Ya Allah.P... Imam Ali bin Abi Thalib menyimpulkan akibat buruk dosa. ampuni dosa-dosaku yang menurunkan bala. Lebih memuliakan ikan daripada seruan Tuhan.. Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari bekerja. Ya Allah.H.” Wajar.. df . tidak difungsikan.. Memiliki akal. – .. bukan badan mereka... .J. sama perangainya dengan makhluq yang tidak berakal... ampuni dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. AL-Qur’an sebagai sumber utama . ampuni dosa-dosaku yang menahan doa.. . Tetapi tidak sadar sesungguhnya mereka dijauhi oleh orang yang baik.. Sekalipun dilarang mencari ikan pada hari Sabtu... . Sebagian ahli tafsir berpendapat : mereka menjadi babi. Ya Allah. keledai. ‘Laksana keledai memikul kitab’.. Tetapi mereka pandai mempermainkan hukum Tuhan..s “Siapa yang jelek akhlaqnya. Jika direnungkan ayat ini. Ia akan dihantui perasaan bersalah (inhizamun nafsi). akan tersiksa....... ia menyiksa dirinya sendiri.H. ampunil dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. dari Ibnu Abil Hatim. tetapi mereka memasang alat penangkap ikan (kail) pada Jum’at malam. .. .H.P.. ... Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji Bani Israil dengan Tuhan... Peristiwa ini terjadi di danau Thabaria... Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya.. kata para ahli. Tetapi perangainya berubah menjadi perangai binatang...H..

Qur’an untuk dilaksanakan .. Demikian pula kebudayaan . Akan tetapi Islam tidak demikian. Al-Qur’an yang tetap asli. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang perilaku Rasulullah. yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara sebagai sistem hukum. dan murni. Demikin pula hadits Rasulullah. niscaya Allah tidak akan menjadikan dakwah Islam ini kaffatan linnas wa rahmatan lil ‘alamin... yang bagi sahabat dahulu dijadikan sebagai pedoman kerja.. Dan Islam bukan risalah terakhir diturunkan oleh Allah.. dan hukum. PROFIL GENERASI QURANI Ada fenomena yang unik dalam sejarah Islam yang patut dijadikan rujukan. peny.. sekalipun Rasulullah telah wafat... Gejala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah Islam. Dakwah ini akan berlangsung secara kontinyu. bagi yang terjun di medan dakwah. beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir zaman. Peradaban Romawi kala itu sudah mencapai tingkat kemajuannya di bidang budaya. Kecuali pribadi Rasulullah yang telah meninggalkan kita. utuh.. dalam bukunya Ma’alim fii ath-Thariq mencoba mengamati profil masyarakat sahabat. dia menjawab. “Budi pekertinya adalah Al-Qur’an”.. adalah Al-Qur’an di tangan kita sekarang.... Pertama. yakni generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum.. sumber utama (al-Qur’an manba-un wahiid) Generasi sahabat mempersepsikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan kehidupan. tolak ukur keberhasilan dakwah di mana saja dan kapan saja. Dari hasil pengamatannya. Dan itu yang akan dibaca oleh generasi sesudah kita nanti sampai akhir zaman...). Lalu apakah ini yang menjadi penyebab? Jawabannya bukan. tidak pernah terulang lagi munculnya generasi sekualitas itu. Isolasi total dengan pola jahiliyah sebelumnya BAB V ... selain dari generasi Sahabat. sekalipun beliau tiada. Setelah itu boleh dikata. Adapun hadits adalah tafsir operasional dari sumber utama itu... Kehilangan pribadi Rasulullah bukan menjadi faktor utama dalam dakwah ini. Allah menjamin keutuhan dan kemurnian Al-Qur’an. Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan mereka? Kemurnian dan keutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al-Qur’an yang dikaji oleh para sahabat Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan yang menjadi asas perjuangan mereka dalam kehidupan. ...000 orang. . Seandainya keberadaan Rasulullah yang menjadi rahasianya. semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami.. Bahkan. Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama.. al-Qur’an... . beliau mengemukakan tiga faktor yang menjadi karakteristik generasi Qur’ani yang pertama itu. Sayyid Quthb. sekalipun ada beberapa figur yang muncul (mujaddid). tetapi belum pernah lahir dalam bentuk society (160. Gejala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men-setting generasi. ilmu. generasi terbaik dalam sepanjang sejarah Islam dan kemanusiaan.

Yunani yang terkenal dengan logika dan filsafatnya. Kebudayaan Persia, India, dan China tercatat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu. Dua peradaban Romawi dan Persia mendominasi Jazirah Arab dari utara dan selatan. Tetapi, fokus generasi sahabat kepada Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan acuan, mempunyai sasaran khusus. Rasulullah ingin mencetak generasi yang spesifik, di mana hati, akal, wawasan, ideologi, dan orientasi (ittijah) mereka terpelihara orisinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manhaj Al-Qur’an. Generasi inilah yang dicatat sejarah sebagai generasi yang unik, sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terkontaminasi berbagai polutan dalam memahami sumber utama. Seperti filsafat dan logika Yunani yang banyak mencemari pemikiran pemikir Islam, israiliyat Yahudi dan teologi Nasrani, serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing, yang turut mencampuri penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mengurangi kadar kejernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al-Qur’an. Kedua, metode penerimaan al-Qur’an (manhaj at-talaqqi) Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya cenderung mengalami perbedaan dalam aspek pola penerimaan Al-Qur’an. Generasi awal ketika membaca Al-Qur’an tidak bertujuan membongkar rahasia alam, sains, pengayaan materi-materi ilmiah. Akan tetapi menerima Al-Qur’an seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan secara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Persis seperti seorang prajurit menerima perintah dari komandannya untuk dilaksanakan secara spontan. Sahabat mencukupkan sepuluh ayat untuk dihafal dan diamalkan muatannya. Metode penerimaan yang aplikatif – justru menyingkap ufuk ilmu dan keindahan, pesan-pesan inti – yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode pertama dapat mempraktiskan kerja, meringankan beban, menterjemahkan teori-teori ilmiah yang mandeg ke dalam kerja nyata yang dinamis. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak menerima metode apapun selain dari metode penerimaan yang praktis dan aplikatif. Karena Al-Qur’an bukan buku seni, ilmu, sejarah, sekalipun semuanya terkandung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Karena itu Allah menurunkannya secara bertahap. (106 ..... ).: .J.³ .H.J.K .K.H.J.H.H.P.H.H..P.J.m.H.H.N.J.H..P .H.H.J.H..s .³. .PH...l “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS al-Isra’ :106). Allah menurunkan Al-Qur’an tidak sekaligus. Tetapi berdasarkan kebutuhankebutuhan

dan perkembangan yang kontinyu dalam ideologi dan konsepsi, juga berdasarkan problem alamiah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupannya. Terakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan kondisi khusus, serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi kejadian itu, dan memperbaiki kesalahan mereka, dengan begitu terasa keterikatan jiwa dengan Allah sebagai Pencipta. Dari metode penerimaan yang praktis ini para sahabat muncul sebagai generasi yang terbaik. Ketiga, isolasi (mufashalah) dari persepsi lama Apabila seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika jahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa jahiliyah; merasakan hidup yang lalu itu penuh noda dan kotoran yang hanya bisa terhapus dengan Islam. Dengan sikap pasrah seperti ini, ia menerima petunjuk Islam yang baru. Maka setiap kali tidak mampu menunaikan kewajiban yang dibebaankan Islam kepadanya, ketika itu ia merasakan bersalah dan berdosa. Akhirnya, jalan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur’an. Isolasi perasaan secara mutlak ini antara masa lalu yang jahiliyah dan masa sekarang yang Islami, jelas terlihat dalam hubungan sosial dengan masyarakat jahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan jahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang Islami, sekalipun hubungan dagang dan harian masih terjadi. Yang jelas, perubahan total terjadi dalam lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, serta pergaulan yang baru telah bertolak dari tauhid. Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh generasi berikutnya, sehingga tidak bertahannya nilai-nilai ke-Islam-an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka. Untuk mengembalikan ma’nawiyah (spirit) ber-Qur’an ini, perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus. Yaitu pemberdayaan ruhani kita secara lebih intensif (tarbiyah ruhiyah), agar Qur’an bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita. Karena Al-Qur’an berasal dari Dzat yang Maha Suci, dikirimkan melalui makhluk yang suci, dan diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya (ishthafaahu), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Wallahu ‘alam bish-shwab. df $ PAKET IV . ..... ..... Prinsip Akhlak $ .... ...... ..... .... Qiyamul Lail .....

...... Baca Qur’an .. ... Ingat Allah ...... Tawakkal ..... Sabar ...... Hijrah ... ... Langkah lbh teguh ... .... Bacaan lbh berkesan .... ... Ucapan berbobot .... .... Produktif .... ... Pandangan sejuk ...... ..... Posisi terpuji ... .... Tempat masuk yang benar .... ... ..... Sebab masuk ...... .... Tanda iman ...... ..... Penghapus dosa ..... 3:138 – Penjelasan .... 2:147 – Kebenaran ...... 10:57 – Obat .... 17:82 – Rahmat ..... 2:2,128 – Petunjuk ....... 25:1 – Pembeda ..... 5:15-16 – Cahaya ....... 3:138, 54:17,22 –

.H.K... N. J.H.J. H... Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan..H.K..K..... ―.. K... ³. Shalat yang palig utama setelah shalat fardhu .H.J.....H.. H..H. ³.N.K.. P.... K. N.S...J...K.H.K..J. H. K.K.J. Kebiasaan orang shalih .H.K.K..Nasihat . . K.P. ..K.J..H. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). N.S. .J. H. ....J.. K..H...J.H.J. P.H.H.. ...K.J. . .H.H.N. ³.J.K. K...H.K. ... ...K. ....P.. Atau lebih dari seperdua itu..J.P.... Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadatlah kepada-Nya .―.... ..J.P. 42:42. Prinsip Akhlaq BAB I . .....J. J.N. Boleh iri padanya .H...K.P. H.H. . 15:19 – Pengingat . K..J.H.J.J.J.J.H.H... ³.. H.H. .H.H... J.. K. .H.J.... . PRINSIP AKHLAQ Surat al-Muzzammil ayat 1-9 .H... H.J... . H. . . P.³. . di malam hari kecuali sedikit (daripadanya). H....H.K... ³. Bangunlah (untuk shalat).. K. ³.H.H..H..K. Menjaga stamina ruhani .H. ³. .... ³. J. ..K. P.N..J.S..J...J.N.. H.. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.......K.H.K.J.J.H.P... .. . .J.N. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.K.. .H. dia bangun malam .H.. Terangkat derajatnya ...J..K. . .H. ....J.. ... .. ³.H.H. H.³.. . 40:15 – Ruh . J. .H.H. Manusia paling mulia .J. K..P.H.H... (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua sedikit.N.... Siapa yang ingin raih kemuliaan...J. “Wahai orang yang berselimut (Muhammad)...K. ..J.H. N.K.

Kemampuan mengelola gejolak internal diri menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil. tiada Tuhan melainkan Dia.J. sehingga membuat takut.³.. kecemasan. . cemas. Itulah vitalitas.J.H.J. Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunnatullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah.H. P. sedih. Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu jauh dalam kegagalan dan keberhasilan. menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka terusik bahkan tergoda oleh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari perjuangan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah. Ada saat dimana ia naik. gembira. melawan ketakutanketakutan. Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah jalan ketakutan.P. Ahli sastra Mesir. P. dan tidak mungkin memenangkan pertarungan? Para mujahid adalah manusia biasa.dengan penuh ketekunan. Sebagaimana layaknya manusia. kegelisahan. maka ambillah Dia sebagai pelindung”.N..J. H. Selalu ada gelora yang bertalu-talu di balik lubuk hati mereka. Semua gejala jiwa yang dirasakan manusia juga dirasakan oleh mujahid. mengatakan : H. Syauqi.P. kehidupan mujahid pun fluktuatif (naik-turun). cemas.H. Bahkan. di balik kelembutan mereka. kegalauan. (Dialah) Tuhan timur dan barat. .―. gundah-gulana. H.. Yang membedakan para mujahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas.H. Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul khatimah.. sukses.H. Itulah yang membuat mereka memiliki harapan. dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah. Menjaga stamina ruhaniah (ri’ayatu al-ma’nawiyah) Mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya.K. semangat hidup. kegalauan. terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur). Itulah yang membuat sorot mata mujahid selalu tajam.H.H. Sebaikbaik amal adalah yang pungkasan. Di saat yang lain mereka harus gagal.H. dan menghalau keputusasaan. Dan sebaik-baik umur adalah yang terakhir. di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain.H. Mereka mengetahui sejak dini dan sekaligus melawannya gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa.

masuk surga. “Kami dalam kelezatan (spiritual) sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagiaan itu ada disini mereka akan menguliti kami.H.H.H. membaca alQur’an. Vitalitas. “Dan barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari. Sebagai kekasih Allah. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. (.H. maka ditulis oleh Allah dua pembebasan.H. Jika Aku telah mencintainya. langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah bersabda. “Barangsiapa yang melaksanakan shalat sunat rawatib 12 rokaat secara berkesinambungan. shalat lail.H.J.” (Al-Hadits). Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya. dukungan. dan pertolongan-Nya pada saat yang diperlukan. maka Kuizinkan ia diperangi. dzikir. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya …” (HR al-Bukhari). Sehingga pendengaran. .. muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah (tadakhul rabbani) secara langsung..Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekitarmu tertawa..H.J. Dan orang di sekitar kita gembira (termasuk ibu yang baru saja melahirkan) karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan. Inilah yang menjadikan Ibrahim bin al-Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya.N. akan memperoleh pembelaan.H. Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi kekasih Allah (waliyullah). J. ³. keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan-keyakinan terhadap alam ghaib.. ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku.H.H.. Dan proses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik. . menjadi tangan yang ia memukul dengannya. berkesinambungan. “Bahwa Allah berfirman. H.. menemui dari takbir pertama. Menangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang suci tidak sederhana..) H. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah hingga Aku mencintainya. H. penglihatan. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. J.J.H..” (Al-Hadits).H.H. Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang konstan.H. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda.J. pembebasan dari penyakit nifaq (ragu-ragu) dan pembebasan dari neraka. H. karena iri”.

Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. Khalid pun merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. maka engkau ridha dengan sesuatu yang menimpa diri yang tidak kamu sukai. kesempitan. Tekanan kehidupan secara psikologis. Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. “Di balik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah Shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”. “Ini adalah buah dari ma’tsurat (al-kalimatut thayibah) yang secara rutin saya baca di pagi hari setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dari ufuk timur. baik berupa materi maupun immateri. Seorang ahli hikmah mengatakan. Bukan situasinya yang kita persoalkan. . Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. Tapi. Beliau menjawab. sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi proses terjadinya kreatifitas dan dinamika.” (Al-Hadits). Akhirnya mereka menemukannya. tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. kualitas atau kuantitas. Mereka pun menanyakan ulama’ yang tetap membujang hingga wafatnya itu. dll. “Bergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah”. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang kurang produktif. Dalam perang Yarmuk. musibah. Allah memiliki cara sendiri bahwa gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). melainkan pasti saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenangan bagi saya”. Dalam suatu peperangan. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap selesai melakukan wirid harian itu. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi yang dicarinya tidak ditemukan. Diantara stimulan jiwa adalah tekanan hidup. jika suatu saat saya tidak melakukannya. tentang rahasia kekuatannya. kaum muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Barakah artinya tambahan kebaikan (ziyadatul khair). Manusia adalah produk sebuah lingkungan (ibnul bi-ah).“Jika engkau ingin masuk surga.

musibah. Al-Muzzammil adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. harapan. Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II. Ketika memanggil kepada intelijennya. Shalat lail Al-Muzzammil yang menjadi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan. dengan redaksi . Beliau hafal al-Qur’an dan ribuan hadits. Kemudian di-nasakh kewajiban itu menjadi sunnah. beliau membangunkannya dengan. ia tertidur di masjid. mawaddah wa rahmah. Abu Huzaifah. Ketulian tidak mencegat Mushtafa Shadiq ar-Rifa’iy menuju puncak. Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz merebut takdirnya menjadi ulama’ besar. dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru. Kecacatan istrinya (bermata juling) sama sekali bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh Utsman an-Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai tokoh publik dan membangun keluarga sakinah. Ibnu Abas mengatakan. dan semangat. tetapi bahkan menantang dunia.Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan. bukan saja menantang Israel. Ia selalu menemukan celah dibalik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan. yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya. “Semula shalat lail ini diwajibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila. Rasulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum. maka ia memanggil dengan julukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu. Orang Arab jika ingin memanggil seseorang. Ketika Ali karramallahu wajhahu sedang ada masalah dengan keluarganya (Fatimah radhiyallahu ‘anha). Rasulullah memanggil dengan panggilan keakraban. adab-adabnya. Mengerjakan shalat lail dengan sungguh-sungguh. memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari Kerajaan Saudi Arabia. yang tertidur pada malam perang Khandaq. dan dengan kesadaran penuh. Pada surat al-Muzzammil. sehingga tetap memiliki ketenangan. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syaikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini. sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Tugas untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan. Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu. “Berdirilah. “Bangunlah. wahai penidur”. wahai Aba Turab (yang penuh debu)”. menyempurnakan syarat dan rukunnya.

) K. ..J..H.H.チ.J. : . J. Allah mendeskripsikan orang-orang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu..H.) H.H... H.³. J....P. H. : .³....J.³.. K. J.P.J..H.. .H.H.N.H..J. H...J.K.H... H.17 ( “Lambung mereka jauh dari tempat tidur. J.チ. . 16 . .. . ataukah orangorang yang dalam keadaan sujud dan berdiri dengan penuh ketundukan pada waktu malam hari karena mengkhawatirkan (keselamatan) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya.P.. ³.. : .H...H.K..H.K......J..J.H...K. .H..K..J...H. H..P.J. Allah juga menceritakan ciri orang yang memiliki iman yang sempurna.H.H... Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yang terpuji kepadamu. . dengan firman-Nya : ..J. . .) K.H.J... ..) .) H.u. H.H.. J. 9 ( “(Apakah kalian.K.P.. K..K... ..J. H.J.... : .N... ‘Sebab itu bacalah mana yang mudah dari Al Quran’.ayat 20... .H. yang lebih beruntung).H...K. J.J.” (QS Az-Zumar : 9).J.J.P....H.” (QS al-Furqan : 64) Ketika menyebutkan ciri orang-orang yang bertaqwa.H..P.J.....H.H.P.. .J. K.³.H. .S..K..) ..J.K. : ..H.H.J.” (QS as-Sajdah : 16-17). H.H.K.J. H. .” (QS adz-Dzariyat : 17-18). Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh harap dan cemas.H.J. .H..K.K.H.H.” (QS Ali Imran : 17)..P.H.K. H.H.H. .H.. ..N.³..J..” (QS .H.J.H.. .J.P.P. H.H... dan pada waktu sahur mereka memohon ampun........P...H..H.. : . .H.―.P.H.P...H.H.P.チ.J. チ.....J. H.. ³. Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya.H. dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka.H..P.J.H.....H..K. . . .H.P.K.. H 17 18 ( “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.³.H.....K..J.) H.S.H.H.K.H.J.. . P.. Seorang pun tidak mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan terhadap amal yang dahulu mereka lakukan.H......K.チ. K. ..H.H.K.P. ..P..H. wahai orang-orang musyrik.... J.” Shalat lail merupakan karakteristik hamba Allah Yang Maha Rahman. 113 ( “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat.H. H 64 ( “Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam.H...H. : ..H..H... J.チ.J.H. 79 ( “Dan bertahajjudlah pada sebagian malam sebagai tambahan bagimu (Muhammad).N. H... J.P.H.P. .J... K. Allah berfirman : .H..P..H.J. J. . . 17 ( “Dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur.H. . .” (QS Ali Imran : 113).チ.J.. K.J.N... P.³.J.H.N. m.J.³.J.H...H...N.N.P.

” (QS ath-Thur : 49). H.J.” (QS al-Insan : 26). H..J. Di waktu malam gangguan berkurang.H. Pertama. berilah makan.K. 49 ( “Dan pada sebagian malam.S... P.H.N. maka ia akan ditempatkan pada posisi yang tinggi (maqaman mahmuda) di hati mereka. demi waktu malam). kampung keselamtan.K.. orang yang diberi harta oleh Allah lalu harta tersebut dia infakkan sepanjang malam dan siang.. ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian. : .. sujudlah kepada-Nya dan mahasucikanlah Dia pada sebagian besar waktu malammu.P. “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. . mahasucikanlah Dia dan pada saat fajar setelah bintang-bintang terbenam. 26 ( “Dan pada sebagian malam. dan kedua.H.H.K.” (Al-Hadits).P. Dalam suatu Hadits Qudsi Allah berfirman.J.K. melahirkan langkah-langkah strategis.P.P..” (HR Ibnu Majah).H.. : . tak kenal henti. P..J. Apabila Allah bersumpah dengan makhluq-Nya sendiri itu menunjukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya. bahwa pada sepertiga malam Tuhan turun .J.K. K..J. H. ³.P.H.P.J.. sebarkan salam.K. Boleh iri terhadap orang yang rajin shalat malam. sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam..S. H.J.. Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa. K. Keheningan malam berpengaruh kepada fikiran dan hati. orang-orang yang diberi karunia oleh Allah berupa Al Quran lalu dia amalkan di sepanjang malam dan siang. J. Allah akan memberikan perkataan yang berbobot (QS al-Muzzammil : 5). Jika potensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat (iradah atau ‘azmun qawiy).P.. “Tidak boleh dengki kecuali terhadap dua kelompok orang.) ³.N. H.alIsra’ : 79).H.H.J.H.J.K.. “Sesungguhnya anda dikaruniai rizki dan di tolong oleh orang-orang yang lemah diantara kamu. sambunglah kekerabatan.H.H.H.) K..” (HR atTirmidzi)..H.J. Kemudian sosialisasi program pencerahan secara berkesinambungan. Rasulullah menyatakan..N...J.H. P.H.. “Wahai sekalian manusia.H. .J. dalam artian mengharap agar bisa menirunya.―. Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik..H.H..” (HR al-Bukhari). Dengan ide dasar (qaulan tsaqilan). suasana hening. Allah juga telah bersumpah dengan ciptaan-Nya.J. .P. Shalat malam merupakan faktor utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga. yaitu waktu malam (wal-laili. serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. seperti dalam hadits. dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya kamu masuk surga.

J.19).H. P. .H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam membaca al-Qur’an dengan perlahanlahan.J.K.H..H. .H.. H..J.) P. : H. . K. was-was. Kemudian.J. “Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi.J.H.K. : . . 16 .H.K.J. . H.H.K.P. Maksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.P.. hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya. maka ether di waktu malam itu memperdekat hubungan. .H. dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya.P. “Membaca alQur’an dan mengingat mati.H.H. tafakur terhadap hakikat dan makna ayat.P.K.J. K.H.S. P.K.H.H.J..H.H. ... ...H. . Mengingat Allah (dzikrullah) Dzikrullah akan menyelamatkan seseorang dari badai keraguan.H.J..H. sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya.H. “Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an. . : H. Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah. J. P. J. Al-Khazin mengatakan.H. Dan bacaan al-Qur’an ketika itu lebih berkesan di hati. N.H.H. dia akan takut dan penuh harap. Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.H.H.H. Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya.H. Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi oleh ether. P.H. hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.H.) K.J..H.. N.K.K.K. ..ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh.J.J.P...K.H..H.J.H.J. . Ketika sampai pada mengingat Allah..H.H.H. N.J.” (HR al-Baihaqi).P.. H. H.H..K.J. Tartil al-Qur’an Membaca Al Quran dengan tartil artinya membaca dengan menghadirkan hati (alqira’atu ma’a hudhuri al-qalbi).. P.J.” (QS al-Qiyamah : 16 . Maka. H. K.N. (. .H. H.H..H. “Wahai Rasulullah.” Maka ditanyakan kepada beliau.H.. menerima taubat oarng yang bertaubat dan permohonan orang yang mohon ampun..J.. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas. P. Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil al-Quran’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”.K. P.P..H. Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan.J. Ketika menyebut janji dan ancaman. dia mengambil pelajarannya.H. P..19 ( “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya.P.H..P.H.. apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab.K.J. . sehingga memungkinkan orang yang shalat dengan menghadirkan hati.H..

J.H. : .J.J..J.J. keteguhan. H.H.J. (perkataan) itu justru menambah iman mereka berkata.H.H. m. .J.J.N.P.J.J.. hati menjadi tentram. . ketentraman.H.H. K.H....J..” (QS ar-Ra’du : 28).K..H.K.P...H.K.J. .N.H. “Orang-orang beriman dan tenteram hatinya karena mengingat Allah.P.K. Dzikrullah juga dapat membangkitkan keberanian. karena itu takutlah kepada mereka. karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya.H. J.H.. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.J.H. H.P.H.) 61 .P.. P. Mereka tidak disentuh oleh bahaya apapun karena mereka mencari ridha Allah..H. H. . J.J. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. dan semangat juang. H.H. . “Kemanakah kita akan lari?” . J. Dzikrullah dapat mendatangkan ketenangan.J.K. K.H.” (QS. .N..H.H. Kesadaran ini selanjutnya akan melahirkan potensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan.J. . : ..H. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar. kelak Dia akan memberi petujuk kepadaku.H. sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi...K.J. H.S.H. keyakinan dan kedamaian di dalam jiwa. ‘Allah cukup bagi kami.H. H.. dan Ia sebaik-baik penjaga’.H.) J.H.J. sesungguhnya Tuhanku bersamaku.K.. N..J. ‘Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kamu. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah.” (QS asy-Syu’ara : 61-62)..H.K. Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan tersusul..kecemasan.J.P.H. N.P.J.H... kegoncangan dan segenap penyakit jiwa lainnya.H. H. “Orang-orang yang apabila diancam orang lain dengan mengatakan.. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah.H. K..H.J.K. berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.H.P.’ Maka.62 ( “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat. ―.P.J. 152 ( “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu. H.. Ketika Musa dihadapkan oleh kepanikan kaumnya karena akan tersusul oleh pasukan Fir’aun. H. .H.H. Dengan selalu mengingat Allah hati seorang menjadi hidup.. Al Baqarah/2 : 152).H.H. J.K. Yang .

Bisikan jiwa ini jika ditahan. Seorang yang menghadapi rintangan dalam pekerjaannya.” (QS Ali Imran 173-175). ditekan. Berarti ia sabar menerima ketetapan-ketetapan Tuhan. Dari akar kata shabr diperoleh sekian bentuk kata dengan beragam arti. pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya. “Shabar itu awalnya pahit melebihi empedu dan berakhir dengan manis melebihi madu”. diantaranya shabara bihi. Sabar disini bermakna tabah. Engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku”. kata shabr berarti menahan. jangan ikut campur urusanku. tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu orang-orang beriman.demikian itu. maupun non-material seperti menahan jiwa dari keinginannya. yakni menjamin. manusia. pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung jawab. dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya. tanah yang gersang. “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. Sabar Dalam kamus-kamus bahasa. ini berarti perwujudan dari hakikat sabar. Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit. Nabi kemudian bersabda kepadanya. dll. Tetapi bila ia menahan. (Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu . terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum tercapai. Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan kokoh. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. awan diatas awan lainnya. menggerutu kepada Tuhan. Wanita tersebut menjawab. Seseorang yang dirundung duka. Sastra Arab mengatakan. “Pergilah. dengan terus melanjutkan usaha. jika mengikuti nafsunya. tidak lain hanyalah syetan yang hendak menakut-nakuti pengikutnya. baik dalam pengertian material seperti menahan orang dalam tahanan. bahwa suatu ketika Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam menemukan seorang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur. Dari contoh yang kedua ini. Ulama etika mendefinisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan demi mencapai sesuatu yang lebih baik. berat. ia akan meronta. dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik.

tidak membakar .N. Thaha : 132). Tawakkal (berserah diri kepada Allah) Rasulullah Saw bersabda : Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa.” (maksudnya.m . 4) Menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal (QS an-Nahl : 127). penderitaan.K . 2) Menanti datangnya janji Allah dan kemenangan (QS ar-Ruum : 60)...H.. “Hakikat kesebaran dinilai pada saat-saat pertama dari kedatangan musibah.H.. 3) Menghadapi ejekan dan gangguan orang-orang yang tidak percaya (QS Thaha : 130)..H.. sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba’si. sabar dalam menghadapi musibah dicakup dengan kata adh-dharra’.P.J ). dan dalam peperangan..H. ia sadar dan menyesal. ..H.H. ..N..K . .PN.H..S.J.H...J . bukan setelah berlalu sekian waktu).N.. Kemudian ia mengunjungi Nabi di rumah beliau)...P.PJ. “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan. “Aku tidak mengenalmu”..H.J.J.H..J.J.P.H.K.” Dalam al-Qur’an..P. 5) Dalam melaksanakan ibadah (QS Maryam : 65. ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak konteks: 1) Dalam menanti keputusan Allah (QS Yunus : 109)..H... 7) Dalam usaha memperoleh apa-apa yang dibutuhkan (QS al-Baqarah : 153).H.. ..H.H.H.H...adalah Rasulullah...P. .....H “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta dibuatkan mantera. .. .. Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba’saa’.J.J....H. Nabi menjawab...K.H..H. Ahli Tafsir ar-Raghib al-Asfahani menjadikan ayat 177 surat al-Baqarah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al-Qur’an. . .. .(.H.H. Beliau tidak memiliki penjaga-penjaga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata.H..... 6) Dalam menghadapi malapetaka (QS Luqman : 17).H.

. .H . Abu Bakar ashShiddiq.N . dan melakukan penyerangan dengan rencana yang . Bukan bertawakkal pada persiapannya itu.(mengecos) dirinya dengan besi. Setelah merampungkan persiapan yang matang. hingga dijuluki Dzatun nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). Tawakkal adalah memaksimalkan ikhtiyar dan ketentuan akhir adalah hak prerogatif Allah. juga timing (pengaturan waktunya). 2) Menyiapkan logistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar. memilih lokasi perang. lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah. Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab (mengambil faktor-faktor menuju sukses). beliau mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah. faktor-faktor pendukung kemenangan.H. matang.J . .. sebagai bentuk tawakkal. Bekerja cerdas dan berdoa keras. 5) Mengelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan tempat tidurnya.K.P . tidak tathayyur (pesimis yang membuatnya tidak berbuat apa-apa).K . kecuali setelah suasananya menjadi dingin. Ia membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya.H. Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial. beliau dan temannya bersembunyi di Gua Tsur.” (Muttafaq ‘Alaih) Tawakkal berbeda dengan ittikal.H. Rasulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang cukup. dan bertawakkal kepada Allah. 4) Menyertakan seorang penunjuk jalan yang menguasai rute perjalanan yang akan dilalui. Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas. 6) Ketika beliau dikejar. 3) Menyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam perjalanan yang sulit dan panjang. mengatur barisan tentara-tentaranya. Langkah-langkah yang disusun Rasulullah Saw untuk keberhasilan hijrah ke Madinah sebagai berikut : 1) Memilih sahabat pilihan yang bisa menemani perjalanan. sedangkan ittikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah secara pasif.K.

J.H.J. lingkungan harus dipersiapkan dengan baik.J. dan mengalahkan pasukan sekutu. . Ahli sastra Arab mengatakan.K.K. kemudian pulang pada sore hari harinya dalam keadaan kenyang.J. Jawa).K.H.” Beliau bersabda....H..p .J).H. J. Di rahim mana benih itu ditanam.H. bahwa pihak ketiga adalah Allah.. dll. lingkungan yang kondusif menjadi prioritas...H. Manusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan (ibnul bi-ah).. “Ya Allah yang menurunkan Al Kitab.J.H..H.H.P.H.H..K.P..J. J. K.P..J..J. df . .. “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya..J. wahai Rasulullah.. kondisi ruhani ketika menanam.N.J.(. tetapi yang menjadi pendukung beliau tidak sampai ratusan orang. “Seseorang itu mengikuti agama kawannya.J.H.H. . “Bagaimana dugaanmu terhadap dua orang. ..K.P. menjalankan awan.) P..000 orang untuk memasuki Makah dengan cara damai (nglurug tanpa bala.J. H.P...K... ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong.. hancurkan musuh-musuh itu. Selama tigabelas tahun Rasulullah berdakwah di Makah. Bhs. “Seseorang itu diperbudak oleh kebiasaan dan lingkungannya”. P..” (HR at-Tirmidzi). menang tanpa ngasorake.J. K.K... Hijrah Sejak awal perkembangan dakwah. wahai Abu Bakar. ..K. mereka pasti melihat kita.K. dan menangkan kami atas mereka. (. .” Rasulullah bersabda. maka hendaklah kalian melihat salah seorang diantara kamu dengan siapa ia berteman..H.” (HR Abu Dawud dan atTirmidzi).P. Menanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur.7) Ketika Abu Bakar mengatakan.J..H.H.H.P.” (HR alBukhari dan Muslim).H..P. maka kalian pasti diberi rizki sebagaimana burung diberi rizki.H..P.K..H.. .N. .. Dalam pendidikan anak saja. Dalam waktu 10 tahun beliau membawa pasukan obor berjumlah 10.. J. “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya.K.. Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang kondusif (kawasan yang didesain Islami) di Madinah.K.

. khuluqiyah (moral)..... ‘aqliyah (intelektual).. dengan kondisi dan kemajuan zaman (ghairu ma’qulil ma’na..... Memperhatikan waktu ... Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan. Sosok muslim yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan batin)...... Sosok muslim mujtahid. Kuatnya fisik . paten). Setiap individu dituntut .... memiliki daya cipta material dan daya kendalinya. mujahadah dan mujahid.u..... pengurangan. . atau penyesuaian...... atau tauqifi. Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntunan syariat. Kemurnian akidah . ........ Setiap individu muslim dituntut memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah... pikir dan zikir.. . spiritual dan material........ Bisa mencari penghidupan .. meminjam istilah Muhammad Quthb..... dan ‘amaliyah (operasional)..... pendidikan Islam mencakup seluruh aspek.... . . .. Manusia yang bertaqwa (inna akramakum ‘indallahi atqaakum).... .... Bermanfaat bagi orang lain BAB II . .. dunia dan akhirat. ..u.... .. Teratur urusannya .. .. .. LULUSAN MADRASAH AL-MUZZAMMIL Tujuan tarbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh (takwin al-muslim al-mutakamil). sebagaimana berikut : 1) Salim al-‘aqidah (bersihnya aqidah). Menurut Syekh Hasan al-Banna..... 4) Qadir ‘ala al-Kasb (mampu mencari penghidupan). . Luas wawasan berfikir . Lurusnya ibadah ... LULUSAN SEKOLAH ALMUZZAMMIL .... fikriyah..u. syhawat dan syubhat...... baik segi ruhiyah (spiritual). 3) Matin al-Khuluq (kokohnya akhlaq)... doa dan usaha. .. jasadiyah (fisik). . Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu. Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan secara sinergis dan optimal. 2) Shahih al-Ibadah (lurusnya ibadah). Kokohnya akhlaq . . sehingga akan melahirkan potensi maksimal..

. . Sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain..untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup.. Wallahu a’lam bish-shawab. agungkanlah! .... tergambarkan sosok muslim yang ideal... Setiap individu muslim dituntut memiliki keluasan wawasan...... df $ PAKET V .. 6) Qawy al-Jism (kuat fisiknya).. Muslim sejati ikut memecahkan persoalan.. Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan... .... .. ..... .... . Rabbmu. Bisa berjihad melawan tipudaya setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan. bersihkanlah! .... sekaligus mujahid (pejuang).. Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mendorong perbaikan untuk orang lain...... 8) Munazham fii Syu’unih (teratur urusannya)..... 9) Haaris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya)... Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan Islam.. bukan bagian dari persoalan. . bakat dan kapasitasnya. Sosok mujtahid. 5) Mutsaqaf al-Fikr (luas wawasan berfikirnya). sehingga menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Setiap individu muslim mampu menumbuhkembangkan berbagai potensi.. Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian (taqshir).. Prinsip Dakwah & Harakah $ . . . sufi (mujahadah).. . 7) Mujahid li Nafsihi (pejuang diri sendiri). atau mushlih. Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri. Pakaianmu. Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih. Shalih linafsihi dan shalih lighoirihi. . Mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain tidak produktif...... Bangkit. 10) Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain).. beri peringatan! . Dari kesepuluh komponen diatas.. Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam.. tinggalkanlah! ..... . Dosa.

...... .. ..... – .... .... Penghulu dunia – Rahmatan lil ‘alamin ........ – . ......... .. ....... Penegakan Imamah Makro . ..... .... .......... ... ..... Kebersihan jabatan ....... .................. Kebersihan moral ......... Penegakan khilafah Islamiyah global – Kaffatan lin-naas .... ......... ........... – .... Memperbaiki pemerintah – Negeri makmur ... Membimbing masyarakat – Desa yang diberkati ... ..... Tujuan akhir – Meraih ridha Allah .. ............... .. – . ..... .... ... ..... ..... .................. ..... ... .. Bersabarlah! .... ... . .... PRINSIP DAKWAH & HARAKAH BAB I .... Kebersihan harta .......... PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH .... – .. – .... Kebersihan diri ..... ... Memerdekakan tanah air – Negeri yang aman . ... mawaddah wa rahmah . ....... – .. ........... Tahap peringatan ... Penegakan Imamah Mikro ......... Perbaikan diri – Kehidupan yang mulia . ....Tulus dalam memberi . – ...... Perbaikan keluarga – Sakinah.

maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran vertikal. . Kalau pada surat al-Muzzammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk potensialisasi dari (tazkiyah.. .H.K.. Al-Qurthubi mengatakan.” Qum fa andzir (bangkitlah dan berilah peringatan) J. Aktifitas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan sosial.. akan melahirkan kepribadian yang pecah (split personality). H.H.H. H.S.J.H.P. .H.H. Dan pakaianmu.H.. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.H.N.H. azam yang bulat terpatri dalam jiwa. Tetapi selimut disini juga bermakna tugas nubuwah yang berat secara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu.H.. tidak menangkap spirit (ruh).. J. lalu berilah peringatan.. Seperti sabda Rasulullah kepada Hudzaifah bin al-Yamani pada perang Khandaq. Pola kehidupan sekularistik. tarbiyah dan tarqiyatu nafs).K..K. tidak akan turun ke bumi. dari yang mulia kepada kekasih.H. P.N. tidak dengan namanya. . ya . Dipanggil dengan ungkapan ‘ Al Muddatstsir’ sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.J. “Hai orang yang berselimut. bersabarlah.J. Secara terminologis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan. P. ‘Aisyah jika sedang dalam kondisi stabil jiwanya memanggil Nabi Muhammad.J. tashfiyah.H. karena lari dari tanggungjawab kehidupan sosial. J. .S. Jika menonjolkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka merespon perubahan sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat).K. .N. Sebagai konsekuensi logis jabatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini..J. Bangunlah. .H..K. Pola pengembangan sebagai ‘abdullah dan khalifatullah yang berjalan secara tidak terpadu.. bersihkanlah.H.S.J. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.―.H.S... “qum yaa nauman.S.J.P. Akan terjangkiti kehampaan spiritual. . . Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang membaja.H. lalu berilah peringatan.K.H.” Wahai orang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat. . J.” (bangunlah hai si penidur). Pada surat al-Muddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri (dakwah). . “Panggilan ini menonjolkan sikap lembut kepada yang dipanggil.H. agungkanlah.J. J.. dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah jika mereka tidak beriman.. H. Alur kehidupan yang memarjinalkan campur tangan Tuhan (tadakhul rabbani). J.P.J. H.H.P. Seperti para ahli sufi yang menikmati kepuasan aktifitas ruhaniyah secara infiradi.P.H. Manusia idealis yang tidak mengakar di bumi.―. yakni menyerunya dengan sifatnya. Proses potensialisasi diri dan aktualisasi diri (‘abdullah dan khalifatullah) ini harus berjalan secara sinergis. Bangunlah. “Hai orang yang berselimut... agar ia merasakan kelembutan dari Rabbnya. . Sebaliknya jika mobilitas dakwah tanpa diimbangi oleh kemapanan spiritual.H. tawazun.H.. Seandainya Nabi hanya menikmati kelezatan spiritual isra’-mi’raj. J. Dan Tuhanmu. P.Surah al-Muddatstsir ayat 1-6 .H. Muhammad.H.. Tidak bisa melahirkan ruhul jihad.

yakni ridha Allah.J. rajin shalat.H. K.J.P.J.J.K. dan jika sedang marah memanggilnya dengan namanya. dzikir.H.H.H.H..H.J.S.H.K. J.H.H.H. umat akan sakit batinnya. H.J.K.H. K. J.J.H. Sekalipun di dalamnya ada orang-orang yang menjaga kebaikan dirinya.H.H.H.P. K.J. K.H.H.H.J.K. Yang dimaksud bencana..H. J.H.H. . K.J.K.J.J.H. . .P. dari fikrah menuju gerakan (harakah) dan dari harakah menuju hasil akhir dakwah (natijah) yaitu kemenangan Islam atas agama-agama yang lain.H.K. m.H.H. Jika tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya.H.K. J. Rasulullah menegaskan.H. P. J. H.J. .J. Setelah itu kamupun berdoa memohon kepada-Nya. .H.P. ..³.J.J..P.H. Umar bin al-Khaththab mengkhawatirkan bencana ini dalam munajat-nya : K.H. Doa-doa yang kita panjatkan tidak didengar dan tak dikabulkan. niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada di dalamnya.. J. tetapi mengabaikan tanggungjawab sosial.H. J. Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan (istimrar) merubah masyarakat dari kebodohan (jahalah) menuju pengetahuan (ma’rifah). . .H.H.. .P.H. Orang-orang jahat menduduki posisi penting di-backing mafia dan pemodal.N.³.J. “ Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada dibagian atas”.” Ummat Islam bukan penonton Jika aktifitas dakwah berhenti.P. K. .J. . K. .H. Yang ma’ruf (kebaikan yang dikenal) menjadi asing..H.H. seperti dijelaskan hadits berikut : .J.H.K.H.. ..J.K. : . .J.H.H. dan yang munkar (perbuatan yang dibenci) menjadi merajalela.. J..H. K.³. syetan-syetan akan bertepuk tangan. .H. .H.H. J.H.H.K.J. K.K. dari pengetahuan menuju konsep (fikrah).H.J.N.J.. . J. (. Akhirnya Allah menurunkan azab secara merata..H..P.. .H. J.P.J.) ..H.J..K.H.―. K.H. . dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu).K. saking gembiranya (al-Hadits). .J.J. api syubhat (salah paham terhadap Islam) dan nafsu syahwat memanas..H. tetapi permohonanmu itu tidak dikabulkan-Nya lagi.J. Aku berlindung kepada Allah dari kekejaman orang yang jahat dan lemahnya orang tsiqah (secara moral baik).K. Jika mereka dicegah.H.H.H. .P.H.J.P. J. Kemudian mereka berkata . .H.H.H. .K.H. K.P.P. K.H. H.J..H. K.H.. . puasa.P.H.J.H. .H.K..P. K.H.H. m.H. P... ya Muhammad.H.J.H.H.H.” (HR atTirmidzi.J..H. hendaklah kamu menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan kamu mencegah dengan sungguh-sungguh yang mungkar.. . . K. dan dari natijah menuju tujuan akhir (ghayah)..J.J.P.H.H..J.. atau dipastikan bahwa Allah akan menimpakan bencana-Nya ke atas kamu..” (HR al-Bukhari) Jika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri.H.H.H. Para penumpang yang berada dibawah harus mengambil keperluan air minum dari atas. tegur sapa (dakwah).J. H.H. “Perumpamaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orang yang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut : ada yang berada diatas dan ada yang berada dibawah.K. P.H.H.H.K.H.H.Rasulallah. “Demi Tuhan yang diriku ini adalah dalam tanganNya.H. J.

..J.H.N.P. tikungan tajam. J. P. (4) syetan yang menyesatkannya. tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka.H.J.H.H.J.P.³.P. mendaki. N.K.J. sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim..J.J.J.³.J.P..J. J.H.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu.K.J. .K.K. sedangkan mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman. 14 ( “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya.J.H.” (QS al-Anbiya’ : 87).H.H.J.. 1 -3( “Alif Lam Mim..J.H.J.P. J. m. P.H...N. curam.K. P.K.H..H. H.H.H. .. : .J.K.P..K... H.H. (3) kafir yang memeranginya.N. N.. pastilah mereka mengikutimu.N...H.... dan batu karang.H.H.” (QS at-Taubah : 42).. H..K.K. Tentu hal ini merupakan pekerjaan berat yang melelahkan phisik dan jiwa.H. maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap (gelap di perut ikan..N....P. P.K. . .P. . (2) munafiq yang membencinya.J...K.H. “Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat : (1) mukmin yang mendengkinya.H.H.H.³.K.H.. padahal belum nyata ...P.K. maka sesungguhnya mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.. .P.P.J.K. H.J.H. H.P.P.H.P. .) H. .H.K.P. .H.. : .H.J.K.J.H. 42 ( “Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang yang tidak seberapa jauh.J.P.K.H...J. H.J.K. K. H. .H. membutuhkan waktu yang panjang (QS at-Taubah : 43).J.H.P..N. . “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus).K.H. J. H..―. .H.N.J.H.H. J.H. : .J.H.P.. Maka Suci Engkau.H.H.H. P.H.P.H.K.Membangun kehidupan yang Islami.. licin.H. . .. . H.P.J.H.H. J.H. J.J. Dan akan melewati jalan yang terjal.H.H. dan (5) nafsu yang melawannya. .) P. di dasar laut dan di malam hari) : Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.H...N.J.³. J. lalu ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). : H. K. J.H.K.K.J.K.K.H.. melampaui umur individu dan umur generasi.K.H...J.J.J..H..H. . J..P.H.J.. P. P.H.H. dengan begitu adalah cita-cita dakwah kita.P.H.J.H.H. ..H.K.H.J..H.H.P. .K...) .P.H.H.H.H. ketika ia pergi dalam keadaan marah...N..H.H. H. H.H..” (QS al-Ankabut : 1-3) .P.H..³. J. H. J.N.J.H.H.. K.³.J.J.P. H. J. : ..N..H. N.H. di dalam Makarim al-Akhlaq).H. .H..J. H.H.K.H.J. maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun (satu milenium kurang lima puluh tahun)” (QS al-Ankabut : 14).K. .H.H.J. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunnatullah dalam dakwah : ..) 142 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. .H..―.J. . P.K.J.J.P.K. J. .P.H.H.H.. .H.H.

.H...H..) “Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum.. K. H.H.P..P. N..N..H. K.H..H. H.H.H.N.N..H.J.. . .J.H. . J.J.H..H.H.H.P.. H. menjaga .N..J.H.H.. . P.H.H.H. P. N. P.H.. H.K. K.H. N.J.J. 1) Ishlahu an-nafsi (memperbaiki diri) Memperbaiki diri ini agar memiliki fisik yang kuat.H.K.H.... ...H.P. : .J.H.H. J.K. ujian berjalan seiring dengan kadar agamanya.J..H.H.K. K.K.P.P.H.J. P.K.K..H..H.H.H..H.J..J. J.) K.H.H.H..H....H. . (.. . K.³.³..K. H.. K. berjuang dengan jiwanya.J.K. K.H.P.H. mampu bekerja.H.N.H. H.J. .H.. H.H.P.K.J.K.H.H.H.N.. ..H.H..K. ...H.P.P.N.” (QS al-Baqarah : 214).J.K.. pasti Dia menguji mereka.H.J..H.J.H.P.K. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan itu) maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya. J.J.J. . K.J.. K.J. J..N.H. beraqidah dengan benar.K. P..J. ..K.P. seorang diberi cobaan menurut kekuatan agama yang dimilikinya.. K.J.H.H. P.H. Tahapan peringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus menjadi cita-cita yang menggelorakan jiwa (thumuhat) sebagai seorang muslim..H.K.H. J.J. P.J. H.J.H.) ...J.H.J. dan jalan neraka itu dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat.J. P. K. P.K... wawasan luas. N..H.K.J. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan.” (HR al-Bukhari.J. H. K.H.P.H..H..K. J.H.K. H..” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi).H.H.K.. P.J.N.H.” (HR at-Tirmidzi).H. .J.J. K.H..H.H... Target dari tahapan pertama ini agar seorang muslim bisa mencapai kehidupan yang mulia (hayatan thayyibah)..J..H..P..J. N. akhlaq mulia. “Jalan surga itu dipenuhi oleh berbagai kesusahan....H. K.P.N..K.P.N.. P. J.N.H.K. .J.H.H. .H..J. P...K.P. (. P.J..H.K.J. semakin kuat agamanya semakin besar pula cobaannya. . H.H. Ahmad dan at-Tirmidzi).H.) . dan belum nyata orangorang yang sabar.. N.N. J.H.H.H. P.H.H..N. J.J..J. P.K. “Orang yang paling berat tertimpa cobaan adalah para Nabi dan begitulah yang utama dan terutama.K. ³.H.H. sehingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata.H. H.N..P.H.J.K. K. ..J. dan barangsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya.. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. dan cobaan itu tidak akan meninggalkan hamba tersebut sehingga ia berjalan dengan keadaan bersih dari segala dosa.H.bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu......” (QS Ali Imran : 142) . K.K..H. menjaga waktunya. ―. .K. .P. P. K. ³.J.H. .H.J.H..N.K. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga..H. mampu mengatur kegiatannya dan bermanfaat bagi orang lain.. H. . 2) Ishlahu al-baiti (memperbaiki rumah tangga) Mendidik semua anggota keluarga untuk menghormati fikrah-nya. (... .. P. ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah.J.J. P.N. N.H.J.

Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas orang-orang muslim yang komitmen dengan kewajiban-kewajiban Islam. memilih istri yang baik. Hal ini dilakukan agar rahmat Islam tidak terhalangi oleh hambatan apapun (rahmatan lil ‘alamin). Allah tidak menghendaki kecuali tetap menyempurnakan cahaya-Nya. Tiga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikro (iqamatu al-imamah as-shughra). memurnikan kebudayaannya. 6) Iqamatu al-khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah (menegakkan kepemimpinan dunia Islam) Mengembalikan eksistensi umat Islam dalam skala global. Agar Islam ini menjelajah ke seluruh umat manusia (kaffatan lin-naas). pandai dalam mendidik anak dan pembantu. kemusyrikan) dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata. 3) Irsyad al-mujtama’ (membimbing masyarakat) Membimbing masyarakat ini dengan cara menganjurkan kebajikan. atau spiritual. 7) Ustadziyat al-‘alam (menjadi guru bagi dunia) Tahapan terakhir ini dilakukan dengan cara menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia sehingga tidak ada lagi fitnah (kekacauan. empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwujud tanpa dukungan kepemimpinan Islam yang kokoh (al-imamah wal jama’ah). Tahapan kelima ini agar tercapai negeri makmur penuh ampunan Tuhan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). Membangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah. Perjuangan ini dilakukan agar mencapai negeri yang aman (baladan amina). memerangi kejahatan dan kemungkaran. mengajari hak dan kewajibannya.adab-adab Islam dalam seluruh sisi kehidupan. ekonomi. membentuk opini umum untuk mendukung fikrah Islam dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makro (iqamatu alimamah al-kubra). dengan cara memerdekakan negaranya. mendukung nilai-nilai kebaikan. mengembalikan kegemilangannya. dan mewujudkan persatuannya. tidak melakukan maksiat secara terang-terangan dan menjalankan hukum dan ajaran Islam. Fase ini bertujuan tercapainya desa yang diberkahi (qaryah mubarakah). 4) Tahriru al-balad (berjuang melepaskan negeri dari penjajahan asing) Berjuang untuk kemerdekaan negeri. agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar-benar Islami sehingga dapat menjalankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan berjuang untuk mewujudkan kebaikannya. 5) Ishlahu al-hukumah (memperbaiki pemerintahan yang ada) Mereformasi pemerintah. memprakarsai kebaikan. Oleh karena itu dakwah dalam surat al-Muddatstsir ini mengarahkan obyek . membesarkan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam. mawaddah wa rahmah. dengan cara membebaskannya dari kekuasaan asing – non Islam – baik dalam aspek politik. Namun. sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicitacitakan.

K.H. K.H.H. . anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi.H...J.J..H.H.J.H.H. “Akan datang sesudahmu kaum yang memakan kemewahan dunia dengan segala ragamnya.H. K.K. Rahmatan lil alamin. .P.. menjenguk orang yang sakit. H. K.H. Kaffatan lin-naas Ustadziyat al-‘alam .J. kekuasaan.. bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita. .H.H.K.. Baladan amina Ishlahu al-kukumah . J.J....S.H.H.K. H.J. H.H..H. Setiap individu muslim adalah bagian dari jamaah Islam.H.H. .P.K.H.H.N. .H.P..P.. Qaryah mubarakah Tahrir al-balad .P.H.J..J.J..P.H. (.J. J.P.J.K. H.H.H.J. . H.H. Ishlahu an-nafsi . ³.H.H..H. kekayaan dan diri kita sendiri.J.H. “Dan Tuhanmu.·.H..P. Ishlahu al-bait .K. H.H. Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simbol kebesaran. kekayaan dan kekuasaan.P.K. H.H. Irsyad al-mujtama .K.K. H..J.H. S. H.P. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur Iqamat al-khilafah . . jangan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan orang lain.K.P. syetan dan para prajuritnya dengan berbaju teknologi komunikasi menampilkan berbagai tandingan Tuhan yang terpaksa kita agungkan. mawaddah wa rahmah. .K.J. Karena terpesona dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita.P.K. . anda akan memeras dan menyengsarakan orang yang lemah.dakwah (tarbiyah dan da’wah Islam) menuju tarbiyah jama’iyah.K. P. tanpa harus memperdulikan halal dan haram. Ringkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.H.―.K.H.H. Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim.H.H. H.N.S.K.S. P. .H.J. H.H. H.J.K.H.N. J.H. .J..P. Di era globalisasi ini secara halus dan perlahan.H.H.H.J.J.H. mengendarai kendaraan yang bagus dengan segala ragamnya.H. H.H.J.H.P.H.. H. J.K.P.J.J.H.H.―. Sakinah..H.K.H.K. J.. agungkanlah” Mustahil seorang da’i sukses mensucikan diri dari niatan yang mengotori keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah takbir dengan benar. P.N. J.J.K.H.H. H. H.H. tidak sempat lagi mengunjungi masjid yang berdekatan dengan rumah kita secara rutin.. H. .H. H.P.H.H.H.J.H.H.H.H.J..H.J.. Dengan ucapan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilahilah dalam diri kita yang menandingi Allah Yang Maha Akbar.J. Ketika Allah mengatakan dalam firman-Nya.J.P. ..K.J. Mengagungkan Rabb J.K. tanpa menghiraukan ancaman Allah. . .J.. menikahi wanita-wanita cantik dengan segala ragamnya..J. Kita meng-akbar-kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa saja untuk medapatkannya. Hayatan thayyiban..P. H.H.J. J. J. . K.P. memakai ..J. Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu..H.H.P. J.J.H.) J. . J..H.H..H.

210). kita berubah menjadi orang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan.H.K. Mereka menundukkan diri kepada dunia.H. mengayomi yang zhalim. Ada bayi-bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah majikannya.” (QS Muhammad : 22) Qatadah mengatakan.N. dikritik. Thabrani).J. pagi dan sore harinya mengejar dunia sebagai tuhan dan pengatur mereka.J). kebenaran menjadi kabur. .P.J.P.J . akhirnya menganggap diri kita besar.H.H.: “Tetapi. .J.J . Kekuasaan berbalik menjadi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa. dan nafsu yang tidak puas dengan yang banyak. Karena penglihatan batin (bashirah) kita buta. sekalipun tidak benar. Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan. dan membela yang teraniaya. Kita senang mendengarkan orang-orang yang memuja dan membesarkan kita.. memutuskan tali silaturrahim.. jika kamu berkuasa..H. mungil. Tidak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan lezat.P. Mereka mempunyai perut yang tidak kenyang dengan yang sedikit. Bila orang sudah salah kaprah dalam menyikapi kekuasaan.H. dan durhaka kepada Yang Maha Penyayang?” (Shafwatut Tafasir III. Kita menganggap paling benar sekalipun jauh dari kebenaran. membela yang menganiaya dan mendukung para koruptor berdasi dan para penghisap kekayaan negara. di tempat lain ada seonggok tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan-lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit.H. ilmu. Mereka mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya.H. tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang. bukan saja ancaman Allah yang menjadi kecil.J.H.HH.H. kita bersenang-senang diatas kesengsaraan saudara kita. tidak kelihatan. tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita. Kita acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain..K . Mereka adalah sejelek-jelek ummatku.H. maka bukan saja Allah tampak kere.J.pakaian yang seindah-indahnya dengan segala ragamnya. sehingga Dia kita anggap tidak berdaya. hal. mengayomi yang dirundung derita. Kita menganggap lawan terhadap orang yang menasehati kita dengan tulus.J. Bila dunia.P. malah digunakan untuk melindungi yang kuat. seperti kata .J .. .H. bukankah mereka menumpahkan darah dengan cara yang haram. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah. Bila kita gila jabatan.J. dan kamu putuskan persaudaraan.J .” (HR.J. Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkannya di hari kiamat. kamu pasti menimbulkan kerusakan di bumi. “Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah.K. Allah pun menjadi kecil. (22 . kekuasaan kita besarkan.J.P.P. kurus dan kurimen.J. Bahkan sesuatu yang terlihat dengan jelas kebenarannya menjadi kecil.K.

” (QS an-Nazi’at : 24).” Allah berfirman.H. Ibnu Zaid berkata.. maka takbir akan menghunjam di hati.K. “Dan perbuatan dosa.H. .” Yakni sucikanlah pakaianmu dari hal-hal yang najis dan kotoran. Karena seorang mukmin itu baik dan suci. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.Fir’aun : . akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri.. tunduk. karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada seseorang. “Dianalogikan pakaian itu dengan hati. Allah memerintahkannya untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi”. tidak patut untuk membawa sesuatu yang kotor.H. J. “Sebab kebaikan julukan ini. Ibnu Abbas berkata..P. “Ar-rijz artinya sebutan untuk sesutu yang kotor seperti ar-rijs. H. oleh karena itu mereka menyebut pakaian untuk menjuluki manusia”.H.. kemewahan. semua kejelekan. “Maka jauhilah olehmu rijs dan autsan (berhala). dan totalitas potensi yang kita miliki kita pandang menjadi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri. ungkapan ini mencakup untuk memperbaiki akhlaq.H ). jauhilah penyembahan terhadap berhala dan arca dan jangan sekali-kali menghampirinya.. J.H. Bila hanya Allah saja yang kita yakini Maha Besar. lacut... Segala atribut kebesaran. kekuasaan. Mereka mengatakan. .H.H.” (QS. H.H.” “Dan perbuatan dosa.P. Seakan-akan Allah berfirman : tinggalkanlah kebodohan. persepsi secara total.H. tinggalkanlah”. Ar-Razi mengatakan. kekayaan. Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih baik dari aturan Allah..N. tinggalkanlah” Yakni.H..: (24 . “Orang-orang musyrik dahulu tidak bersuci.P. “Si Fulan pakaiannya kotor. “Tuhan-tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya.. “Si Fulan itu pakaiannya bersih yakni suci”. Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah. K.H.J. . Dan maknanya sucikanlah hatimu dari dosa dan masiat”. dan mengharumkan.J. maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya”. “Dan pakaianmu.H. bersihkanlah. ilmu sudah ada di genggaman kita.K. Ada isolasi perasaan. ilmu..J.―.P.K.) K. Ketika kekayaan.K. membesarkan asma Allah. kekuasaan.S.S.H.P. kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi. . “Pakaiannya bagus artinya dia bisa menjaga harga dirinya dalam sarungnya”.J..” maksudnya berhias dengan akhlaq yang tercela.. Kita menjadi takabbur.H.―. 32 ( “Demikianlah (perintah Allah). yang dengan sifat itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang tercela. Al Hajj : 32).P. patuh. Kekayaan.H.J. H.H. :ᅭ ..H.J. Ibnu Zaid mengatakan. Ada yang berpendapat. Imam al-Fakhr mengatakan.. Orang Arab berkata.. J.. Membangun citra diri J..H “Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi. J. dan janganlah berperilaku dengan akhklaq orang-orang musyrik.H.J.H.

Orang-orang yang pandai dibonsai potensinya (tsallajatul ulama’).: ..l .N.K.J. Sebagaimana doa yang diucapkan orang muslim dalam surat alFatihah..w . Ia sendiri orang yang suci (musthafa) dan dipercaya (al-amin). Semua buku-buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah.H. perbudakan sesama dan pemujaan terhadap hawa nafsu.K. Muhammad bin Abdullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.. Yang kuat selalu benar.P. Yang tidak memiliki posisi secara formal terisolir dan tersudut.” maksudnya tetapkanlah kami dalam petunjuk ini.H. ).H.l . .P. Agama mereka kaya dengan seremonial.J .K.P.. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. pengurus.J..s ..J. kere dan kurimen. bukan obyek dakwah..H.K. Hukum mereka adalah peradilan rimba.P. Mereka juga menyambut tamu-tamu Allah (dhuyufur Rahman) pada musim haji..³. . Kebudayaan mereka ternodai dengan kerendahan akhlaq penghinaan kepada wanita.. . Agama yang membonsai pikiran dan hati nurani.i . Ia lahir dari keluarga yang shaleh. tazkiyatun nafs.Yang dimaksud al-hajru disini adalah perintah untuk menjauhinya secara terus menerus.P. kesewenangwenangan yang kaya terhadap yang miskin.l .i .l . yang dijadikan fokus pembahasan adalah dai.J.P.J.H.K.H.K.K. Yang lemah selalu kalah dan salah.H..J.SH.P.S . Itulah sebabnya perintah dalam surat alMuddatsir adalah membersihkan diri da’i dari cacat moral sebelum berdakwah.J. mudah memperoleh akses ekonomi dan kekuasaan. Karena kepribadian da’i lebih fashih dari materi dakwah.K.K . Kepercayaan kepada Allah (‘aqidah) mereka telah terkontaminasi oleh pemujaan berhala (ashnam) dan benda-benda alam yang dianggap bertuah. Pertama. Ekonomi masyarakat (iqtishad) telah tercemari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah.H. Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang kotor..P.J. dan penjaga al-Baitul Atiq (rumah Allah yang suci). Ada beberapa program berikut yang perlu menjadi perhatian khusus. (2 . tetapi miskin dalam aplikasi.H.H . Allah membangkitkan hamba yang dipilih-Nya.H .S. dan keserakahan the have kepada yang kurus.J. Program inti Sikap orang lain terhadap kita dibentuk oleh ketrampilan kita membangun citra diri. pemelihara.m.J.J.P.PJ.K.

H. Ia dianiaya. K.. J.J. Dan jadilah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam.H. . Ia menyatakan dirinya sebagai pelanjut para pejuang kemanusiaan sepanjang sejarah.. Mereka memilih kesucian sekali pun harus bersimbah darah. K. 9 .P. Secara bertahap berubahlah bangsa Arab. H.H. ..J. K. Ia lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya. shalihin. J. P..H.K.K. J.H. walaupun sebelumnya mereka dalam kesesatan.J.H. H. Ia mengingatkan bahwa manusia bisa tercemar citra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan melupakan hari esok yang pasti terjadi. menyucikan mereka.K.P. J. .H. J..J. Muhammad memulai mengajak masyarakatnya yang tidak terstruktur (nomaden) dan kotor itu dengan meniupkan angin kesucian.H. .J.. .H.19 ( “Sungguh bahagia orang yang mensucikan dirinya lalu mengingat Tuhannya dan memuji-Nya.. m.H.K.H.H.P.H. H.H.H.J.H. air mata dan nyawa.” (QS alJumu’ah : 2).J. : .H.H.H.K.H.K..H.J. J.H.J.H..J. .H.K.J.K.) 14 .H.H. Ia memaksa Sumayyah mengucapkan kata-kata kufur.H. apa jawab Sumayyah? .J.H.H.H.J.N.J..J. .J. H.H...P. J. . Celakalah orang yang mencemarinya..P.J..―. .H.P.H.N. Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.J.N.K.P. Sampaikan salamku pada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah sucikan hatinya dengan iman. ..J. K. Abu Jahal datang dengan tombak di tangan.N. H. H.S.) .H. H. K.J.H.H. J. H.N.H.J..N. Pewaris perjuangan Nabi Ibrahim dan Musa ‘alaihimas salam.K. P.H.K.J.. H.N.K.K.KH.―..” (QS al-A’la : 14-17).H.. H.P.H.H.H. J.K.10 ( “Sungguh. Tetapi.H.P .. . .. berbahagialah orang yang mensucikan dirinya. H.J.J.P.H.H.H.H..H.P. Penerus para anbiya’. . H. sungguh ada pada suhuf terdahulu suhuf Ibrahim dan Musa. H.H. H..H. J. .H.H.H.H..P. P.H. Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah (kaanat ‘ajuzan kabiratan dha’ifatan). Yang ini.J. K. tidak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata-kata kufur.m “Ia bangkitkan di tengah bangsa nan ummi seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat-Nya.H. Rasulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah. ..H. Abu Jahal marah dan menusukkan tombaknya pada rahim Sumayyah.. dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah.H..J.H. Ia mengajak kembali mengingat nama Allah dan memuja-Nya. . dijemur di tengah padang pasir yang membakar. syuhada’. .H...H.H..H. N.N. H.P. J. J. K.J. H.H... H. H. S. .H. .H.K.H.K. J.” (QS asy-Syams : 9-10).J.J... Rasulullah mengizinkan untuk mengucapkan kalimat kufur asal hati tetap beriman.H.H.H.H. dipukuli..H. .H. K. N.H. Ia mati karena kehabisan darah. Sumayyah bertahan dengan keimanannya.N.H.H. Sekeluarga memeluk Islam.H.S. J. : .J.. Sumayyah bersama suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan. .H. J.K.

J.P.³. seorang miskin berdiri di depan pintu rumah.H.H.J.J.H.H. “Pulanglah.N. merasa bersalah.H.H.S.H “Celaka kau. Khalid. Buraidah radhiyallhu ‘anhu – dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud – menceritakan peristiwa taubatnya seorang wanita yang pernah berzina. “Wahai keluarga Muhammad..H . penyucian diri.H .K.H.. Hari pertama Fatimah menyelesaikan sepertiga pekerjaan.J Ya Rasulullah.H.. ia datang kembali dengan bayi dan sekerat roti.J. “sampai engkau melahirkan anakmu. di rumah Fatimah tidak ada makanan untuk berbuka. Rasulullah menolaknya dan menyuruhnya datang keesokan harinya.J. tazkiyatu farj.J .H.H. Inilah tazkiyatul farj. Berilah makanan .P.J. Ia memilih tubat.H.H. . ibunya Fatimah dan suaminya bernadzar untuk puasa tiga hari.H.H.H. aku ini orang Islam yang miskin.PJ. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam lalu menyuruh seorang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu.K.H.K. Ketika Hasan dan Husain jatuh sakit. Ketika mau berbuka.J. . menjalani kehidupan ini dengan memikul dosa.K.“Inilah buah tazkiyatun nafs.J. tazkiyatul maal.H. .K. Ali mengambil bulu domba dari seorang Yahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha’ gandum.H.H.” Ia tidak sanggup.” Setelah dua tahun. Ia meminta Rasulullah menghukumnya dengan hukuman mati (rajam)..H.J. penyucian kehormatan. .N. maka sucikanlah aku.” Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggendong bayi merah yang dibungkus dengan kain. Ketika melaksanakan nadzarnya. Esoknya ia datang lagi.H. dan ia memperoleh satu sha’ gandum. .J.K.” kata Rasullah. penyucian moral. .³.P.” Kedua.H Ini ya Rasulullah. .K. Ketiga.H. Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya. tidak tenang. atau dinodai seorang pria).J.Hm. sudah aku sapih.. .J.H. aku telah berzina (Jawa: disembranani tiang jaler.H.H.H.P..H. Ketika darahnya membersit dan mengenai wajah Khalid.H.H.H.H. Ia menemui Rasulullah dan berkata : ..K.H. Rasul mulia menolaknya.J.J.. Ia memilih menyucikan dirinya dengan hukum rajam.. Ia memaksanya dan membuat lima potong roti.K. ia memaki wanita itu.H. meyakinkan Rasul bahwa ia telah hamil. wanita itu telah taubat dengan suatu taubat (yang suci) sehingga sekiranya ada pendosa besar dengan taubatnya Allah akan mengampuni dosanya.PK. “Pulanglah.H.H.H. Rasulullah pun murka. . dan ia sudah makan makanan.H.P. Beliau menetapkan hukum rajam. susuilah anakmu sampai engkau sapih.

H.H.K. . J.H.H.K.H. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah.³. anak yatim dan orang yang ditawan.. . Tetapi betapa pun cintanya ia memiliki harta itu.H.H. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin.H. .H.K. K.. K.P.K.J.P.H.H.J. Hanya kali ini yang muncul meminta tolong adalah tawanan muslimin dan anak yatim.” kata Rasulullah.³.H.J.H.P.K. tazkiyatus sulthan..H.J... H. penyucian harta.J.H.H.P.H. . P.H. “aku sedih sekali melihat kalian. “Ya Allah..J. .³.H. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. J. K.H. semoga Allah menjamu kalian dengan hidangan di surga.H.K.J.H. .K. Nabi segera memeluk putrinya. H.H.K. H.J.H. .³. ..N.J.K.K.. J.K. .P. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. .N.J . . P. H.J. H.J.H. J. J.P. K. .) ..H.. .³.” Maka turunlah firman Allah surat al-Insan ayat 5-12. H.K . . ia belanjakan buat yang menderita.³.J. ..H.S. P.J. ―. ³. tangisan orang lain.N.³.J. . . m.N.H.³..P.J.J.P.P. .H.P.P.K.K.J.P..H.H.P. . .H.³... .K. K. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.H. .P. J.” Fatimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar. P.J. P.J.P.H.H. Harta diperoleh dengan kerja keras yang halal.P. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.S. H.J...³. . H. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.P.H. H.H.P.H.K.J. .K.H. Inilah tazkiyatul mal.P.J. J. Marilah kita temui istrimu Fatimah.K. .³. . beliau melihat kedua cucunya gemetar karena lapar.P Pada hari kedua dan ketiga terjadi peristiwa serupa.K. .P.H. . K.P.H.H. laksana dua ekor burung kecil yang kedinginan.H.J.H. H. .H.K. . . Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. . ³. P.³.K. S. .J. keluarga nabi itu (ahlul bait) tidak sanggup makan di tengah penderitaan.J.H. .H. J.N. .H. : .H.J.J.H.” Fatimah masih dalam mihrabnya.H.. .H.J. .J.H. N. Saat Ali membawa kedua anaknya menemui Rasulullah. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum.N.12 ( Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. H.K..H.H.H.H. . Keempat.P.J.P.J. N. 5 . J. J.padaku. J.H. Demi kesucian.H... P.K. P. tolonglah keluarga Muhammad yang hampir kelaparan ini.³. “Hai Aba Hasan.J..H.J.P. melarat dan sengsara.H.J.H.³.K. P.H.H..H. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.H. .H.. K..

Kata kemunafikan dan kekuasaan dalam Al-Qur’an sama banyaknya (al-munafiqu wa as-sulthan). Bagaimana kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai jahannam?” Inilah tazkiyatus sulthan. Tiba-tiba ia menjerit. Rupanya ia memegang besi yang menyala.H. takabur. kelompok sesuai tuntunan Allah. menggunjing kejelekan orang lain? Tidakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama.H. Sebagai penguasa. Ali memilih hidup sederhana. prasangka jelek? Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan cara mengotori kehormatan kita. “engkau akan aku beri sesuatu. Mensucikan kekuasaan itu berarti mendahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dari kepentingan individu. mengkafirkan yang tidak sepaham? Bukankah kefasihan bacaan al-Qur’an sebanding dengan kefasihan kita dalam mencaci saudara kita? Periksalah diri kita.J. Ia membagikan harta Baitul Maal hanya kepada yang berhak. menyebarkan fitnah. Dengan tenang Ali berkata. “Hanya ini saja untukmu. Karena orang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam jumlah yang banyak.J.” Aqil segera menjulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali. sudah sejauh mana upaya kita dalam mewujudkan latihan kesucian kita? Sumayyah memilih ditusuk tombak daripada mencemari lidahnya dengan kalimat kufur. Periksalah lidah kita. Penyucian kekuasaan dari pencemaran kepentingan pribadi. Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi.P.H. Padahal dalam sejarah kehidupan manusia. keluarga dan golongan. Ketika Ali menjadi khalifah.” Yakni janganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu. Fatimah memilih lapar daripada membiarkan orang lain lapar.H. karena ia menyadari bahwa mayoritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana. Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural (da’wah dan tarbiyah). Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan mengorbankan kepentingan orang banyak. kelompok dan golongan. keluarga.K.s “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” kata Ali. Berilah dengan .Orang Islam tidak anti kekuasaan. awal terjadinya bencana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti oleh penyimpangan dalam pemerataan ekonomi. iri hati. “Itu besi yang dibakar api dunia. Ketulusan . “Datanglah lagi nanti malam. Demi kesucian dirinya. Marilah kita ber-muhasabah secara radikal dan komperhensif. tetapi perlu ditopang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Sufyan ketika jahiliyah. keluarga. Bahkan kekuasaan yang diperoleh merupakan hadiah dari Allah bagi orang yang beriman. Ali berkata.” Malam itu Aqil itu datang.H. Ini berarti kekuasaan itu cenderung menyimpang dan korup. tidakkah kita mudah mengobral makian. Saudaranya ‘Aqil pernah meminta lebih dari haknya karena anakanaknya sedang menderita. meraung seperti sapi dibantai.J.J. bukankah kita sering menyimpan dengki.

K.K..H. . J. : . : . H.H.K. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah. Abbas mengatakan.P. Katakanlah : Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.H.. J.H.suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa kefakiran. J.H.J.J. J. K...H.P. .P..K. Nabi memerintahkan dengan semulia-mulia adab dan semulia-mulia budi pekerti.H.J..” ...P.H. lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah).H.H.J..P.P. ...J.K. . kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu.H.H. Rahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk menjaga harga diri dan kesempurnaan akhlaq. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.K.H.P..P. J.K. H.H. K.H.H..H.H. N.K.H.H..H.P.P.N. .H.K.N...K. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat. 29 ( “Dan (dia berkata) : Hai kaumku..J.. K.P.J. J. J.J..H.J. tendensi.H. pretensi.P. H.H.J.H.H.J. maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi (tiruan).H.H.J.K.H.K.J. J.N.K.J.H. sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. .” Ibnu Zaid mengatakan. . Ketulusan dalam terminologi sufistik identik dengan kemurnian dari berbagai campuran kotoran (al-khulushu min al-mustaqdzirat)..H.K. . Ia laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya secara ..H.H...) K.P.K.J..H.H.H.P. K..H. m.K... m.J.K.N. J.H.. K.K.J.J.. .P.J. H. .H.K.J.J. H. J.” Ada yang berpendapat.H. K. K. J.H.P.K..H. .J. H. .J. H. : .J.K. J.K.H. J. J.H. K.J.J..P.H.H.K..H.H. J.” (QS al-Baqarah : 264).. K.H. H.) .” (QS al-Hujurat : 18).P..P.J. ³. 18 ( “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. 264 ( “Hai orang-orang beriman.H.H.K.H. P.H. . P. P. S.H.H...H.H. ³.. seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja.―. K. H.H.” (QS al-Insan : 10).H. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan..J. ―.” (QS Huud : 29). .K. H.J...H. P. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedeqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).K..H.K.H. H.P. Upahku hanyalah dari Allah. . tanpa kontaminasi.H. 10 ( “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapakan keridhaan Allah.K.) H.H.P.J.H. H.³.H. Efek ketulusan : .H. P.. .K.N.H.J.J.J.―.. “Janganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya. ―. .P. “Janganlah engkau memberikan sesuatu untuk mencari sesuatu yang lebih baik. .. H. P. K.P.. H. “Janganlah engkau memberikan nubuwah (tugas kenabian) kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya.H.. m.H.H.J.H.J.H. N.H. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.³.H.H. . H.P..J. P. K.P. aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku.H. H.K.J. J.) H.H.P.P.P.H.H. P. Ibarat emas murni. J.P. H.J.J.

.J. Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharmonisan keluarga. Secara diam-diam ia mampu bertelur dari 500 sampai 3000 butir.H. melukiskan kondisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan. Bening bisa diwarnai apa saja. Seorang ulama salaf mengatakan : .H. hedonisme. Ikhlas laksana binatang penyu. Yaitu orang yang berhati sehat (qalbun salim).P. K.H.m. pengganti (dari apa yang ia infaqkan itu). sampai nafsu yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri..S.S. sederhana dari berbagai virus ananiyah.m. Ketulusan itu tersimpan rapat-rapat oleh pelakunya. ia bebas dari warna merah. warnawarna yang menyimbolkan nafsu amarah.P. dan betapa banyak amal perbuatan besar dikecilkan oleh niatnya. individualis. bar. pub. mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai. anak yang taat.P. Wujudnya menjadi bermakna.H. Tetapi. sisi hitam..K. Mungkin seorang akan bahagia dengan memiliki uang.K.H. egoisme. ayam baru bertelur satu buah saja.P.N. ketulusan juga menjadi dambaan jiwa yang kering. nafsu ingin mempertahankan status quo. nafsu kepemilikan.J. kuning. Ketulusan adalah kekayaan yang abadi. dll. dan bahkan putih.” Kebahagiaan.P.N. ia berteriakteriak ke kanan dan kekiri.S. atau kedudukan itu baru kemungkinan. justru sikap bersahaja..s Betapa banyak amal perbuatan kecil dibesarkan oleh niat ikhlasnya.H. Kehadiran ketulusan dalam hati.N.J. Bahagia karena ketulusan adalah kepastian. memang bukan berbentuk barang yang diperoleh di tempat tertentu. N. nafsu ingin mengambil ini dan itu. Ikhlas tidak berwarna.J. siklus .H. . “khalafan” (pengganti) yang tak terhingga. supermarket. ambisius itu menjadi tidak sederhana. persis ia merahasiakan kekurangan. tetapi ia juga bisa menghadirkan semua warna dan ornamen seperti adanya. dan bau tidak sedap dalam dirinya.³. atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri. nafsu kepada lawan jenis. hati yang terhindar dari virus ruhani. menurut sebuah hadits. dan abadi dalam ingatan.m. Sebaliknya.³. Ia bening adanya. Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa. bahagia karena uang.P. Seorang ahli sufi mengatakan. di mall.spontan.H. tempat wisata. .P. Menanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga. Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di ujung amalnya yang tulus. berbekas.N. Tetapi Tuhan Maha Adil..P. Bahkan.m. kedamaian. pangkat.P. dua malaikat Allah akan mendoakan orang yang melaksanakan infaq harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah.H. Ya.P. “Keikhlasan sesaat adalah keselamatan sepanjang masa (alikhlashu saa’atan najaatul abad).H. Dari sudut pandang para salik (penempuh jalan menuju Allah).N..K.S. Kebahagiaan diperoleh dari Tuhan kepada pemilik hati yang komunikatif dengan-Nya.H. Allah berikanlah orang yang berinfaq dengan tulus.P. Khalafan (pengganti) disini menggunakan kalimat yang bersifat umum. Seperti halnya air bening yang selalu menjadi tumpuhan harapan dahaga yang telak.H. pangkat. atau jabatan. jingga.

P.P.H.H. K.” (al-Hadits).K.H. Dan orang yang tulus dalam bahaya.J. . K.” Yakni.N. Ibu Sudalmiyah.P. . S.K. Seorang ‘abid pada zaman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan. K. .. H.H.J.H. K.P.H.J.H.P.. tidak salah alamat.J. K.H..H.H. dan barangsiapa yang keruh niatnya akan keruh pula hasilnya.H.K.P. . H .. K. K.. K.H.H.K.J.H.J.H.H. .J.J.N.J.. K.N. P.J. .J.H.J.H.P.K..K. Barangsiapa yang tulus dalam niatnya maka hasilnya akan mulus.K.. J.P. K. dll.H.J.J..H.H..H.H. Barangsiapa yang tidak benar permulaan kehendaknya..J.H..P. J.J... J. “Dijiwit dadi kulit.H.K.H..H. N. K.H. J.³. .P.H. J.N.H. .P.H.H. setan ora doyan.H. P. Rasulullah pernah bersabda : .K.K.H.P.K.N.. “Keikhlasan akan menghasilkan sikap mental baja.K.H..H.H.K.J.H.K.N..pergaulan yang menyejukkan. jalan keluar dari beragam kesulitan. .H.H.K. dhemit ora ndulit. Dr.K..K.J. P. Orientasi tertingginya hanya keridhaan Allah Yang Maha Adil. apapun yang dilakukan orang lain terhadap dirinya.H. P.H. tidak membuatnya berubah orientasi.H. H. Kelesuan sesudah kesungguhan timbul karena adanya kerusakan pada langkah awalnya (niat). .. H .J.H.P.N. K.K.H.K. H. H.K..H.P.J. . K. J.H. J. “Semua manusia akan hancur kecuali orang yang berserah diri kepada Allah (muslim). J. J.P.H.P.H. H .H. K.K. H. K.P. K..P.K.” Kata orang Jawa.J..H..K.H. Jadilah kamu orang yang benar dalam rahasiamu niscaya engkau menjadi orang yang fasih ditengah keramaian...H.P.H.P.H. H..P.H..H.J. .H.J.. dan orang yang beramal akan hancur kecuali yang tulus. N. niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya. H. J..H. .H....H.H.J.H. H.³. Barangsiapa yang benar permulaannya maka benar pula kesudahannya dan barangsiapa yang salah permulaannya maka bisa jadi dia binasa.J..H.P.H. dan diakrabi.K. J. Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula.H.J.K.H.N.H.H.S. Manusia yang tulus jiwanya mudah dikenali... J. K.. . Amien Rais pernah berujar. dicokot dadi otot. K.J. H .J.. Karena memandang .H.P.J. .P.H. M..H. J.J.P. dan orang yang alim akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya.H. semua orang muslim akan hancur kecuali orang beriman.N.H..H. P. P.H. H.H.S.H.S. J.H.H.H. ―.P. J. Ketulusan pantang dipuji dan disakiti.K.J.K.K. Bentuk dan macam “pengganti” itu sepenuhnya hak prerogatif (mutlak) Allah. kepuasan batin.H.H. . P.P.K.H.J.J. .. Sesungguhnya berbagai keluhan itu muncul karena kerusakan sejak permulaan.P. akan dimonitor Tuhan. .H.H.H.K. hanya bersenjatakan ketulusaan niat.K.J..P.J.H. ibunda dari Prof. N. K..H. H..H. .K.J. Dan akan berefek kepada pemiliknya.H. K.H.K..m.H.J.. K. P.H. Ketulusan yang dia lakukan.J.. N. H.P.H. J.P. J. ―. P.K.J.H.H.J.H. Baiknya amal karena baiknya hati dan baiknya hati karena baiknya niat.H.N.K.K.J.. orang beriman akan hancur kecuali orang ‘alim.J..K. kebahagiaan.J.J..

.J.H.K .H.K.. TABIAT JALAN DAKWAH .i . Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.H.J. H.... Ash-shabru qarinul yaqin (sabar itu temannya keyakinan). bukan ancaman. lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan. Tetapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi (itsar).N. bhs. untuk meraih ridha Allah.P. bersabarlah atas gangguan kaummu.N.³. Orang yang ikhlas itu.K.H. Ibnul Jauzi mengatakan : Ayat ini peringatan untuk suku Quraisy sesungguhnya kalian jika taat dan beriman kepada-Ku.. df BAB II . Ini termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa Quraisy yang memiliki komitmen terhadap kebenaran.K. .³... Orang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat-rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya.·.orang lain sebagai anugerah.H. .H.H...H. . Efek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung (kulla sha-ihatin ‘alaihim) keragu-raguan (raybah)..H..H . Ibrahim an-Nakha’i mengatakan : bersabarlah dalam pemberianmu (sedekahmu) itu hanya karena mengharap ridha Allah semata. sebanyak mungkin. .PK.K.” (al-Hadits).K.N .H.J. Manusia munafiq itu sosok yang bertopeng sepuluh (dasamuka. bersabarlah Yakni. “Surga itu berhak bagi orang yang patuh sekalipun dari suku Habsyi (berkulit hitam kelam) dan Neraka itu berhak bagi yang durhaka betapapun berasal dari kabilah Quraisy. Aku jadikan diantara kamu sebagai pemimpin.H .H .P . Tidak ada keyakinan (iman) jika sifat sabar ini belum tumbuh dalam diri kita. .H. Adapun kabilah Quraisy yang durhaka tetap memperoleh azab dari Allah.H.K.. kebimbangan (idza ra-aita tu’jibuka ajsaamuhum).J .·. ..” (QS as-Sajdah : 24). . Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.J... Berbeda dengan orang munafiq.J.. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka.... Keikhlasan menimbulkan jiwa yang tenang (thuma’ninah). Jawa). Sabar di jalan dakwah J.J. .H.H..H.S.J.H.H.. tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari orang lain.

. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.P. . 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. dibunuh oleh kaumnya sendiri. Cobaan adalah sunnatullah bagi kehidupan orang-orang beriman.. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.P. J.. J.J. teror secara fisik dan mental dari musuh.. Dan musibah lain yang diakibatkan oleh sesuatu yang sengaja dipilih dan pahalanya lebih besar.H.J.. fitnah.H.J. ...H. Nyaris Madinah dikuasai musuh.H. kematian orang yang dicintainya. Ali Imron : 142..H.) .H.K.K.P. ratapan seseorang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus dosa. doa seseorang ada kemungkinannya ditunda bahkan ditolak.”) QS al-Baqarah : 214).. : .H.H. untuk membersihkan mereka supaya menjadi shafwatullah (pilihan Allah).H.J.H. Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar. Nabi-nabi bani Israil berjumlah 70 orang. Ibrahim dibuatkan tempat pembakaran khusus oleh kaum paganisme. H..H.H. J.N. yaitu ketakutan.J. karena cobaan itu datangnya di luar perencanaanya.K. . Nabi Zakariya yang sudah setua itu digergaji kepalanya. serta disiram dengan minyak dan dibakar. .N. N.K.J. .. J.K.H.H.H. Ibnu Abas berkata : Ayat ini peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan ujian dan cobaan. yaitu memilih jalan Islam yang secara sunnatullah akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan. Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya : Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah.P.J.N. H. al-Buruj : 4-8). P.K..H.J. kekurangan buah-buahan. . Keluhan.J. K. dan dijamin terkabul apa yang menjadi permohonannya (al-Hadits). Para Nabi juga mengalami ujian yang tidak kalah beratnya.H. P..J.H.J..P. P.N. Bahkan Allah menjanjikan kepadanya shalawat.J. konspirasi jahat. Yahudi Bani Quraizhah dan kabilah-kabilah Arab mengepung Madinah. Penganut tauhid di Arab Selatan (ashhabul ukhdud) digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya. P. kekurangan harta dan jiwa. Lihat juga: QS al-Ankabut : 2. penjara.H.H. pembunuhan. Kaum beriman sesudah mereka juga mengalami ujian yang sama (QS al-Buruj : 4-8)..P.N. Selain kondisi sakit. H. seorang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disengaja. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman.. J.Dalam kacamata al-Qur’an (fi dhaw’il Qur’an). rahmat dan petunjuk menuju jalan kebahagiaan (QS al-Baqarah : 155-157).H. K. N. ..H.P.J. Menurut riwayat dari Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir dan Abdurrazaq.K..H. H.P. Surat alAhzab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu. intimidasi. dll.P. H.N..H. yang dikenal dengan Perang Khandaq (parit) atau Perang Ahzab (pasukan sekutu).N.J. J. rayuan..J.J.K.H. kelaparan..J. tekanan secara psikis dari keluarga. P.P. bahwa Qatadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum kafir Quraisy.. at-Taubah : 24. .J.K. menghadapi masa-masa sulit (fatratu al-idhthihad).H.P.N.H.J. H.

.H..H.P.ᅭ .H. .P.J.H.K. ....H. Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum.K.. yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya menjadi mangsa binatang buas.K.K.H..J. “Akan datang suatu masa seorang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti memegang bara api.H...H.P.. syetan yang menyesatkannya.. dan anak itu terbunuh...H.H...P. P.J. P. kemudian orang yang paling baik sesudahnya. P. . P.P.. K..H. kemudian orang yang paling baik sesudahnya.. K. Berbicaralah dengan manusia sesuai kadar .K.P. NASIHAT YANG BAIK .. nyawanya dikorbankan untuk mengIslam-kan mereka. .N.H. berimanlah seluruh rakyat di negeri itu....H.. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan) itu maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.H.. DEBAT OBYEKTIF-ARGUMENTATIF .P.K.J.J.H. . . P.J..N.J.. ... P.... .... K. ...P... K. . ... Tuhan anak ini (bismillah wa rabbil ghulam).H. ..N... METODOLOGI DAKWAH . baik secara individu maupun secara kolektif..K.. K.. ....H. P.... .. .H. jalan menuju surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci (makarih) dan neraka itu diliputi oleh sesuatu yang membangkitakan nafsu syahwat... Nabi juga pernah menceritakan seorang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati raja yang zhalim..K.J.) Rasulullah pernah bersabda...H.... : . .H.S.H.” (HR Ahmad).K..H..J... K... Seorang anak yang berjiwa tauhid. “Tuan-tuan bisa membunuh saya hanya dengan anak panah ini. hanya karena mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah saja.P..H. ..H.K..K. Ujian itu mengenai orang yang menapaki jalan iman.H..P.J.. nafsu yang melawannya. K... tetapi pulang dengan selamat.P..H..” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Anas bin Malik. Akhirnya dia berkata. ..” (al-Hadits) df . di dalam Makarim al-Akhlaq). .H.K... Setelah itu ia disiksa dengan berbagai macam siksaan.J.... H. munafiq yang membencinya.J..H.K.P..P. .H.H.―.......P. . (.K.H....K.. K. Maka. : H..J. maka sebelum melepaskan anak panah ke tubuh saya sebutlah nama Allah. dan barngsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya.P.” Semua orang menyebut nama Allah. “Orang yang paling berat cobaanya adalah para Nabi.. . tetapi tetap pada pendiriannya......J....N...H.J.. Jadi.N.J... ...H.....Sebabnya.J.. ... Metodologi dakwah penting dibanding muatannya . P.. BIJAKSANA .H.H. pasti Dia menguji mereka. “Orang mukmin itu senantiasa berada di antara lima ancaman berat : Mukmin yang mendengkinya. kafir yang memeranginya.

P. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.H.H.” (QS Thaha : 42-46). J.H.H.K.P. .P.H.H.N..H.H.N.H.H.H.K.J.H. : .J.J. 42 ..H. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. P. Aku mendengar dan melihat.P. J. Metodologi berdakwah (uslubud da’wah) merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah.H. .H.J.H. semoga ia ingat atau takut.J.H.K. informasi yang selaras dengan kebutuhan fitrahnya.J. .K. J.K.H. K. . .. K. yang lebih penting adalah memahami heteroginitas dan latar belakang serta kondisi riil bidang garapan dakwahnya (dirasah maidaniyah).K.H.P. sesungguhnya dia telah melampaui batas.H. .H. bukan dengan cara yang keras dan kasar (Lihat: Shafwatut Tafasir II : 148).H. hai Muhammad..J.H.H.J.. H. disampaikan pada momentum yang tepat.J. K. H.H. P. H.H.H.K. .K.H.H. . “Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka.H.H. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami.P.H. Oleh karenanya.H.J.³.H..J..N. . H. P. yaitu dienul haqq.K. J. sesungguhnya Aku bersama kamu berdua.H.H. . . J.K. acuan praktis metodologi dalam berdakwah.K.” (khaathibun naasa ‘alaa qadri ‘uquulihim).. J.H...H. Sehingga fitrah manusia terlindungi dari berbagai kontaminasi ideologi.J.K.J.) 125 ( “Serulah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik.. Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan kekafiran (zhulumatul kufri) agar mereka kembali kepada cahaya iman (nurul iman).H.K. P.K.. P. H.H. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah-lembut yang diperagakan oleh Musa dan Harun ketika mengajak raja Fir’aun ke jalan Islam..H.H. dengan harapan bisa memberikan input sesuai dengan sasaran yang dituju.K.J.N.K.H.” (QS an-Nahl : 125).H..H.) H. Sekalipun materi dakwah cukup baik.46 ( “Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku. .H.H. : . agama yang benar. H.H.H.H.. K.H..K. H.J.S.H. J.. yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signifikan kepada mereka (bimaa yu-atstsiru fiihim wa yanja’u). P.K. P. sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir. Maksud ayat diatas adalah : Serulah manusia. J.N..J. H.S. di samping seorang da’i membekali diri dengan stabilitas psikologis yang mantap dan ilmu yang luas.. ..J. J. H.K.K. halus dan lembut. H.K. .H.J.H..H. .H.. K. Ayat diatas mengandung tuntunan.H.H. tetapi mengabaikan metodologi yang benar mustahil akan mencapai target akhir dakwah yang diprogramkan. ³.H. METODOLOGI DAKWAH . menapaki jalan yang lurus.H. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.H.J. H..H.J.H. . H..H.H.J.. kepada dinullah (agama Allah) dan syariat-Nya yang suci dengan uslub (gaya) yang bijaksana.J.H.pikiran mereka BAB III .K.. . H.N.N.J. .

budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola sikap yang tidak Islami. Dalam melakukan tugas dakwah (wazhifatud da’wah) diajarkan oleh al-Qur’an menggunakan tiga metode Pertama, al-hikmah. Yaitu, dengan pendekatan yang bijaksana. Mengedepankan akal budi yang mulia, dada yang lapang (insyirahush shadri), hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain-lain. Dengan metodologi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri (magnet power) manusia menuju kepada inti (jauhar) ajaran Islam, yakni tauhidullah (mengesakan Allah). Hikmah terkadang dimaknai sebagian orang dengan filsafat. Padahal hikmah itu inti filsafat, lebih halus dari filsafat. Filsafat hanya dijangkau oleh orang yang terlatih kecerdasannya dan lebih tinggi cara berfikir dan berlogika. Sedangkan hikmah bisa dipahami oleh orang yang belum maju cara berfikirnya, namun tak bisa dibantah oleh orang yang wawasannya lebih luas. Hikmah tidak sebatas ucapan verbal, tetapi jelmaan dari tindakan dan sikap hidup. Kedua, al-mau’izhatul hasanah. Bermakna pengajaran atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan sebagai nasehat. Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua. Pertama, nasihat yang selalu berbicara, yaitu al-Qur’an; dan nasihat yang senantiasa diam, yakni kematian (al-maut). Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri. Nasihat orang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga sejak kecil – sebelum si anak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang lain – akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya, kelak di kemudian hari. Sebab, contoh beragama sejak usia dini akan membekas ketika kelak menjadi dewasa. Ketiga, jadilhum bil-latii hiya ahsan. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Kalau ditemukan bantahan dan tukar fikiran (polemik), maka perlu ditempuh jalan yang sebaik-baiknya. Membicarakan persoalan yang diperdebatkan dengan berfikir obyektif dan hati yang jernih. Menghindari ucapan yang menyakitkan dan melukai perasaannya. Tetapi ditunjukkan bukti-bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal fikiran dan perasaannya, sehingga mereka melihat hujjah (alasan) yang tak terbantahkan. “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (QS alAnkabut : 46). Yakni jangan menyeru Ahli Kitab kepada Islam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama kecuali dengan pendekatan yang baik seperti megajak merenungkan ayat-ayat Allah, dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan-alasan dan penjelasan-penjelasan-Nya (Lihat: Shafwatut Tafasir II, hal. 462). Imam Al-Fahkr mengatakan : Sesungguhnya orang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras, dengan mamatikan pemikirannya secara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap Islam. Adapun terhadap Ahli Kitab,

karena mereka beriman dengan turunnya kitab-kitab dan diutusnya para Rasul, mengakui kenabian Muhammad, maka berdebat dengan mereka dengan cara yang lebih santun dan sejuk kecuali orang-orang yang zhalim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah, dan pernyataan mereka tentang Trinitas, maka mereka harus diajak berdialog dan berdebat dengan pendekatan yang lebih jelek, mematahkan pendapat mereka dan mengungkap kejahilan mereka (Shafwatut Tafasir II, hal. 464). Ketiga metodologi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa. Karena dakwah itu ajakan dan seruan membawa manusia menuju jalan yang lurus (shiratal mustaqiim), bukan propaganda (di’ayah), sekalipun propaganda itu terkadang menjadi alat dakwah. Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan, sedangkan propaganda lebih cenderung memaksakan kehendak. Dakwah dengan cara paksaan akan melahirkan ketaatan semu (kemunafikan). Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh potensi dasar yang dimiliki, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Karena membangun komitmen dan kesadaran beragama itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak (QS al-Baqarah : 256). Kebenaran dan kesesatan itu telah jelas perbedaannya. Urusan memberi petunjuk dan menyesatkan seseorang adalah wewenang Allah semata. Seorang da’i sebatas penyampai pesan (muballigh), pembuka pintu hidayah, bukan pemutus perkara benar dan salah (hakim). Inilah pedoman, tuntunan dakwah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berdakwah di tengah-tengah berbagai aliran pemikiran, upaya peragu-raguan (tasykik), pembaratan (taghrib), peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri), usaha-usaha menjauhkan pemeluk Islam dari agamanya (tab’id), dan menawarkan kehidupan skuler (laa-diniyyah), memerlukan format dakwah yang lebih menarik, sesuai dengan tingkat kebutuhan sejarah dan zamannya. Dakwah dengan cara konvensional tentu tidak menarik di kalangan masyarakat modern, yang lebih maju cara berfikirnya. Tetapi kita harus yakin sesungguhnya setiap ajakan yang luhur pasti akan ada yang merespon (likulli da’watin mujiib). (........ .... .... .... ....) K.K.K..H. K.J.H. P.J.K. P.H.H. m.J.H. .H.H. N.H. J.H. “Siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi). Ketiga metodologi dakwah yang Qur’ani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan zaman dan pemikiran manusia, karena pada dasarnya metode dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, bantahan yang logis akan selalu memperoleh tempat yang layak di benak publik. df ...... ..... WAWASAN DA’I ...... ...... AL-QURA’NUL KARIM ...... ...... HADITS-HADITS NABI SAW ....... ...... SEJARAH HIDUP NABI SAW

....... ... – ....... ..... ........ MENGENAL MEDAN – SENI & BUDAYA ....... ... ILMU SEJARAH ..... ... ILMU JIWA – PSIKOLOGI ......... ... GEOGRAFI – ILMU BUMI ..... ... ILMU AKHLAQ ....... ... SOSIOLOGI – ILMU KEMASYARAKATAN ....... ... ILMU POLITIK ..... ... BAHASA DAERAH – LOKAL ...... ...... ... ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAB IV ...... ..... WAWASAN SEORANG DA’I Ada ungkapan yang mengatakan : .J.K.J.P. H. K.J.N... P.K..H. Yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu. Seorang da’i yang lemah spirit dan kurang wawasannya, disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya, lebih berat lagi memberikan pencerahan pada tataran obyek dakwah (mad’u). Seorang da’i/da’iyah yang adalah diterjunkan untuk manusia (ukhrijat linnas), maka ia dituntut memiliki bekal ilmu (zaadul ilmi) yang membantunya dalam memahami seluk-beluk, karakter dasar manusia dari masa ke masa. “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.” (al-Hadits). Orang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita, tergantung kepada strategi pencitraan kita. Jika kita berhasil meyakinkan orang dengan citra diri kita, maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa. Inilah kendala yang terbesar dalam dakwah. Jika kita meneliti semua referensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang dijadikan fokus perhatian dalam garapan dakwah adalah da’i itu sendiri, bukan massa yang akan direkrutnya. Kepribadian da’i memiliki magnit (daya tarik) dan atsarun fa’aal (pengaruh yang signifikan) dalam mempengaruhi orang lain. Dukungan vertikal dan horizontal (akar rumput) kepada da’i tergantung kualitas hubungan (ittishal) da’i kepada keduanya. Jika kita dekat kepada Allah, Dia akan menolong kita dan meneguhkan langkah-langkah kita. Demikian pula jika kita berhasil menanamkan kebaikan, birr, ma’ruf di benak publik, mereka akan mendukung kita minimal lewat do’anya. “Sesungguhnya kalian ditolong oleh orang-orang lemah diantara kamu” (al-Hadits). Orang tidak sekedar melihat idealisme kita, tetapi sejauhmana kualitas cara-cara kerja Islam kita (amal

Jika fuqaha’ tidak ada maka kita mencontoh ulama’ ‘amilun (para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syari’at). akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. sekalipun Umar bin al-Khaththab yang dikenal pemberani itu masih majumundur. Utsman. Kedua. Pertama. dll. Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa. Ketika timbul pemberontakan di mana-mana. Seorang da’i dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa. adalah generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in. al-Quran. tetapi memahami perbedaan perangai mereka secara mendetail. Mengapa suatu bangsa itu maju berkembang. setelah itu para fuqaha’. Setelah para sahabat meninggal. Dari mana munculnya kerusakan akhlaq. memahami sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya yang utama (Abu Bakar. Jawa.Islami) kita dalam realitas kehidupan. ada 11 bidang ilmu pengetahuan (tsaqafah) yang perlu dikuasai oleh seorang da’i dalam melaksanakan tugas dakwah. Umar. mengetahui watak orang Batak. sehingga beberapa orang daerah yang jauh menyatakan lepas dari komando pusat pemerintahan. al-Hadits & Sirah Nabi. Ilmu Ethnologi. Ilmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan obyek dakwah (mad’u). Sunda. Sajjah binti al-Harits dan Malik bin Nuwairah. pendidikan mereka. Kemudian. Setelah dua hari mengadakan rapat secara maraton. memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al-Quran. sehingga berhasil meredam gejolak itu dengan sukses. Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu. mengetahui sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Bugis. adat istiadat yang mengotori kecerdasan berfikir setiap bangsa. Ketika Rasulullah meninggal. al-Aswad al-‘Ansi. Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala (tribulasi) yang ditemukan di medan dakwah. yaitu Musailamah al-Kadzdzab. Seorang da’i harus mengetahui secara global sumber ilmu sejarah. dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum). kemudian . Disini mencakup iklim. pengalaman. Ini dalam dakwah dikenal dengan ilmu etnologi. dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal Rasulullah. dalam Tafsir al-Manaar. Minangkabau. Ia harus faqih terhadap buku induk dakwah. Ketiga. Orang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka. tetapi pada akhirnya semua golongan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash-Shiddiq itu. Menurut Muhammad Abduh. Banjar. ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima. Semuanya mengetahui bahwa sahabat senior yang menemani Nabi di Gua Tsur itu memahami secara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab. mengetahui sejarah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk dijadikan contoh (lit-ta’assi). Ilmu Sejarah. kebiasaan. Seperti perumpamaan kita sekarang. para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau (khalifah). diplomasi dan gertak sambal. Wawasan Abu Bakar tentang etnologi (ilmu etnis) suku-suku Arab itu yang mendukungnya. Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pemberontakan itu. yaitu al-Quran dan al Hadits. Abu Bakar tidak sekedar hafal nama-nama mereka.

Ia harus mengetahui secara garis besar tata kota medan dakwah yang akan diterjuni. Sekalipun ilmu seorang da’i sundhul langit (setinggi langit). Ia mungkin wawasannya luas. padang pasir. ilmu itu akan menjadi bumerang baginya (hujjatun ‘alaihi). beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim (fatwa lama) dan Qaul Jadid (fatwa baru). sehingga fatwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru. tetapi tidak dibarengi dengan akhlaq yang baik. Seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain hanya menonjolkan ilmu tanpa mendalami kejiwaannya akan menemui kegagalan. Ketujuh. Keteladan da’i lebih banyak menolong keberhasilannya dari pada wawasannya. Ilmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis. karena perbedaan kondisi secara keseluruhan kedua negeri itu. Seorang professor di Perguruan Tinggi belum tentu berhasil mengajar orang yang buta budaya dan buta aksara. keadaan di Irak berbeda dengan kondisi di Mesir. Banyak da’i yang gagal karena persoalan budi pekerti. sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan menjadi garapan dan lahan dakwanya. Sebab ia mengkaji dan menyelidiki sebab-sebab kemajuan dan kemunduran suatu bangsa. Itulah sebabnya dikatakan. Ilmu Jiwa. Sebab. Seorang da’i akan merintis dakwah di lokasi tertentu. mengetahui mana sungai dan pegunungannya. Ilmu ini penting untuk menghadapi kondisi kejiwaan seseorang atau kelompok. Sebab. timbul tenggelamnya masyarakat dari masa nomaden (badawi) sampai menjadi masyarakat yang berbudaya (madani). Ilmu akhlaq ini mengupas tentang perbuatan yang tercela dan terpuji. Keenam. Keempat. Ilmu sosiologi berkaitan erat dengan ilmu sejarah dan akhlaq. Dengan mengetahui heterogenitas obyek dakwah. Ilmu Akhlaq. bagaimana tabiat dan iklimnya. bahkan bersumber dari keduanya. dan jatuh karena mengabaikan nilai . Ilmu Bumi. Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri (futuhatul bilad). seorang da’i akan menyampaikan misi dan visinya dengan tepat.tenggelam ditelan oleh zaman. Tetapi akhlaq ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan.” Kelima. adat istiadat. Al-Qur’an sering mengungkapkan sejarah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita. selamanya orang tidak akan percaya lagi. bijaksana. Pengaruh sungai. Ilmu Sosiologi. kemudian layu sebelum berbuah. Yakni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang. Da’i harus lebih baik dari pada mud’unya. tetapi belum tentu mengetahui kondisi pendengarnya. “Ceramailah manusia sesuai dengan kadar pemikirannya. Orang-orang dahulu bisa jaya karena komitmen dengan nilai-nilai moral. pendapat umum (public’s opinion) mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak boleh salah. meminjam pepatah Bahasa Indonesia. Oleh karena itu. mengapa masyarakat berkembang. Sekali lancung ke ujian. Ada yang mengatakan bahwa sejarah itu akan berulang. Imam Syafi’i berubah fatwanya setelah pindah dari Baghdad ke Mesir.

Ilmu Politik. Mengetahui pokok-pokok perbedaan agama-agama di dunia ini penting. Dalam Islam dikenal dengan fase Makiyah dan fase Madaniyah. Bagaimanapun ‘alimnya seseorang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan orang yang bisu. Da’i tidak sekedar pemimpin ummat Islam. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab dengan jelas dan tuntas. Ilmu siyasah (politik) ini penting dikuasai seorang dai. Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan da’i dalam melaksanakan tugas di medan dakwah. Dengan bekal ilmu tersebut seorang da’i akan luas pergaulannya. Jika da’i buta politik. Orang Arab mengatakan. Ilmu Muqaranatu al-Adyan (illmu perbandingan agama). Rasulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab.” Kesepuluh. akan menjadi korban politik dari para politikus. tetapi pemandu manusia semuanya menuju jalan yang diridhai oleh Allah. Ia akhirnya mempunyai sikap politik terhadap sistem pemerintahan yang ada. Islam itu tidak dimonopoli satu madzhab dan satu ummat saja. untuk mengetahui di zaman apa dia hidup. Pengetahuan akan seni dan budaya obyek dakwah akan membekali seorang da’i untuk tidak bersikap isti’jal (gegabah) dalam menentukan hukum seni dan budaya. aliran. tetapi orang yang berbeda dengan kita juga merupakan lahan dakwah yang strategis. setelah beliau memimpin proyek renovasi Ka’bah karena serangan banjir. “Barangsiapa yang mengetahui bahasa kaum. Lughatul Qaum (bahasa obyek dakwah). tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heterogen dan pluralistik. Syekh Abdul Qadir al-Jailani bisa menaklukkan hati penduduk yang mayoritas bromocorah karena keluasan ilmunya. Sesuai dengan karakteristik Islam yang kaffatan lin-nas dan rahmatan lil-’alamin. karena sejak masa pemudanya mereka memberikan gelar kehormatan kepadanya al-Amin (dapat dipercaya). bisa jadi menjadi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka. Sehingga hanya persoalan sepele menjadi problem yang serius. Akhirnya. maka seorang da’i harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi oleh Islam untuk mengajak ke semua lapisan etnis. Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lancar. Kesembilan.idealisme itu. agar wawasan da’i itu berkembang. Ilmu Kesenian dan Kebudayaan. Jika persoalan ini tidak dikuasai bisa saja ia menjadi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena persoalan yang tidak prinsip. . Menguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk jiwa yang mempunyai bahasa tersebut. tidak eksklusif. suku. Ketidaktahuan da’i dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat secara mendalam. Kehadirannya diterima oleh semua unsur dan golongan di masyarakat. Bapak sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. bangsa. Kesebelas. Oleh karena itu materi dakwah yang disampaikan Rasulullah di Makkah berbeda dengan di Madinah. da’i itu akan sukses bergaul tidak saja di masyarakat homogen. Kedelapan. niscaya ia terlepas dari makar-nya.

Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami mohon pertolongan. Yang menguasai hari pembalasan.J..K.K. Syari’ah – Aturan main ...P..N. . ..J. K..N.. P. .. H. K.Jawaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka. IBADAH ... .K..S...H..P.......J.. .. . .. K.N..H.J.H...J.K....H.. . S.....J.. K.H.H.H. .... H..K....H.. . P..J..S.... .K P.J. .....J...Tunjukilah kami jalan yang lurus.J. PRINSIP JAMAAH Surat al-Fatihah ayat 1-7 .......J.H. Tuhan semesta alam.H. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.... H...K.H.. Prinsip Jamaah $ .K..K.K..... PRINSIP IMAMAH & JAMA’AH BAB I . Kepemimpinan .H.. J. .J...H. . ...... .. K. ..J.. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang... Umat – Penduduk – Prajurit yang patuh .P...... H...J.. K... H... ...J.... K.. .N... H.J.H..H.J.K.K..J.. .....J. AQIDAH ....H.K..N.N.N.H. .. K.J. Kawasan yang Islami ...K.H.H...J.K. K..J.H... H...... Segala puji bagi Allah.J. df $ PAKET VI . – . (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau . H.H....N.H. J... Wallahu a’lam bish-shawab. .J.J.H.. K.S.J.... SISTEM KEHIDUPAN ........J...H.... K.K...... – .....J..H. . – ..

Ketika mengenal Allah memiliki sifat rububiyah. dimintai pertolongan dalam segala persoalan. Dalam ajaran Islam. Al-Fatihah juga secara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan. serta penyifatan diri-Nya dengan sifat-sifat yang agung. Tema ibadah didahulukan atas isti’anah (memint tolong) karena mendahulukan wasilah (ibadah) sebelum masuk wilayah isti’anah. ini kami menyembah dan meminta pertolongan. Surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut Dzat yang berhak menerima pujian. Pertama. inhiraf. itu berarti segala kandungan dan makna al-Qur’an telah terangkum di dalamnya. Asas aqidah adalah iman kepada Allah (rabbul ‘alamin) dan hari akhir (maaliki yaumi ad-diin). tema aqidah bukan semata-mata konsumsi otak. yang berhak dipuji. hisab. yaitu ihdina ash-shiraathaa al-mustaqim. bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.” Makna umum surat al-Fatihah Jika al-Fatihah adalah pembuka kitab al-Qur’an (fatihatul Kitab). meminta pertolongan dan memohon agar konsisten berjalan di atas sistem yang digariskan-Nya. syuhada’. shiddiqin. maaliki yaumid-diin. tentunya memberi konotasi hanya itu. Seakan-akan . dan segenap orang shalih. tetapi harus melahirkan hasil. al-Mu’in (penolong) dan alHadi (pemberi hidayah).anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. yaitu iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. al-Qur’an mengajak kepada aqidah. dan shiraatha al-ladziina an’amta ‘alaihim ghairi al-maghdhuubi ‘alaihim wa laadh-dhaallin. yaitu al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. rahmat. ar-rahmanir-rahim. Tema utama al-Qur’an berkisar pada masalah aqidah. Kata ganti iyyaka dikedepankan atas kerja. maka semua itu mengharuskan untuk beramal. lalu ibadah dan selanjutnya minhaj hayah. fi’il. diwujudkan dengan melaksanakan kewajiban. berbekas. Dzat yang khusus itu diajak dialog dengan sifat-sifat terpuji dengan menyebut iyyaka ‘hanya kepada-Mu’ lah. Serta ketiga. teladan jahat orangorang sesat. meminta pertolongan. memperbesar peluang adanya pengabulan (ijabah). Dalam al-Fatihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang secara berurutan sekaligus. Kemudian asas ibadah adalah (iyyaka na’budu). Inti ajaran Islam itu adalah ma’rifatullah. Bertolak dari sini. bertemakan ibadah. dan manhaj hayah ‘sistem kehidupan’. Ihdina adalah penjelasan dari permintaan ma’unah (pertolongan). Allah adalah pemilik segala urusan yang agung. mempunyai tema manhaj hayah. Dalam surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut tema aqidah. wahai Pemilik segala sifat mulia. ibadah. ditaati. adalah teladan yang baik yang telah dicontohkan para Nabi. meminta hidayah agar selalu di atas jalan lurus. Selanjutnya yang kedua. beribadah kepada-Nya. surat al-Fatihah dimulai dengan pujian kemudian mengajarkan ibadah. Kata isti’anah mencakup seluruh bentuk pertolongan yang diinginkan Allah. yaitu beribadah kepada-Nya. Dan asas berjalan menuju Allah (thariq ilallah). Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pendidik alam) dan Malik (pemilik). Surat ini juga memperkenalkan Allah dan sifat rububiyah-Nya sekaligus menunjukkan posisi kita. Poros gerak ibadah itu ialah memuji Allah al-hamdulillah.

manusia meminta hakikat pertolongan yang diinginkannya..) .ᅭ . ...J..H..J. J. yang terdiri dari golongan Nabi.H.H . Jalan orang yang diberi nikmat dan jalan yang dimurkahi Allah dan tersesat.S.” (QS an-Nisa’ :69). ini menegaskan prinsip seorang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah kaum muslimin dan bahwa tarbiyah Islamiyah dan dakwah Islamiyah (pada surat alMuddatsir) harus berbentuk tarbiyah jama’iyah. Dan surat al-Fatihah ini menjelaskan dua jalan. P.N.J.H.K.J.. .J..K. H. Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan Jin.H.―.H. Tiada ibadah tanpa ma’rifah. .H.H..H.H. df BAB II MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT ALFATIHAH Kalau pada surat-surat sebelumnya.H.K. : . .J.N (69 ..) .H. maka pada surat Al-Fatihah ini Allah mengenalkan diri-Nya dengan jelas..J..H.K.H. : .. H.P.N. K..HH. 40 ( “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat.. shiddiqin.K.³.J..K.H.S.J.H.H.H.³.H....N.H.J.H.i )... H..J .: “Maka mereka itu akan tinggal bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.H.. J.H. yaitu “Allah”.. . Jalan yang lurus mustahil dapat terwujud tanpa pertolongan Allah.J.H.” (QS ash-Shaffat : 158).H.H.S H. H..J.K....K.K. yaitu jalan yang lurus..J. Allah telah menjelaskan orangorang yang telah diberi nikmat. “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” serta “ihdina ash-shirath al-mustaqim”.N. Allah mengenalkan diri-Nya dengan “Rabb”. Mereka juga beranggapan bahwa Allah memiliki anak-anak wanita.H.H.―.P.K.H.H..P.K.m . para syuhada dan orang-orang shalih. Al-Fatihah menyebutkan dengan ungkapan jama’..H. Ma’rifah yang tidak berorientasi pada penujuan segala pujian kepada Allah adalah ma’rifah yang pincang.K. 158 ( “Dan mereka adakan (hubungan) keturunan antara Allah dan antara jin.H. Jika merasakan goncangan membaca iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in..K.K.J. K.i .H.J. Allah disini meluruskan “Allah” yang diyakini masyarakat Jahiliyah. mengenalkan sifat dan perbuatan-Nya. Bila seorang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah...P.H. .” (QS alIsra’ : 40).H.P. Nama Allah telah mencakup nama Dzat-Nya dan perbuatan-Nya. Realisasi dari permohonan itu bisa didapatkan dengan ibadah.J.

Aspek sosial.. K.K . J.H.K. berpuasa. 3( “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. ).H.P.Mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi langsung kepada-Nya sehingga para malaikat dan berhala-berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah.J.P. Karena yang ditekankan al-Qur’an bahwa disamping manusia tercelup (tershibghah) dengan al-Qur’an (ahl).P. pertahanan.S.N.. : . Bismillahirahmanirrahim. Bukan pula yang menciptakan suatu jenis Islam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah Yang Maha Suci dan diterjemahkan oleh sunnah Nabi.: 84 ( . Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhalifahan ini..H. secara syariat dan sistem. (40 ) . H. .. Pada surat al-Fatihah ini Allah secara jelas mendelegasikan sebagian tugas-Nya kepada manusia sebagai wakil-Nya untuk mengelola alam raya (rabbul ‘alamin).J.H.K .J. .” (QS az-Zumar : 3).N. zakat dan melakukan ibadah haji. .H.K. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang melaksanakan Islam.J.P.H.K...P. K. Masyarakat Islami tidak sekedar komunitas yang menamakan dirinya Islam sedangkan syariat Islam tidak merupakan hukum di dalamnya. Masyarakat jahili adalah masyarakat yang menjadikan Allah tidak berdaulat di bumi.K .J.P.. Kebalikannya adalah masyarakat jahili.H.H..N..H .K . Jadi posisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama (asma) dan sifat (simah) Allah. ekonomi. sosial. sekalipun secara ritual disembah secara rutin. adalah bentuk lain masyarakat jahili.. secara budi pekerti dan tingkah laku. . budaya.H..K. politik. Jika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang nota-bene milik-Nya..H. juga perlu diwujudkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan (al-qaryah).H.K.J.J. J. sekalipun ia shalat.H. Inilah yang disebut dengan lingkungan yang Islami (al-bi’ah al-Islamiyah). manusia sebagai hasil tarbiyah dan da’wah diarahkan oleh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan-pesan langit pada realitas kehidupan. .J. Sehingga bumi ini dihuni oleh hamba yang menjadikan Allah sebagai Tuhan.. N.K..J...H.H.K..P..P.P.J. secara aqidah dan ibadah. dan keamanan. H. .K.N.H .K..K.) . H..

P. . ahl). .H. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.P.“Dialah (Allah) yang menjadi Tuhan di langit dan bumi.K .K.K ..P.N..J.. .H.” (QS Ali Imran : 110) (143 (18 (105 . kemudian kalian berhijrah di dalamnya. “Hendaklah diantara kamu segolongan yang mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran.m .H.P.. Pertama. N. wilayah.³ .H “Hukum itu hanyalah kepnyaan Tuhan.P. ..P .H.H.K. menyuruh kepada yang ma’ruf.ᅭ H.H.” (QS Ali Imran : 104).P.H.P .J..KJ..J.. Kedua. teritorial yang kondusif (al-bi’ah..H..S.KH.S.P.P.N .H.. .P.J. al-qura). .P.N K..N.J..J.. .. ummat (al-ummah.K.J.K.H .K.J.K. .H..HH..J.” (QS Yusuf : 40). Lingkungan yang kondusif sangat mendukung terlaksananya ajaran Islam.l .” (QS az-Zukhruf : 84) K..J . dan mencegah dari yang munkar.H. df BAB III UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ISLAMI Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami.H. ). kawasan.J.” (QS an-Nisa’ : 97). .P.J “Bukankah bumi Allah itu luas..J. Ia telah memerintahkan kepada kamu agar jangan menyembah orang lain selain Ia sendiri..: .H.). ..: P.J ...: (97 ..P. Itulah agam yang lurus.

H....J.P..H.JN.KH. maka ikutilah dia.N.K.H. aturan).K..: .H.H.J..K.K.H.J.K ).J.J... )..H.J.K.K..H. . .K.P.³ “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan (umat Islam).P .J P.J..P.P. umat yang adil dan pilihan..H.)..S .(104 . . .H.H ..H.N. .J ...J.K.HN.J.H.m (110 P.J.J.H.J.HJ.J..J.P .H.H.H.P. .H.P. .K .K.K.H “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.K.J.H.H.K.P. ..H.H.H.J. .H. .K .JH.J.J .K.H.³.. .H.J.P).P.H..J.J. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu.H. .P.K..J. .H.H..H.J..J.H “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama)..H..H.NJ.H.: P..J.NH.J.” (QS al-Jatsiyah : 18) .: N.” (QS al-Baqarah : 143) Ketiga.m.J.J. .H.K. .K.H. .HH.K .H ...J.P.. syariat (asy-syari’ah..H.H.J. .J....H.” (QS an-Nisa’ : 105) .P.H.H.H.H..H.H .J.J. .H...H....H.J..: .K .P..H.H.H.K.H.H.J.K.

dilakukan secara kolektif merupakan media yang fashih untuk perbaikan masyarakat secara keseluruhan. dan diarahkan oleh sebuah kepemimpinan.K.N.. . Dengan kultur yang baik. K.H.. J.P. munafik. J.J. H.N..J.P.J. J.H. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa..H.J.J. K..N.. H. Manusia yang rajin beribadah mahdhah.J.H.P.K.H.K.H. J. Amanah kekhalifahan ini dijelaskan dalam firman Allah : . P. kepemimpinan (al-imamah).P..H. J. .H.Keempat..K.J. J.H. .J. Diawali dari kepemimpinan yang bersifat mikro (al-imamah ash-shughra). J. J. H.J.H.H.H.H.J.) K.H. H.H. P.H. : .J. K.K. Untuk membumikan amanah kekhalifahan.. Kepemimpinan mikro seharusnya melahirkan kepemimpian makro.P.H.³.K.H. P.H.P. N..J..P.J.H.J.H. H. Suami adalah qawwam (pemimpin) dan anggota keluarga adalah sebagai makmumnya.. Ummat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikelola.H..P.K..H. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.J.H.. .H.K.J.H. Jika tidak dilaksanakan akan terjadi kekacauan. Salah dalam penempatan struktur ini akan terjadi fitnah (chaos).H. J.H..J.H.) .K. J. H.K. jika pola kepemimpinan di dalamnya tidak berfungsi dengan baik.P.S. akan masuk pada perangkap sekulerisme. Ini adalah kebutuhan primer kemanusian (dharurah basyariyah). memelihara agama (hirasatud din) Dua tugas yang bersifat keagamaan (diniyah) dan sekaligus keduniaan (dunyawiyah). . J..H.H. H.J. dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka.K.H. Allah telah membuat model struktur yang Islami. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku..K.” (QS an-Nuur : 55).H. . Keduanya harus sama-sama diprioritaskan. dan tuntutan keagamaan (hajah syar’iyah). Di dalamnya akan dihuni oleh manusia hipokrit (split personality).³.J.H.H.P..P. Struktur yang baik dan berfungsi secara benar akan mewujudkan kultur masyarakat yang baik. Menegakkan qadha’ syar’i dan qadha’ kauni adalah amanah dan taklif (tugas) kekhalifahan dari Allah.P.K. Tugas Kepemimpinan Islam a) Memakmurkan (i’mara) dan mengatur urusan keduniaan (siyasatud dunya) b) Melaksanakan syariat.N. H.P.H. Tidak boleh dipisahkan. Dalam intitusi masyarakat yang paling kecil.J. menuju kepemimpinan yang bersifat makro (al-imamah al-kubra).K.H. J..J.N.H.P. H. bertugas mewujudkan kerajaan Allah (mulkiyatullah) di bumi secara efektif dan efisien.J.K. Jika keduanya dipisahkan. chaos (fitnah).K..H. 165 ( “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.K.K.H..H. : .N.S. J.H. maka tugas penegakan nilai-nilai Islami dalam keluarga akan mengalami hambatan.H.J.K.N. tapi di luar masjid melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi doanya. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.” (QS alAn’am : 165).P. dipandu. .

J. Melaksanakan hukum Allah ..J... P.P...K..H. K... Mengembalikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri . Ada ungkapan yang mengatakan : K. tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk dijadikan wasit (penengah)...K.J.... Disini harus diisi oleh orang yang ‘alim pada bidangnya masing...... Perubahan moralitas bangsa berbanding lurus dengan kesiapan untuk berubah (menuju kebaikan) di kalangan elit...J.....K.P. . karena kita otomatis menjadi rakyat.... di belakang imam adalah orang yang pandai (ulin nuha)...Orang-orang yang mendampingi ulil amri adalah orang yang ahli dalam memilah-memilih persoalan dan mencarikan solusinya.. Jika dalam sebuah kelompok seseorang memiliki kualitas yang lebih...P. .. .. .. Sebaliknya seorang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan oleh sebuah komunitas tertentu... ...H.. K. K..... Menaati ulil amri ..K.K..H. Musyawarah ... .N.... K. maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya.H...H. . Ibnu Khaldun mengatakan : K. .... . . . .K.N..K.N. Jika sewaktuwaktu imam batal karena udzur syar’i.P..H..K..K. ...H. Menjadi rakyat tanpa melalui seleksi.P....H..... K. ........ ... Ukhuwah sesama muslim .J. df ALLAH SWT Al-Qur’an RASULULLAH SAW As-Sunnah ULIL AMRI – ULAMA’ – AHLUL HALLI WAL ‘AQDI Ad-Dustur – Al-Qanun DIWAN AL-‘IMARAH Dewan Tanfidziyah – Dewan Pelaksana SIYASATUD DUN-YA WA HIRASATUD DIEN Mengelola Dunia & Memelihara Agama AL-UMMAH Masyarakat ... KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM . Agama rakyat tergantung kepada kualitas keagamaan rajanya. .. P. . ...... . .... Seperti dalam struktur shalat jama’ah....J.J.

al-imamah)... Mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT ....... ....... ahlu)....... didukung oleh ummat yang taat (al-jundiyah al-muthi’ah.. ‘menegakkan amanah kekhalifahan untuk mengelola dunia dan menjaga agama’.. Meneladani figur publik yang baik ....... .... Menebarkan kasih sayang ... Rabbul ‘alamin dan Maliki yaumiddin.... .. . Al-magdhub ‘alaihim dan adh-dhaallin... .. . .. .. Shirat al-mustaqim.. Mengharap bantuan hanya dari Allah SWT ... ‘al-manhaj ar-rabbani yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasul’. ‘diatas manhaj jahili’. Membuat perjanjian mengatur antara muslim & non-muslim ............ .... shalihun diatas manhaj rabbani’.... Bersifat universal .. ....... .... syuhada’. .... dipandu oleh kepemimpinan (al-qiyadah. Menghindari kesesatan . al-bi’ah)... .. Membawa nama Allah – Harus yang terbaik BAB IV PAKET AL-FATIHAH Mayarakat Islami adalah komunitas yang tergambar dalam sebuah kawasan (al-qura. . Menghindari murka Allah SWT .. . ‘dengan membawa nama Allah’. . Terbangunnya struktur kekuatan mengantisipasi ancaman KULTUR MASYARAKAT AL-FATIHAH .. shiddiqun. Berpedoman pada Manhaj Islami ............... .....Saling menasihati dengan kebenaran & kesabaran ... Berorientasi pada akhirat ......... dengan aturan main dari al-Qur’an. ..... agar rahmat Islam menyebar kepada semua yang berhak (kaffatan linnaasi wa rahmatan lil ‘alamin). Bismillah.. untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi.. Beraktifitas dengan penuh keikhlasan .... ... ...... An’amta ‘alaihim. .... ‘para Nabi.

‘mohon pertolongan Allah’. Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar (at-tawashi bil haqqi wa bi ash-shabr) (QS al-‘Ashr : 3) 7. meningkatkan kualitasnya’. Shirat almustaqim. syuhada’. ‘ketulusan niat’. minallah. 2. Nabi. Al-hamdulillah. al-Hadits atau al-Manhaj al-Islami’. Nasrani. tidak ada penyimpangan syubhat dan syahwat di dalamya. berada pada manhaj jahili. Otoritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah (al-hukmu bima anzalallaahu) (QS al-Maidah : 49). ‘sayang kepada orang-orang mukmin’. alMaidah : 54). Lembaga kepemimpinan memutuskan masalah kontroversial (raddul ikhtilaf ilaa ulil amri) (QS an-Nisa’ : 83). Ar-Rahim. ‘jalan yang lurus. Ar-Rahman ar-Rahim – Menebarkan rahmat dan kasih sayang. arahan. dengan cara Allah. df . Shiratha alladzina an’amta ‘alaihim – Meneladani orang-orang yang baik. Wallahu a’lam bish-shawab. al-Qur’an. Membuat perjanjian yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim (al-mu’ahadah bainal muslimin wal kuffar) (QS al-Fath : 29. 8. Yaumuddin. Otoritas kekuasaan Ulil Amri dari orang-orang beriman (tha’atu ulil amri). (QS an-Nisaa’ : 59). pembalasan’. 3. ‘hak menghalalkan dan mengharamkan’.Tafsir al-Fatihah Bismillah. shalihin. Maliki yaumiddin – Berorientasi pada akhirat. Rabbul ‘alamin – Bersifat universal. 5. 4. Iyyaka nasta’in. Iyyaka na’budu. Terjalinnya ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim (al-ukhuwwatu bainal muslimin) (QS al-Hujurat : 15). ‘Hari kiamat. bimbingan’. semua aktifitas lahir dan batin yang diridhai dan dicintai Allah’. shiddiqun.’ Karakteristik masyarakat Islami 1. menuju Allah). mengembangkan. billah. berada pada manhaj Islami’. ‘merawat. yakni al-Islam. Ghoir al-maghdhubi ‘alaihim wa laa adh-dhaallin. Iyyaka nasta’in – Mengharap bantuan Allah. Al-hamdulillah – Beraktifitas dengan penuh keikhlasan. ilallah (dari Allah. ‘kasih kepada seluruh makhluq’. ‘dengan asma Allah’. ‘Yahudi. Terbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman (i’dadul quwwah) (QS al-Anfal :60) Kultur (budaya) masyarakat Al-Fatihah Bismillah – Membawa nama Allah. 6. Ihdinash shirathal mustaqim – Berpedoman pada manhaj ilahi. Ihdinash shirat al-mustaqim. ‘al-ibadah. Iyyaka na’budu – Mengabdikan diri hanya kepada Allah. mendidik. Malik. Rabb. dituntut beramal yang memiliki kualitas excellent. ‘petunjuk. Shirat alladzina an’amta ‘alaihim. Ghoiril maghdhubi ‘alaihim – Menjauhi murka Allah Wala adh-Dhaallin – Menjauhi kesesatan. Ar-Rahman. Bermusyawarah dalam memecahkan persoalan (asy-syura fii al-umur) (QS asy-Syura : 38).

Darul Kutub Al Islamiyah. Syekh Muhammad. intervensi kerajaan Allah di bumi) al-hayat). Syekh Muhammad... Beirut.. . al-mujtama’ al-Islami).. Dar Nurul Maktabah. ‘Aqidatu Al-Muslim. wawasan (al-i’laam. ..... Al-Ghazali.. Ahjad. tazwidul ‘ulum wa atstsaqafah) Tabligh (at-tabligh) Dari kebodohan menuju ma’rifat (minal jahalati ila al-ma’rifah) Al-‘Alaq Ishlahun nafsi (memperbaiki diri) Pembekalan Manhaj Qurani At-ta’lim (pengajaran) Dari ma’rifat menuju Fikrah Qur’ani Al-Qolam (tarbiyah Qur’aniyah) (minal ma’rifah ila alfikrah al-Qur’ani) Ishlahu al-bait (memperbaiki rumah tangga) Menggerakkan ibadah secara Pembentukan (screening) kader Dari fikrah menuju pemberdayaan Al Muzzamil istiqomah (at-tahridh ‘ala (takwinur rijal) ruhani (minal fikrah ila at-tarbiyah arIrsyadul mujtama’ (membimbing al-‘ibadah al-mustamirrah) ruhiyah) ummat).....SINOPSIS TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN DALAM GERAKAN Tujuan Perubahan Tahapan Perubahan Langkah Perubahan Nama Surat . zu’ama (menjadi anggota legislatif) infra strukturnya.... sab-han thawilan Merapikan shaf (tauhid ash-Penataan (tanzhim) Dari tazkiyah menuju harakah AlMuddatsir shaff). Darul Fikr. Memulai program surat pendidik.... Ustadz Najih. dll. mu’tamar.. Dr. Al-Maktabah Al-Faishaliyah. Tanpa tahun. . Jaddid Hayatak..... . Pelaksanaan kehidupan Islami Pelaksanaan (tanfidz). Jeddah. Ponpes Maskumambang. . Anis. Ahmad Karzun. Jakarta... Adab Thalibil ‘Ilmi.. Muhammad Ali. . intelijen. lewat syura. kepada kekuasaan yang ada adh-Dhuha dan kelengkapan ulama. politikus... DAFTAR PUSTAKA Ash-Shabuni... Dari gerakan dakwah menuju Al Fatihah dalam segala aspeknya (tanfidzu munculnya ahli pada bidang masyarakat Islami (min al-harakati ila Iqomatu ad-daulah (menegakkan al-hayat al-Islamiyah fi nawaahi masing-masing. Shafwatut Tafasir. mengatur kinerja (tansiq dakwah (minat tazkiyah ila al-Ishlahul hukumah (memperbaiki al-amal).. . sehingga kelak menegara. Sosialisai & pembekalan ilmu..... Al-Ghazali. At-Tibyan Fi Al-Ahkam Al-‘Amaliyah. .. Gresik. evaluasi gerakan harakah) pemerintahan yang ada) (riqobat al-‘amal). ekonom.

Maktabah Dahlan. Rabbani Press. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Ibrahim. Yakan. Menuju Jama’atul Muslimin. Al-Wasyli. Oktober 2003. Penerbit Lentera Hati. Moralitas Al-Quran Solusi Atas Segala Persoalan Umat Manusia. Departemen Dakwah. Bin Hasan bin ‘Aqil bin ‘Aqil Syarif. Beirut Shihab. Dr. Rabbani Press. Dewan Eksekutif Hidayatullah. Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam. Sayid. Dr. Mahmud. Madkhal Li Dirasati Asy-Syari’ati Al-Islamiyyah. Darul Ihya Lil Kutubi Al-‘Arabiyyah. Darul Fikr. Al-Madkhal Li Dirasati Al-‘Aqidah Al-Islamiyah ‘ala Madzhabi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Al-Jazairi. Yahya. Muhammad Ali. Indonesia. Rabbani Press. Harun. Jakarta. Yahya. Beirut. Beirut. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme. Marwan bin Nuruddin. Gema Insani Press. Rasyid. Darul Fikr. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta. Dr. Panduan BerIslam. Menyelami Samudera 20 Prinsip Hasan Al-Banna. Az-Zubi. Tafsir Al-Azhar. Robbani Press. Beirut. Muhammad Quraish. Dr. Al-Mubasysyirat Bi-ntishari Al-Muslimin. Beirut. Yusuf. Solo. Beirut. Ma’alim Fi Ath-Thariq. Shalih Tak Berdayaguna. Syekh Abu Bakar Jabir. Pustaka Panjimas. Prof. Al-Qaththan. Jakarta. Lc. Sya’ban 1424 H. Minhajul Muslim. Fathurrahman Li Thalibi Ayat Al-Qur’an. HAMKA. Ash-Shabuni. Libanon Tahmid. Solo. Jakarta. Pelajaran Agama Islam. Libanon. Team Penulis. Manna’ Khalil. Jakarta. Assuwaru Murattabah Hasban Nuzul. Syekh Dr. Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran. Bin Muhammad Al-Buraikan Abdullah Al Buraikan. Fathi.Al-Jazairi. Jakarta. Dr. Era Intermedia. ‘Abdullah bin Qasim. Dr. Al-Qardhawi. Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jama’ah Al-Ikhwan AlMuslimun. Al-Hasani. Jakarta. Suar. At-Tafsiru Al-Hadits. Syekh Ali. Beirut. Rabbani Press. Al-Maqdisi. Islam Dalam Berbagai Dimensi. Sabiq. Izzah Darwazah. Thanthawi. Yusuf. Quthub. Darul Fikr. Harun. df . Kairo. Sayyid. Era Intermedia. Darul Fikr. Bulan Bintang. Ta’rif ‘Am Bid Din Al-Islam. Tafsir Al-Mishbah. Hal Satasquthu Amrika Kama Saqathat As Suviyeti. Muhammad. Mengenal Allah Lewat Akal. HAMKA. Mansyurat Al-‘Ashr AlHadits. Mukhtashar Tafsir ath-Thabari. ‘Aqidatul Mukmin. Darul Fikr. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Membongkar Jahiliah Meraih Sukses Berdakwah. Darul Fikr. Daud. Yahya. Syekh Abu Bakar Jabir. Prof. Al-Qardhawi. Maktabah Wahbah. Harun. Fiqh As-Sunnah. Qardhawi. Yusuf. Isa Al-Babi Al-Halabi wa syirkaahu. Rabbani Press. MA. Syarah Ushul ‘Isyrin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful