EDISI LENGKAP TAJDID GERAKAN DAKWAH DAN PERADABAN Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran .

Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah 1426 H – 2005 M DAFTAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syari’ah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I FIQH MUDAWALATIZ ZAMAN Bab I Prinsip Pergiliran Zaman Arahan Allah – Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan Islam Sumberdaya Manusia Sumberdaya Alam Warisan Sejarah Bab II Arahan Pembaharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis Ummat Islam Krisis Perasaan Terhadap Keagungan Islam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pertolongan Tuhan Bab III Solusi Atas Berbagai Krisis (Hillul Azamat) Memahami Islam Secara Detail Keimanan Yang Kuat Membangun Jamaah Bab IV Tahapan Turunnya Wahyu Sebagai Jawaban (Ar-Ruju’ ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen Orisinalitas Tekstual Argumen Kontektual PAKET II RISALATU AL-‘AQIDAH Bab I Prinsip Akidah (Risalatu al-‘Aqidah) “Membaca” sebagai Pilar Pembangunan Peradaban “Membaca” dalam Tinjauan Al-Qur’an Ilmu Dalam Perspektif Islam

Membangun Tradisi Ilmiyah Bacalah Dengan Asma Allah Bab II Ma’rifatur Rabb (Mengenal Rabb) Fakta Sejarah Fakta Fithrah Fakta Indra Fakta Logika Fakta Tekstual Bab III Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia) Definisi al-‘alaq Secara Bahasa Definisi Al ‘Alaq Secara Keilmuan Kesan Yang Dumunculkan Bab IV Ma’rifatul ‘Alam (Mengenal Alam Semesta) Asal Kejadian Alam Sunnatullah Pada Alam Bab V Proses Lahirnya Syahadat Pada Surat Al ‘Alaq (Asy Syahadat fii dhoui surat Al ‘Alaq) Fiqh Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal-pembatal Syahadat Loyalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALATU ASY-SYARI’AH Bab I Prinsip Syariat Surat al-Qalam 1-7 Definisi kebahasaan qalam Mendalami qalamullah & karamullah Bab II Karakteristik Syariat Allah Rabbani (berketuhanan) Akhlaqiyah (membentuk moral) Insaniyah (manusiawi) Tanasuq (teratur) Syumul (universal) Bab III Jaminan Allah bagi yang Ber-Qur’an Tidak gila Memperoleh pahala yang tidak terputus Memiliki akhlaq yang agung Bab IV Akibat Mengabaikan Konsep Allah Gila dunia, tahta dan wanita

Balasan yang tidak abadi (temporal) Berperangai hina Bab V Profil Generasi Qurani PAKET IV RISALATU AL-AKHLAQ Bab I Risalah Al Akhlaq (Prinsip Akhlaq) Surat Al Muzzammil 1-9 Menjaga Stamina Ruhiyah -Shalat Malam -Membaca Al Quran -Mengingat Allah -Berserah Diri Kepada Allah -Tahan Uji -Hijrah Bab II Lulusan Madrasah Al Muzzammil (Khirriiju Madrasati Al Muzzammil) PAKET V RISALATU AD-DA’WAH WAL HARAKAH Bab I Prinsip Dakwah dan Harakah Tafsir Surat Al Muddatsir 1-7 Qum Fa Andzir Tahapan Peringatan Mengagungkan Rabb Membangun Citra Diri -Kebersihan Jiwa -Kebersihan Moral -Kebersihan Harta -Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di Jalan Dakwah Bab II Tabiat Jalan Dakwah (Thabi’atuth Thariq) Bab III Metodologi Dakwah (Uslub Ad Dakwah) Bab IV Wawasan Seorang da’i (Tsaqofatud Da’i) PAKET VI RISALATU AL-JAMA’AH Bab I Risalah Jama’ah (Prinsip Jama’ah) Makna Global Surat Al Fatihah

Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah. Ahl) -Aturan (Asy Syariah. al. Program utamanya berupaya mewujudkan agenda perubahan dalam skala kehidupan individu. Dalam metodo-logi urut-urutan wahyu. yaitu : al-‘Alaq.Bab II Membangun Masyarakat Islam Dengan Spirit Al Fatihah (Binaul Mujtama’ Al Islami Fii Dhou’i Surat Al Fatihah) Bab III Unsur-unsur Masyarakat Islam (Anashir Al Mujtama’ Al Islami) -Kawasan (Al Quro. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Al Qanun) -Kepemimpinan (Al Imamah. karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an). para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. Menata ulang pemikiran. didukung oleh sejarah perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan realitas kebang-kitan kesadaran beragama ummat Islam hari ini. Ditutup dengan surat al-Fatihah. Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu. Mereka yang memiliki kesiapan memahami. karakter dan tindakan seseorang agar berfikir. Dari Ibnu . Prinsip dasar gerakan dakwah ini merujuk kepada wahyu secara tekstual dan kontekstual. masyarakat secara mendasar dan terarah.Muzzammil. Cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual (tadrijiyan). tanpa mengurangi hormat kepada ahli tafsir yang lain. faqih-kanlah dia dalam urusan agama dan ajarilah dia ta’wil”. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat. Al Bi-ah) -Al Ummah (Penduduk. “Ya Allah. berkat doa Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam untuknya sejak ia di ayunan ibunya. Al Imarah) -Tugas Kepemimpinan (Wazhifah Al Imamah) Bab IV Paket Al Fatihah (Qism Al Fatihah) Tafsir Al Fatihah Kultur Masyarakat Al Fatihah Karakteristik Masyarakat Islam Sinopsis Operasional Tahapan Turunnya Wahyu Dalam Gerakan SAMBUTAN Sekretaris Dewan Syari’ah Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. dipilih pendapat Ibnu Abbas. karena secara ilmiyah ia dikenal faqih dalam tafsir melebihi generasi sahabat yang lebih tua. keluarga. Ibnu Abbas. al-Muddatsir dan alFatihah. menghayati dan mengamalkan muatan al-Fatihah secara otomatis telah menjiwai seluruh isi alQuran. al-Qalam. merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau maraji’ (referensi) Islam.

Gerakan pemurnian ajaran Islam yang diusung oleh para da’i dan tokoh Islam disalahpahami oleh penguasa. maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya karena Dialah Zat Yang Maha Penerima taubat. Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren. “Tidak. Bertolak dari mabda’ asasi (prinsip dasar) diatas. Juga sebagai sarang laba-laba (bait al-‘ankabut) yang difungsikan sebagai pagar pembibitan da’i yang ingin diorbitkan ke tengah-tengah masyarakat. “Lalu bagaimana pendapatmu?” Saya menjawab. “kuntum khaira ummatin” (kamu adalah ummat yang terbaik). tabligh. Kemudian Umar berkata. Gelora (thumuhat) yang menyemangati seluruh aktifis Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah. program unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis. Yaitu Allah berfirman : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h. yang kurang menguntungkan aspirasi ummat Islam. adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka. (apabila telah datang pertolongan dari Allah). 1 . kemudian ada seseorang yang bertanya. “Saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi dari apa yang kamu katakan. Firman Allah yang senantiasa diintrodusir secara rutin. “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita. Hidayatullah menerapkan strategi dan perencanaan (takhthith) dakwah yang sistematis. dan beriman kepada Allah. merujuk surat Ali Imran: “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” Umar bertanya lagi. wahai Ibnu Abbas?” Saya menjawab. Kejadian pengucilan dan fitnah yang dilancarkan oleh oknum tertentu kepada da’i adalah pemandangan yang rutin. itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad. Para sahabat yang lain terdiam. adalah aktifitas dakwah yang bersifat spesifik. karena pesantren telah menyatu dengan jiwa bangsa Indonesia. kemudian Umar bertanya kepada saya. menyuruh kepada yang ma’ruf. Sebelum kelahirannya. Termasuk menimpa (alm) Ustadz Abdullah Said muda di kota minyak itu. seakan-akan saya disejajarkan dengan mereka.” (QS. “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan”. lebih-lebih mencermati kondisi politik saat pesantren mengawali kiprahnya. padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Umar menjawab. Ali Imran : 110).Abbas radhiya-llahu ‘anhu: Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari orang tua. Dalam suhu kehidupan perpolitikan yang cenderung represif saat itu. “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h?” Salah seorang diantara mereka menjawab. “Apakah pendapatmu juga seperti itu. pantang menyerah. dan mencegah dari yang munkar. “Allah memberitahu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kematian beliau. Memilih model pendidikan non-formal ini.” (HR al-Bukhari).” Kemudian Umar radhiya-llahu ‘anhu berkata. oleh pendiri lembaga Islam kelahiran kota Makassar itu. “Itu pendapat kalian?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu. dalam setiap momentum dan kesempatan adalah.

Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadijah. Yang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya mencetak kader-kader da’i yang memiliki kecerdasan otak dan batin. surah Ali Imran : 104. dan musuh eksternal dakwah seperti Abu Lahab dan Abu Jahal serta para pengikutnya. Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan . Utsman bin Affan dan Ali. Dan sebagai khalifah. Karena santri didoktrin sebagai hamba Allah. mahasiswa. Jadi. dan dakwah dimanfaatkan untuk melakukan pela-tihan-pelatihan (daurah) dakwah. sunnatullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar. setiap menjelang waktu shalat petugas ta’mir memberikan warning untuk persiapan shalat. ‘ilmiyah dan Islamiyah. kehidupan keseharian didominasi dengan jadwal shalat. Terbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas. Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak-kehendak Allah. Demikian pula akan didukung oleh simpatisan dakwah seperti Abu Thalib & Waraqah bin Naufal. Umar bin Khathab. maka Lihat juga. Beliau mentransfer nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke jalan yang diridhai oleh Allah pasti ada yang memberikan respon yang li kulli da’watin mujiib (setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut). Berdirilah 150 cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. tempat beliau aktif merintis karir sebagai da’i sejak remaja. kursuskursus. Gerakan dakwah akan disambut oleh pendukung utama. melalui proses yang unik. Kita akan gagal sebagai “wakil Tuhan”. Di Muhammadiyah. jika diatur oleh jadwal pekerjaan dan kesibukan kita. memperluas teritorial dan jaringan dakwah. Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballigh. Disamping di-backing oleh pengikut yang setia. sedikitnya muballigh yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk terjun dalam totalitas kehidupannya di medan dakwah. Sumayyah dan shahabiyat yang lain. Langkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan. harakah da’wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan anak cucunya. serta kuliah-kuliah calon muballigh. Asma binti Abu Bakar. selalu memenuhi kecapi batinnya. Kampus seluas 200 hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan secara kongkrit suasana kehidupan ‘alamiyah. Almarhum selalu memfokuskan aktifitas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan. yang memiliki karakter seperti Abu Bakar. untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh Indonesia. Sejak usia muda keinginan pendiri untuk men-setting kader-kader dakwah (rijalud da’wah). karena melihat kenyataan di lapangan. Keterlibat-an Almarhum dalam berbagai organisasi kader pelajar. Beliau menyadari langkanya penerus perjuangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas-luasnya secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. sebagai wujud dakwah di kalangan internal warga. seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah.Di kampus Pesantren.

Idealisme ini muncul sejak Almarhum remaja. agenda-agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya. Sampai suatu saat kelak Islam ini dikembalikan ke fungsi dan peranan utamanya untuk kaffatan lin-naas dan rahmatan lil ‘alamin (universal). dengan harapan eksistensi gerakan pencerahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah – bersama lembaga ke-Islam-an yang lain – mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tranformasi kehidupan yang sejuk dan beradab sesuai dengan cita-cita awalnya. “Kemudian Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Apakah program dakwah berhenti dengan kematian penggagasnya? Sama sekali tidak. Masa-masa penting yang penuh dengan gelora pemuda dilalui dengan schedule kegiatan dakwah yang padat. Pada era reformasi saat ini dan pasca perubahan struktur organisasi Hidayatullah dari Orsos menjadi Ormas. Rabi’ul Awwal 1426 H Ust. Hamim Thohari. hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang Islam.” (QS. Tiadalah taufiq dianugerahkan kepadaku kecuali dari Allah. SAMBUTAN Ketua Departeman Dakwah DPP Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. dan tahapan-tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan. Umumnya. Ia juga aktif dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan judi Lotto di Sulawesi Selatan.intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami. tiadalah keinginan bagi saya kecuali perbaikan sesuai dengan kemampuanku. akhirnya para da’i-nya disebar terus hingga kini. sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang. Pada umur 12 tahun ia sudah membawakan khutbah di masjid ternama di Makasar. dan di antara mereka ada yang pertengahan. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Msi . Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas. dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba-lomba berbuat kebajikan dengan izin Allah. lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri sendiri. tenaga-tenaga lulusan pendidikan agama tidak tertarik menggeluti proyek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu. Maka perlu disusun materi dakwah yang sistematis. Jakarta. mengamalkan dan memperjuang-kan tegaknya dienul Islam. Idealisme dakwah akan terus dinyalakan. Dari sinilah keberhasilan dakwah diuji pada dataran konsep dan realitas untuk menjawab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat Islam. Fathir : 32). Idealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung. Shalawat dan salam . Ketika itu beliau juga aktif berkeliling (jaulah) ke masjid-masjid untuk mengisi halaqahhalaqoah ta’lim dan pengajian umum. Momen-tum keterbukaan ini menuntut aktifis Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh (al-fahm asy-syamil) dan komitmen yang teguh (al-iltizam al-kamil) dalam pengembang-an konsep dan program dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan.

H. P.... mutarabbi (obyek didik) bisa mempelajarinya secara otodidak. Paket Ketiga.J... Risalah al-Akhlaq (Prinsip Akhlaq).H.) J. .K. Pakat Keempat. dengan maksud agar pembaca lebih mudah dan akseleratif dalam menangkap subtansi tema (maahiyatul maudhu’).H. di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh (pendiri dan pembina) Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentransfer ilmu dan nilai kepada para mutarabbi (anak didik).K. Fiqh Mudawalatiz Zaman (Memahami Prinsip Pergiliran Zaman). H. Tiada pembelajaran yang lebih efektif melebihi mengamalkan-nya dan mengajarkannya kepada orang lain. skema. Paket Kelima.H. Kekayaan materi yang kita belanjakan akan habis (mafqudah). Risalah ad-Da’wah wal Harakah (Prinsip Dakwah & Harakah).. .K. Semakin sering dikaji dan diperdalam (ad-dirasah wa al isti’ab).. Risalah al-‘Aqidah (Prinsip Aqidah). Paket Pertama. Materi merujuk referensi utama al-Quran dan alHadits.. materi tarbiyah disini bersifat infitahiyah (inklusif). akan melahirkan kader dakwah (rijalud da’wah) yang memiliki wawasan.semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam..J. Buku ini berisi 6 paket materi (sittu mawad). sedangkan ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada yang . para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman.H.H. Abu Syaikh). Penyunting memformat semua materi dalam bentuk rasmul bayan (mind mapping. J. Masing-masing paket merujuk kepada al-mashdar al-wahid (referensi utama) al-Quran. Paket Keenam.H. P. J.H. al-Hadits dan argumentasi kontekstual. Melalui wasilah bayan tafshili (media penjelasan secara detail) diharapkan tema-tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma’nawiyah (spirit) yang membangkitkan ghirah keIslaman aktifis Hidayatullah. tazkiyah (penyucian) dan tarqiyah (peningkatan kualitas) bagi aktifis Hidayatullah secara mikro dan masyarakat yang memerlukannya secara umum. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya : (. Ia adalah hasil ijtihad (kesungguhan berfikir) para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq (kebenaran). H. Risalah al-Imamah wal Jama’ah (Prinsip Jama’ah)..” (HR. “Barangsiapa yang mengamalkan yang diketahuinya maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.H. Risalah asy-Syari’ah (Prinsip Syari’ah). Sesuai dengan karakteristik ajaran Islam itu sendiri. peta pikiran) berbahasa Arab dan diterjemahkan secara singkat disertai dalilul nash (argumentasi tekstual) dari al-Quran dan al-Hadits serta Sirah Nabi pada masing-masing skema.. atau diperoleh dengan manhaj at-talaqqi (metode penerimaan dengan menghadap instruktur) dengan penjelasan secara ijmal (global) dan di-tashhih. Paket Kedua.H. . komitmen dan kesadaran baru.H. Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersifat qath’i (pasti). Metode menyimak secara langsung inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Untuk menangkap ruh tarbiyah dan da’wah ini. Materi-materi pembinaan (mawad tarbawiyah) dalam buku ini adalah wasilah tarbiyah (media pendidikan).

Memahami Prinsip Pergiliran Zaman $ . ... dan untuk itu diucapkan terima kasih. Besar harapan kita konsep-konsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan zamannya. .. ... ...... Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan kerjasama berbagai pihak........ ilmu di dalam dada.... ..... “Ilmu itu ada dua macam. ... . Akhirnya semoga dengan materi tarbiyah ini memberikan manfaat yang berkesinambungan (istimrar)... ......... Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan balasan yang terbaik. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah bekerja maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan..... .. ...... Amin... . . . . karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat Islam (al-mustaqbal lil muslimin).. dalam memberikan pemahaman yang utuh dan komitmen yang kuat dalam berIslam kepada generasi yang akan datang. ... .. Saran dan kritik yang konstruktif (at-taujih wal iqtirahat) dari para ahli. Jakarta. itulah yang bermanfaat. ... . untuk menyongsong pergiliran dan pergantian zaman. tanpa salah alamat...... alim ‘ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa-masa mendatang. dan ilmu sekedar di ujung lidah........ ... .. ya rabbal ‘alamin..... ..... Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya..... .... Tasyrif Amin PAKET I .... ........ .. Rabi’ul Awwal 1426 H Drs..... Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau yang dengan ikhlash memfasilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini.... maka itu akan menjadi saksi yang memberatkan (menggugat) manusia”... . . .....memerlukan akan berbuah.. . .

... ....... .. .. ....... .......... .. .... ...... ..... ... MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN ilaf(lit) BlBlt j(il) tih ilii jigit iktatGll IslSistIslfj tial & Itial ( ) imilit IljTujiIsliliI ik laflih Dii teli tSistIsliilafKhah Formaasok Timur & ok BaraKeraaan operasonaGedung PuJahyah dAbad XX Fase Raa yang MenggFase Dor obaGerakan am em am Fase Khilaah ala ManhaNubuwah Sarana MaermaerSDM dan SDAyang dki umaslam Pengaaman Searah uh Abad .. ..... . ... ........ ... .... ..... . ........u.... ..... .. ... ..................u........... .... .. ... ..... . . .. ....... . ............. . . ......

jika kamu orang yang beriman.PK. K.J.” (QS al-Fath : 29).. Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan.H.K.Kabar Gembra Kemenangan am Fiqh Pergran Zaman ARAHAN ALLAH ARAHAN NABKurun TerbaSaus ShamensKeadanan DimensSisem yang Diikuti em am Fase Kenaban Fase Khah yang Lurus BAB I .H.) H. P.” (QS Ali Imran : 139-140.K. . kesabaran.H. J.P.H.H.H. H. H. K...S.J. P.H..H..H.J. . Usaha mereka hanya sia-sia belaka. N.H..K.J.J.J.H..140 ( “Janganlah kamu merasa hina. . Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir. karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya).K.H. N.J.K. kaum perkotaan semakin menggeliat.H.. Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat. : .. H.J. H.H. P.P.J. H. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam). 139 . N.J.K.H. Lihat juga ayat 104).J.J. . H.P. K.J.K.J.. cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas. J.K.H.H.P. J. musibah demi musibah datang silih berganti...P. .. H.S.J.J.K.P.H.H.N. .H. Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan. Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa..J.H. K.J...K. P.P.P.J.J.J...P. .J.K.K.J..P.P.J.P.K.J. K.. Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama..H.P.J.P. H. P.K.P. J..P...H. J. keteguhan (tsabat). serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini.H. J. H. .H.H. J.. Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah).J..... H.J. S. intelektual.H.J. .J.K.H. 29 ( “Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman).. PRINSIP PERGILIRAN ZAMAN Arahan Allah (taujih rabbani) .H.J.. H. dan jangan (pula) bersedih hati.K.. K.. J. H.J.H. H. J. Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam.P. P. H.J.P.H.K.P. .K.H.H. yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama. . .J. : . .H.H.N.) P.. . J.K..H. Namun.H.P..K.P..

K..” (QS At-Taubat : 32-33. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme).J.H.H (140 . .H...N . .J.K.KH.KH.i .l . Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali.) H..H.H. J. ).P. Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan.H. kebiasaan yang berbeda-beda. dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar.m . dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya..J. al-Fath : 28).K.H.. Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan.J.P .H.H..H...P.. pergaulan.. Lihat juga : ashShaff : 8-9.” (QS Ali Imran : 118).J.H. .: .J.J.H. walaupn orang-orang kafir tidak menyukai. H..H.K.s .P.J.J.K.チ . 32 . ..33 ( “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.P.K.K.. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita.K..J..P.J. terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup...J... .P.H.K.JH. Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir.H. Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah..K .H.N.. persepsi.J ...J “Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka.チ. . . mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar..: .H. H.P. .J.N..2 Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani). Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama.l . saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan.H.H. bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka. restu kepada selain Allah.P. ..P.J.P.K..

Kemenangan yang mencerahkan. Asyuriah. Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke jalan lain selain jalan Allah. . sosok yang memposisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah (min ‘anashirit taghyir). sedangkan kejayaan ummat Islam memperoleh restu dari Allah.―H. melampaui keadilan. Fiqh pergiliran dan pergantian zaman adalah sebuah kenyataan sejarah kehidupan manusia yang patut kita jadikan renungan secara mendalam..” (QS Ali Imran : 140).N. menampakkan cahaya kebenaran. Timbul 2 al-Islamu Hadharatul Ghaad (Islam Peradaban Masa Depan).J. Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara-negara Timur. . peradaban yang menyatukan iman dan ilmu.H “Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran). kurang teguh menapaki tabiat .. Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat-ummat sepanjang sejarah maka ia akan mendapatkan pelajaran bahwa obor peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain. Sesungguhnya perputaran (saat) ini adalah milik kita. Menempati posisi penting dan strategis. lalu tenggelam dan melupakan risalahnya. Akan tetapi ia tidak amanah. Sementara kejayaan yang kita peroleh adalah kemenangan sejati. India dan China.P. secara de jure dan de facto (secara syar’i dan kauni).K.J. Persia.. Kejayaan kaum muslimin terjadi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini. Yusuf alQardhawi. memetingkan kekuatan dari kebenaran. Sebab kejayaan orang kafir itu tidak mendapat arahan..J . Tentu kejayaan yang diraih selain kita adalah kejayaan yang palsu.H . Kalaupun orang lain tidak tahan.4 Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar (mabda’ asasi) ini harus melekat dalam totalitas kepribadian kita sebagai sosok muslim. lahir dan batin. berpindah lagi ke Timur lewat peradaban Arab-Islam. kemudian ke Barat melalui peradaban Yunani dengan filsafatnya yang terkenal. tidak sabar. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim. tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesifik di mata Allah subhanahu wa ta’ala. Babylonia. Merupakan kewajaran bila obor peradaban harus berpindah ke tangan lain.3 Barat memegang kendali kepemimpinan dunia. materi atas ruhani. dari satu tangan ke tangan lain. materi dan spiritual.H. Chaldea.H.P.H.P. Tidak sedetik pun kita berfikir untuk memilih alternatif lain selain solusi dari Allah.H.. Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benarbenar beriman dan Dia mengambil sebagian komunitas itu sebagai syuhada’.N.H. kata Hasan al-Banna. Adakalanya jatuh terpuruk.K. dan kaum kafir berjaya di dunia ini.H. bimbingan dan petunjuk dari Allah. Phoenisia. melalui peradaban Fir’aun. bukan melawan kita. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. benda atas manusia. karya Dr. Terkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya. Bahkan mengalami kebangkrutan norma.H.J.

H. kegoncangan (fatrah al-idhthirab) di Mekah sampai jaya di Madinah.J.J.H.P.H.N.H.H.H. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki mengang-katnya.. . pemimpin orangorang yang bertaqwa (imamul muttaqin).H.J.H.P.H.P..P. 4 Hal Satasquthu Amrika Kamaa Saqathath al-Ittihadu as-Sufyieti (Apakah Amerika akan Runtuh Seperti Uni Soviet?).P.J. H.P.J.H.H.H. yaitu Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H.H.K.H. Kemudian Allah mengangkatnya manakala . Sejak sebelum berfikir tentang format kepemimpinan sampai menjadi pemimpin yang disegani di Jazirah Arab.H.J ..P. . Inilah periode awal perjalanan sejarah ummat Islam..J.s ..p .K.P.³. terbukti dalam sejarah memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia (ustadziyatul ‘alam). .H. J.J.P. . maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi.l .H.K.p .K.H.H.H . Saat itu ummat Islam dipimpin langsung oleh manusia paripurna (insan kamil).H.J.H.J. .H. karya Dr.N .. P. panglima para mujahid (qa-idul mujahidin). Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad. Beralalulah masa keemasan itu (‘ashrudz dzahab) selama 23 tahun.J.” 3 al-Mubasysyirat bi Intisharil Islam (Berita-berita Gembira tentang Kemenangan Islam). Mereka langsung dipandu oleh figur teladan (uswatun hasanah) sejak masa kesulitan.H.H. P.K.H.H.H.H..―. J.J. karya Mahmud az-Zuby.― .P.. .perjalanan dakwah ini.H.P.. N.P. “Adalah (fase kepemimpinan) nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi.P.H. Ketika Allah menghendaki.H.H.H.H. alam sekitar dan diri mereka sendiri.H “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu. H.H.. H.H.. Sejak sebelum berfikir tentang perang sampai berkali-kali terjun di medan laga. .P. J.H. ) .H.K. Yusuf al-Qardhawi.P.. Ia mencabut masa kejayaan itu.. P. tidak mengurangi stamina fisik dan ma’nawiyah (spirit) kita.. intelijennya Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam.P. Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah. Manusia penunggang onta yang tertata ulang persepsi (tashawwur) dan mata hati (bashirah) mereka tentang Tuhan.

... . .. ..H.H. .H.H.. jujur dan adil. ... ..K.H....チ... ... “Barangsiapa hendak menjadikan teladan.K.J.H.J.³ . .H.チ.K.J . Utsman dan Ali.. . ...J.S . .H. ..J... ..H.N.. チ .....J.H. . Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam koridor minhajin nubuwah (metode kenabian)..H. . ..チ. . mereka itulah yang paling .チ.P...H.チ... Umar bin Abdul Aziz.J .. . .H. .. ...³...J. Masa ini fase khalifah yang lurus... .... .... ..Dia menghendaki untuk mengangkatnya.J ...K. teladanilah para sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P. Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah pada masa khulafaur rasyidin: Abu Bakar. .. ..P.....J.H.H .. ....H.P. .KP. Sebab.H.H. ....K.....チ.. チチ.PK. . .H...H.H.. . .J... .. .H. .P.J..H.P .P..K.N.. .K...チ.H.H. .J.J .H .H.J.チ.K. .. Umar.P.K ..P.. . .チ. Artinya periode pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan rujukan (referensi) ummat Islam...... .K.N.....(.H.チ. .... . Ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima....... .. ....N.H.. .. ... .H..J. . .H... . . ... .” Inilah fase kedua perjalanan sejarah ummat Islam.

Membutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar menonjolkan daya cipta material. paling lurus petunjuknya. Ketika merasa lapar membutuhkan makan. . Maka kita dituntut meyakinkan diri kita dan orang lain akan kebenaran dan orisinalitas ‘aqidah dan manhajul hayah ini. ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan biologis perlu nikah. Ma’alim fith Thariq (Rambu-rambu di Sepanjang Jalan Perjuangan). dll. bahwa tahapan perjuangan ummat setelah pembebasan negeri dari penjajahan asing (tahrirul wathan) adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar kondusif dalam penegakan tatanan ilahi (ishlahul hukumah). Ketika kaum kafir internasional menghadapi kaum muslimin pada skala global. Manusia pada masa jahiliyah dahulu dengan zaman jahiliyah sekarang (jahiliyah fil qarnil ‘isyrin) adalah sama. Jika penerapan tatanan ilahi di kepingan-kepingan bumi yang sempit di era globalisasi saat ini tanpa direstui oleh kekuatan internasional kuffar. . Kita memerlukan sebuah pola kepemimpinan yang menghargai capaian teknologi dan mendayagunakan secara maksimal untuk mewujudkan kehendak-kehendak Allah. paling sedikit takalluf-nya (sedikit mengada-ada). Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini oleh pemiliknya.baik hatinya. maka akan ditemukan catatan-catatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan. Sudan yang berusaha menerapkan syariat Islam. maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan secara lokal. bahkan dikhawatirkan terjadi disintegrasi bangsa. Kepemimpinan yang dirindukan manusia modern adalah yang bisa menawarkan ‘aqidah (iman) dan manhaj (pola kehidupan Islami). tetapi memiliki daya kendali capaian teknologi. Ahmad dari Ibnu Masud). meminjam istilah Sayid Quthub dalam muqaddimah karyanya. paling dalam ilmunya. Yang berbeda hanya produk materialnya saja. Sebut saja Iran. Zaman bisa berubah. sebab mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus. Manusia sekarang berada di jurang kehancuran. itu adalah sesuatu yang wajar. tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah.” (HR. tentu berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan Qur’ani pada level eksekutif dan legislatif disalahartikan. Adapun yang terkait dengan format politik Islam. tatanan resmi yang Islami dalam kehidupan bernegara baru terjadi pada tahapan penegakan Khilafah Islam internasional (iqomatul khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah) nanti. Tepat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al-Banna. Mungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas. Karena inovasi teknologi sekarang hanyalah pengembangan dari komponen teknologi yang ada. Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. dan paling baik keadaannya. Karena itu hendaklah kalian mengenal keutamaan jasajasa mereka dan ikutilah jejak mereka. Pakistan. maka akan menjadi bulan-bulanan. Itu ‘kan terjadi pada 15 abad yang silam. Karena di belahan dunia manapun belum terwujud prototipe negara yang menegakkan syariat secara formal dan komperhensif.

J.P.P.H. P.J “Kemudian akan ada raja yang menggigit.. Lalu. P. H. ..H.PH..P. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.H .N . Namun.P.H. N.PH.K.·.·. Dan pada akhirnya lepas juga pada tahun 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal Attaturk (Bapak Bangsa Turki).HH . .. Dunia Islam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga-bunga yang indah..J.H... . Karena kamu semuanya ibarat buih.H.. tetapi ummat Islam masih memiliki payung dan pusat komando (al-imamah al-‘uzhma) di Turki.J. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. .N . Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul.³ . Dalam dokumen sejarah dicatat.³.H.. sekalipun kendali kekuasaan dipegang oleh “raja yang menggigit”. para penguasa negeri-negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan korespondensi dengan pusat kekuasaan di Turki.H..H.H.H. anak keturunannya. “Kamu sekalian akan dijarah beramai-ramai oleh ummat-ummat manusia seperti halnya santapan yang dikerumuni orang-orang lapar. .PP .H. .H.H.PH. .H . . N. P. H.J.H. . Kondisi ini sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.J. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam meneruskan sabdanya : ..J.H.J.H.H. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya.J . kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924. panglima Fatahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah haji.H.. jumlahnya banyak tetapi tidak berkualitas”.J.H .H. Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam.J.. Sebelum tahun 1924.P. Yang paling awal adalah Dinasti Umaiyah. para ulama’ yang istiqamah menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki)..H. tetapi tanpa pagar pelindung dan penjaga kebun yang bertanggung jawab.P.H.P. beliau singgah untuk belajar di Akademi Militer di Turki.H. Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan penjajah Portugis..H.H.K. J. karena secara formal menjabat khalifah tetapi pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan. tetapi hampir-hampir lepas.J .H.J.H.” Fase kehidupan ummat Islam yang ketiga ini dikuasai oleh raja yang menggigit.H.5 Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan. Pada akhir abad ke-20.H.H . Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan ‘adhdhan).K.P.H.H. . Pada masa ini para khalifah disebut raja.PH. H.P.PH . . . J.

Energi mereka habis untuk ghibah. Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk memecah keutuhan bangsa. Kanada dan Rusia. dunia memasuki perang dunia I. Kehadirannya tidak 5 Al-Khilafah wal Muluk (Kekhilafahan dan Kerajaan). Karena kita yakin bahwa kepemimpinan raja diktator ada masa akhirnya. Setelah tahun 1924. hasud. Pihak-pihak yang masih getol mempertahankan keutuhan NKRI disingkirkan oleh orang nomer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan. II dan Perang Dingin antara Blok Timur versus Blok Barat (syarqiyyah wa gharbiyyah). Tidak ada pemimpin yang mangkat (baca: naik ke tampuk kekuasaan) di belahan dunia ini selain dalam hegemoni raja diktator dunia. Tetapi. tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit. Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. Setelah tahun 1990. kecuali yang dirahmati oleh Allah. jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah. Pada periode ini. Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat SIM (Surat Izin Mangkat) dari hegemoni malikun jabbar.” Masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. Daud Rasyid. dendam. Mereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktator dunia akan berjalan tertatih-tatih. makna lain dari gutsaa’ (buih). Marilah kita bangun. Ternyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini. bermarkas di Gedung Putih (al-bait al-abyadh). Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. memperbaharui komitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana. Jepang. Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar. Italia. bangkit. Mereka mayoritas. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas.“Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan yang diktator. Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun. Prinsip pergantian zaman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada. tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan global. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). terhadap kawannya sendiri. Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya. menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. Perancis. menurut pakar hadits Dr. dengan fenomena Papua dan Aceh. tetapi mereka laksana sampah. Yaitu pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman. aliran keagamaan dan kepentingan. dan didukung oleh kronikroninya yang tergabung dalam negara G7 : Inggris. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. Saatnya kita bangun untuk menyongsong masa terakhir dari perjalanan sejarah ummat Islam yaitu masa khilafah ‘ala manhajin nubuwwah. Kebatilan. namimah. sekalipun . penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Hegemoni raja diktator internasional mulai menampakkan eksistensinya. karya Abul A’la al-Maududi. Jerman. madzhab. Mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki di semua kepingan bumi ini. rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan jabariyyan (raja diktator) berskala global.

Sesungguhnya mercusuar Islam (baca: Tanah Suci Makkah) itu adalah milik-Nya.H. Dia sendiri yang akan menjaganya dari tangan-tangan jahil.. P.H.P. tidak bangun.H. tidak bergerak.H.P.J. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.J.H. Hadits ini adalah prediksi nubuwwah. J. K.” (QS anNuur : 55).K. K.K.K.H.P.H..H. Dengan cara konsisten.K.P.H.J. memperbaiki akhlak (ishlahul akhlaq).J. maka mereka itulah orang-orang yang fasiq...H.) H. J.H.J. J.K.H...J. H.J..J.H. Menurut Ibnu Katsir.P.P. J.J.J.. bukan ramalan ahli nujum dan para normal. . ini adalah janji Allah pada Rasul-Nya shalla-llahu 'alaihi wa sallam.J.J.³..H. .. H. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih.. Berita gembira kemenangan Islam 1) Janji Allah kepada orang beriman ..S.K. dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.H.H.P. . Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pencabut sang diktator dunia.K.P. J.H.H.H. P.J. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. .K.H. Sebab.J. H..H.H.H. P.. . memperbaiki akidah (ishlahul ‘aqidah). K. bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.. mudawamah wal istimrar (berkesinambungan) melaksanakan tahapan amal Islami (maratibul ‘amal Islami) merujuk tahapan turunnya wahyu Al Quran.. J.K. P.K.. Dengan mereka negara akan menjadi aman. H. Abu Dawud dan at-Tirmudzi). melaksanakan dakwah dan harakah (‘amalu ad-da’wah wal harakah) serta memperbaiki kualitas jama’ah (binaul jama’ah).K.K. “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian).H.P.P.N.. H.P.K..P.H.K.J. K. Agar kita aman dan lulus dari Mahkamah Ilahi kelak.. ³.. Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewujudkan agenda-agenda penting dakwah diatas.H.N. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.P.J.. .K. P.N. J. H.K.. masa itu akan terjadi pada masa kita atau kemungkinan pada zaman keturunan kita.J.. atau pemimpin dan penguasa mereka..K. N. (.P..) K.J.H.―...” (HR Ahmad.H.H.J.dipagari oleh kekuasaan yang kokoh akan segera hilang.J. . Persoalan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan terjadinya khilafah atas metode kenabian itu.. K. .H. .K. bahwa Allah akan menjadikan ummatnya para pemimpin bumi.P.H. H. N.J. Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan terjadi.P. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu..K. Lebih-lebih saat ini mereka mengadakan konspirasi global untuk menghancur-kan pusat syiar-syiar Islam. J..H. J. Sekalipun kita tidak sadar. istiqamah.J..H..J.H.H. H.H. J.H.H.. J..N. .H.. H. . H.³.H. J.N.J. melaksanaan syariat (tathbiqusy syari’ah). . .H. Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar menjadi batu bata dakwah (asy-sya’bu qawaa-idud da’wah). Yaitu. fenomena kebangkitan ummat Islam itu pasti terwujud..P.. J.H.P.H.K.K. : .H.. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. H.K.S.H.H. .H.N.J.H.H.J.

Khurasan dan Ahwaz dapat ditundukkan. Pada masa itu. Kemudian ia menginfakkan harta Kishra dan Caesar untuk sabilillah.. dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat ini. Syam.. Mesir.H.J. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda : . Kishra terbunuh dan kerajaannya habis riwayatnya. dan dari beberapa daerah Syam. Dalam hadits shahih. Pada zaman Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu kekuasaan Islam telah sampai ke penjuru timur dan barat dunia. orang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al-Faruq ini.H. Allah telah membebaskan Makkah.K. Pada zaman ini seluruh Syam.H.H. kajian dan menyatukan ummat untuk memelihara al-Quran.H. Mereka tidak akan mengganggu agama Allah. demikian juga Muqauqis penguasa Mesir dan Iskandariah.P.. K.H.. K. Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat. .PJ. Kemudian usaha mulia itu diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.H. dan lainlain dibebaskan. dan ketiga dibawah komando ‘Amru bin ‘Ash radhiyallhu ‘anhu menuju Mesir. sebagian Parsi dibebaskan. Dan Allah akan menggantikan ketakutan mereka menjadi perasaan damai. Kemudian mengirim tentara kedua. Khaibar.H. Kishra dihinakan. Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka. Heraclius raja Romawi memberikan hadiah.J.H. Kota-kota Irak. Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu.P. Terbukti ketika Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam masih hidup.H.N. Ia menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam. Tiada dalam sejarah setelah Nabi-nabi. sehingga kharaj (pajak tanah) dari penjuru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khalifah Utsman. raja-raja Oman.H .dan manusia tunduk kepada mereka. kekuasaan Caesar di negeri Syam direbut. dan Najasyi (Negus) raja Abbyssinia (yang nantinya dikuasai oleh sahabat-sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam). Berkat bacaannya.K.J. Bashrah.H...H. Bahrain. ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir. memungut upeti dari Majusi Hajara. Kemudian disempurnakan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Negeri-negeri Maghrib dapat dibebaskan hingga Cina. di bawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu menuju Syam.H.H. Semua ini .H.” 2) Allah akan mendatangkan kaum yang Dia cintai Berita gembira disebutkan dalam surat al-Maidah.H.J.K. seluruh Yaman.P. yang membasmi kekafiran.J.H.H.K. mengancam orang-orang murtad yang keluar dari agama.H.J.H. dan ikatan perjuangan dan jihad terhadap orang yang berbuat munkar.H.H.H.H. seluruh Jazirah Arab.N. dan mampu membebaskan daerah itu. “Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan barat bumi. ikatan kasih sayang sesama saudara seiman.H.J.J... Mereka menegakkan agama dalam jiwa mereka sebagai ikatan yang kuat – bahkan ikatan cinta – antara mereka dengan Tuhan mereka.P.

H. .” Ibnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu.N.J. J. 133 ( “Jika Allah menghendaki. H.P.H.N.H.H.K.J..P.J.―.K...K.K. m..N..H.H.P.H.H.J.H. K.H. “Maksudnya ketaatan kepada Allah. J. J.P.P.H.K.H..K..J. Barangsiapa yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya.H. barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya..H. dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).J. H.H..H.. memerangi musuh Allah..H. .K. 38 ( “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain. H.J.” (QS Muhammad : 38). H. H.J.J. “Kekasihku – Rasulullah – menyuruhku untuk menjalankan tujuh hal.J. J. 54 ( “Hai orang-orang yang beriman. K. m.H.H. dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu)..P.. .H.N.P. H.J. : .J.H.J.H.H. J.. J.J.H.K. H. lebih kuat...K. dan menyuruhku agar tidak takut terhadap cercaan orang yang mencerca.P.K.H...J. K..K. H. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.H.K..H.K. dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (QS Al Maidah : 54).P.J. S. J.P.J.H.H. P.J.J. J. : .K. m.H.H. yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang beriman.” Kemudian beliau menyebutkan antara lain.H. K.J.J.K. J. K.P.adalah sifat-sifat pokok yang dijelaskan dalam al-Quran untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman. “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar. dan amar ma’ruf nahi munkar..K. yang berjihad di jalan Allah.H.H.K.K. “Rasulullah menyuruhku mengatakan kebenaran meskipun itu pahit... teguh pendirian”.H.J.J.J.P.) H. Ibnu Katsir berkata. dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. niscaya Dia membinasakan kamu dan menggantikanmu dengan makhluq yang baru. K.H. .K.H. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.J. niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia. pelaksanaan hudud. : .P. .K.H. tidak terpengaruh dan terhalangi oleh siapapun. Mereka tidak gulana atas kecaman yang mereka dapatkan dari orang-orang yang bodoh.H.J.” Ibnu Katsir berkata.H.K.20 ( “Jika Allah menghendaki. dan mengancam orang-orang murtad.H.H.P.H.J.P.” (QS Ibrahim : 19-20).H.H.. N... m. J.H.H.J.P..J. N. P.. m. N.. J.K..H.) J.J.H.N.―.³.H.J. K.K.P.H. .. maka Dia akan menggantikan mereka dengan orangorang yang lebih baik dari mereka..H..J.H.P.. : .H. K.K.J. yang diriwayatkan Imam Ahmad. J.K. .J.H.P.P.. .P.H..H. .J..H. H.J.) m.H. H.N.P...J..H.K.. H.H. . K.―. Ketika menafsirkan ayat. H.J. H.H. H.H. “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela.K.H..H.H.J.. J. K.H.” (QS an-Nisa’ : 133).―.H. H.H. .K.J. J...K.K.H..J. H.) 19 .H. lebih lurus.J.H.H. K.”6 3) Kabar gembira dari Sunnah Nabi .

.H.H.H. kembalinya khilafah atas manhaj nubuwwah..K. sebagaimana siang dan malam menutupinya. N. H.J... Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran.. .J..P. “Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. .. m.H. Tersebar di lima benua.) H.H. P.J.P.K. K.H. . .. P. . ―.H. paganisme Arab. Tetapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri.P. P. Majusi Persia.. ·.” (QS at-Taubah : 33)..K. K. Apabila jumlah jamaah shalat fardhu sepadan dengan jumlah shalat Jum’ah adalah diantara tanda-tanda kebangkitan ummat.H..H. H.J... . H. K.P.H..J.. senantiasa mencari tempat yang rendah untuk mengalir. J. Ia adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ekonomi atau peradaban.H.J.. 67-68.H. S.K.K. : ..P. .J. P. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. turunnya al-Masih.H. .H.. Meskipun gelombang politik Islam bersifat fluktuatif. juz 2..H. Sesungguhnya jumlah yang besar adalah nikmat. sampai mencapai jumlah dimana musuh kesulitan menghancurkannya..H.N. hal. Maksud sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam.H.” (HR.H. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya.K.H. 6 Tafsir Ibnu Katsir. H.N.S.) H. H. dan sebagian agama-agama Asia-Afrika.P.K..H. Dengan memuliakan oarng yang mulia atau menghinakan orang yang hina.. J. N. .H.P. Ahmad dalam Musnad). J. K..H. .K..H.J.P.J.J.J.H.P.. .J.P...K..H. datangnya pembaharu setiap abad.J.... S.K. Pada abad-abad pertama.K. K. 7 Lihat juga: al-Fath : 28..S. . Islam belum menang atas semua agama. pandangan orang yang mengatakan... Islam ibarat air. 33 ( “Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk (alQuran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya diatas segala agama. m. Nasrani. yang lebih penting adalah kualitas. ash-Shaff : 9 Sumber daya manusia (al-wasa’il ghairul maddiyah ‘indal muslimin) Saat ini jumlah ummat Islam di dunia berkisar 1/4 milyar penduduk. H... Hal ini dapat dilihat pada jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun yang terus bertambah.H. Kita masih menunggu berita gembira ini..J.J..P. berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal Islam.H.K.H. kemudian fenomena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi pusat kekufuran..K.P.J.K...K.H.. dsb.. . bertahannya kelompok kebenaran.. .J.J. Islam mengungguli Yahudi.J.S. datangnya al-Mahdi. dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan.K. S. P.. Akan tetapi. (.P..P.H. dan populasi ummat Islam yang semakin bertambah.H. K.K. P. .H.J.J.·.. Benar.H. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya.7 Pengertian lafazh “liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi” ialah dominasinya atas semua agama.J. yaitu tersebarnya Islam ke seluruh permukaan bumi. . .H..P. tetapi jumlah penduduknya – secara global – tidak pernah berkurang.N.. ―.H.. P.. H.J.

K...N... .. sekaligus memadamkan berbagai pemberontakan terhadap Islam di berbagai penjuru dunia. ditemukan sumber-sumber minyak.. Letak geografis kita memiliki nilai penting. Ini adalah kekuatan ekonomi.. Kita memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain..KH.. Brunei Darussalam. Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi Islam.P..J .P.P... Yahudi. bahkan di wilayahwilayah muslim bekas Uni Soviet dan yang masuk ke dalam RRC. gunung-gunung.” (QS al-A’raf : 86). Itupun telah terjadi krisis akhlak dan material.. .. Sumber daya alam (al-wasa’il al-maddiyah ‘indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan.. bi-idznillah. (86 ... ..H. Indonesia.J.Θ .P.J. tentu bisa juga untuk mengendalikan masa depan. lautan. bahasa.H.. sungai-sungai besar... Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang lebih 450 tahun. sumber-sumber mata air. Tanah kita subur dengan daratan rendah dan oaseoase. cadangan penyimpanan air tanah dan tambang-tambang yang penting yang dibutuhkan oleh dunia.: . Warisan sejarah (khubratun min at-tarikh) Islam pada masa lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad.J ... teluk.H..J “Dan ingatlah ketika kalian sedikit lalu Allah membanyakkan (jumlah) kalian.. ). Kita memiliki bukit-bukit.. Tempat pertemuan benua-benua. Mereka membuat blok-blok (persekutuan) di antara mereka..J.J. Aljazair. . walaupun terdapat perbedaan yang tajam dalam ras. sumur-sumur.. Sumber-sumber kekayaan alam itu berada di kawasan Teluk. Nasrani dan Islam. agama dan sejarah. df . ... membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya.Bangsa-bangsa di dunia berusaha keras mengurangi populasi kaum muslimin. sumber-sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah-risalah langit. Jumlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri. .s . Jika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban.H. Memang Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin.

makan.. barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum-hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba-sulit (ma’isyatan dhonkaa) di dunia.......... Krisis perasaan akan keagungan Islam ..... Al-Quran menjelaskan secara global bahwa krisis multidimensi itu terjadi karena berpaling dari ketentuan Allah. ...... sekalipun secara lahiriyah sejahtera....... Tetapi jiwanya goncang.... AKAR KRISIS UMAT ISLAM ..... . .. . krisis keimanan dengan .. adalah diawali oleh krisis kepribadian (basic of knowing) dengan mudah mengobral janji...8 Makna ayat ini...... . . tiada ketenangan maupun kelapangan dada.... bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun secara lahiriyah makmur.... bertempat tinggal sesuka hatinya. .. .... bisa berpakaian.... Membangun iman mendalam .u. .... . Dalam hadits riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa penyebab terjadinya berbagai krisis. .. yang dimulai sejak format ketatanegaraan berbentuk khilafah (Islami) berubah menjadi format muluk (kerajaan.. “Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya... .. maka baginya kehidupan yang sempit di dunia (ma’isyatan dhonkaa)... Memahami Islam scr detil .. bingung dan diliputi keragu-raguan.... ..... Mewujudkan solidaritas kokoh BAB II .... ARAHAN PEMBAHARU Akar krisis ummat Islam (al-asbab ar-ra’isi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya....... Krisis kebanggaan beragama ..... ... Kehilangan harapan thd pertolongan Allah .10 Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih.... sangat menderita..9 Berkata Ibnu Katsir.. jahili). ..

agar manusia menjadi serakah. kanan dan kiri. 9 Shafwatut Tafasir II.18 Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk menghadapi dua godaan terakhir. penyakit AIDS mewabah. kejujuran. Dia enggan mentaati-Nya. masyarakat. Godaan “dari arah kiri” berupa godaan kebatilan agar manusia cenderung kepadanya. manusia menjadi individualis. Ummat Islam sekarang tidak meyakini secara bulat (100%) bahwa Islam adalah solusi mendasar dalam mengantisipasi persoalan individu. hanya berorientasi ke bawah (sujud) dan atas (Allah). Arah “bawah” dan “atas” ini tidak bisa dimasuki oleh syetan. kesucian di dunia dan akhirat13 dan menjamin kebahagiaan hidup di akhirat. dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hedonistik. Mereka masih ragu bahwa Islam adalah ketetapan dari Allah Yang Maha ‘Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik. agar manusia ragu-ragu kepadanya. krisis perasaan terhadap keagungan Islam (azmat al-masya’ir ‘an ‘azhamatil Islam). 14 Dalam berinteraksi dengan Islam. kecuali hamba-Nya yang masih ikhlas. hal. 12 Imam Qatadah mengatakan. Godaan “dari belakang” adalah godaan tentang kehidupan akhirat. seraya menyombongkan diri dengan cara membanggakan asal-usul. . pornografi. kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan. krisis moral ditandai dengan merajalelanya praktek perzinaan.11 yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan jiwa. praktek aborsi. sehingga manusia menjadi makhluk yang tidak pandai bersyukur. agar melupakannya. 250. keluarga dan 8 QS Thaha : 124. akhirnya menjadi hamba materi bukan hamba Allah. Yakni yang memberi gairah dan arti hidup. mencari dunia dengan menghalalkan segala cara. ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak logis. tekstual (literal) dan normatif. diawali dari kesempitan batin (azmat al-masya’ir). terjadi bencana alam di mana-mana. Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah.menolak ber-tahkim dengan hukum Allah. perkosaan. Persis sikap Iblis ketika memperoleh perintah dari Allah untuk memberi hormat kepada Adam. musibah kemiskinan struktural. ummat Islam lebih mendahulukan akal daripada hati. harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. 16 Imam ath-Thabari17 ketika menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa godaan “dari muka” adalah godaan tentang persepsi dunia. syetan memohon izin kepada Allah untuk menggoda anak cucu Adam dari arah belakang. Godaan “dari sebelah kanan” adalah godaan terhadap kebenaran. pergaulan bebas. muka. kemudian menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya secara fundamental dan menyeluruh. hal. 497. Para pembaharu mengidentifikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut. 10 Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir II. yaitu ajakan kepada al-Quran yang mengadung kehidupan. Pertama. Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang zhalim. 15 Pasca suksesi di surga. Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh syariat sekalipun baru pada tataran wacana cenderung disalahpahami. keselamatan. meghalalkan segala cara ketika memperoleh kekayaan serta keengganan untuk berzakat.

H. .H..K.H.J.J..K.K H.J.P..J.P.H.P.³.K.H..H.. 18 QS al-Hijr : 40..H.. 15 QS al-A’raf : 11.H. .H.P.H. . H. . H.P.H.. J.J.H.. ..³.N.. P...·.H. P.H.. N.H.H.19 . Waspada dan jauhi alhirsh (serakah).H.H.J.J.K . H...N.K. hal..K. 14 QS Yunus : 64.. Lihat: Shafwatut Tafasir II.P.J..H.K. kepatuhan (submission). .) m. Waspada serta jauhi al-hasad (dengki)..J.H.H. ketika berinteraksi dengan firman Allah maka sikap yang menonjol adalah tashdiq (membenarkan) dan taslim (berserah diri).H..H. 12 Shafwatut Tafasir I.. .K. hal.J. 110. . H..H.P.H.J.P.H.J. 468. 13 Tafsir ath-Thabari.H..H.HS. karena sesungguhnya Adam ‘alaihis salam terbawa sifat alhirsh sehingga makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.J. . dan sosialisme yang membuahkan kedengkian.K. 17 Tafsir ath-Thabari.H.J.p . H. S.P “Ya Allah.J. juz 5. Shaad : 76.K.H..K. .J..H. H. .m ..... juz 13.K.H. H..P.J.N. .H. “Waspada dan jauhi al-kibr (sombong). .J. H..K. N. (.H...H..H.N.H..J. 16 QS al-A’raf : 17.. ketaatan (obedience). . hal.H. karena sesungguhnya Iblis terbawa sifat al-kibr sehingga menolak perintah Allah subhanahu wa ta’ala agar bersujud (menghormati) kepada Adam ‘alaihis salam.H. H. H.. tunjukkanlah kepada kami al haq itu yang benar dan karuniakanlah kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya.H.H.” (HR Ibnu Asakir dari Ibnu Masud..J. Sangat kontradiktif dengan sikap para salafus shalih.JH. hal.H. P.H.H. J. J.K..H.K.N.. .H.. dalam Mukhtaru al-Ahadits).K. N.P.J. Ketiga sifat tercela itulah asal segala kesalahan (di dunia ini).H. dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan.H. 446.P.H.. kapitalisme yang melahirkan keserakahan. dan berilah (kekuatan) kepada kami untuk menjauhinya” Persepsi ummat Islam terhadap Islam telah terkontaminasi oleh paham feodalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kesombongan.P..J.H.. . N.H. .H.K. P.H.H. 11 QS al-Anfal : 24.H.H.. J. N. karena sesungguhnya kedua putra Adam ‘alaihis salam salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad. ..H.. . 500. . P.H.

Kedua. dimana ayat yang muhkamat saja perlu ditafsirkan supaya lebih kontekstual. seseorang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan oleh keluarganya dengan orang lain. Tidak ada sikap yang didahulukan kecuali sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami siap mematuhinya). 22 QS Ali Imran : 7. ditambah dengan semakin gencarnya peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri). Jatidiri Islami yang telah mengakar dalam jiwa kaum muslimin mengalami degradasi. tajhil (pembodohan) pada diri muslim terhadap dien-nya sendiri. Lihat: al-‘Aqaid. dan merasa bangga karena membela kehormatan diri (‘iffah) sekali pun beresiko. 25 . 19 QS al-Hujurat : 14-15.22 Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigma berfikir yang dikembangkan oleh kalangan tertentu. masyarakat.Mereka memahami bahwa Islam adalah manhaj al-hayat. bernegara dan hubungan intenasional. taghrib (pembaratan). al-Anfal : 2. banci – meminjam sabda Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam – yaitu. peperangan pemikiran. Alghazw al-fikri. Mereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi. sekarang dihinggapi penyakit dayatsah. Mencakup kehidupan individu. krisis kebanggaan dalam ber-Islam (‘azmatu al-i'tizaz bid-diin). Di tengah keberagaman simbol. Kaum muslimin sedang dijangkiti virus wahn (cinta dunia dan takut menghadapi kematian). Sedang kalimat ‘harb’ bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama-sama aktif bergerak. an-Nuur : 51. acuan dan kerangka tata kehidupan. ditandai dengan gencarnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin. yang semula inhern dengan simbol ke-Islaman berangsur-angsur hilang. bahkan kemudian cenderung mengalami pembelokan makna. Lihat : Sayid Quthb. Islam tidak sekedar landasan etis. malu menunjukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah. 23 Dahulu. diterbitkan oleh WAMY. Lihat: Hamudah Abdalati. tetapi ajaran yang aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan. 21 QS al-Baqarah : 285. Misalnya di Indonesia saja kosa kata sirri (Makassar) dari kata sarirah (jati diri). Ma’alim fith-Thariq. lainnya pasif. Nabi-Nya dan orang beriman. Islam bukan ajaran yang teoritis yang memadati pikiran. telah terjadi tasykik (proses peraguan). Hasan al-Banna. terpesona dengan kebesaran negeri-negeri Eropa dengan paham materialismenya.24 Mereka tenggelam. aliran pemikiran dan isme di era globalisasi saat ini. keluarga. nilainilai di hadapan Allah dari bangsa lain. tidak mengajarkan hal-hal yang tak bisa dicapai manusia. carok (Madura) dari kata ghirah (cemburu). Pemakaian kalimat ‘ghazw’ disini menunjukkan salah satu pihak yang aktif. budaya. lebih-lebih yang mutasyabihat. kaum muslimin Indonesia rela kehilangan nyawa. tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang bisa digapai.20 Mereka laksana prajurit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya. 20 Abul A’la al-Maududi. Islam in Focus. adat istiadat. Mereka kurang percaya diri. Prinsip-prinsip Islam. apalagi berinteraksi dengan ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya).21 Dalam menyikapi ayat-ayat yang mutasyabihat (belum jelas maknanya) saja mereka menyerahkan penafsirannya kepada Allah.

Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak-haknya yang dirampas oleh orang kafir.H.J.K.J. J.K.H.P. hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau. tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mendominasi kehidupan ini. Dengan kelebihan yang melekat pada dari tokoh kafir Makah itu.K. efficiency. “Ya Allah.H.J. Allah pasti akan menolong dan mengabulkan doa Anda”. 23 Prof.J.. Tetapi Abu Sufyan memilih jalan lain menuju ke Makkah dan memprovokasi kabilah Quraisy untuk berperang melawan kaum muslimin. kehilangan harapan akan datangnya pertolongan Allah (‘adamu alamal bi-ta’yidillah). management. Dr. planning..H. peralatan perang seadanya. Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan 4 kali lipat dari jumlah pasukan Islam.H. Kini.H.N.H..J. “Demi Allah.K. .H.27 Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka.P.J. Paham materialisme begitu cepat berkembang.H.J.N. Ketika itu . Allah subhanahu wa ta’ala pun berkenan menolong kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang. lapar (berpuasa Ramadhan). Ghirah dan Tantangan Islam. baru terbukti perkembangan sains dan teknologi yang merupakan produk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia modern menuju hidup bahagia. P. khuthbah murtajalah). karya Muhammad Quthb. yaitu intervensi Tuhan (tadakhul rabbani).H. Semua itu baik. kekuatan material dua pasukan yang saling berkonfrontasi itu tidak sepadan. dan teknologi modern.P. kabulkanlah doaku. wahai Rasulullah.. seperti terlukis dalam doa yang beliau panjatkan: .Sejarah mencatat bahwa dunia ini didominasi oleh mereka yang memiliki keyakinan. muslim modern (al-muslim al-mu’ashir) akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi merespon tantangan eksternal.H. K.. 24 QS al-Munafiqun : 28. Yusuf al-Qardhawi. .H. J. Seringkali kaum muslimin dalam memecahkan persoalan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek organisasi. Ketika terjadi Perang Badar antara muslim dan kafir. 26 Al-Islam Hadharatul Ghaad. Hamka. P. terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput.K. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam terus berdoa hingga selendangnya terjatuh dari pundaknya. manajemen Ilahi. N. 25 QS Ali Imran :139. Kaum muslimin dalam posisi lemah. semua elemen masyarakat Quraisy. umat beliau.P.J. Ketiga. 26 Tanpa keyakinan dan kebanggaan.28 Berbeda jauh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain. J.J. J. J. J. N.H. Ya Allah sekiranya pasukan ini hancur terkalahkan. Lihat: Ru’yatun Islamiyah li Ahwaali al-‘Alami al-Mu’ashir.. yakni orator (pandai berceramah tanpa teks.J.H.H. tersulut amarahnya kepada komunitas Islam yang sedang dirintis oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. karena pembawa ideologi itu yakin akan keistimewaannya. K.. setelah pulang dari kafilah dagang.P. K. karya Dr. dan harapan akan jaminan masa depan. niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi setelah hari ini”.

29 Thalut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air.H. J..” (QS Ali Imran : 165).33 Ibnu Taimiyah mengatakan kebodohan adalah musibah kematian sebelum meninggal.K.H. Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan seseorang mampu mengidentifikasi permasalahan kehidupan ummat dan mencari solusi alternatif.H. .) J...J. Syekh Muhammad al-Ghazali. Allah akan memberikan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh melalui usaha yang tekun) dan ‘ilmu ladunni (ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah). H. .H. 28 QS Ali Imran : 123.. J.J.H.H. padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata.30 27 Fiqh as-Sirah.P.H. 165 ( “Dan mengapa ketika kamu ditimpa (pada peperangan Uhud). : . dan dengan izin-Nya.. sekedar untuk melepas dahaga. u.P.. hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan telak.P. . Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat Islam pada Perang Uhud. Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia atas penggunaan sama’.34 .P.J. Kebanggaan material terbukti tidak berhasil menolong dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. ..H.. Sedangkan prajuritnya yang minum air sungai secara berlebihan hingga kekenyangan.P.P. bashar dan fuad-nya.J. K. Karena peperangan dikomando langsung oleh Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam diikuti oleh para Sahabat senior. 29 QS at-Taubah : 25. J. Jalut dan pasukannya berhasil dipukul mundur. ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah. perlu diambil langkah-langkah diagnosis berikut.mereka membanggakan SDM unggul dan peralatan perang. J. 30 QS al-Baqarah : 249. Pertama.P.H.H.N..K.H.P.32 Allah mencela orang yang menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggali potensi-potensi sama’. ..K.P.. karena interaksinya dengan ilmu.N.H.J.K. J. ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’. .31 Posisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain. bashar dan fuad-nya secara maksimal. ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpesona dengan kekayaan dunia.J.H.J. SOLUSI ATAS BERBAGAI KRISIS Mengantisipasi krisis psikologis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu’ (tema) ini..H. termasuk malaikat. memahami syariat Islam secara terperinci (al-ma’rifah ad-daqiq ‘an syari’atil Islam) Dengan mengilmui syariat Islam. ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang.H. Begitu kepercayaan diri tertanam secara berlebihan..J. terbukti memiliki kekuatan mental untuk melanjutkan peperangan.K. df BAB III .H. J.

Ketiga. 36 QS Ali Imran : 191. atau ber-Islam karena dorongan intres pribadi.37 menerima Islam sebagai minhajul hayat (sistem hidup). maksimal kita mampu menunjukkan sikap itsar (mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri). sosial. “Kalian bebas berbuat apa saja asal tidak melanggar batas-batas kebebasan kami. Setelah mengikrarkan syahadat. dengki. kedamaian. Iman yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama jeleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman. tetapi kemenangan kemanusiaan atas kezaliman. “Ya Allah. maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan. Kedua. 40 Dengan iman akan melahirkan loyalitas pada kebenaran mutlak. 42 Syariat shalat merupakan penye-garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat. 33 QS al-A’raf : 178. politik.” Islam mengajarkan sejauh mana Anda mengorbankan kebebasan Anda untuk kepentingan orang lain. Iman akan melahirkan kesadaran untuk hidup Islami secara total dan menyeluruh.Doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah pada awal-awal perlangkahan Islam adalah doa agar dianugerahi SDM unggul. 38 Iman yang benar akan melahirkan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami tunduk) pada ketentuan Allah. 34 QS al-Isra’ : 36. demikian kata Al-Maududi. dll.35 dan akan menyimpulkan bahwa semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia. jayakanlah Islam ini dengan masuk Islamnya salah satu dari dua Umar. membangun solidaritas dan soliditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) Terapi yang ketiga adalah terampil dalam menjalin hubungan interpersonal dan intrapersonal (shidqun fil mu’amalah). ideologi. Kemenangan iman bukan hadiah ummat Islam semata. Ada dua komponen penting sebagai pilar dalam bergaul (rukn al-mukhalathah). keamanan. membangun iman secara mendalam (al-iman al-‘amiiq) 31 QS al-Mujadilah : 11. konsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat. al-‘Alaq : 5. ketidakadilan hukum dan ekonomi dan sikap represif lainnya.” Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah. 39 Mukmin sejati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur oleh Allah dengan suka rela. dimana “ta’ marbuthah” dalam kata ini mempunyai arti superlatif (mubalaghah).43 Bertolak dari shidqun fil mu’amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah. keindahan dan sifat-sifat utama yang lain. 35 QS Fathir : 28. kejujuran. 32 QS al-Baqarah : 31. Berbeda dengan paham barat yang mengatakan. keadilan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perintah mencari ilmu menggunakan kalimat faridhatun. Karena Islam adalah untuk semua manusia (kaffatan lin-naas) 41 dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil-‘alamin). minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka.36 Bangsa-bangsa yang memiliki komitmen peningkatan SDM. Pertama. Kedua. alias sangat diwajibkan. benci kepada sudara muslim. kedisiplinan. . ekonomi. tak terjebak pada parsialisasi Islam (juz’iyyatul Islam).

P.H.. P...K. 41 QS al-Anbiya’ : 107. 40 QS an-Nisa’ : 65. .J.. . . K.H.³.H.J.K.H..H.K.H.K. Abul A’la alMaududi.H.” (al-hadits) ―..P. 56 ( “Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka (ujungujungnya) beribadah kepada-Ku.H. P.N.K.H.H. H. P. . P. .H. K.H.J.J..H. P.H. K.Sejarah menunjukkan bahwa dengan jalinan ukhuwah yang solid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan.P...H.H.J.H.H.H.J. 43 QS al-Hasyr : 9. H.. N.J..” (QS adz-Dzariyat : 56). ..H... mH..H. berilmu dan dirakit dalam bangunan organisasi yang kokoh maka akan men-zhahir-kan Islam diatas agama-agama yang lain. : .H..J.H. . P.H. .. niscaya ia masuk surga..H. J. P.N..J.H.. Lihat: Nahnu wal Hadharah al-Gharbiyyah.K.J.J. .H.K. K.K.. 37 QS al-Baqarah : 208. .P.H.H. Maka. P..H.K. “Berakhlaklah dengan akhlak Allah subhanahu wa ta’ala barangsiapa yang berakhlak dengan salah satu akhlak-Nya.H.J. : N.P.J.K.J.H.H.K.. J..H. TAHAPAN TURUNNYA WAHYU SEBAGAI JAWABAN Argumentasi orisinalitas tekstual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya program dasar Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia adalah.H. J.K. 39 QS an-Nuur : 51. .H.H.J.J... BAB IV .H. seluruh makhluk hidup dengan damai.K. langkah pertama dan utama seorang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).H. semuanya.H.H.P. H.. K.K.J. J. .J. .J.K.J.K..P. . Satu rahmat saja bumi dan seisinya berjalan dengan harmonis. 14. S..H.K. K.H. H.H.H.) K.J. .P.H. N...H.. : ..N. ibu bisa mengasihi anaknya. H.u.J..H. insya-Allah berbagai krisis yang bersifat konsepsional dan teknis akan segera berakhir.H.H. N. 44 Ketiga solusi mendasar diatas – menurut kajian Sistematika Nuzulnya Wahyu – dinamakan Prinsip Dasar Aqidah.H..K. K. .H..K.38 QS al-Baqarah : 85.K.J.H... H.³.H.N.K.K.. H. . H. sebagai hamba-Nya. K.J.. Syari’ah dan Imamah-Jamaah. J. .J. K.K. mH.J.. . P.. 42 QS Thaha : 12. N..H.K.K. Kesan (atsar) yang diperoleh lewat media pendekatan (‘ibadah mahdhah) ini akan mendapat curahan 1% dari 100% salah satu sifat-Nya yang baik (al-asma’ al-husna). al-Hajj : 11.. diuji secara shahih pada realitas kehidupan ummat.. N.K..K.H... H.K. diantaranya sifat ar-Rahman ar-Rahim.J.³. df 44 QS ash-Shaff : 9. Dengan sumber daya manusia yang beriman.H.H. binatang-binatang buas tak berebutan dalam satu lokasi minuman. Jika ketiga diagnosa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini..H.K..H. pertama.H. .³.H. J. J..H..

Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya. J.H.N.H.N.K. P. . P. J..K. P.H.J.H.H.J. .K. J. P.³.H.H.K. P. K. K.H. J.K. Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda.K. H.H.H.) P. N. .H. H.J.K.J.·.J.H.J.. P.P.H.. .H.) ³.H.J. H.H.H.H. sehingga semua aktifitas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak-Nya. P. maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu. hamba-Nya (‘abduhu) atau Rasul-Nya (rasuluhu).. “Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : ‘Aku dalam sangkaan hamba-Ku.J. Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku..H.K.H..H. P. P.K.P. .H.H.H.J.K. J. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya.J. J.J.. dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum.H.K.H.H. .K.H. aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. . yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khilafah-Nya di muka bumi ini. m.J.P.J.H.H. .H.H J.H.J.H. J.H.” (HR al-Bukhari dan Muslim). ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang menjadi urusan orang lain.H.J.K. H.H. manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah-Nya).. Jika Aku mencintainya.H. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki.N.N. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya.. untuk membantu 1% dari tugas-tugas-Nya dalam mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin). K.J.. : .H.P.K..K.J.H.P.H.H.K..H.H.H.J. P.H J. . .H.K. .H.... P.H. Ketika seorang hamba mendekat Allah subhanahu wa ta’ala dan telah terbangun cinta secara timbal balik antara dia dengan Allah. J.H. (.H. maka Allah akan menjadikannya sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu).N. J.H.H.H.N. . sebagai tangan yang ia memukul dengannya.K. P.K.K...K.H.P. Maka tugas yang kedua. P..H.H.H.H. untuk mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin). K. : H. Jika ia mendekat-Ku satu hasta.H.H..K.N.H.. K. : .H.N. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Barangsiapa memusuhi wali-Ku. J. K. H.H. .” (HR alBukhari).H.J..N.N.H.. . J..K.H. Aku akan mendekatinya sedepa.³. maka Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.H.J.H.H.J.K.H. Aku akan mendekatinya sehasta.H. H. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.H. J.HP.J.J... Dalam usaha memakmurkan alam ini (i’mara).J.P.K... . .. dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku.. N.H.K.H. Orang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikategorikan oleh hadits sebagai penggembala (ra’in). K...H.J. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah sehingga Aku mencintainya..J...H. maka Kuizinkan ia (yang memusuhi itu) diperangi. P... Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal.H. 61 ( “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu .K.N.J..P.H.K.H. H. N. J.H.K.K.H.P.N. P.K.H..K.(.J. .H.J. ada makhluk yang memiliki potensi untuk mengurus dirinya dan mengelola alam.H.H. K. N.H.K.H.K.K. .K.H.H.. N.J...H.K..J.J. P.J. P. P.H. J. J..) .P.H...J. K.H.

P.” (QS at-Taubah : 32-33). sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman.K. J. untuk mencegah penularannya ke seluruh tubuh.. H.pemakmurnya.H.K. sehingga kegelapan-kegelapan (zhulumat) sirna dengan sendirinya. K. maka pastilah keduanya binasa..チ. Shalih secara ritual tetapi tidak shalih sosial.K. H. . Jika Allah sebagai Pencipta sementara makhluk-Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi-Nya.K.J. maka dijamin sukses dalam menjalankan fungsi sebagai wakil-Nya. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.J. Aturan itu disebut diinul haq (dien yang benar).J..H. Demi kesembuhan tubuh.. Perang bukan berarti merusak.H.H..) .H. K.. H.J.. bumi adalah ciptaan-Nya dan manusia adalah makhluk-Nya.. K.” (QS Huud : 61).K.H. tetapi menghilangkan berbagai hambatan (‘awa’iq) yang menghalangi sampainya rahmat Islam ini kepada yang berhak menerimanya..P.S.K. maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi..) ³..H. .H.J.P.J. dan mendatangi tanpa membawa bala tentara). 32 ..H.H.J. Tugas kehambaan dan kekhalifahan ini harus berjalan secara seimbang... Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung jawab sosial.J. H. .J. Karena Allah adalah pencipta (al-Khaliq).H.P. * .P..) H.H. Allah subhanahu wa ta’ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak.P. Di satu aspek kuat dalam potensialisasi diri. Apabila kedua tugas itu tidak berjalan secara sinergis.K.J.J.H.. S. Untuk menghindari kekacauan ini. N. J. Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhalifahan.J.H..K.( “Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. Menampakkan cahaya (nuur).. K. .J. “Engkau adalah matahari.. * K. .J. .H..K. Engkau adalah cahaya di atas cahaya. H..33 ....H. .J.J. P...―.J. .H. Sosok yang baik untuk dirinya sendiri (shalih li nafsihi).. H.. maka dalam diri manusia akan terjadi perkembangan yang tidak utuh (split personality).” (QS al-Baqarah : 30)... minum obat yang pahit alternatif yang ..H..H. Engkau adalah bulan purnama.P. K. J. : .P. K.H. : .H... tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri.” (QS al-Anbiya : 22).H.... 30 ( “Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.H.J. Dan manusia model ini termasuk pendusta agama.J.J. H. Ibarat tubuh yang tertimpa penyakit akut.P.H. Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.” Penegakan aturan (iqamtud dien) adalah dharurah basyariah (kebutuhan primer) dan hajah syar’iah (tuntutan keagamaan). tidak shalih bagi orang lain.J.H.K.K.J.H.J. ..S.K.H..J..H.H.N.H.H. J.K.. .H. pastilah akan terjadi chaos (fitnah).. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan. Engkau adalah lampu (penerang) hati. terkadang harus memilih alternatif perang.. Tujuan (al-hadaf) penegakan aturan ini agar diunggulkan-Nya atas agama yang lain. H. Proses pemenangan agama Islam ini adalah dengan pencerahan. P : . Menang tanpa ngasorake lan nglurug tanpa bala (menang tidak menghinakan pihak yang kalah.P.S.H.

..K.J.. .N... K.J.P..H. . semua etnis...P. karena tandus dan gersang.³.H... J...K.K...H...K. P.. ‘Bukankah bumi Allah itu luas. .J.J. J.. .J.. J.チ..P.P.P.K.H..P. . H.H. tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar kondusif tegaknya nilainilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan.H.J. Seorang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak Islami. asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama.....P..N. K.H.J..H.. J.H. H.P. tetapi sekaligus kawasannya (al-qura).H.H.. maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri. .P.K. . J.N.P.K..N.J. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar.P.. Na’udzu billah min dzalik..K.K.H.H.H. membuat orang menangis (bakkah). J.H. .. dan akan masuk neraka.H. hal.J. P. チ. H.H.H.H.. ... Yang menjadi stressing ayat ini bukan saja penduduknya (ahl)..H. Sekalipun secara geografis mempriha-tinkan.J.H.H. Demikianlah sebagian filosofi perang dalam Islam... sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam.H.J.H.” Jika aturan dari Allah (dienul haq) dilaksanakan secara kaffah.P. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu..J. kaum munafik dan kafir diberi kebebasan untuk melaksanakan kepercayaannya.. .J.J.H.K.. ³.P. K.H..H.P.J. ..H. K. J. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri.J.N.K..H.J..H.H.チ.H. . Jika di tempat pertama kurang . Kita wajib mengupayakan terwujudnya kawasan yang Islami (al-bi’ah alIslamiyah).” (QS an-Nisa’ : 97). .” (QS al-A’raf : 96). J.. . . N.H.H.―.H. 137. K. H. (kepada mereka) malaikat bertanya. J. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.J.J.... N..H.K P. J. K... 96 ( “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa.H..J. チ. suku. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Yang dimaksud ayat ini ialah orang-orang muslim Mekah yang tidak mau berhijrah bersama Nabi sedangkan mereka mampu.P. Para malaikat berkata.. Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al-Qur’an ini bukan untuk manusia saja.H.J.H.J..H.J..J. m. . N.H.H.H..45 45 Al-Qur’an dan Terjemahnya.H..J..harus dipilih. dan sebagai wasitnya (wasathan) adalah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P.H.P. “Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan jadilah ketaatan semuanya (dikembalikan) milik Allah. sementara dia tidak mengupayakan penerapannya. H..P. ..P.) H.K.H..H. agama.H.J..J.H. .H.H. : ..H.N.P.H. J . H..J.S..J.P.. akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu..K.J...J.K. J.H.P.H.H. ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’. insya-Allah alam semesta akan kecipratan rahmat (rahmatan lil ‘alamin). Depag RI. H. J.H.K.K. Di Madinah.H. dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali.. ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab. ..チ.

J..H...³ . Musa dan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.J. ‘Ya’.H. Jika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala tak dilaksanakan. Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Yunus : 32).K. . Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh.J. tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan (bahaya). Saya bertanya. Orang-orang yang memanggil di pintu neraka.’ Saya bertanya.. Sebagaimana yang diperagakan oleh Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail. Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa nafsu dan persangkaan jahiliyah. tapi ada yang merusaknya..H. ‘Hendaklah engkau tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan mengikuti imam mereka. Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala penjuru.H.J ). pasti timbul malapetaka.H “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang haq (sebenarnya). ‘Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka berbicara dengan bahasa kita’. ‘Apakah yang engkau perintahkan kepada saya. carilah ke tempat lain.N . Siapa yang memperkenankan panggilannya.: . sehingga engkau meninggal dalam keadaan demikian. Dari Huzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata. ‘Ya. . Selain dinul haq adalah menyesatkan. ‘Bagaimana kalau tidak mempunyai jamaah dan imam?’ Jawab Nabi.J.P.P. karena takut menimpa saya. melainkan kesesatan.. .H.―..’ Saya bertanya. “Orang banyak biasanya menanyakan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan.’ (Muttafaq ‘alaih).PH. Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan ada yang tidak.KH.J.K..H. lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan. Luth.K. ‘Ya Rasulullah. Saya bertanya.: ..H.menguntungkan.P.’ Saya bertanya.―. ..P. ‘Apakah sesudah kebaikan itu terjadi lagi keburukan?’ Jawab Nabi. ‘Adakah sesudah keburukan ada kebaikan?’ Jawab Nabi. ‘Jauhilah semua kelompok sekalipun karena itu engkau sampai menggigit (mengunyah) urat-urat kayu..H.K ).H. ‘Sekumpulan orang yang memimpin bukan menurut jalan yang benar.H.J..P.H.’ Saya bertanya.H “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah. ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu dalam masa jahiliyah dan keburukan.J.” (QS an-Nisa’ : 122).H. mereka dilemparkannya ke dalam neraka.. ‘Ya. .S. ( (122 ( 87 .H. terangkanlah kepada kami keadaan mereka!’ Jawab Nabi. Adakah sesudah kebaikan itu akan terjadi keburukan?’ Jawab Nabi.. maka tiada sesudah kebenaran itu.H.P. Saya bertanya.N..H. kalau seandainya saya mendapati hal yang demikian?’ Jawab Nabi.H.N.P. .P . ‘Apakah perusak itu?’ Jawab Nabi.

J. : .” (QS as-Sajdah : 3).. K. Proses kejadian manusia dari janin (embrio).....P.H... 191 ( “Wahai Rabb kami.. ayat kauniyah).P. J..H. .H.H.H.P.K. : ....) K.K..P..H. “Yang demikian itu. H.H. .P..H.H. sedekah bisa menolak bencana. : .. Secara fisik.. K... N.H.J..J.H.P. 62).·... J. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum . murahiq (pemuda). thifl (anak-anak).H. : .J.” (QS ar-Ruum : 30).K. H.J. Aturan firman Allah dikenal dengan qadha’ tasyri’i dan aturan ciptaan Allah disebut qadha’ takwini. Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam...J. H....H..H..J.H. 30 ( “Demikianlah. Sekalipun secara verbal bisa menolak. shabiy (bayi)...H.H.J.J...K.J.P.H. H. ―.H. .” Ketika mempelajari kalimat Allah (ayat qauliyah) dan mengkaji khalqillah (ciptaan Allah. P.) H.J.K ...K.S. N.. ‘Dia (Muhammad) mengada-adakannya’.J “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah. 30 ( “Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah... tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia.. N. Dia lah yang haqq. . .P. 64 ( “Tiada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah.. J.) P.H.J.K. H.H.H..K.H.H.J.H. H.J.K.J.H. H. K.H..J..K. . di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat.S. J.K. N.P “Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran itu kebenaran dan karuniakanlah kepada kami (agar) mengikutinya.H. Tiada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu kecuali mempelajari dan mengikutinya..H. 147 ( “Kebenaran itu berasal dari Rabbmu maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang ragu-ragu.H.J.P. menghormati tamu mendatangkan rizki dan mengurangi dosa. karena sesungguhnya Allah...J.” (QS al-Baqarah : 147). .H. Contoh perbuatan zina memperpendek umur. Kebenaran dari Allah itu mencakup ayat-ayat tanziliyah (ayat quliyah)...H.. . : .K.K. silaturrahim bisa memperpanjang umur..” (QS Yunus : 64). H. kuhulah (dewasa) dan syaikh (lanjut usia). H..” (QS an-Nisa’ :87). dll.H.) H..J..H. . H. .N.” (QS Luqman : 30).H. ―. ―.J... adalah fenomena penciptaan yang direncanakan Tuhan pasti terjadi.H.N.J. Tiada yang bisa menghalangi proses itu sedikitpun. Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu.J.K. Demikian pula kebenaran itu mencakup ayat-ayat kauniyah (alam semesta).).K.³.H. H.K... 3 ( “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan.) K.H.J.P.. .: .H.” (QS Ali Imran : 191). N. Dia-lah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil. . H...H.P.) ³.K.J.H. H.J.” (QS alHajj : 6. karena sesungguhnya Allah.K...H....H. J.H.H... H. : . manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam (sunnatullah).

.H.J. Seketika itu keluarganya pun datang kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma.H.N. namun dia mengingkarinya.K.J. .P. .K.J... Jika ingin menyentuh hati manusia.K.K.. dan jika ingin mengajak melakukan pekerjaan berat. baik antara kata dengan padanannya. . berkaitan dengan sanksi had dari beberapa hukum Allah swt.K.) K.. masing-masing 32 kali. S.H.H. Hayat terulang sebanyak lawan katanya maut. Thumaninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiq (kecemasan).H.H. Dia menggunakan kata-kata yang secara makhraj berat diucapkan.. . (.H..K.H. . mereka memotong tangannya.J. H.J.H.K.J.H..H.H. K.H. sejumlah hari dalam setahun. Kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali. H.J.H.H.H..J.H.) K. Kebenaran firman Allah ini didukung oleh argumentasi tekstual (nash). mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah.. Dahulu ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan..J. masing-masing 145 kali. .H.J. Akhirat terulang 115 kali sebanyak dunia.J.K. . J. Lalu Usamah membicarakannya kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. P. J.H. Dia menggunakan kata-kata yang halus.H.H.Allah subhanahu wa ta’ala.H.H..N.H.P.H.K. tidak tahu diri).J. H.K.H.” (QS asy-Syura : 17).N.. 17 ( “Allah menurunkan kitab al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan...K.H. P. Selanjutnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Usamah. H.H. Maka dipotonglah tangan wanita Makhzumiyah itu. aku tidak memberi dispensasi kepadamu.. Malaikat terulang sebanyak 88 kali sebanyak kata syetan. P. m. bukan menetapkan aturan (mutsbitul hukm).H. juga sejumlah .P.H.K. maka akan kupotong tangannya. Aturan yang diberlakukan tanpa merujuk firman Allah dinamakan hukum jahiliyah (bodoh. lawan katanya dan dampaknya. Zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah. P. J..K..J. Muslim dan Nasa’i). dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum. uslub (susunan kalimat).J.H..N. . adalah pilihan Tuhan sendiri..K. : .H.. P. beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha : .H.K.K.” Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah. tugas manusia hanya sebatas menampakkan-nya dalam kehidupan (muzh-hirul hukm). H.K..K.J.P. Seimbang jumlah kata-katanya.K. Panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjukkan dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali... P.” (HR Ahmad.... H.. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.N.. J.P. Dalam aturan ini.J. J. Kata yaum (hari) terulang sebanyak 365.H.H. J. andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri. P.K. Dan apabila yang mencuri pada mereka adalah orang-orang yang lemah.. mereka membiarkannya.J. P. P.H.J. Kata syahr (bulan) terulang 12 kali... “Sesungguhnya hancurnya generasi sebelum kalian adalah manakala orang terhormat mencuri.H.H.H.H. Lalu Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong tangan wanita itu. Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan.H. J. P.H. J.. H. Hurufhurufnya.N.H.H.. “Hai Usamah.K.N..H...N.K.H.P. kata-katanya..

.P.J.. P.. .H.H..K. H.H... J. P..J.H...J.. bukannya anzalayunziluinzaalan..bulan-bulan dalam setahun...³. H.J... agar kamu dapat membacakannya kepada manusia secara berangsur-angsur.. ...) ³ 32 ( “Berkatalah orang-orang kafir.チ..チ..J .. al-Qalam 1-7. : .J.H. N.H.. H..” (QS alFurqan : 32).H..P.H.K. al-Muzzammil 1-10.. dan Kami turunkan ia dengan turun yang sempurna..K.. .” (QS al-Baqarah : 216).H...J...H. .. manhaj).K.J.P..P.P.P. チ.J..J.P.....J..J.H.. : .. ..” (QS al-Ahqaf : 9)..K..チ.³. sedang inzal hanya turun dalam arti umum. ..H.H.J.. .H. Rahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus.. ...H “Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah?” .. bertahap)... Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam hanya mengikutinya (ittiba’) tanpa merevisi sedikitpun.H.K.... m 106 ( “Dan al-Qur’an itu Kami bagi-bagi.P.P.H. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsurangsur.s ..H.. J.. P.K. : .P..P..H.. : .P.H. Jadi melaksanakan wahyu secara bertahap adalah intruksi dan acuan langsung dari Allah..J. P.) N...P. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan secara kontekstual (pola penerapannya. J.H. チ. yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan.. K...” (QS al-Isra’ : 106).P ..) H 105 ( “Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu) dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. . Ibnu Abbas. ..J.H...H... 9 ( “Katakanlah : Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.H.K. Jika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang sok tahu (jahiliyah).H. ‘Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok. H.H.. チ.J.... Ungkapan “menurunkan” dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil.K. ..H “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.. K..J.K.. Pola penerapan ini dikenal dengan metode tadriji (gradual.J...P.. J.. .H.... Tanzil berarti turun secara bertahap. P. al- .J.. Tahapan turunnya wahyu disini menurut pakar tafsir dari kalangan sahabat.J.” (QS al-Isra’ : 105). ³..H...J.H..H...J.H.N.H..H.J. . yaitu : QS al-‘Alaq 1-5.... .. .. ³.H. sama sekali tidak membuat-buat sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya.N.H.. J.K.―.H.H. .J. H.H..K..... ..... ... Ulama bahasa membedakan dua kalimat tersebut...J...... P....H..H. H.. .H.K.N....K.... .J. .) ³..

Ali bin Abi Thalib.. Pemimpin negara seperti Abu Bakar. Jika kita mengkaji perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dalam membumikan al-Qur’an. dibuktikan dengan perilaku pemeluknya.J .P. wawasan tentang Tuhannya dan misi kehadirannya di dunia. Zaid bin Tsabit. jumlah sahabat yang ditinggalkan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam saat beliau wafat berjumlah 16. Sa’ad bin Abi Waqqash. Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam percaturan peradaban dunia saat itu.H. intelijen (shahibus sirr) seperti Hudzaifah bin alYaman dan al-Abbas. misalnya Usamah bin Zaid. atau keluarga ‘Ammar bin Yasir. . dan ditutup dengan al-Fatihah 1-7. Abu Ubaidah al-Jarrah. Dari sinilah awal perubahan besar itu terjadi. Yang memahami dan melaksanakan alFatihah otomatis menjiwai seluruh al-Qur’an. ‘Amr bin al-‘Ash. Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.Muddatstsir 1-7. Manusia yang telah tertata ulang persepsi (tashawwur) dan bashirah-nya (mata hati) tentang dirinya. Ibnu Umar. Bidang hukum (Ali bin Abi Thalib. dll. ( 216 ). Diakhiri dengan surat alFatihah karena ia induk al-Qur’an.P Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu muncul puluhan entrepreneur ulung seperti Abu Bakar.. Abdurrahman bin Auf. lahirlah pemikir dan ilmuwan besar seperti Umar bin al-Khaththab. Ustman bin Affan. Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya. Ali bin Abi Thalib. dimana sekitar 100 sampai 110 orang diantara mereka adalah ulama. Ibnu Abbas. Argumentasi kontekstual (hujjah al-kayfiyyah aw al-manhaj) Standar kebenaran konsep di samping orisinil. dalam jangka waktu 23 tahun.: .. gurun Jazirah Arab terbukti dipadati manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia. sekalipun secara ekonomi mereka kekurangan. Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang menjadi panglima perang. lahir dari kalangan grass root yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat seperti Bilal bin Rabah. atau aspek bahasa seperti Zaid bin Tsabit. Umar bin al-Khaththab. Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah pemimpin-pemimpin besar.. Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga adalah pebisnis. diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya (alQur’anu yahtaaju ila rajulin Qur’ani). al-Mutsanna bin al-Haritsah. Ubay bin Ka’ab. Dari masyarakat yang buta budaya itu muncul kelompok profesional dalam berbagai bidang.. administrasi (Abu Ubaidah). steril dari campur tangan manusia. Bahkan. Ibnu Mas’ud. Utsman bin Affan. menurut catatan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah.. Syuraih al-Qadhi). pandangan terhadap alam sekitarnya. Shuhaib bin Sinan ar-Rumi. Nilai-nilai al-Qur’an yang ideal harus membumi.000 orang. Dari masyarakat yang nomaden (badawah). Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid.

.K.H.... ..... .... . kehadirannya menggoncangkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan jujur..H....H..H..H.H..J. .H. Kualitas seorang dari mereka melebihi 1000 orang biasa...J.. .. .. .. suara Abu Thalhah al-Anshari lebih baik daripada sekelompok orang (lashawtu Abi Thalhata khairun min fi-atin).... .... “Sungguh kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud di surga kelak..” (QS al-Hasyr : 21).. pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah....J. .. ...H...........J. df $ PAKET II . Sungguh..... : .. . . .P.P.J.J.H. ...J. . .... ).. Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya... .. . – . karena komitmen perjuangannya”. . Rajulun ka-alfin... .H. memerlukan kehadiran model manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya.³..H.... ..... Demikianlah profil generasi pertama kaum muslimin.. kedewasaannya melampaui masanya......K..... Tinta emas sejarah tidak pernah kering dari sosok manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya............... . . Bagaimanakah langkah metodologis supaya menjadi manusia muslim ideal? Hanya konsep orisinil dan diterapkan secara sistematis dari alQur’an yang bisa menjawabnya. PENGETAHUAN .Hm.H.Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya.. .. Wallahu a’lam bish-shawab...H. ..: (21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung.. H.S....J.....P.... BACALAH ... ... ..... PERADABAN ..K. Sejarah menceritakan kepada kita tentang kemampuan al-Qur’an untuk melahirkan orang-orang besar.H.. . PENGALAMAN .. Rasulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal.H..... Prinsip Akidah $ ......H..K.³... INKLUSIF – RESPONSIF THD PERUBAHAN .......H. ..... . . ...H. Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan fisik Ibnu Mas’ud yang kurus.

Pendidikan ....... PERADABAN ........ TAHU TULISAN & BACAAN .......... .. ... Menuju Allah ......... ....... Bacalah dgn Nama Tuhanmu . . NOMADEN . Ali bin Abi Thalib krw..berkata : Saya adalah budak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf. Dengan jalan Allah . .. Berdiri . Bersumber dari Allah . Rasul dan Ulil Amri sekaligus. Pendidikan ..... Dengan cara Allah . ........ Dari Allah ... Taat kepada Allah.. Berbaring .. ............ jika mau ia (bebas ) menjual saya atau . ........ ..... Menuju Allah Iqra’ bismi rabbik : ikhlas karena Allah (bukan mengatasnamakan Allah).... Gerak dan diam karena Allah .. Peningkatan ........... baik dalam rububiyah....... ... BUTA BUDAYA & AKSARA X .... Meneladani sifat rububiyah Allah ... ....... Duduk ........ . mulkiyah dan uluhiyah (ibadah)..... ...

.. ... Hati .. . Ilmu kasbi ... Firman Allah ..... Amal shalih/taat hukum .... Pedoman hidup ............ BACALAH ........... Ilmu ladunni ... . ORANG LALAI – TINGGALKAN DIA . .. . .... Pendengaran .... ORANG BODOH KUADRAT – TOLAK DIA .. ..... ... Ciptaan Allah . .. Kemurahan Allah . ... ORANG BODOH – BIMBINGLAH DIA ....... .. .... KISAH NABI MUSA DAN . .. ........ Alat pena ........... Membacan dalam Perspektif al-Qur’an .. Hukum syariat ...... Penglihatan .. – ...... ......... .. Sarana kehidupan ..... LEVEL MUTU BACAAN ..memerdekakan saya... ... ........................... .......... ....... ORANG ALIM – IKUTILAH DIA . ...... . Hukum Allah di alam .

.N. Dan ketika beliau mengarahkan pandangan mencari sumber suara itu.. K.. m. PRINSIP AKIDAH ... Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.. Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama.J.H.J..J.... Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan qalam... menurut Nabi Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari. Kebenaran Mutlak. .H.J..J. H.. yaitu dengan datangnya malaikat yang menyampaikan Iqra’ dan seterusnya. “Yakinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan.ᅭ .K. ...HAIDHIR .. beliau mendapati seluruh penjuru telah dipenuhi oleh cahaya yang gemerlapan dan hal ini mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa beliau kembali menemui istri tercintanya. sesungguhnya engkau ada-lah utusan Allah yang benar”. Dalam pertemuan tersebut terjadilah dialog. “Maka Tuhanmu ingin kelak jika mereka berdua sudah dewasa” BAB I . . Setiap mimpi beliau selalu terbukti (kebenarannya) secara nyata. “Dari mana engkau mendengar suara tersebut?” tanya Waraqah... .. H.K.J.J. .H..H...” (HR alBukhari).H. Waraqah kemudian berkata.H. H.. J.―. H.. J. “Secara kebetulan”. J. “Maka aku ingin merusakkannya” .K..H. . Setelah itu beliau terdorong untuk ber-khalwat di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam dan kembali lagi kepada keluarganya untuk mengambil bekal menyendiri berikutnya. H. . karena setan tidak akan mampu datang dari arah atas (simbol ketinggian Tuhan).J. .K...H.K..H. P.H.H.. K... . ..H.. .J. ... ... J.N..” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita. “Wahai Muhammad. seterang cahaya di pagi hari. “Yang pertama sekali mendahului kedatangan wahyu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi-mimpi yang benar. seorang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama-agama terdahulu.H.H. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah.K... “Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantinya” .” jawab Nabi.H.H...ᅭ .S. . “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. .. Khadijah lalu menyarankan menemui Waraqah bin Naufal.J.H... waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya Iqra’ merupakan 1/46 dari masa kenabian Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam yang berlangsung selama 23 tahun itu.K... J. ... Mimpi yang benar..H.....N. .H. tidak pula dari arah bawah (tempat menundukkan kening . adalah 1/46 bagian wahyu kenabian. J. Hingga suatu ketika datang kepada beliau ‘al-Haqq’. H. ... Muham-mad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata. Bacalah.. “Dari atas.H.. ..K.H...N.H.H..J...... H..

majalah. Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi.” Hal ini sejalan dengan al-Quran. masyarakat. mendalami. tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk aktif (amr takwini). Apabila Anda merangkai huruf-huruf dan kata lalu mengucapkannya. Sejalan dengan pendapat terakhir diatas. Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah Tuhan pada surat al-‘Alaq. diri sendiri. dll. berarti menghimpun. menelaah. Oleh karenanya obyek dari perintah membaca (iqra’) disini menjangkau bacaan suci yang bersumber dari Tuhan (ayat tanziliyah) maupun ayat kauniyah. Baik yang tertulis. ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra’. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. bisa dilafalkan (malfuzh) maupun yang tidak tertulis (malhuzh). membaca. maupun ‘ilmu ladunni (abad. produktif dan kreatif. mengetahui ciri-cirinya. Suara itu adalah suara dari malaikat. Semua peradaban yang berhasil bertahan lama. Bisa juga berarti menghimpun informasi sebanyak mungkin. firman Tuhan. ‘ilmu kasbi (acquired knowledge) sesuai dengan perintah membaca pada ayat pertama. Membaca : pilar pembangunan peradaban (al-qira’ah ruknu bina-il hadharah) Kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun. meneliti. Kun fa yakun (jadilah engkau wahai Muhammad orang yang dapat membaca. Muhammad Abduh mengatakan bahwa iqra’ bukan perintah yang membebani (amr taklifi) yang membutuhkan obyek. Jadi iqra’ bisa bermakna membaca teks dan sesuatu yang tidak tertulis (malhuzh). Perintah membaca disini tidak disebutkan obyeknya. yang berarti . Membaca dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi serta syarat utama membangun peradaban. Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (maf’ul). Buya Malik Ahmad mengatakan bahwa membaca menghendaki adanya gerakan yang dinamis. Ia berakhir dengan hadirnya kitab Perjanjian Baru (New Testament). Tetapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah.untuk bersujud). Membaca alam raya. maka jadilah ia). sejarah. Dalam kamus-kamus bahasa. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). antara lain menyampaikan. surat al-A’raf : 17. baik yang diperoleh dengan usaha manusia. Makna ini menunjukkan bahwa iqra’ (bacalah) tidak mengharuskan adanya teks tertulis (malfuzh) yang dibaca. Sementara peradaban Islam yang gemilang dipicu oleh daya kekuatan yang tumbuh dari al-Qur’an. justru dimulai dari satu kitab (bacaan). Mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. perennial). dari mana saja sumbernya. maka obyek yang dimaksud bersifat umum. Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun (informasi). Ilmu. Bukan sebatas mengeja. suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang membaca dalam keadaan suci. koran.

H. Tidak berlebihan pada suatu ketika manusia akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’. Sungguh. terlebih dahulu telah disiapkan sarana-sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah (amr). H. N.H. Jika manusia secara fisik berwujud.. Kegiatan membaca ayat al-Qur’an melahirkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada. : ... ..H. diamati..P.bacaan yang sempurna. bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama membangun peradaban.K.H. K..H... maka adanya sesuatu itu adalah wajib. diraba. Semakin luas pembacaan. H.. K..H. karena ia adalah jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna (yarf’ul insana ila arqaa madarijiha)...K.N.J.. penglihatan dan hati..H. Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu. H.. N. .. dengan sendirinya memiliki bawaan bisa membaca.H. dan alam raya yang mereka huni adalah sama.J.P.K..J.H.K. dibaca dan yang disaksikan.. tetapi ketiga potensi .. “Pada kasus-kasus tertentu. makin tinggi peradaban dan sebaliknya. K.J. walaupun obyek bacaannya sama.K.P.... Demikian juga. .... Ayat alQur’an yang dibaca oleh generasi terdahulu.. J.H.K.) 9( “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh (ciptaan-Nya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Beralasan.K.K.. Sebelum Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan sesuatu. Jadi ayat diatas dapat dipahami bahwa aktifitas mendengar. K. penglihatan dan hati..J.K. . Demikian pula sebelum menyuruh membaca.H. Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut.J. penglihatan dan hati. sarana-prasarana itu sama pentingnya dengan tujuan”.. P.K..J. kegiatan “membaca” alam raya ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam. Anak kecil saja sering mengajukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terpojok. P.H... P.... Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan : K. Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran. agar berfungsi secara proporsional dan maksimal.” (QS as-Sajdah : 9)..H..” Untuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhalifahan... perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia.H... melihat dan hati adalah kegiatan ruhani. ―.H. P.. Perintah membaca adalah usaha mengaktifkan instrumen pendengaran.H..K. .H..P.. Pertanyaan itu muncul sebagai wujud respon dari apa yang dilihat. Membaca dalam tinjauan al-Qur’an (al-qira’ah fi dhaw’il Qur’an) Membaca pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran fitrah manusia. “Sesuatu yang menjadikan kewajiban tidak dapat terlaksana. namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.P. suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi yang telah ada seperti ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’. H. Sekalipun manusia tidak diperintah untuk membaca.

H.. K.59 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami Kehendaki..H.H.H. J.H.H.H. K..H. H... P. .H.J.S. .J.P.K.. ..P.J. J.H.J.J.H.N.H. : .. . H.J.J.P. H.. H.H..K. 102 ( “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim berkata. J.K...H. J..N.H.H.K. J.J.. K..H.. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.P.J. Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu membaca dengan redaksi ra-aa.P.H. insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.H.K.H. J..³..J.J. H. H.S...K.H.P.J.H.J... .K..K. J.H.J...J..H..H.P. J.H.P. H.” (QS ash-Shaffat :102).H.K.P. .K.J. J. J.J.H. * .J.H...P. J.P.P..H.H..P.H.. K.K. ..J.” (QS al-Waqi’ah : 71-73)..J.H..J.H.H.P. H.H.J.J. Maka fikirkanlah pendapatmu!’ Ia menjawab.H.J..P.H.73 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokangosokan kayu).N.H.K..チ.K. H.N. H.P.J. H. dabbara.H.P..J.J.J..J.H.J.H. atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS al-Waqi’ah : 58-59).J.) H.N. K.J.K. P..H.P.P. ..H..J.. H. Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan. : .H.H.P. J. 71 .J.J. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.H..H.P.H.) H.J.K.H. H..K. sebab kamu disebut manusia dengan jiwa..J.J. P.³. J.H..K.P..H.N..J.. H.K... Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. Perhatikan jiwamu.K. P.J.P. K. J. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya.K.H.N.... fikr.H.K.. P.. P...チ.. ‘Hai anakku. K.... H.) H. J.H. .H.. Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini.J.H. P. H.. Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu...H..H. ..N...H.J..H.H. maka jadilah kamu heran tercengang. ..H.K. . * K. .P. .J.H.....H... H...J. . 58 .. K.J.H. Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar.H.H.H. Kamukah yang menciptakannya.J.K. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur.J.J.K.K.J.H.J.) H. H. K.P.J. H.H.H. P.J.N.. N.H. J.H.H. .N.H.K.J.H.K.P. ...N.H.H.H. H. : .. J.. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?” チ.H. .J.H.K.K..H. ..H.H.H. H.H..N. ..J..H.H.H.. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi. J. P. J. P... . チ.J..” (QS al-Waqi’ah : 63-65).P. 63 . ....H. .K.P.. J.H.P... serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya.K.H...J..J.H.P. ..K. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. .. P.J.tersebut tidak diaktifkan maka ia bagaikan bangkai yang berjalan. ...J..H.P... .H.K. ‘Hai bapakku.H.H.H.H. H. bukan karena tubuh jasmanimu..H.P.S. : .P.P...J. J.P.. P. H.K.. H.. P.... P. P.チ.J.チ..H.P.K.. H.H.K.K..H. .J.チ.K. J. J... .65 ( “Maka terangkanlah kepadaku apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya..J.J.H. K..J.H.K.H.J....H..J.H. J.H.H. .H..J..H.

K.H.H.. . J.J.H.P. H.P.H. H.J.20 ( “Tidakkah mereka melihat kepada onta bagaimana diciptakan.H.P. H.J. atau dikatagorikan dengan bid’ah (membuat amal ibadah tanpa contoh sebelumnya).J.K. K.H. akan memunculkan militansi. H.. : .チ.. . Amal yang tak berdasarkan bacaan (taqlid) adalah salah.N.H.. Disini korelasi yang menunjukkan makna iqra’ yang menuntut adanya gerakan (aksi).H.H.K... Kebenaran membaca sangat mempengaruhi keabsahan amal.P.J. Perintah membaca ini mencakup dengan akal.J. iradah (daya mau).J. H.. : . Ajakan yang dimulai dengan pendekatan.K.J...K. “Bacalah dan beramallah”..H.H. penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak.J.チ. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang bisa memuaskan otak pemikir. kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu (diam).. J. 17 .” (QS al-Ghasyiyah : 17-20).J.H.H.J.H.H.) J.H. . Amal yang benar merujuk pada kelengkapan referensi yang utuh (ittiba’).H.P.³.H. Perintah yang diawali dengan komunikasi dua arah yang efektif melahirkan sikap ketaatan yang tinggi. H.P.J.. Ibnu Mas’ud mengatakan.. Dalam ilmu hukum seseorang yang melihat bahaya. . mempertajam perasaan para sufi. . ―.H.. . memperbaiki akhlak yang keras hati.K. .K..J.” (QS Muhammad :24).P.H.H. K.J.P.P. . Membaca tidak sekedar untuk memadati otak sehingga hanya menjadi pengetahuan (daya tahu) yang bersifat teoritis.H.H. ...H.N. J..J.. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan.H.) H. S.H.P..J.P.) .H.K. ke gunung bagaimana ia ditancapkan.J. J..K. Karena hatinya tertutup dari hidayah.. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan.K. H.H. H.K.. Manusia yang enggan mengaktifkan institusi pendengaran. J. Mereka itu sebagai binatang ternak. Kualitas bacaan berbanding lurus dengan mutu amal. H. J. tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda kekuasaan Allah).H.P.H.J...P.J..P.K.H. H. Ibnu Taimiyah mengatakan manusia yang pasif laksana telah mati sebelum meninggal.H.H.K.P. menghidupkan rasa keindahan bagi pecinta seni.チ.H.J.H.K. .” (QS al-A’raf : 179).J..K. .H.J.P. H. Mereka itulah orang-orang yang lalai.. Membaca menuntut adanya aksi.H.H.H.H. .. bahkan lebih sesat.J.. H. J. emosi dan hati nurani. P.H. J. m.H.J. Perbedaan kesimpulan bacaan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal. .J..H.P.J. H.P.H.. mereka mempunyai hati.H.J.H. sekedar sebagai penonton dan tidak segera beraksi maka ia akan menjadi tertuduh.H. 24 ( “Maka apakah mereka tidak men-tadabburi al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci.J. H.H. H. bahkan mereka lebih sesat lagi.H. Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan menjadi saksi yang memberatkan pemiliknya (hujjatun ‘alaihi) kelak di depan Mahkamah Ilahi. 179 ( “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia.P. : .K. “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah .P.H.P. H.H.H.

N. Itu adalah selemah-lemah iman. J.H.H.” (QS al-Baqarah : 216).H.H.H.P. .H. .H.H...H. 216 ( “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Ketiga. Sehingga melahirkan kualitas amal (sikap) yang bertolak belakang pula.H.H.J.H..K. J. H.. J.J.H.H.J.. .H.H.H.P.J. Kita mengira bayangan kita tetap.J.H.H.J.. sedangkan kamu tidak mengetahui. .H. Karena pendalamannya terhadap obyek bacaan dangkal.H.HJ..s .N. dan jika tidak sanggup juga maka dengan hatinya.K.. padahal bergerak.H.K.P . maka ia termasuk orang yang lalai.J.J.H.H. ..H.J .P.H. tinggalkan dia.H.³.H.H.. Imam al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok.H..J.H.H. jika membaca sesuatu hanya dari kacamata lahiriyah saja.J.J.J..P. tolaklah dia.dengan tangannya.H.J.H.H.H.H.P.H.. seorang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu..K. ikutilah dia. H.J.H.P .H.K.N.J.P.K. Bukankah kita seringkali tertipu oleh panca indra kita sendiri.H.K.P Keempat.P.H.J.H.H.. P.J.K.. maka seseorang mudah berburuk sangka terhadap Tuhan.H.H.H. Nabi Musa dan gurunya naik .J.J. Dalam kacamata al-Qur’an...H.H.PJ.K.H..K.H.H.J. Σ. . .P Kedua. . .J. Allah mengetahui.P. .J. jika tidak sanggup maka dengan lisannya.K.K.” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu).J..J. Coba anda bayangkan.H.J. seorang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah orang yang bodoh. H.H.. seorang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia bodoh kwadrat. . .K.H.J.P.P.H.J.) H..K.H.H.H.J.P..―. Dalam memberikan standar membaca ini.J.N..K.J.K.H.J.K.J. . Fenomena ini terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Haidhir.H.³.J.H. J.H..H. seorang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah orang yang ‘alim.P. Padahal betapa sering kita memperoleh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit.N.J.H. Blessing in disguis (disana ada berkah terselubung). Marilah kita ceritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi Musa tampak ketidakadilan semata-mata. .H.P.P. bimbinglah dia.H Pertama.P . Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat tajam kualitas bacaan masing-masing.H. setelah didatangi ternyata fatamorgana. dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.H.H..J. : .P. J..J.H.N. .P.K. Dari kejauhan kita melihat air.H.J.H.P.P. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam memberikan gelar orang Islam yang enjoy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan ‘ayaithanun akhrash’ (syetan yang bisu).J.H.H..P.P.P.K.

..K.―.J.H. Tidakkah wajar protes Nabi Musa seperti yang disebutkan dalam cerita itu? Kejadian yang ketiga tidak kurang ganjilnya.J. H.J. H.H. ³.H.H.H.K.. .H. .. P....J.J.³.H..³.H. .P.. . Kecerdasan intlektual menghasilkan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh karena usaha manusia.J. .H. .J. seolah-olah Haidhir bisa membaca atas kemurahan Allah (al-Akram) berupa ilham. dll). P..K. .K. Dan aku hendak merusaknya karena di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil tiap-tiap perahu tanpa ganti rugi.J. intuisi (feeling).J.J. J. maka kami khawatir bahwa anak itu akan mendorong kedua orang tuanya itu pada kesesatan dan kekufuran.. Merusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri – dengan redaksi ayat – fa-aradtu an a’iibaha.P.J. .H.H..K..N.J. H.K.J.P.. H.H. . Tetapi anak laki-laki itu dibunuh oleh guru nabi Musa.J.” (QS alKahfi : 79) Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih menonjol kecerdasan rasionalnya. .K.. .H.J.H.H.H.H. .³.. J.H. ..³..H.³.K.H.H.J.H.. Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama-sama terlibat dalam aktifitas.H.H.H. . tetapi dilobanginya perahu itu sampai karam. belum patut mendapat hukuman.J..J.H.H.H.K.H.H.H. J.H.H.J. .S. .K.H.N. . maka kedua orang tuanya adalah orang yang beriman. K..H..N..J.H.J. H. P.J.P.P. .J. : ... Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantikan anak itu dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih berbakti. Keduanya berjumpa dengan seorang anak laki-laki yang masih dibawah umur. penelitian eksperimen. ..H.H..P.P.H. H.H.H. m..K.H. P.H. .H.H.H.³.P.P..K.. beliau lupa akan perjanjian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau mengajukan protes keras.P.J.K. Tapi apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu itu? Bukan balas budi.H. H. K.P.K.J. . P.P.. Lalu kedua orang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir roboh...J.H.H. .P.H.H. P. 80 ( “Adapun anak laki-laki itu.H.H.J...J... Ini sejalan dengan perintah iqra’ (bacalah) pada ayat pertama surat al-‘Alaq.H.H. menggunakan teori ilmiah. . .H.H. Nabi Musa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal. ..H. H. .J. K.H.P.K.P. ³.K.H. .. .” (QS al-Kahfi : 80). H.H. mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit.P.H.) .P.H.K. Lalu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi Musa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar ? Karena peristiwa-peristiwa tadi dibaca Musa hanya dari segi lahiriyah saja.H.H.P..J. jiwa beliau memberontak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya. チ.H..H.H.H. P.H..) .K..H..H.H. . : . apalagi hukuman mati.H. . J.J.H. tampak oleh beliau ketidakadilan.N.H.....H.. lalu dinding itu diperbaiki oleh guru Nabi Musa dan ditegakkannya kembali.H.H.J.N.H. . maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di lautan itu. .P. P..P.P.. .H.J.. J. K.H. J..H.H. tapi penduduk negeri itu begitu teganya menolak memberikan jamuan. .H.H.H.P..K. K.. N.. 79 ( “Adapun perahu itu.sebuah perahu kepunyaan orang-orang miskin yang konon keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi Musa (Haidhir).J... . Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa (kami ingin). J.

.. Dengan definisi ini jelaslah perbedaan ilmu dengan tsaqafah. P.. Islam mengecam seseorang yang berbuat tanpa kelengkapan informasi (ilmu). mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar.J.J.H.J. . Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai kepada kedewasaan mereka dan mengeluarkan harta simpanan mereka itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. .³.. N.. ―.H.チ.N. チ.H. dan dibawahnya ada harta simpanan bagi keduanya.H.H.J.H. Dan tidaklah aku melakukannya menurut kehendakku sendiri. Ilmu dalam perspektif Islam (al-‘ilmu fi miizanil Islam) Ilmu menurut bahasa artinya kejelasan atas sesuatu atau pengetahuan.ᅭ H. bahwa perahu yang dilobangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas oleh raja yang lalim.. P.” (QS al-Isra’ : 36).H. penglihatan dan hati. atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki.K.J. Mengatakan tahu padahal tidak tahu.. Sungguh pendengaran. 36 ( “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sehingga ia beramal hanya mengikuti dorongan hawa nafsunya... Kini bukan saja Nabi Musa menganggap kejadian itu seadil-adilnya.. H.J.H.J. Ya. H. Pada ayat ini Haidhir memiliki kecerdasan yang paling tinggi (kecerdasan supra-rasional).H. tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu.” (QS al-Kahfi : 82). Setelah dijelaskan semua peristiwa-peristiwa itu bagi Nabi Musa. H. . maka keadaan berbalik menjadi 180 derajat..K.. : . bahwa anak laki-laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan menjadi anak yang durhaka yang akan menjerumuskan kedua orang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan kekufuran. dan af-idah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.H. Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah). Setelah Nabi Musa dijelaskan rahasia di balik kejadian-kejadian yang semula dirasakan tidak adil. tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa. seakan-akan Haidhir bisa membaca keinginan Tuhan.J.H. K. : .J.) ³. mengatakan faham tetapi tidak faham...P.P. sedang bapaknya dahulu adalah orang shalih..H. Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu secara global (ijmal).. maka itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu. H... H..J. H..H.K..K.K.) .H..H. tapi tidak melihat. J. Karena aktifitas sama’...H.H. sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dikompromikan.. mengatakan melihat. Demikianlah arti perbuatan-perbuatan yang anda tidak mampu bersabar terhadapnya..H. . H.... semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya. K. lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak yang lebih suci dan berbakti.K.P. bashar. .H.J. dengan redaksi ayat fa araada rabbuka (maka Tuhanmu berkehendak). J.K.J. sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu cabang ilmu ... H. Dari rentetan kejadian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda jauh dengan mutu penglihatan Nabi Musa.H. .J. tetapi didalamnya mengandung kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana.J. bahwa dinding itu bukanlah milik orang-orang yang tidak bersedia menjamu mereka..H...P.. 82 ( “Adapun dinding itu..J.H. ..

J.H.K.....J.P. .H.H. J.. .N.H.K..J..H..H.H..K. J.J. P.H... H. 11 ( “(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS anNaml : 40). .N...K.N.J..J. H.K.P. K.K.J.³.K. J. . H.J. J. P.N.H.P.H.J.dari berbagai jenis ilmu lainnya.H...H. .N.J.K.H.N. : .K.J.P. P.J..K.. J. . 40 ( “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab Allah.K.K.J.. Al-Qur’an mensejajarkan antara ikrar dan persaksian orang-orang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat. H.H.K.H..³.” (QS Ali Imran : 18). J.H. baik yang terdahulu maupun yang akan datang. Orang-orang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada orang-orang mukmin yang tidak berpengetahuan.J.H. P.K. : .. H.H. H.J. K.J. .H... Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui oleh para ulama’.J.H. : .K..K. .P.K. H.J.P.K.J.. Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan. K...N. K. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian).P.J.J. Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.J..H.K. H. H. N. . tingkat perhatian yang tidak dijumpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun.H.J.K. H.P.H..J. 9 ( “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9).. H.. H.H.J.K.J.H..H.. H. J.) K.K.K.N. .J.J. H.P.” (QS Fathir : 28).H..H.K.J.J.H.H... N.P.K.H. P.. H.J.H..K.³..N. H.H. J.P.P. ..K.H.H.H.H.H. H.K.H.H.J.. H.. H.) m.K.J. .K. J.H.) P. 28 ( “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama..J.P..H.H.H.” (QS ar-Ra’du : 43). : .H.J.J.H.J..H.H. J.. : .H. P.. .K.J.” (QS alMujadalah : 11).) H.P...H. N..H. 43 ( “Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu dan antara orang) yang mempunyai ilmu al-Kitab...K.... H.H..H. J..P.K...H.H.H.H...H.H.K..K. Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum.. 18 ( “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.H. Dengan melihat Kitabullah dan Sunah Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam kita akan menemukan contoh dalam teksnya dengan jelas..H.P.H...P.. K. Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan.H..H.H.) H.. . H.. .N.J.P. P.J..K.J. K. : .K.K. Yang menegakkan keadilan.) K.J. maka Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya. Ahli ilmu adalah orang yang menjadi saksi atas orang-orang yang berbuat durhaka. Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan dicapai oleh para ulama’. 80 ( . J. . H.H.J..H. P. : .) H.P.

pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.J.N.. ). . .. kecuali orang-orang yang sabar.J.J.H.” (QS al-Qashash : 80). Kecelakaan besarlah bagimu.P..K.H. . dan Kami sekali-kali jauh (dari mereka).K. .H.J . (43 (52 (7 .s .H .K. .” (QS al-A’raf : 52).J.K.H.J.K..H..K.K. “Maka sesungguhnya akan Kami habarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat).. dan tidak diperoleh pahala itu.H..H.H “Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia.K .K.H ...” (QS al-A’raf : 7).H ..H.J.K.P.H.H.J..J.K. sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka).“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu.N..J.H. ) .N.H.H..H).K..H.H.m “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab suci (al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.J .H.J.H.H..: . .H....m.PK..H.P. .J. ).K...H.P. .: (4-3 ..K...H.H.H..P .N .H. dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. Tiada yang mengetahui hakikat segala sesuatu kecuali para ‘ulama.H..J.N.H.J.. Allah menyifati kitab suci-Nya.H.H.: .H.H. Allah menciptakan manusia dan Dia mengajari mereka pandai berbicara.: . bahwa Dia menjelaskannya berdasarkan kepada ilmu..N.J.m.m .J.J..H..H. .” (QS al-Ankabut : 43)..H.N.J .P.H ..K.P. Kisah-kisah yang dipaparkan dalam ayat-ayat al-Qur’an juga bersumber kepada ilmu.

H.H..” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)..P. .” (Muttafaq ‘Alaih) 3) Menolak emosi.N.P.H. 28 ( “Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-bi’ah al-‘ilmiyyah) Islam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai cara.. “Barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu.H. .N.J.N.H. 50 ( ..” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).K.K.N. ..H.K.K. J. ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya’.J.H.. Marilah mengikuti (apa yang diturunkan) Allah dan (marilah mengikuti) Rasul.H.. hawa nafsu.N.. sarana dan prasarana (QS al-‘Alaq : 1-5).H. H.H.H.H.” (QS anNajm : 28).J.H. J. .H. J.K.K..P. 2) Menolak persangkaan : .P.. J..J. H. Asas-asas pengetahuan ada lima yaitu : guru.) K.H.J.H. N. .. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan..³.K. .H. H.H. K.P.H.K. . .K.P.K. H. : .J.H.H.H.H.K. J.J.. Dia akan memahamkannya dalam urusan agama..P.K. 1) Mencela taklid . N. H. metode.H. H. J.J.³..“Dia (Allah) telah menciptakan manusia.J. H.K. dan mengetahui hak dan kewajibannya.J. mendekatkan mereka kepada kebaikan. J..H.. Mereka menjawab.. S.K. “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. dan pertimbangan pribadi..P. ilmu.H.P.H. dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhannya. atau menghindarkan mereka dari bahaya. Mengajarnya pandai berbicara.³.H.J.. Banyak pula hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu.P..J.. Ilmu yang diperintahkan dalam Islam bersifat mutlak. N.H.H.H. murid.K.P. “Jauhilah persangkaan karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan. J. H.H. H.H. H.) . ..H. ―.K. Keutamaan ilmu bertingkat-tingkat sesuai dengan obyek dan bidang bahasannya.N.P.H. P.J.K.H.H.H. H. N.J.” (QS ar-Rahman : 3-4). J. “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya.J.H. Dan (apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka) walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS al-Maidah : 104)..J.H.H.H. J.H. .. maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.H.” (HR al-Bukhari dan Muslim).H.H.H. K. H. .H. m.J. . Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menuju kebenaran.N.P. H.H.P. menetapkan prinsip netral dan obyektif .H.P. Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama. : .J..J. 104 ( “Dan apabila dikatakan kepada mereka. mewujudkan kemaslahatan bagi mereka.) H.J..H.H.. ....N..H. J.P.H..K.H.H. J.. K.H.H.J. H. H.H..H.H.J.H.J.J. menyingkap jalan hidupnya. padahal sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.J.

J.J..H. lalu perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul).P. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.H.H.K. J. Rasulullah telahg menyuruh Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Suryani...J.. H.K..P. 7) Menganjurkan penggunaan statistik “Hitunglah untukku berapa orang yang melafadzkan kata-kata Islam.N.H.) m.. J. 21 ( “Dan (juga) pada dirimu sendiri.H.H. J.H.“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu).J.H.K. .J.”(QS al-‘Alaq : 1-5).J..H.H. .H...H.. . : . Mereka pun menghitung sampai 1500. berpikir.J..J.P..H..H.H.J.” (alHadits).³.. ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka)..” (QS al-A’raf : 185).N..J. H..K. K...H.H.J.. K. . J. ..K.J. .P. H. K. bahasa orang-orang Yahudi. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari.J.P. P.P.. ...N. Bacalah.J.K.H.H. H.K.H..H..H.. J.K.P.H.H..J.. K.H. 9) Mengakui logika eksperimen dalam urusan duniawi (.J. H. .K..K..J.H. 4) Memberikan perhatian kepada pengamatan..H. dan perenungan .H.―..K. : .J.P. J..H. H.J.. K..H.H.K.. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.N. P.J.H..P.H. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah.) 137 ( “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah..H. H.. Dia mengajari manusia apa yang tak diketahuinya.J. H.” (HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)..H. . dan Habsyi.) J. .P..H.H.P.. H.H.J.S.K..J.H. P. J. K. karena itu berjalanlah kamu di muka bumi. J.S.J.J... J.P.” (QS Ali Imran : 137). H. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.J.H.) H. ...K..K.J.. 1 .. : 185 ( “Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah.H.H.) J.P..H.H. .K.H.P.H. J...K. 10) Memperhatikan pendapat orang-orang banyak dan berilmu : ..H... P.N. .. H.. H.) . .J. K.J.. J. Abu Daud. H. .H.J.” (QS al-Qashash : 50).P.J.P.P. J. K.H. m. 59 ( .H.. dan atTirmidzi. : .K. 6) Menganjurkan untuk mempelajari berbagai bahasa Sehingga di antara sahabat-sahabat Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi. 8) Menggunakan prinsip perencanaan Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan proyek perencanaan ekonomi dan pertaniannya yang termaktub dalam al-Qur’an merupakan dalil dan bukti yang sangat jelas tentang hal ini.H.J. K.H.H. Maka tidakkah kalian perhatikan.J. J.H. J.H.” (QS adzDzariyat : 21)..J..H..J.P.5 ( “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.H. Romawi. ..J.H. .H...H. .H. 5) Memerangi buta huruf ..H.

“Maka tanyakanlah ia pada Dzat Yang Mahatahu.” (QS al-Furqan : 59). : ....) m.J.K.H. P.J.K. H.P.S.H.P. H.H. 14 ( “Dan tidak akan bisa bercerita kepadamu seperti (yang dilakukan) oleh Yang Mahatahu.” (QS Fathir : 14). 11)Mengizinkan untuk mengambil semua ilmu duniawi yang bermanfaat dari sumber manapun meski dari non-Muslim sekali pun (infitahiyah). “Kata hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun dia menemukannya, maka dialah yang paling berhak untuk mengambilnya.” (HR at-Tirmidzi). 12) Melarang dengan keras dan memarangi khurafat, khayalan, sulap, sihir, dan sejenisnya. Bacalah dengan nama Rabb-mu Perintah membaca dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al-‘Alaq diteruskan dengan “bismi rabbik” yang bermakna ‘dengan nama Tuhanmu’. Bi disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan, ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah (penyertaan), berarti “bacalah disertai dengan Nama Tuhanmu!” Bismi rabbik adalah satu ungkapan. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab sejak zaman dahulu hingga kini mengaitkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesan (atsar) yang baik atau katakanlah memberikan “berkat” (tambahan kebaikan material dan immaterial) untuk pekerjaan itu. Juga untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tadi dilakukan semata-mata demi ‘dia’ yang disebut namanya itu. Kebiasaan orang-orang Arab, ketua parlemen membuka sidang-sidang resmi dengan mengucapkan “bismillah wa bismi asy-sya’b” (atas nama Allah dan atas nama rakyat). Demikian pula anak lahir diberi nama tokoh tertentu, agar anak kelak memiliki harapan dan mencontoh sifat-sifat terpuji dari tokoh itu. Mengaitkan pekerjaan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena-Nya. Agar amalnya menghasilkan keabadian. Tanpa ketulusan semua amal akan punah. : .......) .³.J.P.J.H. ³..H.H. P..H.J.H.H.H. m.H.H. J.K. .J.P.K.H. .H. H..K. .H.J.K.H.H. 23 ( “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS al-Furqan : 23). ..N... P.H.J.H. .H. .N.H.H. ³..H.P. P.H.J.H.H. P.H.N... .N.H.H. H.K..H.J..H. N.H.J.. P.. P.K.J.H. H.K.H.H. : .....) K.J.H.J. K.. P.P.J.H.H. 17 ( “Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (QS ar-Ra’du : 17). Menyertakan pekerjaan dengan nama Allah akan berbekas sepanjang zaman. Sebagaimana manusia yang dididik oleh Rasulullah dengan nama Allah, metode Allah, dan karena Allah melahirkan proses pertumbuhan yang menjengkalkan hati orang-orang kafir. .³. N.P. J. P..H.H. J. P.H.J.H. H..H.H.P. K..N.P.J.. .H.H. P..N.K.H. P. H.H. H.J.K.N..H. K..

P.J.P.H. ..N.H.P. .J.P.―... K.H.H. J.K. J.K.K.J.P.P. K.. J.P..H.J.K. .³..H.J.K.H. K.. H.K. ³.J.H. H.J.P.H.J.H. .³.N.P. K.J.K.J.K.J. K.. J.P.P.H.H.H. K..H.J.N... K.. J.P.P.H.H. H.K.H. ............ チ......... チ....... ........ ........ .....チ.... チ..... .......... ......... チ.....チ. ......チ. ..... .......... : .....) 29 ( “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS al-Fath : 29). Menurut Abdul Halim Mahmud (mantan Syaikh Al Azhar) dalam bukunya, AlQur’an fi Syahri al-Quran mengatakan : Dengan kalimat iqra bismi rabbik, al-Qur’an tidak sekedar memerintahkan membaca, tetapi ‘membaca’ adalah simbol dari segala yang dilakukan manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu”, “bergeraklah demi Tuhanmu”, “bekerjalah demi Tuhanmu”. Demikian pula, apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan aktifitas, maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika. Ayat tersebut akhirnya berarti “Jadikanlah seluruh kehidupanmu (duduk, berdiri dan berbaring), wujudmu, dalam cara dan tujuanmu, demi Allah”. Pada surat al-‘Alaq ini Allah memperkenalkan perbuatan-Nya dengan redaksi ‘rabb’. Padahal Allah memiliki sifat yang berkaitan dengan Dzat-Nya dan perbuatan-Nya (fi’il). Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan-Nya terlebih dahulu. Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan zat yang tidak berbekas – secara langsung – pada makhluk-makhluk-Nya. Ia tidak bisa ditularkan dan diberikan. Dengan sifat Tuhan yang berbentuk perbuatan (fi’li), seperti ‘rabb’, maka perintah membaca disini dengan nama Tuhan yang bersifat mendidik, memelihara, mengembangkan, meningkatkan dan memperbaiki makhluk-Nya, memberikan jejak secara otomatis untuk diikuti. Dan, Rabb yang menciptakan (al-Khaliq), mendidik, merawat, mengembangkan, meningkatkan, memperbaiki makhluk-Nya, wajar jika Dia yang berhak memilikinya (al-Malik). Fenomena rububiyyatullah, khalqiyyatullah dan mulkiyyatullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. df u.... ..... (MENGENAL RABB) ᅭ ........ ...... (FAKTA SEJARAH) ᅭ ...... ......

(FAKTA FIRTRAH) ᅭ .... ...... .ᅭ (FAKTA INDRAWI) ᅭ ...... ...... (FAKTA LOGIKA) ...... ...... (FAKTA SEJARAH) BAB II ... ......£ MENGENAL “RABB” Dalam al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa manusia itu ateis (mulhid). Karena keberadaan Tuhan begitu jelas, tidak perlu dibuktikan. Berikut dijelaskan hujjah eksistensi Tuhan. Fakta sejarah (ad-dalil at-tarikhi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia mempercayai kekuatan di balik alam ini (Tuhan). Hanya saja ungkapan wujud Tuhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia. Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan) : bintang adalah tuhan (dewa), Venus adalah Dewa Kecantikan, Mars adalah Dewa Peperangan, Minerva adalah Dewa Kekayaan, sedangkan Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari. Orang-orang Hindu mempunyai banyak dewa, yang diyakini sebagai tuhantuhan. Keyakinan itu tercermin antara lain dalam Hikayat Mahabarata. Masyarakat Mesir, tidak terkecuali. Mereka meyakini adanya Dewa Isis, Dewi Osiris, dan yang tertinggi Ra’. Masyarakat Persia pun demikian, mereka percaya bahwa ada Tuhan Gelap dan Tuhan Terang. Para ahli filsafat setelah menerawang, berfikir, merenung, membanding, mengukur, menjangka, pendeknya memfilosofi, sampailah ia di ujung perjalanan. Yakinlah ada sesuatu Yang Maha Mutlak, Dialah ‘puncak ideal’ (kata Plato). Dialah ‘Tao’, yang tak dapat diberi nama (kata Lao Tze). Maka insaflah kelemahan dirinya. Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab, walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi mereka menjawab, “Allah”. Tetapi dalam waktu yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala al-Lata, al-Uzza, dan Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping ratusan berhala lainnya. Definisi Allah bagi kaum jahiliyah berbeda dengan Allah menurut al-Qur’an. Al-Qur’an datang untuk meluruskan keyakinan itu, dengan membawa ajaran tauhid. Berbicara tentang Allah versi Allah saja terulang sebanyak 2697 kali. Fakta fitrah (ad-dalil al-fithri) Jangankan al-Qur’an, Kitab Taurat dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menjelaskan wujud Tuhan. Karena keberadaan-Nya sedemikian jelas dan terasa. Sehingga tidak perlu dijelaskan. Kehadiran Tuhan merupakan bawaan (fithrah) manusia sejak asal kejadiannya. .. K.J.H.K. H.J.K.J.H. H. .H.J.H.H. H..N... H.H.H. J.K.N.. K.. H.H.J.K. .³.J.K.H. K.J.S..K. H.H.J.H. J.K.H.H.

J.. J.K.K. J.H.H. H. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab.K. H.P. Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya.H.K.H.H.J.S. terdengarlah suara dhamir (hati). termenung seorang diri. ... Apabila kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup.H.H.P..H. P. . J.” (QS Al-A’raf: 172). Setiap orang dengan berbagai kedudukannya memiliki fithrah itu.―. Tiada perubahan pada fithrah Allah. kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung (laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhim).H. 30 ( “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). J. N. (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu.K.K.H.H..N.J.H.J. tetapi terlambat.” (QS ar-Rum : 30).H. Beralasan.. P.P. mengajak kita berdialog untuk mengajak menyatu dengan totalitas wujud Yang Maha Mutlak. ketika berhadapan dengan Musa ‘alaihis salam bertanya..S. K.K.K. bahkan menolak kehadiran-Nya..P. P.H.H.H..J. J.J.K. Akan tetapi.H. Fir’aun.H.J.H.J..K. J..K.J.K.H.S.. P. maka hilanglah semua unsur-unsur ketergantungan lain kecuali kepada Allah.H.P. H.H. H. khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah (QS Yunus : 22).H. J. 172 ( “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka.H.) H.S.H..J. (Itulah) agama yang lurus.N.: .K.P.H.. jika dikatakan bahwa mereka yang tak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang keras kepala.N. .H.J..P.P. H. . H.H.H..J.. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.H.H. J.) . Tiada daya untuk mendatangkan manfaat.H.H. Al-Qur’an menjelaskan sikap Fir’aun yang ketika itu kembali ke fithrah..H. N.H.. keraguan itu akan beralih menjadi kegelisahan. ar-Ra’d : 28). P. ‘Betul (Engkau tuhan kami).K. Jadi kebutuhan ber-Tuhan permanen.K.H.H. Memang ada saat-saat dalam hidup ini – singkat atau panjang – dimana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya (QS al-Jatsiyah : 24).H. Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi. dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman). Ini dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Namrud (QS al.H.N.J. tiada pula kuasa untuk menolak madharrat. tempat mengabdi kecuali Allah. menitipkan harapan. kami menyaksikan’. Fithrah yang terbawa sejak kelahirannya.P.J. J. “Siapa tuhan semesta alam itu?” (QS asy-Syu’ara’ : 23). Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram..H.H.J.K. tiada pula rasa sedih yang akan mencekam (QS Fushshilat : 30.H. H. . Suara itu adalah suara hati nurani.K. H.J.P. Sekalipun seringkali – karena kesibukan dan dosa-dosa – ia terabaikan dan tertutup. H. kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa.K. .H.. J. Dan betapa Maha Kuasa dan Perkasa Dia Yang Maha Agung itu. : . H...J.H. Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan. Tiada tempat bergantung.H.K. J. sementara mengingkari Tuhan bersifat temporal.H.H. N.Baqarah :258).H. P. H. Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir’aun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari jasadnya.. .

H.J.H. bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan.H. K.) H.³.H.J.” (QS Yunus : 90-91). H.H.J.” (QS al-A’raf : 143)..K.H. hanya dengan merasakan atau melihat bekas-bekasnya? Bukankah kita mengakui adanya “nyawa” bukan saja tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya.J.. ..J.H.H.H.H.H.K.J. Maka setelah Musa sadar kembali. Ada beberapa faktor yang menjadikan makhluk tak bisa melihat sesuatu..H. Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari. H... : H.K. . Bukankah kita mengakui adanya angin.H.H. .) H.K. P. niscaya kamu dapat melihatKu. H.J. : . Fakta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian orang menuntut bukti wujud Tuhan dengan pembuktian material.J.H..P. J.J. kejadian tersebut menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. H. Mereka ingin segera melihat-Nya secara langsung. .K..H.J.H. sehingga Tuhan berfirman sebagai jawaban permohonanya.K.J. N. H. : H.. J.H.P. J.J.: .. .H.H. Zi’lib al-Yamani. H. H.H.H.P.K.J.. K.H.H..H..J.H.J.J.H. H.. P.H. P. K.J. berkatalah dia. H.H.H. dia berkata..J....H. K. J.J. Kedua.H. H.J.J. karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat. Nabi Musa ‘alaihis salam suatu ketika pernah bermohon agar Tuhan menampakkan diri-Nya kepadanya.K.H. . Kejadian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihatNya – paling tidak – dalam kehidupan di dunia ini.P.N. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).K. .H..H.H. P.H.K. P.H. ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.P. Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang sahabatnya.H.N. P.H.K. H..H.J.P.H.H.P. ‘Mahasuci Engkau. P. aku bertobat kepada-Mu.H.H.K.P.K.P. “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?” Ditanyakan lagi.P. “Apakah anda pernah melihat Tuhan?” Beliau menjawab.H.. Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan seseorang.P.K.K.N.H.K. Pertama..P.J.H.K.. H..K. Namun bukan berarti pasir tidak ada.H.J.H. dan aku orang yang pertama (dari kelompok) yang beriman’. J. P. Tatkala Tuhannya tampak bagi gunung itu.N. . K.H..H.H. K.H. dengan mudah ia dapat melihat.H.H.H. sesuatu itu sangat terang.. P. H.H..P.. Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.·. .. : H. H..H. Ditanyakan.H.H.J.K.H.J.K..H.K.H.H. J. jika ia tetap di tempatnya (seperti keadaannya semula). . .H.H. : H.J.H.H. N..H.―. P.J. H.H..K.J. H. J. Kalau demikian wajar jika mata kepalanya Tuhan Pencipta matahari. Tetapi bila malam tiba.K.J.H. .P.J.J.J.P..H. Agaknya kenyataan seharihari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya. 143 ( “Engkau sekali-kali tidak dapat melihat-Ku. 90 .P. ..H.K.J. H.J.N. Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat saja.91 ( “Hingga saat Fir’aun telah hampir tenggelam.K.H.H. sesuatu yang dilihat terlalu kecil apalagi dalam kegelapan. H.H.J. K.H.P.H. P.K. Tetapi lihatlah ke bukit itu.P.

P.J. J.H.P.H. karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum. tujuan. maka pastilah keduanya binasa..H.H.” (QS az-Zumar : 29).H. Majikan yang satu memerintahkan satu hal.H.. maka kalau keduanya berkuasa. .H. ketetapan. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu. Bandingkan dengan seorang budak lain yang hanya milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami dan kontradiksi. keinginan. Dan apabila keduanya bersepakat...J.H..H.H.K P.“Bagaimana anda melihatnya?” Imam Ali menjawab. Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan. Fenomena keteraturan.H.H. tapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan”.チ. di alam raya ini adalah bukti keesaan Tuhan. ..H.P. H. itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka.. Orang yang liberal.J. P.” (QS al-Anbiya : 22). Kalau salah satu mengalahkan yang lain. N.. Seandainya ada dua pencipta...) H. padahal bergerak. m. K. P. J. sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya. ternyata fatamorgana. Manusia harus .H.J. H. Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah.H. ³. Bukankan mata kita sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai.H. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat kepada sekian banyak orang yang memilikinya.P. . Begitulah seterusnya. J. ³ .K.H..) . tetapi pemilik-pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya..J. rezeki.J.. Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut.チ. bertentangan dengan kemanusiaannya.. . pasti dalam hidupnya dilandasi oleh keyakinan tertentu atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu. P. moral. : . ³.K. yakni bahwa manusia ingin hidup bebas..P. Binatang yang besar terlihat kecil dari kejauhan. Dari kejauhan kita melihat air.. ³ : .K. kasih sayang.J.H..H.J... maka akan kacau ciptaannya. Alangkah bingungnya dia.H.P. H.H. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.H.H.K.K. ide – dalam arti dia kosong sama sekali dari keyakinan tertentu – dan keadaan demikian mencabut dari hakikat kemanusiaannya. Fakta logika (ad-dalil al-‘aqli) Banyak ayat-ayat yang menjelaskan argumen logika tentang keesaan Tuhan.H.H. ciptaan pun akan kacau atau tidak akan terwujud.. Mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata.. Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia. Karena jika masingmasing pencipta menghendaki sesuatu yang tidak disetujui olah yang lain.K..P..³. H.K.H.. 29 ( “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai mereka).J. belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau mengintruksikan hal yang berbeda. sehingga keduanya bukan Tuhan. bayangan kita lihat tetap. maka yang kalah bukan Tuhan.H.K. petunjuk. K.. .H. dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang raja. J.H. “Dia tak dapat dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat.H.H.H.

K.H. J .J. diperhalus ucapannya.J.K.K.J.K.³.P.K. dipertebal. terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya.K. J. J.S. karya Murtadha Muthahhari). sampai kepada etika membacanya. dan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa. bahkan diatur lagu dan iramanya.K. Keadaan ruwet yang dilukiskan oleh ayat diatas. karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al Karim. m. J.J.J. musim.menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu (ide yang ada dalam hatinya). dipanjangkan. . ³.H.S.J.P. K.H.J.J. .H.J. J. K. karena memiliki banyak keyakinan yang kontradiktif. (Allah dalam Kehidupan Manusia. Tiada bacaan yang dipelajari sedemikian serius.N.P. Tiada bacaan yang diatur tatacara membacanya.H.H.P. H.J.K.J. mana yang dipendekkan. . Al-Qur’an adalah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu.H. K. maka batu itu tidak mengarah ke belakang? Apa yang menjamin bahwa air selalu mencari tempat yang rendah? Siapa yang menjamin bahwa sekali waktu api itu tak membakar?” Fakta tekstual (ad-dalil an-naqli) Al-Qur’an secara harfiyah bermakna “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang tepat.H.H.K. namun semuanya mengandung kebenaran.H...P. atau harus memulai dan berhenti. ―. J. ..H. melebihi Al-Qur’an. Tiada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya . H. .J.J.H.H.H. m. K.K.K.K. S.P. J.H. J. K.J.J.K.P. tetapi ayat demi ayat. . Orang yang semacam ini didominasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit kejiwaan kepribadian terbelah (split personality). S.H.H.K.H.J.³.H. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku.J.H.K.K.H. P.H.H.P..K.H.K. sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya melebihi AlQur’an. J.K.H. .. H.H.K.H.N.J.H. berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka.H. Tiada bacaan yang memiliki perhatian sedemikian rupa..H.H. remaja dan anak-anak melebihi Al-Qur’an.J.K. m. . Akidah tauhid adalah kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh kepastian hidup. J.K.H. K. J.H.H.K. J.K. jika al-Qur’an pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti rajulan..K. Berikut rangkaian pertanyaan yang menunjukkan akan kebutuh-an asasi itu : “Siapa yang menjamin bila Anda melontar ke depan. S. budak (seseorang yang dimiliki oleh pihak lain).P. yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya.H. baik dari segi masa.H. dari generasi demi generasi. bukan saja sejarahnya secara umum. dimana tempat yang terlarang atau boleh.H. bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya.. Senandung Al-Qur’an “Kalamun” berikut yang dibaca para ulama’ usai ta’lim atau tadarrus Al-Qur’an secara bersamasama. kandungannya yang tersurat.H.H. J.H.J. . bacaan sempurna lagi mulia itu. K. dan saat turunnya. Wajar.H.H. S. .H.K.

SPERMA & OVUM ...) .H.J. K...J.H.. .H.. dengannya.. DINAMIS .H. tentramkan rasa takutku di dalam kubur. walaupun mereka bekerja sama..H. mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya.. perbuatan.H. nurani.K. J.J...J.J. dan ucapakanku.. . . “Suatu firman yang qadim yang tidak ada bosan mendengarnya (yakni Kitab Suci Al-Qur’an)....J..K. LUPA .. MELEKAT .. Ya Rabbi.J.. P. .. K.H. J.J.K. SEGUMPAL DARAH .. ...P.. ..H.. Cahayanya merupakan petunjuk bagiku dalam gulita dan gulana hati.. K.. H.. dan niat.. : .... Dan..K.J..H. PERIODIK .H.P. J..K.K.K. ―.. Anugerahkan kepadaku dengannya keterbukaan hati.J.H.H. Masihkah kita meragukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia? df ....H.K.³.” (QS al-Isra’ : 88). JINAK ... BERGANTUN .H. dan hikmah.P. Terangilah dengan Al-Qur’an pendengaran.....H. 88 ( “Katakanlah... Dengan Al-Qur’an kami minta kesembuhan dari segala penyakit..P. . ..J. K. J.J. ilmu. berikanlah kepadaku kenikmatan (kegembiraan) karena rahasia (misteri) huruf-hurufnya.ᅭ .......H.J.H. .J... MENGENAL MANUSIA .J. H..P...H. ..K.H.J.K... Dia suci (unggul atau tidak mungkin terdiri) dari segala ucapan. MAKHLUK SOSIAL ..K. ya Rabbi.P.ᅭ . Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini.H...” Adakah bacaan ciptaan makhluk yang seagung itu? Al-Qur’an menantang : . m. H..

K. P.H.H..J. Al-Qur’an mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah.P... . atau ia terambil dari akar kata “nis-yun” yang berarti lupa.H.H. 4 ( “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. m.H. .H.H. Makna-makna diatas memberikan gambaran tentang potensi yang dimilikinya. m. Ayat kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut. Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia.H..H..H. DAGING . TULANG .J...H. .J... ..H.. tetapi juga kepada kesadaran batin dan intuisinya.J.H.H. .. bahkan seluruh totalitas manusia..J.. .H........ jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain..H. . MENGENAL MANUSIA Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya “khalaqal insana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah).. tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110). H. . K..K.P.J. P.H. Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan manusia. kemudian diperkuat oleh ayat yang lain berikut.J.. DAGING TAK . : ... .H.H..H.K. . . Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya.J.. H... Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu al-Khaliq (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah..H. P. .H.H.H.J. ..K.K.H.J. antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya. .H.ᅭ . ..J. Kata “al-insan” yang berarti manusia terambil dari akar kata “uns” (jinak.J.J.―..J. ³. lupa.H.P.H. senang dan harmonis). N. m.H... P..K.J.H.. .J.H.J.H.J.14 ( .H..J.J.K.H. H.H. m..J....H.P. H.K..P... Atau terambil dari akar katanya “naus” yaitu pergerakan atau dinamika.) H. Tetapi pada ayat berikut mencakup fisik dan psikis.H.J. J.H.H. K..) m.J.. memperkenalkan jatidirinya.J..H.. .H. N.. .. J. K.ᅭ . J.H.H.K..K.³.H.H..J.H.. : .H.. ³. makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang.H...H. H.³. 12 . H. Makhluk Berbentuk Lain BAB III ...J.H..” (QS at-Tiin : 4).P..H.H...H.H. kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika..H.. ³. J.P.J.J.H..H.H.K.H.H. DAGING .H.H..J.

H.“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah.” (QS al-Mu’minun :12-14). Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan) Ketika spermatozoa laki-laki menyatu dengan ovum (sel telur) perempuan. ).J . .K.J . zygot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa.H (39-36 . terbentuklah bahan dasar calon bayi.J. (4) ‘izham (tulang). zygot bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya. Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging.³. Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah..: .P.P. Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang berbolakbalik.H. Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang. Kemudian saripati itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim). Sel tunggal ini. ruh).J...H .P. Kata ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel. Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) nuthfah (pertemuan sperma dan ovum).H... akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ (mudhghah).s .H. (2) ‘alaqah.³. . Yang menarik.K. Mahasucilah Allah.J. Zygot melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka.H...P. dalam Al-Qur’an. . Akan tetapi.H..l .H.p .J.. Melalui ikatan ini. (3) mudhghah (segumpal daging).PH.m . Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan sifatnya. kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah.. (5) lahm (daging).. yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai zygot.. .P.H . yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat alHajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak sempurna)..J .H.P. berdempet serta masuk ke dinding rahim.H. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik. Allah selalu menyebut zygot yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq. melekat.J ..Ϊ .K.H.. sebaik-baik Pencipta.H ..H.

mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya.” (QS al-Mursalat : 20-21.N. makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.P.m .. Omong kosong sajalah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan. Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai akhir perjalanan hidupnya. rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot.H.H.N.K. Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak .H.H. .J.” (QS al-Qiyamah : 36-39).H. Fakta ini terungkap dalam Al-Qur’an. kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).J..H. Kata ini secara harfiah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah.H.J. Sementara itu.H.m . Kesan yang dimunculkan Kesan ayat “khalaqal insana min ‘alaq” tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk social.P. Al insanu makhlukun madaniyyun (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain).J.H..H.H. .J “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian. .N.m.. mani itu menjadi ‘alaqah.PJ.H.J.H. Kata ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia.J.: (21-20 “Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina. lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya. Disamping itu.m.H. Makna Arab untuk kata ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’.J.H.J.H. lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan...H. .H. Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zygot yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ. Informasi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya.H.J...H. al-Mu’minun : 12-14... Corak terpenting cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar. . Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik (ad-diinu al-mua’amalah).m. Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim..H.K.i ..H. seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”..H. .K . zygot itu mulai tumbuh.H. ). Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zygot.H.K.. kata sosilolog muslim Ibnu Khaldun. al-Infithar : 6-8).l .P.P.J.

: . Dalam hal ini mari kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an yang relevan dengan teori diatas.H.K . ...H.H. pola pikir (tashawwur) manusia menuju pengenalan diri. . bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq).H P.H “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan..” (QS al-Hasyr : 19). lingkungan dan Sang Khaliq. . ..J. Al-Qur’an memberikan pesan penting ini.. ternyata alam semesta ini ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada..yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya.P.P.J. Untuk memahaminya dengan lebih baik. ..H. ).P.. dan bukti yang signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit. dunianya..J.J.JH . Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang digelembungkan. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya.J.N.. mereka itulah orangorang yang fasiq.K.H ..J.P.. Ketika seseorang berjalan menelusuri padang sahara.H. Ada bukti kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat. demikian jugalah benda-benda angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas. maka yang pertama kali dia beri ucapan terima kasih adalah pemandu itu.P. kemudian tersesat..H.J. Manusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya. maka Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri... Teori ini dikenal dengan sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi ledakan. (19 .P. dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini.. orientasi (ittijah). Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya.H.H. MENGENAL ALAM Asal kejadian alam raya (ashlu nasy’atil kauni) Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20.H.P.H.H .. Pengenalan (ma’rifat) tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar..J.H.J. tiba-tiba datang seorang pemandu. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan. alam semesta dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan.K. .P.P. df BAB IV . Ini pula yang membuka pintu pikiran (wijhah) dan mata batinnya (bashirah).

Menurut terminologi fiqh Islam. kita di bagian alam yang kecil ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah... : .H.H...K..K. K. .. penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata kerja ini.J. .J.. hal.K..J.H.H. : m.. mari kita melihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan ‘ratq’ lalu keduanya diartikan ‘dipisahkan’ dalam kata kerja ‘fatq’. 30 ( “Dan.H...K.H.J.. .J.P.H.H. yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. mengapakah mereka tiada yang beriman.H.H. ―.. K.H.) H.P..P.J. kata asal ratq yang diterjemahkan ‘terpadu’ dalam ayat ini berarti “sesuatu yang tertutup.. dari air.J.H. (3) berpenyakit sopak.H. 59).H. H. S. yakni : (1) gila.K..H. juz II.H.H. Ϊ. Yang terang alam semesta berjalan menurut aturan yang pasti. .J..J. kemudian Kami pisahkan antara keduanya. .H. alangkah sombongnya kita.H. H. H.H.H.J.” (QS adz-Dzariyaat : 47).N.J.H.H..J.P.. bila kita mengingat peristiwa pertama Ledakan Dahsyat..H. H.J..H. . 7 .H..H.. . m..P.H.H.J..H. dan (5) alat kelamin tersumbat daging.) K.H.N.H. jika ternyata calon istri kita ‘rataq’ boleh dibatalkan karena fungsi bilogisnya tertutup oleh tulang.J.P..H. H.J.H. K.H. S. dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas.H.N. (4) alat kelamin tertutup tulang.K. Sesudah itu.K...K.H. Maksudnya.H.H.. Allah berfirman : .H. N.H.. kemudian semua zat menjadi ‘fatq’. Segala sesuatu...H.H. Dan. J.J. P. . H..K.N.H.H.H. H. kedap. : .. .H.H.J.H. . bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun.J.H.H.J. m. Pada ayat lain tentang langit. Pernyataan “pisahkan” adalah kata kerja “fatq” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan ratq.H. Maka.J.H.H..H...H.N.P.H.. Maksudnya ayat ini. H.” (QS al-Anbiya’ : 30).H...J.P. .K.P..J.P. Menurut kamus-kamus Arab.. 47 ( “Dan.P.K. 104 ( “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran . Sebagai misal.N. ...J. P.H.J. bergabung menjadi satu dalam massa yang berat”.8 ( “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan)..H.” (Kifaayatul Akhyaar. “Istri boleh dikembalikan (diceraikan) karena 5 hal.P.) H.. K.J.) H. Kami menjadikan segala sesutatu yang hidup.J.K.H.J.” (QS ar-Rahman : 7-8).H. H. langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa. N.. Kini. .P.H. ..H..P... Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.J. kita lihat bahwa bintik yang disebut ‘telur kosmik’ itu mengandung semua bahan alam semesta..P.. apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu..H..H.H.H.S.K. padat.P.J.N...H...J..P. H.. K.H. .. m..³. : . sehingga menghambat jalinan keharmonisan keluarga.H.K..J.N.J. K..J. Yang menarik temuan-temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke-20.H.K.J. terkandung dalam bintik ini dalam keadaan ‘ratq’.H.: .H.J.H.J.N.K. .H. Sungguh.J. K.H.H..H. ...K. (2) berpenyakit kusta.J. Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing-masing. .K. N. K. telur kosmik ini meledak. .H.... H. Sedangkan..

H. H.P.³. maka akan mendatangkan bencana.. Ketika aku telah putus asa. H. sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.J..P.P. K..K. khusus untuk berdebat dengannya.J.. K.H.J.P. H.P.N.P.P. K. P.K.J. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. lalu masing-masing papan itu bergabung menjadi satu.H. H.H.K...K.H.H. “Apakah engkau hendak memperolok-olokkan kami? Apakah mungkin papan papan itu datang sendiri menjadi perahu?” Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.H.P. . K. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati.K.P. 38 ( “Dan..P.H.H.P.H.J..J.J. : .H. aku melihat beberapa potong papan yang datang sendiri..J.. K.K. Mereka menyalahkan Imam Abu Hanifah karena keterlambatannya.J.P. Sunnatullah pada alam (qadha’ takwini fil kauni) Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum zindiq meminta waktu kepada Abu Hanifah.P.J.N. . “Aku telah datang menemui kalian pada waktu yang telah ditentukan.P. .H.H..P.H.J. H.P..J. 180 ( “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka.P. .P. H.) K. H.K.K. Tetapi aku tertahan lama di pinggir sungai Tigris.H. beliau datang menemui mereka.” Orang-orang zindiq berkata kepada Imam Abu Hanifah.K. P.H.kertas.J.J. Namun.. K.K J.J. Jika kita salah dalam mengelola alam raya ini. J.J.” (QS Ali Imran : 180)..J. J. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.J.H. J. .J.H.J.H. mencari pemilik perahu yang akan membawa menyeberangi sungai.H..H.H.K. Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.J.H. P.P.J. J.H..H. J. Aku lalu menaiki perahu itu.P. K.J.K..H.H. J.H. Maka.KH. aku tidak menemukannya.J. N. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.P. P. .H.P.H.J.. menyeberangi sungai.H. dan bermaksud pulang.H. J.P.H. Beberapa saat kemudian. aku sudah berada di hadapan kalian.. . Dan kini. Sebagaimana Kami telah memulai pertama begitulah Kami akan mengulanginya.H.H.J.. : .” (QS Yasin : 38).H.J.K.H.H.H. . J.H. sambil meminta maaf.P. bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.H.J.. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.. Imam Abu Hanifah terlambat.” (QS al-Anbiya’ : 104). H.H.J. .” (QS atTaubah : 35).. J.J.J.H. tentang Tuhan.J. matahari beredar di tempat peredarannya.P.. .P. .P.H.J.H.N.H.K.P.H.) H.H. .H. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.J. H.H. .H..P.H.H. 35 ( “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam. Ketika tiba waktu yang disepakati..N. sehingga jadi sebuah perahu indah di hadapanku. K.H.J.H.H.P... setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya.H.H. “Inilah yang membuat kalian berkumpul untuk berdebat denganku. J. .K. jika kalian tidak percaya bahwa .H.J.H.K.K.K.) .H. Σ.J. H. H.. .P. lalu dibakar dengannya dahi mereka..K.H. : .J..H. Ϊ.H.N.K.K.H.

Tentu saja kehidupan ini takkan pernah ada. berjarak 20.000 mil dari bumi. maka dari mana akan bertemu dan kawinnya atom dan partikel-partikelnya? i) Seandainya poros bumi konstan. niscaya ia akan menghisap oksigen dan karbondioksida. bagaimana mungkin kalian ingin aku percaya bahwa alam yang sempurna dan menakjubkan ini telah mengalami peristiwa-peristiwa perubahannya dengan sendirinya. Mereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasional itu. yang bisa menghanyutkan gunung-gunung. serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar. . atau orang yang keras kepala. tentu akan terjadi musim panas yang berkepanjangan di suatu wilayah. akan mengenai seluruh bagian kulit bumi. niscaya kita akan menjadi abu. Akhirnya mereka menyatakan ke-Islaman di hadapan Imam Abu Hanifah. niscaya matahari musim panas akan membakar tumbuhtumbuhan kita di siang hari. a) Seandainya lapisan bumi ini tebal. Teori kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan valid. Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan.perahu bisa membuat dirinya sendiri. setiap tumbuhan di bumi akan membeku. Sedangkan di malam hari. tanpa Sang Pencipta Yang Agung?” Kaum zindiq terpojok. Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial. niscaya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi oleh kebusukan dan penderitaan. c) Seandainya matahari kita memberikan setengah dari cahaya panasnya sekarang ini. yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya. hanyalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang bodoh. e) Seandainya malam kita sepuluh kali lebih panjang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui. Berikut contoh-contoh detail sistem alam yang meruntuhkan teori kebetulan. f) Seandainya jumlah oksigen di udara mencapai 50% atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas normal (21%) yang tersedia. maka setiap benda yang bisa terbakar akan menjadi daerah nyala api. seandainya tidak terjadi persenyawaan kalori dengan yodium. Seandainya cahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang. tetapi ia justru menolaknya. d) Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini. b) Seandainya atmosfir lebih rendah daripada yang sekarang ini. niscaya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi oleh air yang sangat deras setiap harinya. sejak percikan api pertama. niscaya tubuh kita akan membeku. Dan. dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi. dan musim dingin yang berkepanjangan di wilayah lain. g) Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis. maka sesungguhnya jutaan meteor yang terbakar setiap hari di luar angkasa. niscaya takkan ada garam dan selanjutnya takkan ada kehidupan. diteliti dan diatur secara kebetulan atau serampangan. h) Seandainya tidak ada hukum daya tarik (gravitasi).

...... .... . MERAGUKAN SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN MAKNANYA .. Dengan demikian.... . ....... MENYEKUTUKAN ALLAH ........ Demikianlah.. df .... ....... . ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN ᅭ ............... .. karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang.... tiadalah Engkau menciptakan alam raya ini dengan sia-sia.... PENERIMAAN YANG MENIADAKAN PENOLAKAN .... yaitu matahari...... .. Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya... . NIFAQ (KEIMANAN YANG DUSTA) ...... ..... ... ... KECINTAAN YANG MENIADAKAN KEBENCIAN . .. maka jauhkanlah kami dari siksa neraka ..ᅭ .. KEJUJURAN YANG MENIADAKAN KEDUSTAAN . . ..... KEIKHLASAN YANG MENIADAKAN SYIRIK . tidak akan ada kehidupan...... YAKIN YANG MENIADAKAN KERAGUAN ᅭ ........ teori kebetulan tentang alam ini tertolak dengan sendirinya.......... niscaya tidak ada seorang pun yang hidup... .. ........ KETUNDUKAN YANG MENIADAKAN KEENGGANAN . ..j) Seandainya bumi seperti bintang Mercuri yang tak beredar kecuali menuju satu arah................. . .. ᅭ .. Allah Yang Maha Pencipta... ....... Wahai Tuhan kami. .......... .. Maha Suci Engkau.. SYARAT DITERIMANYA SYAHADAT .. .....ᅭ . JAHIL AKAN MAKNA SYAHADAT . PEMBATAL-PEMBATAL SYAHADAT .....

ᅭ .. MENOLAK MAKNANYA ...116) ....... MEMBENCI MAKNA & KONSEKUENSINYA ....... ...... Penolakan (16:36) . . ... Membela .... MENINGGALKAN MAKNANYA ..... Menaati ........... Pengingkaran .... .... ........ Monoloyalitas (98:11. Membangun (22:41...... .............. ......... TIADA ....... Mencintai ..14) .. 24:55) .. Memusuhi ... Mengingkari .... .....78.. Membenci .. .. Penghancuran (21:57-58) . ... Mendekat .. Memisahkan diri ..... .... TUHAN .... Yang menolak (4:48....

... Loyalitas & Pengingkaran . Akhlak – Moralitas ... MAKNA SYAHADAT . MAHA MULIA .... ....... ... .. ALLAH .. .... Loyalitas . Benteng yang kokoh .... Menolak rayuan syahwat ....KECUALI ...... ... ............... .......... Kekuatan jiwa ... . Me Krisis perasaan akan . .. .. .. Mengutamakan saudara ......... Asas khidupan Islami .. Patriotisme . ... . ... RABB ... ........................ PENCIPTA .73) .......... Yang dikecualikan (7:65. .... Kebahagiaan di dunia ............. Jalan bertaqarrub kpd Allah . Jalan menuju akhirat .... Peneguhan (7:59) ............. ..... Tali yang kuat .... ...

........ pula membangun dasar-dasar kepribadian (the basic of knowing). .. Kajian akidah yang diajarkan oleh para Rasul setiap masa..... . .. . .......... PROSES LAHIRNYA SYAHADAT DALAM SURAH AL-‘ALAQ Sebagai abdi (‘ibadah) Jika men-tadabburi kandungan surat al-‘Alaq : 1-5.... ......... MANUSIA ....... .. ..... SYAHADAT . CIPTAAN ............ ........ ISLAMIYAH ...... .. .... Maha Pandai) dan manusia sebagai obyek. ... BACALAH .... ..... TIDAK TAHU ...... . . Awal sebuah ... ..... PASRAH ... sungguh kita akan memperoleh pelajaran yang fundamental.. MAHA TAHU ... JAHILIYAH . . TAUHID RUBUBIYAH ........... Intisari studi (dirasah) surah al-‘Alaq : 1-5 adalah penempatan posisi Rabb dan kedudukan al-insan secara proporsional... Dari Segumpal Darah .... TAUHID ULUHIYAH .. .... Allah adalah sebagai subyek (pencipta.. .. .. Dengan kajian ini tidak saja membangun dasa-dasar ilmu pengetahuan (the bacic of knowledge)...... Mengagungkan ...... ........... ... ABDI ........... .. BERTAHKIM . ... BAB V ... Maha Mulia.

Makhluk memposisikan diri seperti al-Khaliq. dan pakar pidato murtajal (tanpa teks). Kelemahan apapun yang dimiliki oleh manusia. sehingga memudahkan untuk membangun kerjasama (ta’awun) dengan pihak manapun dan terhadap siapapun. Tidak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebiji sawi sifat sombong (al-Hadits). Sifat tersebut bersumber dari induk sifat Tuhan. meminjam istilah Imam al-Ghazali. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (menutupi fitrahnya sendiri). Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk thagha’ (sikap melampaui batas). penglihatan. Secara bahasa Rabb berarti mendidik (at-tarbiyah). maka tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. Allah memiliki 100 % sifat rahmat. perkembangan yang terjadi (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). Manusia yang tak tahu diri dan tak tahu Tuhan dikategorikan jahiliyah. cenderung menerapkan hukum rimba. sifat dasarnya akan menonjol yaitu al-uns (cenderung harmonis). Syirik identik dengan selingkuh dan sombong adalah sikap menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan orang lain (ghamthun naas). Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa Rabb itu sesungguhnya. Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia (ilmu psikologi) terlambat ditemukan. ekonomi. menaklukkan alam. Yang menang siap menindas yang kalah. kecuali jika dalam dirinya ada sebiji sawi sifat sombong. thagha’. Dinosaurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam merespon perkembangan di luar dirinya. masih memerlukan pujian dan sanjungan. ar-Rahman arRahim. kehidupan berpindah-pindah (nomaden). ketika itu ia meng-cover diri (kafir.kerusakan (chaos) terjadi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai obyek. Hina tetapi merasa diri mulia. buta budaya (ummi). Sehingga ia lemah dalam merespon setiap perubahan. nenek moyang kita dahulu juga disibukkan oleh persoalan di luar dirinya. mengusir binatang buas. merawat memperhatikan. dll. dibandingkan dengan ilmu sosiologi. Hanya memiliki ilmu sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi ila qalilan). bukan anugerah. menolak aturan Tuhan Yang Maha Mengetahui (al-‘Alim) dan Maha Mulia (al-Akram). tetapi lewat instrumen yang telah disediakan oleh Allah kepada manusia (pendengaran. Dan satu persen darinya dicurahkan . politik. hasil karyanya ditempel di dinding Ka’bah. Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai ancaman. dan yang berhasil memperoleh juara. bahkan memposisikan dirinya sebagai subyek. antropologi. hati) agar diaktifkan. dipinjami kekuasaan. menutup diri) dari perkembangan sekitarnya. Ketika manusia (al-insan) lupa diri (nis-yan). Puncak kerusakan kepercayaan adalah syirk (selingkuh) dan puncak kerusakan akhlak adalah sombong. dan mengembangkan menuju kesempurnaan (al-‘inayah war ri’ayah wat tarqiyah). Jahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. Di dalam surat pertama Al-Qur’an ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb. Jadi. Sehingga ketika muncul gejolak dirinya. Proses pengenalannya tidak dipaksakan. Masyarakat jahiliyah dahulu dikenal pakar sastra. yang kalah bersedia untuk hidup menderita. Jika kita menengok kehidupan masa lalu. jahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara.

Dalam terminologi Bahasa Arab kata laita memiliki makna lit-tamanni (anganangan. Sedangkan kata la’alla mengandung arti lit-tarajji (harapan. maka ingatlah kasih sayang orang tua kepada anaknya. Kesadaran akan kedalaman rububiyyatullah yang ditransfer 1% pada ibu.H.P.J..H. .. 54 ( “Allah.H.H.K.H......P.J..H. . . P.H.J.H.H. Seseorang yang dipelihara sejak kecil. sekiranya masa muda itu terulang hari ini. Seperti yang sering kita doakan..J. Bukti kesyukuran kita pada orangtua ialah sikap yang mengun-dang ridhanya. J. J. Ditolong malah menjerumuskan (ditulung menthung.N. dikarunia kenikmatan.H.. : .H. . Jika kita ingin mengenal perbuatan Rabb.J .P.P. kemudian Dia . m.H.H.K.J. ³. . tidak tahu balas budi.P.J. kemudian tidak bisa berterima kasih.J.KH. mustahil).H.H. P.H. N. . Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan orang tua yang ingin kembali kepada masa muda. Air susu di balas dengan air tuba.K .H.J.H. merindukannya (yarju liqa-a rabbihi) dan siap menjadi abdinya (‘ibadah). Berbuat yang disenanginya. J. meninggalkan sikap yang dibencinya.K.³.H “Hendaklah engkau bersyukur kepada-KU dan kepada orang tuamu.K.J.K.” (QS Luqman : 13).H. aku akan mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang yang telah beruban dan pikun.H.K. * .KH... . .J .P. ).N. (13 . . P..H. H.K..³..J.H..” .J.SH. realistis)....J..J.H.H.H. Semua makhluk tidak bisa menolak fenomena penciptaan ini (zhahiratul khilqah).P.KH. H.. P.N.. tetapi itu hanya sebuah angan-angan (mustahil terjadi)..K.P.K.H. ³. m. Ubun-ubun kita berada dalam genggaman-Nya (nashiyati bi-yadihi). N..P..J.N.J. H.kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain.P.H.H. H Duhai.H.H. P. J. ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya merawatku sejak kecil.P.³. J. .H.J..H.) P. H.. H. K. akan mengantarkan sikap mencari (siapa yang menghadirkan diri di dunia)..J.J. . Demikian pula wujud syukur kita pada Allah..H.K.H.. H. P. J. P.H.. “Wahai Rabb kami.J..H.K.P.. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah.K.. Menyerahkan diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan-Nya yang kedua yaitu al-Khaliq (Pencipta).J..N.J .J.H.J.P. bhs Jawa).H. diselamatkan dari berbagai petaka.J.KH.K.: . P. maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai (ghofil).H.

J. K.H.menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. .K.H. .H.P.J.) . Sedikitpun kita tidak bisa menolak rencana besar Allah tersebut. .H. H.J.P.H.N.P.H. .H.H.P.P.” (QS ar-Rum : 54). H.P.J.. Secara fisik. H.H. K.K.P...³.. .K. Kelima.J.K.J. 47 ( “Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.H. J. K.H. Keempat.H. .P.J.P. H. K. . Dari ayat diatas.K.J.J.H.H..H. Pertama..H. kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.P.. . kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali. .H. J.H.H.P. .H.J. di alam ruh.J.P.³.H.H.. baik dengan suka maupun terpaksa.H.P.H. J.K. m.H. .J.P.J. : .J.. J. ingatlah (suatu saat) engkau akan di ma’zulkan. 55 ( “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu..P..H..J.. di alam akhirat.J. fenomena penciptaan Allah berjalan secara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya. padahal kepada-Nya berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi.J.J.J.N. meninggal. di alam kiamat. J.P.H. J. . ³.J.. J.P.” (QS al-Baqarah : 28). : .J. Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah (sunnatullah).H.H..H. di alam barzakh. Sekalipun mulut kita menolak. J. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa..N... : .J.H.P.P. .H.H. H.K.. : .H.J. Jika engkau membawa jenazah ke kuburan.J..H. Alangkah sombongnya jika kita makhluk kecil di bagian alam ini menolak aturan-Nya? Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah (taslim) kepada Dzat Yang Mengatur dan Mengendalikan alam ini. .H.H.. H.J.K.H.P.³..” (QS Nuuh :14) Seorang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir. ..P. N.K.” (QS Thaha : 55). Ketiga.. K. H. di alam dunia.J.J.P..H.K.H. Jadi masa kecil yang masih lemah. J.J.H.H.J.H. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.H.K. . .H.H. dan kembali lemah pada masa tua..H.J. adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita jalani.H.) .³..P.P.J.H..J.H.K. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.. Jadi kehidupan kita sekarang ini belum final. ingatlah (suatu saat) engkau akan digotong.J.) .P. J.K.P.H. J. 83 ( “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah.H. Jadi secara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah (aslam).H.H.P.) .P.H.J. K. Dan jika engkau diserahi urusan kaum. K.J.K.H..P.P...H.J. J.J.H. Mengagungkan Allah (ta’zhim) .” (QS al-Kahfi : 47) : . dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. J. N.P. manusia akan melewati lima fase kehidupan..H.P. J.H.J.³.J.J. H..H. Kedua.H. lalu Allah menghidupkan kamu. J.P.N.) 28 ( “Bagaimana kamu mengingkai kepada Allah. P.K.H. 14 ( “Yang menciptakan kamu secara periodik. N....K.J.H.H.J.P.J.K.H.H.H. masa muda yang kuat.H.H.H.” (QS Ali Imran : 83). padahal kamu tadinya mati.

sekalipun obyek bacaannya itu-itu saja. Jika kembali ke akar kata “karama” yang menurut kamuskamus bahasa Arab antara lain berarti : memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih.J. : . ‘alamat (alamat).J. Allah tidak dinamakam a’rif tetapi ‘alim. mengagungkan dan memuliakan-Nya.) K. :ᅭ . Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu.H.H.. P.. Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang kotoran. 284). Maka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan at-ta’zhim.H. : .. ..H... Berikut ini adalah diantara obyek-obyek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al-Qur’an.H. P.. 9 ( “Allah mengetahui apa yang di kandung oleh setiap wanita.” (QS al-Hajj : 70)....H. K. hina..H. 19 ( “Allah mengetahui kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada. Misalnya ‘alam (bendera).K.” (QS al-Baqarah : 77. K. 235..H..H. setia dan sifat kebangsawanan.―.J.. Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya. 70 ( “Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. ora ana ajine (Bhs. Jika topeng yang menutupi kita.H.” (QS Ali Imran : 29)..H.) H. K. 284 ( “Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan.. sedangkan manusia makhluk. : .P. Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan.J..K. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan.J.H..Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan sifat fi’li-Nya yang Maha Mulia (al-akram). H. terhormat.P. ―..J. terbuka alangkah hinanya fisik kita.) . yaitu membaca demi Allah..” (QS an-Najm : 19)..) P. . Ada perbedaan dalam perintah “membaca” pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga..” (QS .P. kotoran. 19 ( “Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim. Kotoran lubang mata.H.H. Sedangkan manusia ‘min ‘alaq’ (dari segumpal darah). K. Sedang ayat satunya menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan dan pengulangannya.N.J.H. 77 . tidak ada harganya. Kata al-akram biasa diterjemahkan dengan “Yang Maha Pemurah” atau “Semulia-mulia”. lubang muka (qubul). kotoran telinga.H. .H. Segala yang terbentuk dari akar kata ‘ilm mempunyai ciri yang menonjol ‘kejelasan’. .K. K.J.. . penyangatan).J.) K. dll. K. Kata ‘ilm dari segi bahasa berarti kejelasan.H. : . kotoran hidung.H... Jawa). a’lam (gunung-gunung).. menjijikkan.K.. ‘ulmat (bibir sumbing)..... : . yang berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui).P.” (QS ar-Ra’d : 9).J.P.J. .H.H.J.P. Ayat pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca (dalam segala pengertiannya).―. Dengan bacaan yang ikhlas.) J. .. ..... Berhukum dengan ilmu-Nya Allah memperkenalkan sifat-Nya yang terakhir adalah al-‘Alim (Maha Pandai). pemahaman dan beragam wawasan.P. 29 ( “Allah mengetahui apa yang ada dalam dirimu. tempatnya salah dan lupa (mahallul khatha’ wan nis-yan).. 235 . kotoran lubang belakang (dubur).H. berbentuk superlatif (bentuk mubalaghah. bernilai tinggi.H. .H.H.J. mulia. P. karena manusia tebuat dari segumpal darah (min ‘alaq)..K.J.

H.J . dan hati.S. dan Dia memberi kamu pendengaran.H.K.H.H.P.N .³.H.al-Mu’min : 19) : .J.H.J.H . Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan (ibadah.J. . Syahadat adalah pintu pertama memasuki Islam. Tiada Tuhan yang disembah.H . Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan..H.s ..H.N.J .. .H.HH.H..N.J (78 . Inilah makna syahadat (persaksian).K. kecuali berhukum dengan aturan-Nya (ber-tahkim)...N.J.P.K.. . menyembah). Syahadat pada surat pertama ini secara eksplisit tidak terlihat. penglihatan.H.H.l . H. ..H ).K.J ..H.H.J. Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah (ihsan). .H.P.: .K..H.P.P.J.H.J. Sedangkan petunjuk telah datang dari Tuhan mereka.H. .K..H.J.J . Sikap Tuhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah. diagungkan. penglihatan dan hati..P..K.J.J (23 “Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan saja dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.J. akan tetapi dimunculkan dengan menggerakkan pendengaran.K..: . Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan.P.i .P.H. dan tunduk kepada hukum-Nya (tahkim) disebut dengan Tauhid Uluhiyah.. Tiada sikap yang patut bagi makhluk yang bodoh terhadap Tuhan Yang Maha ‘Alim.H. Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa-apa.J.” (QS al-A’laa : 7).H .P..H.P... .H.) .J “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. .H.H.H.H.J..H.P.H.J. tetapi lewat perintah iqra’. mengagungkan (ta’zhim).J.H.J. dipatuhi hukumnya kecuali Allah.H.J.J.. P.H.” (QS an-Nahl : 78).K.H.J..” (QS an-Najm : 23).H.P.H).P.H.H. .N .P. . 7 ( “Yang mengetahui yang lahir dan tersembunyi..H..N.P.

melatih diri dengan latihan ruhani (mujahadah). J.P..J. sosial. syahadat adalah pondasi.H.” (HR Muslim).. syahadat kebenaran. P. ..J.H.J.H. : .J . politik.P.J. 41 ( “Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Keputusan ini bukan diperoleh karena tekanan eksternal dirinya.(... menerawang..P . dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk pencarian itu (jihad). Mendalami makna syahadat (fiqh asy-syahadah) Syahadat adalah landasan ke-Islam-an seseorang.K. Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir. K. mengukur. J.N.P.H..P..H.H..J. Jika kembali pada aurat al-‘Alaq..H. Rabb. Itulah keyakinan secara total (al-yaqinu kulluhu).. Sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah sarang laba-laba. Diatas pondasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan Islami.H. K.J. J.H. K.N.K. Syahadat laksana hishnun matin (benteng yang kokoh) atau al-‘urwah al-wutsqa (tali yang kuat).J. J.H.H. N.H. P..H.H.H. . yakinlah bahwa Dia melihatmu (muraqabatullah).J. K.K.) 256 ( “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (Tuhan selain Allah). K... Sistem ekonomi.H. .J.J.” (QS al-Baqarah : 256)..H..J.P..N. Rumah yang tidak memiliki pondasi yang kuat. H.H.. .J.J..J.H.H. H. guyuran air hujan dan terpaan badai.K..H.P.H. J.. ) Orang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala konsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu (kalimah thayyibah).H..P. sekalipun genting-gentingnya bagus. membanding (muqaranah). maka rumah itu akan mudah roboh oleh teriknya panas. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya. Membangun di atas permukaan balon. menimbang. Dan sesungguhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (kebenaran. tetapi lahir dari motivasi dirinya sendiri (motivati intristik).K. K... Ibarat sebuah bangunan rumah.H.K.³.N. H.” (QS Al-Ankabut : 41).K.H.P.H.J.J.J. H. maka syahadat adalah sebuah keputusan final.J. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. J.H. “Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya..N.J. merenung.J.J.H. Akhirnya sampailah di ujung perjalanan.J..H.J. . tentang diri.H. berfikir (ijtihad). K.H.H..P.H.. syahadat).. pendidikan.J.J..H. Iqra’ adalah melihat. H.J. K.H. Itulah dia.K.P.H.. K.H .H.P.H.H..) H. militer dan juga sistem akhlak.H.H.H..H.P.H.K..J.P.H. ia akan teguh dalam menghadapi fluktuasi kehidupan.H. .P.J. K.P. .J.... lewat iqra’..H. H.J. dan alam raya.H.K.H. : .H.P.K. Itulah gelora keimanan..H.J.J.H..N.

J. “Pengajaran dan pendidikan modern tak mengajarkan air mata pada mata.K. ... Masyarkat sipil berwatak militer. Betapa banyak sesuatu yang pesonanya menggiurkan. Imanlah yang memfungsikan tujuan dihadirkannya manusia di dunia.H. Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman..K. Tokoh Islam.P. Allah menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar.: . Iman yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewajiban dan sunnah. S. N. Dan ketentraman jiwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya yang beriman.H .) H. Iman adalah jembatan menuju akhirat.P.K . . .P.l .K.. dan jika ia meminta-Nya. Dalam kehidupan yang lebih luas menjadi kering.J. Yang diburu hanyalah bayangan semu (QS an-Nuur : 39).H.” (QS az-Zukhruf : 86). Dia menyambutnya.K.. menjadi tangannya yang dengannya ia memukul.P. tetapi batinnya kesakitan. yaitu menyembah Allah dan membuatnya mencintai ibadah. J. manusia modern berkarakter primitif. Kehidupan sekarang memerlukan injeksi yang membangunkan hati (yaqzhah).J.P. Dikira air oleh orang yang kering kerongkongannya.H. gelora jiwa (thumuhat).H. Dunia tanpa disinari oleh cahaya iman akan membuat pemburunya kecewa. dan menggerakkan cita rasa. Kita tidak akan mampu menuju surga yang dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci (huffat bil makarih) tanpa iman. Manusia yang secara fisik sehat. Iman yang bisa menemani harta. 86 ( “akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini (nya).K. dan tidak kekhusyu’an pada hati nurani”. Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah. J. menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat. wanita. Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia. H. hingga mengabdi menjadi sesuatu yang menyenangkan. Dia mengabulkannya. Jika ia memanggil-Nya dengan seruan. Mentransformasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan. namun setelah ditemuinya hanya berupa fatamorgana.H.H. .. karena kehausan. segala aspek kehidupan menjadi bermakna. tanpa landasan kebenaran terasa hampa. Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin. lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya. tetapi ia tidak menemukan apa-apa. Mohammad Iqbal. Tidak mengherankan jika aspek terpenting dalam kehidupan.. mengomentari kondisi pendidikan sekarang.K. tahta. pendidikan misalnya. Hidup dalam kesepian di tengah keramaian.J. Bertolak dari sini akan menimbulkan cinta timbal balik antara makhluk dan al-Khaliq. Iman adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia.

J . : .J .HJ.H.m.H.J.K. sehingga lebih memilih penjara daripada takluk melawan gejolak dirinya.J. . Dengan kemajuan IPTEK.K.N. besi keras menjadi lunak.P.J..P.―H.K. N. . P. tetapi tidak memandu bagi tujuan dan tugas hidup itu sendiri..H..H.K .J. pastilah mereka menguliti kami karena dengki.K..JJ.. .―H. benda yang bergerak menjadi diam. J. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka.H. Sekalipun ilmu menjanjikan sarana material kehidupan. .. Bisa memenuhi apa saja yang bisa dibeli dengan uang.. kebahagiaan sejati (ni’mat) tidak dijajakan di mall dan super market. Kebahagiaan sejati adalah seperti yang dirasakan oleh Ibrahim bin Adham pada penghujung tahajjud-nya.³.H. J.PH.J.H. Kadang-kadang dengan uang dan harta orang memperoleh kelezatan duniawi (mata’). manusia di ujung timur bisa saling kontak dengan manusia di ujung barat.K.K. Tetapi ilmu pengetahuan tidak mampu menjamin kebahagiaan.K.J.K .P..PP. Iman yang mendorong jasmani menuju ke tingkat rohani yang lebih tinggi di sisi Allah.J. . Tujuan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman.P.: .K .. )..K. Untuk apa ia harus hadir di muka bumi ini? Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan apa yang disebut wasilatul hayat (sarana kehidupan).H Kami hidup bahagia.. Iman yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesucian... J. .H. Bukan suatu wujud barang yang dapat diambil di tempat tertentu. tidak pula dapat dibeli dengan uang..H. manusia bisa hidup dalam dunia yang serba otomatis. sedangkan iman melahirkan minhajul hayat (pedoman kehidupan). H. H.K..H.H.K .H. .J. N. .H. Iman yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari gejolak nafsu biologis.N.S.J. atau diperoleh dengan pengaruh dan jabatan.H. sekiranya para raja itu mengetahui kebahagiaan ini.P.H.J.J (28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah. .N.H. .. ―. serta membenci kefasikan.K. sebagaimana kekuatan iman Yusuf ‘alaihis salam dalam menghindari godaan para wanita selebritis. 33 ( “Ya Tuhanku. Hanya dengan menekan tombol.J.H.H..” (QS ar-Ra’du : 28). N. Sebab kebahagiaan.PP.H.H.. Tetapi.J.H.PP.H..K.S.H.H.H.H.H. J. Bukankah dengan meningat Allah hati menjadi tenang. ketenangan itu muncul dari dalam jiwa.H. K.P .H.H.J.H.) H.. S. N.J..J.J.H..J.H..H.K.H.J.H.K.H.K . penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.K.

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33). Iman yang mendidik manusia memiliki sikap berkorban, seperti pengorbanan Ismail ‘alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah Tuhan (QS ash-Shaffat : 102). Iman merobah sikap individualis, egois menjadi jiwa patriotisme dalam sejarah klasik dan modren (QS Thaha : 112; az-Zilzalah : 7; an-Nisa’ : 40). Fenomena isytisyhad (bom syahid) yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini, membuktikan bahwa ajaran klasik iman masih relevan untuk memberikan pelajaran nyata dan pukulan telak kepada simbol dikatator internasional (malikun jabbar). Iman yang bisa melahirkan akhlak terpuji. Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri, kata Ali bin Abi Thalib. Bangsa yang tidak bermoral laksana bangunan tanpa pondasi. Kata sastra Arab, “Bila moral bangsa itu terkena musibah, maka adakanlah upacara ta’ziyah”. Sebab morallah nyawa mereka, jika ia tiada maka wujud mereka pun tiada. .J.P.H.H. J.P.P.H.J.H. J.H.H.H. P.P. J.K.H. * J.H.K.H. .H. P.H.J.H.J. P.H.P.J. .H.N.K.H. Suatu ummat hanya berdiri tegak, selama akhlaknya bermutu tinggi. Ia akan runtuh, apabila akhlaknya menghilang. Selama pembuat kebijakan berusaha menerapkan aturan kehidupan hanya dengan undang-undang dan surat-surat keputusan, tapi lupa bahwa manusia itu hanya bisa dikendalikan realitas yang ada pada dirinya bukan dari pengaruh eksternal maka surat-surat keputusan itu tidak bermanfaat. Egoisme, hawa nafsu, tetap mengungguli kebaikan. Kejahatan jadi tak terkendali. Seorang pakar hukum Inggris mengatakan, “Tanpa undang-undang masyarakat tidak stabil, tanpa moral undang-undang tidak berlaku, dan tanpa iman moral tidak berjalan”. Iman yang berhasil membangun kekuatan jiwa untuk mengha-dapi problem yang selalu dicemaskan oleh kebanyakan manu-sia. Musibah, kesempitan rezeki, jodoh dan ajal. Mukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah, tanpa diku-rangi dan ditambah. Seandainya seluruh manusia bekerjasama untuk mendatangkan manfaat dan kecelakaan pada seseorang, mereka tidak akan mampu mewujudkannya sedikitpun kecuali yang telah dituliskan-Nya. Iman yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan cinta kasih. Jika belakangan ini timbul konflik yang bermuara pada perbedaan ras, warna kulit, bahasa, etnis, daerah, strata sosial, keturunan, kekayaan, maka iman menyingkirkan perbedaan itu. Kemudian menjadikan ikatan iman menjadi ikatan yang mendarah daging. Sehingga mukmin mencintai saudaranya seiman melebihi kecintaan kepada sudara kandung, bahkan anak kandungnya sendiri (QS Hud : 46; al-Hujurat : 10). Dalam naungan ukhuwah iman, akan lenyap pertentangan, kecemburuan sosial, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Iman tak hanya menjaga kesucian jiwa dari dengki (ukhuwah paling rendah), melainkan memberi muatan hati dengan cinta kasih yang diserap dari sifat suci cinta kasih Allah (mahabbatullah). Yaitu cinta yang ditanam dalam hati orang yang loyal kepada-Nya. Cinta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menuju realitas yang Maha Tinggi. Dicerminkan dalam komunitas yang tidak

ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan orang lain lebih dari dirinya (itsaar). Sekalipun dirinya dalam kondisi kekurangan. Ia rela menjadikan dirinya sebagai sasaran senjata musuh untuk memagari saudaranya seiman (QS al-Hasyr : 9). Syarat diterimanya syahadat (syuruthu qabuuli asy-syahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwujud. Jadi, syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka sya-hadat dianggap tidak sah; yang pertamakali diucapkan Allah, malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan. Orang yang tak memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah, takkan bisa bersyahadat. .H.K.H..P.H.N.P.H.K.H.H.K.N..P.H..J.H.H.K.H.P.PH..PJ. ...J.K.J.K.H..K.³..K..J.K.J.m Syarat sahnya syahadat itu ada tujuh. Pertama, mengetahui (al-‘ilmu) makna syahadat dengan dua dimensinya, penafian (laa) dan penetapan (illaa). Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat syahadat, yang dalam hal ini adalah penafian semua sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata. : ....) P.. N.K. H.H.K. H. P.N.H. J.H.J..H. 19 ( “Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad : 19). Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan (al-jahl) akan makna syahadat. Kedua, keyakinan (al-yaqin), yakni tahu secara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun. Jadi, imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati. . K.K..H.J.H.K. .J.P.H..H.H. .J.P..H.J.H. J. H. N. P. K.K.J.P. H.H. K..K. .J.P.H.. H. J.K.N.. H. J.P.K.J.P.J.. .H. N.K. : .......) H.J.P.K..N... P.P. H.K.H.J.P. K.. K.J.K.H. K.. J.K.K.P.J.H.H. 15 ( “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS alHujurat : 15). Lawan keyakinan adalah keraguan (asy-syakk). Ketiga, keikhlasan. Kata ini diambil dari kata susu murni (al-laban al-khalish), yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian & kejernihannya. Ikhlas berarti membersih-kan hati dari segala yang kontradiktif dengan makna syahadat. : ..ᅭ ....) H..H.H.P. H..S... P.H. H.J.K.K.J.P. H.. ..P.P.J.H.K. N.K. .J.P.K.P. .H.H. 5 ( “Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah : 5). Keikhlasan adalah lawan syirik (asy-syirk). Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain, dan syirik adalah perselingkuhan. Keempat, kejujuran (ash-shidq), yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara doa dan usahanya, antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga. Maka tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. : ......) H.J.P.H.J.P. J.P.H. P.J.H.J. P.P.H. H.K.H.J.P. m.J.P.K. J.P.H..H.J.K. .J.P.K.J.H. J.H.H.

.J.P.H.. H.J.K.N..H. 82 ( “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya.” (QS alAn’am : 82). .P.J.K. H. P.H.J.H. .H.H. J.H. J.P.J.K.H. K.J.H.H. H.. ..P.H..H. .H. .J.P.H.H. ...H.K. H.J.K.K.J.P.J.. H.K. : ......) ³.J.K.J.H. .J.P.N.H. .H.H. P.K.H.J.H. J.H. 23 ( “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak berubah (janjinya).” (QS al-Ahzab : 23). Rasulullah Saw juga bersabda : .. .... .. ....... ....) H.N.H.J.. H.H.H. K.K.J.H. J.K. .³.K..H. P.. N.K. H.H.K. H. H..H. J.H. (... .. ... ... “Siapa yang mengucapkan : Tiada tuhan selain Allah dengan jujur dalam hatinya, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Lawan kejujuran adalah an-nifaq, yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya. Kelima, cinta (al-mahabbah), yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal, serta mencintai orangorang yang beriman. : ......) K.K .·.P. ―.H.H. .J.P.H.. H.J.K.N..H. 165 ( “Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS alBaqarah : 165). : .......) P.H.J.―.K.P.H. J.P.―.K.P. 54 ( “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS al-Maidah : 54). : ..... ..) P.. P.P.J.K.J.P. K..J.P.K.N..H. H.. H.J.―.K.P. J.P.J.P. J.K. J.P. 3 ( “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” (QS Ali Imran : 3). Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : .N.K. K.J.H.K. N.H.H. P.P.J.P.H.H. P.. H.J.P.H. J.H. : K..H.J.K.J. H.H.H.H. H.H.H. K.J.K. N.P. J.H. ..H.H. .. ... .. ..... ....... ....) ... K.K N.K. P.―.K.P. H. H.J.H.J.. N.K.P. J.H.H. .H.P..H.K. (... .. ... .... “Ada tiga hal yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya semata karena Allah, ……” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Cinta itu disamping rela berkorban untuk yang dicintai, ia adalah amanah. Yaitu

. “Dan bahwa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadanya. .kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat.H. H.H. Ketujuh.J. N. yaitu tunduk dan menyerah-kan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. an-Nuur : 63. K.P. N...J.K..H.J.H.J.H.J. K.ᅭ H.N.J. J....” Lawan dari cinta adalah benci (al-karahah) terhadap semua kata dan orang yang menyalahi Allah dan Rasul-Nya serta Islam..K.) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.. K. H.. Lawannya adalah penolakan atau ketidakmauan (al-imtina’)...P. alAhzab : 36).P. sama seperti ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (QS Fushshilat : 30. 30 ( . .H...H.P. H. P.H.P. .H.J. Keenam.K.H. K. . mengucapkan dan . dimana meyakini.H. P..H.P. . . Lawan dari penerimaan adalah pembangkangan dan penolakan (ar-radd). K..H.H.N. .P.H.. H..J.P.H. . K. H.J.H. yakni kerendahan. yaitu berpaling dan membangkang dari ajaran-ajaran Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dengan hatinya.J.. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. .J. P. Perbedaan antara ketundukan (al-inqiyad) dan penerimaan (al-qabul) adalah bahwa ketundukan itu pekerjaan fisik.. .. .J..―. ...J.K.H..H. dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran Islam. penerimaan (al-qabul).J. ―.J.J. J.P. .H.P.. “Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan marah karena Allah..P. P.. Maka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat..H.H.P.H.J.H.) K..K..H...H. N.J.J. K.P.H..J. .H.K.H. P.N.H.J.P. . sehingga ia tidak ridha dan tak menerima ajaranajaran tersebut. P. ketundukan (al-inqiyad).H.J.J. : .K.K.. J. P. artinya “yang merusak”..H.J.J..H.. sedang penerimaan itu adalah pekerjaan hati. J..H.N.. . P....H..H.J. P. J.H.ᅭ .H.K. P.H..H.J.P. ....J......H. atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa ajaran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa. K...H.H.J. (.H. J. Pembatal-pembatal syahadat (nawaqidhu asy-syahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk jamak dari asal kata naqidh. ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah.H.N.H..P.K. .H.” (HR ath-Thabrani dari Ikrimah dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum) Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu.

J..J.H.K. .. : .H.K.P. K.N.K. membenci terhadap syahadat dengan segala maknanya..H. Kedua. : . J. P.H. 26 .P. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Lawan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid.H.H. H.H.H.. K.J.K. Dengan demikian.K..H. .J..N. K.K.K. Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya. Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan-batasannya.H. Ketiga. meninggalkan makna dan lafazh syahadat serta tidak mau ..K.mengamalkan makna syahadat tidak secara otomatis membuat ia disebut muslim. H. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.H. Keempat.P. serta berusaha menjauhkan manusia darinya dengan jalan menyeru kepada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat itu.H.H. H.” (QS az-Zukhruf : 26-28).H. P.. mengucapakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya. K. J. : .. J.N..H.³.H. keraguan (syakk) akan sebagian atau seluruh makna syahadat. . J.) J.P.J.P.J.H.H.J.) K.N.” (QS al-Baqarah : 165. melaksanakan semua kewajiban yang menjadi konsekensinya.K. .P. Pertama..J.N.K.H...H. ³.K. Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain.K. mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak bermanfaat baginya.K. serta bebas dari semua yang menyalahi Islam.H. K. K.H.K. memusuhi orang-orang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya.K.. Tetapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk Islam. Ini bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya sejak awal.J.K. .P.. ³.H. S. ketidaktahuan (jahl) akan makna syahadat.K..K. menerimanya dengan hatinya.K.H.P. Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap kebolehan dan ketidakbolehannya sama saja.” (QS al-Fath : 11).J. Keenam. maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim..K. .H. mempersatukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Dia. melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada orang-orang kafir atau musyrik. 11 ( “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.K.. J.. 165 ( “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah.N.H. sedang hatinya jujur dengan apa yang diucapkan oleh lisannya. N.J. J. agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya.P...H.H.J. J. karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.H.H. tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku.J.H. hal itu tetap membutuhkan keyakinan.H.H. Sehingga apabila salah satu dari hal-hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri seseorang.28 ( “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu sembah..P.P. serta mendukung dan mencintai para penyeru tersebut dan menjadikan mereka sebagai sekutu selain Allah. yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn kekufuran. ..K. Kelima. . at-Taubah : 21).P.N.―.K. K.J. kedustaan dalam akidah (nifaq).) H... J.H..

P.. .H. seperti loyalitas kepada thaghut..K. .H.H.P.. J.P. .S.H..K. dan orang-orang mukmin..K.H.J.―.H. J. .P. : .H. hanya mendukung penganut kebenaran dan iman..H.H.J.J...H. Barangsiapa berbuat demikian..) ³. .K. Tujuannya agar manusia memurnikan loyalitasnya kepada Allah..H. J.H.H.H.J. kaum munafik. Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat. H.H..... Karena itu diantara tanda orang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien Muhammad shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya.K.H..K.. di pertarungan apapun yang terjadi antara al-haqq dan al-bathil.” (QS ash-Shaffat : 36).ᅭ . P. H..H.J. kaum sekuler.J.H..N. P.K.J.J.P.H. H.P..P.H.H.. menolak makna dan lafazh syahadat serta keyakinan akan kebenarannya.J.J.H.K.P.. K..H.H.H..J..H.J..J. . .J.P. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-Nya.. Loyalitas dan pengingkaran (al-wala’ wal bara’) Termasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari loyalitas kepada selain Allah..) m. . (diantara mereka) adalah : dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dengan mana mereka berkumpul dan berpisah.H. J.K. H. m. P.J.H.H. baik secara umum maupun parsial.K.K.K.P.. .K.K..” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al Buraikan). K... Hatinya terpenuhi oleh perasaan ini. N. . dan mereka berkata.K. serta penganut ajaran-ajaran atau isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam. kaum Yahudi.K.. (.J.J. dimana ia tidak melaksanakan rukun Islam dan perbuatan Islami. .H. N.. K.P.K..H.N. kaum Nasrani.P. tetapi menolaknya dan tidak menyukainya. serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya.K. an-Nahl : 30). .N. .H.H..P. kaum musyrikin. H.. : .K. .H. . P.H.J. H..H..P.K. .J.H.H. serta bersikap bara’ (lepas diri) dari selain mereka.P..N.K. . J. K.J. H.K. H.J.J. P. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memlihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka. . al-Mujadalah : 22.H..J.. al-Maidah : 80-81.H. K.melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah menjadi konsekuensinya.J.J.H.... meyakini dan mencintai maknanya. Sedangkan di antara tanda-tanda munafik ialah gembira terhadap kekalahan dien Islam dan bergembira karena kemenangannya.J.. Rasul-Nya.K. . P.H.H..P.H. N. ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila’. H.H. K..K. K.J.J. bersedih dengan musibah yang mereka hadapi. (Lihat: al-Madkhalu li Dirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘alaa Madzhabi Ahlissunnah wal Jama’ah. H.P.K. mendoakan kebaikan bagi mereka. N.J. 149.K. Dr. sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami. m. H. H.J. H.J.K.H.N.H.H. .―.) K.” (QS Ali Imran : 28. .K. K. bergembira dengan kemenangan mereka.J. H.K. Ketujuh.J. K.H..K. J. : J. 28 ( “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir manjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. 36 ( “Apabila dikatakan kepada mereka ‘laa ilaaha illallah’ (tiada tuhan selain Allah) mereka menyombongkan diri. J.

Namun..P.K.H.J. Jika melihat kemenangan milik orang-orang mukmin. Jika ia berada diantara sesamanya.P. . Jika ia seorang jurnalis.J.J . .H.J.H . Ia riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya.J. . saling berbagi rasa dengannya.J.J.H.J.m .H.J.H..J.P.H. mereka berkata.H. Juga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran. ia ungkapkan dengan pemberitaan yang menjengkelkan.H..J. bahkan Dasamuka (berwajah sepuluh).N. Kadang kala ia juga mengucapkan perkataan yang bisa .H... Ini harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan ajaran dien yang dengannya Allah disembah.H .H. Sebab..H. mereka akan menolong mereka.K ).l .H.H.K. Maka. .H. Ia mengungkapkan perasaan-perasaan ini dengan cara-caranya yang khas.P. Demikianlah orang munafik bersikap mendua dan menipu. dan membela kamu dari orangorang mukmin?” (QS An-Nisa’ : 141).J ..J. jika melihat orang-orang kafir menang.H.K.. ‘Bukankah kami turut memenangkan kamu. Jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah.K...H. mereka bantu dan dukung. mereka balik berkata.H.: (77 . mendoakan kebaikan baginya.J.H (141 “(Yaitu) orang-orang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemunafikan.J.J.H. dan memberikan pembelaan untuknya.J.J.K . wajib seorang muslim mencintai muslim lainnya yang beratuhid..P. apakah menang atau kalah. bimbang dalam memberikan wala’ (loyalitas) itu merupakan tanda kemunafikan.K.J. Karena..H.N.H .J.P. mengharapkan kemenangan untuknya.H.H.P.P.H.K.J.H. loyalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin.. teranglah apa yang ditutup-tutupi. Apabila ia seorang politikus.H.K.P. ‘Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?’ Dan jika orangorang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan).J. . ia ungkapkan dengan terang-terangan atau terselubung.Dari sini terlihat bahwa orang-orang munafiq tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehancuran menimpa orang-orang mukmin.K.H.J.H.K ..J. .m .KH.J.H.J.P.H.. .H.

J.³. .K . “Wahai Rabb-ku.H ... Berkebalikan dengan janji Musa ‘alaihis salam..K.(Hakadza ‘Allamal Anbiya Laa Ilaaha Illallah.H. supaya sama-sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang. .H.H. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mengaku Islam belum merealisasikan tauhid dengan benar. “Tidak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat yang lebih banyak setelah ayat-ayat tentang uluhiyah melebihi ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan wala’ dan bara’....H “Ya Rabb-ku.: . Mereka menampakkan taring-taringnya. mereka cenderung atau sudah tampak jelas membantu musyrik untuk menyerang muslim. aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.H. PAKET III . Mereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk menolong orang-orang musyrik. .J.H.. Mereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler. Kebalikan dari sikap para Nabi. Jika kita melihat apa yang menimpa umat Islam. Inilah bentuk nifaq i’tiqadi (kemunafikan dalam akidah) yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah.P. ...J. . .. sebagaimana yang diucapkan Musa ‘alaihis salam..H.K. ..memuaskan kedua pihak.K.. . karya Syekh Salman bin Fahd al-‘Audah).J..J. ). .H.. Ilmuwan berkata. Wallahu ‘alam bish-shawab.H. Na’dzu billah. Prinsip Syariat $ ... .SH. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.N.J. Bahkan.. kita akan melihat kepala-kepala munafik muncul.H.H.J...” (QS al-Qashash : 17)..K. Sesungguhnya wala’ dan bara’ (loyalitas dan permusuhan) adalah perkara fundamental.H..P. df .H. aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka (kaum musyrikin) dalam menghancurkan orang-orang mukmin”. khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka. mereka justru berkata. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.J. lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang musyrik dan sekuler. Dalam jiwa mereka belum menancap bara’ kepada orang-orang musyrik dan sekuler.

....................... Bukan orang gila ... Konsep manusia .... . ... ........ .. ... ... . ...... sementara ..... Konsep Allah ........ Pahala tak terputus .. . ... ... Surga .... Akhlak yang agung ....... – . ... ...... .. Kehidupan mulia ... ....... Akhlak yang rendah ............ .. PRINSIP SYARIAH BAB I ............ . – . Sesat . Pahala terputus............. Neraka ...... ... ... .... Mendapat petunjuk ....... ....... .... ...... .............. Bahagia ..... . Sengsara . ....... ... ..... Kehidupan sempit ....... . . ......... . .... ... ..... .. – ..ᅭ . Orang gila ... . ....

Al-Quran secara umum menjelaskan bahwa ‘qalam’ adalah alat yang digunakan untuk menulis.J.H. P.J. Maka engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat kelak. kata ‘qalama’ berarti memotong ujung sesuatu. J.. Siapa di antara kamu yang terganggu fikiran..H.J.H.H.. . .) K.H.H.J.J.K.H.S.J. P.H.J.J.K. Dan suatu kata atau ayat yang singkat boleh jadi ditemukan rincian artinya dalam ayat yang lain (tafsir al-ayat bil ayat).H.H.―. J. H.H.J. .J.J.H.K. H.P. .. N.H.P.P. Demikian pula ‘qalam’ adalah alat untuk mengundi. apalagi surat al-Qalam turun setelah akhir ayat kelima surah al-‘Alaq.H. N. m.H. J..K.H. . P. J. : .H. H.P. .ᅭ .H.K.H.. ..H.K.H. P. H..J.H.J.) H..H.H.K.H.H..J..P.H. K.H..H.K. arti qalam pada surat al-‘Alaq dengan surat al-Qalam saling berkaitan.K.. N. Tombak yang dipotong ujungnya sehingga meruncing dinamai maqaliim.P.K.. ..H.K..H.K. qalam adalah alat.J. H. yakni “tulisan”.チ.H.J.P. Tidaklah engkau.K.H..J. . Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budipekerti yang agung.P. K.H.H.P.PRINSIP SYARIAT Surat al-Qalam ayat 1-7 . J.J. menurut beberapa riwayat. Dalam surat al-Qalam. J.H. P.J.H.H.J.. yakni alat tulis apapun – termasuk komputer yang tercanggih. K.P.J.J. dengan nikmat Tuhanmu.H.P. Maka. seorang gila.P. .K.H... (QS Luqman : 27).H.P.. K. m..K.P. demi pena dan apa yang mereka tulis..K. P..H H.N.J.K...J.. Anak panah yang runcing ujungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam. “Nun. P. P.H. H.” Definisi kebahasaan ‘qalam’ (lughatan) Dari segi bahasa.H.³.H. J 44 ( “Padahal kamu tidak beserta mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang memelihara Maryam. niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”. .H.J. H..J.H.H.J.H. H. K. m.. Dialah yang lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia pun lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk.H.H.H.” (QS Ali Imran : 44)..H.H..J.P.N. m.H.H. .K.K. J.K...P. sebagaimana firman-Nya : H.J. m. 27 ( “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena-pena dan laut (menjadi tinta). Demikian pula ditemukan dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ bermakna ‘pena’ pada firman Allah berikut.. ..J.J.H. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut.P.ᅭ .H. Sungguh Tuhanmu.P.J.S. P.H. H..J.H.. ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya). Dan sesungguhnya untukmu pahala yang tiada putusputusnya. .J. ΄. J.H.H.―.P.K. . . P.. J. .J. . H.J. . . m. : . Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti “alat” atau “penyebab” dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu.H....H. Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang .K. K.J.H.P.P.H. Dalam sebuah hadits yang menjelaskan ‘sunnah-sunnah fithriyah’ disebutkan diantaranya taqlimu al-azhafir (memotong ujung kuku). . .

J. yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. Konsep Allah adalah syariat (syara’a) Allah yang diperuntukkan hamba-hamba-Nya. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an.. satu generasi dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut. Walaupun berbeda.H.H. dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya.H. sementara wahyu yang ditunggu tidak turun. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek.H. tetapi tak kunjung diturunkan. Bahkan beliau pernah hampir saja menjatuhkan dirinya dari atas gunung. karena beban berat yang dipikul.). Setelah dibacakan Allah. Mengenal tulisan (qalamullah) dan kemurahan Allah (karamullah) Kalau merujuk arti qalam dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 27. Wahyu. (6 . as-Sunnah dan al-Islam. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. Dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah (kemurahan Allah).J. Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya. yaitu Allah. sehingga manusia tidak terus-menerus mulai dari nol. setelah itu tidak pernah lupa. yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya. Abu Hurairah lebih banyak memperoleh ‘ilmu khafi (ilmu tersembunyi).K. . firasat. Cara kedua dengan mengajar tanpa alat atau tanpa usaha manusia (‘ilmu laduni. Periode pra-peradaban (prehostoric) dan periode peradaban (historic). Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek. semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. Pada kasus ini. ‘ilmu khafi).H.terbesar. yang dialami ilmuwan yang tekun. Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam. keduanya dari satu sumber...P. Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek. yang dimaksudkan adalah ‘ilmullah (ilmu Allah). sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri.H. muncul terakhir tahun 1986. walaupun para astrologi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya. Kadang langsung masuk ke dalam dadanya. Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau dasar usaha manusia (‘ilmu kasbi). Ada yang berpendapat Al-Qur’an.P. para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua periode. Dengan tulisan. karena wahyu turun bukan atas usaha beliau. ilham..” (QS al-A’laa : 6). Seringkali Rasulullah menghendaki turunnya wahyu.: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa. Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan. atau apa yang disebut kebetulan. tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. intuisi.

.H. REALISTIS ... MA). Quraisy Syihab. UNIVERSAL BAB II . Kaum muslimin meyakini bahwa konsep Allah paling sempurna...H. ..J. .. terbungkus oleh kesucian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa cinta dan hormat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan...... perasaan dan pertimbangan kemanusiaan.. rabbaniyyatul mashdar dan rabbaniyyatul ghayah (bersumber dari Allah dan tujuan akhir karena Allah). tempat.. Konsep Allah bercelupkan keagamaan. H.. (Allah Yang Mencipta). H.. M. Lebih tepatnya.K...H.. Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Mencipta dan Memiliki semua makhluk.N. TERATUR .. 14 ( “Ingatlah. Konsep itu bukan produk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh oleh kondisi...Kitab Ihya Ulumuddin. Menciptakan manusia..K.... paling adil.” (QS al-Mulk : 14).. Maha Mengetahui.. . yaitu bersifat rabbaniyyah.... H. : ... terpengaruh oleh hawa nafsu.H. df . KARAKTERISTIK KONSEP ALLAH Rabbani Konsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undangundang lain buatan manusia. syamil.. Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan apa-apa yang maslahat serta yang bisa memperbaiki.. karya Imam al-Ghazali diperoleh justru ketika meninggalkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajarinya selama ini. paling mampu mewujudkan kebajikan dan menolak berbagai macam . BERKETUHANAN .H.... Buku Manhaj Tarbiyah Islamiyah.J. keluhuran dan kemuliaannya.J.. Dr. KARAKTERISTIK KONSEP . Pengatur semesta alam ini.H. Prof. . bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislatif dengan aparatnya.. disusun setelah mengalami stagnasi kejiwaan (Lihat: Wawasan Al-Qur’an.H. . P. MANUSIAWI ..J.... J. MEMBENTUK MORAL ...) P. P. oleh Muhammad Quthb.P.... dan Dia Maha Halus lagi Maha Awas.... dan waktu.H..

siasia atau dibiarkan saja.H.H. Inilah yang diciptakan oleh para pembuat qanun.J. manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut.H.·. J. Konsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan mencabut mafsadat ke akar-akarnya. Dan barangsiapa yang beramal kejahatan sebesar zarrah pun. : . ia psti akan melihatnya.H.H. Adapun dari segi tujuan.. maka tujuannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya. m..J. hatta walau pun kandungannya – bisa jadi –menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama. konsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang tercakup di dalamnya.H. .K. Ia tidak diciptakan untuk main-main. J.P . ia memiliki hak dan kewajiban.. 7 8( “Maka barangsiapa yang beramal kebajikan sebobot zarrah pun. sedang dalam pandangan konsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung jawab (mas’uliyah) karena ia makhluk yang diberi taklif. .” (HR alHakim).H.(.... qanun punya tujuan yang bermanfaat dan terbatas. yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersifat material serta menegakkan disiplin. ..H.N.H.H. . sebagai buah dari sifat rabbaniyah-nya. Dia meyakini bahwa Allah mencatat perbuatannya itu untuk di-hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya.. .H. Seorang muslim juga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah menjalankan konsep ini atau pada saat ia meninggalkannya.H.. Mengangkat mereka ke derajat kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilainilai .KPJ. H.” (QS az-Zalzalah : 7-8).P.H. juga mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia.³. diperintah dan dilarang. sementara konsep Allah mencakup sekumpulan taklif (tugas). J.S. jika kita melihat konsep Allah. J. H. Disini terlihat perbedaan antara konsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tujuannya.H.N.J.H.H. Dan...H..H.H.K. Akhlaqiyah (membentuk moral) Konsep Allah memiliki keunggulan membentuk moral dalam seluruh aspeknya.H.H. Selanjutnya.K. maka ia harus menjaganya sesuai dengan penjagaannya terhadap hak-haknya atas orang lain. Tetapi.. Kandungan undang-undang buatan manusia adalah serangkaian hak-hak pribadi dan perorangan. sedangkan konsep Allah melihat manusia dari segi kewajibannya. .keburukan.J. Qanun memandang manusia dari segi hak-haknya..H. Dengan demikian..J. m.H.K. P. Selain itu.K. pasti ia akan menemuinya.) P.N.H.K “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlaq.H... ) .J.H. Tugas dan kewajiban ini ialah hak-hak orang lain yang harus dipenuhi. hukum syara’ adalah kalamullah yang berkaitan dengan pekerjaan mukallaf (yang dikenai beban dan tugas). Dan seorang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan kebajikannya.J.

keamanan dan penjara. Mendiagnosis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya. Konsep Allah tidak berdayung di lautan khayal. Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wujud seperti yang diperbuat Plato dengan Republic-nya. .H. Konsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewajibkan pemelihara-annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah. Allah mengakui dorongan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam jiwa mereka.P.) H. Teratur (tanasuq) Ciri konsep Allah lainnya adalah teratur....H. Konsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya. : . baik raga. Karakteristik ini bisa juga dinamakan dengan .) . dengan rasa cinta yang melambung dan naluri yang merendah.H. yang Allah ciptakan dengan fisik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit.H..” (QS al-Isra’ : 70). m. . demi jiwa dan apa-apa yang meluruskannya.. J. : .J.. kompak dan seimbang dalam rangka mencapai satu tujuan bersama.H.N. 70 ( “Dan sungguh Kami telah memuliakan bani Adam (manusia).H. membimbing dan memelihara sifat-sifat humanistik-nya serta menjaga dari kedurjanaan sifat hewani agar tidak mengalahkan sifat kemanusiaannya.H.. Untuk itu. dimana perhatiannya terhadap nilai-nilai luhur akhlaq tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada. minum dan nikah.H.H.H.J.. Maka Dia mengilhaminya akan kedurhakaannya dan ketaqwaannya.8 ( “Dan.H.H.. . Dengan demikian manusia bukan semata-mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan. Makna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia.H.K.H.H.H. Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi sejalan dan seirama.H. J.akhlak dan ruhani yang tinggi. Yakni semua bagian-bagiannya masing-masing bekerja teratur. teratur dan rapi. Konsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan kejadiannya. . Konsep Allah juga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pencipta.H. . Dan seperti apa yang menjadi utopia ajaran komunisme tentang masyarakat yang kehilangan hak milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah.. Juga tidak terbang di awangawang dan di angkasa.P.J. 7 . jiwa maupun pikirannya. ...H.H. tetapi ia juga ruh yang luhur yang menempati raga itu.J.H. maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya. hukum pertahanan.J.” (QS Asy-Syams : 7-8). yang Menjadikannya khalifah di muka bumi dan yang Menyuruh malaikat bersujud kepadanya serta yang telah Mengabadikan kemuliaan itu dalam kitab-Nya. Insaniyah (manusiawi) Konsep Allah bersifat insaniyah dan ‘alamiyah. Realistis (waqi’iy) Ciri-ciri lain dari konsep Allah ialah bersifat realistis.H.N.H.H.

fai’. harta ghanimah. Keteraturan dan keserasian dalam fenomena alam (khalqiyah) dan konsep Allah (kalimatullah) sebagai suatu keseimbangan (tawazun). Ini termasuk ke dalam “Undang-undang Dasar”. kita temui sebagai suatu gejala yang tampak pada setiap apa-apa yang disyariatkan Allah. serta hal-hal yang diharamkan Allah seperti riba. tampak pada setiap makhluq-Nya. nadzar. putusan. Juga mencakup segi mu’amalah. dan sejenisnya yang bertujuan mengatur hubungan antarindividu dalam menggunakan harta dan menjaga hak masing-masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil. shaum. Mencakup aspek undang-undang kepemimpinan. dasar kewajiban mengangkat pemimpin dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. nafkah. ayman (sumpah) dan halhal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun. dan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga Islami dan segala upaya mempertahankannya. cara pemilihannya. yang bertujuan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. hak dan kewajibannya. pajak. dan hukuman-hukuman lain seperti potong tangan bagi pencuri. masalah ‘iddah.takamul (komperhensip). mengatur rumah tangga. Ia juga mencakup bidang ekonomi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan BaitulMaal. hajji. menimbun harta. mencambuk atau merajam pezina. wasiat. Atau sanksi-sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri. udh-hiyyah (berkorban). luqathah (barang temuan). dakwaan. hibah. Mencakup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara . dsb. waris. hukum mentaatinya. Konsep Allah juga mencakup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash. persaksian. seperti nikah. tentang pemasukan dan pengeluaran zakat. memakan harta orang dengan cara batil. Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi (al-ahwal asy-syakhshiyah). thalaq. para qadhi atau hakim. iqrar (pengakuan). Masalah ini dijelaskan oleh fiqh ibadah yang terdiri dari bab thaharah. Inilah yang dikenal undang-undang kejahatan dan Hukum Pidana (jinayat). serta bagaimana menghadapi pembangkang (oposisi) dan sejenisnya. shalat. Mencakup pula hukum kerumahtanggaan (nizhamul usrah). mencambuk peminum minuman keras dan orang yang menuduh orang lain berzina. yang disebut dalam fiqh dengan hukuman ta’zir (dera). hubungannya dengan dengan rakyat. Juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hukum. transaksi seperti jual beli. join dalam usaha (syirkah). Universal (syumul) Konsep Allah mencakup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan Rabbnya. sumpah dan lainnya yang bertujuan menegakkan keadilan antar-umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum Acara. dll. utangpiutang. gadai.

Jika semua sifat tidak terkumpul pada satu orang..H.H.H. maka di tengah-tengahnya akan mengeluarkan air.H. H.J. K.H. maka sakit gila menjadikan seseorang dalam dunia ini sia-sia. Postur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti anjing (kalb).K.H.H.Islam dengan negara-negara lain yang non-muslim. Orang gila tidak dikenai taklif karena akalnya tidak normal..N.H. Jika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah..H. .H.K.H.J..J. keturunannya. H.H.K. Tidak pantas dilakukan oleh makhluk yang berakal.H. terbuka.. .H.. yadaaka artinya kedua tanganmu (usaha yang kamu lakukan). utamanya Al-Qur’an. P. 176 ( “Dan kalau Kami menghendaki.J. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu mengusirnya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga.H..J. H. yang artinya menutupi.J.H. J. Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran.H... P.H.H.H. kedua tanganmu berdebu (mengerjakan pekerjaan yang hina).H. JAMINAN ALLAH BAGI YANG BERQUR’AN Tidak gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan. ukuran. Sekeras-keras batu jika dipecahkan.H. Maksud ayat “ma anta bi ni’mati rabbika bi majnun” adalah bahwa dengan nikmat Islam ini maka kamu tidak akan melakukan pekerjaan hina. K.. kecantikannya. K. .. : . P. kriteria umum (khariqul ‘adah). .H. Memperoleh pahala yang tak terputus Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain.H.. Oleh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya.K.J. df BAB III .J. karena instrumen kemanusiaannya tertutup. .N.J.K. sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu. J. Taribat dari kata turab artinya debu.H. Hatinya bersih. Orang Yahudi jarang sekali yang masuk Islam karena hatinya keras (qaswatul qalb). kera (qird) dan himar (keledai). diterangkan bahwa diantara orang yang tidak dikenai dan bebas dari taklif (beban tugas) menjalankan syariat diantaranya adalah ‘anil jununi hatta ya’qila (orang gila sampai akalnya berfungsi)...H.P. maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama. J.” (QS al-A’raf : 176). baik dalam kondisi perang maupun damai.J.P. J.H... Masalah yang berkaitan dengan penduduk non-muslim di negara Islam. P. Dengan Al-Qur’an hati manusia menjadi lapang.. Ini dibahas dalam fiqih Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang menjelaskan kriteria wanita yang harus dijadikan calon istri meliputi hartanya.H. terbebas dari berbagai kontaminasi virus hati (amraadhul qalb). taribat yadaaka (‘agar kedua tanganmu tidak berdebu’). tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah..J.. Jika merujuk kepada hadits.H..J.. .) J. Jika agama tidak dijadikan alternatif pilihan.H. K. P.J. Karena dia tidak dikenai tugas dan kewajiban (taklif). dan sekarang ini semua tercakup ke dalam apa yang dinamakan Hukum Internasional.. .H..K... Jika kata majnun (gila) dikaitkan dengan kata janna pada surat al-An’am : 72.H.H.

P.J. P. Memiliki akhlaq yang agung Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. karena darahnya akan beracun (menimbulkan bahaya)..H.H. K.. Harta yang diifakkan akan habis.. J.. Mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada orang lain pahalanya akan abadi.J.K.H. Orang yang mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid.P.” (HR.. tanpa mengurangi jatah pahala mereka sedikitpun.H. Muslim). P.P.” (HR al-Bukhari... Tetapi. . J. J.. N...H. sekali pun secara fisik kematian telah memisahkan kita. .N.H.J.. yang bentuk tunggalnya khuluq.H..K. karena semangat dalam mengembangkan Islam ini. Pada suatu hari ada seorang ulama’ mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu’tamar (komferensi). sedangkan ilmu yang diajarkan akan bertambah.P. Dialah satu-satu Rasul yang dijuluki dengan asmaul husna (nama-nama Tuhan yang baik) secara dobel.J. . Murid tersebut ragu-ragu apakah acara ini diteruskan. J.. K. Karena semakin banyak ilmu seseorang semakin kuat dorongannya untuk melaksanakan kebaikan. ..K. “Maka demi Allah..H.H.J. . .K. .K. dalam majlis itu yang hadir hanya seorang.H.J.J. K.K.H.K.J. ³.. Kata akhlaq adalah jama’.H.K.H. raufun rahiim.K.K. K.P.H. tetapi nama baiknya tetap terngiang-ngiang di telinga orang-orang yang ditinggalkan.J...K.H. Kata khuluqin ‘azhim pada surat al-Qalam dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul. sungguh bila Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena (usaha) kamu.H. H. maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya.J.J. ³.H. Lebih-lebih dari murid pertama juga aktif mengajarkannya kepada orang lain. Rata-rata umur umat Muhammad antara 60 tahun sampai 70 tahun. (. (. .H.K.H. Maksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan jasadnya. ...H.) .H.. Yang menjadikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang panjang-panjang.H K..H..―.J. P... J.H.H.K.. J.J. Maka mesin pahala tidak akan berhenti berputar. J.J. . Ibarat air akan mencari dataran rendah untuk dialiri.H.P. itu lebih baik bagi kamu dari pada unta-unta merah (kendaraan kebanggaan orang-orang Arab).H.H.H. .P. J.P. J. .K. Tinta ulama laksana darah para syuhada.K.P. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam berdoa tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi mohon kepada Allah agar ditambahi ilmu.P.H.K.. dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu).H..akan menjadi pembela pemiliknya di akhirat kelak (hujjatun lahu). Sesuai dengan karakteristik Islam itu sendiri yang terus berkembang.H.P.H.P. .H. dijawab sesungguhnya jika anda bisa menyadarkan seorang yang hadir ini lebih baik daripada satu forum. H. .H.J..J.. “Barangsiapa yang menciptakan kebiasaan baik dalam Islam.K. . Makna yang lain. H..H. H.P. .H.J.K.J. J.J..J.H. K.) K. . .H. Maka.N. Setelah dikonsultasikan kepada gurunya. ³.. .³.H.. kata ‘akhlak’ diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. J.K.... Jangan mencerca orang yang berilmu..H. . H.P.

H. ampuni kaumku.J. P.J. H. Awalnya latihan terus menerus (mujahadah) akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk.H.H. karakter atau perangai. umatku). Oleh karena itu. yaitu memaafkan dan mendoakan. Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya.H.K.H.H. Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhlaq yang agung. K.K.H.H. J.. P.K.H. berilah orang yang mengharamkan pemberian denganmu.P.P. pekerti yang halus adalah sikap hidup. . J.K. K. J.H.K. karena sesungguhnya mereka tidak tahu. .. dia dipukul oleh kaumnya sampai berdarah-darah..S. Akhlaq Rasulullah yang menonjol disini adalah muhsin (tetap berbuat baik kepada yang bersikap jelek kepadanya) (QS Ali Imran : 134)..P.H. Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa...J.... Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin. Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain. H. : .. N.H. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu’min. tapi “ummati… ummati…” (umatku. J..K.J. P. P. . dia berkata : “Seakan-akan aku lihat kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan salah seorang Nabi dari Nabi-nabi yang banyak itu...J.H..N. Lalu terbiasa condong/memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk. . Budi yang halus (adab) adalah sikap batin.H.J. Ungkapan seseorang menunjukkan isi hatinya.H. N.K.J.. lalu diucapkan dengan bahasa yang terpilih.J. J.. sengat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.H. . .. Disini kebaikan menjadi sikap hidup.. K. “Ya Allah. . J.H.H.H.H.K.H.K.H.P.H.K.J.ᅭ H.J.” (QS at-Taubah : 128). K... yang ditanyakan oleh Rasulullah bukan anaknya. K.J.. : H.H.H. .P. : P. P. “Sesungguhnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi . 128 ( “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri.J.J..H. P.H..H.. Budi pekerti yang amat agung. ketika naza’ (hampir dicabut nyawanya). dan sambunglah hubungan terhadap orang yang selama ini memutuskan hubungan denganmu”.P. .. (.J.J. K.N.P.H. Akhlaq adalah sikap hidup. P. Bahasa adalah lambang sebuah peradaban..J.. m.) Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.H.H.H. J.P. K...J.. Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima celaan semena-mena dari orang yang bodoh (safih). J. Setelah kebaikan dilakukan secara berkesinambungan (istimrar) menjadi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya. K. berat terasa olehnya penderitaanmu. “Maafkanlah orang yang menzhalimimu.. .J. Keteguhan Nabi.·.H.J.J.H. J.K.H. Disini maksudnya budi jadi isi jiwa...H.H. P.H.P.H..H.H. . makna yang terkandung dalam hati.J.H. disapunya darah yang mengalir di wajahnya itu lalu berdoa. . H.K. J. .P.” (HR al-Bukhari dan Muslim).H.P.J.H.. H.P. H..) . Yang dimaksud rahim disini sayang kepada orang beriman dan ra-uf disini belas kasih kepada umatnya yang berdosa (asy-syafaqatu ‘alal mudznibin).. ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya..

..K..P. mencegah kemungkaran.m . Kalau aturan Allah dilanggar..H. telah menjadi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau..J. menahan marah.wa sallam melaksanakan Al-Qur’an..H. Gila wanita. Dan kalau beliau memilih dua hal.H. Sehingga seruan Allah..J..³. .H.(.P. berani berpandapat...K . Semuanya dihiasi oleh budi pekerti yang agung. ihsan dalam berbuat. malu. .. menjaga kebersihan. “Tidak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memukul khadam. tertutup) dari petunjuk Allah. Bagi orang kafir ketiga kekayaan itu yang dijadikan tujuan akhir hidupnya. pemaaf. kecuali kalau aturan Allah dilanggar orang. Dan tidaklah beliau membalas dendam. dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.H. saat itulah beliau baru membalas.K.J. baik perintahnya maupun larangannya..J “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya.. bahkan tidaklah menjadi kesukaannya memukul.... setelah lama kita bergaul dengannya kita mencintainya.J . amanah dalam bermuamalah.KH. ketika pertama kali kita kenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita takut kepadanya...K.P. .. . menghormati peraturan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.J.K.H. Dan orang terhitung orang baik-baik ialah yang bersikap baik terhadap isterinya.J .K. BAB IV . pasti beliau pilih mana yang paling mudah. berkata jujur. asal jangan dosa. berkata. Mengendalikan jiwa. ) .H. .³.. menyuruh kepada kebaikan. keinginan (‘azam) yang kuat untuk melakukan kebaikan. bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah”. . adil dalam menetapkan hukum.. seolah-olah suara yang didengar dari jarak yang jauh..H. .J.P.. dan tidak pernah memukul perempuan. berpegang teguh dengan kebenaran. Akhlaq di sini mencakup dimensi yang lebih dalam dan luas.P. larangannya ditinggalkan. dermawan.J.J. . Selain Al-Qur’an tidak akan mampu menolak godaan wanita.. Perintah AlQur’an dikerjakan.H. KEHINAAN PEMBELA IDEOLOGI MANUSIA Gila (majnun) Orang yang jauh dari Al-Qur’an akan menjadi gila..P.. harta dan tahta.. Ada sahabat yang mengatakan. Sehingga hatinya kafir (terkover. gila harta dan gila tahta.H .” (HR at-Tirmidzi). Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Urwah bin Zubair. Pendeknya semua budi yang indah.. kecuali memukul dalam perang fi sabilillah. berani..

pebisnis sejati. ..P.J. Secara lahiriyah bisa makan ini.J.P. K.K. J.H.H. Oleh karena itu seorang yang jauh dari Al-Qur’an akan merasakan kehidupan yang serba sulit (ma’isyatan dhankan).J.K.. H.H. Kreatif dalam mengelola karunia Allah.H...H.H.H. “Jadikanlah harta itu pada genggaman tanganmu dan janganlah engkau masukkan dalam hatimu. H.) 65 ( “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu. H...H. : . P.J.N. 44 ( . J.H.H.K. menurut Islam. J. P. H. bertempat tinggal sesuka hatinya. J. H.J.H. P. J.J. J.J.N.N.J.” (QS an-Nuur : 39). pada saat yang sama memiliki daya kendali material. .H.³.J.H. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.. sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak menerangi mereka). itu. Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya.J. Kata Abu Bakar.J. ³.. Seorang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani.suara apa itu ?.J.H.P. Dan mereka menjadi pemburu yang kecewa..K. : .H.J.P. Dikumpulkannya sebanyak mungkin.. karena yang diburunya tidak ditemukan. H. . .. P. H..) .K.H. J. P.H. N.K.H. Orang kaya.H. kemudian dia tinggalkan untuk Allah.H. .³.H.K...P.K. P.” (QS Fushshilat : 44).K. K.H. .H. maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang hina. 39 ( “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar.K. Sementara orang yang berQur’an mampu bersikap zuhud (membatasi konsumsi) setelah mengumpulkannya.K.J.J.H..H. P.N.. Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya.P.J..J.H. Segala aktifitas orang kafir hanya akan menutup (raana) hatinya sendiri. Berperangai hina . .H.H.K.J. bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati. Lelaki Qur’ani memiliki daya cipta material.P. K.J.J.K. Memperoleh balasan sesaat (mu-aqqatan) Yang diperoleh bagi orang berpaling dari Al-Qur’an hanyalah mata’ (kepuasan sementara).H. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. H.H. Orang yang tidak ber-Qur’an tidak bisa zuhud.K. J. . Mukmin adalah petarung sejati. Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia menjadi pebisnis sejati.H. ³.. K.H.K.H.H..K. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. : .ᅭ m.P.J.K..P.H. tetapi hatinya terpenjara oleh nafsunya. .K.” . P. J. P..H. .H. .H.” Orang Islam semangat dalam mengumpulkan karunia-Nya..J.. m.H.H.H..) “Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.P.N.J.J.. tetapi pada akhirnya ia pemimpin sejati. m.. tapi tidak kikir dalam membelanjakan kebaikankebaikannnya.K.. tetapi mampu membuat rakyat sejahtera setelah berkuasa.P.. seakan-akan minum air laut semakin di minum semakin haus. .H.H... H.

. Peristiwa ini adalah majaz (kiasan) seperti pada surat al-Jumu’ah ayat 5... ia menyiksa dirinya sendiri.... dalam doanya : “Ya Allah. Kemurnian dan keutuhan sumber asasi .PP.(QS al-Baqarah : 65). Peristiwa ini terjadi di danau Thabaria.. asalkan tujuan tercapai (al-ghayatu tubarrirul wasa-il). Manusia berperangai seperti keledai... akan tersiksa. Tetapi mereka pandai mempermainkan hukum Tuhan.. ampuni dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.. Tetapi perangainya berubah menjadi perangai binatang.. dari Ibnu Abil Hatim. Memiliki akal. Ya Allah..H. .P. “Yang disumpah Tuhan sehingga menjadi kera atau monyet adalah hati mereka.. keledai. ampuni dosadosaku yang merusak karunia. ampuni dosa-dosaku yang menurunkan bala. Madyan..... ‘Laksana keledai memikul kitab’. Lebih memuliakan ikan daripada seruan Tuhan...s “Siapa yang jelek akhlaqnya. ampunil dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. Yang dibenci Tuhan dan manusia adalah seorang yang memiliki kesamaan sifat dengan binatang.. Tidak ada kawan abadi. lalu diambil pada hari Ahad. ampuni dosa-dosaku yang menahan doa. ...H.J.. mereka terima dari Mujahid... kata para ahli. tidak mengherankan... orang yang berbuat menyalahi suara batinnya.. Sekalipun dilarang mencari ikan pada hari Sabtu. Sebagian ahli tafsir berpendapat : mereka menjadi babi. ampuni dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan”... Sehingga mereka mendapat kutukan Tuhan menjadi kera yang hina.. tetapi mereka memasang alat penangkap ikan (kail) pada Jum’at malam... Menghalalkan segala cara..P. Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji Bani Israil dengan Tuhan. PROFIL GENERASI QUR’ANI ... Tetapi tidak sadar sesungguhnya mereka dijauhi oleh orang yang baik..N..H. Ya Allah. bukan badan mereka.H..H. . bukan berarti mereka berubah bentuk.. Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari bekerja. . ... Pola penerimaan – Berinteraksi dengan al- .. .. yang abadi adalah kepentingan itu sendiri. tidak difungsikan.. Tidak akan merasakan kepuasan batiniyah.. – . Ya Allah.... AL-Qur’an sebagai sumber utama . sama perangainya dengan makhluq yang tidak berakal.J. Ia akan dihantui perasaan bersalah (inhizamun nafsi). Menurut Ibnu Mundzir..H. df . Mereka berdiam di tepi pantai...” .. Jika direnungkan ayat ini.... dikhususkan untuk beribadat kepada Tuhan. . Mereka bangga dengan memperoleh keuntungan duniawi. . Alia.H.... Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya... Imam Ali bin Abi Thalib menyimpulkan akibat buruk dosa. inilah bentuk kehinaan.. Karena hati nuraninya dinodai dengan akan noktah hitam. Ya Allah.... Jika keledai berkarakter keledai.” Wajar. Yaa Allah. ...

generasi terbaik dalam sepanjang sejarah Islam dan kemanusiaan.. Sayyid Quthb. tidak pernah terulang lagi munculnya generasi sekualitas itu. ilmu.). Adapun hadits adalah tafsir operasional dari sumber utama itu. PROFIL GENERASI QURANI Ada fenomena yang unik dalam sejarah Islam yang patut dijadikan rujukan. Seandainya keberadaan Rasulullah yang menjadi rahasianya. beliau mengemukakan tiga faktor yang menjadi karakteristik generasi Qur’ani yang pertama itu. dan hukum...Qur’an untuk dilaksanakan .. “Budi pekertinya adalah Al-Qur’an”. semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami.. Lalu apakah ini yang menjadi penyebab? Jawabannya bukan.. beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir zaman. Pertama. tolak ukur keberhasilan dakwah di mana saja dan kapan saja. Al-Qur’an yang tetap asli... niscaya Allah tidak akan menjadikan dakwah Islam ini kaffatan linnas wa rahmatan lil ‘alamin. Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama. sumber utama (al-Qur’an manba-un wahiid) Generasi sahabat mempersepsikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan kehidupan.... yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara sebagai sistem hukum. Isolasi total dengan pola jahiliyah sebelumnya BAB V .. . Dan itu yang akan dibaca oleh generasi sesudah kita nanti sampai akhir zaman. al-Qur’an. Gejala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men-setting generasi... tetapi belum pernah lahir dalam bentuk society (160. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang perilaku Rasulullah. Akan tetapi Islam tidak demikian.... sekalipun ada beberapa figur yang muncul (mujaddid). selain dari generasi Sahabat. dalam bukunya Ma’alim fii ath-Thariq mencoba mengamati profil masyarakat sahabat. Dan Islam bukan risalah terakhir diturunkan oleh Allah. . Gejala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah Islam. dia menjawab. Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan mereka? Kemurnian dan keutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al-Qur’an yang dikaji oleh para sahabat Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan yang menjadi asas perjuangan mereka dalam kehidupan... Kecuali pribadi Rasulullah yang telah meninggalkan kita.. Demikian pula kebudayaan . bagi yang terjun di medan dakwah. Setelah itu boleh dikata. utuh. adalah Al-Qur’an di tangan kita sekarang.. yakni generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum. Dari hasil pengamatannya.. sekalipun beliau tiada.000 orang. Bahkan.. Peradaban Romawi kala itu sudah mencapai tingkat kemajuannya di bidang budaya.. peny.. yang bagi sahabat dahulu dijadikan sebagai pedoman kerja.. Dakwah ini akan berlangsung secara kontinyu. dan murni. . Allah menjamin keutuhan dan kemurnian Al-Qur’an. Kehilangan pribadi Rasulullah bukan menjadi faktor utama dalam dakwah ini. sekalipun Rasulullah telah wafat. Demikin pula hadits Rasulullah.

Yunani yang terkenal dengan logika dan filsafatnya. Kebudayaan Persia, India, dan China tercatat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu. Dua peradaban Romawi dan Persia mendominasi Jazirah Arab dari utara dan selatan. Tetapi, fokus generasi sahabat kepada Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan acuan, mempunyai sasaran khusus. Rasulullah ingin mencetak generasi yang spesifik, di mana hati, akal, wawasan, ideologi, dan orientasi (ittijah) mereka terpelihara orisinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manhaj Al-Qur’an. Generasi inilah yang dicatat sejarah sebagai generasi yang unik, sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terkontaminasi berbagai polutan dalam memahami sumber utama. Seperti filsafat dan logika Yunani yang banyak mencemari pemikiran pemikir Islam, israiliyat Yahudi dan teologi Nasrani, serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing, yang turut mencampuri penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mengurangi kadar kejernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al-Qur’an. Kedua, metode penerimaan al-Qur’an (manhaj at-talaqqi) Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya cenderung mengalami perbedaan dalam aspek pola penerimaan Al-Qur’an. Generasi awal ketika membaca Al-Qur’an tidak bertujuan membongkar rahasia alam, sains, pengayaan materi-materi ilmiah. Akan tetapi menerima Al-Qur’an seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan secara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Persis seperti seorang prajurit menerima perintah dari komandannya untuk dilaksanakan secara spontan. Sahabat mencukupkan sepuluh ayat untuk dihafal dan diamalkan muatannya. Metode penerimaan yang aplikatif – justru menyingkap ufuk ilmu dan keindahan, pesan-pesan inti – yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode pertama dapat mempraktiskan kerja, meringankan beban, menterjemahkan teori-teori ilmiah yang mandeg ke dalam kerja nyata yang dinamis. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak menerima metode apapun selain dari metode penerimaan yang praktis dan aplikatif. Karena Al-Qur’an bukan buku seni, ilmu, sejarah, sekalipun semuanya terkandung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Karena itu Allah menurunkannya secara bertahap. (106 ..... ).: .J.³ .H.J.K .K.H.J.H.H.P.H.H..P.J.m.H.H.N.J.H..P .H.H.J.H..s .³. .PH...l “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS al-Isra’ :106). Allah menurunkan Al-Qur’an tidak sekaligus. Tetapi berdasarkan kebutuhankebutuhan

dan perkembangan yang kontinyu dalam ideologi dan konsepsi, juga berdasarkan problem alamiah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupannya. Terakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan kondisi khusus, serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi kejadian itu, dan memperbaiki kesalahan mereka, dengan begitu terasa keterikatan jiwa dengan Allah sebagai Pencipta. Dari metode penerimaan yang praktis ini para sahabat muncul sebagai generasi yang terbaik. Ketiga, isolasi (mufashalah) dari persepsi lama Apabila seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika jahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa jahiliyah; merasakan hidup yang lalu itu penuh noda dan kotoran yang hanya bisa terhapus dengan Islam. Dengan sikap pasrah seperti ini, ia menerima petunjuk Islam yang baru. Maka setiap kali tidak mampu menunaikan kewajiban yang dibebaankan Islam kepadanya, ketika itu ia merasakan bersalah dan berdosa. Akhirnya, jalan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur’an. Isolasi perasaan secara mutlak ini antara masa lalu yang jahiliyah dan masa sekarang yang Islami, jelas terlihat dalam hubungan sosial dengan masyarakat jahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan jahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang Islami, sekalipun hubungan dagang dan harian masih terjadi. Yang jelas, perubahan total terjadi dalam lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, serta pergaulan yang baru telah bertolak dari tauhid. Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh generasi berikutnya, sehingga tidak bertahannya nilai-nilai ke-Islam-an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka. Untuk mengembalikan ma’nawiyah (spirit) ber-Qur’an ini, perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus. Yaitu pemberdayaan ruhani kita secara lebih intensif (tarbiyah ruhiyah), agar Qur’an bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita. Karena Al-Qur’an berasal dari Dzat yang Maha Suci, dikirimkan melalui makhluk yang suci, dan diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya (ishthafaahu), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Wallahu ‘alam bish-shwab. df $ PAKET IV . ..... ..... Prinsip Akhlak $ .... ...... ..... .... Qiyamul Lail .....

...... Baca Qur’an .. ... Ingat Allah ...... Tawakkal ..... Sabar ...... Hijrah ... ... Langkah lbh teguh ... .... Bacaan lbh berkesan .... ... Ucapan berbobot .... .... Produktif .... ... Pandangan sejuk ...... ..... Posisi terpuji ... .... Tempat masuk yang benar .... ... ..... Sebab masuk ...... .... Tanda iman ...... ..... Penghapus dosa ..... 3:138 – Penjelasan .... 2:147 – Kebenaran ...... 10:57 – Obat .... 17:82 – Rahmat ..... 2:2,128 – Petunjuk ....... 25:1 – Pembeda ..... 5:15-16 – Cahaya ....... 3:138, 54:17,22 –

K. 40:15 – Ruh .S.H. . K. . H..J.H. .H.H.H.J.. ..K.J.. Siapa yang ingin raih kemuliaan.J.P...K. K.S. Manusia paling mulia ..J. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Atau lebih dari seperdua itu.J....H.H..... ³.N. ..H.P.J.K. J.. H.. . K.. H.³..H...K.K. .. J.H.... ―...J.J.P..J... N.J.K. Bangunlah (untuk shalat).N.J. .. dia bangun malam . 42:42. .K.K.K..H..J.. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil..K.. ...H.H.. ³. H. ³. Shalat yang palig utama setelah shalat fardhu . Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.K...N..H. ³..H.H...P.....K. K.H.J.... H.H.H.. H..H.H.. .. 15:19 – Pengingat .. P.J..N. H.. K..N.K.K.H.H. (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua sedikit. J. ...H. K.... H..J..H. J. ..K.. Kebiasaan orang shalih . ..K. ³. N.. ³..K. ..J.......J.. H.. . . “Wahai orang yang berselimut (Muhammad)... K. Terangkat derajatnya ..H. P.H..K. H.J..J.P. .. . . .H.H. N. ³. ...H. K.J. Boleh iri padanya .. PRINSIP AKHLAQ Surat al-Muzzammil ayat 1-9 .J.. Prinsip Akhlaq BAB I . H..K. ³. K. .J..H...H.P... P.. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. .. .. .H. ..J. N.―..J.Nasihat ..H. . K.. ...K..H..J.K. di malam hari kecuali sedikit (daripadanya)...J..K.N.. P.³..J.S. .. .H..H. ³..N.. Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadatlah kepada-Nya ... ..H.P... Menjaga stamina ruhani ...J.H.J..J.K..J.H.H.H. ....J. ... J.H.

semangat hidup. sedih. menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka terusik bahkan tergoda oleh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari perjuangan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah. H. maka ambillah Dia sebagai pelindung”. Bahkan. Menjaga stamina ruhaniah (ri’ayatu al-ma’nawiyah) Mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya. Kemampuan mengelola gejolak internal diri menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil.K. gembira.J.―. di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. Syauqi.H. Sebaikbaik amal adalah yang pungkasan. P. kegelisahan.. Itulah yang membuat mereka memiliki harapan. dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah. Di saat yang lain mereka harus gagal. Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah jalan ketakutan. Selalu ada gelora yang bertalu-talu di balik lubuk hati mereka. Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu jauh dalam kegagalan dan keberhasilan.J. gundah-gulana. Ada saat dimana ia naik.J. sukses. Mereka mengetahui sejak dini dan sekaligus melawannya gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa. Yang membedakan para mujahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas. Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul khatimah.. dan tidak mungkin memenangkan pertarungan? Para mujahid adalah manusia biasa.dengan penuh ketekunan. Itulah vitalitas. sehingga membuat takut. Itulah yang membuat sorot mata mujahid selalu tajam. terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur). kegalauan. dan menghalau keputusasaan. kecemasan.J.P. Semua gejala jiwa yang dirasakan manusia juga dirasakan oleh mujahid.N.H. di balik kelembutan mereka.. Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunnatullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah. .H.H. Ahli sastra Mesir.H. cemas.H. . cemas.H. (Dialah) Tuhan timur dan barat.. melawan ketakutanketakutan. Sebagaimana layaknya manusia. H. P. tiada Tuhan melainkan Dia. kehidupan mujahid pun fluktuatif (naik-turun). kegalauan. Dan sebaik-baik umur adalah yang terakhir. mengatakan : H.H.³.H.P.

) H. ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku.H. masuk surga. Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya. muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah (tadakhul rabbani) secara langsung. . sebagai kaki yang ia berjalan dengannya …” (HR al-Bukhari).H. Menangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang suci tidak sederhana. H. Vitalitas. (. Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang konstan... Sehingga pendengaran.H. H.Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekitarmu tertawa.H.H.H.J.H. karena iri”.H.J..H. ³.. maka Kuizinkan ia diperangi. Sebagai kekasih Allah. maka ditulis oleh Allah dua pembebasan. dukungan. berkesinambungan.J. Dan proses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik. Inilah yang menjadikan Ibrahim bin al-Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. Jika Aku telah mencintainya.. “Dan barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari. “Kami dalam kelezatan (spiritual) sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagiaan itu ada disini mereka akan menguliti kami. J. menjadi tangan yang ia memukul dengannya. membaca alQur’an. menemui dari takbir pertama. keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan-keyakinan terhadap alam ghaib. penglihatan. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.H. “Barangsiapa yang melaksanakan shalat sunat rawatib 12 rokaat secara berkesinambungan. Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi kekasih Allah (waliyullah). J. shalat lail.” (Al-Hadits).J.” (Al-Hadits)..H.. H. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda. Rasulullah bersabda. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah hingga Aku mencintainya.H. pembebasan dari penyakit nifaq (ragu-ragu) dan pembebasan dari neraka. .. akan memperoleh pembelaan. Dan orang di sekitar kita gembira (termasuk ibu yang baru saja melahirkan) karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan.N.H. dzikir.H. “Bahwa Allah berfirman. dan pertolongan-Nya pada saat yang diperlukan. langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.

Beliau menjawab. tentang rahasia kekuatannya. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap selesai melakukan wirid harian itu. Mereka pun menanyakan ulama’ yang tetap membujang hingga wafatnya itu. Manusia adalah produk sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. Khalid pun merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. Akhirnya mereka menemukannya. Tekanan kehidupan secara psikologis. Bukan situasinya yang kita persoalkan. jika suatu saat saya tidak melakukannya. Seorang ahli hikmah mengatakan. Tapi. melainkan pasti saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenangan bagi saya”. “Bergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah”. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang kurang produktif. “Ini adalah buah dari ma’tsurat (al-kalimatut thayibah) yang secara rutin saya baca di pagi hari setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dari ufuk timur. Allah memiliki cara sendiri bahwa gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi yang dicarinya tidak ditemukan. kualitas atau kuantitas. . Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. maka engkau ridha dengan sesuatu yang menimpa diri yang tidak kamu sukai. kesempitan. Barakah artinya tambahan kebaikan (ziyadatul khair). kaum muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Diantara stimulan jiwa adalah tekanan hidup. dll. Dalam suatu peperangan. Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. “Di balik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah Shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. baik berupa materi maupun immateri. musibah. saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”. tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi proses terjadinya kreatifitas dan dinamika. Dalam perang Yarmuk.” (Al-Hadits).“Jika engkau ingin masuk surga.

dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru.Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan. sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Beliau hafal al-Qur’an dan ribuan hadits. tetapi bahkan menantang dunia. Kecacatan istrinya (bermata juling) sama sekali bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh Utsman an-Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai tokoh publik dan membangun keluarga sakinah. bukan saja menantang Israel. “Bangunlah. Rasulullah memanggil dengan panggilan keakraban. Al-Muzzammil adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum. Tugas untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan. Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu. Shalat lail Al-Muzzammil yang menjadi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan. sehingga tetap memiliki ketenangan. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syaikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini. Ketika memanggil kepada intelijennya. Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz merebut takdirnya menjadi ulama’ besar. dan semangat. maka ia memanggil dengan julukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu. harapan. Mengerjakan shalat lail dengan sungguh-sungguh. Ketulian tidak mencegat Mushtafa Shadiq ar-Rifa’iy menuju puncak. musibah. mawaddah wa rahmah. dengan redaksi . wahai Aba Turab (yang penuh debu)”. Pada surat al-Muzzammil. beliau membangunkannya dengan. ia tertidur di masjid. Kemudian di-nasakh kewajiban itu menjadi sunnah. Ketika Ali karramallahu wajhahu sedang ada masalah dengan keluarganya (Fatimah radhiyallahu ‘anha). Ia selalu menemukan celah dibalik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan. wahai penidur”. yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya. Abu Huzaifah. adab-adabnya. Ibnu Abas mengatakan. memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari Kerajaan Saudi Arabia. “Semula shalat lail ini diwajibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila. yang tertidur pada malam perang Khandaq. Orang Arab jika ingin memanggil seseorang. dan dengan kesadaran penuh. Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II. menyempurnakan syarat dan rukunnya. “Berdirilah.

) H....J.H. .J... Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yang terpuji kepadamu.N.. Allah berfirman : ..S..S.H. m.P....H. .. H..P.P.K.J.. : . H 64 ( “Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam.J.P.H.P. 17 ( “Dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur...” (QS Ali Imran : 17)..H.K. . H 17 18 ( “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. 9 ( “(Apakah kalian.K.H. J. H.P..) K. . . .. .J. J.K.H.H....H.P...H.K..K.³.H.K. H..J.H..H...) K..N. . .P.H..H. .H.P. K.. ... .³.H.J.J.³.. Allah juga menceritakan ciri orang yang memiliki iman yang sempurna...K.H.H..H....K..H. .J.H.” (QS adz-Dzariyat : 17-18).H..) .H..³.K.H.” Shalat lail merupakan karakteristik hamba Allah Yang Maha Rahman.チ... 16 ..” (QS Az-Zumar : 9).J. ...H.) ...H. .H.P.H.J.J..P.. ³.³. : .チ.. H. P.K...H.H. wahai orang-orang musyrik. H....K.u.K.. . ..H.H.. dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka. ..J. J. . J.17 ( “Lambung mereka jauh dari tempat tidur.. : .P. .” (QS al-Furqan : 64) Ketika menyebutkan ciri orang-orang yang bertaqwa. J..P.N.K.. ataukah orangorang yang dalam keadaan sujud dan berdiri dengan penuh ketundukan pada waktu malam hari karena mengkhawatirkan (keselamatan) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya.. : ..K.J.J. .J.. H.K. : .チ.H. .” (QS Ali Imran : 113). .. . J..J. dengan firman-Nya : ..H.P.J. ‘Sebab itu bacalah mana yang mudah dari Al Quran’.J. J.J...H. .. : .K..J...K...H... J. H.H.K...³.P..H.H.J...J.J. H..H. 79 ( “Dan bertahajjudlah pada sebagian malam sebagai tambahan bagimu (Muhammad)... K.H. Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya.J..J.H...チ.J.チ. yang lebih beruntung). . .J.. H. H. K.H.J..H..J.J.H..J.J..H. H.H... J.H.H.” (QS as-Sajdah : 16-17)...H..H.P... Seorang pun tidak mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan terhadap amal yang dahulu mereka lakukan. H. J..H.. Allah mendeskripsikan orang-orang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu.H.K.H. H.H...H..J.. dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.P.³..―.) H.J.N.チ. Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh harap dan cemas... K.H...J.H. : . ³.” (QS .H. .J.P...H... チ.P.H.H.H...P.³.H... ...H..N.. 113 ( “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat.ayat 20..P..H..N..H.. P. K. .J....P.) H.N.H.H... ..N..P.J...H.H.. K.

” (HR al-Bukhari).P.K. sujudlah kepada-Nya dan mahasucikanlah Dia pada sebagian besar waktu malammu.H.H. mahasucikanlah Dia dan pada saat fajar setelah bintang-bintang terbenam. Rasulullah menyatakan..H.H.P.N.K. Pertama... serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.H. suasana hening.K.H. Dalam suatu Hadits Qudsi Allah berfirman. 26 ( “Dan pada sebagian malam.H.alIsra’ : 79). P..J. ³.K. sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam.H.P.J. yaitu waktu malam (wal-laili.H.J.. dan kedua.H.J. Apabila Allah bersumpah dengan makhluq-Nya sendiri itu menunjukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya.J. : .. orang yang diberi harta oleh Allah lalu harta tersebut dia infakkan sepanjang malam dan siang. H. . “Tidak boleh dengki kecuali terhadap dua kelompok orang.K..” (HR Ibnu Majah)..) K.J.. H. : . Jika potensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat (iradah atau ‘azmun qawiy).” (HR atTirmidzi). Di waktu malam gangguan berkurang. H.P.J.J.S. dalam artian mengharap agar bisa menirunya. ..P. H. J.J.K.J. melahirkan langkah-langkah strategis..” (Al-Hadits).P. ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian. H.H.. P.P. . demi waktu malam).H.” (QS ath-Thur : 49). Shalat malam merupakan faktor utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga.. P. dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya kamu masuk surga.S. “Sesungguhnya anda dikaruniai rizki dan di tolong oleh orang-orang yang lemah diantara kamu...H. Dengan ide dasar (qaulan tsaqilan). Allah juga telah bersumpah dengan ciptaan-Nya... maka ia akan ditempatkan pada posisi yang tinggi (maqaman mahmuda) di hati mereka. “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian..J. sebarkan salam. Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa. bahwa pada sepertiga malam Tuhan turun .N.. tak kenal henti.―.N.J. Keheningan malam berpengaruh kepada fikiran dan hati.. Boleh iri terhadap orang yang rajin shalat malam. berilah makan. sambunglah kekerabatan.H. 49 ( “Dan pada sebagian malam.K.H. kampung keselamtan. K. “Wahai sekalian manusia.H. Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik...J.. Kemudian sosialisasi program pencerahan secara berkesinambungan. orang-orang yang diberi karunia oleh Allah berupa Al Quran lalu dia amalkan di sepanjang malam dan siang. seperti dalam hadits.H.) ³.P.” (QS al-Insan : 26).J. Allah akan memberikan perkataan yang berbobot (QS al-Muzzammil : 5).H. K.

H.J..H.H.” Maka ditanyakan kepada beliau. .H. J. Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.H.J.J.N.) K. Mengingat Allah (dzikrullah) Dzikrullah akan menyelamatkan seseorang dari badai keraguan. “Membaca alQur’an dan mengingat mati..H. hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.H. “Wahai Rasulullah.K.H. .. Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan.H.H. P.K.H. “Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi. K.P..J.. . Maksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat.K.19 ( “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya.J. maka ether di waktu malam itu memperdekat hubungan.. H.J. apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab.P..) P. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas. J.J. .K.J. P. .K.J. N... : . Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.H.H. .H.H.K. dia mengambil pelajarannya. N.H.K.K.K.H. P.H.. H.H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam membaca al-Qur’an dengan perlahanlahan.H.H. Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil al-Quran’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”. tafakur terhadap hakikat dan makna ayat. sehingga memungkinkan orang yang shalat dengan menghadirkan hati.H.P. was-was.H. Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi oleh ether.. ..J. . “Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an. Ketika menyebut janji dan ancaman.. P. K. Dan bacaan al-Qur’an ketika itu lebih berkesan di hati. H. . . N.H.H. hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya. P. H.” (QS al-Qiyamah : 16 . 16 . Maka..P.H. dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya. K..J.ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh.H. . Tartil al-Qur’an Membaca Al Quran dengan tartil artinya membaca dengan menghadirkan hati (alqira’atu ma’a hudhuri al-qalbi). : H.K.P.J... ..H. H.K.H.P..H.J.H..J.. (.H.P.K.H.H.H.H.H.P.P..H. Ketika sampai pada mengingat Allah. Al-Khazin mengatakan. P. . H.H. : H..H.H..J..K..H. P. menerima taubat oarng yang bertaubat dan permohonan orang yang mohon ampun. .J.H. Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya. P..H.H.H.” (HR al-Baihaqi). Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah. dia akan takut dan penuh harap...J.S.J.J.J. sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya.19). Kemudian.

H.. karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya. . H.S... J.H....H.K..J. : .) J. dan Ia sebaik-baik penjaga’.H..H. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah. H..K. Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan tersusul.P.J.H.K.H.J.N... Mereka tidak disentuh oleh bahaya apapun karena mereka mencari ridha Allah.H.” (QS..” (QS ar-Ra’du : 28).H.H.H.H. N. P.H.kecemasan.P..J.) 61 .. .P.J. berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul. . J. Kesadaran ini selanjutnya akan melahirkan potensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan. keteguhan. hati menjadi tentram.J.J. “Orang-orang beriman dan tenteram hatinya karena mengingat Allah..H.H.H.H. ―. ‘Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kamu.J. N.H. H.. Yang . Dzikrullah dapat mendatangkan ketenangan.62 ( “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat. .P. H. Al Baqarah/2 : 152). kegoncangan dan segenap penyakit jiwa lainnya.H.P.H.H.J.K.H. ‘Allah cukup bagi kami. Dzikrullah juga dapat membangkitkan keberanian. “Kemanakah kita akan lari?” .H.J.K..J.J. H.P.. 152 ( “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu.J.P.J.H.N.H. H. .N. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah.K.. J.H.J. “Orang-orang yang apabila diancam orang lain dengan mengatakan.. dan semangat juang. H. H. sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi.J.H.H. : . .H.J.” (QS asy-Syu’ara : 61-62)..K..K.’ Maka.H. K.K. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Ketika Musa dihadapkan oleh kepanikan kaumnya karena akan tersusul oleh pasukan Fir’aun.J.H. (perkataan) itu justru menambah iman mereka berkata.H. keyakinan dan kedamaian di dalam jiwa.P. K. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. J. karena itu takutlah kepada mereka..H. Dengan selalu mengingat Allah hati seorang menjadi hidup..H. kelak Dia akan memberi petujuk kepadaku... m. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar.J.H.J.K. sesungguhnya Tuhanku bersamaku.P. .. .J.J. ketentraman.J. H. K.H.

Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit. terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum tercapai.demikian itu. Seorang yang menghadapi rintangan dalam pekerjaannya. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. diantaranya shabara bihi. Dari akar kata shabr diperoleh sekian bentuk kata dengan beragam arti. jangan ikut campur urusanku. tanah yang gersang. dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. Sabar disini bermakna tabah. “Pergilah. baik dalam pengertian material seperti menahan orang dalam tahanan. tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu orang-orang beriman. kata shabr berarti menahan. dll. tidak lain hanyalah syetan yang hendak menakut-nakuti pengikutnya. jika mengikuti nafsunya. ini berarti perwujudan dari hakikat sabar. manusia. Ulama etika mendefinisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan demi mencapai sesuatu yang lebih baik. maupun non-material seperti menahan jiwa dari keinginannya. Wanita tersebut menjawab. Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan kokoh. awan diatas awan lainnya. dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya. pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya. Tetapi bila ia menahan. “Shabar itu awalnya pahit melebihi empedu dan berakhir dengan manis melebihi madu”. Bisikan jiwa ini jika ditahan. yakni menjamin. Nabi kemudian bersabda kepadanya. Dari contoh yang kedua ini. “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. bahwa suatu ketika Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam menemukan seorang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur. menggerutu kepada Tuhan. pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung jawab. ia akan meronta. Engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku”. berat. dengan terus melanjutkan usaha. ditekan. Sabar Dalam kamus-kamus bahasa. Berarti ia sabar menerima ketetapan-ketetapan Tuhan. (Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu . Seseorang yang dirundung duka.” (QS Ali Imran 173-175). Sastra Arab mengatakan.

.... ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak konteks: 1) Dalam menanti keputusan Allah (QS Yunus : 109). 2) Menanti datangnya janji Allah dan kemenangan (QS ar-Ruum : 60). .H.J. “Hakikat kesebaran dinilai pada saat-saat pertama dari kedatangan musibah.H.. .J.” Dalam al-Qur’an.H.H. 4) Menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal (QS an-Nahl : 127).PJ...P.(. 3) Menghadapi ejekan dan gangguan orang-orang yang tidak percaya (QS Thaha : 130).H “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta dibuatkan mantera. .K. .K .. tidak membakar .P... 5) Dalam melaksanakan ibadah (QS Maryam : 65. sabar dalam menghadapi musibah dicakup dengan kata adh-dharra’.N.P. Thaha : 132).H. “Aku tidak mengenalmu”. sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba’si...H. Ahli Tafsir ar-Raghib al-Asfahani menjadikan ayat 177 surat al-Baqarah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al-Qur’an. .H.K.... Beliau tidak memiliki penjaga-penjaga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata.. . ia sadar dan menyesal.J.N.J.H.J.” (maksudnya..H. Kemudian ia mengunjungi Nabi di rumah beliau).H...m ...H. penderitaan..H..J ). dan dalam peperangan.... Nabi menjawab.J..H.H.H.N.PN.... 7) Dalam usaha memperoleh apa-apa yang dibutuhkan (QS al-Baqarah : 153).. Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba’saa’..H..H.P. . Tawakkal (berserah diri kepada Allah) Rasulullah Saw bersabda : Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa.J.H.H.adalah Rasulullah. ..P...... bukan setelah berlalu sekian waktu)...H. .H.. “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan.S...J .H.H. .H.K .. 6) Dalam menghadapi malapetaka (QS Luqman : 17).

K . . beliau mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah.H. Bekerja cerdas dan berdoa keras.N .K. hingga dijuluki Dzatun nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). juga timing (pengaturan waktunya). tidak tathayyur (pesimis yang membuatnya tidak berbuat apa-apa). matang. 3) Menyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam perjalanan yang sulit dan panjang. mengatur barisan tentara-tentaranya. faktor-faktor pendukung kemenangan.P . sedangkan ittikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah secara pasif. Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab (mengambil faktor-faktor menuju sukses). sebagai bentuk tawakkal.” (Muttafaq ‘Alaih) Tawakkal berbeda dengan ittikal. lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah..K. Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial. Bukan bertawakkal pada persiapannya itu.(mengecos) dirinya dengan besi. 5) Mengelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan tempat tidurnya. Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas. beliau dan temannya bersembunyi di Gua Tsur. Ia membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya. Abu Bakar ashShiddiq. dan melakukan penyerangan dengan rencana yang .H. kecuali setelah suasananya menjadi dingin. Langkah-langkah yang disusun Rasulullah Saw untuk keberhasilan hijrah ke Madinah sebagai berikut : 1) Memilih sahabat pilihan yang bisa menemani perjalanan. Rasulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang cukup. memilih lokasi perang. Tawakkal adalah memaksimalkan ikhtiyar dan ketentuan akhir adalah hak prerogatif Allah. Setelah merampungkan persiapan yang matang. dan bertawakkal kepada Allah. 6) Ketika beliau dikejar.H. 4) Menyertakan seorang penunjuk jalan yang menguasai rute perjalanan yang akan dilalui.J . . 2) Menyiapkan logistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar..H .

hancurkan musuh-musuh itu.H.H..P.P....K.. . df ..H.H. bahwa pihak ketiga adalah Allah. Ahli sastra Arab mengatakan.K.H..” (HR alBukhari dan Muslim).J.J. ....J.. Jawa)... dll.K.. Menanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur...(.K..H... Dalam pendidikan anak saja.J.J.H.. “Ya Allah yang menurunkan Al Kitab.H. (.P.P. .J. . maka kalian pasti diberi rizki sebagaimana burung diberi rizki.H..H. ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong. tetapi yang menjadi pendukung beliau tidak sampai ratusan orang.J. dan mengalahkan pasukan sekutu.J. “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya... kondisi ruhani ketika menanam. Selama tigabelas tahun Rasulullah berdakwah di Makah.J. Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang kondusif (kawasan yang didesain Islami) di Madinah.000 orang untuk memasuki Makah dengan cara damai (nglurug tanpa bala.H..” (HR Abu Dawud dan atTirmidzi). Hijrah Sejak awal perkembangan dakwah... “Seseorang itu mengikuti agama kawannya..J. . “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya.N.K. J..K. K. lingkungan yang kondusif menjadi prioritas.P.H. .P. menang tanpa ngasorake.J. mereka pasti melihat kita.. menjalankan awan. .K. J.. kemudian pulang pada sore hari harinya dalam keadaan kenyang.J). P... Manusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan (ibnul bi-ah).P.K.p .H.H.. wahai Rasulullah. “Seseorang itu diperbudak oleh kebiasaan dan lingkungannya”.K. H.7) Ketika Abu Bakar mengatakan. maka hendaklah kalian melihat salah seorang diantara kamu dengan siapa ia berteman.J. . Bhs. Dalam waktu 10 tahun beliau membawa pasukan obor berjumlah 10.K.H.K.K..) P.” (HR at-Tirmidzi).J.P. dan menangkan kami atas mereka..H. “Bagaimana dugaanmu terhadap dua orang.P.H. lingkungan harus dipersiapkan dengan baik. wahai Abu Bakar.J. Di rahim mana benih itu ditanam. J.” Rasulullah bersabda.N.H. K..” Beliau bersabda.H.H.

. Kemurnian akidah ..... 3) Matin al-Khuluq (kokohnya akhlaq). memiliki daya cipta material dan daya kendalinya..... . . Bermanfaat bagi orang lain BAB II .. Kuatnya fisik ... Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan secara sinergis dan optimal... sebagaimana berikut : 1) Salim al-‘aqidah (bersihnya aqidah). 4) Qadir ‘ala al-Kasb (mampu mencari penghidupan). .. Sosok muslim mujtahid.... fikriyah... . Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntunan syariat. atau tauqifi. dunia dan akhirat... baik segi ruhiyah (spiritual)... Setiap individu dituntut . Teratur urusannya .. Manusia yang bertaqwa (inna akramakum ‘indallahi atqaakum)... mujahadah dan mujahid. Memperhatikan waktu ... . doa dan usaha. LULUSAN SEKOLAH ALMUZZAMMIL . LULUSAN MADRASAH AL-MUZZAMMIL Tujuan tarbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh (takwin al-muslim al-mutakamil). sehingga akan melahirkan potensi maksimal.. spiritual dan material...u..... syhawat dan syubhat.......... ‘aqliyah (intelektual). .u.. khuluqiyah (moral). Menurut Syekh Hasan al-Banna. .. Kokohnya akhlaq ... atau penyesuaian..u. pendidikan Islam mencakup seluruh aspek. pengurangan... .. . Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu.. Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan.. pikir dan zikir. .. ... .. meminjam istilah Muhammad Quthb. .. Lurusnya ibadah . Sosok muslim yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan batin)...... . . dan ‘amaliyah (operasional).. Luas wawasan berfikir ......... 2) Shahih al-Ibadah (lurusnya ibadah)............ jasadiyah (fisik). Bisa mencari penghidupan ... Setiap individu muslim dituntut memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah..... dengan kondisi dan kemajuan zaman (ghairu ma’qulil ma’na. paten). ...

. ... Prinsip Dakwah & Harakah $ .... Dosa... Bangkit.. 6) Qawy al-Jism (kuat fisiknya).. . Dari kesepuluh komponen diatas.. Mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain tidak produktif.. Setiap individu muslim mampu menumbuhkembangkan berbagai potensi. Sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain. Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan Islam.. 8) Munazham fii Syu’unih (teratur urusannya).. ... Muslim sejati ikut memecahkan persoalan. bersihkanlah! . sekaligus mujahid (pejuang).. . . 9) Haaris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya). Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam.. sufi (mujahadah)... Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mendorong perbaikan untuk orang lain...... sehingga menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.. bakat dan kapasitasnya. df $ PAKET V . 10) Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain)...... tinggalkanlah! . Setiap individu muslim dituntut memiliki keluasan wawasan. Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri.. Bisa berjihad melawan tipudaya setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan.... tergambarkan sosok muslim yang ideal. ... .. Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian (taqshir).. .. atau mushlih..... .... bukan bagian dari persoalan. Wallahu a’lam bish-shawab. . agungkanlah! .... . Rabbmu. 5) Mutsaqaf al-Fikr (luas wawasan berfikirnya). Shalih linafsihi dan shalih lighoirihi.. Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih.. Sosok mujtahid. beri peringatan! .. .. 7) Mujahid li Nafsihi (pejuang diri sendiri)... Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan. Pakaianmu....untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup..

............ ... PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH ... Kebersihan harta ...... .. Penghulu dunia – Rahmatan lil ‘alamin ..... ..... – . Perbaikan diri – Kehidupan yang mulia .. ...... Perbaikan keluarga – Sakinah...... . – ..... Kebersihan diri . . ... Bersabarlah! ........ Memperbaiki pemerintah – Negeri makmur . Penegakan Imamah Makro ........ ... . Penegakan Imamah Mikro .................. – ....... .Tulus dalam memberi . mawaddah wa rahmah ..... – . PRINSIP DAKWAH & HARAKAH BAB I .......... – ....... Memerdekakan tanah air – Negeri yang aman ... ......... . ..... . Tujuan akhir – Meraih ridha Allah ... Membimbing masyarakat – Desa yang diberkati .. ..... – ...... – ...... ........ .. .... Tahap peringatan ... .................. . ... – .................. .... . Penegakan khilafah Islamiyah global – Kaffatan lin-naas .. .......... ........... . ......... ........ Kebersihan moral ..... .... ...... ..... ... . .... Kebersihan jabatan ........

H. J. Seperti para ahli sufi yang menikmati kepuasan aktifitas ruhaniyah secara infiradi. H.H. Bangunlah.K. tashfiyah. Tetapi selimut disini juga bermakna tugas nubuwah yang berat secara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu.H. lalu berilah peringatan.K. Kalau pada surat al-Muzzammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk potensialisasi dari (tazkiyah. Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang membaja.P.P. .. .J. yakni menyerunya dengan sifatnya.H. agungkanlah.H.. agar ia merasakan kelembutan dari Rabbnya.. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. . Alur kehidupan yang memarjinalkan campur tangan Tuhan (tadakhul rabbani). J. . Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu. ya . Akan terjangkiti kehampaan spiritual. Jika menonjolkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka merespon perubahan sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat).. .H.J.H. Aktifitas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan sosial.H. H.H.P..H.H.N.H. Tidak bisa melahirkan ruhul jihad.H. . tawazun. Sebaliknya jika mobilitas dakwah tanpa diimbangi oleh kemapanan spiritual.H. bersabarlah. bersihkanlah.J. .. tidak akan turun ke bumi.H. lalu berilah peringatan.H.. H..Surah al-Muddatstsir ayat 1-6 . P. P. Pada surat al-Muddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri (dakwah). .P. .J. J.K. Seandainya Nabi hanya menikmati kelezatan spiritual isra’-mi’raj.N. tidak menangkap spirit (ruh). Al-Qurthubi mengatakan. . Seperti sabda Rasulullah kepada Hudzaifah bin al-Yamani pada perang Khandaq. Muhammad.―...S. Secara terminologis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan..” (bangunlah hai si penidur). J. P. Proses potensialisasi diri dan aktualisasi diri (‘abdullah dan khalifatullah) ini harus berjalan secara sinergis.S.H. dari yang mulia kepada kekasih. “qum yaa nauman. ‘Aisyah jika sedang dalam kondisi stabil jiwanya memanggil Nabi Muhammad.N. . azam yang bulat terpatri dalam jiwa.” Qum fa andzir (bangkitlah dan berilah peringatan) J. akan melahirkan kepribadian yang pecah (split personality)..S. tidak dengan namanya.H.J. dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah jika mereka tidak beriman. Dipanggil dengan ungkapan ‘ Al Muddatstsir’ sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H.. karena lari dari tanggungjawab kehidupan sosial. Bangunlah. Dan pakaianmu. “Panggilan ini menonjolkan sikap lembut kepada yang dipanggil. Pola kehidupan sekularistik.K.” Wahai orang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat.H.J... “Hai orang yang berselimut. J. Pola pengembangan sebagai ‘abdullah dan khalifatullah yang berjalan secara tidak terpadu..H.H.. J.P.S. maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran vertikal.J. Dan Tuhanmu..―.. Manusia idealis yang tidak mengakar di bumi. tarbiyah dan tarqiyatu nafs).J.J.S.K. H. . “Hai orang yang berselimut.H.H.K. Sebagai konsekuensi logis jabatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini.

K.H. K.J.H. .³.H.J. J.J..H. H.H. .H.H.J..J. K.H. K. “ Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada dibagian atas”.H. K. .K.J.J.H. umat akan sakit batinnya. rajin shalat.H.H. H.. .³.H.J.H. K.. J. H.K. .K.H. K. niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada di dalamnya.J.H.H..H.H.P.H.H.J.H..K. K.H.H.J.J.H.K.H.J.H. .H.J. .H. K...H. .H.. K. J. .H. .. Akhirnya Allah menurunkan azab secara merata.Rasulallah..H. . dari fikrah menuju gerakan (harakah) dan dari harakah menuju hasil akhir dakwah (natijah) yaitu kemenangan Islam atas agama-agama yang lain. P.H.J. seperti dijelaskan hadits berikut : . J.) .. “Perumpamaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orang yang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut : ada yang berada diatas dan ada yang berada dibawah.” Ummat Islam bukan penonton Jika aktifitas dakwah berhenti. K. Yang dimaksud bencana.H. atau dipastikan bahwa Allah akan menimpakan bencana-Nya ke atas kamu. tetapi permohonanmu itu tidak dikabulkan-Nya lagi.H.H. Aku berlindung kepada Allah dari kekejaman orang yang jahat dan lemahnya orang tsiqah (secara moral baik).H.P.K. J.H. .H..P.J.H.H. K. syetan-syetan akan bertepuk tangan.H. dzikir.H.H.H. yakni ridha Allah.H.P.H.J..H.H.K.H.P.J. .H. tegur sapa (dakwah). m.P. J.H..H. dan dari natijah menuju tujuan akhir (ghayah).P.H. Yang ma’ruf (kebaikan yang dikenal) menjadi asing.J. K.H.K. J.H. P.. Umar bin al-Khaththab mengkhawatirkan bencana ini dalam munajat-nya : K. J.J. P. hendaklah kamu menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan kamu mencegah dengan sungguh-sungguh yang mungkar. J. dan jika sedang marah memanggilnya dengan namanya.P.H.” (HR atTirmidzi.K.J...K..K.” (HR al-Bukhari) Jika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri. puasa.H.K.H...J.P.H. . Rasulullah menegaskan.J.. .J. . api syubhat (salah paham terhadap Islam) dan nafsu syahwat memanas. (.H.H.H.H.J.P.H.P.J. J.. ya Muhammad.H.H.J. .J.H.H. dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu).H.H.P.K.S. m. J. Setelah itu kamupun berdoa memohon kepada-Nya.K. . .H. H.H.H.N. tetapi mengabaikan tanggungjawab sosial.J. K.H. “Demi Tuhan yang diriku ini adalah dalam tanganNya.P.J.³. . saking gembiranya (al-Hadits). Jika mereka dicegah. Sekalipun di dalamnya ada orang-orang yang menjaga kebaikan dirinya.K. . Orang-orang jahat menduduki posisi penting di-backing mafia dan pemodal. Doa-doa yang kita panjatkan tidak didengar dan tak dikabulkan.H. K.J..H.H. Jika tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya.H..H.H.N. .K... dan yang munkar (perbuatan yang dibenci) menjadi merajalela.H.J.J.H.J. J.. . dari pengetahuan menuju konsep (fikrah). K.P.H.P.J.―.K..J.H.J. . . Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan (istimrar) merubah masyarakat dari kebodohan (jahalah) menuju pengetahuan (ma’rifah). Kemudian mereka berkata . Para penumpang yang berada dibawah harus mengambil keperluan air minum dari atas.H.P. J.H.J. . : . .

H. H..H.J.P. .H..H.. sedangkan mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.J..P. .K.H. . curam..P.P. .H..P.P. 14 ( “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya.H.J. maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun (satu milenium kurang lima puluh tahun)” (QS al-Ankabut : 14).H.J.. (2) munafiq yang membencinya.H.J.H..H.P. . J.H. J.J.J.H.J.K.K.H.H.N.K.H..J.H. P. ketika ia pergi dalam keadaan marah.K.³.H. dan batu karang..P. P..K.P. . licin.. ..H.. P.J.J... J.H. padahal belum nyata . J..H.J.P.H..K.K.P.P.H.P.J.―. H.K..N. maka sesungguhnya mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.P.J. P.J.. P.J. ..H. Dan akan melewati jalan yang terjal. membutuhkan waktu yang panjang (QS at-Taubah : 43).K. P.K.. H.P.. . H. J. J. Maka Suci Engkau.H..Membangun kehidupan yang Islami.P.K.... K.P.H.J. tikungan tajam.J. di dasar laut dan di malam hari) : Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.H.” (QS at-Taubah : 42).H.J.H.H. . . maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap (gelap di perut ikan.H.. H. .” (QS al-Anbiya’ : 87). tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. : . m.J.J. “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus).P. J.K. H.K.H.H.P..H.H.³.K.J.H. K.J.K.H.H. K.J.N. .) P..N.K.H.H. dengan begitu adalah cita-cita dakwah kita.H. melampaui umur individu dan umur generasi.H.H.. P. .. .K.J. (3) kafir yang memeranginya.K.H.J..P.. .K.H. H.H.K.H. sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. P.J.J.H..H.P.K. . J.³.P.³..H. H.J..) H.H..H.N. J.J.H. J. lalu ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). : H.J..J.” (QS al-Ankabut : 1-3) .H. N. J...H.K.K.H.H.P..K. pastilah mereka mengikutimu.H.H. H.P.H.K. .H.H.H.H. N. . . Tentu hal ini merupakan pekerjaan berat yang melelahkan phisik dan jiwa...K.) 142 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.H. H.H. J. H.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu.H.P.H.H. .. mendaki.J..H. di dalam Makarim al-Akhlaq).H.) ... J.. J.N.K.K.―. : . ..³..P..N. (4) syetan yang menyesatkannya.K. .N.P.H. 42 ( “Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang yang tidak seberapa jauh.J.J. “Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat : (1) mukmin yang mendengkinya.J.. 1 -3( “Alif Lam Mim.. dan (5) nafsu yang melawannya. .H. H. H. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman.J..H..H..H.J.K..N.J..³..H..H. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunnatullah dalam dakwah : .H.H. H.H.P.N. : .H. : .J.J.H.H.H.H. N.J.K.H. .H.H..N.H...J.J.J.

ujian berjalan seiring dengan kadar agamanya. K.K... ..H.H.H..H.. K. ³.H. N.P.H. ³.. dan jalan neraka itu dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat.K.K.H.N.J.K.P.N.K. .H. dan cobaan itu tidak akan meninggalkan hamba tersebut sehingga ia berjalan dengan keadaan bersih dari segala dosa.H. H. .. . P.J. J.” (QS al-Baqarah : 214). H.N. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan itu) maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.H.H..H. J.H.H..H..N...K.H. beraqidah dengan benar..H..P..H. K..H.J.H.H.N. K.J. P.J. N.. Target dari tahapan pertama ini agar seorang muslim bisa mencapai kehidupan yang mulia (hayatan thayyibah). . mampu mengatur kegiatannya dan bermanfaat bagi orang lain.H.J.J. ....H.H.N.H.H. .J.H. H.H.N. P.H.K.K.K..H.) “Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum...J.. H.H.K.J. P. H. K.K... seorang diberi cobaan menurut kekuatan agama yang dimilikinya.H.) . pasti Dia menguji mereka. P. K.. ―.J.H...N.H.H. N.. 2) Ishlahu al-baiti (memperbaiki rumah tangga) Mendidik semua anggota keluarga untuk menghormati fikrah-nya. P.H.... “Orang yang paling berat tertimpa cobaan adalah para Nabi dan begitulah yang utama dan terutama..J.H.P.N.H..K.H.H.J.J..K..J.H. .H.P. J. : .J. .H. (..P.H.H.K.H. K.H. N.K.. wawasan luas.J.N. Tahapan peringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus menjadi cita-cita yang menggelorakan jiwa (thumuhat) sebagai seorang muslim.J..J.J.H. P.J.J..H...J.H..H.H. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan.. J. berjuang dengan jiwanya.J..P.H.H.J..J. 1) Ishlahu an-nafsi (memperbaiki diri) Memperbaiki diri ini agar memiliki fisik yang kuat. K. H.H.N.K.H. .H. dan barangsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya..H. J.J.K.. P.. . .H.K.. semakin kuat agamanya semakin besar pula cobaannya.. P.N. (.J. sehingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata..bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu.K.P.H.K. .. N. .J.P. K.J...P. ..H. .K.H. J.H.. J.H.J....K. ..H. P..H. P..P. H.J.J.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi).J.P.H.H.. H.H.P.H... N.H.J..N. P.H. . P.J.J.J.) K.J.³.K. akhlaq mulia.J... J.K. (.” (HR at-Tirmidzi).H. J.H.P..H.³.H..N.J.K..K. .H..H.H. Ahmad dan at-Tirmidzi).J.K.P. .K..J.” (HR al-Bukhari. K...K.K.P.H. P.H.N.H.P.H. H.. H.H.J. mampu bekerja. “Jalan surga itu dipenuhi oleh berbagai kesusahan.K.H.. P. P.. K. H. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga. K. K..J.P.) . H.J. P. K..H..N.H. N.J. dan belum nyata orangorang yang sabar.N.J.K. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat... . K.H. menjaga waktunya.J. K. ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah.H.H. K.P.H...” (QS Ali Imran : 142) .H. H.H.H.. . menjaga . J.H.H.H..H.H. P..

sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicitacitakan. Agar Islam ini menjelajah ke seluruh umat manusia (kaffatan lin-naas). dengan cara membebaskannya dari kekuasaan asing – non Islam – baik dalam aspek politik. 5) Ishlahu al-hukumah (memperbaiki pemerintahan yang ada) Mereformasi pemerintah. memurnikan kebudayaannya. Namun. membentuk opini umum untuk mendukung fikrah Islam dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. dan mewujudkan persatuannya. pandai dalam mendidik anak dan pembantu. memilih istri yang baik. membesarkan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam. empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwujud tanpa dukungan kepemimpinan Islam yang kokoh (al-imamah wal jama’ah). atau spiritual. memerangi kejahatan dan kemungkaran. ekonomi. 6) Iqamatu al-khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah (menegakkan kepemimpinan dunia Islam) Mengembalikan eksistensi umat Islam dalam skala global. tidak melakukan maksiat secara terang-terangan dan menjalankan hukum dan ajaran Islam. 7) Ustadziyat al-‘alam (menjadi guru bagi dunia) Tahapan terakhir ini dilakukan dengan cara menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia sehingga tidak ada lagi fitnah (kekacauan. 3) Irsyad al-mujtama’ (membimbing masyarakat) Membimbing masyarakat ini dengan cara menganjurkan kebajikan.adab-adab Islam dalam seluruh sisi kehidupan. mawaddah wa rahmah. mengajari hak dan kewajibannya. Allah tidak menghendaki kecuali tetap menyempurnakan cahaya-Nya. agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar-benar Islami sehingga dapat menjalankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan berjuang untuk mewujudkan kebaikannya. memprakarsai kebaikan. Tiga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikro (iqamatu al-imamah as-shughra). Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas orang-orang muslim yang komitmen dengan kewajiban-kewajiban Islam. Tahapan kelima ini agar tercapai negeri makmur penuh ampunan Tuhan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). dengan cara memerdekakan negaranya. dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makro (iqamatu alimamah al-kubra). mengembalikan kegemilangannya. Oleh karena itu dakwah dalam surat al-Muddatstsir ini mengarahkan obyek . mendukung nilai-nilai kebaikan. Membangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah. Hal ini dilakukan agar rahmat Islam tidak terhalangi oleh hambatan apapun (rahmatan lil ‘alamin). 4) Tahriru al-balad (berjuang melepaskan negeri dari penjajahan asing) Berjuang untuk kemerdekaan negeri. Perjuangan ini dilakukan agar mencapai negeri yang aman (baladan amina). Fase ini bertujuan tercapainya desa yang diberkahi (qaryah mubarakah). kemusyrikan) dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata.

K.H.N.P.P.H. Mengagungkan Rabb J. bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita.N.J.K. P.J.H. mawaddah wa rahmah.H..K. .K.H.J. H. “Dan Tuhanmu. . tidak sempat lagi mengunjungi masjid yang berdekatan dengan rumah kita secara rutin.H. .H.H.H.J.H.H.H. kekayaan dan kekuasaan. H.H.J. kekayaan dan diri kita sendiri.K.H. J. ³. . J. memakai . .J.J. .. jangan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan orang lain..H.. “Akan datang sesudahmu kaum yang memakan kemewahan dunia dengan segala ragamnya. H.J.H. H.P.P. H. K.J..K.J.S..H. tanpa menghiraukan ancaman Allah.J. Di era globalisasi ini secara halus dan perlahan. H.H.H. H.H. Karena terpesona dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita.K. Qaryah mubarakah Tahrir al-balad . J.H. H. Rahmatan lil alamin.J.dakwah (tarbiyah dan da’wah Islam) menuju tarbiyah jama’iyah. .H. H.P..H.K.N.K.H. K. menikahi wanita-wanita cantik dengan segala ragamnya.. Hayatan thayyiban..J.K.J..P.―..H.H.H.H..K.H. H...H.J.H.J. K.H. Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simbol kebesaran.H. K.J.K. .P.J. J.H. H.P.K.H.H.H.H.S.K. J. tanpa harus memperdulikan halal dan haram.H.H.H.H.H. mengendarai kendaraan yang bagus dengan segala ragamnya.H. . kekuasaan...K.S.. agungkanlah” Mustahil seorang da’i sukses mensucikan diri dari niatan yang mengotori keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah takbir dengan benar. J..H.J. H. Dengan ucapan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilahilah dalam diri kita yang menandingi Allah Yang Maha Akbar.H. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur Iqamat al-khilafah . S.H.. J.H.K.H.K.·. H..J. Kita meng-akbar-kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa saja untuk medapatkannya. . .P.J.P.H. syetan dan para prajuritnya dengan berbaju teknologi komunikasi menampilkan berbagai tandingan Tuhan yang terpaksa kita agungkan.H.K. P.N.P.P. H. Irsyad al-mujtama . J.H. ..J.P.. H.P. Sakinah.H. Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu..H..P.H.J.J.K.J.P. J.J. H.P. H. Kaffatan lin-naas Ustadziyat al-‘alam . Ishlahu al-bait . anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi.P.J.. H..K. H. . (.H. anda akan memeras dan menyengsarakan orang yang lemah. .H.H.J. Baladan amina Ishlahu al-kukumah .―.K.J. .H..H. J.J.J.H.. Ketika Allah mengatakan dalam firman-Nya.H.H.. menjenguk orang yang sakit.P..H..H.H. Ishlahu an-nafsi .J.H.H.K. .J.J. Ringkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin dicapai adalah sebagai berikut. Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim.H.H. P. .J..H.H.K. Setiap individu muslim adalah bagian dari jamaah Islam.P.H.) J.H.

J. Bila orang sudah salah kaprah dalam menyikapi kekuasaan. Karena penglihatan batin (bashirah) kita buta.. bukankah mereka menumpahkan darah dengan cara yang haram. sekalipun tidak benar.J . Ada bayi-bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah majikannya. Kita senang mendengarkan orang-orang yang memuja dan membesarkan kita.K . mengayomi yang zhalim. “Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah. (22 . Mereka mempunyai perut yang tidak kenyang dengan yang sedikit.H..J .H.J.K. Kita menganggap lawan terhadap orang yang menasehati kita dengan tulus. kita bersenang-senang diatas kesengsaraan saudara kita. sehingga Dia kita anggap tidak berdaya. Kita acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain. .: “Tetapi. Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan.. dan membela yang teraniaya. . mungil.J .J. Mereka menundukkan diri kepada dunia. Mereka mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya. memutuskan tali silaturrahim. akhirnya menganggap diri kita besar. Mereka adalah sejelek-jelek ummatku. pagi dan sore harinya mengejar dunia sebagai tuhan dan pengatur mereka.N.J). kita berubah menjadi orang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan.J.HH... Bila dunia. Bahkan sesuatu yang terlihat dengan jelas kebenarannya menjadi kecil.J. seperti kata .J. kekuasaan kita besarkan. kurus dan kurimen. mengayomi yang dirundung derita. maka bukan saja Allah tampak kere.J .H.H.P. jika kamu berkuasa. tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang. malah digunakan untuk melindungi yang kuat. dan nafsu yang tidak puas dengan yang banyak.J. tidak kelihatan. di tempat lain ada seonggok tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan-lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit. membela yang menganiaya dan mendukung para koruptor berdasi dan para penghisap kekayaan negara. Thabrani).J.H. ilmu. dan kamu putuskan persaudaraan. kebenaran menjadi kabur. Kekuasaan berbalik menjadi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa. .pakaian yang seindah-indahnya dengan segala ragamnya.P. tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita. Kita menganggap paling benar sekalipun jauh dari kebenaran.” (QS Muhammad : 22) Qatadah mengatakan.” (HR. Bila kita gila jabatan. kamu pasti menimbulkan kerusakan di bumi.H. Allah pun menjadi kecil.P.H.J. Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkannya di hari kiamat.H.H.H. bukan saja ancaman Allah yang menjadi kecil.P. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah. dikritik.J. hal.H.K. 210).H.P.K. dan durhaka kepada Yang Maha Penyayang?” (Shafwatut Tafasir III. Tidak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan lezat.P.

yang dengan sifat itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang tercela. “Orang-orang musyrik dahulu tidak bersuci. Bila hanya Allah saja yang kita yakini Maha Besar.P.P. Al Hajj : 32). “Pakaiannya bagus artinya dia bisa menjaga harga dirinya dalam sarungnya”. ilmu.H... Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah. jauhilah penyembahan terhadap berhala dan arca dan jangan sekali-kali menghampirinya.Fir’aun : ...” (QS.S.H. kekayaan.J.K. membesarkan asma Allah. “Dan perbuatan dosa.N.: (24 . Ibnu Abbas berkata...” Allah berfirman.” maksudnya berhias dengan akhlaq yang tercela.J. “Ar-rijz artinya sebutan untuk sesutu yang kotor seperti ar-rijs. oleh karena itu mereka menyebut pakaian untuk menjuluki manusia”.J.P. kekuasaan..H.” Yakni sucikanlah pakaianmu dari hal-hal yang najis dan kotoran. Kekayaan. “Tuhan-tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya. Segala atribut kebesaran. “Si Fulan pakaiannya kotor.P. Membangun citra diri J. ilmu sudah ada di genggaman kita. “Si Fulan itu pakaiannya bersih yakni suci”. .H. J. akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri... J. J. dan totalitas potensi yang kita miliki kita pandang menjadi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri. karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada seseorang.K.H.J.H. Orang Arab berkata. .) K. Ketika kekayaan. Seakan-akan Allah berfirman : tinggalkanlah kebodohan. dan janganlah berperilaku dengan akhklaq orang-orang musyrik.―. lacut.H. Imam al-Fakhr mengatakan.. Ada yang berpendapat.H. Allah memerintahkannya untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi”.H.P.H “Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi. :ᅭ .H.J.H. 32 ( “Demikianlah (perintah Allah).H. kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi.K. “Dan pakaianmu..S. Ibnu Zaid mengatakan. semua kejelekan.. Kita menjadi takabbur.J. persepsi secara total. tinggalkanlah”.” “Dan perbuatan dosa.H.” (QS an-Nazi’at : 24). “Sebab kebaikan julukan ini. dan mengharumkan.H. Ada isolasi perasaan. Dan maknanya sucikanlah hatimu dari dosa dan masiat”.K. Ibnu Zaid berkata.H. “Maka jauhilah olehmu rijs dan autsan (berhala).H. K. “Dianalogikan pakaian itu dengan hati. Mereka mengatakan.. patuh.P.. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih baik dari aturan Allah. bersihkanlah. . maka takbir akan menghunjam di hati. ungkapan ini mencakup untuk memperbaiki akhlaq. kemewahan.J.H.. H.. maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya”. kekuasaan.. H..H.H. Karena seorang mukmin itu baik dan suci.H ). tinggalkanlah” Yakni. J. tunduk. H.―. . tidak patut untuk membawa sesuatu yang kotor. Ar-Razi mengatakan.

Itulah sebabnya perintah dalam surat alMuddatsir adalah membersihkan diri da’i dari cacat moral sebelum berdakwah.H.J.K.H. Agama mereka kaya dengan seremonial.P.H. Sebagaimana doa yang diucapkan orang muslim dalam surat alFatihah. .H .J..H .. kesewenangwenangan yang kaya terhadap yang miskin. Yang tidak memiliki posisi secara formal terisolir dan tersudut.. Semua buku-buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah.K. Kebudayaan mereka ternodai dengan kerendahan akhlaq penghinaan kepada wanita. Ia lahir dari keluarga yang shaleh. dan penjaga al-Baitul Atiq (rumah Allah yang suci). Agama yang membonsai pikiran dan hati nurani. perbudakan sesama dan pemujaan terhadap hawa nafsu.l .SH.J.K.J.P.J.” maksudnya tetapkanlah kami dalam petunjuk ini. yang dijadikan fokus pembahasan adalah dai. Mereka juga menyambut tamu-tamu Allah (dhuyufur Rahman) pada musim haji. (2 . tetapi miskin dalam aplikasi. Yang kuat selalu benar.l .i ..K .P.PJ..J.m. tazkiyatun nafs.P..i . .K.H.H.P..H.³.K. Karena kepribadian da’i lebih fashih dari materi dakwah.. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.. Orang-orang yang pandai dibonsai potensinya (tsallajatul ulama’).w . kere dan kurimen. ).J.J.J..K.K.J . Hukum mereka adalah peradilan rimba.S . bukan obyek dakwah. pemelihara. Muhammad bin Abdullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. .H. Kepercayaan kepada Allah (‘aqidah) mereka telah terkontaminasi oleh pemujaan berhala (ashnam) dan benda-benda alam yang dianggap bertuah.K.K. Ia sendiri orang yang suci (musthafa) dan dipercaya (al-amin).Yang dimaksud al-hajru disini adalah perintah untuk menjauhinya secara terus menerus. Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang kotor.l . Ekonomi masyarakat (iqtishad) telah tercemari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah. Ada beberapa program berikut yang perlu menjadi perhatian khusus.N.P.J.J.P.l .s .P.S. Yang lemah selalu kalah dan salah.P.. Program inti Sikap orang lain terhadap kita dibentuk oleh ketrampilan kita membangun citra diri. dan keserakahan the have kepada yang kurus. Allah membangkitkan hamba yang dipilih-Nya. mudah memperoleh akses ekonomi dan kekuasaan. pengurus.: .H.H. Pertama.

H. K.P.K. J. K.J. . tidak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata-kata kufur.K. H.K. .N.H. H. .H.H.H..J.J.. Ia lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya..H.J. Sekeluarga memeluk Islam.H.H. dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. K.H.J. H.―.H.J. P.J.P. H. air mata dan nyawa.H.H.H.J. Celakalah orang yang mencemarinya.H.K.) ...H.H. K.H... .m “Ia bangkitkan di tengah bangsa nan ummi seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat-Nya..H. Dan jadilah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam. Muhammad memulai mengajak masyarakatnya yang tidak terstruktur (nomaden) dan kotor itu dengan meniupkan angin kesucian.J.H.. H.H. H..H. . J. J.H.H. H.K..K..H.. Mereka memilih kesucian sekali pun harus bersimbah darah.J.19 ( “Sungguh bahagia orang yang mensucikan dirinya lalu mengingat Tuhannya dan memuji-Nya.H. Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah (kaanat ‘ajuzan kabiratan dha’ifatan). . H..J.K.H. Ia mengingatkan bahwa manusia bisa tercemar citra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan melupakan hari esok yang pasti terjadi.H. Sumayyah bersama suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan.J. berbahagialah orang yang mensucikan dirinya.J. J.H.N.K.H..K.H. J.H. .H. H.K.H.H.P. .H.N.N.J.H.H.H..K.) 14 .S. menyucikan mereka.P. dijemur di tengah padang pasir yang membakar.―. H. .N.J. J.H. .H.. walaupun sebelumnya mereka dalam kesesatan. .H.H. S.P. . m.H.P. H.H. .H.P. K. Rasulullah mengizinkan untuk mengucapkan kalimat kufur asal hati tetap beriman.H. H.H.. J.H.H.H.. Ia menyatakan dirinya sebagai pelanjut para pejuang kemanusiaan sepanjang sejarah.. . Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.N.. Ia mengajak kembali mengingat nama Allah dan memuja-Nya. J.” (QS alJumu’ah : 2).H.P. : .H. H. sungguh ada pada suhuf terdahulu suhuf Ibrahim dan Musa.J. J.J. J.H.H. J..H.J. syuhada’...H. Yang ini.H.H.J. Pewaris perjuangan Nabi Ibrahim dan Musa ‘alaihimas salam.J.. .H.H.H. J.. H.J.P. Sampaikan salamku pada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah sucikan hatinya dengan iman.H. Abu Jahal datang dengan tombak di tangan.K.H.J. shalihin.. K.. Abu Jahal marah dan menusukkan tombaknya pada rahim Sumayyah.. K. .N. H. .” (QS al-A’la : 14-17).J. apa jawab Sumayyah? . Sumayyah bertahan dengan keimanannya.10 ( “Sungguh.H. .H. H. H.H. : .H.. Secara bertahap berubahlah bangsa Arab.H. .K. Rasulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah..J.H.J.K.” (QS asy-Syams : 9-10).J.P..H..K.N. Ia memaksa Sumayyah mengucapkan kata-kata kufur. .H.J.H. Penerus para anbiya’. Tetapi. N. H.H.P. P.J. P..KH.. 9 .H.J. .S. Ia mati karena kehabisan darah.K. J. N.N. Ia dianiaya. dipukuli. J.H.K..P .H. K.J.P. J.H.H.

dan ia sudah makan makanan. ibunya Fatimah dan suaminya bernadzar untuk puasa tiga hari.H. Hari pertama Fatimah menyelesaikan sepertiga pekerjaan. Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya. penyucian kehormatan.H.H..H. Berilah makanan . Esoknya ia datang lagi.J.P.H.PK.P. sudah aku sapih.H.. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam lalu menyuruh seorang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu.J. Beliau menetapkan hukum rajam.J Ya Rasulullah.H.J. . susuilah anakmu sampai engkau sapih. Rasulullah menolaknya dan menyuruhnya datang keesokan harinya. tazkiyatu farj.J. Ketika melaksanakan nadzarnya.³.H. Ia memilih menyucikan dirinya dengan hukum rajam.H.J .P.“Inilah buah tazkiyatun nafs.P. tazkiyatul maal. Ia memaksanya dan membuat lima potong roti. Inilah tazkiyatul farj. Khalid.H. merasa bersalah.. Ia menemui Rasulullah dan berkata : . seorang miskin berdiri di depan pintu rumah.H.H.S.H.H.H.H. di rumah Fatimah tidak ada makanan untuk berbuka.J. .K.H. Ketika darahnya membersit dan mengenai wajah Khalid.H.K..H “Celaka kau.K.H.H. .H.P.J..N.” kata Rasullah.” Setelah dua tahun.” Kedua.H. Ia memilih tubat.” Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggendong bayi merah yang dibungkus dengan kain. “Wahai keluarga Muhammad.H.³. . ia memaki wanita itu.H. atau dinodai seorang pria). penyucian moral.PJ. dan ia memperoleh satu sha’ gandum.K.H. “Pulanglah.J. . meyakinkan Rasul bahwa ia telah hamil. penyucian diri. aku ini orang Islam yang miskin.H Ini ya Rasulullah. ..J. tidak tenang.H. Buraidah radhiyallhu ‘anhu – dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud – menceritakan peristiwa taubatnya seorang wanita yang pernah berzina.K. ia datang kembali dengan bayi dan sekerat roti.. Ali mengambil bulu domba dari seorang Yahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha’ gandum. Ketika Hasan dan Husain jatuh sakit.” Ia tidak sanggup. menjalani kehidupan ini dengan memikul dosa.Hm.H. . Ketiga.H. Rasulullah pun murka.J.J. Ketika mau berbuka. .K.J.H . “Pulanglah.H.H.H. Rasul mulia menolaknya.J.H.H. aku telah berzina (Jawa: disembranani tiang jaler.K.H.. maka sucikanlah aku.H.K.J. .H.N..H.K.J.H . “sampai engkau melahirkan anakmu. wanita itu telah taubat dengan suatu taubat (yang suci) sehingga sekiranya ada pendosa besar dengan taubatnya Allah akan mengampuni dosanya. Ia meminta Rasulullah menghukumnya dengan hukuman mati (rajam).

J.H.J. . J.H.H.K.P. keluarga nabi itu (ahlul bait) tidak sanggup makan di tengah penderitaan.K.K. .P.H..H.H.J.J.H.J. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin.J .K.J.H. Hanya kali ini yang muncul meminta tolong adalah tawanan muslimin dan anak yatim. H.J. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. P.P.N. . K.H. .³.³.J. . “Hai Aba Hasan. .H. S.³.H.. J.” Maka turunlah firman Allah surat al-Insan ayat 5-12.K.H.H...H.H.J.H. Inilah tazkiyatul mal.. ―.J.P. J.H.J..J.H.H.H.P.³.K. . K.H.K. .P.³.H.N. .J.K.³.J.. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. 5 . H. .P.K. H.³.” kata Rasulullah. Tetapi betapa pun cintanya ia memiliki harta itu..K . “aku sedih sekali melihat kalian. Harta diperoleh dengan kerja keras yang halal. . anak yatim dan orang yang ditawan. .H. P. ³. H.S. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum.H.” Fatimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar. J..P.N. P.. P..H.K.K.H. K.³..J.J.H.P.K. . J.K.³. ..J. . .H.P.J. J..K. m.H.H. Nabi segera memeluk putrinya.H. .J. H. . ..J. K.J. .) .H. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. .J. .padaku.P.H. Marilah kita temui istrimu Fatimah.J. .³.. . Saat Ali membawa kedua anaknya menemui Rasulullah.H..H. H.J.H.H.³. H.K. .H.³. . Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.H.H. N.J.. .P. melarat dan sengsara. laksana dua ekor burung kecil yang kedinginan.H.H. ..K.H. : . K. ³.H. K. penyucian harta.H.H.J. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. J.H..H.H. . .N. .J.P.P. beliau melihat kedua cucunya gemetar karena lapar.K.J.H. .P.J.J.H.K. H. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah..H.P.K. tolonglah keluarga Muhammad yang hampir kelaparan ini.K.P.H. J. .H.K.H.” Fatimah masih dalam mihrabnya.P.H. .N.J.P. J. . H..S. ia belanjakan buat yang menderita.P. H.H.J. semoga Allah menjamu kalian dengan hidangan di surga. . P. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.P.H.N. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.P.³.K. Demi kesucian. P.P. P.H. tazkiyatus sulthan.H..P Pada hari kedua dan ketiga terjadi peristiwa serupa. J.12 ( Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.K.H. N.H. K.³.H. . “Ya Allah. P. J. .J.H.P.H. Keempat. . tangisan orang lain. H.H..H.J. P..

H. Bahkan kekuasaan yang diperoleh merupakan hadiah dari Allah bagi orang yang beriman.P. Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan mengorbankan kepentingan orang banyak.” kata Ali. Demi kesucian dirinya.J.” Aqil segera menjulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali. menggunjing kejelekan orang lain? Tidakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama. Rupanya ia memegang besi yang menyala.J. “engkau akan aku beri sesuatu. mengkafirkan yang tidak sepaham? Bukankah kefasihan bacaan al-Qur’an sebanding dengan kefasihan kita dalam mencaci saudara kita? Periksalah diri kita. Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural (da’wah dan tarbiyah). Tiba-tiba ia menjerit. kelompok sesuai tuntunan Allah. awal terjadinya bencana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti oleh penyimpangan dalam pemerataan ekonomi. tetapi perlu ditopang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Sufyan ketika jahiliyah. prasangka jelek? Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan cara mengotori kehormatan kita.J. Saudaranya ‘Aqil pernah meminta lebih dari haknya karena anakanaknya sedang menderita. Ia membagikan harta Baitul Maal hanya kepada yang berhak. keluarga dan golongan. Periksalah lidah kita.Orang Islam tidak anti kekuasaan. Marilah kita ber-muhasabah secara radikal dan komperhensif.” Yakni janganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu. iri hati. keluarga. sudah sejauh mana upaya kita dalam mewujudkan latihan kesucian kita? Sumayyah memilih ditusuk tombak daripada mencemari lidahnya dengan kalimat kufur. Mensucikan kekuasaan itu berarti mendahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dari kepentingan individu.H.J. takabur. menyebarkan fitnah. Berilah dengan . Ini berarti kekuasaan itu cenderung menyimpang dan korup. Bagaimana kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai jahannam?” Inilah tazkiyatus sulthan. meraung seperti sapi dibantai. Ali berkata. kelompok dan golongan.K. keluarga. Kata kemunafikan dan kekuasaan dalam Al-Qur’an sama banyaknya (al-munafiqu wa as-sulthan).s “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. bukankah kita sering menyimpan dengki. Karena orang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam jumlah yang banyak.H. Padahal dalam sejarah kehidupan manusia. karena ia menyadari bahwa mayoritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana. Ali memilih hidup sederhana. Fatimah memilih lapar daripada membiarkan orang lain lapar. Penyucian kekuasaan dari pencemaran kepentingan pribadi. “Datanglah lagi nanti malam. Ketulusan . “Hanya ini saja untukmu.H. “Itu besi yang dibakar api dunia.H. Dengan tenang Ali berkata.” Malam itu Aqil itu datang. Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi. Sebagai penguasa. Ketika Ali menjadi khalifah. tidakkah kita mudah mengobral makian.

³.H..H.. .P.H.H.H.J.K. J. Ia laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya secara . .H. H.. . ―... . Nabi memerintahkan dengan semulia-mulia adab dan semulia-mulia budi pekerti.H. K.N. 10 ( “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapakan keridhaan Allah.K. J.P.P.K.H.K.K..) H.P. . H..H. H.P. maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi (tiruan).P.H.K. ..J. seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.J.H.H.H.” . sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. H.H.J.J.J.K. J.J. tanpa kontaminasi.P.K. .K.K.H. J..H. J. H.H. H.) K. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat. Ketulusan dalam terminologi sufistik identik dengan kemurnian dari berbagai campuran kotoran (al-khulushu min al-mustaqdzirat). P..H.―.―.J.H. K.N.H.H.P.H.J.H. H.P.N. H.J.J.P.J.. 264 ( “Hai orang-orang beriman.P. H. H..H.H. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.. .J.P. N.P.. S.J. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan.H.H. N.H.K.P. .J.K.K.K.J. .J. .J.J. .H.N. J. ..H. . H..H.H.H. K.J.. pretensi.J.P..H.J.H.H..J. ³.H.P.K.” (QS al-Baqarah : 264). P.H.) H.H.H. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah. J.H. P. J..H.J.K..H. Efek ketulusan : . Rahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk menjaga harga diri dan kesempurnaan akhlaq. ―.H..J.. P.H.J..H.J.P. H.H. aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku.” Ibnu Zaid mengatakan.J. K... 29 ( “Dan (dia berkata) : Hai kaumku.” (QS al-Hujurat : 18).P.H. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedeqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). K.P..N. J.H.J.J.H.K..H. Abbas mengatakan.P.H..P.” (QS Huud : 29). H. K. K.H.H.... ..K.H..J.H. K.” (QS al-Insan : 10).K. H.H.P.P.K.K. K. “Janganlah engkau memberikan nubuwah (tugas kenabian) kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya.suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa kefakiran.K.P.H. m. J..H.. K.H.H.H.. H. J.H. H.H. Ibarat emas murni..H.H.P.K. J. tendensi. J. kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu. P.P.H.H. Upahku hanyalah dari Allah.K.K. .H. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.H.H. Katakanlah : Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.J. .. J.. 18 ( “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka.K. P.J..H. J. “Janganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya.. lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah).” Ada yang berpendapat.K. P. m. Mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja. P.K. : ..H. J.H. .) .H.J.J.K..³.H.K. K. ..J.J.J. : .H.P.H. J.J. H. K. ³. : .H... m. “Janganlah engkau memberikan sesuatu untuk mencari sesuatu yang lebih baik.H.P.H.P.

ia berteriakteriak ke kanan dan kekiri.N. dan bau tidak sedap dalam dirinya. dua malaikat Allah akan mendoakan orang yang melaksanakan infaq harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah.P. ketulusan juga menjadi dambaan jiwa yang kering.m. pub.J. tempat wisata. hati yang terhindar dari virus ruhani.P.m. kuning. Khalafan (pengganti) disini menggunakan kalimat yang bersifat umum.. N. persis ia merahasiakan kekurangan. nafsu kepemilikan. Seorang ahli sufi mengatakan. sampai nafsu yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri. Mungkin seorang akan bahagia dengan memiliki uang. Bahagia karena ketulusan adalah kepastian. “khalafan” (pengganti) yang tak terhingga. tetapi ia juga bisa menghadirkan semua warna dan ornamen seperti adanya. Tetapi.” Kebahagiaan. menurut sebuah hadits.. hedonisme. dll. berbekas. egoisme.H.S. dan betapa banyak amal perbuatan besar dikecilkan oleh niatnya.P.m. Tetapi Tuhan Maha Adil.J.H. “Keikhlasan sesaat adalah keselamatan sepanjang masa (alikhlashu saa’atan najaatul abad).S.P.P. pengganti (dari apa yang ia infaqkan itu).P. Seorang ulama salaf mengatakan : ..J.P..H. siklus . Kehadiran ketulusan dalam hati.H. Yaitu orang yang berhati sehat (qalbun salim). nafsu kepada lawan jenis. Ia bening adanya. Ketulusan adalah kekayaan yang abadi. nafsu ingin mempertahankan status quo. justru sikap bersahaja.H.K. pangkat.P.H.P.S.H. Ikhlas tidak berwarna. nafsu ingin mengambil ini dan itu. . Sebaliknya. ia bebas dari warna merah. pangkat.³. . bar. ayam baru bertelur satu buah saja.K. Kebahagiaan diperoleh dari Tuhan kepada pemilik hati yang komunikatif dengan-Nya.H. Allah berikanlah orang yang berinfaq dengan tulus.P. Ikhlas laksana binatang penyu. atau jabatan. individualis. melukiskan kondisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan. sederhana dari berbagai virus ananiyah. Ketulusan itu tersimpan rapat-rapat oleh pelakunya.P..H. dan bahkan putih. supermarket.H. Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa. dan abadi dalam ingatan. memang bukan berbentuk barang yang diperoleh di tempat tertentu. Ya.N.. jingga.H. K.J. Dari sudut pandang para salik (penempuh jalan menuju Allah). Menanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga. Seperti halnya air bening yang selalu menjadi tumpuhan harapan dahaga yang telak. warnawarna yang menyimbolkan nafsu amarah.N.N. Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di ujung amalnya yang tulus.N.m. anak yang taat. atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri. Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharmonisan keluarga. bahagia karena uang.s Betapa banyak amal perbuatan kecil dibesarkan oleh niat ikhlasnya. Wujudnya menjadi bermakna. mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai.S.spontan.H. Bahkan. ambisius itu menjadi tidak sederhana. Bening bisa diwarnai apa saja. Secara diam-diam ia mampu bertelur dari 500 sampai 3000 butir. di mall. kedamaian. atau kedudukan itu baru kemungkinan.K.³. sisi hitam.

H..H.J. Dan orang yang tulus dalam bahaya.H.J.J...H.H. Ketulusan yang dia lakukan.³..J. . K.K.K.. . . ―.m.H.J.pergaulan yang menyejukkan.J. Karena memandang .H.P. K.J.K.P. dan diakrabi.J. H.P. H. J.H.J. P.” (al-Hadits).H... Dr. kepuasan batin.. J..K. J. J.H. P.. dan barangsiapa yang keruh niatnya akan keruh pula hasilnya.H. akan dimonitor Tuhan..H. dhemit ora ndulit.H. .P. K. Bentuk dan macam “pengganti” itu sepenuhnya hak prerogatif (mutlak) Allah.P.P. Kelesuan sesudah kesungguhan timbul karena adanya kerusakan pada langkah awalnya (niat)..P.H..H.H.H. H. H. J..H.K.H. . K.H.J.P.P. S. J. K.H.H.” Kata orang Jawa. J.H. ibunda dari Prof.K.K. P..H. hanya bersenjatakan ketulusaan niat. J. J. apapun yang dilakukan orang lain terhadap dirinya. P.H.P.H..H.H.H. K.H. dan orang yang alim akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya.N. . ―.. J. P.P.H.J.P.H. Barangsiapa yang benar permulaannya maka benar pula kesudahannya dan barangsiapa yang salah permulaannya maka bisa jadi dia binasa..H. semua orang muslim akan hancur kecuali orang beriman.P.H. H. H.K.J.K.H.H..P.H.H.K.J.J. J.N.P. . Ibu Sudalmiyah.H. K.K. ..H. “Dijiwit dadi kulit.K. .J..K. Amien Rais pernah berujar.K.H.H.P.H.N.. jalan keluar dari beragam kesulitan. H . J..K. niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya.J. K.J. K.J.H..J. K.H.P. K.K.J.H.H.J.H. Rasulullah pernah bersabda : . P.K...H.. Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula. Barangsiapa yang tidak benar permulaan kehendaknya. H . N. H. J.J.H.H.. dll. Dan akan berefek kepada pemiliknya.K... K. Baiknya amal karena baiknya hati dan baiknya hati karena baiknya niat.N. K.N.J.P. kebahagiaan..K.H. P.N.H.J.. K.K. N.. .H.. .J.H.H.K.J. Barangsiapa yang tulus dalam niatnya maka hasilnya akan mulus.H.H. Manusia yang tulus jiwanya mudah dikenali.K.. Seorang ‘abid pada zaman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan.K.H.H.P.J.J.J. K. H.H.P.. N.H.P.H.K.N.P.J. N.H. P.K.J..N.H.H.H.K. Jadilah kamu orang yang benar dalam rahasiamu niscaya engkau menjadi orang yang fasih ditengah keramaian.J.N.K. K.P. .K. “Semua manusia akan hancur kecuali orang yang berserah diri kepada Allah (muslim).K. M. .J.³.H. K.H..H..H.S. “Keikhlasan akan menghasilkan sikap mental baja.H.J. .H.J..J.H.H. tidak membuatnya berubah orientasi. H . J.H..K. K.J.P. P.S. .P. J.J. K.H.P.H..P.H..K.H..H.H. Orientasi tertingginya hanya keridhaan Allah Yang Maha Adil.. . setan ora doyan.H.H.H.H.H.N.J. dicokot dadi otot. .H. Sesungguhnya berbagai keluhan itu muncul karena kerusakan sejak permulaan.” Yakni.P.K.J.. J. Ketulusan pantang dipuji dan disakiti. .K. H.K.J.K.J. tidak salah alamat.H..K.H.H.H..P. . dan orang yang beramal akan hancur kecuali yang tulus. P. H . orang beriman akan hancur kecuali orang ‘alim.H. J.H.H. H.. K.K.S. H.P.H.J.H..J.H.H. K.

. Orang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat-rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya. bersabarlah atas gangguan kaummu.H. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.H.N...P.H.K .J. Ash-shabru qarinul yaqin (sabar itu temannya keyakinan). Manusia munafiq itu sosok yang bertopeng sepuluh (dasamuka. Tetapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi (itsar). “Surga itu berhak bagi orang yang patuh sekalipun dari suku Habsyi (berkulit hitam kelam) dan Neraka itu berhak bagi yang durhaka betapapun berasal dari kabilah Quraisy.J.N. ..P .K. Orang yang ikhlas itu.i ... . Keikhlasan menimbulkan jiwa yang tenang (thuma’ninah).³.H.J .·. sebanyak mungkin.PK. Efek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung (kulla sha-ihatin ‘alaihim) keragu-raguan (raybah)... Adapun kabilah Quraisy yang durhaka tetap memperoleh azab dari Allah. kebimbangan (idza ra-aita tu’jibuka ajsaamuhum).H.K..J. Ini termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa Quraisy yang memiliki komitmen terhadap kebenaran.. Jawa). bhs.H . bukan ancaman. untuk meraih ridha Allah..H. df BAB II . Berbeda dengan orang munafiq.J.K.H. bersabarlah Yakni.H .K.... ..J. Aku jadikan diantara kamu sebagai pemimpin.H.H.H. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.. . Tidak ada keyakinan (iman) jika sifat sabar ini belum tumbuh dalam diri kita.H..S. Sabar di jalan dakwah J.³.. . .H .orang lain sebagai anugerah. lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan. H.J.K....J.H. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka.H.H..N .” (al-Hadits). .H. Ibrahim an-Nakha’i mengatakan : bersabarlah dalam pemberianmu (sedekahmu) itu hanya karena mengharap ridha Allah semata. tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari orang lain. Ibnul Jauzi mengatakan : Ayat ini peringatan untuk suku Quraisy sesungguhnya kalian jika taat dan beriman kepada-Ku. TABIAT JALAN DAKWAH .” (QS as-Sajdah : 24).H.·.H.K. .

N. . karena cobaan itu datangnya di luar perencanaanya.J. Surat alAhzab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu. .Dalam kacamata al-Qur’an (fi dhaw’il Qur’an). J. Penganut tauhid di Arab Selatan (ashhabul ukhdud) digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya. intimidasi.H. tekanan secara psikis dari keluarga...H..K.. J.H. rayuan. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.J.K.P.H. H. .H.. . al-Buruj : 4-8). N. P. Nyaris Madinah dikuasai musuh. yaitu memilih jalan Islam yang secara sunnatullah akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan. P.N. . Lihat juga: QS al-Ankabut : 2...N. kekurangan buah-buahan.P. serta disiram dengan minyak dan dibakar..P. J.N. .H. Kaum beriman sesudah mereka juga mengalami ujian yang sama (QS al-Buruj : 4-8).H.H. ratapan seseorang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus dosa.K. menghadapi masa-masa sulit (fatratu al-idhthihad). Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar.H.J.J.N. : .N. dibunuh oleh kaumnya sendiri..”) QS al-Baqarah : 214)..H. Nabi-nabi bani Israil berjumlah 70 orang..P....K. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga..K. H.K.P.H.K..J.H.J. P. H. Selain kondisi sakit.H..H. K. teror secara fisik dan mental dari musuh.. seorang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disengaja.H. Keluhan. Bahkan Allah menjanjikan kepadanya shalawat.J. kematian orang yang dicintainya.H.) . Nabi Zakariya yang sudah setua itu digergaji kepalanya. . Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri. yaitu ketakutan. bahwa Qatadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum kafir Quraisy.H. rahmat dan petunjuk menuju jalan kebahagiaan (QS al-Baqarah : 155-157).. H.P. P. Ibrahim dibuatkan tempat pembakaran khusus oleh kaum paganisme.P. Ali Imron : 142.H. Cobaan adalah sunnatullah bagi kehidupan orang-orang beriman.P. at-Taubah : 24. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya : Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah. yang dikenal dengan Perang Khandaq (parit) atau Perang Ahzab (pasukan sekutu).J.P. P.J. H. J.H. Menurut riwayat dari Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir dan Abdurrazaq. pembunuhan.H. dan dijamin terkabul apa yang menjadi permohonannya (al-Hadits). Para Nabi juga mengalami ujian yang tidak kalah beratnya. H.. J.J. untuk membersihkan mereka supaya menjadi shafwatullah (pilihan Allah). N.H. K.N. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman. fitnah.. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.J.P. Ibnu Abas berkata : Ayat ini peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan ujian dan cobaan. dll.H.H.H. Yahudi Bani Quraizhah dan kabilah-kabilah Arab mengepung Madinah.P.K. doa seseorang ada kemungkinannya ditunda bahkan ditolak. kelaparan.J.H.H.J.J.N.J.K. . Dan musibah lain yang diakibatkan oleh sesuatu yang sengaja dipilih dan pahalanya lebih besar. penjara. konspirasi jahat.H.J.J.J.. J.J. kekurangan harta dan jiwa.

.. kafir yang memeranginya.H.J.K.P.....H......P.. K.H.. baik secara individu maupun secara kolektif..J. .H.... kemudian orang yang paling baik sesudahnya.H. K.N.H. P...P...H..H.H.H... “Akan datang suatu masa seorang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti memegang bara api.....K.. Jadi.H.. .... .Sebabnya.. berimanlah seluruh rakyat di negeri itu. Maka... Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum.N. “Tuan-tuan bisa membunuh saya hanya dengan anak panah ini. . .K...―...” (al-Hadits) df ..P..J. K..H..P.H. . .H.H..K. P...H.. P.P...K.H.” Semua orang menyebut nama Allah... .P.. .” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Anas bin Malik.J. K. : H... .J...K. .. nyawanya dikorbankan untuk mengIslam-kan mereka....H... dan anak itu terbunuh.H. yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya menjadi mangsa binatang buas.H.K. .J.K. Seorang anak yang berjiwa tauhid.H...H. K. maka sebelum melepaskan anak panah ke tubuh saya sebutlah nama Allah.. Nabi juga pernah menceritakan seorang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati raja yang zhalim.. Tuhan anak ini (bismillah wa rabbil ghulam). Ujian itu mengenai orang yang menapaki jalan iman.J. nafsu yang melawannya. tetapi pulang dengan selamat. .J. Berbicaralah dengan manusia sesuai kadar . hanya karena mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah saja. : .H. tetapi tetap pada pendiriannya.P. H. .. METODOLOGI DAKWAH .H. P. Akhirnya dia berkata. P..J.K.H. P...H... ...J.K..J.... P.J. (. “Orang mukmin itu senantiasa berada di antara lima ancaman berat : Mukmin yang mendengkinya..” (HR Ahmad).H.....H.P. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan) itu maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.H. .K. .K....P.K. “Orang yang paling berat cobaanya adalah para Nabi... Metodologi dakwah penting dibanding muatannya .K. . P.. munafiq yang membencinya.) Rasulullah pernah bersabda.H.......H. DEBAT OBYEKTIF-ARGUMENTATIF .P. .J. K.J.N..J..N.K..ᅭ . syetan yang menyesatkannya. K..H. dan barngsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya. .P... jalan menuju surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci (makarih) dan neraka itu diliputi oleh sesuatu yang membangkitakan nafsu syahwat.H.J..S..P. di dalam Makarim al-Akhlaq). BIJAKSANA ... ... .H..N..J. . ..P. kemudian orang yang paling baik sesudahnya. NASIHAT YANG BAIK .. K. pasti Dia menguji mereka...P...... Setelah itu ia disiksa dengan berbagai macam siksaan.H.

J. semoga ia ingat atau takut. yang lebih penting adalah memahami heteroginitas dan latar belakang serta kondisi riil bidang garapan dakwahnya (dirasah maidaniyah).K.P.K.H.. J.” (khaathibun naasa ‘alaa qadri ‘uquulihim). . : .. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. “Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka. P. Sehingga fitrah manusia terlindungi dari berbagai kontaminasi ideologi.H.H.H. P.H.H. J.. Oleh karenanya.K. .H. Metodologi berdakwah (uslubud da’wah) merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah. K. Sekalipun materi dakwah cukup baik.. H.P. menapaki jalan yang lurus. K. .H. sesungguhnya dia telah melampaui batas.. H. di samping seorang da’i membekali diri dengan stabilitas psikologis yang mantap dan ilmu yang luas. H.J. J. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami.. P.H. J. ..S. ³.) H.K.K. H.H.J.J.S. H.J.K.H. K.J.H. METODOLOGI DAKWAH . H. H.H.H. .H.P..J. H.N.K. P. .H.. acuan praktis metodologi dalam berdakwah..H. H.. sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. H.) 125 ( “Serulah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik.pikiran mereka BAB III .H. .H.J.H.K..H. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. P..H. .H. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir. Ayat diatas mengandung tuntunan.H.H. yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signifikan kepada mereka (bimaa yu-atstsiru fiihim wa yanja’u).H.J. .K.H.N.H. J.H.N..H. Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan kekafiran (zhulumatul kufri) agar mereka kembali kepada cahaya iman (nurul iman).H.H.J. Aku mendengar dan melihat.. dengan harapan bisa memberikan input sesuai dengan sasaran yang dituju.K.J.K..N. bukan dengan cara yang keras dan kasar (Lihat: Shafwatut Tafasir II : 148).³.H. disampaikan pada momentum yang tepat.H.H. J. J.H.N.P. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.K.H.J.H. tetapi mengabaikan metodologi yang benar mustahil akan mencapai target akhir dakwah yang diprogramkan. .H.J.. . halus dan lembut.H.N. 42 .H.H. H.H.K.J.H. Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah-lembut yang diperagakan oleh Musa dan Harun ketika mengajak raja Fir’aun ke jalan Islam. yaitu dienul haqq.N.H.K.J.K.J.” (QS Thaha : 42-46).. H.P.K.H.. P.H. ..H.H. Maksud ayat diatas adalah : Serulah manusia. .H..H.H.J.J.H. P.H. K.K.J. sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.H.H. . .K.K.K.H... P..H. . J..J.H. : . hai Muhammad.J.H.H.J. H. .H.. J. K. .J.H.H.H.” (QS an-Nahl : 125).46 ( “Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku. informasi yang selaras dengan kebutuhan fitrahnya. agama yang benar. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.K.H.K. kepada dinullah (agama Allah) dan syariat-Nya yang suci dengan uslub (gaya) yang bijaksana.

budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola sikap yang tidak Islami. Dalam melakukan tugas dakwah (wazhifatud da’wah) diajarkan oleh al-Qur’an menggunakan tiga metode Pertama, al-hikmah. Yaitu, dengan pendekatan yang bijaksana. Mengedepankan akal budi yang mulia, dada yang lapang (insyirahush shadri), hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain-lain. Dengan metodologi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri (magnet power) manusia menuju kepada inti (jauhar) ajaran Islam, yakni tauhidullah (mengesakan Allah). Hikmah terkadang dimaknai sebagian orang dengan filsafat. Padahal hikmah itu inti filsafat, lebih halus dari filsafat. Filsafat hanya dijangkau oleh orang yang terlatih kecerdasannya dan lebih tinggi cara berfikir dan berlogika. Sedangkan hikmah bisa dipahami oleh orang yang belum maju cara berfikirnya, namun tak bisa dibantah oleh orang yang wawasannya lebih luas. Hikmah tidak sebatas ucapan verbal, tetapi jelmaan dari tindakan dan sikap hidup. Kedua, al-mau’izhatul hasanah. Bermakna pengajaran atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan sebagai nasehat. Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua. Pertama, nasihat yang selalu berbicara, yaitu al-Qur’an; dan nasihat yang senantiasa diam, yakni kematian (al-maut). Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri. Nasihat orang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga sejak kecil – sebelum si anak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang lain – akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya, kelak di kemudian hari. Sebab, contoh beragama sejak usia dini akan membekas ketika kelak menjadi dewasa. Ketiga, jadilhum bil-latii hiya ahsan. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Kalau ditemukan bantahan dan tukar fikiran (polemik), maka perlu ditempuh jalan yang sebaik-baiknya. Membicarakan persoalan yang diperdebatkan dengan berfikir obyektif dan hati yang jernih. Menghindari ucapan yang menyakitkan dan melukai perasaannya. Tetapi ditunjukkan bukti-bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal fikiran dan perasaannya, sehingga mereka melihat hujjah (alasan) yang tak terbantahkan. “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (QS alAnkabut : 46). Yakni jangan menyeru Ahli Kitab kepada Islam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama kecuali dengan pendekatan yang baik seperti megajak merenungkan ayat-ayat Allah, dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan-alasan dan penjelasan-penjelasan-Nya (Lihat: Shafwatut Tafasir II, hal. 462). Imam Al-Fahkr mengatakan : Sesungguhnya orang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras, dengan mamatikan pemikirannya secara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap Islam. Adapun terhadap Ahli Kitab,

karena mereka beriman dengan turunnya kitab-kitab dan diutusnya para Rasul, mengakui kenabian Muhammad, maka berdebat dengan mereka dengan cara yang lebih santun dan sejuk kecuali orang-orang yang zhalim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah, dan pernyataan mereka tentang Trinitas, maka mereka harus diajak berdialog dan berdebat dengan pendekatan yang lebih jelek, mematahkan pendapat mereka dan mengungkap kejahilan mereka (Shafwatut Tafasir II, hal. 464). Ketiga metodologi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa. Karena dakwah itu ajakan dan seruan membawa manusia menuju jalan yang lurus (shiratal mustaqiim), bukan propaganda (di’ayah), sekalipun propaganda itu terkadang menjadi alat dakwah. Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan, sedangkan propaganda lebih cenderung memaksakan kehendak. Dakwah dengan cara paksaan akan melahirkan ketaatan semu (kemunafikan). Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh potensi dasar yang dimiliki, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Karena membangun komitmen dan kesadaran beragama itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak (QS al-Baqarah : 256). Kebenaran dan kesesatan itu telah jelas perbedaannya. Urusan memberi petunjuk dan menyesatkan seseorang adalah wewenang Allah semata. Seorang da’i sebatas penyampai pesan (muballigh), pembuka pintu hidayah, bukan pemutus perkara benar dan salah (hakim). Inilah pedoman, tuntunan dakwah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berdakwah di tengah-tengah berbagai aliran pemikiran, upaya peragu-raguan (tasykik), pembaratan (taghrib), peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri), usaha-usaha menjauhkan pemeluk Islam dari agamanya (tab’id), dan menawarkan kehidupan skuler (laa-diniyyah), memerlukan format dakwah yang lebih menarik, sesuai dengan tingkat kebutuhan sejarah dan zamannya. Dakwah dengan cara konvensional tentu tidak menarik di kalangan masyarakat modern, yang lebih maju cara berfikirnya. Tetapi kita harus yakin sesungguhnya setiap ajakan yang luhur pasti akan ada yang merespon (likulli da’watin mujiib). (........ .... .... .... ....) K.K.K..H. K.J.H. P.J.K. P.H.H. m.J.H. .H.H. N.H. J.H. “Siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi). Ketiga metodologi dakwah yang Qur’ani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan zaman dan pemikiran manusia, karena pada dasarnya metode dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, bantahan yang logis akan selalu memperoleh tempat yang layak di benak publik. df ...... ..... WAWASAN DA’I ...... ...... AL-QURA’NUL KARIM ...... ...... HADITS-HADITS NABI SAW ....... ...... SEJARAH HIDUP NABI SAW

....... ... – ....... ..... ........ MENGENAL MEDAN – SENI & BUDAYA ....... ... ILMU SEJARAH ..... ... ILMU JIWA – PSIKOLOGI ......... ... GEOGRAFI – ILMU BUMI ..... ... ILMU AKHLAQ ....... ... SOSIOLOGI – ILMU KEMASYARAKATAN ....... ... ILMU POLITIK ..... ... BAHASA DAERAH – LOKAL ...... ...... ... ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAB IV ...... ..... WAWASAN SEORANG DA’I Ada ungkapan yang mengatakan : .J.K.J.P. H. K.J.N... P.K..H. Yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu. Seorang da’i yang lemah spirit dan kurang wawasannya, disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya, lebih berat lagi memberikan pencerahan pada tataran obyek dakwah (mad’u). Seorang da’i/da’iyah yang adalah diterjunkan untuk manusia (ukhrijat linnas), maka ia dituntut memiliki bekal ilmu (zaadul ilmi) yang membantunya dalam memahami seluk-beluk, karakter dasar manusia dari masa ke masa. “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.” (al-Hadits). Orang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita, tergantung kepada strategi pencitraan kita. Jika kita berhasil meyakinkan orang dengan citra diri kita, maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa. Inilah kendala yang terbesar dalam dakwah. Jika kita meneliti semua referensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang dijadikan fokus perhatian dalam garapan dakwah adalah da’i itu sendiri, bukan massa yang akan direkrutnya. Kepribadian da’i memiliki magnit (daya tarik) dan atsarun fa’aal (pengaruh yang signifikan) dalam mempengaruhi orang lain. Dukungan vertikal dan horizontal (akar rumput) kepada da’i tergantung kualitas hubungan (ittishal) da’i kepada keduanya. Jika kita dekat kepada Allah, Dia akan menolong kita dan meneguhkan langkah-langkah kita. Demikian pula jika kita berhasil menanamkan kebaikan, birr, ma’ruf di benak publik, mereka akan mendukung kita minimal lewat do’anya. “Sesungguhnya kalian ditolong oleh orang-orang lemah diantara kamu” (al-Hadits). Orang tidak sekedar melihat idealisme kita, tetapi sejauhmana kualitas cara-cara kerja Islam kita (amal

sehingga berhasil meredam gejolak itu dengan sukses. Seorang da’i harus mengetahui secara global sumber ilmu sejarah. Mengapa suatu bangsa itu maju berkembang. Wawasan Abu Bakar tentang etnologi (ilmu etnis) suku-suku Arab itu yang mendukungnya. Minangkabau. pendidikan mereka. Seperti perumpamaan kita sekarang. Banjar. memahami sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya yang utama (Abu Bakar. Semuanya mengetahui bahwa sahabat senior yang menemani Nabi di Gua Tsur itu memahami secara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab. diplomasi dan gertak sambal. yaitu al-Quran dan al Hadits.Islami) kita dalam realitas kehidupan. sehingga beberapa orang daerah yang jauh menyatakan lepas dari komando pusat pemerintahan. Ilmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan obyek dakwah (mad’u). Setelah dua hari mengadakan rapat secara maraton. dll. Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala (tribulasi) yang ditemukan di medan dakwah. yaitu Musailamah al-Kadzdzab. al-Quran. Abu Bakar tidak sekedar hafal nama-nama mereka. Kedua. Sajjah binti al-Harits dan Malik bin Nuwairah. Ini dalam dakwah dikenal dengan ilmu etnologi. mengetahui sejarah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk dijadikan contoh (lit-ta’assi). akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al-Quran. Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pemberontakan itu. Orang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka. Bugis. Ketiga. para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau (khalifah). al-Aswad al-‘Ansi. dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum). mengetahui sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. adalah generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in. Menurut Muhammad Abduh. Seorang da’i dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa. tetapi memahami perbedaan perangai mereka secara mendetail. Dari mana munculnya kerusakan akhlaq. Ia harus faqih terhadap buku induk dakwah. sekalipun Umar bin al-Khaththab yang dikenal pemberani itu masih majumundur. Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa. adat istiadat yang mengotori kecerdasan berfikir setiap bangsa. Ilmu Ethnologi. Ilmu Sejarah. Jika fuqaha’ tidak ada maka kita mencontoh ulama’ ‘amilun (para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syari’at). Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu. Umar. ada 11 bidang ilmu pengetahuan (tsaqafah) yang perlu dikuasai oleh seorang da’i dalam melaksanakan tugas dakwah. Utsman. ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima. Sunda. pengalaman. Kemudian. mengetahui watak orang Batak. Ketika timbul pemberontakan di mana-mana. kemudian . Pertama. Jawa. setelah itu para fuqaha’. Disini mencakup iklim. kebiasaan. al-Hadits & Sirah Nabi. Ketika Rasulullah meninggal. Setelah para sahabat meninggal. dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal Rasulullah. tetapi pada akhirnya semua golongan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash-Shiddiq itu. dalam Tafsir al-Manaar.

Dengan mengetahui heterogenitas obyek dakwah.” Kelima. bagaimana tabiat dan iklimnya. Sebab ia mengkaji dan menyelidiki sebab-sebab kemajuan dan kemunduran suatu bangsa. Imam Syafi’i berubah fatwanya setelah pindah dari Baghdad ke Mesir. Ketujuh. tetapi tidak dibarengi dengan akhlaq yang baik. beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim (fatwa lama) dan Qaul Jadid (fatwa baru). Keteladan da’i lebih banyak menolong keberhasilannya dari pada wawasannya. keadaan di Irak berbeda dengan kondisi di Mesir. meminjam pepatah Bahasa Indonesia. sehingga fatwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru. Keenam. dan jatuh karena mengabaikan nilai . Ilmu akhlaq ini mengupas tentang perbuatan yang tercela dan terpuji. Ilmu ini penting untuk menghadapi kondisi kejiwaan seseorang atau kelompok. Tetapi akhlaq ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan. Da’i harus lebih baik dari pada mud’unya. Sekalipun ilmu seorang da’i sundhul langit (setinggi langit). Ilmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis. kemudian layu sebelum berbuah. karena perbedaan kondisi secara keseluruhan kedua negeri itu. Sebab. Ilmu Sosiologi. padang pasir. pendapat umum (public’s opinion) mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak boleh salah. Ia harus mengetahui secara garis besar tata kota medan dakwah yang akan diterjuni. Seorang da’i akan merintis dakwah di lokasi tertentu. adat istiadat. Ada yang mengatakan bahwa sejarah itu akan berulang. Sekali lancung ke ujian. mengapa masyarakat berkembang. Banyak da’i yang gagal karena persoalan budi pekerti. sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan menjadi garapan dan lahan dakwanya. Ilmu Akhlaq. Ia mungkin wawasannya luas. Al-Qur’an sering mengungkapkan sejarah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita. Pengaruh sungai. tetapi belum tentu mengetahui kondisi pendengarnya. ilmu itu akan menjadi bumerang baginya (hujjatun ‘alaihi). “Ceramailah manusia sesuai dengan kadar pemikirannya. Ilmu sosiologi berkaitan erat dengan ilmu sejarah dan akhlaq. Orang-orang dahulu bisa jaya karena komitmen dengan nilai-nilai moral. bijaksana. seorang da’i akan menyampaikan misi dan visinya dengan tepat. Yakni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang. Itulah sebabnya dikatakan. Seorang professor di Perguruan Tinggi belum tentu berhasil mengajar orang yang buta budaya dan buta aksara. Sebab. mengetahui mana sungai dan pegunungannya. Oleh karena itu. Ilmu Bumi. Keempat. Ilmu Jiwa. bahkan bersumber dari keduanya.tenggelam ditelan oleh zaman. timbul tenggelamnya masyarakat dari masa nomaden (badawi) sampai menjadi masyarakat yang berbudaya (madani). Seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain hanya menonjolkan ilmu tanpa mendalami kejiwaannya akan menemui kegagalan. Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri (futuhatul bilad). selamanya orang tidak akan percaya lagi.

bangsa. Jika persoalan ini tidak dikuasai bisa saja ia menjadi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena persoalan yang tidak prinsip. Kedelapan. bisa jadi menjadi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka. Orang Arab mengatakan. Da’i tidak sekedar pemimpin ummat Islam. tetapi orang yang berbeda dengan kita juga merupakan lahan dakwah yang strategis. Sehingga hanya persoalan sepele menjadi problem yang serius. Lughatul Qaum (bahasa obyek dakwah). aliran. Menguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk jiwa yang mempunyai bahasa tersebut. Kesebelas. Bapak sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. Sesuai dengan karakteristik Islam yang kaffatan lin-nas dan rahmatan lil-’alamin. “Barangsiapa yang mengetahui bahasa kaum. Dengan bekal ilmu tersebut seorang da’i akan luas pergaulannya.idealisme itu. niscaya ia terlepas dari makar-nya. Rasulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab. Kesembilan. Ilmu Muqaranatu al-Adyan (illmu perbandingan agama). Pengetahuan akan seni dan budaya obyek dakwah akan membekali seorang da’i untuk tidak bersikap isti’jal (gegabah) dalam menentukan hukum seni dan budaya. Mengetahui pokok-pokok perbedaan agama-agama di dunia ini penting. Kehadirannya diterima oleh semua unsur dan golongan di masyarakat. Syekh Abdul Qadir al-Jailani bisa menaklukkan hati penduduk yang mayoritas bromocorah karena keluasan ilmunya. tetapi pemandu manusia semuanya menuju jalan yang diridhai oleh Allah. akan menjadi korban politik dari para politikus. da’i itu akan sukses bergaul tidak saja di masyarakat homogen. Dalam Islam dikenal dengan fase Makiyah dan fase Madaniyah. Ilmu Kesenian dan Kebudayaan. Ilmu siyasah (politik) ini penting dikuasai seorang dai. setelah beliau memimpin proyek renovasi Ka’bah karena serangan banjir. Ia akhirnya mempunyai sikap politik terhadap sistem pemerintahan yang ada. Akhirnya. Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan da’i dalam melaksanakan tugas di medan dakwah. tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heterogen dan pluralistik. tidak eksklusif. Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lancar. . Ketidaktahuan da’i dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat secara mendalam. Jika da’i buta politik. karena sejak masa pemudanya mereka memberikan gelar kehormatan kepadanya al-Amin (dapat dipercaya).” Kesepuluh. Islam itu tidak dimonopoli satu madzhab dan satu ummat saja. Oleh karena itu materi dakwah yang disampaikan Rasulullah di Makkah berbeda dengan di Madinah. maka seorang da’i harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi oleh Islam untuk mengajak ke semua lapisan etnis. suku. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab dengan jelas dan tuntas. Ilmu Politik. agar wawasan da’i itu berkembang. Bagaimanapun ‘alimnya seseorang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan orang yang bisu. untuk mengetahui di zaman apa dia hidup.

N..J.H..N. H..N..J.... Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...H...J... H. IBADAH .K... H... ... .....H. J..P..K...H..K..Tunjukilah kami jalan yang lurus..H...N.H..K.S...... ..H. K.K...P....K P...P. K...... ...........H..K.J.H.K.J.. H.. – .. – . Kawasan yang Islami . .N. K.. Prinsip Jamaah $ . K.. .. .H.J.. K.J....K.H...K. .H.. ...J..J.. H. K.H. K... K..N.H. H..H..J.K..J....H.H.J..H. H.... Wallahu a’lam bish-shawab.....H.K... .K..H. H. .. AQIDAH .K.. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...... P.. . SISTEM KEHIDUPAN . K.... ....J. df $ PAKET VI .... . ...J...J...J..J... K... . .J... Umat – Penduduk – Prajurit yang patuh ..J..J.J.... – ..... .K..Jawaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka.J.. S.J...N.H.....S.....K. . Kepemimpinan .. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau .. PRINSIP IMAMAH & JAMA’AH BAB I . Tuhan semesta alam.H. Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami mohon pertolongan.S. Segala puji bagi Allah.. J....J. Syari’ah – Aturan main ..N. PRINSIP JAMAAH Surat al-Fatihah ayat 1-7 .H. .. K.H..J.J. P. . .H. . Yang menguasai hari pembalasan.J..J.

Dan asas berjalan menuju Allah (thariq ilallah). Tema utama al-Qur’an berkisar pada masalah aqidah. dan segenap orang shalih. yang berhak dipuji. ar-rahmanir-rahim. inhiraf. dan shiraatha al-ladziina an’amta ‘alaihim ghairi al-maghdhuubi ‘alaihim wa laadh-dhaallin. diwujudkan dengan melaksanakan kewajiban. lalu ibadah dan selanjutnya minhaj hayah. Bertolak dari sini. Dalam surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut tema aqidah. shiddiqin. teladan jahat orangorang sesat. al-Qur’an mengajak kepada aqidah. ibadah. yaitu iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Dzat yang khusus itu diajak dialog dengan sifat-sifat terpuji dengan menyebut iyyaka ‘hanya kepada-Mu’ lah. meminta pertolongan. Kata ganti iyyaka dikedepankan atas kerja. memperbesar peluang adanya pengabulan (ijabah).” Makna umum surat al-Fatihah Jika al-Fatihah adalah pembuka kitab al-Qur’an (fatihatul Kitab). Dalam ajaran Islam. Surat ini juga memperkenalkan Allah dan sifat rububiyah-Nya sekaligus menunjukkan posisi kita. serta penyifatan diri-Nya dengan sifat-sifat yang agung. maka semua itu mengharuskan untuk beramal. Tema ibadah didahulukan atas isti’anah (memint tolong) karena mendahulukan wasilah (ibadah) sebelum masuk wilayah isti’anah. fi’il. Ihdina adalah penjelasan dari permintaan ma’unah (pertolongan). Seakan-akan . syuhada’.anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. meminta hidayah agar selalu di atas jalan lurus. Selanjutnya yang kedua. Asas aqidah adalah iman kepada Allah (rabbul ‘alamin) dan hari akhir (maaliki yaumi ad-diin). yaitu al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. wahai Pemilik segala sifat mulia. tentunya memberi konotasi hanya itu. Allah adalah pemilik segala urusan yang agung. yaitu beribadah kepada-Nya. ini kami menyembah dan meminta pertolongan. Dalam al-Fatihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang secara berurutan sekaligus. rahmat. Inti ajaran Islam itu adalah ma’rifatullah. Al-Fatihah juga secara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pendidik alam) dan Malik (pemilik). Kemudian asas ibadah adalah (iyyaka na’budu). Serta ketiga. dimintai pertolongan dalam segala persoalan. Surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut Dzat yang berhak menerima pujian. beribadah kepada-Nya. tema aqidah bukan semata-mata konsumsi otak. Pertama. adalah teladan yang baik yang telah dicontohkan para Nabi. berbekas. al-Mu’in (penolong) dan alHadi (pemberi hidayah). bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat. Poros gerak ibadah itu ialah memuji Allah al-hamdulillah. bertemakan ibadah. Kata isti’anah mencakup seluruh bentuk pertolongan yang diinginkan Allah. yaitu ihdina ash-shiraathaa al-mustaqim. itu berarti segala kandungan dan makna al-Qur’an telah terangkum di dalamnya. maaliki yaumid-diin. tetapi harus melahirkan hasil. hisab. surat al-Fatihah dimulai dengan pujian kemudian mengajarkan ibadah. Ketika mengenal Allah memiliki sifat rububiyah. mempunyai tema manhaj hayah. dan manhaj hayah ‘sistem kehidupan’. meminta pertolongan dan memohon agar konsisten berjalan di atas sistem yang digariskan-Nya. ditaati.

H.m .H... 158 ( “Dan mereka adakan (hubungan) keturunan antara Allah dan antara jin.ᅭ .K. Realisasi dari permohonan itu bisa didapatkan dengan ibadah.. .―.H.” (QS ash-Shaffat : 158). .J. yaitu jalan yang lurus.H.H.. para syuhada dan orang-orang shalih..K.) .H. H. H..S H.J..H.N.. df BAB II MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT ALFATIHAH Kalau pada surat-surat sebelumnya. J. : .. Ma’rifah yang tidak berorientasi pada penujuan segala pujian kepada Allah adalah ma’rifah yang pincang. Al-Fatihah menyebutkan dengan ungkapan jama’. maka pada surat Al-Fatihah ini Allah mengenalkan diri-Nya dengan jelas. Jalan orang yang diberi nikmat dan jalan yang dimurkahi Allah dan tersesat.H.H. P.H .P.J.J. “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” serta “ihdina ash-shirath al-mustaqim”.J..³.. K... Jalan yang lurus mustahil dapat terwujud tanpa pertolongan Allah.. Tiada ibadah tanpa ma’rifah..J.H.H.K... .. Allah mengenalkan diri-Nya dengan “Rabb”.J.P.S.―.J.H.J... ini menegaskan prinsip seorang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah kaum muslimin dan bahwa tarbiyah Islamiyah dan dakwah Islamiyah (pada surat alMuddatsir) harus berbentuk tarbiyah jama’iyah. 40 ( “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat.P..J.. J. .H.K.H.H. Dan surat al-Fatihah ini menjelaskan dua jalan.H. yang terdiri dari golongan Nabi. shiddiqin.H. Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan Jin.HH. Allah telah menjelaskan orangorang yang telah diberi nikmat..H.J. Jika merasakan goncangan membaca iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Bila seorang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah.K.H..K.manusia meminta hakikat pertolongan yang diinginkannya.S.K.P.N.H.i .H..N.H. mengenalkan sifat dan perbuatan-Nya.H. H.i ).K.H.H.P..H..J.J.H. : . H.H..: “Maka mereka itu akan tinggal bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.N (69 .) . ...H. Allah disini meluruskan “Allah” yang diyakini masyarakat Jahiliyah.K.H.³.K.” (QS an-Nisa’ :69).J.H. Nama Allah telah mencakup nama Dzat-Nya dan perbuatan-Nya.K. K. .” (QS alIsra’ : 40).J.H. Mereka juga beranggapan bahwa Allah memiliki anak-anak wanita. yaitu “Allah”.K.K.N..H.J...J .H.K.

Masyarakat Islami tidak sekedar komunitas yang menamakan dirinya Islam sedangkan syariat Islam tidak merupakan hukum di dalamnya. N.. juga perlu diwujudkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan (al-qaryah).K.K.: 84 ( . Pada surat al-Fatihah ini Allah secara jelas mendelegasikan sebagian tugas-Nya kepada manusia sebagai wakil-Nya untuk mengelola alam raya (rabbul ‘alamin).. dan keamanan. . Karena yang ditekankan al-Qur’an bahwa disamping manusia tercelup (tershibghah) dengan al-Qur’an (ahl).K.P. Jika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang nota-bene milik-Nya..H... Kebalikannya adalah masyarakat jahili. berpuasa..H.H.K .H.P.K .N.K. ekonomi. .P. .K .K.” (QS az-Zumar : 3).. adalah bentuk lain masyarakat jahili.J.P. J.K.P.P.P. H.K ..H.H.. Inilah yang disebut dengan lingkungan yang Islami (al-bi’ah al-Islamiyah).J. sosial. Bismillahirahmanirrahim. Sehingga bumi ini dihuni oleh hamba yang menjadikan Allah sebagai Tuhan.H.P..H.J.J.H.S. Aspek sosial.J. J.K.J.K..N. sekalipun secara ritual disembah secara rutin. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang melaksanakan Islam. Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhalifahan ini.H . .) . K. . politik. manusia sebagai hasil tarbiyah dan da’wah diarahkan oleh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan-pesan langit pada realitas kehidupan. zakat dan melakukan ibadah haji.H. 3( “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Bukan pula yang menciptakan suatu jenis Islam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah Yang Maha Suci dan diterjemahkan oleh sunnah Nabi.. H.. Masyarakat jahili adalah masyarakat yang menjadikan Allah tidak berdaulat di bumi.. secara syariat dan sistem.J. (40 ) .H.N. Jadi posisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama (asma) dan sifat (simah) Allah.J. pertahanan.N.H.. secara aqidah dan ibadah.J. sekalipun ia shalat.. : .P.. H.K.. budaya.H ..H.K. ). ..H.Mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi langsung kepada-Nya sehingga para malaikat dan berhala-berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah.J. K. secara budi pekerti dan tingkah laku.

N .K.H. Pertama.” (QS Yusuf : 40).H.J.l .S.H.P.K.P. teritorial yang kondusif (al-bi’ah. Kedua.).N. df BAB III UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ISLAMI Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami.N.: P..K...P...H..J.J “Bukankah bumi Allah itu luas. Ia telah memerintahkan kepada kamu agar jangan menyembah orang lain selain Ia sendiri.P..H. .K..P.HH. .... .KJ. ahl)..J .P.J..” (QS Ali Imran : 104). dan mencegah dari yang munkar.” (QS an-Nisa’ : 97).K .: (97 . .. .K.H.H.ᅭ H.m .P.J. .³ .H.P.J.H..K .KH.. al-qura). menyuruh kepada yang ma’ruf. .H. ).” (QS az-Zukhruf : 84) K.H.: .P.J.P.P..P .K. Itulah agam yang lurus. wilayah.P .J.J ..H.. “Hendaklah diantara kamu segolongan yang mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran. .H. kawasan.. ummat (al-ummah.H .J. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung terlaksananya ajaran Islam...P. N.N K.. kemudian kalian berhijrah di dalamnya. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.J.J.J.S.. . .” (QS Ali Imran : 110) (143 (18 (105 .“Dialah (Allah) yang menjadi Tuhan di langit dan bumi.H “Hukum itu hanyalah kepnyaan Tuhan.

J. .K.J.J P.H. . ..P . .K .K.KH..J.J. umat yang adil dan pilihan.³ “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan (umat Islam).. .K.P. .P.H.K.H.K..H.N..H.K .: .. aturan)..J.m (110 P.J .H.P....H.³..H.J. .)..P.H.H.J...J. .J.HN.J. .H.K.H.H.K .H.J.H.H. syariat (asy-syari’ah.J.H. .K..K..H...J.K .J.H.J.P.P. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu.H . .J. .H.P.P..(104 .J..H.NJ.H.H.K.H.H.H. )....K ).K.H.K.J ..H.. .” (QS al-Baqarah : 143) Ketiga..H. ..K.H.: P..H “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama).H..P.” (QS al-Jatsiyah : 18) .J.H..H.K.S .H .H.J.H.H.....J. .” (QS an-Nisa’ : 105) . maka ikutilah dia.K.H..J.P).H.H..H..H. .J.P.H.J.K.J.K.K.: N.H.J.HJ.JN.H.J.P .K.: .JH..P.J.J...J.H.J.J. .J.H.H “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.J.NH.J.H.H.HH.P..H.N.H .m.H. .H.

J.H.K. Struktur yang baik dan berfungsi secara benar akan mewujudkan kultur masyarakat yang baik.H.P. dilakukan secara kolektif merupakan media yang fashih untuk perbaikan masyarakat secara keseluruhan.K. J.J. J.K. .H. H. Keduanya harus sama-sama diprioritaskan. .H. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. . munafik.J.J. Diawali dari kepemimpinan yang bersifat mikro (al-imamah ash-shughra).K. Ini adalah kebutuhan primer kemanusian (dharurah basyariyah). kepemimpinan (al-imamah).K.H. Suami adalah qawwam (pemimpin) dan anggota keluarga adalah sebagai makmumnya.N.H..N. akan masuk pada perangkap sekulerisme. dipandu.H. dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka.H.J..H.H.H. J. J.N..) .” (QS alAn’am : 165).K.H..P..J.P. H. chaos (fitnah). H.J.H.H.J.K.. H.P. K.P.J. P.H.H. Dalam intitusi masyarakat yang paling kecil. J..³. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.J. Ummat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikelola.P.H.H. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.J..K. H. J.J.Keempat.H.H. jika pola kepemimpinan di dalamnya tidak berfungsi dengan baik.J.K. . Menegakkan qadha’ syar’i dan qadha’ kauni adalah amanah dan taklif (tugas) kekhalifahan dari Allah...P. dan tuntutan keagamaan (hajah syar’iyah).H.H.H.N. menuju kepemimpinan yang bersifat makro (al-imamah al-kubra).J. K.J.H.. H..P.N. H. Salah dalam penempatan struktur ini akan terjadi fitnah (chaos). H. J.H.H. J.K..P. Untuk membumikan amanah kekhalifahan.K.J.K.H.K.H.N.P.H. Tugas Kepemimpinan Islam a) Memakmurkan (i’mara) dan mengatur urusan keduniaan (siyasatud dunya) b) Melaksanakan syariat.H.P.N.. J. J. maka tugas penegakan nilai-nilai Islami dalam keluarga akan mengalami hambatan. H. J. Jika keduanya dipisahkan.J.K. . Allah telah membuat model struktur yang Islami..S.J. tapi di luar masjid melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi doanya. P. Jika tidak dilaksanakan akan terjadi kekacauan.H. : .P.P.K.. : . J.H. .K.K.H. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. bertugas mewujudkan kerajaan Allah (mulkiyatullah) di bumi secara efektif dan efisien.J. J. Kepemimpinan mikro seharusnya melahirkan kepemimpian makro.H..P.H.K..J.J. Di dalamnya akan dihuni oleh manusia hipokrit (split personality).H..” (QS an-Nuur : 55)..H. Dengan kultur yang baik. N.P.H. Amanah kekhalifahan ini dijelaskan dalam firman Allah : . Manusia yang rajin beribadah mahdhah.³. P.H.J.H.. .J. dan diarahkan oleh sebuah kepemimpinan.S. K. Tidak boleh dipisahkan.H.H.) K.H.. memelihara agama (hirasatud din) Dua tugas yang bersifat keagamaan (diniyah) dan sekaligus keduniaan (dunyawiyah). 165 ( “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.K.

Musyawarah . Agama rakyat tergantung kepada kualitas keagamaan rajanya. KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM ..N.H...... Perubahan moralitas bangsa berbanding lurus dengan kesiapan untuk berubah (menuju kebaikan) di kalangan elit..K.H..K.K. ... .H... di belakang imam adalah orang yang pandai (ulin nuha).H..H.P.N... P.K..N.... Disini harus diisi oleh orang yang ‘alim pada bidangnya masing.. .. .. .. df ALLAH SWT Al-Qur’an RASULULLAH SAW As-Sunnah ULIL AMRI – ULAMA’ – AHLUL HALLI WAL ‘AQDI Ad-Dustur – Al-Qanun DIWAN AL-‘IMARAH Dewan Tanfidziyah – Dewan Pelaksana SIYASATUD DUN-YA WA HIRASATUD DIEN Mengelola Dunia & Memelihara Agama AL-UMMAH Masyarakat .......J. . ....J... Ibnu Khaldun mengatakan : K.K....H. Menjadi rakyat tanpa melalui seleksi.......K.... K. .... ....J. K..H.J.... . Melaksanakan hukum Allah ..J. . K. tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk dijadikan wasit (penengah).P... K... . ...K. . ... Jika sewaktuwaktu imam batal karena udzur syar’i... Jika dalam sebuah kelompok seseorang memiliki kualitas yang lebih..K. Sebaliknya seorang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan oleh sebuah komunitas tertentu. maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya.K. Menaati ulil amri ..P....P... Ukhuwah sesama muslim . P. .Orang-orang yang mendampingi ulil amri adalah orang yang ahli dalam memilah-memilih persoalan dan mencarikan solusinya.H..... ......J. karena kita otomatis menjadi rakyat. ... K. Ada ungkapan yang mengatakan : K. .... .. Mengembalikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri .J. Seperti dalam struktur shalat jama’ah..P...

. . ‘menegakkan amanah kekhalifahan untuk mengelola dunia dan menjaga agama’.. shiddiqun..... ... ‘al-manhaj ar-rabbani yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasul’. Beraktifitas dengan penuh keikhlasan . Rabbul ‘alamin dan Maliki yaumiddin.. didukung oleh ummat yang taat (al-jundiyah al-muthi’ah... Shirat al-mustaqim..... ... dengan aturan main dari al-Qur’an.. .. .. ..... untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi..... ... Terbangunnya struktur kekuatan mengantisipasi ancaman KULTUR MASYARAKAT AL-FATIHAH . Menghindari kesesatan .... Membuat perjanjian mengatur antara muslim & non-muslim .... .... Bersifat universal .. . Mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT . . ........... al-bi’ah).. Membawa nama Allah – Harus yang terbaik BAB IV PAKET AL-FATIHAH Mayarakat Islami adalah komunitas yang tergambar dalam sebuah kawasan (al-qura.. Mengharap bantuan hanya dari Allah SWT . dipandu oleh kepemimpinan (al-qiyadah...... ..... Berorientasi pada akhirat ... shalihun diatas manhaj rabbani’..... Al-magdhub ‘alaihim dan adh-dhaallin..... .... ‘para Nabi. .. Menebarkan kasih sayang ......... Menghindari murka Allah SWT .. Bismillah. .. Meneladani figur publik yang baik ..... . agar rahmat Islam menyebar kepada semua yang berhak (kaffatan linnaasi wa rahmatan lil ‘alamin)...... .... ‘diatas manhaj jahili’..... syuhada’... An’amta ‘alaihim....... al-imamah).... ahlu)......... .. ‘dengan membawa nama Allah’.. Berpedoman pada Manhaj Islami . ..Saling menasihati dengan kebenaran & kesabaran .. .. ...

Ghoiril maghdhubi ‘alaihim – Menjauhi murka Allah Wala adh-Dhaallin – Menjauhi kesesatan. ‘al-ibadah. ‘dengan asma Allah’. 8. 2. Terbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman (i’dadul quwwah) (QS al-Anfal :60) Kultur (budaya) masyarakat Al-Fatihah Bismillah – Membawa nama Allah. 6. ‘ketulusan niat’. menuju Allah). ‘petunjuk. Shirat almustaqim. Iyyaka na’budu. berada pada manhaj jahili. 5. billah. ‘Hari kiamat. pembalasan’. dengan cara Allah. Bermusyawarah dalam memecahkan persoalan (asy-syura fii al-umur) (QS asy-Syura : 38). Otoritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah (al-hukmu bima anzalallaahu) (QS al-Maidah : 49). Yaumuddin. Ar-Rahman. meningkatkan kualitasnya’. bimbingan’. arahan. ‘mohon pertolongan Allah’. syuhada’. Nabi. ‘merawat. Malik. Nasrani. Iyyaka nasta’in – Mengharap bantuan Allah. Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar (at-tawashi bil haqqi wa bi ash-shabr) (QS al-‘Ashr : 3) 7. minallah. Membuat perjanjian yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim (al-mu’ahadah bainal muslimin wal kuffar) (QS al-Fath : 29. alMaidah : 54). Ghoir al-maghdhubi ‘alaihim wa laa adh-dhaallin. al-Hadits atau al-Manhaj al-Islami’. Ar-Rahim. mendidik. Otoritas kekuasaan Ulil Amri dari orang-orang beriman (tha’atu ulil amri). yakni al-Islam. Shiratha alladzina an’amta ‘alaihim – Meneladani orang-orang yang baik. Wallahu a’lam bish-shawab. Al-hamdulillah. shalihin. Maliki yaumiddin – Berorientasi pada akhirat. dituntut beramal yang memiliki kualitas excellent. ‘kasih kepada seluruh makhluq’.’ Karakteristik masyarakat Islami 1. Rabbul ‘alamin – Bersifat universal. Ihdinash shirat al-mustaqim. ‘hak menghalalkan dan mengharamkan’. al-Qur’an. df . ‘jalan yang lurus. 3. ilallah (dari Allah. Rabb. tidak ada penyimpangan syubhat dan syahwat di dalamya. ‘sayang kepada orang-orang mukmin’. 4. semua aktifitas lahir dan batin yang diridhai dan dicintai Allah’. Ihdinash shirathal mustaqim – Berpedoman pada manhaj ilahi. (QS an-Nisaa’ : 59). ‘Yahudi. Terjalinnya ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim (al-ukhuwwatu bainal muslimin) (QS al-Hujurat : 15). Iyyaka na’budu – Mengabdikan diri hanya kepada Allah. Iyyaka nasta’in. shiddiqun. Shirat alladzina an’amta ‘alaihim.Tafsir al-Fatihah Bismillah. mengembangkan. Lembaga kepemimpinan memutuskan masalah kontroversial (raddul ikhtilaf ilaa ulil amri) (QS an-Nisa’ : 83). berada pada manhaj Islami’. Ar-Rahman ar-Rahim – Menebarkan rahmat dan kasih sayang. Al-hamdulillah – Beraktifitas dengan penuh keikhlasan.

politikus.. dll.. Adab Thalibil ‘Ilmi... Jeddah. Muhammad Ali. Beirut. Gresik. . intelijen. Al-Ghazali. .... mu’tamar. Sosialisai & pembekalan ilmu. Darul Kutub Al Islamiyah. wawasan (al-i’laam. Ahjad... Memulai program surat pendidik. Syekh Muhammad.. kepada kekuasaan yang ada adh-Dhuha dan kelengkapan ulama. Jakarta.. . . Ustadz Najih.. mengatur kinerja (tansiq dakwah (minat tazkiyah ila al-Ishlahul hukumah (memperbaiki al-amal). At-Tibyan Fi Al-Ahkam Al-‘Amaliyah... tazwidul ‘ulum wa atstsaqafah) Tabligh (at-tabligh) Dari kebodohan menuju ma’rifat (minal jahalati ila al-ma’rifah) Al-‘Alaq Ishlahun nafsi (memperbaiki diri) Pembekalan Manhaj Qurani At-ta’lim (pengajaran) Dari ma’rifat menuju Fikrah Qur’ani Al-Qolam (tarbiyah Qur’aniyah) (minal ma’rifah ila alfikrah al-Qur’ani) Ishlahu al-bait (memperbaiki rumah tangga) Menggerakkan ibadah secara Pembentukan (screening) kader Dari fikrah menuju pemberdayaan Al Muzzamil istiqomah (at-tahridh ‘ala (takwinur rijal) ruhani (minal fikrah ila at-tarbiyah arIrsyadul mujtama’ (membimbing al-‘ibadah al-mustamirrah) ruhiyah) ummat).... sehingga kelak menegara. Darul Fikr...SINOPSIS TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN DALAM GERAKAN Tujuan Perubahan Tahapan Perubahan Langkah Perubahan Nama Surat . zu’ama (menjadi anggota legislatif) infra strukturnya.. Dari gerakan dakwah menuju Al Fatihah dalam segala aspeknya (tanfidzu munculnya ahli pada bidang masyarakat Islami (min al-harakati ila Iqomatu ad-daulah (menegakkan al-hayat al-Islamiyah fi nawaahi masing-masing. Ponpes Maskumambang. .. evaluasi gerakan harakah) pemerintahan yang ada) (riqobat al-‘amal). . Pelaksanaan kehidupan Islami Pelaksanaan (tanfidz). Dar Nurul Maktabah. . . al-mujtama’ al-Islami). Jaddid Hayatak.... Ahmad Karzun... ‘Aqidatu Al-Muslim. Syekh Muhammad. Tanpa tahun. DAFTAR PUSTAKA Ash-Shabuni...... lewat syura. sab-han thawilan Merapikan shaf (tauhid ash-Penataan (tanzhim) Dari tazkiyah menuju harakah AlMuddatsir shaff). Al-Maktabah Al-Faishaliyah... Dr.. Shafwatut Tafasir.. Al-Ghazali. ekonom... intervensi kerajaan Allah di bumi) al-hayat). Anis.

Hal Satasquthu Amrika Kama Saqathat As Suviyeti. Darul Fikr. Rabbani Press. Dr. Mukhtashar Tafsir ath-Thabari. Dr. df . Qardhawi. Bulan Bintang. Rabbani Press. Ma’alim Fi Ath-Thariq. Maktabah Dahlan. Beirut. Moralitas Al-Quran Solusi Atas Segala Persoalan Umat Manusia. Dr. Team Penulis. Beirut. Bin Hasan bin ‘Aqil bin ‘Aqil Syarif. Minhajul Muslim. Maktabah Wahbah. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Tafsir Al-Mishbah. Muhammad Quraish. Beirut. Al-Jazairi. Oktober 2003.Al-Jazairi. Shalih Tak Berdayaguna. Islam Dalam Berbagai Dimensi. Al-Qardhawi. HAMKA. Jakarta. Syekh Abu Bakar Jabir. Sayyid. Muhammad. Lc. Quthub. Marwan bin Nuruddin. Dr. Gema Insani Press. Darul Fikr. Darul Fikr. Harun. Al-Qaththan. Kairo. Al-Qardhawi. Libanon. Solo. Membongkar Jahiliah Meraih Sukses Berdakwah. Beirut. Syekh Abu Bakar Jabir. Rabbani Press. Jakarta. Jakarta. Robbani Press. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme. Dr. Fathurrahman Li Thalibi Ayat Al-Qur’an. Libanon Tahmid. Yusuf. Jakarta. Indonesia. Isa Al-Babi Al-Halabi wa syirkaahu. Darul Fikr. Sayid. Beirut. Yusuf. Al-Mubasysyirat Bi-ntishari Al-Muslimin. Mahmud. Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jama’ah Al-Ikhwan AlMuslimun. Menuju Jama’atul Muslimin. Rasyid. Ibrahim. Era Intermedia. Darul Ihya Lil Kutubi Al-‘Arabiyyah. Yakan. Bin Muhammad Al-Buraikan Abdullah Al Buraikan. Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam. Madkhal Li Dirasati Asy-Syari’ati Al-Islamiyyah. Rabbani Press. Al-Hasani. Thanthawi. Suar. Harun. ‘Aqidatul Mukmin. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir. Mansyurat Al-‘Ashr AlHadits. Solo. MA. Menyelami Samudera 20 Prinsip Hasan Al-Banna. Al-Maqdisi. Darul Fikr. Assuwaru Murattabah Hasban Nuzul. Al-Wasyli. Jakarta. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Syekh Ali. Ash-Shabuni. Syekh Dr. Beirut Shihab. Tafsir Al-Azhar. Yahya. Sya’ban 1424 H. Fiqh As-Sunnah. ‘Abdullah bin Qasim. Pustaka Panjimas. Yahya. Dewan Eksekutif Hidayatullah. Mengenal Allah Lewat Akal. Az-Zubi. Beirut. Penerbit Lentera Hati. Darul Fikr. Pelajaran Agama Islam. Rabbani Press. Jakarta. Jakarta. Departemen Dakwah. Dr. Harun. Al-Madkhal Li Dirasati Al-‘Aqidah Al-Islamiyah ‘ala Madzhabi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Ta’rif ‘Am Bid Din Al-Islam. Prof. Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran. Yahya. Fathi. HAMKA. Sabiq. At-Tafsiru Al-Hadits. Muhammad Ali. Yusuf. Era Intermedia. Panduan BerIslam. Syarah Ushul ‘Isyrin. Prof. Manna’ Khalil. Daud. Izzah Darwazah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful