Panduan_Dakwah

EDISI LENGKAP TAJDID GERAKAN DAKWAH DAN PERADABAN Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran .

Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah 1426 H – 2005 M DAFTAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syari’ah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I FIQH MUDAWALATIZ ZAMAN Bab I Prinsip Pergiliran Zaman Arahan Allah – Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan Islam Sumberdaya Manusia Sumberdaya Alam Warisan Sejarah Bab II Arahan Pembaharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis Ummat Islam Krisis Perasaan Terhadap Keagungan Islam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pertolongan Tuhan Bab III Solusi Atas Berbagai Krisis (Hillul Azamat) Memahami Islam Secara Detail Keimanan Yang Kuat Membangun Jamaah Bab IV Tahapan Turunnya Wahyu Sebagai Jawaban (Ar-Ruju’ ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen Orisinalitas Tekstual Argumen Kontektual PAKET II RISALATU AL-‘AQIDAH Bab I Prinsip Akidah (Risalatu al-‘Aqidah) “Membaca” sebagai Pilar Pembangunan Peradaban “Membaca” dalam Tinjauan Al-Qur’an Ilmu Dalam Perspektif Islam

Membangun Tradisi Ilmiyah Bacalah Dengan Asma Allah Bab II Ma’rifatur Rabb (Mengenal Rabb) Fakta Sejarah Fakta Fithrah Fakta Indra Fakta Logika Fakta Tekstual Bab III Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia) Definisi al-‘alaq Secara Bahasa Definisi Al ‘Alaq Secara Keilmuan Kesan Yang Dumunculkan Bab IV Ma’rifatul ‘Alam (Mengenal Alam Semesta) Asal Kejadian Alam Sunnatullah Pada Alam Bab V Proses Lahirnya Syahadat Pada Surat Al ‘Alaq (Asy Syahadat fii dhoui surat Al ‘Alaq) Fiqh Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal-pembatal Syahadat Loyalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALATU ASY-SYARI’AH Bab I Prinsip Syariat Surat al-Qalam 1-7 Definisi kebahasaan qalam Mendalami qalamullah & karamullah Bab II Karakteristik Syariat Allah Rabbani (berketuhanan) Akhlaqiyah (membentuk moral) Insaniyah (manusiawi) Tanasuq (teratur) Syumul (universal) Bab III Jaminan Allah bagi yang Ber-Qur’an Tidak gila Memperoleh pahala yang tidak terputus Memiliki akhlaq yang agung Bab IV Akibat Mengabaikan Konsep Allah Gila dunia, tahta dan wanita

Balasan yang tidak abadi (temporal) Berperangai hina Bab V Profil Generasi Qurani PAKET IV RISALATU AL-AKHLAQ Bab I Risalah Al Akhlaq (Prinsip Akhlaq) Surat Al Muzzammil 1-9 Menjaga Stamina Ruhiyah -Shalat Malam -Membaca Al Quran -Mengingat Allah -Berserah Diri Kepada Allah -Tahan Uji -Hijrah Bab II Lulusan Madrasah Al Muzzammil (Khirriiju Madrasati Al Muzzammil) PAKET V RISALATU AD-DA’WAH WAL HARAKAH Bab I Prinsip Dakwah dan Harakah Tafsir Surat Al Muddatsir 1-7 Qum Fa Andzir Tahapan Peringatan Mengagungkan Rabb Membangun Citra Diri -Kebersihan Jiwa -Kebersihan Moral -Kebersihan Harta -Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di Jalan Dakwah Bab II Tabiat Jalan Dakwah (Thabi’atuth Thariq) Bab III Metodologi Dakwah (Uslub Ad Dakwah) Bab IV Wawasan Seorang da’i (Tsaqofatud Da’i) PAKET VI RISALATU AL-JAMA’AH Bab I Risalah Jama’ah (Prinsip Jama’ah) Makna Global Surat Al Fatihah

menghayati dan mengamalkan muatan al-Fatihah secara otomatis telah menjiwai seluruh isi alQuran. Dalam metodo-logi urut-urutan wahyu. Program utamanya berupaya mewujudkan agenda perubahan dalam skala kehidupan individu. yaitu : al-‘Alaq. Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah. Al Imarah) -Tugas Kepemimpinan (Wazhifah Al Imamah) Bab IV Paket Al Fatihah (Qism Al Fatihah) Tafsir Al Fatihah Kultur Masyarakat Al Fatihah Karakteristik Masyarakat Islam Sinopsis Operasional Tahapan Turunnya Wahyu Dalam Gerakan SAMBUTAN Sekretaris Dewan Syari’ah Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. tanpa mengurangi hormat kepada ahli tafsir yang lain. didukung oleh sejarah perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan realitas kebang-kitan kesadaran beragama ummat Islam hari ini. dipilih pendapat Ibnu Abbas. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. keluarga. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. al-Muddatsir dan alFatihah. al-Qalam. masyarakat secara mendasar dan terarah. Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu.Bab II Membangun Masyarakat Islam Dengan Spirit Al Fatihah (Binaul Mujtama’ Al Islami Fii Dhou’i Surat Al Fatihah) Bab III Unsur-unsur Masyarakat Islam (Anashir Al Mujtama’ Al Islami) -Kawasan (Al Quro.Muzzammil. karakter dan tindakan seseorang agar berfikir. Ahl) -Aturan (Asy Syariah. faqih-kanlah dia dalam urusan agama dan ajarilah dia ta’wil”. Menata ulang pemikiran. Ditutup dengan surat al-Fatihah. berkat doa Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam untuknya sejak ia di ayunan ibunya. karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an). Cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual (tadrijiyan). “Ya Allah. karena secara ilmiyah ia dikenal faqih dalam tafsir melebihi generasi sahabat yang lebih tua. merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau maraji’ (referensi) Islam. Al Bi-ah) -Al Ummah (Penduduk. Ibnu Abbas. Prinsip dasar gerakan dakwah ini merujuk kepada wahyu secara tekstual dan kontekstual. Mereka yang memiliki kesiapan memahami. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat. al. Dari Ibnu . Al Qanun) -Kepemimpinan (Al Imamah.

“Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan”. Ali Imran : 110). karena pesantren telah menyatu dengan jiwa bangsa Indonesia.” Umar bertanya lagi. “Tidak. menyuruh kepada yang ma’ruf. dan mencegah dari yang munkar. tabligh. Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren.” (QS. “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h?” Salah seorang diantara mereka menjawab. oleh pendiri lembaga Islam kelahiran kota Makassar itu. Bertolak dari mabda’ asasi (prinsip dasar) diatas. program unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis. “Lalu bagaimana pendapatmu?” Saya menjawab. Dalam suhu kehidupan perpolitikan yang cenderung represif saat itu. dan beriman kepada Allah. merujuk surat Ali Imran: “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. (apabila telah datang pertolongan dari Allah). maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya karena Dialah Zat Yang Maha Penerima taubat. Kemudian Umar berkata. “kuntum khaira ummatin” (kamu adalah ummat yang terbaik). Memilih model pendidikan non-formal ini. “Itu pendapat kalian?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu. “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita. lebih-lebih mencermati kondisi politik saat pesantren mengawali kiprahnya.Abbas radhiya-llahu ‘anhu: Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari orang tua. Gerakan pemurnian ajaran Islam yang diusung oleh para da’i dan tokoh Islam disalahpahami oleh penguasa. “Saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi dari apa yang kamu katakan. Yaitu Allah berfirman : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h. padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Umar menjawab. dalam setiap momentum dan kesempatan adalah. 1 . itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad. Hidayatullah menerapkan strategi dan perencanaan (takhthith) dakwah yang sistematis. wahai Ibnu Abbas?” Saya menjawab. Termasuk menimpa (alm) Ustadz Abdullah Said muda di kota minyak itu. Juga sebagai sarang laba-laba (bait al-‘ankabut) yang difungsikan sebagai pagar pembibitan da’i yang ingin diorbitkan ke tengah-tengah masyarakat.” (HR al-Bukhari). adalah aktifitas dakwah yang bersifat spesifik. Firman Allah yang senantiasa diintrodusir secara rutin. “Allah memberitahu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kematian beliau. yang kurang menguntungkan aspirasi ummat Islam. Para sahabat yang lain terdiam. seakan-akan saya disejajarkan dengan mereka. kemudian ada seseorang yang bertanya. Kejadian pengucilan dan fitnah yang dilancarkan oleh oknum tertentu kepada da’i adalah pemandangan yang rutin. Sebelum kelahirannya. “Apakah pendapatmu juga seperti itu. pantang menyerah. kemudian Umar bertanya kepada saya. Gelora (thumuhat) yang menyemangati seluruh aktifis Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah.” Kemudian Umar radhiya-llahu ‘anhu berkata. adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka.

Di kampus Pesantren. Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak-kehendak Allah. Umar bin Khathab. Terbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas. serta kuliah-kuliah calon muballigh. selalu memenuhi kecapi batinnya. Keterlibat-an Almarhum dalam berbagai organisasi kader pelajar. Asma binti Abu Bakar. Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballigh. Beliau menyadari langkanya penerus perjuangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas-luasnya secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. Almarhum selalu memfokuskan aktifitas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan. ‘ilmiyah dan Islamiyah. Kita akan gagal sebagai “wakil Tuhan”. Berdirilah 150 cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. dan musuh eksternal dakwah seperti Abu Lahab dan Abu Jahal serta para pengikutnya. surah Ali Imran : 104. mahasiswa. Demikian pula akan didukung oleh simpatisan dakwah seperti Abu Thalib & Waraqah bin Naufal. Langkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan. Yang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya mencetak kader-kader da’i yang memiliki kecerdasan otak dan batin. Utsman bin Affan dan Ali. karena melihat kenyataan di lapangan. Gerakan dakwah akan disambut oleh pendukung utama. Jadi. Dan sebagai khalifah. jika diatur oleh jadwal pekerjaan dan kesibukan kita. kehidupan keseharian didominasi dengan jadwal shalat. Disamping di-backing oleh pengikut yang setia. harakah da’wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan anak cucunya. Di Muhammadiyah. Kampus seluas 200 hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan secara kongkrit suasana kehidupan ‘alamiyah. setiap menjelang waktu shalat petugas ta’mir memberikan warning untuk persiapan shalat. seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah. tempat beliau aktif merintis karir sebagai da’i sejak remaja. Sejak usia muda keinginan pendiri untuk men-setting kader-kader dakwah (rijalud da’wah). sedikitnya muballigh yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk terjun dalam totalitas kehidupannya di medan dakwah. memperluas teritorial dan jaringan dakwah. Sumayyah dan shahabiyat yang lain. sebagai wujud dakwah di kalangan internal warga. Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadijah. Karena santri didoktrin sebagai hamba Allah. maka Lihat juga. melalui proses yang unik. Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan . yang memiliki karakter seperti Abu Bakar. dan dakwah dimanfaatkan untuk melakukan pela-tihan-pelatihan (daurah) dakwah. Beliau mentransfer nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke jalan yang diridhai oleh Allah pasti ada yang memberikan respon yang li kulli da’watin mujiib (setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut). kursuskursus. untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh Indonesia. sunnatullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar.

Idealisme ini muncul sejak Almarhum remaja. mengamalkan dan memperjuang-kan tegaknya dienul Islam. Momen-tum keterbukaan ini menuntut aktifis Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh (al-fahm asy-syamil) dan komitmen yang teguh (al-iltizam al-kamil) dalam pengembang-an konsep dan program dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan. Ketika itu beliau juga aktif berkeliling (jaulah) ke masjid-masjid untuk mengisi halaqahhalaqoah ta’lim dan pengajian umum. lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri sendiri. agenda-agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya.” (QS. Sampai suatu saat kelak Islam ini dikembalikan ke fungsi dan peranan utamanya untuk kaffatan lin-naas dan rahmatan lil ‘alamin (universal). Apakah program dakwah berhenti dengan kematian penggagasnya? Sama sekali tidak. Shalawat dan salam . SAMBUTAN Ketua Departeman Dakwah DPP Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. Idealisme dakwah akan terus dinyalakan. Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas. Msi . Umumnya. akhirnya para da’i-nya disebar terus hingga kini. Fathir : 32). Dari sinilah keberhasilan dakwah diuji pada dataran konsep dan realitas untuk menjawab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat Islam. dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba-lomba berbuat kebajikan dengan izin Allah. Jakarta. Ia juga aktif dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan judi Lotto di Sulawesi Selatan. “Kemudian Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. tenaga-tenaga lulusan pendidikan agama tidak tertarik menggeluti proyek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu. Masa-masa penting yang penuh dengan gelora pemuda dilalui dengan schedule kegiatan dakwah yang padat. Pada umur 12 tahun ia sudah membawakan khutbah di masjid ternama di Makasar. Maka perlu disusun materi dakwah yang sistematis. sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang. dengan harapan eksistensi gerakan pencerahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah – bersama lembaga ke-Islam-an yang lain – mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tranformasi kehidupan yang sejuk dan beradab sesuai dengan cita-cita awalnya. Rabi’ul Awwal 1426 H Ust. tiadalah keinginan bagi saya kecuali perbaikan sesuai dengan kemampuanku.intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami. Tiadalah taufiq dianugerahkan kepadaku kecuali dari Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang Islam. dan tahapan-tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan. Idealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung. dan di antara mereka ada yang pertengahan. Pada era reformasi saat ini dan pasca perubahan struktur organisasi Hidayatullah dari Orsos menjadi Ormas. Hamim Thohari.

H. Abu Syaikh).H. Paket Ketiga..H. Masing-masing paket merujuk kepada al-mashdar al-wahid (referensi utama) al-Quran. al-Hadits dan argumentasi kontekstual. Paket Kelima. peta pikiran) berbahasa Arab dan diterjemahkan secara singkat disertai dalilul nash (argumentasi tekstual) dari al-Quran dan al-Hadits serta Sirah Nabi pada masing-masing skema. J. Untuk menangkap ruh tarbiyah dan da’wah ini. di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh (pendiri dan pembina) Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentransfer ilmu dan nilai kepada para mutarabbi (anak didik).. Paket Keenam.H. Penyunting memformat semua materi dalam bentuk rasmul bayan (mind mapping. Buku ini berisi 6 paket materi (sittu mawad).. skema. Paket Kedua... dengan maksud agar pembaca lebih mudah dan akseleratif dalam menangkap subtansi tema (maahiyatul maudhu’). P. sedangkan ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada yang . mutarabbi (obyek didik) bisa mempelajarinya secara otodidak. Materi merujuk referensi utama al-Quran dan alHadits. materi tarbiyah disini bersifat infitahiyah (inklusif). Risalah asy-Syari’ah (Prinsip Syari’ah). komitmen dan kesadaran baru.” (HR. Sesuai dengan karakteristik ajaran Islam itu sendiri. . Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersifat qath’i (pasti). Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya : (.) J.H.. akan melahirkan kader dakwah (rijalud da’wah) yang memiliki wawasan. atau diperoleh dengan manhaj at-talaqqi (metode penerimaan dengan menghadap instruktur) dengan penjelasan secara ijmal (global) dan di-tashhih. Risalah al-‘Aqidah (Prinsip Aqidah). Semakin sering dikaji dan diperdalam (ad-dirasah wa al isti’ab). tazkiyah (penyucian) dan tarqiyah (peningkatan kualitas) bagi aktifis Hidayatullah secara mikro dan masyarakat yang memerlukannya secara umum.. Risalah al-Imamah wal Jama’ah (Prinsip Jama’ah).J. J. Fiqh Mudawalatiz Zaman (Memahami Prinsip Pergiliran Zaman). Risalah ad-Da’wah wal Harakah (Prinsip Dakwah & Harakah). Ia adalah hasil ijtihad (kesungguhan berfikir) para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq (kebenaran).H..H.K. .K.K. Metode menyimak secara langsung inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Tiada pembelajaran yang lebih efektif melebihi mengamalkan-nya dan mengajarkannya kepada orang lain. Risalah al-Akhlaq (Prinsip Akhlaq).H. Melalui wasilah bayan tafshili (media penjelasan secara detail) diharapkan tema-tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma’nawiyah (spirit) yang membangkitkan ghirah keIslaman aktifis Hidayatullah..H. P. Pakat Keempat. Paket Pertama. . Materi-materi pembinaan (mawad tarbawiyah) dalam buku ini adalah wasilah tarbiyah (media pendidikan).H. H.H.. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman.J. “Barangsiapa yang mengamalkan yang diketahuinya maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam. H. Kekayaan materi yang kita belanjakan akan habis (mafqudah)..

.. . dan ilmu sekedar di ujung lidah. . Jakarta... Tasyrif Amin PAKET I . ... Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah bekerja maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan.. ...... Besar harapan kita konsep-konsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan zamannya... ya rabbal ‘alamin.. maka itu akan menjadi saksi yang memberatkan (menggugat) manusia”. .... . . Akhirnya semoga dengan materi tarbiyah ini memberikan manfaat yang berkesinambungan (istimrar). . .. . “Ilmu itu ada dua macam. .. ... Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau yang dengan ikhlash memfasilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini.. ........ .......... karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat Islam (al-mustaqbal lil muslimin). ....... Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya....... . Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan kerjasama berbagai pihak. untuk menyongsong pergiliran dan pergantian zaman...... .... Rabi’ul Awwal 1426 H Drs. Memahami Prinsip Pergiliran Zaman $ . dan untuk itu diucapkan terima kasih. Amin.. ilmu di dalam dada............... .. .. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan balasan yang terbaik............. . .. .. dalam memberikan pemahaman yang utuh dan komitmen yang kuat dalam berIslam kepada generasi yang akan datang.... itulah yang bermanfaat.... .. . . alim ‘ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa-masa mendatang... .. .... tanpa salah alamat. Saran dan kritik yang konstruktif (at-taujih wal iqtirahat) dari para ahli....memerlukan akan berbuah. .... .

.... ...... .. ... ..... ...... ... .... ... . ... ..... .... ....... ... .. .......... ..... ....... ........ ..u.......u..... .... .... .. .. . ......... .... MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN ilaf(lit) BlBlt j(il) tih ilii jigit iktatGll IslSistIslfj tial & Itial ( ) imilit IljTujiIsliliI ik laflih Dii teli tSistIsliilafKhah Formaasok Timur & ok BaraKeraaan operasonaGedung PuJahyah dAbad XX Fase Raa yang MenggFase Dor obaGerakan am em am Fase Khilaah ala ManhaNubuwah Sarana MaermaerSDM dan SDAyang dki umaslam Pengaaman Searah uh Abad ..... ........ . ....... ..... .. .... .. ..... .. .........

PK. P.J.K... J.J..H.H. Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat.. K. kaum perkotaan semakin menggeliat.N.. H.P.K.J.K. S.J.J. J. J.H.. K..K.J.J.H.J.. serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini. N.S..H.H. keteguhan (tsabat).P. ..K.P.P. : . PRINSIP PERGILIRAN ZAMAN Arahan Allah (taujih rabbani) .H. P. Namun. musibah demi musibah datang silih berganti..J. dan jangan (pula) bersedih hati.H.. : .J.J. cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas.K.J.P.J. .K.H.J. . N.H. P.. . P. Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir. . J.J.H.. Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah). H. jika kamu orang yang beriman. H. .P. H. H.) P..K. .J.J. . .K.J. H..H.. K... Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama.P. karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya).J.P. H.H.) H.Kabar Gembra Kemenangan am Fiqh Pergran Zaman ARAHAN ALLAH ARAHAN NABKurun TerbaSaus ShamensKeadanan DimensSisem yang Diikuti em am Fase Kenaban Fase Khah yang Lurus BAB I .H..K. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam).P. N. kesabaran. J.K.... intelektual. K.H. Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan.K.H..P.N.K.P.K. Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam..H.J.J. 139 .H. H.P.. H.J.. H.J..H. J. K.H.H. H.H. .S. H.K.K. J.J.H. J.J.J.H.P.P. K.J.H.J.H.P.K..K. J.P. P.P.K. . Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa.P.P.H.” (QS al-Fath : 29). P.H.J..H.H.J.. H..P.” (QS Ali Imran : 139-140.H.H.H.J. Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan..H.H.P.H.J.K. Usaha mereka hanya sia-sia belaka.. .J.140 ( “Janganlah kamu merasa hina. H. J.H. yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama. . .J.... 29 ( “Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman). Lihat juga ayat 104).

J..P.33 ( “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.K. .. . dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya.” (QS At-Taubat : 32-33...H.: .J..K.チ.KH. Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme). mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar.H.2 Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani).J..H.J.i .K.K . H...K...P. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita.P. kebiasaan yang berbeda-beda..J.N. .m .H.. ). persepsi.J.H.K.P..H.: .P. al-Fath : 28). 32 .P.N.K.P. Lihat juga : ashShaff : 8-9.l . Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir.K.P.H..H.. H.J.チ .H.H (140 ..H. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.KH.) H.P.J...J.H. Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah.H. . terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup. pergaulan.H. saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan... ...K.. bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka.” (QS Ali Imran : 118).J.J.H.H.J “Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka.. . . Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama..H.K.J. J. .P. Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali..P .l .s .H. restu kepada selain Allah.K. Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan. dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar.J .N . Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan..H.. . walaupn orang-orang kafir tidak menyukai.J.JH.J.

kemudian ke Barat melalui peradaban Yunani dengan filsafatnya yang terkenal. karya Dr. Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara-negara Timur. Asyuriah.H .H.―H. bukan melawan kita. Chaldea. peradaban yang menyatukan iman dan ilmu. Terkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya. lalu tenggelam dan melupakan risalahnya. India dan China. kata Hasan al-Banna. Phoenisia.J . Tidak sedetik pun kita berfikir untuk memilih alternatif lain selain solusi dari Allah. Sebab kejayaan orang kafir itu tidak mendapat arahan.H. memetingkan kekuatan dari kebenaran. tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesifik di mata Allah subhanahu wa ta’ala. menampakkan cahaya kebenaran.H. materi dan spiritual.N.H.. Fiqh pergiliran dan pergantian zaman adalah sebuah kenyataan sejarah kehidupan manusia yang patut kita jadikan renungan secara mendalam.. lahir dan batin.K.4 Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar (mabda’ asasi) ini harus melekat dalam totalitas kepribadian kita sebagai sosok muslim. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada.H. Persia. benda atas manusia. Adakalanya jatuh terpuruk. Yusuf alQardhawi. dan kaum kafir berjaya di dunia ini. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim. . Tentu kejayaan yang diraih selain kita adalah kejayaan yang palsu. Merupakan kewajaran bila obor peradaban harus berpindah ke tangan lain. materi atas ruhani. Sesungguhnya perputaran (saat) ini adalah milik kita. Sementara kejayaan yang kita peroleh adalah kemenangan sejati.. Menempati posisi penting dan strategis.J. Babylonia.J.H “Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran). kurang teguh menapaki tabiat .H. melampaui keadilan. tidak sabar.J. sosok yang memposisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah (min ‘anashirit taghyir). Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke jalan lain selain jalan Allah. berpindah lagi ke Timur lewat peradaban Arab-Islam.N. Kemenangan yang mencerahkan.” (QS Ali Imran : 140). melalui peradaban Fir’aun. secara de jure dan de facto (secara syar’i dan kauni).. Akan tetapi ia tidak amanah. Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benarbenar beriman dan Dia mengambil sebagian komunitas itu sebagai syuhada’. bimbingan dan petunjuk dari Allah. Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat-ummat sepanjang sejarah maka ia akan mendapatkan pelajaran bahwa obor peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain.K. Bahkan mengalami kebangkrutan norma. Kejayaan kaum muslimin terjadi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini. Timbul 2 al-Islamu Hadharatul Ghaad (Islam Peradaban Masa Depan).P. sedangkan kejayaan ummat Islam memperoleh restu dari Allah.3 Barat memegang kendali kepemimpinan dunia. . Kalaupun orang lain tidak tahan.H.P. dari satu tangan ke tangan lain.P..

panglima para mujahid (qa-idul mujahidin). Ia mencabut masa kejayaan itu. .J. Kemudian Allah mengangkatnya manakala . Ketika Allah menghendaki..P.H.H.. N.. H..H.H.H.H.K. Sejak sebelum berfikir tentang perang sampai berkali-kali terjun di medan laga. J.H. pemimpin orangorang yang bertaqwa (imamul muttaqin).J.P.H.. intelijennya Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam. Manusia penunggang onta yang tertata ulang persepsi (tashawwur) dan mata hati (bashirah) mereka tentang Tuhan.H.H.H. Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad.s . alam sekitar dan diri mereka sendiri.H.J..H.K.H. ) ..K.J .H.H.P.H. J. Yusuf al-Qardhawi.P. . H. P. P..H.P..H. Inilah periode awal perjalanan sejarah ummat Islam.H.p .H.P.H “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu.K.―. .P. karya Mahmud az-Zuby.P.H.H.J. ..P. H.H. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki mengang-katnya..H. Beralalulah masa keemasan itu (‘ashrudz dzahab) selama 23 tahun.H.J.P. .H. J.H. Mereka langsung dipandu oleh figur teladan (uswatun hasanah) sejak masa kesulitan. tidak mengurangi stamina fisik dan ma’nawiyah (spirit) kita..H.H. P..J.J.J.N . “Adalah (fase kepemimpinan) nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi.J.” 3 al-Mubasysyirat bi Intisharil Islam (Berita-berita Gembira tentang Kemenangan Islam).K.H.P.H.K.― . 4 Hal Satasquthu Amrika Kamaa Saqathath al-Ittihadu as-Sufyieti (Apakah Amerika akan Runtuh Seperti Uni Soviet?). karya Dr.H..P.P.J.H.³.H.H. kegoncangan (fatrah al-idhthirab) di Mekah sampai jaya di Madinah. Saat itu ummat Islam dipimpin langsung oleh manusia paripurna (insan kamil).P. Sejak sebelum berfikir tentang format kepemimpinan sampai menjadi pemimpin yang disegani di Jazirah Arab.l . .H .N.p .H. .P. yaitu Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P.perjalanan dakwah ini.H.H. terbukti dalam sejarah memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia (ustadziyatul ‘alam). Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah.J. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi.

..H.J...J.J. .H.チ.. teladanilah para sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..J. .. ...H. Masa ini fase khalifah yang lurus.³ ..N... Ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima.H..... . ..H... .チ..S . ... .H..H. Artinya periode pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan rujukan (referensi) ummat Islam.H.. ..チ.H. . .. . ...KP... . ... .K. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam koridor minhajin nubuwah (metode kenabian)..H. Sebab.H.J.N. .チ.J..J .. .” Inilah fase kedua perjalanan sejarah ummat Islam.チ. .. .J.N..K.. チ . .H.P.P. チチ.PK.H..チ....K.H.. .³.H..J.. .K . .チ...J. .H. . . ..P.K.. .J. .. ... . ... .H.チ.H.J .. .....K.H.. .H ... . .. .H .(...P..H..N....H.H.H... jujur dan adil.P.K.H...... . .... Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah pada masa khulafaur rasyidin: Abu Bakar.チ.. ... .チ..P..H.. ....H..H.K. . “Barangsiapa hendak menjadikan teladan... mereka itulah yang paling ..K.. .....J .. .J..J ..K...P. .. ..H. .Dia menghendaki untuk mengangkatnya.H. Umar bin Abdul Aziz..J. . Umar. . Utsman dan Ali...... .P . ..P.. ..

Maka kita dituntut meyakinkan diri kita dan orang lain akan kebenaran dan orisinalitas ‘aqidah dan manhajul hayah ini. Ahmad dari Ibnu Masud). Ma’alim fith Thariq (Rambu-rambu di Sepanjang Jalan Perjuangan). ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan biologis perlu nikah. Karena di belahan dunia manapun belum terwujud prototipe negara yang menegakkan syariat secara formal dan komperhensif. Karena inovasi teknologi sekarang hanyalah pengembangan dari komponen teknologi yang ada. . Adapun yang terkait dengan format politik Islam. dll. itu adalah sesuatu yang wajar.baik hatinya. sebab mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus. Manusia sekarang berada di jurang kehancuran. Jika penerapan tatanan ilahi di kepingan-kepingan bumi yang sempit di era globalisasi saat ini tanpa direstui oleh kekuatan internasional kuffar. Kita memerlukan sebuah pola kepemimpinan yang menghargai capaian teknologi dan mendayagunakan secara maksimal untuk mewujudkan kehendak-kehendak Allah. maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan secara lokal. Zaman bisa berubah. Sebut saja Iran. maka akan ditemukan catatan-catatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan. Ketika merasa lapar membutuhkan makan. paling dalam ilmunya.” (HR. Mungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas. Tepat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al-Banna. tetapi memiliki daya kendali capaian teknologi. tatanan resmi yang Islami dalam kehidupan bernegara baru terjadi pada tahapan penegakan Khilafah Islam internasional (iqomatul khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah) nanti. tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah. bahkan dikhawatirkan terjadi disintegrasi bangsa. Manusia pada masa jahiliyah dahulu dengan zaman jahiliyah sekarang (jahiliyah fil qarnil ‘isyrin) adalah sama. Kepemimpinan yang dirindukan manusia modern adalah yang bisa menawarkan ‘aqidah (iman) dan manhaj (pola kehidupan Islami). dan paling baik keadaannya. Sudan yang berusaha menerapkan syariat Islam. maka akan menjadi bulan-bulanan. Itu ‘kan terjadi pada 15 abad yang silam. paling lurus petunjuknya. Yang berbeda hanya produk materialnya saja. Ketika kaum kafir internasional menghadapi kaum muslimin pada skala global. Karena itu hendaklah kalian mengenal keutamaan jasajasa mereka dan ikutilah jejak mereka. paling sedikit takalluf-nya (sedikit mengada-ada). Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini oleh pemiliknya. . bahwa tahapan perjuangan ummat setelah pembebasan negeri dari penjajahan asing (tahrirul wathan) adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar kondusif dalam penegakan tatanan ilahi (ishlahul hukumah). Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Pakistan. tentu berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Membutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar menonjolkan daya cipta material. Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan Qur’ani pada level eksekutif dan legislatif disalahartikan. meminjam istilah Sayid Quthub dalam muqaddimah karyanya.

HH .H . J. H.P.J. Kondisi ini sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.H.H.PH.H.·.H .P..H. Lalu.H. . Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan ‘adhdhan). maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi... para ulama’ yang istiqamah menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki).P.H. Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan penjajah Portugis.J. . tetapi hampir-hampir lepas. Sebelum tahun 1924.J.H. . Pada akhir abad ke-20. .H..P.K.J. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.H. Karena kamu semuanya ibarat buih.J.PH. panglima Fatahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah haji. P.N . para penguasa negeri-negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan korespondensi dengan pusat kekuasaan di Turki. sekalipun kendali kekuasaan dipegang oleh “raja yang menggigit”...J .N .H.H.H .H.³ . Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya. N. tetapi ummat Islam masih memiliki payung dan pusat komando (al-imamah al-‘uzhma) di Turki. beliau singgah untuk belajar di Akademi Militer di Turki.H. H. Dunia Islam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga-bunga yang indah.H.H. J. Pada masa ini para khalifah disebut raja.J..P. P. P. Yang paling awal adalah Dinasti Umaiyah. kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924. Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam.K. N. Namun. Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul.P.J.·.. anak keturunannya. . .PH.J.H.H.³.H.H.PP .H. . . Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam meneruskan sabdanya : .P.P.. tetapi tanpa pagar pelindung dan penjaga kebun yang bertanggung jawab.H . . ..H. Dan pada akhirnya lepas juga pada tahun 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal Attaturk (Bapak Bangsa Turki). “Kamu sekalian akan dijarah beramai-ramai oleh ummat-ummat manusia seperti halnya santapan yang dikerumuni orang-orang lapar.PH.5 Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan..H.K.PH ..P. . karena secara formal menjabat khalifah tetapi pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan.J.H.. Dalam dokumen sejarah dicatat.H.H.J .” Fase kehidupan ummat Islam yang ketiga ini dikuasai oleh raja yang menggigit.H..H. .H.H..H.J “Kemudian akan ada raja yang menggigit. H. jumlahnya banyak tetapi tidak berkualitas”.J.

Prinsip pergantian zaman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada. terhadap kawannya sendiri. tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit. bermarkas di Gedung Putih (al-bait al-abyadh). Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar. Tidak ada pemimpin yang mangkat (baca: naik ke tampuk kekuasaan) di belahan dunia ini selain dalam hegemoni raja diktator dunia. rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan jabariyyan (raja diktator) berskala global. Karena kita yakin bahwa kepemimpinan raja diktator ada masa akhirnya. Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Jepang. Marilah kita bangun. namimah. Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk memecah keutuhan bangsa. hasud. dan didukung oleh kronikroninya yang tergabung dalam negara G7 : Inggris. Kebatilan. tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan global. Jerman. menurut pakar hadits Dr. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas. madzhab. dunia memasuki perang dunia I. Italia. jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah. Ternyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini. karya Abul A’la al-Maududi. Tetapi. Hegemoni raja diktator internasional mulai menampakkan eksistensinya.“Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan yang diktator. Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat SIM (Surat Izin Mangkat) dari hegemoni malikun jabbar. Setelah tahun 1924. dengan fenomena Papua dan Aceh. Setelah tahun 1990. Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah. Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. Pada periode ini. Pihak-pihak yang masih getol mempertahankan keutuhan NKRI disingkirkan oleh orang nomer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan. menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. memperbaharui komitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana. makna lain dari gutsaa’ (buih). Perancis. sekalipun . aliran keagamaan dan kepentingan. Mereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktator dunia akan berjalan tertatih-tatih. kecuali yang dirahmati oleh Allah. tetapi mereka laksana sampah. Kehadirannya tidak 5 Al-Khilafah wal Muluk (Kekhilafahan dan Kerajaan). Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Mereka mayoritas. Mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki di semua kepingan bumi ini. Kanada dan Rusia. penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Energi mereka habis untuk ghibah. II dan Perang Dingin antara Blok Timur versus Blok Barat (syarqiyyah wa gharbiyyah). Saatnya kita bangun untuk menyongsong masa terakhir dari perjalanan sejarah ummat Islam yaitu masa khilafah ‘ala manhajin nubuwwah. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. bangkit.” Masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. dendam. Daud Rasyid. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). Yaitu pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman.

P.H. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. .H.H.H. .J.N...J.) K. Hadits ini adalah prediksi nubuwwah..H.H..K..H. Sebab.H. “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian)..P..” (HR Ahmad. P.J. H. Sekalipun kita tidak sadar.H. melaksanaan syariat (tathbiqusy syari’ah).N. K.H. J.H.K. J. Persoalan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan terjadinya khilafah atas metode kenabian itu.H.H.H.K.H. memperbaiki akidah (ishlahul ‘aqidah). tidak bangun.. Abu Dawud dan at-Tirmudzi). H.H.. dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. .P.H. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih. J.J.H. istiqamah.H. H. P. Menurut Ibnu Katsir. K. (. H.J.H. Yaitu.P..J. mudawamah wal istimrar (berkesinambungan) melaksanakan tahapan amal Islami (maratibul ‘amal Islami) merujuk tahapan turunnya wahyu Al Quran..K.H..J.J.H.K..) H. H..H.K.N.K..H. Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar menjadi batu bata dakwah (asy-sya’bu qawaa-idud da’wah).J. Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pencabut sang diktator dunia. .J.H. J.K.H. fenomena kebangkitan ummat Islam itu pasti terwujud. H.K.K.H. P.dipagari oleh kekuasaan yang kokoh akan segera hilang. . N...H.K..J. Dia sendiri yang akan menjaganya dari tangan-tangan jahil. .N. Dengan mereka negara akan menjadi aman.P...J. Sesungguhnya mercusuar Islam (baca: Tanah Suci Makkah) itu adalah milik-Nya.. . .K.J. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.. P.K.. : .J.” (QS anNuur : 55). J..H.P.H.. J. J.H..H.J.H.H.H.J. Agar kita aman dan lulus dari Mahkamah Ilahi kelak.K.―. K.. .H..K.S.K. ini adalah janji Allah pada Rasul-Nya shalla-llahu 'alaihi wa sallam. K. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu. masa itu akan terjadi pada masa kita atau kemungkinan pada zaman keturunan kita.J.H. J.P. J.J.H..J..P.J. Berita gembira kemenangan Islam 1) Janji Allah kepada orang beriman .. memperbaiki akhlak (ishlahul akhlaq).N.H.J. bahwa Allah akan menjadikan ummatnya para pemimpin bumi.N. K. .H.H.J.P.P.. .H.H..P. .P.K. melaksanakan dakwah dan harakah (‘amalu ad-da’wah wal harakah) serta memperbaiki kualitas jama’ah (binaul jama’ah). Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.K.K.H. J..H.P.H. N. P.J. ³. .. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.H. H.K.P. H.S. tidak bergerak.³.. bukan ramalan ahli nujum dan para normal.P. J. H. J.H. Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewujudkan agenda-agenda penting dakwah diatas.³.H. Dengan cara konsisten. J. H..P. atau pemimpin dan penguasa mereka.J.J.. bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.K.K.P. maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.. H. Lebih-lebih saat ini mereka mengadakan konspirasi global untuk menghancur-kan pusat syiar-syiar Islam. Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan terjadi.J.P. .

J.. Mesir. dan mampu membebaskan daerah itu. seluruh Jazirah Arab. Kota-kota Irak. mengancam orang-orang murtad yang keluar dari agama. Kemudian mengirim tentara kedua..K. Kishra terbunuh dan kerajaannya habis riwayatnya.H. Kemudian ia menginfakkan harta Kishra dan Caesar untuk sabilillah. kekuasaan Caesar di negeri Syam direbut.J.H.H. kajian dan menyatukan ummat untuk memelihara al-Quran. dan ketiga dibawah komando ‘Amru bin ‘Ash radhiyallhu ‘anhu menuju Mesir.P.J. K. di bawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu menuju Syam. K. Tiada dalam sejarah setelah Nabi-nabi. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda : . Kemudian usaha mulia itu diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Bashrah.P. ikatan kasih sayang sesama saudara seiman.” 2) Allah akan mendatangkan kaum yang Dia cintai Berita gembira disebutkan dalam surat al-Maidah.H.H. Allah telah membebaskan Makkah..H... Berkat bacaannya.PJ.H. Kemudian disempurnakan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. memungut upeti dari Majusi Hajara.H.J. dan ikatan perjuangan dan jihad terhadap orang yang berbuat munkar. sehingga kharaj (pajak tanah) dari penjuru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khalifah Utsman. Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. Mereka menegakkan agama dalam jiwa mereka sebagai ikatan yang kuat – bahkan ikatan cinta – antara mereka dengan Tuhan mereka. dan Najasyi (Negus) raja Abbyssinia (yang nantinya dikuasai oleh sahabat-sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam).. Pada zaman Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu kekuasaan Islam telah sampai ke penjuru timur dan barat dunia.N.H.K. Khaibar.H. Mereka tidak akan mengganggu agama Allah.H. Khurasan dan Ahwaz dapat ditundukkan.H.H. Ia menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam. dan lainlain dibebaskan.J. Dan Allah akan menggantikan ketakutan mereka menjadi perasaan damai.J. Terbukti ketika Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam masih hidup.H. Semua ini .H. “Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan barat bumi. sebagian Parsi dibebaskan. seluruh Yaman.K.J. yang membasmi kekafiran.H. Dalam hadits shahih.H.H . Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..P. Kishra dihinakan. orang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al-Faruq ini. Bahrain..H.J. . ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir.H. Heraclius raja Romawi memberikan hadiah. Syam. dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat ini.H.dan manusia tunduk kepada mereka.N.H. dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka.P. dan dari beberapa daerah Syam. raja-raja Oman. Pada zaman ini seluruh Syam.H. Pada masa itu. demikian juga Muqauqis penguasa Mesir dan Iskandariah.H. Negeri-negeri Maghrib dapat dibebaskan hingga Cina.H.H. Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat.K.

K.J..J. memerangi musuh Allah. .P. dan mengancam orang-orang murtad.K.H. K.K.P.P.J.P.N..) m. dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). K. H. “Maksudnya ketaatan kepada Allah.H.J.J. H.H.J.J. . K.H.H.K...K.P.K.H.H.H.H. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. K. . .K.J. : .H. K.K. barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya.K. niscaya Dia membinasakan kamu dan menggantikanmu dengan makhluq yang baru. . H.K.H. J..” Ibnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu.. “Rasulullah menyuruhku mengatakan kebenaran meskipun itu pahit.H. “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela.H.H. dan menyuruhku agar tidak takut terhadap cercaan orang yang mencerca. P.H..P. .P.) 19 .J. lebih kuat. yang diriwayatkan Imam Ahmad..J.H.H.H... H.H.N.H. maka Dia akan menggantikan mereka dengan orangorang yang lebih baik dari mereka..J. N.J.H.N. : .K.H. N.H. K.H. 54 ( “Hai orang-orang yang beriman.”6 3) Kabar gembira dari Sunnah Nabi .J.K.. K.J. 38 ( “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.H. J.J. J.J. lebih lurus.J.K. H. dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (QS Al Maidah : 54)... H.J.H.H. m.―...H. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.J..P.. Ketika menafsirkan ayat....J.H.H. S.H. H. m.J.H.H.H.J. 133 ( “Jika Allah menghendaki. .P.H.J. H. P.―.P..J.) J. .J.” Kemudian beliau menyebutkan antara lain.H.H. .H.J.N. “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar.K. H.J.20 ( “Jika Allah menghendaki.H..P.H. H.J.. . K.P.H.. J.J. J.H. J.H.H. yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang beriman. J.H.P.K. niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia.. N.H.K.J.H. H.K.N. H. m.P..K.K...H.H...” (QS Muhammad : 38)..K..P.H. H..K..H..) H.H...J.H.J.H..J. H. K. J. dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.P.P.K.P.H. teguh pendirian”.―. : ..P. dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).J.. H.H. : . J.” Ibnu Katsir berkata.―.H. J.H.K.J. J.J.K. m.P. . pelaksanaan hudud.³. m.J.K.J.H.K.P.H.H.H.H.K.J.J. tidak terpengaruh dan terhalangi oleh siapapun.. Mereka tidak gulana atas kecaman yang mereka dapatkan dari orang-orang yang bodoh.K. yang berjihad di jalan Allah..” (QS an-Nisa’ : 133). dan amar ma’ruf nahi munkar. “Kekasihku – Rasulullah – menyuruhku untuk menjalankan tujuh hal.K. Barangsiapa yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya.N..J.H.adalah sifat-sifat pokok yang dijelaskan dalam al-Quran untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman.. H.H.” (QS Ibrahim : 19-20).. J.H.H. Ibnu Katsir berkata.P.H.H.J.H. J.K. J.H.H. K.H.K.

H.K.H.J. dan populasi ummat Islam yang semakin bertambah. H..H.J. Akan tetapi. Sesungguhnya jumlah yang besar adalah nikmat. .. K.N. 33 ( “Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk (alQuran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya diatas segala agama..J. N.K. J.) H.P.. K. juz 2.H.J.. ·.J. Ia adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ekonomi atau peradaban.K.H.J. Tersebar di lima benua..J.H... ―. paganisme Arab.. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.K.. K..K.” (QS at-Taubah : 33).J. H.. 67-68. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya. .K.J. m.. m.P. P.. . Dengan memuliakan oarng yang mulia atau menghinakan orang yang hina. P.. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya.H.P.. sebagaimana siang dan malam menutupinya.J.. N. kembalinya khilafah atas manhaj nubuwwah.P...P. Benar..H..H.H. Kita masih menunggu berita gembira ini.P.) H.H. ..H. Islam mengungguli Yahudi..J. tetapi jumlah penduduknya – secara global – tidak pernah berkurang.K.7 Pengertian lafazh “liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi” ialah dominasinya atas semua agama..H..H. turunnya al-Masih... ash-Shaff : 9 Sumber daya manusia (al-wasa’il ghairul maddiyah ‘indal muslimin) Saat ini jumlah ummat Islam di dunia berkisar 1/4 milyar penduduk.J. P..H..P.K.S..H. : .N.” (HR.J.H.H. Islam belum menang atas semua agama. 7 Lihat juga: al-Fath : 28. Maksud sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam. pandangan orang yang mengatakan.J.P.J. Apabila jumlah jamaah shalat fardhu sepadan dengan jumlah shalat Jum’ah adalah diantara tanda-tanda kebangkitan ummat. J.. hal.J..H. J..J. datangnya al-Mahdi.K. Hal ini dapat dilihat pada jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun yang terus bertambah.H.H.H.P. berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal Islam.J. 6 Tafsir Ibnu Katsir. Pada abad-abad pertama. Meskipun gelombang politik Islam bersifat fluktuatif.. .. H.K. H. S. P. H. .. H.. S.. .. Majusi Persia. yaitu tersebarnya Islam ke seluruh permukaan bumi. . . dsb. bertahannya kelompok kebenaran.J. Tetapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri. Ahmad dalam Musnad). “Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam.H.J..K. datangnya pembaharu setiap abad.H.K. .. K..K.S. senantiasa mencari tempat yang rendah untuk mengalir.P. Nasrani.. Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran.P. Islam ibarat air. ―..P. P.H.H. .K. .H. yang lebih penting adalah kualitas.. P..H.K.J.H. dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan.J. sampai mencapai jumlah dimana musuh kesulitan menghancurkannya...H.P.H. kemudian fenomena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi pusat kekufuran.H. .·.H.N. K. P.. S. . K.P. (..K. .J. .P.H. H.K.S.. dan sebagian agama-agama Asia-Afrika.H. .

gunung-gunung.H.J. sumur-sumur.J. walaupun terdapat perbedaan yang tajam dalam ras. . membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang lebih 450 tahun..K. Memang Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin.. . )..H.. lautan. bahkan di wilayahwilayah muslim bekas Uni Soviet dan yang masuk ke dalam RRC. Sumber-sumber kekayaan alam itu berada di kawasan Teluk. Aljazair. Brunei Darussalam.. Kita memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.. sumber-sumber mata air. .. Nasrani dan Islam.. Jika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban. Letak geografis kita memiliki nilai penting..P. Sumber daya alam (al-wasa’il al-maddiyah ‘indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan.P. Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain. tentu bisa juga untuk mengendalikan masa depan. . agama dan sejarah... df .. . Tempat pertemuan benua-benua.H.. Tanah kita subur dengan daratan rendah dan oaseoase. (86 .KH. bahasa.s .: . sumber-sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah-risalah langit....J... cadangan penyimpanan air tanah dan tambang-tambang yang penting yang dibutuhkan oleh dunia... bi-idznillah.Θ .J . Warisan sejarah (khubratun min at-tarikh) Islam pada masa lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad..J.J ...J “Dan ingatlah ketika kalian sedikit lalu Allah membanyakkan (jumlah) kalian. Yahudi.. Jumlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri. Ini adalah kekuatan ekonomi. Itupun telah terjadi krisis akhlak dan material. Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi Islam....P. ditemukan sumber-sumber minyak..Bangsa-bangsa di dunia berusaha keras mengurangi populasi kaum muslimin. Mereka membuat blok-blok (persekutuan) di antara mereka.P.. Kita memiliki bukit-bukit. sungai-sungai besar.N. teluk. Indonesia.. sekaligus memadamkan berbagai pemberontakan terhadap Islam di berbagai penjuru dunia.” (QS al-A’raf : 86). .H.

.... ... Membangun iman mendalam .9 Berkata Ibnu Katsir.. Krisis kebanggaan beragama .. Memahami Islam scr detil .. . Krisis perasaan akan keagungan Islam ... sangat menderita.. adalah diawali oleh krisis kepribadian (basic of knowing) dengan mudah mengobral janji.. Tetapi jiwanya goncang. tiada ketenangan maupun kelapangan dada..... .. . . .. Al-Quran menjelaskan secara global bahwa krisis multidimensi itu terjadi karena berpaling dari ketentuan Allah...8 Makna ayat ini.. ...... . Mewujudkan solidaritas kokoh BAB II .. jahili).. ... ARAHAN PEMBAHARU Akar krisis ummat Islam (al-asbab ar-ra’isi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya.. bingung dan diliputi keragu-raguan................... maka baginya kehidupan yang sempit di dunia (ma’isyatan dhonkaa).. barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum-hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba-sulit (ma’isyatan dhonkaa) di dunia.......... .. bisa berpakaian...... sekalipun secara lahiriyah sejahtera.. bertempat tinggal sesuka hatinya.. Kehilangan harapan thd pertolongan Allah . .. “Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya. bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun secara lahiriyah makmur... makan.......... . .. Dalam hadits riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa penyebab terjadinya berbagai krisis.. ....10 Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih... .. krisis keimanan dengan .... yang dimulai sejak format ketatanegaraan berbentuk khilafah (Islami) berubah menjadi format muluk (kerajaan. AKAR KRISIS UMAT ISLAM ..u..

ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak logis. 16 Imam ath-Thabari17 ketika menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa godaan “dari muka” adalah godaan tentang persepsi dunia. agar manusia menjadi serakah. kejujuran. krisis perasaan terhadap keagungan Islam (azmat al-masya’ir ‘an ‘azhamatil Islam). perkosaan. tekstual (literal) dan normatif. krisis moral ditandai dengan merajalelanya praktek perzinaan. mencari dunia dengan menghalalkan segala cara. hal. 12 Imam Qatadah mengatakan. . Yakni yang memberi gairah dan arti hidup. kecuali hamba-Nya yang masih ikhlas. dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hedonistik. hal. keselamatan. muka. agar manusia ragu-ragu kepadanya. Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah. manusia menjadi individualis. Para pembaharu mengidentifikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut. Dia enggan mentaati-Nya. yaitu ajakan kepada al-Quran yang mengadung kehidupan.18 Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk menghadapi dua godaan terakhir. 497. meghalalkan segala cara ketika memperoleh kekayaan serta keengganan untuk berzakat. Godaan “dari belakang” adalah godaan tentang kehidupan akhirat. kemudian menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya secara fundamental dan menyeluruh. musibah kemiskinan struktural.11 yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan jiwa. praktek aborsi. seraya menyombongkan diri dengan cara membanggakan asal-usul. Godaan “dari arah kiri” berupa godaan kebatilan agar manusia cenderung kepadanya. 10 Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir II. keluarga dan 8 QS Thaha : 124.menolak ber-tahkim dengan hukum Allah. ummat Islam lebih mendahulukan akal daripada hati. Persis sikap Iblis ketika memperoleh perintah dari Allah untuk memberi hormat kepada Adam. 14 Dalam berinteraksi dengan Islam. hanya berorientasi ke bawah (sujud) dan atas (Allah). pornografi. syetan memohon izin kepada Allah untuk menggoda anak cucu Adam dari arah belakang. Godaan “dari sebelah kanan” adalah godaan terhadap kebenaran. 15 Pasca suksesi di surga. kesucian di dunia dan akhirat13 dan menjamin kebahagiaan hidup di akhirat. terjadi bencana alam di mana-mana. agar melupakannya. Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh syariat sekalipun baru pada tataran wacana cenderung disalahpahami. Arah “bawah” dan “atas” ini tidak bisa dimasuki oleh syetan. masyarakat. kanan dan kiri. diawali dari kesempitan batin (azmat al-masya’ir). Mereka masih ragu bahwa Islam adalah ketetapan dari Allah Yang Maha ‘Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik. kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan. penyakit AIDS mewabah. Ummat Islam sekarang tidak meyakini secara bulat (100%) bahwa Islam adalah solusi mendasar dalam mengantisipasi persoalan individu. 250. sehingga manusia menjadi makhluk yang tidak pandai bersyukur. Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang zhalim. akhirnya menjadi hamba materi bukan hamba Allah. harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. Pertama. pergaulan bebas. 9 Shafwatut Tafasir II.

dan sosialisme yang membuahkan kedengkian.. .K. karena sesungguhnya kedua putra Adam ‘alaihis salam salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad.J.H.P.H.H..J.J. 17 Tafsir ath-Thabari.H..J.J.K H. .H..H.K .H.. Shaad : 76...H.J.J.J. ... 12 Shafwatut Tafasir I.P. J. karena sesungguhnya Iblis terbawa sifat al-kibr sehingga menolak perintah Allah subhanahu wa ta’ala agar bersujud (menghormati) kepada Adam ‘alaihis salam.K..K. Waspada serta jauhi al-hasad (dengki).H. J..H..H.H. .H.J.N. P. .H. J.K. H.H.H.H.) m..m .H..H.H. . 11 QS al-Anfal : 24. P.K.H..K... “Waspada dan jauhi al-kibr (sombong). ..H.J.H.H. P..H..H.J.H. . H.JH..H..K.P.P. kepatuhan (submission).H.H. P.H.HS.P...K. .H..K.P.H. dan berilah (kekuatan) kepada kami untuk menjauhinya” Persepsi ummat Islam terhadap Islam telah terkontaminasi oleh paham feodalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kesombongan. hal. H. Waspada dan jauhi alhirsh (serakah).J.P.H. hal. H.P. juz 5.J. Ketiga sifat tercela itulah asal segala kesalahan (di dunia ini).H. H.³.H. .H.K.H.J..19 .J. hal.K.H. 18 QS al-Hijr : 40.J.H. 500. J. S.K.J.N..H....H.J.H. N. 16 QS al-A’raf : 17.. .K.p . karena sesungguhnya Adam ‘alaihis salam terbawa sifat alhirsh sehingga makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. . N..H.. (. Sangat kontradiktif dengan sikap para salafus shalih.P.J.H. 468.. 13 Tafsir ath-Thabari.. H.P.H.H.. ketaatan (obedience).H.K. H. . 110.K.. 14 QS Yunus : 64. .J. kapitalisme yang melahirkan keserakahan.N. ketika berinteraksi dengan firman Allah maka sikap yang menonjol adalah tashdiq (membenarkan) dan taslim (berserah diri). .. H.N. 15 QS al-A’raf : 11..J.. N.K.H. Lihat: Shafwatut Tafasir II. .·. tunjukkanlah kepada kami al haq itu yang benar dan karuniakanlah kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya. N.. N.J. hal..H.” (HR Ibnu Asakir dari Ibnu Masud. dalam Mukhtaru al-Ahadits).P “Ya Allah. 446..H..P. .H.N.H.. H.H.H. H..P. .H. .H. H.³. dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan... . juz 13. P.

acuan dan kerangka tata kehidupan. terpesona dengan kebesaran negeri-negeri Eropa dengan paham materialismenya. Ma’alim fith-Thariq. 23 Dahulu. malu menunjukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah.24 Mereka tenggelam. 20 Abul A’la al-Maududi. lainnya pasif. peperangan pemikiran. Prinsip-prinsip Islam. bernegara dan hubungan intenasional. adat istiadat. Pemakaian kalimat ‘ghazw’ disini menunjukkan salah satu pihak yang aktif. banci – meminjam sabda Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam – yaitu. an-Nuur : 51. Di tengah keberagaman simbol.20 Mereka laksana prajurit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya. Lihat: Hamudah Abdalati. Lihat : Sayid Quthb. aliran pemikiran dan isme di era globalisasi saat ini. tidak mengajarkan hal-hal yang tak bisa dicapai manusia. apalagi berinteraksi dengan ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya). 21 QS al-Baqarah : 285. Islam in Focus. Islam bukan ajaran yang teoritis yang memadati pikiran. Sedang kalimat ‘harb’ bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama-sama aktif bergerak. 25 . Alghazw al-fikri.21 Dalam menyikapi ayat-ayat yang mutasyabihat (belum jelas maknanya) saja mereka menyerahkan penafsirannya kepada Allah. tajhil (pembodohan) pada diri muslim terhadap dien-nya sendiri. carok (Madura) dari kata ghirah (cemburu). bahkan kemudian cenderung mengalami pembelokan makna. telah terjadi tasykik (proses peraguan). budaya. Tidak ada sikap yang didahulukan kecuali sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami siap mematuhinya). Lihat: al-‘Aqaid. taghrib (pembaratan). lebih-lebih yang mutasyabihat. Mereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi. dimana ayat yang muhkamat saja perlu ditafsirkan supaya lebih kontekstual. Mereka kurang percaya diri. Islam tidak sekedar landasan etis. keluarga. Kedua. ditambah dengan semakin gencarnya peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri). Hasan al-Banna. Misalnya di Indonesia saja kosa kata sirri (Makassar) dari kata sarirah (jati diri). 22 QS Ali Imran : 7. diterbitkan oleh WAMY. Mencakup kehidupan individu. 19 QS al-Hujurat : 14-15. krisis kebanggaan dalam ber-Islam (‘azmatu al-i'tizaz bid-diin). yang semula inhern dengan simbol ke-Islaman berangsur-angsur hilang. tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang bisa digapai. kaum muslimin Indonesia rela kehilangan nyawa.22 Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigma berfikir yang dikembangkan oleh kalangan tertentu. dan merasa bangga karena membela kehormatan diri (‘iffah) sekali pun beresiko. tetapi ajaran yang aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan.Mereka memahami bahwa Islam adalah manhaj al-hayat. ditandai dengan gencarnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin. seseorang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan oleh keluarganya dengan orang lain. Jatidiri Islami yang telah mengakar dalam jiwa kaum muslimin mengalami degradasi. al-Anfal : 2. Nabi-Nya dan orang beriman. sekarang dihinggapi penyakit dayatsah. masyarakat. Kaum muslimin sedang dijangkiti virus wahn (cinta dunia dan takut menghadapi kematian). nilainilai di hadapan Allah dari bangsa lain.

H. . yaitu intervensi Tuhan (tadakhul rabbani). K..J. 24 QS al-Munafiqun : 28. .K.H. Lihat: Ru’yatun Islamiyah li Ahwaali al-‘Alami al-Mu’ashir.H.. Ketika itu .28 Berbeda jauh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain.P.H. Kaum muslimin dalam posisi lemah. dan harapan akan jaminan masa depan. yakni orator (pandai berceramah tanpa teks. Semua itu baik.. Yusuf al-Qardhawi. Tetapi Abu Sufyan memilih jalan lain menuju ke Makkah dan memprovokasi kabilah Quraisy untuk berperang melawan kaum muslimin.H. J. N.P. K.K. P. Dr.27 Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka.H. karena pembawa ideologi itu yakin akan keistimewaannya. 26 Al-Islam Hadharatul Ghaad. Paham materialisme begitu cepat berkembang. J. lapar (berpuasa Ramadhan). 25 QS Ali Imran :139.K. Allah subhanahu wa ta’ala pun berkenan menolong kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang. J. planning.Sejarah mencatat bahwa dunia ini didominasi oleh mereka yang memiliki keyakinan. Kini.J. umat beliau. “Demi Allah. P. terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput.N.H. management. Hamka.H. wahai Rasulullah. kekuatan material dua pasukan yang saling berkonfrontasi itu tidak sepadan. niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi setelah hari ini”. J. Ghirah dan Tantangan Islam.P. 26 Tanpa keyakinan dan kebanggaan.P.J.. Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak-haknya yang dirampas oleh orang kafir. manajemen Ilahi.J. seperti terlukis dalam doa yang beliau panjatkan: .J. dan teknologi modern. tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mendominasi kehidupan ini. khuthbah murtajalah).J. peralatan perang seadanya.J.. Ketika terjadi Perang Badar antara muslim dan kafir. Seringkali kaum muslimin dalam memecahkan persoalan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek organisasi. kabulkanlah doaku. setelah pulang dari kafilah dagang. J. K. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam terus berdoa hingga selendangnya terjatuh dari pundaknya.P. “Ya Allah. baru terbukti perkembangan sains dan teknologi yang merupakan produk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia modern menuju hidup bahagia. efficiency.. kehilangan harapan akan datangnya pertolongan Allah (‘adamu alamal bi-ta’yidillah). J. muslim modern (al-muslim al-mu’ashir) akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi merespon tantangan eksternal. Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan 4 kali lipat dari jumlah pasukan Islam.J.K. karya Dr.H.K. 23 Prof.J.J. semua elemen masyarakat Quraisy.H.H. Dengan kelebihan yang melekat pada dari tokoh kafir Makah itu. tersulut amarahnya kepada komunitas Islam yang sedang dirintis oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Ketiga.H.H.N.. N. Ya Allah sekiranya pasukan ini hancur terkalahkan. karya Muhammad Quthb. Allah pasti akan menolong dan mengabulkan doa Anda”.H. hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau.H.

H.H. ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang. . padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata.H.H.. J. df BAB III . ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’. J. perlu diambil langkah-langkah diagnosis berikut.H. Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia atas penggunaan sama’. termasuk malaikat.J..P. 165 ( “Dan mengapa ketika kamu ditimpa (pada peperangan Uhud).32 Allah mencela orang yang menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggali potensi-potensi sama’.K.K.H.H.. karena interaksinya dengan ilmu.” (QS Ali Imran : 165). memahami syariat Islam secara terperinci (al-ma’rifah ad-daqiq ‘an syari’atil Islam) Dengan mengilmui syariat Islam.H. SOLUSI ATAS BERBAGAI KRISIS Mengantisipasi krisis psikologis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu’ (tema) ini.P. terbukti memiliki kekuatan mental untuk melanjutkan peperangan.30 27 Fiqh as-Sirah. : ..H. H. ..H.. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. dan dengan izin-Nya.P. Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat Islam pada Perang Uhud. 29 QS at-Taubah : 25. J. Begitu kepercayaan diri tertanam secara berlebihan.H.) J. Syekh Muhammad al-Ghazali. J.P. .. J.29 Thalut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air.J. 30 QS al-Baqarah : 249.J.N.P. Jalut dan pasukannya berhasil dipukul mundur. Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan seseorang mampu mengidentifikasi permasalahan kehidupan ummat dan mencari solusi alternatif. hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan telak. Allah akan memberikan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh melalui usaha yang tekun) dan ‘ilmu ladunni (ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah). 28 QS Ali Imran : 123.H.H. ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpesona dengan kekayaan dunia.J.K.31 Posisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain.J.J. Pertama.. sekedar untuk melepas dahaga.P. bashar dan fuad-nya secara maksimal.. u.J. bashar dan fuad-nya...H. .. Sedangkan prajuritnya yang minum air sungai secara berlebihan hingga kekenyangan.mereka membanggakan SDM unggul dan peralatan perang.33 Ibnu Taimiyah mengatakan kebodohan adalah musibah kematian sebelum meninggal.J. .34 .H. J. ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah.K. Karena peperangan dikomando langsung oleh Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam diikuti oleh para Sahabat senior.P.K.N. K.H.P.P.. Kebanggaan material terbukti tidak berhasil menolong dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim. .

ideologi.” Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah. membangun solidaritas dan soliditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) Terapi yang ketiga adalah terampil dalam menjalin hubungan interpersonal dan intrapersonal (shidqun fil mu’amalah). Ketiga. ekonomi. sosial. Kedua. Pertama.43 Bertolak dari shidqun fil mu’amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah. Iman akan melahirkan kesadaran untuk hidup Islami secara total dan menyeluruh. ketidakadilan hukum dan ekonomi dan sikap represif lainnya. tak terjebak pada parsialisasi Islam (juz’iyyatul Islam). Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perintah mencari ilmu menggunakan kalimat faridhatun. demikian kata Al-Maududi.Doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah pada awal-awal perlangkahan Islam adalah doa agar dianugerahi SDM unggul. Kemenangan iman bukan hadiah ummat Islam semata. minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka. maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan.35 dan akan menyimpulkan bahwa semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia. Berbeda dengan paham barat yang mengatakan. dimana “ta’ marbuthah” dalam kata ini mempunyai arti superlatif (mubalaghah). 42 Syariat shalat merupakan penye-garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat. Kedua. Ada dua komponen penting sebagai pilar dalam bergaul (rukn al-mukhalathah). keindahan dan sifat-sifat utama yang lain. Karena Islam adalah untuk semua manusia (kaffatan lin-naas) 41 dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil-‘alamin). membangun iman secara mendalam (al-iman al-‘amiiq) 31 QS al-Mujadilah : 11. politik.36 Bangsa-bangsa yang memiliki komitmen peningkatan SDM. benci kepada sudara muslim. 38 Iman yang benar akan melahirkan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami tunduk) pada ketentuan Allah.” Islam mengajarkan sejauh mana Anda mengorbankan kebebasan Anda untuk kepentingan orang lain. 33 QS al-A’raf : 178. “Ya Allah. dengki. 39 Mukmin sejati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur oleh Allah dengan suka rela. jayakanlah Islam ini dengan masuk Islamnya salah satu dari dua Umar. 32 QS al-Baqarah : 31. Iman yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama jeleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman. al-‘Alaq : 5. kedisiplinan. Setelah mengikrarkan syahadat. maksimal kita mampu menunjukkan sikap itsar (mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri). tetapi kemenangan kemanusiaan atas kezaliman.37 menerima Islam sebagai minhajul hayat (sistem hidup). kejujuran. . keamanan. konsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat. 35 QS Fathir : 28. atau ber-Islam karena dorongan intres pribadi. keadilan. alias sangat diwajibkan. “Kalian bebas berbuat apa saja asal tidak melanggar batas-batas kebebasan kami. 36 QS Ali Imran : 191. 40 Dengan iman akan melahirkan loyalitas pada kebenaran mutlak. kedamaian. dll. 34 QS al-Isra’ : 36.

Satu rahmat saja bumi dan seisinya berjalan dengan harmonis....H.H..J.³..H.H..u.” (QS adz-Dzariyat : 56).H. insya-Allah berbagai krisis yang bersifat konsepsional dan teknis akan segera berakhir. . : .H..H.K.H. H.K. .H.. H.. sebagai hamba-Nya.J. H.. diuji secara shahih pada realitas kehidupan ummat.. berilmu dan dirakit dalam bangunan organisasi yang kokoh maka akan men-zhahir-kan Islam diatas agama-agama yang lain.Sejarah menunjukkan bahwa dengan jalinan ukhuwah yang solid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan.H.P.H.K. P..H.H.H. : N.J.H. K.H.K.H. seluruh makhluk hidup dengan damai.K. H.P.J.H.H. . 42 QS Thaha : 12. 40 QS an-Nisa’ : 65. J.K. N.K.K... . . df 44 QS ash-Shaff : 9.N.H. binatang-binatang buas tak berebutan dalam satu lokasi minuman.. 14. N.. H. P. K..J.H..J. TAHAPAN TURUNNYA WAHYU SEBAGAI JAWABAN Argumentasi orisinalitas tekstual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya program dasar Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia adalah. P. mH.H.J.K. N.J.P.J.H. . 39 QS an-Nuur : 51. H. K. .J. . .H.J.J.J.H.H. K. ibu bisa mengasihi anaknya.P. N.H.H.H.. Kesan (atsar) yang diperoleh lewat media pendekatan (‘ibadah mahdhah) ini akan mendapat curahan 1% dari 100% salah satu sifat-Nya yang baik (al-asma’ al-husna). S. 37 QS al-Baqarah : 208.. Syari’ah dan Imamah-Jamaah.H.K.K.. . “Berakhlaklah dengan akhlak Allah subhanahu wa ta’ala barangsiapa yang berakhlak dengan salah satu akhlak-Nya. K.H.. .K.K.J..K. BAB IV . niscaya ia masuk surga. J.J.N. 56 ( “Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka (ujungujungnya) beribadah kepada-Ku.H. K..J.H.H... Abul A’la alMaududi.H.H.K.H......K.J. pertama.P. P. 44 Ketiga solusi mendasar diatas – menurut kajian Sistematika Nuzulnya Wahyu – dinamakan Prinsip Dasar Aqidah.H.J. J.H. 41 QS al-Anbiya’ : 107..J.H..K. Jika ketiga diagnosa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini. .. al-Hajj : 11. mH.H. J. 43 QS al-Hasyr : 9.K. J.K. Lihat: Nahnu wal Hadharah al-Gharbiyyah.J.J. diantaranya sifat ar-Rahman ar-Rahim.K. K..H.H. H.K..H.P. P.H..” (al-hadits) ―...³..J.H. . P.H. P. H.K. N. .J.H. P. : .H.K.N.. semuanya..H.H.H..N. . ....H.³...H. J.³.. K.J.J.P. .H. Dengan sumber daya manusia yang beriman. K.K.K. Maka.. J. . P.H.P. .H.H. langkah pertama dan utama seorang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).K..) K.H.K.H. H.H..H.K.K.H.J.38 QS al-Baqarah : 85.J. .

.H. ada makhluk yang memiliki potensi untuk mengurus dirinya dan mengelola alam..N. P.N..H.” (HR alBukhari).. P.H.H.P.N.J.N.N.H.J. K....K.H. H.H.. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Barangsiapa memusuhi wali-Ku.K.K.H. dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku.H.H.) ³..K.H.J.H.K.. N.J. yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khilafah-Nya di muka bumi ini. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki. Ketika seorang hamba mendekat Allah subhanahu wa ta’ala dan telah terbangun cinta secara timbal balik antara dia dengan Allah. untuk mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin).K. P. .J. maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu.K..H.H. P. K.J. K.N.H. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya.H.H.H.J. N. : .K.H.H. : H..K.H. Maka tugas yang kedua.H.H. maka Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.N. maka Allah akan menjadikannya sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu). .K.H.H.K..J. P. J. P.H.J..H. sebagai tangan yang ia memukul dengannya.H.H. . J. J.) P. manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah-Nya).N. .H..H. K. Jika ia mendekat-Ku satu hasta.J.K..H.H.H. sehingga semua aktifitas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak-Nya.H.K.” (HR al-Bukhari dan Muslim). H.K.K.K.H.H..H.J.K. P.P. J.H.H.H.J. J.K.H. J.P.HP.H.H.K.. P.H.. m.K.J.H. P.J.J..H.H. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. . P.J.K. K.K. P. Aku akan mendekatinya sehasta.H..K.J.. Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda.J. .J.K.J.H. J.H..H.J.H..J.K. . J.K. P.H.H.J.H. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi. J.(. H. . H.H J. J. aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.H. K.. ..J.H. .H.K. K.P.H. K.K.J. ..H..N.J. H. Dalam usaha memakmurkan alam ini (i’mara).H. (..³.H..H. hamba-Nya (‘abduhu) atau Rasul-Nya (rasuluhu). untuk membantu 1% dari tugas-tugas-Nya dalam mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin). Aku akan mendekatinya sedepa..H.. P. H.J. P. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya.J. .K.H.. Orang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikategorikan oleh hadits sebagai penggembala (ra’in).H.. ..P. P.H.H..H. .H.J..H.H.H. N.K..·.H. P. Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah sehingga Aku mencintainya. J.P.K.J.H. dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum. “Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : ‘Aku dalam sangkaan hamba-Ku.H. P...H J.J.P.H. J.J.K.H. .³. 61 ( “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu . ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang menjadi urusan orang lain.H.P. N.H.K.H.P.H..H.K. .N. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal. : .N. . J.. ..P. P. J.H.J.K.H.H. J. K.K.K.N.H.J.H.H. maka Kuizinkan ia (yang memusuhi itu) diperangi.H. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. H.H... N.) . Jika Aku mencintainya.

P : .” (QS Huud : 61). Di satu aspek kuat dalam potensialisasi diri.H.K.H.J.33 . Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhalifahan. H. 32 .pemakmurnya. sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman.H.P.P.K...J.H.. P.J. .. dan mendatangi tanpa membawa bala tentara).J... . minum obat yang pahit alternatif yang .S..H.H.H.H.J. . Sosok yang baik untuk dirinya sendiri (shalih li nafsihi).H. Tugas kehambaan dan kekhalifahan ini harus berjalan secara seimbang. pastilah akan terjadi chaos (fitnah)..” (QS at-Taubah : 32-33). K. sehingga kegelapan-kegelapan (zhulumat) sirna dengan sendirinya.J.J. terkadang harus memilih alternatif perang. Ibarat tubuh yang tertimpa penyakit akut... Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..K. maka pastilah keduanya binasa.) ³. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung jawab sosial.H. .. H.J.H.. H.J.P. maka dalam diri manusia akan terjadi perkembangan yang tidak utuh (split personality)..H.. K.S. Proses pemenangan agama Islam ini adalah dengan pencerahan.. 30 ( “Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.P..P. K..H. Allah subhanahu wa ta’ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak. Engkau adalah lampu (penerang) hati.S.H.) .. .J. Demi kesembuhan tubuh. : ..J. K..H. Dan manusia model ini termasuk pendusta agama.H..J.. Menang tanpa ngasorake lan nglurug tanpa bala (menang tidak menghinakan pihak yang kalah..J.K. Jika Allah sebagai Pencipta sementara makhluk-Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi-Nya.P.H.J. Engkau adalah bulan purnama.―. .N.H. maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi..P. K. H. Menampakkan cahaya (nuur).H.. Apabila kedua tugas itu tidak berjalan secara sinergis.H. J. H.. J.H. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.” (QS al-Baqarah : 30). Karena Allah adalah pencipta (al-Khaliq).... Perang bukan berarti merusak. .J.J. J.チ..H. untuk mencegah penularannya ke seluruh tubuh.K.J. P. .K.H.H.H. tetapi menghilangkan berbagai hambatan (‘awa’iq) yang menghalangi sampainya rahmat Islam ini kepada yang berhak menerimanya. “Engkau adalah matahari. * .P. K.P..K. Untuk menghindari kekacauan ini.H.J.) H. tidak shalih bagi orang lain.K. * K..K. J.K.H. H..” Penegakan aturan (iqamtud dien) adalah dharurah basyariah (kebutuhan primer) dan hajah syar’iah (tuntutan keagamaan).H.J. Shalih secara ritual tetapi tidak shalih sosial.K.H.( “Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. S.. .J.K.. bumi adalah ciptaan-Nya dan manusia adalah makhluk-Nya.. maka dijamin sukses dalam menjalankan fungsi sebagai wakil-Nya. Aturan itu disebut diinul haq (dien yang benar)..J. N..J. H. Engkau adalah cahaya di atas cahaya.H... Tujuan (al-hadaf) penegakan aturan ini agar diunggulkan-Nya atas agama yang lain.H.. tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri.K. : .H. .J.H..J. H.” (QS al-Anbiya : 22).

.J.J.J. J. H. .H.45 45 Al-Qur’an dan Terjemahnya..P. .J. .P. J.P.H.. “Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan jadilah ketaatan semuanya (dikembalikan) milik Allah. J.H.P.J. tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar kondusif tegaknya nilainilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan. karena tandus dan gersang.. sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam.J. P..K.K.. .H. K. maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri. H...H... J.K. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri.J. H.J.J.J. K. semua etnis.” (QS an-Nisa’ : 97). 96 ( “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa..K.K P.J..H.H.H.H.H. P.H.H.H.. .K. dan akan masuk neraka.J.H.チ. ‘Bukankah bumi Allah itu luas.) H..H. ..H.. dan sebagai wasitnya (wasathan) adalah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Depag RI.J.H.J.K.H.K.J..H.H.P.. .P... insya-Allah alam semesta akan kecipratan rahmat (rahmatan lil ‘alamin).J. kaum munafik dan kafir diberi kebebasan untuk melaksanakan kepercayaannya. チ... J.H.P.J.J...H.H.” Jika aturan dari Allah (dienul haq) dilaksanakan secara kaffah. . suku. agama.H.H. J. ³. Jika di tempat pertama kurang ..H... K. . .H.J. .P.H.P.P... J... . .” (QS al-A’raf : 96).. .K. J . Na’udzu billah min dzalik..H.J. J.P..H.J.H. ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab. Sekalipun secara geografis mempriha-tinkan. H.K.P.H. asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama.. J. Di Madinah.. hal.H. (kepada mereka) malaikat bertanya.K.. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.J. Yang menjadi stressing ayat ini bukan saja penduduknya (ahl).―..K. N.N. 137..N. J.H.H.H.J.³.H.harus dipilih. H.H.H.P..P.. N.N. : .J.H. m. H.P... membuat orang menangis (bakkah).N..H.J. J.H. Yang dimaksud ayat ini ialah orang-orang muslim Mekah yang tidak mau berhijrah bersama Nabi sedangkan mereka mampu. Seorang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak Islami. Kita wajib mengupayakan terwujudnya kawasan yang Islami (al-bi’ah alIslamiyah). .H.S.K.H.P.H.P.H.J.H. dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali. ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’...H.J... ..H. .H.チ.K.J.....N.H. . maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. sementara dia tidak mengupayakan penerapannya.P. .K.J..P.P..J. N.... チ... akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.K.... J. Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al-Qur’an ini bukan untuk manusia saja.チ..H.N...H. Para malaikat berkata.H. K... . H..P.. K. Demikianlah sebagian filosofi perang dalam Islam. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.. tetapi sekaligus kawasannya (al-qura).K.H.H..P.H. K.H. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar.J.

lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan.J.H. .H.. Dari Huzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata..H..H. ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu dalam masa jahiliyah dan keburukan.H. ‘Adakah sesudah keburukan ada kebaikan?’ Jawab Nabi..S. Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan ada yang tidak.H. .P. . ‘Sekumpulan orang yang memimpin bukan menurut jalan yang benar. ‘Ya’. ‘Ya Rasulullah.. ( (122 ( 87 ..J. ‘Apakah yang engkau perintahkan kepada saya.J. melainkan kesesatan.P.. Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala penjuru.H. Saya bertanya. Saya bertanya. maka tiada sesudah kebenaran itu.H.K. kalau seandainya saya mendapati hal yang demikian?’ Jawab Nabi. ‘Ya. tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan (bahaya). ‘Apakah perusak itu?’ Jawab Nabi. Siapa yang memperkenankan panggilannya. .H.K. “Orang banyak biasanya menanyakan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan. Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa nafsu dan persangkaan jahiliyah.―. terangkanlah kepada kami keadaan mereka!’ Jawab Nabi.J. Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh.H.N .P. Adakah sesudah kebaikan itu akan terjadi keburukan?’ Jawab Nabi.N..H. Orang-orang yang memanggil di pintu neraka.: .’ Saya bertanya. Jika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala tak dilaksanakan.―.H “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang haq (sebenarnya).J.P. Musa dan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P.P.KH.’ Saya bertanya. pasti timbul malapetaka. ‘Jauhilah semua kelompok sekalipun karena itu engkau sampai menggigit (mengunyah) urat-urat kayu. . ‘Bagaimana kalau tidak mempunyai jamaah dan imam?’ Jawab Nabi.H. Saya bertanya. carilah ke tempat lain.H.³ .: . mereka dilemparkannya ke dalam neraka.. karena takut menimpa saya. Sebagaimana yang diperagakan oleh Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail.. Selain dinul haq adalah menyesatkan. ‘Hendaklah engkau tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan mengikuti imam mereka. tapi ada yang merusaknya. Luth.J ).” (QS an-Nisa’ : 122).K.K ).’ Saya bertanya. ..H “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah... sehingga engkau meninggal dalam keadaan demikian.H.J.’ Saya bertanya.’ (Muttafaq ‘alaih).P .menguntungkan.H.P. Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Yunus : 32).J... ‘Ya. ‘Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka berbicara dengan bahasa kita’.H.PH.N. ‘Apakah sesudah kebaikan itu terjadi lagi keburukan?’ Jawab Nabi.

karena sesungguhnya Allah. Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu...K. : . .J. H....” (QS Yunus : 64). “Yang demikian itu. K.) H...H. .” (QS an-Nisa’ :87).” (QS ar-Ruum : 30).H.P.³.H. manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam (sunnatullah). sedekah bisa menolak bencana. J.P “Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran itu kebenaran dan karuniakanlah kepada kami (agar) mengikutinya.J..J.J.J.P.H..H. ..H.H..H. 191 ( “Wahai Rabb kami.. N. ayat kauniyah).H. H.J. ―. : .H.. H. 62)..) ³. Contoh perbuatan zina memperpendek umur.K..K. H.H.K.” (QS Luqman : 30).H.. K..K. : .H..” (QS alHajj : 6. Kebenaran dari Allah itu mencakup ayat-ayat tanziliyah (ayat quliyah)..J.J..J. Tiada yang bisa menghalangi proses itu sedikitpun. J.H..P...P.H.H..P..H..H. H.H. .. ‘Dia (Muhammad) mengada-adakannya’.H..J. .H.P.P. N.H. ―. : . .. N.H.).K.) H. N.S.. H. Dia lah yang haqq.K.” (QS al-Baqarah : 147)..K.H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum . P..) P.·..P.H.J. Sekalipun secara verbal bisa menolak.P.J.. H. . menghormati tamu mendatangkan rizki dan mengurangi dosa.J.H..H. . Aturan firman Allah dikenal dengan qadha’ tasyri’i dan aturan ciptaan Allah disebut qadha’ takwini..H. H.S.J.H.P. K. N. .” (QS Ali Imran : 191). karena sesungguhnya Allah. 30 ( “Demikianlah.. 30 ( “Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah.H. kuhulah (dewasa) dan syaikh (lanjut usia). J. Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam.. adalah fenomena penciptaan yang direncanakan Tuhan pasti terjadi.H. murahiq (pemuda)..H. Tiada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu kecuali mempelajari dan mengikutinya.H. H. J.H..H.) K..J.J...J.H... 3 ( “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan.H.. J.K..J “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah.K.J.J. H.K.. silaturrahim bisa memperpanjang umur.K...K. .. dll.H..J.J.K .. H. H.: .H.K.” Ketika mempelajari kalimat Allah (ayat qauliyah) dan mengkaji khalqillah (ciptaan Allah..K.H. 147 ( “Kebenaran itu berasal dari Rabbmu maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang ragu-ragu.) K.... : .. Proses kejadian manusia dari janin (embrio).H. tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia.K..H.. H. shabiy (bayi).. : . Dia-lah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil. . H...H.K. thifl (anak-anak).J. Demikian pula kebenaran itu mencakup ayat-ayat kauniyah (alam semesta).H...J. Secara fisik.N.. .J. di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat.H. ―.” (QS as-Sajdah : 3). 64 ( “Tiada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah.N.J..P.

K. J. uslub (susunan kalimat).N. Muslim dan Nasa’i). J.K.H..K.H.H.N. Malaikat terulang sebanyak 88 kali sebanyak kata syetan.H.H.J.P.H. H.H.. sejumlah hari dalam setahun.. namun dia mengingkarinya. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.N..H. P. .H. P..K.H.H. Zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah. : . beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha : .H. Dia menggunakan kata-kata yang halus. .H.H...H..N.J. Kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali.P. S.J.) K.H. tidak tahu diri).) K. berkaitan dengan sanksi had dari beberapa hukum Allah swt. J.H. P..H.” (QS asy-Syura : 17).H.N.J. juga sejumlah . P. masing-masing 145 kali. Dan apabila yang mencuri pada mereka adalah orang-orang yang lemah.K. Thumaninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiq (kecemasan).J.H.H. Lalu Usamah membicarakannya kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Dia menggunakan kata-kata yang secara makhraj berat diucapkan. P.K..J.K.. mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah. .H. Hayat terulang sebanyak lawan katanya maut.J.K. J. lawan katanya dan dampaknya. Lalu Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong tangan wanita itu.P.H. H.H. H.J.H.. Dalam aturan ini.H..... m... H.H.K.” (HR Ahmad.H... andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri. K. Hurufhurufnya. .H. .. maka akan kupotong tangannya. Seimbang jumlah kata-katanya.H.. dan jika ingin mengajak melakukan pekerjaan berat. J.J.J..K.” Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah.J.K. Jika ingin menyentuh hati manusia. Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan.H. Selanjutnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Usamah.. mereka membiarkannya. mereka memotong tangannya.N.N.J. Panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin..K. masing-masing 32 kali.J.H.H.. adalah pilihan Tuhan sendiri.H.H.H. J. P. J.P.H. kata-katanya. P. Kebenaran firman Allah ini didukung oleh argumentasi tekstual (nash).. (. Aturan yang diberlakukan tanpa merujuk firman Allah dinamakan hukum jahiliyah (bodoh. Akhirat terulang 115 kali sebanyak dunia.H.J.K.. .. Dahulu ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan. tugas manusia hanya sebatas menampakkan-nya dalam kehidupan (muzh-hirul hukm).K.H.H. dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum.H. Maka dipotonglah tangan wanita Makhzumiyah itu. baik antara kata dengan padanannya. Kata syahr (bulan) terulang 12 kali.. P.H.K.H.H.N.K. J. H..Allah subhanahu wa ta’ala. H. P.P.K. Kata yaum (hari) terulang sebanyak 365.K.K.H.K..J.. 17 ( “Allah menurunkan kitab al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan. P.J. H..J. .. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjukkan dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali..J.H. bukan menetapkan aturan (mutsbitul hukm). “Hai Usamah.. aku tidak memberi dispensasi kepadamu. Seketika itu keluarganya pun datang kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma.K.. “Sesungguhnya hancurnya generasi sebelum kalian adalah manakala orang terhormat mencuri.P.K. .

P.. P....K...P..H... J.J.” (QS al-Baqarah : 216).H.H.K...J..N. . al- ... H... sedang inzal hanya turun dalam arti umum.K.. H.K. agar kamu dapat membacakannya kepada manusia secara berangsur-angsur.P..³. ..J.. チ.P.. m 106 ( “Dan al-Qur’an itu Kami bagi-bagi.J..J.... sama sekali tidak membuat-buat sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya.H.H.H.) ³... .H.H. . bertahap)...P.P.K.. .P...H. .. P. ....... H. ³.” (QS al-Isra’ : 106)..H.H..J. ³. .H..H.. .H.H.. Jika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang sok tahu (jahiliyah)...P.K.N.. : . Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan secara kontekstual (pola penerapannya.N.J.J.³..J.P. bukannya anzalayunziluinzaalan... . Rahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus....H........ .. H.チ....J.H.K..H...K.H. J.. .. al-Qalam 1-7. yaitu : QS al-‘Alaq 1-5..H.. . J. al-Muzzammil 1-10.) N. . manhaj)..H..H. Jadi melaksanakan wahyu secara bertahap adalah intruksi dan acuan langsung dari Allah.. Ungkapan “menurunkan” dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil.K.H “Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah?” ....J.J...J..P..J.H. : .H. J.P...―.チ..” (QS alFurqan : 32)..H.. .H.) ³ 32 ( “Berkatalah orang-orang kafir.. Tanzil berarti turun secara bertahap..” (QS al-Ahqaf : 9)..P. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsurangsur.” (QS al-Isra’ : 105).H..J. yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan.J..... Ibnu Abbas..J ..) H 105 ( “Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu) dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran..J. ..H “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui...J.K. P..s . チ..H.H. ..J.H. N..J. J.. Tahapan turunnya wahyu disini menurut pakar tafsir dari kalangan sahabat.. Ulama bahasa membedakan dua kalimat tersebut. : .H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam hanya mengikutinya (ittiba’) tanpa merevisi sedikitpun... H.P..K. 9 ( “Katakanlah : Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.J....J.bulan-bulan dalam setahun.H.. ‘Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok. P.H.H.....P. Pola penerapan ini dikenal dengan metode tadriji (gradual. K. K....K... チ. .. : ..J.チ.. ..P.H.K.K.H. H.. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku..H. P.J. .P . dan Kami turunkan ia dengan turun yang sempurna.H...H..H. .J..

. diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya (alQur’anu yahtaaju ila rajulin Qur’ani). Nilai-nilai al-Qur’an yang ideal harus membumi.. lahir dari kalangan grass root yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat seperti Bilal bin Rabah. Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid. steril dari campur tangan manusia. Umar bin al-Khaththab. wawasan tentang Tuhannya dan misi kehadirannya di dunia. Abdurrahman bin Auf. intelijen (shahibus sirr) seperti Hudzaifah bin alYaman dan al-Abbas. dan ditutup dengan al-Fatihah 1-7. dimana sekitar 100 sampai 110 orang diantara mereka adalah ulama. gurun Jazirah Arab terbukti dipadati manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia. atau keluarga ‘Ammar bin Yasir. Zaid bin Tsabit. Ibnu Abbas. Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah pemimpin-pemimpin besar. pandangan terhadap alam sekitarnya. lahirlah pemikir dan ilmuwan besar seperti Umar bin al-Khaththab. Diakhiri dengan surat alFatihah karena ia induk al-Qur’an. Utsman bin Affan. Ali bin Abi Thalib. Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. dalam jangka waktu 23 tahun.P Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu muncul puluhan entrepreneur ulung seperti Abu Bakar. Dari masyarakat yang buta budaya itu muncul kelompok profesional dalam berbagai bidang. Shuhaib bin Sinan ar-Rumi. Sa’ad bin Abi Waqqash. Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga adalah pebisnis. Pemimpin negara seperti Abu Bakar. jumlah sahabat yang ditinggalkan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam saat beliau wafat berjumlah 16. Bahkan. sekalipun secara ekonomi mereka kekurangan. ‘Amr bin al-‘Ash. Manusia yang telah tertata ulang persepsi (tashawwur) dan bashirah-nya (mata hati) tentang dirinya. dll. menurut catatan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Ali bin Abi Thalib.P. Bidang hukum (Ali bin Abi Thalib.Muddatstsir 1-7. administrasi (Abu Ubaidah). Syuraih al-Qadhi). Dari masyarakat yang nomaden (badawah).J . Dari sinilah awal perubahan besar itu terjadi. Ustman bin Affan.. Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya. atau aspek bahasa seperti Zaid bin Tsabit.000 orang. dibuktikan dengan perilaku pemeluknya. Ibnu Umar. misalnya Usamah bin Zaid. Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam percaturan peradaban dunia saat itu. Ubay bin Ka’ab. Yang memahami dan melaksanakan alFatihah otomatis menjiwai seluruh al-Qur’an. Abu Ubaidah al-Jarrah.. Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang menjadi panglima perang..H. ( 216 ).: . Ibnu Mas’ud.. al-Mutsanna bin al-Haritsah. Argumentasi kontekstual (hujjah al-kayfiyyah aw al-manhaj) Standar kebenaran konsep di samping orisinil. . Jika kita mengkaji perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dalam membumikan al-Qur’an.

. . df $ PAKET II .. PENGALAMAN . suara Abu Thalhah al-Anshari lebih baik daripada sekelompok orang (lashawtu Abi Thalhata khairun min fi-atin). ... Rajulun ka-alfin. .K.. .. ...... ). .H.H.....Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya.J. ...H.... memerlukan kehadiran model manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya. ..... . Tinta emas sejarah tidak pernah kering dari sosok manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya.. Kualitas seorang dari mereka melebihi 1000 orang biasa.. . .H. Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan fisik Ibnu Mas’ud yang kurus. BACALAH .... Demikianlah profil generasi pertama kaum muslimin. ...H......... PERADABAN ........ .P......... Wallahu a’lam bish-shawab... ..: (21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung. Rasulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal.H. : . . .J..K.... ..... ..... INKLUSIF – RESPONSIF THD PERUBAHAN .. .. kehadirannya menggoncangkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan jujur.....Hm.K...H.H.H..H..... kedewasaannya melampaui masanya... Sejarah menceritakan kepada kita tentang kemampuan al-Qur’an untuk melahirkan orang-orang besar.. ..... Bagaimanakah langkah metodologis supaya menjadi manusia muslim ideal? Hanya konsep orisinil dan diterapkan secara sistematis dari alQur’an yang bisa menjawabnya.. .P..H. . ....H. ..J..H.... .....P. ..J....... ..J.J..³. Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya.......H. .. pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah..H. ... .” (QS al-Hasyr : 21).K. PENGETAHUAN ..... ..H. ..³...J... karena komitmen perjuangannya”..H.. Prinsip Akidah $ ...... “Sungguh kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud di surga kelak.. .S.....J. – . H... Sungguh.H.

jika mau ia (bebas ) menjual saya atau ... BUTA BUDAYA & AKSARA X ..... Peningkatan ..... Dari Allah ..... Berdiri .. Gerak dan diam karena Allah .. .... .... NOMADEN ..... Pendidikan . Meneladani sifat rububiyah Allah .. ... Dengan cara Allah ..... Rasul dan Ulil Amri sekaligus. ..... Menuju Allah . PERADABAN .. Berbaring .... Dengan jalan Allah .... ...... ... ... Menuju Allah Iqra’ bismi rabbik : ikhlas karena Allah (bukan mengatasnamakan Allah)... baik dalam rububiyah................... Ali bin Abi Thalib krw.... mulkiyah dan uluhiyah (ibadah)....... Bersumber dari Allah .. ... Taat kepada Allah....... ...... ... TAHU TULISAN & BACAAN ... ........berkata : Saya adalah budak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf...... .. Bacalah dgn Nama Tuhanmu ... ..... Duduk .. Pendidikan .....

............. KISAH NABI MUSA DAN ....... ..... Hukum Allah di alam .... .. ORANG LALAI – TINGGALKAN DIA . ORANG ALIM – IKUTILAH DIA . . ................ Pedoman hidup ..... . LEVEL MUTU BACAAN . ... Membacan dalam Perspektif al-Qur’an . Ilmu kasbi .... .. ....... .......... ... Hukum syariat .memerdekakan saya... Alat pena .... . ........ .. .... Hati ..... ...... Sarana kehidupan ..... Kemurahan Allah ......... .. Pendengaran . ORANG BODOH – BIMBINGLAH DIA .......... ..... Ilmu ladunni .... ..... Ciptaan Allah ... Penglihatan ..... Firman Allah .... BACALAH .. Amal shalih/taat hukum ..... ORANG BODOH KUADRAT – TOLAK DIA .. ..... ......... .. – . . ...

J. .H..J.K. J.N. K.H. seorang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama-agama terdahulu. .. Waraqah kemudian berkata.H...N.H...H.ᅭ .H....HAIDHIR . ..H. .H.. “Dari atas..K.J.....K..H.. ....H. “Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantinya” ... beliau mendapati seluruh penjuru telah dipenuhi oleh cahaya yang gemerlapan dan hal ini mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa beliau kembali menemui istri tercintanya.. Muham-mad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata.. “Yang pertama sekali mendahului kedatangan wahyu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi-mimpi yang benar. H. Khadijah lalu menyarankan menemui Waraqah bin Naufal. J. karena setan tidak akan mampu datang dari arah atas (simbol ketinggian Tuhan)....J.. H.H.―.J...” jawab Nabi.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita. “Yakinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan. .K.N.J.H... . .H.H. sesungguhnya engkau ada-lah utusan Allah yang benar”.H.. “Maka aku ingin merusakkannya” . . J... P. ..... Kebenaran Mutlak.H..N.” (HR alBukhari).. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. .H. Mimpi yang benar. . waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya Iqra’ merupakan 1/46 dari masa kenabian Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam yang berlangsung selama 23 tahun itu...K. H. yaitu dengan datangnya malaikat yang menyampaikan Iqra’ dan seterusnya.... H. ...K..H.. J. .. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Dalam pertemuan tersebut terjadilah dialog.J.. H.. seterang cahaya di pagi hari. K.J. H... . “Dari mana engkau mendengar suara tersebut?” tanya Waraqah. Bacalah. ..K... Dan ketika beliau mengarahkan pandangan mencari sumber suara itu. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. .... adalah 1/46 bagian wahyu kenabian. Hingga suatu ketika datang kepada beliau ‘al-Haqq’.J. Setiap mimpi beliau selalu terbukti (kebenarannya) secara nyata..H.J.J. J. “Secara kebetulan”.S.ᅭ . tidak pula dari arah bawah (tempat menundukkan kening .. Setelah itu beliau terdorong untuk ber-khalwat di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam dan kembali lagi kepada keluarganya untuk mengambil bekal menyendiri berikutnya. Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.H... “Maka Tuhanmu ingin kelak jika mereka berdua sudah dewasa” BAB I .. H. .. m.. .H.. “Wahai Muhammad. PRINSIP AKIDAH .H. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan qalam. menurut Nabi Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari. Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama.K.J.H.

Jadi iqra’ bisa bermakna membaca teks dan sesuatu yang tidak tertulis (malhuzh). yang berarti . Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (maf’ul). Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi. mendalami. Kun fa yakun (jadilah engkau wahai Muhammad orang yang dapat membaca. produktif dan kreatif. Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun (informasi). surat al-A’raf : 17. firman Tuhan. maupun ‘ilmu ladunni (abad. masyarakat. Apabila Anda merangkai huruf-huruf dan kata lalu mengucapkannya. maka obyek yang dimaksud bersifat umum. Buya Malik Ahmad mengatakan bahwa membaca menghendaki adanya gerakan yang dinamis. Semua peradaban yang berhasil bertahan lama. menelaah. justru dimulai dari satu kitab (bacaan). Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah Tuhan pada surat al-‘Alaq. mengetahui ciri-cirinya. Perintah membaca disini tidak disebutkan obyeknya. Sejalan dengan pendapat terakhir diatas. meneliti. Makna ini menunjukkan bahwa iqra’ (bacalah) tidak mengharuskan adanya teks tertulis (malfuzh) yang dibaca. Ia berakhir dengan hadirnya kitab Perjanjian Baru (New Testament). majalah. Tetapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah. Suara itu adalah suara dari malaikat. ‘ilmu kasbi (acquired knowledge) sesuai dengan perintah membaca pada ayat pertama. membaca. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). Muhammad Abduh mengatakan bahwa iqra’ bukan perintah yang membebani (amr taklifi) yang membutuhkan obyek. antara lain menyampaikan. perennial). Membaca dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi serta syarat utama membangun peradaban. berarti menghimpun. suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang membaca dalam keadaan suci. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. Sementara peradaban Islam yang gemilang dipicu oleh daya kekuatan yang tumbuh dari al-Qur’an. ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra’. koran. Membaca : pilar pembangunan peradaban (al-qira’ah ruknu bina-il hadharah) Kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun. dll. maka jadilah ia). Bukan sebatas mengeja. dari mana saja sumbernya. diri sendiri. sejarah.untuk bersujud). bisa dilafalkan (malfuzh) maupun yang tidak tertulis (malhuzh). Bisa juga berarti menghimpun informasi sebanyak mungkin. Dalam kamus-kamus bahasa. Oleh karenanya obyek dari perintah membaca (iqra’) disini menjangkau bacaan suci yang bersumber dari Tuhan (ayat tanziliyah) maupun ayat kauniyah. baik yang diperoleh dengan usaha manusia. Mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk aktif (amr takwini).” Hal ini sejalan dengan al-Quran. Membaca alam raya. Ilmu. Baik yang tertulis.

maka adanya sesuatu itu adalah wajib.K. Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu. Kegiatan membaca ayat al-Qur’an melahirkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada. Pertanyaan itu muncul sebagai wujud respon dari apa yang dilihat. dengan sendirinya memiliki bawaan bisa membaca.. Tidak berlebihan pada suatu ketika manusia akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’.J.H... Jadi ayat diatas dapat dipahami bahwa aktifitas mendengar.. dibaca dan yang disaksikan.. Jika manusia secara fisik berwujud. P. “Pada kasus-kasus tertentu..K.H.. K.H.H.bacaan yang sempurna.K. karena ia adalah jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna (yarf’ul insana ila arqaa madarijiha). penglihatan dan hati.. Demikian pula sebelum menyuruh membaca. diamati.. Sebelum Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan sesuatu.H.H. bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama membangun peradaban.H.. tetapi ketiga potensi . melihat dan hati adalah kegiatan ruhani.K.) 9( “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh (ciptaan-Nya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. sarana-prasarana itu sama pentingnya dengan tujuan”.P.. Semakin luas pembacaan. suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi yang telah ada seperti ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’. ... “Sesuatu yang menjadikan kewajiban tidak dapat terlaksana. penglihatan dan hati.. Sekalipun manusia tidak diperintah untuk membaca. N. Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut.J.H.. penglihatan dan hati.H.H. K.J.P. agar berfungsi secara proporsional dan maksimal. K. Beralasan. Demikian juga. P..H..H.K...J. Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran.. J. Sungguh. K.... namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang. H. ..H... Perintah membaca adalah usaha mengaktifkan instrumen pendengaran.J. P. kegiatan “membaca” alam raya ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam. Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan : K. N.J.K. Ayat alQur’an yang dibaca oleh generasi terdahulu.. terlebih dahulu telah disiapkan sarana-sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah (amr).... Anak kecil saja sering mengajukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terpojok. H. Membaca dalam tinjauan al-Qur’an (al-qira’ah fi dhaw’il Qur’an) Membaca pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran fitrah manusia. ―.N.. .. diraba.....K.H..K. perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia. : . walaupun obyek bacaannya sama...H. . P. H.J.K......” (QS as-Sajdah : 9).H.P.. makin tinggi peradaban dan sebaliknya. . H.” Untuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhalifahan. dan alam raya yang mereka huni adalah sama.P.P.K.H.K.

J.. P.K.H. ...K.P.J.H. H... K..J. J.H...K.H... H.J... J..H. .H. 63 . . ..J. .³. . H.. sebab kamu disebut manusia dengan jiwa.P.J. . Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan...K.J. dabbara..J.J..K.K.J. H. H.H... .K. ..H. P.J.H.K. H.H.チ.J.H.H. * .H.) H.. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur.H. H. .J.. P.J. J.. J.H.65 ( “Maka terangkanlah kepadaku apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya.P. チ.N.H.H..J. * K. .H...K. H. .P..K.H.P..” (QS al-Waqi’ah : 63-65).J..H.H. H.H.P.P. Kamukah yang menciptakannya.. .J.H.J.N.S.H...H.” (QS al-Waqi’ah : 71-73).H.チ. .J.. H..J.H. K.H.K. H.J..H.J.J...チ. Perhatikan jiwamu.H.. bukan karena tubuh jasmanimu.J. Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar. Maka fikirkanlah pendapatmu!’ Ia menjawab.H...K.J.K.P.. H.H.H. J.H.H.H.K.J.J.³.H.. J.P. J.H.) H.J.H.J. J...P. H. H. H...J. .P..N. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.J.H.J.. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya..K.J....P.P.H.tersebut tidak diaktifkan maka ia bagaikan bangkai yang berjalan. J...J.K.P. ‘Hai bapakku..H..J.. Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini. Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.J.H....J.J. H.H.P.P. J. : .H.. .K.P..J.H. J.H.H..H.H.... P.P. H.H...S.H.H.H.H..J.P.H. J..K. J.. .. H..H.. H. P.チ.P.N.73 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokangosokan kayu).H.H.....K.P..H.. J.J.K.K.H.59 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.J. 71 . Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu membaca dengan redaksi ra-aa.N.H..J.K.. . H..H. K..J. H.H. H..K..H....H.H.P. .K. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu....H.J.H.H. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?” チ. P.K.P..H.J. P.J.H. : ..) H. P.H.H.P.) H.H.H.J. J.H.H.. J... H. Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu.. J..J..H.P.J.H. J.P.H. P.J.J. ... K. N.P.K. H.H. ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami Kehendaki.H.J.K.H.” (QS ash-Shaffat :102). K.H.H.K.. maka jadilah kamu heran tercengang.P.J. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi.N.H. P.J. . J.H. 58 . : . fikr.H. K.J.H. K. J.J.K.K..H..J.K..J. P.J.J.H. K.H.P.H. P.....H.チ..J.. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya. J.N. P..H. J.H.P.N.P.. ‘Hai anakku.H.H...P... P. .N.P.H..H. J. H. 102 ( “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim berkata..H. ..J. .H. ..H.K.P.K.H. P.J.H.K.H... J.H.N.K.N.K..H.K.S..K.. . insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.J. atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS al-Waqi’ah : 58-59)..J..H. K.J. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.H.H.P. .P.N.. .. K. .H. : . .K..J.J.

Perintah membaca ini mencakup dengan akal.P. . emosi dan hati nurani.J.K. K. H.P...P.J.H.. Amal yang benar merujuk pada kelengkapan referensi yang utuh (ittiba’).H.. Membaca menuntut adanya aksi.H. .. : .K..H.P.H. .P. 17 . menghidupkan rasa keindahan bagi pecinta seni.J. bahkan mereka lebih sesat lagi. J.J..H.P.H.H.H.. bahkan lebih sesat.H..H.J.J.K. kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu (diam). .) J. ..P. “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah .P. H. atau dikatagorikan dengan bid’ah (membuat amal ibadah tanpa contoh sebelumnya).J. Ibnu Taimiyah mengatakan manusia yang pasif laksana telah mati sebelum meninggal..H. Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan menjadi saksi yang memberatkan pemiliknya (hujjatun ‘alaihi) kelak di depan Mahkamah Ilahi.K.P. Ajakan yang dimulai dengan pendekatan. Perbedaan kesimpulan bacaan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal.J.チ..J.P. .P. ―..N.. P.H. H. H.J.” (QS al-A’raf : 179)..J. Perintah yang diawali dengan komunikasi dua arah yang efektif melahirkan sikap ketaatan yang tinggi. H.H. .P.H. . J. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan.J.P.J..H.チ.K.H. H.K. .) . Amal yang tak berdasarkan bacaan (taqlid) adalah salah. tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda kekuasaan Allah).P.H. Kebenaran membaca sangat mempengaruhi keabsahan amal. S.H. iradah (daya mau).K. J. ke gunung bagaimana ia ditancapkan. J.J. Kualitas bacaan berbanding lurus dengan mutu amal. J.H. H.J. Disini korelasi yang menunjukkan makna iqra’ yang menuntut adanya gerakan (aksi).³.H..J. Mereka itulah orang-orang yang lalai.K.K..H. sekedar sebagai penonton dan tidak segera beraksi maka ia akan menjadi tertuduh.J.H.K.H.K.H.H.P. H.K. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). . K. H..K.H. J.H.J.J.H.K. H.H.. mereka mempunyai hati.K.P.” (QS al-Ghasyiyah : 17-20). Dalam ilmu hukum seseorang yang melihat bahaya..N.” (QS Muhammad :24).P.チ. 179 ( “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia.H.H. K..H..H.H.. penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak.J.H. m. memperbaiki akhlak yang keras hati.. H.H. H.H. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan.J. H. J. H. . akan memunculkan militansi.H. J. . “Bacalah dan beramallah”.H.) H..J..H.P.20 ( “Tidakkah mereka melihat kepada onta bagaimana diciptakan.J.H..H.J.J. .. 24 ( “Maka apakah mereka tidak men-tadabburi al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci...J..H.H.H..P. mempertajam perasaan para sufi.J.H.P.J.H. Karena hatinya tertutup dari hidayah.H. Manusia yang enggan mengaktifkan institusi pendengaran. Ibnu Mas’ud mengatakan. Membaca tidak sekedar untuk memadati otak sehingga hanya menjadi pengetahuan (daya tahu) yang bersifat teoritis.H. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang bisa memuaskan otak pemikir. Mereka itu sebagai binatang ternak.P. H. : .H. H. : .H.

Marilah kita ceritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi Musa tampak ketidakadilan semata-mata.H.J.H.P.H. Allah mengetahui. Σ.H.P .P.K.H. seorang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah orang yang ‘alim.K.H.H..H. maka seseorang mudah berburuk sangka terhadap Tuhan.J.J.K.J.H. dan jika tidak sanggup juga maka dengan hatinya.P.H.K.H.J.P.K.H. . tolaklah dia..H.H.J.N.H.P .P.P..K.. seorang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah orang yang bodoh.H.H.H.K. .H.H.H. ikutilah dia..K.P.H.H.J. Dalam memberikan standar membaca ini.J.H. seorang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu..H.K.H.H.H..H.PJ.J. . J.J..J. . H.H. Ketiga.. bimbinglah dia.H..K.J. . Karena pendalamannya terhadap obyek bacaan dangkal.H.J. tinggalkan dia. dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.J.P.J.P Kedua. ..K.H.. Sehingga melahirkan kualitas amal (sikap) yang bertolak belakang pula.H. : . Coba anda bayangkan.P.H.J.H. Bukankah kita seringkali tertipu oleh panca indra kita sendiri.H.J.J. jika membaca sesuatu hanya dari kacamata lahiriyah saja.H.H. Nabi Musa dan gurunya naik . J.H.H.P. jika tidak sanggup maka dengan lisannya.P.J. Padahal betapa sering kita memperoleh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit..J. 216 ( “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. ..N....dengan tangannya.H.H.H. .H.J..N.J.J.P. maka ia termasuk orang yang lalai.H.K.J. J. Imam al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok.P.” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)..P. .H..P.s ..H. Dalam kacamata al-Qur’an.J..P.J.H.N. Fenomena ini terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Haidhir.H.J.K.P .J.H.H.) H. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam memberikan gelar orang Islam yang enjoy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan ‘ayaithanun akhrash’ (syetan yang bisu).. setelah didatangi ternyata fatamorgana.J.H.J.. sedangkan kamu tidak mengetahui. padahal bergerak.H.K.J. Itu adalah selemah-lemah iman.H. P..H.HJ.H.³..H.H. H.J. Kita mengira bayangan kita tetap.. .J.P.H. .H. Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat tajam kualitas bacaan masing-masing.J. seorang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia bodoh kwadrat.P. J. J.H.H.J.K.H Pertama.P..H. Blessing in disguis (disana ada berkah terselubung).P. .J.H. Dari kejauhan kita melihat air.K. .J .J.K.N.H.P Keempat.H.H.H.K.N.P. .H.―.J.” (QS al-Baqarah : 216).H.K.H.H. H. .³.H.

S..K.H.K.H. m. .P. .H. H. : .H. K. J.³.H.) . maka kedua orang tuanya adalah orang yang beriman.. ..H. H...P..H.J. tapi penduduk negeri itu begitu teganya menolak memberikan jamuan.J.J. P. Lalu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi Musa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar ? Karena peristiwa-peristiwa tadi dibaca Musa hanya dari segi lahiriyah saja. K.J.J. ...H.³.. apalagi hukuman mati.P. mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit..H.H.N.K. .K.” (QS al-Kahfi : 80).K.H..J.H.H.N.H.H. beliau lupa akan perjanjian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau mengajukan protes keras. Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa (kami ingin). . J. . . lalu dinding itu diperbaiki oleh guru Nabi Musa dan ditegakkannya kembali.. H.K. . . P.H.H. tetapi dilobanginya perahu itu sampai karam.” (QS alKahfi : 79) Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih menonjol kecerdasan rasionalnya..J. . H.H..H.H.H.P.H. maka kami khawatir bahwa anak itu akan mendorong kedua orang tuanya itu pada kesesatan dan kekufuran. P.H.H. Dan aku hendak merusaknya karena di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil tiap-tiap perahu tanpa ganti rugi. H.P. .H..H.H..H.H.H. maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di lautan itu. Ini sejalan dengan perintah iqra’ (bacalah) pada ayat pertama surat al-‘Alaq.H..H. . H.H..J. . K..H.J. . 79 ( “Adapun perahu itu.H..H. ..H.H..K.H.P. . Keduanya berjumpa dengan seorang anak laki-laki yang masih dibawah umur. dll). .H..H.J.P.K.P..H. menggunakan teori ilmiah. H. : .H.H.H.sebuah perahu kepunyaan orang-orang miskin yang konon keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi Musa (Haidhir). J... seolah-olah Haidhir bisa membaca atas kemurahan Allah (al-Akram) berupa ilham..H.J.J.H.J..P.K.―.³.H.P.H.. P. . H. J.H.H.K. ³.H.H. .. Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama-sama terlibat dalam aktifitas. .H.H.H..N.) . P... .J.J.P. .K.P.J. P. Kecerdasan intlektual menghasilkan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh karena usaha manusia.H.H..H.H. Tapi apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu itu? Bukan balas budi.P.J..K.³.N.H.H.H. Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantikan anak itu dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih berbakti..H. . tampak oleh beliau ketidakadilan..P. .H. penelitian eksperimen..H...K. J.H. N. .J.H. .P.H.J.³..K..P. H. J.H.H.K.K.H.J.H.H.N..J.. .J. Nabi Musa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal.H.K.J...H...³.K.P.H. P. .P.H. J.J. .P..J.J.H.H. .H.H. チ.P. Tetapi anak laki-laki itu dibunuh oleh guru nabi Musa. K.H.H.. jiwa beliau memberontak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya.. 80 ( “Adapun anak laki-laki itu. belum patut mendapat hukuman. .H.P. . intuisi (feeling).. . P.K. .J.J.J.J. Tidakkah wajar protes Nabi Musa seperti yang disebutkan dalam cerita itu? Kejadian yang ketiga tidak kurang ganjilnya.H. Lalu kedua orang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir roboh.J.. Merusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri – dengan redaksi ayat – fa-aradtu an a’iibaha.P. ³.J...J..J.. K.H..

82 ( “Adapun dinding itu.. K. N.. H. K.H.” (QS al-Kahfi : 82).K. Dengan definisi ini jelaslah perbedaan ilmu dengan tsaqafah. dan dibawahnya ada harta simpanan bagi keduanya.H. bashar.. : .. dengan redaksi ayat fa araada rabbuka (maka Tuhanmu berkehendak). mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar. mengatakan melihat.H. tetapi didalamnya mengandung kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana. H. .” (QS al-Isra’ : 36). J. .J.H.N. dan af-idah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu secara global (ijmal).. lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak yang lebih suci dan berbakti.P.P.. .J. Setelah Nabi Musa dijelaskan rahasia di balik kejadian-kejadian yang semula dirasakan tidak adil.J.J.. seakan-akan Haidhir bisa membaca keinginan Tuhan... penglihatan dan hati.. Ya..K.H.K.J...H.H. sedang bapaknya dahulu adalah orang shalih. : .H.H. P..K.H.K.K....J.J. H. atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki. Karena aktifitas sama’..J... semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.H.. bahwa dinding itu bukanlah milik orang-orang yang tidak bersedia menjamu mereka. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai kepada kedewasaan mereka dan mengeluarkan harta simpanan mereka itu sebagai rahmat dari Tuhanmu.. tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa.H. Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah). 36 ( “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.K.. P. tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu. .H.J.. Mengatakan tahu padahal tidak tahu.H. sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu cabang ilmu .H. Kini bukan saja Nabi Musa menganggap kejadian itu seadil-adilnya.H. . ―.. bahwa perahu yang dilobangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas oleh raja yang lalim. H..P.J. Dan tidaklah aku melakukannya menurut kehendakku sendiri.. maka keadaan berbalik menjadi 180 derajat.J. H.) ³. Dari rentetan kejadian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda jauh dengan mutu penglihatan Nabi Musa.. sehingga ia beramal hanya mengikuti dorongan hawa nafsunya. Pada ayat ini Haidhir memiliki kecerdasan yang paling tinggi (kecerdasan supra-rasional).J.. Ilmu dalam perspektif Islam (al-‘ilmu fi miizanil Islam) Ilmu menurut bahasa artinya kejelasan atas sesuatu atau pengetahuan. .チ.H.H.P. bahwa anak laki-laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan menjadi anak yang durhaka yang akan menjerumuskan kedua orang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan kekufuran. J. .. H.H. sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dikompromikan.H..J.) . Sungguh pendengaran.J.H. Islam mengecam seseorang yang berbuat tanpa kelengkapan informasi (ilmu).. tapi tidak melihat.H..ᅭ H. H. mengatakan faham tetapi tidak faham.³. チ. H.J... maka itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu. Demikianlah arti perbuatan-perbuatan yang anda tidak mampu bersabar terhadapnya... Setelah dijelaskan semua peristiwa-peristiwa itu bagi Nabi Musa.

H.³.K. Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui oleh para ulama’. P. H.J.H. Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan.H. . J..³. Orang-orang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada orang-orang mukmin yang tidak berpengetahuan.K..K.J. J.J. N.K.K. .K. H.H.H.K. H.. .) K. .J.. tingkat perhatian yang tidak dijumpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun. Yang menegakkan keadilan.K.P.K.P..J.. . P.. J.J.” (QS anNaml : 40).P.P. K.K...H. P.P. H. H.H..H.K.P.H.K....H.H.H..J.) P. : .H.H. H.H.K.K.J.H. H. Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum. P. K.K.H. H. P.) m.P.H. .H.. H..K.H.N.J. P.J. H.J.H.K. baik yang terdahulu maupun yang akan datang.. 9 ( “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9).... .K.K. K..H..N. H.K.H. 11 ( “(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.J... J..H.H..J. K.H.H.H.N.H.H.J. : .K..K..J..³.H. 18 ( “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia....H..J.H.H.J.J.. H. : .J...K.P..J. J.J.. : .H.H.J. 80 ( . Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan dicapai oleh para ulama’. .K.J.J..K.. Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan..J..J.P.H.. .H.) H.K. N.J.P.N.H.. J.K.N.N.H.K. H. .. : .H..P.J.H.H.H.) H. K.P.J.J.) K.P.J.H.... Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian)...J.. .P.. H. P. .J.P. . H. H. H.N.P.J.H.. H.J. 40 ( “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab Allah. H.H.P.K. .. J.H..” (QS alMujadalah : 11). Dengan melihat Kitabullah dan Sunah Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam kita akan menemukan contoh dalam teksnya dengan jelas.H.H.. J.H. Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.J.” (QS ar-Ra’du : 43).J.. J.K.H. Al-Qur’an mensejajarkan antara ikrar dan persaksian orang-orang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat.H.) H.J... : .P.. P.K.J.K. 43 ( “Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu dan antara orang) yang mempunyai ilmu al-Kitab. J.J. H..H..H. maka Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya.. N. K.H.H. J.H.H.K. J.H.J.K..H.K.. Ahli ilmu adalah orang yang menjadi saksi atas orang-orang yang berbuat durhaka.K.. .H. : .dari berbagai jenis ilmu lainnya.H.N.H.” (QS Ali Imran : 18).J.H.H. 28 ( “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS Fathir : 28).. H.N. H. ..K..N.J..K.H..P.

H.N.J.. .H.H.s .H.J..J .J.P.H.H.N.K.H.m..N.. kecuali orang-orang yang sabar.J. ).H.J. Tiada yang mengetahui hakikat segala sesuatu kecuali para ‘ulama.K.J.H.: (4-3 . . Allah menyifati kitab suci-Nya.H.: ...J.” (QS al-Ankabut : 43).K.P. .J.J .K. (43 (52 (7 .J. .J.J ... bahwa Dia menjelaskannya berdasarkan kepada ilmu.J..H.H..N.J.H.H.H.K.H.H .H.“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu. ).H. Kisah-kisah yang dipaparkan dalam ayat-ayat al-Qur’an juga bersumber kepada ilmu.H.H. Kecelakaan besarlah bagimu.K.K. .P.H.K .H. . Allah menciptakan manusia dan Dia mengajari mereka pandai berbicara.K...H .J.J...K.: .P...” (QS al-Qashash : 80).. dan tidak diperoleh pahala itu..m “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab suci (al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.. .K. pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.m. .H..J..K.H.” (QS al-A’raf : 7).N..H.” (QS al-A’raf : 52).H.J.P ...H..H).: ..H..H.PK..P.H..K.H.N..K. “Maka sesungguhnya akan Kami habarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat).N .K. .m .H .. dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.H.H..P.H “Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia.H. ) . sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka). dan Kami sekali-kali jauh (dari mereka).H .

H. Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menuju kebenaran.P.” (QS anNajm : 28). N.P.H. : ....H.K.H.J.J.H. .H.J.N. Mereka menjawab.J. J. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. mendekatkan mereka kepada kebaikan.J. Marilah mengikuti (apa yang diturunkan) Allah dan (marilah mengikuti) Rasul. H. . metode.H...H. J.H.K.H.H. J. m. J..H. 50 ( .H. H. murid.J.H. Banyak pula hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu.J.H. sarana dan prasarana (QS al-‘Alaq : 1-5). H.” (QS ar-Rahman : 3-4).K.H.H.N.K. N.H.. “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.J.K. ―.J. J. S.H...” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).K. 104 ( “Dan apabila dikatakan kepada mereka.³.J.J.P. Mengajarnya pandai berbicara.N.J.K.. mewujudkan kemaslahatan bagi mereka.K. ilmu. J.H.H.H.H.H. H. dan pertimbangan pribadi.. .H.J. H. J.K.H. .H.H. menyingkap jalan hidupnya. “Barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu.. J.” (HR al-Bukhari dan Muslim). H.H.N.H... .³. hawa nafsu.H. . Dia akan memahamkannya dalam urusan agama.J.. atau menghindarkan mereka dari bahaya. J. K. H.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi). Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-bi’ah al-‘ilmiyyah) Islam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai cara..H.N.H.³.H.. H.. dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhannya. . “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya.. N.P.H.P.H.P. padahal sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. H.J. P.H. “Jauhilah persangkaan karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan.K.” (Muttafaq ‘Alaih) 3) Menolak emosi.H.H. .H..H. Dan (apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka) walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS al-Maidah : 104). H. .) H. maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.J.J.J. H...N.H.N. 28 ( “Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pengetahuan pun tentang itu.J. H. dan mengetahui hak dan kewajibannya... Keutamaan ilmu bertingkat-tingkat sesuai dengan obyek dan bidang bahasannya.. Ilmu yang diperintahkan dalam Islam bersifat mutlak. N.K. menetapkan prinsip netral dan obyektif ..P. : .P. K.H.K.J. .) .K.H.P.P.P.J.. 1) Mencela taklid .H. Asas-asas pengetahuan ada lima yaitu : guru.H.H. Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama. .. K.. .P.) K. H..K.H.K.P..N..H. J. J...K.H. 2) Menolak persangkaan : .J.H.J.P.H.H. ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya’.J.H.“Dia (Allah) telah menciptakan manusia.P.H. H.H.H.H.. J.H.K.K.P.J.H.H.H. H. ..

H. .―.) . H. .J. H.H. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari..K.) m.H.H.J.S..H.K..H. dan atTirmidzi.J. .J...H.J.N. J.H.J.H. K.K..K.J.P.. J.H.H...H.” (QS adzDzariyat : 21). J.. . Maka tidakkah kalian perhatikan. . dan perenungan .. K.H. H.5 ( “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.H..P..) J. Romawi.. H.H. .. ..P..H.K...K.J.H. 5) Memerangi buta huruf . .J.. H.J.H.K. 1 . bahasa orang-orang Yahudi.H. : .H.J. 59 ( ..J. .J.H.K.. J..) 137 ( “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah.. K.J. K.H..P.H.H. J.J. 4) Memberikan perhatian kepada pengamatan.J. 10) Memperhatikan pendapat orang-orang banyak dan berilmu : . J.J.. . J.P.H..H.) H.N. : . K. 21 ( “Dan (juga) pada dirimu sendiri.P..H.H. K. Rasulullah telahg menyuruh Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Suryani.H.N.J..H.P. Dia mengajari manusia apa yang tak diketahuinya..P... K...” (QS Ali Imran : 137).K.H..H. J..J.N.H..H. J.H..S..J. .H.” (HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha).K..H. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah.. Bacalah.H.N.J... lalu perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul)..H. Mereka pun menghitung sampai 1500.H. H. : . ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka)... karena itu berjalanlah kamu di muka bumi. P.H..J.K.J.H.H..P.H...P. H.” (QS al-A’raf : 185).K.”(QS al-‘Alaq : 1-5)..H.J.J.P.J. berpikir.J.H.H.J.. . . K. H.P. P.. J.. H.H. .. P.K.J. .. J.H.³..” (alHadits).H. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. H. J. .. J.. .P.P. : 185 ( “Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah.H.P.J.H.J. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.H. H.P.H.K. H.H..H.H.. .” (QS al-Qashash : 50).J..K. m. 6) Menganjurkan untuk mempelajari berbagai bahasa Sehingga di antara sahabat-sahabat Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi.H.P. J..K.H.) J. Abu Daud.J...J.K.J. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.H.K. K. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 8) Menggunakan prinsip perencanaan Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan proyek perencanaan ekonomi dan pertaniannya yang termaktub dalam al-Qur’an merupakan dalil dan bukti yang sangat jelas tentang hal ini. dan Habsyi. P. 7) Menganjurkan penggunaan statistik “Hitunglah untukku berapa orang yang melafadzkan kata-kata Islam.J.. H.P.. 9) Mengakui logika eksperimen dalam urusan duniawi (..H.“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu).H.

“Maka tanyakanlah ia pada Dzat Yang Mahatahu.” (QS al-Furqan : 59). : ....) m.J.K.H. P.J.K. H.P.S.H.P. H.H. 14 ( “Dan tidak akan bisa bercerita kepadamu seperti (yang dilakukan) oleh Yang Mahatahu.” (QS Fathir : 14). 11)Mengizinkan untuk mengambil semua ilmu duniawi yang bermanfaat dari sumber manapun meski dari non-Muslim sekali pun (infitahiyah). “Kata hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun dia menemukannya, maka dialah yang paling berhak untuk mengambilnya.” (HR at-Tirmidzi). 12) Melarang dengan keras dan memarangi khurafat, khayalan, sulap, sihir, dan sejenisnya. Bacalah dengan nama Rabb-mu Perintah membaca dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al-‘Alaq diteruskan dengan “bismi rabbik” yang bermakna ‘dengan nama Tuhanmu’. Bi disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan, ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah (penyertaan), berarti “bacalah disertai dengan Nama Tuhanmu!” Bismi rabbik adalah satu ungkapan. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab sejak zaman dahulu hingga kini mengaitkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesan (atsar) yang baik atau katakanlah memberikan “berkat” (tambahan kebaikan material dan immaterial) untuk pekerjaan itu. Juga untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tadi dilakukan semata-mata demi ‘dia’ yang disebut namanya itu. Kebiasaan orang-orang Arab, ketua parlemen membuka sidang-sidang resmi dengan mengucapkan “bismillah wa bismi asy-sya’b” (atas nama Allah dan atas nama rakyat). Demikian pula anak lahir diberi nama tokoh tertentu, agar anak kelak memiliki harapan dan mencontoh sifat-sifat terpuji dari tokoh itu. Mengaitkan pekerjaan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena-Nya. Agar amalnya menghasilkan keabadian. Tanpa ketulusan semua amal akan punah. : .......) .³.J.P.J.H. ³..H.H. P..H.J.H.H.H. m.H.H. J.K. .J.P.K.H. .H. H..K. .H.J.K.H.H. 23 ( “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS al-Furqan : 23). ..N... P.H.J.H. .H. .N.H.H. ³..H.P. P.H.J.H.H. P.H.N... .N.H.H. H.K..H.J..H. N.H.J.. P.. P.K.J.H. H.K.H.H. : .....) K.J.H.J. K.. P.P.J.H.H. 17 ( “Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (QS ar-Ra’du : 17). Menyertakan pekerjaan dengan nama Allah akan berbekas sepanjang zaman. Sebagaimana manusia yang dididik oleh Rasulullah dengan nama Allah, metode Allah, dan karena Allah melahirkan proses pertumbuhan yang menjengkalkan hati orang-orang kafir. .³. N.P. J. P..H.H. J. P.H.J.H. H..H.H.P. K..N.P.J.. .H.H. P..N.K.H. P. H.H. H.J.K.N..H. K..

P.J.P.H. ..N.H.P. .J.P.―... K.H.H. J.K. J.K.K.J.P.P. K.. J.P..H.J.K. .³..H.J.K.H. K.. H.K. ³.J.H. H.J.P.H.J.H. .³.N.P. K.J.K.J.K.J. K.. J.P.P.H.H.H. K..H.J.N... K.. J.P.P.H.H. H.K.H. ............ チ......... チ....... ........ ........ .....チ.... チ..... .......... ......... チ.....チ. ......チ. ..... .......... : .....) 29 ( “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS al-Fath : 29). Menurut Abdul Halim Mahmud (mantan Syaikh Al Azhar) dalam bukunya, AlQur’an fi Syahri al-Quran mengatakan : Dengan kalimat iqra bismi rabbik, al-Qur’an tidak sekedar memerintahkan membaca, tetapi ‘membaca’ adalah simbol dari segala yang dilakukan manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu”, “bergeraklah demi Tuhanmu”, “bekerjalah demi Tuhanmu”. Demikian pula, apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan aktifitas, maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika. Ayat tersebut akhirnya berarti “Jadikanlah seluruh kehidupanmu (duduk, berdiri dan berbaring), wujudmu, dalam cara dan tujuanmu, demi Allah”. Pada surat al-‘Alaq ini Allah memperkenalkan perbuatan-Nya dengan redaksi ‘rabb’. Padahal Allah memiliki sifat yang berkaitan dengan Dzat-Nya dan perbuatan-Nya (fi’il). Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan-Nya terlebih dahulu. Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan zat yang tidak berbekas – secara langsung – pada makhluk-makhluk-Nya. Ia tidak bisa ditularkan dan diberikan. Dengan sifat Tuhan yang berbentuk perbuatan (fi’li), seperti ‘rabb’, maka perintah membaca disini dengan nama Tuhan yang bersifat mendidik, memelihara, mengembangkan, meningkatkan dan memperbaiki makhluk-Nya, memberikan jejak secara otomatis untuk diikuti. Dan, Rabb yang menciptakan (al-Khaliq), mendidik, merawat, mengembangkan, meningkatkan, memperbaiki makhluk-Nya, wajar jika Dia yang berhak memilikinya (al-Malik). Fenomena rububiyyatullah, khalqiyyatullah dan mulkiyyatullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. df u.... ..... (MENGENAL RABB) ᅭ ........ ...... (FAKTA SEJARAH) ᅭ ...... ......

(FAKTA FIRTRAH) ᅭ .... ...... .ᅭ (FAKTA INDRAWI) ᅭ ...... ...... (FAKTA LOGIKA) ...... ...... (FAKTA SEJARAH) BAB II ... ......£ MENGENAL “RABB” Dalam al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa manusia itu ateis (mulhid). Karena keberadaan Tuhan begitu jelas, tidak perlu dibuktikan. Berikut dijelaskan hujjah eksistensi Tuhan. Fakta sejarah (ad-dalil at-tarikhi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia mempercayai kekuatan di balik alam ini (Tuhan). Hanya saja ungkapan wujud Tuhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia. Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan) : bintang adalah tuhan (dewa), Venus adalah Dewa Kecantikan, Mars adalah Dewa Peperangan, Minerva adalah Dewa Kekayaan, sedangkan Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari. Orang-orang Hindu mempunyai banyak dewa, yang diyakini sebagai tuhantuhan. Keyakinan itu tercermin antara lain dalam Hikayat Mahabarata. Masyarakat Mesir, tidak terkecuali. Mereka meyakini adanya Dewa Isis, Dewi Osiris, dan yang tertinggi Ra’. Masyarakat Persia pun demikian, mereka percaya bahwa ada Tuhan Gelap dan Tuhan Terang. Para ahli filsafat setelah menerawang, berfikir, merenung, membanding, mengukur, menjangka, pendeknya memfilosofi, sampailah ia di ujung perjalanan. Yakinlah ada sesuatu Yang Maha Mutlak, Dialah ‘puncak ideal’ (kata Plato). Dialah ‘Tao’, yang tak dapat diberi nama (kata Lao Tze). Maka insaflah kelemahan dirinya. Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab, walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi mereka menjawab, “Allah”. Tetapi dalam waktu yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala al-Lata, al-Uzza, dan Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping ratusan berhala lainnya. Definisi Allah bagi kaum jahiliyah berbeda dengan Allah menurut al-Qur’an. Al-Qur’an datang untuk meluruskan keyakinan itu, dengan membawa ajaran tauhid. Berbicara tentang Allah versi Allah saja terulang sebanyak 2697 kali. Fakta fitrah (ad-dalil al-fithri) Jangankan al-Qur’an, Kitab Taurat dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menjelaskan wujud Tuhan. Karena keberadaan-Nya sedemikian jelas dan terasa. Sehingga tidak perlu dijelaskan. Kehadiran Tuhan merupakan bawaan (fithrah) manusia sejak asal kejadiannya. .. K.J.H.K. H.J.K.J.H. H. .H.J.H.H. H..N... H.H.H. J.K.N.. K.. H.H.J.K. .³.J.K.H. K.J.S..K. H.H.J.H. J.K.H.H.

P.J.) .H.J.H.H.H. Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya.H.H. . J. ketika berhadapan dengan Musa ‘alaihis salam bertanya. Tiada perubahan pada fithrah Allah.H. J. Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi. . . K.S. H.” (QS ar-Rum : 30).: . Setiap orang dengan berbagai kedudukannya memiliki fithrah itu. termenung seorang diri.H.H. N. J.. kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung (laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhim)..J.K.J.. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. H.H. J. Beralasan. menitipkan harapan. Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram.H. kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa.P.J.. tetapi terlambat.H. Akan tetapi.J.N.H. : . J. ar-Ra’d : 28). (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu.H. J.) H.K.H.J.H. “Siapa tuhan semesta alam itu?” (QS asy-Syu’ara’ : 23). Suara itu adalah suara hati nurani. Fithrah yang terbawa sejak kelahirannya.H. dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman)... Tiada daya untuk mendatangkan manfaat.K. H. .P.S.H. H. khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah (QS Yunus : 22). H.P. P. H.K. N.H.H.H.K.J.H.H. kami menyaksikan’.P. J.K.K.P.K. 30 ( “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah).H.P. P.J..N.H. .. tempat mengabdi kecuali Allah. (Itulah) agama yang lurus. terdengarlah suara dhamir (hati).K.H.” (QS Al-A’raf: 172).K.K. tiada pula rasa sedih yang akan mencekam (QS Fushshilat : 30.H. Memang ada saat-saat dalam hidup ini – singkat atau panjang – dimana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya (QS al-Jatsiyah : 24).K. . J..H. tiada pula kuasa untuk menolak madharrat.J. keraguan itu akan beralih menjadi kegelisahan.. maka hilanglah semua unsur-unsur ketergantungan lain kecuali kepada Allah...H.J. Ini dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Namrud (QS al. Dan betapa Maha Kuasa dan Perkasa Dia Yang Maha Agung itu... H.S. P.. H.K.P. bahkan menolak kehadiran-Nya.. .P.N.. Tiada tempat bergantung.H.K.K..J..H.P.J. mengajak kita berdialog untuk mengajak menyatu dengan totalitas wujud Yang Maha Mutlak. Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir’aun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari jasadnya.K. J.H. J. 172 ( “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka.. Al-Qur’an menjelaskan sikap Fir’aun yang ketika itu kembali ke fithrah. sementara mengingkari Tuhan bersifat temporal. Jadi kebutuhan ber-Tuhan permanen. Apabila kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup. ‘Betul (Engkau tuhan kami). Sekalipun seringkali – karena kesibukan dan dosa-dosa – ia terabaikan dan tertutup. H.H. H.―..H. J.N.K..J. N. P.P.H. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab.H.H. jika dikatakan bahwa mereka yang tak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang keras kepala.K.H. H.H.J. Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan.H. J.H.H.K.H.J.H.H.S.H. Fir’aun...Baqarah :258).H. P.H.

.H.K.J. J. .P.H. sehingga Tuhan berfirman sebagai jawaban permohonanya. : H.P.K.H.H. Nabi Musa ‘alaihis salam suatu ketika pernah bermohon agar Tuhan menampakkan diri-Nya kepadanya. J.J.H.H. H.H. H.J.J. sesuatu yang dilihat terlalu kecil apalagi dalam kegelapan.K.J. . H. H.. niscaya kamu dapat melihatKu.H.P.H.: .K.. .H. K.K.H. : H. K.J.J.J. bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan. .J. Namun bukan berarti pasir tidak ada. Ditanyakan.K.J.K. H.P.N.J..H.91 ( “Hingga saat Fir’aun telah hampir tenggelam.H. H. K.K. dia berkata.H.H.H.H.―. J. P.K..H.H.H.H.N..” (QS al-A’raf : 143). ..K.K. .J. K.H.J.H.H.H.K. H.. P. Kejadian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihatNya – paling tidak – dalam kehidupan di dunia ini.H.J.H.J.. J.H.H.. ‘Mahasuci Engkau.. P.J. Kalau demikian wajar jika mata kepalanya Tuhan Pencipta matahari..J.H.H.H.H.P. : . H. berkatalah dia.K. H.H. ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.) H. P.P. .H.J.H. 90 .P. Tatkala Tuhannya tampak bagi gunung itu.H.H..K. .H. P.H.H.J. jika ia tetap di tempatnya (seperti keadaannya semula).K. Kedua..J.H.J. H..H. .N.P.P.H. . N.J. H. J.H.K..H.J. Mereka ingin segera melihat-Nya secara langsung. P.H. P.H.K.H. Bukankah kita mengakui adanya angin. Fakta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian orang menuntut bukti wujud Tuhan dengan pembuktian material.H.J. Maka setelah Musa sadar kembali.K.J.” (QS Yunus : 90-91).. N.H. . Agaknya kenyataan seharihari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya.. . H.J.H.H.K. K.P.J. : H.H.H.H.H.H.H. H.. dan aku orang yang pertama (dari kelompok) yang beriman’.K.P. Tetapi lihatlah ke bukit itu. P. H. . K.P. Tetapi bila malam tiba.·.H. Ada beberapa faktor yang menjadikan makhluk tak bisa melihat sesuatu. P..H.H. Pertama. Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan seseorang. aku bertobat kepada-Mu. H.H.H.H. P. Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.J. dengan mudah ia dapat melihat. Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari.H. Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang sahabatnya..J.J.) H.. J.H. P. “Apakah anda pernah melihat Tuhan?” Beliau menjawab. Zi’lib al-Yamani.. J.K.H.P. Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat saja.K.N.J.J.P.K.J..H.H.J..K..P.H. “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?” Ditanyakan lagi. karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat. H. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).H.H.H.³.H. kejadian tersebut menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.H. sesuatu itu sangat terang. H.H.K...K.H....H. : H. 143 ( “Engkau sekali-kali tidak dapat melihat-Ku.J. hanya dengan merasakan atau melihat bekas-bekasnya? Bukankah kita mengakui adanya “nyawa” bukan saja tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya...P.. H. K.P..P.N.J.

P...H. Bukankan mata kita sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai...H. ³ . Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah. Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil. yakni bahwa manusia ingin hidup bebas.H. ³.P.H. Kalau salah satu mengalahkan yang lain.H.P. Bandingkan dengan seorang budak lain yang hanya milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami dan kontradiksi.H.H. Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia.. Karena jika masingmasing pencipta menghendaki sesuatu yang tidak disetujui olah yang lain. H. di alam raya ini adalah bukti keesaan Tuhan. petunjuk.K. tujuan. pasti dalam hidupnya dilandasi oleh keyakinan tertentu atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu. karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum. rezeki. itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau mengintruksikan hal yang berbeda.K. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat kepada sekian banyak orang yang memilikinya. m.) .H. Majikan yang satu memerintahkan satu hal.” (QS al-Anbiya : 22).J. Orang yang liberal. ketetapan.J.. Manusia harus . Mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata. Begitulah seterusnya.H.. K. maka kalau keduanya berkuasa. J.H. .H.P. : .J.P. K. P. Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut..” (QS az-Zumar : 29). bertentangan dengan kemanusiaannya.H.H.J.K.) H. dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang raja. Seandainya ada dua pencipta. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu. ³. ciptaan pun akan kacau atau tidak akan terwujud.K. H. Dari kejauhan kita melihat air...H.. J.P. maka akan kacau ciptaannya. 29 ( “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai mereka). ide – dalam arti dia kosong sama sekali dari keyakinan tertentu – dan keadaan demikian mencabut dari hakikat kemanusiaannya. padahal bergerak.J... . maka pastilah keduanya binasa.... J. Alangkah bingungnya dia. . sehingga keduanya bukan Tuhan. H.³.J.H. N.H.K.H... “Dia tak dapat dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat.チ. P. ³ : .H.. .. keinginan.“Bagaimana anda melihatnya?” Imam Ali menjawab.J.H.. Fenomena keteraturan.H. P. kasih sayang. tetapi pemilik-pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya. Fakta logika (ad-dalil al-‘aqli) Banyak ayat-ayat yang menjelaskan argumen logika tentang keesaan Tuhan. H.K.H. moral.. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.J.H.H. J.. Binatang yang besar terlihat kecil dari kejauhan.K P.. sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya.H. bayangan kita lihat tetap. .H.H.H. maka yang kalah bukan Tuhan.H.H. ternyata fatamorgana.H.K.チ.P..K.H. Dan apabila keduanya bersepakat.H. tapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan”.J.

J. J. remaja dan anak-anak melebihi Al-Qur’an.N.P.J.K. atau harus memulai dan berhenti. musim. K. dimana tempat yang terlarang atau boleh. yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya.H.H. kandungannya yang tersurat. ―. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu.H.H. . dipertebal. Tiada bacaan yang memiliki perhatian sedemikian rupa.K.K. dari generasi demi generasi.K. S.H. J. . J. Berikut rangkaian pertanyaan yang menunjukkan akan kebutuh-an asasi itu : “Siapa yang menjamin bila Anda melontar ke depan.N.K.K. .H.. K. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku.K. .P. dipanjangkan. karya Murtadha Muthahhari).K..H.H.H.H. m. H. karena memiliki banyak keyakinan yang kontradiktif.J.H.J.H. dan saat turunnya.K.. baik dari segi masa.K. J. J.K..P.H.H.³.H.menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu (ide yang ada dalam hatinya). berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka.K.P. jika al-Qur’an pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti rajulan. Wajar.H.H.K. J.J. S.K.H.H. Tiada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya .P.H. J. K.J.H.S.H.J. bacaan sempurna lagi mulia itu.K. dan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa.J.K.H. J.H. bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya. sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya melebihi AlQur’an.P. . ³.K.J.H.H.H.H. m. karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al Karim. K. sampai kepada etika membacanya. J . J. K..J.K. Keadaan ruwet yang dilukiskan oleh ayat diatas. namun semuanya mengandung kebenaran. bukan saja sejarahnya secara umum.H. tetapi ayat demi ayat.K.H. Al-Qur’an adalah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. J. K. Orang yang semacam ini didominasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit kejiwaan kepribadian terbelah (split personality). Tiada bacaan yang diatur tatacara membacanya.J. . (Allah dalam Kehidupan Manusia.H.S.J.J.H. S. K.H.H. m..P.H.H.K. budak (seseorang yang dimiliki oleh pihak lain). melebihi Al-Qur’an. .H.K. . H.J. Akidah tauhid adalah kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh kepastian hidup.H. P..J.K.³. mana yang dipendekkan.. diperhalus ucapannya. .J. maka batu itu tidak mengarah ke belakang? Apa yang menjamin bahwa air selalu mencari tempat yang rendah? Siapa yang menjamin bahwa sekali waktu api itu tak membakar?” Fakta tekstual (ad-dalil an-naqli) Al-Qur’an secara harfiyah bermakna “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang tepat. terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya.H.K. Senandung Al-Qur’an “Kalamun” berikut yang dibaca para ulama’ usai ta’lim atau tadarrus Al-Qur’an secara bersamasama.J.J.P.P.K.H.J.H. J.H.H.K.K. .J. bahkan diatur lagu dan iramanya. H. S.J. Tiada bacaan yang dipelajari sedemikian serius.

. ....K.. K.. : ...J. .H. SPERMA & OVUM ..P... .H. . . J... K. J... Ya Rabbi.H. nurani.H.H... SEGUMPAL DARAH .. PERIODIK .H.. . ―.J..K. Terangilah dengan Al-Qur’an pendengaran. J.... mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya. JINAK .. “Suatu firman yang qadim yang tidak ada bosan mendengarnya (yakni Kitab Suci Al-Qur’an). dan niat..³..H.. MENGENAL MANUSIA . DINAMIS . MAKHLUK SOSIAL .J. Cahayanya merupakan petunjuk bagiku dalam gulita dan gulana hati. H..) . dan ucapakanku.H.K..H.. LUPA .H. BERGANTUN .ᅭ . H.. . K.K. dan hikmah. berikanlah kepadaku kenikmatan (kegembiraan) karena rahasia (misteri) huruf-hurufnya. Anugerahkan kepadaku dengannya keterbukaan hati....... Dengan Al-Qur’an kami minta kesembuhan dari segala penyakit.P.H...H. P..J..K.J.. dengannya..K. Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini.J. ilmu..K..... .P. . tentramkan rasa takutku di dalam kubur.” Adakah bacaan ciptaan makhluk yang seagung itu? Al-Qur’an menantang : .J..H. J.. Dan.H.” (QS al-Isra’ : 88)... H. K. 88 ( “Katakanlah.H..K.H.J... ya Rabbi..J...P..K.. ..H.P.J.H.J.. MELEKAT .J. Dia suci (unggul atau tidak mungkin terdiri) dari segala ucapan.H. walaupun mereka bekerja sama..H.J.J. m.P. Masihkah kita meragukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia? df .K.J.ᅭ .J... perbuatan..K...

) H.J. . kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika.³. DAGING .H.J.J.H.J.H. .J.” (QS at-Tiin : 4). kemudian diperkuat oleh ayat yang lain berikut......H...H..H.J.. Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya. tetapi juga kepada kesadaran batin dan intuisinya. Tetapi pada ayat berikut mencakup fisik dan psikis. P.. K..H.H.H.ᅭ . m..³.H. Makhluk Berbentuk Lain BAB III .H.P.J. . H.H.J.H. ..H.J.H. bahkan seluruh totalitas manusia. H. .. ...J.P.H..H..J..H. N. Ayat kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut. .K.―.H.H. senang dan harmonis).H. .J...H... H.K.P...H.H.H.) m.J.K. Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia. : . K. TULANG ..H.. lupa.K.J. .K..J.K. .P. MENGENAL MANUSIA Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya “khalaqal insana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah).H.H.J..J. : .. H.H. . .....H. K...H. J. . antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya.K.J.P.J....H.. J.J. Makna-makna diatas memberikan gambaran tentang potensi yang dimilikinya. H.... . P.. ³.H.H.J. DAGING TAK ..H.K..P. 12 ..H. m.H.H.. atau ia terambil dari akar kata “nis-yun” yang berarti lupa.H..H. Kata “al-insan” yang berarti manusia terambil dari akar kata “uns” (jinak.J.. m. Al-Qur’an mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah.. J.H.H..H.H...H. m. Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu al-Khaliq (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah.H.H.H.H. memperkenalkan jatidirinya.H.H.K...J. .K. .H.J..H. 4 ( “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. H.H...ᅭ ... P.P. N.J..H...H. makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang. .J. Atau terambil dari akar katanya “naus” yaitu pergerakan atau dinamika.H. J.J. tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110).14 ( . ³. Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan manusia..H. jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain.K.. .H. P..H.J. DAGING .J.. ³.H.H..

(2) ‘alaqah.s .“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. .H.” (QS al-Mu’minun :12-14). Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan sifatnya. Kata ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik. (4) ‘izham (tulang)..H.J . (3) mudhghah (segumpal daging).H (39-36 . Yang menarik. Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan) Ketika spermatozoa laki-laki menyatu dengan ovum (sel telur) perempuan.H. ruh).P.PH.H. Sel tunggal ini.. Melalui ikatan ini.P.P.m .p . . Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah. Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging.H.H..J. Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang berbolakbalik. . kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah.J .H .. zygot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa. Kemudian saripati itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim).: . Zygot melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka. yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat alHajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak sempurna). dalam Al-Qur’an. Allah selalu menyebut zygot yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq.. yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai zygot.H.P. Akan tetapi.Ϊ ..J .l .J. melekat. terbentuklah bahan dasar calon bayi.P. berdempet serta masuk ke dinding rahim.J.H . zygot bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya.H.. Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) nuthfah (pertemuan sperma dan ovum)...K.³.K. Mahasucilah Allah..K..H.. sebaik-baik Pencipta.³. . (5) lahm (daging). ).H .J . akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ (mudhghah).P. Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang....J.H..H.

” (QS al-Mursalat : 20-21.H.H.H.K .. makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.H. Kata ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia. Kata ini secara harfiah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah.J. lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya.J.P.H. mani itu menjadi ‘alaqah.H.m . lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.m.J. rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot.: (21-20 “Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina.K. Fakta ini terungkap dalam Al-Qur’an.H.J “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian. Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim.m. . Al insanu makhlukun madaniyyun (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain). .H.H. Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak ..H. al-Mu’minun : 12-14.H.” (QS al-Qiyamah : 36-39).N..m .J.H. Makna Arab untuk kata ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’....J. Disamping itu. al-Infithar : 6-8).J.l .H..K.i .H.H... . Corak terpenting cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar.. Omong kosong sajalah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan. ). .P.H. Kesan yang dimunculkan Kesan ayat “khalaqal insana min ‘alaq” tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk social.J.N.. Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zygot.PJ.J. Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik (ad-diinu al-mua’amalah).m.J.H.H.H..P.H. mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya. seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”. Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai akhir perjalanan hidupnya. kata sosilolog muslim Ibnu Khaldun.H. zygot itu mulai tumbuh. .H. . Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zygot yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ. kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).J.H.N.H..P. Sementara itu.K.. Informasi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya.H.

Al-Qur’an memberikan pesan penting ini. Dalam hal ini mari kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an yang relevan dengan teori diatas.H.J. Untuk memahaminya dengan lebih baik.K. Ini pula yang membuka pintu pikiran (wijhah) dan mata batinnya (bashirah). orientasi (ittijah)..J..P.. dan bukti yang signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit.P. . Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang digelembungkan..N.H.J. .H “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan.: .P. dunianya.J. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya. Ketika seseorang berjalan menelusuri padang sahara.H.H. ).H. maka Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. .. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan.. alam semesta dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan.H . df BAB IV .P. ternyata alam semesta ini ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada..H....P.H. mereka itulah orangorang yang fasiq.. Ada bukti kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat.H.P.J.J. .H.. (19 . demikian jugalah benda-benda angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas. kemudian tersesat. MENGENAL ALAM Asal kejadian alam raya (ashlu nasy’atil kauni) Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20. Teori ini dikenal dengan sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi ledakan.P..J. ..yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya. dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini..P.” (QS al-Hasyr : 19).H P. .K.K .H. pola pikir (tashawwur) manusia menuju pengenalan diri.H. Manusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya. lingkungan dan Sang Khaliq. tiba-tiba datang seorang pemandu...P.H . bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq).J.J.JH .. maka yang pertama kali dia beri ucapan terima kasih adalah pemandu itu. Pengenalan (ma’rifat) tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar. Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya.

H.H. K.H..H.H.. (3) berpenyakit sopak.H.H. K.H.J....: .H. Pernyataan “pisahkan” adalah kata kerja “fatq” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan ratq. .” (Kifaayatul Akhyaar.H....H. yakni : (1) gila. J.J.P.K.J.. K.H...H.K.J.. langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.H.H.K.J.J. kita di bagian alam yang kecil ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah. Menurut terminologi fiqh Islam.K. .. kedap. P.N. Menurut kamus-kamus Arab.P.H.J.P.. Sedangkan.P.. . : .H...H.. 47 ( “Dan.. .H.N.H.H. padat. : m.P. Ϊ. yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya.P.H.J.) H.. Pada ayat lain tentang langit.H. .K.H.P..H. . ..H.J.H.H.. H.J.H..J.K.. dari air.N..J.. Sungguh. (2) berpenyakit kusta.N.P.J..P. Kami menjadikan segala sesutatu yang hidup.J.H.H. H.J.H. H. . “Istri boleh dikembalikan (diceraikan) karena 5 hal..J.H.) H.P.J.H.J. . H. H. kemudian Kami pisahkan antara keduanya.. 30 ( “Dan.H.H. kita lihat bahwa bintik yang disebut ‘telur kosmik’ itu mengandung semua bahan alam semesta..H..H..H.P. P. N.J.. 104 ( “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran ..H..J..H...H.H.J.J.. penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata kerja ini. ...J.J.H.. bila kita mengingat peristiwa pertama Ledakan Dahsyat. Maka.P. bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun.K. Kini.H.. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.. : .H. telur kosmik ini meledak.K.J. bergabung menjadi satu dalam massa yang berat”. N. m.K.. H.. hal.H. .P..” (QS ar-Rahman : 7-8).H.P.H...J.N.K.H.N. . .J. N.H.H.... terkandung dalam bintik ini dalam keadaan ‘ratq’. Yang terang alam semesta berjalan menurut aturan yang pasti. apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. 59).H.) K.” (QS adz-Dzariyaat : 47).. K.N..K. K.H.H.H. K. dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas.J.H. 7 .³. Yang menarik temuan-temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke-20. S. Maksudnya ayat ini..H. Dan.K.H. : .K..K.H. ―.H. H.H..H. Sebagai misal. kemudian semua zat menjadi ‘fatq’.J.H.. H...N.H.K.H. m. (4) alat kelamin tertutup tulang. .8 ( “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Allah berfirman : .H. K.H.J.K.H.. H. .. Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing-masing. .P.J..P.N.H.J. kata asal ratq yang diterjemahkan ‘terpadu’ dalam ayat ini berarti “sesuatu yang tertutup. Segala sesuatu. dan (5) alat kelamin tersumbat daging.J...” (QS al-Anbiya’ : 30). alangkah sombongnya kita.K.K.) H.J.H.H. . H.J... mengapakah mereka tiada yang beriman. . H.J.. K. sehingga menghambat jalinan keharmonisan keluarga. jika ternyata calon istri kita ‘rataq’ boleh dibatalkan karena fungsi bilogisnya tertutup oleh tulang.H.S.H. .H. mari kita melihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan ‘ratq’ lalu keduanya diartikan ‘dipisahkan’ dalam kata kerja ‘fatq’.H. Sesudah itu. Maksudnya.H.J.P.J. S..J.H...H. m. juz II.H.

.K.H...H..H.K J. J. H.H. K. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. dan bermaksud pulang.N..H..H. sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. beliau datang menemui mereka. J.) . J. Tetapi aku tertahan lama di pinggir sungai Tigris. H.P. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka..J.H.J.J. K. J. . “Aku telah datang menemui kalian pada waktu yang telah ditentukan.J.N.H. K. H.P..H. aku tidak menemukannya.H.H.J. . : .K. lalu masing-masing papan itu bergabung menjadi satu.P. .H.H.H.KH. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. J. ..H. Sebagaimana Kami telah memulai pertama begitulah Kami akan mengulanginya. ..H..H.H.J.H. Aku lalu menaiki perahu itu.J.H.H.P.P.H.H. H. . aku melihat beberapa potong papan yang datang sendiri.H.J. J.J.J. .K.H.J. . P. P.J.H. H.H.H.H..P.H. H. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.H.P.H. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. sambil meminta maaf.H.J. “Apakah engkau hendak memperolok-olokkan kami? Apakah mungkin papan papan itu datang sendiri menjadi perahu?” Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.K.” (QS al-Anbiya’ : 104).K.P. setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya.P.H. H.H. lalu dibakar dengannya dahi mereka. .” Orang-orang zindiq berkata kepada Imam Abu Hanifah.N.H.H.J.J. Σ. H.K. K.H.K.P.H.N. H.K.H..J. .P..H.H.³.” (QS atTaubah : 35)..J.J..H..P.J.K.K.” (QS Ali Imran : 180).J..J..J.. K.P.H.P.H.. jika kalian tidak percaya bahwa . 38 ( “Dan.J. J.J.J..K.H.K.P. Mereka menyalahkan Imam Abu Hanifah karena keterlambatannya.P.H. aku sudah berada di hadapan kalian.H.N.J.P.P.H..P. K. K...P. khusus untuk berdebat dengannya.J.K.H. P. Beberapa saat kemudian. .J.) H.H. Imam Abu Hanifah terlambat. mencari pemilik perahu yang akan membawa menyeberangi sungai. : . P. Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.H.. Namun. 180 ( “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka.” (QS Yasin : 38). . J.H. K.H.P. Ϊ. H.H.H.K.H.J. maka akan mendatangkan bencana. tentang Tuhan.J.K.J. Sunnatullah pada alam (qadha’ takwini fil kauni) Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum zindiq meminta waktu kepada Abu Hanifah. Maka..P.P..J..H. .H.H.P.P.J. .H. Jika kita salah dalam mengelola alam raya ini.J.K.J..P. H.kertas.P. “Inilah yang membuat kalian berkumpul untuk berdebat denganku. N. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.J. : . Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Ketika aku telah putus asa.J. sehingga jadi sebuah perahu indah di hadapanku. J. Ketika tiba waktu yang disepakati. Dan kini.H.H.H.. 35 ( “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam.J.K.K.H.K.. bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.P. J.P.P. menyeberangi sungai. matahari beredar di tempat peredarannya.K.) K.P.

000 mil dari bumi. . niscaya kita akan menjadi abu. berjarak 20. yang bisa menghanyutkan gunung-gunung. Dan. yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya. Seandainya cahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang. Mereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasional itu. b) Seandainya atmosfir lebih rendah daripada yang sekarang ini. Teori kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan valid. niscaya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi oleh air yang sangat deras setiap harinya. bagaimana mungkin kalian ingin aku percaya bahwa alam yang sempurna dan menakjubkan ini telah mengalami peristiwa-peristiwa perubahannya dengan sendirinya. g) Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis. maka dari mana akan bertemu dan kawinnya atom dan partikel-partikelnya? i) Seandainya poros bumi konstan. akan mengenai seluruh bagian kulit bumi. setiap tumbuhan di bumi akan membeku. maka sesungguhnya jutaan meteor yang terbakar setiap hari di luar angkasa. a) Seandainya lapisan bumi ini tebal. niscaya takkan ada garam dan selanjutnya takkan ada kehidupan. tanpa Sang Pencipta Yang Agung?” Kaum zindiq terpojok. tetapi ia justru menolaknya. diteliti dan diatur secara kebetulan atau serampangan. Berikut contoh-contoh detail sistem alam yang meruntuhkan teori kebetulan. dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi. h) Seandainya tidak ada hukum daya tarik (gravitasi). seandainya tidak terjadi persenyawaan kalori dengan yodium. niscaya matahari musim panas akan membakar tumbuhtumbuhan kita di siang hari. hanyalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang bodoh. Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial. maka setiap benda yang bisa terbakar akan menjadi daerah nyala api. e) Seandainya malam kita sepuluh kali lebih panjang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui. Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan. sejak percikan api pertama. d) Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini. niscaya tubuh kita akan membeku.perahu bisa membuat dirinya sendiri. tentu akan terjadi musim panas yang berkepanjangan di suatu wilayah. niscaya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi oleh kebusukan dan penderitaan. f) Seandainya jumlah oksigen di udara mencapai 50% atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas normal (21%) yang tersedia. dan musim dingin yang berkepanjangan di wilayah lain. c) Seandainya matahari kita memberikan setengah dari cahaya panasnya sekarang ini. niscaya ia akan menghisap oksigen dan karbondioksida. Sedangkan di malam hari. Tentu saja kehidupan ini takkan pernah ada. atau orang yang keras kepala. Akhirnya mereka menyatakan ke-Islaman di hadapan Imam Abu Hanifah. serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar.

........ Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya.. ... df . .. Wahai Tuhan kami. Allah Yang Maha Pencipta. ...j) Seandainya bumi seperti bintang Mercuri yang tak beredar kecuali menuju satu arah. . .... MERAGUKAN SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN MAKNANYA ... . ... Demikianlah...... ....... ... ... niscaya tidak ada seorang pun yang hidup..... KETUNDUKAN YANG MENIADAKAN KEENGGANAN .. maka jauhkanlah kami dari siksa neraka .... Maha Suci Engkau.......... YAKIN YANG MENIADAKAN KERAGUAN ᅭ ..... ᅭ ..... .. .. ... SYARAT DITERIMANYA SYAHADAT . NIFAQ (KEIMANAN YANG DUSTA) ....... PEMBATAL-PEMBATAL SYAHADAT .... ............. Dengan demikian.. MENYEKUTUKAN ALLAH .. ..ᅭ ....... teori kebetulan tentang alam ini tertolak dengan sendirinya..... .... . KEIKHLASAN YANG MENIADAKAN SYIRIK .......... .. karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang.......... tiadalah Engkau menciptakan alam raya ini dengan sia-sia....... KEJUJURAN YANG MENIADAKAN KEDUSTAAN ...... ... yaitu matahari... ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN ᅭ ... .......... ... . PENERIMAAN YANG MENIADAKAN PENOLAKAN . JAHIL AKAN MAKNA SYAHADAT .. tidak akan ada kehidupan.. .............. ... KECINTAAN YANG MENIADAKAN KEBENCIAN .ᅭ .

.... Yang menolak (4:48................ .... Pengingkaran ... ............ Membenci ......116) . Monoloyalitas (98:11.... MENINGGALKAN MAKNANYA ........ MENOLAK MAKNANYA ..... ... . .. Memusuhi .... ..... . .......... 24:55) ... Membela ... Mencintai .. Mengingkari ..14) ... Mendekat ....... ..... TIADA .. Penolakan (16:36) . Membangun (22:41.......... Memisahkan diri ... TUHAN .78. MEMBENCI MAKNA & KONSEKUENSINYA . ..... Menaati .. ᅭ ...... .. Penghancuran (21:57-58) ..

.......... Kekuatan jiwa . .. Benteng yang kokoh . Akhlak – Moralitas ..... Yang dikecualikan (7:65...... Loyalitas .. .... .. Me Krisis perasaan akan . ....... ... ..... Patriotisme ... ....KECUALI . .... Jalan bertaqarrub kpd Allah .... RABB ...... Peneguhan (7:59) ..... ................ Jalan menuju akhirat . ........................... Kebahagiaan di dunia ....... ...... ... MAKNA SYAHADAT ...... ..... Menolak rayuan syahwat .. . ALLAH . Asas khidupan Islami . PENCIPTA . . Loyalitas & Pengingkaran . Tali yang kuat ....... Mengutamakan saudara ....... .. MAHA MULIA ........73) ..... ... ..

.. . .... BERTAHKIM ..... .. . Maha Mulia. ......... .... .......... JAHILIYAH .... ... Awal sebuah . Kajian akidah yang diajarkan oleh para Rasul setiap masa.. pula membangun dasar-dasar kepribadian (the basic of knowing). sungguh kita akan memperoleh pelajaran yang fundamental.. TAUHID RUBUBIYAH .... TIDAK TAHU .. MANUSIA . . BACALAH ... Dengan kajian ini tidak saja membangun dasa-dasar ilmu pengetahuan (the bacic of knowledge).. .. ....... .. MAHA TAHU .. ABDI .... ............. ..... .... ..... BAB V ... ........... Mengagungkan . TAUHID ULUHIYAH ........... Maha Pandai) dan manusia sebagai obyek. PASRAH .. CIPTAAN . . .... SYAHADAT . PROSES LAHIRNYA SYAHADAT DALAM SURAH AL-‘ALAQ Sebagai abdi (‘ibadah) Jika men-tadabburi kandungan surat al-‘Alaq : 1-5... .... .. ISLAMIYAH ................. ........... .. ... Intisari studi (dirasah) surah al-‘Alaq : 1-5 adalah penempatan posisi Rabb dan kedudukan al-insan secara proporsional...... Dari Segumpal Darah ........ Allah adalah sebagai subyek (pencipta.....

ar-Rahman arRahim. menaklukkan alam. Kelemahan apapun yang dimiliki oleh manusia. jahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara. antropologi. menolak aturan Tuhan Yang Maha Mengetahui (al-‘Alim) dan Maha Mulia (al-Akram). Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa Rabb itu sesungguhnya. Sifat tersebut bersumber dari induk sifat Tuhan. kecuali jika dalam dirinya ada sebiji sawi sifat sombong. hati) agar diaktifkan. buta budaya (ummi). Secara bahasa Rabb berarti mendidik (at-tarbiyah). Dinosaurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam merespon perkembangan di luar dirinya. Jadi. politik. dan yang berhasil memperoleh juara. Sehingga ia lemah dalam merespon setiap perubahan. Jika kita menengok kehidupan masa lalu. perkembangan yang terjadi (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). sehingga memudahkan untuk membangun kerjasama (ta’awun) dengan pihak manapun dan terhadap siapapun. meminjam istilah Imam al-Ghazali. penglihatan. hasil karyanya ditempel di dinding Ka’bah. Yang menang siap menindas yang kalah. Allah memiliki 100 % sifat rahmat. Di dalam surat pertama Al-Qur’an ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb. maka tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. mengusir binatang buas. dipinjami kekuasaan. tetapi lewat instrumen yang telah disediakan oleh Allah kepada manusia (pendengaran. masih memerlukan pujian dan sanjungan. Sehingga ketika muncul gejolak dirinya. Tidak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebiji sawi sifat sombong (al-Hadits). dibandingkan dengan ilmu sosiologi. Ketika manusia (al-insan) lupa diri (nis-yan). Masyarakat jahiliyah dahulu dikenal pakar sastra. kehidupan berpindah-pindah (nomaden). Makhluk memposisikan diri seperti al-Khaliq. dan mengembangkan menuju kesempurnaan (al-‘inayah war ri’ayah wat tarqiyah). Puncak kerusakan kepercayaan adalah syirk (selingkuh) dan puncak kerusakan akhlak adalah sombong. Hanya memiliki ilmu sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi ila qalilan). dll. cenderung menerapkan hukum rimba. Hina tetapi merasa diri mulia. ketika itu ia meng-cover diri (kafir. merawat memperhatikan. sifat dasarnya akan menonjol yaitu al-uns (cenderung harmonis). ekonomi. Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk thagha’ (sikap melampaui batas). nenek moyang kita dahulu juga disibukkan oleh persoalan di luar dirinya. yang kalah bersedia untuk hidup menderita. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (menutupi fitrahnya sendiri). dan pakar pidato murtajal (tanpa teks). thagha’. bahkan memposisikan dirinya sebagai subyek.kerusakan (chaos) terjadi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai obyek. Jahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. menutup diri) dari perkembangan sekitarnya. Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai ancaman. Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia (ilmu psikologi) terlambat ditemukan. Manusia yang tak tahu diri dan tak tahu Tuhan dikategorikan jahiliyah. bukan anugerah. Syirik identik dengan selingkuh dan sombong adalah sikap menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan orang lain (ghamthun naas). Dan satu persen darinya dicurahkan . Proses pengenalannya tidak dipaksakan.

N..SH.J . N. . Bukti kesyukuran kita pada orangtua ialah sikap yang mengun-dang ridhanya. P.J.H. maka ingatlah kasih sayang orang tua kepada anaknya.K. m. Semua makhluk tidak bisa menolak fenomena penciptaan ini (zhahiratul khilqah)... ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya merawatku sejak kecil.P. Menyerahkan diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan-Nya yang kedua yaitu al-Khaliq (Pencipta).P. P.J. kemudian Dia .H. P.K.. .. H.H.³. Sedangkan kata la’alla mengandung arti lit-tarajji (harapan.. J.P.J.. J.. ³.J. H.H.³.: .H. 54 ( “Allah.J. Jika kita ingin mengenal perbuatan Rabb. (13 .” . ..H. J.K.P..K. Berbuat yang disenanginya.H. K.H. Ubun-ubun kita berada dalam genggaman-Nya (nashiyati bi-yadihi). P.N.. sekiranya masa muda itu terulang hari ini..J.H.KH. H Duhai..J.H.H. H.P.P. Dalam terminologi Bahasa Arab kata laita memiliki makna lit-tamanni (anganangan.H.J.J.H.J. H. .J.J . Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan orang tua yang ingin kembali kepada masa muda.J..K.N.H.J.H “Hendaklah engkau bersyukur kepada-KU dan kepada orang tuamu. * .J. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah.H.. Air susu di balas dengan air tuba. . .H.H...J. bhs Jawa).P.K. J.H.H.H.J..H..H..K.KH.J.J. .P.P.N.H. tetapi itu hanya sebuah angan-angan (mustahil terjadi). ). .H.” (QS Luqman : 13). meninggalkan sikap yang dibencinya.. merindukannya (yarju liqa-a rabbihi) dan siap menjadi abdinya (‘ibadah)..H.KH.J. maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai (ghofil). diselamatkan dari berbagai petaka.H.H..H. Seseorang yang dipelihara sejak kecil.H. tidak tahu balas budi. ..H. ³.P. realistis). Demikian pula wujud syukur kita pada Allah. Kesadaran akan kedalaman rububiyyatullah yang ditransfer 1% pada ibu.H. mustahil). J. H.K.H.K..J.H.K. : . P.) P.J . P.J... aku akan mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang yang telah beruban dan pikun. akan mengantarkan sikap mencari (siapa yang menghadirkan diri di dunia). Seperti yang sering kita doakan.K. . kemudian tidak bisa berterima kasih.H. .H.. dikarunia kenikmatan.. H....H.P.. “Wahai Rabb kami. P.H. Ditolong malah menjerumuskan (ditulung menthung..K .J.³.K.P.kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain. P.H.H.K..N. m.KH.P.N.J. J.

H. .P.H. H.P. J..J.H.H. H. .. J.H.H.K. J. N.H.H.P..H.H. ingatlah (suatu saat) engkau akan digotong.³.P.J.J.P. J. di alam dunia.H. . Pertama.) .H.N.. Mengagungkan Allah (ta’zhim) .H.) .J.H.P.K...H. Keempat. H. lalu Allah menghidupkan kamu.H. K.J. N. Alangkah sombongnya jika kita makhluk kecil di bagian alam ini menolak aturan-Nya? Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah (taslim) kepada Dzat Yang Mengatur dan Mengendalikan alam ini..H.menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat.P.J.P. K.H.J. : .H. Kedua.H. Sedikitpun kita tidak bisa menolak rencana besar Allah tersebut. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.N.P.J. J.H.J. Ketiga.J.P. N.J.J.H.J. H. : . Jadi secara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah (aslam).P. di alam ruh.K.J. J.J. ingatlah (suatu saat) engkau akan di ma’zulkan.³.K.H.” (QS al-Kahfi : 47) : .P.H.J.P.P.J. K.H. H.H.J. Dari ayat diatas.J.H. H.H.H. J..” (QS Thaha : 55). 47 ( “Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. . Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa...) 28 ( “Bagaimana kamu mengingkai kepada Allah.H..H.J.H.P. di alam barzakh.P. H.. Jika engkau membawa jenazah ke kuburan. J.. dan kembali lemah pada masa tua.H.P. Jadi kehidupan kita sekarang ini belum final.J.H. baik dengan suka maupun terpaksa.H. kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.J.K. ³.H. Secara fisik..H.H..H.J.J.J..J.H.) .P.J. J. .K.K.P.H.. .K. Dan jika engkau diserahi urusan kaum.J. Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah (sunnatullah).H..³.³.H.H.P. H.N.J.K. kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan..P.P.K. Kelima. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.K.H.J.. . 83 ( “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah.H. . K..H. padahal kepada-Nya berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi. manusia akan melewati lima fase kehidupan. P. J.³.J.H.J.) .K.J.H. .H. dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.J... di alam akhirat.H.H. .J.K.J...P. K.H.J.P.P.. : .P.. padahal kamu tadinya mati. Jadi masa kecil yang masih lemah.N. adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita jalani.” (QS ar-Rum : 54).H. 55 ( “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu.P. J.....H. .J. K.H. .J.H.H..” (QS Ali Imran : 83).K. J. .K. J.P.J. J.. di alam kiamat. meninggal.H.P..P.P.H.P.P. . fenomena penciptaan Allah berjalan secara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya. J. .J. K.K.J.H.. . Sekalipun mulut kita menolak.H.H..H. 14 ( “Yang menciptakan kamu secara periodik.J.” (QS Nuuh :14) Seorang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir. masa muda yang kuat.H.P. : .H.H.H.. m.H.” (QS al-Baqarah : 28).K.H. .H.

Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Kata al-akram biasa diterjemahkan dengan “Yang Maha Pemurah” atau “Semulia-mulia”. Sedang ayat satunya menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan dan pengulangannya..H. mengagungkan dan memuliakan-Nya.... Misalnya ‘alam (bendera). . ‘ulmat (bibir sumbing).J.. P..” (QS ar-Ra’d : 9). karena manusia tebuat dari segumpal darah (min ‘alaq).” (QS . 19 ( “Allah mengetahui kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada.P. ‘alamat (alamat).” (QS an-Najm : 19).J.. sekalipun obyek bacaannya itu-itu saja.) P. K. Kata ‘ilm dari segi bahasa berarti kejelasan. Berikut ini adalah diantara obyek-obyek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al-Qur’an.Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan sifat fi’li-Nya yang Maha Mulia (al-akram). .J. Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang kotoran. penyangatan).H. Maka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan at-ta’zhim.. .―.P. . 9 ( “Allah mengetahui apa yang di kandung oleh setiap wanita...” (QS Ali Imran : 29). Jawa).P. bernilai tinggi.K.H.―... :ᅭ ..H.. ―.H. P. .. : ..K. a’lam (gunung-gunung).) . 284 ( “Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan.J.... dll.K.N. : .J. Allah tidak dinamakam a’rif tetapi ‘alim.. Ayat pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca (dalam segala pengertiannya).J. Kotoran lubang mata.. terhormat. 19 ( “Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim. Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya..J. kotoran lubang belakang (dubur). : .H.H. : .) K. Jika kembali ke akar kata “karama” yang menurut kamuskamus bahasa Arab antara lain berarti : memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih. K. kotoran telinga..H. Sedangkan manusia ‘min ‘alaq’ (dari segumpal darah). lubang muka (qubul).H. Dengan bacaan yang ikhlas. 29 ( “Allah mengetahui apa yang ada dalam dirimu.H. Segala yang terbentuk dari akar kata ‘ilm mempunyai ciri yang menonjol ‘kejelasan’.H.. K. K.K. terbuka alangkah hinanya fisik kita.H.H. Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan.. .H. kotoran... mulia. sedangkan manusia makhluk.J. P. 235..J.K. .J. yaitu membaca demi Allah.P. 70 ( “Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi.H. Ada perbedaan dalam perintah “membaca” pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga.” (QS al-Baqarah : 77....J.P.H. menjijikkan.. H.. Jika topeng yang menutupi kita.P. 77 .H. kotoran hidung. ora ana ajine (Bhs... .) K.P.H.” (QS al-Hajj : 70). tidak ada harganya.H.) J.. berbentuk superlatif (bentuk mubalaghah. pemahaman dan beragam wawasan.H.J. K. 284). Berhukum dengan ilmu-Nya Allah memperkenalkan sifat-Nya yang terakhir adalah al-‘Alim (Maha Pandai). 235 . : . .) H.J. yang berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui)..H.. Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan.J.H.H.H. tempatnya salah dan lupa (mahallul khatha’ wan nis-yan). hina.H. setia dan sifat kebangsawanan. K.

Tiada sikap yang patut bagi makhluk yang bodoh terhadap Tuhan Yang Maha ‘Alim.J.P.J .P..al-Mu’min : 19) : .H.H.l .H.H. 7 ( “Yang mengetahui yang lahir dan tersembunyi.K..P.J.J.P.s .. penglihatan.P...P.J.J .J..H.J.K.J.H. penglihatan dan hati. kecuali berhukum dengan aturan-Nya (ber-tahkim).H. dan tunduk kepada hukum-Nya (tahkim) disebut dengan Tauhid Uluhiyah.H.K.H. . Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan. . Inilah makna syahadat (persaksian).H ). dipatuhi hukumnya kecuali Allah.J ..H....J.H . diagungkan.N.J.H.H.J (23 “Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan saja dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka..H.H).P. tetapi lewat perintah iqra’. Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan (ibadah.P.H.J (78 .J. H. menyembah). . dan Dia memberi kamu pendengaran.K.H. . ..H.P.N.: ..) .N.J.H .P.J.J..” (QS al-A’laa : 7).H.J. Sikap Tuhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah.J.P.J “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.H.H.K.³..H.H.H. mengagungkan (ta’zhim).: .H. Syahadat pada surat pertama ini secara eksplisit tidak terlihat.H.K.H.H. Syahadat adalah pintu pertama memasuki Islam.K.H.H. . Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa-apa. Sedangkan petunjuk telah datang dari Tuhan mereka.J .N..H.. akan tetapi dimunculkan dengan menggerakkan pendengaran..P.J. P.K.” (QS an-Nahl : 78).” (QS an-Najm : 23).H..HH..H.H..H.H.H.i .S.N .. .. .J.P.P.H .H.P. Tiada Tuhan yang disembah. .J.H. Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan.K.N . dan hati. Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah (ihsan). .

K..J.P.H.H. maka rumah itu akan mudah roboh oleh teriknya panas.P.(. tentang diri.H.H.K..P.P..H. ) Orang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala konsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu (kalimah thayyibah).H.H. Iqra’ adalah melihat. membanding (muqaranah). J. yakinlah bahwa Dia melihatmu (muraqabatullah).J. tetapi lahir dari motivasi dirinya sendiri (motivati intristik).K.. dan alam raya.) 256 ( “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (Tuhan selain Allah). politik.H.H. guyuran air hujan dan terpaan badai. menimbang.J.P. ..H..J. Dan sesungguhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (kebenaran.H. . merenung. K.P. lewat iqra’.K.H.P.J.J.J.P.H.H.H.H.H. syahadat adalah pondasi.P . K..J.H.J.J.. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya.H.H.H.. melatih diri dengan latihan ruhani (mujahadah).. P....P. H. Itulah keyakinan secara total (al-yaqinu kulluhu).H.H.H.H .P. Diatas pondasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan Islami. Sistem ekonomi..N... P.H.H. J.N. : . Keputusan ini bukan diperoleh karena tekanan eksternal dirinya. H.J.H.H. K.J. syahadat kebenaran.J. . K.H.J.J.. Jika kembali pada aurat al-‘Alaq.J.. Itulah gelora keimanan.N.H. J.P.P.P. K. sosial.H.J. Mendalami makna syahadat (fiqh asy-syahadah) Syahadat adalah landasan ke-Islam-an seseorang.J . .K.³.H.H. H. Syahadat laksana hishnun matin (benteng yang kokoh) atau al-‘urwah al-wutsqa (tali yang kuat). militer dan juga sistem akhlak. 41 ( “Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.H.. ..N. Ibarat sebuah bangunan rumah. Membangun di atas permukaan balon.J..J.J.P.H..K.J. maka syahadat adalah sebuah keputusan final.K. K. ..” (QS Al-Ankabut : 41).H.J. J. ia akan teguh dalam menghadapi fluktuasi kehidupan.H. K.J. .H.J.J.. Akhirnya sampailah di ujung perjalanan..H.K. mengukur.H. menerawang. Itulah dia.J.. H.. pendidikan.. J..H.H.J.P.. sekalipun genting-gentingnya bagus.. Sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah sarang laba-laba. : .H.H. H.H...J. K. J.H.J.P. syahadat).J.N.” (QS al-Baqarah : 256). K..J.H.K.K.H. K. H.H.N. dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk pencarian itu (jihad). berfikir (ijtihad). Rumah yang tidak memiliki pondasi yang kuat.J. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. “Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir. Rabb... N.” (HR Muslim)...H.K.) H..H.H..

Kita tidak akan mampu menuju surga yang dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci (huffat bil makarih) tanpa iman.H. “Pengajaran dan pendidikan modern tak mengajarkan air mata pada mata.. ..P. Imanlah yang memfungsikan tujuan dihadirkannya manusia di dunia.J. Allah menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar. Mentransformasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan. Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah. Betapa banyak sesuatu yang pesonanya menggiurkan.K. wanita.J. Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia. H.K. dan jika ia meminta-Nya. Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman. menjadi tangannya yang dengannya ia memukul. manusia modern berkarakter primitif. 86 ( “akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini (nya). tetapi ia tidak menemukan apa-apa. tetapi batinnya kesakitan.K.P. N. pendidikan misalnya. Tokoh Islam.H. Dunia tanpa disinari oleh cahaya iman akan membuat pemburunya kecewa. karena kehausan.. J. tanpa landasan kebenaran terasa hampa.P.l .H.J. Dan ketentraman jiwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya yang beriman. namun setelah ditemuinya hanya berupa fatamorgana..H.K . dan tidak kekhusyu’an pada hati nurani”. Tidak mengherankan jika aspek terpenting dalam kehidupan.J. Yang diburu hanyalah bayangan semu (QS an-Nuur : 39).. Manusia yang secara fisik sehat. Hidup dalam kesepian di tengah keramaian. Iman adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia. Masyarkat sipil berwatak militer. Jika ia memanggil-Nya dengan seruan. .” (QS az-Zukhruf : 86)... Mohammad Iqbal. Iman yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewajiban dan sunnah. Dia menyambutnya. Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin. .H . . Dikira air oleh orang yang kering kerongkongannya. Bertolak dari sini akan menimbulkan cinta timbal balik antara makhluk dan al-Khaliq.K. menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat. J. Kehidupan sekarang memerlukan injeksi yang membangunkan hati (yaqzhah).P.H.K. Iman yang bisa menemani harta. lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya. hingga mengabdi menjadi sesuatu yang menyenangkan.K. Dalam kehidupan yang lebih luas menjadi kering.: .H. yaitu menyembah Allah dan membuatnya mencintai ibadah. dan menggerakkan cita rasa.) H. Dia mengabulkannya. segala aspek kehidupan menjadi bermakna. mengomentari kondisi pendidikan sekarang. S. tahta. Iman adalah jembatan menuju akhirat.P. gelora jiwa (thumuhat).

K .H. Bukan suatu wujud barang yang dapat diambil di tempat tertentu.H.³. Tetapi ilmu pengetahuan tidak mampu menjamin kebahagiaan. .H.J.K . benda yang bergerak menjadi diam.J. Bukankah dengan meningat Allah hati menjadi tenang.H.HJ..H..―H.J.PH.J.H. Iman yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesucian.S.J .) H.H.. : .J.P. .―H.J.” (QS ar-Ra’du : 28).K . Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka.N... Tujuan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman...K..N. pastilah mereka menguliti kami karena dengki.K.P.K.J..J.H. 33 ( “Ya Tuhanku. .S.K . Iman yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari gejolak nafsu biologis. sehingga lebih memilih penjara daripada takluk melawan gejolak dirinya.K. Hanya dengan menekan tombol. N.H.H.H. Tetapi.H. manusia bisa hidup dalam dunia yang serba otomatis. Kadang-kadang dengan uang dan harta orang memperoleh kelezatan duniawi (mata’).: . besi keras menjadi lunak.K. tidak pula dapat dibeli dengan uang. penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.H. J. ketenangan itu muncul dari dalam jiwa. atau diperoleh dengan pengaruh dan jabatan.K.H.H. Dengan kemajuan IPTEK..P ..J. N. sekiranya para raja itu mengetahui kebahagiaan ini.H Kami hidup bahagia. Sekalipun ilmu menjanjikan sarana material kehidupan.J.H.H. K.H. J.H. J. . kebahagiaan sejati (ni’mat) tidak dijajakan di mall dan super market.H. Iman yang mendorong jasmani menuju ke tingkat rohani yang lebih tinggi di sisi Allah.J ..P....H. S.N. manusia di ujung timur bisa saling kontak dengan manusia di ujung barat. .H.K.K.K... .J.H.J. J.K.H.H..m.PP.J..H.J.K . .PP.J.J. Sebab kebahagiaan.H.K. tetapi tidak memandu bagi tujuan dan tugas hidup itu sendiri.H.H.H. .K. .H.H. Untuk apa ia harus hadir di muka bumi ini? Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan apa yang disebut wasilatul hayat (sarana kehidupan). ―...H. sebagaimana kekuatan iman Yusuf ‘alaihis salam dalam menghindari godaan para wanita selebritis.H.P. ).K.H. .H. sedangkan iman melahirkan minhajul hayat (pedoman kehidupan).K. N. N..J.PP.H..P. Bisa memenuhi apa saja yang bisa dibeli dengan uang.JJ. P.J. H.J (28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah. H. Kebahagiaan sejati adalah seperti yang dirasakan oleh Ibrahim bin Adham pada penghujung tahajjud-nya. serta membenci kefasikan.

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33). Iman yang mendidik manusia memiliki sikap berkorban, seperti pengorbanan Ismail ‘alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah Tuhan (QS ash-Shaffat : 102). Iman merobah sikap individualis, egois menjadi jiwa patriotisme dalam sejarah klasik dan modren (QS Thaha : 112; az-Zilzalah : 7; an-Nisa’ : 40). Fenomena isytisyhad (bom syahid) yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini, membuktikan bahwa ajaran klasik iman masih relevan untuk memberikan pelajaran nyata dan pukulan telak kepada simbol dikatator internasional (malikun jabbar). Iman yang bisa melahirkan akhlak terpuji. Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri, kata Ali bin Abi Thalib. Bangsa yang tidak bermoral laksana bangunan tanpa pondasi. Kata sastra Arab, “Bila moral bangsa itu terkena musibah, maka adakanlah upacara ta’ziyah”. Sebab morallah nyawa mereka, jika ia tiada maka wujud mereka pun tiada. .J.P.H.H. J.P.P.H.J.H. J.H.H.H. P.P. J.K.H. * J.H.K.H. .H. P.H.J.H.J. P.H.P.J. .H.N.K.H. Suatu ummat hanya berdiri tegak, selama akhlaknya bermutu tinggi. Ia akan runtuh, apabila akhlaknya menghilang. Selama pembuat kebijakan berusaha menerapkan aturan kehidupan hanya dengan undang-undang dan surat-surat keputusan, tapi lupa bahwa manusia itu hanya bisa dikendalikan realitas yang ada pada dirinya bukan dari pengaruh eksternal maka surat-surat keputusan itu tidak bermanfaat. Egoisme, hawa nafsu, tetap mengungguli kebaikan. Kejahatan jadi tak terkendali. Seorang pakar hukum Inggris mengatakan, “Tanpa undang-undang masyarakat tidak stabil, tanpa moral undang-undang tidak berlaku, dan tanpa iman moral tidak berjalan”. Iman yang berhasil membangun kekuatan jiwa untuk mengha-dapi problem yang selalu dicemaskan oleh kebanyakan manu-sia. Musibah, kesempitan rezeki, jodoh dan ajal. Mukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah, tanpa diku-rangi dan ditambah. Seandainya seluruh manusia bekerjasama untuk mendatangkan manfaat dan kecelakaan pada seseorang, mereka tidak akan mampu mewujudkannya sedikitpun kecuali yang telah dituliskan-Nya. Iman yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan cinta kasih. Jika belakangan ini timbul konflik yang bermuara pada perbedaan ras, warna kulit, bahasa, etnis, daerah, strata sosial, keturunan, kekayaan, maka iman menyingkirkan perbedaan itu. Kemudian menjadikan ikatan iman menjadi ikatan yang mendarah daging. Sehingga mukmin mencintai saudaranya seiman melebihi kecintaan kepada sudara kandung, bahkan anak kandungnya sendiri (QS Hud : 46; al-Hujurat : 10). Dalam naungan ukhuwah iman, akan lenyap pertentangan, kecemburuan sosial, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Iman tak hanya menjaga kesucian jiwa dari dengki (ukhuwah paling rendah), melainkan memberi muatan hati dengan cinta kasih yang diserap dari sifat suci cinta kasih Allah (mahabbatullah). Yaitu cinta yang ditanam dalam hati orang yang loyal kepada-Nya. Cinta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menuju realitas yang Maha Tinggi. Dicerminkan dalam komunitas yang tidak

ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan orang lain lebih dari dirinya (itsaar). Sekalipun dirinya dalam kondisi kekurangan. Ia rela menjadikan dirinya sebagai sasaran senjata musuh untuk memagari saudaranya seiman (QS al-Hasyr : 9). Syarat diterimanya syahadat (syuruthu qabuuli asy-syahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwujud. Jadi, syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka sya-hadat dianggap tidak sah; yang pertamakali diucapkan Allah, malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan. Orang yang tak memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah, takkan bisa bersyahadat. .H.K.H..P.H.N.P.H.K.H.H.K.N..P.H..J.H.H.K.H.P.PH..PJ. ...J.K.J.K.H..K.³..K..J.K.J.m Syarat sahnya syahadat itu ada tujuh. Pertama, mengetahui (al-‘ilmu) makna syahadat dengan dua dimensinya, penafian (laa) dan penetapan (illaa). Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat syahadat, yang dalam hal ini adalah penafian semua sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata. : ....) P.. N.K. H.H.K. H. P.N.H. J.H.J..H. 19 ( “Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad : 19). Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan (al-jahl) akan makna syahadat. Kedua, keyakinan (al-yaqin), yakni tahu secara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun. Jadi, imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati. . K.K..H.J.H.K. .J.P.H..H.H. .J.P..H.J.H. J. H. N. P. K.K.J.P. H.H. K..K. .J.P.H.. H. J.K.N.. H. J.P.K.J.P.J.. .H. N.K. : .......) H.J.P.K..N... P.P. H.K.H.J.P. K.. K.J.K.H. K.. J.K.K.P.J.H.H. 15 ( “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS alHujurat : 15). Lawan keyakinan adalah keraguan (asy-syakk). Ketiga, keikhlasan. Kata ini diambil dari kata susu murni (al-laban al-khalish), yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian & kejernihannya. Ikhlas berarti membersih-kan hati dari segala yang kontradiktif dengan makna syahadat. : ..ᅭ ....) H..H.H.P. H..S... P.H. H.J.K.K.J.P. H.. ..P.P.J.H.K. N.K. .J.P.K.P. .H.H. 5 ( “Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah : 5). Keikhlasan adalah lawan syirik (asy-syirk). Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain, dan syirik adalah perselingkuhan. Keempat, kejujuran (ash-shidq), yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara doa dan usahanya, antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga. Maka tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. : ......) H.J.P.H.J.P. J.P.H. P.J.H.J. P.P.H. H.K.H.J.P. m.J.P.K. J.P.H..H.J.K. .J.P.K.J.H. J.H.H.

.J.P.H.. H.J.K.N..H. 82 ( “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya.” (QS alAn’am : 82). .P.J.K. H. P.H.J.H. .H.H. J.H. J.P.J.K.H. K.J.H.H. H.. ..P.H..H. .H. .J.P.H.H. ...H.K. H.J.K.K.J.P.J.. H.K. : ......) ³.J.K.J.H. .J.P.N.H. .H.H. P.K.H.J.H. J.H. 23 ( “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak berubah (janjinya).” (QS al-Ahzab : 23). Rasulullah Saw juga bersabda : .. .... .. ....... ....) H.N.H.J.. H.H.H. K.K.J.H. J.K. .³.K..H. P.. N.K. H.H.K. H. H..H. J.H. (... .. ... ... “Siapa yang mengucapkan : Tiada tuhan selain Allah dengan jujur dalam hatinya, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Lawan kejujuran adalah an-nifaq, yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya. Kelima, cinta (al-mahabbah), yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal, serta mencintai orangorang yang beriman. : ......) K.K .·.P. ―.H.H. .J.P.H.. H.J.K.N..H. 165 ( “Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS alBaqarah : 165). : .......) P.H.J.―.K.P.H. J.P.―.K.P. 54 ( “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS al-Maidah : 54). : ..... ..) P.. P.P.J.K.J.P. K..J.P.K.N..H. H.. H.J.―.K.P. J.P.J.P. J.K. J.P. 3 ( “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” (QS Ali Imran : 3). Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : .N.K. K.J.H.K. N.H.H. P.P.J.P.H.H. P.. H.J.P.H. J.H. : K..H.J.K.J. H.H.H.H. H.H.H. K.J.K. N.P. J.H. ..H.H. .. ... .. ..... ....... ....) ... K.K N.K. P.―.K.P. H. H.J.H.J.. N.K.P. J.H.H. .H.P..H.K. (... .. ... .... “Ada tiga hal yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya semata karena Allah, ……” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Cinta itu disamping rela berkorban untuk yang dicintai, ia adalah amanah. Yaitu

..J.J.H. . .H. (. .H.H. H. “Dan bahwa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadanya.. J.H..J.H..P. . .J.K. sedang penerimaan itu adalah pekerjaan hati. P.P.P.H. mengucapkan dan . H..H.H.. yaitu tunduk dan menyerah-kan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya.J..... H. .K.J.J.J.H. : ..J...J.P..ᅭ H.H. dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran Islam.H.” (QS Fushshilat : 30.) K.K.kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat.J.J.. K.K. K.” Lawan dari cinta adalah benci (al-karahah) terhadap semua kata dan orang yang menyalahi Allah dan Rasul-Nya serta Islam.. K..H. atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa ajaran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa.ᅭ .H.J. Perbedaan antara ketundukan (al-inqiyad) dan penerimaan (al-qabul) adalah bahwa ketundukan itu pekerjaan fisik..H.H.. Ketujuh. “Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan marah karena Allah.H. an-Nuur : 63.H. Pembatal-pembatal syahadat (nawaqidhu asy-syahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk jamak dari asal kata naqidh.N.H.H.J. P.H. N.H.H..P. J. K. .H..P..H.P. P.P.N.H. J. . . H..J...J. N.J.. J.J. sehingga ia tidak ridha dan tak menerima ajaranajaran tersebut.J.. K. . J.H. ketundukan (al-inqiyad).K.J.K.H.J. .J. artinya “yang merusak”. P.H..K.H. K. yakni kerendahan.H.H.J. dimana meyakini.J. 30 ( .J.N....N..H.P. K..) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. .. Lawan dari penerimaan adalah pembangkangan dan penolakan (ar-radd).H..H.H.H. Maka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat.P.. ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah. P. ―.H. penerimaan (al-qabul)..―. . ..J. sama seperti ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka.P..K... P. yaitu berpaling dan membangkang dari ajaran-ajaran Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dengan hatinya.H. P.H..N.H.. .P. .K.J..” (HR ath-Thabrani dari Ikrimah dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum) Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu. P.H..H.H.K.P.. N. Lawannya adalah penolakan atau ketidakmauan (al-imtina’). .P. P.H....J.P.P. . P.H. alAhzab : 36). J. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.. K.. .J... H.H.. Keenam.

J.K.H. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.mengamalkan makna syahadat tidak secara otomatis membuat ia disebut muslim.. K..) H.” (QS al-Fath : 11). J. melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada orang-orang kafir atau musyrik. J.. 165 ( “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah.K. K.. K.. sedang hatinya jujur dengan apa yang diucapkan oleh lisannya. Tetapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk Islam.K.J. 26 .J.H. S.J. Dengan demikian. Ini bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya sejak awal.K.. Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya.P.H. meninggalkan makna dan lafazh syahadat serta tidak mau . H.K.―.. yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn kekufuran. ..P. J.H.K.J..H. P. .H.K.H. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.H. mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak bermanfaat baginya..P.H.P. : . hal itu tetap membutuhkan keyakinan. H.H. 11 ( “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.H.H..K. . keraguan (syakk) akan sebagian atau seluruh makna syahadat.N. P. Lawan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid. .H..28 ( “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu sembah.H.K.. Pertama.P.J. serta bebas dari semua yang menyalahi Islam.H.K.H.. maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim. ³.H..J. Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain. J.K. Keenam.P.N.P.H.” (QS az-Zukhruf : 26-28).J.N.K..J. kedustaan dalam akidah (nifaq)..H. Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap kebolehan dan ketidakbolehannya sama saja.H. menerimanya dengan hatinya.H. K. H. Ketiga.H.J.K.P. ³.H..J. .H.H. K.K. mengucapakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya..H. karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku. ketidaktahuan (jahl) akan makna syahadat.N. mempersatukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Dia. Kelima.K..K.) J..H.K.P.H.H.K.N. tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku..H. melaksanakan semua kewajiban yang menjadi konsekensinya.” (QS al-Baqarah : 165.. K..K.K. Kedua. at-Taubah : 21).K.J. agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya.H.) K.³. . N.N.P. serta berusaha menjauhkan manusia darinya dengan jalan menyeru kepada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat itu.J. . Keempat. : .. membenci terhadap syahadat dengan segala maknanya.K. Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan-batasannya. memusuhi orang-orang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya.. . serta mendukung dan mencintai para penyeru tersebut dan menjadikan mereka sebagai sekutu selain Allah.H. : . J.N. J.H.K. K. J.H.J.P. Sehingga apabila salah satu dari hal-hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri seseorang.P.J.

.H. : .P. N... 36 ( “Apabila dikatakan kepada mereka ‘laa ilaaha illallah’ (tiada tuhan selain Allah) mereka menyombongkan diri.H.) ³.H.J. . Barangsiapa berbuat demikian. J. .J. bergembira dengan kemenangan mereka.H.H. J.H.H.P. : . H.K.. H.. K.N. kaum musyrikin.K. dan orang-orang mukmin. menolak makna dan lafazh syahadat serta keyakinan akan kebenarannya.H. H.P.N. meyakini dan mencintai maknanya.H.K. dan mereka berkata.J. .H. .K. H.―. Sedangkan di antara tanda-tanda munafik ialah gembira terhadap kekalahan dien Islam dan bergembira karena kemenangannya...H. J. P. dimana ia tidak melaksanakan rukun Islam dan perbuatan Islami.J.H.K. . baik secara umum maupun parsial.J. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-Nya.K...J. ..K.H. .H. P. N. .K.J. kaum Yahudi.H. .H. K.H.J...K.H.K..H. P.. di pertarungan apapun yang terjadi antara al-haqq dan al-bathil...K. 149.―.K. H.. : J.H.J..K.K.H.. Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat..P.. .. K.K. serta bersikap bara’ (lepas diri) dari selain mereka.K.” (QS ash-Shaffat : 36)..ᅭ . H.J. (Lihat: al-Madkhalu li Dirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘alaa Madzhabi Ahlissunnah wal Jama’ah.J..H. al-Mujadalah : 22..H.H. mendoakan kebaikan bagi mereka.H.P. Loyalitas dan pengingkaran (al-wala’ wal bara’) Termasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari loyalitas kepada selain Allah.J..P.J. an-Nahl : 30). K. P.J. .K.P.. Tujuannya agar manusia memurnikan loyalitasnya kepada Allah.K.N.J.H..H. tetapi menolaknya dan tidak menyukainya.H. serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya. ..K.J.J.K.P..J. ..H. J.melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah menjadi konsekuensinya.H.H. Dr.J. Karena itu diantara tanda orang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien Muhammad shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya.. hanya mendukung penganut kebenaran dan iman.J.H. ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila’.J.P.. 28 ( “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir manjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. .. J.H. kaum Nasrani. H.H. Rasul-Nya.H.J. P..H.) K. bersedih dengan musibah yang mereka hadapi.H.K. H.K.N.H.J... K.. H.” (QS Ali Imran : 28. m.J. al-Maidah : 80-81.K.K... H.H. H.N. H.J..P.S.H.P. serta penganut ajaran-ajaran atau isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam.H.P. . K.K. . . .K.K. J.P..H.J. m.P.J..K. K. Hatinya terpenuhi oleh perasaan ini. ..J. J. kaum munafik.J. .P. K.J. K. N.H.. . N.K. (diantara mereka) adalah : dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dengan mana mereka berkumpul dan berpisah.H.” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). H. (.P.J. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memlihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka..H..H.J. kaum sekuler.H. H.J.K. seperti loyalitas kepada thaghut.P. P. Ketujuh.H. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al Buraikan).) m..H. sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami.

Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemunafikan.J.J.. Apabila ia seorang politikus.H. ia ungkapkan dengan terang-terangan atau terselubung. mereka bantu dan dukung.H.H.J.J.m .. mereka berkata. Ia mengungkapkan perasaan-perasaan ini dengan cara-caranya yang khas. Karena.H. Ia riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya.H..J ..H.H.K.H.H.J.H.H. ..J.J.H. loyalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin.H .K.KH. jika melihat orang-orang kafir menang...P.. Jika ia seorang jurnalis.H. .H. Sebab.J. Kadang kala ia juga mengucapkan perkataan yang bisa ...J.H..J.H .P.J.P. . saling berbagi rasa dengannya. Demikianlah orang munafik bersikap mendua dan menipu.H.H. mendoakan kebaikan baginya.K. .J.: (77 .J. dan membela kamu dari orangorang mukmin?” (QS An-Nisa’ : 141).K.H.J.H .Dari sini terlihat bahwa orang-orang munafiq tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehancuran menimpa orang-orang mukmin. mereka balik berkata.K .J..H. Ini harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan ajaran dien yang dengannya Allah disembah.H (141 “(Yaitu) orang-orang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin).P. . bahkan Dasamuka (berwajah sepuluh).J .K ).J. bimbang dalam memberikan wala’ (loyalitas) itu merupakan tanda kemunafikan.H. ..J.J.P. .. Juga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran.J.H.K .m . Jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah.K.P.J.J.H.P.H.N.K. mengharapkan kemenangan untuknya.P. Maka.H. apakah menang atau kalah.J. wajib seorang muslim mencintai muslim lainnya yang beratuhid. ‘Bukankah kami turut memenangkan kamu. dan memberikan pembelaan untuknya. Namun. Jika melihat kemenangan milik orang-orang mukmin.l .N. Jika ia berada diantara sesamanya..H.J.K.H.J. mereka akan menolong mereka. ‘Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?’ Dan jika orangorang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan). teranglah apa yang ditutup-tutupi.H.P.K.H. ia ungkapkan dengan pemberitaan yang menjengkelkan.H.P.

N.J. . kita akan melihat kepala-kepala munafik muncul.H..K. ...K .J. mereka cenderung atau sudah tampak jelas membantu musyrik untuk menyerang muslim. Ilmuwan berkata. .P.K.. Wallahu ‘alam bish-shawab.SH...P..: .” (QS al-Qashash : 17).H.K.H. . Inilah bentuk nifaq i’tiqadi (kemunafikan dalam akidah) yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah.. ). supaya sama-sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mengaku Islam belum merealisasikan tauhid dengan benar.H. Kebalikan dari sikap para Nabi. . .H. Mereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk menolong orang-orang musyrik. ..H. khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka. aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.. “Tidak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat yang lebih banyak setelah ayat-ayat tentang uluhiyah melebihi ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan wala’ dan bara’. Berkebalikan dengan janji Musa ‘alaihis salam. .H. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.H .H. . mereka justru berkata. df .... Na’dzu billah.H “Ya Rabb-ku...³. Jika kita melihat apa yang menimpa umat Islam.H. Mereka menampakkan taring-taringnya.J..H.J. PAKET III ..H. Bahkan. Prinsip Syariat $ .J.memuaskan kedua pihak..H. demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dalam jiwa mereka belum menancap bara’ kepada orang-orang musyrik dan sekuler. sebagaimana yang diucapkan Musa ‘alaihis salam. aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka (kaum musyrikin) dalam menghancurkan orang-orang mukmin”.K.(Hakadza ‘Allamal Anbiya Laa Ilaaha Illallah..J.J.. . “Wahai Rabb-ku. Sesungguhnya wala’ dan bara’ (loyalitas dan permusuhan) adalah perkara fundamental.J. lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang musyrik dan sekuler.. karya Syekh Salman bin Fahd al-‘Audah). Mereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler..

........ . .... ...... .......... . Surga .... ...... .. Pahala terputus.......... Kehidupan mulia .. ............. ...... ...... ........ PRINSIP SYARIAH BAB I .. Neraka ........ ... Konsep Allah . Sengsara ...... ... .... ... ..... .... Bahagia .. . Orang gila . .... Konsep manusia .. . ......... Mendapat petunjuk . ... . . – . Akhlak yang rendah . ............ Kehidupan sempit . ... ............... ..... ... ...ᅭ . Pahala tak terputus ... – . Sesat ... Bukan orang gila .. ....... ...... sementara .... .... ......... .. . ................ – ...... Akhlak yang agung ........ .....

.H. m.J.H. J. N.H. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut..H.J. J.J.H.H... .J.K..P. .. J.H.チ. m. P. yakni alat tulis apapun – termasuk komputer yang tercanggih..S.H.PRINSIP SYARIAT Surat al-Qalam ayat 1-7 .H. H. dengan nikmat Tuhanmu.P.J..P. H. K.P.H.. J. .. Maka.N.H.K. J. P. qalam adalah alat. ..H.H H. sebagaimana firman-Nya : H.H. : .J.K.J.P.J. K.. .H.H.H. : .P.H.H.J. ΄.K. K. niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”..H...” (QS Ali Imran : 44).H.. .J.H..P.P.J.J.K.P. . P.K.H..H.S.. apalagi surat al-Qalam turun setelah akhir ayat kelima surah al-‘Alaq. P.) H.K.H. . .H.K..P. Al-Quran secara umum menjelaskan bahwa ‘qalam’ adalah alat yang digunakan untuk menulis. P. H.J. 27 ( “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena-pena dan laut (menjadi tinta). seorang gila..H..H. .K. N. Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti “alat” atau “penyebab” dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu.H.J.) K.. Sungguh Tuhanmu.H.P.H.J.J. H. Demikian pula ditemukan dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ bermakna ‘pena’ pada firman Allah berikut.K. ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya).. P. .H.H.J. Demikian pula ‘qalam’ adalah alat untuk mengundi. P.N.J..K. m.J.ᅭ . menurut beberapa riwayat.H. Maka engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat kelak. demi pena dan apa yang mereka tulis.³.H.J..J. Siapa di antara kamu yang terganggu fikiran. J 44 ( “Padahal kamu tidak beserta mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang memelihara Maryam..H.J. m.K. K. .J.H.H.H.H. .K. P.P.K.. Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budipekerti yang agung.P. J. K.―.. Tidaklah engkau. Tombak yang dipotong ujungnya sehingga meruncing dinamai maqaliim.H. kata ‘qalama’ berarti memotong ujung sesuatu.K. J. H.H.H.. .H. N.H. Dan suatu kata atau ayat yang singkat boleh jadi ditemukan rincian artinya dalam ayat yang lain (tafsir al-ayat bil ayat)..K. Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang . J.H.H.H.K.. H.P..J. Dalam surat al-Qalam. .P. H. P.P.H.H.J.K. Dalam sebuah hadits yang menjelaskan ‘sunnah-sunnah fithriyah’ disebutkan diantaranya taqlimu al-azhafir (memotong ujung kuku). .J. H..H. .P..J. .J.―.P.J..H.J. . Dan sesungguhnya untukmu pahala yang tiada putusputusnya. Dialah yang lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia pun lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk. yakni “tulisan”.. H.J.J. Anak panah yang runcing ujungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam. . ..” Definisi kebahasaan ‘qalam’ (lughatan) Dari segi bahasa.H.H.H.P.H.H.K. H.. K. J.K. m. (QS Luqman : 27).H..J. P. arti qalam pada surat al-‘Alaq dengan surat al-Qalam saling berkaitan. “Nun.K.K. m. .H.H.H.H.J.P.H.H.P.J.ᅭ ..J.J.H.H.

karena beban berat yang dipikul. yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya. Bahkan beliau pernah hampir saja menjatuhkan dirinya dari atas gunung.terbesar. sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri.H. atau apa yang disebut kebetulan.H.H. yang dialami ilmuwan yang tekun. tetapi tak kunjung diturunkan. Dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu.H.H.: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa. setelah itu tidak pernah lupa. Walaupun berbeda. ‘ilmu khafi). . karena wahyu turun bukan atas usaha beliau. as-Sunnah dan al-Islam. sehingga manusia tidak terus-menerus mulai dari nol. intuisi. satu generasi dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut. Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan. keduanya dari satu sumber.P. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. Dengan tulisan. ilham. Cara kedua dengan mengajar tanpa alat atau tanpa usaha manusia (‘ilmu laduni.H.J.P. Seringkali Rasulullah menghendaki turunnya wahyu. Wahyu.. yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. yaitu Allah. Setelah dibacakan Allah.K. sementara wahyu yang ditunggu tidak turun. Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya. Pada kasus ini.J. para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua periode. yang dimaksudkan adalah ‘ilmullah (ilmu Allah).. Periode pra-peradaban (prehostoric) dan periode peradaban (historic). Mengenal tulisan (qalamullah) dan kemurahan Allah (karamullah) Kalau merujuk arti qalam dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 27.). walaupun para astrologi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah (kemurahan Allah). Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek. semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. Abu Hurairah lebih banyak memperoleh ‘ilmu khafi (ilmu tersembunyi). Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau dasar usaha manusia (‘ilmu kasbi). Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam..” (QS al-A’laa : 6). Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek.. firasat. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an. dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya. tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ada yang berpendapat Al-Qur’an. muncul terakhir tahun 1986. (6 . Konsep Allah adalah syariat (syara’a) Allah yang diperuntukkan hamba-hamba-Nya. Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek. Kadang langsung masuk ke dalam dadanya.

MANUSIAWI . MA)....) P.... oleh Muhammad Quthb.... syamil.. Kaum muslimin meyakini bahwa konsep Allah paling sempurna.J. yaitu bersifat rabbaniyyah..K...H... 14 ( “Ingatlah.H. terpengaruh oleh hawa nafsu...J... Quraisy Syihab. disusun setelah mengalami stagnasi kejiwaan (Lihat: Wawasan Al-Qur’an.H. paling adil.N. paling mampu mewujudkan kebajikan dan menolak berbagai macam . bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislatif dengan aparatnya. .. Maha Mengetahui. .. rabbaniyyatul mashdar dan rabbaniyyatul ghayah (bersumber dari Allah dan tujuan akhir karena Allah). ......P. H... perasaan dan pertimbangan kemanusiaan.. dan Dia Maha Halus lagi Maha Awas. . M. Lebih tepatnya... J. Pengatur semesta alam ini. KARAKTERISTIK KONSEP .H.J. P. H.. H.. BERKETUHANAN .” (QS al-Mulk : 14)..H... Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Mencipta dan Memiliki semua makhluk. keluhuran dan kemuliaannya.....J.. UNIVERSAL BAB II .H.. KARAKTERISTIK KONSEP ALLAH Rabbani Konsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undangundang lain buatan manusia. Buku Manhaj Tarbiyah Islamiyah.. Menciptakan manusia.. karya Imam al-Ghazali diperoleh justru ketika meninggalkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajarinya selama ini. Dr. terbungkus oleh kesucian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa cinta dan hormat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan. Konsep Allah bercelupkan keagamaan. dan waktu.H. REALISTIS .. .Kitab Ihya Ulumuddin. df . TERATUR . Prof. : . MEMBENTUK MORAL . P. (Allah Yang Mencipta).H. Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan apa-apa yang maslahat serta yang bisa memperbaiki........K.. Konsep itu bukan produk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh oleh kondisi. tempat.

(.H.. Konsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan mencabut mafsadat ke akar-akarnya.J.J..H.. maka tujuannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya. .K..J.K. .H. manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut.” (QS az-Zalzalah : 7-8)..) P..H. H.H.H..K.. hatta walau pun kandungannya – bisa jadi –menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama. Dia meyakini bahwa Allah mencatat perbuatannya itu untuk di-hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya. J..N.KPJ. .K. siasia atau dibiarkan saja..J. Qanun memandang manusia dari segi hak-haknya. ia memiliki hak dan kewajiban.H. diperintah dan dilarang. Akhlaqiyah (membentuk moral) Konsep Allah memiliki keunggulan membentuk moral dalam seluruh aspeknya.J. pasti ia akan menemuinya.H.. yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersifat material serta menegakkan disiplin. Kandungan undang-undang buatan manusia adalah serangkaian hak-hak pribadi dan perorangan.N.H. Tetapi.keburukan.J.J. : .H.P.H. qanun punya tujuan yang bermanfaat dan terbatas. sebagai buah dari sifat rabbaniyah-nya.H. m. Inilah yang diciptakan oleh para pembuat qanun. m. P.P . J. Dan. Mengangkat mereka ke derajat kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilainilai . . J.H. H. konsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang tercakup di dalamnya. ) .H.H. maka ia harus menjaganya sesuai dengan penjagaannya terhadap hak-haknya atas orang lain.. Ia tidak diciptakan untuk main-main.·.H. Selanjutnya. juga mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia.H. sedangkan konsep Allah melihat manusia dari segi kewajibannya.H..H.K “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlaq.N.H.S.H.H.H. Adapun dari segi tujuan.H. Tugas dan kewajiban ini ialah hak-hak orang lain yang harus dipenuhi.³.. sedang dalam pandangan konsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung jawab (mas’uliyah) karena ia makhluk yang diberi taklif. J. Disini terlihat perbedaan antara konsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tujuannya. 7 8( “Maka barangsiapa yang beramal kebajikan sebobot zarrah pun. Selain itu. ia psti akan melihatnya.. jika kita melihat konsep Allah. sementara konsep Allah mencakup sekumpulan taklif (tugas).” (HR alHakim). .K. Dan seorang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan kebajikannya. Dengan demikian. Dan barangsiapa yang beramal kejahatan sebesar zarrah pun..H. Seorang muslim juga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah menjalankan konsep ini atau pada saat ia meninggalkannya.H. hukum syara’ adalah kalamullah yang berkaitan dengan pekerjaan mukallaf (yang dikenai beban dan tugas). ..

.” (QS Asy-Syams : 7-8).H.H.. m. Konsep Allah tidak berdayung di lautan khayal. 70 ( “Dan sungguh Kami telah memuliakan bani Adam (manusia). Konsep Allah juga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pencipta. Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wujud seperti yang diperbuat Plato dengan Republic-nya. Konsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewajibkan pemelihara-annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah.. Yakni semua bagian-bagiannya masing-masing bekerja teratur.J..” (QS al-Isra’ : 70).H.H... jiwa maupun pikirannya. Konsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan kejadiannya.. teratur dan rapi.P. demi jiwa dan apa-apa yang meluruskannya. baik raga. Dan seperti apa yang menjadi utopia ajaran komunisme tentang masyarakat yang kehilangan hak milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah.H.N.H. Teratur (tanasuq) Ciri konsep Allah lainnya adalah teratur. Untuk itu.K.J.H.akhlak dan ruhani yang tinggi.H. yang Allah ciptakan dengan fisik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit.H.H. .H.J..H. kompak dan seimbang dalam rangka mencapai satu tujuan bersama.. Konsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya. Makna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Maka Dia mengilhaminya akan kedurhakaannya dan ketaqwaannya.H. Allah mengakui dorongan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam jiwa mereka.J.H. .H.H. Mendiagnosis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya. 7 . Realistis (waqi’iy) Ciri-ciri lain dari konsep Allah ialah bersifat realistis. J. membimbing dan memelihara sifat-sifat humanistik-nya serta menjaga dari kedurjanaan sifat hewani agar tidak mengalahkan sifat kemanusiaannya. yang Menjadikannya khalifah di muka bumi dan yang Menyuruh malaikat bersujud kepadanya serta yang telah Mengabadikan kemuliaan itu dalam kitab-Nya. .H.J. keamanan dan penjara.) . Dengan demikian manusia bukan semata-mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan. Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi sejalan dan seirama.) H. Insaniyah (manusiawi) Konsep Allah bersifat insaniyah dan ‘alamiyah.H. tetapi ia juga ruh yang luhur yang menempati raga itu. dimana perhatiannya terhadap nilai-nilai luhur akhlaq tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada..H..H. : . hukum pertahanan.H.8 ( “Dan.H..H. Juga tidak terbang di awangawang dan di angkasa. .P. maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya. dengan rasa cinta yang melambung dan naluri yang merendah. . : . minum dan nikah.N. J. Karakteristik ini bisa juga dinamakan dengan .H. .

thalaq. dsb. Universal (syumul) Konsep Allah mencakup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan Rabbnya. luqathah (barang temuan). seperti nikah. serta hal-hal yang diharamkan Allah seperti riba. cara pemilihannya. memakan harta orang dengan cara batil. Mencakup pula hukum kerumahtanggaan (nizhamul usrah).takamul (komperhensip). Konsep Allah juga mencakup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash. yang bertujuan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. Juga mencakup segi mu’amalah. hukum mentaatinya. shalat. serta bagaimana menghadapi pembangkang (oposisi) dan sejenisnya. Mencakup aspek undang-undang kepemimpinan. hak dan kewajibannya. putusan. kita temui sebagai suatu gejala yang tampak pada setiap apa-apa yang disyariatkan Allah. persaksian. mengatur rumah tangga. dan hukuman-hukuman lain seperti potong tangan bagi pencuri. dasar kewajiban mengangkat pemimpin dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. nafkah. join dalam usaha (syirkah). fai’. dan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga Islami dan segala upaya mempertahankannya. waris. dan sejenisnya yang bertujuan mengatur hubungan antarindividu dalam menggunakan harta dan menjaga hak masing-masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil. iqrar (pengakuan). Juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hukum. nadzar. Inilah yang dikenal undang-undang kejahatan dan Hukum Pidana (jinayat). dakwaan. menimbun harta. mencambuk atau merajam pezina. hubungannya dengan dengan rakyat. tentang pemasukan dan pengeluaran zakat. tampak pada setiap makhluq-Nya. Keteraturan dan keserasian dalam fenomena alam (khalqiyah) dan konsep Allah (kalimatullah) sebagai suatu keseimbangan (tawazun). sumpah dan lainnya yang bertujuan menegakkan keadilan antar-umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum Acara. ayman (sumpah) dan halhal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun. Ia juga mencakup bidang ekonomi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan BaitulMaal. transaksi seperti jual beli. dll. Mencakup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara . utangpiutang. masalah ‘iddah. mencambuk peminum minuman keras dan orang yang menuduh orang lain berzina. Ini termasuk ke dalam “Undang-undang Dasar”. Masalah ini dijelaskan oleh fiqh ibadah yang terdiri dari bab thaharah. shaum. hibah. harta ghanimah. yang disebut dalam fiqh dengan hukuman ta’zir (dera). gadai. wasiat. hajji. Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi (al-ahwal asy-syakhshiyah). pajak. udh-hiyyah (berkorban). Atau sanksi-sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri. para qadhi atau hakim.

J.N.. terbuka.H. terbebas dari berbagai kontaminasi virus hati (amraadhul qalb).P. sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu. J. J.H. keturunannya. P..H. maka di tengah-tengahnya akan mengeluarkan air.H.. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang menjelaskan kriteria wanita yang harus dijadikan calon istri meliputi hartanya. P. H. Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran.H.H. Orang Yahudi jarang sekali yang masuk Islam karena hatinya keras (qaswatul qalb). H.. Maksud ayat “ma anta bi ni’mati rabbika bi majnun” adalah bahwa dengan nikmat Islam ini maka kamu tidak akan melakukan pekerjaan hina..J.H... baik dalam kondisi perang maupun damai.H.H..J. karena instrumen kemanusiaannya tertutup..H. . H.H. Karena dia tidak dikenai tugas dan kewajiban (taklif).K. .. K. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu mengusirnya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga.H.. kera (qird) dan himar (keledai). maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama. Jika agama tidak dijadikan alternatif pilihan.P.. kedua tanganmu berdebu (mengerjakan pekerjaan yang hina).J. .H.... df BAB III . Memperoleh pahala yang tak terputus Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain.H...H. kriteria umum (khariqul ‘adah). : .H.J. P.H. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.H.K.H.J.H.H. Jika semua sifat tidak terkumpul pada satu orang. P.H.J. Jika merujuk kepada hadits. K.H. .H.. maka sakit gila menjadikan seseorang dalam dunia ini sia-sia. diterangkan bahwa diantara orang yang tidak dikenai dan bebas dari taklif (beban tugas) menjalankan syariat diantaranya adalah ‘anil jununi hatta ya’qila (orang gila sampai akalnya berfungsi).H.H. K. Tidak pantas dilakukan oleh makhluk yang berakal.N.. yadaaka artinya kedua tanganmu (usaha yang kamu lakukan). Sekeras-keras batu jika dipecahkan.. .K.H.Islam dengan negara-negara lain yang non-muslim..H.” (QS al-A’raf : 176)...K.K.) J. Jika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah. .H.H. J.J.J. Orang gila tidak dikenai taklif karena akalnya tidak normal. kecantikannya. dan sekarang ini semua tercakup ke dalam apa yang dinamakan Hukum Internasional. yang artinya menutupi.J. Jika kata majnun (gila) dikaitkan dengan kata janna pada surat al-An’am : 72. Postur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti anjing (kalb). Oleh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya. Taribat dari kata turab artinya debu.H. taribat yadaaka (‘agar kedua tanganmu tidak berdebu’). utamanya Al-Qur’an. Masalah yang berkaitan dengan penduduk non-muslim di negara Islam. .J.H.J. P.. Hatinya bersih.. K. J.H. Dengan Al-Qur’an hati manusia menjadi lapang.J.K. 176 ( “Dan kalau Kami menghendaki. JAMINAN ALLAH BAGI YANG BERQUR’AN Tidak gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan. Ini dibahas dalam fiqih Islam. ukuran.

H.―. .K.. . J.J.H. . Karena semakin banyak ilmu seseorang semakin kuat dorongannya untuk melaksanakan kebaikan.H.H.K.H.K..H K. .J. maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya.K. P..J. J.K.. ³.) K..H.K. yang bentuk tunggalnya khuluq.P.. Maka.. Jangan mencerca orang yang berilmu. (. .H. . Lebih-lebih dari murid pertama juga aktif mengajarkannya kepada orang lain.K.H.H.J. sungguh bila Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena (usaha) kamu.. sekali pun secara fisik kematian telah memisahkan kita.H. H. Yang menjadikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang panjang-panjang.P.K. K.. Muslim).H. tetapi nama baiknya tetap terngiang-ngiang di telinga orang-orang yang ditinggalkan. P.N.. Mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada orang lain pahalanya akan abadi...H. Kata akhlaq adalah jama’. “Barangsiapa yang menciptakan kebiasaan baik dalam Islam.” (HR.H.H. .J. Tinta ulama laksana darah para syuhada. ... tanpa mengurangi jatah pahala mereka sedikitpun. J.K. K. Maksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan jasadnya. J.H. Maka mesin pahala tidak akan berhenti berputar. Ibarat air akan mencari dataran rendah untuk dialiri. J.. K.J..H.K.H.J. dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu).K.. . “Maka demi Allah.H.P.J. .H. J.J.H.H.P.H.. H.J. . Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam berdoa tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi mohon kepada Allah agar ditambahi ilmu.P. H.J. Pada suatu hari ada seorang ulama’ mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu’tamar (komferensi). ³.H.K. Dialah satu-satu Rasul yang dijuluki dengan asmaul husna (nama-nama Tuhan yang baik) secara dobel. karena semangat dalam mengembangkan Islam ini.akan menjadi pembela pemiliknya di akhirat kelak (hujjatun lahu)..H..J.J.J.H. itu lebih baik bagi kamu dari pada unta-unta merah (kendaraan kebanggaan orang-orang Arab)..H.K. J.H.H.P..H. raufun rahiim.P..J.. J. Kata khuluqin ‘azhim pada surat al-Qalam dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul. Memiliki akhlaq yang agung Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.” (HR al-Bukhari.J. ³.N. .H. Sesuai dengan karakteristik Islam itu sendiri yang terus berkembang. kata ‘akhlak’ diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan.P.. (. P. J..K.K.J. .P.H. .H.H. H..J. P.K. .K. K. karena darahnya akan beracun (menimbulkan bahaya). .H. Harta yang diifakkan akan habis. Makna yang lain. ..) .H.. H. . .. Rata-rata umur umat Muhammad antara 60 tahun sampai 70 tahun.H.³..P.P.P. J..H. K.. sedangkan ilmu yang diajarkan akan bertambah. dijawab sesungguhnya jika anda bisa menyadarkan seorang yang hadir ini lebih baik daripada satu forum.J. Orang yang mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid. Murid tersebut ragu-ragu apakah acara ini diteruskan. N. Setelah dikonsultasikan kepada gurunya.K..P...H. J. .J. dalam majlis itu yang hadir hanya seorang. Tetapi...H.H.K.

J. P.H. J.P.H.... H.H.. K. Lalu terbiasa condong/memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk. Disini kebaikan menjadi sikap hidup. K.. Oleh karena itu. tapi “ummati… ummati…” (umatku. .. H.P.K. dan sambunglah hubungan terhadap orang yang selama ini memutuskan hubungan denganmu”.. Keteguhan Nabi.N.H.J.H..H. J.H. . “Maafkanlah orang yang menzhalimimu.H. ..J. Budi yang halus (adab) adalah sikap batin. P..) Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima celaan semena-mena dari orang yang bodoh (safih).J.H. J. N..H.·.P.P.J.. J.H.P.K.H. “Ya Allah.K. dia dipukul oleh kaumnya sampai berdarah-darah..J.) . K.H.J. K.J. dia berkata : “Seakan-akan aku lihat kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan salah seorang Nabi dari Nabi-nabi yang banyak itu. karakter atau perangai.H.H...H.H. . karena sesungguhnya mereka tidak tahu.J. P.J.. Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhlaq yang agung.J. Bahasa adalah lambang sebuah peradaban. lalu diucapkan dengan bahasa yang terpilih. J.H. sengat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.K.H.H. K.H. P.J.P.H.P.ᅭ H.K.H. . ketika naza’ (hampir dicabut nyawanya).” (QS at-Taubah : 128)..H. .H.J. : H.J.H..J.P.H. berilah orang yang mengharamkan pemberian denganmu. Yang dimaksud rahim disini sayang kepada orang beriman dan ra-uf disini belas kasih kepada umatnya yang berdosa (asy-syafaqatu ‘alal mudznibin).K..H.. K.K. .H..N. H. : P.H. Akhlaq Rasulullah yang menonjol disini adalah muhsin (tetap berbuat baik kepada yang bersikap jelek kepadanya) (QS Ali Imran : 134). Disini maksudnya budi jadi isi jiwa.K.P.H.H.H. . .P.H. pekerti yang halus adalah sikap hidup. H.. J...S. Budi pekerti yang amat agung.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Setelah kebaikan dilakukan secara berkesinambungan (istimrar) menjadi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya. .. makna yang terkandung dalam hati.H. J. yaitu memaafkan dan mendoakan. “Sesungguhnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi . Ungkapan seseorang menunjukkan isi hatinya.J. J. . ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya. K.J. K. J.. .K. m.J. P.. Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin. P.J.K.H. ampuni kaumku. ..H.H. Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa.. umatku).P.H.J.. disapunya darah yang mengalir di wajahnya itu lalu berdoa.H.. (.K. yang ditanyakan oleh Rasulullah bukan anaknya.... berat terasa olehnya penderitaanmu. Awalnya latihan terus menerus (mujahadah) akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk. P. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu’min. 128 ( “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri.H. Akhlaq adalah sikap hidup. P..H.K.H.. Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain.H..J. N. J.J.P. H. : ..

H..³. berani. adil dalam menetapkan hukum. Semuanya dihiasi oleh budi pekerti yang agung.P..K.. . . BAB IV .... KEHINAAN PEMBELA IDEOLOGI MANUSIA Gila (majnun) Orang yang jauh dari Al-Qur’an akan menjadi gila.P. keinginan (‘azam) yang kuat untuk melakukan kebaikan. seolah-olah suara yang didengar dari jarak yang jauh. . larangannya ditinggalkan.. kecuali memukul dalam perang fi sabilillah. Mengendalikan jiwa.J.H. bahkan tidaklah menjadi kesukaannya memukul. berani berpandapat. telah menjadi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau. Sehingga hatinya kafir (terkover..H .H.. Perintah AlQur’an dikerjakan..³. tertutup) dari petunjuk Allah.J.K . baik perintahnya maupun larangannya. berkata jujur. Bagi orang kafir ketiga kekayaan itu yang dijadikan tujuan akhir hidupnya. setelah lama kita bergaul dengannya kita mencintainya.. . Dan kalau beliau memilih dua hal.wa sallam melaksanakan Al-Qur’an.(..K. pemaaf. ketika pertama kali kita kenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita takut kepadanya. Dan tidaklah beliau membalas dendam. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Urwah bin Zubair... bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah”. asal jangan dosa.J.H. Kalau aturan Allah dilanggar.. . harta dan tahta...J .. kecuali kalau aturan Allah dilanggar orang. menghormati peraturan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.” (HR at-Tirmidzi).J. ihsan dalam berbuat.J. berkata.P. amanah dalam bermuamalah..KH.J. ) . ..P..H.J “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya..K. “Tidak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memukul khadam..J.. menyuruh kepada kebaikan. Pendeknya semua budi yang indah. . menahan marah. malu. Dan orang terhitung orang baik-baik ialah yang bersikap baik terhadap isterinya..J . Ada sahabat yang mengatakan. gila harta dan gila tahta.K. berpegang teguh dengan kebenaran..H. Selain Al-Qur’an tidak akan mampu menolak godaan wanita.P.P. dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. dermawan. dan tidak pernah memukul perempuan.m . pasti beliau pilih mana yang paling mudah.H.. menjaga kebersihan. Gila wanita.H. Akhlaq di sini mencakup dimensi yang lebih dalam dan luas. Sehingga seruan Allah. saat itulah beliau baru membalas.K.. mencegah kemungkaran.H. ..

K.H.J. bertempat tinggal sesuka hatinya.) . P.H. P.N. . Oleh karena itu seorang yang jauh dari Al-Qur’an akan merasakan kehidupan yang serba sulit (ma’isyatan dhankan).J.N.. J.H.K. P. .H.K.H. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh. Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya.. pebisnis sejati.) 65 ( “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu.H.H.J. .H..J. Dikumpulkannya sebanyak mungkin.. ³.J.H.H.P. Mukmin adalah petarung sejati. Memperoleh balasan sesaat (mu-aqqatan) Yang diperoleh bagi orang berpaling dari Al-Qur’an hanyalah mata’ (kepuasan sementara). Kreatif dalam mengelola karunia Allah.. H. J.H. N.H. ..J. kemudian dia tinggalkan untuk Allah.H.. karena yang diburunya tidak ditemukan..J.J. Lelaki Qur’ani memiliki daya cipta material. m. J. Orang yang tidak ber-Qur’an tidak bisa zuhud. : .P.J.H.K.J. K.K.H.K..H. J.. Secara lahiriyah bisa makan ini..K. J.H. Kata Abu Bakar.K.. H.K. J. P. . .J.H. .J.K.H. seakan-akan minum air laut semakin di minum semakin haus.H.J.J. m.K.. Orang kaya.P.H. P.³.J. .J... Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya. “Jadikanlah harta itu pada genggaman tanganmu dan janganlah engkau masukkan dalam hatimu. : .J.H. Dan mereka menjadi pemburu yang kecewa. Sementara orang yang berQur’an mampu bersikap zuhud (membatasi konsumsi) setelah mengumpulkannya.H.” Orang Islam semangat dalam mengumpulkan karunia-Nya...K.H. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.P.. Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia menjadi pebisnis sejati.H...K. Seorang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani.J.H.K.P. J..suara apa itu ?.H.. H.J. tetapi mampu membuat rakyat sejahtera setelah berkuasa..H. 39 ( “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar.H.ᅭ m.” (QS an-Nuur : 39).N. Berperangai hina . itu. .H.H.K.P. K.K. H.. J. H. tetapi pada akhirnya ia pemimpin sejati.J. K.P. 44 ( .P. P. bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati. P.H.J. pada saat yang sama memiliki daya kendali material.P. sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak menerangi mereka). H. ³.H. : .P.K. H.H.H. .. J. P.H.H. H.N.H. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga...) “Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.” . K. . menurut Islam.³.H.H. maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang hina.. tapi tidak kikir dalam membelanjakan kebaikankebaikannnya. Segala aktifitas orang kafir hanya akan menutup (raana) hatinya sendiri. .K.J..J.H.P.N.K.J. H..” (QS Fushshilat : 44).H.H. P. tetapi hatinya terpenjara oleh nafsunya.

Lebih memuliakan ikan daripada seruan Tuhan. .. Yang dibenci Tuhan dan manusia adalah seorang yang memiliki kesamaan sifat dengan binatang...N... . inilah bentuk kehinaan........ Sebagian ahli tafsir berpendapat : mereka menjadi babi.. bukan berarti mereka berubah bentuk. ampunil dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.. .. Kemurnian dan keutuhan sumber asasi . ampuni dosadosaku yang merusak karunia. ‘Laksana keledai memikul kitab’. lalu diambil pada hari Ahad. Sekalipun dilarang mencari ikan pada hari Sabtu. Ya Allah.. Pola penerimaan – Berinteraksi dengan al- .H.H.. Ya Allah.. AL-Qur’an sebagai sumber utama . Jika direnungkan ayat ini... . dikhususkan untuk beribadat kepada Tuhan. Tidak akan merasakan kepuasan batiniyah... Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya. Imam Ali bin Abi Thalib menyimpulkan akibat buruk dosa. dari Ibnu Abil Hatim. yang abadi adalah kepentingan itu sendiri. tetapi mereka memasang alat penangkap ikan (kail) pada Jum’at malam...... Mereka berdiam di tepi pantai. ampuni dosa-dosaku yang menahan doa.P. . Sehingga mereka mendapat kutukan Tuhan menjadi kera yang hina.H... . df ..P.. akan tersiksa. Madyan.. Tetapi tidak sadar sesungguhnya mereka dijauhi oleh orang yang baik..H.. kata para ahli. mereka terima dari Mujahid..PP.. Manusia berperangai seperti keledai. ampuni dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. Ya Allah. Peristiwa ini terjadi di danau Thabaria. ampuni dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan”... “Yang disumpah Tuhan sehingga menjadi kera atau monyet adalah hati mereka.. dalam doanya : “Ya Allah.. Yaa Allah.. . Jika keledai berkarakter keledai.. Peristiwa ini adalah majaz (kiasan) seperti pada surat al-Jumu’ah ayat 5. Alia. Karena hati nuraninya dinodai dengan akan noktah hitam. Menghalalkan segala cara.. Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari bekerja. ia menyiksa dirinya sendiri..... – . .. Ya Allah..(QS al-Baqarah : 65).” . Menurut Ibnu Mundzir. . tidak mengherankan.” Wajar. asalkan tujuan tercapai (al-ghayatu tubarrirul wasa-il).s “Siapa yang jelek akhlaqnya. Tidak ada kawan abadi. tidak difungsikan... Ia akan dihantui perasaan bersalah (inhizamun nafsi). Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji Bani Israil dengan Tuhan. Mereka bangga dengan memperoleh keuntungan duniawi... ampuni dosa-dosaku yang menurunkan bala.. keledai. . orang yang berbuat menyalahi suara batinnya.H.J.H. Tetapi perangainya berubah menjadi perangai binatang..J.. sama perangainya dengan makhluq yang tidak berakal..H.... PROFIL GENERASI QUR’ANI . Memiliki akal... Tetapi mereka pandai mempermainkan hukum Tuhan. bukan badan mereka......

. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang perilaku Rasulullah. Isolasi total dengan pola jahiliyah sebelumnya BAB V .. sekalipun ada beberapa figur yang muncul (mujaddid). yakni generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum. Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan mereka? Kemurnian dan keutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al-Qur’an yang dikaji oleh para sahabat Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan yang menjadi asas perjuangan mereka dalam kehidupan. yang bagi sahabat dahulu dijadikan sebagai pedoman kerja. Akan tetapi Islam tidak demikian. . selain dari generasi Sahabat... Kehilangan pribadi Rasulullah bukan menjadi faktor utama dalam dakwah ini... beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir zaman.. Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama. adalah Al-Qur’an di tangan kita sekarang.. sumber utama (al-Qur’an manba-un wahiid) Generasi sahabat mempersepsikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan kehidupan.. Peradaban Romawi kala itu sudah mencapai tingkat kemajuannya di bidang budaya. Demikin pula hadits Rasulullah.. sekalipun beliau tiada..Qur’an untuk dilaksanakan . dia menjawab. Gejala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men-setting generasi. semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami..... Gejala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah Islam. dan murni. “Budi pekertinya adalah Al-Qur’an”. dan hukum. niscaya Allah tidak akan menjadikan dakwah Islam ini kaffatan linnas wa rahmatan lil ‘alamin. ilmu. al-Qur’an. yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara sebagai sistem hukum.. Dari hasil pengamatannya. Adapun hadits adalah tafsir operasional dari sumber utama itu..000 orang.. . Dakwah ini akan berlangsung secara kontinyu. Al-Qur’an yang tetap asli. Allah menjamin keutuhan dan kemurnian Al-Qur’an. Setelah itu boleh dikata. Bahkan. tetapi belum pernah lahir dalam bentuk society (160. sekalipun Rasulullah telah wafat. Lalu apakah ini yang menjadi penyebab? Jawabannya bukan. peny. Demikian pula kebudayaan .. utuh. Sayyid Quthb. Dan itu yang akan dibaca oleh generasi sesudah kita nanti sampai akhir zaman.. generasi terbaik dalam sepanjang sejarah Islam dan kemanusiaan. Kecuali pribadi Rasulullah yang telah meninggalkan kita.. . tidak pernah terulang lagi munculnya generasi sekualitas itu.). Pertama.. Dan Islam bukan risalah terakhir diturunkan oleh Allah. tolak ukur keberhasilan dakwah di mana saja dan kapan saja. bagi yang terjun di medan dakwah.. PROFIL GENERASI QURANI Ada fenomena yang unik dalam sejarah Islam yang patut dijadikan rujukan.. Seandainya keberadaan Rasulullah yang menjadi rahasianya.. dalam bukunya Ma’alim fii ath-Thariq mencoba mengamati profil masyarakat sahabat. beliau mengemukakan tiga faktor yang menjadi karakteristik generasi Qur’ani yang pertama itu..

Yunani yang terkenal dengan logika dan filsafatnya. Kebudayaan Persia, India, dan China tercatat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu. Dua peradaban Romawi dan Persia mendominasi Jazirah Arab dari utara dan selatan. Tetapi, fokus generasi sahabat kepada Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan acuan, mempunyai sasaran khusus. Rasulullah ingin mencetak generasi yang spesifik, di mana hati, akal, wawasan, ideologi, dan orientasi (ittijah) mereka terpelihara orisinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manhaj Al-Qur’an. Generasi inilah yang dicatat sejarah sebagai generasi yang unik, sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terkontaminasi berbagai polutan dalam memahami sumber utama. Seperti filsafat dan logika Yunani yang banyak mencemari pemikiran pemikir Islam, israiliyat Yahudi dan teologi Nasrani, serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing, yang turut mencampuri penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mengurangi kadar kejernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al-Qur’an. Kedua, metode penerimaan al-Qur’an (manhaj at-talaqqi) Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya cenderung mengalami perbedaan dalam aspek pola penerimaan Al-Qur’an. Generasi awal ketika membaca Al-Qur’an tidak bertujuan membongkar rahasia alam, sains, pengayaan materi-materi ilmiah. Akan tetapi menerima Al-Qur’an seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan secara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Persis seperti seorang prajurit menerima perintah dari komandannya untuk dilaksanakan secara spontan. Sahabat mencukupkan sepuluh ayat untuk dihafal dan diamalkan muatannya. Metode penerimaan yang aplikatif – justru menyingkap ufuk ilmu dan keindahan, pesan-pesan inti – yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode pertama dapat mempraktiskan kerja, meringankan beban, menterjemahkan teori-teori ilmiah yang mandeg ke dalam kerja nyata yang dinamis. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak menerima metode apapun selain dari metode penerimaan yang praktis dan aplikatif. Karena Al-Qur’an bukan buku seni, ilmu, sejarah, sekalipun semuanya terkandung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Karena itu Allah menurunkannya secara bertahap. (106 ..... ).: .J.³ .H.J.K .K.H.J.H.H.P.H.H..P.J.m.H.H.N.J.H..P .H.H.J.H..s .³. .PH...l “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS al-Isra’ :106). Allah menurunkan Al-Qur’an tidak sekaligus. Tetapi berdasarkan kebutuhankebutuhan

dan perkembangan yang kontinyu dalam ideologi dan konsepsi, juga berdasarkan problem alamiah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupannya. Terakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan kondisi khusus, serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi kejadian itu, dan memperbaiki kesalahan mereka, dengan begitu terasa keterikatan jiwa dengan Allah sebagai Pencipta. Dari metode penerimaan yang praktis ini para sahabat muncul sebagai generasi yang terbaik. Ketiga, isolasi (mufashalah) dari persepsi lama Apabila seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika jahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa jahiliyah; merasakan hidup yang lalu itu penuh noda dan kotoran yang hanya bisa terhapus dengan Islam. Dengan sikap pasrah seperti ini, ia menerima petunjuk Islam yang baru. Maka setiap kali tidak mampu menunaikan kewajiban yang dibebaankan Islam kepadanya, ketika itu ia merasakan bersalah dan berdosa. Akhirnya, jalan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur’an. Isolasi perasaan secara mutlak ini antara masa lalu yang jahiliyah dan masa sekarang yang Islami, jelas terlihat dalam hubungan sosial dengan masyarakat jahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan jahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang Islami, sekalipun hubungan dagang dan harian masih terjadi. Yang jelas, perubahan total terjadi dalam lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, serta pergaulan yang baru telah bertolak dari tauhid. Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh generasi berikutnya, sehingga tidak bertahannya nilai-nilai ke-Islam-an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka. Untuk mengembalikan ma’nawiyah (spirit) ber-Qur’an ini, perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus. Yaitu pemberdayaan ruhani kita secara lebih intensif (tarbiyah ruhiyah), agar Qur’an bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita. Karena Al-Qur’an berasal dari Dzat yang Maha Suci, dikirimkan melalui makhluk yang suci, dan diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya (ishthafaahu), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Wallahu ‘alam bish-shwab. df $ PAKET IV . ..... ..... Prinsip Akhlak $ .... ...... ..... .... Qiyamul Lail .....

...... Baca Qur’an .. ... Ingat Allah ...... Tawakkal ..... Sabar ...... Hijrah ... ... Langkah lbh teguh ... .... Bacaan lbh berkesan .... ... Ucapan berbobot .... .... Produktif .... ... Pandangan sejuk ...... ..... Posisi terpuji ... .... Tempat masuk yang benar .... ... ..... Sebab masuk ...... .... Tanda iman ...... ..... Penghapus dosa ..... 3:138 – Penjelasan .... 2:147 – Kebenaran ...... 10:57 – Obat .... 17:82 – Rahmat ..... 2:2,128 – Petunjuk ....... 25:1 – Pembeda ..... 5:15-16 – Cahaya ....... 3:138, 54:17,22 –

dia bangun malam .J.... J. Boleh iri padanya . N...P..N... H. P..H. . ..J.J.H. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.....K. Kebiasaan orang shalih .. ..H. . N...K. Atau lebih dari seperdua itu.... P. Shalat yang palig utama setelah shalat fardhu ..K. .. . K.H.K. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.J. . Siapa yang ingin raih kemuliaan..P.. K.H. N.. Bangunlah (untuk shalat). K. Terangkat derajatnya ... ..K.. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat... di malam hari kecuali sedikit (daripadanya).. . .H. H.P...K. 42:42..J.K..―. J. K..J... ³.P.H.K.H.H..J..H. K.....K. J. H.. 40:15 – Ruh .N.. . ³..H..H....H..J..H.N..K. (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua sedikit.³.H.H. Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadatlah kepada-Nya .H.K..S...J. . .H. K. H.. .H.H.H.Nasihat .J. .H. Menjaga stamina ruhani . P.J.K. H..J.H.H. ―.. ..J..... ...H.H. ³.. ...J.K.. . .J....³. H. ... . . ³..H.J.S.K.J. H.H. N..... K.J...J. H. ³.N.J..J.. .H. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)..J. .J...N.H..J......N.. .H.H.K.S.K. H.H.K. .. K.K. ...J. J.K...H.K....J.K. ³.. K... H. K..J..J.J.K. 15:19 – Pengingat .H.H. ...K.. J.J..P..J. .H. H. ...H..P. .. .. Manusia paling mulia .K.N. “Wahai orang yang berselimut (Muhammad). ³.H..H. ... P..J. Prinsip Akhlaq BAB I .H.J..P...H. ³. ³. PRINSIP AKHLAQ Surat al-Muzzammil ayat 1-9 .H.....

kegelisahan.H. melawan ketakutanketakutan.J. Menjaga stamina ruhaniah (ri’ayatu al-ma’nawiyah) Mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya. Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah jalan ketakutan. dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah. H. kegalauan. Ahli sastra Mesir. P. Sebaikbaik amal adalah yang pungkasan. (Dialah) Tuhan timur dan barat.J.H. di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. cemas. sedih. Yang membedakan para mujahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas.P.. Sebagaimana layaknya manusia.. Itulah yang membuat sorot mata mujahid selalu tajam. dan tidak mungkin memenangkan pertarungan? Para mujahid adalah manusia biasa.H. Syauqi. kegalauan..H.H.. sehingga membuat takut. Dan sebaik-baik umur adalah yang terakhir. semangat hidup. cemas.P. Di saat yang lain mereka harus gagal. .³. Itulah vitalitas.H.H.H. kehidupan mujahid pun fluktuatif (naik-turun).dengan penuh ketekunan. Selalu ada gelora yang bertalu-talu di balik lubuk hati mereka. kecemasan.H. Ada saat dimana ia naik. sukses. Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul khatimah. dan menghalau keputusasaan. . Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu jauh dalam kegagalan dan keberhasilan. Itulah yang membuat mereka memiliki harapan.K. Bahkan. gembira. Kemampuan mengelola gejolak internal diri menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil. gundah-gulana.N.J. tiada Tuhan melainkan Dia. H.J.―. Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunnatullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah. terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur). mengatakan : H. menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka terusik bahkan tergoda oleh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari perjuangan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah. Semua gejala jiwa yang dirasakan manusia juga dirasakan oleh mujahid. P. Mereka mengetahui sejak dini dan sekaligus melawannya gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa. di balik kelembutan mereka. maka ambillah Dia sebagai pelindung”.

Sehingga pendengaran. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah hingga Aku mencintainya. ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku. shalat lail. Dan orang di sekitar kita gembira (termasuk ibu yang baru saja melahirkan) karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan. penglihatan.H.) H.. muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah (tadakhul rabbani) secara langsung.J. dukungan. langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.H. pembebasan dari penyakit nifaq (ragu-ragu) dan pembebasan dari neraka.H. Jika Aku telah mencintainya... Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi kekasih Allah (waliyullah).. “Dan barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari. masuk surga. J.” (Al-Hadits). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda. Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya. . maka Kuizinkan ia diperangi. membaca alQur’an.H. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya …” (HR al-Bukhari).J. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. Sebagai kekasih Allah.. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. H.” (Al-Hadits).J.J.H.H. Dan proses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik.H.H... “Barangsiapa yang melaksanakan shalat sunat rawatib 12 rokaat secara berkesinambungan. Menangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang suci tidak sederhana. akan memperoleh pembelaan. Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang konstan. keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan-keyakinan terhadap alam ghaib.Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekitarmu tertawa. menjadi tangan yang ia memukul dengannya.H. H. Rasulullah bersabda. .H. ³. dan pertolongan-Nya pada saat yang diperlukan. Inilah yang menjadikan Ibrahim bin al-Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya. (..H. menemui dari takbir pertama. maka ditulis oleh Allah dua pembebasan. karena iri”. H. J.N. “Kami dalam kelezatan (spiritual) sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagiaan itu ada disini mereka akan menguliti kami.H. dzikir. berkesinambungan. Vitalitas.H.H. “Bahwa Allah berfirman.

Dalam perang Yarmuk. “Ini adalah buah dari ma’tsurat (al-kalimatut thayibah) yang secara rutin saya baca di pagi hari setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dari ufuk timur. dll. maka engkau ridha dengan sesuatu yang menimpa diri yang tidak kamu sukai. Dalam suatu peperangan. . sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi proses terjadinya kreatifitas dan dinamika. tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi yang dicarinya tidak ditemukan. “Di balik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah Shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. baik berupa materi maupun immateri. kaum muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap selesai melakukan wirid harian itu. saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”. melainkan pasti saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenangan bagi saya”. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang kurang produktif. “Bergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah”. Beliau menjawab. Manusia adalah produk sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). Khalid pun merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. Akhirnya mereka menemukannya. Seorang ahli hikmah mengatakan. tentang rahasia kekuatannya.“Jika engkau ingin masuk surga. Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. kesempitan. Allah memiliki cara sendiri bahwa gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). Barakah artinya tambahan kebaikan (ziyadatul khair). Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini. Tapi. Tekanan kehidupan secara psikologis. kualitas atau kuantitas. musibah. jika suatu saat saya tidak melakukannya.” (Al-Hadits). Bukan situasinya yang kita persoalkan. Mereka pun menanyakan ulama’ yang tetap membujang hingga wafatnya itu. Diantara stimulan jiwa adalah tekanan hidup.

Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan. sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Ketika memanggil kepada intelijennya. maka ia memanggil dengan julukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu. tetapi bahkan menantang dunia. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syaikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini. “Semula shalat lail ini diwajibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila. Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II. menyempurnakan syarat dan rukunnya. harapan. musibah. dan dengan kesadaran penuh. wahai penidur”. Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz merebut takdirnya menjadi ulama’ besar. Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu. ia tertidur di masjid. Ia selalu menemukan celah dibalik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan. dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru. “Bangunlah. Abu Huzaifah. adab-adabnya. beliau membangunkannya dengan. memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari Kerajaan Saudi Arabia. mawaddah wa rahmah. dengan redaksi . Kecacatan istrinya (bermata juling) sama sekali bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh Utsman an-Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai tokoh publik dan membangun keluarga sakinah. wahai Aba Turab (yang penuh debu)”. “Berdirilah. bukan saja menantang Israel. Kemudian di-nasakh kewajiban itu menjadi sunnah. yang tertidur pada malam perang Khandaq. Ibnu Abas mengatakan. Tugas untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan. Rasulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum. Al-Muzzammil adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. sehingga tetap memiliki ketenangan. yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya. Pada surat al-Muzzammil. Orang Arab jika ingin memanggil seseorang. Rasulullah memanggil dengan panggilan keakraban. Mengerjakan shalat lail dengan sungguh-sungguh. Ketika Ali karramallahu wajhahu sedang ada masalah dengan keluarganya (Fatimah radhiyallahu ‘anha). dan semangat. Ketulian tidak mencegat Mushtafa Shadiq ar-Rifa’iy menuju puncak. Beliau hafal al-Qur’an dan ribuan hadits. Shalat lail Al-Muzzammil yang menjadi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan.

.P.) H..” (QS Ali Imran : 113)...H.. Allah berfirman : .H..P.K..” (QS as-Sajdah : 16-17).. : . . J.. . 9 ( “(Apakah kalian.J.) .. H.³.J..H.K.P.H.J.K..) K.. ³... J... ....H. H.. H 64 ( “Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam. ...” (QS al-Furqan : 64) Ketika menyebutkan ciri orang-orang yang bertaqwa. H...... .チ... : .H. H 17 18 ( “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.K. ...J.H.P.K. : . 79 ( “Dan bertahajjudlah pada sebagian malam sebagai tambahan bagimu (Muhammad). Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh harap dan cemas.H. . . Allah juga menceritakan ciri orang yang memiliki iman yang sempurna.P. H.. ....N.チ.K..H..H.ayat 20.H.K....P.K... K.N.H.. J. dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka..H.) K. Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya. . . ...P..H.H. m.P.H.H..H. K.J... . . ³..K.J.H.K.³. チ.) H.” (QS adz-Dzariyat : 17-18).... .H.P.J..P...J..J.H....H. H...H.J.. H. ataukah orangorang yang dalam keadaan sujud dan berdiri dengan penuh ketundukan pada waktu malam hari karena mengkhawatirkan (keselamatan) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya.” (QS .H..J.³.J.K....H.J.H. ‘Sebab itu bacalah mana yang mudah dari Al Quran’.H. 17 ( “Dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur.H...H.J.K...H.H..P.) .) H.H..H.J.H. .H. : . H.. . H..” Shalat lail merupakan karakteristik hamba Allah Yang Maha Rahman. : ...P.. Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yang terpuji kepadamu.P. H. .H..H.P.J.K.H.H.H.H.. dengan firman-Nya : . H.P....³.H.H...” (QS Az-Zumar : 9). K. wahai orang-orang musyrik.チ.J..H..J...H.H. : . H. . .J..J. J.. Allah mendeskripsikan orang-orang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu. .N.....H.K.J.K.H.P..チ.H.. dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.J.. J.H....J.. P. P...H. ..H.N.J.H..H.N.J. K.P..H..³.チ.N... J. 113 ( “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat.J.J...³. J.K.H.P.³. yang lebih beruntung).J..P.H. J.H..J.K.H.H.―.J.J.H.J. : ..J.チ...P.H.. 16 .H.N.H. H.K..J.H.. . J...P. H.S. .H.H..J.. K.J. . .. K.K...J.H. . . J..P..17 ( “Lambung mereka jauh dari tempat tidur.J. .H.H. .P..H.....” (QS Ali Imran : 17).S.K...N.. .H...³..u.J.. Seorang pun tidak mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan terhadap amal yang dahulu mereka lakukan.

J..J. : . K. sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam. suasana hening.. P.S..H. Apabila Allah bersumpah dengan makhluq-Nya sendiri itu menunjukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya.J.J. H.. Dengan ide dasar (qaulan tsaqilan). Di waktu malam gangguan berkurang.N.... J. Boleh iri terhadap orang yang rajin shalat malam.J. Rasulullah menyatakan. demi waktu malam). K.H. “Wahai sekalian manusia. 26 ( “Dan pada sebagian malam. “Sesungguhnya anda dikaruniai rizki dan di tolong oleh orang-orang yang lemah diantara kamu. maka ia akan ditempatkan pada posisi yang tinggi (maqaman mahmuda) di hati mereka.P. Kemudian sosialisasi program pencerahan secara berkesinambungan. 49 ( “Dan pada sebagian malam.H.P.K. sambunglah kekerabatan.H.H.J.P.―. Keheningan malam berpengaruh kepada fikiran dan hati. mahasucikanlah Dia dan pada saat fajar setelah bintang-bintang terbenam. Shalat malam merupakan faktor utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga. melahirkan langkah-langkah strategis.H.P.H. Allah juga telah bersumpah dengan ciptaan-Nya.P. tak kenal henti.J..H. .H.N.P. “Tidak boleh dengki kecuali terhadap dua kelompok orang. : .J.” (HR atTirmidzi)..J. dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya kamu masuk surga. H. P.H.. dan kedua.P.N.. Allah akan memberikan perkataan yang berbobot (QS al-Muzzammil : 5). Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa. sebarkan salam.H. Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik... yaitu waktu malam (wal-laili.K. “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian.H.” (QS al-Insan : 26).K.J.” (QS ath-Thur : 49). .H. P. H.H..) K. orang-orang yang diberi karunia oleh Allah berupa Al Quran lalu dia amalkan di sepanjang malam dan siang.H..K. berilah makan.H.P..H. seperti dalam hadits.J..J. ³. dalam artian mengharap agar bisa menirunya.K.” (HR al-Bukhari).. serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. Dalam suatu Hadits Qudsi Allah berfirman. .S. H.” (Al-Hadits).K.J..alIsra’ : 79)..J.K.) ³. ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian.. orang yang diberi harta oleh Allah lalu harta tersebut dia infakkan sepanjang malam dan siang. H. Pertama... kampung keselamtan.H. Jika potensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat (iradah atau ‘azmun qawiy). bahwa pada sepertiga malam Tuhan turun . sujudlah kepada-Nya dan mahasucikanlah Dia pada sebagian besar waktu malammu.” (HR Ibnu Majah).

K.H.. . Al-Khazin mengatakan..H. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas.P.H.K. . Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.H.H.H. 16 .S. apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab. sehingga memungkinkan orang yang shalat dengan menghadirkan hati..K.K. “Membaca alQur’an dan mengingat mati. Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan. K.. .... Tartil al-Qur’an Membaca Al Quran dengan tartil artinya membaca dengan menghadirkan hati (alqira’atu ma’a hudhuri al-qalbi). menerima taubat oarng yang bertaubat dan permohonan orang yang mohon ampun.H.H. Maksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat.H.J. H.H.H. Ketika sampai pada mengingat Allah.H..K.P.H. N..J..J. P.H.K.P.J.. maka ether di waktu malam itu memperdekat hubungan.H. N. dia mengambil pelajarannya.H.J.. P.” Maka ditanyakan kepada beliau. hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.H.H.” (QS al-Qiyamah : 16 . : H.K. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam membaca al-Qur’an dengan perlahanlahan.H. H. J.N.J.J.H. H.H.H.P..H.) K.H.” (HR al-Baihaqi).J.P. was-was. ... P.K. K. . P.K.H.H. : . dia akan takut dan penuh harap. H.K.. .. .J. Kemudian. Dan bacaan al-Qur’an ketika itu lebih berkesan di hati.H.P. H.J. tafakur terhadap hakikat dan makna ayat. .... Maka. hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya. Mengingat Allah (dzikrullah) Dzikrullah akan menyelamatkan seseorang dari badai keraguan.H.H. N.J. sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya.H.H.J.H. H.H.. Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil al-Quran’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”. “Wahai Rasulullah..H. “Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an. P.J.H. .J.19 ( “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya. “Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi..P.H.ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh.. Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. .J. K.H.J..H.. .H. ..H. Ketika menyebut janji dan ancaman. : H. P. Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi oleh ether. Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya. . dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya..H. P.) P.P. P.K.P. Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah.K.H. J..J.J.K.H. (.H.J.19).J.H.H. .

J. H.H.H.H. H.H.H.P. H.J.H.K. ―. J. .K.J. J. Yang .H..J.” (QS. J.H..H. 152 ( “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu. ...H.J. . (perkataan) itu justru menambah iman mereka berkata. : . Dzikrullah juga dapat membangkitkan keberanian.H.. K.J. karena itu takutlah kepada mereka... H.J.. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. H. “Orang-orang yang apabila diancam orang lain dengan mengatakan.H.” (QS ar-Ra’du : 28).H.H.” (QS asy-Syu’ara : 61-62). .P. H.H.. “Orang-orang beriman dan tenteram hatinya karena mengingat Allah. N..P.P.J.H. “Kemanakah kita akan lari?” .K. .. dan Ia sebaik-baik penjaga’. sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi. H.J. hati menjadi tentram.H.K. : . kelak Dia akan memberi petujuk kepadaku..J. Mereka tidak disentuh oleh bahaya apapun karena mereka mencari ridha Allah.H.H.J. Ketika Musa dihadapkan oleh kepanikan kaumnya karena akan tersusul oleh pasukan Fir’aun. K... Dengan selalu mengingat Allah hati seorang menjadi hidup.J.. sesungguhnya Tuhanku bersamaku.H. K.S.P.H. .H. dan semangat juang.H.H. kegoncangan dan segenap penyakit jiwa lainnya.kecemasan.. Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan tersusul.. N.K.. H. keyakinan dan kedamaian di dalam jiwa.J. Kesadaran ini selanjutnya akan melahirkan potensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan. P.K.J. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah..J...H.H.J. H. ‘Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kamu.N. J.H.J..H.K.H.K.P. Dzikrullah dapat mendatangkan ketenangan.H.. keteguhan. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah.. m.J.J.P. .’ Maka.H..62 ( “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat.N. berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.) 61 .J.H.K.J.J.H.J. karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya.P.H.N. ‘Allah cukup bagi kami.H. ketentraman..P. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar.K..H.) J. Al Baqarah/2 : 152). .

ini berarti perwujudan dari hakikat sabar. Berarti ia sabar menerima ketetapan-ketetapan Tuhan. terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum tercapai. awan diatas awan lainnya. (Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu . ia akan meronta. Dari akar kata shabr diperoleh sekian bentuk kata dengan beragam arti. Sabar Dalam kamus-kamus bahasa. Seorang yang menghadapi rintangan dalam pekerjaannya. jika mengikuti nafsunya. Seseorang yang dirundung duka. Wanita tersebut menjawab. Nabi kemudian bersabda kepadanya. maupun non-material seperti menahan jiwa dari keinginannya. jangan ikut campur urusanku. berat. tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu orang-orang beriman. “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. Tetapi bila ia menahan.” (QS Ali Imran 173-175). Ulama etika mendefinisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan demi mencapai sesuatu yang lebih baik. dll. tidak lain hanyalah syetan yang hendak menakut-nakuti pengikutnya. kata shabr berarti menahan. menggerutu kepada Tuhan. Dari contoh yang kedua ini. dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. “Pergilah. pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya. tanah yang gersang. Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan kokoh. Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung jawab. bahwa suatu ketika Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam menemukan seorang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur. dengan terus melanjutkan usaha. yakni menjamin. diantaranya shabara bihi. manusia.demikian itu. dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya. Bisikan jiwa ini jika ditahan. Sabar disini bermakna tabah. Engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku”. ditekan. baik dalam pengertian material seperti menahan orang dalam tahanan. “Shabar itu awalnya pahit melebihi empedu dan berakhir dengan manis melebihi madu”. Sastra Arab mengatakan.

.H..S.H. Ahli Tafsir ar-Raghib al-Asfahani menjadikan ayat 177 surat al-Baqarah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al-Qur’an.H.J . bukan setelah berlalu sekian waktu)...” Dalam al-Qur’an.K .H.H.K . .P.H.PN.N.H. ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak konteks: 1) Dalam menanti keputusan Allah (QS Yunus : 109)..J. . 6) Dalam menghadapi malapetaka (QS Luqman : 17).. . penderitaan. Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba’saa’...J. . 3) Menghadapi ejekan dan gangguan orang-orang yang tidak percaya (QS Thaha : 130).H.... Tawakkal (berserah diri kepada Allah) Rasulullah Saw bersabda : Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Nabi menjawab.H... .H. tidak membakar .....H.J.J. “Aku tidak mengenalmu”..N.H.K.J. Kemudian ia mengunjungi Nabi di rumah beliau)..H.P. sabar dalam menghadapi musibah dicakup dengan kata adh-dharra’.H..H.P.J....P.J ).PJ.m .... dan dalam peperangan.H..K. “Hakikat kesebaran dinilai pada saat-saat pertama dari kedatangan musibah.H..” (maksudnya.. .N. 4) Menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal (QS an-Nahl : 127). “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan. .J..H.H.H “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta dibuatkan mantera.. 7) Dalam usaha memperoleh apa-apa yang dibutuhkan (QS al-Baqarah : 153).P.. 5) Dalam melaksanakan ibadah (QS Maryam : 65.. ia sadar dan menyesal..adalah Rasulullah. 2) Menanti datangnya janji Allah dan kemenangan (QS ar-Ruum : 60).. sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba’si....(.. .H...H.H.H. Thaha : 132). .... Beliau tidak memiliki penjaga-penjaga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata.H. ..

K . sedangkan ittikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah secara pasif.P . beliau dan temannya bersembunyi di Gua Tsur.K. Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas.. Abu Bakar ashShiddiq. juga timing (pengaturan waktunya). 2) Menyiapkan logistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar.H. 6) Ketika beliau dikejar. 5) Mengelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan tempat tidurnya.H . tidak tathayyur (pesimis yang membuatnya tidak berbuat apa-apa).” (Muttafaq ‘Alaih) Tawakkal berbeda dengan ittikal.J . 3) Menyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam perjalanan yang sulit dan panjang.(mengecos) dirinya dengan besi. Setelah merampungkan persiapan yang matang. 4) Menyertakan seorang penunjuk jalan yang menguasai rute perjalanan yang akan dilalui. Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab (mengambil faktor-faktor menuju sukses). Tawakkal adalah memaksimalkan ikhtiyar dan ketentuan akhir adalah hak prerogatif Allah. Langkah-langkah yang disusun Rasulullah Saw untuk keberhasilan hijrah ke Madinah sebagai berikut : 1) Memilih sahabat pilihan yang bisa menemani perjalanan. Ia membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya. . . faktor-faktor pendukung kemenangan. hingga dijuluki Dzatun nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang).H. dan bertawakkal kepada Allah. sebagai bentuk tawakkal.. Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial. mengatur barisan tentara-tentaranya. Rasulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang cukup. lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah. Bekerja cerdas dan berdoa keras. beliau mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah.H. memilih lokasi perang. kecuali setelah suasananya menjadi dingin.K.N . Bukan bertawakkal pada persiapannya itu. dan melakukan penyerangan dengan rencana yang . matang.

P. bahwa pihak ketiga adalah Allah. menjalankan awan.N...J.H.H.P..” Rasulullah bersabda. mereka pasti melihat kita..” (HR Abu Dawud dan atTirmidzi).. . wahai Abu Bakar.H. Dalam pendidikan anak saja. dll..J.J. J.. “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya. Di rahim mana benih itu ditanam.. J. lingkungan yang kondusif menjadi prioritas.H. “Seseorang itu mengikuti agama kawannya. “Bagaimana dugaanmu terhadap dua orang.H.. . .. Bhs..” (HR at-Tirmidzi).K. .P.H. K..H.J. . maka kalian pasti diberi rizki sebagaimana burung diberi rizki.. Hijrah Sejak awal perkembangan dakwah.K.7) Ketika Abu Bakar mengatakan..N. Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang kondusif (kawasan yang didesain Islami) di Madinah.J. menang tanpa ngasorake. P. . J. Menanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur.H..K.P. Dalam waktu 10 tahun beliau membawa pasukan obor berjumlah 10.K..K.J.J).H.. . dan mengalahkan pasukan sekutu.H. dan menangkan kami atas mereka.P.H. “Seseorang itu diperbudak oleh kebiasaan dan lingkungannya”....H.. .p . ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong.K.J..” (HR alBukhari dan Muslim)..J.. tetapi yang menjadi pendukung beliau tidak sampai ratusan orang.(. df .H. kondisi ruhani ketika menanam..H. hancurkan musuh-musuh itu.J.J..H. Selama tigabelas tahun Rasulullah berdakwah di Makah.J.000 orang untuk memasuki Makah dengan cara damai (nglurug tanpa bala.H... (.K.K.P.K.. “Ya Allah yang menurunkan Al Kitab.J. H.P.” Beliau bersabda. Jawa).K.K.H...K.) P.H.. Manusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). K. Ahli sastra Arab mengatakan. kemudian pulang pada sore hari harinya dalam keadaan kenyang..J. “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya.P.J.. wahai Rasulullah.H..H.. maka hendaklah kalian melihat salah seorang diantara kamu dengan siapa ia berteman. lingkungan harus dipersiapkan dengan baik.P.

.... LULUSAN SEKOLAH ALMUZZAMMIL .... 3) Matin al-Khuluq (kokohnya akhlaq).. atau penyesuaian..u.. 4) Qadir ‘ala al-Kasb (mampu mencari penghidupan). sebagaimana berikut : 1) Salim al-‘aqidah (bersihnya aqidah). Bisa mencari penghidupan ... dunia dan akhirat. ...... Memperhatikan waktu ........ baik segi ruhiyah (spiritual)... pendidikan Islam mencakup seluruh aspek.. Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntunan syariat. jasadiyah (fisik).... memiliki daya cipta material dan daya kendalinya. dengan kondisi dan kemajuan zaman (ghairu ma’qulil ma’na. Setiap individu dituntut . Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan secara sinergis dan optimal.. Manusia yang bertaqwa (inna akramakum ‘indallahi atqaakum). Luas wawasan berfikir . Kuatnya fisik .. 2) Shahih al-Ibadah (lurusnya ibadah).... ........ Menurut Syekh Hasan al-Banna... spiritual dan material. atau tauqifi.. .. Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu.. ..... ‘aqliyah (intelektual)... ..u. ... meminjam istilah Muhammad Quthb. pikir dan zikir...... Teratur urusannya . Kokohnya akhlaq .. . fikriyah.. Sosok muslim yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan batin). .. LULUSAN MADRASAH AL-MUZZAMMIL Tujuan tarbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh (takwin al-muslim al-mutakamil).. .. khuluqiyah (moral).u... ... .. doa dan usaha... . Setiap individu muslim dituntut memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah..... paten). pengurangan... Bermanfaat bagi orang lain BAB II . Kemurnian akidah ... mujahadah dan mujahid. sehingga akan melahirkan potensi maksimal... syhawat dan syubhat. Lurusnya ibadah .. . ... .. . Sosok muslim mujtahid.... dan ‘amaliyah (operasional). Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan....

. Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri.... Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih.. Setiap individu muslim dituntut memiliki keluasan wawasan... . . Setiap individu muslim mampu menumbuhkembangkan berbagai potensi.. Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan... Rabbmu. Shalih linafsihi dan shalih lighoirihi.. . 10) Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain). . agungkanlah! . sekaligus mujahid (pejuang)... Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mendorong perbaikan untuk orang lain. Sosok mujtahid. Dosa. .. Sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain....... .... Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam. Pakaianmu... 9) Haaris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya).. tinggalkanlah! . Mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain tidak produktif.. Wallahu a’lam bish-shawab. ... ..... Prinsip Dakwah & Harakah $ ... ... sehingga menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. atau mushlih. . tergambarkan sosok muslim yang ideal. Dari kesepuluh komponen diatas. . 5) Mutsaqaf al-Fikr (luas wawasan berfikirnya).. Muslim sejati ikut memecahkan persoalan...... df $ PAKET V ... Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian (taqshir)... ...untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup..... beri peringatan! . Bangkit... Bisa berjihad melawan tipudaya setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan.. bakat dan kapasitasnya. 7) Mujahid li Nafsihi (pejuang diri sendiri). 8) Munazham fii Syu’unih (teratur urusannya).. 6) Qawy al-Jism (kuat fisiknya). sufi (mujahadah). bersihkanlah! . Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan Islam.... bukan bagian dari persoalan.

... ...... . Memperbaiki pemerintah – Negeri makmur ......Tulus dalam memberi ....... ......... ..... mawaddah wa rahmah . Penegakan Imamah Mikro .................. – .... – ......... ..... ..... Bersabarlah! .... – ...... ................. Tujuan akhir – Meraih ridha Allah .. ..... ... . Penghulu dunia – Rahmatan lil ‘alamin . ... – .. ........ .. Memerdekakan tanah air – Negeri yang aman ......................... Penegakan Imamah Makro . .... .. ... .. Kebersihan moral .. Membimbing masyarakat – Desa yang diberkati .. ........ Perbaikan keluarga – Sakinah... ............... .... .... .... .. . Kebersihan diri ..... Perbaikan diri – Kehidupan yang mulia .................. .... ... Penegakan khilafah Islamiyah global – Kaffatan lin-naas ...... – . – ..... PRINSIP DAKWAH & HARAKAH BAB I .. PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH .. – ......... . – ... Tahap peringatan . ..... ..... Kebersihan jabatan ..... ........... .... Kebersihan harta .... . ...

dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah jika mereka tidak beriman.H. . Bangunlah. Tetapi selimut disini juga bermakna tugas nubuwah yang berat secara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu.. “Hai orang yang berselimut.. J. P..P.K...P. ..K. H. .S.H.J. tidak menangkap spirit (ruh). .H. tashfiyah.H. Jika menonjolkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka merespon perubahan sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat).H.H. ‘Aisyah jika sedang dalam kondisi stabil jiwanya memanggil Nabi Muhammad.. J. . Kalau pada surat al-Muzzammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk potensialisasi dari (tazkiyah. tarbiyah dan tarqiyatu nafs).S. akan melahirkan kepribadian yang pecah (split personality). H.J.H.J.―.S. Secara terminologis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan. Bangunlah. J.” Qum fa andzir (bangkitlah dan berilah peringatan) J.H. ..H. .K.. Sebaliknya jika mobilitas dakwah tanpa diimbangi oleh kemapanan spiritual.H.J. .J..J.K. H.H. lalu berilah peringatan. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. yakni menyerunya dengan sifatnya.H. .―. Muhammad. Dan Tuhanmu.H. lalu berilah peringatan. J.J. tidak akan turun ke bumi..H. Alur kehidupan yang memarjinalkan campur tangan Tuhan (tadakhul rabbani).. Seperti para ahli sufi yang menikmati kepuasan aktifitas ruhaniyah secara infiradi. agungkanlah.K. Pola pengembangan sebagai ‘abdullah dan khalifatullah yang berjalan secara tidak terpadu. tidak dengan namanya. Seperti sabda Rasulullah kepada Hudzaifah bin al-Yamani pada perang Khandaq. . “Panggilan ini menonjolkan sikap lembut kepada yang dipanggil. J.N. Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang membaja. bersabarlah. Al-Qurthubi mengatakan. . P.H.” Wahai orang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat.P.. “qum yaa nauman.H.H. ya .. Pada surat al-Muddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri (dakwah). azam yang bulat terpatri dalam jiwa.N.S.H. ..H. H. Tidak bisa melahirkan ruhul jihad.H. “Hai orang yang berselimut.S. Proses potensialisasi diri dan aktualisasi diri (‘abdullah dan khalifatullah) ini harus berjalan secara sinergis..K.H. Sebagai konsekuensi logis jabatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini. karena lari dari tanggungjawab kehidupan sosial.N.” (bangunlah hai si penidur). maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran vertikal.H. J. Seandainya Nabi hanya menikmati kelezatan spiritual isra’-mi’raj.P. agar ia merasakan kelembutan dari Rabbnya. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.Surah al-Muddatstsir ayat 1-6 .H.. Aktifitas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan sosial.. Akan terjangkiti kehampaan spiritual. dari yang mulia kepada kekasih. tawazun. Manusia idealis yang tidak mengakar di bumi. bersihkanlah.J. P. Pola kehidupan sekularistik. Dipanggil dengan ungkapan ‘ Al Muddatstsir’ sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P.H. Dan pakaianmu.J..

J. . K.H. .J. dari fikrah menuju gerakan (harakah) dan dari harakah menuju hasil akhir dakwah (natijah) yaitu kemenangan Islam atas agama-agama yang lain.. .P. Kemudian mereka berkata .H.H. Sekalipun di dalamnya ada orang-orang yang menjaga kebaikan dirinya. K.. Yang dimaksud bencana.H.J.J.J.H.H.H.H.J.J. atau dipastikan bahwa Allah akan menimpakan bencana-Nya ke atas kamu.H.P.H.³.P...H.H. dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu).H. m. ya Muhammad. .K.H.H. K.H.H.. K.H. Rasulullah menegaskan.J. m.J.H. K. Aku berlindung kepada Allah dari kekejaman orang yang jahat dan lemahnya orang tsiqah (secara moral baik)..H..H. umat akan sakit batinnya.H.H.J..H.J.H.J.J..―. H.H. tetapi permohonanmu itu tidak dikabulkan-Nya lagi.H.H.N. .H.H.H.H.H.P.H.H. hendaklah kamu menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan kamu mencegah dengan sungguh-sungguh yang mungkar. .H..J. K.H. dari pengetahuan menuju konsep (fikrah).H. P.H. K.J.H.. . dan jika sedang marah memanggilnya dengan namanya.) . P. . .H.J. H.J.H.H. K.H.H.H. .J.” Ummat Islam bukan penonton Jika aktifitas dakwah berhenti.H. J.H.J. K.J.H.H.H.K.H..H.P.H. K.H. api syubhat (salah paham terhadap Islam) dan nafsu syahwat memanas.K.S. .P.. Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan (istimrar) merubah masyarakat dari kebodohan (jahalah) menuju pengetahuan (ma’rifah). . dzikir.J.H. Setelah itu kamupun berdoa memohon kepada-Nya. J.” (HR al-Bukhari) Jika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri. H.J.P.H. “Perumpamaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orang yang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut : ada yang berada diatas dan ada yang berada dibawah.H.H. . Yang ma’ruf (kebaikan yang dikenal) menjadi asing. syetan-syetan akan bertepuk tangan. K.J.. J.H..H.J. yakni ridha Allah.H. J.J. J.H.H. Para penumpang yang berada dibawah harus mengambil keperluan air minum dari atas.H. .P.. tetapi mengabaikan tanggungjawab sosial. Umar bin al-Khaththab mengkhawatirkan bencana ini dalam munajat-nya : K. ... seperti dijelaskan hadits berikut : . . Orang-orang jahat menduduki posisi penting di-backing mafia dan pemodal..K.P.K. J.H.H. K. Jika tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya. K.J. . .K.. Doa-doa yang kita panjatkan tidak didengar dan tak dikabulkan.H.J.H.H.K.H.J.H.K.H.H. tegur sapa (dakwah).J.. niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada di dalamnya. J.J.J.K.H..Rasulallah. J.H. dan yang munkar (perbuatan yang dibenci) menjadi merajalela.H. J.K.N.K.J. Jika mereka dicegah.J. “Demi Tuhan yang diriku ini adalah dalam tanganNya. “ Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada dibagian atas”. (.P.H.P.H.K.P.J.³... P..J.K.K.H. saking gembiranya (al-Hadits). J. .. .H.J. Akhirnya Allah menurunkan azab secara merata.K..³. ..” (HR atTirmidzi. J. .H.J. rajin shalat.P.P. H. K.H.J. : ..P. . .P. puasa. dan dari natijah menuju tujuan akhir (ghayah).H. . . . K.H.H.H. J.K.K.H. J.K.

H.P.H.J..H.H. J.H.J.H.J.H. .P.³.P.. pastilah mereka mengikutimu. H. .H.K. J.³. K. J. J.N.H.H.. (4) syetan yang menyesatkannya.H.K.J. . P.H..N.K.H.. J. P.J.. licin. di dasar laut dan di malam hari) : Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau..J.. “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus). K.K. J.J.) P.H..J.” (QS al-Anbiya’ : 87).) H.H.J. H. K..P.J.N.K. H.H.―.K.K.K.H..P.K.K.P.. H.H. H.P..P.H....J.H.N.H.K.P. sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.N. : .J. J.. .H.H.. ..J. melampaui umur individu dan umur generasi..J.K.P.H. H..J.H.J.H.H.P.K. P.J. H. ketika ia pergi dalam keadaan marah.H. .H.P..” (QS al-Ankabut : 1-3) . : . dan (5) nafsu yang melawannya.H.H.H. Tentu hal ini merupakan pekerjaan berat yang melelahkan phisik dan jiwa.. “Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat : (1) mukmin yang mendengkinya. (2) munafiq yang membencinya.H.N...H.H.H. maka sesungguhnya mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.N. N.H.J.H.. padahal belum nyata . .H..J.K.K.. .H.H.³..K. ..J.H.K.H..K. .H.P. J..H. 42 ( “Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang yang tidak seberapa jauh..H.K.H.P..J..H.P.. J.J. .N.H..H.H.J..P.H. . . .H..J.H.H.P.H. : .J. H. Maka Suci Engkau. P.J.J.H. .J.P. maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun (satu milenium kurang lima puluh tahun)” (QS al-Ankabut : 14)..J.N.. H. dengan begitu adalah cita-cita dakwah kita.H. P. P.H....H. .J.K.J.H. m.H... .H. 1 -3( “Alif Lam Mim. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunnatullah dalam dakwah : . H..) 142 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.K.H.H. P. tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka.J.H.H.H.H. J.K.. mendaki. J.) . J.H. H.. 14 ( “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya.P..J.H.J.P.P....H..J. Dan akan melewati jalan yang terjal.Membangun kehidupan yang Islami.N.H.H.H. .H. N. maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap (gelap di perut ikan.H.J.H.³...N. : .K.P. H.P...J. J. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman.H.K. . H.K. J.P.H. tikungan tajam.K.” (QS at-Taubah : 42)...H.J.³.H.J. H.H. . N.J.J. (3) kafir yang memeranginya.K.³.H.J. membutuhkan waktu yang panjang (QS at-Taubah : 43)... .P.K.J.H. curam.K. P.H.H.J.H. : H.K. sedangkan mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. .P.P. di dalam Makarim al-Akhlaq).H..K. lalu ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). dan batu karang.K..P. .” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu.―. . .J.H.

..K...J.. P.H. H. ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah.K. H. J..K. .K...J.H.H.K.J. K. .H..J. P. P..H. dan jalan neraka itu dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. ³.J. H.K.H.H.. Ahmad dan at-Tirmidzi). (.) .J.. K.J.P.H.P..H..P..J.” (HR al-Bukhari..H.. K.P...N.H... N..H.H. H.J.K.J. P..H. .H..H.H.H. J.K. . H.H.H. .J.P. mampu mengatur kegiatannya dan bermanfaat bagi orang lain.J.. J.H. mampu bekerja.P. N.N. . H.N. N. 1) Ishlahu an-nafsi (memperbaiki diri) Memperbaiki diri ini agar memiliki fisik yang kuat. .H.H.H.H.H.H. P...H..K. K.J.H.K.J.H.” (HR at-Tirmidzi).J.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi).H.H.³.J. J. berjuang dengan jiwanya.J. P.H. H. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan.H.P. beraqidah dengan benar.J.K.N.P. K.H.K.H..J.H.H.K.H. ―. ..N.K. N.H. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.K.J.N...H.H.K. P.P.H. Target dari tahapan pertama ini agar seorang muslim bisa mencapai kehidupan yang mulia (hayatan thayyibah). . semakin kuat agamanya semakin besar pula cobaannya...H. .H.J.J.) “Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum.J.K.J... menjaga . K.H.. : .K.N... P.J. . H.J. P..H.” (QS Ali Imran : 142) ..H.H. P..K.. H..H.J.K..H.H.H.N...J..H.P. wawasan luas.N.H. sehingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata.H. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga.J. . P.N. P.K.. seorang diberi cobaan menurut kekuatan agama yang dimilikinya.J.H.J.J. menjaga waktunya.H.J.J.H. .. ..J. N.H.N. dan cobaan itu tidak akan meninggalkan hamba tersebut sehingga ia berjalan dengan keadaan bersih dari segala dosa. J...K.J.K. H..H.N.P.H.H. H..N.P.P..K..H. K.K.H. (.J.J.H. P... . K.H.H. K. .H.P...J..K.H.K.H. K. K.H...) K.H. “Orang yang paling berat tertimpa cobaan adalah para Nabi dan begitulah yang utama dan terutama. .K.. K. dan belum nyata orangorang yang sabar.. ³.H.H..P. dan barangsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya. ujian berjalan seiring dengan kadar agamanya..K.. J.) .H.P.K.³. Tahapan peringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus menjadi cita-cita yang menggelorakan jiwa (thumuhat) sebagai seorang muslim...H.H.J. “Jalan surga itu dipenuhi oleh berbagai kesusahan....H.. P. .H..J.H.H. P.K. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan itu) maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.. J. ..P. N. K.H...H..H.J. akhlaq mulia.N.P. J. K.” (QS al-Baqarah : 214). (.N.J.H.H. J.H.. K.K. .. P. J.H.P. N.J. .H..H. P.J.H. H.H.H.. pasti Dia menguji mereka..J.. 2) Ishlahu al-baiti (memperbaiki rumah tangga) Mendidik semua anggota keluarga untuk menghormati fikrah-nya.H.H.N..J. P.H. K..N.H.J. K.H.. . H.J.bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu.

mengembalikan kegemilangannya. memilih istri yang baik. Perjuangan ini dilakukan agar mencapai negeri yang aman (baladan amina). mendukung nilai-nilai kebaikan. dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makro (iqamatu alimamah al-kubra). 6) Iqamatu al-khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah (menegakkan kepemimpinan dunia Islam) Mengembalikan eksistensi umat Islam dalam skala global. Tiga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikro (iqamatu al-imamah as-shughra). Oleh karena itu dakwah dalam surat al-Muddatstsir ini mengarahkan obyek . memprakarsai kebaikan. 5) Ishlahu al-hukumah (memperbaiki pemerintahan yang ada) Mereformasi pemerintah. ekonomi. dan mewujudkan persatuannya. kemusyrikan) dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata. Allah tidak menghendaki kecuali tetap menyempurnakan cahaya-Nya. memerangi kejahatan dan kemungkaran. 4) Tahriru al-balad (berjuang melepaskan negeri dari penjajahan asing) Berjuang untuk kemerdekaan negeri. dengan cara membebaskannya dari kekuasaan asing – non Islam – baik dalam aspek politik. Membangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah. agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar-benar Islami sehingga dapat menjalankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan berjuang untuk mewujudkan kebaikannya. 7) Ustadziyat al-‘alam (menjadi guru bagi dunia) Tahapan terakhir ini dilakukan dengan cara menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia sehingga tidak ada lagi fitnah (kekacauan. atau spiritual. dengan cara memerdekakan negaranya. Agar Islam ini menjelajah ke seluruh umat manusia (kaffatan lin-naas). Namun. pandai dalam mendidik anak dan pembantu. mengajari hak dan kewajibannya. empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwujud tanpa dukungan kepemimpinan Islam yang kokoh (al-imamah wal jama’ah). 3) Irsyad al-mujtama’ (membimbing masyarakat) Membimbing masyarakat ini dengan cara menganjurkan kebajikan. membentuk opini umum untuk mendukung fikrah Islam dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicitacitakan. Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas orang-orang muslim yang komitmen dengan kewajiban-kewajiban Islam. mawaddah wa rahmah. membesarkan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Fase ini bertujuan tercapainya desa yang diberkahi (qaryah mubarakah). Hal ini dilakukan agar rahmat Islam tidak terhalangi oleh hambatan apapun (rahmatan lil ‘alamin). Tahapan kelima ini agar tercapai negeri makmur penuh ampunan Tuhan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). tidak melakukan maksiat secara terang-terangan dan menjalankan hukum dan ajaran Islam.adab-adab Islam dalam seluruh sisi kehidupan. memurnikan kebudayaannya.

Baladan amina Ishlahu al-kukumah .P.. Ringkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.H.K.H.P... mengendarai kendaraan yang bagus dengan segala ragamnya.. P.K. Qaryah mubarakah Tahrir al-balad . Irsyad al-mujtama . H..H.J.H.H. P. H.K.―.P.H.H.N...H. K. H.H.H. H.H.H. jangan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan orang lain.) J.H. H.. tanpa menghiraukan ancaman Allah. menjenguk orang yang sakit.H..K. agungkanlah” Mustahil seorang da’i sukses mensucikan diri dari niatan yang mengotori keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah takbir dengan benar.H..P.J.H.J.S.J.H.H. J.H. .P. J.K..J. ³.H. Rahmatan lil alamin.J.H.P. Ishlahu an-nafsi ..J. . Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim.H.K. H.S...H.J. Dengan ucapan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilahilah dalam diri kita yang menandingi Allah Yang Maha Akbar. Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu.J.K.H. “Dan Tuhanmu. H.H.K. Karena terpesona dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita.J. H. tidak sempat lagi mengunjungi masjid yang berdekatan dengan rumah kita secara rutin. S. J.. . . H. tanpa harus memperdulikan halal dan haram..H.J.H.J.K. J. menikahi wanita-wanita cantik dengan segala ragamnya.H.J.H.H. Ketika Allah mengatakan dalam firman-Nya.J.P. Sakinah..P.J..H.H.H.H. J.P.H.J.J. (.H.K.H.K.J.K.H..K.N.K. H.. Kita meng-akbar-kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa saja untuk medapatkannya. J.J.J..J.S. mawaddah wa rahmah. P.J. H.K.J.dakwah (tarbiyah dan da’wah Islam) menuju tarbiyah jama’iyah. H.J.... kekuasaan. H..P..P. H. .K.K. memakai .P. syetan dan para prajuritnya dengan berbaju teknologi komunikasi menampilkan berbagai tandingan Tuhan yang terpaksa kita agungkan.H. .K.J.H..J.P.H.J. Ishlahu al-bait .P.H.H. .H. K. .H. .H. J. kekayaan dan kekuasaan.P.P.J.H. anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi. . K. J.H. anda akan memeras dan menyengsarakan orang yang lemah.J.K..H. Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simbol kebesaran. .H.P.J..K. “Akan datang sesudahmu kaum yang memakan kemewahan dunia dengan segala ragamnya.H.N.H..H. Di era globalisasi ini secara halus dan perlahan.J.K.K.H. Mengagungkan Rabb J.N.P. H.H. H.H.K.H.H..P. .H. H.J.H. .H. Setiap individu muslim adalah bagian dari jamaah Islam.H. .P. Kaffatan lin-naas Ustadziyat al-‘alam .H.H.J. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur Iqamat al-khilafah .H. K. bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita.H.H..H. kekayaan dan diri kita sendiri.H. Hayatan thayyiban.H. H. . J.·. .H.J.―.H. .J. J.H.H. H.

J.H. Bahkan sesuatu yang terlihat dengan jelas kebenarannya menjadi kecil. kita berubah menjadi orang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan. mungil. di tempat lain ada seonggok tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan-lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit.H. Bila kita gila jabatan.: “Tetapi. Kita acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain.J . 210). tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita.H. Kekuasaan berbalik menjadi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa. Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkannya di hari kiamat. akhirnya menganggap diri kita besar.J. mengayomi yang dirundung derita. bukan saja ancaman Allah yang menjadi kecil. dan membela yang teraniaya.H. tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang. .J. seperti kata . membela yang menganiaya dan mendukung para koruptor berdasi dan para penghisap kekayaan negara.” (QS Muhammad : 22) Qatadah mengatakan.K. mengayomi yang zhalim.J.K . Kita menganggap lawan terhadap orang yang menasehati kita dengan tulus. Kita menganggap paling benar sekalipun jauh dari kebenaran.J.HH.P. . kekuasaan kita besarkan. . dan durhaka kepada Yang Maha Penyayang?” (Shafwatut Tafasir III. bukankah mereka menumpahkan darah dengan cara yang haram. kebenaran menjadi kabur. Mereka mempunyai perut yang tidak kenyang dengan yang sedikit.J). Kita senang mendengarkan orang-orang yang memuja dan membesarkan kita.P.H. Karena penglihatan batin (bashirah) kita buta.P. Mereka menundukkan diri kepada dunia.J .H.H. Tidak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan lezat. tidak kelihatan. kurus dan kurimen. “Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah. hal.H. Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan.J.H.H.” (HR..J .J. sehingga Dia kita anggap tidak berdaya. dan kamu putuskan persaudaraan.. Bila orang sudah salah kaprah dalam menyikapi kekuasaan.K.N... malah digunakan untuk melindungi yang kuat. Allah pun menjadi kecil. ilmu. maka bukan saja Allah tampak kere. (22 .H.pakaian yang seindah-indahnya dengan segala ragamnya. dikritik.K. pagi dan sore harinya mengejar dunia sebagai tuhan dan pengatur mereka. Thabrani). Mereka mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya. kita bersenang-senang diatas kesengsaraan saudara kita.J. Mereka adalah sejelek-jelek ummatku.P. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah.J.J. sekalipun tidak benar. kamu pasti menimbulkan kerusakan di bumi.J . Ada bayi-bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah majikannya.P.H. jika kamu berkuasa.P.. dan nafsu yang tidak puas dengan yang banyak. memutuskan tali silaturrahim. Bila dunia.

Al Hajj : 32).: (24 . semua kejelekan.” Yakni sucikanlah pakaianmu dari hal-hal yang najis dan kotoran.H. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. tinggalkanlah”.J.Fir’aun : . lacut.K. Ketika kekayaan.H.P. H.” maksudnya berhias dengan akhlaq yang tercela. ilmu sudah ada di genggaman kita.H.P.H.K. karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada seseorang. K.. Kekayaan. Bila hanya Allah saja yang kita yakini Maha Besar..J.P.. “Dianalogikan pakaian itu dengan hati.J...H.S. kekuasaan. “Dan pakaianmu.H. dan totalitas potensi yang kita miliki kita pandang menjadi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri. Mereka mengatakan.. oleh karena itu mereka menyebut pakaian untuk menjuluki manusia”.... membesarkan asma Allah.H. “Maka jauhilah olehmu rijs dan autsan (berhala).H. . . J.H ).H. kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi. maka takbir akan menghunjam di hati. kekayaan. dan mengharumkan.” Allah berfirman..―.. 32 ( “Demikianlah (perintah Allah).P.. Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah. Allah memerintahkannya untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi”. Ada yang berpendapat.H.H. Ada isolasi perasaan. akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri. kemewahan.N. “Si Fulan itu pakaiannya bersih yakni suci”.H. maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya”. “Orang-orang musyrik dahulu tidak bersuci. Imam al-Fakhr mengatakan. persepsi secara total. “Tuhan-tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya. J. “Sebab kebaikan julukan ini. “Ar-rijz artinya sebutan untuk sesutu yang kotor seperti ar-rijs. Orang Arab berkata.J.J. “Si Fulan pakaiannya kotor.” “Dan perbuatan dosa.P.H.) K.H. kekuasaan.―.S.H. H. Segala atribut kebesaran. jauhilah penyembahan terhadap berhala dan arca dan jangan sekali-kali menghampirinya. :ᅭ . Seakan-akan Allah berfirman : tinggalkanlah kebodohan.” (QS an-Nazi’at : 24). Karena seorang mukmin itu baik dan suci.H. “Dan perbuatan dosa.. . Ar-Razi mengatakan. bersihkanlah. Ibnu Zaid berkata. patuh. J.H...” (QS. “Pakaiannya bagus artinya dia bisa menjaga harga dirinya dalam sarungnya”. Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih baik dari aturan Allah.K.J. yang dengan sifat itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang tercela. tunduk. tinggalkanlah” Yakni.H “Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi. H. Dan maknanya sucikanlah hatimu dari dosa dan masiat”. Ibnu Zaid mengatakan. dan janganlah berperilaku dengan akhklaq orang-orang musyrik. ilmu.H.J. J..K. tidak patut untuk membawa sesuatu yang kotor.. Membangun citra diri J. ungkapan ini mencakup untuk memperbaiki akhlaq. Ibnu Abbas berkata. Kita menjadi takabbur.H. .P..

Ia lahir dari keluarga yang shaleh. bukan obyek dakwah. dan penjaga al-Baitul Atiq (rumah Allah yang suci).K. mudah memperoleh akses ekonomi dan kekuasaan. Sebagaimana doa yang diucapkan orang muslim dalam surat alFatihah..K. Agama yang membonsai pikiran dan hati nurani.K. Agama mereka kaya dengan seremonial. ).H .i .J.H.K . Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang kotor. Pertama.J.J . Allah membangkitkan hamba yang dipilih-Nya. Ia sendiri orang yang suci (musthafa) dan dipercaya (al-amin). Muhammad bin Abdullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. perbudakan sesama dan pemujaan terhadap hawa nafsu. Semua buku-buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah.w .S .P..J.K. Karena kepribadian da’i lebih fashih dari materi dakwah.K..l . . pengurus.K..J.PJ.J.Yang dimaksud al-hajru disini adalah perintah untuk menjauhinya secara terus menerus. Kebudayaan mereka ternodai dengan kerendahan akhlaq penghinaan kepada wanita..K.H.J. Yang lemah selalu kalah dan salah.J.J.H. kesewenangwenangan yang kaya terhadap yang miskin.H.H.m.. Yang tidak memiliki posisi secara formal terisolir dan tersudut. Program inti Sikap orang lain terhadap kita dibentuk oleh ketrampilan kita membangun citra diri. pemelihara. (2 . Yang kuat selalu benar.” maksudnya tetapkanlah kami dalam petunjuk ini.N. Hukum mereka adalah peradilan rimba.K. dan keserakahan the have kepada yang kurus. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.P.P. Mereka juga menyambut tamu-tamu Allah (dhuyufur Rahman) pada musim haji.S.J. kere dan kurimen.P. . tazkiyatun nafs.H. tetapi miskin dalam aplikasi.P..l . Itulah sebabnya perintah dalam surat alMuddatsir adalah membersihkan diri da’i dari cacat moral sebelum berdakwah.P. Ekonomi masyarakat (iqtishad) telah tercemari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah.P...i .: .J.s .. yang dijadikan fokus pembahasan adalah dai. .SH.P.H.H ..K.l . Orang-orang yang pandai dibonsai potensinya (tsallajatul ulama’).H.³. Kepercayaan kepada Allah (‘aqidah) mereka telah terkontaminasi oleh pemujaan berhala (ashnam) dan benda-benda alam yang dianggap bertuah. Ada beberapa program berikut yang perlu menjadi perhatian khusus.l .J.H.P.

H. Abu Jahal datang dengan tombak di tangan.H.N.. N.P. H. J. P.K.J...H..J. H.P. .H.H.. K..J. S. . J.” (QS al-A’la : 14-17). J.J.K.H.J. Abu Jahal marah dan menusukkan tombaknya pada rahim Sumayyah.J. H. dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah..H. .J.J. Ia dianiaya.H.J.H. K.K. H.. K. walaupun sebelumnya mereka dalam kesesatan.N..10 ( “Sungguh.N. H..H.. . : . apa jawab Sumayyah? .J.. .19 ( “Sungguh bahagia orang yang mensucikan dirinya lalu mengingat Tuhannya dan memuji-Nya. Ia mengajak kembali mengingat nama Allah dan memuja-Nya. Ia mati karena kehabisan darah.N.P. Ia memaksa Sumayyah mengucapkan kata-kata kufur. Rasulullah mengizinkan untuk mengucapkan kalimat kufur asal hati tetap beriman. sungguh ada pada suhuf terdahulu suhuf Ibrahim dan Musa..P. menyucikan mereka.. .K. J. Penerus para anbiya’..K. .H.H. J. air mata dan nyawa.H.H.H. H.H.H.H.H.H.H. Ia mengingatkan bahwa manusia bisa tercemar citra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan melupakan hari esok yang pasti terjadi.K.H. dipukuli.P. H. . . H. H.) 14 .P. P.H.H.N...J.H. Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.H. . J. Mereka memilih kesucian sekali pun harus bersimbah darah.H. .H. K. Sumayyah bersama suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan. Sumayyah bertahan dengan keimanannya.H.H.J.―.H.K.H.S. syuhada’. berbahagialah orang yang mensucikan dirinya...J.P. 9 .H.H. m.P.H.N.H.H. J.H.H.H. .H.K.J.K. J.H.H.J.H.H. Muhammad memulai mengajak masyarakatnya yang tidak terstruktur (nomaden) dan kotor itu dengan meniupkan angin kesucian.H.” (QS alJumu’ah : 2).H.J..H. Pewaris perjuangan Nabi Ibrahim dan Musa ‘alaihimas salam.. Sekeluarga memeluk Islam. Yang ini.―. J. K.P. J.H. Tetapi. ... N.J.H. tidak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata-kata kufur.H.H.H.P.H. Sampaikan salamku pada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah sucikan hatinya dengan iman.J. . Ia menyatakan dirinya sebagai pelanjut para pejuang kemanusiaan sepanjang sejarah.J.m “Ia bangkitkan di tengah bangsa nan ummi seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat-Nya.H.H.. H..J. Celakalah orang yang mencemarinya.H.H. Secara bertahap berubahlah bangsa Arab.. J. . H.H. Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah (kaanat ‘ajuzan kabiratan dha’ifatan). Ia lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya.H.P. H.H. H.N.J. K. H. .J.” (QS asy-Syams : 9-10).N. Dan jadilah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam. : . J. . shalihin. . .H.H.. J.H.K. K. J. P.) . H.H.K.H. Rasulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah.J.H.K..J. J.P .H.H.J... .H. dijemur di tengah padang pasir yang membakar.J.K.J. H.H.KH.J..H.H.H.K.H... K.H...H.J. H. .K.S.P.N.K. H.J.H.K..

. ia memaki wanita itu.H.H.H. tazkiyatu farj.K. .P.H.H. “Pulanglah.H. Rasulullah menolaknya dan menyuruhnya datang keesokan harinya.K. Ia menemui Rasulullah dan berkata : . . Ketiga..J. wanita itu telah taubat dengan suatu taubat (yang suci) sehingga sekiranya ada pendosa besar dengan taubatnya Allah akan mengampuni dosanya. Ketika Hasan dan Husain jatuh sakit.H. tidak tenang. Ketika darahnya membersit dan mengenai wajah Khalid. Rasulullah pun murka. ..” Ia tidak sanggup. Hari pertama Fatimah menyelesaikan sepertiga pekerjaan. Beliau menetapkan hukum rajam. Berilah makanan . Ali mengambil bulu domba dari seorang Yahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha’ gandum.H. Ketika mau berbuka. Rasul mulia menolaknya.H.J.K.J.H.J. “Pulanglah.H.H.H.H. ibunya Fatimah dan suaminya bernadzar untuk puasa tiga hari. aku ini orang Islam yang miskin.H .H “Celaka kau.H.H.K.PJ.J Ya Rasulullah.P.S.K.H. Esoknya ia datang lagi. Ia memilih menyucikan dirinya dengan hukum rajam. tazkiyatul maal. .J. maka sucikanlah aku. Ia meminta Rasulullah menghukumnya dengan hukuman mati (rajam).J.. “sampai engkau melahirkan anakmu.³. Ia memilih tubat. .H. merasa bersalah. . dan ia sudah makan makanan.J . penyucian moral.H.” Kedua.J. penyucian kehormatan.“Inilah buah tazkiyatun nafs.J. ia datang kembali dengan bayi dan sekerat roti.H.H.K.H .H.H.” kata Rasullah. seorang miskin berdiri di depan pintu rumah. ..H.P.H.H. menjalani kehidupan ini dengan memikul dosa.J.J.H Ini ya Rasulullah..P.N. dan ia memperoleh satu sha’ gandum.” Setelah dua tahun.H.PK.H.K.J. sudah aku sapih. “Wahai keluarga Muhammad.K.H..H. Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya..H. Khalid. di rumah Fatimah tidak ada makanan untuk berbuka.K.H.H.³.H.” Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggendong bayi merah yang dibungkus dengan kain. aku telah berzina (Jawa: disembranani tiang jaler. susuilah anakmu sampai engkau sapih.J. Inilah tazkiyatul farj.N. Ia memaksanya dan membuat lima potong roti.H. meyakinkan Rasul bahwa ia telah hamil. Buraidah radhiyallhu ‘anhu – dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud – menceritakan peristiwa taubatnya seorang wanita yang pernah berzina. .J. atau dinodai seorang pria). penyucian diri..Hm.H.H. . Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam lalu menyuruh seorang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu.J. Ketika melaksanakan nadzarnya.P.

K. K.H. .J. . .. .K. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. tolonglah keluarga Muhammad yang hampir kelaparan ini.H. semoga Allah menjamu kalian dengan hidangan di surga.K.H.³.H.H.J..H. laksana dua ekor burung kecil yang kedinginan.J.J. J.H. J.H.H. penyucian harta.H.H.N.H.H. . P.H.P.J.H. . K. .H.H.P. melarat dan sengsara.K.K. H.³. K.J. J..H. N. tangisan orang lain.H.³.H..K.J. .H. H.P.H. .³.H. .S. H.H.N.J. P.J.H.K.H.J.H. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. .padaku. ³.J. P.H.. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.H..J.K.H.H.12 ( Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.H.H.K. H.P.³.H.H.J. Keempat.J.H. . N. J. .P.P.³. .J.N. .H.N.H. P. S.H. . . J. J.K.H.H.P.H.H.H. .J.. Saat Ali membawa kedua anaknya menemui Rasulullah.. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.K. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. J.K .P.P. .J .J.P.P.K. P.H..H. H. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. .J.J. Tetapi betapa pun cintanya ia memiliki harta itu. beliau melihat kedua cucunya gemetar karena lapar.P. ia belanjakan buat yang menderita. “Ya Allah.H.H.H. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. .J.P.K. H...J.K. P.H.J. .H.J.” Maka turunlah firman Allah surat al-Insan ayat 5-12.H.H.H. . J.K. J. . Hanya kali ini yang muncul meminta tolong adalah tawanan muslimin dan anak yatim.P.J.H.K. Demi kesucian...J.” kata Rasulullah. K. .H. .” Fatimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar.P.P.K. ―.H.H.K.. . K.K. .H.H.. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera..J. “aku sedih sekali melihat kalian.H.. . .J. Harta diperoleh dengan kerja keras yang halal..H.³... anak yatim dan orang yang ditawan.K.K.P. . P. .J.³. . Inilah tazkiyatul mal.K. keluarga nabi itu (ahlul bait) tidak sanggup makan di tengah penderitaan.H. J. K. H.J.P. “Hai Aba Hasan. 5 .H.K. ³.H.H. .) . K. H.J. m. H.. : .³.J... tazkiyatus sulthan.³.³.P.. . Nabi segera memeluk putrinya.. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin.³. P.S. .J.³. H. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum.” Fatimah masih dalam mihrabnya. .H. H.P Pada hari kedua dan ketiga terjadi peristiwa serupa. .P. J.J.³.P. P.P.N.N.P. .P.J. Marilah kita temui istrimu Fatimah.

kelompok dan golongan.Orang Islam tidak anti kekuasaan. mengkafirkan yang tidak sepaham? Bukankah kefasihan bacaan al-Qur’an sebanding dengan kefasihan kita dalam mencaci saudara kita? Periksalah diri kita.” Yakni janganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu. Sebagai penguasa. Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan mengorbankan kepentingan orang banyak.J. “Datanglah lagi nanti malam. Saudaranya ‘Aqil pernah meminta lebih dari haknya karena anakanaknya sedang menderita.H. Marilah kita ber-muhasabah secara radikal dan komperhensif. Ketika Ali menjadi khalifah.J. keluarga dan golongan. Berilah dengan . bukankah kita sering menyimpan dengki. “Itu besi yang dibakar api dunia.” kata Ali. Ia membagikan harta Baitul Maal hanya kepada yang berhak. “engkau akan aku beri sesuatu. karena ia menyadari bahwa mayoritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana. Tiba-tiba ia menjerit. kelompok sesuai tuntunan Allah.K.H. Bagaimana kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai jahannam?” Inilah tazkiyatus sulthan. Penyucian kekuasaan dari pencemaran kepentingan pribadi. Bahkan kekuasaan yang diperoleh merupakan hadiah dari Allah bagi orang yang beriman. Kata kemunafikan dan kekuasaan dalam Al-Qur’an sama banyaknya (al-munafiqu wa as-sulthan). Dengan tenang Ali berkata. Rupanya ia memegang besi yang menyala. Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural (da’wah dan tarbiyah). “Hanya ini saja untukmu.” Aqil segera menjulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali. sudah sejauh mana upaya kita dalam mewujudkan latihan kesucian kita? Sumayyah memilih ditusuk tombak daripada mencemari lidahnya dengan kalimat kufur.” Malam itu Aqil itu datang. Ini berarti kekuasaan itu cenderung menyimpang dan korup. Mensucikan kekuasaan itu berarti mendahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dari kepentingan individu.s “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. takabur. meraung seperti sapi dibantai. Ketulusan . tetapi perlu ditopang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Sufyan ketika jahiliyah. tidakkah kita mudah mengobral makian. keluarga. Padahal dalam sejarah kehidupan manusia.J.H. Demi kesucian dirinya.H. menyebarkan fitnah. Periksalah lidah kita.H.J. iri hati.P. Fatimah memilih lapar daripada membiarkan orang lain lapar. prasangka jelek? Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan cara mengotori kehormatan kita. Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi. Ali memilih hidup sederhana. Karena orang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam jumlah yang banyak. keluarga. Ali berkata. awal terjadinya bencana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti oleh penyimpangan dalam pemerataan ekonomi. menggunjing kejelekan orang lain? Tidakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama.

H. P.J. K.N..H.H.H. m.K.. . H..H.K. . J.J. 18 ( “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka.. ..J.H.K.J.P.J.P.N.P.N. P..K. K.J.H. : .H.H.H.P.) H. .H. J.K.J.H.” (QS al-Baqarah : 264).K.H..H.H.J.. J. ―. P.K. .H..P.P.H. H.H.K. Upahku hanyalah dari Allah.H. N..K.H.J. K.H.P. m. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah. J.K. .J.” Ibnu Zaid mengatakan. .K.H. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedeqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).P.” ..J. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. H. H.P. Ia laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya secara .H.J.H.) H.P. H.) .J. H.H.H.H.. sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.N. Efek ketulusan : .J. K.H. Ibarat emas murni. J..P.H.H.J. tendensi.H.H...J.P.P.H.P.H. H.H.. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). m. .N.J.J. K.H. J. J. .K.. seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.H. tanpa kontaminasi..H.H.K... “Janganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya. K. K. K. 29 ( “Dan (dia berkata) : Hai kaumku.J.J.K. J.K. J. Nabi memerintahkan dengan semulia-mulia adab dan semulia-mulia budi pekerti.K. .H.K. J.P.K. H.J.P. pretensi.J.H. kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu.P.H. J.H.J. H.P. .. P.) K...” (QS al-Hujurat : 18).H.J.” (QS al-Insan : 10).P. J.J. H.K.H.K.P.H.H. .K.H. . Rahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk menjaga harga diri dan kesempurnaan akhlaq. .H.H.H. .J. . J.H.P.―. P.K. 264 ( “Hai orang-orang beriman. S. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.³.³..J.H.J..” Ada yang berpendapat. H.P... H. J..H.J.H...H.H.H. “Janganlah engkau memberikan nubuwah (tugas kenabian) kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya.K. K.H. Mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja.P. Ketulusan dalam terminologi sufistik identik dengan kemurnian dari berbagai campuran kotoran (al-khulushu min al-mustaqdzirat).J. N. ³.. : .J.. P. K. J.K.P.H.H.H. J..J. maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi (tiruan)..P. ³.H.. H..H.J.P. H. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat.J. “Janganlah engkau memberikan sesuatu untuk mencari sesuatu yang lebih baik.H.” (QS Huud : 29).H.J.H. 10 ( “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapakan keridhaan Allah.K.K.K.H.H.J.J. .H.. P.J.K. K.. : .H.H.H..P. H.H.J.K.H. . . H.P.suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa kefakiran.H.H. Katakanlah : Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.K. H..―. ―.P. Abbas mengatakan..H.H..H. K... aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku...H. J.. P.

tetapi ia juga bisa menghadirkan semua warna dan ornamen seperti adanya. nafsu kepada lawan jenis. egoisme.P. sampai nafsu yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri.H. Ya. pengganti (dari apa yang ia infaqkan itu). Bahkan.. Ikhlas tidak berwarna.P. Tetapi.. kuning. atau jabatan. ambisius itu menjadi tidak sederhana. memang bukan berbentuk barang yang diperoleh di tempat tertentu. .m.H. ayam baru bertelur satu buah saja. persis ia merahasiakan kekurangan.N.K.N. Sebaliknya. jingga. Mungkin seorang akan bahagia dengan memiliki uang.H. Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di ujung amalnya yang tulus.H. Ia bening adanya. Wujudnya menjadi bermakna. nafsu kepemilikan. “khalafan” (pengganti) yang tak terhingga. Menanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga. K. di mall.J. dan bau tidak sedap dalam dirinya.N. menurut sebuah hadits.H. Tetapi Tuhan Maha Adil. nafsu ingin mempertahankan status quo.J.m.K. kedamaian.P.P.m. Secara diam-diam ia mampu bertelur dari 500 sampai 3000 butir.H. mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai. Yaitu orang yang berhati sehat (qalbun salim). Ikhlas laksana binatang penyu. ia bebas dari warna merah.J. Kehadiran ketulusan dalam hati. dua malaikat Allah akan mendoakan orang yang melaksanakan infaq harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah.P. . ia berteriakteriak ke kanan dan kekiri.N.N. justru sikap bersahaja. Bahagia karena ketulusan adalah kepastian. hati yang terhindar dari virus ruhani. ketulusan juga menjadi dambaan jiwa yang kering. pangkat.³.. dll. Kebahagiaan diperoleh dari Tuhan kepada pemilik hati yang komunikatif dengan-Nya. pangkat. berbekas. Bening bisa diwarnai apa saja.S. atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri. pub. nafsu ingin mengambil ini dan itu. sederhana dari berbagai virus ananiyah.P.K. warnawarna yang menyimbolkan nafsu amarah.. anak yang taat.S.m. tempat wisata. bar.H.P.. sisi hitam.P. Seorang ahli sufi mengatakan.P.J.P. individualis. Ketulusan adalah kekayaan yang abadi.” Kebahagiaan. Khalafan (pengganti) disini menggunakan kalimat yang bersifat umum.spontan.S. Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa. Seorang ulama salaf mengatakan : . dan bahkan putih.H. Dari sudut pandang para salik (penempuh jalan menuju Allah). dan betapa banyak amal perbuatan besar dikecilkan oleh niatnya..H. Seperti halnya air bening yang selalu menjadi tumpuhan harapan dahaga yang telak. Allah berikanlah orang yang berinfaq dengan tulus. dan abadi dalam ingatan. “Keikhlasan sesaat adalah keselamatan sepanjang masa (alikhlashu saa’atan najaatul abad). Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharmonisan keluarga.H. hedonisme. siklus . supermarket. melukiskan kondisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan.s Betapa banyak amal perbuatan kecil dibesarkan oleh niat ikhlasnya. Ketulusan itu tersimpan rapat-rapat oleh pelakunya.P. bahagia karena uang.S. N.H.H. atau kedudukan itu baru kemungkinan.³.

hanya bersenjatakan ketulusaan niat.H.P.N.J... .H.H.J.H.J.H.H. P.H. P.H.H. .H..H. K. J.H..H..H. Ibu Sudalmiyah. “Semua manusia akan hancur kecuali orang yang berserah diri kepada Allah (muslim).H.N.H.P.P. ―. K. Sesungguhnya berbagai keluhan itu muncul karena kerusakan sejak permulaan. .P..H. apapun yang dilakukan orang lain terhadap dirinya. ibunda dari Prof.K. niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya.P.H. J..J.H.K. J.P.H. K.H. .K.K. J.H.H.J.K. P.. dhemit ora ndulit. K. Ketulusan yang dia lakukan.H.³.P. .H.H..H.J.N.J.H. H . dicokot dadi otot.K.K.H..J.P.H. Jadilah kamu orang yang benar dalam rahasiamu niscaya engkau menjadi orang yang fasih ditengah keramaian.H.H. P. K. M. kepuasan batin.P.K..K.H.J.H.J. J.K.P.P. K.P. P. K. J.H.H.K.” Kata orang Jawa. Rasulullah pernah bersabda : .H.J.J. P. K. K. Baiknya amal karena baiknya hati dan baiknya hati karena baiknya niat.H..H.J.P.H. K.H..J.K.H.K. K.H.S.P.K. dan barangsiapa yang keruh niatnya akan keruh pula hasilnya. H . Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula.H.K. H..K. J.P..J. .J. H. H.. .K. tidak salah alamat. Karena memandang .H.P.H.N.. tidak membuatnya berubah orientasi.J..N. J. N.J.J. H.J.N. Dr.N. .H.P. Kelesuan sesudah kesungguhan timbul karena adanya kerusakan pada langkah awalnya (niat).H.H. . K. H.K.K. dan diakrabi. P.H.H.H.H.N.K.³.H.K. .J.H.H.H.K. J. K. .J.H.H.H.P.J.H.H.H. J.H. P.J. J.H. S.H. N.. Bentuk dan macam “pengganti” itu sepenuhnya hak prerogatif (mutlak) Allah.H.J.. Barangsiapa yang tulus dalam niatnya maka hasilnya akan mulus. K.N.J. .H.P. Barangsiapa yang benar permulaannya maka benar pula kesudahannya dan barangsiapa yang salah permulaannya maka bisa jadi dia binasa. kebahagiaan.H.J. akan dimonitor Tuhan...H..J.H.H.H. dan orang yang beramal akan hancur kecuali yang tulus.. ..P. J.K.. .H.H.K.P. K.J.K.H...J.J. Manusia yang tulus jiwanya mudah dikenali. N.H. semua orang muslim akan hancur kecuali orang beriman..S.H.H.K.J.K.K.. H.K..H.H.K.J.P..pergaulan yang menyejukkan. dan orang yang alim akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya. H .P.m. K..H.J.J. J. K.P.S.P.J. Ketulusan pantang dipuji dan disakiti.H. J. . Seorang ‘abid pada zaman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan.J.K.P..K.. K.H.J. . orang beriman akan hancur kecuali orang ‘alim. P..J. H . Amien Rais pernah berujar... K.” (al-Hadits).K. ―. H. Dan akan berefek kepada pemiliknya.K.H. dll. J. J..H. N..J. P. H.N.K. Orientasi tertingginya hanya keridhaan Allah Yang Maha Adil.J.H. Dan orang yang tulus dalam bahaya. .P. H. . jalan keluar dari beragam kesulitan.J.P.. K.J...P.H..H. H.H.H.H.” Yakni. J..J.H.K..P.H. “Dijiwit dadi kulit.H.H. “Keikhlasan akan menghasilkan sikap mental baja. setan ora doyan. K.K.H.H... ..H.. H. Barangsiapa yang tidak benar permulaan kehendaknya.

untuk meraih ridha Allah.. sebanyak mungkin.J .H. Ini termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa Quraisy yang memiliki komitmen terhadap kebenaran.. bersabarlah atas gangguan kaummu..i .H. Jawa).K.K..K. df BAB II . “Surga itu berhak bagi orang yang patuh sekalipun dari suku Habsyi (berkulit hitam kelam) dan Neraka itu berhak bagi yang durhaka betapapun berasal dari kabilah Quraisy.. Sabar di jalan dakwah J.J.N .H.H.J. .J. Manusia munafiq itu sosok yang bertopeng sepuluh (dasamuka. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu. Ibnul Jauzi mengatakan : Ayat ini peringatan untuk suku Quraisy sesungguhnya kalian jika taat dan beriman kepada-Ku. H.³. .·.³.H..P. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka. Keikhlasan menimbulkan jiwa yang tenang (thuma’ninah).H.H.P .H .H. Berbeda dengan orang munafiq. . bhs.. Tetapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi (itsar).H. Ash-shabru qarinul yaqin (sabar itu temannya keyakinan). .H . Adapun kabilah Quraisy yang durhaka tetap memperoleh azab dari Allah.K .N.H.... Orang yang ikhlas itu.. .H... Tidak ada keyakinan (iman) jika sifat sabar ini belum tumbuh dalam diri kita.K.. Efek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung (kulla sha-ihatin ‘alaihim) keragu-raguan (raybah).PK.H.. bukan ancaman..J.H.H .H.. .K. tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari orang lain.. .J. .J.” (al-Hadits). bersabarlah Yakni. kebimbangan (idza ra-aita tu’jibuka ajsaamuhum).J. Aku jadikan diantara kamu sebagai pemimpin.·.orang lain sebagai anugerah. TABIAT JALAN DAKWAH .. Orang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat-rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya..N.H.” (QS as-Sajdah : 24). Ibrahim an-Nakha’i mengatakan : bersabarlah dalam pemberianmu (sedekahmu) itu hanya karena mengharap ridha Allah semata..H.H. lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan..S.K. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

J..P.J. yaitu memilih jalan Islam yang secara sunnatullah akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan.... seorang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disengaja. . Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri.H.K. rahmat dan petunjuk menuju jalan kebahagiaan (QS al-Baqarah : 155-157)..P.H.H.K. menghadapi masa-masa sulit (fatratu al-idhthihad). ratapan seseorang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus dosa. N. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.H. .H. bahwa Qatadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum kafir Quraisy.J.N. P. J. Menurut riwayat dari Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir dan Abdurrazaq. .J.P. at-Taubah : 24.H. karena cobaan itu datangnya di luar perencanaanya. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman.J... . P. .K. dibunuh oleh kaumnya sendiri.H..J. Surat alAhzab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu.N.J. Bahkan Allah menjanjikan kepadanya shalawat.”) QS al-Baqarah : 214).K. al-Buruj : 4-8).J.P. konspirasi jahat. Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar. Ibrahim dibuatkan tempat pembakaran khusus oleh kaum paganisme.P.H.H.H.N. intimidasi.J.J. K.N. tekanan secara psikis dari keluarga.. P..J.N. J..J. serta disiram dengan minyak dan dibakar. H. Nabi Zakariya yang sudah setua itu digergaji kepalanya.H.) .J.P.H.P. J.H. fitnah. N. Lihat juga: QS al-Ankabut : 2. Para Nabi juga mengalami ujian yang tidak kalah beratnya. teror secara fisik dan mental dari musuh. Nabi-nabi bani Israil berjumlah 70 orang.H. H.H.J.. Nyaris Madinah dikuasai musuh. J. kekurangan harta dan jiwa. : .H. dan dijamin terkabul apa yang menjadi permohonannya (al-Hadits). Penganut tauhid di Arab Selatan (ashhabul ukhdud) digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya. H. Cobaan adalah sunnatullah bagi kehidupan orang-orang beriman. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya : Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah.. K. J. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. dll..P. penjara.H.H. Keluhan. Yahudi Bani Quraizhah dan kabilah-kabilah Arab mengepung Madinah.J. . kelaparan. Ali Imron : 142... Dan musibah lain yang diakibatkan oleh sesuatu yang sengaja dipilih dan pahalanya lebih besar. Kaum beriman sesudah mereka juga mengalami ujian yang sama (QS al-Buruj : 4-8).. H.K. .P.H.P. yang dikenal dengan Perang Khandaq (parit) atau Perang Ahzab (pasukan sekutu).J..K. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan..J. rayuan. untuk membersihkan mereka supaya menjadi shafwatullah (pilihan Allah).K. Selain kondisi sakit.. pembunuhan.H.P.K. Ibnu Abas berkata : Ayat ini peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan ujian dan cobaan.H.N.J. .Dalam kacamata al-Qur’an (fi dhaw’il Qur’an). yaitu ketakutan.H.J.H.N.K.J.N. P. kematian orang yang dicintainya. H.H. doa seseorang ada kemungkinannya ditunda bahkan ditolak.. kekurangan buah-buahan..H. H.H.H. P.

.... nafsu yang melawannya..ᅭ .J. berimanlah seluruh rakyat di negeri itu.. Ujian itu mengenai orang yang menapaki jalan iman. .H.H.H.J.H.J. . tetapi tetap pada pendiriannya.” Semua orang menyebut nama Allah..H.H.N...P.J. K..Sebabnya.―. ...J..H.. .H..J.P. P.H. BIJAKSANA ....H.H...K. K.H.H......” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Anas bin Malik..H.H... . : H. Jadi. K.... tetapi pulang dengan selamat.J. munafiq yang membencinya.K.P... pasti Dia menguji mereka.J.P. P.H.J. Berbicaralah dengan manusia sesuai kadar . .... dan barngsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya... K. ... nyawanya dikorbankan untuk mengIslam-kan mereka.K.H... P.J.H.K.. .... maka sebelum melepaskan anak panah ke tubuh saya sebutlah nama Allah. K. dan anak itu terbunuh.H....” (al-Hadits) df .. ....K. K.P..H... baik secara individu maupun secara kolektif.J. hanya karena mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah saja. Maka... K.K.H.. . jalan menuju surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci (makarih) dan neraka itu diliputi oleh sesuatu yang membangkitakan nafsu syahwat.. ... .. P.N.) Rasulullah pernah bersabda..H. . . .P. . P.H...H...P.K..H...H. Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum.. kemudian orang yang paling baik sesudahnya... ..P..K....P...K.K.N.. di dalam Makarim al-Akhlaq).H...K.K. K.. . (..P. Metodologi dakwah penting dibanding muatannya . NASIHAT YANG BAIK .. METODOLOGI DAKWAH ..J. .. Akhirnya dia berkata. syetan yang menyesatkannya..P.. . yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya menjadi mangsa binatang buas. “Tuan-tuan bisa membunuh saya hanya dengan anak panah ini..K.P. .H.K. Tuhan anak ini (bismillah wa rabbil ghulam).H..H.” (HR Ahmad)...S...H..H.N. ... DEBAT OBYEKTIF-ARGUMENTATIF . kemudian orang yang paling baik sesudahnya.. H. Setelah itu ia disiksa dengan berbagai macam siksaan.P.. Nabi juga pernah menceritakan seorang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati raja yang zhalim.H.P..H.H.J.. P....J. P. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan) itu maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya..K. “Orang mukmin itu senantiasa berada di antara lima ancaman berat : Mukmin yang mendengkinya. “Orang yang paling berat cobaanya adalah para Nabi..J. P. Seorang anak yang berjiwa tauhid. : .N. .. ...J...P. kafir yang memeranginya.J. .. “Akan datang suatu masa seorang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti memegang bara api....

H. .H. ³.N.J. agama yang benar..H.H.K.H.K. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sekalipun materi dakwah cukup baik. P.) H.H.. .H.P.K.H. Sehingga fitrah manusia terlindungi dari berbagai kontaminasi ideologi..K. Oleh karenanya.J.H. J. . K.H..K.H. tetapi mengabaikan metodologi yang benar mustahil akan mencapai target akhir dakwah yang diprogramkan. Maksud ayat diatas adalah : Serulah manusia.H. informasi yang selaras dengan kebutuhan fitrahnya. P.K.S.” (khaathibun naasa ‘alaa qadri ‘uquulihim).H. K. H.H.. Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah-lembut yang diperagakan oleh Musa dan Harun ketika mengajak raja Fir’aun ke jalan Islam. .H.H.H.³.H. H.J.H.H.H. sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.J.N. . .H..J. “Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka.K.J. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami. bukan dengan cara yang keras dan kasar (Lihat: Shafwatut Tafasir II : 148).H. .J.K.K. .N..H.46 ( “Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku.N.H... sesungguhnya dia telah melampaui batas.J. H.H.P. Metodologi berdakwah (uslubud da’wah) merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah.. : .J.J. H.H. K. ..K. H.H. menapaki jalan yang lurus. J. Aku mendengar dan melihat. . hai Muhammad. K. .H. P.” (QS Thaha : 42-46).H.J.H. H. H. di samping seorang da’i membekali diri dengan stabilitas psikologis yang mantap dan ilmu yang luas. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. yang lebih penting adalah memahami heteroginitas dan latar belakang serta kondisi riil bidang garapan dakwahnya (dirasah maidaniyah). METODOLOGI DAKWAH ..J.. J.H.H. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.H.. J. disampaikan pada momentum yang tepat.H.K.J.) 125 ( “Serulah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik.K.J. .J..K.H.P.H. .P..H.” (QS an-Nahl : 125).. kepada dinullah (agama Allah) dan syariat-Nya yang suci dengan uslub (gaya) yang bijaksana.P..H.H. yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signifikan kepada mereka (bimaa yu-atstsiru fiihim wa yanja’u).H.J.H. J.H.H. H.. P.S. .N.H.K.H. H.H. semoga ia ingat atau takut.pikiran mereka BAB III ..J.H. .H.K.H.H..J. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir.H. P. H.H. 42 . .H.K. dengan harapan bisa memberikan input sesuai dengan sasaran yang dituju.. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. halus dan lembut.J. .K.N. J.H.H.H. H.H. sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. J. H. Ayat diatas mengandung tuntunan.J. P.H. acuan praktis metodologi dalam berdakwah.H.. J.H.N. J. Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan kekafiran (zhulumatul kufri) agar mereka kembali kepada cahaya iman (nurul iman).H..K.K. . yaitu dienul haqq.J. P. H..H. : .H.H.K.J.K. P.K.H. K..J.

budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola sikap yang tidak Islami. Dalam melakukan tugas dakwah (wazhifatud da’wah) diajarkan oleh al-Qur’an menggunakan tiga metode Pertama, al-hikmah. Yaitu, dengan pendekatan yang bijaksana. Mengedepankan akal budi yang mulia, dada yang lapang (insyirahush shadri), hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain-lain. Dengan metodologi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri (magnet power) manusia menuju kepada inti (jauhar) ajaran Islam, yakni tauhidullah (mengesakan Allah). Hikmah terkadang dimaknai sebagian orang dengan filsafat. Padahal hikmah itu inti filsafat, lebih halus dari filsafat. Filsafat hanya dijangkau oleh orang yang terlatih kecerdasannya dan lebih tinggi cara berfikir dan berlogika. Sedangkan hikmah bisa dipahami oleh orang yang belum maju cara berfikirnya, namun tak bisa dibantah oleh orang yang wawasannya lebih luas. Hikmah tidak sebatas ucapan verbal, tetapi jelmaan dari tindakan dan sikap hidup. Kedua, al-mau’izhatul hasanah. Bermakna pengajaran atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan sebagai nasehat. Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua. Pertama, nasihat yang selalu berbicara, yaitu al-Qur’an; dan nasihat yang senantiasa diam, yakni kematian (al-maut). Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri. Nasihat orang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga sejak kecil – sebelum si anak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang lain – akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya, kelak di kemudian hari. Sebab, contoh beragama sejak usia dini akan membekas ketika kelak menjadi dewasa. Ketiga, jadilhum bil-latii hiya ahsan. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Kalau ditemukan bantahan dan tukar fikiran (polemik), maka perlu ditempuh jalan yang sebaik-baiknya. Membicarakan persoalan yang diperdebatkan dengan berfikir obyektif dan hati yang jernih. Menghindari ucapan yang menyakitkan dan melukai perasaannya. Tetapi ditunjukkan bukti-bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal fikiran dan perasaannya, sehingga mereka melihat hujjah (alasan) yang tak terbantahkan. “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (QS alAnkabut : 46). Yakni jangan menyeru Ahli Kitab kepada Islam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama kecuali dengan pendekatan yang baik seperti megajak merenungkan ayat-ayat Allah, dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan-alasan dan penjelasan-penjelasan-Nya (Lihat: Shafwatut Tafasir II, hal. 462). Imam Al-Fahkr mengatakan : Sesungguhnya orang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras, dengan mamatikan pemikirannya secara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap Islam. Adapun terhadap Ahli Kitab,

karena mereka beriman dengan turunnya kitab-kitab dan diutusnya para Rasul, mengakui kenabian Muhammad, maka berdebat dengan mereka dengan cara yang lebih santun dan sejuk kecuali orang-orang yang zhalim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah, dan pernyataan mereka tentang Trinitas, maka mereka harus diajak berdialog dan berdebat dengan pendekatan yang lebih jelek, mematahkan pendapat mereka dan mengungkap kejahilan mereka (Shafwatut Tafasir II, hal. 464). Ketiga metodologi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa. Karena dakwah itu ajakan dan seruan membawa manusia menuju jalan yang lurus (shiratal mustaqiim), bukan propaganda (di’ayah), sekalipun propaganda itu terkadang menjadi alat dakwah. Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan, sedangkan propaganda lebih cenderung memaksakan kehendak. Dakwah dengan cara paksaan akan melahirkan ketaatan semu (kemunafikan). Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh potensi dasar yang dimiliki, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Karena membangun komitmen dan kesadaran beragama itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak (QS al-Baqarah : 256). Kebenaran dan kesesatan itu telah jelas perbedaannya. Urusan memberi petunjuk dan menyesatkan seseorang adalah wewenang Allah semata. Seorang da’i sebatas penyampai pesan (muballigh), pembuka pintu hidayah, bukan pemutus perkara benar dan salah (hakim). Inilah pedoman, tuntunan dakwah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berdakwah di tengah-tengah berbagai aliran pemikiran, upaya peragu-raguan (tasykik), pembaratan (taghrib), peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri), usaha-usaha menjauhkan pemeluk Islam dari agamanya (tab’id), dan menawarkan kehidupan skuler (laa-diniyyah), memerlukan format dakwah yang lebih menarik, sesuai dengan tingkat kebutuhan sejarah dan zamannya. Dakwah dengan cara konvensional tentu tidak menarik di kalangan masyarakat modern, yang lebih maju cara berfikirnya. Tetapi kita harus yakin sesungguhnya setiap ajakan yang luhur pasti akan ada yang merespon (likulli da’watin mujiib). (........ .... .... .... ....) K.K.K..H. K.J.H. P.J.K. P.H.H. m.J.H. .H.H. N.H. J.H. “Siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi). Ketiga metodologi dakwah yang Qur’ani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan zaman dan pemikiran manusia, karena pada dasarnya metode dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, bantahan yang logis akan selalu memperoleh tempat yang layak di benak publik. df ...... ..... WAWASAN DA’I ...... ...... AL-QURA’NUL KARIM ...... ...... HADITS-HADITS NABI SAW ....... ...... SEJARAH HIDUP NABI SAW

....... ... – ....... ..... ........ MENGENAL MEDAN – SENI & BUDAYA ....... ... ILMU SEJARAH ..... ... ILMU JIWA – PSIKOLOGI ......... ... GEOGRAFI – ILMU BUMI ..... ... ILMU AKHLAQ ....... ... SOSIOLOGI – ILMU KEMASYARAKATAN ....... ... ILMU POLITIK ..... ... BAHASA DAERAH – LOKAL ...... ...... ... ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAB IV ...... ..... WAWASAN SEORANG DA’I Ada ungkapan yang mengatakan : .J.K.J.P. H. K.J.N... P.K..H. Yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu. Seorang da’i yang lemah spirit dan kurang wawasannya, disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya, lebih berat lagi memberikan pencerahan pada tataran obyek dakwah (mad’u). Seorang da’i/da’iyah yang adalah diterjunkan untuk manusia (ukhrijat linnas), maka ia dituntut memiliki bekal ilmu (zaadul ilmi) yang membantunya dalam memahami seluk-beluk, karakter dasar manusia dari masa ke masa. “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.” (al-Hadits). Orang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita, tergantung kepada strategi pencitraan kita. Jika kita berhasil meyakinkan orang dengan citra diri kita, maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa. Inilah kendala yang terbesar dalam dakwah. Jika kita meneliti semua referensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang dijadikan fokus perhatian dalam garapan dakwah adalah da’i itu sendiri, bukan massa yang akan direkrutnya. Kepribadian da’i memiliki magnit (daya tarik) dan atsarun fa’aal (pengaruh yang signifikan) dalam mempengaruhi orang lain. Dukungan vertikal dan horizontal (akar rumput) kepada da’i tergantung kualitas hubungan (ittishal) da’i kepada keduanya. Jika kita dekat kepada Allah, Dia akan menolong kita dan meneguhkan langkah-langkah kita. Demikian pula jika kita berhasil menanamkan kebaikan, birr, ma’ruf di benak publik, mereka akan mendukung kita minimal lewat do’anya. “Sesungguhnya kalian ditolong oleh orang-orang lemah diantara kamu” (al-Hadits). Orang tidak sekedar melihat idealisme kita, tetapi sejauhmana kualitas cara-cara kerja Islam kita (amal

Disini mencakup iklim. setelah itu para fuqaha’. Menurut Muhammad Abduh. Ketika Rasulullah meninggal. akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Seperti perumpamaan kita sekarang. Umar. kebiasaan. Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pemberontakan itu. sehingga beberapa orang daerah yang jauh menyatakan lepas dari komando pusat pemerintahan. ada 11 bidang ilmu pengetahuan (tsaqafah) yang perlu dikuasai oleh seorang da’i dalam melaksanakan tugas dakwah. kemudian . yaitu al-Quran dan al Hadits. Ilmu Sejarah. Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa. dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum). Dari mana munculnya kerusakan akhlaq. adat istiadat yang mengotori kecerdasan berfikir setiap bangsa. Sunda. Jika fuqaha’ tidak ada maka kita mencontoh ulama’ ‘amilun (para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syari’at). mengetahui watak orang Batak. Ia harus faqih terhadap buku induk dakwah. Bugis. dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal Rasulullah. para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau (khalifah). Utsman. Seorang da’i dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa. Ini dalam dakwah dikenal dengan ilmu etnologi. pendidikan mereka.Islami) kita dalam realitas kehidupan. mengetahui sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Kedua. dalam Tafsir al-Manaar. mengetahui sejarah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk dijadikan contoh (lit-ta’assi). Pertama. Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu. Minangkabau. Orang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka. adalah generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in. Abu Bakar tidak sekedar hafal nama-nama mereka. Seorang da’i harus mengetahui secara global sumber ilmu sejarah. yaitu Musailamah al-Kadzdzab. memahami sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya yang utama (Abu Bakar. Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala (tribulasi) yang ditemukan di medan dakwah. Ketika timbul pemberontakan di mana-mana. Setelah dua hari mengadakan rapat secara maraton. Kemudian. Ilmu Ethnologi. tetapi memahami perbedaan perangai mereka secara mendetail. Mengapa suatu bangsa itu maju berkembang. pengalaman. ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima. Banjar. memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al-Quran. Wawasan Abu Bakar tentang etnologi (ilmu etnis) suku-suku Arab itu yang mendukungnya. Ilmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan obyek dakwah (mad’u). Semuanya mengetahui bahwa sahabat senior yang menemani Nabi di Gua Tsur itu memahami secara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab. Jawa. Ketiga. diplomasi dan gertak sambal. al-Aswad al-‘Ansi. al-Quran. sehingga berhasil meredam gejolak itu dengan sukses. sekalipun Umar bin al-Khaththab yang dikenal pemberani itu masih majumundur. al-Hadits & Sirah Nabi. Setelah para sahabat meninggal. tetapi pada akhirnya semua golongan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash-Shiddiq itu. dll. Sajjah binti al-Harits dan Malik bin Nuwairah.

beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim (fatwa lama) dan Qaul Jadid (fatwa baru). Yakni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang. kemudian layu sebelum berbuah. tetapi tidak dibarengi dengan akhlaq yang baik. Sekali lancung ke ujian. Tetapi akhlaq ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan. Pengaruh sungai. “Ceramailah manusia sesuai dengan kadar pemikirannya. Al-Qur’an sering mengungkapkan sejarah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita. Ia harus mengetahui secara garis besar tata kota medan dakwah yang akan diterjuni. Ilmu sosiologi berkaitan erat dengan ilmu sejarah dan akhlaq. Keenam. mengapa masyarakat berkembang. Seorang professor di Perguruan Tinggi belum tentu berhasil mengajar orang yang buta budaya dan buta aksara. dan jatuh karena mengabaikan nilai . ilmu itu akan menjadi bumerang baginya (hujjatun ‘alaihi). sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan menjadi garapan dan lahan dakwanya. selamanya orang tidak akan percaya lagi. Ilmu Bumi. Ketujuh. Ilmu Akhlaq. Orang-orang dahulu bisa jaya karena komitmen dengan nilai-nilai moral. Keteladan da’i lebih banyak menolong keberhasilannya dari pada wawasannya. Seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain hanya menonjolkan ilmu tanpa mendalami kejiwaannya akan menemui kegagalan. Ilmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis. Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri (futuhatul bilad). keadaan di Irak berbeda dengan kondisi di Mesir. bijaksana. Sebab ia mengkaji dan menyelidiki sebab-sebab kemajuan dan kemunduran suatu bangsa.tenggelam ditelan oleh zaman. Oleh karena itu. sehingga fatwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru. Ilmu Jiwa. tetapi belum tentu mengetahui kondisi pendengarnya. mengetahui mana sungai dan pegunungannya. Ia mungkin wawasannya luas. Ada yang mengatakan bahwa sejarah itu akan berulang. seorang da’i akan menyampaikan misi dan visinya dengan tepat. Banyak da’i yang gagal karena persoalan budi pekerti. Da’i harus lebih baik dari pada mud’unya.” Kelima. Seorang da’i akan merintis dakwah di lokasi tertentu. Keempat. meminjam pepatah Bahasa Indonesia. Itulah sebabnya dikatakan. Imam Syafi’i berubah fatwanya setelah pindah dari Baghdad ke Mesir. Ilmu akhlaq ini mengupas tentang perbuatan yang tercela dan terpuji. Sebab. karena perbedaan kondisi secara keseluruhan kedua negeri itu. bagaimana tabiat dan iklimnya. Ilmu ini penting untuk menghadapi kondisi kejiwaan seseorang atau kelompok. Dengan mengetahui heterogenitas obyek dakwah. padang pasir. Sekalipun ilmu seorang da’i sundhul langit (setinggi langit). Sebab. pendapat umum (public’s opinion) mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak boleh salah. timbul tenggelamnya masyarakat dari masa nomaden (badawi) sampai menjadi masyarakat yang berbudaya (madani). bahkan bersumber dari keduanya. adat istiadat. Ilmu Sosiologi.

Ia akhirnya mempunyai sikap politik terhadap sistem pemerintahan yang ada. bangsa. tidak eksklusif. Akhirnya. Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lancar. Kesembilan. karena sejak masa pemudanya mereka memberikan gelar kehormatan kepadanya al-Amin (dapat dipercaya). Ilmu Politik. Mengetahui pokok-pokok perbedaan agama-agama di dunia ini penting. Orang Arab mengatakan. Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan da’i dalam melaksanakan tugas di medan dakwah. Sesuai dengan karakteristik Islam yang kaffatan lin-nas dan rahmatan lil-’alamin. Sehingga hanya persoalan sepele menjadi problem yang serius. Ketidaktahuan da’i dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat secara mendalam. Ilmu Kesenian dan Kebudayaan. akan menjadi korban politik dari para politikus. tetapi pemandu manusia semuanya menuju jalan yang diridhai oleh Allah.” Kesepuluh. Ilmu Muqaranatu al-Adyan (illmu perbandingan agama). Jika persoalan ini tidak dikuasai bisa saja ia menjadi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena persoalan yang tidak prinsip. “Barangsiapa yang mengetahui bahasa kaum.idealisme itu. untuk mengetahui di zaman apa dia hidup. suku. Ilmu siyasah (politik) ini penting dikuasai seorang dai. Da’i tidak sekedar pemimpin ummat Islam. Kedelapan. niscaya ia terlepas dari makar-nya. aliran. Dalam Islam dikenal dengan fase Makiyah dan fase Madaniyah. . Jika da’i buta politik. agar wawasan da’i itu berkembang. Bagaimanapun ‘alimnya seseorang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan orang yang bisu. tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heterogen dan pluralistik. Kesebelas. bisa jadi menjadi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka. Oleh karena itu materi dakwah yang disampaikan Rasulullah di Makkah berbeda dengan di Madinah. Menguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk jiwa yang mempunyai bahasa tersebut. tetapi orang yang berbeda dengan kita juga merupakan lahan dakwah yang strategis. maka seorang da’i harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi oleh Islam untuk mengajak ke semua lapisan etnis. Dengan bekal ilmu tersebut seorang da’i akan luas pergaulannya. Bapak sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. Islam itu tidak dimonopoli satu madzhab dan satu ummat saja. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab dengan jelas dan tuntas. setelah beliau memimpin proyek renovasi Ka’bah karena serangan banjir. Syekh Abdul Qadir al-Jailani bisa menaklukkan hati penduduk yang mayoritas bromocorah karena keluasan ilmunya. Lughatul Qaum (bahasa obyek dakwah). Pengetahuan akan seni dan budaya obyek dakwah akan membekali seorang da’i untuk tidak bersikap isti’jal (gegabah) dalam menentukan hukum seni dan budaya. da’i itu akan sukses bergaul tidak saja di masyarakat homogen. Kehadirannya diterima oleh semua unsur dan golongan di masyarakat. Rasulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab.

S....... (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau .N. Kepemimpinan ..H.N.... H..H. ... Prinsip Jamaah $ .J.H.J. Wallahu a’lam bish-shawab..K. .H.....H.. K.J....J....N..N.J. K. K. PRINSIP JAMAAH Surat al-Fatihah ayat 1-7 .H.J. .. K.J.N...P. PRINSIP IMAMAH & JAMA’AH BAB I ..N. .J..J.K..H..J. .J. Syari’ah – Aturan main .H..K P......... J..H.. ..H.. K.K..... H. H...H.K.. ....... P.H. .. IBADAH ...... H..H. Kawasan yang Islami .J.. ..H.H.K..P. H.J..K..H. P. Yang menguasai hari pembalasan. .. Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami mohon pertolongan...J.K.H. H.K.. . K. .K.. H.....S..J. J... . K.J.J..... ..J...S..H.K..H..K..H..J... .. Tuhan semesta alam.J.. Segala puji bagi Allah.. K.N.. ....P...J. – ..H. K.H... K. K..H..J.J..K. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..Tunjukilah kami jalan yang lurus..H...J. df $ PAKET VI .....J.... . ...... – .... – . H..K.....H. Umat – Penduduk – Prajurit yang patuh ....N..K. ...... SISTEM KEHIDUPAN . .. AQIDAH .. ..J....J.S.J.... .. .K.. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...Jawaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka...

” Makna umum surat al-Fatihah Jika al-Fatihah adalah pembuka kitab al-Qur’an (fatihatul Kitab). Dalam al-Fatihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang secara berurutan sekaligus. Tema ibadah didahulukan atas isti’anah (memint tolong) karena mendahulukan wasilah (ibadah) sebelum masuk wilayah isti’anah. Dalam ajaran Islam. Tema utama al-Qur’an berkisar pada masalah aqidah. lalu ibadah dan selanjutnya minhaj hayah. meminta hidayah agar selalu di atas jalan lurus. dimintai pertolongan dalam segala persoalan. bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat. rahmat. Surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut Dzat yang berhak menerima pujian. Allah adalah pemilik segala urusan yang agung. al-Mu’in (penolong) dan alHadi (pemberi hidayah). itu berarti segala kandungan dan makna al-Qur’an telah terangkum di dalamnya. ini kami menyembah dan meminta pertolongan. beribadah kepada-Nya. tetapi harus melahirkan hasil. diwujudkan dengan melaksanakan kewajiban. Dan asas berjalan menuju Allah (thariq ilallah). Kata isti’anah mencakup seluruh bentuk pertolongan yang diinginkan Allah. Ihdina adalah penjelasan dari permintaan ma’unah (pertolongan). ibadah. syuhada’. maka semua itu mengharuskan untuk beramal. Kata ganti iyyaka dikedepankan atas kerja. Inti ajaran Islam itu adalah ma’rifatullah. berbekas. Al-Fatihah juga secara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan. yaitu al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. dan shiraatha al-ladziina an’amta ‘alaihim ghairi al-maghdhuubi ‘alaihim wa laadh-dhaallin. ar-rahmanir-rahim. yaitu ihdina ash-shiraathaa al-mustaqim. inhiraf. Pertama. Dzat yang khusus itu diajak dialog dengan sifat-sifat terpuji dengan menyebut iyyaka ‘hanya kepada-Mu’ lah. yaitu iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ketika mengenal Allah memiliki sifat rububiyah. shiddiqin. Serta ketiga. ditaati. Poros gerak ibadah itu ialah memuji Allah al-hamdulillah. serta penyifatan diri-Nya dengan sifat-sifat yang agung. dan manhaj hayah ‘sistem kehidupan’. wahai Pemilik segala sifat mulia. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pendidik alam) dan Malik (pemilik). Kemudian asas ibadah adalah (iyyaka na’budu). Bertolak dari sini. mempunyai tema manhaj hayah. Selanjutnya yang kedua. Surat ini juga memperkenalkan Allah dan sifat rububiyah-Nya sekaligus menunjukkan posisi kita. meminta pertolongan. al-Qur’an mengajak kepada aqidah. Asas aqidah adalah iman kepada Allah (rabbul ‘alamin) dan hari akhir (maaliki yaumi ad-diin). fi’il. meminta pertolongan dan memohon agar konsisten berjalan di atas sistem yang digariskan-Nya. hisab. bertemakan ibadah. tema aqidah bukan semata-mata konsumsi otak. maaliki yaumid-diin. tentunya memberi konotasi hanya itu. Seakan-akan . surat al-Fatihah dimulai dengan pujian kemudian mengajarkan ibadah. memperbesar peluang adanya pengabulan (ijabah).anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. Dalam surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut tema aqidah. adalah teladan yang baik yang telah dicontohkan para Nabi. teladan jahat orangorang sesat. yang berhak dipuji. dan segenap orang shalih. yaitu beribadah kepada-Nya.

J. H.: “Maka mereka itu akan tinggal bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.K.) .K.. Nama Allah telah mencakup nama Dzat-Nya dan perbuatan-Nya.i )..J.J..H. yang terdiri dari golongan Nabi...J.H.H.P. H.N..K. Al-Fatihah menyebutkan dengan ungkapan jama’. “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” serta “ihdina ash-shirath al-mustaqim”.H. K..H.H.H.m . Mereka juga beranggapan bahwa Allah memiliki anak-anak wanita.J. Dan surat al-Fatihah ini menjelaskan dua jalan.P.H. P..H.” (QS alIsra’ : 40).N.ᅭ . ...J..N (69 .H.. Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan Jin.) .J.J.H..H. 158 ( “Dan mereka adakan (hubungan) keturunan antara Allah dan antara jin. H.H. yaitu jalan yang lurus.K. para syuhada dan orang-orang shalih. mengenalkan sifat dan perbuatan-Nya.S... K..manusia meminta hakikat pertolongan yang diinginkannya.” (QS ash-Shaffat : 158).J.H. : .H.K.H. J.H.H..H . Bila seorang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah.J.J..³.J .. .H.H.H.. 40 ( “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat.H. Allah mengenalkan diri-Nya dengan “Rabb”. Allah disini meluruskan “Allah” yang diyakini masyarakat Jahiliyah. ini menegaskan prinsip seorang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah kaum muslimin dan bahwa tarbiyah Islamiyah dan dakwah Islamiyah (pada surat alMuddatsir) harus berbentuk tarbiyah jama’iyah. df BAB II MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT ALFATIHAH Kalau pada surat-surat sebelumnya.H.i .H.K.J. J.P.H.J...K. .H.. Jalan yang lurus mustahil dapat terwujud tanpa pertolongan Allah.H.K.P.K.. Jika merasakan goncangan membaca iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in.―. yaitu “Allah”.―.N.K. Realisasi dari permohonan itu bisa didapatkan dengan ibadah. maka pada surat Al-Fatihah ini Allah mengenalkan diri-Nya dengan jelas.H. Jalan orang yang diberi nikmat dan jalan yang dimurkahi Allah dan tersesat.J. .K.H.S.H.” (QS an-Nisa’ :69).³. : .S H.. .H. shiddiqin. .K. Allah telah menjelaskan orangorang yang telah diberi nikmat.K...J.H.H.P.HH.. Ma’rifah yang tidak berorientasi pada penujuan segala pujian kepada Allah adalah ma’rifah yang pincang. Tiada ibadah tanpa ma’rifah. H...N.K...H..J.

J.P.. sosial.K .H. . politik. sekalipun secara ritual disembah secara rutin.K. Pada surat al-Fatihah ini Allah secara jelas mendelegasikan sebagian tugas-Nya kepada manusia sebagai wakil-Nya untuk mengelola alam raya (rabbul ‘alamin). .K .H.J.P.H. Kebalikannya adalah masyarakat jahili.J.P.. zakat dan melakukan ibadah haji.P.K.. Inilah yang disebut dengan lingkungan yang Islami (al-bi’ah al-Islamiyah)..J.) .H.H. juga perlu diwujudkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan (al-qaryah).. Jika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang nota-bene milik-Nya.H.. secara budi pekerti dan tingkah laku.K . secara syariat dan sistem...J.K.P. Bukan pula yang menciptakan suatu jenis Islam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah Yang Maha Suci dan diterjemahkan oleh sunnah Nabi.K.N. Karena yang ditekankan al-Qur’an bahwa disamping manusia tercelup (tershibghah) dengan al-Qur’an (ahl).K.H..J..J. berpuasa. Masyarakat Islami tidak sekedar komunitas yang menamakan dirinya Islam sedangkan syariat Islam tidak merupakan hukum di dalamnya.H. K.. : .P. dan keamanan..P.H. 3( “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. . sekalipun ia shalat.H.K .. adalah bentuk lain masyarakat jahili.. J. ).N.K.: 84 ( . K. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang melaksanakan Islam.” (QS az-Zumar : 3).K.H.P. Sehingga bumi ini dihuni oleh hamba yang menjadikan Allah sebagai Tuhan.S. H. H. .. Bismillahirahmanirrahim.. pertahanan. (40 ) . Jadi posisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama (asma) dan sifat (simah) Allah.J. Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhalifahan ini.Mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi langsung kepada-Nya sehingga para malaikat dan berhala-berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah.J.N. manusia sebagai hasil tarbiyah dan da’wah diarahkan oleh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan-pesan langit pada realitas kehidupan.J.. . Masyarakat jahili adalah masyarakat yang menjadikan Allah tidak berdaulat di bumi..K. Aspek sosial.K. budaya.H ..K.H.H. . N.H .H. J. H. ekonomi.N.P. secara aqidah dan ibadah..

.H.S.H.H.HH.P.P. .....J.m .P.N .KH.P .K. menyuruh kepada yang ma’ruf.³ .. kemudian kalian berhijrah di dalamnya. ). df BAB III UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ISLAMI Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami.J..KJ.J...K. N.P.J .N.P ..P.P..J.K.).J.H .P..K ......H.P.J.J. wilayah.P. Pertama. Ia telah memerintahkan kepada kamu agar jangan menyembah orang lain selain Ia sendiri..P.H..J “Bukankah bumi Allah itu luas. .. .P.“Dialah (Allah) yang menjadi Tuhan di langit dan bumi.” (QS Yusuf : 40).” (QS Ali Imran : 104).” (QS Ali Imran : 110) (143 (18 (105 .” (QS an-Nisa’ : 97).J. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.K.H. .J.. .H.J. .J. .ᅭ H. “Hendaklah diantara kamu segolongan yang mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran. ahl).N.S.J . Kedua.H..H. kawasan.: P. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung terlaksananya ajaran Islam.K.N K.H. al-qura). .K..K .l .H “Hukum itu hanyalah kepnyaan Tuhan.H.: (97 . . teritorial yang kondusif (al-bi’ah.: .H.P. ummat (al-ummah.H. .” (QS az-Zukhruf : 84) K.. Itulah agam yang lurus. dan mencegah dari yang munkar.

J.P. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu. .K.K. . . .J.J.P.P.H...HJ.K.H.H.P . ....K.. umat yang adil dan pilihan.J..J.H.H.H.H.J.J.H.K..: .. aturan).K.J. maka ikutilah dia.P..K .H.P..HN.H .K..H..H “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama).P. .H.J.).H..J.J P.K..P.HH.H.(104 . ..H.K .: P.K.H. .J.H.K.K.K.³.J. .: .J .H.J.JN.H..m (110 P.H.H.H.J.H.J .J..H...P). .H.J.J.J..K ).P.H..NJ. . .KH...J..” (QS al-Jatsiyah : 18) .H.H..J.P..H.H. ).P.K.K.H.K . .K .H.H.H.H.H.H..H....J.³ “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan (umat Islam).H.P .H.J..H.JH.J...H. .K.N.S .” (QS an-Nisa’ : 105) .J.J.” (QS al-Baqarah : 143) Ketiga.P..m. syariat (asy-syari’ah..K. ..H..P.H.J..J.H. ..K.N. .H.H.H “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.J.J.J.H.J.J.H .J.H.: N.H.H.H.K.NH.J.H . ..

H.J.H. : .K.P. P.J. munafik. P.N.S. Ini adalah kebutuhan primer kemanusian (dharurah basyariyah).H..H.H.” (QS an-Nuur : 55).P.. akan masuk pada perangkap sekulerisme. H.K. Suami adalah qawwam (pemimpin) dan anggota keluarga adalah sebagai makmumnya.J.H. J.J.P.H..J.” (QS alAn’am : 165).J.K. ..K. K. J. J. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. H.K..K. J.H. H.N.N.H. tapi di luar masjid melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi doanya.. J..P.P.. H. dan diarahkan oleh sebuah kepemimpinan.K.H.J. K.H. Menegakkan qadha’ syar’i dan qadha’ kauni adalah amanah dan taklif (tugas) kekhalifahan dari Allah.S.J. Di dalamnya akan dihuni oleh manusia hipokrit (split personality). J. Amanah kekhalifahan ini dijelaskan dalam firman Allah : ..H.P. bertugas mewujudkan kerajaan Allah (mulkiyatullah) di bumi secara efektif dan efisien.K. H.J. Diawali dari kepemimpinan yang bersifat mikro (al-imamah ash-shughra).H. Jika keduanya dipisahkan.J. dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka. J. H. dipandu. kepemimpinan (al-imamah).P.P.N.K.N.P.J.P. K. Dengan kultur yang baik.H.K.³.H.. N. J.H. H.H.H.H..J. dan tuntutan keagamaan (hajah syar’iyah). J.H. memelihara agama (hirasatud din) Dua tugas yang bersifat keagamaan (diniyah) dan sekaligus keduniaan (dunyawiyah). J. Jika tidak dilaksanakan akan terjadi kekacauan. H. .H. J.J.H..) K.J.H. Tidak boleh dipisahkan.J. Allah telah membuat model struktur yang Islami.H.³.K.K..K. maka tugas penegakan nilai-nilai Islami dalam keluarga akan mengalami hambatan.J. Salah dalam penempatan struktur ini akan terjadi fitnah (chaos).H.H.. P. Manusia yang rajin beribadah mahdhah. Kepemimpinan mikro seharusnya melahirkan kepemimpian makro. menuju kepemimpinan yang bersifat makro (al-imamah al-kubra).J.P.Keempat.J. J..H... 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.J.H.J. .H.K.. Keduanya harus sama-sama diprioritaskan. . : .H.J.K. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.. Ummat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikelola.H..H.H. Dalam intitusi masyarakat yang paling kecil. 165 ( “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.P. . Untuk membumikan amanah kekhalifahan.H. .K. jika pola kepemimpinan di dalamnya tidak berfungsi dengan baik.K. Struktur yang baik dan berfungsi secara benar akan mewujudkan kultur masyarakat yang baik.P. Tugas Kepemimpinan Islam a) Memakmurkan (i’mara) dan mengatur urusan keduniaan (siyasatud dunya) b) Melaksanakan syariat.H. .J.K. chaos (fitnah).J.N.H.H.K. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.H. H.H.H.N.H.H.P.) . J. dilakukan secara kolektif merupakan media yang fashih untuk perbaikan masyarakat secara keseluruhan.P..H..

...... P. Ukhuwah sesama muslim . .. KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM . K.... .N. . karena kita otomatis menjadi rakyat. K...P. .... maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya. Seperti dalam struktur shalat jama’ah.K... .H.. ..K.. .N.. df ALLAH SWT Al-Qur’an RASULULLAH SAW As-Sunnah ULIL AMRI – ULAMA’ – AHLUL HALLI WAL ‘AQDI Ad-Dustur – Al-Qanun DIWAN AL-‘IMARAH Dewan Tanfidziyah – Dewan Pelaksana SIYASATUD DUN-YA WA HIRASATUD DIEN Mengelola Dunia & Memelihara Agama AL-UMMAH Masyarakat . K. Jika sewaktuwaktu imam batal karena udzur syar’i.K.K..K. Melaksanakan hukum Allah .H. tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk dijadikan wasit (penengah).P.. Mengembalikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri .Orang-orang yang mendampingi ulil amri adalah orang yang ahli dalam memilah-memilih persoalan dan mencarikan solusinya. ..P. di belakang imam adalah orang yang pandai (ulin nuha).... Ada ungkapan yang mengatakan : K....K.J. . Sebaliknya seorang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan oleh sebuah komunitas tertentu.J. P... .. ..... Ibnu Khaldun mengatakan : K. Menaati ulil amri ...H.. ....H. ... .J... Perubahan moralitas bangsa berbanding lurus dengan kesiapan untuk berubah (menuju kebaikan) di kalangan elit. Agama rakyat tergantung kepada kualitas keagamaan rajanya..K.P..... . .. ..... ..J.K..... Musyawarah ....H.J. Jika dalam sebuah kelompok seseorang memiliki kualitas yang lebih.... . Disini harus diisi oleh orang yang ‘alim pada bidangnya masing....H. K.H..J..J... K......N.. Menjadi rakyat tanpa melalui seleksi... ......K...H.P...

. ‘menegakkan amanah kekhalifahan untuk mengelola dunia dan menjaga agama’.... ....... ......... .... . ... ‘para Nabi.......... .. . Membuat perjanjian mengatur antara muslim & non-muslim ... Beraktifitas dengan penuh keikhlasan . al-bi’ah).. Menebarkan kasih sayang . Menghindari kesesatan . Berorientasi pada akhirat . dipandu oleh kepemimpinan (al-qiyadah. Menghindari murka Allah SWT . .... Terbangunnya struktur kekuatan mengantisipasi ancaman KULTUR MASYARAKAT AL-FATIHAH ... ‘dengan membawa nama Allah’.. Membawa nama Allah – Harus yang terbaik BAB IV PAKET AL-FATIHAH Mayarakat Islami adalah komunitas yang tergambar dalam sebuah kawasan (al-qura..... Al-magdhub ‘alaihim dan adh-dhaallin....... Meneladani figur publik yang baik . Bismillah.. Berpedoman pada Manhaj Islami . .....Saling menasihati dengan kebenaran & kesabaran .. .... Mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT . untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi.. ... Bersifat universal ... .... Rabbul ‘alamin dan Maliki yaumiddin..... . .... .. Shirat al-mustaqim. ‘al-manhaj ar-rabbani yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasul’.......... syuhada’..... didukung oleh ummat yang taat (al-jundiyah al-muthi’ah... dengan aturan main dari al-Qur’an....... al-imamah)...... Mengharap bantuan hanya dari Allah SWT . shiddiqun. ....... ........... An’amta ‘alaihim... agar rahmat Islam menyebar kepada semua yang berhak (kaffatan linnaasi wa rahmatan lil ‘alamin).. ahlu). .. ‘diatas manhaj jahili’... . shalihun diatas manhaj rabbani’. ....

tidak ada penyimpangan syubhat dan syahwat di dalamya. Rabbul ‘alamin – Bersifat universal. 5. Nabi. shalihin. ‘dengan asma Allah’. minallah. Otoritas kekuasaan Ulil Amri dari orang-orang beriman (tha’atu ulil amri). mendidik. Maliki yaumiddin – Berorientasi pada akhirat. menuju Allah). Iyyaka nasta’in. alMaidah : 54). Ar-Rahman. ‘merawat. Terbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman (i’dadul quwwah) (QS al-Anfal :60) Kultur (budaya) masyarakat Al-Fatihah Bismillah – Membawa nama Allah. Rabb. berada pada manhaj jahili. Wallahu a’lam bish-shawab. berada pada manhaj Islami’. ‘mohon pertolongan Allah’. Ghoiril maghdhubi ‘alaihim – Menjauhi murka Allah Wala adh-Dhaallin – Menjauhi kesesatan.’ Karakteristik masyarakat Islami 1. ilallah (dari Allah. ‘sayang kepada orang-orang mukmin’. Shiratha alladzina an’amta ‘alaihim – Meneladani orang-orang yang baik. al-Hadits atau al-Manhaj al-Islami’. df . Iyyaka na’budu. Malik.Tafsir al-Fatihah Bismillah. ‘jalan yang lurus. Nasrani. Ihdinash shirathal mustaqim – Berpedoman pada manhaj ilahi. Membuat perjanjian yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim (al-mu’ahadah bainal muslimin wal kuffar) (QS al-Fath : 29. Iyyaka na’budu – Mengabdikan diri hanya kepada Allah. pembalasan’. semua aktifitas lahir dan batin yang diridhai dan dicintai Allah’. Ar-Rahim. al-Qur’an. dengan cara Allah. 3. syuhada’. ‘kasih kepada seluruh makhluq’. Ar-Rahman ar-Rahim – Menebarkan rahmat dan kasih sayang. Bermusyawarah dalam memecahkan persoalan (asy-syura fii al-umur) (QS asy-Syura : 38). 2. Terjalinnya ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim (al-ukhuwwatu bainal muslimin) (QS al-Hujurat : 15). arahan. ‘Hari kiamat. Ghoir al-maghdhubi ‘alaihim wa laa adh-dhaallin. ‘al-ibadah. 4. yakni al-Islam. mengembangkan. ‘ketulusan niat’. ‘Yahudi. Al-hamdulillah. shiddiqun. ‘hak menghalalkan dan mengharamkan’. Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar (at-tawashi bil haqqi wa bi ash-shabr) (QS al-‘Ashr : 3) 7. Shirat alladzina an’amta ‘alaihim. (QS an-Nisaa’ : 59). billah. Iyyaka nasta’in – Mengharap bantuan Allah. Ihdinash shirat al-mustaqim. Otoritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah (al-hukmu bima anzalallaahu) (QS al-Maidah : 49). Lembaga kepemimpinan memutuskan masalah kontroversial (raddul ikhtilaf ilaa ulil amri) (QS an-Nisa’ : 83). Yaumuddin. meningkatkan kualitasnya’. Al-hamdulillah – Beraktifitas dengan penuh keikhlasan. dituntut beramal yang memiliki kualitas excellent. ‘petunjuk. 8. bimbingan’. Shirat almustaqim. 6.

. wawasan (al-i’laam. Jeddah. ekonom.... Sosialisai & pembekalan ilmu.. Tanpa tahun.. kepada kekuasaan yang ada adh-Dhuha dan kelengkapan ulama. ... . dll.... Ahjad... Ahmad Karzun. politikus... . tazwidul ‘ulum wa atstsaqafah) Tabligh (at-tabligh) Dari kebodohan menuju ma’rifat (minal jahalati ila al-ma’rifah) Al-‘Alaq Ishlahun nafsi (memperbaiki diri) Pembekalan Manhaj Qurani At-ta’lim (pengajaran) Dari ma’rifat menuju Fikrah Qur’ani Al-Qolam (tarbiyah Qur’aniyah) (minal ma’rifah ila alfikrah al-Qur’ani) Ishlahu al-bait (memperbaiki rumah tangga) Menggerakkan ibadah secara Pembentukan (screening) kader Dari fikrah menuju pemberdayaan Al Muzzamil istiqomah (at-tahridh ‘ala (takwinur rijal) ruhani (minal fikrah ila at-tarbiyah arIrsyadul mujtama’ (membimbing al-‘ibadah al-mustamirrah) ruhiyah) ummat)... ‘Aqidatu Al-Muslim. mengatur kinerja (tansiq dakwah (minat tazkiyah ila al-Ishlahul hukumah (memperbaiki al-amal)... Pelaksanaan kehidupan Islami Pelaksanaan (tanfidz).. Memulai program surat pendidik. . Ustadz Najih. intelijen.. Dr. DAFTAR PUSTAKA Ash-Shabuni... . Beirut. Ponpes Maskumambang. lewat syura... Shafwatut Tafasir. zu’ama (menjadi anggota legislatif) infra strukturnya. Anis. Darul Kutub Al Islamiyah. Adab Thalibil ‘Ilmi.. Syekh Muhammad. Dari gerakan dakwah menuju Al Fatihah dalam segala aspeknya (tanfidzu munculnya ahli pada bidang masyarakat Islami (min al-harakati ila Iqomatu ad-daulah (menegakkan al-hayat al-Islamiyah fi nawaahi masing-masing. Dar Nurul Maktabah.. Gresik. Al-Ghazali. mu’tamar... Jaddid Hayatak. Al-Maktabah Al-Faishaliyah. al-mujtama’ al-Islami).. .. Darul Fikr... Muhammad Ali.. intervensi kerajaan Allah di bumi) al-hayat)... sehingga kelak menegara. Syekh Muhammad.. Jakarta. . At-Tibyan Fi Al-Ahkam Al-‘Amaliyah. evaluasi gerakan harakah) pemerintahan yang ada) (riqobat al-‘amal). Al-Ghazali. sab-han thawilan Merapikan shaf (tauhid ash-Penataan (tanzhim) Dari tazkiyah menuju harakah AlMuddatsir shaff)..SINOPSIS TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN DALAM GERAKAN Tujuan Perubahan Tahapan Perubahan Langkah Perubahan Nama Surat .

Menyelami Samudera 20 Prinsip Hasan Al-Banna. Jakarta. Muhammad. HAMKA. Islam Dalam Berbagai Dimensi. Sabiq. Dr. Ibrahim. Harun. Bin Muhammad Al-Buraikan Abdullah Al Buraikan. Mukhtashar Tafsir ath-Thabari. Fathi. Qardhawi. Ta’rif ‘Am Bid Din Al-Islam. Departemen Dakwah. Al-Qardhawi. Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jama’ah Al-Ikhwan AlMuslimun. Yahya. Rabbani Press. Ma’alim Fi Ath-Thariq. Quthub. Syekh Dr. HAMKA. Darul Fikr. Yahya. Sya’ban 1424 H. Mahmud. Darul Fikr. Al-Hasani. Yakan. Rabbani Press. Daud. Maktabah Dahlan.Al-Jazairi. Manna’ Khalil. Mengenal Allah Lewat Akal. Yusuf. Rabbani Press. Al-Mubasysyirat Bi-ntishari Al-Muslimin. Sayid. Shalih Tak Berdayaguna. Al-Maqdisi. Gema Insani Press. Membongkar Jahiliah Meraih Sukses Berdakwah. Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran. Jakarta. Robbani Press. Syekh Abu Bakar Jabir. Indonesia. Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam. Al-Madkhal Li Dirasati Al-‘Aqidah Al-Islamiyah ‘ala Madzhabi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Syarah Ushul ‘Isyrin. Penerbit Lentera Hati. Isa Al-Babi Al-Halabi wa syirkaahu. Marwan bin Nuruddin. Mansyurat Al-‘Ashr AlHadits. Dr. Syekh Abu Bakar Jabir. Darul Fikr. Jakarta. Tafsir Al-Azhar. Era Intermedia. Jakarta. Madkhal Li Dirasati Asy-Syari’ati Al-Islamiyyah. Moralitas Al-Quran Solusi Atas Segala Persoalan Umat Manusia. Rabbani Press. Libanon Tahmid. Darul Fikr. Beirut. Lc. Fathurrahman Li Thalibi Ayat Al-Qur’an. Dr. Al-Qardhawi. ‘Abdullah bin Qasim. Solo. Dr. Pelajaran Agama Islam. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Suar. Libanon. Yahya. Dr. Dewan Eksekutif Hidayatullah. Darul Fikr. Kairo. Prof. Jakarta. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir. Tafsir Al-Mishbah. Bin Hasan bin ‘Aqil bin ‘Aqil Syarif. Rasyid. df . Rabbani Press. Darul Ihya Lil Kutubi Al-‘Arabiyyah. Beirut. Jakarta. Beirut. Izzah Darwazah. Thanthawi. Yusuf. MA. Darul Fikr. Sayyid. Minhajul Muslim. Beirut Shihab. Beirut. ‘Aqidatul Mukmin. Hal Satasquthu Amrika Kama Saqathat As Suviyeti. Ash-Shabuni. Jakarta. Menuju Jama’atul Muslimin. Az-Zubi. Pustaka Panjimas. Al-Wasyli. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Panduan BerIslam. At-Tafsiru Al-Hadits. Syekh Ali. Era Intermedia. Team Penulis. Assuwaru Murattabah Hasban Nuzul. Prof. Harun. Bulan Bintang. Al-Qaththan. Fiqh As-Sunnah. Muhammad Quraish. Yusuf. Maktabah Wahbah. Oktober 2003. Beirut. Harun. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme. Muhammad Ali. Dr. Al-Jazairi. Beirut. Solo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful