EDISI LENGKAP TAJDID GERAKAN DAKWAH DAN PERADABAN Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran .

Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah 1426 H – 2005 M DAFTAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syari’ah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I FIQH MUDAWALATIZ ZAMAN Bab I Prinsip Pergiliran Zaman Arahan Allah – Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan Islam Sumberdaya Manusia Sumberdaya Alam Warisan Sejarah Bab II Arahan Pembaharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis Ummat Islam Krisis Perasaan Terhadap Keagungan Islam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pertolongan Tuhan Bab III Solusi Atas Berbagai Krisis (Hillul Azamat) Memahami Islam Secara Detail Keimanan Yang Kuat Membangun Jamaah Bab IV Tahapan Turunnya Wahyu Sebagai Jawaban (Ar-Ruju’ ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen Orisinalitas Tekstual Argumen Kontektual PAKET II RISALATU AL-‘AQIDAH Bab I Prinsip Akidah (Risalatu al-‘Aqidah) “Membaca” sebagai Pilar Pembangunan Peradaban “Membaca” dalam Tinjauan Al-Qur’an Ilmu Dalam Perspektif Islam

Membangun Tradisi Ilmiyah Bacalah Dengan Asma Allah Bab II Ma’rifatur Rabb (Mengenal Rabb) Fakta Sejarah Fakta Fithrah Fakta Indra Fakta Logika Fakta Tekstual Bab III Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia) Definisi al-‘alaq Secara Bahasa Definisi Al ‘Alaq Secara Keilmuan Kesan Yang Dumunculkan Bab IV Ma’rifatul ‘Alam (Mengenal Alam Semesta) Asal Kejadian Alam Sunnatullah Pada Alam Bab V Proses Lahirnya Syahadat Pada Surat Al ‘Alaq (Asy Syahadat fii dhoui surat Al ‘Alaq) Fiqh Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal-pembatal Syahadat Loyalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALATU ASY-SYARI’AH Bab I Prinsip Syariat Surat al-Qalam 1-7 Definisi kebahasaan qalam Mendalami qalamullah & karamullah Bab II Karakteristik Syariat Allah Rabbani (berketuhanan) Akhlaqiyah (membentuk moral) Insaniyah (manusiawi) Tanasuq (teratur) Syumul (universal) Bab III Jaminan Allah bagi yang Ber-Qur’an Tidak gila Memperoleh pahala yang tidak terputus Memiliki akhlaq yang agung Bab IV Akibat Mengabaikan Konsep Allah Gila dunia, tahta dan wanita

Balasan yang tidak abadi (temporal) Berperangai hina Bab V Profil Generasi Qurani PAKET IV RISALATU AL-AKHLAQ Bab I Risalah Al Akhlaq (Prinsip Akhlaq) Surat Al Muzzammil 1-9 Menjaga Stamina Ruhiyah -Shalat Malam -Membaca Al Quran -Mengingat Allah -Berserah Diri Kepada Allah -Tahan Uji -Hijrah Bab II Lulusan Madrasah Al Muzzammil (Khirriiju Madrasati Al Muzzammil) PAKET V RISALATU AD-DA’WAH WAL HARAKAH Bab I Prinsip Dakwah dan Harakah Tafsir Surat Al Muddatsir 1-7 Qum Fa Andzir Tahapan Peringatan Mengagungkan Rabb Membangun Citra Diri -Kebersihan Jiwa -Kebersihan Moral -Kebersihan Harta -Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di Jalan Dakwah Bab II Tabiat Jalan Dakwah (Thabi’atuth Thariq) Bab III Metodologi Dakwah (Uslub Ad Dakwah) Bab IV Wawasan Seorang da’i (Tsaqofatud Da’i) PAKET VI RISALATU AL-JAMA’AH Bab I Risalah Jama’ah (Prinsip Jama’ah) Makna Global Surat Al Fatihah

Dalam metodo-logi urut-urutan wahyu. Cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual (tadrijiyan). Ditutup dengan surat al-Fatihah. keluarga. merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau maraji’ (referensi) Islam. faqih-kanlah dia dalam urusan agama dan ajarilah dia ta’wil”. Al Bi-ah) -Al Ummah (Penduduk. Ibnu Abbas. karena secara ilmiyah ia dikenal faqih dalam tafsir melebihi generasi sahabat yang lebih tua. al. dipilih pendapat Ibnu Abbas. didukung oleh sejarah perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan realitas kebang-kitan kesadaran beragama ummat Islam hari ini. Ahl) -Aturan (Asy Syariah. masyarakat secara mendasar dan terarah. Al Imarah) -Tugas Kepemimpinan (Wazhifah Al Imamah) Bab IV Paket Al Fatihah (Qism Al Fatihah) Tafsir Al Fatihah Kultur Masyarakat Al Fatihah Karakteristik Masyarakat Islam Sinopsis Operasional Tahapan Turunnya Wahyu Dalam Gerakan SAMBUTAN Sekretaris Dewan Syari’ah Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. Al Qanun) -Kepemimpinan (Al Imamah.Muzzammil.Bab II Membangun Masyarakat Islam Dengan Spirit Al Fatihah (Binaul Mujtama’ Al Islami Fii Dhou’i Surat Al Fatihah) Bab III Unsur-unsur Masyarakat Islam (Anashir Al Mujtama’ Al Islami) -Kawasan (Al Quro. Prinsip dasar gerakan dakwah ini merujuk kepada wahyu secara tekstual dan kontekstual. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. “Ya Allah. Dari Ibnu . yaitu : al-‘Alaq. al-Qalam. karakter dan tindakan seseorang agar berfikir. karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an). tanpa mengurangi hormat kepada ahli tafsir yang lain. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman. menghayati dan mengamalkan muatan al-Fatihah secara otomatis telah menjiwai seluruh isi alQuran. al-Muddatsir dan alFatihah. Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah. Program utamanya berupaya mewujudkan agenda perubahan dalam skala kehidupan individu. Mereka yang memiliki kesiapan memahami. Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu. berkat doa Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam untuknya sejak ia di ayunan ibunya. Menata ulang pemikiran.

Gerakan pemurnian ajaran Islam yang diusung oleh para da’i dan tokoh Islam disalahpahami oleh penguasa. program unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis.” (HR al-Bukhari). Termasuk menimpa (alm) Ustadz Abdullah Said muda di kota minyak itu. merujuk surat Ali Imran: “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dalam suhu kehidupan perpolitikan yang cenderung represif saat itu. dan beriman kepada Allah. maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya karena Dialah Zat Yang Maha Penerima taubat. Hidayatullah menerapkan strategi dan perencanaan (takhthith) dakwah yang sistematis. “Tidak.Abbas radhiya-llahu ‘anhu: Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari orang tua. Para sahabat yang lain terdiam. pantang menyerah.” Kemudian Umar radhiya-llahu ‘anhu berkata. Kejadian pengucilan dan fitnah yang dilancarkan oleh oknum tertentu kepada da’i adalah pemandangan yang rutin. (apabila telah datang pertolongan dari Allah). “Allah memberitahu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kematian beliau. Sebelum kelahirannya. menyuruh kepada yang ma’ruf. Kemudian Umar berkata. Juga sebagai sarang laba-laba (bait al-‘ankabut) yang difungsikan sebagai pagar pembibitan da’i yang ingin diorbitkan ke tengah-tengah masyarakat. 1 . “kuntum khaira ummatin” (kamu adalah ummat yang terbaik).” Umar bertanya lagi. oleh pendiri lembaga Islam kelahiran kota Makassar itu. Firman Allah yang senantiasa diintrodusir secara rutin. “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h?” Salah seorang diantara mereka menjawab. itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad. wahai Ibnu Abbas?” Saya menjawab. Ali Imran : 110). lebih-lebih mencermati kondisi politik saat pesantren mengawali kiprahnya. “Saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi dari apa yang kamu katakan. “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita. adalah aktifitas dakwah yang bersifat spesifik. Bertolak dari mabda’ asasi (prinsip dasar) diatas. kemudian Umar bertanya kepada saya. padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?” Umar menjawab. dan mencegah dari yang munkar. “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan”. “Apakah pendapatmu juga seperti itu. yang kurang menguntungkan aspirasi ummat Islam. tabligh. seakan-akan saya disejajarkan dengan mereka. Yaitu Allah berfirman : idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h. Memilih model pendidikan non-formal ini. “Itu pendapat kalian?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu. adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka.” (QS. dalam setiap momentum dan kesempatan adalah. Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren. karena pesantren telah menyatu dengan jiwa bangsa Indonesia. kemudian ada seseorang yang bertanya. Gelora (thumuhat) yang menyemangati seluruh aktifis Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah. “Lalu bagaimana pendapatmu?” Saya menjawab.

Jadi. surah Ali Imran : 104. Yang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya mencetak kader-kader da’i yang memiliki kecerdasan otak dan batin. Karena santri didoktrin sebagai hamba Allah. Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak-kehendak Allah. Gerakan dakwah akan disambut oleh pendukung utama. sedikitnya muballigh yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk terjun dalam totalitas kehidupannya di medan dakwah. Umar bin Khathab. sunnatullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar. Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan . Demikian pula akan didukung oleh simpatisan dakwah seperti Abu Thalib & Waraqah bin Naufal. Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballigh. maka Lihat juga. jika diatur oleh jadwal pekerjaan dan kesibukan kita. ‘ilmiyah dan Islamiyah. karena melihat kenyataan di lapangan. setiap menjelang waktu shalat petugas ta’mir memberikan warning untuk persiapan shalat. Kampus seluas 200 hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan secara kongkrit suasana kehidupan ‘alamiyah. selalu memenuhi kecapi batinnya. harakah da’wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan anak cucunya. Berdirilah 150 cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. dan dakwah dimanfaatkan untuk melakukan pela-tihan-pelatihan (daurah) dakwah. Langkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan. yang memiliki karakter seperti Abu Bakar. sebagai wujud dakwah di kalangan internal warga. Keterlibat-an Almarhum dalam berbagai organisasi kader pelajar. melalui proses yang unik. seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah. Di Muhammadiyah. Disamping di-backing oleh pengikut yang setia. Terbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas.Di kampus Pesantren. Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadijah. untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh Indonesia. Sumayyah dan shahabiyat yang lain. Sejak usia muda keinginan pendiri untuk men-setting kader-kader dakwah (rijalud da’wah). dan musuh eksternal dakwah seperti Abu Lahab dan Abu Jahal serta para pengikutnya. Beliau menyadari langkanya penerus perjuangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas-luasnya secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. kursuskursus. Beliau mentransfer nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke jalan yang diridhai oleh Allah pasti ada yang memberikan respon yang li kulli da’watin mujiib (setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut). Asma binti Abu Bakar. tempat beliau aktif merintis karir sebagai da’i sejak remaja. Kita akan gagal sebagai “wakil Tuhan”. Dan sebagai khalifah. Almarhum selalu memfokuskan aktifitas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan. memperluas teritorial dan jaringan dakwah. mahasiswa. kehidupan keseharian didominasi dengan jadwal shalat. serta kuliah-kuliah calon muballigh. Utsman bin Affan dan Ali.

Shalawat dan salam . Idealisme ini muncul sejak Almarhum remaja. dan tahapan-tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan. Masa-masa penting yang penuh dengan gelora pemuda dilalui dengan schedule kegiatan dakwah yang padat. hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang Islam. Tiadalah taufiq dianugerahkan kepadaku kecuali dari Allah. Jakarta. Maka perlu disusun materi dakwah yang sistematis. Msi .” (QS. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Ia juga aktif dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan judi Lotto di Sulawesi Selatan. Idealisme dakwah akan terus dinyalakan. Apakah program dakwah berhenti dengan kematian penggagasnya? Sama sekali tidak. Momen-tum keterbukaan ini menuntut aktifis Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh (al-fahm asy-syamil) dan komitmen yang teguh (al-iltizam al-kamil) dalam pengembang-an konsep dan program dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan. dan di antara mereka ada yang pertengahan. sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang. Sampai suatu saat kelak Islam ini dikembalikan ke fungsi dan peranan utamanya untuk kaffatan lin-naas dan rahmatan lil ‘alamin (universal). Pada umur 12 tahun ia sudah membawakan khutbah di masjid ternama di Makasar.intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami. Hamim Thohari. Ketika itu beliau juga aktif berkeliling (jaulah) ke masjid-masjid untuk mengisi halaqahhalaqoah ta’lim dan pengajian umum. Fathir : 32). SAMBUTAN Ketua Departeman Dakwah DPP Hidayatullah Segala puji hanya kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala. akhirnya para da’i-nya disebar terus hingga kini. Rabi’ul Awwal 1426 H Ust. Dari sinilah keberhasilan dakwah diuji pada dataran konsep dan realitas untuk menjawab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat Islam. Pada era reformasi saat ini dan pasca perubahan struktur organisasi Hidayatullah dari Orsos menjadi Ormas. tiadalah keinginan bagi saya kecuali perbaikan sesuai dengan kemampuanku. mengamalkan dan memperjuang-kan tegaknya dienul Islam. lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri sendiri. “Kemudian Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. dengan harapan eksistensi gerakan pencerahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah – bersama lembaga ke-Islam-an yang lain – mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tranformasi kehidupan yang sejuk dan beradab sesuai dengan cita-cita awalnya. dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba-lomba berbuat kebajikan dengan izin Allah. tenaga-tenaga lulusan pendidikan agama tidak tertarik menggeluti proyek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu. Umumnya. Idealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung. agenda-agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya. Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas.

H. Paket Ketiga. Abu Syaikh). Risalah al-‘Aqidah (Prinsip Aqidah).. di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh (pendiri dan pembina) Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentransfer ilmu dan nilai kepada para mutarabbi (anak didik).. Buku ini berisi 6 paket materi (sittu mawad). skema. Pakat Keempat. Paket Pertama. Risalah al-Akhlaq (Prinsip Akhlaq). dengan maksud agar pembaca lebih mudah dan akseleratif dalam menangkap subtansi tema (maahiyatul maudhu’).H. Risalah asy-Syari’ah (Prinsip Syari’ah). Materi-materi pembinaan (mawad tarbawiyah) dalam buku ini adalah wasilah tarbiyah (media pendidikan). mutarabbi (obyek didik) bisa mempelajarinya secara otodidak.. “Barangsiapa yang mengamalkan yang diketahuinya maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Paket Keenam..K. materi tarbiyah disini bersifat infitahiyah (inklusif). . Sesuai dengan karakteristik ajaran Islam itu sendiri. Risalah al-Imamah wal Jama’ah (Prinsip Jama’ah). Kekayaan materi yang kita belanjakan akan habis (mafqudah). Fiqh Mudawalatiz Zaman (Memahami Prinsip Pergiliran Zaman). J.H.) J.J.J.H.semoga selalu dilimpahkan kepada uswah (teladan) kita Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam.. sedangkan ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada yang . Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersifat qath’i (pasti). Materi merujuk referensi utama al-Quran dan alHadits. H.H. Untuk menangkap ruh tarbiyah dan da’wah ini.. akan melahirkan kader dakwah (rijalud da’wah) yang memiliki wawasan. Paket Kedua. Ia adalah hasil ijtihad (kesungguhan berfikir) para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq (kebenaran). tazkiyah (penyucian) dan tarqiyah (peningkatan kualitas) bagi aktifis Hidayatullah secara mikro dan masyarakat yang memerlukannya secara umum. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya : (. Semakin sering dikaji dan diperdalam (ad-dirasah wa al isti’ab).H. . al-Hadits dan argumentasi kontekstual.H.. Penyunting memformat semua materi dalam bentuk rasmul bayan (mind mapping. atau diperoleh dengan manhaj at-talaqqi (metode penerimaan dengan menghadap instruktur) dengan penjelasan secara ijmal (global) dan di-tashhih. P.K. .. para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir zaman.H. Masing-masing paket merujuk kepada al-mashdar al-wahid (referensi utama) al-Quran.. peta pikiran) berbahasa Arab dan diterjemahkan secara singkat disertai dalilul nash (argumentasi tekstual) dari al-Quran dan al-Hadits serta Sirah Nabi pada masing-masing skema. Paket Kelima..H.” (HR.H. P.H. Risalah ad-Da’wah wal Harakah (Prinsip Dakwah & Harakah). Melalui wasilah bayan tafshili (media penjelasan secara detail) diharapkan tema-tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma’nawiyah (spirit) yang membangkitkan ghirah keIslaman aktifis Hidayatullah. komitmen dan kesadaran baru. J.K. Metode menyimak secara langsung inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..H. Tiada pembelajaran yang lebih efektif melebihi mengamalkan-nya dan mengajarkannya kepada orang lain.

Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya.. ya rabbal ‘alamin.. . .. karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat Islam (al-mustaqbal lil muslimin). itulah yang bermanfaat.... . ..... ...... untuk menyongsong pergiliran dan pergantian zaman. ilmu di dalam dada...... .. “Ilmu itu ada dua macam.... Jakarta... . Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan kerjasama berbagai pihak.... Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan balasan yang terbaik. . .. Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau yang dengan ikhlash memfasilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini.... .... ..... ... ..... ... ... . .memerlukan akan berbuah... ... dalam memberikan pemahaman yang utuh dan komitmen yang kuat dalam berIslam kepada generasi yang akan datang. Tasyrif Amin PAKET I .... ... dan untuk itu diucapkan terima kasih. .. alim ‘ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa-masa mendatang.............. Akhirnya semoga dengan materi tarbiyah ini memberikan manfaat yang berkesinambungan (istimrar).... . .... maka itu akan menjadi saksi yang memberatkan (menggugat) manusia”. .. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah bekerja maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan........ Besar harapan kita konsep-konsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan zamannya.. Rabi’ul Awwal 1426 H Drs... .... Memahami Prinsip Pergiliran Zaman $ .. ...... tanpa salah alamat.... ... . . Saran dan kritik yang konstruktif (at-taujih wal iqtirahat) dari para ahli.. ... dan ilmu sekedar di ujung lidah.. Amin..

.... . .. ..... . ... ... . .... ..... ...... .. ... ... . ...... .... . .. .... ............... ....... ................... .... .......u. . .u..... ... .. . ... ..... ......... ............ ......... ... ...... ... MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN ilaf(lit) BlBlt j(il) tih ilii jigit iktatGll IslSistIslfj tial & Itial ( ) imilit IljTujiIsliliI ik laflih Dii teli tSistIsliilafKhah Formaasok Timur & ok BaraKeraaan operasonaGedung PuJahyah dAbad XX Fase Raa yang MenggFase Dor obaGerakan am em am Fase Khilaah ala ManhaNubuwah Sarana MaermaerSDM dan SDAyang dki umaslam Pengaaman Searah uh Abad ....

H.J.H. .H. P. musibah demi musibah datang silih berganti.J.K.J..H.. Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat. N.P..K.J. K.H.P.J. ..P. H. K..J.” (QS Ali Imran : 139-140...... H. Usaha mereka hanya sia-sia belaka. .P.H.P. .K.H. keteguhan (tsabat).J.J. N. P..J. H.. H.K.J.H. intelektual.P.H.K.P. 139 .K.. .... Lihat juga ayat 104). dan jangan (pula) bersedih hati..H.H.J. Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir. serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini. kaum perkotaan semakin menggeliat.P... P.H. P.P. H. kesabaran.K. .K.K.J.K.J. J.. H..J..K.H. .P.PK.H.K.. N.K.H.H..H.P. H. J.. H.N.J. .H. H.140 ( “Janganlah kamu merasa hina.” (QS al-Fath : 29). PRINSIP PERGILIRAN ZAMAN Arahan Allah (taujih rabbani) . P.J.H.J.P... Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam. K.H. H.N.H. karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya).K. jika kamu orang yang beriman. H. Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama.) H.K.J. : . .S.P.J. S. H..H.J. J. J.H.H.H. 29 ( “Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman). .H.) P.J..H. yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama.H.J. J. .J.H.P.J.H..P.P. .K.K. K.P. . .J. H.. K.J.H. Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan.Kabar Gembra Kemenangan am Fiqh Pergran Zaman ARAHAN ALLAH ARAHAN NABKurun TerbaSaus ShamensKeadanan DimensSisem yang Diikuti em am Fase Kenaban Fase Khah yang Lurus BAB I .H.K.. H. cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas.K..H.H..J. : .P. J. J.P. J. Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam).P.P.H. P.J. Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa. K. J..J.J. Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah). J. Namun.S..K.J.J.J.H..H.J.

H.. pergaulan.P... bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka.H.P..J...H.J.J.: .H. Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme).l . . dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar. J.K.J. terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup. kebiasaan yang berbeda-beda..J .: .J.P.H. H.P.2 Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani). Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali. .J.l .... saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan...P. .i .. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. .H.H.J “Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka.) H.J.. .KH. mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar. ).H. persepsi.チ .N.KH.N .H.” (QS Ali Imran : 118)..K. 32 .K.. Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama.J..H.K..J.H.H. Lihat juga : ashShaff : 8-9.H (140 .H.m .J.N.J..K.33 ( “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.” (QS At-Taubat : 32-33. Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir.P. ..P.P ..P.P. H.J.P.K.H.H.H.. Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita. .チ. Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah.K.s .. restu kepada selain Allah.K.J.H.K.H.K . al-Fath : 28). ..JH..K.... dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya. walaupn orang-orang kafir tidak menyukai.J. . Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan.

bukan melawan kita. materi dan spiritual.. Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benarbenar beriman dan Dia mengambil sebagian komunitas itu sebagai syuhada’. kurang teguh menapaki tabiat .. Tentu kejayaan yang diraih selain kita adalah kejayaan yang palsu. Adakalanya jatuh terpuruk.H “Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran). Tidak sedetik pun kita berfikir untuk memilih alternatif lain selain solusi dari Allah. Terkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya. lalu tenggelam dan melupakan risalahnya.J.N.H. Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara-negara Timur. Yusuf alQardhawi. Merupakan kewajaran bila obor peradaban harus berpindah ke tangan lain. . Persia. berpindah lagi ke Timur lewat peradaban Arab-Islam. Bahkan mengalami kebangkrutan norma.3 Barat memegang kendali kepemimpinan dunia.J . Menempati posisi penting dan strategis. materi atas ruhani. tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesifik di mata Allah subhanahu wa ta’ala. menampakkan cahaya kebenaran.P. . peradaban yang menyatukan iman dan ilmu. Sebab kejayaan orang kafir itu tidak mendapat arahan.N. Kemenangan yang mencerahkan. bimbingan dan petunjuk dari Allah. Babylonia. Chaldea. benda atas manusia. tidak sabar. melampaui keadilan.. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.J.P. dari satu tangan ke tangan lain. Asyuriah. Kalaupun orang lain tidak tahan.―H. memetingkan kekuatan dari kebenaran.H. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada..H.K. Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat-ummat sepanjang sejarah maka ia akan mendapatkan pelajaran bahwa obor peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain. Timbul 2 al-Islamu Hadharatul Ghaad (Islam Peradaban Masa Depan). lahir dan batin. karya Dr. Kejayaan kaum muslimin terjadi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini. Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke jalan lain selain jalan Allah. dan kaum kafir berjaya di dunia ini. kata Hasan al-Banna.H. sedangkan kejayaan ummat Islam memperoleh restu dari Allah. Sementara kejayaan yang kita peroleh adalah kemenangan sejati.K.4 Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar (mabda’ asasi) ini harus melekat dalam totalitas kepribadian kita sebagai sosok muslim.” (QS Ali Imran : 140).H . sosok yang memposisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah (min ‘anashirit taghyir).H. kemudian ke Barat melalui peradaban Yunani dengan filsafatnya yang terkenal.H.J. melalui peradaban Fir’aun.H. Akan tetapi ia tidak amanah. Fiqh pergiliran dan pergantian zaman adalah sebuah kenyataan sejarah kehidupan manusia yang patut kita jadikan renungan secara mendalam. secara de jure dan de facto (secara syar’i dan kauni). India dan China.. Sesungguhnya perputaran (saat) ini adalah milik kita. Phoenisia.P.

Manusia penunggang onta yang tertata ulang persepsi (tashawwur) dan mata hati (bashirah) mereka tentang Tuhan.H. pemimpin orangorang yang bertaqwa (imamul muttaqin). yaitu Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. terbukti dalam sejarah memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia (ustadziyatul ‘alam). .― .H.H.perjalanan dakwah ini.H.H.K.P.P.H. P.P.J. P.H. Saat itu ummat Islam dipimpin langsung oleh manusia paripurna (insan kamil).P.H.H.s . Sejak sebelum berfikir tentang format kepemimpinan sampai menjadi pemimpin yang disegani di Jazirah Arab.P.J. Ketika Allah menghendaki. 4 Hal Satasquthu Amrika Kamaa Saqathath al-Ittihadu as-Sufyieti (Apakah Amerika akan Runtuh Seperti Uni Soviet?).H. Sejak sebelum berfikir tentang perang sampai berkali-kali terjun di medan laga.H. kegoncangan (fatrah al-idhthirab) di Mekah sampai jaya di Madinah.H.H.P.H. . “Adalah (fase kepemimpinan) nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi.H.H..H. Beralalulah masa keemasan itu (‘ashrudz dzahab) selama 23 tahun.J.J.H.H.K. Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah.H.p . P. .P..K.J.³..H. Kemudian Allah mengangkatnya manakala .. N.H.H.H..J . Ia mencabut masa kejayaan itu.P..P. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. H.H. karya Mahmud az-Zuby.P.H. J. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki mengang-katnya. H.H.N .l . J.. .H..H.P. Inilah periode awal perjalanan sejarah ummat Islam. . Mereka langsung dipandu oleh figur teladan (uswatun hasanah) sejak masa kesulitan. Yusuf al-Qardhawi.P.J.J.” 3 al-Mubasysyirat bi Intisharil Islam (Berita-berita Gembira tentang Kemenangan Islam).―.H.K..J.p .H.P..H. alam sekitar dan diri mereka sendiri.J. ) .H .H..P.H “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu. karya Dr.H. . panglima para mujahid (qa-idul mujahidin).H.H.N.P. H.P.H.. Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad.J.K. . tidak mengurangi stamina fisik dan ma’nawiyah (spirit) kita..H.H.. intelijennya Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam. J.J.K.

. . .チ.チ. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam koridor minhajin nubuwah (metode kenabian).H.K... . .H.H.J...K..H.J..K. . ..H.. ....J. . . . .J..K.P . Umar..J.....P. .. mereka itulah yang paling .K .H..H..J ..H.チ...チ... .....H.. .J ..J.チ...P....J.. .. .K...H.K. .³ .KP.J.H. . . ...P. .. “Barangsiapa hendak menjadikan teladan.H..チ...チ.チ. . .P..H.... .. ...J ..H.. . . .K.. Artinya periode pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan rujukan (referensi) ummat Islam.H .J.N. ..J. Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah pada masa khulafaur rasyidin: Abu Bakar.P. .. . ....H .K. . .N. teladanilah para sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.......H.H.S .H.J.チ.... .J... jujur dan adil. .H.H.P. ...H... .N. .H... チ .H.K.... .. Utsman dan Ali..H.. Sebab...PK.H.. ..P...H. . . . .” Inilah fase kedua perjalanan sejarah ummat Islam.H...チ... . . ..H.......(..³.... チチ.P.. .. . . Ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima.Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Umar bin Abdul Aziz. Masa ini fase khalifah yang lurus..H..H.... . .J . .N.. .

meminjam istilah Sayid Quthub dalam muqaddimah karyanya. paling lurus petunjuknya. Ahmad dari Ibnu Masud). Membutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar menonjolkan daya cipta material. maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan secara lokal. Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini oleh pemiliknya. tentu berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Ketika merasa lapar membutuhkan makan. Kita memerlukan sebuah pola kepemimpinan yang menghargai capaian teknologi dan mendayagunakan secara maksimal untuk mewujudkan kehendak-kehendak Allah. dan paling baik keadaannya.” (HR. Karena itu hendaklah kalian mengenal keutamaan jasajasa mereka dan ikutilah jejak mereka. . Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Kepemimpinan yang dirindukan manusia modern adalah yang bisa menawarkan ‘aqidah (iman) dan manhaj (pola kehidupan Islami). bahwa tahapan perjuangan ummat setelah pembebasan negeri dari penjajahan asing (tahrirul wathan) adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar kondusif dalam penegakan tatanan ilahi (ishlahul hukumah). bahkan dikhawatirkan terjadi disintegrasi bangsa. Ma’alim fith Thariq (Rambu-rambu di Sepanjang Jalan Perjuangan). Pakistan. tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah. Yang berbeda hanya produk materialnya saja. Zaman bisa berubah. Maka kita dituntut meyakinkan diri kita dan orang lain akan kebenaran dan orisinalitas ‘aqidah dan manhajul hayah ini. paling sedikit takalluf-nya (sedikit mengada-ada). tetapi memiliki daya kendali capaian teknologi.baik hatinya. Jika penerapan tatanan ilahi di kepingan-kepingan bumi yang sempit di era globalisasi saat ini tanpa direstui oleh kekuatan internasional kuffar. Mungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas. maka akan ditemukan catatan-catatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan. sebab mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus. Manusia sekarang berada di jurang kehancuran. Karena di belahan dunia manapun belum terwujud prototipe negara yang menegakkan syariat secara formal dan komperhensif. Manusia pada masa jahiliyah dahulu dengan zaman jahiliyah sekarang (jahiliyah fil qarnil ‘isyrin) adalah sama. Sudan yang berusaha menerapkan syariat Islam. Tepat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al-Banna. maka akan menjadi bulan-bulanan. Adapun yang terkait dengan format politik Islam. Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan Qur’ani pada level eksekutif dan legislatif disalahartikan. tatanan resmi yang Islami dalam kehidupan bernegara baru terjadi pada tahapan penegakan Khilafah Islam internasional (iqomatul khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah) nanti. paling dalam ilmunya. Karena inovasi teknologi sekarang hanyalah pengembangan dari komponen teknologi yang ada. . Itu ‘kan terjadi pada 15 abad yang silam. ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan biologis perlu nikah. Sebut saja Iran. dll. Ketika kaum kafir internasional menghadapi kaum muslimin pada skala global. itu adalah sesuatu yang wajar.

J ..H.J.H.J .H. .H...H ...H.H.H.H. tetapi tanpa pagar pelindung dan penjaga kebun yang bertanggung jawab.H. P. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi.J. .P.5 Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan.. H.³ . Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam meneruskan sabdanya : . para penguasa negeri-negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan korespondensi dengan pusat kekuasaan di Turki. beliau singgah untuk belajar di Akademi Militer di Turki..P.P.J.H.P. kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924..K.H .J. tetapi hampir-hampir lepas. Yang paling awal adalah Dinasti Umaiyah.PH. Pada masa ini para khalifah disebut raja. H.PH.J.H.P. tetapi ummat Islam masih memiliki payung dan pusat komando (al-imamah al-‘uzhma) di Turki.J.H.H. Inilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat Islam. J.H. .H. karena secara formal menjabat khalifah tetapi pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan.HH ..J.H.K.H.H. Dan pada akhirnya lepas juga pada tahun 1924 dengan munculnya Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal Attaturk (Bapak Bangsa Turki).P.” Fase kehidupan ummat Islam yang ketiga ini dikuasai oleh raja yang menggigit. Dunia Islam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga-bunga yang indah.H .³. Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan penjajah Portugis. P.N .H.H. panglima Fatahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah haji. anak keturunannya. Lalu. . .J “Kemudian akan ada raja yang menggigit. .H.. N. jumlahnya banyak tetapi tidak berkualitas”.K.H.P. .N .. Disebut “raja yang menggigit” karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah Rasul.H. Sebelum tahun 1924. Kondisi ini sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam. Namun. .H. .·. N... . H. Pada akhir abad ke-20. sekalipun kendali kekuasaan dipegang oleh “raja yang menggigit”.H.H.PP .PH. Dalam dokumen sejarah dicatat.P.·..H. “Kamu sekalian akan dijarah beramai-ramai oleh ummat-ummat manusia seperti halnya santapan yang dikerumuni orang-orang lapar.J. para ulama’ yang istiqamah menggelarinya dengan Mustafa Kamal A’da’ut Turk (Musuh Bangsa Turki). .H. Sekitar 13 abad ummat Islam di bawah kekuasaan raja-raja yang menggigit ini (mulkan ‘adhdhan).PH .H. J. .PH. Karena kamu semuanya ibarat buih.J.. P.H.H .J. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.P.

Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat SIM (Surat Izin Mangkat) dari hegemoni malikun jabbar. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. madzhab. bangkit. dan didukung oleh kronikroninya yang tergabung dalam negara G7 : Inggris. Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk memecah keutuhan bangsa. memperbaharui komitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana. terhadap kawannya sendiri. II dan Perang Dingin antara Blok Timur versus Blok Barat (syarqiyyah wa gharbiyyah). menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki di semua kepingan bumi ini. karya Abul A’la al-Maududi. Setelah tahun 1924. Jerman. kecuali yang dirahmati oleh Allah. Jepang. hasud. makna lain dari gutsaa’ (buih). dengan fenomena Papua dan Aceh. Mereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktator dunia akan berjalan tertatih-tatih.“Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan yang diktator. menurut pakar hadits Dr. Marilah kita bangun. tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit. Italia. Kehadirannya tidak 5 Al-Khilafah wal Muluk (Kekhilafahan dan Kerajaan). Kanada dan Rusia. Pihak-pihak yang masih getol mempertahankan keutuhan NKRI disingkirkan oleh orang nomer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan. Saatnya kita bangun untuk menyongsong masa terakhir dari perjalanan sejarah ummat Islam yaitu masa khilafah ‘ala manhajin nubuwwah. dunia memasuki perang dunia I. Setelah tahun 1990. Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. Daud Rasyid. Ternyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini. bermarkas di Gedung Putih (al-bait al-abyadh). Kebatilan. Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. Tidak ada pemimpin yang mangkat (baca: naik ke tampuk kekuasaan) di belahan dunia ini selain dalam hegemoni raja diktator dunia. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas. aliran keagamaan dan kepentingan. Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun. Tetapi. Karena kita yakin bahwa kepemimpinan raja diktator ada masa akhirnya.” Masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. Pada periode ini. jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah. sekalipun . Energi mereka habis untuk ghibah. Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah. Perancis. namimah. penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan global. Yaitu pasca runtuhnya Tembok Berlin di Jerman. Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar. tetapi mereka laksana sampah. Prinsip pergantian zaman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya. rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan jabariyyan (raja diktator) berskala global. Mereka mayoritas. Hegemoni raja diktator internasional mulai menampakkan eksistensinya. dendam.

. “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian)..J.J. . J. H.H.P. H. J.P.H.P.J. N. melaksanaan syariat (tathbiqusy syari’ah). ini adalah janji Allah pada Rasul-Nya shalla-llahu 'alaihi wa sallam. N.H.H.―. J.P.H...K..H.H.. ..N.H.J.K. H.K. K.J. J.H.P. Dengan mereka negara akan menjadi aman.N.P.J.K. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.J..P.J.. atau pemimpin dan penguasa mereka.J.. .J.S. Sesungguhnya mercusuar Islam (baca: Tanah Suci Makkah) itu adalah milik-Nya.K.H.H..P.K.H.. .J.³.H. .H.K.. J.H. maka mereka itulah orang-orang yang fasiq. Persoalan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan terjadinya khilafah atas metode kenabian itu. mudawamah wal istimrar (berkesinambungan) melaksanakan tahapan amal Islami (maratibul ‘amal Islami) merujuk tahapan turunnya wahyu Al Quran.P. P.N.H.K.J.. . tidak bangun.P.dipagari oleh kekuasaan yang kokoh akan segera hilang. Menurut Ibnu Katsir..H. . : . Lebih-lebih saat ini mereka mengadakan konspirasi global untuk menghancur-kan pusat syiar-syiar Islam. .H.J.H.H.P.J... J. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (HR Ahmad. J. Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pencabut sang diktator dunia.P..P. J..J. fenomena kebangkitan ummat Islam itu pasti terwujud.K. Abu Dawud dan at-Tirmudzi). K. H.H. J.H. Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan terjadi.P.K.H.P. J.K. memperbaiki akhlak (ishlahul akhlaq). memperbaiki akidah (ishlahul ‘aqidah).. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.K.H.S.H.H.H.K. bahwa Allah akan menjadikan ummatnya para pemimpin bumi. Dengan cara konsisten.H. H..J.H.H. .. Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar menjadi batu bata dakwah (asy-sya’bu qawaa-idud da’wah). . Berita gembira kemenangan Islam 1) Janji Allah kepada orang beriman . K.K.K. (. masa itu akan terjadi pada masa kita atau kemungkinan pada zaman keturunan kita. Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewujudkan agenda-agenda penting dakwah diatas. istiqamah. melaksanakan dakwah dan harakah (‘amalu ad-da’wah wal harakah) serta memperbaiki kualitas jama’ah (binaul jama’ah)..J.K.N..P.K.K. H. bukan ramalan ahli nujum dan para normal.H.H.H.H.N.H.H. . bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.H.K.J. P. Yaitu. dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.K. H.J.N... J.J.. H.H.³...J. .J.. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu..H..H. Hadits ini adalah prediksi nubuwwah.) K. P..H.J... H.P.” (QS anNuur : 55). 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih. Sebab. Sekalipun kita tidak sadar.J.K. .H. K.H. Agar kita aman dan lulus dari Mahkamah Ilahi kelak.H. tidak bergerak. Dia sendiri yang akan menjaganya dari tangan-tangan jahil. J. H.H. K..H. P.K. ³.J. H..) H. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa..H.J.H.. . J. P.P.H.

P..H. dan dari beberapa daerah Syam.K. demikian juga Muqauqis penguasa Mesir dan Iskandariah.H.J. di bawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu menuju Syam.dan manusia tunduk kepada mereka. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda : . Khurasan dan Ahwaz dapat ditundukkan.J.P. Terbukti ketika Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam masih hidup.H.J. mengancam orang-orang murtad yang keluar dari agama.H. kajian dan menyatukan ummat untuk memelihara al-Quran. K.H.H. dan lainlain dibebaskan.H. seluruh Jazirah Arab. Tiada dalam sejarah setelah Nabi-nabi. Pada zaman Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu kekuasaan Islam telah sampai ke penjuru timur dan barat dunia. Mereka menegakkan agama dalam jiwa mereka sebagai ikatan yang kuat – bahkan ikatan cinta – antara mereka dengan Tuhan mereka.H.K. K. dan ikatan perjuangan dan jihad terhadap orang yang berbuat munkar. dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka. Mesir. Bahrain. seluruh Yaman. ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir. “Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan barat bumi. dan mampu membebaskan daerah itu.. .H.H.J. Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Kishra terbunuh dan kerajaannya habis riwayatnya.J.H.H. Pada zaman ini seluruh Syam.J.H. Syam. Dalam hadits shahih. Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat ini.H. Negeri-negeri Maghrib dapat dibebaskan hingga Cina.N. Kemudian usaha mulia itu diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.P.N..K. Allah telah membebaskan Makkah. raja-raja Oman.K.H.H.H .H. Khaibar. memungut upeti dari Majusi Hajara.PJ.H.. Ia menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam.” 2) Allah akan mendatangkan kaum yang Dia cintai Berita gembira disebutkan dalam surat al-Maidah. dan ketiga dibawah komando ‘Amru bin ‘Ash radhiyallhu ‘anhu menuju Mesir. orang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al-Faruq ini. Dan Allah akan menggantikan ketakutan mereka menjadi perasaan damai.P. Semua ini . sebagian Parsi dibebaskan.H... ikatan kasih sayang sesama saudara seiman. Kemudian mengirim tentara kedua. Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat.H.. Kota-kota Irak. Pada masa itu.H. dan Najasyi (Negus) raja Abbyssinia (yang nantinya dikuasai oleh sahabat-sahabat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam).H. yang membasmi kekafiran. Bashrah. sehingga kharaj (pajak tanah) dari penjuru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khalifah Utsman. Berkat bacaannya.J.J.H. Kemudian disempurnakan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.H. Kishra dihinakan. kekuasaan Caesar di negeri Syam direbut. Kemudian ia menginfakkan harta Kishra dan Caesar untuk sabilillah. Mereka tidak akan mengganggu agama Allah. Heraclius raja Romawi memberikan hadiah..H.

K.K. H.H..N. N.H.. K.H. K.K.H.H.J.K.J.H. J.H.K.H. tidak terpengaruh dan terhalangi oleh siapapun... lebih lurus.J. K.³. : ..K..J. H.” Ibnu Katsir berkata.H.J.K. J. “Rasulullah menyuruhku mengatakan kebenaran meskipun itu pahit.. K.K.―.. J.P.” (QS Ibrahim : 19-20).H..J.J.. : .N.H.J. barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya.J.H...H. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.. Ibnu Katsir berkata.” (QS Muhammad : 38). H..K. J. yang diriwayatkan Imam Ahmad. J. H. Ketika menafsirkan ayat..K.H. N.J.J.J. . maka Dia akan menggantikan mereka dengan orangorang yang lebih baik dari mereka. . Barangsiapa yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya.” (QS an-Nisa’ : 133). S. J. H.H.J. teguh pendirian”.K. H. J.P. .H.H. J.J. dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).P.H. Mereka tidak gulana atas kecaman yang mereka dapatkan dari orang-orang yang bodoh.H.P.. dan menyuruhku agar tidak takut terhadap cercaan orang yang mencerca.J. niscaya Dia membinasakan kamu dan menggantikanmu dengan makhluq yang baru.H..P.J.K.J.H.P.H.. H. 54 ( “Hai orang-orang yang beriman.K.. “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela.H.J.H.P.H.adalah sifat-sifat pokok yang dijelaskan dalam al-Quran untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman. H.H. P.K.. niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia.H..H. J. dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.H. pelaksanaan hudud.J. H. .) H.―.N.J.J..H..J.. m.K. P. .H.H.H. .K..) 19 .) m.P. H. m.P..K.H.P.H. ...J.H.H.P.J. 133 ( “Jika Allah menghendaki.H.K. J...” Kemudian beliau menyebutkan antara lain. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. . yang berjihad di jalan Allah. .H.P.J.P. K.N.J.J.P.H.H.J. J. .H.”6 3) Kabar gembira dari Sunnah Nabi .H. K.. .P..K.H. dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (QS Al Maidah : 54).H. J.P.H.K.K.J.N.H. “Kekasihku – Rasulullah – menyuruhku untuk menjalankan tujuh hal.H.K. J.J..P.H.H.H.H.K.K.H.H..J.H.H.H. J. m.J. K. dan mengancam orang-orang murtad. “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar.H. : .H.K.J. H.K.20 ( “Jika Allah menghendaki.K.H.. m. H. : .J.―..H..H..H.H. N.” Ibnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu.. memerangi musuh Allah.K. 38 ( “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.J.J. H.P. m.P..J.H.J. yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang beriman. “Maksudnya ketaatan kepada Allah.H.H.J. K. K.H.P.―.H.. H.H.J. lebih kuat..N. K.H. dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu).H..K.P.) J.. H..J.P. H.J..K.H. dan amar ma’ruf nahi munkar.K.

. H.. S. H.J..” (HR.H.S.H.J..J.H.H.S. tetapi jumlah penduduknya – secara global – tidak pernah berkurang. Akan tetapi.. S. dsb. kembalinya khilafah atas manhaj nubuwwah.K. turunnya al-Masih.J..N.K.) H.J. senantiasa mencari tempat yang rendah untuk mengalir. J. Islam mengungguli Yahudi... Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran..P. pandangan orang yang mengatakan.K. juz 2. yaitu tersebarnya Islam ke seluruh permukaan bumi. P. P.H.. berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal Islam.. dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan. sebagaimana siang dan malam menutupinya. m.. Islam belum menang atas semua agama. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. kemudian fenomena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi pusat kekufuran.P. K.H. Nasrani.K.. P...” (QS at-Taubah : 33)...P.J.H. dan populasi ummat Islam yang semakin bertambah.J.H.J. P. Kita masih menunggu berita gembira ini.H. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya. .J.H.. Meskipun gelombang politik Islam bersifat fluktuatif. sampai mencapai jumlah dimana musuh kesulitan menghancurkannya..P. m.H.) H. Benar.H. H.P.H.H.H.H. . K.P. Apabila jumlah jamaah shalat fardhu sepadan dengan jumlah shalat Jum’ah adalah diantara tanda-tanda kebangkitan ummat. Dengan memuliakan oarng yang mulia atau menghinakan orang yang hina.K.J. 67-68. J. 33 ( “Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk (alQuran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya diatas segala agama.J.H.P. . ash-Shaff : 9 Sumber daya manusia (al-wasa’il ghairul maddiyah ‘indal muslimin) Saat ini jumlah ummat Islam di dunia berkisar 1/4 milyar penduduk.K.. datangnya pembaharu setiap abad.J. yang lebih penting adalah kualitas.K..J.. H. P. Islam ibarat air....H.J. : .J. Sesungguhnya jumlah yang besar adalah nikmat.K.J. .H..H. .7 Pengertian lafazh “liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi” ialah dominasinya atas semua agama.P. N.J. Majusi Persia.K.. “Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. J...P. . K. ―.S.. H.H.. . Tetapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri...K.H.H.J. . H..J... 6 Tafsir Ibnu Katsir. S..K.P.J. K.·. Pada abad-abad pertama. ―.H.. (.. .K. .K.P.H.. N.J.H..H.. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya. dan sebagian agama-agama Asia-Afrika. P. ·.H. Tersebar di lima benua.H.. .. paganisme Arab.. . Ia adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ekonomi atau peradaban. . Ahmad dalam Musnad).. 7 Lihat juga: al-Fath : 28. P.J. .P.K.H..J.. K. K..H.H. .N.K.H. H. bertahannya kelompok kebenaran.K.P.K.H.N. hal. . Hal ini dapat dilihat pada jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun yang terus bertambah.P. ..P.. datangnya al-Mahdi. Maksud sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam.H.

KH..Bangsa-bangsa di dunia berusaha keras mengurangi populasi kaum muslimin...H.J. Indonesia. bi-idznillah. Sumber-sumber kekayaan alam itu berada di kawasan Teluk.. Jika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban. Nasrani dan Islam. ..s . sumur-sumur....J. Itupun telah terjadi krisis akhlak dan material. Letak geografis kita memiliki nilai penting. Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain.H..P. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang lebih 450 tahun. . Tanah kita subur dengan daratan rendah dan oaseoase... .: .. Brunei Darussalam. agama dan sejarah.J. gunung-gunung. Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi Islam.. sekaligus memadamkan berbagai pemberontakan terhadap Islam di berbagai penjuru dunia. Jumlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri. ).. Sumber daya alam (al-wasa’il al-maddiyah ‘indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan.H. Tempat pertemuan benua-benua. Kita memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. tentu bisa juga untuk mengendalikan masa depan... (86 .. . sungai-sungai besar.N. bahkan di wilayahwilayah muslim bekas Uni Soviet dan yang masuk ke dalam RRC. membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya... sumber-sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah-risalah langit...Θ . teluk.H.P. walaupun terdapat perbedaan yang tajam dalam ras. Mereka membuat blok-blok (persekutuan) di antara mereka. df .J..” (QS al-A’raf : 86). lautan. Ini adalah kekuatan ekonomi. sumber-sumber mata air. ditemukan sumber-sumber minyak.J . Aljazair.P.J “Dan ingatlah ketika kalian sedikit lalu Allah membanyakkan (jumlah) kalian.. Yahudi.. .. bahasa. Memang Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin.. cadangan penyimpanan air tanah dan tambang-tambang yang penting yang dibutuhkan oleh dunia. Warisan sejarah (khubratun min at-tarikh) Islam pada masa lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad...P. Kita memiliki bukit-bukit. .J ..K..

.. ...... adalah diawali oleh krisis kepribadian (basic of knowing) dengan mudah mengobral janji. .9 Berkata Ibnu Katsir. makan...... . Tetapi jiwanya goncang.... .... tiada ketenangan maupun kelapangan dada. . bingung dan diliputi keragu-raguan.10 Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih. AKAR KRISIS UMAT ISLAM .. Al-Quran menjelaskan secara global bahwa krisis multidimensi itu terjadi karena berpaling dari ketentuan Allah... . ......u. krisis keimanan dengan . sekalipun secara lahiriyah sejahtera... Kehilangan harapan thd pertolongan Allah ..... ........ Membangun iman mendalam . ...... barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum-hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba-sulit (ma’isyatan dhonkaa) di dunia.......... Memahami Islam scr detil ... Krisis kebanggaan beragama . bertempat tinggal sesuka hatinya.... ...8 Makna ayat ini. jahili).. bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun secara lahiriyah makmur. maka baginya kehidupan yang sempit di dunia (ma’isyatan dhonkaa)... ..... Dalam hadits riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa penyebab terjadinya berbagai krisis. .. . Mewujudkan solidaritas kokoh BAB II ... bisa berpakaian.. ARAHAN PEMBAHARU Akar krisis ummat Islam (al-asbab ar-ra’isi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya.. ..... ..... yang dimulai sejak format ketatanegaraan berbentuk khilafah (Islami) berubah menjadi format muluk (kerajaan.......... sangat menderita.. Krisis perasaan akan keagungan Islam ... “Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya..

Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh syariat sekalipun baru pada tataran wacana cenderung disalahpahami. 12 Imam Qatadah mengatakan. perkosaan. meghalalkan segala cara ketika memperoleh kekayaan serta keengganan untuk berzakat. harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. kemudian menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya secara fundamental dan menyeluruh. pergaulan bebas.11 yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan jiwa. kecuali hamba-Nya yang masih ikhlas. muka. praktek aborsi. dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hedonistik. penyakit AIDS mewabah. musibah kemiskinan struktural. keluarga dan 8 QS Thaha : 124. Godaan “dari belakang” adalah godaan tentang kehidupan akhirat. akhirnya menjadi hamba materi bukan hamba Allah. 250. Persis sikap Iblis ketika memperoleh perintah dari Allah untuk memberi hormat kepada Adam. kejujuran. Pertama. 9 Shafwatut Tafasir II.menolak ber-tahkim dengan hukum Allah. kanan dan kiri. manusia menjadi individualis. tekstual (literal) dan normatif. 14 Dalam berinteraksi dengan Islam. Arah “bawah” dan “atas” ini tidak bisa dimasuki oleh syetan. 497. hanya berorientasi ke bawah (sujud) dan atas (Allah). syetan memohon izin kepada Allah untuk menggoda anak cucu Adam dari arah belakang. kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan. terjadi bencana alam di mana-mana. 15 Pasca suksesi di surga. kesucian di dunia dan akhirat13 dan menjamin kebahagiaan hidup di akhirat. masyarakat. hal. krisis perasaan terhadap keagungan Islam (azmat al-masya’ir ‘an ‘azhamatil Islam). seraya menyombongkan diri dengan cara membanggakan asal-usul. Godaan “dari arah kiri” berupa godaan kebatilan agar manusia cenderung kepadanya. agar manusia ragu-ragu kepadanya. pornografi. Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang zhalim. mencari dunia dengan menghalalkan segala cara. agar manusia menjadi serakah. agar melupakannya. ummat Islam lebih mendahulukan akal daripada hati. diawali dari kesempitan batin (azmat al-masya’ir). Mereka masih ragu bahwa Islam adalah ketetapan dari Allah Yang Maha ‘Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik. keselamatan. Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah. Yakni yang memberi gairah dan arti hidup. . sehingga manusia menjadi makhluk yang tidak pandai bersyukur. krisis moral ditandai dengan merajalelanya praktek perzinaan. 16 Imam ath-Thabari17 ketika menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa godaan “dari muka” adalah godaan tentang persepsi dunia. Dia enggan mentaati-Nya. ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak logis. Ummat Islam sekarang tidak meyakini secara bulat (100%) bahwa Islam adalah solusi mendasar dalam mengantisipasi persoalan individu. Godaan “dari sebelah kanan” adalah godaan terhadap kebenaran. Para pembaharu mengidentifikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut.18 Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk menghadapi dua godaan terakhir. hal. yaitu ajakan kepada al-Quran yang mengadung kehidupan. 10 Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir II.

H.. dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan.J.K. 15 QS al-A’raf : 11.H..H. . H.P..P..19 ..K H.K..J. ... Sangat kontradiktif dengan sikap para salafus shalih.JH. Waspada serta jauhi al-hasad (dengki). J. 18 QS al-Hijr : 40.H.H.P.J. .H. hal.H.P.H.J.P. J.H.p .H.. .J. juz 5.H. .J. 446.J. .H. dan berilah (kekuatan) kepada kami untuk menjauhinya” Persepsi ummat Islam terhadap Islam telah terkontaminasi oleh paham feodalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kesombongan. P..K.J. N.P. Lihat: Shafwatut Tafasir II.H. hal.H. .H. kapitalisme yang melahirkan keserakahan.K.. 13 Tafsir ath-Thabari. H..N. Waspada dan jauhi alhirsh (serakah). H..H...H..H. 110.P “Ya Allah.H.H.. J.H..H.N. .H.H. H..H. N. .H.H.. dan sosialisme yang membuahkan kedengkian.P. H..K..K.P.J.J..H. 17 Tafsir ath-Thabari. N.H. kepatuhan (submission).H. S. . H.. .H.P. hal.J. ketaatan (obedience). karena sesungguhnya kedua putra Adam ‘alaihis salam salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad. H.H.J. hal. .K.J. dalam Mukhtaru al-Ahadits)..H.. 500. juz 13.H.. 16 QS al-A’raf : 17.J.m . (. .H.H.·. P.) m.J.. P..H.K.H.H. . ketika berinteraksi dengan firman Allah maka sikap yang menonjol adalah tashdiq (membenarkan) dan taslim (berserah diri).. . 14 QS Yunus : 64.. H.K. N.H. . .. karena sesungguhnya Adam ‘alaihis salam terbawa sifat alhirsh sehingga makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala..J.H... 12 Shafwatut Tafasir I.H.P.H.H....J. “Waspada dan jauhi al-kibr (sombong). .” (HR Ibnu Asakir dari Ibnu Masud..J.. H.H.H.HS. P.. P.H..H.. 11 QS al-Anfal : 24.H. N.K.H..J.J.J.H.K.H.J.N. karena sesungguhnya Iblis terbawa sifat al-kibr sehingga menolak perintah Allah subhanahu wa ta’ala agar bersujud (menghormati) kepada Adam ‘alaihis salam.H.H. Ketiga sifat tercela itulah asal segala kesalahan (di dunia ini).H.P.³.H..K..N.K. . J.K .K.P.. H.H.N.. .K. 468.K.³. tunjukkanlah kepada kami al haq itu yang benar dan karuniakanlah kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya. H. Shaad : 76.

Mereka memahami bahwa Islam adalah manhaj al-hayat. yang semula inhern dengan simbol ke-Islaman berangsur-angsur hilang. Lihat: Hamudah Abdalati. Tidak ada sikap yang didahulukan kecuali sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami siap mematuhinya). bahkan kemudian cenderung mengalami pembelokan makna. an-Nuur : 51. keluarga. Kedua. 19 QS al-Hujurat : 14-15. 21 QS al-Baqarah : 285. aliran pemikiran dan isme di era globalisasi saat ini. Mereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi. banci – meminjam sabda Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam – yaitu. malu menunjukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah.20 Mereka laksana prajurit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya. ditambah dengan semakin gencarnya peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri). Islam tidak sekedar landasan etis.21 Dalam menyikapi ayat-ayat yang mutasyabihat (belum jelas maknanya) saja mereka menyerahkan penafsirannya kepada Allah. Lihat: al-‘Aqaid. Sedang kalimat ‘harb’ bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama-sama aktif bergerak. Ma’alim fith-Thariq. terpesona dengan kebesaran negeri-negeri Eropa dengan paham materialismenya. dimana ayat yang muhkamat saja perlu ditafsirkan supaya lebih kontekstual. tetapi ajaran yang aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan. sekarang dihinggapi penyakit dayatsah. Kaum muslimin sedang dijangkiti virus wahn (cinta dunia dan takut menghadapi kematian). Misalnya di Indonesia saja kosa kata sirri (Makassar) dari kata sarirah (jati diri). kaum muslimin Indonesia rela kehilangan nyawa. 20 Abul A’la al-Maududi. Lihat : Sayid Quthb. peperangan pemikiran. taghrib (pembaratan). adat istiadat. krisis kebanggaan dalam ber-Islam (‘azmatu al-i'tizaz bid-diin). seseorang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan oleh keluarganya dengan orang lain. 25 .22 Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigma berfikir yang dikembangkan oleh kalangan tertentu.24 Mereka tenggelam. carok (Madura) dari kata ghirah (cemburu). tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang bisa digapai. ditandai dengan gencarnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin. Jatidiri Islami yang telah mengakar dalam jiwa kaum muslimin mengalami degradasi. 22 QS Ali Imran : 7. acuan dan kerangka tata kehidupan. dan merasa bangga karena membela kehormatan diri (‘iffah) sekali pun beresiko. telah terjadi tasykik (proses peraguan). Nabi-Nya dan orang beriman. al-Anfal : 2. 23 Dahulu. budaya. masyarakat. Islam bukan ajaran yang teoritis yang memadati pikiran. Hasan al-Banna. apalagi berinteraksi dengan ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya). Pemakaian kalimat ‘ghazw’ disini menunjukkan salah satu pihak yang aktif. tidak mengajarkan hal-hal yang tak bisa dicapai manusia. bernegara dan hubungan intenasional. Di tengah keberagaman simbol. Prinsip-prinsip Islam. diterbitkan oleh WAMY. Alghazw al-fikri. nilainilai di hadapan Allah dari bangsa lain. Mereka kurang percaya diri. lainnya pasif. Islam in Focus. Mencakup kehidupan individu. lebih-lebih yang mutasyabihat. tajhil (pembodohan) pada diri muslim terhadap dien-nya sendiri.

J. K.H.J.. 24 QS al-Munafiqun : 28.J.J. J. umat beliau.. Kini. karena pembawa ideologi itu yakin akan keistimewaannya.. seperti terlukis dalam doa yang beliau panjatkan: . J.H. Semua itu baik. Hamka.J. semua elemen masyarakat Quraisy. tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mendominasi kehidupan ini.P..H.H. setelah pulang dari kafilah dagang. P.. peralatan perang seadanya. K. “Demi Allah. Seringkali kaum muslimin dalam memecahkan persoalan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek organisasi. 26 Tanpa keyakinan dan kebanggaan. Allah subhanahu wa ta’ala pun berkenan menolong kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang. Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan 4 kali lipat dari jumlah pasukan Islam. Ketiga.J.28 Berbeda jauh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain. khuthbah murtajalah). lapar (berpuasa Ramadhan).H. efficiency.H. muslim modern (al-muslim al-mu’ashir) akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi merespon tantangan eksternal. J.N.J.K. baru terbukti perkembangan sains dan teknologi yang merupakan produk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia modern menuju hidup bahagia. Dengan kelebihan yang melekat pada dari tokoh kafir Makah itu. Ya Allah sekiranya pasukan ini hancur terkalahkan. J. Paham materialisme begitu cepat berkembang. Ghirah dan Tantangan Islam. kekuatan material dua pasukan yang saling berkonfrontasi itu tidak sepadan. yakni orator (pandai berceramah tanpa teks.H. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam terus berdoa hingga selendangnya terjatuh dari pundaknya.H. Yusuf al-Qardhawi.H.K. Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak-haknya yang dirampas oleh orang kafir. karya Muhammad Quthb. 26 Al-Islam Hadharatul Ghaad. yaitu intervensi Tuhan (tadakhul rabbani). niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi setelah hari ini”. 25 QS Ali Imran :139. management.H. Tetapi Abu Sufyan memilih jalan lain menuju ke Makkah dan memprovokasi kabilah Quraisy untuk berperang melawan kaum muslimin.K. Kaum muslimin dalam posisi lemah. terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput. J. N.J. Ketika itu .J. 23 Prof. .. P. Allah pasti akan menolong dan mengabulkan doa Anda”.27 Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka.H. Dr. J. manajemen Ilahi. dan teknologi modern. kehilangan harapan akan datangnya pertolongan Allah (‘adamu alamal bi-ta’yidillah).H. kabulkanlah doaku. Lihat: Ru’yatun Islamiyah li Ahwaali al-‘Alami al-Mu’ashir. wahai Rasulullah. hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau. N.Sejarah mencatat bahwa dunia ini didominasi oleh mereka yang memiliki keyakinan. .J.P.P.N.K..P. “Ya Allah. planning.P.K. karya Dr.H. K. tersulut amarahnya kepada komunitas Islam yang sedang dirintis oleh Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.H. Ketika terjadi Perang Badar antara muslim dan kafir. dan harapan akan jaminan masa depan.H.

J. SOLUSI ATAS BERBAGAI KRISIS Mengantisipasi krisis psikologis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu’ (tema) ini.) J. Jalut dan pasukannya berhasil dipukul mundur. Allah akan memberikan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh melalui usaha yang tekun) dan ‘ilmu ladunni (ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah). J. 165 ( “Dan mengapa ketika kamu ditimpa (pada peperangan Uhud). memahami syariat Islam secara terperinci (al-ma’rifah ad-daqiq ‘an syari’atil Islam) Dengan mengilmui syariat Islam.J. ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpesona dengan kekayaan dunia..N... . bashar dan fuad-nya secara maksimal.P.H.mereka membanggakan SDM unggul dan peralatan perang.H..29 Thalut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air.34 .H. padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata.P..J.P.H. .H. .P. sekedar untuk melepas dahaga. Kebanggaan material terbukti tidak berhasil menolong dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim..H. J. dan dengan izin-Nya. 28 QS Ali Imran : 123.H. J.31 Posisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain.. 29 QS at-Taubah : 25.J..K.H. H.” (QS Ali Imran : 165).. Begitu kepercayaan diri tertanam secara berlebihan. ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang.N..P.H.J. .J..H.H. K. df BAB III .K.J. Sedangkan prajuritnya yang minum air sungai secara berlebihan hingga kekenyangan.H.P. ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah. terbukti memiliki kekuatan mental untuk melanjutkan peperangan. termasuk malaikat.J. u. .30 27 Fiqh as-Sirah. perlu diambil langkah-langkah diagnosis berikut.K. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. . Karena peperangan dikomando langsung oleh Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam diikuti oleh para Sahabat senior. Pertama.P. 30 QS al-Baqarah : 249.K. J.. hampir saja kaum muslimin mengalami kekalahan telak.H. Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat Islam pada Perang Uhud.P. Syekh Muhammad al-Ghazali. J. karena interaksinya dengan ilmu. Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia atas penggunaan sama’.H.33 Ibnu Taimiyah mengatakan kebodohan adalah musibah kematian sebelum meninggal.H..32 Allah mencela orang yang menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggali potensi-potensi sama’.H.J.K.P. : . Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan seseorang mampu mengidentifikasi permasalahan kehidupan ummat dan mencari solusi alternatif. bashar dan fuad-nya. ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’.

37 menerima Islam sebagai minhajul hayat (sistem hidup). 32 QS al-Baqarah : 31. 38 Iman yang benar akan melahirkan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami tunduk) pada ketentuan Allah. politik. maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan. Berbeda dengan paham barat yang mengatakan.36 Bangsa-bangsa yang memiliki komitmen peningkatan SDM. minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka. kejujuran. benci kepada sudara muslim. al-‘Alaq : 5. kedisiplinan. .43 Bertolak dari shidqun fil mu’amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah. membangun iman secara mendalam (al-iman al-‘amiiq) 31 QS al-Mujadilah : 11. maksimal kita mampu menunjukkan sikap itsar (mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri). Kedua. Pertama. Iman akan melahirkan kesadaran untuk hidup Islami secara total dan menyeluruh. 40 Dengan iman akan melahirkan loyalitas pada kebenaran mutlak. 42 Syariat shalat merupakan penye-garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat. sosial. Ketiga. kedamaian. dimana “ta’ marbuthah” dalam kata ini mempunyai arti superlatif (mubalaghah). membangun solidaritas dan soliditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) Terapi yang ketiga adalah terampil dalam menjalin hubungan interpersonal dan intrapersonal (shidqun fil mu’amalah).” Islam mengajarkan sejauh mana Anda mengorbankan kebebasan Anda untuk kepentingan orang lain. 36 QS Ali Imran : 191. Setelah mengikrarkan syahadat. Kemenangan iman bukan hadiah ummat Islam semata. Iman yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama jeleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman. demikian kata Al-Maududi. ketidakadilan hukum dan ekonomi dan sikap represif lainnya. atau ber-Islam karena dorongan intres pribadi. “Kalian bebas berbuat apa saja asal tidak melanggar batas-batas kebebasan kami. Ada dua komponen penting sebagai pilar dalam bergaul (rukn al-mukhalathah).Doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah pada awal-awal perlangkahan Islam adalah doa agar dianugerahi SDM unggul. konsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat. dll. keamanan. 34 QS al-Isra’ : 36. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perintah mencari ilmu menggunakan kalimat faridhatun. 33 QS al-A’raf : 178. tak terjebak pada parsialisasi Islam (juz’iyyatul Islam). keadilan. 39 Mukmin sejati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur oleh Allah dengan suka rela. Kedua. ekonomi.35 dan akan menyimpulkan bahwa semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia. jayakanlah Islam ini dengan masuk Islamnya salah satu dari dua Umar. ideologi. keindahan dan sifat-sifat utama yang lain. “Ya Allah. 35 QS Fathir : 28. Karena Islam adalah untuk semua manusia (kaffatan lin-naas) 41 dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil-‘alamin). tetapi kemenangan kemanusiaan atas kezaliman.” Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah. dengki. alias sangat diwajibkan.

. 43 QS al-Hasyr : 9.H. J.K. J.K.H. H..N.H.H. Kesan (atsar) yang diperoleh lewat media pendekatan (‘ibadah mahdhah) ini akan mendapat curahan 1% dari 100% salah satu sifat-Nya yang baik (al-asma’ al-husna).N...J.. 40 QS an-Nisa’ : 65...H. .K. .J.. J.. .³..J.H.H. mH.J. .H.H. .K.P.) K. Abul A’la alMaududi. sebagai hamba-Nya.H. . “Berakhlaklah dengan akhlak Allah subhanahu wa ta’ala barangsiapa yang berakhlak dengan salah satu akhlak-Nya. K. . J.H..J.H..K.. .H. K..K. H..J. H. K.H. .K.. H. Satu rahmat saja bumi dan seisinya berjalan dengan harmonis.. BAB IV .. Jika ketiga diagnosa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini.H. diuji secara shahih pada realitas kehidupan ummat. 56 ( “Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka (ujungujungnya) beribadah kepada-Ku.H. N.Sejarah menunjukkan bahwa dengan jalinan ukhuwah yang solid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan.H. niscaya ia masuk surga. P. S..K. K..H.J....H.H...J. H.H.K. .H.H.P..K. P.K.K.K..H.H.J.u. P.H.H.H. P.K.H.P..J.K. TAHAPAN TURUNNYA WAHYU SEBAGAI JAWABAN Argumentasi orisinalitas tekstual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya program dasar Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia adalah. berilmu dan dirakit dalam bangunan organisasi yang kokoh maka akan men-zhahir-kan Islam diatas agama-agama yang lain.H. diantaranya sifat ar-Rahman ar-Rahim.. : . N. . .K. seluruh makhluk hidup dengan damai.38 QS al-Baqarah : 85. Syari’ah dan Imamah-Jamaah. H.J.. . Maka. H. al-Hajj : 11.H.” (al-hadits) ―.K.K.H.K.P. langkah pertama dan utama seorang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).J.H.. . J.K. P.P.H.J.H. P. Lihat: Nahnu wal Hadharah al-Gharbiyyah..³.H. K.H.K. ibu bisa mengasihi anaknya.H.H. K. K. J..H.J.J. P..K.³. N.K.H. . binatang-binatang buas tak berebutan dalam satu lokasi minuman..K. N.J.H.J. .P.N. 39 QS an-Nuur : 51.. 41 QS al-Anbiya’ : 107..H..H.H..H.J. 44 Ketiga solusi mendasar diatas – menurut kajian Sistematika Nuzulnya Wahyu – dinamakan Prinsip Dasar Aqidah.H.J.. P. 42 QS Thaha : 12.J. J.J... .J. pertama. P.J..H.J.J. K.H. 37 QS al-Baqarah : 208.H..K. 14. : .H.H.... : N.K..³.H.H. .H. H.H. df 44 QS ash-Shaff : 9. Dengan sumber daya manusia yang beriman. semuanya.J. . N. insya-Allah berbagai krisis yang bersifat konsepsional dan teknis akan segera berakhir.H. H.. K. .J.H.H.P..H.H.K.P.” (QS adz-Dzariyat : 56)..K.N.H. mH.H..K.

J.H.H.H. . Ketika seorang hamba mendekat Allah subhanahu wa ta’ala dan telah terbangun cinta secara timbal balik antara dia dengan Allah. J.H. K.K. Dalam usaha memakmurkan alam ini (i’mara).N.H.H.) P. Jika ia mendekat-Ku satu hasta.. J. J.. K..J.N..H.H. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya.J.H.P.. “Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : ‘Aku dalam sangkaan hamba-Ku.K.H.H. K.H..H.J...H. P.) ³.N.P.. J.K. maka Kuizinkan ia (yang memusuhi itu) diperangi. K.J.. H. P.H.J. K. maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu..J.K.K.P.J..J. . P. m.K. untuk mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin).H. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah sehingga Aku mencintainya.K.) . P.H.N.H. H..K. K.K. hamba-Nya (‘abduhu) atau Rasul-Nya (rasuluhu). P.H.J.K.H.H.HP.H. P.H.N. sebagai tangan yang ia memukul dengannya. .. ...P.H. maka Allah akan menjadikannya sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu). K.K.H..H.H.K. N.P.K..N.. P.J.. N.P.H.H.K.·. Maka tugas yang kedua.K. H.K.H. Aku akan mendekatinya sedepa.J.H. yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khilafah-Nya di muka bumi ini.H.. .J. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya...H. dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum.H.H..N.P.H.J. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal. Aku akan mendekatinya sehasta. aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.H.H..H..H. K.. (. untuk membantu 1% dari tugas-tugas-Nya dalam mengatur alam semesta (rabbul ‘alamin).H.H.H..H J. Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda.³.J.H..J.H..” (HR alBukhari). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Barangsiapa memusuhi wali-Ku.K.H.K.H. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).K.K.H.K. J..J..H.J.H.H. N.J.H.H.K.J.H. : H. N.H. .P.K.H.H.J. . H..H. J.H. H.J.H.J. P.N. H..H.H.K.H.H. sehingga semua aktifitas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak-Nya.. J.H..H.J.H. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.H.N.H.K.K.H.H. ... 61 ( “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu .J.H.. P. . P. . maka Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya.H.J.H. Jika Aku mencintainya.J. ada makhluk yang memiliki potensi untuk mengurus dirinya dan mengelola alam. P. manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah-Nya). Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi.. P. .P. K.K.N. .K. .H. ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang menjadi urusan orang lain.J. : .K.H.H. J.H.J. J.J. : . P.K.K.H.H. P.N.H..H.³.H.H.H.H. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki. J.J.H. Orang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikategorikan oleh hadits sebagai penggembala (ra’in). P.H. Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku.N. P.H..J. J.K.. .P.(. H.H J.H.K. P.. .K. dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku.H. P. J.J.J.K. . J.K. N. .K.. J.H. .J.

J.) . .H. H.. untuk mencegah penularannya ke seluruh tubuh.H. Proses pemenangan agama Islam ini adalah dengan pencerahan.P. ..H.J.H. H.33 .J.. Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhalifahan.H. Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung jawab sosial.K..” Penegakan aturan (iqamtud dien) adalah dharurah basyariah (kebutuhan primer) dan hajah syar’iah (tuntutan keagamaan).. minum obat yang pahit alternatif yang .J. H.H. Engkau adalah bulan purnama. Engkau adalah cahaya di atas cahaya. Menampakkan cahaya (nuur). Engkau adalah lampu (penerang) hati.S.チ...H. dan mendatangi tanpa membawa bala tentara). . Karena Allah adalah pencipta (al-Khaliq).H.J. P. Shalih secara ritual tetapi tidak shalih sosial. .J.. terkadang harus memilih alternatif perang. maka pastilah keduanya binasa.H. Ibarat tubuh yang tertimpa penyakit akut.. P : .H.H..( “Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. pastilah akan terjadi chaos (fitnah). K.H..J. H.. : .H.J.K.H.J. N. Demi kesembuhan tubuh.K.H. Sosok yang baik untuk dirinya sendiri (shalih li nafsihi).N. Di satu aspek kuat dalam potensialisasi diri. .J.) H.H.. * K. .J. J. Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam..J..J.P. K.. * ..” (QS al-Anbiya : 22). Jika Allah sebagai Pencipta sementara makhluk-Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi-Nya.. “Engkau adalah matahari. Dan manusia model ini termasuk pendusta agama. 32 . S.J.H.. J.. . J.H. H..J. .S.P..K..K. tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri...P.H. Perang bukan berarti merusak.J.. maka dalam diri manusia akan terjadi perkembangan yang tidak utuh (split personality).. H.. sehingga kegelapan-kegelapan (zhulumat) sirna dengan sendirinya.H.H.” (QS al-Baqarah : 30). Apabila kedua tugas itu tidak berjalan secara sinergis. : .K. maka dijamin sukses dalam menjalankan fungsi sebagai wakil-Nya. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.P. H. Tugas kehambaan dan kekhalifahan ini harus berjalan secara seimbang.―..S...H. K. 30 ( “Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.J. Menang tanpa ngasorake lan nglurug tanpa bala (menang tidak menghinakan pihak yang kalah..H..J.K.. H. sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman. bumi adalah ciptaan-Nya dan manusia adalah makhluk-Nya.J..J.” (QS Huud : 61).K.. Aturan itu disebut diinul haq (dien yang benar).K.J.P. K..H.H.H.H. .. Allah subhanahu wa ta’ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak.K.H.. K.K. maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi..J.K.H.. Untuk menghindari kekacauan ini. Tujuan (al-hadaf) penegakan aturan ini agar diunggulkan-Nya atas agama yang lain.” (QS at-Taubah : 32-33). tetapi menghilangkan berbagai hambatan (‘awa’iq) yang menghalangi sampainya rahmat Islam ini kepada yang berhak menerimanya.H.H.H.pemakmurnya.J.P. tidak shalih bagi orang lain. K. P. .H.K.P. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan.P.J.) ³.. J..

H.H. J. N.P. H.H..H.. .H..N.H... J. ..P. Yang dimaksud ayat ini ialah orang-orang muslim Mekah yang tidak mau berhijrah bersama Nabi sedangkan mereka mampu. J..H. tetapi sekaligus kawasannya (al-qura).N.K. J.J.N. kaum munafik dan kafir diberi kebebasan untuk melaksanakan kepercayaannya.. . . .J. .J. . Jika di tempat pertama kurang . .P.P... ³.. J.45 45 Al-Qur’an dan Terjemahnya. J.H. asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama. .J. dan sebagai wasitnya (wasathan) adalah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.. H..P.. Sekalipun secara geografis mempriha-tinkan.K.K..H.H.H.K P.K.J...P. 96 ( “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa..チ. .J. maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri....J. K.P. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. P... ..H. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.K.H.J.J.H. Demikianlah sebagian filosofi perang dalam Islam.K..H.. “Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan jadilah ketaatan semuanya (dikembalikan) milik Allah..P..―.P.H.H.K.J.P.. Yang menjadi stressing ayat ini bukan saja penduduknya (ahl).S. dan akan masuk neraka. .. .K.P.. Depag RI.P... agama.K.H. tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar kondusif tegaknya nilainilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan..J. ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’.N.J.H.J.H.H. チ. .H... .H. J.H. akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu. membuat orang menangis (bakkah).チ.P.K..H.H...P. 137.N...J. H. K.. H.H.J. Para malaikat berkata. K.K. sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam.K.H. hal. suku.J. H..H..J..H.. ..” (QS al-A’raf : 96).” (QS an-Nisa’ : 97).. ‘Bukankah bumi Allah itu luas..H.H.H. N.J.H.H.K. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar.” Jika aturan dari Allah (dienul haq) dilaksanakan secara kaffah.J... Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al-Qur’an ini bukan untuk manusia saja..) H.H.J. Na’udzu billah min dzalik.J. J . J.H.J.H.P.H.P.H.J. . チ..J..H. sementara dia tidak mengupayakan penerapannya..H. semua etnis.H.P.H. dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali.³.. P. K.... Seorang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak Islami.. (kepada mereka) malaikat bertanya. J.H. N.H.N.H. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.H.チ. J. K.. H.P. K.H.H.H.J. Kita wajib mengupayakan terwujudnya kawasan yang Islami (al-bi’ah alIslamiyah).P. . J.J..P.J.K.J.H.K. Di Madinah.J...P..H. H. karena tandus dan gersang. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri.H.H..K.H. insya-Allah alam semesta akan kecipratan rahmat (rahmatan lil ‘alamin). ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab.J..harus dipilih. J. m.H..... .H. .J. : ..P.

N . ‘Ya’. Sebagaimana yang diperagakan oleh Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail.J. Selain dinul haq adalah menyesatkan.: . Musa dan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.. ‘Bagaimana kalau tidak mempunyai jamaah dan imam?’ Jawab Nabi. ‘Adakah sesudah keburukan ada kebaikan?’ Jawab Nabi.H.. ‘Apakah yang engkau perintahkan kepada saya. . . tapi ada yang merusaknya.. melainkan kesesatan. “Orang banyak biasanya menanyakan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan.’ Saya bertanya. ‘Jauhilah semua kelompok sekalipun karena itu engkau sampai menggigit (mengunyah) urat-urat kayu.H. .. Dari Huzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata. Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh.P.J. ‘Ya. Jika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala tak dilaksanakan.H. Saya bertanya.J..’ Saya bertanya.K.H.H. ‘Ya Rasulullah.N. ‘Ya.H. sehingga engkau meninggal dalam keadaan demikian.S. mereka dilemparkannya ke dalam neraka.’ (Muttafaq ‘alaih). maka tiada sesudah kebenaran itu.H.: .P. Adakah sesudah kebaikan itu akan terjadi keburukan?’ Jawab Nabi.H. Saya bertanya. ‘Sekumpulan orang yang memimpin bukan menurut jalan yang benar.P .P.H..’ Saya bertanya.PH. Saya bertanya.H. Siapa yang memperkenankan panggilannya.J.J.³ . Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Yunus : 32).. ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu dalam masa jahiliyah dan keburukan.P.” (QS an-Nisa’ : 122).P... lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan. .. ‘Apakah perusak itu?’ Jawab Nabi. ‘Apakah sesudah kebaikan itu terjadi lagi keburukan?’ Jawab Nabi.menguntungkan. pasti timbul malapetaka. karena takut menimpa saya. carilah ke tempat lain. terangkanlah kepada kami keadaan mereka!’ Jawab Nabi..P.P..H..N.H.K ). Orang-orang yang memanggil di pintu neraka.H “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah.H.KH.―. Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala penjuru.H..K.H. tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan (bahaya). ‘Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka berbicara dengan bahasa kita’. ‘Hendaklah engkau tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan mengikuti imam mereka.K. . Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan ada yang tidak.J ). Luth.H..’ Saya bertanya.J.J. ( (122 ( 87 .H “Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang haq (sebenarnya). kalau seandainya saya mendapati hal yang demikian?’ Jawab Nabi. Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa nafsu dan persangkaan jahiliyah. .―.

H. .H.J. . Dia lah yang haqq. Proses kejadian manusia dari janin (embrio).H.” Ketika mempelajari kalimat Allah (ayat qauliyah) dan mengkaji khalqillah (ciptaan Allah.H.H..J.H..J.” (QS alHajj : 6.H.K. : . ‘Dia (Muhammad) mengada-adakannya’..) K.) H.. ..J..P.. Dia-lah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil.H.K .” (QS Yunus : 64).P “Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran itu kebenaran dan karuniakanlah kepada kami (agar) mengikutinya.H.K.) ³.N. Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu.H.. 30 ( “Demikianlah.. 191 ( “Wahai Rabb kami.K. H.H.H..H. ―. . H..H..H.” (QS al-Baqarah : 147).P..H.P.H.H. J.J.K. N.P. Contoh perbuatan zina memperpendek umur. 3 ( “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan..H.H.. H.J. sedekah bisa menolak bencana.. ..H...K.. K. Kebenaran dari Allah itu mencakup ayat-ayat tanziliyah (ayat quliyah). murahiq (pemuda).H. karena sesungguhnya Allah.H. J... .K. adalah fenomena penciptaan yang direncanakan Tuhan pasti terjadi. di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat.. H. “Yang demikian itu...H.. .J.N. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum .S. K.J..” (QS as-Sajdah : 3).H..H.K..” (QS Ali Imran : 191).J.P. 30 ( “Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah.J. Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam. N...J.J. ―. N. ―.K.K.. menghormati tamu mendatangkan rizki dan mengurangi dosa.P.) P. . H. tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. H.) H.” (QS ar-Ruum : 30).H... . kuhulah (dewasa) dan syaikh (lanjut usia)..H.).P. thifl (anak-anak).) K. : .J.K..K.J. 64 ( “Tiada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah.: .H.H.” (QS an-Nisa’ :87).J.. .. shabiy (bayi).. P. Tiada yang bisa menghalangi proses itu sedikitpun.J.J.H.H.. ayat kauniyah). H. H.J..J. J..J.·..K. 62). H.. ....J “Siapakah yang lebih benar perkataannya dari Allah.H. : ..J.H. manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam (sunnatullah).S.H...P. : . N..H. H. Secara fisik. H....K. 147 ( “Kebenaran itu berasal dari Rabbmu maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang ragu-ragu.H..K. . dll.H.. J. H.. silaturrahim bisa memperpanjang umur. H.K.H. Aturan firman Allah dikenal dengan qadha’ tasyri’i dan aturan ciptaan Allah disebut qadha’ takwini... karena sesungguhnya Allah.H..J.H. K..P. : .. H. Demikian pula kebenaran itu mencakup ayat-ayat kauniyah (alam semesta).J.K. Tiada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu kecuali mempelajari dan mengikutinya.P.” (QS Luqman : 30)..J.J. Sekalipun secara verbal bisa menolak.K..H.. N.H..H.P. J.H. : .³..

P.K.J. K.H. S.H.H. P.J..N. kata-katanya.N. Kata syahr (bulan) terulang 12 kali. juga sejumlah .H.J.J.P.H.) K.J...K. Akhirat terulang 115 kali sebanyak dunia... J. Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan. dan jika ingin mengajak melakukan pekerjaan berat.. P. .. “Sesungguhnya hancurnya generasi sebelum kalian adalah manakala orang terhormat mencuri.K. Malaikat terulang sebanyak 88 kali sebanyak kata syetan. Zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah.J. Seketika itu keluarganya pun datang kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma.H. H. tidak tahu diri). Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjukkan dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali. P.” (QS asy-Syura : 17).K..H.) K.H.K. H.H.. mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah.H. masing-masing 32 kali. . J.K.K. Aturan yang diberlakukan tanpa merujuk firman Allah dinamakan hukum jahiliyah (bodoh... J. P. P.H. Jika ingin menyentuh hati manusia. . m. maka akan kupotong tangannya..H.. H.J. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.K. Panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin. J. .H.P.P. sejumlah hari dalam setahun..K. .K.H. P.J. beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha : .N.J. Lalu Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong tangan wanita itu. berkaitan dengan sanksi had dari beberapa hukum Allah swt. uslub (susunan kalimat)..K. J.. .J.N.H. : .H.Allah subhanahu wa ta’ala. H.H.H. Dan apabila yang mencuri pada mereka adalah orang-orang yang lemah.H.J. Kata yaum (hari) terulang sebanyak 365.P.J.” Kemudian Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah.J. . aku tidak memberi dispensasi kepadamu.K...H.K.H.H.N. masing-masing 145 kali.. Dia menggunakan kata-kata yang secara makhraj berat diucapkan.H. adalah pilihan Tuhan sendiri.H.N. H.H. mereka memotong tangannya.H. (.H.H. .. baik antara kata dengan padanannya.H. “Hai Usamah. Kebenaran firman Allah ini didukung oleh argumentasi tekstual (nash).H.N.. J. Dalam aturan ini.J.J..K.K. H. P. bukan menetapkan aturan (mutsbitul hukm). Muslim dan Nasa’i).K.H..J..H.. J.K. Lalu Usamah membicarakannya kepada Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Ahmad.H.H.K. Dahulu ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan. Kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali... tugas manusia hanya sebatas menampakkan-nya dalam kehidupan (muzh-hirul hukm). P.. Thumaninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiq (kecemasan).K. Selanjutnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Usamah. Hurufhurufnya..H. Dia menggunakan kata-kata yang halus..H. 17 ( “Allah menurunkan kitab al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan.. Hayat terulang sebanyak lawan katanya maut..H.H.J.H... J..K.H. P. namun dia mengingkarinya. H. andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri. Seimbang jumlah kata-katanya.H..J.P. mereka membiarkannya..H.N.K.H. dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum.H.P. Maka dipotonglah tangan wanita Makhzumiyah itu.H. lawan katanya dan dampaknya..H.K.

. Pola penerapan ini dikenal dengan metode tadriji (gradual.H..H.. .. . . Ibnu Abbas..P.K..P..H. yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan..H... Jadi melaksanakan wahyu secara bertahap adalah intruksi dan acuan langsung dari Allah.P..P.H..K. .J..K.H...J.K..K. .J.J.H...H.....J..H.H.) N..H. J.H.H.H. Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan secara kontekstual (pola penerapannya. P....J...J.J.. J.P.. .. J.. Tanzil berarti turun secara bertahap.チ.” (QS al-Isra’ : 106).. ..” (QS al-Ahqaf : 9).H.. Ulama bahasa membedakan dua kalimat tersebut..K. .H. H..K.³.. : ...N...H.. al-Muzzammil 1-10.J. : ..H.―..H.J...P.. 9 ( “Katakanlah : Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu...K...H... ...P.. : .N....... ³. manhaj).H.J..J. sedang inzal hanya turun dalam arti umum. . bertahap). agar kamu dapat membacakannya kepada manusia secara berangsur-angsur.P. P.. : . .) ³. J. P..H. P.H. ....P. H. P.K.H.J. dan Kami turunkan ia dengan turun yang sempurna... ³. P.H.. . bukannya anzalayunziluinzaalan..K...J..³.. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam hanya mengikutinya (ittiba’) tanpa merevisi sedikitpun..” (QS al-Isra’ : 105).K.H. yaitu : QS al-‘Alaq 1-5..J. H.” (QS al-Baqarah : 216). Ungkapan “menurunkan” dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil..J.. .. m 106 ( “Dan al-Qur’an itu Kami bagi-bagi..” (QS alFurqan : 32).H. sama sekali tidak membuat-buat sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya.H. チ.J.H..K.H.. .) H 105 ( “Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu) dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran.P . K. N.... Rahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus.P.H...チ.J . . . Jika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang sok tahu (jahiliyah)..J..H. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsurangsur... J. チ..J.. .チ.J. ‘Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok..H “Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah?” . チ.K... al-Qalam 1-7...H.H..) ³ 32 ( “Berkatalah orang-orang kafir.bulan-bulan dalam setahun. Tahapan turunnya wahyu disini menurut pakar tafsir dari kalangan sahabat.J..J.N. ..... H..P..K..P.....H.J..H. ..... Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.H.H.J.J..P....s . H...H. H.H.... . K.. al- .H “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.P...

. intelijen (shahibus sirr) seperti Hudzaifah bin alYaman dan al-Abbas. dll. Abu Ubaidah al-Jarrah. atau keluarga ‘Ammar bin Yasir. wawasan tentang Tuhannya dan misi kehadirannya di dunia. Ubay bin Ka’ab. Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam percaturan peradaban dunia saat itu. Ali bin Abi Thalib. dibuktikan dengan perilaku pemeluknya. ‘Amr bin al-‘Ash. . Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid.H. Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga adalah pebisnis. jumlah sahabat yang ditinggalkan Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam saat beliau wafat berjumlah 16. dan ditutup dengan al-Fatihah 1-7. Zaid bin Tsabit.J . Shuhaib bin Sinan ar-Rumi.P. Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya.Muddatstsir 1-7. Dari masyarakat yang buta budaya itu muncul kelompok profesional dalam berbagai bidang. administrasi (Abu Ubaidah). Dari masyarakat yang nomaden (badawah). Argumentasi kontekstual (hujjah al-kayfiyyah aw al-manhaj) Standar kebenaran konsep di samping orisinil. Syuraih al-Qadhi). diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya (alQur’anu yahtaaju ila rajulin Qur’ani). Bidang hukum (Ali bin Abi Thalib. pandangan terhadap alam sekitarnya. misalnya Usamah bin Zaid. Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah pemimpin-pemimpin besar. lahir dari kalangan grass root yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat seperti Bilal bin Rabah.: . Yang memahami dan melaksanakan alFatihah otomatis menjiwai seluruh al-Qur’an. menurut catatan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Ibnu Abbas.. Jika kita mengkaji perjalanan Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dalam membumikan al-Qur’an. Pemimpin negara seperti Abu Bakar. dalam jangka waktu 23 tahun. Manusia yang telah tertata ulang persepsi (tashawwur) dan bashirah-nya (mata hati) tentang dirinya. ( 216 ). al-Mutsanna bin al-Haritsah. Sa’ad bin Abi Waqqash. steril dari campur tangan manusia.. Utsman bin Affan. lahirlah pemikir dan ilmuwan besar seperti Umar bin al-Khaththab. Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.000 orang. Umar bin al-Khaththab. Abdurrahman bin Auf. dimana sekitar 100 sampai 110 orang diantara mereka adalah ulama. Ustman bin Affan. Ibnu Mas’ud.. gurun Jazirah Arab terbukti dipadati manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia. Nilai-nilai al-Qur’an yang ideal harus membumi.P Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu muncul puluhan entrepreneur ulung seperti Abu Bakar. sekalipun secara ekonomi mereka kekurangan. Ali bin Abi Thalib. Bahkan.. Diakhiri dengan surat alFatihah karena ia induk al-Qur’an. Ibnu Umar.. Dari sinilah awal perubahan besar itu terjadi. atau aspek bahasa seperti Zaid bin Tsabit. Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang menjadi panglima perang.

. memerlukan kehadiran model manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya... – . PENGETAHUAN ....... suara Abu Thalhah al-Anshari lebih baik daripada sekelompok orang (lashawtu Abi Thalhata khairun min fi-atin).K. .. ...H..K.... .. ).Hm..³..... kehadirannya menggoncangkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan jujur.. ..H. .. Sejarah menceritakan kepada kita tentang kemampuan al-Qur’an untuk melahirkan orang-orang besar... .... .. ...J.” (QS al-Hasyr : 21)..H.... .. ... . ..... INKLUSIF – RESPONSIF THD PERUBAHAN . Demikianlah profil generasi pertama kaum muslimin. PERADABAN . Bagaimanakah langkah metodologis supaya menjadi manusia muslim ideal? Hanya konsep orisinil dan diterapkan secara sistematis dari alQur’an yang bisa menjawabnya.... Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya.J. Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan fisik Ibnu Mas’ud yang kurus....H.H.H..J......J. .H....H... kedewasaannya melampaui masanya...H.. .... ...J...... . : ... BACALAH .H.H... Wallahu a’lam bish-shawab. Tinta emas sejarah tidak pernah kering dari sosok manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya.H.. .... .... . ..... karena komitmen perjuangannya”. Prinsip Akidah $ ..... ...H.... H..... ........ Rajulun ka-alfin.H.... .P...... .P. PENGALAMAN . . df $ PAKET II ... Rasulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal... pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.P... ....H...J. Sungguh.H.H. . . .. ...... ....Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya... “Sungguh kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud di surga kelak.. Kualitas seorang dari mereka melebihi 1000 orang biasa.S.J..H. .K..³..: (21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung. ..K.J...

........... Menuju Allah . Gerak dan diam karena Allah . ..... . Bersumber dari Allah . Bacalah dgn Nama Tuhanmu . baik dalam rububiyah.... Meneladani sifat rububiyah Allah .. ...... NOMADEN .. BUTA BUDAYA & AKSARA X . Dengan jalan Allah .... Dari Allah .... ....... Rasul dan Ulil Amri sekaligus.... .... Berdiri ......... ...... Taat kepada Allah............ Dengan cara Allah ...... Pendidikan ....... ..... Duduk ........ Ali bin Abi Thalib krw.. PERADABAN ... .berkata : Saya adalah budak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf. ..... ....... mulkiyah dan uluhiyah (ibadah)..... Menuju Allah Iqra’ bismi rabbik : ikhlas karena Allah (bukan mengatasnamakan Allah). Peningkatan . . TAHU TULISAN & BACAAN ... Berbaring ....... . Pendidikan ...... ... jika mau ia (bebas ) menjual saya atau ....

....... Kemurahan Allah ............. ... Hati . Pedoman hidup ..... BACALAH .... LEVEL MUTU BACAAN ... ORANG LALAI – TINGGALKAN DIA ....... . Penglihatan ... ORANG BODOH KUADRAT – TOLAK DIA .......... .... . ... . ....... Pendengaran ... ....... . ....... Ilmu kasbi . . . .. Sarana kehidupan . .. ... Firman Allah ........ .. Amal shalih/taat hukum ....... – ...... .. Membacan dalam Perspektif al-Qur’an .......... Ilmu ladunni .... Ciptaan Allah ... Alat pena .. Hukum syariat . ORANG ALIM – IKUTILAH DIA . ...... ..... ORANG BODOH – BIMBINGLAH DIA .... Hukum Allah di alam .. ........... ...... ...........memerdekakan saya. KISAH NABI MUSA DAN ..... .....

“Yakinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan... H.H.K....H.J. H. karena setan tidak akan mampu datang dari arah atas (simbol ketinggian Tuhan).J. “Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantinya” .H. .H. .. K... K.. Bacalah.....K. Muham-mad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata.” jawab Nabi..... PRINSIP AKIDAH .H.. Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama.H. H. . dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah... ..H...H... beliau mendapati seluruh penjuru telah dipenuhi oleh cahaya yang gemerlapan dan hal ini mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa beliau kembali menemui istri tercintanya.H. J.―.H.N.. “Yang pertama sekali mendahului kedatangan wahyu kepada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi-mimpi yang benar.. .J.H. “Secara kebetulan”..HAIDHIR .. “Wahai Muhammad..H. Kebenaran Mutlak.J.. . waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya Iqra’ merupakan 1/46 dari masa kenabian Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam yang berlangsung selama 23 tahun itu. Hingga suatu ketika datang kepada beliau ‘al-Haqq’... . .. J..N..H.. seterang cahaya di pagi hari. . Setiap mimpi beliau selalu terbukti (kebenarannya) secara nyata.H. Waraqah kemudian berkata. ...K. J. Dan ketika beliau mengarahkan pandangan mencari sumber suara itu. . Mimpi yang benar..K.H. “Dari mana engkau mendengar suara tersebut?” tanya Waraqah.ᅭ .... J..J.. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan qalam.. adalah 1/46 bagian wahyu kenabian. J.. sesungguhnya engkau ada-lah utusan Allah yang benar”.K.. tidak pula dari arah bawah (tempat menundukkan kening . . seorang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama-agama terdahulu...H..S.. H. “Maka aku ingin merusakkannya” . Khadijah lalu menyarankan menemui Waraqah bin Naufal.K. . P. . yaitu dengan datangnya malaikat yang menyampaikan Iqra’ dan seterusnya.. H.H. ..H. “Dari atas.. H.H..N.. . menurut Nabi Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari. Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.J.” (HR alBukhari). “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. ..J.. .ᅭ .H. m. Setelah itu beliau terdorong untuk ber-khalwat di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam dan kembali lagi kepada keluarganya untuk mengambil bekal menyendiri berikutnya.K..H.. .J..K..N. “Maka Tuhanmu ingin kelak jika mereka berdua sudah dewasa” BAB I .. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. H.J.. Dalam pertemuan tersebut terjadilah dialog.J..” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita.H.. J.J.H....

Jadi iqra’ bisa bermakna membaca teks dan sesuatu yang tidak tertulis (malhuzh). Semua peradaban yang berhasil bertahan lama. dari mana saja sumbernya. sejarah. firman Tuhan. Tetapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah. antara lain menyampaikan. suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang membaca dalam keadaan suci. baik yang diperoleh dengan usaha manusia. ‘ilmu kasbi (acquired knowledge) sesuai dengan perintah membaca pada ayat pertama. maupun ‘ilmu ladunni (abad. justru dimulai dari satu kitab (bacaan). Makna ini menunjukkan bahwa iqra’ (bacalah) tidak mengharuskan adanya teks tertulis (malfuzh) yang dibaca.” Hal ini sejalan dengan al-Quran. surat al-A’raf : 17. yang berarti . Baik yang tertulis. ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra’. Bukan sebatas mengeja. Kun fa yakun (jadilah engkau wahai Muhammad orang yang dapat membaca. koran. Membaca alam raya. Perintah membaca disini tidak disebutkan obyeknya. dll. berarti menghimpun. bisa dilafalkan (malfuzh) maupun yang tidak tertulis (malhuzh). Membaca : pilar pembangunan peradaban (al-qira’ah ruknu bina-il hadharah) Kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun. Ia berakhir dengan hadirnya kitab Perjanjian Baru (New Testament).untuk bersujud). Membaca dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi serta syarat utama membangun peradaban. membaca. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. majalah. Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi. maka jadilah ia). Mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Dalam kamus-kamus bahasa. Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (maf’ul). meneliti. Apabila Anda merangkai huruf-huruf dan kata lalu mengucapkannya. maka obyek yang dimaksud bersifat umum. Bisa juga berarti menghimpun informasi sebanyak mungkin. mengetahui ciri-cirinya. Ilmu. Oleh karenanya obyek dari perintah membaca (iqra’) disini menjangkau bacaan suci yang bersumber dari Tuhan (ayat tanziliyah) maupun ayat kauniyah. Suara itu adalah suara dari malaikat. Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah Tuhan pada surat al-‘Alaq. masyarakat. produktif dan kreatif. diri sendiri. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). Sejalan dengan pendapat terakhir diatas. Sementara peradaban Islam yang gemilang dipicu oleh daya kekuatan yang tumbuh dari al-Qur’an. Muhammad Abduh mengatakan bahwa iqra’ bukan perintah yang membebani (amr taklifi) yang membutuhkan obyek. perennial). Buya Malik Ahmad mengatakan bahwa membaca menghendaki adanya gerakan yang dinamis. Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun (informasi). tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk aktif (amr takwini). menelaah. mendalami.

H. diamati. : . bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama membangun peradaban.... H. Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut.H. Perintah membaca adalah usaha mengaktifkan instrumen pendengaran.. H. “Sesuatu yang menjadikan kewajiban tidak dapat terlaksana.K..” (QS as-Sajdah : 9). Jika manusia secara fisik berwujud.P.. Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran. perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia.K.. H. J. penglihatan dan hati. P. suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi yang telah ada seperti ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’. penglihatan dan hati... Anak kecil saja sering mengajukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terpojok..... diraba.H. Semakin luas pembacaan. penglihatan dan hati.H. Pertanyaan itu muncul sebagai wujud respon dari apa yang dilihat.H. kegiatan “membaca” alam raya ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam.J.. P.. terlebih dahulu telah disiapkan sarana-sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah (amr). ... Membaca dalam tinjauan al-Qur’an (al-qira’ah fi dhaw’il Qur’an) Membaca pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran fitrah manusia. P..H. Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu.J.H.H. Tidak berlebihan pada suatu ketika manusia akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’.H. dibaca dan yang disaksikan... makin tinggi peradaban dan sebaliknya. P.H. melihat dan hati adalah kegiatan ruhani. .H.. walaupun obyek bacaannya sama.H.. . karena ia adalah jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna (yarf’ul insana ila arqaa madarijiha).bacaan yang sempurna.P. dan alam raya yang mereka huni adalah sama.J.) 9( “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh (ciptaan-Nya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran...J.J.K. N.... Beralasan. maka adanya sesuatu itu adalah wajib..K... agar berfungsi secara proporsional dan maksimal.K.. .K.J.. Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan : K. Demikian juga. “Pada kasus-kasus tertentu...P.. Sungguh.” Untuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhalifahan. Demikian pula sebelum menyuruh membaca.K. sarana-prasarana itu sama pentingnya dengan tujuan”.. dengan sendirinya memiliki bawaan bisa membaca. ―.. Jadi ayat diatas dapat dipahami bahwa aktifitas mendengar.H.. K. tetapi ketiga potensi .K. N.H. H.... Kegiatan membaca ayat al-Qur’an melahirkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada..N.J.. K. .K.K. K..K. Sekalipun manusia tidak diperintah untuk membaca. K.H. Ayat alQur’an yang dibaca oleh generasi terdahulu.. namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.P. Sebelum Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan sesuatu.P.H.H.

... .K. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu..P.N..J.H. K.H.N... * . .K. H. J.. H.H..J.H.J.N.J.tersebut tidak diaktifkan maka ia bagaikan bangkai yang berjalan.H.J..J. . : ...H.H..P.H.H.P. ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami Kehendaki. 58 .H.H. .J.H.P.K.H. H.H.チ. H.. . H.H.K.. H...J.J.H. Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu.P. .K..J.. H.J...H.H.P..H.J.P. P.P. K.H.P..J. H. P...N.K.J.H. ..H..P.J. J.P..H. fikr.J. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?” チ. : ... H.J.. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. K..K.. J...J..H.J.J.J...J.H.P. : . Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya..H.H..P.K.³. H.H..H. H.S.H.H.J.H.H.H..チ. . P.” (QS al-Waqi’ah : 71-73).P..J.H. .P. .. Maka fikirkanlah pendapatmu!’ Ia menjawab. P... Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar.H..K.. Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini. H..J.H.H.J.K.J.H.N..... J.N. Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu membaca dengan redaksi ra-aa...H..H. J.. . K.P. J.K.. H.P. K.. チ.H. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya.P. .H.. .H.J.K.J.H. H.H. .J.S.65 ( “Maka terangkanlah kepadaku apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya.J.. .H. J.K.H.H....... K.チ. J. J. J.. P..J.. K... insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.H.P. . P.H.H.K. .P.P. .J.H.H.59 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.H.P. H.H.H.J. Kamukah yang menciptakannya.K. : ..H.P. K. P.P.... J..H. H...H.) H.K.H. 63 .J.H..K..J.) H.K.. ...J. .J.. * K. ..J.H.J..H.H.K.. J.H.J.H.K.H..N. P.J. H..H.P.P. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. maka jadilah kamu heran tercengang.H.J. H.S. J. ... K.H. ‘Hai anakku.. Perhatikan jiwamu.J.P.J..H. 102 ( “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim berkata.J.K. J. P.. Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.K. sebab kamu disebut manusia dengan jiwa. J..H. .H. J. J.H.K.N.P.) H.J.H.H.H.K.³.. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. J.P. bukan karena tubuh jasmanimu.K.H. P..K..J....チ.J. J.H.J. H.H.J..H.73 ( “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokangosokan kayu)...H.) H.K. J. H. H.K.H. H.H.H..J. .J.J.H... ‘Hai bapakku. 71 . P.K..K..K.K.K.P.H..H.K.チ.H..H. K.J...H..H.K.J.P.H. P...J.J. P.P. .H. J.P. H.J.K.. Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan.H.H.K.. .H.K..N..J.H..N. dabbara.H.P.J. J.J.H. . .H..J.J.J..H.P. . .J. H..H..H.H. P.H. atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS al-Waqi’ah : 58-59).P.H.J..N.H. H.H.J..H.” (QS ash-Shaffat :102).” (QS al-Waqi’ah : 63-65). N. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi.. P...H. J.. J.H..N..K.J.

menghidupkan rasa keindahan bagi pecinta seni. J.J.チ.P.K. H. atau dikatagorikan dengan bid’ah (membuat amal ibadah tanpa contoh sebelumnya)..H. bahkan mereka lebih sesat lagi. Membaca tidak sekedar untuk memadati otak sehingga hanya menjadi pengetahuan (daya tahu) yang bersifat teoritis.P.H.H. J.. .) H.J.H. Ibnu Mas’ud mengatakan.K. Disini korelasi yang menunjukkan makna iqra’ yang menuntut adanya gerakan (aksi)..P. H.H. : .H..³.H. akan memunculkan militansi.P.H.J.J. .P.P.H.H. kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu (diam). bahkan lebih sesat. 17 .H. H. K.J. : .P.J. ke gunung bagaimana ia ditancapkan. H.H.” (QS Muhammad :24). J.H.H.K.” (QS al-A’raf : 179).. J.H.. H. H.P..J..チ. mempertajam perasaan para sufi.. Perintah membaca ini mencakup dengan akal.P..H.H.H. .J.J.K.P.... H.J.H. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang bisa memuaskan otak pemikir. H.H..H.H..J.H. iradah (daya mau).) .H. H..J..H.) J.J.H.H. J.J. 24 ( “Maka apakah mereka tidak men-tadabburi al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci. 179 ( “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia.H. : . Karena hatinya tertutup dari hidayah.K.J.H. J. Manusia yang enggan mengaktifkan institusi pendengaran. H.J.チ.K. .H.. .P.H. . mereka mempunyai hati.P.K. ..H. .J.H...H.P.H.H.. Perbedaan kesimpulan bacaan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal. . J...J. K.K. Perintah yang diawali dengan komunikasi dua arah yang efektif melahirkan sikap ketaatan yang tinggi. H. “Bacalah dan beramallah”..J.H..H. S.H. memperbaiki akhlak yang keras hati. . dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).P..H. ..N.J.N.H.K.H.K. emosi dan hati nurani.J.H.J. P.J.” (QS al-Ghasyiyah : 17-20). penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak..J.20 ( “Tidakkah mereka melihat kepada onta bagaimana diciptakan. Kualitas bacaan berbanding lurus dengan mutu amal.. Amal yang benar merujuk pada kelengkapan referensi yang utuh (ittiba’).H.H. Dalam ilmu hukum seseorang yang melihat bahaya..H.K.H.H.H.K.J. J. K.P.J. “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah . H.P.H. H.K.P. Ajakan yang dimulai dengan pendekatan.K.P. H.H. Amal yang tak berdasarkan bacaan (taqlid) adalah salah.J. .. m. ―.P.P.H.K. H. . serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan. Ibnu Taimiyah mengatakan manusia yang pasif laksana telah mati sebelum meninggal. Membaca menuntut adanya aksi. Mereka itu sebagai binatang ternak. Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan menjadi saksi yang memberatkan pemiliknya (hujjatun ‘alaihi) kelak di depan Mahkamah Ilahi. tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda kekuasaan Allah).P. H. sekedar sebagai penonton dan tidak segera beraksi maka ia akan menjadi tertuduh. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan. Kebenaran membaca sangat mempengaruhi keabsahan amal. Mereka itulah orang-orang yang lalai..J.

.J.K. .H Pertama..H.K. Coba anda bayangkan.H.J..P.J..K.H.J. .N.H.J. setelah didatangi ternyata fatamorgana.H. Fenomena ini terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Haidhir.N. tolaklah dia.H. . seorang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu.H..K.J.P.. J.J.P Kedua..H.K.H.H. .P.J.J.H. ikutilah dia..P .. Σ.P.. H. H.N.P.P.P.J. Dari kejauhan kita melihat air.P. J.K.J. maka ia termasuk orang yang lalai..P. Nabi Musa dan gurunya naik .H. maka seseorang mudah berburuk sangka terhadap Tuhan.J. Ketiga.J.s . dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu padahal ia amat buruk bagimu..H.K.H. Marilah kita ceritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi Musa tampak ketidakadilan semata-mata.P.H.P.J.H. seorang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah orang yang ‘alim.N..H.P.H.P .J. Imam al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok. .H.J.K.P.H.H.―. Kita mengira bayangan kita tetap. J.J.K.H.H.K.J. tinggalkan dia..” (QS al-Baqarah : 216).J.H.H.J. dan jika tidak sanggup juga maka dengan hatinya.. Padahal betapa sering kita memperoleh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit.K. J.H..K. . .J.K. .K.H. sedangkan kamu tidak mengetahui.H..” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)..H..P.K.H. padahal bergerak.H.PJ.J. .K.H.J.J. jika tidak sanggup maka dengan lisannya.P.H. Dalam kacamata al-Qur’an. seorang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah orang yang bodoh. seorang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia bodoh kwadrat.H.J.H.H.P Keempat.H. .H.J.J.H.K.H.J. Blessing in disguis (disana ada berkah terselubung). .H. ..H.. Karena pendalamannya terhadap obyek bacaan dangkal. jika membaca sesuatu hanya dari kacamata lahiriyah saja. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam memberikan gelar orang Islam yang enjoy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan ‘ayaithanun akhrash’ (syetan yang bisu).J. J.P. .H.P.N. H.H.J.³. Allah mengetahui.K.H.H.H.H.H..H.H.) H.H. 216 ( “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.HJ.J.H.³.H.H.H. Dalam memberikan standar membaca ini.P.H.H.N. Itu adalah selemah-lemah iman.H. Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat tajam kualitas bacaan masing-masing..H. bimbinglah dia.P .H.H.H. Bukankah kita seringkali tertipu oleh panca indra kita sendiri.. P.H.J.H.P.H. .H.J.J.P.K.H.H.H.H..J . Sehingga melahirkan kualitas amal (sikap) yang bertolak belakang pula.H.J.H..J.J.H. .dengan tangannya.J.. : .P..

H.P.K.H. Ini sejalan dengan perintah iqra’ (bacalah) pada ayat pertama surat al-‘Alaq.H.H.J.H.K.J.H.J. P..P.³.J.. .H. menggunakan teori ilmiah.J..H.H.K.H. J..H.³. 79 ( “Adapun perahu itu.H.H. H.H...K.H. K.H..N. H.J. J.K.J.H.H...P.P. maka kedua orang tuanya adalah orang yang beriman.H.J. jiwa beliau memberontak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya. . Keduanya berjumpa dengan seorang anak laki-laki yang masih dibawah umur...H. .P. .. intuisi (feeling).H. H. .sebuah perahu kepunyaan orang-orang miskin yang konon keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi Musa (Haidhir).H.H.J.H.. . J. P.H. Tapi apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu itu? Bukan balas budi.J.J... mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit.. .³. Merusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri – dengan redaksi ayat – fa-aradtu an a’iibaha.³. チ.P. beliau lupa akan perjanjian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau mengajukan protes keras...J.J.P...K. Dan aku hendak merusaknya karena di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil tiap-tiap perahu tanpa ganti rugi.J.K.P.H.H.H... P.H. .H. ³.H. seolah-olah Haidhir bisa membaca atas kemurahan Allah (al-Akram) berupa ilham.. .P. ..H.H.. ... .J.H..H.H.H. H.P. tapi penduduk negeri itu begitu teganya menolak memberikan jamuan. ..J.H. .K.H.H.P.H. lalu dinding itu diperbaiki oleh guru Nabi Musa dan ditegakkannya kembali.H.―.J..H. P.H. .. apalagi hukuman mati.J.H.H..H. .K.H. ³. P..H.. K. .K.P. .H.H.. H. N.H.. H.J.H.. J. .P. .H. H.H.....H..K.. J.³. tetapi dilobanginya perahu itu sampai karam. P.J.H.. Lalu kedua orang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir roboh.J. maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di lautan itu.. .) .H.K.H.P.H.H. .P. .J..J.K.K.H.H.H.N.H.P.J..J.H.N.³. H. . Maka kami ingin agar Tuhan mereka menggantikan anak itu dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih berbakti...H.J. P. Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa (kami ingin).H..H. Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama-sama terlibat dalam aktifitas.J.J.N.H. Kecerdasan intlektual menghasilkan ‘ilmu kasbi (ilmu yang diperoleh karena usaha manusia.H. .H. .H. penelitian eksperimen.S.K.N. . maka kami khawatir bahwa anak itu akan mendorong kedua orang tuanya itu pada kesesatan dan kekufuran. m. tampak oleh beliau ketidakadilan. Tetapi anak laki-laki itu dibunuh oleh guru nabi Musa.H.J. dll).H. K..K.H.H..J. . ..P.. .. belum patut mendapat hukuman. Lalu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi Musa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar ? Karena peristiwa-peristiwa tadi dibaca Musa hanya dari segi lahiriyah saja. J.J.H.P. .J. Nabi Musa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal. H. .H.K. .P.H..H. K.H. P.H. J.H.J. : .H.) .J.H. . .K.” (QS alKahfi : 79) Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih menonjol kecerdasan rasionalnya...H. : .” (QS al-Kahfi : 80).P. Tidakkah wajar protes Nabi Musa seperti yang disebutkan dalam cerita itu? Kejadian yang ketiga tidak kurang ganjilnya.P.P. 80 ( “Adapun anak laki-laki itu.K. K.

H. sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu cabang ilmu . sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dikompromikan.K. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai kepada kedewasaan mereka dan mengeluarkan harta simpanan mereka itu sebagai rahmat dari Tuhanmu.. bahwa perahu yang dilobangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas oleh raja yang lalim.. semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.H.H.H.. : . Dengan definisi ini jelaslah perbedaan ilmu dengan tsaqafah. Ya.K. tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa..) ..J.. H.J.J..J. Karena aktifitas sama’.P..J. . Islam mengecam seseorang yang berbuat tanpa kelengkapan informasi (ilmu).ᅭ H. J. .H..P.H. J.J..K.” (QS al-Kahfi : 82).H. Sungguh pendengaran.H.H. maka keadaan berbalik menjadi 180 derajat.) ³. bahwa dinding itu bukanlah milik orang-orang yang tidak bersedia menjamu mereka. H..H.J. N.K.P.H. Ilmu dalam perspektif Islam (al-‘ilmu fi miizanil Islam) Ilmu menurut bahasa artinya kejelasan atas sesuatu atau pengetahuan. K.. : . mengatakan faham tetapi tidak faham. ―. Dan tidaklah aku melakukannya menurut kehendakku sendiri.. Pada ayat ini Haidhir memiliki kecerdasan yang paling tinggi (kecerdasan supra-rasional). seakan-akan Haidhir bisa membaca keinginan Tuhan.K..J. . . H. チ...J.. tetapi didalamnya mengandung kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Bijaksana. 82 ( “Adapun dinding itu. bashar. atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki. Kini bukan saja Nabi Musa menganggap kejadian itu seadil-adilnya. H..J. Demikianlah arti perbuatan-perbuatan yang anda tidak mampu bersabar terhadapnya. Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu secara global (ijmal).³.J. . . maka itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu.H.チ.J. bahwa anak laki-laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan menjadi anak yang durhaka yang akan menjerumuskan kedua orang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan kekufuran. Dari rentetan kejadian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda jauh dengan mutu penglihatan Nabi Musa. sedang bapaknya dahulu adalah orang shalih.. P. penglihatan dan hati...H.” (QS al-Isra’ : 36). lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak yang lebih suci dan berbakti. ... Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah). dan dibawahnya ada harta simpanan bagi keduanya. H. P..K.. mengatakan melihat...P. H..H.H..H.H.. dengan redaksi ayat fa araada rabbuka (maka Tuhanmu berkehendak).H. Setelah Nabi Musa dijelaskan rahasia di balik kejadian-kejadian yang semula dirasakan tidak adil. 36 ( “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya..K. Mengatakan tahu padahal tidak tahu..H.J. mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar.H. H. K.J.J. sehingga ia beramal hanya mengikuti dorongan hawa nafsunya. Setelah dijelaskan semua peristiwa-peristiwa itu bagi Nabi Musa..... dan af-idah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.. H.H.H.N. tapi tidak melihat. tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu.

. .H. J.H.H. H.J.J.. Ahli ilmu adalah orang yang menjadi saksi atas orang-orang yang berbuat durhaka. H.J.H.H.H..K..K. Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum. baik yang terdahulu maupun yang akan datang.J. .K.K.) K.³.H.J.J. J.H. Orang-orang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada orang-orang mukmin yang tidak berpengetahuan.J.H. H.K.P.K.K..H.. H.P.K.K. J.J.N.H.) P.H.J...” (QS Fathir : 28).H.K.) H.” (QS Ali Imran : 18).J. : .P..J.H.) m. P.K.J.. P. H.H..H.H. 11 ( “(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.J. : .P.K. J. H.N. N..J.H. J.K.H. . K..H. 43 ( “Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu dan antara orang) yang mempunyai ilmu al-Kitab..H.P.J..K. Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan..H.H. ..J...K.K.H.H.K.) H.H.H.J.N.P.P.J.K.H.. P.K.H. Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui oleh para ulama’.K. H. 9 ( “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9).H. .J. H.H.H.K.H.J..H.H.K..K. Dengan melihat Kitabullah dan Sunah Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam kita akan menemukan contoh dalam teksnya dengan jelas. J.H.J. . Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan dicapai oleh para ulama’..K.K.N.N. maka Islam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya.” (QS ar-Ra’du : 43).H. N.K. J.H.J.K..P. J. K.. H..J.K...J.N.J. H. P.H..K.H... J. : .P.. . H.K.dari berbagai jenis ilmu lainnya.J.. Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.J.J.P. H. H. H..J. ....P.. 18 ( “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia... tingkat perhatian yang tidak dijumpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun. N. H. J.. : . P...P.K..H.N.K.) H.H. H... .H.” (QS alMujadalah : 11).H.J.³.H.³..H.. H. H.J.H. H. H.H..J...H.H.J.H..” (QS anNaml : 40).H.H.. K.. 28 ( “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. : .H.. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian).H.J.H.J.P.J. P.H.H.N...J.K. . .J..J.... P. Al-Qur’an mensejajarkan antara ikrar dan persaksian orang-orang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat. K.K.. H. Yang menegakkan keadilan.K.K.P.K..N.H.H. : . Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan. .... J..J.H. : .P. J.P.H. . 40 ( “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab Allah.H.K.N.J.P. . H. .H.. .J. K. P.. K.H.H.P.) K. 80 ( .J...P.H..

H.m.: (4-3 . Tiada yang mengetahui hakikat segala sesuatu kecuali para ‘ulama.K.” (QS al-Ankabut : 43).H. kecuali orang-orang yang sabar. ).: .H.K.H. .K....H.P.H.J.H...” (QS al-A’raf : 52).H. ...H . .H .H .J.: .m.N.P.. .H.H “Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia.J. sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka).N.P.N.K.. ..H..“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu.H.K. dan Kami sekali-kali jauh (dari mereka).H.K.J. pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih..J. Allah menciptakan manusia dan Dia mengajari mereka pandai berbicara.H.. .J.” (QS al-A’raf : 7).H..H. .J. dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.H.N..N.m “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab suci (al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.: .K. “Maka sesungguhnya akan Kami habarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat).H.J.. bahwa Dia menjelaskannya berdasarkan kepada ilmu.H.s .H.H.P.J.H.H.N .PK..H.H....K.H.H.P.H). dan tidak diperoleh pahala itu.J.J .H.N.K.K .K..” (QS al-Qashash : 80).. .m . ) ..H .K.H.. Kecelakaan besarlah bagimu.H. ..H.J.. Kisah-kisah yang dipaparkan dalam ayat-ayat al-Qur’an juga bersumber kepada ilmu.H.J.P .K.K..H.K.P.H.J.J.J... Allah menyifati kitab suci-Nya.J .J .J.. ). (43 (52 (7 ...H.

H.N.J.J.H.. padahal sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.H.P. J.H.J.J.K. .J. Banyak pula hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu. “Barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan...K.K.N. H.J.H.J.K.K.H. . J.H.K. 2) Menolak persangkaan : . J. dan mengetahui hak dan kewajibannya. . J. J. 50 ( . Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama.P. .H.. Dia akan memahamkannya dalam urusan agama. H.H. : .K..H.P.P.J..N. H. . “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya.H..H..) H.H.H.K. Marilah mengikuti (apa yang diturunkan) Allah dan (marilah mengikuti) Rasul. .N. .H.J. P.H.) K.H. Dan (apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka) walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS al-Maidah : 104). Mereka menjawab.J.P..H.J. “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.J.H.” (QS anNajm : 28). : . ..” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).K. H. menyingkap jalan hidupnya..P.H.” (QS ar-Rahman : 3-4)..P.H. .N.H.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Mengajarnya pandai berbicara.J.H...H.H. N.K.P. 104 ( “Dan apabila dikatakan kepada mereka.H. H.P.. J. m. dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan Tuhannya. H..³.“Dia (Allah) telah menciptakan manusia.J.H.K.. N. K..P. H. N. H.N..J.H.H. dan pertimbangan pribadi. J..P. sarana dan prasarana (QS al-‘Alaq : 1-5).H.K.H.H.H. K.” (Muttafaq ‘Alaih) 3) Menolak emosi. Asas-asas pengetahuan ada lima yaitu : guru.K...P.K. menetapkan prinsip netral dan obyektif .J.H.J..H.P. J.H. H.H.K.H.J. murid.) .K. Keutamaan ilmu bertingkat-tingkat sesuai dengan obyek dan bidang bahasannya.H. atau menghindarkan mereka dari bahaya.³.K.P. mendekatkan mereka kepada kebaikan.H.. J. ―. ..P.H.J.K. Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-bi’ah al-‘ilmiyyah) Islam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai cara.P.. 1) Mencela taklid . S.H.J.H. ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya’.. Ilmu yang diperintahkan dalam Islam bersifat mutlak..J.J.H. maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. H.H.H.H. J. J..H.H. H..J.. mewujudkan kemaslahatan bagi mereka. ilmu. H. .J.. H.H.N. N.H.J.. .N. H.H.H.H. 28 ( “Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pengetahuan pun tentang itu.. .H. H. hawa nafsu.H.H. Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menuju kebenaran.. “Jauhilah persangkaan karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan. J.H. metode.H. K.H.H.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)..³.H.

...H.J.. ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka).H. .H. . sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari. : 185 ( “Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah.J.. J.J. H.H.J. 9) Mengakui logika eksperimen dalam urusan duniawi (..H. Dia mengajari manusia apa yang tak diketahuinya.” (alHadits).J...P.H...H..H.. K.P. : ..” (QS al-Qashash : 50).5 ( “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.P..H. Mereka pun menghitung sampai 1500.. P.K. J. lalu perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). . Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.H.H.H. 7) Menganjurkan penggunaan statistik “Hitunglah untukku berapa orang yang melafadzkan kata-kata Islam... 59 ( . . J.N.. . H. dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah.J. . Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.H.H. J.P.J..N.S. K. J. H.H..H. ..”(QS al-‘Alaq : 1-5).H.J.H.H.J. H. . J. J... .H.H. berpikir.K.H..H. P.P.H.―.P.S.H. H.” (QS adzDzariyat : 21)...) J.. m.H. H.H.J. . K. bahasa orang-orang Yahudi. K.P.. K. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.H.. Rasulullah telahg menyuruh Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Suryani.K..” (HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha). Maka tidakkah kalian perhatikan. dan atTirmidzi.) J.K.H. 5) Memerangi buta huruf ..K. P. .H..K.H.K.. 8) Menggunakan prinsip perencanaan Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan proyek perencanaan ekonomi dan pertaniannya yang termaktub dalam al-Qur’an merupakan dalil dan bukti yang sangat jelas tentang hal ini.H. dan perenungan .) . Bacalah.H.J. .H..H..P.J..J.K. K.H...K.³..J.K. .K. : ..J. 1 .K. .H. H.J.P.. K.” (QS al-A’raf : 185).J.H..P. K.H..P. : .P.J.H.) 137 ( “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah.K.J.” (QS Ali Imran : 137). J.K.H. Romawi.H.“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu).N. .H.P.N.P.P.J..H.J.) m. H. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. H.J.H.H. H.J. J..J.H.. J.J.H.J.. J. H.H.H..P.. P.. H. J.K. Abu Daud...J. K. .J..K.J... karena itu berjalanlah kamu di muka bumi. H.J.K.J.P.H.. .J.H.H.N.... dan Habsyi.. 4) Memberikan perhatian kepada pengamatan.H.H.J.H.H.H.J. 6) Menganjurkan untuk mempelajari berbagai bahasa Sehingga di antara sahabat-sahabat Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi.H.. J.H...P.J. 21 ( “Dan (juga) pada dirimu sendiri.H..J.H..) H. 10) Memperhatikan pendapat orang-orang banyak dan berilmu : .K. J.....

“Maka tanyakanlah ia pada Dzat Yang Mahatahu.” (QS al-Furqan : 59). : ....) m.J.K.H. P.J.K. H.P.S.H.P. H.H. 14 ( “Dan tidak akan bisa bercerita kepadamu seperti (yang dilakukan) oleh Yang Mahatahu.” (QS Fathir : 14). 11)Mengizinkan untuk mengambil semua ilmu duniawi yang bermanfaat dari sumber manapun meski dari non-Muslim sekali pun (infitahiyah). “Kata hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun dia menemukannya, maka dialah yang paling berhak untuk mengambilnya.” (HR at-Tirmidzi). 12) Melarang dengan keras dan memarangi khurafat, khayalan, sulap, sihir, dan sejenisnya. Bacalah dengan nama Rabb-mu Perintah membaca dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al-‘Alaq diteruskan dengan “bismi rabbik” yang bermakna ‘dengan nama Tuhanmu’. Bi disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan, ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah (penyertaan), berarti “bacalah disertai dengan Nama Tuhanmu!” Bismi rabbik adalah satu ungkapan. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab sejak zaman dahulu hingga kini mengaitkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesan (atsar) yang baik atau katakanlah memberikan “berkat” (tambahan kebaikan material dan immaterial) untuk pekerjaan itu. Juga untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tadi dilakukan semata-mata demi ‘dia’ yang disebut namanya itu. Kebiasaan orang-orang Arab, ketua parlemen membuka sidang-sidang resmi dengan mengucapkan “bismillah wa bismi asy-sya’b” (atas nama Allah dan atas nama rakyat). Demikian pula anak lahir diberi nama tokoh tertentu, agar anak kelak memiliki harapan dan mencontoh sifat-sifat terpuji dari tokoh itu. Mengaitkan pekerjaan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena-Nya. Agar amalnya menghasilkan keabadian. Tanpa ketulusan semua amal akan punah. : .......) .³.J.P.J.H. ³..H.H. P..H.J.H.H.H. m.H.H. J.K. .J.P.K.H. .H. H..K. .H.J.K.H.H. 23 ( “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS al-Furqan : 23). ..N... P.H.J.H. .H. .N.H.H. ³..H.P. P.H.J.H.H. P.H.N... .N.H.H. H.K..H.J..H. N.H.J.. P.. P.K.J.H. H.K.H.H. : .....) K.J.H.J. K.. P.P.J.H.H. 17 ( “Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.” (QS ar-Ra’du : 17). Menyertakan pekerjaan dengan nama Allah akan berbekas sepanjang zaman. Sebagaimana manusia yang dididik oleh Rasulullah dengan nama Allah, metode Allah, dan karena Allah melahirkan proses pertumbuhan yang menjengkalkan hati orang-orang kafir. .³. N.P. J. P..H.H. J. P.H.J.H. H..H.H.P. K..N.P.J.. .H.H. P..N.K.H. P. H.H. H.J.K.N..H. K..

P.J.P.H. ..N.H.P. .J.P.―... K.H.H. J.K. J.K.K.J.P.P. K.. J.P..H.J.K. .³..H.J.K.H. K.. H.K. ³.J.H. H.J.P.H.J.H. .³.N.P. K.J.K.J.K.J. K.. J.P.P.H.H.H. K..H.J.N... K.. J.P.P.H.H. H.K.H. ............ チ......... チ....... ........ ........ .....チ.... チ..... .......... ......... チ.....チ. ......チ. ..... .......... : .....) 29 ( “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS al-Fath : 29). Menurut Abdul Halim Mahmud (mantan Syaikh Al Azhar) dalam bukunya, AlQur’an fi Syahri al-Quran mengatakan : Dengan kalimat iqra bismi rabbik, al-Qur’an tidak sekedar memerintahkan membaca, tetapi ‘membaca’ adalah simbol dari segala yang dilakukan manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu”, “bergeraklah demi Tuhanmu”, “bekerjalah demi Tuhanmu”. Demikian pula, apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan aktifitas, maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika. Ayat tersebut akhirnya berarti “Jadikanlah seluruh kehidupanmu (duduk, berdiri dan berbaring), wujudmu, dalam cara dan tujuanmu, demi Allah”. Pada surat al-‘Alaq ini Allah memperkenalkan perbuatan-Nya dengan redaksi ‘rabb’. Padahal Allah memiliki sifat yang berkaitan dengan Dzat-Nya dan perbuatan-Nya (fi’il). Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan-Nya terlebih dahulu. Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan zat yang tidak berbekas – secara langsung – pada makhluk-makhluk-Nya. Ia tidak bisa ditularkan dan diberikan. Dengan sifat Tuhan yang berbentuk perbuatan (fi’li), seperti ‘rabb’, maka perintah membaca disini dengan nama Tuhan yang bersifat mendidik, memelihara, mengembangkan, meningkatkan dan memperbaiki makhluk-Nya, memberikan jejak secara otomatis untuk diikuti. Dan, Rabb yang menciptakan (al-Khaliq), mendidik, merawat, mengembangkan, meningkatkan, memperbaiki makhluk-Nya, wajar jika Dia yang berhak memilikinya (al-Malik). Fenomena rububiyyatullah, khalqiyyatullah dan mulkiyyatullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. df u.... ..... (MENGENAL RABB) ᅭ ........ ...... (FAKTA SEJARAH) ᅭ ...... ......

(FAKTA FIRTRAH) ᅭ .... ...... .ᅭ (FAKTA INDRAWI) ᅭ ...... ...... (FAKTA LOGIKA) ...... ...... (FAKTA SEJARAH) BAB II ... ......£ MENGENAL “RABB” Dalam al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa manusia itu ateis (mulhid). Karena keberadaan Tuhan begitu jelas, tidak perlu dibuktikan. Berikut dijelaskan hujjah eksistensi Tuhan. Fakta sejarah (ad-dalil at-tarikhi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia mempercayai kekuatan di balik alam ini (Tuhan). Hanya saja ungkapan wujud Tuhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia. Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan) : bintang adalah tuhan (dewa), Venus adalah Dewa Kecantikan, Mars adalah Dewa Peperangan, Minerva adalah Dewa Kekayaan, sedangkan Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari. Orang-orang Hindu mempunyai banyak dewa, yang diyakini sebagai tuhantuhan. Keyakinan itu tercermin antara lain dalam Hikayat Mahabarata. Masyarakat Mesir, tidak terkecuali. Mereka meyakini adanya Dewa Isis, Dewi Osiris, dan yang tertinggi Ra’. Masyarakat Persia pun demikian, mereka percaya bahwa ada Tuhan Gelap dan Tuhan Terang. Para ahli filsafat setelah menerawang, berfikir, merenung, membanding, mengukur, menjangka, pendeknya memfilosofi, sampailah ia di ujung perjalanan. Yakinlah ada sesuatu Yang Maha Mutlak, Dialah ‘puncak ideal’ (kata Plato). Dialah ‘Tao’, yang tak dapat diberi nama (kata Lao Tze). Maka insaflah kelemahan dirinya. Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab, walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi mereka menjawab, “Allah”. Tetapi dalam waktu yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala al-Lata, al-Uzza, dan Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping ratusan berhala lainnya. Definisi Allah bagi kaum jahiliyah berbeda dengan Allah menurut al-Qur’an. Al-Qur’an datang untuk meluruskan keyakinan itu, dengan membawa ajaran tauhid. Berbicara tentang Allah versi Allah saja terulang sebanyak 2697 kali. Fakta fitrah (ad-dalil al-fithri) Jangankan al-Qur’an, Kitab Taurat dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menjelaskan wujud Tuhan. Karena keberadaan-Nya sedemikian jelas dan terasa. Sehingga tidak perlu dijelaskan. Kehadiran Tuhan merupakan bawaan (fithrah) manusia sejak asal kejadiannya. .. K.J.H.K. H.J.K.J.H. H. .H.J.H.H. H..N... H.H.H. J.K.N.. K.. H.H.J.K. .³.J.K.H. K.J.S..K. H.H.J.H. J.K.H.H.

J.K.P. kami menyaksikan’.N..J.J.H.H. H. J. Apabila kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup..J.. J. J.H.K. Tiada tempat bergantung.. terdengarlah suara dhamir (hati).P. N. H.. Beralasan.H.H. N.H. Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi.K.J.P. Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan Fir’aun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari jasadnya.H.: . keraguan itu akan beralih menjadi kegelisahan.K.N.H. kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung (laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhim).H..H. 30 ( “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). Ini dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Namrud (QS al.K. Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau mencengkeram.K. J. “Siapa tuhan semesta alam itu?” (QS asy-Syu’ara’ : 23). H. J..H.. Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya.K.J.H.H. ‘Betul (Engkau tuhan kami).H.J. Tiada daya untuk mendatangkan manfaat.. kemudian benar-benar tertancap di dalam jiwa.H.J.H.H. tempat mengabdi kecuali Allah.H. .S.H.K.H.H..H..H. Fithrah yang terbawa sejak kelahirannya.P. dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman). .H... khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah (QS Yunus : 22).H.H.J.J.S. K. . .H.H. P. .. Sekalipun seringkali – karena kesibukan dan dosa-dosa – ia terabaikan dan tertutup. 172 ( “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka. ketika berhadapan dengan Musa ‘alaihis salam bertanya.K.N. H.H. Dan betapa Maha Kuasa dan Perkasa Dia Yang Maha Agung itu.. : .. Memang ada saat-saat dalam hidup ini – singkat atau panjang – dimana manusia mengalami keraguan tentang wujud-Nya (QS al-Jatsiyah : 24). bahkan menolak kehadiran-Nya..K.H.K. J. P. H.J. P.J. H.H.P. J.―.H.K.” (QS Al-A’raf: 172). H. (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu.H. N.. P. Setiap orang dengan berbagai kedudukannya memiliki fithrah itu.K.H. Al-Qur’an menjelaskan sikap Fir’aun yang ketika itu kembali ke fithrah. Akan tetapi. mengajak kita berdialog untuk mengajak menyatu dengan totalitas wujud Yang Maha Mutlak.N. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. H.H.. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab. menitipkan harapan. tiada pula rasa sedih yang akan mencekam (QS Fushshilat : 30.P. ar-Ra’d : 28). Fir’aun.K.) H.H.H. sementara mengingkari Tuhan bersifat temporal. termenung seorang diri.. P.H.P. .J.H. J. tiada pula kuasa untuk menolak madharrat..K. J.” (QS ar-Rum : 30).H. H. Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan. tetapi terlambat.H.K.Baqarah :258).K. Tiada perubahan pada fithrah Allah. Jadi kebutuhan ber-Tuhan permanen.J.H..K.K.H.P.H. H.J.. J.) .J.P.J. J. jika dikatakan bahwa mereka yang tak mempercayai wujud Tuhan adalah orang-orang yang keras kepala.. Suara itu adalah suara hati nurani.H.H. . H. (Itulah) agama yang lurus. P.H.P.S.H.S. maka hilanglah semua unsur-unsur ketergantungan lain kecuali kepada Allah.

J.H.P.J.H. P.K. H. K. 90 . : H.) H.K.³. H.H..J.H.J.” (QS Yunus : 90-91). H.H. .J. . P. J.H. Ditanyakan.H. .J.J. H.H.H..K.. .H.H.) H.K.K..H.H. kejadian tersebut menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.N.H.H. H. Tetapi lihatlah ke bukit itu.H.H. K.H.H. sesuatu itu sangat terang.H.H. H. H..H.P.K.P. .J.H..H. bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan.J.H.K.H. .... Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang sahabatnya.H..H.H. N.H.H. P. P. N.H. dia berkata. J.―.H.. Nabi Musa ‘alaihis salam suatu ketika pernah bermohon agar Tuhan menampakkan diri-Nya kepadanya.. J. Kedua. J. Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.H.H. dengan mudah ia dapat melihat.” (QS al-A’raf : 143).P. Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat saja.N. K.K.J. P..J.K.H. .K. ..J.P.N. : H.J.K. P.H. . sehingga Tuhan berfirman sebagai jawaban permohonanya.H.K.J.H. H. Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan seseorang.H.H.K. “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?” Ditanyakan lagi. K. dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).H.H.H.H. karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat.H. hanya dengan merasakan atau melihat bekas-bekasnya? Bukankah kita mengakui adanya “nyawa” bukan saja tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya. Namun bukan berarti pasir tidak ada. : . Pertama.J.H.H.H.H. P.H. Fakta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian orang menuntut bukti wujud Tuhan dengan pembuktian material..K..K. Ada beberapa faktor yang menjadikan makhluk tak bisa melihat sesuatu.J.H.J.H. aku bertobat kepada-Mu.P.H.J. K.. dan aku orang yang pertama (dari kelompok) yang beriman’.P.H.J.. H.N.H.H..K.H. Agaknya kenyataan seharihari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya.J.P.K.P. K.J.K.H. P.H. H.. niscaya kamu dapat melihatKu. . H.P.P. Kejadian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihatNya – paling tidak – dalam kehidupan di dunia ini.K. H. Tetapi bila malam tiba.H. H.. J. “Apakah anda pernah melihat Tuhan?” Beliau menjawab.J.P. Kalau demikian wajar jika mata kepalanya Tuhan Pencipta matahari.P.P.J.91 ( “Hingga saat Fir’aun telah hampir tenggelam.P.H.. .H. Mereka ingin segera melihat-Nya secara langsung.H.H.H.P. P. H..J. .H. H.K.. J. P.J. jika ia tetap di tempatnya (seperti keadaannya semula). P.H.J.. ‘Mahasuci Engkau. : H....H. H. Tatkala Tuhannya tampak bagi gunung itu.. 143 ( “Engkau sekali-kali tidak dapat melihat-Ku. sesuatu yang dilihat terlalu kecil apalagi dalam kegelapan..J..P.. Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari. .K.H.J.P.H.H.J.J. ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.K.H. berkatalah dia.H.H.K.K.J.J. K.: .J.K..J.. Bukankah kita mengakui adanya angin.J.H.J.K. J.H. Zi’lib al-Yamani. H.H..N. Maka setelah Musa sadar kembali. : H. H.H.·.

K. pasti dalam hidupnya dilandasi oleh keyakinan tertentu atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu. .H. H. maka yang kalah bukan Tuhan.. “Dia tak dapat dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat.K. dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang raja.H.H. yakni bahwa manusia ingin hidup bebas. . N. ketetapan.” (QS al-Anbiya : 22).H. Bukankan mata kita sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai.P.H. .H.³.J. itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka. Binatang yang besar terlihat kecil dari kejauhan. H. Fakta logika (ad-dalil al-‘aqli) Banyak ayat-ayat yang menjelaskan argumen logika tentang keesaan Tuhan. ide – dalam arti dia kosong sama sekali dari keyakinan tertentu – dan keadaan demikian mencabut dari hakikat kemanusiaannya.H. Fenomena keteraturan. padahal bergerak. sehingga keduanya bukan Tuhan.P. Majikan yang satu memerintahkan satu hal.. tujuan.H. Kalau salah satu mengalahkan yang lain.. Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut. P.. Dari kejauhan kita melihat air.K.J.P. sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya.) .H.J. ³. maka kalau keduanya berkuasa.H.K.) H. J. Mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata. tapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan”. Karena jika masingmasing pencipta menghendaki sesuatu yang tidak disetujui olah yang lain.K.J.. . Orang yang liberal...J.K P.H. kasih sayang.. Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah.K.J. Manusia harus . J..H.. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat kepada sekian banyak orang yang memilikinya.P.. ³ . ³..H. maka akan kacau ciptaannya.. bayangan kita lihat tetap. m.H. keinginan..チ. 22 ( “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan. di alam raya ini adalah bukti keesaan Tuhan. J. H.H. Dan apabila keduanya bersepakat.H. : .. Begitulah seterusnya.H..“Bagaimana anda melihatnya?” Imam Ali menjawab.K.H.H.J. petunjuk.J.H.チ.H.. P. Alangkah bingungnya dia. rezeki.H.P.H.P. karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum. tetapi pemilik-pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya.K. . tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.P..H. bertentangan dengan kemanusiaannya.. Seandainya ada dua pencipta. 29 ( “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai mereka). ³ : . ciptaan pun akan kacau atau tidak akan terwujud.H. P. K.H.H. Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia. ternyata fatamorgana... moral. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu..K.. J.” (QS az-Zumar : 29). H.H. Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil.H. Bandingkan dengan seorang budak lain yang hanya milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami dan kontradiksi.H. maka pastilah keduanya binasa. belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau mengintruksikan hal yang berbeda..H.H..J.

sampai kepada etika membacanya.H.H.H. mana yang dipendekkan.H.H.H. K.H.K. . J. bahkan diatur lagu dan iramanya.H..K..K.H. J.H. K. P. sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya melebihi AlQur’an. K.J. Senandung Al-Qur’an “Kalamun” berikut yang dibaca para ulama’ usai ta’lim atau tadarrus Al-Qur’an secara bersamasama.J.P. J.P. . J.J.H.K. S. Tiada bacaan yang dipelajari sedemikian serius. J.K.K. Al-Qur’an adalah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing.J.K. H.J.K.H.J. .H. Tiada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya . .H.K..K. m.P. Orang yang semacam ini didominasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit kejiwaan kepribadian terbelah (split personality).H.H. dipertebal. S.J. .K. maka batu itu tidak mengarah ke belakang? Apa yang menjamin bahwa air selalu mencari tempat yang rendah? Siapa yang menjamin bahwa sekali waktu api itu tak membakar?” Fakta tekstual (ad-dalil an-naqli) Al-Qur’an secara harfiyah bermakna “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang tepat.H. Berikut rangkaian pertanyaan yang menunjukkan akan kebutuh-an asasi itu : “Siapa yang menjamin bila Anda melontar ke depan.H.K.H.J.P. J.K. S.J.H.J.K. berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka. K.K. Akidah tauhid adalah kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh kepastian hidup. m.P.P.J. J. .J.H. terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya. K. karya Murtadha Muthahhari).³. melebihi Al-Qur’an.H. dipanjangkan.J. namun semuanya mengandung kebenaran. karena memiliki banyak keyakinan yang kontradiktif. bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya. musim.H. J. Wajar.H.H.H. J .K.J. J.K. Keadaan ruwet yang dilukiskan oleh ayat diatas. .J. J. K.. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku. diperhalus ucapannya. ―.H. .J. baik dari segi masa. . Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu.K.K.K.K. S. K. J. dimana tempat yang terlarang atau boleh.H. Tiada bacaan yang diatur tatacara membacanya. remaja dan anak-anak melebihi Al-Qur’an.³. karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al Karim.H. kandungannya yang tersurat.K.H. bukan saja sejarahnya secara umum.H. atau harus memulai dan berhenti.H.K.S. . J. (Allah dalam Kehidupan Manusia. ³. dari generasi demi generasi.H.H. bacaan sempurna lagi mulia itu.N. H. yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya.H.P.menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu (ide yang ada dalam hatinya).J.K.N. jika al-Qur’an pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti rajulan.K. dan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa.H.P.S.. dan saat turunnya. Tiada bacaan yang memiliki perhatian sedemikian rupa.H.H.J.H.J.. budak (seseorang yang dimiliki oleh pihak lain). tetapi ayat demi ayat.H.H.K.J.H...P.H. m. H.

J.H...K. K. : . tentramkan rasa takutku di dalam kubur.... Dia suci (unggul atau tidak mungkin terdiri) dari segala ucapan. PERIODIK . walaupun mereka bekerja sama. mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya.H. ya Rabbi. H. m.J..” (QS al-Isra’ : 88)...H...H. dan niat.K.K...J.. Anugerahkan kepadaku dengannya keterbukaan hati.J.H.H..ᅭ . Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini...J. J.. MENGENAL MANUSIA ..³. ...K. DINAMIS ..J. SPERMA & OVUM ..P...P.J..) . MELEKAT .. ..H.. P. Dan.H.. .J.. K..P..H. nurani.P. K. H..J.. ..K. J...H. Cahayanya merupakan petunjuk bagiku dalam gulita dan gulana hati.K.” Adakah bacaan ciptaan makhluk yang seagung itu? Al-Qur’an menantang : . MAKHLUK SOSIAL ..H. ilmu. LUPA .. ―..H. J.K..P.. dan hikmah. Ya Rabbi..H.J. “Suatu firman yang qadim yang tidak ada bosan mendengarnya (yakni Kitab Suci Al-Qur’an)..H..K.... Masihkah kita meragukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia? df . 88 ( “Katakanlah.H.. BERGANTUN . dengannya.J.H.J.J. Dengan Al-Qur’an kami minta kesembuhan dari segala penyakit.ᅭ . K...J. berikanlah kepadaku kenikmatan (kegembiraan) karena rahasia (misteri) huruf-hurufnya. Terangilah dengan Al-Qur’an pendengaran. perbuatan.. SEGUMPAL DARAH ..H. ..K..P. .. ..H.K.J. J...J....H.. dan ucapakanku.. ..H.K. . H. ... JINAK ..

.³.H. Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia.H..P....K. K.J.P. MENGENAL MANUSIA Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya “khalaqal insana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah).. .H...H.H..H.H.H. .J. N.K.J..K.H..H.P.H.J..H. senang dan harmonis).H.K. ³. tetapi juga kepada kesadaran batin dan intuisinya.H..H. Makna-makna diatas memberikan gambaran tentang potensi yang dimilikinya.ᅭ .J. H.J. bahkan seluruh totalitas manusia.H. Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya..H. J.J. P.H.H..J.H..H.H. .J..” (QS at-Tiin : 4). K.H.) m. tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110).H.H. lupa.H. Atau terambil dari akar katanya “naus” yaitu pergerakan atau dinamika.) H. . m....H. memperkenalkan jatidirinya.H.. P.H.K.J. N.H.³.K..H.H.. . J..J.J.J..H.P....J. Makhluk Berbentuk Lain BAB III ..H..H.H.J.H.H.H. makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang.J.J. H.H.H.... H..K.. J..J.H.J..J.. K...H. ... jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain. .H.H.J.. DAGING .H..―. m.H.H.. .H.. H.. Ayat kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut.. . J. antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya.K. .. TULANG ...ᅭ . Kata “al-insan” yang berarti manusia terambil dari akar kata “uns” (jinak. H. . DAGING .H.H. P...J. Al-Qur’an mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah. . . Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu al-Khaliq (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah. . ..H. ³. : . P. .... : .H.P..P.H..J.. 12 . atau ia terambil dari akar kata “nis-yun” yang berarti lupa.J.J. m. m.J..J. . ³. 4 ( “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya..14 ( .H..J.P.. kemudian diperkuat oleh ayat yang lain berikut. H.H.H..H.. DAGING TAK .H..K.H.H. kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika..H.J. Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan manusia. Tetapi pada ayat berikut mencakup fisik dan psikis.K.K.. .

yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai zygot.P.P.K.J. . Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan sifatnya.J . Yang menarik. .H (39-36 . Sel tunggal ini.“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah.J..H . (4) ‘izham (tulang).H.” (QS al-Mu’minun :12-14).³.. Akan tetapi.J. akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ (mudhghah).P. dalam Al-Qur’an.H. yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat alHajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak sempurna).m . ruh). (3) mudhghah (segumpal daging).: . melekat.J. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik. Kata ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel. Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang berbolakbalik..H. Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang.. (2) ‘alaqah. .J ..K. (5) lahm (daging).Ϊ .PH.s .H.J .H..p . Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging. Allah selalu menyebut zygot yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq.. Mahasucilah Allah.³. ). Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) nuthfah (pertemuan sperma dan ovum).P.. Melalui ikatan ini.H.H.H ..H ..H. kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah. Zygot melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka... .H.P..J . terbentuklah bahan dasar calon bayi. sebaik-baik Pencipta.H..l . Kemudian saripati itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim). Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah. berdempet serta masuk ke dinding rahim...K. zygot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa.H.P. Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan) Ketika spermatozoa laki-laki menyatu dengan ovum (sel telur) perempuan. zygot bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya.

.N.. Kesan yang dimunculkan Kesan ayat “khalaqal insana min ‘alaq” tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk social.P. ). al-Infithar : 6-8).m . lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya.l . seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”. kata sosilolog muslim Ibnu Khaldun.J.J..K. Disamping itu.. Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim.H. rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot. Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zygot yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ.P.N.H.H..K .H.J. . Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zygot. . kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).H.i .H.H. Kata ini secara harfiah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah.H. .J..H.” (QS al-Qiyamah : 36-39).. . Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai akhir perjalanan hidupnya. al-Mu’minun : 12-14.m . .. Kata ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia.J..H..H.N.: (21-20 “Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina.J.H. lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.H.PJ.H..P. Makna Arab untuk kata ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’.H.m.H.J.H.H.K.H. Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak . mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya. Informasi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya.H.H.H.” (QS al-Mursalat : 20-21.J. Omong kosong sajalah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan.J. Sementara itu.J.m.. Al insanu makhlukun madaniyyun (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain).H. .m. mani itu menjadi ‘alaqah.H. Corak terpenting cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar.. makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala..H. zygot itu mulai tumbuh. Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik (ad-diinu al-mua’amalah).P.K. Fakta ini terungkap dalam Al-Qur’an.J “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian.

Al-Qur’an memberikan pesan penting ini.: .H.H .P. .J. . Teori ini dikenal dengan sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi ledakan.. maka Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.K..J. .J.H.J.. ).H.” (QS al-Hasyr : 19).. dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini.. orientasi (ittijah).J.yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya. Manusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya. Untuk memahaminya dengan lebih baik. Pengenalan (ma’rifat) tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar.. bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq). maka yang pertama kali dia beri ucapan terima kasih adalah pemandu itu..P. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang digelembungkan.H.H P. lingkungan dan Sang Khaliq.P.JH . .. MENGENAL ALAM Asal kejadian alam raya (ashlu nasy’atil kauni) Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20.P..H .J. . Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan. dunianya... kemudian tersesat. (19 .N..P. Ada bukti kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat.K.H.. ternyata alam semesta ini ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada.J...H.J.H. df BAB IV . demikian jugalah benda-benda angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas.P. mereka itulah orangorang yang fasiq.P.K . Dalam hal ini mari kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an yang relevan dengan teori diatas.. alam semesta dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan.J.H. pola pikir (tashawwur) manusia menuju pengenalan diri.H “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan. Ini pula yang membuka pintu pikiran (wijhah) dan mata batinnya (bashirah)..H. tiba-tiba datang seorang pemandu.H. dan bukti yang signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya..P. . Ketika seseorang berjalan menelusuri padang sahara. Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya.H.P.

” (QS al-Anbiya’ : 30)... ..J.H.H.H.H.H..H.K.H. .H. K.J.. sehingga menghambat jalinan keharmonisan keluarga.J. Yang menarik temuan-temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke-20.H..S.J. H.H.J.H. Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing-masing.. K. . bergabung menjadi satu dalam massa yang berat”..K. H.J..H.J.H.H.H..H.N.H.. 7 .H.. Maksudnya.N. mengapakah mereka tiada yang beriman...J.H.) H. Segala sesuatu.H. dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas.8 ( “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Menurut terminologi fiqh Islam. Kini.J.N. .J...J. terkandung dalam bintik ini dalam keadaan ‘ratq’.H.. N.J. Sedangkan. S.) K..K.. bila kita mengingat peristiwa pertama Ledakan Dahsyat. K....H. 47 ( “Dan.J.. S. dan (5) alat kelamin tersumbat daging.H..K.” (QS ar-Rahman : 7-8). .H..H.J.H.J.H.P. dari air.. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. ..H. K.H.K.P.P.K. m..P.H..H. alangkah sombongnya kita.K.H. kemudian Kami pisahkan antara keduanya.H.H.J..H. apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu.K.H.H. H. . kita di bagian alam yang kecil ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah.K.. .H.N. Pernyataan “pisahkan” adalah kata kerja “fatq” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan ratq.H.H.H. hal.J.H. kata asal ratq yang diterjemahkan ‘terpadu’ dalam ayat ini berarti “sesuatu yang tertutup. Yang terang alam semesta berjalan menurut aturan yang pasti. P. K.J. : m. .J. H.J. : .J. telur kosmik ini meledak.P.J... penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata kerja ini. J..K.P.H.K. .H.. Kami menjadikan segala sesutatu yang hidup...K. Maksudnya ayat ini.. m..H.H.) H.N.P.H.. .P.J.H. juz II.H. 104 ( “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaranlembaran . Allah berfirman : .H.H.: .. H. m.H.J.K. jika ternyata calon istri kita ‘rataq’ boleh dibatalkan karena fungsi bilogisnya tertutup oleh tulang..H.H.P.. N. (3) berpenyakit sopak.J. langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa. Sebagai misal..” (Kifaayatul Akhyaar.N. ..H..³. Sesudah itu. yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. K.J. : .J. H.H.J.H.” (QS adz-Dzariyaat : 47)..J. .J..H. kita lihat bahwa bintik yang disebut ‘telur kosmik’ itu mengandung semua bahan alam semesta..H.H.P.H. H.J.H. H.H.. Menurut kamus-kamus Arab. kedap. padat.N.J.J.H.J..J. (2) berpenyakit kusta..H.. ...P.P. H.K. “Istri boleh dikembalikan (diceraikan) karena 5 hal.H. H. .K. .J.P.P.. K..H. P. bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun..H.P.. Dan. 59). mari kita melihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan ‘ratq’ lalu keduanya diartikan ‘dipisahkan’ dalam kata kerja ‘fatq’.P. yakni : (1) gila.J.K..H. Maka.H.H. H.) H.H.H... .H.P. ―..H.. K..H. Sungguh.. Pada ayat lain tentang langit.H. .J.. ...H..N. (4) alat kelamin tertutup tulang.H.K. kemudian semua zat menjadi ‘fatq’. : . N..J.H. Ϊ..N.K. 30 ( “Dan.

38 ( “Dan.K.H. H. H. sambil meminta maaf.P.K J. sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. J.H. “Apakah engkau hendak memperolok-olokkan kami? Apakah mungkin papan papan itu datang sendiri menjadi perahu?” Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.. K.. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.P. Ketika tiba waktu yang disepakati. 35 ( “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam.K.P.) K.J. .H. beliau datang menemui mereka.J. .P.H. aku sudah berada di hadapan kalian... H.H.J. .N.J.” (QS atTaubah : 35).J.H. Ϊ. .J.N. P. Namun. K. K.H. mencari pemilik perahu yang akan membawa menyeberangi sungai.K. : .P.P. : ..H.H. K.H.H. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. J..J. Maka.P.H.P.H..” (QS al-Anbiya’ : 104).) H.H.K.J..H. . Tetapi aku tertahan lama di pinggir sungai Tigris. setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya.H.H. H.H. P.J..J.H.H.J.³. jika kalian tidak percaya bahwa . “Inilah yang membuat kalian berkumpul untuk berdebat denganku.J.K. J. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati.K..K.P.. .H..H.J. . Aku lalu menaiki perahu itu.P.P.K. tentang Tuhan.J.H. lalu masing-masing papan itu bergabung menjadi satu. H.H. .J. : .P. aku melihat beberapa potong papan yang datang sendiri.P.K. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.H.P. P. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.H.H. Ketika aku telah putus asa.J.K.” (QS Yasin : 38).J.K.N.H..K.H. matahari beredar di tempat peredarannya... khusus untuk berdebat dengannya.H.P.J. K.P.H.H.J..H. .H..H.H.H.. Imam Abu Hanifah terlambat. Mereka menyalahkan Imam Abu Hanifah karena keterlambatannya.. Σ.P. Beberapa saat kemudian.H.H.H.H.P.H.H.P.. aku tidak menemukannya.. . .P.H.. bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.P. H. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.P.J..J. K.P.H. J. H. J.” Orang-orang zindiq berkata kepada Imam Abu Hanifah.K. Dan kini.) .H. J. Sunnatullah pada alam (qadha’ takwini fil kauni) Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum zindiq meminta waktu kepada Abu Hanifah. lalu dibakar dengannya dahi mereka.H.P.J. .P.K.J. H.KH.K. Sebagaimana Kami telah memulai pertama begitulah Kami akan mengulanginya. N. J.J..H..K..J. 180 ( “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka.J.J.H. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. H.kertas.P.J.H.J. . “Aku telah datang menemui kalian pada waktu yang telah ditentukan.H.P. dan bermaksud pulang.J. .J.H.P. H. J...J. sehingga jadi sebuah perahu indah di hadapanku. maka akan mendatangkan bencana.J.K.J.K. P.K.H. K.H.N.H. J.H.H. J.J.H.H.J.H. . K.P...P.H. menyeberangi sungai.J.H.H.J.P. Jika kita salah dalam mengelola alam raya ini.H. H.N..H.” (QS Ali Imran : 180).K. Imam Abu Hanifah berkata kepada mereka.

. dan musim dingin yang berkepanjangan di wilayah lain. diteliti dan diatur secara kebetulan atau serampangan. serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar. niscaya tubuh kita akan membeku. berjarak 20. bagaimana mungkin kalian ingin aku percaya bahwa alam yang sempurna dan menakjubkan ini telah mengalami peristiwa-peristiwa perubahannya dengan sendirinya. tentu akan terjadi musim panas yang berkepanjangan di suatu wilayah. maka dari mana akan bertemu dan kawinnya atom dan partikel-partikelnya? i) Seandainya poros bumi konstan. niscaya ia akan menghisap oksigen dan karbondioksida. Sedangkan di malam hari. sejak percikan api pertama. akan mengenai seluruh bagian kulit bumi. niscaya matahari musim panas akan membakar tumbuhtumbuhan kita di siang hari.000 mil dari bumi. Tentu saja kehidupan ini takkan pernah ada. e) Seandainya malam kita sepuluh kali lebih panjang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui. seandainya tidak terjadi persenyawaan kalori dengan yodium. Dan.perahu bisa membuat dirinya sendiri. niscaya takkan ada garam dan selanjutnya takkan ada kehidupan. a) Seandainya lapisan bumi ini tebal. Berikut contoh-contoh detail sistem alam yang meruntuhkan teori kebetulan. Akhirnya mereka menyatakan ke-Islaman di hadapan Imam Abu Hanifah. yang bisa menghanyutkan gunung-gunung. tetapi ia justru menolaknya. g) Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis. dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi. Seandainya cahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang. Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial. b) Seandainya atmosfir lebih rendah daripada yang sekarang ini. setiap tumbuhan di bumi akan membeku. c) Seandainya matahari kita memberikan setengah dari cahaya panasnya sekarang ini. yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya. tanpa Sang Pencipta Yang Agung?” Kaum zindiq terpojok. atau orang yang keras kepala. maka setiap benda yang bisa terbakar akan menjadi daerah nyala api. maka sesungguhnya jutaan meteor yang terbakar setiap hari di luar angkasa. f) Seandainya jumlah oksigen di udara mencapai 50% atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas normal (21%) yang tersedia. h) Seandainya tidak ada hukum daya tarik (gravitasi). niscaya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi oleh kebusukan dan penderitaan. Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan. Mereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasional itu. niscaya kita akan menjadi abu. Teori kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan valid. hanyalah pendapat yang dikemukakan oleh orang yang bodoh. niscaya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi oleh air yang sangat deras setiap harinya. d) Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini.

Demikianlah.... .... Allah Yang Maha Pencipta. ... .............. KETUNDUKAN YANG MENIADAKAN KEENGGANAN . ... . ..... ..... Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya... NIFAQ (KEIMANAN YANG DUSTA) ..... . MERAGUKAN SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN MAKNANYA .. . ......... Wahai Tuhan kami. ....... ..... ...... .. ...... ..... maka jauhkanlah kami dari siksa neraka ..... MENYEKUTUKAN ALLAH ...ᅭ .. SYARAT DITERIMANYA SYAHADAT .... ᅭ ... ......... ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN ᅭ .... KEJUJURAN YANG MENIADAKAN KEDUSTAAN . JAHIL AKAN MAKNA SYAHADAT ...ᅭ ...... niscaya tidak ada seorang pun yang hidup...... ..... ....... yaitu matahari. ... .. Dengan demikian.... teori kebetulan tentang alam ini tertolak dengan sendirinya....... KEIKHLASAN YANG MENIADAKAN SYIRIK .... YAKIN YANG MENIADAKAN KERAGUAN ᅭ . KECINTAAN YANG MENIADAKAN KEBENCIAN .. . .....j) Seandainya bumi seperti bintang Mercuri yang tak beredar kecuali menuju satu arah.... PENERIMAAN YANG MENIADAKAN PENOLAKAN . PEMBATAL-PEMBATAL SYAHADAT . Maha Suci Engkau. tidak akan ada kehidupan...... karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang...... .... tiadalah Engkau menciptakan alam raya ini dengan sia-sia...... df ..........

......... . Membela . MENINGGALKAN MAKNANYA .. Menaati . Monoloyalitas (98:11.. ... 24:55) .... . ᅭ ............ Mendekat .. Memusuhi ........... . .. TUHAN .............. .....116) ....14) ....... Mengingkari ... Membangun (22:41.... Pengingkaran . Yang menolak (4:48.78... ........ Mencintai .. Memisahkan diri ... Penolakan (16:36) ... Penghancuran (21:57-58) ... ...... .. .. Membenci .................. MENOLAK MAKNANYA ..... MEMBENCI MAKNA & KONSEKUENSINYA ... TIADA .

. MAHA MULIA . .. .... . ALLAH .. Yang dikecualikan (7:65...........KECUALI ........... Patriotisme . ..... .... . Peneguhan (7:59) .......... .. Akhlak – Moralitas .. .. Loyalitas ........ Jalan menuju akhirat . Mengutamakan saudara .. Loyalitas & Pengingkaran .. RABB .......... MAKNA SYAHADAT ....... Me Krisis perasaan akan ..... ... .. Benteng yang kokoh ...... . ....73) .... Jalan bertaqarrub kpd Allah .... Menolak rayuan syahwat . ... Tali yang kuat . . PENCIPTA .. Kekuatan jiwa ................. ........ Asas khidupan Islami . .......... . Kebahagiaan di dunia .........................

. BAB V .... Kajian akidah yang diajarkan oleh para Rasul setiap masa.... ........... .. . ............. PASRAH .. .. BACALAH ... JAHILIYAH ....... .............. ............ sungguh kita akan memperoleh pelajaran yang fundamental.... Maha Mulia.. MANUSIA . ... ABDI .......... pula membangun dasar-dasar kepribadian (the basic of knowing)... ...... . Dari Segumpal Darah .. Allah adalah sebagai subyek (pencipta..... TAUHID RUBUBIYAH ... BERTAHKIM ..... . TIDAK TAHU .. .... . CIPTAAN .......... Mengagungkan .... . TAUHID ULUHIYAH . MAHA TAHU ..... Dengan kajian ini tidak saja membangun dasa-dasar ilmu pengetahuan (the bacic of knowledge). . ..... . ISLAMIYAH ..... .. Maha Pandai) dan manusia sebagai obyek.. PROSES LAHIRNYA SYAHADAT DALAM SURAH AL-‘ALAQ Sebagai abdi (‘ibadah) Jika men-tadabburi kandungan surat al-‘Alaq : 1-5..... Awal sebuah ....... .. .... . Intisari studi (dirasah) surah al-‘Alaq : 1-5 adalah penempatan posisi Rabb dan kedudukan al-insan secara proporsional...... .. .......... . SYAHADAT .

penglihatan. kecuali jika dalam dirinya ada sebiji sawi sifat sombong. Jahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. menaklukkan alam. Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai ancaman. perkembangan yang terjadi (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). dll.kerusakan (chaos) terjadi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai obyek. dibandingkan dengan ilmu sosiologi. menolak aturan Tuhan Yang Maha Mengetahui (al-‘Alim) dan Maha Mulia (al-Akram). Ketika manusia (al-insan) lupa diri (nis-yan). Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa Rabb itu sesungguhnya. Hina tetapi merasa diri mulia. Yang menang siap menindas yang kalah. Sifat tersebut bersumber dari induk sifat Tuhan. cenderung menerapkan hukum rimba. Tidak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebiji sawi sifat sombong (al-Hadits). Dan satu persen darinya dicurahkan . dan yang berhasil memperoleh juara. tetapi lewat instrumen yang telah disediakan oleh Allah kepada manusia (pendengaran. Proses pengenalannya tidak dipaksakan. Masyarakat jahiliyah dahulu dikenal pakar sastra. masih memerlukan pujian dan sanjungan. Kelemahan apapun yang dimiliki oleh manusia. Di dalam surat pertama Al-Qur’an ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb. menutup diri) dari perkembangan sekitarnya. yang kalah bersedia untuk hidup menderita. politik. sehingga memudahkan untuk membangun kerjasama (ta’awun) dengan pihak manapun dan terhadap siapapun. ketika itu ia meng-cover diri (kafir. maka tidak tahu diri dan tidak tahu Tuhan. sifat dasarnya akan menonjol yaitu al-uns (cenderung harmonis). bahkan memposisikan dirinya sebagai subyek. ekonomi. Sehingga ketika muncul gejolak dirinya. antropologi. bukan anugerah. meminjam istilah Imam al-Ghazali. thagha’. ar-Rahman arRahim. Jadi. Jika kita menengok kehidupan masa lalu. kehidupan berpindah-pindah (nomaden). Puncak kerusakan kepercayaan adalah syirk (selingkuh) dan puncak kerusakan akhlak adalah sombong. Hanya memiliki ilmu sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi ila qalilan). buta budaya (ummi). Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (menutupi fitrahnya sendiri). mengusir binatang buas. Secara bahasa Rabb berarti mendidik (at-tarbiyah). dipinjami kekuasaan. merawat memperhatikan. hasil karyanya ditempel di dinding Ka’bah. Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia (ilmu psikologi) terlambat ditemukan. Sehingga ia lemah dalam merespon setiap perubahan. Dinosaurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam merespon perkembangan di luar dirinya. dan pakar pidato murtajal (tanpa teks). hati) agar diaktifkan. Manusia yang tak tahu diri dan tak tahu Tuhan dikategorikan jahiliyah. jahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara. Allah memiliki 100 % sifat rahmat. Makhluk memposisikan diri seperti al-Khaliq. nenek moyang kita dahulu juga disibukkan oleh persoalan di luar dirinya. Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk thagha’ (sikap melampaui batas). dan mengembangkan menuju kesempurnaan (al-‘inayah war ri’ayah wat tarqiyah). Syirik identik dengan selingkuh dan sombong adalah sikap menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan orang lain (ghamthun naas).

N..P.P.H.P.H.J. H. tetapi itu hanya sebuah angan-angan (mustahil terjadi).H.K.K. . P.H. J.H.J...N..J.. J.P.J.J...J.J.H.J. kemudian tidak bisa berterima kasih.K.H.J.SH. . maka ingatlah kasih sayang orang tua kepada anaknya. merindukannya (yarju liqa-a rabbihi) dan siap menjadi abdinya (‘ibadah). H. ³.J. N... . Bukti kesyukuran kita pada orangtua ialah sikap yang mengun-dang ridhanya. bhs Jawa).J.H.H. P.N.” .J..J.H.H “Hendaklah engkau bersyukur kepada-KU dan kepada orang tuamu. .H.K. maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai (ghofil). Kesadaran akan kedalaman rububiyyatullah yang ditransfer 1% pada ibu.K. (13 .J.H.H.J . Menyerahkan diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan-Nya yang kedua yaitu al-Khaliq (Pencipta).KH. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. .H..N..KH. J.H. J. . ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya merawatku sejak kecil.. Demikian pula wujud syukur kita pada Allah.H. tidak tahu balas budi.K. Sedangkan kata la’alla mengandung arti lit-tarajji (harapan. mustahil).....P. Semua makhluk tidak bisa menolak fenomena penciptaan ini (zhahiratul khilqah).P.: . Berbuat yang disenanginya.J..H. . realistis).H.. H Duhai.J.K .H..H. “Wahai Rabb kami.K. m. Ubun-ubun kita berada dalam genggaman-Nya (nashiyati bi-yadihi). dikarunia kenikmatan. ³.N.J .³...H. H.K.. aku akan mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang yang telah beruban dan pikun.P. . diselamatkan dari berbagai petaka.H. P.H.P. J.K. P..J.P.K. . P. kemudian Dia .H.. .J.K.P. Jika kita ingin mengenal perbuatan Rabb. ). P. 54 ( “Allah.J..KH.H.KH. H.J. H.H..H.H. K.. Air susu di balas dengan air tuba.K..H.H. P.J .kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain.H. m.. Seseorang yang dipelihara sejak kecil. J.. * .” (QS Luqman : 13). Ditolong malah menjerumuskan (ditulung menthung. Seperti yang sering kita doakan. ... Dalam terminologi Bahasa Arab kata laita memiliki makna lit-tamanni (anganangan.K.J. meninggalkan sikap yang dibencinya.H. sekiranya masa muda itu terulang hari ini.J..³.P. N.) P. Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan orang tua yang ingin kembali kepada masa muda.P.J.H. : .H.H.H..H.H.H. P. H.P. akan mengantarkan sikap mencari (siapa yang menghadirkan diri di dunia).³.

H. Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah (sunnatullah).P.H.H. m.J. Mengagungkan Allah (ta’zhim) .” (QS Nuuh :14) Seorang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir.H.. Jika engkau membawa jenazah ke kuburan.N. P.H.³.. Kedua. Jadi kehidupan kita sekarang ini belum final.menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat.H..J..J. : .P.K.P. K. H.J.P.H.H.) . J.H. J. N... .J.. J. .K. Ketiga.H.³. 55 ( “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu.H.J.H.J.P. Secara fisik.H.P.H. Jadi masa kecil yang masih lemah. lalu Allah menghidupkan kamu.) . J.H.H.J.P. Jadi secara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah (aslam).H. ingatlah (suatu saat) engkau akan digotong.H.H.³.H. J.H.N. ..P.H..P. : . Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. . H.J.H.. meninggal.H.P. H..P.H. H. .P. J.. H.K.H.” (QS al-Kahfi : 47) : .J.H.K. Keempat. J..J.H. di alam dunia..J.H. K.P. J.) . .P.P.J.. J.. . adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita jalani.J. K.” (QS ar-Rum : 54). N. : .K.H.H. .. Sedikitpun kita tidak bisa menolak rencana besar Allah tersebut. J.K.J.J.H.P. baik dengan suka maupun terpaksa.P.H. .P.P.P.³.J. padahal kepada-Nya berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi.H.” (QS Ali Imran : 83).J. K.J.N.H. H. J.J.H.H.H. Kelima. H.J.K.” (QS Thaha : 55). manusia akan melewati lima fase kehidupan.. J.H.. .H.K.H.. dan kembali lemah pada masa tua.H.H. Alangkah sombongnya jika kita makhluk kecil di bagian alam ini menolak aturan-Nya? Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah (taslim) kepada Dzat Yang Mengatur dan Mengendalikan alam ini.J. masa muda yang kuat. kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.H. dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.P.H.H..J.P.K. J.H.H.P.J.. N..J.H. padahal kamu tadinya mati.P.H. di alam kiamat.H.³. di alam akhirat.J.J.J. . 83 ( “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah. : ..J.N.H.P.K.J..H.J.H. .P.J.J.H. Dan jika engkau diserahi urusan kaum. J. . J.K..J.K..H.H.P. .K.P.P. K.P...H. di alam ruh.J..P..P.) . kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.P. .H. ingatlah (suatu saat) engkau akan di ma’zulkan. Pertama.) 28 ( “Bagaimana kamu mengingkai kepada Allah. di alam barzakh.H. 14 ( “Yang menciptakan kamu secara periodik. K.K. H. . K..H.H.K.H.K..J. ..J. kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.P.J.H.J..H. fenomena penciptaan Allah berjalan secara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya.H.H.H.J..” (QS al-Baqarah : 28).J.J. Sekalipun mulut kita menolak. 47 ( “Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.H.J..H. ³. Dari ayat diatas.K.H.

Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan sifat fi’li-Nya yang Maha Mulia (al-akram). 235. K.H... K.. sekalipun obyek bacaannya itu-itu saja. mengagungkan dan memuliakan-Nya. . 19 ( “Allah mengetahui kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada. K. terbuka alangkah hinanya fisik kita.J. Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan.J.H. pemahaman dan beragam wawasan. ora ana ajine (Bhs.. berbentuk superlatif (bentuk mubalaghah. dll.H. .K.H.. yaitu membaca demi Allah. kotoran hidung.) K... Maka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan at-ta’zhim.. .) P.H.) K.. K. P. bernilai tinggi. H. a’lam (gunung-gunung).H. Jawa).K. 235 . P. Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang kotoran.J.J.P.” (QS Ali Imran : 29)...P. . tidak ada harganya.. 70 ( “Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Berikut ini adalah diantara obyek-obyek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al-Qur’an.) H.H.. kotoran lubang belakang (dubur).J. 284 ( “Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan.H.―.. Jika topeng yang menutupi kita. Kata ‘ilm dari segi bahasa berarti kejelasan. penyangatan). mulia.J.” (QS al-Hajj : 70).H.H. Kotoran lubang mata.... Kata al-akram biasa diterjemahkan dengan “Yang Maha Pemurah” atau “Semulia-mulia”. karena manusia tebuat dari segumpal darah (min ‘alaq). 19 ( “Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim.H...... Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Ayat pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca (dalam segala pengertiannya).H. Misalnya ‘alam (bendera).J.H. 9 ( “Allah mengetahui apa yang di kandung oleh setiap wanita. .” (QS ar-Ra’d : 9).P.H.) . kotoran.H. ..J.. :ᅭ .H. hina.. Ada perbedaan dalam perintah “membaca” pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga.. P..―.J.. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan.K. Allah tidak dinamakam a’rif tetapi ‘alim.. Sedangkan manusia ‘min ‘alaq’ (dari segumpal darah)..H.H. ‘alamat (alamat). 284).J.K.. Segala yang terbentuk dari akar kata ‘ilm mempunyai ciri yang menonjol ‘kejelasan’.. tempatnya salah dan lupa (mahallul khatha’ wan nis-yan). : .H.J.J.. sedangkan manusia makhluk.J. kotoran telinga. : .. terhormat. .P. Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan.” (QS an-Najm : 19).P. : . : .P.” (QS al-Baqarah : 77. 77 . Sedang ayat satunya menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan dan pengulangannya. K. ―. K.H.) J. . yang berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui).J.. Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya. 29 ( “Allah mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Dengan bacaan yang ikhlas. menjijikkan.H.. : . .H.” (QS . Jika kembali ke akar kata “karama” yang menurut kamuskamus bahasa Arab antara lain berarti : memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih.K. Berhukum dengan ilmu-Nya Allah memperkenalkan sifat-Nya yang terakhir adalah al-‘Alim (Maha Pandai). setia dan sifat kebangsawanan.H.. lubang muka (qubul).H.P.N..H. ‘ulmat (bibir sumbing).

N .J “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.H. dipatuhi hukumnya kecuali Allah.H.H ..H.J.H.P.H.N .H. Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah (ihsan).K..H ).J. Tiada sikap yang patut bagi makhluk yang bodoh terhadap Tuhan Yang Maha ‘Alim. .H.J.H. .H .) .H. Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan.K. dan hati..H.H.” (QS al-A’laa : 7).K. .J.H. . Inilah makna syahadat (persaksian).. Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan.N.” (QS an-Nahl : 78).P.K. P.P.J.: ..J (78 . Sikap Tuhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah.J .P.P.H. .P.s .³.J .J.. diagungkan.H. dan tunduk kepada hukum-Nya (tahkim) disebut dengan Tauhid Uluhiyah. tetapi lewat perintah iqra’. kecuali berhukum dengan aturan-Nya (ber-tahkim).H.H.J. .K.P...H. .J.K.J (23 “Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan saja dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka... Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa-apa.N.” (QS an-Najm : 23).J.H.H.H.J.P.H.P. H.J.H . 7 ( “Yang mengetahui yang lahir dan tersembunyi.H.P.H)...H.H.H.J . Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan (ibadah.K.P. Syahadat pada surat pertama ini secara eksplisit tidak terlihat.J.J.H.H.N. dan Dia memberi kamu pendengaran.J.i ..H... akan tetapi dimunculkan dengan menggerakkan pendengaran.P.P.H.H.H. .K.HH. Tiada Tuhan yang disembah. .: .K. mengagungkan (ta’zhim).J. Sedangkan petunjuk telah datang dari Tuhan mereka.J ..H.. penglihatan dan hati.J.N.al-Mu’min : 19) : .l .P.H.J.H......H.H. menyembah).H..S. .J. Syahadat adalah pintu pertama memasuki Islam.P. penglihatan.

H.H.J.H .J. Itulah gelora keimanan.K. Jika kembali pada aurat al-‘Alaq.. Itulah dia. Rabb.. J.H.P.” (QS al-Baqarah : 256).H.. N.. .H. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya.N.J.J. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. K.J... membanding (muqaranah).H.H.J.H.J. .H.J. syahadat). Mendalami makna syahadat (fiqh asy-syahadah) Syahadat adalah landasan ke-Islam-an seseorang..P. merenung.J.H.H. : . K.J.J.H. Rumah yang tidak memiliki pondasi yang kuat.. tetapi lahir dari motivasi dirinya sendiri (motivati intristik). J.H. Diatas pondasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan Islami.” (HR Muslim). Akhirnya sampailah di ujung perjalanan. K. Ibarat sebuah bangunan rumah.J..J. H.H.P.H. P.H. Sistem ekonomi.J.P. K. syahadat adalah pondasi..J.H. K..³..K. .H. Itulah keyakinan secara total (al-yaqinu kulluhu). H.K. K. tentang diri.. .J.P.J. mengukur.. J.J.H..H.K..P . maka syahadat adalah sebuah keputusan final.P...) 256 ( “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (Tuhan selain Allah).K.K.N. K.. dan alam raya.J. K.” (QS Al-Ankabut : 41).H. lewat iqra’.P. Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir.H.J.H. K..H.P.. yakinlah bahwa Dia melihatmu (muraqabatullah).. melatih diri dengan latihan ruhani (mujahadah). Keputusan ini bukan diperoleh karena tekanan eksternal dirinya.H..H. menerawang...P. J.J.H.P.H.K.K... . K.. ia akan teguh dalam menghadapi fluktuasi kehidupan.. P. berfikir (ijtihad).H.H. menimbang..J.J.H..H..(.J. .P.J.H.H. H.H.P.H.N..P. Syahadat laksana hishnun matin (benteng yang kokoh) atau al-‘urwah al-wutsqa (tali yang kuat).H. H.. Membangun di atas permukaan balon..H.H. militer dan juga sistem akhlak.J.H.P.P. 41 ( “Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.. . Dan sesungguhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (kebenaran. dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk pencarian itu (jihad). “Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. sosial.H.J .K. Iqra’ adalah melihat. sekalipun genting-gentingnya bagus. J. ) Orang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala konsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu (kalimah thayyibah).H.K.H. J. syahadat kebenaran.H.N.H. Sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah sarang laba-laba.J.H. H.J. H. pendidikan.H....) H. politik..N.H.J.K.P.J. maka rumah itu akan mudah roboh oleh teriknya panas. guyuran air hujan dan terpaan badai.H.H.N.J.H. : .H.J.

Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah. Allah menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar. Bertolak dari sini akan menimbulkan cinta timbal balik antara makhluk dan al-Khaliq.. mengomentari kondisi pendidikan sekarang.H.l . J.. Kehidupan sekarang memerlukan injeksi yang membangunkan hati (yaqzhah). Hidup dalam kesepian di tengah keramaian. Kita tidak akan mampu menuju surga yang dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci (huffat bil makarih) tanpa iman. . hingga mengabdi menjadi sesuatu yang menyenangkan. menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat.J. Jika ia memanggil-Nya dengan seruan. tetapi ia tidak menemukan apa-apa.K. J. Tokoh Islam.J.P. H. pendidikan misalnya. Yang diburu hanyalah bayangan semu (QS an-Nuur : 39).H. Manusia yang secara fisik sehat. dan tidak kekhusyu’an pada hati nurani”. N. tetapi batinnya kesakitan. .H.” (QS az-Zukhruf : 86).K. namun setelah ditemuinya hanya berupa fatamorgana.K.K .K. yaitu menyembah Allah dan membuatnya mencintai ibadah. lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya.. Iman yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewajiban dan sunnah. Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman. . “Pengajaran dan pendidikan modern tak mengajarkan air mata pada mata. Mentransformasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan. Imanlah yang memfungsikan tujuan dihadirkannya manusia di dunia. Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin..J.H.H .P. Mohammad Iqbal.H.) H. Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia. Betapa banyak sesuatu yang pesonanya menggiurkan. wanita. Dalam kehidupan yang lebih luas menjadi kering. . karena kehausan. segala aspek kehidupan menjadi bermakna. Iman yang bisa menemani harta.P. menjadi tangannya yang dengannya ia memukul.. Dikira air oleh orang yang kering kerongkongannya. 86 ( “akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini (nya). gelora jiwa (thumuhat). tanpa landasan kebenaran terasa hampa..: .P.H. dan jika ia meminta-Nya. tahta. Tidak mengherankan jika aspek terpenting dalam kehidupan. Dia menyambutnya.P. S. Dunia tanpa disinari oleh cahaya iman akan membuat pemburunya kecewa.K. manusia modern berkarakter primitif.J. Iman adalah jembatan menuju akhirat. Dan ketentraman jiwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya yang beriman.. dan menggerakkan cita rasa.K. Masyarkat sipil berwatak militer. Iman adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia. Dia mengabulkannya.

N. K. Iman yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari gejolak nafsu biologis.H.J.H..K...S.K.H..K. H.N.H. .K.H..J.―H. serta membenci kefasikan.P . P.P.P. Kadang-kadang dengan uang dan harta orang memperoleh kelezatan duniawi (mata’).H.K. .K .J.PP.H. ―.P.J... H. Bukan suatu wujud barang yang dapat diambil di tempat tertentu. tetapi tidak memandu bagi tujuan dan tugas hidup itu sendiri. sebagaimana kekuatan iman Yusuf ‘alaihis salam dalam menghindari godaan para wanita selebritis.. atau diperoleh dengan pengaruh dan jabatan.N...H. N.P. Iman yang mendorong jasmani menuju ke tingkat rohani yang lebih tinggi di sisi Allah.H.H. .H. Tetapi.HJ. Tujuan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman.H. Dengan kemajuan IPTEK. kebahagiaan sejati (ni’mat) tidak dijajakan di mall dan super market.H.H. ketenangan itu muncul dari dalam jiwa.H... : . penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.K. S. .J.H.PP.J .P.J. J. besi keras menjadi lunak. pastilah mereka menguliti kami karena dengki..H.J. ). Bukankah dengan meningat Allah hati menjadi tenang.m.K .: . 33 ( “Ya Tuhanku.H.H. manusia di ujung timur bisa saling kontak dengan manusia di ujung barat.K. benda yang bergerak menjadi diam. N.K . .) H.K. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka. Hanya dengan menekan tombol.J (28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah. .J.. sehingga lebih memilih penjara daripada takluk melawan gejolak dirinya.S..K.N.H. .J.H.H Kami hidup bahagia.K.H. sekiranya para raja itu mengetahui kebahagiaan ini..―H.H.³.J.J.H. tidak pula dapat dibeli dengan uang.K. Sekalipun ilmu menjanjikan sarana material kehidupan.K .J . Sebab kebahagiaan.. Untuk apa ia harus hadir di muka bumi ini? Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan apa yang disebut wasilatul hayat (sarana kehidupan).J.J.J.H. manusia bisa hidup dalam dunia yang serba otomatis.H.H.H.” (QS ar-Ra’du : 28).J.PH.. J.H.PP..K. J.H.K. Iman yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesucian. sedangkan iman melahirkan minhajul hayat (pedoman kehidupan). J. .J..H. Kebahagiaan sejati adalah seperti yang dirasakan oleh Ibrahim bin Adham pada penghujung tahajjud-nya.H.H.H. Bisa memenuhi apa saja yang bisa dibeli dengan uang. .H.J.. Tetapi ilmu pengetahuan tidak mampu menjamin kebahagiaan.J.K.JJ. N.. .K .H.H..

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33). Iman yang mendidik manusia memiliki sikap berkorban, seperti pengorbanan Ismail ‘alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah Tuhan (QS ash-Shaffat : 102). Iman merobah sikap individualis, egois menjadi jiwa patriotisme dalam sejarah klasik dan modren (QS Thaha : 112; az-Zilzalah : 7; an-Nisa’ : 40). Fenomena isytisyhad (bom syahid) yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini, membuktikan bahwa ajaran klasik iman masih relevan untuk memberikan pelajaran nyata dan pukulan telak kepada simbol dikatator internasional (malikun jabbar). Iman yang bisa melahirkan akhlak terpuji. Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri, kata Ali bin Abi Thalib. Bangsa yang tidak bermoral laksana bangunan tanpa pondasi. Kata sastra Arab, “Bila moral bangsa itu terkena musibah, maka adakanlah upacara ta’ziyah”. Sebab morallah nyawa mereka, jika ia tiada maka wujud mereka pun tiada. .J.P.H.H. J.P.P.H.J.H. J.H.H.H. P.P. J.K.H. * J.H.K.H. .H. P.H.J.H.J. P.H.P.J. .H.N.K.H. Suatu ummat hanya berdiri tegak, selama akhlaknya bermutu tinggi. Ia akan runtuh, apabila akhlaknya menghilang. Selama pembuat kebijakan berusaha menerapkan aturan kehidupan hanya dengan undang-undang dan surat-surat keputusan, tapi lupa bahwa manusia itu hanya bisa dikendalikan realitas yang ada pada dirinya bukan dari pengaruh eksternal maka surat-surat keputusan itu tidak bermanfaat. Egoisme, hawa nafsu, tetap mengungguli kebaikan. Kejahatan jadi tak terkendali. Seorang pakar hukum Inggris mengatakan, “Tanpa undang-undang masyarakat tidak stabil, tanpa moral undang-undang tidak berlaku, dan tanpa iman moral tidak berjalan”. Iman yang berhasil membangun kekuatan jiwa untuk mengha-dapi problem yang selalu dicemaskan oleh kebanyakan manu-sia. Musibah, kesempitan rezeki, jodoh dan ajal. Mukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah, tanpa diku-rangi dan ditambah. Seandainya seluruh manusia bekerjasama untuk mendatangkan manfaat dan kecelakaan pada seseorang, mereka tidak akan mampu mewujudkannya sedikitpun kecuali yang telah dituliskan-Nya. Iman yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan cinta kasih. Jika belakangan ini timbul konflik yang bermuara pada perbedaan ras, warna kulit, bahasa, etnis, daerah, strata sosial, keturunan, kekayaan, maka iman menyingkirkan perbedaan itu. Kemudian menjadikan ikatan iman menjadi ikatan yang mendarah daging. Sehingga mukmin mencintai saudaranya seiman melebihi kecintaan kepada sudara kandung, bahkan anak kandungnya sendiri (QS Hud : 46; al-Hujurat : 10). Dalam naungan ukhuwah iman, akan lenyap pertentangan, kecemburuan sosial, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Iman tak hanya menjaga kesucian jiwa dari dengki (ukhuwah paling rendah), melainkan memberi muatan hati dengan cinta kasih yang diserap dari sifat suci cinta kasih Allah (mahabbatullah). Yaitu cinta yang ditanam dalam hati orang yang loyal kepada-Nya. Cinta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menuju realitas yang Maha Tinggi. Dicerminkan dalam komunitas yang tidak

ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan orang lain lebih dari dirinya (itsaar). Sekalipun dirinya dalam kondisi kekurangan. Ia rela menjadikan dirinya sebagai sasaran senjata musuh untuk memagari saudaranya seiman (QS al-Hasyr : 9). Syarat diterimanya syahadat (syuruthu qabuuli asy-syahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwujud. Jadi, syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka sya-hadat dianggap tidak sah; yang pertamakali diucapkan Allah, malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan. Orang yang tak memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah, takkan bisa bersyahadat. .H.K.H..P.H.N.P.H.K.H.H.K.N..P.H..J.H.H.K.H.P.PH..PJ. ...J.K.J.K.H..K.³..K..J.K.J.m Syarat sahnya syahadat itu ada tujuh. Pertama, mengetahui (al-‘ilmu) makna syahadat dengan dua dimensinya, penafian (laa) dan penetapan (illaa). Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat syahadat, yang dalam hal ini adalah penafian semua sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata. : ....) P.. N.K. H.H.K. H. P.N.H. J.H.J..H. 19 ( “Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad : 19). Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan (al-jahl) akan makna syahadat. Kedua, keyakinan (al-yaqin), yakni tahu secara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun. Jadi, imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati. . K.K..H.J.H.K. .J.P.H..H.H. .J.P..H.J.H. J. H. N. P. K.K.J.P. H.H. K..K. .J.P.H.. H. J.K.N.. H. J.P.K.J.P.J.. .H. N.K. : .......) H.J.P.K..N... P.P. H.K.H.J.P. K.. K.J.K.H. K.. J.K.K.P.J.H.H. 15 ( “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS alHujurat : 15). Lawan keyakinan adalah keraguan (asy-syakk). Ketiga, keikhlasan. Kata ini diambil dari kata susu murni (al-laban al-khalish), yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian & kejernihannya. Ikhlas berarti membersih-kan hati dari segala yang kontradiktif dengan makna syahadat. : ..ᅭ ....) H..H.H.P. H..S... P.H. H.J.K.K.J.P. H.. ..P.P.J.H.K. N.K. .J.P.K.P. .H.H. 5 ( “Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah : 5). Keikhlasan adalah lawan syirik (asy-syirk). Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain, dan syirik adalah perselingkuhan. Keempat, kejujuran (ash-shidq), yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara doa dan usahanya, antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga. Maka tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. : ......) H.J.P.H.J.P. J.P.H. P.J.H.J. P.P.H. H.K.H.J.P. m.J.P.K. J.P.H..H.J.K. .J.P.K.J.H. J.H.H.

.J.P.H.. H.J.K.N..H. 82 ( “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya.” (QS alAn’am : 82). .P.J.K. H. P.H.J.H. .H.H. J.H. J.P.J.K.H. K.J.H.H. H.. ..P.H..H. .H. .J.P.H.H. ...H.K. H.J.K.K.J.P.J.. H.K. : ......) ³.J.K.J.H. .J.P.N.H. .H.H. P.K.H.J.H. J.H. 23 ( “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak berubah (janjinya).” (QS al-Ahzab : 23). Rasulullah Saw juga bersabda : .. .... .. ....... ....) H.N.H.J.. H.H.H. K.K.J.H. J.K. .³.K..H. P.. N.K. H.H.K. H. H..H. J.H. (... .. ... ... “Siapa yang mengucapkan : Tiada tuhan selain Allah dengan jujur dalam hatinya, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Lawan kejujuran adalah an-nifaq, yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya. Kelima, cinta (al-mahabbah), yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal, serta mencintai orangorang yang beriman. : ......) K.K .·.P. ―.H.H. .J.P.H.. H.J.K.N..H. 165 ( “Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS alBaqarah : 165). : .......) P.H.J.―.K.P.H. J.P.―.K.P. 54 ( “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS al-Maidah : 54). : ..... ..) P.. P.P.J.K.J.P. K..J.P.K.N..H. H.. H.J.―.K.P. J.P.J.P. J.K. J.P. 3 ( “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” (QS Ali Imran : 3). Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : .N.K. K.J.H.K. N.H.H. P.P.J.P.H.H. P.. H.J.P.H. J.H. : K..H.J.K.J. H.H.H.H. H.H.H. K.J.K. N.P. J.H. ..H.H. .. ... .. ..... ....... ....) ... K.K N.K. P.―.K.P. H. H.J.H.J.. N.K.P. J.H.H. .H.P..H.K. (... .. ... .... “Ada tiga hal yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya semata karena Allah, ……” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Cinta itu disamping rela berkorban untuk yang dicintai, ia adalah amanah. Yaitu

.J. ...J.H.H.P. ..P. P.H.H. (.ᅭ ..H. : ..P. K. N. P..H..H.J.J..P..J.. P.J. K. K.H..K.J..J. . J.” Lawan dari cinta adalah benci (al-karahah) terhadap semua kata dan orang yang menyalahi Allah dan Rasul-Nya serta Islam.H..H.J. sehingga ia tidak ridha dan tak menerima ajaranajaran tersebut. .H.P.H....H.J.N... P.. H. “Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan marah karena Allah.J.H.P.N.. P.K..K...J. ..J.J. K. dimana meyakini. penerimaan (al-qabul). J.J.H. Keenam.. J.H.J. J. .H.H. 30 ( . ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah. H.J.ᅭ H.” (QS Fushshilat : 30...N..H. .H. .H.. K.J.K..J...H. .J.K.P. ―.) K.H.) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.N. Lawan dari penerimaan adalah pembangkangan dan penolakan (ar-radd)...―. Pembatal-pembatal syahadat (nawaqidhu asy-syahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk jamak dari asal kata naqidh.H. . P. yaitu tunduk dan menyerah-kan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. . artinya “yang merusak”.J. alAhzab : 36). P..J. sama seperti ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka. H..H. . K.P. J.P.H.” (HR ath-Thabrani dari Ikrimah dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum) Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam juga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu.P.H.N. sedang penerimaan itu adalah pekerjaan hati.... mengucapkan dan ..H. K.J. P.. N.H.H.H.kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat..J.P.H.J. Maka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat.K. . “Dan bahwa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadanya.J.K.H..H. K.H. H. P.H...K.K. N. J.H... Lawannya adalah penolakan atau ketidakmauan (al-imtina’). dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran Islam.K. yakni kerendahan. H.P.. .H.H.H. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.J. .H.J. . . an-Nuur : 63.H..P..P. ketundukan (al-inqiyad)..P. Perbedaan antara ketundukan (al-inqiyad) dan penerimaan (al-qabul) adalah bahwa ketundukan itu pekerjaan fisik.H. .H..H. P.H. atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa ajaran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa... yaitu berpaling dan membangkang dari ajaran-ajaran Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam dengan hatinya. Ketujuh.J..H.P.

. Pertama. membenci terhadap syahadat dengan segala maknanya.P.J. P.K.H.H.J. H.. : .” (QS al-Baqarah : 165.P. 26 .H. K.P. ³. . Keenam.H. J. K..K.H. Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya. J.P.K.H. .K.P. Ini bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya sejak awal.K. .N.. sedang hatinya jujur dengan apa yang diucapkan oleh lisannya.N. keraguan (syakk) akan sebagian atau seluruh makna syahadat. .H. H. P...H.H.. at-Taubah : 21). J.J.K. K.. ³.J. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.28 ( “Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu sembah. serta berusaha menjauhkan manusia darinya dengan jalan menyeru kepada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat itu. meninggalkan makna dan lafazh syahadat serta tidak mau .K.” (QS az-Zukhruf : 26-28). serta bebas dari semua yang menyalahi Islam. serta mendukung dan mencintai para penyeru tersebut dan menjadikan mereka sebagai sekutu selain Allah..H.H..K.. J.” (QS al-Fath : 11). J.H. tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku. mempersatukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Dia. melaksanakan semua kewajiban yang menjadi konsekensinya.H. mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak bermanfaat baginya. kedustaan dalam akidah (nifaq).P. K.) J.H. .K.K..H.J.N.K.H. : .K.P.J. H. Tetapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk Islam.J. Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan-batasannya.H..K. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.J.H.H.H..H.³.K. J.K.H.K. : . Sehingga apabila salah satu dari hal-hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri seseorang. Ketiga..) H. K. 11 ( “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn kekufuran..N.J...J.J.H. Keempat. menerimanya dengan hatinya. K.―.H.J.K.N. Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap kebolehan dan ketidakbolehannya sama saja. Dengan demikian.H. mengucapakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya.K.K. ketidaktahuan (jahl) akan makna syahadat.K.J.. S.K.N. karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.P..P. .. 165 ( “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah.. melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada orang-orang kafir atau musyrik.H... J. Kelima. Lawan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid.P. Kedua.H.H.P.H.P. maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim.) K..mengamalkan makna syahadat tidak secara otomatis membuat ia disebut muslim. agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya. K. Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain.J.N.H.K. .H.K.H. N. hal itu tetap membutuhkan keyakinan..H. memusuhi orang-orang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya.H. J..

K. Dr.H.K.H. P..H.K.H... K.N.H.H.H. sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami. J.ᅭ . ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila’.H.J.H. di pertarungan apapun yang terjadi antara al-haqq dan al-bathil.P. H.H. P. . kaum musyrikin.J.H. H.H. .K. . N.. . hanya mendukung penganut kebenaran dan iman.H.K.P. K. H.H..―. N. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al Buraikan). J. . tetapi menolaknya dan tidak menyukainya.K.. ..” (QS Ali Imran : 28. .J.K.J..K.K. al-Mujadalah : 22. . H.K.N. (diantara mereka) adalah : dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dengan mana mereka berkumpul dan berpisah..K.H.P.J.J. kaum Nasrani.P. .. serta penganut ajaran-ajaran atau isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam.H.H. (.K. .P.J..H. .J.K.J.H..P. J.H.” (QS ash-Shaffat : 36). : .J. 36 ( “Apabila dikatakan kepada mereka ‘laa ilaaha illallah’ (tiada tuhan selain Allah) mereka menyombongkan diri.H... H.K..P. Sedangkan di antara tanda-tanda munafik ialah gembira terhadap kekalahan dien Islam dan bergembira karena kemenangannya.H.. kaum sekuler.K..K. H.H... Hatinya terpenuhi oleh perasaan ini.P.. J... Karena itu diantara tanda orang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien Muhammad shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya.H.P.P.) ³..J.H.H. Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat. .H.J. H.J. N. dan orang-orang mukmin. dan mereka berkata... “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-Nya. : J. N. P.K.. seperti loyalitas kepada thaghut.J. . Ketujuh.J.H. K. .H.H.J.H.J.. K.J. kaum Yahudi. Rasul-Nya.K.H.P.. . P.J.H.) K.H..N. an-Nahl : 30).H. meyakini dan mencintai maknanya..P.H. 149. 28 ( “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir manjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.K.H. mendoakan kebaikan bagi mereka. bersedih dengan musibah yang mereka hadapi.K..P. dimana ia tidak melaksanakan rukun Islam dan perbuatan Islami..H.P.H. (Lihat: al-Madkhalu li Dirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘alaa Madzhabi Ahlissunnah wal Jama’ah.J.N. al-Maidah : 80-81.P..H..P. bergembira dengan kemenangan mereka. Tujuannya agar manusia memurnikan loyalitasnya kepada Allah.J.. H. J. K..P.H. .J.―.K.K.K.J..H. . m. Barangsiapa berbuat demikian. J. K. K...J. serta bersikap bara’ (lepas diri) dari selain mereka.H.J.H. kaum munafik..J. .H. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memlihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka.J.J.H.K. P.melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah menjadi konsekuensinya. .K..) m.J..” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Loyalitas dan pengingkaran (al-wala’ wal bara’) Termasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari loyalitas kepada selain Allah. .. P.. H..K.K..J.J. H.K. m.J. serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya. J. : . K. H.H.H. K.. .H. H. menolak makna dan lafazh syahadat serta keyakinan akan kebenarannya..N.J. H.K.S. baik secara umum maupun parsial.K. H.

K.K.. ia ungkapkan dengan pemberitaan yang menjengkelkan. mereka akan menolong mereka.H.H.H.H. Ini harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan ajaran dien yang dengannya Allah disembah. mengharapkan kemenangan untuknya.Dari sini terlihat bahwa orang-orang munafiq tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehancuran menimpa orang-orang mukmin.K.J. bimbang dalam memberikan wala’ (loyalitas) itu merupakan tanda kemunafikan. Jika ia seorang jurnalis. mereka berkata.P. Demikianlah orang munafik bersikap mendua dan menipu.H.K. teranglah apa yang ditutup-tutupi.l .J. Karena. Kadang kala ia juga mengucapkan perkataan yang bisa .H.H.J.H..J.J.J..J.P. .H..H.P.P.H.H.P.K ).H.H .H.. jika melihat orang-orang kafir menang. Jika melihat kemenangan milik orang-orang mukmin.. Maka.J.P.. .H.m .P.K.H. ia ungkapkan dengan terang-terangan atau terselubung.J. mereka balik berkata. ‘Bukankah kami turut memenangkan kamu.: (77 . Jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah. dan memberikan pembelaan untuknya..J.H . mereka bantu dan dukung.J.J .K.K . Juga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran.P. apakah menang atau kalah.H. Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemunafikan. Ia riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya..H. loyalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin.K.J.H. Namun.J. dan membela kamu dari orangorang mukmin?” (QS An-Nisa’ : 141). ‘Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?’ Dan jika orangorang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan).H (141 “(Yaitu) orang-orang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). saling berbagi rasa dengannya..H.N.J. Apabila ia seorang politikus. Ia mengungkapkan perasaan-perasaan ini dengan cara-caranya yang khas.J . bahkan Dasamuka (berwajah sepuluh). .P.H.H.J.J. Sebab.H.J.J. mendoakan kebaikan baginya. Jika ia berada diantara sesamanya.N.K .m .P.KH. .J.J. wajib seorang muslim mencintai muslim lainnya yang beratuhid..H.J.H. .K.H .H... . .J.J..H.H.H.J..

Prinsip Syariat $ . )..SH.K.K.. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mengaku Islam belum merealisasikan tauhid dengan benar.: . Mereka menampakkan taring-taringnya. . karya Syekh Salman bin Fahd al-‘Audah). .H. aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa. df .N. .H.H. kita akan melihat kepala-kepala munafik muncul.P.H... Ilmuwan berkata.J. sebagaimana yang diucapkan Musa ‘alaihis salam.H. . PAKET III .. .H. Dalam jiwa mereka belum menancap bara’ kepada orang-orang musyrik dan sekuler.K . .H.(Hakadza ‘Allamal Anbiya Laa Ilaaha Illallah. Kebalikan dari sikap para Nabi. . Mereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk menolong orang-orang musyrik.. mereka cenderung atau sudah tampak jelas membantu musyrik untuk menyerang muslim..H.memuaskan kedua pihak.J.K... demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka. ..P..H . Mereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler. mereka justru berkata.. Inilah bentuk nifaq i’tiqadi (kemunafikan dalam akidah) yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah.H “Ya Rabb-ku. aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka (kaum musyrikin) dalam menghancurkan orang-orang mukmin”..J. .” (QS al-Qashash : 17).. Jika kita melihat apa yang menimpa umat Islam. Na’dzu billah.. lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang musyrik dan sekuler..J.H...J. “Wahai Rabb-ku.H. Bahkan..J. supaya sama-sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang.³...J. “Tidak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat yang lebih banyak setelah ayat-ayat tentang uluhiyah melebihi ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan wala’ dan bara’.H.J. Berkebalikan dengan janji Musa ‘alaihis salam.H.K.. Sesungguhnya wala’ dan bara’ (loyalitas dan permusuhan) adalah perkara fundamental. . demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Wallahu ‘alam bish-shawab.

............. .............. Sesat .... ........... . sementara . Akhlak yang agung ..... ..... Kehidupan sempit ... .. ...... ... .. ............ Akhlak yang rendah ... – .... Surga ..... .... . .... Konsep Allah . .. ...... ...... Orang gila .... ..... PRINSIP SYARIAH BAB I ...... . .. Bukan orang gila .............. .... Pahala terputus. . Bahagia .ᅭ . . .. .. ............... .. . ....... ... .... . – .. Mendapat petunjuk .. Konsep manusia .. .. ..... ......... ... – .... ... Pahala tak terputus . Kehidupan mulia ............. Neraka .. ... . Sengsara ... .......................

. sebagaimana firman-Nya : H..PRINSIP SYARIAT Surat al-Qalam ayat 1-7 .H. . H. Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budipekerti yang agung. N.. Dan sesungguhnya untukmu pahala yang tiada putusputusnya. dengan nikmat Tuhanmu. K. m...K.H.J.. P.J.H.P.K..H..J. .H..H.H.K.H. J.H.H. Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang .K.H... m.H.. Maka. Demikian pula ditemukan dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ bermakna ‘pena’ pada firman Allah berikut.³. J.J.K.K. .J. H.H. . J. . H.J.H.H.P. : . H. Dalam sebuah hadits yang menjelaskan ‘sunnah-sunnah fithriyah’ disebutkan diantaranya taqlimu al-azhafir (memotong ujung kuku).P.J. J.H.P.H.K.N. m.. ..P..H.H.J.H. N. J. J.H.H. m. K. .J.J.. .H.J. .H. Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti “alat” atau “penyebab” dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu..ᅭ .P. J.H.H.. yakni alat tulis apapun – termasuk komputer yang tercanggih.H.H.K. .H.J.H.H. 27 ( “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena-pena dan laut (menjadi tinta).H.K.P. N. ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya).P.J..H.P.J. P..H.J.P.K..H.H.H. .K.J.H.H. “Nun.P. apalagi surat al-Qalam turun setelah akhir ayat kelima surah al-‘Alaq.J.H.H. K.チ.J.H.P. seorang gila..” Definisi kebahasaan ‘qalam’ (lughatan) Dari segi bahasa. kata ‘qalama’ berarti memotong ujung sesuatu. Dan suatu kata atau ayat yang singkat boleh jadi ditemukan rincian artinya dalam ayat yang lain (tafsir al-ayat bil ayat). P. menurut beberapa riwayat.J. . J 44 ( “Padahal kamu tidak beserta mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang memelihara Maryam.―.K.J.J.. demi pena dan apa yang mereka tulis. P.) K.J. .K.H.P.. .K.P. P. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut. H.H. Tidaklah engkau.H.H.N. P..J..J.K.H. P.J.H.J.K.H..―.. ΄.J.K. J.S.J. . . H. yakni “tulisan”.K.... Dialah yang lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia pun lebih tahu siapa yang mendapat petunjuk.. K. .H.H. . qalam adalah alat. P.J.J.J.P.H.P. .. K. Al-Quran secara umum menjelaskan bahwa ‘qalam’ adalah alat yang digunakan untuk menulis.H. H.H. : .P.H.ᅭ . P.K. .. niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah”. m. H.K. .P. J.J.J.S..H. m. H. H.H H.H. arti qalam pada surat al-‘Alaq dengan surat al-Qalam saling berkaitan.J. Dalam surat al-Qalam...H.H.P. Tombak yang dipotong ujungnya sehingga meruncing dinamai maqaliim.H.J.” (QS Ali Imran : 44).) H.K. .J. K.J. (QS Luqman : 27). Sungguh Tuhanmu. P.P. Demikian pula ‘qalam’ adalah alat untuk mengundi. Maka engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat kelak.. Anak panah yang runcing ujungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam.H.H. Siapa di antara kamu yang terganggu fikiran.H..K.H..P.H..

P. Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam..” (QS al-A’laa : 6). yang dimaksudkan adalah ‘ilmullah (ilmu Allah). firasat.. Konsep Allah adalah syariat (syara’a) Allah yang diperuntukkan hamba-hamba-Nya. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek.: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa. tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. sementara wahyu yang ditunggu tidak turun. ilham. yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya.J. Periode pra-peradaban (prehostoric) dan periode peradaban (historic). ‘ilmu khafi).. para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua periode. Ada yang berpendapat Al-Qur’an. intuisi. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah (kemurahan Allah). Bahkan beliau pernah hampir saja menjatuhkan dirinya dari atas gunung. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. Walaupun berbeda. satu generasi dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut.J. semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. sehingga manusia tidak terus-menerus mulai dari nol. Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek.H. walaupun para astrologi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya. setelah itu tidak pernah lupa. Dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu. yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. Pada kasus ini.K. karena beban berat yang dipikul. tetapi tak kunjung diturunkan. yang dialami ilmuwan yang tekun. Dengan tulisan.H. Kadang langsung masuk ke dalam dadanya. Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek. keduanya dari satu sumber. Seringkali Rasulullah menghendaki turunnya wahyu.H. atau apa yang disebut kebetulan.H. yaitu Allah. . Mengenal tulisan (qalamullah) dan kemurahan Allah (karamullah) Kalau merujuk arti qalam dalam bentuk jama’ ‘aqlam’ dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 27. Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya.). as-Sunnah dan al-Islam. Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan. Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau dasar usaha manusia (‘ilmu kasbi). (6 . Setelah dibacakan Allah..P.H.H. dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya. Abu Hurairah lebih banyak memperoleh ‘ilmu khafi (ilmu tersembunyi).terbesar. muncul terakhir tahun 1986. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an. sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri. Cara kedua dengan mengajar tanpa alat atau tanpa usaha manusia (‘ilmu laduni. karena wahyu turun bukan atas usaha beliau. Wahyu.

...H.... MEMBENTUK MORAL . H.H.. Lebih tepatnya. disusun setelah mengalami stagnasi kejiwaan (Lihat: Wawasan Al-Qur’an.. Kaum muslimin meyakini bahwa konsep Allah paling sempurna.. H.H.. KARAKTERISTIK KONSEP ALLAH Rabbani Konsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undangundang lain buatan manusia..... Konsep Allah bercelupkan keagamaan. P..H. P. terpengaruh oleh hawa nafsu. .. Maha Mengetahui... Quraisy Syihab.J. H. ... M. terbungkus oleh kesucian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa cinta dan hormat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan.. tempat. Konsep itu bukan produk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh oleh kondisi.) P... Prof. syamil.. bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislatif dengan aparatnya...H... dan waktu. keluhuran dan kemuliaannya.. paling mampu mewujudkan kebajikan dan menolak berbagai macam . J..J.. 14 ( “Ingatlah. dan Dia Maha Halus lagi Maha Awas. paling adil..H..N.” (QS al-Mulk : 14).K.. perasaan dan pertimbangan kemanusiaan.. yaitu bersifat rabbaniyyah. Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan apa-apa yang maslahat serta yang bisa memperbaiki.. . TERATUR ..J. (Allah Yang Mencipta). karya Imam al-Ghazali diperoleh justru ketika meninggalkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajarinya selama ini...H. MANUSIAWI .... . ...K..J. REALISTIS .. : . Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Mencipta dan Memiliki semua makhluk. rabbaniyyatul mashdar dan rabbaniyyatul ghayah (bersumber dari Allah dan tujuan akhir karena Allah).. KARAKTERISTIK KONSEP ....H.P.Kitab Ihya Ulumuddin. Buku Manhaj Tarbiyah Islamiyah. df ... Dr. Pengatur semesta alam ini. UNIVERSAL BAB II .. BERKETUHANAN . MA). oleh Muhammad Quthb. Menciptakan manusia.

J. Tugas dan kewajiban ini ialah hak-hak orang lain yang harus dipenuhi. Dan..(.H. ia memiliki hak dan kewajiban. H..P. Dengan demikian.H..” (QS az-Zalzalah : 7-8).H. Mengangkat mereka ke derajat kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilainilai . Seorang muslim juga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah menjalankan konsep ini atau pada saat ia meninggalkannya. Kandungan undang-undang buatan manusia adalah serangkaian hak-hak pribadi dan perorangan.N. P.” (HR alHakim).H...J... siasia atau dibiarkan saja. sedang dalam pandangan konsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung jawab (mas’uliyah) karena ia makhluk yang diberi taklif. H.. Selanjutnya.H. Disini terlihat perbedaan antara konsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tujuannya. Inilah yang diciptakan oleh para pembuat qanun.H.H.J.K.H..J. . : .J.. J.H. .J... Tetapi. diperintah dan dilarang. sedangkan konsep Allah melihat manusia dari segi kewajibannya. sementara konsep Allah mencakup sekumpulan taklif (tugas).H.H.H. sebagai buah dari sifat rabbaniyah-nya. manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut. hatta walau pun kandungannya – bisa jadi –menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama.H.H. pasti ia akan menemuinya.KPJ.H.) P. J. . .·. Dan barangsiapa yang beramal kejahatan sebesar zarrah pun.H. Ia tidak diciptakan untuk main-main. konsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang tercakup di dalamnya. Dia meyakini bahwa Allah mencatat perbuatannya itu untuk di-hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya.. Adapun dari segi tujuan.H.keburukan.K. . . maka tujuannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya.³. Akhlaqiyah (membentuk moral) Konsep Allah memiliki keunggulan membentuk moral dalam seluruh aspeknya.K.H. J. m.H.. Konsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan mencabut mafsadat ke akar-akarnya. ) . J.. qanun punya tujuan yang bermanfaat dan terbatas.K “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlaq.H.H. 7 8( “Maka barangsiapa yang beramal kebajikan sebobot zarrah pun.N.H.H. jika kita melihat konsep Allah.P .S. yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersifat material serta menegakkan disiplin.K.J.H.K.. Selain itu.H.H. Qanun memandang manusia dari segi hak-haknya. hukum syara’ adalah kalamullah yang berkaitan dengan pekerjaan mukallaf (yang dikenai beban dan tugas). m. maka ia harus menjaganya sesuai dengan penjagaannya terhadap hak-haknya atas orang lain. Dan seorang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan kebajikannya..N. juga mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia. ia psti akan melihatnya.

hukum pertahanan. J. Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wujud seperti yang diperbuat Plato dengan Republic-nya.H. Konsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewajibkan pemelihara-annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah.H. tetapi ia juga ruh yang luhur yang menempati raga itu.) . teratur dan rapi.H.N. baik raga.H..” (QS Asy-Syams : 7-8). kompak dan seimbang dalam rangka mencapai satu tujuan bersama.H.akhlak dan ruhani yang tinggi.H.H. .H.P. Dan seperti apa yang menjadi utopia ajaran komunisme tentang masyarakat yang kehilangan hak milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah... dimana perhatiannya terhadap nilai-nilai luhur akhlaq tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada.K. dengan rasa cinta yang melambung dan naluri yang merendah. demi jiwa dan apa-apa yang meluruskannya.. Juga tidak terbang di awangawang dan di angkasa.H. Konsep Allah tidak berdayung di lautan khayal.. Maka Dia mengilhaminya akan kedurhakaannya dan ketaqwaannya.J. . Allah mengakui dorongan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam jiwa mereka. Mendiagnosis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya.H..J. .H.H. Konsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan kejadiannya..H. : .” (QS al-Isra’ : 70).N. Karakteristik ini bisa juga dinamakan dengan . Untuk itu.J.H. Realistis (waqi’iy) Ciri-ciri lain dari konsep Allah ialah bersifat realistis. 7 . keamanan dan penjara. membimbing dan memelihara sifat-sifat humanistik-nya serta menjaga dari kedurjanaan sifat hewani agar tidak mengalahkan sifat kemanusiaannya. Konsep Allah juga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pencipta.H.H. Makna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. J. . m. Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi sejalan dan seirama.. Insaniyah (manusiawi) Konsep Allah bersifat insaniyah dan ‘alamiyah..H. Konsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya.H. yang Allah ciptakan dengan fisik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Teratur (tanasuq) Ciri konsep Allah lainnya adalah teratur. 70 ( “Dan sungguh Kami telah memuliakan bani Adam (manusia). jiwa maupun pikirannya.H.H.H.J. . maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya. yang Menjadikannya khalifah di muka bumi dan yang Menyuruh malaikat bersujud kepadanya serta yang telah Mengabadikan kemuliaan itu dalam kitab-Nya. : ..) H. minum dan nikah...H. Yakni semua bagian-bagiannya masing-masing bekerja teratur.J.8 ( “Dan. .H.P. Dengan demikian manusia bukan semata-mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan.H.

Keteraturan dan keserasian dalam fenomena alam (khalqiyah) dan konsep Allah (kalimatullah) sebagai suatu keseimbangan (tawazun). Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi (al-ahwal asy-syakhshiyah). menimbun harta. Atau sanksi-sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri. Juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hukum. yang bertujuan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. tentang pemasukan dan pengeluaran zakat. putusan. kita temui sebagai suatu gejala yang tampak pada setiap apa-apa yang disyariatkan Allah. Universal (syumul) Konsep Allah mencakup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan Rabbnya. dasar kewajiban mengangkat pemimpin dan syarat-syaratnya yang harus dipenuhi. yang disebut dalam fiqh dengan hukuman ta’zir (dera). wasiat. Mencakup pula hukum kerumahtanggaan (nizhamul usrah). cara pemilihannya. Masalah ini dijelaskan oleh fiqh ibadah yang terdiri dari bab thaharah. utangpiutang. serta hal-hal yang diharamkan Allah seperti riba.takamul (komperhensip). udh-hiyyah (berkorban). dan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga Islami dan segala upaya mempertahankannya. Inilah yang dikenal undang-undang kejahatan dan Hukum Pidana (jinayat). join dalam usaha (syirkah). transaksi seperti jual beli. Ini termasuk ke dalam “Undang-undang Dasar”. mencambuk peminum minuman keras dan orang yang menuduh orang lain berzina. hubungannya dengan dengan rakyat. waris. dsb. mengatur rumah tangga. harta ghanimah. hak dan kewajibannya. seperti nikah. luqathah (barang temuan). persaksian. memakan harta orang dengan cara batil. ayman (sumpah) dan halhal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun. fai’. Ia juga mencakup bidang ekonomi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan BaitulMaal. masalah ‘iddah. nadzar. hibah. thalaq. para qadhi atau hakim. mencambuk atau merajam pezina. Mencakup aspek undang-undang kepemimpinan. shalat. hukum mentaatinya. gadai. sumpah dan lainnya yang bertujuan menegakkan keadilan antar-umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum Acara. dan hukuman-hukuman lain seperti potong tangan bagi pencuri. dan sejenisnya yang bertujuan mengatur hubungan antarindividu dalam menggunakan harta dan menjaga hak masing-masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil. nafkah. pajak. Konsep Allah juga mencakup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash. shaum. Mencakup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara . iqrar (pengakuan). serta bagaimana menghadapi pembangkang (oposisi) dan sejenisnya. Juga mencakup segi mu’amalah. hajji. dll. dakwaan. tampak pada setiap makhluq-Nya.

.. kedua tanganmu berdebu (mengerjakan pekerjaan yang hina). karena instrumen kemanusiaannya tertutup. K.H.J.H.H.H.H. kecantikannya.) J. P.H.H. maka sakit gila menjadikan seseorang dalam dunia ini sia-sia. Jika agama tidak dijadikan alternatif pilihan. K. J.K..H.H. P. Dengan Al-Qur’an hati manusia menjadi lapang. Jika semua sifat tidak terkumpul pada satu orang.H.H..K..J.. maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama.H. : .. J.. ..J. Jika merujuk kepada hadits. JAMINAN ALLAH BAGI YANG BERQUR’AN Tidak gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan.H. ukuran.H.J. Orang gila tidak dikenai taklif karena akalnya tidak normal. . utamanya Al-Qur’an. Postur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti anjing (kalb)..J.H. K.N..K. 176 ( “Dan kalau Kami menghendaki.H. P.J. .. Oleh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang menjelaskan kriteria wanita yang harus dijadikan calon istri meliputi hartanya. Jika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah. maka di tengah-tengahnya akan mengeluarkan air..P. H. Masalah yang berkaitan dengan penduduk non-muslim di negara Islam.. baik dalam kondisi perang maupun damai. .. Taribat dari kata turab artinya debu. Maksud ayat “ma anta bi ni’mati rabbika bi majnun” adalah bahwa dengan nikmat Islam ini maka kamu tidak akan melakukan pekerjaan hina. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu mengusirnya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. kriteria umum (khariqul ‘adah). Karena dia tidak dikenai tugas dan kewajiban (taklif). keturunannya. terbebas dari berbagai kontaminasi virus hati (amraadhul qalb).. Orang Yahudi jarang sekali yang masuk Islam karena hatinya keras (qaswatul qalb). J.H.H. K.N.H.P. .K. yadaaka artinya kedua tanganmu (usaha yang kamu lakukan).H. Jika kata majnun (gila) dikaitkan dengan kata janna pada surat al-An’am : 72. Tidak pantas dilakukan oleh makhluk yang berakal.H.J.H. Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran. .J. df BAB III . taribat yadaaka (‘agar kedua tanganmu tidak berdebu’).H. sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu.H. H.H.H.H.H. .J. Ini dibahas dalam fiqih Islam. diterangkan bahwa diantara orang yang tidak dikenai dan bebas dari taklif (beban tugas) menjalankan syariat diantaranya adalah ‘anil jununi hatta ya’qila (orang gila sampai akalnya berfungsi). Memperoleh pahala yang tak terputus Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain. yang artinya menutupi.K..J. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.H.K. Hatinya bersih. terbuka.. kera (qird) dan himar (keledai).” (QS al-A’raf : 176). H. Sekeras-keras batu jika dipecahkan..H..J..H.. J.J..J.H.Islam dengan negara-negara lain yang non-muslim.. P.H.. P. dan sekarang ini semua tercakup ke dalam apa yang dinamakan Hukum Internasional.

K. .H.P.. ... H. . karena darahnya akan beracun (menimbulkan bahaya).K.K.H. kata ‘akhlak’ diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan.J.H.H.H. Orang yang mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid.J..H K.P. . ³.akan menjadi pembela pemiliknya di akhirat kelak (hujjatun lahu). K.H. (.H.J. H.P.P.H.H.H.J. dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu).H.³.H. Maksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan jasadnya. K. J.H.” (HR al-Bukhari.H....K. . tetapi nama baiknya tetap terngiang-ngiang di telinga orang-orang yang ditinggalkan. yang bentuk tunggalnya khuluq.K.J.H.K. J.K. P.P.J.. sekali pun secara fisik kematian telah memisahkan kita. dijawab sesungguhnya jika anda bisa menyadarkan seorang yang hadir ini lebih baik daripada satu forum.. . .) . Lebih-lebih dari murid pertama juga aktif mengajarkannya kepada orang lain.J. J...K.K.. sungguh bila Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena (usaha) kamu.. . “Maka demi Allah.P. Tinta ulama laksana darah para syuhada.H..P. Sesuai dengan karakteristik Islam itu sendiri yang terus berkembang. J.K.J. Tetapi..H.J.H.H.K.J.P.H. H.) K. ³.J. . K.J. P. . .J.H...N.H. J.H. Pada suatu hari ada seorang ulama’ mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu’tamar (komferensi).. sedangkan ilmu yang diajarkan akan bertambah. Maka mesin pahala tidak akan berhenti berputar. K. Makna yang lain.H.. raufun rahiim. P. .H....H.. maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya. Muslim).. .H. Mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada orang lain pahalanya akan abadi. Memiliki akhlaq yang agung Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.K. J. H..H..K. Kata khuluqin ‘azhim pada surat al-Qalam dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul. N.J. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam berdoa tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi mohon kepada Allah agar ditambahi ilmu...J. Jangan mencerca orang yang berilmu.H.K.H. J. .J..P.H.. J. . Harta yang diifakkan akan habis.P. (.. dalam majlis itu yang hadir hanya seorang. “Barangsiapa yang menciptakan kebiasaan baik dalam Islam...P..H. J.H.J.J..K.H.H.N.P.. .H. Murid tersebut ragu-ragu apakah acara ini diteruskan.” (HR. J. .H.. Maka. Rata-rata umur umat Muhammad antara 60 tahun sampai 70 tahun. Kata akhlaq adalah jama’. K.K.P. karena semangat dalam mengembangkan Islam ini.―.K. ³.H.H. Yang menjadikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang panjang-panjang. Ibarat air akan mencari dataran rendah untuk dialiri. Karena semakin banyak ilmu seseorang semakin kuat dorongannya untuk melaksanakan kebaikan.K. . Setelah dikonsultasikan kepada gurunya.J. H.H. P.. J. . . Dialah satu-satu Rasul yang dijuluki dengan asmaul husna (nama-nama Tuhan yang baik) secara dobel.K.J. itu lebih baik bagi kamu dari pada unta-unta merah (kendaraan kebanggaan orang-orang Arab). tanpa mengurangi jatah pahala mereka sedikitpun.

sengat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.H. dia dipukul oleh kaumnya sampai berdarah-darah.H... Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa. K.J. H. N..N. J. tapi “ummati… ummati…” (umatku. yaitu memaafkan dan mendoakan.. J. P. makna yang terkandung dalam hati.H.J. Oleh karena itu. . Akhlaq adalah sikap hidup.” (QS at-Taubah : 128). : . Lalu terbiasa condong/memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk.. ampuni kaumku.P.J.H.. Disini maksudnya budi jadi isi jiwa.. : H. .H.) Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.H. J.H..J.K.K.. H..ᅭ H. “Ya Allah. dan sambunglah hubungan terhadap orang yang selama ini memutuskan hubungan denganmu”. H.K. Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin.J. (.. J. m.. .H.. dia berkata : “Seakan-akan aku lihat kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan salah seorang Nabi dari Nabi-nabi yang banyak itu. Setelah kebaikan dilakukan secara berkesinambungan (istimrar) menjadi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya.H. K.J.H....J. P.S. karena sesungguhnya mereka tidak tahu.J. P..H.N. ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya. “Maafkanlah orang yang menzhalimimu.H.. Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya.. .H. disapunya darah yang mengalir di wajahnya itu lalu berdoa.J. K.K. K.H.H.H. K.. .H.H.J.H.H. berilah orang yang mengharamkan pemberian denganmu.. . J. Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima celaan semena-mena dari orang yang bodoh (safih). .H.H.K. K. lalu diucapkan dengan bahasa yang terpilih. P..H. Budi pekerti yang amat agung. P. Keteguhan Nabi. 128 ( “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. pekerti yang halus adalah sikap hidup. J. K. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu’min. N.K.J..J.K. : P..J.J.” (HR al-Bukhari dan Muslim). . J. K.H.) .H.. Awalnya latihan terus menerus (mujahadah) akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk.H. ketika naza’ (hampir dicabut nyawanya). J.J.H. P.J. H. Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhlaq yang agung.P. Yang dimaksud rahim disini sayang kepada orang beriman dan ra-uf disini belas kasih kepada umatnya yang berdosa (asy-syafaqatu ‘alal mudznibin).H.J.J.J.H.H.. P. .H.K.P.P. .P.H.H.H..P.H.J.. yang ditanyakan oleh Rasulullah bukan anaknya. .K. Akhlaq Rasulullah yang menonjol disini adalah muhsin (tetap berbuat baik kepada yang bersikap jelek kepadanya) (QS Ali Imran : 134).·. Disini kebaikan menjadi sikap hidup. berat terasa olehnya penderitaanmu.H. Budi yang halus (adab) adalah sikap batin.H... .K.P.P.H.H... Ungkapan seseorang menunjukkan isi hatinya.K. P.K..H.H... Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain.P..P.P.J. H. J. karakter atau perangai. J... . Bahasa adalah lambang sebuah peradaban. umatku).H.H.J. “Sesungguhnya Nabi shalla-llahu ‘alaihi .P.H.

dermawan.H. saat itulah beliau baru membalas. setelah lama kita bergaul dengannya kita mencintainya.(.. seolah-olah suara yang didengar dari jarak yang jauh. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari Urwah bin Zubair.. bahkan tidaklah menjadi kesukaannya memukul. berkata.. mencegah kemungkaran.H.J. Dan tidaklah beliau membalas dendam.J “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya. dan tidak pernah memukul perempuan. tertutup) dari petunjuk Allah. ..H.J. .. “Tidak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam memukul khadam.P. kecuali memukul dalam perang fi sabilillah. Mengendalikan jiwa. .. Ada sahabat yang mengatakan.. asal jangan dosa. Sehingga seruan Allah. BAB IV ..H. .. ihsan dalam berbuat.J. ..K . Sehingga hatinya kafir (terkover.KH.” (HR at-Tirmidzi). bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah”... keinginan (‘azam) yang kuat untuk melakukan kebaikan.H.K. menyuruh kepada kebaikan. Dan orang terhitung orang baik-baik ialah yang bersikap baik terhadap isterinya.. berani. . berkata jujur. menahan marah. ) . kecuali kalau aturan Allah dilanggar orang. Dan kalau beliau memilih dua hal..P.J.J.³... baik perintahnya maupun larangannya. Semuanya dihiasi oleh budi pekerti yang agung... dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha..P. pemaaf.³.H.H. ... Bagi orang kafir ketiga kekayaan itu yang dijadikan tujuan akhir hidupnya.. Akhlaq di sini mencakup dimensi yang lebih dalam dan luas.J .. KEHINAAN PEMBELA IDEOLOGI MANUSIA Gila (majnun) Orang yang jauh dari Al-Qur’an akan menjadi gila. telah menjadi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau.K. gila harta dan gila tahta. harta dan tahta. berani berpandapat.J. amanah dalam bermuamalah. Kalau aturan Allah dilanggar. ketika pertama kali kita kenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita takut kepadanya. Pendeknya semua budi yang indah. adil dalam menetapkan hukum.. pasti beliau pilih mana yang paling mudah. berpegang teguh dengan kebenaran. Selain Al-Qur’an tidak akan mampu menolak godaan wanita.. malu.. Perintah AlQur’an dikerjakan.H . larangannya ditinggalkan. Gila wanita.H.P.P. menghormati peraturan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa..J .J.P.K. .K..m . menjaga kebersihan.H..K.wa sallam melaksanakan Al-Qur’an.

Segala aktifitas orang kafir hanya akan menutup (raana) hatinya sendiri.H.H.P.H. J.ᅭ m. P.H. m.K..H. Orang kaya.K.. bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati. J.) 65 ( “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu.N. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.H. N. Dikumpulkannya sebanyak mungkin. P.J. J.P. 44 ( . : .K.K.H. H.J.H.H.H.” .J. J.H.H.J.K.J.K. P.H.. P.J.N.N.K. Mukmin adalah petarung sejati. .” (QS Fushshilat : 44). K. K.. tetapi hatinya terpenjara oleh nafsunya. H. Sementara orang yang berQur’an mampu bersikap zuhud (membatasi konsumsi) setelah mengumpulkannya. J..) . maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang hina. H. ....H.H.K.N.H..K.J. H.H. Memperoleh balasan sesaat (mu-aqqatan) Yang diperoleh bagi orang berpaling dari Al-Qur’an hanyalah mata’ (kepuasan sementara).J. J.. seakan-akan minum air laut semakin di minum semakin haus. menurut Islam. .H. H. J. P.J.N.H. sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak menerangi mereka).J. bertempat tinggal sesuka hatinya.H.J. karena yang diburunya tidak ditemukan.K... Orang yang tidak ber-Qur’an tidak bisa zuhud. .. pada saat yang sama memiliki daya kendali material.H. : ..H.P.P. Berperangai hina .. K.J. Kata Abu Bakar...K. . : .J.. tapi tidak kikir dalam membelanjakan kebaikankebaikannnya. itu.H. Secara lahiriyah bisa makan ini. H..J.H. Lelaki Qur’ani memiliki daya cipta material.J. ³..K.H.H. Seorang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani..H.K.H.K.J.H. Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya.H. .K.³.J.” (QS an-Nuur : 39).P.H. tetapi pada akhirnya ia pemimpin sejati.J.H.P. H.. . kemudian dia tinggalkan untuk Allah. Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia menjadi pebisnis sejati..K.suara apa itu ?.H.P.J. Dan mereka menjadi pemburu yang kecewa. .H.) “Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan. H.J. . . Kreatif dalam mengelola karunia Allah.K.. m. P.³.P.H. J.H.. J.H.H. P..P.J. .H.. Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya. .J.H..” Orang Islam semangat dalam mengumpulkan karunia-Nya. H. P.J.K.J.H.P.H. pebisnis sejati.P. “Jadikanlah harta itu pada genggaman tanganmu dan janganlah engkau masukkan dalam hatimu. ³.H.. P. K. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.K.. 39 ( “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar. tetapi mampu membuat rakyat sejahtera setelah berkuasa. Oleh karena itu seorang yang jauh dari Al-Qur’an akan merasakan kehidupan yang serba sulit (ma’isyatan dhankan). yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga.

s “Siapa yang jelek akhlaqnya. bukan berarti mereka berubah bentuk.. Manusia berperangai seperti keledai. keledai. tetapi mereka memasang alat penangkap ikan (kail) pada Jum’at malam.... . Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari bekerja... . ia menyiksa dirinya sendiri.. inilah bentuk kehinaan.H. Sehingga mereka mendapat kutukan Tuhan menjadi kera yang hina.. Sebagian ahli tafsir berpendapat : mereka menjadi babi.. Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya....” .. Tetapi mereka pandai mempermainkan hukum Tuhan.. . AL-Qur’an sebagai sumber utama ..H... Pola penerimaan – Berinteraksi dengan al- .. Ia akan dihantui perasaan bersalah (inhizamun nafsi). ampuni dosa-dosaku yang menurunkan bala.... Tidak ada kawan abadi. Ya Allah. . Jika keledai berkarakter keledai..” Wajar. Ya Allah... Peristiwa ini adalah majaz (kiasan) seperti pada surat al-Jumu’ah ayat 5. Mereka bangga dengan memperoleh keuntungan duniawi. lalu diambil pada hari Ahad.. Ya Allah.. sama perangainya dengan makhluq yang tidak berakal. ampunil dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. ampuni dosadosaku yang merusak karunia.. “Yang disumpah Tuhan sehingga menjadi kera atau monyet adalah hati mereka. – .H.. tidak mengherankan. Yaa Allah. Memiliki akal.. Kemurnian dan keutuhan sumber asasi .P....... Karena hati nuraninya dinodai dengan akan noktah hitam.. dikhususkan untuk beribadat kepada Tuhan... Tetapi perangainya berubah menjadi perangai binatang.. Ya Allah... .. asalkan tujuan tercapai (al-ghayatu tubarrirul wasa-il)... PROFIL GENERASI QUR’ANI ..H. Menghalalkan segala cara. Sekalipun dilarang mencari ikan pada hari Sabtu. .. Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji Bani Israil dengan Tuhan... Lebih memuliakan ikan daripada seruan Tuhan.P.. . Madyan.. ....J.... . tidak difungsikan. .. dalam doanya : “Ya Allah.. akan tersiksa. mereka terima dari Mujahid. Menurut Ibnu Mundzir.(QS al-Baqarah : 65)..J. df . ampuni dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.. orang yang berbuat menyalahi suara batinnya.N. ampuni dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan”. Imam Ali bin Abi Thalib menyimpulkan akibat buruk dosa. ampuni dosa-dosaku yang menahan doa.H.. Yang dibenci Tuhan dan manusia adalah seorang yang memiliki kesamaan sifat dengan binatang. Mereka berdiam di tepi pantai.. Tetapi tidak sadar sesungguhnya mereka dijauhi oleh orang yang baik. Tidak akan merasakan kepuasan batiniyah. Peristiwa ini terjadi di danau Thabaria. yang abadi adalah kepentingan itu sendiri. Alia.. bukan badan mereka.. Jika direnungkan ayat ini.. ‘Laksana keledai memikul kitab’..H. kata para ahli..H.PP. dari Ibnu Abil Hatim.

Demikin pula hadits Rasulullah. PROFIL GENERASI QURANI Ada fenomena yang unik dalam sejarah Islam yang patut dijadikan rujukan. Seandainya keberadaan Rasulullah yang menjadi rahasianya. Allah menjamin keutuhan dan kemurnian Al-Qur’an. Isolasi total dengan pola jahiliyah sebelumnya BAB V .. Setelah itu boleh dikata.. utuh....). “Budi pekertinya adalah Al-Qur’an”. beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir zaman. Bahkan. yakni generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kehilangan pribadi Rasulullah bukan menjadi faktor utama dalam dakwah ini.. dan hukum.. adalah Al-Qur’an di tangan kita sekarang.. Gejala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men-setting generasi. Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan mereka? Kemurnian dan keutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al-Qur’an yang dikaji oleh para sahabat Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam dan yang menjadi asas perjuangan mereka dalam kehidupan. ... Akan tetapi Islam tidak demikian. yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara sebagai sistem hukum...000 orang. Gejala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah Islam. Pertama. beliau mengemukakan tiga faktor yang menjadi karakteristik generasi Qur’ani yang pertama itu. yang bagi sahabat dahulu dijadikan sebagai pedoman kerja. generasi terbaik dalam sepanjang sejarah Islam dan kemanusiaan. .... niscaya Allah tidak akan menjadikan dakwah Islam ini kaffatan linnas wa rahmatan lil ‘alamin. . sekalipun Rasulullah telah wafat. tidak pernah terulang lagi munculnya generasi sekualitas itu.. sekalipun ada beberapa figur yang muncul (mujaddid). Dan itu yang akan dibaca oleh generasi sesudah kita nanti sampai akhir zaman. semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami. tolak ukur keberhasilan dakwah di mana saja dan kapan saja. dalam bukunya Ma’alim fii ath-Thariq mencoba mengamati profil masyarakat sahabat. Al-Qur’an yang tetap asli. Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama. Lalu apakah ini yang menjadi penyebab? Jawabannya bukan. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang perilaku Rasulullah.. peny.. bagi yang terjun di medan dakwah. dia menjawab. Sayyid Quthb. sumber utama (al-Qur’an manba-un wahiid) Generasi sahabat mempersepsikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan kehidupan... al-Qur’an. Dari hasil pengamatannya. Demikian pula kebudayaan . selain dari generasi Sahabat... sekalipun beliau tiada. Dan Islam bukan risalah terakhir diturunkan oleh Allah..Qur’an untuk dilaksanakan .. Dakwah ini akan berlangsung secara kontinyu. Peradaban Romawi kala itu sudah mencapai tingkat kemajuannya di bidang budaya. tetapi belum pernah lahir dalam bentuk society (160.. Adapun hadits adalah tafsir operasional dari sumber utama itu. Kecuali pribadi Rasulullah yang telah meninggalkan kita.. ilmu. dan murni.

Yunani yang terkenal dengan logika dan filsafatnya. Kebudayaan Persia, India, dan China tercatat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu. Dua peradaban Romawi dan Persia mendominasi Jazirah Arab dari utara dan selatan. Tetapi, fokus generasi sahabat kepada Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan acuan, mempunyai sasaran khusus. Rasulullah ingin mencetak generasi yang spesifik, di mana hati, akal, wawasan, ideologi, dan orientasi (ittijah) mereka terpelihara orisinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manhaj Al-Qur’an. Generasi inilah yang dicatat sejarah sebagai generasi yang unik, sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terkontaminasi berbagai polutan dalam memahami sumber utama. Seperti filsafat dan logika Yunani yang banyak mencemari pemikiran pemikir Islam, israiliyat Yahudi dan teologi Nasrani, serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing, yang turut mencampuri penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mengurangi kadar kejernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al-Qur’an. Kedua, metode penerimaan al-Qur’an (manhaj at-talaqqi) Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya cenderung mengalami perbedaan dalam aspek pola penerimaan Al-Qur’an. Generasi awal ketika membaca Al-Qur’an tidak bertujuan membongkar rahasia alam, sains, pengayaan materi-materi ilmiah. Akan tetapi menerima Al-Qur’an seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan secara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Persis seperti seorang prajurit menerima perintah dari komandannya untuk dilaksanakan secara spontan. Sahabat mencukupkan sepuluh ayat untuk dihafal dan diamalkan muatannya. Metode penerimaan yang aplikatif – justru menyingkap ufuk ilmu dan keindahan, pesan-pesan inti – yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode pertama dapat mempraktiskan kerja, meringankan beban, menterjemahkan teori-teori ilmiah yang mandeg ke dalam kerja nyata yang dinamis. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak menerima metode apapun selain dari metode penerimaan yang praktis dan aplikatif. Karena Al-Qur’an bukan buku seni, ilmu, sejarah, sekalipun semuanya terkandung dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Karena itu Allah menurunkannya secara bertahap. (106 ..... ).: .J.³ .H.J.K .K.H.J.H.H.P.H.H..P.J.m.H.H.N.J.H..P .H.H.J.H..s .³. .PH...l “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS al-Isra’ :106). Allah menurunkan Al-Qur’an tidak sekaligus. Tetapi berdasarkan kebutuhankebutuhan

dan perkembangan yang kontinyu dalam ideologi dan konsepsi, juga berdasarkan problem alamiah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupannya. Terakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan kondisi khusus, serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi kejadian itu, dan memperbaiki kesalahan mereka, dengan begitu terasa keterikatan jiwa dengan Allah sebagai Pencipta. Dari metode penerimaan yang praktis ini para sahabat muncul sebagai generasi yang terbaik. Ketiga, isolasi (mufashalah) dari persepsi lama Apabila seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika jahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa jahiliyah; merasakan hidup yang lalu itu penuh noda dan kotoran yang hanya bisa terhapus dengan Islam. Dengan sikap pasrah seperti ini, ia menerima petunjuk Islam yang baru. Maka setiap kali tidak mampu menunaikan kewajiban yang dibebaankan Islam kepadanya, ketika itu ia merasakan bersalah dan berdosa. Akhirnya, jalan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur’an. Isolasi perasaan secara mutlak ini antara masa lalu yang jahiliyah dan masa sekarang yang Islami, jelas terlihat dalam hubungan sosial dengan masyarakat jahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan jahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang Islami, sekalipun hubungan dagang dan harian masih terjadi. Yang jelas, perubahan total terjadi dalam lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, serta pergaulan yang baru telah bertolak dari tauhid. Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh generasi berikutnya, sehingga tidak bertahannya nilai-nilai ke-Islam-an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka. Untuk mengembalikan ma’nawiyah (spirit) ber-Qur’an ini, perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus. Yaitu pemberdayaan ruhani kita secara lebih intensif (tarbiyah ruhiyah), agar Qur’an bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita. Karena Al-Qur’an berasal dari Dzat yang Maha Suci, dikirimkan melalui makhluk yang suci, dan diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya (ishthafaahu), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Wallahu ‘alam bish-shwab. df $ PAKET IV . ..... ..... Prinsip Akhlak $ .... ...... ..... .... Qiyamul Lail .....

...... Baca Qur’an .. ... Ingat Allah ...... Tawakkal ..... Sabar ...... Hijrah ... ... Langkah lbh teguh ... .... Bacaan lbh berkesan .... ... Ucapan berbobot .... .... Produktif .... ... Pandangan sejuk ...... ..... Posisi terpuji ... .... Tempat masuk yang benar .... ... ..... Sebab masuk ...... .... Tanda iman ...... ..... Penghapus dosa ..... 3:138 – Penjelasan .... 2:147 – Kebenaran ...... 10:57 – Obat .... 17:82 – Rahmat ..... 2:2,128 – Petunjuk ....... 25:1 – Pembeda ..... 5:15-16 – Cahaya ....... 3:138, 54:17,22 –

. .J.H.H.. .J.J.H.H.K... . .... ³.. ³.J...H.H.... (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua sedikit... H.J... H.P... N. H.H.J.J. Boleh iri padanya .J.K. ³. Atau lebih dari seperdua itu...H. Terangkat derajatnya . Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. ³. ―.H.H..K. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).H.K. .. P..K.H..H.. Menjaga stamina ruhani .³. dia bangun malam . .J.S.. Bangunlah (untuk shalat).. ³..H.J.K.H.. . H.H. P.N.. K..... P. . H..K...J..J...H... Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.N.N. Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadatlah kepada-Nya .... Kebiasaan orang shalih . 15:19 – Pengingat .P.. J....H..H.K..H...J. .J. ....K..J.K. K..K.H.H.K. K. K.H.. .H... “Wahai orang yang berselimut (Muhammad).... di malam hari kecuali sedikit (daripadanya)..K..H... .H...K.N...N.. N.K....H.J.. ..H.... . ... .―.J... K.J. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil. .. . 42:42.. .. .H.P. H.J.H.. K.S. H..H. .J. J...K. H... H.....N.H.K...J.H..H.H.J...H. ³.N.P. Siapa yang ingin raih kemuliaan.J.Nasihat .P. ..P. J.. ..H. K..K...J.J.. ³. . .J. N. ³. . K.J. J. Prinsip Akhlaq BAB I . H. .. .³.K.K...H. . PRINSIP AKHLAQ Surat al-Muzzammil ayat 1-9 .P.J. ³... . H.H.H... J. P.H. Shalat yang palig utama setelah shalat fardhu . K.K..K.. .K.J.. . Manusia paling mulia . K...J..J. . .J..K. 40:15 – Ruh . N.H.J....H..S...

J.J.H. gembira. Semua gejala jiwa yang dirasakan manusia juga dirasakan oleh mujahid. gundah-gulana.―. Di saat yang lain mereka harus gagal. sedih. kegelisahan. mengatakan : H. Itulah vitalitas. kecemasan. Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul khatimah.H. Bahkan. (Dialah) Tuhan timur dan barat.. Syauqi. maka ambillah Dia sebagai pelindung”. kegalauan.H. . di balik kelembutan mereka. kehidupan mujahid pun fluktuatif (naik-turun). Itulah yang membuat sorot mata mujahid selalu tajam. dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah. cemas. melawan ketakutanketakutan. Menjaga stamina ruhaniah (ri’ayatu al-ma’nawiyah) Mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya. Selalu ada gelora yang bertalu-talu di balik lubuk hati mereka. semangat hidup.N.P.K. di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain.. sukses. tiada Tuhan melainkan Dia.H.H. P.J. .³.. Sebagaimana layaknya manusia.H. Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah jalan ketakutan. Mereka mengetahui sejak dini dan sekaligus melawannya gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa. Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu jauh dalam kegagalan dan keberhasilan. H. Kemampuan mengelola gejolak internal diri menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil. Sebaikbaik amal adalah yang pungkasan. kegalauan. Ada saat dimana ia naik.J.H. terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur).dengan penuh ketekunan.H.. menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka terusik bahkan tergoda oleh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari perjuangan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah. dan menghalau keputusasaan. P. dan tidak mungkin memenangkan pertarungan? Para mujahid adalah manusia biasa.P. cemas. Yang membedakan para mujahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas. sehingga membuat takut. H.H. Ahli sastra Mesir. Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunnatullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah. Itulah yang membuat mereka memiliki harapan. Dan sebaik-baik umur adalah yang terakhir.

“Kami dalam kelezatan (spiritual) sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagiaan itu ada disini mereka akan menguliti kami..J.J. Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang konstan. (. Jika Aku telah mencintainya. Menangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang suci tidak sederhana.H. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Kusukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya..N. Dan orang di sekitar kita gembira (termasuk ibu yang baru saja melahirkan) karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan.. pembebasan dari penyakit nifaq (ragu-ragu) dan pembebasan dari neraka. dzikir.H. Sebagai kekasih Allah.. shalat lail.. akan memperoleh pembelaan.J. ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku.) H. keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan-keyakinan terhadap alam ghaib. H. Rasulullah bersabda.” (Al-Hadits). dan pertolongan-Nya pada saat yang diperlukan.. muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah (tadakhul rabbani) secara langsung. J.H. menemui dari takbir pertama. menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. maka Kuizinkan ia diperangi. berkesinambungan. menjadi tangan yang ia memukul dengannya. sebagai kaki yang ia berjalan dengannya …” (HR al-Bukhari).H. . Sehingga pendengaran. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam bersabda. masuk surga. membaca alQur’an. Inilah yang menjadikan Ibrahim bin al-Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya. “Dan barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari. karena iri”. H. Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya. J.J. .H.H.H.H.H..H. langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. ³.H. “Barangsiapa yang melaksanakan shalat sunat rawatib 12 rokaat secara berkesinambungan. “Bahwa Allah berfirman. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalanamalan sunnah hingga Aku mencintainya. H.H. dukungan.. Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk menjadi kekasih Allah (waliyullah). maka ditulis oleh Allah dua pembebasan. penglihatan. Vitalitas. Dan proses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik.Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekitarmu tertawa.H.” (Al-Hadits).H.

jika suatu saat saya tidak melakukannya.“Jika engkau ingin masuk surga. dll. Allah memiliki cara sendiri bahwa gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). “Di balik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah Shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. baik berupa materi maupun immateri. Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. kesempitan. Beliau menjawab. musibah. “Bergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah”. “Ini adalah buah dari ma’tsurat (al-kalimatut thayibah) yang secara rutin saya baca di pagi hari setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dari ufuk timur. Barakah artinya tambahan kebaikan (ziyadatul khair). Tekanan kehidupan secara psikologis. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini. melainkan pasti saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenangan bagi saya”. Bukan situasinya yang kita persoalkan. kualitas atau kuantitas. tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. Diantara stimulan jiwa adalah tekanan hidup. sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi proses terjadinya kreatifitas dan dinamika. saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”. Manusia adalah produk sebuah lingkungan (ibnul bi-ah).” (Al-Hadits). Seorang ahli hikmah mengatakan. Tapi. Dalam suatu peperangan. tentang rahasia kekuatannya. Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. Mereka pun menanyakan ulama’ yang tetap membujang hingga wafatnya itu. . maka engkau ridha dengan sesuatu yang menimpa diri yang tidak kamu sukai. Khalid pun merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. Dalam perang Yarmuk. kaum muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap selesai melakukan wirid harian itu. Akhirnya mereka menemukannya. Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi yang dicarinya tidak ditemukan. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang kurang produktif.

Ibnu Abas mengatakan. dan semangat.Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan. Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II. Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu. tetapi bahkan menantang dunia. yang tertidur pada malam perang Khandaq. Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz merebut takdirnya menjadi ulama’ besar. “Bangunlah. Orang Arab jika ingin memanggil seseorang. harapan. menyempurnakan syarat dan rukunnya. Al-Muzzammil adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia selalu menemukan celah dibalik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan. dengan redaksi . Rasulullah memanggil dengan panggilan keakraban. Pada surat al-Muzzammil. wahai penidur”. beliau membangunkannya dengan. Tugas untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan. musibah. Abu Huzaifah. Ketika memanggil kepada intelijennya. dan dengan kesadaran penuh. adab-adabnya. Rasulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum. “Berdirilah. Beliau hafal al-Qur’an dan ribuan hadits. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syaikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini. memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari Kerajaan Saudi Arabia. bukan saja menantang Israel. mawaddah wa rahmah. Ketulian tidak mencegat Mushtafa Shadiq ar-Rifa’iy menuju puncak. Ketika Ali karramallahu wajhahu sedang ada masalah dengan keluarganya (Fatimah radhiyallahu ‘anha). Mengerjakan shalat lail dengan sungguh-sungguh. Kemudian di-nasakh kewajiban itu menjadi sunnah. ia tertidur di masjid. sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. maka ia memanggil dengan julukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu. yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya. Kecacatan istrinya (bermata juling) sama sekali bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh Utsman an-Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai tokoh publik dan membangun keluarga sakinah. Shalat lail Al-Muzzammil yang menjadi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan. “Semula shalat lail ini diwajibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila. wahai Aba Turab (yang penuh debu)”. sehingga tetap memiliki ketenangan. dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru.

H.H....J. ataukah orangorang yang dalam keadaan sujud dan berdiri dengan penuh ketundukan pada waktu malam hari karena mengkhawatirkan (keselamatan) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya.. K. H 17 18 ( “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.P..H...H.. Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya.. H.H.J..H.P..³..) K..) H.H..J. H. J. H.³.P...... 17 ( “Dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur. : . 9 ( “(Apakah kalian.J..P..J. .P.H.K..H. dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka.ayat 20.P..J..P. H.K. J. . ....J.J..K. H.P.J.N.... 113 ( “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat.H..) K. . wahai orang-orang musyrik. .K.H.チ.H...P...H. J.H.. . : . Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yang terpuji kepadamu. Seorang pun tidak mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan terhadap amal yang dahulu mereka lakukan. H.チ.K.. .H.J...17 ( “Lambung mereka jauh dari tempat tidur.” (QS al-Furqan : 64) Ketika menyebutkan ciri orang-orang yang bertaqwa. Allah berfirman : .H.H.³..P...H. .. H. J.H... . ..J..... ..J. .J..H.. m.J.) H..P....H.³. 79 ( “Dan bertahajjudlah pada sebagian malam sebagai tambahan bagimu (Muhammad)...J. dan pada waktu sahur mereka memohon ampun..J.S..J..J. ..J..³.H.J.J.u..K..” (QS as-Sajdah : 16-17)...P. .H.H.. : . H...K.H. K.H.K..N.J... H..K. チ. ‘Sebab itu bacalah mana yang mudah dari Al Quran’..K.” (QS . ..N.H.H.チ.H.N. .P.K. H. .N. J.H..H. .H.K.” (QS Ali Imran : 17). .. : ...H. K.K.J. yang lebih beruntung).” (QS Ali Imran : 113).. ³..チ. ³.H.K.J. H.J.J.J.H. H.H. : ..... ..P. : .J..J.P.H...J.. .J.H... . .H. P...チ..H. 16 .H..H..H.N.H... J.H.K..H.. H. : .H.K.H.H.J.H.³.H.N.. dengan firman-Nya : .H. J.H. .) ...P. .. . . J..K. J.H. Allah juga menceritakan ciri orang yang memiliki iman yang sempurna..H.J..³.H.H....J... K.J.) . H 64 ( “Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam...H..チ....H.. P.H. .H.³.P..P...N.J.J.H...P.J. K.. .H.H...―.H.J...H..H. ..) H.H.K.P.... .H....H.K.” (QS adz-Dzariyat : 17-18).K.P..S. K. Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh harap dan cemas.H.P. Allah mendeskripsikan orang-orang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu..” Shalat lail merupakan karakteristik hamba Allah Yang Maha Rahman.” (QS Az-Zumar : 9).H. J.P.

H.N..H. Dalam suatu Hadits Qudsi Allah berfirman. 49 ( “Dan pada sebagian malam.. 26 ( “Dan pada sebagian malam.. Kemudian sosialisasi program pencerahan secara berkesinambungan.. seperti dalam hadits.J.” (QS ath-Thur : 49). Allah akan memberikan perkataan yang berbobot (QS al-Muzzammil : 5).P.S.J.P.” (HR atTirmidzi).H. H. Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa.H. berilah makan. dalam artian mengharap agar bisa menirunya.P. ³.J.J. serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. yaitu waktu malam (wal-laili.H..H.” (Al-Hadits). dan kedua. H.S.H.” (QS al-Insan : 26)..P. sujudlah kepada-Nya dan mahasucikanlah Dia pada sebagian besar waktu malammu. H.P. K. sebarkan salam. H. H..H. ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian. Apabila Allah bersumpah dengan makhluq-Nya sendiri itu menunjukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya...J.) ³. Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik...K. Pertama. demi waktu malam). maka ia akan ditempatkan pada posisi yang tinggi (maqaman mahmuda) di hati mereka.N.H.H. tak kenal henti.H. suasana hening. Allah juga telah bersumpah dengan ciptaan-Nya.J. “Sesungguhnya anda dikaruniai rizki dan di tolong oleh orang-orang yang lemah diantara kamu. sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam..H. orang yang diberi harta oleh Allah lalu harta tersebut dia infakkan sepanjang malam dan siang.K.P. K.J. mahasucikanlah Dia dan pada saat fajar setelah bintang-bintang terbenam.J. : .. : .―.J. Boleh iri terhadap orang yang rajin shalat malam.” (HR Ibnu Majah).P..) K. J.H. kampung keselamtan. bahwa pada sepertiga malam Tuhan turun . Dengan ide dasar (qaulan tsaqilan).J..J. . “Wahai sekalian manusia.H. . melahirkan langkah-langkah strategis... orang-orang yang diberi karunia oleh Allah berupa Al Quran lalu dia amalkan di sepanjang malam dan siang. “Tidak boleh dengki kecuali terhadap dua kelompok orang.H. “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian.K. P.H..N.K...P. Keheningan malam berpengaruh kepada fikiran dan hati.K.J.H.alIsra’ : 79). Rasulullah menyatakan. Shalat malam merupakan faktor utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga..K. P. Di waktu malam gangguan berkurang. P.J.H.. sambunglah kekerabatan. ..J. Jika potensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat (iradah atau ‘azmun qawiy). dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya kamu masuk surga.” (HR al-Bukhari).K.

P. Mengingat Allah (dzikrullah) Dzikrullah akan menyelamatkan seseorang dari badai keraguan. K. Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah... : H.. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.H. H.. Tartil al-Qur’an Membaca Al Quran dengan tartil artinya membaca dengan menghadirkan hati (alqira’atu ma’a hudhuri al-qalbi). menerima taubat oarng yang bertaubat dan permohonan orang yang mohon ampun.H.K.J. maka ether di waktu malam itu memperdekat hubungan.19).H.H. .K.K. N..H. Dan bacaan al-Qur’an ketika itu lebih berkesan di hati.P.” (HR al-Baihaqi). apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab.J. H.H...H.H. (.H..P.J..J. .J..K.H.K. dia mengambil pelajarannya.H. . P..H.H.P. P. J. Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi oleh ether.H. .H.H.H. . P.J. H. Maka.K. H.J.H..H. dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya. : H. J.H.J. Maksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat... sehingga memungkinkan orang yang shalat dengan menghadirkan hati. “Wahai Rasulullah.H.K.H. “Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an.H.) K.K. ...J. . . . Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil al-Quran’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”.H. .J.H.P.H..H.H.H. sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya.H. Al-Khazin mengatakan.J. Ketika menyebut janji dan ancaman..19 ( “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya. N.P.P.J. P. “Membaca alQur’an dan mengingat mati.H.H. N..H. hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya.N..J.K. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas.” (QS al-Qiyamah : 16 .P.H. Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.. .H.H.H.ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh.) P. H. 16 .. : . P.J. Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya.H. K. “Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi.K..P..H.. K. tafakur terhadap hakikat dan makna ayat. hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.H.S.J. Kemudian.H.H. dia akan takut dan penuh harap.. Ketika sampai pada mengingat Allah. .H.H.J.K.” Maka ditanyakan kepada beliau..K.. . P.J.J.J..H. was-was. H.J. P. .H. Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam membaca al-Qur’an dengan perlahanlahan. P.K. Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan.

Dzikrullah juga dapat membangkitkan keberanian.H.J. N.kecemasan.K.H.. K.H. .K.J. keteguhan.J.H. J. Kesadaran ini selanjutnya akan melahirkan potensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan. karena itu takutlah kepada mereka. (perkataan) itu justru menambah iman mereka berkata.P. J. keyakinan dan kedamaian di dalam jiwa. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi. : .. m. P.H. karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya.H..H.J. ..H.N. ..H.P.H.J.P.H.H. : .. N. berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.P.H.H. K.’ Maka..J. dan Ia sebaik-baik penjaga’.H.J..J.P. H. ..H.J. H. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah. “Orang-orang yang apabila diancam orang lain dengan mengatakan.H. .K.J. “Orang-orang beriman dan tenteram hatinya karena mengingat Allah.. sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar.. .K..H. H.K.. H.J.H.) J.H.J.K..H..H.H.. .K.H.K.N. Mereka tidak disentuh oleh bahaya apapun karena mereka mencari ridha Allah. Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan tersusul.H.J.J. kelak Dia akan memberi petujuk kepadaku.J. dan semangat juang. H...S.. ―.H.H...H.H.J. . Al Baqarah/2 : 152).P.H. H.J.J.H. Dengan selalu mengingat Allah hati seorang menjadi hidup.J.J. J... H. ‘Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kamu.H.P.. ketentraman. 152 ( “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu.” (QS asy-Syu’ara : 61-62).H.N.J.K. J. “Kemanakah kita akan lari?” .. H.. Yang .” (QS. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.P.H.. K.” (QS ar-Ra’du : 28).62 ( “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat. Dzikrullah dapat mendatangkan ketenangan.K.H.J.) 61 . hati menjadi tentram.P.J. H.H. kegoncangan dan segenap penyakit jiwa lainnya. Ketika Musa dihadapkan oleh kepanikan kaumnya karena akan tersusul oleh pasukan Fir’aun. ‘Allah cukup bagi kami.

Nabi kemudian bersabda kepadanya. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan kokoh. Dari contoh yang kedua ini. Sastra Arab mengatakan. Bisikan jiwa ini jika ditahan. terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum tercapai. diantaranya shabara bihi. awan diatas awan lainnya. dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya. Sabar Dalam kamus-kamus bahasa. jika mengikuti nafsunya. ia akan meronta. (Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu . Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit. yakni menjamin. ini berarti perwujudan dari hakikat sabar. Berarti ia sabar menerima ketetapan-ketetapan Tuhan. ditekan. manusia. Dari akar kata shabr diperoleh sekian bentuk kata dengan beragam arti. tidak lain hanyalah syetan yang hendak menakut-nakuti pengikutnya. Wanita tersebut menjawab. kata shabr berarti menahan. Seseorang yang dirundung duka. maupun non-material seperti menahan jiwa dari keinginannya. tanah yang gersang. pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya.” (QS Ali Imran 173-175). dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. jangan ikut campur urusanku. Sabar disini bermakna tabah. Engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku”. Seorang yang menghadapi rintangan dalam pekerjaannya. bahwa suatu ketika Rasul shalla-llahu 'alaihi wa sallam menemukan seorang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur. pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung jawab. baik dalam pengertian material seperti menahan orang dalam tahanan. “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. Tetapi bila ia menahan. dengan terus melanjutkan usaha.demikian itu. tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu orang-orang beriman. menggerutu kepada Tuhan. “Shabar itu awalnya pahit melebihi empedu dan berakhir dengan manis melebihi madu”. “Pergilah. dll. Ulama etika mendefinisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan demi mencapai sesuatu yang lebih baik. berat.

..H.H...” (maksudnya.H.. “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan. 5) Dalam melaksanakan ibadah (QS Maryam : 65...H.H.H..J ).H....J.. .J..H. “Hakikat kesebaran dinilai pada saat-saat pertama dari kedatangan musibah.P.S. penderitaan. bukan setelah berlalu sekian waktu). 4) Menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal (QS an-Nahl : 127).J . 2) Menanti datangnya janji Allah dan kemenangan (QS ar-Ruum : 60). ...H.H “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta dibuatkan mantera.J... dan dalam peperangan.H.. .H.H.H.” Dalam al-Qur’an. Thaha : 132).J. 7) Dalam usaha memperoleh apa-apa yang dibutuhkan (QS al-Baqarah : 153).H.H. ....H.N. Ahli Tafsir ar-Raghib al-Asfahani menjadikan ayat 177 surat al-Baqarah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al-Qur’an.K. 6) Dalam menghadapi malapetaka (QS Luqman : 17). ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak konteks: 1) Dalam menanti keputusan Allah (QS Yunus : 109).J.H..H.H..N... Tawakkal (berserah diri kepada Allah) Rasulullah Saw bersabda : Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba’saa’...H. ..H....P...m . sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba’si.J..H....J. Nabi menjawab. tidak membakar . .P. sabar dalam menghadapi musibah dicakup dengan kata adh-dharra’..adalah Rasulullah.PJ.. .K .H..PN.K ......P. . Beliau tidak memiliki penjaga-penjaga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata. . 3) Menghadapi ejekan dan gangguan orang-orang yang tidak percaya (QS Thaha : 130). ia sadar dan menyesal.(.K. Kemudian ia mengunjungi Nabi di rumah beliau).N. “Aku tidak mengenalmu”. .P.H.

Abu Bakar ashShiddiq. 5) Mengelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan tempat tidurnya. dan bertawakkal kepada Allah.H.. Setelah merampungkan persiapan yang matang.K. . dan melakukan penyerangan dengan rencana yang . Bukan bertawakkal pada persiapannya itu. Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab (mengambil faktor-faktor menuju sukses). 3) Menyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam perjalanan yang sulit dan panjang.H. kecuali setelah suasananya menjadi dingin.H.K. Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas. 6) Ketika beliau dikejar. Tawakkal adalah memaksimalkan ikhtiyar dan ketentuan akhir adalah hak prerogatif Allah. Langkah-langkah yang disusun Rasulullah Saw untuk keberhasilan hijrah ke Madinah sebagai berikut : 1) Memilih sahabat pilihan yang bisa menemani perjalanan. faktor-faktor pendukung kemenangan. beliau mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah. hingga dijuluki Dzatun nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). mengatur barisan tentara-tentaranya.. beliau dan temannya bersembunyi di Gua Tsur. lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah. tidak tathayyur (pesimis yang membuatnya tidak berbuat apa-apa).K . 4) Menyertakan seorang penunjuk jalan yang menguasai rute perjalanan yang akan dilalui.H . Rasulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang cukup. memilih lokasi perang. matang. Ia membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya. sebagai bentuk tawakkal. . Bekerja cerdas dan berdoa keras.P .N . sedangkan ittikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah secara pasif. juga timing (pengaturan waktunya).” (Muttafaq ‘Alaih) Tawakkal berbeda dengan ittikal.J .(mengecos) dirinya dengan besi. Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial. 2) Menyiapkan logistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar.

(.K.H. J.J.K. Menanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur.....K.K.P.J. menang tanpa ngasorake. lingkungan yang kondusif menjadi prioritas. menjalankan awan. Selama tigabelas tahun Rasulullah berdakwah di Makah.J.” Beliau bersabda.H.P.. J.p ...K.” (HR alBukhari dan Muslim). “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya.J. Jawa).N..H.H..H.J.. . “Seseorang itu mengikuti agama kawannya..J).J.J. H. J.P. .N.P.K. . “Bagaimana dugaanmu terhadap dua orang. Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang kondusif (kawasan yang didesain Islami) di Madinah.H.H. . Bhs. maka kalian pasti diberi rizki sebagaimana burung diberi rizki....) P. Manusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan (ibnul bi-ah). Dalam pendidikan anak saja.” Rasulullah bersabda.K.H. “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya. (. ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong.J...J. dan menangkan kami atas mereka.” (HR Abu Dawud dan atTirmidzi).P. df . hancurkan musuh-musuh itu. maka hendaklah kalian melihat salah seorang diantara kamu dengan siapa ia berteman.K. kondisi ruhani ketika menanam. lingkungan harus dipersiapkan dengan baik.J.” (HR at-Tirmidzi). tetapi yang menjadi pendukung beliau tidak sampai ratusan orang.. wahai Rasulullah.K.7) Ketika Abu Bakar mengatakan.K. wahai Abu Bakar. “Ya Allah yang menurunkan Al Kitab. Di rahim mana benih itu ditanam. ..000 orang untuk memasuki Makah dengan cara damai (nglurug tanpa bala.. dll...J.H.H..P...P. P.H.. “Seseorang itu diperbudak oleh kebiasaan dan lingkungannya”.J..J.J..K.H.H. . bahwa pihak ketiga adalah Allah.H.H.H.H.. K.. mereka pasti melihat kita. . ..H.. dan mengalahkan pasukan sekutu. Dalam waktu 10 tahun beliau membawa pasukan obor berjumlah 10. Ahli sastra Arab mengatakan.H.. kemudian pulang pada sore hari harinya dalam keadaan kenyang.K..P.H.P. Hijrah Sejak awal perkembangan dakwah.... K.

.. spiritual dan material. atau penyesuaian. syhawat dan syubhat.... sehingga akan melahirkan potensi maksimal. . pendidikan Islam mencakup seluruh aspek... 2) Shahih al-Ibadah (lurusnya ibadah). .. Menurut Syekh Hasan al-Banna.... Kokohnya akhlaq . .. LULUSAN MADRASAH AL-MUZZAMMIL Tujuan tarbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh (takwin al-muslim al-mutakamil).. .. ...... .. Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan secara sinergis dan optimal.. khuluqiyah (moral). .... Setiap individu muslim dituntut memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah........ Teratur urusannya .. fikriyah. jasadiyah (fisik). Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan.. Bermanfaat bagi orang lain BAB II .... . meminjam istilah Muhammad Quthb... ....... baik segi ruhiyah (spiritual)..... dengan kondisi dan kemajuan zaman (ghairu ma’qulil ma’na... atau tauqifi... memiliki daya cipta material dan daya kendalinya. Kuatnya fisik . Manusia yang bertaqwa (inna akramakum ‘indallahi atqaakum). .. .. 4) Qadir ‘ala al-Kasb (mampu mencari penghidupan)... Lurusnya ibadah ....u. 3) Matin al-Khuluq (kokohnya akhlaq). . Sosok muslim mujtahid.. LULUSAN SEKOLAH ALMUZZAMMIL ... Memperhatikan waktu ... paten).u. . dan ‘amaliyah (operasional)....... Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntunan syariat.. .. .......... Setiap individu dituntut .. Luas wawasan berfikir . mujahadah dan mujahid.. Bisa mencari penghidupan .... .. ‘aqliyah (intelektual).u.. pikir dan zikir. sebagaimana berikut : 1) Salim al-‘aqidah (bersihnya aqidah). Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu. Kemurnian akidah .. Sosok muslim yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan batin).. dunia dan akhirat. pengurangan.. doa dan usaha...

. Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih....... bersihkanlah! .. ..... . tinggalkanlah! . . df $ PAKET V . agungkanlah! . Sosok mujtahid. tergambarkan sosok muslim yang ideal. Dari kesepuluh komponen diatas. .. . Sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain. atau mushlih..... Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mendorong perbaikan untuk orang lain.... ..... .. Setiap individu muslim dituntut memiliki keluasan wawasan. Prinsip Dakwah & Harakah $ .. Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan Islam.. 9) Haaris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya). Rabbmu. .. Wallahu a’lam bish-shawab.. Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian (taqshir). ..... sehingga menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain tidak produktif. bukan bagian dari persoalan.... 5) Mutsaqaf al-Fikr (luas wawasan berfikirnya)... Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri..... 7) Mujahid li Nafsihi (pejuang diri sendiri). Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan. Setiap individu muslim mampu menumbuhkembangkan berbagai potensi... sekaligus mujahid (pejuang).. .. . . beri peringatan! . 10) Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain).. Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam... Bangkit... bakat dan kapasitasnya. Pakaianmu. Muslim sejati ikut memecahkan persoalan. Shalih linafsihi dan shalih lighoirihi. sufi (mujahadah). Bisa berjihad melawan tipudaya setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan.... 8) Munazham fii Syu’unih (teratur urusannya). 6) Qawy al-Jism (kuat fisiknya).untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup...... Dosa..

..... ... Kebersihan moral ..... .. mawaddah wa rahmah .... Memerdekakan tanah air – Negeri yang aman ...... ........... ... – ..... .... ... ........ – .... ........ ... .......Tulus dalam memberi . ..... Membimbing masyarakat – Desa yang diberkati . .. ... .................. Perbaikan diri – Kehidupan yang mulia ..... Penghulu dunia – Rahmatan lil ‘alamin .... ...... – .. Bersabarlah! . Memperbaiki pemerintah – Negeri makmur . .. . – . .... – ....... ......... ........ – ....... Penegakan khilafah Islamiyah global – Kaffatan lin-naas . ............. ... PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH ... ............ Penegakan Imamah Makro ...... ........ . .............. Kebersihan jabatan ..... – .......... . Tujuan akhir – Meraih ridha Allah ........... Tahap peringatan . PRINSIP DAKWAH & HARAKAH BAB I .... Kebersihan harta .. .. ......... .......... Perbaikan keluarga – Sakinah........ ... . .. Penegakan Imamah Mikro ... – .. ...... Kebersihan diri ...

Dan Tuhanmu..―.P. Jika menonjolkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka merespon perubahan sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat). P. Aktifitas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan sosial. Seandainya Nabi hanya menikmati kelezatan spiritual isra’-mi’raj. . Sebagai konsekuensi logis jabatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini. J. agungkanlah. bersabarlah.. “Hai orang yang berselimut.P.” Wahai orang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat. . tashfiyah.H. tidak menangkap spirit (ruh).S.J. J. J.H. .H. Secara terminologis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan. Dipanggil dengan ungkapan ‘ Al Muddatstsir’ sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada Muhammad shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. azam yang bulat terpatri dalam jiwa. Muhammad. akan melahirkan kepribadian yang pecah (split personality). . P. tidak akan turun ke bumi.H. lalu berilah peringatan..H. H.H.S.. tawazun. H.K.J. yakni menyerunya dengan sifatnya. maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran vertikal.H. Pola pengembangan sebagai ‘abdullah dan khalifatullah yang berjalan secara tidak terpadu...J.S. . Seperti sabda Rasulullah kepada Hudzaifah bin al-Yamani pada perang Khandaq. J. .H.. Bangunlah. Alur kehidupan yang memarjinalkan campur tangan Tuhan (tadakhul rabbani).H.H.. Seperti para ahli sufi yang menikmati kepuasan aktifitas ruhaniyah secara infiradi.H. tarbiyah dan tarqiyatu nafs).H. Dan pakaianmu. karena lari dari tanggungjawab kehidupan sosial. Manusia idealis yang tidak mengakar di bumi.” Qum fa andzir (bangkitlah dan berilah peringatan) J. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu.J.H..S. P. Al-Qurthubi mengatakan.H. Kalau pada surat al-Muzzammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk potensialisasi dari (tazkiyah. agar ia merasakan kelembutan dari Rabbnya..P. J. Tetapi selimut disini juga bermakna tugas nubuwah yang berat secara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu. Pola kehidupan sekularistik. “Hai orang yang berselimut.S.N.H..K.. ya .K.H.H. ‘Aisyah jika sedang dalam kondisi stabil jiwanya memanggil Nabi Muhammad. dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah jika mereka tidak beriman.J.J. Pada surat al-Muddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri (dakwah).N..” (bangunlah hai si penidur).―.H..H.H.P.J. “Panggilan ini menonjolkan sikap lembut kepada yang dipanggil.P.K. ..H. . H. .H. Sebaliknya jika mobilitas dakwah tanpa diimbangi oleh kemapanan spiritual.K. . Tidak bisa melahirkan ruhul jihad.H. .. Akan terjangkiti kehampaan spiritual.. bersihkanlah.Surah al-Muddatstsir ayat 1-6 . Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak..N.J. H. tidak dengan namanya. dari yang mulia kepada kekasih.J. Bangunlah.K.H. . Proses potensialisasi diri dan aktualisasi diri (‘abdullah dan khalifatullah) ini harus berjalan secara sinergis. J. Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang membaja. “qum yaa nauman.. lalu berilah peringatan.

” (HR atTirmidzi. K.J. .J.P. ..K. P. dan yang munkar (perbuatan yang dibenci) menjadi merajalela. .H.J.H.H.H..K.H.H.H.” Ummat Islam bukan penonton Jika aktifitas dakwah berhenti.H.S..H. yakni ridha Allah.H. K.K.P.H.H. tegur sapa (dakwah). .K. K. J.H.H.J.K.H. K..J.J.. J.H.K.J.J.” (HR al-Bukhari) Jika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri.J.P. Umar bin al-Khaththab mengkhawatirkan bencana ini dalam munajat-nya : K.H. K. J. J.J. puasa.H.―.J.H. J.H.J.H. K. J.P.Rasulallah. . api syubhat (salah paham terhadap Islam) dan nafsu syahwat memanas.J.J. J. “Demi Tuhan yang diriku ini adalah dalam tanganNya.H.H.H.H.. tetapi mengabaikan tanggungjawab sosial. J. .. niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada di dalamnya.P.H. P.. rajin shalat.. H..H.N. saking gembiranya (al-Hadits). ya Muhammad..P.H.H. H. J..J..J.. . J.H. Akhirnya Allah menurunkan azab secara merata.H.J.K. Jika mereka dicegah. . atau dipastikan bahwa Allah akan menimpakan bencana-Nya ke atas kamu..P. P.H. K.H. .H...J. K.H.H.. J.K.H.H. K.K.K. m. dari pengetahuan menuju konsep (fikrah).P.J.H. dan jika sedang marah memanggilnya dengan namanya.H.N.J.H.H. K.H. hendaklah kamu menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan kamu mencegah dengan sungguh-sungguh yang mungkar. .H. K. H.H.J.H.³..H... Yang dimaksud bencana.. .J.P.H.H.J. (.J.J. .K.H.H.K..H. K.H. . Aku berlindung kepada Allah dari kekejaman orang yang jahat dan lemahnya orang tsiqah (secara moral baik).H. Jika tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya.H. dzikir.J. .J.H. .H.H. dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu).K. .H.K.H.P. dari fikrah menuju gerakan (harakah) dan dari harakah menuju hasil akhir dakwah (natijah) yaitu kemenangan Islam atas agama-agama yang lain.H.P. Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan (istimrar) merubah masyarakat dari kebodohan (jahalah) menuju pengetahuan (ma’rifah). . . m. J. syetan-syetan akan bertepuk tangan. Para penumpang yang berada dibawah harus mengambil keperluan air minum dari atas..P.H.H. K.K.) .H. Sekalipun di dalamnya ada orang-orang yang menjaga kebaikan dirinya.J.J. Rasulullah menegaskan.J.J.H. K. seperti dijelaskan hadits berikut : .H. .J.J.H. “Perumpamaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orang yang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut : ada yang berada diatas dan ada yang berada dibawah. .P. Yang ma’ruf (kebaikan yang dikenal) menjadi asing. . dan dari natijah menuju tujuan akhir (ghayah).J.H..K.P.H... .H. Doa-doa yang kita panjatkan tidak didengar dan tak dikabulkan. .H. K.H. : .³.H.H.H. .P.K..H.H.J.H. Kemudian mereka berkata .H.J. .H. “ Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada dibagian atas”.H.³.H. J. H. . .H. Setelah itu kamupun berdoa memohon kepada-Nya.J.H.H.J.H. Orang-orang jahat menduduki posisi penting di-backing mafia dan pemodal.H.H.K. tetapi permohonanmu itu tidak dikabulkan-Nya lagi.. umat akan sakit batinnya.P.

P.H.N. .H.N.. J..³.H.. (4) syetan yang menyesatkannya. H. Tentu hal ini merupakan pekerjaan berat yang melelahkan phisik dan jiwa.J. sedangkan mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.H.H.H.K. maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap (gelap di perut ikan.H.J.H. .J. H.H. .H. membutuhkan waktu yang panjang (QS at-Taubah : 43).P. .H.N.P. .. “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus).J.. : . H.³.H..K. P.) 142 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.H.K.. tikungan tajam.K.³.J.P... (3) kafir yang memeranginya. .K.H.P.P..J.H..³.. . Dan akan melewati jalan yang terjal. P. H. . : .P..H. .J.J.H. J. H. J..J. mendaki. .H.N.K..H. P.H..” (QS al-Anbiya’ : 87).J.J.K.H. . P.N.J.H.H..K.K.H..K.H.P.H.P.H.K.K.H.K. : H. J.P. padahal belum nyata . di dasar laut dan di malam hari) : Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.J.P.H. . P.K..H. K. J.H. . H.H. H. maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun (satu milenium kurang lima puluh tahun)” (QS al-Ankabut : 14).H.. licin...K.. Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunnatullah dalam dakwah : .H.K.P.K.. N.P.K..H.. N. 42 ( “Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang yang tidak seberapa jauh. H.P.. pastilah mereka mengikutimu.K.N.H.J. H..K.J.N.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu. di dalam Makarim al-Akhlaq).H. 1 -3( “Alif Lam Mim.J.K..H.―.H.H.P. “Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat : (1) mukmin yang mendengkinya. J. : ..H. N.H.P.K.J.H. .K. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman..H.J.P.H.K. maka sesungguhnya mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta..J.H.H....H.P..H..K. H..K..H..H.H.H.J..H.P.J.H. .K.J.Membangun kehidupan yang Islami.K. .H. m..H. J.H.J.. (2) munafiq yang membencinya. J. curam.J..) . lalu ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya).” (QS al-Ankabut : 1-3) .H. K.H.J. tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka.³. K.J.N.H.J. melampaui umur individu dan umur generasi...J.H.N.H.J.H.J. .H. 14 ( “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya.―.P.) P..J. .P.P.H.J.H..P. .J..H.H.” (QS at-Taubah : 42).P. . dan (5) nafsu yang melawannya.H.H.J.J...J..H. J.P.H.J.. .. J. J.H.N.H. Maka Suci Engkau.H.. J.H.H.. .H.J. dengan begitu adalah cita-cita dakwah kita.H.. H.K. P.³. .H.P. : .P..K.J.P. H.H.N. H. P.H.H..) H.H.K. . J..H.J.K. sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. dan batu karang.H.H..J. P.. J..J..H. . ketika ia pergi dalam keadaan marah.J. H.H.J.J.

K.K. dan cobaan itu tidak akan meninggalkan hamba tersebut sehingga ia berjalan dengan keadaan bersih dari segala dosa.) ..N. . “Orang yang paling berat tertimpa cobaan adalah para Nabi dan begitulah yang utama dan terutama.P. Tahapan peringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus menjadi cita-cita yang menggelorakan jiwa (thumuhat) sebagai seorang muslim. H.H. menjaga waktunya.H.P. berjuang dengan jiwanya...H.J. P.H.N. J.P.J. dan belum nyata orangorang yang sabar. ―. N.J.J.H.. J.J. P. .H.H..H. sehingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata.H. N.H.H.N.P.N.J.K.J.P.H.H. ujian berjalan seiring dengan kadar agamanya..H.... H... wawasan luas... P..N.” (HR at-Tirmidzi). H...J.J.. : ...J..P. .K. P..” (QS al-Baqarah : 214)..N.K.H. N. semakin kuat agamanya semakin besar pula cobaannya.H. J. N. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga. 2) Ishlahu al-baiti (memperbaiki rumah tangga) Mendidik semua anggota keluarga untuk menghormati fikrah-nya. K. ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah. H.H. .J.. . P.P..N..H.H..H.H.K. K.K. P.J...) “Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum.. K..K.J.H.. (.. . . mampu bekerja.H.H. N. “Jalan surga itu dipenuhi oleh berbagai kesusahan. 1) Ishlahu an-nafsi (memperbaiki diri) Memperbaiki diri ini agar memiliki fisik yang kuat..H.J. .H.H.H...J.J.bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu. K. P.K.H.K...K..H.. (. P.H. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat..J. J...P.K.H.J.H.H.J.N. H.H.H..P.J.H. J. P.J.J.H.H. Ahmad dan at-Tirmidzi).. K.... ³.H..H.H.H.J.J.. K.H.. menjaga ... P. K.J. .J. H. K.N.K..H. .K.H.J.P.. Target dari tahapan pertama ini agar seorang muslim bisa mencapai kehidupan yang mulia (hayatan thayyibah).J..J.J.. .H. dan jalan neraka itu dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat..J.J. K. akhlaq mulia. .K.K.H..H. .N.J.H.H. P. mampu mengatur kegiatannya dan bermanfaat bagi orang lain...N.³.H..H. N.H.H.H. H.K.J.H.P.H. H.P...H..H.H..P.H. K. .N. H.H.K.N.H.K. P..N.N. (. J.H.H.J. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan itu) maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya.” (HR al-Bukhari. J.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi). ³.J.H. K.K.J.P.J..H.J.K. P.H.K. K..J.K.H. dan barangsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya. K.H.P.N.H. N.. K.J.H. K.K. .H.P.. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan. pasti Dia menguji mereka.P.H. .H. J. H. J..H. P....H.P. ..K.H..H. seorang diberi cobaan menurut kekuatan agama yang dimilikinya.J.K.. J..) . H.H...H.J.H.J.. H..P. H.J. P..) K.H.H.H.H.J.H.. .H. P.H.K..H.” (QS Ali Imran : 142) .K.H.. P.H.K.. .H.N.H.H. P. .K.³... .H. beraqidah dengan benar.K.H.K.J.J.H.J.K. K.. .

dengan cara membebaskannya dari kekuasaan asing – non Islam – baik dalam aspek politik. Namun. mengembalikan kegemilangannya. Oleh karena itu dakwah dalam surat al-Muddatstsir ini mengarahkan obyek . atau spiritual. Tiga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikro (iqamatu al-imamah as-shughra). memurnikan kebudayaannya. pandai dalam mendidik anak dan pembantu. mengajari hak dan kewajibannya. ekonomi. membesarkan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Hal ini dilakukan agar rahmat Islam tidak terhalangi oleh hambatan apapun (rahmatan lil ‘alamin). dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makro (iqamatu alimamah al-kubra). 5) Ishlahu al-hukumah (memperbaiki pemerintahan yang ada) Mereformasi pemerintah. Agar Islam ini menjelajah ke seluruh umat manusia (kaffatan lin-naas). membentuk opini umum untuk mendukung fikrah Islam dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Perjuangan ini dilakukan agar mencapai negeri yang aman (baladan amina). mawaddah wa rahmah. memilih istri yang baik. mendukung nilai-nilai kebaikan. agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar-benar Islami sehingga dapat menjalankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan berjuang untuk mewujudkan kebaikannya. tidak melakukan maksiat secara terang-terangan dan menjalankan hukum dan ajaran Islam. kemusyrikan) dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata. 7) Ustadziyat al-‘alam (menjadi guru bagi dunia) Tahapan terakhir ini dilakukan dengan cara menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia sehingga tidak ada lagi fitnah (kekacauan. dan mewujudkan persatuannya. Tahapan kelima ini agar tercapai negeri makmur penuh ampunan Tuhan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). Allah tidak menghendaki kecuali tetap menyempurnakan cahaya-Nya. sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicitacitakan. dengan cara memerdekakan negaranya. Fase ini bertujuan tercapainya desa yang diberkahi (qaryah mubarakah).adab-adab Islam dalam seluruh sisi kehidupan. memprakarsai kebaikan. Membangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah. 6) Iqamatu al-khilafah al-Islamiyah al-‘alamiyah (menegakkan kepemimpinan dunia Islam) Mengembalikan eksistensi umat Islam dalam skala global. memerangi kejahatan dan kemungkaran. 4) Tahriru al-balad (berjuang melepaskan negeri dari penjajahan asing) Berjuang untuk kemerdekaan negeri. empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwujud tanpa dukungan kepemimpinan Islam yang kokoh (al-imamah wal jama’ah). Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas orang-orang muslim yang komitmen dengan kewajiban-kewajiban Islam. 3) Irsyad al-mujtama’ (membimbing masyarakat) Membimbing masyarakat ini dengan cara menganjurkan kebajikan.

H. Irsyad al-mujtama .H.K.H.dakwah (tarbiyah dan da’wah Islam) menuju tarbiyah jama’iyah.J. H. H.H.J. .. . . .) J.H.·.H.J.K. memakai .H. Dengan ucapan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilahilah dalam diri kita yang menandingi Allah Yang Maha Akbar.K.S.H.P.H.J.J. agungkanlah” Mustahil seorang da’i sukses mensucikan diri dari niatan yang mengotori keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah takbir dengan benar.―. Rahmatan lil alamin.H.H.K.N.H. H..H. “Dan Tuhanmu. tanpa menghiraukan ancaman Allah.H.H.K.K.H. Mengagungkan Rabb J. bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita.K..H. Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu.H.H.H. J. J.H.H.J. Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim. J.H.J.K.. J.H.J.J...J. menikahi wanita-wanita cantik dengan segala ragamnya. H.H.J. mawaddah wa rahmah.J.P.K.H. mengendarai kendaraan yang bagus dengan segala ragamnya. . H.K.H.H. H.P.J. H. H.J. K.H. H.P.J.J.H.H. K. syetan dan para prajuritnya dengan berbaju teknologi komunikasi menampilkan berbagai tandingan Tuhan yang terpaksa kita agungkan.H.H. .J. Kaffatan lin-naas Ustadziyat al-‘alam .N.P.H. Di era globalisasi ini secara halus dan perlahan..J..K. .H.J.P.J.H.H.. J. kekayaan dan diri kita sendiri.P. ..H.P.J.H. H..H.K. kekuasaan.H. . jangan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan orang lain.K.H. Setiap individu muslim adalah bagian dari jamaah Islam. tidak sempat lagi mengunjungi masjid yang berdekatan dengan rumah kita secara rutin. J.H.H. P.K.K.J. H.H.H. . H..S... Hayatan thayyiban.H... ³.J.S.K.H.J. K. P.―. .J.P..H.. menjenguk orang yang sakit.K.P.H.H. Ketika Allah mengatakan dalam firman-Nya.H..J.N.. Baladan amina Ishlahu al-kukumah .J.P.H. tanpa harus memperdulikan halal dan haram. .K. H. S.J. H.P.H.J. K. anda akan memeras dan menyengsarakan orang yang lemah..H. J.J.J.H. H. H. H.P. J.H.J.. . H..K.P... . ..J.H. Ishlahu al-bait ..H.H.H.. Ringkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.J.P.J. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur Iqamat al-khilafah .K. .H.H.H.P.H. .. Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simbol kebesaran. (..H.H.. Qaryah mubarakah Tahrir al-balad .H.H.P. kekayaan dan kekuasaan.K. anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi. “Akan datang sesudahmu kaum yang memakan kemewahan dunia dengan segala ragamnya.H.H.H.. Sakinah.P.H.H. J.K.K. Ishlahu an-nafsi .N. Karena terpesona dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita. J.P.H. P. Kita meng-akbar-kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa saja untuk medapatkannya.P.

Kita menganggap lawan terhadap orang yang menasehati kita dengan tulus. mungil. kita berubah menjadi orang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan.H.J . ilmu.K . di tempat lain ada seonggok tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan-lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit.J. Mereka adalah sejelek-jelek ummatku. Karena penglihatan batin (bashirah) kita buta. dikritik. . memutuskan tali silaturrahim.P.H.K.J.HH.H.J). Bila dunia.H.J.J .H.J.P.pakaian yang seindah-indahnya dengan segala ragamnya. Kita senang mendengarkan orang-orang yang memuja dan membesarkan kita. Kita menganggap paling benar sekalipun jauh dari kebenaran. bukan saja ancaman Allah yang menjadi kecil. kamu pasti menimbulkan kerusakan di bumi.J. tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita.: “Tetapi. Thabrani).J. Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkannya di hari kiamat. malah digunakan untuk melindungi yang kuat.. hal. Bila kita gila jabatan. pagi dan sore harinya mengejar dunia sebagai tuhan dan pengatur mereka.H. Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan.P.J. dan kamu putuskan persaudaraan. kebenaran menjadi kabur. Bahkan sesuatu yang terlihat dengan jelas kebenarannya menjadi kecil. dan membela yang teraniaya. “Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah.. sehingga Dia kita anggap tidak berdaya.” (QS Muhammad : 22) Qatadah mengatakan. Kita acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain.J.J.H. akhirnya menganggap diri kita besar. Tidak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan lezat.P. Mereka mempunyai perut yang tidak kenyang dengan yang sedikit. kurus dan kurimen. maka bukan saja Allah tampak kere. jika kamu berkuasa.H.J .. membela yang menganiaya dan mendukung para koruptor berdasi dan para penghisap kekayaan negara. . Mereka mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya.P. Allah pun menjadi kecil. Mereka menundukkan diri kepada dunia.. Ada bayi-bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah majikannya. 210).” (HR. bukankah mereka menumpahkan darah dengan cara yang haram.N. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah. tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang.P.H. dan durhaka kepada Yang Maha Penyayang?” (Shafwatut Tafasir III. kekuasaan kita besarkan. tidak kelihatan. kita bersenang-senang diatas kesengsaraan saudara kita. dan nafsu yang tidak puas dengan yang banyak.J. seperti kata . mengayomi yang dirundung derita.H. Bila orang sudah salah kaprah dalam menyikapi kekuasaan. .J .H.K. (22 . sekalipun tidak benar. mengayomi yang zhalim.K.H. Kekuasaan berbalik menjadi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa..

H..H ).. J. maka takbir akan menghunjam di hati.P.H.S.―. Allah memerintahkannya untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi”. “Dan perbuatan dosa. J.K. tunduk.S.” Allah berfirman. kekuasaan. Ar-Razi mengatakan. Ibnu Zaid mengatakan. bersihkanlah. oleh karena itu mereka menyebut pakaian untuk menjuluki manusia”. maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya”.P. “Si Fulan pakaiannya kotor.. “Pakaiannya bagus artinya dia bisa menjaga harga dirinya dalam sarungnya”.” (QS an-Nazi’at : 24). “Tuhan-tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya.. ungkapan ini mencakup untuk memperbaiki akhlaq. “Ar-rijz artinya sebutan untuk sesutu yang kotor seperti ar-rijs. . K.J. “Maka jauhilah olehmu rijs dan autsan (berhala). tidak patut untuk membawa sesuatu yang kotor. “Sebab kebaikan julukan ini..H “Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi. Ketika kekayaan. tinggalkanlah” Yakni. J. Kekayaan. H.: (24 . . J..... Ada isolasi perasaan. . Ibnu Abbas berkata.Fir’aun : . Ada yang berpendapat.H. Orang Arab berkata.J.” “Dan perbuatan dosa.J. “Si Fulan itu pakaiannya bersih yakni suci”.H..H.H.” Yakni sucikanlah pakaianmu dari hal-hal yang najis dan kotoran. Mereka mengatakan.. karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada seseorang... “Dianalogikan pakaian itu dengan hati. H.H.H.H.J.H.K.H. jauhilah penyembahan terhadap berhala dan arca dan jangan sekali-kali menghampirinya. kekayaan.” (QS. kemewahan. . membesarkan asma Allah. Al Hajj : 32).H. 32 ( “Demikianlah (perintah Allah). kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi. Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah. kekuasaan. “Dan pakaianmu.” maksudnya berhias dengan akhlaq yang tercela. tinggalkanlah”. Bila hanya Allah saja yang kita yakini Maha Besar. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.. yang dengan sifat itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang tercela. patuh.J.J. :ᅭ .K.H. Imam al-Fakhr mengatakan.H. ilmu sudah ada di genggaman kita..J.H. semua kejelekan. Dan maknanya sucikanlah hatimu dari dosa dan masiat”. Seakan-akan Allah berfirman : tinggalkanlah kebodohan.―.K. “Orang-orang musyrik dahulu tidak bersuci. Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih baik dari aturan Allah.P.H. dan mengharumkan. lacut.H.N..) K. Ibnu Zaid berkata. dan totalitas potensi yang kita miliki kita pandang menjadi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri..P. persepsi secara total. ilmu. H.P. akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri. Kita menjadi takabbur. dan janganlah berperilaku dengan akhklaq orang-orang musyrik.. Segala atribut kebesaran.P. Karena seorang mukmin itu baik dan suci.H.H. Membangun citra diri J.

“Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.K. Agama yang membonsai pikiran dan hati nurani.H. Kepercayaan kepada Allah (‘aqidah) mereka telah terkontaminasi oleh pemujaan berhala (ashnam) dan benda-benda alam yang dianggap bertuah. tetapi miskin dalam aplikasi. tazkiyatun nafs.J.H.J. Ia lahir dari keluarga yang shaleh. Program inti Sikap orang lain terhadap kita dibentuk oleh ketrampilan kita membangun citra diri.” maksudnya tetapkanlah kami dalam petunjuk ini.K ..H. Hukum mereka adalah peradilan rimba. Agama mereka kaya dengan seremonial.J.K. Yang lemah selalu kalah dan salah.J.l .w .P.i .. .K.l ..P. Karena kepribadian da’i lebih fashih dari materi dakwah.P..J. dan penjaga al-Baitul Atiq (rumah Allah yang suci).P. Yang kuat selalu benar.P.K. Mereka juga menyambut tamu-tamu Allah (dhuyufur Rahman) pada musim haji.H. Allah membangkitkan hamba yang dipilih-Nya.J.J.H.l .J. Pertama. pemelihara.J.: . Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang kotor. pengurus. Sebagaimana doa yang diucapkan orang muslim dalam surat alFatihah.s ..PJ.. kere dan kurimen.N.J.l .K.S . Yang tidak memiliki posisi secara formal terisolir dan tersudut. Muhammad bin Abdullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam.P. perbudakan sesama dan pemujaan terhadap hawa nafsu.P. Kebudayaan mereka ternodai dengan kerendahan akhlaq penghinaan kepada wanita.P. (2 . kesewenangwenangan yang kaya terhadap yang miskin.m. Itulah sebabnya perintah dalam surat alMuddatsir adalah membersihkan diri da’i dari cacat moral sebelum berdakwah.K.. yang dijadikan fokus pembahasan adalah dai. Semua buku-buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah.K.K.K.J.Yang dimaksud al-hajru disini adalah perintah untuk menjauhinya secara terus menerus.³..H . Ia sendiri orang yang suci (musthafa) dan dipercaya (al-amin). bukan obyek dakwah. Ekonomi masyarakat (iqtishad) telah tercemari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah.H. Ada beberapa program berikut yang perlu menjadi perhatian khusus.H .P.S.. .SH.H...H. .i . Orang-orang yang pandai dibonsai potensinya (tsallajatul ulama’). ). mudah memperoleh akses ekonomi dan kekuasaan.J . dan keserakahan the have kepada yang kurus.H.

.J.. H.P. Penerus para anbiya’. dijemur di tengah padang pasir yang membakar. K.. J.H.” (QS asy-Syams : 9-10).H.H.H. Sumayyah bersama suaminya Yasir dan anaknya ‘Ammar membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan. J. H.H. tidak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata-kata kufur. H.N.S.KH. J.J. .H.H..―. Sumayyah bertahan dengan keimanannya. H. .J.H.J..H.J.H.J. K. Abu Jahal datang dengan tombak di tangan..J.H. menyucikan mereka.H. .H. J.H.J. H.N. Ia lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya. K. H. .K. .H.H.P .J..N. apa jawab Sumayyah? .H. H. .P.H.H.. Dan jadilah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam.K..H. H.19 ( “Sungguh bahagia orang yang mensucikan dirinya lalu mengingat Tuhannya dan memuji-Nya. Mereka memilih kesucian sekali pun harus bersimbah darah.J.H.J..K.P.. H. Abu Jahal marah dan menusukkan tombaknya pada rahim Sumayyah. N. K.J. J.H.N.H.N.m “Ia bangkitkan di tengah bangsa nan ummi seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat-Nya. .H.N.H.H..K. J.H.K. J.K. air mata dan nyawa.H. J.J.H.H.―. : .J. J. H. syuhada’.J.J.H. S.H.S.H.H.K. H... dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. H. K.H.H.. .J.H. K.J. . J.H.P.H.J.H. : .) 14 .K.J..H.. Ia mati karena kehabisan darah.K.. J.H.K.P.H.. N..P. P.. walaupun sebelumnya mereka dalam kesesatan.... .J. Sekeluarga memeluk Islam.” (QS al-A’la : 14-17).H.10 ( “Sungguh. Sampaikan salamku pada Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah sucikan hatinya dengan iman. H. berbahagialah orang yang mensucikan dirinya. . Yang ini. Muhammad memulai mengajak masyarakatnya yang tidak terstruktur (nomaden) dan kotor itu dengan meniupkan angin kesucian.H. J. H. Ia menyatakan dirinya sebagai pelanjut para pejuang kemanusiaan sepanjang sejarah..K.H. .H.H.J.K.N..K. P..H.H. J.H. K.H.. m..J. H.H. Tetapi.H. Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah (kaanat ‘ajuzan kabiratan dha’ifatan).H. K.J.H.H.H..J.J.H.H.. Secara bertahap berubahlah bangsa Arab.H.H..H. dipukuli. Ia memaksa Sumayyah mengucapkan kata-kata kufur. .. J.K.P. .” (QS alJumu’ah : 2).J.P. Ia dianiaya. Ia mengajak kembali mengingat nama Allah dan memuja-Nya. Rasulullah mengizinkan untuk mengucapkan kalimat kufur asal hati tetap beriman.P.H..H.P. sungguh ada pada suhuf terdahulu suhuf Ibrahim dan Musa. P.H. .P. 9 . . shalihin..H.K.P. H. H.N.H. . . . Celakalah orang yang mencemarinya.H. Rasulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah.) .H.K.H.J. J.N.J. . Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.K. Pewaris perjuangan Nabi Ibrahim dan Musa ‘alaihimas salam. H.H.H. Ia mengingatkan bahwa manusia bisa tercemar citra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan melupakan hari esok yang pasti terjadi.H.H.H.J.H.. .H.

penyucian diri.H. ia datang kembali dengan bayi dan sekerat roti. tazkiyatul maal.. Ia memaksanya dan membuat lima potong roti.J. Esoknya ia datang lagi.K.H . sudah aku sapih. Ketiga. Rasulullah menolaknya dan menyuruhnya datang keesokan harinya. Ia memilih tubat.H “Celaka kau.K.J. .H. atau dinodai seorang pria). Ia memilih menyucikan dirinya dengan hukum rajam. Berilah makanan .” Ia tidak sanggup.J.H. Ketika mau berbuka.H.H. maka sucikanlah aku. “sampai engkau melahirkan anakmu... Beliau menetapkan hukum rajam.H.H..H. . “Pulanglah. aku telah berzina (Jawa: disembranani tiang jaler.J.P.P.H.” Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggendong bayi merah yang dibungkus dengan kain.J.H. tazkiyatu farj. susuilah anakmu sampai engkau sapih.K. merasa bersalah. meyakinkan Rasul bahwa ia telah hamil.K.H.H.H Ini ya Rasulullah. Ali mengambil bulu domba dari seorang Yahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha’ gandum.H.H. Inilah tazkiyatul farj..J Ya Rasulullah. Ketika darahnya membersit dan mengenai wajah Khalid.H. Ketika melaksanakan nadzarnya.J.H. penyucian kehormatan. “Pulanglah. dan ia memperoleh satu sha’ gandum.J.H.H.P.H.J.PJ. wanita itu telah taubat dengan suatu taubat (yang suci) sehingga sekiranya ada pendosa besar dengan taubatnya Allah akan mengampuni dosanya. menjalani kehidupan ini dengan memikul dosa. . Ketika Hasan dan Husain jatuh sakit. Buraidah radhiyallhu ‘anhu – dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud – menceritakan peristiwa taubatnya seorang wanita yang pernah berzina.“Inilah buah tazkiyatun nafs. aku ini orang Islam yang miskin.H. penyucian moral.H.H.J.H.H.N.H.H. Ia meminta Rasulullah menghukumnya dengan hukuman mati (rajam)..K.H. seorang miskin berdiri di depan pintu rumah.H. .. Rasul mulia menolaknya. Rasulullah pun murka.³. ia memaki wanita itu.K. tidak tenang.P.H.K.P.H..N.” Setelah dua tahun. .J .PK..Hm.J.S.H. Hari pertama Fatimah menyelesaikan sepertiga pekerjaan.J. .J.K. Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya.J. Khalid.H.K.” Kedua. Nabi shalla-llahu 'alaihi wa sallam lalu menyuruh seorang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu.H.³.H. ibunya Fatimah dan suaminya bernadzar untuk puasa tiga hari. . . dan ia sudah makan makanan. .H. “Wahai keluarga Muhammad. di rumah Fatimah tidak ada makanan untuk berbuka.J.H.H. Ia menemui Rasulullah dan berkata : .” kata Rasullah.H .

H. H. P. H.H. .J.J. . .N. . laksana dua ekor burung kecil yang kedinginan.³.³.H.H.H. . . N. ...H.P. J. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. .P. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin. .H.J. P.H.J.J.J. anak yatim dan orang yang ditawan.P.J. penyucian harta.K. P..N..H.P.J. K. .H. . .J.” kata Rasulullah.H.P. “Ya Allah. 5 . H.J.H. ³. .H.H.” Fatimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar. S.J.P.J. Inilah tazkiyatul mal.H.H.P. .H. J.³.H.J . P.H.H.K.K. “aku sedih sekali melihat kalian.³. K.H.J. .J.J..K.J.P.H.H.P. H.H.³.H.H. .H. ia belanjakan buat yang menderita.H.J.H.K.. H.J. J.J.K. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.K.H.J.K.N. .P.H.J..K. . J. J. N. Keempat.H. ³.H. tolonglah keluarga Muhammad yang hampir kelaparan ini. J.H. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.³.K.K.P. K. H.³.³.J.N. .P. .J. Nabi segera memeluk putrinya.” Maka turunlah firman Allah surat al-Insan ayat 5-12. tangisan orang lain.H. P. . . H.P. tazkiyatus sulthan. .H. K.K.J.³. .P.J.P.H.P.K. .H. H.H. P.P.K.H.H.H. P. .K . . dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. ....S.J. .. H.P. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” Fatimah masih dalam mihrabnya.K. .J.³. .H.N. .P.H.H.K. .. H.H. P. H.J.H. K..K. .H.P.³.J.H.J.. J.P.H. Saat Ali membawa kedua anaknya menemui Rasulullah... (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum. K. melarat dan sengsara.12 ( Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. semoga Allah menjamu kalian dengan hidangan di surga. J.padaku.P..K. Tetapi betapa pun cintanya ia memiliki harta itu.S. “Hai Aba Hasan. .H.H.H.K.H.K..P.H. . keluarga nabi itu (ahlul bait) tidak sanggup makan di tengah penderitaan..K.³.³.J.H.H. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. m.K. Hanya kali ini yang muncul meminta tolong adalah tawanan muslimin dan anak yatim. Harta diperoleh dengan kerja keras yang halal.J.H.H. beliau melihat kedua cucunya gemetar karena lapar.. P. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah.H. : .J. J.H. Demi kesucian. .P Pada hari kedua dan ketiga terjadi peristiwa serupa. J..P.) .. K.H. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu.H. J..J..H.N.H.H.. Marilah kita temui istrimu Fatimah. ―. .H.K.³. .

Penyucian kekuasaan dari pencemaran kepentingan pribadi. tidakkah kita mudah mengobral makian. bukankah kita sering menyimpan dengki. Periksalah lidah kita.” Malam itu Aqil itu datang. menggunjing kejelekan orang lain? Tidakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama.H. sudah sejauh mana upaya kita dalam mewujudkan latihan kesucian kita? Sumayyah memilih ditusuk tombak daripada mencemari lidahnya dengan kalimat kufur. Kata kemunafikan dan kekuasaan dalam Al-Qur’an sama banyaknya (al-munafiqu wa as-sulthan).H. menyebarkan fitnah.H. Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi. kelompok sesuai tuntunan Allah. Bagaimana kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai jahannam?” Inilah tazkiyatus sulthan. meraung seperti sapi dibantai. awal terjadinya bencana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti oleh penyimpangan dalam pemerataan ekonomi. Fatimah memilih lapar daripada membiarkan orang lain lapar.H. Saudaranya ‘Aqil pernah meminta lebih dari haknya karena anakanaknya sedang menderita. Padahal dalam sejarah kehidupan manusia. Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural (da’wah dan tarbiyah).Orang Islam tidak anti kekuasaan.J. “Itu besi yang dibakar api dunia. iri hati. keluarga. Mensucikan kekuasaan itu berarti mendahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dari kepentingan individu. Ini berarti kekuasaan itu cenderung menyimpang dan korup. Tiba-tiba ia menjerit. Ketulusan . Rupanya ia memegang besi yang menyala. Marilah kita ber-muhasabah secara radikal dan komperhensif.H. Bahkan kekuasaan yang diperoleh merupakan hadiah dari Allah bagi orang yang beriman. Ia membagikan harta Baitul Maal hanya kepada yang berhak.J.” kata Ali.K. mengkafirkan yang tidak sepaham? Bukankah kefasihan bacaan al-Qur’an sebanding dengan kefasihan kita dalam mencaci saudara kita? Periksalah diri kita. “Hanya ini saja untukmu. Demi kesucian dirinya. kelompok dan golongan. keluarga.J.J. Berilah dengan . Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan mengorbankan kepentingan orang banyak. Ali memilih hidup sederhana. “Datanglah lagi nanti malam. Ketika Ali menjadi khalifah. keluarga dan golongan. karena ia menyadari bahwa mayoritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana. Dengan tenang Ali berkata. takabur. “engkau akan aku beri sesuatu.” Aqil segera menjulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali.s “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. tetapi perlu ditopang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Sufyan ketika jahiliyah.” Yakni janganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu. Karena orang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam jumlah yang banyak. prasangka jelek? Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan cara mengotori kehormatan kita. Sebagai penguasa.P. Ali berkata.

J.J.H. H.. pretensi.K. H.H.K.K.N.J.H.K.H. lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah).H.P. “Janganlah engkau memberikan nubuwah (tugas kenabian) kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya.J. J. J.K.H. J. J. K. H.K.H..H.P. “Janganlah engkau memberikan sesuatu untuk mencari sesuatu yang lebih baik. P.J..H.suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa kefakiran.K.H.” Ada yang berpendapat.N. P.P.J.P. Efek ketulusan : .P.H.P. .. P. P.H. J.J. H..J.H.H. .H.H.. aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku..J.H. P.K..J. J.H.. H. ..H.P.H.H. J.H.H.J. . 18 ( “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. J. K.P.) H. .H..K. K.J.H.K.H.H.H. Upahku hanyalah dari Allah.P. ³. Rahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk menjaga harga diri dan kesempurnaan akhlaq. K.H. m. K..H. Nabi memerintahkan dengan semulia-mulia adab dan semulia-mulia budi pekerti..K.P..H. H.H. “Janganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya.P.J. H.P.N.N. P.J. H..J. N..K...H. tendensi.H. .H.P.H.H.” (QS al-Hujurat : 18). Mengalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu saja.K. 264 ( “Hai orang-orang beriman.H.P..J. ―.. .―. K.H. : .J.³. tanpa kontaminasi. .J..H.H.K.J.. .J.H.P..) .H.H.” . : ..K. N.H. J.P.H.. 29 ( “Dan (dia berkata) : Hai kaumku. K.K. K.J. m.. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.K.) H.H. J. ―. J. J.H.H..H. H.J.P.H.. H.J. Ketulusan dalam terminologi sufistik identik dengan kemurnian dari berbagai campuran kotoran (al-khulushu min al-mustaqdzirat).N.K.―... Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah. ³. 10 ( “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapakan keridhaan Allah.. H. H. Ibarat emas murni.H. seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.K.H.. .H.H.J.J. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat.J..J.H. ..P..) K... J.H.J. : .J.H..J. Katakanlah : Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.K.K.H.H.J.P.P..H. P.” (QS al-Insan : 10).H. K. H.H.H...” (QS al-Baqarah : 264).K.” Ibnu Zaid mengatakan.P. .J. . H. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedeqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). S.H.K. J.K.P. maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi (tiruan). H.K.H.K.H.H. Ia laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya secara .³.K. H. J.H.J. P.J.P.J.H. . K.P.P.H. kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu. H. sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.P.. . Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan.H. Abbas mengatakan. J.H.K.P. .J.H. K. .P.. m.H.J..P.J.J.K.H. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS Huud : 29).J.H.K. .H. K.H.H...H.. .

memang bukan berbentuk barang yang diperoleh di tempat tertentu. Allah berikanlah orang yang berinfaq dengan tulus. Wujudnya menjadi bermakna. pangkat. Tetapi.P.spontan. sampai nafsu yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri.J. hedonisme. ambisius itu menjadi tidak sederhana. anak yang taat.H. Seperti halnya air bening yang selalu menjadi tumpuhan harapan dahaga yang telak.. Khalafan (pengganti) disini menggunakan kalimat yang bersifat umum.N. Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa. dll. tempat wisata. atau jabatan. atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri.S. Kebahagiaan diperoleh dari Tuhan kepada pemilik hati yang komunikatif dengan-Nya. Ikhlas laksana binatang penyu. Ia bening adanya. Bahkan.m. Sebaliknya.P. di mall. Kehadiran ketulusan dalam hati.m. warnawarna yang menyimbolkan nafsu amarah. supermarket. . Ya. jingga. Mungkin seorang akan bahagia dengan memiliki uang.K. nafsu ingin mengambil ini dan itu. Ketulusan itu tersimpan rapat-rapat oleh pelakunya. nafsu kepada lawan jenis. melukiskan kondisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan. ia bebas dari warna merah. pangkat. kedamaian.J. dan betapa banyak amal perbuatan besar dikecilkan oleh niatnya.H. justru sikap bersahaja.S. Menanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga.P.J.s Betapa banyak amal perbuatan kecil dibesarkan oleh niat ikhlasnya. pengganti (dari apa yang ia infaqkan itu).. . Bening bisa diwarnai apa saja. sederhana dari berbagai virus ananiyah. sisi hitam. “khalafan” (pengganti) yang tak terhingga.H.³..N.P. Seorang ulama salaf mengatakan : . nafsu ingin mempertahankan status quo. Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharmonisan keluarga. pub. Tetapi Tuhan Maha Adil. dua malaikat Allah akan mendoakan orang yang melaksanakan infaq harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah.m.H. Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di ujung amalnya yang tulus.S..” Kebahagiaan.H. dan bahkan putih.K.P. nafsu kepemilikan.N. bar.P. bahagia karena uang. N. K.H.³. hati yang terhindar dari virus ruhani.. atau kedudukan itu baru kemungkinan.S.P.P. berbekas. Ketulusan adalah kekayaan yang abadi.P.H.H.H.K. Secara diam-diam ia mampu bertelur dari 500 sampai 3000 butir.H.m.P. mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai. Ikhlas tidak berwarna. Seorang ahli sufi mengatakan.J. ia berteriakteriak ke kanan dan kekiri. siklus . “Keikhlasan sesaat adalah keselamatan sepanjang masa (alikhlashu saa’atan najaatul abad).N. Yaitu orang yang berhati sehat (qalbun salim)..H.P. persis ia merahasiakan kekurangan. egoisme. kuning. dan bau tidak sedap dalam dirinya. ayam baru bertelur satu buah saja. dan abadi dalam ingatan. Bahagia karena ketulusan adalah kepastian. Dari sudut pandang para salik (penempuh jalan menuju Allah). menurut sebuah hadits.H. individualis. ketulusan juga menjadi dambaan jiwa yang kering.N. tetapi ia juga bisa menghadirkan semua warna dan ornamen seperti adanya.

..H.J.H.J. K. K.J. Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula. K. K..H.J.H. Ibu Sudalmiyah.K. H.K. ―.J. akan dimonitor Tuhan. H..P.P. S. K. K. “Semua manusia akan hancur kecuali orang yang berserah diri kepada Allah (muslim).” Yakni.K.K...H.H. Rasulullah pernah bersabda : ..H.H.J.P. . .H. ..H. Karena memandang .J.H..K.S.J. K. Seorang ‘abid pada zaman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan. “Keikhlasan akan menghasilkan sikap mental baja..H.P.N...K. .J.H.P.. N. Dr.K.H.J.H. J..H. Sesungguhnya berbagai keluhan itu muncul karena kerusakan sejak permulaan.P.H..J. ibunda dari Prof.P.K. J.H.P.J.H.” Kata orang Jawa. .P..H.H. H. K..P. J. J. P. K. .K.J. H .J. Ketulusan yang dia lakukan. P.P.H.J... . H .. J.N.H.H.. N.K.J. “Dijiwit dadi kulit. dicokot dadi otot.N.H.H.H.H. kebahagiaan.H.H.H.H.H.K. Ketulusan pantang dipuji dan disakiti.H. J. J. .H. Bentuk dan macam “pengganti” itu sepenuhnya hak prerogatif (mutlak) Allah.K. .J.K.J. K. P.. setan ora doyan. .J..H. orang beriman akan hancur kecuali orang ‘alim.K.H.P. H.H.J.” (al-Hadits).K.J.J.K.H.K.K.P.J. jalan keluar dari beragam kesulitan.H.H. J.H.N.. dan orang yang alim akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya.H.J. .³..H.J.H.P. ..P.N. P.K. tidak salah alamat.S. J..H. .K.K.. dan orang yang beramal akan hancur kecuali yang tulus.H. apapun yang dilakukan orang lain terhadap dirinya. K.H. J.H.J.S. H .H. Baiknya amal karena baiknya hati dan baiknya hati karena baiknya niat. H . J. Barangsiapa yang benar permulaannya maka benar pula kesudahannya dan barangsiapa yang salah permulaannya maka bisa jadi dia binasa. K.. Kelesuan sesudah kesungguhan timbul karena adanya kerusakan pada langkah awalnya (niat).J.H.H. K. K.H.H. K.H. H.H.H. . Dan orang yang tulus dalam bahaya. kepuasan batin. .N.K..N.J.H. .H. Dan akan berefek kepada pemiliknya.H.H.H. P.³. .H.H. H... dan barangsiapa yang keruh niatnya akan keruh pula hasilnya.H. Orientasi tertingginya hanya keridhaan Allah Yang Maha Adil. K.J..J. H.K.J.K. J. H..pergaulan yang menyejukkan.H.J. K. ―.J..H.K.H.H. K.H.H. dll.H... .P.P.J..J..K.J.J..H.P..P. J.P.P..H.H.K.J. hanya bersenjatakan ketulusaan niat..H.H. Barangsiapa yang tulus dalam niatnya maka hasilnya akan mulus.H.P.P.J. M..H. K.m.K..K..K. J.K. K.H. P.J.H.H. . P. Jadilah kamu orang yang benar dalam rahasiamu niscaya engkau menjadi orang yang fasih ditengah keramaian..H.H. P.H.H. N.H.J.K. N. semua orang muslim akan hancur kecuali orang beriman. H.H.J..P.H. J. J.H. K.H.H. dhemit ora ndulit..H.P.H.K. P. Amien Rais pernah berujar. J.H. H.J.K. Manusia yang tulus jiwanya mudah dikenali.H.P.N.K.P.K. tidak membuatnya berubah orientasi.P..H. Barangsiapa yang tidak benar permulaan kehendaknya.J.P.H. H.N. niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya.K.N.P. P. dan diakrabi.H.

H. Aku jadikan diantara kamu sebagai pemimpin.J.N.H . lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan.J.orang lain sebagai anugerah.. kebimbangan (idza ra-aita tu’jibuka ajsaamuhum)..H..K.K.N .P .H.³. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. Ash-shabru qarinul yaqin (sabar itu temannya keyakinan).·.. . Orang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat-rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya.H.K. .. df BAB II .³.H. Tetapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi (itsar). Sabar di jalan dakwah J.K .” (QS as-Sajdah : 24). Tidak ada keyakinan (iman) jika sifat sabar ini belum tumbuh dalam diri kita.H.K... ...K.H.J.S.H.H..J. . “Surga itu berhak bagi orang yang patuh sekalipun dari suku Habsyi (berkulit hitam kelam) dan Neraka itu berhak bagi yang durhaka betapapun berasal dari kabilah Quraisy.i .H.K.. tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari orang lain..J.H. .. Berbeda dengan orang munafiq. Ibnul Jauzi mengatakan : Ayat ini peringatan untuk suku Quraisy sesungguhnya kalian jika taat dan beriman kepada-Ku. Orang yang ikhlas itu.H..N.P.H .. TABIAT JALAN DAKWAH ... bersabarlah Yakni. Ibrahim an-Nakha’i mengatakan : bersabarlah dalam pemberianmu (sedekahmu) itu hanya karena mengharap ridha Allah semata.. bersabarlah atas gangguan kaummu. Ini termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa Quraisy yang memiliki komitmen terhadap kebenaran.” (al-Hadits).J. Efek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung (kulla sha-ihatin ‘alaihim) keragu-raguan (raybah). . untuk meraih ridha Allah. Jawa).J . . Manusia munafiq itu sosok yang bertopeng sepuluh (dasamuka... bhs.H.H. Dan untuk memenuhi (perintah) Tuhanmu. sebanyak mungkin. H. . Keikhlasan menimbulkan jiwa yang tenang (thuma’ninah).J.·. bukan ancaman.H .PK.. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka.H. Adapun kabilah Quraisy yang durhaka tetap memperoleh azab dari Allah..H.H.

penjara.P...P. kekurangan harta dan jiwa. Para Nabi juga mengalami ujian yang tidak kalah beratnya..J. Yahudi Bani Quraizhah dan kabilah-kabilah Arab mengepung Madinah.H.H. P.H. P.N.H. H.P.K. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya : Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah.P. Lihat juga: QS al-Ankabut : 2.Dalam kacamata al-Qur’an (fi dhaw’il Qur’an)..J. Ali Imron : 142. Keluhan..H.J.H. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.H. rayuan. al-Buruj : 4-8). Nabi-nabi bani Israil berjumlah 70 orang. Kaum beriman sesudah mereka juga mengalami ujian yang sama (QS al-Buruj : 4-8). Surat alAhzab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu.J.N.H.N.K. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman.H.J. dan dijamin terkabul apa yang menjadi permohonannya (al-Hadits)..J.J.H.H.K. Dan musibah lain yang diakibatkan oleh sesuatu yang sengaja dipilih dan pahalanya lebih besar. intimidasi. . tekanan secara psikis dari keluarga.N. Penganut tauhid di Arab Selatan (ashhabul ukhdud) digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya. H.N. Ibnu Abas berkata : Ayat ini peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan ujian dan cobaan. J. rahmat dan petunjuk menuju jalan kebahagiaan (QS al-Baqarah : 155-157). J.P. Cobaan adalah sunnatullah bagi kehidupan orang-orang beriman. : . Nabi Zakariya yang sudah setua itu digergaji kepalanya. Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar.P.H. yaitu ketakutan.H.. N. H. dibunuh oleh kaumnya sendiri.N.K. N.J. .H. J.K.P..K. yaitu memilih jalan Islam yang secara sunnatullah akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan. dll. Bahkan Allah menjanjikan kepadanya shalawat.J.H.”) QS al-Baqarah : 214). Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri.H. untuk membersihkan mereka supaya menjadi shafwatullah (pilihan Allah).K.K.N. yang dikenal dengan Perang Khandaq (parit) atau Perang Ahzab (pasukan sekutu). ... kelaparan.H. P.J. Ibrahim dibuatkan tempat pembakaran khusus oleh kaum paganisme. Selain kondisi sakit..H. . teror secara fisik dan mental dari musuh.J.H. pembunuhan.H..J.H.J. doa seseorang ada kemungkinannya ditunda bahkan ditolak.J.H. K.) . konspirasi jahat. Nyaris Madinah dikuasai musuh.. P.H. kematian orang yang dicintainya. H.H.J.P. J.. J.J. 214 ( “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. .J. P. seorang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disengaja.P. .. menghadapi masa-masa sulit (fatratu al-idhthihad). at-Taubah : 24. ratapan seseorang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus dosa.. fitnah.N. karena cobaan itu datangnya di luar perencanaanya...H. J.. .H.P. H. serta disiram dengan minyak dan dibakar. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat...P. kekurangan buah-buahan.J.H. . K. bahwa Qatadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum kafir Quraisy.J..K. Menurut riwayat dari Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir dan Abdurrazaq. H.

..H.H. K.Sebabnya..P. kafir yang memeranginya.P..J.H.H.P. baik secara individu maupun secara kolektif... berimanlah seluruh rakyat di negeri itu.. ..K... kemudian orang yang paling baik sesudahnya.N. ......H..H.J. P. . K.S.H.H.. tetapi tetap pada pendiriannya.H..J...H. K.... .J.―.H. dan anak itu terbunuh.H.. K.P. nafsu yang melawannya.J..P..J. Maka.H.K.H.H. .. H..H. K..J.N.H..J..H..H..... .H. Ujian itu mengenai orang yang menapaki jalan iman.N. P. jalan menuju surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci (makarih) dan neraka itu diliputi oleh sesuatu yang membangkitakan nafsu syahwat...... Nabi juga pernah menceritakan seorang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati raja yang zhalim.H.. di dalam Makarim al-Akhlaq).J.N.. P. METODOLOGI DAKWAH ... K.P. ... “Akan datang suatu masa seorang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti memegang bara api... Setelah itu ia disiksa dengan berbagai macam siksaan.. “Tuan-tuan bisa membunuh saya hanya dengan anak panah ini.P.... .” (HR Ahmad).. Jadi... .. Barangsiapa yang rela (dengan cobaan) itu maka mereka akan mendapat keridhaan-Nya... “Orang mukmin itu senantiasa berada di antara lima ancaman berat : Mukmin yang mendengkinya.J.... kemudian orang yang paling baik sesudahnya.. K. BIJAKSANA .J...ᅭ .P. . . . ..H.K..H........P.P.K..H. DEBAT OBYEKTIF-ARGUMENTATIF .P.” (al-Hadits) df ..J..K..K. P. dan barngsiapa yang benci (kepada cobaan itu) maka baginya kemurkaan-Nya...J. .” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Anas bin Malik.K.. Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum. Seorang anak yang berjiwa tauhid. .H.H. K.... . (.. NASIHAT YANG BAIK .H..N. nyawanya dikorbankan untuk mengIslam-kan mereka. : H.. ..K.. Metodologi dakwah penting dibanding muatannya .H.. ....H.H. .K. .H..P.) Rasulullah pernah bersabda.K..P.. “Orang yang paling berat cobaanya adalah para Nabi. .. .. . Akhirnya dia berkata.K. P. P. hanya karena mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah saja.” Semua orang menyebut nama Allah.K.J.... : .H..P.H. tetapi pulang dengan selamat.. P.H....J. .. .J.....J.... yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya menjadi mangsa binatang buas..K.H. Berbicaralah dengan manusia sesuai kadar . maka sebelum melepaskan anak panah ke tubuh saya sebutlah nama Allah.K.P. P.K.. munafiq yang membencinya. Tuhan anak ini (bismillah wa rabbil ghulam).. pasti Dia menguji mereka. syetan yang menyesatkannya..

yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signifikan kepada mereka (bimaa yu-atstsiru fiihim wa yanja’u). ³. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. agama yang benar. J.H.H.S.H.K.H. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. Maksud ayat diatas adalah : Serulah manusia. J. dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku..H.H. . H. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami.K.J.. bukan dengan cara yang keras dan kasar (Lihat: Shafwatut Tafasir II : 148).P.H.H..H.K. Aku mendengar dan melihat.P. : .H.J. J.J.H.H.H.K.. . : .” (khaathibun naasa ‘alaa qadri ‘uquulihim). ..H.K.. semoga ia ingat atau takut. J.H.N. .J. .H. . H. K.H.J. H.K.H.H. . tetapi mengabaikan metodologi yang benar mustahil akan mencapai target akhir dakwah yang diprogramkan.. J.H. 42 .H.J. .H..K.) 125 ( “Serulah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik..N. menapaki jalan yang lurus.H.K. kepada dinullah (agama Allah) dan syariat-Nya yang suci dengan uslub (gaya) yang bijaksana.J.K. Oleh karenanya. informasi yang selaras dengan kebutuhan fitrahnya.H.H.H.N.H..J.J. Sehingga fitrah manusia terlindungi dari berbagai kontaminasi ideologi.H.J.K.H. P. H.K. J. H. K. “Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka.H.H.K.P. sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.J..H. H. P.P. K. P.J.H. disampaikan pada momentum yang tepat.. K..H. P.H. Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan kekafiran (zhulumatul kufri) agar mereka kembali kepada cahaya iman (nurul iman). P. METODOLOGI DAKWAH .³.N.K.J. Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah-lembut yang diperagakan oleh Musa dan Harun ketika mengajak raja Fir’aun ke jalan Islam. J.K. hai Muhammad. halus dan lembut.P.” (QS an-Nahl : 125). H.H.H. di samping seorang da’i membekali diri dengan stabilitas psikologis yang mantap dan ilmu yang luas... ... ..H.S. J. dengan harapan bisa memberikan input sesuai dengan sasaran yang dituju.H.K..H.H. H. P. acuan praktis metodologi dalam berdakwah. Sekalipun materi dakwah cukup baik.K.J.N. ..H. H.K.H.H.H. yang lebih penting adalah memahami heteroginitas dan latar belakang serta kondisi riil bidang garapan dakwahnya (dirasah maidaniyah).) H.K.H. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.H.J. sesungguhnya Aku bersama kamu berdua.J. H. .H.. P. J.J. sesungguhnya dia telah melampaui batas.H. ..H.H. .J.H.pikiran mereka BAB III .H.N.J.H.K.H.J.” (QS Thaha : 42-46).J.H.H.H. Metodologi berdakwah (uslubud da’wah) merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah... . .H. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir.46 ( “Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku. Ayat diatas mengandung tuntunan.. H.J.K.H. . P.H.H.H.K.H.N.K. H.H. .J. K.H. yaitu dienul haqq.. H.

budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola sikap yang tidak Islami. Dalam melakukan tugas dakwah (wazhifatud da’wah) diajarkan oleh al-Qur’an menggunakan tiga metode Pertama, al-hikmah. Yaitu, dengan pendekatan yang bijaksana. Mengedepankan akal budi yang mulia, dada yang lapang (insyirahush shadri), hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain-lain. Dengan metodologi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri (magnet power) manusia menuju kepada inti (jauhar) ajaran Islam, yakni tauhidullah (mengesakan Allah). Hikmah terkadang dimaknai sebagian orang dengan filsafat. Padahal hikmah itu inti filsafat, lebih halus dari filsafat. Filsafat hanya dijangkau oleh orang yang terlatih kecerdasannya dan lebih tinggi cara berfikir dan berlogika. Sedangkan hikmah bisa dipahami oleh orang yang belum maju cara berfikirnya, namun tak bisa dibantah oleh orang yang wawasannya lebih luas. Hikmah tidak sebatas ucapan verbal, tetapi jelmaan dari tindakan dan sikap hidup. Kedua, al-mau’izhatul hasanah. Bermakna pengajaran atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan sebagai nasehat. Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua. Pertama, nasihat yang selalu berbicara, yaitu al-Qur’an; dan nasihat yang senantiasa diam, yakni kematian (al-maut). Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri. Nasihat orang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga sejak kecil – sebelum si anak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang lain – akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya, kelak di kemudian hari. Sebab, contoh beragama sejak usia dini akan membekas ketika kelak menjadi dewasa. Ketiga, jadilhum bil-latii hiya ahsan. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Kalau ditemukan bantahan dan tukar fikiran (polemik), maka perlu ditempuh jalan yang sebaik-baiknya. Membicarakan persoalan yang diperdebatkan dengan berfikir obyektif dan hati yang jernih. Menghindari ucapan yang menyakitkan dan melukai perasaannya. Tetapi ditunjukkan bukti-bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal fikiran dan perasaannya, sehingga mereka melihat hujjah (alasan) yang tak terbantahkan. “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (QS alAnkabut : 46). Yakni jangan menyeru Ahli Kitab kepada Islam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama kecuali dengan pendekatan yang baik seperti megajak merenungkan ayat-ayat Allah, dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan-alasan dan penjelasan-penjelasan-Nya (Lihat: Shafwatut Tafasir II, hal. 462). Imam Al-Fahkr mengatakan : Sesungguhnya orang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras, dengan mamatikan pemikirannya secara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap Islam. Adapun terhadap Ahli Kitab,

karena mereka beriman dengan turunnya kitab-kitab dan diutusnya para Rasul, mengakui kenabian Muhammad, maka berdebat dengan mereka dengan cara yang lebih santun dan sejuk kecuali orang-orang yang zhalim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah, dan pernyataan mereka tentang Trinitas, maka mereka harus diajak berdialog dan berdebat dengan pendekatan yang lebih jelek, mematahkan pendapat mereka dan mengungkap kejahilan mereka (Shafwatut Tafasir II, hal. 464). Ketiga metodologi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa. Karena dakwah itu ajakan dan seruan membawa manusia menuju jalan yang lurus (shiratal mustaqiim), bukan propaganda (di’ayah), sekalipun propaganda itu terkadang menjadi alat dakwah. Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan, sedangkan propaganda lebih cenderung memaksakan kehendak. Dakwah dengan cara paksaan akan melahirkan ketaatan semu (kemunafikan). Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh potensi dasar yang dimiliki, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Karena membangun komitmen dan kesadaran beragama itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak (QS al-Baqarah : 256). Kebenaran dan kesesatan itu telah jelas perbedaannya. Urusan memberi petunjuk dan menyesatkan seseorang adalah wewenang Allah semata. Seorang da’i sebatas penyampai pesan (muballigh), pembuka pintu hidayah, bukan pemutus perkara benar dan salah (hakim). Inilah pedoman, tuntunan dakwah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berdakwah di tengah-tengah berbagai aliran pemikiran, upaya peragu-raguan (tasykik), pembaratan (taghrib), peperangan pemikiran (al-ghazwu al-fikri), usaha-usaha menjauhkan pemeluk Islam dari agamanya (tab’id), dan menawarkan kehidupan skuler (laa-diniyyah), memerlukan format dakwah yang lebih menarik, sesuai dengan tingkat kebutuhan sejarah dan zamannya. Dakwah dengan cara konvensional tentu tidak menarik di kalangan masyarakat modern, yang lebih maju cara berfikirnya. Tetapi kita harus yakin sesungguhnya setiap ajakan yang luhur pasti akan ada yang merespon (likulli da’watin mujiib). (........ .... .... .... ....) K.K.K..H. K.J.H. P.J.K. P.H.H. m.J.H. .H.H. N.H. J.H. “Siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi). Ketiga metodologi dakwah yang Qur’ani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan zaman dan pemikiran manusia, karena pada dasarnya metode dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, bantahan yang logis akan selalu memperoleh tempat yang layak di benak publik. df ...... ..... WAWASAN DA’I ...... ...... AL-QURA’NUL KARIM ...... ...... HADITS-HADITS NABI SAW ....... ...... SEJARAH HIDUP NABI SAW

....... ... – ....... ..... ........ MENGENAL MEDAN – SENI & BUDAYA ....... ... ILMU SEJARAH ..... ... ILMU JIWA – PSIKOLOGI ......... ... GEOGRAFI – ILMU BUMI ..... ... ILMU AKHLAQ ....... ... SOSIOLOGI – ILMU KEMASYARAKATAN ....... ... ILMU POLITIK ..... ... BAHASA DAERAH – LOKAL ...... ...... ... ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAB IV ...... ..... WAWASAN SEORANG DA’I Ada ungkapan yang mengatakan : .J.K.J.P. H. K.J.N... P.K..H. Yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu. Seorang da’i yang lemah spirit dan kurang wawasannya, disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya, lebih berat lagi memberikan pencerahan pada tataran obyek dakwah (mad’u). Seorang da’i/da’iyah yang adalah diterjunkan untuk manusia (ukhrijat linnas), maka ia dituntut memiliki bekal ilmu (zaadul ilmi) yang membantunya dalam memahami seluk-beluk, karakter dasar manusia dari masa ke masa. “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.” (al-Hadits). Orang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita, tergantung kepada strategi pencitraan kita. Jika kita berhasil meyakinkan orang dengan citra diri kita, maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa. Inilah kendala yang terbesar dalam dakwah. Jika kita meneliti semua referensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang dijadikan fokus perhatian dalam garapan dakwah adalah da’i itu sendiri, bukan massa yang akan direkrutnya. Kepribadian da’i memiliki magnit (daya tarik) dan atsarun fa’aal (pengaruh yang signifikan) dalam mempengaruhi orang lain. Dukungan vertikal dan horizontal (akar rumput) kepada da’i tergantung kualitas hubungan (ittishal) da’i kepada keduanya. Jika kita dekat kepada Allah, Dia akan menolong kita dan meneguhkan langkah-langkah kita. Demikian pula jika kita berhasil menanamkan kebaikan, birr, ma’ruf di benak publik, mereka akan mendukung kita minimal lewat do’anya. “Sesungguhnya kalian ditolong oleh orang-orang lemah diantara kamu” (al-Hadits). Orang tidak sekedar melihat idealisme kita, tetapi sejauhmana kualitas cara-cara kerja Islam kita (amal

Jawa. Dari mana munculnya kerusakan akhlaq. kebiasaan. setelah itu para fuqaha’. yaitu Musailamah al-Kadzdzab. akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. sehingga berhasil meredam gejolak itu dengan sukses. Wawasan Abu Bakar tentang etnologi (ilmu etnis) suku-suku Arab itu yang mendukungnya. memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al-Quran. Disini mencakup iklim. Banjar. tetapi pada akhirnya semua golongan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash-Shiddiq itu. Abu Bakar tidak sekedar hafal nama-nama mereka. Menurut Muhammad Abduh. pengalaman. Umar. Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala (tribulasi) yang ditemukan di medan dakwah. Semuanya mengetahui bahwa sahabat senior yang menemani Nabi di Gua Tsur itu memahami secara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab. mengetahui watak orang Batak. kemudian . Sajjah binti al-Harits dan Malik bin Nuwairah. dll. sekalipun Umar bin al-Khaththab yang dikenal pemberani itu masih majumundur. Jika fuqaha’ tidak ada maka kita mencontoh ulama’ ‘amilun (para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syari’at). Sunda. Ia harus faqih terhadap buku induk dakwah. Seperti perumpamaan kita sekarang. al-Hadits & Sirah Nabi. Utsman. dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal Rasulullah. Setelah dua hari mengadakan rapat secara maraton. sehingga beberapa orang daerah yang jauh menyatakan lepas dari komando pusat pemerintahan. para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau (khalifah). Kemudian. yaitu al-Quran dan al Hadits. memahami sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya yang utama (Abu Bakar. mengetahui sunnah Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam. Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu. dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum). diplomasi dan gertak sambal. Setelah para sahabat meninggal. ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima. al-Aswad al-‘Ansi. Pertama. Ilmu Ethnologi. Minangkabau. Mengapa suatu bangsa itu maju berkembang. Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pemberontakan itu. Ketika timbul pemberontakan di mana-mana. Ilmu Sejarah. mengetahui sejarah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk dijadikan contoh (lit-ta’assi). al-Quran. adat istiadat yang mengotori kecerdasan berfikir setiap bangsa. Ketika Rasulullah meninggal. Ilmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan obyek dakwah (mad’u). tetapi memahami perbedaan perangai mereka secara mendetail. Bugis. dalam Tafsir al-Manaar. Seorang da’i harus mengetahui secara global sumber ilmu sejarah. Seorang da’i dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa. Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa. Ketiga. Orang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka. Ini dalam dakwah dikenal dengan ilmu etnologi. pendidikan mereka. ada 11 bidang ilmu pengetahuan (tsaqafah) yang perlu dikuasai oleh seorang da’i dalam melaksanakan tugas dakwah. Kedua. adalah generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in.Islami) kita dalam realitas kehidupan.

Ilmu Jiwa. Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri (futuhatul bilad). Ilmu Sosiologi. Ia harus mengetahui secara garis besar tata kota medan dakwah yang akan diterjuni. timbul tenggelamnya masyarakat dari masa nomaden (badawi) sampai menjadi masyarakat yang berbudaya (madani). Seorang da’i akan merintis dakwah di lokasi tertentu. mengetahui mana sungai dan pegunungannya. Sebab. Itulah sebabnya dikatakan. seorang da’i akan menyampaikan misi dan visinya dengan tepat. meminjam pepatah Bahasa Indonesia. Al-Qur’an sering mengungkapkan sejarah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita. Tetapi akhlaq ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan. mengapa masyarakat berkembang. padang pasir. Sekalipun ilmu seorang da’i sundhul langit (setinggi langit). Ilmu Akhlaq. Seorang professor di Perguruan Tinggi belum tentu berhasil mengajar orang yang buta budaya dan buta aksara. Banyak da’i yang gagal karena persoalan budi pekerti. Sebab. Ketujuh. keadaan di Irak berbeda dengan kondisi di Mesir. sehingga fatwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru. Orang-orang dahulu bisa jaya karena komitmen dengan nilai-nilai moral. adat istiadat. Sebab ia mengkaji dan menyelidiki sebab-sebab kemajuan dan kemunduran suatu bangsa. kemudian layu sebelum berbuah. Oleh karena itu. Pengaruh sungai. Ilmu sosiologi berkaitan erat dengan ilmu sejarah dan akhlaq. Ia mungkin wawasannya luas. Keenam. Keteladan da’i lebih banyak menolong keberhasilannya dari pada wawasannya. Ilmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis. ilmu itu akan menjadi bumerang baginya (hujjatun ‘alaihi). tetapi tidak dibarengi dengan akhlaq yang baik. pendapat umum (public’s opinion) mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak boleh salah. Ilmu akhlaq ini mengupas tentang perbuatan yang tercela dan terpuji. bijaksana.” Kelima. selamanya orang tidak akan percaya lagi. Imam Syafi’i berubah fatwanya setelah pindah dari Baghdad ke Mesir. beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim (fatwa lama) dan Qaul Jadid (fatwa baru). Sekali lancung ke ujian. sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan menjadi garapan dan lahan dakwanya. Ilmu ini penting untuk menghadapi kondisi kejiwaan seseorang atau kelompok. bagaimana tabiat dan iklimnya. Seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain hanya menonjolkan ilmu tanpa mendalami kejiwaannya akan menemui kegagalan. karena perbedaan kondisi secara keseluruhan kedua negeri itu. bahkan bersumber dari keduanya. Da’i harus lebih baik dari pada mud’unya.tenggelam ditelan oleh zaman. Ada yang mengatakan bahwa sejarah itu akan berulang. tetapi belum tentu mengetahui kondisi pendengarnya. dan jatuh karena mengabaikan nilai . Dengan mengetahui heterogenitas obyek dakwah. Yakni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang. “Ceramailah manusia sesuai dengan kadar pemikirannya. Keempat. Ilmu Bumi.

idealisme itu. aliran. “Barangsiapa yang mengetahui bahasa kaum. Rasulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab. Kedelapan. Pengetahuan akan seni dan budaya obyek dakwah akan membekali seorang da’i untuk tidak bersikap isti’jal (gegabah) dalam menentukan hukum seni dan budaya. maka seorang da’i harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi oleh Islam untuk mengajak ke semua lapisan etnis. tidak eksklusif. Bapak sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. Lughatul Qaum (bahasa obyek dakwah). Ilmu siyasah (politik) ini penting dikuasai seorang dai. suku.” Kesepuluh. Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lancar. tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heterogen dan pluralistik. untuk mengetahui di zaman apa dia hidup. Akhirnya. Syekh Abdul Qadir al-Jailani bisa menaklukkan hati penduduk yang mayoritas bromocorah karena keluasan ilmunya. Oleh karena itu materi dakwah yang disampaikan Rasulullah di Makkah berbeda dengan di Madinah. bangsa. Islam itu tidak dimonopoli satu madzhab dan satu ummat saja. tetapi pemandu manusia semuanya menuju jalan yang diridhai oleh Allah. . tetapi orang yang berbeda dengan kita juga merupakan lahan dakwah yang strategis. akan menjadi korban politik dari para politikus. karena sejak masa pemudanya mereka memberikan gelar kehormatan kepadanya al-Amin (dapat dipercaya). Kesebelas. da’i itu akan sukses bergaul tidak saja di masyarakat homogen. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab dengan jelas dan tuntas. Ilmu Kesenian dan Kebudayaan. Ilmu Politik. Menguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk jiwa yang mempunyai bahasa tersebut. agar wawasan da’i itu berkembang. setelah beliau memimpin proyek renovasi Ka’bah karena serangan banjir. Orang Arab mengatakan. Mengetahui pokok-pokok perbedaan agama-agama di dunia ini penting. Jika da’i buta politik. niscaya ia terlepas dari makar-nya. Kehadirannya diterima oleh semua unsur dan golongan di masyarakat. Kesembilan. Bagaimanapun ‘alimnya seseorang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan orang yang bisu. Dengan bekal ilmu tersebut seorang da’i akan luas pergaulannya. Sehingga hanya persoalan sepele menjadi problem yang serius. Dalam Islam dikenal dengan fase Makiyah dan fase Madaniyah. Ilmu Muqaranatu al-Adyan (illmu perbandingan agama). Jika persoalan ini tidak dikuasai bisa saja ia menjadi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena persoalan yang tidak prinsip. Ia akhirnya mempunyai sikap politik terhadap sistem pemerintahan yang ada. Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan da’i dalam melaksanakan tugas di medan dakwah. Da’i tidak sekedar pemimpin ummat Islam. Ketidaktahuan da’i dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat secara mendalam. Sesuai dengan karakteristik Islam yang kaffatan lin-nas dan rahmatan lil-’alamin. bisa jadi menjadi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka.

K.H.. H.N........ – .. H..J.P.. P... . K. Prinsip Jamaah $ .S.. S...H.... .N..K.. K..J.J..H. Kawasan yang Islami ..J....H.J. .. P.J. ..K.H..J.... – .N.J...H.J....... K. IBADAH ...K..J.J.. K. .. H...... . Segala puji bagi Allah. .H.. H.K.N..K..H.....N.K. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau ...H. .. . Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. K.... “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami mohon pertolongan.J...J..H...K.H.J.J. . H........ Syari’ah – Aturan main .H...P.. PRINSIP JAMAAH Surat al-Fatihah ayat 1-7 ..H.H... Kepemimpinan .H.J. J.....J..H.. AQIDAH .. ..H.K..P.J...J.... Umat – Penduduk – Prajurit yang patuh ..Jawaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka.. Tuhan semesta alam. Wallahu a’lam bish-shawab...... .K. .H.. . K. ....H.. . K.... ....J... K..J.......J....J. K.S.H.S...J..J. H..N.. .H. K.. Yang menguasai hari pembalasan.. – ... df $ PAKET VI ..H.K. H.J. . K....K P.N.. J... . . ..H.H.. H..K..J......... PRINSIP IMAMAH & JAMA’AH BAB I . .J.K..N.... SISTEM KEHIDUPAN .K.K...H.Tunjukilah kami jalan yang lurus.

yang berhak dipuji. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pendidik alam) dan Malik (pemilik). Kata isti’anah mencakup seluruh bentuk pertolongan yang diinginkan Allah. memperbesar peluang adanya pengabulan (ijabah). inhiraf. maka semua itu mengharuskan untuk beramal. serta penyifatan diri-Nya dengan sifat-sifat yang agung. Inti ajaran Islam itu adalah ma’rifatullah. berbekas. maaliki yaumid-diin. fi’il. dan segenap orang shalih. meminta pertolongan dan memohon agar konsisten berjalan di atas sistem yang digariskan-Nya. ini kami menyembah dan meminta pertolongan. surat al-Fatihah dimulai dengan pujian kemudian mengajarkan ibadah. ar-rahmanir-rahim. Kemudian asas ibadah adalah (iyyaka na’budu). yaitu iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Dzat yang khusus itu diajak dialog dengan sifat-sifat terpuji dengan menyebut iyyaka ‘hanya kepada-Mu’ lah. Dalam surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut tema aqidah. Dalam al-Fatihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang secara berurutan sekaligus. Surat ini juga memperkenalkan Allah dan sifat rububiyah-Nya sekaligus menunjukkan posisi kita.anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. Selanjutnya yang kedua. bertemakan ibadah. Bertolak dari sini. Ihdina adalah penjelasan dari permintaan ma’unah (pertolongan). meminta hidayah agar selalu di atas jalan lurus. Dalam ajaran Islam. tema aqidah bukan semata-mata konsumsi otak. Pertama. Surat al-Fatihah dimulai dengan menyebut Dzat yang berhak menerima pujian. diwujudkan dengan melaksanakan kewajiban. dan manhaj hayah ‘sistem kehidupan’. Serta ketiga. lalu ibadah dan selanjutnya minhaj hayah. dan shiraatha al-ladziina an’amta ‘alaihim ghairi al-maghdhuubi ‘alaihim wa laadh-dhaallin. al-Qur’an mengajak kepada aqidah. ditaati. Kata ganti iyyaka dikedepankan atas kerja. teladan jahat orangorang sesat. dimintai pertolongan dalam segala persoalan. Tema ibadah didahulukan atas isti’anah (memint tolong) karena mendahulukan wasilah (ibadah) sebelum masuk wilayah isti’anah. ibadah. Seakan-akan . itu berarti segala kandungan dan makna al-Qur’an telah terangkum di dalamnya. hisab. bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat. meminta pertolongan.” Makna umum surat al-Fatihah Jika al-Fatihah adalah pembuka kitab al-Qur’an (fatihatul Kitab). Al-Fatihah juga secara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan. Allah adalah pemilik segala urusan yang agung. al-Mu’in (penolong) dan alHadi (pemberi hidayah). mempunyai tema manhaj hayah. beribadah kepada-Nya. tentunya memberi konotasi hanya itu. adalah teladan yang baik yang telah dicontohkan para Nabi. tetapi harus melahirkan hasil. Tema utama al-Qur’an berkisar pada masalah aqidah. yaitu beribadah kepada-Nya. yaitu ihdina ash-shiraathaa al-mustaqim. shiddiqin. rahmat. yaitu al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. Poros gerak ibadah itu ialah memuji Allah al-hamdulillah. wahai Pemilik segala sifat mulia. syuhada’. Asas aqidah adalah iman kepada Allah (rabbul ‘alamin) dan hari akhir (maaliki yaumi ad-diin). Ketika mengenal Allah memiliki sifat rububiyah. Dan asas berjalan menuju Allah (thariq ilallah).

. Realisasi dari permohonan itu bisa didapatkan dengan ibadah.P..H.H. Jalan orang yang diberi nikmat dan jalan yang dimurkahi Allah dan tersesat.H..N.m .H.N.manusia meminta hakikat pertolongan yang diinginkannya. J. para syuhada dan orang-orang shalih.. mengenalkan sifat dan perbuatan-Nya.K.H. yang terdiri dari golongan Nabi.J.J.K.J.H..H..K.H..H.J.. Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan Jin.. Tiada ibadah tanpa ma’rifah.H..K..K.³.H.P..H.H.J.H..H. shiddiqin. Nama Allah telah mencakup nama Dzat-Nya dan perbuatan-Nya.H.J.H. . H. . 158 ( “Dan mereka adakan (hubungan) keturunan antara Allah dan antara jin..J. : .K..H.) .H.. Mereka juga beranggapan bahwa Allah memiliki anak-anak wanita.H. . ini menegaskan prinsip seorang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah kaum muslimin dan bahwa tarbiyah Islamiyah dan dakwah Islamiyah (pada surat alMuddatsir) harus berbentuk tarbiyah jama’iyah..K...J . J. df BAB II MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT ALFATIHAH Kalau pada surat-surat sebelumnya..K.H. Bila seorang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah.” (QS alIsra’ : 40).H.J.S H. K.K.. Al-Fatihah menyebutkan dengan ungkapan jama’.N (69 .―.N. H...) ..P. : ..H.H .³..H..H.H. Jika merasakan goncangan membaca iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in. K.” (QS an-Nisa’ :69).K.HH.. Ma’rifah yang tidak berorientasi pada penujuan segala pujian kepada Allah adalah ma’rifah yang pincang. H.―.J. .i )..i .J.H.J.H.” (QS ash-Shaffat : 158)..J.H.P.K. Jalan yang lurus mustahil dapat terwujud tanpa pertolongan Allah.J.P. .J..J. maka pada surat Al-Fatihah ini Allah mengenalkan diri-Nya dengan jelas.: “Maka mereka itu akan tinggal bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. Allah disini meluruskan “Allah” yang diyakini masyarakat Jahiliyah. yaitu jalan yang lurus.ᅭ . Allah telah menjelaskan orangorang yang telah diberi nikmat. Allah mengenalkan diri-Nya dengan “Rabb”. P. yaitu “Allah”. H..S.K. “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” serta “ihdina ash-shirath al-mustaqim”.H.N.H.H. 40 ( “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat..S.K. Dan surat al-Fatihah ini menjelaskan dua jalan.J.H. .K.H.

H. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang melaksanakan Islam.H.H.K .. Pada surat al-Fatihah ini Allah secara jelas mendelegasikan sebagian tugas-Nya kepada manusia sebagai wakil-Nya untuk mengelola alam raya (rabbul ‘alamin).H.H . ). K..P.. . (40 ) . juga perlu diwujudkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan (al-qaryah). : .J.K.K. pertahanan. Jadi posisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama (asma) dan sifat (simah) Allah. H. . politik. Masyarakat Islami tidak sekedar komunitas yang menamakan dirinya Islam sedangkan syariat Islam tidak merupakan hukum di dalamnya. Inilah yang disebut dengan lingkungan yang Islami (al-bi’ah al-Islamiyah). .P.K. Karena yang ditekankan al-Qur’an bahwa disamping manusia tercelup (tershibghah) dengan al-Qur’an (ahl).N.. Jika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang nota-bene milik-Nya. . secara budi pekerti dan tingkah laku. adalah bentuk lain masyarakat jahili.N.J. berpuasa...J. dan keamanan.K. sosial. secara syariat dan sistem. H.H .P.) . Masyarakat jahili adalah masyarakat yang menjadikan Allah tidak berdaulat di bumi. zakat dan melakukan ibadah haji.H.P.P.K ..N..K....K. K.P..” (QS az-Zumar : 3). ekonomi. Aspek sosial. Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhalifahan ini.H. Bismillahirahmanirrahim. Sehingga bumi ini dihuni oleh hamba yang menjadikan Allah sebagai Tuhan.H.H. J.K .J.K... secara aqidah dan ibadah.K.J.J.P.P.J.H. budaya. sekalipun secara ritual disembah secara rutin.. H..N.H.: 84 ( .J.J. N.H. . Bukan pula yang menciptakan suatu jenis Islam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah Yang Maha Suci dan diterjemahkan oleh sunnah Nabi.. .S.K.K . 3( “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya...Mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi langsung kepada-Nya sehingga para malaikat dan berhala-berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Kebalikannya adalah masyarakat jahili..J.H.H. manusia sebagai hasil tarbiyah dan da’wah diarahkan oleh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan-pesan langit pada realitas kehidupan.P.H. sekalipun ia shalat. J.K.

kemudian kalian berhijrah di dalamnya..: . dan mencegah dari yang munkar. .KJ.P.. . Ia telah memerintahkan kepada kamu agar jangan menyembah orang lain selain Ia sendiri. ahl).H.” (QS Ali Imran : 104).H.K.: P. .J..J .J.J. wilayah.H.K.P.. ...ᅭ H.P.P.KH.“Dialah (Allah) yang menjadi Tuhan di langit dan bumi. teritorial yang kondusif (al-bi’ah.). N.N.K . Lingkungan yang kondusif sangat mendukung terlaksananya ajaran Islam.N ..H “Hukum itu hanyalah kepnyaan Tuhan.J . al-qura). Kedua. .H.J.P. ummat (al-ummah.m ..H..H..H.J..H .P.. menyuruh kepada yang ma’ruf.J.N K.: (97 .J. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia..J.K..H.” (QS an-Nisa’ : 97). ..l ..J “Bukankah bumi Allah itu luas..K.P . ).K..S. Pertama.” (QS Yusuf : 40).J. .P.” (QS az-Zukhruf : 84) K. . df BAB III UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ISLAMI Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami.P ..K.J. Itulah agam yang lurus.P.S.HH. ... .P. kawasan.H.J.³ .H..K . “Hendaklah diantara kamu segolongan yang mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran.” (QS Ali Imran : 110) (143 (18 (105 .P.H.H.N.P..P.H..

.. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu.P.K .: .H.: P..).K.H.H. . .H..J.J.K.K.H.H.J.. .H.J.H..J.H. .J.J.J.H.³ “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan (umat Islam).H..m.J..P.K.H..P.JH.H.H . aturan).H.H..H “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama)..J.K..H.N.K.P...” (QS an-Nisa’ : 105) . .K. ).P . ..H.J.H.K ).H.J..: . .H. maka ikutilah dia.K.m (110 P. .J .H.” (QS al-Jatsiyah : 18) .K.K .H.HN. ...H.H ..H..J.: N.J.K..H ...H.K.H.H.P).HJ.P. .P .P.N. .J.K . .K...HH.K.H.J.P..J..H.J. .K.J.J.H...J.K.H.H.P.H.P.J.H.H..H “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.H..J.NH.J .H.K.H..S ..H.³.J.H.KH.K.P.. .NJ.(104 ..J.P.H... .. umat yang adil dan pilihan.P.. .H.J.H.J.J. syariat (asy-syari’ah.H.J.J..H.” (QS al-Baqarah : 143) Ketiga..K .J P.H. .H.JN..H.J.H.J.K.H.H.J.J.

S.P.. Menegakkan qadha’ syar’i dan qadha’ kauni adalah amanah dan taklif (tugas) kekhalifahan dari Allah. J.. H.H. J. . . akan masuk pada perangkap sekulerisme. J. dilakukan secara kolektif merupakan media yang fashih untuk perbaikan masyarakat secara keseluruhan.. Tugas Kepemimpinan Islam a) Memakmurkan (i’mara) dan mengatur urusan keduniaan (siyasatud dunya) b) Melaksanakan syariat.N. Kepemimpinan mikro seharusnya melahirkan kepemimpian makro.H.N. H.H. memelihara agama (hirasatud din) Dua tugas yang bersifat keagamaan (diniyah) dan sekaligus keduniaan (dunyawiyah).H.J. Amanah kekhalifahan ini dijelaskan dalam firman Allah : . J. H.P.J. 165 ( “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.P. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.K.H.P. Di dalamnya akan dihuni oleh manusia hipokrit (split personality).H.K.H. N. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.H. Manusia yang rajin beribadah mahdhah..J.J.H.H.P. tapi di luar masjid melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi doanya.S.H..J. dipandu.K.H. J.K.K.H.K.J.J. P.J.H. Keduanya harus sama-sama diprioritaskan. Jika keduanya dipisahkan.K. Ummat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikelola. munafik. J... P.P.J. Tidak boleh dipisahkan. 55 ( “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.J.³.J.N.H.K.H.” (QS alAn’am : 165). J.J..H.J. K. dan diarahkan oleh sebuah kepemimpinan.H. bertugas mewujudkan kerajaan Allah (mulkiyatullah) di bumi secara efektif dan efisien.H.J.K.K.H. J. Jika tidak dilaksanakan akan terjadi kekacauan. Ini adalah kebutuhan primer kemanusian (dharurah basyariyah).K.J.H. Diawali dari kepemimpinan yang bersifat mikro (al-imamah ash-shughra).P. K.J.P. maka tugas penegakan nilai-nilai Islami dalam keluarga akan mengalami hambatan.P.H.H.H. H.J. J. J.P. chaos (fitnah). J.H..³. J.H.. P.H.J.. H... menuju kepemimpinan yang bersifat makro (al-imamah al-kubra).J.N.H..K. H.” (QS an-Nuur : 55).H.N.P.H.H. H.J.K.Keempat..P.. Dengan kultur yang baik.H. Allah telah membuat model struktur yang Islami.H.H. H.H. dan tuntutan keagamaan (hajah syar’iyah).J. Salah dalam penempatan struktur ini akan terjadi fitnah (chaos).H.. : . Struktur yang baik dan berfungsi secara benar akan mewujudkan kultur masyarakat yang baik.H. dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka.. K..P.J..) K.P.K. . ..J. Dalam intitusi masyarakat yang paling kecil.) .K. . jika pola kepemimpinan di dalamnya tidak berfungsi dengan baik.H. Untuk membumikan amanah kekhalifahan. . kepemimpinan (al-imamah).H.K. Suami adalah qawwam (pemimpin) dan anggota keluarga adalah sebagai makmumnya.K.N. . H. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.N.K..H. : .H.K.P.H. J.H.

.. K.Orang-orang yang mendampingi ulil amri adalah orang yang ahli dalam memilah-memilih persoalan dan mencarikan solusinya. . K...N.. ...H............ maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya..... .. df ALLAH SWT Al-Qur’an RASULULLAH SAW As-Sunnah ULIL AMRI – ULAMA’ – AHLUL HALLI WAL ‘AQDI Ad-Dustur – Al-Qanun DIWAN AL-‘IMARAH Dewan Tanfidziyah – Dewan Pelaksana SIYASATUD DUN-YA WA HIRASATUD DIEN Mengelola Dunia & Memelihara Agama AL-UMMAH Masyarakat .J. ...H..N. Agama rakyat tergantung kepada kualitas keagamaan rajanya.. K.P.J....H. Menjadi rakyat tanpa melalui seleksi.K.H.K.. K.H. di belakang imam adalah orang yang pandai (ulin nuha). Perubahan moralitas bangsa berbanding lurus dengan kesiapan untuk berubah (menuju kebaikan) di kalangan elit.. Seperti dalam struktur shalat jama’ah. . ... . .P. . Melaksanakan hukum Allah ... . karena kita otomatis menjadi rakyat... Mengembalikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri .... Ukhuwah sesama muslim .K.K...H.J.. .... ..... .... tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk dijadikan wasit (penengah)..J.P. ... Jika sewaktuwaktu imam batal karena udzur syar’i...... . P.J.N.... Ibnu Khaldun mengatakan : K. Disini harus diisi oleh orang yang ‘alim pada bidangnya masing... .....K.. ..K..P....K.. ... Menaati ulil amri .P.J. Sebaliknya seorang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan oleh sebuah komunitas tertentu. Jika dalam sebuah kelompok seseorang memiliki kualitas yang lebih...H. Musyawarah .K..J.. K.K..H.. . P.. Ada ungkapan yang mengatakan : K... KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM ... ..

. shiddiqun.. An’amta ‘alaihim.......... Terbangunnya struktur kekuatan mengantisipasi ancaman KULTUR MASYARAKAT AL-FATIHAH .. ....... Membuat perjanjian mengatur antara muslim & non-muslim ........ Berorientasi pada akhirat .. . Beraktifitas dengan penuh keikhlasan .. agar rahmat Islam menyebar kepada semua yang berhak (kaffatan linnaasi wa rahmatan lil ‘alamin).. .. .. shalihun diatas manhaj rabbani’. . Bismillah.. al-imamah).. . Mengharap bantuan hanya dari Allah SWT ... Menebarkan kasih sayang ... . .. ‘al-manhaj ar-rabbani yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasul’... syuhada’... ‘menegakkan amanah kekhalifahan untuk mengelola dunia dan menjaga agama’..... Al-magdhub ‘alaihim dan adh-dhaallin.... Shirat al-mustaqim.......... al-bi’ah)............ ahlu)..... ‘para Nabi... ..... . ... ‘dengan membawa nama Allah’... . .. ‘diatas manhaj jahili’. untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi. Bersifat universal .. .. ............ Mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT .. Meneladani figur publik yang baik . . .. dipandu oleh kepemimpinan (al-qiyadah.... . .. Membawa nama Allah – Harus yang terbaik BAB IV PAKET AL-FATIHAH Mayarakat Islami adalah komunitas yang tergambar dalam sebuah kawasan (al-qura.... . Rabbul ‘alamin dan Maliki yaumiddin. didukung oleh ummat yang taat (al-jundiyah al-muthi’ah.. dengan aturan main dari al-Qur’an. Menghindari murka Allah SWT . ........... Menghindari kesesatan ......Saling menasihati dengan kebenaran & kesabaran ...... Berpedoman pada Manhaj Islami ..

shalihin. yakni al-Islam. alMaidah : 54). ‘sayang kepada orang-orang mukmin’. Ghoir al-maghdhubi ‘alaihim wa laa adh-dhaallin. df . berada pada manhaj Islami’. 8. Nasrani. ‘Yahudi. ‘dengan asma Allah’. 6. pembalasan’. Lembaga kepemimpinan memutuskan masalah kontroversial (raddul ikhtilaf ilaa ulil amri) (QS an-Nisa’ : 83). meningkatkan kualitasnya’. (QS an-Nisaa’ : 59). Otoritas kekuasaan Ulil Amri dari orang-orang beriman (tha’atu ulil amri). al-Hadits atau al-Manhaj al-Islami’.Tafsir al-Fatihah Bismillah. arahan. ‘ketulusan niat’. syuhada’. Iyyaka na’budu – Mengabdikan diri hanya kepada Allah. 4. ‘kasih kepada seluruh makhluq’. billah. Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar (at-tawashi bil haqqi wa bi ash-shabr) (QS al-‘Ashr : 3) 7. Membuat perjanjian yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim (al-mu’ahadah bainal muslimin wal kuffar) (QS al-Fath : 29. Ar-Rahman ar-Rahim – Menebarkan rahmat dan kasih sayang. Iyyaka na’budu. Malik. Ar-Rahim. Rabbul ‘alamin – Bersifat universal. Shiratha alladzina an’amta ‘alaihim – Meneladani orang-orang yang baik.’ Karakteristik masyarakat Islami 1. Ihdinash shirat al-mustaqim. berada pada manhaj jahili. ‘hak menghalalkan dan mengharamkan’. dituntut beramal yang memiliki kualitas excellent. Bermusyawarah dalam memecahkan persoalan (asy-syura fii al-umur) (QS asy-Syura : 38). ‘jalan yang lurus. tidak ada penyimpangan syubhat dan syahwat di dalamya. Rabb. Wallahu a’lam bish-shawab. dengan cara Allah. mengembangkan. Otoritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah (al-hukmu bima anzalallaahu) (QS al-Maidah : 49). Shirat alladzina an’amta ‘alaihim. mendidik. Terjalinnya ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim (al-ukhuwwatu bainal muslimin) (QS al-Hujurat : 15). Iyyaka nasta’in. ‘petunjuk. 2. Shirat almustaqim. shiddiqun. ‘mohon pertolongan Allah’. al-Qur’an. minallah. Al-hamdulillah – Beraktifitas dengan penuh keikhlasan. 5. Al-hamdulillah. Ihdinash shirathal mustaqim – Berpedoman pada manhaj ilahi. Nabi. Yaumuddin. Ghoiril maghdhubi ‘alaihim – Menjauhi murka Allah Wala adh-Dhaallin – Menjauhi kesesatan. ‘Hari kiamat. 3. bimbingan’. Ar-Rahman. semua aktifitas lahir dan batin yang diridhai dan dicintai Allah’. ilallah (dari Allah. Terbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman (i’dadul quwwah) (QS al-Anfal :60) Kultur (budaya) masyarakat Al-Fatihah Bismillah – Membawa nama Allah. Iyyaka nasta’in – Mengharap bantuan Allah. Maliki yaumiddin – Berorientasi pada akhirat. ‘al-ibadah. ‘merawat. menuju Allah).

.. zu’ama (menjadi anggota legislatif) infra strukturnya.. Memulai program surat pendidik... Ahjad. al-mujtama’ al-Islami).. ekonom. Ustadz Najih... Jeddah. Tanpa tahun. Adab Thalibil ‘Ilmi. .. intelijen. DAFTAR PUSTAKA Ash-Shabuni..SINOPSIS TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN DALAM GERAKAN Tujuan Perubahan Tahapan Perubahan Langkah Perubahan Nama Surat .. dll. Darul Fikr. Pelaksanaan kehidupan Islami Pelaksanaan (tanfidz).... . Anis. Jakarta.. Beirut. mu’tamar. Darul Kutub Al Islamiyah. wawasan (al-i’laam... . mengatur kinerja (tansiq dakwah (minat tazkiyah ila al-Ishlahul hukumah (memperbaiki al-amal). ... Al-Maktabah Al-Faishaliyah.. . evaluasi gerakan harakah) pemerintahan yang ada) (riqobat al-‘amal).. Syekh Muhammad. Dar Nurul Maktabah. Ahmad Karzun. . Shafwatut Tafasir.. ‘Aqidatu Al-Muslim..... Ponpes Maskumambang. Al-Ghazali. intervensi kerajaan Allah di bumi) al-hayat).. Syekh Muhammad. Sosialisai & pembekalan ilmu. At-Tibyan Fi Al-Ahkam Al-‘Amaliyah... . Jaddid Hayatak.... Al-Ghazali. Muhammad Ali. tazwidul ‘ulum wa atstsaqafah) Tabligh (at-tabligh) Dari kebodohan menuju ma’rifat (minal jahalati ila al-ma’rifah) Al-‘Alaq Ishlahun nafsi (memperbaiki diri) Pembekalan Manhaj Qurani At-ta’lim (pengajaran) Dari ma’rifat menuju Fikrah Qur’ani Al-Qolam (tarbiyah Qur’aniyah) (minal ma’rifah ila alfikrah al-Qur’ani) Ishlahu al-bait (memperbaiki rumah tangga) Menggerakkan ibadah secara Pembentukan (screening) kader Dari fikrah menuju pemberdayaan Al Muzzamil istiqomah (at-tahridh ‘ala (takwinur rijal) ruhani (minal fikrah ila at-tarbiyah arIrsyadul mujtama’ (membimbing al-‘ibadah al-mustamirrah) ruhiyah) ummat). Dr. politikus. Gresik. sehingga kelak menegara... Dari gerakan dakwah menuju Al Fatihah dalam segala aspeknya (tanfidzu munculnya ahli pada bidang masyarakat Islami (min al-harakati ila Iqomatu ad-daulah (menegakkan al-hayat al-Islamiyah fi nawaahi masing-masing. lewat syura. kepada kekuasaan yang ada adh-Dhuha dan kelengkapan ulama. ... sab-han thawilan Merapikan shaf (tauhid ash-Penataan (tanzhim) Dari tazkiyah menuju harakah AlMuddatsir shaff)..

Muhammad Ali. Al-Wasyli. Darul Fikr. Yakan. Rabbani Press. Manna’ Khalil. Dewan Eksekutif Hidayatullah. Darul Fikr. Al-Maqdisi. Jakarta. Menyelami Samudera 20 Prinsip Hasan Al-Banna. Yahya. Mengenal Allah Lewat Akal. Dr. Beirut. Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran. HAMKA. Libanon. Syekh Dr. Solo. Jakarta. Bin Muhammad Al-Buraikan Abdullah Al Buraikan. Jakarta. Ma’alim Fi Ath-Thariq. Darul Fikr. Izzah Darwazah. Jakarta. Muhammad. Al-Jazairi. Mahmud. Menuju Jama’atul Muslimin. Harun. Yahya. Panduan BerIslam. Syekh Abu Bakar Jabir. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Sayyid. Al-Qardhawi. Al-Madkhal Li Dirasati Al-‘Aqidah Al-Islamiyah ‘ala Madzhabi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Beirut. Al-Qardhawi. Islam Dalam Berbagai Dimensi. Moralitas Al-Quran Solusi Atas Segala Persoalan Umat Manusia. Maktabah Wahbah. Prof. Libanon Tahmid. Hal Satasquthu Amrika Kama Saqathat As Suviyeti. Maktabah Dahlan. Yusuf. Rabbani Press. Syekh Abu Bakar Jabir. Dr. Darul Fikr. Departemen Dakwah. Minhajul Muslim. Yusuf. HAMKA. Dr. Jakarta. Beirut Shihab. Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam. Syarah Ushul ‘Isyrin. Beirut. Thanthawi. Bin Hasan bin ‘Aqil bin ‘Aqil Syarif. Gema Insani Press. Rasyid. Az-Zubi. Kairo. Solo.Al-Jazairi. Dr. Fathurrahman Li Thalibi Ayat Al-Qur’an. Ibrahim. Fathi. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir. Sayid. Daud. Al-Mubasysyirat Bi-ntishari Al-Muslimin. Rabbani Press. Robbani Press. Muhammad Quraish. Beirut. Darul Fikr. Mansyurat Al-‘Ashr AlHadits. ‘Aqidatul Mukmin. Tafsir Al-Mishbah. Era Intermedia. Quthub. Marwan bin Nuruddin. Pelajaran Agama Islam. Pustaka Panjimas. Sabiq. Ash-Shabuni. Team Penulis. Suar. Yusuf. Lc. At-Tafsiru Al-Hadits. Tafsir Al-Azhar. MA. df . Membongkar Jahiliah Meraih Sukses Berdakwah. Al-Hasani. Sya’ban 1424 H. Era Intermedia. Prof. Madkhal Li Dirasati Asy-Syari’ati Al-Islamiyyah. Oktober 2003. Ta’rif ‘Am Bid Din Al-Islam. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme. Dr. Jakarta. ‘Abdullah bin Qasim. Indonesia. Jakarta. Harun. Fiqh As-Sunnah. Mukhtashar Tafsir ath-Thabari. Beirut. Beirut. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Bulan Bintang. Yahya. Shalih Tak Berdayaguna. Darul Ihya Lil Kutubi Al-‘Arabiyyah. Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jama’ah Al-Ikhwan AlMuslimun. Assuwaru Murattabah Hasban Nuzul. Qardhawi. Rabbani Press. Dr. Al-Qaththan. Penerbit Lentera Hati. Darul Fikr. Isa Al-Babi Al-Halabi wa syirkaahu. Harun. Rabbani Press. Syekh Ali.