Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Unive rs it a s Me rcu Buan a

8,9

Tegangan Efektif
1. PENGERTIAN DASAR
• Tanah dapat divisualisasikan sebagai suatu kerangka partikel padat tanah (solid skeleton) yang membatasi pori-pori yang mana pori-pori tersebut mengandung air dan/atau udara. praktek, • Untuk rentang tegangan yang biasa dijumpai dalam partikel padat dan air dapat dianggap tidak masing-masing

MODUL 8,9

kompresibel: di lain pihak, udara bersifat sangat kompresibel. Volume kerangka tanah secara keseluruhan dapat berubah akibat penyusunan kembali partikel-partikel padat pada posisinya yang baru, terutama dengan cara menggelinding dan menggelincir yang menyebabkan terjadinya perubahan gaya-gaya yang bekerja di antara partikel-partikel tanah. partikel tanah tersebut. • Pada tanah jenuh, dengan menganggap air tidak kompresibel, pengurangan volume hanya mungkin terjadi bila sebagian airnya dapat melepaskan diri dan ke luar dari pori-pori. • Pada tanah kering atau jenuh sebagian, pengurangan volume selalu mungkin terjadi akibat kompresi udara dalam pori-pori, dan terdapat suatu ruang untuk penyusunan kembali partikel-tanah. • Tegangan geser dapat ditahan oleh kerangka partikel-padat tanah dengan memanfaatkan. gaya-gaya yang timbul karena persinggungan antar partikel. Tegangan normal ditahan oleh gaya-gaya antar partikel pada kerangka tanah. Jika tanah berada dalam kondisi jenuh sompurna, air pori akan mengalami kenaikan tekanan karena ikut menahan tegangan normal. Kompresibilitas kerangka tanah yang sesungguhnya tergantung pada susunan struktural

2. PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1

seperti terlihat pada Gambar 1. sama dengan bentuk bidang yang sebenarnya karena ukuran Pusat Pengembangan Bahan Ajar . yaitu tekanan air pengisi pori-pori di antara partikel. Hubungan ketiga tegangan di atas adalah : σ = σ' + u Gambar. tekanan air pori (u). dengan menganggap bahwa tanah adalah material padat saja (fase tunggal). tegangan normal total (σ) pada bidang di dalam tanah. yaitu gaya per satuan luas yang ditransmisikan pada arah normal bidang. tegangan normal efektif (σ') pada bidang. Tinjaulah sebuah 'bidang' XX pada suatu tanah jenuh sempurna yang melewati titik-titik singgung antar partikel. ketika Terzaghi mengemukakan prinsip tegangan efektif yang didasarkan pada data hasil percobaan. Interpretasi tegangan efektif Prinsip tersebut dapat diwakili oleh model fisis sebagai berikut.1. 3. dalam skala besar. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . Bidang X-X yang bergelombang tersebut. Prinsip tersebut hanya berlaku untuk tanah jenuh sempurna Tegangan-tegangan yang berhubungan dengan prinsip tersebut adalah 1. yang mewakili tegangan-yang dijalankan hanya melalui kerangka tanah saja. 2.Besamya pengaruh gaya-gaya yang menjalar dari partikel ke partikel lainnnya dalam kerangka tanah telah diketahui sejak tahun 1923.UMB Ir.partikel padat.

tekanan air pori tidak menyebabkan partikel-partikel saling tertekan satu sama lain. partikel tersebut tidak bersinggungan secara langsung di antara mereka karena dihalangi oleh air yang terserap pada tiap partikel. jauh lebih besar dan sangat tidak beraturan. maka tekanan air pori akan bekerja pada bidang seluas A. karena luas total bidang singgung antarpartikel hanya berkisar sekitar 1 dan 3% dari luas penampang melintang A.partikel tanahrelatif kecil. Jika pada tanah terdapat partikel mineral lempung. Tegangan vertikal total (yaitu tegangan normal total pada bidang Pusat Pengembangan Bahan Ajar . sangat tidak beraturan (acak). Juga. dimana a adalah luas bidang singgung yang sesungguhnya antara dua partikel. TEGANGAN VERTIKAL EFEKTIF AKIBAT BERAT SENDIRI TANAH Misalkan tanah memiliki permukaan horisontal dan muka air tanah terletak pada permukaan tanah.UMB Ir. yaitu : Σ ' N A P A σ' = Tegangan normal total adalah : σ= Jika di antara partikel-partikel diasumsikan terdapat titik singgung. Perlu diinengerti bahwa σ' tidak mewakili tegangan singgung yang sesungguhnya antara dua partikel. tetapi pada tiap titik singgung dengan bidang yang bergelombang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen gaya yang arahnya normal dan tangensial terhadap bidang XX yang sebenarnya. Gayagaya antar partikel pada seluruh tanah. Sebuah gaya normal P yang bekerja pada bidang A sebagian ditahan oleh gaya-gaya antar partikel dan sebagian oleh tekanan pada air pori. Kemudian agar dapat tercapai keseimbangan pada arah normal terhadap XX: P = Σ '+ uA N atau P ΣN ' = +u A A jadi σ = σ' + u Besarnya tekanan air pori sama pada semua arah dan bekerja pada seluruh permukaan partikel tetapi volume partikel diasumsikan tidak berubah. tetapi dalam hal ini berlaku asumsi bahwa gaya antar partikel dapat dijalarkan melalui air terserap yang sangat kental. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . dengan N' dan komponen tangensial dengan Komponen normal dinyatakan T tegangan normal efektif diinterpretasikan sebagai jumlah seluruh komponen N’ di dalam luas A. baik besar maupun arahnya. Kesalahan dalam mengasumsikan titik singgung antar partikel dapat diabaikan. dibagi dengan luas A. 3. karena nilai N’/a.

tegangan vertikal efektif dapat dihitung secara langsung dengan memakai berat isi apung tanah di bawah muka air tanah. berat isi pasir 17 kN/m3.berat seluruh material (partikel padat air) per satuan luas di atas kedalaman yang ditinjau. bagaimana pengaruhnya terhadap tegangan-tegangan di atas? Tegangan vertikal total sama dengan. Bagian atas suatu lapisan lempung jenuh setebal 4 m dilapisi oleh pasir setebal 5 m. - Plotlah nilai-nilai tegangan vertikal total dan efektif terhadap kedalaman. maka: σv = γ sat z Karena pori-pori di antara partikel-partikel padat saling berhubungan. Tegangan hanya perlu dihitung pada kedalaman-kedalaman di mana terjadi perubahan berat isi (Tabel 1). Tabel 1 Kedalam an (m) 3 3 x 17 σ v(kN/m2) = 51 0 u(kN/m2) =0 σ v’ = σ' + u (kN/m2) 51 Ir. tegangan vertikal efektif pada kedalaman z adalah: σ ' v = σv − u = ( γ sat − γ w ) z = γ ' z di mana γ’adalah berat isi apung tanah (buoyant unit weight) Contoh Soal.1. tekanan air pori pada setiap kedalaman akan sama dengan tekanan hidrostatik.horisontal) pada kedalaman z sama dengan berat seluruh material (partikel padat + air) per satuan luas di atas kedalaman tersebut. Di atas muka air tanah. Tegangan vertikal efektif sama dengan selisih antara tegangan vertikal total dengan tekanan air pori pada kedalaman yang sama.UMB . karena itu pada kedalaman z: u = γw z Dari Persamaan 1. Tekanan air pori sama dengan tekanan hidrostatik sesuai kedalaman di bawah muka air tanah. Berat isi jenuh lempung dan pasir berturut-turut adalah 19 kN/m3 dan 20 kN/m3. Jika pasir pada 1 m di atas muka air tanah bersifat jenuh karena efek kapiler. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . muka air tanah berada 3 in di bawah permukaan tanah. Dengan cara lain.

2) = 108.6 0. a. Biasanya besar tegangan dibulatkan pada angka terdekat. = 10. tegangan air pori dan tegangan efektif tanah pada posisi titik A.2 kN/m3 Pads kedalaman 5 m: σ’v = (3 x 17) + (2 x 10. Gambarkan diagram tegangannya c.2 kN/m3 Berat isi apung lempung = 19 – 9.pada kedalaman 5m dan 9 m adalah sebagai berikut: Berat isi apung pasir = 20 .8 = 9.8.5 9 (3 x 17) + (2 x 20) = 91 (3 x 17)+ (2 x 20)+(4x19) = 167 2 x 9. Gambar 2. dianjurkan memakai metode altematif di atas.2 kN/m2. Tegangan diplot terhadap kedalaman seperti pada Gambar.9.2) = 71.8 = 58.4 kN/m2 Pada kedalaman 9 m: σ’v = (3 x 17) + (2 x 10. Berikan analisis terhadap hasil-hasil tersebut.2) + (4 x 9.4 108.6 x 9. Hitungan tegang total.8 = 19.2 Cara lain untuk menghitung σ’v . b. Bila hanya akan menghitung tegangan efektif saja. SOAL TUGAS Suatu Lapisan tanah ditunjukkan pada gambar di bawah ini.UMB Ir.8 71.2. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

Di atas muka air tanah. tidak akan menambah tekanan hidrostatik di bawah muka air tanah.D. pasir dalam kondisi jenuh air oleh tekanan kapiler.UMB Ir. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . tekanan air tetap negatif dan.B. Contoh Soal Lapisan pasir halus dengan tebal 5 m mempunyai berat volume jenuh γsat = 20 kN/m3. Tegangan-tegangan vertikal total dan efektif bawah kedalaman 3 m bertambah sebesar : 3 x 1 = 3 kN/m3 sedangkan tekananan air pori tidak berubah. Di atas muka air tanah. Jawab : Pusat Pengembangan Bahan Ajar . PENGARUH KENAIKAN KAPILER Muka air tanah adalah posisi air di mana tekanan air pori sama dengan tekanan atmosfer (yaitu u = 0). Muka air tanah pada kedalaman 1 m.4. meskipun tanah di atas muka air tanah jenuh. Hitung dan gambarkan diagram tegangan total dan tegangan efektif di titik A.C.

81 kN/m2.87 kN/m2.24 kN/m2. σD’ = σB – uB = 0 – (-9.7 x 9. Tegangan di D Tekanan kapiler pada titik D = -1 γw = -1 x 9. uA = hw γw = 4 x 9.39.87 kN/m2.24 = 90.0 = 20 kN/m2.81 = 39. σA’ = σA – uA = 100 .81 = -6.87) = 12.7 γw = -0. σc = 0.76 kN/m2. uc = -6. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . σD = 0 kN/m2. Tegangan di B σB = 1 γsat t = 1 x 20 = 20 kN/m2.81) = 9. uB = 0 σB’ = σB – uB = 20 .UMB Ir. σc’ = σB – uB = 6 – (-6.3 x 20 = 6 kN/m2. Tegangan di C Tekanan kapiler pada titik C = -0.81 = -9. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .87 kN/m2.81 kN/m2.Penyelesaian Telah diketahui pasir halus diatas muka air tanah dalam kondisi jenuh air Tegangan di A σA = 4 γsat + 1 γsat = 5 γsat = 5 x 20 = 100 kN/m2. uc = -9.81kN/m2.

Berat isi jenuh untuk pasir adalah 19 kN/m3 dan untuk lempung 20 kN/m3. muka air tanah berada pada permukaan tanah. permeabilitas lempung tersebut sangat rendah.4.UMB Ir. (b) beberapa tahun setelah penimbunan. Suatu material timbunan setebal 4 m dan luas tak-terhingga dengan berat jenis 20 kN/m 3 ditempatkan di atas permukaan tanah. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . PENGARUH TIMBUNAN Contoh Soal Lapisan pasir setebal 5 m berada atas lapisan lempung setebal 6 m. Tentukan tegangan vertikal efektif pada titik pusat lapisan lempung (a) segera setelah penimbunan dengan asumsi bahwa penimbunan berlangsung dengan cepat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

Segera.3.8) = 78.3 Profil tanah ditunjukkan pada Gambar . dapat diasumsikan bahwa tidak terjadi regangan lateral. disipasi tekanan-air-pori berlebihan harus telah selesai dan tegangan vertikal efektif pada titik pusat lapisan lempung adalah: σ’v = (4 x 20) + (5 x 9. Beberapa tahun setelah penimbunan.2) = 76.4 kN/m2 menjadi 158. di mana besar tekanan air pori tersebut adalah (8 x 9.UMB Ir. maka tekanan air pori juga ikut bertambah sebesar 80 kN/m2 . disipasi tekanan air pori berlebiban akan sangat lambat. tegangan vertikal total pada titik pusat lapisan lempung bertambah sebesar 80 kN/m2 akibat berat sendiri timbunan.2 kN/m2 dan 10. tekanan air pori naik dari 78. Karena luas timbunan tak-terhingga.2) + (3 x 10.4 kN/m2.4 kN/m'. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .2 kN/m3).2) + (3 x 10.6 kN/m' Segera setelah penimbunan. yaitu: σ’v = (5 x 9.2) = 156. tegangan tersebut akan turun secara bertahap menjadi 78. Besarnya tekanan air pori statik dan tunak sama karena tidak terjadi perubahan tinggi muka air tanah. segera setelah penimbunan akan tetap sama seperti nilai awalnya.4 kN/m2 dan kemudian.5 kN/m2 (berat isi apung pasir dan lempung berturut-turut 9. Karena permeabilitas lempung sangat rendah.6 kN/m2 menjadi 156.6 kN/m2. diikuti dengan tegangan vertikal efektif dari 76.Gambar. karena proses konsolidasi. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . setelah penimbunan. Karena lempung berada dalam kondisi jenuh dan tidak terjadi regangan lateral.

5 m dari dasarnya dan tanah dasar kolam lolos air Pertanyaan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . Arah gaya rembesan ini searah dengan aliran.UMB Ir. Tinggi air dalam kolam = 2. terletak pada tanah pasir dengan γsat = 15 kN/m3.3. PENGARUH GAYA REMBESAN Pengaruh beda tinggi tekanan air akan menimbulkan gaya pada butiran tanah. Soal  Kolam sangat luas dengan dinding yang dianggap sangat tipis dan tidak mempunyai berat.

12 kN/m2 uA = 24.12 kN/m2 tekanan air pori : uA = 2.81 = 17.12 .0 = 27.81 = 9.59 kN/m2 σB’ = 27. σA = 27.24.5 x 15 ) + (2 x9.a) bila muka air tanah (di dalam kolam) dipermukaan tanah . Penyelesaian : a) Bila muka air tanah di permukaan tegangan total : σA = (0.12 – 9.53 kN/m2 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Pada kedudukan ini berat kolam total menjadi berkurang oleh adanya tekanan air ke atas.12 kN/m2 uB = uA = 24. Tegangan di A tidak berubah oleh berubahnya kedudukan air di luar kolam.31 kN/m2.81 = 24. c) Tegangan di A tidak berubah oleh berubahnya kedudukan air di luar kolam. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 .59 kN/m2 Tegangan di B σB = σB(awal) = 27.53 = 2. Hitung tegangan total dan tegangan efektif di titk A dan B b) Pertanyaan yang sama dengan a)hanya kedudukan muka air tanah 1 meter diats permukaan tanah c) Muka air di dala kolam sama dengan didala kolam .12 kN/m2 uB = 1 γw = 1x 9.53 kN/m2 σA’ = 2.53 kN/m2 uB = 0 kN/m2 tegangan efektif σA’ = σA – uA = 27.12 kN/m2 uA = 24.12 kN/m2 σA = σB = 27.12 .59 kN/m2 Tegangan di B σB = σB(awal) = 27.81 kN/m2 σB’ = σB – uB = 27.81) = 27.5 x 9.12 kN/m2 b) Permukaan air dalam kolam naiak 1 m di atas tanah .UMB Ir.53 kN/m2 σA’ = 2. σA = 27.

Jika tinggi air dalam kolam 2 m.62 = 0 kN/m2 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .7. Akibat beda tinggi muka air ini . σA’ = σA – uA = 19.62 .59 kN/m2. Soal Diketahui kolam yang luas berisi air seperti yang ditunjukkan pada Gambar C5.19. perbedaan tinggi air di dalam kolam dan muka air tanah 5.12 – 24.dan tanah dianggap dalam kondisi lembab γb = 18 kN/m3 Tegangan di A σA = 2 γw = 2 x 9.53 = 2.62 kN/m2. dan tebal tanah antara dasar kolam dan permukaan lapisan kerikil 2. yaitu sebelum ada aliran air ke bawah. air di dalam kolam merembes ke bawah. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 .81 = 19. bila waktu tertentu setelah rembesan tetap muka air tanaha sama tinggi dengan permukaan air pada kolam. b) di titik-titik A dan C sesudah rembesan tetap terjadi pada lapisan tnaha diatas kerikil ( dianggap air muka air tanah tetap ) c) sama dengan soal b). Hitunglah tegangan total dan tegangan efektif: a) di titik-titik A dan C segera setelah kolam diisi air.σB’ = σA’ = 27.62 kN/m2.UMB Ir. maka belum ada aliran air rembesan ke bawah.5 m.5 m.81 = 19. Penyelesaian : Segera setelah kolam terisi air. uA = 2 γw = 2 x 9.

5 x 18) + (2 x 9. maka tidak ada aliran rembesan ke bawah .77 kN/m2 c) bila muka air tanah sama dengan permukaan air pada kolam.81 = 7.62 kN/m2 uc = 0 kN/m2 σC’ = 69.81) = 49. Jadi.5) x 4.81) = 49.Tegangan di C σC = 2.62 .5 x 18) + (2 x 9.62 kN/m2 σB’ = 49.62 kN/m2.5 x 20) + (2 x 9. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . σB = 1. σA’ = σA – uA = 19.19.62 – 7.5 x 20) + (2 x 9.81 = 19.85 kN/m2.81) = 64.19.62 kN/m2. uA = 2 γw = 2 x 9.8 x 9.5 γb + 2 γw = (2.UMB Ir.81 = 19.81) = 69.5 m = 1. σA’ = σA – uA = 19. uA = 2 γw = 2 x 9.62 kN/m2.81 = 19. uB = hB γw = 0. Tegangan di A σA = 2 γw = 2 x 9.85= 41. Tegangan di A σA = 2 γw = 2 x 9.62 = 0 kN/m2 Tegangan di B σB= 1.62 kN/m2.81 = 19.62 kN/m2 uc = 0 kN/m2 σC’ = 64.62 kN/m2 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .8 m Jadi tinggi tekanan air di B atau hB = ΔhBC – LBC = 1.5 m Selisih tinggi energi antara B dan C = ΔhBC = (1/2. Selisih tinggi energi antara A dan C = ΔhAC = 4.5 γb + 2 γw = (2.5 γsat + 2 γw = (1.8 -1 = 0.5 γsat + 2 γw = (1.62 kN/m2 Tegangan di B Penurunan tinggi energi hidrolik dari A ke C adalah proposional.8 m (LBC = jarak BC) Tekanan air pori di B.62 = 0 kN/m2 Tegangan di C σC = 2.62 kN/m2 b) Setelah rembesan tetap.62 .

475 kN/m2 Hasil σB’ dan σC’ ini lebih kecil dibandingkan dengan σB’ dan σC’ saat muka air tanah di permukaan kerikil. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 .γw = 20 – 9.19) = 74.62 kN/m2 uc = 4.81 = 10.34kN/m2 σB’ = 49.UMB Ir.44. Disini tampak bahwa aliran rembesan yang arahnya ke bawah seperti soal b) menambah tegangan efektif di titik B Contoh : Lapisan tanah homogen dengan permukaan air yang berubah-ubah ditunjukkan seperti Gambar C5. Hitung tegangan total dan tegangan efektif di titik Adan B pada kedudukan muka air di : 1) 3 m di bawah permukaan tanah 2) Di permukaan tanah 3) 2 m diatas permukaan tanah Penyelesaian : Berat volume apung : γ’ = γsat .62 – 34.81 = 44.15 kN/m2 σC’ = 69.81 = 34.81 = 19.34 = 15.62 kN/m2 σB’ = σB – uB = 94 –19. Atau σA = 3 γb + 2 γ’ = (3 x 18) + (2 x 10.5 x 9.0 = 54 kN/m2 Tegangan di B σB = 3 γb + 2 γsat = (3 x 18) + (2 x 20) = 94 kN/m2 uB = 2 γw = 2 x 9.19 kN/m3.28 kN/m2 Tegangan di C σC = 2.5 x 9. Berat volume tanah air jenuh γsat = 20 kN/m3 dan berat volume basah (lembab) γb = 15 kN/m3.62 = 74.81) = 69.5 x 20) + (2 x 9.5 γsat + 2 γw = (2.5 γw = 4.38 kN/m2.38 kN/m2. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .15= 25.uB = 3.62..6. uA = 0 σA’ = σA – uA = 54 . a) muka air 3 m dari permukaan tanah Tegangan di A σA = 3 γb = 3 x 18 = 54 kN/m2.5 γw = 3.

67 kN/m2 σB’ = 119.19 = 30.81 ) = 119.67 = 50.62 kN/m2.95kN/m2 Atau σB = 5 γ’ = 5 x 10.UMB Ir.81 = 49.62 . uA = 5 γw = 5 x 9. uA = 3 γw = 3 x 9. menjadi terndam air. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 .81 ) = 79.05 = 50. c) muka air 2 m di atas permukaan tanah Tegangan di A σA = 3 γsat + 2 γw = (3 x 20) + ( 2 x 9. sebelum terendam tegangan efektif di hiitung berdasarkan γb .57 kN/m2 Atau σA = 3 γ’ =3 x 10. uB = 7 γw = 7 x 9. Akan tetapi.57 kN/m Tegangan di B σB = 5 γsat = 5 x 20= 100 kN/m2 uB = 5 γw = 5 x 9.62 kN/m2.b) muka air permukaan tanah Tegangan di A σA = 3 γsat = 3 x 20 = 60 kN/m2.05 kN/m2 σB’ = 100 . bila muka air mula-mula di dalam tanha kemudian naik sampai ke permukaan. mka akan terjadi penurunan tegangan efktif.05 = 30. stelah terendam hitungan berdasarkan pada γ’ Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hal ini disebabkan oleh tegangan efektf tanah yang semula tidak terndam.62 .29.95 kN/m2.05 kN/m2 σA’ = σA – uA = 79.81 = 29.19 = 30.57 kN/m Tegangan di B σB = 5 γsat + 2 γw = (5 x 20) + ( 2 x 9. Perhatikan bahwa.81 = 49.43 = 30.49.57 kN/m2 Atau σA = 3 γ’ =3 x 10.81 = 68.68.19 = 50.95 kN/m Dari penyelesaian b) dan c) terlihat bahwa tinggi muka air dari permukan tanha sampai 2 m ( atau sembarang ketinggian muka air ) tidak merubah teganga efektif.43 kN/m2 σA’ = σA – uA = 60 .49.

Pustaka Utama. Muka air tanah mula-mula berada pada dasar lapisan pertama (pada 5m di bawah muka tanah). PT Gramedia (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). Braja M.94 Mg/ m3(ρsat). Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 1 . 1. jilid 1. Indrasurya B Mochtar.. a) Hitung tegangan total. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . air pori dan efektif pada titik tersebut jika muka air tanah turun 5 m pada permukaan lapisan silty clay.UMB Ir. Kepadatan tanah adalah 2. Erlangga1989 Hardiyatmo. Noor Endah. c) Beri komentar tentang perbandingan kedua kondisi tersebut. Mekanika Tanah Craig . Sumber : a. Budi Susilo.F. c. Holtz & WD Kovacs. Mekanika Tanah. Di bawah sand ada lapisan compressible silty clay dengan tebal 20 m.Soal : Suatu profil tanah terdiri dari 5 m compacted sandy clay diikuti oleh medium dense sand setebal 5 m . Edisi ke 2. Hary Christady. air pori dan efektif pada titik pertengahan lapisan compressible silty clay. Jakarta 2002 d.22 Mg/ m3(ρ’) untuk masing-masing lapisan tanah tersebut. Erlangga b.Das. Teknik Fondasi I. R. b) Hitung tegangan total. An Introduction to Geotechnical Engineering. dan 1.05 Mg/m3 (ρ).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful