P. 1
Pp Nomor 100 Tahun 2000pengangkatan Pns Dalam Jabatan Struktural

Pp Nomor 100 Tahun 2000pengangkatan Pns Dalam Jabatan Struktural

|Views: 2,108|Likes:
Published by Coky Fauzi Alfi

More info:

Published by: Coky Fauzi Alfi on Jan 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

..

PRESIDEN REPuBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOM OR 100 TAHUN 2000

TENTANG

PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAMJABATANSTRUKTURAL

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang: a. bahwa sesuai dengan Pasal 17 ayat (1) Undang-undang Nomor -u Tahun ] 999 rentang Perubahan Atas Undang-undang NomOI" XI alum 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan tertentu;

--I

b. bahwa dalam rangka perencanaan, pengembangan. dan pembinaun karir serta peningkatan rnutu kepernimpinan dalam jabaian strukturul. dipandang perlu mengatur kembali ketentuan tentang peugaugk.uan Pegawai Negeri Sipil dalarn jabatan struktural dnlam Pcruturan Pemerintah:

Mengingat

1. Pasal5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945~

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tamhahun Lembaran Negara Nornor 304]) sebagairnana telah diubah dengun Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembarau Negaru Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lernbaran Negara Nomor 38901:

3. Undang-undang Nomor 22 Tahun J999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun ] 999 Nomor 60, Tarnbahau l.emharan Negara Nomor 3839):

4. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negaru Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme . (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan l.ernbarun Negara Nomor 3851 );

-

5. Pcruturan ...

--- -- ------------

PRESIDE"I r~EPUBLIK INDONESIA

2

5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tcntang Kewcnungun Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Oionom (Lernbaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. Tambahan l.cmbaran Negara Nomor 3952):

6. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 165 ):

7. Peraturan Pernerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. Tambahan Lembaran Negara Nornor 40 14):

-

8. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kcnaikan Pangkat Pegawai Ncgeri Sipil (Lernbaran Negara Tahun :WOO Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 40]7):

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGANGKATAN PEGA WAI NEGERI SIPIL DALAM JABAT AN STRUKTURAL.

BAB I KETENTllAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan :

I. Pegawai Negeri Sipil adalah Pegawai Negeri Sipil sebagaimana

dimaksud ."

L

_ J

,.

I , • "

PRESIDEN R£PUBLIK INDONESIA

dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 11!11t"lI1g Pokokpokok Kepegawaian sebagairnana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.

') Jabatan struktural adalah suatu kedudukan yang menunjukkun tugus. tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawui Ncgcri Sipil dalam rangka mernimpin suatu satuan organisasi negara.

3. Eselon adalah tingkatan jabaian struktural.

-_

4. Pimpinan lnstansi adalah Menteri. Jaksa Agung. Sekreturis Ncgara, Sekretaris Kabinet, Sekretaris Militer, Sekretaris Presiden. Sekrcruris Wakil Presiden, Kepala Kepolisian Negara. Pimpinan l.embugu Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Kesekretariatan Lemhuga Tertinggi/Tinggi Negara, Gubernur. dan Bupati/Walikota.

S. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri, Jaksa Agung.

Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Sekretaris Militer. Sekrctaris Presiden, Sekretaris Wakil Presiden, KepaJa Kepolisian Negara, Pimpinan Lernbaga Pemerinrah Non' Deparremen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/TinggiNegara,

6. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi adalah Gubernur.

7. Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota adalah Bupati.Wulikota.

8. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang berwenang mengnngkui. memindahkan dan/atau memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dulam dan dari jabatan struktural sesuai dengan ketentuan perauuun perundang-undangan yang berlaku,

9. 1'01(1 ....

• I

+

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

4

9. Pola karier adalah pol a pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang menggarnbarkan alur pengembangan karier yang menunjukkan keterkaitan dan keserasian antara jabatan. pangkat. pendidikan dan pelatihan jabatan. kompetensi. serta masa jabatan seseorang Pegawai Negeri Sipil sejak pengangkatan pertama da1am jabatan terteniu sampai dengan pensiun.

BAB II

JABATAN STRUKTURAL DAN ESELON

-_

Pasal 2

( I) Jabatan struktural Eselon I pada instansi Pusat ditetapkan oleh l'residen atas uSlII Pimpinan lnstansi setelah mendapat pertimbangun tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan

aparatur negara.

C!) Jabatun struktural Eselon II ke bawah pada instansi Pusat ditetapkan oleh Pirnpinan Instansi setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur

negara.

(3) Jabatan struktural Eselon ] ke bawah di Propinsi dan Jabatan Struklural [scion II ke bawah di Kabupaten/Kota ditctapkan sesuai dcngan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 3

( I) Eselon tertinggi sampai dengan eselon terendah dan jcnjang pangkat untuk setiap eselon adalah sebagaimana tersebut dalam l.ampiran Peraturan Pemerintah ini.

(2) Penctapan ....

l

_ _j

< •

'" .,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

5

(2) Penetapan eselon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ditetapkan berdasarkan penilaian atas bobot tugas, tanggung jawab, dan

wewenang.

BAB III

-_

PENGANGKATAN, PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN STRUKTURAL

Pasal 4

(1) Pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang.

(2) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural, wajib dilantik dan mengucapkan sumpah di hadapan pejabat yang berwenang.

Pasal 5

Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural, adalah :

a. berstatus Pegawai Negeri Sipil;

b. serendah-rendahnya menduduki pangkat -1 . (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat yang ditentukan;

c. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan;

d. semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

e. memiliki ....

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

6

e. memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan; dan

f. sehat jasmani dan rohani.

Pasal 6

Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah perlu memperhatikan faktor senioritas dalam kepangkatan, USia, pendidikan dan pelatihan jabatan, dan pengalaman yang dimiliki.

Pasal 7

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalarn jabatan struktural bclum rnengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihankepemimpinan sesuai dengan tingkat jabatan struktural wajib mengikuti dan lulus pcndidikan dan pelatihan kepemimpinan selambat-lambatnya 12 (dua belas) bulan sejak yang bersangkutan dilantik.

Pasal 8

Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural tidak dapat menduduki jabatan rangkap, baik dengan jabatan struktural maupun dengan jabatan fungsional.

Pasal 9

(1) Untuk kepentingan dinas dan dalam rangka memperluas pengalaman, kemampuan, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, disclenggarakan perpindahan tugas dan/atau perpindahan wilayuh kcrja.

(2) Secara ....

'J' "

. )

.~

j 1

\ I'

"

"

PRESIDEN AEPUBLIK INDONESIA

7

(2) Secara normal perpindahan tugas dan/atau perpindahan wilayuh kerja. dapat dilakukan dalam waktu antara 2 (dua) sampai dengan 5 (lima) tahun sejak seseorang diangkat dalam jabatan struktural,

(3) Biaya pindah dan penyediaan perumahan sebagai akibat perpindahan wilayah kerja. dibebankan kepada negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 10

Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dari jabatan struktural karena :

a. mengundurkan diri dari jabatan yang didudukinya;

b. mencapai batas usia pensiun;

c. diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil;

d. diangkat dalam jabatan strukturallain atau jabatan fungsional:

e. cuti di luar tanggungan negara, kecuali cuti di luar tanggungan neguru

karena persalinan;

f. tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan;

g. adanya perampingan organisasi pemerintah;

h. tidak memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani: mall

1. hal-hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 11

Ketentuan penilaian mengenai pengangkatan, pemindahan. dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural diatu~ lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

BAD IV .•.

L

P~EStDEN

FE FUBLlI<. Ir.JDONE SIA

8

BAB IV

[,OlA KARIER PEGA \\'AI NEGERI SIPIL

Pasal 12

( I) Untul. menjamin kcpastian arah pengembangan karicr. ditctapknn rwlll dusnr karier dcngan Keputusan Presiden.

(~) SeliaI' pimpinan instansi mcnetapkan pola karicr Pegawai N c glTi \il'il di linukungannva hcrdasarkan J10la dasar karicr Pcgawai Ncucri Sipil sebaguimnna dimaksud dalam ayat ( I ).

BAB V

I'ENILt\IAN nAN I'ERTIMBANGAN PENGANGKATAN UALAM .JABATAN

Pasal 13

Pcngun gk atan. pernindahan. dan pem bcrhcntian dalam dan duri j il bill;lll strukturnl lselon 1 pada instansi Pusat ditetapkan oleh Prcsidcn illil' 11",11 l'il11pJllilll instunsi dan sctclah mcndapat pcrtimbangan icrtulis dar; "1\1I1i~;

Pasal 1 ..

(II 1·111111 mcnjanun k uulitas dan ohvcktifitus dulum j1CIl!2i'll!2kalilll. pcmiuclahan. dan pcmhcrhcntian Pcgawai Ncgcri Sipil dillilll1 dau rlnri ;i1hi!lilll struktural I-SL'ill!1 " kc ha\\i1h di sctiap instansi dihcutuk It,dilll

Pen i,11hal1gall .I i' bata 11 dan Kcpnngkutun. sclunjutnv » di-cbut

'I ,

e ,

-_

j

, ,

I· ,.

Pr"<f SIDEN

Ht: ~:OtJLlLI1', II~L" "~L ~',I,",

9

(2) Baperjakat terdiri dari :

a. Baperjakat lnstansi Pusat:

b. Baperjakat Insransi Daerah Propinsi;

c. Baperjakat lnstansi Daerah Kabupaten/Kotu.

(3) Pernbentukan Baperjakat sebaguimana dimaksud dalam uvut (II. ditetapkan oleh :

-_

a. pejabat pembina kepegawaian pusat untuk instansi pusut:

b. pejabat pembina kepegawaian daerah Propinsi umuk instunsi daerah Propinsi;

c. pejabat pembina kepegawaian daerah Kabupaten Killa untuk instansi daerah Kabupaten/Kota.

(4) Tugas pokok Baperjakat lnstansi Pusat dan Baperjakat lnsiausi Ducruh Propinsi/Kabupaten/Kota mcrnbcrikan penimbangun kepuda l'ejuluu Pembina Kcpegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kcpcgu» aian Daeruh Propinsi/Kubupaten/Kotu dalam penguugkatan. pcmiuduh .. 11l dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural h,dlHl II h' bawah.

(5) Disamping tugas pokok sebagaimana dimaksud dulam "'Y(I' I·n.

Baperjakar bcrtugas pula mernbcrikan pertimbangan kcpadn p,-:iilh.n yang berwenang dalam pemberian kenaikan pangkut hugi yi.lng menduduki jabatan struktural, menunjukkan prestasi kerju luar biasu baiknya, menemukan penemuan buru yang bermanfaat bugi neguru, dan pertimbangan perpanjangan batas usia peusiuu Peguwui Ncgeri Sipil yang menduduki jabatan struktural Eselon I dan Eselon Il.

Pasul 15 ...

L

_j

PREStDEN REPUBLlI<. INDONESIA

10

Pasal 15

( 1) Susunan keanggotaan Baperjakat terdiri dari : a. scorang Ketua. merangkap anggota:

h. piling hanyak 6 (cnarn) orang anggota: dan

c. scorang sckrctaris.

(2) llntuL menjarnin obyekti fitas dan kepastian dalam pcngam hilan kcputusan. anggota Baperjakat ditciapkan dalam jumlah ganji].

Pasal 16

( I) Kctu» dan Sckrctaris Bapcrjukat lnstansi Pusat adalah Pejahut l.sclon I dan lejabat Eselon II yang secara fungsional bertangguug ja\\ah di bidang kepegawaian dengan anggota Pejabat Eselon [ Iainnya.

(2) Bagi lnsiansi Pusat yang hanya terdapat I (satu) Pejabat l.sclon I.

Kctur dan Sckretaris Baperjakat adalah Pejabat l.selon II dan l\iah;1l l.sclon IIJ yang sccara fungsional bertanggung jawah di hid:lIIg kcpcpawaian dengan anggota Pcjabat Eselon II laiunya.

(3) KdlJ(1 Baperjakar Instansi Dacrah Propinsi adalah Sckrctaris Dacruh Propinsi. dengun anggota para Pejabat Eselon I J. dan Sckrctnris Sl.'C(lrtl lungsional dijabat oleh pejahat yang bertanggung jawah eli hid(lll~

(-l, K~llIi' Bapcrjakat lnstansi Daerah Kabupatcn.Kota adalah Sl.'krClilri~ Ducnh Kahupntcn 'Kola. dcngan anggota para Pcjabut lsclon III. dun Sckrciaris sccarn fungsional dijabat oleh pcjuhat yang hCrtilllg!~lIll~

(:') ~ lusn kcnnggotuan Bapcrjaknt adalah paling lama 3 (tiglll l .. hun. d.m dapal diangk.u kcmbali untuk masa kcanggotaan bcrikutnya.

BAB VI ...

., ; '.

" .

-" ,

• .II. "

PRESIDEN R£PUBL-II-\. INDONESIA

11

BAB VI TUNJANGANJABATANSTRUKTURAL

Pasal 17

(1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan strukturul. diberikan tunjangan jabatan struktural.

(2) Tunjangan jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam uyut (I). diberikan sejak pelantikan.

(3) Tunjangan jabatan struktural ditetapkan dengan Keputusan Prcsiden.

-

BAB VII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18

( 1) Untuk pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara nasion .. 1 Badun Kepegawaian Negara menyusun informasi jabatan strukturul.

(2) Informasi jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam ayut II) memuat formasi jabatan, lowongan jabatan, dan spesifikusi jabatun strukiural.

BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 19

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural sebclum berlakuny a Peraturan Pemerintah ini, apabila belum mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan jabatan yang ditentukan, selambat-lamlunnya 12 (dua belas) bulan sejak Peraturan Pemerintah ini berlaku, hams mcngikuti

pendidikan dan pelatihan jabatan yang ditentukan.

Pasal20

( ] ) Jabatan struktural Eselon V yang masih ada pada saat ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini masih tetap berlaku sepanjung belum diubah/diganti dengan ketentuan yang baru.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

12

(2) Perubahan/penggantian jabatan struktural Eselon V sebagaimana dimaksud dalam ayat (I) dilaksanakan paling lambat sampai dcngan akhir bulan Desember 2001.

Pasal 21

Sebelum Komisi Kepegawaian Negara dibentuk, pertimbangan pengangkatan. pemindahan. dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural Eselon I diIakukan berdasarkan kctentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB IX KETENTUAN PENUTUP

Pasal 22

Ketentuan teknis pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini, diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Pasal 23

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, maka Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1994 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam .1abatan Struktura1 (Lernbaran Negara Tahun 1994 Nomor 21. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3546). sebagaimana telah dua kali diubah. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun1998 (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 124. Tambahan Lembaran Negara Nornor 3775). dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 24

Peraturan Pcmerintah ini mulai berlaku pada tanggaJ diundangkan,

Agar ...

• I "

I •

'.

PRESIDEN REPUBUI{,. IUDONESIA

13

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 10 Nopember 2000

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd.

ABDURRAHMAN WAHID

-

-

Diundangkan di Jakarta

pad a tanggal ]0 Nopember 2000 SEKRET ARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

e DJOHAN EFFENDI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2000 NOMOR 197

Salinun sesuai dengan aslinya

"",,; ,.

PRESIOEN REPUtlLlt, IIH:JONt:.·:::" .....

LAMPIRAN

PERATURAN PEMERINT AH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 100 T a hun 2000

TANGGAL

10 Nopember 2000

ESELON DAN JENJANG PANGKA T JABAT AN STRUKTURAL

Jenjang Pangkat, GolonganlRuang
No Eselon Terendah Tertinggi
_. ~.--.-
Pangkat Goi/Ruang Pangkat GolIRuang
1 la Pembina Utama Madya IV/d Pembina Utama IVle
2 Ib Pembina tltama Muda IV/c Pembina Utama IV/e
. -
3 lIa Pembina Utama Muda IV/e Pembina Utama Madya IV/d
- _.-.
4 lib Pembina Tingkat I IV/b Pembina Utama Muda IVlc
.-
5 lUa Pembina IV/a Pembina Tingkat I IVib
6 IIlb Penata Tingkat I IIIld Pembina IV/a
7 IVa Penata IIlfe Penata Tingkat I III/d
8 IVb Penata Muda Tingkat I III/b Penata IlI/c -

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd.

ABDURRAHMAN WAHID

Salinan sesuai dengan aslinya

--~~-------------~-_j

, . ..

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PENJELASAN ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2000

TENTANG

PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAMJABATANSTRUKTURAL

-_

I. LlMUM

Dalam era globalisasi yang sarat dengan tantangan. persaingan dan pcrkcmhanguu i lmu pengetahun dan teknologi serta untuk mencapai efektifitas dan efisicnsi dulam penyelenggaraan tu!~as pemerintahan, tidak ada alternatif lain kecuali pcningkuum kualitas profesionalisrne Pegawai Negeri Sipil yang merniliki keunggulan \..oll1p~lilil· dan memegang teguh erika birokrasi dalam memberikan pelayanan yang svsuui dengun tingkat kepuasan dan keinginan masyarakat.

Untuk menciptakan sosok Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud di alas. maku dipandang perlu menetapkan kembali norma pengangkatan Pegawai Ncgcri Sipil dalam jabatan struktural secara sistemik dan terukur mampu menampilkun sosok pejahat struktural yang profesional sekaligus berfungsi sebagai pemcrsatu scrtu perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap mcmpcrhutikau perkembangan dan iuteusitas tuntutan keterbukaan, demokratisasi. perlindungan huk asasi manusia dan liugkungan hidup,

Untuk mencapai obyektifitas dan keadilan dalam pengangkatan. pcminduhun dan pcmberhentian dalam dan dari jabatan struktural, ketentuan dalum Pcnuuruu Pemerintah ini juga rnenerapkan nilai-nilai impersonal, keterbukaan, dan pl.'nL·tap<l1l persyaratnn jabatan yang terukur bagi Pegawai Negeri Sipil.

II. PASAl. .•.

L

· , .,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

II. PASAL llEMI PA~AL

l'usal 1

Cukup jclas

Pastil 2

Cukup jclas

.vv:u II)

-_

.\~;Il (2)

CU"lIP jclas

Cukup jclas

l'cnctapan jcnjang pangkut untuk masing-masing esclon adalah mcrupuk.m tindak lanjut dari prinsip pcrnhinaan karier dalam jabutan strukturul. yuitu l'cgawai Ncgeri Sipil yang diangkat dalarn jabatan strukiural pangkatnya haru« sesuai dengan pangkat yang ditentukan 1I111uk jabatannya.

Yang dimak sud dcngan:

- hobot tugas adalah nilai suatu tugas yang antara lain ditentukan alas dasar bcrat rinuannva bcban tugas, luasnya lingkup tugas. tan!lL!lIl1g juwuh. \\ cwcnan c. dan dampuk yang ditirnbulkan:

L

I '-"_ .,

....

.)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

tanggung jawab adalah kesanggupan seorang Pegawai Ncgeri Sipil untuk menyeles.iikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dan tcp.u Pililil waktunya serta berani menanggung resiko alas keputusan yang diumbi 11l~ LI atau tindakau yang dilakukannya:

- wewenans adalah keabsahan tindakan vana dimiliki oleh Pcuuw ui 1\L'!.!I . .'ri

- .. ~ ...._

Sipil yang rnenduduki jabatan struktural agar dapat menenrukan Lala curu dan tindakan yang perlu diambil dalam melaksanakan dan I1lcn~ clesuikun

tugas pekerjaannya.

-_

l'asal -l

Ayur II )

Cukup jelas

Ayat C~)

Pclantikau Pegawai Ncgeri Sipil yang telah diangkat dulam jubaran suuktur.rl dilakukan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejuk pcnct.ip.m

pcngangkatu nnyu,

Culon Pegawai Negeri Sipil tidak dapat dinngkat dalam jahatan struktural. karen" Cal on Pegawai Negeri Sipil terse but masih dalam masu pcrcobuan dun kcpadanya helum diberikan pangkat, sedangkan uruuk mcmhuluki .i"h~ILal1 struktural antara lain disyaratkan pangkar sesuaiedengan esclonny a.

Pasal :)

l luruln

l luruf h

Cukup jelas

l luruf c

Cukup jelas

l lurut d ...

.. ,

"

..

PRE.SIDEN REPUBLIK INDONESIA

l luruld

Cukup jclas

l luruf c

Kompetensi adalah kcmampuan dan karakteristik yang dimilik i ulch sl,:or,lIlt! l'cgawai Ne geri Sipil. berupa pengetahuan. keterarnpilan. dan sikup pcrilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

l lurul I'

Cukup jclas

-_

Cukup jclas

Pasal 7

Cukup jclas

t lntuk oprimalisas! kincrja, disiplin dan akuntabilitas pejabat struktural sertil 1111.:J1YiHlari ukan keterbatasan kemampuan manusia, sudah sclayakuvn dil:rrilll~ ad:lI1ya rangkapun jabatan. haik antara jabatan struktural dengan jabatan struktur.rl utau untara jabatm struktural dcngan jabatan fungsional,

Pas,,1 l)

,\ ~ <I t ( I )

l'crpindahau wilayah kcrja dalam kctcntuan ini dimungkinkan 1II111l" perpindahan wilayah kcrja pcjabat struktural Esclon III kc atas. vniiu pcrpindahan antar Kabupaten/Kota. perpindahan dad Kabupatcn Kpla kc

Prupins: ...

, "

PRESJDEN REPUBLIK INDONESIA

5

Propinsi. atau sebaliknya. perpindahan dari Kabupaten/Kota ''»I"\lP in .... i I-..l· lnstansi Pusat atau sebaliknya, perpindahan antar lnstansi dan lain sebagainya,

Ayat en

Cukup jelas

Ayal(3)

Biaya pindah dan penyediaan perumahan hanya diberikan kepuda P~t!d\\ iii Negcri Sipil yang dipindahkan karcna dinas,

__ I

Pasal 10 Cukup jelas

Pasal II

Cukup jelas

Ayat ( I )

Pasal l~

Pola dasar karier adalah pedoman yang memuat teknik dan mciodc penyusunaan pola karicr dengan menggunakan unsur-unsur unuuu lain pcndidikan formal. pendidikan dan pelatihan, usia. mas a kerja. Jli.lI1gl-.al golongan ruang, dan tingkat jabatan.

Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal 13

Cukup jelas

Pasal 104 ...

J

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

6

l'asul 14

AyuI(I)

Cukup jelas

/\:-(11 (~I

Cukup jclas

,\yat(J)

Cukup jclas

:\~ lit (...J I

Cuk up jclas

,\y.II(:')

I'crpanjangnn batas usia pcnsiun dalam ayat ini dilaksanakan scs\I;li dVIlf!illl k crcntuan pl ruturun ncnuulang-undangan yang hcrlaku.

Pasal I:'

i\:- at ( , )

Cukup jclas

'\yal (~)

ell k lip jclas

tukup jclas

\~ill(~)

Cukup jclns

,\~,lt U)

(·lIkup jclas

.. ; I

.. -

-

J

, ... J '

Ayat (4)

Cuk lip jelas

Ayal(5)

Cukup jelas

Pasal 17

Ayat ( I)

Cukup jelas

Avut (1)

Cukup jelas

!\Yill(3)

Cukup jclas

Pas<l1 18

Ayat ( t)

Cukup jelas

Ayat en

ClI!.;UP jelas

Pasat 19

Cukup jelas

Pasal 20

Ayut ( t )

Cukup jclas

PRESIDEN REPUBLIK INDONE.SIA

7

I\yal (:!) ...

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

8

Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal 21

Cukup jelas

Pasal 22

Cukup jelas

Pasul 23

Cukup jelas

Pasal 24

Cukup jelas .

TAMBAHAN LEMI3ARAN NEGARA REPUBLTK IND@NESIA NOMOI{ 40 I g

-_

I J

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->