P. 1
TUGAS PERILAKU ORGANISASI

TUGAS PERILAKU ORGANISASI

|Views: 1,198|Likes:
Published by my_iwan08

More info:

Published by: my_iwan08 on Jan 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

TUJUAN

:
1. Menggambarkan empat faktor yang langsung berpengaruh terhadap perilaku individu dan kinerja. 2. Menetapkan personality (kepribadian) dan membahas apa yang menentukan karakteristik kepribadian 3. Mengikhtisarkan sifat-sifat kepribadian the "Big Five" dalam The five-faktor model dan membahas pengaruhnya pada perilaku organisasi. 4. Menggambarkan self-concept dalam hal self-enhancement (peningkatan diri), self-verification, dan self-evaluation. 5. Menjelaskan bagaimana teori identitas sosial berhubungan dengan konsep diri seseorang. 6. Membedakan personal, nilai dianut dan yang berlaku dan menjelaskan mengapa nilai kesesuaian itu penting. 7. Mengikhtisarkan lima nilai yang umumnya dipelajari dalam lintas budaya. 8. Menjelaskan bagaimana intensitas moral, sensitifitas etis dan situasi mempengaruhi perilaku etis.

MARS MODEL DARI PERILAKU INDIVIDUAL DAN KINERJA

performance = person x situation
dimana : person (orang) termasuk karakteristik individual, dan situation (situasi) merupakan pengaruh eksternal pada perilaku individu.

performance = ability x motivation
Kadang-kadang dikenal sebagai "the skill-and will" model, formula ini menguraikan dua karateristik khusus yang mempengaruhi kinerja individu. Ability (kemampuan), motivation (motivasi), dan situation (situasi) lebih umum disebutkan merupakan prediktor langsung dari perilaku individu dan kinerja

1

Individual Characteristic Values Personality Perceptions Emotions and attitudes stress Ability Motivation

MARS Model Situasional factor

Behaviour Result

Role Perception

MOTIVASI
Motivasi menunjukkan kekuatan dalam setiap orang, yang mempengaruhinya atau mengarahkan nya, intesitas, dan ketekunan dari perilaku sukarela. Ada 3 elemen: 1. Direction (arah) 2. Intensitas 3. Persistensi

ABILITY (kemampuan)
Merupakan bakat natural dan kemampuan belajar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dengan sukses .Yang termasuk kemampuan : 1. Aptitudes (Bakat) 2. Learned Capabilities (Kemampuan Belajar) 3. Competencies (Kompentensi)

2

PERSON JOB MATCHING STRATEGIES 1. untuk medesain kembali pekerjaan sehingga karyawan diberi tugas hanya dalam kemampuan belajar mereka saat ini. bahwa mereka tahu tugas khusus atau konsekuensi. 3 . 2. memilih siapa yang sudah menunjukkan kompetensi yang diperlukan. Orang mempunyai persepsi peran tepat ketika mereka memahami prioritas dari variasi tugasnya dan harapan kinerjanya. 2. 3. Ada 3 komponen 1. untuk mencocokan kompentensi seseorang dengan persyaratan tugas pekerjaan. 3. sehingga karyawan mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan. ROLE PERCEPTIONS adalah sejauh mana orang memahami tugas pekerjaan (peran) yang ditugaskan atau yang diharapkan dari mereka. karyawan mempunyai persepsi peran yang tepat ketika mereka memahami tugas khusus yang diberikan kepadanya. untuk memberikan pelatihan. Komponen ketiga dari persepsi peran adalah memahami perilaku yang disukai atau prosedur untuk mencapai tugas yang ditugaskan.

emosi dan perilaku yang mencirikan seseorang. orang. dan karenanya diluar kontrol karyawan dan organisasi. bersama dengan proses psikologis yang mempengaruhi karakteristik mereka. waktu.SITUATIONAL FACTORS Faktor situasional termasuk kondisi diluar kontrol karyawan yang membatasi atau memudahkan perilaku dan kinerja. 5 FAKTOR PERSONALITY Agreeableness (Keramahan) Conscientiousness (Sifat berhati-hati) PERSONALITY Neuroticims (Neurotisisme) Extroversion Opennes to experience 4 . Beberapa karakteristik situasional seperti. Faktor situasional yang lain seperti. anggaran dan fasilitas kerja pisik dikontrol oleh orang dan organisasi. preferensi konsumen dan kondisi ekonomi-berasal dari lingkungan eksternal. PERSONALITY IN ORGANIZATIONS Kepribadian : adalah pola tetap dari pikiran.

Intuisi. Jung juga mengusulkan bahwa penilian-mengapa proses informasi orang atau pembuatan keputusan didasarkan pada apa dua proses persaingan : thinking (pemikiran) Orang yang berorientasi Pemikiran tergantung pada penyebab rasionalnya-effek logika dan sistematika pengumpulan data untuk membuat keputusan. Pengindraan melibatkan informasi pengamatan langsung melalui panca indera. terjadi melalui dua orientasi bersaing: Sensing (Pengindraan) dan Intuition (Intuisi).Jungian Personality Theory dan the Myers-Briggs Type Indicato the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) : instrumen yang dirancang untuk mengukur preferensi tentang mengamati dan menilai informasi Jung menjelaskan bahwa orang lebih suka untuk mengumpulkan informasi dan melihat dunia disekitar mereka. hal ini bergantung pada struktur organisasi untuk memperoleh fakta dan rincian kuantitatif yang disukai. serta bagaimana pilihan tersebut mempengaruhi lainnya 5 . mengandalkan respon emosional mereka . 1. disisi lain tergantung pada wawasan dan pengalaman subjektif untuk melihat hubungan antar variabel. 2. feeling (perasaan) Orang yang memiliki orientasi perasaan yang kuat.

Self-Concept: The “I” in Organizational Behavior Self-Verification (Verifikasi diri) Self-Enhancement (Peningkatan Diri) Self-Evaluation (Penilaian Diri) Aspek Konsep Diri Self-Esteem (Harga Diri) Self. 6 .Efficacy Locus of Control Social Identity Theory Sebuah teori yang menjelaskan konsep diri dalam hal karakteristik unik seseorang dan keanggotaan berbagai kelompok sosial.

cenderung menerapkan nilai-nilai dalam situasi yang memudahkan pelaksanaanya. 1. 7 . cenderung untuk menerapkan nilai-nilai ketika diingatkan 2.on Uni Openess To Change vers a lism Type of Values Schawartz’s Values Circumplex lf d Se ire on cti Self Trancendence S ti mu lati ce len evo n Be Conformite Hedonism ty uri ec S t en Power Tradition m ev Ac hi Conservation Self enhandcement Values and Individual Behavior Tiga kondisi memperkuat hubungan antara nilai-nilai pribadi dan perilaku. cenderung untuk menerapkan nilai-nilai hanya ketika memikirkan alasan-alasan tertentu untuk melakukannya 3.

8 . • Values across Cultures Individualism Nilai lintas budaya menjelaskan ke sejauh mana orang dalam budaya menekankan kebebasan dan keunikan pribadi. mengacu pada bagaimana hirarki nilai seseorang adalah hirarki nilai organisasi rekan kerja atau perbandingan smber lain. Achievement-nurturing Orientation Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh mana orang dalam budaya menekankan kompetitif versus hubungan kooperatif dengan orang lain.• • • Value Congruence Value congruence. Collectivism Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh mana orang dalam budaya menekankan kewajiban untuk kelompok mana termasuk orang dan keserasian kelompok.organizations value congruence juga memimpin untuk tingginya kepuasan kerja. loyalitas. Person. dan menurunkan stres dan perpindahan karyawan. Power distance Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh mana orang dalam budaya menerima ketimpangan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Uncertainty Avoidance Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh man orang dalam budaya mentolelir ambiguitas atau merasa terancam oleh ambiguitas dan ketidakpastian.

konsensus sosial. probabilitas efek. kesiapan sementara. sehingga pembuat keputusan perlu lebih hati-hati menerapkan prinsip-prinsip etika untuk menyelesaikannya.Three Ethical Principles Utilitarianism Memilih opsi yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi untuk mereka yang terkena pengaruh Dikenal sebagai prinsip konsekuensial karena berfokus konsekuensi pada tindakan kita. keputusan dengan intensitas moral yang tinggi lebih penting. • Ethical Sensitivity Karateristik pribadi yang memungkinkan orang untuk mengakui adanya masalah etis dan menentukan kepentingan relatif. mereka yang tidak mirip harus menerima manfaat dan beban yang berbeda sebanding dengan perbedaan mereka • Moral Intensity Sejauh mana masalah tuntutan penerapan prinsip-prinsip etika. 9 . Satu masalah dengan hak individu adalah bahwa individu-individu tertentu yang tepat mungkin bertentangan dengan orang lain Distributive justice prinsip ini menunjukkan bahwa orang-orang yang mirip satu sama lain harus menerima manfaat dan beban yang sama. bukan pada bagaimana kita mencapai konsekuensi Individual rights prinsip seperti ini mencerminkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak yang membiarkan ia bertindak dengan cara tertentu. kedekatan. konsentrasi efek. Faktor-faktor yang mempengaruhi: besarnya konsekuensi.

AND VALUE HARI SUCAHYOWATI P2CB 09001 PROGRAM STUDI MAGISTER SAINS EKONOMI MANAJEMEN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2010 . PERSONALITY.TUGAS KULIAH PERILAKU ORGANISASI INDIVIDUAL BEHAVIOR.

menetapkan personality karakteristik kepribadian 3. Menjelaskan bagaimana teori identitas sosial berhubungan dengan konsep diri seseorang. Menggambarkan self-concept dalam hal self-enhancement (peningkatan diri). 8. 5. dimana : person (orang) termasuk karakteristik individual. self-verification. rumus ini menguraikan dua karateristik khusus orang yang mempengaruhi kinerja individu. sosiology dan baru-baru ini perilaku organisasi telah menyelidiki secara langsung perilaku individu dan kinerja. Mengikhtisarkan lima nilai yang umumnya dipelajari lintas budaya. ahli psikologi. Membedakan personal. 6. Ability (kemampuan). motivation (motivasi). Frekuensi yang lain disebutkan rumusnya adalah performance = ability x motivation. dan situation (situasi) merupakan pengaruh eksternal pada perilaku individu. Menggambarkan empat faktor yang langsung berpengaruh terhadap perilaku individu dan kinerja. Rumus yang pertama adalah. perilaku etis. Menjelaskan mengapa intensitas moral. tetapi di tahun 1960 diidentifikasi peneliti faktor kunci ke-empat : role perceptions (persepsi peran). performance = person x situation. mengikhtisarkan sifat-sifat kepribadian the "Big Five" dalam The five-faktor model dan membahas pengaruhnya pada perilaku organisasi. 7. dianut dan nilai yang berlaku dan menjelaskan mengapa nilai kesesuaian itu penting.Tujuan : 1. dan self-evaluation. dibagi. dan situation (situasi) lebih umum disebutkan merupakan prediktor langsung dari perilaku individu dan kinerja. . 2. sensitifitas etis dan pengaruh situasi (kepribadian) dan membahas apa yang menentukan MARS MODEL DARI PERILAKU INDIVIDUAL DAN KINERJA Beberapa abad yang lalu. Kadang-kadang dikenal sebagai "the skill-and will" model. 4.

Keempat faktor berpengaruh pada perilaku sukarela individu. Ability (kemampuan) Kemempuan karyawan membuat perbedaan daalam perilaku dan kinerja. . usaha yang terus menerus. tetapi hanya satu dari mereka ……………untuk mencapai tujuan. disebut intensity (intensitas) adalah jumlah usaha yang dialokasikan untuk tujuan. yang mempengaruhinya atau mengarahkannya. Bakat adalah pembawaan yang membantu karyawan mempelajari tugas yang lebih spesifik dengan cepat dan kinerja mereka lebih bagus. Ada banyak bakat mental dan fisik. Orang harus memilih tentang dimana mereka menempatkan usahanya. Employee Motivation (Motivasi Karyawan) Motivasi menunjukkan kekuatan dalam setiap orang. dua karyawan mungkin dimotivasi untuk menyelesaikan pekerjaannya beberapa jam lebih awal. Contoh.Model berikut ini menggambarkan empat variabel. dan ketekunan dari perilaku sukarela. jika salah satu lemah dalam memberikan situasi. dan kemampuan kita untuk memperoleh ketrampilan dipengaruhi oleh bakat ini. dan kinerja. intesitas. kemampuan. Intensitas adalah semua tentang berapa banyak orang mendorong dirinya sendiri untuk menyelesaikan tugas. dan faktor situasional. Elemen kedua dari motivasi. Untuk contoh tenaga penjualan dimotivasi dengan persepsi peran yang jelas dan sumberdaya yang cukup (faktor situasional) tidak akan melakukan pekerjaannya juga jika mereka ketrampilan penjualannya kurang dan dihubungkan pengetahuan (kemampuan). kuantitas dan juga seterusnya. Yang terakhir motivasi termasuk tingkat variasi dari kegigihan. Kemampuan termasuk bakat dan diperlukan kemampuan belajar untuk keberhasilan menyelesaikan tugas. untuk sejumlah waktu tertentu. karyawan akan berkinerja buruk. dari apa yang coba untuk mencapai dan pada level apa kualitas. yang dipresentasikan oleh MARS. Untuk contoh. Pengarahan mengacu pada jalur yang diikuti orang diusakannya. motivasi. persepsi peran. ketangkasan jari adalah bakat yang dipelajari oleh individu dengsn cepat dan berpotensi mencapai kinerja yang tinggi.

Banyak ahli mendeskripsikan karakteristik sebagai sifat seseorang (yaitu. Strategi yang kedua. Untuk contoh. yang menjadi sering digunakan dalam bisnis. Contoh. sehingga karyawan mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan. Kemampuan termasuk ketrampilan mental dan fisik dan pengetahuan yang dimiliki diakuisisi.beberapa aspek dari pekerjaan ditransfer untuk yang lain-sehingga kinerja karyawan baru hanya tugas . dan memberiakn ide-ide kreatif. pada pemohon memilih siapa yang sudah menunjukkan kompetensi yang diperlukan. ketrampilaan. Kemampuan belajr cenderung memudar seiap waktu ketika tidak digunakan. Person-job Matching Strategies (strategi pencocokan orang dengan pekerjaan) Salah satu cara untuk mencocokan kompentensi seseorang dengan persyaratan tugas pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh kuat pada kinerja individu dan efektivitas organisasi. dan menyelesaikan berbagai tes seleksi. Dengan definisi yang baik tantangan untuk menyesuaikan kompentensi seseorang dengan persyaratan tugas pekerjaan. Ketiga. menghadapi beban kerja yang berat. juga kesejahteraan karyawan cenderung meningkat. adalah untuk memberikan pelatihan..Kemampuan belajar adalah ketrampilan dan pengetahuan yang kamu miliki saat ini. Competencies (Kompetensi) Bakat dan kemampuan belajar adalah terkait erat dengan kompentensi. Kompentensi adalah karateristik dari seseorang yang menghasilkan kinerja unggul. bakat kepribadian. strategi matching person-job untuk medesain kembali pekerjaan sehingga karyawan diberi tugan hanya dalam kemampuan belajar mereka saat ini. Kesesuaian seseorang dengan pekerjaan tidak hanya menghasilkan kinerja yang tinggi. perusahaan bertanya kepada sampel kerja. Yang lain menunjukkan bahwa kompentensi mewakili tindakan yang dihasilkan sifat seseorang seperti melayani pelanggan. menyediakan refernsi untuk memeriksa kinerja mereka yang lalu. tugas yang komplek mungkin disederhanakan. pengetahuan. nilai). konsep diri.

bahwa mereka bahkan tidak tahu bagiaan dari tugas pekerjaan mereka. Karyawan dengan persepsi peran yang baik mengetahui metode yang mana yang disukai organisasi. suplier. bahwa mereka tahu tugas khusus atau kosekuensi. Role Perceptions (persepsi peran) Motivasi dan kemampuan berpengaruh penting pada perilaku individu dan kinerja. tetapi karyawan juga memerlukan peran persepsi yang akurat untuk melakukan tugasnya dengan baik. Persepsi peran adalah sejauh mana orang memahami tugas pekerjaan (peran) ditugaskan pada mereka atau yang diharapkan dari mereka. karyawan mempunyai persepsi peran yang tepat ketika mereka memahami tugas khusus yang diberikan kepadanya. Persepsi ini adalah kritik karena mereka the employee direction dari usaha dan peningkatan koordinasi dengan rekan kerja. Konsep persepsi peran mempunyai tiga komponen: 1. Ini mungkin tampak jelas. Sayangnya. Sebagai karyawan menjadi lebih kompeten pada tugasnya. Situasional Factors (Faktor Situasional) .yang ia mampu lakukan saat ini. Ini termasuk dilema kuantitas dibandingkan dengan kualitas. Orang mempunyai persepsi peran tepat ketika mereka memahami prioritas dari variasi tugasnya dan harapan kinerjanya. tetapi karyawan dipecat untuk/karena gagal melakukan tugas. Komponen ketiga dari persepsi peran adalah memahami perilaku yang disukai atau prosedur untuk mencapai tugas yang ditugaskan. beberapa karyawan tidak mempunyai persepsi peran yang bersih. 3. dibandingkan seberapa baik karyawan akan melayani setiap pelanggan (kualitas). Ini juga merujuk pada ketepatan alokasi waktu dan sumber daya untuk variasi tugas. seperti berapa banyak pelanggan yang dilayani dalam satu jam (kuantitas). Ini mengacu pada situasi yang lebih dari satu metode bisa diikuti untuk melakukan kerja. dan stakeholder lainnya. seperti berapa banyak waktu manajer dihabiskan untuk pembinaan karyawan dalam minggu khusus. 2. tugaas yang lain ditambahkan kembali ke dalam pekerjaannya.

yang menjelaskan mengapa Empower Media Marketing dan beberapa perusaaan yang lain semakin menguji sikap kepribadian dari lamaran kerja dan karyawan. preferensi konsumen dan kondisi ekonomi-berasal dari lingkungan eksternal. Pada intinya. khususnya dipisahkan sejak lahir mengungkapkan bahwa keturunan memiliki pengaruh yang besar pada kepribadian. bahwa kepribadian dibentuk oleh alami dan bentukan. waktu. Karena itu pemimpin perusahaan perlu hati-hati mengatur kondisi sehingga karyawan dapat mencapaipotensi kinerjanya. Di lain pihak. Keempat unsur dari MARS model-motivasi. Namun faktor situasional yang lain seperti. persepsi peran dan faktor situasional – mempengaruhi semua perilaku di tempat kerja dan hasil kinerjanya.Perilaku dan kinerja karyawan juga tergantung pada berapa banyak situasi pendukung atau pengganggu dengan tujuan tugas mereka. Studi kembar identik. dan karenanya diluar kontrol karyawan dan organisasi. Nature mengacu genetik kita atau gen asal yang kita warisi dari orangtua kita. dan 30% dari prefernsi temperamen dapat dibentuk pada karakteristik genetik seseorang. genetik tidak hanya menentukan warna . Kepribadian merupakan karakteristik individual yang penting. emosi dan perilaku yang mencirikan seseorang. Personality in Organizations (Kepribadian dalam Organisasi) Brian Mchale hatiphati menyaring lamaran pekerjaan untuk menemukan siapa yang akan mengambil perusahaannya untuk sukses ke level berikutnya. meskipun relatif penting masing-masing terus diperdebatkan dan dipelajari. Kepribadian adalah pola tetap dari pikiran. anggaran dan fasilitas kerja pisik dikontrol oleh orang dan organisasi. Faktor situasional termasuk kondisi diluar kontrol karyawan yang membatasi atau memudahkan perilaku dan kinerja. Beberpa karakteristik situasional seperti. kemampuan. orang. bersama dengan proses psikologis dibalik karakteristik mereka. Alami vs Bentukan) Apa determinan kepribadian individual? Para ahli sekarang setuju. diatas 50% variasi perilaku. Unsur ini dipengaruhi sendiri oleh perbedaab individu yang lain. Personality Determinants: Nature versus Nurture (Determinan Kepribadian.

Five-factor of Personality Satu dari beberapa unsur penting dari teory kepribadian adalah bahwa orang memilki sifat kepribadian khusus. meskipun mereka juga . bagian yang mengelola tujuan-perilaku diarahkan-mencoba untuk menjaga konsisten perilaku kami dengan konsep diri. ramah. juga dipengaruhi tingat bentukan. Konsep diri menjadi jelas dan lebih stabil dengan usia. sama lima dimensi kepribadian. khususnya di usia muda. Menggunakan tehnik yang lebih canggih. kembar yang terpisah ketika berumur empat minggu dan tidak saling bertemu sampai umur 39. mengemudikan mobil yang dibuat dengan warna yang sama.sosialisasi orang. Sifat seperti. kulit dan pembentukan fisik tetapi juga juga mempunyai pengaruh yang signifikan pada sikap. murung. menghabiskan liburan mereka di pantai Florida………. pengalaman hidup. Kembar Jim mengadakan pekerjaan yang sama. perilaku dan kepribadian karena itu juga menjadi lebih stabil dan konsisten. Fungsi eksekutif. Model yang paling banyak dihormati dari sifat kepribadian adalah The Five-factor Model (FFM). keputusan. membedakan. berhati-hati merupakan kelompok pikiran.mata. dan perilaku yang memungkinkan untuk mengidentifikasi. Beberapa dekade yang lalu ahli kepribadian mengidentifikasi lebih dari 17. Meskipun kepribadian sangat dipengaruhi oleh keturunan. Meskipun diangkat dalam keluarga dan komunitas yang berbeda di Ohio. penelitian baru diidentifikasi. dan bentuk lain Peenjelasan utama mengapa kepribadian menjadi lebih stabil dari waktu ke waktu adalah bahwa orang lebih jelas dan lebih kaku konsep-dirinya ketika usianya bertambah. dan memahami orang. Kata-kata ini digabungkan ke dalam 171 kelompok dan kemudian akan berkurang menjadi lima abstrak dimensi kepribadian. Pendapat Jim Springer dan jim Lewis. juga dibentuk sifat kepribadian masing-masing. Analisa dari kata sifat dalam beberapa bahasa yang lainnya hasilnua sama. merokok dengan jenis sigared yang sama.000 kata dalam kamus Roget dan diksionari webster yang menggambarkaan kepribadian individual. dan perilaku. Beberapa kemiripan dari kembar identik yang dibesarkan secara terpisah. pengalaman hidup. perasaan. Titik utama bahwa kepribadian tidak sepenuhnya ditentukan oleh keturunan.

lebih konvensional. Conscientiousness (Sifat berhati-hati) Karakteristiknya: hati-hati. kurang terbuka pada ide-ide baru. 5. meskipun model five-factor cukup kuat dibandingkan budaya. dan tidak bertanggung jawab. aktif berbicara. disingkat CANOE. diuraikan sbb. tegas dan peduli. baik hati. 3. kurang teliti. 1. dan tegas. ingin tahu. Neuroticims (Neurotisisme) Ciri orang yang neurotisisme yang tingkat tinggi kecemasan. Beberapa sarjana berpendapat bahwa dimensi itu mencakup keinginan untuk mencapai. temperamen rendah dan pemarah. ……… Orang yang keramahannya rendah cenderung menjadi tidak kooperatif. Kontrasnya orang dengan neurotisim rendah. dalam cara mereka. 4. Extroversion Karakteristik orang ekstroversion yang keluar. Orang dengan rendahnya kesadaran cenderung menjadi ceroboh. cenderung lebih tahan terhadap perubahan.(stabilitas emosi tinggi) yang siap. Dimensi Big-Five. kreatif. . Umumnya. 2. lebih berantakan. permusuhan . aman dan tenang. Opennes to experience (Pengalaman Keterbukaan) Dimensi yang paling kompleks dan sangat sedikit yang disetujui dari sarjana. Kebalikannya introversion yang mencirikan mereka yang tenang. dan sensitif estetika. Agreeableness (Keramahan) Dimensi ini mencakup sifat-sifat yang sopan. sedangkan introvet mendapat energinya dari dunia internal sebagai refleksi pribadi pada konsep dan ide. Beberapa sarjana lebih suka label “friendly compliance” untuk dimensi. Mereka yang mendapat skor rendah pada dimensi ini. enggan dan berhati-hati. Ekstrovets mendapat energinya dari dunia luar (orang atau hal disekitar mereka). dan disiplin diri. ramah. dapat dipercaya.memberikan dukungan untuk gagasan dari enam atau tujuh dimensi kepribadian. Umumnya mengacu sejauh mana orang imajinatif. depresi dan kesadaran akan dirinya.

yang diukur melalui the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). kita perlu menyadari orang mengembangkan. Hampir satu abad yang lalu Psikiater swiss Carl jung. memelihara. Pengindraan melibatkan informasi pengamatan langsung melalui panca indera. Orang yang berorientasi Pemikiran tergantung pada penyebab rasionalnya-effek logika dan sistematika pengumpualn data untuk membuat keputusan. mengandalkan respon emosional mereka pada pilihan yang disajikan. Itu adalah siapa aku dan bagaimana saya merasa tentang diri sendiri? Yang orang bertanya pada diri sendiri dan yang memandu keputusan dan tindakan . mengamati yang melibatkan bagaimana orang lebih suka untuk mengumpulkan informasi dan melihat dunia disekitar mereka. di sisi lain. Jung juga mengusulkan bahwa penilian-mengapa proses informasi orang atau pembuatan keputusan didasarkan pada apa yang telah mereka rasakan-terdiri dari dua proses persaingan : thinking (pemikiran) dan feeling (perasaan). diusulkan bahwa kepribadian terutama diwakili oleh preferensi tentang menilai dan mengamati informasi. orang juga berbeda derajatnya dari ekstrovet dan int rovet yang mencakup sebelumnya sebagai salah satu dari sifat kepribadian the Big Five.Jungian Personality Theory dan the Myers-Briggs Type Indicator Model Five Factor dari kepribadian adalah yang paling diperhatikan dan didukung dalam peneelitian. intuisi. Jung mencatat dahwa sepanjang dengan perbedaan dalam proses empat inti. disisi lain tergantung pada wawasan dan pengalaman subjektif untuk melihat hubungan antar variabel. Jung menjelaskan bahwa. dan bertindak dengan cara menjaga dan meningkatkan konsep dirinya. serta bagaimana pilihan tersebut mempengaruhi lainnya. Konsep diri (self-concept) mengacu pada kepercayaan diri individual dan evaluasi diri. hal ini bergantung pada struktur organisasi untuk memperoleh fakta dan rincian kuantitatif yang disukai. pemikiran dan perasaan. terjadi melalui dua orientasi bersaing: Sensing (Pengindraan) dan Intuition (Intuisi). tetapi tidak populer dalam praktek. Self-Consept: The “I” in Organizational Behavior Untuk lebih memahami perilaku individu dalam organisasi. Mereka yang memiliki orientasi perasaan yang kuat.Perbedaan yang terjadi pada Teori Kepribadian Jungian. Intuisi. sedangkan fokus tipe intuisi tentang kemungkinan masa depan. Fokus tipe penginderaan di sini dan sekarang. pengindraan.

sementara melupakan umpan balik negatif. Individu cenderung menilia dirinya sendiri diatas rata-rata. Konsistensi rendah terjadi ketika beberapa aspek yang diperlukan karakteristik pribadi bahwa conflik Self-Enhancement (Peningkatan Diri) Kunci utama dalam konsep diri adalah keinginan untuk merasa dihargai. Self-Verification (Verivikasi diri) Bersama dengan yang termotivasi dalam peningkatan diri. peningkatan diri dapat menghasilkan keputusan yang buruk. Orang dimotivasi untuk mempromosikan dan melindungi pandangan diri menjadi kompeten. Harga diri berhubungan dengan aspek spesifik diri (yaitu .Effecacy Locus of Control . sopir yang baik. menghormati. sedangkan orang secara keseluruhan memprediksi harga diri Self. diamati dalam banyak hal. orang tua yang baik) memprediksi pikiran dan perilaku spesifik. etis. dan puas dengan diri mereka sendiri. Self-Evaluation Self-Esteem (Harga Diri) Sejauh mana orang menyukai. sementara menyalahkan situasi mereka sendiri. beruntung. ketika mereka memandang konsep dirinya dalam cahaya positif. penelitian ditemukan bahwa individu memiliki penyesuaian pribadi lebih baik dan pengalaman mental yang lebih baik dan kesehatan fisik. cenderung untuk bertahan messkipun mengalami kegagalan. Peningkatan diri mempunyai konsekuensi positif dan negatif dalam pengaturan organisasi. orang dimotivasi untuk memverifikasi dan memelihara konsep diri mereka. Peningkatan diri.mereka. Pada sisi positif. Di sisi negatif. Orang dengan harga diri tinggi tidak terpengaruh orang lain. atribut keberhasilan mereka untuk motivasi pribadi atau kemampuan. dan penting. menarik. selektif mengingat kembali umpan baalik positif. hal tersebut menggambarkan penilaian diri secara global. siswa yang baik. Orang mempunyai konsistensi tinggi ketika ciri kepribadiannya sama dan nilai yang diperlukan semua lintas aspek konsep diri. dan berpikir lebih rasional.

disebut sistem nilai Types of Values Values and Individual Behavior Tiga kondisi memperkuat hubungan antara nilai-nilai pribadi dan perilaku. Nilai memberitahu kita. . karena sebagian dari mereka menyebutkan siapa kita sebagai individu dan sebagai Orang mengatur nilai-nilai ke dalam hirarki preferensi. Apa yang harus kita lakukan. loyalitas.The Social Self Sebuah teori yang menjelaskan konsep diri dalam hal karakteristik unik seseorang dan keang-gotaan berbagai kelompok sosial. cenderung untuk menerapkan nilai-nilai ketika diingatkan 2. Person. Value Congruence Value congruence. 1. dan menurunkan stres dan perpindahan karyawan. mengacu pada bagaimana hirarki nilai seseorang adalah hirarki nilai organisasi rekan kerja atau perbandingan smber lain. Self-Concept and Organizational Behavior Values in the Workplace (Nilai-nilai di tempat kerja) Konsep diri seseorang dihubungkan terhadap nilai pribadinya. evaluasi keyakinan bahwa panduan preferensi kita untuk hasil atau program dari tindakan dalam berbagai situasi. Persepsi mereka tentang apa yang baik dan buruk. cenderung menerapkan nilai-nilai dalam situasi yang memudahkan pelaksanaanya. benar atau salah.organizations value congruence juga memimpin untuk tingginya kepuasan kerja. Mereka melayani sebagai kompas moral yang mengarahkan motivasi dan berpotensi keputusan dan tindakan kita. cenderung untuk menerapkan nilai-nilai hanya ketika memikirkan alasan-alasan tertentu untuk melakukannya 3. Nilai-nilai yang stabil. Nilai-nilai terkait pada konsep diri.

Ethical values and Behavior Three Ethical Principles Utilitarianism Memilih opsi yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi untuk mereka yang terkena pengaruh. bukan pada bagaimana kita mencapai konsekuensi Individual rights prinsip seperti ini mencerminkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak yang membiarkan ia bertindak dengan cara tertentu. budaya menekankan keserasian Achievement-nurturing Orientation Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh mana orang dalam budaya kompetitif versus hubungan kooperatif dengan orang lain. mereka yang tidak mirip harus menerima manfaat dan beban yang berbeda sebanding dengan perbedaan mereka menekankan . Dikenal sebagai prinsip konsekuensial karena berfokus konsekuensi pada tindakan kita. Uncertainty Avoidance Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh man orang dalam budaya mentolelir ambiguitas atau merasa terancam oleh ambiguitas dan ketidakpastian.Value across Culture Individualism Nilai lintas budaya menjelaskan ke sejauh mana orang dalam kebebasan dan keunikan pribadi. budaya menekankan kelompok. Satu masalah dengan hak individu adalah bahwa individu-individu tertentu yang tepat mungkin bertentangan dengan orang lain Distributive justice prinsip ini menunjukkan bahwa orang-orang yang mirip satu sama lain harus menerima manfaat dan beban yang sama. Collectivism Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh mana orang dalam kewajiban untuk kelompok mana termasuk orang dan Power distance Nilai lintas budaya yang menjelaskan sejauh mana orang dalam budaya menerima ketimpangan distribusi kekuasaan dalam masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->