You are on page 1of 14

MAKALAH SISTEM INFORMASI

E-BUSINESS

Dosen Pembina :

Andarbeni, MT

Oleh :

Endang Ayu Ningsih (08560024)

Mida Cahya Pratiwi (08560047)

Nur Hidayatul Latifah (08560183)

Lailatul Habibah Ainy A. R (08560186)

Syarifah Nadya Assegaff (08560002)

Kelas 4E

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2008/2009
BAB I

Pendahuluan
Latar Belakang

Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya perubahan


yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik
pada tingkat operasional (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang.
Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam
pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling
akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan.

Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya internet, telah membawa


setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat
waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi informasi untuk
menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis.

Tujuan :

 Mahasiswa mengerti tentang model sistem e-business

 Mahasiswa mengerti tentang cross functional integrated enterprise application antara lain
EAI (Enterprise Application Integration), ERP (Enterprise Resource Planning), CRM
(Customer Relationship Management)
BAB II

Pembahasan
Sistem E-Business

E-Business merupakan kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja meliputi pembelian,
penjualan dan jasa, tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis
(baik individual maupun instansi).
E-business diturunkan dari istilah seperti “e-mail” dan “e-commerce”, yaitu bisnis di
internet. E-business adalah istilah yang lebih umum dari e-commerce karena tidak hanya
mengarah pada aktifitas membeli dan menjual melainkan melayani konsumen dan bekerja sama
dengan rekan-rekan bisnis lainnya atau dengan kata lain E-business merupakan interaksi dengan
rekan-rekan bisnis.
Salah satu yang pertama kali menggunakan istilah tersebut adalah IBM, bulan oktober
1997. sekarang perusahaan-perusahaan besar kembali memikirkan bisnis mereka di dalam hal
internet dengan kebudayaan dan kemampuanya yang baru. Perusahaan-perusahaan sekrang
menggunakan web untuk membeli peralatan dan persediaan dari perusahaan lain untuk kemudian
bekerja sama dalam promosi penjualan, dan mereka melakukan penelitian bersama-sama.
Dengan memanfaatkan kenyamanan , keberadaan dan jangkauan yang mencapai seluruh dunia,
banyak perusahaan seperti Amazon.com dan eBay.com.
E-business adalah sebuah ilmu untuk membawa proses kepada orang yang tepat dan
mengajak orang untuk tertarik pada produk itu sehingga membelinya. Tanpa e-business,
ecommerce hanya sebuah mobil tanpa bahan bakar.
Fungsi dari e business yaitu untuk mensupport bagian dari marketing, produksi,
accounting, finance, dan human resource management. Proses transaksi online memegang
peranan yang sangat penting pada e-business

Pembagian E-Bisnis

E-BUSINESS dibagi menjadi 4 bagian :

 Customer Relationship Management (CRM) : sistem kustomisasi real time yang


memanajemen kustomer dan melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan
keinginan customer atau menyangkut hubungan antara¬ perusahaan dengan konsumen yang
meliputi : Sales, pemasaran, data-data penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.

 Enterprise Resource Planning (ERP) : sistem informasi pendukung e-business, yang


menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM,
marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi
proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal perusahaan tersebut, yang meliputi :
Production planning, integrated logistics, Accounting and Finance, Human Resource, Sales and
distribution, order management.

 Enterprise Aplication Program (EAI) : merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis
dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI berfungsi
sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan CRM.

 Supply Chain Management (SCM) : manajemen rantai supply secara otomatis


terkomputerisasi. SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.

E-BISNIS terbagi menjadi 4 bagian yang telah disebutkan diatas, namun kelompok kami akan
menjelaskan yang tertera pada sub pokok bahasan yaitu mengenai ERP dan CRM secara detail.

Enterprise Resource Planning (ERP)


ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk
mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses
bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat
lunak modular.
ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu
perusahaan ke dalam satu system komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan,
baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan. Syarat terpenting dari sistem
ERP adalah Integrasi Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada
satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi
informasi dan berkomunikasi.
Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk
menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus dapat dipercaya,
dapat diakses dan mudah disebarluaskan. Rancangan perangkat lunak modular harus berarti
bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan
disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk meningkatkan
unjuk kerja bisnis.

TUJUAN DAN PERANANNYA DALAM ORGANISASI

• Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara


keseluruhan.
• ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk Otomatisasi dan
integrasi banyak proses bisnis serta pelanggan.
• Perusahaan membutuhkan jasa konsultasi, kustomisasi dan jasa pendukung.
• Migrasi data adalah salah satu aktifitas terpenting dalam menentukan kesuksesan dari
implementasi ERP. Sayangnya, Migrasi data merupakan aktifitas
• terakhir sebelum fase produksi

IMPLEMENTASI ERP
• Implementasi sistem ERP tergantung pada ukuran bisnis, ruang lingkup dari perubahan
dan peran resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem
keamanan.
• Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
• Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan.
Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat
pembobolan sistem keamanan

KESUKSESSAN IMPLEMENTASI ERP


Langkah strategi migrasi data yang dapat menentukan kesuksesan implementasi ERP:
o Mengidentifikasi data yang akan di migrasi
o Menentukan waktu dari migrasi data
o Membuat template data
o Menentukan alat untuk migrasi data
o Memutuskan persiapan yang berkaitan dengan migrasi
o Menentukan pengarsipan data

KELEBIHAN ERP
• Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi,
produktifitas dan efisiensi yang tepat.
• Rancangan Perekayasaan
• Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
• Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks
• Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori,
dan pembiayaan
• Akuntasi untuk keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level
inti

KELEMAHAN ERP
• Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
• Sistem ERP sangat mahal
• Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang
telah
• dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif.
• ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis
tertentu dalam beberapa organisasi.
• Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
• Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan.
Hal ini dapat meningkatkan :
o Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise.
o Menghasilkan informasi yang real-time
o Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan

TAHAPAN EVOLUSI ERP


• Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) Merupakan cikal bakal dari ERP,
dengan konsep perencanaan kebutuhan material
• Tahap II: Close-Loop MRP Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada
MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang
dapat diubah atau diganti jika diperlukan.
• Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II) Merupakan pengembangan dari
close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi,
antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan.
• Tahap IV: Enterprise Resource Planning Merupakan perluasan dari MRP II yaitu
perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan
meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara
mudah
• Tahap V: Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan
tahun 2000, serta lebih konflek dari ERP sebelumnya.

MODUL ERP
o Manufacturing
o Supply Chain Management
o Financials
o Projects
o Human Resources
o Customer Relationship Management
o Data warehouse
o Access Control
o Customization

Customer Relationship Management (CRM)


CRM adalah strategi bisnis yang terdiri dari software dan layanan yang didesain untuk
meningkatkan keuntungan (profit), pendapatan (revenue) dan kepuasan pelanggan (customer
satisfaction). Secara khusus CRM berusaha memberikan layanan yang sifatnya professional
sehingga dapat memberikan kepuasaan yang tinggi pada pelanggannya.

Cara Kerja CRM


Dengan membantu berbagai bentuk perusahaan untuk mengidentifikasi pelanggannya
dengan tepat, memperoleh lebih banyak pelanggan dengan lebih cepat, dan mempertahankan
kesetiaan pelanggannya. Sistem CRM berusaha menyediakan sebuah pendekatan terintegrasi
terhadap semua aspek dalam perusahaan dalam kaitannya dengan pelanggannya, yang meliputi
marketing, sales dan support.

Tujuan system CRM yaitu dengan penggunaan tekhnologi diharapkan terjadi jalinan
hubungan yang kuat antara perusahaan dan pelanggannya. Dengan kata lain, perusahaan
berusaha mengelola kinerja perusahaannya dengan lebih baik.

Sistem CRM dalam Proses Bisnis :


Bnyak paket software diciptakan untuk memudahkan customer relationship,tetapi
kebanyakan tergantung dari perolehan, updating dan utilisasi profil individu pelanggan. Profil-
profil pelanggan biasanya disimpan dalam data warehouse, dan datamining digunakan untuk
mengekstrasi informasi yang berhubungan dengan perusahaan dari pelanggan yang
bersangkutan. Selanjutnya profil pelanggan ini terhubung secara online sehingga mereka yang
bekerja dalam perusahaan itu dapat menghubungi pelanggan yang bersangkutan. Selain itu web
based front-ends telah diciptakan sehingga pelanggan dapat menghubungi perusahaan secara
online untuk memperoleh informasi mengenai produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
itu, memesan order, mengecek status order yang ada, memperoleh jawaban atas pertanyaan yang
diajukan atau untuk memperoleh layanan. Paket software CRM membantu perusahaan untuk
memasarkan, menjual dan melayani pelanggan melalui multimedia, termasuk Web, call centers,
field representatives, business partners, retail dan dealer networks. Contohnya : KRS Online,
Asuransi.

Tujuan dan Manfaat Implementasi E-Bisnis

Tujuan implementasi e-bisnis adalah untuk mendukung efisiensi dan integritas


pengelolaan data Sumber Daya Manusia, Keuangan, Supply Chain Management/Logistic
Management. Selain itu berfungsi sebagai sarana komunikasi dan informasi bagi public dan
stakeholders lainnya. Dengan berbasiskan internet, sistem ini dapat diakses dimana saja sesuai
dengan hak akses yang telah ditentukan.
Manfaat implementasi e-bisnis adalah :

¬ Meningkatkan kinerja operasional perusahaan.

¬ Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok dan pendanaan yang sangat luas.

¬ Meningkatkan efisiensi perusahaan.

¬ Mempermudah pengelolaan asset perusahaan.

¬ Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan.

¬ Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholders.

¬ Mengatasi kesenjangan digital.

¬ Media mempromosikan kompetensi perusahaan.

¬ Memperlancar transaksi bisnis.

¬ Sarana penyebaran informasi secara luas.

¬ Dll.

Manfaat E-Bisnis bagi perusahaan, customer dan masyarakat

a. Bagi Perusahaan

• Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga
perusahaan bias menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik
dan menjamin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.

• Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan dan


mengakses informasi berbasis kertas (paperbased information).

• Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.


Contohnya: www.dogtoys.com, www.cattoys.com dan www.pawprintbooks.com.

• Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen


rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan
menggunakan pemanufakturan just-intime (JIT).
• Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap
produk dan jasanya.

• Menekan waktu antara pemabyaran dan penerimaan produk/jasa.

• Meningkatkan prouktifitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.

• Menekan biaya telekomunikasi.

• Manfaat-manfaat lainnya, seperti citra yang lebih baik, layanan pelanggan yang
lebih bagus, proses yang lebih sederhana, mitra bisnis yang baru, waktu siklus
dan pengiriman yang lebih murah dan fleksibilitas yang lebih tinggi.

• Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerjasama


dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara
kompetitif, sehingga control kualitas, harga dan kecepatan penciptaan sebuah
produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada
di dalam control perusahaan.

b. Bagi Customer

• Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap


saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.

• Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan.
Memungkinkan konsumen dalam mendaptakan produk dann jasa yang
lebihmurah, karena konsumen biasa berbelanja di banyak tempat dan melakukan
perbandingan secara cepat.

• Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi, e-business


memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.

• Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.

• Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam


electronic communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.

• Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.

c. Bagi Masyarakat Luas


• Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian
untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.

• Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias
terjangkau oleh orang yang kurang mampu.

• Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman


menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya, termasuk di
dalamnya belajar jarak jauh lewat university.

• Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan,


dan distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.

Empat Tahap Evolusi e-Business

1. Tahap Inform

Pada tahap awal ini, yang terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan yang
mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet.

2. Tahap Automate

Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam


perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business.
Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian
proses yang saling berhubungan.

3. Tahap Integrate

Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan


proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar
perusahaan.

4. Tahap Reinvent

Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada
perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan
dengan cara mereka melihat bisnis yang ada.

Security Dalam E-Business


Security Beberapa metode pengamanan data dalam transaksi E-Commerce dan E-
Bussines yaitu Kriptografi Public Key yang merupakan sistem asimetris (tidak simetris)
menggunakan beberapa key untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan
private key untuk dekripsi data. Public key disebarkan ke seluruh dunia sementara private key
tetap disimpan. Siapapun yang memiliki public key tersebut dapat mengenkripsi informasi yang
hanya dapat dibaca oleh seseorang yang memiliki private key walaupun anda belum pernah
mengenal bahkan tidak tahu sama sekali siapa yang memiliki public key tersebut. Contoh :
Elgamal , RSA , DSA. Keuntungan : memberikan jaminan keamanan kepada siapa saja yang
melakukan pertukaran informasi meskipun diantara mereka tidak ada persetujuan mengenai
keamanan data terlebih dahulu maupun saling tidak mengenal satu sama lain :

 Kriptografi Gabungan (PGP)

Mengkombinasikan bagian-bagian yang memiliki sifat terbaik yang ada pada


kedua teknik kriptografi tersebut yaitu kriptografi konvensional dan kriptografi public
key. PGP sering disebut dengan kriptosistem gabungan (hybrid cryptosystem).

Keuntungan : kombinasi keamanan distribusi public key dan kecepatan enkripsi dari
konsep konvensional.

 Cara kerja PGP

Ketika user mengenkripsi data untuk menggunakan PGP yang dilakukan oleh
PGP pertama kali adalah mengkompres teks biasa (plaintext) terlebih dahulu yang dapat
mengurangi pola-pola yang ada pada plaintext sehingga dapat mempertinggi daya tahan
terhadap serangan karena pada umumnya penyerang (attacker) memanfaatkan pola-pola
yang ada pada plaintext untuk meng-crack chiper. Kompresi tersebut menyimpan
informasi penting seperti waktu transmisi modem , disk space dan hal penting lainnya
yang dapat memperkuat keamanan kriptografi. Kemudian PGP membuat session key
yang merupakan private key yang bersifat tercipta hanya pada saat itu juga (one-time
only).Key ini merupakan hasil pengacakan yang didapat dari pergerakan mouse , tuts
keyboard dan sebagainya dengan menggunakan algoritma konvensional yang sangat
cepat untuk mengenkripsi plaintext menjadi teks terenkripsi kemudian session key ini
dienkripsi menggunakan public key.

Hasil ini bersama-sama dengan teks terenkripsi tadi , akhirnya dikirim. Untuk
proses dekripsi , penerima menerima paket tersebut menggunakan private key untuk
mendekripsi session key dahulu. Lalu dengan session key tersebut , penerima dapat
mengenkripsi teks terenkripsi tersebut menjadi teks biasa kembali.

 Kriptografi Public Key


Merupakan sistem asimetris (tidak simetris) menggunakan beberapa key
untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan private key untuk
dekripsi data. Public key disebarkan ke seluruh dunia sementara private key tetap
disimpan.

Siapapun yang memiliki public key tersebut dapat mengenkripsi informasi


yang hanya dapat dibaca oleh seseorang yang memiliki private key walaupun
anda belum pernah mengenal bahkan tidak tahu sama sekali siapa yang memiliki
public key tersebut. Contoh : Elgamal , RSA , DSA.

Keuntungan : memberikan jaminan keamanan kepada siapa saja yang


melakukan pertukaran informasi meskipun diantara mereka tidak ada persetujuan
mengenai keamanan data terlebih dahulu maupun saling tidak mengenal satu
sama lain

Kategori E-Bisnis.

Jenis E-Bisnis Karakteristik


 B2C (Bussiness to Consumers) ¬ Anatara organisasi dengan perorangan.
o Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil.
o Transaksi tidak sering terjadi.
o Secara relatif sederhana.
 B2B (Bussiness to Bussiness)
 B2G (Bussiness to Government)
 B2E (Bussiness to Education)
o Antar organisasi
o Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
o Hubungan yang kuat dan berkelnjutan
o Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
o Lebih kompleks

Pengaruh E-Bisnis Atas Aktivitas-aktivitas Rantai Nilai

• Rantai Nilai-Aktivitas Utama Peluang E-Bussiness


• Logistik lingkar dalam
• Akuisisiproduk yang dapat digitalkan
• Pengurangan persediaan penyangga
• Operasi
• Produksi yang lebih cepat, lebih akurat
• Logistik lingkar luar
• Distribusi produk yang dapat digitalkan
• Pelacakan status berkelanjutan
• Penjualan dan pemasaran
• Peningkatan pelayanan ke pelanggan
• Pengurangan biaya iklan
• Periklanan dengan lebih efektif
• Pelayanan dan dukungan purna jual
• Mengurangi biaya
• Ketersediaan pelayanan 24/7
• Pembelian
• Sumber daya manusia
• Infrastruktur
• Identifikasi sumber dan lelang terbalik
• Pelayanan mandiri karyawan
• EFT, FEDI, Pembayaran elektronik lainnya

Faktor-faktor keberhasilan E-Bussiness

Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk
dalam e-business :
o Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi
keseluruhan perusahaan.
o Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi
tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu : Validitas,
Integritas, dan Privasi.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dua hal yang penting dari E-business adalah yang pertama, teknologi informasi atau
sering disebut Internet, yang memungkinkan kita untuk melakukan transaksi bisnis secara
elektronik. Yang kedua adalah orang, dimana pekerjaan yang ada sekarang penuh dengan orang-
orang yang lebih akrab dengan kemajuan teknologi dibandingkan dengan dua pulih tahun yang
lalu.
Perdagangan Elektronik (E-Bisnis) adalah penggunaan sistematik teknologi maju jaringan dan
komunikasi untuk memperbaikai cara perusahaan berinteraksi dengan para pelanggan dan para
pemasok. Saat ini, perdagangan elektronis bukan merupakan pilihan, namun merupakan sebuah
persyaratan dasar bagi perusahaan untuk dapat eksis dan memenangkan persaingan yang
semakin tajam diantara perusahaan baik dalam skala local, nasional, regional maupun
internasional.

You might also like