P. 1
Pengertian Kompres Hangat

Pengertian Kompres Hangat

|Views: 1,546|Likes:
Published by Huney Moet

More info:

Published by: Huney Moet on Jan 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

Pengertlun Kompres Hungut

:
Kompres hungut uduluh suutu prosedur menggunukun kuln / hunduk yung teluh dl celupkun
pudu ulr hungut, yung dltempelkun pudu buglun tubuh tertentu.
Munfuut Kompres Hungut :
Adupun munfuut kompres hungut uduluh duput memberlkun rusu nyumun dun menurunkun suhu tubuh dulum menungunl kusus
kllen yung menguluml plrekslu.
Alut dun buhun :
Á· Lurutun kompres berupu ulr hungut 40 Á°C dulum wuduhnyu ( dulum kom )
Á· Hunduk / kuln / wush lup untuk kompres
Á· Hunduk pengerlng
Á· Surung tungun
Á· Termometer
Prosedur :
Á· Berl tuhu kllen, dun slupkun ulut, kllen, dun llngkungun.
Á· Cucl tungun
Á· Ukur suhu tubuh
Á· Busuhl kuln pengompres dengun ulr, perus kuln sehlnggu tlduk terlulu busuh.
Á· Letukkun kuln pudu dueruh yung ukun dlkompres ( duhl, ketluk, perut, leher belukung ).
Á· Tutup kuln kompres dengun hunduk kerlng
Á· Apubllu kuln teluh kerlng utuu suhu kuln relutlve men|udl dlngln, musukkun kembull kuln kompres ke dulum culrun kompres
dun letukkun kembull dl dueruh kompres, lukukun berulung-ulung hlnggu efek yung dllnglnkun dlcupul
Á· Evuluusl husll dengun mengukur suhu tubuh kllen seteluh 20 menlt
Á· Seteluh selesul, kerlngkun dueruh kompres utuu buglun tubuh yung busuh dun ruplkun ulut
Á· Cucl tungun
Mekunlsme Tubuh Terhudup Kompres Hungut dulum Upuyu Menurunkun Suhu Tubuh.
Pemberlun kompres hungut pudu dueruh tubuh ukun memberlkun slnyul ke hlpothulumus melulul sumsum tulung belukung. Ketlku
reseptor yung peku terhudup punus dlhlpotulumus dlrungsung, slstem effektor mengeluurkun slnyul yung memulul berkerlngut dun
vusodllutusl perlfer. Perubuhun ukurun pembuluh duruh dlutur oleh pusut vusomotor pudu medullu oblongutu durl tungkul otuk,
dlbuwuh penguruh hlpotulumlk buglun unterlor sehlnggu ter|udl vusodllutusl. Ter|udlnyu vusodllutusl lnl menyebubkun
pembuungun/kehllungun energl/punus melulul kullt menlngkut ( berkerlngut ), dlhurupkun ukun ter|udl penurunun suhu tubuh
sehlnggu mencupul keuduun normul kembull.
http://nursingbegin.com/kompres-hangat/IMUNISASI adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya
penyakit tertentu. Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu
tubuh untuk menghasilkan antibodi. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit. Vaksin tidak hanya menjaga agar
anak tetap sehat, tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak. Vaksin
secara umum cukup aman. Keuntungan perlindungan yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang
mungkin timbul. Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius, yang sekarang ini sudah
jarang ditemukan.
Imunisasi BCG
Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak
berumur 2 bulan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. Vaksin disuntikkan secara intrakutan
pada lengan atas, untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,05 mL dan untuk anak berumur lebih dari
1 tahun diberikan sebanyak 0,1 mL.
Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis.
Kontraindikasi untuk vaksinasi BCG adalah penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita leukemia, penderita
yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang, penderita infeksi HIV).
Reaksi yang mungkin terjadi:
1. Reaksi lokal : 1-2 minggu setelah penyuntikan, pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil
yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula (gelembung berisi nanah), lalu pecah dan
membentuk luka terbuka (ulkus). Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan
meninggalkan jaringan parut.
2. Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher, tanpa disertai nyeri tekan maupun demam
yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan.
Komplikasi yang mungkin timbul adalah:
y Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. Abses ini akan
menghilang secara spontan. Untuk mempercepat penyembuhan, bila abses telah matang, sebaiknya dilakukan aspirasi
(pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.
y Limfadenitis supurativa, terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan
membaik dalam waktu 2-6 bulan.
Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus.
Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal.
Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta
bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk
hebat sehingga anak tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti
pneumonia, kejang dan kerusakan otak.
Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang.
Vaksin DPT adalah vaksin 3-in-1 yang bisa diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 7 tahun. Biasanya vaksin DPT
terdapat dalam bentuk suntikan, yang disuntikkan pada otot lengan atau paha. Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali,
yaitu pada saat anak berumur 2 bulan (DPT I), 3 bulan (DPT II) dan 4 bulan (DPT III); selang waktu tidak kurang dari 4
minggu. Imunisasi DPT ulang diberikan 1 tahun setelah DPT III dan pada usia prasekolah (5-6 tahun).
Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap vaksin pertusis, maka sebaiknya diberikan DT, bukan DPT. Setelah
mendapatkan serangkaian imunisasi awal, sebaiknya diberikan booster vaksin DPT pada usia 14-16 tahun kemudian setiap
10 tahun (karena vaksin hanya memberikan perlindungan selama 10 tahun, setelah 10 tahun perlu diberikan booster).
Hampir 85% anak yang mendapatkan minimal 3 kali suntikan yang mengandung vaksin difteri, akan memperoleh
perlindungan terhadap difteri selama 10 tahun.
DPT sering menyebakan efek samping yang ringan, seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama
beberapa hari. Efek samping tersebut terjadi karena adanya komponen pertusis di dalam vaksin.
Pada kurang dari 1% penyuntikan, DPT menyebabkan komplikasi berikut:
y Demam tinggi (lebih dari 40,5° Celsius)
y Kejang
y Kejang demam (resiko lebih tinggi pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kejang atau terdapat riwayat kejang
dalam keluarganya)
y Syok (kebiruan, pucat, lemah, tidak memberikan respon).
Jika anak sedang menderita sakit yang lebih serius dari pada flu ringan, imunisasi DPT bisa ditunda sampai anak sehat. Jika
anak pernah mengalami kejang, penyakit otak atau perkembangannya abnormal, penyuntikan DPT sering ditunda sampai
kondisinya membaik atau kejangnya bisa dikendalikan.
1-2 hari setelah mendapatkan suntikan DPT, mungkin akan terjadi demam ringan, nyeri, kemerahan atau pembengkakan di
tempat penyuntikan. Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam, bisa diberikan asetaminofen (atau ibuprofen). Untuk
mengurangi nyeri di tempat penyuntikan juga bisa dilakukan kompres hangat atau lebih sering menggerak-gerakkan lengan
maupun tungkai yang bersangkutan.
(Sumber: www.mentorhealthcare.com

eknik Mengurangi rasa nyeri Persalinan
Posted: Juni 18, 2010 by nyapatrien in Uncategorized
0
PENGERTIAN NYERI DALAM PERSALINAN
Nyeri adalah rasa tidak enak akibat perangsangan ujung-ujung saraf khusus. Selama persalianan dan kelahiran pervaginam, nyeri
disebabkan oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks, dan distensi perineum. Serat saraf aferen viseral yang membawa impuls
sensorik dari rahim memasuki medula spinalis pada segmen torakal kesepuluh, kesebelas dan keduabelas serta segmen lumbal
yang pertama (T10 sampai L1).
Nyeri dari perineum berjalan melewati serat saraf aferen somatik, terutama pada saraf pudendus dan mencapai medula spinalis
melalui segmen sakral kedua, ketiga, dan keempat (S2 sampai S4). Serabut saraf sensorik yang dari rahim dan perineum ini
membuat hubungan sinapsis pada kornu medula spinalis dengan sel yang memberi akson yang merupakan saluran spinotalamik.
Selama bagian akhir dari Kala I dan di sepanjang Kala II, impuls nyeri bukan saja muncul dari rahim tetapi juga perineum saat
bagian janin melewati pelvis.
Nyeri pada saat melahirkan melahirkan memiliki derajat yang paling tinggi diantara rasa nyeri yang lain seperti patah tulang atau
sakit gigi. Banyak perempuan yang belum siap memiliki anak karena membayangkan rasa sakit yang akan dialami saat
melahirkan nanti.
Namun, kini ada beberapa alternatif yang bisa dipilih untuk mengurangi rasa nyeri yang datang saat akan melahirkan
,menghilangkan rasa nyeri saat persalinan berupa pengurangan rasa sakit akan dapat membantu mempercepat proses persalinan
dan membantu ibu memperoleh kepuasan dalam melalui proses persalinan normal.
metode mengurangi rasa nyeri yang dilakukan secara terus menerus dalam bentuk dukungan harus dipilih yang bersifat
sederhana, biaya rendah, resiko renedah, membantu kemajuan persalinan, hasil kelahiran bertambah baik dan bersifat sayang ibu.
1) FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI DALAM PERSALINAN
Cara yang dirasakan oleh individu dan reaksi terhadap rasa sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
a. Rasa takut atau kecemasan
Rasa takut atau kecemasan akan meninggikan respon individual terhadap rasa sakit. Rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui,
rasa takut ditinggal sendiri pada saat proses persalinan (tanpa pendamping) dan rasa takut atas kegagalan persalinan dapat
meningkatkan kecemasan. Pengalaman buruk persalinan yang lalu juga akan menambah kecemasan.
b. Kepribadian
Kepribadian ibu berperan penting terhadap rasa sakit, ibu yang secara alamiah tegang dan cemas akan lebih lemah dalam
menghadapi stres dibanding wanita yang rileks dan percaya diri.
c. Kelelahan
Ibu yang sudah lelah selama beberapa jam persalinan, mungkin sebelumnya sudah terganggu tidurnya oleh ketidaknyamanan dari
akhir masa kehamilannya akan kurang mampu mentolerir rasa sakit.
d. Faktor sosial dan budaya
Faktor sosial dan budaya juga berperan penting dalam reaksi rasa sakit. Beberapa budaya mengharapkan stoicisme (sabar dan
membiarkannya) sedang budaya lainnya mendorong keterbukaan untuk menyatakan perasaan.
e. Pengharapan
Pengharapan akan memberi warna pada pengalaman. Wanita yang realistis dalam pengharapannya mengenai persalinannya dan
tanggapannya terhadap hal tersebut mungkin adalah persiapan yang terbaik sepanjang ia merasa percaya diri bahwa ia akan
menerima pertolongan dan dukungan yang diperlukannya dan yakin bahwa ia akan menerima analgesik yang sesuai.
2) TEKNIK PENGURANGAN RASA NYERI SAAT PERSALINAN
a. Terapi farmakologis
Kalo ini mah udah jelas-jelas harus dokter yang bertindak untuk ngatasinya. Berbagai obat disuntikkan ke ibu, baik itu anastesis
umum yang di suntikkan epidural, spinal, ataopun sekedar regional.
b. Terapi non farmakologis
Terapi yang digunakan yakni dengan tanpa menggunakan obat-obatan, tetapi dengan memberikan berbagai teknik yang
setidaknya dapat sedikit mengurangi rasa nyeri saat persalinan tiba
Beberapa teknik dukungan untuk mengurangi rasa sakit tanpa menggunakan obat obatan diantaranya adalah :
1) Kehadiran pendamping selama proses persalinan, sentuhan penghiburan dan dorongan orang yang mendukung
dengan cara menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu untuk mendampingi ibu selama proses persalinan seperti suami,
keluarga, atau teman dekat. Suami dan keluarga dianjurkan untuk berperan aktif dalam mendukung dan melakukan kegiatan yang
dapat memberikan kenyamanan bagi ibu. Pendamping ibu saat persalinan sebaiknya adalah orang yang peduli pada ibu, yang
paling penting adalah orang-orang yang diinginkan oleh si ibu untuk mendampinginya selama persalinan. Di beberapa tempat,
hanya wanita yang boleh menemani ibu pada saat ia melahirkan. Dalam budaya lain, sudah menjadi kebiasaan bagi suami
menjadi pendamping dalam persalinan bahkan menolong persalinan.
2) Perubahan posisi dan pergerakan
Ibu mungkin memerlukan bantuan untuk mencari dan menemukan posisi yang nyaman, untuk membantu ibu agar ibu tetap
tenang dan rileks sedapat mungkin bidan tidak boleh memaksakan posisi yang telah dipilih ibu, bidan hanya menyarankan
alternatif-alternatif apabila tindakan ibu tidak efektif.
Rasa sakit akibat kontraksi akan semakin terasa sesuai dengan bertambahnya pembukaan serviks. Ibu mungkin memerlukan
bantuan untuk mencari dan menemukan posisi yang nyaman. Ada beberapa posisi tertentu yang dapat membantu mengurangi
rasa sakit, misalnya posisi duduk, bersandar tegak, bersandar ke depan, berlutut ke depan, mengurut punggung atau bersandar
pada suami.
POSISI POSISI SAAT BERSALIN
‡ A.posisi berbaring
Berbaring horizontal (supine): secara umum tidak nyaman. Posisi ini dapat mengakibatkan uterus menekan pembuluh darah vena
cava, menurunkan aliran darah ke plasenta, dan menekan diafragma yang membuat ibu sulit untuk bernafas. Untuk meningkatkan
kenyamanan dan dukungan, letakkan bantal dibawah lutut dan tekuk lutut sedikit, atau duduk semi fowler dengan kepala dan
bahu terangkat dan tersanggah oleh setumpuk bantal.
Kelebihan:
Dokter bisa lebih leluasa membantu proses persalinan. Jalan lahir pun menghadap ke depan, sehingga dokter dapat lebih mudah
mengukur perkembangan pembukaan dan waktu persalinan pun bisa diprediksi secara lebih akurat. Kepala bayi lebih mudah
dipegang dan diarahkan. Kelemahan:
Posisi berbaring membuat ibu sulit untuk mengejan. Hal ini karena gaya berat tubuh ibu yang berada di bawah dan sejajar dengan
posisi bayi. Posisi ini pun diduga bisa mengakibatkan perineum (daerah di antara anus dan vagina) meregang sedemikian rupa
sehingga menyulitkan persalinan. Pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari si ibu ke janin melalui plasenta pun jadi
relatif berkurang. Hal ini karena letak pembuluh besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh massa/berat badan bayi.
Apalagi jika letak ari-ari juga berada di bawah si bayi. Akibatnya, tekanan pada pembuluh darah bisa meninggi dan menimbulkan
perlambatan peredaran darah balik ibu
B. Posisi berbaring Miring
Berbaring miring (lateral): mencegah terjadinya penekanan pada perineum dan mencegah penekanan pada vena cava sehingga
memaksimalkan aliran darah ke uterus dan janin. Pada saat melahirkan, pasangan dapat membantu menyangga kaki ibu yang
mencegah penekanan terhadap kepala bayi Ibu terlentang di tempat tidur bersalin dengan menggantung kedua pahanya pada
penopang kursi khusus untuk bersalin.
Dilakukan pada kala I dan kala II . caranya: wanita berbaring dengan kedua pinggul dan lutut dalam keadaan fleksi dan diantar
kakinya ditempatkan disebuah bantal.
Pengaruh posisi ini:
‡ Memungkinkan wanita yang lelah untuk beristirahat
‡ Dapat mengatasi masalah detak jantung jika berkaitan dengan terjadinya hipotensi
‡ Menghindarkan tekanan terhadap tulang sacrum
Posisi miring tidak dianjurkan, jika wanita menolak posisi tersebutdan merasakan nyeri yang amat sangat dan menginginkan
posisi yang lain.
Kelebihan:
Selain peredaran darah balik ibu bisa mengalir lancar, pengiriman oksigen dalam darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga
tidak terganggu. Sehingga proses pembukaan akan berlangsung secara perlahan-lahan sehingga persalinan berlangsung lebih
nyaman.
Kelemahan:
Posisi miring ini menyulitkan dokter untuk membantu proses persalinan karena letal kepala bayi susah dimonitor, dipegang,
maupun diarahkan. Dokter pun akan mengalami kesulitan saat melakukan tindakan episiotomy.
C. POSISI SETENGAH DUDUK
Posisikan si Ibu dengan bantal di punggungnya, atau minta suami untuk duduk membelakangi si Ibu. Pada waktu kontraksi,
bungkukkan badan ke depan atau tarik kaki ke atas.
Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup
membuat ibu nyaman. Posisi setengah duduk dilakukan pada kala I dank Kala II.
Kelebihannya:
Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh janin untuk bisa keluar jadi lebih pendek. Suplai oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat
berlangsung secara maksimal.
Kelemahan:
Posisi dapat menimbulkan rasa lelah dan keluhan punggung pegal. Apalagi jika proses persalinan tersebut berlangsung lama
D. Bergoyang-goyang sambil duduk
Pada waktu melahirkan, pergerakan yang berirama dapat membuat nyaman. Gerakan badan perlahan-lahan ketika duduk di atas
bola hamil (sebuah bola karet besar biasanya digunakan sebagai alat untuk melahirkan secara natural), di pinggir kasur atau di
kursi yang kuat.
Kalau si Ibu duduk di atas kursi, mintalah seseorang untuk duduk di lantai sambil bersandar ke kaki si Ibu. Bila si Ibu duduk
sambil bersandar ke kursi, tekanan pada lutut nya bisa mengurangi sakit punggung si Ibu.
E. Bergoyang-goyang sambil berdiri
Berdiri atau berjalan menolong proses kelahiran untuk mendapatkan momentum, terutama di tahap-tahap awal. Bersandar pada
suami untuk menahan selagi kontraksi berlangsung. Atau lingkarkan tangan si Ibu ke leher suami dan mulai bergoyang-goyang,
seperti sedang slow dance. Posisi ini juga enak untuk mengelus punggung.
F. Bersandar ke depan
Kalau punggung si Ibu terasa sakit, bersandar ke depan bisa membuat lebih enak. Duduk di kursi seperti di gambar atau
bersandar ke atas meja. Posisi ini juga enak untuk mengelus punggung.
Manfaatnya: Mengurangi nyeri punggung
G. Bersandar ke kaki
Ibu boleh bersandar ke depan waktu berdiri. Angkat satu kaki ke atas kursi. Perlahan-lahan bersandar kedepan sewaktu kontraksi.
Gunakan kursi yang kecil agar tidak terlalu tinggi dan terasa nyaman. si Ibu bisa bersandar tanpa kursi bila diinginkan, letakkan
satu kaki di depan, dan tekuk ke depan perlahan-lahan.
H. Duduk dengan satu kali di atas
Posisi yang tidak simetris memberikan banyak variasi. Cobalah mengangkat satu kaki waktu duduk. Si Ibu sebaiknya agak
sedikit membungkuk ke arah kaki yang di angkat sewaktu kontraksi.
I. Berlutut
Kadang kala berlutut menolong rasa sakit di punggung. Gunakan bola hamil atau bantal yang banyak. Di Rumah Sakit, angkat
kasur dibagian kepala. Berlutut di bagian bawah kasur sambil mengistirahatkan tangan dan badan bagian atas di atas kasur.
J. Jongkok
Posisi jongkok menolong membuka pelvis si Ibu, memberikan si bayi ruang untuk berputar sewaktu bergeran melalui lorong
rahim. Jongkok juga membuat si Ibu mendorong lebih efektif sewaktu melahirkan. Gunakan kursi yang kuat atau palang jongkok
yang disediakan di kasur untuk menahan. Jongkok dengan bertahan ke tembok atau ke suami juga diperbolehkan. Dilakukan
terutama pada kala II.
Manfaatnya:
‡ Membutuhkan usaha mengejan yang lebih sedikit
‡ Meningkatkan perasaan ingin mengejan
‡ Dapat mendorong penuruna janin
‡ Dapat mengurangi nyeri punggung
Posisi jongkok tidak baik digunakan apabila ektremitas bawah cidera atau adanya kelemahan kaki.
Biasanya ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi.
Kelebihan:
Merupakan posisi melahirkan yang alami karena memanfaatkan gaya gravitasi bumi, sehingga ibu tidak usah terlalu kuat
mengejan.
Kekurangan:
Selain berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan pemantauan
perkembangan pembukaan dan
tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal episiotomi.
K. Merondang/Posisi Berpijak pada Tangan dan Lutut
Tidak perlu merasa malu untuk berposisi merondang sewaktu melahirkan. Posisi ini mengurangi tekanan pada tulang punggung,
sehingga sakit punggung tidak akan terasa dan menolong memutar si Bayi ke posisi yang lebih enak untuk melahirkan. Posisi
merondang juga memberikan si Bayi suplai oksigen lebih banyak.
Manfaatnya:
‡ Mengurangi nyeri punggung
‡ Mengurangi hemoroid
‡ Dapat mengatasi detak jantung janin khususnya jika berkaitan dengan kompresi tali pusat
L. Posisi dada-lutut terbuka
Posisi ini dapat digunakan pada kala I dan kala II. Caranya:
Wanita berlutut, bersandar kedepan untuk menyangga gaya berat tubuhnya pada kedua tangan. Lalu dada direndahkan kearah
lantai, sehingga bokongnya lebih tinggi dbandingkan dengan dada. Pada posisi ini, kedua pinggul kurang fleksi (sudut > 90)
dibandingkan dengan posisi dada-lutut tertutup yang biasa. Posisi yang lebih terbuka membuat panggul berada pada sudut yang
sangat berbeda dibandingkan jika lutut ditarik kebawah batang tubuh.
Manfaatnya:
‡ melindungi dari terjadinya gawat janin dengan prolaps tali pusat.
‡ Dapat mengatasi masalah detak jantung janin.
‡ Mengurangi nyeri punggung
‡ Mengurangi hemoroid
4)sentuhan dan massase
. Sentuhan dan masase
Relaksasi sentuhan mungkin akan membantu ibu rileks dengan cara pasangan menyentuh atau mengusap bagian tubuh ibu.
Pemijatan secara lembut akan membantu ibu merasa lebih segar, rileks dan nyaman selama persalinan. Sebuah penelitian
menyebutkan ibu yang dipijat 20 menit setiap jam selam atahapan persalinan akan lebih bebas dari rasa sakit. Hal itu terjadi
karena pijat merangsang tubuh melepaskan senyawa endhorphin yang merupakan pereda sakit alami. Endorphin juga dapat
menciptakan perasaan nyaman dan enak.
Dalam persalinan, pijat juga membantu ibu merasa lebiih dekat dengan orang yang merawatnya. Sentuhan seseorang yang peduli
dan ingin menolong merupakan sumber kenikmatan saat ibu sakit, lelah dan takut. Bagian tubuh ibu yang dapat dipijat adalah
kepala, leher, punggung dan tungkai. Saat melakukan pemijatan dapat menggunakan minyak sayur, minyak pijat atau sedikit
bedak supaya tangan agak licin dan ibu merasa nyaman.
Umumnya, ada 2 teknik pemijatan yang dilakukan dalam persalinan, yaitu effluerage dan counterpressure. Effluerage adalah
teknik pemijatan berupa usapan lembut, lambat dan panjang atau tidak putus-putus. Teknik ini menimbulkan efek relaksasi.
Dalam persalinan, effluerage dilakukan dengan menggunakan ujung jari yang ditekan lembut dan ringan. Lakukan usapan dengan
ringan dan tanpa tekana kuat, tetapi usahakan ujung jari tidak lepas dari permukaan kulit.
Masase sangat baik dan merupakan cara lembut untuk membantu Anda merasa lebih segar selama persalinan. Sentuhan dan
kelembutan masase membuat Anda relaks. Satu penelitian menunjukan bahwa wanita yang mendapat masase selama 20 menit
setiap jam selama fase persalinan aktif merasa lebih tenang dan lebih terbebas dari nyeri. Berikut ini hasil wawancara dengan Dr.
Dedy Arman Saidi Sp OG., dari RS Hermina Bekasi
Banyak bagian tubuh dari wanita yang menjalani persalinan dapat dimasase. Memijat kepala, leher, punggung, dan tungkai dapat
memberikan kenyamanan dan relaksasi. Individu yang melakukan pemijatan harus benar-benar memberikan perhatian pada
respon wanita yang dipijat untuk menentukan apakah tekanan diberikan dengan tepat.
Berbagai tipe pijatan memberikan efek pada wanita yang dipijat dengan berbagai cara berbeda. Anda dan pasangan Anda
mungkin ingin melakukan dua jenis masase yang diuraikan di bawah ini baik untuk sebelum persalinan maupun untuk digunakan
selama persalinan.
Effluerage
Adalah masase dengan ujung jari yang ditekankan dengan lembut dan ringan di atas perut dan di atas paha. Masase ini digunakan
selama persalinan dini. Mengusapnya dengan ringan, tetapi tidak memberikan tekanan yang kuat, dan ujung jari tidak pernah
terlepas dari permukaan kulit.
Mulailah dengan tangan pada kedua sisi pusar. Gerakan tangan ke arah atas dan ke arah luar pusar, dan kembali ke bagian pubik.
Kemudian pindahkan kembali tangan ke arah pusar. Masase dapat diperluas sampai paha. Masase ini juga dapat dilakuakn
sebagai gearkan saling menyilang, di sekitar sabuk pemantau janin. Gerakan jari menyilang perut dari satu sisi ke sisi lainnya dari
sabuk pemantau janin.
5). counterpressure untuk mengurangi tegangan pada ligament
Pijatan Counterpressure
Merupakan cara terbaik dalam menghilangkan nyeri punggung akibat persalinan. Letakkan tumit tangan atau bagian datar dari
kepalan tangan (Anda juga dapat menggunakan bola tenis) di atas tulang ekor. Berikan tekanan kuat dalam gerakan melingkar
kecil. (BOD)
Pijat counterpressure adalah pijatan tekanan kuat dengan cara meletakkan tumit tangan atau bagian datar dari tangan, atau juga
menggunakan bola tenis. Tekanan dapat diberikan dalam gerakan lurus atau lingkaran kecil. Teknik ini efektif menghilangkan
sakit punggung akibat persalinan. Namun perlu disadari bahwa ada ibu yang tidak biasa dipijat, bahkan disentuh saat mengalami
kontraksi, hal ini disebabkan karena kontraksi sedemikian kuatnya sehingga ibu tidak sanggup lagi menerima rangsangan apapun
pada tubuh. Bidan harus memahami hal ini dan menghormati keinginan ibu
6). pijatan ganda pada pinggul
Pijatan atau sentuhan pada area tertentu ternyata dapat mereduksi nyeri pasangan. Adapaun area yang bida dilakukan pemijatan
yakni di area pinggul, punggung, dan lutut. Sirkulasi darah juga menjadi lancar sehingga nyeri berkurang.
7). penekanan pada lutut
8).kompres hangat dan kompres dingin
Memang tak menghilangkan keseluruhan nyeri namun setidaknya memberikan rasa nyaman. Botol air panas yang dibungkus
handuk dan dicelup ke air dingin mengurangi pegal di punggung dan kram bila ditempel di punggung. Menaruh handuk dingin di
wajah juga bisa mengurangi ketegangan
Pemanasan merupakan metode sederhana yang digunakan pada ibu untuk meredakan rasa sakit. Dalam persalinan, panas buatan
dapat dilakukan dengan cara meletakkan botol air panas yang dibungkus dengan handuk di punggung, menggunakan kantong
kain berisi kulit ari beras/gandum yang dipanaskan beberapa menit di microwave, melakukan pemijatan denagn cara
menggosokkan tangan pendamping persalinan di punggung ibu. Pijatan ini akan menghangatkan kulit sekaligus merangsang
tubuh melepaskan senyawa alamiah pereda sakit. Dingin buatan dapat dilakukan dengan cara mengompres punggung ibu
menggunakan air es mengunakan washlap atau kantong kompres khusus untuk es.
Kompres biasanya dapat mengendalikan rasa nyeri juga memberikan rasa nyaman sekaligus meredakan ketegangan. Bungkus
botol air panas dengan handuk dan celupkan kedalam air dingin untuk mengurangi pegal punggung dank ram. Gunakan pula
handuk dingin di wajah untuk mengurangi ketegangan.
9).berendam
Air dapat menagtasi rasa sakit karena dapat menyebabkan relaksasi. Jika ibu merasa tegang, kontraksi menjadi sangat
menyakitkan sehingga dapat menyebabkan pembukaan serviks tidak lancar. Air membantu ibu lebih rileks dan lebih dapat
mengedalikan diri menghadapi kontraksi sehingga tidak terlalu menyakitkan. Selain itu di dalam air otot-otot ibu mengendur
‡10). Teknik pernafasan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit persalinan. Teknik pernafasan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu
teknik pernafasan pada kala I awal dan teknik pernafasan pada kala I akhir.
- Teknik pernafasan kala I awal
Dilakukan dengan cara tiap kali kontraksi dari awal sampai akhir kontraksi ibu diminta untuk menarik nafas dalam-dalam dan
teratur melalui hidung dan keluarkan lewat mulut. Pada puncak kontraksi bernafaslah dengan ringan dan pendek-pendek melalui
mulut tetapi jangan terlalu lama karena bisa mengakibatkan ibu kekurangan oksigen.
- Teknik pernafasan kala I akhir
Kontraksi pada kala I akhir akan terjadi selama satu menit dan bisa terasa setiap menit. Agar ibu tidak mengejan terlalu awal
minta ibu untuk mengatakan ³huh-huh, pyuh´, sambil bernafas pendek-pendek lalu bernafaslah panjang. Setelah itu, bernafaslah
perlahan dan teratur. Masa transisi ini merupakan masa yang paling sulit karena kontraksi akan sangat kuat, tetapi serviks belum
membuka seluruhnya. Pada tahap ini, minta ibu jangan mengejan terlebih dahulu karena akan menyebabkan serviks oedema.
7. Visualisasi dan pemusatan perhatian
Para penggagas metode ini percaya melahirkan dapat menyenangkan jika ibu melibatkan otak kanan dalam proses persalinan.
Sehari-hari, manusia lebih banyak bekerja dengan menggunakan otak kiri. Di sisi lain, otak kanan yang menyimpan memori
tentang keindahan, keyakinan, imajinasi, dan fantasi sering tidak diberdayakan. Padahal, dengan otak kanan kita mampu
menyembuhkan diri dan menghilangkan rasa sakit termasuk dalam persalinan. Pemberdayaan otak kanan untuk persalina yang
bebas sakit pada dasarnya menanamkan keyakinan ³melahirkan itu tidak sakit´. Hal ini tidak mudah diterima begitu saja
sehingga otak kanan harus difungsikan meyakininya. Otak kanan adalah bagian yang mampu memvisualisasikan sesuatu seolah-
olah itu nyata. Misalnya membayangkan seolah-olah sedang berada di taman bunga dan bayi sudah bersama ibu. Saat otak kanan
mencapaii 8 ± 13 Hz ternyata kondisi ini merupakan gelombang alfa atau relaksasi. Seseorang lebih mudah untuk
memvisualisasikan serta merasa lebih nyaman dan tenang. Sementara pada ukuran 13-26 Hz, otak sangat lelah sehingga tingkat
stress tinggi. Orang mudah merasa sakit, letih dan jenuh. Setiap ibu bisa melakukan visualisasi. Sebaiknya latihan dilakukan
sejak kandungan berusia dua bulan atau paling lambat tujuh bulan. Dengan visualisasi, ibu juga dibantu untuk tenang dan
menghilangkan trauma atau naluri ekstra bawah sadar. Ibu dapat berlatih visualisai dalam waktu 7 x 2,5 jam (lebih baik di bawah
bimbingan pelatih prof Tekhnik ini dengan mengarahkan sang ibu membayangkan sesuatu yang dapat membuatnya nyaman.
Ajak dia membayangkan sesuatu tempat yang memberikan dirinya tenang, seperti sawah yang terhampar luas dengan hijaunya
dedaunan padi yang melambai-lambai ditiup angin sore. Atau ajak dia ke suasana laut yang mengajak kita untuk mendengarkan
deburan ombak yang perlahan mengenai kaki kita yang tercelup dalam air laut di tepian pantai. Atau hal lainnya dimana Anda
lebih tau bagaimana memberikan ketenangan pada istri Anda saat ia membutuhkan ketenangan ituesional).
8. Musik
Musik dapat membantu ibu mengalihkan perhatian dari rasa nyeri sehingga ibu merasa rileks. Hal ini ditujukan bagi Anda yang
memang suka dengan yang namanya mendengarkan alunan nada. Baik itu berupa alunan ayat Al-Qur¶an yang Anda dengarkan,
atau musik alam seperti suasana air terjun dengan gemricik air yang turun, atau dengan musik klasik
Pada kala I, biasanya secara naluri ibu bergerak mencari posisi yang nyaman dan tetap pada posisi tersebut selama kala I Posisi
yang dianjurkan adalah:
‡ Berdiri di belakang meja dengan rileks
Berdiri di belakang meja dengan rileks. Letakkan tangan pada sandaran kursi. Kondisi ini dapatmenolong selama kontraksi jika
ibu masih dapat berjalan.
‡ Berdiri menghadap pasangan
Ibu berdiri menghadap suami dan lingkarkan lengan pada lehernya, suami dapat diminta untuk dapat memijat pinggangnya.
‡ Ibu bersandar pada punggung suami secara rileks
Ibu menyandarkan punggung pada suami dengan rileks dan suami dapat mendinginkan wajah dengan washlap.
‡ Duduk di kursi menggunakan bantal menghadap ke belakang
Ibu duduk di kursi menggunakan bantal, lengan diletakkan pada sandaran kursi dan menghadap ke belakang, suami dapat
memijat lembut punggung ibu.
‡ Rileks dengan posisi menungging dan merebahkan kepala pada bantal
Ibu rileks dengan posisi menungging dan merebahkan kepala pada bantal, suami dapat mengusap lembut bagian punggung.
Untuk membantu ibu agar tetap tenang dan rileks sedapat mungkin bidan tidak boleh mengendalikan pemilihan posisi yang
diinginkan oleh ibu dalam persalinannya. Sebaiknya, peranan bidan adalah untuk mendukung ibu dalam posisi apapun yang
dipilihnya, sambil menyarankan bila tindakan ibu tidak efektif atau merugikan bagi dirinya atau bagi bayinya. Anjurkan pada ibu
untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan dan kelahiran. Anjurkan pula suami dan pendamping lainnya untuk
membantu ibu berganti posisi. Ibu boleh berjalan, berdiri, duduk, jongkok, berbaring miring atau merangkak. Posisi tegak seperti
berjalan, berdiri atau jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan seringkali mempersingkat waktu persalinan.
Bidan harus memberitahu ibu bahwa ia tidak perlu harus terlentang dalam masa persalinannya, karena jika ibu berbaring
telentang berat uterus dan isinya (janin, cairan ketuban, plasenta, dll) akan menekan vena cafa inferior. Hal ini menyebabkan
turunnya aliran darah dari sirkulasi ibu ke plasenta. Kondisi seperti ini akan menyebabkan hipoksia/kekurangan oksigen pada
janin. Posisi telentang juga akan memperlambat kemajuan persalinan.
Posisi dalam persalinan antara lain:
a. Posisi duduk atau setengah duduk
Posisi duduk atau setengah duduk seringkali nyaman bagi ibu dan ia bisa beristirahat dengan mudah diantara kontraksi jika
merasa lelah. Keuntungan dari kedua posisi ini adalah memudahkan melahirkan kepala bayi. Bagi bidan lebih mudah untuk
membimbing kelahiran kepala bayi dan mendukung perineum.
b. Posisi merangkak
Merangkak seringkali merupakan posisi yang baik bagi ibu yang mengalami nyeri punggung saat persalinan. Selain itu dapat
membantu bayi melakukan rotasi dan peregangan minimal pada perineum.
c. Posisi jongkok atau berdiri
Posisi jongkiok atau berdiri dapat mempercepat kala I persalinan dan mengurangi rasa nyeri yang hebat. Selain itu juga dapat
membantu penurunan kepala bayi.
d. Posisi berbaring miring ke kiri
Berbaring miring ke kiri seringkali merupakan posisi yang baik bagi ibu jika kelelahan karena ibu bisa beristirahat dengan mudah
di antara kontraksi. Posisi ini juga bisa membantu mencegah laserasi perineum
Posisi-posisi yang dipilih ibu dalam menghadapi persalinan kala I dan II sangatlah penting. Posisi persalinan, perubahan posisi
dan pergerakan yang tepat akan membantu meningkatkan kenyamanan/ menurunkan rasa nyeri, meningkatkan kepuasan akan
kebebasan untuk bergerak, dan meningkatkan kontrol diri ibu. Selain itu, posisi ibu juga dapat mempengaruhi posisi bayi dan
kemajuan persalinan. Perubahan posisi secara adekuat akan dapat merubah ukuran dan bentuk pelvic outlet sehingga kepala bayi
dapat bergerak pada posisi optimal di kala I, berotasi dan turun pada kala II. Bergerak dan posisi tegak (upright position) dapat
mempengaruhi frekuensi, lama dan efisiensi kontraksi. Grafitasi membantu bayi bergerak turun lebih cepat. Perubahan posisi
membantu meningkatkan asupan oksigen secara berkelanjutan pada janin, yang berbeda jika ibu berbaring horizontal karena
dapat menyebabkan terjadinya hipotensi. Berbagai perubahan posisi bisa dilakukan ibu dengan atau tanpa bantuan pasangan/
keluarga atau perawat.
Berbagai studi ilmiah tentang pergerakan dan posisi persalinan pada kala I dilakukan yang membandingkan dampak berbagai
posisi tegak (upright position) dengan posisi horizontal (supine) terhadap nyeri dan kemajuan persalinan. Berdasarkan review
yang dilakukan oleh Simkin & Bolding (2004) terhadap 14 studi intervensi terkait, menunjukkan bahwa: 1) tidak ada ibu yang
menyatakan bahwa posisi horizontal lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan posisi lainnya, 2) berdiri lebih meningkatkan
kenyamanan dibandingkan berbaring atau duduk, 3) duduk lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring jika dilatasi
serviks kurang dari 7 cm, 4) posisi tegak -duduk, berdiri atau berjalan- menurunkan nyeri dan meningkatkan kepuasan ibu, dan 5)
posisi tegak tidak memperpanjang masa persalinan dan tidak menyebabkan cedera pada ibu yang sehat. Sedangkan Review
sistematis terhadap sembilan studi intervensi tentang posisi ibu di kala I persalinan yang dilakukan oleh Souza et al (2006)
menunjukkan bahwa mengadopsi posisi tegak atau ambulasi aman bagi ibu dan memberikan kepuasan karena adanya kebebasan
untuk bergerak. Tetapi dikarenakan kurangnya bukti yang signifikan dan keterbatasan penelitian-penelitian yang ada, maka
keuntungan poisisi tegak belum dapat direkomendasikan untuk memperpendek durasi persalinan dan meningkatkan kenyamanan
ibu.
Berbagai studi intervensi juga dilakukan guna mengetahui efektifitas dan efisiensi berbagai posisi ibu pada Kala II. Hasil studi-
studi tersebut menunjukkan bahwa posisi tegak (upright) selama kala II persalinan memberikan keuntungan yang lebih
dibandingkan posisi dorsal (supine), antara lain: menurunkan ketidaknyamanan/ nyeri persalinan dan kesulitan mengedan
sehingga memperpendek kala II, menurunkan trauma perineum/ vagina dan infeksi pada luka persalinan, dan menurunkan jumlah
bayi dengan Apgar score yang kurang dari 7. Walaupun demikian, terdapat satu studi yang menunjukkan bahwa posisi tegak
(dengan atau tanpa kursi persalinan) dapat meningkatkan kejadian robekan labium dan meningkatkan perdarahan post partum.
(Gupta & Nikdem, 2003; Francais, 1997).
Adapun berbagai perubahan posisi yang dapat dilakukan ibu, antara lain:
‡ Pada tangan dan lutut: dapat mengurangi nyeri punggung dan memberikan kesempatan pada bayi dengan presentasi oksiput
posterior untuk berputar serta membantu bayi yang mengalami distress karena posisi ini memaksimalkan aliran darah ke uterus
dan plasenta. Posisi ini akan sulit dilakukan apabila ibu mendapat epidural anestesi.
‡ Posisi tegak (upright):
š Duduk pada awal persalinan: membuat uterus maju kedepan, mencegah uterus menekan diafragma, dan memperbaiki aliran
darah pada otot yang berkontraksi. Bisa menggunakan kursi persalinan atau kursi lainnya atau menggunakan bola.
š Berdiri atau berjalan: membantu memperlebar pelvik outlet dan membiarkan grafitasi bekerja mendorong bayi menekan
serviks. Gunakan diding atau pasangan sebagai penyanggah saat terjadi kontraksi.
š Berjongkok (squatting): membuka pelvis lebih lebar sehingga bayi memiliki cukup ruang untuk bergerak turun ke jalan lahir.
Saat berjongkok, rata-rata pelvik outlet menjadi 28% lebih besar dibandingkan dengan posisi berbaring. Dilakukan saat kepala
bayi telah engaged. Dapat menggunakan squatting bar atau dua orang yang mendukung mempertahankan posisi ini. Sebaiknya
tidak digunakan pada persalinan dengan presentasi oksiput posterior.
š Berlutut saat kelahiran: mempertahankan posisi upright tanpa menegangkan punggung. Berlutut bisa dilakukan di atas bantal,
pada tempat tidur atau pada dinding.
Salah satu tanggung jawab perawat yang penting pada kala I dan kala II persalinan adalah membantu ibu mendapatkan posisi
yang aman dan meningkatkan kenyamanan bagi dirinya. Tidak ada posisi yang sempurna. Tidak ada yang benar atau salah,
terbaik atau terburuk tentang posisi persalinan. Posisi yang paling tepat bergantung pada kenyamanan yang dirasakan ibu
berdasarkan kejadian persalinan yang dialaminya. Sebagian besar wanita merasa nyaman berbaring miring selama persalinan, dan
sebagian yang lain merasa lebih baik dengan berjalan, duduk atau berjongkok. Perawat berperan membantu ibu dalam memahami
apa yang dibutuhkan oleh tubuhnya dan memutuskan posisi mana yang memberikan kenyamanan dan membantu memperlancar
kemajuan persalinan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perawat dalam membantu ibu mendapatkan posisi yang tepat, diantaranya posisi tegak
akan sulit dilakukan jika ibu mendapatkan epidural anestesi. Perawat perlu mengingatkan ibu untuk bernafas secara teratur
disetiap kontraksi dan fokuskan perhatian pada bayi yang akan dilahirkan. Perawat perlu memberikan perhatian bahwa pada ibu
yang mengalami nyeri punggung akibat back labor (janin dengan presentasi oksiput posterior), perubahan posisi akan membantu
meningkatkan rotasi janin dan menurunkan penekanan pada bagian presentasi pada area sacrum. Posisi apapun yang dipilih ibu,
kuncinya adalah perubahan posisi.


 ƒx+DQGXNNDLQZDVKODSXQWXNNRPSUHV ƒx+DQGXNSHQJHULQJ ƒx6DUXQJWDQJDQ ƒx7HUPRPHWHU 3URVHGXU ƒx%HULWDKXNOLHQGDQVLDSNDQDODWNOLHQGDQOLQJNXQJDQ ƒx&XFLWDQJDQ ƒx8NXUVXKXWXEXK ƒx%DVDKLNDLQSHQJRPSUHVGHQJDQDLUSHUDVNDLQVHKLQJJDWLGDNWHUODOXEDVDK ƒx/HWDNNDQNDLQSDGDGDHUDK\DQJDNDQGLNRPSUHV GDKLNHWLDNSHUXWOHKHUEHODNDQJ.

 ƒx7XWXSNDLQNRPSUHVGHQJDQKDQGXNNHULQJ ƒx$SDELODNDLQWHODKNHULQJDWDXVXKXNDLQUHODWLYHPHQMDGLGLQJLQPDVXNNDQNHPEDOLNDLQNRPSUHVNHGDODPFDLUDQNRPSUHV GDQOHWDNNDQNHPEDOLGLGDHUDKNRPSUHVODNXNDQEHUXODQJXODQJKLQJJDHIHN\DQJGLLQJLQNDQGLFDSDL ƒx(YDOXDVLKDVLOGHQJDQPHQJXNXUVXKXWXEXKNOLHQVHWHODKPHQLW ƒx6HWHODKVHOHVDLNHULQJNDQGDHUDKNRPSUHVDWDXEDJLDQWXEXK\DQJEDVDKGDQUDSLNDQDODW ƒx&XFLWDQJDQ .

HWLND UHVHSWRU\DQJSHNDWHUKDGDSSDQDVGLKLSRWDODPXVGLUDQJVDQJVLVWHPHIIHNWRUPHQJHOXDUNDQVLQ\DO\DQJPHPXODLEHUNHULQJDWGDQ YDVRGLODWDVLSHULIHU3HUXEDKDQXNXUDQSHPEXOXKGDUDKGLDWXUROHKSXVDWYDVRPRWRUSDGDPHGXOODREORQJDWDGDULWDQJNDLRWDN GLEDZDKSHQJDUXKKLSRWDODPLNEDJLDQDQWHULRUVHKLQJJDWHUMDGLYDVRGLODWDVL7HUMDGLQ\DYDVRGLODWDVLLQLPHQ\HEDENDQ SHPEXDQJDQNHKLODQJDQHQHUJLSDQDVPHODOXLNXOLWPHQLQJNDW EHUNHULQJDW.RPSUHV+DQJDWGDODP8SD\D0HQXUXQNDQ6XKX7XEXK 3HPEHULDQNRPSUHVKDQJDWSDGDGDHUDKWXEXKDNDQPHPEHULNDQVLQ\DONHKLSRWKDODPXVPHODOXLVXPVXPWXODQJEHODNDQJ.0HNDQLVPH7XEXK7HUKDGDS.

yang sekarang ini sudah jarang ditemukan. Untuk mempercepat penyembuhan. y y . pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula (gelembung berisi nanah). penderita yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang. untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 0.1 mL.000-1. pertusis dan tetanus. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. 2. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Vaksin disuntikkan secara intrakutan pada lengan atas. Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan meninggalkan jaringan parut. terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. sebanyak 50. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit. lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan. Komplikasi yang mungkin timbul adalah: Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. Kontraindikasi untuk vaksinasi BCG adalah penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita leukemia. Reaksi yang mungkin terjadi: 1.000 partikel/dosis. Imunisasi BCG Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Vaksin tidak hanya menjaga agar anak tetap sehat. tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak.05 mL dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0. Keuntungan perlindungan yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul. penderita infeksi HIV). Vaksin secara umum cukup aman. Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius.000. sebaiknya dilakukan aspirasi (pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat. Abses ini akan menghilang secara spontan. tanpa disertai nyeri tekan maupun demam yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan. BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit.com/kompres-hangat/IMUNISASI adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Imunisasi DPT Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2-6 bulan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher. bila abses telah matang. Reaksi lokal : 1-2 minggu setelah penyuntikan. Limfadenitis supurativa.GLKDUDSNDQDNDQWHUMDGLSHQXUXQDQVXKXWXEXK VHKLQJJDPHQFDSDLNHDGDDQQRUPDONHPEDOL http://nursingbegin.

penyuntikan DPT sering ditunda sampai kondisinya membaik atau kejangnya bisa dikendalikan. setelah 10 tahun perlu diberikan booster). tidak memberikan respon). yang disuntikkan pada otot lengan atau paha. Hampir 85% anak yang mendapatkan minimal 3 kali suntikan yang mengandung vaksin difteri. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas. maka sebaiknya diberikan DT.Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. sebaiknya diberikan booster vaksin DPT pada usia 14-16 tahun kemudian setiap 10 tahun (karena vaksin hanya memberikan perlindungan selama 10 tahun. Untuk mengurangi nyeri di tempat penyuntikan juga bisa dilakukan kompres hangat atau lebih sering menggerak-gerakkan lengan maupun tungkai yang bersangkutan. Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi awal. DPT sering menyebakan efek samping yang ringan. Vaksin DPT adalah vaksin 3-in-1 yang bisa diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 7 tahun. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang. Efek samping tersebut terjadi karena adanya komponen pertusis di dalam vaksin. imunisasi DPT bisa ditunda sampai anak sehat. Pada kurang dari 1% penyuntikan. 1-2 hari setelah mendapatkan suntikan DPT. y y y y . yaitu pada saat anak berumur 2 bulan (DPT I). seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa hari. 3 bulan (DPT II) dan 4 bulan (DPT III). Biasanya vaksin DPT terdapat dalam bentuk suntikan. kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan. bukan DPT. Jika anak sedang menderita sakit yang lebih serius dari pada flu ringan. lemah. DPT menyebabkan komplikasi berikut: Demam tinggi (lebih dari 40. Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap vaksin pertusis. akan memperoleh perlindungan terhadap difteri selama 10 tahun. penyakit otak atau perkembangannya abnormal. selang waktu tidak kurang dari 4 minggu. pucat. bisa diberikan asetaminofen (atau ibuprofen). seperti pneumonia. makan atau minum. Jika anak pernah mengalami kejang. nyeri. mungkin akan terjadi demam ringan. Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali. Imunisasi DPT ulang diberikan 1 tahun setelah DPT III dan pada usia prasekolah (5-6 tahun). kejang dan kerusakan otak. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius.5° Celsius) Kejang Kejang demam (resiko lebih tinggi pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kejang atau terdapat riwayat kejang dalam keluarganya) Syok (kebiruan. Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam.

terutama pada saraf pudendus dan mencapai medula spinalis melalui segmen sakral kedua. nyeri disebabkan oleh kontraksi rahim. dan keempat (S2 sampai S4). Selama persalianan dan kelahiran pervaginam.(Sumber: www. 2010 by nyapatrien in Uncategorized 0 PENGERTIAN NYERI DALAM PERSALINAN Nyeri adalah rasa tidak enak akibat perangsangan ujung-ujung saraf khusus. Nyeri dari perineum berjalan melewati serat saraf aferen somatik.com eknik Mengurangi rasa nyeri Persalinan Posted: Juni 18. dilatasi serviks. dan distensi perineum. Serabut saraf sensorik yang dari rahim dan perineum ini . ketiga. Serat saraf aferen viseral yang membawa impuls sensorik dari rahim memasuki medula spinalis pada segmen torakal kesepuluh. kesebelas dan keduabelas serta segmen lumbal yang pertama (T10 sampai L1).mentorhealthcare.

biaya rendah.membuat hubungan sinapsis pada kornu medula spinalis dengan sel yang memberi akson yang merupakan saluran spinotalamik. Wanita yang realistis dalam pengharapannya mengenai persalinannya dan . c. Pengalaman buruk persalinan yang lalu juga akan menambah kecemasan. Beberapa budaya mengharapkan stoicisme (sabar dan membiarkannya) sedang budaya lainnya mendorong keterbukaan untuk menyatakan perasaan. Faktor sosial dan budaya Faktor sosial dan budaya juga berperan penting dalam reaksi rasa sakit. membantu kemajuan persalinan. impuls nyeri bukan saja muncul dari rahim tetapi juga perineum saat bagian janin melewati pelvis. Rasa takut atau kecemasan Rasa takut atau kecemasan akan meninggikan respon individual terhadap rasa sakit. Pengharapan Pengharapan akan memberi warna pada pengalaman. kini ada beberapa alternatif yang bisa dipilih untuk mengurangi rasa nyeri yang datang saat akan melahirkan . metode mengurangi rasa nyeri yang dilakukan secara terus menerus dalam bentuk dukungan harus dipilih yang bersifat sederhana. Banyak perempuan yang belum siap memiliki anak karena membayangkan rasa sakit yang akan dialami saat melahirkan nanti. d. rasa takut ditinggal sendiri pada saat proses persalinan (tanpa pendamping) dan rasa takut atas kegagalan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. e. b. mungkin sebelumnya sudah terganggu tidurnya oleh ketidaknyamanan dari akhir masa kehamilannya akan kurang mampu mentolerir rasa sakit. 1) FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI DALAM PERSALINAN Cara yang dirasakan oleh individu dan reaksi terhadap rasa sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor.menghilangkan rasa nyeri saat persalinan berupa pengurangan rasa sakit akan dapat membantu mempercepat proses persalinan dan membantu ibu memperoleh kepuasan dalam melalui proses persalinan normal. Kelelahan Ibu yang sudah lelah selama beberapa jam persalinan. resiko renedah. Rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui. ibu yang secara alamiah tegang dan cemas akan lebih lemah dalam menghadapi stres dibanding wanita yang rileks dan percaya diri. hasil kelahiran bertambah baik dan bersifat sayang ibu. antara lain: a. Nyeri pada saat melahirkan melahirkan memiliki derajat yang paling tinggi diantara rasa nyeri yang lain seperti patah tulang atau sakit gigi. Namun. Selama bagian akhir dari Kala I dan di sepanjang Kala II. Kepribadian Kepribadian ibu berperan penting terhadap rasa sakit.

Berbagai obat disuntikkan ke ibu.posisi berbaring Berbaring horizontal (supine): secara umum tidak nyaman. Pendamping ibu saat persalinan sebaiknya adalah orang yang peduli pada ibu. mengurut punggung atau bersandar pada suami. b. hanya wanita yang boleh menemani ibu pada saat ia melahirkan. POSISI POSISI SAAT BERSALIN ‡ A. atau teman dekat. sentuhan penghiburan dan dorongan orang yang mendukung dengan cara menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu untuk mendampingi ibu selama proses persalinan seperti suami. bersandar ke depan. Suami dan keluarga dianjurkan untuk berperan aktif dalam mendukung dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan kenyamanan bagi ibu. misalnya posisi duduk. baik itu anastesis umum yang di suntikkan epidural. Ada beberapa posisi tertentu yang dapat membantu mengurangi rasa sakit. yang paling penting adalah orang-orang yang diinginkan oleh si ibu untuk mendampinginya selama persalinan. 2) Perubahan posisi dan pergerakan Ibu mungkin memerlukan bantuan untuk mencari dan menemukan posisi yang nyaman. bidan hanya menyarankan alternatif-alternatif apabila tindakan ibu tidak efektif. ataopun sekedar regional. tetapi dengan memberikan berbagai teknik yang setidaknya dapat sedikit mengurangi rasa nyeri saat persalinan tiba Beberapa teknik dukungan untuk mengurangi rasa sakit tanpa menggunakan obat obatan diantaranya adalah : 1) Kehadiran pendamping selama proses persalinan. Posisi ini dapat mengakibatkan uterus menekan pembuluh darah vena . bersandar tegak.tanggapannya terhadap hal tersebut mungkin adalah persiapan yang terbaik sepanjang ia merasa percaya diri bahwa ia akan menerima pertolongan dan dukungan yang diperlukannya dan yakin bahwa ia akan menerima analgesik yang sesuai. spinal. sudah menjadi kebiasaan bagi suami menjadi pendamping dalam persalinan bahkan menolong persalinan. Di beberapa tempat. berlutut ke depan. Rasa sakit akibat kontraksi akan semakin terasa sesuai dengan bertambahnya pembukaan serviks. Dalam budaya lain. Terapi farmakologis Kalo ini mah udah jelas-jelas harus dokter yang bertindak untuk ngatasinya. 2) TEKNIK PENGURANGAN RASA NYERI SAAT PERSALINAN a. keluarga. untuk membantu ibu agar ibu tetap tenang dan rileks sedapat mungkin bidan tidak boleh memaksakan posisi yang telah dipilih ibu. Ibu mungkin memerlukan bantuan untuk mencari dan menemukan posisi yang nyaman. Terapi non farmakologis Terapi yang digunakan yakni dengan tanpa menggunakan obat-obatan.

Posisi ini pun diduga bisa mengakibatkan perineum (daerah di antara anus dan vagina) meregang sedemikian rupa sehingga menyulitkan persalinan. Pengaruh posisi ini: ‡ Memungkinkan wanita yang lelah untuk beristirahat ‡ Dapat mengatasi masalah detak jantung jika berkaitan dengan terjadinya hipotensi ‡ Menghindarkan tekanan terhadap tulang sacrum Posisi miring tidak dianjurkan. Akibatnya. Kelebihan: . Dilakukan pada kala I dan kala II . Pada saat melahirkan. Pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari si ibu ke janin melalui plasenta pun jadi relatif berkurang. Kepala bayi lebih mudah dipegang dan diarahkan. sehingga dokter dapat lebih mudah mengukur perkembangan pembukaan dan waktu persalinan pun bisa diprediksi secara lebih akurat. caranya: wanita berbaring dengan kedua pinggul dan lutut dalam keadaan fleksi dan diantar kakinya ditempatkan disebuah bantal. Kelebihan: Dokter bisa lebih leluasa membantu proses persalinan. Posisi berbaring Miring Berbaring miring (lateral): mencegah terjadinya penekanan pada perineum dan mencegah penekanan pada vena cava sehingga memaksimalkan aliran darah ke uterus dan janin. tekanan pada pembuluh darah bisa meninggi dan menimbulkan perlambatan peredaran darah balik ibu B. dan menekan diafragma yang membuat ibu sulit untuk bernafas. Untuk meningkatkan kenyamanan dan dukungan. menurunkan aliran darah ke plasenta. Kelemahan: Posisi berbaring membuat ibu sulit untuk mengejan. atau duduk semi fowler dengan kepala dan bahu terangkat dan tersanggah oleh setumpuk bantal. pasangan dapat membantu menyangga kaki ibu yang mencegah penekanan terhadap kepala bayi Ibu terlentang di tempat tidur bersalin dengan menggantung kedua pahanya pada penopang kursi khusus untuk bersalin. Hal ini karena letak pembuluh besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh massa/berat badan bayi. Apalagi jika letak ari-ari juga berada di bawah si bayi. letakkan bantal dibawah lutut dan tekuk lutut sedikit. Jalan lahir pun menghadap ke depan. jika wanita menolak posisi tersebutdan merasakan nyeri yang amat sangat dan menginginkan posisi yang lain.cava. Hal ini karena gaya berat tubuh ibu yang berada di bawah dan sejajar dengan posisi bayi.

ibu duduk dengan punggung bersandar bantal. Kelemahan: Posisi miring ini menyulitkan dokter untuk membantu proses persalinan karena letal kepala bayi susah dimonitor. Bersandar pada suami untuk menahan selagi kontraksi berlangsung. Posisi setengah duduk dilakukan pada kala I dank Kala II. E. Kelebihannya: Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh janin untuk bisa keluar jadi lebih pendek. Sehingga proses pembukaan akan berlangsung secara perlahan-lahan sehingga persalinan berlangsung lebih nyaman. Gerakan badan perlahan-lahan ketika duduk di atas bola hamil (sebuah bola karet besar biasanya digunakan sebagai alat untuk melahirkan secara natural). Suplai oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat berlangsung secara maksimal. tekanan pada lutut nya bisa mengurangi sakit punggung si Ibu. Posisi ini cukup membuat ibu nyaman. dipegang. Bila si Ibu duduk sambil bersandar ke kursi. mintalah seseorang untuk duduk di lantai sambil bersandar ke kaki si Ibu. Dokter pun akan mengalami kesulitan saat melakukan tindakan episiotomy. di pinggir kasur atau di kursi yang kuat. Bergoyang-goyang sambil duduk Pada waktu melahirkan. POSISI SETENGAH DUDUK Posisikan si Ibu dengan bantal di punggungnya. Apalagi jika proses persalinan tersebut berlangsung lama D. kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. pergerakan yang berirama dapat membuat nyaman. . seperti sedang slow dance. terutama di tahap-tahap awal. maupun diarahkan. Kelemahan: Posisi dapat menimbulkan rasa lelah dan keluhan punggung pegal. atau minta suami untuk duduk membelakangi si Ibu. Pada posisi ini. C. Atau lingkarkan tangan si Ibu ke leher suami dan mulai bergoyang-goyang. pengiriman oksigen dalam darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu. Kalau si Ibu duduk di atas kursi.Selain peredaran darah balik ibu bisa mengalir lancar. bungkukkan badan ke depan atau tarik kaki ke atas. Bergoyang-goyang sambil berdiri Berdiri atau berjalan menolong proses kelahiran untuk mendapatkan momentum. Posisi ini juga enak untuk mengelus punggung. Pada waktu kontraksi.

I. Angkat satu kaki ke atas kursi. memberikan si bayi ruang untuk berputar sewaktu bergeran melalui lorong rahim. Gunakan kursi yang kecil agar tidak terlalu tinggi dan terasa nyaman. Berlutut Kadang kala berlutut menolong rasa sakit di punggung. Duduk dengan satu kali di atas Posisi yang tidak simetris memberikan banyak variasi. J. H. Jongkok Posisi jongkok menolong membuka pelvis si Ibu. Dilakukan terutama pada kala II. Bersandar ke depan Kalau punggung si Ibu terasa sakit. Perlahan-lahan bersandar kedepan sewaktu kontraksi. Di Rumah Sakit. Bersandar ke kaki Ibu boleh bersandar ke depan waktu berdiri. Manfaatnya: ‡ Membutuhkan usaha mengejan yang lebih sedikit ‡ Meningkatkan perasaan ingin mengejan ‡ Dapat mendorong penuruna janin . Berlutut di bagian bawah kasur sambil mengistirahatkan tangan dan badan bagian atas di atas kasur.F. Posisi ini juga enak untuk mengelus punggung. Gunakan bola hamil atau bantal yang banyak. dan tekuk ke depan perlahan-lahan. Jongkok dengan bertahan ke tembok atau ke suami juga diperbolehkan. angkat kasur dibagian kepala. bersandar ke depan bisa membuat lebih enak. Duduk di kursi seperti di gambar atau bersandar ke atas meja. si Ibu bisa bersandar tanpa kursi bila diinginkan. Manfaatnya: Mengurangi nyeri punggung G. Jongkok juga membuat si Ibu mendorong lebih efektif sewaktu melahirkan. Cobalah mengangkat satu kaki waktu duduk. letakkan satu kaki di depan. Gunakan kursi yang kuat atau palang jongkok yang disediakan di kasur untuk menahan. Si Ibu sebaiknya agak sedikit membungkuk ke arah kaki yang di angkat sewaktu kontraksi.

Manfaatnya: ‡ Mengurangi nyeri punggung ‡ Mengurangi hemoroid ‡ Dapat mengatasi detak jantung janin khususnya jika berkaitan dengan kompresi tali pusat L. Posisi ini mengurangi tekanan pada tulang punggung. Posisi dada-lutut terbuka Posisi ini dapat digunakan pada kala I dan kala II. Biasanya ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi. Pada posisi ini. Merondang/Posisi Berpijak pada Tangan dan Lutut Tidak perlu merasa malu untuk berposisi merondang sewaktu melahirkan. Posisi yang lebih terbuka membuat panggul berada pada sudut yang sangat berbeda dibandingkan jika lutut ditarik kebawah batang tubuh. Caranya: Wanita berlutut. posisi ini dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan pemantauan perkembangan pembukaan dan tindakan-tindakan persalinan lainnya.‡ Dapat mengurangi nyeri punggung Posisi jongkok tidak baik digunakan apabila ektremitas bawah cidera atau adanya kelemahan kaki. K. bersandar kedepan untuk menyangga gaya berat tubuhnya pada kedua tangan. sehingga sakit punggung tidak akan terasa dan menolong memutar si Bayi ke posisi yang lebih enak untuk melahirkan. sehingga ibu tidak usah terlalu kuat mengejan. Kelebihan: Merupakan posisi melahirkan yang alami karena memanfaatkan gaya gravitasi bumi. ‡ Dapat mengatasi masalah detak jantung janin. semisal episiotomi. Lalu dada direndahkan kearah lantai. Kekurangan: Selain berpeluang membuat cedera kepala bayi. kedua pinggul kurang fleksi (sudut > 90) dibandingkan dengan posisi dada-lutut tertutup yang biasa. . sehingga bokongnya lebih tinggi dbandingkan dengan dada. Manfaatnya: ‡ melindungi dari terjadinya gawat janin dengan prolaps tali pusat. Posisi merondang juga memberikan si Bayi suplai oksigen lebih banyak.

Lakukan usapan dengan ringan dan tanpa tekana kuat. Endorphin juga dapat menciptakan perasaan nyaman dan enak. lelah dan takut. Satu penelitian menunjukan bahwa wanita yang mendapat masase selama 20 menit setiap jam selama fase persalinan aktif merasa lebih tenang dan lebih terbebas dari nyeri. Hal itu terjadi karena pijat merangsang tubuh melepaskan senyawa endhorphin yang merupakan pereda sakit alami. . tetapi usahakan ujung jari tidak lepas dari permukaan kulit. Individu yang melakukan pemijatan harus benar-benar memberikan perhatian pada respon wanita yang dipijat untuk menentukan apakah tekanan diberikan dengan tepat. ada 2 teknik pemijatan yang dilakukan dalam persalinan. rileks dan nyaman selama persalinan. minyak pijat atau sedikit bedak supaya tangan agak licin dan ibu merasa nyaman. dan tungkai dapat memberikan kenyamanan dan relaksasi. Sentuhan seseorang yang peduli dan ingin menolong merupakan sumber kenikmatan saat ibu sakit. Berikut ini hasil wawancara dengan Dr. Bagian tubuh ibu yang dapat dipijat adalah kepala. leher. lambat dan panjang atau tidak putus-putus. Sentuhan dan kelembutan masase membuat Anda relaks.‡ Mengurangi nyeri punggung ‡ Mengurangi hemoroid 4)sentuhan dan massase . yaitu effluerage dan counterpressure. punggung dan tungkai. Memijat kepala. Teknik ini menimbulkan efek relaksasi. Dalam persalinan. Umumnya. Saat melakukan pemijatan dapat menggunakan minyak sayur. Sebuah penelitian menyebutkan ibu yang dipijat 20 menit setiap jam selam atahapan persalinan akan lebih bebas dari rasa sakit. punggung. Sentuhan dan masase Relaksasi sentuhan mungkin akan membantu ibu rileks dengan cara pasangan menyentuh atau mengusap bagian tubuh ibu.. Pemijatan secara lembut akan membantu ibu merasa lebih segar. dari RS Hermina Bekasi Banyak bagian tubuh dari wanita yang menjalani persalinan dapat dimasase. Dedy Arman Saidi Sp OG. Effluerage adalah teknik pemijatan berupa usapan lembut. effluerage dilakukan dengan menggunakan ujung jari yang ditekan lembut dan ringan. pijat juga membantu ibu merasa lebiih dekat dengan orang yang merawatnya. leher. Masase sangat baik dan merupakan cara lembut untuk membantu Anda merasa lebih segar selama persalinan. Dalam persalinan.

tetapi tidak memberikan tekanan yang kuat. Tekanan dapat diberikan dalam gerakan lurus atau lingkaran kecil. counterpressure untuk mengurangi tegangan pada ligament Pijatan Counterpressure Merupakan cara terbaik dalam menghilangkan nyeri punggung akibat persalinan. Masase dapat diperluas sampai paha. Gerakan jari menyilang perut dari satu sisi ke sisi lainnya dari sabuk pemantau janin. Mengusapnya dengan ringan. hal ini disebabkan karena kontraksi sedemikian kuatnya sehingga ibu tidak sanggup lagi menerima rangsangan apapun pada tubuh. pijatan ganda pada pinggul . dan kembali ke bagian pubik. (BOD) Pijat counterpressure adalah pijatan tekanan kuat dengan cara meletakkan tumit tangan atau bagian datar dari tangan. dan ujung jari tidak pernah terlepas dari permukaan kulit. 5). di sekitar sabuk pemantau janin. Namun perlu disadari bahwa ada ibu yang tidak biasa dipijat. Kemudian pindahkan kembali tangan ke arah pusar.Berbagai tipe pijatan memberikan efek pada wanita yang dipijat dengan berbagai cara berbeda. Berikan tekanan kuat dalam gerakan melingkar kecil. atau juga menggunakan bola tenis. Masase ini juga dapat dilakuakn sebagai gearkan saling menyilang. Letakkan tumit tangan atau bagian datar dari kepalan tangan (Anda juga dapat menggunakan bola tenis) di atas tulang ekor. Effluerage Adalah masase dengan ujung jari yang ditekankan dengan lembut dan ringan di atas perut dan di atas paha. Teknik ini efektif menghilangkan sakit punggung akibat persalinan. Masase ini digunakan selama persalinan dini. Mulailah dengan tangan pada kedua sisi pusar. Gerakan tangan ke arah atas dan ke arah luar pusar. Bidan harus memahami hal ini dan menghormati keinginan ibu 6). Anda dan pasangan Anda mungkin ingin melakukan dua jenis masase yang diuraikan di bawah ini baik untuk sebelum persalinan maupun untuk digunakan selama persalinan. bahkan disentuh saat mengalami kontraksi.

melakukan pemijatan denagn cara menggosokkan tangan pendamping persalinan di punggung ibu. penekanan pada lutut 8). 7). panas buatan dapat dilakukan dengan cara meletakkan botol air panas yang dibungkus dengan handuk di punggung. menggunakan kantong kain berisi kulit ari beras/gandum yang dipanaskan beberapa menit di microwave. kontraksi menjadi sangat menyakitkan sehingga dapat menyebabkan pembukaan serviks tidak lancar. Selain itu di dalam air otot-otot ibu mengendur ‡10). Sirkulasi darah juga menjadi lancar sehingga nyeri berkurang.berendam Air dapat menagtasi rasa sakit karena dapat menyebabkan relaksasi.Pijatan atau sentuhan pada area tertentu ternyata dapat mereduksi nyeri pasangan. Teknik pernafasan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu teknik pernafasan pada kala I awal dan teknik pernafasan pada kala I akhir. Teknik pernafasan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit persalinan. . Botol air panas yang dibungkus handuk dan dicelup ke air dingin mengurangi pegal di punggung dan kram bila ditempel di punggung. Menaruh handuk dingin di wajah juga bisa mengurangi ketegangan Pemanasan merupakan metode sederhana yang digunakan pada ibu untuk meredakan rasa sakit. Pijatan ini akan menghangatkan kulit sekaligus merangsang tubuh melepaskan senyawa alamiah pereda sakit. Bungkus botol air panas dengan handuk dan celupkan kedalam air dingin untuk mengurangi pegal punggung dank ram.Teknik pernafasan kala I awal Dilakukan dengan cara tiap kali kontraksi dari awal sampai akhir kontraksi ibu diminta untuk menarik nafas dalam-dalam dan teratur melalui hidung dan keluarkan lewat mulut. Adapaun area yang bida dilakukan pemijatan yakni di area pinggul.kompres hangat dan kompres dingin Memang tak menghilangkan keseluruhan nyeri namun setidaknya memberikan rasa nyaman. Pada puncak kontraksi bernafaslah dengan ringan dan pendek-pendek melalui . Dalam persalinan. Kompres biasanya dapat mengendalikan rasa nyeri juga memberikan rasa nyaman sekaligus meredakan ketegangan. Dingin buatan dapat dilakukan dengan cara mengompres punggung ibu menggunakan air es mengunakan washlap atau kantong kompres khusus untuk es. Jika ibu merasa tegang. Gunakan pula handuk dingin di wajah untuk mengurangi ketegangan. dan lutut. punggung. 9). Air membantu ibu lebih rileks dan lebih dapat mengedalikan diri menghadapi kontraksi sehingga tidak terlalu menyakitkan.

Ajak dia membayangkan sesuatu tempat yang memberikan dirinya tenang. bernafaslah perlahan dan teratur. Hal ini tidak mudah diterima begitu saja sehingga otak kanan harus difungsikan meyakininya. seperti sawah yang terhampar luas dengan hijaunya dedaunan padi yang melambai-lambai ditiup angin sore. minta ibu jangan mengejan terlebih dahulu karena akan menyebabkan serviks oedema. Pemberdayaan otak kanan untuk persalina yang bebas sakit pada dasarnya menanamkan keyakinan ³melahirkan itu tidak sakit´.mulut tetapi jangan terlalu lama karena bisa mengakibatkan ibu kekurangan oksigen. Musik Musik dapat membantu ibu mengalihkan perhatian dari rasa nyeri sehingga ibu merasa rileks. Sehari-hari. atau dengan musik klasik . Visualisasi dan pemusatan perhatian Para penggagas metode ini percaya melahirkan dapat menyenangkan jika ibu melibatkan otak kanan dalam proses persalinan. Agar ibu tidak mengejan terlalu awal minta ibu untuk mengatakan ³huh-huh. Otak kanan adalah bagian yang mampu memvisualisasikan sesuatu seolaholah itu nyata. atau musik alam seperti suasana air terjun dengan gemricik air yang turun. Atau hal lainnya dimana Anda lebih tau bagaimana memberikan ketenangan pada istri Anda saat ia membutuhkan ketenangan ituesional). Sebaiknya latihan dilakukan sejak kandungan berusia dua bulan atau paling lambat tujuh bulan. Orang mudah merasa sakit. Seseorang lebih mudah untuk memvisualisasikan serta merasa lebih nyaman dan tenang. Setiap ibu bisa melakukan visualisasi. dengan otak kanan kita mampu menyembuhkan diri dan menghilangkan rasa sakit termasuk dalam persalinan. Atau ajak dia ke suasana laut yang mengajak kita untuk mendengarkan deburan ombak yang perlahan mengenai kaki kita yang tercelup dalam air laut di tepian pantai. 8. Padahal. letih dan jenuh.5 jam (lebih baik di bawah bimbingan pelatih prof Tekhnik ini dengan mengarahkan sang ibu membayangkan sesuatu yang dapat membuatnya nyaman. Saat otak kanan mencapaii 8 ± 13 Hz ternyata kondisi ini merupakan gelombang alfa atau relaksasi. Masa transisi ini merupakan masa yang paling sulit karena kontraksi akan sangat kuat. Sementara pada ukuran 13-26 Hz. sambil bernafas pendek-pendek lalu bernafaslah panjang. imajinasi. Di sisi lain.Teknik pernafasan kala I akhir Kontraksi pada kala I akhir akan terjadi selama satu menit dan bisa terasa setiap menit. dan fantasi sering tidak diberdayakan. Setelah itu. manusia lebih banyak bekerja dengan menggunakan otak kiri. 7. Ibu dapat berlatih visualisai dalam waktu 7 x 2. Pada tahap ini. Dengan visualisasi. otak sangat lelah sehingga tingkat stress tinggi. keyakinan. pyuh´. . Baik itu berupa alunan ayat Al-Qur¶an yang Anda dengarkan. tetapi serviks belum membuka seluruhnya. Misalnya membayangkan seolah-olah sedang berada di taman bunga dan bayi sudah bersama ibu. ibu juga dibantu untuk tenang dan menghilangkan trauma atau naluri ekstra bawah sadar. otak kanan yang menyimpan memori tentang keindahan. Hal ini ditujukan bagi Anda yang memang suka dengan yang namanya mendengarkan alunan nada.

‡ Ibu bersandar pada punggung suami secara rileks Ibu menyandarkan punggung pada suami dengan rileks dan suami dapat mendinginkan wajah dengan washlap. plasenta. suami dapat memijat lembut punggung ibu. Posisi tegak seperti berjalan. Posisi dalam persalinan antara lain: a. peranan bidan adalah untuk mendukung ibu dalam posisi apapun yang dipilihnya. sambil menyarankan bila tindakan ibu tidak efektif atau merugikan bagi dirinya atau bagi bayinya. Kondisi seperti ini akan menyebabkan hipoksia/kekurangan oksigen pada janin. Anjurkan pula suami dan pendamping lainnya untuk membantu ibu berganti posisi. ‡ Berdiri menghadap pasangan Ibu berdiri menghadap suami dan lingkarkan lengan pada lehernya. karena jika ibu berbaring telentang berat uterus dan isinya (janin.Pada kala I. lengan diletakkan pada sandaran kursi dan menghadap ke belakang. berdiri atau jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan seringkali mempersingkat waktu persalinan. ‡ Duduk di kursi menggunakan bantal menghadap ke belakang Ibu duduk di kursi menggunakan bantal. suami dapat mengusap lembut bagian punggung. biasanya secara naluri ibu bergerak mencari posisi yang nyaman dan tetap pada posisi tersebut selama kala I Posisi yang dianjurkan adalah: ‡ Berdiri di belakang meja dengan rileks Berdiri di belakang meja dengan rileks. berdiri. Posisi duduk atau setengah duduk Posisi duduk atau setengah duduk seringkali nyaman bagi ibu dan ia bisa beristirahat dengan mudah diantara kontraksi jika . Sebaiknya. Hal ini menyebabkan turunnya aliran darah dari sirkulasi ibu ke plasenta. Anjurkan pada ibu untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan dan kelahiran. ‡ Rileks dengan posisi menungging dan merebahkan kepala pada bantal Ibu rileks dengan posisi menungging dan merebahkan kepala pada bantal. Posisi telentang juga akan memperlambat kemajuan persalinan. Untuk membantu ibu agar tetap tenang dan rileks sedapat mungkin bidan tidak boleh mengendalikan pemilihan posisi yang diinginkan oleh ibu dalam persalinannya. Ibu boleh berjalan. duduk. Bidan harus memberitahu ibu bahwa ia tidak perlu harus terlentang dalam masa persalinannya. jongkok. Letakkan tangan pada sandaran kursi. berbaring miring atau merangkak. dll) akan menekan vena cafa inferior. Kondisi ini dapatmenolong selama kontraksi jika ibu masih dapat berjalan. suami dapat diminta untuk dapat memijat pinggangnya. cairan ketuban.

Bagi bidan lebih mudah untuk membimbing kelahiran kepala bayi dan mendukung perineum. 3) duduk lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring jika dilatasi . yang berbeda jika ibu berbaring horizontal karena dapat menyebabkan terjadinya hipotensi. d. Grafitasi membantu bayi bergerak turun lebih cepat. Posisi jongkok atau berdiri Posisi jongkiok atau berdiri dapat mempercepat kala I persalinan dan mengurangi rasa nyeri yang hebat. Berbagai studi ilmiah tentang pergerakan dan posisi persalinan pada kala I dilakukan yang membandingkan dampak berbagai posisi tegak (upright position) dengan posisi horizontal (supine) terhadap nyeri dan kemajuan persalinan. Selain itu dapat membantu bayi melakukan rotasi dan peregangan minimal pada perineum. menunjukkan bahwa: 1) tidak ada ibu yang menyatakan bahwa posisi horizontal lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan posisi lainnya. Selain itu juga dapat membantu penurunan kepala bayi. b. Keuntungan dari kedua posisi ini adalah memudahkan melahirkan kepala bayi. Berbagai perubahan posisi bisa dilakukan ibu dengan atau tanpa bantuan pasangan/ keluarga atau perawat. Bergerak dan posisi tegak (upright position) dapat mempengaruhi frekuensi. 2) berdiri lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring atau duduk. posisi ibu juga dapat mempengaruhi posisi bayi dan kemajuan persalinan. perubahan posisi dan pergerakan yang tepat akan membantu meningkatkan kenyamanan/ menurunkan rasa nyeri. Perubahan posisi membantu meningkatkan asupan oksigen secara berkelanjutan pada janin. c. Posisi merangkak Merangkak seringkali merupakan posisi yang baik bagi ibu yang mengalami nyeri punggung saat persalinan. lama dan efisiensi kontraksi.merasa lelah. Berdasarkan review yang dilakukan oleh Simkin & Bolding (2004) terhadap 14 studi intervensi terkait. Posisi berbaring miring ke kiri Berbaring miring ke kiri seringkali merupakan posisi yang baik bagi ibu jika kelelahan karena ibu bisa beristirahat dengan mudah di antara kontraksi. Selain itu. Posisi ini juga bisa membantu mencegah laserasi perineum Posisi-posisi yang dipilih ibu dalam menghadapi persalinan kala I dan II sangatlah penting. berotasi dan turun pada kala II. dan meningkatkan kontrol diri ibu. Perubahan posisi secara adekuat akan dapat merubah ukuran dan bentuk pelvic outlet sehingga kepala bayi dapat bergerak pada posisi optimal di kala I. Posisi persalinan. meningkatkan kepuasan akan kebebasan untuk bergerak.

Dilakukan saat kepala bayi telah engaged. Francais. 1997). mencegah uterus menekan diafragma. Hasil studistudi tersebut menunjukkan bahwa posisi tegak (upright) selama kala II persalinan memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan posisi dorsal (supine).menurunkan nyeri dan meningkatkan kepuasan ibu. Gunakan diding atau pasangan sebagai penyanggah saat terjadi kontraksi. Saat berjongkok. pada tempat tidur atau pada dinding. antara lain: menurunkan ketidaknyamanan/ nyeri persalinan dan kesulitan mengedan sehingga memperpendek kala II. Tetapi dikarenakan kurangnya bukti yang signifikan dan keterbatasan penelitian-penelitian yang ada. berdiri atau berjalan. (Gupta & Nikdem. dan menurunkan jumlah bayi dengan Apgar score yang kurang dari 7. rata-rata pelvik outlet menjadi 28% lebih besar dibandingkan dengan posisi berbaring. antara lain: ‡ Pada tangan dan lutut: dapat mengurangi nyeri punggung dan memberikan kesempatan pada bayi dengan presentasi oksiput posterior untuk berputar serta membantu bayi yang mengalami distress karena posisi ini memaksimalkan aliran darah ke uterus dan plasenta. dan 5) posisi tegak tidak memperpanjang masa persalinan dan tidak menyebabkan cedera pada ibu yang sehat. Walaupun demikian. maka keuntungan poisisi tegak belum dapat direkomendasikan untuk memperpendek durasi persalinan dan meningkatkan kenyamanan ibu.serviks kurang dari 7 cm. Posisi ini akan sulit dilakukan apabila ibu mendapat epidural anestesi. 2003. menurunkan trauma perineum/ vagina dan infeksi pada luka persalinan. ‡ Posisi tegak (upright): š Duduk pada awal persalinan: membuat uterus maju kedepan. terdapat satu studi yang menunjukkan bahwa posisi tegak (dengan atau tanpa kursi persalinan) dapat meningkatkan kejadian robekan labium dan meningkatkan perdarahan post partum. Berlutut bisa dilakukan di atas bantal. Berbagai studi intervensi juga dilakukan guna mengetahui efektifitas dan efisiensi berbagai posisi ibu pada Kala II. š Berdiri atau berjalan: membantu memperlebar pelvik outlet dan membiarkan grafitasi bekerja mendorong bayi menekan serviks. dan memperbaiki aliran darah pada otot yang berkontraksi. . š Berjongkok (squatting): membuka pelvis lebih lebar sehingga bayi memiliki cukup ruang untuk bergerak turun ke jalan lahir. 4) posisi tegak -duduk. Dapat menggunakan squatting bar atau dua orang yang mendukung mempertahankan posisi ini. š Berlutut saat kelahiran: mempertahankan posisi upright tanpa menegangkan punggung. Sebaiknya tidak digunakan pada persalinan dengan presentasi oksiput posterior. Bisa menggunakan kursi persalinan atau kursi lainnya atau menggunakan bola. Adapun berbagai perubahan posisi yang dapat dilakukan ibu. Sedangkan Review sistematis terhadap sembilan studi intervensi tentang posisi ibu di kala I persalinan yang dilakukan oleh Souza et al (2006) menunjukkan bahwa mengadopsi posisi tegak atau ambulasi aman bagi ibu dan memberikan kepuasan karena adanya kebebasan untuk bergerak.

Perawat berperan membantu ibu dalam memahami apa yang dibutuhkan oleh tubuhnya dan memutuskan posisi mana yang memberikan kenyamanan dan membantu memperlancar kemajuan persalinan. duduk atau berjongkok. terbaik atau terburuk tentang posisi persalinan. Posisi yang paling tepat bergantung pada kenyamanan yang dirasakan ibu berdasarkan kejadian persalinan yang dialaminya. Posisi apapun yang dipilih ibu. diantaranya posisi tegak akan sulit dilakukan jika ibu mendapatkan epidural anestesi. Tidak ada posisi yang sempurna.Salah satu tanggung jawab perawat yang penting pada kala I dan kala II persalinan adalah membantu ibu mendapatkan posisi yang aman dan meningkatkan kenyamanan bagi dirinya. . Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perawat dalam membantu ibu mendapatkan posisi yang tepat. dan sebagian yang lain merasa lebih baik dengan berjalan. kuncinya adalah perubahan posisi. Sebagian besar wanita merasa nyaman berbaring miring selama persalinan. Tidak ada yang benar atau salah. Perawat perlu mengingatkan ibu untuk bernafas secara teratur disetiap kontraksi dan fokuskan perhatian pada bayi yang akan dilahirkan. perubahan posisi akan membantu meningkatkan rotasi janin dan menurunkan penekanan pada bagian presentasi pada area sacrum. Perawat perlu memberikan perhatian bahwa pada ibu yang mengalami nyeri punggung akibat back labor (janin dengan presentasi oksiput posterior).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->