PERIWAYATAN SEJARAH MELAYU

May 2, '08 11:21 PM by Bang Rudy for everyone

Bab I
Pendahuluan Penulisan Sejarah Dan Budaya Melayu Istilah “sejarah” dalam konteks ini berartti cerita masa lalu berupa “penulisan sejarah” yang merujuk kepada sumber atau karya yang dihasilkan penulis tempatan.Uraian di dalamnya berupa tafsiran masa lampau.Tafsiran dibuat berdasarkan uji dan analisis kritis terhadap data yang diperoleh dari rekaman atau peninggalan masa lalu itu.”Sejarah” dalam uraian berikut tidak terpisah dari “budaya” atau kebudayaan (cultural historiography). Secara terpisah kebudayaan diartikan sebagai hasil karya dan karsa manusia,baik dalam bentuk materiil,buah pikiran maupun corak hidup manusia.Dengan demikian,kebudayaan lebih mengarah kepada cara hidup manusia,baik masa kini ataupun kehidupan masa silam.Bahkan menurut EB.Taylor kebudayaan mencakup aspek yang amat luas,yakni pengetahuan,kepercayaan,kesenian,moral dan adat istiadat dan segala kebiasaan yang dilakukan dan dimiliki oleh manusia sebagai masyarakat. Segala yang diterima dan dipercayai dilakukan secara berkekalan.Secara singkat dapat dikatakan bahwa kebudayaan adalah ajaran atau doktrin yang diamalkan oleh suatu bangsa.Ajaran tumbuh pada dasarnya oleh kehendak mempertahankan hidup,yang bermula bagi dirinya dan seterusnya anak keturunannya secara turun-temurun.Sifat dan bentuknya tergantung dengan kondisi alam tempat hidupnya.Karena itu kebudayaan senantiasa berubah,baik karena disempurnakan ataupun karena bersentuhan dengan kebudayaan lain.Persentuhan dengan kebudayaan lain tidak selamanya dapat memperkukuh kebudayaan suatu bangsa,bahkan dapat memperlemah dan mungkin menghancurkannya. Berkait dengan kebudayaan Melayu,sejarah pertumbuhannya dapat ditelusuri sejak zaman prasejarah.Untuk memperoleh keterangan yang diperlukan dapat mengacu pada dua sumber.Pertama,peninggalan manusia prasejarah serta kebudayaannya masa itu yang meliputi fosil-fosil dan artefak-artefak yang ditemukan di dalam tanah,melalui penggalian atau ditemukan secara kebetulan.Kedua,Suku-Suku Bangsa yang waktu hidup terbelakang. Di Sumatera,khususnya Riau menghadapi persoalan prasejarah yang sulit,terutama dalam usaha memperoleh gambaran tentang asal-usul penghuni pertama,beserta kebudayaannya.Kondisi ini di Sumatera dan Riau pada umumnya hampir tidak ditemukan fosil-fosil dan artefak-artefak yang dapat mendukung ke arah penelitian itu.Hal ini berbeda dengan di Jawa ditemukan ditemukan berbagai fosil dan artefak.Hingga sekarang Sumatera tidak menghasilkan tulang-tulang dari manusia pertama.Kenyataan tidak mengahasilkan suatu bukti,baik tulang belulang maupun sisasisa tanaman,untuk menunjukkan sesuatu yang timbul disana sebelum akhir Zaman Pleistosein,10-15.000 tahun yang lalu.Semua penyelidikan geologi yang dilakukan di Sumatera selama abad terakhir tidak berhasil menemukan fosil mamalia prasejarah,seperti yang banyak ditemukan di Jawa.Walaupun di Riau belum ditemukan fosil-fosil dan kurangnya artefak-artefak sebagai sumber utama untuk mendapat keterangan tentang kehidupan manusia pertama di Riau,tetapi para peneliti masih dapat mengambil manfaat terdapatnya suku-suku yang terbelakang yang hidup di beberapa daerah Riau saat ini.Suku-suku yang dimaksud antara lain:Suku Sakai di daerah Minas,Duri,Siak,Sungai Apit;Suku Orang Hutan atau Orang Bonai di Kec.Kuto Darussalam dan Kepenuhan Kampar;Suku Akik di Siberida,Rengat dan Pasir

Penyu;Suku Laut atau Orang Laut di Inderagiri Hilir dan Kepulauan Riau. Masih terdapatnya suku-suku terbelakang di atas memperkirakan adanya gelombang kedatangan nenek moyang itu ke daerah Riau.Gelombang pertama terdiri dari Ras Weddoide(Wedda) yang dating sesudah zaman es terakhir dan Zaman Mesolitikum yang oleh kebanyakan ahli dinyatakan sebagai suku Ras pertama penghuni Nusantara ini.Menurut Va Heekeren,kedatangan ras Wedda ini diikuti pula oleh Ras Melanesia,Austroloida dan Negrito.Mereka mencapai pulau-pulau Nusantara dengan berperahu.2 Sisa dari Ras Weda ini masih terdapat di Riau sekarang ini,yaitu Suku Sakai,Kubu dan Suku Orang Utan,sebagaimana disebutkan di atas. Para ahli mensejajarkan Suku Sakai yang mendiamin daerah Bengkalis dengan suku-suku Senoi di Malaysia,suku Tokeo dan Toela di Sulawesi,sebagai sisa yang termurni dari orang Wedda.Bahkan Setyawati Sulaiman memperkirakan orang Senai di Melaka sebagai sisa yang termurni dari orang Wedda. Di Indonesia menurutnya ciri-ciri orang Wedda itu ada pada orang Sakai di Riau dan Orang Kubu di Jambi dan Palembang.Ciri-ciri mereka antara lain rambut berombak-ombak,warna kulit sawo matang,bertubuh pendek(1,55 meter),dan berkepala “mesocephal”. Kemudian menyusul kedatangan ras rumpun Melayu.Gelombang pertama dating sekitar tahun 2500-1500 SM yang disebut bangsa “Proto-Melayu” atau “Austronesian” Ke Asia menyebar ke Semenanjung Tanah Melayu dan terus ke bafian barat Nusantara.Mereka adalah pendukung Kebudayaan Zaman Batu (Neolitikum) atau yang mencerminkan kehidupan manusia dalam zaman Neolithic.Pada masa itu manusia telah mampu menghasilkan bahan makanan dengan cara bertani.Keturunan mereka banyak tinggal di pedalaman Kepulauan Melayu,dan di Riau diidentifikasikan sebagai suku Talang Mamak dan suku Laut.Gelombang kedua terjadi sekitar tahun 300 SM,disebut Deutro Melayu.Kedatangan mereka menyebabkan terdesaknya suku Proto-Melayu,sehingga memaksa terdesaknya suku Proto-Melayu,sehingga memaksa mereka pindah ke daerah pedalaman,dan sisanya bercampur dengan pendatang baru. Dalam proses selanjutnya,suku Deuto Melayu yang berasimilasi dengan pendatang terdahulu serta dengan orang-orang yang datang kemudian,menurunkan generasi yang hidup sekarang ini.Keturunan mereka itu yang pada umumnya mendiami Nusantara (Asia Tenggara),khususnya di Kepulauan Melayu.Setelah masuknya Islam di wilayah ini,identitas Melayu menemukan jati dirinya. Istilah “Melayu” di dalam tulisan ini digunakan untuk menunjuk kepada suku bangsa yang mendiami wilayah-wilayah Islam di Indonesia,Malaysia (Semenanjung),Pathani (Thailand Selatan) dan Mindanao (Filipina Selatan).Dalam cakupan wilayah demikian,juga disamakan pengertiannya dengan Asia Tenggara atau Nusantara yang mencakup wilayah yang sama pula,tidak tebatas pada wilayah kepulauan yang kini masuk kekuasaan Republik Indonesia.Dalam konteks yang terakhir sekali,istilah Melayu merujuk secara terbatas kepada Semenanjung Malaysia.Inilah yang disebut V.Matheson dan B.W.Andaya sebagai Melayu dalam arti sempit,yaitu negara(wilayah) yang melanjutkan dan mewarisi tradisi Melaka.Ciri yang paling akrab adalah adanya bahasa yang sama,yaitu bahasa Melayu. Sebelum Islam,Melayu dikenal sebagai salah satu suku bangsa yang menggunakan bahasa tertentu yang disifatkan sebagai salah satu bahasa daerah.Dengan kepercayaan terhadap HinduBuddha,mereka tersebar di seluruh Asia Tenggara dengan cirri-ciri budaya dan keagamaan yang sama.Setelah Islam masuk dan berkembang,kawasan ini menjadi suatu rumpun yang memiliki identitas berbeda dari segi keagamaan .Identitas rumpun ini menjadi jelas,setelah Islam memilih menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa penyebaran agama Islam di kawasan ini.Dengan demikian bahasa Melayu yang dahulunya merupakan salah satu bahasa daerah dan bersifat

pinggiran diangkat menjadi bahasa yang mampu membicarakan persoalan ilmiah dan rasional,dan bangsa yang mendukung bahasa tersebut turut terangkat derajatnya bersama bangsa Melayu.Setelah Islamisasi meluas di Nusantara istilah Melayu ini digunakan untuk semua rumpun di Nusantara,sehingga ia dikenal pula sebagai”Alam Melayu” atau “Dunia Melayu”.Karena itu,dari segi istilah Melayu disinonimkan dengan istilah-istilah Islam,Melayu dan Jawi merupakan rangkaian kata yang berhubungan rapat.Contoh,istilah masuk Islam sering dikatakan masuk Melayu,kitab Jawi tidak lain adalah kitab bertuliskan Arab-Melayu.

Bab II
Definisi Melayu Pengertian orang mengenai Melayu sering saja keliru dan dicampurbaurkan.Hal ini disebabkan karena Melayu oleh karena pengertian “Bahasa” ada karena pengertian “Ras” dan ada pula karena pengertian etnis sukubangsa dan kemudian dalam pengertian umum”sesama agama Islam”.Maka mau tidak mau haruslah kita telusuri kembali sejauh mungkin apa yang dicatat oleh sejarah.Orang Melayu mendiami wilayah:Thailand Selatan,Malaysia Barat dan Timur,Singapura,Brunei,Kalimantan Barat,Temiang (Aceh Timur),pesisir Timur Sumatera Utara,Riau,Jambi danPesisir Palembang. Asal Usul Nama Melayu 1.Berdasarkan Mitos Bukit Seguntang Berdasarkan pembahasan tradisi Melayu,kedudukan raja dan kerajaan dipandang sebagai anugerah yang datang dari atas dan karena itu dianggap suci.Kesucian itu di buktikan dengan mitos asal usul raja yang dikaitkan erat dengan seorang tokoh yang dianggap sebagai keturunan Iskandar Zulkarnain.,yaitu Sang Sapurba.Raja Iskandar Zulkarnain atau lebih dikenal sebagai Alexander The Great merupakan tokoh agung yang memiliki kerajaan yang terbentang dari Eropa hingga ke Asia sehingga keberhasilannya menjadi inspirasi bagi Napoleon Bonaparte bahkan Adolf Hitler,di kemudian hari.Hal itu menjadi sanjungan serta kebanggaan bagi keturunannya,sehingga menjadikannya sebagai asal usul keturunan Raja-Raja besar,termasuk kemaharajaan Melayu. Dalam bukunya,Sejarah Melayu,Suatu Kajian Aspek Pensejarahan Budaya Kuala Lumpur,Harun Daud mengidentifikasikan Iskandar Zulkarnain sebagai Alexander The Great dari Macedonia.Di situ dikatakan bahwa”…Raja Iskandar anak Raja Darab (Darius),Rum (Romawi) bangsanya,Macedonia negerinya,Zulkarnain gelarnya…” Dalam buku Shorter Encyclopedia Of Islam disebutkan bahwa gelar “Zulkarnain” dalam literatur Arab diberkan kepada beberapa tokoh,termasuk Ali Bin Abi Thalib.Akan tetapi paling banyak di berikan kepada Alexander The Great. Ketika Sang Sapurba muncul di Bukit Seguntang Mahameru,ia bersama saudara-saudaranya menjelaskan bahwa kehadiran mereka dengan katakata:”Kami ini bangsa manusia,asal kami dari Raja Nusyirwan Adil,Raja Masyriq dan Magrib,serta pancar kami dari Raja Sulaiman Alaihissalam”.Selanjutnya disebutkan dalam Sejarah Melayu (Sulatat Al Salatin) ,ia lahir di alam Dika dan disanalah ia memperoleh “mahkota koderat” sebagai bukti asal-usulnya sebagai keturunan Iskandar Zulkarnain.Ketika sampai di Bukit Seguntang,ia diminta oleh dua orang petani agar membuktikan kesaktiannya.Waktu itu juga ia membuat padi berbuah emas,berdaun perak dan berdaun

tembaga.Sementara itu di tempat lain,yaitu Pulau Bintan terdapat seorang Raja perempuan yang bernama Wan Seri Beni (Benai),setelah beberapa lama Sang Sapurba menjadi raja di Bukit Seguntang ia berangkat ke Bintan melalui Tanjung Pura. Setiba di Bintan ia menikahkan anaknya,Nila Utama dengan seorang Puteri dari Ratu Seri Beni tersebut.Nila Utama menetap di Bintan dan menjadi raja di sana.Kemudian dengan bantuan Ratu Bintan,Nila Utama mendirikan kerajaan di Singapura,dengan memakai gelar Sri Tri Buana.Di Singapura dinasti Sri Tri Buana berlanjut selama 32 tahun sampai pada masa cicit nya,yaitu Iskandar Syah yang pada masa pemerintahannya Singapura diserang Majapahit sehingga ia melarikan diri ke Muar.Setelah itu ke Bertam.Di Bertam itulah dia mendirikan kerajaan Melaka. 2.Nama Melayu Berasal Dari Kerajaan Melayu Purba Menurut berita yang ditulis di dalam Kronik Dinasti Tang di Cina,sudah tertulis nama kerajaan di Sumatera yang ditulis pada tahun 644 dan 645 Masehi.Seorang Pendeta Buddha Cina yang bernama I-Tsing dalam perjalanannya ke India pernah bermukim di Sriwijaya (She Li Fo She)untuk belajar bahasa Sansekerta selama 6 bulan.Menurut tulisannya,dari sini ia menuju Mo Lo Yue dan tinggal selama 6 bulan pula sebelum berangkat ke Kedah dan ke India.Dalam perjalanan pulang kembali ke Cina tahun 685 M ia singgah lagi di Mo Lo Yu yang ternyata sudah menjadi bagian dari She Li Fo She. Rupanya Kerajaan Melayu itu sudah di taklukkan ataupun menjadi satu dengan kerajaan Sriwijaya (antara tahun 645-685 M) menurutnya ,perjalanan pelayaran dari Sriwijaya ke Melayu ditempuh selama 15 hari dengan menggunakan kapal layar yang sederhana.Dimana letak pusat kerajaan Melayu itu banyak sarjana Sejarah berbeda pendapat,tetapi kebanyakan menetapknnya berada di hulu sungai Jambi(sungai Batanghari).Memang dalam eskavasi kepurbakalaan akhirakhir ini,banyak sekali ditemukan reruntuhan candi,patung-patung dan peninggalan kepurbakalaan lainnya yang cukup tua usianya.Di dalam mitologi orang Melayu seperti tertera di dalam “Sejarah Melayu”,turunnya Sang Sapurba bersama ke-2 saudaranya adalah ditempat yang disebut “Bukit Seguntang Maha Meru” di hulu Palembang,namun di puncak bukit tersebut terdapat makam kuno yang dipercayai makam Datok Tenggorok Berbulu,yang mengingatkan kita akan salah satu nama Dewa Siwa yaitu Nelakantha (Si Leher Hitam). Apabila kita mengikuti pendapat dari Prof.Dr.J.G.Casparis,maka kerajaan Melayu yang telah ditaklukkan Sriwijaya itu sesuai dengan prasasti yang berisi kutukan di Karang Berahi.Menurut De Casparis,sekitar akhir abad ke-11 sampai tahun 1400 M kerajaan Kelayu itu telah pulih kembali.Bahkan untuk menangkis bahaya dari Sriwijaya Kerajaan Melayu itu bekerjasama dengan Kerajaan Jawa Singosari sehingga Kerajaan Jawa itu mengirimkan balatentara yang besar menghancurkan Sriwijaya yang disebut dengan Ekspedisi Pamalayu (1275 M),dan dikirimkannya arca Amoghapasa Lokeswara (1286 M) di Padang Roco,pengiriman itu disambut oleh rakyat Melayu secara gembira bahkan oleh Raja Srimat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa.Di belakang Arca itu kemudian ditulis prasasti Raja Adityawarman (1347 M).Yang kemudian melanjutkan Kerajaan Damasraya (Melayu) itu.Baik Kerajaan Damasraya (melayu) maupun kerajan Sriwijaya menggunakan bahasa dan aksara Melayu Kuno ,sebagai contoh nya adalah Prasasti Boom Baru (Pinggiran Sungai Musi) yang berasal dari akhir abad ke7 M. Kemudian Kerajaan Melayu yang berpusat di hulu sungai Jambi itu pindah ke wilayah Minangkabau (suruaso),Raja Asityawarman tidak pernah menyebut kerajaannya itu sebagai Kerajaaan Minangkabau,tetapi sebagai “Kanakamedinindra Suwarnabhumi” yaitu Penguasa

maka orang Jawa menguasai kehidupan di Palembang dan Jambi seperti yang dilaporkan penulis Portugis Tome Pires.Negeri Emas. Berpijak pada yang esa .Mereka bersih dan berketurunan baik.yaitu kesamaan dalam beragama Islam.bukan saja membentuk masyarakat Islam tetapi juga membentuk “Budaya Melayu”. Cenderung bersifat konservatif f. Tidak suka berbicara keras-keras dengan tekanan terhadap setiap kata atau kalimat.yang dulunya dikuasai Sriwijaya dan Melayu.maka sejak itu terbentuklah suatu wadah baru bagi orang Islam yang disebarkan dari Melaka ke segenap penjuru di Nusantara.sangat gemar akan musik dan sangat berkasih sayang.bahkan sampai di Jayakarta dan Indonesia Timur.Suka mengembara. Bertindak patut menurut adat dan pendapat orang banyak c.Majumdar mengatakan bahwa ada satu di India bernama Malaya dan Orang Yunani menyebut mereka Malloi dan ada lagi nama gunung Malaya.berbahasa Melayu dan beradat-istiadat Melayu.R.Banyak lagi nama-nama tempat di Asia Tenggara dan Nusantara yang berasal dari India.Summa Oriental:”Jambi kini di bawah Patih Rodim.hal 277.Dr.Sejak itu terbentuklah definisi jatidiri Melayu yang baru yang tidak lagi terikat kepada faktor genealogis (hubungan darah) tetapi dipersatukan oleh faktor cultural (budaya) yang sama.Pada orang Melayu ada beberapa nilai (norma) yang menonjol yaitu: a.Raja Demak. e.C.suatu ras yang paling gelisah di dunia.dalam bukunya.Setelah masa pudarnya Sriwijaya dan Melayu (Jambi dan kemudian di Pagarruyung) karena serangan dari Jawa. 3.Setidaknya sekarang ini orang Jambi dan Palembang masih disebut sebagai “Orang Melayu”.Penyebaran melalui rute dagang ini sambil diikuti perkawinan dengan puteri raja setempat.Penduduk Jambi sudah lebih mendekati penduduk Palembang yaitu lebih ke-Jawa-annya daripada keMelayuan-nya”.The Beginning Of Change.” 4.suka mendirikan kampung-kampung namun dengan mudah meninggalkannya.Definisi Jatidiri Melayu Menurut J.Bahkan pada suku Karo ada Marga Sembiring yang berasal dari India.M Gullick dalam Malay Society In The Late 19th Century.mempunyai kebiasaan mempelajari bahasa mereka tetapi juga berusaha memperluas pengetahuan mereka dan juga mempelajari bahasa Arab.yaitu senang mengejar status yang lebih tinggi b. Mengenai asal usul nama “Melayu” itu Prof.M Gullick Menurut J.Definisi Melayu berkaitan dengan masuknya Islam tahun setelah 1400 M Setelah pusat Imperium Melayu berada di Melaka 1400 M dan Parameshwara di-Islamkan oleh Syekh dari Pasai. Adanya konsep status.terbitan Oxford University Press. Tapi bagaimanapun Bahasa Melayu yang menjadi Lingua Franca di Nusantara sejak disebarkan oleh Imperium Sriwijaya dan Melayu sejak abad ke-6 M itutermasuk adat-istiadat raja-rajanya yang di bawa Parameswara ke Melaka ditahun 1400-an telah memperkuat jati diri Melayu.Berikut pengertian orang Melayu menurut kesepakatan para ahli-ahli Barat:”Orangorang Melayu (Malaios) adalah orang Islam dengan bahasa Melayu. Jika menerima malu dapat berbuat amok atau sindiran d.Singapore 1989.sehingga kita lihat pada masa kedatangan orang Barat kemari telah terbentuk kerajaan-kerajaan maritime di sepanjang kuala-kuala sungai di pesisir timur Sumatera dan Kalimantan serta di Thailand Selatan.

j.sebagai suatu bahasa yang dikenal dan dimengerti semua orang. Mementingkan sekali budi dan bahasa yang menunjukkan sopan dan santun dan tingginya peradaban Melayu. Mementing budaya Melayu k.tetapi disebut ”Orang Lain” atau “Budak Asing”.Pandangan ini melahirkan sebutan bahwa orang bukan Islam lalu masuk Islam disebut “Masuk Melayu”.ketertiban dan kemakmuran masyarakat.lazimnya berbahasa Melayu. Musyawarah dan mufakat merupakan sendi kehidupan sosial orang Melayu l. Ramah tamah dan terbuka kepada tamu m.Hal ini banyak dituangkan dalam bentuk adat.g. Sangat mementingkan penegakan hokum untuk keamanan.mengikuti adat-istiadat Melayu. i. Bab III Zaman Kerajaan Melayu Kerajaan Melayu Hindu (644 M-1400 M) ϖ Kerajaan Damasraya terletak di Bukit Seguntang Mahameru dan didirikan oleh Sang Sapurba.bahkan melampaui negeri dan sampai ke Filipina.ia juga diketahui dan digunakan di Persia.bahasa Melayu tidak hanya dituturkan di seluruh Nusantara dan juga negeri-negeri Timur.Sebaliknya orang Melayu yang keluar dari agama Islam tidak lagi diakui sebagai orang Melayu.agama . Kerajaan Melayu Hindu berakhir ketika Penguasa Melaka yang bernama Parameswara memeluk agama Islam pada tahun 1400 M dan bergelar Megat Iskandar Syah. Melawan hanya pada saat terdesak Menurut pengakuan Vallentijn (1712 M) seorang peneliti Belanda. Kerajaan Melayu Islam (1400 M-Sekarang) Meskipun Sultan Malaka yang pertama yaitu Iskandar Syah telah memeluk agama Islam. h. ϖ Kerajaan Bintan Hindu yang dipimpin oleh Ratu Wan Sri Beni ϖ Kerajaan Singapura Hindu yang didirikan oleh Sang Nila Utama di Tumasik. Dari uraian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa orang Melayu itu adalah: ¬ Melayu adatnya ¬ Melayu bahasanya ¬ Islam agamanya Pandangan ini di sempurnakan lagi oleh Ismail Hamid dari Dewan Bahsa dan Pustaka Malaysia yang mengatakan bahwa Melayu itu adalah seseorang yang menganut agama Islam. Mengutamakan pendidikan dan ilmu.Penterjemah beliau bahkan telah mendengar Bahasa Melayu digunakan di jalanan kota Kanton.sepeninggal Sang Sapurba yang pergi ke Bintan kerajaan ini di pindahkan ke hulu sungai Jambi dan akhirnya berpusat di Pagarruyung.

dalam pemerintahan Sultan di Bantu oleh Datuk Bendahara dan dewan permusyawaratan yang disebut Wazir Berempat sedangkan angkatan perang dipegang oleh seorang Laksamana.Brunai dan Tempasok (Terengganu) namun yang menonjol hanyalah kerajaan Melaka.Akhirnya Sultan ditangkap lagi di Aceh dan dibunuh di sana. Pada umumnya banyak terdapat kerajaan-kerajaan Melayu di Semenanjung Malaysia seperti Selangor. Sultan Ibrahim Syah (1677 M-1685 M) 9.Sabah.Sultan ini sangat gigih dalam usaha-usahanya mengusir Portugis dan memulihkan kedaulatan Kerajaan Melaka. 3.bergelar Sultan Muhammad Syah(1424 M-1444 M) 3. Sultan Mansur Syah (1458 M-1477 M) B.Sultannya adalah: 1.Parameswara.berhubung pada saat itu terjadi perselisihan kekuasaan antara Bendahara dan Ibu Sultan. A. Sultan.Sultan ini membantu Pasukan Pati Unus dari Demak dalam usahanya menyerang Portugis di Malaka. Sultan Abdul Jalil Syah III (1623 M-1677 M) 8. Sultan Alauddin Righayat Syah III (1597 M-1615 M) Sultan ini tidak mengakui Johor sebagai Kerajaan jajahan Aceh dan akhirnya Johor di serang oleh Aceh. Sultan-Sultannya adalah: 1.Kerajaan Melaka (1400 M-1511 M) Kedaulatan dan kekuasaan ada di tangan Sultan.Raja Kecil Besar atau Sri Maharaja. Sultan Muzaffar Syah (1564 M-1570 M) Bekerjasama dengan Portugis untuk menangkis serangan dari Aceh.Baginda Sultan beserta istri nya ditawan di Aceh dan meninggal di sana.Namun setelah kembali ke Johor Sultan menolak tunduk kepada Aceh dan berkawan dengan Portugis. Sultan Muzaffar Syah (1444 M-1458 M) 4. 7.Johor-Riau dan Lingga-Riau. Sultan Mahmud Syah II (1685 M-1699 M) sultan ini tidak memiliki putra sehingga . 2. Sultan Mahmud Syah I (1511 M-1528 M) merupakan Sultan terakhir Kerajaan Melaka sekaligus Sultan Pertama Kerajaan Johor-Riau.Kerajaan Johor-Riau (1511 M-1784 M) Pada tahun 1511 M Portugis datang dan menyerang Malaka akibat serangan ini Sultan beserta perangkat Pemerintahan terpaksa mengungsi dan memindahkan pusat kerajaan dari Melaka ke Johor sehingga Kesultananan ini lebih dikenal sebagai Kerajaan Johor-Riau. Sultan Ali Jalla Abdul Jalil Syah II (1571 M-1597 M) Ayah dari Sultan Abdul Jalil Syah I. 6. 5.bergelar Sultan Iskandar Syah (1400 M-1424 M) 2.Sultan di bawa ke Aceh namun dikembalikan lagi ke Johor dengan isyarat agar mau menjadi jajahan Aceh.Islam justru baru menyebar dengan pesat pada masa kekuasaan Sultan Muhammad Syah yang masuk Islam setelah melihat seorang Syekh dari maghribi melakukan shalat di pinggir pantai. Sultan Alauddin Righayat Syah II (1528 M-1564 M) pada masa ini Kerajaan Johor-Riau mendapat serangan dari Aceh. Sultan Abdul Jalil Syah I (1570 M-1571 M) cucu Sultan Muzafar Syah yang ditunjuk langsung menjadi pewaris ini meninggal pada umur 9 tahun diduga karena diracun. 4.

namun dalam melakukan pejuangannya beliau gugur.Bahkan banyak intrik-intrik yang memperebutkan kekuasaan selalu berujung pada meninggalnya Sultan karena dibunuh oleh Pihak Bugis.Melalui Surat Keputusan Pemerintah Belanda STBL 1913/19 maka .Atas jasa-jasanya.namun rencana nya telah diketahui dan Beliau diturunkan dari tahtanya.Ia pun mengungsi ke Senapelan dan mendirikan Kerajaan Siak di sana. 13. 11. 3.bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1718 M-1722 M) Ia mengaku sebagai putera dari Sultan Mahmud Syah II sehingga merasa berhak atas tahta kerajaan.Kerajaan Lingga-Riau (1784 M-1913 M) Pada masa ini kekuasaan Belanda sudah kuat di kerajaan Lingga-Riau hal ini dapat dilihat dengan penempatan seorang Residen di tanjungpinang yang di maksudkan untuk dapat mengawasi tindak-tanduk Sultan. Sultan Abdul Jalil Righayat Syah IV (1699 M-1718 M) sebelumnya adalah Bendahara. C. Sultan-Sultannya adalah: 1. Sultan sebagai kepala negara berkedudukan di Tanjungpinang sedangkan YDM sebagai jabatan yang turun-temurun dipegang bangsawan Bugis dan berfungsi sebagai kepala Pemerintahan berkedudukan di Pulau Penyengat. 12. Sultan Badrul Alam Syah (1857 M-1883 M) 7.Daeng Cellak dan Daeng Perani.Hal ini dibuktikan dengan memaksa agar ibukota Johor di pindahkan ke Lingga dengan alasan lebih dekat ke Batavia.berakhirlah dinasti Sultan-Sultan keturunan Melaka. Sultan Ahmad Righayat Syah (1761 M) kematiannya dicurigai sebagai akibat ada upaya pihak-pihak tertentu yang ingin lebih leluasa berkuasa. Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah (1722 M-1760 M)Dalam usahanya menggulingkan Raja Kecil ia dibantu oleh 4 Bangsawan Bugis yaitu Daeng Marewah.Akhirnya Belanda dapat menancapkan pengaruhnya dengan leluasa di Kerajaan Johor-Riau. Sultan Muhammad Syah (1832 M-1834 M) 5. 15.Akibatnya kekuasaan Bugis begitu besar dan Sultan hanya tinggal lambang. Sultan Abdurrahman II (1824 M-1832 M) Kekuasaan Sultan ini dimulai setelah Traktat London yang membagi dua kekuasaan Lingga-Riau dengan wilayahnya yang ada di semenanjung Malaya diberlakukan 4. Sultan Mahmud Muzafar Syah (1834 M-1857 M) 6.pihak bugis minta ikut berkuasa sebagai pemerintah di samping Sultan dengan gelar Yang Dipertuan Muda.Namun 4 tahun kemudian kekuasaannya digulingkan. Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah (1760 M-1761 M) 14. Sultan Abdurrahman Muazam Syah (1883 M-1913 M) Sultan ini diam-diam sedang merencanakan perlawanan melawan Belanda. Sultan Mahmud Syah III (1761 M-1784 M) Pada masa ini Raja Haji Fisabilillah selaku YDM IV melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Belanda yang semakin menekan kerajaan Johor Riau.Akhirnya Ia menyerang Johor dengan dibantu oleh Raja Pagarruyung dan menang.Dengan dipindahkannya Kerajaan ke Lingga maka berakhirlah riwayat Kerajaan Johor-Riau. Raja Kecil. 10. Sultan Mahmud Syah III (1784 M-1812 M) 2. Sultan Abdurrahnan (1812 M-1824 M) Pada masa ini Inggris berebut kekuasaan atas LinggaRiau dengan Belanda.namn setelah Sultan meninggal tapi tidak mempunyai Putra akhirnya Ia yang ditunjuk menggantikan Sultan.

Lagipula bukan tidak mungkin apabila kejayaan Melayu terulang kembali pada masa kini.1994.dapatlah kita menarik kesimpulan tentang apa.Kesultanan Melayu Lingga-Riau dihapuskan.Kebudayaan material tercermin dari surau.Agama Islam meresap dalam setiap perbuatan-perbuatan yang digariskan oleh hukum adat Melayu. Dalam bidang bahasa dan kesusasteraan pengaruh Islam sangatlah kentara.Saran Hendaknya keunggulan peradaban bangsa Melayu pada bidang Bahasa dan Kesusasteraan dapat kita lestarikan dan kita kembangkan sebagai usaha mempertahankan khazanah budaya Melayu.Jatidiri Melayu.Raja dan Kerajaan dalam Kepustakaan Melayu.karena semangat mereka tetap hidup dalam diri kita. Mahdini.Tengku. Bab IV Penutup 1.MA.Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Seni Budaya Melayu.MA.tetapi kita harus dapat mengamalkan segala teladan yang baik yang ditinggalkan mereka. Setelah Islam masuk. Mahdini.Daulat Riau Pekanbaru.mesjid. Daftar Pustaka Luckman Sinar SH.agama ini menjadi identitas Melayu.Secara umum yang dimaksud sebagai Orang Melayu itu adalah suatu suku bangsa yang mendiami wilayah Semenanjung Melayu.namun dalam konsep keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.beradat Melayu dan berbahasa Melayu.Inggris.Dr.Aceh dan Jambi.Yayasan Pusaka Riau.Kebiasaan terdahulu yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami ditinggalkan.seni suara dan dan seni tari.Medan.2003 .Pengaruh Islam dalam bidang kebudayaan memberikan corak khusus dan menentukan jalan perkembangan kebudayaan material dan rohaniah.diganti dengan yang sesuai dengan ketentuan hukum Islam.Sedangkan secara spesifiknya.siapa dan bagaimana yang disebut sebagai orang Melayu berikut perangkat-perangkat peradaban yang mewarnai sepak terjang Melayu sebagai salah satu Bangsa di Nusantara.makam dan nisan-nisan.Kesimpulan Dari uraian makalah kami yang berjudul “Periwayatan Sejarah Melayu” ini.Selain itu kehidupan kerajaan di Melayu ternyata memilki pengaruh yang sangat vital dalam lalu lintas perdagangan Nusantara sampai pada masa kedatangan bangsa-bangsa Barat yang mendesak dan memusnahkan kerajaan Melayu tersebut.Islam dan Kebudayaan Melayu.2003.Aksara Melayu yang satu-satunya dikenal adalah aksara yang berasal dari bahasa Arab.Dengan ini berakhir sudah kekuasaan Kerajaan Melayu di Indonesia.Bangsa Melayu terkenal dengan kerajan-kerajaannya yang gigih berjuang menentang segala bentuk penjajahan yang ada termasuk dari Pihak Belanda.Walaupun kerajaan-kerajaan Melayu tersebut hanya tinggal peninggalan saja .musholla. 2.para ahli dan sejarawan telah bersepakat bahwa apa yang dimaksud sebagai Orang Melayu itu adalah mereka yang Beragama Islam.Hal ini erat kaitannya dengan masuknya agama Islam di sela-sela kehidupan Melayu.Pekanbaru.Dr.Sumatera bagian Timur dan Kalimantan Barat.

dalam bukunya. penjajah Belanda datang ke Indonesia bukan hanya mengeksploitasi kekayaan alam. seperti T. "Tetapi. yang bukan Islam. dalam arti tertentu. Akhir abad XIX mulai terjadi kebangkitan agama di kalangan umat Islam. '09 1:51 AM for everyone ORIENTALIS DAN SEJARAH INDONESIA Sejarah membuktikan. juga membuat paparan yang kurang tepat tentang sejarah peradaban Islam . Eka Darmaputera. menurut pakar sejarah Melayu. tampak keaslian sebenarnya.Dari Kesultanan Melayu Johor-Riau ke Kesultanan Melayu LinggaRiau. Sebagaimana orientalis lainnya. Snouck Hurgronje juga menyatakan dalam bukunya. mereka juga berharap bisa menghilangkan pengaruh Islam terhadap bangsa Indonesia. Benarkah Islam hanya merupakan penampilan luar dan tidak membawa perubahan mendasar bagi masyarakat Melayu-Indonesia? Snouck Hurgronje datang ke Indonesia pada 1889 di saat umat Islam Indonesia memasuki masa transisi. Tapi. Bersama para orientalisnya.B." tulis TB Simatupang. ia menjelaskan. kaum kolonial Belanda berusaha memperkecil arti dan peran Islam dalam sejarah Melayu-Indonesia. Simatupang dan Eka Darmaputera. Ketakutan Pemerintah Hindia Belanda terhadap kebangkitan Islam melatarbelakangi pengangkatan Snouck Hurgronje sebagai penasihat pemerintah untuk urusan pribumi dan Islam.Pemda Prov. tidak pernah ada jaman Islam dalam arti kerajaan yang mencakup seluruh negeri. seperti di zaman Mogul di India. Tokoh Kristen lain.Pemda Prov.Pekanbaru. mengalami kemunduruan sejak datangnya kolonialisme Barat. Begitulah. Di mana Islam? Penggambaran kurang tepat tentang peradaban Islam dalam sejarah Indonesia juga bisa dijumpai pada sejumlah penulis Kristen. yang menggantikan Majapahit adalah pemerintahan kolonial Belanda dan yang menggantikan yang terakhir tersebut adalah pemerintahan Republik Indonesia.Riau. J. Aug 13. tokoh orientalis Belanda. bahkan menyimpulkan bahwa Islam tidak membawa perubahan mendasar sedikit pun di kepulauan Melayu-Indonesia dan tidak juga perabadan yang lebih luhur daripada peradaban yang sudah ada. Dalam bukunya.C. bahwa Indonesia tidak pernah mengalami sebuah kerajaan Islam yang mencakup seluruh Indonesia.Riau. Syed Muhammad Naquib Al-Attas. pernah mempersatukan sebagian besar wilayah Nusantara. Snouck Hurgronje menilai umat Islam dari praktek-praktek mereka pada saat kemunduran itu. Menurutnya. Arabie en Oost Indie (hlm. bahwa orang Islam di Indonesia sebenarnya hanya tampaknya saja memeluk Islam dan hanya di permukaan kehidupan mereka ditutupi agama ini. lanjutnya. Christian Snouck Hurgronje mengatakan bahwa Islam baru masuk ke kepulauan Indonesia pada abad XIII setelah mencapai evolusinya yang lengkap. 11). 22). Ibarat berselimutkan kain dengan lubanglubang besar.1993. Orientalis lain. Pancasila: Identitas dan Modernitas (1997:41). Kerajaan Sriwijaya yang Budha dan Majapahit yang Hindu. Dalam bukunya Nederland en de Islam (hlm. Iman Kristen dan Pancasila (hlm. Proses Islamisasi di kepulauan Melayu-Indonesia. Van Leur. 1). sehingga memberikan pemahaman keliru tentang Islam.

dan tidak menjadi Hindu atau Islam. ia harus menyesuaikan diri dengan peradaban yang telah ada. tulis Eka Darmaputera. Anonim. yang meskipun sempat memeluk agama Islam.. sebab akhirnya Demak pun ia tinggalkan. Namun demikian. dibandingkan dengan kebudayaan asli dan Hindu. Ia berhasil mencapai rakyat biasa dan menjadi agama dari mayoritas penduduk Indonesia. dan Madura. Eka menulis. dan tidak pernah masuk ke dalam wilayah Majapahit. (Kediri: Penerbit Tan Khoen Swie. Penulisan sejarah sangat tergantung pada perspektif penulisnya. Hasan Djafar. Eka menunjuk contoh Sunan Kalijaga. sudah tidak terpakai. yang merangkul semua. 1955). dan para wali adalah Serat Darmagandul.(Artinya: Orang Jawa ganti agama. Sebaliknya. yang seluruh hidupnya di abdikan hanya untuk menyiarkan Islam. Cerita-cerita dalam Darmagandul yang menyudutkan Islam dan mengadu domba antara Islam dengan Jawa ini memiliki banyak kesamaan cerita dengan Babad Kadhiri yang diakui penulisnya ditulis atas permintaan pemerintah kolonial Belanda. akeh tinggal agama Islam bendjing.. Ia mengakui. pengarang Darmagandul (yang tetap misterius sampai sekarang) sejak awal memiliki itikad untuk menampilkan agama Kristen (Nasrani) lebih memiliki keunggulan dibandingkan Islam. Di sisi lain. "Kitab Arab djaman wektu niki. Bali. bahwa wilayah Majapahit hanya meliputi wilayah Jawa Timur. Saifuddin Zuhri. Masuknya wilayah-wilayah lain di Nusantara. cerita Eka Darmaputera tentang Sunan Kalijaga tersebut sulit dilacak kebenarannya. Ia adalah seorang Islam. Di Mataram lah –sebuah Kerajaan Jawa. tetapi tetap menjadi Jawa. Islam jauh lebih berhasil menanamkan pengaruhnya pada seluruh lapisan masyarakat. ingkang kangge mutusi prakawis. tetapi toh bukan itu. Masa Akhir Majapahit. Darmagandul. (Lihat. ungkapan Darmagandul. menjadi Islam di pusat peradaban Islam yang tengah menyingsing pada waktu itu. Sebuah kisah populer di Jawa –yang banyak dirujuk oleh para sejarawan dalam melihat sejarah Islam. K. Dr. kitabe Djeng Nabi. Simaklah sejarah Kerajaan Majapahit. hanya merupakan citacita. dalam arti tertentu. (Lihat. Cetakan IV. 34). dalam salah satu tulisannya tentang Wali Songo memberikan gambaran tentang Sunan Kalijaga yang jauh berbeda dengan gambaran Eka Darmaputera.. Misalnya ditulis: "Wong Djawa ganti agama. Ada juga cerita yang memposisikan Majapahit sebagai "penjajah"." (hlm. Ia pada akhirnya adalah seorang Jawa. untuk mendukung asumsinya tersebut.di Indonesia. Demak. Sekali-kali perlu dipertanyakan." (Artinya: Kitab Arab jaman waktu ini. Sejarah Kebangkitan dan Perkembangan Islam di Indonesia. aganti agama kawruh. hukumnya meresahkan dan tidak adil. Bahkan. Tetapi toh tidak seluruhnya. yang digunakan untuk memutusi perkara adalah kitab Kanjeng Nabi Isa Rahullah).). Juga. Buku Darmagandul ini penuh dengan caci maki terhadap Islam dan Wali Songo. resah sija adil lan kukume.C. "Ia adalah seorang Hindu. sampun mboten kanggo. Sunan Kalijaga adalah seorang yang sangat aktif berdakwah. 2009: 47-48). ia tidak menciptakan suatu peradaban baru.. Buku ini juga secara sistematis menanamkan kebencian orang Jawa terhadap Islam. Majapahit. 1981:310-329). Berg melalui tulisan-tulisannya telah mengungkapkan. C. (Lihat. . berganti (menganut) agama kawruh . . sebab Majapahit adalah masa lampaunya. bangsawan Majapahit. tanpa pernah sepenuhnya menjadi salah satu. bahkan ia memainkan peranan yang penting dalam kekalahannya. Isa Rahullahu. KH Saifuddin Zuhri.H. besok banyak yang meninggalkan Islam.. benarkah sejarah telah membuktikan bahwa Majapahit pernah menguasai seluruh wilayah Nusantara? Prof. tokoh NU. Tentu saja. yang tidak sepenuhnya Hindu maupun Islam— ia memainkan peranannya yang terpenting di dalam mengislamkan Jawa.

Syed Muhammad Naquib Al-Attas. hlm. Dari Panggung Peristiwa Sedjarah Dunia Jilid I: India. Al-Attas juga menekankan kekeliruan hasil penelitian ilmiah Barat yang meletakkan serta mengukuhkan kedaulatan kebudayaan dan peradaban Jawa sebagai titik tolak permulaan kesejarahan Kepulauan Melayu-Indonesia. 1952). tetapi hurufnya Arab. et all. M. paham demikian itu tidak benar dan hanya berdasarkan wawasan sempit yang kurang dalam lagi hanya merupakan angan-angan belaka.Wolters. (hlm. laksana pelitur di atas kayu. Timbulnya rasionalisme dan intelektualisme ini dapat dipandang sebagai semangat yang kuat yang menggerakkan proses revolusi dalam pandangan dunia Melayu-Indonesia. A History of Modern Indonesia. membawa banyak perubahan penting dan mendasar dalam masyarakat kepulauan Melayu-Indonesia. Tulisan semacam itu disebut dengan tulisan Arab pegon. Naquib Al-Attas menolak keras teori para sarjana Barat yang menganggap kehadiran Islam di wilayah Melayu-Indonesia ini tidak meninggalkan sesuatu yang berarti bagi peradaban di wilayah ini. Al-Attas bahkan menyebutkan. dan Djepang. kebudhaannya. 5-6) Risalah-risalah yang dihasilkan oleh para ulama Melayu-Indonesia ditulis dengan huruf Arab meski tidak selalu berbahasa Arab. Semangat rasionalisme dan intelektualisme ini bukan saja di kalangan istana dan keraton. Cetakan II. (Jakarta ¨C Groningen: J. Ia menulis. Ini menyebabkan kebangkitan rasionalisme dan intelektualisme yang tidak dinyatakan dalam masa-masa pra-Islam. Menulis dengan huruf Arab telah . Juga cerita yang mendasari Perang Bubat yang merupakan kesalah an besar dalam diplomasi Majapahit. (Terkait dengan perang Bubat lihat H. "Anggapan seperti inilah hingga dewasa ini masih merajalela tanpa gugatan dalam pemikiran kesejarahan kita. Indonesia. misalnya. Ricklefs dalam bukunya.C." (ibid. Babad Soengenep. Namun menurut saya. Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Bahasa bisa saja Jawa atau Melayu. Tiongkok. Menurut Al-Attas dalam Preliminary Statement on a General Theory of the Islamization of the Malaysia Indonesian Archipelago. kedatangan Islam di wilayah Nusantara merupakan peristiwa paling penting dalam sejarah kepulauan Melayu-Indonesia." (Lihat. bahkan juga merebak di kalangan rakyat jelata. Banyak risalah tentang falsafah dan metafisika khusus ditulis bagi keperluan umum. sehingga mudah masuk ke dalam pikiran rakyat. 40-41).sehingga muncul perlawanan dari wilayah yang ditaklukkan. J. B. Prof. memulai penulisan sejarah Indonesia modern dengan kedatangan Islam. Islam datang ke kepulauan Melayu-Indonesia membawa semangat religius yang amat intelektual dan rasionalistis. menceritakan bagaimana proses penaklukan Majapahit atas Soengenep yang berdarah-darah dan bangkitnya pahlawan setempat yang bernama Jaran Panole dalam melawan agresi militer Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada. hanya sedikit jejaknya di atas jasad Melayu. yang andaikan dikorek sedikit akan terkupas menonjolkan ke hinduannya. Islam: Jati Diri Bangsa Pakar sejarah Melayu. Van Den Berg. "Banyak sarjana yang telah memperkatakan bahwa Islam itu tidak meresap ke dalam struktur masyarakat Melayu-Indonesia. dan mengelakkannya dari dunia mitologi yang rontok. dan animismenya. 1990:41). tulisnya. Islam.

akan tetapi –lebih penting— dalam pembicaraan falsafah. ”Dua bahasa di sekolah-sekolah dasar (yaitu bahasa Jawa dan Belanda) adalah batasannya. Bahasa Jawa harus menjadi bahasa pertama di Tanah Jawa dan dengan sendirinya ia akan menjadi bahasa pertama di Nusantara. tergantung umat Islam sendiri –apapun suku bangsanya– apakah mau sadar atau tidak. telah mencapai kedudukan sebagai bahasa religius dan kesusasteraan menggantikan hegemoni bahasa Jawa. tetapi hanya berfungsi sebagai parasit. Pengaruh itulah yang selama berabad-abad dicoba dihilangkan oleh kolonialis dan orientalis Belanda. bahwa mereka adalah MUSLIM! Pantang Larang dalam Budaya Sambas . Salah satu alasannya. Terjemahan Al-Quran yang pertama ke dalam bahasa Melayu dengan tafsiran yang didasarkan atas tafsiran termasyhur dari Al-Baidhawi. khawatir promosi bahasa Melayu akan menyiratkan dukungan terhadap agama Islam. Wajar. Untuk menghilangkan pengaruh Islam. adalah penyebaran bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. selambat-lambatnya. pendiri sekolah Muntilan berpendapat. kemudian. sampai-sampai beberapa sekolah di Jawa yang didirikan oleh misionaris pada awal abad XX menghindari penggunaan bahasa Melayu sejauh mungkin. di samping pengayaan sebagian besar perbendaharaan kata-katanya yang berasal dari kata-kata Arab dan Persia.” Penolakan terhadap bahasa Melayu menjadi kebijakan tetap misi Yesuit di Jawa Tengah. 27) Bahasa Melayu kemudian menjadi bahasa Islam dan berhasil menggerakkan ke arah terbentuknya kesadaran nasional. Tentu. Abad XVI dan XVII menyaksikan berlimpahnya tulisan Melayu mengenai mistisisme filosofis dan teologi rasional yang tidak tertandingi. Imam Yesuit Frans van Lith. Bahasa Melayu mengalami suatu perubahan revolusioner. Pengaruh Islam yang sangat besar dalam sejarah Melayu-Indonesia merupakan fakta keras (hard fact) yang tidak bisa dipungkiri. Kesusasteraan Melayu berkembang dalam periode Islam. dan terjemahan-terjemahan. menurut Al-Attas.menjadi tradisi umat Islam di kepulauan Melayu-Indonesia jauh hari sebelum mereka mengenal tulisan latin yang dibawa oleh kolonialis Barat. tafsiran-tafsiran dan karya-karya asli mengenai mistisisme filosofis dan teologi rasional juga muncul selama periode ini yang menandai kebangkitan rasionalisme dan intelektualisme yang tidak dimanifestasikan di mana pun sebelumnya di kepulauan. Peristiwa penting lain yang secara langsung digerakkan oleh proses sejarah kebudayaan Islam. (hlm. bukan saja dalam kesusastraan epik dan roman. Melayu tidak pernah bisa menjadi bahasa dasar untuk budaya Jawa di sekolah-sekolah. Bahasa ketiga hanya mungkin bila kedua bahasa yang lain dianggap tidak memadai. jika penjajah melakukan rekayasa sejarah. Bahasa itu menjadi media utama untuk membawakan Islam ke seluruh kepulauan sehingga pada abad XVI.

sudah pasti mempunyai suatu kearifan untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya. yang dahulu sangat diyakini. Data tersebut penulis kumpulkan di desa kelahiran penulis yakni desa Maktangguk. akan kekayaan budaya lokal yang dimiliki. penulis mencoba mendeskripisikan mengenai pantang larang yang berlaku pada masyarakat Melayu Sambas. tak lantas benar-benar lupa. Tulisan sederhana ini dibuat dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat luas pada salah satu budaya yang berlaku dalam masyarakat suku Melayu Sambas. mungkin salah satu yang menjadi factor penyebabnya. tulisan ini juga bertujuan ingin mengungkapkan. kecamatan Tebas. Kemajuan tekhnologi dan kebebasan berfikir. bahkan upaya pelestarian lingkungan dan kebudayaan di sana. sehingga masyarakat khususnya pemilik kebudayaan tersebut. . Mungkin.d 22 November 2008. Masing-masing masyarakat. bagaimana peranan budaya pantang larang tersebut dalam proses pendidikan etika. PANTANG LARANG Setiap daerah atau suku bangsa. dalam rangka upaya untuk melestarikan budaya. Selain itu. maka perlu kiranya dilakukan sebuah upaya untuk mewujudkan hal tersebut. diawal tahun 2009 ini saya akan memuat tulisan saya tentang Kea’rifan Lokal / Kebudayaan / Adat Istiadat di kampung halaman saya di Kabupaten Sambas. Dalam tulisan ini. sudah tentu mempunyai beragam adat istiadat yang membedakan ia dengan suku-suku dan daerah yang lainnya. Pantang larang yang berlaku dalam suatu daerah merupakan salah satu dari berbagai macam kekayaan khazanah kebudayaan. Salah satu upaya kecil dari sebuah cita-cita yang besar itu adalah dengan cara merekam atau menuliskannya. Apakah keduanya mempunyai hubungan satu sama lain. Ataukah hanya sebagai mitos-mitos belaka.Assalamu’alaikum warohmatullahiwabaroo kaatuh Bismillahirrohmaanirrohiim… Akhirnya setelah lama tidak update tulisan diblog ini. dalam hal ini orang Melayu Sambas. budaya pantang larang untuk saat sekarang sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat.salah satu dari adat istiadat tersebut adalah budaya pantang larang. seperti juga yang terjadi di daerah-daerah lain. Oleh karena itu. yang dipandang banyak orang sudah ketinggalan zaman ini. Tulisan ini pernah menjadi materi seminar saya pada seminar reguler yang mengangkat tema “RESOLUSI KONFLIK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL” pada tanggal 21 s.

Jarak dari ibu kota Provinsi sekitar 315 KM. seperti jeruk. memang terkenal dengan penghasil jeruk terbanyak. dan ada juga sebagian kecil yang merantau ke Pontianak. pemudanya juga ada yang bekerja di hutan. sehingga air bertakung di permukaan jalan. Jarak desa Maktangguk dari ibu kota kecamatan sekitar 15 KM. Sebelum kerusuhan yang terjadi beberapa tahun silam. disebabkan oleh ketidakmampuan jalan dengan aspal yang ala kadarnya. sisanya etnis Tionghoa dan Dayak. keadaannya sudah rusak sangat parah. Kerusakan tersebut makin diperparah dengan sering terjadinya banjir. Terutama kebun jeruk. kebanyakan yang menggeluti pekerjaan ini hanyalah berasal dari kalangan orang tua. yang melibatkan etnis Madura. dan itupun kurang menjamin juga. dan lain-lain. itu jauh lebih mudah dibandingkan untuk bekerja di negeri sendiri. dan yang lainnya untuk dibawa dan dijual ke pasar. Karena mereka menganggap. jalur air ini juga biasanya digunakan untuk membawa hasil perkebunan penduduk. misalnya. Kesadaran masayarakat di sana mengenai pentingnya pendidikan. Motor air hanya digunakan penduduk apabila mereka ingin mengangkut barang-barang dalam jumlah yang banyak. Melayu dan Dayak. juga biaya yang dikeluarkan sedikit lebih mahal. Untuk menjadi TKI. karena faktor kepraktisan tadi. Selain itu. . Mengenai kondisi jalan menuju desa Maktangguk itu sendiri. Factor rendahnya pendidikanlah yang menyebabkan pemuda dan pemudi di sana lebih memilih untuk meninggalkan kampung halamannya. Sedangkan pemuda dan pemudi di sana. Penduduk di desa Maktangguk boleh dikatakan hampir 99 persen adalah masyarakat Melayu Sambas. mereka sama sekali tidak membutuhkan ijazah. nanas. bisa ditempuh dengan menggunakan bis umum. yang mengangkut hasil perkebunan. kelapa. jalan tersebut baru diaspal sekitar dua tahun yang lalu. sekarang ketiganya menjadi tenaga pengajar di sekolah dasar di sana. dibanding dengan kecamatan-kecamatan lainnya di Kalimantan Barat. Misalnya membawa barang elektronik. angkutan umum (oplet). atau bisa juga dengan menggunakan motor air. Kerusakan parah pada jalan utama ini. sebagian besar merantau ke Malaysia menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia). Pontianak. Orang di sana lebih menyukai penggunaan sepeda motor. baru 3 orang. yang baru dibeli. dahulu juga terdapat etnis Madura. dalam waktu yang lama. alternative terakhir. minimal mereka harus mengantongi ijazah SMA baru bisa dapat pekerjaan. menebang kayu. karena selain tidak efektif. bahkan bahan bangunan. atau sepeda motor. memang masih bisa dikatakan rendah. jumlah sarjana di sana sampai tahun 2008 ini. Sisanya tamatan SMP/sederajat dan yang paling banyak hanya tamatan sekolah dasar (SD). Mayoritas penduduk beragama Islam. Akan tetapi. Sedangkan untuk kerja di negeri sendiri. untuk mendapatkan pekerjaan di Malaysia. Mata pencaharian utama mereka adalah mengandalkan sawah dan kebun. Sekarang. untuk saat sekarang sudah mulai kurang disukai. dalam waktu sekitar 5 sampai 6 jam perjalanan. hanya berbekalkan kemauan. yang sudah “ditinggalkan” aspalnya. Sedangkan untuk tamatan SMU/sederajat berjumlah 30 orang (selama 15 tahun terakhir). Padahal. sekitar 5 sampai 6 kepala keluarga. Kecamatan Tebas.Desa Maktangguk terletak di wilayah kecamatan Tebas. menampung beban berat mobil-mobil truk. yang tidak mungkin menggunakan sepeda motor. biasanya ditempuh menggunakan sepeda motor. Dari data terakhir yang penulis kumpulkan. kabupaten Sambas. maka dapatlah pekerjaan di Malaysia. pertanian. Namun. yang tersisa hanya tonjolan-tonjolan batu.

Berbaring dengan bertopangkan tangan maksudnya. bisa dicegah dengan cara sesegera mungkin meludahi penyapu tersebut. Terutama saat kita mandi di sungai. maksudnya pada saat orang lain sedang menyapu. tubuh kita itu bertumpu pada satu tangan. Misalnya jika dia bekerja yang mengguanakan senjata tajam. karena jika hal tersebut dilakukan. Terkena penyapu Terkena penyapu ini. 3. dan tidak lagi meyakini hal tersebut sebagai sesuatu hal yang harus benar-benar dipegang. mencakup dari berbagai tempat dan kondisi. dan menjauhkan dari rezeki. Jika pantangan ini dilanggar. di air. Dan seiring bergantinya generasi. 4. Namun petaka dan kesialan tersebut. masih bisa bertahan. jika sapunya tersebut mengenai kaki atau tubuh yang lainnya maka akan menyebabkan petaka dan sial. Bersiul dalam rumah juga sangat dilarang. Memotong kuku pada malam hari juga sangat dilarang. orang-orang sudah mulai meninggalkannya. Jangan memotong kuku pada malam hari. diyakini akan menyebabkan ibu kandung orang tersebut bisa meninggal. Penduduk yang masih memakai pantang larang tersebut biasanya berasal dari kalangan orang-orang tua. Dan pantangan ini jika dilkukan maka akan menyebabkan telinga tidak bisa mendengarkan kebenaran. 6. Jangan berbaring sambil tengkurap. maka dia akan disambar buaya. 2. seperti di rumah. karena diyakini akan menyebakan kesialan. jika orang tersebut hamil. maka bisa menyebabkan ibu mati juga. Berikut adalah pantang larang yang sampai hari ini. dia tidak akan bisa mengikuti orang yang menuntunnya membaca kalimah tauhid. Mati bungkus di sini bermakna. Jangan mandi pakai baju. di sawah. Maka senjata tajam tersebut akan melukainya. di hutan. Orang di sana jika mandi di sungai biasanya menggunakan kemban.Jumlah penduduk menurut data terakhir berjumlah 1500 jiwa. maka bisa menyebabkan mati bungkus (khusus perempuan). . Namun sebagian besar juga sudah mulai meninggalkannya. Bersiul di dalam rumah. maka seperti pantangan point no 1. pantangan untuk wanita hamil dan lain-lain. Pantangan ini jika dilanggar. maka anak yang dalam kandungannya tersebut. bisa meninggal dalam kandungan. Jangan berbaring dengan bertopangkan tangan. sebagian masih ada yang mempercayainya dengan sepenuh hati. Atau jika dia berangkat ke laut. Pantang larang yang penulis kumpulkan ini. maka tidak boleh mandi menggunakan baju. yakni saat orang tersebut akan meninggal dunia. 5. Mengenai pantang larang yang berlaku di sana. dengan posisi miring (ke kiri atau ke kanan). dan masih dipegang: Pantangan saat berada Di rumah 1. saat kita berbaring.

bisanya setiap anak kecil itu. Mencuci piring paada malam hari. terutama pada musim panen tiba. bagian yang tidak manis tersebut. 11. penduduk di sana (sebagian) sangat meyakini bahwa padi atau beras itu seperti anak kecil. Di sungai atau laut. maka ayam peliharaannya tadi. Pantangan ini biasanya ditujukan untuk anak-anak kecil. Maka petani tersebut harus memperlakukannya secara lemah lembut. Mencuci piring pada malam hari. karena pada zaman dahulu. bisa menyebabkan anak gadis tersebut nantinya akan mendapat jodoh orang yang sudah tua. harus dimakan dari ujung dulu (dari bagian yang tidak manis). maka akan menyebabkan hujan ribut. Seorang gadis. Petani sangat dilarang untuk menampi padi atau beras di sawah. terutama pada saat lorang tersebut melakukan perjalanan dengan menggunakan sampan. Tidak boleh mencuci kuali langsung di sungai. Makan bersisa. Di sawah 1.7. diberikan satu ekor ayam yang dipelihara olehnya. Anak gadis tidak boleh duduk di depan pintu. Hal ini di yakini bisa menyebabkan nanti tunangannya balik (tidak jadi datang melamar). Jadi boleh dikatakan hal ini juga bisa menyebabkan kematian. jika dimakan terlebih dahulu. yang bisa membahayakan nyawa orang yang bersangkutan tentunya. Pantangan ini juga ditujukan kepada anak kecil. Menurut orang-orang tua. Nah. Karena diyakini bisa membuat tikustikus di ladang jadi beringas dan ganas. maka uang hasil penjualannya akan menjadi hak anak tersebut. jika si anak tersebut makannya sampai bersisa. dan sampai saat sekarang. Mencucui kuali. bisa dikatakan yang paling populer. atau membuang abu dapur di sungai. lalu ia akan “lari”. yang biasanya sering makan tidak bersisa. mereka percaya bahwa padi-padi lain (yang belum dipanen) jika melihat hal tersebut. 10. bisa mati. Menampi beras di sawah. di sawah. dan membuang abu dapur ke sungai. 9. untuk merusak dan menghancurkan padi-padi yang siap panen. juga termasuk pantangan yang sangat dijaga oleh sebagian besar masyarakat di sana. sangat dilarang duduk di depan pintu rumah. maka anak tersebut nantinya bisa pandai berenang. . akan ketakutan. Pantangan yang satu ini. . dan jika ayam tersebut sudah besar dan dijual. masih sering disebut-sebut oleh orang tua maupun muda. jika dia takut. Hal ini dikarenakan. Pantangan ini jika diabaikan. 1. 8. Jadi perbuatan menampi beras dianggap suatu perbuatan yang bisa menyebakan padi tersebut ketakutan. Masak jangan sambil menyanyi. Jika makan tebu.

jangan memegang lutut. maka kita tidak boleh mencemari air tersebut. sangat dilarang untuk membakar terasi. karena perbuatan tersebut dianggap sama saja dengan durhaka kepada orang tua. 4. jika seseorang merasakan capek. Jika sedang melakukan perjalan di dalam hutan. Jika bertemu binatang buas. membuatnya keruh. Di dalam hutan. maka sangat dilarang untuk memegang lutut. ikan. karena jika tidak. Akan tetapi bisa diobati dengan memukul-mukulkan daun kayu hutan. beruang atau binatang buas yang lainnya. 2. untuk menghampiri dan mengganggu kita. dari pada berjalan di atasnya. karena jika dilanggar. karena dipercaya. 8. bisa menyebabkan orang tersebut tidak bisa berjalan sama sekali. akan tetapi harus disebut dengan bahasa kiasan lain. 5. 7. maka orang tersebut akan mengalami sakit perut atau sakit tulang. karena air ludah tersebut bisa mengundang pacet dan lintah. Tidak boleh melangkahi atau berjalan di atas kayu yang saling bersilang (yang membentuk huruf X). ikan. apalagi kencing di sana. Jika ingin minum di air yang tergenang di hutan.Di hutan 1. baik itu mengunjak-injaknya. tidak boleh disebut namanya. ke lutut yang sakit tersebut. harus menggunakan mulut langsung (seperti binatang). lebih baik mengambil jalan lain. karena dikhawatirkan liang atau lubang tersebut merupakan tempat tinggal makhluk halus. Jika sedang kecapean. contohnya kita sebut Nenek atau Datok. Kencing di liang-liang kayu atau lubang tanah. sudah pasti kita akan banyak sekali menemukan lubang-lubang di tanah atau liang-liang yang terdapat di kayu-kayu besar. 6. . maka makhluk halus yang mendiaminya akan marah. 3. dan tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun. karena perbuatan tersebut dapat mengundang hantu hutan. jika kita menemukan binatang buas seperti ular. lalu menggangu orang tersebut. tidak boleh menyebutnya dengan namanya langsung. jika kita menemukan air yang menggenang. Tidak bolah mencemari air yang tergenang. Jadi jika seseorang kencing di tempat tersebut. Di hutan. Tidak boleh memanggang terasi. Jadi saat di hutan. seseorang yang sedang berada di hutan juga sangat dilarang untuk meludah di sembarang tempat. Orang yang sedang berada di dalam hutan. atau barang-banrang yang berbau menyengat lainnya. harimau. Jika bertemu dengan pohon kayu yang saling bersilang (membentuk huruf X). karena jika tidak. binatang tersebut akan bertambah besar dan ganas. seseorang tidak boleh menggunakan tangan atau alat Bantu seperti gelas dan lain-lain. selain itu juga tidak boleh membakar rotan. Berludah sembarangan. Jadi. jika hal tersebut dilakukan bisa membuat kita tersesat di dalam hutan tersebut. dan rotan pada malam hari.

maka jangan memanggil namanya. Tidak boleh melangkahi senjata tajam yang akan digunakan untuk bekerja. karena bisa menyebabkan bayi yang di dalam kandungan jadi bengkak. Jangan duduk di depan tangga. cacat atau terjadi hal-hal jelek lainnya. . kalaupun harus berteriak. juga dilarang. apalagi wanita yang sedang hamil. Tidur di waktu matahari sedang naik sangat dilarang untuk semua orang. jangan menyembelih hewan. bagi seorang suami sangat dilarang. Tidak boleh bersiul. Memukul-mukul akar pohon yang menonjol dari tanah dilarang karena perbuatan tersebut membuat hantu-hantu hutan berdatangan. Membelah kayu. Pelanggaran dari pantangan ini akan menyebabkan orang yang menggunakan alat yang telah dilangkahi tersebut cedera. 3.9. Menebang kayu yang sangat rindang. 12. maka dilarang memanggil namanya dengan berteriak. hal tersebut bisa dicegah dengan meludahi senjata tajam tersebut kemudian diangkat ke kepala. 11. bisa dengan mengganti dengan istilah lain. Karena perbuatan tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan anaknya mirip dengan hewan yang disembelih oleh ayahnya tersebut. Akan tatapi. tidak boleh duduk di depan tangga pintu masuk rumah. Jangan memanggil nama teman dengan berteriak. karena jika tidak. karena akan mempersulit proses persalinannya nantinya. karena anaknya bisa berbibir sumbing. Tidak boleh memukul akar-akar kayu yang menonjol ke tanah. atau cukup dengan meneriakkan kata “HU” atau “WOI” atau yang sejenisnya. atau menebang kayu bagi suami yang isterinya sedang hamil besar juga dilarang. kegiatan menyembelih hewan. Pantangan bagi wanita yang sedang hamil. Suami juga tidak boleh membelah kayu. Bagi suami. serta suaminya. Jika ada teman yang tertinggal rombongan atau tersesat di hutan. dan jika ditebang maka makhluk halus tersebut akan marah dan mengganggu orang yang menebangnya. yang di bawahnya tak ada kayu lain yang tumbuh. dan setelah ibunya melahirkan: 1. 2. 10.lalu datang ka erah asal suara tadi. sebab akan mendatangkan badai. karena pohon tersebut dipercaya merupakan tempat tinggal makhluk halus. Seseorang juga sangat tidak dianjurkan untuk besiul saat berada di hutan. hal tersebut bisa membuat hantu hutan akan menyemar menjadi orang yang kita penggil tersebut. 4. karena suara pukulan tadi diibaratkan suara musik yang membuat hantu hutan suka. Tidak boleh menebang kayu yang rimbun. 13. sehingga secara otomatis nantinya akan menyulitkan proses persalinan. Tidak boleh tidur saat matahari sedang naik (waktu pagi). Wanita yang sedang hamil. saat istrinya sedang hamil.

mungkin orang tua zaman dahulu khawatir. karena jika dilanggar. dan penulis rasa juga berlaku untuk semua orang. Seorang bapak. bapaknya tidak boleh memotong batang pisang. sebelum seorang anak memasuki umur 40 hari. dan itu sangat mengganggu. hampir semua mencakup tempat-tempat dan kondisi yang memang sangat dekat dengan kehidupan orang Melayu. peristiwa ini pernah terjadi. bagian yang tidak manisnya. misalnya seseorang dilarang membuang abu dapur. sungai dan hutan. dan upaya dalam memelihara lingkungan. karena akan menyebabkan pendarahan pada pusar bayi tersebut. Saat anak baru lahir. namun mereka ada. bahwa ada upaya pencegahan perbuatan yang dapat mencemari lingkungan di situ. yang anaknya belum berumur 40 hari dilarang memotong batang pisang. pasti ditinggalkan. dari beberapa hal tersebut sedikit sudah bisa menggambarkan mengenai apa dan bagaimana posisi budaya pantang larang bagi masyarakat Melayu Sambas. Pantangan-pantangan tersebut. dengan serta merta mengalami pendarahan hebat pada pusarnya. jika makan tebu. sebab jika dia makan yang manis dahulu. bahkan yang pahit sekalipun dalam hidupnya. Seseorang. jika kita tinjau lebih dalam. Karena perbuatan tersebut menghalangi orang yang mau masuk. Pantangan-pantangan yang telah disebutkan di atas. pesan terbesar yang ingin disampaikan melalui pantangan ini adalah. yakni sawah. nanti malah anak gadis tersebut keasyikan bernyanyi. atau larangan bernyanyi jika sedang masak. 6. terutama saat tali pusarnya belum kering. tentunya) maka kita akan menemukan wujud dari kearifan lokal masyarakat setempat pada zaman dahulu dalam upaya untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang sopan santun. Belum lagi jika kita tinjau dari segi kesehatan dan dihubungkan juga dengan ajaran agama. yang walupun tak terlihat. sudah pasti belum semuanya terangkum.5. Seorang ayah juga tidak boleh memompa sepeda atau sepeda motor. etika. Masih banyak pantangan-pantangan lainnya yang belum sempat terekam. yakni seseorang tidak boleh mencemari air yang tergenang. Namun penulis rasa. ketika ia telah mengecap pengalaman yang tidak manis. harus dimulai dari bagian ujungnya (bagian yang tidak manis) terlebih dahulu. Hal itu dapat dilihat dari tempat berlakunya. anakanya yang ada di rumah. Sebagai contoh. memang tidak pantas duduk di depan pintu. yakni larangan bagi anak gadis. ia menebang pisang. . jangan duduk di depan pintu. Hal ini dimaksudkan. memang sangat bijaksana. Larangan tersebut sudah sangat jelas. Contoh lain misalnya. Selain memotong pisang tadi. maka perut anaknya akan kembung. bapaknya juga tidak boleh memompa sepeda atau sepeda motor. pantangan yang berhubungan dengan pelajaran etika. Atau pantangan saat berada di hutan. bagaimana kita menjalani hidup. Pantangan yang berhubungan dengan upaya dalam pemeliharaan lingkungan. Anak gadis. sehingga melupakan masakannya. atau mencuci kuali ke dalam sungai. Namun. agar si anak bisa menghargai makanan. Bapak dari anak tersebut. (terlepas dari ancaman-ancaman tersebut. dan berdampingan dengan manusia. Jika kita lihat hikmah dan pesan yang ingin disampaikan oleh orang tua melalui pantangan itu. Begitu juga halnya dengan masak sambil bernyanyi. Berdasarkan cerita yang penulis dapatkan dari dukun yang biasa membantu persalinan warga di sana. yang akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia. karena tidak tahu. serta penghargaan terhadap makhluk ghaib. akan merasakan kebahagiaan yang paling manis.

kesehatan. musibah tersebut terjadi karena kesalahan penanganan pada sang bayi. Bisa jadi. sakit. pastinya orang tua zaman dahulu. dan yang bagi wanita hamil jangan tidur pada saat matahari sedang naik (waktu dhuha). tokoh masyarakat. Yang terakhir. ataupun agama. bisa jadi. ataupun memompa sepeda atau sepeda motor. orang zaman dahulu. dan pantangan mencuci piring pada malam hari. Jadi. menurut penulis adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dikaji. Dan perbuatan tersebut. lalu menghubung-hubungkan kejadiannya. atau bahkan ancaman kematian. mempunyai alasan kuat mengapa perbuatan-perbuatan tersebut juga dilarang. secara turun temurun. pantangan tersebut juga mengajarkan pada anak-anak untuk terbiasa menghargai makanan. Akan tetapi hal tersebut benar-benar mereka pegang. memang. . mandi jangan menggunakan baju. Salah satu contohnya adalah seorang anak tidak boleh makan bersisa. Setiap pantang larang yang terdapat di dalam suatu masyarakat. dan begitu terus secara turun-temurun. Tapi. Misalnya. baik itu berupa kegagalan panen. selayaknya memang harus dibiasakan sejak kecil. Semua yang ia katakana adalah kebenaran. Seorang bapak yang mempunyai anak bayi yang belum genap berumur 40 hari. yakni kematian. ikan dan rotan. adalah seseorang yang tidak boleh dibantah. berapapun jumlahnya. Pantangan-pantangan yang dimaksud itu. tidak dapat jodoh atau dapat jodoh orang yang sudah tua. dan orang tuanya dulu juga diberitahu oleh neneknya. Begitulah akhirnya. kita kaji dari sudut pandang agama. mereka akan sangat mudah mempercayai apa yang dikatakan oleh orangtuanya. tidur jangan bertopangkan tangan. Mereka menganggap bahwa. seperti terasi. harus menggunakan sebuah ancaman. Mengapa kesemuanya itu. biasanya mayoritas mengandung suatu ancaman. maupun terhadap orang-oarang yang tersayang. . tidur jangan sambil tengkurap.Pantang larang yang bisa kita lihat dari segi upaya menjaga kesehatan dan kebersihan. Selain itu. tidak boleh membelah kayu. yang sama sekali belum mengetahui perihal cara penanganan kasus tersebut. kesulitan. baikitu bagi si pelaku pelanggaran. Apalagi untuk masyarakat yang boleh dikatakan masih sangat tradisional. yang lalu berakibat sangat fatal. memotong batang pisang. tidak dapat dipungkiri ada juga sebagian yang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah etika. hingga anak tersebut meninggal dunia) memang benar-benar terjadi bertepatan dengan “pelanggaran” yang dilakukan ayahnya. sama sekali tidak mau membeberkan alas an mengapa hal tersebut sangat mereka yakini. Kesemua itu adalah wujud dari kebijaksanaan orang tua dalam mengajarkan anak-anaknya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Orangtua. bahwa adakalanya sebuah ancaman itu pengaruhnya akan jauh lebih berhasil. Bukankah Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk tidak melakukan perbuatan mubazir. Berdasarkan diskusi yang penulis lakukan bersama orang-orang terdekat. misalnya di hutan tidak boleh membakar barangbarang yang berbau menyengat. Semua hal tersebut. Beliau hanya menjelaskan bahwa dia juga diberitahu oleh orang tuanya. didatangi hantu. kejadian aneh (anaknya berbibir sumbing) atau musibah (pendarahan pada pusar anak. bagi masyarakat pedesaan. karena itu akan membentuk perilakunya sampai ia dewasa. Padahal. Di antara pantangan-pantangan di atas. Pemikiran yang seperti inilah yang membuat orang zaman dahulu sangat memegang teguh apa yang orangtua mereka sampaikan. hal tersebutlah yang diyakini sebagai penyebabnya. yang menjadi narasumber dari penelitian ini. Mengenai masalah ini.

Pontianak. pengrusakan. berarti membuka jalan yang menuju kesengsaraan. pembakaran.orang tua adalah orang yang sangat berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang banyak. Peristiwa ini adalah kejadian yang kesepuluh sejak tahun 1977 dan juga pernah terjadi terhadap etnis yang lain. Membantah perkataan mereka. yang meluas sampai kedaerah sekitarnya. Peristiwa berkembang dengan terjadinya kerusuhan.html) PERISTIWA SAMBAS 1. Telah terjadi pengungsian warga suku Madura secara besar-besaran. d. Pada tanggal 17 Januari 1999 pukul 01. a. f. Peristiwa berkembang dengan bergabungnya ratusan warga suku Madura dan menyerang warga suku Melayu yang berakibat 3 orang suku Melayu meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. b.blogspot. e. Selain itu terjadi pula kasus perkelahian antara kenek angkot warga suku Melayu dengan penumpang angkot warga suku Madura yang tidak mau membayar ongkos. c. penganiayaan dan pembunuhan antara warga suku Melayu dibantu warga suku Dayak menghadapi warga suku Madura. penganiayaan dan pengrusakan. Latar belakang. Akibatnya terjadi saling balas membalas antara warga suku Melayu dibantu suku Dayak menghadapi warga suku Madura dalam bentuk perkelahian. Kronologi peristiwa. Kemudian isu ini dieksploitir oleh kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingannya. a. perkelahian. 10 Januari 2009 ditulis oleh MARISA SYAKIRIN (Sumber: http://marisasyakirin. g.com/2009/01/pantang-larang-dalam-budayasambas.30 WIB telah ditangkap dan . Awal peristiwa dilatar belakangi kasus pencurian ayam oleh seorang warga suku Madura yang ditangkap dan dianiaya oleh warga masyarakat suku melayu. 2.

Membantu para pengungsi ditempat penampungan. pembakaran. . meninggal dunia 489 orang. e. mobil dibakar/dirusak (12) dan motor (9).Mengadakan dialog dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama. . c. pengrusakan dan tindak kekerasan lainnya. Peristiwa berkembang dengan terjadinya pengungsian warga Madura dalam jumlah cukup besar menuju Singkawang dan Pontianak. pengrusakan. . Pelaku yang ditangkap 208 orang dan dalam proses peradilan sebanyak 59 orang. 823 orang.Melakukan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku kriminal. a. sekolah dirusak (2). f. Pada tanggal 19 Januari 1999 sekitar 200 orang suku madura dari suatu desa menyerang warga suku Melayu desa lainnya.Membantu mengevakuasi para pengungsi.dianiaya pelaku pencurian ayam warga suku Madura oleh warga suku Melayu. Proses Hukum. 3. Hari berikutnya terjadi perkelahian antara warga suku Madura dan warga suku Melayu karena tidak membayar ongkos angkot. masjid/madrasah dirusak/dibakar (8). gudang dirusak (1) dan warga Madura mengungsi 29. Warga suku Melayu dibantu suku Dayak melakukan penyerangan. Tindakan aparat keamanan antara lain : . yang terdiri dari suku Madura 13 orang. penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga suku Madura dan selanjutnya saling membalas.Melokalisir dan mencegah meluasnya kejadian. Kejadian ini berkembang menjadi perkelahian antara kelompok dan antara desa yang disertai pembakaran. g. luka berat 168 orang. luka ringan 34 orang. rumah dibakar dan dirusak (3. b. d. suku Melayu . serta . Korban akibat kerusuhan Sambas terdiri dari.833). melakukan pencarian dan penyelamatan suku Madura yang melarikan diri kehutan.

443 butir peluru timah. Kerusuhan massal dipicu oleh adanya perkelahian individu antara suku yang berbeda dan selanjutnya meluas keseluruh kabupaten Sambas. Memang sampai sekarang yang namanya suku bangsa Melayu masih tetap ada yang tersebar di Bumi Nusantara. Masyarakat Melayu sangat berpegang teguh dengan adat istiadat dan ajaran agama Islam.336 senjata tajam. kesenjangan ekonomi antara suku pendatang dan suku asli serta adanya benturan budaya/perilaku sosial.”demikian yang diungkapkan Hang Tuah Laksamana Melayu yang legendaris. 79 peluru pipa besi. begitu juga di bumi Serambi Mekah Sambas. Kesimpulan. a. marginalisasi suku tertentu dalam menduduki posisi di pemerintahan. d. 8 botol dan 8 toples obat mesiu. 86 ketapel. c. Kehadiran Pasukan Penindak Kerusuhan Massal (PPRM). Dua aspek inilah yang menjadi pilar utama kehidupan masyarakat Melayu. b. namun secara eksistensi jati diri dan kebudayaan patut kita pertanyakan. Merevitalisasi Identitas Melayu Sambas “Takkan hilang Melayu ditelan jaman.42 orang dan suku Dayak 4 orang. 969 anak panah. Peristiwa ini berakar antara lain pada masalah kesenjangan pendidikan. 349 butir peluru setandard ABRI dan 441 butir peluru gotri. Masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk seyogyanya selalu saling menghormati adat istiadat masing-masing dan senantiasa menjaga Persatuan kesatuan. Dalam pengertian umum “Melayu” adalah seseorang yang berbicara serta berbudaya Melayu dan beragama Islam (One who speaks Malay habitually. 4. telah banyak membantu penyelesaian peristiwa ini. and it . begitu juga nilai-nilai keislaman yang selama ini melekat pada suku Melayu sehingga ada idiom yang menyatakan “Melayu identik dengan Islam”. 2. practices Malay culture. Barang bukti disita 607 pucuk senjata api rakitan. b. TNI dan Polri telah menjalankan perannya sebagai pasilitator sekaligus menyelaras demi tercapainya titik temu antara kelompok masyarakat yang bertikai. Secara fisik (keturunan) Melayu memang masih ada. Menyikapi peristiwa Sambas. 76 bom molotov. TNI dan Polri selalu memprioritaskan untuk menjaga harmoni kehidupan yang telah dinikmati masyarakat Indonesia yang majemuk.

militer. pemuda dan bahkan keluarga. Lembaga-lembaga ini dapat berperan dengan memberikan kursus-kursus keagamaan kepada anak-anak. Mawaddah dan rahmah) sangat diperlukan. dan lebih suka mnghindari konflik. Sebab itulah di Sambas ada Kampung Bugis dan Kampung Jawa misalnya. lagu-lagu pop dan dangdut daripada lagu daerah. Tentu saja semua pihak mesti terlibat dalam hal ini. Dalam seni dan sastra Melayu kita mengenal ada gurindam 12. Orang Melayu dikenal sangat menghormati tamunya. Apa yang menjadi ciri-ciri Melayu seperti yang diungkapkan diatas terdapat dalam ajaran agama Islam. Sambas juga pernah dikenal sebagai “gudangnya” ulama. Organisasi-organisasi Islam dan Masjid begitu strategis. Islam mengatur akidah. pantun dan japin. seni dan budaya. tetapi fenomena yang terjadi di kalangan generasi muda Melayu Sambas patut untuk kita cermati dan dicarikan jalan keluarnya agar generasi muda Melayu Sambas berlaku sebagai orang Melayu bukan hanya berketurunan Melayu. tetapi jangan sampai kita terjebak pada eksklusifisme dan ini tentu saja bukan ciri dari seorang Melayu. serampang 12. belum lagi dalam pengamalan norma-norma ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai agama yang dianut oleh suku Melayu. begitu juga Melayu Sambas. serta tidak terjadinya tumpang tindih program perlulah kiranya antar lembaga-lembaga ini selalu melakukan koordinasi. ia mestilah terlahir dari keturunan Melayu. baik tari dan nyayian. remaja. Ibarat kita hendak membangun sebuah bagunan yang indah dan megah maka fondasi awalnya amat penting . Ketiga. Selain ketiga aspek ini menurut hemat penulis seseorang dapat dikatakan Melayu. politik. Selain keluarga perlu juga digalakkan pendidikan agama non formal seperti di sekolah sebagai jam tambahan. bahkan untuk memberi nasihat. Pertama. Kedua. Kehilangan ataupun melemahnya jati diri dan budaya sebagai seorang Melayu dapat dilihat dari fenomena generasi muda di Kabupaten Sambas yang lebih mengenal tari-tari modern dari tari-tari daerah. Supaya program ini tepat guna dan sasaran. Dari pengertian ini ada tiga hal yang menjadi ciri dari seseorang yang dapat dikatakan Melayu. akhlak. pemaaf. Islam adalah agama yang universal dan paripurna dalam ajarannya. yayasan-yayasan Islam. Orang Melayu juga dikenal sangat menyukai seni. hidup dengan budaya Melayu. sosial. yang dimulai dari keluarga sebagai fondasi awal. sangat sopan di seluruh Asia (Valentijn) dan jarang terlibat soal kriminal karena menjunjung tinggi hukum. Walaupun tidak semua yang menjadi ciri utama dari seorang Melayu hilang dari generasi muda Melayu Sambas. ekonomi. Merevitalisasi identitas Melayu Sambas mestilah dimulai dari dua hal yang paling dasar yang menjadi pilar utama masyarakat Melayu yakni agama Islam dan adat istiadat. bahkan Islam dapat memberikan lebih daripada itu semua jika apa yang terdapat dalam al Quran dan Sunah benar-benar diamalkan. berbicara dengan bahasa Melayu. sabar. Penanaman ajaran Islam dalam kehidupan mestilah dilakukan sejak dini. lemah lembut. Masyarakat Melayu juga dikenal sebagai bangsa yang “welcome” terhadap pendatang. Dari Keluarga bahagia yang mengamalkan ajaran Islamlah yang akan melahirkan anak-anak yang tahu akan ajaran agamanya. Orang Melayu dikenal sebagai etnik yang berketurunan baik (Duarte Bardosa). menyindir atau marah saja menggunakan pantun. sehingga ada pepatah yang menyatakan Kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan. Dalam hal ini peran Taman Pendidikan al Quran (TPQ).a muslim) demikian yang diungkapkan Leonard Andaya yang dikutip Pabali Musa. Karena kentalnya nuansa agama Islam dalam kehidupan masyarakat Sambas inilah sehingga Sambas dikenal sebagai Serambi Mekah atau Serambi Madinah Kalimantan Barat. tidak bisa berpantun dan tulis baca Arab Melayu. Tentu saja dalam hal ini keluarga yang bahagia (Sakinah. kita mengenal misalnya Ahmad Khatib Sambas pendiri tarekat QadariahNaqsabandiah dan Muhammad Basiuni Imran. hukum. beragama Islam.

sehingga Melayu tidak akan pernah hilang seperti yang ucapkan Laksamana Melayu Hang Tuah. maka pemilu tidak dapat dilaksanakan tepat pada waktunya dan realisasi pemekaran wilayah Kabupaten Sambas akan terhambat. Dalam kunjungan itu. Masyarakat Kabupaten Sambas baik Melayu maupun Dayak menyambut baik ajakan dan imbauan untuk menahan dan tidak melakukan tindakan kekerasan agar konflik antarwarga di Kabupaten Sambas cepat berakhir. bukanlah suatu khalayan jika Sambas ingin menjadi Serambi Mekah ke 2 di Indonesia setelah Aceh. Bukan hanya dalam bentuk fisiknya tetapi juga nilai filosofis yang terkandung didalamnya. AP Post. Tidak lanjut dari berbagai pertemuan. begitu juga dengan program Terpikat-Terigasnya Bupati. mereka meminta kepada tim yang turun dari Pontianak untuk membantu sesegera mungkin menyelesaikan konflik ini. Setelah fondasi awal sudah kita tanamkan dengan kokoh dan sempurna. Tim secara intensif melakukan tatap muka dan dialog dengan masyarakat kecamatan di Kabupaten Sambas. pada 11 April 1999. Sebabkan Kekerasan di Sambas * Usut Oknum PPRM/PPH yang Lakukan Penembakan Pontianak. pihak Keraton Sambas dipimpin Raden Winata. Disini peran pemerintah daerah Sambas sangat diperlukan untuk menggali dan mendidik masyarakatnya. . Selama ini. Oleh sebab itu. telah melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat Sambas dari 11 kecamatan di Keraton Sambas. Bukan seperti “Perempuan Melayu Terakhir” demikian judul film negeri jiran Malaysia yang bercerita tentang seorang pemuda yang mencari pemudi yang tahu budaya dan adat istidat Melayu bukan sekedar berketurunan Melayu. Budaya dan Pariwisata dan Dinas Pendidikan serta elemen lain sebagai penunjang. hal kedua yang perlu untuk diperhatikan dan ditumbuh kembangkan adalah adat istiadat bangsa Melayu. Pemerintah Daerah mestilah membuat program berkesinambungan yang dapat bekerjasama dengan Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) dan Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) atau lembaga ataupun pribadi yang mempunyai perhatian besar terhadap adat istiadat Melayu. 8-10 April 1999. Tim ini telah melakukan kunjungan. Sebelumnya. Bahkan bisa saja setragis nasib suku Indian Mohikan di Amerika Serikat yang hampir punah seperti diceritakan dalam film The Last Of Mohican. Mereka menyadari bahwa bila konflik ini terus berlanjut.agar dapat menopang bentuk bangunan diatasnya sehingga bangunan itu kokoh dan tidak roboh menghadapi perubahan cuaca atau iklim. baik yang masih berada di Kabupaten Sambas maupun yang sudah berada di lokasi pengungsian. Jika kedua aspek ini telah terbangun dengan baik. Demikian Ketua Tim Tokoh Masyarakat Melayu Sambas di Pontianak Drs H Muchalli Taufik dalam press realise yang dikirimkan kepada AP Post tadi malam. Paling tidak akan lahir pribadi-pribadi Melayu yang benar-benar Melayu. Provokasi. tatap muka dan dialog dengan masyarakat di Kabupaten Sambas selama tiga hari. Peran ini dapat dilaksanakan melalui Dinas Komunikasi. tindakan kekerasan terjadi lebih disebabkan adanya provokasi dan intimidasi dari oknum-oknum Madura.

'06 6:19 . apalagi mengawal oknum Madura untuk kembali ke lokasi-lokasi konflik. dan keenam sepakat menyukseskan Pemilu 1999. melainkan juga kepada masyarakat Madura agar dapat menimbulkan rasa aman. masyarakat juga meminta agar aparat keamaman dapat menahan diri agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan citra negatif di tengah masyarakat. Provokasi Diungkapkan Muchalli.Dalam pertemuan tersebut dihasilkan keputusan. Tindakan sembrono itu menyebabkan terjadinya Tragedi Sungai Garam yang menewaskan 13 warga Melayu dan 50 orang luka berat dan ringan. kata Muchalli. Hanya mereka meminta agar aparat yang ditempatkan itu adalah mereka yang mengerti adat istiadat dan tata krama masyarakat Kabupaten Sambas. pertama Masyarakat Melayu sepakat menjunjung tinggi hukum. Masyarakat Kabupaten Sambas tidak anti terhadap hadirnya aparat keamanan di daerah mereka. mereka juga meminta sejumlah anggota masyarakat Melayu yang masih ditahan oleh pihak kemanan baik yang kini ditempatkan di tahanan Polres Singkawang maupun Polda Kalbar segera dikeluarkan/diproses secara hukum. kata Muchalli. Dan dengan demikian akan memperburuk keadaan yang sekarang berangsur-angsur mulai pulih dan tenang.(tim) Orang Melayu dan Diasporanya di Seluruh Indonesia (Diluar Sumatera Dec 19. keempat Sepakat melakukan gencatan senjata. khususnya oknum PPRM/PHH melakukan tindakan kekerasan yang sembrono serta mengeluarkan pernyataanpernyataan yang menyinggung perasaan dan harga diri masyarakat Melayu maupun Dayak. ketiga. yang sampai hari ini masih di rawat di rumah sakit. Oleh sebab itu. adanya provokasi dan intimidasi dalam kerusuhan antaretnis itu terbukti adanya 24 oknum Madura di Rumah Sakit Umum Dr Abdul Azis Singkawang pada 8 April 1999. melakukan evakuasi secara damai yang dikawal oleh pemuda-pemuda Melayu dan petugas Kodim/Polisi setempat. kelima. dalam pertemuan dengan masyarakat di Kabupaten Sambas terungkap bawha Melayu Sambas maupun Dayak menyatakan mampu mengamankan wilayah Kabupaten Sambas selama oknum Madura maupun oknum aparat keamanan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu amarah masyartakat Kabupaten Sambas. Dijelaskan. kedua meminta ketegasan pemerintah untuk mengadili oknum PPRM/PHH yang melakukan penembakan. "Konflik juga terjadi karena aparat keamanan. Sebab kehadiran pasukan itu hanya akan memicu konflik baru antar masyarakat dan aparat keamanan. Pelucutan atau sweeping senjata tajam yang dilakukan hendaknya tidak hanya dilakukan kepada warga masyarakat Melayu. Mereka memandang aparat yang mampu melakukan tugas keamanan sekaligus pendekatan yang menyejukkan adalah dari kesatuan Brimob Kalbar. sepakat memperlancar proses pemekaran wilayah Kabupaten Sambas. Namun demikian. Di samping itu. hal itu dianggap sebagai sikap arogansi dan dapat memicu kemarahan massa. Sebab." kata Muchalli. Mereka juga meminta pasukan PPRM dan PHH dan pasukan dari Batalyon 612 Limbong Medang segera ditarik dari Kabupaten Sambas. Misalnya memberi peluang. untuk sementara waktu orang Madura yang berada dilokasi pengungsian di Kecamatan Sambas agar segera diungsikan ke luar Kabupaten Sambas terlebih dahulu.

Bawean (Boyan). serta kelompok Senganan di Sanggau. Sedangkan di Kalimantan Timur. orang Melayu membentuk suku Kutai dan komunitaskomunitas Melayu di Berau dan Bulungan diutara. karena kalau semuanya dibahas akan terlalu lama dan panjang. Banjar. hingga dibuatkan perkampungan khusus Melayu yang kini ada di Kampung Melayu. menerapkan adat-istiadat Melayu. orang Melayu merupakan salah satu dari sekian ratus suku bangsa yang ada di Indonesia. maka istilahnya menjadi Bumiputera. Jika ditarik garis besarnya. Terbagi menjadi Banjar Pahuluan. selain di Jambi. semua ras di Asia Tenggara (kecuali jazirah Indocina) dianggap sebagai ras Melayu. dan mereka datang ke Kalimantan Timur sejak abad ke-15. Banjar Batang Banyu dan Banjar Kuala. serta Jawa yang melahirkan kelompok baru yang disebut Orang Banjar. pesisir timur Sumatera Utara. Landak hingga Ketapang. Mandailing. Minangkabau dan tentunya penduduk Melayu asli Semenanjung sendiri. Bugis. Sedangkan dalam konteks Indonesia. Mereka juga turut menyebarkan agama Islam dikalangan orang Dayak. Rawa (Rao). Orang Banjar di Kalimantan Timur sering disebut Melayu.dan Sekitarnya) PM for everyone Menurut konteks Malaysia. Kalimantan Sekitar 1000 tahun silam. Jakarta Timur . Sambas. Kepulauan Riau dan Bangka Belitung dalam lingkup Indonesia. Kota Bengkulu dan sekitarnya hingga Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Jawa Orang Melayu yang dikenal sebagai pedagang banyak bermukim dikawasan Batavia. Orang Melayu ini berbahasa Melayu. yang terbentang dari Madagaskar di lepas pantai Afrika hingga Hawaii dan Tahiti di Pasifik. dan mendirikan berbagai kerajaan baik di Pontianak. Melayu Landak dan Melayu Ketapang. Coba sedikit-sedikit diulas secara apa adanya tentang kemana saja orang (suku) Melayu ini menuju pasca bermigrasi dari pulau induknya. yakni orang Dayak Ngaju. Maanyan. yang disebut orang Melayu adalah orang-orang yang menganut agama Islam. Mereka kemudian terbagi menjadi Melayu Pontianak. khususnya di Riau dan Kepulauan Riau. dan ‘memelayukan’ mereka yang kemudian masuk Islam. orang Melayu dari Sumatera. Melayu Sambas. berbaur dan campur dengan suku-suku proto Melayu. Sekitar abad ke-16 dan 17. Aceh. Kepulauan Riau dan Semenanjung bermigrasi ke pesisir barat Kalimantan. Lawangan dan Bukit. Namun jika memasukkan orang Asli dan Dayak. Yang ingin ditekankan disini adalah diaspora suku Melayu di Indonesia belaka. tepatnya di bekas kerajaan Malayu yang sekarang masuk propinsi Jambi. Konsep ini juga mencakup orang-orang keturunan Jawa. Sumatera. Diperkirakan orang Melayu berasal dari Sumatera. Sedangkan orang Melayu (suku lho) sendiri sudah bermigrasi ke berbagai wilayah di Indonesia sejak abad ke-9 dan 10 Masehi. beragama umumnya Islam dan beradat istiadat Melayu dengan pusat pemukiman tradisionalnya di Sumatera. Aceh Tamiang. berbahasa Melayu dan berpola pikir Melayu. dan membangun pemukimannya di sepanjang tepi Sungai Barito. orang-orang Melayu dari Sumatera bermigrasi ke kawasan tenggara Kalimantan.

Belanda. Orangorang Melayu yang berasal dari Pahang. Namun orang Betawi sendiri banyak yang tersisih dari wilayah tradisionalnya untuk kemudian berpindah ke daerah luar Jakarta. Kabupaten Jembrana. orang Melayu berbaur dengan berbagai suku yang didatangkan Belanda dari berbagai penjuru tanah air hingga melahirkan kelompok baru yang disebut Orang Betawi. namun perbedaan itu bukanlah penghalang untuk menjembatani persaudaraan bangsa serumpun ini. Betawi sendiri kemudian terbagi menjadi dua kelompok besar. terutama diwilayah Jembrana (Bali Barat). Namun dengan perdagangan yang berkembang dari masa ke masa inilah akhirnya orang Melayu dan bahasanya menyebar disetiap wilayah Indonesia dan menancapkan bahasanya yang menjadi bahasa pengantar antar kelompok serta kesukuan. Semarang. Banten. yang didorong antara lain faktor mata pencaharian dan pendidikan terutama di pulau Jawa. Amin. Kampung-kampung Melayu di Jakarta. Pusat budaya orang Betawi yang dijadikan cagar budaya antara lain kawasan Condet dan Babakan Setu. Lain Wilayah Orang Melayu telah berdiaspora ke berbagai penjuru Indonesia. Bahasa Melayu menggantikan bahasa Portugis sebagai lingua franca di bumi Batavia (Jakarta) sejak abad ke-18. Jawa Barat. Kampung ini kemudian terbagi menjadi dua. Ini terkait dengan penyebaran agama Islam dikawasan ini. Bali Orang Melayu diperkirakan telah hadir di Pulau Dewata sejak abad ke-18. yakni Betawi Kota dan Betawi Udik. yakni Loloan Barat dan Loloan Timur yang masuk dalam wilayah Kota Negara. Orang Melayu Loloan ini tinggal berbaur dengan pendatang asal Bugis dan Makassar yang ikut menjadi penduduk kampung tersebut dan menjadi kampung yang nuansa keislamannya sangat kuat ditengah dominasi agama Hindu dikawasan itu. Memang ada perbedaan konsep tentang Melayu antara Indonesia dan Malaysia. Trengganu dan Pontianak ini kemudian dimukimkan oleh raja setempat di kawasan bernama Loloan. Jawa. Tangerang. Pada perkembangannya.. Orang Betawi yang bentukan Melayu ini kemudian menyebar dari kawasan Tangerang di Banten hingga Karawang. dan dari Jakarta Utara hingga Bojonggede. hingga Matarampun kini hanya tinggal nama belaka. yang budaya dasarnya adalah Melayu namun tercampur dengan budaya Sunda. hingga terlahir bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan dari Melayu. . didasarkan lagu dan logat bicaranya.serta Kampung Melayu di Tangerang. Banyuwangi. melebur sepenuhnya dalam masyarakat yang mereka tinggali. orang bersuku Melayu dari berbagai wilayah Sumatera dan Kalimantan juga turut berpindah-pindah ke berbagai penjuru Indonesia.. Arab dan Portugis. diperkirakan mereka berasal dari Kalimantan bukan dari Sumatera jika ditilik dari pola bicaranya. Cina. Seiring dengan perkembangan jaman. kendatipun kini mereka menghilang. Sejak abad ke-16 dan 17 suku Melayu tinggal.

Ini dilakukan menjadi pekerjaan kumulatif panjang termasuk tidak terlepas dari kondisi politik yang mulai berubah membaik dengan hasil-hasil Pilkada terbaru. Sekarang mari kita lihat Kalimantan Barat. Biasa dimana semuanya berjalan dengan apa adanya tanpa ada gangguan fisik atau perasaan. pengorganisasian. Kata kunci: Melayu. budaya dan politik yang khas dan menyimpan potensi perdamaian dalam proses panjang perdamaian transformatif. serta menghargai kemanusiaan tanpa prasangka dan diskriminasi. yang dikelompokkan beberapa kali oleh para ahli tentang konflik kekerasan ini. Potensi Perdamaian. penghargaan terhadap keadilan. Pada akhirnya sebagian besar peserta berkesimpulan sementara bahwa damai diartikan secara sangat teknis dimana situasi atau kondisi tanpa konflik. Segala sesuatu berjalan apa adanya pada kondisi dan situasinya masing-masing. Tidak ada pola dan kecendrungan keberhasilan disuatu tempat akan berhasil dengan gemilang ditempat yang lain. karena ada yang menjawab bahwa damai itu hal yang biasa. penghargaan terhadap hak azasi manusia. Sebuah harapan baru untuk perdamaian. Harris dan Morrison (2004) mengajukan istilah damai yang negatif dan damai yang positif. 2008 Pendidikan Transformatif Leave a Comment Tags: Melayu. Tanah rentan yang tertimpa bencana konflik etnis berkali-kali sejak jaman pra-kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan. transformasi konflik Abstraksi Perdamaian dikembangkan dan diperjuangkan secara terus-menerus dengan tidak ada batasan waktu kapan terjadi perdamaian yang dicita-citakan. bahkan dimulai dari individu. kehidupan yang lebih seimbang. dalam beberapa hal tulisan ini secara empiris dibahas lebih banyak tentang masyarakat Melayu Sambas diungkap sebagai masyarakat egaliter dengan kondisi sosial. Masyarakat Melayu. pemenuhan kebutuhan dasar. sosial dan budaya serta politik. rekonsiliasi. terutama yang diasumsikan menjadi penyebab konflik dan ketidakmaian lebih diungkap dari potensi sosial. adanya partisipasi dari rakyat terhadap negaranya. Perdamaian dalam makna ini memuat juga pola kerjasama untuk resolusi konflik. Transformasi Konflik. Sambas.Bambang Priantono Potensi-Potensi Perdamaian Masyarakat Melayu Published November 20. Pada suatu pertemuan pegiat LSM (dimana pegiat itu sendiri lebih senang menyebutnya NGO) di Pontianak diajukan sebuah pertanyaan mengenai apa arti damai sesuai dengan pandangan masing-masing. Peserta menimbulkan tanggapan beragam dan bisa disebut dengan berwarna. Beberapa formula dan . komunikasi sosial dan komunikasi kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat. Damai dalam pengertian negatif hanya terbatas pada semata-mata penghentian kekerasan. Begitu juga dengan analisa tentang penyebabnya juga beragam. perang atau berbagai bentuk kekerasan fisik lainnya. Damai secara positif memuat pengertian standar keadilan. Ada yang menarik. Pendidikan Transformatif. Potensi-potensi perdamaian yang selama ini gagal digali dari budaya. dari kultur.

Tapi pada akhirnya para peserta memng sepakat untuk menyelesaikan pertikaian dan perselisihan tanpa kekerasan. sampai sekarang belum satupun upaya rekonsiliasi yang difasilitasi resmi dilakukan oleh pemerintah. Beberapa upaya mencapai belum mencapai hasil yang maksimal. Namun demikian. Sebagian melihat ini masih api dalam sekam yang bisa menyala sewaktu-waktu. Apalagi dengan definisi dengan memenuhi syarat-syarat damai secara positif yang dikemukakan oleh para ilmuwan sosial tersebut diatas. misalnya antara Madura-Melayu yang secara prinsip sesama pemeluk Islam. panas dengan alur yang berputar-putar dan sulit mencapai kesamaan sudut pandang. Berbeda dengan konflik di Maluku yang mendapat perhatian serius dan langsung ditangani pemerintah langsung melalui wakil presiden dengan melahirkan Baku Bae. tidak mundur dan berulang. hari. yang tidak lepas dari peran para aktivis perdamaian. jelas menggambarkan suasana yang tegang pada awalnya. kehidupan yang lebih seimbang. tidak mundur dan berulang. beberapa mantra telah terucapkan dan beberapa pertemuan tokoh telah dilakukan. Kita masih jauh dari standar keadilan. mungkin saja ini bukan masa tenggang sama sekali. adalah kondisi tenggang dimana kekerasan akan bisa muncul kapan saja atau berulang pada waktu tertentu. Anggapan yang menyiratkan konflik terjadi berulang dalam kurun waktu tertentu adalah tidak mutlak. tahun. Acara pertemuan yang dipandu oleh seorang moderator tersebut pada mulanya tegang. pada posisi masing yang menganalisa dan beranggapan darimana konflik ini berasal dan menjalar cepat. Kembali melihat kondisi masyarakat Kalbar dan kondisi perdamaian yang positif seperti diutarakan diatas. Dan hasilnya kita lihat sekarang. Merupakan catatan yang penting. Waktu mau memulai tulisan ini. pada semua konflik kekerasan antar etnis. dari potensi yang lain. . dari malam dangdut. semua bersikukuh pada kebenaran masing-masing. terus terang sulit untuk melihat potensi damai yang dimaksudkan atau mulai dari mana. karena tetap ada peluang untuk konflik kekerasan tidak akan muncul lagi. Kondisi sekarang.rumusan sudah dicari. atau rembuk atau kesepakatan perdamaian atau muncul dengan beragam istilah yang disepakati) yang telah dilakukan jelas menunjukkan keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk segera mengakhiri kekerasan dan mengakhiri pertikaian dan permusuhan dengan cara damai. tapi beberapa dialog (atau pertemuan. Semua pihak lelah dengan kekerasan dan bermaksud menyelesaikan semua pertikaian dan perselisihan dengan cara yang damai. dan yang paling mengejutkan tentunya pemicunya bisa apa saja. karena waktu itu adalah lurus. sampai pada alasan-alasan yang tidak masuk akal. ada yang menganggap bahkan agama tidak bisa mencari solusinya terbukti sesama muslim masih bisa saling memusuhi. Dalam konteks ini. untuk makan secara layak. adanya partisipasi dari rakyat terhadap negaranya bahkan untuk pemenuham kebutuhan dasar. ada yang menyebutkan. Apalagi dalam konflik etnis. berjalan terus. Itu hanyalah keterbatasan manusia mencari batasan waktu. Saya justru percaya sebaliknya. mencari potensi perdamain justru pertanyaan yang mudah dirumuskan dan sulit dicari tanggapan atau jawabannya. Waktu hanyalah siang berganti malam dan seterusnya berganti siang. maka tercipta jam. Salah satu dialog yang dihadiri beberapa peserta yang mewakili kelompok etnis dan orang yang dianggap berpengaruh pada tahun 1999 di Hotel Surya (dulu namanya Hotel Khatulistiwa 3). ambil rumput. Berarti kita harus berangkat dari permulaan yang lain. dan dekade. minggu. rebutan pacar. apalagi mencapai kesepakatan.

minat.173 jiwa). Menarik berangkat dari kata ”biasa” diatas dan mungkin kita bisa berangkat dari potensi ini. misalnya. Madura (203.208. melalui serangkaian perubahan kecil dan besar sebagaimana juga dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh [pelaku yang beragam yang mungkin memainkan peran yang penting.612 jiwa). ’koran perdamaian. ’radio perdamaian’. Mulai dengan.234. Dalam masa tenggang ini peluang kita untuk menciptakan perdamaian cukup besar dan banyak potensi yang bisa digali. Masyarakat Egaliter yang Merampungkan Teka-Teki Besar Dari data BPS Kalimantan Barat berdasarkan Sensus Penduduk terakhir (tahun 2000). Kondisi seperti ini bisa dikatakan kondisi yang damai. terdapat etnik-etnik lainnya yakni Melayu (1.Keniscayaan memandang titik awal perdamaian ini adalah suatu keniscayaan yang tetap harus kita cari. Lebih lanjut ini mengharuskan pendekatan yang komprehensif menekankan pada dukungan kelompok dalam masyarakat yang berkonflik ketimbang mengandalkan mediasi dari pihak luar. baik kecil maupun besar yang diletakkan secara seimbang sebagai pecahan kecil dalam rangkaian gambar yang sangat besar.537 jiwa). sama-sama tidak dirugikan dalam konflik tersebut). usaha-usaha resolusi konflik harus selalu diimbangi dengan upaya-upaya mengoptimalkan alat-alat perdamamaian. konflik ini merupakan peluang besar untuk perdamaian. disebutkan bahwa komposisi penduduk adalah sebagai berikut: Dayak yang berjumlah 1. wacana. saling melengkapi dan mempunyai pengaruh dan memainkan peran dalam proses panjang membangun perdamaian. Tulisan ini diungkap dari pengalaman empiris. Berangkat dari para pemikir transformasi konflik (Miall. Bagian dari wawancara ini sebagian besar dilakukan dengan beberapa individu-individu dari kelompok masyarakat Melayu Sambas. Masyarakat dalam pihak yang berkonflik dan terpengaruh oleh konflik semuanya memiliki peran komplementer. karena perdamaian adalah hal yang alamiah. Selain Dayak. Atau dari sudut pandang transformasi konflik. 2001) yang berargumen bahwa konflik kontemporer memerlukan lebih dari memposisikan kembali identifikasi win-win (dimana pihakpihak yang berkonflik sama-sama menang. Lalu dimana peluang kita untuk melihat potensi damai ini? Sebaliknya justru. Jawa (341. Energi-energi yang ada bisa diubah menjadi alat-alat perdamaian. selama hal tersebut akan menjadi tetap. tapi lebih kepada mengubah (atau mentransformasi) hubungan.732. Dengan demikian konflik diubah secara bertahap. dan jika perlu mengubah konstitusi yang melanggengkan konflik. Secara bersamaan. Perdamaian adalah sesuatu yang harus tersu menerus diperjuangkan. Semua hal yang terdapat sekarang setelah terjadi konflik bisa ditransformasi atau dirubah untuk menjadi alat perdamaian.940 jiwa. menjadi tetapan. Bearti perdamaian diciptakan dari mentransformasi potensi yang ada untuyk berkontribusi pada usaha perdamaian. ’ kelompok perdamaian’ dan diseminasi informasi potensi damai sebanyak mungkin.162 jiwa atau 33% dari total penduduk yang berjumlah 3. kondisi seperti ini yang dianggap ’biasa’ bisa menggunakan semua media yang ada termasuk selalu melakukan mediasi perdamaian menggunakan media yang yang ada. Sunda . berdasarkan referensi tentang sosial budaya masyarakat Melayu dan dan beberapa hasil wawancara yang memuat gagasan-gagasan perdamaian.

939 jiwa). Sumatra (non-Batak dan Padang: 12. Diwaktu musim melaut bagus. Mata pencarian masyarakat yang lebih agak jauh dari laut. kesenian. tajur. pancing. dengan dimensi beragam termasuk sastra dan perilaku komunikasi sosial. India (929 jiwa). mereka akan bekerja di laut. pukat hanyut. Berburu dilakukan untuk menangkap hasil buruan kancil atau pelanduk. yaitu memanfaatkan hasil laut. tekukur. perangkap. lainnya (83. humé belukar tua dan ‘serandang’. masyarakat ini tidak bisa dibedakan apakah sebagai nelayan dan petani dengan melihat mata pencarian mereka tersebut. namun. yaitu mengambil tumbuh-tumbuhan di hutan seperti bahan untuk makanan. Alat yang digunakan untuk berburu yang digunakan seperti senapan. jaring.809 jiwa). Bila dilihat dari pilar bahasa (dan kebudayaan). Kapuas Hulu. menangkap ikan dan melakukan . kail. Mata pencarian masyarakat Melayu di pedalaman dan di pesisir Kalimantan Barat umumnya memiliki karakteristik yang sama. dapat juga dikatakan bahwa muslim dan non-muslim dapat disebut Melayu sejauh mereka hidup dalam cara hidup Melayu. trawl. lukah. Selalu ada yang tidak bisa diungkap atau keterbatasan sensus seperti demikian. Bentuk mata pencarian lain adalah termasuk ‘meramu’. jala. Bugis (121. yaitu dimana ombak tidak besar dan cuaca baik. dan warga asing (531 jiwa) Pluralitas etnik tersebut dalam kenyataannya jauh lebih kaya daripada data Sensus Penduduk.493 jiwa). imbok. orang. setelah kedatangan Islam. Penangkapan ikan di laut menggunakan alat-alat tradisional seperti sero. Mata pencarian lain adalah bertani dengan bentuk bertani di ladang. bahan-bahan untuk mambangun rumah yang disebut ‘ramuan’.117 jiwa). Termasuk meramu getah jelutung. Dalam etnik Melayu setidaknya terdapat subetnik Melayu Sambas. kaum. jerat.493 jiwa). menangkap ikan dan hasil laut lainnya. nanggok. ngammal. sistem kebudayaan itu diwarnai oleh ruh Islam sehingga sebagian orang mengidentikkan Melayu dengan Islam. belat.(89. Batak (18.091 jiwa). Secara kontemporer. ilar. rawai. Objektif karena raja beragama Islam sehinggga keturunannya pun Islam. pukat. tombak. subjektif.755 jiwa). Sulawesi (non-Bugis: 30. Masyarakat yang tinggal didekat perairan. Secara kategoris.537 jiwa). kesadaran akan kelompok etnik (identitas etnik). lantak. kelong dan jermal. jaring. Mempawah. Merujuk pada identitas Melayu dengan Islam bersifat objektif dan subjektif. belati atau parang. dan juga burung seperti peregam. adat-istiadat. atau kesadaran sebagai pewaris budaya tertentu (identitas budaya) bersifat dinamis. Padang (7. Penangkapan ikan yang dilakukan di darat adalah nimba. secara tradisional adalah berburu di lokasi hutan disepanjang daerah pesisir dan menggantungkan hidup dengan sumber alam di laut dan sungai dengan menangkap ikan dan sumber alam lainnya yang ada. kail. berbicara dan menulis dalam bahasa Melayu dan menjalankan adat-istiadat Melayu (Chairil Effendi. bubu. 2001).223 jiwa). bangau. misalnya. Sintang. kijang dan rusa. sastra. dan Ketapang yang masing-masing daripadanya memiliki bahasa dan budaya yang unik. tempat. Cina (352. aren atau air legen untuk dijadikan gula kerek atau gulau aren (enau). Arab (3. seperti di Sungai Itik dan pendatang dari Sambas. Identitas kebudayaan dan etnis wujud sebagai kesadaran akan diri (identitas pribadi). Landak. Banjar (24. damar. rawai dan serampang.549 jiwa). karena siapa pun yang memeluk Islam disebut Melayu. etnis. Sanggau. bahkan ras. sungai dan laut sangat menggantungkan hidupnya dengan sungai dan laut dengan menangkap ikan dan sumber alam lainnya. Berbicara tentang masyarakat Melayu kemudian merujuk kepada banyak hal: bahasa. jerat dan getah. punai. sumpit.

Sejarah sambas yang sangat luar biasa hebatnya dalam membangun budaya. bahkan istrinya pun berasal dari sebuah patung kayu pelaik yang dihidupkan oleh seorang pertapa.ini yang hrus di hidupakan lagi. Nilainilai Islam baru terlihat dalam episode ke-6 yang mengisahkan tokoh Awang Kebarin atau Raden Beruk. Sebaliknya. dan. sebagai pekerja keras. identitas masyarakat Sambas memperlihatkan sosoknya yang multidimensional. yakni episode yang mengisahkan keturunan terakhir Mambang Kuning. dan para pandita.yang di awali dengan pendidikan. cinta kasih bukan budaya kekerasan. Misalnya budaya sastra lisan kesah adalah cerita tentang asal-usul kejadian dan keberadaan manusia di dunia.” Masyarakat Melayu yang dipandang sangat egaliter. dalam waktu tertentu justru mengerjakan humé atau ladang dan meramu jika laut tidak bersahabat. misalnya. Perkawinannya dilakukan dilakukan di depan kadi. Dikutip dari Chairil Effendi (2003). dan dianggap sakral oleh masyarakat pendukungnya hingga sekarang. Seorang pemuda Melayu yang berkecimpung dalam masalah revitalisasi kebudayaan budaya Melayu Sambas yang mendorong kebudayaan sebagai alat dan proses transformasi menyatakan. Penuturan teks dianggap merupakan sarana pewarisan nilai-nilai luhur yang dipelihara oleh nenek moyang mereka selama berabad-abad. “Melayu punya Budaya yang besar. tokoh ini menentang nilai-nilai yang diyakini oleh orang tuanya. tetapi sekaligus masih memelihara nilai-nilai Hindu dan lokal. Namun. cerita adalah cerita tentang petualangan dan kesaktian tokoh pahlawan yang dipercaya sebagai tokoh historis. Ketokohan dan penokohan orang tertentu dalam simpul massa sebagai representasi juga hanya berlaku untuk kelompok yang sangat kecil. berdasarkan pembacaan terhadap sejumlah teks. Bayangkan berapa banyak pemuka atau tokoh yang harus diajak bicara jika untuk mengambil keputusan besar seperti rekonsiliasi dan perdamaian di masyarakat Melayu Sambas. mereka saling berbaur bergaul tanpa membedakan asal dari mana dan etnis apa. serta hubungan sosial dan kerjasama yang erat antara individu dan keluarga yang membentuk suatu kelompok sosial. sistem nilai yang menjadikan mereka mampu menghadapi deraan zaman yang selalu berubah. budaya gotong royong. saling simpati.budidaya sumber alam laut. . Hal serupa masih terlihat pada tokoh Raja Alam. Teks ini mengisahkan “perjalanan” tokohtokoh keturunan Mambang Kuning di kayangan dalam mendirikan kerajaan-kerajaan di bumi. Modal sosial termasuk kemauan baik. Ini yang disebut Hanifan (dalam Rusydi. pada saat lalu bagaimana sekolah–sekolah yang berbasis agama (pesantren)sangat banyak. Dalam “perjalanan” itu dikisahkan bahwa anak pertama Mambang Kuning belum memeluk Islam. Berdasarkan Teks Raja Alam. ulama.di pesantren anak-anak yang dididik agama di ajarkan cinta kasih saling menolong dan gotong royong dan kita tahu di pesantren itu semua etnis ada. Dalam banyak hal. ngkaya adalah cerita yang dianggap sebagai rekaan atau imajinasi tukang cerita. dan Awang Kamarudin. dengan volume teksnya besar dan jangkauan struktur teksnya luas. Secara umum identitas budaya masyarakat Sambas digambarkan sebagai pemeluk Islam. dikisahkan betapa kuatnya kepercayaan Awang Kesukma kepada mahluk-mahluk halus. rasa bersahabat. di bagian akhir teks. Hanifan mengatakan modal sosial merupakan aset atau modal nyata yang penting dalam hidup bermasyarakat. 2003) sebagai modal sosial. Raja Saih. Dia menetang perilaku ayahnya yang kerap menindas orang miskin. 2003) pada masyarakat Melayu Sekadau dan Ketapang. dengan jelas memperlihatkan hal itu. Sastra lisan ini juga diungkap (Chiril Effendi.

Cara yang satu tidak mungkin sama bisa dilakukan ditempat yang lain. rembuk dan rapat. Tionghoa dan beberapa masyarakat Jawa mengungkap kesan bahwa mereka mau terlibat dalm upaya-upaya perdamaian atau peneyelesaian perselisihan atau konflik dengan cara damai. Nanti akan kita lihat sejauh mana kondisi politik. tapi sangat layak dicoba dan menglibatkan peran pemerintah. Dayak. menggelembung untuk menggerakkan perdamaian secara lebih luas dan terorganisir. yang kemudian mampu bergerak. selain bahwa menyiratkan upaya perdamaian ini akan melibatkan banyak sekali orang melayu dalam waktu yang lama. antar masyarakat Melayu dengan kelompok etnis lainnya dalam menyikapi dan menciptakan perdamaian dalam masyarakat. Melakukan pertemuan ini seperti menebak teka-teki besar dimana setiap upaya mewakili satu potongan kecil yang dengan teliti dan hati-hati diletakkan sebagai bagian dari sebuah teka-teki yang besar. terutama dilakukan pada masyarakat Melayu Sambas. Setidaknya ini sebagai permulaan yang baik. Kondisi perekonomian yang terpuruk sejak krisis ekonomi global yang menyebabkan Indonesia terpuruk secara global berdampak buruk bagi perekonomian di Sambas. dan memperhitungkan banyaknya wilayah yang harus dilakukan upaya pertemuan. Kelompok umur ini adalah kelompok yang terlibat langsung dalam konflik kekerasan dan merupakan kelompok yang kuat menolak upaya-upaya perdamaian apalagi pemulangan kelompok masyarakat Madura ke Sambas. Misalnya sejak jeruk sudah tidak bisa menyangga lagi perekonomian di Tebas. resolusi dan menciptakan perdamaian. melelahkan memang. Pada akhir pertemuan dilihat bagaimana kemungkinan untuk bekerjasama menyelesaikan masalah tanpa melihat perbedaan dan mencari persamaan mendasar dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. peserta terdiri dari kelompok etnis Melayu. Bentuk upaya ini tentunya tidak dilakukan hanya sekali dua kali. Dari pertemuan tersebut digali dan dikongsikan pendapat dan mengungkap akar masalah konflik. Dari hasil pembicaraan warung kopi sampai survey ilmiah yang dilakukan menunjukkan bahwa juga pertemuan. pertemuan harus berangkat dari kampung. Karena tidak ada formula atau rumusan yang manjur untuk membngun perdamaian. Sebuah rembuk di kampung selanjutnya bisa dilakukan secara bergerilya dari satu kampung ke kampung lain. dialog atau rembuk yang dilakukan harus sangat memperhitungkan kelompok muda dibawah umur 30 tahun ke bawah. menepis stigmatisasi (pelabelan suatu kelompok masyarakat dengan cap tertentu yang negatif) dan melihat peluang perdamaian. dilakukan di Singkawang. Sebuah kegiatan yang dilakukan yang disebut ‘rembuk kampung’ misalnya dilakukan di daerah ‘penyangga’ Singkawang mensyaratkan penglibatan masyarakat yang egaliter ini dari bawah. Di sebuah pertemuan yang disebut rembuk kampung. Banyak yang ’melarikan’ diri ke Malaysia untuk bekerja sekedar mencari sesuap nasi. menimbulkan stress sosial yang mendorong orang melakukan kekerasan dipicu dengan penyebab apapun. Berangkat dari penglibatan. atau bentuk pertemuan lainnya kalau memperbincangkan masalah konflik. bahkan mungkin perlu hitungan ratusan dengan memperhitungkan besarnya kelompok masyarakat Melayu. Yang harus dilakukan . Untuk memulai perdamaian dan upaya-upaya lainnya harus dimulai dari kelompok umur ini.Sudah banyak pertemuan yang dilakukan dalam masyarakat Melayu. niat baik politik negara mensikapi masalah ini. organisasi rakyat dan organisasi sipil secara berkelanjutan dan berkesinambungan. kelompok muda usia produktif banyak yang menganggur.

kalau ada mungkin anak mereka kuliah di luar. Penglibatan menjadi kata kunci dalam hal ini. melakukan urusan tanah di Sambas. seseorang yang merasa dari kelompok Melayu mengungkapkan. Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM). Tentunya jangan dilupakan organisasi basis dan organisasi rakyat (yang mungkin bahkan tidak pernah kita dengar dan ketahui hanya karena tidak masuk koran dan televisi) yang menyebar di kampung. Beberapa kelompok Melayu menganggap ini sebagai pertanda perubahan situasi yang membaik dan senang mengakui bahwa perubahan ini ada dan sedang berlangsung.jika kerukunan terwujud maka akan terwujud perdamian. apakah ada anak yang usia 20 tahun. Situasi sekarang sudah berubah. Acara adat walimah bisa di jadikan media untuk menyampaikan pesan-pesan kerukunan hidup antar umat dan masyarakat. harus dipandang secara positif dan merupakan modal sosial potensi perdamaian yang besar dalam upaya menciptakan perdamaian. melalui dialog. menggali potensi dan mencoba melakukannya.adalah berupaya membangun perdamaan tersebut. Mediasi yang adil dan menjamin pemenuhan hak secara damai merupakan kuncinya. Lebih lanjut beliau mengungkapkan “Cerita konflik di kab sambas saat ini sudah berkurang. Apalagi dengan mengentalnya identitas Melayu dengan bermunculan organisasi adat. karena perjalanan waktu tentunya. rapat-rapat dan tindakan bersama. Saye terkadang kumpul dengan kawan-kawan bertanya dengan mereka sudah berapa anak. yang memperkuat politik identitas dan perebutan kekuasaan. Setiap upaya ini berkontribusi sangat besar dalam menciptakan potensi damai dengan melakukan upaya perdamaian dengan melibatkan organisasi tersebut. Organisasi seperti Majelis Adat Budaya Melayu (MABM).” Beberapa orang juga mengungkapakan kemungkinan yang sama dalam mengembangkan perdamaian.karena pada saat Bupati turun kelapangan akan meyampaikan pesan bagaimana akan membangun kehidupan yang damai dan mewukudkan pembagunan kalau kita saling meyerang atau selalu rebut. pertemuan. Setelah dibangun pemenuhan hak dan memenuhi keadilan dua belah . Secara klasik banyak yang mengungkapkan bahwa waktu menyembuhkan semua luka. Saya mencoba memberikan pemikiran. “Kalau kami sudah biasa melihat orang Madura melakukan transaksi jual beli. pengubah konflik menjadi perdamaian dan menjaganya. Beberapa orang mengungkapkan“. di kota dan pesisir yang harus secara progressif difasilitasi. contoh adat pernikahan (walimah) tamu undangan tidak hanya yang berada di sekitar kampung bahkan antar kampong.” Harus diakui ini kondisi yang berbeda di Sambas dan perlu perhatian khusus termasuk melihat kondisi damai disyaratkan tidak hanya bertumpu pada keberhasilan pemulangan pengungsi ke lokasi di Sambas. pemuda dan budaya melayu. Secara de facto (kenyataannya) organisasi ini menyimpan potensi transformasi rekonsiliasi yang sangat besar. cobe lihat anak kita bisa sekolah keluar Sambas dengan aman ngape kite tak tak bise. misalnya seorang ketua organisasi majelis ulama di Sambas mengungap ”Dalam membangun perdamaian dan pencegahan konflik di Sambas adalah adat istiadat yang harus di hidupkan. menepikan titik potong bahwa organisasi ini juga mungkin dibentuk dengan motif-motif politik. termasuk lembaga kesultanan dari seluruh Kalimantan Barat. tapi juga dilihat bahwa dengan hidup terpisah juga harus dilihat pemenuhan hak dan keadilan kedua belah pihak. Dari sebuah pertemuan tentang peringatan dini konflik. karena pada acara tersebut tokoh-tokoh masyarakat di beri kesempatan untuk menyampaikan pesan tentang kerukunan antar keluarga dan masyarakat.

hal ini di lakukan untuk merubah pandangan bahwa Sambas sudah aman dan damai. resolusi konflik. Desentralisasi mulai dari kampung bertujuan dalam kerangka otonomi daerah adalah untuk meningkatkan kualitas keadilan. kesepakatan dan tindakan bersama. ”Atau bise dicoba buat acara silaturahmi untuk bersilaturahim seminggu berikut. misalnya. perlu dilakukan tindakan afirmatif yang disepakati oleh kelompok yang menggelinding dan membesar untuk membentuk komitmen.karena hal itu jarang di lakukan. tapi juga melakukan jaringan antar individu dan individu ini juga harus mencari kawan yang lain supaya banyak yang teriak perdamaian dan menjadi buah bibir. dimana proses ini tidak hanya sebatas mengumpulkan orang. Dikatakannya bahwa proses ilmiah terlalu lama. efisien. Keseimbangan sistem politik dan ekonomi. termasuk mengukur politik identitas etnis tanpa disertai kekerasan akan menjadi peluang dan model sistem perdamaian yang akan dibangun. responsif. “Rekonsiliasi dan perdamaian di Sambas antara etnis Melayu dan Madura itu dapat dilakukan dengan model berjaringan. mendiseminasi atau bahasa sosialisasi dengan melibatkan peran luas masyarakat secara langsung. baik sebagai upaya pencegahan konflik maupun penyelesaian konflik yang tengah berlangsung adalah dengan menciptakan peluang dan mendorong upaya.pihak maka akan menjadi modal sosial untuk berinteraksi ke tahap berikutnya.” Penulis memandang sebagai masyarakat yang egaliter. Disebutkan oleh dalam pembicaraan (wawancara) salah yang aktif dalam organisasi kepemudaan mengatakan perlu dibangun silaturrahim (jalinan persaudaraan). Politik Perdamaian Untuk mencari sumber-sumber atau kekuatan-kekuatan perdamaian dengan mengutamakan kearifan masyarakat dalam menjaga dan memelihara perdamaian. perlu di lakukan intervensi atau tekanan dari orang-orang yang sepaham. dan akuntabel. Begitu juga anak-anak mahasiawa yang kuliah di Pontianak. Untuk membangun modal sosial ini perlu dilakukan cara mendasar dalam komunikasi untuk saling bertemu dan mengemukakan pendapat.pertemuan.mungkin mereka-mereka samasama tak takut mau mulai sehingga saling menunggu. dan kesejahteraan dengan meningkatkan keterlibatan serta partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan keputusan maupun implementasinya sehingga terwujud pemerintahan lokal yang bersih. transparan. Ini yang disebut kondisi sosial dimana orang beinteraksi tanpa curiga dan memperoleh kepercayaan adalah kunci modal sosial yang kuat. coba buat diskusi. demokrasi. ye silaturahim lagi agar timpul kedekatan lagi antara masyarakat yang dulu hidup rukun damai. Dalam prosesnya diberikan pendidikan politik kepada masyarakat akan kepentingan keterlibatan mereka dalam proses pemerintahan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih .” Proses berjaringan ini seperti terungkap dalam diskusi adalah tidak hanya sebatas mengumpulkan orang-orang tapi juga melakukan jaringan antar individu dan individu ini juga harus mencari kawan yang lain seperti multi level marketing. Tentunya secara optimis ini bisa berlanjut kepada bentuk damai yang lainnya. Bagaimanapun juga ini potensi damai. Beberapa hal patut menjadi catatan dari mengapa kondisi ini bisa terjadi.komunikasi. Pemerintah secara struktur memegang peran yang sangat penting untuk memfasilitasi perdamaian.

Para bupati sekarang sudah dipilih langsung oleh rakyat. Sebagai pembangkit semangat mungkin perlu diingat untuk mengangkat harkat dan martabat puak Melayu. perempuan dan membangun gerakan Credit Union di masyarakat Melayu dapat menjadi sebarang pintu untuk menuju perdamaian. adalah untuk menciptakan momentum perdamaian dan kembali menghimpun momentum itu. Anggaran Dana Desa (ADD). Sedikit. Sejauh ini rembuk kampung yang melibatkan paertisipasi orang kampung secara luas dari mulai isu korupsi. Beberapa rembuk kampung bisa dihimpun. ”sikit-sikit. bupati adalah bupati yang di pilih langsung. tidak ada yang basi dan usang dengan peribahasa ini. dan antara masyarakat dan pemerintah di pihak lain. tapi ini permulaan. lama-lama jadi bukit”. Menghimpun potensi damai yang ada. kan tidak mungkin pada saat bupati omong gayye (begitu) lalu di serang masyarakat disiyye (disitu). dari kekuatan individu menjadi kekuatan kolektif. Sejarah Keraton Al-Watzikhoebillah Sambas . Orang Melayu berpribahasa. memiliki legitimasi lebih kuat dan mempunyai peluang membangun perdamaian yang lebih luas dalam struktur kekuasaan. Kalau sudah tidak ada lagi yang berbuat memang harus orang Melayu sendiri yang bangkit dari keterpurukannya.” Catatan Kecil Potensi damai adalah potensi yang dihimpun dari kekuatan kecil menjadi kekuaatan besar. Masyarakat Melayu sendiri mengungkapkan bahwa yang terpenting adanya kemauan politik dari kepala daerah. untuk membangun kesalingpercayaan antar masyarakat di satu pihak.”Mun (kalau) dilakukan paling tidak sudah mulai ada perubahan berfikir walau sedikit di masyarakat. Dikatakan bahwa banyak moment yang bisa di manfaatkan oleh pak Bupati untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa hidup damai dengan semua etnis.para pemimpin mereka secara demokratis. usaha perdamaian lainnya tetap juga harus dimulai dari kampung ke kampung. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan demokrasi yang dianut mengakomodir kepentingan masyarakat yang paling bawah diwali dengan pemerintah memperhatikan pembiayaan di kampung atau di desa. Terakhir. Membangun kebijakan politik yang mengakomodir pendidikan perdamaian. merangkainya menjadi bangunan teguh dan kokoh.

Kompleks Keraton Al-Watzikhoebillah Sambas Kompleks Keraton Al-Watzikhoebillah Sambas Masa Lalu Masjid Jami Kesultanan Sambas .

Masjid Jami Kesultanan Sambas Masa Lalu .

Saat itu di Sambas memerintah seorang ratu keturunan Majapahit (Hinduisme) bernama Ratu Sepudak dengan pusat pemerintahannya di Kota Lama kecamatan Telok Keramat sekitar 36 Km dari Kota Sambas. Pada jaman dahulu. Karena prilaku dan tata kramanya sesuai dengan keadaan sekitarnya. Ketika Ratu Sepudak memerintah. tahta kerajaan diserahkan kepada anak cucunya secara turun temurun. Setelah beliau wafat. Kemudian banyak rakyat menjadi pengikutnya dan memeluk agama Islam. beliau disegani bahkan Raja Tanjungpura rela mengawinkan dengan anaknya bernama ratu Surya. Antara kedua kerajaan ini mempunyai kaitan persaudaraan yang sangat erat. Raja tengah inilah yang telah datang ke Kerajaan Tanjungpura (Sukadana). Baginda Ratu Sepudak dikaruniai dua orang putri.Sejarah Asal Usul Sambas Sejarah tentang asal usul kerajaan Sambas tidak bisa terlepas dari Kerajaan di Brunei Darussalam. Beliau mempunyai putra yang bernama sultan Raja Tengah. tibalah raja Tengah beserta rombongannya di Sambas. Yang sulung dikawinkan dengan kemenakan Ratu Sepudak bernama raden Prabu Kencana dan ditetapkan menjadi penggantinya. bertahtalah seorang Raja yang bergelar Sri Paduka Sultan Muhammad. . Dari perkawinan ini terlahirlah Raden Sulaiman. di Negeri Brunei Darussalam. Sampailah pada keturunan yang kesembilan yaitu Sultan AbdulDjalil Akbar.

Bertugas khusus mengurus perbendaharaan raja. Perkawinan ini dikaruniai seorang putera bernama Raden Boma. Raden Sulaiaman mengambil kebijaksanaan meninggalkan pusat kerajaan. Dalam pemerintahan Ratu Anom Kesuma Yuda. Kemudian agak ke hulu dan mendirikan kota dengan ibukota pemerintahannya diberi nama Kota Balai Pinang. Ratu Sepudak wafat. diangkatlah pembantu-pembantu Administrasi kerajaan. Adik kandungnya bernama Pangeran Mangkurat ditunjuk sebagai Wazir Utama. Menantunya Raden Prabu Kencana naik tahtadan memerintah dengan gelar Ratu Anom Kesuma Yuda. Hasil mufakat keduanya meninggalkan kota lama.Tak berapa lama. Pada peristiwa bersamaan putri kedua Ratu Sepudak yang bernama Mas Ayu Bungsu kawin dengan Raden Sulaiman (Putera sulung Raja Tengah. . menuju daerah baru dan mendirikan sebuah kota dengan nama Kota bangun. Suatu ketika tangan kanan Raden Sulaiman bernama Kyai Satia Bakti dibunuh pengikut Pangeran Mangkurat. Raden Sulaiman ditunjuk menjadi Wazir kedua yang khusus mengurus dalam dan luar negeri dan dibantu menteri-menteri dan petinggi lainnya. setelah dilaporkan kepada raja. Bantilan dan Segerunding mengusulkan untuk berunding dengan Ratu Anom Kesuma Yuda. Raden Sulaiman menuju kota Bandir dan Ratu Anom Kesuma Yuda berangkat menuju sungai Selakau. suasana makin keruh. Jumlah pengikutnyapun makin banyak. terkadang juga mewakili raja. hingga menimbulkan rasa iri di hati Pangeran Mangkurat. ternyata tak ada tindakan positif. Rakyat lebih menghargai Raden Sulaiman daripada Pangeran Mangkurat. Hal ini telah mengajak Petinggi Nagur.

Sungai Subah dan Sungai Teberau. pada persimpangan tiga sungai : sungai Sambas Kecil. atas hasil mufakat. Raden Mas Dungun putera raden Bekut adalah Panembahan terakhir Kota Balai. putera Ratu Anom yang bernama Raden Bekut diangkat menjadi raja dengan gelar Panembahan Kota Balai. Kota ini juga disebut orang ” Muara Ulakan”. Kemudian keraton kerajaan dibangun dan hingga kini masih berdiri megah.Meninggalnya Ratu Anom Kesuma Yuda dan Pangeran Mangkurat. berpindahlah mereka dan mendirikan pusat pemerintahannya di Lubuk Madung. Kurang lebih 3 tahun kemudian berdiam di Kota Bandir. . Beliau beristrikan Mas Ayu Krontiko. Kerajaan ini berakhir karena utusan Raden Sulaiman menjemput mereka kembali ke Sambas. puteri Pangeran Mangkurat.

oleh Raden Sulaiman dititahkan berangkat ke Negeri Brunai untuk menemui kaum keluarga. Saudarasaudaranya. pemerintahan berjalan lancar dan adil. Berkat bantuan permaisurinya bernama Utin Kemala bergelar Ratu Adil. Raden Bima (anak Raden Sulaiman) ke Sukadana dan kawin dengan puteri raja Tanjungpura bernama Puteri Indra Kesuma (adik bungsu Sultan Zainuddin) dan dikaruniai seorang putera diberinama Raden Meliau. Raden Bima dinobatkan menjadi Sultan dengan gelar Sultan Muhammad Tadjuddin.Di tempat inilah raden sulaiman dinobatkan menjadi Sultan Pertama di kerajaan Sambas dengan gelar Sultan Muhammad Syafeiuddin I. Raden Badaruddin digelar pangeran Bendahara Sri Maharaja dan Raden Abdul Wahab di gelar Pangeran Tumenggung Jaya Kesuma. Setahun kemudian merka pamit ke hadapan Sultan Zaiuddin untuk pulang ke Sambas. . Raden Akhmad putera Raden Abdu Wahab dilantik menjadi Pangeran Bendahara Sri Maharaja. Inilah sebabnya dalam sejarah Sambas terkenal dengan sebutan Marhum Adil. Utin Kemala adalah puteri dari pangeran Dipa (seorang bangsawan kerajaan Landak) dengan Raden Ratna Dewi (puteri Sultan Muhammad Syafeiuddin I). pemerintahan dilanjutkan Puteranya Raden Meliau dengan gelar Sultan Umar Akamuddin I. Wafatnya Sultan Muhammad Tadjuddin. Bersamaan dengan itu. Sekembalinya dari Brunai. nama yang terambil dari nama sungai di Sukadana.

Tahun 1855 Sultan Abubakar Tadjuddin II diasingkan ke Jawa oleh pemerintah Belanda (Kembali ke Sambas tahun 1879). Setelah memerintah kira-kira 13 tahun (1828). Sebagai wakilnya diangkatlah Sultan Usman Kamaluddin dan Sultan Umar Akamuddin III. . Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin I wafat. Tanggal 5 Desember 1845 Sultan Umar Akamuddin III wafat. Tanggal 11 Juli 1831. Pangeran Adipati diberangkatkan ke Jawa untuk study.Wafatnya Sultan Umar Akamuddin I. tahta kerajaan dilimpahkan kepada Sultan Umar Akamuddin III. Puteranya Raden Ishak (Pangeran Ratu Nata Kesuma)baru berumur 6 tahun. Kemudian diganti oleh Abubakar Tadjuddin I. maka diangkatlah Putera Mahkota Raden Ishak dengan gelar Sultan Abu Bakar Tadjuddin II. Pangeran Anom dicatat sebagai tokoh yang sukar dicari tandingannya. Pada tahun itu juga atas perintah Belanda. Berganti pula dengan Raden Pasu yang lebih terkenal dengan nama Pangeran Anom. penumpas perampok lanun. Setelah naik tahta beliau bergelar Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin I. Maka sebagai wakil ditunjuklah Raden Toko’ (Pangeran Ratu Mangkunegara) dengan gelar Sultan Umar Kamaluddin. Karena itu roda pemerintahan diwakilikan kepada Sultan Usman Kamaluddin. Sultan Usman Kamaluddin wafat. Puteranya Raden Bungsu naik tahta dengan gelar Sultan Abubakar Kamaluddin. Tanggal 17 Januari 1848 putera sulung beliau yang bernama Syafeiuddin ditetapkan sebagai putera Mahkota dengan gelar Pangeran Adipati.

pakaian kebesaran raja. Sedangkan benda peninggalan Kerajaan Sambas antara lain tempat tidur raja. meriam lele. Sebagai penggantinya ditunjuklah anaknya yaitu Muhammad Mulia Ibrahim. tombak canggah.Tahun 1861 Pangeran Adipati pulang ke Sambas dan diangkat menjadi Sultan Muda. kaca hias. Roda pemerintahan diserahkan kepada Sultan Muhammad Mulia Ibrahim. bangsa Jepang datang ke Sambas. Dari istri pertama (Ratu Anom Kesumaningrat) dikaruniai seorang putera bernama Raden Ahmad dan diangkat sebagai putera Mahkota. Sultan Muhammad Mulia Ibrahim adalah salah seorang yang menjadi korban keganasan Jepang. maka dinobatkan Raden Muhammad Aryadiningrat sebagai wakil raja dengan gelar Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin II. 2 buah tempayan keramik dari negeri Cina dan kaca kristal dari negeri Belanda. Sejak saat itu berakhir pulalah kekuasaan Kerajaan Sambas. Setelah memerintah kira-kira 4 tahun. payung ubur-ubur. Pada saat Raden Ahmad wafat. Dan pada masa pemerintahan raja inilah. Putera Mahkota Raden Ahmad wafat mendahului ayahnya. Baru pada tanggal 16 Agustus 1866 beliau diangkat menjadi Sultan dengan gelar sultan Muhammad Syafeiuddin II. Sebelum manjabat sebagai raja. beliau wafat. Sultan Muhammad Syafeiuddin II telah berkuasa selama 56 tahun. Beliau mempunyai dua orang istri. . Dari istri kedua (Encik Nana) dikaruniai juga seorang putera bernama Muhammad Aryadiningrat. seperangkat alat untuk makan sirih. Beliau merasa sudah lanjut usia.

id pada link ini.sambas.go. .***** Sumber : Website www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful