BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN).

Posted: Agustus 5, 2008 by admin in Tak Berkategori 25 Koagulan adalah zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif partikel di dalam suspensi. Zat ini merupakan donor muatan positip yang digunakan untuk mendestabilisasi muatan negatip partikel. Dalam pengolahan air sering dipakai garam dari Aluminium, Al (III) atau garam besi (II) dan besi (III). Koagulan yang umum dan sudah dikenal yang digunakan pada pengolahan air adalah seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini : NAMA FORMULA BENTUK REAKSI DENGAN AIR pH OPTIMUM Aluminium sulfat, Alum sulfat, Alum, Salum Al2(SO4)3.xH2O x = 14,16,18 Bongkah, bubuk Asam 6,0 – 7,8 Sodium aluminat NaAlO2 atau Na2Al2O4 Bubuk Basa 6,0 – 7,8 Polyaluminium Chloride, PAC Aln(OH)mCl3n-m Cairan, bubuk Asam 6,0 – 7,8 Ferri sulfat Fe2(SO4)3.9H2O Kristal halus Asam 4–9 Ferri klorida FeCl3.6H2O Bongkah, cairan Asam 4–9 Ferro sulfat FeSO4.7H2O Kristal halus

Bila larutan alum ditambahkan ke dalam air yang akan diolah terjadi reaksi sebagai berikut : Reaksi hidrolisa : Al3+ + 3H2O → Al(OH)3 + 3H+ …. Ion Alumunium bersifat amfoter sehingga bergantung pada suasana lingkungan yang mempengaruhinya. bila berada pada bentuk trivalen (valensi 3) seperti Fe3+ atau Al3+.5 Tabel. untuk aluminium pada pH < 4. Jika zat-zat ini dilarutkan dalam air. Reaksi alum dalam larutan dapat dituliskan. Flok –flok Al ( OH )3 mengendap berwarna putih. AlCl3 Aluminium klorida dan sulfat yang bersifat basa/alkalis Senyawa kompleks dari zat-zat tersebut diatas.Asam > 8. Jika pH meningkat ada proton yang akan lepas dari ion logam yang terikat tadi dan bereaksi sebagai asam. Pada pH < 7 terbentuk Al ( OH )2+. 3. 2. koagulan harus lebih efektif. seperti [Al. Akan tetapi apabila pH rendah atau boleh dikata kelebihan dosis maka air akan tampak keputih – putihan karena terlalu banyak konsentrasi alum yang cenderung berwarna putih. Jenis Koagulan Zat Koagulan terhidrolisa yang paling umum digunakan dalam proses pengolahan air minum adalah garam besi (ion Fe3+ ) atau Aluminium (ion Al3+ ) yang terdapat didalam bentuk yang berbeda-beda seperti tercantum di atas dan bentuk lainnya seperti : 1. akan terjadi disosiasi garam menjadi kation logam dan anion. Sebelum digunakan satu hal yang harus disiapkan yaitu larutan koagulan. Al ( OH )2 4+.5.(H2O)6]3+ . Karena suasananya asam maka alumunium akan juga bersifat asam sehingga pH larutan menjadi turun. menghasilkan pH < 1. Gugus utama dalam proses koagulasi adalah senyawa aluminat yang optimum pada pH netral. Ion seperti ini hanya stabil pada media yang sedikit asam . Dalam cartesian terbentuk hubungan parabola terbuka.!!! @_pararaja.1) . Ion logam akan menjadi lapisan dalam larutan dengan konsentrasi lebih rendah dari pada molekul air. Alum/Tawas Tawas/Alum adalah sejenis koagulan dengan rumus kimia Al2S04 11 H2O atau 14 H2O atau 18 H2O umumnya yang digunakan adalah 18 H2O.: Al2S04 + 6 H2O —–à Al ( OH )3 + 6 H+ + SO42Reaksi ini menyebabkan pembebasan ion H+ dengan kadar yang tinggi ditambah oleh adanya ion alumunium. Riview………………………………………………………………………………………………………. hal ini disebabkan oleh muatan posistif yang kuat pada permukaan ion logam (hidratasi) dengan membentuk molekul heksaquo (yaitu 6 molekul air yang digabung berdekatan) atau disebut dengan logam (H2O)63+ . Pada pH > 7 terbentuk Al ( OH )-4. Semakin banyak ikatan molekul hidrat maka semakin banyak ion lawan yang nantinya akan ditangkap akan tetapi umumnya tidak stabil. sehingga memerlukan dosis yang tepat dalam proses penjernihan air. Al2 ( OH )2 4+. Apabila pH tinggi atau boleh dikatakan kekurangan dosis maka air akan nampak seperti air baku karena gugus aluminat tidak terbentuk secara sempurna. Di dalam larutan. untuk Fe pada pH < 2.

Jika alkalinitas cukup ion H+ yang terbentuk akan terlepas dan endapan [Al(H2O)3(OH)3] atau hanya Al(OH)3 yang terbentuk.8.. [Al8(OH)20]4+ . maka jangan dilakukan koagulasi dengan senyawa aluminium pada nilai pH lebih besar dari 7. Untuk menghindari terbentuknya senyawa aluminium terlarut. karena ion divalen seperti SO42− dan HPO42− dapat diganti dengan ion-ion OH− dalam kompleks oleh karena itu dapat berpengaruh terhadap sifat-sifat endapan. Komposisi kimia air juga penting.8 ion aluminat *Al(H2O)2(OH)4+− atau hanya Al(OH)4+− yang terbentuk yang bermuatan negatip dan larut dalam air. Contoh : OH [(H2O)4 Al Al(H2O)4]4+ atau Al2(OH)24+ OH Polinuklir Al kompleks diajukan untuk diadakan. Larutan dengan pH >6 (dipengaruhi oleh Ca2+) akan terbentuk senyawa logam netral (OH)3 yang tidak bisa larut dan mempunyai volume yang besar dan bisa diendapkan sebagai flok (di IPA).2) Atau dengan HCO3− : HCO3− + H+ → CO2 + H2O ……3) Dari reaksi di atas menyebabkan pH air turun. Kelarutan Al(OH)3 sangant rendah. Pada pH lebih besar dari 7. [Al(H2O)6]3+ —à [Al(H2O)5OH]2+ + H+ —à [Al(H2O)4(OH)2]+ + H+ [Al(H2O)5OH]2+ [Al(H2O)4(OH)2]+ —à [Al(H2O)3(OH)3] + H+ endapan [Al(H2O)3(OH)3] —à *Al(H2O)2(OH)4+− + H+ terlarut Tahap pertama terbentuk senyawa dengan 5 molekul air dan 1 gugus hidroksil yang muatan total akan turun dari 3+ menjadi 2+ misalnya : [Al(H2O)5OH]2+. . nH2O seperti ditunjukkan reaksi : 2Al3+ + (n+3)H2O → Al2O3.nH2O + 6H+ Ion H+ bereaksi dengan alkalinitas. [Al13(OH)34]5+ Selama koagulasi pengaruh pH air terhadap ion H+ dan OH− adalah penting untuk menentukan muatan hasil hidrolisa. jadi pengendapan akan terjadi dalam bentuk flok. Polimerisasi senyawa aluminium hidroksil berlangsung dengan menghasilkan kompleks yang mengandung ion Al yang berbeda berikatan dengan ion lainnya oleh grup OH−. Reaksi 1) biasanya digunakan untuk menghitung perubahan alkalinitas dan pH. Senyawa yang terbentuk bermuatan positip dan dapat berinteraksi dengan zat kotoran seperti koloid. seperti : [Al7(OH)17]4+ . maka terjadi reaksi : Jika ada CO32− : CO32− + H+ → HCO3− + H2O ………. Jika pH naik terus sampai mencapai ±5 maka akan terjadi reaksi tahap kedua dengan senyawa yang mempunyai 4 molekul air dan 2 gugus hidroksil. Reaksi-reaksi hidrolisa yang tercantum di atas merupakan persamaan reaksi hidrolisa secara keseluruhan.Jika alkalinitas dalam air cukup. Bentuk endapan lainnya adalah Al2O3. Pada kenyataannya ion Al3+ dalam larutan koagulan terhidrasi dan akan berlangsung dengan ketergantungan kepada pH hidrolisa.

terjadi penurunan efisiensi penghilangan warna secara drastis (sampai dengan 10 %). Aluminium sering membentuk komplek 6 s/d 8 dibandingkan dengan ion Fe (III) yang membentuk suatu rantai polimer yang panjang. Air setelah diolah dengan koagulasi – flokulasi untuk menghilangkan warna. 2Al3+ + 3SO42− + 6H2O → 2Al(OH)3 + 3SO2− + 6H+ 6AlO2 + 6Na+ + 12H2O → 6Al(OH)3 + 6Na+ + 6OH− _________________________________________________________ 2Al3+ + 3SO42− + 6Na+ + 6AlO2− + 12H2O → 8Al(OH)3 + 6Na++3SO42− Pada prakteknya satu hal dipertimbangkan memberikan kelebihan asam dari larutan alum (pH 1. sebagian besar tergantung pada pH awal. dapat dimanfaatkan untuk polimerisasi dan kondensasi (bersifat membentuk senyawa dengan atom logam lain) misalnya Al6(OH)153+. kapasitas dapar (buffer). Dengan cara ini residu Al3+ dapat ditekan sampai tingkat yang diijinkan. dan biarkan aluminium berubah bentuk menjadi bentuk tidak larut/endapan supaya dapat dihilangkan dengan penyaringan. jadi residu Al3+ terlarut didalam air dapat dihilangkan/dikurangi. tetapi bila dosis alum sulfat lebih kecil (60 mg/l) pada pH yang sama (sampai dengan 7).3/1) untuk menaikkan stabilitas sodium aluminat. Penambahan zat ini dalam bentuk larutan akan menghasilkan reaksi berikut : AlO2− + 2H2O → Al(OH)4− Al(OH)4− → Al(OH)3 + OH− Reaksi kedua hanya mungkin bila asiditas dalam air cukup untuk menghilangkan ion OH− yang terbentuk sehingga menyebabkan kenaikan pH.8.8 bentuk Al adalah Al terlarut yaitu ion aluminat. bahkan di beberapa daerah harus lebih kecil dari 5. penghilangan warna umumnya dilakukan pada pH yang sedikit asam. Kelebihan NaOH yang ditambahkan (rasio Na2O/Al2O3 dalam Na2Al2O4 adalah : 1. Senyawa Al yang lainnya adalah sodium aluminat. suhu. pH harus ditetapkan diatas 6. Bentuk hidrolisa yang akan terbentuk didalam air . Pada kekeruhan yang disebabkan tanah liat sangat baik dihilangkan dengan batas pH antara 6.Presipitasi dari hidroksida menjamin adanya ion logam yang bisa dipisahkan dari air karena koefisien kelarutan hidroksida sangat kecil.0 sampai dengan 7. karena pada pH tersebut bentuk aluminium tidak larut. lebih kecil dari 6. Walaupun demikian efisiensi penghilangan warna masih tetap tinggi dihasilkan pada koagulasi dengan pH sampai 7. efisiensi penghilangan warna akan baik bila pH lebih kecil dari 6 untuk setiap dosis koagulan alum sulfat yang digunakan.2 − 1. Bila cara . maupun konsentrasi koagulan dan kondisi ionik (Ca2+ dan SO42–) maupun juga dari kondisi pencampuran dan kondisi reaksi. perpaduan antara sodium aluminat dan alum digunakan untuk menghindari perubahan pH yang besar dan untuk membuat pH relatif konstan. tetapi dengan dosis alum sulfat yang lebih tinggi (sampai 100 mg/l). Dari beberapa penelitian (untuk air gambut dari daerah Riau). CO2 + OH− → HCO3− HCO3− + OH− → CO3 2− + H2O Kadang-kadang bila air tidak mengandung alkalinitas. [Al(H2O)2(OH)4]– Untuk hal ini dilakukan penambahan kapur sebelum proses filtrasi. NaAlO2 atau Na2Al2O4. Setelah itu baru boleh dilakukan penambahan kembali kapur atau soda abu untuk proses Stabilisasi dengan harapan tidak akan terjadi perubahan alum terlarut menjadi alum endapan.5 (kurang dari 7. Senyawa yang terbentuk pada pH antara 4 – 6 dan yang terhidrolisa.5) yang ditambahkan dan yang lainnya kelebihan NaOH di dalam sodium aluminat (untuk stabilitas).8) sebelum air disaring. pada pH > 7. Senyawa itu disebut dengan cationic polynuclier metal hydroxo complex dan sangat bersifat mengadsorpsi dipermukaan zat-zat padat.

PAC tidak menjadi keruh bila pemakaiannya berlebihan. ini berarti disamping penyederhanaan juga penghematan untuk penjernihan air.diatas tidak dilakukan. hal ini perlu ketepatan dosis. 2. hanya flok-flok halus yang terbentuk. PAC ( Poly Aluminium Chloride ) Senyawa Al yang lain yang penting untuk koagulasi adalah Polyaluminium chloride (PAC). terkecuali bagi air tertentu. akibat penambahan kapur atau soda abu untuk proses stabilisasi dilakukan setelah air keluar dari filter. seperti ditunjukkan reaksi berikut : n AlCl3 + m OH− . sedangkan koagulan yang lain (seperti alumunium sulfat. PAC adalah suatu persenyawaan anorganik komplek. Beberapa keunggulan yang dimiliki PAC dibanding koagulan lainnya adalah : 1. 3. Kandungan belerang dengan dosis cukup akan mengoksidasi senyawa karboksilat rantai siklik membentuk alifatik dan gugusan rantai hidrokarbon yang lebih pendek dan sederhana sehingga mudah untuk diikat membentuk flok. amida dan penyusun minyak dan lipida. . Ada beberapa cara yang sudah dipatenkan untuk membuat polyaluminium chloride yang dapat dihasilkan dari hidrolisa parsial dari aluminium klorida. ion hidroksil serta ion alumunium bertarap klorinasi yang berlainan sebagai pembentuk polynuclear mempunyai rumus umum Alm(OH)nCl(3m-n). pada koagulasi dengan koagulan garam Al ion H+ yang terbentuk akan diambil dan terbentuk endapan [Al(H2O)3(OH)3] atau hanya Al(OH)3. 6. Kandungan basa yang cukup akan menambah gugus hidroksil dalam air sehingga penurunan pH tidak terlalu ekstrim sehingga penghematan dalam penggunaan bahan untuk netralisasi dapat dilakukan. Kadar khlorida yang optimal dalam fasa cair yang bermuatan negatif akan cepat bereaksi dan merusak ikatan zat organik terutama ikatan karbon nitrogen yang umumnya dalam truktur ekuatik membentuk suatau makromolekul terutama gugusan protein. sehingga beban filter akan bertambah. PAC mengandung suatu polimer khusus dengan struktur polielektrolite yang dapat mengurangi atau tidak perlu sama sekali dalam pemakaian bahan pembantu. tetapi pembentukan flok tidak optimum. PAC dapat bekerja di tingkat pH yang lebih luas. kemungkinan akan terjadi pengendapan alum di reservoir atau pada jaringan pipa distribusi. Sedangkan untuk koagulan selain PAC memberikan grafik parabola terbuka artinya jika kelebihan atau kekurangan dosis akan menaikkan kekeruhan hasil akhir.5. m Na+ → Al n (OH) m Cl 3n-m + m Na+ + m Cl− Senyawa ini dibuat dengan berbagai cara menghasilkan larutan PAC yang agak stabil. besi klorida dan fero sulfat) bila dosis berlebihan bagi air yang mempunyai kekeruhan yang rendah akan bertambah keruh. Aln(OH)mCl3n-m. Proses koagulasi dengan koagulan lain seperti halnya garam Fe (III) yang mempunyai rentang pH lebih besar (4–9) dan penggunaan koagulan Polyaluminium chloride (PAC). seperti halnya yang dilakukan pada pengolahan air yang biasa ( tidak berwarna ).5 perlu penambahan bahan alkali (kapur atau soda abu). tanpa penetapan pH pun proses koagulasi – flokulasi tetap dapat berlangsung. 4. 5. dengan demikian tidak diperlukan pengoreksian terhadap pH. dimana bentuk ini bermanfaat pada pertumbuhan flok ( mekanisme adsorpsi ). amina. Jika digambarkan dengan suatu grafik untuk PAC adalah membentuk garis linier artinya jika dosis berlebih maka akan didapatkan hasil kekeruhan yang relatif sama dengan dosis optimum sehingga penghematan bahan kimia dapat dilakukan. Jadi jika pH air baku < 4. Adanya alkalinitas didalam air jika pH air > 4. Jika kehadiran alkalinitas didalam air cukup.

Senyawa besi mempunyai tendensi membentuk jenis polinuklir yang lebih kecil dibandingkan dengan aluminium. Jenis koagulan → koagulan yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna adalah : Garam aluminium : Alum sulfat/tawas. Pada kasus pembentukan flok yang lemah dengan menggunakan dosis tawas optimum untuk menghilangkan warna. Dosis kagulan yang diperlukan tergantung pada : 1.7.Garam besi (III) : Ferri sulfat. dengan demikian walaupun ukuran kolam pengendapan lebih kecil atau terjadi over-load bagi instalasi yang ada. Pembentukan *Fe(H2O)2(OH)4+− atau Fe(OH)4− hanya terjadi pada pH tinggi. sebagai contoh pH 9 untuk koagulasi dengan Fe3+ dan 7. Zeta potential (pengukuran mobilitas elektroforesa) juga merupakan faktor penting untuk menghilangkan warna secara efektif. Fe2(SO4)3. tipe hidrolisa yang sama dapat berlangsung seperti : Fe3+ + 3H2O → Fe(OH)3 + 3H+ Reaksi di atas dilanjutkan dengan reaksi H+ dengan alkalinitas seperti ditunjukkan oleh reaksi 2) dan 3). akan tetapi residu koagulan akan semakin besar. jadi batas pH untuk koagulasi dengan Fe3+ lebih besar dari pada untuk Al3+. penambahan gugus hidroksil kedalam rantai koloid yang hidrofobik akan menambah berat molekul. 2. tetapi tidak biasa ditemui pada pengolahan secara konvensional. Polyaluminium chloride. 3. FeCl3.xH2O. Koagulasi dengan poli alumunium klorida dapat dengan mudah memproduksi flok yang kuat dalam air dengan jangkauan dosis yang lebih kecil dan rentang pH yang lebih besar. PAC lebih cepat membentuk flok daripada koagulan biasa ini diakibatkan dari gugus aktif aluminat yang bekerja efektif dalam mengikat koloid yang ikatan ini diperkuat dengan rantai polimer dari gugus polielektrolite sehingga gumpalan floknya menjadi lebih padat. sisa warna berkurang secara proporsional dengan penambahan dosis koagulan.xH2O. Hal ini erat hubungannya dengan sisa konsentrasi warna. Al2(SO4)3. kapasitas produksi relatif tidak terpengaruh. Senyawa Besi Untuk senyawa besi.8 untuk Al3+. Aln(OH)mCl3n-m . polialumunium klorida (PAC) dapat digunakan sebagai koagulan pilihan selain tawas. . PAC (PACl). Pada pH yang optimum. Konsentrasi warna. tanpa mempertimbangkan kehadiran alkalinitas yang cukup. Ferri klorida. Semakin tinggi dosis koagulan yang digunakan akan menghasilkan efisiensi penghilangan warna yang lebih besar pula. Terdapat pula ion ferri hidrat seperti : [Fe(H2O)6]3+ dengan persamaan reaksi yang sama dengan hidrolisa [Al(H2O)6]3+.

karbondioksida 30%. Apapun macam teknologi pengolahan limbah cair dan limbah padat baik domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara masyarakat setempat. Biogas sebanyak 1000 ft3 (28. Untuk teman-teman yang tidak tahu tahu itu apa. Teknologi pengolahan limbah baik cair maupun padat merupakan kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Jadi teknologi yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. jangan panik. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Gas metana bersifat tidak berbau. yaitu mengolah limbah organik baik cair maupun organik secara biologis menjadi biogas dan produk alternatif lainnya seperti sumber etanol dan methanol. Tanpa proses penanganan dengan baik. CO2. Biasanya biogas dibuat dari limbah peternakan yaitu kotoran hewan ternak maupun sisa makanan ternak. limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. limbah padat dan limbah cairan. Ini gambar tahu. pasar. Proses produksi tahu menhasilkan 2 jenis limbah. Ketidakinginan pemilik pabrik tahu untuk mengolah limbah cairnya disebabkan karena kompleks dan tidak efisiennya proses pengolahan limbah.2 gallon . restoran hingga rumah tangga. berbagai teknik pengolahan limbah baik cair maupun padat unutk menyisihkan bahan polutannya yang telah dicoba dan dikembangankan selama ini belum memberikan hasil yang optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini disebabkan karena penanganan dan pengolahan limbah tersebut kurang serius. Dengan metode ini. tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. ditambah lagi menghasilkan nilai tambah. Pada umumnya di alam tidak berbentuk sebagai gas murni namun campuran gas lain yaitu metana sebesar 65%.785 liter) butana atau 5. Padahal.4 galon (1 US gallon = 3. namun pada prinsipnya biogas dapat juga dibuat dari limbah cair. Dengan mengkonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas. bau tidak sedap.Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah dengan cara BIO-PROSES. Biogas sebenarnya adalah gas metana (CH4). terarah dan berkelanjutan. maka diperlukan suatu metode penanganan limbah yang tepat. sumber penyakit. meningkatkan pertumbuhan nyamuk. hidrogen disulfida sebanyak 1% dan gas-gas lain dalam jumlah yang sangat kecil. Salah satu limbah yang akan kita bahas di sini adalah limbah cair dari produksi tahu. Pada umumnya. limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. pemilik pabrik tahu tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu. rumah sakit. pengolahan limbah tidak hanya bersifat “penanganan” namun juga memiliki nilai guna/manfaat. Pada umumnya. Tahu adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah atau LPG.32 m3) mempunyai nilai pembakaran yang sama dengan 6.Pengolahan Limbah Tahu Menjadi Biogas 1 Month ago By : Oliver Mangara Tua B (13307029) Untuk memenuhi persyaratan tugas Topik Khusus A Karma: 0 Abstrak Berbagai kasus pencemaran lingkungan dan memburuknya kesehatan masyarakat yang banyak terjadi dewasa ini diakibatkan oleh limbah cair dari berbagai kegiatan industri. biogas mengandung 50-80% metana. H2S dan sedikit air. limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air. Banyak pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak memiliki proses pengolahan limbah cair. Pada umumnya. sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. dan menurunkan estetika lingkungan sekitar.

6 gallon minyak diesel. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. BOD 65 g/kg bahan baku kedelai dan COD 130 g/kg bahan baku kedelai (EMDI & BAPEDAL. pencucian kedelai. Sumber limbah cair lainnya berasal dari pencucian kedelai. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. pencucian lantai dan pemasakan serta larutan bekas rendaman kedelai. pencucian peralatan proses. sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan. sebagian besar limbah cair yang dihasilkan berasal dari lokasi pemasakan kedelai. 1994). peralatan proses dan lantai.gasolin (bensin) atau 4. Pada industri tempe. Karakter limbah cair yang dihasilkan berupa bahan organik padatan tersuspensi (kulit. sedangkan bahan pencemarnya kira-kira untuk TSS sebesar 30 kg/kg bahan baku kedelai. selaput lendir dan bahan organik lain). Penerapan Prinsip 3R pada Proses Pengolahan Limbah Tahu · Reduce : 1. Industri pembuatan tahu dan tempe harus berhati-hati dalam program kebersihan pabrik dan pemeliharaan peralatan yang baik karena secara langsung hal tersebut dapat mengurangi kandungan bahan protein dan organik yang terbawa dalam limbah cair. Bahan baku yaitu dali limbah tahu cair menjadi Biogas Sebagian besar limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuatan tahu adalah cairan kental yang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut air dadih. Pengolahan Limbah Secara Fisika Pada umumnya. Cairan ini mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat segera terurai. Limbah cair ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari sungai. . diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuat tahu kira-kira 15-20 l/kg bahan baku kedelai. Untuk memasak pada rumah tangga dengan 4-5 anggota keluarga cukup 150 ft3 per hari.

Proses dekomposisi melibatkan beberapa mikroorganisme baik bakteri maupun jamur. 3. yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi). antara lain: oxidation ditch dan kontak-stabilisasi. Perlakuan hati-hati juga dilakukan pada gumpalan tahu yang terbentuk dilakukan seefisien mungkin untuk mencegah protein yang terbawa dalam air dadih. Pengolahan Limbah Secara Biologi Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. dan air (10.32 m3) mempunyai nilai pembakaran yang sama dengan 6. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor). Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut. dan zat organik beracun. Proses lumpur aktif terus berkembang dengan berbagai modifikasinya. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor). logam-logam berat.92 persen).2. baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi. dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. namun pada prinsipnya biogas dapat juga dibuat dari limbah cair. Biogas sebanyak 1000 ft3 (28. khususnya perairan. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90%-95%). hidrogen disulfida sebanyak 1% dan gas-gas lain dalam jumlah yang sangat kecil. serat kasar (16. lemak (5.2 gallon gasolin (bensin) atau 4. Salah satu alasannya.03 persen). MATERI Perombakan (degradasi) limbah cair organik akan menghasilkan gas metana. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional. Hal tersebut dilakukan karena dalam ampas tahu terdapat kandungan gizi.4 galon (1 US gallon = 3. Pada dasarnya. yaitu efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan. Gas metana bersifat tidak berbau. kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain. abu (17. pengolahan secara nbiologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien.55 persen).785 liter) butana atau 5. Proses dekomposisi limbah cair menjadi biogas memerlukan waktu sekitar 8-10 hari. dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi. Yaitu. Di dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi. · Reuse : Limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu dapat digunakan sebagai alternatif pakan ternak. karbondioksida 30%. tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. Pada umumnya di alam tidak berbentuk sebagai gas murni namun campuran gas lain yaitu metana sebesar 65%. karbondioksida dan gas-gas lain serta air.43 persen). Proses kontak-stabilisasi dapat pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan. selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Biogas sebenarnya adalah gas metana (CH4). Perombakan tersebut dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Sebagai pengolahan sekunder. Pada proses aerobik limbah cair kontak dengan udara.54 persen). yaitu: a. antara lain : a.6 gallon minyak diesel. Proses lumpur aktif yang banyak dikenal berlangsung dalam reaktor jenis ini. Untuk memasak pada rumah tangga dengan 4-5 anggota keluarga cukup 150 ft3 per hari. b. Bakteri selulolitik . reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis. protein (23. karbohidrat (26. yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). sebaliknya pada kondisi anaerobik limbah cair tidak kontak dengan udara luar. senyawa fosfor. mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. Pengolahan Limbah Secara Kimia Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid). Biasanya biogas dibuat dari limbah peternakan yaitu kotoran hewan ternak maupun sisa makanan ternak.53 persen). · Recycle : Larutan bekas pemasakan dan perendaman dapat didaur ulang kembali dan digunakan sebagai air pencucian awal kedelai.

ENERGI Penggunaan limbah tahu cair sebagai bahan baku pembuatan biogas memanfaatkan bahan-bahan yang dapat diperbaharui seperti penggunaan bakteri atau mikroorganisme pada proses pengolahannya. untuk pengelasan (memotong besi). etanol dan panas. propionat. air dan panas. lampu. penghangat ruangan/gasolec. BIAYA * Biaya Langsung . Sehingga pada proses pengolahan tersebut dapat mengemat energi. mikroorganisme atau bakteri pendukung proses pengolahan * Biaya tidak Langsung : upah pekerja.Biaya bahan baku : Kacang Kedelai. sedangkan pada proses anaerobik produk akhirnya berupa karbondioksida. Bio gas secara tidak langsung juga bermanfaat dalam penghematan energi yang berasal dari alam. Pada proses aerob dekomposisi limbah cair akan menghasilkan karbondioksida. dan lain-lain. Proses ini memerlukan suasana yang anaerob. Tahap perombakan ini adalah tahap pertama dalam pembentukan biogas atau sering disebut tahap asidogenik. . Sedangkan manfaat bagi lingkungan adalah dengan proses fermentasi oleh bakteri anaerob (Bakteri Methan) tingkat pengurangan pencemaran lingkungan dengan parameter BOD dan COD akan berkurang sampai dengan 98% dan air limbah telah memenuhi standard baku mutu pemerintah sehingga layak di buang ke sungai. Bio gas sangat bermanfaat bagi alat kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari. c. perawatan peralatan. pH tidak boleh terlalu asam karena dapat mematikan bakteri metanogenik. Bakteri pembentuk metana Golongan bakteri ini aktif merombak asetat menjadi gas metana dan karbondioksida. khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (minyak bumi) sehingga sumber daya alam tersebut akan lebih hemat dalam penggunaannya dalam jangka waktu yang lebih lama lagi. misalnya sebagai bahan bakar kompor (untuk memasak). laktat.Bakteri selulolitik bertugas mencerna selulosa menjadi gula. suplai bahan bakar mesin diesel. Produk akhir yang dihasilkan akan mengalami perbedaan tergantung dari proses yang digunakan. Tahap ini disebut metanogenik yang membutuhkan suasana yang anaerob. lemak dan karbohidrat. asetat dan alkohol dari subtansi-subtansi polimer kompleks seperti protein. PRODUK BARU Produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah tahu cair adalah biogas. b. Bakteri pembentuk asam Bakteri pembentuk asam bertugas membentuk asam-asam organik seperti asam-asam butirat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful