P. 1
ALAT UKUR BESARAN

ALAT UKUR BESARAN

|Views: 715|Likes:
Published by Tifa Nurfauziah

More info:

Published by: Tifa Nurfauziah on Jan 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

ALAT UKUR BESARAN

Alat Ukur Besaran Pokok
Besaran Pokok Alat Ukur
Paniang Mistar, Jangka sorong, mikrometer sekrup
Massa Neraca (timbangan)
Waktu Stop Watch
Suhu Termometer
Kuat Arus Amperemete
Jumlah molekul Tidak diukur secara langsung *
Intensitas Cahaya Light meter
* Jumlah zat tidak diukur secara langsung seperti anda mengukur paniang dengan mistar. Untuk
mengetahui iumlah zat. terlebih dahulu diukur massa zat tersebut. selengkapnva dapat anda
pelaiari pada bidang studi Kimia.
Mistar : untuk mengukur suatu paniang benda mempunyai batas ketelitian 0,5 mm.

Jangka sorong : untuk mengukur suatu paniang benda mempunyai batas ketelitian 0,1 mm.

Mikrometer : untuk mengukur suatu paniang benda mempunyai batas ketelitian 0,01 mm.

Neraca : untuk mengukur massa suatu benda.

Stop Watch : untuk mengukur waktu mempunyai batas ketelitian 0,01 detik.

Termometer : untuk mengukur suhu.

Amperemeter : untuk mengukur kuat arus listrik (multimeter)

Alat Ukur Besaran Turunan
Speedometer : untuk mengukur kelaiuan

Dinamometer : untuk mengukur besarnya gaya.

igrometer : untuk mengukur kelembaban udara.

Ohm meter : untuk mengukur tahanan ( hambatan ) listrik
Volt meter : untuk mengukur tegangan listrik.
hm meter dan voltmeter dan amperemeter biasa menggunakan multimeter.

Barometer : untuk mengukur tekanan udara luar.

idrometer : untuk mengukur berat ienis larutan.

Manometer : untuk mengukur tekanan udara tertutup.

Kalorimeter : untuk mengukur besarnya kalor ienis zat.

stilah dalam Pengukuran
Ketelitian adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur
terhadap nilai benar x
0
.
Kepekaan adalah ukuran minimal yang masih dapat dikenal oleh instrumen/alat ukur
Ketepatan (akurasi) adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang
sama. Dengan memberikan suatu nilai tertentu pada besaran Iisis, ketepatan merupakan suatu
ukuran yang menuniukkan perbedaan hasil-hasil pengukuran pada pengukuran berulang.
Akurasi alias Ketelitian Pengukuran
Pengukuran yang akurat merupakan bagian penting dari Iisika, walaupun demikian tidak ada
pengukuran yang benar-benar tepat. Ada ketidakpastian yang berhubungan dengan setiap
pengukuran. Ketidakpastian muncul dari sumber yang berbeda. Di antara yang paling penting,
selain kesalahan, adalah keterbatasan ketepatan setiap alat pengukur dan ketidakmampuan
membaca sebuah alat ukur di luar batas bagian terkecil yang dituniukkan. Misalnya anda
memakai sebuah penggaris centimeter untuk mengukur lebar sebuah papan, hasilnya dapat
dipastikan akurat sampai 0,1 cm, yaitu bagian terkecil pada penggaris tersebut. Alasannya,
adalah sulit untuk memastikan suatu nilai di antara garis pembagi terkecil tersebut, dan penggaris
itu sendiri mungkin tidak dibuat atau dikalibrasi sampai ketepatan yang lebih baik dari ini.
Ketika menyatakan hasil pengukuran, penting iuga untuk menyatakan ketepatan atau perkiraan
ketidakpastian pada pengukuran tersebut. Sebagai contoh, hasil pengukuran lebar papan tulis :
5,2 plus minus 0,1 cm. asil Plus minus 0,1 cm (kurang lebih 0,1 cm) menyatakan perkiraan
ketidakpastian pada pengukuran tersebut sehingga lebar sebenarnya paling mungkin berada di
antara 5,1 dan 5,3.
Persentase ketidakpastian merupakan perbandingan antara ketidakpastia dan nilai yang diukur,
dikalikan dengan 100 °. Misalnya iika hasil pengukuran adalah 5,2 cm dan ketidakpastiannya
0,1 cm maka persentase ketidakpastiannya adalah : (0,1 / 5,2) x 100 ° ÷ 2 °.
Seringkali, ketidakpastian pada suatu nilai terukur tidak dinyatakan secara eksplisit. Pada kasus
seperti ini, ketidakpastian biasanya dianggap sebesar satu atau dua satuan (atau bahkan tiga) dari
angka terakhir yang diberikan. Sebagai contoh, iika paniang sebuah benda dinyatakan sebagai
5,2 cm, ketidakpastian dianggap sebesar 0,1 cm (atau mungkin 0,2 cm). Dalam hal ini, penting
untuk tidak menulis 5,20 cm, karena hal itu menyatakan ketidakpastian sebesar 0,01 cm;
dianggap bahwa paniang benda tersebut mungkin antara 5,19 dan 5,21 cm, sementara sebenarnya
anda menyangka nilainya antara 5,1 dan 5,3 cm.Ketidakpastian Mutlak dan Relatif
asil pengukuan selalu dilaporkan sebagai x ÷ x 5:823:8 delta x di mana delta x merupakan
setengah skala terkecil istrumen (pengukuran tunggal) atau berupa simpangan baku nilai rata-rata
sampel (pengukuran berulang). Delta x dinamakan ketidakpastian mutlak. Ketidakpastian
mutlak berhubungan dengan ketepatan pengukuran, di mana semakin kecil ketidakpastian mutlak
yang dicapai, semakin tepat pengukuran tersebut. Misalnya pengukuran paniang dengan
mikrometer skrup, L ÷ (4,900 0,005 ) cm. Nilai 0,005 cm merupakan ketidakpastian mutlak
yang diperoleh dari setengah skala terkecil mikrometer dan 4,9 merupakan angka pasti.

9.9.-.   .9&:708.2420907:39:203::7-08.3%:7:3.3 /09   %072420907:39:203::78::   2507020907:39:203::7:.:.9. $945...:39:203::7.7.73.3 $500/420907:39:203::70.3  3.9:2025:3.7:8897 2:920907   .80909.

9   89.3.3:/.3.8.9.3..3:/.3   .7.3420907:39:203::790.3 .3.7.32:920907   .3897  220907/..3.3:/.73.4720907:39:203::7-08.4920907/.9079:9:5   .   220907:39:203::79..3 897 '4920907:39:203::790.9038.3 .7420907:39:203::790.47038.2-.2507020907-.203:3.7420907:39:203::7002-.-.7.3.:..7:9.2!03::7.7   /7420907:39:203::7-07./.

/.5.3 93.3..3 .7  050.3 /..403897:203.9/03.32./.3 .3 /::7 907.0909. .7 3.3232.9.9: ::7..-03.3 203./.53. 8:..8/.::7..9.9 503/0.

.3 809.89.89.8009/..3 8:.9. .7 8:2-07 .9..5.390780-:9 $0-.3 09/..3-07:... 202.7 -03./.: /...8 503::7..2 /./.7 80-03.83.. 80-:.9 503::7 /.3 .3  ..9..3203:3:.3 /9:3:.3  :7..3 09/./.   .35.2  .33.3  .80 09/.89.9.2.3 . 5.38:.7.5078039.3 .9: 3.503::7..3 50393  80.9 ::7 / :.5.30--.-7.7 -.3 -07:-:3.9..3 0-.3 0905.03920907 :39: 203::7 0-.7 905.3 -07-0/.25:.3 09/.3 809.3 8.5.3 2:33 -07.3.3 2:3.5 .2  203.9: ::7.3.3 09/. 503.3 9070.9 8.3 90780-:9 803./.2.78 .7 80-:.7..5.3 .3   !078039.3.3 .9../..8503::7.5...3.. 503::7.78502-. 503.3  50393 :.3 50393 /. 5.:7.  .80909.9070. 80-:.3 8:..0905. /.3:39:203/.3!03::7.3 5..3 /03. 9079039: 5.3 0-  . 503::7.8:9:39:202.503::7.39.73..8 503::7.302.9 /5.89.3 207:5../.3.3503.3 207:5.9. /. 203.3 507-.5.39.3  8.8./.8.9.25.7 18. .5 503::7..9.78 90780-:9  . 09/./. .3 !03::7.3 5077.88.39.3 08.3 . .7.89. .   .3 . :39: 203./.3 188  0905.9::7 0905. ..3 202-.3 -03.73  09..9. 09/.  03.89.5. / ./.89.  .3  09/.3 5.9.:7..8 .8 -.78 9:803/72:339/.9: -.75. .2 :7.8.3 /::7  /.9  /.9. -08.8503::7. 5. .5.3.8:.5.25:..3 202-07.:5:3 /02.39:8   5:8 23:8  .3/.3 0905. . .4394 .35./.3.9.7.3 -.90780-:9 /.3 .8503::7.9 207:5././.2  .33.3 . /.39.9.3 9/.3 .. 0907-./.33.25.22.89.9:3.3     8.3 /03.5.3 3.:7.5.3 9070.: 5077.89.7.:/./-:.3507-0/..  .5...89.9:::7.3/3.8 !:8 23:8  . 0-.8 .

.9.8.3.3.  09/.2.3.3/.3 ..547.:-.9.  /3.2 . 907. 7.27420907/.9..3-.5. /.3 27420907 87:5          .907::79/.9070.3 .8.30905.3 90780-:9  8.5.2 .:/.3 09/. 203:8    .3 09/.5.8.89.3 80-:..3:9.8:.89.9070..     $073.. .897:203 503::7.2 09/.3.2  .8.4394  .3#0.8503::.380.39.780903.203.3.89  .3  09.80-03.3 5.3 2:9.9:3.3.9:. /.7.  802.9.89.:2:33 ..91 .5.3 2:9.89.9.08589 !./3.3 /.2 ..9. . .207:5.9.89..825.:3.5.2 802039.5.. 9: 203.3-. 3 50393 :39: 9/.3.380.3/.703.  .8:8 8050793 09/. /3.3 80903.7./2.3 /-07.7 . 09/.. /.9.3 80-.09/.3.9.89.89.89.5:823:8/09./.2 207:5.:-07:5.3  $0-.7 .35.3 .3.9.73.3 09/..7.9 503::7.7  ./.3 207:5. -03/.3.250 503::7.7.7 .3-03/.5..39:3.3.580-08...802.2  .5-.3 2:9.5.3 /2.2 /.:/:.39.3.5./.30.3.3. 8. .2 09/.580-08./09.3503::7.3/03.  .. 5. 503::7..7..3.3./.5.3 -07:.5.5. .3/50740/.32:9. .3 905.78.380-..90780-:92:33.3 /03.89.39.-07:-:3.3 80-08.3.9:.

 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->