CONTOH KARYA TULIS ILMIAH

KARYA TULIS ILMIAH

BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN

KATA PENGANTAR Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini. Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan. Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan. Kami juga mengharapkan kinerja yang lebih baik dan tegas serta efektif dari pihak pengawas makanan yang merupakan bagian dari kepemerintahan, sehingga makanan yang dihasilkan dari Indonesia dapat lebih terjamin dan sehat. Penulis

Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut.10 4...……….7 Manfaat…………….14 ABSTRAKSI Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet makanan.…………………. DAFTAR ISI Halaman Pengesahan……………………………………………………………. pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan .…….. Sebagai pusat utama kelangsungan negara.………………………………………………….4 BAB I PENDAHULUAN 1.6 Hipotesa…………………….……………………………………………… …….1 Jenis Penelitian…………….3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………… ………….5 1.2 Pembatasan Masalah……………………………………….4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia………………………………………………………………12 BAB V PENUTUP…………………………………………….……………………..8 3.2 Sumber Data…………………………………………………………… ….……………………………………………………… 5 1. ..…….………………………………………………………………6 BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………… …….3 Abstraksi………………………………………………………………………………….2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan………………………9 4. …………. ….9 4.13 BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………… ………………………… ….6 BAB III METODE PENELITIAN 3.……………………….4 1. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah..8 BAB IV PEMBAHASAN 4. Di mana kedua bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan.2 Halaman Persembahan………………………………………………………….1 Kata Pengantar………………………………………………………………………….8 3.….4 1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………….3 Daftar Isi……………………………………………………………………………….3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks ………………….3 Perumusan Masalah………………………………………………….5 1.8 3.5 1.1 Pengertian Boraks dan Formalin…………………………………… .HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk : Seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia yang menginginkan kemajuan bangsa dan kecerdasan bangsa.4 Teknik Analisis Data…………………………………………………… .4 Tujuan Penulisan……………………………………………..….5 Metode Penelitian…………. ……. ………...

BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah. Terutama kasus pada pembuatan bakso dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Karena masalah ini harus kembali lagi kepada masyarakatnya yang terlibat langsung. Oleh karena itu. hipotesa dan manfaat.1 Latar Belakang Masalah Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. dari kanker hingga menyebabkan kematian.2 Pembatasan Masalah Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan.3 Perumusan Masalah . 1. pembatasan masalah.dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut bisa jadi sangatlah fatal. tetapi menjadi sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Di mana pangan itu merupakan segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia. Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. metode penelitian. tujuan penulisan. pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal. Tetapi solusi tersebut tidaklah semuanya dapat dijalankan dengan hasil yang cepat dan ada kemungkinan banyak faktor yang menyebabkan penyelesaian masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Berbagai solusi kami tuliskan di sini. 1. Begitu pula dengan berbagai akibat dari penggunaan boraks dan formalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi. 1. Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai fungsinya. perumusan masalah. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki.

6 Hipotesa 1 Boraks dan formalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri tekstil. 2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya adalah tahu. 1.7 Manfaat Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya. 1. Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan. disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks atau formalin. hati. saraf. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian. yaitu dengan angket. serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. kayu. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya. Di mana angket itu berisi pertanyaanpertanyaan mengenai boraks dan formalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. tempe. Di mana angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar. otak. dsb. bakso dan ikan asin. 1. 3 Akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan. Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.1 Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya? 2 Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya? 3 Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin? 4 Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan? 5 Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas? 1. 4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.4 Tujuan Penulisan Mengetahui pengertian boraks dan formalin.5 Metode Penulisan Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode. .

Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya. muntah-muntah. tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan. nafas pendek. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan. Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. gangguan jantung. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan . Boraks biasa berupa serbuk kristal putih. diare. konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat) b. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. sukar bernafas. Tanda dan gejala akut : Muntah-muntah. pembasmi serangga. kejang. bahkan kebutaan d. dan keramik. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah. tidak berbau. Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan. semprot hidung.Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan. hilangnya pandangan. Namun. dan salep luka kecil. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit.Gangguan pencernaan . a. a. bahkan koma dan kematian. gatal. gatal. Jika tertelan akan menyebabkan mual. dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Misalnya. dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas. khususnya industri kertas. rambut rontok dan kanker. dan kulit terbakar c. perut terasa perih. pusing. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat. pandangan kabur. tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya.Gangguan SSP : bingung dan bodoh . karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh. kulit membiru. banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan . kerusakan hati. Tanda dan gejala kronis . sakit kepala. kerusakan saraf. dan dapat menyebabkan kanker paru-paru. Walaupun begitu. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya. BAB II LANDASAN TEORI Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan. kerusakan mata. Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan. b. karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. mudah larut dalam air. larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. diare. sakit kepala. pengawet kayu. seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan.Anemia.Nafsu makan menurun . berair. gelas.

3. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain. yang kira-kira kami ambil sampel adalah 40 siswa . karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. misalnya bakso dan kerupuk. alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat. teksturnya bagus dan renyah. dan memiliki bau menyengat khas formalin. 3.Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Dengan angket kami dapat menyimpulkan. berbau -menyengat. . Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso. sumber data.Tahu yang berbentuk bagus. kenyal. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks. 3. ikan. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat. tidak lengket dan agak mengkilap . Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. teknik pengumpulan data dan teknik analisa data. bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. tahu. dan berbau menyengat khas formalin.Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk.2 Sumber data Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA Kanisius. Selain itu. boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus.Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. Pada umumnya. awet hingga lebih dari 3 hari. kerupuk. . Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan.Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius). mie. dan juga daging ayam.bahayanya. . tidak mudah hancur. kenyal.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. .3 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. BAB III METODE PENELITIAN Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian. melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban . .

Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan. kasus penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan menghilang dari masyarakat. Lalu kami mulai menghitung jumlah data. 4. agar diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin.5 % lainnya tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin. sesuai dengan jenis penelitian kami. Langkah berikutnya. 4. Jawaban A : 45% 2. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan.1 Pengetahuan akan Boraks dan Formalin Menurut hasil angket kami. Langkah terakhir.yang berbeda pada pertanyaan yang sama. 3. Jawaban C :50% . setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. Adapun jumlah responden yang tahu dampak boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang.5 % responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin. sesuai dengan fungsinya. didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak angket hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak boraks dan formalin pada makanan. sehingga dapat menggunakannya secara benar. BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu boraks dan formalin. dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan jenis-jenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya. Jika dimasukkan dalam persen maka 72.4 Teknik Analisis Data Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. didapatkan bahwa yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang. kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. sedangkan 27. Maka diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang tidak mengetahui secara pasti. . kami menuangkannya dalam karya tulis ini. Jika dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut : 1. Jawaban B : 5% 3. dari total 40 angket yang dibagikan.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya.

Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. gatal. pusing. 10 orang memilih ikan dan 2 orang memilih kerupuk. nafas pendek. Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita? a.serta gejala lainnya. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung boraks dan formalin. • Jika terkena kulit Kemerahan. mata berair. sakit kepala. pandangan kabur.Nafsu makan menurun . perut perih. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang. kerusakan saraf. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks.Anemia. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf.Gangguan pencernaan . kulit terbakar • Jika terkena mata Kemerahan.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan. gangguan jantung. b. jumlah responden yang menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi formalin sebanyak 33 orang. kerusakan hati. gatal. 4. Pengaruh terhadap kesehatan : • Tanda dan gejala akut : Muntah. diare. diare. rambut rontok dan kanker. Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan : • Jika terhirup Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan . Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan. dan 1 orang memilih kerupuk.Gangguan SSP : bingung dan bodoh . sakit kepala. kejang.Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak boraks dan formalin bagi tubuh tersebut. merah dilendir. Boraks Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat) • Tanda dan gejala kronis . sukar bernafas. Formalin Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan. jumlah responden yang memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang. muntah. kulit membiru. kebutaan • Jika tertelan Mual. Data ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan . kerusakan mata. koma dan kematian. kanker paru-paru. hilangnya pandangan.

Baunya agak menyengat.bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. penggunaan boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas. bau formalin . Mi basah Penggunaan formalin pada mi basah akan menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Tahu Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat. namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar. 66 persen dari total 786 sampel. Namun tetap saja. Oleh karena itu. Yakni. Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan. Mengapa mereka masih tetap sering mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan formalin maupun boraks pada dagangannya. maka mereka tidak takut untuk mengonsumsinya. tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. bau formalin. Ikan segar . Walaupun berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil laut. di bawah ini kami paparkan mengenai ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin: A. Teksturnya juga sangat kenyal . Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005. Tahu dan bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks. karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15 persen. kemungkinan besar tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. namun tidak padat. Namun dibalik kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya mengandung boraks atau formalin. namun bukan mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. Bau agak mengengat. Tahu juga akan terlampau keras. Bakso Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). terutama makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin. Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak menjawab bahwa mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Padahal. D. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan 57 persen. B. C. bisa formalin maupun boraks. Selain itu.

sebanyak 17 orang menjawab upaya pemerintah sudah lumayan. bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih. sebanyak 4 orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak. karena lebih banyak orang yang beranggapan bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. Dari hasil angket diatas. bahkan badan ini masih kurang gencar dalam melakukan razia. ikan akan menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin. 5. kiamboy. Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia Walaupun penyebaran boraks dan formalin di Indonesia sudah luas sekali dan sudah menjadi umum. Tubuh ikan bersih. Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti. bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging bagian dalam masih mengandung air. karena dapat membahayakan kesehatan manusia. hanya dianggap gertakan oleh para pedagang. padahal ini adalah masalah yang serius. E. tetapi ada . Ikan asin Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa kaku dan keras. 722/1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan. terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu. 71/1996. Tetapi upaya yang dilakukan Badan POM tersebut. pemerintah masih tidak mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. Karena masih mengandung air. seperti : melarang panganan permen merek white rabbit creamy.Ikan segar yang diberi formalin tekstur tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak ada sama sekali. pemerintah sudah berusaha mengambil tindakan. dan manisan plum. dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan & minuman sesuai UU No. yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan masih merajalela. Dari data angket yang kami sebarkan ke beberapa responden. Ini mungkin disebabkan karena memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini. Tetapi Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin. Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). & UU No. classic cream. dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah masih kurang. Sebenarnya. mengeluarkan permenkes no. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang. karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. Ia tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). 23/1992 untuk aspek keamanan pangan.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa: a. 4. cerah. Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini. BAB V PENUTUP Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran. Buktinya bisa didapat. black currant.

pengertian.go.org http://www. Ø Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005. fungsinya. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya. Ø Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks.depkes.disnakkeswan-lampung.2 Saran Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut: Ø Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin. Ø Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas.net . serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya. seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undangundang mengenai boraks dan formalin.juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.gizi. tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya.id http://www.idh ttp://id. c. Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin.wikipedia. d. dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin. walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti. 5. ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin. BAB VI DAFTAR PUSTAKA http://www. Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. b.go. sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.