P. 1
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

|Views: 2,689|Likes:
Published by Sayid Sidik

More info:

Published by: Sayid Sidik on Jan 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2014

pdf

text

original

1. Hakikat Isi Konstitusi (UUD)
Pada hakikatnya konstitusi (UUD) itu berisi tiga hal pokok,
yaitu :
a. adanya jaminan tehadap hak asasi manusia dan warga
negaranya
b. ditetapkan susunan ketatanearaan suatu egara yang

bersifat fundamental
c. adanya pembagian dan pembatasan tugas
ketatanegaraan yagn juga bersifat fundamental.

2. Fungsi Konstitusi
Konstitusi (UUD) dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara menjadi memiliki arti dan makna
yang sangat penting. Artinya bahwa konstitusi menjadi
“tali” pengikat setiap warga negara dan lembaga negara
dalam kehidupan negara. Dalam kerangka kehidupan
negara, konstitusi secara umum memiliki fungsi sebagai:
a. tata aturan dalam pendirian lembaga-lembaga yang
permanen (lembaga suprastutktur dan infastuktur
politik)
b. tata aturan dalam hubugnan negara dengan warga
negara serta dengan negara lainya
c. sumber hukum dasar yang tertinggi. Artiya bahwa
seluruh peraturan dan perudnang-undangan yagn
berlaku harus mengcu pada konstitusi.

3. Tujuan Konstitusi
Konstitusi sebagai disebutkan merupaka aturan-
aturandasar yang dibentuk dalam mengatur hubungan
antar negara dan warga negara. Konstitusi juga dapat
dipahami sebagai bagian dari kontrak sosial yang memuat
aturan main dalam berbngsa dan bernegara. Lebih jelas,
Sovernin Lohman menjelaskan bahwa dalam konstitusi
harus memuat unsur-unsur sebagai berikut:
1. Konstitusi dipandang sebagai perwujudan perjanjian
masyarakat. Artinya bahwa konstitusi merupakan
konklusi dari kesepakatan masyarakat untuk membina
neara dan pemerintahan yang akan mengatur mereka.

2. Konstitusi sebagai paigam yang menjamin hak-hak asasi
manusia dan warga negara sekaligus penentuan batas-
batas hak dan kewajiban warga negara dan alat-alat
pemerintahannya.

Pada prinsipnya, adanya konstitusi memiliki tujuan untuk
membatasi kewenangan pemerintah dalam menjamin hak-
hak yang diperintah dan merumuskan pelaksanaan
kekuasaan yang berdaulat. Tujuan-tujuan adanya
konstitusi tersebut, secara singkat dapat diklasifikasikan
menjadi tiga tujuan, yaitu:
1. Konstitusi bertujuan untuk memberikan pembatasan
sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik
2. Konstitusi bertujuan untuk melepaskan kontrol
kekuasaan dari penguasa sendiri
3. konstitusi bertujuan memberikan batasan-batasan
ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan
kekuasaanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->