Evaluasi Kekuatan Tekan Beton-Cetak Berlubang untuk Bahan Material Pembentuk Jalan On Evaluation of the Compressive Strength

of Hollow Paving Block for Road-Making Materials
oleh : Mudji Wahyudi, Joedono Dosen Fakultas Teknik Universitas Mataram

ABSTRAK Selain berbentuk pejal, beton-cetak berlubang (hollow paving block) merupakan alternative bentuk lain untuk bahan perkerasan jalan. Salah satu keuntungan pemakaian jenis beton-cetak ini adalah tidak mengganggu keseimbangan air tanah karena air hujan masih dapat meresap ke dalam tanah. Akan tetapi keberadaan lubang pada beton-cetak mengakibatkan perlemahan kekuatan bahan tersebut terhadap beban. Oleh sebab itu, penelitian pengaruh keberadaan lubang terhadap sifat kuat-tekan bahan material tersebut dilakukan di laboratorium struktur Fakultas Teknik Universitas Mataram. Menggunakan metode Desain Blok Acak Lengkap, beberapa variabel penelitian yang diamati meliputi variabel bebas, antara lain: 3 (tiga) buah dimensi beton-cetak, 3 (tiga) buah jenis campuran, dan variabel tidak bebas berupa kekuatan tekan beton-cetak Bahan material yang digunakan terdiri dari bahan semen (Tiga Roda), pasir dari sungai Babak, dan air bersih (lokal). Replikasi benda uji dibuat sebanyak 3 (tiga) buah untuk validasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat-tekan beton-cetak berlubang menurun seiring dengan berkurangnya kepadatan beton-cetak tersebut. Selain itu, penurunan kuattekan beton-cetak tersebut berbanding lurus dengan penurunan rasio campuran pasta antara bahan semen dengan pasir. Kata kunci : Paving block, berlubang, kekuatan. ABSTRACT Instead of a solid shape of paving block, alternatively, a hollow paving block can also be used. One of the advantages using such a material is to keep stable a ground water balance since rainfall thoroughly soaks to the ground. The presence of hollow, however, could reduce the compressive strength of the paving block. For this, a laboratory research was set up at the laboratory of structure of Faculty Engineering, Mataram University to investigate the major influence of the presence of hollow on its compressive strength behaviour of the pavings. Using a Randomized Complete Block Design method, research variables cover 3(three) dimensions of paving blocks (i.e.: 10 x 20 x 6 cm3, 10 x 20 x 8 cm3, and 10 x 20 x 10 cm3) and 3(three) concrete mixes (i.e.: 1 cement:8 sands, 1 cement:3 sands, and 1 cement:5 sands), as well as the compressice strength of the pavings. Materials used are Tiga Roda cement as cementious material, sands taken from Babak river, and locally pure water. Three replicated samples were produced in the laboratory due to validation of the research.

Sebagai dampak negatif celah-celah diatas. Hal ini disebabkan semakin banyaknya air yang dibutuhkan sehingga terbentuk rongga pori yang berlebihan didalam beton-cetak setelah terjadi penguapan air.The laboratory results show that the compressive strength of hollow paving blocks decreases with a decrease of the paving’s density. Yasin (1990) menyatakan bahwa beton-cetak dapat berfungsi sebagai pengendali kecepatan lalu-lintas. paving block. Dengan meningkatnya kebutuhan beton-cetak sebagai bahan material alternatif untuk perkerasan jalan. air. Celah-celah diantara elemen-elemen beton-cetak yang dipasang menyebabkan permukaan jalan beton-cetak tidak sehalus permukaan jalan aspal. . dan agregat dengan / tanpa bahan tambahan lain. semakin banyak kandungan semen pada campuran pasta beton mengakibatkan kekuatan tekan yang lebih rendah. Kondisi tersebut justru yang dimanfaatkan untuk mengurangi kecepatan arus lalu-lintas yang lewat. Sudah tentu. Produksi secara masal beton-cetak di Mataram hanya menggunakan bahan baku pasir dan semen. Nusa Tenggara Barat masih terbatas pada trotoar jalan raya maupun tempat-tempat parkir. Penggunaan beton-cetak di Mataram. komposisi perbandingan (rasio) antara semen dengan pasir yang optimal merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi supaya beton-cetak yang berkualitas prima serta memenuhi desain kriteria dapat diproduksi secara masal. Untuk itu. and compressive strength. Jumlah kandungan agregat dan jumlah semen per m3 campuran beton sangat mempengaruhi nilai kuat tekan beton-cetak (Mindes dan Young. padahal aplikasi bahan material tersebut ternyata sangat luas. Jika faktor air semen sama. tuntutan kualitas beton-cetak yang memenuhi kriteria kuat-tekan (20 MPa s/d 60 Mpa) untuk lapis perkerasan semakin terlihat nyata. maka tingkat kenyamanan jalan menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan perkerasan jalan aspal. 1981). PENDAHULUAN Beton-cetak (paving block) adalah suatu bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen atau bahan perekat hidrolis sejenisnya. An obvious trend is also found that a decrease in the ratio of cement and sands was followed by a decrease of the compression strength of the hollow paving blocks. pengalaman lokal maupun keberhasilan pembangunan beton-cetak pada konstruksi yang lain akan berperan lebih banyak dan mempengaruhi pengaplikasian material tersebut. Keywords : hollow.

Untuk mengurangi bias penelitian dan memudahkan pelaksanaan.84 MPa diperoleh pada campuran 1 semen : 8 pasir. maka penelitian laboratorium ini. untuk sementara. muncul pertanyaan seberapa jauh beton-cetak berlubang masih mampu menahan beban dan mempunyai kekuatan yang sesuai dengan prasyarat bahan material untuk lapis perkerasan jalan ? Pertanyaan lain yang muncul sekaitan dengan pemakaian beton-cetak berlubang adalah berapa ketebalan efektif dari dinding lubang maupun tinggi/tebal beton-cetaknya sendiri ? Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. dan sekaligus dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul sekaitan dengan penggunaan bahan alternatif untuk perkerasan jalan. Untuk itu. Jadi secara keseluruhan. selain beton-cetak pejal. permasalahan yang muncul adalah keberadaan lubang pada beton-cetak akan mengurangi kekuatan (kuat-tekan) dari bahan material tersebut. Hal ini terjadi karena beban yang mampu ditahan oleh beton-cetak terlalu kecil. Selanjutnya. nilai kuattekan pada dial gauge mesin uji belum terbaca benda uji sudah hancur terlebih dahulu. hasil evaluasi beton-cetak pejal di Mataram memperlihatkan nilai kuat-tekan yang tidak memenuhi prasyarat untuk lapis perkerasan jalan. sehingga keseimbangan air tanah tidak terganggu. Beton-cetak berlubang (hollow paving block) adalah jenis beton-cetak yang lain. 1996) menunjukkan variabilitas kuat-tekan betoncetak pejal (berukuran 10 x 20 x 6 cm3) di Mataram. penelitian beton-cetak berlubang dengan berbagai variasi ketebalan ini dilakukan. Penelitian awal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi informasi yang dibutuhkan untuk perluasan / peningkatan variasi produk industri beton-cetak yang ada di Mataram. Keberadaan lubang pada beton-cetak tersebut diharapkan dapat memberikan nilai lebih pada tampilan artistik beton-cetak karena pada lubang tersebut dapat diselingi dengan tanaman rumput hias. Namun.60 MPa diperoleh pada beton-cetak dengan campuran 1 semen : 3 pasir. Kuat-tekan maksimum sebesar 12.Penelitian terdahulu (Joedono. informasi lebih lanjut tentang pengaruh keberadaan lubang terhadap kuat-tekan beton-cetak tersebut sangat diperlukan. Hasil tersebut diperoleh dari pengujian tekan benda uji beton-cetak pejal yang diambil secara acak. Keuntungan lainnya adalah air hujan tetap dapat meresap ke dalam tanah. dibatasi hanya untuk beton-cetak berlubang . Selain itu. pemberian lubang tersebut juga dapat mengurangi bahan yang digunakan untuk pembuatan beton-cetak namun dengan tetap dapat menjaga persyaratan mutu. sedangkan kuat-tekan minimum sebesar 1. Untuk campuran pasta beton dengan jumlah pasir > 8 bagian. dan proses pembuatannya dilakukan secara manual yang dipadatkan dengan cara dipukul-pukul.

Dalam proses pembuatan benda uji. Selain artistik. cetakan beton-cetak. tujuan penelitian ini juga untuk memperoleh luaran desain produk yang diharapkan bernilai tambah untuk peningkatan produktivitas dan variasi produk yang dihasilkan oleh industri bahan bangunan.dengan bentuk persegi. rasio campuran pasta beton ditingkatkan dengan komposisi berikut: 1 semen : 5 pasir dan 1 semen : 3 pasir. Selain rasio campuran tersebut. salah satu komposisi campuran yang dipakai merupakan proporsi yang umum digunakan oleh industri bahan bangunan di Mataram. dan mesin uji untuk pengujian kuat-tekan beton. dan memperoleh informasi awal ketebalan dinding lubang maupun tinggi ideal dari beton-cetak. Selain itu. Bahan material yang digunakan terdiri dari bahan semen type 1 (Tiga Roda). beberapa peralatan pendukung yang digunakan terdiri dari: timbangan dengan ketelitian 5 gram. Hal ini mempertimbangkan bahwa dengan bentuk-bentuk betoncetak yang lain. pasir dari sungai Babak. bak air. Nilai tambah dari beton-cetak berlubang adalah merupakan produk yang ramah lingkungan. METODE PENELITIAN Menggunakan metode Desain Blok Acak Lengkap. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh keberadaan lubang terhadap nilai kuat-tekan beton-cetak. 10 x 20 x 8 cm3 tanpa dan dengan lubang. peneliti akan kesulitan membuat ketebalan dinding lubang yang seragam. beberapa variabel penelitian yang diamati meliputi variabel bebas. antara lain: 3 (tiga) buah dimensi paving block. 3 (tiga) jenis campuran. dan air bersih diambil dari sumur yang ada di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Mataram. Untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini. Pengadukan pasta beton dilakukan secara manual sampai . sedangkan variabel tidak bebas berupa nilai kuat-tekan beton-cetak. beton-cetak berlubang diharapkan pula dapat memberikan alternatif variasi tampak arsitektur yang menarik. Beberapa dimensi cetakan yang digunakan adalah sebagai berikut: • • • 10 x 20 x 6 cm3 tanpa dan dengan lubang. 10 x 20 x 10 cm3 tanpa dan dengan lubang. yaitu campuran dengan proporsi 1 bagian semen : 8 bagian pasir. gelas ukur. dan mudah meresapkan air hujan ke dalam tanah.

Walaupun demikian. Campuran Dimensi pejal rongga 1 (tebal dinding 3 cm) Pasta Beton Beton-cetak (cm) (ton/m3) (ton/m3) 1 1pc:8psr 20:10: 6 2.19 1. analisis pendekatan statistik Desain Blok Acak Lengkap digunakan untuk mengevaluasi variabilitas kepadatan benda uji maupun pengaruh utama masing-masing variabel penelitian. Tabel ini memperlihatkan bahwa secara umum terdapat kecenderungan penurunan nilai berat jenis beton-cetak yang berbanding lurus dengan peningkatan ketebalan benda uji. sebagaimana tersaji pada Tabel 2. dan air (dengan volume yang sama) ditambahkan agar campuran beton tersebut mudah untuk dibentuk / dicetak. seperti terlihat pada campuran 1 potland semen (pc) : 8 pasir.25 1.47 rongga 2 (tebal dinding 2 cm) (ton/m3) 1. evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa terjadi ke-tidak konsisten-an dalam proses pembuatan benda uji.44 1.diperoleh campuran yang merata.93 1.56 8 20:10: 8 2.23 Pengujian terhadap nilai kuat-tekan beton-cetak dari masing-masing benda uji memperlihatkan kecenderungan yang sama dengan penurunan pada berat jenis betoncetak. Sebagaimana lazimnya suatu kegiatan penelitian.22 1. .14 1.47 5 20:10: 8 2. Setelah benda uji berumur satu hari dilakukan perawatan (curing) dengan menggunakan karung basah dan penyiraman. misalnya.95 1. maupun karakteristik dari masing-masing variabel yang diamati.43 7 1pc:3psr 20:10: 6 2. Tabel 1 Hasil pengukuran laboratorium berat jenis beton-cetak No. Selanjutnya.13 1.36 1.19 1.08 1.48 9 20:10:10 2.00 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengukuran berat jenis keseluruhan benda uji beton-cetak (baik jenis pejal maupun berlubang) disajikan pada Tabel 1.44 6 20:10:10 2.07 1.42 4 1pc:5 psr 20:10: 6 2.41 1.00 1.50 2 20:10: 8 1.44 3 20:10:10 1.19 1.15 1. Replikasi benda uji dari masing-masing proporsi campuran dibuat sebanyak 3 buah. hubungan. sifat volumetrik beton-cetak disajikan dalam bentuk Tabel maupun Gambar untuk memperlihatkan pengaruh.

walaupun pengaruhnya relatif agak kurang dominan dibandingkan dengan pengaruh akibat perlakuan variasi campuran pasta beton. sedangkan untuk variasi komposisi campuran beton.05:2.49 2. hipotesis tidak terdapat perbedaan perlakuan akibat variasi jenis beton-cetak maupun variasi komposisi campuran ditolak.30 4 1pc:5 psr 20:10: 6 18.97 2.17 4.04 5 20:10: 8 14.51 1.10 9 20:10:10 14.50 2 20:10: 8 5.55 14.99 198.10 2 232. Gambar 1 memperlihatkan bahwa proporsi campuran pasta beton secara dominan mempengaruhi kekuatan tekan beton cetak Kuat-tekan (Kg/cm2) 25 20 15 10 5 0 4 6 8 10 12 Ketebalan (cm) 1pc : 8psr 1pc : 5psr 1pc : 3psr .676 0.16) = 2. 1991) menunjukkan bahwa untuk variasi jenis beton-cetak.08 2.85 2.591 3. hasil Fhitung = 3.51 2.16) = 3.676 > F(0. Tabel 3 ANOVA Hasil pengujian Kuat-tekan Beton-cetak Source of Variation Paving’s shape Mix composition Error Total SS df 439.97 6 20:10:10 13.63.36 Analisa variansi hasil pengujian kuat-tekan tersebut diatas disajikan pada Tabel 3.Tabel 2 Hasil pengujian Kuat-tekan beton-cetak No.93 7 1pc:3psr 20:10: 6 20. Oleh sebab itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis beton-cetak berpengaruh terhadap nilai kuat-tekan benda uji tersebut secara nyata.72 rongga 2 (tebal dinding 2 cm) (kg/cm2) 2.788 > F(0.59.44 8 20:10: 8 15.20 1.98 2.57 8.29 16 1069.50 3 20:10:10 4. Fhitung = 13.91 8 397. Pustaka (Sudjana. Campuran Dimensi pejal rongga 1 (tebal dinding 3 cm) Pasta Beton beton-cetak (cm) (kg/cm2) (kg/cm2) 1 1pc:8psr 20:10: 6 7.31 5.98 2.51 2.788 0.52 F P-value 3.13 1.3 26 MS 54.19 5.05:8.31 1.634 Sebagaimana telah dibahas sebelumnya.22 1.0003 F crit 2.0112 13.

Keberadaan rongga 1 (tebal dinding = 3 cm) menurunkan nilai kuat-tekan beton-cetak sekitar 70%. Gambar 2 menunjukkan bahwa lubang pada beton-cetak (campuran 1pc : 3psr). dan 1pc : 3psr dapat meningkatkan nilai kuat-tekan beton + 270 % (18. secara umum. peningkatan kekuatan tekan tersebut menurun seiring dengan bertambah tingginya dimensi (ketebalan) beton-cetak pejal. Gambar 1 Pengaruh komposisi campuran pasta beton terhadap nilai kuat-tekan beton-cetak pejal Peningkatan rasio campuran beton dari semula 1pc : 8psr menjadi 1pc : 5psr.pejal. Pada pengamatan laboratorium ini. Kuat-tekan (Kg/cm2) 25 20 15 10 5 0 4 6 8 10 12 Ketebalan (cm) pejal rongga 1 rongga 2 Gambar 2 Pengaruh keberadaan rongga terhadap nilai kuat-tekan Beton-cetak dengan komposisi campuran 1 pc : 3 psr . Namun demikian. Hal ini akan dibahas lebih lanjut pada topik bahasan pengaruh kepadatan terhadap nilai kuat-tekan benda uji. Nilai kuat-tekan benda uji tersebut meningkat seiring dengan bertambah besarnya rasio (angka perbandingan) campuran antara bahan semen dengan jumlah bagian bahan pasir. secara nyata.49 Mpa). terlihat bahwa rerata penurunan + 65% dari nilai kuat-tekan beton-cetak pejal terjadi akibat pengurangan luas tekan (keberadaan lubang) pada benda uji tersebut.19 Mpa) dari nilai kuat-tekan benda uji tersebut (7. dan + 300% (20. sedangkan rongga 2 (tebal dinding = 2 cm) mengakibatkan kuat-tekan beton-cetak turun + 60%.85 MPa). Kecenderungan yang sama terlihat pula untuk jenis beton-cetak berlubang. sebagaimana tersaji pada Tabel 2. memperlemah kekuatan tekan beton-cetak tersebut.

Kepadatan beton-cetak. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh kejelasan informasi bahwa bahan alternatif pembentuk perkerasan jalan tersebut terbukti layak atau tidak guna direkomendasikan kepada penggguna maupun pasar bahan bangunan. Tabel 4 menyajikan hasil analisis variansi dari pengukuran kepadatan betoncetak tersebut.6337 .0 21.5911 3.9 1. terlihat secara jelas berkorelasi langsung dengan nilai kuat-tekan benda uji tersebut.9131 P-value 0. sebagai berikut: Tabel 4 ANOVA hasil pengukuran laboratorium berat-jenis beton-cetak Source of Variation Paving's shape Mix proportion SS 3.0 Kuat-tekan (Kg/cm2) pejal-1:8 rongga1-1:8 rongga2-1:8 pejal-1:5 rongga1-1:5 rongga2-1:5 pejal-1:3 rongga1-1:3 rongga2-1:3 Gambar 3 Pengaruh kepadatan terhadap nilai kuat-tekan beton-cetak Gambar diatas memperlihatkan bahwa nilai kuat-tekan beton-cetak baik yang pejal maupun berlubang cenderung turun seiring dengan menurunnya kepadatan benda uji tersebut.0000 0.1599 0. informasi lebih detail (berupa hasil pengukuran) dapat dilihat pula pada Tabel 1 dan 2.3 1. yang dapat diukur dengan berat jenis beton-cetak.0 15.0 0. Untuk itu.0255 F 45.0 12. seperti tersaji pada Gambar 3.0 9. maka penentuan dimensi lubang yang efektif dan efisien sangat membutuhkan penelitian lebih lanjut serta perhatian yang khusus.1372 2.Kecenderungan yang sama teramati pula pada benda uji beton-cetak dengan jenis maupun campuran yang lain (lihat Tabel 1 dan 2).3950 0. Selanjutnya.2 1.0 3.0 18.0510 df 8 2 MS 0. Berat Jenis (T/m3) 2. dengan mempertimbangkan tingginya rerata penurunan kuat-tekan beton-cetak berlubang.0834 F crit 2.0 6.6 1.

Tabel 4 menunjukkan bahwa pengaruh proporsi campuran beton tidak signifikan terhadap kepadatan benda uji. ke-tidak konsisten-an pembuatan benda uji mengakibatkan variabilitas berat jenis (kepadatan) beton-cetak yang relatif tinggi.16) = 3. Akan tetapi. Hal ini terlihat dari penolakan hipotesis nol. desain inovatif alat pembuat beton-cetak yang murah.16) = 2.  Kuat-tekan beton-cetak secara signifikan dipengaruhi oleh proporsi bahan campuran pembentuk pasta beton.3509 16 26 0. kekuatan pukulan.Error Total 0. dan mampu menjaga kontinyuitas mutu produk. karena Fhitung =45.63. memerlukan penelitian kaji-tindak dan sangat diharapkan. Dengan demikian. dan lain-lain. sifat individu pembuat beton-cetak sangat berpengaruh terhadap karakteristik volumetrik benda uji tersebut.05:8.9131 < F(0. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan tentang beton-cetak yang dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Unram ini. dapat berproduksi banyak (masal). Sebagaimana telah disebut sebelumnya. maka beberapa kesimpulan dapat disajikan sebagai berikut:  Penurunan berat jenis (kepadatan) beton-cetak (yang pembuatannya secara manual) cenderung berbanding lurus dengan peningkatan ketebalan beton-cetak tersebut.1400 3. apalagi jika pencetakan benda uji dilakukan secara manual (dipukul-pukul supaya padat dalam cetakan).0088 Analog dengan bahasan pengaruh variabel penelitian terhadap kuat-tekan betoncetak. Dalam hal ini. dan selanjutnya diikuti oleh pengaruh bentuk beton-cetak.59.1372 > F(0.  Kenaikan rasio (angka perbandingan) bahan campuran pasta beton dari 1pc : 8psr ke 1pc : 5psr meningkatkan kekuatan tekan beton-cetak sebesar 270 %. kontinyuitas kepadatan beton-cetak sangat sulit dijaga mengingat luaran produk tersebut sangat dipengaruhi oleh alat pemukul. terjangkau oleh industri kecil bahan bangunan. sedangkan kenaikan rasio campuran dari 1pc : 8psr ke 1pc : 3psr memperbesar nilai kuat-tekan . Fhitung =2. jumlah pukulan. Untuk itu. bentuk beton-cetak (termasuk proses pembuatan benda uji) sangat signifikan mempengaruhi nilai berat jenis benda uji.05:2.

1975. England. Jakarta. L. Jakarta. Analisis Dampak Lingkungan. Bandung.  Keberadaan lubang pada beton-cetak memperlemah kuat-tekan beton-cetak sebesar + 65 %.. Gajah Mada University Press. and Young. B. Inc. (Alih Bahasa Hendarko). England. UNRAM.. 1991. . Penerbit Erlangga. DAFTAR PUSTAKA Joedono dan Akmaludin. Conbloc Indonesia. New York. J. Saran Berdasarkan penelitian ini. Shackel. Yogyakarta. dan pengembangan alat pencetak beton-cetak yang mampu menjaga kontinyuitas mutu produk. 1991. PT. Interlocking Block Sebagai Bahan Perkerasan Jalan Jakarta. Desain dan Analisis Eksperimen. Sumarwoto. & Brook... dimensi efektif lubang. Bahan dan Praktek Beton. Yasin.Cikampek Khususnya di daerah Perkotaan. Elsevier Applied Science. Tarsito. Concrete. maka dibutuhkan penelitian lanjutan tentang pengaruh proses ke-tidak konsisten-an pembuatan benda uji. Studi kekuatan bahan paving block di kota Mataram untuk bahan perkerasan jalan. Mataram. Edisi III. A. DPP/SPP 1995/ 1996. Murdock.F. 1990. 1981. Mindess. Neville. Longman Essex.. M. Concrete Technology. & Brook.. 1996. 1992. Prentice-Hall. K. Design and Construction of Interlocking Concrete Block Pavement.. S.beton-cetak sebesar 300 %. H.  Kuat-tekan beton-cetak menurun seiring dengan berkurangnya berat jenis (kepadatan) benda uji beton-cetak. K. O. J. 1990.. M. Englewood Cliffs. M. London. Sudjana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.