P. 1
BAB I

BAB I

|Views: 394|Likes:
Published by cited

More info:

Published by: cited on Jan 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Batubara hidrokarbon. merupakan Rantai senyawa yang

karbon

menyusun Batubara memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar Batubara inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi Batubara dihasilkan dari pengolahan Batubara. Pengetahuan tentang Batubara sangat penting untuk kita ketahui, mengingat Batubara adalah suatu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup orang banyak. Sebagai contoh Batubara digunakan sebagai sumber energi yang banyak digunakan untuk industri, kedua bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa tumbuhan. Sisa-sisa tumbuhan itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa tumbuhan sehingga menjadi batubara. itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini juga akan mempengaruhi jenis produk yang

1

1.2 Tujuan Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah: • Untuk mendalami pengetahuan penulis terkait Batubara • Untuk mengetahui proses pembentukan Batubara • Untuk mengetahui Analisis proximat pada batubara.

1.3 Manfaat Manfaat Pembuatan Makalah batubara ini adalah : • Dapat mengetahui serta mendalami pengetahuan penulis terkait Batubara • Dapat mengetahui proses pembentukan Batubara • Dapat mengetahui Analisis proximat pada Batubara

2

Beberapa ahli sejarah yakin bahwa batubara pertama kali digunakan secara komersial di Cina. dan oksigen dalam kombinasi kimia dengan sedikit kandungan unsur sulfur dan nitrogen. Ada laporan yang menyatakan bahwa suatu tambang di timur laut Cina menyediakan batu bara untuk mencairkan tembaga dan untuk mencetak uang logam sekitar tahun 1000 SM. Raharjo.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Batubara merupakan salah satu sumber energi primer yang memiliki riwayat pemanfaatan yang sangat panjang. yang menyebutkan adanya arang seperti batu. yang terdapat di dalam lapisan kulit bumi yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami metamorphosis dalam kurun waktu yang lama. 3 . Batubara adalah benda padat yang mengandung karbon. Karena itulah. batu bara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. hidrogen. (1983). terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. Teichmuller and Teichmuller (1968) dalam Murchissen (1968) berpendapat bahwa litotipe dan mikrolitotipe batubara berhubungan erat dengan lingkungan pengendapannya. Tosch (1960) dalam Bustin dkk. Bahkan petunjuk paling awal tentang batubara ternyata berasal dari filsuf dan ilmuwan Yunani yaitu Aristoteles. Abu batu bara yang ditemukan di reruntuhan bangunan bangsa Romawi di Inggris juga menunjukkan bahwa batubara telah digunakan oleh bangsa Romawi pada tahun 400 SM. (2006a) mengatakan bahwa batu bara adalah mineral organik yang dapat terbakar.

karakteristik batubara berbeda-beda sesuai dengan lapangan batubara (coal field) dan lapisannya (coal seam). Faktor tumbuhan purba yang jenisnya berbeda-beda sesuai dengan jaman geologi dan lokasi tempat tumbuh dan berkembangnya. 2004) Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) –dikenal sebagai zaman batu bara pertama– yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Proses Terbentuknya Batubara (Sumber: Kuri-n ni Riyou Sareru Sekitan.BAB III PEMBAHASAN 3. Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan (coalification).1 Pembentukan Batubara Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar. pengaruh tekanan batuan dan panas bumi serta perubahan geologi yang berlangsung kemudian. terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. ditambah dengan lokasi pengendapan (sedimentasi) tumbuhan. Kualitas dari 4 . akan menyebabkan terbentuknya batubara yang jenisnya bermacam-macam. Gambar 1. batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil.

yang disebut sebagai ‘maturitas organik’. Dalam kondisi yang tepat. peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit. Batubara muda adalah batu bara dengan jenis maturitas organik rendah. Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam sehingga membentuk bituminus (bituminous) atau antrasit (anthracite). yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda (lignite) atau disebut pula batu bara coklat (brown coal). Proses awalnya. Tabel 1. Dalam proses pembatubaraan. Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun. endapan tumbuhan berubah menjadi gambut (peat). Berikut ini ditunjukkan contoh analisis dari masing –masing unsur yang terdapat dalam setiap tahapan pembatubaraan. Contoh Analisis Batubara (daf based) (Sumber: Sekitan no Kisou Chishiki) 5 .setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan. maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahan konsentrasi dari setiap unsur utama pembentuk batubara. maka batu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara sub-bituminus (sub-bituminous).

maka kadar karbon akan meningkat. memiliki tingkat kelembaban (moisture) yang tinggi dan kadar karbon yang rendah. maupun transportasi yang dialami oleh material dasar pembentuk sedimen sehingga menjadi batuan sedimen berjalan selama vang mencakup proses : jutaan tahun. Karena tingkat pembatubaraan secara umum dapat diasosiasikan dengan mutu atau kualitas batubara. umumnya akan semakin keras dan kompak. Semakin tinggi mutu batubara. maka batubara dengan tingkat pembatubaraan rendah –disebut pula batubara bermutu rendah– seperti lignite dan sub-bituminus biasanya lebih lembut dengan materi yang rapuh dan berwarna suram seperti tanah.Data-data di atas apabila ditampilkan dalam bentuk grafik hasilnya adalah sebagai berikut: Gambar 2. sehingga kandungan energinya juga semakin besar Proses sedimentasi. serta warnanya akan semakin hitam mengkilat. kompaksi. sehingga kandungan energinya juga rendah. Hubungan Tingkat Pembatubaraan – Kadar Unsur Utama Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semakin tinggi tingkat pembatubaraan. Selain itu. Kedua konsep tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan batubara 6 . kelembabannya pun akan berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat. sedangkan hidrogen dan oksigen akan berkurang.

dimana lapisan batubara yang telah mengalami gaya tektonik berupa pengangkatan kemudian di erosi sehingga permukaan batubara yang ada menjadi terkupas pada permukaannnya. 5) Erosi. 3. 2) Pengendapan.1) Pembusukan.2 Analisis proximat Analisis Proximate Adalah analisis batubara yang paling sederhana dan menghasilkan fraksi massa karbon tetap (FC). Proses ini biasanya terjadi pada lingkungan berair. yaitu proses dimana lapisan gambut tersebut di atas akan mengalami perubahan berdasarkan proses biokimia yang berakibat keluarnya air (H20) clan sebagian akan menghilang dalam bentuk karbondioksida (C02). 7 . Bakteri ini bekerja dalam suasana tanpa oksigen dan menghancurkan bagian yang lunak dari tumbuhan seperti selulosa. 3) Dekomposisi. Kualitas batubara dapat dinyatakan dengan parameter yang ditunjukkan pada saat memberi perlakuan panas terhadap batubara yang biasanya dilakukan dengan analisis proksimat. kebasahan (M). karbonmonoksida (CO). protoplasma. yang akan mengubah batubara low grade menjadi high grade. 4) Geotektonik. bahan dapat menguap (VM). clan metana (CH4). Dengan adanya tektonik setting tertentu. yakni proses dimana material halus hasil pembusukan terakumulasi dan mengendap membentuk lapisan gambut. misalnya rawa-rawa. dimana lapisan gambut yang ada akan terkompaksi oleh gaya tektonik dan kemudian pada fase selanjutnya akan mengalami perlipatan dan patahan. _Selain itu gaya tektonik aktif dapat menimbulkan adanya intrusi/terobosan magma. maka zona batubara yang terbentuk dapat berubah dari lingkungan berair ke lingkungan darat. dan abu (A) dalam batubara. dan pati. yakni proses dimana tumbuhan mengalami tahap pembusukan (decay) akibat adanya aktifitas dari bakteri anaerob. Perlapisan batubara inilah yang dieksploitasi pada saat ini.

dan fixed carbon (karbon tertambat). Lengas Permukaan (Free/Surface Moisture) Lengas ini berada pada permukaan partikel batubara akibat pengaruh dari luar seperti cuaca / iklim (hujan). untuk menunjukkan rasio combustion ke incombustion. “As Received (ar). atau Dry Mineral Matter Free (dmmf)”. penyemprotan di Stockpile pada saat penambangan atau transportasi tergantung dari kondisi penambangan serta keadaan udara pada saat penyimpanan dan dapat hilang dengan penguapan. a. Lengas ini tidak tergantung pada tipe batubara namun dipengaruhi ukuran partikel. Dalam pengujian kualitas batubara. Air yang ditambahkan Permukaan (Free/Surface Moisture).2. karena kadar lengas meningkat dengan makin besarnya luas permukaan luar.1 Parameter – parameter Dalam Analisis Proksimat Adapun parameter – parameter yang terukur dalam analisis proksimat. Lengas Tertambat (Inherent Moisture) dan Lengas Total (Total 8 .Analisis proksimat batubara bertujuan untuk menentukan kadar Moisture (air dalam batubara) kadar moisture ini mencakup pula nilai free moisture serta total moisture. antara lain: 1) Lengas (Moisture) Bentuk air dalam batubara dapat dibedakan menjadi Lengas Moisture). misalnya air drying. Metode ini bisa digunakan untuk menetapkan rank batubara. Air Dried Base (adb). sebagai dasar pembelian dan penjualan. volatile matters (zat terbang). dan untuk evaluasi keuntungan ataupun untuk tujuan lain. 3. Dry Ash Free (daf). analisis terhadap batubara didasarkan pada keadaan. ash (debu). Bry Base (db).

maupun proses penambangan. terdiri dari unsur organik dan senyawa anorganik. kalsium oksida (CaO). penanganan. Lengas Total Lengas ini adalah banyaknya air yang terkandung dalam batubara sesuai dengan kondisi diterima. penggerusan. dan 9 . Lengas Tertambat Lengas ini adalah lengas yang terikat secara kimiawi dan fisika di dalam batubara pada saat pembentukan batubara. maupun pada pembakaran batubara. bercampur selama proses transportasi.melalui penyemprotan untuk menekan debu dan mengurangi abu juga termasuk sebagai lengas permukaan. Lengas ini banyak pengaruhnya pada pengangkutan. 2) Abu (Ash) Komposisi batubara bersifat heterogen. c. Pada umumnya kadar lengas terikat semakin tinggi dengan semakin rendahnya peringkat batubara. Lengas bebas biasanya akan terlepas ke udara apabila batubara dibiarkan didalam ruang pada suhu kamar sampai menjadi kesetimbangan dengan kondisi udara disekitarnya. Abu merupakan kandungan residu noncombustible yang umumnya terdiri dari senyawa-senyawa silika oksida (SiO2). karbonat. yang dikenal sebagai ash content. ukuran butiran. baik yang terikat secara kimiawi maupun akibat pengaruh kondisi luar seperti iklim. sedimentasi dan proses pembatubaraan. yang merupakan hasil rombakan batuan yang ada di sekitarnya. Abu hasil dari pembakaran batubara ini. b.

oksida. sulfat dan pospat. biasanya terdiri dari Slate. K dalam bentuk silikat. Makin banyak mineral yang terdapat didalam batubara maka kadar abunya juga makin tinggi. Shale. Kadar abu batubara secara sederhana didefinisikan sebagai residu anorganik yang terjadi setelah batubara dibakar sempurna. Fe dan sedikit Ti. Cu. Al2O3. Fe2O3. Zn dan uranium terdapat sangat sedikit sekali yang disebut trace element. dan oksida unsur lain. Mg. P2O. Kadar abu dalam batubara berpengaruh terhadap nilai kalorinya. 3) Zat Terbang (Volatile Matter) Zat terbang adalah kandungan batubara yang terbebaskan pada temperatur tinggi sekitar 9500C tanpa keberadaan oksigen 10 . CaO. makin tinggi kadar abu maka nilai kalornya berkurang. Pb. mineral matter ini tidak dapat dihilangkan atau dicuci dari batubara. Al. Bahan sisa dalam bentuk padatan ini antara lain senyawa SiO2. K2O.mineral-mineral lainnya. • Extraneous mineral matter berasal dari tanah penutup atau lapisan–lapisan yang terdapat diantara lapisan batubara. Na. • Inherent mineral matter berhubungan dengan tumbuhan asal pembentukan batubara. Sandstone. sulfida. Clay atau Limestone. TiO3. Mineral matter atau abu dalam batubara terutama terdiri dari senyawa Si. MgO. Terjadinya abu dalam batubara dapat sebagai inherent mineral matter atau extraneous mineral matter. sedangkan unsur seperti As. Mn. SO3. Ni. Mn3O4. Mineral matter ini dapat dikurangi pada saat pencucian batubara. Na2O.

dan sebagainya). H2. Zat terbang sangat erat hubungannya dengan peringkat batubara. Zat terbang terdiri dari gas – gas yang mudah terbakar seperti H2. 4) Karbon Tetap / Tertambat (Fixed Carbon) Karbon tetap adalah karbon yang terdapat pada batubara berupa zat padat. Kandungan bahan yang mudah menguap yang tinggi menunjukan mudahnya penyalaan bahan bakar Pada pembakaran batubara. kandungan zat terbang yang tinggi akan lebih mempercepat pembakaran karbon padatnya dan sebaliknya zat terbang yang lebih rendah mempersulit proses pembakaran. SOx. 11 . menyebabkan kenaikan karbon tetap. Pengeluaran zat terbang dan kandungan air.(misalnya CxHy. CO. Batubara dengan kadar volatile matter yang tinggi akan menghasilkan nyala yang panjang diatas grate fire dan batubara dengan kadar volatile matter yang rendah akan menghasilkan nyala yang pendek. Jumlahnya ditentukan oleh kadar air. metan dan uap – uap yang mengembun seperti gas CO2 dan H2O. sehingga makin tinggi kadar karbon padat maka makin tinggi peringkat batubara serta mutunya. Makin kecil kadar zat terbang. abu dan zat terbang. maka makin tinggi peringkat batubara.

Caranya: 1) Menimbang seluruh sampel batubara yang diterima dalam loyang (pan) pengering yang telah diketahui beratnya.8. Perhitungan Kadar Lengas Bebas: 12 .• Penentuan Kadar Lengas a) Penentuan kadar lengas bebas Prinsipnya: Lengas bebas dari sampel batubara dapat dihitung dari selisih berat sampel batubara asal dengan sampel batubara yang telah dikeringkan pada suhu kamar.1% setiap jamnya (hitung % kehilangan berat = L). 6) 7) 8) Menghitung kadar lengas bebas (% kehilangan berat). Melakukan penimbangan berat. Menggerus sampel hingga diperoleh sampel lolos ayakan 60 mesh. cambur sampai merata. 3) Menghancurkan sampel sampai lolos ayakan No. 4) Mengeringkan kembali sampel seperti diatas sampai berat tetap (hitung % kehilangan berat = L’). 5) Melakukan pembagian contoh dengan cara conning dan quartering atau dengan menggunakan splitter atau mechanical devider. 2) Mengeringkan pada suhu kamar atau dalam oven pengeringan dengan suhu maksimum 40oC sampai berat tetap. perbedaan 0.

Caranya: Sampel batubara sebanyak 1 gram berukuran -60 mesh dipanaskan dalam oven pada suhu 105 ± 50C selama 1 jam.A= [ L (100 − L)] + L ' 100 Dimana: L’= % kehilangan berat pada pengeringan sample ukuran No. 13 .8 mesh L = % kehilangan berat pada pengeringan sample asal b) Penentuan kadar lengas tertambat Prinsipnya: lengas tertambat dari sampel batubara dapat dihitung dari selisih berat sampel asal dengan berat sampel setelah pemanasan pada suhu 1100C. Caranya: 1) Menimbang sampel batubara yang diterima secepatnya dalam pan pengering. Perhitungan Kadar Lengas Tertambat: R= (W − H ) + 100% W Dimana: W = berat sampel asal H = berat sampel setelah dipanaskan c) Penentuan kadar lengas total Prinsipnya: Lengas total dapat dihitung dengan menjumlahkan kadar lengas bebas dan kadar lengas sisa pada kondisi sampel asal.

Perhitungan Kadar Lengas Total: TM = [ R(100 − A)] + A 100 Dimana : TM = Kadar lengas total A = Kadar lengas bebas R = kadar lengas tertambat • Penentuan Kadar Abu Sampel batubara dibakar sempurna dalam cawan peleburan didalam furnace pada suhu 815 ± 100C selama kurang lebih 3 jam. sampai beratnya tetap.8. dengan menambahkan 500gr sampel batubara apabila diperlukan untuk penetapan kadar lengas sisa.1% setiap jamnya (% kehilangan berat = L’). 6) Melakukan pembagian sampel dengan cara conning dan quartering atau dengan menggunakan splitter atau mechanical devider sesuai Tabel.3. 14 . 3) 4) 5) perbedaan 0. Perbandingan berat sebelum dan setelah pembakaran adalah kadar abu dari batubara tersebut. perbedaan 0. 7) Memisahkan sampel untuk penetapan kadar lengas sisa sebanyak minimal 500gr. kemudian Mengeringkan kembali pada suhu kamar. campur sampai merata (homogen). Selanjutnya batubara tersebut didinginkan dan ditimbang. kemudian timbang pada suhu 15-20oC di atas suhu kamar (maksimum 40oC).2) Mengeringkan pada suhu kamar atau dalam oven pengeringan Menimbang sampel setiap jam sekali sampai beratnya tetap.5. Menggerus sampel sampai lolos ayakan No.1% setiap jamnya (% kehilangan berat = L).

Kehilangan berat dari sampel yang kemudian dikoreksi terhadap kadar lengas tertambat adalah kadar zat terbang. kadar abu dan zat terbang. Setelah pemanasan akan tertinggal residu padat yang sebagian besar terdiri dari karbon dan mineral – mineral yang telah berubah bentuk.• Penentuan Kadar Zat Terbang Sampel dipanaskan tanpa oksidasi pada suhu 900 ± 100C selama 7 menit.2. Dalam bentuk persamaan karbon tertambat dihitung menggunakan persamaan berikut: FC = 100 % − ( M + A + VM )% Dimana: FC = Fixed Carbon M = Moisture (kadar lengas) A = Ash (kadar abu) VM = Volatile Matter (zat terbang) 3.2 Basis pelaporan Analisis Proksimat yang umum: Basis (dasar) pelaporan analisis proximate yang umumnya dipakai adalah sebagai berikut : • • • • • As Received Air dried base Dry base Dry ash free Dry mineral metter free (ar) (adb) (db) (daf) (dmmf) 15 . • Penentuan Kadar Karbon Tertambat Karbon tertambat dihitung dari 100% dikurangi jumlah nilai kadar lengas.

Tabel 7 Rumus perhitungan untuk berbagai basis Data Tersedia As determined (ad) As received (ar) Dry Base (db) Dry. analisis ini diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai komposisi organic murni. perhitungan ini menjadi sederhana.Mad 100 ------------ 100 -----------100 – Mad . Rumus perhitungan untuk berbagai basis ditampilkan pada tabel 7. artinya kadar abu dan kadar lengasnya adalah nol. Pada basis Dry Ash Free. analisis dilakukan dengan mengabaikan kadar abu dan kadar lengas yang ada dalam sampal.Ash Free (dab) 100 . kadar lengasnya secara perlahanlahan mencapai kesetimbangan dengan kelembapan udara. Kadar abu dapat dihitung dengan mudah. Analisis dengan basis Dry Ash Free berkaitandenga adanya material arganik yang murni pada basis Dry Material Matter Free.Aad 100 ----------------- 16 . tetapi perhitungan dengan mineral metter menemukan metode yang lebihsulit dan memakan waktu. berarti semua analisis dihitung mundur dengan memasukan kadar lengas total dari sampel. Pada basis Air dried. Jika kadar lengas dari sampel ini akan kemudian ditetukan.Pada basis As received. analisis lainnya dapat dihitung dengan mudah. maka diperoleh kadar lengas pada basis Air dried.Mar As Determined 100 – Mad As -------------------------------100 – Mad 100 --------100 . Hal ini mungkin dilakukan jika batu bara dalamkeadaan sangat basah. Pada basis dry. saampel batubara akan dianalisis ditempatkan diudara terbuka. Kadar abu dan kadar lengas tlah diketahui. artinya dalam keadaan kering maka kadar lengasnya adalah nol.

1 + 2.1 % = 35.Mad ------------100 100 – Mad -Aad --100 .4 % = 11.6 (Mad) Abu = 8.determined Dry Base 100 .Mar ---------100 100 – Mad -Aad -----------------100 100 . ------------------100 ----- Keterangan : M = lengas (% berat).Mar ----100 . A= abu(%berat) Berikut ini diberiokan contoh pengaruh basis pelaporan yang berbeda pada suatu hasil analisis batubara.1 = 7.1 % Analisis proksimat pada basis ar adalah sebagai berikut : Totol lengas = 11.Ad ---------100 100 – Mad .9 % = 53.Aad 100 ---------100 – Ad Dry Ash free .Mar 100 . Contoh : Analisis proksimat (adb) suatu batubara adalah sebagai berikut: Lengas terikat Abu Zat terbang Karbon tertambat Lengas bebas = 2.2 % 17 .6 % (Mad) = 8.

Jawab: Analisis proximate 18 .3%.7%.9% Karbon tertambat = 53. VM= 49.Zat terbang = 35. Dengan data batubara sebagai berikut : M= 22%.9 = 31. Fc= 50.5 % ------------------------------100 % Contoh Soal : Buat perhitungan analisi proximate dengan basis begitu di terima.4 = 47. A= 18%.

dan abu (A) dalam batubara.1 KESIMPULAN 1) Pembentukan Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar. Kualitas batubara dapat dinyatakan dengan parameter yang ditunjukkan pada saat memberi perlakuan panas terhadap batubara yang biasanya dilakukan dengan analisis proksimat. Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan (coalification). terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. bahan dapat menguap (VM). Oleh karena itu.BAB IV KESIMPULAN 4. kebasahan (M). 3) Parameter – parameter Dalam Analisis Proksimat: o Lengas (Moisture) o Kadar Abu (Ash) 19 . batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. 2) Analisis Proximate Adalah analisis batubara yang paling sederhana dan menghasilkan fraksi massa karbon tetap (FC).

Modul Pemanfaatan Batubara. 2010. Palembang : POLSRI 20 . dkk.o Zat terbang (volatile matter) o Karbon tetap (Fixed Carbon) DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010. www. Batubara.com Fatria.wikipedia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->