PROPOSAL PENELITIAN NAMA NIM : ISMI ROSIANA : 1102408007 PENDIDIKAN A.

JUDUL “EVALUASI BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KELAS VII SEMESTER GASAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2010/2011”. B. LATAR BELAKANG Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara manusia yaitu antara orang yang belajar disebut siswa dan orang yang mengajar disebut guru. Kegiatan evaluasi mempunyai peranan yang penting dalam pendidikan, begitu pula dalam proses pembelajaran karena dengan evaluasi dapat diketahui hasil dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan dari hasil tersebut dapat ditentukan tindak lanjut yang akan dilakukan. Joesmani (1998:19), berpendapat bahwa evaluasi adalah proses menentukan sampai berapa jauh kemampuan yang dapat dicapai siswa dalam proses pembelajaran. Kemampuan yang diharapkan tersebut sebelumnya sudah ditetapkan secara operasional. Selanjutnya ditetapkan pula patokan pengukuran hingga dapat diperoleh penilaian (value judgment). Penilaian memperbaiki keseluruhan merupakan proses yang dasar untuk dan memperoleh sistem sebaiknya balikan untuk secara secara pembelajaran pelaksanaannya pembelajaran dilakukan

PROGRAM STUDY : KURIKULUM DAN TEKNOLOGI

1

berkesinambungan, baik terhadap proses itu sendiri maupun terhadap hasil yang dicapai. Penilaian proses itu dilakukan dengan jalan melakukan pengamatan terhadap kegiatan siswa dalam belajar dengan menggunakan panduan pengamatan. Sedangkan penilaian hasil dapat dilakukan dengan teknik-teknik tertentu, baik teknik tes maupun bukan tes. Menurut Arikunto (2001:57). Tes dikatakan baik sebagai alat ukur apabila memenuhi persyaratan tes, yaitu memiliki: 1) validitas, 2) reliabilitas, 3) objektifitas, 4) praktisibilitas dan 5) ekonomis. Sebuah tes dikatan valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Tes dikatakan reliabel apabila memberikan hasil yang tepat apabila diteskan berkali-kali. Susunan tes dikatakan objektif apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhi. Sebuah tes dikatakan memiliki praktisibilitas tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis yaitu mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaannya dan dilengkapi petunjuk-petunjuk yang jelas. Sedangkan persyaratan ekonomis artinya bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan biaya yang mahal, tenaga yang banyak dan waktu yang lama. Sekarang dengan berlakunya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) guru diberi keleluasaan dalam melakukan penilaian mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan, terutama dalam menyusun soal tes. Baik tidaknya soal tes sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menyusun soal. Agar evaluasi yang dilakukan melalui penilaian dengan menggunakan tes sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan adanya peninjauan kembali terhadap pelaksanaan evaluasi tersebut. Maka peneliti bermaksud mengambil judul: “EVALUASI BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KELAS VII SEMESTER GASAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2010/2011”.

2

C. tingkat kesukaran. Apakah butir soal Ulangan Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011 kualitasnya baik jika ditinjau berdasarkan analisis empirik yang melingkupi daya pembeda. 2. 3 . Konsep-konsep yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan masukan yang berharga bagi dunia pendidikan khususnya bidang evaluasi pendidikan. reliabilitas. Untuk mengetahui kualitas soal Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011 berdasarkan analisis empirik. Manfaat Teoretis a. Untuk mengetahui kualitas soal Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011berdasarkan analisis teoritik. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini yaitu: 1. MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan memiliki nilai manfaat sebagai berikut: 1. validitas dan distraktor/pengecoh? D. RUMUSAN MASALAH Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: 1. Apakah butir soal Ulangan Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011 kualitasnya baik jika ditinjau berdasarkan analisis teoritik yang melingkupi isi dan kaidah penulisan soal? 2. E.

Bagi guru. dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. b. Brown dalam Nurkancana dan Sumartono. Evaluasi Pendidikan Pengertian Evaluasi dan Evaluasi Pendidikan Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation. evaluasi adalah tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Dengan demikian secara harfiah evaluasi pendidikan (educational evaluation) dapat diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan (Anas Sudijono. Edwind wand dan Gerald W. khususnya yang ditunjuk sebagai penyusun soal. Jadi menurut Wand dan Brown. 1986:1. menjelaskan: Evaluation refer to the act process to determining the value of something. Sesuai dengan pendapat tersebut maka evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu dalam 4 . Manfaat Praktis a. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan soal yang akan datang sehingga dapat menyempurnakan atau memperbaiki kualitas soal yang kurang baik/tidak valid dan soalsoal yang sudah baik dapat dijadikan bank soal. intensif dan mendalam. Dengan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus sebagai bahan untuk menentukan kebijakan dan langkah-langkah yang dipandang efektif dibidang pendidikan.b. F. 2001:1). TINJAUAN PUSTAKA 1. terutama yang berhubungan dengan evaluasi. 2. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para peneliti lain untuk melakukan penelitian sejenis atau melanjutkan penilaian tersebut secara lebih luas.

Suharsimi Arikunto (2003:13) mendefinisikan evaluasi dengan terlebih dahulu menjelaskan tentang mengukur dan menilai.dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannnya dengan dunia pendidikan. psikologi. Suharsimi Arikunto (2001) mengutip pendapat dari Ralph Tyler (1950) mengatakan bahwa: “Evaluasi pendidikan merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana. kurikulum. juga berguna untuk membuat keputusan dalam dunia pendidikan. manajemen dan sosiologi-antropologi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Dalam pelaksanaannya. Jika belum. Definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran dan bersifat kuantitatif. Dasar filsafat dalam evaluasi pendidikan berhubungan dengan masalah-masalah yang merupakan dasar dalam pendekatan sistem yang menyangkut pertanyaanpertanyaan apakah evaluasi itu. 2001:8): filsafat. dalam hal apa. Tambahan definisi tersebut bukan hanya mengukur sejauh mana tujuan tercapai. yaitu mengukur dan menilai. Dengan demikian evaluasi adalah menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih dahulu). komunikasi. evaluasi harus mempunyai dasar yang kuat. dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. yakni Crobach dan Stufflebeam. Sedangkan mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah diatas. Mengenai evaluasi pendidikan. tetapi juga digunakan untuk membuat keputusan. bagaimana yang belum dan apa sebabnya”. Menilai adalah mengambil sesuatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk dan bersifat kualitatif. Dari definisi-definisi tentang evaluasi pendidikan di atas dapat dipahami bahwa evaluasi pendidikan selain merupakan suatu proses untuk mengukur sejauh mana tujuan telah tercapai. Dasar yang dimaksud adalah prinsip ilmiah yang melandasi penyusunan dan pelaksanaan evaluasi yang mencakup 7 konsep yaitu (Slameto. mengapa evaluasi 5 .

Berikut ini dikemukakan pendapat para ahli tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Adapun yang menjadi dasar evaluasi selanjutnya adalah kurikulum. Burhan Nurgiyantoro (1987:14) menyebutkan 5 tujuan dan fungsi evaluasi. fungsi evaluasi perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh agar evaluasi yang diberikan betul-betul mengenai sasaran yang diharapkan. (2) untuk memberikan objektifitas pengamatan kita terhadap tingkah laku hasil belajar siswa. Yang dimaksud dengan dasar psikologi bahwa dilaksanakan mempertimbangkan tingkat kesukaran dengan tingkat perkembangan siswa. dan teori-teori yang dianut dalam pendidikan. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan Bagi penyusun soal. apakah secara individual atau kelompok dan bagaimana pengelolaannya. Dasar komunikasi dimaksudkan bahwa evaluasi itu dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung.pendidikan adalah perlu diberikan evaluasi itu dan bagaimana cara harus memberikannya. Sedangkan dasar manajemen. maksudnya. yaitu: (1) untuk mengetahui seberapa jauh tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan itu dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Disamping itu evaluasi harus sesuai dan berguna dalam masyarakat untuk mencapai suatu kemajuan. tingkat kemampuan yang dimiliki siswa. (3) 6 . artinya bahwa evaluasi perlu diorganisasikan pelaksanaannya. isi evaluasi harus sesuai dengan materi yang diajarkan seperti tercantum dalam kurikulum yang telah ada dan dilaksanakan.

khususnya dalam proses pembelajaran di sekolah. maka objek dari evaluasi pendidikan meliputi tiga aspek. Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian siswanya. Untuk dapat diterima sebagai calon peserta didik dalam rangka mengikuti program pendidikan tertentu. 2001:25) dari segi input. tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal. Ditilik dari segi input ini. Dan output dianggap sebagai “hasil pengolahan yang dilakukan dapur dan siap untuk dipakai”. Salah satu cara untuk mengenal atau mengetahui objek dari evaluasi pendidikan adalah dengan jalan menyorotinya dari tiga sisi. transformasi dianggap sebagai “dapur tempat mengolah bahan mentah”.untuk mengetahui kemampuan siswa dalam bidang-bidang atau topiktopik tertentu. (3) aspek sikap. Penilaian selektif mempunyai berbagai tujuan. Menurut Suharsimi Arikunto (2001:10). (2) aspek kepribadian. yaitu: (1) aspek kemampuan. antara lain: (1) untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu (2) untuk memilih siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya. (3) penilain berfungsi sebagai dan (4) penilaian berfungsi sebagai pengukur penempatan keberhasilan. dan (3) untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah (lulus). Objek (Sasaran) Evaluasi Pendidikan Objek atau sasaran evaluasi pendidikan adalah segala sesuatu yang bertalian dengan kegiatan atau proses pendidikan. maka calon peserta didik itu harus 7 . yaitu: (1) penilaian berfungsi selektif. yaitu (Anas Sudijono. input tidak lain adalah calon siswa. yang dijadikan titik pusat perhatian. transformasi. Dalam dunia pendidikan. (4) untuk menentukan layak tidaknya seorang siswa dinaikkan ketingkat diatasnya atau dinyatakan lulus dari tingkat pendidikan yang ditempuhnya. (5) untuk memberikan umpan balik bagi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. dan output. (2) penilain berfungsi diagnostik. dimana input dianggap sebagai ”bahan mentah yang akan diolah”.

Untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian atau prestasi belajar dipergunakan alat yang berupa tes prestasi belajar atau tes hasil belajar. (2) metode mengajar dan teknik penilaian. yang biasa dikenal dengan istilah tes pencapaian (achievement test). maka bekal kemampuan yang dimiliki oleh para calon peserta didik perlu untuk dievaluasi terlebih dahulu. guna mengetahui sampai sejauh mana kemampuan yang dimiliki oleh masingmasing calon peserta. dan (5) guru serta unsur-unsur personal lain yang terlibat dalam proses pendidikan. Ranah Kognitif pada Tujuan Pengajaran 8 . maka objek dari evaluasi pendidikan meliputi: (1) kurikulum atau materi pelajaran. Untuk menilai sikap tersebut digunakan alat berupa tes sikap (aptitude test) atau sering dikenal dengan skala sikap (attitude test). Adapun apabila disoroti dari segi transformasi. Sikap. (3) sarana atau media pendidikan. Sehubungan dengan itu. sebab tes tersebut berbentuk skala. pada dasarnya adalah merupakan bagian dari tingkah laku manusia. Kepribadian adalah sesuatu yang terdapat pada diri seseorang dan menampakkan bentuknya dalam tingkah laku. Adapun alat yang biasa dipergunakan dalam rangka mengevaluasi kemampuan peserta didik itu adalah tes kemampuan (aptitude test). (4) sistem administrasi. Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui atau mengungkap kepribadian seseorang adalah dengan jalan menggunakan tes kepribadian (personality test). sebagai gejala atau gambaran kepribadian yang memancar keluar.memiliki kemampuan yang sesuai atau memadai. Informasi mengenai sikap ini penting sekali karena sikap ini merupakan sesuatu yang paling menonjol dan sangat dibutuhkan dalam pergaulan. Sedangkan dari segi output yang menjadi sasaran evaluasi adalah tingkat pencapaian atau prestasi belajar yang berhasil dalam proses pendidikan selama jangka waktu yang telah ditentukan.

Dalam aspek analisis. analisis. dalil. 1996:134): 9 . Adapun KKO pada masing-masing jenjang pada ranah kognitif adalah sebagai berikut (Depdikbud. aturan. cara) secara tepat untuk diterapkan dalam suatu situasi baru dan menerapkannya secara benar. apabila penyusun soal bermaksud untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai sesuatu kasus yang diajarkan oleh penyusun soal. Kata Kerja Operasional (KKO) pada Ranah Kognitif Setiap jenjang pada ranah kognitif yang mengacu pada objek tingkat belajar tertentu memiliki kata kerja operasional (KKO) tertentu pula. Aspek pengetahuan. mengetahui. Aspek penerapan atau aplikasi. Adapun pada jenjang evaluasi. dan evaluasi. siswa diminta untuk menggabungkan atau menyusun kembali hal-hal yang spesifik agar dapat mengembangkan suatu struktur baru. pemahaman. Ranah kognitif memiliki 6 jenjang yaitu pengetahuan. siswa dituntut memiliki kemampuan untuk menyeleksi atau memilih suatu abstraksi tertentu (konsep. hukum. penerapan. Pada aspek sintesis. dan memecahkan masalah. Disamping ranah afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif meliputi tujuan-tujuan yang berhubungan dengan berfikir. KKO merupakan kata kerja yang digunakan untuk menjabarkan kata kerja yang masih bersifat umum menjadi khusus/operasional. gagasan.Ranah kognitif merupakan salah satu (bagian) dari taksonomi (klasifikasi) tujuan pendidikan menurut Bloom dkk. siswa diminta untuk mengingat kembali satu atau lebih fakta-fakta yang diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. sintesis. siswa diminta untuk menganalisis suatu hubungan atau situasi yang kompleks atau konsep-konsep dasar. Susunan ranah kognitif diatas menunjukan bahwa setiap jenjang berikutnya merupakan tingkatan pengetahuan atau kecakapan intelektual yang lebih tinggi/mendalam dibandingkan dengan tingkatan sebelumnya.

mengembangkan. mempertentangkan. mengidentifikasi. merencanakan. 6) Evaluasi mengklasifikasi. mempersiapkan dan menggolongkan. definisi. memberikan menggarisbawahi. menentukan. mengubah. meneruskan. memulai. merangkai. membedakan. menghasilkan. membandingkan. menemukan. menganalisis. mengkhususkan. memberi nama pada. mengenali. menyatakan. 2) Pemahaman Menterjemahkan. memilih. mendesain. mengkategorikan. mendokumentir. dan media pengajaran. mengidentifikasikan. menerangkan. menyadur. mendeteksi. mengartikan. menghubungkan. mengubah. memperkirakan. menggolongkan. memberi contoh tentang. menafsirkan. mendapatkan dan membedakan. meringkas. serta karakteristik alat evaluasi 10 .1) Pengetahuan Menyebutkan. itu sendiri. menyintesa. mengatakan. mengembangkan. mengilustrasikan. menyimpulkan. menghitung. 4) Analisis Membedakan. pengajaran. menggambarkan. menarik 3) Penerapan Mengubah. mengubah. mendiskriminasi. mengkombinasi. menjelaskan dengan kata-kata sendiri. mencari asal. menunjukan. mengenal kembali. meramalkan. menyusun daftar. kesimpulan. merumuskan. karakteristik menemukan. mengusulkan. menjodohkan. materi memanipulasikan. 5) Sintesis Menulis. mengajar. mengubah. membedakan. mendeduksi. mengorganisasi. mendemonstrasikan. siswa.

seperti ingatan.Menimbang. membakukan. susunlah secara berurutan mulai angka yang terkecil hingga yang terbesar. maksudnya harus bisa mengungkapkan 3 aspek tingkah laku yaitu kognitif. (Slameto. Apabila digunakan tes tertulis maka unsur kognitif. sedangkan di SMA beralih ke hal-hal yang sifatnya analitik. pemahaman. sintesis dan evaluasi harus seimbang. afektif dan psikomotorik. 2001:135) Alat penilaian yang digunakan (tes maupun bukan tes) harus bersifat komprehensif. Perbandingan tersebut menurut Suharsimi Arikunto (2001:201). Di sekolah dasar (SD) banyak hal-hal yang bersifat hafalan sehingga unsur ingatan akan mendapat porsi lebih banyak dari pada unsur pemahaman dan aplikasi. sintetik dan problematik. Ciri-Ciri Alat Evaluasi Sebuah tes dapat dikatakan baik dan benar apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. memvalidasi. sedangkan bukan tes cocok untuk mengukur afektif dan psikomotor. menetapkan. memberi alasan. selalu harus sejalan dengan materi yang diajarkan. 11 . Slameto (2001:135) menjelaskan bahwa secara garis besar alat penilaian berbentuk tes cocok untuk mengukur aspek ingatan (kognitif). analisis. Di SMP lebih banyak pemahaman dibandingkan dengan hafalan. aplikasi. mempertentangkan. Analisis Secara Teoritik a) Kaidah penulisan soal bentuk pilihan ganda 1) Pernyataan/pokok soal harus dirumuskan jelas 2) 3) Untuk setiap soal hanya ada satu jawaban yang Alternatif jawaban sebaiknya logis dan pengecoh benar/paling benar harus berfungsi/mirip betul dengan jawaban yang benar sehinggga derajat kesukarannya tinggi 4) Apabila alternatif jawaban (option) berbentuk angka. menilai.

jangan sampai menurut urutan atau aturan tertentu dan memperhatikan jumlah option yang benar antara a-b-c-d-e hendaknya relatif sama. Batasan pertanyaan/jawaban yang diharapkan harus Soal yang dibuat harus sesuai dengan indikator yang Rumusan kalimat soal atau pertanyaan hendaknya Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara ditentukan dalam kisi-kisi menggunakan kata-kata tanya atau perintah mengerjakan soal Buatlah pedoman penskoran segera setelah soal 12 . 8) 9) b) Stem dan option hendaknya pernyataan yang Diusahakan jangan menggunakan perumusan yang diperlukan saja bersifat negatif Kaidah penulisan soal bentuk uraian 1) 2) 3) 4) ditulis 5) jelas 6) Hal-hal yang menyertai soal seperti tabel. gambar. 1993:160-169). Analisis Secara Empirik a) Tingkat Kesukaran (D) Tingkat kesukaran adalah angka yang menunjukan proporsi siswa yang menjawab betul suatu soal (Slameto. peta harus disajikan dengan jelas. (Uzer Usman.2001). grafik.5) Diusahakan untuk mencegah penggunaan option yang terakhir berbunyi” semua pilihan jawaban salah” atau”semua pilihan jawaban benar”. 6) 7) Jumlah pilihan jawaban untuk tiap soal dari satu Jawaban benar hendaknya tersebar letaknya dan perangkat tes hendaknya 4 atau 5 option ditentukan secara random (acak). 2.

Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila butirbutirsoal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir (ingatan. validitas yang ada sekarang. Alat tes yang dianggap layak dan dapat dipertanggungjawabkan validitas isinya apabila dalam penyusunannya mendasarkan diri pada tabel kisi-kisi. Suatu alat penilaian dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat penilaian tersebut mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Ngalim Purwanto. dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut (Anas Sudijono. dan validitas prediksi. validitas konstruksi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tes yang disusun tidak boleh keluar dari isi mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum.1992). 2001). Sebuah tes disebut memiliki validitas isi apabila tes tersebut mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. pemahaman dan aplikasi) seperti 13 . Burhan Nurgiyantoro (1987) menjelaskan bahwa validitas isi merujuk pada kesesuaian antara butir-butir soal dengan tujuan dan bahan pengajaran. Suharsimi Arikunto (2001) menjelaskan adanya empat bentuk validitas yaitu: validitas isi.Makin besar tingkat kesukaran berarti soal itu makin mudah demikian juga sebaliknya yaitu makin rendah tingkat kesukaran berarti soal itu makin sukar. Karena tujuan dan bahan pengajaran tersebut tercantum pada tabel kisi-kisi sehingga tidak salah apabila dikatakan bahwa penyusunan butir-butir soal yang mendasar pada tabel kisi-kisi dianggap layak dan dapat dipertanggungjawabkan validitas isinya. b) Validitas Validitas yaitu ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item (yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tes sebagai suatu totalitas).

yaitu analisis berdasarkan pikiran-pikiran yang logis bahan-bahan apa yang perlu dikemukakan dalam suatu tes. Menurut Anas Sudijono (2001). Adapun sebuah tes dikatakan memiliki validitas ada sekarang (concurent validity) jika hasilnya sesuai dengan pengalaman. Cara pengujian dengan jalan mencari korelasi antara nilai-nilai yang dicapai oleh anakanak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. Dalam diskusi tersebut para pakar yang dipandang memiliki keahlian yang ada hubungannya dengan mata pelajaran yang diujikan. 2001).yang disebutkan dalam indikator dalam tabel kisi-kisi. diminta pendapat dan rekomendasinya terhadap isi atau materi yang terkandung dalam tes hasil belajar yang bersangkutan. Nurkancana (1986) menjelaskan. upaya lain yang dapat ditempuh dalam rangka mengetahui validitas isi dan validitas konstruksi sebuah tes hasil belajar adalah dengan jalan menyelenggarakan diskusi panel. Jika penganalisaan secara rasional itu menunjukan hasil yang membenarkan tentang telah tercerminnya tujuan instruksional khusus itu di dalam tes hasil belajar yang telah memiliki validitas isi maupun validitas konstruksi. Sedangkan sebuah tes memiliki validitas ramalan apabila mempunyai kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. c) Daya Pembeda 14 . untuk menilai validitas ada sekarang dapat dilakukan dengan jalan mengkorelasikan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi. 1986). Validitas isi dan validitas konstruksi ini digolongkan ke dalam validitas logis atau validitas rasional (Suharsimi Arikunto. Untuk mengetahui tingkat validitas rasional dapat dilakukan dengan mengadakan analisis rasional (Nurkancana.

realibilitas adalah proporsi dari varian dengan varian yang sesungguhnya. rentangan kemampuan siswa. dan metode belah dua (split-half-method). Menurut Suharsimi Arikunto (2001). kadar homogenitas tes. untuk melakukan analisis reliabilitas suatu tes dapat digunakan beberapa metode yaitu: metode bentuk pararel (equivalent). d) Reliabilitas Menurut J. Reliabilitas dapat tinggi dapat rendah. 2001).Daya pembeda item adalah kemampuan suatu butir item tes hasil belajar untuk dapat membedakan antara testee yang berkemampuan tinggi dengan testee yang kemampuannya rendah demikian rupa sehingga sebagian besar testee yang memiliki kemampuan yang tinggi untuk menjawab butir item tersebut lebih banyak menjawab butir item tersebut lebih banyak yang menjawab betul.P. Faktor-faktor tersebut adalah: panjang pendeknya tes. untuk memperoleh hasil penilaian yang sesuai dengan tuntutan syarat-syarat penilaian (valid dan reliabel) maka pemilihan alat penilaian menjadi sangat penting. Dengan demikian. Reliabilitas suatu tes pada hakekatnya menguji keajegan pertanyaan tes yang didalamnya berupa seperangkat butir soal apabila diberikan berulang kali pada objek yang sama. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi koefisien reliabilitas. 1978 dalam Dewanto (1995). 1989). luas dan tidaknya sampel yang diambil. suasana dan kondisi waktu tes serta keakuratan penskoran (Ngalim Purwanto. sementara testee yang kemampuannya rendah untuk menjwab butir item tersebut sebagian besar tidak dapat menjawab item dengan betul (Anas sudijono. Hal ini disebabkan karena 15 . 1990). metode tes ulang (test-retest-method). Suatu tes dikatakan reliabel apabila beberapa kali pengujian menunjukan hasil yang relatif sama (Nana Sudjana. Gualford.

teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk 16 . Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan kemampuan dan kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan cerdas. Tinjauan Tentang Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam/sains untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah a. bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronika. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan tersebut. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5% dari seluruh peserta tes. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat. dipraktikkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Dengan demikian selain sebagai bagian dari kehidupan seharihari.kemampuan dari siswa yang akan diungkapkan ditentukan oleh alat penilaian yang akan digunakan e) Distraktor Distraktor yaitu suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabannya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item (Anas Sudijono:2001). Latar Belakang Memasuki abad ke-21. 2. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan.

c. memanipulasi. Tujuan Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) Memahami teknologi informasi dan komunikasi 2) Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan ekivalen dengan 2 jam pelajaran per minggu untuk waktu 1 tahun jika mata pelajaran ini dibelajarkan teknologi informasi dan komunikasi 3) Mengembangkan sikap kritis. Alokasi waktu pembelajarannya secara keseluruhan untuk jenjang SMP/MTs adalah 72 jam pelajaran untuk selama 3 tahun. atau secara terpisah dan mandiri b. kreatif. dan menyajikan informasi 2) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. menyimpan. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1) Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan. apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi 4) Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi. d. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran Keterampilan yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara terpisah atau bersama-sama dengan mata pelajaran keterampilan lainnya. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Untuk SMP Kelas VII Semester I 17 .merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja.

METODE PENELITIAN 1. Metode Penelitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011. dan prospeknya di masa mendatang 2) Mengenal operasi dasar peralatan komputer a) b) Mengaktifkan komputer sesuai prosedur Mematikan komputer sesuai prosedur c) Melakukan operasi dasar pada operating system dengan sistematis G.1) Memahami penggunaan teknologi informasi dan a) Mengidentifikasi berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi b) Mendeskripsikan sejarah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dari masa lalu sampai sekarang c) Menjelaskan peranan teknologi informasi dan komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari d) Mengidentifikasi berbagai keuntungan dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi e) Mengidentifikasi berbagai dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi komunikasi. Metode Penentuan Obyek Penelitian a. 2. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah semua butir soal Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011. Hal-hal yang diteliti dalam penelitian ini meliputi analisis teoritik yang berupa isi dan kaidah 18 .

reliabilitas dan distraktor. Validitas. Analisis perangkat Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011 secara teoritik yang meliputi isi dan kaidah penulisan soal yang benar: 1) Suatu tes dikatakan memiliki validitas isi jika isi tes tersebut sesuai dengan kurikulum yang sudah diajarkan dan sudah sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Reliabilitas dan Distraktor/pengecoh. 3.penulisan soal dan analisis empirik yang meliputi tingkat kesukaran. 4. Sekolah yang dipilih adalah SMPN 1 Sukorejo Kabupaten Kudus karena sekolah tersebut merupakan Sekolah Standar Internasional (SSI) dan letak dari sekolah tersebut dekat dengan rumah peneliti sehingga memudahkan penelitian. Metode Analisis Data a. daya pembeda. b. Variabel dan Indikator Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas soal Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jawaban tes Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari siswa kelas VIII SMPN 1 Sukorejo yang berjumlah 234 siswa. standar isi mata pelajaran TIK serta kisi-kisi penulisan soal. 5. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini yang digunakan adalah metode dokumentasi dan observasi untuk mendapatkan seperangkat soal dan jawaban. 2) Analisis teoritik tentang kaidah penulisan soal pilihan ganda yang benar: 19 . daftar nama-nama siswa kelas VII SMPN 2 Bae Kudus. Tingkat Kesukaran. sedangkan indikatornya adalah Daya Pembeda. validitas.

b. Makin besar tingkat kesukaran berarti soal itu makin mudah demikian juga sebaliknya yaitu makin rendah tingkat kesukaran berarti soal itu makin sukar. 20 . gambar. Analisis perangkat Ujian Akhir Semester bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas VII semester gasal Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011 secara empiris: 1) Tingkat Kesukaran (D) Tingkat kesukaran adalah angka yang menunjukan proporsi siswa yang menjawab betul suatu soal (Slameto. b) Kalimat soal/pernyataan hendaknya menggunakan kata perintah. 3) a) Analisis penulisan soal essay/uraian yang benar: Batasan pernyataan/jawaban yang diharapkan harus jelas. f) Diusahakan jangan menggunakan perumusan pernyataan yang bersifat negatif. c) Apabila alternatif jawaban (option) berbentuk angka. c) Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. grafik dan peta harus disajikan secara jelas. baik dari segi materi maupun panjang pendeknya pernyataan. d) Stem dan jawaban hendaknya pernyataan yang diperlukan saja. e) Jumlah pilihan jawaban hendaknya 4 atau 5 option.2001).a) Pernyataan/pokok soal harus dirumuskan secara jelas bila stemnya pendek dan tidak jelas siswa akan sukar memahami atau memilih option yang benar. susunlah secara berurutan mulai angka yang terkecil hingga yang terbesar. b) Alternatif jawaban (option) hendaknya homogen/menyerupai. d) Hal-hal yang menyertai soal seperti tabel.

3% kelompok atas NI : Number lower = jumlah siswa yang termasuk 27% 33. b) Menskor tes yang dikerjakan siswa dengan kunci yang ditentukan. c) Mengurutkan tes pekerjaan siswa itu dari yang mendapat skor tertinggi sampai skor terendah. 2001) RU : Right upper = jumlah jawaban yang betul dari nomor 21 . (Slameto.33.Prosedur untuk mencari tingkat kesukaran adalah: a) Menghimpun tes yang dikerjakan siswa. e) Menghitung tingkat kesukaran untuk setiap soal dengan rumus: Keterangan : D : tingkat kesukaran tiap soal yang bersangkutan dari kelompok atas RI : Right lower = jumlah jawaban yang betul dari nomor yang bersangkutan dari kelompok bawah NU : Number upper = jumlah siswa yang termasuk 27% 33.3% kelompok bawah NU = NI Tingkat kesukaran untuk keseluruhan soal tes adalah rata-rata hitung dari setiap soal.3% siswa kelompok skor rendah (kelompok bawah/lower group). Menghitung jumlah jawaban yang betul untuk setiap nomor soal baik untuk kelompok atas maupun kelompok bawah. d) Mengambil/menetapkan sebanyak 27% .3% siswa kelompok skor tinggi ( kelompok atas/upper group) dan 27% 33. Kelompok tengah diabaikan.

yang untuk butir item yang bersangkutan telah dijawab dengan betul 22 . Sebutir item dapat dikatakan telah memiliki validitas yang tinggi atau dapat dikatakan valid. 2001).30 – 0.00 = soal mudah 2) Validitas Validitas yaitu ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item (yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tes sebagai suatu totalitas). atau dengan bahasa statistik: Ada korelasi positif yang signifikan antara skor item dengan skor totalnya. jika skor-skor pada butir item yang bersangkutan memiliki kesesuaian atau kesejajaran arah dengan skor totalnya. sedangkan skor item berkedudukan sebagai variabel bebasnya (independent variable). dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut (Anas Sudijono.00 – 030 = soal sukar 0.70 = soal sedang 0. Sebutir item dapat dinyatakan valid. 2001) adalah sebagai berikut: 0. Rumus untuk menghitung koefisien validitas item yaitu: Dimana : rpbi Mp = Koefisien validitas item = Skor rata-rata hitung yang dimiliki oleh testee.70 – 1. kita dapat menggunakan teknik korelasi sebagai teknik analisisnya. Skor total disini berkedudukan sebagai variabel terikat (dependent variable). yaitu valid ataukah tidak.Klasifikasi indeks tingkat kesukaran butir soal (Arikunto. Untuk sampai pada kesimpulan bahwa itemitem yang ingin diketahui validitasnya. apabila skor item yang bersangkutan terbukti mempunyai korelasi positif yang signifikan dengan skor totalnya.

444 r tabel atau t r pada taraf signifikansi 1% = 0. 2001).Mt SDt p q = Skor rata-rata dari skor total = Deviasi standar dari skor total = Proporsi testee yang menjawab betul terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya = proporsi testee yang menjawab salah terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya Patokan yang digunakan untuk menginterpretasikan validitas yaitu: rpbi > rt = valid rpbi = negatif = invalid /tidak valid rpbi < rt = invalid /tidak valid Dimana: r tabel atau t r pada taraf signifikansi 5% = 0. Rumus yang digunakan untuk mencari indeks daya pembeda adalah: Keterangan: D JA JB = Indeks daya pembeda = Banyaknya peserta kelompok atas = Banyaknya peserta kelompok bawah 23 . sementara testee yang kemampuannya rendah untuk menjwab butir item tersebut sebagian besar tidak dapat menjawab item dengan betul (Anas sudijono.561 3) Daya Pembeda Daya pembeda item adalah kemampuan suatu butir item tes hasil belajar untuk dapat membedakan antara testee yang berkemampuan tinggi dengan testee yang kemampuannya rendah demikian rupa sehingga sebagian besar testee yang memiliki kemampuan yang tinggi untuk menjawab butir item tersebut lebih banyak menjawab butir item tersebut lebih banyak yang menjawab betul.

20 – 0. realibilitas adalah proporsi dari varian dengan varian yang sesungguhnya. 2001) adalah: D: 0. 1978 dalam Dewanto (1995). yaitu dengan hanya memberikan sebuah tes kepada sekelompok siswa kemudian soalnya dibagi 2 yang diperkirakan memiliki bobot yang sama atau soal dengan nomor genap dijadikan satu kelompok dan kelompok yang lain untuk soal dengan nomor ganjil.70 = baik D: 0. soal tersebut sangat jelek dan sebaiknya dibuang. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas keseluruhan soal. Untuk mencari reliabilitas digunakan dengan teknik belah dua Spearman Brown (split-half). yaitu: Koefisien korelasi dengan rumus korelasi product momen person akan merupakan korelasi dari setengah jumlah seluruh soal.BA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda soal (Arikunto.P.20 = jelek D: 0.40 = cukup D: 0.70 – 1.00 = baik sekali Jika dihasilkan D = negatif. 4) Reliabilitas Menurut J.40 – 0. Gualford. dicari 24 .00 – 0. Mengkorelasikan hasil pengukuran kedua kelompok soal tersebut dengan menggunakan rumus korelasi product momen person.

40 = korelasi rendah 0.40 ≤ 1 r < 0.60 ≤ 1 r < 0.20 = korelasi sangat rendah 5) Distraktor Distraktor yaitu suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabannya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item (Anas Sudijono:2001).80 = korelasi tinggi 0.60 = korelasi sedang 0.80 ≤ 1 r < 1. Untuk mengetahui tingkat korelasi dapat mempergunakan daftar sebagai berikut: 0.00 ≤ 1 r < 0.koefisien korelasi dengan menggunakan rumus Spearman brown yaitu sebagai berikut: Dimana: r1= koefisien korelasi keseluruhan soal rs = koefisien korelasi separuh soal yang diketemukan dengan membagi dua keseluruhan soal.20 ≤ 1 r < 0. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5% dari seluruh peserta tes atau apabila mempunyai daya tarik yang besar bagi pengikut-pengikut tes yang kurang memahami konsep atau kurang menguasai bahan (kelompok bawah). 25 .00 = korelasi (reliabilitas) sangat tinggi 0.

James Pophan. Remaja Rosdakarya.Bandung: PT.DAFTAR PUSTAKA Arikunto.Yogyakarta:Kanisius. Anas.Pengantar Evaluasi Pendidikan.Jakarta:Depdikbud.Jakarta:Rajawali. Satmoko. Sudijono.Jakarta:Bumi Aksara.Jakarta:Bumi Chabib.Jakarta:Raja Grafindo Persada Dewanto.1991.1988.Dasar-dasar Aksara.Jakarta:Raja Grafindo Persada.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Standar Isi Mata Pelajaran TIK. Thoha.Evaluasi Pendidikan. Slameto.Bandung:PT.2001. Suharsimi.1986.1985.Proses Belajar Mengajar II: Penilaian Hasil belajar. 26 .W. Remaja Rosdakarya.Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan. Suryabrata.Pengembangan Tes Hasil Belajar.Menyusun Tes Hasil Belajar.2006. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto.Pengukuran dan Evaluasi dalam Pengajaran. Tabrani.Teknik Evaluasi Pendidikan.Semarang:IKIP Semarang Press.1988. Norman F. Rusya dkk.1987.Terjemahan Bistok Sirait. Uzer.1993. 2006. Evaluasi Pendidikan.Evaluasi Pengajaran.Semarang:IKIP Semarang Press. Usman. Proses Proses Belajar Belajar Tri Hesti S.2001. Sumadi. Suharsimi.1992.2001.1999. Sriningsih.Upaya Mengoptimalisasikan Mengajar.Pendekatan Dalam Mengajar. Semarang: IKIP Semarang Press. Gronlund. Joesmani. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Proposal Evaluasi Program Pendidikan EVALUASI BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KELAS VII SEMESTER GASAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Di susun Oleh: Nama NIM : Ismi Rosiana : 1102408007 TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 27 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.