APLIKASI TEKNIK SIMULASI PENJADWALAN PRODUKSI (PRODUCTION SCHEDULING) DALAM PABRIK

MAKALAH

OLEH : AGUS WIDODO NPM:

PROGRAM STUDI INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI DHARMA ISWARA MADIUN

2010 2 .

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalampenyelesaian makalah ini. Makalah ini dimaksudkan sebagai penjelasan ringkas dari apa teknik simulasi. Keuntungan dan kerugian diterapkannya teknik simulasi pada suatu sistem nyata. Kritik dan saran pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaanmakalah ini di masa mendatang. Penulis 3 . Makalah ini memuat tentang pentingnya teknik simulasi .KATA PENGANTAR Puji syukur atas Berkat limpahan rahmat Tuhan sehingga penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini.

Jika suatu system yang diamati masih merupakan system yang bersifat hipotesis (percobaan) untuk memperoleh suatu hasil tertentu maka kemungkinan besar terhadap system itu tidak akan dapat dilakukan simulasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem adalah media atau ruang yang didukung oleh komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain dan dibatasi oleh aturan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. suatu permasalahan akan merangsang system untuk memecahkannya dengan menggunakan model dan metode sebagai alternative. di mana alternative tersebut merupakan suatu kreasi berpikir yang dapat memadukan berbagai metode sehingga terbentuk sejumlah prototype (model atau miniature). Dari metode-metode yang akan digunakan itu seseorang dapat mengetahui latar belakang (penjelasan secara teoritis) setiap metode. Perlu diingat juga bahwa dengan menggunakan prototipe seperti ini akan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Walau secara tidak langsung. Sistem juga didefinisikan sebagai sekumpulan atau himpunan (manusia atau mesin) yang 4 . Ketika alternatif-alternatif itu digunakan maka akan banyak terjadi benturan.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sebelum mengenal lebih jauh tentang simulasi maka kita terlebih dahulu mempelajari tentang system (melalui data sampel) di mana terhadap system tersebut mungkin kita dapat melakukan uji coba. menghabiskan waktu dan juga tidak praktis.

disebut sebagai model sistem. Apakah data itu memiliki model tertentu yang mendekati sistem yang nyata. Sekumpulan atau himpunan yang membentuk suatu sistem di dalam suatu penelitian yang besar mungkin hanya merupakan suatu bagian kecil dari sebuah sistem keseluruhan. Sistem sendiri dapat juga didefinisikan sebagai sekumpulan variabel penting yang dapat menjelaskan perilaku sistem yang nyata pada waktu tertentu dan memiliki tujuan tertentu. Jadi sebuah model tidak hanya merupakan perwujudan tujuan. namun juga merupakan asumsi untuk mendukung tujuan tersebut. untuk apa sistem tersebut digunakan dan dibangun. lakukan pendekatan terhadap data itu.saling berinteraksi yang secara bersama-sama menuju ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. model yang digunakan untuk mengenal suatu sistem (studi terhadap sistem) dibedakan berdasarkan data yang diperoleh dan hal tersebut dapat dibedakan menjadi seperti berikut : 5 . Dalam praktiknya apa yang dimaksud dengan sistem sangat tergantung pada tujuan. Dalam kehidupan. dan yang dianggap kurang penting atau tidak relevan dapatlah diasumsikan mampu mendukung tujuan yang ingin dicapai. Proses mengenali perilaku data. apakah sama dengan keadaan yang nyata. Pemodelan suatu sitem merupakan suatu proses penyaringan dan penyeleksian yang dilakukan sedemikian rupa terhadap berbagai data sehingga didapatkan beberapa data atau komponen sistemyang dapat dimodelkan. • Klasifikasi Model Setelah data dan sistem benar-benar kita kenali dan kita mampu untuk menjelaskannya.

Atribut atau field dari sistem dipresentasikan oeh aktivitas-aktivitas setiap variabel yang diidentifikasi lebih awal dan kemudian dengan fungsi-fungsi matematika maka dari seluruh variabel tersebut akan dihasilkan aktivitas-aktivitas yang diharapkan.1. seperti jarak yang ditempuh oleh truk dengan beban tertentu dan kecepatan tertentu yang mempengaruhi kemampuan mesin. dengan beban bervariasi dan kecepatan tertentu seberapa jauh pesawat dapat meninggalkan landasan. disebut model statis. Model matematika Pada model ini simbol-simbol matematika dan persamaan-persamaan matematika digunakan untuk menggambarkan sistem. Dalam pemodelan yang seperti ini atribut atau field (data) dari sistem didapatkan dari pengukuran. 6 . Yang pertama sangat dipengaruhi oleh perubahan waktu. Model fisik Didasarkan pada analogi dari sistem dengan sistem. sementara model yang satunya menunjukkan perilaku sistem secara spesifik pada kondisi tertentu saja. Model matematika itu kemudian dibagi lagi menjadi dua yang masingmasing memiliki perbedaan yang mendasar. disebut model dinamis. 2. dan masih banyak lagi contoh lain.

di antara keduanya terdapat dua perbedaan lagi yang dapat mengidentifikasi perilaku data secara spesifik. Pengertian Simulasi : Simulasi adalah suatu teknik yang digunakan dalam membuat keputusan dengan mengevaluasi perilaku model pada kondisi yang berlainan.Di dalam pengembangan model matematika untuk model dinamis dan model statis. Simulasi adalah perangkat uji coba yang menghasilkan solusi-solusi yang hampir optimal yang dapat mempresentasikan sistem secara menyeluruh. Metode atau proses penyelesaian tersebut adalah : 1. Dari penjabaran kedua model tersebut dapat disusun suatu metode atau proses penyelesaian. Simulasi sendiri 7 . Metode ini lebih mudah digunakan karena hanya mempergunakan data dengan teknik-teknik khusus. 2. Teknik khusus tersebut adalah simulasi. Metode numerik Metode numerik melibatkan prosedur-prosedur komputasi untuk menyelesaikan persamaan-persamaannya. Metode analitis Menggunakan metode analitis berarti memakai teori matematika deduktif untuk menyelesaikan model. Penggunaan metode ini sangat tergantung pada kemampuan kita di dalam menggunakan teori matematika.

Continuous system adalah suatu sistem di mana variabelnya berubah secara terus-menerus serta dipengaruhi oleh waktu. Dari data hasil pengamatan itu kita dapat membuat prediksi dan kemudian memutuskan tindakan yang akan kita lakukan. Simulasi bukan hanya solusi dengan menggunakan model (data atau miniatur) yang dibuat sedemikian rupa untuk menghasilkan nilai tertentu. 3. Discrete system adalah sistem di mana variabelvariabelnya berubah hanya pada sejumlah keadaan tertentu dan dapat dihitung pada saat tertentu. Model Simulasi Perilaku variabel-variabel yang ada pada sistem dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis. mulai saat melakukan parkir (lama parkir) sampai ke tujuan pada waktu tertentu. lama konsumen dilayani. Contoh lainnya adalah perhitungan kepadatan muatan armada ferry. Perilaku sistem pada restoran cepat saji merupakan contoh sistem diskrit. Kecepatan sebuah mobil ketika lepas dari lampu traffic light adalah contoh sistem bersambung ini di 8 . lama konsumen makan di tempat dan saat konsumen meninggalkan restoran.memungkinkan pembuatan kesimpulan dari solusi-solusi atas percobaan yang ada dan memberikan keputusan-keputusan sehubungan dengan percobaan tersebut sebagai alternatif dalam melakukan pendekatan. yang menunjukkan perubahan kedatangan konsumen. yaitu discrete (tertentu/khusus) dan continious (terusmenerus/bersambung). Dengan simulasi kita dapat menduga perilaku suatu system yang kita amati dengan menggunakan data hasil pengamatan yang dilakukan dalam waktu tertentu.

Simulasi sendiri memungkinkan pembuatan kesimpulan dari solusi-solusi atas percobaan yang ada dan memberikan keputusan-keputusan sehubungan dengan percobaan tersebut sebagai alternatif dalam melakukan pendekatan. Dalam keseharian hanya sebagian kecil saja sistem yang bersifat diskrit dan kontinu. akan berubah secara terus-menerus karena terpengaruh oleh waktu. Model simulasi yang dikembangkan dalam dua bisnis seringkali digunakan untuk menguji kebijakan-kebijakan dan keputusankeputusan yang sifatnya bervariasi.mana variabelnya. Keandalan simulasi mampu menghadapi kinerja dari suatu data yang bervariasi dan mampu memberikan solusi alternatif secara cepat lewat bantuan program komputer. Simulasi adalah suatu teknik yang digunakan dalam membuat keputusan dengan mengevaluasi perilaku model pada kondisi yang berlainan. yang oleh karenanya 9 . Model simulasi ini mampu dengan mudah menjangkau hal-hal yang sangat luas karena hanya membutuhkan asumsi yang lebih sedikit. Bila terjadi perubahan yang menonjol di dalam suatu sistem maka perubahan tersebut akan digunakan untuk mengklasifikasi apakah perubahan yang terjadi terhadap sistem itu bersifat diskrit atau kontinu. yaitu kecepatannya. Dari model yang dikembangkan tersebut maka seorang analis dapat menggunakan simulasi sebagai media untuk penelitian dalam mengambil keputusan. Model simulasi merupakan salah satu alat dari analisis kuantitatif yang sangat populer. Simulasi adalah perangkat uji coba yang menghasilkan solusi-solusi yang hampir optimal yang dapat mempresentasikan sistem secara menyeluruh.

10 .dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat kompleks di dalam pengambilan keputusan. seperti kepadatan pengguna jalan khusus untuk mobil pribadi akan berbeda jumlahnya pada jam 6 pagi dengan jam 7 pagi). tidak berubah-ubah. Ketika proses dari model tersebut dijalankan maka seseorang dapat mengetahui perilaku data yang statis (kondisi variabel dan parameter dari komponennya selalu tetap. seperti panjang dan lebar suatu jalan atau kuantitas mesin produksi dalam sebuah proses produksi) dan dinamis (kondisi variabel dan parameter dari komponennya selalu berubah-ubah sesuai perubahan waktu.

Dari contoh kasus di atas terdapat hal-hal yang harus diperhatikan yaitu • Persediaan bersama dapat ditinjau dari kontribusi strategis terhadap tujuan perusahaan 11 .000 item. begitu juga dalam hal pengangkutan ke dalam perusahaan dapat menggunakan peralatan dan fasilitas yang berbeda pula. berat. Mereka mungkin dipak dalam pengepakan secara bersam aatau berbeda.BAB II APLIKASI SIMULASI : PRODUCTION SCHEDULING Simulasi Bentuk Penjadwalan Produksi Dalam Pabrik • • • • Persediaan bahan baku yang menunggu untuk diproses Persediaan masih dalam proses (work in proces) Barang jadi (finished goods) Bahan pembantu untuk mendukung proses produksi Contoh kasus Production scheduling Keanekaragaman jumlah produksi sangat tergantung pada jenis perusahaaan Misalnya ada perusahaan yang memiliki persediaan lebih dari 10. bentuk dan warna. Penyimpanan mungkin mmbutuhkan fasilitas yang berbeda. isi. Setiap item memiliki perbedaan dalam hal biaya.

pemasaran dan produksi • • Persediaan adalah bentuk aktiva lancar dan aktiva jangka pendek Persediaan hanya masuk dalam satu kategori dan manajemen mengintegrasikan semua persediaan dalam aktiva lancar Strategi Simulasi Production Scheduling Dari bagan di atas didapat • Strategi dihasilkan dari kebijakan manajemen dan prosedur operasi organisasi 12 .• Konteks manajemen persediaan dalam hal ini adalah berkaitan dengan kebutuhan fungsi-fungsi lain dalam perusahaan seperti bagian keuangan.

• Langkah awal dalam mengembangkan sistem pengawasan persediaan adalah menganalisis kemana tujuan sistem diarahkan 13 . artinya salah satunya mengalami perubahan. kapasitas suplai bahan baku dan kendala internal seperti kapasitas gudang dan dana yang tersedia Bagian suplai.• Kebijakan dan prosedur diperoleh dari analisis eksternal tentang permintaan produk. pasti mempunyai dampak atas semua aktifitas organisasi. akan berpengaruh pada yang lainnya. tetapi bukan efisiensi global bagian logistik • Jumlah optimalisasi masing-masing bagian tidak perlu dimasukkan ke dalam jumlah efisiensi dari total sistem • Jumlah persediaan yang besar secara unit dibutuhkan pengklasifikasian ke dalam jumlah yang lebih kecil dan relatif homogen agar mudah melakukan pengawasan • Kerumitan dan perbedaan dalam persediaan membuat manajemen menerapkan prosedur yang hampir sama untuk setiap kategori • Yang tidak dapat dihindari adaalah tipe sistem pengawasan persediaan maupun yang dipilih. produksi dan distribusi memiliki keterikatan satu sama lain dan bukan bersifat independen. • Efisiensi didasarkan atas optimalisasi pada masing-maisng bagian yang disebut dengan EFISIENSI KELOMPOK.

Menghitung biaya persediaan (biaya pesan. Menyeleksi model persediaan (EOQ.• Karena tujuan sistem pengawasan persediaan akan menjadi pedoman atas kebijakan persediaan • Sistem pengawasan persediaan yang baik hanya membutuhkan perhatian apabila ada pengecualian PENYESUAIAN PRODUCTION SCHEDULING YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH MEMBUAT SISTEM OPERASI AGAR : 1. Menjamin atau memastikan barang dan bahan baku cukup tersedia 2. Mengembangkan peramalan permintaan dan menguji kesalahan peramalan 2. Mengeluarkan sedikit jumlah sumber daya dalam penyempurnaannya 6 KRITERIA SIMULASI PRODUCTION SCHEDULING DALAM PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM. biaya simpan dan biaya stockout) 4. penanganan dan penyimpanan 6. EOI. Metode penerimaan. Metode yang diguakan dalam memcatat danmenghitung setiap item 5. Menyediakan laporan tepat waktu dan konsisten kepada manajemen 4. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dan keterlambatan item 3. 1. Prosedur informasi yang digunakan dalam melaporkan pengecualian. DAN KEGAGALAN AKAN MENURUNKAN EFISIENSI SELURUH SISTEM. EPQ) 3. 14 .

Memperbaiki perencanaan kapasitas 10. Mengurangi waktu tunggu 3. Menggunakan beberapa pemasok 5. Mengurangi waktu siklus 4. Fokus pada perbaikan terus-menerus 15 . Struktur produk sederhana 12. Menstandarkan item produksi 2. Meminimumkan waktu persiapan 11. Memberitahukan perkiraan permintaan pemasok 6. Kontrak pembelian dengan pemasok untuk jumlah minimum 7.MEMPERBAIKI DAN MENAIKKAN KINERJA DENGAN CARA PRODUCTION SCHEDULING : 1. Mempertimbangkan biaya transportasi 8. Memperbaiki ketepatan catatan 9.

Mengembangkan model matematika dari sistem 3. Memahami sistem yang akan disimulasikan 2. • Didukung data yang berhubungan langsung dengan angka acak. dan memvalidasi keluaran komputer 6. dan pengertian mengenai sistem secara keseluruhan. dengan tipe data probabilistik. memverifikasi. 16 . Mengembangkan model matematika untuk simulasi 4. • • Untuk pelatihan / training Untuk hiburan / permainan (game) TAHAPAN TEKNIK SIMULASI 1. Menguji. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu MODEL TEKNIK SIMULASI • Dapat dipadukan dengan model numerik untuk menganalisa sistem yang lebih kompleks. Membuat prgram (software) komputer 5.BAB III PENUTUP TUJUAN TEKNIK SIMULASI • • Untuk mempelajari “behaviour” sistem Mengembangkan pengertian mengenai interaksi bagian-bagian dari sebuah sistem.

SISTEM BERDASARKAN PERILAKU VARIABEL • Discrete system: Variabel-variabelnya berubah hanya pada sejumlah keadaan tertentu dan dapat dihitung pada saat tertentu. • Continous system: Variabel-variabelnya berubah secara terus-menerus dan dipengaruhi oleh waktu 17 .• Mudah beradaptasi dan mudah digunakan untuk berbagai masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful