P. 1
MAKALAH EFEKTIFITAS

MAKALAH EFEKTIFITAS

|Views: 856|Likes:
Published by Dwi_Indah_9077

More info:

Published by: Dwi_Indah_9077 on Jan 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

ANGGARAN

MATA KULIAH : KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN DOSEN PENGAMPU : Dr. ERNY, M.Pd.

OLEH : ELY MASNAWATI (NIM. 097 550 22) DWI INDAH SRI ASTUTIK (NIM. 097 550 10 )

PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA JUNI 2010

PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. dikarenakan berbagai faktor termasuk mahalnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Human Capital yang berupa kemampuan dan kecakapan yang diperoleh melalui Pendidikan. belajar sendiri. Konstitusi mengamanatkan kewajiban pemerintah untuk mengalokasikan biaya pendidikan 20% dari APBN maupun APBD agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan pendidikan. dalam pelaksanaanya pemerintah belum punya kapasitas finansial yang memadai. Manusia sebagai modal dasar yang di infestasikan akan menghasilkan manusia terdidik yang produktif dan . dalam UUD 1945 pasal 31 “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Berdasarkan pendekatan Human Kapital ada hubungan linear antara Investment Pendidikan dengan Higher Productivity dan Higher Earning. Kondisi inilah kemudian mendorong dimasukkannya klausal tentang pendidikan dalam amandemen UUD 1945. Menurut Adam Smith. sehingga alokasi dana tersebut dicicil dengan komitmen peningkatan alokasi tiap tahunnya. prioritas alokasi pembiayaan pendidikan seyogyanya diorientasikan untuk mengatasi permasalahan dalam hal aksebilitas dan daya tampung. dalam mengukur efektifitas pembiayaan pendidikan.” Hal ini membuktikan adanya langkah pemerataan pendidikan bagi seluruh warga negara Indonesia. belajar sambil bekerja memerlukan biaya yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan. Kenyataannya. Disisi lain. Ketentuan ini memberikan jaminan bahwa ada alokasi dana yang secara pasti digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. Perolehan ketrampilan dan kemampuan akan menghasilkan tingkat balik Rate of Return yang sangat tinggi terhadap penghasilan seseorang. terdapat sejumlah prasyarat yang perlu dipenuhi agar alokasi anggaran yang tersedia dapat terarah penggunaannya. tidak semua orang dapat memperoleh pendidikan yang selayaknya. Namun.ANGGARAN A. Karena itu. Peningkatan kualitas pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manfaat berupa peningkatan kualitas SDM.

Peningkatan ketrampilan yang dapat mengahasilkan tenaga kerja yang produktivitasnya tinggi dapat dilakukan melalui pendidikan yang dalam pembiayaannya menggunakan efesiensi internal dan eksternal. efisiensi.kata kunci untuk mewujutkan efektifitas pembiayaan pendidikan. PEMBAHASAN 1. Biaya Pendidikan . dibahas.meningkatnya penghasilan sebagai akibat dari kualitas kerja yang ditampilkan oleh manusia terdidik tersebut. akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari perencanaan. perlu dibangun rasa saling percaya. dikaji. Dalam kesempatan diskusi kali ini akan dibahas beberapa topik tentang pembiayaan pendidikan yang akan membantu konsep-konsep rujukan efektivitas pendidikan. partisipasi. Penyaluran anggaran perlu dilakukan secara strategis dan integratif antara stakeholder. Keterbukaan. Beberapa pengertian tentang biaya pendidikan. pelaksanaan dan pengawasan menjadi kata. Agar terwujud kondisi ini. dan efektivitas dikaitkan dengan dalam kenyataannya perlu direnungkan. baik internal pemerintah maupun antara pemerintah dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri . Topik-topik tersebut yaitu : 1. baik dari segi pemikiran teoritis maupun pengamatan empirik. Administrasi pembiayaan minimal mencakup perencanaan. pelaksanaan.dengan demikian manusia yang memperoleh penghasilan lebih besar dia akan membayar pajak dalam jumlah yang besar dengan demikian dengan sendirinya dapat meningkatkan pendapatan negara. mutu. … Untuk dapat tercapai tujuan pendidikan yang optimal. B. 2. Dalam upaya mengembangkan suatu sistem pendidikan nasional yang berporos pada pemerataan. relevansi. maka salah satu hal paling penting adalah mengelola biaya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dana yang diperlukan. BEBERAPA PENGERTIAN a. tujuan dan cita-cita pendidikan kita. dan pengawasan. Dasar Kebijakan Pembiayaan Pendidikan 3.

Efektivitas Pembiayaan Pendidikan Efektif adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pada tataran konsep pembiayaan secara umum. b. Efisiensi adalah . biaya dapat berupa pengeluaran sejumlahuang tertentu atau pengorbanan tertentu yang bukan berbentuk uang namun dapat dinilai dengan uang.Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Effektifness “characterized by qualitative outcomes”. Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. Efficiency “characterized by quantitif uotputs” . Efisiensi Pembiayaan Pendidikan Efisiensi adalah kemampuan menggunakan biaya dengan baik dan tepat. Efektivitas biaya suatu kegiatan yang menurut pasar yang berlaku dapat menyelesaikan program sesuai rencana. Program pendidikan yang efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan. karena efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi. maka suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif.Biaya pendidikan adalah nilai ekonomi (dalam bentuk uang) dari Input atau sumber-sumber pendidikan tertentu yang digunakan untuk pembelajaran guna menghasilkan output pendidikan dari suatu program pendidikan tingkat tertentu. Efektivitas biaya adalah kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan. c. Pembiayaan dikatakan efisien manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum. Dalam dunia pendidikan. Manajemen pembiayaan dikatakan memenuhi prinsip efektif apabila kegiatan yang dilakukan dapat mengatur biaya aktivitas dalam rangka memcapai tujuan kualitatif outcomes sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi. Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relative terhadap harganya.

dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. Pasal 46 Undang-Undang No. Namun. . Alokasi dana pendidikan di Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan Negara lain di Asia Tenggara Anggaran pendidikan selama ini hanya dialokasikan dibawah 10% dari APBN. dimana pendanaan tidak diatur secara khusus. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.kecukupan. menyatakan pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat. pikiran. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan prinsi keadilan. dan keberlanjutan. Daya yang dimaksud meliputi tenaga.Terhadap pencapaian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP. dalam UU No. DASAR KEBIJAKAN ANGGARAN PENDIDIKAN Kenyataan yang terjadi di Indonesia.Dampak rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia adalah tidak meratanya kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia.20 Tahun 2003. Perspektif politik. perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal: Dilihat Dari Segi Penggunaan Waktu. penyediaan sumber-sumber pendidikan khususnya anggaran pendidikan. 2. biaya. menunjukan bahwa pembiayaan pendidikan disuatu Negara terbukti memberikan pengaruh sangat positif dan signifikan terhadap kinerja pendidikan nasional . dan Masyarakat. secara jelas pemerintah mempunyai suatu kewajiban konstitusi untuk memprioritaskan anggaran pendidikan yang 20% dari APBN dan APBD itu untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan. 20 tahun 2003. sistem pendidikan nasional men gacu pada UU No. padahal dalam ayat 31 ayat 4 UUD 1945. dan akuntabilitas publik. pemerintah daerah. Tenaga. dan masyarakat . sebelum berlakunya UU No. masih mengalami hambatan. Dan Biaya. waktu. transparansi.Kegiatan ini dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu.Pendanaan Pendidikan sudah diatur secara khusus dalam Bab XIII. Pemerintah Daerah. khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu. 2. efisiensi. Substansinya antara lain: 1.perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan kuadran (out put) atau antara daya dan hasil. 3. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. tenaga.

Pengendalian yang baik terhadap administrasi manajemen keuangan pendidikan akan memberikan pertanggungjawaban sosial yang baik kepada berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder) Untuk itu. dipandang kurang mendorong terjadinya demokratisasi pengelolaan pendidikan. efektivitas manajemen. akuntabel danefektif. relevansi. 3. bagi pengambilan keputusan keuangan yang dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan yang transparan. penyedia infrastruktur pendidikan. tujuan manajemen keuangan pendidikan adalahmembantu pengelolaan sumber keuangan organisasi pendidikan serta menciptakan mekanisme pengendalian yang tepat.Permasalahan pengalokasian dana pendidikan di Indonesia adalah pemerataan. Rendahnya biaya atau anggaran pendidikan mempengaruhi profesionalitas guru. Dalam perspektif administrasi publik. Kebutuhan dana untuk kegiatan operasional secara rutin dan pengembangan program pendidikan secara berkelanjutan sangat dirasakan setiap pengelola lembaga pendidikan. semakin banyak kegiatan yang dilakukan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan. sekolah. dibutuhkan informasi tentang sumber-sumber pembiayaan pendidikan agar biaya yang ada dapat digunakan secara efisien dan efektif dalam pengelolaan biaya pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini akan diimplementasikan kepeda pengelolaan memilikim tujuan sebagai berikut: 1. Untuk itu kreativitas setiap pengelola pendidikan dalam menggali dana dari berbagai sumber akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan program pendidikan baik rutin maupun pengembangan di lembaga yang bersangkutan. serta kemampuan daya saing SDM di tingkat global. Sumber-sumber pembiayaan pendidikan (penerimaan): Manajemen Keuangan Pendidikan yang . 2. mutu. terutama dalam kebutuhan pembiayaan pendidikan di daerah. Sumber-Sumber Biaya Pendidikan Sumber pembiayaan merupakan ketersedian sejumlah uang atau barang dan jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang bagi penyelenggara pendidikan. peserta didik dan pengelola pendidikan. dan manajemen pendidikan yang semuanya terkendala pada penggunaan anggaran atau biaya yang dikeluarkan dan yang dilaksanakan setengah sentralistik dan setengah otonomi .

dll. sehingga tidak ada efek jera dan moral yang rendah. penyandang modal.dll. jika tidak direncanakan. UNICEF.a. Sumber Dari Masyarakat. Berupa sumbangan dari perorangan. kelompok pengusaha. Swisscontact Fundation. minyak. gas. Hasil industry/ perusahaanBUMN. iuran komite dan biaya pengembangan peserta didik secara pribadi. 2. industry pariwisata. Sumber daya alam Eksplorasi atau tambang emas. dana BOS dan BlockGrant.Pajak bumi dan bangunan. penghasilan perorangan. batu bara. Bantuan luar negeri Pinjaman (loan/kredit). kekayaan. akuntabilitas rendah. 2. tidak ada pengawasan. dll. pendapatan penjualan. Orang tua peserta didik Berupa SPP.dll. b. . Foundation lainnya). Sumber-Sumber Lainya. Masyarakat peduli pendidikan. hasil kelautan. c. kendaraan bermotor. salah pengelolaan. Sumber Dari Pemerintah Sumber dari pemerintah yang dimaksud adalah pengalokasian anggaran pendidikan yang berasal dan pengalokasikan dari pemerintah baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupa APBN dan APBD melalui DAU dan DAK. 3. Pajak . 1. sanksi yang tidak tegas yang diberikan bagi penyeleweng. Bantuan dalam negeri Berbentuk Yayasan dan swadana Yayasan dana bakti social (ASTRA). BUMD. lembaga. Sumber-sumber pendapatan dana: 1. hasil hutan. salah sasaran. dan alas an lainnya dalam pengelolaan biaya pendidikan. BANK DUNIA. yayasan lainya Sumber pembiayaan pendidikan yang melimpah tidak menjadi jaminan bagi peningkatan mutu. pemberian grant/hibah dari UNESCO.

lebih banyak memberikan sumbangan yang dibutuhkan pada tiap murid & guru ke daerah-daerah yang kurang makmur. Tujuannya adalah untuk menjaga sekolah dari kehancuran lebih parah (pada daerah yang miskin). dan rendah di sekolah distrik yang kaya / sejahtera. Model Persamaan Persentase (Persentage Equalizing Model) Model ini dikembangkan tahun 1920-an. Jumlah yang diperlukan berubah-ubah tiap bagian sesuai keperluan. d. Bantuan negara menjadi berbeda antara apa yang diterima daerah per siswa dengan jaminan negara per siswa. yang didasarkan pada jumlah siswa yang harus dididik.4. Model Pembiayaan Pendidikan a. b. Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant Model) Merupakan uang bantuan negara yang dibagikan pada sekolah di daerah tanpa memperhitungkan pertimbangan kemampuan pembayaran pajak daerah setempat. atau bagian lain yang di butuhkan. e. c.Dalam program yang sama. tiap guru. Model Landasan Perencanaan (Foundation Plan Model) Negara tanpa mempertimbangkan kekayaan & pajak daerah memberikan dana kepada daerah yang miskin lebih banyak untuk setiap siswanya dibandingkan dengan daerah yang makmur. Model Perencanaan Persamaan Kemampuan (Power Equalizing Plan) . Model Perencanaan Pokok Jaminan Pajak (Guaranted Tax Base Plan) Model ini dibatasi dengan menentukan penafsiran penilaian per siswa yang menjadi jaminan negara diperuntukkan bagi wilayah sekolah setempat. jumlah pembayaran yang disetujui dihitung bagi setiap siswa. Pembagian presentasenya sangat tinggi di sekolah distrik yang miskin.

Model Sumber Pembiayaan (The Resources Cost Model) Model ini dikembangkan Hambers dan Parrish yang menyediakan suatu proses penentuan pembiayaan pendidikan yang mencerminkan kebutuhan berbeda dari kondisi ekonomi di setiap daerah. Model Pendanaan Negara Sepenuhnya (Full State Funding Model) Model ini merupakan rencana yang dirancang untuk mengeliminir perbedaan local dalam hal pembelanjaan dan perpajakan. Model ini menurut Sergivanni tidak bersangkutan dengan pendapatan pajak maupun kekayaan suatu daerah. serta pembiayaan pendidikan berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki. Selanjutnya negara menggunakan uang dari sekolah distrik yang kaya itu untuk meningkatkan bantuan sekolah pada distrik yang lebih miskin. h. f. Untuk menghindari banyaknya anak pada masyarakat miskin meninggalkan pendidikan sehingga muncul masalah pengangguran dan kesejahteraan bagi generasi penerusnya. Asas keadilan tentang perlakuan terhadap siswa dan pembayar pajak. Pendanaan sekolah akan dikumpulkan ditingkat negara dan diberikan ke sekolah distrik dengan dasar yang sama.Model ini menghendaki distrik yang kaya membayar pajak sekolah yang dikumpulkan kembali ke negara. Model Surat Bukti / Penerimaan (Models of Choice and Voucher Plans) Model ini memberikan dana untuk pendidikan langsung kepada individu atau institusi rumah tangga berdasarkan permintaan pendidikan. g. Model Rencana Bobot Siswa (Weight Student Plan) . Mereka diberikan surat bukti penerimaan dana untuk bersekolah melalui sistem voucher yang mencerminkan subsidi langsung kepada pihak yang membutuhkan yaitu murid i.

pengembangan sumberdaya manusia. a. Model Berdasarkan Usulan (Bidding Model) Model ini sekolah mengajukan usulan pada sumber dana dengan berbagai acuan. Model Berdasarkan Pengalaman (Historic Funding) Model ini sering disebut penyesuaian. dimana biaya yang diterima satu sekolah mengacu pada penerimaan tahun yang lalu. b. j. dan modal kerja tetap. Contoh siswa yang cacat. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. Biaya personal Incrementalism. k. l.Adalah model yang mempertimbangkan siswa-siswa berdasarkan proporsinya. siswa program kejuruan atau siswa yang pandai dua bahasa. dan biaya personal. kemudian sumber dana meneliti usulan yang masuk. dengan hanya . 5. biaya operasi. dan menyesuaikan dengan criteria. Model Berdasarkan Kebijaksanaan (Descretion Model) Model ini penyandang dana melakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui komponen-komponen apa yang perlu dibantuberdasarkan prioritas pada suatu tempat dari hasil eksplorasinya. Pokok – pokok Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi.

Biaya Langsung dan Tidak langsung (Direct and Indirect Cost) Biaya langsung (direct cost) diartikan sebagai pengeluaran uang yang secara langsung membiayai penyelenggaraan pendidikan. 3. biaya transportasi. pajak. pemeliharaan sarana dan prasarana. 6. gaji guru baik yang dikeluarkan oleh pemerintah. c. air. Macam-Macam Jenis Biaya Beberapa jenis dan golongan biaya pendidikan yang dapat kami share pada paparkan berikut ini dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai konsep pembiayaan pendidikan. a. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran. pengajaran. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. asuransi. orang tua. dan pengadaan fasilitas belajar mengajar Gaffar (1991:57). konsumsi. transportasi. dan lain sebagainya. Contohnya biaya untuk gaji guru. Biaya operasional satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: 1. Biaya yang secara langsung menyentuh aspek dan proses pendidikan. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. uang lembur. 2. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Anwar (1991:30). jasa telekomunikasi. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. maupun siswa sendiri Fattah (2000:23). . sarana belajar.sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

Biaya pembangunan (capital cost) adalah biaya yang digunakan untuk pembelian tanah. Menurut Gaffar (1987:165) Biaya pembangunan dihitung atas dasar "per student place". Menurutnya biaya rutin dipengaruhi oleh tiga faktor utama. administrasi kantor. murid proporsi gaji guru terhadap keseluruhan biaya rutin. Menurutnya dalam menghitung biaya pembangunan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Biaya rutin (recurrent cost) adalah biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional pendidikan selama satu tahun anggaran. pembayaran gaji guru dan personil sekolah. pembangunan ruang kelas.b.Biaya ini digunakan untuk menunjang pelaksanan program pengajaran. yaitu: . perpustakaan. pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana. Biaya tidak langsung (indirect cost) Diartikan sebagai biaya yang umum nya meliputi hilangnya pendapatan peserta didik karena sedang mengikuti pendidikan (earning foregone by students). pengadaan perlengkapan mobelair. yaitu: rata-rata gaji guru per tahun. Biaya Rutin dan Biaya Pembangunan (Recurrent and Capital Cost) Biaya rutin dan pembangunan merupakan bagian dari biaya langsung (direct cost). biaya penggantian dan perbaikan. c. Menurut Gaffar (1987:162) Biaya rutin dihitung berdasarkan "per student enrolled". bebasnya beban pajak karena sifat sekolah yang tidak mencari laba (cost of tux exemption). ratio guru. lapangan olah raga. bebas nya sewa perangkat sekolah yang tidak dipakai secara langsung dalam proses pendidikan serta penyusutan sebagai cermin pemakaian perangkat sekolah yang sudah lama dipergunakan (implicit rent and depreciation) Fattah (2000:24). konstruksi bangunan.

Biaya Pribadi dan Biaya Masyarakat (Private and Social Cost) Biaya pribadi (private cost) adalah biaya yang dikeluarkan keluarga untuk membiayai sekolah anak nya dan termasuk di dalamnya forgone opportunities.tempat yang menyenangkan untuk murid belajar. biaya lokasi atau tapak (site). Most public school expenses are examples of sosial costs". Sedangkan Non monetery cost adalah semua bentuk pengeluaran yang tidak dalam bentuk uang. e. d. . dan biaya perabot dan peralatan. dan lain-lain. Maka diperlukan kebijaksanaan dalam melakukan klasifikasi biaya pendidikan untuk mencapai tujuan yang dituju semua pihak yaitu kesuksesan pelaksanaan pendidikan. meskipun dapat dinilai ke dalam bentuk uang. Jones (1985:5) mengatakan "In the context of education these include tuitions. fees and other expenses paid for by individuals". Biaya masyarakat (social cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk membiayai sekolah (di dalamnya termasuk biaya pribadi). waktu. Hal ini sebagaimana dipertegas oleh Anwar (1991:31) bahwa "Hampir segala pengeluaran yang bersangkutan dengan penyelenggaraan pendidikan dianggap sebagai biaya". Dengan kata lain biaya pribadi adalah biaya sekolah yang dibayar oleh keluarga atau individu. the include cost of educations financed through taxation. misalnya materi. Berdasarkan uraian mengenai klasifikasi biaya pendidikan. maka jelaslah bahwa biaya pendidikan memiliki pengertian yang luas.Pengeluaran pendidikan di Indonesia masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia. baik langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan. Dalam kaitan ini Jones (1985:5) mengatakan "Sometimes called public cost. tenaga. Monetary Cost dan Non Monetery Cost Monetery cost adalah semua bentuk pengeluaran dalam bentuk uang baik langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan. Dengan kata lain biaya masyarakat adalah biaya sekolah yang dibayar oleh masyarakat.

//www.Arsyad. Tesis Pascasarjana . Ekonomi Pembangunan. 2005. Yogjakarta Asean Development Bank (ADB). Lincolin. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Pendapatan (Kajian Antar Propinsi di Indonesia Periode 1994-2003).adb. 2005. http. Key Indicators of Asian Developing Countries. 1992. Nur.org/statistic Asri. Bagian Penerbitan STIE YKPN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->