P. 1
makalah durian

makalah durian

|Views: 3,657|Likes:
Published by azam1486

More info:

Published by: azam1486 on Jan 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Tanaman buah durian adalah salah satu bagian dari sistem kebun yang merupakan salah satu pola dari wanatani yang banyak dipraktekkan di Indonesia. Sistem tersebut tumbuh secara tradisional dan hasilnya biasanya hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan memenuhi kebutuhan pasar di desa. Apabila produksi tanaman buah durian dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan tuntutan pasar, maka penanaman buah durian merupakan peluang bagi petani untuk memenuhi kebutuhan pasar buah duriian di tingkat provinsi ataupun nasional. Hal ini sangatlah penting terutama untuk petani yang tinggal di sekitar hutan sehingga dapat mengurangi skala kerusakan hutan. durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur). Beberapa petani melihat bahwa menanam buah durian, berarti

menciptakan alternatif penghasilan keluarga dan meningkatkan taraf hidup untuk jangka panjang. Oleh karena itu, meningkatkan kemampuan tehnik perbanyakan dan budidaya buah durian sangat penting di tingkat petani. Beberapa petani yang bersemangat menanam buah durian, umumnya mendapatkan dan memperbanyak bibit dari biji yang tersedia di sekeliling mereka. Namun sangat disayangkan bahwa kualitas fisiologis dan genetik benih tersebut diragukan. Benih yang direkomendasi biasanya terdapat di dinas pertanian. Sayangnya sebagian besar

1

serta menghindari terjadinya kekurangan benih kerena tidak teraturnya masa pembungaan.benih yang digunakan petani berasal dari sektor informal. 2 . Tahap pertama untuk mencapai tujuan tersebut adalah membangun kerjasama antar kelompok tani dengan sektor perbenihan formal melalui kunjungan lapangan. mempercepat saat pembuahan. Oleh karena itu. Dan didasarkan pada tujuan pedoman tehnik perbanyakan vegetatif dan budidaya buah-buahan terutama sekali pada buahbuahan durian. Oleh sebab itu. memperbanyak jenis-jenis tanaman yang sulit didapat. bekerjasama dengan lembaga yang mempunyai percobaan di tingkat petani. 1. menyebarkan benih dan bibit bermutu ke petani. serta melakukan kegiatan pelatihan perbanyakan dan pengelolaan bibit buah untuk petani dan staf LSM yang bekerja bersama petani.2 Tujuan agar para pembaca berminat menjadikan budidaya durian sebagai salah satu peluang untuk dijadikan komoditas hasil pertanian unggul. untuk mendukung dan meningkatkan usaha pertanaman buah-buahan yang dilakukan petani. bisa memanfaatkan lahan yang kosong secara optimal sebagai lahan budidaya tanaman durian mengajari teknik yang tepat untuk budidaya tanaman durian bagi para pembaca. melatih kemampuan petani untuk melakukan perbanyakan secara vegetatif adalah langkah yang penting untuk mendapatkan bibit yang baik secara genetik. Kerjasama dan keterkaitan di atas jelas akan memberikan kemandirian petani untuk menghasilkan dan mengelola bibit dan tanaman mereka. baik penelitian maupun penyuluhan harus diarahkan untuk memperkuat dan meningkatkan ketersedian benih dan bibit tanaman bermutu.

4. 1 cm). sistem perakaran bagus dan produktif. tepat di atas matanya (.. Tajukcalon batang bawah dipotong dan dibuang. Model tusuk/susuk 1. jika coklat. Setelah selesai dilakukan okulasi. Bagian yang runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas. kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah. 3 . Tanaman calon batangbawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya.Panjang belahan antara 1-1. ia tidak dapat mengekalkan ciriciri pokok induk karena kebanyakan varieti komersial melalui pendebungaan silang.. 2. Sayatan dibuat melintang. sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali rafia. pokok durian lebih baik dibiakkan secara vegetatif. Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk. dapat diokulasi..BAB II PEMBAHASAN 2. Setelah umur 8-10 bulan. 3. 2. dari tanaman induk yang sehat dan subur.1 Sistem pembiakan secara vegetatif pada durian Durian ditanam dengan menggunakan biji atau secara vegetatif. Bila berwarna hijau. dipilih yang pertumbuhannya sempurna. kemudian disayat sampairuncing. dengan cara: 1. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya. Pokok ini juga lambat berbuah. Biji yang ditumbuhkan. 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. Dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah. Sisipan ³mata´ yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Walaupun pembiakan menggunakan biji mudah dan murah.1. persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua.1. berarti okulasi gagal. Dengan itu. Kulit batang bawah disayat.5 cm diukur dari pucuk. berarti okulasi berhasil.

4. 5. pangkal batang atas juga dipotong. kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan. 2.1. Setelah 2-3 minggu. Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji. Setelah kedua batang tersebut disayat. 4 . Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Kalau sambungan berhasil. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk yang sudah berbuah dan besarnya sama. Selama masa penyusuan batang yang disatukan tidak boleh bergeser. Biasanya.Penyambungan model tusuk atau susuk ini dapat lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau belum berkayu keras. Model sayatan 1. 3. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama. Sehingga. tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman induk (batang tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukanpenyambungan. 2. sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.2. 6.setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya.2. pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti penyusuan tersebut berhasil. pucuk batang bawah dipotong/dibuang. Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan.

3.1. 5. 2. serabut gambut.5 cm). Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atas langsung ditanam di polibag. akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan.3 Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut: 1. cangkokan bisa dipotong dan ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur. subur. kulit masih hijau kecoklatan. 2. tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh. 4. Biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. 5 .Cangkokan Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas. Media cangkok dibungkus dengan plastik/sabut kelapa/bahan lain. Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari. mos). cukup usia. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah. pernah berbuah. atau pada musim kering. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan. tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari). Jika akar sudah cukup banyak. Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. memiliki susunan percabangan yang rimbun besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter=2±2. Sekitar 2-5 bulan. pagi dan sore hari.

analisis tanah. suhu media diupayakan cukup lembab (20°C-23°C). penetapan waktu/jadwal tanam. kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah). 2. kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah. Biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah). penetapan luas areal penanaman. perlu perencanaan yang cermat. Setelah biji dibenamkan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh. Jarak antara biji satu dengan lainnya adalah 2 cm membujur dan 4-5 cm melintang.2 Pengolahan Media Tanam 2. pengaturan volume produksi 6 . perakarannya banyak dan kuat. pengairan. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsung masuk ke dalam media yang panjangnya 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka.1 Persiapan Penanaman durian.2.150 cm atau berumur 7 . Selanjutnya. kemudian disemprot dengan larutan fungisida.9 bulan setelah diokulasi. dan sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan).Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak. juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua. kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus.4 Pemindahan Bibit Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75. dengan media tanah dan pasir perbandingan 1:1 yang diaduk merata.1. 2. biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm).

dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Setelah biji tertanam semua. pokokpokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau. 2. Jika bedengan sudah siap. pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur. 7 . yang cenderung memiliki pH 5 .2 Pembukaan Lahan Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. dapat diatasi dengan pengapuran. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan. Batu-batu besar. alang-alang. 2.6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah. perlu dibuatkan saluran untuk penampung air.2.2. biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos.4 Pengapuran Keadaan tanah yang kurang subur. Di sekeliling bedengan. Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran. bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm. Setelah tanah. misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning). sebaiknya tanah dipupuk dulu dan dilsiram 4-5 kali. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing.2. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m.3 Pembentukan Bedengan Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur. segera ditambah dolomit.2. sebaiknya dua minggu setelah pengapuran. liat dan debu.

terong dan tanaman pangan: padi gogo. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang. lalu lubang tanam ditutup kembali. Tanah tidak perlu dipadatkan.3. jarak tanam: 10 m x 10 m. tomat. yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat. 8 . diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat. dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. serta sistem budidaya yang diterapkan. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok.2 Pembuatan Lubang Tanam Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian.3 Teknik Penanaman 2. 2. kultivar durian. pertumbuhan bagus.3 Cara Penanaman Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm.1 Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah. terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun). Untuk kultivar durian berumur genjah. kondisinya sehat. tanah galian dibagi menjadi dua. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m.2. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Intensifikasi kebun durian. 2. semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G.3. tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. kedelai. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m. kacang tanah dan ubi jalar. Saat menggali lubang.3. Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang. Untuk menghindari gangguan rayap. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama 1 minggu.

lubang tersedia. Lubang ditutup dengan tanah galian. 4. 5. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir. 2. 3. Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung 9 .Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil. Setelah 1. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher. sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. lalu disiram air. dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut : Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati.

kultivar durian. 10 .1 Kesimpulan Dari pembahasan di atas penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan :  Tanaman buah durian adalah salah satu bagian dari sistem kebun yang merupakan salah satu pola dari wanatani yang banyak dipraktekkan di Indonesia  Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua. serta sistem budidaya yang diterapkan 3. tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian  Jarak tanam durian tergantung pada jenis dan kesuburan tanah.2 Saran Untuk meningkatkan pemahaman tentang budidaya durian secara vegetatif kita sebagai mahasiswa-mahasiswi Universitas Almuslim haruslah lebih banyak mempelajari dan membaca buku-buku yang dapat menambah wawasan kita tentang buah durian khususnya dan buah-buahan yang lain secara umum.BAB III PENUTUP 3. dari tanaman induk yang sehat dan subur  Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->