P. 1
Analisis Swot Dalam Pendidikan

Analisis Swot Dalam Pendidikan

5.0

|Views: 17,570|Likes:
Published by Rissar Sitorus

More info:

Published by: Rissar Sitorus on Jan 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2015

pdf

text

original

ANALISIS SWOT DALAM PENDIDIKAN: PERUMUSAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN PROGRAM

A. 1.

PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan yang dihadapi pemerintah di bidang pendidikan yaitu untuk

mengantisipasi era globalisasi. Pendidikan dituntut dapat mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompeten agar mampu bersaing di dunia global. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan lulusan yang unggul (kompetitif) sehingga dapat eksis di dunia global. Agar lulusan pendidikan nasional memiliki kompetitif tidak bisa terlepas dari kualitas manajemen pendidikan, bail dalam hal efektivitas dan efisiensi proses kearah peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah dalam mengatasi permasalahan mutu pendidikan telah banyak berbuat melalui program-program peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Salah satu ciri sekolah yang bermutu adalah dapat merespon kepercayaan masyarakat aartinya, bagaimana pihak sekolah mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putrinya sehingga menghasilkan anak-anak yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan dunia Iptek serta era globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat maka pihak sekolah perlu melakukan pembenahanpembenahan dalam hal sumberdaya manusia yang profesional, manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf

Bagaimana peran analisis swot dalam meningkatkan mutu pendidikan? c. Apa kaitan analisis swot dengan visi misi sebuah lembaga pendidikan? B.internasional. harus memiliki alat atau peranti untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja layanan pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. PEMBAHASAN Analisis Swot dalam Pendidikan . a. Apa yang dimaksud dengan program! g. 1. Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (sekolah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan Analisis SWOT. pengambil kebijakan urusan pendidikan dalam hal ini pemerintah. Apakah Analisis Swot dalam pendidikan? b. Apa yang dimaksud dengan tujuan! f. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan khususnya bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen. Apa yang dimaksud dengan misi dan bagaimana perumusanya! e. Permasalahan Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas terdapat permasalahan sebagai berikut. 2. Apa yang dimaksud dengan visi dan bagaimana perumusannya! d.

Hal ini disebut Analisis Situasi. Mendukung strategi defensif BERBAGAI ANCAMAN 1. . Opportunities dan Threats. Mendukung strategi diversifikasi SWOT selain dapat digunakan pada perusahaan bisnis. strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan dalam kondisi yang ada pada saat ini. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Opportunities). Model yang paling popular untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT. Berikut ini adalah diagram analisis SWOT : BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. tujuan.Analisis SWOT adalah indentifikasi beberapa faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).. Strenghts dan Weaknesses serta lingkungan eksternal. Mendukung strategi turn around KELEMAHAN INTERNAL 4. Penerapan SWOT pada instansi pendidikan tersebut dapat mendorong kemajuan manajemen sekolah. Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi. dapat juga digunakan pada manajemen sekolah dalam menghadapi tantangan maupun peluang yang ada di era globalisasi ini. SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal.

anggaran operasional 5. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan (http://akhmadsudrajat. tenaga kependidikan dan staf adminstrasi 2. siswa yang ada 4. dan lapangan industri yang akan dimasuki oleh murid-muridnya. organisasi atau dewan lainnya dalam sekolah .com/2008/09/05/) Jika analisis swot digunakan. dan fasilitas sarana prasarana (lingkungan belajar).wordpress. Prakiraan seperti ini diterapkan dengan mulai membuat program yang kompeten atau mengganti program-program yang tidak relevan serta berlebihan dengan program yang lebih inovatif dan relevan. Sedangkan pemahaman mengenai faktor-faktor eksternal. serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. 3. yang digabungkan dengan suatu pengujian mengenai kekuatan dan kelemahan akan membantu dalam mengembangkan sebuahvisi tentang masa depan. lembaga-lembaga pendidikan yang lain.2. ruang kelas. laboratorium. maka dimungkinkan bagi sebuah sekolah untuk mendapatkan sebuah gambaran menyeluruh mengenai situasi sekolah itu dalam hubungannya dengan masyarakat. program riset dan pengembangan iptek 6. Beberapa contoh lingkungan internal lembaga pendidikan. 1. Peran Analisis Swot dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi. (terdiri atas ancaman dan kesempatan).

wawancara dengan murid dan alumni. maka akan memungkinkan untuk mengkonfirmasi item-item tersebut. tempat kerja yang prospektif bagi lulusan 2. Pengaruh-pengaruh nasional dan regional seperti masalah-masalah lokal dan negara adalah yang paling penting dalam memutuskan program baru apa saja yang perlu ditambah atau program yang sudah ada dan perlu dimodifikasi atau diganti. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang . serta O dan T. Begitu kelemahan dan kekuatan tergambar. lembaga pendidikan pesaing lainnya 4. badan-badan penyandang dana Penafsiran kekuatan dan kelemahan dapat dilakukan melalui survey. Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen. Model Kuantitatif Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W. kelompok-kelompok fokus. Selain empat komponen dasar ini. orang tua dan keluarga siswa 3. dan sumbersumber lain yang dapat dipercaya. demografi sosial dan ekonomi penduduk 6. sekolah /lembaga tinggi sebagai persiapan lanjutan 5. seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen.Beberapa contoh lingkungan eksternal lembaga pendidikan : 1. Jenis-Jenis Analisis SWOT 1. dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Gambaran eksternal bersifat komplementer terhadap self-study internal di dalam analisis SWOT. analisa SWOT.

analisis SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta. Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan. Model Kualitatif Urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif. tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif. karena mungkin saja misalnya.harus diwaspadai. Selain itu. sementara subkomponen W hanya 6 buah. langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. 2. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S). Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian. dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Sebagai alat analisa. diberikan skor yang lebih besar. harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T). Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen. Subkomponen S ada sebanyak 10 buah. maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi. Subkomponen pada masingmasing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W. dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T. Visi . tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian. 3.

Langkah awal dalam perumusan strategi (Strategy Formulation) adalah penetapan visi. serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi. Mengkomunikasikan alas an keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok. 4. visi perlu secara intensif dikomunikasikan kesemua anggota organisasi sehingga mereka merasa sebagai framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi. Hal ini lebih lanjut diungkapkan oleh Hax dan Majluf dalam Akdon (2007 : 95). Selain keterlibatan semua pihak. tetapi gambaran pandangan idial masa depan yang ingin diwujudkan. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik. Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi: 1. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistic dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu . menyakinkan. Memperlihatkan lain yang terkait). pihak . 2. konsumen/citizen. menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak. 2. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan. bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk: 1. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan. dapat dipercaya. 5. Suatu visi akan menjadi realistik. serta mengandung daya tarik. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya. maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan semua stakeholders. Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik. 3. Visi bukanlah fakta. 3. Visi harus dapat memberi kepekaan yang kuat tentang area focus bisnis.

Unggul dalam lomba Olimpiade Sains 8. Selain itu visi dibuat dalam kalimat yang singkat agar mudah diingat dan dijadikan komitmen Contoh Visi: MENJADIKAN SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG SEBAGAI SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN TAHUN 2011 Indikator: 1. Unggul dalam disiplin 2.pemilik visi tersebut. Misi Visi yang telah kita peroleh harus kita terjemahkan kedalam guidelines yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan strategi dan aktivitas dalam organisasi. Unggul dalam Penguasaan Teknologi Informasi 2. Unggul dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja 7. Unggul dalam KBM 4. Untuk hal itu dibutuhkan . Unggul dalam Lomba Kreatifitas Siswa 9. Unggul dalam perolehan Ujian Nasional (UN) dan Ujian SEkolah (US) (output) 5. Unggul dalam memenangkan persaingan UMPT (Outcome) 6. Unggul dalam keagamaan/berakhlak mulia 3. Unggul dalam Penguasaan Bahasa Inggris 10.

karena misi mewakili alasan dasar untuk berdirinya organisasi. Pernyataan misi yang jelas akan memberi arahan jangka panjang sehingga memberikan stabilitas manajemen dan kepemimpinan organisasi.misi. Dalam pernyataan misi terkandung definisi yang jelas tentang pekerjaan atau tugas pokok yang diemban suatu organisasi dan yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan yang akan ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk pencapaian misi. Banyak organisasi gagal karena pernyataan misi yang dirumuskan hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan masyarakat pelanggan maupun stakeholder. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. misi harus jelas menyatakan kepedulian organisasi terhadap kepentingan pelanggan. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan. Pernyataan misi memperlihatkan tugas utama yang harus dilakukan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang. Misi berubah apabila kehendak organisasi manajemen berubah strategik atau yang karena lain. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. 3. Pernyataan misi harus: 1. adanya validasi misi langkah/komponen Pernyataan mencerminkan tentang segala sesuatu untuk mencapai visi. Kriteria pembuatan misi meliputi: . 2. Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan dengan visi. Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi tersebut.

1. 3. Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat. Tujuan Dalam kerangka pikir manajemen strategik. Memanfaatkan lingkungan hidup sebagai media pembelajaran 3. Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi 8. Mengoptimalkan pembinaan secara insentif guna menghadapi persaingan dalam era globalisasi 6. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani. tujuan harus merupakan target-target yang bersifat kuantitatif dari suatu organisasi. Menerapkan pelaksanaan evaluasi atau penilaian hasil belajar secara konsisten dan berkesinambungan 4. 4. Menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi antar warga sekolah 7. Menerapkan disiplin tinggi dalam segala kegiatan 2. 2. Penjelasan tentang bisnis/produk atau layanan yang ditawarkan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Contoh Misi: 1. Mengoptimalkan pembinaan dalam pembuatan karya tulis ilmiah 5. penjelasan aspirasi bisnis yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia. Pencapaian tujuan merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja faktor-faktor kunci keberhasilan . Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa 3.

Oleh karena itu tujuan merupakan bagian integral dalam sistem strategi managemen yang didalamnya mengandung usaha untuk melaksanakan suatu tindakan. Tujuan harus menantang. 3. Tujuan biasanya secara relative berjangka panjang. 7. 6. 9. 2. Tujuan akan menjangkau hasil-hasil penilaian lingkungan internal/eksternal dan yang diprioritaskan serta mungkin dikembangkan dalam merespon isu-isu strategic. Untuk itu tujuan harus menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when). Kriteria Tujuan: 1. Tujuan organisasi pada dasarnya untuk jangka panjang yang harus diselesaikan selama waktu itu dan akan mengarahkan kinerja harian organisasi. Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi atau berkontribusi memenuhi misi. Tujuan menggambarkan arah yang jelas dari organisasi. Tujuan cenderung tidak berubah kecuali terjadi penggeseran lingkungan atau dalam hal isu strategic hasil yang diinginkan telah tercapai. Tujuan mengambarkan hasil program. program dan sub program organisasi. Tujuan harus serasi dan mengklarifikasikan visi dan misi. yaitu sekurangkurangnya tiga tahun atau lebih. Pencapain tujuan dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja organisasi. Tujuan harus mengatasi kesenjangan antara tingkat pelayanan saat ini dengan yang diinginkan. tetapi belum menetapkan ukuran-ukuran spesifik atau strategi. 8. program dan sub program. 5.suatu organisasi. 4.Program Kerja . 5.

segmentasi dan strategi aksi yang dipilih. misi. Hubungan fungsional antara visi.TUJUAN DAN PROGRAM Analisis SWOT itu digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan visi. misi. tujuan serta gambaran pelaksanaan yang berupa target. segmentasinya dan strategi aksi yang akan digunakan. Yang digarisbawahi disini adalah peran analisa SWOT dalam melakukan penilaian kesesuaian konsep dan pelaksanaan program saat program berjalan maupun di akhir program sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan penilaian yang obyektif dan berkesinambungan. dan kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut: Bagan: Hubungan antara visi. Pelaksanaan akan diikuti dengan proses evaluasi. tujuan. KAITAN ANALIS SWOT DENGAN VISI DAN MISI .Selanjutnya. program. dan tujuan organisasi . misi. 6. misi. Program ini dapat dijabarkan targetnya. Sebuah program kerja dapat dikatakan sebagai sebuah program yang lengkap apabila telah mampu menerangkan visi. dan tujuan sehingga menjadi program kegiatan yang lebih operasional. setelah sasaran/tujuan telah ditentukan barulah dirumuskan program kerja.

misi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang. analisis SWOT.Setelah analisis. 4. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistis dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu . Analisis Swot sangat penting perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan karena analisis dan gambaran yang diberikan merupakan tolok ukur dalam mengembangkan lembaga/satuan pendidikan lebih lanjut. Tujuan merupakan bagian integral dalam sistem strategi managemen yang didalamnya mengandung usaha untuk melaksanakan suatu tindakan. yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. langkah-langkah pemecahan persoalan. . Rencana pengembangan sekolah pada umumnya mencakup perumusan visi. pemilihan fungsi-fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah diidentifikasi.misi. tujuan. dan penyusunan rencana dan program kerja tahunan sekolah. perlu dirumuskan visi. tujuan sekolah dan strategi pelaksanaannya. Kesimpulan Analisis Swot adalah sebuah bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). dan program kerja yang lebih konkrit.KESIMPULAN DAN SARAN 1.Sekolah yang melaksanakan harus membuat rencana pengembangan sekolah. Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan. Sedangkan rencana kerja tahunan sekolah pada umumnya meliputi pengindentifikasian sasaran sekolah (tujuan situasional sekolah).

Untuk itu tujuan harus menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when). dan tindak lanjut yang jelas sebagai implikasinya. Pencapain tujuan dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja organisasi. Saran Analisis Swot adalah semata-mata sebuah alat analisis yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh lembaga/satuan pendidikan. dan bukan sebuah alat yang serta – merta mampu memberikan jalan keluar bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah/satuan pendidikan tanpa oleh karena itu perlu pemikiran. 2. komitmen. Daftar Pustaka .

Bandung : Alfabeta. good..namun saya belum mendapat gambaran dengan materi yang diberikan.. Strategic Management For Educational Management ( Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan )...com/2008/09/05/..dan pertimbangan saat mambuat visi dan misi sekolah saya...ijin copy untuk menambah pemahaman. 25 Juni 2010 pukul 10:55 WIB jondit mengatakan.Akdon.wordpress.. saya jadikan informasi. hari ini saya mendapat pembinaan mengenai SWOT. Kirim Komentar Anda: Nama: þÿ þÿ Nama Anda (wajib diisi) E-Mail: E-Mail (tidak dipublikasikan) URL: http:// þÿ .... Diakses tanggal 31 PDF | DOC Komentar: 23 Oktober 2010 pukul 16:40 WIB sri windiastuti mengatakan. 2007. maret 2010.hatur nuhun 26 September 2010 pukul 22:46 WIB makhmud mengatakan.. http://akhmadsudrajat.. thaks tulisannya..

isi kode di atas (wajib diisi) Reset Kirim Komentar Search þÿ Go • Halaman o o o o o o o About Me miselania ppt. Facebook. dll Komentar: (wajib diisi) þÿ <-. TP Makalah TP Resep OK Catatan TP Galeri Missel galeri missel (8) PPT PS (0) makalah TP (5) resep ok (1) miselania (3) Kategori o o o o o . Blog.þÿ Website.

(0 Komentar) Studi Kasus TIK (0 Komentar) Peran TIK di PT (0 Komentar) Pengembengan Media Website (0 Komentar) Makalah TP (0 Komentar) Ibuku Dehulu (Amir Hamzah) (0 Komentar) Di UNJ mejeng sama idola + dek Nai (0 Komentar) Di UNJ mejeng sama idola + bunda Del (0 Komentar) Komunitas Seni SMK N 3 Plg (1 Komentar) Komentar Terakhir o o o o o o sri windiastuti di Analisis Swot: Visi dan Misi nyun di Komunitas Seni SMK N 3 Plg fahmi di Analisis Swot SMK N 3 Plg makhmud di Analisis Swot: Visi dan Misi jondit di Analisis Swot: Visi dan Misi WIWIT di Menyusun TIK Pembelajaran Bahasa Indonesia Blog Roll (See All) o o o o o o o o o o o Indra Yustian Utarie Effrilia sudarto guntoro Mal Eddy Permana Sari muhammad wahyudi Risal Dede Yusa Chaerunas kedaiobat Hirzati Yusro Intan Ali ..o Catatan TP (1) Posting Terbaru o o o o o o o o o o Pendidikan Komparatif (0 Komentar) TP'09 Cayoo..

o o o o Linda Rimadini Mario Ekron formasi (forum mahasiswa mesin) seiran .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->