þÿ

Build your own FREE website at Tripod.com Share: Facebook | Twitter | Digg | reddit ( Oleh : Lukman Hakim ) PENDAHULUAN Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam pada masa ini berjalan seperti di zaman permulaan Islam, hanya ada sedikit peningkatan sesuai dengan perkembangan Daulah Islamiyah sendiri. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dibagi dalam 5 periode, sedangkan untuk pendidikan Islam bani Umayyah masuk dalam kategori periode 2, yaitu periode pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung sejak Nabi Muhammad saw wafat sampai masa akhir bani Umayyah. Sehingga karena masih dalam masa pertumbuhan maka hanya ada sedikit kemajuan seperti yang diterangkan di atas. Kamajuan ini hanya diwarnai dengan berkembangnya ilmu-ilmu Naqliyah yaitu filsafat dan ilmu eksakta disamping juga ilmu-ilmu agama yang sudah berkembang sebelumnya. Faktor yang menyebabkan kurang pesatnya perkembangan ilmu-ilmu pada zaman ini salah satunya adalah faktor pemerintahan bani Umayyah yang lebih suka pada membangun kekuatan pemerintahan/politik yang cenderung otoriter. Untuk mengetahui pertumbuhan pendidikan Islam pada zaman ini yang lebih rinci, baiklah kita masuk saja pada pembahasan materi. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH Pada zaman bani Umayyah ada tiga gerakan yang berkembang dengan sendirinya, yaitu :
• • •

Gerakan Ilmu Agama, karena didorong semangat agama sendiri yang sangat kuat pada waktu itu. Gerakan Filsafat, karena ahli agama di akhir bani Umayyah mempergunakan filsafat untuk melawan Yahudi dan Nasrani. Gerakan Sejarah, karena ilmui-ilmu agama memerlukan riwayat.

A. GERAKAN ILMU AGAMA Gerakan di dalam bidang ini dapat di pisah-pisahkan menjadi beberapa bagian, yaitu : 1. Lembaga dan pusat pendidikan Islam Pada zaman ini masjid menjadi semcam lembaga sebagai pusat kehidupan dan kegiatan ilmu terutama ilmu-ilmu agama. Seorang ustadz duduk dalam masjid dan murid duduk di sekelilingnya mendengarkan pelajarannya. Kadang dalam satu masjid terdapat beberapa halaqoh dengan ustadz dan pelajaran berbeda-beda. Kadang pula ustadz menggunakan rumahnya untuk mengajar. Pada zaman ini belum ada sekolah atau gedung khusus sebagai tempat belajar. Beberapa ustadz pada masa ini adalah Abdullah bin Abbas, Hasan Basri, Ja'far As-Shidiq dan lainlain. Sedangkan kota-kota yang menjadi pusat kegiatan pendidikan ini masih seperti pada zaman Khulafaur rosyidin yaitu, Damaskus, Kufah, Basrah, Mesir dan ditambah lagi dengan pusat-pusat baru seperti Kordoba, Granada, Kairawan dan lain-lain. 2. Materi bidang ilmu pengetahuan. Materi/ilmu-ilmu agama yang berkembang pada zaman ini dapat dimasukan dalam kelompok Al-Ulumul Islamiyah yaitu ilmu-ilmu Al-Qur'an, Al-Hadits, Al-Fiqih, At-Tarikh, Al-Ulumul Lisaniyah dan Al-Jughrofi. Sedangkan Al-Ulumul Islamiyah dapat dibagi menjadi tiga bagian :
• • •

Al-Ulumul Syar'iyah, yaitu ilmu-ilmu agama Islam. Al-Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu untuk memastikan bacaan Al-Qur'an, menafsirkan dan memahami Hadits. At-Tarikh wal Jughrofi.

a. Ilmu Qiraat, yaitu ilmu cara membaca Al-Qur'an. Orang yang pandai membaca Al-Qur'an disebut Qurra. Pada zaman ini pula yang memunculkan tujuh macam bacaan Al-Qur'an yang terkenal dengan " Qiraat Tujuh " yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan ( Ushulul Lil Qira'ah ). Pelopor bacaan ini terdiri dari kaum Malawy yaitu antara lain : Abdulloh bin Katsir, Ashim bin Abu Nujud, Abdulloh bin Amir, Ali bin Hamzah dan lain-lain. b. Ilmu Tafsir, ilmu yang berusaha untuk memberikan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dengan tujuan untuk menghasilkan hukum dan undang-undang. Ahli tafsir yang pertama yaitu Ibnu Abbas, seorang shahabat terkenal yang wafat pada tahun 68 H. Menurut riwayat yang mutawatir beliau adalah orang yang pertama i

terutama para ahlinya untuk berfikir mengenai segala sesuatu guna mendapatkan kebenaran dan kebijaksnaan. 2. 3. Penduduk Syam di jaman ini telah banyak menyalin bermacam ilmu ke dalam bahasa Arab seperti ilmu-ilmu kedokteran. Untuk membantu di dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an. GERAKAN SEJARAH Pada zaman bani Umayyah gerakan sejarah menghasilkan tarikh yang terbagi dalam dua bidang besar : • Tarikh Islam. Ibnu Abi Malikiah. Ilmu Bintang. C. menggunakan akal dan sebagainya yang kesemuanya mendorong umat Islam. karena dalam Al-Qur'an terdapat banyak ayat yang memerintahkan untuk membaca. namun bangsa Arab muslim telah membuat ilmu ini menjadi satu ilmu yang tersendiri oleh karena tiga sebab : 1.menafsirkan Al-Qur'an dengan cara riwayat dan isnad. Kewajiban menuntut ilmu bagi kaum muslimin. Ilmu Jughrofi. Tentang ilmu jughrofi sekalipun bukan berasal dari bangsa arab. GERAKAN FILSAFAT Gerakan filsafat muncul di akhir zaman bani Umayyah untuk melawan pemikiran Yahudi dan Nasrani. ii . yaitu ilmu tentang perubahan bunyi pada kata-kata yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Pada masa kholifah Umar bin Abdul Aziz barulah hadits dibukukan yang dirintis oleh Ibnu Zihab Az-Zuhri yang kemudian disusul oleh ulama lain. 2. Penerjemahan ke dalam bahasa Arab dilakukan oleh Isthafun. B. Khalifah Yazid bin Yazid bin Mua'wiyah adalah yang menyuruh penerjemahannya ke dalam bahsa Arab. mislanya karanganm Qis Ahrun dalam bahasa Suryani yang disalin ke dalam bahasa Arab oleh Masajuwaihi. berfikir. Untuk menunaikan rukun haji kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia harus mengetahui ilmu bumi. Para ahli hadits yang terkenal pada zaman ini adalah : 1. Karena gemarnya setiap akan pergi ke medan perang selalu dibawanya ahli ilmu bintang. 3. Al-Haj yang menjadi salah satu rukun Islam. Ilmu Nahwu. Keharusan berdakwah dan berjihad untuk mengembangkan Islam. juga mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi. Dakwah. yaitu Abdulloh bin Abi Malikiah ( W. yaitu Abu Aswad Ad-Dualy ( W. di antaranya Maryanis seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kimia. d. Ilmu Kima. Al-Ilmu. beliau sangat menggemari ilmu ini sehingga dikeluarkan sejumlah uang untuk mempelajari dan membeli alat-alatnya. 2. Ahli tafsir lainnya adalah Mujahid yang wafat pada tahun 109 H dan ulama Syi'ah yaitu Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Husain. Tiga sebab ini disamping sebab-sebab lain yang mendorong orang Yunani lama untuk membuat ilmu bumi yaitu kepentingan dagang dan perang. e. hal mana mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi.Pengarang ilmu nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang. mengharuskan mereka melakukan Rihlah Ilmiyah untuk menuntut ilmu. Masih dalam masa Kholid bin Walid. Ilmu Hadits. 123 H ). Karena terdapat banyak hadits maka timbullah usaha untuk mencari riwayat dan sanad yang hadits yang akhirnya menjadi Ilmu Hadits dengan segala cabang-cabangnya. Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Bapak Ilmu Nahwu. Karena itu timbul dalam Islam pemikiran yang bersifat teologis untuk menolak ajaran-ajaran teologis dari agama Kristen yang kemudian disebut Ilmu Kalam. c. Sedangkan ilmu-ilmu yang di salin dari bahasa Asing ke dalam bahasa Arab dan di sempurnakan untuk kepentingan keilmuan umat Islam dikelompokan dalam Al-Ulumud Dakhilah yang terdiri dari : 1. 119 H ). Ilmu Kedokteran. yaitu tarikh kaum muslimin dengan segala perjuangannya. Abu Bakar bin Muhammad bin Ubaidillah bin Zihab Az-Zuhri ( W. riwayat hidup pemimpinpemimpin mereka. Pemikiran teologis dari agama Kristen sudah berkembang lebih dulu sebelum datangnya Islam dan masuk ke lingkungan Islam secara sengaja untuk merusak akidah Islam. Ilmu Jughrofi dalam masa bani Umayyah baru dalam taraf merintis jalan.Beliau mendatangkan beberapa orang Romawi yang bermukim di Mesir. Ilmu kalam dalam perkembangannya menjadi ilmu khusus yang membahas tentang berbagai macam pola pemikiran yang berbeda dari ajaran Islam sendiri. Sumber tarikh dalam bidang ini adalah dari amal perbuatan mereka sendiri. 69 H ).

Sejarah Islam Masa Bani Umayyah MASA UMAYYAH Suksesi kepemimpinan secara turun-temurun dimulai ketika muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. Angkatan lautnya melakukan seranganserangan ke Ibu Kota Bizantium.Al-Walid Ibn Abd Malik (705M-715M) . Kebijakan Politik Dan Ekonomi Sistem Politik Dan Perluasan Wilayah Dijaman Muawiyah. Tunisia dapat ditaklukkan.Muawiyah Ibn Abi Sufyan (661M-680M) . Demikian pesatnya sehingga mencapai jumlah 1:300 judul seperti yang diterangkan dalam kitab Kashfud Dhunun. Yazid muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Konstantinopel. iii .Abd Al-Malik Ibn Marwar (685M-705M) . Disebelah timur.Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724M-743M) A. Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Dia memang tetap menggunakan istilah Khalifah. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abd Al-Malik.Umar Ibn Abd Al-Aziz (717M-720M) .• Tarikh umum. Pembukuan ilmu sejarah sudah dimulai dan berkembang pesat pada zaman Abbasiyah. dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh. Hal ini karena kholifah mereka termasuk orang-orang yang paling gemar untuk mengetahui orang-orang ternama dari tarikh bangsa lain. namun dia memberikan interpretasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. dia menyebutnya “Khalifah Allah” dalam pengertian “Penguasa” yang diangkat oleh Allah. yaitu tarikh bangsa-bangsa lain yang dipelajari dan disalin dengan sungguh-sungguh sejan zaman bani Umayyah. Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah : .

Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah. Baru setelah masa khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan dibidang Tashri mulai meningkat. beliau berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan. masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek. Mereka sampai kewilayah Quhistan pada tahun 44H / 664M. Dijaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724-743M) pemerintahannya dikenal dengan adanya perbaikanperbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke India dan dapat menguasai Balukhistan. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman. Jazirah Arab. Namun kaum muslimin tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis. Afganistan. Selanjutnya Ibu Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai. dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi. Sistem Ekonomi iv . Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan perbaikan. sebagian Asia kecil. Al-Ghafiqi terbunuh. Khususnya dibidang Tashri. Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam dengan pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq). Wilayah kekuasaan islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. dan daerah Punjab sampai ke Maitan. Ekspansi kebarat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M). Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan. dia wafat pada tahun 96H / 714M dan memerintah selama 10 tahun. dari sana ia mencoba menyerang Tours. Pasukan islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41H / 661M. Dia mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara dan pertumpahan darah. Penaklukan dimasa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol. Dia memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours. dan Kilgis di Asia Tengah. Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Syiria. Masjid Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah. dia dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin. Persia. Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini. dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan. Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit. baik ditimur maupun barat. menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi’e. Ferghana dan Samarkand. daerah yang sekarang disebut Pakistan Purkmenia.Sind. Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas. namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. sangat sedikit terjadi perang dimasa pemerintahan Umar. Ulbek. Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis. Penaklukan dimasa pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes. pada tahun 43H / 663M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M. Dakwah islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk islam. Poitiers. peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa. sebab kurangnya dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Afrika utara. karena para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha untuk membukukan Hadits. Pasukan islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju wilayah barat daya. benua eropa yaitu pada tahun 711M. Ia mulai dengan menyerang Bordeau. Khawarizm.Bukhara. Pada masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang sejarahnya. disamping itu juga melakukan pembangunan fisik dalam skala besar. dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114H / 732M. Abdullah Bin Ziyad tiba dipegunungan Bukhari. Umat islam merasa hidup bahagia. dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktif. Dia membangun kota Rasyafah dan membereskan tata administrasi. lalu melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis. Elvira. kemajuan yang diperoleh sedikit sekali. Palestina. menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Irak. kemakmuran dan ketertiban. Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya. tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah.

Sistem Peradilan Dan Pengembangan Peradaban Meskipun sering kali terjadi pergolakan dan pergumulan politik pada masa pemerintahan Daulah Bani Umayyah. (Khalifah Abd Al-Malik) juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. antara lain organisasi keuangan.Lambang kerajaan sebelumnya Al-Khulafaur Rasyidin. Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua Hakim (Qathil Qudhah). beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.Perlengkapan perang Disamping usaha tersebut daulah Bani Umayyah memberikan hak dan perlindungan kepada warga negara yang berada dibawah pengawasan dan kekuasaannya. Organisasi ini bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk: . . . v . Khalifah Abd Al-Malik membangun sebuah kubah yang megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah AsSakharah). namun terdapat juga usaha positif yang dilakukan daulah ini untuk kesejahteraan rakyatnya. juga tempat-tempat untuk orang-orang yang infalid. Disamping itu. . termasuk irigasi. Disamping itu kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kesewenangan. tentu akan mengembangkan idenya dimasa dia berkuasa. sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik tertentu. Diantara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh system pemerintahan dan menata administrasi.Muawiyah mendirikan Dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya disepanjang jalan. kekuasaan islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang.Biaya orang-orang hukuman dan tawanan perang . Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi.Gaji pegawai dan tentara serta gaya tata usaha Negara. B.Pembuatan panti Asuhan untuk anak-anak yatim.Dalam bidang industri pembuatan khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan ekonomi bagi Umayyah.Pembangunan pertanian. . .Pembuatan mata uang dijaman khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri islam. . Pada masa Umayyah. Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Oleh karena itu.Pengembangan angkatan laut muawiyah yang terkenal sejak masa Uthman sebagai Amir Al-Bahri. . panti jompo.Arsitektur semacam seni yang permanent pada tahun 691H. tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa Umayyah. sehingga kapal perang waktu itu berjumlah 1700 buah. segala fasilitas disediakan oleh Umayyah. Lambang itu menjadi ciri khas kerajaan Umayyah. menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Daulah ini membentuk lembaga kehakiman.Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti berjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu: . .Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian. seperti: .

Faktor-faktor itu antara lain adalah: 1. para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Arsip untuk pendidikan islam masa umayyah PENDIDIKAN ISLAM KLASIK DAN KONSEP PENGEMBANGANNYA Posted in kumpulan makalah dengan kaitan (tags) pendidikan islam masa abbasiyah. C. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. dengan perpaduan system pertahanan ini akhirnya kekuatan pertahanan dan militer Dinasti Bani Umayyah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat baik dengan kemajuan-kemajuan dalam system ini akhirnya para penguasa dinasti Bani Umayyah mampu melebarkan sayap kekuasaannya hingga ke Eropa. 2009 by motipasti vi . Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Keruntuhan Umayyah Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. pasukan arab banyak mengambil pelajaran dari cara-cara teknik bertempur kemudian mereka memadukannya dengan system dan teknik pertahanan yang selama itu mereka miliki. Pengaturannya tidak jelas.Kemajuan Sistem Militer Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system militer. 2. sebagian besar golongan mawali (non Arab). Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. pasukan pejalan kaki dan angkatan laut. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. 3. makin meruncing. pendidikan islam masa nabi muhammad saw. Selama peperangan melawan kakuatan musuh. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. 4. Secara garis besar formasi kekuatan tentara Bani Umayyah terdiri dari pasukan berkuda. Wallahul Musta. Disamping itu. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. pendidikan islam masa umayyah on Desember 7. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah. merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. Disamping itu. 5.’an. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya.

Oleh: Rian Hidayat El-Padary Pendidikan Islam Di Masa Nabi Muhammad SAW Sejak Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul sebagai tanda datangnya Islam sampai sekarang telah berjalan sekitar 14 abad lamanya. Permulaan pendidikan Islam bisa ditemukan di Mekah pada zaman Rasulullah. kedua. Pada awal pemerintahannya diguncang oleh pemberontakan dari orang-orang murtad. Nabi Muhammad melakukan pendidikan Islam setelah mendapat perintah dari Allah sebagaimana termaktub dalam surat Al-Mudasir ayat 1-7. Memang perintah Allah kepada Nabi Muhammad adalah untuk membuka pintu gerbang pengetahuan bagi manusia dengan mengajari atau mendidik. dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat. dan bertindak. berlaku dan berbuat. Ada kalanya Islam mendatangkan ajarannya bersifat meluruskan kembali nilai-nilai yang sudah ada yang praktiknya sudah menyimpang dari ajaran aslinya. Kebijaksanaan ini adalah politik yang mengandung hikmat. berpikir. Pada masa ini pendidikan Islam diartikan pembudayaan ajaran Islam yaitu memasukkan ajaran-ajaran Islam dan menjadikannya sebagai unsur budaya bansga Arab dan menyatu kedalamnya. Pertama. hubungan dan sikap masyarakat Arab yang menjadi mapan sampai saat ini. Dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad aalah pengajar atau pendidik muslim pertama. Ketiga periode modern dimulai sejak tahun 1800 M. Pada masa Abu Bakar. hendaknya mendirikan masjid sebagai tempat ibadah dan pendidikan. situasi politik dalam keadaan stabil. periode klasik antara tahun 650-1250 M. Dengan pembudayaan ajaran Islam ke dalam sistem dan lingkungan budaya bangsa arab tersebut. yang dalam istilah sekarang disebut taktik. Nabi Muhammad membangkitkan kesadaran manusia terhadap pentingnya pengembangan bidang keilmuan atau pendidikan. Ada kalanya Islam mendatangkan sesuatu ajaran bersifat memperkaya dan melengkapi unsur budaya yang telah ada dengan menambahkan yang baru. karena bangsa-bangsa tersebut memiliki alat dan kebudayaan yang berbeda dengan Islam. Setelah Rasulullah wafat. dan mengajak yang berarti mendidik. Harun Nasution membagi sejarah Islam dalam tiga periode. Umar mengangkat dan menunjuk guru-guru setiap daerah yang ditaklukan untuk bertugas mengajukan isi Al-Qur’an dan ajaran Islam kepada penduduk yang baru masuk Islam. Oleh karena itu beliau memusatkan perhatiannya untuk memerangi pemberontakan yang dapat mengacaukan keamanan dan adapat mempengaruhi orang-orang Islam yang masih lemah imannya untuk menyimpang dari Islam. danAli ibn Abi Thalib. Ada kalanya Islam mendatangkan ajaran yang sifatnya bertentang sama sekali dengan unsur budaya yang telah ada sebelumnya yang sudah menjadi adat istiadat. Harun Nasution membagi sejarah Islam berjalan sekitar 14 abad lamanya. Al-Qur’an dan al-Hadits telah menentukan batas-batas yang diperbolehkan dan yang tidak. pendidikan Islam mempunyai sejarah yang panjang dimulai sejak klasik. peradaban Islam memberi contoh bagaimana cara mengendalikan negara dengan bijaksana (hikmat). bermusyawarah. Dengan meluasnya wilayah Islam sampai keluar Jazirah Arab. maka dipikirnya pendidikan Islam di daerah-daerah tersebut. Pada masa awal pendidikan Islam tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselenggara dan pendidikan formal baru muncul pada masa belakangan yakni dengan kebangkitan madrasah. Pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad merupakan prototipe yang terus menerus dikembangkan umat Islam untuk kepentingan pendidikan pada zamannya. vii . menyeru yang berarti mengajak. Pendidikan Islam Di Masa Khulafaur Rasyidin Setelah Rasulullah wafat. Untuk keperluan khususnya dalam kaitannya dengan pendidikan. orang-orang yang mengaku Nabi. Umar bin Khattab. Pada masa khalifah Umar bin Khattab. serta memberikan jalan untuk berpikir. bergerak. Perubahan itu sejalan dengan ajaran Islam yang memerlukan kreatifitas baru secara kelembagaan untuk meneruskan kelangsungan dan perkembangan agama Islam. bertindak. strategi dam diplomasi yang berbau kelincahan dan kelicikan. periode pertengahan antara tahun 650-1800 M. maka terbentuklah sistem budaya Islam dalam lingkungan budaya bansga Arab. Dalam proses pembudayaan ajaan Islam ke dalam lingkungan budaya bangsa Arab berlangsung dengan beberapa cara. Nabi Muhammad menyiarkan konsep perubahan radikal. Disamping itu beliau diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan pesan-pesan Allah yang terkandung dalam al-Qur’an.maka pemerintah Islam dipegang secara bergantian oleh Abubakar. Nabi Muhammad sebagai seorang yang diangkat sebagai pengajar atau pendidik (mu’allim).Usman bin affan. Oleh karena itu Umar memerintahkan panglima-panglima apabila telah berhasil menguasai daerah.

Kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan keagamaan saja. khususnya dimasa Ali bin Abu Thalib. Perharian khalifah diarahkan ke Byzantine di wilayah utara dan barat.Pada masa ini juga sudah terdapat pengajaran bahasa Arab. Dengan tersebarnya sahabat-sahabat besar keberbagai daerah meringankan umat Islam untuk belajar Islam kepada sahabat-sahabat yang tahu banyak ilmu Islam di daerah mereka sendiri atau daerah terdekat. Tetapi juga dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan pada umumnya. Pada masa ini pendidikan Islam berkembang sebagai akibat dari hal tersebut dan merupakan jawaban terhadap tantangan yang diakibatkan oleh perkembangan dan kemajuan-kemajuan budaya Islam sendiri yang berlangsung sangat cepat. Romawi. menyebabkan munculnya keinginan untuk belajar bahasa Arab sebagai pengantar diwilayah-wilayah tersebut. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awalnya memang merupakan perpaduan antara unsur-unsur pembawaan ajaran Islam sendiri dengan unsur-unsur yang berasal dari luar. melainkan ia mengajar karena panggilan agama. dan dibuat hubungan antara satu sisi dengan yang lainnya. Pada masa khalifah Usman kedudukan peradaban Islam tidak jauh berbeda demikian juga pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Pada masa ini pendidikan Islam adalah pembudayaan ajaran agama Islam ke dalam lingkungan budaya bangsabangsa disekitar jazirah arab. Orang-orang yang baru masuk Islam dari daerah-daerah yang ditaklukkan harus belajar bahasa Arab jika mereka ingin belajar dan mendalami pelajaran Islam. yaitu sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. yang kemudian digantikan oleh para tabi’in. menghidupkan agama. India dan sebagainya. sehingga kemudian warna dan unsur-unsur Islamnya nampak lebih dominan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pasukan Umayah mencapai 1700 kapal perang. Yunani. merupakan ciri pendidikan Islam masa ini. Perkembangan Pendidikan Islam di Masa Muawiyah. Abasiyah dan Kekhalifahan Selanjutnya.mulia dan lengkap. digeneralisasikan. Proses pengembangan pendidikan Islam pada masa ini sebagian besar memang diwarnai oleh pengajaran atau pembudayaan Al-qur’an dan sunnah ke dalam lingkungan budaya bangsa-bangsa secara luas pula.Dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam. Para sahabat diperbolehkan dan diberi kelonggaran meninggalkan Madinah untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dimiliki.membuat Muawiyah dapat menundukkan banyak pulau diantaranya ialah Rhodes dan pulau yang lain diYunani. suci. kemudian mengembangkannya lebih jauh. Selama pemerintahan Muawiyyah. Para khalafaur Rasyidin dan sahabat adalah pelaku utama dalam proses pendidikan Islam masa ini. Dengan dikuasainya wilayah baru oleh Islam. mengembangkan seruannya. semasa Rasul sesudahnya terutama pada masa Malik Ibn Anas (wafat tahun 179 H/795 M). al-Syafi’i (wafat 204/820) dan Ahmad ibn Hambal (wafat tahun 241/855). yang berlangsung bersamaan dan mengikuti berkembangnya wilayah kekuasaan Islam. yaitu dari unsur budaya Persia. Dengan berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin maka mulailah kekuasaan Bani Umayyah. Masa kejayaan ini ditandai dengan berkembang pesatnya kebudayaan Islam secara mandiri. Adapun kemajuan pendidikan dan peradaban Abasiyah mencapai kejayaan terutama pada masa khalifah al-Mahdi dan puncak kejayaan terutama pada masa khalifah al-Mahdi dan puncak popularitasnya baru setelah pemerintahan Harun alRasyid yang diteruskan oleh putranya al-Makmur. Tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam dengan cepat. Kemudian dalam perkembangannya potensi atau pembawaan Islam tidak merasa cukup hanya menerima saja unsur budaya dari luar itu. Mengharapkan keridhaan-Nya. dan mulai. namun berkembang sebagaimana masa-masa sesudahnya. Sejak abad ini secara intensif Islam diinformasikan. daerah kekuasaan Islam meluas sampai Lahore di Pakistan.dan menggantikan peranan Rasulullah SAW dalam memperbaiki umat. Yang muncul kemudian adalah Islam yang abstrak dan transenden. tidak bisa sepotong-sepotong karena kesadaran terhadap pengemban amanat mendidik adalah tugas yang luas dan berat. Abu Hanifah (wafat 150/767). Sejarah menjelaskan kepada kita bahwa pendidik khsususnya pada Rasulullah dan para sahabat bukan merupakan profesi atau pekerjaan untuk menghasilkan uang atau sesuatu yang dibutuhkan bagi kehidupannya. Begitu pula dalam hal pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa Nabi Muhammad SAW yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajaran-ajaran Islam disebabkan oleh perhatian umat Islam terhadap perluasan wilayah Islam dan terjadinya pergolakan politik.[1] Pada abad ke 13 H / 7-9 M. Islam yang sudah ditarik dari dunia nyata.[2] viii . Persepsi pendidik yang dipahamkan dalam Islam memiliki kepribadian yang baik. madrasah-madrasah dan universitas-universitas yang merupakan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam.

Al-Ghazali. Unsur dialektika dari socrates. teknologi. karena didorong semangat agama sendiri yang sangat kuat pada waktu itu. sehingga muncul ilmuwan seperti Jabir ibn Hayyan. seperti Qadariyah. Faktor yang menyebabkan kurang pesatnya perkembangan ilmu-ilmu pada zaman ini salah satunya adalah faktor pemerintahan bani Umayyah yang lebih suka pada membangun kekuatan pemerintahan/politik yang cenderung otoriter. dan sebagainya.matematika. Al-Razi. yaitu : 1.Pd. Ibnu Rusyd. Gerakan Filsafat. Asy’ariyah dan Mu’tazilah. S. Karya-karya Yunani yang dibaca oleh ilmuwan Muslim ini memberikan motivasi untuk menggunakan logika dalam membahas ajaran Islam dan mengembangkan serta menemukan berbagai macam ilmu pengetahuan yang baru. Filsafat Yunani mulai berpengaruh dikalangan ilmuwan Muslim pada masa pemerintahan Bani Umayyah dan mencapai puncaknya pada masa Bani Abbasiyah ketika karya-karya filosof Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Syriah oleh Hunayn dan anaknya menerjemahkan dari bahasa Syaria ke bahasa Arab.[3] Melalui orang-orang kreatif. Al-Razi. Sehingga karena masih dalam masa pertumbuhan maka hanya ada sedikit kemajuan seperti yang diterangkan di atas. Gerakan Ilmu Agama. Omar Khayyam dan lain-lain. baik yang bersifat abstrak maupun yang konkret. sedangkan untuk pendidikan Islam bani Umayyah masuk dalam kategori periode 2. idealisme Ploto dan logika Aristoteles dan sebagainya termasuk berpengaruh terhadap lahirnya beberapa aliran dalam Islam. karena ahli agama di akhir bani Umayyah mempergunakan filsafat untuk melawan Yahudi dan Nasrani. Pengetahuan Islam telah melakukan investigasi dalam ilmu kedokteran. Gerakan Ilmu Agama Gerakan di dalam bidang ini dapat di pisah-pisahkan menjadi beberapa bagian. Nasil Khusru. Al-Kindi. geografi dan bahkan sejarah. Gerakan Sejarah. 2. yaitu : 1. Al-Ma’mun adalah khalifah yang banyak jasanya dalam penerjemahan berupa emas seberat yang diterjemahkan. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH Pada zaman bani Umayyah ada tiga gerakan yang berkembang dengan sendirinya. Kadang dalam satu masjid terdapat beberapa halaqoh dengan ustadz dan pelajaran berbedaix .Filsafat Yunani adalah kegiatan berpikir yang dilakukan oleh para filosof Yunani untuk mencari kebenaran tentang sesuatu. Kamajuan ini hanya diwarnai dengan berkembangnya ilmu-ilmu Naqliyah yaitu filsafat dan ilmu eksakta disamping juga ilmu-ilmu agama yang sudah berkembang sebelumnya. Seorang ustadz duduk dalam masjid dan murid duduk di sekelilingnya mendengarkan pelajarannya. Al-Masudi. Metode berpikir yang digunakan oleh filosof Yunani memberikan motivasi bagi ilmuwan muslim untuk lebih banyak berkarya dalam kemajuan pendidikan Islam. karena ilmui-ilmu agama memerlukan riwayat. Al-Farabi. Al-Khawarizmi. hanya ada sedikit peningkatan sesuai dengan perkembangan Daulah Islamiyah sendiri. Al-Tabari. yaitu periode pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung sejak Nabi Muhammad saw wafat sampai masa akhir bani Umayyah. Al-Razi. Al-Farabi. AlKhawarizmi. seperti Al-Kindi. Lembaga dan pusat pendidikan Islam Pada zaman ini masjid menjadi semcam lembaga sebagai pusat kehidupan dan kegiatan ilmu terutama ilmuilmu agama. Ibnu Umar Khayyam. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dibagi dalam 5 periode. 3.[4] Pendidikan Islam Masa Bani Umayah Ditulis oleh Lukman Hakim.I Senin. Ibnu Sina. 08 November 2010 22:18 PENDAHULUAN Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam pada masa ini berjalan seperti di zaman permulaan Islam.

2. Ibnu Abi Malikiah. Menurut riwayat yang mutawatir beliau adalah orang yang pertama menafsirkan Al-Qur'an dengan cara riwayat dan isnad. Ilmu Nahwu. Al-Ilmu. Ahli tafsir yang pertama yaitu Ibnu Abbas. beliau sangat menggemari ilmu ini sehingga dikeluarkan sejumlah uang untuk mempelajari dan membeli alat-alatnya. Hasan Basri. yaitu Abu Aswad Ad-Dualy ( W. Ja'far As-Shidiq dan lain-lain. Pelopor bacaan ini terdiri dari kaum Malawy yaitu antara lain : Abdulloh bin Katsir. Ilmu Kima. Damaskus. Orang yang pandai membaca Al-Qur'an disebut Qurra. Abdulloh bin Amir. hal mana mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi. yaitu Abdulloh bin Abi Malikiah ( W. Basrah. Gerakan Filsafat x . mengharuskan mereka melakukan Rihlah Ilmiyah untuk menuntut ilmu. Beberapa ustadz pada masa ini adalah Abdullah bin Abbas. Keharusan berdakwah dan berjihad untuk mengembangkan Islam. Ilmu Tafsir. Ashim bin Abu Nujud. Kewajiban menuntut ilmu bagi kaum muslimin. Untuk membantu di dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Pada masa kholifah Umar bin Abdul Aziz barulah hadits dibukukan yang dirintis oleh Ibnu Zihab Az-Zuhri yang kemudian disusul oleh ulama lain. Ahli tafsir lainnya adalah Mujahid yang wafat pada tahun 109 H dan ulama Syi'ah yaitu Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Husain. Masih dalam masa Kholid bin Walid.Beliau mendatangkan beberapa orang Romawi yang bermukim di Mesir. yaitu ilmu cara membaca Al-Qur'an. 69 H ). Karena gemarnya setiap akan pergi ke medan perang selalu dibawanya ahli ilmu bintang. Para ahli hadits yang terkenal pada zaman ini adalah : Abu Bakar bin Muhammad bin Ubaidillah bin Zihab Az-Zuhri ( W.Pengarang ilmu nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang. Pada zaman ini belum ada sekolah atau gedung khusus sebagai tempat belajar. Ilmu Jughrofi dalam masa bani Umayyah baru dalam taraf merintis jalan. Al-Ulumul Lisaniyah dan AlJughrofi. Tiga sebab ini disamping sebab-sebab lain yang mendorong orang Yunani lama untuk membuat ilmu bumi yaitu kepentingan dagang dan perang. Pada zaman ini pula yang memunculkan tujuh macam bacaan Al-Qur'an yang terkenal dengan " Qiraat Tujuh " yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan ( Ushulul Lil Qira'ah ). Ali bin Hamzah dan lain-lain. Kufah. Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Bapak Ilmu Nahwu. namun bangsa Arab muslim telah membuat ilmu ini menjadi satu ilmu yang tersendiri oleh karena tiga sebab : Al-Haj yang menjadi salah satu rukun Islam. Sedangkan ilmu-ilmu yang di salin dari bahasa Asing ke dalam bahasa Arab dan di sempurnakan untuk kepentingan keilmuan umat Islam dikelompokan dalam Al-Ulumud Dakhilah yang terdiri dari: 1. Ilmu Bintang. mislanya karanganm Qis Ahrun dalam bahasa Suryani yang disalin ke dalam bahasa Arab oleh Masajuwaihi. Materi bidang ilmu pengetahuan. 119 H ). Materi/ilmu-ilmu agama yang berkembang pada zaman ini dapat dimasukan dalam kelompok Al-Ulumul Islamiyah yaitu ilmu-ilmu Al-Qur'an. Granada. Penduduk Syam di jaman ini telah banyak menyalin bermacam ilmu ke dalam bahasa Arab seperti ilmu-ilmu kedokteran. 123 H ). Khalifah Yazid bin Yazid bin Mua'wiyah adalah yang menyuruh penerjemahannya ke dalam bahsa Arab. 2. • • • • • • Ilmu Qiraat. Tentang ilmu jughrofi sekalipun bukan berasal dari bangsa arab. seorang shahabat terkenal yang wafat pada tahun 68 H. Kadang pula ustadz menggunakan rumahnya untuk mengajar.beda. Ilmu Kedokteran. Ilmu Hadits. 3. Mesir dan ditambah lagi dengan pusat-pusat baru seperti Kordoba. di antaranya Maryanis seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kimia. At-Tarikh. Karena terdapat banyak hadits maka timbullah usaha untuk mencari riwayat dan sanad yang hadits yang akhirnya menjadi Ilmu Hadits dengan segala cabang-cabangnya. Kairawan dan lain-lain. juga mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi. Ilmu Jughrofi. Al-Hadits. Penerjemahan ke dalam bahasa Arab dilakukan oleh Isthafun. Untuk menunaikan rukun haji kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia harus mengetahui ilmu bumi. Al-Fiqih. Sedangkan kota-kota yang menjadi pusat kegiatan pendidikan ini masih seperti pada zaman Khulafaur rosyidin yaitu. ilmu yang berusaha untuk memberikan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dengan tujuan untuk menghasilkan hukum dan undang-undang. yaitu ilmu tentang perubahan bunyi pada kata-kata yang terdapat di dalam AlQur'an. Dakwah.

Hal itu terjadi mengingat pihak pendidik yang berkepribadiaan sendiri secara utuh memperlakukan peserta didiknya secara terhormat sebagai pribadi pula.’ Jadi kata filsafat berarti mencintai atau lebih suka atau keinginan kepada kebijaksanaan. Tarikh umum. Jika pendidik tidak bersikap afektif utuh demikian maka menurut Gordon (1975: Ch. kebijaksanaan). riwayat hidup pemimpinpemimpin mereka. kebijaksanaan). I) akan terjadi mata rantai yang hilang (the missing link) atas faktor hubungan serta didik-pendidik atau antara siswa-guru. manusia yang lengkap aspek-aspek kepribadiannya.Gerakan filsafat muncul di akhir zaman bani Umayyah untuk melawan pemikiran Yahudi dan Nasrani. yaitu manusia yang berakhlak mulia dalam situasi pendidikan atau diharapkan melampaui manusia sebagai makhluk sosial mengingat sebagai warga masyarakat ia mempunyai ciri warga yang baik (good citizenship atau kewarganegaraan yang sebaik-baiknya) . Dasar-dasar Filsafat Ilmu Pendidikan Baiklah sekarang kita lihat dasar-dasaar filsafah keilmuan terkait dalam arti dasar ontologis. Pemikiran teologis dari agama Kristen sudah berkembang lebih dulu sebelum datangnya Islam dan masuk ke lingkungan Islam secara sengaja untuk merusak akidah Islam. kebijaksanaan). xi . yaitu tarikh bangsa-bangsa lain yang dipelajari dan disalin dengan sungguh-sungguh sejan zaman bani Umayyah. dan dasar antropolgis ilmu pendidikan. lebih suka) dan Sophia/ (kebijaksanaan). Dengan begitu pendidikan hanya akan terjadi secar kuantitatif sekalipun bersifat optimal. Dasar ontologis ilmu pendidikan Pertama-tama pada latar filsafat diperlukan dasar ontologis dari ilmu pendidikan. dan aksiologis. yaitu kegiatan pendidikan yang berskala mikro. misalnya hasil THB summatif. terutama para ahlinya untuk berfikir mengenai segala sesuatu guna mendapatkan kebenaran dan kebijaksnaan. Pembukuan ilmu sejarah sudah dimulai dan berkembang pesat pada zaman Abbasiyah. Ilmu kalam dalam perkembangannya menjadi ilmu khusus yang membahas tentang berbagai macam pola pemikiran yang berbeda dari ajaran Islam sendiri. maka objek formal ilmu pendidikan dibatasi pada manusia seutuhnya di dalam fenomena atau situasi pendidikan. sistem nilai harus terwujud dalam hubungan inter dan antar pribadi yang menjadi syarat mutlak (conditio sine qua non) bagi terlaksananya mendidik dan mengajar. Objek materil ilmu pendidikan ialah manusia seutuhnya. Sumber tarikh dalam bidang ini adalah dari amal perbuatan mereka sendiri. Akan tetapi pada latar mikro. Hal ini karena kholifah mereka termasuk orang-orang yang paling gemar untuk mengetahui orang-orang ternama dari tarikh bangsa lain. Telah disebutkan diatas bahwa salah satu makna filsafat adalah phila (mengutamakan. Demikian pesatnya sehingga mencapai jumlah 1:300 judul seperti yang diterangkan dalam kitab Kashfud Dhunun. Karena itu timbul dalam Islam pemikiran yang bersifat teologis untuk menolak ajaran-ajaran teologis dari agama Kristen yang kemudian disebut Ilmu Kalam. Tarikh Islam. NEM atau pemerataan pendidikan yang kurang mengajarkan demokrasi jadi kurang berdemokrasi. yaitu tarikh kaum muslimin dengan segala perjuangannya. Maka philosophia berarti (mengutamakan hikmah) dan Philosophos/ berarti (orang yang lebih suka terhadap hikmah). Agar pendidikan dalam praktek terbebas dari keragu-raguan. Ada yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Philos (keinginan) dan Sophia (hikmah. jenis kelamin ataupun pembawaanya. Adapun aspek realitas yang dijangkau teori dan ilmu pendidikan melalui pengalaman pancaindra ialah dunia pengalaman manusia secara empiris. Didalam situasi sosial manusia itu sering berperilaku tidak utuh. berfikir. lebih suka) dan Sophia (hikmah. karena dalam Al-Qur'an terdapat banyak ayat yang memerintahkan untuk membaca. dasar epistemologis. dan ada juga yang mengatakan berasal dari kata Phila (mengutamakan. Orangnya disebut philosophos yang dalam bahasa Arab disebut failasuf. Gerakan Sejarah Pada zaman bani Umayyah gerakan sejarah menghasilkan tarikh yang terbagi dalam dua bidang besar : 1. terlepas dari faktor umum. Kata filsafat atau falsafah berasal dari perkataan yunani Philosophoa yang berarti cinta kebijaksanaan ( Philein = cinta. 2. Sedangkan kualitas manusianya belum tentu utuh. Hal itu boleh-boleh saja dan dapat diterima terbatas pada ruang lingkup pendidikan makro yang berskala besar mengingat adanya konteks sosio-budaya yang terstruktur oleh sistem nilai tertentu. hanya menjadi makhluk berperilaku individual dan/atau makhluk sosial yang berperilaku kolektif. dan Sophia = Hikmah. menggunakan akal dan sebagainya yang kesemuanya mendorong umat Islam.

dan tujuan hukum islam baik yang menyangkut materinya maupun proses penetapannya. artinya melibatkan pribadi dan diri peneliti sabagai instrumen pengumpul data secara pasca positivisme. Dasar epistemologis ilmu pendidikan. Dengan demikian uji kebenaran pengetahuan sangat diperlukan secara korespondensi. telaah ilmu pendidikan tidak hanya mengembangkan ilmu terapan melainkan menuju kepada telaah teori dan ilmu pendidikan sebagai ilmu otonom yang mempunyi objek formil sendiri atau problematika sendiri sekalipun tidak dapat hanya menggunkaan pendekatan kuantitatif atau pun eksperimental (Campbell & Stanley. Dengan demikian ilmu pendidikan tidak bebas nilai mengingat hanya terdapat batas yang sangat tipis antar pekerjaan ilmu pendidikan dan tugas pendidik sebagi pedagok. metodis. filsafat hukum islam berusaha menangani pertanyaan-pertanyaan fundamental secara ketat. dapat dipertanggungjawabkan dan radikal tentang hukum islam .Penggunaan kata filsafah dalam hikmah Fuad al-Ahwani menerangkan bahwa kebanyakan pengarang Arab menempatkan kata hikmah ditempat kata falsafah. Menurut Azhar Basyir. Dengan filsafat ini. Filsafat hukum Islam Telah jelas bagi kita apa itu filsafat. Dengan rumusan lain. Apabila para filosof muslim menggunakan kata hikmah sebagai sinonim dari kata falsafah. sedangkan hikmahnya perlu digali dibelakang nash. dan memelihara hukum islam. koheren. Dalam hal ini relevan sekali untuk memperhatikan pendidikan sebagai bidang yang sarat nilai seperti dijelaskan oleh Phenix (1966). secara koheren dan sekaligus secara praktis dan atau pragmatis (Randall &Buchler. konsepsional. dan harus menolak pendirian lain bahwa di dalam kesatuan ilmu-ilmu terdapat unifikasi satusatunya metode ilmiah (Kalr Perason. filsafat hukum islam adalah pemikiran secara ilmiah . Inti dasar epistemologis ini adalah agar dapat ditentukan bahwa dalam menjelaskan objek formalnya. filsafat hukum islam merupakan anak sulung dari filsafat hukum islam. dan ilmu hokum islam. penelitian tindakan. illah hokum islam dapat ditemukan pada nash. atau filsafat yang digunkan untuk memancarkan. Mereka menganggap sepadan antara kata hikmah dengan kata falsafah. Sekalipun pengumpulan data di lapangan sebagaian dapat dilakukan oleh tenaga pemula namun telaah atas objek formil ilmu pendidikan memerlukaan pendekatan fenomenologis yang akan menjalin studi empirik dengan studi kualitatif-fenomenologis. Karena penelitian tertuju tidak hanya pemahaman dan pengertian (verstehen. penelitian etnografis dan penelitian ex post facto. Sesuai dengan watak filsafat. Arti xii . rasional serta bertanggung jawab. fuqoha menggunakan kata hikmah sebagai julukan bagi asrar al-ahkam (rahasia-rahasia hokum). 1963). Demikian pula yang terjadi pada Imuhaqqiq dan mufassir. Implikasinya ialah bahwa ilmu pendidikan lebih dekat kepada ilmu prilaku kepada ilmu-ilmu sosial. Bodgan & Biklen. hukum islam akan benar-benar”cocok sepanjang masa di semesta alam”. Namun harus diakui bahwa ilmu pendidikan belum jauh pertumbuhannya dibandingkan dengan kebanyakan ilmu sosial dan ilmu prilaku. Karena itu penelaah dan pengumpulan data diarahkan oleh pendidik atau ilmuwan sebagai pakar yang jujur dan menyatu dengan objeknya. Umgkapan senada juga disampaikan oleh Mustafa Abdul Raziq dalam kitabnya “Tahmid li tarikh al-falsafah al-islamiyah. Lebih-lebih di Indonesia. sehingga sesuai dengan maksud dan tujuan Allah menetapkannya dimuka bumi. Dasar epistemologis diperlukan oleh pendidikan atau pakar ilmu pendidikan demi mengembangkan ilmunya secara produktif dan bertanggung jawab. menguatkan. yaitu untuk kesejahteraan umat manusia seluruhnya. Itu sebabnya pendidikan memerlukan teknologi pula tetapi pendidikan bukanlah bagian dari iptek. universal dan kemprehensif. Pendekatan fenomenologis itu bersifat kualitatif. hikmat. illah.1942). 1982) melainkan unuk mencapai kearifan (kebijaksanaan atau wisdom) tentang fenomena pendidikan maka validitas internal harus dijaga betul dalam berbagai bentuk penelitian dan penyelidikan seperti penelitian koasi eksperimental. sistematis.1990). Dasar aksiologis ilmu pendidikan Kemanfaatan teori pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab. radikal. rahasia. Oleh karena itu nilai ilmu pendidikan tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni. melainkan juga nilai ekstrinsik dan ilmu untuk menelaah dasar-dasar kemungkinan bertindak dalam praktek melalui kontrol terhadap pengaruh yang negatif dan meningkatkan pengaruh yang positif dalam pendidikan. Kitapun telah dapat memahami perbedaan illah dengan hikmah hokum islam. filsafat hukum islam adalah pengetahuan tentang hakikat. sestematis. dan menempatkan kata hakim ditempat kata filosof atau sebaliknya. Al-Raghieb berkata: Hikmah ialah memperoleh kebenaran dengan perantaraan ilmu dan akal.

sangkalan dan kritikan. hukum islam akan benar-benar”cocok sepanjang masa di semesta alam”. atau filsafat yang digunkan untuk memancarkan. Dalam hal ini tidak ada orang yang selalu sempurna melainkan bisa terjadi kemerosotan yang harus diimbangi dengan penyegaran dan kontrol sosial. sestematis. Itulah segi interdependensi manusia dalam fenomena pendidikan yang memerlukan kontrol sosial apabila hendak mencegah penurunan pengamalan nilai dan norma dibawah 100%. tetapi selalu bersedia bahkan senang membuka kembali perdebatan. yaitu untuk kesejahteraan umat manusia seluruhnya. tentu akan diperlukan juga dasar antropologis pelengkap yaitu (4) religiusitas. sangkalan dan kritikan. Sesuai dengan watak filsafat. da’im al-ahkam (dasar-dasar hukum islam) b. metodis. konsepsional. yaitu pendidik dalam situasi pendidikan sekurang-kurangnya secara mikro berhamba kepada kepentingan terdidik sebagai bagian dari pengabdian lebih besar kepada Tuhan Yang Maha Esa Uraian diatas mengisyaratkan terhadap dasar-dasar pendidikan bahwa praktek pendidikan sebagai ilmu yang sekedar rangkaian fakta empiris dan eksperimental akan tidak lengkap dan tidak memadai. Dasar antropologis ilmu pendidikan Pendidikan yang intinya mendidik dan mengajar ialah pertemuan antara pendidik sebagai subjek dan peserta didik sebagai subjek pula dimana terjadi pemberian bantuan kepada pihak yang belakangan dalam upayanya belajar mencapai kemandirian dalam batas-batas yang diberikan oleh dunia disekitarnya. rahasia. koheren. Fakta pendidikan sebagai gejala sosial tentu sebatas sosialisasi dan itu sering beraspirasi daya serap kognitif dibawah 100 % (bahkan 60 %). sehingga sesuai dengan maksud dan tujuan Allah menetapkannya dimuka bumi. filsafat hukum islam adalah pemikiran secara ilmiah . Dengan rumusan lain. falsafat tasyri’ filsafat yang mancarkan hukum islam atau menguatkannya dan memeliharanya. radikal. Para ahli ushul fiqh. filsafat tasyri’ terbagi kepada : a. Adapun ketercapaian untuk daya serap internal mencapai 100 % diperlukn tolong menolong antara sesama manusia. Menurut Azhar Basyir. ushul al-ahkam ( pokok-pokok hukum islam) atau mashadir al-ahkam (sumber-sumber hukum islam) xiii . dapat dipertanggungjawabkan dan radikal tentang hukum islam . universal dan kemprehensif. Filsafat ini bertugas membicarakan hakikat dan tujuan penetapan hukum islam. Itu sebabnya diperlukan perbedaan ruang lingkup dalam teori antara pengajaran dengan mengajar dan mendidik. dan memelihara hukum islam. Dengan demikian. mabadi al-ahkam (prinsip-prinsip hukum islam) c. Dengan filsafat ini. rasional serta bertanggung jawab. filsafat hukum islam berusaha menangani pertanyaan-pertanyaan fundamental secara ketat. Sedangkan pendidikan nilai-nilai akan menuntut siswa menyerap dan meresapi penghayatan 100 % melampaui tujuan-tujuan sosialisasi. sehingga ia dikatakan sebagai seni kritik. maka pada hakikatnya filsafat hukum islam bersikap kritis terhadap masalah-masalah. Arti dari pertanggungjawaban ini adalah adanya kesiapan untuk memberikan jawaban yang objektif dan argumentative terhadap segala pertanyaan. filsafat hukum islam merupakan anak sulung dari filsafat hukum islam.dari pertanggungjawaban ini adalah adanya kesiapan untuk memberikan jawaban yang objektif dan argumentative terhadap segala pertanyaan. mencapai internaliasasi (mikro) dan hendaknya juga enkulturasi (makro). sebagaimana ahli dfilsafathukum islam. tetapi selalu bersedia bahkan senang membuka kembali perdebatan. Dengan demikian. menguatkan. dan tujuan hukum islam baik yang menyangkut materinya maupun proses penetapannya. tidak menganggap suatu jawaban sudah selesai. Kiranya khusus untuk Indonesia apabila dunia pendidikan nasional didasarkan atas kebudayaan nasional yang menjadi konteks dari sistem pengajaran nasional disekolah. melainkan juga (3) moralitas. dalam arti tidak pernah merasa puas diri dalam mencari. Itulah perbedaan esensial antara pendidikan (yang menjalin aspek kognitif dengan aspek afektif) dan kegiatan mengajar yang paling-paling menjalin aspek kognitif dan psikomotor. membagi filsafat hukum islam kepada dua rumusan. filsafat hukum islam adalah pengetahuan tentang hakikat. maka pada hakikatnya filsafat hukum islam bersikap kritis terhadap masalah-masalah. dalam arti tidak pernah merasa puas diri dalam mencari. Jawabanjawabannya tidak luput dari kritik lebih lanjut. yaitu falsafat tasyri dan falsafat syar’iyah. sehingga ia dikatakan sebagai seni kritik. sistematis. tidak menganggap suatu jawaban sudah selesai. Jawabanjawabannya tidak luput dari kritik lebih lanjut. Atas dasar pandangan filsafah yang bersifat dialogis ini maka 3 dasar antropologis berlaku universal tidak hanya (1) sosialitas dan (2) individualitas. Dalam praktek evaluasinya kegiatan pengajaran sering terbatas targetnya pada aspek kognitif.

Tetapi tidak berarti bahwa filsafat menjadi ilmu dasar karena ilmu pendidikan tidak menganut aliran atau suatu filsafat tertentu. Artinya hukum islam itu diciptakan karena ia mempunyai maksud dan tujuan.Implikasinya jelas bahwa batang tubuh (body of knowledge) ilmu pendidikan haruslah sekurang-kurangnya secara mikro mencakup . maqashid al-ahkam (tujuan-tujuan hukum islam) e. Begitu pula data nilai (yang normative) tidak berasal dari filsafat tertentu melainkan dari pengalaman atas manusia secara hakiki. Filsafat ini bertugas membicarakan hakikat dan rahasia hukum islam. Jadi. Inilah yang membedakannya dengan hukum manusa yang menghendaki kedamaian di dunia saja. kasha’is al-ahkam (cirri-ciri hukum islam) 3.Tujaun pendidikan (educational aims and objectives) . Oleh karena itu pedagogic (dan telaah pendidikan mikro) serta pedagogic praktis dan andragogi (dan telaah pendidikan makro) bukanlah filsafat pendidikan yang terbatas menggunakan atau menerapkan telaah aliran filsafat normative yang bersumber dari filsafat tertentu. Sedangkan telaah lingkup yang makro dan meso dari pendidikan. tetapi juga mengarahkan kepada kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak. (c) pengelolaan pendidikan.Keberadaan anak manusia sebagai terdidik (learner. thawabi al-ahkam (karakteristik hukum islam) Pedagogik sebagai ilmu murni menelaah fenomena pendidikan Jelaslah bahwa telaah lengkap atas tindakan manusia dalam fenomena pendidikan melampaui kawasan ilmiah dan memerlukan analisis yang mandiri atas data pedagogic (pendidikan anak) dan data andragogi (Pendidikan orang dewasa). hukum islam bukan bertujuan meraih kebahagiaan yang fana’ dan pendek didunia semata. merupakan bidang telaah utama yang memperbedakan antara objek formal dari pedagogic dari ilmu pendidikan lainnya.Orang dewasa yang berperan sebagai pendidik (educator) . Keadilan sangat mulia dimata tuhan. (d) teori dan xiv .Pentingnya ilmu pendidikan memepergunakan metode fenomenologi secarakualitatif.d. dan sifat adil merupakan jalan takwa setelah iman kepada Allah. Asrar al-ahkam (rahasia-rahasia hukum islam) 2. seperti ibadah.Sebaliknya ilmu pendidikan khususnya pedagogic (teoritis) adalah ilmu yang menysusun teori dan konsep yang praktis serta positif sebab setiap pendidik tidak boleh ragu-ragu atau menyerah kepada keragu-raguan prinsipil. mahasin al-ahkam atau mazaya al-ahkam (keutamaan-keutamaan hukum islam) 4. Itu sebabnya pedagogi dan andragogi memerlukan jalinan antara telaah ilmiah dan telaah filsafah. Seperti kedokteran. Itu sebabnya dalam pedagogic terdapat pembicaraan tentang faktor pendidikan yang meliputi : (a) tujuan hidup. Data faktual tidak berasal dari ilmu lain tetapi dari objek yang dihadapi (fenomena) yang ditelaah Ilmuwan itu (pedagogi dan andragogi) secara empiris. . dan . mu’amalah. ekonomi. qawa’id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum islam) Falsafat syar’iyah filsafat yang diungkapkan dari materi-materi hukum islam. Tujuan dari adanya hukum islam adalh terciptanya kedamaian didunia dan kebahagiaan di akhirat. Hal ini serupa dengan ilmu praktis lainnya yang mikro dan makro. Yang lebih diperlukan ialah penerapan metode filsafah yang radikal dalam menelaah hakikat peserta didik sebagai manusia seutuhnya. student) . dengan pendidikan formal (dan non formal) dalam masyarakat dan negara. Karena pedagogic tidak langsung membicarakan perbedaan antara pendidikan informal dalam keluarga dan dalam kelompok kecil lainnya. jinayah. uqubah.Lingkungan dan lembaga pendidikan (educational institution) Objek kajian kegunaan filsafat hukum Islam Hukum islam mengacu pada pandangan hukum yang bersifat teologis. politik dan hukum.Relasi sesama manusia sebagai pendidik dengan terdidik (person to person relationship) . Tujuan dari hukum islam tersebut merupakan manifestasi dari sifat Rahman dan Rahim (maha pengasih dan maha penyayang) Allah kepada semua makhluk-Nya.Tindakan dan proses pendidikan (educative process). Termasuk dalam pembagian falsafat syar’iyah adalah: 1. dan sebagainya. maka hal itu menjadi tugas dari andragogi dan cabang-cabang lain yang relevan dari ilmu pendidikan. Rahmatan lil alamin adalah inti syar’iyah atau hukum islam. (b) landasan falsafah dan yuridis pendidikan. Adapun data itu mencakup fakta (das sein) dan nilai (das sollen) serta jalinan antara keduanya. Dengan adanya syar’iyah tersebutdapat ditegakkan perdamaian dimuka bumi dengan pengaturan masyarakat yang memberikan keadilan kepada semua orang.

harfiah episteme bearti pengetahuan sebaya upaya intelektual untuk “menempatkan sesuatu dalam kedudukan seteptnya. epistemology kadang juga disebut teori pengetahuan [theory of knowledge. Tetapi pendidikan (atau pedagogi) diperlukan juga oleh semua orang termasuk orang dewasa dan lanjut usia. dan kritis. maka istilah “epistemology” dalam sejarah pernah juga disebut “gnoseologi”. xv . lebih suka) dan Sophia (hikmah. Kata”episteme” dalam bahasa Yunani berasal dari kata kerja epistamai. maka Epistemologi dapat dinyatakan suatu disiplin ilmu yang bersifat evaluatif. dari pertimbangan kebudayaan 3. apa daya dan ketebatasnnya. Istilah “epistemologis” sendiri berasal dari kata Yunani episteme=pengetahuan dan logis=perkataan. menggerakan dan mengubah dunia. atau memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara nalar. artinya mendudukan. Maka. Website: http://www. Kotak Pos 1125/Yk Telp. Pedagogik teoritis selalu bersifat sistematis karena harus lengkap problematik dan pembahasannya. RASIONAL MENGAPA MEMPELAJARI EPISTEMOLOGI Sekurang-kurangnya ada tiga alas an yang dapat dikemukakan mengapa epistemology perlu dipelajari. diantaranya pendidikan formal di sekolah. E-mail : office@kanisiusmedia. Alasan ketiga: berangkatdari pertimbangan pendidikan.pengembangan kurikulum. SADAPAN SINGKAT TENTANG EPISTEMOLOGI DASAR [Pengantar Dilsafat Ilmu Pengetahuan ] Data Buku JUDUL: Epistemologi dasar [Pengantar Filsafat Pengetahuan] PENULIS: J. Alasan kedua. dan Sophia = Hikmah. dan ada juga yang mengatakan berasal dari kata Phila (mengutamakan. Deresan. 1. teori pengatahuan dapat dibenarkan. Yang menjadi inti ilmu pendidikan teoritis ialah Pedagogik sebagai ilmu mendidik yaitu mengenai tealaah (atau studi) pendidikan anak oleh orang dewasa.kanisiusmedia. pendidikan informal dalam keluarga. TERMINOLOGI: Cabang ilmu filsafat yang secara khusus menggeluti pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menyeluruh dan mendasar tentang pengetahuan disebut Epistemologi. 565996. Pertimbangan Strategis: Pengetahuan adalah kekuasaan [Knoledge is power. normative. menempatkan. [0274] 588783. “Apabila pengetahuan adalah suatu kekuatan yang telah dan akan terus membentuk kebudayaan.’ Jadi kata filsafat berarti mencintai atau lebih suka atau keinginan kepada kebijaksanaan. pernyataan pendapat. erkentnistheorie] MAKSUD KAJIAN Epistemologi bermaksud mengkaji dan mencoba menemukan ciri-ciri umum dan hakiki dari pengetahuan manusia. sudah semestinyalah apabila kita berusaha memahami apa itu pengethauan. kebijaksanaan). untuk kata “pengetahuan” dalam bahasa Yunani juga dipakai kata “gnosis”. ilmu.Sudarminta PENERBIT : Kanisius. kebijaksanaan). Telaah ilmiah dan kontribusi ilmu bantu Bidang masalah yang ditelaah oleh teori pendidikan sebagai ilmu ialah sekitar manuasia dan sesamanya yang memiliki kesamaan dan keragaman di dalam fenomena pendidikan. Epsitemologi menilai apakah keyakinan. andragogi (pendidikan orang dewasa) Kata filsafat atau falsafah berasal dari perkataan yunani Philosophoa yang berarti cinta kebijaksanaan ( Philein = cinta. Evaluatif berarti bersifat menilai. Jl. Bagaimana pengetahuan itu pada dasarnya diperoleh dan diuji kebenarnnya?Manakah ruang lingkup atau batas-batas kemampuan manusia untuk mengetahui ? Epistemologi juga bermaksud mengkaji pengandaian-pengandaian dan syarat-syarat logis yang mendasari dimungkinkannya pengetahuan itu. sikap. apa kemungkinan permasalahannya. apa sifat dan hakikatnya . Sebagai kajian kritis filosofis yang membuat telaah kritis dan analitis tentang dasar-dasar teoritis pengetahuan. diajamin kebenarannya. kebijaksanaan). Karena itu selain cabang pedagogic teoritis sistematis juga terdapat cabang-cabang pedagogic praktis. Yogyakarta 55281. Ada yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Philos (keinginan) dan Sophia (hikmah. pikiran. Orangnya disebut philosophos yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.” Selain kata “episteme”. Cempaka 9. maka istilah epistemologi’ dalam sejarah pernah juga dipakai kata”gnosis”. Pengetahuan mempunyai daya kekuatan untuk mengubah keadaan. (e) pengajaran dalam arti pembelajaran (instruction) yaitu pelaksanaan kurikulum dalam arti luas di lembaga formal dan non formal terkait. Dari maksud itu.com CETAKAN : I—2002 ISBN: 979-21-0181-0 TEBAL: 196 hlm.com/. Alasan pertama: berangkat dari pertimbangan strategis 2. Epistemologi juga mencoba memberi pertanggungjawaban rasional terhadap klaim kebenaran dan obyektivitasnya. atau meletakkan.

Dirasa begitu penting pengaruhnya pada perkembangan pengetahuan manusia. Sumber-sumber pengetahuan ini pula yang memberikan potensi melebihi malaikat atau lebih hina dari pada hewan. ia meyakini gajah sebagai hewan yang berbentuk tabung besar menjulang dari atas ke bawah. tidak dapat lepas dari penguasaan pengetahuan. entah secara implicit ataupun ekplisit. sikap hidup dan ketrampilan hidup. entah secara sistematis ataupun tidak.Pertimbangan Kebudayaan: Mempelajari epistemology diperlukan pertama-tama untuk mengungkap pandangan epistemologis yang sesungguhnya ada dan terkandung dalam setiap kebudayaan. manusia tidak pernah lepas dari segala bentuk kesalahan. kita memerlukan pemahaman epistemologis yang benar dan matang. Setiap kebudayaan. Epistemologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tentang sumber-sumber pengetahuan manusia. Dasar-dasar Epistemologi Diposkan oleh Bagir's Blog di 9:13 PM Pendahuluan Manusia makhluk yang begitu kompleks. Dalam tulisan ini akan disajikan sedikit penjelasan mengenai sumber-sumber pengetahuan tersebut dan semoga bermanfaat. selalu memuat pandangan tentang pengetahuan. Ada yang berpendapat ilmu datang dari Tuhan melalui utusannya. dan kita ketahui benda itu adalah gajah. Proses Belajar Mengajar dalam konteks pendidikan selalau memuat unsure penyampaian pengetahuan. Suatu ketika ada empat orang yang berjalan di dalam hutan gelap gulita hingga pada akhirnya mereka berempat menabrak suatu benda yang menahan mereka. Ada satu kisah yang mencerminkan fenomena perbedaan pengetahuan ini yang dapat kita analogikan dengan perbedaan asumsi tersebut. Jika dahulu kala kita memerlukan kaki dan waktu berharihari untuk pergi ke suatu kota. Perbedaan pandangan epistemologis yang diyakini setiap manusia akan melahirkan praktek-praktek yang berbeda pula bergantung keyakinan yang dihasilkannya tersebut. karena segala sesuatu yang terjadi senantiasa memerlukan sebab dan ilmu pengetahuan juga membutuhkan sebab. ada pula yang berpendapat ilmu datang melalui pengalaman manusia sendiri. Apapun alasannya ilmu pengetahuan tetap memiliki metode dan alat pencapaiannya. entah hanya lisan atau tulisan . dari mulai alat berburu sederhana hingga modern seperti yang dapat kita lihat saat ini. Terkait dengan keberadaan ilmu pengetahuan sendiri ada berbagai pandangan yang mengungkapkan asal mula pengetahuan. sekarang cukup dengan hitungan menit dan menggunakan besi terbang tersebut sebagai pesawat untuk mencapainya. Demikian besar sumbangan ilmu pengetahuan bagi kemajuan yang telah diperoleh oleh manusia saat ini. Pertimbangan pendidikan: berdasarkan pertimbangan pendidikan epistemology perlu dipelajarai karena manfaatnya untuk bidang pendidikan. Ilmu Pengetahuan dan Epistemologi Telah banyak terjadi perubahan yang terjadi sejak keberadaan manusia pertama hingga saat ini. Semua itu tentu saja tidak datang begitu saja. Pendidikan sebagai usaha sadar untuk membantu peserta didik mengembangkan pandangan hidup. demikian kompleksnya hingga sumber pengetahuan yang dimilikinya juga beragam. ketrampilan. Sedemikian besarnya pengaruh pengetahuan bagi manusia. Untuk kesalahan penulisan dan lainnya harap diberikan pembenaran serta dibukakan pintu maafnya. sehingga dirasa patut bagi kita untuk mengkajinya lebih dalam. dan nilai-nilai. Betapa tidak. Orang ketiga xvi . perkembangan pengalaman yang digabungkan dengan kreatifitas merupakan faktor pembentuknya. Orang kedua memperoleh ekornya dan meyakini gajah sebagai hewan kecil panjang dan berbulu pada ujungnya. dan ilmu pengetahuan adalah yang dirasa memiliki andil terbesar bagi perubahan tersebut. Orang pertama memperoleh salah satu kaki gajah yang besar.

namun tetap saja validitas metode ini maksimal hanya mencapai 99% kebenarannya. peraba. Validitas metode ini begitu besar. Melalui ishmah validitas berita yang disampaikan seorang penyampai berita dapat menjadi 100% kebenarannya. dan bukan selainnya. Prinsip ini berusaha untuk memastikan validitas berita yang disampaikan kepada subjek pengetahuan. Dewasa ini ada beberapa kelompok yang meyakini pengetahuan hanya didapatkan melalui indera saja.memperoleh belalai sang gajah. Mereka akan melihat fenomena yang ternyata bumi bersama delapan planet lainnya mengelilingi matahari dengan satelit dan orbit masing-masing. kecocokannya dengan praktik eksternal membutuhkan bantuan dari metode lainnya pula. Oleh sebab itu metode ini lebih mendapatkan perhatian dalam Islam. Metode ini dapat juga kita sebut sebagai metode berita. karena seorang Nabi harus dibekali ishmah terlebih dahulu untuk menyampaikan wahyu. merupakan alat yang begitu pribadi dan sulit dirumuskan dalah susunan teori yang baku. dalam metode rasional subjek terpisah dengan objek pengetahuan tetapi seakanakan menyatu dengan subjek. Metode ini menggunakan berita sebagai sumber pengetahuan. Metode ini tidak dapat mengkaji objek kajian yang bersifat irrasional seperti cinta. dirasa rasionalisme sebagai pupuk yang sangat subur bagi perkembangan dunia pemikiran hingga berdampak pada sektor lainnya. Kita tidak dapat menyalahkan mereka semua. Namun demikian Allamah Muhammad Bagir Shadr menawarkan suatu prinsip yang disebut dengan Kalkulus Probabilitas. baik-buruk. Betapa tidak. Keraguan mereka pada agama mengakibatkan keraguan yang menjalar pada kepercayaan Nabi pula. Metode ini menggunakan indera sebagai alat perolehan pengetahuan. Berbeda dengan Islam yang memiliki sistem ishmah (keterjagaan seseorang dari dosa). sedangkan komunitas ilmuwan barat meyakini sebuah sistem baru yakni sekularisme. begitu besar pengaruh metode ini bagi perkembangan dunia pemikiran modern. Demikianlah metode yang diadopsi indeera sebagai alat pencarian pengetahuan. dan ia menggambarkan gajah sebagai hewan panjang sebesar lengan manusia dan berlubang dua pada ujungnya. Metode ini menawarkan suatu sistem pengulangan atau sample untuk perolehan kesimpulannya. Subjek pengetahuan terpisah dengan objek pengetahuan dalam metode ini. Orang keempat memperoleh bagian telinga hingga ia menggambarkan gajah sebagai hewan yang lebar tipis seperti nampan bergerak-gerak. Setiap orang memiliki panca indera serta kemampuan yang sama untuk mempraktekkan metode ini. dll. namun tentu saja hanya sebatas yang dapat dipikirkan oleh akal saja. karena setiap orang xvii . oleh karena itu kita memerluka epistemologi untuk membedakan pemahaman yang berbeda dari satu atau banyak fakta. pantas-tidak. Kita tidak menginginkan pemahaman yang setengah-setengah seperti yang terjadi dengan keempat orang tersebut. Mereka hanya meyakini ilmu pengetahuan yang dapat dibuktikan secara inderawi. Validitas metode ini dirasa yang paling kecil di antara metode lainnya. Artinya metode ini bekerja dalam tataran teori belaka. pendengar. namun saya rasa kita patut untuk memperhitungkan metode ini. Setiap sumber pengetahuan memiliki karakter dan batasannya masing-masing. Ilmu pengetahuan modern (sains) merupakan produk yang dinilai paling mutakhir dari metode ini. kelompok biasa disebut dengan kaum positifis. Penglihatan kita pada fenomena matahari dan bulan yang bergantian memutari bumi akan kita dapatkan jika kita berada di bumi. Metode ini juga dapat kita sebut sebagai penghubung antara metode irfani atau intuisi dengan metode material lainnya. Metode Empiris Metode ini adalah metode yang paling mudah untuk kita pelajari. karena pendapat mereka benar. Metode Intuitif Metode terakhir adalah intuitif. Jarak berpengaruh besar pada peroleha pengetahuan bagi subjek pengetahuan. kesucian. Alat perolehan metode ini adalah hati. Dikatakan bahwa validitas suatu berita dapat dilihat dari banyaknya penyampaian berita dan tidak adanya kepentingan bagi sang penyampai berita atas isi berita yang disampaikan. Akal merupakan alat perolehan metode ini. Melalui percobaan yang berulang-ulang terhadap berbagai jenis air diberbagai tempat dan waktu. melainkan hanya sebagian anggota tubuh gajah. Metode Rasional Metode rasional adalah ciri khas era modern. karena mereka tidak memiliki sustu sistem kepercayaan. Metode ini hanya dapat memberikan penilaian benar-salah. Epistemologi memiliki empat cabang sumber ilmu pengetahuan yakni. Untuk menunjang kebenaran diperlukan metode lainnya. Demikianlah yang menjadikan metode ini begitu hebat dalam dunia pemikiran. namun proses pencariannya terjadi dalam alam pemikiran subjek. Narasi. maka akal memperoleh perhatian yang paling besar dewasa ini. penglihat. oleh karena itu metode ini tidak dapat berdiri sendiri dan membutuhkan metode pendukung lainnya. dan Intuisi. sebuah metode yang paling sulit untuk melakukan kajian terhadapnya. Metode ini dalam epistemologi barat kurang mendapat perhatian. pencium adalah lima cabang perolehannya. Berbeda dengan dua metode sebelumnya. dll. kebahagiaan. dan tentu saja ini berpengaruh dengan validitas pengetahuan yang diperoleh. pengecap. Kausalitas merupakan karya penting hasil kerja akal. karena jelas objek maupun alat perolehannya. Tetapi mereka tidak menggambarkan gajah sebagai suatu hewan. Dengan adanya sistem kepercayaan ini epistemologi barat berusaha melakukan kajian ulang terhadap metode ini. Artinya terdapat jarak antara pencerap pengetahuan dengan objek yang sedang dicerap. Rasio. objek kajiannya berada di luar subjek pengetahuan. Dengan melihat dua faktor tersebut kita dapat meastikan validitas suatu berita. Metode Narasi Sebagian besar ilmuwan masih meragukan kedudukan metode ini dalam kajian epistemologi. Empiris. hingga pada akhirnya para ilmuwan menyimpulkan bahwa air mendidih pada suhu seratus derajat celcius. karena metode lainnya dinilai tidak dapat dipertanggung jawabkan validitasnya. Jelas terbentang jarak yang begitu jauh antara subjek dan objek pengetahuan dalam metode ini. Tetapi perolehan pengetahuan ini tidak lagi berlaku bagi para manusia yang sudah mengelami perjalanan ke luar angkasa. Mereka beranggapan bahwa tidak ada pengetahuan melainkan hanya kita peroleh melalui indera. sejak jaman Yunani klasik hingga dewasa ini. Sumber perolehan metode ini yang paling besar adalah sejarah.

Metode yang ditawarkan dalam metode intuitif adalah metode penyucian diri. Antara subjek dan objek pengetahuan tiada jarak dan menyatu. sama halnya dengan keempat metode di atas. antara satu dengan yang lain saling mendukung. Tidak ada yang mengetahui kebenaran yang hakiki kecuali Allah SWT dan orangorang yang dikehendakinya. Dengan kata lain. xviii . Sebagaimana pengetahuan kita mengenai pribadi kita sendiri. karena subjek pengetahuan ada sebagaimana adanya sang objek pengetahuan. Melalui penyucian diri diharapkan hati memiliki fokus pada sumber objek pengetahuan. Kesimpulan Setiap metode pengetahuan memiliki karakter masing-masing dan validitas juga. tidak ada yang lebih mengenal diri kita selain diri kita sendiri. dan dapat dipastikan hasil yang diperoleh objektif sepenuhnya karena subjek menyuarakan objek pengetahuan apa adanya. dan tidak lagi memiliki kepentingan di dalamnya sehingga ilmu akan diserap apa adanya. Dapat disimpulkan metode ini menawarkan penyucian diri untuk memberikan tempat masuknya ilmu pengetahuan yang sesungguhnya. bahasa dinilai sebagai pengurangan makna pengetahuan yang diperoleh. untuk menentukan validitas pengetahuan begitu pribadi dan tidak dapat dirumuskan dalam kesepakatan manusia. Suatu kebenaran tidak akan pernah memiliki akhir. Validitas yang dihasilkan metode ini sepenuhnya benar. Namun permasalahan terbesar terletak pada penyampaian hasil pengetahuan yang diperoleh. Diharapkan bagi para pembaca tidak lagi menggunakan kaca mata kuda. Dalam metode ini tidak ada jarak antara subjek dan objek pengetahuan.memiliki caranya masing-masing berdasarkan apa yang dirasakan hati mereka walaupun sejatinya memiliki tujuan yang sama. karena hal itu akan menjadikan kita seperti katak dalam tempurung yang hanya melihat dunia sebesar tempurung. Walaupun sering dikatakan orang tua mengenal anaknya begitu dalam. namun yang paling mengenal sang anak adalah anak itu sendiri. Subjek dan objek pengetahuan menyatu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful