KODE MODUL ELKA.MR.UM.

001A

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO

MENGUASAI TEORI DASAR ELEKTRONIKA

MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA

A671

B

C

E

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL ELKA.MR.UM.001A

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO

MENGUASAI TEORI DASAR ELEKTRONIKA

Penyusun Raharjo Fasilitator 1. Drs. Batahan Harahap, SST 2. Akhmad Rofiq, ST

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Kata Pengantar
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan programprogram keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT). Diharapkan modul-modul ini digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari berbagai perguruan Tinggi, para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsur

MODUL.ELKA-MR.UM.001.A

i

Joko Sutrisno. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini.A ii . MM NIP 131415680 MODUL.001. para akademis. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul.ELKA-MR. menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri. tenaga. Jakarta. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Desember 2005 a. dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negeri. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsur terlibat. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM) tingkat menengah yang handal.n.dunia usaha dan industri (DU/DI). para nara sumber dan fasilitator. Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK.UM. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi.

Kompetensi……………………………………………………………………………. Tes Formatif………………………………………………………………………… 21 c. Tujuan Kegiatan Pemelajaran……………………………………………….. Petunjuk Penggunaan Modul……………………………………………………. Uraian Materi………………………………………………………………………. Cek Kemampuan……………………………………………………………………… 5 BAB II. Rangkuman…………………………………………………………………………. Rangkuman…………………………………………………………………………. Lembar Kerja………………………………………………………………………. d.ELKA-MR. 7 A. PEMELAJARAN………………………………………………………………………….. Tugas…………………………………………………………………………………. 21 e. b. 7 B. A.. 2 3 F. Rencana Belajar Peserta Diklat………………………………………….001.. Tugas…………………………………………………………………………………. d. Tujuan Akhir…………………………………………………………………………… E. f. Kunci Jawaban…………………………………………………………………….UM. 35 MODUL. Kegiatan Belajar 2…………………………………………………………………… a. Kegiatan Belajar…………………………………………………………………. b. g. Prasyarat………………………………………………………………………………… 1 C. Uraian Materi………………………………………………………………………. 1 D.A iii . Tujuan Kegiatan Pemelajaran………………………………………………. 8 8 8 8 21 22 23 26 26 26 35 c.Daftar Isi Halaman Halaman Sampul Halaman Franchise Kata Pengantar …………………………………………………………………………………… Daftar Isi……………………………………………………………………………………………… Mekanisme Pemelajaran……………………………………………………………………… Glosary………………………………………………………………………………………………….. Deskripsi………………………………………………………………………………… i iii vii viii 1 1 Peta Kedudukan Modul………………………………………………………………………… v B. BAB I. PENDAHULUAN…………………………………………………………………………. Kegiatan Belajar 1…………………………………………………………………… a..

1. b. Tujuan Kegiatan Pemelajaran………………………………………………. d. B. Kunci Jawaban……………………………………………………………………. 36 37 38 38 38 40 40 41 43 43 43 49 50 50 51 54 55 c. Tes Praktik…………………………………………………………………………. EVALUASI…………………………………………………………………………….UM.. Tugas………………………………………………………………………………….001. 2. Tes Formatif………………………………………………………………………… 35 f.. EVALUASI………………………………………………………………………………. Lembar Kerja………………………………………………………………………. KUNCI JAWABAN………………………………………………………………… 1. 2. Lembar Penilaian Tes Praktik………………………………………………… BAB IV. g.ELKA-MR. 40 e. Rangkuman…………………………………………………………………………. Kunci Jawaban……………………………………………………………………. A. PENUTUP………………………………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………. g. Tes Tertulis………………………………………………………………………….. Kegiatan Belajar 3…………………………………………………………………… a.e...A iv . Lembar Kerja………………………………………………………………………. Tes Tertulis…………………………………………………………………………. BAB III. Tes Formatif………………………………………………………………………… 40 MODUL. f. Uraian Materi……………………………………………………………………….

A ELKAMR.006.003.UM.002.A ELKAMR.A ELKAMR.A ELKAMR.UM.005.TV.A MODUL.TAP.003.A ELKAMR.UM.005.A ELKAMR.PS.004.A B C D 2 ELKAMR.A v .007.002.007.UM.Peta Kedudukan Modul ELKAMR.A ELKAMR.UM.A A 1 ELKAMR.A LULUS SMK ELKAMR.001.PS.PIL.A ELKAMR.ELKA-MR.006.UM.UM.A SLTP & Sedera jad ELKAMR.001.A ELKAMR.003.A ELKAMR.001.PIL.005.004.A ELKAMR.CD.A ELKAMR.002.PIL.AMP.UM.AM.

TAP.A ELK-MR.A ELK-MR.007.001.UM.Keterangan: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 KODE ELK-MR.A ELK-MR.002.A E KOMPETENSI Menguasai Teori Dasar Elektronika Menggunakan Alat/Instrumen Bantu untuk Keperluan Pengukuran/ Pengujian Membaca dan Mengidentifikasi Komponen Elektronika Menguasai Elektronika Dasar Terapan Mengoperasikan Peralatan Auio Video Menguasai Elektronika Digital dan Komputer Keterampilan Dasar Perbengkelan Merawat Peralatan Audio & Video Menginstalasikan Sistem Audio Video Menerapkan Sistem Audio Video Melakukan Trouble Shooting Elektronika Memperbaiki/Reparasi Power Supply Kecil (Adaptor Dinding) Mereparasi Power Supply pada Produk Elektronika Memperbaiki/Reparasi Amplifier (Sistem Penguat Suara) Memperbaiki/Reparasi Radio Memperbaiki/Reparasi Tape Recorder Memperbaiki/Reparasi Televisi Memperbaiki/Reparasi VC/DVD Mereparasi Monitor Komputer Mereparasi Remote Control Mereparasi CD Player Memperbaiki Kerusakan atau Gangguan Peralatan Elektronik Game Komersial MODUL.A ELK-MR.005.UM.003.A A ELK-MR.003.PS.006.003.A ELK-MR.001.A ELK-MR.A ELK-MR.UM.UM.004.001.006.PIL.ELKA-MR.A vi .UM.A ELK-MR.004.A ELK-MR.A ELK-MR.TV.PIL.UM.005.PIL.PS.A ELK-MR.A ELK-MR.A ELK-MR.AM.002.UM.UM.002.007.A ELK-MR.AMP.A B C D ELK-MR.005.CD.

001.ELKA-MR.Mekanisme Pemelajaran Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥7 Ya Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar n Evaluasi Tertulis dan Praktik Tidak Nilai ≥7 Ya Modul berikutnya/Uji Kompetensi MODUL.UM.A vii .

Glosary ISTILAH Arus listrik AC Anoda Bias forward Bias revers DC Frekuensi Hambatan listrik Induktor Kondensator Katoda Tegangan listrik Transformator KETERANGAN Proses perpindahan elektron dari titik positip ke titik negatip Alternating Current/Arus bolak-balik Nama kaki dioda yang berhubungan dengan atom P (positip) Tegangan panjar arah maju yang menyebabkan dioda menghantar (mengalirkan arus listrik) Tegangan panjar arah balik yang menyebabkan dioda tidak menghantar Direct Current/Aru searah Getaran listrik yang mempunyai amplitudo dan perioda/waktu yang tetap Bahan atau zat yang bisa menghambat aliran elektron Komponen listrik/elektronika yang berfungsi sebagai beban induktif Komponen listrik/elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik Nama kaki dioda yang berhubungan dengan atom N (negatip) Antara dua benda yang tidak sama sifat muatannya terdapat beda tegangan listriknya Alat listrik/elektronika yang berfungsi memindahkan daya listrik dari sisi primer ke sisi sekunder MODUL.A viii .ELKA-MR.001.UM.

ELKA-MR. 2. Penggunaan alat ukur digital hanya dipakai sebagai pembanding hasil ukur pada pengukuran menggunakan alat ukur analog. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana pengetahuan yang telah Anda miliki. FET dan thyristor. Prasyarat Dalam mempelajari modul ini siswa harus sudah mengerti dalam hal penggunaan alat ukur listrik dan elektonik. Modul ini mempunyai keterkaitan erat dengan modul lain. Sedangkan komponen aktif yang akan dipelajari seperti dioda. Apabila Anda dalam mengerjakan soal cek kemampuan mendapat nilai ≥7. kapasitor. Petunjuk Penggunaan Modul 1.A 1 . 3. Karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari dengan modul-modul yang lain. Komponen pasif yang akan dipelajari seperti resistor. Deskripsi Dalam modul ini siswa akan mempelajari tentang komponen elektronika baik yang pasif maupun yang aktif. Salah satu diantaranya adalah modul menggunakan alat ukur multimeter. terutama alat ukur multimeter analog yang dipakai untuk mengukur tegangan. hambatan dan arus. Adapun hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini.001. modul yang membahas konsep dasar penggunaan alat ukur listrik dan elektronika. macam-macam transistor. maka Anda dapat langsung mempelajari modul ini. peserta diklat diharapkan dapat memahami macam-macam komponen elektronik baik yang pasif maupun yang aktif secara teori maupun praktik. induktor dan transformator.BAB.00. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti. C.UM. seperti teori kelistrikan. I PENDAHULUAN A. Tetapi apabila MODUL. B.

00. Membaca kode warna dan kode angka pada resistor 2. Menyebutkan macam-macam transistor 5.A 2 . Menyebutkan fungsi induktor dan transformator 4. maka Anda harus mengerjakan soal cek kemampuan lagi sampai mendapat nilai ≥7. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan bilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru/pembimbing.Anda mendapat nilai <7. Menyebutkan macam-macam komponen elektronik yang berfungsi sebagai piranti optik MODUL. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang dalam penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat: 1. 4. Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat. 8. Membaca kode warna dan kode angka pada kapasitor 3. ELKA-MR. Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru/pembimbing pada saat kegiatan tatap muka. Menyebutkan macam-macam thyristor 6.UM. Menyebutkan macam-macam dioda 7.001. Kemudian kerjakan soal-soal evaluasi sebagai sarana latihan. 7. D. jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. 5.00. 6. Bila terdapat penugasan. Bacalah referensi lainnya yang berhubungan dengan materi modul agar Anda mendapatkan tambahan pengetahuan.

Harus dipastikan bahwa yang bersangkutan telah menempuh semua sub-kompetensi di atas MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Teliti dan cermat dalam mengenali komponen elektronika PENGETAHUAN  Pengenalan jenisjenis resistor dan bahan penyusunnya  Penghitungan nilai resistor menggu nakan kode warna  Pengenalan jenijenis kapasitor dan bahan-bahan penyusunnya KETERAMPILAN Menghitung nilai resistansi berbagai jenis resistor Menghitung nilai kapasitansi berba gai jenis kapasitor Menguji komponen pasif Menguji komponen aktif SUB KOMPETENSI 1.UM.001. dijelaskan fungsi utamanya dan bagaimana metode mengubah-ubah nilai kapasitansi.A 3 . Literatur yang memadai agar bisa dilihat juga kemampuan membaca literatur 3.UM. Mengenal komponen elektronika  KRITERIA KINERJA Resistor dengan beragam nilai diidentifikasi berdasar kode warna atau kode lain dan bahan penyusunnya disebutkan disertai kegunaan masing-masing Jenis-jenis kapasitor diidentifikasi. serta diterang kan tentang istilah muatan dan coulomb Jenis-jenis induktor diidentifikasi dan dijelaskan macam-macam bahan inti serta bagaimana ukuran diameter kumparan dan kawatnya mempengaruhi nilai induktansinya LINGKUP BELAJAR  Komponen elektro nika   MODUL. Namun apabila diinginkan untuk melihat kompetensi ini.001. ELKA-MR. Alat bantu presentasi yang cukup: white board. OHP.A 100 Jam @ 45 menit A 2 B 1 C 2 D 1 E 2 F 2 G 2 KOMPETENSI KODE MODUL DURASI PEMELAJARAN : LEVEL KOMPETENSI KUNCI Unjuk kerja ini bisa diperlihatkan setiap saat karena merupakan keterampilan kognitif yang berisi wawasan keilmuan dari orang yang bersangkutan. Kompetensi : : Menguasai Teori Dasar Elektronika ELKA-MR. atau papan tulis dan kapur 2.E. sebaiknya tersedia hal berikut KONDISI KINERJA 1.

SUB KOMPETENSI  KRITERIA KINERJA Jenis-jenis transformer yang umum diidentifikasi dan disebutkan kegunaannya masing-masing.UM. CMOS dan FET LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN  Pengenalan fungsi kapasitor  Penghitungan nilai kapasitansi kapasitor  Identifikasi jenisjenis induktor  Identifikasi jenisjenis transformator  Identifikasi jenis transistor  Rangkaian transistor  Rangkaian penyea rah  Rangkaian clipper  Rangkaian proteksi arus KETERAMPILAN  Memanfaatkan komponen pasif  Memanfaatkan komponen aktif       MODUL.001. dan dijelaskan kegunaan masing-masing Batasan kerja dioda zener dijelaskan dan digambarkan kegunaannya dalam rangkaian regulator Berbagai prinsip optik yang umum disebutkan misalnya LED. bagaimana metode stepup/down dan dijelaskan kenapa diperlukan laminasi Beberapa jenis transistor diidentifikasi berdasarkan jenis dan kegunaannya. triac dan SCR. photo diode. misalnya gun diode. dll. ELKA-MR. Digambarkan bagaimana photo voltaic diaktifkan. Simbol-simbol dari photo resistor. diac. dan trnsistor unijunction yang lain Thyristor dibandingkan dengan semikonduktor lain. dijelaskan beta dan alfa dan tegangan bias DC yang umum dipakai Semikonduktor yang lain diidentifikasi dan dijelaskan kegunaannya. photo transistor digambarkan dan dijelaskan dari bahan apa piranti ini dibuat Dijelaskan aplikasi dari MOS. Laser. darlington. seperti unijunction.A 4 . LC. dan MOSFET. FET.

kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan memberi tanda “√” (centang) pada kolom Bisa jika anda bisa mengerjakan soal itu atau tanda “√” pada kolom Tidak jika anda tidak bisa mengerjakan soal itu.A 5 .UM.F. No 1 Soal Cek Kemampuan Apakah anda bisa menggunakan Multimeter untuk mengukur tegangan DC Apakah anda bisa menggunakan Multimeter untuk mengukur tegangan AC Apakah anda bisa menggunakan Multimeter untuk mengukur resistansi Apakah anda bisa menggunakan Multimeter untuk mengukur arus DC Apakah anda bisa menyebutkan fungsi resistor dan dari bahan apakah resistor itu dibuat Apakah anda bisa menyebutkan fungsi kondensator dan dari bahan apakah kondensator itu dibuat Apakah anda bisa menyebutkan fungsi transformator daya dan ada berapa macam transforma tor daya itu Apakah anda bisa memberikan 5 contoh komponen aktif pada teknik elektronika Apakah anda bisa menjelaskan secara umum fungsi dioda dan transistor Apakah anda bisa menyebutkan fungsi SCR Pernyataan Siswa Bisa Tidak Penilaian Pembimbing Bisa Tidak 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Modul ELKA-MR. Cek Kemampuan Untuk mengecek kemampuan anda sebelum mempelajari modul ini.001.

........ Pembimbing -----------------*) Coret salah satu Modul ELKA-MR...A 6 .... 200 .. ..001..... maka siswa tersebut mendapatkan nilai: NILAI Angka Huruf Paraf Keterangan: Batas lulus minimal harus mendapat nilai ≥7..... maka siswa tersebut dapat/belum dapat *) mempelajari dan mengerjakan modul ini..... ......Penilaian Pembimbing: Berdasarkan pengamatan langsung dan mengoreksi soal-soal yang dikerjakan..00 Kesimpulan: Berdasarkan perolehan nilai cek kemampuan di atas..UM.

Rencana Belajar Peserta Diklat Kompetensi Sub Kompetensi Jenis Kegiatan Tanggal : : Menguasai Teori Dasar Elektronika Mengenal Komponen Elektronika Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Modul ELKA-MR.BAB II PEMELAJARAN A.A 7 .UM.001.

UM. Sebuah hambatan karbon dibentuk oleh pipa keramik dengan karbonnya diuapkan. Menyebutkan fungsi induktor 6. berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 a. kawat atau paduan logam. Menyebutkan nilai resistansi suatu resistor berdasarkan kode warna yang ada 3. Panjang lintasan karbon tergantung dari Modul ELKA-MR. Resistor tetap adalah resistor yang mempunyai nilai hambatan yang tetap. Biasanya terbuat dari karbon. Uraian Materi 1. Biasanya pada kedua ujungnya dipasang tutup. Menyebutkan nilai kapasitansi suatu kondensator berdasarkan kode angka dan huruf yang ada 5. Resistor Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan. dimana kawat-kawat penghubungnya dipasang. Menyebutkan fungsi transformator daya 8. b.B. Semakin besar nilai resistansi sebuah resistor yang dipasang. Nilai hambatannya ditentukan oleh tebalnya dan panjangnya lintasan karbon.001.A 8 . Tujuan Kegiatan Pemelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1. semakin kecil arus yang mengalir. Ada dua macam resistor yang dipakai pada teknik listrik dan elektronika. Menyebutkan fungsi resistor 2. Menghitung besarnya tegangan sekunder jika tegangan primer dan perbandingan transformasinya diketahui. Menyebutkan fungsi kapasitor 4. Satuan nilai resistansi suatu resistor adalah Ohm (  ) diberi lambang huruf R. yaitu resistor tetap dan resistor variable. diharapkan siswa dapat: 1. Menghitung nilai induktansi suatu induktor 7.

(5 % x100) s/d 100 + (5 % x100) = 95 Ohm s/d 105 Ohm.UM. Semakin kecil nilai toleransi suatu resistor adalah semakin baik.  Gambar 1. Resistor dengan 4 gelang warna dan 5 gelang warna Modul ELKA-MR. Misalnya suatu resistor harga yang tertera = 100 Ohm mempunyai toleransi 5 %. Gambar 3. Bentuk resistor karbon yang diuapkan aksial dan radial dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini.A 9 .001. Terdapat resistor yang mempunyai 4 gelang warna dan 5 gelang warna seperti yang terlihat pada gambar 3. Simbol Resistor Tetap Kode warna pada resistor menyatakan harga resistansi dan toleransinya. Hambatan Karbon yang diuapkan Aksial dan Radial Gambar di bawah ini memperlihatkan simbol resistor tetap Gambar 2. maka harga yang sebenarnya adalah 100 . karena harga sebenarnya adalah harga yang tertera (harga toleransinya).kisarnya alur yang berbentuk spiral.

001.Tabel 1. Gambar 4.UM. Kode Warna pada Resistor 4 Gelang Warna Hitam Coklat Merah Oranye Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak Tanpa Warna Gelang 1 (Angka pertama) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 2 (Angka kedua) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 3 (Faktor pengali) 1 101 102 103 104 105 106 107 108 109 10-1 10-2 10-3 Gelang 4 (Toleransi) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5 10 20 Arti kode warna pada resistor 5 gelang adalah: Gelang 1 = Angka pertama Gelang 2 = Angka kedua Gelang 3 = Angka ketiga Gelang 4 = Faktor pengali Gelang 5 = Toleransi Resistor yang mempunyai kode angka dan huruf biasanya adalah resistor lilitan kawat yang diselubungi dengan keramik/porselin. Resistor dengan Kode Angka dan Huruf Modul ELKA-MR. seperti gambar 4.A 10 .

22 ( J 5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt 0.UM.5 K( Modul ELKA-MR.A 11 .22 ( J berarti besarnya toleransi 5%  5 W 22 R J 5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt 22 R berarti besarnya resistansi 22 ( J berarti besarnya toleransi 5%  5 W 1 K( J 5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt 1 K( berarti besarnya resistansi 1 K( J berarti besarnya toleransi 5%  5WR1K 5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt R 1 K berarti besarnya resistansi 1 K(  RSN 2 P 22 KK RSN 2 P sebagai nomor seri resistor 22 K berarti besarnya resistansi 22 K( K berarti besarnya toleransi 5%  1 k 5 berarti besarnya resistansi 1.22 ( berarti besarnya resistansi 0.Arti kode angka dan huruf pada resistor ini adalah sebagai berikut:  82 K( 5% 9132 W 82 K( berarti besarnya resistansi 82 K( (kilo ohm) 5% berarti besarnya toleransi 5% 9132 W adalah nomor serinya  5 W 0.001.

1 Farad = 10-3 mF (mili farad) = 10-6 µF (mikro farad) = 10-9 nF (nano farad) = 10-12 pF (piko farad).2. Kondensator Kondensator ialah suatu komponen listrik/elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. kemampuan tegangan kerja 100 Volt. sedangkan nilai dari gelang warna itu adalah seperti tabel 3 di bawah ini (kondensator polikarbonat metal). Modul ELKA-MR. artinya besarnya kapasitansi 56 x 102pF. Kode Angka 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 1 (Angka pertama) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 2 (Angka kedua) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 3 (Faktor pengali) 1 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Kode huruf (Toleransi %) F=1 G=2 H=3 I=4 J=5 K = 10 M = 20 Contohnya:  Kode kapasitor 562 J 100 V. kondensator kertas tidak membedakan kutub positif dan kutub negatif (non polar). Tabel 2 Kode Angka dan Huruf pada Kondensator. Kode angka dan huruf yang terdapat pada sebuah kondensator menentukan nilai kapasitansi dan tegangan kerjanya. Kondensator yang mempunyai gelang warna nilai kapasitansinya dapat ditentukan dengan cara membaca gelang-gelang warna tersebut dari kiri ke kanan.   100 nJ. sedangkan kondensator kering misalnya kondensator mika.A 12 . J: besarnya toleransi 5%.001. Kapasitas kondensator diukur dalam satuan Farad. J: besarnya toleransi 5% Kode kapasitor 100 uF 50 V. besarnya tegangan kerja 50 Volt. 100 V.UM. Kondensator eletrolit mempunyai dua kutub yaitu positif dan negatif (bipolar). artinya besarnya kapasitansi 100 uF. artinya besarnya kapasitansi 100 nF.

Kode Warna pada Kondensator Polikarbionat Metal Gelang 1 (Angka pertama) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 2 (Angka kedua) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 3 (Faktor pengali) 1 101 102 103 104 105 106 107 108 109 ± 10% 650 V 400 V 250 V Gelang 4 (Toleransi) ± 20% Tegangan Kerja Warna Hitam Coklat Merah Oranye Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Gambar 5. semakin kecil nilai kapasitansinya. Semakin kecil jarak kedua plat itu. Urutan Kode Warna pada Kondensator Kapasitas sebuah kondensator adalah sebanding dengan luas pelat-pelat yang membentuk kondensator tersebut. Semakin luas pelat-pelatnya semakin besar nilai kapasitansinya. maka nilai kapasitansinya besar. Nilai kapasitansi sebuah kondensator juga sebanding dengan konstanta dielektrikum dari bahan isolator yang dipasang antara kedua plat itu.A 13 .Tabel 3. Modul ELKA-MR. Nilai kapasitansi berbanding terbalik dengan jarak dari pelat-pelatnya.UM. Jika nilai konstanta dielektrikumnya mempunyai nilai yang besar. semakin besar nilai kapasitansinya.001. Sebaliknya semakin jauh jarak kedua plat itu.

Dielektrikumnya adalah udara ((r = 1). Jarak kedua pelat 1 mm. maka besarnya muatan Q = C x U = 10uF x 1 V Q = 10 uC (mikro coulomb) = 10-6 C C = 8.885 pF Muatan sebuah kondensator dapat dihitung jika nilai kapasitansi dan perbedaan tegangan antara dua pelat itu diketahui dengan menggunakan rumus: Q = C x U Dimana: Q = muatan dalam satuan Coulomb C = kapasitas dalam satuan Farad U = tegangan dalam satuan Volt Contoh Sebuah kondensator dengan nilai kapasitansi 10 uF dipasang pada tegangan 1 volt.UM.885 x 10-12 (r = konstanta dielektrik relatif dari isolasi yang dipakai A = luas pelat dalam m2 tiap pelatnya S = jarak pelat dalam m Contoh: Sebuah kondensator pelat mempunyai data-data sebagai berikut: Luas pelat 10 cm2. Jawab: C = (o x (r x A/S C = 8.Sebuah kondensator pelat besarnya nilai kapasitansi ditentukan dengan rumus: C = (o x (r x A/S dimana: C = kapasitas dalam Farad = 8.A 14 .001.10-4/10-3 Modul ELKA-MR. Hitunglah nilai kapasitansinya.885 x 10-12 x 1 x 10.

33) 10-9 x n Dimana: L = Induksi sendiri dalam satuan Henry (H) r = jari-jari koker lilitan d = diameter tebal kawat dalam cm n = jumlah lilitan Gambar 7. jumlah lilitan dan bahan yang mengelilinginya. Induktor dapat disamakan dengan kondensator. diameter induktor. Simbol induktor dapat dilihat pada gambar di bawah ini Gambar 6. karena induktor dapat dipakai sebagai penampung energi listrik.3. Di dalam induktor disimpan energi. Rumus untuk menetukan induksi sendiri dari sebuah induktor gulungan tunggal ialah: L = 4 x ( x r x (2xr/d + 0. 1 Henry = 1000 mH (mili Henry). Induktor Induktor adalah komponen listrik/elektronika yang digunakan sebagai beban induktif.UM. tanpa adanya nilai resistansi. Bila arusnya berkurang. Induktor yang ideal terdiri dari kawat yang dililit. Sifat-sifat elektrik dari sebuah induktor ditentukan oleh panjangnya induktor.A 15 . Simbol Induktor Nilai induktansi sebuah induktor dinyatakan dalam satuan Henry. Energi itu disimpan dalam bentuk medan magnit. Bila arusnya bertambah. Induktor Gulungan Tunggal Modul ELKA-MR. bila ada arus yang mengalir melalui induktor itu. maka induktor itu mengeluarkan energi.001. banyaknya energi yang disimpan meningkat pula.

l = 2 cm. Jawab: 1 – (2xh/(d+h)) Nilai perbandingan : ( = 20 x ---------------------1 + (2xl/(d+h)) 1 – (2x1/(2+1)) Nilai perbandingan : ( = 20 x ---------------------1 + (2x2/(2+1)) 1 – 0. h = 1 cm. n = 100.8 L = 56 uH Modul ELKA-MR.14 x 0.5 x (2x0.A 16 .UM.14 ( = 2.1 + 0.5/0. Hitunglah besarnya nilai induksi diri. Gulungan berlapis Sebuah spull trafo IF radio listrik mempunyai data-data sebagai berikut.66 Nilai perbandingan : ( = 20 x ------------1 + 1.48 uH Induktor dengan gulungan berlapis nilai induksi diri dapat dicari dengan rumus: L = n2 x d x ( x 10-9 Dimana: L n d l ( h = Induksi sendiri dalam satuan Henry (H) = jumlah lilitan = diameter koker dalam cm = panjang gulungan dalam cm = nilai perbandingan = tinggi (tebal) lapisan dalam cm 1 – (2xh/(d+h)) Nilai perbandingan: ( = 20 x ---------------------1 + (2xl/(d+h)) Contoh: Gambar 8. d = 2 cm.33 L = 1002 x 2 x 2.Contoh: Berapakah besarnya induksi diri sebuah induktor tunggal dengan jari-jari koker 0.001.5 cm sebanyak 100 lilitan dengan diameter kawat 1 mm? Jawab: L = 4 x ( x r x (2r/d + 0.33) x 10-9 x n L = 4 x 3.33) x 10-9 x 100 L = 6.8 x 10-9 ( = 20 x 0.

001.A 17 .   Gulungan pada relay Gulungan pada filter frekuensi tinggi dikenal dengan nama Rfc (Radio frekuensi choke) dan frekuensi rendah (choke)   Gulungan pada motor listrik atau dinamo listrik Gulungan pada head playback.UM.Komponen elektronik yang termasuk induktor karena memakai lilitan kawat antara lain:      Trafo daya yang dikenal dengan trafo step up dan trafo step down Trafo frekuensi rendah dikenal dengan trafo input dan output Trafo frekuensi tinggi misalnya spull antena dan spull osilator Trafo frekuensi menengah antara dikenal dengan trafo IF Gulungan bicara pada mikropon atau gulungan yang terdapat pada spiker dikenal dengan moving coil. head rekam dan head hapus (erase head) Modul ELKA-MR.

Trafo mempunyai inti besi untuk frekuensi rendah dan inti ferrit untuk frekuensi tinggi atau ada juga yang tidak mempunyai inti (intinya udara). Jika tegangan primer lebih kecil dari tegangan sekunder. Simbol Trafo Pada setiap trafo mempunyai input yang dinamai gulungan primer dan output yang dinamai gulungan sekunder. Medan magnit ini akan menginduksi gulungan sekunder dan mengakibatkan pada gulungan sekunder mengalir arus bolak-balik (AC). maka gulungan primer akan menjadi magnit yang arah medan magnitnya juga bolak-balik. Gambar 9. Dimisalkan pada gulungan primer mengalir arus berfasa positip (+).001.A 18 . Tetapi jika tegangan primer lebih besar dari tegangan sekunder. maka pada gulungan Modul ELKA-MR.UM. Primer Sekunder Gambar 10. Ada dua jenis trafo yaitu trafo penaik tegangan (step up transformer) dan trafo penurun tegangan (step down transformer). maka dinamakan trafo step up. Bagan Trafo yang dilalui Arus Listrik Bila pada lilitan primer diberi arus bolak-balik (AC).4. maka dinamakan trafo step down. Pemindahan daya listrik dari primer ke sekunder disertai dengan perubahan tegangan baik naik maupun turun. Transformator Transformator (trafo) ialah alat listrik/elektronika yang berfungsi memindahkan tenaga (daya) listrik dari input ke output atau dari sisi primer ke sisi sekunder.

Is Is = 44/12 Is = 3.2 amper.66 amper Modul ELKA-MR. Penyelesaian: Up.Is Dimana: Pp = Daya primer dalam watt Ps = Daya sekunder dalam watt Up = Tegangan primer dalam volt Us = Tegangan sekunder dalam volt Ip = Arus primer dalam amper Is = Arus sekunder dalam amper Contoh: Sebuah trafo daya dihubungkan dengan tegangan jala-jala 220 V.A 19 .Is 220.001.sekundernya mengalir arus berfasa negatip (-).Ip = Us.2 = 12. Hitunglah besarnya arus sekunder. Jadi Pp = Ps atau Up. Karena arus yang mengalir digulungan primer bolak-balik.Ip = Us.UM. maka pada gulungan sekunderpun mengalir arus bolak-balik. Jika tegangan sekundernya 12 V. Besarnya daya pada lilitan primer sama dengan daya yang diberikan pada lilitan sekunder.0. arus yang mengalir pada lilitan primer 0.

Perbandingan Transformasi: Pada umumnya jumlah lilitan primer tidak sama dengan jumlah lilitan sekunder. Semakin besar tegangannya semakin banyak pula lilitannya. baik untuk frekuensi tinggi maupun frekuensi rendah. trafo spull antena (tuner). Jika lilitan sekunder= Ns dan lilitan primer = Np. Modul ELKA-MR. Penyelesaian: Up/Us = Np/Ns 220/30 = 1100/Ns Ns = 150. Sedangkan trafo yang dipakai untuk frekuensi rendah yaitu trafo input. maka perbandingan jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder disebut perbandingan transformasi dan dinyatakan dengan T = Np/Ns.001. trafo output. Pada transformator berlaku persamaan: Up/Us = Np/Ns atau T = Up/Us Contoh: Sebuah trafo daya tegangan primernya 220 V. Hitunglah banyaknya lilitan sekundernya.UM.33 Pada teknik elektronika dikenal bermacam-macam trafo. Contoh trafo untuk frekuensi tinggi yaitu trafo osilator. Jadi banyaknya lilitan berbanding lurus dengan besarnya tegangan dimasing-masing sisi. sebaliknya untuk trafo stepdown jumlah lilitan primer lebih banyak dari jumlah lilitan sekunder.33 = 1100/Ns Ns = 1100/7.A 20 . Untuk trafo stepup jumlah lilitan primer lebih sedikit dari jumlah lilitan sekunder.06 lilit 7. trafo frekuensi menengah (IF). Banyaknya lilitan primer dan banyaknya lilitan sekunder menunjukkan besarnya tegangan primer dan besarnya tegangan sekunder. tegangan sekundernya 30 V. trafo filter (choke). Jumlah lilitan primernya 1100 lilit.

2. e.001. hitam. Bandingkan dengan nilai resistansi hasil pembacaan kode warna. emas. Rangkuman 1. d. merah. kuning! 7. merah. Tes Formatif 1. 5. Ukurlah tegangan sekunder trafo 220 V/12 V. Fungsi transformator ialah memindahkan tenaga (daya) listrik dari input ke output atau dari sisi primer ke sisi sekunder.UM. Sebutkan fungsi induktor! Modul ELKA-MR. 4. Tentukan nilai kapasitansi suatu kondensator dengan kode angka 682 J 100 V! 6. Ukurlah nilai resistansi resistor dengan kode warna coklat. Tentukan nilai kapasitansi suatu kondensator dengan kode warna coklat. Ukurlah nilai induktansi Rfc 100 mH/250 mA. Nilai resistansi suatu resistor dapat ditentukan dengan membaca kode warna atau kode angka yang tertera pada badan resistor Fungsi kondensator ialah untuk menyimpan muatan listrik. 3. Tentukan nilai resistansi suatu resistor dengan kode warna merah. oranye. bandingkan hasilnya dengan angka yang tertera pada labelnya.A 21 . Sebutkan fungsi resistor! 2. Tugas 1. bandingkan hasil pengukuran itu dengan hasil pembacaan. Fungsi resistor ialah untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. Nilai kapasitansi suatu kondensator dapat ditentukan dengan membaca kode warna atau kode angka yang tertera pada badan kondensator 4. 3. bandingkan dengan hasil pembacaan kode angka tersebut.c. Sebutkan fungsi kondensator! 5. putih. Fungsi induktor ialah sebagai beban induktif. merah dan emas! 3. merah. 2. Tentukan nilai resistansi suatu resistor dengan kode angka 5W 1 R J ! 4. Ukurlah nilai kapasitansi kondensator milar dengan kode angka 100 nJ.

400 Volt 7. 2. Kemampuan daya resistor 5 Watt. tegangan kerja 100 Volt 6.8. Fungsi induktor ialah sebagai beban induktif 8. toleransi 5%. toleransi 5% 4. Nilai induktansinya 100 mH. 2200 Ohm – 5% 3.A 22 . spull antena Modul ELKA-MR. Fungsi kondensator ialah untuk menyimpan muatan listrik 5. Fungsi resistor ialah untuk menghambat besarnya arus yang melaluinya. Sebutkan fungsi transformator! 10. Kunci Jawaban 1. 12000 pF. Apa arti kode angka 100 mH/250 mA pada sebuah induktor? 9. trafo filter frekuensi tinggi. resistansi 1 Ohm. Tuliskan beberapa trafo untuk frekuensi tinggi! f. trafo osilator.UM. 10.001. kemampuan arus yang mengalir 250 mA 9. Trafo IF. 5%. Fungsi transformator ialah untuk memindahkan tenaga (daya) listrik dari input ke output atau dari sisi primer ke sisi sekunder. Besarnya kapasitas 6800 pF.

amper meter dan ohm meter) mulailah dari batas ukur terbesar c) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar 4. 3 untuk huruf masing-masing resistor yang mempunyai kode angka dan huruf Modul ELKA-MR. Nilai Resistansi Resistor Resistor Warna gelang no. Nilai Penga matan Nilai Penguk uran = 3 buah b) Resistor dengan kode warna (lima gelang) = 3 buah = 3 buah = 1 buah 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 e) Ulangi langkah kerja no. Keselamatan Kerja: a) Jangan meletakkan Ohm meter ditepi meja agar tidak jatuh b) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter.001. Alat dan Bahan: a) Resistor dengan kode warna (empat gelang) c) Resistor dengan kode angka d) Ohm meter 3. Langkah Kerja: a) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan b) Amatilah kode warna pada masing-masing resistor 4 gelang dan 5 gelang c) Ukurlah resistansi resistor satu persatu dengan ohm meter d) Catatlah nilai resistansi resistor pada tabel di bawah ini Tabel 3. Judul: Menentukan Nilai Resistansi Resistor 2.g.A 23 . Lembar Kerja 1.UM. 2 dan no.

UM.001.f) Catatlah nilai resistansi resistor pada tabel di bawah ini Tabel 4.A 24 . kertas dan alat gambar 3) Kondensator dengan kode warna 4) Multimeter (Ohm meter) Keselamatan Kerja: 1) Jangan meletakkan Multimeter (Ohm meter) ditepi meja agar tidak jatuh 2) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter. amper meter dan ohm meter) mulailah dari batas ukur terbesar 3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar = secukupnya = 5 buah = 1 buah 2) Kondensator dengan kode angka dan huruf = 5 buah Modul ELKA-MR. Nilai Resistansi Resistor Resistor 1 2 3 Kode Resistansi terbaca Resistansi terukur 1) Bandingkan hasil pengamatan dengan hasil pengukuran 2) Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan anda 3) Kembalikan semua alat dan bahan Lembar Kerja 2 Judul: Menentukan Nilai Kapasitansi Kondensator Alat dan Bahan: 1) Alat tulis.

UM.Langkah kerja: 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Amatilah kode angka dan huruf pada kondensator satu persatu Konden sator 1 2 3 4 5 Kapasitansi (pF) Toleransi (%) Tegangan kerja Kode 3) Amatilah kode warna pada kondensator satu persatu 4) Catatlah dalam tabel di bawah ini Kondens ator 1 2 3 4 5 1 Warna gelang no.A 25 . 2 3 4 5 Kapasi tas (pF) Toleransi (%) Teg.kerj a (volt) 5) Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan anda 6) Kembalikan semua alat dan bahan Modul ELKA-MR.001.

sehingga akan membentuk susunan seperti gambar dibawah ini. Menuliskan fungsi SCR. 7. Bila anoda diberi muatan positip dan katoda diberi muatan negatip. 3. Dioda dibentuk oleh atom P dan atom N yang digabungkan menjadi satu. Menggambar simbol dioda. b. 5. Menuliskan dua macam penyearah dioda. Menggambarkan simbol transistor PNP dan NPN. Menggambarkan simbol FET dan MOSFET.001. maka arus akan mengalir (lampu menyala). Menggambarkan prisip dasar pemberian tegangan bias pada transistor PNP dan NPN. Diode Dioda semi konduktor yang dipakai pada teknik elektronika pada umumnya digunakan untuk menyearahkan arus listrik AC menjadi DC.A 26 . maka arus tidak mengalir. Gambar 11. 4. Tujuan Kegiatan Pemelajaran Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 2 ini. Modul ELKA-MR.UM. 6. sebaliknya jika anoda diberi muatan negatip dan katoda diberi muatan positip.Kegiatan Belajar 2 a. Susunan dan Simbol Dioda Semikonduktor Dari gambar di atas atom P disebut sebagai anoda dan atom N sebagai katoda. Menjelaskan keuntungan FET dibanding dengan transistor. siswa diharapkan dapat: 1. Uraian Materi 1. 2. Menggambarkan simbol SCR. 8.

Gambar 12. sehingga pada ujung-ujung RL tidak ada tegangan. sehingga antara ujung-ujung C dan D terjadi tegangan sebanding dengan besarnya arus. Pada saat t1 sampai t2 tegangan ujung A sedang positip sehingga pada setengah perioda ini dioda akan dilewati arus I. Arah gerakan tanpa aliran arus ini dinamai arah gerak tentang atau revers direction.001. Gambar 13. Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang Bila saklar S ditutup pada belitan sekunder akan diinduksikan tegangan bolak-balik. Arus DC melalui Dioda Dioda dapat digunakan untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC. dioda menerima tegangan revers. Ada dua macam penyearah dioda yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh. pada tahanan RL akan mengalir arus revers. Arus ini akan melewati tahanan RL. Pada saat t2 – t3 ujung A negatip.A 27 . oleh karena itu diabaikan.Arah gerakan arus yang mengalir ini dinamai arah gerak maju atau forward direction.UM. Modul ELKA-MR. Gambar 13 memperlihatkan rangkaian penyearah setengah gelombang. arus ini besarnya hanya beberapa mikroamper ( A ).

Setelah mengalami proses peleburan. 2.A 28 . Transistor Nama transistor diambil dari kata transfer dan resistor. Indium dan Arsenikum atau Silikon. maka terbentuklah hasil campuran yang dinamai P-N junction. Gambar 14. Itulah sebabnya hasil campuran ini sering dinamai semikonduktor. maka terbentuklah bahan baru yang dinamai transistor. jadi termasuk jenis bahan isolator atau resistor. Bahan campuran ini mempunyai sifat setengah menghantarkan arus listrik atau semikonduktor. Jadi transistor terbentuk dari bahan-bahan:    PN + NP menjadi PNP Np + PN menjadi NPN PN + PN menjadi PNPN Modul ELKA-MR.Rangkaian penyearah gelombang penuh diperlihatkan pada gambar 14 di bawah ini. Bahan semi konduktor ini berasal dari bahan atom germanium.001. Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan sistim jembatan ini paling banyak digunakan sebagai sumber tenaga dari pesawat-pesawat elektronika. Bila dua jenis atom P dan N junction digabungkan. Jadi semikonduktor atau transistor ini hasil pencampuran lagi dari jenis P-N junction dan N-P junction.UM. Penyearah sistim jembatan ini memerlukan empat buah dioda. Transformator yang digunakan tidak perlu mempunyai senter tap. Atom-atom ini sendiri termasuk bahan yang tidak mengalirkan arus listrik.

Gambar di bawah ini memperlihatkan simbol dari transistor PNP dan transistor NPN Gambar 15. kaki kolektor sama dengan badannya. Untuk transistor yang berkaki 4 biasanya untuk frekuensi tinggi. maka transistor harus diberi sumber arus dari dua buah batery. Modul ELKA-MR. Transistor dipasang sedemikian sehingga harus memenuhi beberapa syarat yaitu dalam arah maju (forward) dan arah balik (revers). Gambar 16. Agar transistor dapat mengalirkan arus.UM.001. Simbol Transistor PNP dan Transistor NPN Macam-macam bentuk dan tipe transistor terlihat seperti gambar di bawah ini.A 29 . Khusus untuk transistor daya besar biasanya mempunyai 2 kaki. Untuk transistor jenis PNP negatip dan untuk NPN positip. disitu terdapat kaki yang dinamai shield (tameng) yang dihubungkan ke ground. Bermacam-Macam Bentuk Transistor dari Bermacam Tipe Dari gambar di atas terlihat bahwa transistor ada yang mempunyai 2 kaki dan ada yang 4 kaki. Sumber arus ini biasanya diberi kode Vcc.

Transistor sebagai Penguat Arus Modul ELKA-MR. Gambar 18. Dari gambar skema dasar rangkaian transistor di bawah ini. Cara Pemberian Tegangan Bias pada Transistor Pemberian tegangan bias pada transistor yang dipakai dalam rangkaian sebenarnya ialah dengan menerapkan resistor-resistor. maka tidak ada arus basis IB yang mengalir. Cara pemberian tegangan bias pada transistor dengan memakai satu sumber tegangan Vcc Pada dasarnya fungsi transistor ialah memperkuat arus.001. demikian juga arus kolektor IC = 0.UM. jika tegangan VBE = 0.A 30 . Gambar 19. transistor dalam keadaan mati (cut off).Gambar 17. dengan demikian sumber tegangan baterinya cukup satu saja.

Simbol dan Bentuk FET Modul ELKA-MR.001. ini berarti bahwa kalau arus basis IB yang mengalir = 100 A. Jadi besarnya IC = hFE. Susunan. emikian juga aru kolektor IC. FET dan MOSFET FET singkatan dari Field Effect Transistor (Transistor Efek Medan). maka arus basis IB semakin besar dan juga arus kolektor IC semakin besar. Jadi jelasnya FET low noise. maka arus kolektor IC yang mengalir = 10 mA. Penguatan arus DC pada transistor merupakan perbandingan antara IC dan IB yang dinyatakan sebagai hFE = IC/IB. Kelebihan FET dibanding dengan transistor ialah: a) FET tidak tergantung dari sedikitnya sinyal input namun mempunyai faktor radiasi tahanan yang baik sekali. c) FET dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah. simbol dan bentuk dari FET adalah seperti gambar 20 di bawah ini Gambar 20. b) FET tidak mengalami gangguan yang diakibatkan dari sumber.A 31 .Kalau tegangan basis VBE ada. Antara arus kolektor IC dan arus basis IB ada perbandingan yang konstan. maka mengalirlah arus basis IB.IB Contoh: Suatu transistor oleh pabrik pembuatnya dinyatakan mempunyai hFE = 100. 3. Semakin besar tegangan VBE. Transistor dalam keadaan menghantar. Susunan.UM.

Gambar 22.A 32 . sedangkan SCR itu sendiri memerlukan daya yang kecil saja.001. SCR dapat dipakai untuk mengatur daya yang besar-besar sepertin mesin-mesin listrik. Bentuk dan Simbol SCR Modul ELKA-MR. Antara FET dan MOSFET sebenarnya tidak ada perbedaan. Gambar 21. Gambar 22 memperlihatkan bentuk dan simbol dari SCR. Simbol MOSFET 4. SCR (Silicon Controlled Rectifier) SCR disebut juga Thyristor dan dipakai sebagai pengatur daya dan saklar. tidak menjangkitkan busur api dan memerlukan sedikit komponen-komponen tambahan. hanya pada MOSFET ditambah lapisan tipis SiO2 yang membatasi Gate dan Chennel dan arus yang masuk kecil sekali. Penggunaan SCR sebagai pengatur daya dan sebagai saklar sangat menguntungkan dibandingkan dengan saklar mekanik sebab tak ada kontak-kontak yang aus karena terbakar.UM.MOSFET singkatan dari Metal Oxyde Semiconductor Field Effect Transistor.

Stabilisasi Tegangan dengan Dioda Zener Apabila arus beban semakin besar. Gambar 23. Zener Dioda Zener dioda atau juga dikenal sebagai voltage regulation dioda adalah silikon PN junction yang bekerja pada revers bias didaerah breakdown.A 33 . maka arus zener akan berkurang. Tetapi dalam kenyataannya tegangan zener akan berubah sedikit apabila arus dioda Iz berubah.rz Skema dasar rangkaian stabilisasi tegangan dengan dioda zener adalah seperti terlihat pada gambar 24 di bawah ini. Agar tegangan output (pada beban) tetap stabil. Untuk supaya arus beban mampu besar dengan arus zener Iz tetap pada daerah lengkung Modul ELKA-MR.5. karena pada daerah itu tegangan zener dioda sudah tidak stabil lagi. Gambar 24.001. Simbol dan Karakteristik Dioda Zener Tegangan zener Vz benar-benar konstan meskipun arus yang mengalir berubah-ubah besarnya.UM. maka pengurangan arus zener Iz tiak boleh sampai pada daerah lengkung yang kurang curam. Jadi perubahan tegangan Vz akan dapat ditentukan dari Vz = Iz. Gambar 23 memperlihatkan simbol zener dioda serta karakteristik revers biasnya. Hambatan arus bolak-balik dalam daerah zener disebut hambatan zener (rz) = Vz/Iz.

Tegangan basis distabilkan oleh zener dioda dan arus beban sama dengan arus kolektor. Karena tegangan VBE cukup kecil (= 0. maka tegangan beban = tegangan zener dioda dan konstan. maka dipasanglah transistor seperti gambar skema di bawah ini. Penyelesaian : IBasis= IBeban/hFE. IBasis= 1/100. Modul ELKA-MR. sedangkan tegangan beban = VDZ – VBE.UM. IBasis= 0.6 V). Resistor beban merupakan hambatan emitor. Gambar 25. Stabilisasi Tegangan dengan Dioda Zener ditambah satu transistor untuk menambah besar arus outputnya Dari gambar skema di atas rangkaian stabilisasi tegangan sebe narnya berupa rangkaian commond emitor. maka berlakulah IBasis= IBeban/hFE.01 amper Dari gambar 2-16 terlihat bahwa tegangan basis = tegangan zener dioda. Hitunglah arus basisnya. Contoh: Jika arus beban = 1 amper dan transistor mempunyai hFE=100.yang curam. sehingga tegangan output tetap stabil.001.A 34 .

Fungsi Dioda Zener ialah untuk menstabilkan tegangan ouput catu daya DC walaupun tegangan input berubah-ubah atau arus output berubah-ubah besarnya. e. Sebutkan dua jenis transistor dan gambakan simbolnya masing-masing! 3. Gambarkan simbol MOSFET untuk kanal P dan kanal N 5. 3. Tulislah cara mengetes dioda apakah masih baik atau tidak dengan memakai Ohm meter. Gambarkan simbol FET untuk kanal P dan kanal N 4. 5. Jadi jelasnya FET low noise’ c) FET dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah. FET (Field Effect Transistor) mempunyai keunggulan disbanding dengan transistor bipolar. d. Tegangan bias pada transistor ada dua yaitu bias forward dan bias revers. Sebutkan fungsi dioda dan gambarkan simbolnya ! 2. Rangkuman 1. 4.c. maka harus diberi tegangan bias dari dua buah battery. Tulislah cara mengetes transistor PNP dan NPN apakah masih baik atau tidak dengan memakai Ohm meter. yaitu: a) FET tidak tergantung dari sedikitnya sinyal input namun mempunyai faktor radiasi tahanan yang baik sekali b) FET tidak mengalami gangguan yang diakibatkan dari sumber. Gambarkan simbol SCR 6. SCR disebut juga Thyristor dan dipakai sebagai pengatur daya dan saklar. Tugas 1. Fungsi dioda ialah untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC dengan dua macam bentuk penyearahan yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh. 2. Tes Formatif 1. Gambarkan simbol Zener dioda Modul ELKA-MR. 2. Agar transistor dapat berfungsi sebagai penguat.001.UM.A 35 . Ada dua jenis transistor yaitu PNP dan NPN.

f. Simbol Zener dioda Modul ELKA-MR. Simbol MOSFET untuk kanal P Simbol FET untuk kanal N 5. Simbol SCR 6. Fungsi dioda ialah sebagai penyearah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) Gambar simbol dioda: 2.UM. Kunci Jawaban 1.001. Dua jenis transistor yaitu PNP dan NPN Gambar simbol transistor PNP Gambar simbol transistor PNP 3.A 36 . Simbol FET untuk kanal P Simbol FET untuk kanal N 4.

Multimeter 3. Buat kesimpulan dari pengamatan saudara f. Jangan meletakkan Multimeter (Ohm meter) ditepi meja agar tidak jatuh b. Setellah multimeter pada posisi Ohm meter x1. menunjuk ke berapa ohm. Tempelkan penyidik hitam pada kaki anoda dioda dan penyidik merah pada kaki katoda dioda. Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter. menunjuk ke berapa ohm.001. Tempelkan penyidik merah pada kaki anoda dioda dan penyidik hitam pada kaki katoda dioda. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar 4. d.g. Langkah kerja: a. Kembalikan semua alat dan bahan = 1 buah b. amper meter dan ohm meter) mulailah dari batas ukur terbesar c. Amati penunjukkan jarum meter. Amati penunjukkan jarum meter. kalibrasilah. Alat dan bahan: a.UM. c. e. Dioda 1 Amper = 1 buah Modul ELKA-MR. Keselamatan Kerja: a. Lembar Kerja 1. Judul: Mengetes Dioda 2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan b.A 37 .

Uraian Materi 1. Gambar 3-2. Menyebutkan fungsi Foto Transistor 3. Gambar 26. Menyebutkan fungsi dioda LED 5. Menyebutkan fungsi dioda foto sel b.A 38 . Foto Transistor Pencampuran antara atom P-Germanium dan atom N-Germanium dapat menghasilkan suatu komponen elektronika yang dinamai foto transistor atau foto sel. Menggambarkan simbol dioda foto sel 6.Kegiatan Belajar 3 a. Menggambarkan simbol Foto Transistor 2. Bentuk dan Simbol dari Foto Transistor Contoh skema rangkaian yang menggunakan foto transistor sebagai alat Light Control Switch seperti gambar di bawah ini.001. Skema rangkaian Light Control Switch Gambar 27. Menggambarkan simbol dioda LED 4.UM. Foto Transistor sebagai Light Control Switch Modul ELKA-MR. Gambar 26 memperlihatkan bentuk dan simbol dari foto transistor. Tujuan Kegiatan Pemelajaran Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 3 ini. siswa diharapkan dapat: 1. Komponen ini bila terkena sinar akan menghasilkan arus yang sangat kecil.

Fungsi dioda foto digunakan pada alat remote control dan sebagai detektor.4 V dan pada LED hijau 2. Kecerahan cahaya berbanding lurus dengan arus forward (arah maju) yang mengalirinya.6 V – 2.A 39 . LED kuning 5 V dan LED hijau 5 V. Pada kondisi menghantar tegangan maju pada LED merah adalah 1.2. pada LED kuning 2. Gambar 29. Tegangan revers (terbalik) maksimum yang dibolehkan pada LED merah adalah 3 V. Warna cahaya bergantung kepada jenis dan kadar bahan junctionnya.001.2 V. Dioda Foto Dioda Foto merupakan komponen elektronik yang termasuk jenis optik. Dioda LED Dioda LED akan menyala jika diberi arus DC arah forward atau arus AC yang sesuai dengan tegangan kerjanya (misal 3 volt). Bentuk dan Simbol dari Foto Dioda 3. Bentuk dan simbol dari dioda LED seperti gambar 29di bawah ini. Bentuk dan simbol dari dioda foto seperti terlihat pada gambar 28 di bawah ini. Dioda LED digunakan sebagai lampu indikator dan sebagai display.7 V. juctionnya akan mengeluarkan cahaya.UM. Bentuk dan Simbol dari dioda LED LED dibuat dari berbagai bahan semikonduktor campuran seperti galium arsenida fosfida (GaAsP). Modul ELKA-MR. Arus forward berkisar antara 10 mA – 20 mA untuk kecerahan makimum. galium fosfida (GaP) dan galium aluminium arsenida (GaAlAs). awet (dapat bertahan sampai 50 tahun) dan kecil bentuknya (tidak makan tempat). Keunggulan LED diantaranya adalah konsumsi arus yang sangat kecil. Gambar 28. Kalau LED diberi tegangan panjar (bias) arah maju.

Kegunaan LED adalah untuk penampil digit, indikator pandang (sebagai pengganti lampu pijar) dan sebagai acuan tegangan (1,5 V tiap LED). Keistimewaan lain dari LED ialah memancarkan cahaya ingin, umur tidak dipendekkan oleh peng-on-off-an yang terus menerus, tidak memancarkan sinar infra merah (kecuali yang sengaja dibuat untuk itu). Cara memasang LED pada sumber arus DC adalah seperti gambar di bawah ini.

Gambar 30. Cara Merangkai LED

Dalam merangkai LED selalu diperlukan resistor deretan guna membatasi kuat arus.

c. Rangkuman 1. Komponen elektronik yang termasuk piranti optik adalah foto transistor. Foto transistor akan menghasilkan arus DC yang kecil jika pada basisnya dikenai sinar. 2. Dioda Foto akan mengalirkan arus jika permukaannya dikenai sinar, besarnya arus yang mengalir semakin besar jika sinar yang mengenainya semakin kuat. 3. Dioda LED akan menyala jika diberi arus DC forward atau arus AC yang sesuai dengan tegangan kerjanya. d. Tugas 1. Ujilah sebuah dioda LED apakah masih baik atau tidak dengan memberikan tegangan DC atau AC yang sesuai dengan tegangan kerjanya. e. Tes Formatif 1. Gambarkan simbol foto transistor 2. Gambarkan simbol foto dioda 3. Gambarkan simbol dioda LED
Modul ELKA-MR.UM.001.A

40

f. Kunci Jawaban 1. Simbol foto transistor:

2. Simbol foto dioda

3. Simbol LED

g. Lembar Kerja 1. Lembar Kerja 2. Judul: Menguji Dioda LED 3. Alat dan Bahan: a) Catu daya DC 0 – 12 volt b) Dioda LED 4. Keselamatan Kerja: a) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar b) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter, amper meter dan ohm meter), mulailah dari batas ukur yang besar c) Hati-hati dalam menggunakan catu daya DC, tepatkan tegangannya sesuai dengan tegangan kerja LED d) Jangan meletakkan Multimeter (Ohm meter) dan catu daya ditepi meja agar tidak jatuh 5. Langkah kerja: a) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan b) Nyalakan catu daya DC, tepatkan tegangannya pada 3 volt. = 1 buah = 3 buah

Modul ELKA-MR.UM.001.A

41

c) Hubungkan kaki anoda LED pada kutub positip catu daya dan hubungkan kaki katoda LED pada kutub negatip catu daya. Amatilah LED apakah menyala. Jika tidak menyala berarti rusak. d) Ulangi langkah kerja no. 3 untuk semua LED yang ada. e) Buat kesimpulan dari hasil praktek saudara f) Kembalikan semua alat dan bahan

Modul ELKA-MR.UM.001.A

42

Tes Tertulis Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar A. Jika teman anda hendak mengukur tegangan DC dengan menggunakan multimeter tetapi salah dalam meletakkan selektor yaitu pada Ohm. Jika hendak mengukur resistansi suatu resistor 100 Ohm. Masa bodoh c. Memperingatkan pada teman kalau salah dalam meletakkan selektor 2. EVALUASI 1. Jika hendak mengukur arus DC. Volt AC pada 1000 V 3. DC amper pada range tertinggi d.BAB. Volt AC pada 1000 V 4. Soal nomor 1 sampai nomor 5 berdasarkan ranah Afektif (Sikap) 1. Mendiamkan saja agar multimeternya rusak b. DC amper pada range tertinggi d. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulu b. Volt DC pada 50 V c. maka sikap anda ialah: a. III EVALUASI A. DC amper pada range tertinggi d. Volt DC pada 50 V c. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulu b. Pura-pura tidak tahu d.UM. maka selektor multimeter harus diarahkan pada: a.A 43 . Jika hendak mengukur tegangan DC 12 V. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulu b. maka selektor multimeter harus diarahkan pada: a. Volt AC pada 1000 V Modul ELKA-MR. maka selektor multimeter harus diarahkan pada: a.001. Volt DC pada 50 V c.

Resistor dengan kode warna kuning. Resistansinya 22 Ohm. ungu. . emas d. Resistor dengan kode 5W22RJ mempunyai arti: a. 2200 Ohm toleransi 2% b. Luas kedua plat pembentuk kondensator c.. Konstanta dielektrikumnya d. merah. Resistansinya 22 Ohm. Resistansinya 22 Ohm. biru.. toleransinya 15% dan dayanya 5 W 9. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulu b. Resistor 5600 Ohm toleransi 10% mempunyai kode warna: a. Jika hendak mengukur tegangan AC 500 V. Nilai kapasitansi sebuah kondensator antara lain ditentukan oleh. Jarak kedua plat pembentuk kondensator b. 3300 Ohm toleransi 4% c. Oranye. Volt AC pada 1000 V B. merah.merah.A 44 . toleransinya 2% dan dayanya 5 W b.5. toleransinya 5% dan dayanya 5 W c. 4700 Ohm toleransi 5% d. perak 8. merah. Merah. Hijau. merah. coklat b. Kuning. Soal nomor 6 sampai nomor 25 berdasarkan ranah Koknitif (Pengetahuan) 6. Bahan dari plat-plat kondensator itu Modul ELKA-MR.. oranye.001. oranye c. merah.UM. DC amper pada range tertinggi d. ungu. emas mempunyai nilai resistansi: a. toleransinya 10% dan dayanya 5 W d. maka selektor multimeter harus diarahkan pada: a.. kecuali a. Volt DC pada 50 V c. Resistansinya 22 Ohm. 5600 Ohm toleransi 10% 7.

Trafo frekuensi menengah (IF) c. Beban induktif b. Menaikkan tegangan b. Mikrophone b. Trafo chooke d. . Menurunkan tegangan c. Beban deduktif 11. Transformator d.001. Komponen elektronik yang termasuk induktor karena menggunakan lilitan kawat ialah.. Loudspeker c.10. Beban resitif d. Beban kapasitif c. Transformator d.. Trafo step up berfungsi untuk: a. Trafo daya b.UM.. Menyamakan tegangan d. Transistor 12. Loudspeker c. Komponen elektronik sejenis transformator yang dipakai pada frekuensi tinggi ialah: a. Alat listrik/elektronik yang memindahkan daya listrik bolak-balik (AC) dari input ke output dengan cara induksi ialah: a. Trafo output Modul ELKA-MR. Mikropon b. Fungsi induktor (lilitan) ialah: a.A 45 . kecuali: a. Membalikkan tegangan 14. Induktor 13.

Basis b. Kaki dioda yang berhubungan dengan atom N adalah : a. Basis c.A 46 . FET kanal P Modul ELKA-MR. Dioda b.001. Transistor PNP c. Kolektor c. Dari gambar simbol transistor tanda anak panah menyatakan kaki: a. Katoda 19.15. Anoda d. Gambar di bawah ini adalah simbol dari: a. Ground 17. Transistor NPN b. Anoda d. Kolektor b. Thyristor 16. Basis b. Emitor d. Atom P dan atom N bila disatukan akan membentuk sebuah komponen elektronik yang disebut: a.UM. Kaki dioda yang berhubungan dengan atom P adalah: a. Katoda 18. SCR d. Kolektor c. Trioda c. Transistor d.

SCR d. Transistor PNP c.20. Transistor PNP c. Gambar di bawah ini adalah simbol dari: a. Transistor NPN b. FET kanal P 22. Penyearah arus Modul ELKA-MR. Pada dasarnya SCR digunakan sebagai: a.A 47 . Transistor NPN b. Transistor NPN b. SCR d.001. FET kanal P 23. Saklar elektronik d. Gambar di bawah ini adalah simbol dari: a. Transistor PNP c.UM. Gambar di bawah ini adalah simbol dari: a. SCR d. FET kanal N 21. Penguat tegangan b. Penguat arus c.

Hitunglah muatan kondensator 100 uF yang dipasang pada tegangan 12 Volt? 27. SCR d. Hitunglah besarnya arus sekunder. 30. Hitunglah besarnya tegangan sekunder trafo 220 V bila jumlah lilitan primer 1100 lilit dan jumlah lilitan sekunder 60 lilit 29. Transistor NPN b. Soal nomor 26 sampai nomor 30 berdasarkan ranah Psikomotor (Keterampilan) 26. r= 1) Modul ELKA-MR.A 48 .UM. FET kanal N C.885x10-12. luas pelatnya 9 cm2 dan jarak kedua pelatnya 1 mm (o=8. Sebuah trafo daya dihubungkan dengan tegangan jala-jala 220 V. arus yang mengalir pada lilitan primer 0. Gambar di bawah ini adalah simbol dari : a. Saklar elektronik d. Penguat tegangan b. Pada dasarnya dioda digunakan sebagai: a.24.5 amper. Penyearah arus 25. Transistor PNP c. diameter kawat 2 mm sebanyak 60 lilit? 28. Berapakah besar induksi diri sebuah induktor tunggal dengan diameter koker 5 cm. Jika tegangan sekundernya 30 V. Hitunglah nilai kapasitansi sebuah kondensator pelat yang dielektrikumnya berupa udara. Penguat arus c.001.

Ukurlah besarnya tegangan dan arus yang mengalir pada resistor tersebut.001. 4 buah dioda 1 A dan sebuah resistor 100 ohm/5 watt.2.A 49 . Buatlah rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan satu buah trafo 220 V/2 V – 1 amper. Tes Praktik 1.UM. Modul ELKA-MR.

14 x 5 x (2x5/0.5 = 30.60 Us=13200/1100 Us=12 Volt Skor Maksimum 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 10 10 Perolehan Skor 28 29 30 10 10 10 100 Up.UM.2 + 0.33) x 10-9 x 60 L = 62.0.33 x 10-9 x 60 uH L = 189.Us=220.64 uH Up:Us = Np:Ns 220:Us=1100:60 1100.001.66 amper C=oxrxA/S C=8. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jawaban D C B A D C D B D A D C A B A C C D B A C D C D D Q = C x U Q = 100 uF x 12 V Q = 1200 uC L = 4 x  x r x (2r/d + 0.33) x 10-9 x n L = 4 x 3.8 x 50.10-13 C = 80x10-13 F C = 8 pF Jumlah Modul ELKA-MR. KUNCI JAWABAN 1.A 50 .885x9.10-4/10-3 C=8.Is 220.Ip = Us.885x10-12x1x9. Tes Tertulis No.B. Is Is = 110/30 Is = 3.

Menganalisa jenis pekerjaan Sub total Kebenaran Pengukuran 2. Kelengkapan bukti fisik Sub total Total Skor Maks.UM. 3 5 5 10 25 15 40 10 10 20 20 2 3 3 2 10 4 6 10 100 Skor Perolehan 4 Keterangan 5 2 3 4 5 6 Modul ELKA-MR. Inisiatif 5. Ketepatan pembacaan hasil pengukuran 2. Induk Program Keahlian Nama Jenis Pekerjaan : : : : ……………………………….1.1. Ketelitian 5. Kemandirian Sub total Laporan 6. ……………………………….A 51 .2. Mentaati ketentuan keselamatan kerja Sub total Ketepatan Waktu Sub total Sikap/Etos Kerja 5.2.001.2.1.1. PEDOMAN PENILAIAN No. ……………………………….2. Persiapan alat dan bahan 1.1.2. Ketepatan menghitung Sub total Keselamatan Kerja 3.4.3.Sistimatika penyusunan laporan 6. Tanggung jawab 5. 1 1 Aspek Penilaian 2 Perencanaan 1. ………………………………. Lembar Penilaian Tes Praktik Nama Peserta No.

Menganalisa jenis pekerjaan     2 Kebenaran Pengukuran 2. Ketepatan menghitung 3 Keselamatan Kerja 3. 1 Aspek Penilaian Perencanaan 1.A 52 . Inisiatif 5.3.KRITERIA PENILAIAN No. Persiapan alat dan bahan Kriteria Penilaian Skor   Alat dan bahan disiapkan sesuai kebutuhan Alat dan bahan disiapkan tidak sesuai kebutuhan Merencanakan sesuai rangkaian Tidak merencanakan sesuai dengan rangkaian Pengukuran tepat Pengukuran kurang tepat 5 1 5 1 25 10 1. Kemandirian Modul ELKA-MR. Tanggung jawab   Membereskan kembali alat dan bahan yang dipergunakan Tidak membereskan alat dan bahan yang dipergunakan Tidak banyak melakukan kesalahan kerja Banyak melakukan kesalahan kerja Memiliki inisiatif bekerja Kurang/tidak memiliki inisiatif kerja Bekerja tanpa banyak diperintah Bekerja dengan banyak diperintah 2 1 5.UM.001.1.2.1.1.2. Ketepatan pembacaan hasil pengukuran 2. Mentaati ketentuan keselamatan kerja Ketepatan Waktu   Menghitung tepat Menghitung kurang tepat 15 5 10 5 20 15 5 ● Mentaati keselamatan kerja ● Kurang mentaati keselamatan kerja ● Waktu yang dipergunakan kurang dari yang disediakan ● Waktu yang dipergunakan tepat dari yang disediakan ● Waktu yang dipergunakan lebih dari yang disediakan 4 5 Sikap/Etos Kerja 5. Ketelitian      3 1 3 1 2 1 5.2.4.1.

.. ................... NILAI (N) Bobot (70%xNP) Teori (NT) Bobot (30%xNT) Praktik (NP) Nilai Akhir (NA) = (30%xNt) + (70% x NP) Kesimpulan: Berdasarkan perolehan nilai akhir (NA) yang diperoleh siswa >= 7....001..00 *).. ..... maka siswa tersebut dapat/belum dapat *) melanjutkan mempelajari modul berikutnya.. Pembimbing ---------------*) Coret salah satu Modul ELKA-MR..UM....A 53 ...00/< 7.. maka nilai teori dan nilai praktik dibobot yaitu nilai teori 30% dan nilai praktik 70%....Lembar Penilaian Akhir: Untuk mendapatkan nilai akhir (NA).. 200 ...

Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu.UM. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini.BAB. maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Modul ELKA-MR. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.A 54 . maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi.001. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.

Jakarta 3. Wibisono. Nur dan Drs. Vedemikum Elektronika Edisi Kedua. Teknik Denyut Op-amp Thyristor.J.UM. Proyek Pengadaan Buku/Diktat Pendidikan Menengah Teknologi. Pelajaran Elektronika Jilid 1. Moh. Pelajaran Elektronika. Jakarta. 1995. Penerbit Karya Utama. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Pelajaran Elektronika. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jilid 1a. Wasito S.001.DAFTAR PUSTAKA 1. Ilmu Elektronika 2. Jakarta Modul ELKA-MR. 1978. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1980. Wasito S. Jilid 3. Penerbit Erlangga. Sirkit Arus Searah. Wasito S. Penerbit Karya Utama. Jakarta 2. B. Jakarta 5. Dirksen. Drs. Indonesia.J. 1982. Jilid 2a. 6. Pelajaran Elektronika. A. 1982. 1977. Wasito S. Penerbit Karya Utama. Penguat Frekuensi Tinggi.A 55 . Jakarta 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful