Debating 2

PRAKTEK HUKUMAN MATI DI INDONESIA Paper ini merupakan catatan monitoring Kontras terhadap praktek hukuman mati di Indonesia

. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang masih menerapkan hukuman mati dalam aturan pidananya. Padahal, hingga Juni 2006, lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati baik secara de jure atau de facto. Di tengah kecenderungan global akan moratorium hukuman mati, praktek ini justru makin lazim diterapkan di Indonesia. Paling tidak selama empat tahun berturut-turut telah dilaksanakan eksekusi mati terhadap para 9 orang narapidana. Pro-kontra penerapan hukuman mati ini semakin menguat, karena tampak tak sejalan dengan komitmen Indonesia untuk tunduk pada kesepakatan internasional yang tertuang dalam Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik serta Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Hak untuk hidup adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam kondisi apapun, sebagaimana juga dijamin dalam konstitusi RI. Hal ini yang mendasari KontraS untuk terlibat aktif dalam upaya penghapusan hukuman mati di negeri ini, sekaligus sebagai penegasan sikap atas penghormatan hak hidup manusia. Hari Penghapusan Hukuman Mati Intenasional, 10 Oktober 2007 menjadi momentum untuk meluncurkan position paper ini. Di tingkat nasional, KontraS terlibat aktif melakukan kampanye penghapusan hukuman mati bersama dengan Koalisi Hapus Hukuman Mati (HATI). Sementara di tingkat regional KontraS juga merupakan salah satu anggota ADPAN (The Anti-Death Penalty Asia Network) yang menjadi anggota dalam koalisi global gerakan abolisi hukuman mati, World Coalition Against The Death Penalty. Catatan monitoring ini dilakukan sejak tahun 2005, dengan berdasarkan pada data-data primer dan sekunder dalam kerja advokasi yang dilakukan KontraS. Karena ketertutupan informasi mengenai hukuman mati di Indonesia, data-data yang disuguhkan adalah data-data hasil temuan KontraS. Sementara data sesungguhnya tidak dapat ditelusuri secara pasti, apalagi data dan informasi tentang penerapan hukuman mati di masa Orde Baru. Meski belum sempurna, kami berharap catatan ini dapat memberikan informasi tentang penerapan hukuman mati di Indonesia. Kami juga berharap catatan in dapat digunakan dalam melakukan kerja advokasi strategis untuk mendorong penghapusan hukuman mati di negeri ini. I. Perkembangan Terkini Isu hukuman mati selalu menjadi debat yang kontroversial. Pro dan kontra penerapan hukuman mati selalu bertarung di tingkatan masyarakat, maupun para pengambil kebijakan. Kontroversi hukuman mati juga eksis baik itu di panggung internasional maupun nasional. Hukum gantung terhadap Saddam Hussein di Irak memicu debat di fora internasional. Di Indonesia kontroversi ini juga memanas ketika eksekusi Tibo Cs dilakukan dan rencana eksekusi terhadap Amrozi Cs. Di tengah kecenderungan global akan moratorium hukuman mati, di Indonesia justru praktek ini makin lazim diterapkan. Paling tidak selama empat tahun berturut-turut telah dilaksanakan eksekusi mati terhadap 9 orang para narapidana (lihat Lampiran, Tabel I). Momentum pembukanya terjadi pada tahun 2004. Pada tahun 2004 terdapat 3 terpidana mati yang sudah dieksekusi, yaitu: Ayodya Prasad Chaubey (warga India, 65 tahun), dieksekusi di Sumatra Utara pada tanggal 5 Agustus 2004 untuk kasus narkoba, Saelow Prasad (India, 62 tahun) di untuk kasus yang sama Sumatra Utara pada tanggal 1 Oktober 2004, dan Namsong Sirilak (Thailand, 32tahun) di Sumatra Utara pada tanggal 1 Oktober 2004 untuk kasus narkoba. Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01.15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur, Astini (perempuan berusia 50 tahun) ±terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan- dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam- Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter1. Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah
1

seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 2 . Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria, 32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 20053. Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997. Sama dengan Astini, Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk. Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu, Sulawesi Tengah. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. Kasus ini sangat kontroversial4 mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin µlebih dalang¶ dari mereka, reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra), hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah. Praktek eksekusi di atas menegaskan bahwa Indonesia masih bersikap teguh untuk mempertahankan kebijakan hukuman mati. Sementara itu daftar terpidana mati yang terancam dieksekusi masih cukup panjang Selain eksekusi tiga orang di atas, hingga di tahun 2007 ini pula vonis hukuman mati masih diterapkan di pengadilan. Pada kasus penyelundupan narkoba oleh warga negara Australia, yang dikenal sebagai kasus Bali Nine, pada awalnya hanya Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Bali.6 Namun, di tingkat pengadilan yang lebih tinggi, jumlah terpidana mati untuk kasus Bali Nine ini bertambah. Scott Anthony Rush, Tan Duc Tanh Nguyen, Matthew James Norman, dan Si Yi Chen kemudian divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA). 7 Untuk kasus narkoba lainnya, Pengadilan Negeri Tengerang memvonis mati pemilik pabrik narkoba di Serang, Banten, Benny Sudrajat dan Iming Santoso, 6 November 2006.8 Begitu pula dengan kasus pembunuhan berencana yang juga menyumbang vonis mati. Di Batam, Pengadilan Negeri Batam memvonis Yehezkiel Ginting atas suatu kasus pembunuhan berencana terhadap satu keluarga, pada 31 Desember 2005.9 Di Sumatera Utara, Pengadilan Negeri Lubuk Pakam memvonis Ronald Sagala dan Nasib Purba untuk kasus pembunuhan terhadap satu keluarga di Dusun III, Desa Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, 8 Mei 2006.10 Pada kasus lain, Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Asep Jaja alias Aji atas kejahatan terorisme (UU 15 tahun 2004 tentang Terorisme), dengan melakukan penyerangan terhadap pos Brimob di Desa Loki, Kecamatan Piru, Seram Bagian Barat.11 Di tingkat banding, pada 31 Maret 2006, Pengadilan Tinggi Maluku mengubahnya menjadi hukuman seumur hidup.12 Kasus vonis hukuman mati juga dijatuhkan oleh Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya, Jawa Timur terhadap Kolonel (AL) M. Irfan Djumori. Ia dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap mantan istrinya dan seorang hakim Pengadilan Agama pada sidang perceraiannya. Kontrovesi kasus hukuman mati lainnya adalah pada kasus Munir. Problemnya adalah prasyarat normatif dari pemerintah Belanda dalam memberikan bantuan kepada pemerintah RI, baik dalam memberikan hasil laporan forensik maupun penyediaan saksi untuk investigasi kasus Munir. Prasyarat normatif tersebut adalah jaminan dari pemerintah RI untuk tidak melakukan penuntutan hukuman mati terhadap terdakwa pelaku. Namun dalam kasus ini Jaksa Agung, Abdurahman Saleh memberikan jaminan untuk tidak menuntut hukuman mati bagi pelaku pembunuh Munir. Pada saat itu dikhawatirkan hukuman mati bagi pelaku pembunuh Munir justru bisa menutup pengungkapan kasus lebih dalam karena saat itu investigasi baru mengarah pada pelaku lapangan dan belum mengarah pada dalang utamanya14. Selain itu Presiden SBY juga menolak grasi terhadap terpidana mati untuk kasus penyelundupan narkoba, Marco Archer Cardoso Moneira, warga negara Brasil, meskipun ada surat permintaan keringanan hukuman oleh Presiden Brasil Lula da Silva.15 Di
2

Hukum sebagai sebuah institusi buatan manusia tentu tidak bisa selalu benar dan selalu bisa salah. Presiden SBY juga menegaskan tidak akan memberikan grasi bagi para terpidana kasus narkoba pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional. atau dibatasi dalam keadaan apapun. 3 . Hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting.tingkat kebijakan. di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi 18 . 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi. Kasus hukuman mati Sengkon dan Karta pada tahun 1980 lalu di Indonesia bisa menjadi pelajaran pahit buat kita.Langkah kebijakan yang penting lainnya terlihat dari pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang tegas menolak usul Uni Eropa agar Indonesia menghapuskan pidana mati pada rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/KUHP yang baru. yaitu pelanggaran dalam bentuk tindak penyiksaan (psikologis). Penerapan hukuman mati di Indonesia juga bertentangan dengan perkembangan peradaban bangsabangsa di dunia saat ini. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. Joachim Broudre Groger. Tragisnya Indonesia sendiri telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan dan mengadopsinya menjadi UU Anti Penyiksaan No. Bahkan dari jumlah di atas. Ulrich Eckle. yaitu hak untuk hidup (right to life). baik itu dalam keadaan darurat. Perkembangan ini penting mengingat lewat mekanisme inilah hukuman mati dinilai apakah bersifat konstitusional atau tidak. Markku Nilnloja. Sayangnya ratifikasi Kovenan Sipil Politik ini tidak diikuti pula dengan ratifikasi Protokal Tambahan Kedua Kovenan Internasional tentang Hak Sipil Politik tentang Pengahapusan Hukuman Mati. yang memiliki kultur. Usul Uni Eropa tersebut disampaikan oleh Dubes Finlandia. imparsial. sistem politik. kejam dan tidak manusiawi. Hal ini bisa terjadi karena umumnya rentang antara vonis hukuman mati dengan eksekusinya berlangsung cukup lama. Amnesty Internasional. Perkembangan lainnya adalah diajukannya uji materil (judicial review) yang dilakukan oleh beberapa terpidana mati untuk UU No. Selain itu dalam konteks politik hukum di Indonesia. Karakter reformasi hukum positif Indonesia masih belum menunjukkan sistem peradilan yang independen. Hukuman mati memiliki turunan pelanggaran HAM serius lainnya. Meskipun Saddam Hussein dikenal sebagai seorang tiran yang memiliki rekam jejak sebagai penjahat HAM. Menolak Hukuman Mati KontraS.di Indonesia pasti meninggikan martabat Indonesia di mata komunitas internasional. Wilayah yang negaranya paling aktif menghapus praktek hukuman mati adalah Afrika. dikurangi. Dubes Jerman. serta delegasi Komisi Uni Eropa. II. pengadilan yang dibentuk atas dirinya tidak memenuhi standar HAM internasional dan sangat jauh dari ukuran prinsip fair trial. Bobroknya sistem peradilan bisa memperbesar peluang hukuman mati lahir dari sebuah proses yang salah. baik melalui mekanisme hukum maupun praktek konkrit. eksekusi Saddam Hussein merupakan kasus yang menyedot perhatian besar.yang telah menghapuskan hukuman mati. perang. dan aparatusnya yang bersih. termasuk bila seseorang menjadi narapidana.17 Sementara itu di tingkatan internasional. Penghapusan hukuman mati -baik melalui mekanisme hukum atau politik.5/1998. Indonesia sendiri ikut menandatangani Deklarasi Universal HAM dan Presiden SBY telah meratifikasi Kovenan Internasional Hak Sipil Politik. dan struktur sosial yang mirip dengan Indonesia. keduanya secara jelas menyatakan hak atas hidup merupakan hak setiap manusia dalam keadaan apapun dan adalah kewajiban negara untuk menjaminnya. terdapat 142 negara ±dengan rata-rata pertambahan 3 negara tiap tahun. mencatat hingga September 2007 ini. hukuman mati harus ditolak karena: 1. 24 negara memasukkan penghapusan hukuman mati di dalam konstitusinya.

Padahal semenjak era reformasi/transisi politik berjalan telah terjadi berbagai perubahan hukum dan kebijakan negara. di mana hukuman mati tidak pernah menjangkau pelaku dari kelompok elit yang tindak kejahatannya umumnya bisa dikategorikan sebagai kejahatan serius/luar biasa.441 kasus22. Kajian PBB tentang hubungan hukuman mati (capital punishment) dan angka pembunuhan antara 1988-2002 berujung pada kesimpulan hukuman mati tidak membawa pengaruh apapun terhadap tindak pidana pembunuhan dari hukuman lainnya seperti hukuman seumur hidup. korupsi. sampai saat ini bahkan kejahatan terorisme masih menjadi momok dan negara sama sekali tidak punya jawaban efektif atas persoalan ini. dan pelanggaran berat HAM.2. Padahal janji Presiden SBY hukuman mati diprioritaskan buat kejahatan luar biasa seperti narkoba. Satu pernyataan pelaku kasus pemboman di depan Kedubes Australia.23 Sikap ini juga ditunjukkan terdakwa kasus bom lainnya yang umumnya menolak meminta grasi atau pengampunan atas perbuatan yang telah dilakukan24. Hukuman mati justru menjadi amunisi ideologis untuk meningkatkan radikalisme dan militansi para pelaku. Penerapan hukuman mati jelas tidak berefek positif untuk kejahatan terorisme semacam ini. berarti saya mati syahid´. Sayangnya masih banyak sekali peraturan dan perundang-undangan yang bertentangan dengan 4 . ketika divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 13 November 2005: ³Saya tidak kaget dengan vonis ini karena saya sudah menyangka sejak awal saya menjadi terdakwa. namun oleh problem struktral lainnya seperti kemiskinan atau aparat hukum/negara yang korup.799 kasus narkoba. 19 Artinya hukuman mati telah gagal menjadi faktor determinan untuk menimbulkan efek jera. Selama tahun 2004 Polda Metrojaya telah menangani 4. hak beragama. Pabrik ini dianggap sebagai pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia dengan total produksi 100 kilogram ekstasi per minggu dengan nilai sekitar Rp 100 milyar20.36 persen jika dibandingkan dengan angka kasus narkoba tahun 2003. Bahkan untuk kejahatan terorisme hukuman mati umumnya justru menjadi faktor yang menguatkan berulangnya tindakan di masa depan. angka kasus narkotika. Iwan Dharmawan alias Rois. atau kriminal lainnya tidak semata-mata disebabkan oleh ketiadaan hukuman mati. Serang. psikotropika. Penerapan hukuman mati juga menunjukkan wajah politik hukum Indonesia yang kontradiktif. dan bahan adiktif lainnya (narkoba) tahun 2004 naik hingga 39. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan umum.338 kasus jika dibandingkan kasus narkoba tahun 2003 yang hanya 3. Salah satu argumen pendukung hukuman mati adalah karena sesuai dengan hukum positif Indonesia. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. namun reformasi hukum juga menegaskan pentingnya hak untuk hidup. hak untuk tidak diperbudak. pelaku pelanggaran berat HAM dengan jumlah korban jauh lebih masih dan merugikan ekonomi orang banyak tidak pernah divonis mati. Kalaupun saya dihukum mati. atau meningkat 1. terorisme. Pasal 28I ayat (1) UUD ¶45 (Amandemen Kedua) menyatakan: hak untuk hidup. Terakhir kali pada 1 Oktober 2005 lalu terjadi lagi kasus bom bunuh diri di 1Bali. Para pelaku korupsi. Praktek hukuman mati di Indonesia selama ini masih bias kelas dan diskriminasi. Ternyata operasi ini melibatkan dua perwira aparat kepolisian. Meningkatnya kejahatan narkoba. 4. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun´. Di tahun 2005 ini misalnya ditemukan pabrik pil ekstasi berskala internasional di Cikande. Saya menolak vonis ini karena dijatuhkan oleh pengadilan setan yang berdasarkan hukum setan. 3. Komisaris MP Damanik dan Ajun Komisaris Meningkatnya angka kejahatan narkoba juga diakui oleh Polda Metrojaya. dibandingakan dengan jenis hukuman lainnya. Banten. hak untuk tidak di siksa. Dari kenyataan sosiologis. tidak ada pembuktian ilmiah hukuman mati akan mengurangi tindak pidana tertentu. Meski hukuman mati masih melekat pada beberapa produk hukum nasional. Jakarta (9 September 2004). bukan hukum Allah.

Jaksa Agung kemudian meminta masukan dan konsultasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk meminta rekomendasi metode hukuman mati lainnya 32. dan pelanggar berat HAM merupakan keadilan yang harus ditegakkan dan memberikan efek jera bagi para pelakunya27. mulai dari presiden26. Mereka disebut kelompok dominan karena terdiri dari para pejabat negara. Berikut ini rangkuman diskursus yang berkembang tentang hukuman mati.29 Selama ini metode hukuman mati hanya dilakukan lewat tembak mati sesuai dengan UU No. Salah satu yang menyatakan penolakkan/abolisi praktek hukuman mati adalah KontraS25. Hamid Awaluddin 31. Ide perubahan metode hukuman mati ini juga didukung oleh Menteri Hukum dan HAM. aparat peradilan yang masih korup dan praktek fair trial yang belum terpenuhi. Departemen Hukum dan HAM. dan sebagian publik yang melihat mengangap hukuman mati sebagai alternatif penegakkan hukum diIndonesia yang amburadul. Liputan yang cukup intensif di beberapa hari sebelum eksekusi kemudian mendorong banyak pihak untuk berkomentar. pemimpin agama. Sementara kelompok ekstrim lainnya tetap mempertahankan hukuman mati. Diskursus Hukuman Mati Praktek eksekusi beberapa tahun belakangan ini juga sempat memicu debat akan diskursus soal hukuman mati. yang melibatkan Mahkamah Agung. 2) Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menegaskan hukuman mati masih diperlukan supaya upaya memberikan efek jera. kelompok agama. Mereka yang mempertahankan diskursus hukuman mati adalah: 1) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam debat Capres/cawapres yang diselenggarakan oleh KPU di Hotel Borobudur menyatakan hukuman mati kepada pengedar narkoba. namun lebih berkutat pada metode hukuman mati yang lebih mengurangi rasa penderitaan bagi si terpidana mati atau yang agak lebih maju soal penerapan hukuman mati di kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan serius atau luar biasa. bahkan hingga anggota Komnas HAM sekalipun. koruptor. tidak boleh dicabut siapapun ±bahkan oleh negara lewat instrumen hukum-. Tercatat masih terdapat 11 perundang-undangan yang masih mencantumkan hukuman mati.28 Jaksa Agung hanya mengusulkan adanya perubahan metode hukuman mati.2/PNPS/196430. pada prinsipnya diskursus dominan dalam tema hukuman mati adalah tetap mempertahankannya. kelompok organisasi HAM yang menolak praktek hukuman mati untuk segala bentuk kejahatan. Selain itu Kejaksaan Agung juga meminta fatwa MA untuk batas waktu Pengajuan Kembali/PK dan Grasi dari terpidana mati supaya memiliki kepastian waktu untuk eksekusi35. Departemen Kesehatan. 3) Majelis Ulama Indonesia/MUI juga mengeluarkan fatwa tentang hukuman mati pada acara 5 . dan terlebih lagi penegakkan hukum dan HAM yang masih buruk di Indonesia. dan Polri34. dari metode eksekusi tembak mati dengan metode lain seperti suntik mati atau digantung. Namun kemudian IDI sendiri menolak merekomendasikan jenis hukuman mati Keseriusan Jaksa Agung untuk mengubah metode hukuman mati juga ditunjukkan dengan membentuk Kelompok Kerja Hukuman Suntik Mati. Perkembangan ini terutama dipicu oleh berbagai liputan dan tayangan media massa ±khususnya televisi. Jadi pada kenyataannya ide tentang penghapusan hukuman mati masih merupakan diskursus marginal. 1.semangat konstitusi di atas. Di sudut paling ekstrim adalah kelompok yang menentang sama sekali praktek hukuman mati. Kelompok pertama terdiri dari sedikit organisasi HAM dan di sudut ekstrim lainnya diisi oleh para pejabat negara ±atas nama hukum-. Kedua.yang menggambarkan kondisi terpidana mati Asti dalam menghadapi sakratul maut. Perundang-undangan RI yang Memiliki Ancaman Pidana Hukuman Mati III. Karenanya debat diskursus tidak mengarah pada pertanyaan tentang penghapusan hukuman mati. Jaksa Agung. Kelompok ini mendasarkan argumennya pada perspektif HAM yang menyatakan hak atas hidup bersifat abolut. IDI.

Sayangnya debat ini tidak juga bisa mendorong transparasi praktek hukuman mati. yaitu Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. dan sebagainya36. Deegan) yang anaknya (Joshua Kevin Deegan).menunjukan prakek tersebut juga tidak diperkenankan. sesuatu yang wajib dilakukan Pemerintah RI sebagai Negara Pihak Kovenan Sipil-Politik. Pada peringatan tersebut juga dibacakan surat dari seorang ayah (Brian K. 12 Oktober 2002. Peringatan ini dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Jaksa Agung sendiri mengeluarkan data hukuman mati versinya 38 . Brian K. Joshua. Namun menjadi pertanyaan apakah periode penundaan eksekusi yang berkepanjangan (death row phenomenon) terhadap seorang narapidana sesuai dengan norma HAM kontemporer. Angka-angka yang ditampilkan di tulisan ini (Lampiran Tabel I dan II) tidak bisa menggambarkan keseluruhan data perkembangan hukuman mati di Indonesia. -Pasal 90: ³Jika permohonan grasi terpidana mati ditolak dan pidana mati tidak dilaksanakan selama 10 (sepuluh) tahun bukan karena terpidana melarikan diri. Meski ia sendiri sangat membenci tindakan para pelaku tersebut. Ada beberapa kemajuan dalam RUU ini. Deegan kepada semua pihak yang berkepentingan untuk tidak mengeksekusi para pelaku kasus Bom Bali I. jika: (2) Jika terpidana selama masa percobaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. Inisiatif Masyarakat Sipil Isu hukuman mati yang begitu kontroversial beberapa tahun belakang ini juga mendorong berbagai kelompok penentang hukuman mati untuk mengkonsolidasikan dirinya. Fatwa hukuman mati merupakan satu dari sebelas fatwa MUI lainnya seperti mengharamkan perkawinan beda agama. Seperti adanya pertimbangan akhir ±lewat evaluasi yang cukup lama. (3) Jika terpidana selama masa percobaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji serta tidak ada harapan untuk diperbaiki. happening art. Deegan menolak membenarkan eksekusi mati kepad Amrozi cs. Kegiatan yang dimotori oleh Aliansi Hapus Hukuman Mati (HATI) ini ditandai oleh kegiatan orasi dari 13berbagai tokoh. Menurut Bagir sebaiknya terpidana hukuman mati yang sudah divonis tetapi dalam waktu lima tahun tidak dieksekusi. menyatakan Ahmadiyah sebagai ajaran sesat. maka pidana mati dapat dilaksanakan atas perintah Jaksa Agung. Dalam suratnya tersebut ia menyatakan: ³Saya menentang hukuman mati di bawah situasi apapun. Data terpidana mati secara keseluruhan sampai dengan Desember 2004 39 berjumlah 73 orang dengan perincian sebagai berikut: -Pasal 89: (1) Pelaksanaan pidana mati dapat ditunda dengan masa percobaan selama 10 (sepuluh) tahun. Momentum konsolidasi ini mengambil tanggal 10 Oktober. mengharamkan pluralisme. maka hukumannya diubah menjadi pidana seumur hidup37. menjadi korban peristiwa Bom Bali I.untuk mempersulit eksekusi mati bagi seorang terpidana. MUI mendukung hukuman mati untuk kejahatan tertentu. Surat itu merupakan permintaan Brian K. dan pembacaan surat pribadi ke publik. maka pidana mati dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama (dua puluh) tahun dengan Keputusan Menteri yang bertanggung jawab di bidang hukum.Musyawarah Nasionalnya yang ke-7. Preseden dan pengalaman Komite HAM (ICCPR) atau Komite Anti Penyiksaan (CAT) ± yang keduanya sudah diratifikas Pemerintah RI. Jakarta. 4) Pernyataan sikap yang lebih maju dikemukakan oleh Ketua MA. distribusi alat-alat kampanye. 28 Juli 2005 di Jakarta. anak saya juga 6 . maka pidana tersebut dapat diubah menjadi pidana seumur hidup dengan Keputusan Presiden´. IV. Bagir Manan. Amrozi cs.

yang direpresentasikan oleh KontraS sepakat membentuk jaringan regional gerakan abolisi hukuman mati. Sebelumnya putusan final hukuman mati bisa ditentukan oleh pengadilan tingkat provinsi.46 Selain advokasi nasional. Pada Juli 2006 di Hong Kong. Ini bisa terlihat dari jumlah negara Asia yang paling sedikit menerapkan praktek abolisi hukuman mati baik secara de jure maupun de facto. Taiwan. mantan penguasa Irak. Atas alasan ini Saya meminta hukuman mati tersebut diubah menjadi hukuman seumur hidup. Kegiatan Cities for Life ini diinisiasi oleh Komunitas Sant¶Egidio untuk mengenang tanggal pertama -30 November 1786. Tujuan dari pembentukan jaringan ini adalah untuk memperkuat semangat masing-masing dengan membagi cerita pengalaman secara bersama-sama. Selain itu di akhir tahun 2006 ±persis di hari Raya Islam Idul Adha. Australia. Korea Selatan. berbagai NGO dari India. Jepang. lewat suatu pengadilan yang diragukan independensinya. Kegiatan ini berbentuk aksi simbolik menyalakan lampu terang pada suatu gedung di suatu kota. dan termasuk Indonesia. Pakistan. Meskipun kuat dugaan Saddam Hussein terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan semasa ia berkuasa. Kegiatan ini bisa berlangsung atas insiatif dan difasilitasi oleh Amnesty International. Apalagi bila memperhitungkan kerentanan situasi sosial politik di Irak pasca invasi pimpinan Amerika Serikat. Mongolia. Momentum ini dianggap sebagai sejarah pertama penghapusan hukuman mati oleh suatu negara modern. Hong Kong. Perubahan 7 . Thailand. Kecenderungan ini dianggap merupakan sebuah perkembangan yang mengejutkan dan merupakan salah satu tematik HAM yang paling progresif pasca Perang Dunia II. dan secara bersama-sama merumuskan agenda regional yang memerlukan kerja berjaringan. Sebagai inisiatif penguat kecenderungan abolisi hukuman mati di dunia. Singapura. ADPAN (The Anti-Death Penalty Asia Network).terjadinya penghapusan hukuman mati oleh suatu otoritas negara di Eropa. bila dibandingkan dengan kawasan lainnya. Praktek Hukuman Mati di Dunia keharusan suatu kasus hukuman mati untuk diputus di tingkat pengadilan tertinggi. kelompok-kelompok organisasi HAM di Indonesia juga membangun jaringan regional gerakan anti hukuman mati. V. tanpa kemungkinan ada keringanan´.menentang hukuman mati. sekelompok NGO regional Asia berkumpul membentuk jaringan gerakan abolisi hukuman mati. Papua New Guini. Namun perkembangan positif ini masih harus menghadapi fenomena hukuman mati di beberapa negara yang masih dilakukan begitu cepat dan mudah. Latar belakang pembentukan jaringan regional ini karena didasari suatu kenyataan bahwa region Asia merupakan kawasan paling resisten terhadap penghapusan hukuman mati.47 Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari koalisi global gerakan abolisi hukuman mati. World Coalition Against The Death Penalty. Great Duchy of Tuscany. dan eksekusi terhadap terpidana mati hanya dijalankan di sedikit negara. Reformasi ini diperkirakan bisa menurunkan angka eksekusi mati secara drastis karena banyak kritik menyatakan hukuman mati di RRC lahir akibat proses peradilan yang korup dan tidak menyediakan mekanisme supervisi atau kontrol yang ketat.juga ditandai oleh eksekusi mati Saddam Hussein. Mahkamah Agung. Beberapa agenda bersama adalah secara serempak di masing-masing negara mengorganisir kegiatan peringatan Hari Anti Hukuman Mati Sedunia pada setiap tanggal 10 Oktober dan memperingati kegiatan Cities for Life pada tanggal 30 November. Di tahun 2006 ini tercatat ada 537 kota di 31 negara yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Prinsip-prinsip hukum yang harusnya sangat ketat bagi kasus-kasus hukuman mati tidak juga dipertimbangkan. bahkan bila dilihat dari evolusinya di tataran hukum internasional 48 Beberapa negara juga semakin memperketat praktek eksekusi dan hukuman mati dalam sistem hukumnya. Kecenderungan Global secara de jure atau de facto. hukuman mati dan eksekusi Saddam tetaplah sesuatu yang negatif.

Perkembangan mundur yang terjadi hanyalah dilakukannya eksekusi mati gantung terhadap Saddam Hussein di Irak pada 30 Desember 2006 Kecenderungan ini untuk semakin memperkuat debat panjang tentang hukuman mati ditinjau dari perspektif HAM. atau meski tidak ada pernyataan politik suatu negara selama 10 tahun tidak menjalankan eksekusi mati. maupun politik. termasuk bagi 8 . Laporan PBB yang unik ini berisi monitoring isu hukuman mati baik di tingkatan praktek. Dalam mekanisme yang lain terdapat Resolusi Komisi HAM PBB 2005/59 53 yang kembali menegaskan bahwa penghapusan hukuman mati merupakan salah satu tonggak progresif dalam peradaban HAM saat ini. kecenderungan global menunjukan arah yang positif menuju penghapusan hukuman mati. sambil menyerukan ratifikasi terhadap Protokol Tambahan Kedua Kovenan Sipil-Politik. yaitu: Andorra. Moldova.kemudian juga dihapuskan diberbagai mekanisme pengadilan HAM internasional meskipun juridiksinya mencakup kejahatan paling berat dan serius di bawah hukum internasional. Meskipun isu ini masih menjadi kontroversi di tingkatan pengaturan normatif berbagai instrumen HAM. Meski menghasilkan figur di atas. Hingga September 2007 tercatat sudah 59 Negara Pihak dari treaty ini dengan Negara Pihak yang baru.54 PBB sendiri merupakan lembaga yang secara tegas menolak praktek hukuman mati kepada semua terpidana. dan Turki. Filipina. total negara yang sudah melakukan penghapusan (abolisi) hukuman mati dengan berbagai bentuk adalah 142. Hal yang sama ditampilkan di Laporan Lima Tahunan PBB (UN Quinquennial Report on Capital Punishment) yang ke-7.negara-negara yang menghapus hukuman mati untuk seluruh jenis kejahatan baru berjumlah 14 negara. eksekusi terpidana mati hanya dilakukan di 25 negara untuk 2004 dan 22 negara untuk 2005. pembatasan hukuman mati bagi µkejahatan paling serius¶ yang tidak boleh mencakup kejahatan ekonomi atau segala kejahatan yang bersifat nonfisik. Ada yang membatasi praktek hukuman mati hanya berlaku untuk masa perang dan ini bisa dianggap sebagai sikap abolisionis. Dari 55 negara yang mempertahankan hukum mati. Argumen ini semakin diperkuat bahwa ketentuan hukuman mati ±di luar Protokol Tambahan Kedua Kovenan Sipil-Politik. dan seruan untuk tidak menerapkan hukuman mati sebagai hukuman wajib/mandatory death penalty untuk kejahatan tertentu. Pada kenyataaannya tidak. Kategori moratorium ini ditentukan oleh komitmen politik pejabat negaranya untuk tidak menggunakan hukuman mati meskipun sistem hukumnya masih mengatur penggunaannya. Kasus ini mengenai seorang pembunuh yang dieksekusi mati namun di belakangan hari ditemukan fakta bahwa ternyata korbannya masih hidup. khususnya hak atas hidup. Ada yang secara formal legalistik menjamin penghapusan hukuman mati bagi seluruh jenis kejahatan. Pada dekade 1950-an ±saat Pasal 6 Kovenan Sipil-Politik telah disusun. sementara jumlah negara yang masih menerapkan hukuman mati adalah 55. Resolusi ini juga memiliki tujuan yang lebih pragmatis dengan menekankan masalah isu hukuman mati atas anak-anak di bawah 18 tahun. Hingga di akhir tahun 2006 mayoritas negara di dunia bergerak ke arah abolisi dengan berbagai cara. legislasi.ini menurut beberapa sumber disebabkan oleh suatu skandal kasus hukuman mati yang mendapat sorotan tajam publik di RRC. institusi.52 Hal ini juga sejalan dengan perkembangan ratifikasi Protokol Tambahan Kedua (Abolisi Hukuman Mati) Kovenan Internasional HakHak Sipil dan Politik yang jumlahnya semakin bertambah. kecenderungan ini semakin memperkuat posisi kubu abolisionis yang punya tujuan akhir menyatakan bahwa hukuman mati secara absolut merupakan pelanggaran HAM. Ada negara yang melakukan praktek moratorium untuk hukuman mati. Statuta Tribunal HAM Internasional Roma Mahkamah Pidana Internasional (Rome Statute of the International Criminal Court. Negara-negara yang menghapus hukuman mati hanya untuk jenis kejahatan biasa baru berjumlah 19 negara. 1998) yang merupakan Pengadilan HAM Internasional yang permanen. Banyak pihak menganggap praktek hukuman mati merupakan hal yang lazim secara universal. Sementara itu hingga September 2007 ini. larangan hukuman mati bagi mereka yang dikategorikan gila.

55 Sementara itu ada juga instrumen internasional lain yang menyinggung pelarangan praktek hukuman mati. Dan jika di dalam produk hukum tersebut tersedia hukuman yang lebih ringan. Saat ini di tingkat internasional sudah terdapat 4 instrumen HAM ±satu bersifat internasional dan tiga bersifat regional. 3) Hukuman mati tidak boleh diterapkan pada anak yang berusia 18 tahun pada saat ia melakukan kejahatan tersebut Hukuman mati tidak boleh diterapkan kepada perempuan yang sedang hamil atau ibu yang baru melahirkan. seorang terdakwa harus disediakan pembelaan hukum yang memadai 6) Seseorang yang dijatuhi hukuman mati berhak untuk mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi dan banding tersebut bersifat imperatif/wajib. Konvensi Hak-Hak Anak/Convention on the Rights of the Child (1989) Pasal 37 (a) melarang eksekusi mati bagi anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. Penalty. Tafsir Komite HAM sendiri atas hukuman mati ada pada Komentar Umum No. Panduan ini memperjelas pembatasan praktek hukuman mati menurut Kovenan Sipol. penerapannya hanya bisa berlaku bagi µkejahatan yang paling serius yang kategorinya harus sesuai dengan tingkat konsekwensi yang sangat keji. 6: Pasal 6 (Hak atas Hidup) (paragraf 6) yang menyatakan bahwa semangat Kovenan ini tetaplah pada arah penghapusan hukuman mati dan penghapusan tersebut merupakan suatu progresivitas implementasi hak atas hidup. atau kejahatan perang. Sementara itu dalam konteks Kovenan Sipol (bagi Negara Pihak yang masih menerapkan praktek hukuman mati). 7) Seseorang yang dijatuhi hukuman mati berhak untuk mengajukan pengampunan. Mekanisme pengadilan/tribunal HAM internasional (ICC.para pelaku kejahatan genosida. Hukuman mati tidak boleh dijatuhkan kepada orang yang cacat mental atau gila.yang khusus mengatur penghapusan hukuman mati. atau perubahan hukuman. paling tidak sesuai dengan Pasal 14 Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik. Hal ini harus mencakup semua jenis kejahatan. 9) Ketika eksekusi mati dijalankan. Ketentuan ini terus diperbaharui. ICTY. termasuk pada setiap kasus yang diancam hukuman mati. Hukuman mati yang bersifat wajib diterapkan (mandatory death penalty) untuk suatu kejahatan juga tidak diperbolehkan. ICTR) -seperti yang disinggung di atasyang merupakan instrumen internasional juga semakin menambah deret panjang hukum internasional yang mengatur abolisi hukuman mati. 4) Hukuman mati hanya boleh diterapkan ketika kesalahan si pelaku sudah tidak menyediakan sedikitpun celah yang meragukan dari suatu fakta atau kejadian. kejahatan terhadap kemanusiaan. 8) Hukuman mati tidak boleh diberlakukan untuk membatalkan upaya pengajuan pengampunan atau perubahan hukuman. Semuanya merupakan kategori kejahatan di bawah hukum internasional yang paling serius. Pembatasan praktek hukuman mati tersebut antara lain: 1) Di negara yg belum menghapuskan hukuman mati. termasuk terakhir oleh Resolusi Komisi HAM 2005/59. tertanggal 25 Mei 1984) atau Safeguards Guaranteeing Protection of the Rights of Those Facing the Death Sipil-Politik ±satu-satunya treaty internasional yang ´membolehkan´ praktek hukuman matiterdapat tafsir legal baru dari Komite HAM. PBB mengeluarkan sebuah panduan berjudul Jaminan Perlindungan bagi mereka yang Menghadapi Hukuman Mati (Resolusi Dewan Ekonomi Sosial PBB 1984/50. metodenya harus seminimal mungkin menimbulkan 9 . 5) Hukuman mati hanya bisa dijatuhkan sesuai dengan keputusan hukum yang final lewat sebuah persidangan yang kompeten yang menjamin seluruh prinsip fair trial. maka yang terakhir ini yang harus diterapkan. 2) Hukuman mati hanya boleh berlaku bila kejahatan tersebut tercantum dalam produk hukum tertulis yang tidak bisa bersifat retroaktif pada saat kejahatan tersebut dilakukan.

sementara tim pembela Saddam Hussein bekerja secara voluntaristik dan sering mendapat tekanan. Sejak awal badan-badan PBB sudah menyatakan bahwa invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 merupakan tindakan yang ilegal. Beberapa organisasi HAM internasional ±seperti Human Rights Watch 65 . ditandai sebuah eksekusi mati terhadap seorang tokoh nternasional penting. Seharusnya untuk dakwaan seserius yang dituduhkan terhadap Saddam Hussein harus diadili oleh mekanisme Tribunal HAM internasional. mantan Hakim Ketua pada Pengadilan Revolusioner Irak. Di penghujung tutup tahun 2006 ini. dieksekusi dengan digantung pada sekitar pukul enam pagi waktu Baghdad. Pemerintah AS mendukung pihak penuntut dengan mengeluarkan ratusan ribu dollar AS untuk mencari bukti yang memberatkan. khususnya dari komunitas Uni Eropa. Eksekusi Saddam tidak hanya melanggar prinsip hak atas hidup yang tidak mentolerir praktek hukuman mati. di saat umat Muslim merayakan Idul Adha. Unfair trial dari SICT terlihat dari kegagalannya untuk menunjuk perangkat pengadilan yang imparsial dan independen. Dua rekan Saddam Hussein lainnya. sementara ICTY dan ICTR -yang dibentuk atas resolusi Dewan Keamanan PBB 808 (1993) dan 955 (1994) . Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat Manusia Namun demikian di tingkatan internasional juga masih terdapat praktek kemunduruan. Meski demikian masih menjadi perdebatan apakah hukuman mati merupakan jenis hukuman kejam (corporal punishment) sebagaimana yang menjadi subjek isu Pasal 7 Kovenan Sipol dan juga Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. Sejak dimulainya persidangan sudah tiga pembela hukum Saddam Hussein yang dibunuh. beberapa Pelapor Khusus PBB. mantan penguasa Irak. Saddam Hussein divonis mati pada tanggal 5 November 2006 setelah pengadilan Irak (the Supreme Iraqi Criminal Tribunal/SICT) menyatakan ia bersalah atas pembunuhan terhadap 148 orang dari desa al-Dujail setelah upaya percobaan pembunuhan yang gagal terhadap dirinya di tahun 1982. 26 Desember 2006.yang memantau pengadilan Saddam Hussein menemukan banyak cacat prinsipil dan prosedural. namun tenggangnya tetap 30 hari setelah putusan banding. Pembentukan SICT juga merupakan tindakan sepihak yang melanggar standar HAM universal. namun juga eksekusi ini lahir lewat sebuah proses peradilan yang tidak jujur dan mandiri (unfair trial). Mereka divonis mati dengan dakwaan yang sama dengan Saddam. Mantan ditaktor Irak ini dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan massal 148 orang dari Kota al-Dujail pada tahun 1982 setelah ada upaya percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Persidangan terhadap Saddam Hussein dimulai pada Oktober 2005. Pengadilan Banding/Tinggi Irak kemudian memperkuat putusan pertama pada 26 Desember 2006 dan memerintahkan pelaksanaan eksekusi dalam kurun waktu 30 hari. Penyimpangan lainnya adalah meskipun SICT didisain mirip dengan Tribunal HAM internasional namun SICT menerapkan hukuman mati. dan organisasi-organisasi HAM internasional. Monitoring 10 . 30 Desember 2006. hampir dua tahun setelah ia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dan persidangan tersebut berakhir pada Juli 2006.sudah tidak memperbolehkannya. Barzan Ibrahim al-Tikriti. dan Awad al Bandar.penderitaan. Eksekusi mereka belum ditentukan secara pasti. sama seperti untuk kasus bekas negara-negara di Yugoslavia (ICTY) dan di Rwanda (ICTR). Saddam Hussein. Eksekusi Saddam Hussein ini menimbulkan berbagai reaksi keras dari banyak perwakilan negara. Leandro Despouy menilai persidangan Saddam Hussein dan terdakwa lainnya tidak memenuhi standar dan prinsip universal akan pengadilan yang independen/mandiri dan mereka tidak mendapatkan hak-haknya sebagai terdakwa secara memadai64. Kegagalan lainnya adalah ketiadaan perlindungan terhadap saksi dan pembela hukum. Pelapor Khusus PBB tentang Kemandirian Pengadilan. Sejak awal proses persidangan bagi Saddam Hussein yang dituduh bertanggung jawab atas praktek kejahatan terhadap kemanusiaan/crimes against humanity sudah menimbulkan kontroversi yang pekat. saudara tirinya yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelejen Irak. Sejak awal SICT penuh dengan intervensi dari lawan politk Saddam Hussein dan kepentingan Pemerintahan Bush.

seorang mantan marinir yang kasusnya berhubungan dengan Suud Rusli dan Gunawan Santosa. Setelah itu suntikan kedua dilakukan dan baru 34 menit kemudian Diaz dinyatakan meninggal. seperti pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP). Melarikan diri dari penjara militer Cimanggis. hak untuk tidak disiksa. Namun memang akan terjadi kontradiksi jika kemudian kita melihat ketentuan mengenai hak hidup dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUDNRI 1945) dalam Bab XA mengenai Hak Asasi Manusia. maka apa yang telah dilakukan oleh terpidana dengan menghilangkan nyawa korban juga berarti telah merampas hak hidup dari si korban. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Siswanto (alias Robot Gedek). UUDNRI merupakan sumber hukum tertinggi di Indonesia. maka secara jelas dapat dikatakan bahwa penerapan hukuman mati bertentangan dengan hak asasi manusia. pada bulan Desember 2006. Syam Ahmad Sanusi. Dalam pasal 28J ayat (1) UUDNRI 1945 menjelaskan bahwa HAM seseorang itu dibatasi oleh HAM orang lain dan juga peraturan perundang-undangan. Di bulan Desember 2006. hak untuk tidak diperbudak. Angel Diaz dieksekusi dengan suntik racun (lethal injection). dari berbagai sumber. khususnya pada Pasal 28A dan Pasal 28I ayat (1). Keterangan: Ada dua terpidana mati yang sudah meninggal dunia sebelum dieksekusi. dan meningkatkan taraf kehidupannya. Sumber : KontraS. Sedangkan Pasal 28I menyatakan bahwa ³Hak untuk hidup. Gubernur Florida. Pasal 28A menyatakan bahwa ³Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya´. Bahrain melakukan eksekusi untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir. APAKAH HUKUMN MATI MELANNGAR HAM Hukuman mati masih dipraktekkan di Indonesia sampai dengan saat ini. Ketentuan dalam ke dua pasal di atas kembali dipertegas dalam UU No. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. yang kasusnya cukup terkenal ±dengan kasus pembunuhan sambil melakukan sodomi terhadap anak kecil. dan terorisme. hak beragama. Namun jika kita perluas cakupan masalah kepada keluarga korban kejahatan (misalkan pembunuhan berencana). Praktek persidangan yang tidak independen dan jujur ini merupakan preseden yang buruk bagi reformasi institusi peradilan di Irak yang sedang menjalani proses transisi. peredaran narkotika. mempertahankan hidup. Informasi mungkin tidak akurat karena data tentang hukuman mati di Indonesia tidak terlalu terbuka. Jelaslah bahwa orang-orang 11 . Jika ke dua pasal ini dikaitkan dengan penerapan hukuman mati. Amerika Serikat. Ia mengerang kesakitan setelah mendapat suntikan pertama. Pasal 9 ayat (1) menyatakan kembali bahwa setiap orang berhak untuk hidup. Di Florida. Dua hari kemudian. Terpidana telah melanggar HAM korban dengan merampas hak hidupnya.organisasi HAM internasional juga menunjukkan bahwa Saddam Hussein tidak mendapat akses penuh terhadap pembela hukumnya pada tahun pertama setelah ia ditangkap. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Jab Bush menunda semua eksekusi sampai bisa dibuktikan metode suntik itu benar-benar µmanusiawi¶. terutama untuk beberapa tindak pidana berat.meninggal dunia dalam tahanan pada Maret 2007. Eksekusi Saddam Hussein bukan satu-satunya kemunduran dalam gerakan penghapusan hukuman mati. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun´. Ke dua pasal ini secara eksplisit menegaskan bahwa hak hidup serta hak mempertahankan hidup dan kehidupan merupakan suatu hak yang mendasar. 5 Mei 2005 dan kemudian tertembak mati dalam pelariannya pada 17 Agustus 2007.

jujur. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kewajiban negara (pemerintah) kembali dipertegas dalam UU No. salah satunya adalah hukuman mati. UU No. akibat dari perbuatan ini ialah dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat karena timbulnya rasa saling curiga antargolongan atau antarkelompok. akibat yang ditimbulkan sangat dahsyat. Kejahatan -kejahatan tersebut dapat juga berupa perbuatan yang dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar. Dalam tindak pidana psikotropika. maka penjatuhan vonis hukuman mati sangat dimungkinkan. Tindak-tindak pidana yang diancam dengan hukuman mati merupakan perbuatan -perbuatan yang berbahaya bagi masyarakat serta dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat. tanpa diskriminasi. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi hak asasi manusia tersebut adalah dengan memberikan hukuman yang berat (maksimal) bagi para pelanggar hak asasi manusia. serta membuat keadaan negara menjadi tidak kondusif. akibat yang ditimbulkan juga tidak kalah hebat. Secara sosiologis. Akibat 12 . Yang dimaksud dengan implementasi di bidang hukum di sini ialah bahwa terpidana telah diproses sesuai dengan hukum acara yang berlaku. Oleh sebab itu negara berkewajiban untuk memenuhi rasa keadilan korban dan masyarakat dengan menerapkan hukuman yang setimpal atas perbuatan terpidana. dampaknya dapat menimbulkan ketakutan dan kepanikan dalam masyarakat. 39 Tahun 1999. Secara sosiologis dan psikologis. Hukuman mati dalam kacamata perlindungan HAM (korban/keluarga korban) adalah sangat dimungkinkan. selama pemerintah dapat menjamin terlaksananya suatu proses peradilan yang adil. telah melanggar HAM orang lain dan juga peraturan perundang-undangan yang membatasi HAM itu. hanya dapat dibatasi atas dua hal. negara tetap harus memberikan kesempatan kepada terpidana untuk mendapatkan keadilannya melalui suatu proses peradilan yang adil dan tidak memihak. Bahkan penjelasan tersebut menyatakan secara eksplisit bahwa perlindungan hak untuk hidup. pidana mati masih dapat diizinkan. seperti peredaran narkotika dan terorisme. khususnya pemerintah. bahwa dalam keadaan luar biasa. Dalam penjelasan Pasal 9 ayat (1) UU No. selain untuk memberikan efek jera dan edukasi (contoh). terutama HAM korban. dan adil sehingga rasa keadilan terpidana dan terutama korban/keluarga korban terpenu Dalam menjatuhkan hukuman mati. dengan mengajukan pengaduan dan gugatan dalam perkara pidana. Pasal 71 menjelaskan mengenai kewajiban dan tangggung jawab negara untuk melindungi HAM. sehingga tidak ada hak -haknya yang dilanggar. Dalam tindak pidana terorisme. Pasal 28I ayat (4) UUDNRI 1945 menegaskan bahwa perlindungan HAM merupakan tanggung jawab negara. atau administrasi serta diadili melalui proses peradilan yang bebas dan tidak memihak.yang melakukan kejahatan yang diancam dengan hukuman mati. 39 Tahun 1999 memberikan pedoman mengai hal tersebut dalam Pasal 17 yang menjelaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh keadilan. yaitu aborsi (demi kepentingan ibunya) dan pidana mati. Secara psikologis. Pasal 72 menjelaskan bahwa salah satu langkah perlindungan HAM tersebut adalah melalui implementasi yang efektif dalam bidang hukum. perdata. Oleh karena itu. seperti pembunuhan berencana dan peredaran narkotika. hukuman mati diperlukan untuk memberikan rasa tenang dan aman dalam masyarakat. Vonis hukuman mati dijatuhkan setelah melalui proses pengadilan yang objektif. Tindak pidana ini selalu menimbulkan korban nyawa serta kerugian materiil dan immaterial yang besar.

keduanya secara jelas menyatakan hak atas hidup merupakan hak setiap manusia dalam keadaan apapun dan adalah kewajiban negara untuk menjaminnya. yang memiliki kultur. Wilayah yang negaranya paling aktif menghapus praktek hukuman mati adalah Afrika. hukuman mati harus ditolak 1. Hal ini bisa terjadi karena umumnya rentang antara vonis hukuman mati dengan eksekusinya berlangsung cukup lama.5/1998. baik melalui mekanisme hukum maupun praktek konkrit. Hak fundamental ( non-derogable rights ) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar.dari peredaran narkotika adalah rusaknya generasi muda sebagai penerus bangsa ini. sudah mulai terjadi dalam jumlah besar. Bahkan menurut riset Amnesty Internasional. perang. dan struktur sosial yang mirip dengan Indonesia. Hukuman mati memiliki turunan pelanggaran HAM serius lainnya. di Amerika Serikat (sejak 1973) sekalipun telah terjadi kesalahan sistem judisial terhadap 116 orang terpidana mati. Bahkan dari jumlah di atas. Oleh sebab itu. termasuk bila seseorang menjadi narapidana. atau dibatasi dalam keadaan apapun. 3. dan aparatusnya yang bersih. Bahkan saat ini. mencatat hingga 1 Oktober 2004 lalu. terdapat 118 negara â¼³dengan rata-rata pertambahan 3 negara tiap tahunyang telah menghapuskan hukuman mati. tidak ada pembuktian ilmiah hukuman mati akan mengurangi tindak pidana tertentu. Atas dasar prinsip kemanusiaan yang tercantum dalam berbagai hukum/perjanjian HAM internasional -di mana Indonesia juga menjadi negara pesertanya. Artinya hukuman mati telah gagal menjadi faktor determinan untuk 13 . Dari kenyataan sosiologis. 2. yaitu hak untuk hidup ( right to life ). hukuman mati untuk tindak pidana ini bukanlah suatu hal yang asing di dunia internasional karena dampak negatif dari tindak pidana ini yang sangat besar. Penghapusan hukuman mati -baik melalui mekanisme hukum atau politik. Bobroknya sistem peradilan bisa memperbesar peluang hukuman mati lahir dari sebuah proses yang salah. Hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. sistem politik. imparsial.di Indonesia pasti meninggikan martabat Indonesia di mata komunitas internasional.hukuman mati harus ditolak dalam hal: 1. dikurangi. 2. baik itu dalam keadaan darurat. Amnesty Internasional . peredaran narkotika sudah menghantui institusi-institusi pendidikan. Tragisnya Indonesia sendiri telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan dan mengadopsinya menjadi UU Anti Penyiksaan No. Kasus hu kuman mati Sengkon dan Karta yang lampau di Indonesia bisa menjadi pelajaran pahit buat kita. baik yang masuk dari luar negeri atau hasil produksi dalam negeri. Hukum sebagai sebuah institusi buatan manusia tentu tidak bisa selalu benar dan selalu bisa salah. Kita juga dapat melihat bahwa saat ini peredaran narkotika. Karakter reformasi hukum positif Indonesia masih belum menunjukkan sistem peradilan yang independen. yaitu pelanggaran dalam bentuk tindak penyiksaan (psikologis). kejam dan tidak manusiawi. Indonesia sendiri ikut menandatangani Deklarasi Universal HAM dan beberapa waktu lalu Presiden SBY telah berkomitmen akan menandatangani Kovenan Internasional Hak Sipil Politik. 24 negara memasukkan penghapusan hukuman mati di dalam konstitusinya. Penerapan hukuman mati di Indonesia juga bertentangan dengan perkembangan peradaban bangsa-bangsa di dunia saat ini. Atas dasar pertimbangan karena: politik hukum di Indonesia.

hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan umum. dibandingakan dengan jenis hukuman lainnya. Meningkatnya kejahatan narkoba. pelaku pelanggaran berat HAM dengan jumlah korban jauh lebih masih dan merugikan ekonomi orang banyak tidak pernah divonis mati. dengan alasan kemanusiaan. Presiden harus segera menandatangani/mengaksesi Kovenan Internasional Sipil Politik. 4. mulai dari KUHP hingga UU yang relevan. perlu adanya upaya intervensi politik dari Presiden. berikut kedua Protokol Tambahannya (Optional Protocol I & II). hak beragama. Penerapan hukuman mati juga menunjukkan wajah politik hukum Indonesia yang kontradiktif. Sikap politik pemerintah terhadap hukuman mati juga bersifat ambigu. Praktek hukuman mati di Indonesia selama ini masih bias kelas dan diskriminasi. perlu dilakukan pencabutan hukuman mati di berbagai produk hukum Indonesia. Beberapa waktu lalu pemerintah mengajukan permohonan secara gigih kepada pemerintah Arab Saudi untuk tidak menjalankan hukuman mati kepada Kartini. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun â¼ . di mana hukuman mati tidak pernah menjangkau pelaku dari kelompok elit yang tindak kejahatannya umumnya bisa dikategorikan sebagai kejahatan serius/luar biasa. Salah satu argumen pendukung hukuman mati adalah karena sesuai dengan hukum positif Indonesia. Pasal 28I ayat (1) UUD '45 (Amandemen Kedua) menyatakan: â¼ hak untuk hidup. Berdasarkan uraian diatas tersebut KontraS mendesak: 1. namun reformasi hukum juga menegaskan pentingnya hak untuk hidup. 5. Meski hukuman mati masih melekat pada beberapa produk hukum nasional. Padahal semenjak era reformasi/transisi politik berjalan telah terjadi berbagai perubahan hukum dan kebijakan negara. seorang TKW. Pandangan-Pandangan Pakar Hukum Mengenai Hukuman Mati Kembali lagi pada permasalahan inti mengenai hukuman mati yang masih diberlakukan di Indonesia. Namun hal ini tidak terjadi pada kasus hukuman mati WNA di Sumatra Utara tahun lalu dan Astini kemarin ini. hak untuk tidak disiksa. 2. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. banyak pro dan kontra 14 . terorisme. Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. atau kriminal lainnya tidak semata-mata disebabkan oleh ketiadaan hukuman mati. Bahkan untuk kejahatan terorisme hukuman mati umumnya justru menjadi faktor yang menguatkan berulangnya tindakan di masa depan. Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. 3. hak untuk tidak diperbudak.menimbulkan efek jera. namun oleh problem struktral lainnya seperti kemiskinan atau aparat huku/negara yang korup. Secara strategis jangka panjang. Kajian PBB tentang hubungan hukuman mati ( capital punishment ) dan angka pembunuhan antara 1988-2002 berujung pada kesimpulan hukuman mati tidak membawa pengaruh apapun terhadap tindak pidana pembunuhan dari hukuman lainnya seperti hukuman seumur hidup. Hukuman mati justru menjadi amunisi ideologis untuk meningkatkan radikalisme dan militansi para pelaku. Untuk menghentikan berlangsungya eksekusi bagi terpidana hukuman mati dalam waktu dekat. 4. Para pelaku korupsi. Menyerukan kepada masyarakat luas untuk membuat petisi menolak pemberlakuan hukuman mati ke Presiden/DPR. 3.

kita berdiri di tengah. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. penerapan hukuman mati di Indonesia masih relevan dan tidak perlu dihapuskan karena hukuman tersebut sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM).Menurut dia. SH. MH yang mendukung hukuman mati tetap berlaku. pendapat dari Pakar Hukum Prof. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. Masyaraakat menginginkan keadilan. mengenai kejahatan yang sangat serius. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. Tapi harus dikembalikan lagi. Beliau berpendapat. 15 . Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. lalu ancaman pidana mati tidak boleh.Suhaidi yang juga Guru Besar pada Fakultas Hukum USU menilai hukuman mati perlu diterapkan terhadap pelaku kejahatan berat seperti pembunuhan secara sadis dan bandar narkoba. Penilaian seperti ini tidak dapat diterima. Jadi di antara pro dan kontra. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini. ³Ini kan berkaitan dengan pilihan. Ini terbukti dengan adanya idiom didalam masyarakat yang mengatakan µHutang budi dibayar budi dan hutang nyawa dibayar nyawaµ. sehingga masyarakat merasa takut melakukan perbuatan salah dan melanggar hukum itu. tapi termasuk pengecualian.ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa baik dari yang sangat setuju hukuman mati untuk dihapuskan sampai dengan yang tetap mendukung hukuman mati tetap dilaksanakan. secara undang-undang menghendaki dihapus. dimana bagi seorang pembunuh sepantasnnya di bunuh pula. apalagi dikait-kaitkan pula bahwa tindakan itu tidak manusiawi. tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. Suhaidi. yakni untuk melindungi masyarakat luas. Kalau secara penegakan hukum.Adapun beberapa pandangan-pandangan beberapa ahli mengenai hal ini.´Jadi penerapan hukuman mati itu masih tetap diperlukan dan sampai sekarang masih tercantum dalam hukum positif Indonesia. Namun bagi mereka yang sepakat dengan pemberlakuan pidana mati di Indonesia adalah semata-mata karena rasa keadilan dan ketentraman yang ada di dalam masyarakat.´ kata beliau saat menjawab pertanyaan suatu media massa di Medan. korbannya banyak. pemberlakuan hukuman mati juga diatur dalam ketentuan UndangUndang yang berlaku di Indonesia.Perdebatan panjang mengenai pemberlakuan pidana mati ini sebenarnya bertitik tolak pada permasalahan keadilan rasa kemanusiaan dan pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya kejahatan lagi. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung. mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. Hal yang serupa juga dikatakan seorang ahli hukum Andi Hamzah juga dalam salah satu bukunya mengatakan. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu´kata beliau. ³Penerapan hukuman mati juga telah dikaji baikburuknya.´Jadi penerapan hukuman mati itu janganlah dianggap sebagai suatu balas dendam atau pelanggaran HAM terhadap pelaku kejahatan. Alasan para pakar yang menentang adanya penjatuhan pidana mati terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan adalah karena alasan kemanusiaan dan penjatuhan pidana mati tidak akan dapat mencegah kejahatan dan mengurangi angka kejahatan. Pertama. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. Tujuannya adalah untuk membuat efek jera. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. Sama halnya dengan yang pandangan dari Romli Atmasasmita.´ katanya. Dr. bahwa µPidana mati sangat dibutuhkan jika terpidana yang telah bersalah memperlihatkan bahwa ia adalah seorang mahkluk yang sangat berbahaya bagi masyarakat yang benar-benar harus dikeluarkan dari pergaulan hidup .

pikiran dan hati nurani. karena Indonesia telah meratifikasi Konvenan Internasional PBB tentang Hak Sipil Politik.atau perang. sekaligus memberikan semacam peringatan kepada masyarakat luas agar tidak melakukan tindak kejahatan serupa. menurut saya yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah untuk pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. membahas perkembangan penegakan HAM di Indonesia. Dan alasan kedua. hukuman tersebut diberikan dalam rangka edukasi khususnya untuk memberi efek jera. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum. Menurut saya. hak untuk tidak disiksa. penggunaan ancaman hukuman mati ini merupakan kemunduran karena di negara-negara yang sudah meratifikasi Konvenan Internasional Hak Sipol sudah tidak memberlakukan lagi ancaman hukum tersebut. jika saya setuju. Ifdhal menambahkan.Ada juga pandangan yang menolak hukuman mati dipergunakan. dikurangi. yaitu hak untuk hidup ( right to life ). Pertama. ³Dengan demikian. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan umum. Namun efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi sesuatu paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif. baik itu dalam keadaan darurat.maka saya akan ³cenderung´ berpendapat ³tidak setuju´ mengenai hukuman mati di Indonesia. Dan juga cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin. Ifdhal menjelaskan. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun´.yaitu karena penerapan hukuman mati jelas melanggar Konstitusi RI UUD 1945 sebagai produk hukum positif tertinggi di negeri ini. hak untuk tidak diperbudak. hak untuk tidak disiksa.´ kata Ifdhal. Di lain pihak. seharusnya ancaman hukum mati tidak lagi dipergunakan. hak beragama. Dan juga hak hidup ini kembali dinyatakan dalam Pasal 4 UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia:´Hak untuk hidup. baik terhadap pelaku ataupun yang terlibat dalam pelanggaran tindak pidana tersebut. beberapa hal yang menjadi alasan saya mengapa saya cenderung tidak setuju. Salah satunya adalah pandangan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim seusai RDP dengan Komisi III. ³Jadi hukuman itu diberikan bukan dalam rangka balas dendam. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun´. hak kebebasan pribadi. Oleh karena itu ancaman hukuman yang seharusnya paling tinggi dikenakan adalah pidana penjara seumur hidup. hak beragama. Pasal 28A UUD¶45(Amandemen Kedua) menyatakan: ´Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya´. Hak fundamental/dasar ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman. atau dibatasi dalam keadaan apapun.´ tandasnya. Pendapat Saya Mengenai Hukuman Mati Ketika ditanya mengenai bagaimana pendapat saya mengenai pemberlakuan hukuman mati di Indonesia . hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. hak untuk tidak diperbudak.Pasal 28I ayat (1) UUD ¶45 (Amandemen Kedua) menyatakan: ´Hak untuk hidup. Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbangkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah 16 . hal itu karena hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang paling penting.

sehingga ketika hukuman mati itu diterapkan atau tidak diterapkan. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya (seperti yang terlihat di berita-berita belakangan ini). dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati. Oleh karena itu. baik itu agama (Islam) ataupun HAM. hukuman mati mesti ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas dan lintas kepentingan. Selain itu dalam vonis hukuman mati.dan ketidakadilan bagi orang-orang yang dirugikan oleh perbuatan yang dilakukan oleh tersangka tersebut. perlu dilakukan kajian secara mendalam tentang eksistensi hukuman mati dengan melepaskan diri dari pengaruh atau kepentingan yang meliputinya.kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. Jika seandainya hukuman itu dihapuskan itu tentu saja akan menimbulkan ketidakadilan. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai. Namun dari semua itu tidak berarti saya menyetujui hukuman mati itu dihapuskan. tapi kita boleh tidak semata-mata melihat dari segi kemanusiaan orang itu saja.tetapi harus disertai dengan pengkajian yang ekstra hati-hati dan ketat sebelum hukuman terse Kesimpulan Kajian analisis terhadap hukuman mati di Indonesia tentunya tidak bisa dipisahkan dengan konteks demokrasi di Indonesia. Pendapat Saya tentang Hukuman Mati bagi para Koruptor Saya sangat setuju para pelaku koruptor itu dapat dijatuhi hukuman mati. dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. Pemberian sanksi hukuman mati terhadap para "Perampok" keuangan negara itu. Kajian hukuman mati ini tentunya dilakukan dengan menggunakan bingkai demokrasi dan demokratisasi yang diharapkan bisa melahirkan analisis dan gagasan yang tidak lepas dari nilai-nilai demokrasi di Indonesia. menghancurkan negara dan perekonomian rakyat. sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. Artinya. saran saya. Ketidakadi an hukum mengenai l hukuman yang tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan seseorang. Dalam hal ini. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau hanya menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. karena tindakan mereka ini jelas tidak manusiawi. maka hal itu tidak berarti mengalahkan atau menindas salah satu kepentingan. Sehingga menurut saya sebaiknya hukuman mati tetap di berlakukan di Indonesia. dapat 17 .Walaupun hukuman mati yang dijatuhkan kepada seseorang yang bersalah memang melanggar hak asasi manusia (HAM) terutama tentang hak untuk hidup bagi orang tersebut. kita perlu melakukan obyektifikasi hukuman mati dalam konteks demokrasi di Indonesia. Keterkaitan antara keduanya tidak dapat dipisahkan. mengkaji penerapan hukuman mati akan berujung pada produk yang berupa peraturan perundang-undangan yang notabene merupakan konsekuensi logis dari kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Menyikapi adanya perdebatan bahkan pertentangan. Dalam hal ini. Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemah dalam vonis an hukuman mati.

pilih batasan usia saja. kalau memang KPK akan dijadikan lembaga yang permanen dalam undang-undang dasar. Tak berlebihan jika kesepakatyan politik pemerintah dan DPR untuk membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi merupakan sebuah adalah terobosan revolusioner. pimpinan KPK jangan dipilih untuk masa empat tahun. Korupsi merupakan bagian yang inheren dengan kekuasaan. Bahkan. Hukuman Mati wajib untuk para koruptor karena menurut mereka korupsi dianggap sebagai budaya yang berlangsung di segala bidang kehidupan. negara Thailand yang melembagakan KPK dalam undang-undang dasar negara tersebut. baik secara regional di ASEAN. berintegritas tinggi. Mereka yang duduk dalam KPK adalah orang pilihan. Selain itu. Dengan demikian." katanya. Pemberian hukuman mati terhadap para pelaku pencuri harta dan kekayaan negara itu sudah saatnya diterapkan oleh para penegak hukum. dengan mempermanenkan KPK. Deni Indrayana mengatakan. maupun yang berskala internasional. sehingga tidak akan mengulangi lagi perbuatan salah dan melanggar hukum. misalnya 65 tahun. kewenangan lembaga itu nantinya bisa disesuaikan dengan kewenangan dan kinerja pihak kepolisian dan kejaksaan dalam upaya menekan angka korupsi.dijadikan sebagai "shok terapi". KPK Diusulkan Jadi Lembaga Permanen Sekretaris Satuan Tugas Anti Mafia Hukum. Jadi mengapa KPK tidak permanen seperti di Thailand." katanya. kalau memang KPK akan dipermanenkan. Kalau kita mau permanen. dan mempunyai komitmen dalam memberantas korupsi. maka ketuanya sebaiknya tidak dipilih untuk masa empat tahun. u Penerapan hukuman mati itu harus benar-benar dilaksanakan secara tegas. namun bisa dengan membatasi usia. Indonesia selalu mendapat urutan peringkat pertama dalam berbagai penelitian. Gayus Lumbuun mengatakan. Mempermanenkan KPK juga bisa berpotensi untuk menghindari upaya pelemahan KPK yang terjadi akhir-akhir ini. korupsi tidak akan pernah bisa dihilangkan. tidak hanya dijadikan sebagai "wacana" atau hanya janji-janji saja. Komisi Pemberantasan Korupsi sebaiknya dijadikan lembaga permanen yang diatur Undang-Undang Dasar karena korupsi merupakan bagian yang inheren dari kekuasaan. Tidak ada salahnya KPK dijadikan lembaga permanen karena lembaga itu akan tetap dibutuhkan sampai kapanpun. 18 . (J004/S023) SOAL korupsi. Padahal. Sudah begitu sistemik masalah korupsi ini sehingga perlu perhatian serius dan kemauan politik estra keras untuk memberantasnya. sehingga kasus korupsi di tanah air ini sulit diberantas. Menurut dia. negeri ini disebut-sebut sebagai "surganya" koruptor. KPK di Thailand ada di undang-undang dasar. namun h anya bisa dikurangi. maka UUD harus diubah terlebih dahulu. KPK didirikan untuk memicu (trigger) pemberantasan korupsi sehingga bisa saja tidak bersifat permanen. setiap orang akan menjadi takut untuk mengambil yang bukan menjadi hak ata miliknya. Tentu harapannya adalah KPK tidak hanya menjadi wacana. Asia. makanya mereka berpikir korupsi itu suatu hal yang lumrah.

Jeritan publik itu makin nyata setelah pemeriksaan terhadap Jaksa Agung MA Rachman oleh Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) terkait dugaan korupsi dalam kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menjadi polemik berkepanjangan yang tak ada penyelesaian. tetapi tim tersebut tidak pernah berjalan. yang banyak terbentur pada hal-hal yang sepele karena kewenangannya terbatas. 19 . Rutinitas yang selalu terjadi dalam masalah pemberantasan korupsi adalah keterlibatan pejabat publik sebagai bagian tatanan institusi politik. Apalagi dengan kewenangan yang paling komprehensif dan bisa mengambil alih kasus yang ditangani kejaksaan dan kepolisian. Publik sebenarnya sudah menjerit melihat kinerja kejaksaan dan kepolisian yang dinilai tidak kontributif dalam pemberantasan korupsi. Hal itu wajar karena wewenang yang diberikan kepadanya agak berbeda dari tim pemberantasan korupsi yang dibentuk pada waktu lalu. Artikulasi klasik makna korupsi selalu mengandung keterkaitan penyalahgunaan kekuasaan yang melekat pada jabatan publik. menimbulkan kerugian negara serta perekonomian negara. Jangan seperti TGPTPK. meluas. Korupsi tetap menjadi masalah besar yang menghinggapi bangsa Indonesia. bahkan menjadi barometer eksistensi keberhasilan pemerintahan sekarang. sampai akhirnya Indonesia mendapat atribut sebagai negara terkorup di dunia. Ini makin meningkatkan sikap pesimistis publik pada penegakan hukum. sehingga masalah pemberantasan korupsi ini seakan-akan sebagai sarana berputarnya roda kekuasaan politik saja. Sedangkan korupsi merupakan ''penyakit'' kanker akut. Banyak yang berharap tim pemberantasan korupsi yang terakhir dibentuk bisa berhasil. sehingga penanganannya pun harus dengan cara luar biasa. langkah pemerintah dan DPR yang membentuk KPK harus disambut positif karena komisi tersebut sudah lama dicita-citakan sejak pembentukan Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) dan kemudian "dibubarkan" oleh Mahkamah Agung (MA). Pada era pemerintahan Soeharto pernah ada tim pemberantasan korupsi. KPK yang dibentuk pun diberi kewenangan yang lebih besar karena yang dihadapi saat ini adalah keadaan darurat korupsi. dan kekuasaan. Pembentukan KPK merupakan terobosan revolusioner untuk menangkal korupsi. Dalam sejarah Indonesia telah ada beberapa tim atau komisi untuk memberantas korupsi yang pernah dibentuk. Melihat pengalaman masa lalu. bagi negara hukum. Penegakan hukum merupakan fokus yang sangat signifikan. politik. Sebab korupsi di Indonesia bukan hanya kejahatan kecil-kecilan atau biasa saja. keberhasilan penegakan hukum terletak pada kemampuan penguasa membelah persoalan korupsi. yang memiliki relevansi antara hukum. dan permanen. Kehadiran KPK merupakan harapan baru sekaligus tantangan dalam memberantas korupsi di Tanah Air. tetapi sudah merupakan kejahatan yang luar biasa. pembentukan KPK tidak hanya menjadi wacana dan tidak pernah dilaksanakan. barometer penegakan hukum harus juga mencakup perang terhadap korupsi. Padahal. dan dalam skala yang besar. Artinya. Namun hasil dari tim atau komisi itu tidak sesuai dengan nama besarnya.Sejumlah pakar hukum saat itu melihat. Akan tetapi barometer penegakan hukum sebenarnya adalah pemberantasan korupsi.

sehingga akan terhindar pola intervensi politik dalam tatanan hukum dan kotornya aparatur KPK sebagai suatu kendala penegakan hukum yang selalu menimbulkan subjektivitas hukum di Indonesia.'' Dia mengakui. kerja untuk memberantas korupsi itu tidak mudah. Masyarakat sama sekali tidak mengetahui apa yang menjadi prioritas lembaga ini dalam pemberantasan korupsi. KPK harus memiliki skala prioritas apa yang akan dikerjakan. Dengan KPK ini. dihindari adanya upaya lingkaran luar sebagai penggali skandal yang justru akan ditempatkan sebagai tersangka. Kita tidak tahu apa yang menjadi prioritas KPK. Anggaran juga belum turun. saya melihat KPK mengalami disorientasi. dan eksekutif. KPK baru mengajukan Rp 90 miliar per tahun. Mengamati perspektif korupsi sebagai problema hukum ke depan. karena selain masih membangun infrastruktur. KPK yang independen memiliki wewenang penyelidikan. Rencana KPK untuk mengkaji keppres-keppres zaman Soeharto itu justru mengubah peran KPK yang memiliki kewenangan memeriksa. Meski KPK sedang disibukkan dengan penguatan kelembagaan (capacity building). ini merupakan mekanisme pemicu dalam pemberantasan korupsi. Tidak setuju kalau KPK menggunak prinsip-prinsip an 20 . penentuan aparatur penegak hukum merupakan aspek signifikan yang melihat bagaimana masyarakat menganggap hukum sebagai civic-minded. sejumlah kalangan mengatakan KPK mulai kelihatan kehilangan orientasi.Pesimisme publik itu yang menjadi salah satu alasan pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah diundangkan 27 Desember lalu menjadi UU No 30 Tahun 2002. sejak terbentuk KPK belum menunjukkan upaya nyata pemberantasan korupsi. Dengan KPK diharapkan diskriminasi hukum dalam pemberantasan korupsi tidak terjadi lagi. Presiden dan DPR bertanggung jawab kepada publik atas peran menentukan KPK. Mereka belum memiliki cetak biru prioritas KPK. kita tidak bisa asal tangkap. juga baru mendapat bantuan tenaga tambahan sembilan penyidik dan penuntut. penyidikan. "Dari beberapa pernyataan yang dilontarkan di media massa. namun KPK tidak boleh kehilangan orientasi. legislatif. Kritik senada juga diungkapkan oleh pakar hukum pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji yang tergabung dalam "Forum 2004". kita harus melakukan capacity building dan menguatkan sumber daya manusia. Ketua Tim Penyusun RUU KPK. saya saja gemes kok tidak kerja-kerja. Prof Dr Romli Atmasasmita. menyelidik. sebuah forum yang berencana akan mengawasi kinerja KPK. mengatakan. Akan tetapi. Indonesia Corruption Watch Teten Masduki mengkritik. KPK menuai kritik dari berbagai kalangan. ''Jangankan masyarakat. Akibat kerja lamban. mengingat pelaku merupakan orang yang masih berada dalam suatu keterikatan lingkaran dalam kekuasaan yudikatif.'' kata Teten. dan monitoring terhadap institusi penegak hukum. masyarakat tidak sabar melihat sepak terjang KPK. bahkan supervisi. penuntutan. Ketua KPK Taufiqurachman Ruki mengatakan. Bahkan. koordinasi. Masyarakat menganggap kepolisian dan kejaksaan pesimistis dan tertutup. kemampuan KPK terbatas. dan menuntut menjadi hanya sebagai lembaga penelitian. menyidik. Salah satu sikap disorientasi KPK adalah upaya KPK untuk mengkaji keputusan presiden yang dikeluarkan selama rezim Soeharto.

Masyarakat berharap KPK unjuk gigi atau lembaga ini menjadi tak bergigi.retroaktif. Selain itu. KPK hanya akan menciptakan friksi dengan instansi yang sudah menangani. Dia mencontohkan sikap almarhum Baharuddin Lopa ketika menjadi menteri kehakiman dan HAM yang telah menggetarkan dunia hakim di Indonesia. Langkah tegas KPK diharapkan mampu menumbuhkan kembali harapan masyarakat yang kian pudar. keputusan itu merupakan bagian murni kegiatan KPK yang secara sistematis ingin mengikis habis KKN. Pesimisme pemeberantasan korupsi mulai tampak ketika KPK menetapkan Abdullah Puteh. sebagai tersangka korupsi kasus pembelian helikopter senilai Rp 12 miliar. Strategi KPK yang ditetapkan dalam rencana strategis 2004-2007. terutama dengan jumlah personel yang terbatas. Penantian panjang penyelesaian kasus Akbar Tandjung berujung dramatis. persis seperti lembaga pemberantasan korupsi lalu. kembali 21 . Sementara itu. dan nepotisme (KKN). Hal ini bisa menimbulkan pertanyaan. Kasus penetapan Puteh menjadi tersangka merupakan langkah tepat dalam membangun dukungan publik. rakyat masih trauma atas penyelesaian yang terjadi atas dugaan korupsi Akbar Tandjung dalam kasus penyelewengan dana Bulog. bahkan KPK sekalipun. pengadilan. Terlebih dengan predikat Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. kejaksaan. KPK seharusnya bisa menjadi lokomotif dari upaya pemberantasan korupsi. Itu layak dicermati. yang seharusnya digunakan untuk mengatasi kemiskinan. lembaga yang cukup sakral karena di situlah lahirnya politikus di legislatif maupun eksekuitif. Akankah peristiwa-peristiwa sejenis berulang yang akhirnya hanya menambah kegamangan masyarakat terhadap kredibilitas lembaga negara dalam menangani korupsi. Akibatnya "pengadilan opini rakyat" yang menghakimi. yaitu Mahkamah Agung sebagai harapan terakhir terciptanya keadilan memutus bebas. kolusi. KPK harus bisa menilai perkara-perkara korupsi yang harus segera ditanganinya. Saat menetapkan Puteh sebagai tersangka korupsi. mengapa ada dua lembaga berbeda yang menangani kasus sejenis pada orang yang sama. Keduanya mengusulkan KPK menaruh prioritas terutama pada penanganan korupsi di pengadilan. serta gebrakan menunjukkan eksistensinya. namun di sisi lain korupsi yang sudah merajalela. Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Teten dan Indriyanto menegaskan. antara lain akan melakukan penggalangan keikutsertaan masyarakat dalam memberantas KKN. Bersamaan vonis Puteh selama 10 tahun. Skala prioritas memang sangat dibutuhkan. ketika mencantumkan larangan bagi hakim untuk bertemu dengan kliennya di kode etik hakim. seperti mengkaji keppres. Teten mengingatkan. Mabes Polri juga sedang memeriksa Puteh dalam kasus sejenis untuk pembelian genset senilai Rp 30 miliar. Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPK bisa menjadi inspirator dan resonator dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. seperti kejaksaan dan kepolisian. KPK memiliki skala prioritas. baik oleh kepolisian. Kalau ini dilakukan. Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan super.

"Padahal. penguatan KPK menjadi lembaga permanen sangat diperlukan. 22 . yaitu kepolisian dan kejaksaan. KPK telah menetapkan posisi yang diinginkan. "KPK yang berstatus permanen merupakan pilihan yang urgent bagi Indonesia. KPK tidak perlu dibubarkan karena ada tugas KPK yang tidak bisa dijalankan oleh kejaksaan dan kepolisian. Emerson Yuntho dari Indonesia Corruption Watch (ICW) juga berpendapat dibutuhkan penguatan KPK sebagai lembaga permanen. Denny Indrayana dari Pusat Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan dengan kondisi Indonesia saat ini. yakni menjadi lembaga penggerak perubahan untuk mewujudkan bangsa Indonesia sebagai masyarakat antikorupsi. KPK. lanjut dia." tuturnya. Tugas pencegahan ini yang bisa diteruskan oleh KPK apabila kejaksaan dan kepolisian sudah efektif. KPK berhadapan dengan ancaman dibubarkan sewaktu-waktu. "KPK tidak hanya punya tugas penindakan." ujarnya." katanya. Apabila KPK melakukan tindakan yang konsisten. bukan hanya Rp 1 miliar seperti saat ini. Denny memberikan contoh komisi antikorupsi di Thailand yang pembentukannya tercantum dalam konstitusi dan bersifat permanen. kejaksaan dan kepolisian bekerja efektif. Keberadaan KPK yang bersifat permanen. Sebenarnya ada dua tujuan utama KPK dalam menggerakkan dukungan masyarakat untuk ikut serta memberantas KKN. belum bekerja efektif dalam upaya pemberantasan korupsi. menurut dia. juga dapat diarahkan untuk menangani kasus korupsi dengan kerugian negara di atas Rp 50 miliar. kredibilitas akan terbangun dengan sendirinya. lanjut dia. kata Denny.merasakan gerakan KPK yang super. lanjut Emerson. Mengelola citra KPK sebagai lembaga berwibawa dan disegani dalam memberantas korupsi merupakan upaya membangun positioning. "KPK yang bersifat permanen nantinya hanya menyidik dan menuntut kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik. Dengan status yang bersifat ad hoc. apalagi jika menangani kasus yang rawan intervensi politis. Pada acara forum publik antikorupsi di Sanur. yakni membangun kredibilitas lembaga dan membudayakan antikorupsi. pembentukan KPK sebagai lembaga permanen perlu dicantumkan dalam konstitusi. tidak akan mengacaukan hirarki lembaga penegakan hukum yang masih ada karena dapat dilakukan pembagian tugas yang jelas dan rinci. Untuk itu. sesuai pertimbangan yang tercantum dalam UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK dibentuk karena penegak hukum yang ada. (A Adib-83t) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang hanya bersifat sementara ( hoc) diusulkan ad untuk menjadi organ institusional yang sifatnya permanen. Emerson mengatakan. sedangkan kepolisian dan kejaksaan menangani pidana biasa. tetapi juga pencegahan. bukan sekadar hangat-hangat tahi ayam dalam memberantas korupsi. KPK. Mulyana W Kusumah dengan kewenangan lembaga itu pun harus meringkuk di Rutan Salemba. belum tentu dalam sepuluh tahun ke depan. Bali. harus dilakukan penguatan KPK untuk upaya pemberantasan korupsi yang stabil. Dalam konteks Indonesia." katanya. Apabila dua lembaga penegakan hukum itu sudah bekerja efektif. Jumat (25/01).

Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar Selain tujuan yang hendak dicapai. bentuk wajah. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut: Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh). DNA. maka orang yang menemukan kartu e-KTP milik orang lain tidak akan dapat menggunakannya karena akan dicek kesamaan biometriknya. antara lain sidik jari (fingerprint). 2. lebih ekonomis daripada biometrik yang lain 2. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut: 1. 3. retina mata. yaitu jempol dan telunjuk kanan. Biaya paling murah. Menghindari pajak Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota Mengamankan korupsi Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris) Untuk mengatasi duplikasi tersebut sekaligus menciptakan kartu identitas multifungsi. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). 4. dan bentuk gigi. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores 3. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini. 2.KTP PEMILUKADA Proyek KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. yang digunakan adalah sidik jari. manfaat KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut: 1. Pada eKTP. seluruh rekaman sidik jari penduduk akan disimpan di AFIS (Automated Fingerprint Identification System) yang berada di pusat data di Jakarta. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Mencegah adanya penggandaan Dengan e-KTP. Tujuan penggunaan biometrik pada e -KTP adalah sebagai berikut: 1. Mencegah adanya pemalsuan Dengan biometrik dan autentikasi Jika terjadi kehilangan kartu. Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM. Unik. tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari. Identitas jati diri tunggal 23 . digagaslah e-KTP yang menggunakan pengamanan berbasis biometrik. Autentikasi menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut: 1. tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu.

rahasia. yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman Dari hasil observasi penulis. 6. e-KTP bukan hanya digunakan untuk kartu pemilih saja. justru e-KTP akan menghemat pengeluaran Negara berkali-kali lipat. bahkan sebagian masyarakat membentuk prasangka-prasangka buruk atas pengalokasian dana proyek e-KTP yang konon mencapai 60 triliun. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. melainkan juga SIM dan kartu identitas dari Negara lainnya. Padahal menurut penjelasan Bp. Jika secara kasar dana untuk tiap pilkada di tingkat provinsi saja menghabiskan 8 triliun. kata KPU untuk pemilu 2009 yang lalu. Hole punching. bebas. umum. 5. yaitu menempatkan chip di kartu Implanter. dan sebagainya bagi penduduk wajib pilih. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada Struktur e-KTP sendiri terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. sumber daya manusia. tahap pembuatannya cukup banyak. 2. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer. pembiayaan. Belum lagi biaya pemilu presiden yang diadakan lima tahun sekali. MK menyatakan penggunaan e-voting konstitusional sepanjang tidak melanggar asas pemilu yang langsung.yaitu pencetakan kartu Spot welding. Bayangkan.2. dapat dibayangkan besarnya dana di seluruh Indonesia. diantaranya: 1. dosen Sosioteknologi Informasi yang juga dilibatkan dalam proyek ini. Penghindaran pembayaran pajak dari sebagian penduduk akan dapat dihindari sehingga pemasukan Negara dari pajak akan meningkat 2. surat keterangan pemilih luar kota. Munawar. Maka. untuk metode mencoblos kita membutuhkan miliaran rupiah untuk setiap kebutuhan logistik di bawah ini: 24 . Dalam putusannya. Dalam pengembangannya nanti. MK menyatakan bahwa membatasi pemberian suara hanya dengan mencoblos berarti melanggar pasal 28C ayat 1 dan 2 UUD 1945 bahwa setiap negara berhak memperoleh manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi demi meningkatkan kualitas hidup.. perangkat lunak maupun kesiapan masyarakat. Dana yang dibutuhkan untuk pemilu atau pilkada dapat dikurangi karena KPU tidak perlu mencetak kartu tanda pemilih. yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral) Printing. banyak yang mempertanyakan pembuatan e-KTP ini. membutuhkan biaya lebih dari Rp 3 triliun. Gambaran penghematan tersebut sebagai berikut: 1. Tidak dapat digandakan 4. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). 4. 3. jujur dan adil. MK memerintahkan bahwa penerapan metode e-voting harus disiapkan dari sisi teknologi. Tidak dapat dipalsukan 3. yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip Pick and pressure. Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Metode pemilu selama ini sangat mahal. biaya pembuatan kartu-kartu tersebut dapat ditekan. 3. yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik Laminating.

25 . Pengusaha. Metode mencoblos atau mencentang juga rawan manipulasi. Komputer dengan segala perangkatnya. supaya daripada sibuk ngurusi RPP Penyadapan dan RPP Konten mereka lebih baik mempersiapkan e-voting untuk digunakan pada pemilu nasional berikutnya. sistem akan memblok Anda untuk curang memilih yang kedua. Ayo. Bolpoint. Untuk itu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 19 Mei lalu menggelar dialog nasional dengan tajuk Pemanfaatan e-voting untuk Pemilu 2014. Secara otomatis. sehingga MK memperbolehkan Pemilu dengan metode electronic voting. Kalau teknologinya sudah ketinggalan jaman. berapa milyar uang yang diperlukan untuk membayar relawan pelipat kertas suara ?) 3. Kertas untuk kartu pemilih 5. Data di tingkat TPS ini akan otomatis masuk ke komputer di tingkat atas berikutnya sampai ke tingkat nasional. hanya dua per tiga dari metode mencoblos atau mencentang. melalui keputusan MK ini sebenarnya juga sedang mengingatkan Kementerian Komunikasi dan Informasi. DPRD. Sehingga ketika waktu pemilihan sudah ditutup. mungkin malah tidak perlu operator untuk mengetik data secara manual. Kertas hasil rekapitulasi 4. keakuratannya tergantung pada jujur enggaknya petugas KPU. Kalau kertas suara hanya sekali pakai langsung dibuang. Bawaslu. Anda pun tidak biasa 2 kali memilih karena seusai memilih yang pertama. Dialog nasional yang diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai lembaga seperti Kementrian Dalam Negeri. bisa dijual dengan sistem lelang lalu duitnya digunakan untuk beli komputer yang lebih baru.1. Pemerintah Daerah. Paku (berapa ton paku yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh TPS ?) 2. DPR. Anda bisa langsung melihat hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh komputer. Lalu bagaimana metode E-voting ini bekerja? Syarat pertama adalah Anda sudah harus memiliki KTP ber-chip (kayak kartu kredit itu lho). Kotak suara (berapa ton aluminium yang harus dipesan untuk membuat kotak suara ini ?) 7. Itulah sebabnya kartu pemilih (mungkin tinta juga) tidak perlu lagi karena Anda hanya bisa memilih kalau sidik jari Anda cocok dengan database yang ada. LSM . canggihan mana antara kita dengan rakyat Jembrana sekarang ini? Mahkamah Konstitusi dalam putusan sidang uji materi pasal 88 UU 32/2004 pada Maret 2010 lalu menetapkan atas dasar asas manfaat pasal dimaksud konstitusional. di situ semua database Anda akan disimpan. Perguruan Tinggi. Kalau listrik tidak byar-pet. Rakyat Jembrana. Itu kalau bicara logistik. untuk panitia mencatat 6. malam harinya Anda sudah bisa melihat siapa pemenangnya. persis seperti saat Anda mencetak buku tabungan Anda di bank setiap bulannya. software akan menghitung berapa jumlah suara yang masuk. Kalau kita memakai e-voting. karena hasil rekapitulasi diperoleh secara manual. Kertas suara (berapa ton kertas yang harus didistribusikan. penggunaan e-voting ongkosnya lebih murah. Lembaga Survey. Berdasarkan pengalaman di Jembrana. KPU. Kalau komputer sekali dipakai di pemilu ini masih bisa digunakan untuk pemilu berikutnya. termasuk sidik jari Anda. biaya pemilu bisa diharapkan lebih murah karena praktis biayanya hanya dipakai untuk beli komputer dengan segala perangkatnya lalu kertas hasil rekapitulasi saja.

Suharna Surapranata MT. MM menegaskan e-voting untuk Pemilu Indonesia hanya soal waktu saja. bebas dan rahasia ). mengkalkulasi dengan e-voting anggaran logistic Pemilu akan menjadi efisien secara signifikan. mampukah teknologi e-voting mengawal pelaksanaan pemilu secara demokratis dengan asas luber ( langsung. Dr. Untuk itu mulai tahun 2011 sampai 2012 akan diterapkan e-KTP secara nasional. yang akan diikuti dengan berkembangnya berbagai teknologi jasa mekanisme dalam Pemilu. sehingga penggunaan teknologi multi media menjadi semakin rumit. Analogi dengan India dengan penduduk 200 juta pemilu Indonesia hanya memerlukan 150 juta dollar atau setara 1. Pilkada dan Pilgub sebelum digunakan dalam Pemilu legislative maupun Pilpres. Letak geografis Negara kita yang didominasi lautan dan kepulauan sehingga banyak daerah yang terpencil yang sulit dijangkau.Acara itu membahas secara detail tentang alih teknologi Pemilu konvensional sistem coblos dan contreng yang dipakai dalam Pemilu selama ini.5 triliun atau 7 % dari anggaran Pemilu 2009 yang mencapai 21 triliun. tercatat 17 negara telah gunakan E-voting antara lain Negara maju seperti Amerika. apabila dalam Pemilu konvensional menghabiskan dana 2. Untuk kawasan Asean Filiphina merupakan pioneernya. umum. Rusia dan Jepang dengan hasil memuaskan serta 18 negara sedang menguji coba e-voting antara lain Meksiko. 2. baik berupa penyediaan softwere maupun hardwere produk dalam negeri . Jawabannya. Adapun Menristek Drs.75 dollar US per jiwa. Chile. Dengan e-KTP otomatis masalah daftar pemilih tetap yang pada Pemilu lalu menjadi masalah akan dapat diatasi. Karena e-KTP lah yang akan menjadi media resmi peserta untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. dengan anggaran 0. 26 . Sedangkan India dengan jumlah pemilih sekitar 1 milyar jiwa berhasil melaksanakan e-voting dengan efisien. Dengan system multi partai yang dianut Indonesia saat ini. Kemudian Mendagri Gamawan Fauzi SH. Ketua KPU Prof. memprediksikan e-voting merupakan program strategis momentum bagi kebangkitan teknologi Informatika dan Teknologi Komunikasi Indonesia.8 triliun sedang dengan e-voting untuk logistic diprediksikan hanya dibutuhkan anggaran sekitar 250 milyar rupiah. Abdul Hafiz Anshari sebagai keynote speech bersama Mendagri dan Menristek. yang berpotensi untuk memperluas lapangan kerja industri . Mengemuka berbagai argumentasi tentang keunggulan e-voting ditinjau dari sisi efesiensi biaya maupun waktu dalam penyelenggaraan Pemilu. Pemilu Filiphina dengan total 38 juta pemilih hasilnya dapat diketahui hanya dalam tempo sehari. Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk menuju e-voting masih perlu kesepakatan nasional khususnya pada elit politik. Yang penting penyelenggaraan pemilu dengan e-voting harus dilandasi dengan regulasi yang representatif berupa undang-undang. Jurdil dalam e-Voting Yang menjadi pertanyaan. e-voting harus dilakukan secara bertahap yaitu harus diuji cobakan dahulu untuk Pilkades. Argentina dan berbagai Negara di afrika seperti Afsel dan Nigeria. maka faktor kesulitan untuk mengkompromikan elit politik bagi e-voting cukup besar karena adanya berbagai factor kepentingan politis dan merebaknya budaya soudhonisme yang dikedepankan para elit politik daripada masalah kemaslahatan bangsa dan Negara. Prediksi kendala e-voting di Indonesia 1. untuk diganti dengan system elektronik voting. dimana pada pemilu parlemen maupun presiden yang lalu telah menggunakan e-voting dan sukses mengangkat Aquino III sebagai presiden secara jurdil.

Solusi Menuju e-Voting yang JurdilLembaga Penyelenggara Pemilu. Namun demikian kita harus optimis Pemilu dengan e-voting harus terlaksana meskipun tidak pada tahun 2014 . Yudikatif maupun elit politik bersinergi berkomitmen untuk melaksanakan Pemilu luber dan jurdil serta membentuk Undang-undang Pemilu dengan e-voting yang aspiratif. Penyiapan SDM untuk pemilu e-voting memerlukan waktu yang relative lebih lama dan anggaran cukup besar dibandingkan dengan system pemilu konvensional. khususnya wilayah Indonesia timur maupun daerah-daerah terpencil sehingga untuk e-voting diperlukan generator listrik untuk setiap TPS. dengan menggunakan perangkat e. Legislatif.voting produksi internal putra daerah Jembrana seharga 15 juta rupiah. Wantimpres Dr. Untuk mengatasi kecurigaan terhadap independensi dan akurasi hasil Pemilu Idealnya perlu dibentuk lembaga independen oleh Pemerintah untuk mensertifikasi media e-voting yang akan digunakan baik dalam Pemilukada. Sebagai gambaran Kabupaten Jembrana dengan segala keterbatasannya telah mampu melaksanakan Pilkadus dengan e-voting. Belum merata dan tersedianya kapasitas penyediaan energy listrik di berbagai daerah di Indonesia.3. Jimly Assiddiqie selaku salah satu nara sumber pada dialog nasional itu. Pemilu legislative maupun Pilpres. Lembaga Eksekutif. Demikian pula dengan e-KTP dengan alokasi waktu 2 tahun secara nasional mampukah terselesaikan? padahal sampai saat ini lebih dari 4 tahun system Simduk secara nasional belum terealisasi. 4. 27 . notabene cost perangkat TPS menjadi lebih besar. secara realistis memprediksikan mengingat kendala yang dihadapi anak bangsa cukup besar maka untuk evoting secara optimal baru dapat dilaksanakan untuk Pileg dan Pilpres pada Tahun 2024. Diperkirakan KPU dengan e-voting untuk Pemilu masih terdapat 400 sampai 500 ribu TPS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful