P. 1
Rangkuman Sejarah

Rangkuman Sejarah

|Views: 4,076|Likes:
Published by Aditya_Handoko_3561

More info:

Published by: Aditya_Handoko_3561 on Jan 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

Rangkuman Sejarah

Bab 2:Upaya Mempertahankan KemerdekaanRi dari Berbagai Ancaman
2.1 Ancaman Terhadap Kemerdekaan RI dari Dalam 2.1.1 Peristiwa 3 Juli 1946 Peristiwa 3 Juli 1946 adalah suatu percobaan perebutan kekuasaan atau kudeta yang dilakukan oleh pihak oposisi - kelompok Persatuan Perjuangan - terhadap pemerintahan Kabinet Sjahrir II di Indonesia. Pemicu peristiwa ini adalah ketidakpuasan pihak oposisi terhadap politik diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap Belanda.
Pada 23 Maret 1946, tokoh-tokoh kelompok Persatuan Perjuangan - antara lain Tan Malaka, Subardjo, dan Sukarni - ditangkap dengan tuduhan bahwa kelompok ini berencana untuk menculik anggota-anggota kabinet. Pada tanggal 27 Maret 1946, tuduhan tersebut menjadi kenyataa n. Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan beberapa anggota kabinet diculik oleh orang -orang yang tidak dikenal. Tanggal 3 Juli 1946, Mayor Jendral Sudarsono, pelaku utama penculikan yang sehaluan dengan kelompok Persatuan Perjuangan, menghadap Soekarno bersamabeberapa rekannya dan menyodorkan empat maklumat untuk ditandatangani presiden, yang menuntut agar: 1.Presiden memberhentikan Kabinet Sjahrir II Karena terus berdiplomasi dengan Belanda 2.Presiden menyerahkan kekuasaan di bidang militer kepada Panglima Besar Angkatan Perang serta pimpinan politik, sosial, dan ekonomi kepada Dewan Pimpinan Politik. Usaha mengubah susunan pemerintahan ini akhirnya gagal. Tokoh tokoh yang terlibat akhirnya ditangkap dan diadili

2.1.2 Peristiwa Madiun tahun 1948 Kabinet Amir Syariffudin jatuh karena dianggap menguntungkan Belanda dalam perjanjian Renville sehingga pada tanggal 23 Januari Amir Syariffudin menyerahkan kembali mandatnya dan kedudukannya digantikan oleh Mohamad Hatta.
Tanpa Diketahui, Amir Syarifuddin menjadi pemimpin opsisi terhadap kabinet Hatta dengan membentuk FDR (Front Demokrasi rakyat) Muso yang baru kembali dari moskow menyusun kebijakan antara lain: 1.Menyusun Doktrin bagi PKI yang diberi nama Jalan Baru 2.Melakukan fusi dengan partai yang sepaham dengan PKI 3.Mengukuhkan dirinya sebagai pimpinan baru PKI 4.Menyerang kabinet musuh dengan cara menuduh pimpinan nasional bersifat kompromistis dengan pihak musuh

5.Mengecam hasil persetujuan Renville 6.Berusaha mengganti Pimpinan nasional dengan orang-orang PKI Tindakan yang diambil Indonesia untuk menyelesaikan pemberontakan ini adalah dengan mengerhkan pasukan untuk mematahkan serangan pemberontak. Tokoh seperti Muso dan Amir Syarifuddin tewas tertembak

2.1.3 Terbetuknya RIS(Republik Indonesia Serikat) Untuk mempertahankan posisinya di Indonesia, belanda membentuk Negara boneka yang diawali dengan Konferensi Malino tanggal 15 juli 1946 dilanjutkan dengan Konferensi Pangkalpinang pada tanggal 1 oktober 1946.Dengan sebuah dekrit Dr.H.J Van Mook membentuk Negara Indonesia Timur dengan Cokorde Gde Sukowati sebagai presiden dan najamudin Daeng Malewa sebagai Perdana Menteri.Belanda kemudian membentuj Negara-negara boneka lainnya antara lain:
1.Negara Pasundan dengan walinya Soeria Katalegawa 2.Negara Jawa Timur dengan walinya Kusumonegoro 3.Negara Madura dengan walinya Cakraningrat 4.Negara Sumatra Timur dengan walinya Dr.Mansyur 5.Negara Sumatra Selatan dengan walinya Abdul Malik

2.1.4 Pemberontakan APRA Pemberontakan ini dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling. Tujuan gerakan ini adalah untuk mempertahankan bentuk pemerintahan federal di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri pada Negara-negara bagian RIS.Serangan awal APRA dilaksanakan pada tanggal 23 januari 1950 di Bandung dan dipimpin oleh Westerling.Gerombolan APRA berhasil menduduki Markas Besar Staf Divisi Siliwangi setelah membunuh hamper seluruh regu jaga,termasuk Letkol Lembong.Setelah meninggalkan bandung APRA menyebar ke berbagai tempat dan terus dikejar oleh APRIS.Gerombolan APRA berencana menculik semua menteri dan membunuh menteri pertahanan namud gagal/Sultan Hamid II dapat segera ditangkap sementara Westerling kabur ke Malaya menumpang pesawat catalina milik belanda. 2.1.5 Pemeberontakan Andi Azis Peristiwa Andi Azis Adalah upaya pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Azis, seorang bekas perwira KNIL untuk mempertahankan keberdaan Negara Indonesia Timur, dan enggan Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Andi Azis adalah seorang bekas Perwira KNIL yang bergabung Ke APRIS. Ia diterima masuk APRIS. Pada hari pelantikanya disaksikan oleh Letkol Mokoginta, Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur. Setelah itu ia menggerakan pasukannya menyerang markas TNI dan menawan sejumlah perwira TNI termasuk Mokoginta Setelah menguasai Makassar, ia menyatakan bahwa Negara Indonesia Timur harus dipertahankan. Ia menuntut agar anggota APRIS bekas KNIL bertanggung jawab atas keamanan di wilayah Indonesia Timur Pada 8 April 1950 pemerintah mengultimatum yang isinya Andi Azis untuk datang ke Jakarta dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan Waktu 4 x 24 jam namun tidak diindahkan. Setelah batas waktu terlewati, pemerintah mengirimkan

pasukan di bawah Kolonel Alex Kawilarang dan hasilnya Pada Tanggal 15 April 1950 ia datang ke Jakarta untuk Menyerahkan diri.

2.1.6 Pemberontakan RMS Pada 25 April 1950 RMS hampir/nyaris diproklamasikan oleh orang-orang bekas prajurit KNIL dan pro-Belanda yang di antaranya adalah Dr. Chr.R.S. Soumokil bekas jaksa agung Negara Indonesia Timur yang kemudian ditunjuk sebagai Presiden, Ir. J.A. Manusama dan J.H. Manuhutu.
Pemerintah Pusat yang mencoba menyelesaikan secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. J. Leimena sebagai misi perdamaian ke Ambon. Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus, pendeta, dokter dan wartawan, gagal dan pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.E. Kawilarang. Pada 14 Juli 1950 Pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai menumpas pos-pos penting RMS. Sementara, RMS yang memusatkan kekuatannya di Pulau Seram dan Ambon, juga menguasai perairan laut Maluku Tengah, memblokade dan menghancurkan kapal kapal pemerintah. Pemberontakan ini berhasil digagalkan secara tuntas pada bulan November 1950, sementara para pemimpin RMS mengasingkan diri ke Belanda. Pada 1951 sekitar 4.000 orang Maluku Selatan, tentara KNIL beserta keluarganya (jumlah keseluruhannya sekitar 12.500 orang), mengungsi ke Belanda, yang saat itu diyakini hanya untuk sementara saja. RMS di Belanda lalu menjadi pemerintahan di pengasingan. Pada 29 Juni 2007 beberapa pemuda Maluku mengibarkan bendera RMS di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhono pada hari keluarga nasional di Ambon. Pada 24 April 2008 John Watilette perdana menteri pemerintahan RMS di pengasingan Belanda berpendapat bahwa mendirikan republik merupakan sebuah mimpi di siang hari bolong dalam peringatan 58 tahun proklamasi kemerdekaan RMS yang dimuat pada harian Algemeen Dagblad yang menurunkan tulisan tentang antipati terhadap Ja karta menguat. Tujuan politik RMS sudah berlalu seiring dengan melemahnya keingingan memperjuangkan RMS ditambah tidak adanya donatur yang bersedia menyisihkan dananya, kini hubungan dengan Maluku hanya menyangkut soal sosial ekonomi. Perdana menteri RMS (bermimpi) tidak menutup kemungkinan Maluku akan menjadi daerah otonomi seperti Aceh Kendati tetap menekankan tujuan utama adalah meraih kemerdekaan penuh .

2.1.7 Pemberontakan DI/TII Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah "Rumah Islam" adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada di masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir.

Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di Jawa Tengah), Sulawesi Selatan dan Aceh. Setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.

2.1.8 Pemberontakan PRRI/Permesta Pemberontakan PRRI/Permesta didahului dengan pembentukan dewan -dewan di beberapa daerah di Sumatera, antara lain:
Dewan Banteng di Sumatera Barat oleh Letnan Kolonel Achmad Husein (20 Desember 1956) Dewan Gajah di Medan oleh Kolonel Maludin Simbolon (22 Desember 1956) Dewan Manguni di Manado oleh Letnan Kolonel Ventje Sumuai (18 Februari 1957). Didirikan organisasi yang bernama Gerakan Perjuangan Menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang diketuai oleh Letnan Kolonel Achamad Husein. Gerakan Husein ini akhirnya mendirikan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang berkedudukan di Bukittinggi dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat presiden. Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) pada hari berikutnya mendukung dan bergabung dengan PRRI sehingga gerak bersama itu disebut an PRRI/Permesta. Untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta dilaksanakan operasi gabungan yang terdiri atas unsur-unsur darat, laut, udara, dan kepolisian. Serangkaian operasi yang dilakukan adalah sebagai berikut : -Operasi Tegas dengan sasaran Riau dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution. Tujuan mengamankan instansi dan berhasil menguasai kota. Pekanbaru pada tanggal 12 Maret 1958. -Operasi 17 Agustus dengan sasaran Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April 1958 dan menguasai Bukittinggi 21 Mei 1958. -Operasi Saptamarga dengan sasaran Sumatera Utara dipimpin oleh Brigjen Jatikusumo. -Operasi Sadar dengan sasaran Sumatera Selatan dipimpin oleh Letkol Dr. Ibnu Sutowo. Sedangkan untuk menumpas pemberontakan Permesta dilancarkan operasi gabungan dengan nama Merdeka di bawah pimpinan Letkol Rukminto Hendraningrat, yang terdiri dari :

-Operasi Saptamarga I dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh Letkol Sumarsono. -Operasi Saptamarga II dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono. -Operasi Saptamarga III dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado, dipimpin oleh Letkol Magenda.

-Operasi Saptamarga IV dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat

2.2 Ancaman Terhadap Kemerdekaan RI dari Luar
Perlawanan terhadap terhadap tentara Jepang dan upaya para pemuda melucuti senjata jepang sudah dilakukan di banyak tempat.Beberapa di antaranya adalah sebagaiberikut:L 1.Pertempuran Lima Hari di Semarang 2.pertempuran 10 oktober 1945 di Surabaya 3.Pertempuran di Sumatera Utara

2.2.1 Konflik Indonesia-Belanda A.Kedatangan tentara Sekutu Pada tanggal 29 September 1945 Laksamana Lord Louis Mounbatten mendarat ditanjung priuk,sebelumnya pada tanggal 19 September 1945 mayor Greenhalg tiba lebih dahulu untuk mempersiapkan markas besar Sekutu di Jakarta. Kedatangan Greenhalg disusul oleh kapal penjelajah Cumberland dipimpinan Laksamana Muda W.R. Patterson pada tangga 16 September.Pasukan l Sekutu yang ada di Indonesia diberi nama AFNEI dibawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Phillip Christison.Tugas AFNEI antara lain:
1. 2. 3. 4. Menerima penyerahan dari tangan jepang Membebaskan para tawanan perang dan interniran sekutu Melucuti dan mengumpulkan orang jepang untuk kemudian dipulangkan Menegakan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintahan sipil 5. Menghimpun keterangan tentang dan menuntut penjahat perang di depan pengadilan sekutu

B.Melawan pendudukan tentara Sekutu dan NICA Konflik antara Sekutu dan para pejuang terjadi di berbagai daerah antara lain di Surabaya, Ambarawa, Medan dan Bandung 1.Pertempuran Surabaya Peristiwa terjadi diawali oleh dikibarkannya bendera belanda di atas hotel yamato,para pemuda yang marah kemudian menaiki atap hotel yamato dan merobek bendera menjadi merah putih. Baru selesai masalah bendera , BrigJen A.W.S. Mallaby membebaskan kapten huyer sehingga masyarakat Surabaya tersinggung. Tiba-tiba pada sore harinya Hawthorn mengeluarkan pamphlet tanpa persetujuan Mallaby yang menginstruksikan para pemuda untuk menyerahkan senjata dan mengosongkan pelabuhan.Pada tanggal 28 September 1945 pertempuran tak dapat dihindarkan,Pos-pos Sekutu diserang dan pasukan Mallaby terkurung.Tangg 29 September 1945 al Jenderal Hawthorn mengirim telegram kepada Soekarno di Jakarta kemudian esoknya Soekarno,Moh. Hatta dan Amir Syarifuddin tipa di Surabaya dan pertempuran dihentikan. Pada tanggal 9 November 1945 Jenderal mansergh mengeluarkan ultimatum yang berisikan instruksi untuk seluruh semua orang Indonesia yang bersenjata melapor dan meletakan senjata di tempat yang ditentukan.Pertempuran pecah dari tanggal 10 November 1945 hingga awal desember.

2.Pertempuran Ambarawa Pada bulan November 1945 tentara sekutu dan NICA bergerak dari Semarang menuju Ambarawa untuk membentuk pertahanan. Pertempuran meletus kareana Sekutu secara sepihak membebaskan para interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa. Dalam pertempuran ini Letkol Isdiman gugur. Selanjutnya, pimpinann perang dipegang oleh Kolonel Sudirman, Panglima divisi Banyiumas.
Pada tanggal 15 Desember 1945, Sekutu dan NICA terdesak dan terpaksa mundur ke Semarang. Peristiwa itu terkenal dengan mnama Palagan Ambarawa. Untuk mengenang peristiwa tersebut, tanggal 15 Desember ditetapkan sebagai hari Infantri dan kota Ambarawa didirikan monument Palagan Ambarawa.

3.Pertempuran Medan Area Tanggal 27 Agustus 1945 rakyat Medan baru mendengar berita proklamasi yang dibawa oleh Mr. Teuku Moh Hassan sebagai Gubernur Sumatera. Mengggapi berita proklamasi para pemuda dibawah pimpinan Achmad lahir membentuk barisan Pemuda Indonesia. Pendaratan Sekutu di kota Medan terjadi pada tanggal 9 Oktober 1945 dibawah pimpinan T.E.D Kelly. Pendaratan tentara sekutu (Inggris)ini di ikuti oleh pasukan dan NICA yangdipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan. Kedatangan tentara sekutu dan NICa ternyata memacing berbagai iniden. Pada tanggal 13 Oktober 1945 pemuda dan TKR bertempur melawan Sekutu dan NICA dalam upaya merebut dan m engambil alih gedung-gedung pemerintahan dari tangan Jepang. Inggris mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia agar menyerahkan senjata kepada Sekutu. Ultima tum ini tidak pernah dihiraukan. Tindakan Sekutu itu merupakan tantangan bagi para pemuda. Pad tanggal 10 desember 1945, a Sekutu dan NICA melancarkan serangan besar-besaran terhadap kota Medan. Serangan ini menimbulkan banyak koraban di kedua belah pihak. Pada bulan April 1946, Sekutu berhasil menduduki kota Medan. Pusat perjuangan rakyat Medan kem udian dipindahkan ke Pemantangsiantar.
Untuk melanjutkan perjuangan di Medan maka pada bulan Agustus 1946 dibentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Komandan initerus mengadakan serangan terhadap Sekutu diwilayah Medan. Hampir di seluruh wilayah Sumatera terjadi perlawanan rakayat terhadap Jepang, Sekutu, dan Belanda. Pertempuran itu terjadi, antara lian di Pandang, Bukit tinggi dan Aceh.

4.Bandung Lautan Api Pasukan sekutu atas izin pemerintah RI pada tanggal 12 Oktober 1945 memasuki Bandung dengan naik kereta api. Pemerintah RI mengizinkan pasukan Sekutu masuk Bandung bertujuan mengurus para tawanan perang II (Jepang). Pada tanggal 23 November 1945 pemimpin Sekutu di Bandung mengultimatum agar Bandung Utara segera dikosongkan dari pemuda bersenjata Namun, para . pemuda menolak menyerahkan senjata sehingga terjadi pertempuran yang sengit didalam kota. Pertempuran pertama terjadi pada tanggal 1 Desember 1945. Oleh karena pemerintah RI Jakarta para pemuda Bandung diminta menghentikan pertempuran dan har mengosongkan kota us Bandung. Dengan berat hati, para pemuda Bandung meninggalkan kota. Agar bangunan -bangunann peting di kota Bandung tidak dapat digunakan Sekutu sambil mundur mereka membakarnya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. seluruh wilayah kota Bandung diamuk oleh kobaran api. Peristiwa ini terkenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api.
Para tokoh yang telibat dalam pertempuran Bandung, antara lain Muhammad Toha dari Bandung Selatan (gugur), Kol. A.H Nasution, dan Kolonel Hidayat.

C.Perundingan, perubahan peta wilayah kekuasaan RI,perbedaan ideology dan strategi mengahadapi Belanda. 1.Perundingan Awal dan perbedaan strategi perjuangan

2.Persetujuan Linggarjati Masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkanstatus quo di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia, oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

Hasil perundingan antara lain berisi: 1.Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949. 2.Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. 3.Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

D. Peran setiap daerah mempertahankan kemerdekaan RI 1.Pertempuran Margarana Bali I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk merebut senjata polisi NICA yang ada di kota Tabanan. Perintah itu dilaksanakan pada 18 November 1946 (malam hari) dan berhasil baik. Beberapa pucuk senjata beserta pelurunya dapat direbut dan seorang komanda polisi Nica ikut n menggabungkan diri kepada pasukan Ngurah Rai. Setelah itu pasukan segera kembali ke Desa Marga. Pada 20 November 1946 sejak pagi-pagi buta tentara Belanda mulai nengadakan pengurungan terhadap Desa Marga. Kurang lebih pukul 10.00 pagi mulailah terjadi tembakmenembak antara pasukan Nica dengan pasukan Ngurah Rai. Pada pertempuran yang seru itu pasukan bagian depan Belanda banyak yang mati tertembak. Oleh karena itu, Belanda segera mendatangkan bantuan dari semua tentaranya yang berada di Bali ditambah pesawat pengebom yang didatangkan dari Makasar. Di dalam pertempuran yang sengit itu semua anggota pasukan Ngurah Rai bertekad tidak akan mundur sampai titik darah penghabisan. Di sinilah pasukan Ngurah Rai mengadakan "Puputan" sehingga pasukan yang berjumlah 96 orang itu semuanya gugur,

termasuk Ngurah Rai sendiri. Sebaliknya, di pihak Belanda ada lebih kurang 400 orang yang tewas. Untuk mengenang peristiwa tersebut kini pada bekas arena pertempuran itu didirikan Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa.

2.Peristiwa Westerling di Sulawesi Pertempuran ini terjadi antara pihak sekutu dengan Lapris yang merupakan gabunga KRIS dan GAPIS.Nereka secara ber geriliya melawan NICA 4.Pertempuran di Nusa Tenggara Walaupun pergerakan Pro Indonesia di wilayah ini tidak terlalu kuat tetapi gerakan masih meluas seperti terbentuknya Partai Demokrasi Indonesia di Timor,meskipun demikian perlawanan masih sulit dilakukan sehingga kabar proklamasi Indonesia terhamabt oleh karena NICA sudah menduduki pulau-pulau di Nusa Tenggara 5.Maluku dan Irian Keadaan di Maluku dan Irian lebih parah karena tentara sekutu dan NICA sudah ada lebih dulu di sini,sementara itu di Maluku sudah ada kelompok masyarakat yang mudah dipengaruhi dan dikuasai oleh belanda. 2.2.2 Perang kemerdekaan pertama sampai Perjanjian Renville A.Aksi militer Belanda pertama (21 Juli 1947) Dalih yang digunakan Belanda guna menyerang RI antara lain :
‡

Membentuk pemerintahan federal sementara yang akan berkuasa di seluruh Indonesia sampai RIS terbentuk

Prosesnya antara lain adalah Belanda mulai menyerang RI tanggal 21 Juli 1947 dengan menyerang beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Padang Palembang, dll.

B.Persetujuan Renville dan sikap Indonesia Untuk menguasai gencatan senjata, dibentuk komisi konsuler yang anggotanya terdiri dari beberapa konsul jenderal di Indonesia, yang diketuai Konsul Jendral Amerika Serikat, DR. Walter Foote yang beranggotakan konsul Jenderal Cina, Belgia, Prancis, Inggris dan Australia.Pada tanggal 8 Desember 1947 di kapal Renville milik USA dilkasanakan KTN sampai tanggal 17 Januari 1948 Isi persetujuan Renville sebagai Berikut:
1. Belanda tetap berkuasa sampai terbentuknya Republik Indonesia Serikat. 2. RI sejajar kedudukannya dengan Belanda dalam Uni Indonesia Belanda. 3. Sebelum RIS terbentuk Belanda dapat menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah federal sementara 4. RI merupakan Negara bagian dalam RIS 5. Dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun akan diadakan pemilihan umum untuk membentuk konstituante RIS 6. Tentara Indonesia di daerah pendudukan Belanda harus di pindah ke daerah RI

Setelah persetujuan Renville kedudukan RI bertambah sulit dan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat

2.2.3 Perang Kemerdekaan kedua sampai KMB A.Aksi Militer belanda Kedua Agresi Militer Belanda II terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pe merintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.
Pada hari pertama Agresi Militer Belanda II, mereka menerjunkan pasukannya di Pangkalan Udara Maguwo dan dari sana menuju ke Ibukota RI di Yogyakarta. Kabinet menga dakan sidang kilat. Dalam sidang itu diambil keputusan bahwa pimpinan negara tetap tinggal dalam kota agar dekat dengan Komisi Tiga Negara (KTN) sehingga kontak-kontak diplomatik dapat diadakan.Tentara kemudian menawan Presiden dan Wakil Presiden,sebelum di tawan Presiden sempat mengirim kawat yang berisi pemberian kekuasaan kepada Menteri Kemakmuran saat itu untuk memebentuk Pemerintahan Darurat RI(PDRI). Apabila karena suatu hal tidak dapat dilaksanakan presiden memerintahkan Dr.Sudarsono L.N Palar dan A.A Maramis yang ada di new delhi untuk membentuk Pemerintahan RI di india.Pada tanggal 1 maret 1949 Letkol Soeharto memimpin serangan umum ke Yogyakarta dan berhasil menduduki kota selama 6 jam.Pada akhirnya Belanda bersediamenuju ke meja perundingan.

B.Resolusi Dewan Keamanan PBB Pada tanggal 28 Januari 1949 DK-PBB mengeluarkan resolusi yang berisi:
1. Pengehentian semua operasi militer dengan segera oleh belanda dan penghentian semua aktivitas geriliya oleh RI 2. Mendesak Belanda untuk segera membebaskan Presiden Dan wakil presiden tanpa syarat serta tahanan politik yang ditahan sejak 19 desember 1948 di wilayah RI. 3. Mengajukan agar RI dan belanda membuka kembali perundingan atas persetujuan Linggarjati dan Renville 4. Tambahan atas putusan Badan Keamanan, KTN diuba menjadi UNCI h

C.Sikap BFO Karena Serangan Agresi Belanda ke 2 BFO melakukan perubahan sikapkarena:
1. Pengetahuan bahwa Ri hancur mereka peroleh dari informasi-informasi yang tidak seimbang dari tokoh-tokoh pihak belanda kini bergeser lebih positif setelah mendengar informasi yang benar dari tokoh-tokoh Pasundan dan Jawa timur yang bersimpati pada RI 2. Adanya berita-berita dari wartawan asing rentang Indonesia 3. Para pemimpin RI yang dikunjungi oleh sejumlah wakil BFO pada 3 Maret 1949 di tempat pengasingan pemimpin-pemimpin RI menampakan wajah yang menenandakan keyakinan bahwa perjuangan RI pasti akan menang 4. Berita tentang serangan umum 1 maret 1949 5. Tokoh-tokoh BFO menjadi kurang simpati kepada belanda karena berita kekejaman tentara belanda makin banyak didengar

D.Perjanjian Roem Royen Perjanjian Roem-Royen (juga disebut Perjanjian Roem-Van Roijen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, Mohammad Roem dan Herman van Royen. Maksud pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama.
Hasil pertemuan ini adalah: 1. 2. 3. 4. Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang

Pada tanggal 22 Juni, sebuah pertemuan lain diadakan dan menghasilkan keputusan: 1. Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948 2. Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak 3. Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak, kekuasaan, dan kewajiban kepada Indonesia Pada 6 Juli, Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke ibukota Yogyakarta. Pada 13 Juli, kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Royen. Pada 3 Agustus, gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatera (15 Agustus). Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan, kecuali masalah Papua Belanda.

E.Konferensi Antar-Indonesia Tanggal 19-22 Juli 1949 di Jogjakarta dilangsungkan konferensi Antar-Indonesia yang dihadiri wakilwakil RI dan BFO.Hasil persetujuan antara lain:
1. Negara Indonesia Serikat disetujui dengan nama Republik Indonesia Serikat berdasarkan demokrasi dan federalism 2. RIS akan dikepalai seorang presiden Konstitusional dibantu oleh menteri yang bertanggung jawab pada DPR. 3. Akan dibentuk dua badan perwakilan, yaitu sebuah DPR dan sebuah dewan perwakilan Negara bagian(senat).Pertama kali akan dibentuk DPR sementara. 4. Pemerintah federal sementara akan menerima kedaulatan bukan saja dari pihak Belanda, melainkan pada saat yang sama juga dari RI Di bidang militer dicapai kesepakatan: 1. Angkatan Perang RIS adalah angkatan perang nasional dan presiden RIS sebagai panglima tertinggi

2. Pertahanan Negara adalah semata-mata hak pemerintah RIS Negara bagian tidak akan memiliki angkatan perang sendiri 3. Angkatan perang RIS akan dibentuk oleh pemerintah RIS dengan inti angkatan perang RI bersama dengan orang Indonesia yang ada dalam KNIL,ML,KM,VB dan Territoriale Bataljons

2.2.4 Konferensi Meja Bundar dan Implikasinya Hasil dari KMB antara lain adalah:
Belanda mengakui Republik Indonesia Serikat (RIS) Soal Irian Barat akan dibahas satu tahun setelah KMB Membentuk Uni Indonesia Belanda RIS mengembalikan semua hak milik Belanda, memberikan hak konsesi, dan izin baru bagi perusahaan-perusahaan Belanda 5. Semua utang bekas Hindia Belanda harus dibayar oleh RIS 1. 2. 3. 4.

A.Konstitusi RIS Pada tanggal 29 oktober 1949 selama berlangsungnya KMB , RI dan BFO menandatangani persetujuan mengenai konstitusi RIS yang meliputi:
1. Negara RI menurut Perjanjian Renville 2. Negara ciptaan Belanda hasil konfernsi Malino yang meliputi -Negara Indonesia Timur -Negara Sumatera Timur -Negara Sumatera Selatan -Negara Madura -Negara Jawa Barat 3. Satu satunya kenegaraan yang tegak sendiri 4.Daerah-daerah selebihnya bukan daerah-daerah bagian

B.Pengakuan Kedaulatan Tanggal 23 Desember 1949 delegasi RIS yang dipimpin Moh. Hatta berngakat ke Belanda untuk menandatangani pengakuan yang dilakukan bersamaan di Indonesia dan belanda pada tanggal 27 Desember 1949. C.Perjuangan kembali ke Negara kesatuan Pemerintah RIS mengadakan perundingan dua Negara bagian untuk pembentukan Negara kesatuan.Pada tanggal 15 Agustus 1950 akhirnya RIS kembali bergabung ke RI. Masalah irian barat pembebasanya dilakukan melalui 3 tahap yaitu
1. 1 oktober- 31 desember 1962 pemerintahan UNTEA dilakukan bersama dengan kerajaan Belanda 2. 1 January-1 mei 1963 masa pemerintahan dilakukan bersama RI 3. Sejak 1 Mei 1963 wilayah RI berada sepenuhnya dibawah RI 4. Tahun 1969 dilakukan Perpera

Bab 3 Upaya Mengisi Kemerdekaan RI
3.1Penataan kehidupan Politik dan Ekonomi 3.1.1 Penataan Kehidupan Politik A. Sistem Pemerintahan Tanggal 18 Agustus 1945 Sidang PPKI memutuskan beberapa hal diantaranya:
1. Mengesahkan UUD 1945 yang telah dipersiapkan Dokuritsu Junbi Cosakai 2. Memilih Ir.Soekarno dan Drs.Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 3. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk memebantu presiden selama MPR dan DPR belum terbentuk Keesokan harinya Presiden memanggil pemuda dan anggota PPKI untuk: 1. Membentuk KNIP 2. Merancang pembentukan 12 Departemen dan menunjuk para menterinya 3. Menetapkan pembagian wilayah Indonesia kedalam 8 provinsi Pada tanggal 22 agustus 1945, Presiden mengumumkan dibentuknya badan -badan berikut. a. Komite Nasional Indonesia berfungsi sebagai DPR b. PNI dirancang sebagai partai tunggal c. Badan Keamanan Rakya(BKR) merupakan badan keamanan yang menjaga keamanan umum di setiap daerah

B.Sistem Kepartaian Tanggal 3 November 1945 dikeluarkan Maklumat Pemerintah No.X tentang pembentukan partai partai politik di Indonesia. Dengan adanya maklumat ini lahirlah 36 partai politik di Indonesia C.Pemilihan Umum Pada tanggal 29 september 1955 39 juta rakya Indonesia mengeluarkan suaranya untuk memilih anggota DPR. Empat partai keluar sebagai pemenang dalam pemilu yaitu PNI, Masyumi, NU, dan PKI. Pemilu untuk konstituante yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 1955 juga memperoleh suara yang kurang lebih sama. 3.1.2 Penataan Kehidupan Ekonomi Pada awal kemerdekaan Indonesia kondisi ekonomi Negara sangat terpuruk .Masalah yang ada antara lain:
1. 2. 3. 4. 5. Belum memiliki mata uang sendiri Kosongnya kas Negara Pajak dan Bea Masuk Berkurang sementara pengeluaran terus meningkat Blokade jalur perdagangan oleh belanda Tingginya inflasi dan langkanya bahan kebutuhan rakyat

Tanggal 1 Oktober 1946 RI menerbitkan ORI(Oeang Reoeblik Indonesia). Selain itu ditengah blockade yang dilakukan belanda, Indonesia justru membantu rakyat india dengan mengrimkan 500 ribu ton

beras.Selaitu juga Indonesia mengadakan hubungan dengan pengusaha Amerika untuk menembus blockade belanda. I.J. Kasimo mempunyai rencana yang disebut Kasimo Plan,isinya antara lain: a. Anjuran memperbanyak kebun bibit dan padi unggul b. Penyembelihan hewan pertanian harus dicegah c. Tanah kosong harus ditanami d.Anjuran Mengadakan Transmigrasi Plan Kasimo Gagal dilaksanakan karena belanda melancarkan aksi militer pada tanggal 19 desember 1948

A.Kebijakan di Bidang Moneter Tanggal 20 Maret 1950 untuk mengatasi deficit dilakukan dengan cara pemotongan uang (saneering),semua uang yang bernilai diatas Rp 2.50 nilainya dipotong hingga setengah. Dari pemotongan ini didapatkan Rp 1.6 Miliar B.Sektor Perdagangan Luar Negeri Pemerintah berinisiatif untuk memberikan bantuan modal kepada pengusaha Indonesia yang bertaraf menengah ke bawah dengan harapan dapat membantu pembangunan nasional.Geraka ini n disebut Gerakan Benteng,namun gerakan ini gagal karena Pengusaha Indonesia lambat untuk menjadi dewasa.Pengusaha pribumi juga kesulitan dalam bersaing dengan pengusaha non -pribumi
Rencana pembangunan lima tahun yang dipimpin oleh Ir. Juanda juga mengalami kegagalan karena hal-hal berikut: 1. Instabilitas politik pada tahun 1957 2. Timbulnya depresi ekonomi di AS dan Eropa pada tahun 1957-1958 sehingga menurunya harga ekspor 3. Dinasionalisasikan perusahaan belanda pada tahun 1958 4. Timbulnya ketegangan antara pusat dan daerah 5. Adanya barter gelap yang menimbulkan tendensi berbahaya bagi pemasukan uang dan pendapatan Negara

3.2 Menggalang Kerja Sama dan Solidaritas Antarbangsa 3.2.1 Konferensi Asia Afrika

A.Latar Belakang Masalah Bangsa Asia-Afrika memiliki banyak persamaan antar lain:
1. Memiliki letak geografis yang berbatasan dan sifat geografis yang sama 2. Memiliki hubungan keagamaan dan keturunan 3. Meiliki persamaan nasib yakni pernah dijajah bangsa eropa

4. Memiliki persamaan dalam menghadapi dan mengatasi masalah dalam negeriny setelah a memerdekakan diri . Ada dua konferensi yang mempelopori KAA yaitu:

1.Konferensi Colombo(28 April-2 Mei 1954) Konferensi yang dilakukan di kolombo ini diikuti oleh Sri Lanka, Indonesia, Pakistan ,dan Birma.Pertemuan ini membahas masalah meningkatnya agresi komunis dan masalah persenjataan nuklir yang mengancam Negara berkembang. 2.Konferensi Panca Negara(Bogor, 28-31 Desember 1954) Konferensi yang diikuti lima Negara ini dan diadakan di bogor guna membahas perencanaan pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika. B.Pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika Susunan Kepanitian antara lain:
Ketua KAA 1 Wakil Ketua Sekertaris Jenderal Ketua Komite Kebudayaan Ketua Komite Ekonomi KAA dihadiri oleh 29 negara. :Mr.Ali Sastroamidjojo :Mr Sunaryo :Dr. Roeslan Abdulgani :Mr.Muhammad Yamin :Prof. Ir. Rooseno

1.Tujuan Konferensi Asia Afrika Konferensi Asia Afrika diadakan dengan tujuan:
a. Memajukan kerja sama, persahabatan, dan hubungan antara bangsa -bangsa asia Afrika untuk menyelenggarakan kepentingan bersama b. Kerjasama di bidang social ekonomi dan kebudayaan c. Memecahkan bersama soal-soal khusus yang penting bagi bangsa asia-Afrika d. Memperbesar peranan Asia-Afrika dalam dunia sekarang dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia

2.Jalanya KAA Dalam KAA ada tiga golongan yang berlainan pandangan yaitu Golongan Pro -Barat, Golongan Komunis dan Netral.
Konferensi ini melahirkan Sepuluh pokok perdamaian yang disebut Dasa Sila Bandung.Isinya sebagai berikut: 1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat didalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). 2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.

3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil. 4. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain. 5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian mahupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB. 6. (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain. 7. Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi mahupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. 8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah hukum , ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB. 9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama. 10. Menghormati hukum dan kewajiban kewajiban internasional

3.Pengaruh dan Dampak KAA Suksesnya KAA membawa pengaruh pentinh antara lain:
a. Banyak Negara di Afrika yang memperoleh kemerdekaannya b. Gengsi Negara-negara kulit berwarna di Asia-Afrika menjadi naik di mata dunia c. Negara eropa barat dan eropa timur lebih berhati-hati atau agak menghargai Negara-negara yang berada di kawasan Asia dan Afrika d. Hubungan internasional di berbagai bidang menjadi lebih lancer

3.3 Berlangsungnya Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin 3.3.1 Demokrasi Liberal Berikut ini secara berturut-turut kabinet yang pernah memerintah pada masa demokrasi liberal
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kabinet Natsir Kabinet Sukiman- Suwiryo Kabinet Wilopo Kabinet Ali-Wongso Kabinet Burhanuddin Harahap Kabinet Ali Sastroamidjojo Kabinet Djuanda

Dari kabinet tersebut yang paling berhasil adalah kabinet Ali Sastroamidjojo karena mampu melaksanakan KAA walaupun harus menyerahkan mandatnya pada tanggal 3 Maret 1956

A.Pemilu Pertama 1955 Pada tanggal 29 september 1955 39 juta rakya Indonesia mengeluarkan suaranya untuk memilih anggota DPR. Empat partai keluar sebagai pemenang dalam pemilu yaitu PNI, Masyumi, NU, dan PKI. Pemilu untuk konstituante yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 1955 juga memperoleh suara yang kurang lebih sama.

3.3.2

Demokrasi Terpimpin

A.Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Isi dari dekrit presiden antara lain:
1. Pembubaran badan konstituante 2. UUDS 1950 tidak berlaku dan berlakunya kembali UUD 1945 3. Dibentuk MPRS dan DPAS Ada pula Penyimpangan yang terjadi dalam demokrasi terpimpin adalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kedudukan MPRS yang berada di bawah Presiden DPAS diketuai sendiri oleh Presiden Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh Presiden Membentuk DPRGR tetapi melarang liga demokrasi Manipol menjadi GBHN berdasarkan Penpres No 1 Tahun 1960 Pidato yang disebut MANIPOL USDEK

3.4 Pembebasan Irian Barat Awal dari pembebasan Irian barat dimulai dari adanya trikora yang berisi sebagai berikut
1. Menggagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial 2. Mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Irian Barat 3. Mempersiapkan mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan bangsa Untuk Melakukan pembebasan ,Panglima Mandala menyusun strategi sebagai berikut 1. Fase Infiltrasi(Sampai Akhir 1962) 2. Fase Eksploitasi(Awal 1963) 3. Fase Konsolidasi(Awal 1964) Pada akhirnya pada tanggal 14 Juli 1969 dilakukan Perpera dengan hasil mayoritas rakyat irian barat menyatakan tetap berada dalam NKRI

3.5 Gerakan G 30 S/PKI/1965 Sebab terjadinya Gerakan 30 September adalah Adanya Isu tentang adanya Dewan Jenderal yang akan mengadakan kudeta terhadap Presiden Soekarno.Isu ini dihembuskan PKI kepada TNI AD yang akan mengadakan kudeta pada peringatan ulang tahun ABRI5 Oktober 1965.
Gerakan ini ditujukan pada perwira-perwira AD yang dianggap sebagai perintang cita-cita PKI. Perwira AS yang diculik PKI antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Letnan Jenderal Ahmad Yani ( Menteri/Panglima Angkatan Darat atau Men pangad) Mayor Jenderal R. Soeprapto ( Deputy II Pangad) Mayor Jenderal Haryono MT ( Deputy III Pangad) Mayor Jenderal Suwondo Parman ( Asisten I Pangad) Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan ( Asisten IV Pangad)

6. Brigadir Jenderal Soetojo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur) 7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean ( Ajudan Jenderal AH Nasution) Anak dari Jenderal AH Nasution yaotu Ade Irma Suryani juga terbunuh saat rumhanya diserang

Penumpasan G 30 S/PKI/1965 Mulai dilancarkan pada tanggal 1 Oktober 1965 melalui usaha-usaha antara
lain : 1. Menetralisir pasukan yang dimanfaatkan oleh Gerakan 39 September PKI yaitu : A. Pasukan Batalyon 503/ Brawijaya ( berhasil disadarkan dan kembali ke Jawa Timur) B. Pasukan Batalyon 545/ Diponegoro ( sebagian anggota tetap bergabung dengan G 30 S PKI ) . 2. Merebut tempat-tempat yang dikuasai kaum pemberontak antara lain gedung RRI, gedung telekomunikasi di Jakarta dengan mengerahkan pasukan dari kesatuan RPKAD dibawah pimpinan Kolonel Sarwo Edy Wibowo 3. Merebut lapangan Udara Halim Perdana Kusuma oleh pasukan RPKAD dengan dibantu oleh pasukan-pasukan dari : 1. Batalyon 238 Kujang/Siliwangi 2. Batalyon I Kavaleri Lapangan Halim berhasil direbut pada 2 Oktober 1965 4. Mencari dan menemukan tempat penimbunan korban penculikan pada 3 Oktober 1965 5. Pada 4 Oktober 1965 jenazah korban penculikan diambil dari sumur tua di Lubang Buaya dan pada 5 Oktober 1965 dimakamkan di makam pahlawan Kalibata Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->