MATERI PERS DAN KEWARGANEGARAAN

Kebebasan Pers menurut UU Nomor 40 tahun 1999, sebagai berikut : a. Pasal 2 kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang b. Pasal 4 ayat (1) Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara c. Ayat (2) terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran d. Ayat (3) untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyampaikan gagasan dan inforamsi Empat fungsi pokok, yaitu: berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.

1. Media informasi (information), yaitu memberikan berbagai informasi yang penting dan 2. Media pendidikan (education). mendidik masyarakat untuk lebih meningkatkan 3. Media hiburan (recreation) media hiburan karena suguhan berita yang menyegarkan, 4. Media kontrol sosial (social control) makna democratic atau open management Berdasarkan data diatas yang termasuk komponen pers adalah 1. Pers memiliki komunikan yakni masyarakat 2. Pers bertanggungjawab kepada diri sendiri dan institusi 3. Pers itu harus memiliki nilai 4. Pers memiliki komunikator yang mengelola berita Penyakit pers 1. Pornografi,jelas-jelas merupakan bentuk penyalagunaan kebebasan media massa 3. Iklan yang menyesatkan, sama saja dengan menipu khlayak 4. Berita yang tidak objektif ,jelas-jelas tidak mendidik beritanya sekedar omongan kosong atau mengejek pihak lain peliputan. khlayak karena sunguhan 2. karena dengan tampilan-tampilan gambar yang seronok,tidak sopan,menggugah birahi humor atau jenaka, dengan sendirinya mengundang daya imajinasi yang positif. pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan bermakna bagi masyarakat.

5. Pembunuhan karakter (character assassination), melalui menghasut,menghina,dan 6. Wartawan yang tidak professional. Menerima suap dan menerima bayaran dalam

Inggris. Oleh karena itu. 2.Menurut Indische Staatregeling (IS) penduduk Indonesia itu adalah terdiri dari tiga golongan. Asas ini memungkinkan terciptanya UU Kewarga-negaraan yang bersifat "terbuka" dan multikultural. Status Kewarganegaraan 1. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua: 1. Mesir. Bumi Putra. Asas Ius Soli kelahiran seseorang. Ius Sanguinis Ius Sanguinis (Law of the blood) adalah penentuan kewarga-negaraan berdasarkan keturunan. Contoh negara yang menerapkan prinsip ius soli sebagai prinsip primer adalah Amerika. sesuai dengan kondisi global saat ini di mana status kebangsaan dan kewarga-negaraan Ius Soli (Law of the soil) adalah kewarga-negaraan berdasarkan tempat Belanda dll. ras atau agama. Orang yang tinggal di daerah tersebut Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Ameika menganut asas Ius Soli (tempat kelahiran). India. Timur Asing. Arab. tanpa mengindahkan di mana ia dilahirkan. sementara Indonesia menganut asas Ius Sanguinis (pertalian dara). Apartide dapat terjadi pada warga negara yang negaranya menganut ius soli. Asas Kewarganegaraan 1. dll. Bangladesh. Terutama pada saat `garis orang tua' itu seringkali identik dengan `garis ras/etnis'. 3. Argentina. Penentuan kewarga-negaraan berdasarkan atas hubungan darah ini tampaknya sudah tidak terlalu relevan karena memiliki kecenderung yang amat sempit dan membatasi diri. Golongan bumi putra adalah bangsa pribumi. Asas ini menetapkan kewarga-negaraan seseorang berdasarkan kewarga-negaraan orang tuanya. Inggris. Contoh negara yang menggunakan prinsip ius sanguinis adalah Brunai. Brazil. Malaysia. Amerika tidak mengakui Ujangs sebagai Apatride adalah kasus yang menyebabkan seseorang tidak mempunyai warga negara Amerika karena Ujangs tidak lahir di Amerika dan Indonesia pun juga tidak mengakuinya sebagai warga negara Indonesia karena dia bukan keturunan warga negara Indonesia . 2. Asas ini lebih seseorang tidak ditentukan oleh dasar etnis. 2. Apatride kewarganegaraan sebagai akibat adanya perbedaan asas tempat lahir dan keturunan. Golongan Eropa. Jepang. Contohya China. Yang termasuk golongan eropa misalnya Belanda. yaitu : 1. Jordania. Sebagai contoh : Ujang adalah anak warga Amerika yang lahir di wilayah Indonesia.

4) dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negaraPancasila dan Undang5) tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindakpidana yang diancam dengan pidana penjara 1(satu) tahun atau lebih. 7) dapat mengunakan bahasa Indonesia secara tertulis dan lisan. 4) Pewarganegaraan (naturalisasi). 8) mengetahui sejarah berdirinya negara Indonesia. Dalam era globalisasi perkawinan campuran (perkawinan antarnegara) tidak dapat dihindarkan. Apalagi mengingat penerapan asas kewarganegaraan (ius soli dan ius sanguinis) antara satu negara dengan negara lain berbeda-beda. Naturalisasi dapat digolongkan menjadi naturalisasi 5) Ikuta ayah dan ibu. tidak menjadi berkewarganegaraan ganda. persyaratan sebagai berikut: 1) telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. Pengangkatan dilakukan pada anak yang berusia 5 tahun kebawah secara sah (adopsi) oleh orang tua angkatnya maka anak tersebut dapat memperoleh 3) Dikabulkan permohonannya. Permohonan pewarganegaraan biasa dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi kewarganegaraan Indonesia. 3) sehat jasmani dan rohani. Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan. Anak yang belum dewasa maka kewarganegaraan anak tersebut mengikuti kewarganegaraan orang tuanya terutama ayahnya.2. Bipatride Masalah dwi kewarganegaraan (bipatride). Cara Memperoleh Kewarganegaraan Cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia bagi orang asing adalah melalui pewarganegaraan atau naturalisasi. biasa dan naturalisasi istimewa. Kelahiran yang dimaksud adalah siapa saja yang lahir di Indonesia adalah 2) Pengangkatan. Permohonan pewarganegaraan ini diajukan kepada Presiden melaui Menteri Kehakiman lewat Pengadilan Negeri setempat. 2) pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara 10 (sepuluhpuluh) tahun tidak berturut-turut. Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945. 6) jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia. Jika ayahnya orang asing maka anak memiliki kewarganegaraan ganda hingga dewasa. Perkawinan campuran dapat menyebabkan anak-anak yang dilahirkan bipatride ataupun apatride menjadi tidak dapat dihindarkan. 1) Kelahiran. Preoses pewarganegaraan dapat dilakukan dengan cara berikut ini : warga negara (ius soli). Bipatride dapat terjadi jika negara tersebut menggunakan Ius sangguinis. Republik Indonesia paling singkat 5 (lima ) tahun berturut-turut atau paling singkat . yaitu permohonan yang dikabulkan oleh menteri kehakiman seperti orang asing yang lahir dan dan bertempat tinggal di wilayah Indonesia tetapi tidak mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya.

Hilangnya Kewarganegaraan Republik Indonesia Menurut Pasal 23 UU N0 12 tahun 2006. 3) Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri. negaraan itu diperoleh karena perkawinannya. 10) membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara. bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu. 2) Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain. 5) Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing 6) Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing. 7) Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatunegara 8) Mempunyai paspor atau dari negara asing. kewarganegaraan seseorang dapat dinyatakan hilang. dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan 4) Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebihdahulu dari Presiden. bertempat tinggal di luar negeri. sedangkan orang yang . Warga Negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan: 1) Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. 10) Istri atau suami yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia apabila kewarga asing.9) mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap. Republik Indonesia tidak menjaditanpa kewarganegaraan. yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. 9) Bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful