BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan. Banyak para ahli berpendapat bahwa demokrasi pancasila itu merupakan salah satu demokrasi yang mampu menjawab tantangan jaman karena semua kehidupan berkaitan erat dengan nilai luhur Pancasila. Dalam hal ini kita ambil saja salah satu ahli Nasional Prof. Dardji Darmodihardjo, S.H. beliau mempunyai Pandangan bahwa demokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang terwujudnya seperti dalam ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945. lain hal lagi dengan Prof. dr. Drs. Notonegoro,S.H. mengatakan demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berke-Tuhan-nan Yang Maha Esa, yang Berkepribadian Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang mempersatukan Indonesia dan yang berkedaulatan seluruh rakyat.

1

2 . Demokrasi b. 1.4 TUJUAN Agar kita dapat mengetahui demokrasi yang kita pakai di Indonesia dan sejarah demokrasi di Indonesia.3 Batasan Masalah Makalah ini akan membahas tentang demokrasi Indonesia beserta sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia serta demokrasi apa yang dianut oleh Indonesia.2 Identifikasi Masalah Adapun masalah yang ditinjau dan dianalisis antar lain: a. Aspek demokrasi 1. Demokratisasi c.1. Demokrasi Pancasila d.

Sebagai sebuah gagasan. Semua itu merupakan gagasan-gagasan dasar yang melandasi kehidupan negara yang demokratis. meski demikian hingga kini banyak kalangan berpendapat bahwa Indonesia masih dalam tahap “Demokratisasi”. bukan hanya berkaitan dengan sistem politik. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang baru saja membangun demokrasi setelah keluar dari otoritarianisme orde baru pada tahun 1998. mewujudkan kesejahteraan umum dan ikut serta dalam perdamaian dunia. tetapi juga budaya. Demokrasi selalu mencoba melakukan pengaturan mengenai “Distribusi apa saja” yang diperebutkan dan mengatur cara-cara pendistribusiannya. prinsip-prinsip demokrasi universal dapat kita pelajari dari berbagai tulisan. Masih banyak hal yang perlu dibangun. hukum. 3 . Namun. Artinya demokrasi yang kini coba kita bangun belum benar-benar berdiri dengan mantap. Pada awal kemerdekaan Indonesia berbagai hal dengan negara-masyarakat telah diatur dalam UUD 1945. Para pendiri bangsa berharap agar terwujudnya pemerintahan yang segenap tumpah darah Indonesia. Dalam hal ini beberapa faktor seperti faktor mental dan sosiokultural sangat berpengaruh. dalam tahap penerapannya kadang terjadi perbedaan atau bahkan dipraktekkan secara salah. demokrasi sebenarnya sudah banyak dibahas atau bahkan dicoba diterapkan di Indonesia. dan perangkat-perangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani.BAB II LANDASAN TEORI Dalam tataran normatif.

atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat.H.S. c. Jadi. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Drs. dr.S. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Kata "demokrasi" berasal dari dua kata. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. bersamaan dengan perkembangan sistem "demokrasi" di banyak negara. Menurut Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. b. d. Namun. yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Prof. yaitu demos yang berarti rakyat. Notonagoro. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. oleh rakyat. http://www. 4 . yang mempersatukan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.1 Pengertian Demokrasi menurut para ahli a. Menurut Internasional Commision of Jurits Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakilwakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. Demokrasi pancasila adalah Paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan seperti dalam pembukaan UUD 1945. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Hal ini menjadi wajar.BAB III PEMBAHASAN 3. Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa.H. Prof.1. Dardji Darmodihardjo.org) 3.wikipedia. by the people. yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat.1 PENGERTIAN DEMOKRASI Istilah "demokrasi" berasal dari yunani kuno yang diutarakan di athena kuno pada abad ke-5 sm. dan untuk rakyat (government of the people. and for the people). (sejarah dan perkembangan demokrasi.

2.F Strong Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi 2. 3. 4. adil dan makmur.2. Ketetapan MPR RI No.e. Alinea kedua Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka.2. 3. 3. Pasal 6 Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 1 ayat 2 Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Pasal 27 ayat 1 Persamaan kedudukan di dalam hukum. Menurut C. 39 tahun 1999 tentang HAM 5 . 4. 3.1 Pembukaan UUD 1945 1.2 Batang Tubuh UUD 1945 1. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Alinea keempat Melindungi segenap bangsa. UU No. 2. bersatu. 5. Alinea ketiga Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas. Pasal 24 dan Pasal 25 Peradilan yang merdeka. 6. Pasal 2 Majelis Permusyawaratan Rakyat. 2.3 Lain-lain 1. 3. berdaulat. Alinea pertama Kemerdekaan ialah hak segala bangsa.2 LANDASAN-LANDASAN DEMOKRASI 3.

dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. oleh rakyat dan untuk rakyat. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. yaitu demos yang berarti rakyat. Kelompok pertama bersifat konservatif. misalnya Budi Utomo (BU). sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Intinya. Diantara organisasi modern tersebut. Sarekat Islam. Namun.3. Bangsa indonesia mengenal BU sebagai organiosasi modern pertama yang didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. Didalm organisasi BU 6 . bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat. Dari sini tampak bahwa BU masih bersifat elitis. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). Hal ini menjadi wajar. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab. Anggota BU terdiri dari kaum priyayi ningrat atau aristokrasi dan kaum intelektual. Demokrasi yang kita kenal sekarang ini dipelopori oleh organisasi-ohrganisasi modern pada masa pergerakan nasional sebagai wacana penyadaran. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain. tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut. dan Perserikatan Nasional Indonesia. sedamgkan kelompok kedua bersifat progresif. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern.3 SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DEMOKRASI Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM.

dan untuk membangun sebuah tatanan sosial yang adil akhirnya membuahkan hasil dengan diproklamasikannya kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sewaktu di negeri belanda mereka menggabungkan diri dengan organisasi mahasiswa. Pada masa revolusi 1945 – 1950 banyak kendala yang dihadapi bangsa indonesia. Dalam forum ini kaum muda yang berasal dari berbagi daerah menghilangkan semangat kedaerahan mereka dan menggantikan dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta bekerja sama untuk menciptakan suatu negara indionesia yang merdeka. Menjelang surutnya BU. Demokrasi Kerakyatan Pada Masa Revolusi Periode panjang pergerkan nasional yang didominasi oleh munculnya organisasi modern digantikan periode revolusi nasional. gagasan dan harapan adanya intregasi nasional.anggotanya belajar berdemokrasi dengan mengenalkan dan menyalurkan ide. Gerakan nasionalis indonesia dengan cepat meningkat dalam tahun 1927 dengan didirikannya Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Di awal revolusi tidak satupun perbedaan di antara bangsa Indonesia yang terpecahkan. 7 . muncul organisasi modern yang berwatak lebih egaliter. yaitu perhimpunan indonesia (PI). Organisasi yang didirikan tahun 1911 di Solo. Salah satu peristiwa penting dalam gerakan nasional adalah konggres pemuda indonesia ke-II yang melahirkan sumpah pemuda. yaitu Sarekat Islam (SI). Pada awalnya SI merupakan gerakan reaktif terhadap situasi kolonial. Para pemimpin PNI terdiri dari kaum muda yang memperoleh pendidikan di negeri belanda pada permulaan tahun 1920-an. Semua usaha untuk mencari identitas (jati) diri. namun dalam perkembangannya organisasi ini melangkah ke arah rekontruksi kehidupan bangsa dan akhirnya beralih ke perjuangan politik guna menentukan nasib bangsanya sendiri. semangat persatuan guna menghadapi kekuasaan kolonial. misalnya perbedaan-perbedaan antara kekuatan-kekuatan perjuangan bersenjata dengan kekuatan diplomasi. antara mereka yang mendukung revolusi sosial dan mereka yang menentangnya dan antara kekuatan islam dalam kekutan sekuler. Pada akhirnya kekuatan-kekuatan perjuangan bersenjata dan kekuatan diplomasi bersama-sama berhasil mencapai kemerdekaan. Semua permasalahan itu baru dapat diselesaikan setelah kelompok-kelompok kekuatan itu duduk satu meja untuk memperoleh satu kata sepakat bahwa tujuan pertama bangsa Iindonesia adalah kemerdekaan bangsa indonesia. Organisasi pemuda pada saat itu sangat terpengaruh oleh PNI. 1.

partai-partai dalam barisan oposisi tidak mampu berperan sebagi oposisi kontruktif yang menyusun program-program alternatif. 1966 : 7). Kekuatan-kekuatan politik yang ada berusha berpaling kepada pribadi Soekarno untuk mendapatkan legitimasi. Pada masa ini terdapat beberapa penyimpangan terhadap ketentuan UUD 1945. 8 . malah perpecahan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah tidak dapat dihindarkan. 3. Mengingat kondisi yang harus di hadapi pemerintah indonesia pada kurun waktu 1950-1959. Pada tahun 1960. misalnya partai-partai politik dikebiri dan pemilu ditiadakan. Demokratisasi Dalam Demokrasi Parlementer Setelah indonesi merdeka. padahal dalam penjelasn UUD 1945 secara ekspilisit ditentukan bahwa presiden tidak berwenang membubarkan DPR. Koalisi ternyata kurang mantap dan partai-partai koalisi kurang dewasa dalam menghadapi tanggung jawab mengenai permasalahan pemerintahan. mengakibatkan diambilmnya langkah-langkah menuju suatu pemerintahan yang oleh Soekarno dinamakan Demokrasi Terpimpin. Setiap kabinet terbentuk berdasarkan koalisi pada satu atau dua partai besardengan beberapa partai kecil. tetapi hanya menonjolkan segi-segi negatif dari tugas oposisi (Miriam Budiardjo. Undang – Undang dasar 1950 menetapkan berlakunya sistem parlementer dimana badan eksekutif terdiri dari presiden sebagai kepala negara konstitusional beserta para menteri yang mempunyai tanggung jawab politik. bimbingan atau perlindungan. Dengan demikian masa demokrasi berdasarkan sistem parlementer berakhir. kini menghadapi prospek menentukan masa depannya sendiri. Faktor-faktor tersebut mendorong presiden soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menentukan berlakunya kembali UUD 1945. Pada umumnya kabinet dalam masa pra pemilu tahun 1955 tidak dapat bertahan lebih lama dari rata-rata delapan bulan dan hal ini menghambat perkembangan ekonomi dan politik oleh karena pemerintah tidak mendapat kesempatan dalam untuk melaksanakan programnya. Di lain pihak. Pemilu tahun 1955 tidak membawa stabilitas yang diharapkan. Pada periode tahun 1950-an muncul kaum nasionalis perkotaan dari partai sekuler dan partai-partai islam yang memegang kendali pemerintahan. maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan demokrasi mengaklami kegagalan karena dasar untuk dapat membangun demokrasi hampir tidak dapat ditemukan. Demokratisasi Dalam Demokrasi Terpimpin Di tengah-tengah krisis tahun 1957 dan pengalaman jatuh bangunnya pemerintahan. presiden Soekarno membubarkan DPR hasil pemilu 1955 dan menggantikanya dengan DPRGR. Ini merupakan suatu sistem yang didominasi oleh kepribadian soekarno yang prakarsa untuk pelaksanaan demokrasi terpimpin diambil bersama-sama dengan pimpinan ABRI (Hatta. 70).2.

74). Soeharto kemudian melakukan eksperimen dengan menerapkan demokrasi Pancasila. Meskipun Soekarno memiliki pandangan tentang masa depan bangsanya. Pada masa orde baru budaya feodalistik dan paternalistik tumbuh sangat subur. Pemerintahan soeharto digantikan pemerintahan transisi presiden Habibie yang didukung sepenuhnya oleh TNI. Pemberontakan G 30 S/PKI tahun 1965 telah mengakhiri periode demokrasi terpimpin dan membuka peluang bagi dilaksanakannya demokrasi Pancasila.Melalui demokrasi terpimpin Soekarno berusaha menjaga keseimbangn politik yang mherupakan kompromi antara kepentingan-kepentingan yang tidak dapat dirujukan kembali dan memuaskan semua pihak. Kekuatan sosial politik yang diikutsertakan dalam pemilu dibatasi. Sekitar 3 sampai 4 tahun setelah berdirinya Orde Baru menunjukkan gejala-gejala yang menyimpang dari cita-citanya semula. Inti demokrasi pancasila adalah menegakkan kembali azas negara hukum dirasakan oleh segenap warga negara. Pemerintahan Soeharto juga tidak memberikan check and balances sebagai prasyarat dari sebuah negara demokrasi (sarbini Sunawinata. Lembaga-lembaga di luar presiden 9 . Bahakan secara resmi oposisi ditiadakan dengan adanya suatu “konsensus nasional”. Rekonstruksi Demokrasi Dalam Orde Reformasi Melalui gerakan reformasi. Pada awal pemerintahan orde hampir seluruh kekuatan demokrasi mendukungnya karena Orde Baru diharapkan melenyapkan rezim lama. Berbagai tekanan yang diterima rakyat dan cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang tidak pernah tercapai. Partai-partai politik dilarang berperan sebagai oposisi maupun kontrol sosial. lembaga-lembaga dan tata kerja orde baru dilepaskan dari ikatan-ikatan pribadi (Miriam.8). Kekuatan – kekuatan sosial-politik yang bebas dan benar-benar memperjuangkan demokrasi disingkirkan. Janji dari demokrasi terpimpin pada akhirnya tidak dapat terealisasi. 1998 . hak azasi manusia baik dalam aspek kolektif maupun aspek perseorangan dijamin dan penyalahgunaan kekuasaan dapat dihindarkan secara institusional. 4. Kekuatan politik dijinakkan sehingga menjadi kekuatan yang tidak lagi mempunyai komitmen sebagai kontrol sosial. Demokratisasi Dalam Demokrasi Pancasila Pada tahun 1966 pemerintahan Soeharto yang lebih dikenal dengan pemerintahan Orde Baru bangkit sebagai reaksi atas pemerintahan Soekarno. tetapi ia tidak mampu merumuskan sehingga bisa diterima oleh pimpinan nasional lainnya. mahasiswa dan rakyat indonesia berjuang menumbangkan rezim Soeharto. mengakibatkan pemerintahan Orde Baru mengalami krisis kepercayaan dan kahirnya mengalami keruntuhan. Dalam rangka mencapai hal tersebut. 5.

Keduanya dapat berfungsi sebagai check and balances. Hal ini terbukti dari setiap warga negara bebas berpendapat dan kebebasan pers dalam mengawal pemerintahan yang terbuka sehingga menghindarkan pemerintahan dari KKN. yakni pertama bekerja keras agar harga sembilan pokok (sembako) terbeli oleh rakyat sambil memberantas KKN tanpa pandang bulu. Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (Rechstaat). yaitu 10 . yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila. Selain dari itu Undang-Undang Dasar kita menyebut secara eksplisit 2 prinsip itu dicantumkan dalam penjelasan mengenai Sistem Pemerintahan Negara. Tugas utama pemerintahan Habibie ada dua. Pemerintahan habibie menyuburkan kembali alam demokrasi di indonesia dengan jalan kebebasan pers (freedom of press) dan kebebasab berbicara (freedom of speech). Dalam perkembanganya Demokrasi di indonesia setelah rezim Habibie diteruskan oleh Presiden Abdurahman wahid sampai sekarang sangat signifikan sekali dampaknya. Seluruh maslah negara dan bangsa indonesia menjadi tanggung jawab presiden/TNI. beberapa nilai pokok dari demokrasi konstitusionil cukup jelas tersirat di dalam Undang Undang Dasar 1945. Asalkan kebebasan demokratis seperti kebebasan pers. Ada satu hal yang membuat indonesia dianggap negara demokrasi oleh dunia Internasional walaupun negara ini masih jauh dikatakan lebih baik dari negara maju lainnya adalah Pemilihan Langsung Presiden maupun Kepala Daerah yang dilakukan secara langsung. adalah mengembalikan hak-hak rakyat guna memperoleh kembali hakhak azasinya. Agaknya pemerintahan “Orde Reformasi” Habibie mecoba mengoreksi pelaksanaan demokrasi yang selama inidikebiri oleh pemerintahan Orde baru. ialah demokrasi konstitusionil. yaitu: 1. Berdasarkan 2 istilah Rechstaat dan sistem konstitusi. 2. dimana aspirasi-aspirasi rakyat dapat bebas diutarakan dan dihsampaikan ke pemerintahan pusat. Kedua.dan TNI tidak mempunyai arti apa-apa. tetap dijalankan maka munculnya pemerintahan yang KKN dapat dihindari. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (Machstaat). kebebasab berbicara. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum (Rechstaat). Demokrasi yang dianut di Indonesia. Sistem Konstitusionil Pemerintahan berdasarkan atas Sistem Konstitusi (Hukum Dasar). maka jelaslah bahwa demokrasi yang menjadi dasar dari Undang-Undang Dasar 1945. Di samping itu corak khas demokrasi Indonesia. tidak bersifat Absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Sistem pemilu multipartai dan UU politik yang demokratis menunjukkan kesungguhan pemerintahan Habibie.

b.4 PRINSIP POKOK DEMOKRASI PANCASILA 1. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi Untuk menyalurkan aspirasi rakyat. masyarakat. 8. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. Pelaksanaan Pemilihan Umum. 3. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME. a. Pemerintahan berdasarkan hukum: dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan : a. 2. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional. 7. Karena itulah. Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi) Demokrasi Pancasila harus dijiwai dan diintegrasikan oleh sila-sila lainnya. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1 ayat 2 UUD 1945). dan negara ataupun orang lain. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas). dimuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat). Keseimbangan antara hak dan kewajiban. 10. b.30. DPA atau lainnya. dan 34). 4. 33.kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilana.5 ASPEK DEMOKRASI PANCASILA Berdasarkan pengertian dan Pendapat tentang demokrasi Pancasila dapat dikemukakan aspek-aspek yang terkandung di dalamnya. 9. 3. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah. diri sendiri. Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR. BPK.31. 32. DPR. 3. Aspek Formal 11 . Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka.29. pengertian demokrasi pancasila tidak hanya merupakan demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi dan sosial (Lihat amandemen UUD 1945 dan penyelesaiannya dalam pasal 27. 5. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden. 6. c.28.

Mengandung sistem mengambang. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan. Idris Israil (2005:52-53) menyebutkan ciri-ciri demokrasi Indonesia sebagai berikut: 1.6 CIRI-CIRI DEMOKRASI PANCASILA Dalam bukunya. 8.Mempersoalkan proses dan cara rakyat menunjuk wakil-wakilnya dalam badan-badan perwakilan rakyat dan pemerintahan dan bagaimana mengatur permusyawaratan wakil-wakil rakyat secara bebas. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi. Pemilu dilaksanakan secara luber. Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong. 4. e. Menghargai hak asasi manusia. Aspek Kejiwaan Menjadi semangat para penyelenggara negara dan semangant para pemimpin pemerintah. terbuka. 7. 10. Tidak menganut sistem monopartai. 9. 3. 12 . 3. 12. dan jujur untuk mencapai kesepakatan bersama. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat. Aspek Optatif Mengetengahkan tujuan dan keinginan yang hendak dicapai. 5. 11. f. d. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban. c. 6. Aspek Normatif Mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang membimbing dan menjadi kriteria pencapaian tujuan. Tidak menghendaki adanya demonstrasi dan pemogokan karena merugikan semua pihak. 2. Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Aspek Organisasi Mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksaan demokrasi pancasila di mana wadah tersebut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Kedaulatan ada di tangan rakyat.

Ikut menyukseskan Pemilu. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia b.3. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan g. Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung otoriter) f.7 PRISIP-PRINSIP DEMOKRASI PANCASILA Adapun Prinsip-prinsip Pancasila: a. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Presiden adalah Mandataris MPR. c. Mewujudkan rasa keadilan sosial e. b. Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal. berlaku Demokrasi Pancasila ( cenderung ada perubahan menuju demokratisasi) 13 . Ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan. 3. c. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat. namun dalam penerapan berlaku demokrasi Liberal.9 PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM WAKTU 50 TAHUN a. 2. dan orang lain d. Menjamin tetap tegaknya negara RI. Periode 1945-1949 dengan Undang-Undang 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab.1959 UUDS 1950 berlaku demokrasi Liberal dengan multiPartai d. diri sendiri. serasi dan seimbang antara lembaga negara.sekarang UUD 1945. b. Ikut menyukseskan Pembangunan.8 Fungsi Demokrasi Pancasila Adapun fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut: 1. b. 5. Periode 1950. 3. 3. Periode 1998. 4. Presiden bertanggung jawab kepada MPR. a. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara a. Keseimbangan antara hak dan kewajiban c. f. Menjamin adanya hubungan yang selaras. Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila namun yang diterapkan demokrasi terpimpin ( cenderung otoriter) e.

14 .

atau membiasakannya. Suatu hari nanti. bermasyarakat. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi. Adapun aspek dari Demokrasi Pancasila antara lain di bidang aspek Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi). B. Oleh karena itu. adalah: 1. Aspek Formal. kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita. Aspek Optatif. Mempraktekanya secara terus menerus. Perlu ada usaha dari semua warga negara. 2. Aspek Organisasi. KESIMPULAN Dengan demikian telah kita lihat bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dari waktu ke waktu.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini. Aspek Normatif. yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. Yang paling utama. Namun hal tersebut juga harus didasari dengan prinsip pancasila dan dengan tujuan nilai yang terkandung di dalamnya. tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. kita dapat merasakan demokrasi dalam istilah yang sebenarnya. SARAN Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. baik dalam kehidupan berkeluarga. tentu saja. Aspek Kejiwaan. Namun kita harus mengetahui bahwa pengertian Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila. maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi. 15 . Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran.

Budiyanto. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. S.e-dukasi. Suardi Adubakar. Drs. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Erlangga. Budiardjo. S. Jakarta : Yayasan Menara Ilmu. Sistem Demokrasi Yang Hakiki. M. 16 . Dahlan. S.org/wiki/Demokrasi http://dondsor. Drs. 2004 “Kewarganegaraan untuk SMP Kelas II Jilid 2”. Drs. Jakarta: Erlangga. dan Aminah Y. 2004 “Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VIII Jilid 2”. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan.blogster. Bogor: Yudistira.. Sharma. 2004. Aim.html Abdulkarim. 2002.Pd.com/demokrasi_dan_Konstitusi.Pd. Israil. 2002. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.Pd. Dkk. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk Kelas 2 SMU. Wijianti.htm http://id. Siti.wikipedia. Idris. 2002.net/modul_online/MO_21/ppkn203_07. Kewarganegaraan SMA Untuk Kelas X. 2005. Malang : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.DAFTAR PUSTAKA MM. M. Saronji. Bandung: Grafindo Media Pratama.Pd.Pd. Miriam. P. Dan H. 2005 “ Kewarganegaraan (Citizenship)”. Asy’ari. http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful