Makalah Farmakologi Universitas Kristen Krida Wacana

Nama: Joshua Peterson anak Peter Legi Kelompok : C4 NIM: 102009326

Pada kali ini. Susana E. bentuk sediaan obat juga telah dimuatkan dan dijelaskan dengan sepadat mungkin berkenaan dengan hal tersebut. Bagi setiap bentuk sediaan obat yang berikut telah dijelaskan juga tentang prinsip metabolism obat tersebut serta juga tentang keuntungan dan kerugian yang kita dapat daripada bentuk sediaan obat yang tertentu. Makalah ini juga turu memuatkan beberapa bentuk sediaan obat yang sering kita ketemukan yaitu obat implant. obat intranasal. Selain itu.Pendahaluan Terlebih dahulu saya ingin menyampaikan setinggi penghargaan kepada dosen farmakologi. obat melalui nparu-paru. obat transdermal. makalah ini juga turut memuatkan penjelasan tentang perkembangan penghantaran obat parenteral pada zaman sekarang.S yang telah memberikan tugasan dan bimbingan dalam kuliah dan praktikum yang telah dijalankan. Makalah ini turut memuatkan konsep dasar penghantaran obat yang mencakupi tentang perkembangan masa dalam bidang tersebut. . Di samping itu. obat melalui vagina dan juga obat yang melalui sistem saraf pusat. obat peroral. saya telah membuat suatu makalah yang merangkumi hal-hal yang berkenaan dengan bentuk sediaan obat baru. Saya berharap agar penghasilan makalah ini dapat membantu saya dalam memahami tentang mata kuliah farmakologi yang dapat membantu saya dalam ujian dan juga dalam perkerjaan sebagai seorang dokter suatu hari nanti.

Bioavailabilitas merupakan kecepatan dan jumlah bahan aktif yang diabsorpsi dan sampai pada tempat kerja sehingga memberikan respons terapeutik. hal-hal yang harus kita ketahui antaranya ialah . pKA. keadaan fisiokimia obat yang turut mempengaruhi adalah koefisien partisi dan kelarutan lemak.sublingual. dan keterbatasan terapi konvensional. berat dan volume molekul. Pada tahun 1950-1960 dikembangkan bentuk sediaan obat lepas lambat peroral seperti kapsul Spansule dan diikuti oleh obat biofarmaseutik yang susah dalam hal penghantaran obat pada tahun 1980-1990. waktu terapi optimal. Beberapa terminologi tentang penghantaran obat dan penargetan ialah:y y y y y Prolonged release : memperpanjang kadar terapeutik obat dalam darah Zero-order relesase : pelepasan obat yang konstan Bio-responsive release : pelepasan obat sebagai respons dari stimulus biologik Modulated release : penghantaran obat dalam jumlah tertentu dikontrol pasien Rate-controlled release : penghantaran obat pada kecepatan tertentu untuk sistemik dan lokal. Faktor formulasi turut mempengaruhi disolusi dan bioavailabilitas obat. proses farmakokinetik. Pada waktu sekarang. penghantaran obat. Perkembangan kemanjuran obat diarahkan kepada lama waktu kerja obat.lama obat kerja obat pendek dan juga memerlukan orang yang ahli dalam bidang tersebut. Sampai tahun 1940.nasal.pulmonary dan vagianal untuk masuk ke dalam sirkulasi sistemik yang digunakan sebagai pengobatan lokal dengan pengurang efek samping dan dosis obat. Selain itu.konsep bioavailabilitas.Konsep dasar penghantaran obat Efek biologis merupakan hasil interaksi obat dengan reseptor tertentu dari obat yang diatur pada kecepatan dan konsentrasi tertentu supaya dapat mendapatkan efek samping minimal dan efek terapeutik maksimal. kelarutan dalam air dan kestabilan obat. diarahkan kepada bentuk obat sediaan alternative dari parenteral melalui route bukal. bentuk sediaan obat apat ditemukan dalam bentuk injeksi. proses absorpsi obat.. formulasi peroral dan obat topical yang mempunyai kekurangan dari segi penghantaran obat. penargetan obat dan juga pelepasan obat akibat respons biologis dan terapi gen. y Targeted-drug delivery : penghantaran obat untuk mencapai daerah target. Tipe epitel.route dan mekanisme sangat mempengaruhi absorspsi obat.barriers yang menghalangi absorpsi. .

Duros implant pump digunakan mengontrol pelepasan peptide sedangankan oros implant-pump untuk pelepasan obat peroral seperti Procardia XL(nifedipine). Pembawanya terdiri 2 tipe yaitu reservoir dan matrik.  Osmosis-controlled drug release-tekanan osmosa digunakan untuk melepaskan obat dengan kecepatan konstan dari sistim.Sistem pelepasan obat terkontrol merupakan pelepasan obat dengan kecepatan konstan dengan konsentrasi obat dalam darah tidak bervariasi terhadap waktu. .  Mechanical-controlled drug release-alat seperti penghantaran obat intravena yang biasa digunakan di rumah sakit. Antara mekanisme untuk mengontrol pelepasan obat ialah :-  Diffusion controlled release-obat berdifusi melalui membrane polimer atau matrik lipid untuk dapat dilepaskan.  Dissolution controlled release-pembawa yang mengontrol obat dengan disolusi. Alat ini dapat melepaskan obat pada kecepatan tertentu selama jangka waktu tertentu selama jangka waktu tertentu.  Bio-responsive controlled drug release-sistim yang mengatur pelepasan obat yang dipengaruhi oleh PH atau kekuatan ionsebagai respon untuk mengubah keadaan sekitarnya.dengan pelepasan obat yang diatur dalam orde nol dan tidak tergantung dari lingkungan. pelepasan dikontrol oleh kecepatan disolusi dari polimer yaitu tipe reservoir (kapsul Spansule) dan matrik (goserelin).

aktivitas metabolic yang rendah juga salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi bioavailabilitas obat. Lamanya waktu kontak dengan jaringan pengabsorbsi mempengaruhi jumlah obat yang melalui mukosa. pulmonary drug delivery. Antara macro devices yang banyak digunakan dalam aplikasi ialah parenteral drug delivery. reproducibility . Route sistim pengahantaran obat diklasifikasikan kepada 8 macam yaitu :  Sistim saluran cerna ± oral dan rectal  Parenteral-injeksi subkutan/intramuscular/intravena/intraarteri dan implant  Tranmukosa-bukal. oral drug delivery. biokompabilitas dan tidak ada reaksi tambahan. Contohnya ialah villi dan microvilli yang mempunyai luas permukaan yang besar dan juga area permukaan paru-paru yang luas sehingga menjadi route alternative penghataran obat sistemik parenteral dan peroral. Nanopartikel ialah koloid partikel yang padat berukuran kurang 200nm.Bentuk sediaan obat Obat molekuler merupakan obat yang berikatan dengan pembawa yang larut air dan mencapai tempat kerja melalui parenteral dengan pelepasan molekul secara enzimatis atau hidrolisa. nasal drug delivery. buccal drug delivery. . vaginal drug delivery dan ophthalmic drug delivery. Bentuk sediaan obat ideal harus mempunyai cirri-ciri berikut seperti kenyamanan pasien. Polimer sintetik digunakan dalam sistem penghantaran obat mkiropartilulat dan implant biodegradable sedangkan liposom digunakan untuk memfasilitasi enkapsulasi dari obat larut lemak dan air. mudah diakhiri.sublingual. Selain itu. Aksesiblitas obat yang baik. Antara hal-hal yang mempengaruhi masuknya obat ke dalam sirkulasi sistemik ialah besarnya luas permukaan. transdermal drug delivery. variablilitas yang rendah serta permeablitas yang tinggi memainkan peranan penting dalam siste penghantaran obat yang baik. luas efek area kontak dan waktu kontak yang diperpanjang.mukosa saluran cerna lambung  Transnasal  Pelepasan obat leawat paru-paru  Pelepasan obat melalui kulit-obat topical dan transdermal  Pelepasan obat transokular  Pelepasan obat transvaginal. Suplai darah yang secukupnya dibutuhkan dalam memindahkan obat dari tempat absorbs ke tempat kerja.

Komponen untuk penghantaran dan pentargetan obat terdiri dari bagian aktif yang penting untuk mencapai efek terapeutik. sel. Di samping itu.02 µm-30 m. Pembawa yang larut termasuk antibody dan polimer sintetik yang dibuat untuk penghantaran dan penargetan obat intravena yang mempunyai karekteristik yaitu biodegradable. Sel-sel MPS ( Mononuclear . pelepasan obat dari pembawa dibatasi pada daerah kerja. atau jaringan yang bukan target  Memininalisai pengurungan kadar obat ketika mencapai target  Melindungi obat dari metabolism  Melindungi obat dari klirens dini  Menahan obat pada tempat kerja selama waktu yang dikehendaki  Memfasilitasi transport obat ke dalam sel  Menghantarkan obat ke intrasellular  Harus biokompatibel. sistem pembawa untuk pendistibusian obat yang baik. muatan. biodegradable dan non-antigenik Pertimbangan farmakokinetik yang berhubungan dengan pentargetan obat ialah obat dengan dengan total klirens yang tinggi yang baik untuk penghantaran obat yang ditargetkan. sel atau organ. perlindungan dari metabolism dan klirens dini serta ligan yang menspesifikasi target obat. untuk memaksimalkan efek. carrier mediated transport cocok untuk daerah dengan aliran darah sedikit. metabolime yang segera dalam hati dan ekskresi yang lebih cepat di ginjal. dan kecepatan pelepasn obat yang dikontrol secara difusi atau degradasi. berukuran 0. Kemampuan makromolekul untuk bergerak tergantung dari sifat fisiokimia khususnya berat/ukuran molekul. Makin kecil ukuran makin mudah molekul berpindah secara pasif dari satu kompartmen ke lainnya melalui endothelial dari sirkulasi darah. Selain itu. Semakin tinggi kecepatan eliminasi obat bebas. Sistem penghantaran dan pentargetan obat yang ideal antara lain ialah:  Obat yang mempunyai target spesifik kepada sel atau jaringan target  Menjaga obat agar di luar organ. semakin perlu untuk ditargetkan.Perkembangan penghantaran obat parenteral Keterbatasan obat parenteral konvensional yang dapat mengurangkan indeks terapi ialah distribusi obat yang didistribusikan ke seluruh badan hingga menyebabkan pemborosan. hidrofobisitas permukaan dan adanya ligan untuk interaksi dengan reseptor.

imunopotensiasi vaksin dan aktivasi dari makrofag dengan menambahkan sistem pembawa dengan macrophageactivating agent. Penargetan pasif pada MPS(hati) menguntungkan jika pengobatan berhubungan dengan makorfag. Lipoprotein adalah sistem pembawa lipid endogen yang terdiri dari satu inti lipid dan satu lapisan tempat apolipoprotein ditemukan. ukuran. polimerik misel dan pembawa lipoprotein. LDL ditarget secara aktif dengan mengikatkan ligan yang secara spesifik dikenali target sedangkan HDL cenderung menumpuk dalam sel parenkim hati dan ligan yang secara spesifik dikenali target seperti galaktosa dapat meningkatkan proses uptake hepatosit. immunoliposom dan liposom kationik. Penargetan aktif menggunakan ligan yangditempelkan pada pembawa untuk menghantarkan ke sel. . hirofobositas permukaan partikel ditambah dengan efek pertambahan permeabilitas dan retensi(EPR). Keuntungan pembawa partikulat ialah memiliki loading capacity yang cukup besar. Penargetan pasif merupakan pola distribusi pasif dari pembawa obat dalam tubuh dan tidak ada ligan pada pembawanya. Polimerik misel digunakan sebagai media perantara dalam sediaan injeksi yang mengandung obat yang sulit larut dalam air yang dapat meningkatkan keefektifan obat. Untuk mengurangi klirens MPS. Liposom dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisi dan aplikasi secara in vivo yaitu liposom konvensional. tidak berikatan secara kimia dan tingat perlindungan yang cukup pada molekul obay yang dienkapsulisasi. Liposom merupakan struktur vesicular yang terdiri dari satu atau lebih lipd bilayer yang menyelibungi inti cair. Kerugian sistem pembawa partikulat ialah ketidakmampuan melindungi barrier endothelial dan meningalkan sirkulasi.phagocyte system ) bertanggungjawab menghilangkan partikulat. jaringan atau organ spesifik yang tediri dari 3 bagian yaitu pembawa. muatan dan hidrofobisitas permuakaan. pengobatan defisiensi enzim lisosom. stealth liposome. Klirens MPS sangat tergantung dari sifat fisokomia dari partikulat. Pembawa partikulat yang selalu kita temukan pada masa sekarang ialah liposom. Pembawa lipid endogen ini penting untuk penghantaran daerah spesifik obat-obat lipofilik. ligan dan obat.

didispersikan dan porous. obat implant juga baik untuk pelepasan obat berselang yang deprogram di mana akan memfasilitasi pelepasan obat sebagai respon faktor seperti ritme jantung. Implant dapat menghantarkan obat secara orde nol yang member keuntungan seperti menghindari resiko toksiksitas. kecepatan pelepasan obat yang diinginkan. Sistem ini dipengaruhi oleh sifat fisiokimia obat. Implant digunakan untuk terapi awal ke dalam subkutan. Implant non-degradabel terbagi menjadi 2 tipe yaitu reservoir dan matrik. bahaya kerusakan alat. Contoh obat ialah intradose untuk pengobatan tumor dan advasite untuk penyakit kulit seperti psoriasis dan basal cell carcinoma. Implant biodegradabel terbagi menjadi 2 yaitu reservoir dan matrix. Obat dimasukkan dengan cara dilarutkan. Selain itu.Bentuk sediaan obat implant Implant merupakan sistem penghataran obat yang dibuat untuk menghantarkan obat dengan kecepatan tertentu. Intravitreal implant dimasukkan ke dalam vitreous cavity mata dan melepaskan ganciclovir dosis terapeutik selama 32 minggu. mengurangi frekuensi pemberian obat dan menambah kepatuhan. Degradasi polymer diklasifikasikan kepada 2 tipe yiatu bulk erosion dan surface erosion. fluktuasi metabolism dan pelepasan peptide atau protein. Antara keuntungan yang kita dapat untuk bentuk sediaan obat ini ialah kenyamanan. Implantable pumps menggunakan energy untuk pelepasan obat oleh alat dengan . rongga mata dan intraperitoneal. Matrik non-degradabel merupakan obat yang didistribusiakan ke dalam matrik polimer yang dibuat dengan cara mencampur obat dengan serbuk polimer. lama pelepasan obat yang diinginkan dan fasilitas dari alatnya. Implant polimer biodegradable natural termasuk protein-protein dan polisakharida. Keterbatasan implant non-degradabel ialah degradasi yang sering terjadi melalui bioerosi yaitu disolusi bertahap dari matrik polimer dan biodegradasi yaitu degradasi karena prose enzymatic. dengan periode waktu yang diperpanjang yang berbentuk polymer dan mini pumps. memaksimalkan penghantaran obat dan fleksibilitas. kepatuhan. pemberhentian obat yang susah. pelarut lalu dibentuk. terbatasnya obat poten dan biokompatibel karena reaksi tubuh terhadap bahan asing. Reservoir non-degradabel terdiri implant kontrasepsi dan intravitreal implant. Antara kerugian obat implant ialah bersifat invasive. Implant kontrasepsi merupakan kapsul yang dimasukan secara subkutan yang melepaskan levonogestrel terus-menerus dengan kecepatan 30 g/hari selama 5 tahun.

Mechanical implantable pumps merupakan pompa yang dapat diprogram dari luar yang dapat mengatur pelepasan obat orde nol dan intermitten. mudah digunakan. dapat menjadi alternative bagi pasien muntah dan pelepasan obat yang terkontrol. tablet dengan pelepasan obat khusus yang dapat diatur sesuai dengan kita inginkan berdasarkan formulasi Transmukosa peroral terbagi menjadi pelepasan obat sublingual dan bukal. murah dan banyak digunakan. . Bentuk sediaan obat peroral Bentuk sediaan obat ini merupakan bentuk sediaan obat untuk sistemik yang mudah diguanakan. area absobsi luas. Energy ini tergantung dari perbedaan konsentrasi obat antara dalam formulasi dan di sekitarnya. Contoh bentuk sediaan obat sublingual ialah Nitrogliserin dan Fentanyl yang melalui mukos bawah lidah dan bagian dasar mulut. Keuntungan obat transmukosa ialah area permukaan luas. Keuntungan daripada bentuk sediaan obat ini ialah mudah dan nyaman digunakan. tablet dengan pelepasan terkontrol yang dapat dikontrol sesuai dosis dan waktu yang diinginkan. Terdapat 4 jenis tablet yaitu tablet salut entertik yang tahan terhadap cairan lambung. pelepasan obat diperpanjang dan pelepasan obat terkontrol dalam jangka waktu tertentu mengurangi frekuensi pemberian obat. terdapat juga kerugian untuk bentuk sediaan obat ini yaitu dari variabilitas kecepatan dan jumlah obat diabsorbsi. pelepasan obat diperpanjang. Namun demikian terdapat juga kerugian dari segi obat yang tidak terdapat dalam bentuk sediaan ini. Osmotic implantable pumps menggunakan tekanan osmosa untuk mengatur pelepasan obat dengan cara memompa obat keluar pada kecepatan tertentu. gusi dan juga bibir bagian atas atau bawah. Salah satu contoh bagi bentuk sediaan obat ini ialah synchromed implantable pump. MiniMed implantable pump dan arrow implantable pump. variabilitas rendah. Contoh bentuk sediaan obat bukal ialah Prochloperazine dan Nitrogliserin yang melalui mukosa dari pipi. Namun demikian. mudah capai target. reaksi tambahan dan pH lambung yang sangat asam. spasticity theraphy. aktivitas metabolism rendah.perbedaan tekanan yang menyebabkan aliran obat pada kecepatan tertentu. banyak pembuluh darah. banyak pembuluh darah.

Keuntungan yang kita dapat dari obat transdermal ialah kita dapat mencegah metabolism presistemik di hati dan saluran cerna. aktivitas enzim dan mucus yang terdapat pada rongga hidung. Faktor-faktor yang mempengaruhi bioavailibilitas nasal ialah luas permukaan untuk absorbs. Rongga hidung digunakan juga digunakan untuk pelepasan obat secara sistemik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelepasan obat transdermal ialah stratum korneum yang merupakan penghalang utama. kondisi kulit. variabilitas daerah permukaan kulit yang ditampal patch. mempunyai kelarutan yang baik dalam air dan minyak serta dapat mengiritasi kulit pada segelintir individu. permukaan yang mudah diakses.Penghantaran obat transdermal Obat transdermal merupakan obat melalui kulit dan bersifat sistemik. terbatas untuk obat dosis kecil. meningkatkan kemudahan pemakaian obat dan kenyamanan obat serta juga pelepasan obat yang dapat mudah diakhiri dengan cara melepaskan patch. difusi obat yang terhalang oleh mucus. Contoh obat intranasal untuk pengobatan lokal ialah dekongestan dengan pembawa berupa sprays atau drops . aktivitas metabolism yang rendah. lebih mudah digunakan serta dapat menjadi bentuk sediaan alternatif bila tidak dapat digunakan obat yang melewati saluran cerna. obat dengan berat molekul tinggi susah diabsorpsi. . Penghantaran obat intranasal Obat intranasal digunakan untuk efek lokal seperti obat tetes hidung. kadar obat dapat dikontrol pada sirkulas sistemik untuk obat yang kerjanya diperpanjang. mukosa nasal dan sekresi mengradasi obat. mengurangi varabilitas antara pasien. kurangnya reprodusibilitas pada penyakit serta iritasi lokal dan sensitasi obat yang harus diperhatikan. Beberapa kerugian yang kita dapat daripada obat intranasal ialah terdapatnya mucociliary clearance yang mengurangi waktu retensi obat. aliran darah. waktu kontak. penyakit. banyak supply darah untuk absorbs. untuk kerja obat yang diperpanjang dapat mengurangi frekuensi pemberian obat. umur dan iritasi kulit. Stratum korneum merupakan penghalang utama pada sistem ini. Keuntungan yang kita dapat daripada obat intranasal ialah area permukaan untuk absorbsi yang luas. Kerugian kita dapat dari obat transdermal ini ialah obat yang terbatas untuk obat-obat poten yang lebih kecil atau sama dengan 10mg.

permeabilitas membrane paru-paru terhadap obat yang lebih tinggi. Ada 3 kategori aerosol yaitu Nebulisers yang mengubah larutan micronized obat ke dalam bentuk aerosol inhalasi. Namun demikian terdapat juga kekurangan pada obat ini yaitu dari segi efek samping lokal dan juga pasien yang tidak dapat menggunakan alat dengan benar. mempunyai vaskularitas yang tinggi dan juga paru-paru ternyata lebih baik terhadap obat protein dan peptide daripada saluran cerna. banyak faktor yang mempengaruhi reprodusibilitas penghantaran obat.Penghantaran obat melalui paru-paru Pengobatan obat melalui paru-paru digunakan untuk mengobati jalan nafas. alat untuk aerosol mungkin susah digunakan. Pressurized metered-dose inhaler yaitu obat dosis berganda yang dilengkapi dengan katup pengukur dosis yang berhubungan dengan propellant dan Dry powder inhaler yang menghantarkan obat dalam bentuk serbuk kering aerosol dan mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan Pressurized metered-dose inhaler seperti tidak menggunakan propellant. Baru-baru ini pemakaian obat route ini untuk pengobatan sistemik dari peptidapeptida dan obat-obat yang tidak diabsorbsi dalam saluran cerna. onset of action yang cepat dan juga dapat menghindari reaksi saluran cerna dan metabolism hati. Obat untuk efek sistemik melalui paru-paru ternyata mempunyai kelebihan dari segi area permukaan yang luas untuk absorbs obat. absorbs obat yang dihalangi lapisan mucus dan juga karena terdapat mucocilliary clearance yang mengurangi waktu retensi obat dalam paru-paru. konsentrasi rendah dalam sirkulasi sistemik bagi mengurangi efek samping sistemik. Keuntungan bagi obat untuk efek lokal melalui paru-paru ialah dosis obat yang dapat dikurangkan untuk menghasilkan efek farmakologis. untuk loal seperti obat anti asthma dan juga dapat digunakan untuk sirkulasi sistemik dan efeknya pada bagian tubuh tertentu. Kerugian paru-paru sebagai penghantar obat sistemik ialah karena paru-paru tidak siap uktuk penghantaran obat. dapat menghilangkan koordinasi pasien dari aktuasi dan kehilangan obat pada tenggorokan yang dapat dicegah .

jumlah cairan vaginal yang terbatas sehingga menyebabkan iritasi. untuk obat long acting dapat mengurangi frekuensi pemberian obat.krim. fluktuasi ketebalan dinding vagina dan pH sehingga indeks terapi sempit. otot sekitar vagina tidak cukup kuat sehingga obat dapat keluar dan juga kendala dari siklus menstruasi. Keuntungan daripada penghantaran obat melalui vaginal ialah area permukaan yang relative luas. mempunyai banyak suppy darah. tablet. vaginal ring dengan bantuan aplikator dan sering digunakan karena tidak ada reaksi tambahan.Penghantaran obat melalui vagina Pengobatan melalui vagina terbatas untuk obat topical dalam pengobatan lokal dengan berbagai kondisi seperti anti infeksi termasuk antibakteri. mengurangi frekuensi dosis dan menambah kenyaman pasien. anti virus. Kerugian daripada penghantaran obat melalui vagina ialah keterbatasan obat yang poten. relative mudah digunakan. Obat yang dihantarkan melalui vagina ialah estrogen dan progesterone sebagai kontrasepsi. terkonsentrasi dalam satu tempat. Terdapat juga penghantaran untuk obat peptide seperti gonadotropin releasing hormone dan insulin. antijamur. aerosol foams. kompatibel dengan obat atau kontrasepsi lain dan juga tidak menggangu aktivitas seks. tidak meninggalkan bercak di kulit. obat tetap posisi dalam vagina .tidak berbau. . Bentuk sediaan obat vaginal yang konvensional antara lain ovual. aktivitas metabolism terhadap obat peptide dan protein lebih rendah. dan sebagainya. nonoxynol-9 spermisida yang juga antivirus berupa diafragma dan juga vaginal vaccine untuk mengobati infeksi traktus urinarius yang berulang.terapi hormone dan program fertilisasi in vivo yang terdapat dalam bentuk Silastic vaginal ring dan silastic ring untuk post menopause. menjadi alternate bagi obat peroral dan juga dapat diguanakan untuk pelepasan obat terkontrol yang dapat mencegah resiko keracunan dan menambah efektifitas terapi. gels. mudah diaplikasikan. mempunyai permeabilitas tinggi. kehamilan dan lain-lain.

Ada 3 route utama untuk pengobatan mata. Idealnya obat-obat untuk pengobatan penyakit susunan saraf pusat langsung diberikan pada site on action.Penghantaran obat melalui mata Tidak seperti route lain. ophthalmic drug delivery hanya digunakan untuk pengobatan lokal pada mata dan tidak dapat digunakan untuk sistemik. topical. nyeri dan tumor otak. Pada pengobatan intraocular lebih susah untuk dicapai dan biasanya dengan suntikan dan implant. Route topical digunakan untuk pengobatan mata dengan memberikan obat langsung pada kantung konjungtiva untuk efek lokal yang susah dicapai dengan sistemik dan mencegah metabolism obat. Sistim disperse dapat berupa :  Suspensi-dapat memperpanajang kerja obat  Partikulat-sistim nonopartikel dapat menambah absorbs obat karena kontak yang lama  Liposom-merupakan vesikel makroskopis yang terdiri dari membrane lipid bilayers dan bagian air di mana hasilnya lebih baik dari bentuk sediaan laritan biasa. Penghantaran obat ke dalam otak dalam bentuk implant. . Alzheimer disease.epilepsy. reversible BBB disruption. Parkinson¶s disease.masuknya obat ke otak diatur oleh blood-brain barrier/BBB( selective barrier antara otak dan pembuluh darah). Route lain dengan melekatkan obat pada epitel.  Emulsi-dapat memperpanjang kerja obat dan mengurangi iritasi  Soft contact lenses dan ocular insert-berfungsi sebagai reservoir dalam penyaluran obat  Erodible implants-dapat memperlama kerja obat Penghantaran obat pada susunan saraf pusat Obat yang sering digunakan termasuk obat gangguan jiwa.sistemik dan intraocular. sehingga bahan aktif dilepaskan dalam waktu yang lama. Sistim fasa transisi di mana gel terbentuk pada pH cairan mata. intracerebroventicular drug infusion dan immunoliposome dengan memakai sistim receptor±mediated trancytosis di mana obat dijerap dalam pembawa liposome dengan perantaraan PEG.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful