P. 1
METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

|Views: 2,497|Likes:

More info:

Published by: Ahmad Dhilli Nasrulloh on Jan 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Nama : Ahmad Dhilli Nasrulloh NPM : 08020065

DOSEN LATIFAH ANOM, SE

METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP
Jumlah yang dapat disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis. Metode apapun yang dipilih, konsistensi dalam penggunaannya adalah perlu, tanpa memandang tingkat profitabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan, agar dapat menyediakan daya banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode. Menurut PSAK No.17 penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dikelompokkan menurut kriteria berikut: 1. berdasarkan waktu: a) metode garis lurus (straight line method) b) metode pembebanan yang menurun o o 2. metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method) metode saldo menurun (declining balance method)

berdasarkan penggunaan a) metode jam-jasa (service hours method) b) metode jumlah unit produksi (productive-output method)

3.

berdasarkan kriteria lainnya a) metode berdasarkan jenis dan kelompok (group and composite method) b) metode anuitas (annuity method) c) sistem persediaan (inventory method)

Ilustrasi Tgl 1 Januari 2010 PT ABC membeli sebuah mobil seharga Rp,490.000.000,-. Untuk biaya balik nama, pengujian, dan keperluan lainnya dibayar Rp. 10.000.000,-. Mobil tsb ditaksir memiliki umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa Rp.50.000.000,A. Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method) Dalam metode garis lurus lebih melihat aspek waktu daripada aspek kegunaan. Metode ini paling banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan karena paling mudah diaplikasikan dalam akuntansi. Dalam metode penyusutan garis lurus, beban penyusutan untuk tiap tahun nilainya sama besar dan tidak dipengaruhi dengan hasil/output yang diproduksi. Perhitungan tarif penyusutan untuk metode garis lurus adalah sebagi berikut: Harga Perolehan - Nilai Sisa = Tarif Penyusutan Estimasi Umur Kegunaan

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BOJONEGORO

1

STIE CENDEKIA

000.000.000 410.000.000.000. Metode Garis Lurus (Straight Line Method) DOSEN LATIFAH ANOM.000 60.000.000.000 90. SE Tahun 1 2 3 4 5 Nilai Buku Awal Tahun 500.000 230.000 450. Akhir Tahun 90.000.000.000.000.000 50.000.000.000.000.000 140.Nama : Ahmad Dhilli Nasrulloh NPM : 08020065 Tabel 1.000.000 90.000 120.000 450. Kelemahan dari metode penyusutan ini adalah: o Beban pemeliharaan dan perbaikan dianggap sama setiap periode. Setiap pecahan menggunakan jumlah tahun sebagai bilangan penyebut (5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15) dan jumlah tahun akhir dari estimasi umur kegunaan sebagi penghitung.000 360.000. Kelebihan dari metode ini adalah: o Mudah digunakan dalam praktek.000.000 140.000.000 230.000 90.000 320.000.000.000 320.000 230. Tingkat penyusutan metode ini selalu tetap dan diaplikasikan untuk mengurangi nilai buku pada setiap akhir tahun.Peny.000* * Nilai Sisa C.000.000.000 450.000.000 410.000* * Karena Nilai buku tidak boleh lebih kecil dari nilai sisa Metode penyusutan ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. o Manfaat ekonomis aktiva setiap tahun sama.000 Nilai Buku 350. Metode Saldo Menurun (Declining BalanceMethod) Metode ini juga merupakan metode penurunan beban penyusutan yang menggunakan tingkat penyusutan (diekspresikan dalam persentase) yang merupakan perkalian dari metode garis lurus.000 Saldo Nilai Buku Ak.000 Sisa Umur dalam tahun 5 4 3 2 1 15 Pecahan Penghitungan 5/15 4/15 3/15 2/15 1/15 15/15 Beban Penyusutan 150. AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BOJONEGORO 2 STIE CENDEKIA . o Lebih mudah dalam menentukan tarif penyusutan. Tabel 2.000 90.000 Tingkat Penyusutan 20% 20% 20% 20% 20% Beban Penyusutan 90.000. Metode Jumlah Angka Tahun ( Sum of the Years Method ) Metode penyusutan ini menghasilkan tarif penyusutan yang menurun dengan dasar penurunan pecahan dari nilai yang dapat disusutkan (harga perolehan dikurangi dengan nilai sisa).000.000.000.000 140.000 270.000.000 90.000.000 50. o Laba yang dihasilkan setiap tahun tidak menggambarkan tingkat pengembalian yang sesungguhnya dari umur kegunaan aktiva B.000 180.000 450. Tidak seperti metode lain. o Beban penyusutan yang diakui tidak mencerminkan upaya yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan.000. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the Year Digit Method) Tahun 1 2 3 4 5 Dasar Penyusutan 450.000. dalam metode saldo menurun nilai sisa tidak dikurangkan dari harga perolehan dalam mengitung nilai yang dapat disusutkan.000 80.000 450.000 450.000.000.000.000 30.000.

Metode penyusutan ini menggunakan jumlah jam kerja sebagai dasar pengalokasian beban penyusutan untuk tiap periode.000 108.Peny Penyusutan 200.000 Tingkat Penyusutan 40% 40% 40% 40% 40% Beban Saldo Ak.000.000.000 200.000* * Karena Nilai buku tidak boleh lebih kecil dari nilai sisa D.000.800.000.000 392. Metode Jam Jasa (Service Hours Method) Metode ini digunakan untuk mengalokasikan beban penyusutan berdasarkan pada proporsi penggunaan aktiva yang sebenarnya.000.800.000 450. Metode Jumlah Unit Produksi (Productive Output Method) Caranya: Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi Metode ini digunakan untuk mengalokasikan beban penyusutan berdasarkan pada proporsi penggunaan aktiva yang sebenarnya.800.000. sehingga cepat atau lambat perusahaan dipaksa untuk mengakui kelemahan dari kapasitas produksinya.000.000 50.000 14.000 64. Metode penyusutan ini menggunakan hasil produksi sebagai dasar pengalokasian beban penyusutan untuk tiap periode. SE 2. AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BOJONEGORO 3 STIE CENDEKIA .000 320.200.000 435.000.000 108. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method) Tahun 1 2 3 4 5 Nilai Buku Awal Tahun 500.000 64.200.000. E. Selain itu metode jasa jasa mengakui beban penyusutan berdasarkan unit produksi.000.000 120. sehingga beban penyusutan yang diakui menjadi kecil pada saat produksi yang dihasilkan sedikit.000. Dalam metode ini beban penyusutan diperlakukan sebagai beban variabel sesuai dengan unit produksi yang dihasilkan tiap periode akuntansi. Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku Nilai Buku Tarif = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan = 2 x (100%/5) = 40 % Tabel 3.000 180. Tentukan Tarif penyusutan Tarif = 2 x (100%/UE) DOSEN LATIFAH ANOM. bukan beban tetap seperti dalam metode penyusutan garis lurus (Straight Line Method). Dalam metode ini beban penyusutan diperlakukan sebagai beban variabel daripada beban tetap seperti dalam metode penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method) sesuai dengan jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang atau jasa tiap periode akuntansi.000 72.000 43.000. Kelemahan dari metode ini adalah ketika kapasitas produktif dari perusahaan menjadi berkurang karena adanya pesaing baru yang mungkin lebih efisien dan efektif.000.000.000 Nilai Buku Akhir Tahun 300.000 300.000 180. yang selanjutnya akan menyebabkan overstatement terhadap laba yang dilaporkan oleh perusahaan. Kelemahan dari metode ini adalah sama seperti kelemahan yang terdapat pada metode jam jasa.Nama : Ahmad Dhilli Nasrulloh NPM : 08020065 Langkah2 Perhitungan: 1.000.

Group mengindikasikan kumpulan dari aktiva yang memiliki jenis yang sama dan composite mengarah kepada kumpulan aktiva yang memiliki jenis yang berbeda.000 6.000 ) Tarif penyusutan untuk composite method ditentukan dengan membagi penyusutan tiap tahun dengan nilai total dari aktiva yang disusutkan.000 Umur Composite – 3.000.000 5. Metode Berdasarkan Jenis dan Kelompok (Group and Composite Method) Metode penyusutan biasanya digunakan untuk satu aktiva tetap. SE F.000.000. Persediaan peralatan.000 34.000.000. Dalam keadaan tertentu bagaimanapun juga ada berbagai macam aktiva yang disusutkan dengan menggunakan satu tarif penyusutan.000.39 thn (190.000 4. Laba atau rugi dalam keadaan normal akibat aktiva tersebut dipensiunkan/tidak lagi digunakan. Sedangkan composite method digunakan untuk aktiva yang bermacam – macam dan memiliki umur kegunaan yang berbeda.000. GAAP ) sendiri tidak mengijinkan bentuk metode penyusutan ini.000.000.000 224.000 30.S. Ada 2 metode penyusutan untuk aktiva yang beragam ini yaitu group dan composite method.000. mungkin ada pada awal dan akhir periode.000 Estimasi Umur 3 4 5 40. Tabel 4.000 40.000. Dalam metode ini tarif penyusutan didasarkan pada umur kegunaan kelompok aktiva.000 56. Sistem Persediaan (Inventory Method) Metode penyusutan ini biasanya digunakan untuk menilai aktiva berwujud yang nilainya kecil. Prinsip Akuntansi Berterima Umum ( U. H.Nama : Ahmad Dhilli Nasrulloh NPM : 08020065 DOSEN LATIFAH ANOM.000. sebagai contoh.000.000 10. Contoh dari metode komposit dalam dilihat dari tabel.000 44. Kemudian jumlah beban penyusutan dapat dihitung dengan menggunakan nilai awal dari persediaan ditambah dengan beban yang dikeluarkan untuk memperoleh peralatan tersebut dikurangi dengan AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BOJONEGORO 4 STIE CENDEKIA .000 190. tidak diakui. Metode Anuitas (Anuity Method) Dalam metode anuitas ini beban penyusutan yang dihasilkan pada tahun / periode awal adalah rendah dan akan meningkat jumlahnya tiap periode berikutnya.000 Nilai yang dapat disusutkan 120.000 = 25% 224. Perbedaan antara nilai buku aktiva dan nilai sisa dibebankan atau dikurangkan pada akumulasi penyusutan.000.000 : 56. G.000.000.000. Metode Komposit (Composite Method) Aktiva Mobil Truk Campers Harga Perolehan 145. tetapi metode ini bukanlah metode penyusutan yang secara umum dapat diterima.000 35. Metode ini paling banyak digunakan dalam industri real estate dan beberapa penyedia jasa .000.000.000 Nilai Sisa Tingkat penyusunan Composite = 25.000 56.000. Metode group biasanya digunakan untuk kelompok aktiva yang hampir sama jenisnya dan memiliki umur kegunaan yang sama.

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BOJONEGORO 5 STIE CENDEKIA .Nama : Ahmad Dhilli Nasrulloh NPM : 08020065 DOSEN LATIFAH ANOM. perlu untuk mengungkapkan jumlah yang dapat disusutkan yang dialokasikan dalam suatu periode dan akumulasi penyusutan pada akhir periode tersebut. karena tidak ada seperangkat formula yang digunakan. dalam menelaah kebijakan yang dipilih manajemen dan dapat membuat perbandingan dengan perusahaan lain. SE nilai akhir persediaan. Pemilihan metode alokasi dan estimasi masa manfaat aktiva tetap yang dapat disusutkan adalah merupakan masalah pertimbangan. Untuk alasan serupa. Keberatan utama terhadap metode ini dikarenakan metode ini tidak sistematik dan rasional. Pengungkapan metode penyusutan yang digunakan dan estimasi masa manfaat akan berguna bagi para pemakai laporan keuangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->