http://eprints.undip.ac.id/3617/1/makalahseminar_ind_arnoldus _pdf.pdf.situs makalah penelitian saga.

pdf HUTAN TANAMAN
Adinugraha, Hamdan A Keberhasilan tumbuh beberapa klon jenis ekaliptus dengan penerapan dua teknik sambungan = The Growing success fullness of several clones of eucalypt species by applying two grafting techniques / Hamdan Adinugraha; Budi Leksono; Frido Halang. --Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 96-102 , 2005 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari tingkat keberhasilan penyambungan dengan menggunakan 2 teknik sambungan yaiturind graft dan veneer graft, serta mempelajari respon pertumbuhan bibit hasil sambungan dari 10 klon £ pellita. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun dengan perlakuan petak terbagi yang terdiri atas 2 faktor yaitu Petak Utama menggunakan 2 teknik sambungan dan faktor Anak Petak terdiri atas 10 klon £ pellita. Perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri atas 2 sampel, sehingga jumlah pengamatan seluruhnya 2 x 10x3x2=120 bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik rind graft lebih baik untuk diterapkan pada klon-klon £ pellita. Klon yang memberikan respon terbaik adalah klon nomor WNG1007134, WNG2711085 dan WNG2813026. Interaksi antara perlakuan teknik sambungan dengan klon £ pellita memberikan hasil yang terbaik pada klon WNG2711085 dan klon WNG2813026 dengan teknik yang digunakan adalah rind graft. Kata kunci: Eucalyptus pellita, keberhasilan tumbuh, klon, teknik sambungan

Adinugraha, Hamdan A. Keberhasilan stek akar tanaman sukun dari beberapa populasi di Indonesia = The success of root cutting of bread fruit trees from several population in Indonesia / Hamdan A. Adinugraha; Dedi Setiadi; N.K.Kartikawati. -- Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.01 ; Halaman 92-99 , 2005 Untuk mengetahui tingkat keberhasilan tumbuh stek akar tanaman sukun sebagai bahan tanaman maka dilakukan evaluasi terhadap pembuatan bibit stek akar dari beberapa populasi yaitu Manokwari, Lampung, Bali dan Yogyakarta. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas 5 ulangan den gan setiap ulangan terdiri atas 10 bibit. Respon yang diamati adalah panjang tunas, diameter tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan kekokohan bibit. Pengamatan dilakukan secara periodik setiap bulan sekali. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antar populasi pada respon jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan kekokohan, sedangkan pada diameter tunas tidak berbeda nyata stek akar yang dikoleksi dari Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan terbaik sebagai bahan tanaman. Kata kunci: Artocarpus altilis, populasi, stek akar

Akbar, Acep Potensi tanaman revegetasi lahan reklamasi bekas tambang batubara dalam mendukung suksesi alam = Potential of revegetation of coal mining reclamation area in supporting natural succession / Acep Akbar; Eko Priyanto; Hendra Ambo Basiang. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 131-140 , 2005 Indikator utama dalam lingkungan setiap pembangunan tanaman reklamasi bekas tambang batubara adalah adanya invasi tumbuhan alami di bawah tegakkan tanaman secara suksesi.

Keberadaan tumbuhan bawah dapat meningkatkan kestabilan tanah, kesuburan tanah dan produkti vitas lahan kritis menuju hutan aslinya, serta jenis yang telah ditanam memperlihatkan keragaman morfologi antara lain jenis tajuk dan fungsi akar. Bentuk dan tebal tajuk menentukan besarnya penetrasi cahaya yang berpengaruh terhadap fotosintesis tumbuhan bawah hutan tanaman. Regenerasi tumbuhan bawah, tegakan A. mangium, A. auriculiformis, P. falcataria di Paringin dan P. falcataria di Binuang telah diteliti. Hasil menunjukkan bahwa tegakan A. auriculiformis, A. mangium, P. falcataria di Paringin dan P. falcataria di Binuang telah diinvasi masing-masing 14,12,12 dan 11 jenis pohon tingkat semai dan semak. Jenis semakdidominasi C. odorata, Melastoma sp dan Glibadium sp sedangkan jenis pohon didominasi Neonauclea sp, V. cofassus, A.auriculiformis, Combretocarpus sp, Rubiaceae dan Lohidion sp. Indeks kesamaan komunitas dari tertinggi keterendah adalah A. auriculiformis dengan P. falcataria (37,0), A. auriculiformis dengan A. mangium (28,6), A. auriculiformis dengan P. falcataria Paringin (28,6), P. falcataria Binuang dengan P. falcataria Paringin 26,1 dan A. mangium dengan P. falcataria (25,1). Kata kunci : Reklamasi, re-vegetasi, suksesi, tanaman, tumbuhan bawah

Charomaini, M Aplikasi atonik pada stek cabang bambu kuning = Atonic application on yellow bamboo branch cutting / M.Charomaini; Sri Hariyanti. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. 1 ; Halaman 1-11 , 2005 Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh lama perendaman dan konsentrasi atonik pada pertumbuhan awal stek cabang bambu kuning. Penelitian dilakukan di Arboretum Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan menggunakan disain faktorial 3x3 yang diatur dalam disain acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi atonik 250 ppm (Al), 500 ppm (A2) dan 750 ppm (A3). Faktor kedua adalah lama perendaman dalam larutan atonik yaitu: 30 menit (Tl); 60 menit (T2); 90 menit (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan di antara konsentrasi atonik 500 ppm dan lama perendaman 30 menit adalah perlakuan terbaik untuk pertumbuhan stek cabang bambu kuning/gading {Bambusa vulgaris var. striata). Kata kunci: Atonik, bambu kuning/gading, konsentrasi larutan, lama perendaman, stek cabang

Charomaini,M. Penggunaan air dan pertumbuhan stek bambu kuning dari berbagai asal Propagul =Water application and growth of yellow bamboo culm cuttings from several propagul sources / M. Charomaini. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.1 ; Halaman 51-59 , 2005 Bambu banyak dikenal sebagai bahan pengganti kayu untuk bangunan, lantai da kerajinan n tangan. Di daerah pedesaan, bambu sangat berguna dan banyak bermanfaat untuk penahan erosi tanah, rebungnya dapat dimakan dan batang tua digunakan sebagai bahan bangunan, kerajinan tangan dan perkakas rumah tangga. Sekitar 12 jenis bambu telah ditentukan sebagai jenis yang harus diteliti dan dikembangkan di Indonesia. Bambu kuning/gading adalah salah satunya yang berprospek bagus untuk dikembangkan. Jenis ini sangat jarang ditanam masyarakat karena keterbatasan sumber rumpun di alam. Telah dikumpulkan propagul vegetatif dari beberapa sumber tumbuh rumpun yang terbatas dan tersebar yaitu di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah dan Kalasan, Sleman, Yogyakarta dan telah ditanam di persemaian. Propagul stek batang ditanam secara mendatar dengan perlakukan tidak dan diisi dengan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber propagu dari Kalasan menunjukkan pertumbuhan lebih bagus dalam hal jumlah batang per rumpun, jumlah rumpun, pertumbuhan tinggi, persentasi pertumbuhan rumpun, persen jadi batang dan rumpun. Perlakuan pengisian air ke dalam buluh stek batang menghasilkan pertumbuhan yang cepat. Kata kunci: Bambu kuning/gading, penggunaan air, stek batang, sumber propagul

Percobaan dibagi dalam 2 bagian.) berasal dari Amerika Latin. Halaman 21-31 . 3) 1000 ppm. Kata kunci: Dormansi. -. Keempat perlakuan skarifikasi adalah 1) benih direndam dalam air panas selama 12 jam. sehingga kualitasnya menurun untuk keperluan tertentu seperti pelampung. bahan rangka pesawat dan perahu model. Charomaini. Ochroma sp.Charomaini. Lukman Eksplorasi ulin di Kalimantan untuk konservasi ex-situ = Explorations of ulin in Kalimantan for ex-situ conservation / Lukman Hakim. Penelitian ini dimaksudkan guna meneliti pengaruh perendaman benih dalam air panas. Halaman 80-87 . 2) benih direndam dalam larutan kalium nitrat 0.. namun tidak diiringi dengan upaya konservasi dan budidaya. Nana Kusumatuti W.1%. pelampung. Perendaman biji dalam air panas selama 12 jam dan dikombinasi dengan penggunaan atonik 500 ppm pada bibit terbukti meningkatkan pertumbuhan tinggi.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. balsa. 2005 Balsa {Ochroma sp. pertumbuhan semai. 9 dan 12 jam. kalium nitrat (KNO3) dan asam sulfat (H2SO4) terhadap daya berkecambah. Setelah umur tersebut. Penelitian ini dilakukan di Pusat Litbang Hutan Tanaman (P3HT) Yogyakarta. 3) benih direndam dalam larutan asam sulfat 95% selama 10. M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dalam air panas selama 6 jam sampai 12 jam dan dalam larutan asam sulfat 95% selama 30 menit dapat meningkatkan perkecambahan benih. 3) dalam kalium nitrat 0. Charomaini. sol sepatu. 30 dan 40 menit. 25 dan 30 menit. skarifikasi Charomaini. beberapa penelitian telah dilakukan dan salah satunya adalah peningkatan pertumbuhan semai dengan penggunaan atonik dan skarifikasi biji dengan perendaman benih dalam air panas dan larutan kalium nitrat (KNO3). Prastyono. 2005 Eksploitasi kayu ulin semakin tidak terkendali seiring dengan perkembangan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jenis ini tumbuh sangat cepat. ditanam sebagai tanaman introduksi di Indonesia.. Skarifikasi benih dan penggunaan atonik dalam peningkatan pertumbuhan semai balsa = Seed scarification and application of atonik in escalating the balsa seedling growth / M. 2) dalam kalium nitrat 0. skarifikasi Hakim. 2) 500 ppm. Abdurrahman Syakur. 2005 Balsa (Ochroma sp. M. .3% selama 30 menit. benih direndam air panas selama 6. Kata kunci: Atonik.2% selama 20.2 . sangat ringan jika dipanen sebelum umur 5 tahun. Peningkatan daya kecambah benih balsa melalui perendaman dalam air dan larutan kimiawi = Improving balsa seeds germination rate by means of immersion in water and chemical solution / M. 20.1 . Penelitian terdiri dari faktor tunggal yang diatur dalam desain Acak Lengkap CRD menggunakan 4 perlakuan sebagai berikut: 1) benih tidak diberi perlakuan. kayu akan berwarna semakin gelap dan keras atau berat.2 .2% dan 4) dalam kalium nitrat 0.) menghasilkan kayu yang sangat ringan berwarna cerah. Sambil menunggu kegiatan pemuliaan. Percobaan kedua adalah pengujian pengaruh larutan atonik terhadap pertumbuhan menggunakan percobaan faktorial 4x3 dal m disain Acak Lengkap dengan 3 a ulangan perlakuan. panjang akar dan berat kering semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam air panas selama 12 jam terbukti efektif meningkatkan persentase perkecambahan benih. pertama adalah penggunaan air panas dan larutan kalium nitrat dalam skarifikasi biji dengan disain faktorial AcakLengkap menggunakan 4 ulangan perlakuan. 0 ppm. Sri Rukun dan Diana Windiasih. kerajinan tangan dan sol sepatu. Kayunya sangat berguna sebagai bahan baku kotak. --Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. kayuriya berwarna cerah. kontrol. -. Tiga perlakuan atonik adalah 1) Kontrol.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. 15. Halaman 68-73 .

Berdasarkan hasil observasi di lapangan dan identifikasi di laboratorium diketahui bahwa patogen penyebab penyakit karat puru pada sengon di Lumajang adalah jamur Uromycladium sp. Di lapangan populasi kutu hitam dikendalikan oleh musuh alami yang ada dan sampai sekarang masih dalam penelitian. Rata-rata tinggi bibit ulin setinggi 36. rata-rata persen berkecambah sebesar 84%.2 . cabang atau dahan tanaman sengon yang menyerupai bentuk mozaik. Kegiatan lanjutan yang dilakukan di persemaian adalah skarifiaksi.89 buah. Uromycladium sp Hardi TW. 2005 Pengujian pengaruh penyimpanan biji sengon dalam DCS (T:0°C. Kata Kunci: Eksplorasi benih. perkecambahan. -. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui daya kecambah dan . Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terjadinya serangan hama ini sangat dipengaruhi oleh musim kemarau dan tanaman inang sekunder berupa perdu yang banyak tumbuh disekitar tanaman cendana. SBK). -Wana Benih : Volume 6 No. serangan hama Hardi TW. Teguh Serangan karat puru pada tanaman sengon = Gall rust diseases on albizian trees / Teguh Hardi T. yaitu hama kutu hitam Saissetia sp. yang berhasil dikumpulkan sebanyak 1330 buah dari 4 sebaran alam di Kalimantan yaitu Sepaku Kalimantan Timur (PT. 2005 Tanaman cendana yang ditanam di Arboretum Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta telah terserang dua hama potensial. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabu lasi. Akibat serangan kedua jenis hama tersebut dapat menghambat pertumbuhan. Seruyan Hulu Kalimantan Tengah (PT.90 cm. Sebaran tinggi berada pada 31 cm . Hama kutu hitam menyerang daun cendana dan buah cendana yang masih muda maupun yang telah masak. SJM).Wana Benih : Volume 6 No.Kegiatan ini merupakan kegiatan awal upaya konservasi ulin oleh Tim P3BPTH dengan kegiatan eksplorasi dan penanganan materi genetik berupa biji di persemaia Jumlah biji n. (Lepidoptera. Halaman 67-73 . 2005 Penelitian penyakit karat puru pada tanaman sengon di Lumajang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2005. ulin Hardi TW. Kata kunci: Benjolan. hama. karat puru. dan Sumber Barito Kalimantan Tengah (PT. Halaman 116-125 .40 cm dan 41 cm .36 cangkang per 30 cm cabang cendana. Intensitas serangan mencapai 100% pada persemaian dan mencapai 50% pada tanaman di lapangan dengan umur diatas 3 tahun. sedangkan kecenderungan pada kelas jumlah daun 6 -10 buah sebesar 45%. Hasil analisis data sebagai berikut: rata-rata persen biji yang viable sebesar 74%. Kata kunci: Cendana.74 ± 17. berlangsung sekitar 45 hari di dataran rendah dan mencapai 65 had pada dataran tinggi dengan kepadatan populasi mencapai 44. Pengamatan di laboratorium diketahui bahwa siklus hidup hama Saissetia sp.50 cm. tanaman sengon. Pieridae). Nanga Tayap Kalimantan Barat (PT. Kr: 98%) selama 13 tahun telah dilaksanakan.01 . gejala. -. rata-rata jumlah daun Sebanyak 9. Teguh Daya kecambah dan daya tumbuh biji sengon yang disimpan selama tiga belas tahun dalam tempat penyimpanan dingin kering = Viability and vigor of Albizian seed during thirteen years on dry cold storag / Teguh Hardi T. konservasi.2 .SSP). penyapihan dan pengukuran yang dianalisis secara statistik melalui perhitungan nilai rata rata dan jumlah frekuensi kelas. musuh alami. (Homoptera: Coccidae) dan ulat pemakan daun Delias sp. Gejala serangan penyakit terlihat dengan terjadinya benjolan pada ranting. ITCIKU). Teguh Hama pada tanaman cendana = Pests attacked on sandalwood tree / Teguh Hardi T.Wana Benih : Volume 6 Suplemen No. Halaman 75-81 .

68 cm dan diameter 3. Santalum album Linn. Tri Pamungkas. variasi Herawan.01 . persuteraan alam Herawan. Papua. provenans. murbei. famili. multicaulis x M. tiap ulangan terdiri dari 8 bibit sehingga jumlah bibit yang digunakan sebanyak 960 bibit. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perendaman dengan air panas dapat memacu proses perkecambahan biji sengon dengan persentase rata-ratapertumbuhanmencapai 75. 2005 Penelitian tentang perbanyakan vegetatif 3 jenis murbei hybrid. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap(Completely Random Design) dengan 40 famili dengan 3 ulangan. bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media. n Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi zat pengatur tumbuh 6-benzyl-amino-purine (BAP) pada perbanyakan 3 jenis bibit murbei hasil persilangan. 2005 Pengaruh media dan inang primer pada aklimatisasi cendana {Santalum album Linn. sengon Hariyanto. Adanya perbedaan genetik antar provenans diduga mempengaruhi perbeda kemampuan adaptasi an tanaman terhadap kondisi tempat tumbuh.3% berasal dari Getas Anyar. australis x M. Hasil pengukuran menunjukkan terdapa variasi t pertumbuhan tinggi dan diameter. Provenans yang menunjukkan pertumbuhan terbaik berasal dari Werena (Sumba) dengan tinggi 27. Variasi terjadi antar provenans dan famili dalam provenans. Keragaman pertumbuhan bibit merupakan informasi penting untuk seleksi di mas a mendatang.5%. daya tumbuh.). 2005 Menurut Nyland (1996) kesehatan dan kondisi fisik (vigour) bibit tanaman akan menentukan laju awal pertumbuhan dan kemampuan hidup bibit setelah ditanam di lapangan. M. Perkecambahan tertinggimencapai 93. jenis inang primer dan pengaruh kombinasi komposisi media dan jenis inang primer terhadap pertumbuhan cendana yang . hybrid Asi (hasil persilangan M. -.5 mg/1 air memacu pertumbuhan tunas aksiler yang paling tinggi pada species murbei. Toni Pengaruh media dan inang primer pada aklimatisasi cendana = The effect of media and primary host plant in aclimatization sandal wood / Toni Herawan. tinggi. Kata Kunci: Hormon pertumbuhan. Halaman 88-94 . Toni Kultur jaringan tiga species murbei hasil persilangan = In-vitro tissue culture of three species of hybrid mulberry / Toni Herawan. yaitu hybrid antara Morus australis x M indica (ASI). Liliek Variasi pertumbuhan cendana dari berbagai provenans pada umur delapan bulan =Growth variation of Santalum album Linn seedlings from several provenances at eight months / Liliek Hariyanto.Wana Benih : Volume 6 No.77 mm.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.daya tumbuh biji sengon setelah disimpan selama 13 tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok. indica telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Litbang Hutan Tanama Yogyakarta. dan (C) tanpa perendaman telah dilaksanakan di ruang Kelti KSDG Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta. Teguh Hardi T. sedangkan persentase terendah sebesar 40. Halaman 166-173 . dengan perlakuan pendahuluan (A) direndam dengan air panas. nigra x M indica (NI) dan M.0% berasal dari Woga -woga.1 .2 . konsentrasi.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No. Kata Kunci: Biji. Kata kunci: Diameter. kultur jaringan. daya kecambah. -. (B) direndam dengan air dingin. -. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi pertumbuhan cendana tingkat semai dari berbagai provenans. Halaman 17-24 . Magetan Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa perlakuan BAP dengan ko nsentrasi 0. indica).

zat pengatur tumbuh Ismail. Kata kunci: Aklimatisasi.) bertujuan untuk mengetahui respon jenis media. T2 = krokot (Crotalariajuncea). 0. Secara umum protokol kultur jaringan cendana telah diketahui.25. kinetin. v/v/v). 0. Faktor kedua adalah inang primer (T). sengon Jayusman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal sumber benih berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang tetapi tidak pada perlakuan j arak tanam. Burhan Pengaruh asal sumber benih dan jarak tanam terhadap pertumbuhan sengon =Effect of the plant origin of seed source and spacing on Albizia growth / Burhan Ismail.) pada aklimatisasi cendana di rumah kaca.01 .75 mg/l memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan perakaran cendana. Gunung Kidul: pupuk kandang) (3:1:1. dan T3 = Cabe rawit = (Capsicum annum L. sedangkan perlakuan jarak tanam sebagai anak petak yaitu (2x2) m2. IAA 1 mg/l dan konsentrasi kinetin 0. Halaman 43-50 . sejak September 2003 sampai Desember 2004. kultur jaringan. Toni Pengembangan perakaran organ kultur pada Cendana =Root development of organ culture in sandalwood / Toni Herawan. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman dan diameter batang setiap bulan dari 6-9 bulan. Kata kunci: Asal sumber benih. terdiri dari Tl = kaliandra {Caliandra callotirsus). Penelitian difokuskan pada penggunaan media Ml (debu vulkanik: top soil . Temanggung. Candiroto. 2005 Pembangunan hutan tanaman sengon masih dihadapkan pada kendala asal sumber benih dan jarak tanam yang kurang optimal sehingga produktivitas tanaman masih rendah. 0. IAA 1 mg/l dan berbagai konsentrasi kinetin (0. Subang. akan tetapi masih terdapat permasalahan dalam perakarannya. konsentrasi zat pengatur tumbuh kinetin dan kombinasi perlakuan jenis media dan konsentrasi zat pengatur tumbuh kinetin yang dapat memberikan respon terbaik terhadap perakaran cendana.Playen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dasar '/‡> MS yang ditambah dengan IBA 20 mg/l.Purwobinangun: pupuk kandang) (3:1:1.50. -Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. v/v/ v) dan M3 (debu vulkanik: top soil Kaliurang: pupuk kandang) (3:1:1. inang primer Herawan. Kediri dan Wonogiri. -. '/2 GD dan 14 WPM ditambah zat pengatur tumbuh IBA 20 mg/l. cendana. 2005 Pengembangan perakaran organ kultur pada cendana (Santalum album Linn. Dengan demikian penelitian ini difokuskan pada aplikasi media Vi MS. sedangkan jarak tanam (2x3) m2 memberikan pertumbuhan tanaman yang paling baik. Perlakuan asal sumber benih sebagai petak utama yaitu Biak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari media maupun inang primer responnya rendah terhadap aklimatisasi cendana di rumah kaca. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan 7 perlakuan asal sumber benih dan 3 perlakuan jarak tanam dengan 5 ulangan dan 5 tanaman setiap ulangan. jarak tanam. Mohammad Na'iem. (2x3) m2 dan (2x4) m2. Penelitian dengan tujuan untuk menguji asal sumber benih dan jarak tanam sengon telah dilakukan di areal Perum Perhutani di Jumo. Jawa Tengah. Hidayat Moko. Asal sumber benih dari Kediri menunjukkan perlakuan paling baik dilihat dari tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan asal benih yang lain. Paraseanthes falcataria.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No. Ciamis. v/v/v). Kata kunci: Cendana. M2 (debu vulkanik: top soil . Wamena.1 .75 dan 1 mg/l) pada perakaran cendana.diaklimatisasi di rumah kaca. Halaman 180-185 .

Hasil percobaan menunjukkan bahwa produksi trubusan sangat baik untuk semua pohon yang diuji (7-15 tunas per pohon induk). Namun secara statistik aplikasi NAA kurang memberikan respon nyata terhadap parameter jumlah tunas. Berdasarkan pengujian ini dapat disimpulkan bahwa teknik stump dan cabutan sesuai diterapkan untuk penyiapan bibit gaharu secara masal.7%.7 % dan 1.76. 0.3 . Hasi serupa l ditunjukkan bahan perbanyakan stump pada Rootone sebesar 81.Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.2 serta kontrol sebesar 75% dan 1.92.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. jumlah akar primer.5 gr/40 ml cukup sesuai untuk perbanyakan stek gaharu karena menghasilkan nilai terbesar untuk semua parameter yang diuji pada penelitian ini.012 . NAA.9 dan 0. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan perlak uan terbaik dalam kegiatan produksi masal bahan klonal Gmelina. 1. jumlah daun stek (15.67).4% . malaccensis LAM K using stump and wilding / Jayusman.001).3%).masing 56. panjang akar primer dan nisbah pucuk dan akar. klonal.017 .3 .8 serta perlakuan kontrol 65% dan 1. 1200 ppm. trubusan Jayusman Perbanyakan gaharu melalui stek = Cutting propagation of A. 2400 ppm dan 4000 ppm) pada media perbanyakan modifikasi sistem NMS . dengan nilai terbesar dihasilkan oleh konsentrasi 2400 ppm. 2 gr/40 ml dan bentuk tepung.5 gr/40 ml. 12. Persen jadi bibit dan jumlah daun terbesar ditunjukkan oleh bahan perbanyakan cabutan pada Rootone sebesar 86. Rootone-F pada konsentrasi 1. Teknik pengakaran material stek dilakukan dengan cara penambahan hormon Natrium Acetid Acid (NAA) dengan konsentrasi (0 ppm/kontrol. hormon pertumbuhan. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa aplikasi NAA menghasilkan pengaruh yang sangat nyata (P = 0. Kata kunci: Aquillaria malaccensis LAMK. 1. -.3 . -. 2005 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan perbanyakan cabutan anakan alamdan stump gaharu pada Rootone-F dan Atonik.4. teknik propagasi tanpa pengkabutan. jumlah daun. jumlah daun dan kekokohan semai gaharu masing.13 mm) dan nisbah tunas dan akar (1.0. Halaman 117-124 .Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. 2005 Perbanyakan stek gaharu telah dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk stek dan konsentrasi hormon Rootone-F yang sesuai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa stek pucuk memberikan nilai terbesar pada persen jadi stek. jumlah tunas (2 .6 diikuti -F cabutan pada Atonik sebesar 71. pertumbuhan stump . Pengujian menunjukkan bahwa Rootone-F memberikan nilai persen jadi bibit dan jumlah daun terbesar dibandingkan Atonik.Perbanyakan stek pada teknik penyiapan bahan klonal Gmelina = Cutting propagation of Gmelina arborea for a clonal material preparation technique / Jayusman.53-3 dan 0.36. Kesimpulan yang dapat dikemukakan bahwa teknik yang digunakan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk produksi bibit gaharu secara masal.3 % . Kata kunci: Aquillaria malaccensis. Halaman 103-108 .13 mm 53.024.9).3. Penelitian menguji stek pucuk dan stek batang pada konsentrasi hormon pertumbuhan Rootone yaitu 0 g (kontrol).7% dan 2. 2005 Percobaan penyiapan bahan klonal Gmelina arborea dilakukan dengan menggunakan coppice (trubusan) dari pohon terseleksi. malaccesis LAMK) / Jayusman.5 gr/40 ml.7% dan 2.67 tunas).62 .9.2. Halaman 82-90 . 1 g r/40 ml. Persentase tumbuh dan berakar stek (54. Kata Kunci: Gmelina arborea.042. -. 1993) yang merupakan tcknologi sederhana tanpa berkabut.06).19.6 .8%. stek pucuk dan stek batang Jayusman Penyiapan bibit gaharu melalui stump dan cabutan anakan alam = Seedling preparation of A. jumlah akar primer (4. cabutan.7% .2.01 . 400 ppm. hormon.Non Mist System (Longman.3 .9 diikuti stump -F denganAtonik sebesar 80% danl.0. panjang akar primer (8. dibandingkan stek batang dengan nilai 23.

Wendra S. persentase kecambah. Noor Khomsah Tingkat inkompatibilitas bersilang sendiri pada tanaman kayu putih = self-incompatibility level on Cajuput / Kartikawati.4%) dan Ambarita (93. Penyerbukan terkendali dilakukan pada kebun benih uji keturunan kayu putih di Paliyan.Samosir dan Tarutung . Halaman 60-67 . -.01 .4% (bentuk batang). Propinsi Sumatera Utara.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. Hampir semua buah hasil penyerbukan sendiri gugur sedangkan hasil penyerbukan silang berhasil. yaitu 0. Penyerbukan sendiri juga dilakukan untuk mengetahui tingkat inkompatibilitas bersilang sendiri pada tanaman ini. Teguh Setyaji. 19. Halaman 100-107 . areal produksi benih. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentase kecambah tertinggi dihasilkan sumber benih dari Tarutung (95.6 % . penyerbukan sendiri Leksono.2 . 8 sumber benih. inkompatibilitas bersilang sendiri. --Wana Benih : Volume 6 Suplemen No. Hasil uji pada tingkat semai menunjukkan persen tumbuh 96% dan berbeda nyata pada sifat diameter dengan semai KBS Grup A yang terbaik. Pertumbuhan tanaman menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada umur 12 bulan setelah tanam. Nilai kecambah tertinggi dihasilkan sumber benih dari Ambarita (0. 2005 Uji peningkatan genetik Acacia mangium di Wonogiri di bangun tahun 2001 dengan tujuan untuk memprediksi perolehan genetik yang sesungguhnya dari kebun benih generasi pertama dibandingkan dengan tegakan benih. Manik.25. Kata kunci: Geitonogamy.8 % .Jayusman Pengujian nilai perkecambahan surian berdasarkan daerah sumber benih =Germination value test of Toona spp from several seed source / Jayusman.3%).8 % (tinggi).46) dan Tarutung (0. KBS Wonogiri dan KBS Group A dengan asal benih dari Papua New Guinea (PNG). Noor Khomsah. kebun benih. Hasil sidik ragam terhadap persentase kecambah dan nilai kecambah menunjukkan hasil berbeda tidak nyata di antara tiga sumber benih yang diuji. Halaman 141-147 . Tanaman dari kebun benih semai lebih baik dari pada tegakan benih d engan peningkatan perolehan genetik sebesar 20. Sipolha (0. Pohon induk disilangkan secara resiprokal dengan menggunakan desain full diallel. Budi Evaluasi uji peningkatan genetik mangium = Evaluation of the genetic gain trial of mangium / Budi Leksono. sumber benih.49). Sembilan pohon plus dipilih sebagai pohon induk berdasarkan potensi pembungaannya. Sumber benih terdiri atas 6 kebun benih semai (KBS) dan 2 areal produksi benih sebagai kontrol.45).Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. uji peningkatan genetic . Yogyakarta. Kata kunci: Acacia mangium. 2005 Pengujian sumber benih surian difokuskan pada karakter nilai kecambah dan persentase kecambah dilakukan terhadap sumber benih yang berasal dari Sipolha -Simalungun. kayu putih. Hasil penelitian menunjukkan tingkat inkompatibitas bersilang sendiri pada tanaman kayu putih sangat rendah.05 sehingga termasuk tanaman yang tidak kompatibel bersilang sendiri.3 . diikuti Sipolha (94. Gunungkidul. Hasil pengujian menunjukkan bahwa benih surian yang diuji memiliki nilai kecambah kriteria menengah Kata kunci: Nilai kecambah. 2005 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat inkompatibilitas pada tanaman kayu putih.22. 4 ulangan. Urutan kebun benih yang terbaik adalah KBS Group B.8 % (diameter) dan 22.5%). Ambarita . Nur Hidayati. -. surian Kartikawati.Tapanuli Utara. 100 pohon/plot (10 pohon x 10 pohon) dan jarak tanam 4 m x 2 m. Desain menggunakan RancanganAcak Lengkap Berblok (RCBD). Ini menggambarkan usaha peningkatan produksi benih hasil penyerbukan terbuka sudah aman dari kemungkinan selfing sehingga tidak ada penurunan kualitas akibat kawin kerabat.

28 1 dan 0. persen tumbuh dan tinggi semai. Pohon induk dengan kelas umur II memberikan hasil tertinggi untuk diameter 6.. yaitu faktor pertama (tanpa biostimulan dan dengan biostimulan). -. Rancangan penelitian adalah rancangan petak-petak terbagi.18 mm dan jumlah akar stek 3. 2005 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan biostimulan.5% dan 72. perbanyakan vegetatif Mashudi Aplikasi variasi media perkecambahan pada persemaian pulai = Application of germination media variation of pulai nursery / Mashudi.01 . Parameter yang diamati adalah tinggi.92 buah.[et al] .25%. Materi vegetatif yang diambil dari cabang pada tajuk bagian bawah pohon in duk memberikan keberhasilan sebesar 73. 2005 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perkecambahan yang bagus untuk persemaian pulai (Alstonia scholaris (L.. Yogyakarta mulai Februari sampai April 2004.5%. -. Halaman 156-164 . Posisi tajuk juga berpengaruh pada pert umbuhan diameter dan jumlah akar tanaman hasil stek pucuk. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Berdasarkan hasil analisis.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.) R. dimana setiap ulangan terdiri dari 100 benih.28 1. diameter.01 .37 1).37 1 menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik pada parameter diameter dan semua berat kering semai dibandingkan dengan volume media 0. berat kering akar serta berat kering total semai. kecepatan berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kedew asaan jaringan terhadap keberhasilan stek pucuk jati.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. Parameter yang diukur meliputi persen berkecambah. IV dan V) dan 2 faktor posisi cabang (tajuk atas dan tajuk bawah) pada pohon induk. campuran tanah dan kompos) dan faktor ketiga (volume media 0. Rancangan yang digunakan adalah RCBD dengan pola faktorial 4x2. Br. campuran tanah dan sekam padi. dari beberapa parameter yang diamati berbeda . Halaman 186-193 . jenis dan volume media terhadap pertumbuhan semai jati. Perbedaan kelas umur pohon induk juga berpengaruhnyata pada terhadap pertumbuhan tanaman terutama pada pertumbuhan tinggi dan diameter serta semua parameter pada stek pucuk.Mahfudz Pengaruh penggunaan biostimulan. biostimulan. type and media volume on the grow of teak th seedling / Mahfudz . Kata kunci: Jati. -. jenis dan volume media terhadap pertumbuhan semai jati = The effect of biostimulant application. 2005 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedewasaan jaringan pada berbagai kelas umur dan posisi tajuk dari pohon induk yang berbeda terhadap keberhasilan stek pucuk jati. Dedi Setiadi. yang terdiri atas 4 faktor kelas umur (IIJII. Pohon induk dengan kelas umur II dan III memberikan prosentase keberhasilan stek pucuk yang lebih tinggi yaitu 78. Penggunaan volume media tumbuh 0. Surip. Penelitian terdiri atas 3 faktor. Kata kunci: Aquastore. campuran tanah dan pupuk kandang sapi.1 .Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. berat kering pucuk. kedewasaan jaringan.0%.J. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan biostimulan memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan semai jati dan secara nyata mempengaruhi parameter berat kering total semai sebesar 12. semai jati Mahfudz Pengaruh kedewasaan jaringan dan posisi cabang pada tajuk pohon induk terhadap keberhasilan stek pucuk jati = The effect of maturity and branch position in mother tree on shoot cutting methods of steak / Mahfudz dan Mohammad Na'iem. Halaman 13-19 . kekokohan. Penelitian dilakukan mulai bulan April 2003 sampai Nopember 2003. faktor kedua (tanah. Media yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan semai jati adalah campuran tanah dan kompos.

persemaian Noorhidayah Studi kualitas bibit kayu kuku dari tegakan benih teridentifikasi = Study on Pericopsis mooniana seedling quality from indentified seed stand / Noorhidayah. tinggi bibit. 2005 Penelitian ini dilakukan untuk menetukan kualitas benih dan bibit kayu kuku. o. diameter bibit dan jumlah daun. Kata kunci: Kayu kuku.41 hari) dan terendah nomor 92 (29. 87. Berdasarkan hasil analisis karakter tinggi dan diameter bibit berbeda nyata. tegakan benih teridentifikasi Pudjiono.5 gr (A1. Penelitian dilaksanakan di persemaian Pusvat Litbang Hutan Tanaman. media sapih.. Media campuran pasir + kompos (3:1) merupakan media terbaik sebagai media perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi benih dari pohon nomor 96 (58%) dan terendah nomor 73 (28%). 92 dan 96. kualitas benih. Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas bibit adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 10 ulangan.masing ulangan terdiri dari 5 bibit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor (media sapih dan dosis pupuk) dan 4 taraf untuk masing .1 .masing faktor. persemaian Mashudi Aplikasi media sapih dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan bibit di persemaian = Application of growth media and fertilizer dosage on Alstonia scholaris (L) R. Waktu penelitian selama 4 bulan. Br. kualitas bibit.[et al] . Halaman 33-41 . kompos dan pupuk 1 gr (A2.1 . Benih yang digunakan berasal dari 5 pohon induk pada tegakan benih teridentifikasi di desa Bunati Kalimantan Selatan. Sedangkan dosis pupuk yang digunakan adalah tanpa pupuk (B1). Halaman 47-57 .Wana Benih : Volume 6 No. 2005 . media perkecambahan.0 gr (B3) dan 1.) R. yakni pohon nomor 73. tinggi bibit. -.64 hari). Persentase perkecambahan daft laju perkecambahan merupakan parameter yang diamati untuk kualitas benih.2005 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media sapih dan dosis pupuk yang baik untuk persemaian pulai (Alstonia scholaris (L. B2). Penentuan kualitas benih dilakukan dengan mengecambahkan 100 benih dari tiap pohon induk. pemupukan. -.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. sedangkan persentase tumbuh. Yogyakarta mulai bulan Maret sampai September 2004. serta media tanah tanpa pupuk (A1. Sugeng Heterosis pada beberapa jenis murbei hibrid hasil persilangan terkendali = Heterosis on some hybrids mulberries of control pollination originated / Sugeng Pudjiono. sedangkan karakter persen hidup dan jumlah daun tidak berbeda nyata. Kata kunci: Alstonia scholaris. Secara berturut turut 3 perlakuan terbaik adalah media top soil dan pupuk 0. campuran top soil dan sabut kelapa (A3). seedling growth at Nursery / Mashudi . 83. Kata Kunci: Alstonia scholaris. Media tumbuh yang digunakan adalah top soil (A1).. dan campuran top soil. Parameter yang diamati adalah persen hidup. sehingga seluruhnya terdapat 16 perlakuan.5 gr (B4). -.Wana Benih : Volume 6 No.nyata. B1). Ulangan yang digunakan sebanyak 4 kali dan masing .2 .). Bibit yang berasal dari pohon nomor 96 menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yang diamati. campuran top soil dan kompos (A2). diameter dan jumlah daun merupakan parameter untuk kualitas bibit. Mohammad Na'iem. 1. laju perkecambahan tertinggi benih dari pohon nomor 83 (14. B3).5 gr (B2). Halaman 31-40 . media campuran top soil. kompos dan sabut kelapa (A4). Br.

Sugeng Pertumbuhan beberapa tanaman murbei hibrid hasil persilangan terkendali = Growth of mulberries hybrid from control pollination / Sugeng Pudjiono. Masing -masing perlakuan diulang 3 kali. bombycis maupun M. atropurpurea. sedangkan persilangan seluruh induk betina dengan tetua jantan M. -. tiap ulangan terdiri dari 25 unit tanaman. Bahan tanaman yang digunakan sebanyakl5 jenis semai murbei hibrid. Halaman 9-16 .. jumlah daun. Fl rata-rata yang menunjukkan heterosis kandungan protein terbesar adalah silangan antara M alba x M. Karakter pertumbuhan yang diukur adalah persentase hidup semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup semai. atropurpurea. penyinaran. limbah udang. produksi daun dan kandungan protein daun. diameter dan jumlah daun dipengaruhi oleh induk betina dan interaksi induk betina dan jantan. tinggi dan jumlah daun dipengaruhi oleh induk jantan. Hasil menunjukkan bahwapersilangan tetua betina dan jantan yang berbeda menghasilkan heterosis yang berbeda. pertumbuhan Pudjiono. Kata kunci: Pupuk organik. alba x Tosawase merupakan hibrid terbaik dalam hal pertumbuhannya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hybrid vigor/heterosis pada murbei hibrid dari nilai produksi daun dan kandungan protein daunnya. bentuk pangkasan. Penelitian dilakukan selama 4 bulan menggunakan rancan gan RCBD. persilangan terkendali Pudjiono.[et al] . Tujuan penelitian adalahuntuk mengetahui pengaruh pupuk organik limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman murbei. Kata kunci : Heterosis. -. atropurpurea menghasilkan hibrid vigor/heterosis. 2005 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan murbei hibrid hasil persilangan terkendali di persemaian. jumlah daun dan jumlah cabang pada takaran 1000 gr/tanaman. jumlah cabang. Kata kunci: Hibrid. tinggi. Pengukuran dilakukan terhadap tanaman murbei hibrid yang ditanam di lapangan umur 4 bulan berupa pengukuran jumlah daun. Perlakuan yang diujikan adalah takaran pupuk limbah udang padat yaitu 0 (kontrol) gr/tanaman. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan 4 ulangan masing-masing 10 unit. Rata-rata nilai Fl hibrid hasil persilangan dengan tetua jantan M. murbei. berat daun dan berat cabang seiring dengan peningkatan pemberian dosis pupuk. tinggi. atropurpurea mempunyai kecenderungan untuk menghasilkan hibrid yang heterosis. Penelitian dilakukan selama 14 bulan mulai Agustus 2003 sampai September 2004. 2005 Mutu daun murbei dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain kesesuaian tanah. berat daun. Murbei hibrid M. diameter dan jumlah daun pada semai. Penelitian dilaksanakan di daerah Palem Purwobinangun Pakem Sleman Yogyakarta pada ketinggian tempat 500 m dpl. Halaman 74-79 . Heterosis yang terbaik ditunjukkan oleh persilangan M. Persentase hidup. Hal ini menunjukkan bahwa tetua M.Wana Benih : Volume 6 No. pemupukan dan pengairan.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk limbah udang membantu dalam proses fisiologi tanaman murbei dan berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan. hibrid. Sugeng Pengaruh pupuk organik limbah udang terhadap pertumbuhan murbei setelah pangkasan kedua = Effect of organic fertilizer from shrimp waste on mulberry growth after second hedging / Sugeng Pudjiono . diameter. persilangan terkendali.1 . multicaulis x M.2 . murbei . 500 gr/tanaman dan 1000 gr/tanaman.. Jumlah individu yang mempunyai nilai heterosis produksi daun adalah sebanyak 98 dari 392. Individu heterosis pada kandungan protein daun adalah sebanyak 49 dari 98. Pemberian pupuk limbah udang mempunyai kecenderungan meningkatkan pertumbuhan lebih baik pada pertumbuhan tinggi. Metode penghitungan heterosis menggunakan rumus h = Fl³(P1+ P2)/2 dari Hallauer dan Miranda 1981. Waktu penelitian selama 2. alba var kanva 2 tidak menunjukkan heterosis. persemaian. 250 gr/tanaman.5 bulan mulai Desember 2003 sampai dengan Pebruari 2004.

jumlah tunas. Pada saat ini telah berkembang metode yang akurat dalam identifikasi klon jati dengan menggunakan penanda DNA. Anto Identifikasi klon jati dengan penanda scar = Identification of teak clone using scar marker / Anto Rimbawanto. sukun. Adinugraha. Kata kunci: Identifikasi klon. T3 = 30 cm dan T4 = 20 cm. jati. -. Halaman 148-155 . jumlah tunas siap stek dan persen hidup 1 bulan.01 . Hasil analisis kesamaan genetik dan dendogram menunjukkan bahwa klon 1 mempunyai tipe genotipe a dan tergabung dalam satu kluster se hingga dapat dikatakan tidak terdapat kesalahan pelabelan. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan kebun klonal skala besar adalah kurangnya kepastian informasi asal-usul genetik ataupun tingginya kesalahan pelabelan dari klon-klon yang dihasilkan. 2005 Pembangunan bank klonal jati {Tectona grandis L. yang optimal dalam mengidentifikasi 2 klon jati. jumlah tunas siap stek dan pe rsentase hidup tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.3 .73 stek Kata kunci: Kebun pangkas. tipe genotipe masing-masing klon dapat diketahui dan kesamaan genetik kemudian dihitung berdasarkan Nei dan Li. Penanda SCAR (Sequence Characterized Amplified Region) yang merupakan modifikasi dari metode RAPD. terdapat dua tipe genotipe. Tinggi pangkasan 50 cm merupakan perlakuan tinggi pangkasan terbaik terhadap pertumbuhan jumlah tunas dengan menghasilkan tunas sebanyak 29. Halaman 109-116 . Dedi Pengaruh tinggi pangkasan induk terhadap kemampuan bertunas tanaman sukun pada kebun pangkas = The effect of height of cutting on sprouting ability of sukun at hedging stock / Dedi Setiadi. Dedi Perendam air dingin sebagai perlakuan perkecambahan benih jenis araukaria = Cold water soaking pretreatment on the germination process of araucaria cunninghami seeds / Dedi i . Berdasarkan hasil amplifikasi.4 yang sebenarnya merupakan anggota klon 1.) merupakan faktor penting dalam program clonal forestry. Sedangkan pada klon 2. tinggi pangkasan Setiadi. Suharyanto. maka pembiakan tanaman sukun dilakukan secara vegetatif. Penelitian pengaruh tinggi pangkasan terhadap produktivitas stek pucuk sukun pada kebun pangkas dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (CRD) dengan 4perlakuan dan 3 ulangan di mana masing-masing perlakuan 5 bibit sehingga jumlah bibit seluruhnya 60 bibit. Parameter yang diukur adalah tinggi tunas. T2 = 40 cm.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. Hal ini berarti bahwa telah terjadi kesalahan pengambilan sampel dari ortet klon 2 dan juga ramet no. Hamdan A.4 tunas dan jumlah tunas siap stek dengan menghasilkan tunas siap stek sebanyak 22. 2005 Tanaman sukun merupakan tanaman yang bersifatpartenocarphy sehi gga tidak dapat n menghasilkan biji. Perlakuan tinggi menyebabkan respon pertumbuhan panjang dan diameter tunas yang berbeda nyata. Analisis kekuatan diskriminasi (KD) menunjukkan bahwa tiga dari 9 penanda (T002 T044 dan T061) memiliki kemampuan -1. Perlakuan yang digunakan dengan tinggi pangkasan masing -masing. digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi kebenaran klon diantara dua klon jati. sedangkan analisis dendogram dihitung berdasarkan metode UPGMA.4 mempunyai tipe genotipe yang sama dengan tipe genotipe dari klon 1 dan sembilan ramet yang lainnya mempunyai tipe geno tipe b.Rimbawanto.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No. dengan masing-masing klon terdiri dari 10 ramet dan 1 ortet. -. Pada respon pertumbuhan jumlah tunas. dimana ortet dan ramet no. Delapan polimorfik primer SCAR jati yang digunakan mampu menghasilkan 9 marker. yaitu Tl = 50 cm. penanda SCAR Setiadi. diameter tunas.

Hamdan Adma Adinugraha. Bongaya dan Sanggeng. Sukaraja.6 tunas dengan panjang 13. 2005 Teknik rejuvenasi dengan cara pemangkasan pada jenis H.Wana Benih : Volume 6 No. 2005 Araucaria cunninghamii merupakan salah satu jenis konifer yang tumbuh pada hutan tropis dan sangat potensial sebagai kayu perdagangan Penelitian penanganan benih serta . Doom Barat/Timur. pertunasan Sunarti. Y. Dalam percobaan ini dilakukan pemangkasan dengan 5 tingkat ketinggian yaitu 10 cm. Kata kunci: Araucaria cunninghamii. Adinugraha. Batang tanaman H.5 parameter pengamatan. Penelitian ini dirancang dalam pola rancangan acak lengkap kelompok. Tacipi. Alin Maryati. Setiap sumber benih terdiri 5 ulangan masing -masing 10 bibit untuk parameter yang diamati. Pengamatan dilakukan pada umur bibit 4 bulan setelah penyapihan. T4 = Perendaman dengan air dingin selama 6 jam dan TO = Tanpa perendaman (kontrol).7 %. kemudian masing-masing perlakuan diperam pada kantong plastik hitam selama 48 jam. 20 cm. Hamdan A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pangkasan dan diameter batang menyebabkan terjadinya variasi pada pertunasan. jumlah tunas. dengan masing -masing perlakuan 15 butir benih sehingga benih seluruhnya 225 butir benih. Tunas yang diambil dari pangkasan setinggi 20 cm menunjukkan pertumbuhan stek pucuk terbaik yaitu 45. 2005 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi pertumbuhan bibit sukun dari beberapa sumber benih. Denpasar Selatan. odorata yang berukuran. Berdasarkan ke. Halaman 125-129 . Halaman 59-66 . Sri .3 cm. pemangkasan.6 % stek berakar dengan persen hidup sampai umur 6 minggu mencapai 89. jumlah daun dan kekokohan bibit. Halaman 25-30 . sumber benih. Perlakuan yang digunakan yaitu Tl = Perendaman dengan air dingin selama 24 jam. Dedi Variasi pertumbuhan bibit sukun dari beberapa sumber benih = The growth variation of breadfruit from several seed sources / Dedi Setiadi. diameter bibit.3 . susanto.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. Parameter yang diukur adalah daya kecambah dan kecepatan berkecambah. Togu Siagian.2 . Prastyono. 30 cm. diantara sumber benih menunjukan perbedaan yang nyata. -Wana Benih : Volume 6 No. -. variasi pertumbuhan Siagian. -. Parameter yang diamati dari 9 sumber benih meliputi tinggi bibit. T3 = Perendaman dengan air dingin selama 12 jam. 40 cm dan 100 cm diatas tanah dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan bertunas dan pertumbuhan stek.1 . persen hidup stek. perlakuan perkecambahan Setiadi. Kata kunci: Hopea odorata. Banyuwangi. odorata diperlukan untuk mendapatkan trubusan sebagai bahan stek. Kata kunci: Sukun. T2 = Perendaman dengan air dingin selama 18 jam. Togu Pengaruh tinggi pangkasan terhadap pertunasan dan daya perakaran Stek pucuk jenis Hopea = The effect of Hedging Treatment to thesSprouting and rooting of leafy cutting of hopea species /Y.Setiadi. Secara berurutan sumber benih Sesaot merupakan sumber benih sukun yang menghasilkan bibit dengan kualitas yang paling baik dan diikuti sumber benih Condong Catur. Pemangkasan 100 cm menghasilkan jumlah tunas dan panjang tunas terbaik yaitu 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman air dingin selama 18 jam merupakan perlakuan terb untuk meningkatan aik daya kecambah sebesar 55% dan rata-rata kecepatan berkecambah selama 16 hari. lebih besar memproduksi tunas lebih banyak dari pada yang berukuran lebih kecil. biji. pengaruhnya terhadap mutu bibit Araukaria dengan menggunakan rancangan acak lengkap kelompok (CRD) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan.

.0³ 3.. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 kali ulangan. Kelimpahan bunga pada setiap bagian tajuk berbeda. Perlakuan yang diterapkan adalah tahapan bunga. dan bayclin serta terakhir dibilas dengan akuades steril sebanyak tiga kali. -Wana Benih : Volume 6 No. HgCl. jumlah tunas dan penampakan biakan secara visual. Halaman 1-7 . tahapan bunga.5.0 mg/1). posisi tajuk. h Kata-kata kunci: Acacia mangium. mangium berdasarkan posisi tajuk ini menunjukkan bahwa bagian tajuk paling atas dan sisi tajuk sebelah timur akan memproduksi benih paling banyak. Marlan. 2005 Keberhasilan produksi benih suatu tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain musim pembungaan.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No. kemudian dilanjutkan dengan periode penyimpanan selama 1 hari . 2005 Meranti {Shorea leprosula Miq. Halaman 174-179 .Pengujian viabilitas serbuk sari murbei pada berbagai tahapan bunga dan lama penyimpanan = Pollen viability test of mulberry at stages of flower and storage period / Sri Sunarti. Rata-rata jumlah tunas yang diperoleh dari perlakuan ini adalah 5. sedangkan tajuk bagian bawah memproduksi beni paling sedikit.[et al] . agak gemuk dengan laju pertumbuhan lambat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bunga pada tahapan reseptif yang paling tinggi viabilitas serbuk sarinya (38. Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan. Sumaryana. Pengamatan dilakukan terhadap waktu inisiasi tunas. Perlakuan yang diuji adalah penambahan zat pengatur tumbuh BA (0.01 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Bagian tajuk yang mendapat penyinaran cahaya matahari yang penuh akan berbunga lebih banyak dibandingkan dengan bagian lain yang kurang mendapatkan penyinaran matahari. Kata kunci: Moms alba var Kanva 2. Shorea leprosula Yuliah .) merupakan salah satu tanaman hutan yang termasuk ke dalam spesies asli Indonesia yang mempunyai prospek untuk dikembangkan hutan tanaman. Yogyakarta. 2005 Uji viabilitas serbuk sari murbei jenis Moms alba var Kanva 2 telah dilakukan di laboratorium P3HT. viabilitas serbuksari Sunarti.Wana Benih : Volume 6 No. yaitu tahap bunga sebelum reseptif. Sri Produksi benih mangium berdasarkan posisi tajuk di plot uji persilangan interspesifik Mangium x formis = Seed production of mangium based on crown position observed at interspecific crossing plot test of Mangium x formis / Sri Sunarti.3 hari. Tunas yang dihasilkan berwarna hijau segar. -. -.2 .2. produksi benih Yelnititis Perbanyakan meranti secara in vitro = Multiplication of meranti (Shorea leprosula) through in vitro method / Yelnititis .0 mg/1 merupakan perlakuan terbaik untuk inisiasi. Sugeng Pudjiono. Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media MS + BA. saat reseptif dan setelah reseptif. Media dasar Murashige dan Skoog (MS) digunakan sebagai media tumbuh.13%) dan serbuk sari tidak dapat disimpan walaupun sehari pada suhu 0°C. Kata kunci: Kultur in vitro. Media yang digunakan dalam pengujian tersebut adalah media Brewbakers yang telah dimodifikasi oleh Owens (1991). Sterilisasi eksplan dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan alkohol.1 . Hasil penelitian produksi benih A. Halaman 41-45 . Batang satu buku dijadikan sebagai eksplan. meranti.

go. Dormansi ini dapat terjadi baik pada seluruh tumbuhan atau organ tertentu yang disebabkan oleh faktor eksternal maupun faktor internal. seperti tunas.id/Halaman%5CBukubuku%5C2006%5CAbstrak_05%5CAbstrak_HT_05. rhizoma dan umbi lapis (bulb) (Anonim. Untuk merehabilitasi hutan cendana diperlukan benih dengan kualitas yang baik. famili yang memiliki sifat tinggi terbaik dari Fenun (P. 2008). Dormansi benih berhubungan dengan usaha benih untuk menunda perkecambahannya.67% dan adanya variasi terhadap sifat tinggi diantara famili yang diuji.Wana Benih : Volume 6 Suplemen No. Gejala dormansi dapat dijumpai pada biji dan organ tumbuhan lainnya. yang bertujuan untuk mempertahankan diri pada kondisi yang kurang menguntungkan. Pada umur 6 bulan. Masa istirahat ini disebut dengan dormansi. pada setiap musim tanam ma sering terjadi sih masalah karena produksi benih bermutu yang belum mencukup permintaan pengguna/petani. progeny trial in nursery / Yuliah. Uji keturunan merupakan langkah awal untuk membuat kebun benih. provenans. Kata Kunci: Famili.Uji keturunan semai cendana umur enam bulan di persemaian = The sixth month seedling Santalum album Linn. dormansi menyebabkan tidak adanya pertumbuhan pada biji atau benih walaupun kondisi lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan (Anonim. tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidup bibit cendana di persemaian dan mengetahui varia sifat tinggi dari berbagai asal. si Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan 18 famili sebagai perlakuan. Halaman 108-114 . 4 replikasi terdiri dari 4 bibit sehingga total bibit 288. Liliek Hariyanto. variasi http://www. 2008).Timor) dengan tinggi 20. baik tumbuhan rendah maupun tumbuhan tingkat tinggi dalam siklus hidupnya akan dijumpai adanya fase dormansi.47 cm. . Masalah ini disebabkan oleh adanya satu masa istirahat yang dialami oleh benih yang ditanam. Hampir semua tumbuhan darat.01 . -. Hasilnya menunjukkan cendana memiliki kemampuan hidup tinggi dipersemaian mencapai 91.htm Dormansi biji dan Benih 0 komentar BAB PENDAHULUAN I I.dephut. Santalum album Linn.1 Latar Belakang Dalam bidang komoditas tanaman pangan. 2005 Populasi cendana saat ini mengalami penurunan yang t inggi.

tetapi sering daun tidak gugur (Salisbury dan Ross. I.3 Waktu dan Tempat Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Botani Jurusan Biologi. Kuncup berbagai pohon berhenti di tengah musim panas dan memperlihatkan sedikit pertumbuhan kembali di akhir musim panas sebelum memasuk dormansi penuh di musim gugur (Salisbury dan Ross.00 . induksi dormansi sama pentingnya dengan berakhirnya dormansi. Pada kuncup. kekeringan dan lain-lain. dingin. pukul 14.17. Dormansi membantu biji mempertahankan diri terhadap kondisi yang tidak sesuai seperti kondisi lingkungan yang panas. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin Makassar. BAB TINJAUAN II PUSTAKA Dormansi merupakan kondisi fisik dan fisiologis pada biji yang mencegah perkecambahan pada waktu yang tidak tepat atau tidak sesuai. kuncup Di wilayah beriklim sedang. dormansi biji dan kuncup mempunyai banyak persamaan. dormansi kuncup diinduksi oleh suhu rendah. Sehingga dapat dikatakan bahwa dormansi merupakan mekanisme biologis untuk menjamin perkecambahan biji berlangsung pada kondisi dan waktu yang .2 Tujuan percobaan Tujuan diadakannya percobaan ini adalah untuk mematahkan dormansi pada biji karena kulit biji yang keras. Dormansi kuncup hampir selalu berkembang sebelum terbentuknya warna pada musim gugur dan mengeringnya daun.00 WITA. Dan dilakukan pengamatan selama 4 minggu atau 28 hari. 1995). khususnya jika suhu tetap tinggi. 2008). tanggal 14 Oktober 2008. Dan dilaksanakan pada hari Selasa. Pada banyak spesies. I.hingga waktu dan kondisi lingkungan memungkinkan untuk melangsun gkan proses perkecambahan Dormansi tersebut (Anonim. tetapi ada juga respon terhadap panjang hari. 1995). dengan perlakuan secara fisik yaitu dikikir dan kimia yaitu menggunakan larutan H2SO4. Perlakuan hari pendek menyebabkan terjadinya pembentukan kuncup akhir yang dorman dan terlambatny a pemanjangan ruas dan pemanjangan daun.

dan sintesis zat perangsang tumbuh. temperatur. 2007). hilangnya inhibitor. temperatur. 2008) : Rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras. Pada tanaman pang an. Biji yang telah masak dan siap untuk berkecambah membutuhkan kondisi klimatik dan tempat tumbuh yang sesuai untuk dapat mematahkan dormansi dan memulai proses perkecambahannya. karena adanya membran atau pericarp dalam kulit benih yang terlalu keras. 2. Dormansi pada biji dapat dipatahkan dengan perlakuan mekanis. Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh (Anonim. Sedangkan dormansi yang terjadi pada tunas-tunas lateral merupakan pengaruh korelatif dimana ujung batang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bagian tumbuhan lainnya yang dikenal dengan dominansi apikal. dormansi sering dijumpai pada benih padi. Faktor-faktor yang menyebabkan dormansi pada biji dapat dikelompokkan dalam: (a) faktor lingkungan eksternal. Derajat dominansi apikal ditentukan oleh umur fisiologis tumbuhan tersebut (Anonim. Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio. hingga waktu dan kondisi lingkungan memungkinkan untuk melangsungkan proses tersebut. dan air. dan bahan kimia. seperti cahaya. kematangan embrio. Proses perkecambahan dalam biji dapat dibedakan menjadi dua macam. (c) faktor waktu. Dormansi diklasifikasikan menjadi bermacam macam kategori berdasarkan faktor penyebab.tepat untuk mendukung pertumbuhan yang tepat. Imposed dormancy (quiscence): terhalangnya pertumbuhan aktif karena keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. pare dan semangka non biji. seperti kulit biji. sedangan pada sayuran dormansi sering dijumpai pada benih timun putih. sehingga pertukaran udara dalam benih menjadi terhambat dan menyebabkan rendahnya proses metabolisme dan mobilisasi cadangan makanan dalam benih. Dormansi dapat terjadi pada kulit biji maupun pada embryo. yaitu waktu setelah pematangan. Dormansi benih berhubungan dengan usaha benih untuk men unda perkecambahannya. adanya inhibitor. yaitu proses perkecambahan fisiologis dan proses perkecambahan morfologis. Pretreatment skarifikasi digunakan untuk mematahkan dormansi kulit biji. cahaya. mekanisme dan bentuknya (Anonim. karena kulit biji yang cukup kuat sehingga menghalangi pertumbuhan embrio. sedangkan stratifikasi digunakan untuk mengatasi dormansi embryo (Anonim. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih. (b) faktor internal. 2006) yaitu : a. 2008). Respirasi yang tertukar. Berdasarkan faktor penyebab dormansi 1. . 2006). dan rendahnya zat perangsang tumbuh. Dormansi bisa diakibatkan karena ketidakmampuan sumbu embrio untuk mengatasi hambatan (Anonim.

mekanis : embrio tidak berkembang karena dibatasi secara fisik. lignin) pada membran. b. 5. tahap perkembangannya. fisik: penyerapan air terganggu karena kulit biji yang impermeable. strophiole. suberin. 3. Dormansi karena immature embryo ini dapat dipatahkan dengan perlakuan tempera tur . Misal: belum Gnetum gnemon (melinjo) Embrio terdiferensiasi 3. endocarp. Bagian biji yang impermeabel: membran biji. Dormansi karena hambatan keluar masuknya O2 melalui kulit biji ini dapat dipatahkan dengan perlakuan Embrio temperatur belum tinggi dan masak pemberian (immature larutan kuat. photodormancy: proses fisiologis dalam biji terhambat oleh keberadaan cahaya 2. c. nucellus. 2. namun masih butuh waktu untuk mencapai bentuk dan ukuran yang sempurna. Berdasarkan mekanisme dormansi di dalam biji Mekanisme fisik Merupakan dormansi yang mekanisme penghambatannya disebabkan oleh organ biji itu sendiri terbagi menjadi (Anonim. raphe/hilum. Keluar masuknya O2 pada biji disebabkan oleh mekanisme dalam kulit biji. 3. Bagian biji yang mengatur masuknya air ke dalam biji: mikrofil. pericarp. kimia: bagian biji/buah mengandung zat kimia penghambat Mekanisme fisiologis Merupakan dormansi yang disebabkan oleh terjadinya hambatan dalam pro fisiologis. adapun mekanisme higroskopiknya diatur oleh hilum. Kulit biji yang keras dapat disebabkan oleh pengaruh genetik maupun lingkungan. 2006): 1. 4. 2006): 1. Embrio secara morfologis sudah berkembang. ses terbagi menjadi (Anonim. embryo) 1. immature embryo: proses fisiologis dalam biji terhambat oleh kondisi embrio yang tidak/belum 3. embrio masih belum menyelesaikan 2. Kulit biji thermodormancy: proses fisiologis dalam biji terhambat oleh matang suhu Berdasarkan impermeabel bentuk terhadap dormansi air/O2 1. 2. kulit biji. Ketika terjadi abscission (gugurnya buah dari tangkainya).Imnate dormancy (rest): dormancy yang disebabkan oleh keadaan atau kondisi di dalam organ-organ biji itu sendiri. Impermeabilitas dapat disebabkan oleh deposisi bermacam-macam substansi (misalnya cutin. Pematahan dormansi kulit biji ini dapat dilakukan dengan skarifikasi mekanik. kulit biji.

Beberapa zat penghambat dalam biji yang telah berhasil diisolir adalah soumarin dan lacton tidak jenuh. namun lokasi penghambatannya sukar ditentukan karena daerah kerjanya berbeda dengan tempat di mana zat tersebut diisolir. akar keluar pada musim semi. namun semai tumbuh kerdil 5. DAFTAR PUSTAKA . Biji membutuhkan pemasakan pascapanen (afterripening) dalam penyimpanan kering Dormansi karena kebutuhan akan afterripening ini dapat dipatahkan dengan perlakuan temperatur Biji tinggi membutuhkan dan pengupasan suhu kulit. biji jika dengan yang pemberian mempunyai kulit dormansi dikupas. namun proses perkecambahan biji masih membutuhkan suhu yang lebih rendah lagi 4. namun epicotyl baru keluar pada musim semi berikutnya (setelah Biji melampaui bersifat satu light musim dingin). rendah Biasa terjadi pada spesies daerah temperate. Dormansi ini secara alami terjadi dengan cara: biji dorman selama musim gugur. sensitive Cahaya mempengaruhi perkecambahan dengan tiga cara. kualitas cahaya (panjang gelombang) dan fotoperiodisitas (panjang hari). kulit biji maupun daging buah. perkecambahan terjadi tanpa pemberian suhu rendah. Ciri-ciri 1. Tiap substansi yang me nghambat salah satu proses akan berakibat pada terhambatnya seluruh rangkaian proses perkecambahan. seperti apel dan Familia Rosaceae. dan baru berkecambah pada musim semi berikutnya.rendah dan zat kimia. yang masing-masing harus berlangsung tanpa gangguan. embrio mengalami dormansi yang hanya dapat dipatahkan dengan suhu rendah 3. imbibisi. endosperm. Zat penghambat dapat berada dalam embrio. embrio tidak dorman pada suhu rendah. melampaui satu musim dingin. Dormansi karena zat penghambat Perkecambahan biji adalah kulminasi dari serangkaian kompleks proses -proses metabolik. Dormansi karena kebutuhan biji akan suhu rendah ini dapat dipatahkan dengan perlakuan pemberian suhu rendah. yaitu dengan intensitas (kuantitas) cahaya. aerasi ini adalah embrio dan (Anonim. 2006): tumbuh 2.

Anonim. Anonim. 2006. Dormansi Benih dan Pemecahannya. Bandung.ut. Biji dan Perkembangan Biji.ac.wikipedia. Fisiologi Tumbuhan jilid 3.freewebs.id//. http:// www. Anonim. 2006. . diakses pada tanggal 13 Oktober 2008 pukul 22:53. 2008. larutan H2SO4 pekat. pinset. dkk. III. Pertumbuhan dan Perkembangan Biji.org/. 2. http://www.ac. ITB. air panas. 2007. http://id.ac. 2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah biji flamboyan (Delonix Regia).com//. 1 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah botol sampel. diakses pada tanggal 13 Oktober 2008 pukul 21:36. Dormansi dan Perkecambahan Biji. diakses pada tanggal 13 Oktober 2008 pukul 22:34. 2008. http://elisa.id/. diakses pada tanggal 15 April 2008 pukul 21:38. Salisbury. Kelompok 1. air biasa. 1995. Biji. aquadest. amplas. http://pustaka. diakses pada tanggal 13 Oktober 2008 pukul 21:38. pipet volume dan pipet tetes. III.sith.Anonim. BAB METODE III PERCOBAAN III. Membagi kelompok biji flamboyan menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok 5 biji. dan polybag. Prosedur kerja 3 dari percobaan Cara ini adalah Kerja : 1.itb. air dingin. menghilangkan sebagian kulit bijinya pada bagian yang tidak ada lembaganya dengan mengikir menggunakan amplas.ugm. Anonim.id//..

merendam merendam dengan dengan air air dingin biasa selama selama 10 10 menit. 1995). menit. BAB HASIL DAN IV PEMBAHASAN Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengar pemberian perilaku fisik dan kimia uh terhadap pematahan dormansi biji flamboyan Delonix rigea. merendam dalam air panas selama 10 menit. Kemudian masing-masing kelompok tersebut ditanam dalam polybag yang telah berisi tanah dan pupuk. Melakukan pengamatan selama 4 minggu dengan mengukur tinggi tanaman dan jumlah daun. Senyawa penghambat Osmotik dan kimia Senyawa penghambat osmotik dan kimia yang menyebabkan biji pada buah tomat yang masak tidak berkecambah di dalam buah. Kelompok 2. Penghambat khusunya perkecambahan embrio yaitu ABA dalam endosperm yang sedang berkembang (Salisbury dan Ross. 8. merendam dalam H2SO4 pekat selama 10 menit. Kelompok 3. Dalam buah poten osmotik air terlalu negatif sial untuk perkecambahan. kemudian mencucinya. Kelompok Kelompok 4. 7. 4. 5. 6. 5. Ada 5 macam perlakuan yang diberikan pada biji yaitu pengamplasan pada bagian biji tempat keluarnya kotiledon yang merupakan perlakuan secara fisil dan perlakuan kimia dengan perendaman biji pada larutan yang berbeda-beda.3. Biji yang diberi perlakuan fisik dengan dikikir mengalami pematahan dormansi terbukti .

Perlakuan dengan perendaman H2SO4 juga tidak mengalami pertumbuhan disebabkan karena biji yang berada dalam kondisi asam akan mematikan pertumbuhan kotiledon begitu pula dalam kondisi dingin dimana biji akan sulit untuk tumbuh.html .blogspot. Pengamplasan bertujuan untuk membuat kulit biji yang keras dan tebal. Perlakuan dengan perendaman air panas tidak dapat mematahkan dormansi dari biji karena biji ini tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. dormansi dapat dipatahkan pada perlakuan pengamplasan biji sedangkan perlakuan lain tidak dapat mematahkan dormansi. hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor pemberian air yang kurang mendidih dan perendaman dengan waktu yang sebentar sehingga kulit luar belum lunak untuk dapat ditembus oleh air.dalam setiap minggu biji ini mengalami pertumbuhan yang pesat. 2. menjadi lebih tipis sehingga memudahkan imbibisi air. 1 Saran Sebaiknya saat mengadakan percobaan ini. Dengan kata lain perlakuan ini dapat menghilangkan sumbat hilum dan mengurangi kandungan kulit biji yang keras sehingga biji dapat tumbuh dengan baik. Perlakuan dengan perendaman air panas bertujuan untuk memberikan suhu yang ekstrim pada biji sehingga kulit biji yang tebal dapat lebih mudah ditembus oleh kotiledon. selain itu kotiledon akan lebih cepat keluar menembus kulit biji. BAB PENUTUP V V. 1.com/2010/04/dormansi-biji-dan-benih. perendaman dan pemberian perlakuan dilakukan dengan baik karena hal tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam percobaan ini. perendaman dengan air biasa dalam hal ini aquadest tidak tumbuh munkin disebabkan oleh keadaan anantomi biji yang kurang baik. Percobaan ini sedikit melenceng dari teori yang menyatakan bahwa sejumlah besar perlakuan diantaranya pemberian air panas dan pemberian a sam sulfat efektif dalam mengurangi kandungan dalam biji keras. Ada 2 cara yang dapat mematahkan dormansi yakni cara fisik dengan pengamplasan dan cara kimia dengan perendaman menggunakan air panas dan H2SO4. http://gosipsoup. V. 1 Kesimpulan kesimpulan dari percobaan ini adalah : Berdasarkan dari hasil pengamatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful