P. 1
hadits tentang pernikahan

hadits tentang pernikahan

|Views: 49|Likes:
Published by Sttind Padang

More info:

Published by: Sttind Padang on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2011

pdf

text

original

hadits tentang pernikahan

Juli 15, 2009 oleh muslimstory

³Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain´ (HR. Abdurrazak dan Baihaqi) ³Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah´ (HR. Bukhari) ³Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang´ (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani) ³Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya´ (HR. Abu Sa¶id) ³Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka´ (Al Hadits)

berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam? 2. hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain´ (Al Hadits) SOLUSI : PENGGANTI PACARAN HARAM ± BUDAYA JAHILIAH YG DILESTARIKAN KAFIR Juni 27. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya? JAWAB : . Apabila seorang muslim ingin menikah. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masingmasing? 3. Oleh karena itu.³Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah. 2009 oleh muslimstory ADA PERTANYAAN 1.

kemudian Allah Subhanahu wa Ta¶ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita. karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orangorang kafir negeri Barat dan lainnya. dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. dengan sabda beliau: . dan umat Islam secara khusus.´ (HR. dari Abu Sa¶id Al-Khudri radhiyallahu µanhu) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita. Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram). Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan. Bukankah kehancuran Bani Israil ±bangsa yang terlaknat± berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: ³Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi µIsa bin Maryam. Muslim. dan Allah Subhanahu wa Ta¶ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya. pergaulan bebas.´ (Al-Ma`idah: 79-78) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona).Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta¶ala). dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid. beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah. namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang. untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu) Asy-Syaikh Ibnu µUtsaimin rahimahullah berkata: ³Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat. Padahal Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath. sekalipun dalam pelaksanaan shalat.´ (Muttafaqun µalaih. Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam berdiam sejenak. Bahkan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. dan sejelekjeleknya adalah shaf terdepan. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu µanha dalam Shahih Al-Bukhari. Ikhtilath. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut: 1.´ (HR. jauh dari shaf kaum lelaki. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu µanhu dalam Shahih Muslim. Begitu pula pada hari Ied. kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied. dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki . dari Usamah bin Zaid radhiyallahu µanhuma) Maka.³Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita. yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan.

Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka. tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta¶ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33. hal. juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad.´ Allah Subhanahu wa Ta¶ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat.´ Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu. Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53: ³Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar¶i dengan menutup seluruh tubuhnya ±karena seluruh tubuh wanita adalah aurat± sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31. Abu Dawud. dan yang lainnya : ³Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: ³Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam. maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama. Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?´ (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath. 45) Subhanallah.sehingga merupakan shaf terbaik. . Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah .

karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam terhadap para shahabat.´ Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: ³Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ´ Maka Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Mereka adalah kebinasaan. Demikian pula. Padahal Rasululllah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita. yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram.´ (Muttafaq µalaih. termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul. 11-10) Pada saat yang sama. Khalwat. dari Ibnu µAbbas radhiyallahu µanhuma) Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga.´ (Muttafaq µalaih. sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. instansi-instansi pemerintah dan swasta. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat. kecuali bersama mahram. dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil. baik lelaki maupun wanita. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu) 2.´ (Lihat Fatawa An-Nazhar. hal. sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu µanhuma: . dari µUqbah bin µAmir radhiyallahu µanhu) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga bersabda: ³Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita. sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah. atau tempat-tempat yang lainnya.sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran.

tangan zinanya adalah memegang. atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. maka itulah zina kalbu. karena setan akan menyertai keduanya. maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan. pada syarah hadits no. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu µanhu: ³Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu µUtsaimin. sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan. Ahmad) 3. pasti dia akan melakukannya. sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan. 16 22) Padahal Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: ³Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. kaki zinanya adalah melangkah. lidah(lisan) zinanya adalah berbicara. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya.´ (HR.´ Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . kedua mata zinanya adalah memandang.´ (Al-Isra`: 32) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga bersabda: . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. kedua telinga zinanya adalah mendengar. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan.³Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya.

Demikian juga dengan isi pembicaraan. 226) Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang.³Demi Allah. sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi.Dan katakan pula kepada kaum mukminat. pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. dan tidak boleh melembutkan suara. tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya. melainkan beliau membai¶at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan). hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) ±hingga firman-Nya.´ (HR. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan). tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya). Demi Allah. Aisyah radhiyallahu µanha berkata: ³Tidak. Muslim) Demikian pula dengan pandangan. Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: . dia berkata: ³Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: µPalingkan pandanganmu¶. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma¶qil bin Yasar radhiyallahu µanhu. hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)«. dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30: ³Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin.´ Adapun suara dan ucapan wanita.´ Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu µanhuma.´ (HR.

meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. ataupun melalui surat. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah. Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon.´ (Al-Ahzab: 32) Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya. karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. karakter. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri.³Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu µalaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut. lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. meskipun menyebutkan aib seseorang. atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Wallahul musta¶an (Allah-lah tempat meminta pertolongan). baik tentang biografi (riwayat hidup). Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara. sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma¶ruf (baik). Demikian pula . Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin. sifat.

´ (HR. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram. dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Wallahu a¶lam. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti¶ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: ³Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut.´ Perkara ini diistilahkan dengan ta¶aruf. dapat menempuh cara yang sama. Muslim) Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus . Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh. sumber: myquran.sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu¶awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid. yaitu melihat wanita yang hendak dilamar.org . karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah. maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam maka beliau bersabda: ³Adapun Abu Jahm. maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor. Adapun Mu¶awiyah.

³Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Khusus untuk hadist. Adz Dzariyaat (51) : 49). Jadi barang siapa yang masih mempunyai unek-unek. tapi maaf saya hanya mampu mengumpulkan sebanyak ini. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya.´ (QS. ditulisan ini saya tidak menuliskan penjelasan-penjelasan dari Surat atau Hadist yang tercantum dibawah. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui. Sesungguhnya masih banyak surat dan hadist lain. 4. 3. supaya kamu mengingat kebesaran Allah. An Nuur (24) : 32). Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri. kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan. 2. . dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Perlu dicermati. dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. 2007 by kartadikaria [Bhs Indonesia] Written by -r/KAssalamualaikum wr.´ (QS.. silahkan dipertanyakan dan jangan disimpan. An Nahl (16) : 72). wb.Kumpulan surat dan hadist pernikahan November 17. Silahkan ingatkan saya jika ada hadist yang lemah. Dasar Pemikiran Pernikahan Dari Al Quran dan Al Hadits : 1. ³Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu. Yaa Siin (36) : 36). saya belum men-check kembali perawi dan muatan hadist. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs.

10.. 7.. mencegah dari yang munkar. Wahai manusia. lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya.Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua. mendirikan shalat. dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hambahamba sahayamu yang perempuan. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). atau empat. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteriisteri dari jenismu sendiri. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. 8. Ar. Dan orang-orang yang beriman. An Nisaa (4) : 1). Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu. (Qs. An Nisaa¶ (4) : 3). sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. An Nuur (24) : 26). tiga. dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. At Taubah (9) : 71). supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. (Qs.5. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Janganlah kalian mendekati zina. (Qs. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma¶ruf. 6. Al Ahzaab (33) : 36). maka (nikahilah) seorang saja. .(Qs.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk´ (Al-Isra 32) . 11. Ruum (30) : 21). dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. lelaki dan perempuan.Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah . bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri. (An-Nuur: ) 12. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. menunaikan zakat. 9. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.

maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. 3. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: ³Nikah itu sunnahku. Muslim) 7. kemudian darinya Dia menciptakan istrinya. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. ³Nikahilah olehmu kaum wanita itu.13. 2. dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah´ (HR. Ibnu Hibban dan Hakim) 8. Abu Dawud). Budak yang menebus dirinya dari tuannya. Baihaqi). Dari Amr Ibnu As. memakai wewangian. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram. Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang. Muslim. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.a. 5. Hakim dan Abu Dawud). Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang. ³Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Tirmidzi. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanitawanita yang baik (pula)´ (An-Nur 26) 1. sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan. Dari Aisyah.´ (HR. barangsiapa yang tidak suka. ³Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah. agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya´ (Al-A¶raf 189) 14. 9. Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat. . bukan golonganku !´(HR. bersiwak dan menikah(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas¶ud). dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula). Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. dari Aisyah r. 4. Sabda Rasulullah SAW: ³Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah.). Tirmidzi). c.´ (HR. 6.´ (HR. b. Ibnu Majah dan An Nasai). Ibnu Majah. kemaluan akan lebih terpelihara.(HR. karena mata akan lebih terjaga.

Rasulullah SAW. dan perbanyaklah (keturunan). memakai wewangian. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah) 19. 11. maka hendaklah dia menikah. daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya´ (HR. ³Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik. adalah yang tidak menikah´ (HR. Allah akan memperbaiki akhlak. dan sehina-hina mayat kalian. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah). Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik. 14. Ibnu Majah. 16. Sesungguhnya.dhaif). Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang. adalah yang tidak menikah. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci. Abu Ya¡¦la dan Thabrani). Sesungguhnya. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Dari Anas. bersiwak dan menikah´ (HR. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang. maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik. 12. siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin. Tirmidzi) Wahai para pemuda. meluaskan rezeki.Abdurrazak dan Baihaqi).10. Bukhari). bersabda : ³Seburuk-buruk kalian. dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. saling membuat keturunanlah kamu. 13. (HR. Thabrani dan Baihaqi) 17. daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits). Saling menikahlah kamu. daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)´ (HR. Dan barang siapa yang . apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang). Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya´ (HR. 20. 15. maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. Abu Sa¶id) 18. Rasulullah SAW.

Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya. dan perbanyaklah (keturunan). Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya. saling membuat keturunanlah kamu. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya.. Allah hanya akan memberinya kemiskinan. Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas´ (H.a. 22. Ibnu Majah) 27. Sesungguhnya Nabi SAW. kedudukan.belum mampu. seorang budak wanita yang shaleh. mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak´ (HR. maka pilihlah yang beragama´ (HR. kecuali wanita itu disertai mahramnya´ (HR. maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Bukhori-Muslim) 21. Muslim dan Tirmidzi) . karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya´ (HR. Saling menikahlah kamu. Dari Jabir r. dan kecantikannya . Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya. Siapa yang menikahinya karena kekayaan. Sebab. Abu Dawud) 24. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra). At-Turmidzi) 23. sebab syaithan menemaninya. Allah akan menambahkan kerendahan padanya. Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya. maka hendaklah dia berpuasa. Abdurrazak dan Baihaqi) 25. hartanya. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya. Thabrani) 26. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat. Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat. Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya´ (HR. maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya.R. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain´ (HR. Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya. meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama´ (HR.

Subhanallah. -r/K. telah jelas dan cukup referensi perintah menikah. Jadi tentukan keputusan anda Wassalam. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->