hadits tentang pernikahan

Juli 15, 2009 oleh muslimstory

³Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain´ (HR. Abdurrazak dan Baihaqi) ³Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah´ (HR. Bukhari) ³Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang´ (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani) ³Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya´ (HR. Abu Sa¶id) ³Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka´ (Al Hadits)

Apabila seorang muslim ingin menikah. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya? JAWAB : . Oleh karena itu.³Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah. bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam? 2. 2009 oleh muslimstory ADA PERTANYAAN 1. berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masingmasing? 3. hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain´ (Al Hadits) SOLUSI : PENGGANTI PACARAN HARAM ± BUDAYA JAHILIAH YG DILESTARIKAN KAFIR Juni 27.

Bukankah kehancuran Bani Israil ±bangsa yang terlaknat± berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: ³Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi µIsa bin Maryam.´ (Al-Ma`idah: 79-78) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona). kemudian Allah Subhanahu wa Ta¶ala memerhatikan amalan kalian. dan umat Islam secara khusus.´ (HR. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. dari Abu Sa¶id Al-Khudri radhiyallahu µanhu) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita. dan Allah Subhanahu wa Ta¶ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya.Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta¶ala). dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri. dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orangorang kafir negeri Barat dan lainnya. Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram). Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Muslim. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan. maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita. pergaulan bebas. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita. dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. dengan sabda beliau: .

kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied. yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram.´ (Muttafaqun µalaih. untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid.³Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita. Begitu pula pada hari Ied. Dan seusai shalat. Ikhtilath. padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah. dan sejelekjeleknya adalah shaf terdepan. jauh dari shaf kaum lelaki. beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Bahkan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut: 1. Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam berdiam sejenak.´ (HR. dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki . Padahal Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath. dari Usamah bin Zaid radhiyallahu µanhuma) Maka. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu µanha dalam Shahih Al-Bukhari. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu) Asy-Syaikh Ibnu µUtsaimin rahimahullah berkata: ³Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek. sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu µanhu dalam Shahih Muslim. namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang.

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: ³Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam. maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama. dan yang lainnya : ³Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.sehingga merupakan shaf terbaik. 45) Subhanallah. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar¶i dengan menutup seluruh tubuhnya ±karena seluruh tubuh wanita adalah aurat± sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31. dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?´ (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah. hal. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka. Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53: ³Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad. tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta¶ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33.´ Allah Subhanahu wa Ta¶ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung.´ Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu. . Abu Dawud.

kecuali bersama mahram. atau tempat-tempat yang lainnya. dari µUqbah bin µAmir radhiyallahu µanhu) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga bersabda: ³Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita.´ (Muttafaq µalaih. instansi-instansi pemerintah dan swasta. sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam terhadap para shahabat. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat. sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.´ Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: ³Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ´ Maka Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Mereka adalah kebinasaan. dari Ibnu µAbbas radhiyallahu µanhuma) Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga. ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran. termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul.´ (Lihat Fatawa An-Nazhar. yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu µanhuma: . Demikian pula. hal. Khalwat. baik lelaki maupun wanita.´ (Muttafaq µalaih. 11-10) Pada saat yang sama.sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil. karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Padahal Rasululllah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu) 2.

kaki zinanya adalah melangkah. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. 16 22) Padahal Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: ³Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan. Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. tangan zinanya adalah memegang.´ (HR.³Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya. atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya. pasti dia akan melakukannya.´ Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan.´ (Al-Isra`: 32) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga bersabda: . maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu µanhu: ³Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina. kedua telinga zinanya adalah mendengar. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Ahmad) 3. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu µUtsaimin. kedua mata zinanya adalah memandang. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. pada syarah hadits no. maka itulah zina kalbu. sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan. lidah(lisan) zinanya adalah berbicara. karena setan akan menyertai keduanya.

Demikian juga dengan isi pembicaraan. 226) Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh.´ (HR. Demi Allah. Aisyah radhiyallahu µanha berkata: ³Tidak. Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: . Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma¶qil bin Yasar radhiyallahu µanhu.´ Adapun suara dan ucapan wanita. pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi.´ Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu µanhuma. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan). melainkan beliau membai¶at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan). dan tidak boleh melembutkan suara. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30: ³Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin.Dan katakan pula kepada kaum mukminat. hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) ±hingga firman-Nya. tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)«. tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya). dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. dia berkata: ³Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: µPalingkan pandanganmu¶.´ (HR. Muslim) Demikian pula dengan pandangan.³Demi Allah. maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.

Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. meskipun menyebutkan aib seseorang. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin. Wallahul musta¶an (Allah-lah tempat meminta pertolongan). baik tentang biografi (riwayat hidup). meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Demikian pula . ataupun melalui surat. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah.³Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu µalaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut. lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. karakter.´ (Al-Ahzab: 32) Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya. karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma¶ruf (baik). Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing. sifat. Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya.

karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti¶ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: ³Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam maka beliau bersabda: ³Adapun Abu Jahm.´ Perkara ini diistilahkan dengan ta¶aruf. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid. Wallahu a¶lam. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus . Muslim) Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram.org . Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu¶awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm.sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya. sumber: myquran. yaitu melihat wanita yang hendak dilamar.´ (HR. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh. dapat menempuh cara yang sama. maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor. Adapun Mu¶awiyah. dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta.

supaya kamu mengingat kebesaran Allah. tapi maaf saya hanya mampu mengumpulkan sebanyak ini. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Perlu dicermati. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri. dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan. Silahkan ingatkan saya jika ada hadist yang lemah.. ³Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu. dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. silahkan dipertanyakan dan jangan disimpan. ³Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan. Yaa Siin (36) : 36). baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. . Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.´ (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49). 2. 4. 2007 by kartadikaria [Bhs Indonesia] Written by -r/KAssalamualaikum wr. ditulisan ini saya tidak menuliskan penjelasan-penjelasan dari Surat atau Hadist yang tercantum dibawah. Sesungguhnya masih banyak surat dan hadist lain.´ (QS. wb. An Nahl (16) : 72). An Nuur (24) : 32). Jadi barang siapa yang masih mempunyai unek-unek. Khusus untuk hadist.Kumpulan surat dan hadist pernikahan November 17. Dasar Pemikiran Pernikahan Dari Al Quran dan Al Hadits : 1. saya belum men-check kembali perawi dan muatan hadist. 3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya.

Wahai manusia. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. 9. lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya. mencegah dari yang munkar.Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. Al Ahzaab (33) : 36). lelaki dan perempuan. 11. At Taubah (9) : 71). Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hambahamba sahayamu yang perempuan. bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri. maka (nikahilah) seorang saja. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Janganlah kalian mendekati zina. kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain.. karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk´ (Al-Isra 32) . Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah . supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. mendirikan shalat. menunaikan zakat. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteriisteri dari jenismu sendiri. (Qs. (Qs. An Nuur (24) : 26). An Nisaa¶ (4) : 3). Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Ruum (30) : 21). 7. tiga. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma¶ruf. An Nisaa (4) : 1).Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua. 6. (Qs. dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya.(Qs. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. atau empat. 10.5.. Dan orang-orang yang beriman. 8. . Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur: ) 12. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu. Ar.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

³Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah. Muslim. Muslim) 7. ³Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanitawanita yang baik (pula)´ (An-Nur 26) 1. Baihaqi). maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan. dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah´ (HR. b. karena mata akan lebih terjaga.a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya´ (Al-A¶raf 189) 14. Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat. kemaluan akan lebih terpelihara. Abu Dawud). Dari Amr Ibnu As. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas¶ud). Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR.´ (HR. Tirmidzi. Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang. Ibnu Majah dan An Nasai). Ibnu Majah. 4. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang. 2. memakai wewangian. c. barangsiapa yang tidak suka. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: ³Nikah itu sunnahku. sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.´ (HR. dari Aisyah r. Ibnu Hibban dan Hakim) 8. bukan golonganku !´(HR.´ (HR. dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula). Tirmidzi). Budak yang menebus dirinya dari tuannya. 3. .(HR. Sabda Rasulullah SAW: ³Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah. 5. kemudian darinya Dia menciptakan istrinya. 6. 9. Dari Aisyah. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.). Hakim dan Abu Dawud).13. ³Nikahilah olehmu kaum wanita itu. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. bersiwak dan menikah(HR.

saling membuat keturunanlah kamu.10. Dari Anas. 14. Sesungguhnya. maka hendaklah dia menikah. 13. daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya´ (HR. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci. siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin.dhaif). Tirmidzi) Wahai para pemuda. Sesungguhnya. 12. Allah akan memperbaiki akhlak. adalah yang tidak menikah´ (HR. meluaskan rezeki. Saling menikahlah kamu. maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits). 11. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. 15. bersabda : ³Seburuk-buruk kalian. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. 20. adalah yang tidak menikah. daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)´ (HR. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah). dan sehina-hina mayat kalian. dan perbanyaklah (keturunan). Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya´ (HR. 16. Thabrani dan Baihaqi) 17. Abu Sa¶id) 18. memakai wewangian. Rasulullah SAW. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang. Abu Ya¡¦la dan Thabrani). apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang). Bukhari). Ibnu Majah. bersiwak dan menikah´ (HR. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Rasulullah SAW. daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang. (HR.Abdurrazak dan Baihaqi). Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah) 19. Dan barang siapa yang . ³Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik.

At-Turmidzi) 23. Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain´ (HR. meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama´ (HR. Ibnu Majah) 27. Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya´ (HR. Muslim dan Tirmidzi) . maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya. Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang.. saling membuat keturunanlah kamu. Siapa yang menikahinya karena kekayaan. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat. Sebab. mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Abdurrazak dan Baihaqi) 25. Saling menikahlah kamu. Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya. hartanya. kecuali wanita itu disertai mahramnya´ (HR. Thabrani) 26. kedudukan. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya´ (HR. maka pilihlah yang beragama´ (HR. maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak´ (HR. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. maka hendaklah dia berpuasa. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).belum mampu. Dari Jabir r. Sesungguhnya Nabi SAW. Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat. Allah akan menambahkan kerendahan padanya.R. seorang budak wanita yang shaleh. Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas´ (H. Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya. Allah hanya akan memberinya kemiskinan. Bukhori-Muslim) 21. Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya. dan perbanyaklah (keturunan). Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya. 22.a. sebab syaithan menemaninya. Abu Dawud) 24. dan kecantikannya .

. Jadi tentukan keputusan anda Wassalam. -r/K. telah jelas dan cukup referensi perintah menikah.Subhanallah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful