hadits tentang pernikahan

Juli 15, 2009 oleh muslimstory

³Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain´ (HR. Abdurrazak dan Baihaqi) ³Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah´ (HR. Bukhari) ³Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang´ (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani) ³Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya´ (HR. Abu Sa¶id) ³Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka´ (Al Hadits)

Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya? JAWAB : . bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam? 2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masingmasing? 3. hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain´ (Al Hadits) SOLUSI : PENGGANTI PACARAN HARAM ± BUDAYA JAHILIAH YG DILESTARIKAN KAFIR Juni 27. Oleh karena itu.³Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah. Apabila seorang muslim ingin menikah. berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. 2009 oleh muslimstory ADA PERTANYAAN 1.

Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan. dan Allah Subhanahu wa Ta¶ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya. dengan sabda beliau: . Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram). kemudian Allah Subhanahu wa Ta¶ala memerhatikan amalan kalian. karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita. dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri. dan umat Islam secara khusus. kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta¶ala). dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orangorang kafir negeri Barat dan lainnya. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Bukankah kehancuran Bani Israil ±bangsa yang terlaknat± berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: ³Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi µIsa bin Maryam.´ (HR.Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Muslim.´ (Al-Ma`idah: 79-78) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona). pergaulan bebas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. dari Abu Sa¶id Al-Khudri radhiyallahu µanhu) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita.

Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu) Asy-Syaikh Ibnu µUtsaimin rahimahullah berkata: ³Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek. sekalipun dalam pelaksanaan shalat. beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Bahkan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan seusai shalat. untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Ikhtilath. yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam berdiam sejenak. kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut: 1. dari Usamah bin Zaid radhiyallahu µanhuma) Maka. dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki .´ (HR.´ (Muttafaqun µalaih. jauh dari shaf kaum lelaki.³Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita. Begitu pula pada hari Ied. dan sejelekjeleknya adalah shaf terdepan. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir. pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu µanha dalam Shahih Al-Bukhari. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah. tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu µanhu dalam Shahih Muslim. Padahal Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath. padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya.

Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53: ³Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama.´ Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar¶i dengan menutup seluruh tubuhnya ±karena seluruh tubuh wanita adalah aurat± sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka. juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad. dan yang lainnya : ³Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian. .´ Allah Subhanahu wa Ta¶ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. hal.sehingga merupakan shaf terbaik. Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?´ (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath. 45) Subhanallah. Abu Dawud. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: ³Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam. dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta¶ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33.

hal. yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. instansi-instansi pemerintah dan swasta. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu) 2.´ (Muttafaq µalaih. ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat. dari Ibnu µAbbas radhiyallahu µanhuma) Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga.´ (Lihat Fatawa An-Nazhar. sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah.´ (Muttafaq µalaih. Padahal Rasululllah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita. sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu µanhuma: . Demikian pula. termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul. dari µUqbah bin µAmir radhiyallahu µanhu) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga bersabda: ³Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita. 11-10) Pada saat yang sama.sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil. baik lelaki maupun wanita. kecuali bersama mahram. sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. atau tempat-tempat yang lainnya.´ Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: ³Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ´ Maka Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: ³Mereka adalah kebinasaan. karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam terhadap para shahabat. Khalwat.

lidah(lisan) zinanya adalah berbicara. maka itulah zina kalbu. kedua mata zinanya adalah memandang. pasti dia akan melakukannya. 16 22) Padahal Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: ³Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu µUtsaimin.´ (HR.´ (Al-Isra`: 32) Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam juga bersabda: . Ahmad) 3. sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan. atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. kaki zinanya adalah melangkah.³Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. kedua telinga zinanya adalah mendengar. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu µanhu: ³Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina. sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan.´ Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . pada syarah hadits no. maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan. karena setan akan menyertai keduanya. tangan zinanya adalah memegang.

´ Adapun suara dan ucapan wanita.´ (HR. hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)«. pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan). Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. Allah Subhanahu wa Ta¶ala berfirman: . Demi Allah.´ Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu µanhuma.³Demi Allah. tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya). maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.Dan katakan pula kepada kaum mukminat. dan tidak boleh melembutkan suara. Muslim) Demikian pula dengan pandangan. hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) ±hingga firman-Nya. tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. melainkan beliau membai¶at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan). sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi.´ (HR. dia berkata: ³Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: µPalingkan pandanganmu¶. Aisyah radhiyallahu µanha berkata: ³Tidak. 226) Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30: ³Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma¶qil bin Yasar radhiyallahu µanhu. Demikian juga dengan isi pembicaraan.

Wallahul musta¶an (Allah-lah tempat meminta pertolongan). Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Demikian pula .´ (Al-Ahzab: 32) Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing. meskipun menyebutkan aib seseorang. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon. baik tentang biografi (riwayat hidup). ataupun melalui surat. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin. karakter. sifat. atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma¶ruf (baik). Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya.³Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu µalaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut.

Muslim) Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta.´ Perkara ini diistilahkan dengan ta¶aruf. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid. karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus . dapat menempuh cara yang sama. lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam maka beliau bersabda: ³Adapun Abu Jahm. maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu¶awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh. yaitu melihat wanita yang hendak dilamar.´ (HR. maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Wallahu a¶lam. Adapun Mu¶awiyah. sumber: myquran. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab.org . Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti¶ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: ³Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut.sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya.

Sesungguhnya masih banyak surat dan hadist lain. ³Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu. kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan.. ³Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan. 4. An Nuur (24) : 32). saya belum men-check kembali perawi dan muatan hadist. Dasar Pemikiran Pernikahan Dari Al Quran dan Al Hadits : 1. Khusus untuk hadist. . dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs.´ (QS. 2. supaya kamu mengingat kebesaran Allah.´ (QS. 2007 by kartadikaria [Bhs Indonesia] Written by -r/KAssalamualaikum wr. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. 3. tapi maaf saya hanya mampu mengumpulkan sebanyak ini.Kumpulan surat dan hadist pernikahan November 17. Silahkan ingatkan saya jika ada hadist yang lemah. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri. ditulisan ini saya tidak menuliskan penjelasan-penjelasan dari Surat atau Hadist yang tercantum dibawah. Adz Dzariyaat (51) : 49). ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. Yaa Siin (36) : 36). Perlu dicermati. An Nahl (16) : 72). dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. silahkan dipertanyakan dan jangan disimpan. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. wb. Jadi barang siapa yang masih mempunyai unek-unek.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma¶ruf. atau empat. mencegah dari yang munkar. Al Ahzaab (33) : 36). supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.5. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteriisteri dari jenismu sendiri. An Nisaa¶ (4) : 3). 10. maka (nikahilah) seorang saja. kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri. An Nuur (24) : 26).Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. lelaki dan perempuan. tiga. 11. sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Wahai manusia. menunaikan zakat. 7.Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. (Qs. Ar. . sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya.(Qs.. mendirikan shalat. 6. dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. An Nisaa (4) : 1). (An-Nuur: ) 12. Dan orang-orang yang beriman. 8. Ruum (30) : 21). dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hambahamba sahayamu yang perempuan. karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk´ (Al-Isra 32) . 9. lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya.. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. At Taubah (9) : 71). Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. (Qs. (Qs. Janganlah kalian mendekati zina. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah .

Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan.´ (HR. Muslim. ³Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. bukan golonganku !´(HR. Dari Amr Ibnu As. 5. Ibnu Majah. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.). barangsiapa yang tidak suka. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya´ (Al-A¶raf 189) 14. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas¶ud).(HR. dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah´ (HR.a.13. 4. Sabda Rasulullah SAW: ³Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah. Ibnu Hibban dan Hakim) 8. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanitawanita yang baik (pula)´ (An-Nur 26) 1. maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. kemudian darinya Dia menciptakan istrinya. 6. .´ (HR. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: ³Nikah itu sunnahku. kemaluan akan lebih terpelihara.´ (HR. sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Muslim) 7. ³Nikahilah olehmu kaum wanita itu. 3. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. bersiwak dan menikah(HR. Ibnu Majah dan An Nasai). karena mata akan lebih terjaga. Dari Aisyah. Tirmidzi). b. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Hakim dan Abu Dawud). c. Abu Dawud). ³Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah. 9. Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. Tirmidzi. dari Aisyah r. memakai wewangian. dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula). Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya. 2. Baihaqi).

Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah) 19. Abu Ya¡¦la dan Thabrani). ³Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik. Dan barang siapa yang . adalah yang tidak menikah´ (HR. maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. 11. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci. bersiwak dan menikah´ (HR. Allah akan memperbaiki akhlak. maka hendaklah dia menikah. daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)´ (HR. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang. 15. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. adalah yang tidak menikah.dhaif). daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya´ (HR. 20. dan perbanyaklah (keturunan). Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya´ (HR. meluaskan rezeki. Bukhari). Ibnu Majah. saling membuat keturunanlah kamu.Abdurrazak dan Baihaqi). Sesungguhnya. Abu Sa¶id) 18. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah). 14. Sesungguhnya. Saling menikahlah kamu. Dari Anas.10. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. 13. Thabrani dan Baihaqi) 17. memakai wewangian. dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits). apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang). maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. Tirmidzi) Wahai para pemuda. bersabda : ³Seburuk-buruk kalian. 12. siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin. 16. (HR. dan sehina-hina mayat kalian.

Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra). Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang. Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya. Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya´ (HR. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama´ (HR. Ibnu Majah) 27. Muslim dan Tirmidzi) .R. Allah akan menambahkan kerendahan padanya. sebab syaithan menemaninya.. Abdurrazak dan Baihaqi) 25. 22. Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya. Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya. kecuali wanita itu disertai mahramnya´ (HR. At-Turmidzi) 23. saling membuat keturunanlah kamu. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain´ (HR. Siapa yang menikahinya karena kekayaan. Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas´ (H. dan perbanyaklah (keturunan). Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya. hartanya. maka hendaklah dia berpuasa. Saling menikahlah kamu.a. Bukhori-Muslim) 21. Allah hanya akan memberinya kemiskinan. Thabrani) 26. Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat. kedudukan. maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat. maka pilihlah yang beragama´ (HR.belum mampu. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak´ (HR. mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. dan kecantikannya . maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya. Dari Jabir r. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya´ (HR. Sesungguhnya Nabi SAW. Abu Dawud) 24. Sebab. seorang budak wanita yang shaleh.

Jadi tentukan keputusan anda Wassalam. telah jelas dan cukup referensi perintah menikah. -r/K.Subhanallah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful