P. 1
Kebijakan Moneter dan Instrumen Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter dan Instrumen Kebijakan Moneter

|Views: 1,200|Likes:
Published by Pelangi Pitriyani

More info:

Published by: Pelangi Pitriyani on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

Kebijakan Moneter dan Instrumen Kebijakan Moneter

Paper ini diajukan sebagai tugas individu mata kuliah Makro Islam, mengkaji buku Makro Islami Bapak Adiwarman Karim

Dosen Pembimbing: Yuke Rahmawati, MA

Disusun oleh:

Pelangi Pitriyani
10904620017

PROGRAM STUDI MUAMALAT KONSENTRASI ASURANSI SYARIAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010

1

A. Melalui kebijakan moneter. menaikkan persyaratan cadangan minimum (reserve requirement). Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Agar ekonomi tumbih lebih cepat. kebijakan ini dilakukan oleh bank sentral. Akan tetapi. Kebijakan yang digunakan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dinamakan kebijakan moneter. atau bank sentral menurunkan persyaratan cadangan dari bank-bank atau menurunkan tingkat diskonto. sehingga dengan demikian akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. apabila ekonomi tumbuh terlalu cepat dan inflasi menjadi masalah yang semakin besar. Selain itu kebijakan moneter dapat pula berarti sebagai peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. menarik uang dari sistem perbankan. atau menaikkan tingkat diskonto (discount rate). pemerintah dapat mempertahankan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi untuk terus tumbuh sekaligus mengendalikan inflasi. maka bank sentral dapat melakukan operasi pasar terbuka (open market operations). pengendalian jumlah uang beredar perlu dilakukan untuk menciptakan stabilitas harga. 2 . Peran kebijakan moneter terhadap stabilitas harga sangat penting untuk menekan tingkat inflasi. Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang yang beredar. maka pemerintah menempuh kebijakan moneter ekspansif. Definisi dan Konsep Kebijakan Moneter Jumlah uang yang beredar tidak boleh terlalu berlebihan atau kurang. Sebaliknya jika jumlah uang yang beredar dikurangi. yang harus dibayar oleh bank jika hendak meminjam dari bank sentral. pertumbuhan ekonomi yang baik. pemerintah menepuh kebijakan kontraktif atau bisa pula dikenal sebagai kebijakn uang ketat. bank sentral bisa memberikan lebih banyak kredit kepada sistem perbankan melalui sistem operasi pasar terbuka.

kesenjangan output dan ekspektasi inflasi 3 .B. kita sebaiknya memahami terlebih dahulu proses yang terjadi di kebijakan moneter. Manajamen Moneter Konvensional Banyak orang yang menganggap kebijakan moneter tak ubahnya kotak hitam. ada dua paradigma dalam memahami mekanisme transmisi moneter. Dengan demikian. Asumsi yang digunakan dalam paradigma endogenous konvensional ini adalah: y Jumlah uang beredar adalah dependen (tergantung) terhadap tingkat suku bunga. hal ini dikarenakan ketidakteraturan variabel ekonomi yang menyebabkan sulitnya mengidentifikasi alur suatu kebijakan moneter untuk menapai tujuannya. Pada dasarnya. > Chart Paradigma Uang Pasif Instrumen moneter (suku bunga) dan suku bunga jangka pendek dan nilai tukar inflasi agregat demand. a. y Instrumen moneter dijadikan sasaran operasional bank bukanlah jumlah uang beredar melainkan suku bunga Sasaran pokok yang ingin dicapai oleh paradigma ini adalah tercapainya target inflasi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menggunakan sasaran suku bunga jangka pendek sebagai instrumen moneternya. Uang Pasif Paradigma uang pasif percaya bahwa kesenjangan output merupakan kausal utama dalam mekanisme transmisi. uang adalah variabel endogen. kesenjangan output dan ekspektasi inflasi. Dalam paradigma ini suku bunga jangka pendek dan nilai tukar dijadikan sebagai sasaran antara (intermediate objective) yang pada gilirannya akan mempengaruhi perkembangan besaran permintaan. yakni paradigma uang pasif dan paradigma uang aktif. Manajamen Moneter Konvensional dan Islam 1. Dalam paradigma uang pasif ini uang dinyatakan dengan variabel endogen dimana otoritas moneter tidak mempunyai kemampuan secara penuh untuk mengatur jumlah uang beredar.

tidak ada 4 . Penghapusan suku bunga dan adanya kewajiban pembayaran pajak atas biaya produktif yang mengganggur dalam manajemen moneter Islam akan menghilangkan insentif orang untuk memegang uang yang menganggur (idle fund) sehingga mendorong orang untuk melakukan:    Qard (meminjamkan harta kepada orang lain) Penjualan muajjal Mudharabah Para pemilik dana akan menginvestasikan dananya pada kegiatan yang memberikan keuntungan aktual terbesar (actual return). suku bunga dianggap sebagai variabel biasa terjadi dalam mekanisme transmisi moneter. Sasaran pokok yang ingin dicapai dari kebijakan dengan paradigma ini adalah terkendalinya tingkat inflasi dengan menggunkan besaran moneter (jumlah uang beredar) sebagai sasaran operasional. Chart Paradigma Uang Aktif Instrumen moneter (besaran jumlah uang beredar) target antara target inflasi inflasi target operasional C. setiap instrumen yang akan mengarahkan kepada instabilitas dan pengalokasian sumber data yang tidak produktif akan ditinggalkan.b. Dalam paradigam ini. Manajemen Moneter Islam Dasar pemikiran dari manajemen moneter dalam konsep islam adalah terciptanya stabilitas permintaan uang dan mengarahkan permintaan uang tersebut kepada tujuan yang penting dan produktif. jadi semakin tinggi permintaan uang untuk investasi di sektor riil atau kebutuhan akan persediaan dana untuk investasi semakin besar. Jadi. maka tingkat keuntungan harapan yang akan diberikan akan relatif meniurun. Sehingga. Karena besarnya tingkat actual return ini tidak berfluktuasi seperti halnya suku bunga maka akan menjadikan permintaan uang akan lebih stabil. Penggunaan bunga sebagai opportunity cost tidak akan memberikan jaminan terhadap penggunaan dana yang tersedia. Paradigma uang aktif dalam teori konvensioanla menganggap bahwa uang sebagai variabel exogen yang bentuk kurva penawarannya bersifat inelastis sempurna. Uang Aktif Paradigma uang aktif percaya bahwa likuiditas merupakan penyebab utama dalam mekanisme transmisi moneter.

Karena profit sharing ratio dibagi berdasarkan pendapatan aktual yang doterima oleh peminjam dana. Strategi dasar dalam manajemen moneter Islam menurut mazhab kedua (mazhab mainstrean) adalah: a. Sedangkan Md merupakan fungsi dari Permintaan Agregatif (AD). ketika ada penurunan actual return dari investasi sektor riil. b. Dengan kata lain. hal ini bertujuan untuk mendorong pemilik modal untuk menginvestasikan sejumlah kekayaan pada sektor riil yang produktif. Besarnya profit sharing ratio tidak berfluktuatif seperti halnya suku bunga maka dunia usaha akan relatif stabil. Bahwa penentuan besarnya Ms yang merupakan refleksi dari Md ditentukan melalui shuratic process (proses musyawarah) yang melibatkan para pelaku ekonomi di sektor riil. Dan apabila itu terjadi kebijakan yang akan ditempuh pemerintah adalah meningkat biaya atas aset atau dana yang tidak digunkan (dues of idle fund). Bahwa penawaran uang (Ms) mengikuti besarnya permintaan uang (Md). Ms juga merupakan fungsi dari Permintaan Agregatif (AD). c. b. 5 . Tidak adanya suku bunga sebagai biaya dari modal (cost of capital) dan dikenakannya pajak bagi aset produktif yang dibiarkan menganggur atau tidak digunakan (dues on idle fund).mekanisme kontrol dari suku bunga dalam mengalokasikan untuk apa dana pinjaman tersebut digunakan. Adanya mekanisme sistem bagi hasil dalam transaksi syirkah akan memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk secara bersama-sama ikut serta dalam kegiatan ekonomi. dan bukan berdasarkan pendapatan ekspektasi seperti pada bunga. maka hal ini akan direspon oleh para pemegang dana untuk mengurangi investasinya dan cendrung lebih senang memegang uang kas riil. Dalam strategi moneter Islam. Akibatnya mereka akan menginvestasikan uangnya dan menurunkan permintaan uang kas rii. atau dengan kata lain keseimbangan Ms=Md selalu terjaga. yaitu: a. Terciptanya kepastian berusaha yang didukung dengan tidak adanya suku bunga yang dientukan di muka dalam transaksi pinjam-meminjam dengan perhitungan keuntungan dan risiko bagi hasil (profit sharing ratio). yang pada akhirnya terjadi pemerataan kesempatan kerja dan distribusi pendapatan dapat tercapai. Kebijakan ini akan memposisiskan pemilik dana menanggung sejumlah biaya dari pengangguran uang. Strategi dasar dalam manajemen moneter Islam menurut mazhab ketiga.

c. Kemampuan Bank Sentral untuk mengendalikan jumlah uang maksimum suku bunga yang dapt dibayarkan terhadap jumlah simpanan tertentu kepada bank-bank dan menentukan proporsi saham yang dapat dibeli melalui kredit. Shuratic process akan efektif bila masyarakat mempunyai pengetahuan merata (include knowledge). 6 . yaitu: a. arus kredit dan perkembangan sektor finansial pada sebuah perekonomian. a. d. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. D. maka pemerintah menjual surat-surat berharga (open market selling). Himbauan moral (moral suasion) yang mempengaruhi tindak-tanduk para bankir dan manajer senior institusi-institusi finansial dalam kegiatan operasional keseharian bisnisnya agar searah dengan kepentingan publik/pemerintah. sehingga jumlah uang yang beredar berkurang. serta melalui pengaruhnya terhadap tingkat suku bunga. Open Market Operation Definisi open market operation (OMO) atau operasi pasar terbuka adalah pembelian dan penjualan surat-surat berharga milik pemerintah (goverment securities) yang dilakukan oleh Bank Sentral. Dengan demikian uang yang ada dalammasyarakat mengalir ke otoritas moneter. Otoritas moneter. Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar. output. c. walaupun secara tak langsung terhadap arah tingkat bunga. maka emerintah mengambil kembali surat-surat berharga terseut (open market buying). atau Bank Sentral. Ketentuan cadangan minimum (reserve requirement) atau RR yang mempengaruhi jumlah kewajiban minimum dana pihak ketiga yang harus disimpan (tidak boleh disalurkan sebagai kredit) oleh bank. Tingkat diskonto (discount rate) atau fasilitas diskonto yang mempengaruhi biaya uang. Bank Indonesia mengembangkan instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen. melakukan hal tersebut melalui kemampuannya dalam mengendalikan peanwaran uang dan kredit bank. Instrumen Moneter Konvensional dan Islam 1. b. dan nilai tukaruang suatu negara. Instrumen Moneter Konvensional Suatu otoritas moneter mempunyai pengaruh yang penting. Operasi pasar terbuka (open market operation) atau OMO yang mempengaruhi jumlah uang beredar. Ada empat instrumen Bank sentral untuk mengimplementasikan kebijakannya.

bagi pembeli tidak ada kewajiban menjualnya kembali kepada Bank Sentral. sebaliknya penurunan pembelian obligasi akan menyebabkan turunnya harga obligasi tersebut. pemerintah menjual SBI dan atau SBPU. Para ekonom dan analis moneter yang bekerja di Bank Sentral akan mengamati. Di Indonesia. operasi pasar terbuka terdiri dari dua jenis transaksi yaitu: a) Pembelian dan penjualan lengkap dimana jika Bank Sentral menjual sekuritas. sehingga jumlah uang beredar berkurang. maka tidak ada kewajiban bagi Bank Sentral membelinya kembali. 2. Terdapat suatu efek yang dinamakan ´announcement effectµ dari kegiatan operasi pasar terbuka yang dilakukan oleh Bank Sentral. maka akan terjadi perubahan dari hasil yield dari obligasi tersebut.sehingga saat ini dikenal Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) repo. Peningkatan pembelian obligasi akan mengakibatkan peningkatan harga obligasi yang akan mengakibatkan sejumlah penurunan dari hasil obligasi tersebut. tingkat inflasi. Perubahahn perkiraan (expectation) dari keseluruhan perekonomian. Pada saat bank sentral melakukan kegiatan jual beli sekuritas pemerintah tersebut. perekonomian akan terpengaruh tiga hal yaitu: 1. menelaah dan kemudian membuat suatu prediksi tetntang bagaiman pengaruh dari operasi pasar terbuka yang akan terjadi terhadap variabel-variabel ekonomi seperti tingkat suku bunga. Melalui pembelian tersebut pemerintah mengeluarkan uang sehingga menambah jumlah uang yang beredar. Perubahan harga dan hasil (yield) dari sekuritas apabila terjadi perubahan harga obligasi. Perubahan jumlah giro cadangan (reserve) institusi finansial. Melalui penjualan SBI dan SBPU uang yang ada dalam masyarakat ditarik. operasi pasar terbuka dilakukan dengan menjual atau membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Kemudian jika jumlah uang yang berdar perlu ditambah. Dalam pelaksanaannya. Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar. b) Pembelian dibawah perjanjian pembelian kembali (REPO) dan penjualan yang sesuai di bawah perjanjian kembali (reserve REPO atau matched 7 . 3. Begitu juga sebaliknya. maka SBI dan SBPU yang telah dijual dibeli kembali. dan juga pada kehidupan keseharian mereka sendiri.

Reserve Requirement Ketentuan Cadangan Minimum (Reserve Requirement) atau RR yang biasanya ditetapkan berdasarkan suatu undang-undang perbankan yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. bank sentral membeli sekuritas dari dealer dan dealer sepakat untuk membeli kembali sekuritas tersebut dengan haraga dan waktu tertentu. Jika bank sentral mampu dan bersedia untuk menyediakan kredit dengan tingkay sukku bunga tertentu dan dalam jumlah berapapun. RR 8 . Fasilitas diskonto ini juga membuat bank-bank yang kesulitan dapat memenuhi kekurangan cadangan musimannya tanpa harus mengurangi portofolio peminjaman atau melakukan penyesuaian-penyesuaian lainnya. kredit musiman dan kredit perpanjangan. Walaupun demikian. b. Dapat dikatakn bahwa transaksi tersebut adalah pinjaman kepada dealer dan tingkat suku bunga ditentukan melalui pelelangan di antara dealer. Ketersediaan ini membebaskan bank-bank untuk memegang portofolio aset likuid yang mudah dijual untuk memenuhi kebutuhan pinjaman musiman.transaction). Pinjaman tersebut berupa direct advance atau over-draft yang disekuritisasi dengan aset-aset tertentu (sekuritas pemerintah) pada saat sekarang. c. Biaya pinjaman itulah yang disebut discount rate atau fasilitas diskonto. yaitu kredit penyesuaian. Peraturan RR dirancang untuk menjamin pemilik uang atau nasabah penyimpanan uangnya di bank akan mendapatkan uangnya jika ia menarik simpanannya (deposit). maka dapat dikatakan bahwa dengan instrumen tigkat diskonto ini bank sentral dapat mengendalikan tingkat bunga jangka pendek secara langsung. Discount Rate Instrumen ini berkaitan dengan fasilitas yang dimiliki oleh bank-bank untuk meminjam uang secra langsung kepada bank sentral. tidak semua dana simpanan tersebut dicadangkan karena bagi bank sendiri sebenarnya RR ini merugikan karena idle cash yang diatur RR tersebut tidak menghasilkan pendapatan bagi bank. Kredit yang diberikan bank sentral terdiri dari tiga kategori. Akibatnya bank-bank tersebut dpat menggunakan bagian yang lebih besar dana yang dapat diserapnya dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan danan kredit oleh masyarakat dalam basis tahunan. Dalam hal ini.

Uji kepatutan dan kelayakan yang ditujukan kepada orang-orang yang akan menduduki posisi penting di lembaga keuangan di mana orang-orang tersebut harus lulus tes sebelum menduduki jabatan tersebut. 2. Seperti pada saat inflasi. Moral Suasion Bank sentral menggunakan kekuatan himbauan moral untuk mendorong institusi finansial agar cendrung berpihak kepada kepentingan publik. Operasi pasar terbuka melalui jual beli Sertifikat Bank Indonesai (SBI) di pasar uang. Sistem pengawasan perbankan yang memakai sistem forward looking risk-based supervision yang mengacu kepada standar internasional. diantaranya: 1. Plafon kredit untuk sektor-sektor prioritas tertentu seperti sektor usaha kecil dan menegah di daerah pedesaan. 9 . Dibanyak negara ketentuan RR ini oleh bank sentralnya diharuskan agar dihitung dalam jangka waktu mingguan dan menjadi kewajiaban bagi bank-bank untuk memenuhinya. d. Penawaran Reserve Requirement atau cadangan minimum pada bank baik bank konvensional maupun bank syariah. 4. mempunyai beberapa instrumen. e. 6. Rasio Kecukupan atau Capital Adequency Ratio (CAR) yang ditentukan oleh Bank Indonesia (sebesar 8% pada saatr ini). bank sentral dapat menyarankan pada institusi-institusi finansial agar mengurangi pemberian pinjaman (kredit) yang sekaligus juga bersifat mendinginkan perekonomian yang sedang panas.berubah-ubah besaran persentasenya untuk mengakomodasi dan memfasilitasi peraturan moneter yang berlaku serta untuk mencapai tujuan atau sasaran bank sentral. Bank sentral biasanya menggunakan himbauan moral untuk meyakinkan para bankir dan manajer senior institusi-institusi finansial agar lebih memperhatikan kepentingan jangka panjang daripada kepentingan jangka pendek institusinya. 3. BPMK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) yang ditujukan untuk membatasi pemberian kredit kepada individu atau kelompok usaha sendiri. 5. 7. Aplikasi Instrumen Moneter Konvensioanal di Indonesia Bank Indonesia sebagai bank sentral dan pemegang otoritas moneter di Indonesia.

Peningkatan dues of idle fund akan mengalihkan permintaan uang yang sedianya ditujukan untuk penimbunan uang/aset yang produktif kepada tujuan uang yang akan meningkatkan produktivitas uang tersebut di sektor riil sehingga investasi meningkat. karena kredit hanya digunkan di antara pedagang saja serta peraturan pemerintah tentang surat pinjaman dan instrumen negosiasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan sistem kredit dapat menciptakan uang. c. Jadi tidak ada alasan yang memadai untuk melakukan perubahan-perubahan dalam penawaran uang (Ms). tabungan dan investasi telah menciptakan instrumen otomatis untuk pelaksanaan kebijakn moneter. Instrumen Moneter Islam a. Mazhab Pertama (Iqtishaduna) Menurut mazhab iqtishaduna tidak diperlukan suatu kebijakan moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan minimnya penggunaan uang. Peningkatan investasi berdampak kepada peningkatan Permintaan Agregat. Jadi keputusankeputusan kebijakn moneter yang dituang dalam bentuk instrumen moneter biasanya adalah harmonisasi dengan kebijakn-kebijakan di sektor riil. b. Mazhab Kedua (mainstream) Instrumen yang digunakan mazhab kedua untuk mempengaruhi Permintaan Agregat adalah dengan dikenakannya biaya atau pajak atas dana atau aset produktif yang menganggur (dues of idle fund). 10 .2. Kebijakn di sektor moneter adalah derivasi dari sektor riil dan harmonisasi dengan sektor riil. Secara manajemen moneter Islam yang dianjurkan oleh mazhab ketig aini adalah besarnya jumlah penawaran uang mengikuti permintaan uang dari masyarakat. Mazhab Ketiga (Alternatif) Sistem kebijakan moneter yang dianjurkan oleh mazhab alternatif adalah syuratiq process yaitu dimana suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor riil. Hal ini agar tidak ada kesenjangna antara sektor riil dan sektor moneter. sehingga keseimbangan umum yang baru akan berada pada tingkat pendapatan nasional yang lebih tinggi. Masyarakat diarahkan untuk mengalokasikan dananya kepada sektor produktif agar dapat memicu pertumbuhan ekonomi semakin tinggi. Selain itu kredit tidak mempunyai peran dalam penciptaan uang. Sisitem yang diterapkan oleh pemerintah yang berhubungan dengan konsumsi.

SWBI ini juga dapat digunakan oleh bank-bank syariah yang mempunyai kelebihan likuiditas sebgai saran penitipan dana jangka pendek. diantaranya: 1. sehingga mereka dapat saling mengadakan perjanjian antar bank syariah. Serufikat Wadiah Bank Indonesia ² SWBI (sekarang menjadi Sertifikat Bank Indonesia Syariah ² SBIS). 2. 4. mempunyai beberapa instrumen moneter Islam. SWBI adalah instrumen yang sesuai dengan syariah Islam yang digunkan dalam OMO. 11 . Pasar Uang Antae Bank Syariah (PUAS). Giro Wajib Minimum. Dalam pelaksanaanya GWM adalah 5% dari pihak ketiga yang berbentuk rupiah dan 3% yang berbentuk mata uang asing. Sebagai fasilitas bagi bank syariah yang membutuhkan dana di pasar uang.d. Sertifikat IMA adalah suatu instrumen yang digunkan oleh bank-bank sayriah yang berkelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan dan di lain pihak sebagai sarasa penyedia dana jangka pendek bagi bank-bank syariah yang kekurangan dana. 3. Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah (Sertifikat IMA). Aplikasi Instrumen Moneter Islam di Indonesia Bank Indonesia sebagai bank sentral dan pemegang otoritas moneter di Indonesia. Selain itu.

KESIMPULAN Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar. ketentuan cadangan minimum (reserve requirement) atau RR yang mempengaruhi jumlah kewajiban minimum dana pihak ketiga yang harus disimpan (tidak boleh disalurkan sebagai kredit) oleh bank. tingkat diskonto (discount rate) atau fasilitas diskonto yang mempengaruhi biaya uang. yaitu mazhab iqtishaduna dimana tidak diperlukan suatu kebijakan moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan minimnya penggunaan uang. himbauan moral (moral suasion) yang mempengaruhi tindak-tanduk para bankir dan manajer senior institusi-institusi finansial dalam kegiatan operasional keseharian bisnisnya agar searah dengan kepentingan publik/pemerintah. yaitu Operasi pasar terbuka (open market operation) atau OMO yang mempengaruhi jumlah uang beredar. 12 . Dalam kebijakan moneter konvensional. Sedangkan dalam kebijakan moneter Islam ada 3 instrumen. untuk mngimplementasikan kebijakan moneter bank sentral memiliki empat instrumen. dan mazhab alternatif yang dianjurkan oleh mazhab alternatif adalah syuratiq process yaitu dimana suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor riil. pemerintah dapat mempertahankan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi untuk terus tumbuh sekaligus mengendalikan inflasi. mazhab mainstream dimana untuk mempengaruhi Permintaan Agregat adalah dengan dikenakannya biaya atau pajak atas dana atau aset produktif yang menganggur (dues of idle fund). Melalui kebijakan moneter.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->