P. 1
MANAJEMEN LOGISTIK DI RUMAH SAKIT romzi

MANAJEMEN LOGISTIK DI RUMAH SAKIT romzi

|Views: 3,935|Likes:
Published by Romzi Hanif

More info:

Published by: Romzi Hanif on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN LOGISTIK DI RUMAH SAKIT PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL 1.

PENGERTIAN MANAJEMEN LOGISTIK Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Logistik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan materi atau alat-alat. Lebih lanjut, logistik diartikan bagian dari instansi yang bertugas menyediakan bahan atau barang yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional suatu instasi dalam jumlah, kualitas dan pada waktu yang tepat (sesuai kebutuhan) dengan harga serendah mungkin (Adiatama, 2002). Dalam menjalankan suatu perusahaan atau organisasi tidak dapat melepaskan peran logistik. Dua alasan utama mengapa logistik diperlukan dalam menjalankan usaha : 1. Barang dan jasa sangat dibutuhkan oleh unit-unit operasional untuk mendukung kegiatan operasionalnya, yang dapat diwujudkan melalui kegiatan logistik.
2. Logistik memberikan multiplier effect bagi efisiensi dan efektivitas dalam rangka

pencapaian tujuan perusahaan. Kegiatan logistik mempengaruhi efesiensi kegiatan unit tertentu dalam lembaga usaha dan efesiensi perusahaan dan akhirnya akan menentukan sejauh mana kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan bagi pengembangan usaha dan kemakmuran pemilik perusahaan. Demikian pula suatu

Batasan pengertian dan ruang lingkup kegiatan manajemen logistik dapat dirinci sebagai berikut: 1. pendistribusian. dan pengawasan 2. sediaan. logistik adalah bagian dari kegiatan pengadaan yang terkait dengan fungsi pengendalian. Secara singkat. penggudangan. transportasi. peralatan. Terdapat lima komponen penting dalam membetuk sistem logistik yaitu struktur lokal fasilitas. dan penghapusan 3. Mangemen logistik dapat didefinisikan sebagai Planning . transportasi. perbekalan. persediaan (inventory). 2. Objek: logistik. Tujuan pengamanan: agar persediaan tidak terganggu oleh kerusakan. material. pendistribusian. pemeliharaan. Konsep logistik terpadu terdiri dari 2 usaha yang berkaitan satu sama lainnya : . baik yang dipergunakan untuk kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang/administrasi) Kegiatan logistik sangat penting dalam menunjang kegiatan pengadaan barang atau jasa dan pihak perusahaan atau organisasi tidak mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki.kegiatan logistik akan memicu munculnya kegiatan lain seperti transportasi. perlengkapan. pencurian dan penyusutan yang tidak wajar lainnya. pemeliharaan dan penghapusan barang dan jasa untuk mendukung kegiatan fungsi-fungsi utama dalam pencapaian tujuan organisasi. penggunaan. Leading. Staffing. pencatatan. Kegiatan operasional: pengadaan. dan Controlling dalam kegiatan yang terkait dengan pengadaan. Kegiatan manajerial: perencanaan. Definisi manajemen logistik beragam menurut berbagai kepustakaan. penjaminan dan pengendalian mutu. komunikasi dan penanganan serta penyimpanan. Tujuan keuangan: dapat melaksanakan tujuan operasional dengan biaya serendahrendahnya 3. pengorganisasian. sarana prasarana (segala sesuatu/benda yang berwujud dan dapat diperlukan secara fisik. penggudangan.Organizing. yaitu: 1. secara umum kegitan logistik memiliki tujuan. Agar dapat terselenggara dengan baik dan dapat berjalan dengan efektif dan efisien maka logistik harus dikelola dengan baik melalui managemen logistik. Tujuan operasional: agar tersedia barang serta bahan dala jumlah yang tepat dan mutu yang memadai. penggunaan tanpa hak. pengudangan komputerisasi. barang. pemborosan.

yaitu skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperhatikan pengarahan dan pembatasan yang berlaku.koordinasi dapat dibagi ke dalam 4 bidang manajerial : peramalan (forecasting) pasar produk. Fungsi pemeliharaan . fungsi penyimpanan dan penyaluran. Operasional logistik. terkait dengan manajemen pemindahan dan penyimpanan material dan produk jadi perusahaan yang berawal dari pengangkutan pertama material atau komponen-komponen dari sumber perolehannya dan berakhir pada penyerahan produk yang dibuat atau diolah itu kepada pelanggan 2. perencanan operasi dan procurement atau perencanaan kebutuhan material. 1. 2. penentuan kebutuhan merupakan perincian dari fungsi perencanaan. 4. pengukuran penyelenggaraan bidang logistik.1. fungsi pemeliharaan. 3. Fungsi dari koordinasi logistik ini adalah memastikan seluruh pergerakan dan penyimpanan diselesaikan seefektif dan seefisien mungkin. Fungsi Manajemen Logistik Rumah Sakit Fungsi-fungsi manajemen logistik merupakan suatu proses yang terdiri dari: fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan. Fungsi pengadaan Fungsi ini merupakan usaha dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam fungsi perencanaan dan penentuan kepada instansiinstansi pelaksana. 2. penyimpanan dan penyaluran perlengkapan yang telah diadakan melalui fungsi-fungsi terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada instansi-instansi pelaksana. fungsi pengadaan. Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan Fungsi perencanaan mencakup aktivitas dalam menentukan sasaran-sasaran. Fungsi penyimpanan dan penyaluran Fungsi ini merupakan penerimaan. Koodinasi logistik. pedoman. pengolahan pesanan. 5. Fungsi penganggaran Fungsi ini merupakan usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala standar. fungsi penganggaran. terkait dengan identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rencana untuk memadukan seluruh operasi logistik. fungsi pengendaliaan.

PERAN LOGISTIK RUMAH SAKIT Rumah sakit merupakan suatu usaha yang melakukan produksi jasa sehingga logistik dalam rumah sakit bukan manajemen pendistribusian barang jadi tetapi hanya menyangkut manajemen persediaan bahan barang serta peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi jasa tersebut. Menurut bidang pemanfaatannya. 7. pendistribusian serta pemantauan persediaan barang (stock. Fungsi penghapusan Berupa kegiatan dan usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban yang berlaku. Logistik Food and Beverages. penyimpanan.Adalah usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis. fungsi penghapusan adalah usaha untuk menghapus kekayaan karena kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi. Sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen logistik dalam lingkungan rumah sakit adalah suatu proses pengolahan secara strategis terhadap pengadaan. logistik alat kesehatan. 3. logistic peralatan medis dan non-medis. 6. material. Logistik Obat a. Logistik dalam rumah sakit bermula dari perolehan (procurement) dan berakhir dengan sokongan penuh dari usaha-usaha pembedahan dan pengobatan. . Meliputi aktivitas logistik yang terkait dengan obat-obatan yang digunakan dalam proses pelayanan kesehatan di rumahsakit. daya guna dan daya hasil barang inventaris. Fungsi pengendalian Fungsi ini merupakan fungsi inti dari pengelolaan perlengkapan yang meliputi kegiatan untuk memastikan bahwa suatu proses produksi atau pelayanan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. logistic barang-barang kuasi. barang dan bahan yang harus disediakan di rumah sakit dapat dikelompokkan menjadi: logistik obat. hilang. logitik habis pakai. logistic sarana dan prasarana gedung. Lingkup kegiatan logistik dalam rumah sakit meliputi: 1. kelebihan. supplies. susut dan karena hal-hal lain menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. logistic linen. dinyatakan sudah tua dari segi ekonomis maupun teknis. inventory dll) yang diperlukan bagi produksi jasa rumah sakit. Dengan kata lain.

b. b. Berbagai pihak terlibat dalam logistik obat di rumah sakit. 5. baik untuk pasien atau untuk karyawan rumah sakit. Obat merupakan salah satu komponen utama pendapatan rumah sakit. . 2. Adalah kegiatan logistik yang terkait dengan pelayanan gizi. Adalah kegiatan logistik yang terkait dengan alat-alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. b. 6. Logistik peralatan medis dan non-medis a.b. Problem yang sering muncul adalah barang hilang atau berkurang dan mutu proses yang bervariasi. 4. Problem yang sering terjadi adalah sediaan barang-barang kuasi yang terlalu banyak. sehingga mengakibatkan Alkes yang disimpan berlebihan. Tantangan dalam melaksanakan logistik obat di rumah sakit secara baik tergolong tinggi. Logistik barang-barang kuasi a. 3. b. Adalah kegiatan logistic yang terkait dengan barang-barang kelengkapan administrasi rumah sakit. Logistik bahan habis pakai a. Logistik Food and Beverages a. Logistik alat kesehatan a. Adalah kegiatan logistik yang terkait dengan bahan-bahan yang dikategorikan sebagai bahan habis pakai. Problem utama yang sering terjadi adalah inventory managemen yang kurang baik. Problem yang sering dihadapi adalah sediaan bahan habis pakai yang berlebihan. Adalah kegiatan logistik yang terkait dengan peralatan medis dan non-medis yang digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan. c.

Biaya logistik berhubungan langsung dengan kebijakan prestasi. Makin tinggi biaya logistik yang dikeluarkan. Problem yang sering muncul: Pembangunan sarana dan prasarana yang tidak efisien Pemeliharaan sarana dan prasarana yang tidak sesuai standar yang ditetapkan. b. 8. Problem yang sering dihadapi adalah penyimpanan alat-alat dan persediaan suku-cadang. Nilai sarana dan prasarana gedung rumah sakit dapat mencapai sekitar 40% dari nilai aset total rumah sakit. Mutu pelayanan logistik dapat dinilai dari 2 hal yaitu prestasi yang dicapai dan biaya yang dikeluarkan. Logistik linen a. Adalah kegiatan logistik yang terkait dengan sarana dan prasarana gedung rumah sakit. 7. konsistensi. dan mutu dari usaha. makin tinggi prestasinya. Kunci untuk mencapai prestasi logistik yang efektif adalah mengembangkan usaha yang seimbang antara prestasi pelayanan yang diberikan dengan biaya yang dikeluarkan. Problem yang dihadapi adalah sediaan yang berlebihan dan proses yang bervariasi. Penilaian atas prestasi yang dicapai dapat berupa penyediaan barang. Logistik sarana dan prasarana gedung a. . c. kemampuan waktu pengantaran. b.b. Adalah kegiatan logistik yang terkait dengan bahan-bahan kelompok linen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->