Dampak Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan

3.2 Menganalisis Dampak Penyelenggaraan Pemeritah Yang Tidak Transparan
Indikator : Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan - Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan. - Dampak Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan.

Kelompok VII : - Aris Ardianto - Ilham Rosadi - Marina Theresia - Tonny Wicakshana - ViallyKelas XI ± IPS 2

SMA Negeri 33 Jakarta
Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan. Informasi merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di dunia saat ini, terlebih jika kita tinggal dalam suatu negara demokrasi yang mengenal adanya pengakuan terhadap kebebasan dalam memperoleh informasi bagi rakyatnya. Tertutupnya kebebasan dalam memperoleh informasi dapat berdampak pada banyak hal seperti rendahnya tingkat pengetahuan dan wawasan warga negara yang pada akhirnya juga berdampak pada rendahnya kualitas hidup suatu bangsa. Sementara itu dari segi penyelenggaraan pemerintahan, tidak adanya informasi yang dapat diakses oleh publik dapat berakibat pada lahirnya pemerintahan yang otoriter dan tidak demokratis. Pada dasarnya, pemerintahan di negara-negara demokrasi telah menyadari bahwa terciptanya keterbukaan dalam memperoleh informasi bagi publik dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan hukum di negaranya. Keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan juga merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam melaksanakan prinsip-prinsip good governance dan demokratisasi pemerintahan, di mana salah satu butir di antara butir-butir good governance adalah adanya keterbukaan pemerintah (transparency) kepada masyarakat. Keterbukaan akses informasi bagi publik di sisi lain juga dapat menjadi salah satu alat penunjang kontrol masyarakat atas kinerja pemerintah ataupun unit-unit kerjanya. Dalam konteks bidang keamanan dan pertahanan, setiap negara demokrasi juga membuka ruang-ruang tersedianya informasi yang dapat diakses masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar hak-hak warga negara tetap terjaga dan tidak terenggut. Di samping itu, adanya keterbukaan memperoleh informasi juga dapat menjadikan aktor pertahanan menjadi lebih profesional selalu bertindak dengan berdasarkan hukum.

sebuah negara demokrasi yang lahir dari kedaulatan rakyat sehingga kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Oleh karena itu. pemerintah Orde Baru juga telah menafsirkan sifat kerahasiaan negara demi kepentingan dan keberlangsungan kekuasaannya sehingga mengakibatkan banyak pihak yang menjadi khawatir dengan setiap tindakan dan ucapan mereka karena selalu diintai. pada dasarnya juga menyeret aktor pertahanan dan keamanan pada posisi yang tidak profesional sehingga ketika kita berbicara mengenai rahasia negara dan kebebasan memperoleh informasi. keterbukaan untuk memperoleh informasi sangat dibatasi pemerintah. Indonesia juga tentunya harus tetap memandang bahwa kebebasan memperoleh informasi bagi publik merupakan suatu hal yang pada dasarnya harus tetap dijaga. Dengan alasan kerahasiaan. pemerintah wajib bersikap transparan kepada rakyatnya. tidak akan terlepas pula dari proses reformasi di bidang pertahanan dan keamanan. pemerintahan pun pada akhirnya menjadi pemerintahan yang otoriter sehingga sangat wajar apabila berbagai kalangan berpendapat bahwa pada masa Orde Baru banyak sekali terjadi kasus penculikan aktivis yang sangat vokal mengkritisi kebijakan pemerintah. beberapa media yang sangat kritis dan lugas dalam menyajikan informasi dengan sangat mudah dibekukan pemerintah. Hal ini tentunya dimaksudkan agar tidak terjadi gejolak perlawanan di dalam masyarakat. pemerintah Orde Baru banyak mengotrol berbagai informasi yang akan keluar dan diterima masyarakat sehingga sangat wajar apabila informasi yang akan disajikan media harus melewati pengawasan yang ketat. Dengan mengatasnamakan keamanan dan rahasia negara. Adapun terkait beberapa hal yang sifatnya "rahasia" di mana di dalamnya terdapat hal-hal yang sensitif terutama menyangkut persoalan kedaulatan negara haruslah dapat didefinisikan dengan jelas dan tetap mengacu pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Selama masa pemerintahan Orde Baru. Negara Indonesia yang ingin mensejahterakan seluruh rakyat perlu mengimplementasikan formulasi pembentukan negara dalam kosepnya yang terkenal Kontrak Sosial (Du Contract social ou principes du droit politique) yang dibuat pada tahun 1762 oleh Jean Jacques Rousseau (1712-1778). . pada saat ini. dan keterbukaan pemerintah terhadap masyarakat menjadi salah satu tuntutan dalam agenda perjuangan reformasi. Keterbukaan pemerintah kepada masyarakat merupakan suatu hal yang memang sudah selayaknya dilakukan sejak dahulu sebab Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Kesepakatan yang penting harus dipenuhi adalah tentang hak dan kewajiban.Sebagai sebuah negara yang demokratis. Sifat rahasia negara yang ditafsirkan dan diimplementasikan oleh pemerintahan Orde Baru untuk menghalang-halangi kebebasan memperoleh informasi. Jatuhnya tampuk kekuasaan Orde Baru telah membuka harapan bagi kehidupan bernegara yang lebih demokratis. Tertutupnya pintu untuk memperoleh informasi juga sangat berdampak negatif pada lemahnya jaminan kepastian hukum dan perlindungan HAM bagi masyarakat. Rousseau melihat hubungan individu dengan negara haruslah didasari pada sebuah kesepakatan untuk bernegara sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan bersama. Bahkan.

Kebebasan berekspresi yang salah satunya diwujudkan kebebasan pers (free and responsible pers). Hak itu didasarkan pada pemikiran dan Pengalaman empirik bahwa : (1) Publik yang lebih banyak mendapat informasi dapat berpartisipasi lebih baik dalam proses demokrasi.informed akan menjadi kekuatan dan actor dalam proses penentuan dan pengawasan kebijakan publik. Dunia sekarang sudah memasuki Era Informasi. Hak publik untuk mengajukan keberatan apabila hak-hak di atas diabaikan (right to appeal) baik melalui administrasi maupun adjudikasi (menggunakan sarana pengadilan semu. Hak publik untuk berpartisipasi dalam proses pembentukan kebijakan (right to participate). Informasi dapat digambarkan sebagai oksigen dalam suatu negara demokrasi. (2). Telah terjadi suatu Powershift. kata Alvin Toffler.tindakan pemerintah. dan agar bertanggung jawab pemerintah harus menyediakan informasi yang lengkap mengenai apa yang dikerjakan. arbitrasi maupun pengadilan. Negara Demokrasi terkait dengan pertanggungjawaban dan tata pemerintahan yang baik. Selain itu keterbukaan informasi memberi peluang rakyat untuk berpartisipasi dalam berbagai kebijakan publik. Hak publik untuk memantau atau mengamati perilaku pejabat publik dalam menjalankan fungsi publiknya (right to observe). civil society. Era informasi ini sejalan dengan demokratisasi. Pasal 28 F pada prinsipnya memberikan hak pada setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. (4) Arus informasi yang lebih baik menghasilkan pemerintahan yang efektif dan membantu pengembangan yang lebih fleksibel. dimana informasi adalah kekuasaan ("from brown to brain"). pemberdayaan publik dan ihwal lain yang serupa.Dalam uraiannya. pemajuan civil liberties. (3). juga jauh sebelumnya sudah ditetapkan PBB melalui resolusi 59 ayat 1 Tahun 1946 dan Internasional Cevenant on Civil and Political Rights 1966 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB pasal 19 yang menegaskan bahwa hak atas informasi merupakan hak asasi dan hak konstitusional sehingga wajib dilindungi oleh negara. Rousseau menekankan pentingnya istilah volente generale (kehendak umum) yang merupakan cikal bakal lahirmya masyarakat sipil. kerahasiaan adalah hambatan terbesar pada pertanggung jawaban pemerintah. pers dan publik harus dapat dengan wajar mengikuti dan meneliti tindakan. dengan sendirinya membubarkan kesepakatan umum dan juga kontrak sosial. (5). Sebuah negara haruslah didasarkan pada kesepakatan umum yang jika dilanggar akan mengakibatkan ketidakadilan. (3) Pegawai pemerintahan mengambil keputusan-keputusan penting yang berdampak pada kepentingan publik. hak asasi manusia. (5) Kerjasama antara publik dan pemerintah akan semakin erat karena informasi yang semakin banyak tersedia. (2) Parlemen. pengurangan dominasi pemerintah. Rakyat diharapkan dapat berpartisipasi . Hak atas informasi tersebut meliputi : (1). Hak publik untuk mendapatkan/mengakses informasi (public access to information). Konsep ketidakadilan. (4). Sejak Reformasi 1988 Indonesia mulai menuju kesitu. Hak tersebut selain diatur dalam pasal tersebut. Konstitusi (UUD) pada hekakatnya merupakan kontrak sosial dalam kehidupan bernegara. Rakyat yang well .

effectiveness dan equity (Sclim dan Wood ward. 2002). Namun ada beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk mengukur kinerja birokrasi publik (Dwiyanto. 1995). misi organisasi publik Untuk menilai kinerja organisasi ini tentu saja diperlukan indikator-indikator atau kriteria-kriteria untuk mengukurnya secara jelas. untuk sebuah organisasi privat/swasta yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dan barang yang dihasilkan. maka ukuran kinerjanya adalah seberapa besar organisasi tersebut mampu memproduksi barang untuk menghasilkan keuntungan bagi organisasi. Indikator yang masih bertalian dengan sebelumnya adalah seberapa besarefficiency pemanfaatan input untuk meraih keuntungan itu dan seberapa besar effectivity process yang dilakukan untuk meraih keuntungan tersebut. Tanpa indikator dan kriteria yang jelas tidak akan ada arah yang dapat digunakan untuk menentukan mana yang relatif lebih efektif diantara : alternatif alokasi sumber daya yang berbeda. 1990 dalam Dwiyanto. 2002). 1986. Sebagai sebuah pedoman. Sementara itu ada indikator yang sering kali digunakan untuk mengukur kinerja organisasi privat/publik seperti : work lood/demain. akibatnya ukuran kinerja organisasi publik dimata para stakeholders juga menjadi berbeda-beda´. kelihatannya sederhana sekali ukuran kinerja organisasi publik. karena hingga kini belum ditemukan kesepakatan tentang ukuran kinerja organisasi publik.aktif dalam penyelenggaraan negara. efficiency. tetapi juga efektivitas pelayanan. dalam menilai kinerja organisasi harus dikembalikan pada tujuan atau alasan dibentuknya suatu organisasi. Sekarang permasalahannya adalah kriteria apa yang digunakan untuk menilai organisasi. 1992 dalam Bryson. dan diantara pilihan-pilihan pendistribusian tugas dan wewenang yang berbeda (Bryson. . Jackson dan Palmer. Bila dikaji dari tujuan dan misi utama kehadiran organisasi publik adalah untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi kepentingan publik. 1995) yaitu sebagai berikut: a. sulit untuk ditemukan alat ukur kinerja yang sesuai (Fynn. Produktivitas Konsep produktivitas tidak hanya mengukur tingkat efisiensi. 1992 dalam Keban. Berkaitan dengan kesulitan yang terjadi dalam pengukuran kinerja organisasi publik ini dikemukakan oleh Dwiyanto (1995: 1). Kepentingan umum. Stakeholders dari organisasi publik seringkali memiliki kepentingan yang berbenturan satu dengan yang lainnya. Organisasi publik memiliki stakeholders yang jauh lebih banyak dan kompleks ketimbang organisasi swasta. Dalam organisasi publik. Produktivitas pada umumnya dipahami sebagai rasio antara input dengan output. economy. oleh karena itu pemberian hak kepada rakyat atas informasi merupakan tiang penyangga yang penting bagi demokrasi. ³kesulitan dalam pengukuran kinerja organisasi pelayanan publik sebagian muncul karena tujuan dan misi organisasi publik seringkali bukan hanya kabur akan tetapi juga bersifat multidimensional. 1995) productivity (Perry. Misalnya. namun tidaklah demikian kenyataannya. alternatif desain-desain organisasi yang berbeda.

Efektivitas Apakah tujuan dari didirikannya organisasi pelayanan publik tersebut tercapai? Hal tersebut erat kaitannya organisasi rasionalitas teknis. Responsivitas Responsivitas adalah kemampuan organisasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat menyusun agenda dan prioritas pelayanan dan mengembangkan program-program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. b. memanfaatkan fakltor-faktor produksi serta pertimbangan yang berasal dari rasionalitas ekonomis. nilai. efisiensi. c. Berbagai literatur yang membahas kinerja birokrasi pada dasarnya memiliki kesamaan substansial yakni untuk melihat seberapa jauh tingkat pencapaian hasil yang telah dilakukan . Oleh sebab itu. dengan sendirinya akan selalu merepresentasikan kepentingan rakyat. Efisiensi Efisiensi menyangkut pertimbangan tentang keberhasilan organisasi pelayanan publik mendapatkan laba. misi. Kumorotomo (1995) menggunakan beberapa kriteria untuk dijadikan pedoman dalam menilai kinerja organisasi pelayanan publik. efektivitas. e. tujuan organisasi serta fungsi agen pembangunan. asumsinya adalah bahwa para pejabat politik tersebut karena dipilih oleh rakyat. d. Responsibilitas Responsibilitas menjelaskan apakah pelaksanaan kegiatan organisasi publik itu dilakukan sesuai dengan prinsipprinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijakan organisasi. d. organisasi pelayanan publik merupakan bagian dari daya tanggap negara atau pemerintah akan kebutuhan vital masyarakat. c. 1990). Keadilan Keadilan mempertanyakan distribusi dan alokasi layanan yang diselenggarakan oleh organisasi pelayanan publik. baik yang eksplisit maupun implisit (Lenvine. Akuntabilitas Akuntabilitas publik menunjukan pada seberapa besar kebijakan dan kegiatan organisasi publik tunduk pada para pejabat politik yang dipilih oleh rakyat. responsivitas maupun responsibilitas. Daya Tanggap Berlainan dengan bisnis yang dilaksanakan oleh perusahaan swasta.b. Kualitas Layanan Kepuasan masyarakat bisa menjadi parameter untuk menilai kinerja organisasi publik. kriteria organisasi tersebut secara keseluruhan harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan demi memenuhi kriteria daya tanggap ini Kinerja birokrasi sebenarnya dapat dilihat melalui berbagai dimensi seperti dimensi akuntabilitas. antar lain adalah berikut ini: a.

transparansi. tetapi melayani masyarakat serta menciptakan kondisi setiap anggota masyarakat untuk dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya. dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini. Kinerja itu merupakan suatu konsep yang disusun dari berbagai indikator yang sangat bervariasi sesuai dengan fokus dan konteks penggunaannya.oleh birokrasi pelayanan. ada di lingkungan yang hanya sebatas following the instruction atau mengikuti instruksi. keadilan. akuntabilitas. berarti menyangkut permasalahan yang bersinggungan denganauthorit y atau formal power (kekuasaan). sebagaimana tuntutan reformasi yaitu untuk mewujudkan clean government dalam penyelenggaraan negara yang didukung prinsip-prinsip dasar kepastian hukum. maka telah terjadi pula perkembangan penyelenggaraan pemerintahan yang ditandai dengan adanya pergeseran paradigma penyelenggaraan pemerintahan dari rule government menjadi paradigmagood governance. Negara dalam upaya mencapai tujuannya. Hal itu. maka reformasi ruang lingkupnya tidak hanya terbatas pada proses dan prosedur. Karena itu. UNDP. Pelayanan publik pada masyarakat Khan (1981) memberi pengertian reformasi sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem birokrasi yang bertujuan mengubah struktur. tingkah laku. dan terikat oleh political authority (Utomo. dari beberapa sumber menunjukkan masih ada aparat birokrasi yang mengabaikan pekerjaan melayani. Juga dikarenakan ada di dalam tightening control atau mengencangkan kendali. Sedangkan Quah (1976) mendefinisikan reformasi sebagai suatu proses untuk mengubah proses prosedur birokrasi publik dan sikap serta tingkah laku birokrat untuk mencapai efektivitas birokrasi dan tujuan pembangunan nasional. Sejalan dengan pesatnya perkembangan zaman dan semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi oleh negara. birokrasi tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri. dan beberapa lembaga internasional lainnya. maka birokrasi menjadi tidak memiliki inisiatif dan . Pelayanan yang mengacu terkait dengan prinsip-prinsip good governance. dan demokratis seperti yang dikumandangkan oleh World Bank. Dalam hal ini. dan secara administratif dapat efisien. dan keberadaan atau kebiasaan yang telah lama. yang sebenarnya menjadi tanggung jawabnya. tugas utama dalam rangka penguatan eksistensi pemerintahan termasuk pemerintah daerah adalah menciptakan pemerintahan yang secara politik acceptable. secara hukum efektif.profesionalisme. Misi aparat birokrasi adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. 2002). United Nation. Untuk itu. pemerintah pada hakekatnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. pastilah memerlukan perangkat negara yang disebut pemerintah dan pemerintahannya. sehingga bisa memberikan kesejahteraan dan rasa keadilan pada masyarakat banyak. tetapi juga mengkaitkan perubahan pada tingkat struktur dan sikap serta tingkah laku (the ethics being). terlihat dari birokrasi sedang berada dan bekerja pada lingkungan yang hierarkis. monopolis. Akan tetapi. Dari pengertian ini. Keadaan ini yang membuat birokrasi menjadi membudaya yang rigid/kaku. birokratis.

Faktor buruknya pelayanan aparat birokrasi disebabkan oleh: 1) Gaji rendah (56%). 2) Sikap mental aparat pemerintah (46%). maka diperlukan adanya reformasi birokrasi di Indonesia. tingkah laku. Bureaucratism berdasarkan laporan World Competition Report Indonesia menduduki ranking 31 dari 48 negara. dan 5) lain-lain (13%). Akibatnya menjadikan birokrasi sebagai lembaga yang tambun sehingga mengurangi kelincahannya. maka reformasi ruang lingkupnya tidak hanya terbatas pada proses dan prosedur. tetapi juga mengaitkan perubahan pada tingkat struktur dan sikap serta tingkah laku (the ethics being). Aktivitas reformasi sebagai padanan lain dari change. dan keberadaan atau kebiasaan yang telah lama. Budaya dan mental birokrat tersebut kontradiktif dengan pelayanan yang terkait untuk mewujudkanprinsip. Kita semua tidak menutup mata. effectiveness. berarti menyangkut permasalahan yang bersinggungan dengan authority atau formal power (kekuasaan). efficiency. Dari pengertian ini. ada juga mengenai pelayanan aparatur birorkasi untuk negara berkembang. Reformasi Birokrasi. Selanjutnya birokrasi sangat sarat dengan banyak tugas dan fungsi. efektivitas. Khan (1981) memberi pengertian reformasi sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem birorkasi yang bertujuan mengubah struktur. Dalam laporan tersebut Indonesia termasuk tinggi tingkat korupsinya. tugas prinsip pelayanan publik (public .kreativitas. improvement. yang diarahkan pada terwujudnya efisiensi. 1) perlu pemikiran pembenahan dan pengembalian fungsi dan misi birokrasi kepada konsep. 4) Administrasi lemah dan kurangnya pengawasan (48%). karena tidak saja terfokus kepada pelayanan publik. bahwa situasi telah berubah. dan clean government. Hal ini menjadi isu umum budaya birokrasi yang menginginkan balas jasa (Thoha. Sedangkan Quah (1976) mendefinisikan reformasi sebagai suatu proses untuk mengubah proses prosedur birokrasi publik dan sikap serta tingkah laku birokrat untuk mencapai efektivitas birokrasi dan tujuan pembangunan nasional. Kata reformasi sampai saat ini masih menjadi idola atau primadona yang didambakan perwujudannya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dalam rangka development. Era globalisasi menyentak kita melakukan penyesuaian dan pemikiran yang strategis. tetapi juga bertugas dan berfungsi sebagai motor pembangunan dan aktivitas pemberdayaan (public service. sistem dan nilai pun berubah dan juga berkembang. dan responsiveness concern in their administrative system. dunia sudah mengglobal. dan justru sebaliknya. 3) Kondisi ekonomi buruk pada umumnya (32%). Oleh akrena itu. Hal ini. Persentase lebih dari 100% disebabkan ada respons ganda dari responden (Smith). Dengan demikian. Selanjutnya. prinsip yang sebenarnya.prinsip good and clean government. atau modernization. 2) Birokrasi sebagai komponen pemerintah harus dikembalikan lagi untuk hanya terfokus kepada fungsi. di dalamnya termasuk Indonesia. development and empowering). Arah yang akan dicapai reformasi adalah. makna. 2003). dan kurang menempatkan masyarakat sebagai orang yang dilayani.

c. Debat yang muncul dalam perdebatan itu melingkupi relasi negara dengan pasar. unsur kepedulian (care) dan belas kasih (compassion) akan menjamin kualitas dari pelayanan publik dari pada ancaman atau hukuman. Kalau pada masa sebelumnya. dan warga dengan pasar. serta membebaskan birokrasi untuk bersinergi dan berinteraksi dengan customer's oriented yang pada hakikatnya adalah kepentingan pelayanan untuk masyarakat. 4) tetapi juga untuk melepaskan birokrasi sebagai alat politik (netralitas). b. pengguna biasanya dalam posisi yang lebih lemah. birokrasi akan menjadi lebih lincah dan jelas kinerja atau performance-nya. yaitu : a. Ada hal yang positif dari kontrak antara penyedia dan pengguna. 2006). 3) Untuk itu. 2006 : 33). Sebaliknya. Warga atau Konsumen ? Bagi kaum pro-pasar dan pro-kontrak. Dengan demikian. Dalam hal ini. pelayanan publik terikat oleh kontrak antara pihak penyedia (providers) dengan pengguna (users). Dalamvirtu e. dengan melepaskan birokrasi dari fungsi dan tugas dan misi sesungguhnya tidak termasuk dalam kewenangannya. Keutamaan (virtue) atau Kontrak ? Dalam tradisi masyarakat liberal. negara dengan warga.service). sedangkan pihak yang kalah atau lebih lemah bukanlah persoalan bagi kaum pro-pasar. negara begitu dominan sebagai pihak yan berwenang untuk memberikan pelayanan publik maka saat ini para penentangnya menganggap peran negara sudah tidak sesuai dengan logika dan nilai dari globalisasi. kontrak lebih cocok di bidang bisnis dan tidak sesuai dengan konsep kewargaan (citizenship). Bagi Dobson. dengan pendekatan yang berpusat pada pasar (market-centred approach). perlu adanya kebijakan presiden melalui political will melakukan reformasi di bidang birokrasi. pengguna pelayanan publik harus diperlakukan sebagai konsumen. Kaum kanan baru (the New Right) menyatakan bahwa negara tak akan mampu melakukan pelayanan publik yang optimal di era globalisasi. Konsumen ini punya hak yang telah diatur dalam sebuah kontrak dengan pihak produsen. Menurut Rajiv Prabakhar (2006). Bagi Dobson. dan kontrak adalah jaminan buat mengikat para pengguna. Tidak saja kinerja organisasi atau lembaganya tetapi juga memudahkan untuk membuat performance indicators dari masing-masing aparat atau birokrat. kontrak juga mengandung unsur ancaman dan hukuman apabila persetujuan itu dilanggar (Rajiv Prabhakar. Adanya banyak penyedia memungkinkan mereka harus memberikan yang terbaik. saat ini pelayanan publik mendapat tantangan yang sangat berarti. Konsumen juga harus . Hanya kompetisi di dalam pasar yang akan menentukan pelaksanaan pelayanan publik (Rajiv Prabhakar. terutama akibat dari globalisasi. Adapun tantangan pelayanan publik meliputi 4 isu penting. pelayanan publik harus berdasar pada unsur keutamaan (virtue). Negara atau Pasar ? Debat tentang siapa yang harus lebih berperan dalam menyelenggarakan pelayanan publik terjadi antara pendekatan yang berpusat pada negara (state-centred approach). tetapi menurut Andrew Dobson. kelompok yang berpihak pada negara menganggap mekanisme pasar gagal untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh masyarakat karena logikanya hanya menguntungkan pemenang dari kompetisi di dalam pasar.

Beberapa tahun lalu. pelayanan mereka tidak boleh dikurangi atau dihilangkan haknya karena tidak menguntungkan secara ekonomis. Tingkat kepuasaan. 2007:130). Pasal ini mencerminkan keberpihakan pada peran negara. Contoh pertama adalah pelayanan air minum buat warga. setiap barang harus tetap dianggap sebagai public good. Kenyataannya. karena berkaitan dengan kepentingan banyak orang. PT Pelni selalu merugi dalam melayani pelayaran di seluruh kawasan Indonesia. setiap penumpang tidak mendapat kasur lagi. kasur adalah hak setiap penumpang. Perdebatan di atas bisa kita gunakan untuk menganalisa pelayanan publik di Indonesia. Bagi mereka. Logika pasar yang menempatkan semua barang sebagai private good ditolak oleh oleh MacDonald dan Ruiters. berpihak pada warga dan pelayaran dianggap sebagai public good. hukuman-hadiah adalah nilai-nilai yang mendasari pandangan ini. sejumlah hak yang harusnya dimiliki oleh setiap penumpang misalnya soal kasur mulai dihilangkan. Public good atau Private good Menurut David A. Menurut kaum yang pro-pasar. 2006). Kebijakan ini berpihak pada peran negara. Sebagai warga. keutamaan dan public good. Sebaliknya pihak yang pro-negara dan pro-keutamaan melihat pengguna sebagai warga yang punya hak mendapat pelayanan publik yang terbaik dari penyedia. pelayanan semacam ini harus segera dihilangkan karena tidak ekonomis.menanggung konsekuensi apabila tidak mematuhi kontrak yang sudah disepakati. Penjualan kasur ini menunjukkan adanya pergeseran dari public goodmenjadi private good. Pasal 33 UUD 1945 menganggap air adalah hajat hidup orang banyak. Unsur transaksi sangat kental dalam pandangan ini. penumpang harus membayar sejumlah uang. sehingga negara yang punya wewenang dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan air minum kepada semua warga. untung-rugi. Kalau ingin mendapatkannya. keutamaan. Penulis mengambil dua contoh untuk menggambarkan dinamika pelayananan publik di Indonesia. warga. UU No. Setiap barang adalah ³private good´ yang bercirikanrivalry (setiap barang diperebutkan oleh banyak orang sehingga setiap orang adalah rival bagi lainnya) danex cludable (akses seseorang bisa ditolak apabila mereka tidak memenuhi kontrak). dan negara tidak melakukan privatisasi atas PT Pelni. segala sesuatu dapat dibeli dan dijual di pasar. Ironisnya. Secara operasional. MacDonald dan Greg Ruiters (Daniel Chaves (ed). Tetapi kalau kita lihat dalam operasionalnya. Tetapi dalam beberapa waktu terakhir ini. dalam logika pasar. d. Contoh kedua adalah pelayanan publik oleh PT Pelni. public good bercirikannon-rivalry dannon-ex cludable. Berbeda dengan private good. warga. PT Pelni sampai sekarang masih tetap melayani pelayaran. dkk. termasuk kebutuhan masyarakat. Menuju Etika Pelayanan publik yang pro-warga . 7 tahun 2004 memandang air sebagai private good (Syamsul Hadi.

Globalisasi memungkinkan pihak lain yang berada di luar negara juga bisa memberikan pelayanan publik. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah bagaimana dengan nasib warga ketika negara mulai menggunakan perhitungan untung-rugi dalam melakukan pelayanan publik?. Kenyataan semacam itu akan menempatkan seluruh warga selalu dalam keadaan yang rentan karena haknya sewaktu-waktu akan dicabut sebab tak memenuhi kontrak yang ditetapkan oleh mekanisme pasar. Bukan semata karena kita tidak peduli dengan perhitungan untung-rugi. Meski merugi. dan warga berubah menjadi konsumen. Saat ini. negara tidak memprivatisasinya. tetapi lebih karena kita ingin bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang menjadi hak setiap warga. maka yang terjadi adalah Pemda melepaskan seluruh tanggung jawab pelayanan air kepada mekanisme pasar. dan pengakuan yang besar terhadap peran dan tanggung jawab negara. Kembali ke kasus pelayanan air. Kontrak telah menggantikan keutamaan. Berbagai . Negara tidak bisa menyerahkan semua tanggung jawab pelayanan publik kepada pihak lain. Air tidak lagi menjadi public good tetapi seluruhnya private good. public good terancam hilang. bukan kepada segelintir orang yang punya uang berlimpah-limpah. dan bukan kepada pihak yang hanya sekedar menempatkan perhitungan untung-rugi atau memandang kebutuhan masyarakat hanya sebagai private good. maka kebijakan negara untuk tetap mempertahankan sejumlah pelayanan publik (meski rugi seperti PT Pelni) patut didukung. UUD 1945 (khususnya pasal 33) sesungguhnya mencerminkan suatu pandangan etis yang berpihak pada kepentingan warga. Pertanyaan etis itu mewakili pertanyaan yang lebih besar tentang bagaimana nasib pelayanan publik di Indonesia saat ini dan di masa depan. Pertanyaan etis itu penting karena menggugat dan melampaui perhitungan ekonomis dari pandangan yang pro kepada mekanisme pasar. Menutup pintu terhadap globalisasi juga bukan pilihan. kita tahu selama ini telah ada sejumlah perusahaan swasta menjalankan bisnis pelayanan air. Kenyataan ini tidak serta merta membuat kita menyerahkan begitu saja pelayanan publik kepada mekanisme pasar.Globalisasi tidak bisa ditolak begitu saja pada saat sekarang. Pelayanan publik yang tengah terancam serbuan logika dan nilai dari mekanisme pasar sudah saatnya kita cegah dengan mewujudkan dan memperjuangkan etika pelayanan publik yang berpihak pada kepentingan banyak orang. misalnya pihak swasta. Para penyusun konstitusi sangat sadar bahwa keutamaan harus menjadi landasan agar kepentingan banyak orang bisa terpenuhi. Dengan pandangan dan sikap etis itu. Kebijakan yang berbeda kita lihat dari pelayaran oleh PT Pelni. Dampak Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan. Tetapi ketika negara (Pemda DKI) melakukan privatisasi terhadap PT PAM. apabila dalam penyelenggaraan kepemerintahannya terdapat kebebasan aliran informasi dalam berbagai proses kelembagaan sehingga mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan. logika dan nilai dari mekanisme pasar telah menggerogoti ³yang baik´ dari kita. Suatu pemerintahan atau kepemerintahan dikatakan Transparan (terbuka).

rezim pemerintahan yang paling korup adalah masa Orde Baru. Dalam penyelenggaraan Negara. Kepemerintahan yang tidak transparan. setiap kenaikan harga BBM selalu di ikuti oleh demonstrasi penolakan kenaikan tersebut. Indonesia berhasil mengukir prestasim sebagai negara yang paling korup di Asia. Hal ini sejalan dengan pandangan Lord Acton. Menurut MTI (Masyarakat Transparansi Internasional). Istilah korupsi dapat dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Bahkan pada tahun 2002. Akan tetapi karena kebijakan tersebut pengelolaannya tidka transparan bahkan sering menimbulkan kebocoran (korupsi). Sehingga mulai dari perencanaan. penyimpangan yang dilakukannya akan semakin menjadi-jadi). baik politisi maupun pegawai negeri. diktatur. sehingga berdampak pada rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap setiap kebijakan yang dibuat pemerintah. Korupsi tumbuh subur terutama pada negara-negara yang menerapkan sistem politik yang cenderung tertutup. pemerintah dituntut bersikap terbuka terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuatnya termasuk anggara yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. kondisi Indonesia termasuk yang terburuk diantara 59 negara yang diteliti. menurut laporan political and risk consultancy (PERC) atau Lembaga Konsultasi Politik dan Risiko yang berkedudukan di Hongkong. dam otoriter. Di Indonesia. Dalam praktiknya. Realitasnya kadang kebijakan yang dibuat pemerintah dalam hal pelaksanaannya kurang bersikap ransparan. seperti pemberian fasilitas kesehatan yang memadai. bahwa the power tends to corrupt (kekuasaan cenderung untuk menyimpang) dan absolute power corrupts absolutely (semakin lama seseorang berkuasa. peningkatan sector pendidikan. korupsi merupakan perilaku pejabat. totaliter. Dampak yang paling besasr terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah korupsi. cepat atau lambat cendrung akan menuju kepemerintahan yang korup. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannnya dengan jabatan tanpa ada catatan admnistratif. rakyat tidak mempercayai kebijakan serupa dikemudain hari. sehingga dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi. pelaksanaan hingga evaluasi terhadap kebijakan tersebut pemerintah dituntut bersikap terbuka dalam rangka akuntabilitas public . yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. . dan pengadaan beras miskin (raskin). Pada hal pemerintah berasumsi kenaikan BBM dapat mensubsidi sector lain untuk rakyat kecil miskin . Sebagai contoh. atau diktatur. Berdasarkan laporan Wold Economic Forum dalam the global competitivennennssn report 1999 .informasi telah disediakan secara memadai dan mudah dimengerti. seperti absolut. otoriter.

1) Sebab-sebab korupsi Mengenai sebab-sebab terjadinya korupsi. sehingga masalah korupsi. dan nepotisme (KKN) telah meracuni semua aspek kehidupan dan mencangkup hampir semua institusi formal maupun nonformal. 3) Akibat tindak korupsi Siapapun pelakunya. sekecil apapun perbuatan tindak korupsi akan mendatangkan kerugian pada pihak lain. tetapi juga pegawai swasta Sering digunakan bahasa sumir untuk menerima uang sogok.Tampaknya tdak salah lagi bahwa rezim Orde Baru yang berkuasa kurang lebih selama 32 (tiga puluh dua) tahun telah membawa Indonesia kejurang kehancuran krisis ekonomi yang berkepanjangan. kecuali jika sudah membudaya Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang selalu tidak berupa uang Mengandung unsur penipuan yang biasanya ada pada bahan publik atau masyarakat umum. membuat tiadanya akuntabilitas publik dan manafikan the rule of law. akan tetapi institusi lain juga melakukan hal sama dengan ciri-ciri sebagai berikut : Melibatkan lebih dari satu orang Pelaku tidak terbatas pada oknum pegawai pemerintahan. Beberapa akibat yang ditimbulkan dari tindakan korupsi yang pada umumnya tampak di permukaan adalah sebagai berikut : Mendelegetimasi proses demokrasi dengan mengurangi kepercayaan publik terhadap proses politi melalui politik uang Mendistorsi pengambilan keputusan pada kebijakan publik. Mafia peradilan dan praktik politik uang merupakan contoh dari segudang bentuk praktik KKN. uang semir. yaitu: uang kopi. Hukum dan birokrasi hanya melayani kekuasaan dan pemilik modal Meniadaklan sistem promosi (riward and punishment). uang pelancar. Ini semua merupakan akumulasi dari pemerintahan yang dikelolah dengan tidak transparan. 2) Ciri-ciri korupsi Penyalahgunaan wewenang dengan jalan korupsi. tampaknya tidak hanya didominasi oleh oknum aparat pemerintahan. melainkan ada variabel lain yang ikut berperan. Penyebabnya dapat karena faktor internal si pelaku itu sendiri. Tindakan korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. uang pelancar baik dalam bentuk uang tunai. uang rokok. salam tempel. benda tertentu atau wanita Umumnya bersifat rahasia. maupun dari situasi lingkungan yang memungkinkan bagi seseorang untuk untuk melakukannya. karena lebihy dominan . hingga sekarang ini para ahli belum dapat memberikan kepastian apa dan bagaimana korupsi itu terjadi. kolusi.

kejaksaan. Upaya pencegahan terhadap penyelenggaraan pemerintah yang tidak transparan Upaya menghindari penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan sehingga melahirkan budaya korupsi. DPR. seperti kepolisian. anatara lain melalui jalur-jalur sebagai berikut: 1) Formal pemerintah/ kekuasaan : (1) pemerintah dan pejabat publik perlu pengawasan melekat (waskat) dari aparat berwenang. dan tanggung jawab dalam penyenggaraan negara serta memberdayakan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial secara konstruktif dan efektif 2) Organisasi non-pemnerintah dan media massa : (1) keterlibatab lemnbaga swadaya masyarakat (LSM) atau NGO (non-Government Organization) dalam mengawasi setiap kebijakan publik yang dibuat pemerintahan seperti ICW. profesionalisme. dan masyarakat luas sehingga yang terbukti bersalah diberikan sanksi yang tegas tanpa diskriminasi (2) mengefektifkan peran dan fingsi aparat penegak hukum. GOWA dan sebagainya . kolusi dan nepotisme (KKN) dapat dilakukan. para hakim. damai dan demokrastis sesuai dengan hukum dan perundang-undangan (6) menata kehidupan politik agar distribusi kekuasaan dalam berbagai tingakat struktur politik dan hubungan kekuasaan dapat berlangsung dengan seimbang (7) meningkatkan integritas. serta komisi pemberantas korupsi (3) pembekalan secara intensif dan sistematis terhadap aparatur pemerintah dan pejabat publik dalam hal nilai-nilai agama dan sosial budaya (4) menegakkan supermasi hukum dan perundang-undangan secara konsisten dan bertanggung jawab serta menjamin dan menghormati hak asasi manusia (5) mengatur peralihan kekuasaan secara tertib. MTI.hubungan patronklien dan nepotisme Proyek-proyek pembangunan dan fasilitas umum bermutu rendah dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga mangganggu pembangunan yang berkelanjutan Jatuh atau rusaknya tatanan ekonomi karena produk yang dijual tidak kompetitif dan terjadi penumnpukan beban utang luar negeri Semua urusan dapat diatur sehingga tatanan/ aturan dapat dibeli dengan sejumlah uang sesuai kesepakatan Lahirnya kelompok-kelompok pertemanan atau koncoisme yang lebih didasarkan kepada kepentingan pragmatisme uang.

dan mampu mempersatukan bangsa dan negara . dan saling menghormati (4) memberdayakan masyarakat melalui perbaikan sistem politik yang demokratis sehingga dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas. menjadi panutan masyarakat. toleransi.(2) adanya kontrol sosial untuk perbaikan komunikasi yang berimbang antara pemerintah dan rakyat melalui berbagai media massa elektronik maupun cetak 3) Pendidikan dan Masyarakat : (1) memperkenalkan sejak dini melalui pembelajaran di sekolah tentang pentingnya pemerintah yang transparan melalui mata pelajaran Kewarganegaraan (2) menjadikan pancasila sebagai dasar negara yang mampu membuka wacana dan dialog interaktif di dalam masyarakat sehingga dapat menjawab tantangan yang dihadapi sesui dengan visi Indonesia masa depan (3) meningkatkan kekurangan sosial anatara pemeluk agama. suku. kesetaraan. bertanggung jawab. dan kelompokkelompok masyarakat lainnya melalui dialog dan kerja sama dengan prinsip kebersamaan.