P. 1
stemi

stemi

|Views: 538|Likes:
Published by iffan_2790

More info:

Published by: iffan_2790 on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

DIAGNOSIS DAN TERAPI AKUT MIOKARD INFARK DENGAN ST Elevasi Dibuat oleh: Noffi Julia Sandy,Modifikasi terakhir

pada Minggu, 26 September pukul 21:32 Abstrak Akut Miokard Infark(AMI ) adalah kondisi kematian (otot jantung) akibat dari aliran darahn ke bagian otot jantung terhambat sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan sehingga berakibat adanya gangguan pada organ-organ tubuh. Hal ini bisa disebabkan trombus arteri koroner oleh ruptur plak yang dipermudah terjadinya oleh faktorfaktor seperti hipertensi,merokok dan hiperkolesterolemia. AMI dengan elevasi ST merupakan bagian dari spektrum sindrom koroner akut yang terdiri dari angina pektoris tak stabil, AMI tanpa elevasi ST dan AMI dengan elevasi ST. STEMI terjadi jika trombus arteri koroner terjadi secara cepat pada lokasi injuri vaskular, di mana injuri ini dicetuskan oleh faktor seperti merokok, hipertensi dan akumulasi lipid. Nyeri dada tipikal (angina) merupakan gejala kardinal pasien AMI. Pada pasien ini dari anamnesis,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis Acute Miocard Infark (AMI) dengan STEMI dengan terapi medikamentosa anti trombotik,anti platelet, dan vasodilator. Keywords : akut miokard infark, ST Elevasi, terapi History Seorang laki-laki umur 43 tahun datang dengan keluhan nyeri dada . Dada terasa ampek seperti ditimpa beban berat. Nyeri dirasakan saat pasien sedang melakukan aktifitas. Nyeri berlangsung ± 20-30 menit. Nyeri membaik setelah pasien beristirahat dan menghentikan aktifitasnya serta setelah pemberian balsem pada dada depan dan belakang. Nyeri disertai mual tapi tidak muntah, pusing tidak ada, batuk tidak ada, sesak nafas tidak ada. HRMS: Sejak 2 hari yang lalu pasien sudah tidak merasakan nyeri. Tetapi pada pagi hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri yang sama muncul kembali disertai sesak nafas. Nyeri dirasakan saat pasien melakukan aktifitas. Nyeri berlangsung lebih lama, ± 1 jam. Nyeri tidak membaik setelah pasien beristirahat dan pemberian balsem. Pasien merasa cemas dan tidak nyaman, sehingga oleh keluarga pasien di bawa ke RSUD Wirosaban. Saat Anamnesis: Pasien mengeluh nyeri yang dirasakan berkurang, sesak nafas tidak ada, mual tidak ada, muntah tidak ada, pusing tidak ada, batuk tidak ada. Asupan makan minum baik. BAB normal, konsisitensi coklat lembek. BAK normal, cenderung banyak, pasien tidak merasa anyang-anyangan. Riwayat keluhan yang sama ada tahun 2008, tapi tidak berobat rutin, ada penyakit gula, dan riwayat stroke. Ibu pasien juga menderita penyakit yang sama

Dari pemeriksaan fisik didapatkan vital sign suhu 36,5 oC, Tensi 140/80 mmHg, Nadi 92 x/menit reguler, Respirasi 24 x/menit , kedua paru vesikuler, jantung bunyi SI-S2 reguler, tidak terdengar bising sistolik. Dari pemeriksaan penunjang EKG didapatkan ST elevasi : V1 ± V5 , LVH, Q patologis Diagnosis Akute Miocard Infark (AMI) dengan ST Elevasi Terapi Terapi yang diberikan untuk pasien ini berupa O2 3 ± 4 liter/menit, posisi ½ duduk, infus D 5% Lini 12 tetes/menit, Captopril 3 x 1 (Vasodilatasi), Asetosal 2 x 1 (anti platelet), Bisoplorot 1 x 5 mg (ionotropik negative) , ranitidin 2 x 150 mg, Inj. Furosemid 1 gr/8 jam, KCL 2 X 1, Asmef 3 x 500 mg (analgesic) ,ISDN 3 x 5 mg (Vasodilator). Diskusi AMI merupakan kondisi kematian pada miokard (otot jantung) akibat dari aliran darah ke bagian otot jantung terhambat. AMI merupakan penyebab kematian utama bagi laki-laki dan perempuan di USA. Diperkirakan lebih dari 1 juta orang menderita infark miokard setiap tahunnya dan lebih dari 600 orang meninggal akibat penyakit ini. Acute Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan jantung dimana jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan sehingga berakibat adanya gangguan pada organorgan tubuh AMI dengan elevasi ST (ST elevation myorcardial infarction = STEMI) merupakan bagian dari spektrum sindrom koroner akut (SKA) yang terdiri dari angina pektoris tak stabil, AMI tanpa elevasi ST dan AMI dengan elevasi ST. STEMI umumnya terjadi jika aliran darah koroner menurun secara mendadak setelah oklusi trombus pada plak ateroskletorik yang sudah ada sebelumnya. Stenosis arteri koroner derajat tinggi yang berkembang secara lambat biasanya tidak memicu STEMI karena berkembangnya banyak kolateral sepanjang waktu. STEMI terjadi jika trombus arteri koroner terjadi secara cepat pada lokasi injuri vaskular, di mana injuri ini dicetuskan oleh faktor seperti merokok, hipertensi dan akumulasi lipid. Pada sebagian besar kasus, infark terjadi jika plak aterosklerosis mengalami fisur, ruptur atau ulserasi dan jika kondiri lokal atau sistemik memicu trombogenesis, sehingga terjadi trombus mural pada lokasi ruptur yang mengakibatkan oklusi arteri koroner. Penelitian histologis menunjukkan plak koroner cenderung mengalami ruptur jika mempunyai fibrous cap yang tipis dan inti kaya lipid (lipid rich core). Pada STEMI gambaran patologis klasik terdiri dari fibrin rich red

Pulsasi apeks sulit diraba dan bunyi jantung pertama dan kedua lemah. biasanya terjadi dalam 24 jam pertama dan menghilang dalam waktu beberapa hari. Diagnosis . yaitu terjadi perubahan-perubahan yang khas berupa adanya elevasi ST. Menurut ACC/AHA dan ESC 2007 ada tiga enzim jantung yang perlu diperiksa.Pemeriksaaan enzim jantung Enzim jantung sangat berguna untuk mendeteksi adanya kerusakan otot jantung.Anamnesis Pasien biasanya datang dengan keluhan nyeri di dada kiri. 1. b. Nitrat. Nyeri dada biasanya bersifat menentap >20 menit. infark ventrikel kanan. Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya: Merokok. serta mencegah kematian mendadak. Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Dimodifikasi Merupakan factor resiko yang tidak bisa dirubah atau dikendalikan.Pemeriksaan fisik. Kurang olahraga dan Penyakit Diabetes. CKMB. tonus vagal dan luasnya miokardium yang terkena infark. Seringkali pasien terlihat pucat. tangan kiri. yang dipercaya menjadi alasan pada STEMI memberikan respons terhadap terapi trombolitik. Nadi biasanya reguler. Pada hampir setengah kasus. Gambaran pada EKG 1 dan 2 disebut infark bukan gelombang Q (Qwave infarction) . muntah. terdapat faktor pencetus sebelum terjadinya serangan. Adanya bradikardi ataupun takikardi sangat membantu untuk mengetahui lokasi infark. dan berkeringat dingin. Penderita AMI dapat mempunyai gambaran EKG yang berbeda-beda: 1. Peningkatan dua kali nilai batas atau normal menunjukkan adanya nekrosis jaringan (infark miokard). dan timbulnya gelombang Q patologis. Hipertensi sistemik. oksigen. 2. Infeksi. Pemeriksaan fisik lainnya yang harus dievaluasi adalah tekanan vena jugularis biasanya normal atau sedikit meningkat atau meningkat sekali pada infark ventrikel kanan. Pada pasien infark miokardium biasanya tampak distrees dan menderita karena nyerinya. meskipun pasien dengan infark kecil namun terjadi kondisi hiperadrenergik juga dapat memberikan gambaran yang sama. a. Tekanan darah biasanya naik akibat respon terhadap nyeri dada.terkadang juga di keluhkan nyeri ulu hati. punggung serta dada kanan sampai tangan kanan. jenis kelamin. Oksigen. diiris atau di cekik dan terasa menjalar ke rahang. meskipun sering di temukan ekstrasisitol. yaitu diantaranya: Usia. EKG yang spesifik. Terapi diberikan pada pasien dengan saturasi oksigen arteri < 90%. dan mioglobin. yaitu factor resiko yang bisa dimodifikasi dan factor resiko yang tidak bisa dimodifikasi. Oksigen sebaiknya di berikan dengan masker oksigen atau nasal prong 3. peningkatan enzim jantung dan terdapat evolusi EKG khas infark. Obat ini untung mananggulangi spasme arteri koroner dan menurunkan miokard akan oksigen dengan menurunkan tekanan baik preload maupun afterload. Demam jarang melebihi 38ºC. EKG normal atau nonspesifik 2. ras. Obat ini mengurangi atau menghilangkan nyeri dengan menurunkan preload. bunyi jantung ke 4 dapat terdengar pada beberapa kasus sedangkan bunyi jantung ke tiga dapat ditemui bila terjadi gagal jantung. sering disertai dengan gejala otonom seperti mual. Perubahan gelombang ST-T berupa depresi ST atau T terbalik (inverted) 3. terasa seperti di tekan. . Menyebabkan relaksasi dari otot polos pembuluh darah melalui . Hipotensi dapat disebabkan oleh refleks vagal. Penegakan diagnosis infark miokard dapat ditegakkan bila ditemukan 2 dari 3 kriteria: nyeri dada khas infark. nitrit dan aspirin. seperti aktifitas fisik berat. efeknya terhadap konduksi. Tatalaksanan di ruang emergensi Tata laksana awal berupa pemberian MONA: morfin. Penatalaksanaan Pengobatan ditujukan untuk sedapat mungkin memperbaiki kembali aliran pembuluh koroner sehingga reperfusi dapat mencegah kerusakan miokard lebih lanjut. Morfin diberian dengan dosis 2-4 mg dan dapat diulang dengan interval 5-15 menit sampai dosis total 20 mg. Morphin. Tak jarang pasien juga mengeluh sesak. dehidrasi. Obesitas. yaitu cardiac troponin ( cTnT. perubahan gelombang T. Faktor Resiko Yang Dapat Dimodifikasi Merupakan factor resiko yang bisa dikendalikan sehingga dengan intervensi tertentu maka bisa dihilangkan.trombus. cTnI). Konsumsi alcohol. tipe kepribadian dan kelas sosial. geografi. stres emosi atau penyakit medis atau bedah. riwayat keluarga. Takikardi > 120x/menit adalah hal yang mengkhawatirkan dan biasanya menggambarkan infark yang luas. Nyeri tidak sepenuhnya menghilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin. atau gagal jantung. Faktor resiko Secara garis besar terdapat dua jenis faktor resiko bagi setiap orang untuk terkena AMI.

Perawatan pasien dilakukan di ruang intensive. Nitrat sublingual dapat di berikan dengan aman dengan dosis 0.stimulasi dari prosuk cyclic guanosine monophosphate intraseluler. adanya penyakit lain-lain dan luasnya infark. Pada pasien AMI dengan komplikasi LV dysfunction atau gagal jantung klinis yang tak toleran dengan inhibitor ACE. dan penggunaan pencahar ringan. Istirahat di tempat tidur dan efek penggunaan narkotik untuk menghilangkan nyeri sering mengakibatkan konstipasi. dislipidemia. px fisik. tanyakan sifat nyeri dada terasa sepeti ditekan. 2. 6. atau dicekik. Kematian kira-kira 10-20% pada usia di bawah 50 tahun dan 20% pada usia lanjut. Terapi farmakologis Antitrombolitik. Beta-Blocker. 4. Karena risiko muntah dan aspirasi setelah infark miokard. mengakibatkan penurunan tekanan darah. Penggunaan untuk menghambat terjadinya obstruksi koroner selama fase awal penyakit berdasarkan bukti klinis dan laboratoris bahwa trombosis mempunyai peran penting dalam patogenesis. yang merupakan aktifator platelet yang poten. Mortalitas serangan akut naik dengan meningkatnya umur. diet tinggi serat. serta dada kanan sampai tangan kanan. Prognosis Pada 25 % episode infark miokard akut. stres serta riwayat sakit jantung koroner pada keluarga. merokok. kematian terjadi mendadak dalam beberapa menit setelah serangan. Perlu dianamnesis pula apakah ada riwayat infark miokard sebelumnya serta faktorfaktor risiko antara lain hipertensim diabetes melitus. Sedasi. Menghambat sisitem cyclooxygenase. menurunkan level dari tromboxane A2. Aktivitas. Menu harus diperkaya dengan makanan yang kaya serat. Jika dicurigai nyeri dada berasal dari jantung perlu dibedakan apakah nyerinya berasal dari koroner atau bukan. termasuk usia penderita. Angiostensin receptor blockers (ARB). Tatalaksana di rumah sakit 1. Diet mencakup lemak < 30% kalori total dan kandungan kolesterol <300 mg/hari. mengurangi luasnya infark dan menurunkan resiko terjadinya aritmia ventrikel yang serius. Pasien harus istirahat dalam 12 jam pertama 3. Pada anamnesis pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada perlu dilakukan anamnesis secara cermat apakah nyeri dadanya berasal dari jantung atau dari luar jantung. kalium. mengurangi nyeri. tangan kiri. riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya. Diet. Risiko kematian tergantung pada banyak faktor. Usus. Dianjurkan penggunaan kursi komod di samping tempat tidur.4 md dan dapat di berikan sampai 3 dosis dengan interval 5 menit. apakah nyeri menjalar ke rahang. . Penggunaan memperbaiki keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Diperlukan selam perawatan untuk mempertahankan periode inaktivas dengan penenang. Akute Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan jantung dimana jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan sehingga berakibat adanya gangguan pada organorgan tubuh Kesimpulan Diagnosis Akute Myocard Infark (AMI )dapat ditegakkan dari anamnesa. Pengobatan direkomendasikan untuk menurunkan mortalitas dan juga untuk pencegahan gagal jantung dan infark miokar rekuren. 5. magnesium. Diberikan aspirin dengan dosis 160 atau 325 mg setiap hari. dan rendah natrium. Aspirin. 4. diiris. laboratorium dan EKG. punggung. Inhibitor ACE. pasien harus puasa dan minum cair dengan mulut dalam 4-12 jam pertama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->