P. 1
kebenaran ilmiah

kebenaran ilmiah

|Views: 201|Likes:
Published by fdowntrodden

More info:

Published by: fdowntrodden on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN Manusia selalu berusaha menemukan kebenaran.

Beberapa cara ditempuh untuk memperoleh kebenaran, antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman atau empiris. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsip-prinsip yang lewat penalaran rasional, kejadian-kejadian yang berlaku di alam itu dapat dimengerti. Ilmu pengetahuan harus dibedakan dari fenomena alam. Fenomena alam adalah fakta, kenyataan yang tunduk pada hukum-hukum yang menyebabkan fenomena itu muncul. Ilmu pengetahuan adalah formulasi hasil aproksimasi atas fenomena alam atau simplifikasi atas fenomena tersebut. Struktur pengetahuan manusia menunjukkan tingkatan-tingkatan dalam hal menangkap kebenaran. Setiap tingkat pengetahuan dalam struktur tersebut menunjukkan tingkat kebenaran yang berbeda. Pengetahuan inderawi merupakan struktur terendah dalam struktur tersebut. Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi adalah pengetahuan rasional dan intuitif. Tingkat yang lebih rendah menangkap kebenaran secara tidak lengkap, tidak terstruktur, dan pada umumnya kabur, khususnya pada pengetahuan inderawi dan naluri. Oleh sebab itulah pengetahuan ini harus dilengkapi dengan pengetahuan yang lebih tinggi. Pada tingkat pengetahuan rasional-ilmiah, manusia melakukan penataan pengetahuannya agar terstruktur dengan jelas.

Metode ilmu juga dapat bersifat empiris dengan unsur-unsur bangunan yang seakan-akan diolah dari lingkungan. epistemologi. Teori-teori yang terlembaga antara lain adalah : 1. adalah bersifat kongkret dan dapat dinyatakan lewat panca indera manusia. menurut kaum empiris. Dalam perkembangannya teori-teori kebenaran selalu berbanding sama dengan teori-teori pengetahuan. Gejala itu bila ditelaah mempunyai beberapa karakteristik tertentu. Logam bila dipanaskan akan memuai. Perbedaan sensivitas tiap indera dan organ-organ tertentu menyebabkan kelemahan ilmu empiris. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Hal ini disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lain dan berbedanya objek yang dapat ditangkap indera.TEORI KEBENARAN KORESPONDENSI Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataanpernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Air akan mengalir ke tempat yang rendah. Metode ilmu dapat bersifat sangat teoritis dan apriori dengan membuat unsurunsur bangunannya sendiri. dilaksanakan secara konsekuen dan penuh disiplin (Jujun S.Suriasumantri. Dari semua pengetahuan. 1998). Gejala-gejala alamiah.PEMBAHASAN Ilmu dicirikan dengan pemakaian sistem dan metode ilmiah yang dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Kerangka filsafat di atas akan memudahkan pemahaman mengenai keterkaitan berbagai ilmu dalam mencari kebenaran. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. dan aksiologinya telah jauh lebih berkembang dibandingkan dengan pengetahuanpengetahuan lain. maka ilmu merupakan pengetahuan yang aspek ontologi. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan. Ilmu pengetahuan empiris hanyalah merupakan salah satu upaya manusia dalam menemukan kebenaran yang hakiki dengan segala kelebihan dan kekurangannya. .

3. hingga bahaya nuklir akibat persaingan kekuasaan antar negara.2. Ketiadaan nilai dalam ilmu pengetahuan modern yang menjadikan sains untuk sains. Namun. telah mengakibatkan krisis kemanusiaan.TEORI KEBENARAN PRAGMATIS Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah. Pernyataan yang benar bukanlah pernyataan yang mengungkapkan realitas tapi justru dengan pernyataan itu terciptanya suatu realitas sebagaimana yang diungkapkan dalam pernyataan itu. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. pecahnya lapisan ozon akibat penggunaan freon berlebihan. John Austin dan Peter Strawson. Para filsuf ini hendak menentang teori klasik bahwa “benar” dan “salah” adalah ungkapan yang hanya menyatakan sesuatu. Menurut teori ini proposisi dikatakan benar sepanjang proposisi itu berlaku atau memuaskan. justru inilah yang ingin ditolak oleh filsuf-filsuf ini. Proposisi yang benar berarti proposisi itu menyatakan sesuatu yang dianggap benar. dan ketenangan. . kekerabatan. penderitaan dalam kemelimpahan). Krisis lingkungan dan kemanusiaan. batu ujian kebenaran adalah kegunaan. Manusia telah tercerabut dari aspek-aspek utuhnya. Menurut teori ini suatu pernyataan dianggap benar kalau pernyataan itu menciptakan realitas. cinta. Bagi para pragmatis. Apa yang diartikan dengan benar adalah yang berguna dan yang diartikan salah adalah yang tidak berguna. kehangatan. Teori ini tidak mengakui adanya kebenaran yang tetap atau mutlak. Aksiologi ilmu pengetahuan modern yang dibingkai semangat pragmatis-materialis ini telah menyebabkan berbagai krisis lingkungan hidup. dapat dikerjakan dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan.TEORI KEBENARAN PERFORMATIF Teori ini dianut oleh filsuf Frank Ramsey. bahkan sains adalah segalanya. personal atau sosial. demikian sebaliknya. mulai dari genetic engineering hingga foules solitaire (kesepian dalam keramaian. mulai dari efek rumah kaca akibat akumulasi berlebihan CO2. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dengan kata lain.TEORI KEBENARAN SINTAKSIS Para penganut teori ini berpangkal tolak pada keteraturan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekat. sifat dasar kebenaran ilmiah selalu mempunyai paling kurang tiga sifat dasar. Dengan kata lain apabila sebuah proposisi keluar dari yang disyaratkan maka proposisi tersebut tidak mempunyai arti. gaya dan kecepatan dalam fisika. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa. . Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. isi empiris. tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu sendiri. 4. suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten dengan pernyataan-pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui kebenarannya. Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realitas saja.Dengan demikian.TEORI KEBENARAN KOHERENSI Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Demikian suatu pernyataan bernilai benar apabila pernyataan tersebut mengikuti aturanaturan sintaksis yang baku. yaitu : struktur yang rasional-logis. 5. dan dapat diterapkan. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis.

Menurut teori ini. arbitrer. melainkan dilihat dari benar materialnya. Pendapat lain yaitu dari Euclides. analisis faktor. Padahal semestinya keseluruhan struktural tata hubungan itu yang dimaknai. Sampai sekarang analisis regresi. 8. dan analisis statistik lanjut lainnya masih dimaknai pada korespondensi unsur satu dengan lainnya. sikap epistemologic dan ideologic.TEORI KEBENARAN SEMANTIS Teori kebenaran semantik dianut olah faham filsafat analitik bahasa. bahwa proposisi benar tidak dilihat dari benar formalnya. juga arti yang dikemukakan itu memiliki arti yang bersifat definitif. Sikap-sikap itu antara lain : sikap epistemologis skeptik. Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar.PROPOSISI Proposisi adalah suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks.KEBENARAN STRUKTURAL PARADIGMATIK Sesungguhnya kebenaran struktural paradigmatik ini merupakan perkembangan dari kebenaran korespondensi. Arti ini dengan menunjukkan makna yang sesungguhnya dengan menunjuk pada referensi atau kenyataan. karena akan mampu memberi eksplanasi atau inferensi yang lebih menyeluruh. kebenaran semantik suatu proposisi memiliki nilai benar ditinjau dari segi arti atau makna. atau hanya mempunyai arti jika dihubungkan dengan nilai praktis. 7. yang merentang dari yang subyektif individual sampai yang obyektif. Di dalam teori ini ada sikap yang mengakibatkan diterimanya sebuah proposisi sebagai arti yang esoterik. . proposisi benar adalah bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi.6. Dalam logika Aristoteles. sikap epistemologic pragmatik.

Semoga dengan kebenaran yang didapatkan dengan metode ilmiah ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kelangsungan hidup manusia dan menjaga kelestarian alam sehingga kehidupan berjalan selaras dengan kebenaran yang muncul dari metode-metode tersebut. Koherensi bersifat rasional dan Positivistik mengabaikan hal-hal non fisik. Karena setiap bagian dari ilmu yang diteliti mempunyai batasan-batasan dan cara yang berbeda untuk membuktikan kebenarannya. Apapun cara yang dipakai untuk menemukan kebenaran tergantung dengan apa yang diteliti untuk dicari kebenarannya. Pragmatis fungsional-praktis tidak ada kebenaran mutlak. . Teori Kebenaran Korespondensi sesuai dengan fakta dan empiris kumpulan fakta-fakta.KESIMPULAN Uraian dan ulasan mengenai berbagai teori kebenaran di atas telah menunjukkan kelebihan dan kekurangan dari berbagai teori kebenaran.

Cetakan ke-11. Yogyakarta: Liberty. Cetakan ke-1.(1996). (1998). Jujun S.DAFTAR PUSTAKA Suriasumantri. Pengantar Filsafat. . Kattsof. Tim Dosen Filsafat Ilmu. Cetakan ke-10. Filsafat Ilmu. Louis O. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana Yogya. (2004). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->