P. 1
makalahfisikaatom-fisikainti-radioaktifitas

makalahfisikaatom-fisikainti-radioaktifitas

|Views: 159|Likes:

More info:

Published by: Kurniawan Tri Pamungkas on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2011

pdf

text

original

MOTTO

Seseorang yang bisa bersikap baik akan menjadi individu yang sukses. Ucapan dan perbuatan yang baik antara lain : “I CAN” (yakin bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang baik) dan “THIS IS A LONG PLAN” (untuk menjadi sukses dibutuhkan perencanaan yang matang), “LEARNING IS VALUABLE” (belajar adalah proses yang sangat berharga), “I WILL MAKE A DIFFERENT IN THE LIVES OF SURROUNDING” (berfikir untuk dapat membuat perubahan bagi orang-orang di sekelilingnya). Mengungkapkan, memilih perilaku yang baik akan memberikan warna bagi kehidupan. Pilihan itu bukanlah sesuatu yang ajaib. Kehidupan yang dilakukan dengan baik pasti dapat menghasilkan perubahan besar. Asal ada kemauan pasti ada jalan.

‫ﱠﺪﺟﻮ ﱠﺪﺟ ﻦﻤ‬
Artinya : “Barang siapa yang bersungguh maka dia akan memperoleh sesuatu”.

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk dapat menyelesaikan paper yang berjudul “FISIKA ATOM, INTI ATOM, dan RADIOAKTIVITAS” sebagai salah satu syarat untuk mengikuti UN (Ujian Nasional) di Madrasah Aliyah Manba’ul Hikam Putat Tanggulangin Sidoarjo. Tiada gading yang tak retak, maka dari itu penulis menyadari bahwa di dalam paper ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan karena keterbatasan data dan pengetahuan penulis serta waktu yang ada. Oleh karena itu dengan rendah hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari kalangan pembimbing untuk kesempurnaan paper ini. Dan penulis berharap melalui paper ini dapat memberikan inspirasi bagi siswa untuk lebih giat belajar dan mengukir prestasi. Terlepas dari semua itu, ucapan “Thank You Very Much” kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian paper ini. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Abdul Wahid Efendi, M.Ag. selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Manba’ul Hikam yang telah memberikan dorongan kepada Penulis untuk selalu berusaha lahir dan batin dalam mencapai kesuksesan dan tujuan hidup. 2. Bapak H. Achmad Aflah Afriadi, S.Pd.i. selaku Waka Kesiswaan yang memotivasi Penulis untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan usaha yang maksimal dan hasil akhirnya diserahkan kepada Yang Di atas. 3. Ibu Fitriyah, S.Pd. selaku Pembimbing yang tidak henti-hentinya memberikan bimbingan, kritik dan saran kepada Penulis agar paper ini mencapai kesempurnaan. 4. Bapak Sholahuddin, M.Ag. selaku Guru Bahasa Indonesia yang bersedia meluangkan waktunya untuk menerima pertanyaan dan ketidakjelasan Penulis dan dengan sabar menjelaskan metode penilaian paper ini.

ii

Akhir kata. Penulis berterima kasih atas semua ilmu yang Bapak dan Ibu berikan kepada Penulis selama Penulis sekolah di sini. 5 Januari 2008 Penulis iii .5. Bapak Saikhu. terima kasih atas persahabatannya dan saya juga berterima kasih atas kebaikannya Mbak Afiatul Lutfiyah selama Penulis masih sekolah di sini. Sahabat-sahabat Penulis baik yang ada di dalam pondok atau di luar pondok yang sudah membantu Penulis selama sekolah di Madrasah Aliyah Manba’ul Hikam. Bapak Rif’an. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan semangat dan dukungan kepada Penulis untuk segera menyelesaikan paper ini. Sidoarjo. 6. Saudara-saudaraku dan teman-temanku di kelas XII IPA-IPS dan di Kelas III Ulya. Bapak Sudarsono selaku wali kelas yang mengarahkan anak didiknya agar menjadi siswa-siswi yang baik dan berakhlak. Bapak Suyono. Penulis berharap paper yang sederhana ini dapat membawa manfaat besar bagi pembacanya. Bapak Anwar. 9. Bapak Kasori.. 7. Bapak Suwardi dan semua Bapak serta Ibu Guru yang mengajar di Madrasah Aliyah Manba’ul Hikam. Bapak Suyit. 8.

......................................... Radioisotop..................................................... Radioaktivitas...... Laser...... DAFTAR ISI.... Tujuan dan Manfaat......DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....... iv ............................... F. Difraksi Sinar-X dan Pita Energi..................... BAB II KAJIAN TEORI A.................................. Sistematika Penulisan.............................................................. Latar Belakang ................. LEMBAR PERSETUJUAN.... i ii iii iv vi 1 1 1 2 2 3 6 7 8 10 11 12 13 16 21 22 23 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... Kesimpulan .................................. Metode.................................................................................................... KATA PENGANTAR................. Rumusan Masalah............................................................ BAB III PENYAJIAN DATA..................................... E.............. Transmutasi Inti dan Piranti Eksperimen Fisika Inti............... Semikonduktor.......... C.......................................... BAB I PENDAHULUAN A............ Inti Atom..... BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A................................ Radiasi dalam Kehidupan Sehari-hari................ ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH A............................................................. Keselamatan Radiasi Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia........................................... B................ D................... MOTTO................................................................... G................... B................................................................................................................ C........................................................................................................................... B................... D........................... B........................................... Saran ..................... E................................................................................................................................................. Struktur Atom...............................

Uraian ini diharapkan dapat memberikan informasi seimbang kepada anggota masyarakat. ditunjukkan bahwa pembersihan lingkungan (clean up) akibat terjadinya pencemaran oleh limbah radioaktif membutuhkan biaya 10 sampai 100 kali lebih besar dibandingkan bila biaya pengelolaan limbah tersebut secara baik. v . karena pada gilirannya berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah : 1. Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar manusia. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : “Bagaimana mengaplikasikan pengetahuan tentang fisika atom. karena efisiensi tidak pernah mencapai 100%. pengembangan dan penguasaan iptek nuklir selalu akan ditimbulkan limbah radioaktif sebagai sisa proses. inti atom dan radioaktivitas. Limbah radioaktif yang ditimbulkan harus dikelola dengan baik dan tepat agar tidak mencemari lingkungan. inti atom dan radioaktivitas terhadap penanganan bahaya limbah radioaktif.BAB I PENDAHULUAN A. Untuk mengetahui penanganan bahaya limbah radioaktif secara benar. ” C. memperpanjang harapan hidup dan menstimulasi peningkatan kualitas hidup. 2. Berdasarkan pengalaman di Amerika Serikat. B. Dalam pemanfatan iptek untuk berbagai tujuan selalu ditimbulkan sisa proses/limbah. Mengidentifikasi dan memberikan gambaran tentang fisika atom. Demikian juga dalam pemanfaatan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini memuat tentang pokok-pokok hasil pembahasan dari bab II dan III. E. metode penelitian. artikel-artikel dan sumber bacaan lain. rumusan masalah. dan radioaktivitas. inti atom dan radioaktivitas dengan mengacu pada literatur-literatur. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi permasalahan penanganan bahaya limbah radioaktif dengan mengetahui cara pengaplikasian pengetahuan tentang fisika atom. inti atom. BAB II KAJIAN TEORI Dalam bab ini akan diuraikan mengenai definisi konsep fisika atom. tujuan dan manfaat penelitian. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH Dalam bab ini akan disajikan data-data tentang permasalahan yang timbul akibat limbah radioaktif dan pemecahan masalah yang bisa dilakukan. Sistematika Penulisan Sistematika dalam penulisan paper ini terbagi dalam empat bab. Pembagian penulisan dalam paper ini untuk memudahkan penulis dalam menyusun hasil penelaahan terhadap permasalahan yang ada.D. Dan sistematika penulisan paper ini dapat diuraikan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini secara garis besar memuat pendahuluan. Uraian kesimpulan akan menjadi jawaban atas masalah yang sudah dirumuskan. dan sistematika penulisan. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. vi . BAB III PENYAJIAN DATA.

neutron dan electron. b. e.BAB II KAJIAN TEORI A. dimusnahkan. menjelaskan sifat kelistrikan pada atom. Dua atom atau lebih yang berasal dari unsurunsur yang berlainan dapat bersenyawa membentuk molekul. Kelemahan teori Dalton adalah : a. c. dengan jumlah massa sebelum dan sesudah persenyawaan adalah sama. Sifat unsur memiliki sifat yang sama dengan TEORI ATOM DALTON Atom merupakan bagian terkecil suatu zat Atom tidak dapat diciptakan dan John Dalton pada tahun 1803 mengemukakan teorinya sebagai berikut : yang tidak dapat dibagi lagi. Partikel ini oleh Thomson dinamakan electron. TEORI THOMSON Ternyata atom masih Tidak dapat dapat dibagi lagi seperti proton. d. menunjukkan bahwa partikel sinar katoda jauh lebih ringan dari pada atom. Dengan tabung sinar katoda ini. Dalam suatu senyawa. Dalam percobaannya menggunakan tabung sinar katoda. atom-atom setiap unsur bergabung dengan perbandingan tertentu dan sederhana (misalnya : atom C dan atom O membentuk CO dan CO2). STRUKTUR ATOM a. b. vii . sifat atom penyusunnya.

m²/cou Jadi jika r membesar maka E juga membesar. Menurut teori ini. TEORI ERNST RUTHERFORD Rutherford melakukan percobaannya dengan menembakkan partikel a ke arah lempeng emas. Thomson mengemukakan model atomnya sebagai berikut : “Atom berbentuk bola dan bermuatan positif yang tersebar merata ke seluruh bagian atom dan dinetralkan oleh electron yang melekat pada permukaannya”. Pada tahun 1904. sehingga elektron pada kulit paling luar memiliki energi terbesar. Elektron dapat "runtuh" ke inti atom karena dipercepat dan memancarkan energi. sehingga dapat menyimpulkan: Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang berputar pada lintasan-lintasan tertentu  (seperti susunan tata surya). 3. 2. J.k e²/2r (menunjukkan bahwa untuk mengeluarkan elektron diperlukan energi). Bila lintasan elektron dianggap lingkaran. viii . r = jari-jari orbit elektron k = 9 x 109 newton. Kelemahan teori Rutherford: 1. Model atom Thomson ini dikenal sebagai model roti kismis.Thomson dapat menentukan harga perbandingan muatan electron dengan massa electron. karena memancarkan gelombang elektromagnetik maka energi total electron akan semakin berkurang sehingga akhirnya akan jauh ke inti.J. Tidak dapat menjelaskan spectrum cahaya yang dipancarkan atom hidrogen. Spektrum atom hidrogen berupa spektrum kontinu (kenyataannya spektrum garis). maka energi total elektron: tanda (-) menunjukkan keterikatan terhadap inti E = Ek + Ep E = . 4.

Elektron akan mengalami eksitasi (pindah ke lintasan yang lebih tinggi) atau ionisasi jika menyerap energi. Deret Lyman terletak pada daerah ultra ungu II. 2. .6 x 10-19 joule SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (SPEKTRUM GARIS) Menurut Neils Bohr : 1/λ = R [ (1/nA2) . c/λ EB = energi pada kulit n EA = energi pada kulit nA R = konstanta Rydberg = 1.. .- TEORI NEILS BOHR Berdasarkan model atom Rutherford dan teori kuantum.. nB = 3.28 x 10-11 n2 meter n = 1. 3. Deret Balmer terletak pada daerah cahaya tampak nA = 2 . h/2π 2.. r = n .(k e2/2 r n2)= (-13. = bilangan kuantum utama Tingkat-tingkat energi (energi kulit ke-n): En = . 4.. 5..EA = h .... tanpa membebaskan energi. Masing-masing lintasan hanya dapat dilalui elektron yang memiliki momentum anguler kelipatan bulat dari h/2π . 4....6/n2) ev 1 eV= 1. Neils Bohr mengemukakan teorinya: 1. Jari-jari lintasan elektron: rn = 5. v . nB = 2. ...(1/nB2) ] ∆ E = EB .... ix . Elektron hanya dapat mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasan tertentu saja.. dan transisi ke lintasan yang lebih rendah jika memancarkan energi foton...097 x 107 m-1 ∆ E = energi yang diserap/dipancarkan pada saat elektron pindah I. m . 3... .. nA = 1 ..

nB = 6. Sehingga massa elektron dapat ditentukan: me = 9. 6.1091 x 10-31 B.III.. PERBANDINGAN MASSA DAN MUATAN ELEKTRON (e/m) 1. 6. Tidak dapat menerangkan kejadian ikatan kimia LUCUTAN GAS Lucutan gas adalah peristiwa mengalirnya muatan listrik di dalam tabung lucutan gas (tabung Crookes) pada tekanan gas sangat kecil  menghasilkan berkas sinar katoda.. Dihitung oleh JJ Thomson: e/m= 1.. Tidak dapat menerangkan atom berelektron banyak 2. intensitas tinggi dan pulsanya sejajar.7588 x 1011 coul/kg 2. R... 7. LASER Sifat laser Jenis laser : koheren.6021 x 10-19 coulomb 3. nB = 5.... Deret Bracket terletak pada daerah infra merah 2 nA = 4 . : padat (Ruby). 7. V. Kelemahan Model Atom Bohr: 1. Milikan menghitung besarnya muatan elektron: e = 1.A. nB = 4... Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom (kelemahan ini dapat diperbaiki oleh Zeeman.. yaitu setiap garis pada spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda) 3. IV.. x . cair (larutan kriptosianida). .. gas (CO2. monokromatik. Deret Pfund terletak pada daerah infra merah 3 nA = 5 .. Deret Paschen terletak pada daerah infra merah 1 nA=3 . 8. 5.

memotong baja. mengasah intan. alat bedah. gambar 3 dimensi (holografi). xi .Penerapan laser He-Ne) dan semi konduktor (Gas As) : mengukur jarak.

Sumber energi matahari adalah reaksi inti 4 proton  helium + 2e+ diketahui: xii .minti Dalam fisika inti satuan massa biasa ditulis 1 sma (1 amu) = 1. 931 (MeV) Stabilitas inti: Suatu nuklida dikatakan stabil bila terletak dalam daerah kestabilan pada diagram N . Untuk nuklida ringan (A < 20) terjadi kestabilan bila Z = N (N/Z = 1).C.m(2He4) Energi ikat inti ∆ E = ∆ m c2 → ∆ m = (Z . Simbol nuklida : ZXA atau ZAX dengan A = nomor massa Z = jumlah proton dalam inti = jumlah elektron di kulit terluar N = A . mn) . Isoton: kelompok nuklida dengan jumlah netron sama tetapi Z berbeda.6 x 10-19 C dan netron tidak bermuatan. INTI ATOM Partikel-partikel pembentuk inti atom adalah proton (1P1) dan netron ( 0n1).Z = jumlah netron di dalam inti atom Proton bermuatan positif = 1. Isobar: kelompok nuklida dengan A sama tetapi Z berbeda. mp + N . Contoh: 1. Kedua partikel pembentuk inti atom ini disebut juga nukleon. sedangkan untuk nuklida dengan Z > 83 adalah tidak stabil. Contoh: 2p + 2n → 2He4 jadi ∆ m = m(2p + 2n) . Isoton : Atom-atom unsur tertentu ( Z sama) dengan nomor massa berbeda.Z. Akibatnya ada energi ikat inti. Massa inti atom selalu lebih kecil dari jumlah massa nukleon-nukleon pembentuknya. c2 (joule) sma → E = ∆ m .66 x 10-27 kg = 931 MeV/C2 satuan ∆ m : kg → E = ∆ m .

R=λ N R = kuat radiasi satuan Curie 1 Curie (Ci) = 3.daya tembusnya kecil tapi daya ionisasinya besar.7 x 1010 peluruhan per detik. Sinar α : Sinar β : Sinar γ : yang .6466 gram helium.massa e+ = 0.6466 x 10-27) = 1024 kali reaksi. Dari rumus Defek massa: ∆ m = M(∆ p) . xiii . 0. Compton den produksi pasangan). selalu terbentuk 1 2He4 yang massanya 6.6466 gram) / (6.042 x 10-27 kg Jadi energi total reaksi yang dihasilkan: E = n .6466 gram 2He4.identik dengan inti atom helium (2He4) .daya tembus cukup besar tapi daya ionisasinya agak kecil . β . Jawab: Dalam setiap reaksi yang terjadi: 4 1p1  2He4 + 2e+. maka jumlah reaksi yang terjadi (n) adalah: n = (6.378 x 1013 joule D. Karena terbentuknya 6.6466 x 10-27 kg Jika dalam reaksi ini terbentuk 6.0009 x 10-27 kg . .042 x 10-27 (3. ∆ m .identik dengan elektron ( le.6466 x 10-27 kg. RADIOAKTIVITAS Radioaktivitas adalah peristiwa pemancaran sinar-sinar α .massa proton = 1.6726 x 10-27 kg . c2 = 1024 .108)2 = 0. . γ menyertai proses peluruhan inti.massa helium = 6.M(1 2He4 + 2e+) = 0.. β .) . hitunglah energi yang dihasilkannya.daya tembus paling besar tapi daya ionisasinya kecil (interaksi berupa foto listrik. Kuat radiasi suatu bahan radioaktif adalah jumlah partikel (α . γ ) yang dipancarkan tiap satuan waktu.tidak bermuatan (gelombang elektromagnetik).

Waktu paruh (T ½) adalah waktu yang diperlukan oleh ½ unsur radioaktif berubah menjadi unsur lain. N = jumlah atom. TRANSMUTASI INTI DAN PIRANTI EKSPERIMEN FISIKA INTI xiv . jenis dan mengetahui intensitas partikel radioaktif 4. E. Pencacah Geiger(G1M) untuk menentukan/mencacah banyaknya radiasi sinar radioaktif 2.693/λ ⇒ N = Noe-lt = No(½)-t/T Jadi setelah waktu simpan t = T½ massa unsur mula-mula tinggal separuhnya. Pencacah Sintilad untuk mencacah dan mengetahui intensitas partikel radioaktif. T½ = ln 2/λ = 0. yang menyatakan kecepatan peluruhan inti. Emulsi Film untuk mengamati jejak. Kamar Kabut Wilson untuk mengamati jejak partikel radioaktif 3.693/µ ⇒ disebut HVL (lapisan harga paruh) yaitu tebal keping yang menghasilkan setengah intensitas mula.λ = konstanta pelurahan. Jenis detektor radioaktif : 1.m2) µ = koefisien serap materi (m-1 atau cm-1) x = tebal materi/bahan (m atau cm ) Bila I = ½ Io maka x = 0. tergantung pada jenis isotop dan jenis pancaran radioaktif. N = ½ No ATAU setelah waktu simpan nT½ ⇒ zat radioaktif tinggal (½)n Sinar radioaktif yang melewati suatu materi akan mengalami pelemahan intensitas dengan rumus: I = Ioe-µ x Io = intensitas mula-mula (joule/s.

Energi yang dicapai hingga 500 GeV. Betatron Tempat pemercepat elektron. Komponen reaktor : . Sinkrotron Tempat pemercepat proton. Siklotron Tempat pemercepat partikel (proton atau netron). sehingga menghasilkan dua inti baru dengan nomor massa yang hampir sama. 3. Energi hingga 100 MeV. Reaktor Atom Tempat berlangsungnya reaksi fisi. Contoh: Dalam reaktor atom: U235 + n  Xe140 + Sr94 + 2n + E 2.moderator .perisai . Energi hingga 300 MeV. Fisi Peristiwa pembelahan inti atom dengan partikel penembak. Akselerator xv . Bila tidak dikendalikan  terjadi bom atom.batang kendali .bahan bakar 2. Contoh: reaksi di matahari: 1H2 + 1H2  2He3 + on1 PIRANTI EKSPERIMEN FISIKA INTI 1. yaitu penembakan Uranium (U) dengan netron (n). menghasilkan banyak n yang dapat dikendalikan. 5. menghasilkan inti atom baru yang lebih berat. Fusi Peristiwa penggabungan dua inti atom ringan.TRANSMUSI INTI 1. 4.

. maka sinar-sinar yang dipantulkan akan saling memperkuat (interferensi konstruktif). . DIFRAKSI SINAR-X DAN PITA ENERGI RADIOISOTOP Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif.. Energi hingga 10 GeV. Dalam hal ini berlaku Persamaan Bragg yaitu : mλ = 2d sin θ m = 1. Pita valensi (terisi penuh oleh 2N elektron di mana N adalah Pita konduksi (terisi sebagian elektron atau kosong) jumlah atom suatu bahan) Di antara pita valensi dan pita konduksi terdapat celah energi yang layak xvi .. = orde difraksi λ = panjang gelombang sinar X d = sudut antara sinar datang dengan permukaan kristal PITA ENERGI Teori pita energi dapat menerangkan sifat konduksi listrik suatu bahan. 2. F. 2. RADIOISOTOP.Bidang hidrologi . Pita energi terdiri atas dua jenis yaitu: 1.biologi .. dibuat dengan menggunakan reaksi inti dengan netron.Tempat pemercepat proton atau elektron...industri DIFRAKSI SINAR-X Jika seberkas sinar-X datang pada kristal. misalnya 92 U 238 + 0 n 1 → 29 U 239 + γ Penggunaan radioisotop: . Semua piranti di atas digunakan untuk melakukan transmutasi inti.. 3.

xvii . Semikonduktor jenis ini terdiri dari dua macam. Akibat doping ini maka hambatan jenis semikonduktor mengalami penurunan. hole (kekosongan) den elektron berfungsi sebagai pembawa muatan listrik (pengantar arus). SEMIKONDUKTOR Hambatan jenis (kebalikan dari konduktivitas listrik) suatu bahan dapat dikelompokkan menjadi: 1. G. Transistor terdiri dari dua jenis yaitu PNP dan NPN. Transistor. Semikonduktor ekstrinsik adalah semikonduktor yang sudah dimasukkan sedikit ketidakmurnian (doping). dapat berfungsi sebagai penguat arus/tegangan dan saklar.104 Ω m) 3. Semikonduktor intrinsik adalah semikonduktor yang belum disisipkan atomatom lain (atom pengotor). yaitu semikonduktor tipe-P (pembawa muatan hole) dan tipe-N (pembawa muatan elektron). dapat berfungsi sebagai penyearah arus. Isolator ( > 104 Ω m) Hubungan hambatan jenis (o) terhadap suhu Pada bahan semikonduktor. stabilisasi tegangan dan detektor. Komponen semikonduktor: 1. Semikonduktor (10-6 Ω m . 2. Dioda. Konduktor ( < 10-6 Ω m) 2.tidak boleh terisi elektron.

manusia dengan rekannya yang terpisah jauh dapat berkomunikasi dengan suara ataupun gambar. Saat ini. Buktinya ada saat anda membuka jendela kamar di pagi hari. ia sudah hadir di ruang angkasa sebelum bumi itu sendiri nongol. Nah. RADIASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Sadarkah anda jika tiap hari tubuh selalu menerima radiasi. Kehangatan sinar mentari merasuki setiap kehidupan. Orang-orang yang hidup di daerah subtropis pada musim panas atau bila berkunjung ke daerah tropis sebagai turis gemar menjemur diri di pantai untuk mendapatkan radiasi ultraviolet agar kulit tubuhnya berwarna kecoklatan. Begitu pula hubungan antara seorang astronot yang ada di ruang angkasa dengan operator di pusat pengendali bumi. sebab radiasi sudah ada di bumi sebelum kehidupan ini lahir. Bersama itu pula ditaruh mineral yang mengandung uranium. Bukan hal yang aneh pula hampir setiap dapur di negara-negara maju dilengkapi dengan alat memasak yang disebut microwave. Sejak itu radiasi menyelimuti ruang angkasa dan merupakan bagian dari bumi. Kalau begitu bisa dikatakan radiasi adalah hal yang sudah akrab dengan kehidupan manusia. Pada 1892 ilmuwan berkebangsaan Prancis.BAB III PENYAJIAN DATA. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH A. Bahkan. Antoine Henri Becquerel meletakkan beberapa lempeng film fotografi di dalam laci. Saat film fotografi dicuci dalam xviii . Itu juga berkat jasa berkat radiasi gelombang pendek (microwave). Radiasi merupakan bagian dari big-bang yang sejauh kita ketahui lahir kurang lebih dua puluh milyar tahun yang lalu. Wajar saja. Sinar atau cahaya yang dipancarkan sang surya itu dikenal dengan radiasi infra merah. artinya kita telah banyak memanfaatkan berbagai jenis radiasi untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup di bumi.

Terutama sejak ditemukan Polonium itu berhasil mengubah banyak hal dan membangkitkan pertanyaan. atom-atom itu ada yang tak stabil. Menurut Erwansyah Lubis. di alam terdapat benda hidup (manusia. suami Marie Currie. Berikutnya. Bisa pula untuk mendeteksi kebocoran air di bendungan. pada 1898. lanjutnya. Di bidang industri. gayagaya apa yang bekerja di dalamnya? Hasilnya. “Di alam. Akibatnya atom ini akan melepaskan kelebihan energinya (meluruh) xix . Pada abad ke-20. Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif (P2PLR). hewan dan tumbuhan) yang secara kimiawi tersusun oleh pelbagai jenis atom yang sangat kecil. penemuan radioaktivitas akhirnya menjadi semacam babak baru dari era fisika modern. Sejak itu Becquerel dikenal sebagai penemu uranium. Radiasi pengion dihasilkan oleh atom-atom yang sangat kecil dan tak kasat mata kita. ketiganya dianugrahi Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1903.larutan pengembang. pada abad berikutnya manusia pun menemukan banyak hal tentang radiasi dan fenomena lainnya dalam fisika. Pemakaian radiasi pengion pun telah banyak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia. atau deteksi adanya potensi kebakaran dalam detektor asap dan lain sebagainya. yaitu Pierre menemukan bahwa uranium mengeluarkan radiasi dan ada elemen misterius lainnya. yang disebut radiasi pengion. Berkat semua itu. BATAN. Misalnya. Salah satunya adalah apa yang mereka sebut sebagai polonium. terbuat dari apa atom-atom itu. atom-atom ada yang stabil dan ada yang tidak stabil. Satu diantaranya dipakai untuk membuat foto organ tubuh manusia (rontgen). radiasi pengion ini dipakai untuk mengukur ketebalan kertas atau pelat besi agar hasil produksinya memiliki ketebalan yang akurat. manusia telah mengenal berbagai jenis radiasi lainnya. pionir pemakai kata radioaktivitas. Yang jelas. ia terkejut karena adanya pengaruh mineral uranium pada film fotografi itu. Radiasi pengion ini juga sudah banyak dimanfaatkan secara luas dalam bidang kedokteran. Kepala Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan. apa yang menyebabkan atom-atom meluruh.” Karena punya kelebihan energi di dalam inti.

Dapat pula berupa partikel yang mempunyai energi tinggi. Nah.untuk jadi jenis atom lain yang stabil. bakal jadi penyebab kerusakan sel-sel pada organ atau jaringan itu. “Atau gampangnya. Ini berguna agar gangguan kesehatan dalam diri manusia akibat radiasi dapat dicegah. Radiasi pengion ini bila menumbuk atau mengenai benda-hidup ataupun benda tak-hidup memiliki kemampuan untuk menguraikan atom-atom stabil yang ada dalam benda-benda itu menjadi ionion positif dan negatif. aktimium (U235) dan torium (Th-232). Radiasi yang dilepaskan oleh radionuklida alam dapat berupa sinar-x dan sinar gamma. jumlah radiasi pengion yang dapat diterima oleh manusia dibatasi. radionuklida primordial yang penting adalah unsur-unsur berat dan mempunyai deret peluruhan yang panjang seperti halnya deret uranium (U-238). kata Erwansyah. Dari sudut radioekologi. “Untuk itu. Buntutnya. Radionuklida primordial adalah radionuklida purba yang ada di bumi dan terjadinya berkaitan erat dengan terbentuknya bumi itu sendiri. Ukuran jumlah radiasi pengion yang diterima manusia disebut dosis radiasi. radionuklida ini memiliki konsentrasi yang sangat rendah di alam hingga memerlukan prosedur yang rumit untuk sampling (pengambilan contoh untuk dianalisis) dan analisisnya. seperti partikel alfa. Umumnya. Kelebihan energi ini dilepaskan dalam bentuk radiasi pengion. radiasi dan atom yang tidak stabil ini dikenal dengan sebutan radionuklida alam. kesehatan manusia pun dapat terganggu. Bila radiasi ini mengenai organ atau jaringan tubuh manusia maka akan terbentuk ion-ion postif dan negatif. Komisi Internasional Perlindungan Bahaya Radiasi (International Commission on Radiological Protection/ICRP) merekomendasi dosis radiasi yang dapat diterima oleh manusia dari xx . jika kerusakan sel-sel ini terjadi dalam jumlah yang relatif banyak dan berlangsung secara terus menerus. primordial dan kosmogenik.” sebut Erwansyah. Berdasarkan asal usulnya. Radionuklida kosmogenik adalah radionuklida yang dihasilkan dari reaksi antara sinar kosmik dengan inti-inti atom yang terdapat di atmosfer. tanah dan air. radionuklida alam dibagi menjadi dua. beta dan proton.” jelas Erwansyah.

Teknologi pengolahan limbah radioaktif yang diadopsi adalah teknologi yang telah mapan (proven) dan umum digunakan di negara-negara industri nuklir. KESELAMATAN RADIASI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF DI INDONESIA Pengelolaan limbah radioaktif di Indonesia diatur oleh Undangundang Ketenaganukliran. Pada tahap awal/perencanaan pemanfaatan iptek nuklir diterapkan azas justifikasi. B. sehingga keselamatan masyarakat dan lingkungan dari potensi dampak radiologik yang ditimbulkan selalu berada dalam batas keselamatan yang direkomendasikan secara nasional maupun internasional. dinding rumah dan bahan-bahan lainnya yang ada di sekitar kehidupan manusia. • Minimisasi Limbah Dalam pemanfaatan iptek nuklir minimisasi limbah diterapkan mulai dari perencanaan. Dalam pengelolaan limbah radioaktif sesuai ketentuan yang berlaku diterapkan program pemantauan lingkungan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. radionuklida alam terdapat dalam pelbagai komponen lingkungan hidup hingga dapat menyebabkan terjadinya paparan radiasi. Beberapa paparan radiasi alam relatif konstan dan merata diterima oleh penduduk bumi. eksternal (dari luar) dan internal (dari dalam).0 mili sievert (mSv) per tahunnya. Sedang paparan radiasi secara internal (dalam tubuh) bisa melalui udara yang terhirup (inhalasi) dan berbagai bahan makanan atau minuman yang dikonsumsi (ingesi). yaitu “tidak dibenarkan memanfaatkan suatu iptek nuklir yang menyebabkan perorangan atau anggota masyarakat xxi .pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nuklir adalah seribu micro sievert (uSv) atau 1. Menurut Handbook of Environmental Radiation. Undang-undang Lingkungan Hidup dan Undangundang lainnya yang terkait serta berbagai produk hukum di bawahnya. Manusia menerima paparan radiasi yang berasal dari luar tubuh (eksternal) seperti dari permukaan tanah. pemanfaatan (selama operasi) dan setelah masa operasi (pasca operasi).

teknologi pemekatan (evaporasi. agar zat radioaktif yang terkandung terikat dalam matrik sehingga tidak mudah terlindi dalam kurun waktu yang relatif lama (ratusan/ribuan tahun) bila limbah tersebut disimpan secara lestari/di disposal ke lingkungan.). Teknologi pengolahan yang umum digunakan antara lain adalah teknologi alih-tempat (dekontaminasi. sindrok. Limbah yang telah mengalami reduksi volume selanjutnya dikondisioning dalam matrik beton. keramik. dll. Setelah penerapan azas justifikasi atas suatu pemanfaatan iptek nuklir. kalsinasi) dan teknologi kondisioning (integrasi dengan wadah. gelas. hanya sebagian kecil radionuklida waktu-paro (T1/2) panjang yang sampai ke lingkungan hidup (biosphere). Dengan menerapkan azas justifikasi berarti telah memimisasi potensi paparan radiasi dan kontaminasi serta membatasi limbah/dampak lainnya yang akan ditimbulkan pada sumbernya.menerima paparan radiasi bila tidak menghasilkan suatu manfaat yang nyata”. dll. sehingga dampak radiologi yang ditimbulkannya minimal dan jauh di bawah NBD yang ditolerir untuk anggota masyarakat. imobilisasi. adsorpsi/absorpsi). dan pengoperasian dari Badan Pengawas. teknologi transformasi (insinerasi. seperti telah diuraikan sebelumnya. pembangunan. destilasi.). dan matrik lainnya. filtrasi. aspal. pemanfaatan iptek nuklir tersebut harus lebih besar manfaatnya dibandingkan kerugian yang akan ditimbulkannya. Pengolahan limbah ini bertujuan agar setelah ratusan/ribuan tahun sistem disposal ditutup (closure). xxii . • Teknologi Pengolahan Limbah Radioaktif Tujuan utama pengolahan limbah adalah mereduksi volume dan kondisioning limbah. agar dalam penanganan selanjutnya pekerja radiasi. dan dalam pembangunan dan pengoperasiannya harus mendapat izin lokasi. anggota masyarakat dan lingkungan hidup aman dari paparan radiasi dan kontaminasi.

Dalam pembuangan secara langsung. Udara sistem ventilasi di tiap instalasi nuklir sebelum dibuang ke atmosfer melalui cerobong. Pembuangan efluen Dalam pengoperasian instalasi nuklir tidak dapat dihindarkan terjadinya pembuangan efluen ke atmosfer dan ke badan-air. Pembuangan efluen radioaktif secara langsung. Dosis pembatas (dose constrain) sebesar 0. dibersihkan kandungan gas/ partikulat radioaktif yang terkandung di dalamnya dengan sistem pembersih udara yang mempunyai efisiensi 99.• Pembuangan Limbah Radioaktif Strategi pembuangan limbah radioaktif umumnya dibagi kedalam 2 konsep pendekatan. Penerimaan dosis terhadap anggota masyarakat ini harus dibatasi serendah-rendahnya (penerapan azas optimasi). xxiii . yaitu konsep "Encerkan dan Sebarkan" (EDS) atau "Pekatkan dan Tahan" (PDT).9 %. Efluen cair yang dapat dibuang langsung ke badan-air hanya berasal sistem ventilasi dan dari unit pengolahan limbah cair radioaktif.3x10-6. Efluen gas/partikulat yang dibuang langsung ke atmosfer berasal dari sistem ventilasi. setelah proses pengolahan/dibersihkan dan setelah peluruhan ke lingkungan merupakan penerapan strategi EDS.3 mSv memberikan kemungkinan terjadinya efek somatik hanya sebesar 3. Kedua strategi ini umumnya diterapkan dalam pemanfaatan iptek nuklir di negara industri nuklir. Tiap jenis radionuklida yang terdapat dalam efluen yang di buang ke lingkungan harus mempunyai konsentrasi di bawah BME.3 mSv per tahun [16]. setelah dibersihkan dan setelah peluruhan aktivitas/konsentrasi radionuklida yang terdapat dalam efluen harus berada di bawah BME. Dosis maksimal yang diperkenankan dapat diterima anggota masyarakat dari pembuangan efluen ke lingkungan dari seluruh jalur perantara yang mungkin adalah 0. sehingga tidak dapat dihindarkan menggugurkan strategi zero release [15]. Radionuklida yang terdapat dalam efluen akan terdispersi dan selanjutnya melaui berbagai jalur perantara (pathway) yang terdapat di lingkungan akan sampai pada manusia sehingga mempunyai potensi meningkatkan penerimaan dosis terhadap anggota masyarakat.

berbagai kegiatan yang ada di sekitar calon lokasi. tidak hanya untuk disposal limbah radioaktif juga terhadap limbah industri lainnya. xxiv . Di negara-negara industri nuklir moto "Not In My Backyard" (NYMBY) telah merintangi dalam pemilihan lokasi.BME tiap jenis radioanuklida yang diperkenankan terdapat dalam efluen radioaktif yang dibuang ke lingkungan untuk tiap instalasi nuklir di PPTN Serpong telah dihitung dengan metode faktor konsentrasi (concentration factor method) dan telah diterapkan semenjak reaktor G. Faktor lainnya yang sangat penting adalah penerimaan oleh masyarakat. • Lokasi Disposal Pemilihan lokasi untuk pembangunan fasilitas disposal mengacu pada proses seleksi yang direkomendasikan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA).Berdasarkan dosis pembatas ini BME tiap jenis radionuklida yang diizinkan terdapat dalam efluen dapat dihitung dengan teknik menghitung balik pada metode prakiraan dosis. Pembuangan efluen gas/partikulat dan efluen cair ke lingkungan di PPTN Serpong telah sesuai dengan rekomendasi yang diberikan baik secara nasional maupun internasional. Oleh karena itu perhatian terhadap faktor-faktor sosial (societal issues) selama pase awal proses pemilihan lokasi memerlukan perhatian ekstra hati-hati dan seksama. hidrogeologi. Isu ini menyebabkan negara-negara industri nuklir cenderung memilih lokasi (site) nuklir yang telah ada untuk pembangunan fasilitas disposal.A. transportasi limbah. tata-guna lahan. geokimia. Centre de la Manche (Perancis). Siwabessy dioperasikan pada bulan Agusutus 1987. tektonik dan kegempaan. Sebagai contoh diantaranya fasilitas disposal Drig (United Kingdom). distribusi penduduk dan perlindungan lingkungan hidup. Faktor-faktor teknis yang dipertimbangkan diantaranya faktor geologi. meteorologi. BME tiap jenis radioaktif ini harus mendapat izin dan tiap jenis radionuklida yang terlepaskan ke lingkungan harus dimonitor secara berkala dan dilaporkan ke Badan Pengawas.

LTS dan LTT. Hasil pengkajian dan penelitian ini sementara menyimpulkan bahwa kawasan PPTN Serpong dikarenakan kondisi lingkungan setempat (pola aliran air tanah. xxv . demographi.Rokkasho (Jepang) dan Oilkiluoto (Finlandia). dll) hanya memungkinkan untuk pembangunan sistem disposal eksperimental. P2PLR telah melakukan berbagai penelitian dan pengkajian kemungkinan kawasan nuklir PPTN Serpong dan calon lokasi PLTN di S. Lemahabang dapat digunakan sebagai lokasi untuk disposal LTR. sedangkan di calon lokasi PLTN telah dapat diidentifikasi daerah yang mempunyai kesesuaian yang tinggi untuk pembangungan sistem disposal near-surface dan deep disposal.

Pengelolaan limbah radioaktif tingkat rendah (LTR) dan sedang (LTS) telah mapan (proven) baik secara teknologi maupun keselamatan. Indonesia memilih daur terbuka. penelitaian dan lain-lainhya). sehingga bila terjadi kecenderungan peningkatan penerimaan dosis oleh penduduk di sekitar fasilitas nuklir dapat secara dini diketahui. mempunyai potensi kemungkinan terjadinya efek somatik sebesar 3. Kesimpulan Keselamatan radiasi lingkungan dalam pengelolaan limbah radioaktif diupayakan melalui.4 mSv per tahun). rumah sakit. sehingga kegiatan nuklir dapat dihentikan segera.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A.0 mSv per tahun.3 mSv per tahun. serta dari disposal limbah dibatasai maksimal sebesar 0. Besarnya dosis pembatas ini. Nilai Batas Dosis (NBD) yang ditolerir dapat diterima oleh anggota masyarakat sebesar 1. Sebagian memilih daur tertutup (memilih opsi olah-ulang) dan sebagian lainnya memilih daur terbuka (memilih opsi disposal). Sementara LTT yang ditimbulkan dari xxvi . dengan demikian kerugian terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalisis serendah-rendahnya. NBD untuk anggota masyrakat ini relatif lebih kecil dari yang diterima rata-rata dari radiasi alam (2. sesuai dengan standar de minimus. nilai risiko ini termasuk dapat diabaikan. Teknologi pengolahan limbah radioaktif ini telah diadopsi dan diimplementasikan di Indonesia (Batan) dalam mengelola LTR dan LTS baik yang dihasilkan dari kegiatan Batan maupun dari kegiatan Non-Batan (industri. direeksport kembali ke negara asal. Pemantauan lingkungan merupakan ketentuan yang diberlakukan.3 x 10-6. Penerimaan dosis oleh anggota masyarakat dari kegiatan pembuangan efluen radioaktif ke atmosfer dan ke badan-air. juga masih berubahubah. Pengelolaan limbah radioaktif tingkat tinggi (LTT) di negara-negara industri nuklir selain berbeda. dan telah diimplemetasikan secara komersial. Pembatasan penerimaan dosis. limbah BBN bekas yang awalnya dipasok dari luar Negeri.

Dalam permasalahan ini. diperkenankan terdapat dalam efluen. Program pemantauan yang Verifikasi kelayakan pengawasan pembuangan efluen ke lingkungan Melakukan koreksi terhadap kesahihan perhitungan batas konsentrasi tiap jenis radionuklida yang Pengkajian keselamatan Pemilihan lokasi disposal xxvii . Saran Penanganan masalah radioaktif adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan secara berhati-hati oleh pemerintah. umumnya negaranegara industri nuklir melakukan pendekatan secara teknis. diturunkan dari hasil studi Amdal. 5. sehingga aman dan terkendali. yang tepat. Penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan iptek nuklir sangat dipengaruhi oleh keamanan dan keselamatan pengelolaan limbah radioaktif. Kecenderungan pembangunan fasilitas disposal yang terjadi di negara-negara industri nuklir dalam mengantisipasi moto “ NYMBY” adalah di kawasan nuklir yang telah ada. radiologi yang Memberikan ditimbulkan dalam batasan yang jaminan/pembuktian kepada Badan Pengawas dan masyarakat bahwa diizinkan/diperkenankan. 2.Litbang disimpan di ISSFE yang berada dalam kawasan nuklir. B. namun pendekatan secara sosial masih kurang. dampak 6. Diantara langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah : 1. lingkungan. 3. 4.

Atom Indonesia Vol. (1991). Third Edition. July 2000... Proceedings of a Symposium. 26. Environmental Impact of Radioactive Releases. BENNET B.. Vienna 8 .2. Revisi1. Exposures from Worldwide Release. E. G. xxviii . Chapman and Hall. BKKL-PTPLR.. Safety Assessment for a Hyphotetical Near Surface Disposal. D. Batas Pelepasan Maksimal (BPM) Pembuangan Zat Radioaktif ke Atmosfer dan Badan-air untuk tiap Instalasi Nuklir di PPTA. London. MALLANTS. (1995). (1986). LUBIS. IAEA..12 May. SAMUEL H. G. No.DAFTAR PUSTAKA ALAN MARTIN.. An Introduction to Radiation Protection. VOLCKAERT.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->