P. 1
FILSAFAT HUKUM

FILSAFAT HUKUM

|Views: 960|Likes:
Published by adedidikirawan
Berdasarkan asal katanya, kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani, PHILOSOPHYA. Kata ini merupakan gabungan dari 2 (dua) kelompok akar kata, yaitu :
Pertama, kata Philein dan Sophos. Philein berarti cinta dan Sophos berarti kebijaksanaan. Cinta bukan sebagai noun, bukan sebagai adjective, tetapi cinta = verb. Verb  ?  kerja manusia untuk mengerjasamakan ketiga unsur dlm jiwanya  bijaksana
Berdasarkan asal katanya, kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani, PHILOSOPHYA. Kata ini merupakan gabungan dari 2 (dua) kelompok akar kata, yaitu :
Pertama, kata Philein dan Sophos. Philein berarti cinta dan Sophos berarti kebijaksanaan. Cinta bukan sebagai noun, bukan sebagai adjective, tetapi cinta = verb. Verb  ?  kerja manusia untuk mengerjasamakan ketiga unsur dlm jiwanya  bijaksana

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: adedidikirawan on Jan 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

Sintesa dr aliran hukum positif dan mazhab sejarah.
Hanya hukum yg sanggup menghadapi ujian akal akan bertahan
hidup. Unsur kekal dr hukum adalah pernyataan akal yg berdasar
pengalaman dan diuji oleh pengalaman juga. Pengalaman
dikembangkan oleh akal, akal diuji oleh pengalaman. Shg hukum
is pengalaman yg diatur dan dikembangkan oleh akal, kemudian
diumumkan dg wibawa oleh badan pebentuk UU dlm masy.yg
berorganisasi politik dan dibantu oleh kekuasaan masy.
Inti ajarannya : Living law in live.

lanjutan

5. ALIRAN PRAGMATIC LEGAL REALISM
Tokoh :John Chipman Gray, Karl Leewelly
Inti ajaran ; Agar hukum (UU) bermanfaat betul bagi masyarakat,
maka dalam pembuatannya harus memperhatikan logika,
kepribadian, politik, prasangka, dan ekonomi.
6. ALIRAN LAIN DARI FILSAFAT HUKUM DIPERSILAHKAN
MAHASISWA UNTUK MENCARI SENDIRI

PEMBUKAAN UUD1945

A. FUNGSI DAN KEDUDUKAN PEMB. UUD45

Pembukaan UUD45 merupakan STAATSFUNDAMENTALNORM, yaitu
sebagai sumber hukum dasar, baik hukum dasar tertulis maupun hukum
dasar tidak tertulis. Konsekuensi : seluruh peraturanperundang-undangan
dari yang tertinggi sampai yang terendah materinya tidak boleh kontradiksi
dengan nilai-nilai yang terdpt dlm Pemb.UUD45, karena pada hakikatnya
seluruh peraturan hukum merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai
yg ada dlm Pemb.UUD45.
Pemb.UUD45 merupakan sumber bagi seluruh peraturan hukum lainnya,
tetapi mengapa dalam Tata urutan Peraturan Perundang-undangan (1966
– 2004), Pemb.UUD45 tidak dicantumkan ?, sbg antisipasi terhadap
terjadinya amandemen, shg secara hierarkhis formal kedudukan
Pem.UUD45 dipisah dg peraturan hukum lain, tetapi scr hierarkhis
material memiliki hubungan causal organis, tidak terpisah.

TATA URUTAN PER-UU-AN

a. Berdasarkan TAP MPR No.XX/MPRS/1966

UUD45

TAP MPR

UU/PERPU

PP

Kep.Pres

Peraturan-peraturan Pelaksanaan lain,spt

Peraturan menteri

Instruksi menteri

Dll

b. Berdasar Tap MPR No.III/MPR/2000, ttg Sumber Hokum dan tata urutan per-uuan

UUD45
Ketetapan MPR
UU
PERPU
Peraturan Pemerintah
Keputusan Presiden
Peraturan Daerah

lanjutan

c. Berdasar UU No.10 tahun 2004, tgl 22 juni 2004

UUD45

UU/PERPU

Peraturan Pemerintah

Peraturan Presiden

Peraturan Daerah

a. Perda propinsi
b. Perda kabupaten / kota
c. Peraturan desa/peraturan yang singkat.

B. KONSTRUKSI DASAR TERTIB HUKUM INDONESIA

Teori Stuffen Theory Hans Kelsen ? Grund Norm Norma
Umum
Norma Khusus
Atau Nilai dasar
Norma Umum norma praktis
Aplikasi : Pemb. UUD45
UUD45 Norma hukum lainnya.
Pembukaan UUD45 sbg
Staatsfundamentalnorm, merupakan
asas kerokhanian tertib hukum Indonesia, di dalamnya
terdapat pengakuan adanya
hukum kodrat (alinea I),hukum
etis (alinea I,II,III), hukum Tuhan (alinea III), dan hukum
filosofis, yaitu asas kerokhanian Pancasila yg mendasari
hukum positif Indonesia (alinea IV).

HUBUNGAN PEMB. UUD45 DG HUKUM POSITIF

Hukum Tuhan, hukum etis, hukum kodrat, dan
hukum filosofis tersebut merupakan sumber bahan
dan sumber nilai bagi hukum positif Indonesia.
Dalam hal ini negara merupakan pelaksana yg aktif
dalam pelaksanaan dan realisasi hukum positif dg
mengambil bahan dari hukum dan nilai yg terdapat
dlm pemb.UUD45 tadi, disesuaikan dg situasi,
kondisi, serta kebijakan tertentu.

KONSEKUENSI

Konsekuensi bagi setiap realisasi dan pelaksanaan hukum
positif Indonesia harus senantiasa sesuai dg hukum Tuhan,
hukum etis, hukum kodrat, dan hukum filosofis. Nilai-nilai
hukum tersebut sekaligus juga merupakan ukuran bagi setiap
hukum positif Indonesia, yaitu UUD dan seluruh peraturan
perundangan yg lain apakah telah sesuai dg aturan-aturan yg
berasal dr Tuhan (hukum Tuhan), dg perikemanusiaan dan
perikeadilan(hukum kodrat), dg nilai-nilai kebaikan (hukum etis),
dan dg nilai-nilai Pancasila yg abstrak umum universal (hukum
filosofis).

KESIMPULAN

Pertama: pelaksanaan hukum positif Indonesia harus
berlandaskan asas-asas nilai kerokhanian Pancasila
dan asas-asas nilai lainnya spt tertuang dlm
pemb.UUD45.
Kedua; mrupakan suatu keharusan bagi negara
Indonesia untuk menjadikan nilai-nilai dlm
Pemb.UUD45 tadi
sbg ukuran dlm penyusunan,
pengembangan, dan interpretasi semua peraturan
hukum yg berlaku di Indonesia

PERMASALAHAN DLM FIL. HUKUM

1. HUBUNGAN HUKUM DENGAN KEKUASAAN

Hukum bersifat imperatif, tetapi realitasnya tidak semua taat, shg
membutuhkan dukungan kekuasaan, besarnya kekuasaan tergantung
pada tingkat kesadaran hukum masyarakat.

Dalam praktek, kekuasaan sering bersifat negatif, yaitu berbuat
melampaui batas-batas kekuasaan, shg hukum dibutuhkan sbg
pembatas kekuasaan (selain kejujuran ,dedikasi dan kesadaran hukum).

Betapa eratnya dan pentingnya relasi antara hukum dan kekuasaan,
hukum tanpa kekuasaan,angan-angan, tetapi kekuasaan tanpa hukum
akan dzalim. Bagaimana agar hubungan keduanya selalu harmonis dan
sinergis ?

a. keseimbangan power
b. dialog yg sehat ,efektif
c. sadar akan keterbatasan

2. HUKUM DAN NILAI SOSIAL BUDAYA

Hkum yg baik adalah hukum yg materinya berasal dr nilai social
budaya masyarakat.
Persoalan : terjadinya pergeseran nilai dan anomaly dlm
masyarakat.
Sejauh mana pergeseran nilai boleh terjadi ? shg masih layak
dijadikan sbg materi hukum yg baik?

a. Pergeseran nilai tetap harus sesuai dg hierarkhi nilai yg disepakati
b. Membutuhkan kajian lebih lanjut tentang materi hukum yg berasal
dr masyarakat , nilai dr masy. diolah tidak diterima mentah, inilah
fungsi dr penguasa atau para ilmuwan , sbg mitranya masyarakat.

3. SEBAB NEGARA MENJATUHKAN HUKUMAN

3. SEBAB NEGARA MENJATUHKAN HUKUMAN
Terdapat tiga teori yg dpt dijadikan dasar pembenaran negara memberi
hukuman pada warganya :
Teori Kedaulatan Tuhan,negara sbg badan yg mewakili Tuhan di dunia
ini untuk mewujudkan ketertiban hukum di dunia, shg berhak
menghukum bagi pelanggar hukum.
Teori Perjanjian masyarakat, rakyat telah memberikan kekuasaan pd
negara untuk membentuk peraturan dan menjatuhkan hukuman pd
pelanggar demi ketertiban dan kedamaian
konsekuensi: rakyat
berjanji mentaati dan bersedia dijatuhi hukuman.
Teori Kedaulatan Negara, hanya negara yg berdaulat dan berkuasa
untuk membentuk hukum. Adanya dan berlakunya hukum krn
dikehendaki negara, shg negara berhak memberi hukuman.
Lili Rasjidi: negara memiliki tugas sangat berat, mewujudkan cita-cita
bangsa, shg negara akan memberi hukuman kpd siapapun yg
menghambat usaha mencapai cita-cita tadi.

4. SEBAB ORANG MENTAATI HUKUM
Terdapat tiga alasan pembenaran :
Teori Kedaulatan Tuhan, hukum dicipta oleh Tuhan,
manusia sbg makhluk wajib taat (scr langsung), dan
adanya anggapan raja adalah wakil Tuhan, shg manusia
harus sll taat pada Tuhan (scr tidak langsung).
Teori Perjanjian masyarakat, hukum sbg hasil kesepakatan
bersama seluruh masyarakat, shg mereka harus taati
bersama juga.
Teori Kedaulatan Negara, orang mentati hukum krn merasa
wajib utk mentaatinya, sebab hukum is kehendak negara
Teori Kedaulatan Hokum, orang mentaati hukum krn
hukum merupakan perumusan kesadaran hukum rakyat.

5. MASALAH PERTANGGUNGJAWABAN
Pertanggungjawaban is kewajiban utk memikul
segala akibat dr sikap dan perilaku subjek hukum, yg
dilakukan scr sadar, bebas, dan nalar.
Subjek hukum dibebaskan dr tanggjwb, apabila:
belum cukup umur
sedang terganggu jiwa / ingatannya
sedang dlm pengaruh hipnotis,sihir
subjek hukum tidak dpt menentukan kehendaknya
scr bebas dan sadar

6. MASALAH HAK MILIK
Hak milik merupakan salah satu hak asasi manusia
Beberapa pandangan ttg hak milik :
Individualisme – liberalisme ; hak milik merupakan hak mutlak
individu, dan boleh berbuat apapun
Kolektivisme: pemilikan alat produksi harus pd masy bukan
individu.
Fascisme; membatasi dan melenyapkan ha-hak asasi
Personalisme : manusia sbg persona social, hak milik pribadi
diselaraskan
dengan kepentingan masyarakat

LANJUTAN

7. MASALAH PERJANJIAN yg penting tetap
terjaganya itikad baik dr masing-masing pihak
8. MASALAH LINGKUNGAN
perlu dipikirkan upaya
menumbuhkembangkan kesadaran berwawasan
lingkungan, lingkungan sbg mitra hidup, bukan
semata-mata sbg something yg boleh diperlakukan
semau sendiri manusia. Oleh karena itu, dalam teori
hukum modern lingkungan diakui sebagai subjek
hukum.

AKU KENAL DIRIKU

TERIMA KASIH - TERIMA KASIH

Atas segala sambutan baiknya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->