ANGKA INDEKS

Angka indeks(index number) adalah angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan tentang hal atau kegiatan yang sama dalam dua waktu yang berbeda. Angka indeks yang dimaksudkan disini adalah ukuran yang menunjukkan perubahan tingkat harga, kualitas atau produktivitas dibandingkan dengan periode tertentu yang dinamakan periode dasar. Jadi untuk membuat angka indeks itu diperlukan dua waktu yang berbeda, yaitu waktu atau periode dasar (based period) dan waktu yang sedang berjalan (current period). Waktu dasar : adalah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian dipergunakan untuk dasar perbandingan. Waktu yang sedang berjalan : adalah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian akan dibandingkan dengan kegiatan yang terjadi pada waktu dasar. Angka Indeks dapat dibagi menjadi dua yaitu indeks harga (price index) dan indeks kwantitas (quantity index). Indeks harga mencakup semua indeks yang satuan aslinya dalam satuan mata uang, seperti indeks harga, indeks penerimaan, indeks upah/gaji indeks biaya hidup. Indek kwantitas mencakup semua indeks yang satuan aslinya dalam satuan fisik seperti berat, luas, volume, antara lain seperti indeks produksi, indek barang yang diangkat, indeks barang yang dimuat dipelabuhan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sahibul Munir SE, M.Si STATISTIKA 1

"!R!nG dan jasa-jaSa yAng $iunakan dalam 0eny5u. yang dihitung dengan metode agregat tertimbang rumus Laspeyres.deks2harga koNsuMen diperlUkan untuk mengetahUi daya beli 2upia`2Pa$a suatq perimde. eNcEt%h5an tentan' i.ipu) sDkIpar ± 50 baranF dan *asa.2 Jenis-jenis IndeksHarga 1.@j “h. Dalam penyusunan indeks haRa koNsumen Biro Pusaµ St!tistik (B@S mengambiL data hag! eceran DaRi227 KotA propinsi di2IndonE3i!.Si STATISTIKA 1 . 3andang neia barang dan jesa. M. yang dIk %hmmpk an keDalam stB colongal iakajan$ p%rUmahan. eku-pulan barang.Indeks Harga Konsumen (IHK) Indeks harga konsumen (consumer price index) diracang untuk mengukur perubahan harga dari sekumpulan barang-barang dan jasa-jasa tertentu.d %ks harga kONs5men” m%. MiQadnya Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ir. Sahibul Munir SE.

ekspor non eigas.3 IHK paDA tah5n 8& = #00 dejgan AHK3tAhun31978 = 100.Indeks har'a Pebd!gangan Besar (In$eks HargA rodusen) PerHit5ngan indeks3ina buga mdngg5. BP saat ini me. maka daya beli rupiAh tahun 1986 IHI78 = 100 = 33 3 1/3 ∴ Daya beli tahun 1986 hania /3 daya beli tahun 19'8.erb)tkan B%berapa macA.inDeks perdagangAn bEsar sePerti inddks harga3perdagAnga.Si STATISTIKA 1 . kofstruksi. inDu3tri.am in$%ks diperolh daRi pRoducen bar!ng barang itu sendIbi. d!n bukaf3D!ri perdagangaj besar. ekspor mi'a3 dLl Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 3 IHK86 = 300 3 1/3 3 3 3 3 2. Sahibul Munir SE.akan rumu3 Laspeyre3.UMB Ir. be3a2 seKtor pertanian. impor. perta-bangaj. har'a-har'a yang dag§NaKan da. M.

Jika ingin diketahui pertumBuhan PDB !tas harga pada periode da3ar (inGIN Diketa(U) per4umbuhan4kuantItas produksi) M!ka hArus dIketahui DB tahun yang dip%RTiMBaNgkan (dahun yang sedang berjalan) atas harga pada periode dasar.UMB Ir.' diprodukCi oheh perekonomian suatu . Dengan mEnjuml!hkan 0e2kalian antara harga dan kuantitas pada periode tertenpu dari seluruh barang dan4jasa akhir akAn daperoleh PDB4harga iang beplaku. Sahibul Munir SE. PDB Harga Berlaku PDB harga konstant = (PDB riil) Indeks Harga x 100 Indeks harga yang digunakan untuk medeflasi PDB harga berlaku agar diperoleh PDB harga konstant dinamakan “Implicit Price Deflator”.e'ara. Impicit PrICe4Deflator (IPD) PRoduk Domestic Bruto adalah nilai seluruh Barang d!n jasa !khir ya. PDB Harga Berlaku Implicit Price Deflator = (IPD) PDB Harga Konstant “Deflator” biasanya dicari dengan rumus-rumus Laspeyres.4 Indeks4harga Perdagangan besar umum dIwakili od%H 281 jenis barang. 3.Si STATISTIKA 1 . M. Pengetahuan tentang indeks harga perda'!ngan besar biasanqa diguNaKAn dalam kont2ak jangka 0a. Deflator untuk periode n dengan periode dasar 0 dirumuskan : Pusat Pengembangan Bahan Ajar .janG yang memungkinKal terjadinya perubahan harga yang da0at bErpengaRuh terha$ap kebijaks!Naan suatu perusahaan. yang dikenal dengan PDB harga konstant.

Si STATISTIKA 1 .5 Deflator (IPD) harus ditemukan sebelum mendapatkan PDB harga konstan. Q0 x 100 Penentuan Waktu Dasar (Based Period) Waktu dasar harus dipilih berdasarkan syarat berikut : 1. Q0 IPD = ∑ Pn . 2. M. Supaya dipilih waktu atau periode yang stabil artinya tidak terjadi gejolak ekonomi. pimpinan perusahaan baru atau kebijaksanaan (policy) baru. Metode Penyusunan Indeks Harga Indeks harga tidak tertimbang (unweighted index). Metode angka relatif Metode angka relatif ini merupakan metode penyusunan angka indeks paling sederhana dan cocok untuk mengukur perbedaan nilai-nilai satu macam variabel yang berbeda waktu dan dapat dicari dengan rumus : IHR Pn = ---P0 x 100 IHR = Indeks harga relatif tahun n Pn = harga pada tahun n P0 = harga pada tahun dasar Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 1.UMB Ir. Waktunya jangan terlalu jauh dibelakang misalnya lebih dari 10 tahun. 3 Adanya peristiwa penting seperti penggantian kabinet baru. sosial atau politik sebut saja waktu normal. Sahibul Munir SE. Harga tahun 1990 jangan dibandingkan dengan harga tahun 1970 atau sebelumnya. ∑ Pn .

Contoh Tabel 2.200x100 = 100 1.250x100 = 104. Secara aljabar.6 Tabel 1.200 Ikan Asin 1. Perhitungan Indeks Harga Relatif ikan segar di pasar x dengan tahun dasar tahun 1980.600 Tekstil 1.200/1. Indeks agregat sederhana (simple agregative method) dari harga rata-rata 9 macam bahan pokok dipasar kota gede.230x100 = 102.300x100 = 108.300/1. Jenis bahan pokok Harga/unit 1980 1984 Beras 200 225 Gula Pasir 350 450 Garam Bata 15 25 Minyak Kelapa 700 1.UMB Ir.300 Batik 3.300 1.230/1. Tahun Harga Ikan Segar/kg Indeks Harga Relatif 1980 1981 1982 1983 1. metode gabungan sederhana tersebut dirumuskan sebagai berikut : ∑Pn IA = --------∑P0 IA = indeks gabungan sederhana tahun n (tertentu) ∑Pn = jumlah seluruh harga pada tahun n ∑P0 = jumlah seluruh harga pada tahun dasar.Si STATISTIKA 1 . 1980-1984. Sahibul Munir SE.Metode gabungan sederhana (Simple Agregative Method) Metode ini merupakan metode penentuan angka indeks yang sangat cocok untuk mengukur perbedaan atau perkembangan nilai-nilai yang dianggap hanya memiliki satu variabel saja.5 1.3 2.250 1. walaupun sesungguhnya merupakan gabungan beberapa variabel. M.230 1.000 3.500 1.5 1.200 1.250 Sabun Cuci 200 215 Minyak Tanah 125 130 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .300 1.250/1.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar . kemudian menentukan indeks rata-rata harga relatif berbagai jenis barang tersebut. dan merupakan metode yang cocok untuk menemukan angka indeks pada persoalan yang memiliki beberapa variabel.290 Berdasarkan hasil penyusunan indeks harga 1984 diatas.UMB Ir. harga rata-rata 9 macam bahan pokok ditahun 1984 ialah 115.Indeks Rata-rata Harga Relatif Indeks rata-rata harga relatif (arithmatic mean of price relative index) pada dasarnya merupakan rata-rata hitung dari indeks relatif masing-masing variabel yang ada. Dengan kata lain. M.395 115.Si STATISTIKA 1 .15 Indeks harga 1980 = 100 Indeks harga 1984 = 8. Sahibul Munir SE.5 7. harga rata-rata 9 macam bahan pokok dipasar kota Gede pada tahun 1984 mengalami kenaikan sebesar 15.7 Jumlah (∑) Indeks harga 7.290 100 8.15% jika diperhitungkan dengan harga tahun 1980. 2.395 x 100 = 115.Q0   ∑ Pn. Rumus indeks ini adalah :  ∑ Pn.15% dari tahun 1980.Qn  I D= = 2 2 Pn = harga tahun n P0 = harga tahun dasar n = jumlah jenis barang Langkah pertama untuk mendapatkan indeks rata-rata harga relatif adalah menghitung masing-masing indeks harga relatif.Qn   + x1 0  0 I L+ I D  ∑ Pn.Q0   ∑ P0.

200/700 = 1.286 Garam (bata) 25/15 = 1. dikonsumsi atau dijual.UMB Ir. Indeks rata-rata dari relatif harga 9 macam bahan pokok di pasar Kota Gede.Si STATISTIKA 1 .056 x 100 = 122.083 Sabun Cuci (batang) 215/200 = 1. hal ini tergantung pada persoalannya.000 = 1.250/3.075 Minyak Tanah (ltr) 130/125 = 1.8 Contoh. W sederhana tertimbang ini dapat IAw = x 100 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .667 Minyak Kelapa (btl) 1.300/1. Tabel 2.056 P0 Indeks harga 1980 = 100 Indeks harga 1984 = 11. sehingga didapatkan angka indeks yang benar-benar tetap memperhatikan atau mempertimbangkan kedudukan yang mendekati sebenarnya.300 = 1 Batik (lembar) 3. Jenis bahan pokok Relatif harga = Pn P0 Beras (kg) 225/200 = 1. Indeks Gabungan Sederhana Tertimbang (Metoda Agregatif) Secara umum indeks gabungan dirumuskan sebagai berikut : ∑ Pn .125 Gula Pasir (kg) 450/350 = 1. Dalam mencari indeks harga. M.066 Tekstil (meter) 1. 1980-1984 dalam rupiah per unit.84 9 Indeks Harga Tertimbang Yang dimaksud dengan timbangan adalah sesuatu yang dimasukan kedalam perhitungan angka indeks.600/1. timbangan yang biasa digunakan adalah kwantitas yang diproduksi.04 ∑ Pn = 11.500 = 1. Sahibul Munir SE. I.714 Ikan Asin (kg) 1.

Indeks Laspeyres Perumusan Laspeyres menggunakan kwantitas tahun dasar sebagai timbangan indeks harga dan dirumuskan sebagai berikut : ∑ Pn . M.000 5. W IAw = indeks gabungan sederhana tertimbang Pn = harga pada tahun n P0 = harga pada tahun dasar W = nilai timbangan Penentuan indeks ini biasa dikenal dengan beberapa nama indeks seperti : 1. Q0 IL Pn P0 Q0 = rumus indeks Laspeyres = harga pada tahun n = harga pada tahun dasar = kwantitas tahun dasar Contoh Tabel 3. Indeks Paasche Wort 3.800 15 67.Q81 P82. Indeks Laspeyres 2.780 3. Harga per ton Jenis bumbu (Rp.000 8 48. Indeks Marshall Edge 6.000 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Si STATISTIKA 1 . Indeks Drobisch 4.Q81 1981 1982 Bawang merah 2.500 4. Q0 IL = x 100 ∑ P0 .500 72.9 ∑ P0 .000 40.100) Q’81 P81.000 Bawang putih 4.UMB Ir. Sahibul Munir SE.500 10 27. Indeks Fisher 5. Indek Walsh 1.Perhitungan Indeks harga Laspeyres tentang 3 jenis bumbu di Pasar Kliwon pada tahun 1981-1982.000 Bawang putih 6.800 35.

58 ∑ P82 . Qn ∑ P0 .Si STATISTIKA 1 . Indeks Harga Paasche tentang 3 jenis bumbu di pasar Kliwon pada tahun 1981-1982.1000.UMB Ir.200 140. Sahibul Munir SE.1 Jumlah 143. Jenis Bumbu Harga/ton (Rp.500 40 111. Q81 Indeks 1981 = ∑ P81 . Q81 ∑ P82 .000 ∑ P81 . 2.Q82 1981 1982 Bawang Merah 2. Q82 Indeks 1982 = 100 = 102.000 x Harga 3 jenis bumbu di pasar Kliwon ditahun 1982 ternyata mengalami kenaikan sebesar 2.Q82 P’82.300 147.-) Q’82 P’81. M.58% dari harga tahun 1981.780 3. Qn x 100 IP = Indeks Paasche pada tahun n Qn = Kwantitas barang pada periode n Pn = Harga pada tahun n P0 = Harga pada tahun dasa Tabel 4.000 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Perumusan Paasche Paasche menggunakan kwantitas tahun yang sedang berjalan atau tahun tertentu sebagai timbangan secara umum rumus Paasche dinyatakan sebagai berikut : IP = ∑ Pn . Q82 x 100 = 100 147.000 x 100 = 143.

Q 0   ∑ Pn.000 Indeks 1981 = 100 Indeks 1982 = 384.200 144.000 384. maka pengratarataan dengan asas rata-rata hitung seperti dalam perumusan Drobisch memiliki kelemahan-kelemahanm yaitu belum tentu menghasilkan nilai indeks yang cukup representatif bagi kedua hasil indeks Laspeyres dan Paasche.000 4.Perumusan Fisher Jika selisih indeks Laspeyres dan indeks Paasche cukup besar.000 30 20 135.58 + 10486)/2 = 4.Qn    ID = = 2 2 ID = Indeks Drobisch pada tahun n IL = Indeks Laspeyres pada tahun n IP = Indeks Paasche pada tahun n Contoh : ID = (102.000 120.86 366.000 366.Qn   + x100   IL + ID  ∑ Pn. Drobisch menganjurkan sistem rata-rata bagi hasil indeks Laspeyres dan Paasche.UMB Ir.000 x 100 = 104.Si STATISTIKA 1 .500 6. yang dirumuskan sebagai berikut :  ∑ Pn.Q 0   ∑ P 0. Sahibul Munir SE. Fisher menganjurkan penggunaan rata-rata ukur bagi pengrata-rataan indeks Laspeyres dan Paasche yang dirumuskan adalah sebagai berikut : IF = IL x IP Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Perumusan Drobisch Jika selisih antara hasil perumusan Laspeyres dan Paasche cukup besar.800 5.1 Bawang Putih Lada Putih 4.000 100.200 3. M.

Si STATISTIKA 1 .00 0 0 393.80 8 10 18 108.50 10 20 30 83. M.714 5. Perhitungan indeks harga Marshall-Edgeworth tentang 3 jenis bumbu di pasar Kliwon pada tahun 1981-1982.00 5. pengrata-rataan tidak dilakukan terhadap indeks Laspeyres maupun Paasche. Sahibul Munir SE.400 105.58) (104.UMB Ir.000 90.000 x 100 = 104.500 216.1 IF = (102.900 411.000 Indeks harga 1981 = 100 Indeks harga 1982 = 411.000 0 0 6.50 4. Pengrata-rataan hanya dilakukan terhadap timbangan kwantitasnya.900 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .78 3. Jenis Bumbu P0 Pn Q0 Qn (Q0+Qn) P0(Q0+Qn) P0(Q0+Qn ) Bawang Merah 2.000 Bawan Putih 0 0 15 30 45 202.000 Lada Puti 4.Perumusan Marshall-Edgeworth Dalam Perumusan Marshall dan Edgeworth. perumusannya diberikan sebagai berikut : ∑ Pn (Q0 + Qn) IME = ∑ P0 (Q0 + Qn) x 100 IME = Indeks Marshall-Edgeworth pada tahun n Pn = harga pada tahun n P0 = Harga pada tahun dasar Qn = Kwantitas pada tahun n Q0 = Kwantitas pada tahun dasar Tabel 5.34 393.86) = 103.

Rumus Walsh Walsh memberi perumusan alternatif yang kemudian terkenal dengan nama rumus Walsh sebagai berikut : IW = ∑ Pn Q0 + Qn ∑ P0 Q0 + Qn x 100 Tabel 6.4 188.03 Berikut ini diketahui volume dan harga ekspor 3 jenis komoditas pertanian selama tahun 1985-1988.802 16. Perhitungan indeks harga Walsh tentang 3 jenis bumbu di Pasar Kliwon pada tahun 1981-1982.00 0 0 188.5 Lada Puti 4.80 8 10 80 8. Jenis Bumbu P0 Pn Q0 Qn Q0+Qn √ Q0+Qn √ Q0+Qn Bawang Merah 2.0 0 0 6.50 4.243 95458.814 15. Volume Ekspor (000 ton) Tahun 1985 1986 1987 1988 Kayu 11. 26 Indeks harga 1981 = 100 Indeks harga 1982 = 196. Sahibul Munir SE.042 11.142 39314. M.76 Bawan Putih 0 0 15 30 450 21.50 10 20 200 14.1 6.437.437.78 3.039.00 5.155 Kopi 128 136 160 216 Karet 788 812 800 862 Harga Ekspor (US$/ton) Tahun 1985 1986 1987 1988 Kayu 45 53 60 62 Kopi 781 1750 3744 2273 Karet 454 653 735 832 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .944 53644.26 x 100 = 104.Si STATISTIKA 1 .UMB Ir.

Si STATISTIKA 1 . dan Marshall-Edgeworth untuk tahun 1988 dengan tahun dasar tahun 1985. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ir. nilai produksi dsb.1 Carilah ! Indeks Harga Laspeyres. M. 1. yaitu bahwa rumus ini harus digunakan jika diketahui nilai (proporsi) rupiah yang dibelanjakan pada periode dasar.P q = ∑P q 0 0 0 0 0 x100 Sedang untuk yang diberi timbangan nilai tahun tertentu dirumuskan sebagai berikut : Pn IRHw ∑P . Tabel 7. Paasche. Fisher.nya. Jadi indeks relatif harga-harga yang diberi timbangan nilai tahun dasar dapat dirumuskan sebagai berikut : Pn IRHw ∑P . Perhitungan indeks relatif harga-harga tertimbang. Sahibul Munir SE. Namun ada sedikit perbedaan. seperti data tentang nilai ekspor.P q = ∑P q n 0 n n n x100 Rumus ini hampir sama dengan indeks harga agregat tertimbang dengan “rumus Laspeyres”. indeks relatif harga-harga tertimbang dapat dirumuskan sebagai berikut : Pn IRHw ∑P . Indeks Relatif Harga-Harga Tertimbang Secara aljabar.w = x100 ∑w 0 Rumus indeks ini banyak dipakai jika data yang digunakan sebagai timbangan sudah dinyatakan dalam satuan nilai ( p x q ).

x 100 = 106. Pada penyusunan indeks harga tertimbang. dapat diukur atau diperbandingkan dengan menggunakan angka-angka indeks. maka pada perhitungan indeks kuantitas sebetulnya berkisar pada perbandingan Qn/Q0. Sahibul Munir SE.25 1. M.125 Jika tahun 1983 dijadikan sebagai periode dasar. Tahun dasar yang berubah-ubah ini diambil dari setiap tahun yang mendahuluinya.P q = ∑P q 0 0 0 0 Pn 0 x100 12.400 Pn/P0 1.2 Pn/P0 (P0q0) 11025 500 600 12.36% dari harga tahun 1983. Angka-angka indeks sedemikian ini disebut “indeks kuantitas” (quantity index). dalam penyusunan indeks kuantitas.05 1. Indeks yang dibentuk dengan tahun dasar yang demikian ini dinamakan “indeks rantai”. Jika pada penyusunan “indeks harga” berkisar pada perbandingan Pn/P0.36 Indeks Kuantitas Perubahan kuantitas produksi atau konsumsi dari waktu ke waktu. Indeks Rantai (Chain-Index) Pembentukan “angka indeks” dapat juga dilakukan dimana tahun diasarnya bukan merupakan tahun atau waktu yang tetap. melainkan berubah-ubah. Sebaliknya. maka harga harus dikonstatir. supaya perubahan kuantitas dapat diukur bebas dari pengaruh perubahan harga.125 = 11.Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Q83 35 4 1 P83 300 100 500 1 P84 315 125 600 P0q0 10. maka indeks relatif harga tertimbang tahun 1984 = IRHw ∑P . kuantitas harus dikonstatir (tetap konstan) agar perubahan harga dapat diukur bebas dari pengaruh perubahan kuantitas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat contoh berikut ini : Pusat Pengembangan Bahan Ajar .500 400 500 11.UMB Ir.Si STATISTIKA 1 .400 Harga 3 jenis bahan pangan untuk tahun 1984 ternyata mengalami kenaikan sebesar 6.

709 997 Lada Putih 24 242 31.841 Tabel 2.110 92.627 1970 1971 1971 1972 1972 1973 Untuk menghitung Indeks Rantai (IR) digunakan rumus : IR = (IAn x IRn-1) 100 IAn = = Indeks tahun tertentu t dikolom 8 ∑PnQ0 x 100 ∑PnQ0 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .096.000 280.472 10.541.844.507.562 5 7.810 67.424 566.124.237.804 29.078 13.646 22. Anto Dajan.500 290. Produksi tahunan dari 5 jenis komodisitas ekpor 1970-1974 (00ton).000 17.990 7.430 10.437 5. Perhitungan Indeks Harga Agregatif dan Indeks Rantai dari 5 jenis Komoditas ekspor dipasar Jakarta.298. di pasar 1973 12.381 Kapuk 17. 1984.490 10. 1970-1974 dalam rupiah per 100 kg. Jenis Komoditas 1970 1971 1972 Kopra 4.105.069.1 Harga rata-rata tahunan dari 5 jenis komoditas ekspor Jakarta. LP3ES.829.610 58.900 9.080 6.458 30. 1984.697.688 7.824 52. Kopra Kopi Lada Teh Kapuk 2 9.00 102.252 21.888 Nilai Agregat ∑PnQ0 IR 1 9 100 112.020 10.847.884 30.453 5.381 446 Kapuk 16 13 22.000 227.370 Sumber : Pengantar Metode Statistik I. Anto Dajan.595 13. Jenis Komoditas 1970 1971 1972 1973 Kopra 1.1000) 1970 = 100 Tahun Harga tahun yg berlaku x produksi tahun pertama dari tiap-tiap pasang tahun.840 9.164 248 Teh BOP 420 450 22.280 5.397 100.711.Si STATISTIKA 1 .709. M.674 Kopi 14.595 22.616 100. Tabel 3.208.560 11.619.709 Lada Putih 26.952 201.451.523 x 100 ∑PnQ0 7 8 32.812. LP3ES.744 4 641.888 3 14.851.959 6. Sahibul Munir SE.172.245.330.412 100.UMB Ir.500 22.680 6 272.498.154 33.00 173.595 31.674 526 Kopi 994 747 13.460.565.726 23. Tabel 1.00 36.467.990 32.996 115.106 2.753 33.370 1 Sumber : Pengantar Metode Statistik I.690 112.267.164 Teh BOP 17.508 13.902 14.840 969 5.588 14. 1970-1973 (Rp.320 10.003.168 5.

711. Tiap pasang tahun yang terdiri dari dari 2 tahun berturut-turut.610 x 100 = 173.Q70.154 32. • Nilai dalam kolom (2) sampai dengan (6) adalah nilai tiap jenis komoditas ekspor dalam tahun-tahun yang tertentu.888 ∑P72. M.851.Q0 dan tahun 1971 = ∑P71.616 x 100 x 100 = 112. • • • Indeks agregatif tiap pasang tahun pada kolom (8) secara berturut-turut dapat dicari sebagai berikut : Indeks harga 1970 = 100 I ndeks harga 1971 = ∑P71. Untuk tahun 1970=∑P70.Q71 x 100 x 100 = 102.Q0. nilai tahun pertamanya = P0.412 33. Nilai agregatif dari kelima jenis komoditas ekspor ditahun-tahun tertentu.Q70 ∑P70.619. diperoleh dengan jalan menjumlahkan nilai kelima jenis komoditas ekspor pada tahun tersebut.Si STATISTIKA 1 .Q0.996 36.600 32.096.397 33.1 IRn-1= Indeks rantai tahun t-1 dikolom 9.460. dan nilai tahun keduanya = Pn.753 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sahibul Munir SE. yaitu penjumlahan kolom (2) s/d (6).Q71 = Indeks harga 1972 = 100 = 58.Q70 = Indeks harga 1971 = 100 Indeks harga 1972 = ∑P71.267.UMB Ir.

Si STATISTIKA 1 . maka “nilai riil” atau daya beli dari rupiah telah menurun menjadi ¼ atau 0.sedangkan pada tahun 1978 harganya menjadi Rp. “daya beli” dari pada satu rupiah adalah merupakan kebalikan dari indeks harga yang sesuai dengan yang dinyatakan dala bentuk perbandingan”. dengan adanya kenaikan harga tersebut.952 = (173.616 x 112. Tabel 7. Upah nyata (riil wage) atau daya beli dari pada upah rupiah adalah kesanggupan upah uang untuk ditukarkan dengan barang/jasa yang dibutuhkan. Indeks harga konsumsi dan upah rata-rata pekerja sektor industri garment di Kota Bunga IHK April 1977 – Maret 1978 = 100 Tahun Upah Pekerja IHK Upah riil 1979 168.84 126.25. ini berarti harga telah menjadi 4 kali lipat. data upah karyawan yang disajikan oleh suatu perusahaan atau departemen pemerintah.5 atau ± 2/3-nya.660.996 = (102. Jika pada tahun 1970 harga seperti makanan disuatu “Warteg” Rp.07 184.1 • Perhitungan Indeks Rantai dari tabel 3 diatas dapat dilakukan sebagai berikut : IR 1971 IR 1972 IR 1973 = (112.175.4 179. Dinegara-negara maju deflatornya dipakai “Cost of Living Index” dan di Indonesia deflator yang digunakan adalah “Indeks Harga Konsumsi” (IHK).35 1981 331. Dari contoh ini dapat dilihat.83 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . maka “indeks harga” menjadi 1. M. Untuk mengubah upah uang menjadi upah riil atau upah nyata diperlukan adanya “deflator”. 50.UMB Ir.5/1 x 100 = 150% (1.365.-.627 Pengukuran Upah Nyata dan Daya Beli Rupiah Upah : 1. Jika harga naik katakanlah 50%. sehingga daya beli rupiah menjadi 1/1.74 160.5).888 x 115.743 1980 2523.998.4 132.996)/100 = 115.6 157. 200..996 x 100)/100 = 112. Dengan adanya kenaikan harga 4 kali lipat tersebut.277. Upah uang (money wage) : upah yang diterima para pekerja/karyawan dalam bentuk uang. 2. Sahibul Munir SE. Jadi nilai rupiah seporsi makanan pada tahun 1978 hanya 25 sen saja bila dibandingkan dengan tahun 1970.952)/100 = 201. selalu dinyatakan dalam bentuk upah uang. bagaimana lazimnya.

• • 1 Kesanggupan upah pekerja tahun 1979.6. bila ditukarkan dengan barang dan jasa.UMB Ir. tetap sama dengan daya belinya tahun 1978.4 x 132.365.Si STATISTIKA 1 .743. Jika ingin mempertahankan daya beli upah tersebut.84)/100 = 223. Sahibul Munir SE. M. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .656. maka besarnya upah yang harus diterima pada tahun 1979 harus = (168. tinggal 126.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful