P. 1
aliran seni

aliran seni

|Views: 173|Likes:
Published by Lulu Latifa Leonita

More info:

Published by: Lulu Latifa Leonita on Jan 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

MACAM MACAM ALIRAN SENI

Naturalisme Yaitu suatu bentuk karya seni lukis (seni rupa) dimana seniman berusaha melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyatan, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Supaya lukisan yang dibuat benar benar mirip atau persis dengan nyata, maka susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin, setepat setepanya. di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa unruk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.

Pengertian Ekspresionisme yaitu aliran seni lukis yang mengutamakan kebebasan dalam bentuk dan warna untuk mencurahkan emosi atau perasaan.

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.

kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque. Prinsip-prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak. Gerakan ini dimulai pada media lukisan dan patung melalui pendekatannya masing-masing. Pada kubisme, bentuk bentuk karyanya menggunakan bentuk bentuk geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran dan sebagainya) seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar gambar poster dan lain- lain. Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap suasana yang hendak dilukis. Tidak seperti karya impresionisme, pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi seniman dengan alam tersebut.

yang disebut Bangudae di Ulsan di pantai tenggara Korea memberikan deskripsi yang jelas mengenai binatang-binatang yang hidup di situ dan merupakan seni yang menonjol dari Zaman Prasejarah. Baekje (18 SM 660 M). Nilai estetika masa ini juga bisa ditemui pada makam dan pola berbentuk terung pada barang-barang tembikar untuk keperluan sehari-hari.000 SM). Goguryeo (37 SM 668 M). lonceng. Patung Maitreya (Budha dari masa depan).Meski manusia mulai mendiami Semenanjung Korea pada Zaman Paleolitikum. yang sebagian besar bertujuan menunjukkan kekuasaan raja atau dibuat untuk tujuan-tujuan keagamaan serta untuk menimbulkan kekaguman. dan sosial yang khas. dan anting-anting dihasilkan. dan Silla (57 SM 935 M). Pada Zaman Perunggu (kira-kira 1. Selama masa pemerintahan Tiga Kerajaan. terbuat dari perunggu yang dari Kerajaan Goguryeo. Lukisan dinding pada makam-makam Goguryeo.000 300 SM). yang kebanyakan ditemukan di sekitar Jiban dan Pyongyang. menunjukkan kebesaran seni kerajaan ini. tiap kerajaan mengembangkan seni rupa yang berbeda yang dipengaruhi oleh keadaankeadaan geografis. peninggalan-peninggalan yang ada menunjukkan bahwa asal-usul seni rupa Korea mulai mengacu pada Zaman Neolitikum (kira-kira 6. berbagai macam barang dari perunggu termasuk cermin. Lukisanlukisan dinding .000 sampai 1. Pahatan-pahatan batu pada tebing di sisi sungai. politis.

pengakuan resmi akan agama Budha sepanjang pemerintahan Tiga Kerajaan berujung pada dibuatnya dibuatnya patung-patung Budha. Para arkeolog menemukan koleksi perhiasan emas yang kaya. Salah satu contoh utama adalah patung Maitreya (Budha Masa Depan) yang duduk dalam meditasi dengan salah satu jarinya menyentuh pipi. Kerajaan Silla Bersatu (676 935) mengembangkan suatu budaya artistik yang telah diperindah dengan selera internasional yang kuat sebagai akibat dilakukannya pertukaran pertukaran dengan Dinasti Tang dari Cina (618 907). termasuk mahkota. ungkapan-ungkapannya . anting-anting. Seni Baekje terutama ditandai oleh permukaan yang halus serta senyum-senyum yang hangat seperti ditemukan pada gambar tiga serangkai Budha yang dipahat pada batu di Seosan. Meski demikian. yang jelas merupakan ungkapan kekuasaan. merupakan mahakarya yang tidak ada bandingannya karena patungpatungnya yang megah. menggambarkan pemikiran pemikiran mengenai kehidupan di bumi dan di dunia sesudah kematian. tetap saja agama Budha menjadi kekuatan pendorong utama di balik perkembangan budaya Kerajaan Silla. kalung dan ikat pinggang dari makam-makam Kerajaan Silla. Benang-benang dari emas serta biji-biji emas yang ditemukan di dalam makam bersama dengan perhiasan-perhiasan yang amat indah membuktikan keterampilan artistik yang sangat tinggi dari kerajaan ini. contoh sempurna seni rupa Kerajaan Silla Bersatu. Gua Seokguram. Sementara itu.pada keempat dinding dan langit-langit ruang penguburan menampilkan gambar-gambar dengan warna cerah dan gerakan penuh energi dan dinamis.

suaranya yang nyaring. Sampai paruh pertama abad ke-12.1392) dapat dilihat dari barang-barang seladon. Ssangyeongchong (Makam Dua Lajur). Di samping itu. serta bagian-bagiannya yang khas. lukisan pada langit-langit dari Kerajaan Goguryeo Mahkota emas dari Kerajaan Silla Nilai artistik Kerajaan Goryeo (918 . Warna hijau seperti pada batu permata jade.yang realistis. seladon Goryeo dikenal karena warnanya yang bersih. para pengrajin Kerajaan Silla juga sangat mahir dalam membuat lonceng kuil. Lonceng-lonceng perunggu seperti Lonceng Ilahi milik Raja Seongdeok yang dibuat pada akhir abad ke-8 terkenal karena desainnya yang elegan. serta bentuknya yang sangat besar. Lonceng Ilahi milik Raja Seongdeok (akhir abad ke-18) merupakan yang terbesar pada jenisnya di Korea . dan berbagai macam seladon Goryeo merupakan keindahan yang sangat tinggi dan berbeda dari keramik keramik buatan Cina. disain yang elegan. sedangkan pada paruh kedua abad tersebut teknik menoreh disain pada tanah liat dan mengisi ceruk-ceruknya dengan tanah liat lunak warna putih atau hitam menjadi ciri utamanya.

barang-barang Buncheong dihiasi oleh pola-pola bebas. Buncheong. Dipercaya bahwa bangunan ini dibangun pada abad ke-13. merupakan jenis keramik yang dibuat pada masa Dinasti Joseon.Bangunan kayu tertua yang dibangun pada masa ini serta masih ada sampai sekarang adalah Muryangsujeon(Ruang Kehidupan Tak Terbatas) di Kuil Buseoksa di Yeongju. Digunakan oleh rakyat biasa dalam kehidupan sehari-hari mereka. sistem dapo dikembangkan untuk pembangunan bangunan-bangunan megah berskala besar. Vas seladon yang ditatah dari Dinasti Goryeo Teko seladon dalam bentuk kura-kura . Dua bentuk konstruksi ini tetap menjadi dasar bagi pembangunan arsitektur kayu sampai dengan berkuasanya Dinasti Joseon. Disain arsitektur dari kayu dalam Jaman ini dapat dikelompokkan dalam dua jenis besar. Secara khusus. periuk yang terbuat dari tanah liat berwarna abu-abu dan dihiasi dengan lapisan tanah liat lunak warna putih. Keramik ini dilapisi oleh lapisan berwarna biru keabu-abuan yang mirip dengan jenis seladon. Yang juga menjadi produk khas dari Jaman ini adalah porselen porselen warna biru dan putih. jusimpo (siku-siku tiang untuk menopang atap) dan dapo (perangkat multi-siku yang ditempatkan baik pada kusen di antara bubungan ataupun tiang-tiang). Propinsi Gyeongsangbuk-do.

Sungnyemun (dikenal juga sebagai Namdaemun) di pusat kota Seoul merupakan contoh bangunan bernilai tinggi dengan gaya arsitektur dari masa awal Dinasti Joseon. yang menginginkan keselarasan dengan alam semesta. Vas porselen dari Dinasti Joseon yang berwarna biru dan putih dengan desain bambu dan pohon cemara Termos Buncheong dengan desain tanaman semak-semak Arsitektur Barat diperkenalkan di Korea pada akhir abad ke-19. Bangunan ini beserta banyak bangunan kuil dan istana yang lain kini sedang dibangun kembali atau direstorasi dengan menggunakan metode-metode tradisional. porselen biru dan putih mulai menunjukkan nilai estetik yang tinggi berkat polapola menawan yang dilukis pada zat warna kobalt berwarna biru pada seluruh permukaan porselen. bangunan kayu tertua di Korea Porselen putih. bangunan tradisional. Dimulai pada pertengahan abad ke-15. berkembang pesat dengan ragam luas dan kecanggihan tersendiri. ketika gereja-gereja .Muryangsujeon. yang menunjukkan harmoni yang sempurna antara lekukan-lekukan dan nadanada warna yang halus merupakan contoh puncak keindahan seni. Selama masa pemerintahan Dinasti Joseon (1392 1910).

dalam tahun-tahun terakhir ini telah ada diskusi aktif mengenai hal ini dan konsep yang telah ada sekian lama mengenai bagaimana menyelaraskan bangunan-bangunan dengan alam kini sedang dihidupkan kembali. dalam proses industrialisasi dan urbanisasi Korea. Pemerintah melangkah maju dengan rencana-rencana pembangunan dan sejumlah bangunan tua yang indah dirubuhkan dan digantikan dengan bangunan-bangunan baru yang tidak sedap dipandang mata. Namun demikian. Sejak era 1960-an. .dan kantor-kantor untuk kedutaankedutaan asing dibangun oleh para arsitek dan insinyur dari luar negeri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->